Forever and Always
Teen
10 Feb 2026

Forever and Always

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-10T230154.424.jfif

download - 2026-02-10T230154.424.jfif

10 Feb 2026, 16:02

download - 2026-02-10T230153.422.jfif

download - 2026-02-10T230153.422.jfif

10 Feb 2026, 16:02

Siang itu matahari bersinar sangat terik. Nata menunggu jemputannya dengan putus asa di bawah atap jembatan sekolahnya. Padahal sudah satu jam ia menunggu. Karena ia sudah nyaris mati kelaparan, akhirnya ia berjalan menuju ke kantin sekolahnya dengan langkah gontai. Dan di saat itulah Nata melihatnya.

Seorang gadis yang paling cantik yang pernah ia temui dalam hidupnya, sedang duduk sendirian di koridor bawah tangga sambil menuliskan sesuatu. Gadis itu pastilah murid pindahan dari sekolah lain, karena Nata tidak mungkin tidak menyadari kehadiran gadis secantik ini di sekolahnya.

Merasa diperhatikan, gadis itu menatap Nata tidak senang, "Apa?" tanyanya dengan nada dingin.

"Uhm, tidak ada. Aku.. aku hanya ingin ke kantin," kata Nata sambil tersenyum gugup kemudian pergi.

"Tunggu!" teriak gadis itu saat Nata sudah pergi beberapa langkah. Jantung Nata sempat berdetak dengan kencang saat mendengar panggilan gadis itu. Nata sih tidak heran kalau banyak gadis yang tertarik padanya, tapi ia tidak menyangka kalau bisa secepat ini. Akhirnya, Nata berbalik menghadap gadis itu dengan senyuman manis ala selebriti yang menyambut fans-fansnya.

"Bukannya kantin ada di sebelah sana?" kata gadis itu sambil menunjuk ke arah sebaliknya. Pudarlah segala bayangan Nata mengenai segala adegan-adegan romantis yang mungkin bakal terjadi setelah ini.

"Yeah, kupikir di sana. Soalnya aku juga anak baru di sekolah ini. Haha," kata Nata sambil mempertahankan senyumannya walaupun di dalam hatinya ia rasanya ingin sekali menenggelamkan dirinya hingga tak terlihat. Bohong besar, karena sebenarnya Nathan sudah bersekolah di sini sejak TK.

Nata segera menuju ke kantin sambil menahan rasa malunya. Kemudian saat ia kembali dengan antusias menuju ke tempat tadi, gadis itu sudah tidak ada lagi. Entah kenapa Nata merasa kecewa.

Hari demi hari berganti, Nata semakin sering melihat gadis tersebut. Entah saat masuk sekolah, di kantin, dan lain-lain. Gadis itu tetap menunjukkan ekspresi dingin seolah ia tidak mengenalnya. Dan entah kenapa Nata menjadi semakin tertarik untuk mengenalnya.

Nama gadis itu Nikki. Nata mengetahuinya dari salah satu temannya. Akhirnya Nata mencoba untuk mencari akun facebook gadis itu dan memberanikan diri untuk chatting dengannya.

"Hai, Nikki," sapa Nata dengan jantung berdegup kencang saat ia memulai chat dengan Nikki.

"Hai," jawab gadis itu pendek. Bahkan Nata bisa membayangkan suara dingin Nikki yang menyapanya.

"Kamu masih ingat aku?" tanya Nata dengan penuh harap.

"Nata de Coco? Aku ingat tadi aku baru memakanmu, rasanya enak," balas Nikki.

Ups. Ternyata Nata lupa mengganti nama akun Facebooknya.

"Aku Natanael, murid kelas X-C" kata Nata sambil menambahkan sebuah smiley yang super gede.

"Oh. Kamu yang salah jalan ke kantin itu," balas Nikki. Ternyata Nikki masih mengingatnya, walaupun yang diingatnya adalah sebuah insiden yang memalukan.

Saat itu Nata menghabiskan waktunya untuk chatting dengan Nikki. Walaupun balasan Nikki masih agak singkat, entah kenapa Nata merasa sangat senang.

Dan tibalah hari di mana langit diselimuti awan hitam yang tebal, guntur menggelegar memekakkan telinga, dan tetesan air hujan seolah jatuh dengan penuh amarah menghantam bumi. Saat itu sudah pulang sekolah, dan Nata melihat Nikki sedang menunggu sendirian di jembatan sekolahnya. Tempat yang sama ketika Nata menunggu jemputannya sebelum ia memiliki mobil sendiri.

"Kamu belum pulang? Ayo, biar kuantar dengan mobilku," ajakku ketika aku menghampirinya.

"Tidak usah, makasih. Aku sudah menelepon supirku," jawab Nikki singkat.

"Okay, kalau begitu aku pulang dulu," kata Nata akhirnya.

Karena Nata tahu bahwa sia-sia saja kalau ia membujuk Nikki, akhirnya ia mengalah dan mengamati Nikki dari jauh di balik kaca mobilnya.

Waktu sudah berlalu setengah jam, dan Nikki belum juga menampakkan tanda-tanda sudah dijemput. Terlihat Nikki sedang menelepon seseorang, kemudian mematikan ponselnya dengan putus asa. Hujan semakin lebat dan tubuh Nikki nyaris basah kuyub terkena hujan. Akhirnya Nata keluar dari mobilnya sambil membawa jaket dan menghampiri Nikki.

"Pakailah, kalau tidak kamu bisa masuk angin," kata Nata sambil menyodorkannya pada Nikki. Sebenarnya Nata ingin memakaikannya seperti di adegan-adegan film romantis, tapi mengingat karakteristik Nikki, akhirnya Nata mengurungkan niatnya.

"Terima kasih," kata Nikki sambil mengambil jaket dari tangan Nata.

"Sebaiknya kau masuk ke mobilku sekarang. Aku akan mengantarmu pulang. Pokoknya kau tidak boleh menolakku lagi," kata Nata. Kali ini Nikki tidak menolaknya lagi, dan hal ini membuat Nata semakin senang.

Rumah Nikki ternyata sangat jauh dari sekolah, dan lebih jauh lagi dari rumah Nata. Dan baru saja Nata mengantarkan Nikki dan ingin berbalik ke rumahnya, tiba-tiba mobilnya mogok. Ternyata mobilnya kehabisan bensin. Akhirnya Nata harus mendorong mobilnya menuju ke pom bensin terdekat dan sempat dicurigai sebagai maling.

Tetapi pengorbanan tersebut ternyata tidak sia-sia, karena sejak saat itu hubungan Nata dengan Nikki semakin dekat. Mereka sering saling bercerita, mengerjakan tugas bersama, bahkan jalan berdua. Suatu hari, Nata mengajak Nikki menonton film berdua.

Saat mereka sedang mengantri untuk memesan tiket, tiba-tiba ponse; Nata terjatuh. Baru saja Nata ingin mengambilnya, tanpa sengaja Nikki menginjak ponsel Nata dan kemudian layar ponselnya menjadi retak. Hati Nata mencelus saat ia akhirnya memungut ponsel kesayangannya.

"Ada apa ya tadi? Rasanya aku menginjak sesuatu," kata Nikki sambil memeriksa lantai, "sepertinya aku mendengar suara retak."

"Tidak.. tidak ada apa-apa," kata Nata sambil tersenyum gugup.

"Baguslah. Soalnya setiap benda yang kuinjak pasti pecah. Pernah sekali aku tidak sengaja menginjak kaki temanku dan kuku kakinya sampai patah," kata Nikki santai seolah itu adalah hal yang biasa.

Cinta memang membutuhkan pengorbanan. Nata baru saja berpikir kalau ia hanya tinggal selangkah lagi untuk mengubah status Facebooknya dari 'single' menjadi 'in relationship' saat ia melihat Nikki bersama Nikko.

"Hai, Nikki, mau pulang?" tanya Nata menghampiri mereka saat sepulang sekolah.

"Iya, sekarang kami lagi mau pulang bareng tuh," kata Nikko sambil mendekat ke arah Nikki dengan sikap posesif.

"Sorry, Nat. Sepulang sekolah nanti kami ingin kerja tugas," kata Nikki.

"Okay, hati-hati di jalan," kata Nata sambil berlalu.

Jika kemarin Nata sedang berada di puncak roller coaster, mungkin sekaranglah saatnya ia menukik dan menuruni roller coaster dengan tiba-tiba. Begitulah cinta, terkadang kita perlahan-lahan diangkat menuju ke titik teratas kebahagiaan, dan kita akan dijatuhkan secara mendadak menuju titik terbawah kesedihan yang terdalam. Sekarang Nikki sudah semakin sering bersama Nikko, apalagi mereka sekelas dan selalu sekelompok.

Kemudian terdengar rumor bahwa Nikki sudah jadian dengan Nikko. Baru kali ini Nata benar-benar merasa kehilangan seseorang yang dicintainya. Suatu hari Nata menghampiri Nikki di kelas saat ia sedang sendirian di jembatan sekolah.

"Hai, sudah lama kita tidak pernah bicara lagi," kata Nata memulai pembicaraan.

"Maaf, soalnya akhir-akhir ini aku semakin sibuk," kata Nikki meminta maaf.

"Soal Nikko, apa kalian benar-benar jadian?" tanya Nata sambil berusaha tersenyum.

Nikki mengangguk pelan.

"Aku hanya ingin memberitahumu," kata Nata sambil menahan napas, "aku mencintaimu, Nik" sebenarnya Nata sudah lama ingin menyampaikannya.

"Aku tahu kau mencintai Nikko. Tapi aku hanya ingin kamu tahu satu hal. Aku akan terus mencintaimu sampai kapanpun. Aku akan menunggumu," kata Nata sambil menatap lekat mata Nikki.

Belum sempat Nikki menjawabnya, tiba-tiba Nikko menghampiri mereka, "Ayo, Nik. Nanti kita kehabisan tiket," kata Nikko sambil menarik Nikki setelah melemparkan pandangan curiga pada Nata.

Nikki sempat menoleh ke belakang, seolah merasa tidak enak pada Nata. Dan Nata hanya bisa terdiam di jembatan sekolah, tempat yang menyimpan banyak kenangannya bersama Nikki. Nata masih berada di sana saat mobil Nikko melesat di depannya. Nata akan terus mencintai Nikki, walaupun Nikki tidak bisa menjadi miliknya. Ia akan terus menunggunya. Forever and always.

--------------

Kembali ke Beranda