Hantu itu ada!
Teen
10 Feb 2026

Hantu itu ada!

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-10T231016.030.jfif

download - 2026-02-10T231016.030.jfif

10 Feb 2026, 16:10

download - 2026-02-10T231014.502.jfif

download - 2026-02-10T231014.502.jfif

10 Feb 2026, 16:10

Lena tidak pernah percaya dengan keberadaan hantu dalam bentuk apapun. Hantu hanyalah suatu hal biasa yang disalahartikan oleh orang-orang bodoh sebagai makhluk halus mengerikan. Penampakan? Itu sih suatu hal biasa yang dilebih-lebihkan oleh orang paranoid. Hawa dingin yang mendadak? Itu pastilah fenomena angin yang bergerak secara tiba-tiba dan mengalami penurunan suhu. Karena itulah ia tidak merasa takut sedikitpun saat ia berjalan sendirian pada malam hari di sebuah jalan yang sepi

Saat itu sudah pukul delapan malam. Lena baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok di rumah Vanny. Karena malas menunggu jemputan yang bakalan lama sekali, Lena memilih berjalan kaki ke rumahnya yang hanya berjarak satu kilometer dari sana.

Udara malam itu benar-benar menggigit. Walaupun Lena sudah merapatkan jaket wol tebalnya, tapi ia tetap kedinginan. Di ujung jalan tampak sekelompok daun kering yang terbang berputar dengan aneh. Entah kenapa Lena memiliki perasaan tidak enak. Perasaan yang sama seperti ketika Pak Jo, guru Fisikanya, membagikan soal ulangan dan ternyata tak satupun yang bisa ia kerjakan dari soal ulangan tersebut. Tiba-tiba Lena teringat dengan pembicaraannya dengan Vanny tadi.

"Kau jangan menganggap remeh semua ini, Lena. Setidaknya kalau kau tidak percaya, kau jangan merendahkan mereka juga," kata Vanny saat topik pembicaraan mereka beralih ke hantu.

Lena tertawa terbahak-bahak, "Pikiranmu dangkal sekali Van. Hantu hanyalah sesuatu yang diciptakan manusia untuk menakut-nakuti dirinya sendiri. Bodoh sekali kau sampai ikut memercayainya."

Vanny tampak tak senang dengan perkataan Lena, "Hati-hati Len. Karena ini bukan sesuatu yang bisa kau lihat dan alami untuk mengetahui kebenarannya."

"Justru karena itu. Aku hanya memercayai apa yang aku lihat dan alami sendiri. Ayolah Van, lebih realistis sedikit, dong."

"Pokoknya aku hanya ingin menasehatimu, Len," kata Vanny akhirnya.

Mendadak Lena merasa ada yang mengikutinya. Matanya menyapu liar ke sekitar, tapi ia tidak menemukan tanda-tanda kehadiran siapapun. Pasti ada om-om mesum yang mengikutinya. Maka Lena segera mempercepat langkahnya sebelum om-om mesum atau siapapun menangkapnya.

Setelah beberapa menit yang menegangkan, akhirnya Lena tiba di rumahnya dengan selamat. Lena segera mandi, mengganti pakaian, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Entah kenapa hari ini ia lelah sekali. Dan hatinya terus-menerus merasa tidak nyaman, seolah akan terjadi sesuatu. Perlahan-lahan rasa kantuk menguasai dirinya, dan dalam sekejap ia langsung terlelap.

***

Tiba-tiba Lena berada di sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni. Melihat langit malam yang terbentang luas di atas kepalanya, ia pastilah berada di lantai atap bangunan tersebut. Rasanya Lena mengenal bangunan ini. Bangunan ini mirip dengan mall di dekat tempat tinggalnya yang sudah lama ditutup.

Lena tahu ia sedang berada di dunia mimpi sekarang. Entah kenapa ia bisa sangat sadar akan hal itu. Mimpi yang ia rasakan sekarang benar-benar terasa seperti nyata. Tapi ia tahu kalau ini pasti hanyalah mimpi. Baru saja Lena melangkah menuju pintu tangga darurat, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.

Saat Lena menoleh dengan was-was, ternyata itu adalah seorang wanita cantik bergaun merah. Wanita itu menyunggingkan sebuah senyuman yang aneh pada Lena. Lena hanya terpaku menatap wanita itu. Entah kenapa ada sesuatu pada wanita itu yang membuat Lena merasa tidak nyaman.

"Hai, kau pasti Lena. Senang bisa bertemu denganmu," kata wanita itu dengan suara sedingin es, "dan sekarang aku akan membuatmu menangis ketakutan dan bertekuk lutut padaku," lanjut wanita itu.

"Apa maksudmu?" tanya ena tidak senang dengan nada bicaranya.

"Sekarang kau berada di dalam bangunan terkutuk ini. Aku akan menantangmu suatu hal. Kau harus mencari cara untuk keluar dari bangunan ini dalam waktu satu jam, atau kau tidak akan pernah bisa keluar lagi selamanya," kata wanita itu sambil berjalan mengitariku dengan angkuh

Lena mendengus, "Tapi itu tidak akan terjadi. Karena aku akan segera keluar dari tempat ini, cepat atau lambat," katanya sambil menuju ke tepian pagar atap, "karena ini hanya mimpi biasa."

Lena melompat keluar dari pagar, membayangkan seolah ia akan terbang, seperti yang terjadi di mimpi-mimpinya yang lain. Tapi di luar dugaan, Lena malah berakhir dengan terjatuh di lantai atap yang sama.

Wanita itu masih berdiri di sana dan tertawa mengejek, "Jangan main-main. Kau tahu ini bukan mimpi biasa. Mimpi di mana kau masih berada dalam keadaan sadar sepenuhnya. Yeah, ini adalah lucid dream, mimpi di mana bangsa kami menguasai dirimu ketika kau tidur dan kau seolah bisa mengatur mimpimu sendiri,"

"Tidak mungkin. Ini hanya mimpi biasa, dan kau hanyalah bagian yang berasal dari ingatanku, berasal dari sel-sel di otakku yang aktif ketika aku tidur," kata Lena sambil menunjuknya tak senang. Pilihan yang salah, karena wanita itu tampak marah sekarang.

"Jadi kau masih belum menerima keberadaan kami?" mendadak wanita itu sudah berada di belakang Lena. Tubuh Lena merinding seketika, seolah wanita itu memancarkan rasa takut magis pada setiap orang di dekatnya. Saat Lena menoleh ke belakang, wanita itu sudah tidak ada.

"Yeah, benar. Aku adalah hantu," bisik wanita itu dari belakang Lena lagi, " dan kau bisa memanggilku Hanny. Hihihihi," ia mengeluarkan tawa yang melengking, dan dalam sekejap Lena seolah dilemparkan dengan tidak nyaman ke bagian terdalam bangunan tersebut.

Bagian dalam bangunan tersebut sangat gelap. Lena hanya dapat berjalan dengan bantuan cahaya remang-remang bulan yang menerobos celah-celah jendela yang pecah dan berdebu. Di sampingnya terdapat etalase boneka yang menarik perhatiannya. Etalase tersebut sudah dipenuhi banyak sarang labah-labah. Dan saat Lena mendekat untuk melihat bonekanya lebih jelas, tiba-tiba sebuah boneka anak perempuan kecil menyunggingkan senyuman mengerikannya pada Lena. Spontan Lena menjauh beberapa langkah hingga ia menabrak sebuah (patung) di belakangnya.

(patung) tersebut mencengkram pergelangan lengan atas Lena dengan erat hingga membuat Lena terkejut. Lena berusaha melepaskan cengkramannya, tapi usahanya tampak sia-sia. Lena juga berusaha untuk bangun dar mimpi buruk ini, tapi ia tak kunjung bangun Kini rasa takut benar-benar memasuki hati dan pikirannya.

Tiba-tiba cengkraman patung plastik itu berubah menjadi cengkraman tangan dingin yang berkuku merah panjang. Tangan Hanny.

"Hantu itu ada," bisik wanita itu, "atau tidak?"

Lena mulai berdoa dan memberontak sekuat tenaga. Ia berhasil melepaskan cengkraman Hanny dan mematahkan salah satu kuku panjangnya. Kemudian Lena berlari sekuat tenaga, dengan kuku Hanny masih dalam genggaman, menuju ke sebuah titik cahaya terang di ujung.

***

Lena membelalakkan matanya dan melirik jam dinding di kamarnya. Tepat pukul 3 pagi. Mendadak seluruh tubuhnya kesemutan. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi tubuhnya seolah mati. Kemudian perlahan-lahan, setelah ia berdoa dan menyebut nama Tuhan, ia bangkit dan menatap sesuatu yang menusuk dalam genggamannya. Patahan kuku merah Hanny.

Dan sekarang Lena yakin seratus persen. Hantu itu benar-benar ada.



Kembali ke Beranda