Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

1144

Genre Romance

230

Genre Folklore

228

Genre Horror

228

Genre Fantasy

230

Genre Teen

228

Reset
LIMERENCE
Romance
11 Feb 2026

LIMERENCE

" hai Qi. " sapa seseorang begitu aku keluar dari kamar ku dan membuat ku terkejut." lho? Tante Mega? Kapan pulang dari Jogja? Kok gak ngabarin? " tanya ku sumringah karena menemukan sosok sahabat mama yang sudah ku anggap sebagai keluarga ku sendiri. Aku pun berjalan mendekati dirinya yang tengah duduk bercengkraman bersama dengan mama." udah dua hari sih. Makanya tante ke sini. Sekalian bawain kamu oleh - oleh tuh. Eh iya Qi. Kamu kangen gak sama adik tante? Itu, si Tama? " ujar Tante Mega, membuat ku mengingat teman masa kecil ku dulu yang sampai saat ini selalu menjadi teman terdekat ku. Tama Adiyoga Wijaya." iyalah tan. Kangen banget. Lagian dia masih kerja di Jogja kan? " tanya ku lagi." tuh orangnya. Di belakang kamu. " ucap Tante Mega tersenyum. Membuat ku langsung berbalik dan menemukan sosok pria jangkung berdiri begitu dekat dengan tubuh ku." hai, cantiknya aku. " sapa Tama pada ku seraya dirinya mengelus pipi ku perlahan dengan jemarinya. Ulahnya ini berhasil membuat ku langsung menghambur memeluk dirinya dengan erat." Tam. Aku kangen. " ucap ku di dalam pelukannya.Aku benar - benar merindukan dirinya saat ini. Tama memang sudah dua tahun ini pindah ke Jogja untuk bekerja. Dan itu yang membuat ku harus terpisah dengan dirinya untuk sementara waktu. Padahal, aku sudah begitu dekat dengan pria yang berusia tiga tahun di atas ku ini." iya. Aku juga. Makanya aku pulang ke sini. Aku kangen juga sama kamu. " jawab Tama mengelus punggung ku lembut. Membuat aku semakin mengetatkan pelukan ku di tubuhnya yang begitu ku rindukan." jahat. Bikin aku nangis terus kalo inget kamu. " ucap ku memukul dadanya dengan sebelah tangan ku." kenapa nangis sih, cantik. Kan kita masih bisa video call. Aku juga masih bisa pulang ke sini. Tau kan, aku gak suka kalo kamu nangis. " tegur nya lembut. Tak suka mendengar fakta bahwa aku sering menangis. Apalagi saat - saat aku merindukan dirinya." Jangan pergi lagi, Tam. " pinta ku padanya. Walau ku tau itu percuma." gak bisa Qi. Aku kan kerja di sana. Tau kan kalo aku mau ngerintis dari bawah. Tolong ngerti ya? " jawabnya mencoba meminta pengertian ku. Aku yang masih berat untuk mengerti pilihan dirinya pun hanya terdiam sembari terus memeluknya dalam diam." nanti, kalau kamu libur kerja kan masih bisa ke Jogja. Datengin aku sekalian liburan. Ya? " tambah Tama mencoba membuat ku mengiyakan pilihannya. Aku yang memang tak bisa berbuat banyak pun akhirnya mengangguk pelan. Masih dalam diam.*****" ya ampun, lama banget pelukannya. " goda mama pada diri ku dan Tama. Dan godaan mama ini berhasil membuat aku dan Tama melepaskan pelukan kami berdua." maaf mbak. Aku kangen banget sama anak mbak. " sahut Tama tersenyum malu. Tangannya masih saja merangkul pinggang ku dan tak lupa mengelusnya dengan lembut. Membuat ku juga tersenyum malu." anaknya juga kangen sama kamu, Tam. Suka ngelamun kalo habis video call sama kamu. " jawab Mama tertawa dan membuat ku tersipu malu. Karena apa yang di ucapkan mama memang benar adanya. Aku benar - benar merindukan Tama yang saat ini berdiri di samping ku." katanya kamu mau pergi? Ke tempat teman mu yang ulang tahun? Jadi Tam? " tanya tante Mega pada Tama. Aku yang mendengar ucapan tante Mega pun mulai menoleh memandang Tama yang berdiri di samping ku." iya, jadi mbak. Makanya ini mau ngajak Qia buat ikut sama aku. " jawab Tama dan berhasil membuat ku terkejut." mau ke mana? Baru juga ketemu. Kenapa pergi lagi? " tanya ku pada dirinya." temen lama ku ulang tahun. Di salah satu cafe deket sini. Dari pada aku pergi sendiri, lebih baik aku pergi sama kamu, kan? Gimana? Mau gak? " sahut Tama tersenyum memandang ku." hmm, iya. Boleh deh. Aku kebetulan gak ada acara kok. " ujar ku mengiyakan ajakannya ini." ya udah, siap - siap gih. Ya? Aku tunggu. " ujar Tama lagi dan membuat ku kembali masuk ke kamar ku untuk bersiap - siap.*****" di sini Tam? " tanya ku pada Tama begitu kami berdua sudah memasuki cafe yang menjadi tempat acara." iya. Nant..."" Zasqia? " tiba - tiba saja, ada pria yang menyapa ku dan memotong ucapan Tama yang di tujukan untuk ku dan berhasil membuat ku was - was dengan kehadiran dirinya." Ben? " gumam ku dengan tubuh yang sedikit menegang karena tak menyangka akan bertemu pria brengsek ini lagi di hidup ku." gak nyangka, kamu bakal ke acara ulang tahun ku juga. Kenapa? Masih pengen balikan sama aku? Hm? Masih pengen enak - enakan sama aku? " ucap pria itu dengan senyum meremehkannya pada ku. Membuat tubuh ku yang kini berdiri di samping Tama bergetar hebat Karena ucapannya ini." Qi? Kamu kenal sama Ben? " tanya Tama dan memandang ku. Apalagi saat ini dirinya merasakan tubuh ku yang di rangkulnya sedikit menegang dan bergetar karena pertemuan ku dengan pria ini." kamu sama dia Tam? Dia ini mantan ku. Eh, bukan deh. Selingkuhan ku lebih tepatnya. Lumayan kok Tam. Enak buat di bego - begoin. Enak buat di manfaatin juga. " tawa Beni terdengar begitu meremehkan diri ku." gitu? Sepertinya, salah aku sudah datang ke sini. " ucap Tama dingin dan menarik tubuh ku untuk semakin mendekat ke tubuhnya dan berbalik memunggungi Beni yang berdiri di hadapan kami berdua. Membuat ku langsung menenggelamkan wajah ku di dadanya. Menyembunyikan raut kebencian ku terhadap salah satu mantan ku itu." maksudmu Tam? " tanya Ben bingung." aku gak suka ucapanmu pada pacar ku saat ini. Aku masih gak nyangka sifat playboy mu masih ada. Bahkan sampai bikin pacar ku jadi korban. Sepertinya, aku salah datang ke acara ulang tahunmu. Aku permisi. " ujar Tama semakin sarkas dan menarik bahu ku lembut untuk pergi dari hadapan Beni. Meninggalkan dirinya yang terus saja memanggil nama Tama di cafe itu.*****" stt. Sudah sayang. Gak papa. Gak usah dengerin omongan Ben. Si brengsek itu gak pantes kamu tangisin kayak gini. " ucap Tama masih saja memeluk ku saat kami sudah berada di luar cafe. Tepat di samping mobil milik Tama." aku gak suka Tam. Kenapa harus ketemu dia. Aku gak mau inget - inget lagi soal dulu. " jawab ku kesal dan menangis." kamu kenapa gak bilang orang yang nyakitin kamu pas kuliah itu Ben? Kalau tau itu dia, aku gak bakal ngelepasin dia Qi. Aku akan balas rasa sakitmu itu. " ujar Tama menahan amarahnya pada Ben. Apalagi dirinya mengetahui kisah ku dulu saat kuliah. Saat aku patah hati karena seseorang. Tapi Tama tak pernah tau siapa pria yang sudah menyakiti ku saat itu." gak usah Tam. Aku udah gak mau punya urusan sama dia. Aku gak mau lagi. " jawab ku menggeleng. Membuat wajah ku bergesekan dengan kemeja yang Tama pakai saat ini karena posisi Tama yang masih memeluk ku erat." iya. Aku gak bakal izinin dia ketemu pacar ku lagi. Aku gak akan biarin kamu ketemu si brengsek itu. " sahutnya." pacarmu? " tanya ku mengulang ucapannya seraya mengangkat kepala ku dan membuat kami berdua saling berpandangan." iya. Kamu Qi. Kamu mau gak jadi pacar ku? " tanya Tama tiba - tiba dengan lembut dan perlahan." kenapa tiba - tiba Tam? Setelah sekian lama? Udah bertahun - tahun kita bareng, dan kamu baru minta aku jadi pacarmu sekarang? " tanya ku tak mengerti dan balik bertanya pada dirinya." aku hanya lagi memantaskan diri buatmu. Aku sengaja bekerja di Jogja. Merintis dari bawah. Meninggalkanmu sendiri di sini tanpa aku. Karena aku tau, kamu begitu mencintai kota itu. Aku tau, kamu ingin menghabiskan masa tuamu di kota itu. Maka dari itu, aku ingin berjuang dulu di sana dan begitu aku sudah sukses, aku akan melamarmu. Mengajak mu menikah dan memboyongmu untuk tinggal di sana. " jawabnya dan memberikan bayangan manis mengenai masa depan kami berdua." tapi kenapa? Kenapa aku? " tanya ku masih tak percaya dengan semua yang diucapkan dirinya." kamu tau limerence gak? " tanya dirinya balik pada ku dan tak menjawab pertanyaan ku." limerence? Apa itu? "" limerence itu kondisi di saat kita lagi tergila-gila sama seseorang, dan itu yang kurasakan denganmu. Semenjak dulu, sama sekali tak pernah berubah sampai sekarang. " jawab Tama sembari menyelipkan helaian rambut ku yang terurai saat ini." sejak kapan kamu suka sama aku Tam? "" sejak aaku membantumu saat kamu terjatuh dari sepeda motor. Waktu itu kamu ketabrak mobil di depan kompleks saat aku datang bersama mbak Mega menemui mamamu. Aku membantumu dan aku mulai menyukaimu di saat itu. Ingat gak Qi? " tanya dirinya tersenyum sembari dirinya mengingatkan ku mengenai saat pertama kalinya kami bertemu." iya. Aku ingat banget. Aku gak tau lagi kalau bukan kamu yang nolongin Makasih ya Tam. " ucap ku kembali mengubur wajah ku di dadanya." pertanyaan ku tadi gimana? Mengenai ajakan ku untuk mengajakmu serius? Mau nerima? " tanya Tama lembut. Tak lupa dirinya mengelus puncak kepala ku dan punggung ku dengan kedua tangannya." iya. Aku mau. Aku mau nolak juga gak bisa. Aku suka sama kamu udah dari lama. Tapi aku gak mau ngancurin hubungan kita selama ini. Makanya aku diem aja. Trus kamu malah ninggalin aku ke Jogja kemaren. Aku marah padahal sama kamu. Kamu ninggalin aku. " ucap ku menjawab." bodoh. Kenapa gak dari awal bilang? Mana mungkin aku bisa ninggalin kamu. Hati ku udah ku titip sama kamu. Gak akan aku kasih ke siapa pun lagi. Jadi, sekarang kita resmi? Kamu milik ku sekarang ya? " ujarnya mengetatkan pelukannya terhadap ku dan hanya bisa ku balas dengan juga memeluk dirinya." beneran? Jadi, sekarang kita... "" ya bener lah sayang. Jadi sekarang, kamu udah jadi pacar ku ya? " balasnya dan membuat menganggukkan kepala ku." iya lah. Aku mau. Aku gak nyangka ih. Bakal bisa sama kamu sekarang. " ujar ku mengecup dadanya yang masih terbalut kemeja dan membuatnya tertawa renyah." terima kasih sayang. Terima kasih. Aku janji gak akan nyakitin kamu. Gak akan ada yang boleh bikin kamu nangis juga. " ucap Tama.Sedangkan aku hanya bisa membalas ucapannya ini dengan menganggukkan kepala ku di pelukannya. Aku benar - benar bahagia sekarang. Aku bisa bersama dengan dirinya. Ku harap, dirinya bisa menjaga janjinya ini dan membuat ku bisa melangkah lebih jauh ke jenjang yang lebih serius bersama dengan pria ku saat ini.]

BADMINTON LOVE
Romance
11 Feb 2026

BADMINTON LOVE

BADMINTON LOVE" Aku berangkat dulu ya. Ntar telat lagi. Hari ini kan hari pertama aku di SMA. Dah papa, dah bunda. " ujarku sambil setengah berlari menuju garasi." Nita, sarapan dulu. Nanti Maag kamu kambuh lho nak. " ujar Bunda dari dapur." Ntar aja lah bun, Nita nanti makan di kantin aja. Dah papa dah bunda. Nita berangkat ya. "Aku pun sampai di SMA dan SMP Bhakti Bangsa Bandung sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi. Dan untungnya aku gak terlambat." Heh lo, cewek yang pake tas warna hitam. Sini! " teriak seorang cowok yang memakai jas almamater berwarna hijau yang berarti anak kelas XI. Sedangkan untuk anak kelas X memakai jas berwarna merah dan anak kelas XII berwarna biru.Tiba – tiba bahuku di tepuk dari belakang. Sepertinya dia juga anak kelas satu, karena dia juga memakai jas almamater warna merah sepertiku." Eh, lo di panggil sama kakak yang cowok tuh. " ujarnya sambil menunjuk tempat orang yang sambil menatapku. Aku pun beranjak pergi menemui kakak yang kutahu bernama Neo sang ketua Osis dan salah satu pendiri genk " The Zodiac Four " selain Nickolas Handoko dan Kharisma Putri Nugraha yang sangat berpengaruh di sekolah ini." Elo ikut gue! Nick, Ima Ikut gue. " kami pun menuju danau di belakang sekolah yang kutahu adalah tempat berkumpulnya "The Zodiac Four"." Elo! Nama loe adalah Pranita Alsyafindy Riska. Masuk ke SMA Bhakti Bangsa dengan jalur prestasi Bulutangkis. Bener? " ujar kak Neo.Hening." Jawab! Loe punya mulutkan! " bentak seorang cewek yang kutahu namanya adalah Ima." Hei, udahlah. Jangan marah – marah. Kasian dia. Dia juga gak tau kan apa masalah kita. Oh ya, Jawab aja pertanyaan Neo sebelum dia ngamuk lagi. " ujar Nick sambil tersenyum namun terasa acuh." Iya kak, aku memang masuk dengan jalur prestasi. "" Heh! Loe denger ya. Mulai sekarang, jangan harap elo bisa main bulutangkis di sekolah ini selama gue masih ada di sekolah ini. Dan jangan tanya alasannya. " ujar Neo." Tapi kenapa kak? Aku gak merugikan siapa – siapa kan? " ujarku protes. Kulihat Nick menggelengkan kepalannya sambil tersenyum menatapku. Dan menandakan supaya aku tak membantah ucapan Neo." Diam! Gue bilang jangan nanya. Loe jangan pernah sekali – sekali membantah anak – anak "The Zodiac Four" ngerti loe! Nick, Ima, cabut sekarang! "ujarnya sambil berlalu." Elo, masuk kelas aja sekarang. Pelajaran kedua udah mau mulai. Dan kalau guru nanya elo dari mana, bilang elo habis di panggil sama kami semua. " ujar Nick sambil tersenyum dan mengacak – acak rambutku gemas sambil menyusul Neo. Aku pun segera kembali ke kelasku yang berada di lantai dua yang satu lantai dengan anak – anak kelas XI IPA.*****Untunglah Bu Sarah, guru yang mengajar geografi di kelasku sama sekali tidak mempermasalahkan ketidakhadiranku di mata pelajaran beliau yang pertama setelah beliau tahu aku di panggil oleh " The Zodiac Four ". Kami pun melanjutkan pelajaran di jam Kedua.Namun aku masih kepikiran mengapa anak – anak " The Zodiac Four " yang melarang keras aku untuk bermain bulutangkis. Saat istirahat, aku segera ke meja Rio, yaitu ketua kelasku yang baru dipilih tadi." Rio, sorry, gue mau nanya sedikit dong sama elo. Bisa? " ujarku sambil duduk di sampingnya." Silahkan. Apa Nit? "" Loe pasti kenalkan sama Anak – Anak " The Zodiac Four "? Secara loe sejak SMP disini. Kok mereka ngelarang gue main bulu tangkis sih? Trus, kenapa namanya " The Zodiac Four "? Mereka kan Cuma bertiga. Tolong jelasin sama gue dong. "" Loe serius mau tahu ceritanya? " ujar Rio sambil menatapku. Aku pun mengangguk setuju." Loe mungkin gak tahu tentang mereka karena elo baru masuk Bhakti Bangsa mulai kelas 1 SMA. Beda dengan aku dan anak – anak lain yang kebanyakan udah mulai dari SMP disini. "The Zodiac Four" itu awalnya memang berempat. Yaitu Neo, Nick, Ima dan Lenna. Lenna adalah pacar Neo sejak kelas 1 SMP. Mereka berempat selalu satu kelas sejak kelas 1 SMP hingga kelas 1 SMA. Lenna adalah atlet bulutangkis kebanggaan anak – anak Bhakti Bangsa. Nick juga atlet bulutangkis. Ya, versi cowoknya Lenna-lah. "" Trus? " ujarku." Mereka berdua udah mengharumkan nama SMP dan SMA Bhakti Bangsa sejak awal masuk SMP. Namun naas, saat kelas 1 SMA, Lenna meninggal saat lomba Bulutangis tingkat SMA seluruh Jawa Barat karena asmanya kambuh saat pertandingan. Memang sehari sebelumnya asma Lenna beberapa kali kambuh. Namun ia bersikeras ikut bertanding. Namun fatal akibatnya. Lenna meninggal. Sejak itulah eksul bulu tangkis dilarang di SMP sama SMA Bhakti Bangsa. Itu adalah keputusan dari Neo dan Ima. secara mereka adalah anak – anak yang sangat berpengaruh dan orang tua Neo adalah ketua yayasan di sekolah kita. Jadi genk mereka bebas bikin aturan apa aja. Sedangkan Nick, dia memilih diam dan tak perduli. Tapi Cuma dia yang sangat baik ke anak – anak yang lain di genk " The Zodiac Four " sekarang. "" Sekarang mereka kelas berapa? "" Mereka sama – sama kelas XI jurusan IPA. Neo dan Ima itu kelas IPA 2 dan Nick kelas IPA 4. Kenapa Nit. Kok elo nanyain mereka. "" Oh. Nothing. Makasih informasinya ya Yo. " ujarku kembali ke tempat dudukku." Your welcome Nit. Anything for you. " ujarnya sambil tersenyum.*****" Aaaaaaaaakh... Neo! Loe gila. Loe kelewatan. Cuma gara – gara pacar loe meninggal akibat Asma saat tanding bulutangkis, loe ngelarang ada Bulutangkis di sekolah ini. loe udah ngancurin hidup gue! Loe gila Neo! Aaaaaaakh... sumpah! Gue benci ama loe! Juga ama genk loe " The Zodiac Four"! Gue benci! " teriakku sambil menangis di danau yang sepi saat itu karena anak – anak yang lain sedang latihan ekskul. Sedangkan aku memilih tidak ikut ekskul, karena aku Cuma pengen ikut ekskul bulutangkis." Berarti elo juga benci sama gue dong? " ujar Nick yang ternyata berada di atas pohon yang ada di sampingku. Nick pun segera meloncat turun dan duduk disampingku sambil menghapus airmataku." Eh ka Nick. Sorry ka. Bukannya... "" Udah. Ga apa. Gak usah manggil kakak lagi. Nick aja. Gue paham kok kenapa elo marah ama Neo. Elo gak ikut ekskul? " potong Nick." Enggak. Loe tau sendiri, gue cuma suka bulutangkis. Sedangkan disini gak ada. Jadi ya mending gak usah ikut apa – apa. Toh, gue bakal ngejalanin setengah hati. Kan mending gak usah. Elo sendiri?"" Elo pasti udah denger cerita tentang gue dari Rio. Cerita gue sama kayak elo. Tadi Rio bilang sama gue kalo dia cerita semua sama elo. Oh ya, elo masih mau gak latihan bulutangkis? Kita main di luar sekolah aja. Kan gak ada larangan. Itupun kalo elo mau main sama gue. Gimana? "" Serius Nick? Iya gue mau. Kapan? "" Ya udah. Ntar mulai sore ini aja jam empat sore di gedung Persada di samping sekolah. Gimana? " ujarnya. Aku pun menggangguk. Akhirnya Nick pamit pergi. Sebelum dia pergi, dia masih menyempatkan diri untuk mengacak – acak rambutku dan menyuruhku istirahat.Sudah tiga bulan aku dan Nick latihan bulutangkis di gedung. Dan ternyata Ima dan Neo tahu apa yang kami lakukan berdua. Saat upacara hari senin, Neo memberi pengumuman." Kepada Nickolas Handoko dan Pranita Alsyafindy Riska segera di tunggu oleh saya, Neofal Pratama dan Kharisma Putri Nugraha di danau. Setelah upacara selesai. Terima kasih. "" Wah, Nit, loe nyari masalah apa sama genk " The Zodiac Four " sampe elo dipanggil. " ujar Rio saat aku ke barisan belakang kelasku. Aku pun menggeleng." Eh, Nick. Kenapa? " ujarku saat bertemu dengan Nick. Nick hanya menggelengkan kepala. Aku dan Nick pun pergi ke danau. Di sana udah menunggu Neo dan Ima." Akhirnya. Dua kunyuk ini datang juga! Elo berdua gak usah berlagak gak tau deh. Gue tau, elo berdua selama tiga bulan belakangan ini sering main bulutangkis kan di gedung sebelah! " ujar Neo gusar." Iya. Gue sama Nita emang main bulutangkis di gedung sebelah. Kenapa? Gak suka? Kita juga gak main di sekolahan. Gak ada larangannya. " ujar Nick sambil maju selangkah dan melindungku di belakang tubuhnya." Berarti loe berdua udah cari masalah sama gue dan Ima. Ma, cabut! " ujar Neo sambil pergi menjauh.*****4 hari kemudian yaitu hari kamis...." Sebagai hukuman karena elo melanggar peraturan bahwa dilarang bermain bulutangkis, elo berdua harus bertanding sama kita berdua. Kita punya 3 pertandingan. Yang pertama, dipilih oleh gue dan Ima, yang kedua dipilih sama elo berdua, dan yang ketiga akan dipilih dari semua siswa. Dan semua pertandingan harus di ketahui oleh semua warga Bhakti bangsa. Dan pertandingan ketiga akan diketahui hari senin lusa. Gimana, Setuju? "" Ok. Gue setuju. Dari tim gue, gue milih bulutangkis campuran. Elo? " Ujar Nick saat kami semua berada di lapangan di saksikan oleh semua warga Bhakti bangsa." Tim gue milih Tenis campuran. Kini tinggal nunggu pertandingan ketiga. Sekarang, elo kapan mau mulai pertandingan? "" Mulai minggu depan hari sabtu, lanjut hari senin dan selasa. Gimana? tapi, apa konsekuensinya? " ujar Nick tajam." Oke. kalo tim elo menang, elo berdua gak akan dikeluarin dari sekolah ini, dan eksul bulutangkis akan kembali ada. Tapi, jika elo berdua kalah, jangan pernah kembali ke sekolah ini untuk selamanya. Gimana? berani? "" Kita berani! Gue gak pernah takut sama elo. " ujarku sambil menahan gejolak didadaku." Oke. Kita tunggu sampai senin. Dan sejak senin kita boleh berlatih sampai hari Jumat. Dan mulai sabtu kita akan bertanding. " ujar Neo sambil membubarkan kerumunan.Hari yang di tunggu – tunggu pun tiba oleh seluruh warga Bhakti Bangsa. Karena hari ini adalah hari dimana dua tim akan mempertaruhkan timnya dan akan bertanding dengan sepenuh hati. Dan lomba ketiga selain Bulutangkis dan tenis adalah renang.Hari pun berganti. Tak terasa hari ini adalah hari terakhir pertandingan. Dimana, pertandingan bulutangkis dimenangkan oleh timku, dan pertandingan tennis dimenangkan oleh tim Neo. Setelah bersusah payah untuk bertanding, akhirnya timku memenangkan pertandingan renang dengan perbedaan waktu dengan tim Neo hanya 10 detik saja." Gue minta loe berdua nepatin janji loe! Gimana? " ujar Nick sambil memberikan handuk kepadaku yang masih basah karena perlombaan berenang tadi." Gue dan Ima minta maaf sama elo berdua. Karena kita berdua udah nyusahain kalian berdua. Dan gue serta Ima akan nepatin janji yang kami buat kalian. " ujar Nick sambil menyerahkan handuk pada Ima, lawanku bertanding tadi."Iya. Loe berdua tenang aja. Kita bakalan mencabut putusan yang melarang ada ekskul bulutangkis. " ujar Ima meneruskan.*****Tak terasa sudah 3 bulan eskul bulutangkis kembali berjalan di SMA dan SMP Bhakti Bangsa. Dan aku masuk menjadi anggota "the Zodiac Four". Aku pun semakin akrab dengan Nick.Tiba tiba Nick datang kekelasku..." Eh, nih. Ada browsur tentang perlombaan bulutangkis antar pelajar cewek SMA seluruh Indonesia. Ikutan gih. " ujarnya sambil duduk di sampingku." Serius? Em.... pengen sih. Tapi gue gugup. Gimana dong Nick. " ujarku." Tenang aja. Pasti bisa kok. Ntar gue juga ngebantuin latihan elo kok. Gue temenin daftar deh. Ayo yo. " ujarnya sambil menarikku.Akhirnya aku pun mengikuti perlombaan bulutangkis itu. Tahap demi tahap aku lalui dengan disemangati oleh orang tuaku dan anak – anak Bhakti Bangsa yang sengaja datang saat aku bertanding di Jakarta. Dan yang paling semangat adalah "the Zodiac Four".Hingga akhirnya aku memasuki Final dan melawan wakil dari Banjarmasin. Kami pun bermain sangat sengit. Hingga aku pun memenangkan perlombaan ini dengan skor akhir 21-09, 20-22, dan 21-10. bel pun berbunyi dan menandakan bahwa aku memenangkan kejuaraan ini. Mereka yang mendukungku pun bersorak untuk kemenanganku. Dan anak – anak "the Zodiac Four" pun memasuki lapangan dan segera memelukku." Gue bilang apa. Elo pasti bisa. Gak sia – sia kita terus latihan selama ini. Dan akhirnya elo menang. Gue salut sama elo. " ujar Nick saat yang lain meninggalkan kami sambil membawa piala yang kudapatkan." Makasih. Ini juga berkat elo yang selalu menolong gue dan menyemangati gue, untung aja ada elo. Hehe. " ujarku sambil tertawa lepas. Nick pun memandangku sambil tersenyum." Loe cantik kalo senyum gitu. " ujarnya." Hah? ngomong apa sih loe Nick. " ujarku salting." Bener kok. Loe cantik kalo ketawa gitu. " ujar Nick sambil menatapku." Ya ampun, kalo mau ngerayu jangan disini dong Nick. Di tempat yang romantis dong. " ujar Neo sambil tertawa di samping orang tuaku dan anak – anak yang lain." Apaan sih. Jangan ngaco deh. Bikin geer aja sih elo Nick. Ntar ada yang marah lho." ujarku tersipu." Nit, gue boleh ngomong sama elo? " ujar Nick." Apa? Silahkan aja lagi. "" Loe, Pranita Alsyafindy Riska mau gak jadi pacar gue, Nickolas Handoko? "" Terima dong.... " ujar Neo, Ima dan anak – anak yang lain." Oke. Gue, akan terima elo asal loe jawab jujur pertanyaan gue. Elo kenapa suka sama gue, dan sejak kapan? "" Oke. Gue jawab. Gue suka sama elo, karena elo tu unik, elo bisa jadi diri elo sendiri, dan elo berani mengambil semua resiko agar elo bisa meraih impian elo. Dan satu lagi. Karena gue sayang sama elo. Gue suka sama elo sejak kita pertama kali bertemu. Saat gue jadi kakak pembimbing elo saat acara MOS. Sejak itu gue selalu memperhatikan dan selalu mencari informasi tentang elo. Gimana? sudah puas jawabannya My Princces? " ujarnya sambil tersenyum. Aku pun tersenyum saat dia memanggilku "MY PRINCCES"." Iya gue terima. " ujarku. Karena memang sejak aku dekat dengan Nick, aku mulai merasakan bahwa aku mulai menyukai dan menyayanginya. Anak – anak yang lain pun bersorak saat aku berkata aku menerima Nick menjadi Pacarku.Nick pun langsung memelukku dan berkata lirih di samping telinggaku." Gue janji, gue akan menjaga elo selalu, dan selalu menyayangi elo, everytime. Gue janji Nit. "Ucapan yang langsung membuat wajahku merah merona. Aku pun tersenyum." Gue percaya Nick. Gue juga akan menyayangi Elo, always and forever. "

MAAFKAN
Romance
11 Feb 2026

MAAFKAN

"Ra, kenapa lo gak nyatet? Tumben. Sakit lo? " Tanya Shea, sahabat ku Saat dirinya melihat ku tengah melamun." apaan? " Tanya ku balik sambil tetap memandang seseorang di luar kelas dari jendela di sampingku." kenapa lo ngelamun? Ada masalah? Kok elo gak nyatet? " Tanya Shea lagi sambil menyalin catatan teori kuantum fisika di slide yang di tampilkan depan." Gak papa kok. Gue liat punya elo aja. " jawab ku sambil tetap melamun." masalah sama kak Antra ya? Dari tadi elo ngeliatin dia terus. " Tanya Shea lagi sambil benar - benar menatap ku setelah menyelesaikan satu halaman catatannya." he eh. Gue putus sama dia. Dua hari yang lalu. " ujar ku sambil terus menatap lapangan basket di luar sana.Di luar sana ada kak Antra. Pacar ku selama satu bulan kemarin. Namun kami sudah putus dua hari yang lalu. Aku seakan - akan tak lagi mengenal sosok kak Antra yang ku kenal selama ini.Masih jelas dalam ingatan ku pertengkaran terakhir aku dengan kak Antra dua hari yang lalu. Kami bertengkar di danau tempat kami pertama kali bertemu. Tempat pertama kali kami berdua merubah status kami menjadi pacar.*****" Ra, aku gak suka kalo kamu itu terus – terusan posesif sama aku. Bentar – bentar sms lah, telpon lah. Aku juga butuh privasi Ra. Aku juga butuh bareng sama teman – temanku. Gak harus sama kamu terus. " ujar Antra saat baru tiba di danau." apaan sih Ka. Baru datang juga udah marah - marah. Lagipula, aku posesif gimana? waktu kita berdua itu cuma dari sabtu pagi sampe sabtu malam. Udah kan. Dan hari ini hari sabtu kak. Lalu aku salahnya dimana? " tanya ku yang tersulut emosi karena tiba - tiba kak Antra berucap seperti itu.Tapi sms sama telpon kamu itu ganggu tau gak. Bentar – bentar sms. Kamu gak tau kan kalo aku sibuk. Dasar anak kecil. " jawab Antra." aku bukan anak kecil kak. Terus kakak maunya gimana? " tantang ku." aku mau kita putus. Asal kamu tau, aku nerima kamu karena aku kasian sama kamu kalo pernyataan cinta kamu aku tolak. Lagi pula kamu itu jadi barang taruhan ku sama anak - anak. Aku sama sekali gak cinta sama kamu. Dan satu lagi. Kamu yang selalu ngejar – ngejar aku. " tandas Antra mengejutkan ku.Aku cukup terkejut teryata seorang Vantra Ferdinand Sutedja bisa melakukan hal sejahat itu. Aku pun mengerjapkan mata untuk menahan tangis ku yang hendak menyeruak keluar." oke kita putus. Aku akan mundur dan menjauh dari kakak. Makasih udah mau jadi pacar aku kak selama satu bulan ini. Oh ya. Sebelum aku pergi aku mau ingetin kakak satu hal. " ujar ku dengan suara bergetar menahan tangis." apa? "" tepat tanggal ini dan hari ini, anniversary kita satu bulan kak. Tanggal 24 september. Sekaligus hari ulang tahun aku. Makasih kejutannya kak. Aku sangat – sangat terkejut dan terluka. " tekan ku sambil beranjak pergi bersama air mata ku yang mengalir. Meninggalkan kak Antra dengan keterkejutan dan penyesalannya.*****" Tuh kan, elo ngelamun lagi. Perlu gak gue hajar tuh kak Antra? Keterlaluan tau gak dia bikin elo kayak begini. Padahal kan waktu itu elo ulang tahun? Brengsek tuh ka Antra. " ujar Shea saat lagi – lagi menemui ku tengah melamun sambil menatap sosok Kak Antra yang bermain basket di luar sana." udahlah. Gak usah. Mungkin gue harus mundur dari zona yang udah kak Antra buat. Gue emang gak boleh masuk dalam zona kehidupan kak Antra. Emang pantes buat kita putus. " ujar ku sambil menghela nafas dalam.*****Tok... tok..." Masuk. " ujar bu Lina, guru Biologi di kelas ku, saat ada yang mengetuk pintu kelas. Padahal baru saja beliau selesai mencatat bahan untuk ulangan minggu depan." permisi bu. Saya ada perlu dengan Maura Winarja. " ujar orang yang mengetuk pintu yang ternyata kak Antra." oh, kalau begitu silahkan Maura. Yang lain silahkan lanjutkan mencatatnya. " ujar bu Lina sambil tersenyum." maaf bu. Saya gak mau. Saya mau belajar di sini aja. Kalau pelajarannya terlewat, saya bisa gak ngerti bu. " ujar ku menolak tanpa mau menatap wajah kak Antra. Aku sudah bertekad untuk menjauh dari kehidupan kak Antra." oh ya sudah kalau begitu. Maaf ya Antra. Kalau bisa kamu silahkan keluar dan tutup pintunya. " ujar bu Lina.Kak Antra pun akhirnya keluar dengan wajah kecewa. Dan bisa ku pastikan bahwa hampir semua cewek di kelas ku menatap tajam ke arah ku.Jelas saja. Tidak ada cewek yang gak suka kak Antra di seantero SMA Pusaka." Ra, loe yakin mau kayak gini sama kak Antra? " ujar Shea di sela pembahasan Bu Lina." ya. Lagipula elo kan yang bilang elo gak setuju gue mengharap kak Antra. Dari pada gue sakit hati setiap dekat dia, lebih baik gue menjauh sejauh jauhnya dari dia. " ujar ku." Maura Winarja, Sheanda Zastriani. Kalian mau belajar atau mau ngobrol? Kalau mau ngobrol, nanti saja saat istirahat. " ujar bu Lina. Kami berdua pun langsung tertunduk diam.Hening.*****Aku baru saja menaruh tas ku di kursi saat sebuah tangan menarik tangan ku. Tangan kak Antra." ikut gue! " tariknya." Enggak. Kita udah gak punya hubungan apa – apa lagi. Kakak gak berhak ngatur aku harus ikut atau enggak sama kakak. Lepasin kak! " tolak ku setelah sampai di depan kelas.Tentu saja keributan ku dan kak Antra membuat anak – anak di kelas ku yang memang sudah banyak berdatangan terdiam. Kami berdua akhirnya menjadi tontonan anak – anak kelas ku, juga anak – anak yang sedang lewat di depan kelas ku." elo gak bisa ngebantah omongan gue Maura. " kata kak Antra." oh ya? Tentu aja aku bisa. " tandas ku." elo kenapa sih ngehindar dari gue? Elo cintakan sama gue? " yakin Antra." Ya, memang awalnya aku cinta sama kakak. Tapi inget kelakuan kakak tempo hari, aku udah muak sama kakak. Aku udah benci kakak. Dan aku, udah gak cinta sama kakak. Aku udah bilang kan? Aku mundur dari kakak. Ngerti kan apa yang aku bilang? Ngerti bahasa Indonesia kan? " ujar ku sambil mengibaskan tangan kak Antra." sekarang udah mau masuk. Lebih baik kakak pergi deh. Udah mau bel tuh. " tambah ku sambil kembali masuk ke dalam kelas dan duduk kembali di tempat duduk ku.Meninggalkan sosok kak Antra yang terdiam memandang ku dengan penuh rasa penyesalan karena ulah nya yang membuat ku bersikap seperti ini.*****" Maura! gue punya satu berita buat elo. " teriak Shea saat baru masuk ke kelas sehabis dari kantin." Plis deh Shea. Gak usah teriak - teriak kenapa? Gue gak budek kali. Ada apaan sih? " ujar ku setelah dia duduk di samping ku." tadi waktu gue lagi di kantin, gue di cegat sama kak Antra plus genknya. Di C-E-G-A-T Maura. " kata Shea heboh." terus? " ujar ku acuh tak perduli dengan isi bahasan Shea." ya elah Ra, gue udah heboh gini elo Cuma bilang 'terus'? ngebetein banget sih loe Ra. " ujar Shea sewot." iya. Apaan? " ujar ku serius sambil menghadap Shea." dia bilang dia mau minta maaf. Dia nyesel banget udah mutusin elo. Dia bilang setelah mutusin elo, bukannya seneng dia malah kepikiran elo terus. Dia mau balikkan sama elo. Trus dia bilang dia bakal ngelakuin apa aja buat elo balik lagi sama dia. Menurut gue terima aja lagi. Kayaknya dia jujur kok. Gimana? " ujar Shea panjang lebar." kenapa juga gue harus balikkan sama dia? Lo juga bilang kan lo gak setuju sama dia? "" Tapi Ra, sumpah, mata dia tuh bener bener kelihatan nyesel. Lo tau sendiri kan, mata itu gak bisa bohong. C'mon Ra. " bujuk Shea.*****Tret... Tret..." cek... 1.. 2.. cek... Yaps guy's. Gue Vantra Ferdinand Sutedja. Gue lagi ngebajak sebentar ruang audio mumpung para guru lagi gak ngajar. Gue di sini mau ngasih satu lagu buat cewek yang udah gue sakitin dan udah gue lukain hatinya. Tapi sekarang malah gue yang bisa ngilangin bayangan dia. Gue bener – bener nyesel dan mau ngajak dia balikan lagi. Cewek itu adalah Maura Winarja. Maura, kalo elo denger semua ini, gue harap elo bisa ke sini. check this sound. Letto memiliki kehilangan. " ujar kak Antra sambil memutar sebuah lagu.......Tak mampu melepasnya walau sudah tak adaHatimu tetap merasa masih memilikinyaRasa kehilangan hanya akan adaJika kau pernah merasa memilikinyaPernahkah kau mengira kalau dia kan sirnaWalau kau tak percaya dengan sepenuh jiwaRasa kehilangan hanya akan adaJika kau pernah merasa memilikinya" apaan sih nih anak. Bikin malu aja. " ujar ku keluar kelas ditemani Shea dan di antar tatapan sinis para cewek di kelas ku." itu buktinya kalo dia serius mau balikan sama elo. Tuh dia sampe bikin malu gitu. Udah lah Ra. Terima aja. Gue yakin nih anak tulus kok sekarang. " ucap Shea sambil mengikuti ku menuju ruang Audio." Shea. Lo gak liat tatapan sinis cewek cewek di kelas kita? Itu baru di kelas kita lho Shea. Belum lagi seantero jagad raya ini. Kalo dia bikin malu terus, yang ada gue yang selalu di jadiin bulan – bulanan cewek seantero sekolah. "" itu sih gara – gara mereka sirik aja sama elo. Karena elo pernah pacaran sama seorang Vantra Ferdinand Sutedja. Seluruh planet juga tau kali kalo ka Antra itu cowok yang paling susah banget di kejar. " ujar Shea hiperbolis." udah deh Shea. Gak usah hiperbolis gitu. Ka Antra itu udah nyakitin hati gue. " ujar ku sesampainya di depan ruang Audio.Brakk..." apaan sih maksud lo kak? Lo tuh bikin malu tau gak. Kampungan! " bentak ku begitu melihat dia duduk melamun di samping peralatan Audio sambil menunggu ku." udah datang rupanya elo Ra. Lo ngomong apa barusan? Gue gak denger. " ujarnya memandang ku." Apa maksud lo dengan semua ini? Lo udah bikin malu. " ulang ku dengan nafas memburu." Maaf kalo gue bikin lo malu. Tapi gue bener bener mau minta maaf sekaligus mau ngajak elo balikan. Gue gak tau musti gimana. Elo selalu aja ngindar dari gue. Memangnya gue senista itu ya Maura? " Tanya Ka Antra seraya berjalan mendekati ku dan membetulkan poni ku yang berhamburan karena aku terlalu terburu - buru keruang Audio.Aku diam terpaku tanpa bisa melawan saat ka Antra menyentuh poni ku dan membereskan rambut ku yang berantakan. Wajahnya begitu dekat dengan wajah ku. Hanya berjarak beberapa senti saja.Shea memandang ku dari samping, seolah olah dia berkata " ayo Maura. Lo udah liat perhatiannya. Terima aja kenapa sih? "" loe mau balikan lagi sama gue Ra? " Tanya Kak Antra penuh harap." enggak! Loe tau ka? Hati gue sakit! Gue udah terlalu sayang sama lo. Tapi elo kak? Loe bahkan gak pernah punya perasaan sama gue. Bahkan elo nyakitin gue kak. Lo fikir, dengan lo cuma minta maaf dan minta balikan sama gue, rasa sakit itu akan hilang? Enggak Vantra Ferdinand Sutedja yang terhormat. " ujar ku sambil beranjak keluar dari ruang Audio meninggalkan Shea dan ka Antra yang diam terpaku." kakak gak lupa kan? Maura orang yang sangat keras kepala. " ujar Shea begitu ka Antra beradu pandang dengannya. Dan mau yak mau hati Antra mengakui itu.*****" Heh! Mana yang namanya Maura Winarja?! Ayo jawab! " ujar salah seorang cewek yang bergerombol datang ke kelas ku yang ku tahu anak kelas sebelas, sekelas dengan Kak Antra. Aku sudah merasa jika mereka akan berbuat sesuatu terhadap ku." gue Maura. Kenapa? " tanya ku sambil berjalan menuju mereka berempat." gak usah banyak cingcong deh. Ikut gue! " seret cewek yang tadi bicara. Di bantu teman - temannya, dia menyeret ku menuju gudang di belakang sekolah." lo! Lo tuh udah untung bisa pacaran sama Antra. Gak usah sok kecantikan deh! Cewek kuper kayak lo aja sok keganjenan. Pake acara jual mahal segala lagi. Sok sok-an pake acara menyek – menyek gitu. Berasa paling oke gitu? Hah? " ujarnya sambil menghempas ku ke kursi yang ada di samping gudang. Dapat ku rasakan punggung dan pantat ku langsung nyeri karena terhempas ke kursi yang ada di sana." jawab woy! Punya mulutkan lo! Bisu lo? " ujar teman cewek itu yang bertubuh subur.Aku tetap diam tak bergeming sambil menatap tajam mereka berempat. Aku tak ingin ribut dengan mereka. Apalagi cuma karena masalah laki - laki. Rupanya kelakuan ku mengundang kemarahan mereka. Mereka hampir saja mengeroyok ku kalau saja kak Antra dan Shea tak datang." lepasin Maura! " teriak Antra.Tak pernah ku lihat Antra semarah ini. Matanya menatap mereka berempat dengan penuh kebencian. Ka Antra berjalan tenang mendekati kami. Saat sudah sampai di hadapan ku, Kak Antra langsung menarik ku menjauhi mereka dan langsung memeluk ku." lo gak papa? " bisik ka Antra di dekat telinga ku. Aku pun mengangguk menjawab pertanyaannya. Menutupi kenyataan bahwa tubuh ku sakit karena di dorong oleh mereka.aku sama sekali tak keberatan di peluk olehnya saat ini. Nyaris saja aku menjadi korban kebrutalan fans - fans Antra yang gila ini. Entah kenapa, aku merasa aman di dalam pelukan Antra saat ini" gue gak maafin elo semua gara – gara ulah elo semua. Kalo sampai ada apa – apa sama Maura, habis elo semua di tangan gue! Gue bakalan ngaduin semua ini ke kepala sekolah dan elo semua gue pastiin di keluarin dari sekolah ini. " ucap Antra dingin namun menusuk. Nada suaranya tak tinggi, namun aura Antra sangat terasa mencekam dan menyeramkan." gue punya bukti loe berempat selalu ngebully beberapa anak di sekolahan ini. Dan gue pastiin, Itu cukup kuat ngebuat kalian mendekam di penjara akibat penganiyaan yang menyebabkan salah satu korban kalian harus operasi di kepala akibat ada penggumpalan darah di otaknya. Dan sampai sekarang, anak itu masih koma di rumah sakit. " ujar Shea sambil menunjukan sejumlah foto. Antra dan Shea langsung membawa ku meninggalkan gudang itu. Meninggalkan mereka berempat dalam ketakutan setelah melihat foto - foto yang di beri oleh Shea.*****" elo berdua bakalan beneran ngelaporin mereka berempat ke kepala sekolah sama polisi? " ujar ku saat aku dan Shea di antar pulang oleh kak Antra." iya. Mereka udah terlalu banyak ngeresahin anak - anak yang lain. Lo tahu Ra, siswa yang masih koma itu Siapa? " ujar Shea yang duduk di kursi belakang." Siapa? Kalo gak salah itu angkatan mereka juga kan? " ujar ku berbalik menatap Shea yang berada di belakang. Sedangkan kak Antra masih berkonsentrasi menyetir karena ada kemacetan. Sesekali dia melirik ku untuk memastikan aku tak apa - apa." dia sepupu gue. Udah dua bulan ini dia koma. Sekolah udah bilang kalo mereka sekali lagi bikin kesalahan, mereka langsung di keluarkan. Dan inilah saatnya. Gue sekeluarga udah pernah lapor ke polisi, tapi gak bisa diproses karena gak ada bukti yang memadai. Sampai tadi sebelum nolong elo, gue di kasih bukti bukti foto tadi sama Shea. Shea dapat dari temannya yang rupanya menyaksikan kejadian itu di tempat dia sembunyi. " Ujar kak Antra saat lampu merah." trus? Gimana keadaan sepupu loe kak? " ujarku tanpa sadar mengenggam tangan Ka Antra." gue gak bisa janjiin kapan dia bisa sadar. Bahkan kedua orang tuanya aja udah hampir menyerah melihat anak mereka semata wayang kayak orang meninggal gitu. " balas kak Antra sambil membalas mengenggam tangan ku dengan tanggan kirinya. Sembari mengelus tangan ku yang berada di genggamannya. Kami bertiga pun terdiam, bahkan hingga Shea sudah turun di depan rumahnya." Ra, gue gak nganter loe pulang dulu. Gue mau ngajak elo ke suatu tempat. " ujar kak Antra setelah lumayan jauh dari rumah Shea. Tanpa menunggu jawaban ku, kak Antra menuju arah yang bertolak belakang dari rumah ku." Mau ke mana kak? Lo mau bawa gue ke mana? Gue mau pulang aja. Ka Antra gue mau balik sekarang. " ujar ku kaget. Ka Antra tetap membawa ku pergi tanpa memperdulikan penolakkan ku.*****" Nih loe minum dulu. " ujar Kak Antra sambil menyodorkan sekaleng minuman dingin kepada ku yang sedang duduk di bebatuan yang menjorok ke danau di bawah pohon." Ngapain lo bawa gue ke sini lagi? " ujar ku sambil meletakkan minuman itu di samping ku. Aku melepas sepatu dan kaus kaki ku seraya menengelamkan kaki ku ke danau. Kak Antra pun duduk di sampingku seraya mengikuti ku dan membiarkan celananya basah." kenapa? lo gak suka? " Tanya Ka Antra." gue udah bersumpah buat gak inget semua yang berhubungan dengan lo. Gue udah berusaha ngelupain elo selama tiga bulan ini. Tapi, elo malah selalu nganggu gue di saat gue mati matian ngejauh dari elo. Gue udah terlalu sakit kalo gue deket elo. " jawab ku sambil menatap kosong ujung danau di seberang kami." sebegitu terlukanya elo sama gue Ra? Gue bener bener minta maaf. Gue gak tau bakal ngebuat elo kayak gini. " sesal Ka Antra." Seandainya aja gue gak terlalu sayang sama elo, gue mungkin gak separah ini. Tapi sayangnya gue udah terlampau jauh masuk kedalam ini semua. " sahut ku pelan sambil melempar beberapa batu kecil ke tengah danau." gue fikir, gue bakal bahagia sama elo. Taunya, elo cuma bisa ngasih sakit ke gue. " tambah ku tersenyum sinis." jadi, gue gak ada harapan lagi ya buat memperbaiki semuanya? Gue gak bisa lagi ya ngajak balikan elo? " Tanya kak Antra.Aku cuma bisa diam tanpa berani bicara apa – apa. Di satu sisi, aku masih sakit hati atas perlakuan Kak Antra tempo hari padaku. Tapi di sisi lain, aku gak bisa bohongi perasaan ini kalo aku masih ada sedikit rasa untuk kak Antra. Dan berharap untuk balikan lagi sama kak Antra." Maura, jawab gue. Kalo gue nembak elo sekarang, loe bakal terima gue lagi atau enggak? " Tanya Ka Antra lagi, setelah melihat ku terdiam beberapa saat." Entahlah. Tapi akan gue coba buat nerima elo lagi. " ujar ku lirih." Hah? Apa? Gue gak salah denger kan? Ta~ tapi, tadi lo bilang lo udah terlalu sakit hati sama gue? " Tanya ka Antra bingung atas pernyataan ku yang di dengarnya."Mungkin intuisi seorang wanita. Setidaknya, kalo gue terluka lagi, gue punya alasan yang bagus buat bunuh diri. " jawab ku asal tak perdulu." Ra! jangan ngomong gitu! Gue gak suka. Seakan akan gue bakalan kehilangan elo lagi. Gue sayang elo. Gue gak akan nyakitin elo lagi. "" jangan terlalu maksain. Kita gak tau apa yang akan terjadi didepannya. Jangan berjanji kalo gak yakin bisa di tepati. " ucap ku diplomatis. Aku saat ini sudah tak mau lagi mudah percaya padanya. Biarkan waktu saja yang meyakinkan aku atas dirinya." tapi, elo beneran nerima gue kan Ra? Elo beneran jadi pacar gue lagi kan Ra? Iya kan? " desak Kak Antra sambil menatap ku. Aku pun mengangguk membalas tatapannya seraya tersenyum. Ka Antra pun menarik ku berdiri dan langsung memelukku erat." gue fikir, gue bakal di tolak untuk kedua kalinya. Gue gak siap buat elo tolak lagi Ra. " ujar Ka Antra di sela – sela pelukannya.Semoga saja, pilihan ku kali ini benar dan tak akan menyakiti ku lagi. Semoga saja, harap ku. Aku pun menenggelamkan kepala ku di dada ka Antra.****

ADITYA
Romance
10 Feb 2026

ADITYA

Hari ini tepat tiga bulan aku berada di SMA Husada Solo. Tapi sekarang malah telat gara - gara ada kecelakaan di persimpangan kompleks rumahku. Padahal hari ini jam pertama adalah pelajarannya Pak Oscar, guru Matematika. Aku segera berlari di lorong. Tiba - tiba...Brukk...Sial! Aku nabrak seorang cowok. Tapi dia bukannya membantuku untuk membereskan buku yang berjatuhan, malah sikapnya jutek banget." Kalau jalan liat - liat. Jalan pake Mata jangan pake dengkul. " ujarnya dingin." Sorry ya. Aku jalan pakai kaki. Catet tuh. KAKI! Bukan pake mata atau dengkul. Permisi. " sahutku sambil beranjak pergi meninggalkannya. Dia memandangku dengan senyum misterius.Aku pun langsung berlari menuju kelasku yang berada di lantai dua. Huff. Untung saja Pak Oscar belum datang. Aku pun langsung duduk di kursi tepat di depan meja guru. Saat aku baru duduk, Pak Oscar masuk ke kelas kami. Dua puluh lima menit kemudian cowok yang menabrakku tadi masuk kekelas dan menemui Pak Oscar. Ternyata cowok yang menabrakku tadi adalah teman satu kelasku. Namanya Aditya.Ternyata setelah ku perhatikan. Adit termasuk orang yang cukup keren. Dengan rambut yang sepertinya sengaja jatuh menutup dahinya di tambah kacamata yang nangkring di hidungnya. Sepertinya tak sulit baginya untuk jadi playboy cap kadal." Permisi. Maaf Pak Saya telat datang. Saya tadi di panggil Bapak Kepala Sekolah. " ujarnya sambil duduk." ya sudah. Silahkan duduk. "Pak Oscar pun melanjutkan kembali pelajaran yang sempat terhenti karena Aditya datang. Kami pun kembali fokus ke pelajaran.***" kak Ai, temenin Riko ke toko buku dong. Papa sama Mama Ke Makassar, oma sakit. Sedangkan pak Min nganter ke bandara. " cerita Riko panjang lebar saat aku datang dari kursus komputer. Rupanya dia sudah siap. Kasihan kalau aku tolak." ya sudah, nanti Kak Ai temenin. Tapi nanti saja ya. Kak Ai capek banget nih soalnya. " sahutku masuk kedalam rumah. Riko pun mengangguk senang.Riko bukanlah adik kandungku, orang tua dan Kakakku meninggal saat kecelakaan pesawat. Sedangkan orang tua Riko adalah sahabat orang tuaku, karena itu mereka mengadopsiku untuk menjadi anak mereka. Riko adalah anak kandung mereka satu - satunya. Aku dan Riko berbeda 8 tahun. Walau Riko tahu Aku bukan kakak kandungnya, kami tetap bisa akrab.Jam lima sore akhirnya aku mengantar Riko ke Solo square. Kami pun segera ke gramedia untuk membeli buku." kamu cari aja ke sana. Kak Ai mau nyari buku juga. " ujarku saat sampai di Gramedia. Aku pun langsung menuju kebagian rak buku kesehatan. Aku memilih buku your health guide "ASMA", "DIABETES", "HIPERTENSI", dan "FLU BURUNG". Setelah selesai mencari, aku pun beranjak pergi mencari Riko karena dia belum menemuiku lagi." udah Ko? " tanyaku saat bertemu dengannya." udah kak. Aku beli tiga. Nih. " katanya sambil menunjukkan buku Panduan belajar IPA, IPS, dan buku cerita rakyat dunia." ya udah, bayar yuk. Kita ke kasir sekarang. " ujarku menuju kasir yang ada di dekat pintu masuk." Mas, semuanya berapa? " ujarku di depan kasir sambil mengambil buku yang ada di tangan Riko." semuanya Rp. 180.000,- mbak. Cash atau pakai Kartu ATM Mbak?"" Kartu aja Mas. Nih. "Aku pun mengeluarkan kartu ATM-ku dan menyerahkannya ke bagian kasir.***Tiba - tiba hari ini aku disuruh menghadap Kepala sekolah. Ada apa ya? Rasanya aku tak pernah membuat masalah selama enam bulan di sekolah ini. Aku pun segera beranjak dari tempat dudukku dan menuju ke kantor kepala sekolah yang berada di lantai satu.Saat di depan Ruangan Kepala Sekolah, aku bertemu dengan Adit. Rupanya dia juga dipanggil. Tanpa menghiraukannya, aku segera masuk ke dalam. Adit pun mengikutiku di belakang." permisi Pak. Bapak Manggil Saya? " tanyaku saat bertemu dengan Pak Rahman. Rupanya beliau sedang ada tamu." Iya. Ada yang ingin Bapak bicarakan denganmu dan Adit. Oh, ya. Perkenalkan mereka orangtua Adit. Pak Rahardian dan bu Suk... "" perempuan ini bukan Ibu saya! Dia hanya perempuan yang suka merebut suami orang lain! Jangan pernah bilang kalau Dia ibu saya. " potong Adit Sinis." Adit! Jaga bicara kamu! Dia istri Papa. Jadi dia juga Ibu Kamu! " bentak Pak Rahardian. Kayaknya bakalan ada perang dunia Ke empat nih pikirku." memang dia istri yang diakui! Tapi jangan harap Adit Mau Mengakui atau memanggil wanita ini sebagai Mama. Mama Adit hanya satu dan yang jelas bukan Dia! " ujar adit tajam sambil memandang Tante Sukma yang hanya bisa diam sambil menundukkan kepala.Akhirnya karena Melihat situasi yang semakin memanas, Pak Rahman membuat sebuah keputusan." Aisna, Bawa Adit keluar saja sekarang. Kita bicaranya Nanti saja setelah Adit tenang. "" Ba, Baik Pak. Dit, Ayo. Adit, ayo. " balasku sambil menyeret Adit keluar dari ruangan itu menuju taman.***" Nih. Minum dulu biar kamu tenang. " Ujarku sambil menyodorkan minuman kaleng pada Adit yang aku beli di koperasi tadi saat kami tiba di taman." dua kali aku harus bilang Thanks buat kamu. " ujar Adit sambil mengambil minuman ditanganku dan duduk menghadap Kolam ikan." buat apa Dit? " tanyaku sambil tetap berdiri di samping Adit." yang pertama buat tindakan kamu yang nyeret aku ke luar dari ruangan itu. Kalo enggak, gak tau deh ntar jadi gimana. Mungkin aku bakalan terus berantem sama Papa. Yang kedua buat minuman ini. " ujarnya sambil tersenyum.Gila! Tumben banget nih anak senyum. Biasanya dingin banget. Apalagi sejak tabrakan dulu, pikirku." hehehe... gak apa. Eh, Aku duluan ya. Mau ke perpustakaan nih. Ntar tutup lagi. " ujarku sambil beranjak pergi." tunggu bentar Ai, " ujar Adit sambil menarik tanganku. Namun, karena terlalu kencang, aku pun terjatuh hingga menabrak tubuhnya. Adit pun langsung menangkap dan setengah memelukku." so, sorry banget Ai. Aku gak sengaja narik kamu kekencengan. Aku minta Maaf ya? Sumpah Ai, aku minta Maaf banget. Aku nyesel. " ujarnya sambil memandangku lembut." Gak Papa. Santai aja. Kenapa tadi manggil? " ujarku seraya mengusap tanganku yang tadi menabraknya." Aku cuma Minta temenin kamu di sini. Aku lagi gak pengen sendirian. Sakit ya Ai? " ujarnya sambil mengelus tanganku yang sakit." hmm. Gak apa. Cuma perih. "Adit pun langsung memeriksa tanganku. Rupanya tanganku lecet karena tergores resleting jaketnya."udah. Tenang aja. Aku gak apa. Tenang aja. " ujarku santai." yakin? Bener gak papa? " ujarnya khawatir. Aku pun mengangguk.Adit pun mengela nafas panjang setelah mendengar ucapanku." dulunya aku hidup kayak anak - anak lainnya. Keluarga yang harmonis, menyenangkan, dan bahagia. Bahkan aku sempat bersyukur karena memiliki semuanya dan lengkap banget. Tapi, semua itu langsung musnah ketika dokter memvonis Mamaku menderita Kanker Darah. Sejak itu Mama Jadi pendiam, suka menyendiri, dan suka melamun. Pada suatu hari, tiba - tiba Mama menyuruh Papa untuk menikah lagi karena mama ingin aku dan papa tak terlalu sedih ketika mama sudah tiada. Tentu saja Aku dan Papa menolak habis - habisan. Tapi tetap saja Mama terus memaksa Papa. Akhirnya, Papa menikah juga dengan Wanita itu. Padahal wanita itu sahabat mama. Mama malah mendukung. Namun, hanya aku saja yang tak setuju dengan wanita perebut suami orang itu. Sejak saat itulah, aku selalu menutup mata dan telinga bila ada perempuan itu. "" Maksud Kamu wanita itu, Tante Sukma? " tanyaku hati - hati dan dijawab oleh anggukan kepala Adit." yakin kamu ngasih tau aku tentang semua ini? "tanyaku. Dia pun mengangguk lagi." Kamu ada saran buat aku Ai? " tanyanya dengan tetap menatap kolam." Hmm... Ada. Menurut aku, kamu enggak seharusnya benci sama tante Sukma. Soalnya menurut aku, bukan salah beliau sepenuhnya. "" jadi kamu juga mau membela perempuan itu? " ujar Adit sinis." enggak. Aku gak ngebelain siapa - siapa. Ini kan bukan semua salah tante Sukma. Apalagi beliau sahabat mama kamu. Mama kamu mungkin punya rencana kenapa beliau meminta papa kamu untuk menikah lagi sama tante Sukma. Tuhan mungkin punya rencana untuk keluarga kamu. Gimana kamu tau apa yang dipikirkan oleh semua orang kalau kamu gak membuka mata untuk melihat masa depan? Coba deh kamu liat ke samping kiri kamu. Tante sukma nangis terus sambil ngeliatin kita. Mungkin ini saatnya kamu membuka mata dan telinga untuk tante Sukma. Toh ku lihat tante orang yang baik. Tapi ini terserah kamu sih. Ini kan hidup kamu Bukan hidup aku," ujarku sambil beranjak pergi meninggalkannya saat Adit memandang tante Sukma dengan pandangan yang sulit ku cerna.***Tiba - tiba Aditya datang ke mejaku saat istirahat." thanks ya. " ujarnya sambil duduk di sampingku." hah? " hanya itu yang keluar dari mulutku." iya. Thanks buat kamu yang udah ngomong gitu sama gue waktu tempo hari. Sekarang aku sadar, kalau tante Sukma enggak seperti yang aku bayangin. Aku aja yang terlalu paranoid. Sejak aku mulai mencoba baik sama mama, mama Sukma memang nyatanya baik banget. Dan bisa ngerti sifat aku. "" hah?? Mama? Tante Sukma Kamu panggil Mama? Tumben. Sejak kapan tuh? " ujarku sambil tersenyum." iya. Mama. Sejak dua minggu lalu, aku udah nganggep beliau sebagai mama aku yang kedua. Hehehe... "" dasar. Berarti aku punya andil besar dong dalam membaiknya hubungan kalian? Iya gak Dit? Traktiran. " ujarku sambil tertawa renyah." huuu... maunya... " ujarnya tertawa sambil mengacak - acak rambutku. Aku pun segera memperbaiki rambutku yang berantakan." Aduh Adit. Rambutku rusak nih. Akh. Dasar. Awas ya. Dapet balesan dari aku. " ujarku sambil membalas merusak rambutnya.Sesaat kemudian, tiba - tiba HP Adit berbunyi.Nothing's gonna change my love for youYou ought to know by now how much I love youThe world may change my whole life throughBut nothing's gonna change my love for you" hallo. Kenapa Pa? Tumben nelpon? ""....."" Hah? Apa? i... iya. Adit segera pulang sekarang Pah. " ujar Adit histeris. Seketika itu pula wajah Adit menegang dan memutih seperti kertas setelah mendengar berita dari Papanya." Ai. Cepet ambil tas Kamu dan ikut aku. Sekarang! " perintah Adit saat dia menyambar tasnya dan keluar kelas.Aku pun segera menyusul Adit ke parkiran dan mulai masuk ke dalam mobilnya." hei. Hei. Hei. Ada apa sih Dit? Kenapa? " ujarku saat kami sudah keluar dari lingkungan sekolah.Sesaat kemudian, Adit menghentikan laju mobilnya dan langsung memandangku sambil berkaca - kaca." mama meninggal. aku harus kesana sekarang. Temenin aku ya? "" jelas lah aku mau nemenin. Ayo. " ujarku sambil menyuruh Adit segera pergi.Saat kami sampai dirumahnya Adit, kami berdua di sambut oleh tangis Tante Sukma. Sedangkan Adit hanya terdiam sambil mendekati jenazah ibunya. Aku tak tahu apa yang dilakukan Adit karena aku sambil menenangkan Tante sukma. Saat ku lihat sekeliling tak terlihat pak Rahardian. Papa Adit." Om rahardian mana tante? " Tanyaku pelan." sejak tadi dikamar. Dia sangat terpukul. " ujar tante Sukma sambil terus menangis. Aku pun meminta izin beranjak untuk menemui Adit yang ada di depan jenazah mamanya." Dit, " ujarku pelan sambil menempuk bahunya pelan dan memeluk lengannya. Adit hanya memandangku dengan senyum yang sangat terpaksa sambil menghembuskan nafas keras."kamu ganti baju dulu Dit. "" iya. Kamu ikut aku sekarang. Kamu ganti baju juga, temenin aku ya ke pemakaman mama. " Ujarnya serak." tapi Dit, aku gak bawa baju ganti. " ujarku sambil mengendurkan pelukanku ditangannya, namun Adit menahannya." kita pinjem baju mama Sukma aja. Mungkin ada gaun yang pas buat badan kamu. " ujarnya sambil mencari tante sukma.Tante sukma pun mencarikanku gaun untuk ke pemakaman. Sedangkan Adit ku paksa untuk mengganti baju sekolahnya.***Suasana pemakaman berjalan khidmat. Hanya terdengar isak tangis para pelayat dan suara kicauan burung. Langit tampak berawan seakan tak mau menampakkan kecerahannya.Aku sangat tidak menyukai suasana ini karena mengingatkanku pada acara pemakaman papa, mama dan kak Gio. Tak terasa aku menangis dan langsung mengenggam erat tangan Adit yang ada di sampingku." kenapa Ai? Kok ketakutan gitu? " ujarnya bingung melihatku gemetar sambil melingkarkan tangannya di pundakku untuk menenangkanku." aku inget pemakaman orang tua dan kakakku. " bisikku nyaris tak terdengar. Aku semakin erat memegang tangan Adit.Adit rupanya cukup paham dengan keadaanku sehingga dia tetap memelukku dan menahanku agar tak terjatuh.Lima belas menit kemudian, para pelayat menyingkir satu persatu sehingga hanya menyisakan aku, Adit, tante Sukma dan om Rahardian.Aku hanya bisa diam sambil menarik nafas panjang menyaksikan mereka bertiga dalam duka yang mendalam.***Tiga hari sudah Adit gak masuk sekolah. Hari ini aku menunggunya di depan kelas sambil harap - harap cemas apakah Adit masuk atau enggak." Nunggu siapa Ai? " Tanya roy, ketua kelas. Saat dirinya mau masuk kelas." nungguin Adit. Hari ini kan ulangan Matematika. Masa dia gak ada. " ujarku sambil melipat tangan di depan dadaku." oh Adit. Dia masuk kok. Tadi aku liat lagi main baket sama anak - anak X-2. Cie, kangen ya si pacar gak masuk tiga hari? " ujarnya meledekku." apaan sih Roy, pacar? Siapa pula pacarku ini. jangan - jangan kamu ngambek ya, aku duduk di kursimu disebelah Adit? " ujarku tertawa renyah." hahah sialan kau. Jadi malah aku yang kena. Udah ah. aku mau belajar. Dah cantik " ujarnya jail. Aku hanya bisa geleng - geleng kepala melihat ketua kelasku yang aneh bin ajaib dengan rambut kribonya. Akhirnya aku pun kembali duduk di kursiku lagi sambil membaca komik yang kubawa.Lima menit sebelum bel masuk berbunyi Adit masuk kelas dan duduk di sampingku. Adit segera menaruh tasnya di atas meja dan langsung bersandar di bahuku." Adit, kena~..? "" stt.. jangan dibahas " ujarnya masih tetap bersandar di bahuku. Aku pun akhirnya hanya mendiamkannya sambil membaca komik yang belum selesai tadi." Ai, " tegurnya." ada apa? " ujarku menatapnya dan menutup komik yang baru kubaca." aku mau cerita. Ya? "" tapi pak Oscar? Ulangan kan? " tanyaku." Pak Oscar gak masuk Ai. Sakit. Jadi gak jadi ulangan. Tadi pak Oscar sms aku. " ujar Roy yang duduk di belakang ku dan Adit. Adit langsung menarikku ke kantin dan duduk di tempat yang paling pojok." pak pesen mie ayam sama es jeruk dua. " ujarnya." ada apa Dit? " ujarku." aku masih linglung. Mama meninggal mendadak banget. Dan.... "" Dit, kamu harus move on dong. Jangan gini terus. Mama kamu di surga juga bakalan sedih kalo kamu gini terus. Ayolah come on. Masih banyak yang butuh kamu. Tante sukma, om rahardian, dan juga aku. " ujarku tersenyum dan membuat Adit terperangah." maksud kamu? "" menurut kamu apa? " tambahku sambil tersenyum. Aku dan Adit pun hanya bisa saling berpandangan." mau gak jadi pacar aku? " ujar Adit mendadak." hah? " ujarku kaget." gimana? Mau gak? Inget lho. Aku perlu jawaban. " ujar Adit sambil mengenggam tanganku erat." em, kepo banget sih. Mau tau aja apa mau tau banget? " ujarku sambil tersenyum jahil." mau tau abis. Hahaha... ayolah. Apaan jawabannya? " ujar Adit sambil tertawa lebar." em, iya aku mau. Eh, tapi aku mau tau kenapa kamu suka sama kamu. Padahal masih banyak cewek cewek yang mau banget sama kamu. " ujarku heran." karena kamu satu - satunya cewek yang bisa bikin aku tenang, bisa ngeredam emosi aku, dan bisa bikin aku jungkir balik dan dag dig dug der. " jawab Adit sambil tersenyum." hu~ gombal banget sih kamu tuh. Ntar sama cewek lain gitu juga. " sahutku merajuk padanya. Adit pun mengeser kursinya ke sampingku." enggak bakalan lah. Aku udah naksir sama kamu itu udah dari kita ketemu waktu tabrakan dulu. Gak bakalan aku ngelepasin kamu. Aku itu sayang sama kamu. " tambah Adit sambil mengenggam tanganku." tapi, aku gak mau kamu deket banget sama cewek lain. " ujarku menundukkan kepala." iya lah. Gak mungkin. Aku tau perjuanganku mendapatkanmu. " ujar Adit sambil mengelus kepalaku lembut.Aku pun menatap Adit lembut. Ternyata desember sekarang bukanlah desember kelabu yang sering dinyanyikan penyanyi terkenal. Menurutku saat ini adalah desember ceria yang menanungiku bersama Adit. Saat ini, mungkin hingga seterusnya. Semoga saja. Pikirku.***

CELAH HATI
Romance
10 Feb 2026

CELAH HATI

" Ta, Greta... bangun dong Ta. " ujar mama sambil terus mengetuk pintu kamarku." Ada apa ma? " tanyaku sambil membuka pintu yang memang sedari tadi kukunci." Hari ini tolongin mama jemput anak temen mama yang namanya Robin ya. Kamu inget gak sama Tante Salma? Anaknya akan tinggal sama kita selama dia nerusin SMA di sini. Ya Robin itu. "" Hah? Enggak enggak... males ah mah. Hari minggu ini. Hari santai kali mah. Ngapain juga dia tinggal disini? Dikamar siapa juga mah? Enggak ada ah. " tolakku." dia tinggal disini kan karena orang tuanya masih di London. Dan dia cuma sendirian di Indonesia. Lagi pula yang di pake itu kamar Nicky. Sedangkan Nicky pindah ke kamar kak Gio. Udah deh kamu aja yang jemput dia. Nicky gak bisa, soalnya dia lagi beresin kamar barunya. "" Hah? Berarti dia tidur di sebelah kamar Greta dong mah? Enggak ah. Jangan deh. Kenapa gak tidur di kamar kak Gio aja? " kataku sambil menunjuk kamar yang berada di ujung lorong di sebelah kamar Nicky yang bahkan aku tak pernah mau untuk mengingatnya. Dan aku langsung menyesali ucapan ku barusan. Menyakitkan bagiku mengingat semua tentang kak Gio." kamu sendiri kan yang bilang jangan ada yang pernah menyentuh ataupun masuk kamar Kak Gio selain orang rumah? " Tanya Mama pelan sambil membelai rambut pendekku. Terlihat luka yang mendalam dalam tatapan mama padaku." ya udah. Aku jemput sekarang. " ujarku mengalah dan kembali masuk kedalam kamar sesaat setelah menatap pedih pintu kamar kak Gio. Seorang lelaki yang hanya terpaut lima tahun lebih tua dariku dan Nicky.*****Sudah hampir tiga jam aku menunggu orang yang bernama Robin di bandara bersama Ghina, sahabatku yang juga pacar Nicky, kembaranku." Sialan banget sih tuh cowok. Kata mama dia datang jam sepuluh. Tapi sampe jam setengah dua gini dia gak dateng – dateng juga. Awas aja tuh. Gue sumpahin tujuh turunan deh. " ujarku dongkol sambil menatap pintu kedatangan luar negeri." sabar Ta... kali aja pesawatnya Delay gitu. Kan bukan salah dia. " ujar Ghina mencoba menyabarkanku." Gimana gue mau sabar Na, tuh liat. Pesawatnya udah datang dua jam yang lalu. Ngeselin banget deh tuh cowok. " ujarku sambil menunjuk layar tv yang biasanya menunjukkan jadwal keberangkatan dan kedatangan." kali aja dia nunggu bagasi. Kan dia pindah. Pasti banyak dong bawaannya. Udah deh Greta. " ujar Ghina sambil geleng – geleng kepala.*****" ehm. Elo Greta sama Ghina kan? Udah tau gue kan. Ayo kerumah elo Gre. " ujar seorang cowok yang tiba – tiba saja datang dan langsung memanggil ku dengan nama Gre. Yang tentu saja membuatku dan Ghina tersentak kaget." Elo....! Jangan. pernah. panggil. gue. Gre! " bentakku tertahan dengan segera pada orang yang ternyata Robin. Anak tante Salma. Aku pun segera berlari menuju mobil sambil menangis. Tiba - tiba kejadian tujuh tahun lalu kembali terlintas di benakku.*****" Kak Gio... kak Gio... tungguin Gre dong. " teriakku kepada seorang cowok yang lari mendahuluiku menyebrang jalan bersama kembaranku, Fenandirga Nicky." ih Eta lama. Makanya jangan jadi cewek. Ahaha " Teriak Nicky sambil tertawa." Nick, jangan gitu sama Gre. Kamu tunggu sini. Kaka mau jemput Gre. " peringat Kak Gio. Dan dibalas anggukkan mantap Nicky yang tak tahu bahwa sebentar lagi sang waktu akan melakukan esekusi terhadap orang yang menjadi panutannya itu.Kak Gio pun langsung lari mendatangiku yang hampir saja menangis. Aku hanya bisa diam membeku memandang kejadian setelah itu yang terjadi di depan mataku. Kejadian yang membuat kak Gio pergi dan direnggut dari ku secara paksa dan tiba - tiba oleh sang waktu. Sebuah truk dengan kecepatan tinggi menabrak tubuh jangkung kakak yang begitu ku cintai. Satu - satunya kakak yang ku punya. Dan itu terjadi saat aku berada di hadapannya.*****" Greta... Eta.. Fenandizzy Gretania! " teriak Ghina sambil menguncang tubuhku yang berada di belakang kemudi, membuat aku tersadar dari lamunan tentang kak Gio." apa? " Tanyaku lemah sambil menatapnya dalam. Kemudian tatapanku beralih ke sosok di belakang Ghina yang tampak melihatku dengan tatapan bertanya. Robin." kita pulang. Gue yang bawa mobil. Ini perintah Eta! " tegas Ghina setelah melihat keadaanku. Aku hanya diam dan mengikuti perintah Ghina sambil sesekali aku menatap Robin dan mengela nafas panjang.*****" Kenapa? Greta? " Tanya Nicky saat kami berdua ada di tepi kolam renang di belakang rumah." apa? Apa yang kenapa? " tanyaku sambil memandang Mama dan Papa yang bicara pada Robin di ruang keluarga yang besebrangan dengan tempat kami berdua." apa yang terjadi sama elo sampai harus Ghina yang gantiin elo nyetir. Elo gak bisa boong sama kembaran elo sendiri Ta, gak mungkin elo mau Ghina yang nyetir mobil saat ada elo disana kalo elo gak kenapa - kenapa. " ujar Nicky sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya." Ghina gak bilang? "" dia bilang gue harus tanya elo. Walaupun gue tau apa akar masalahnya. Kak Gio. " ujarnya sambil memberikan tekanan pada suaranya saat menyebut nama Kak Gio." Robin. Dia manggil Gue 'Gre' "" Tapi dia kan gak tau masalah kak Gio. Dia baru aja datang Ta. Dia gak tau masalah kelam di keluarga kita. Dia gak tau ketika masa – masa mama dan elo depresi berat. Sampai sampai mama selalu diberi obat penenang selama tiga tahun lebih. Dan elo yang harus tinggal di rumah sakit jiwa selama setahun, dan membuat kamu harus tinggal kelas waktu itu? " ujarnya sambil menghela nafas panjang." ya. Memang. Untung aja gue masih bisa mengejar elo dan Ghina pas gue ikut akselerasi saat SMP. Dan kembali lagi ke masalah Robin. Tapi dia akan tinggal lama di rumah kita, Nick. Yang mana mau gak mau dia harus tau semua di rumah ini, Nick. Juga tentang kenangan Kak Gio. Suka atau tidak. " ujarku sambil berlalu dari hadapan Nicky.Sedang Nicky hanya memandang kepergianku. Semua orang juga tau betapa aku sangat dekat dengan kak Gio. Bahkan, mungkin aku satu - satunya orang yang sampai sekarang belum bisa merelakan kepergiannya. Aku dan Nicky hanya sempat bersamanya selama sembilan tahun sebelum kak Gio meninggal." bukan cuma elo yang sakit Ta, gue juga. Liat elo kayak sekarang karna kehilangan kak Gio makin bikin gue sakit Ta. "*****" Nick, Eta. Besok tolong kamu anter Robin bertemu kepala sekolah. Robin mulai besok sudah masuk sekolah bersama kalian. Dia sekelas sama kalian berdua sama Ghina. Kalian kalau gak salah di kelas XI ipa 5. " ujar papa saat kami makan malam seminggu setelah kedatangan Robin. Selama itu juga aku tak bertegur sapa dan menjauhi Robin. Kami berdua hanya mengangguk dalam diam." Eta, papa lihat, selama Robin ada disini kamu gak bicara sama sekali sama Robin. Kenapa? " Tanya papa lagi saat melihatku makan tanpa bernafsu." gak kok pah. Perasaan papa aja kali. Aku sama dia baik baik aja. " ujarku sambil menatap Nicky yang berada di seberangku." Ya udah kalau gitu. Besok biar kamu yang duduk sama Robin. " ujar papa sambil tersenyum memandang Robin." tapi pah. Aku duduk sama Ghina. "" Ghina kan bisa sama Nicky? Lagipula mereka pacaran. " tambah mama menyetujui usul papa." Terserah kalian aja. Eta ngantuk. Eta duluan. " ujarku sambil setengah berlari menaiki tangga menuju kamarku. Diikuti tatapan bertanya Papa, mama dan Robin." Nick, Eta kenapa? " tanya mama sedikit khawatir dan langsung di sambar oleh Nicky." gak papa ma, mama santai aja. Eta cuma kecapekan kok. " sahut Nicky mencoba menenangkan mama.*****" Fenandizzy Gretania! "" Ap... Apa Yok? Gue gak denger tadi. " tanyaku saat Yoyok, ketua kelasku memanggil keras namaku." Ta, Eta... jadi dari tadi elo gak dengerin gue ngomong? " Tanya Yoyok Gemas. Sedangkan Robin yang duduk di sampingku hanya tersenyum simpul." sorry... gue ada pikiran. Ada apaan sih? " tanyaku dengan tatapan bertanya pada Yoyok dan tak menghiraukan Robin yang memang sejak awal dia duduk di sampingku. Sedangkan Nicky dan Ghina duduk di depanku dan Robin." oke. Gue ulang lagi. Berhubung tiga minggu lagi kita ulangan semester, mulai minggu depan, kita libur masa tenang. Nah, anak – anak ada yang ngusulin kemah ke puncak di pinggir hutan selama satu minggu. Beberapa anak udah ada yang ikut. Loe gimana? " Tanya Yoyok." gue ikut. " ujarku mantap. Di susul anggukan mantap dari Ghina, Nicky. Dan Robin.*****Tak terasa, besok kelas ku jadi berangkat berkemah di puncak. Aku menyiapkan ransel di bantu Nicky yang sudah selesai dengan ranselnya. Untung saja mama dan Papa dengan gampangnya memperbolehkanku dan Nicky –juga Robin- pergi selama satu minggu." Ta... Elo gak papa kalo Robin ikut? Elo kan lagi diem - dieman kelas berat sama dia? " Tanya Nicky sambil berebah di ranjangku. Dan aku pun ikut berebah di samping badan Nicky." emang kalo apa – apa, dia bakal gak ikut? " tanyaku. Nicky hanya diam dan memandang langit – langit kamarku.Hening*****" Ta, gue kangen sama Kak Gio. Tidur di kamarnya malah bikin gue semakin kangen sama dia. Harusnya saat ini dia udah kerja kali ya. Atau malah masih kuliah tingkat akhir? Atau malah udah nikah muda? Entahlah. Gue kangen banget sama dia. Dia panutan gue selain papa. " ujar Nicky tiba – tiba. Ucapannya barusan membuat air mata ku menyeruak mengingat semua kenangan ku dengan ka Gio." gue apalagi. Dia laki - laki yang paling gue bisa andalkan selain papa. Rasanya baru beberapa hari lalu dia ngajari gue naik sepeda. Dan semua kenangan itu semua ada di memori otak gue. Harusnya... " kataku pelan tak sanggup melanjutkan ucapan ku." harusnya waktu itu gue nungguin elo. Harusnya waktu itu gue cegat kak Gio. Atau harusnya gue nyuruh dia lebih cepet buat nyebrang. "" gue kangen kak Gio, Nick. " ujar ku tak mampu menahan air mata ku lebih lama. Nicky segera berinisiatif menarik ku kedalam pelukannya dan membuat ku mengubur wajah ku di dadanya.Tanpa kami sadari ada seseorang yang berdiri di balik pintu kamar ku yang sedikit terbuka.*****" Ya udah deh, gue balik ke kamar ka Gio ya Ta. Besok jangan telat. Kita kumpul di sekolahan jam setengah tujuh. Langsung naik bus ke puncak. " ujar Nicky setelah sekian lama kami terdiam tanpa kata sambil beranjak pergi dari kamarku.Mencoba agar kami tak kembali mengingat masa – masa suram keluarga kami dengan membicarakan tentang kak Gio. Apalagi Nicky juga tak ingin membuat ku kembali ke Greta pada saat kak Gio baru meninggalkan kami.Aku pun yang sudah agak tenang hanya mengangguk mengiyakan ucapan Nicky tanpa berminat untuk membalas ucapannya barusan.*****" boleh gue duduk disini. " Tanya Robin sesaat sebelum bus berangkat.Aku hanya melirik sekilas dan kembali menatap keluar jendela. Melihat Yoyok menyiapkan bus kedua yang akan diisi anak anak yang lain. Ghina dan Nicky duduk tepat di belakangku. Robin pun akhirnya duduk disampingku karena entah kebetulan atau tidak, kursi didalam bus penuh kecuali di sampingku." kenapa sih elo kayaknya benci banget sama gue? Apa gara – gara gue tinggal dirumah elo, Fernandizzy Gretania? " Tanya Robin. Aku cukup terkejut saat ku tahu Robin hafal namaku. Namun aku bisa mengatasi keterkejutanku dan membalas ucapannya." salah satu faktornya ya. Tapi ada satu faktor utama kenapa gue benci elo, Robin Artanta Ferdino. "" Apa? "Aku pun berpaling menatap Robin. Seingatku ini pertama kalinya aku menatap matanya yang berwarna coklat itu." asal loe tahu. Dari awal sampai sekarang, Cuma satu orang yang pernah manggil gue dengan nama 'Gre'. Seseorang yang di renggut paksa dari gue. Dan gue benci elo. Kenapa elo mesti manggil gue pakai nama itu. Elo, udah ngerobek luka di hati gue yang udah susah payah gue sembuhin. Yang udah gue tutup selama tujuh tahun ini. Tapi elo udah ngerusak pertahanan yang gue bikin. Itu alasan kenapa gue bener - bener luar biasa ngebenci elo. " ujarku nyaris berbisik. Tak terasa, rupanya aku menangis di hadapan Robin.Aku pun berpaling kembali menghadap jendela seraya menyeka air mataku yang tak mau berhenti. Tak kuhiraukan lagi Robin terus bertanya lebih lanjut. Sudah cukup untuk saat ini. Sudah cukup aku mengorek luka lama yang hendak ku kubur saat ini.Untungnya bus sudah beranjak berjalan meninggalkan halaman sekolah menuju puncak. Aku mulai menutup mata untuk menenangkan perasaan yang bergejolak di hatiku.*****" Eta, elo besok pagi pergi cari kayu ya? Sama Robin. " ujar Yoyok saat aku dan Ghina baru saja dari sungai." kenapa mesti sama Robin sih Yok? Gue bosen tiap saat ketemu dia. Gak di rumah, gak di kelas, gak di bus. Gue sama Ghina atau Nicky aja deh, atau yang lain gitu. " tolakku mentah - mentah." gak bisa Ta, Ghina sama Nicky bakal nyari habis kalian. Yang lain udah pada punya pasangan. Ayolah ta. Masa gue juga yang harus turun tangan? " mohon Yoyok padaku. Dengan berat hati, ku paksakan menganggukkan kepalaku." iya iya. Gue deh. "*****" Greta, kenapa elo mau pergi sama gue? Bukannya elo benci sama orang yang ada di belakang elo ini? " sindir Robin saat kami baru saja memasuki hutan untuk mencari kayu bakar." Ter-pak-sa! " ujarku sinis. Kami pun semakin masuk ke tengah hutan. Selama memasuki hutan aku dan Robin tak bicara sepatah katapun. Aku lebih memilih melihat – lihat pemandangan hutan saat tiba – tiba." Greta awas! " ujar Robin sambil menarikku menghindari seekor ular berbisa. Namun ternyata masih belum mampu menyelamatkan kakiku dari sengatan bisa ular." Au... " rintihku sambil terus memegangi kakiku. Sedangkan Robin langsung membunuh ular tersebut dan membuangnya di sungai yang ada di dekat kami berdua." Ta, elo gak papa? " ujar Robin sambil memeriksa kakiku. Aku hanya bisa menjawab dengan rintihan. Robin langsung berusaha untuk membuang bisa ular tersebut dengan cara mengisap dan membuangnya." parah. Greta, elo gue tinggal bentar, gue nyari daun - daun obat dulu. " tambah Robin sambil menyandarkanku di sebuah pohon dan meninggalkan jaketnya untukku.Tak berapa lama, Robin datang membawa beberapa lembar daun dan langsung meramunya untuk kakiku. Sedangkan aku hanya bisa melihat apa yang di lakukan Robin karena badanku terasa sakit dan terasa lumpuh. Mungkin bisa ular tadi sudah menyebar di tubuh ku." Greta, elo jangan pingsan. Elo harus kuat. Elo harus bisa bertahan Greta. " ujar Robin sambil menempelkan dedaunan tadi di kaki ku." Sum.. pah.. Rob.. sa... kit.. bang .. et.. " ujar ku dengan susah payah. Mulut ku terasa mati rasa dan susah untuk di gerakkan." Ta, Greta.. "Pandangan ku semakin lama mulai semakin mengabur. Semua terlihat samar – samar dan akhirnya menjadi hitam. Aku merasa suara Robin semakin jauh dan semakin hilang. Aku pingsan.*****Aku terbangun saat mendengar suara kicauan burung – burung hutan yang saling bersahutan. Saat ku buka mata ku untuk pertama kalinya, aku langsung melihat wajah Robin yang sedang tertidur. Baru ku sadari bahwa aku tertidur di atas kaki Robin. Aku pun berusaha untuk bangun walaupun aku masih merasa kaki kiri ku agak sakit dan kram. Tapi jauh lebih baik dari saat aku sebelum di obati Robin." elo udah bangun Ta? Masih sakit kakinya? " Tanya Robin membenarkan rambut ku yang menutupi setengah wajah ku saat ini. Ternyata dia terbangun akibat aku menggerakkan tubuh ku." udah gak papa kok. Lumayan baik. Tapi masih suka sakit sama kram. Makasih udah nolongin gue. Elo tau dari mana masalah daun daun obat itu? " tanyaku sambil menegakkan tubuh ku dan menyandarkan tubuh ku di pohon di sebelah Robin." lupa ya? Gue kan dulu sempet tinggal di Indonesia sampai lulus SD. Gue pernah pergi kemah dulu di hutan. Nah guru gue ngasih tau jenis - jenis daun yang bisa di jadikan obat di saat mendadak kayak gini. Gue masih hafal kali. Oh ya, elo udah gak marah lagi sama gue? " jelas Robin sambil melihat keadaan kaki ku." mana bisa gue masih marah sama orang yang menyelamatkan hidup gue? " balas ku sambil menggosok gosokkan tangan ku. Udara di sekitar kami terasa dingin. Padahal, pagi sudah menampakkan wajahnya." nih pakai jaket gue. Elo menggigil gitu, sakit ntar. Oh ya Greta, elo kenapa sih bisa sebenci sama semarah itu sama gue? " tanyanya sambil menyodorkan jaketnya pada ku. Aku pun segera memakai jaket miliknya." gara – gara waktu di bandara elo manggil gue 'gre'. Gue gak bisa denger nama itu lagi. " ujar ku perlahan sembari menutup kedua mata ku. Mulailah mengalir kisah ku tentang kenangan kak Gio dan 'Gre'." maaf ya Ta, gue jadi ngebuka luka lama elo. Sumpah, gue gak tau sama sekali. " ujar Robin setelah mendengar kisah ku." gak apa. Makanya gue benci banget sama elo waktu itu. Sorry ya, gue marah marah sama elo selama ini. " balas ku dan langsung di balas Robin dengan anggukan kepala." gak papa. Ngerti kok gue. "" Eh, kita balik ke perkemahan yuk. Kasian kalo mereka nyari kita. " ujar ku sambil bersusah payah berdiri." elo gue gendong aja. " ujar Robin sambil mengangkat tubuh ku. Sekeras apa pun aku protes, Robin tetap bersikeras menggendong ku. Akhirnya aku pun mengalah dan membiarkan Robin untuk mengendong ku hingga ke perkemahan kami. Toh, dia yang memaksa.*****" Ya ampun Greta, Robin. Elo berdua dari mana aja sih? Dari kemaren pagi kalian itu ilang. Kenapa elo di gendong Robin Ta? " ujar Nicky panik. Apalagi dirinya melihat kembarannya yang berada di dalam gendongan Robin." Greta! Kaki elo kenapa? " ujar Ghina yang pertama kali melihat kaki ku di balut dedaunan.Robin pun menjelaskan kejadian kemarin hingga kaki ku tersengat bisa ular setelah membawa ku istirahat di dalam tenda. Namun Robin meyakinkan mereka bahwa kaki ku sudah tidak apa apa dan mereka tak perlu khawatir. Anak – anak pun kembali sibuk dengan kegiatannya yang lain. Kecuali Robin, Nicky dan Ghina." elo udah baikan sama Greta? " Tanya Nicky saat mereka berdiri di luar Tenda sedangkan aku di dalam tenda berganti pakaian. Robin mengangguk ragu – ragu." Greta udah cerita tentang kak Gio? " Tanya Ghina tak yakin yang berdiri di samping Nicky. Kali ini Robin mengangguk pasti sambil tersenyum." thanks ya udah nyelametin Greta. Gue utang budi sama elo. " ujar Nicky menepuk bahu Robin yang langsung membuat Robin membalas perkataan Nicky." santai lah, sama gue ini. "*****Tak terasa besok sore kami sudah harus balik ke Jakarta. Malam ini kami pun mengadakan acara api unggun. Luka di kaki ku pun sudah berangsur – angsur membaik. Ujar Robin, untung saja ular yang menyengat ku bukan golongan ular yang bisa membunuh manusia. Tapi tetap saja kalau di biarkan mungkin bisa terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan." Ta, gue mau ngomong. " ujar Robin. Tiba – tiba dia duduk di samping ku menghadap api unggun." apa? " ujar ku sambil merapatkan jaket ku. Udara disini mulai terasa dingin." boleh gak gue jadi pacar elo? "" hah? " hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut ku." boleh gak gue jadi pacar elo? " ulang Robin menatap ku." hah? Serius? kok mendadak banget. Romantis sih. Tapi tetep aja gue kaget kali. " ujar ku dengan tatapan bingung." ya elah, mau gimana lagi? Gue udah ngebet. Boleh gak? Kalo enggak gue bunuh diri nih. Gue gak bisa hidup tanpa elo Ta. " ancam Robin yang berhasil membuat ku tertawa. Dia masih SMA dan sudah berani ingin mengancam bunuh diri? Walau aku tau itu tak kan mungkin di lakukannya, tapi tetap saja itu lucu bagi ku." idih, gila ya elo? main ancam - ancam aja. " ujar ku tertawa. Aku bisa pastikan saat itu pipi ku merona merah akibat kata – kata Robin." boleh gak Ta gue jadi pacar elo? " ujar Robin serius." ngg... "" Greta, boleh gak? " desak Robin." iya. Boleh. " ujar ku lirih." apa? Gue gak denger. " ujar Robin menggoda ku. Padahal dirinya sudah mendengar apa jawaban ku barusan." iya boleh. " ujarku sambil menaikkan volume suara ku sedikit." yes! Woy temen – temen. Gue udah jadian sama Greta. " teriak Robin ke semua anak – anak dan langsung membuat anak – anak yang lain segera menyoraki kami berdua sembari memberi selamat pada kami berdua." Astaga. Robin bikin malu nih. " pikir ku saat anak - anak yang lain bersorak sorak heboh.Bahkan Yoyok sempat sempatnya berjoget di depan ku dan Robin. Tapi sudahlah. Toh ini hari bahagia ku dengan mereka. Aku pun ikut bergabung dengan kegilaan mereka malam ini bersama dengan mereka.

RUMAH PELANGI
Romance
10 Feb 2026

RUMAH PELANGI

" permisi, spada, kulonuwon, hello, mas, mbak, siapapun, hallo? " teriak seorang cowok di depan rumah pelangiByuurr... Brukk..." anjrit! Sialan! Brengsek! " teriaknya sambil membersihkan air comberan yang kulemparkan bersama embernya tepat di atas kepalanya dari atas genteng tempatku bersembunyi." astaga. Mampus gue! Ternyata bukan orang gila. " ujarku dari atas genteng. Aku pun segera meloncat turun dan menghampirinya." duh. Maaf ya mas, saya kirain orang gila yang biasanya teriak - teriak di depan sini. Jadi saya tungguin di atas genteng mau nyiram dia. Eh, ternyata malah mas yang teriak. Jadinya kena siraman saya. Maaf yo mas? " ujarku sambil tersenyum malu menundukkan kepala." elo gila ya?! Suara gue yang seksi ini lo bilang suara orang gila? Elo tuh yang gila! Cewek malah naik genteng! Sarap loe! " semburnya." lha? Siapa suruh mas teriak teriak kayak orang gila? Udah tau ada belnya, ngapain teriak kayak di hutan? Mending belnya aja dipencet noh kan lebih efisien daripada teriak mas. " ujarku sambil geleng – geleng kepala." elo tuh ya!~ Eh, bau apaan nih? " ujarnya begitu menyadari bau tak sedap di sekitar kami." ya bau badan elo lah! Kan tadi yang gue lempar ke elo itu air comberan di depan sana. Hahaha. " ujarku sambil tertawa memegangi perutku yang sakit." brengsek! Elo tu ya~ " ujarnya geram sambil menatap tajam padaku. Namun kalimatnya tak selesai karena kemunculan Eyang Sapto. Pemilik rumah Pelangi." siapa Yas ? " kata eyang saat di belakangku." saya anak pak Hendra. " jawabnya sinis sambil mengibas ngibaskan bajunya." ye, santai dong mas. Biasa aja kali suaranya. Katanya seksi. Gak usah belagu. " ujarku sedikit kesal karena melihat sikapnya terhadap eyang." Yas, jangan gitu sama tamu. Oh, kamu pasti Rio? Masuk nak Rio. Tapi kok baju sama celananya basak nak? " ujar eyang." tadi gak sengaja Yayas lempar dia sama seember penuh air comberan eyang dari atas genteng. Yayas kira dia orang gila yang sering teriak teriak di depan rumah. Jadi mau Yayas kerjain. Eh malah kena mas – mas ini. " ujarku tersenyum simpul sambil menahan ketawa saat melihat air mukanya yang sangat masam." kamu tuh Yas. Udah eyang bilanginkan jangan suka main di atas genteng. Sudahlah. Bilangin si Mbok Jah. Bikinin minum buat eyang sama Rio. Maaf ya nak Rio, Yayas memang suka manjat. Orangnya tomboy. " ujar eyang sambil mengajak duduk Rio di ruang tamu. Aku pun kembali kedalam rumah." siapa mbak Yas? " ujar Chacha, salah satu penghuni rumah pelangi yang sedang nonton drama korea "boys before flowers" bersama Andre di ruang tengah saat aku menuju dapur." gak kenal. Kayaknya penghuni baru. Eh mbok ketemu disini, tadi di suruh eyang bikin minum dua. Ada tamu tuh. " ujarku saat bertemu mbok Jah di dekat tangga. Aku pun ikut duduk di samping chacha dan Andre.***Saat makan malam tiba, kami semua disuruh Eyang untuk berkumpul di meja makan, kecuali bang Ray dan Nita. Kami pun makan dalam diam dan tenggelam dalam pikiran masing - masing. Setelah makan, eyang mulai membuka pembicaraan." nah, semuanya. perkenalkan, ini Rio. Dia mulai sekarang anggota rumah pelangi. Nak Rio, perkenalkan. Dari yang di sebelah eyang ini ada Yayas, Andre, dan Chacha. Sebenarnya masih ada dua orang lagi. Ray, lagi nginep di kampusnya dan Nita, dia lagi kerumah temennya di komplek sebelah. " ujar eyang memperkenalkan kami semua." mereka semua cucu eyang? " ujar Rio sambil menatap kami satu persatu dengan tatapan seakan akan kami adalah penjahat kelas kakap yang harus dimusnahkan segera. Apalagi menatapku. Seakan - akan aku adalah seorang musuh besar FBI dan CIA yang sedang menjadi buronan." ndak semua kok. Andre cucu kandung eyang. Yayas cucu angkat eyang. Oh ya kalian, tolong jelaskan semuanya sama Rio. Eyang mau istirahat dulu. Eyang tinggal ya nak Rio. " ujar eyang sambil meninggalkan kami." oke. Gue jelasin. Kamar cowok di lantai tiga. Kecuali kamar eyang sama kamar mbok Jah ada di lantai bawah. Lantai dua kamar cewek. Ada pertanyaan? " ujar Andre mengambil tugas eyang." umur lo semua berapa? " ujarnya sambil makan apel yang ada di atas meja." gue, yayas, sama Nita 19 tahun. Gue sama Nita kuliah di Teknik Sipil semester 3. Chacha 16 tahun baru masuk SMA dan bang Ray 21 tahun dan kuliah di ekonomi semester 5. Kenapa? Elo? " tambah Andre." 20. Gue ngantuk. Gue ke atas duluan. " ujarnya.Aku, Andre dan Chacha hanya bisa berpandangan dan menarik nafas panjang dengan sikapnya." nih anak belagu kayaknya bakal bikin masalah deh. " ucap ku pelan.***" eyang, aku berangkat. " ujarku saat eyang sedang berbicara dengan Andre, Ray dan Rio." kemana dia? " ujar Rio sambil melihatku membonceng Chacha." dia nganter Chacha ke sekolah baru habis itu dia kerja. " ujar Eyang." kerja? " Tanya Rio bingung." iya. Dari jam 8 pagi sampai 12 siang dia kerja di toko roti. Dan dari jam 2 siang sampai jam 8 malam dia kerja di toko buku. " tambah Andre." setiap hari? Dia nggak kuliah? " ujar Rio takjub." dia enggak kuliah. Padahal sudah di suruh eyang. Katanya gak ada biaya. Dia kerja cuma dari hari senin sampai kamis doang. Oh ya eyang, aku, Andre sama Nita kuliah dulu eyang. Cepetan Nita. " ujar Ray sambil memanggil Nita untuk segera berangkat. Mereka pun berangkat dengan mobil Ray. Akhirnya di teras hanya ada Rio dan Eyang." eyang, memangnya beneran Yayas cucu angkat eyang? Kok bisa? " ujar Rio." iya. Kalo Yayas itu udah dari umur 5 tahun eyang rawat sama almarhumah istri eyang. Orang tua yayas meninggal karena kecelakaan. Dia eyang temui pingsan di depan pagar. Sedangkan Andre, ayahnya adalah anak eyang. Awalnya dia cuma tinggal bersama ibunya karena ayahnya yang pilot meninggal karena pesawatnya jatuh di Amerika 10 tahun lalu. Tapi ibunya juga meninggal 3 tahun lalu karena stroke. " jelas eyang." jadi Yayas sama Andre yatim piatu? Lalu, Ray sama Nita? " Tanya Rio." iya mereka yatim piatu. Ray awalnya dipindahkan orang tuanya yang bekerja di department Luar Negeri di Inggris karena nakal sekali saat lulus SMA disana. Kebetulan kakeknya Ray ini sahabat eyang waktu dulu. Jadi ya dia di titipin sama eyang. Sekarang setelah dia sudah jadi anak yang baik, malah gak mau balik lagi ke sana. Katanya lebih enak kumpul disini. Kalo Nita orang tuanya cerai. Jadinya ya dia gak mau ikut siapa – siapa, makanya tinggal di sini. " tambah Eyang. Sedangkan Rio hanya mangut – mangut saja." oh ya eyang, satu lagi. Yayas kerja jadi apa aja? "" kalo di toko roti dia jadi jaga kasir dan bagian pembukuan penjualan, dan kalo di toko buku, biasanya jadi kasir juga atau ngecek barang yang datang. Biasanya tiap minggu, Yayas itu dapet bonus boleh bawa roti yang gak habis hari itu. Makanya di rumah ini banyak roti. Ada lagi? " Ujar eyang sambil tersenyum. Rio pun menggeleng dengan ragu.***" Yas, kamu ndak kerja nduk? Udah jam 8 pagi ini. " ujar Eyang di depan kamarku." masuk yang. Nda Yayas kunci. " ujarku dengan suara lemah." kamu kenapa nduk? " ujar Eyang saat masuk kekamarku dan melihatku masih tiduran di bawah selimut." ndak tau Eyang. Badan Yayas lemes. "" kamu sakit Yas? yo wis. Kamu istirahat aja dulu biar eyang kebawah nelpon bos – bosmu. Nanti eyang panggilin anak – anak yang lain. " ujar eyang sambil beranjak pergi dan meninggalkanku.***" kamu tuh apa – apaan sih Yas. Makanya kerja itu jangan diforsir badannya. Coba sekarang, jadinya sakitkan? " ceramah Ray saat dirinya bersama Rio dan eyang berada di kamarku sambil duduk di ranjangku." iya bang Ray. Habisnya, waktu kalo kerja itu gak kerasa, jadinya gak mikirin badan. Tiba – tiba aja langsung gini. "" dasar. Memangnya ngejar setoran buat apa sih? Mau beli apa? Pokoknya kamu istirahat. Kan eyang atau bang Ray bisa beliin buat kamu. " tambah Eyang gemas melihatku ngotot kerja." ya ampun bang Ray sama eyang ini. Aku kan kerjanya Cuma empat hari. Dalam seminggu lagi. " protesku." gak ada. Aku udah bilang sama kedua bos kamu kalo kamu izin cuti dua minggu. Lagipula kata bos – bos kamu, kamu gak pernah ambil cuti dari awal mula kerja. Memang mau beli apa sih? " Tanya Bang Ray." Yayas mau beli jaket. Sayang kalo makai uang tabungan Yayas. Uang tabungan Yayas kan buat masa depan Yayas. Lagi pula Yayas males ngambil di Bank. Ribet. "" nanti gue beliin. " ujar Rio tiba – tiba." hah? Oh. Oke deh. Makasih ya. " jawabku keheranan melihat sikapnya yang berubah baik padaku." yo wis. Kamu istirahat dulu ditemenin Rio ya. Eyang mau ke bank sama Ray. " ujar eyang sambil beranjak pergi bersama Bang Ray." mulai sekarang gue yang nganter elo kerja. Chacha biar bang Ray atau Andre yang nganter. " kata Rio sambil menatap mataku." tap~... "" gak ada tapi – tapian. Gue udah ngomong sama semuanya waktu elo tidur tadi. " potongnya sengit." enggak ah. Ngapain sih elo Yo? Gue bisa sendiri kok. " protesku. Rio pun langsung duduk di sampingku dan menghadapkan badanku kearahnya." elo itu gak usah protes Yas. Lo sekarang pilih deh. Deket sama gue atau berhenti kerja. " ujar Rio sambil tersenyum sinis." apa sih mau lo sama gue? Ada masalah apa lo sama gue? Atau jangan – jangan elo masih dendam sama gue gara – gara gue nyiram elo pake air comberan dua bulan yang lalu? Iya? Apa yang mau elo lakuin sama gue? " ujarku menatap tajam tepat di matanya." iya! Gue bakalan bikin perhitungan sama elo. Cewek yang berani – beraninya nyiram gue pake air comberan. Tunggu aja pembalasan gue. " ujarnya sambil pergi berlalu meninggalkanku sendiri di kamarku." dih, gila apa ya tuh anak. Aneh deh. "***Kring... kring..." halo? " ujar Andre yang menerima telepon." Ndre, ini gue. Yayas. Rio mana? Gue udah pulang kerja dari satu jam tadi. Katanya dia mau jemput gue. Udah jam Sembilan ini. Ini udah kelima kalinya dia telat jemput gue. Kemaren aja gue disini sampe tiga jam buat nungguin dia. " ujarku dari seberang sana sambil ngomel pada Andre." Rio-nya masih tidur Yas. " ujar Andre pelan." apa?! Masih tidur? Oke. Gak usah di bangunin. Gue pulang sendiri! " marahku sambil mematikan telepon dan langsung menonaktifkannya.Aku pun nekat berjalan kaki mencari taksi menuju rumah Pelangi. Saat di persimpangan jalan tiba – tiba dua buah motor berhenti tepat disampingku dan dua orang preman yang di duduk dibelakang langsung turun dari motor dan langsung mengodaku. Sedangkan dua preman yang lain pun menyusul." hallo manis, sendirian neng? Abang – abang temenin ya? " ujar preman itu sambil mencolek daguku." lo semua jangan kurang ajar deh! Beraninya sama cewek! " ujarku galak." si eneng mah galak pisan euy. Ntar eneng teriak juga gak bakalan ada yang denger. Di ujung jalan sana udah kami pasang tulisan 'jalan ini ditutup'. Jadi eneng gak bisa ngapa – ngapain. " ujar temannya sambil menangkap tanganku.Aku pun hanya bisa melawan semampuku hingga terjadi pertempuran lumayan sengit dan mengakibatkan dua dari empat orang yang mengangguku pingsan tanpa perlawanan hingga mereka dan aku babak belur. Namun dua orang yang masih bertahan langsung menangkapku hingga aku terperangkap diantara mereka. Aku hanya bisa berdoa saja semoga ada pesawat yang tiba – tiba jatuh tepat di tempatku. Walau itu harus membuatku mati sekarang juga.Bruk... Bruk...Tiba – tiba ada yang memukul kedua orang yang menangkapku hingga tersungkur pingsan dan langsung melindungi di dalam pelukannya." elo gak papa? " ujarnya langsung memelukku." Ri.. Rio? Bu... Bukannya elo tidur?" ujarku kaget. Ternyata yang menolong dan memelukku adalah Rio." ntar gue jelasin. Sekarang elo naik motor gue. Ntar mereka bangun lagi. Ayo. " ujarnya sambil tetap memelukku.Kami pun meninggalkan tempat tersebut menuju suatu tempat yang di pilih Rio untuk istirahat karena aku tak ingin pulang ke rumah Pelangi karena anak - anak pasti akan menanyakan luka di wajah dan tangan yang sempat ku dapat karena melawan orang – orang tadi.***" nih. Minum dulu. Sekalia es batu buat ngompres luka elo. " ujar Rio memberiku sekaleng minuman dingin dan sekantong es batu yang dibelinya di pinggir jalan saat kami duduk di sebuah taman." makasih. " ujarku sambil mengambil minuman yang dia berikan walaupun tetap membenamkan kepalaku di kedua lututku." orang rumah udah gue kasih tau kalo kita pulang telat. Elo tenang aja. " sambil menyampirkan tangannya di bahuku." ngapain elo nolongin gue?! " bentakku padanya." apa sih lo? Udah gue tolongin juga. " tanyanya." lo sadar dong ini semua karena elo. Elo telat lagi telat lagi. Ini udah kelima kalinya elo telat! Gue tau. Ini kan maksud pembalasan dari lo! " teriakku padanya." jadi elo marah sama gue?! Hah!" balasnya sengit." iya! Gue marah sama elo. Gue kesel sama elo, gue benci sama elo! Gue muak sama elo! Cowok jahat, angkuh, nyebelin, ngeselin, aneh, galak, jelek! " ujarku lagi. Tak terasa aku pun menangis dihadapannya." gitu?! Kenapa lo gak minta aja sama Ray atau Andre jemput elo hah? Biar puas sekalian. "" gue bisa aja minta sama mereka. Tapi gue kasian sama elo kalo ternyata elo juga jemput gue dan gak nemuin gue di tempat kerja. " bisikku.Aku pun berlari setelah berbisik pada Rio dan mencari taksi untuk pulang dan meninggalkannya sendiri. Meninggalkan Rio dengan sejuta penyesalan di dalam dadanya.***Setelah kejadian beberapa hari itu, aku mengurung diri dikamar. Aku keluar kamar hanya untuk mandi, makan dan sebagainya yang tak banyak memerlukan waktu yang lama. Bahkan aku sudah cuti kerja selama tiga hari dan entah sampai kapan. Akupun cukup beralasan sakit karena kedua bosku sangat royal pada pekerjanya yang sakit. Anak – anak, tak terkecuali Rio mulai mencemaskanku yang seperti mayat hidup. Eyang pun tak bisa berbuat banyak." Yas. Kamu kenapa toh nduk? Sejak pulang kerja senin kemaren kok jadi diem terus? Kamu juga udah izin kerja tiga hari ini. " Tanya eyang saat aku hendak naik menuju lantai dua. Aku hanya menatap eyang tanpa menjawabnya. Akupun berlalu dari hadapan eyang diikuti tatapan anak – anak lain.***Tok... tok... tok.." siapa " tanyaku saat ada yang mengetuk pintu kamarku. Saat aku membukakan pintu, ternyata Rio yang berada di hadapanku." gue mau ngomong. "" kita ngomong diluar. " ujarku sambil berjalan menuju taman dan naik keatas genteng yang sama saat aku menyiramnya dulu." ngapain kita ngomong disini sih. Dibawah kan bisa. " protes Rio sesaat setelah sampai di atas dan duduk di sampingku." gue gak mau anak – anak denger. " jawabku ketus." susah ya punya masalah sama elo. "" udah tau ngapain juga masih bikin masalah. Dasar cowok aneh. "" udah deh. Gue gak mau debat lagi sama elo. Gue tuh punya salah apa sih sama elo? Dari awal kita ketemu, loe udah bikin masalah sama gue? " tanyanya." gue gak pernah punya masalah sama elo! Udah gue bilangkan. Waktu itu gue gak sengaja. Gue gak tau itu elo. Udahlah. Ngomong sama elo itu susah. " ujarku sambil berdiri. Rupanya pijakanku terlalu miring dan aku kehilangan keseimbanganku. Aku pun langsung terjatuh. Aku langsung memejamkan mataku sambil berfikir akan jadi apa aku nantinya.Brukk.."aaakkh.... " teriak seseorang saat aku terhempas di tanah yang boleh kubilang terlalu lembut dan lembek untuk ukuran tanah.Saat aku membuka mata, rupanya aku terjatuh dibadannya Rio yang menangkapku saat aku terjatuh." Ri.. Rio.. lo gak papa? " tanyaku saat dia meringis kesakitan." kayaknya tangan kanan gue patah. Gak bisa di gerakin. Gak papa kok cuma patah ini. " ujarnya memejamkan matanya.Aku pun berteriak memanggil anak – anak. Anak – anak dan Eyang pun langsung berlari keluar rumah. Aku segera berlari menyalakan mobil untuk membawa Rio kerumah sakit.***Setiba di rumah sakit kami langsung membawa Rio ke ruang UGD. Aku hanya ditemani Andre dan bang Ray di depan ruang UGD. Eyang, Nita dan Chacha menunggu di rumah. Sedangkan Rio di periksa didalam." dok gimana keadaan Rio? Apa dia baik baik saja? " tanyaku saat dokter baru saja keluar dari ruang UGD. Bang Ray dan Andre pun langsung berdiri." dia mengalami patah tulang. Dan harus segera di operasi. Apa ada keluarga pasien disini? "" saya kakaknya dok. Lakukan apa saja yang terbaik. Saya akan bayar semuanya. " ujar bang Ray." kalau begitu saya akan lakukan yang terbaik. Silahkan anda mengurus semuanya di bagian administrasi didepan sana. " jawab dokter itu sambil kembali masuk keruangan untuk menyiapkan operasi. Bang Ray dan Andre pun menuju administrasi sedangkan aku menunggu dan ikut membawa Rio ke ruang operasi.***" keluarga pasien yang bernama Rio. " kata perawat saat kami bertiga menunggu di ruang tunggu." kami keluarga Rio sus. " jawab Andre." pasien sudah berada diruang rawat inap. Kalian diperbolehkan untuk menjenguk sesuai jam besuk. "Kami pun berterima kasih kepada suster itu sambil menuju ruang rawat inap Rio di lantai lima. Saat kami masuk kedalam ruangan, Rio sedang menonton tv. Andre dan bang Ray pun langsung ngombrol dengannya. Sedangkan aku sibuk memberitahukan keadaan Rio kepada eyang." Yas, lo laper gak? " Tanya Andre tiba – tiba." iya sih gue laper. "" ya udah, gue sama bang Ray beli dulu didepan. Dagh. " ujar Andre sambil menarik Bang Ray. Kini tinggallah aku berdua dengan Rio. Aku pun mendekati Rio dan duduk di dekat perutnya." sorry ya Yo, gara – gara gue elo jadi gini. " ujarku sambil memainkan ujung selimut yang ia pakai seraya menahan tangis." gak papa. Cuma patah ini. Justru gue takutnya elo yang kenapa – kenapa. Elo gak papa kan? " jawabnya seraya mematikan tv. Hening. Membuat air mataku malah berjatuhan." gue gak papa. Tapi malah elo ya~... "" gue gak papa Yayas. It's okey. Relax. Jangan nangis dong Yas. Gue udah terlalu sering bikin lo nangis " potongnya cepat seraya menghapus airmataku dengan tangan kirinya." oh ya. Ada yang pengen gue omongin sama elo Yas. " ujarnya lagi sambil mengengam tanganku. Aku hanya memandangnya penuh keheranan." gue mau minta maaf buat semua yang gue lakuin ke elo. Gue cuma gak tau apa yang harus gue lakuin biar elo tau kalo gue itu sayang sama elo. Makanya gue selalu bikin masalah sama elo biar gue bisa deket sama elo. Soalnya selama ini gue belum pernah punya pacar. Elo mau gak jadi pacar pertama gue? " tambahnya sambil menghilangkan grogi." hah? Jadi selama ini elo belum punya pacar? Bwahaha. " ujarku sambil tertawa mengejeknya." ye, tau gini gue gak bilang deh kalo elo orang pertama yang gue tembak. " jawabnya sewot." haha.. elo sih lagian, nembak cewek dirumah sakit. Gak romantis banget sih jadi cowok. Dimana kek, di taman kek, di pantai kek minimal di mana gitu. " ujarku tetap mentertawakan dirinya." jawab aja kenapa sih Yas. Mau gak jadi pacar gue? " ulang Rio kedua kalinya untuk memintaku jadi pacarnya." emh... iya deh. Tapi ada syaratnya. "" apapun akan gue lakuin supaya gue bisa dapetin cinta elo. Apaan? " tantangnya." elo harus bisa manjet dan duduk di genteng. Gimana? " ucapku dengan penuh tantangan." siapa takut. Gue bakalan buktiin kalo gue emang pantes jadi pacar loe. Gimana? Mau gak nih jadi pacar gue? " ujarnya sekali lagi." iya gue mau. " ujarku sambil mengangguk mantap.Rio pun langsung menarikku dalam dekapannya. Dan kalau kupikir – pikir aku mulai menyukainya sejak kejadian aku sakit tempo hari lalu. Aku pun tersenyum memikirkannya.*****

Gadis Kecil
Horror
10 Feb 2026

Gadis Kecil

Gadis kecil yang tidak disebutkan namanya ini (sesuai kode etik media) menulis diary yang dapat membuat mereka yang membaca merinding. Entah apa yang terjadi ketika dia dewasa nanti dan membaca kembali diary yang pernah dia tulis ini. Isinya apa? Lihat dibawah ini ya.Ini adalah Lisa. Dia temanku, tapi orang tuaku tidak dapat melihatnya jadi mereka mengatakan Lisa hanyalah teman imajinasiku. Lisa adalah teman yang baik.Hari ini aku berencana menanam bunga di taman. Ketika akan menanam bunga di kotak pasir, Lisa memberitahuku bahwa ayahnya tidur di tempat aku akan menanam bunga itu. Jadi aku mencari lokasi lain.Hari ini aku pergi ke sekolah bersama Lisa. Aku ingin memberitahu Mrs. Monroe tentang temanku ini, tetapi beliau malah marah karena tidak bisa melihat Lisa. Lisa pun sedih sehingga dia menyembunyikan penghapus papan tulis.Kemarin aku berulang tahun. Ibuku membelikan Pizza untukku tapi teman-temanku tidak ada yang datang. Lisa berkata bahwa beberapa temanku datang sebentar dan meletakkan hadiah di teras. Aku mendapat 3 boneka Barbie, beberapa sepatu, dan uang 5 dollar. Aku dan Lisa pun bermain Barbie bersama.Hari ini Mrs. Monroe tidak masuk sekolah. Beliau digantikan oleh Mrs. Digman. Mrs. Digman adalah orang yang cantik dan baik. Beliau mengadakan Snack Time setelah menulis diary. Aku berharap beliau akan selalu menjadi guruku.Kemarin aku dan Lisa keluar berjalan-jalan sampai tengah malam. Ayahku menjadi sangat marah dan berkata bahwa Lisa itu bodoh dan tidak nyata. Lisa pun sedih dan dia menghilang. Hari ini dia tidak ikut aku ke sekolah. Di sekolah Mrs. Digman berkata bahwa Mrs. Monroe tidak akan kembali lagi ke sekolah.Kemarin ayahku bekerja seharian. Sampai-sampai beliau tidak pulang untuk makan malam. Hari ini pun masih kerja di kantor. Ibu membawakanku puding untuk bekal makan siang. Aku sangat suka puding.Kemarin ayahku bekerja seharian. Sampai-sampai beliau tidak pulang untuk makan malam. Hari ini pun masih kerja di kantor. Ibu membawakanku puding untuk bekal makan siang. Aku sangat suka puding.Untuk Lisa, aku merindukanmu. Aku mohon datanglah kembali. Aku minta maaf kalau ayahku jahat kepadamu. Kamu adalah teman terbaikku.Kemarin akhirnya Lisa kembali. Dia meminta maaf karena telah meninggalkanku dan aku berkata bahwa ayahku tidak akan pulang ke rumah. Lisa berkata bahwa Mrs. Monroe dan ayahku telah tertidur seperti ayahnya. Aku harap mereka bisa segera bangun.

Hantu ambulance
Horror
10 Feb 2026

Hantu ambulance

Berbicara mengenai urban legend yang ada di kota bandung saya tertarik untuk mengangkat cerita mengenai yang "mangkal" di jalan Bahureksa no 15 . Tempat ini bagi sebagian orang terutama warga kota bandung tentunya sudah bukan tempat yang asing lagi. Jalan Bahureksa sendiri berada dekat dengan jalan Riau , sarangnya Factory-Factory Outlet.Jalan Bahureksa merupakan jalan yang menghubungkan jalan Banda dengan jalan Sultan Agung . Di sepanjang jalan berjejer rumah-rumah peninggalan zaman Belanda karena pada masa lalu kawasan ini merupakan kawasan pemukiman Eropa. Di sepanjang jalan ini pula berjejer pohon-pohon besar dan rindang yang cukup meneduhkan. Jalan ini memang bukan jalan utama sehingga volume kendaraan di daerah ini cukup lengang, yaitu hanya pada waktu siang saja. Kendaraan lalu lalang di sini itupun karena terdapat sekolah yang cukup besar di jalan ini. Makanya kalau malam jalanan ini lengang atau sepi.Alkisah, di jalan ini terdapat sebuah rumah yang cukup populer, dengan trademark yang selalu terparkir didepannya. Rumah peninggalan zaman kolonial ini selalu diidentikan dengan yang konon ada 'penghuni'nya itu. Entah mulai dari sejak kapan mitos ini berkembang. yang sudah sejak lama berada di tempat ini kabarnya enggan beranjak dari tempatnya. Benar-benar tidak mau. Aneh? Tentu saja. Beberapa kali tersebut dipindahkan ke tempat lain dan beberapa kali itu pula tersebut kembali ke jalan Bahureksa no 15 ini. Bahkan tidak sedikit orang bandung yang (katanya) pernah melihat mobil ini berjalan sendiri tanpa ada pengemudinya pada malam hari.Tidak ada yang tahu bagaimana jejak itu bermula. Namun dari keterangan (sumber-sumber) yang saya baca, dahulu waktu zaman kolonial rumah ini dihuni oleh keluarga Belanda. Pada suatu hari keluarga ini sedang melakukan perjalanan dan mengalami kecelakaan hingga akhirnya satu keluarga itupun meninggal. inilah yang mengantarkan jenazah keluarga Belanda ini dari tempat kecelakaan. Lalu kejadian aneh pun terjadi. Untuk beberapa saat rumah tersebut kosong dan itu berada di tempat lain. Keesokan harinya itu sudah berada di depan rumah Bahureksa, tanpa diketahui siapa yang mengantarkannya. Penjaga rumah bingung. Akhirnya dia berinisiatif untuk mengembalikannya ke pihak rumah sakit. Ternyata keesokan harinya lagi- lagi itu lagi-lagi sudah terparkir di halaman rumahnya tanpa diketahui supirnya. Kejadian ini terus berulang-ulang hingga akhirnya sang penjaga rumah memutuskan untuk membiarkan tersebut terparkir di rumah milik keluarga belanda itu.Lambat laun cerita mengenai makhluk halus penghuni itu meluas di masyarakat bandung, cerita ini juga semakin diperkuat dengan pengalaman-pengalaman beberapa orang yang (katanya) sempat mempunyai pengalaman yang aneh dengan kawasan Bahureksa dan tentunya misterius ini. Saya jadi ingat salah seorang teman kakak saya yang kebetulan bekerja di studio foto terkenal di dekat jalan Bahureksa. Dia mempunyai pengalaman aneh dengan ini. Ceritanya sepulang kerja sekitar jam setengah 10 malam dia mau menjemput pacarnya yang bekerja di jalan Dago dekat Taman Flexi . Untuk menghemat waktu, dari jalan Banda dia memotong melewati jalan Bahureksa, Perasaan dia ketika itu biasa saja. Tidak ada yang aneh. Lalu secara tiba-tiba perasaannya berubah ketika di pertengahan jalan Bahureksa dia berpapasan dengan yang sama sekali belum pernah ia lihat. Sungguh berbeda dengan pada umumnya. kuno, begitu kata teman kakak saya itu. Dari luar, dalamnya kelihatan gelap dan sirine-nya tidak menyala. Setelah beberapa detik adegan berpapasan itu, dia menoleh ke belakang dan dilihatnya kuno yang beberapa saat tadi melintas berlawanan arah dengannya sekarang sudah tidak ada entah kemana. Dalam kebingungan itu diapun lalu menancap gas motornya agar segera sampai di tempat kerja pacarnya. Sejak saat itu dia tidak berani lagi untuk melintasi jalan Bahureksa di malam hari.Ada lagi kejadian aneh yang dialami oleh salah seorang teman saya, jadi sepulang les dari tempat kursus bahasa inggris yang ada di jalan Banda dia hendak membeli sepatu olah raga di salah satu toko olah raga yang ada di jalan Sultan Agung , karena jaraknya cukup dekat teman saya itu memutuskan untuk berjalan kaki ke Jalan Sultan Agung melewati jalan Bahureksa . Nah, tepat di depan rumah kuno tersebut dia mendengar bunyi klakson mobil yang cukup nyaring. Ketika dia melihat ke arah yang sedang tertutup terpal, dia langsung berlari sekencang kencangnya, teringat dengan cerita misterius itu. Keesokan harinya dia bercerita tentang pengalaman anehnya semalam. Yang membuatnya yakin bahwa klakson itu berasal dari karena tidak ada mobil yang lewat saat dia melintasi rumah tersebut. Mobil yang sedang terparkir disekitar rumah kuno itu juga tidak ada. Yang pasti dia merasa arah bunyi klakson dengan jelas datang dari . Sampai saat ini juga dia heran bagaimana klakson tersebut berbunyi mengingat mesin-mesin mobil itu sudah diangkat .Cerita yang berkembang di masyarakat mengenai ini ternyata menarik perhatian sejumlah sineas Indonesia. Rumor ini diangkat ke Layar lebar. Tak tanggung-tanggung pembuatan film ini menggandeng mantan Ratu Horror era 70an, Suzzana, untuk menambah kuat aroma mistis pada film ini. Meski tidak terlalu bagus, dari segi cerita dan segi-segi lainnya, film ini membuat cerita mengenai di jalan Bahureksa no 15 semakin meluas. Tidak saja untuk masyarakat Bandung tapi juga orang-orang luar Bandung. Fenomena ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang menyewa rumah ini dan kemudian dibuatnya sebuah distro dengan nama " The Ambulance Shop ". Pengunjung distro ini sebagian besar memang datang dengan rasa penasaran terhadap yang menjadi desas-desus masyarakat entah dari berapa tahun yang lalu.Cerita–cerita yang berkembang di masyarakat seperti Hantu Nancy penghuni SMA 3, cerita mengenai Patung Pastor Belanda yang ada di Jalan Seram, termasuk cerita ini adalah fenomena yang terjadi di masyarakat. Cerita-cerita ini biarlah berkembang dengan sendirinya sehingga akan memperkaya cerita yang berkembang di masyarakat, khususnya masyarakat Bandung. Masalah percaya atau tidak kita kembalikan pada masyarakat saja. Di Bandung hanya ada 2 buah mobil jenis ambulans Bahureksa. jenis mobilnya Fiat taon 70an. Kita bisa lihat satunya lagi di RS. Gardujati .

Hantu itu ada!
Teen
10 Feb 2026

Hantu itu ada!

Lena tidak pernah percaya dengan keberadaan hantu dalam bentuk apapun. Hantu hanyalah suatu hal biasa yang disalahartikan oleh orang-orang bodoh sebagai makhluk halus mengerikan. Penampakan? Itu sih suatu hal biasa yang dilebih-lebihkan oleh orang paranoid. Hawa dingin yang mendadak? Itu pastilah fenomena angin yang bergerak secara tiba-tiba dan mengalami penurunan suhu. Karena itulah ia tidak merasa takut sedikitpun saat ia berjalan sendirian pada malam hari di sebuah jalan yang sepiSaat itu sudah pukul delapan malam. Lena baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok di rumah Vanny. Karena malas menunggu jemputan yang bakalan lama sekali, Lena memilih berjalan kaki ke rumahnya yang hanya berjarak satu kilometer dari sana.Udara malam itu benar-benar menggigit. Walaupun Lena sudah merapatkan jaket wol tebalnya, tapi ia tetap kedinginan. Di ujung jalan tampak sekelompok daun kering yang terbang berputar dengan aneh. Entah kenapa Lena memiliki perasaan tidak enak. Perasaan yang sama seperti ketika Pak Jo, guru Fisikanya, membagikan soal ulangan dan ternyata tak satupun yang bisa ia kerjakan dari soal ulangan tersebut. Tiba-tiba Lena teringat dengan pembicaraannya dengan Vanny tadi."Kau jangan menganggap remeh semua ini, Lena. Setidaknya kalau kau tidak percaya, kau jangan merendahkan mereka juga," kata Vanny saat topik pembicaraan mereka beralih ke hantu.Lena tertawa terbahak-bahak, "Pikiranmu dangkal sekali Van. Hantu hanyalah sesuatu yang diciptakan manusia untuk menakut-nakuti dirinya sendiri. Bodoh sekali kau sampai ikut memercayainya."Vanny tampak tak senang dengan perkataan Lena, "Hati-hati Len. Karena ini bukan sesuatu yang bisa kau lihat dan alami untuk mengetahui kebenarannya.""Justru karena itu. Aku hanya memercayai apa yang aku lihat dan alami sendiri. Ayolah Van, lebih realistis sedikit, dong.""Pokoknya aku hanya ingin menasehatimu, Len," kata Vanny akhirnya.Mendadak Lena merasa ada yang mengikutinya. Matanya menyapu liar ke sekitar, tapi ia tidak menemukan tanda-tanda kehadiran siapapun. Pasti ada om-om mesum yang mengikutinya. Maka Lena segera mempercepat langkahnya sebelum om-om mesum atau siapapun menangkapnya.Setelah beberapa menit yang menegangkan, akhirnya Lena tiba di rumahnya dengan selamat. Lena segera mandi, mengganti pakaian, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Entah kenapa hari ini ia lelah sekali. Dan hatinya terus-menerus merasa tidak nyaman, seolah akan terjadi sesuatu. Perlahan-lahan rasa kantuk menguasai dirinya, dan dalam sekejap ia langsung terlelap.***Tiba-tiba Lena berada di sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni. Melihat langit malam yang terbentang luas di atas kepalanya, ia pastilah berada di lantai atap bangunan tersebut. Rasanya Lena mengenal bangunan ini. Bangunan ini mirip dengan mall di dekat tempat tinggalnya yang sudah lama ditutup.Lena tahu ia sedang berada di dunia mimpi sekarang. Entah kenapa ia bisa sangat sadar akan hal itu. Mimpi yang ia rasakan sekarang benar-benar terasa seperti nyata. Tapi ia tahu kalau ini pasti hanyalah mimpi. Baru saja Lena melangkah menuju pintu tangga darurat, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.Saat Lena menoleh dengan was-was, ternyata itu adalah seorang wanita cantik bergaun merah. Wanita itu menyunggingkan sebuah senyuman yang aneh pada Lena. Lena hanya terpaku menatap wanita itu. Entah kenapa ada sesuatu pada wanita itu yang membuat Lena merasa tidak nyaman."Hai, kau pasti Lena. Senang bisa bertemu denganmu," kata wanita itu dengan suara sedingin es, "dan sekarang aku akan membuatmu menangis ketakutan dan bertekuk lutut padaku," lanjut wanita itu."Apa maksudmu?" tanya ena tidak senang dengan nada bicaranya."Sekarang kau berada di dalam bangunan terkutuk ini. Aku akan menantangmu suatu hal. Kau harus mencari cara untuk keluar dari bangunan ini dalam waktu satu jam, atau kau tidak akan pernah bisa keluar lagi selamanya," kata wanita itu sambil berjalan mengitariku dengan angkuhLena mendengus, "Tapi itu tidak akan terjadi. Karena aku akan segera keluar dari tempat ini, cepat atau lambat," katanya sambil menuju ke tepian pagar atap, "karena ini hanya mimpi biasa."Lena melompat keluar dari pagar, membayangkan seolah ia akan terbang, seperti yang terjadi di mimpi-mimpinya yang lain. Tapi di luar dugaan, Lena malah berakhir dengan terjatuh di lantai atap yang sama.Wanita itu masih berdiri di sana dan tertawa mengejek, "Jangan main-main. Kau tahu ini bukan mimpi biasa. Mimpi di mana kau masih berada dalam keadaan sadar sepenuhnya. Yeah, ini adalah lucid dream, mimpi di mana bangsa kami menguasai dirimu ketika kau tidur dan kau seolah bisa mengatur mimpimu sendiri,""Tidak mungkin. Ini hanya mimpi biasa, dan kau hanyalah bagian yang berasal dari ingatanku, berasal dari sel-sel di otakku yang aktif ketika aku tidur," kata Lena sambil menunjuknya tak senang. Pilihan yang salah, karena wanita itu tampak marah sekarang."Jadi kau masih belum menerima keberadaan kami?" mendadak wanita itu sudah berada di belakang Lena. Tubuh Lena merinding seketika, seolah wanita itu memancarkan rasa takut magis pada setiap orang di dekatnya. Saat Lena menoleh ke belakang, wanita itu sudah tidak ada."Yeah, benar. Aku adalah hantu," bisik wanita itu dari belakang Lena lagi, " dan kau bisa memanggilku Hanny. Hihihihi," ia mengeluarkan tawa yang melengking, dan dalam sekejap Lena seolah dilemparkan dengan tidak nyaman ke bagian terdalam bangunan tersebut.Bagian dalam bangunan tersebut sangat gelap. Lena hanya dapat berjalan dengan bantuan cahaya remang-remang bulan yang menerobos celah-celah jendela yang pecah dan berdebu. Di sampingnya terdapat etalase boneka yang menarik perhatiannya. Etalase tersebut sudah dipenuhi banyak sarang labah-labah. Dan saat Lena mendekat untuk melihat bonekanya lebih jelas, tiba-tiba sebuah boneka anak perempuan kecil menyunggingkan senyuman mengerikannya pada Lena. Spontan Lena menjauh beberapa langkah hingga ia menabrak sebuah (patung) di belakangnya.(patung) tersebut mencengkram pergelangan lengan atas Lena dengan erat hingga membuat Lena terkejut. Lena berusaha melepaskan cengkramannya, tapi usahanya tampak sia-sia. Lena juga berusaha untuk bangun dar mimpi buruk ini, tapi ia tak kunjung bangun Kini rasa takut benar-benar memasuki hati dan pikirannya.Tiba-tiba cengkraman patung plastik itu berubah menjadi cengkraman tangan dingin yang berkuku merah panjang. Tangan Hanny."Hantu itu ada," bisik wanita itu, "atau tidak?"Lena mulai berdoa dan memberontak sekuat tenaga. Ia berhasil melepaskan cengkraman Hanny dan mematahkan salah satu kuku panjangnya. Kemudian Lena berlari sekuat tenaga, dengan kuku Hanny masih dalam genggaman, menuju ke sebuah titik cahaya terang di ujung.***Lena membelalakkan matanya dan melirik jam dinding di kamarnya. Tepat pukul 3 pagi. Mendadak seluruh tubuhnya kesemutan. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi tubuhnya seolah mati. Kemudian perlahan-lahan, setelah ia berdoa dan menyebut nama Tuhan, ia bangkit dan menatap sesuatu yang menusuk dalam genggamannya. Patahan kuku merah Hanny.Dan sekarang Lena yakin seratus persen. Hantu itu benar-benar ada.

Forever and Always
Teen
10 Feb 2026

Forever and Always

Siang itu matahari bersinar sangat terik. Nata menunggu jemputannya dengan putus asa di bawah atap jembatan sekolahnya. Padahal sudah satu jam ia menunggu. Karena ia sudah nyaris mati kelaparan, akhirnya ia berjalan menuju ke kantin sekolahnya dengan langkah gontai. Dan di saat itulah Nata melihatnya.Seorang gadis yang paling cantik yang pernah ia temui dalam hidupnya, sedang duduk sendirian di koridor bawah tangga sambil menuliskan sesuatu. Gadis itu pastilah murid pindahan dari sekolah lain, karena Nata tidak mungkin tidak menyadari kehadiran gadis secantik ini di sekolahnya.Merasa diperhatikan, gadis itu menatap Nata tidak senang, "Apa?" tanyanya dengan nada dingin."Uhm, tidak ada. Aku.. aku hanya ingin ke kantin," kata Nata sambil tersenyum gugup kemudian pergi."Tunggu!" teriak gadis itu saat Nata sudah pergi beberapa langkah. Jantung Nata sempat berdetak dengan kencang saat mendengar panggilan gadis itu. Nata sih tidak heran kalau banyak gadis yang tertarik padanya, tapi ia tidak menyangka kalau bisa secepat ini. Akhirnya, Nata berbalik menghadap gadis itu dengan senyuman manis ala selebriti yang menyambut fans-fansnya."Bukannya kantin ada di sebelah sana?" kata gadis itu sambil menunjuk ke arah sebaliknya. Pudarlah segala bayangan Nata mengenai segala adegan-adegan romantis yang mungkin bakal terjadi setelah ini."Yeah, kupikir di sana. Soalnya aku juga anak baru di sekolah ini. Haha," kata Nata sambil mempertahankan senyumannya walaupun di dalam hatinya ia rasanya ingin sekali menenggelamkan dirinya hingga tak terlihat. Bohong besar, karena sebenarnya Nathan sudah bersekolah di sini sejak TK.Nata segera menuju ke kantin sambil menahan rasa malunya. Kemudian saat ia kembali dengan antusias menuju ke tempat tadi, gadis itu sudah tidak ada lagi. Entah kenapa Nata merasa kecewa.Hari demi hari berganti, Nata semakin sering melihat gadis tersebut. Entah saat masuk sekolah, di kantin, dan lain-lain. Gadis itu tetap menunjukkan ekspresi dingin seolah ia tidak mengenalnya. Dan entah kenapa Nata menjadi semakin tertarik untuk mengenalnya.Nama gadis itu Nikki. Nata mengetahuinya dari salah satu temannya. Akhirnya Nata mencoba untuk mencari akun facebook gadis itu dan memberanikan diri untuk chatting dengannya."Hai, Nikki," sapa Nata dengan jantung berdegup kencang saat ia memulai chat dengan Nikki."Hai," jawab gadis itu pendek. Bahkan Nata bisa membayangkan suara dingin Nikki yang menyapanya."Kamu masih ingat aku?" tanya Nata dengan penuh harap."Nata de Coco? Aku ingat tadi aku baru memakanmu, rasanya enak," balas Nikki.Ups. Ternyata Nata lupa mengganti nama akun Facebooknya."Aku Natanael, murid kelas X-C" kata Nata sambil menambahkan sebuah smiley yang super gede."Oh. Kamu yang salah jalan ke kantin itu," balas Nikki. Ternyata Nikki masih mengingatnya, walaupun yang diingatnya adalah sebuah insiden yang memalukan.Saat itu Nata menghabiskan waktunya untuk chatting dengan Nikki. Walaupun balasan Nikki masih agak singkat, entah kenapa Nata merasa sangat senang.Dan tibalah hari di mana langit diselimuti awan hitam yang tebal, guntur menggelegar memekakkan telinga, dan tetesan air hujan seolah jatuh dengan penuh amarah menghantam bumi. Saat itu sudah pulang sekolah, dan Nata melihat Nikki sedang menunggu sendirian di jembatan sekolahnya. Tempat yang sama ketika Nata menunggu jemputannya sebelum ia memiliki mobil sendiri."Kamu belum pulang? Ayo, biar kuantar dengan mobilku," ajakku ketika aku menghampirinya."Tidak usah, makasih. Aku sudah menelepon supirku," jawab Nikki singkat."Okay, kalau begitu aku pulang dulu," kata Nata akhirnya.Karena Nata tahu bahwa sia-sia saja kalau ia membujuk Nikki, akhirnya ia mengalah dan mengamati Nikki dari jauh di balik kaca mobilnya.Waktu sudah berlalu setengah jam, dan Nikki belum juga menampakkan tanda-tanda sudah dijemput. Terlihat Nikki sedang menelepon seseorang, kemudian mematikan ponselnya dengan putus asa. Hujan semakin lebat dan tubuh Nikki nyaris basah kuyub terkena hujan. Akhirnya Nata keluar dari mobilnya sambil membawa jaket dan menghampiri Nikki."Pakailah, kalau tidak kamu bisa masuk angin," kata Nata sambil menyodorkannya pada Nikki. Sebenarnya Nata ingin memakaikannya seperti di adegan-adegan film romantis, tapi mengingat karakteristik Nikki, akhirnya Nata mengurungkan niatnya."Terima kasih," kata Nikki sambil mengambil jaket dari tangan Nata."Sebaiknya kau masuk ke mobilku sekarang. Aku akan mengantarmu pulang. Pokoknya kau tidak boleh menolakku lagi," kata Nata. Kali ini Nikki tidak menolaknya lagi, dan hal ini membuat Nata semakin senang.Rumah Nikki ternyata sangat jauh dari sekolah, dan lebih jauh lagi dari rumah Nata. Dan baru saja Nata mengantarkan Nikki dan ingin berbalik ke rumahnya, tiba-tiba mobilnya mogok. Ternyata mobilnya kehabisan bensin. Akhirnya Nata harus mendorong mobilnya menuju ke pom bensin terdekat dan sempat dicurigai sebagai maling.Tetapi pengorbanan tersebut ternyata tidak sia-sia, karena sejak saat itu hubungan Nata dengan Nikki semakin dekat. Mereka sering saling bercerita, mengerjakan tugas bersama, bahkan jalan berdua. Suatu hari, Nata mengajak Nikki menonton film berdua.Saat mereka sedang mengantri untuk memesan tiket, tiba-tiba ponse; Nata terjatuh. Baru saja Nata ingin mengambilnya, tanpa sengaja Nikki menginjak ponsel Nata dan kemudian layar ponselnya menjadi retak. Hati Nata mencelus saat ia akhirnya memungut ponsel kesayangannya."Ada apa ya tadi? Rasanya aku menginjak sesuatu," kata Nikki sambil memeriksa lantai, "sepertinya aku mendengar suara retak.""Tidak.. tidak ada apa-apa," kata Nata sambil tersenyum gugup."Baguslah. Soalnya setiap benda yang kuinjak pasti pecah. Pernah sekali aku tidak sengaja menginjak kaki temanku dan kuku kakinya sampai patah," kata Nikki santai seolah itu adalah hal yang biasa.Cinta memang membutuhkan pengorbanan. Nata baru saja berpikir kalau ia hanya tinggal selangkah lagi untuk mengubah status Facebooknya dari 'single' menjadi 'in relationship' saat ia melihat Nikki bersama Nikko."Hai, Nikki, mau pulang?" tanya Nata menghampiri mereka saat sepulang sekolah."Iya, sekarang kami lagi mau pulang bareng tuh," kata Nikko sambil mendekat ke arah Nikki dengan sikap posesif."Sorry, Nat. Sepulang sekolah nanti kami ingin kerja tugas," kata Nikki."Okay, hati-hati di jalan," kata Nata sambil berlalu.Jika kemarin Nata sedang berada di puncak roller coaster, mungkin sekaranglah saatnya ia menukik dan menuruni roller coaster dengan tiba-tiba. Begitulah cinta, terkadang kita perlahan-lahan diangkat menuju ke titik teratas kebahagiaan, dan kita akan dijatuhkan secara mendadak menuju titik terbawah kesedihan yang terdalam. Sekarang Nikki sudah semakin sering bersama Nikko, apalagi mereka sekelas dan selalu sekelompok.Kemudian terdengar rumor bahwa Nikki sudah jadian dengan Nikko. Baru kali ini Nata benar-benar merasa kehilangan seseorang yang dicintainya. Suatu hari Nata menghampiri Nikki di kelas saat ia sedang sendirian di jembatan sekolah."Hai, sudah lama kita tidak pernah bicara lagi," kata Nata memulai pembicaraan."Maaf, soalnya akhir-akhir ini aku semakin sibuk," kata Nikki meminta maaf."Soal Nikko, apa kalian benar-benar jadian?" tanya Nata sambil berusaha tersenyum.Nikki mengangguk pelan."Aku hanya ingin memberitahumu," kata Nata sambil menahan napas, "aku mencintaimu, Nik" sebenarnya Nata sudah lama ingin menyampaikannya."Aku tahu kau mencintai Nikko. Tapi aku hanya ingin kamu tahu satu hal. Aku akan terus mencintaimu sampai kapanpun. Aku akan menunggumu," kata Nata sambil menatap lekat mata Nikki.Belum sempat Nikki menjawabnya, tiba-tiba Nikko menghampiri mereka, "Ayo, Nik. Nanti kita kehabisan tiket," kata Nikko sambil menarik Nikki setelah melemparkan pandangan curiga pada Nata.Nikki sempat menoleh ke belakang, seolah merasa tidak enak pada Nata. Dan Nata hanya bisa terdiam di jembatan sekolah, tempat yang menyimpan banyak kenangannya bersama Nikki. Nata masih berada di sana saat mobil Nikko melesat di depannya. Nata akan terus mencintai Nikki, walaupun Nikki tidak bisa menjadi miliknya. Ia akan terus menunggunya. Forever and always.--------------

Balas Dendam
Teen
10 Feb 2026

Balas Dendam

Pagi ini adalah pagi yang tersuram dalam hidupku. Kamarku begitu dingin, hujan deras di luar sana. Tubuhku menggigil kedinginan. Aku pun memakai jaket.Aku tidak tahu harus berbuat apa, padahal aku sudah berjanjian dengannya. Aku pun termenung sejenak. Kemudian aku teringat kalau aku masih mempunyai jas hujan. Aku bergegas mengambilnya, memakainya tanpa melepaskan jaketku dan langsung berlari ke luar rumah. Aku berjalan ke belakang sebuah café tempat kami janjian, yang tidak jauh dari rumahku.Dari jauh aku bisa melihat muka masamnya. Aku segera menghampirinya, dan ia langsung menampar pipiku."Ouch!" aku mengelus pipiku yang ditampar Sheril. Sheril memang memiliki hobi menampar atau memukul orang ketika ia sedang kesal."Dari mana saja kau?! Aku sudah menunggu lama sekali! Sekarang sudah jam 5!" kata Sheril kesal sambil melirik jam raksasa yang sangat tinggi dan besar, yang dibangun di tengah kotaku. Cahaya remang-remang berpendar dari tubuh Sheril, menandakan bahwa ia adalah hantu.Setahun yang lalu, sejak aku pindah ke rumahku yang sekarang, aku mendapati Sheril sebagai hantu yang bergentayangan di rumahku. Sejak itu kami bersahabat, dan sampai sebulan yang lalu, orangtuaku mengundang seorang pastor untuk menyucikan rumahku, sehingga Sheril tidak bisa bergentayangan di kamarku lagi. Kemudian Sheril pindah bergentayangan di sekolahku, agar kami tetap bisa bertemu, walaupun hanya pada siang hari di sekolah. Dan, kemarin malam, Sheril datang ke rumahku (atau lebih tepatnya di depan rumahku), berteriak di bawah jendela kamarku yang menghadap depan rumakhu, mengajakku bertemu jam 4 pagi di belakang sebuah café yang buka pada malam hari, tepatnya di sebuah gang sempit, tempat dimana tidak akan ada orang yang memergokiku sedang berbicara sendirian.Yah, karena aku adalah bagian dari yang sedikit dari sebagian besar orang yang bisa melihat hantu, berkomunikasi dengan mereka, dan memiliki kontak dengan mereka."Tadi aku tidak tahu apa yang harus kupakai untuk melindungiku dari hujan. Aku baru ingat payungku dipinjam Carly seminggu yang lalu. Lalu, akhirnya aku sadar sepupuku pernah meninggalkan jas hujannya di rumahku ketika ia mengunjungiku. Lagi pula, aku kan tidak bisa menghubungimu kalau aku berhalangan atau semacamnya," hantu mana yang memiliki ponsel , tambahku di dalam hati."Kita langsung ke inti masalah. Kau tahu tidak, dua hari yang lalu ada kecelakaan mobil. Kurasa ada masuk Koran," kata Sheril."Tidak. Aku tidak pernah baca koran. Masa kau mengajakku bertemu hanya untuk membahas kecelakaan mobil?"" Masalahnya adalah, orang yang mengalami kecelakaan mobil itu adalah murid sekolahmu! Dan yang lebih bermasalah lagi, orang itu ingin membalas dendam!""Siapa dia? Dan bagaimana ceritanya?" tanyaku, hampir tidak percaya."Ya ampun, masa kau tidak tahu! Memangnya kau tidak bergosip atau apa, ya!" Sheril memutar bola matanya."Sekarang kan lagi libur Paskah, aku mana tahu ada kecelakaan atau apa. Kan seharian aku di rumah!""Ah, sudah. Jadi begini, dua hari yang lalu, ada seorang murid cewek, namanya Jenny, kelas X-C mengendarai mobil menuju ke pesta ulang tahun saudaranya di kota seberang. Saat ia melaju di jembatan dengan kecepatan yang sangat tinggi, tiba-tiba ada mobil lain yang melaju di depannya, kemudian Jenny berusaha menghindar, ia membelokkan setirnya, tapi karena kecepatan mobilnya sangat tinggi, sedangkan ia melakukan pembelokan secara mendadak, akhirnya ia kehilangan kendali dan mobilnya menabrak pagar jembatan, dan ia dan mobilnya terjatuh ke laut. Jenny marah dengan pengemudi mobil yang menyebabkan ia jatuh, dan ia yakin sekali kalau pengemudi mobil tersebut adalah Carly, teman sekelasmu," ceritanya panjang lebar."Apa?! Jadi maksudmu Jenny ingin membalas dendam kepada Carly?""Yeah. Itu yang kuketahui darinya. Kemarin ia ke sekolah dan menceritakan semuanya padaku. Aku sudah berusaha mencegahnya, tapi kelihatannya ia marah sekali,""Ini sulit dipercaya," kataku, agak shock ."Sudah hampir jam 5.30, sebaiknya kau cepat pulang sebelum ibumu bangun dan mendapatimu pulang pagi-pagi dengan basah kuyub."Baiklah, sampai ketemu besok pagi di sekolah," aku meningggalkan Sheril, masih bertanya-tanya, apakah ini sekadar lelucon yang dibuatnya?***Ternyata Sheril tidak bercanda, karena keesokan paginya, gosip tentang kecelakaan Jenny tersebar, dan tidak perlu dibuktikan dengan gosip yang tersebar, aku melihatnya berkeliling sepanjang koridor kelas (aku langsung tahu itu Jenny karena ia berpakaian pesta, dan cahaya remang-remang yang berpendar dari tubuhnya). Tapi karena pada saat itu banyak orang, aku menghiraukannya dan pura-pura tidak melihatnya. Dan, ternyata memang Carly pengemudi mobil itu, karena aku sudah menanyakan semuanya padanya."Jadi, pada saat ia terjatuh, kau langsung menghubungi polisi?" tanyaku pada Carly sebelum masuk pelajaran."Yeah. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Menurutmu, apa ini salahku?""Kurasa tidak sepenuhnya," jawabku asal. Walaupun Carly hanya sebatas teman kerja kelompokku biasa, aku merasa kasihan padanya.***Saat pelajaran Biologi, saat kami melakukan praktek tentang osmosis pada kentang di laboratorium biologi, akhirnya aku sadar kalau Jenny tidak main-main.Ketika Carly sedang membelah sebuah kentang dengan pisau, aku melihat Jenny menahan pisau tersebut dan membalikkannya ke arah perut Carly. Carly berteriak kaget dan berusaha menahan pisau tersebut sementara Jenny masih berusaha mendorongnya, sementara semua anak menatap Carly ngeri–beberapa berteriak. Kemudian aku menghampiri Jenny dan menahan lengannya.Reaksi kaget Jenny membuat pegangannya terhadap pisau menjadi kendur, dan di kesempatan itu Carly berhasil menjauhkan pisau tersebut darinya dan melemparkan pisau tersebut dengan ngeri.Semua orang akan mengira bahwa aku berusaha menarik pisau tersebut, mungkin hanya Carly yang akan menyadari tindakanku yang sebenarnya. Sebelum Carly sadar sepenuhnya, Bu Riana, guru biologi kami masuk ke lab dan bertanya, "Ada keributan apa tadi?""Carly ingin bunuh diri, Bu!" seru Chelsea, cewek paling mentel di kelas, sambil bergidik."Dia kerasukan!" seru Amy, sahabat Chelsea, sambil menatap Carly ngeri."Apa yang terjadi, Carly?" tanya Bu Riana."Saya tidak tahu, Bu. Tapi, kurasa sekarang semuanya baik-baik saja," Carly meyakinkan."Bagus kalau begitu. Kalian bisa melanjutkan eksperimen kalian. 30 menit lagi saya akan memeriksa hasil kerja kalian," kata Bu Riana cuek dan keluar."Tadi apa yang kau lakukan? Kau seperti menahan sesuatu," kata Carly akhirnya."Er..." aku masih bisa melihat Jenny berdiri di dekatku, menatapku kebingungan."Jadi, tadi memang ulah hantu," Carly menyimpulkan."Hah?" kataku, kaget ia bisa mengetahuinya." Feeling -ku kuat. Aku punya firasat, Jenny akan membalas dendamnya padaku, dan kau... bisa melihatnya ?""Er..." aku tidak bisa berkata apa-apa."Jadi benar? Ia benar-benar ingin membalas dendam?" Carly menatapku penasaran."Oh, aku selalu menduganya. Aku dari dulu sudah curiga memergokimu berbicara sendirian. Firasatku benar, kan? Kau bisa melihat hantu,"Aku tidak bisa menyangkalnya, "Yeah, benar. Kau benar sekali,"Carly terperangah, "kau benar-benar keren!"Bisa-bisanya ia masih bisa memikirkan kalau aku keren, sementara ia sedang diteror hantu yang ingin membalas dendam."Kau tidak takut?" tanyaku, takjub."Tidak. Aku tidak perlu takut, selama ada kau,""Aku tidak bisa menjamin kau bisa selamat," kataku pendek."Kita akan berjuang bersama, menyingkirkan hantu itu. Oh, ini bakal seru banget!" katanya antusias.Ya ampun. Ada juga orang yang senang keselamatannya terancam.***"Tolong jelaskan!" Jenny menghampiriku ketika aku baru keluar dari bilik toilet."Tenang saja, aku sudah mengunci toilet ini," katanya ketika aku melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain."Aku bisa melihat hantu," jawabku pendek. "Dan aku tidak bisa membiarkanmu membunuh orang," tambahku.Tiba-tiba Sheril muncul, "kau!" teriaknya pada Jenny."Oh. Jadi kalian berteman," Jenny menyimpulkan."Hai, Sher," sapaku. "Tadi pagi ia hampir membunuh Carly," aku mengumumkan.Sheril terbelalak, "sudah kubilang! Kalau kau mencoba untuk membunuh orang, aku akan mengantarkanmu ke tempat seharusnya!""Apa? Kau bisa?" tanyaku pada Sheril, tertarik."Tentu saja. Jenny seharusnya sudah tiba di sana, tetapi ia ngotot untuk tetap di sini," jawab Sheril."Bagaimana kau bisa melakukannya?" tanyaku penasaran."Yang pasti, aku bisa melakukannya–""Dan, ketika ia mengantarku ke tempat yang seharusnya, otomatis ia juga akan ke sana, dan tidak bisa kembali lagi," potong Jenny enteng."Apa? Kau tidak bisa melakukannya!" teriakku kepada Sheril.Kemudian ada suara ketukan pintu di luar, "Baik-baik saja di dalam?"Aku segera membuka pintu. "Maaf, tadi aku sedang berlatih drama dan lupa membuka kunci pintu," kataku kemudian beranjak pergi.***"Kau tau bagaimana caranya melenyapkan hantu?" tanya Carly saat pulang sekolah."Tidak," jawabku pendek."Ya, kau tidak tahu, tapi pasti kau tahu kalau ada yang tahu,""Maksudmu?""Kau pasti punya teman hantu kan?""Terus?""Masa dia tidak tahu," katanya sambil menatapku curiga.Sial. Firasatnya kuat sekali. Atau, jangan-jangan ia bisa membaca pikiranku?"Tidak bisa! Kalau ia melakukannya, ia juga akan pergi dan.. tidak akan kembali lagi,""Oh, jadi begitu," Carly menggumam. "Jadi, menurutmu, hidupku tidak lebih berharga dari kehadiran seseorang yang sudah mati,""Kau tidak mengerti!" teriakku."Oke, memangnya kau punya cara lain untuk melenyapkannya?""Aku akan mencari cara lain.. asal tidak mengorbankan sahabatku," kataku sambil meninggalkannya.***"Pokoknya dia harus mati!" aku bisa mendengar Jenny terisak di depan gerbang sekolah, ditemani oleh Sheril."Kalau dia mati, tetap tidak bisa mengubah keadaan, kan?" protes Sheril. "Kalau kau berbuat macam-macam, aku akan bertindak.." tambahnya.Aku mendekati mereka, "jangan lakukan itu, Sher," bisikku."Hanya itu yang bisa dilakukan, Han," kata Sheril."Aku akan mencari cara lain. Awasi dia, Sher, kau tahan emosimu, jangan sampai marah dan membuatnya tidak senang," bisikku sambil memandang lantai agar tidak ada yang memergokiku sedang berbicara sendiri lagi.Aku segera pergi sebelum Sheril membantah. Semoga saja ada kejaiban.***Keesokan paginya, Jenny tampaknya sudah tidak seagresif kemarin. Ia malah termenung sepanjang hari."Apa yang kau lakukan dengannya? Apa kau memukulnya sampai ia tidak berdaya?" aku mengajak Sheril ke ruang ganti yang kosong saat istirahat."Ngomong apa sih kau! Semalam aku menceramahinya. Ternyata ia Katolik, sama denganku," katanya sambil tersenyum."Kau benar-benar hebat!" kataku terpana."Sebenarnya ia anak baik-baik. Mungkin karena ia baru meninggal, sehingga emosinya tidak terkontrol. Apalagi terjadinya mendadak," kata Sheril."Jadi, dulu kau juga begitu?" tanyaku."Hm," jawab Sheril pendek. Sepertinya ia tidak mau membahasnya."Carly akan kecewa," kataku"Apa?" tanya Sheril bingung."Ia sangat mengharapkan sesuatu yang seru dan menegangkan," aku tertawa."Sheril," Jenny muncul tiba-tiba sambil tersenyum riang."Pacarku dari sekolah lain, ternyata ia juga bisa melihat hantu!" teriak Jenny."Bagus sekali," Sheril ikut senang.Aku tidak bisa berkata apa-apa saking senangnya. Well , kurasa masalah ini sudah berakhir bahagia.

Hantu jaring
Horror
10 Feb 2026

Hantu jaring

"Hujan panas?" Ya. Tak mendung, matahari bersinar cerah, dan hujan. Seringkali berupa rintik atau rinai. Saat itulah aku jadi galau. Ada perang berkecamuk di batinku. Antara bahagia dan duka.Entah, tiba-tiba saja pikiranku melayang ke masa kecil dulu. Mungkin saja masa itu tak terlalu indah. Namun aku senang mengingatnya. Karena mengenangnya diam-diam mampu menghadirkan bahagia.Kami, anak-anak kampung, percaya hujan panas saatnya hantu jaring keluar sarang. Hantu itu akan berkeliaran membuat celaka siapa saja yang tak mengacuhkan hujan panas, terutama anak-anak. Apalagi jika hujan panas itu terjadi di hari Jumat, teror hantu jaring akan semakin hebat.Di hujan panas, segala kegiatan yang berhubungan dengan manjat-memanjat harus segera dihentikan. Hal itu merupakan santapan empuk hantu jaring. Karena jika berjalan, hantu jaring hanya bisa melihat ke atas. Kepalanya selalu menengadah saat berkeliaran. Jika tidak, siapa pun yang berani memanjat pohon saat hujan panas, pasti akan celaka. Bisa saja mendadak kakinya terpeleset dan badannya terjatuh ke tanah.Tidak, tidak, tidak! Untuk keperluan yang mendesak, kau bisa saja memanjat dengan selamat walau di saat hujan panas. Sini, kuberitahu rahasianya. Kami, anak-anak kampung, punya cara khusus agar tidak terlihat oleh hantu jaring. Untuk bisa menghilang dari pandangan hantu jaring ini, kami menyisipkan daun-daunan di sela bagian atas daun telinga. Biasanya rumput atau ilalang. Sebelumnya, daun itu –maksudku rumput atau ilalang itu– dibacakan mantra terlebih dahulu. Mantranya hanya satu kata. Ada yang menyebut 'al-Qur'an', ada 'sajadah', 'masjid', atau 'kopiah', dan sebagainya. Pokoknya semua benda yang berkenaan dengan ibadah atau hal-hal yang dianggap baik dan suci. Tapi dalam satu kelompok, mantranya tidak boleh ada yang sama.Dengan jimat itu, kami bebas melenggang ke mana saja, atau berbuat apa saja, tanpa khawatir celaka. Dengan demikian adil sudah: kami tidak bisa melihat hantu jaring, hantu jaring pun tak bisa melihat kami.Ceritanya akan berbeda jika hantu jaring itu terlihat. Ada wujudnya.Di Bukit Batu, kampung sebelah tempat kami biasa mencari biji karet, ada seorang nenek aneh. Kerjanya mencari kayu bakar atau pucuk pakis untuk sayur. Wajahnya jelek. Mengerikan. Tubuhnya kecil. Rumah (atau lebih tepat dibilang gubuk)nya juga kecil. Sangat kecil, bahkan dibanding rumah orang termiskin di kampung kami sekali pun. Rasanya rumah itu tak layak dihuni manusia.Wajah nenek itu tampak lebih menyeramkan saat hujan panas. Saat itulah kami yakin ia akan segera berubah menjelma hantu jaring. Kami lari lintang-pungkang. Semakin kuat dan jauh kami berlari, kami makin yakin nenek yang telah menjelma hantu jaring itu selalu mengikuti.Anehnya, saat itu mata kami rasanya semakin tajam. Apalagi untuk melihat jambu monyet yang tampak merahnya begitu merona. Tapi kami takut. Keinginan mendalam segera memetik jambu monyet yang menantang harus dipendam. Mengingat wajah seram nenek itu, kami jadi tak percaya jimat apa pun akan mempan.Keesokan harinya, saat kembali ketika panas tak lagi hujan, jambu monyet tak ada lagi di pohonnya. Kami pun mengutuk nenek itu. Kami datangi gubuknya. Kami hujani gubuk itu dengan olok-olokan. Segala olokan hadir di sana. "Hei, nenek jelek!" itu yang paling nyaring terdengar. Kami bangga bisa membalas dendam. Kami puas. Kesumat telah dibayar tunai.Kau tahu? Hujan panas juga mengingatkanku pada Ibu. Ibuku menghembuskan nafas terakhir saat hujan panas. Masih terngiang di telingaku bagaimana Ibu memarahiku karena tahu ulah kami terhadap nenek itu. Aku tak sempat meminta maaf kepada nenek itu. Bahkan aku belum sempat minta maaf pada Ibu.Sekarang, setiap hujan panas, aku selalu berharap Ibu dan nenek itu bisa hadir menemuiku. Walau sebagai hantu jaring. Aku ingin mengucapkan maaf.

Teror
Teen
10 Feb 2026

Teror

"Iya, Ma. Kami tahu," Crystal berbicara di teleponnya di pinggir jalan sebuah mall bersama Cristy, adik kembarnya, menjelang malam."Hei, kami hanya berbelanja lima kantong saja, kok–iya, Ma. Mama bisa menjemput kami sekarang, kok," Crystal sibuk menerima telepon Mama, sedangkan Cristy menatap sebuah toko pakaian di seberang jalan."Crystal, kau lihat itu!" pekiknya setelah Crystal menutup teleponnya."Tidak lagi Cristy, Mama melarang kita membawa lebih dari lima kantong belanjaan. Lagian Mama akan menjemput kita dalam waktu 30 menit," Crystal tahu apa maksud Cristy. Ia sudah hafal betul sifat adiknya itu."Ayolah, kau lihat dulu dress itu. Kita hanya perlu menyeberang dan itu tidak membutuhkan waktu lebih dari 30 menit ," Cristy memelas kepada Crystal sambil menunjuk sebuah toko pakaian.Crystal akhirnya melihat ke arah yang ditunjuk Cristy. Dress mini itu memang sangat cantik, apalagi dress itu berwarna pink, warna kesukaan mereka. "Oke, ingat, hanya sepotong, dan tidak lebih," Crystal akhirnya mengiyakannya dan wajah Cristy berubah ceria seketika.Crystal tidak tahu kalau keputusannya salah besar. Karena baru saja mereka menyeberangi jalan raya, sebuah taksi kuning meluncur dengan cepat ke arah mereka, dan sebelum mereka sempat menyadarinya, taksi itu menabrak mereka.Segalanya terjadi begitu cepat sebelum Crystal menyadarinya. Ia mengingat-ingat apa yang telah terjadi barusan. Ia akhirnya mengingat bayangan sebuah taksi yang menabrak mereka, suara klakson yang begitu memekakkan telinga, dan tubuh Cristy terlempar dan menimpa Crystal. Seluruh badannya sakit sekali. Ia langsung teringat dengan Cristy dan merasa takut akan keadaannya. Dengan susah payah ia bangun, dan ia melihat sesuatu yang paling mengerikan dalam hidupnya.Cristy tergeletak tidak jauh darinya, dengan sekujur tubuh penuh darah. Hal yang paling menakutkan bagi Crystal adalah darah, dan sekarang ia menemukan Cristy dalam keadaan berlumuran darah, terlebih lagi ia tidak tahu dan tidak berani tahu apakah Cristy masih hidup atau sudah mati. Hal itu membuat hatinya serasa ditusuk oleh ribuan paku. Ia shock sekali. Rasanya Crystal ingin menangis sekeras-kerasnya. Tapi ia terlalu lemah sekarang. Kepalanya pusing sekali. Orang-orang mulai menghampiri mereka dan menanyakan keadaannya. Tetapi Crystal tidak bisa mendengarkan mereka, dan perlahan-lahan segalanya mulai gelap, dan ia tidak ingat apa-apa lagi.Tiba-tiba saja Crystal sudah mendapatinya di sebuah ruangan ketika ia terbangun. Ia sadar bahwa ia sedang berada di rumah sakit. Ia kembali mengingat kecelakaan tadi. Crystal langsung teringat kepada adikknya. Memikirkannya sudah membuatnya ketakutan. Hatinya hancur. Ia menangis sekeras-kerasnya. Seketika itu Mama datang menghampirinya dengan cemas dan memeluknya."Keadaan Cristy agak parah dan dia belum sadar sekarang," kata Mama lemah. Crystal menangis semakin keras dan terus menyalahkan diri, sementara Mama terus menghiburnya. Mama memang jauh lebih teguh daripada Crystal, dan sifat ini tidak diturunkan kepada Crystal, melainkan kepada Cristy.Sebenarnya Crystal sudah dibolehkan untuk pulang, tetapi masih harus rutin menjalani pemeriksaan ke rumah sakit. Tetapi Crystal tidak ingin meninggalkan Cristy. Akhirnya Crystal pulang dengan bujukan Mama dan paksaan Papa.Biarpun begitu, Crystal tidak bisa tenang sepanjang hari. Ia selalu teringat akan kecelakaan itu. Ia selalu teringat dengan taksi kuning yang melaju cepat ke arahnya dan tubuh Cristy yang berlumuran darah. Ia selalu membayangkannya dimanapun dan kapanpun.Keesokan harinya, Crystal pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Ia berjalan di sepanjang pinggir jalan, menunggu taksi yang lewat. Tiba-tiba saja sebuah mobil melaju kencang. Mobil itu adalah sebuah taksi. Taksi itu menuju ke arah Crystal, semakin lama semakin cepat. Crystal merasa ketakutan, dan tanpa sadar ia menarik salah seorang di dekatnya dan mendorongnya ke arah taksi itu.Pada saat itu, orang tersebut langsung ditabrak oleh taksi itu dan terlempar. Kejadiannya sama persis dengan kecelakaan kemarin. Orang itu tergeletak di dekat Crystal dan berlumuran darah, persis dengan Cristy. Sedangkan taksinya hilang entah ke mana. Kemudian Crystal berteriak.Semua orang di sekitarnya langsung melihat Crystal dengan kaget bercampur ngeri. Ada beberapa yang menjauhi Crystal seolah takut Crystal akan melemparkan mereka ke jalan raya. Bahkan Crystal melihat ada seorang yang menelepon polisi.Crystal ketakutan, "Aku tidak sengaja!" Kemudian Crystal berlari sekuat-kuatnya, meninggalkan tempat itu.Crystal tidak tahu seberapa jauh dan seberapa lamanya ia berlari. Pikirannya kacau. Ia tidak habis pikir kenapa taksi kuning itu bernafsu sekali untuk menabraknya. Ia telah membunuh dua orang. Tidak, tetapi hampir membunuh dua orang. Ia bahkan tidak tahu apakah orang tadi masih hidup atau sudah mati. Rasanya ia ingin mati.Setelah kecapekan berlari, ia berhenti dan mendapati dirinya sedang berada di sebuah taman yang biasa sering dikunjungi. Crystal langsung memasuki taman itu, dan duduk di sebuah bangku taman yang biasa Crystal dan Cristy duduki. Seketika itu juga, ponselnya berdering. Ternyata itu adalah Felix, sahabatnya."Crystal, ibumu mengatakan kalau kau kecelakaan. Kenapa kau tidak bilang padaku, hah? Bagaimana keadaanmu sekarang? Kau di mana sekarang?" Felix langsung menanyakan segudang pertanyaan ketika Crystal mengangkat teleponnya."Dengar, begitu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini, dan aku hampir gila sekarang. Maafkan aku kalau aku tidak sempat memberitahukannya padamu, Felix," Crystal begitu senang Felix meneleponnya. Kemudian ia menarik nafas dalam-dalam, "Felix, aku–""Crystal, kau di mana? Agar aku bisa menjemputmu sekarang. Ibumu mencarimu," kata Felix tak sabar.Crystal ingin sekali bertemu dengan Felix dan menceritakan semuanya, tetapi ia mengurungkan niatnya. Ia takut untuk menceritakannya. "Aku tidak tahu. Maaf, Felix, aku benar-benar kacau sekarang," Crystal langsung menutup teleponnya dan menangis.Setelah cukup lama menangis, ia beranjak dari bangku taman dan berjalan di sepanjang pinggir jalan. Ia tidak tahu ingin pergi ke mana. Ia terus berjalan, dan ia baru sadar kalau di depannya ada sebuah taksi kuning. Taksi yang persis dengan taksi yang menerornya. Perasaan takut langsung menjalari sekujur tubuhnya.Taksi itu tidak bergerak sama sekali. Crystal mendekati taksi itu dengan ketakutan. Ia ingin sekali memarahi dan memukul pengemudinya habis-habisan. Ia mengintip jendela depan taksi, dan ia langsung berteriak ketakutan.Ia melihat tubuh Cristy duduk di samping pengemudi, dengan tubuh terkulai, dan berlumuran darah.Crystal berlari menjauhi taksi tersebut dan berusaha melupakan bayangan tadi. Ia sudah muak dengan darah. Ia tidak habis pikir bagaimana Cristy bisa ada di dalam taksi itu. Ia merasa ia sudah gila sekarang. Crystal terus berlari hingga ia hampir bertabrakan dengan Felix."Crystal, rupanya kau di sini, aku mencarimu ke mana-mana," seru Felix lega, kemudian berubah menjadi cemas, "kau tampak kacau."Crystal memang tampak sangat kacau saat itu. Pakaiannya basah oleh keringat karena berlari seharian, dan rambutnya sangat berantakan. Kemudian, Crystal tidak tahan lagi dan langsung menceritakan segalanya kepada Felix. Tetapi Felix tampak tidak begitu mendengarkannya."Crystal, bagaimana kalau kita makan siang dulu sambil membicarakan ini. Kurasa kau belum makan apa-apa sejak pagi,"Maka akhirnya mereka makan siang di sebuah restoran terdekat. Crystal sekalian mencuci muka di toilet. Betapa kagetnya ia saat melihat penampilannya di cermin. Ia seperti dikejar orang gila. Oke, pada kenyataannya ia memang diteror."Betul, Pak. Ia sedang bersamaku di Restoran Vista. Bapak bisa ke sini sekarang," Crystal tidak sengaja mendengar percakapan Felix di telepon."Kau menelepon polisi?" tanya Crystal marah bercampur sakit hati ketika Felix menutup teleponnya."Aku–tidak, Crys, kau salah paham–""Teganya kau! Kau anggap aku ini apa? Kriminal?" teriak Crystal sakit hati dan kemudian pergi meninggalkan Felix."Crystal, kau salah paham! Ibumu mencarimu!" teriak Felix.Crystal tidak mempercayai Felix. Ia berlari meninggalkan restoran sementara Felix mengejarnya. Ia terus berlari sekencang-kencangnya. Ia tidak percaya bisa-bisanya Felix melaporkannya pada polisi.Setelah ia merasa aman dari kejaran Felix, ia berhenti. Lagi-lagi ia menangis. Ia merasa hari ini ia sangat cengeng. Badannya sakit semua akibat lari seharian.Tiba-tiba ia merasa menyesal tidak mendengarkan Felix. Tidak mungkin Felix melaporkannya pada polisi. Barangkali Crystal terlalu paranoid. Maka ia berjalan menuju ke rumah Felix dengan tertatih-tatih. Ia belum makan sejak pagi, dan tadi ia hanya sempat meminum sedikit air di restoran.Dengan susah payah, akhirnya ia sampai di depan rumah Felix. Ia mengetuk pintu rumahnya, tetapi tidak mendapat respon apapun. Mngkin Felix tidak ada di rumahnya, padahal hari sudah menjelang sore.Ia mencoba membuka pintu, dan pintunya tidak terkunci. Felix memang terkadang lupa mengunci pintu rumahnya, dan sekarang hal itu menguntungkan Crystal. Ia bisa mengambil sedikit makanan dari rumah Felix. Oke, kedengarannya memang seperti pencuri, tetapi toh ia sudah sangat lapar sekarang.Baru saja ia memasuki rumah Felix, dan ia tidak kuat untuk berteriak lagi. Sekujur tubuhnya bergetar ketakutan.Felix terkapar di ruang tamunya, dengan tubuh tersayat-sayat dan berlumuran darah. Crystal berlari keluar rumah dan menemukan beberapa orang polisi yang hendak menuju ke rumah Felix. Tanpa berpikir panjang, Crystal mendobrak mereka dan berlari menjauhi rumah Felix sekaligus para polisi tersebut."Hei! Berhenti!" para polisi mengejar Crystal.Crystal tidak habis pikir bagaimana semua ini bisa terjadi. Para polisi mengira ia adalah pembunuh sekarang. Crystal berpikir, jangan-jangan semua kecelakaan ini disengaja. Ada orang yang menerornya. Tetapi siapa yang melakukan semua ini? Padahal selama ini ia tidak pernah memiliki musuh atau semacamnya. Crystal benar-benar takut. Masa depannya hancur sekarang.Setelah ia lama berlari, akhirnya para polisi itu tidak mengejarnya lagi. Crystal terlalu lapar. Ia melihat seorang anak kecil yang membawa sekantong roti. Ia langsung merebutnya dan berlari meninggalkan anak kecil yang menangis.Setelah memakan dua buah roti, Crystal merasa lebih bertenaga. Hari menjelang malam dan ia tidak tahu harus kemana. Rasanya ia ingin bangun dan mendapati semua ini hanya mimpi. Semua kejadian ini berlangsung begitu mendadak. Begitu mengerikan.Ia berjalan sepanjang jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Hari semakin malam, dan tiba-tiba ada sebuah taksi kuning melaju dari kejauhan.Segera saja Crystal berlari dengan ketakutan, sementara taksi itu terus mengejarnya. Ia akhirnya memasuki sebuah gang sempit dimana taksi itu tidak dapat melewatinya. Ia merasa lega. Ia hampir kehabisan nafas.Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya. Betapa kagetnya ia karena orang itu adalah Felix! Crystal mundur beberapa langkah sambil ketakutan, sementara Felix mendekati Crystal sambil tersenyum sinis."Kau–kau kan sudah..." kata Crystal kaget.Crystal terus melangkah mundur dan ia benar-benar lemas ketika melihat taksi kuning itu berada di belakangnya, di ujung gang, seolah sedang menunggu kedatangannya. Sekarang Crystal benar-benar terpojok.Crystal benar-benar tidak mengerti. Jangan-jangan Felixlah yang berada di balik semua kecelakaan ini. Tapi, bagaimana mungkin....?"Jadi selama ini kau yang... Tapi bagaimana–" Crystal tidak mampu melanjutkan kata-katanya.elix tertawa. Lama-lama ia tertawa semakin keras. Suara tawanya membuat Crystal merinding. Crystal ketakutan dan langsung mendorong Felix kemudian kabur.Setelah keluar dai gang, ia melihat taksi kuning itu melaju ke arahnya. Ia berteriak ketakutan dan tidak sanggup menggerakkan kakinya. Seketika itu ada yang menarik bahunya. Crystal berteriak semakin keras."Crystal!" teriak seseorang yang menarik bahunya. Betapa leganya Crystal karena orang itu adalah Mama.Crystal langsung memeluk Mama sambil menangis. Ia menoleh dan taksi kuning itu telah menghilang entah kemana. Kemudian Papa menghampirinya dan memeluknya. Crystal menyadari betapa rindunya ia terhadap orangtuanya.Ia akhirnya melihat beberapa polisi dan mobil polisi mereka ada di situ. Mama dan Papa membawa Crystal pulang dengan mobil polisi. Awalnya Crystal tidak mau, tetapi Mama membujuknya, dan Crystal langsung mengiyakannya. Selama di mobil, Crystal menceritakan semuanya kepada Mama.Sesampai di rumahnya, Crystal makan banyak sekali makanan. Rasanya ia sudah tidak makan selama berbulan-bulan. Setelah makan, ia menemui orangtuanya dan mendapati Papa sedang berbicara dengan seorang polisi. Crystal kemudian mendekati Mama."Ma, aku tidak ingin masuk penjara..." Crystal memeluk Mama sambil ketakutan."Crystal, Mama ingin membicarakan sesuatu denganmu," kemudian Mama membawa Crystal ke tempat yang lebih sepi."Ma, aku tidak bersalah... aku tidak mengerti, Ma... tapi Felix masih hidup–""Crystal, dengarkan Mama," potong Mama, "kau memang tidak bersalah, Crystal, sebenarnya semua yang kau lihat dan kau alami hari ini itu... tidak nyata."Crystal memasang tampang terbingung yang pernah ia ekspresikan."Begini Crystal, kau mungkin terlalu stress, dan kau mengalami halusinasi. Tadi pagi dokter yang memeriksamu memberitahukan Mama kalau kau trauma akibat kecelakaan kemarin. Dan kau mungkin saja mengalami halusinasi,"Crystal lebih memilih tidak makan seharian ketimbang mengetahui informasi ini. Ternyata ia telah gila."Crystal, kau tidak gila, mungkin dengan terapi kau akan sembuh," kata Mama seolah mengetahui pikiran Crystal.Rasanya Crystal seperti ditinju keras-keras. Ternyata semua yang dia alami hari ini, mulai dari taksi kuning hingga Felix yang gila, semuanya tidak nyata. Semuanya hanyalah halusinasinya.Crystal akhirnya menurut semua perkataan Mamadan menjalani terapi. Setidaknya ini sudah lebih baik. Ia tidak akan diterorlagi, selama Mama terus bersamanya. Segala mimpi buruknya telah berakhir. Danbeberapa bulan kemudian, Crystal benar-benar sembuh, terlebih lagi, Cristysudah sadar, walaupun Cristy mengalami amnesia.----------

Kolong Wewe
Horror
10 Feb 2026

Kolong Wewe

Kolong Wewe atau Wewe Gomble adalah roh wanita yang dipercaya meninggal bunuh diri. Dia mengakhiri hidupnya setelah membunuh suaminya. Sebelumnya dia dikejar-kejar warga akibat perbuatannya tersebut. Pembunuhan itu dia lakukan karena memergoki suaminya selingkuh dengan perempuan lain.Konon katanya, sang suami selingkuh karena istrinya tidak dapat memberikan keturunan. Karena tidak bisa mempunyai anak, ia dibenci oleh suaminya dan dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel.Setelah mati bunuh diri, kemudian dia menjadi hantu wewe gombel. Setidaknya cerita itu ditulis dalam buku: 666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia, yang ditulis Tim Pustaka Horor.Dalam penuturuan masyarakat, hantu wewe gombel juga diceritakan sering menculik anak kecil yang sedang bermasalah dengan orangtuanya. Dia menculik anak kecil dan menyembunyikannya. Kemudian wewe gombel menakut-nakuti orang tuanya. Setelah orang tuanya sadar bahwa apa yang dia lakukan pada anaknya salah, baru wewe gombel akan melepaskannya. Bukankah perbuatan wewe gombel ini bisa dibilang baik bukan? :DAsal usul wewe gombel ini konon berasal dari daerah 'Bukit Gombel' di Semarang, Jawa Tengah. Beberapa orang mempercayai bahwa daerah itu merupakan wilayah kerajaan hantu. Peristiwa kemunculan wewe gombel ini terjadi di wilayah Semen, Wonogiri dan Klaten, Jawa Tengah.Ciri khas dari wewe gombel atau kolong wewe ini memiliki payudara atau buah dadanya yang besar, menjuntai seperti buah pepaya. Mitos lain mengatakan bahwa anak-anak yang diculik oleh wewe gombel akan di beri makan tai, tokai, atau kita sebut saja dengan kotoran manusia (eek). Dia akan menyuapi anak-anak tersebut secara paksa.Terkadang juga anak-anak yang diculik akan melihat kotoran manusia terlihat seperti makanan lezat yang paling ia sukai. Tujuannya memberikan kotoran manusia tersebut adalah membuat anak menjadi bisu agar tidak bisa menceritakan apa yang telah ia alami ataupun bentuk dari wewe gombel yang menyeramkan tersebut.Cerita hantu wewe gombel ini jugasering digunakan oleh orangtua untuk menakut-nakuti anak agar tidak keluyuran keluar rumah sendirian."awas jangan keluar sendirian nanti digondol (dicuri) wewe gombel" , mendengar ancaman seperti itu si anak biasanya takut.Untuk dapat menemukan anak yang dicuri oleh wewe gombel, caranya dengan keliling rumah atau kampung sambil menabuh tampah (nampan besar terbuat dari anyaman bambu), sambil bernyanyi "blek-blek ting, blek-blek ting (menyebut nama anak yang hilang) muncula atau keluarlah," dinyanyikan sambil keliling rumah atau kampung tujuh kali. Kemudian sang anak akan muncul dengan sendirinya.

Kuyang
Horror
10 Feb 2026

Kuyang

Hantu Kuyang KalimantanMisteri Hantu Kuyang Kalimantan Konon Merupakan Ilmu Hitam Untuk KeabadianSebagaimana yang kami tuliskan di atas, hantu ini memang merupakan wujud makhluk halus yang kerap ditemukan di wilayah kalimantan khususnya kalimantan timur dan tengah. Kota-kota besar seperti Banjarmsin, Juga Barabai dan Buntok, Samarinda, konon menjadi tempat paling banyak ditemukan . Tak heran jika warga setempat sangat mempercayai kebenaran cerita dan kisah misteri ini, bahkan beberapa waktu yang lalu ada isu yang memberitakan bahwa makhluk ini ditangkap warga Kalimantan Timur. Wujud dari penampakan hantu ini kerap digambarkan hampir mirip dengan glundung pringis di jawa dan leak di pulau bali yakni berupa kepala manusia. Hal yang membedakannya ialah wujud yang menyertai kepala tersebut.Wujud Hantu KuyangWujud hantu kuyang kalimantan dalam misteri konon merupakan ilmu hitam untuk keabadianHantu kuyang merupakan wujud makhluk dengan kepala seperti manusia dan anggota badan berupa organ dalam tubuh manusia. Yang lebih menyeramkan lagi sosok gaib ini dapat terbang dan melayang di udara. Sebagian orang meyakini bahwa asal usul dan sejarah dari jenis makhluk tak kasap mata ini bermula dari sebuah ilmu hitam untuk keabadian yang dilakukan oleh seseorang. www. Hantu kuyang. Com. Sangat mengerikan memang jika kita lihat dari beberapa foto penampakan serta kita kaitkan dengan cerita yang telah melegenda di masyarakat sekita. Sebagian orang lainnya menganggap bahwa kuyang merupakan jelmaan dari seseorang yang menganut ilmu hitam dan pada waktu-waktu tertentu menjelma sebagai hantu untuk mencari mangsa darah bayi yang baru lahir atau wanita yang sedang melahirkan.Bisa kita bayangkan wujud dari makhluk yang digambarkan sebagai wajah seorang perempuan bermata merah serta memiliki taring panjang. Itu belum seberapa, yang lebih menakutkan lagi ialah penampakannya yang secara tiba-tiba dan terbang serta merayap dari pohon satu ke pohon lainnya untuk mengintai mangsa. Selain itu wujudnya itu lho berupa kepala dengan badan organ dalam manusia seperti jantung, hati, paru-paru serta usus yang menggelantung wah gak tahan pasti kalau kita melihat dan menemukannya dengan mata kepala sendiri.Asal Usul Hantu Kuyang Misteri Hantu Kuyang Kalimantan Konon Merupakan Ilmu Hitam Untuk KeabadianIlmu hitam untuk keabadian, inilah yang kerap dituturkan oleh orang-orang kalimantan. Selain dipercaya sebagai salah satu makhluk tak kasap mata, makhluk ini juga dikenal sebagai jelmaan manusia yang sedang mempelajari ilmu hitam. Konon pada siang hari wujudnya merupakan manusia sebagaimana biasanya, pada kesempatan ini si pencari ilmu hitam melakukan pengamatan pada orang-orang sekitar untuk mencari mangsa pada malam harinya.Dari sinilah kemudian cerita misteri hantu kuyang kalimantan konon merupakan ilmu hitam untuk keabadian tumbuh dan melegenda di masyarakat sekitar seperti Banjarmasin, Barabai, juga Buntok dan Banjarmasin. Tak heran jika makhluk ini juga kerap disebut sebagai makhluk jadi-jadian. Sumber yang sama menyatakan bahwa makhluk ini biasanya bermula dari seorang wanita yang ingin memiliki wajah awet muda atau dalam kata lain mencari keabadiaan serta menganut ilmu hitam tertentu. Dan salah satu syarat untuk mewujudkan keinginannya tersebut ialah dengan memangsa bayi yang sedang lahir atau bisa juga menghisap darah saat proses melahirkan seseorang. Entah bagaimana kebenaran misteri tersebut sepertinya tidak ada orang yang dapat menjelaskan dengan pasti.Di lain sisi ada juga sumber yang menjelaskan bahwa jika hantu kuyang tidak menumukan mangsa berupa wanita yang sedang melahirkan maka ia akan terbang dan berkeliaran di sekitar rumah-rumah penduduk konon mencari bekas pembalut seseorang yang di buang. Kurang kerajaan aja ya sepertinya mencari pembalut bekas? Hadewh namun memang demikian asli cerita yang menjadi misteri hingga kini. Sumber tersebut menambahkan bahwa pembalut bekas tersebut akan dihisab nodanya (darah menstrulasi wanita) sebagai ganti darah wanita yang sedang melahirkan/ bayi yang sedang lahir. Hebohnya lagi jika ia tidak menemukan pembalut konon makhluk jadi-jadian ini akan mendatangi para wanita khususnya yang sedang datang bulan dan menjilati serta menghisap darah kotor/ menstrulasi wanita tersebut. Hiii makin ngeri juga ya kisah yang beredar ini.Menangkal SeranganIlustrasi Hantu Kuyang Kalimantan dalam Mencari MemangsaDengan adanya cerita misteri hantu kuyang kalimantan konon merupakan ilmu hitam untuk keabadian kemudian tumbuh kepercayaan pada masyarakat sekitar seperti Banjarmasin, Barabai, juga Buntok dan Samarinda pada masa lalu atau bahkan saat ini untuk menangkal serangan dari kuyang tersebut. Konon makhluk ini takut dengan bawang-bawangan seperti bawang putih dan bawang merah. Tak heran jika para wanita yang sedang hamil tua akan menyimpan bawang merah dan bawah putih di bawah kasur tempat mereka tidur guna menangkal serangan hantu jadi-jadian ini. Bagaimanapun kebenaran dari cerita tersebut demikianlah yang menjadi kenyataan di masyarakat kita.Dari cerita lain kedatangan hantu ini memiliki beberapa ciri seperti adanya lintasan bintang mendekati rumah/ pohon dan juga dapat menjelma sebagai seekor hewan baik burung, kucing, anjing, dan lain sebagainya yang mencurigakan dan seakan mengintai sesuatu serta melihat kondisi sekitarnya. Jika sudah terjadi demikian orang-orang kalimantan pada jaman dulu kerap berteriak sambil melempari berbagai benda yang ada baik batu maupun kayu ke arah kuyang tersebut. Selain dengan tindakan demikian kuyang biasanya akan berusaha ditangkal oleh masyarakat pada jaman dahulu dengan membunyikan peralatan dapur seperti wajan, panci, dan lain sebagainya agar kuyang beranggapan bahwa di tempat tersebut banyak orang sehingga tidak jadi mendekat. Lain halnya dengan perabotan rumah, sebagian lainnya ada yang mempercayai bahwa menangkal serangan hantu kuyang dapat dilakukan dengan cara membakar sampah hingga menimbulkan asap yang membumbung, selain sampah tumpukan daun atau kulit bawah baik bawang merah maupun bawang putih juga akan disertakan di dalamnya. Entah apa maksud dari filosofi tersebut hingga kini memang masih menjadi misteri.Misteri hantu kuyang memang sangat mengerikan, konon di Kalimantan Timur pernah ada orang yang dapat menemukan dan menangkap makhluk jadi-jadian ini. diceritakan bahwa jika hantu ini tertangkap maka ia bersedia memberikan apa saja yang diminta oleh orang yang menangkapnya. Hal ini dilakukan agar tidak diketahui siapa dirinya.Demikian ulasan mengenai hantu kuyang berasal dari kalimantan timur dan tengah, mulai dari kota Samarinda, Banjarmasin, Barabai, Hingga Buntok. Semoga dapat memberikan sedikit gambaran dan wawasan terkait kepercayaan, cerita misteri yang melegenda serta kisah hantu tentang misteri hantu kuyang kalimantan konon merupakan ilmu hitam untuk keabadian yang terjadi di wilayah Pulau Kalimantan.

hantu Bangku kosong
Horror
10 Feb 2026

hantu Bangku kosong

Grace masih duduk termenung di mobilnya. Dia tampak sedang asyik memandang sesuatu untuk dilumatkan dalam pikiran-pikirannya.Gedung sekolah dengan arsitektur Belanda itu sudah sangat tua, tapi masih berdiri kokoh.Air hujan mengalir tanpa henti di kaca depan mobil, membuat kesan padat gedung itu berubah menjadi kesan cair.Grace mengambil payung dari bawah jok tempat duduk dan beranjak keluar. Dari arah lapangan murid-murid dengan baju olahraga enggan berteduh.Dari arah koridor seorang perempuan meniup peluit dengan keras.“ Anak-anak! Ayo cepat berteduh! Jangan bandel! Sudah gede kok masih suka hujan-hujanan, “Hardikan itu tak cepat dituruti oleh murid-murid SMA Permata Bunda yang sudah dimanjakan oleh sensasi hujan yang menggelitik.Grace berjalan cepat-cepat menuju koridor. Dengan menatap dan penuh percaya diri dia menghampiri perempuan tadi.“ Maaf, saya ingin bertemu dengan kepala sekolah.”Perempuanitu memandang Grace dengan mata menyelidik.“ Saya Grace. Guru pengganti yang baru.”“ Ah, Anda pengganti Ibu Melisa. Mari saya antar ke ruangan ibu Janet.”Perempuan itu akhirnya mengantarkan Grace ke ruangan kepala sekolah.“ Ini ruangan ibu Janet.”Grace mengangguk. Perempuan tadi yang bernama Dewi mengetuk sebuah pintu kokoh dengan warna kayu yang masih dipertahankan.Sebuah suara menyahut dari dalam.“ Masuk!”“Ibu Janet, guru pengganti Bu Melisa sudah hadir.”“ Suruh masuk.!”“Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu, silakan” kata Dewi“Terima kasih Dewi”Dewi menutup pintu dan sosoknya segera menghilang.Ibu Janet dan Grace saling berbicara di dalam ruangan itu.Setelah berbincang-bincang,Ibu Janet mengantarkan Grace pergi untuk melihat kelas 3A.“ Bu Grace, silakan anda memperkenalan diri pada siswa kelas 3A.”“ Baik Bu, anak-anak nama saya Grace … Grace Damayanti.Saya disini akan menjadi wali kelas kalian yang baru.Saya kira cukup. Tidak ada yang perlu saya bicarakan lagi. Sampai jumpa besok pagi.”Dinda seorang murid yang selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya baru keluar dari kelas saat teman-temannya telah sejak tadi berhamburan keluar.Baru beberapa saat melangkah, sesosok tubuh yang berat menabrak dan langsung menyeretnya ke sebuah tempat.Hujan deras disertai petir menggila. Dinda diseret oleh Adela dan kedua temannya, Nancy dan Destin. Mereka selalu usil terhadap Dinda.Mereka membawa Dinda ke gudang sekolah. Mereka akan mengurung Dinda di gudang. Nancy menghempaskan tubuh Dinda ke dalam gudang.“Lo di sini biar jadi makanan tikus. Ini buat peringatan agar lo jangan macem-macem lagi sama kami. Besok lo baru boleh keluar.”“Jangan Del. Aku mohon.”Adela memberi komando untuk keluar. Dinda segera berdiri dan menyusul, tapi segera didorong kembali oleh Nancy.Dinda terkurung didalam gudang. Dia memegang perutnya yang perih. Dinda terisak karena teringat ibunya.Dia menghentikan tangisannya saat mendengar suara isakan yang bukan miliknya.Itu bukan gema karena suaranya takkan selama itu. Dinda menggigil dan tak berani bersuara.Dinda merasa tengkuknya terkena tiupan napas seseorang tapi di dalam gudang hanya ada Dinda seorang. Dinda sangat ketakutan.Dia tak kuat. Pelan-pelan dia menutup mata.Pagi menggeliat.Adela berjalan tergesa-gesa diikuti Destin.“Del … lihat.”Destin gemetar sambil menunjuk ke arah gudang yang pintunya terkuak lebar.Adela memandang pintu gudang keras. Desin tersentak kaget karena benturan yang keras.“Bangsat! Kemarin lo kunci nggak sih Des?”“Sudah gue kunci.”“Lalu kenapa gudang itu bisa kebuka?”Mereka langsung pergi untuk mencari Dinda.Adela melihat Dinda yang menyeberangi lapangan dengan langkah yang sedikit lemas. Ketiga gadis itu berlari memburu Dinda.“Lo ngaku atau gue bakalan siksa lo dan nggak bakal lo lupakan seumur hidup lo. Siapa yang ngebebasin lo.?” bentak Adela.Dinda tidak menjawab dia beberapa kali melirik ke arah Pak Jimun yang sedang membawa baki berisi minuman ke ruang guru.Adela sempat menangkap lirikan itu.“Oh, jadi si tua itu yang ngebebasin lo.? Selain si tua itu nggak ada yang tahu kan?”Dinda menggeleng.“Bagus. Kalau hari ini Bu Janet panggil kami, lo bakal mampus!” bentak Adela sebelum meningalkan Dinda.Pelajaranpun dimulai, keriuhan yang sama dengan kemarin semakin terdengar saat Grace mendekati kelas 3A.Keadaan kelas sangat menyedihkan saat Grace memasuki ruangan.Anak-anak masih asyik mengobrol dan tidak memedulikan Grace.Dengan tenang Grace mendekati meja dan mengambil penghapus. Grace membenturkan penghapus itu ke meja.“ Silakan kembali ke tempat duduk masing-masing.”Satu per satu mereka beringsut ke tempat duduk masing-masing dengan gerutuan. Setelah semua murid duduk, pandangan Grace tertuju pada bangku kosong di depan.“Siapa yang tidak masuk hari ini?”“Semua masuk, Bu,” jawab Nancy“Lalu kenapa bangku ini kosong?”.“Dari dulu memang sudah kosong,” kata Adela.“Hmm baiklah … bagaimana jika kamu pindah ke depan, Adela?”“Aku nggak mau duduk ditempat itu meski aku dibayar. Suruh saja Dinda, seharusnya dia yang maju untuk duduk di depan,” bantah Adela“Bagaimana Dinda, kamu mau duduk di depan?”“Saya … saya … di sini saja.”“ Ala dia di belakang biar bisa nyontek, Bu!” seru Destin“Dinda ! Ibu tidak akan mulai pelajaran jika kamu tidak pindah ke depan.”Semua murid memandang Dinda. Gadis itu gemetar. Tak ada yang membelanya seperti halnya Destin membela Adela.Pelan-pelan dia memberesi buku-bukunya seakan-akan ingin mengulur waktu. Grace kelihatan tak sabar dengan sikap Dinda.“ Ayo cepat Dinda!”Akhirnya dinda duduk di bangku itu. Beberapa saat setelah Dinda duduk di bangku itu, sesuatu yang aneh terjadi pada Dinda.Dia menutup wajahnya dan terisak. Badannya menggigil. Pelan-pelan Dinda membuka mukanya.Grace belum pernah melihat air mata sebanyak itu. Dia bingung. Tiba-tiba Dinda menjerit keras, memukul-mukul meja.Dia berdiri lalu berlari mengitari ruangan, menjatuhkan meja, mengacak-acak buku-buku temannya.Dua anak segera menangkapnya. Tubuh Dinda yangkecil mampu mengibaskan pegangan kedua temannya.Kedua anak yang terpental itu terdiam. Lalu tiba-tiab mereka berlaku aneh. Salah satu dari mereka naik ke atas meja dan langsung menari dengan luwes.Sementara itu anak satunya bergerak menuju tembok, menabrak tembok, terpental kebelakang dan begitu seterusnya.Dinda melempar kursi ke lemari buku dibelakang. Sesaat setelah benturan itu satu per satu anak-anak tumbang. Beberapa diantara mereka muntah-muntah sebelum roboh.Dinda terjatuh paling akhir setelah melolong panjang. Tubunya menelungkup di bangku kosong.Setelah kejadian ini banyak kejadian-kejadian aneh yang Dinda alami. Adela dan kedua temannya meninggal pada saat yang bersamaan.Kejadian ini membuat Dinda mencari semua jawaban atas semua kejadian yang telah terjadi.Dulu di sekolah tersebut ada dua orang siswa yang bersahabat. Mereka adalah Mila dan Clara. Mereka selalu bersama.Akantetapi sejak Mila punya pacar yang bernama Radith, dia jarang bersama Clara.Suatu hari Radith bertemu Clara dikelas. Dia mengungkapkan semua perasaannya. Radith suka sama Clara. Setelah berkata, Radith mendekati Clara . Radith berusaha mencium bibir Clara.Dinda berusaha mendorong tapi cengkeramannya terlalu kuat. Bibir Dinda telah dilumatnya. Disaat itulah Mila datang. Sejak kejadian itu Mila tak mau bersahabat dengan Clara.Suatu hari Clara sedang menulis buku diary dikelas. Mila datang membawa jangka di tangannya. Dia melangkah mendekati Clara tanpa suara.Clara tak menyadarinya.Tiba-tiba Mila menusukkan jangka di leher belakang Clara. Darah muncrat. Clara meninggal dengan seketika.Radith datang dan segera memberitahu kalau Clara tak mencintainya. Mila segera keluar.Radith membawa mayat Clara dan menyembunyikannya di rumah kosong.Mila akhirnya bunuh diri setelah membaca buku diary Clara. Dengan membabi buta, dia mengayunkan silet kewajahnya. Mila beranjak.Mila menggantung diri di pohon besar depan sekolah.Akhirnya semua kejadian ini ada jawabannya. Bangku kosong itu akhirnya dibakar. Dan tak akan ada lagi kejadian aneh di sekolah itu.

The Russian Sleep Experiment
Horror
10 Feb 2026

The Russian Sleep Experiment

Peneliti Rusia pada akhir 1940-an membuat 5 orang tetap terjaga selama 15 hari menggunakan sebuah gas stimulan eksperimental. Mereka dikurung di dalam sebuah ruangan tertutup. Dengan seksama, pernapasan mereka dimonitor agar gas tersebut tidak membunuh mereka; karena dalam konsentrasi tinggi, gas tersebut bersifat beracun. Kamera CCTV belum ditemukan pada saat itu, sehingga mereka hanya menggunakan sebuah mikrofon untuk berkomunikasi. Peneliti hanya dapat melihat mereka melalui sebuah lubang kaca setebal 5 inchi yang terhubung dengan ruangan dimana mereka dikurung. Ruangan kurungan itu dilengkap dengan buku2, matras untuk tidur, keran air dan toilet, dan cukup makanan kaleng untuk bertahan hidup selama sebulan.Semua subjek tes adalah tahanan politik yang tertangkap selama Perang Dunia II.Semuanya berjalan pada lima hari pertama. Para subjek hampir tak pernah mengeluh karena mereka sudah dijanjikan untuk dibebaskan apabila mereka mengikuti tes itu dan tidak tidur selama 30 hari. Mereka tak tahu janji itu palsu. Semua percakapan dan aktivitas mereka dimonitor. Perlu dicatat bahwa mereka mulai berbicara secara intens tentang pengalaman2 traumatis mereka di masa lalu.Nada percakapan mereka bertambah gelap setelah hari ke-4.Setelah 5 hari, mereka mulai menunjukkan tanda2 paranoia. Mereka berhenti berbicara satu sama lain dan mulai berbisik kepada mikrofon, bahkan berbicara pada lubang kaca yang seperti cermin di ruang interogasi polisi. Anehnya, mereka sepertinya berpikir bahwa dengan mengkhianati kamerad mereka, yakni rekan2 mereka yang berada di dalam, mereka bisa memperoleh kepercayaan para peneliti. Awalnya para peneliti berpikir bahwa ini disebabkan oleh pengaruh gas tersebut.Setelah 9 hari, salah satu dari mereka mulai berteriak. Ia berlari sepanjang ruangan dan berteriak sekeras mungkin selama 3 jam, tanpa henti. Ia mencoba terus berteriak, namun akhirnya hanya bisa mengeluarkan suara kikikan. Para peneliti menduga ia telah merobek pita suaranya. Hal yang paling mengejutkan adalah reaksi para tahanan lainnya .... mereka sama sekali tak bereaksi. Mereka hanya terus berbisik pada mikrofon hingga tahanan kedua mulai berteriak. Dua dari tahanan lain yang tidak berteriak, menyobek buku mereka, mengoles halaman demi halaman dengan kotoran mereka, dan dengan tenang menempelkannya di lubang kaca. Teriakan kemudian berhenti.Begitu pula bisikan di mikrofon.Setelah 3 hari lagi berlalu, para peneliti harus memeriksa mikrofon setiap jam untuk memastikannya masih bekerja. Sebab mereka berpikir, mustahil tak terdengar sedikitpun suara dari 5 orang yang berada di ruangan itu. Mesin masih mencatat adanya konsumsi oksigen di dalam ruangan, menunjukkan bahwa mereka berlima pastilah masih hidup. Bahkan, konsumsi oksigen tiap tawanan tersebut sangatlah tinggi, setara yang digunakan oleh seseorang yang berolahraga. Perlu diingat, mulai dari hari ke-9 mereka sama sekali tak bisa melihat ke dalam ruangan dimana para tawanan itu berada, sehingga mereka sama sekali tak tahu apa yang terjadi di dalamnya.Pada pagi hari ke-14, para peneliti melakukan sesuatu untuk menarik reaksi mereka, dengan menggunakan interkom yang berada di dalam ruangan. Mereka takut, kelima tahanan tersebut kini dalam kondisi tewas atau koma. Mereka kemudian mengumumkan, "Kami akan membuka ruangan untuk mengecek mikrofon, menjauhlah dari pintu dan berbaringlah di lantai, atau anda akan ditembak. Kepatuhan kalian akan berbuah pada kebebasan kalian."Para peneliti terkejut ketika mereka mendengar sebuah suara dengan tenang menjawab, "Kami tak lagi mau dibebaskan."Perdebatan menyeruak antara para peneliti dengan pihak militer yang mendanai penelitian. Karena tak mampu lagi mengundang respon melalui interkom, mereka akhirnya berkeputusan untuk membuka kamar tahanan pada tengah malam hari ke-15.Gas stimulan langsung menyeruak ketika pintu dibuka, dan ruangan segera terisi dengan udara segar. Suara2 mulai muncul dari mikrofon.Terdapat 3 suara yang berbeda memohon dengan nyawa yang mereka cintai agar gas kembali dinyalakan. Ruangan itu terbuka dan para prajurit masuk untuk mengambil para tahanan. Suara jeritan mereka lebih keras ketimbang sebelumnya.Begitu pula teriakan para tentara begitu melihat apa yang terjadi di dalam.Empat dari kelima subjek masih bernyawa, walaupun tak bisa benar2 dipastikan bahwa mereka dalam keadaan "hidup". Makanan yang disediakan untuk mereka di dalam setelah hari ke-5 sama sekali tak disentuh. Mereka terlihat sedang memangsa daging dari subjek yang meninggal. Sisa-sisa tubuh yang tertinggal, meliputi kepala dan dada, menyumbat saluran air yang berada di tengah ruangan, menyebabkan genangan air setinggi 4 inchi membanjiri ruangan. Genangan air itu beracmpur dengan darah yang entah sudah berapa lama berada di sana. Seluruh empat subjek yang "selamat" juga memiliki bagian daging dan kulit yang tercabik dari tubuh mereka.Robeknya daging dan tulang yang terlihat pada ujung jari2 mereka menunjukkan bahwa luka2 tersebut disebabkan oleh tangan mereka, bukan menggunakan gigi seperti yang pertama diperkirakan. Penelitian lebih lanjut pada letak dan sudut luka2 mereka membuktikan bahwa sebagian besar atau bahkan semua cedera tersebut disebabkan oleh diri mereka sendiri, bukan akibat serangan tahanan lain.Organ2 dalam pada bagian perut, di bawah rusuk pada semua keempat subjek telah dipindahkan. Walaupun jantung, paru2, dan diafragma (otot yang memisahkan dada dan perut) masih terdapat di tempatnya; kulit dan sebagian besar daging yang melekat pada rusuk telah dicabik keluar, memperlihatkan paru2 yang kembang kempis di balik kurungan rusuk.Sementara di bawah rusuk mereka .... semua pembuluh darah dan organ2 dalam masih menempel erat satu sama lain. Kesemuanya telah dikeluarkan dari perut mereka, dijajarkan di atas lantai, namun masih tersambung dengan tubuh tiap tahanan. Saluran pencernaan keempatnya terlihat masih bekerja, mencerna makanan di atas lantai. Kemudian dengan cepat menjadi jelas bahwa mereka tengah mencerna daging mereka sendiri yang telah mereka cabik dan makan selama beberapa hari.Kebanyakan yang bekerja di fasilitas Rusia itu adalah tentara, namun banyak dari mereka menolak kembali ke dalam kurungan untuk memindahkan para tahanan. Sedangkan untuk keempat tahanan itu, mereka masih menjerit meminta agar mereka dibiarkan di dalam ruangan itu dan memohon agar gas dinyalakan kembali, agar mereka tidak tertidur.Secara mengejutkan, para subjek tes melakukan perlawanan sengit ketika mereka akan dikeluarkan dari tahanan, walaupun dengan kondisi fisik mengerikan semacam itu. Satu tentara Rusia bahkan kehilangan nyawanya setelah tenggorokannya dirobek oleh salah satu tahanan. Lainnya terluka parah setelah testisnya terenggut dan pembuluh nadi pada kakinya dicabik oleh gigitan tahanan lainnya. Lima tentara lainnya meninggal jika kalian juga menghitung tentara yang bunuh diri berminggu-minggu seelah kejadian itu.Dalam pergelutannya, salah satu dari keempat subjek yang masih hidup mengalami pendarahan parah setelah limpanya robek. Peneliti dan dokter berusaha membiusnya, namun hal itu terbukti mustahil. Ia disuntik dengan lebih dari 10 kali dosis morfin yang biasa digunakan untuk manusia dan masih melawan seperti binatang yang memperjuangkan hidupnya, bahkan sampai mematahkan lengan dan rusuk seorang dokter.Jantungnya berdenyut selama dua menit, sebelum ia mengalami pendarahan parah hingga tak ada lagi tersisa udara di paru2nya kecuali darah. Bahkan setelah jantungnya hampir berhenti, ia masih berteriak dan meronta, berusaha menyerang siapapun yang ada di dekatnya. Ia terus mengerangkan satu kata, "LAGI" terus-menerus, semakin lemah dan melemah, hingga akhirnya ia berhenti.Begitu pula detak jantungnya.Begitu pula detak jantungnya.Ketiga subjek tes yang masih hidup diikat dengan kuat dan dipindahkan ke sebuah fasilitas kesehatan. Dua pasien dengan pita suara masih utuh terus-menerus meminta dan memohon agar dibiarkan tetap terjaga.Subjek tes dengan cedera paling parah dari ketiganya dibawa ke sebuah ruang operasi yang terdapat di fasilitas itu. Dalam proses persiapan untuk memasukkan kembali organ2 pencernaannya kembali ke dalam tubuhnya, diketahui bahwa ia kebal terhadap segala suntikan obat penenang yang diberikan padanya untuk mempersiapkan operasi. Ia melawan dengan penuh amarah, mencoba melepaskan ikatannya, bahkan ketika gas anastetik digunakan untuk melumpuhkannya.Ia mampu merobek tali pengikat selebar 4 inchi yang mengekang lengannya, bahkan melawan tenaga seorang tentara berbobot 100 kg yang mengekang lengannya yang lain. Diperlukan dosis obat bius di atas normal untuk melumpuhkannya. Dan detik dimana ia menggelepar dan kelopak matanya menutup, jantungnya langsung berhenti.Pada otopsi subjek tes yang meninggal di atas meja operasi, ditemukan bahwa darahnya memiliki kandungan oksigen 3 kali lipat ketimbang normal. Dagingnya yang masih melekat pada tulangnya dalam keadaan tercabik dan 9 tulangnya patah ketika bergelut saat akan dibius. Namun tulang2 itu patah bukan karena para tentara, melainkan karena dorongan dan tekanan dari otot2nya sendiri.Survivor kedua adalah tahanan pertama yang berteriak. Pita suara benar2 telah rusak sehingga ia tak mampu memohon atau menolak operasi itu. Ia hanya bereaksi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat sebagai tanda penolakan saat gas anastesi dibawa ke dekatnya. Ia juga tidak bereaksi selama 6 jam operasi. Para dokter berusaha menempatkan kembali organ2 dalamnya dan menutupnya kembali dengan kulitnya yang tersisa.Ahli bedah yang menangani operasinya mengatakan bahwa secara medis, pasien itu masih dapat bertahan hidup setelah penjahitan kembali. Salah satu suster yang ketakutan mengatakan bahwa ia melihat bibir pasien melengkung membentuk senyuman beberapa kali ketika mata mereka berdua bertemu.Ketika operasi berakhir, subjek menatap ke arah dokter bedah dan mulai merintih dengan pelan, mencoba untuk berbicara. Mengasumsikan bahwa sesuatu yang ingin dikatakannya sangatlah penting, maka sang dokter bedah memberinya pena dan kertas agar ia bisa menuliskan pesannya. Di sana hanya tertulis satu kalimat sederhana."Teruslah memotong."Kedua subjek tes lainnya diberikan operasi yang sama. Mereka berdua juga tidak diberikan anastesi selama operasi. Mereka disuntikkan obat pelumpuh saraf untuk membekukan tubuh mereka. Namun walaupun begitu, dokter bedah yang menanganinya masih menemukan mustahil untuk melakukan prosedur tersebut selama sang pasien masih tertawa terus-menerus. Sekali dilumpuhkan, para subjek hanya mampu mengikuti gerakan para dokter dengan mata mereka. Obat pelumpuh saraf itu secara abnormal kehilangan pengaruhnya secara cepat dan mereka mulai menggeliat, mencoba melepaskan diri.Pada saat mereka dapat berbicara kembali, mereka meminta gas stimulan. Para peneliti mencoba bertanya, mengapa mereka mencoba melukai diri mereka sendiri, mengapa mereka mencabik dan mengeluarkan isi perut mereka sendiri, dan mengapa mereka begitu ingin diberi gas itu kembali.Jawaban mereka satu2nya adalah, "Aku harus tetap terbangun."Semua ikatan pada ketiga subjek yang tersisa diperkuat dan mereka ditempatkan kembali di dalam ruang tahanan, menunggu keputusan tentang apa yang harus dilakukan terhadap mereka. Para peneliti bersiap menghadapi amarah dari pihak militer yang telah mendanai mereka. Karena gagal mencapai tujuan proyek mereka, para peneliti mulai mempertimbangkan untuk meng-euthanasia (menyuntik mati) ketiga subjek yang tersisa. Komandan yang berkuasa, seorang mantan KGB, justru melihat potensi dan ingin melihat apa yang terjadi apabila tahanan2 itu dikembalikan dalam ruangan ber-gas. Para peneliti dengan tegas menolaknya, namun mereka tidak dapat melakukan apa2.Dalam persiapan untuk kembali mengurung subjek tes yang tersisa, mereka dihubungkan dengan monitor EEG untuk diamati aktivitas otaknya. Mereka juga akan dimasukkan ke sana dalam ranjang yang terikat. Secara mengejutkan, begitu tahu mereka akan dibawa kembali ke dalam, ketiga subjek tes itu berhenti melawan. Pada titik ini terasa jelas bahwa perlawanan mereka tadi bukanlah agar mereka dibebaskan, namun agar mereka tetap terjaga.Salah satu subjek yang mampu berbicara mulai bersiul dengan keras, terus-menerus. Subjek yang bisu mulai meluruskan dan menekuk kakinya secara berurutan, pertama yang kiri, kemudian yang kanan, kemudian yang kiri lagi, seperti berusaha untuk fokus terhadap sesuatu. Sedangkan subjek satunya mengangkat kepalanya agar tidak menyentuh bantal sambil terus berkedip dengan cepat.Dengan bantuan kabel EEG yang ditempelkan di pelipis mereka, para peneliti kini mampu memonitor gelombang otak mereka. Di luar dugaan, gelombang otak mereka naik turun seperti otak normal, namun pada saat tertentu, garis mereka tiba2 menjadi datar. Terlihat seakan-akan mereka mengalami kematian otak sementara, kemudian kembali normal. Saat para peneliti fokus kepada kertas-kertas hasil EEG yang menggulung keluar, salah satu perawat melihat salah satu subjek menutup mata begitu kepalanya menyentuh bantal. Gelombang otaknya berubah pendek seperti pada orang yang mengalami tidur nyenyak, kemudian mendatar seiring jantungnya berhenti berdetak.Satu2nya subjek yang masih dapat berbicara mulai berteriak, meminta agar ia segera dikurung sekarang. Gelombang otaknya menunjukkan garis datar yang sama seperti yang baru saja meninggal akibat jatuh tertidur. Komandan memberikan perintah untuk menyegel ruang tahanan dengan kedua subjek di dalamnya, bersama dengan 3 peneliti. Salah satu dari peneliti yang disebut namanya segera menarik sebuah pistol dan menembak sang komandan tepat di antara kedua matanya, kemudian mengalihkan moncong pistolnya ke arah subjek yang bisu, meledakkan kepalanya.Ia kemudian menodong satu2nya subjek yang tersisa yang masih terikat di atas tempat tidur, dengan sisa tim medis dan para peneliti melarikan diri."Aku tak sudi dikunci di dalam sini dengan kalian! Tidak denganmu!" ia berteriak di depan wajah subjek yang terikat di atas ranjang, "APA KAU INI SEBENARNYA?" ia meminta penjelasan, "Aku harus tahu!"Sang subjek tersenyum."Sudahkah kau lupa dengan begitu mudahnya?" sang subjek bertanya dengan suara hampir menggeram, seakan menahan tawa, "Kami adalah kamu. Kami adalah kegilaan yang mengintai di dalam kalian, mengiba untuk dibebaskan pada setiap kesempatan, menunggu agar kalian kembali menjadi hewan. Kami adalah apa yang kalian sembunyikan dalam tidur kalian setiap malam. Kami adalah apa yang kalian bius di dalam keheningan dan kelumpuhan ketika kalian terlelap dalam mimpi indah, dimana kami tak bisa bangkit."Sang peneliti berhenti. Ia membidik jantung sang subjek dan menembak. Garis EEG mendatar ketika sang subjek perlahan tersedak oleh darahnya sendiri."Kami .... akan ... bebas ...."

GATEAWAY OF THE MIND
Horror
10 Feb 2026

GATEAWAY OF THE MIND

Pada tahun 1983, sebuah tim ilmuwan melakukan percobaan radikal di fasilitas yang dirahasiakan. Para ilmuwan telah berteori bahwa manusia yang tidak mempunyai indra atau tidak bisa merasakan rangsangan akan bisa merasakan kehadiran Tuhan.Mereka percaya bahwa kelima indera bisa mempengaruhi kesadaran di bawah alam sadar kita, dan tanpa mereka, manusia benar-benar bisa menjalin kontak dengan Tuhan melalui pikiran. Seorang pria tua yang meng klaim bahwa dirinya sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk hidup adalah satu-satunya subjek tes untuk menjadi sukarelawan. Untuk membersihkan dirinya dari semua indera nya, para ilmuwan melakukan operasi kompleks di mana setiap koneksi saraf sensorik ke otak itu diputuskan. * Meskipun anggota tubuh nya masih bisa berfungsi, dia tidak bisa melihat, mendengar, mencium bau, atau merasakan apapun . Dengan tidak ada cara yang mungkin untuk berkomunikasi atau bahkan merasakan dunia luar, dia sendirian dengan pikirannya.Para ilmuwan memantau saat dia berbicara lantang tentang kondisi pikirannya di campur aduk, kalimat tidak jelas yang bahkan dia sendiri tidak bisa dengar. Setelah empat hari, pria itu meng klaim bahwa dia mendengar bisikan, suara-suara yang tidak dimengerti dalam kepalanya. diasumsikan bahwa itu adalah serangan kejiwaan, para ilmuwan tidak terlalu memperhatikan kelakuan pria itu.Dua hari kemudian, pria itu berteriak bahwa dia bisa mendengar almarhumah istrinya berbicara dengan dia, dan bahkan lebih, ia bisa berkomunikasi kembali. Para ilmuwan tertarik, tapi tidak terlalu yakin sampai pria itu tiba-tiba menyebutkan nama kerabat para ilmuwan yang telah mati. Dia bahkan menyebutkan rahasia pribadi tentang para ilmuwan yang hanya diketahui oleh orang tuanya . Pada titik ini, mereka telah memperoleh bagian yang pentingSetelah seminggu berbicara dengan almarhum melalui pikirannya, pria itu menjadi tertekan, mengatakan suara-suara itu menjadi sangat keras. Kesadarannya dibombardir oleh ratusan suara yang menolak untuk meninggalkan dia sendirian. Dia sering membenturkan dirinya ke dinding, mencoba untuk merasakan rasa sakit. Dia memohon para ilmuwan untuk memberikan dia obat penenang, sehingga dia bisa melarikan diri dari suara-suara dengan tidur. Taktik ini bekerja selama tiga hari, sampai ia mulai mengalami teror malam yang parah. pria tersebu berulang kali mengatakan bahwa ia bisa melihat dan mendengar almarhum dalam mimpinya.Hanya sehari kemudian, pria itu mulai menjerit dan mencakar matanya yang sudah tidak berfungsi, berharap untuk merasakan sesuatu di dunia fisik. Subjek histeris saat mengatakan suara-suara dari mereka yang tewas Cumiakkan telinganya, berbicara tentang neraka dan akhir dunia. Pada suatu waktu, dia berteriak "Tidak ada surga, tidak ada pengampunan" selama lima jam penuh. Dia terus memohon untuk dibunuh, tetapi para ilmuwan yakin bahwa dia sudah dekat untuk membuat kontak dengan Tuhan.Setelah beberapa hari, subjek tidak bisa lagi mengatakan kalimat yang jelas . Tampaknya gila, ia mulai menggigit daging lengannya. Para ilmuwan bergegas ke ruang pengujian dan mendorongnya ke meja sehingga ia tidak bisa membunuh dirinya sendiri. Setelah beberapa jam terikat, subjek menghentikan perjuangannya dan berteriak. Dia menatap kosong ke langit-langit dan menangis. Selama dua minggu, subjek harus secara manual didehidrasi karena menangis terus. Akhirnya, dia menoleh, meskipun buta, dia membuat kontak mata terfokus dengan ilmuwan untuk pertama kalinya dalam penelitian ini.Dia berbisik "Saya telah berbicara dengan Tuhan, dan Dia telah meninggalkan kita" dan tanda-tanda vitalnya berhenti.Tidak ada sebab yang jelas dari kematiannya.

Pulang Tengah Malam
Horror
10 Feb 2026

Pulang Tengah Malam

Kejadian ini aku alami sekitar 4 tahun yang lalu, ketika aku masih kuliah semester 2 jurusan teknik elektro di salah satu universitas swasta di sekitaran Suci, Bandung. Pengalaman ini terjadi ketika aku sedang mengerjakan tugas sampai larut malam di rumah temanku.Waktu itu malam Rabu, singkat cerita tugas pun selesai dan aku harus pulang ke rumahku di daerah Citarip. Kulihat jam di handphoneku sekitar jam 11:30 malam, temanku menyarankan untuk menginap di rumahnya. Tapi karena aku tidak membawa buku dan alat tulis lainnya untuk kuliah besok jadi aku memutuskan untuk pulang saja malam itu.Aku pun menjalankan motorku, dan motorku melaju sangat kencang di jalanan maklum karena sudah larut malam beberapa ruas jalan tampak sepi. Aku pun masuk komplek perumahan yang sepi dan biasanya kalo pagi disini macetnya minta ampun, tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari handphoneku. Aku merogoh saku dan memeriksanya sambil terus melajukan motorku.Ternyata itu dari temanku yang lain, akhirnya aku tidak berhenti sms an sambil mengendarai motor untuk mengumpulkan tugas pada besok harinya. Kali ini motorku melaju agak lambat, tak lama aku memasuki daerah lapangan. Handphoneku berbunyi menerima sms lagi, karena sms cukup panjang lalu aku pun menghentikan laju motor untuk membacanya.Aku berhenti disamping kanan di dekat taman tepat pada pohon ketiga, aku berhenti disana dan membalas sms temanku tanpa mematikan mesin motor. Malam itu suasana sangat dingin, karena tadi memang hujan besar.Ketika selesai membalas sms, tiba-tiba terdengar suara wanita dari arah taman itu.“Mas, boleh minta tolong gak?”Refleks aku melihat sambil mencari-cari asal suara itu, aku pun keheranan sambil melihat ke dalam taman yang gelap tanpa penerangan itu. Aku pun tidak sadar kalo ini sudah tengah malam dan.“Mas, boleh minta tolong gak?…Suara wanita itu terdengar lagi, dan kali ini lebih jelas. Aku semakin penasaran, aku melihat lebih detail lagi di setiap sudut taman itu. Lalu tiba-tiba, ada yang melempar batu kerikil ke arahku dari atas tempatku berdiri dan ketika aku melihat ke atas.“Mas, boleh minta tolong gak?… hihihi”Astaga, tepat di atas pohon tempatku berdiri terlihat seorang wanita bergaun putih. Rambutnya semrawut dan panjang hingga sampai pada kakinya. Sekeliling matanya hitam dan wajahnya sangat pucat dan dia menyeringai sambil terus tertawa cekikikan. Wanita itu cekikikan dengan nada yang sangat keras sambil melihatku dan menggerak-gerakan kepalanya.Aku sampai tidak bisa bergerak, dalam hati dengan sekuat tenaga aku coba berdoa. Aku panik ditambah ketakutan yang luar biasa tapi aku tidak bisa lari. Ada bisikan di hati yang bilang “Jangan takut” lalu aku mengambil satu batu kerikil yang agak besar dan melempar batu ke arah sosok wanita itu dan dia pun lenyap, terbang menjadi sebuah kain putih.Dia menghilang masuk kedalam area taman itu, setelah kejadian dengan rasa gemetar aku pun pulang. Tanpa mencuci kaki dan tangan, aku beranjak ke tempat tidur. Aku berusaha untuk tidur, namun entah kenapa wajah wanita itu masih terbayang-bayang dalam pikiranku.Mukanya yang pucat, rambutnya yang sangat panjang, serta matanya yang menatap ke arahku dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Jantungku kali ini berdegup kencang, dan menjadi sesak seperti terhimpit sesuatu yang besar dan terasa sebuah hawa dingin sangat menusuk badanku. Seketika bulu kuduk semua berdiri, dari ujung kaki sampai ujung rambut.Aku merasa merinding yang sangat hebat dan astaga dari getaran tanganku, aku bisa merasakan sesuatu menyentuhku. Ini rambut, namun teksturnya sangat kasar. Pelan-pelan aku memberanikan diri untuk melihatnya dan lalu sosok seorang wanita sudah berada melayang di atasku. Badanku benar-benar tidak bisa digerakan sama sekali.Wajah wanita itu semakin mendekat, kali ini tepat di depanku dan dia berkata.“Mas, boleh minta tolong gak?”Itulah hal terakhir yang aku ingat, ketika terbangun aku merasakan badanku sangat pegal. Dan esok harinya aku menceritakan kepada orang-orang di sekitar komplek. Ada yang tersenyum ada yang menertawakanku, karena satu-persatu dari mereka pernah diganggu kuntilanak tersebut dan diikuti sampai ke rumah. Sejak kejadian itu, ketika pulang malam aku mencoba untuk memberanikan diri berhenti di pohon yang sama tepat di mana aku berhenti.Pada jam yang sama dan sampai sekarang sosok kuntilanak itu tidak pernah muncul lagi. Aku jadi penasaran. Pesan apa yang ingin makhluk itu sampaikan, kenapa dan bantuan apa yang diainginkan…

jeff the killer
Horror
10 Feb 2026

jeff the killer

PEMBUNUH MUKA RIANG MASIH BERKELIARANSetelah beberapa minggu terjadi beberapa kasus pembunuhan yang belum terungkap, pembunuh ini masih berkeliaran dan melkukan aksinya. Setelah beberapa bukti ditemukan, seorang anak laki laki yang selamat dari serangan pembunuh ini mengisahkan apa yang menimpanya.“aku mengalami mimpi buruk dan tebangun di tengah malam” kata si anak, “aku melihat jendela terbuka, padahal sebelumnya aku yakin jendela terkunci sebelum tidur. Aku bangun dan kemudian menutupnya kembali dan kemudian aku kembali tidur. Namun kemudian aku merasakan perasaan aneh, seperti ada yang orang yang sedang mengincarku. Apa yang kulihat kemudian membuatku nyari melompat dari tempat tidur. Dalam remang remang aku melihat sepasang mata, mata ini aneh, tidak seperti biasanya,gelap dan tampak riang. Mata tersebut dibatasi warna hitam… dan sungguh membuatku ngeri mengingatnya. Saat itulah kemudian kulihat bagian mulutnya, sebuah bibir yang Nampak selalu tersenyum, senyum yang lebar, bahkan terlalu panjang dan lebar. Kemudian dia mengatakan sesuatu, namun apa yang dia katakan adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang gila, dengan nada yang bisa dilakukan hanya oleh orang gila saja”“dia berkata, ‘tidurlah’, akupun berteriak. Dia mengambil sebuah pisau berusaha menusuk jantungku. Dia melompat ke ranjang, aku melawannya, berusaha menyingkirkan dia dariku. Saat itulah kemudian ayah masuk ke kamarku. Pria yang menyerangku melemparkan pisaunya dan mengenai bahu ayah. Mungkin dia akan menghabisi ayah juga jika salah satu tetangga tidak menghubungi polisi.“mereka menuju parkiran, dan berlari menuju pintu. Pria itu berlari menuju ;lorong. Aku mendengar suara kaca pecah. Ketika aku keluar dari kamar, aku melihat jendela yang mengarah ke bagian belakang rumah telah rusak. Aku melihatnya menghilang menjauh. Aku dapat mengatakan padamu satu hal, aku tidak akan bisa melupakan wajah itu. wajah dingin itu, mata jahatnya, dan senyuman gila dan sinting itu. semuanya itu tidak akan pernah bisa pergi dari pikiranku”.Polisi masih mencari pria ini. jika ada yang melihat orang dengan deskripsi seperti diatas, hubungilah segera kantor polisi terdekat.…………………….Jeff dan keluarganya baru saja pindah ke sebuah lingkungan baru. Ayahnya mendapat promosi, dan mereka berpikir akan lebih baik jika mereka pindah ke lingkungan “mahal” tu. Jeff dan saudaranya Liu tidak bisa protes. Siapa yang tidak menyukai rumah baru dan lebih bagus? Ketika mereka sedang mengapak barang, salah satu tetangga mereka mendekat.“hello” sapanya, “aku barbara; aku tinggal diseberang jalan dari tempat kalian. Well, aku hanya ingin memperkenalkan diriku dan mengenalkan kalian kepada anakku.” Dia berbalik dan memanggil anaknya. “billy kemarilah, mereka adalah tetangga baru kita” billy mengatakan “Hi” dan kembali bermain di halamannya.“well” kata ibu jeff, “namaku Margaret, dan ini suamiku peter, dan dua putra kami; jeff dan liu” mereka saling berkenalan, kemudian Barbara mengundang mereka menghadiri pesta ulang tahun anaknya. Jeff dan saudaranya sebenarnya akan menolak, namun kemudian ibunya mengatakan bahwa dengan senang hati mereka akan datang. Ketika jeff dan keluarganya selesai beres beres, jeff mendatangi ibunya.“ibu kenapa kau mengundang kami agar datang ke sebuah pesta anak anak? Aku bukan seorang anak yang bodoh asal kau tahu”“jeff” kata ibunya, “kita baru saja pindah, kita harus menunjukan sikap yang baik, niat baik untuk membaur, kita akan ke pesta itu, jangan membantah lagi” jeff hendak berkata lagi, namun mengurungkannya, dia tahu bahwa dia tidak akan mampu melakukan apa apa. Ketika ibunya telah memutuskan sesuatu, maka halt u tidak akan bisa dirubah lagi. Dia pergi ke kamarnya dan menuju ranjangnya. Dia duduk disana dan melihat atap kamar, tiba tiba dia merasakan perasaan aneh. Bukan rasa sakit, tapi…. Perasaan yang aneh. Dia anggap itu hanya sebuah perasaan tidak penting saja. Dia mendengar ibunya memanggil untuk mengangkut barang barangnya, diapun turun.Keesokan harinya, jeff sedang berjalan mencari sarapan bersiap ntuk kesekolah. Ketika dia duduk sarapan, sekali lagi dia merasakan perasaan aneh itu. namun kali ini lebih kuat. Sedikit terasa sakit, namun kemudian dia mengabaikannya. Ketika dia dan liu selesai sarapan kemudian mereka menuju pemberhentian bus. Tiba tiba beberapa anak menggunakan skateboard melompat kea rah mereka, hanya beberapa senti dari tempat mereka berada. Jeff dan liu kaget “hey!! What the hell?”Anak tersebut turn dari skateboard dan menoleh. Dia tampaknya sekitar setahun lebih muda dari jeff, mengenakan baju aeropstale dan blue jeans.“well, well, well. Nampaknya kita dapat mainan baru” tiba tiba, dua anak lainnya muncul. Salah satunya sangat hitam sedangkan yang lainnya berbadan sangat besar. “ well, karena kalian baru disini, aku hendak mengenalkan diri, itu adalah keith” jeff dan liu melihat ke arah anak yang hitam. Dia berwajah sangat menyebalkan, yang membuat siapa saja yang melihatnya ingin menghajar. “dan dia adalah troy”. Mereka menoleh ke anak gemuk satunya.Dan aku randy, sekarang aku perlu mengatakan bahwa bagi semua anak disini ada sedikit ongkos tambahan, kuharap kalian mengerti” lio berdiri hendak menghajar bangsat kecil ini, namun salah satu temannya kemudian mengeluarkan pisau. “tck tck tck…. Kuharap kalian akan lebih pengertian… namun sepertinya kalian lebih suka pake kekerasan eh?” anak itu berjalan mendekati liu, mengambil dompetnya. Jeff kemudian merasakannya lagi, kali ini sanat kuat, terasa membakar!. Dia berdiri, namun liu mengisyaratkannya agar tetap duduk. Jeff mengabaikannya dan menuju ke para bangsat kecil itu.“dengar keparat kecil… kembalikan dompet saudaraku” randy memasukan dompet liu ke kantongnya dan mengeluarkan pisaunya sendiri.“oh? Trus kamu mau ngapain?” begitu dia selesai bicara, jeff menghajar hidungnya. Begitu randy hendak membalas, jeff meraih pergelangan tangannya dan mematahkannya. Randy berteriak dan jeff mengambil pisau dari tangannya. Troy dan keith menyerang jeff, namun jeff terlalu cepat untuk mereka. Dia melemparkan randy, troy melayangkan pukulannya, jeff menunduk dan menikam tangannya. Keith menjatuhkan pisaunya dan berteriak. Troy kemudian maju, namun jeff bahakan tidak membutuhkan pisau untuk menghadapi keparat bangsat satu ini. dia hanya meninjunya di perut dan seketika dia roboh. Liu tidak bisa berkata apa apa, dia hanya melihat jeff dengan takjub.“jeff bagamana kau?” hanya itu yang bisa dia aktakan. Mereka melihat busa datang dan tahu bahwa mereka akan dituduh sebagai pembuat gara gara, semua yang terjadi mereka harus menanggungnya sehingga mereka berlari menjauhi tempat itu. ketika mereka berlari mereka melihat sopir bus menghampiri randy dan teman temannya. Jeff dan liu tiba disekolah, mereka tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi, mereka hanya duduk dan mendengarkan. Liu hanya berpikir bahwa jeff telah berhasil menghajar berandalan itu, namun jeff lain, dia menyadari sesuatu, sesuatu yang lebih dari yang liu tahu. Jeff tahu bahwa apa yang ia rasakan kini merupakan sesuatu yang menakutkan, ketika dia merasakan sensasi itu, dia merasakan betapa dahsyatnya hal tersebut, sebuah dorongan untuk melukai orang lain. Memang terdengar jahat, namun jeff tidak bisa menyangkal bahwa dia merasakan nikmat, senang. Dia merasakan bahwa perasaan tersebut mulai memudar selama di sekolah. Ketika sampai dirumah orang tuanya menanyakan bagaimana harinya, dan dia menjawab dengan nada riang “hari ini adalah hari yang indah”. Keesokan paginya, dia mendengar pintu ruahnya di ketuk. Dia turun dan mendapati dua petugas polisi, dan ibunya menatapnya dengan marah.“jeff, pak polisi mengatakan bahwa kau menyerang tiga orang anak. Dan hal tersebut bukan perkelahian biasa, mereka ditusuk!! Mereka ditusuk nak!!” jeff menunduk, seolah olah membenarkan ucapan ibunya.“mereka dulauan yang mendongkan pisau kepada aku dan liu bu”“nak” kata polisi, “kami melihat tiga anak, dua ditusuk, satu memar di perut, dan kami punya saksi kalian kabur dari tkp. Hal itu menurutmu memberikan kesimpulan apa bagi kami?”Jeff tahu bahwa semua itu tidak berguna, tidak ada bukti yang menunjukan siapa yang menyerang duluan. Mungkin jeff bisa mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak kabur, namun bukti dan saksi mengatakan bahwa mereka memang kabur.jeff tidak berdaya untuk membela dirinya dan liu.“panggil saudaramu” jeff tidak bisa melakukannya, karena dialah yang menghajar mereka.“pak polisi… semua itu aku yang melakukan. Liu berusaha mencegahku, namun dia tidak bisa menghentikanku” polisi saling pandang dan kemudian mengangguk“baiklah nak. Sepertinya…”“tunggu!” liu berujar. Mereka melihat bahwa liu memegang sebuah pisau. Polisi ini kemudian mengambil senjata mereka dan menodongkan ke liu.“aku yang melakukannya, akulah yang telah menghajar berandalan itu, aku punya buktinya” dia menyingsingkan lengan bajunya dan menunjukan lebam dan luka, seperti layaknya bahwa dia telah berkelahi sebelumnya.“nak, letakkan pisaunya” kata petugas. Liu menurutinya, dia mengangkat tangannya dan berjalan menuju para polisi.“tidak liu, itu adalah ulahku, semuanya!” jeff mulai menangis“hmmm.. saudaraku yang malang… berusaha untuk melindungiku dari kesalahan yang sudah kuperbuat. Baiklah… bawa aku” polisi kemudian membawa liu menuju mobil patroli“liu katakana pada mereka bahwa akulah yang melakukannya! Katakan” ibunya memegang pundaknya.“jeff, berhentilah berbohong, kita tahu semuanya adalah ulah liu, kau tidak bisa menghentikannya” jeff terlihat pasrah ketika mobil polisi akhirnya pergi membawa liu. Beberapa menit kemudian ayah jeff pulang dan melihat wajah jeff, dia tahu bahwa ada sesuatau yang tidak beres“ada apa nak?” jef tidak bisa menjawabnya. Kemudian ibunya mengabarkan berita buruk itu kepada suaminya, dan jeff pergi, menuju jalanan. Setelah sekitar satu jam jeff pulang, melihat kedua orang tuanya terlihat shock, sedih dan kecewa. Dia tidak mampu melihat keadaan mereka, karena semua adalah kesalahannya. Dia hanya ingin tidur, berusaha melupakan semuanya. Dua hari berlalu, tidak ada kabar dari liu di JDC. Tidak ada teman. Tidak ada hal lain selain rasa bersalah dan sedih. Sampai pada suatu hari, hari sabtu, ketika jeff dibangunkan oleh ibunya dengan wajah gembira.“jeff.. sekaranglah saatnya” dia berkata sambil menyibakan tirai jendela kamar.“ada apa dengan hari ini?” Tanya jeff“sekarang adalah hari ultah billy” jeff benar benar terbangun saat ini“ibu, kamu tidak serius kan? Ibu tidak berharap aku akan pergi ke pesta anak kecil setelah….” Ada jeda yang lama“jeff kita berdua tahu apa yang telah terjadi. Ibu rasa pesta ini dapat membuatmu riang kembali. Sekarang ganti bajumu” ibu jeff berjalan keluar dari kamar menuju kelantai bawah untuk bersiap siap. Jeff berusaha bangun. Dia memakai sebuah kaos dan jeans kemudian turun. Dia melihat ibu dan ayahnya telah berdandan. Dia berpikir kenapa mereka harus memakai baju mahal hanya untuk datang ke sebuah pesta anak anak?“nak… kamu akan memakai itu?” Tanya ibunya“lebih baik daripada harus ribet” jawabnya. Ibunya ingin sekali memarahinya, namun dia menahannya.“jeff, mungkin kami terlalu berlebihan, tapi inilah caranya agar orang orang menghormati kita” kata ayahnya. Jeff menggerutu dan kembali ke kamarnya“aku tidak punya baju bagus!” jeff berteriak ke orang tuanya“pakailah sesuatu yang lain” ujar bunya. Dia mencari cari di lemarinya, mencari sesuatu yang Nampak bagus dan mahal. Akhirnya dia menemukan pakaian yang ia anggap cocok..Namun orang tuanya masih Nampak belum puas dengan pilihannya “kau akan memakai itu? ibunya melirik jamnya. “tidak ada waktu lagi untuk ganti baju, ayo berangkat” merakpun berangkat. Mereka menyeberang jalan menuju rumah Barbara dan billy. Mereka mengetuk pintu dan munculah Barbara, sama seperti orang tuanya, dia tampil berlebihan. Jeff menyadari bahwa tidak ada anak anak, hanya orang orang dewasa.“anak anak ada di halaman belakang jeff… pergilah dan berkumpullah dengan mereka” kata Barbara.“jeff berjalan keluar menuju halaman yang penuh dengan anak anak. Mereka berlarian memakai baju baju koboy, dan saling tembak menggunakan pistol mainan. Tiba tiba ada seorang anak menghampirinya dan memberinya pistol mainan dan topi.“hey… mau main baleng?” katanya“oh tidak nak, aku terlalu tua untuk itu” anak it uterus melihat jeff dengan wajah aneh.“cekali caja.. pwease..” pinta si anak. “baiklah” kata jeff. Dia memakai topi dan mulai berlagak seperti menembaki si anak. Awalnya dia merasa konyol, namun kelamaan dia menikmatinya juga. Mungkin hal tersebut adalah pertama kalinya yang dapat mengalihkan perhatiannya dari liu. Namun tidak lama berselang dia mendengar sesuatu yang dia kenal sebelumnya. Dan suara itu kemudian menabraknya. Randy, troy dan keith melompat turun dari skateboard mereka. Jeff menjatuhkan pistol mainannya dan membuang topinya. Randy menatapnya penuh dengan rasa benci.“hallo jeff” kata randy. “kita punya sesuatu yang belum selesai” jeff melihat hidung randy yang memar. “aku rasa semuanya setimpal, aku menghajar kalian, namun kalian membuat saudaraku dikirim ke JDC”Randy menunjukan raut muka marah di matanya. “aku tidak mencari seseatu yang seimbang, aku ingin menang. Kemarin kau menghajar kami, tapi tidak saat ini”. Randy menyerang jeff, mereka bergulingan di tanah. Randy memukul hidung jeff, dan jeff menarik kupingnya dan membanting kepala randy. Jeff mendorong randy. Anak anak mulai berteriak dan orang tua mereka mulai berdatangan. Troy dan keith mengambil senjata dari kantong mereka.“jangan ada yang ikut campur!” ancam mereka. Randy mengambil pisaunya dan menusuk bahu jeff.Jeff berteriak dan terjatuh. Randy kemudian menendanginya, namun kemudian jeff menarik kaki randy. Jeff berdiri dan berusaha pergi melalui pintu belakang, namun troy menangkapnya.“butuh bantuan?” dia kemudian melemparkan jeff ke pintu. Ketika jeff mencoba berdiri, randy datang dan menendanginya hingga jeff muntah darah.“ayo jeff!!! Lawan aku!!” dia mengangkat jeff dan melemparnya ke dapur. Randy mengambilsebuah botol dan menghantamkannya ke kepala jeff.“lawan aku!” randy kemudian melemparnya ke ruang tamu.“ayo jeff, semangat sedikit!!!” jeff memalingkan mukanya, wajahnya penuh dengan darah. “aku adalah orang yang menyebabkan saudaramu digiring ke JDC! Kau seharusnya malu jeff!! Aku melakukan itu semua sedangkan kau disini hanya bengog seperti banci!!” ejek randy. Jeff mulai bangkit“akhirnya!!! Kau bisa berdiri dan melawan hah??” jeff berdiri sekarang, darah dan minuman bercampur membasahi wajahnya. Sekali lagi dia merasakan sensasi aneh dalam dirinya, perasaan yang sempat menghilang beberapa waktu lalu.“akirnya dia bangun!” randy kembali mengejek jeff, kemudian dia mulai merangsek kembali. Saat itulah semuanya terjadi. Sesuatu dalam diri jeff meledak keluar. Kesadaran dan psikologisnya hancur dan terkoyak, semua pikiran warasnya hilang, apa yang dia rasakan adalah nafsu yang begitu kuat untuk membunuh. Dia mencekik leher randy dan membantingnya. Dia duduk diatas tubuh randy dan memukulinya dengan membabi buta. Pukulan pertama mendarat tepat di jantung randy, sehingga mengakibatkan shock jantung, jantung randy berhenti berdegup. Namun jeff yang kesetanan tetap menghajarnya, melampiaskan kemarahan dan nafsu membunuhnya. Darah mulai muncrat dari tubuh randy, sampai akhirnya randy tewas.Semua orang melihat ke arah jeff, semuanya termasuk troy dan keith. Kemudian mereka tersadar dari rasa terkejut mereka dan mulai menodongkan pistol mereka ke arah jeff. Jeff berlari menaiki tangga, dan mereka mulai menembakinya secara bertubi tubi, namun tidak satupun yang berhasil mengenainya. Jeff mendengar keith dan troy memburunya. Ketika mereka kehabisan peluru, jeff menuju kamar mandi. Dia mengambil besi tempat handuk dan mencabutnya dari dinding. Troy dan keith mulai mendekatinya dengan pisau yang terhunus.Troy mengayunkan pisaunya, namunjeff dapat menghindar, dan kemudian menghantamkan pipa besi dari tempat handuk ke wajah troy. Troy berhasil dibereskan, hanya tersisa keith. Keith lebih lincah, dia berhasil menghindar ketika jeff mengayunkan pipa besinya. Dia menjatuhkan pisaunya dan mencengkeram leher jeff. Dia mendorongnya ke dinding. Namun sebuah lotion untuk bleaching jatuh dan mengenai mereka berdua, merka kelabakan, namun jeff dengan sigap membersihkan mukanya dan meraih pipa besi menghajarkannya kembali ke kepala musuhnya. Keith menggelepar sekarat, bermandikan darah, namun kemudian keith tersenyum jahat.“apa yang lucu?” tanya jeff. Keith mengeluarkan sebuah korek dan menyalakannya. “yang lucu adalah, kamu berlumuran bleach dan alkohol” mata jeff terbelalak ketika kemudian keith melemparkan koreknya ke arahnya. Api pun segera berkobar di seluruh tubuh jeff, alkohol menambah nyala api dan bleach membuat kulitnya mengelupas. Jeff berteriak dalam kesakitan. Dia berguling untuk memadamkan apinya, namun tidak berhasil, alkohol membuatnya benar benar terbakar. Dia berlari menuju lorong dan turun dari tangga. Semua orang yang ada mulai berteriak panik ketika melihat jeff. Jeff terjatuh dan nyaris tewas. Hal terakhir yang dia lihat adalah orang tuanya dan orang lain berusaha memadamkan api dari tubuhnya. Tidak lama kemudian dia jatuh pingsan.Ketika jeff siuman dia mendapati seluruh tubuhnya diperban. Dia tidak bisa melihat apapun, dia merasakan nyeri di bahunya dan pedih di sekujur tubuhnya. Dia berusaha bangun, namun kemudian dia menyadariada selang di lengannya, ketika dia bangkit, selang tersebut lepas, dan perawat buru buru mendekatinya.“kupikir kamu belum saatnya turun dari ranjang ini” kata perawat. Dia membibing jeff kembali ke pembaringan dan memasukan kembali selang infus. Jeff duduk, tidak melihat apapun, tidak tahu apa yang ada di sekelilingnya. Setelah beberapa jam, akhirnya dia mendengar suara ibunya.“sayang… kamu baik baik saja?” tanyanya. Jeff tidak bisa menjawabnya, mukanya tertutup perban, dan dia tidak bisa berbicara. “oh sayang, aku punya kabar baik. Setelah beberapsaksi mengaku bahwa randy dulu yang menyerang kalian, kini liu dibebaskan” hal ini hampir membuat jeff meloncat kegirangan, namun dia teringat selang infusnya. “liu akan keluar besok, dan kalian akan bisa bersama kembali”Ibu jeff memeluk putranya dan berpamitan pergi. Beberapa minggu selanjutnya keluarga jeff datang berkunjung, saat itulah waktunya perban di seluruh tubuh jeff dijadwalkan untuk dilepas. Ketika dokter mulai membuka perbannya semua yang ada mulai merasa tegang, mereka menunggu sampai seluruh perbannya dilepas, sampai saat ketika perban di sekitar kepalanya nyaris dibuka, mereka menunggu semuanya dengan amat sangat tegang dan khawatir.“mari kita berharap yang terbaik” kata dokter, dia melepaskan perban dan menunjukan wajah jeff yang terluka karena terbakar.Ibu jeff berteriak ngeri ketika melihat muka anaknya. Liu dan ayahnya diam tercekat, nampak sangat shock dengan keadaan jeff.“apa yang terjadi dengan wajahku? Tanya jeff. Dia bergegas turun dan menuju kamar mandi. Dia bercermin di kamar mandi dan melihat wajahnya yang kini nampak hancur dan aneh. Bibirnya terbakar sehingga nampak merah sekali. Kulit wajahnya terkelupas dan menyisakan warna putih yang mencolok, dan rambutnya berubah dari coklat menadi hitam pekat. Dia perlahan meraba wajahnya. Sungguh terasa halus. Dia melihat ke arah keluarganya, kemudian kembali memandang wajahnya di cermin.“jeff” kata liu “tidak begitu buruk koq….”“tidak buruk?” kata jeff “ini sempurna!” seluruh keluarganya tentu saja sangat terkejut dengan penuturan jeff ini. Jeff mulai tertawa terbahak bahak. Keluarganya melihat mata dan tangan kirinya tampak berkedut.“errr.. jeff kamu tidak kenapa kenapa?”“baik baik saja? Aku tidak pernah merasa segembira ini! Ha ha ha ha haaaaaaaaa… lihat aku! Wajah ini sungguh sangat menggambarkanku!” jeff tidak bisa berhenti tertawa.apa yang menyebabkan semua ini? Ketika jeff berkelahi dengan randy dia kehilangan kendali akan dirinya, kewarasannya hilang berganti dengan nafsu membunuh. Sekarang yang tersisa dari jeff hanyalah seorang mesin pembunuh yang gila, namun pada saat itu orang tuanya belum menyadarinya.“dokter, apakah anaku baik baik saja… maksudku dengan pikirannya” kata ibu jeff“ini semua normal, kelakuannya identik dengan pasien yang terlalu banyak menggunakan penghilang rasa sakit. Jika kelakuannya tidak berubah dalam beberaa minggu segera kontrol kembali, kami akan memebrinya tes kejiwaan”“oh terima kasih dokter” ibu jeff kemudian mendekati jeff “ayo sayang… sudah saatnya pulang”Jeff berpaling dari cermin, wajahnya masih membentuk sebuah senyum seperti orang tidak waras. “ok bu… ha ha haaaaaaaaaaa!!!” ibunya merangkul jeff dan membantunya mengenakan baju.“ini baru saja diantar” kata wanita di front desk. Ibu jeff melihat baju yang dikenakan sebelumnya oleh jeff. Ibu jeff kemudian memerintahkan anaknya untuk mengenakan kembali baju itu, yang kini telah bersih, sebuah baju dan celana hitam kemudian mereka pergi, tanpa menyadari bahwa sat itu adalah hari terakhir mereka.Malam itu, ibu jeff terbangun oleh suara yang muncul dari kamar mandi. Kedengarannya seperti seseorang sedang menangis. Dia perlahan berjalan untuk mengecek. Ketika sampai di kamar mandi dia melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Jeff telah mengukir sebuah senyum, mengiris pipinya menggunakan sebuah pisau.“apa yang kau lakukan jeff???” tanya ibunyajeff memandang ibunya. “aku tidak bisa berhenti tersenyum bu. Beberapa saat memang sakit. Tapi sekarang aku bisa tersenyum selamanya” ibunya meihat mata jeff, tampak hitam disekelilingnya.“jeff matamu???” mata jeff nampak tidak pernah tertutup“aku tidak mampu memandang wajahku, aku merasa lelah dan mataku tak kuasa untuk menutup. Aku bakar kelopak mataku sehingga aku bisa melihat wajahku selamanya, wajah baruku” ibunya mulai perlahan menjauhinya, menyadari bahwa jeff telah menjadi benar benar gila. “kenapa ibu? Bukankah aku nampak mempesona?”“iya nak” katanya..”ya… kau sangat tampan sekarang. Bb-biar ibu ke ayahmu dulu, supaya ayahmu bisa melihat wajahmu juga” dia berlari ke kamar dan membangunkan suaminya. “ambil pistolmu kita…..” dia terhenti ketika dia melihat jeff dimuka pintu menggenggam sebuah pisau.“ibu… kamu berbohong…” itu adalah kalima terakhir yang mereka dengar… jeff menerjang mereka dengan pisaunya, dan membunuh mereka dengan brutalnya…Saudaranya, liu terbangun mendengar keributan diluar. Namun kemudian dia tidak mendengar apapun lagi… maka dia menutup matanya berusaha untuk tidur kembali. Ketika dia mulai terlelap, liu merasakan perasaan aneh, sepertinya ada seseorang yang mengawasi dirinya. Dia melihat sekeliling, namun tiba tiba jeff meloncat dan membekap mulutnya. Jeff perlahan mengangkat pisaunya bersiap untuk menghujamkannya ke tubuh liu. Liu berusaha memberontak dan melepaskan diri…..Namun kemudian jeff dengan wajah “riangnya” berkata….“ssssshhhhh….. tidurlah”…………………..Jeff the killer adalah seorang psikopat, seorang pembunuh yang menjadi gila setelah tubuhnya terbakar ketika dia mendapatkan bully dari anak lain. Pada awalnya anak anak yang menyerangnya tidak mau mengakui bahwa merekalah penyebab jeff dan mereka berkelahi. Jeff dianggap sebagai biang keladinya, dan orang orang mulai menyalahkannya. Namun ketika salah satu dari mereka membakar jeff, sehingga dia dilarikan ke rumah sakit, akhirnya mereka mengakui seluruh perbuatannya.Wajah jeff menjadi rusak… kulit wajahnya terkelupas putih, dan konon dia membakar kelopak matanya sendiri (versi lain mengatakan bahwa jeff mengirisnya) sehingga matanya selalu terbuka, dan dia merasa selalu terjaga. Selain tu juga dia mengiris pipinya sendiri, mengukir wajahnya sehingga selalu nampak tersenyum.Setelah kejadian pembunuhan terhadap keluarganya, yang diyakini merupakan perbuatan jeff… dia kabur dan berkeliaran di malam hari mengincar korban korbannya. Ciri khas jeff sebelum membunuh korbannya dia akan selalu berkata “tidurlah……” dengan wajah “riangnya”jeff masih berkeliaran di luar sana… membunuh siapa saja, dia datang ke kamar tidurmu suatu malam, membekap mulutmu, dan kemudian akan berusaha menenangkanmu, sebelum menikamkan pisaunya ke jantungmu…..

Tikus Desa dan Tikus Kota
Folklore
10 Feb 2026

Tikus Desa dan Tikus Kota

SUATU HARI, Tikus Kota mengunjungi kerabatnya yang tinggal di desa. Ia datang dengan gaya angkuh, membawa kisah-kisah tentang gemerlap kota yang penuh cahaya, makanan lezat, dan kehidupan yang katanya jauh lebih “berkelas”. Tikus Desa menyambutnya dengan ramah dan penuh kehangatan, sebagaimana kebiasaan hidup di desa.Untuk makan siang, Tikus Desa menyajikan batang-batang gandum segar, umbi-umbian hasil kebunnya sendiri, serta buah ek yang dikumpulkannya sejak pagi. Minumannya hanya air dingin dari mata air. Tikus Kota makan dengan enggan, mencicipi sedikit ini dan sedikit itu, jelas terlihat bahwa ia menyantap hidangan sederhana itu hanya demi menghormati tuan rumah, bukan karena menikmatinya.“Di kota,” kata Tikus Kota sambil menyeka kumisnya, “kami makan keju lembut, kue manis, dan sisa jamuan para bangsawan. Hidup kami penuh kesenangan.”Tikus Desa hanya tersenyum dan mendengarkan dengan sabar.Setelah makan, mereka berbincang lama. Tikus Kota terus membual tentang pesta-pesta, rumah megah, dan meja makan yang selalu penuh. Tikus Desa mendengarkan dengan mata berbinar, membayangkan kehidupan yang belum pernah ia lihat. Malam pun tiba, dan mereka tidur di sarang hangat dekat pagar tanaman. Angin berhembus pelan, malam sunyi, dan tidur mereka nyenyak tanpa gangguan.Dalam tidurnya, Tikus Desa bermimpi. Ia bermimpi hidup di kota, mengenakan mantel halus, menikmati makanan lezat, dan berjalan di antara kemewahan. Maka ketika pagi tiba dan Tikus Kota mengajaknya ikut ke kota, Tikus Desa menyetujuinya dengan penuh semangat.Perjalanan mereka berakhir di sebuah rumah megah. Saat memasuki ruang makan, mata Tikus Desa membelalak. Di atas meja terdapat sisa-sisa perjamuan mewah: manisan berkilau, agar-agar lembut, kue berlapis krim, dan berbagai keju harum yang belum pernah ia cium aromanya seumur hidup.Dengan hati berdebar, Tikus Desa hendak mencicipi sepotong kue kecil.Namun sebelum gigitan pertama terjadi— MEONG!Seekor kucing mengeong keras sambil menggaruk pintu. Seketika itu juga, kedua tikus lari terbirit-birit menuju lubang persembunyian. Mereka berdiam di sana lama sekali, tubuh gemetar, napas tertahan, tak berani bergerak sedikit pun.Saat keadaan terasa agak tenang dan mereka mencoba keluar, pintu tiba-tiba terbuka. Masuklah para pelayan untuk membersihkan meja, diikuti oleh anjing penjaga rumah yang besar dan galak. Tikus Desa nyaris pingsan karena ketakutan.“Apa setiap hari kau hidup seperti ini?” bisiknya dengan suara gemetar.“Ya,” jawab Tikus Kota pelan. “Beginilah harga dari kemewahan.”Tanpa berkata panjang lagi, Tikus Desa kembali ke sarang Tikus Kota hanya untuk mengambil tas kain kecil dan payungnya. “Barangkali kau memiliki kemewahan dan kelezatan yang tak aku miliki,” katanya sambil bergegas pergi, “tetapi aku lebih memilih gandum sederhana dan hidup tenang di desa, daripada makanan lezat yang harus dibayar dengan rasa takut setiap saat.”Ia pun kembali ke desanya—ke sarang kecil yang hangat, malam yang sunyi, dan hidup yang sederhana namun damai.

Dua Belas Orang Pemburu
Folklore
10 Feb 2026

Dua Belas Orang Pemburu

Pada zaman dulu, ada seorang putra raja yang bertunangan dengan seorang putri yang sangat dia cintai. Suatu hari, saat mereka duduk berduaan, sang Putra Raja menerima kabar bahwa ayahnya sedang terbaring sakit. Untuk itulah dia bergegas pulang ke istananya untuk menjenguk ayahnya sebelum ajalnya tiba.Jadi sang Putra Raja itu berkata kepada kekasihnya, "Aku harus pergi dan meninggalkan kamu, tetapi ambillah cincin ini dan pakailah untuk mengenangku, dan ketika aku menjadi raja, aku akan kembali ke sini dan menjemputmu ke istanaku."Lalu dia berkuda untuk pulang ke istana kerajaannya, dan ketika dia sampai, didapatinya ayahnya sedang yang sakit keras dan sekarat hampir mendekati ajal.Raja lalu berkata kepadanya, "Anakku tersayang, aku ingin melihat wajahmu sebelum aku meninggal. Berjanjilah kepadaku, aku mohon, bahwa kamu akan menikah sesuai dengan keinginanku," dan dia kemudian menyebutkan nama seorang putri dari kerajaan tetangga yang sangat menginginkan putra raja tersebut menjadi istrinya.Karena sangat sedih, sang Pangeran itu tidak bisa memikirkan apa-apa lagi kecuali soal kesehatan ayahnya yang semakin memburuk. Lalu dia pun menyanggupi permintaan ayahnya. "Ya, ya, Ayah. Apapun yang Ayah inginkan dari aku, akan aku laksanakan."Tak lama setelah mendengar kesanggupan putranya, sang Raja pun menutup matanya dan meninggal dengan tenang. Tidak lama kemudian, setelah masa berkabung telah selesai dan sang Pangeran dilantik sebagai raja, maka dia merasa harus memenuhi janji yang telah disepakatinya dengan mendiang ayahnya.Untuk itu dia mengirimkan lamaran kepada putri raja dari kerajaan sebelah, yang langsung disetujui oleh raja dari kerajaan itu. Saat kekasih pertamanya mendengar berita tersebut, dia menjadi sangat sedih. Setiap hari dia merindukan kekasihnya hingga sakit dan hampir meninggal.Ayah si Putri pun berkata kepadanya, "Anakku tersayang, mengapa kamu begitu sedih? Jika ada sesuatu yang kamu inginkan, katakanlah dan aku akan mengabulkannya."Si Putri yang bermuram durja itu merenung sejenak, dan kemudian berkata, "Ayah, aku menginginkan sebelas gadis yang semirip mungkin denganku, baik tinggi badan, usia, dan penampilanku."Raja kemudian berkata, "Jika hal itu memungkinkan, keinginanmu akan aku penuhi!"Dia pun memerintahkan untuk mencari dan mendapatkan sebelas gadis yang mirip dengan postur tubuh maupun penampilan putrinya di seluruh penjuru kerajaannya. Kemudian sang Putri juga minta untuk dibuatkan dua belas pakaian pemburu yang persis sama antara satu dengan yang lainnya, dan kesebelas gadis itu pun memakai pakaian pemburu tersebut, dan sang Putri sendiri memakai pakaian yang kedua belasSetelah itu, dia pamit kepada ayahnya, dan melaju bersama sebelas gadis berpakaian pemburu menuju ke kerajaan kekasihnya. Setibanya di kerajaan kekasihnya, dia pun menawarkan diri untuk menjadi pemburu kerajaan, dengan persyaratan bahwa sang Raja harus menerima mereka semua secara bersamaan.Raja yang melihat si Putri ini, tidak mengenalinya dalam pakaian dan samarannya sebagai pemburu. Sang Raja hanya berpikir bahwa kedua belas pemburu ini semuanya masih muda dan terlihat gagah. Maka dia pun berkata, "Ya, aku dengan senang hati menerima mereka semua."Setelah itu, resmilah mereka semua menjadi dua belas pemburu kerajaan. Sekarang, sang Raja memiliki singa yang luar biasa, karena singa tersebut bisa mengendus segala sesuatu yang tersembunyi atau bersifat rahasia.Suatu malam sang Singa bertanya kepada sang Raja, "Jadi, Yang Mulia pikir, Yang Mulia telah mendapatkan dua belas laki-laki pemburu?""Ya, tentu saja," jawab sang Raja, "mereka adalah dua belas laki-laki pemburu.""Yang Mulia keliru," kata sang Singa, "mereka adalah dua belas orang gadis.""Itu tidak mungkin," tegas sang Raja, "bagaimana kamu bisa membuktikan perkataanmu itu?""Taburkanlah sejumlah kacang polong di atas lantai di ruangan utama istana," kata sang Singa, "dan Yang Mulia akan segera mendapatkan buktinya. Pria memiliki pijakan yang kuat, sehingga saat mereka berjalan di atas kacang polong, mereka tidak akan tergelincir, tetapi semua gadis akan tergelincir akibat menginjak kacang polong yang bulat."Sang Raja menjadi senang dengan saran sang Singa, lalu memerintahkan pelayannya untuk menaburkan kacang polong di ruang utama istana. Untungnya, salah satu pelayan sang Raja yang akrab dengan para pemburu, mendengarkan pembicaraan bahwa para pemburu akan diuji. Maka dia bergegas pergi dan melaporkan hal itu kepada dua belas pemburu."Sang Singa mengatakan kepada sang Raja bahwa kalian adalah wanita," ungkap si Pelayan tersebut, membeberkan membeberkan semua rencana yang didengarnya dari sang Singa.Si Putri lalu mengucapkan terima kasih atas petunjuk si Pelayan, dan setelah si Pelayan tersebut pergi, dia berkata kepada gadis pengikutnya, "Nanti, melangkahlah dengan kuat di atas kacang polong itu."Keesokan pagi, sang Raja memanggil kedua belas pemburu, dan pemburu tersebut berjalan di ruang utama yang telah ditaburi dengan kacang polong. Mereka melangkah dengan kuat dan tegap, sehingga tidak satu pun kacang polong berguling pindah dari tempatnya.Setelah mereka pergi, sang Raja berkata sang Singa, "LIhatlah, sekarang kamu tidak berkata dengan benar. Nah, kamu melihat sendiri bagaimana mereka berjalan seperti umumnya laki-laki.""Karena mereka tahu mereka sedang diuji," elak sang Singa, "sehingga mereka berupaya agar tidak tergelincir. Ujilah kembali mereka dengan menempatkan selusin alat tenun di ruang utama. Ketika mereka melewati alat tenun tersebut, Yang Mulia akan melihat betapa senangnya mereka, berbeda dengan laki-laki."Sang Raja pun senang dengan saran tersebut, dan memerintahkan pelayannya untuk menempatkan dua belas alat tenun di ruang utama istana. Tetapi pelayan yang baik hati ini melaporkan kembali kepada para pemburu tentang rencana sang Raja. Tidak lama kemudian, setelah sang Putri sendirian dan kembali bersama gadis pengikutnya, dia berkata, "Sekarang, berupayalah lebih keras, bahkan jangan pernah melirik ke alat tenun itu nanti."Ketika Raja memanggil dua belas pemburu pada keesokan harinya, mereka berjalan melalui ruang utama tanpa melirik ke alat tenun yang sengaja di tempatkan di sana. Sesaat setelah itu, sang Raja kembali berkata kepada sang Singa, "Kamu telah membodohi aku lagi, mereka adalah laki-lak karena mereka tidak pernah melirik ke alat tenun di sana."Singa itu menjawab, "Mereka tahu bahwa mereka sedang diuji, dan mereka berupaya keras menekan perasaan mereka."Namun sang Raja menjadi tidak percaya lagi kepada sang Singa. Jadi dua belas pemburu ini tetap terus mengikuti ke manapun sang Raja pergi, dan setiap hari sang Raja semakin senang dengan mereka.Suatu hari, di saat mereka semua keluar untuk berburu, datanglah berita yang mengatakan bahwa calon pengantin sang Raja sedang berada dalam perjalanan, dan akan tiba dalam waktu dekat di kerajaannya. Ketika sang Putri yang menyamar menjadi pemburu mendengar hal ini, dia merasa sangat sakit hati dan seolah-olah ada sebilah pisau yang menusuk hatinya. Dia pun terjatuh pingsan karenanya.Sang Raja yang merasa khawatir bahwa sesuatu telah terjadi pada pemburu kesayangannya, berlari untuk membantu, dan mulai menarik sarung tangan sang Pemburu agar terbuka. Saat itulah dia melihat cincin yang pernah diberikan kepada kekasihnya yang pertama. Saat sang Raja menatap dengan jelas wajah sang Putri yang berada di balik kedok samarannya, maka dia langsung mengenali wajah sang Putri.Pada saat sang Putri membuka matanya, sang Raja berkata, "Aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku, dan tidak ada kekuatan di bumi yang bisa mengubah hal ini."Untuk si Putri yang berada dalam perjalanan menuju kerajaannya, sang Raja mengirimkan utusan untuk memohon agar dia kembali saja ke kerajaannya sendiri. "Karena aku telah menemukan istriku, dan siapapun yang telah menemukan kunci lamanya, tidak memerlukan kunci yang baru lagi," demikian pesan yang dibawa oleh utusan sang Raja kepada si Putri dari kerajaan sebelah.Tidak lama kemudian, pernikahan antara sang Raja dan sang Putri yang dicintainya itu dirayakan dengan meriah dan mewah. Sementara itu, sang Singa kembali menjadi hewan kesayangan sang Raja sebab semua yang telah dikatakannya sesungguhnya adalah benar.

Penjahit Yang Riang Gembira
Folklore
10 Feb 2026

Penjahit Yang Riang Gembira

Seorang penjahit baju yang selalu riang gembira dipekerjakan oleh MacDonald yang perkasa di kastilnya di Saddell, untuk membuat sepasang celana yang dihiasi dengan renda-renda pada ujungnya, nyaman dipakai, dan cocok dipakai untuk berjalan ataupun menari. Dan MacDonald telah berpesan kepada penjahit, bahwa apabila dia dapat menyelesaikan celana itu pada malam hari di sebuah runtuhan rumah tua dan pekuburan, dia akan memberikannya hadiah yang sangat besar. Saat itu orang mengetahui bahwa reruntuhan rumah tua dan pekuburan yang di tunjuk oleh MacDonald adalah rumah yang berhantu dan banyak hal-hal yang menyeramkan terlihat di malam hari.Penjahit itu sadar akan hal ini; tetapi dia adalah orang yang selalu riang gembira, dan ketika MacDonald sang pemilik kastil menantangnya untuk membuat sepasang celana di rumah berhantu itu, penjahit itu tidak merasa takut, dan malah menerima tantangan itu karena ingin mendapatkan hadiah yang besar. Sehingga ketika malam mulai tiba, dia naik ke atas lembah, sekitar setengah mil jaraknya dari kastil itu, hingga dia tiba di sebuah rumah tua. Kemudian dia memilih sebuah tempat yang nyaman untuk diduduki dan menyalakan lilinnya, menaruh peralatan untuk menjahitnya, dan mulai mengerjakan celana yang dipesan, dan memikirkan terus hadiah uang yang akan diberikan oleh MacDonald.Semuanya berjalan lancar, hingga dia merasakan lantai bergetar di bawah kakinya, dia melihat ke bawah tetapi jari tangannya tetap mengerjakan celana itu, dia melihat munculnya kepala manusia yang sangat besar dari bawah lantai batu di rumah tua itu. Dan ketika kepala tersebut sepenuhnya muncul dari lantai, sebuah suara yang sangat besar dan menakutkan berkata: "Apakah kamu melihat kepalaku yang sangat besar ini?""Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.Kemudian kepala tersebut muncul lebih tinggi dari lantai, hingga lehernya pun kelihatan. Ketika lehernya sudah muncul, dengan suara yang menggelegar dia berkata lagi: "Apakah kamu melihat leherku yang sangat besar ini?""Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.Kemudian kepala dan leher yang besar itu bertambah naik hingga seluruh pundak dan dadanya terlihat di atas lantai. Dan kembali dengan suara yang menggelegar lebih besar dia berkata: "Apakah kamu melihat dadaku yang besar ini?"Dan kembali penjahit tersebut membalas: "Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" sambil tetap menjahit celana itu.Makhluk tersebut terus muncul dari lantai dan kelihatan bertambah tinggi hingga akhirnya makhluk tersebut menggoyangkan kedua tangannya di depan wajah penjahit itu dan berkata lagi, "Apakah kamu melihat tanganku yang besar ini?""Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit itu dan tetap menjahit celana tersebut, karena dia tahu bahwa dia tidak boleh kehilangan waktu.Penjahit yang riang akhirnya mulai menjahit dengan jahitan-jahitan yang panjang ketika dia melihat makhluk tersebut perlahan-lahan naik dari bawah tanah dan bertambah tinggi terus, hingga akhirnya satu kaki makhluk tersebut sepenuhnya muncul dari bawah tanah dan makhluk tersebut menghentakkan kakinya ke lantai dengan keras, berteriak dengan suara yang sangat menakutkan, "Apakah kamu melihat kakiku yang besar ini?""Ya, ya.. saya melihatnya, tetapi saya masih harus menjahit celana ini!" kata penjahit itu, dan jari-jari tangannya seperti beterbangan saat menjahit celana tersebut dan penjahit itu menjahit dengan jahitan-jahitan yang sangat panjang, dan tepat pada saat dia menyelesaikan celana tersebut, makhluk tersebut telah mengangkat kakinya yang satu lagi dari bawah tanah. Tetapi sebelum makhluk tersebut mengeluarkan kaki yang satunya dari bawah tanah, penjahit itu telah menyelesaikan tugasnya, dan meniup mati lilinnya sambil meloncat dari tempat duduknya, mengambil semua peralatannya dan berlari keluar dari runtuhan rumah tua dengan celana yang di pegang erat-erat di bawah lengannya. Saat itu makhluk yang menyeramkan itu mengeluarkan teriakan yang menggelegar, dan menghentakkan kakinya di tanah dan berlari keluar juga untuk mengejar penjahit yang riang.Keduanya lari menuruni lembah, lari dengan sangat kencang dan lebih kencang dari aliran air sungai yang mengalir di sampingnya, tetapi penjahit yang telah menerima tantangan MacDonald dan berhasil menyelesaikan tugasnya, tidak ingin kehilangan hadiah yang dijanjikan. Walaupun suara di belakangnya menggelegar menyuruhnya untuk berhenti, penjahit itu bukanlah orang yang suka di tangkap oleh makhluk dan monster, sehingga dengan memegang erat celana tersebut, dia berlari tanpa berhenti hingga dia mencapai kastil. Secepatnya dia tiba di dalam pintu gerbang, dan menutup pintu gerbang. saat makhluk itu tiba di depan gerbang yang tertutup, makhluk tersebut menjadi sangat marah karena tidak berhasil menangkap penjahit, dan memukul dinding pintu gerbang dan meninggalkan bekas pukulan disana dengan lima jari-jarinya yang besar.Akhirnya penjahit yang riang menerima hadiahnya karena MacDonald memenuhi janjinya dan telah mendapatkan sepasang celana yang sangat indah. MacDonald tidak pernah menyadari bahwa beberapa jahitan pada celana itu, tidak sama panjangnya.

Kisah Asal- Usul Kerongkongan Paus
Folklore
10 Feb 2026

Kisah Asal- Usul Kerongkongan Paus

DI kedalaman laut biru, dahulu kala, O sahabatku sayang, ada seekor Paus, dan dia memakan ikan-ikan. Dia makan bintang laut dan kuda laut, kepiting dan penyu belimbing, cumi dan ikan pari, ketam dan penyu tempayan, ikan pedang dan udang, ikan makerel dan pikerel, dan belut panjang yang amat sangat membeliat-beliut. Semua jenis ikan yang bisa ia temukan di laut dia makan dengan mulutnya – hap! Sampai akhirnya hanya tertinggal seekor ikan kecil di seluruh laut, dan dia ikan kecil yang cerdik, dan dia berenang sedikit di belakang telinga Paus, untuk menghindar dari bahaya.Lalu Paus menegakkan diri dengan ekornya dan berkata, "Aku lapar." Dan si ikan kecil yang cerdik berkata dengan suara lirih lembut. "Wahai Makhluk Mamalia Laut yang agung dan baik hati, sudahkah engkau pernah mencicipi Manusia?""Belum pernah," jawab Paus. "Seperti apa rasanya?""Enak," jawab Ikan Kecil yang cerdik. "Enak tapi kenyal.""Kalau begitu bawakan beberapa untukku," kata Paus, dan dia menggoyang air laut sampai berbuih dengan ekornya."Satu saja cukup tiap kali makan," sahut si Ikan Cerdik. "Kalau engkau berenang ke arah koordinat 50 derajat Lintang Utara dan 40 derajat Bujur Barat, engkau akan mendapati seorang Pelaut yang mengalami kapal karam, sedang duduk di atas rakit, di tengah lautan, tak punya apa-apa selain celana kanvas biru, sepasang tali selempang (jangan lupakan tali selempang ini, Sahabat Tersayang), dan sebilah pisau lipat, dan aku harus memberitahumu dia adalah seorang kuat dan berani tiada tara."Maka si Paus berenang dan berenang ke 50 derajat Lintang Utara dan 40 derajat Bujur Barat secepat mungkin, dan di atas rakit, di tengah lautan, tidak mengenakan apa-apa selain celana kanvas biru, sepasang tali selempang (engkau harus betul-betul ingat tentang tali selempang ini, Sahabat Tersayang) dan sebilah pisau lipat, ditemukannya sendirian seorang Pelaut yang mengalami kapal karam, mencelupkan jari-jari kakinya ke dalam air. (Dia sudah mendapat ijin dari Mamanya untuk berlayar, kalau tidak tentu ia tidak akan pernah melakukannya, karena ia seorang yang kuat dan berani tiada tara.)Maka Paus mengangakan mulutnya lebar, tambah lebar, dan tambah lebar sampai mulutnya hampir menyentuh ekornya, dan ia menelan si Pelaut karam, dan rakit yang ia duduki, dan celana kanvas birunya, dan tali selempangnya (yang engkau tidak boleh lupakan), dan pisau lipatnya – Dia menelannya semua masuk ke dalam rongga yang hangat dan gelap di dalam perutnya, lalu ia mencecapkan bibirnya – begitu, dan berputar tiga kali di atas ekornya.Namun begitu si Pelaut, seorang yang kuat dan berani tiada tara, mendapati dirinya betul-betul sudah ada di dalam perut Paus yang hangat dan gelap, dia meloncat dan melompat, melangkah dan menjangkah, menabrak dan menghentak, menari dan menggali, membentur dan mencukur, memukul dan memacul, merangkak dan berteriak, menggigit dan mencapit, mendorong dan melolong, merayap dan menguap, menjerit dan bertuwit-tuwit, dan dia berdansa ketuk kaki di tempat yang tak semestinya, dan Paus merasa sangat tidak bahagia. (Sudah lupakah engkau pada tali-tali selempang itu?)Maka berkatalah dia kepada Ikan Cerdik, "Manusia ini sangat kenyal, lagipula ia membuatku cegukan. Apa yang harus kulakukan?""Beritahu padanya supaya keluar," jawab Ikan Cerdik.Maka Paus berseru ke dalam kerongkongannya sendiri kepada si Pelaut karam, "Keluarlah dan bersikaplah sopan. Aku jadi cegukan.""Tidak, tidak!" sahut Pelaut. "Tidak semudah itu. Bawa aku ke pantai kelahiranku dan bukit-bukit putih Albion, dan akan kupikirkan permintaanmu." Dan dia mulai menari lagi lebih keras dari sebelumnya."Lebih baik engkau memulangkannya," saran Ikan Cerdik pada Paus. "Aku sudah mengamarkanmu bahwa dia seorang yang kuat dan berani tiada tara."Maka Paus berenang dan berenang dan berenang, dengan kedua sirip dan ekornya, secepat yang ia mampu karena ia masih cegukan; dan akhirnya ia melihat pantai kelahiran Pelaut dan bukit-bukit putih Albion, dan bergegas mendekati pantai itu, dan membuka mulutnya lebar dan lebar dan lebar, dan berkata, "Yang mau terus ke Winchester, Ashuelot, Nashua, Keene, dan stasiun-stasiun di Jalan Fitch burg;" dan begitu dia mengucapkan 'Fitch' si Pelaut melangkah keluar dari mulutnya. Namun sementara Paus sedang berenang, si Pelaut, yang memang seorang kuat dan berani tiada tara, telah menghunus pisau lipatnya dan membelah rakit menjadi jaring bilah-bilah persegi serba silang-menyilang dan dia telah mengikatnya kuat-kuat dengan tali selempangnya ( sekarang , engkau tahu mengapa engkau jangan melupakan tali selempang itu!), dan dia menyeret jaring bilah-bilah itu ke dalam kerongkongan Paus sampai tersangkut pas dan erat di sana! Lalu ia membacakan Sloka berikut, sebab engkau belum pernah mendengarnya, aku kini akan mulai mengatakannya:Dengan memasang pagarBesar makananmu kini tertakarSebab si Pelaut juga seorang Ir-lan-di-a. Dan dia melangkah ke atas sebilah papan, dan pulang menjumpai mamanya, yang telah memberinya ijin bermain-main air; dan dia menikah dan hidup bahagia selama-lamanya. Si Paus juga hidup bahagia. Namun mulai hari itu, jaring kayu di kerongkongannya, yang tidak bisa ia batukkan keluar maupun telan, menghalanginya memakan apa pun kecuali ikan yang sangat, sangat kecil; dan itulah alasan mengapa paus-paus hari ini tidak pernah memangsa manusia, yang dewasa maupun anak-anak.Si Ikan Cerdik kabur dan bersembunyi dalam lumpur di perairan dalam Khatulistiwa. Dia takut siapa tahu Paus murka padanya.Si Pelaut membawa pulang pisau lipatnya. Dia masih mengenakan celana kanvas biru saat melangkah ke atas bilah papan. Tali selempangnya ditinggal, kamu tahu, untuk mengikat jaring kayu itu; dan berakhirlah kisah itu.TATKALA jendela-jendela kabin gelap dan kehijauanKarena di luar sana hanya ada lautan;Tatkala kapal terangkat hup! (dan bergoyang-goyang)Dan sang kelasi terjatuh masuk ke dalam pingganPeti-peti pun jatuh menggelempang;Tatkala si Pengasuh berbaring di lantai, di atas tumpukan barang,dan "biarkan dia tidur sebentar," Mama bilang,Sedang kau belum duduk tegak, mandi atau berganti pakaian,Wah, sekarang kau tahu (kalau kau belum sempat menduga-duga)Rasanya berada di 40 derajat Bujur Baratdan 50 derajat Lintang Utara!

Menampilkan 24 dari 1144 cerita Halaman 7 dari 48
Menampilkan 24 cerita