Temukan Cerita Inspiratif
Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.
Total Cerita
1144
Genre Romance
230
Genre Folklore
228
Genre Horror
228
Genre Fantasy
230
Genre Teen
228
Urashima Taro dan Penyu Laut
Urashima Taro, yang dalam bahasa Jepang berarti "Anak laki-laki dari pulau," adalah anak satu-satunya dan merupakan kesayangan dari seorang nelayan tua dan istrinya.Dia sangat baik, muda dan kuat, dia dapat berlayar dengan perahu jauh lebih pandai dari orang-orang yang tinggal di tepi pantai rumahnya. Dia sering berlayar jauh ke tengah laut, dimana para tetangganya sering memperingati orangtuanya bahwa mungkin suatu saat dia akan pergi terlalu jauh ke laut dan tidak pernah kembali lagi.Orangtuanya tahu akan hal ini, bagaimanpun juga, mereka mengerti bahwa anaknya sangat pandai berlayar, dan mereka tidak pernah terlalu mengkuatirkannya. Bahkan bila Urashima pulang lebih lambat dari yang diharapkan, mereka selalu menunggu kedatangannya tanpa rasa cemas. Mereka mencintai Urashima lebih dari hidup mereka sendiri, dan bangga bahwa dia sangat berani dan lebih kuat dari anak laki-laki tetangganya.Suatu pagi, Urashima Taro pergi untuk mengambil tangkapan di jaringnya, seperti yang ditebarkannya kemarin malam. Di salah satu jaringnya, diantara ikan yang tertangkap, dia menemukan seekor penyu kecil yang ikut terjerat. Penyu itu di ambilnya dan diletakkannya di dalam perahu sendiri, disimpannya di tempat yang aman, hingga dia dapat membawanya pulang ke rumah. Tetapi dengan kagum, Urashima mendengarkan penyu itu memohon dengan suara yang sangat lirih. "Apa gunanya saya bagi kamu?" tanya penyu itu. "Saya terlalu kecil untuk dimakan, dan terlalu muda hingga butuh waktu yang lama hingga saya menjadi besar. Kasihanilah saya dan kembalikan saya ke laut, karena saya tidak ingin mati." Urashima Taro yang baik hati menaruh belas kasihan paa penyu kecil yang memohon sehingga dia melepaskan kembali penyu kecil itu ke laut.Beberapa tahun setelah kejadian ini, ketika Urashima Taro pergi berlayar terlalu jauh ke tengah laut, badai yang buruk datang menerpa perahunya dan memecahkan perahunya hingga berkeping-keping. Urashima adalah perenang yang sangat baik, dan dia terus berupaya agar dapat sampai ke tepi pantai dengan berenang, tetapi jarak antara dia dan pantai terlalu jauh dan saat itu laut sangat ganas, kekuatannya akhirnya melemah dan dia sudah mulai tenggelam perlahan-lahan. Saat dia menyerah dan berpikir bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan ayahnya lagi, dia mendengar namanya dipanggil dan melihat penyu yang besar berenang ke arahnya.Naiklah kepunggungku," teriak penyu itu, "dan saya akan membawamu menuju daratan." Ketika Urashima Taro telah aman dan duduk di punggung penyu itu, penyu itu lalu melanjutkan kata-katanya: "Saya adalah penyu yang kamu lepas saat saya masih kecil dan tidak berdaya di jaring mu, dan saya sangat senang dapat membalas kebaikanmu."Sebelum mereka tiba di pantai, penyu itu bertanya kepada Urashima Taro bahwa apakah dia ingin melihat kehidupan yang indah yang tersembunyi di bawah laut. Nelayan muda itu membalas bahwa hal itu adalah pengalaman yang akan sangat menyenangkan. Dalam sekejap, mereka berdua menukik ke dalam air yang berwarna hijau. Urashima memegang erat-erat punggung penyu yang membawanya ke kedalaman yang tak terkira. Setelah tiga malam, mereka mencapai dasar laut, dan tiba di tempat yang sangat indah, penuh dengan emas dan kristal. Koral dan mutiara dan berbagai macam batu-batuan berharga membuat matanya menjadi berbinar-binar dan terkagum-kagum, dan apa yang ada di dalam istana tersebut lebih membuat dia terkagum lagi, diterangi dengan sisik-sisik ikan yang bersinar indah."Ini," kata penyu itu, "Ini adalah istana dewi laut. Saya adalah salah satu pelayan dari putri dewi laut."Penyu itu kemudian menyampaikan kedatangan Urashima Taro ke sang Putri, dan tidak lama kemudian dia kembali, membawa Urashima ke hadapan sang Putri. Putri dewi laut itu sangat cantik sehingga ketika sang Putri meminta agar Urashima mau tinggal di tempat itu, Urashima langsung menyetujuinya dengan gembira."Jangan tinggalkan saya, dan kamu akan selalu terlihat muda seperti sekarang, usia tua tidak akan pernah kamu alami," kata sang Putri.Begitulah akhirnya Urashima Taro tinggal di istana bawah laut bersama putri dari Dewi laut. Dia begitu gembira hingga tidak merasa bahwa waktu terus berlalu tanpa terasa. Berapa lama dia disana tak pernah disadarinya. Tetapi suatu hari, dia teringat kepada kedua orangtuanya; dia ingat bahwa orangtuanya mungkin merasa kehilangan dengan ketidakhadirannya. Semakin hari, keinginan untuk pulang terus datang dan bertambah kuat. Pada akhirnya, Urashima mengutarakan maksudnya kepada sang Putri bahwa dia harus pergi menjenguk orangtuanya. Sang Putri menangis sedih dan memohon agar Urashima tidak pergi."Jika kamu pergi, saya mungkin tidak akan melihatmu lagi," tangis sang Putri.Tetapi keinginan Urashima sangat kuat dan tidak dapat dibujuk lagi. Urashima sangat ingin melihat kedua orangtuanya sekali lagi dan berjanji akan pulang kembali ke istana itu dan tinggal bersama sang Putri selama-lamanya. Sang Putri akhirnya setuju dan memberikan sebuah kotak emas kepadanya dan berpesan agar kotak itu jangan pernah dibuka."Jika kamu mengindahkan kata-kataku," katanya kembali, "kamu mungkin masih dapat kembali kepadaku. Saat kamu siap, penyuku akan berada disana untuk membawamu, tetapi bila kamu lupa apa yang saya katakan kepadamu, Saya tidak akan pernah dapat menemui kamu lagi."Urashima Taro dengan bersemangat meyakinkan dia bahwa tidak ada satupun di dunia yang dapat memisahkan mereka, dan mengucapkan selamat tinggal. Dengan menunggangi punggung penyu, dengan cepat dia meninggalkan istana jauh dibelakang. Selama tiga hari tiga malam mereka berenang, dan akhirnya penyu itu tiba di tepi pantai dekat rumahnya yang dulu.Dengan bersemangat dia lari ke desa itu dan mencari semua teman-teman lamanya. Semua wajah terlihat asing baginya, bahkan rumahnya pun kelihatan berbeda. Anak-anak yang bermain di pinggir jalan dimana dia pernah tinggal, tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia berhenti di depan rumahnya, dengan hati berdebar-debar, dia mengetuk pintu rumah. Terdengar suara musik dari jendela atas dan seorang wanita yang asing baginya membukakan pintu. Wanita itu tidak bisa menjelaskan tentang orangtuanya dan bahkan tidak pernah mendengar nama kedua orangtuanya. Urashima lalu keluar dari rumah tersebut dan menanyai semua orang yang dijumpainya. Tetapi semua yang ditanyai hanya memandanginya dengan curiga. Akhirnya dia menuju ke tanah pekuburan di luar desa. Mencari-cari di antara kuburan yang ada, dan dengan cepat dia menemukan dirinya berdiri di dekat nama yang selama ini dicari-carinya. Tanggal pada batu nisan itu menunjukkan bahwa ayah dan ibunya meninggal tidak lama setelah dia berangkat; dan dia menemukan bahwa dia telah pergi dari rumah itu selama tiga ratus tahun. Dengan penuh kesedihan dia membungkuk untuk menghormati orangtuanya yang terakhir kali dan kembali menuju desanya. Di setiap langkah dia berharap bahwa dia akan terbangun dari mimpinya, tetapi orang-orang yang ditemui dan jalan yang dilalui adalah nyata.Kemudian dia teringat akan sang Putri dan kotak emas yang diberikan kepadanya. Dia berpikir bahwa mungkin saja sang Putri telah menyihirnya, dan kotak ini mempunyai jimat-jimat untuk mematahkan sihir itu. Dengan tidak sabar dia membuka kotak tersebut, dan seberkas asap berwarna ungu keluar meninggalkan kotak yang kosong. Dengan terkejut, dia tersadar melihat tangannya yang langsung menjadi tua dan gemetaran. dia menjadi sadar bahwa kotak tersebut berisi jimat yang menahan dirinya dari proses penuaan selama tiga ratus tahun, dan kotak itu telah kehilangan sihirnya. Dengan ketakutan, dia berlari ke tepi aliran air yang mengalir dari atas gunung, dan melihat bayangan dirinya yang terpantul di air itu adalah bayangan seseorang yang sangat tua.Dia kembali ke desa itu dengan ketakutan, dan tak ada satu orangpun yang mengenali dia sebagai anak muda yang kuat beberapa jam yang lalu. Dengan kelelahan, dia akhirnya mencapai tepi pantai, dimana dia duduk di atas sebuah batu dan memanggil penyu laut yang membawanya ke istana laut. Tetapi panggilannya sia-sia belaka, penyu itu tidak pernah muncul, dan akhirnya suaranya hilang di telan kematian.Sebelum kematiannya, orang-orang se-desa berkumpul di dekatnya dan mendengarkan ceritanya yang sangat aneh. Lama setelah kejadian itu, orang-orang desa menceritakan kepada anak-anaknya tentang seseorang yang sangat mencintai orangtuanya, meninggalkan istana bawah laut dan seorang Putri yang sangat cantik, dan orang itu bernama Urashima Taro.
Kakek Tua dan Cucunya
Dahulu kala, hiduplah seorang kakek yang sudah sangat tua. Usianya telah merenggut hampir seluruh kekuatan tubuhnya. Matanya menjadi rabun sehingga ia sulit melihat dengan jelas, pendengarannya hampir tuli, dan lututnya selalu gemetaran setiap kali ia berdiri atau berjalan. Setiap langkah yang diambilnya terasa berat dan penuh usaha. Saat duduk di meja makan bersama keluarganya, tangannya yang lemah sering kali tidak mampu menggenggam sendok dengan kuat. Akibatnya, ia kerap menumpahkan kaldu dari sendoknya ke taplak meja, bahkan terkadang makanan itu menetes keluar dari mulutnya tanpa bisa ia cegah.Anaknya dan istri anaknya merasa sangat terganggu dengan keadaan tersebut. Mereka menganggap sang kakek sebagai beban dan merasa malu melihat perilakunya saat makan. Setiap kali sang kakek menumpahkan makanan, mereka saling bertukar pandang dengan wajah kesal. Keluhan dan desahan napas jengkel semakin sering terdengar, hingga akhirnya kesabaran mereka pun habis.Suatu hari, mereka memutuskan untuk tidak lagi membiarkan sang kakek makan bersama mereka di meja makan. Mereka memindahkannya ke sudut rumah yang dekat dengan dapur, jauh dari meja keluarga. Di sana, sang kakek harus makan sendirian dengan menggunakan mangkuk gerabah. Makanan yang diberikan pun selalu sedikit, sekadar agar ia tidak kelaparan, tanpa perhatian atau kehangatan sedikit pun.Setiap hari, sambil makan di sudut itu, sang kakek sering melirik ke arah meja makan keluarga. Ia melihat anaknya, menantunya, dan cucunya duduk bersama, berbincang, dan tertawa. Matanya pun berkaca-kaca, air mata menetes perlahan di pipinya yang keriput. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Ia hanya diam, menerima perlakuan itu dengan hati yang sedih dan pasrah.Pada suatu malam, ketika tangannya yang gemetaran mencoba mengangkat mangkuk gerabah, ia kehilangan keseimbangan. Mangkuk itu terlepas dari genggamannya, jatuh ke lantai, dan pecah berhamburan. Suaranya membuat anak dan menantunya terkejut. Dengan wajah marah, mereka memarahi sang kakek karena dianggap ceroboh dan merepotkan. Namun, sang kakek tidak membela diri. Ia hanya menundukkan kepala dan menghela napas panjang, seakan menyimpan luka yang tak mampu ia ucapkan dengan kata-kata.Keesokan harinya, anak dan istrinya membelikan sebuah mangkuk kayu yang murah. Mereka berpikir mangkuk kayu tidak akan pecah jika jatuh lagi. Tanpa rasa bersalah, mereka memberikan mangkuk itu kepada sang kakek dan kembali melanjutkan hidup mereka seperti biasa.Beberapa hari kemudian, ketika keluarga itu sedang duduk makan di meja, cucu mereka yang masih kecil, berusia sekitar empat tahun, terlihat sibuk mengumpulkan potongan-potongan kayu di lantai. Ia menyusunnya dengan serius, seolah sedang membuat sesuatu yang penting.Ayahnya memperhatikan dan bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan di sana, Anakku?”Dengan polos, anak kecil itu menjawab, “Aku sedang membuat mangkuk kayu kecil.”“Mangkuk kayu untuk apa?” tanya sang ayah heran.Dengan wajah lugu dan suara ceria, si anak berkata, “Untuk ayah dan ibu. Nanti kalau aku sudah dewasa dan ayah serta ibu sudah tua, ayah dan ibu bisa makan pakai mangkuk ini.”Mendengar jawaban itu, sang ayah dan ibunya terdiam. Mereka saling berpandangan, dan kata-kata anak kecil itu terasa seperti petir yang menyambar hati mereka. Perlahan, rasa malu dan penyesalan memenuhi perasaan mereka. Air mata pun mengalir tanpa bisa mereka tahan.Saat itu juga, mereka menyadari kesalahan besar yang telah mereka lakukan. Mereka teringat bahwa sang kakek dahulu juga pernah merawat, mengasihi, dan membesarkan anaknya dengan penuh kesabaran. Tanpa menunda lagi, mereka bangkit dari meja, menghampiri sang kakek, dan mengajaknya kembali duduk bersama mereka.Sejak hari itu, sang kakek selalu makan di meja bersama keluarganya. Mereka memperlakukannya dengan lebih sabar dan penuh kasih. Tidak ada lagi keluhan ketika makanan tumpah, dan tidak ada lagi tatapan jengkel. Rumah itu kembali dipenuhi kehangatan dan rasa hormat.Dan dari kejadian itu, mereka belajar bahwa cara kita memperlakukan orang tua hari ini adalah cermin dari bagaimana kita akan diperlakukan di masa depan. Karena kasih sayang dan hormat kepada orang tua adalah warisan paling berharga yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita.
Kaus Kaki Mermaid
Pada suatu hari yang cerah, seorang nelayan sederhana pergi melaut seperti biasa. Sejak pagi buta ia telah bersiap, membawa jala dan bekal seadanya. Laut tampak tenang, langit biru terbentang luas, dan angin berembus lembut. Nelayan itu merasa hari ini akan menjadi hari yang baik untuk mencari ikan.Namun, belum lagi perahunya sampai di tengah laut, suasana tiba-tiba berubah. Angin besar berembus kencang tanpa peringatan. Awan gelap mulai berkumpul, dan ombak tinggi datang berdeburan menghantam perahu kecilnya.Nelayan itu segera sadar bahwa laut sedang murka. Ia tahu, jika tanda-tanda seperti itu muncul, ia harus segera kembali ke daratan. Dengan sekuat tenaga, ia mendayung perahunya menuju pantai. Sayangnya, sekeras apa pun ia mendayung, perahunya hanya bergerak sedikit karena tertahan oleh ombak yang sangat kuat.Di tengah kepanikan itu, tiba-tiba nelayan melihat sesuatu yang membuat tubuhnya gemetaran. Dari dalam air laut yang bergelora, muncul sesosok laki-laki berambut dan berjenggot abu-abu. Makhluk itu berdiri di atas ombak, seolah menungganginya seperti manusia menunggang kuda.Nelayan itu langsung berlutut di dalam perahu dan berdoa dengan penuh ketakutan. Ia tahu betul makhluk apa yang ada di hadapannya. Itu adalah duyung laki-laki. Dalam kepercayaan para nelayan, melihat duyung laki-laki adalah pertanda bahwa badai besar akan segera datang.Namun, ketika nelayan itu memperhatikan lebih saksama, ia melihat sesuatu yang aneh. Duyung itu tidak tampak mengancam. Justru tubuhnya terlihat menggigil, wajahnya pucat, dan gerakannya gemetar menahan dingin.Tiba-tiba, duyung laki-laki itu berteriak dengan suara parau, “Dingin sekali! Aku sangat kedinginan! Salah satu kaus kakiku hilang!”Nelayan itu tertegun. Ketakutannya berubah menjadi kebingungan. Tak pernah terlintas di benaknya bahwa makhluk laut yang menakutkan itu bisa mengeluh seperti manusia biasa.Tanpa banyak berpikir, nelayan itu duduk, membuka sepatunya, lalu melepas salah satu kaus kakinya. Dengan niat tulus untuk menolong, ia melemparkan kaus kaki itu ke arah duyung.Duyung laki-laki itu menangkap kaus kaki tersebut, lalu menatap nelayan dengan mata penuh rasa terima kasih. Sesaat kemudian, ia menghilang ke dalam laut, lenyap bersama ombak yang bergulung.Ajaibnya, angin mulai mereda. Ombak pun perlahan mengecil. Nelayan itu kembali mendayung dan akhirnya berhasil sampai ke pantai dengan selamat.Hari-hari pun berlalu. Selama seminggu penuh, nelayan itu selalu mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah. Jalanya tak pernah kosong, dan ikan-ikan besar seolah datang sendiri ke perahunya. Nelayan itu merasa sangat bersyukur, meski ia tak sepenuhnya mengerti apa yang telah terjadi.Suatu hari, saat ia sedang asyik menarik jala yang penuh ikan, ia melihat sesuatu muncul dari permukaan air. Rambut abu-abu yang dikenalnya kembali terlihat.Itu adalah duyung laki-laki yang pernah ia tolong.Dengan suara lantang, duyung itu berseru, “Dengar, dengar, nelayan yang melemparkan kaus kaki! Pulanglah! Mendayunglah untuk pulang sekarang juga! Badai besar telah dekat!”Tanpa ragu, nelayan itu segera mengemasi peralatannya dan mendayung secepat mungkin menuju pantai. Tak lama setelah ia sampai di daratan, badai besar benar-benar terjadi. Angin mengamuk, ombak menghantam pantai dengan ganas, dan hujan turun deras.Nelayan itu menatap laut dari kejauhan dengan hati penuh rasa syukur. Ia sadar bahwa duyung laki-laki itu telah membalas kebaikannya. Berkat sikap baik hati dan keikhlasannya, nyawanya telah diselamatkan dari bahaya.Sejak saat itu, nelayan tersebut percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu kembali kepada orang yang melakukannya, bahkan dari makhluk yang paling tak terduga.
Sumur Naga
Sembilan bersaudara diperintahkan oleh Raja untuk pergi memerangi bangsa Frank, yang kini dikenal sebagai wilayah Jerman. Perintah itu tidak bisa ditolak. Dengan perlengkapan perang seadanya, mereka bersiap meninggalkan rumah.Sebelum berangkat, anak tertua mendekati ibunya dan berkata dengan penuh hormat, “Beri kami restumu, Ibu.”Ibu itu menatap satu per satu wajah putra-putranya. Dengan suara bergetar ia berkata, “Aku berikan restu untuk kalian berdelapan. Namun, untuk anak bungsuku tersayang, John… aku hanya bisa memberikan kuda terbaikku dan ucapan selamat tinggal.”Ibu itu tertunduk sedih. Dalam hatinya, ia seakan merasakan firasat buruk yang akan menimpa John. Meski demikian, ia tahu takdir tak bisa dicegah. Ia mencium kening kesembilan anaknya satu per satu, lalu mengantar mereka sampai ke ujung jalan desa sambil menahan air mata.Hari demi hari berlalu. Empat puluh hari sudah mereka berjalan melewati hutan, padang tandus, dan jalan berbatu. Persediaan air mereka pun habis. Tenggorokan terasa kering, tenaga mulai melemah.Tiba-tiba, di kejauhan mereka melihat sebuah sumur tua. Dengan penuh harap, mereka berlari mendekatinya. Awalnya kegembiraan memenuhi hati mereka, tetapi kegembiraan itu sirna saat mereka menyadari bahwa ember sumur telah jatuh ke dasar.Setelah berdiskusi, mereka sepakat menurunkan John ke dalam sumur. Tubuhnya paling ringan dan ia masih cukup kuat. Mereka mengikatkan tali ke pinggang John dan menurunkannya perlahan-lahan ke dalam kegelapan sumur.Tak lama kemudian, terdengar teriakan dari bawah, “Tarik! Tarik! Tidak ada air di sini! Hanya ada hantu yang sangat menakutkan!”“Kami sedang menarikmu, John! Tapi kau terasa sangat berat!” teriak delapan kakaknya.“Gunakan kudaku, si Hitam!” teriak John putus asa.Mendengar suara itu, si Hitam meringkik keras dan bergerak liar seolah merasakan bahaya besar. Delapan kakak John segera mengikatkan tali ke pelana kuda itu. Bersama-sama, mereka menarik dengan sekuat tenaga.Perlahan, tangan John mulai terlihat di bibir sumur. Disusul pedangnya. Namun ketika seluruh tubuh John muncul ke permukaan, delapan kakaknya terperanjat ketakutan.Seekor Naga Hitam besar melilit tubuh John dengan sisiknya yang gelap dan matanya menyala merah. Delapan kakak John langsung menyerang naga itu dengan pedang mereka. Namun, sebuah tebasan meleset dan justru mengenai tali penarik hingga putus.Dalam sekejap, John dan Naga Hitam terjatuh kembali ke dalam sumur yang gelap.“Tinggalkan aku! Pulanglah kalian!” teriak John dari dasar sumur.“Kami tidak bisa meninggalkanmu!” jawab kakak-kakaknya dengan suara putus asa.Namun suara John kembali terdengar, lebih tenang namun penuh kepasrahan. “Pergilah… dan katakan pada Ibu bahwa aku telah menikah. Katakan padanya bahwa batu nisan adalah mertuaku, dan bumi yang gelap ini adalah istriku.”Suara itu perlahan menghilang, tenggelam bersama keheningan sumur. Delapan kakak John menangis dan berlutut di tepi sumur. Mereka tahu adik bungsu mereka telah menerima takdirnya dengan keberanian.Dengan hati berat, mereka kembali pulang. Saat tiba di rumah, ibu mereka langsung tahu bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi. Dengan suara gemetar, anak tertua menyampaikan pesan terakhir John.Mendengar itu, ibu mereka menangis, namun ia juga merasa bangga. John telah berkorban demi saudara-saudaranya, tanpa rasa takut, tanpa penyesalan.Sejak saat itu, kisah John si anak bungsu yang berani diceritakan turun-temurun. Ia dikenang sebagai lambang pengorbanan, keberanian, dan cinta kepada keluarga, bahkan hingga nyawanya sendiri.
Angsa Keberuntungan
Pada suatu hari yang cerah di sebuah desa kecil di Skotlandia, hiduplah seorang ibu muda yang dikenal baik hati dan penuh kasih sayang. Ia tinggal berdua dengan anaknya yang masih kecil. Sudah beberapa hari anaknya jatuh sakit, tubuhnya lemah dan sulit bangun dari tempat tidur. Sang ibu sangat khawatir dan bertekad mencari tanaman obat agar anaknya bisa segera sembuh.Pagi itu, setelah menyiapkan sedikit bekal, ibu muda itu berjalan menuju sebuah padang rumput yang luas di dekat hutan. Rumput hijau terbentang sejauh mata memandang, dipenuhi bunga-bunga liar yang bergoyang tertiup angin. Dengan teliti, ia menyibak-nyibakkan rumput, mencari tanaman obat yang biasa digunakan oleh orang-orang desa.Tiba-tiba, di tengah kesibukannya, ia mendengar bunyi gemerisik dari balik semak-semak. Suaranya pelan, seolah berasal dari makhluk yang sedang kesakitan. Dengan rasa penasaran dan sedikit khawatir, ibu muda itu mendekati sumber suara tersebut.Di sana, ia menemukan seekor angsa putih terbaring lemah di tanah. Bulu-bulunya tampak kusam, matanya mengedip perlahan, dan paruhnya sesekali terbuka seperti sedang berusaha bernapas. Salah satu sayapnya terlihat terluka, membuatnya tak mampu terbang.“Ah, angsa yang malang. Kasihan sekali nasibmu,” ucap ibu muda itu dengan suara lembut.Tanpa ragu, ia menggendong angsa tersebut dengan sangat hati-hati dan membawanya pulang ke rumah. Ia merasa tak tega meninggalkan makhluk lemah itu sendirian di padang rumput.Sesampainya di rumah, ibu muda itu menaruh angsa di dekat perapian agar tubuhnya tetap hangat. Ia membersihkan luka di sayap angsa, memberinya air, dan menyuapi sedikit makanan. Angsa itu tampak tenang, seolah merasa aman berada di rumah sang ibu.Sejak hari itu, ibu muda tersebut merawat angsa dengan penuh perhatian. Setiap pagi dan sore, ia membersihkan lukanya dan memastikan angsa itu cukup makan. Meski sibuk merawat anaknya yang sakit, ia tidak pernah mengeluh.Hari demi hari berlalu. Kondisi angsa perlahan membaik. Lukanya mengering, bulu-bulunya kembali bersih dan indah. Ajaibnya, seiring dengan membaiknya kesehatan angsa, kondisi anaknya juga ikut membaik. Anak itu mulai bisa tersenyum, makan dengan lahap, dan tidur lebih nyenyak.Suatu hari, angsa itu akhirnya sembuh sepenuhnya. Ia sudah bisa berjalan-jalan di dalam rumah, mengepak-ngepakkan sayapnya yang lebar, bahkan sesekali mengeluarkan suara riang. Melihat itu, hati ibu muda dipenuhi rasa syukur.Keesokan paginya, angsa itu tampak gelisah, seolah ingin kembali ke alam bebas. Ibu muda itu mengerti. Dengan perasaan haru, ia membukakan pintu rumah dan mempersilakan angsa itu terbang kembali ke langit.Angsa tersebut mengepakkan sayapnya, terbang berputar-putar di atas rumah seakan mengucapkan terima kasih, lalu melesat tinggi ke angkasa.Saat ibu muda masih menatap langit, tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat ia rindukan.“Ibu, aku lapar!”Ibu muda terkejut dan segera menoleh. Ternyata anaknya telah bangun dari tidurnya dengan wajah cerah dan tubuh yang segar. Anak itu benar-benar telah sembuh sepenuhnya. Air mata kebahagiaan mengalir di pipi sang ibu. Ia memeluk anaknya erat-erat sambil mengucap syukur.Sejak saat itu, ibu muda percaya bahwa kebaikan yang ia berikan kepada angsa telah membawa keberuntungan bagi keluarganya. Hingga kini, masyarakat Skotlandia menganggap angsa sebagai burung pembawa keberuntungan.Pesan Moral dari Dongeng Luar Negri Dari Skotlandia : Angsa Pembawa Keberuntungan adalah Berbuatlah baiklah kepada semua makhluk Tuhan. Orang yang herbuat baik akan mendapatkan kebahagiaan.
Alam Nyata dan Gadis Yang Diserang Memori
Di langkah selanjutnya, kudapati diriku tidak lagi berada di negeri dongeng. Aku kembali ke Alam Nyata. Di belakangku tak ada lagi api tiga warna, hanya sisa-sisa kayu yang dulunya bersatu menjadi rumah.Tak ada api. Tak ada suara memanggil pertolongan.Seketika serbuan memori dan pengetahuan menghantam kepalaku hingga aku tersungkur.Pandanganku mengabur, tetapi aku bisa menangkap gambaran samar sebuah buku yang tergeletak di dekatku. Sayangnya, gambaran itu segera kehilangan fokusku saat berbagai emosi menyeruak. Kemarahan, bahagia, bingung, serta berbagai hal lain berkecamuk dan bersekongkol menyerbuku."Bagaimana bisa kau sampai gagal tes?" sosok Nenek Pendongeng nampak memungut buku tua yang tergeletak di sampingku."Aku justru merasa lebih baik," sanggaku seraya bangkit berdiri. Aku memang sudah merasa demikian. Memoriku sudah kembali utuh dan pemahaman melingkupiku. Jika sebelumnya perkataan si Gadis Bermahkota Api terdengar seperti tuduhan mengerikan, sekarang aku justru paham kenapa tindakkan tersebut layak dilakukan. Yah, aku melakukan upaya pembunuhan dan tidak begitu merasa bersalah. "Apa mereka sudah mati?"Nenek Pendongeng menggeleng. "Kau berhasil menyelamatkan ayah dan adikmu dalam tes, jadi jiwa mereka tidak bisa diklaim Negeri Para Terkutuk. Keduanya sekarang ada di rumah sakit, mereka hidup dan selamat dari kutukkan mengerikan.""Dan aku justru mendapatkan kaki yang baru," seruku girang. Tubuh fisiku tak lagi cacat. Kaki busuk yang sudah teramputasi kini menjadi kaki jenjang idaman para gadis."Masalahnya, kau tidak lagi menjadi bagian dunia ini," ujar Nenek Pendongeng. "Tubuh fisikmu yang sesungguhnya sudah dikebumikan—""Bukankah itu justru bagus?" sergaku, "Aku mendapatkan apa yang dari dulu kuimpikan.""Negeri Dongeng bukanlah tempat untuk orang hidup. Apalagi Negeri Para Terkutuk. Berbeda dengan tes yang kau jalani, mulai sekarang kau akan menjalani kisah orang lain. Kebebasan penuh dalam memilih tidak berlaku dalam Negeri Para Terkutuk. Kau dikutuk bermain peran untuk waktu yang sulit diukur. Bukan hanya dongeng manis yang biasa kau sukai, kau juga akan menjalani dongeng gelap yang tidak patut dibaca anak-anak. Lagipula, kakimu bukanlah sesuatu yang pasti. Kau mungkin akan utuh di suatu kisah, dan cacat di kisah lainnya.""Apa ngerinya, semua kata-katamu justru terdengar seperti petualangan menyenangkan."Nenek Pendongeng menghela nafas berat. "Saat dongeng berakhir, semua tokoh lain akan lenyap sementara kau akan terus di sana, menanti cerita lain untuk kau jalani. Artinya kau akan mencintai dan ditinggal pergi jutaan kali. Kau tidak akan memiliki pendamping yang bertahan lama. Kebahagiaan dan deritamu hanya akan sesingkat satu percikan air di tengah gurun."Tidakah kau berpikir? Selama ini kau memaksakan diri untuk melakukan kebaikan demi pergi ke negeri dongeng. Namun aku tak pernah membawamu ke sana. Saat kau pada akhirnya memilih untuk membunuh kedua anggota keluargamu, kau justru menemukan dirimu dijemput ke negeri dongeng. Menurutmu dongeng seperti apa yang menanti seseorang tanpa niat baik? Seseorang yang ingin melepas semua tugas dan tanggung jawabnya di dunia dan kabur ke dunia lain? Negeri Para Terkutuk bukanlah tempat pelarian yang akan kau sukai Ilona.""Apa aku punya pilihan lain sekarang?" tuntutku, "Tidakkah nasehatmu sudah sangat terlambat? Aku sudah gagal tes, dan kau di sini akan menjemputku kembali ke duniamu. Apa aku salah?"Senyuman mengerikan merekah di wajah si Nenek Pendongeng. "Kau benar. Dirimu sudah tidak terselamatkan lagi. Aku hanya terlalu menikmati sandiwaraku sebagai orang yang bijak dan baik hati. Jadi, selamat bergabung dan selamat menikmati perjalanan panjangmu di Negeri Para Terkutuk. Aku mengandalkanmu sebagai tokoh antagonis dalam beberapa cerita pilu yang akan terpajang di perpustakaanku nanti."Nenek pendongeng pun membuka buku di tangannya. Seketika api tiga warna kembali menampakkan diri dan detik selanjutnya akulah yang tidak nampak.===
Perbatasan dan Gadis Bermahkotah Api
Entah aku yang gila atau memang dunia ini tak lagi memiliki logika, tubuhku tidak pernah membentur bebatuan berukir di balik cairan cermin. Aku justru merasa diri ini tenggelam sendirian dalam cairan yang selama ini kukenal dengan nama air. Lebih ajaibnya lagi, aku bisa bernafas di dalamnya.Refleks aku meraba sisi leherku, khawatir jika tubuhku ditumbuhi sejenis insang. Untung saja, leherku baik-baik saja. Saat kubuka mata, aku juga bisa mendapati semuanya baik-baik saja. Aku hanya tenggelam.Tak ada tanda-tanda kedua teman seperjalananku ataupun si sosok bertopeng. Aku sendirian dalam hamparan air yang tidak ada habisnya. Sepertinya perjalanan tanpa akhirku kembali berganti tema. Setelah labirin batu, jembatan kayu di atas awan, hutan pohon putih, sekarang lautan tak berujung. Aku benar-benar tidak mau memikirkan kemungkian selanjutnya yang mengarah ke sesuatu yang berhubungan dengan api. Penderitaan sekarang sudah cukup menyiksa karena aku ternyata tidak bisa berenang.Tubuhku dengan pasrah menerima apapun perlakuan sang lautan.Saat aku akhirnya menjejak permukaan datar yang terasa seperti kaca, aku menunduk. Di bawah kakiku nampak dua sosok yang selama ini menemani perjalananku. Kaki kananku nampak sejajar dengan salah satu kaki si Pemuda Pembawa Lentera sementara kaki kiriku sejajar dengan salah satu kaki Pemuda Pemain Biola.Kedua pemuda itu nampak hilang arah. Si Pemuda Pembawa Lentera meraba-raba sekelilingnya sementara si Pemuda Pemain Biola sudah berhenti bertingkah seperti orang kesurupan dan mulai sibuk melayangkan pandang ke berbagai arah.Tanpa kusadari air di sekelilingku berkurang. Ketinggiannya menurun cukup perlahan hingga hanya mencapai sekitar dua senti. Di atasku langit berwarna biru tua yang dipenuhi bintang berkedip seakan mengejekku yang tadinya mengharapkan kehadiran mereka sebagai pemandu jalan.Ku pandangi lagi ke dua pemuda yang masih kebingungan. Di tempat mereka, hari masih nampak siang. Sementara di tempatku sekarang, kegelapan menunjukkan kuasanya.Lalu aku melihatnya, sosok bertopeng yang sebelumnya tampak gagah kini berdiri tiga meter di depanku dengan penampilan yang benar-benar berbeda. Pakaiannya memang masih mengagumkan seperti sebelumnya, tetapi ia kini bertubuh pendek dan gemuk.Bunyi ledakan seperti kembang api terdengar dari atas. Saat aku menengadah, hujan kerlipan dari serpihan bintang menyapaku. Untung saja tak ada yang benar-benar membakar. Apalagi setelah satu kerlipan bintang selesai, satu bintang lainnya meledak menjadi serpihan dan berjatuhan dengan indah.Bunyi kecipak air mengalihkan perhatianku dari pemandangan di atas. Si sosok bertopeng yang tadinya hanya diam kini berlari menjauh tanpa alasan. Aku hendak mengabaikannya dan kembali menikmati pemandangan jika tidak karena kegilaan lain yang merusak kesenanganku.Tubuhku ditarik paksa mengikuti arah lari si sosok bertopeng. Tak ada apapun yang menyentuh tubuhku, aku hanya merasakan tarikkan kuat yang tak bisa di lawan.Sesaat kemudian semua tarikan itu lenyap. Aku dibiarkan terhempas kepermukaan licin sementara sang sosok bertopeng lari semakin jauh.Instingku membisikkan perintah untuk mengejar sosok itu. Aku yakin dia tahu bagaimana caranya keluar dari tempat sunyi ini. Namun aku tidak beranjak. Aku hanya memandangi kepergiannya.Aku ragu ingin kembali ke sisi lain. Tempat itu juga sama-sama bukan tempat aku seharusnya berada. Aku pun tak begitu yakin ingin direpotkan lagi dengan dua mahkluk yang nyaris mengantarku pada kecelakaan. Apalagi jika perjalanku akan ditambah dengan beban baru berupa sosok mengerikan bertopeng.Melihat tingkah si sosok bertopeng, aku yakin dia sejenis tunagrahita dan aku jelas tidak mau berurusan dengannya. Tempat ini sudah cukup gila untuk membuat sakit kepala.Pada akhirnya aku memilih berbaring, memikirkan jalan keluar, sementara mataku memandang keindahan bintang yang meletup dan memercik nun jauh di atas.Tanpa benar-benar kusadari, bintang terakhir pun meletup.Kali ini pecahannya tidak hanya nampak indah. Percikannya juga menyengat kulitku dengan rasa terbakar yang aneh.Tidak hanya percikan panas, air di sekeliling pun laksana minyak yang disulut. Kobaran api langsung mengurungku. Rasa panas itu menyiksa kulitku tapi tidak sampai mengubahnya menjadi hitam. Aku terlihat baik-baik saja.Bunyi bergemeretak tulang menggelegar. Perlahan pijakkanku bergoyang. Seketika aku tak lagi memijak lantai licin berair. Kakiku ditopang oleh tumpukan tulang-tulang tua yang membara.Entah sejak kapan di depanku tidak ada lagi kekosongan. Sebuah ayunan yang entah bagaimana disusun oleh tulang berulang bergerak maju mundur. Di sepanjang susunan tulang, membelit rambatan tumbuhan dengan bunga mirip mawar putih. Bunga tersebut tengah diselimuti lidah-lidah api, tetapi kelopaknya tetap utuh dengan sedikit semburat merah bara.Kedua ujung ayunan memudar di udara, sementara di tengahnya, seorang gadis kecil berayun cekikikan. Sang gadis mengenakan gaun merah dengan sebuah mahkotah yang juga nampak berkobar."Kau gagal menyelamatkan satu orang lagi," ujar sang gadis dengan suara aneh. Aku langsung mengenali suara itu sebagai suara yang menyapaku di ketiadaan."Kau yang membawaku ke sini?" tuntutku."Kau yang membawa dirimu sendiri dan sekarang kau gagal menyelesaikan tes." Senyuman manis terlukis di wajah si gadis. Ia lalu mengedipkan mata kirinya sebelum kembali cekikikan."Tes? Apa-apaan ini semua?" suaraku meninggi kesal. Benakku dengan lekas membuat kesimpulan, sepertinya aku bertemu dengan sosok tunagrahita yang lebih parah dari si sosok bertopeng. Perjalananku semakin lengkap saja."Kau gagal menyelamatkannya." Si gadis menunjuk ke arahku.Saat kulirikkan pandang ke belakang, sang sosok kerdil bertopeng sudah ada di sana."Dia nampak baik-baik saja. Apa yang harus kuselamatkan?" ujarku masih dengan suara tinggi sarat kekesalan."Kau seharusnya membawa sosok itu untuk menggantikan posisimu di antara Pemuda Pembawa Lentera dan Pemuda Pemain Biola. Namun kau hanya menghabiskan waktu dengan berdiam diri, padahal dia tidak baik-baik saja.""Bagaimana aku tahu hal seperti itu. Maksudku kau tidak menjelasakan apa yang harus kulakukan. Kau dengan seenaknya menempatkanku di tempat gila dengan penghuni yang sama gilanya denganmu."Si gadis memberi kode dengan kepala agar aku kembali melihat si sosok bertopeng. Saat kuturuti kemauannya, kudapati sosok tersebut tengah membuka topeng. Anehnya tidak ada wajah untuk dikenali. Bahkan bisa dibilang tidak ada kepala, karena memang tidak ada apa-apa. Penutup kepala dan topeng hanya menutupi ketiadaan. Saat sarung tangan dan jubah dilepas pun, tidak ada yang tampak. Hanya ada kekosongan."Seperti yang sudah kau simpulkan dengan tepat," ujar si Gadis Bermahkota Api, "Si Pemuda Pembawa Lentera adalah representasi ayahmu dan si Pemuda Pemain Biola adalah representasi adikmu. Sementara representasi dirimu di dunia ini adalah dia.""Sosok kerdil itu?" tuntutku murka. "Aku tidak sekecil itu. Lagi pula aku ada di sini, untuk apa direpresentasikan?""Tubuhmu memang tidak kerdil, tapi jiwamu sudah lama mengkerut. Kau seharusnya lolos dalam tes dan pulang ke Alam Nyata dengan jiwa yang lebih murni.""Jiwaku mengkerut?" tanyaku spontan, memastikan telingaku tidak menjadi cukup kreatif untuk mengarang kata-kata absurd.Anehnya si gadis malah memejamkan mata dan menitikkan air mata. Saat air mata si gadis akhirnya menentuh tulang berulang membara di bawah kakinya, seketika terdengar suara bergemuru disusul kemunculan lidah-lidah api yang nampak tidak wajar. Aku bahkan ragu menyebutnya lidah api. Warnanya merah muda, abu-abu dan biru langit, tetapi meliuk layaknya kobaran api. Persis seperti yang kulihat sebelumnya pada gambaran di Danau Kisah.Api tiga warna tersebut membuat lingkaran yang mengurung diriku dan si Gadis Bermahkota Api dalam diameter kurang dari dua kali rentangan tanganku."Apa lagi ini?" keluhku kesal."Ingatanmu sengaja dihapus untuk melakukan tes dengan adil." Mata si gadis kembali membuka.Bersamaan dengan ucapannya, sayup-sayup terdengar suara lain dari balik lingkaran api tiga warna. Semakin lama, suara itu semakin jelas, "Tolong ... tolong bawa aku dari sini. Aku benci dunia ini. Tolong ... tolong....""Itu suaramu Ilona," ujar si Gadis Bermahkota Api. Kau bukan minta tolong untuk menyelamatkan keluargamu. Kau justru yang mengurung pribadi-pribadi yang seharusnya kau sapa keluarga, kemudian kau menyalakan api untuk membumi hanguskan mereka. Kau ingin melenyapkan semua hal di dunia yang membuatmu malu untuk sekadar mengangkat muka. Pada dua sosok pria tak berguna yang mengukungmu dalam ikatan bernama keluarga, pada gubuk reyot yang tak layak ditinggali. Kau ingin meleyapkan semuanya dan menyambut dunia impianmu."Segala sesuatu semakin terdengar tidak masuk akal. Aku tentu saja malas meladeni sosok gila yang mengarang bebas suatu cerita tentang diriku. Dengan muak aku milih berlari ke arah api tiga warna. Jika benda itu bisa membawaku ke sini. Ia harusnya bisa membawaku kembali.
Hutan Hati dan Pemuda Pemain Biola
Aku tak tahu berapa lama aku dan si Pemuda Pembawa Lentera menyusuri jembatan. Perjalanan kami rasanya kembali tidak memiliki ujung. Hanya tempatnya saja yang berganti tema dari labirin batu menjadi jembatan kayu. Beberapa kali aku tergoda untuk melompat saja. Bosan lama-lama melihat susunan kayu yang nampak lapuk tetapi ajaibnya tidak juga remuk saat di injak.Seakan bisa mendengar gerutuanku, sang jembatan akhirnya menyanggupi. Terdengar suara retak mengerikan dan detik selanjutnya aku sudah ditarik grafitasi. Lebih sialnya lagi, sang Pemuda Pembawa Lentera justru menarikku dalam pelukannya. Kedua tangannya mengunci pergerakkanku dalam dekapan berat.Kecepatan jatuhku jelas bertambah karena bobot tubuhnya. Namun sekali lagi, aku tidak bisa melawan kekuatan si Pemuda Pembawa Lentera. Dengan posisi ini, meski kami jatuh ke air, aku yakin diriku akan dibuat tenggelam. Tak ada kesempatan bagiku untuk selamat.Sayup-sayup terdengar melodi sedih dari gesekan biola. Melodi yang cocok untuk digunakan saat acara pemakaman atau sejenisnya. Dunia yang menggelikan, pikirku, mereka bahkan menyediakan musik pengantar untuk peristiwa naas seperti ini.Saat suara itu semakin jelas, aku semakin yakin akhir hidupku akan semakin dekat. Setidaknya aku berharap dengan kematianku di dunia aneh ini, aku akan kembali ke dunia normal tempat aku berasal.Benturan yang kuperkirakan pun terjadi. Sang Pemuda Pembawa Lentera menyentuh sesuatu yang nampak cukup empuk untuk membuat kami kembali terlonjak beberapa meter, lagi dan lagi hingga mendarat dengan cukup keras. Sayangnya nasipku tidak seberuntung dia. Aku tidak membentur sesuatu yang empuk, tubuh malangku disambut tubuh sekeras batu yang enggan melepaskanku, kecuali pada benturan terakhir.Seluruh tubuhku terasa remuk. Selama beberapa waktu yang tak bisa kupastikan, aku hanya berbaring di tempat aku mendarat.Sensasi hangat yang berkedut-kedut menyapaku setelah beberapa saat. Makhluk atau sesuatu apapun itu, menjalar hingga nyaris menutupi sebagian besar sisi tubuhku. Ia memberikan kenyamanan yang kudambakan. Namun otak warasku meneriakkan peringatan. Sesuatu yang menggoda biasanya berujung pada bencana.Aku tak akan kaget kalau ternyata benda berkedut yang memberiku kenyamanan adalah permukaan lidah sejenis makhluk karnifora. Dunia ini sudah sinting. Kenapa tidak ia memiliki penghuni yang sama sintingnya?Sialnya, meski dengan berbagai hipotesis gila menjajah pikiran, tubuh remukku tidak bisa berbuat banyak. Membuka mata untuk mengintip saja aku tak sanggup.Melodi kematianku masih mengalun di kejauhan. Rasa damai tak wajar melingkupiku.Ah, setidaknya aku akan mati dengan damai.***Sensasi tarikan di tangan kanan akhirnya membawa kesadaran kembali ke tubuhku. Kini tak bisa kucari lagi bagian tubuh yang terasa remuk, pegal pun tidak. Aku merasa sangat bugar.Sesuatu yang berkedut hangat masih melingkupiku, seketika kubuka mata untuk melihat wujudnya. Makhluk itu berbentuk seperti hati dan berwarna merah. Setiap mereka tehubung pada pohon-pohon putih yang memenuhi pandanganku.Kalau diperhatikan, pohon-pohon tersebut memiliki daun berupa bulu-bulu unggas dengan batang pohon yang nampak terbuat dari jalinan benang-benang halus. Di beberapa cabang nampak kuncup bunga sebesar galon air dan saat kuncup itu membuka, ia menyemburkan jutaan bunga-bunga putih kecil untuk menjelajah tempat baru.Kugerakkan tangan kiriku yang bebas untuk menyentuh benda merah berkedut yang menghinggapiku. Mereka terasa hangat dan empuk. Namun begitu aku berniat mendekatkannya ke mata untuk mengamati lebih kelas, benda itu seakan ditarik kembali ke pohon.Yang lain juga mengikuti. Satu per satu, hati-merah-berkedut mulai menjauh. Pohon-pohon putih yang tadi nampak memiringkan diri agar buah merahnya bisa menyentuhku, kini menegakkan batangnya kembali.Di sampingku, sang Pemuda Pembawa Lentera sudah lebih dahulu sadar. Ia tengah berjongkok dengan satu tangan menggenggam tanganku. Matanya masih terpejam, tetapi wajahnya mengarah ke satu arah dengan ekpresi yang lebih kosong dari sebelumnya.Begitu hati merah terakhir meninggalkanku, sang Pemuda Pembawa Lentera bangkit berdiri dengan tiba-tiba dan menyeretku untuk berjalan bersamanya.Aku memang sudah merasa sehat, tetapi pemuda itu tetap bukan lawanku dalam hal kekuatan. Aku tak bisa melawan saat ia membawaku menyusuri pohon-pohon putih berbuah merah. Dari melodi sendu yang terdengar semakin jelas, aku yakin sang pemuda pembawa lentara sedang membawaku ke sumber melodi.Semakin lama, melodi itu terdengar begitu intens dan memabukkan. Setiap langkahku mendekatinya membuat kesadaranku goyah. Tangan bebasku masih bisa merasakan kelembutan batang pohon putih yang halus bagaikan sutra, tetapi aku tidak bisa menahan langkah dan keinginan untuk mendekati sumber melodi. Aku justru semakin ingin berjalan ke sana.Aku tak begitu sadar hingga kakiku merasakan sengatan dingin yang tak terkira. Saat aku melirik tanah di bawah kaki, diriku tersentak dengan kengerian. Entah sejak kapan pemandangan telah berubah. Di depanku terbentang lapisan es yang menyelubungi daratan dalam bentuk lingkaran besar. Nampak juga sulur-sulur hitam dan akar-akar busuk yang saling membelit di atas lapisan es.Di tengah lingkaran, duduk seorang pemuda yang tengah memainkan biola. Ia nampak tidak terpengaruh dengan singgasana beku berwarna biru langit yang ia duduki. Matanya pun terpejam, seakan hanyut dalam kesedihannya sendiri.Seketika aku melompat ke belakang, menjahui hamparan es. Sialnya, sang Pemuda Pembawa Lentera enggan melepaskan tanganku dan enggan mengikutiku. Ia justru menarikku mengikutinya.Dengan ngeri aku menggapai pohon terdekat. Cabangnya yang lentur terasa aneh dalam genggamanku, tapi aku berusaha tetap menariknya. Bahkan saat sebuah kuncup pada cabang tersebut nampak siap meledak dan mengarahkan diri padaku, aku tetap mempertahankan peganganku.Detik selanjutnya, wajahku disembur bunga-bunga putih. Peganganku terpaksa lepas dan aku terjerembap. Bersamaan dengan bunyi tubuhku yang mengguncang tanah, terdengar suara mendesis. Sulur dan akar busuk ikut bergerak panik menghindari jatuhan bunga putih, sementara lapisan es yang tersentuh bunga-bunga tersebut langsung mencair.Tak berhenti sampai di situ, para pohon putih lain seakan terinspirasi dengan perbuatan salah satu rekannya dan mereka pun ikut menyemburkan bunga-bunga. Selama beberapa saat, yang terlihat hanya warna putih berjatuhan diiringi suara mendesis memekakkan telinga serta lantunan melodi kematian.Di kejahuan, dapat kulihat singasana beku perlahan mencair dan berubah menjadi susunan kayu berbunga kuning cerah. Mata si Pemuda Pemain Biola terbuka dan balas memandangku. Musik kematiannya berhenti. Selama beberapa saat hanya ada suara desisan disusul teriakan-teriakan samar ketika para sulur mulai kehabisan pijakkan beku dan terbakar habis dengan sendirinya.Tiba-tiba saja, senyum dan lesung pipi nampak di wajah si Pemuda Pemain Biola. Detik selanjutnya, pemuda itu mulai memainkan irama cepat. Ia pun mulai melompat dan menari seraya berjalan mendekat."Bisakah kau memberitahu di mana ini?" tanyaku pada si pemain biola begitu ia tiba di depanku.Sialnya, si pemuda terlalu asik menari dan bermain biola. Ia menatapku, ia tersenyum, tetapi tidak mengindahkan kata-kataku. Berapa kali pun kuulang pertanyaanku, ia hanya berjingkrak dan menari berputar dengan aku sebagai porosnya.Keluhan diiringi sedikit makian meluncur dari mulutku.Sekali lagi, akubertemu makhluk rupawan tidak berguna. Kalau dipikir lagi, si pembawa lenterabersikap seperti tunanetra. Sementara si pemain biola bersikap seperti tunarungu.Mereka berdua nampaknya juga tunawicara di saat bersamaan. Aku benar-benarberharap, pemuda rupawan selanjutnya yang akan kutemui bukan tunagrahita, ataubahkan tunasusila.
Labirin Maut dan Pemuda Pembawa Lentera
Aku bergidik ngeri mendengar suara tak biasa yang keluar dari mulut sang pemuda. Namun ketakutan akan ketidaktahuan membuatku berani mengajukan pertanyaan lain. "Apa kau malaikat pencabut nyawa?"Kali ini tidak ada suara apapun. Tidak ada jawaban. Pemuda itu justru kembali berjalan.Untung saja sang Pemuda Pembawa Lentera melangkahkan kaki jenjangnya dalam ritme lambat jadi aku bisa menyusulnya tanpa kesulitan."Kau mau ke mana?" tanyaku lagi.Tidak ada jawaban. Pemuda itu hanya memandang lurus ke depan tanpa berhenti melangkah. Respon yang sama juga terjadi untuk setiap pertanyaan lain yang kuajukan. Lama-lama aku lelah bertanya dan mulai melakukan beberapa hal untuk mengusir kebosanan.Salah satu yang kulakukan adalah membuat jejak. Dengan bebatuan-bebatuan kecil yang tersebar di lantai batu, aku menyusun anak panah sebagai petunjuk jalan. Siapa tahu nanti aku perlu kembali.Masalahnya, aku pun lama-lama bosan dan lelah membuat anak panah. Perjalanan menyusuri labirin seperti tak ada habisnya."Bisakah kita beristirahat sebentar?" keluhku untuk kesekian kali dan seperti sebelumnya, sang Pemuda Pembawa Lentera hanya mengabaikanku.Sejak tadi aku sudah berpikir kalau alasan tempat ini disebut Labirin Maut adalah karena pengunjungnya akan diajak berjalan sampai mati kelelahan. Namun anehnya, terdapat satu keuntungan yang agak tidak logis di mana diriku tidak merasa lapar maupun haus. Selama perjalanan menyusuri labirin yang terasa berabad-abad, tidak pernah tubuhku menuntut nutrisi. Kakiku memang pegal bukan main, capainya juga terasa sampai ke paru-paru. Tapi keringat dan haus tidak menghampiriku.Saat kembali menyeret kaki untuk mengikuti si Pemuda Pembawa Lentera, kakiku tak sengaja menyapu barisan bebatuan. Setelah kujamah lebih jauh dengan jemari, ternyata bebatuan itu sebelumnya tersusun dalam bentuk panah."Kau hanya membawa kita berputar-putar," sergaku kesal.Pemuda itu kembali tidak merespon, menambah kekesalanku. Aku pun merampas lentera yang ia bawa. Jemari dingin dan sekeras batu bersinggungan dengan kulit tanganku. Aku nyaris berpikir kalau tindakanku sia-sia, tetapi si Pemuda Pembawa Lentera justru tidak melakukan perlawanan. Dengan mudah lentera bawaannya bisa kurebut.Masalahnya, saat tangan sang pemuda melepas lentera, cahaya pun ikut padam."Apa yang kau lakukan?" tuntutku putus asa."Labirin Maut."Sekali lagi terdengar seruan mengerikan dari berbagai suara. Kali ini efeknya terasa berkali lipat lebih buruk dengan kegelapan yang melingkupi. Bulu romaku berdiri tegak. Buru-buru kulemparkan lentera tak berguna kembali pada tuannya.Cahaya dalam lentera kembali.Tidak ada ekpresi yang nampak pada wajah sang Pemuda Pembawa Lentera. Ia hanya membenarkan letak lentera tanpa melirik sedikit pun dan kembali berjalan."Kau buta?" tuntutku seraya menyelaraskan langkah.Kalau diperhatikan, bola mata sang pemuda tak pernah bergerak. Saat ini pun tidak. Pemuda itu hanya menatap lurus ke depan, bahkan tidak sekalipun berkedip. Namun begitu, tak pernah kulihat sang Pemuda Pembawa Lentera menabrak dinding. Ia selalu berbelok tepat waktu.Sang pemuda tidak membantah ataupun mengiyakan pertanyaanku. Ia hanya berjalan dalam diam. Sepertinya hanya ada dua kata yang bisa ia ucapkan: Labirin Maut.Kesal diabaikan, aku memaksakan kaki untuk mendahului si pemuda dan berbalik menghadapnya. Kutempatkan tubuhku untuk menghalangi jalan. Ia berhenti sejenak dengan pandangan masih lurus ke depan.Tanpa membengkokan pandangan, pemuda itu menunduk dan melewati cela di bawah tanganku yang terlentang. Pada akhirnya, dia bisa melewatiku dan kembali berjalan dengan tatapan lurus dan tak berekspresi.Aku mengeluh. Perasaan kesal ini melingkupiku. Selama sesaat aku tak peduli apapun kecuali memikirkan cara agar pemuda itu berhenti melangkah.Dari sudut pikiranku, muncul sensasi aneh. Seakan aku pernah mengalami kekesalan yang sama sebelumnya. Bukan hanya sekali, tetapi berulang-ulang di suatu masa yang tak bisa kuingat."Jangan lewat sana lagi." Dengan frustrasi kutarik lengan si pemuda agar menjahui lorong yang sudah pernah kami lalui. Di luar dugaan, ia tidak melakukan perlawanan. Pemuda itu mengikutiku.Dengan harapan baru yang muncul, aku tak bisa menahan senyuman. Kulepaskan tangannya, bermaksud kembali berjalan di belakang. Namun begitu aku melepas tanganku, sang pemuda berbalik, hendak berjalan ke arah yang sudah pernah kami lalui."Yang benar saja," keluhku kesal sembari meraih tangan si pemuda dan menyeretnya menyusuri lorong yang kupilih. Kali ini aku tak mau ambil resiko melepaskan tangannya. Nampaknya, sang Pemuda Pembawa Lentera hanya akan berjalan sesuai kenginanku jika aku berjalan di sampingnya dan menahan lengannya. Ia tak mau mengikutiku saat aku di depan dan ia akan menyesatkan jika aku berjalan di belakang.Entah berapa lama aku berjalan menyeret si Pemuda Pembawa Lentera seraya membuat jejak berupa panah. Sudah berulang kali aku mengistirahatkan kakiku dan lanjut berjalan. Namun tak pernah kudapati jalan keluar, selalu saja percabangan yang semakin memperbanyak pilihan.Sesekali sang pemuda menunjukan kemampuan tubuhnya yang sekeras batu. Pada beberapa percabangan jalan, aku terpaksa mengikuti jalan pilihannya karena ia tidak mau bergerak ke arah lain. Ia akan berdiri membatu tanpa bisa digeser seinci pun menuruti kemauanku.Aku langsung berpikir kalau dia tidak ingin aku melalui jalan menuju kebebasan. Namun aku pun tidak berdaya. Tanpa si pemuda, tidak ada pencahayaan untukku, dan meraba-raba jalan dalam kegelapan sama sekali tidak terdengar menarik.Untung saja, dugaanku tidak tepat. Aku akhirnya melihat cahaya selain lentera temaram yang entah sejak kapan menerangi jalanku. Cahaya di depanku itu begitu putih dan cukup menyilaukan. Sang Pemuda Pembawa Lentera bahkan sampai menutup mata.Dengan sedikit berlari, aku menyeret sang pemuda untuk mencapai ujung lorong batu. Sebenarnya aku sudah berniat melepaskannya dan menyongsong kebebasanku. Namun kali ini, dia yang enggan melepaskan tanganku. Kekuatan tangan batunya jelas tak bisa kulawan dan aku benar-benar bersyukur karena pemuda itu tidak berdiri mematung dan menahanku.Aku pun berhasilkeluar untuk menjumpai jembatan kayu di atas awan. Lebar jembatan itu tak lebihdari satu meter dan kayu-kayu penyusunnya nampak di ambang kelapukkan. Panjangjembatan tersebut tidak bisa kupastikan karena ujung lainnya menghilang di balikawan. Sama halnya dengan kaki-kaki jembatan yang melesak dalam kumpulan awan.Tak bisa kupastikan berapa jauhnya aku dari permukaan tanah di bawah. Akusendiri tidak begitu yakin kalau di bawah sana ada tempat untuk berpijak.
Ketiadaan dan Gadis Yang Terdampar
Aku diselimuti kehampaan. Segala sesuatu hitam dan kosong. Tak ada apapun, bahkan tak ada secerca memori tentang alasan aku berakhir di sini atau tentang siapa aku. Hanya ada beberapa pengetahuan yang masih tersisa untukku menyimpulkan betapa tidak logisnya semua ini."Kesempatan keduamu dimulai."Sebuah suara nyaring menyentakku. Tak ada wujud yang tertangkap mata, kegelapan masih tidak mengizinkanku untuk mengamati sekitar."Sekali lagi, pilihan diletakkan ke pangkuanmu, pulang ke Alam Nyata atau menjadi bagian pelengkap Negeri Para Terkutuk," lanjut sang suara yang tak bisa kupastikan laki-laki atau perempuan. Suaranya berat dan melengking aneh di saat yang bersamaan."Apa aku sudah mati?" jeritku kalut. Segala sesuatu terasa tidak masuk akal. Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyentuh apapun selain diriku sendiri. Bahkan tidak ada tanah untuk dipijak, tetapi ada udara yang bisa kuhirup."Belum sepenuhnya." Suara aneh itu kini menjawab sayup-sayup. Seakan ia pun berniat meninggalkanku."Di mana ini? Bagaimana aku bisa sampai ke sini?" tuntuku. Aku sama sekali tidak paham apa yang sedang terjadi ataupun arti perkataan suara tak bertuan tersebut. Aku hanya ingin penjelasan logis. Namun, seperti yang kutakutkan, tidak ada jawaban.Sekeras apapun aku mengulang berbagai pertanyaan, yang kuperoleh hanya keheningan. Setidaknya itu sebelum kegelapan mulai mengurangi kepekatannya.Tiba-tiba saja kaki telanjangku merasakan permukaan kasar berpasir, aku akhirnya menjejak. Udara mulai terasa berat dan pengap, titik-titik debu bahkan mengusik hidungku. Area di sekitar seakan memadat, dan detik selanjutnya, jemariku bisa menjelajahi permukaan kasar dinding batu yang membatasi gerak.Seketika ketakutan menjalariku. Mungkinkah aku sudah dikubur? Namun mengingat tubuhku berdiri dan tak ada peti kayu yang terjamah kulit, aku menyingkirkan pemikiran itu jauh-jauh.Sekali lagi kucoba memikirkan ulang maksud semua ketidaklogisan ini. Pertama, aku berada di antaberanta dengan rambut terurai sepanjang pinggang dan gaun polos selutut yang tidak bisa kupastikan warnanya. Kedua, berbagai hukum alam nampaknya agak kacau di tempat ini. Ketiga, aku seperti berada dalam suatu misi dengan si pemilik suara tak jelas tadi sebagai pengamatnya.Sementara aku berpikir, setitik cahaya menampakkan diri di kejahuan. Titik itu mendekatiku dengan lambat. Aku sendiri terlalu takut untuk beranjak, jadi pada akhirnya aku hanya diam menunggu.Bersamaan dengan jarak yang semakin menipis, aku melihat lentera yang dibawa oleh seorang pemuda. Jubah lusuh berwarna hitam menutupi sebagian besar tubuh jangkung sang pemuda yang terjamah cahaya temaram. Parasnya elok tetapi tak ada ekspresi yang nampak, tatapannya pun lurus ke depan.Meski penampilannya meragukan, aku tetap bersyukur akan kehadiran seseorang selain diriku. Karena itu, dengan bersemangat kulambaikan kedua tangan dan berlari mendapatinya."Permisi, apa kau tahu kita ada di mana sekarang?" tanyaku.Sang pemuda samasekali tidak melirikku yang bahkan tak setinggi pundaknya. Namun saat pemuda itumembuka mulut, seketika ratusan jenis suara terdengar berseru serentak dengannada mengerikan. "Labirin Maut."
Buku Kosong dan Nenek Pendongeng
"Bisakah kau membawaku ke duniamu?" tuntutku penuh harap pada seorang wanita tua yang menjadi penjaga perpustakaan desa.Wanita itu sering dipanggil Nenek Pendongeng dan rumor mengatakan kalau ia berasal dari negeri dongeng. Namun, bagiku yang sudah lama menghabiskan waktu bersamanya, Nenek Pendongeng memang berasal dari negeri dongeng.Si Nenek Pendongeng tersenyum sendu atas pertanyaanku, ia lalu balas bertanya, "Apa kau yakin Ilona?"Aku mengangguk mantap. "Dunia ini terlalu terkutuk," keluhku.Tawa si Nenek Pendongeng seketika menggema renyah.Aku tidak peduli ia mengolokku. Apa yang kukatakan memang benar adanya. Jadi tanpa menunggu tawanya selesai, aku melanjutkan penjelasanku. "Di sini tidak ada makhluk indah yang benar-benar pantas dipuja. Orang-orang yang enak dipandangi, semuanya menyebalkan. Tumbuhan yang kulihat juga tidak begitu ajaib, hewannya tidak bisa bicara, dan pemandangannya biasa saja. Berbeda dengan dunia yang sering kau ceritakan. Aku ingin melihat rumah para peri, bermain dengan kelinci raksasa, mengunjungi pangeran di kastil megahnya—""Kau mendambahkan pangeran di usiamu yang bahkan baru 11 tahun?" Nenek Pendongeng berdecak. "Sepertinya aku sudah salah memilih cerita untukmu."Aku menggeleng keras. "Kau justru membuat hariku tidak terasa terlalu mengerikan. Kau tahu sendiri betapa menyebalkannya desa ini."Sekali lagi senyum sendu terlukis di wajah si Nenek Pendongeng. "Kau agak salah paham, Ilona. Di negeriku juga ada banyak hal yang tidak menyenangkan. Bahkan bisa dikatakan tempatku justru lebih terkutuk dari dunia ini.""Masalahnya, aku tidak cocok dengan dunia ini. Ia dengan rajin memberiku banyak hal tak menyenangkan, seakan ingin mengusirku. Aku juga tak begitu menyukai semua kenormalan membosankannya," protesku. "Sedangkan di negerimu, orang-orang sepertiku pasti akan sangat betah. Seperti kisah tentang gadis penjaga gerbang dengan teko retak dan cangkir bocor yang selalu terisi penuh, lalu kisah bocah traumatis dan para peri mimpi, ada juga Negeri Sayap dengan rumah dan perabotan yang bersayap."Nenek Pendongeng berdeham untuk menghentikan ocehanku, kemudian ia sendiri mulai berceloteh. "Kalaupun kau pergi ke sana, kau tidak akan menemukan semua itu. Cara kerja negeriku agak berbeda. Setiap jiwa yang menjelajahi tempat itu akan disuguhkan hal berbeda.""Itu lebih bagus lagi," pekikku semangat. "Makhluk fantasi dan tempat luar biasa yang hanya untukku. Luar biasa. Kapan kita bisa berangkat? Aku sudah melakukan banyak kebaikan. Aku membantu setiap orang yang kutemui meski aku tak begitu ingin. Aku juga memasang senyum ramah hampir setiap saat hingga wajahku pegal. Harusnya aku sudah memenuhi syarat untuk menjadi penjelajah dongeng seperti yang sering kau ceritakan."Nenek Pendongeng menghembuskan nafas berat. "Sayangnya kau masih belum memenuhi syarat, Ilona. Namun, kalau kau tetap berkeras, akan tiba masanya di mana kau akan ke negeri itu. Saat kisahmu sudah memenuhi syarat untuk diceritakan, setetes air mata emas akan membukakan jalan bagi api tiga warna yang datang menjemputmu. Hingga saat itu tiba, jagalah buku ini.""Buku?" tuntuku tak percaya seraya menerima sebuah buku tebal yang disodorkan si Nenek Pendongeng. Saat kubuka, buku itu hanya berisi lembaran-lembaran kosong dari awal hingga akhir. "Untuk apa pula ini? Kenapa aku belum memenuhi syarat? Hidupku sudah menderita, aku sudah berusaha menjadi gadis baik, apa lagi yang kurang?""Suatu hari, Ilona. Suatu hari nanti kau akan menemukan sendiri jawabannya. Kau akan melihat suatu syarat yang belum kau pahami sekarang."Nenek Pendongeng tidak terdengar senang. Aku yakin ia enggan membagi negeri ajaibnya dengan siapapun. Aku pun pasti akan begitu jika menjadi dirinya."Lalu untuk apa buku ini?" tuntutku sedikit kesal. "Apa ini sejenis buku petunjuk? Kunci? Atau mungkin portal? Atau—""Kau akan tahu nanti."Nenek Pendongeng tersenyum aneh sebelum melanjutkan dengan suara misteriusnyayang amat kusukai. "Kau ingat saat orang-orang mencemoo negeriku sebagaidongeng yang hanya ada di dalam buku? Mereka tidak sepenuhnya salah."
Lucky Wife
Lucky Wife"Sekarang kamu ceritakan semuanya Sal, biar orang tua saya tau kronologi yang sebenarnya" Ucap LianSalsa menatap semua orang disana, ia harus kuat demi masa depannya dan bayi yang ada di dalam kandungannya"Malam itu, saya lembur karena saya harus menggantikan teman saya yang saat itu sedang sakit hiks hiks""Setelah saya membersihkan dapur dan berniat pulang. Saya lihat Pak Damar kembali ke cafe dengan badan yang sudah sempoyongan""Hiks hiks, saya mencoba membantu Pak Damar untuk berjalan menuju ruangannya. Saya yang bingung bagaimana mengatasi orang mabuk berniat untuk menelpon salah satu teman laki-laki yang juga pegawai di cafe Pak Damar hiks hiks""Namun, saat saya berdiri di depan ruangan Pak Damar. Pak Damar langsung menarik saya ke dalam ruangannya dan melakukan hiks hiks, Pak Damar - ""Pak Damar menodai saya Pak, Bu hiks hiks. Saya sudah coba memberontak dengan segala cara, tapi Pak Damar seperti orang kesetanan hiks hiks. Kekuatan saya tidak sebanding dengan dia, sampai akhirnya hal yang paling saya takutkan terjadi malam itu hiks hiks" Ucap Salsa terisakIbu Damar merasa sangat kasian pada Salsa, ia bangkit lalu memeluk perempuan itu"Maafkan anak Ibu ya nak, Ibu gak menyangka kalo Damar akan melakukan hal sebejat itu pada kamu" Ucap Ibu Damar"Bu, asal Ibu tau. Mas Damar ternyata gak sekali melakukan itu pada Salsa! Mas Damar bahkan mengancam Salsa jika Salsa melaporkan dia ke Polisi" Ucap Lian"Hah? Apa itu benar Salsa?" Tanya Ayah Damar"Hiks hiks, Iya Pak. Pak Damar mengancam saya jika saya melaporkan dia ke Polisi, saya juga akan di laporkan atas kasus pencurian uang di cafe hiks hiks""Saya berani bersumpah, selama saya bekerja sebagai kasir di cafe bapak. Saya gapernah sedikit pun mengambil uang yang bukan hak saya Pak, Bu hiks hiks" Ucap Salsa terisakAyah dan Ibu Damar memang mengenal Salsa sejak dulu. Mereka tau bagaimana sikap perempuan itu, hingga mereka sangat percaya jika Salsa tidak akan mengarang cerita tentang hal itu. Apalagi Lian sudah menunjukkan bukti cctv dimana Damar menarik tangan Salsa ke dalam ruangannya malam itu"Kita harus cari Damar! Damar harus tanggung jawab dengan apa yang dia perbuat!""Bisa-bisanya dia kabur setelah tau perempuan malang ini mengandung anaknya!" Ucap Ayah Damar"Apa Damar tau kalo kamu hamil anaknya nak?" Tanya Ibu Damar"Hiks hiks, tau Bu. Saya sudah coba untuk minta pertanggung jawaban Pak Damar. Tapi Pak Damar justru marah pada saya dan bilang kalo ini bukan anaknya""Pak Damar juga minta saya menggugurkan kandungan saya Bu hiks hiks" Balas Salsa"Kurang ajar! Ayah gapernah nyangka kalo ayah punya anak sebajingan Damar!!""Dia terlalu brengsek untuk jadi suami kamu Salsa! Kamu tidak perlu minta tanggung jawab sama dia!""Kamu besarkan saja anak kamu, jangan pernah kamu gugurin cucu saya. Kita akan tanggung jawab penuh sama bayi yang ada di kandungan kamu Salsa! Mulai hari ini kamu akan jadi anak kita menggantikan anak brengsek itu!" Ucap Ayah Damar"Biar Lian yang tanggung jawab Ayah, izinkan Lian menikahi Salsa" Ucap LianSemua orang terkejut dengan ucapan Lian, Salsa sendiri bahkan tak percaya jika Lian akan berkata seperti ituSalsa merupakan seorang pegawai cafe yang sudah bekerja hampir lima tahun. Salsa sendiri merupakan gadis yang sangat baik, ramah dan ceria. Hingga tak jarang banyak laki-laki yang menyukai Salsa.Namun, Salsa hanya menyukai satu laki-laki yang menurutnya sangat baik, sopan, dan taat pada agama. Erlian Syahputra, salah satu putra pemilik cafe tempatnya bekerja.Sejak pertama kali bertemu, Salsa dibuat jatuh cinta pada Lian karena sikapnya yang lemah lembut dan sangat menghargai wanita. Berbeda sekali dengan Kakak Lian, Damario Syahputra.Damar merupakan sosok laki-laki yang suka seenaknya, tak pernah memikirkan perasaan orang lain dan sangat kasar pada pegawainya. Tak heran jika banyak karyawan di cafe yang memilih resign setelah ayah nya menyerahkan cafe itu pada Damar.Damar memang suka berbuat seenaknya, termasuk pada Salsa. Hingga Salsa harus mengandung karena perbuatan keji Damar pada Salsa.Salsa yang merupakan anak yatim piatu dan tak memiliki seorang keluarga pun harus bergantung nasib pada pekerjaannya di cafe. Dia tidak berani melakukan apapun saat Damar selalu mengancamnya.Dan disaat Salsa hamil, Damar justru pergi entah kemana karena kedua orang tuanya bahkan sudah mengetahui sikap buruknya selama ini.Itu semua karena Lian, adik dari Damar. Lian melihat Salsa yang hendak melompat di jembatan untuk mengakhiri hidupnya. Lian mencoba menahan Salsa dan menasehati perempuan itu secara lembut. Hingga Salsa menurut pada ucapan Lian dan mengugurkan niatnya untuk mengakhiri hidup.Lian mengajak Salsa untuk berbicara dari hati ke hati, hingga Salsa pun menceritakan semua kejadian buruk yang ia alami pada Lian. Lian merasa iba pada perempuan baik itu, Lian juga tau perempuan seperti apa Salsa. Tak setahun dua tahun Lian mengenal pegawai ayahnya itu, ia tau persis bagaimana Salsa dan tidak mungkin jika Salsa berbohong padanyaDengan sabar Lian pun mengajak Salsa untuk pergi ke psikolog guna mengobati psikis Salsa yang terlihat mulai terganggu karena kejadian itu. Lian juga menemani Salsa memeriksakan kandungannya. Dan disaat waktunya sudah pas, barulah Lian mengajak Salsa untuk bertemu kedua orang tuanya guna membicarakan masalah Damar pada mereka***"Ss - saya tidur di kamar Pak Lian?" Tanya Salsa gugupLian tersenyum lalu menggandeng Salsa untuk masuk ke dalam kamarnya. Lian menuntun Salsa untuk duduk di tepi ranjang bersamanya"Jangan panggil Pak ya, sekarang saya kan sudah jadi suami kamu. Panggil Lian saja" Balas Lian"Tt-tapi gak sopan Pak" Ucap Salsa menunduk"Yang gak sopan itu kalo suaminya ngomong tapi malah nunduk ke bawah" Balas Lian sembari menarik dagu Salsa agar menatapnya"Mm-maaf pak" Balas Salsa"Sa, panggil Lian aja ya" Ucap Lian lembut"Mas Lian" Balas SalsaJantung Lian berdegup sangat kencang saat Salsa untuk pertama kalinya memanggil ia dengan sebutan Mas.Sejujurnya Lian memang sudah menaruh hati pada Salsa. Namun ia tak terlalu fokus pada perempuan itu karena Lian memang tidak ingin berpacaran. Lian ingin fokus mengembangkan toko kue milik Ibunya.Jika Damar mewarisi cafe milik ayahnya. Lian sendiri di percaya untuk meneruskan bisnis Ibunya yang sudah memiliki beberapa toko kue di area Jabodetabek."Masyaallah, saya suka Sa. Panggil saya Mas saja ya" Ucap Lian lembut"I-iya mas" Balas Salsa gugup"Sekarang minum susu hamil dulu ya" Ucap Lian sembari menyodorkan segelas susu untuk SalsaSalsa menerima susu pemberian Lian dan meneguknya hingga tandas"Pinter sekali, di minum sampai habis""Sekarang tidur ya di ranjang, Saya tidur di sofa" Ucap Lian lalu hendak berdiri dari ranjangnyaSalsa menahan tangan Lian"Kenapa? Butuh sesuatu?" Tanya Lian"M-Mas tidur disini aja ya. Sofanya kecil, nanti badan Mas sakit semua" Balas Salsa"Gapapa Sa, saya gamau kamu risih dan gak nyaman kalo saya tidur di sini" Ucap Lian"Mas, kita udah suami istri kan? Kita harus coba belajar untuk terbiasa berdua, Termasuk tidur satu ranjang" Balas SalsaLian tersenyum lalu mengusap kepala Salsa lembut"Yasudah, saya tidur disini. Sekarang kita tidur yaa, gak baik ibu hamil begadang" Ucap Lian"I-iya Mas" Balas SalsaSalsa pun merebahkan tubuhnya dan di susul Lian di samping Salsa."Sa, saya sering baca kalo Ibu hamil suka sekali jika perutnya di usap. Apa saya boleh usapin perut kamu? Siapa tau anak kita juga suka kalo di usapin ayahnya" Ucap LianTangis Salsa kembali pecah saat Lian mengatakan hal itu. Salsa tak menyangka jika Lian benar-benar tulus pada nya, bahkan pada anak yang jelas-jelas bukan anaknya"Loh? Sa? Kamu kenapa nangis? Kamu marah ya sama saya? Saya salah ya bilang begitu? Maafkan saya Sa, maaf" Ucap Lian panikNamun bukannya menjawab, Salsa justru menarik tangan Lian dan menciumnya"Mas hiks hiks, makasih sudah tulus sama aku hiks hiks. Makasih udah mau menerima aku dan anak ini. Padahal anak ini bukan anak - ""Anak itu anak saya Sa. Kita sudah menikah tadi pagi, kita sah secara hukum dan agama. Jangan pernah bilang kalo anak yang ada di rahim kamu bukan anak saya yaa""Anak yang keluar dari rahim istri saya, itu adalah anak saya. Bukan anak orang lain" Ucap Lian sembari mengusap kepala Salsa lembut"Makasih ya mas hiks hiks, makasih sekali lagi" Balas Salsa"Udah ya makasih-makasihan nya. Sekarang tidur, sudah malam""Ayo, baring lagi. Biar saya usapin perut kamu" Ucap Lian lembutSalsa pun mulai merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Lian yang ada di sebelah Salsa dengan perlahan mulai mengusap perut Salsa dengan lembut"Assalamuallaikum anak ayah, sehat-sehat ya di dalam perut bunda. Ayah sama Bunda gak sabar liat kamu, delapan bulan lagi" Ucap Lian sembari mengusap perut SalsaSalsa tersenyum hangat mendengar ucapan Lian. Hal ini sama sekali tak pernah terbesit sedikit pun dalam fikiran Salsa. Bisa menikah dengan laki-laki yang dia suka, dan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Lian.***"Lian, kamu gak ke bakery nak?" Tanya Ibu Lian"Gak bisa bu, Salsa lagi mual parah. Lian gak tega ninggalin istri Lian" Balas Lian"Yaudah, biar Ibu yang ke bakery ya. Kamu jagain Salsa aja di rumah" Ucap Ibu Lian"Iya Bu" Balas LianIbu Lian masuk ke dalam kamar Lian dan melihat Salsa tengah duduk di ranjang sembari menekuk kedua lututnya dan meremas kuat perutnya"Hey, sayang? Kenapa di remes perutnya? Jangan nak" Ucap Ibu Lian yang kaget melihat tingkah Salsa"M-maaf Bu, Salsa gak kuat. Rasanya mual banget" Balas Salsa"Sayang, ibu hamil memang seperti itu. Ini namanya morning sickness. Kamu yang sabar yaa" Ucap Ibu Lian"Biasanya mual nya bisa reda kalo di apain sih Bu? Lian gak tega liat Salsa begini" Balas Lian"Coba kamu peluk istri kamu, puk-puk in punggungnya atau bisa elus-elus perutnya""Ya emang gabisa langsung ngilangin mualnya, tapi setidaknya bisa meredahkan sedikit mualnya Li" Balas Ibu Lian"Boleh?" Tanya Lian ragu pada Salsa"Boleh dong, kan kalian sudah suami istri" Ucap Ibu Lian"Bu, Lian kan tanya nya sama Salsa. Bukan sama Ibu" Balas Lian"Lian, Salsa. Kalian sekarang sudah jadi suami istri. Memang kalian bukan seperti pasangan lain yang menikah dengan orang yang mereka cintai""Tapi, hubungan kalian sekarang sudah SAH di mata Allah. Kalian sekedar bersentuhan saja bukan dosa, atau bahkan kalian melakukan apapun contohnya Lian yang mencium Salsa, Salsa cium Lian, atau melakukan hubungan suami istri itu justru dapat pahala besar sayang""Lian, Salsa. Ibu tau kalian masih beradaptasi dengan semuanya. Tapi Kalian bisa mulai belajar saling mencintai dengan menjalin kedekatan dan keintiman kalian berdua sebagai suami istri. Ibu yakin, cinta itu akan datang secepatnya" Ucap Ibu LianLian menatap Salsa dengan senyum tipisnya kala melihat Salsa yang serius mendengar ucapan Ibunya. Salsa begitu cantik di mata Lian, apalagi setelah hampir seminggu mereka bersama membuat Lian sangat menyukai menatap kecantikan istrinya"Iya Ibu, terimakasih nasihatnya. Salsa akan mengingat semua ucapan Ibu" Ucap Salsa"Yasudah, kamu istirahat ya sayang""Ibu mau ke bakery, dan ayah lagi di cafe. Kalian berdua jaga diri di rumah baik-baik""Lian, jagain istrinya ya. Jangan di tinggal sendirian" Ucap Ibu Lian"Iya Ibu" Balas LianLian mengantarkan ibunya hingga ke pintu rumah mereka, lalu Lian kembali ke kamar dan menutup kamar mereka"Masih mual banget?" Tanya Lian"Masih" Balas Salsa"Mau peluk? Kita coba saran Ibu, siapa tau jadi enakan Sa" Ucap Lian sembari merentangkan tangannyaDengan ragu, Salsa masuk ke dalam dekapan Lian. Lian tersenyum lalu mengusap punggung istrinyaDan anehnya, setelah mencium aroma tubuh Lian. Rasa mual yang ada di perut Salsa seketika mereda. Salsa yang tak sadar justru mendusel pada leher Lian dan menciumi leher Lian hingga membuat laki-laki itu sedikit mendesis menahan sesuatu di tubuhnya"Sa? Kenapa?" Tanya Lian"Cium aroma tubuh mas jadi buat perut aku gak mual lagi mas" Balas Salsa sembari menciumi leher Lian"Sshhhhh Saahh" Lirih LianSalsa yang mendengar suara Lian seperti desahan, sontak melepaskan dirinya dari Lian"Kenapa di lepas?" Tanya Lian heran"M-maaf Mas" Balas Salsa menundukLian mengangkat dagu Salsa lalu tersenyum menatap perempuan itu"Gausah malu Sa, gapapa kok""Maaf kalo saya bikin kamu takut atau malu. Saya gapernah dekat dengan perempuan sama sekali apalagi bersentuhan""Dan tadi, jujur saya baru pertama kali merasakan gejolak aneh saat kamu ciumi leher saya. Saya juga refleks mengeluarkan suara seperti itu Sa, maaf ya" Ucap LianSalsa merasa bersalah pada Lian. Hampir seminggu menikah, namun Salsa belum juga memberikan hak Lian padanya. Salsa bahkan masih memakai hijabnya di depan Lian. Padahal lelaki ini sudah sangat baik kepadanya, tak seharusnya Salsa bersikap dingin pada Lian.Meskipun Lian tak pernah sedikit pun meminta haknya, namun Salsa tau jika Lian pasti menginginkannya. Lian hanya menghargai Salsa yang mungkin masih belum sembuh dari trauma nya. Lian tak ingin memaksa Salsa untuk melakukan kewajibannya sebagai istri Lian"Mas, maafin aku. Seharusnya kamu bisa dapat hak kamu sebagai suami aku. Tapi sampai saat ini, kamu belum mendapatkan itu dari aku. Maaf mas" Ucap Salsa"Hey Sa? Kenapa mikir gitu? Apa karena ucapan saya tadi?""Sa, saya mengerti kondisi saat ini seperti apa. Saya juga tidak meminta hak saya sama kamu. Kandungan kamu lemah, dan dokter juga melarang untuk melakukan hubungan suami istri di kondisi kehamilan kamu sekarang""Ucapan Ibu jangan di masukin ke hati yaa, jangan di pikirin. Saya tidak pernah memikirkan hal itu sama sekali Sa. Saya memang laki-laki normal dan tau akan hak saya. Tapi saya juga gak tega untuk memaksa kamu memberikan hak saya""Kita belajar saling mencintai dulu ya, saya yakin seiring berjalannya waktu saya pasti bisa jatuh cinta sama perempuan baik seperti kamu. Tidak akan susah bagi saya untuk mencintai kamu Sa""Dan saya juga minta tolong sama kamu buka hati untuk saya ya. Dan disaat kita nanti saling mencintai, saya yakin melakukan malam pertama kita pasti akan jauh lebih indah karena di lakukan dengan perasaan cinta" Ucap LianBak langit dan bumi, Salsa merasa Lian sangat berbeda dengan Damar. Lian begitu menghargai Salsa sebagai istrinya, dia sangat memuliakan Salsa dan tak memetingkan nafsunya. Sedangkan Damar, Damar bahkan memperlakukan Salsa bak jalang simpanannya yang bisa ia pakai saat ia butuh kepuasan.Salsa kembali menangis dan Lian refleks memeluk Salsa untuk menenangkan istrinya"Kamu terlalu baik untuk aku mas hiks hiks. Gak seharusnya kamu menikahi perempuan kotor seperti aku. Kamu layak dapat perempuan yang jauh lebih baik dari aku mas hiks hiks""Setelah anak ini lahir, kita bisa bercerai mas hiks hiks. Kamu harus dapat perempuan yang baik untuk jadi istri kamu, bukan perempuan murahan seperti aku hiks hiks" Ucap Salsa dalam tangisnyaLian melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Salsa lalu menghapus air mata wanita itu"Istighfar Sa, ayo istighfar" Ucap Lian lembut"Astaghfirullahal'adzhim" Balas Salsa"Sa, jangan pernah berpikir seperti itu lagi ya. Saya gak akan menceraikan kamu, karena Allah sangat membenci perceraian Sa""Prinsip saya, menikah hanya satu kali seumur hidup. Dan saya memilih kamu untuk menjadi istri saya selamanya""Kamu layak, kamu pantas dan kamu bukan perempuan seperti apa yang kamu ucapkan tadi Sa""Tolong, jangan pernah berbicara seperti tadi lagi yaa. Saya sudah menikahi kamu, berarti kamu memang takdir saya dan saya takdir kamu. Lupakan masa lalu ya dan fokus sama rumah tangga kita sekarang""Disini, ada anak yang harus kita rawat dan kita bahagiakan. Jadi tolong, bunda jangan sedih lagi yaa. Nanti adik ikutan sedih di dalam" Ucap Lian lembutSalsa benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Lian terlihat sangat tulus dengan semua ucapannya. Salsa merasa bersyukur bisa menjadi istri dari Lian"Makasih ya mas, aku bener-bener beruntung bisa jadi istri kamu" Balas Salsa"Saya juga beruntung bisa jadi suami kamu" Ucap Lian sembari mengusap lembut wajah SalsaSalsa hanya tersenyum pada Lian"Apa saya boleh minta satu hal sama kamu Sa?" Tanya Lian"Boleh mas, silahkan. Mas mau minta apa sama aku?" Tanya Salsa"Apa saya boleh minta kamu lepas hijab kamu? Saya sudah menjadi suami kamu, kamu tidak perlu menutupi rambut kamu lagi di depan saya""Jujur saya kasian sama kamu, kamu pasti tidak nyaman karena setiap hari harus memakai hijab meskipun saat tidur dan di dalam kamar""Tiap malam saya kepikiran dan takut kamu tidak nyaman saat tidur karena masih harus memakai hijab di depan saya" Ucap LianSalsa tersenyum manis pada Lian melihat kekhawatiran pada raut wajah Lian"Mas, makasih ya selalu mikirin aku. Aku gak nyangka kamu se khawatir ini hanya karena mikirin kenyamanan aku" Balas Salsa"Sa, kamu itu istri saya. Dan kamu sedang mengandung anak kita. Wajar kalo saya khawatir dengan kondisi dan kenyamanan kamu" Balas Lian"Mas mau bantu aku?" Tanya Salsa"Bantu? Kamu butuh bantuan apa Sa?" Tanya Lian"Bantu lepas hijab aku ya, aku mau kamu yang buka hijab aku sekarang" Balas SalsaLian tersenyum lalu perlahan membuka hijab yang Salsa kenakan."Masyaallah, cantik sekali kamu Sa""Saya makin bersyukur bisa menikahi perempuan secantik kamu" Puji LianLian benar-benar tak menyangka jika Salsa sangat cantik dengan rambut panjang yang selama ini dia tutup dengan hijabnya.Salsa tersipu malu mendengar pujian dari suaminya"Sekarang, jangan pakai hijab lagi ya di depan saya. Saya berhak melihat kecantikan ini setiap hari Sa" Ucap Lian"Berarti kalo pake hijab, aku gak cantik ya mas?" Goda Salsa"Cantik, sangat cantik. Tapi hanya saya yang bisa melihat kecantikan kamu tanpa hijab ini. Dan saya gamau berbagi kecantikan ini dengan siapapun Sa""Jangan pernah lepas hijab kamu kalo keluar dari kamar yaa. Di depan ayah ibu pun gaboleh" Ucap LianSalsa tersenyum gemas melihat Lian yang mulai terlihat posesif padanya"Iya mas, aku juga gak berniat membuka hijab ku sampai kapan pun itu" Balas Salsa"Masyaallah, semoga bisa istiqomah seterusnya ya Sa" Ucap Lian"Aamiin mas" Balas Salsa***Hari demi hari Lian dan Salsa lalui sebagai suami istri, dan tak terasa sudah dua bulan mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Kandungan Salsa pun sudah masuk bulan ketiga dan perutnya sudah mulai terlihat membuncit.Dan di tengah malam seperti saat ini, tiba-tiba Salsa merasa sangat lapar. Namun ia tak tega membangunkan Lian yang baru saja tidur karena harus membantu ayahnya untuk mengurus cafe nya juga.Dengan perlahan, Salsa pindahkan tangan Lian dari atas perutnya. Lalu ia bangkit dan berjalan mengendap untuk pergi ke dapur.Namun baru saja sampai di dapur dan membuka lemari dingin. Salsa di kejutkan dengan suara Lian yang sudah berdiri di belakangnya"Kirain jalan ngendap-ngendap mau kemana, ternyata ke dapur" Ucap Lian"Astaghfirullah mas! Kaget" Balas Salsa"Kenapa keluar kamar gak pake hijab? Kalo ada ayah gimana? Ayo pake" Ucap Lian sembari menyodorkan hijab Salsa yang ia bawa"Hehe lupa" Balas Salsa lalu mengambil hijabnya dari Lian"Ngapain malem-malem ke dapur? Jalan ngendap-ngendap lagi. Nanti kalo kenapa-kenapa di tangga gimana. Kan bisa bangunin mas dulu" Omel LianYa, Lian sudah mulai mengganti sebutan dirinya dari saya menjadi mas, karena permintaan Salsa. Salsa merasa Lian terlalu formal jika masih menggunakan panggilan saya."Maaf mas, ini salahin si adek. Adek ngreog dalam perut, laper katanya""Aku juga gak tega bangunin mas, mas kan baru bobo, baru pulang dua jam yang lalu" Ucap SalsaLian menghela nafasnya lalu mendekati Salsa"Adek laper? Kenapa gak bilang ayah? Kenapa minta bunda turun sendiri dari kamar? Hhmm" Ucap Lian sembari menyamakan tingginya dengan perut Salsa dan mengusap perut istrinya"Adek gak tega bangunin ayah, ayah pasti capek pulang kerja" Balas SalsaLian bangkit lalu mengusap wajah Salsa"Mas gak akan pernah capek kalo untuk kamu dan adek. Lain kali ngomong ya sama mas, jangan diem-diem pergi ke dapur sendiri. Perut kamu udah mulai besar, turun tangga gaboleh sendirian Sa. Paham" Ucap Lian"Iya mas, maaf" Balas Salsa"Yaudah, mau makan apa? Pengen sesuatu gak?" Tanya Lian"Hhmm sebenernya" Ucap Salsa menggantung"Sebenernya apa? Bilang aja Sa, mau apa? Hhmm?" Tanya Lian"Sebenernya, pengen mam nasi goreng persimpangan yang deket cafe Mas. Gatau kenapa, kepikirannya itu mulu dari tadi. Makanya mau coba masak nasi goreng barusan, eh ternyata nasinya udah abis" Balas Salsa manjaLian terkekeh melihat ekspresi Salsa yang sangat menggemaskan"Duh, kasiannya bumil satu ini kehabisan nasi""Yaudah, ayo mas anter ke kamar dulu. Biar mas yang beli nasi gorengnya" Ucap Lian"Gamau, mau ikut mas" Balas Salsa"Sa, ini udah malem. Gak baik keluar malem-malem buat bumil" Ucap Lian"Gamau maasss, mau mam disanaaaa. Mau ikuttt" Rengek Salsa"Sa, tapi - ""Mas aku ngidam lohh, nanti kalo gak di turutin adek ngeces terus gimana? Kan kita juga bisa naik mobil, aku juga pakai jaket" Ucap Salsa"Hhmm, yaudah. Tunggu sini, mas ambilin jaket kamu di kamar" Balas Lian"Yeayy, makasih mas" Ucap Salsa yang refleks mencium pipi LianSeketika tubuh Lian membeku saat merasakan ciuman dari istrinya, walaupun hanya di pipinyaMeskipun mereka sudah menikah dua bulan lalu, namun sentuhan fisik diantara mereka hanya sekedar pegangan tangan dan juga berpelukan. Lian pun hanya mencium Salsa sekali saat ia selesai ijab kabul dan di hadapan beberapa tamu yang memaksanya mencium Salsa saat ituSedangkan Salsa, sejak kejadian ia mencium leher Lian. Salsa tak pernah berani untuk melakukan hal itu lagi, karena ia tau hal itu pasti akan menyiksa Lian nantinya karena harus menahan hasratnya"Kok cuma sekali? Yang satunya belum Sa" Ucap Lian sembari menunjuk pipi nya yang lainCupSalsa mencium pipi yang di tunjukkan Lian"Hahaha makasih cantik" Balas Lian berusaha menetralkan dirinya"Iyaa, buruan mass. Udah laper bangettt" Rengek Salsa"Hahaha iya iya, ini mas lari deh ke kamar" Ucap Lian lalu pergi meninggalkan Salsa di dapurSetelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Akhirnya Lian dan Salsa tiba di tempat nasi goreng favorit SalsaSalsa makan dengan lahap nasi goreng favoritnya, sedangkan Lian hanya tersenyum melihat istrinya terlihat sangat lahap.Ketika Lian asyik mengusap perut Salsa sembari memandangi Salsa makan. Tiba-tiba saja ada seseorang yang ikut bergabung di meja mereka"Hay Li, Sa" Ucap seseorang"Mas Damar?" Balas LianSalsa refleks merangkul lengan Lian, Salsa benar-benar takut melihat Damar. Ia teringat dengan semua kejahatan Damar padanyaLian yang paham jika Salsa ketakutan, mencoba untuk mengusir Damar"Mau ngapain lagi lo? Mending pergi, istri gue ketakutan liat lo!" Tegas Lian"Istri? Hahahaha jadi lo yang nikah sama jalang ini? Hhm? Mau-mau aja lo Li, nikah sama bekasan gue" Ucap Damar meremehkanLian yang sudah geram pun bangkit lalu menarik kerah baju Damar dan menghajar lelaki itu"Jangan pernah berani ngehina istri gue bangsat!" Bentak LianBughBughBughLian menghajar Damar membabi buta"Lo sadar Li, dia emang murahan! Dia minta pertanggung jawaban cuma untuk manfaatin lo! Dia itu hanya perempuan miskin yang mau morotin harta kita doang!""Gue juga gak yakin kalo itu anak gue, pasti dia sering tidur dengan om-om demi dapet duit. Jangan mau lo di kibulin perempuan miskin itu" Ucap Damar"Brengsek! Berhenti ngehina istri gue bangsat!!! Dia gak serendah itu! Yang rendah itu lo! Yang bajingan itu lo! Lo hancurin masa depan Salsa, lo perlakuin dia layaknya binatang! Lalu lo tinggalin dia gitu aja! Brengsek!!!" Umpat Lian lalu kembali menghajar DamarDamar mulai tak terima dan mulai membalas Lian, Salsa hanya menangis menyaksikkan perkelahian antara Damar dan Lian. Sedangkan penjual nasi goreng berusaha mencari orang untuk membantunya memisahkan Lian dan DamarHingga Lian tersungkur karena pukulan Damar, membuat Salsa memberanikan diri untuk melindungi Lian. Ia takut jika Lian semakin parah karena Damar yang terus memukulnyaDan saat Salsa berusaha melindungi Lian, Damar yang sudah tersulut emosi refleks menendang tubuh Salsa tepat di bagian perut Salsa dan membuat Salsa terjatuh tepat di sebelah Lian"Salsaaaa" Teriak LianLian mengepalkan tangannya dan langsung menghajar Damar yang masih shock setelah sadar jika ia melukai Salsa"Anjing!!! Lo harusnya mati bangsat! Lo gak berhak hidup! Kalo sampai istri gue kenapa-kenapa, gue bakal bunuh lo anjing!!!" Teriak Lian sembari terus memukul DamarHingga akhirnya warga datang memisahkan Lian dan Damar. Lian langsung membawa Salsa ke rumah sakit terdekat meninggalkan Damar yang juga terluka disana.Tak lupa Lian juga menghubungi kedua orang tuanya guna mengabari kondisi Salsa***"Mas, makan yuk" Bujuk Salsa"Kamu aja ya yang makan, mas udah kenyang" Balas Lian"Mas, mau sampai kapan begini? Aku sudah ikhlas mas, ini sudah satu bulan sejak kejadian itu. Mas juga harus ikhlas, kasian adik mas" Bujuk SalsaSatu bulan yang lalu, sejak kejadian malam itu. Kandungan Salsa tidak bisa di selamatkan, yang membuat Lian dan Salsa harus kehilangan calon buah hatinya.Salsa memang merasa kehilangan namun ia berhasil kuat karena kedua orang tua Lian yang selalu memberinya semangat dan mendoakannya agar bisa di beri keikhlasan. Dan seiring berjalannya waktu, Salsa pun bisa ikhlas dengan apa yang menimpa dirinya dan calon buah hatinya.Berbeda dengan Lian, hingga saat ini ia masih merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Salsa dan bayinya. Lian merasa tak bisa bertanggung jawab dan menjaga Salsa dengan baik. Lian berubah menjadi murung dan sering melamun.Lian juga jarang makan hingga membuat tubuhnya semakin kurus. Lian bahkan berubah menjadi dingin pada Salsa, dia masih merasa bersalah setiap melihat Salsa. Itu juga yang akhirnya membuat Lian lebih sering pulang malam tanpa berinteraksi dengan Salsa"Kamu makan gih, mas gak lagi gak laper" Ucap Lian mengalihkan pembicaraan SalsaSalsa menghembuskan nafasnya, melihat Lian yang dingin padanya dan semakin jarang interaksi diantara keduanya membuat Salsa benar-benar frustasi dan sakit hati dengan sikap Lian. Salsa tau jika Lian masih merasa bersalah, namun sudah berulang kali Salsa mencoba meyakinkan suaminya jika ia sudah ikhlas dan ini semua bukan kesalahan Lian. Nyatanya itu tak merubah apapun, Lian masih tetap menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian buah hati mereka"Mas" Panggil SalsaLian tetap tak menggubris panggilan Salsa, Lian masih sibuk menggerakkan jarinya diatas laptop miliknya"Mas, aku izin mau pergi. Aku mau urus perceraian kita ke pengadilan. Aku pergi dulu ya" Ucap Salsa lalu pergi dari kamar meninggalkan LianUcapan Salsa berhasil membuyarkan fikiran Lian. Dengan cepat Lian menyusul Salsa keluar kamar.Tepat di ruang tengah, Lian menahan tangan Salsa yang hendak melanjutkan langkahnya keluar dari rumah"Kamu tadi bilang mau pergi kemana?" Tanya Lian"Ke pengadilan agama" Balas Salsa"Siapa yang mau cerai? Siapa Sa?" Tanya Lian"Kita!""Udah gak ada yang harus di pertahankan dari rumah tangga kita mas. Kamu menikahi aku karena bertanggung jawab atas anak yang aku kandung. Dan sekarang, anak aku udah gak ada""Sekarang, aku bukan cuma kehilangan anak aku tapi aku juga kehilangan suami aku. Suami yang selalu perhatian sama aku, selalu ajak aku ngobrol dan bercanda, suami yang selalu nemenin aku, semua udah hilang""Makin hari hubungan kita makin jauh, kamu bahkan gapernah sedikit pun bicara sama aku. Kita memang satu kamar, tapi kamu selalu pergi saat aku belum bangun dan kamu datang saat aku sudah tidur""Lantas, apa lagi yang harus di pertahankan dari rumah tangga seperti ini mas? Gak ada" Ucap SalsaLian membeku mendengar semua ucapan Salsa. Dia baru sadar jika kelakuannya selama sebulan ini justru makin menyakiti hati Salsa."Sa, maaf jika sikap saya selama sebulan ini justru membuat kamu sakit hati""Jujur, setiap melihat kamu rasa bersalah itu selalu muncul Sa. Saya gagal jagain kamu, saya gagal jagain calon anak kita. Saya gagal jadi suami Sa" Ucap Lian sendu"Mas, udah berapa kali aku bilang. Aku sudah ikhlas atas musibah itu. Ini musibah mas, bukan salah kamu""Aku juga gabisa jaga diri aku, semua juga salah aku. Andai aku gak minta nasi goreng malam itu, ini semua gak akan terjadi. Ak - ""Hey, gak Sa. Ini bukan salah kamu, kamu gak salah Sa" Ucap Lian memotong ucapan Salsa"Ini salah aku mas! Andai aku gak laper malam itu, aku gak akan kehilangan anak dan suami aku saat ini!" Balas Salsa"Sa, maaf. Jangan bilang seperti itu lagi Sa, saya ada disini, saya disini sama kamu Sa. Kamu gak kehilangan saya""Maafkan saya, karena keegoisan saya yang terlalu menyalahkan diri saya sendiri justru membuat kamu merasa terabaikan sama saya Sa""Seharusnya saya ada untuk kamu dan kita saling menguatkan satu sama lain. Tapi, karena perasaan bersalah itu yang selalu menghantui saya, saya justru ikut menyakiti kamu dengan sikap saya. Maafkan saya Sa" Ucap Lian sembari menggenggam tangan SalsaSalsa melepaskan genggaman tangan Lian, lalu memeluk erat suaminya"Mas, aku gatau sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi semenjak kamu diemin aku, aku ngerasa sedih banget mas, hati aku sakit, aku merasa gak berguna jadi istri, aku ngerasa aku hanya jadi bayang-bayang yang gak pernah kamu lihat""Mas, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. Maaf kalo aku ungkapin semuanya hiks hiks, aku udah gak kuat nahan perasaan aku mas. Maaf kalo aku cinta sama kamu, aku gak minta kamu balas perasaan ku mas hiks hiks. Aku hanya ingin jujur sebelum kita bener-bener berpisah nanti" Ucap Salsa terisakLian membalas pelukan istrinya tak kalah erat setelah mendengar ucapan Salsa."Sa, jangan pernah ucapin kata-kata itu lagi. Kita gak akan pernah pisah Sa, saya gak mau cerai sama kamu. Kita akan selamanya bersama""Sa, saya juga sangat mencintai kamu. Melihat kamu hari itu harus terbaring lemah di rumah sakit membuat saya benar-benar takut kehilangan kamu""Tapi sekarang, justru sikap saya yang membuat saya lagi-lagi hampir kehilangan kamu. Tolong, jangan pernah tinggalin saya Sa, jangan pernah ucapkan kata perpisahan lagi. Saya cinta sama kamu, saya sayang sama kamu. Maafkan sikap saya yang sudah keterlaluan selama satu bulan ini""Saya gak mengabaikan kamu Sa, saya masih peduli sama kamu. Tapi saya takut, saya selalu takut ketika bertemu kamu dan perasaan bersalah itu muncul lagi""Tolong maafkan saya Sa, jangan tinggalkan saya. Saya janji, saya gak akan bersikap bodoh lagi seperti kemarin. Maaf Sa" Ucap LianSalsa melepaskan pelukannya lalu menatap Lian dengan tatapan teduhnya"Janji ya? Jangan diemin aku lagi kaya kemarin" Ucap Salsa"Janji sayang" Balas Lian"Eh? Kok?" Balas Salsa shock"Sekarang kita udah jujur tentang perasaan kita masing-masing. Apa saya gaboleh manggil kamu dengan sebutan sayang? Saya kan memang sayang sama kamu Sa" Ucap Lian"Boleh, tapi ada syaratnya" Balas Salsa"Apa syaratnya?" Tanya Lian"Jangan saya-saya lagi! Kan udah di bilangin, aku gak suka kamu terlalu formal mas" Balas Salsa"Oh iya, maaf. Mas lupa sayang" Balas Lian"Dih, aneh tau dengernya mas haha" Balas Salsa"Dibiasain ya, karena mulai hari ini mas akan selalu panggil kamu sayang" Ucap Lian"Iya mas, aku juga suka kok sama panggilan itu" Balas SalsaLian mengusap lembut kepala istrinya sembari tersenyum"Sayang, mas minta tolong ya sama kamu. Kedepannya, jangan gampang minta pisah. Kalo ada masalah, kita obrolin baik-baik dan selesaikan masalahnya. Bukan hubungan nya yang harus di selesaikan sayang""Kamu juga harus inget, kalo sampai kapan pun. Mas gak akan pernah mau pisah sama kamu apapun alasannya. Hanya maut yang bisa memisahkan kita sayang""Jadi tolong ya, jangan gegabah mengambil keputusan untuk kedepannya. Mas gamau hubungan kita berantakan karena keegoisan kita""Mas juga masih belajar untuk jadi suami yang baik buat kamu, maafkan mas kalo masih banyak kurangnya selama jadi suami kamu ya" Ucap Lian"Maaf mas, pikiran ku tadi kacau. Aku cuma gamau ngerasa jadi istri yang gak berguna buat kamu""Maafin aku juga kalo selama jadi istri mas, aku banyak salah dan kurangnya" Balas Salsa"It's okay sayang, kita sama-sama belajar. Dan mulai hari ini, kita mulai semuanya dari awal lagi yaa. Kita bangun rumah tangga kita dengan penuh cinta" Ucap LianSalsa tersenyum sembari menganggukkan kepalanya"Iya mas" Balas Salsa***Hubungan Lian dan Salsa semakin dekat setiap harinya. Setelah mereka sama-sama terbuka tentang perasaan mereka, rasanya lebih bahagia menjalani rumah tangga yang penuh dengan cinta.Hari ini, Salsa yang sudah selesai dari masa nifasnya ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk suaminya.Setelah hampir berbulan-bulan menikah, Lian sama sekali tak pernah meminta haknya pada Salsa. Salsa tau jika Lian berusaha menahan setiap mereka tidur berpelukan. Lian bahkan hanya berani meminta ciuman bibir pada Salsa setelah mereka sama-sama tau tentang perasaan mereka.Dan hari ini, kedua mertuanya tengah pergi ke luar kota. Lian harus pulang malam mengurus cafe dan bakery menggantikan Ayah dan Ibunya. Sedangkan Salsa sudah menyiapkan kejutan untuk suaminya di rumahSalsa menghias kamarnya layaknya kamar pengantin baru yang penuh dengan bunga dan hanya di terangi oleh cahaya lilin. Salsa juga sudah merias dirinya secantik dan seseksi mungkin. Salsa mengenakan lingerie berwarna merah tanpa menggunakan pakaian dalamnya. Hingga puncak dadanya pun tercetak sempurna pada lingerie tipis yang ia kenakan.Salsa ingin memberikan hal yang sangat istimewa untuk suaminya. Selama ini Lian sudah menjadi suami yang sangat baik untuknya dan membuat Salsa berkali-kali merasa menjadi istri yang beruntung karena mendapatkan suami seperti Lian."Assalamuallaikum" Ucap Lian sembari membuka pintu kamarnya"Astaghfirullah" Lirih Lian menatap isi kamarnyaLian tak melihat keberadaan Salsa, hingga tiba-tiba ia merasa ada tangan yang melingkar sempurna di perutnya"Waalaikumsallam sayang" Balas Salsa sembari memeluk Lian erat"Sayang? Ada apa ini? Kenapa kamarnya jadi begini?" Tanya Lian heranSalsa terkekeh lalu melepas pelukannya"Balik badan dong, liat ini istrinya udah cantik banget" Ucap SalsaLian refleks memutar tubuhnya menghadap Salsa. Tubuh Lian membeku melihat penampilan seksi Salsa malam ini. Bahkan milik Lian langsung menegang hanya melihat penampilan Salsa di hadapannya saat ini"Astaghfirullah yang, kenapa pakai baju seperti ini? Nanti masuk angin" Ucap Lian polos"Ishh Masss, aku seksi gak sih pakai baju gini? Kenapa kamu malah kek orang ketakutan gitu sih?" Tanya Salsa heran"Kk-amu seksi banget sayang. Mas emang takut, mas takut kelepasan liat penampilan kamu seperti ini" Balas Lian gugup"Kelepasan juga gapapa, kan emang tujuan aku itu" Balas Salsa"Sayang, bukannya kamu masih dalam masa nifas? Kamu inget kan? Kalo di agama kita gaboleh berhubungan saat masa nifas?" Tanya Lian"Aku sudah selesai sayang, aku sudah bersih. Dan malam ini aku mau memberikan hak kamu yang selama berbulan-bulan belum pernah kamu dapatkan" Balas Salsa sembari mendekat ke arah LianSalsa mengusap lembut dada Lian, lalu mengambil tas kerja Lian dan meletakkannya di sofa. Salsa menggandeng Lian dan mendudukan suaminya di ranjang. Dengan wajah nakalnya, Salsa duduk di pangkuan Lian dan mengalungkan tangannya pada leher Lian"Ternyata yang bawah udah bangun ya? Hhmm? Kerasa banget soalnya mas" Bisik SalsaJangan tanyakan bagaimana kondisi Lian. Lian benar-benar tak menyangka jika istrinya bisa senakal ini padanya."Dia bangun sejak pertama kali liat kamu seseksi ini sayang" Balas Lian"Hahaha mau dong, kenalan sama yang bawah" Balas Salsa"Kamu kenapa bisa senakal ini sih? Hhmm? Bikin jantung mas gak karuan" Balas Lian"Nakal sama suami sendiri emang gak boleh? Hhmm" Ucap Salsa"Boleh, dan nakalnya emang harus sama mas aja. Gaboleh sama yang lain" Balas Lian"Yaiyalah, nakalnya cuma sama suami ku aja. Gamau juga sama yang lain" Ucap SalsaLian tersenyum lalu menyambar bibir Salsa yang sejak tadi mengundangnya untuk ia lumat.Salsa membalas ciuman Lian dengan penuh cinta. Perlahan tangannya membuka kancing kemeja Lian dan membuang kemeja suaminya ke sembarang arah"Eughh yangg" Desah Lian ketika Salsa mulai menciumi leher LianSalsa mendorong tubuh Lian agar terbaring di ranjang. Salsa sudah bertekad malam ini ia ingin memuaskan suaminya yang sudah lama tak mendapatkan hak darinya.Salsa membuka celana Lian dan menyisakan celana dalam Lian yang sudah nampak membesar. Salsa usap milik Lian dan membuat laki-laki itu mendesah tak karuan.Salsa terkekeh melihat ekspresi Lian, ia tau ini pertama kalinya untuk Lian. Salsa juga tau bagaimana polosnya suaminya yang memang tak pernah dekat dengan wanita manapun selama ini. Jadi biarlah Salsa yang bekerja malam ini untuk memuaskan nafsu suaminya"Ouhhh yanggg lebih kencang yangghh ashhh" Desah LianSalsa mempercepat gerakannya mengulum milik Lian ketika mendengar desahan dari suaminya. Dan ya, Salsa berhasil membuat suaminya mendapatkan pelepasan pertamanya."Yang, gila. Kamu jago banget yang, rasanya enak" Ucap Lian lemas"Suka gak?" Tanya Salsa"Suka banget yang" Balas Lian"Mau setiap hari juga boleh kalo mulut ku gak pegel ya. Soalnya punya kamu gede banget mas hahaha" Ucap Salsa"Gede mana sama punya Damar?" Tanya Lian refleks"Gede punya suami aku dong. Pasti puas kalo di masukin mas" Balas SalsaMereka berdua sudah sama-sama dikuasai oleh nafsu, hingga Lian dan Salsa pun sama sekali tak merasa tersinggung saat membahas tentang masa lalu Salsa dengan Damar."Hahaha kamu ya, dasar nakal" Ucap Lian bangkit dan langsung menindih SalsaLian mencium bibir Salsa dengan penuh semangat. Tangannya sudah aktif meremas kedua buah dada milik istrinya.Merasa tak puas, Lian menarik tali tipis lingerie Salsa hingga lingerie itu terbuka. Lian pun membuang lingerie Salsa dan menatap tubuh polos istrinya"Sampe melotot gitu liatnya? Biasa aja dong sayang" Ucap Salsa"Kamu seksi sayang, kamu indah" Balas Lian"Aku Salsa, bukan Indah" Goda Salsa"Ishh emang nakal ya" Ucap Lian"Awhhh mashhh" desah Salsa ketika Lian melahap kedua dadanya bergantianMereka pun menghabiskan malam pertama mereka menjadi suami istri seutuhnya dengan penuh gairah. Entah berapa lama hingga mereka sama-sama puas dan mengusaikan permainan mereka."Terimakasih sayang, I Love you so much" Ucap Lian lemas"Love you too sayang" Balas SalsaLian terbaring di sebelah Salsa sembari mengusap wajah lelah istrinya"Mas masih gak nyangka bisa dapetin ini dari kamu sayang" Ucap Lian"Kan ini udah jadi hak mas, udah sewajarnya kamu dapetin ini mas. Bahkan dari awal kita nikah juga kamu bisa dapetin hak kamu" Balas Salsa"Mas takut sayang, mas takut kamu masih trauma untuk ngelakuin ini. Aku takut kamu masih terbayang-bayang sama bajingan itu. Mas gamau kamu bayangin laki-laki lain saat kita having sex" Ucap Lian"Mas, ya gak mungkin aku bayangin bajingan itu. Justru aku gamau lagi inget-inget dia mas""Aku cinta sama suami aku, aku mau beri yang terbaik sama kamu. Tapi maaf, aku gabisa beri keperawanan aku untuk kamu mas. Aku udah cacat sebelum kita menikah" balas Salsa"Hey, hey. Jangan bilang itu sayang. Mas gak peduli tentang itu. Mau kamu perawan atau gak, mas gak peduli""Dari awal kita menikah, mas udah terima kamu apa adanya. Mas juga gak terlalu mementingkan hal itu. Mas mau menikahi kamu karena mas tau kamu wanita baik, kamu pantas jadi istri mas""Gausah bahas itu lagi yaa. Mas bahagia nikah sama kamu. Mas cinta dan sayang sama kamu sampai kapan pun itu" Ucap LianSalsa tersenyum haru mendengar ucapan Lian"Makasih ya mas, udah tulus sayang dan cinta sama aku" Balas Salsa"Sama-sama sayang""Mas juga makasih, malam ini sudah di servis penuh sama kamu. Mas puas deh sama pelayanan istri mas ini hahaha. Gak di raguin lagi pelayanannnya mantap betul" Goda Lian"Hahaha alhamdulillah deh kalo suami aku ini puas. Jadi gak sia-sia ini mulut aku pegel" Ucap Salsa"Hahaha sini biar mas pijitin, biar gak pegel. Soalnya besok mas mau lagi" Balas Lian"Dih, ketagihan ya hahaha" Balas Salsa"Ketagihan lah, bibir kamu yang atas sama yang bawah sama-sama candunya, sama-sama enaknya kalo di masukin" Ucap Lian frontal"Hahahaha suami polos ku udah berubah jadi mesummmmm. Tolongggg" Balas Salsa"Kamu yang ngajarin ya yang" Balas Lian"Hahahahaha" Salsa terkekeh mendengar jawaban Lian***Salsa membulatkan matanya saat melihat Damar berada di hadapannya. Salsa yang tengah mengambil minum di dapur tiba-tiba menegang saat mendengar suara yang sangat ia kenal memanggilnya. Dan benar saja, saat Salsa membalikkan tubuhnya, Damar sudah berada di belakangnya"Hay cantik, apa kabar?" Tanya Damar"Pp-pak Damar?" Ucap Salsa ketakutan"Aku kangen sama kamu, kamu juga pasti kangen sama aku kan? Hhmm?" Goda Damar sembari berjalan mendekati Salsa"Jangan mendekat!!! Kalo bapak berani mendekat, saya akan teriak!" Ancam Salsa"Teriak aja, gak akan ada yang percaya sama kamu sayang. Kamu disini hanya menantu, sedangkan aku? Anak kesayangan Ibu dan ayah ku""Aku hanya tinggal memutar balikkan fakta, kalo kamu yang menggoda ku. Dan mereka pasti langsung mengusir mu" Ancam Damar"Stop saya bilang! Jangan mendekatttt!" Tegas Salsa"Wow, sudah mulai berani ya sekarang cantikkku ini. Semenjak menikah dengan adikku yang lugu itu, kamu semakin berani""Jadi gak sabar, mau main di ranjang sama kamu lagi, pengen tau seliar apa sekarang kamu di ranjang" Ucap Damar"Gue bukan jalang yang bisa lo pake sesuka lo! Dulu gue emang bodoh dan pasrah dengan semua kebrengsekkan lo! Tapi sekarang, jangan harap lo bisa sentuh gue bangsat! Cuma suami gue yang bisa sentuh gue anjing!" Bentak Salsa"Woww, garang ya? Jadi makin tertantang nih gue buat bikin lo ngedesah di bawah gue lagi. Lo gak kangen sama punya gue? Hhmm?" Goda Damar"Gak sama sekali! Punya lo gak ada apa-apanya sama punya suami gue! Dia lebih jago muasin gue dan punya dia jauh lebih gede dari pada punya lo yang cuma sebesar sosis ayam!" Umpat Salsa"Anjing lo ya! Berani-beraninya lo ngehina gue Salsa! Lo lupa siapa gue? Hahh?""Gue bisa bikin lo pisah sama suami lo malam ini juga! Gausah sok bangga-banggain suami lo depan gue! Liat aja, gue bakalan bikin lo di ceraiin Lian malam ini!" Ancam Damar emosi"Suami gue gak akan percaya sama omongan busuk lo! Gue cinta sama dia, dan dia cinta sama gue! Kita gak akan pisah hanya karena hasutan iblis kaya lo!" Tegas SalsaDamar yang hendak membalas ucapan Salsa, Damar melihat kehadiran Lian di belakang Salsa. Damar langsung memulai aktingnya dengan memeluk Salsa"Iya, aku tau kamu kangen sama aku. Tapi di sini ada suami kamu sayang. Nanti kalo dia curiga gimana? Besok aja ya, kita check in nya? Hhmm?" Ucap Damar mesraSalsa refleks mendorong tubuh Damar, namun saat Salsa hendak memaki Damar. Salsa di kejutkan dengan suara suaminya"Salsa? Mas Damar?" Ucap LianSalsa refleks menoleh ke arah Lian dan berlari memeluk lengan suaminya"Mas? Kenapa dia ada disini? Mas dia gangguin aku mas" Ucap Salsa ketakutan"Sayang? Kenapa tiba-tiba berubah gitu sih? Biar aja Lian tau hubungan kita" Balas Damar"Hubungan? Kalian punya hubungan?" Tanya Lian"Gak mas, jangan percaya sama dia mas. Aku gak punya hubungan sama bajingan itu mas" Balas Salsa panik"Salsa itu masih cinta sama gue Li. Dia cuma kasian aja sama lo, karena lo yang udah nemenin dia selama ini""Buktinya dia masih mau jalin hubungan sama gue. Dan dia pengen cerai sama lo katanya. Dia mau balik lagi sama gue" Ucap Damar"Bener Sa?" Tanya Lian"Mas, gak mas hiks hiks. Jangan percaya sama dia mas. Aku beneran cinta sama kamu mas" Balas Salsa terisakDamar tersenyum licik melihat raut wajah Lian seakan-akan percaya pada semua ucapannya"Kasian ya lo li, ternyata selama ini istri lo gak cinta sama lo. Padahal lo udah effort tanggung jawab nikahin dia eh dianya masih cinta sama gue" Ucap DamarLian tersenyum licik pada Damar"Gue sih lebih kasian ke lo Mas. Effort banget ngarang cerita supaya gue dan Salsa cerai" Balas LianSalsa dan Damar membelalakan matanya. Padahal jelas-jelas Lian tadi menatap Salsa penuh kekecewaan dan sekaan percaya pada ucapan Damar. Namun ternyata salah, Lian sama sekali tak percaya pada Damar.Lian memang terbiasa ikut bangun saat Salsa pergi tengah malam. Lian selalu menemani Salsa walaupun hanya sekedar ke dapur. Namun Salsa tak sadar jika Lian ikut bangun dan menemaninya ke dapur malam ini. Salsa pikir Lian terlalu lelah dan tak terbangun saat Salsa hendak mengambil minum di dapurLian mendengar dan melihat semua kejadian dari awal. Bagaimana Salsa menolak Damar sampai istrinya dengan fulgar membandingkan dirinya dan Damar. Lian tersenyum puas saat Salsa memujinya di depan Damar. Namun ia juga ingin memberikan sedikit pelajaran pada lelaki brengsek itu agar tak mengganggu istrinya lagi"Maksud lo apa? Istri lo emang masih cinta sama gue! Dia yang godain gue! Gue gak ngarang cerita!" Balas Damar tak terimaLian memeluk Salsa dan mencium bibir istrinya di depan Damar. Membuat Damar mengepalkan tangannya"Gue lebih percaya sama mulut manis istri gue dibandingkan lo brengsek!""Oh ya? Gue juga gak salah denger kan tadi, kalo istri gue bilang. Punya lo cuma segede sosis ayam? Emang iya mas?""Emang iya sayang? Kecil banget dong? Punya Mas Damar?" Tanya Lian meremehkan"Iya lah, gede punya kamu sayang. Lebih puas punya kamu" Balas Salsa menatap Damar dengan tatapan meremehkan"Anjing ya lo berdua! Meskipun punya gue kecil, gue bisa tuh hamilin istri lo! Gak kaya lo, udah nikah berbulan-bulan? Mana hasilnya? Gak bisa hamilin Salsa ya lo? Hahaha" Ledek DamarSalsa takut jika Lian terpancing emosi dan membuat perkelahian lagi diantara mereka"Hahaha lo sotoy banget sih jadi orang? Emang lo tau gimana rumah tangga gue sama Salsa?""Gue sama Salsa kan emang pacaran dulu setelah halal bro. Kita sengaja gak buru-buru buat promil karena kita mau bebas ngapa-ngapain berdua""Lebih tepatnya mau eksplor lebih jauh sih, mana gaya yang paling enak buat di terapin tiap malem. Kita coba semua gaya, sampe nemuin yang pas dan bikin kita berdua makin keenakan dan puas pastinya" Ucap Lian memanasi DamarSalsa menahan senyumnya, ternyata suaminya lebih jago untuk menghadapi Damar tanpa kekerasanSedangkan Damar mengepalkan tangannya, karena jujur Damar sendiri masih menyimpan rasa pada Salsa. Hanya saja karena sifatnya yang brengsek membuat dia tak berani bertanggung jawab atas perbuatannya dulu"Kenapa ngepalin tangannya? Emosi sama gue? Kesel? Hhmm?""Gue ingetin ya Mas Damar! Sekali lagi gue liat lo gangguin istri gue, gue bakal bikin lo nyesel seumur hidup! Ngerti!" Ucap LianLian lalu tersenyum menghadap Salsa"Kita lanjutin yang tadi yuk sayang, adekku masih kangen sama kamu" Lanjut Lian sembari menggandeng istrinya pergi meninggalkan Damar yang masih mematungSetelah sampai di kamar, Lian dan Salsa tertawa bersama mengingat wajah masam Damar"Mas, makasih ya udah percaya sama aku" Ucap Salsa"Harus dong, bodoh namanya kalo mas lebih percaya sama si brengsek itu daripada cantiknya mas ini" Balas LianSalsa tersenyum mendengar jawaban Lian"Sayang, sepertinya dia ada di balik pintu. Dia mau nguping deh kayanya. Kita kerjain yuk" Bisik Lian"Hah? Emang iya?" Tanya Salsa"Tuh, denger langkah kakinya. Berhenti di depan kamar" Bisik Lian"Iya ya" Balas Salsa sembari mendekatkan telinganya di pintu kamar"Kita kerjain yuk, biar makin kebakaran dia" Ucap Lian"Yuk" Balas Salsa tersenyum"Ahhhh sayanghhh, kamuhh nikmaathh bangett sihhh ahhhh" Ucap Lian sembari menahan tawanya"Masshhh lebih kencanggg" Balas Salsa"Ohh shittt, istriii kuhh memangg terbaikkk" Ucap Lian"Punyaaa kamuu jugaahh terbaikkk mashh" Balas SalsaSedangkan di balik pintu, Damar mengepalkan tangannya lalu menggebrak pintu kamar Lian dan Salsa"Woy bangsat! Bisa gak kalo lagi ngeweu suara kalian pelanin! Brisik anjinggg!!" Teriak Damar dari balik pintu"Apasih, lo berisik anjing! Lagi enak ini" Balas Lian dari balik pintuDamar pergi dari depan kamar Lian sembari menghentakkan kakinya dengan kencangTawa Salsa dan Lian kembali pecah mendengar langkah kaki yang terlihat kesal itu"Udah ih, ketawa mulu. Mending bobo yuk, besok kamu kerja sayang" Ucap Salsa"Gamau bobo ahh" Balas Lian"Mas, ini udah dini hari. Mau ngapain kamu, gamau bobo" Balas Salsa"Mau olahraga ajaa, nanggung tuh. Udah denger suara desahan kamu barusan, jadi bangun dia" Ucap Lian melirik ke arah miliknya yang memang sudah berdiri di balik celana pendeknya"Hahaha dasar, gampang bener sih bangunnya. Kan tadi cuma niat ngerjain si brengsek doang, kenapa bangun beneran?" Ucap Salsa sembari mengusap milik Lian"Eughh yangg, enakk" Balas Lian"Enak? Hhmm? Mau di manjain lagi?" Tanya SalsaLian menganggukkan kepalanya dengan wajah polosnya, membuat Salsa gemas pada suaminya"Hahaha gemes banget. Yaudah yukk, cari pahala setelah ngerjain orang" Ucap SalsaLian tertawa lalu menggandeng istrinya menuju ranjang dan melanjutkan kegiatan mereka***"Ayah, Ibu. Lian udah mutusin untuk pindah dari rumah ayah dan Ibu""Sekarang ada Mas Damar yang akan nemenin kalian disini. Jadi Lian izin untuk pergi dari sini dan membawa istri Lian ya Yah, Bu" Ucap Lian"Lian? Kenapa tiba-tiba sekali nak? Ada apa? Apa ada yang salah dengan sikap ayah dan Ibu? Apa Salsa gak betah disini nak?" Tanya Ibu Lian"Ibu, Salsa sangat betah disini. Ayah dan Ibu sangat baik sama Salsa. Tapi Salsa harus ikut suami Salsa bu" Balas Salsa"Lian? Kenapa nak?" Tanya Ayah Lian"Jujur, kejadian semalam bikin Lian gak bisa tinggal satu rumah dengan laki-laki yang mencoba menghancurkan rumah tangga Lian dan selalu menggoda istri Lian""Lian hanya mau menjaga istri Lian dari laki-laki yang selalu mencoba melecehkan istri Lian yah, Bu" Ucap Lian"Maksud kamu? Damar?" Tanya Ayah Lian"Iya yah" Balas Lian"Ck, ayah sudah bilang kenapa harus di bebasin anak itu! Tapi ibu mu yang selalu membela anak brengsek itu!" Ucap Ayah LianYa, Damar memang sempat di penjara setelah kejadian malam itu yang membuat Salsa keguguran. Lian melaporkan Damar ke polisi dan membuat Damar di penjara. Namun, Ibu Lian memohon pada Lian untuk membebaskan Damar karena ia tak tega dengan putra nya."Gak mungkin mas mu seperti itu Lian. Dia sudah berjanji sama Ibu untuk berubah" Balas Ibu Lian"Nyatanya dia gak pernah berubah! Dia bahkan mengancam istri Lian, dia akan membuat rumah tangga Lian berantakan kalo Salsa gak nurut sama dia!""Rumah ini sudah gak aman buat istri Lian, selama bajingan itu tinggal di rumah ini!" Ucap Lian kesal"Lian, jaga bicara kamu! Dia itu kakak kamu!""Nanti biar Ibu yang bicara sama Damar ya supaya gak gangguin Salsa lagi" Balas Ibu Lian"Ibu ini kenapa selalu bela Damar! Dia jadi anak sebrengsek itu karena Ibu selalu belain dia tau gak!""Apa ibu gak mikirin perasaan Lian dan Salsa? Terutama Salsa! Dia pasti trauma harus tinggal sama bajingan itu!" Omel Ayah Lian"Ayah! Kenapa ayah bicara seperti itu! Damar itu anak kandung mu juga!""Salsa gak akan keberatan untuk tinggal disini, iya kan nak? Kamu gak akan pergi ninggalin Ibu kan?" Tanya Ibu Lian"Ibu, cukup! Jangan egois!""Ibu gak bisa maksa Salsa untuk nurutin Ibu! Dia ketakutan bu! Tolong ngertiin istri Lian!""Orang yang mau lecehin dia tinggal satu atap sama dia! Ibu paham gak sihhh!" Tegas Lian"Mas, udah" Ucap Salsa mencoba menenangkan Lian"Ibu keterlaluan! Ibu terlalu memaksakan kehendak ibu sendiri! Kalo Ibu mau anak kesayangan ibu tinggal disini, yasudah biarkan Lian membawa istrinya pergi dari sini! Karena rumah ini memang gak aman untuk Salsa!" Tegas Ayah Lian"Ck, lebay! Gue gak akan ngapa-ngapain istri lo juga kali" Ucap Damar yang baru saja turun dari tangga"Damar, jaga bicara kamu nakk!" Tegur Ibu Lian"Mereka yang lebay, Ibu percaya kan Damar gak akan macam-macam lagi? Damar udah janji sama Ibu, tapi mereka nya aja yang suka cari gara-gara sama Damar" Balas DamarLian mengepalkan tangannya dan Salsa mencoba menenangkan suaminya"Terserah Ibu kalo mau percaya sama anak kesayangan Ibu itu. Lian gak butuh pembelaan maupun validasi siapa yang benar dan siapa yang salah""Disini Lian cuma mau izin pergi dari sini dan bawa istri Lian jauh dari manusia yang berniat jahat sama dia. Permisi" Ucap Lian lalu menggandeng tangan Salsa"Hahaha gue udah gak nafsu kali sama istri lo. Gue udah tau rasanya gimana, udah bosen juga. Jadi gausah khawatir istri lo gue pake lagi. Sampe pindah rumah segala demi dia" Ucap DamarLian yang sudah tak dapat membendung emosinya lagi pun segera menghampiri Damar dan mengahajar laki-laki itu di depan ayah dan IbunyaIbu Lian sudah menangis sembari menahan Lian, sedangkan ayah Lian hanya diam melihat hal itu karena dia juga merasa emosi dengan ucapan kotor Damar tentang menantunya"Lian udah nak hiks hiks, udah sayang" Ucap Ibu Lian menahan LianSalsa yang tak tega melihat Ibu Lian menangis pun segera memeluk suaminya dari belakang dan mencoba menenangkan Lian"Mas udah, kasian Ibu. Udah ya sayang" Ucap SalsaLian melepaskan Damar dan mencoba menetralkan emosinya. Lian berbalik badan dan memeluk Salsa dengan eratSedangkan Ibu Lian mencoba membantu Damar untuk bangkit"Ayah, Lian sama Salsa pamit ya. Ayah sama Ibu jaga diri baik-baik. Lian dan Salsa selalu mendoakan ayah dan Ibu" Ucap Lian lalu menyalimi ayah LianLian yang sangat kesal pada Ibunya karena selalu membela Damar pun dengan sengaja pergi tanpa berpamitan padanya. Padahal jelas-jelas Damar menghina istrinya di depan Ibunya, namun Ibu nya justru diam saja dan tetap membela Damar.***"Sayang? Lagi masak apa? Hhmm?" Tanya Lian sembari memeluk istrinya dari belakang"Lagi masak ayam kecap kesukaan suami aku" Balas Salsa"Yeayy, makasih sayang. Mas emang lagi pengen ayam kecap" Ucap LianSalsa mematikan kompor lalu membalikkan tubuhnya menghadap Lian. Salsa mengalungkan tangannya pada Leher Lian dan menatap suaminya"Mau sampai kapan mas gak kerja gini? Hhmm?""Mas juga gaboleh marah lama-lama sama Ibu sayang. Sikap Ibu memang salah, tapi beliau tetap Ibu kamu. Gak seharusnya kamu memutus komunikasi kamu seperti ini mas""Ini sudah dua bulan sejak kita keluar dari rumah. Mas masih marah sama Ibu? Hhmm?" Tanya Salsa lembut"Sayang, tabungan mas masih banyak banget kok. Untuk kebutuhan kita berdua dua tahun juga masih ada. Meskipun mas gak kerja gak akan kekurangan uang" Ucap Lian"Bukan masalah uang suami ku sayang""Kamu gak kasian sama Ibu? Harus ngurus bakerynya sendirian? Ibu sudah tua mas, gak seharusnya beliau masih kerja" Balas Salsa"Mas mau nemenin kamu sama anak kita. Mas gamau kejadian kemarin keulang lagi sayang" Ucap Lian sembari mengusap perut SalsaYa, Salsa memang tengah mengandung buah hati Lian. Usia kandungan Salsa pun sudah masuk bulan ketiga. Mereka sengaja menyembunyikan kehamilan Salsa dari semua orang termasuk kedua orang tua Lian, karena Lian takut jika Damar tau dan kembali menyakiti Istrinya.Lian juga memutuskan untuk pindah dari rumah orang tuanya dua bulan lalu karena tak ingin membahayakan Salsa dan calon buah hatinya. Berurusan dengan Damar cukup membuat Lian trauma dan takut kehilangan buah hatinya lagi"Ibu setiap hari telpon aku, tanyain kabar kamu. Ibu mau minta maaf sama kamu secara langsung. Ibu mau datang kesini, tapi aku coba larang karena aku tau kamu belum siap ketemu ibu""Tapi aku rasa sekarang udah waktunya mas. Udah waktunya kita berdamai sama semuanya""Ayah dan Ibu juga cerita kalo Mas Damar udah berubah. Dia juga akan melamar seorang perempuan bulan depan" Ucap Salsa"Mas gak percaya dia bisa berubah secepat itu. Pasti ini juga akal-akalan dia lagi" Balas Lian"Mas, gak ada yang maksa untuk kamu percaya sama Mas Damar. Tapi tolong ya, Mas maafin Ibu dan berdamai dengan semuanya""Enam bulan lagi aku melahirkan mas dan akan menjadi seorang Ibu. Proses melahirkan itu taruhannya nyawa mas. Aku takut kalo seandainya aku gak selamat, setidaknya kamu sudah berdamai dengan Ibu yang bisa membantu kamu mengurus anak kita nanti" Ucap SalsaLian memeluk Salsa erat setelah mendengar ucapan Salsa"Sayang, gaboleh ngomong gitu. Mas yakin kamu dan adek pasti selamat. Mas akan lakuin apapun asal kamu dan adek bisa selamat. Jangan pernah tinggalin mas sayang, mas gamau" Ucap Lian"Mas, kematian itu sudah menjadi takdir manusia. Dan kita gabisa menghindari semua itu""Mas harus ikhlas kalo memang kita berjodoh hanya sampai anak kita lahir" Ucap Salsa sembari mengusap punggung Lian"Mas mau minta maaf sama Ibu, mas mau berdamai dengan semuanya, mas mau ketemu Ibu. Mas mau sujud sama Ibu supaya Ibu doain kamu dan adik bayi""Doa Ibu menembus langit kan sayang? Mas mau minta doa itu untuk kamu dan adik bayi sayang. Mas gabisa bayangin perkataan kamu tadi, jadi stop bahas itu""Ayo, kita ke rumah Ibu sekarang" Ucap LianSalsa tersenyum melepaskan pelukan Lian"Gaperlu mas, kita gak perlu ke rumah Ibu" Balas Salsa"Kenapa? Bukannya tadi kamu yang maksa mau ke rumah Ibu" Balas Lian"Iya, tapi sebentar lagi Ibu, Ayah dan Mas Damar mau kesini. Jadi mending kamu mandi gih, bau acem" Ucap Salsa sembari menutup hidungnyaLian tersenyum lalu mengecupi seluruh wajah Salsa"Jangan pernah tinggalin mas ya sayang, mas masih butuh kamu di hidup mas. Mas gabisa bayangin hidup mas tanpa kamu""Mas sayang banget sama kamu, mas cinta banget sama kamu. I love you so much Salsa" Ucap Lian diakhiri mengecup bibir Salsa"Love you too my superhero" Balas SalsaLian tersenyum lalu mengecup kening Salsa dan masuk ke dalam kamar untuk mandiSalsa menatap kepergian suaminya dengan senyum di wajahnya"Betapa beruntungnya aku jadi istri kamu mas. Kamu adalah laki-laki terbaik setelah ayah yang sangat menghormati dan menghargai istrinya. Kamu menerima aku apa adanya, kamu bimbing aku dengan sabar, kamu selalu melindungi dan menjaga aku sepenuh hati. Dan kamu hanya diam jika kamu kesel dan marah sama aku. Kamu sama sekali gak pernah menggunakan nada tinggi sama aku, kamu selalu sabar ngadepin mood ku selama hamil""Masyaallah, terimakasih sudah menjadikan aku salah satu wanita yang beruntung karena memiliki suami seperti Mas Lian. Walaupun harus melewati jalan yang terjal, aku gak pernah menyesal dengan takdir yang berakhir indah ini. Terimakasih Tuhan" Monolog Salsa~END ~
Pernikahan Dini
Pernikahan Dini"Rony!!! Udah gue bilang jangan lewat batas! Masih aja lu yaaa, tidur meluk-meluk gue! Kurang ajar bangettt" Omel Salma"Ck, kenapa sih Ca. Gue ini suami lu! Bebas mau ngapain elu! Kalo gue mau juga, udah gue telanjangin lu dari lama. Setahun nikah gak dapet apa-apa! Perkara meluk doang, ngomel nya gak kelar-kelar" Balas Rony"Dih, sejak kapan lu jadi suami gue? Enteng banget ngomongnya" Balas Salma"Wahh nih bocah amnesia keknya. Habis kepentok apaan lu? Kepentok pintu? Jendela? Atau apa? Kok sampe amnesia begini?""Lu lupa? Setahun lalu akad nikah di rumah lu? Sebelum orang tua lu pergi ke Jerman? Hah?" Tanya Rony"Bajingan! Bukan itu maksud gue anjir! Sejak kapan lu mengakui diri lu sebagai suami gue! Bukannya dulu, lu yang paling heboh gak mau ngakuin status pernikahan ini? Hah?""Lu paling heboh, jangan sebut gue suami lu lah, gausah ngurusin gue lah, gausah larang-larang gue pacaran sama cewek lain lah! Sekarang aja sok-sokan ngomong suami gue! Najis tau gak!" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Rony"Ck, iya juga ya. Kenapa gue sok-sokan jadi suami dia sekarang? Dia kan musuh gue! Selamanya juga bakalan jadi musuh gue! Gara-gara dia, gue harus nikah muda" Gerutu RonySalma dan Rony adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah di usia enam belas tahun. Ini semua harus terjadi karena perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua mereka.Orang tua Salma harus meninggalkan Indonesia dalam waktu yang lama, karena mereka tengah berobat demi kesembuhan Kakak Salma yang mengidap penyakit langkah dan hanya rumah sakit di Jerman yang menyediakan perawatan untuk penyakit langkah ini.Orang tua Salma yang khawatir jika harus meninggalkan Salma sendiri di Indonesia dengan waktu yang cukup lama pun akhirnya memutuskan untuk menikahkan Salma dengan anak sahabat mereka saat Salma dan Rony masih baru saja masuk ke jenjang SMA.Baik Salma maupun Rony sama sekali tak ada yang mau menerima perjodohan ini, namun mereka terpaksa harus menikah karena tak bisa melawan orang tua mereka. Salma dan Rony pun membuat perjanjian dimana mereka hanya berstatus suami istri jika di rumah. Namun saat di sekolah mereka tak ingin saling mengenal satu sama lain.Walaupun sudah hampir setahun menikah, namun keduanya masih tak ada rasa sedikit pun. Walaupun setahun ini mereka sudah tidur bersama di satu kamar yang sama dan di ranjang yang sama, tapi sebisa mungkin mereka, lebih tepatnya Salma sangat menghindari kontak fisik dengan Rony.Rony pun sampai sekarang masih menjadi Playboy kelas kakap di sekolahnya. Memiliki wajah yang tampan, ketua tim basket dan kaya, membuatnya dengan mudah memikat semua gadis di sekolahnya, kecuali Salma. Salma sama sekali tak tertarik dengan laki-laki yang notabenenya adalah suaminya saat ini.Salma sama sekali tak memiliki rasa cemburu walaupun kerap kali Rony menunjukkan kemesraan dengan gadis lain di depan Salma. Salma tampak acuh dan tak peduli dengan apapun yang Rony lakukan. Salma dan Rony hanya akan bersikap manis jika di depan orang tua Rony saja, selebihnya mereka akan seperti orang asing yang tak saling mengenal.***Salma bersama dua sahabatnya yaitu Novia dan Nabila tengah berjalan menuju kantin. Saat tengah sibuk memilih makanan yang akan di pesan, tiba-tiba Rony berbisik di dekat telinga Salma."Jangan pesen yang pedes, sakit awas lu ngrepotin gue" Bisik RonySalma melirik dan ternyata Rony tengah menggandeng mesra Flora yang memang menjadi kekasih Rony sejak dua bulan lalu. Rony melewati Salma begitu saja lalu duduk di sebuah bangku tak jauh dari tempat Salma dan teman-teman nya."Rony bisikin apa anjir ke elu Sal?" Tanya Novia"Rony siapa sih? Gak kenal gue" Balas SalmaTernyata Rony mendengar ucapan Salma yang mengaku tak mengenal dirinyaAnjing, gue suami lu bangsat! Lupa kali dia ya, tiap malem tidur berdua sambil pelukan jugaHmm tapi gue sih yang meluk dia, bukan dia. Gue juga yang gamau kenal dia, kenapa sekarang gue sebel denger dia bilang gitu. Arghh tau deh, males banget mikirin tuh cewek *batin Rony"Berarti tadi gak sengaja aja nov, si Rony nyerempet ke Salma. Bukan bisik-bisik itu mah" Timpal Nabila"Nah, tuh Nabila aja pinter. Lagian ngapain sih ngomongin manusia gak jelas itu. Mending pesen makan, laper gue" Ucap SalmaAnjing, gue di bilang gak jelas! Emang istri durhaka lu ya Ca *batin RonyRony yang sedari tadi fokus mendengar perbincangan Salma dan teman-teman nya pun tak sadar jika dia tak mendengar apa yang Flora katakan padanya."Ihhh ayangggggg!! Kamu gak dengerin aku ya dari tadiii" Rengek Flora"Eh eh, apa sayang? Kenapa? Hmm?" Tanya Rony panik"Tau ah! Kamu nyebelin! Kamu mikirin siapa sih? Mikirin cewek lain ya? Kamu selingkuh dari aku?" Tanya FloraBukan selingkuh dari lu Flo! Lebih tepatnya elu yang jadi selingkuhan gue. Tuh bini gue aja gak peduli, gue selingkuh depan dia *batin Rony"Ya gak dong sayang, masa aku selingkuh sih. Aku gak mikirin cewek lain kok, gatau aja tiba-tiba ngantuk tadi. Maaf ya cantik" Ucap Rony"Awas ya kalo selingkuh, gak akan aku maafin kamu" Balas FloraGak maafin gue, ya gue cari cewek lain lah Flo, ribet amat *batin Rony"Iya sayang, maaf ya" Balas Rony"Wey Ron, ntar jangan lupa latihan! Besok ada tanding kita sama SMA 11. Awas aja lu gak dateng, dan milik ngebucin sama nih cewek yaa" Ucap Paul"Iye iye, cerewet amat kek cewek lu" Balas Rony"Ishh sayang, kan kamu udah janji mau nganterin aku beli tas ke Mall" Rengek Flora"Nah kan, bener! Ada aja nih cewek acaranya""Lu pilih deh, lu nganterin nih cewek apa tim basket kita! Kalo lu nanti gak Dateng lagi gara-gara nganterin nih bocah! Besok kita ganti ketua tim basket!" Ancam Paul"Apaan sih pol! Kok lu main ngancem begitu! Emang nya siapa yang berani ngeluarin gue dari tim basket?" Tanya Rony"Semuanya! Karena mereka udah muak! Semenjak lu pacaran sama nih cewek, lu jadi ngentengin tim kita ngerti gak! Dateng seenak jidat, janji gak pernah di tepatin! Mau lu apa sih Ron!" Kesal Paul"Ya kan gue udah izin, gue gabisa latihan. Kenapa ribet banget sih!" Balas Rony"Oke, gue anggep lu milih dia. Jadi ntar sore sekalian gausah dateng. Kita bisa milih ketua tim yang lain" Ucap Paul lalu meninggalkan Rony begitu saja"Arghh anjing!! Lu gabisa seenaknya pol!" Teriak Rony"Sayang, maaf ya. Gara-gara aku, kamu jadi di keluarin dari tim basket. Maaf sayang" Ucap Flora"Ck, bukan salah kamu Flo. Mereka aja yang lagi sensi sama aku" Balas RonySalma sama sekali tak peduli tentang perdebatan Rony dan Paul. Dia memilih bermain ponsel sembari memakan mie ayam nya.Rony melirik ke arah Salma, dia semakin kesal melihat Salma yang sama sekali tak mempedulikan nya. Gadis itu justru sibuk bermain ponselnya.***"Allahuakbar! Lu bisa gak sih gak ngagetin! Lu ngapain berdiri depan kamar mandi! Ngintipin gue lu ya!" Ucap Salma"Gausah ke PD an lu! Gue gak nafsu sama sekali sama lu! Gue cuma mau ke kamar mandi, udah minggir" Balas Rony sembari mendorong tubuh Salma"Dih, aneh" Umpat SalmaSalma yang memang baru selesai keramas, memilih duduk di bangku meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya.Saat Salma tengah mengeringkan rambutnya, Rong yang baru keluar dari kamar mandi pun menatap Salma.Anjir, setahun nikah baru kali ini gue liat Caca ngeringin rambut begitu. Kenapa dia makin cantik sih makin hari?Astaga Rony! Sadar anjing! Lu ngomong apa sih! Dia musuh lu! Gausah muji-muji dia anjirr *batin Rony"Ngapain lu liatin gue? Gue tau gue cantik, gausah sampe melotot juga tuh mata! Gue colok baru tau rasa lu ya" Ucap Salma"Gausah ke PD an bisa gak sih! Eneg gue dengernya tau gak!" Balas Rony"Dih, gue gak PD kali. Emang faktanya begitu! Gue gak buta sampe gabisa lihat, mata lu hampir copot pas liatin gue" Balas Salma"Ngalah aja lah ngomong sama orang gila" Sindir Rony"Bangsat, gue aduin Mama lu ya" Ucap Salma"Ngaduan terus bisa lu! Seneng kan lu kalo gue di omelin Mama Papa! Hah!" Balas Rony"Oh, tentu saja. Itu salah satu kebahagiaan saya" Balas Salma"Anjing! Istri durhaka emang lu anjing" Umpat Rony"Dih, udah gue bilang! Gue bukan istri lu! Gausah nyebut itu lagi ya anjing! Gak Sudi gue jadi istri lu" Balas Salma kesal"Hahaha nyata nya emang lu istri gue! Lu istri gue! Lu Istri gue! Istri Rony Bimantara! Mau apa lu! Hah!" Goda Rony"Bangsat!" Umpat SalmaSalma pergi keluar kamar dengan membanting pintu cukup kencang, meninggalkan Rony yang berada di dalam kamar.Rony terkekeh melihat wajah Salma yang sangat terlihat kesal padanya. Memang hobi Rony sedari awal menikah adalah menjahili Salma.Setelah makan malam, Salma melakukan kebiasaannya yaitu membantu ART Rony membereskan meja makan. Kedua orang tua Rony dan Rony sendiri pun sudah tidak kaget dengan kebiasaan Salma, karena mereka sudah melarang pun Salma tetap melakukan nya. Itu juga membuat orang tua Rony semakin kagum pada Salma, berbeda dengan Rony yang justru semakin muak dan menganggap Salma hanya mencari muka di depan orang tuanya."Kok tuh bocah gak masuk masuk sih ke kamar? Ck! Gue kan udah ngantuk! Gue gabisa tidur kalo gak meluk dia. Mana gue harus nunggu dia tidur dulu lagi baru bisa meluk, padahal mata gue udah tinggal lima Watt ini" Gerutu Rony"Aanjir? Apa dia ngambek ya sama gue? Dan milih tidur di kamar tamu? Wah wah, gabisa di biarin ini! Enak aja dia tidur di kamar tamu! Bisa-bisa begadang gue disini gak ada tuh bocah. Harus di cari ini, bodo amatttt besok dia makin ngambek, gue juga gak peduli! Yang penting malam ini gue bisa tidur nyenyak!" Monolog RonySetelah mengatakan itu, Rony memutuskan untuk keluar kamar dan mencari Salma. Ternyata Salma tengah tertidur di ruang tengah setelah menonton serial TV."Ck, di tungguin ternyata tidur sini nih bocah! Ngrepotin gue banget sih hidupnya!" Gerutu RonyRony mematikan tv nya lalu menggendong Salma ala bridal style ke kamarnya. Namun saat di tangga, Rony berpapasan dengan Papa nya."Kenapa Caca Ron?" Tanya Papa Rony"Ketiduran di bawah, yaudah Rony angkat aja kasian kalo tidur di sofa Pa" Balas Rony"Gitu dong, jadi suami yang sayang sama istri. Yaudah bawa sana istri kamu ke kamar" Ucap Papa Rony"Iya Pa" Balas Rony"Eh satu lagi, Papa gak bosen-bosen ngingetin ini ya sama kamu! Jangan lupa pake pengaman kalo lagi berhubungan! Inget kalian masih sekolah! Ntar kalo udah lulus dan nikah resmi baru boleh tembak di dalem" Ucap Papa Rony"Papa! Rony bosen dengernya tau! Iya iya, Rony inget! Gausah di ingetin terus" Omel Rony"Hahaha iya iya, sensi banget. Yaudah sana masuk" Balas Papa RonyRony membawa masuk Salma ke dalam kamar dan merebahkan tubuh istrinya di ranjang."Apaan yang mau di pakein pengaman? Ngebobol aja belum pernah! Asal papa tau, di peluk doang menantu Papa tuh udah tantrum! Gimana Rony minta hak Rony coba! Bisa-bisa di penggal Kepala Rony sama nih bocah" Gerutu RonySetelah merebahkan tubuh Salma, tubuhnya terpaku di atas tubuh Salma dan memandangi wajah cantik Salma yang tengah tertidur pulas. Rony singkirkan anak rambut Salma yang menganggu wajah cantik istrinya, lalu mengusap lembut pipi Salma."Cantik juga nih bocah kalo lagi anteng begini" Monolog RonyRony yang awalnya mengusap lembut pipi Salma, pandangannya tiba-tiba tertuju pada bibir ranum Salma. Perlahan tangan Rony mengusap bibir milik Salma."Cobain dikit boleh kali ya, mumpung nyenyak nih bocah" Ucap Rony sembari mengusap bibir SalmaRony mendekatkan wajahnya, lalu mengecup lembut bibir Salma. Niatnya yang awalnya hanya mengecup, kini berubah menjadi lumatan. Setahun menikah, baru kali ini Rony merasakan bibir manis milik Salma.Rony yang takut Salma terbangun dan memergoki perbuatannya, memilih mengakhiri ciumannya. Sebenarnya Rony masih ingin menikmati bibir manis Salma, namun ia juga takut akan terpancing melakukan yang lebih dari itu. Padahal jika dia mau, itu pun tidak akan menjadi masalah, karena Salma adalah istrinya.Rony memilih merebahkan tubuhnya lalu menarik tubuh Salma dan memeluknya. Rony letakkan wajahnya pada leher Salma sembari mengendus aroma tubuh istrinya. Hal ini lah yang setiap malam Rony lakukan setelah memastikan Salma terlelap. Dengan mencium aroma tubuh Salma, membuat tidur Rony semakin nyenyak dan badannya menjadi lebih rileks. Itu lah yang membuat Rony tak bisa tidur jika Salma tak ada di sampingnya.***Pagi ini seperti biasa, Rony akan menurunkan Salma di halte yang lumayan jauh dari sekolah. Itu sudah menjadi kesepakatan mereka sejak awal, karena tak ingin siapapun tau jika mereka berangkat bersama. Namun saat Rony sudah pergi dari Halte, ternyata ada preman yang tengah mengincar Salma. Mereka ingin mengambil ponsel Salma.Saat preman itu mendekat dan berniat mengambil ponsel Salma, Salma yang langsung sadar pun refleks berlari sembari meminta pertolongan.Karena tak hati-hati, kaki Salma terpelosok di sebuah lubang dan membuat kaki nya sedikit cedera."Nah! Gabisa lari kan lu! Mana cepet serahin hp sama dompet lu! Gue udah lama ngincer lu! Lu pasti anak orang kaya kan! Mana cepet" Todong premanBughBughBughPreman itu di hajar oleh seseorang yang berniat membantu Salma. Seseorang itu menghajar preman hingga sang preman pun kabur dan mengurungkan niatnya. Lalu seseorang itu pun mencoba membantu Salma untuk bangkit."Awss" Rintih Salma"Kamu gapapa? Kita ke rumah sakit aja ya?" Tawar seseorang"Gausah mas, makasih ya udah bantuin saya. Kaki saya cuma cedera dikit kok, gaperlu ke rumah sakit" Balas Salma"Kamu siswi SMA Nusantara?" Tanya seseorang"Iya mas" Balas Salma"Yaudah, bareng saya saja yuk" Tawar SeseorangMenyadari raut wajah takut Salma, akhirnya seseorang itu pun mengenalkan dirinya."Hey, gausah takut gitu. Saya gak berniat jahat kok sama kamu""Kenalin, nama saya Abyandra. Kamu bisa manggil saya Abyan, Andra atau apapun terserah kamu. Saya siswa baru di SMA Nusantara, baru masuk hari ini" Ucap Abyan"Oh Hay Byan, gausah terlalu formal yaa. Kenalin nama gue Salma. Salam kenal ya, makasih udah bantuin gue" Balas Salma"Oke Sal, gimana? Bareng gue aja yuk ke sekolahnya. Lu gak takut apa, di kejar preman lagi? Lagian kaki lu masih sakit kan" Ucap Abyan"Hhmm yaudah deh, yuk" Balas SalmaAbyan dan Salma pun berangkat bersama menuju sekolah. Namun siapa sangka saat sampai di sekolah, Abyan dan Salma langsung menjadi pusat perhatian oleh seluruh siswa SMA Nusantara. Pasalnya Abyan yang tengah merangkul pundak Salma sembari membantu Salma berjalan adalah siswa baru yang terlihat sangat tampan, bahkan ketampanan nya melebihi ketua tim basket Nusantara.Selama ini Rony yang merupakan ketua tim basket dianggap siswa paling tampan di SMA Nusantara, namun sepertinya tahta itu segera tergeser dengan hadirnya sosok Abyan di sana. Semua mata terpanah melihat sosok Abyan, Abyan benar-benar terlihat sempurna. Semua pun seketika iri melihat Salma yang tengah di rangkul mesra oleh Abyan.Rony yang sedang bermesraan dengan Flora di depan kelasnya pun ikut terperangah melihat pemandangan di depannya. Hati nya bergemuruh melihat Salma berjalan bersama dengan seorang pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Salma bahkan terlihat sangat ramah padanya, dia memberikan senyum manisnya pada Abyan yang belum pernah Rony lihat Salma memberikan senyuman itu padanya."Kenapa lu? Ngapain jalan pake di rangkul sama cowok lain segala! Caper banget sih lu jadi cewek" Ucap Rony pada Salma"Lu apaan sih! Kenal aja kagak! Ngurusin hidup orang banget! Terserah gue mau gue caper sama dia apa urusannya sama lu! Hah! Mending urusin aja Sono pacar lu, ngapain jadi ngurusin gue sih""Ayo Byan, tinggalin aja manusia gak jelas ini" Ucap Salma"Lain kali yang sopan dikit ngomong sama perempuan bro! Dia habis jatuh, bukan caper sama gue" Timpal AbyanSalma dan Abyan pun pergi meninggalkan Rony begitu saja"Ck, bangsat! Awas aja lu ya Ca di rumah! Arghh Anjing!" Umpat Rony"Sayang kenapa sih! Kamu suka ya sama Salma! Kamu bisa-bisanya ninggalin aku disana dan nyamperin Salma sih! Tega yaa" Omel Flora"Ck, apasih Flo! Aku gak suka sama Salma! Mana mungkin aku suka sama cewek modelan abang-abang begitu. Udah deh gausah aneh-aneh mikirnya" Balas Rony"Ya abisnya kamu, tiba-tiba ninggalin aku sendirian dan nyamperin Salma. Siapa yang gak kesel coba" Ucap Flora"Hmm maaf ya sayang, aku tadi gak nyamperin Salma. Aku cuma penasaran sama tuh cowok siapa, kamu jangan mikir aneh-aneh dong sayang. Kan aku pacar kamu, gak mungkin aku suka sama Salma" Balas RonyTapi gue kenapa sih anjing! Segala kesel liat Caca sama tuh cowok! Kan suka-suka dia, mau dia pacaran sama tuh cowok juga bukan urusan gue. Kan gue sendiri yang bikin perjanjian itu duluCk, bodoh lu Ron bodoh! Ngapain tadi asal nyamperin Caca sih! Malu-maluin tau gak! *Batin Rony***Saat ini Salma dan Rony sedang berada di kamar Rony dan tengah sibuk dengan ponsel nya masing-masing. Orang tua Rony sedang berada di luar kota, membuat Salma merasa aman karena tak perlu sibuk mencari alasan berbohong mengenai cedera di kaki nya. Untung saja tadi Salma sudah meminta bantuan ART rumah Rony untuk memijat kaki nya dan sekarang sudah lumayan membaik."Kaki lu kenapa sih Ca? Gue tanya dari tadi juga gak lu jawab-jawab" Ucap Rony"Gausah kepo" Balas Salma tanpa menatap Rony"Ck! Gue ini suami lu! Gue berhak tau apa yang terjadi sama lu! Gue cuma tanya kaki lu kenapa! Susah banget sih jawabnya!" Ucap Rony kesal sembari menarik ponsel Salma"Apaan sih Ron! Balikin hp gue!""Lagian lu kenapa sih! Sejak kapan lu peduli sama gue! Sejak kapan juga lu inget kalo lu suami gue! Bukannya selama ini lu yang kekeuh buat gak anggap pernikahan ini? Jadi stop ya bilang kalo lu suami gue! Muak gue dengernya tau gak!" Bentak Salma lalu menarik ponsel nya dan pergi dari kamar Rony"Bangsat! Gue kenapa sih! Yang di omongin Caca tuh bener! Gue yang gamau anggap pernikahan ini! Gue yang dulu bentak-bentak dia dan ngancem dia supaya mau nurutin gue kalo kita gak saling kenal di sekolah dan jangan pernah nganggep gue suami dia maupun sebaliknya! Tapi sekarang kenapa gue yang malah pengen Salma ngehargain gue sebagai suaminya!""Masa iya gue mulai suka sama Caca! Gak! Gaboleh Ron! Inget! Dia musuh lu! Gara-gara dia hidup lu jadi ribet! Gara-gara dia, lu harus nikah di usia yang harusnya lu masih bisa bebas! Gara-gara dia bangsat!" Monolog RonyDi sisi lain, Salma yang merasa kesal dengan Rony memutuskan untuk tidur di kamar tamu. Salma yang tak ingin kekesalan nya berlarut-larut memilih untuk melakukan video call pada kedua orang tua nya dan juga kakaknya.Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Salma tiba-tiba saja di berikan nasihat oleh kedua orang tuanya agar menjadi istri yang baik. Seperti di tusuk ribuan pisau, hati nya terasa nyeri mendengar semua nasihat orang tuanya. Salma merasa bersalah dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya karena merasa membohongi mereka semua. Padahal tidak ada pernikahan yang harmonis di antaranya dengan Rony.Salma yang baru saja bangun dari tidurnya sedikit terkejut melihat jam di ponselnya. Ternyata dia tidur cukup lama, Salma akhirnya memilih kembali ke kamar Rony untuk mandi karena hari semakin sore.Saat masuk ke dalam kamar, Salma tak mempedulikan Rony yang tengah menatapnya intens. Salma langsung masuk ke dalam walk in Closet untuk mengambil baju nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.Saat membuka pintu kamar mandi, Salma di kejutkan oleh kehadiran Mama Rony yang sudah berada di dalam kamar mereka. Padahal tadi mereka mengatakan jika ada urusan di luar kota selama dua hari. Pupus sudah harapan Salma untuk bisa kembali tidur di kamar tamu."Hay sayang, kita makan malam di luar yuk" Ucap Mama Rony"Ngapain Ma? Bibi gak masak ya?" Tanya Salma"Astaghfirullah sayang, kamu lupa ya? Hari ini anniversary pernikahan kalian yang ke satu tahun! Jadi kita harus rayain ini sama-sama, Mama dan Papa udah booking satu resto. Sekarang kalian siap-siap ya, ini Mama udah beliin kamu baju. Di pake ya sayang" Ucap Mama RonyAkhirnya Salma pasrah dan mengikuti keinginan kedua mertuanya. Salma dan Rony masih setia dengan perang dingin nya, beruntung orang tuanya hari ini pulang. Rony sudah takut jika nanti malam, Salma tidak akan tidur di kamar mereka karena mengetahui Mama Papa Rony tengah berada di luar kota."Sal, cepet kek! Lama banget sih lu!" Teriak Rony dari luar kamarSalma memang meminta Rony menunggu nya di bawah lebih dulu, karena Salma yang masih memerlukan waktu untuk berdandan."Sabar kenapa sih! Rewel banget bacod lu" Ucap Salma ketika membuka pintu kamarRony tercengang melihat penampilan Salma, istrinya malam ini terlihat sangat cantik. Dengan balutan dress berwarna navy dengan hijab abu-abu muda dan riasan make up yang semakin membuat wajah Salma terlihat sangat cantik.Anjing, malam ini Caca cantik banget coeg *batin Rony"Udah ayo anjing! Kenapa bengong sih!" Ucap Salma lalu berjalan mendahului Rony"Hey! Sini, inget dong. Di depan Mama Papa kita harus mesra!""Sini tangan lu, biar gue gandeng" Ucap Rony lalu menggandeng Salma dan turun bersama menemui kedua orang tua Rony"Masyaallah, mantu Mama emang terbaik! Kamu cantik banget sayang" Ucap Mama Rony"Makasih Ma, Mama jauh lebih cantik dari Caca. Iya kan Pa" Balas Salma"Mama tetap nomer satu, nomer dua nya kamu Ca. Papa akhirnya bisa ngerasain punya anak gadis yang cantik hahaha""Eh masih gadis apa udah hmm -" Ucap Papa Rony menggoda"Ck, Papa! Gausah bahas gituan! Istri Rony malu!" Balas RonySalma melirik tajam ke arah Rony, Salma curiga pada Rony. Cerita apa laki-laki itu pada Papa nya, sampai Papa nya menyindir nya seperti itu."Hahaha udah udah yuk, kita berangkat aja. Ayo sayang" Ucap Mama Rony"Iya Ma" Balas SalmaMama dan Papa Rony berjalan lebih dulu, di susul Rony dan Salma yang mengikuti langkah mereka."Ngomong apaan lu sama Papa! Sampe Papa nyindir gue begitu! Gue masih gadis ya anjing! Kita gak pernah ngapain-ngapain" Ucap Salma lirih"Ya masa gue ngomong sama Papa kalo gue gak pernah ngapa-ngapain lu! Yang ada mereka curiga bego! Gue terpaksa bohong lah! Gue bilang kalo gue udah perawanin elu" Balas Rony"Anjing! Lagian ngapain sih bahas begitu! Gak penting tau gak!" Omel Salma"Ya tanya aja sendiri sama Papa, ngapain nanya gue lu" Ucap Rony"Makin banyak dosa gue bohongin Mama Papa gara-gara elu" Balas Salma"Kalo gamau nambah dosa yaudah ayo, gue perawanin lu beneran. Jadi gak bohong dong kita. Lu juga gak dosa kalo ngasih hak gue kali Ca, malah dapet pahala berkali-kali lipat" Ucap Rony asalPlakSalma refleks menampar Rony dengan kencang."Kenapa Ca?" Tanya Mama Rony panik"Eh gak ma, tadi di pipi Rony ada nyamuk gede banget. Jadi Caca refleks mukul deh hehe" Elak Salma"Astaghfirullah, Mama kaget sayang. Kirain kalian berantem" Ucap Mama Rony"Gak kok Ma, aman" Balas Salma"Sakit bangsat" lirih Rony"Makanya, kalo ngomong mikir anjing! Lu gausah sok-sokan ngomongin hak sama gue! Lu bukan suami gue, ngerti!""Kalo lu pengen, minta aja sama cewek lu! Jangan sama gue! Bangsat!" Tegas Salma lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan Rony yang masih mematung***Seminggu sudah setelah acara anniversary pernikahan Salma dan Rony, hubungan mereka sama sekali tak ada perubahan. Salma dengan sikap cueknya dan Rony yang masih mempertahankan ke gengsian nya.Seminggu juga Rony semakin di buat uring-uringan melihat Salma yang semakin dekat dengan Abyan. Bahkan banyak gosip yang beredar jika Salma sudah resmi berpacaran dengan Abyan, gosip itu benar-benar membuat hati Rony panas. Walaupun Rony sudah memastikan sendiri pada Salma dan Salma bilang itu hoax tapi tetap saja kabar itu membuat Rony kesal."Sal, lu mau makan apa? Biar gue yang mesenin. Lu tinggal duduk manis aja, ntar makanan dateng" Ucap Abyan"Wah, thankyou loh Bi""Hmm mau - ""Please jangan mie ayam lagi ya, tiap hari makan mie gak baik buat lambung lu Sal" Ucap Abyan memotong ucapan Salma"Ihh Bi, kan gue pengen makan mie ayammmm" Rengek Salma"Tiap hari loh masalahnya lu makan mie Sal, ganti yaa. Hmm gimana kalo batagor? Siomay? Atau bakso? Jangan mie terus, nanti lu sakit loh Sal" Ucap AbyanByan perhatian banget sih sama gue? Suami gue aja gak pernah peduli segini nya sama gue *batin Salma"Hmm yaudah deh, mau siomay aja yaa yang pedes" Ucap Salma"Tadi pagi udah sarapan belum?" Tanya Abyan"Udah Bi, udah makan nasi kok. Jadi gapapa ya makan pedes sekarang" Ucap Salma"Hahaha oke cantik, tunggu ya" Balas AbyanDi sisi lain, Rony yang sedang makan bersama Flora mengepalkan tangannya setelah mendengar semua percakapan Salma dan Abyan. Bahkan saat Salma merengek pada Abyan, membuat Rony benar-benar terbakar cemburu.Perasaan dia gak pernah sok manja begitu sama gue! Tapi kenapa dia bisa begitu sama Abyan! Anjing lu Ca! Gue suami lu! Bisa-bisanya lu manja sama orang lain. Arghh bangsat!Tuh laki juga gabisa di diemin! Lama-lama beneran kek anjing tuh orang! Udah sok jago di tim basket! Sekarang berani banget deketin istri gue, sok perhatian sama bini orang! Bajingan *Batin Rony"Ayangggg, kenapa sih! Aku ngomong dari tadi gak di dengerin. Kamu kenapa sih" Ucap Flora"Ck, berisik! Gue bosen denger lu ngomong Flo! Gue udah kenyang! Gue balik ke kelas" Balas Rony kesalRony berjalan melewati Salma dan Abyan yang tengah bercanda sembari memakan makanan mereka. Rony sempat menatap Salma tajam, Salma yang di tatap pun tak peduli dan melanjutkan makannya bersama Abyan.***Tok tok tokRony membuka pintu rumahnya, karena kebetulan dia sedang berada di ruang tengah. Betapa terkejutnya dia melihat Nabila dan Novia berada di hadapannya."Rony?? Heh! Kok lu di rumah Salma?" Tanya Novia"Enak aja, ini rumah gue" Balas Rony santaiRony yang sepulang sekolah memang tak menegur Salma sama sekali karena kesal dengan istrinya yang berdekatan dengan Abyan, menjadikan ini ajang untuk membalas kekesalan nya pada Salma. Rony berniat memberitahu sahabat Salma jika mereka sudah menikah dan memang tinggal satu atap."Kok bisa sih? Salma shareloc nya ke gue udah bener kok. Apa rumah Salma yang di samping rumah lu ya Ron?" Tanya Nabila"Gak, emang bener kok ini rumah Salma. Masuk aja, gue Panggilin orangnya" Balas Rony santai"Ohh lu sodaraan ternyata sama Salma? Tapi kok di sekolah berasa gak kenal sih lu pada?" Tanya Novia"Gausah gue jelasin, dengan cukup lu berdua liat foto di pigura gede itu udah menjawab pertanyaan lu pada sih" Balas Rony lalu pergi meninggalkan Novia dan Nabila"Nov? Gue gak salah liat kan?" Tanya Nabila"Anjing? Mereka suami istri? Tapi kok selama ini mereka kek gak kenal sih? Gue bingung asli Nab" Balas NoviaDi sisi lain, Rony yang masuk ke dalam kamar melihat Salma tengah tertidur pulas di ranjang. Rony mendekat dan mengusap lembut pipi Salma."Ca, bangun Ca. Ada temen-temen lu noh di bawah" Ucap Rony"Hmm ngantuk Ron" Balas SalmaRony mengecupi wajah Salma dengan sengaja agar membuat Salma bangun."Rony ish! Ngapain sih lu cium-cium gue! Basah muka gue anjing!" Ucap Salma kesal"Ya lu gak bangun-bangun sih! Kebo banget!" Balas Rony"Ya ngapain mesti di cium! Modus banget sih lu!" Ucap Salma"Gapapa modus sama istri sendiri mah. Lagian gue nyium lu juga gak dosa kali, malah dapet pahala" Balas Rony"Gausah bacod! Gue mau tidur lagi" Ucap Salma bersiap merebahkan lagi tubuhnya"Bangun atau gue cium lu lagi ya Ca" Balas Rony"Ishhh Ronyyyyyy!!! Gue ngantuk!!!! Ngapain sih lu ganggu gue!" Ucap Salma kesal"Di bawah ada temen-temen lu noh! Mau lu tinggal tidur lagi?" Tanya Rony"Anjing? Novia Nabila? Mereka liat lu?" Tanya Salma panik"Yaiyalah, orang gue yang bukain pintu" Balas Rony"Alah Ronyyyyyy!!! Ck, kalo mereka curiga gimanaaaaaa" Rengek Salma"Ya lu gak bilang kalo temen-temen lu bakal kesini, kalo mereka kesini kan gue bisa ngumpet. Gue juga bisa suruh bibi beresin foto-foto pernikahan kita di bawah" Ucap Rony santai"Anjing! Mereka liat itu dong?" Tanya Salma"Maybe" Balas Rony"Bangsat! Gue lupa kalo mereka mau kesini!!! AAhhh gue mesti alasan apaaa Ronyyhhh" Rengek SalmaHahaha anjing, gemes banget sih Ca kalo ngrengek begini. Pen gue gigit aja lu yaa, gemes banget *batin Rony"Yaudah sih, temen lu ini. Jujur aja sama mereka. Gue aja udah jujur sama Paul dan Danil" Balas Rony"Hah? Sumpah demi apa? Paul Danil tau hubungan kita? Kok lu bocor sih anjing!" Ucap Salma"Ya mereka main kesini dadakan dua hari yang lalu, pas lu sama Mama lagi belanja. Mereka liat semua foto-foto di bawah, yaudah terpaksa gue jujur. Toh aman kan? Mereka gak bocor kemana-mana" Ucap Rony santai"Huft, doain gue semoga mereka gak marah deh kalo gue jujur" Balas Salma"Iya, udah sana temuin temen-temen lu" Ucap Rony lembut sembari mengusap pipi SalmaDih, nih orang tiba-tiba banget lembut. Kenapa sih? Kok gue jadi merinding, Rony baik begini *batin Salma"Kok bengong? Mau gue temenin, buat jelasin ke mereka?" Tanya Rony lembut"Boleh deh, ayo temenin gue" Balas Salma"Yuk" Balas RonySalma dan Rony pun turun bersama dengan tangan Rony yang menggandeng mesra tangan Salma. Salma pun tak menolak karena dia juga butuh kekuatan untuk menghadapi kedua sahabatnya itu."Hay Nab, Nov. Sorry ya gue lupa kalo mau ngerjain tugas sekarang. Gue ketiduran" Ucap Salma"Dih, udah ke gep aja baru pegangan lu pada. Kemarin-kemarin sok-sokan gak kenal" sindir Novia"Emang keknya kita udah gak di anggep sahabat sih Nov. Parah banget" Sindir Nabila"Bukan gituu, gue jelasin semuanya yaa. Kalian jangan motong omongan gue dan Rony dulu" Ucap SalmaNabila dan Novia pun menganggukkan kepalanya.Salma dan Rony bergantian menceritakan hubungan mereka yang memang sudah menikah sebulan sebelum mereka menjadi siswa baru di SMA Nusantara."Anjir, udah lama kalean ternyata nikah? Tapi kok bisa sih, kalean nih bikin perjanjian tolol kek gitu" Ucap Novia"Ya karena kita dulu sama-sama gak bisa terima takdir Nov kalo harus nikah di usia enam belas tahun. Gue sama Salma sangat-sangat terpaksa sama pernikahan ini" Balas Rony"Alah, palingan juga elu yang masih pengen jadi Playboy mangkanya minta Salma rahasiain pernikahan kalian kan" Ucap Nabila"Iya dulu, sekarang gue mau berubah. Gue bakal mutusin Flora, gue bakal serius coba jalanin pernikahan ini sama Salma" Ucap RonySalma membulatkan matanya, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Rony"Rony anjir! Lu sakit ya? Lu kenapa sih bangsat!" Balas Salma"Ca, gue serius! Gue mau perbaiki semuanya! Beberapa hari ini gue jadi sadar kalo gue sayang sama lu! Gue cemburu tiap liat lu jalan sama Abyan! Gue kesel, gue emosi dan gue gak rela lu deket-deket sama Abyan!""Gue sengaja mesra-mesraan sama Flora Deket lu karena gue cuma mau tau reaksi lu ke gue gimana! Gue mau tau, lu cemburu apa gak! Tapi kaya nya niat gue salah, lu malah makin jauh dari gue. Gue bisa deket tiap tidur bareng lu doang, selebihnya lu jauh dari gue""Di depan temen-temen lu, gue ngaku kalo gue sayang sama lu Ca. Gue mau perbaiki hubungan pernikahan kita. Kalo pun lu masih gak bisa terima pernikahan ini, setidaknya kita gak jadi musuh lagi. Kita bisa jadi temen, gue bisa jadi sahabat lu sampe lu bisa buka hati buat gue Ca. Maafin gue ya, maafin gue yang dulu suka bentak-bentak lu, suka ngehina lu, dan gapernah anggap lu istri gue""Gue ngerasain sakitnya gak di akuin sama lu sekarang Ca. Gue sakit saat lu bilang gak kenal sama gue di depan Abyan, gue sakit saat lu gak pernah sedikit pun liat gue di sekolah. Gue sakit saat lu gak pernah anggap gue ada Ca" Ucap Rony panjang lebar sembari menggenggam tangan Salma"Ron? Lu serius? Bukannya selama ini lu yang minta gue untuk gak berharap lebih sama pernikahan ini? Bahkan lu bilang setelah orang tua gue pulang, lu bakal ceraiin gue? Gue turutin semua mau lu Ron, gue gak pernah mikir lebih tentang pernikahan kita""Selama ini lu juga kek anggep gue musuh lu kan? Ya gue pun bertindak seperti apa yang lu lakuin ke gue. Dan disaat gue mulai nyaman sama laki-laki lain, lu minta gue buat terima pernikahan ini? Lu egois tau gak!" Ucap Salma kesalDegHati Rony berasa di tusuk ribuan pisau di saat yang bersamaan. Dugaannya benar, Salma mulai nyaman dengan Abyan dan itu semua juga karena dirinya yang tak pernah memberikan Salma kenyamanan. Hingga istrinya merasakan kenyamanan dari laki-laki lain.Rony bersimpuh di depan Salma yang tengah duduk di sofa, di saksikan oleh kedua sahabat Salma. Tangannya menggenggam erat kedua tangan Salma lalu wajahnya ia sembunyikan pada kedua paha Salma."Ca gue minta maaf, gue tau selama ini gue salah. Gue bukan suami yang baik, tapi please kasih gue kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Gue sayang sama lu Ca, gue gabisa liat lu sama laki-laki lain. Hati gue sakit saat lu bilang, lu mulai nyaman sama laki-laki lain""Kasih gue waktu buat tunjukkin kalo gue beneran berubah Ca. Gue bakal mutusin Flora, gue bakal jadi suami yang baik buat lu. Please kasih gue kesempatan yaa, gue nyesel. Gue mau perbaiki semuanya Ca, demi pernikahan kita. Please" Ucap Rony terisakSalma merasa paha nya basah setelah Rony menyembunyikan wajahnya di paha nya. Salma terharu, Rony benar-benar tulus hingga meneteskan air mata. Setahun hidup bersama Rony, membuat Salma tau Rony adalah orang yang hampir tak pernah menangis. Dan baru kali ini Rony menangis karena memohon padanya.Salma menatap ke arah kedua sahabatnya, Novia dan Nabila pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum."Hey? Lu gak malu nangis depan Nabila dan Novia?" Tanya Salma"Gak! Gue gak malu! Kalo harus nangis di depan anak-anak satu sekolah juga gue gak akan malu! Gue beneran nyesel dan gue mau perbaiki semuanya sama lu Ca. Gue cuma mau sama lu hiks hiks" Ucap Rony"Yaudah, gue mau kasih lu kesempatan buat perbaiki semuanya. Gue juga minta, supaya lu bisa bantuin gue buka hati buat lu. Bikin gue nyaman ada di deket lu, dan bikin gue bisa sayang sama lu seperti lu sayang sama gue. Baru kita bisa perbaiki pernikahan kita dan mulai semuanya dari awal" Ucap Salma"Ca? Beneran?" Tanya Rony tak percaya"Lu mau nya gimana? Mau gue bohong atau - ""Gak gak!! Gue mau itu beneran! Makasih ya Ca. Makasih sayanggg" Ucap Rony memeluk erat Salma"Elah woy! Gue tau ya lu pada udah nikah! Tapi gausah pelukan depan kita juga bangsat" Omel Novia"Hehe sorry sorry Nab, Nov. Kan gue seneng Caca mau kasih gue kesempatan" Balas Rony"Yaudah, sekarang tepatin janji lu! Putusin Flora sekarang depan kita! Biar kita percaya lu bukan cowok brengsek dan playboy lagi!" Ucap Nabila"Oke, gue telpon dia ya. Gue loudspeaker, biar kalian denger yaa""Hubungan gue juga udah renggang semenjak gue sadar perasaan gue sama Caca. Gue jadi gak peduliin dia lagi, dan emang waktu yang pas buat gue putusin dia sekarang. Gue gamau jadi cowok brengsek. Gue mau Caca satu-satunya buat gue" Ucap Rony sembari mencoba menelpon FloraSelesai drama di telpon dengan Flora, akhirnya Rony berhasil memutuskan hubungannya dengan Flora. Rony berjanji dengan dirinya sendiri, akan menjadikan Salma wanita satu-satunya di hidupnya. Rony tidak ingin jika Salma berpaling darinya dan memilih laki-laki lain. Rony sudah merasakan bagaimana sakitnya ketika Salma mengutarakan perasaannya yang mulai nyaman dengan Abyan, jadi Rony tak akan membiarkan itu kembali terjadi. Salma hanyalah milik nya, bukan milik laki-laki lain.Dua jam sudah Rony meninggalkan Salma bersama kedua sahabatnya untuk mengerjakannya tugas. Rony kembali turun menemui Salma dan langsung memeluk Salma dengan manja."Ck, apalagi sih Ron?" Tanya Salma kesal"Kangen" Balas Rony"Astaga, baru dua jam doang udah kangen! Anjirr gue beneran geli liat Rony model begini" Ucap Novia"Iya, perasaan di sekolah sok cool. Kalo pun lagi pacaran palingan si cewek yang manja sama Rony, ini kenapa malah si Rony nya yang clingy abis sama Salma sih" Timpal Nabila"Ck, berisik ya lu berdua. Suka-suka gue dong, istri-istri gue ini" Ucap Rony"Tapi yang di omongin mereka tuh bener Ron! Lu kenapa jadi clingy begini sih, geli gue liatnya" Balas Salma"Gue sebenernya dari lama tau pengen manja sama lu Ca. Tapi lu galak, gue di marahin Mulu jadi gue gak berani" Ucap Rony memelas"Hahahaha anjir, si Rony ternyata suami suami takut istri" Ledek Novia"Gapapa sih, bagus Sal. Jadi Rony gak berani macem-macem sama lu! Berani selingkuhin lu, lu tinggalin aja sama Abyan. Lu cantik ini, gausah takut di tinggalin Rony hahaha" Ucap Nabila"Anjir mulut lu ya Nab! Gausah kompor bangsat! Gue gak akan selingkuh dari Salma! Lu liat sendiri kan tadi, nomor Flora aja udah gue blok terus gue hapus di depan kalian semua. Masa iya masih gak percaya sama gue""Ca gue beneran Ca, gue gak akan selingkuh dari lu lagi. Gue cuma mau sama lu, lu juga sama dong. Lu jangan ninggalin gue, apalagi demi Abyan Abyan itu! Gaboleh ya Ca" Ucap Rony manja"Ya asal lu bisa pegang omongan lu aja, apalagi yang di omongin Nabila ada benernya""Lu tau gue kan Ron? Gue bukan cewek menye-menye yang di selingkuhin cuma bisa nangis! Gue di selingkuhin, ya gue cari yang lain lah" Ucap SalmaAnjir, istri gue emang bukan cewek sembarangan. Gabisa nih, Caca cuma punya gue seorang *batin Rony"Yaampun, iya iya sayang. Gue janji, gue gak akan selingkuh. Gue gamau lu ninggalin gue, lu bisa pegang janji gue Ca" Ucap Rony"Jadi ceritanya, lu udah pensiun nih jadi buaya Ron? Hahahaha" Ledek Nabila"Iya lah, demi istri tercinta ini mah" Ucap Rony lalu mencium pipi Salma"Iyuww Rony! Isshhh, lu apaan sih! Gatau malu banget!!" Umpat Salma"Hahaha apa sih yang? Gapapa lah, kan udah SAH" Ucap Rony terkekeh"Ya udah Sah sih udah Sah! Tapi jangan depan kita bego!" Umpat Novia"Tau nih si Rony! Mata gue jadi ternodai" Timpal Nabila"Hahaha sorry sorry. Kalian udah selesai nugas belum?" Tanya Rony"Udah, sebelum lu turun tadi kita udah kelar kok" Balas Novia"Nah, pas deh. Keluar yuk, gue mau traktir kalian makan. Sekalian sama Paul dan Danil. Gimana mau gak?" Tanya Rony"Kok dadakan Ron?" Tanya Salma"Ya gapapa yang, kan seminggu lalu kita anniv setahun. Terus hari ini kita resmi baikkan, jadi mau ngerayain aja bareng temen-temen. Mau yaa" Ucap Rony"Yaudah boleh deh" Balas Salma"Yaudah yuk siap-siap, masa lu mau pake piyama begini yang" Ucap Rony"Emang kenapa? Lu malu kalo gue pake beginian?" Tanya Salma"Ck, ya bukan malu lah! Gue yang gak ikhlas badan lu di liat laki-laki lain! Liat piyama lu aja ngepres body gini! Mana celananya pendek banget!""Emang lu mau pake beginian keluar rumah? Hmm? Paha lu kemana-mana begini! Iyaa?" Ucap Rony kesal"Wetss santai pak! Kenapa sewot amat sih! Perasaan mantan lu si Flora juga kalo pake Rok ke sekolah Paha nya kemana-mana tuh. Kenapa Salma gaboleh? Kali-kali lah boleh kali ya gak sal" Timpal Novia"Gak ya! Gak ada!""Apaan sih lu Nov! Kompor banget, ya kalo Flora mah gue gak peduli. Dia cuma mantan gue! Kalo Caca kan istri gue! Ya gue gak rela lah, aurat dia keliatan. Cuma gue yang boleh lihat" Ucap Rony kesal"Sutss iya iya, gue ganti. Malah ribut, dah gue siap-siap dulu ya guys" Balas Salma lalu bangkit meninggalkan Rony, Novia dan Nabila"Bye, gue mau nyusulin istri gue. Mau ganti baju bareng aahheeyy" Ucap Rony berlari menyusul Salma"Si Rony bener-bener ya Nov! Udah gila gue rasa dia" Ucap Nabila heran"Iya anjir, perasaan dulu sama mantan-mantannya, terutama Flora. Gak pernah liat dia segitunya ya sama cewek. Ini sekarang malah kebalikannya, Rony ngebet banget ke Salma. Salmanya yang no respon hahaha" Balas Novia***"Jadi gue minta kalian jaga rahasia ini rapat-rapat ya. Jangan sampe bocor kalo gue sama Salma udah nikah" Ucap Rony"Iya, tenang aja sih. Aman kalo sama kita mah" Balas Paul"Apalagi udah di traktir makan begini, ya makin rapet mulutnya ketutup hahaha" Timpal Danil"Oke sip, bagus" Ucap Rony"Heh, tapi lu udah mutusin tuh nenek lampir kan?" Tanya Paul"Udah elah, nih buktinya cewek-cewek. Gue mutusin depan mereka semua" Balas Rony"Bagus deh, gak dari dulu aja lu anjing" Ucap Danil"Tau! Bini cantik begini, malah pacaran sama nenek lampir. Tau gitu, gue Pepet Salma dari dulu biar lu cepet sadarnya. Masa sadar nya nunggu Salma di Pepet Abyan! Untung aja Salma belum pacaran sama Abyan, kalo udah sih mampus kata gue lu Ron" Timpal Paul"Yaudah sih, masa lalu gausah di bahas. Yang penting kan sekarang gue sama bini gue udah baikkan" Ucap Rony sembari merangkul pundak Salma"Ish Ron! Tempat umum!" Omel Salma melepas pelukan Rony"Kenapa sih yang? Kan kita suami istri" Ucap Rony"Lu ya Ron! Dari tadi gue liat-liat, lu tuh nyosor Mulu sama Salma pake bawa-bawa suami istri Mulu lagi dari tadi!" Timpal Novia"Iya nih si Rony, gue cuma pengen bilang lu hati-hati sih sama Rony Sal. Dia udah gila keknya" Ucap Nabila"Enak aja gila! Gue masih waras! Ini gue lagi menyesali hidup gue! Kenapa gue sadarnya telat kalo gue punya bini secantik Caca" Balas Rony"Udah Ron, lu mah ya. Ini tempat umum! Gatau malu banget sih" Omel Salma"Ohh, yaudah nanti aja ya yang di kamar" Ucap Rony"Iyuww Rony!!!" Teriak ketiga wanita disana"Hahaha anjir si Rony, mentang-mentang udah punya bini anjir" Ucap Paul"Tau tuh bocah hahaha" Timpal DanilRony hanya terkekeh melihat kehebohan semua orang karena tingkahnya.***Satu bulan sudah Salma dan Rony mulai memperbaiki hubungan mereka. Namun dalam sebulan itu, Salma tetap meminta Rony tidur berjarak darinya. Salma memang masih belum percaya sepenuhnya pada Rony walaupun Rony sudah membuktikan perubahan nya. Rony pun memaklumi Salma dan tak memaksa Salma untuk bisa cepat menerima nya.Bisa memeluk dan mencium Salma sesuka hatinya pun Rony sangat bersyukur, karena Salma tak pernah marah lagi jika Rony melakukannya. Mereka juga masih menyembunyikan hubungan mereka, apalagi Flora yang masih menganggu Rony terus menerus membuat Salma ragu menyetujui permintaan Rony yang meminta nya untuk mempublish hubungan mereka dalam status pacaran.Salma takut jika Flora akan berniat macam-macam padanya atau pun pada hubungannya dengan Rony. Itu lah sebabnya Salma masih ingin menyembunyikan hubungan apapun dengan Rony.Saat ini Salma dan sahabat-sahabatnya tengah makan di kantin di temani oleh Rony dan sahabat-sahabatnya. Mereka sengaja memilih beramai-ramai agar siswa lain tak curiga tentang hubungan Rony dengan Salma."Yang udah ih, Sabel terus dari tadi. Udah ya, stop. Liat tuh mangkok bakso kamu udah merah banget" Omel Rony"Ish masih mau Ron, ini kurang pedes. Nih cobain" Ucap Salma menyodorkan kuah bakso"Anjir Ca! Pedes banget ini sumpah. Huh hah huh hah" Balas Rony kepedasan"Hahahaha anjir si Rony sampe merah bangke muka nya" Ucap Paul"Laki lu gak doyan pedes masih aja lu suapin kuah lu anjirr Sal" Timpal Nabila"Sutss Nab! Ish mulut lu ya. Jangan bilang gitu di sekolah" Omel Salma"Iya iya sorry, gue pelan kok. Gak akan kedengeran" Ucap Nabila"Sayang, pedes banget huaaaa" Ucap Rony"Eh iya iya, ini minum es kelapa punya gue Ron. Minum yaa, maaf gue lupa kalo lu gak doyan pedes" Balas Salma"Udah udah, gapapa kok yang. Gausah sedih ya" Timpal Rony mengusap lembut tangan Salma"Hay Sal, gue boleh gabung?" Tanya Abyan"Hmm, bo - ""Boleh tapi lu pinggir gue sini" Ucap Novia"Itu sebelah Salma masih kosong Nov. Gue di situ aja deh" Balas AbyanRony memutar bola matanya malas melihat Abyan duduk di sebelah Salma."Astaga Sal! Kok lu makan bakso Semerah itu. Itu pasti pedes kan? Udah sini, biar gue aja yang makan. Lu pesen lagi aja, ntar perut lu sakit Sal" Ucap Abyan lalu merebut mangkok AbyanSalma hanya diam saat Abyan merebut mangkoknya, membuat Rony kesal.Rony bangkit dari duduk namun langsung di tahan oleh Salma."Mau kemana?" Tanya Salma"Pesenin bakso lagi" Balas Rony datarSalma merasa bersalah, Rony pasti marah padanya."Abyan, lain kali gausah gitu ya. Gue gak enak sama Rony. Rony pasti salah paham sama lu" Ucap Salma perlahan"Rony? Emangnya kenapa? Lu ada hubungan sama Rony Sal?" Tanya Abyan"Hhmm iyaa, Rony pacar gue. Sorry ya Byan, kaya nya dia salah paham sama lu" Ucap Salma"Bukannya Rony udah punya pacar? Dan itu bukan lu ya Sal" Tanya Abyan"Udah putus lama kali! Salma sama Rony baru aja jadian, jadi lu jangan ganggu Salma lagi deh. Mending cari cewek lain" Ucap Paul"Sal sorry, gue gatau. Apa gue yang jelasin ke Rony nya langsung? Gue gatau kalo lu udah ada hubungan sama Rony. Jujur gue gak berniat ngerusak hubungan lu sama Rony kok. Ya gue emang suka sama lu, tapi kalo ternyata lu bahagia sama laki-laki lain. Gue ikhlas, gue gak akan ngerusak kebahagiaan lu Sal" Ucap Abyan"By thanks yaa. Tapi gak perlu kok, sampe lu yang jelasin ke Rony. Nanti gue sendiri yang jelasin sama dia. But, sorry gue gabisa bales perasaan lu, gue udah punya Rony. Tapi kita masih bisa temenan kok By" Balas Salma"It's okay Sal, gak masalah. Gue tau hati itu gabisa di paksa. Selamat bahagia ya sama laki-laki pilihan lu""Gue pindah aja ya Sal, sorry gue asal rebut mangkok bakso lu. Nanti gue TF ya, gue cuma gamau lu sakit Sal" Ucap Abyan"By, gausah. Gue tau kok niat lu baik, lu juga kan gatau apa-apa. Jadi gausah ngerasa gaenak. Makasih ya lu udah perhatian sama gue" Balas Salma"Iya Sal, gue pindah yaa. Bye Sal. Duluan ya semua" Ucap AbyanRony yang mendengar ucapan Salma tentang pengakuan hubungan mereka pun tersenyum tipis. Rony tak menyangka jika Salma akan mengakuinya di depan Abyan. Namun Rony akan mencoba mengerjai Salma, dia akan berpura-pura marah dan melihat respon Salma."Nih baksonya, gue ke kelas dulu" Ucap Rony datar lalu pergi meninggalkan Salma"Huft, Rony pasti salah paham sama gue ini" Gumam Salma"Udah Sal, biar kita yang ngasih tau Rony ya. Lu makan de lanjutin, biar gue sama Paul yang nyusulin Rony" Ucap Danil"Iya Sal, lu tenang aja ya. Rony pasti ngerti kok. Okee" Timpal Paul"Thanks ya guys" Ucap SalmaNamun hingga malam Rony masih saja mendiami Salma, Rony tak benar-benar marah, ia hanya ingin mengerjai Salma."Ron, masih marah ya?" Tanya Salma"Gak kok" Balas Rony datar"Maaf ya, tapi gue udah jelasin kok ke Abyan kalo lu pacar gue. Dia udah paham dan ngerasa bersalah tadi karena bikin lu salah paham""Gue beneran gak ada apa-apa kok sama Abyan. Dia pure temen gue Ron, ya walaupun gue sempet nyaman sama dia. Tapi sekarang gue sadar, gue punya elu. Gak seharusnya gue nyaman sama laki-laki lain. Maafin gue yaa, jangan diem-diem terus" Ucap Salma"Beneran dia udah ngerti?" Tanya Rony"Iya beneran" Balas Salma"Terus, rasa nyaman lu sama dia?" Tanya Rony"Kan udah gue bilang tadi. Gue sekarang sadar kalo gue punya lu. Sebulan ini gue ngurangin interaksi gue sama Abyan, supaya rasa nyaman gue gak makin kelewatan sama dia. Gue juga udah janji mau mulai usaha buka hati buat lu kan. Jadi ya rasa nyaman gue sama Abyan udah mulai berkurang" Balas Salma"Hhmm, masih ada ternyata ya" Ucap Rony"Ya gak bisa sepenuhnya hilang Ron, pelan-pelan. Tapi sekarang jujur gue lebih nyaman sama semua perhatian lu kok. Sama semua apapun yang lu lakuin buat gue, itu bikin hati gue nyaman sama lu" Balas Salma"Beneran?" Tanya Rony"Iya, beneran Rony" Balas Salma"Gak percaya" Balas Rony"Gue mesti ngapain, biar lu percaya sama gue sih?" Tanya Salma"Lu mau gue percaya?" Tanya Rony"Iyaa lah, gue kan udah jujur. Gue gak bohong" Balas Salma"Buktiin" Ucap Rony"Iya, gue buktiin. Gue harus ngapain?" Tanya SalmaRony mendekat dan berbisik pada telinga Salma"Boleh gue minta hak gue sekarang?" Tanya RonySalma tiba-tiba menelan saliva nya mendengar permintaan Rony"Harus begitu biar lu percaya?" Tanya Salma"Iya, selama ini kan gue gak pernah maksa lu Ca. Gue mau ngelakuin ini atas dasar sama-sama suka dan mau tanpa paksaan. Lu bilang kan lu udah mulai nyaman sama gue? Seharusnya lu buktiin itu dengan kasih hak gue Ca" Ucap Rony"Yaudah iya, gue siap" Balas Salma"Beneran?" Tanya Rony"Iyaa, tapi pelan-pelan ya Ron. Gue denger kalo begituan itu sakit" Ucap Salma"Iya sayang, gue bakalan pelan-pelan" Balas Rony dengan senyuman manisnyaRony memulai aksinya dengan mencium bibir Salma dan melumatnya. Salma yang mulai larut dengan permainan Rony mulai ikut membalasnya. Tangan Rony pun beralih membuka semua kancing piyama Salma hingga kini menyisakan bra milik Salma saja. Rony tak sabar ingin segera menyingkirkan bra itu dari tubuh Salma, setelah berhasil membuka kaitannya Rony pun melempar bra itu ke sembarang arah."Rony jangan di liatin, malu" Ucap Salma menutup payudara dengan kedua tangannya"Jangan di tutup sayang, gue mau lihat nenen gue. Buka ya, gausah malu" Ucap RonyRony meremas kedua payudara Salma sembari mulutnya tak berhenti membuat tanda kepemilikan pada leher Salma."Ahhh Ronyyhh eughh" Lenguh SalmaSalma tak kuat merasakan serangan lidah Rony pada puting payudara nya. Rony menyesap dan memainkan payudara Salma sangat brutal hingga membuat Salma bergelinjang kegelian.Kini wajah Rony sudah tepat berada di depan milik Salma yang sudah tak terhalang apapun. Rony tersenyum tipis melihat keindahan yang ada di depannya sekarang. Tanpa berlama-lama, Rony kembali memainkan kelihaian mulut dan lidahnya pada milik Salma."Oughh Ronyyhh ahhhh, Ronnnn" Desah Salma"Kenapa sayang? Enak? Hmm?" Tanya Rony"Awwhhh Gelihhh Ronyyy eughhh" Desah SalmaRony mempercepat permainan jari nya saat merasa milik Salma semakin berkedut tanda istrinya itu akan mendapatkan pelepasan.Setelah berhasil mendapatkan pelepasan nya, Rony tak ingin lagi berlama-lama. Dia langsung melepas seluruh pakaiannya di depan Salma. Salma memalingkan wajahnya saat milik Rony menyembul keluar dari celana dalamnya."Sayang, liat dong. Pegang yang, elusin. Ini punya kamu juga sekarang" Ucap Rony sembari menuntun tangan Salma mengusap miliknya"Oughh Cahh, enakk sayang" Lenguh Rony ketika Salma mengusap miliknya"Arghh gak tahan, yang gue masukin sekarang ya yang. Tahan ya, yang rileks sayaang" Ucap RonyRony menggesekkan miliknya dengan milik Salma sebelum menerobos masuk ke dalam lubang hangat milik istrinya."Arghh Ronyyy sakittttt" Teriak Salma"Sutss sutss sayang, tahan yaa. Ini masih masuk setengah yang" Ucap Rony mengusap lembut pipi Salma"Gamau hiks hiks, sakittt. Keluarinnnn" Pinta SalmaRony membulatkan matanya mendengar permintaan Salma. Tidak mungkin dia mengeluarkan lagi miliknya, kepalanya sudah sangat pening dan ingin mendapatkan pelepasan. Apalagi miliknya sudah merasakan sedikit lubang milik Salma, rasa penasaran jika miliknya tertanam full dalam milik Salma pun melintas di pikiran Rony dan Rony tak ingin menuruti permintaan Salma kali ini."Yang, kalo gue keluarin lagi ntar makin sakit. Tahan dikit lagi ya, gue janji setelah ini bakalan enak yang. Okee" Ucap Rony lalu menghentakkan kembali miliknya"Ahhhhhh sakittt Ronnnnn hiks hiks. Sakitttt" Teriak Salma"Cup cup cup, maaf ya sayang. Ini udah masuk semua kok. Cup cup. Maaf yaaa, jangan nangis cantik" Ucap Rony sembari mencium kening Salma dan menghapus air mata SalmaSetelah menunggu beberapa saat, dan melihat Salma mulai tenang. Rony mulai menggerakkan miliknya dengan perlahan."Ahh yangg, lu enak banget sumpah. Kenapa gak dari dulu gue merawanin elu yang ahhhh enak yangg ahhh" Desah RonyRony bergerak semakin cepat sembari merasakan kenikmatan dari lubang sempit milik istrinya. Hingga dia merasa akan mendapatkan pelepasan pertamanya, Rony semakin mempercepat gerakannya dan akhirnya dia menyemburkan cairan cinta nya dalam rahim Salma."Ahhh" Desah RonyRony ambruk di atas tubuh Salma."Yang makasih ya yang. Malam ini indah banget yang. Akhirnya gue merawanin elu jugaa""Makasih ya yang, udah jaga kehormatan lu buat gue. Gue sayang banget sama lu yang" Ucap Rony lemas"Iya, sama-sama. Sorry kalo setahun lebih nikah, gue baru ngasih hak lu malam ini" Balas Salma"Gapapa yang, ini aja gue seneng banget. Makasih ya yang" Ucap Rony"Udah ya, gue mau tidur. Capek Ron, lepasin punya lu nih. Punya gue penuh banget rasanya" Balas Salma"Eitss no no sayang. Kita lanjut sampe pagi yaa" Ucap Rony"Ron yang bener aja sih! Besok sekolah gila" Omel Salma"Gak! Gue mau kita besok bolos. Kita nikmatin malam ini yang. Ini malam pertama kita, ntar gue yang izinin lu deh ke temen-temen Lu. Gue juga yakin kalo lu besok gak bakalan bisa jalan, jadi mending bolos""Mumpung Mama Papa juga gak ada di rumah, jadi kita bebas gak sekolah. Okee, nurut sama suami yang. Puasin suami dulu malam ini yaa" Ucap Rony"Ishh dasar, sekali di izinin malah ketagihan" Ucap Salma"Ya sapa yang gak ketagihan coba. Punya lu nikmat banget begini yang. Sekali mana puas? Harus berkali-kali lah biar puas" Balas Rony"Ish, frontal banget sih" Ucap Salma"Hahaha maaf maaf. Mau ya main lagi, ini mumpung masih di dalem punya gue yang. Gamau keluar dia dari sarangnya" Balas Rony"Iya yaudah, percuma juga nolak. Lu bakalan tetep gerakin punya lu kan" Ucap Salma"Hahahaha betul sayang ku. Kita seneng-seneng ya sampe pagi" Balas RonyMereka pun kembali melakukan nya hingga sama-sama merasa puas.Keesokan harinya, Salma dan Rony masih sama-sama berada di bawah selimut dengan tubuh polos mereka. Rony terus menerus menggepur Salma hingga sebelum adzan subuh. Setelah sholat dan tidur, siang hari nya Rony kembali meminta jatahnya pada Salma. Salma benar-benar di buat lelah oleh kelakuan Rony yang tak pernah merasa puas.Rony bahkan melarang Salma untuk turun, Salma hanya boleh tidur di ranjang dan dia yang menyiapkan segala keperluan Salma. Dari makan dan membelikan obat untuk Salma."Sayang, minum obat dulu yuk" Ucap Rony"Obat apa ini Ron?" Tanya Salma"Obat anti nyeri sama obat pencegah kehamilan" Balas Rony"Astaga Ron! Gue baru sadar, selama berhubungan tadi lu ngeluarin di dalem ya?" Tanya Salma"Hehe iya sayang, makanya ini gue beliin obat biar lu gak hamil yang" Balas Rony"Ish! Lu gamau tanggung jawab ya kalo gue hamil!" Ucap Salma kesal"Lah si anjir. Gue harus tanggung jawab gimana lagi Ca? Kan lu sekarang udah jadi istri gue, kalo pun lu hamil juga gue malah seneng anjir. Gue bisa jadi Papa muda""Pertanyaan gue sekarang buat elu! Emang lu siap hamil sekarang? Hmm? Kan kita masih kelas sebelas sayang. Lu mau homeschooling dan pisah sama sahabat-sahabat lu?" Tanya Rony"Ya gamau lah Ron" Balas Salma"Nah yaituuu masalahnya! Gue nyuruh lu minum obat bukan karena gue gamau lu hamil Ca. Malahan gue seneng kalo lu hamil anak gue, tapi kan masalahnya kita masih sekolah sayang. Gue gamau nama lu jadi jelek dan di keluarin dari sekolah. Ngerti kan?" Ucap Rony"Iya iya, sini gue minum obatnya" Balas Salma***Berbulan-bulan berlalu, kini Salma dan Rony sudah berada di kelas dua belas dan tinggal lima bulan lagi mereka akan menempuh ujian kelulusan.Namun pagi ini Salma di buat bingung dengan kenyataan dari dokter yang baru saja memeriksa nya dan menyatakan Salma tengah hamil. Pasalnya Salma selalu mengonsumsi obat nya, namun kenapa dia bisa hamil.Kedua orang tua Rony dan Rony berusaha meyakinkan Salma jika kehamilannya tidak akan merusak masa depannya. Rony tidak akan melarang Salma untuk berkuliah untuk menggapai cita-cita nya walaupun tengah hamil. Rony pun mencoba membujuk Salma yang terlihat murung setelah mengetahui dirinya tengah hamil.Rony yang sedari tadi memang tak sekolah dan memilih menemani istrinya meminta teman-teman nya untuk ke rumah sepulang sekolah agar bisa membantunya membujuk Salma.Dan berkat ide Rony, Salma akhirnya bisa mulai menerima kehadiran anaknya di rahimnya setelah mendapat nasihat dari orang tua Rony dan teman-teman nya. Rony sangat bersyukur kini Salma sudah bisa menerima anaknya."Lagian kok bisa sih Ron Sal? Kebobolan begini?" Tanya Danil"Gue juga gatau, perasaan gue gak pernah telat minum obatnya" Balas Salma"Kek nya pas liburan ke Bali kemarin gak sih yang? Kan kamu lupa gak bawa obatnya, terus baru minum obat nya setelah berhasil nyari apotik tuh dua hari kemudian" Ucap Rony"Kaya nya sih iya Ron, soalnya setelah dari Bali aku gak pernah lupa minum obatnya setelah kita berhubungan" Balas Salma"Anjirr Ron, lu sih udah tau bini lu lupa bawa obat masih aja di gas" Timpal Paul"Ya lu gatau aja gimana vibes nya di Bali. Bikin pengen terus anjir. Iya kan yang?" Tanya Rony sembari mengusap lembut perut Salma"Ck, Ron! Gak ada malu nya emang kamu ya" Omel SalmaRony dan Salma memang sudah sepakat untuk merubah panggilan mereka menjadi aku kamu."Tau nih, gue jadi makin dewasa denger obrolan kalian" Ucap Novia"Hahaha yaudah sih Nop gapapa, apa sekalian kita nyusul mereka nih? Hmm?" Balas Danil"Ogahhh" Balas Novia"Berarti tugas kita sekarang jagain bumil, terutama dari Flora tuh yang sering gangguin Salma. Gue takut aja dia makin nekat berbuat aneh-aneh sama Salma" Ucap Nabila"Bener, gue titip istri sama anak gue sama kalian ya kalo di kelas. Gue kan gabisa selalu ada di samping Salma" Ucap Rony"Santai Ron, gue bakalan jagain Salma dan calon ponakan gue kok" Ucap Novia"Iya Ron, lu tenang aja" Balas Nabila***"Yang inget, kalo ke kamar mandi minta temenin Nabila atau Novia ya. Jangan sendirian, ngerti!!" Ucap Rony"Udah sih yang, gapapa kok aman. Iya, aku bakalan minta temenin mereka kalo ke kamar mandi. Udah yaa, ke kelas sana" Balas Salma"Pengen cium Adek boleh?" Tanya Rony"Ck, gak ya Ron. Tadi kan udah di mobil! Ini di kelas! Nanti anak-anak bisa curiga gilaaa" Omel Salma"Ish, pelit! Kan ini anak aku juga" Ucap Rony"Ck, nanti di rumah aja ciumin sepuasnya" Balas Salma"Kalo di rumah mah, bukan cuma ciumin Adek. Ciumin semua badan kamu yang ada hehe" Balas Rony"Ron! Pergi gak! Ini makin rame kelasnya! Omongan kamu makin ngelantur. Pergii" Usir Salma"Hahaha, iya iya. Bye sayang, jagain adik baik-baik ya. Bilang kalo ayahnya sayang banget sama dia" Ucap Rony mengecup pipi Salma lalu pergi meninggalkan SalmaBegitulah Rony setiap harinya, dia sangat posesif pada Salma dan calon anaknya. Rony yang terkenal playboy, tengil dan selalu membuat ulah. Kini pun berubah menjadi laki-laki yang setia, bertanggung jawab dan lebih cool. Dia bahkan tak semurah senyum seperti dulu pada cegil-cegilnya di sekolah. Rony hanya ingin menjaga perasaan Salma yang kini tengah mengandung buah hati mereka.Rony bahkan memutuskan untuk menemani istrinya merawat anaknya setelah lulus sekolah nanti. Dia mau kuliah jika Salma juga kuliah, dan akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan pendidikannya di bangku perkuliahan pada tahun depan."Masyaallah sayang, anak aku makin gede makin cantik banget. Ini mah kek liat aku versi cewek yang" Ucap Rony ketika pertama melihat buah hatinyaTerhitung sudah enam bulan yang lalu, Salma melahirkan buah hatinya. Salma dan Rony juga sudah lulus SMA saat kandungan Salma menginjak usia lima bulan. Dan kini mereka berdua hanya fokus mengurus putri kecilnya sembari terus belajar parenting yang baik."Ck, aku yang hamil pas lahir malah di borong kamu semua" Balas Salma"Hahaha ya gapapa lah yang, kan ayahnya yang kerja keras pas bikin. Wajar kalo adik mirip aku mah" Balas Rony"Adek Luna kenapa sih mirip ayah? Harusnya kan mirip ibu dek. Adek gak asik ih" Ucap Salma"Awsss aduhh, ahhh jangan di gigit dong dek sakitttt" Rengek Salma ketika merasa putri kecilnya menggigit nipple nya"Hahahaha, kamu sih marahin Adek. Dia ngambek itu hahaha" Ledek Rony"Ck, sakit tau Ron. Anak kamu nih gak ada bedanya sama kamu! Suka banget gigit-gigit puting aku" Ucap Salma"Ya kan Adek di ajarin ayah, yakan dek? Nen Ibu gemes yaa mangkanya Adek ikut-ikutan ayah suka gigit nen Ibu hahaha" Ucap Rony pada putri kecilnya"Ohh oke kalo gitu, gak usah lu ngrengek-ngrengek minta nen ya! Awas aja" Ancam Salma"Eh eh, gaboleh gitu dong sayang. Masa gak dapet nen sih. Gabisa bobo nanti aku. Maaf deh, janji gak gigit gigit ya. Maafin" Ucap Rony"Mau di maafin?" Tanya Salma"Iya sayang mau dong" Balas Rony"Beliin burger sama Boba. Aku lagi pengen banget makan burger terus minum Boba" Balas Salma"Ohh hahahaha, oke sayang. Siap-siap gih, aku tau kamu mau ngajak nge Mall kan? Kasian juga udah seminggu ini di rumah Mulu. Bosen yaa? Kita jalan-jalan ya, bertiga. Udah lama gak Family time juga, yuk" Ajak Rony"Ahhh makasih sayang, akhirnya kamu peka juga walaupun harus di kode dulu. Aku bosen banget soalnya, pen refresh mata rasanya" Balas Salma"Hahaha, iya sana siap-siap. Itu juga nen nya udah di lepas sama adik, biar Adik sama aku dulu. Kamu siap-siap aja" Balas Rony"Makasih sayang, love you" Ucap Salma sembari mengecup pipi Rony"Love you more Ibu" Balas RonyPernikahan yang dilakukan di bawah umur nyatanya hingga sekarang bisa berjalan dengan baik walau di awali dengan sebuah keterpaksaan. Rony juga bisa semakin bersikap bijak dan dewasa untuk menjadi kepala keluarga di keluarga kecilnya saat ini. Salma pun tak mau kalah, dia selalu belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik di usia dia yang baru menginjak delapan belas tahun.Salma dan Rony sama-sama belajar agar kehidupan rumah tangga mereka tak seperti kisah rumah tangga orang lain yang menikah muda namun harus terpisah karena ego mereka masing-masing atau bahkan berpisah karena perselingkuhan. Mereka sama-sama berkomitmen untuk menjauhi hal-hal itu, walaupun nantinya akan selalu ada kerikil-kerikil kecil dalam kehidupan rumah tangga mereka. Sebisa mungkin mereka harus menyelesaikan nya dengan baik-baik.~END~
Peran Pengganti
Kepergian Lian meninggalkan lubang besar di hidup Salma. Dua bulan sebelum kelahiran putri mereka, kecelakaan kerja merenggut nyawa lelaki yang selama ini menjadi sandarannya—lelaki yang rela mengorbankan diri demi menyelamatkan rekan kerjanya, Rony Mahendra.Di ruang rumah sakit yang sunyi, Lian sempat menggenggam tangan Rony dengan sisa tenaga yang ia punya. Ia menitipkan satu amanah terakhir: menjaga Salma dan anak yang sedang ia kandung. Permintaan itu tertanam kuat di hati Rony, menjadi janji yang tak pernah ia langgar.Sejak hari itu, Rony hadir bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai penjaga. Ia memastikan Salma tak pernah sendirian—mengantar kontrol kehamilan, menyiapkan rumah yang aman, dan melindungi Salma dari penolakan keluarga mendiang suaminya. Semua dilakukan tanpa pamrih, tanpa tuntutan, dan tanpa mendahului perasaan Salma yang masih berduka.Hari kelahiran putri kecil itu menjadi titik balik. Salma berjuang antara hidup dan mati, dan Rony berada di sisinya—memberi dukungan, menenangkan, dan menguatkan. Bayi itu diberi nama Meysa Naura Parulian, dipanggil Eca. Rony mengadzani bayi itu dengan suara bergetar, menyadari bahwa sejak detik itu hidupnya tak lagi sama.Waktu berjalan. Eca tumbuh dalam pelukan kasih sayang. Rony hadir setiap hari—menggendong, menenangkan, dan menemani Eca belajar tertawa. Salma menyaksikan perubahan itu: Rony yang dulu tertutup dan dingin, kini hangat dan penuh perhatian. Namun Salma tahu, hatinya belum sepenuhnya siap membuka pintu baru. Nama Lian masih terpatri.Rony menghormati jarak itu. Ia tak pernah memaksa, tak pernah menuntut. Bahkan saat keluarganya mulai mendesak, Rony selalu menempatkan kenyamanan Salma di atas segalanya. Ia tak ingin Salma merasa terikat oleh rasa bersalah atau amanah masa lalu.Hubungan mereka tumbuh perlahan—berawal dari kerja sama, lalu kepercayaan, lalu kenyamanan. Hingga suatu hari, Salma menyadari sesuatu yang jujur dalam dirinya: bersama Rony, ia merasa aman. Bukan karena lupa pada masa lalu, melainkan karena belajar hidup kembali.Ketika keluarga Rony akhirnya mengetahui kebenaran, mereka justru menyambut Salma dan Eca dengan hangat. Eca diterima sebagai cucu, Salma diperlakukan sebagai keluarga. Untuk pertama kalinya sejak Lian pergi, Salma merasakan rumah yang utuh.Keputusan besar itu akhirnya diambil dengan penuh kesadaran. Salma melakukan istikharah, menenangkan hati, dan memilih masa depan tanpa menghapus masa lalu. Ia menerima Rony bukan sebagai bayang-bayang Lian, melainkan sebagai imam baru yang siap berjalan bersamanya.Pernikahan mereka dilangsungkan sederhana namun penuh makna. Tidak ada paksaan, tidak ada tuntutan—hanya komitmen untuk saling menjaga, saling menyembuhkan, dan membesarkan Eca dengan cinta.Malam pertama mereka dilewati dengan tenang. Tidak diceritakan dengan detail, karena yang terpenting bukanlah apa yang terjadi, melainkan kesepakatan untuk saling menghormati dan menunggu kesiapan satu sama lain.Tahun-tahun berikutnya membawa kebahagiaan baru. Kehadiran seorang putra melengkapi keluarga kecil itu. Rony mencintai kedua anaknya tanpa perbedaan. Eca tetap menjadi putri kecil yang dijaga dengan sepenuh hati, dan Rafa tumbuh dalam kehangatan yang sama.Salma sering tersenyum melihat kehidupan yang kini ia jalani. Luka lama tak pernah benar-benar hilang, tetapi tak lagi menyakitkan. Ia bersyukur—atas cinta yang datang tanpa memaksa, atas keluarga yang menerima, dan atas kesempatan kedua yang Tuhan titipkan melalui seseorang yang setia menunggu.Rony pun tak pernah lupa pada Lian. Dalam doanya, ia selalu berterima kasih—karena dari pengorbanan itulah, ia belajar arti tanggung jawab, kesabaran, dan cinta yang dewasa.Mereka bukan keluarga yang sempurna. Namun mereka utuh—dibangun dari kehilangan, dijaga oleh kesetiaan, dan disembuhkan oleh waktu.
Tetangga Rese
Tetangga ReseSalma yang baru saja pulang bekerja, dengan langkah yang gontai mencoba berjalan ke arah unit nya. Namun, belum sampai di depan unit nya, seseorang menabrak Salma lumayan kencang hingga Salma sedikit terhuyung ke depan."Mas! Kalo jalan tuh pake mata! Udah tau ada orang Segede ini masih aja di tabrak! Jalanan masih luas juga" Omel Salma"Jalan pake mata tuh gimana ceritanya si mbak, perasaan dari bayi saya jalan ya pake kaki""Lagian si mbak nya jalan di tengah banget, udah tau saya lagi riweh bawa barang. Ya gatau kalo mbak lagi jalan depan saya. Maaf deh kalo tadi ketabrak, gak ada yang lecet kan? Yaudah duluan ya mbak" Ucap Rony"Bangkeee!! Gak ada sopan-sopannya lu ya jadi orang! Udah nabrak, ngehina, gamau di salahin, minta maaf gak ikhlas banget! Manusia reseee" Teriak SalmaTeriakan Salma Sebenarnya sampai di telinga Rony, namun ia enggan membalas ucapan Salma. Rony memilih masuk ke apartemen dan membereskan barangnya.Sedangkan Salma yang masih terdiam di tempat, hanya melihat kemana laki-laki itu pergi dan ya Salma baru mengetahui ternyata laki-laki tadi adalah tetangga baru di apartemen nya, yang unit nya berada tepat di depan unit Salma."Dosa apa gue, punya tetangga nyebelin banget begitu. Perasaan dulu udah tentram-tentram tuh unit di tempati Tante Rosa, sekarang pake di jual segala dan yang nempatin bentukan begituan pula. Hadeuhh" Monolog SalmaSalma melanjutkan langkah gontai nya menuju unitnya."Lemes amat sih hidup mbak, yang semangat kali. Belum makan setahun ya?" Ledek Rony yang kini tengah berdiri di ambang pintu unit nya"Allahuakbar! Lu kenapa sih gangguin gue Mulu! Lu baru pindah kan kesini? Jadi gausah sok akrab!" Ucap Salma ketusSalma masuk dan sedikit membanting pintu unit nya."Wow, galak juga yaa. Tapi gue demen nih yang cantik-cantik galak begini. Rawrrr" Monolog Rony tersenyum***Ceklek"Astaghfirullah! Ngapain sih pagi-pagi udah nangkring depan unit gue!!" Bentak Salma"Selamat pagi tetangga, gue tau lu pasti mau kerja jadi sengaja gue tungguin lu disini. Sarapan bareng yuk, sebagai tetangga yang baik gue mau ajak lu sarapan bareng sekalian kenalan" Ujar Rony"Kan lu tau gue mau berangkat kerja! Jadi ngapain masih ngajakin gue sarapan! Udah Minggir! Gue mau kerja" Usir Salma sembari mendorong Rony"Eitss eitss jangan galak-galak dong mbak, niat saya baik loh. Menjalin hubungan baik antar tetangga apa salahnya" Balas Rony"Huft, mau lu apa sih! Cepetan! Gue takut telat berangkat kerja" Omel Salma"Kenalan mbak, biar gue tau nama lu" Ucap Rony menyodorkan tangannya"Salma" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Rony"Wah, tangan orang ganteng di anggurin nih mbak? Yaudah lah gapapa, saya Rony. Rony Parulian, di inget inget ya Salmaaa" Teriak Rony"Bodo amat" Monolog Salma tak menanggapi ucapan RonySesampainya di kantor, Salma memulai pekerjaan nya."Eh Mak, lu di panggil Pak Janu tuh di ruangannya" Ucap Paul"Hah? Kenapa anjir? Perasaan laporan nya udah bener. Pekerjaan gue juga selalu beres" Balas Salma"Bukan lu doang, gue juga di panggil. Ayo buruan" Balas Paul"Iya elah, baru juga duduk ini. Sabar" Balas SalmaSetelah hampir satu jam di dalam ruangan Pak Janu, Salma dan Paul pun keluar ruangan."Lu yakin kita berdua bisa handle kerjaan ini Pol? Kok gue ragu ya" Ucap Salma"Udah, percaya aja sih sama gue. Kebetulan gue kenal sama fotografer yang di ajak collab sama Pak Janu. Dia sahabat gue, makanya gue langsung ambil aja proyek ini apalagi partner nya elu" Balas Paul"Yeuh, lu asal setuju gara-gara kerja bareng sahabat lu doang? Lu gak mikirin yang lainnya juga gitu?" Tanya Salma"Aman aman, bukannya sombong nih. Lu lupa? Tiap ada project kan kantor, kalo kita kerja bareng selalu sukses? Hmm? Bukannya sombong nih, tapi itu tuh udah fakta dari tahun ke tahun. Jadi sans aja lahh hahaha" Balas Paul"Wah, Emang gak beres otak lu Pol! Udah sana balik kerja, ngapain nimbrung di meja gue sih" Usir Salma"Inget besok siang, lunch bareng fotografer plus model yang udah di tentuin pak Janu. Itu biar gue yang urus, lu ngurus tempat dimana yang enak buat meeting sekaligus lunch oke" Ucap Paul"Iyee" Balas Salma***"Kenapa sih lu? Senyum kek, mau ketemu klien ini. Kalo muka lu judes begitu yang ada klien kita kabur" Ucap Paul"Kesel gue, dari kemarin tetangga baru apart gue bikin emosi Mulu!" Balas Salma"Emang kenapa?" Tanya Paul"Ajaib orangnya, ada aja tingkahnya yang nyebelin. Tadi pagi aja di - ""Assalamualaikum, sorry nunggu lama" Ucap Rony"Wey bestie gue, akhirnya" Balas Paul bersalaman dengan Rony"Loh, Mbak Salmaa. Wah ketemu lagi kita nih" Ucap Rony tersenyum"Wait, wait. Kok kalian lu tau Salma Ron?" Tanya Paul"Tetangga baru apart gue ul" Balas Rony"Ohh jadi Rony yang lu ceritain tadi mak? Tetangga baru lu yang rese? Hahahaha iya sih dia emang rese" Balas Paul"Wah pelanggaran nih, mbak Salma. Ceritain gue yang jelek-jelek ya mbak" Ucap Rony"Pol, keknya gue mundur dari project ini. Gue beneran gak sanggup harus berurusan sama lu dan dia" Balas Salma lalu bangkit dari kursi"Eh eh, jangan" Ucap Paul dan Rony"Ck, duduk gak lu! Apaan sih Mak. Gue aduin ke Pak Janu lu ya, gak profesional banget. Di pecat tau rasa lu! Di kira jaman sekarang gampang apa cari kerja" Omel PaulDengan berat hati akhirnya Salma pun kembali duduk, karena apa yang Paul katakan padanya memang benar adanya"Maaf ya mbak, kalo gue bikin lu kesel. Asli gue gak niat gitu kok, gue cuma mau berteman aja sama lu" Ucap Rony"Udah tau nama gue kan! Gausah manggil gue mbak! Gue bukan mbak lu!" Balas Salma"Sorry, takut nya ntar lu ngira gue SKSD lagi, kalo langsung manggil Sal Sal aja" Balas RonySalma tak menjawab, ia hanya memutar bola matanya malasAnjir lucu banget nih cewek! Spesies langkah ini, biasanya semua cewek ngebet sama gue. Lah dia, liat gue aja dia males haha, gemes banget *batin Rony"Senyum-senyum lu! Temen gue emang cantik sih Ron, tapi galak kek herder" Ucap Paul melirik Salma"Diem gak mulut lu! Beneran gue mundur ya, gak peduli gue meskipun di pecat!" Ancam Salma"Eitss iya iya, becanda elahhh. Emosian amat idup lu Mak" Ucap Paul"Lu hubungin deh tuh model, biar cepet kelar! Kerjaan gue masih banyak di kantor" Balas Salma"Iya, nih gue hubung - ""Hay semuaaa, sorry ya lamaaa. Biasa lah macet" Ucap Jasmine"Macet apaan jam segini mana ada macet" Balas Rony"Eh sayang, kok kamu gak percaya banget sih. Coba tanya supir aku deh, orang beneran macet" Balas JasmineOh pacarnya, cocok *batin Salma"Lu diem ya! Gausah manggil gue sayang sayang! Jijik ngerti gak!" Ucap Rony kesal"Masa sama pacar sendiri gaboleh manggil sayang sih" Balas Jasmine"Gue bukan pacar lu! Gausah mimpi lu" Balas Rony"Ekheemm, bisa kita lanjutkan aja bahas projects nya? Masalah pribadi kalian bisa di bahas nanti kan" Ucap Salma muak"Ck, apaan sih. Gak asik banget partner lu Ul. Bikin males aja gue ambil kontrak ini" Balas Jasmine"Kalo emang anda tidak bersedia, silahkan keluar! Saya bisa cari model yang lebih profesional di banding anda!" Ucap Salma tegas"Apaan sih lu! Gak asik banget jadi orang! Gue beneran Mundur Pol, males banget gue kerja sama sama dia!" Balas Jasmine"Silahkan keluar" Balas Salma tegasJasmine yang hendak keluar memperlambat langkahnya, berharap Paul atau Rony akan mencegahnya dan membela nya di banding Salma. Namun, hingga sampai di ambang pintu, Tidak ada yang memanggilnya untuk kembali. Jasmine kesal dan akhirnya kembali ke meja makan."Kok gak ada yang nyegah gue sih! Gue model terkenal loh! Kalo kalian gak pake gue, kalian sendiri yang rugi" Ucap Jasmine"Kita gak akan rugi, kita pasti bisa cari BA yang lebih profesional nantinya" Balas Salma"Ayanggg, belain aku dong. Cewek itu nyebelinnn" Rengek Jasmine merangkul lengan Rony"Apaan sih lu min! Lepas gak! Yang di bilang Salma tuh bener! Mending lu mundur deh, gue jadi seneng gak satu projects sama lu!" Ucap Rony"Ish ayanggggg, kok kamu gitu sih!" Rengek Jasmine"Kalo masih banyak drama! Kita batalin aja meeting kali ini, saya kembali ke kantor!" Tegas Salma"Eh eh Sal, udah lanjutin aja. Gausah peduliin dia. Di lanjut aja, terserah dia mau ikut atau gak" Ucap Rony"Jadi mundur atau gak! Waktu saya gak banyak buat ngeladenin anda!" Tegas Salma pada Jasmine"Ck, iya iya. Yaudah cepet bahas projects nya" Balas JasmineAnjing, beneran idaman gue nih cewek. Dia bahkan gak ada takutnya sama Jasmine haha *batin Rony sembari melirik Salma***Tok tok tokSalma membuka pintu unit apartemen nya."Malam Salma" Sapa Rony"Ada apa?" Balas Salma"Udah makan belum? Nih gue bawain nasi bebek goreng Madura. Mau gak?" Tanya RonyAnjir kok nih bocah tau gue lagi pengen nasi bebek sih? Cenayang ya nih orang? *Batin Salma"Hey, kok ngelamun sih? Boleh masuk gak? Kita makan bareng yuk" Ucap Rony"Yaudah masuk" Balas SalmaMereka pun duduk di sofa ruang tengah apartemen Salma"Hmm beda emang ya apart cewek sama cowok. Masuk unit lu aja bau nya harum banget, beda sama unit gue" Ucap Rony"Kenapa? Lu jorok pasti" Balas Salma"Bukan jorok sih, tau sendiri lah. Kalo laki gimana sal. Bahkan barang-barang gue habis pindahan kemarin belum gue tata-tata in semua" Balas Rony"Serius? Berantakan dong unit lu?" Tanya Salma"Iyaa, soalnya gue bingung nata barang-barang gitu. Gatau gue mau di taruh mana-mana nya" Balas Rony"Mau gue bantuin?" Tawar Salma"Jangan deh, lu kan kerja. Nanti lu capek" Balas Rony"Besok Sabtu kalo lu lupa, gue libur kerja" Balas Salma"Serius mau bantuin gue?" Tanya Rony"Iya Ron, lu udah hampir sebulan tinggal di sini. Lu juga selalu baik sama gue, gue jadi ngerasa bersalah gara-gara gue ketus Mulu sama lu""Jadi sebagai permintaan maaf gue, gue mau bantuin lu nata unit lu deh" Ucap Salma"Wah? Serius? Yaudah boleh kalo gitu""Tapi gue serius gak masalah loh Sal, walaupun lu ketus sama gue. Gue emang nyebelin orang nya hehe, jadi gak heran kalo lu sebel sama gue" Balas Rony"Iya emang lu rese banget, tapi gue juga bukan orang jahat yang tega jutekin lu Mulu selamanya kali. Gue liat-liat juga lu asik buat di jadiin temen" Ucap SalmaJadiin pacar dong Atau suami kek! Kok temen sih *Batin Rony"Hahaha oke deh, besok yaa. Gue tungguin, awas aja bohong. Gue gedor-gedor pintu lu sampe bangun" Balas Rony"Iya bawel""Bentar ya, gue ambilin minum sama piring" Ucap Salma"Yuk, gue bantuin" Balas Rony"Gausah, udah lu duduk anteng aja disini" Balas Salma"Sal, tangan lu kan cuma dua. Gimana caranya lu bawa piring sama gelas nya coba. Udah gue bantu ya" Ucap Rony lembut"Elah Ron, dapur deket ini. Bolak balik juga gak masalah kali" Balas Salma"Ya gak masalah juga kali kalo gue maksa bantuin lu? Hahaha" Ledek Rony"Ish, nyebelin kan" Balas Salma"Hahaha udah udah, peace yaa. Damai kita hahaha" Ucap RonySelesai makan, Rony dan Salma memutuskan untuk menonton Netflix bersama."Kalo lu ngantuk, tidur aja dulu Sal. Ntar kelar film, gue bisa balik sendiri. Pinjem access card lu, atau password lu deh. Janji gak bakal gue maling isi apart lu" Ucap Rony"Lagian mau maling apaan, apart gue kosong begini. Gak ada berlian atau emas kok""Lagian gue belum ngantuk, aman" Balas Salma"Belum ngantuk gimana, mata lu udah merah begitu. Udah buru password nya apa?" Tanya Rony"120202" Balas Salma"Ultah lu ya?" Tanya Rony"Kok lu tau?" Tanya Salma"Nebak aja, soalnya unit gue juga pake tanggal ultah gue sih haha""Oh iya sekalian deh, takut gue besok bangun kesiangan gara-gara malam ini begadang kan. Password unit gue, 090601. Besok masuk aja, bangunin gue yaa kalo gue kesiangan" Ucap Rony"Okee, yaudah. Lu kelarin deh tuh film, gue ngantuk berat" Balas Salma"Hahahaha dasar gengsi, tadi aja bilang belum ngantuk" Ucap Rony"Yaudah sih, bye Ron. Good night" Balas Salma"Night too, cantik ku" Balas Rony lirihDenger kagak ya tuh bocah? Tapi kalo denger pasti ngomel sih. Berarti aman, dia gak akan denger *batin Rony***Sudah hampir jam sepuluh, Salma mengetuk pintu unit Rony namun masih belum ada jawaban. Akhirnya Salma memilih masuk ke dalam unit Rony dan melihat bahwa Rony sama sekali tidak bohong. Unitnya sangat berantakkan, dan barang berserakan dimana-mana.Salma memilih membereskan ruang tengah Rony lebih dulu dan menata semuanya sendirian. Setelah ruang tengah dan dapur sudah bersih, barulah Salma menuju kamar Rony untuk membangunkan sang pemilik unit.Salma menggedor-gedor kamarnya namun tetap saja tak ada jawaban. Salma mencoba membuka handel pintu dan ternyata terbuka. Salma masuk dan melihat Rony tidur di balik selimut tebal.Salma memilih menghampiri Rony dan duduk di ranjang tepat di dekat Rony."Ron bangun Ron! Udah siang woy, udah jam sebelas ini. Ayo bangun!!!" Ucap Salma sembari menepuk pipi Rony"Hmm apa sih Ma, Rony masih ngantuk. Mama pergi dulu ajaa, nanti Rony bangun sendiri" Racau Rony"Lah, dia mikir gue emaknya" Monolog Salma"Ron! Bangun gak lu!! Katanya mau bersih-bersih! Ayoo bangunnnn!!" Ucap Salma sedikit berteriakNamun bukannya bangun, Rony justru menutup telinga nya."Oh oke, gue balik kalo gitu! Bersihin aja sendiri unit lu" Ucap Salma lalu bangkit dari ranjangNamun belum sempat Salma melangkah, Rony menarik tangan Salma hingga Salma jatuh di atas tubuh Rony. Rony dengan sengaja memeluk Salma dengan erat.Rony sebenarnya sudah bangun sejak Salma menggedor pintu nya, namun ia ingin sekali mengerjai gadis yang selama sebulan ini menarik perhatiannya.Mata Salma membulat kala berada di posisi intim seperti ini bersama Rony. Salma mencoba melepaskan pelukan Rony, namun Rony justru mengeratkan pelukannya."Ron! Lepasin anjirr!" Ucap Salma"Mama, Rony masih kangen. Biar gini aja ya ma, Rony mau peluk Mama" Racau Rony"Rony gilaaa!!! Gue bukan emak lu!! Gue Salmaaaaa. Bangun Ron! Kebo banget" Teriak SalmaMendengar teriakan Salma membuat Rony akhirnya membuka matanya, namun tak melepaskan pelukannya"Loh Salma? Ngapain di kamar gue?" Tanya Rony dengan suara parau nya"Ngapain-ngapain! Lepasin pelukannya!!" Bentak SalmaRony melapaskan pelukannya, dan saat Salma hendak turun dari atas tubuh Rony. Kaki nya tak sengaja menyenggol milik Rony."Eughh Salll, kenapa di tendang punya guee" Lenguh Rony"Eh, gak sengaja. Maaf, sakit yaa" Ucap Salma panik"Ya sakit lah, aduhh. Mana bangun tidur, lagi sensitif sensitifnya dia. Malah lu tendang" Ucap Rony sembari memegang miliknya di balik selimut"Aduh, maaf gue gak sengajaa Ron. Beneran, maaf yaa" Balas Salma panik"Gak tanggung jawab banget, usapin kek, apain kek. Sakit ini" Ucap Rony"Gigi lu sini gue usapin! Enteng banget ngomongnya" Balas Salma"Kenapa sih? Kan emang kalo sakit tuh enak di usapin! Coba pala lu kebentur tembok, lu usapin kan? Sakit nya berkurang kan?""Sama halnya kek punya gue, lu yang nendang lu gamau tanggung jawab. Ayo usapin" Ucap Rony menarik tangan Salma"Ron, jangan kurang ajar yaa! Gue gaplok beneran lu!" Balas Salma menarik tangannya dari tangan Rony"Apasih? Kurang ajar dimana? Justru gue ngajarin lu cara bertanggung jawab! Lu yang bikin punya gue sakit, jadi lu juga yang harus nyembuhin nya""Lagian cuma minta usapin, gak minta lu kocokin" Ucap Rony frontal"Ahhh, gue pergi deh dari kamar lu! Anjirr gue takut sama lu" Balas Salma lalu hendak pergiRony mencekal tangan Salma."Sal, beneran gamau kenalan sama junior? Hmm?" Goda Rony"Ron! Gue potong beneran leher lu ya! Cepetan sana mandi! Kalo masih bacod gue beneran balik ke unit ya" Ancam Salma"Eh eh iya iya, ini mandi. Gih tunggu di luar, apa mau sekalian mandiin gue? Hmm? Hahahaha" Goda RonySalma melempar bantal ke arah Rony lalu keluar dari kamar Rony."Lucu banget sih Sal, gemes gue. Lu harus jadi istri gue pokoknya Sal, gamau tau gue!" Monolog RonySalma yang menunggu Rony selesai mandi, berinisiatif untuk memasak makanan untuknya dan Rony. Melihat bahan-bahan di kulkas Rony, membuat nya sedikit kalap. Ternyata isi kulkas Rony lengkap juga untuk sekelas laki-laki yang tinggal sendirian di unit.Selesai mandi, Rony melihat Salma tengah memasak di dapurnya. Rony tersenyum sembari menatap Salma dari ambang pintu kamarnya.Anjing! Ini mah beneran trial jadi suami istri. Suami baru mandi, istri masak di dapur. Terus gue nyamperin dia sambil meluk dari belakang hahaha *batin Rony"Tapi yang ada gue di gaplok sama teflon panas kalo berani meluk dia dari belakang sih. Ngeri duluan bayangin nya" monolog Rony"Eh Ron, udah selesai mandi?""Sorry ya, gue masak bahan-bahan di kulkas lu, buat sarapan yang di rapel sama makan siang lu sebelum beberes. Gih makan dulu" Ucap Salma sembari menata makanan di meja makan"Masyaallah, istri idaman banget sih. Jadi enak gue, berasa di masakin istri. Besok kulkas gue isi lagi ya, masakin tiap hari buat gue" Ucap Rony"Anjirr nih bocah, di kasih hati minta jantung! Gue bukan babu lu anjirrr, masak sendiri" Omel Salma"Hahahaha, becanda elah. Sini makan juga yuk, jangan gue doang dong. Lu kan udah capek masak" Ucap Rony"Lu aja deh, gue udah kenyang nyicipin dari tadi" Balas Salma"Yaudah gue gamau makan, kalo lu gak makan" Ucap Rony"Ck, yaudah iya gue makan" Balas Salma"Gitu dong, istri tuh nurut sama suami" Goda Rony"Bisa diem gak bacod lu! Gue sumpel pake tahu lu yaaa" Ancam Salma"Aamiin.in kek Sal, gamau ya lu nikah sama gue?" Tanya Rony"Ogah! Gue bukan pelakor! Lu kan udah punya si Jasmine" Balas Salma"Anjirr, geli gue lu bilang gitu! Gue bukan pacar Jasmine! Dia aja ngaku-ngaku sama gue! Secara gue ganteng begini, siapa yang gamau coba" Ucap Rony"Gue" Balas Salma"Lu rabun berarti, atau selera lu jelek kali" Goda Rony"Diem ya Ron! Sekali lagi lu ngomong! Gue balik" Ancam Salma"Hahahah becanda becanda, udah ayo makan. Emosi Mulu lu" Ucap RonySelesai mereka makan siang, Salma dan Rony pun memulai membersihkan dan menata barang-barang di kamar Rony. Salma membantu menata isi lemari Rony yang sangat berantakkan, sedangkan Rony membereskan tempat tidur dan juga membersihkan lantai kamarnya menggunakan vacuum cleaner."Iyuww Rony!! Bagian ini lu beresin sendiri! Berantakkan banget sih!" Omel Salma"Apaan sih Sal? Apa yang berantakkan?" Tanya Rony sembari menghampiri Salma"Apaan apaan! Tuh liat! Lu asal lempar ya sampe berantakkan begitu" Omel Salma"Ohh cuma sempak ini Sal, beresin kek sekalian. Itu bersih kok, gue gak bisa lipet nya. Yaudah gue lempar aja asal-asalan" Balas Rony"Ck yaudah sini lu! Gue ajarin lipetnya! Besok-besok di lipet, jangan asal-asalan begini" Ucap SalmaSalma menarik Rony untuk duduk di sebelahnya. Setelah itu Salma mencontohkan bagaimana dia melipat celana dalam milik Rony."Dah tuh, coba lipet" Ucap SalmaRony mencoba melipatnya, namun masih saja salah."Ck, lu tuh tau make doang emang ya! Gini loh Ron!!!!" Omel Salma lalu kembali mencontohkan nya"Yaiyalah tau make doang, kalo gak tau make nya kan junior gue kemana-mana nanti" Balas Rony"Jawab Mulu lu ya!" Omel Salma"Betah juga tuh megang bungkusnya, gamau sekalian megang isinya? Hmm? Sini gue kenalin" Goda RonyPlakkkSalma menampar pipi Rony lumayan kencang."Awsss Sal, sakit ege! Aduhhh" Rintih Rony sembari mengusap pipi nya"Salah sendiri! Dari tadi ngomongnya mesum Mulu! Gue tonjok juga ya lu" Kesal Salma"Iya iya ampun, di gampar aja udah sakit. Gimana di tonjok" Ucap Rony"Yaudah cepet lipet!" Omel Salma"Iya iya, galak banget sih sama suami" Goda Rony"Ngomong sekali lagi gak lu! Beneran gue tonjok yaa" Omel Salma"Hahahaha bercanda elah, emosian Mulu lu" Ucap Rony"Bodo amat!" Balas SalmaSalma kembali merapikan baju-baju Rony, di temani oleh Rony yang bertugas melipat bagian celana dalamnya. Namun bukannya fokus dengan kegiatan nya, Rony justru fokus menatap Salma yang berada tepat di sebelahnya.Cantik banget sih kalo lagi mode serius begini, masa yang begini gak bisa jadi istri gue sih? Cewek gue kek minimal! Pasti bisa Ron, lu harus dapetin Salma! Gaboleh nyerah, lu harus nikahin nih cewek, harus pokoknya *batin Rony"Huft, akhirnya kelar juga. Capek juga ya bersih-bersih apart lu! Awas aja ntar lu berantakin lagi ya, gak akan gue bantuin lagi" Ucap Salma"Ish jahat banget, ya bantuin dong kalo berantakkan lagi" Balas Rony"Gue bukan babu lu anjirr! Bersihin sendiri! Lu berantakin aja bisa, masa bersihin lagi gabisa!" Omel Salma"Emang bukan babu, lu kan istri gue. Udah kewajiban istri kali, bantuin suaminya" Ucap Rony asal"Lu kenapa sih Ron? Lu salah makan? Apa gimana? Perasaan masakan gue aman-aman aja! Kenapa lu jadi eror gini sih" Omel SalmaManifesting Salma, aamiin in kek" Balas Rony"Ogah! Gue gamau punya suami rese kaya lu! Nyebelin, ngeselin, bikin emosi Mulu" Ucap Salma"Astaga, gue bisa berubah kok. Beneran deh" Balas Rony"Tau ah, gue balik aja ke Apart. Lu makin gila soalnya" Balas Salma sembari bangkit dari sofaRony menarik tangan Salma dengan kencang hingga Salma terjauh pada pangkuannya. Dengan cepat, Rony mengunci pinggang Salma dan memeluknya."Ron ih! Apasih! Jangan macem-macem lu anjing!" Umpat Salma"Hey, sutss language nyaa di jaga dong Sal" Ucap Rony"Ya lu ngapain kaya gini! Lepas gak!" Omel Salma"Masih mau gini, tenang. Gue gak akan ngapa-ngapain lu kok kecuali lu mau gue apa-apain hehe" Balas Rony"Rony!!! Lepasssss" Rengek Salma sembari berusaha melepas pelukan Rony"Sal, jangan ngrengek gitu dong. Gue jadi makin gemes tau" Ucap Rony"Rony! Lu kenapa sih anjirrr ahhh. Lepas gak!" Balas Salma yang masih terus bergerak dalam pangkuan Rony"Anjirr Sal! Lu jangan banyak gerak, kesenggol junior gue anjirr. Jadi bangun kan dia" Ucap Rony"Alaahh Rony!!! Lepasin hiks hiks" Ucap Salma terisak"Heh? Loh Sal? Kenapa nangis?" Tanya Rony panikRony melepaskan pelukannya lalu mengangkat tubuh Salma dari pangkuannya kembali duduk di sofa sebelahnya.Salma menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya."Hey kenapa? Gue minta maaf ya kalo becandaan gue keterlaluan. Sorry, jangan nangis Sal" Ucap Rony sembari berusaha membuka kedua tangan Salma"Hiks hiks gue takut Rony, lu ngomong gitu terus. Gue takut lu macem-macem sama gue hiks hiks" Balas Salma terisak"Astaga Sal, sorry kalo becandaan gue keterlaluan. Tapi gue gak mungkin ngelakuin itu kok sama Lu. Gue bukan cowok brengsek Sal, lu bisa pegang omongan gue. Gue gak akan ngapa-ngapain lu, lu temen gue. Gue gak mungkin tega ngerusak lu Sal, udah ya jangan nangis yaa" Balas Rony lembut sembari mengusap air mata Salma"Bercandaan lu gak lucu hiks hiks, gue gak suka" Balas Salma"Iya maaf yaa, gue gak becanda kaya gitu lagi deh. Maaf yaa, udahan nangisnya. Nanti cantiknya ilang loh kalo nangis terus" Bujuk Rony"Bodo amat, gue sebel sama lu" Balas Salma yang mulai berhenti menangis"Maaf ya, sebel ya sama gue. Maafin gue kalo becandaan gue keterlaluan yaa" Ucap Rony"Jangan gitu lagi" Balas Salma"Iyaa, janji gak gitu lagi" Ucap Rony sembari mengucap lembut kepala Salma yang tertutup hijab***Setelah kejadian itu, Salma dan Rony memang semakin dekat. Rony pantang menyerah mendekati dan mencoba merebut hati Salma. Walaupun Salma tak pernah peka dengan perhatian Rony, tak membuat Rony menyerah untuk selalu mencari celah agar bisa masuk ke hati tetangga cantiknya itu.Hampir tiga bulan mengenal Salma, membuat Rony semakin jatuh hati pada kepribadian Salma. Namun berbeda dengan Salma, Salma justru menganggap Rony sama halnya dengan Paul. Salma justru nyaman dengan Rony sebagai sahabat nya."Selamat Pa - ""Hey kenapa? Kenapa lu nangis?" Tanya Rony panik"Gapapa Ron" Balas Salma sembari mengeluarkan koper nya"Mau kemana? Kok bawa koper?" Tanya Rony"Mau balik Probolinggo" Balas Salma"Gue ikut ya, gue lagi gak ada kerjaan kok dua Minggu ini. Gue pengen nemenin lu" Ucap Rony"Ron, gue bisa sendiri kok. Gue pamit yaa" Balas Salma yang masih menangisRony memeluk Salma erat sembari menenangkan Salma"Cerita Sal, gue siap dengerin semuanya" Ucap Rony lembut"Hiks hiks Papa gue sakit Ron, gue mau balik. Mama ngabarin Papa makin drop" Balas Salma terisak"Lu tenang ya, Papa pasti baik-baik aja. Tunggu sebentar, gue ikut yaa. Gue mau nemenin lu, please lu gaboleh larang gue. Gue mau jenguk Papa lu. Oke" Ucap RonySetelah menempuh perjalanan panjang, kini Salma dan Rony sudah berada di rumah sakit tempat Papa Salma di rawat."Pa, ini Caca Pa. Papa harus sehat ya Pa. Papa harus sehat hiks hiks" Ucap Salma"Nduk, Papa gapapa kok nduk. Kamu gausah khawatir nduk" Balas Papa Salma"Hiks hiks Pa, maafin Caca. Caca gapernah pulang ke Probolinggo. Papa pasti kangen Caca kan? Ini Caca pulang Pa, Papa juga harus sembuh ya" Ucap Salma terisak"Iya nduk, Papa pasti sehat" Balas Papa Salma"Kamu bawa siapa to nduk? Pacar Caca ya?" Tanya Papa Salma"Assalamualaikum Om, saya Rony temen Salma di Jakarta. Om gak perlu khawatir ya sama Salma, saya janji saya akan jagain Salma selama Salma di Jakarta Om. Jadi Om harus sehat sehat ya disini, Om harus sembuh biar Salma nya gak sedih om" Ucap Rony"Makasih ya Nak Rony sudah mau bantuin Papa jaga Caca. Caca anak perempuan Papa satu-satunya Ron. Tinggal di Jakarta sendirian pula. Papa bersyukur Caca bisa punya temen seperti Paul dan juga kamu yang bisa jagain Caca disana. Terimakasih ya nak" Balas Papa Salma"Iya Om, Rony janji sama Om. Rony akan jagain Caca ya Om. Om tenang aja" Balas Rony"Panggil Papa aja ya Ron, lebih enak di dengar" Balas Papa Salma"Ah iya Om eh Pa" Balas Rony"Udah dong, jangan nangis. Kasian Papa liat kamu nangis terus. Papa jadi ikutan sedih nanti" Ucap Rony pada Salma"Iya nduk, bener kata Rony. Udah jangan nangis terus, Papa mu nanti malah kepikiran loh" Timpal Mama Salma"Iya iya, Caca berhenti nangis. Asal Papa janji ya, Papa sembuh" Ucap Salma lalu memeluk Papa nya"Iya nduk, doain papa ya sayang" Balas Papa Salma***Seminggu berlalu namun keadaan Papa Salma masih tak ada perubahan. Salma, Rony, Kakak dan Mama nya bergantian menjaga Papa nya selama di rumah sakit. Salma juga sudah izin cuti selama dua Minggu karena keadaan Papa nya. Beruntungnya selama ini Salma memang sangat rajin ke kantor, dia hampir tak pernah mengambil jatah cuti nya selama setahun ini. Selain itu Salma adalah karyawan yang memiliki prestasi di kantornya, setiap projects yang dia handle selalu berjalan lancar. Maka dari itu atasannya pun tak segan memberikan cuti yang panjang untuk Salma agar bisa fokus mengurus orang tuanya.Hari ini Salma dan Rony yang baru saja tiba di rumah mereka terpaksa harus kembali ke rumah sakit setelah di kabarkan bahwa Papa nya mengalami kritis. Salma menangis mendengar berita dari kakaknya, Rony selalu ada di samping Salma menguatkan gadis yang saat ini berada di dalam pelukannya. Rony benar-benar tak tega melihat Salma rapuh seperti ini.Tiba di ruangan Papa nya, Papa Salma meminta Salma dan Rony mendekat ke arahnya lalu menggenggam tangan Salma dan Rony."Menikah ya Ca, Papa mau lihat kamu menikah sebelum Papa pergi. Papa akan lega jika kamu menikah sama Rony" Ucap Papa Salma lemas"Pa! Papa harus sembuh, Papa yang akan jagain Caca, Papa harus sehat pa hiks hiks" Balas Salma"Rony mau kan nak, menikah dan menjaga anak Papa selamanya? Papa percaya sama kamu nak" Ucap Papa SalmaRony bingung harus menjawab apa, jujur dia memang sangat ingin menikahi Salma namun dia takut Salma akan marah padanya jika ia mengiyakan permintaan Papa nya, di sisi lain Rony juga tidak tega menolak permintaan orang tua Salma yang Rony tau ini pasti permintaan terakhir Papa Salma."Ma, Bilang sama Papa! Caca mau menikah tapi nanti setelah Papa sembuh Ma! Cepet Ma bilang sama Papa! Papa harus sembuh!! Hiks hiks hiks" Ucap Salma terisak"Turuti permintaan terakhir Papa ya nak, menikah lah sama Rony sayang hiks hiks. Tolong ya Ca, kasian Papa kamu" Balas Mama Salma terisak"Dek, Kakak tau ini berat buat kamu. Tapi lihat kondisi Papa dek, Papa cuma berat ninggalin kamu. Kasian Papa kalo harus sakit terus-terusan dek, turuti ya permintaan Papa" Ujar Kakak Salma"Rony siap Pa! Rony siap menikahi Caca dan menjaga Caca seperti yang Papa minta sama Rony! Rony janji, Rony akan jaga Putri Papa selama hidup Rony Pa" Ucap Rony tegas"Ron?" Salma tak percaya"Ca, menikah sama aku ya. Aku janji, aku akan jagain kamu. Aku lakuin ini bukan sekedar karena permintaan Papa, tapi pure karena aku juga sayang sama kamu" Ucap RonySeminggu bersama Salma, Rony dan Salma memang sepakat merubah tutur kata mereka dari lu gue menjadi aku kamu. Karena Rony merasa tak sopan jika berada di lingkungan keluarga Salma memanggil dengan panggilan lu gue. Salma juga tak keberatan, karena apa yang Rony pikirkan ada benarnya. Rony juga memanggil Salma dengan sebutan Caca setelah mendengar semua keluarga nya memanggilnya dengan sebutan Caca."Mau ya Ca? Aku tau ini bukan waktu yang tepat. Tapi aku juga mau turutin permintaan terakhir Papa Ca. Biar Papa juga lega, melihat kamu menikah" Lanjut RonySalma akhirnya menganggukkan kepala nya. Dia benar-benar bingung dengan keadaan seperti ini, dia tak tau harus bagaimana. Jujur Salma pun nyaman dengan Rony, atau bahkan sudah merasakan sayang pada laki-laki yang selama seminggu ini selalu berada di sampingnya dan menguatkan nya. Salma juga tak ragu mengiyakan permintaan Papa nya karena melihat Rony adalah laki-laki yang baik dan tak pernah mengecewakan nya.Setelah menyiapkan semua nya termasuk memanggil ustadz untuk menikahkan Salma dan Rony. Kini mereka sudah duduk di sebelah brankar Papa Salma dan ustadz yang berada di seberang nya."Saya terima nikah dan kawinnya Salma Salsabila Putri binti Denis Setyawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Ucap Rony lantang"Bagaimana saksi?" Tanya Ustadz"SAH" Balas Papa Salma dan Kakak Salma"Alhamdulillah" Ucap semuanya"Nak Rony, terimakasih sudah mau menggantikan tugas Papa menjaga Putri Papa. Papa titip Caca ya nak, jaga dia sepenuh hati kamu. Jika dia ada salah, tuntun dan bimbing dia baik-baik. Jangan pernah bentak dia nak, dan kalo Rony sudah tidak mau dengan anak Papa. Kembalikan dia ke kakak dan Mama nya ya nak" Ucap Papa Salma lemah"Insyaallah Rony akan jaga Caca selamanya Pa, Rony gak akan pernah kembalikan Caca sama Mama atau Kakak. Rony akan jaga amanah Papa ini dengan baik, Papa tenang aja ya Pa. Papa bisa pegang omongan Rony" Balas RonyPapa Salma beralih menatap Salma yang masih saja terisak"Sayang, jangan sedih ya. Papa bahagia, bisa lihat putri kecil Papa akhirnya menikah. Maaf jika pernikahan Caca harus terjadi seperti ini, Papa hanya takut umur Papa gak akan sampai jika harus menunggu pernikahan Caca""Caca jadi istri yang baik ya buat Rony nak, belajar menerima rumah tangga ini. Belajar buka hati untuk suami Caca, Caca harus jalankan kewajiban Caca sebagai istri Rony. Nanti setelah Papa gak ada kalian segera urus pernikahan kalian secara negara ya. Papa mau pernikahan kalian SAH secara agama dan negara. Caca harus janji sama Papa ya, Caca harus terima Rony dan Jadi istri yang baik buat Rony ya sayang" Ucap Papa Salma"Pa! Papa gaboleh ngomong gitu! Papa harus sehat! Papa mau Caca nikah kan? Sekarang Caca udah nikah sama Rony Pa! Papa minta Caca jadi istri yang baik kan buat Rony? Caca janji Caca akan jadi istri yang baik buat Rony tapi tolong Papa juga turutin kemauan Caca untuk Papa sembuh dan pulang ke rumah Pa! Hiks hiks ayo Pa, Papa pasti sembuh Pa" Balas Salma memeluk Papa nyaNamun ternyata Papa Salma meninggal saat Salma memeluknya. Papa Salma menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan putri tercinta nya.***"Caca makan yuk sayang, kamu belum makan loh dari pagi. Makan yaa, ayo aku suapin" Ucap Rony lembut"Gak nafsu makan Ron, aku kangen Papa" Balas Salma dengan air mata yang menetesSeminggu setelah kepergian Papa nya, Salma masih berada di Probolinggo untuk menemani Mama dan Kakaknya. Keluarga Rony juga datang untuk melayat setelah dua hari kepergian Papanya.Sebelum menikah, Rony sudah lebih dulu menelpon keluarganya dan meminta Restu. Rony juga sudah mengenalkan Salma pada Ayah Bunda nya melalui Video Call sebelum menikah. Rony menceritakan semuanya pada keluarganya, dan beruntung nya Ayah Bunda Rony menerima Salma dan merestui mereka.Beberapa hari lalu barulah Ayah, Bunda dan adik Rony bertemu dengan Salma dan keluarganya secara langsung. Ternyata keluarga mereka sekaligus membahas pernikahan Salma dan Rony yang akan di langsungkan setelah 40 hari meninggalnya Papa Salma. Sesuai dengan permintaan Papa nya dimana Salma dan Rony harus mengesahkan pernikahan mereka secara negara.Selama seminggu ini, Rony selalu mendampingi istrinya. Rony dan Salma juga sudah tidur di dalam satu kamar yang sama, Rony yang awalnya ragu untuk tidur satu ranjang dengan Salma mencoba untuk tidur di sofa. Namun Salma lah yang meminta Rony untuk tidur dengannya dan memeluknya, Salma butuh sosok Rony untuk mendampingi nya bahkan saat dia tidur.Rony juga tak segan memanggil Salma dengan sebutan sayang, karena ia sudah benar-benar menerima pernikahan ini dengan hati yang bahagia. Kini Salma adalah istrinya, Salma adalah miliknya dan itu juga yang membuat Rony tak segan memanggil Salma dengan sebutan sayang atau bahkan bertindak mesra pada gadisnya itu."Iya, nanti sore kita ke makam Papa yah. Sekarang mam dulu dong, nanti kamu sakit" Ucap Rony lembut sembari mengusap pipi Salma"Gamau, perut aku mual" Balas Salma"Ca? Aku kan belum ngapa-ngapain kamu. Kok udah mual?" Tanya Rony asal"Ish! Apaan sih Ron! Kok jadi kesitu" Omel Salma"Hahaha akhirnyaa, ini yang aku kangenin tau dari kamu. Kangen di omelin sama Caca" Ucap RonySalma tersenyum tipis mendengar ucapan Rony"Makasih ya Ron, kamu selalu ada buat aku. Bahkan kamu rela nikah sama aku, padahal kita baru aja kenal. Sekarang kamu malah jadi terbebani sama permintaan ayah buat nikahin aku" Ucap Salma"Hey, apasih? Siapa yang bilang aku terbebani? Kan dari awal aku bilang Ca, aku sayang sama kamu. Aku juga gak tau perasaan ini kapan tumbuh di hati aku, tapi aku yakin perasaan aku sama kamu. Kamu sekarang tanggung jawab aku, bukan beban buat aku. Jangan ngomong gitu lagi ya" Balas Rony"Maaf ya Ron, aku belum bisa balas perasaan kamu. Tapi aku janji, aku akan coba terima pernikahan ini dan coba buka hati aku buat kamu. Papa juga mau aku jadi istri yang baik buat kamu, kasih aku waktu buat belajar ya Ron" Balas Salma"Iya sayang, aku gak pernah nuntut kamu untuk bisa jadi istri yang baik secepatnya. Aku tau ini semua terlalu mendadak buat kamu, kamu juga baru kehilangan Papa""Kamu mau belajar Nerima pernikahan ini dan coba buka hati buat aku aja, aku udah bahagia banget Ca" Balas Rony"Makasih Ron" Balas Salma"Sama-sama, ayo mam dulu" Ucap Rony"Gamau Rony, perut aku mualll" Balas Salma"Pasti asam lambung nya kumat itu Ron" Ucap Mama Salma yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar"Caca punya penyakit asam lambung Ma?" Tanya Rony"Iya, kalo udah telat makan pasti kumat Ron. Apalagi Mama tau ya kamu tadi pagi minum kopi Ca" Omel Mama Salma"Bukan Kopi item Ma. Itu cappucino" Balas Salma"Ya sama aja Ca, sama-sama mengandung Cafein" Balas Rony"Ck, susah emang di bilangin. Mau sampe kapan begini? Hhhmm? Ikhlasin Papa, Mama dan Kakak juga sedih. Tapi kita coba Ikhlas, karena kasian Papa kalo disini kita masih terus nangisin Papa""Caca juga harus ikhlas nak, nanti tujuh hari kepergian Papa. Kita ke makam ya, setelah itu janji sama Mama. Caca gaboleh nangis-nangisin Papa lagi. Kewajiban Caca sekarang itu doain Papa, bukan nangisin Papa. Ngerti ya nduk" Ucap Mama Salma"Iya Ma, maafin Caca ya Ma. Caca jadi bikin Papa sedih di sana kalo liat Caca nangis terus" Balas Salma"Iya sayang, yang penting doa nya jangan sampe putus buat Papa" Balas Mama Salma"Ma, Obat nya Caca ada gak? Kalo gak ada biar Rony yang keluar cari obat buat Caca" Ucap Rony"Ada kok Ron, di kotak P3K di dekat ruang tengah. Disitu ada obat nya Caca, Obat sirup kotaknya warna putih" Balas Mama Salma"Oke Ma, Rony ambil dulu ya" Balas Rony***Salma dan Rony sudah kembali ke apartemen mereka. Setelah mendapat kabar bahwa projects mereka harus selesai dalam sebulan membuat mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta secepatnya.Salma dan Rony juga sudah sepakat menyembunyikan pernikahan mereka pada semua orang, sebelum nanti pengesahan pernikahan mereka yang di rencanakan dua bulan lagi.Kini Paul, Salma, Rony dan juga Jasmine tengah berada di studio milik Rony. Mereka sedang melakukan pemotretan produk terbaru perusahaan tempat Paul dan Salma bekerja."Ram, tolong si Jasmine di arahin itu produknya miring jadi gak keliatan. Muka dia juga berminyak, coba touch up lagi. Jelek jadinya di kamera" Ucap Rony pada asisten nya"Siap mas" Balas Rama"Ish ayanggg, kok Rama sih yang ngarahin. Kenapa gak kamu aja? Aku risih di pegang Rama. Kan maunya di pegang kamu" Ucap JasmineGatel banget sama laki gue! Jadi pengen gue garuk tuh muka sama parutan kelapa! *Batin Salma"Ck, apasih Min! Berisik tau gak!""Udah Ram, arahin aja! Gausah peduliin omongan dia" Balas Rony kesal"Ron Ron, pacar lu emang ribet ya anjir" Celetuk PaulRony refleks melihat ke arah Salma yang terlihat cemberut mendengar ucapan Paul."Anjing! Sejak kapan Jasmine pacar gue! Lu tau sendiri ya nyet, gue gak pernah tertarik sama dia sedikit pun dari dulu! Gausah fitnahh" Omel Rony"Wetss santai Bro, emosi banget hahahaha""Iya iya, gue tau. Gue becanda kali, kan dia emang selalu ngejar-ngejar lu tapi gak pernah lu tanggepin""Kasian dia, halu Mulu anggep lu pacarnya. Terima kek sekali-kali, sapa tau jadi cinta lu sama dia" Balas PaulTiba-tiba Salma yang sedang meminum minuman nya, tersedak saat mendengar ucapan Paul."Eh eh kenapa Ca?" Tanya Rony panik menghampiri Salma"Ca? Wih ada apa nih kalean?" Tanya Paul"Ck, salah denger lu! Gue manggil Sal juga" Elak Rony"Sal ke Ca itu jauh ya nyet! Gue gak salah denger" Balas Paul"Lu salah denger! Orang Rony manggil gue Sal juga" Balas Salma"Iya kah? Perasaan gue gak salah denger deh""Eh tapi kenapa? Tiba-tiba kesedak?" Tanya Paul"Gue gak fokus aja tadi, tiba-tiba kepikiran Papa" Balas Salma"Ah sorry Sal, gue gatau" Balas Paul tidak enak"Santai, gue gapapa kok. Gue udah ikhlasin Papa" Balas PaulPaul memang sempat datang ke Probolinggo saat Papa Salma meninggal. Tapi semua juga sudah Salma minta untuk menutupi pernikahan nya dengan Rony pada Paul. Karena Salma khawatir, Paul tidak bisa menjaga rahasia mereka nantinya."Yaudah, hati-hati minumnya. Gue balik kerja ya" Ucap RonySalma hanya mengangguk, setelah Paul pergi Rony membisikkan sesuatu pada Salma."Jangan dengerin omongan Paul ya, sayang dan cinta aku cuma buat kamu" Bisik Rony lalu mencuri ciuman di pipi SalmaSalma mematung merasakan pipi nya di cium oleh Rony. Wajahnya memerah dan dia menjadi salah tingkah dibuatnya. Sedangkan pelakunya kabur dan melanjutkan pemotretan tanpa melihat betapa salting nya Salma saat ini.Rony bajingan! Gue kaget, gue gak siap lu serang begini Ronyy *batin Salma"Ayanggg, pulang bareng aku yuk. Kita lunch dulu yuk ayangg" Ucap Jasmine sembari memeluk lengan Rony"Ck, lepas! Apa sih lu Min! Gausah pegang-pegang gue! Nanti cewek gue marah anjir" Omel RonyMereka baru saja menyelesaikan pemotretan. Salma, Paul, Rony dan Jasmine sedang bersiap untuk kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Salma dan Paul sibuk membereskan produk mereka. Sedangkan Rony membereskan kamera serta barang-barangnya, namun Jasmine terus saja mengganggu Rony.Salma yang mendengar Rony menyebut dirinya memiliki kekasih, membuat Salma takut jika Rony akan keceplosan mengenai hubungan mereka pada Jasmine."Siapa cewek kamu? Berani banget dia rebut kamu dari aku! Kurang ajar banget sih! Aku harus bikin perhitungan sama dia! Dia gak boleh rebut kamu dari aku!" Omel Jasmine"Lu siapa Zubaedah! Lu bukan siapa-siapa gue! Jadi Lu gausah macem-macem sama cewek gue ya! Sampe lu nyentuh dia sedikit aja, habis lu sama gue" Ancam Rony"Ishh ayangggg, kok kamu gitu sihhh" Rengek Jasmine"Udah pergi Sono! Udah di bilang gue punya pacar! Bebal banget sih lu! Cari cowok lain kek, ngintilin gue Mulu! Gue risih anjirr" Omel Rony"Kan aku cuma mau sama kamu sa - ""Abangggggg" Teriak Nabila lalu masuk memeluk Rony"Eh eh eh, siapa sih lu. Dateng-dateng tiba-tiba meluk cowo gue?" Ucap Jasmine sewot"Lu yang siapa! Ini Abang guee, bebas gue mau meluk dia" Balas Nabila menatap Jasmine sinis"Hey udah udah, tumben banget kesini? Ngapain?" Tanya Rony sembari melepaskan pelukannya"Kangen aja, Abang udah hampir sebulan gak pulang ke rumah. Terakhir ketemu aja waktu di rumah Kak Caca" Balas Nabila"Maaf ya, Abang lagi banyak kerj - ""Kak Caaaa" Teriak Nabila lalu berlari memeluk Salma"Kak Caaa, kangennn ihhh" Ucap Nabila"Iya, Kak Caca juga kangen Bibil" Balas Salma"Loh, Nabila udah kenal Salma?" Tanya Paul heran"Yaiya lah kenal, Kak Caca kan - "Belum sempat Nabila menyelesaikan ucapannya, Rony dengan cepat membekap mulut adiknya."Dek, jangan di bocorin! Kamu lupa ya!!" Bisik Rony lalu melepaskan bekapan nya"Maaf Kak, hampir keceplosan" Bisik Nabila"Hey? Kalian sebenernya nyembunyiin sesuatu ya sama gue?" Tanya Paul"Ish, apasih Kak Paul. Orang gak ada yang nyembunyiin sesuatu kok""Tadi itu Nabila mau bilang, gimana Nabila gak kenal coba orang Kak Caca kan tetangga Abang. Kak Caca sering bantuin Abang" Balas NabilaJantung Salma hampir saja copot karena Nabila hampir Keceplosan. Untungnya Nabila bisa di ajak kerja sama dengan baik."Kok kamu manggilnya Kak Caca sih Nab? Padahal Salma bilang panggilan itu cuma buat keluarga nya" Balas Paul"Ya karena gue udah anggep Bibil Adek gue! Kenapa sih lu, kepo amat" Omel Salma"Ohh gitu, hehe yaudah deh. Kirain kalian nyembunyiin sesuatu dari gue" Balas Paul"Hay bibil cantik, aku Jasmine pacar Abang kamu" Ucap Jasmine tiba-tiba mengajak Nabila bersalaman"Dih, PD banget lu? Emang yakin Abang gue demen sama lu? Abang gue gak demen cewek yang suka pake baju kek kekurangan bahan begini, Abang juga gak suka sama cewek yang centil dan kegenitan kaya lu. Jadi udah bisa di pastikan kalo itu hanya hayalan lu bisa jadi cewek Abang gue" Ucap Nabila ketusRony tersenyum melihat adiknya yang berani melawan Jasmine"Bibil kok ngomongnya gitu sih ke Kak Jasmine, Kak Jasmine kan calon kakak ipar kamu" Balas Jasmine"Dih, gue udah punya calon Kakak Ipar yang baik dan itu bukan elu! Oh iya, jangan manggil gue Bibil deh! Kita gak saling kenal, jadi gausah sok kenal" Balas Nabila sinis"Ayo Kak Ca, kita lunch bareng. Panas disini, Bibil gak kuat" Ucap Nabila menggandeng Salma keluar"Bil, Kak Paul ikut yaa" Teriak Paul menyusul Nabila"Ck, Adek kamu nyebelin banget sih! Ke aku ketus, ke cewek preman itu malah baik!" Ucap Jasmine"Ya emang kenapa? Terserah Adek gue lah! Yang di omongin Adek gue juga fakta kan? Semuanya bener! Jadi lu mending jauh-jauh, udah gue bilang gue punya pacar! Ngerti!!" Ucap Rony lalu meninggalkan Jasmine sendiri"Ish! Awas aja ya Ron! Aku cari tau siapa pacar kamu! Kurang ajar banget dia, rebut kamu dari aku" Monolog Jasmine***Sebulan sudah mereka menjadi suami istri, namun selama sebulan ini Rony sama sekali belum mendapatkan hak nya dari Salma. Rony mewajarkan hal itu, karena ia tak ingin memaksa Salma yang harus menerima pernikahan ini karena permintaan Papa nya.Hari ini Nabila memaksa menginap di apartemen Salma dan Rony. Rony pun mengizinkan karena ia juga ada sedikit kerjaan yang mungkin membuatnya pulang larut malam.Namun ketika ia masuk ke dalam apartemen nya, ternyata kedua gadisnya itu tengah asyik menonton film sembari tertawa bersama. Hati Rony menghangat melihat nya, akhirnya Salma bisa kembali tertawa lepas seperti itu dan dia juga tak menyangka jika Nabila bisa menerima Salma menjadi kakak iparnya. Karena Rony tau betapa susahnya Nabila menerima orang baru di hidupnya.Beberapa kali Rony sempat mengenalkan mantan nya dulu pada Nabila, namun tak ada sama sekali yang bisa menarik perhatian Nabila. Padahal banyak cara yang mantan Rony lakukan untuk mendapatkan hati Nabila, namun semuanya sia-sia. Berbeda dengan Salma yang bahkan dia tak melakukan apapun, Nabila justru sangat sayang pada gadis itu.Nabila selalu merengek meminta tidur bersama Salma setiap weekend, karena ia ingin bercerita pada Salma. Salma merupakan pendengar yang baik bagi Nabila, dan Nabila merasa bahagia karena memiliki sosok kakak perempuan di hidupnya."Hey ciwi-ciwi, ini udah jam setengah sebelas malam. Kenapa masih ketawa-ketawa begini? Gak mau tidur kah kalian?" Tanya Rony yang baru saja selesai bebersih dan duduk di sebelah Salma."Loh Ron? Udah pulang? Kok aku gak denger kamu masuk?" Tanya Salma heran"Jelas gak denger, orang kamu sama Bibil asik ketawa-ketawa dari tadi. Aku bahkan masuk ke kamar dan mandi pun kamu gak denger?" Tanya Rony"Gak hehe, maaf ya. Kamu udah makan belum? Mau aku angetin lauknya?" Tanya Salma"Udah udah, aku udah makan kok sayang" Balas Rony"Ish, Abang dateng jadi gak asik deh suasana nya. Udah sana ih, jangan rebut Kak Caca. Kak Caca nanti tidur sama Bibil, Abang tidur di sofa" Ucap Nabila"Ck, apasih dek. Ini kan istri Abang, ya terserah Abang lah mau deket terus sama istri Abang" Balas Rony tak terima"Abang nih, kan Abang tiap hari udah sama Kak Caca. Bibil cuma weekend. Gantian kek, gamau ngalah banget sama adek" Ucap Nabila"Kamu juga udah dari tadi sore sama Kak Caca ya. Abang baru semenit udah di usir! Kamu kira Abang gak kangen apa sama istri Abang? Udah diem deh, orang kamu juga masih nonton film kan? Abang janji gak ganggu, udah sana lanjutin nontonnya" Omel Rony"Udah udah, kenapa jadi berantem sih? Hmm? Kalo masih berantem, mending aku tidur sendiri deh" Balas Salma"Ahhh jangan Kak Ca, tidur sama Bibil yaa. Biar Abang yang tidur sendiri" Rengek Nabila"Mangkanya diem, Kak Ca marah kan" Timpal Rony"Iya iya" Balas NabilaNabila, Salma dan Rony melanjutkan menonton film yang mereka putar. Dengan posisi Nabila di pinggir, Salma di tengah dan Rony di pinggir Salma sembari memeluk istrinya dan meletakkan wajahnya pada ceruk leher Salma yang masih tertutup hijab.Namun fokus Salma menonton film terganggu kala merasa Rony sedang menciumi lehernya dari balik kerudung. Rony mengendus-endus leher Salma dan menghirup aroma tubuh istrinya."Ron, geli" Lirih Salma"Kenapa sayang?" Goda Rony"Geli, jangan gini" Ucap Salma mencoba mendorong kepala Rony"Sayang, aku capek kerja seharian. Aku mau peluk kamu, biar tenaga ku kembali full" Rengek Rony"Ya jangan ngendus-ngendus gitu, geli" Balas Salma"Kamu wangi sayang, wangi nya kamu bisa bikin aku rileks" Balas RonySaat tengah berbincang, Salma merasakan Nabila tiba-tiba menyenderkan kepalanya pada bahu Salma"Eh eh? Lah, si Bibil tidur Ron" Ucap Salma kaget dengan kepala Nabila yang tiba-tiba menyandar pada bahu nya"Ck, ngrepotin kan nih bocil. Ini jadi abangnya yang susah harus mindahin dia" Gerutu Rony"Husssttt, sama Adeknya kok gitu sih Ron. Pindahin dulu gih ke kamar, aku masih belum ngantuk" Balas Salma"Ck, yaudah deh" Balas RonyRony lalu menggendong Nabila dan memindahkan ke kamarnya bersama Salma. Setelah menidurkan Nabila, Rony kembali menemui istrinya."Sayang, kamu belum ngantuk? Tumben sih?" Tanya Rony"Hmm gapapa sih belum ngantuk aja" Elak Salma"Beneran?" Tanya Rony curiga"Iya Ron" Balas Salma gugup"Habis minum kopi ya kamu? Hmm?" Ucap Rony"Hehe sedikit kok" Balas Salma"Kannnnnn, nakal kan. Kalo nanti asam lambungnya kumat gimana? Kamu di ajak Bibil ya ngopi di cafe bawah? Hmm? Iya kan?" Ucap Rony"Iya, kasian Bibil mupeng ice macchiato di cafe bawah. Jadi aku anterin deh" Balas Salma"Terus kamu pesen juga?" Tanya Rony"Hehehe" Balas Salma dengan cengirannya"Malah ketawa! Tapi udah makan belum tadi sebelum minum?" Tanya Rony"Udah kok" Balas Salma"Ca? Beneran?" Tanya Rony"Beneran Rony, aku udah makan kok. Kamu gausah khawatir ya" Balas Salma sembari mengusap lembut pipi RonyRony mengambil tangan Salma lalu di kecupnya."Aku cuma takut kamu kenapa-napa Ca, jangan nakal-nakal ih. Udah di bilang jangan minum kopi juga" Omel Rony"Iya iya, maaf yaa" Balas SalmaSalma tersenyum manis menatap Rony, Rony yang tak kuat melihat senyuman manis Salma pun dengan segera melahap bibir manis Salma. Rony bahkan menahan tengkuk leher Salma agar tak melepaskan ciumannya. Rony melumat bibir bawah dan atas Salma secara bergantian, dia bahkan mengigit bibir Salma karena merasa tak mendapatkan akses untuk masuk ke dalam mulut Salma.Ciuman Rony yang lembut, membuat Salma menikmati ciuman Rony. Perlahan dia bahkan membalas ciuman Rony. Rony menarik Salma ke atas pangkuannya. Hingga kini Salma duduk di atas pangkuan Rony dan berhadapan dengan suaminya. Posisi Salma sangat intim, dia bahkan bisa merasakan junior Rony sudah menegang berada di bawah miliknya.Rony mencoba menggerakkan tubuh Salma dan merasakan gesekan antara miliknya dengan milik Salma. Tak mendapatkan penolakan dari Salma, Rony semakin berani meremas kedua payudara Salma dengan kedua tangannya dari dalam piyama yang Salma gunakan."Eughh Ronn" Desah SalmaMendengar desahan Salma membuat mata Rony semakin berkabut. Dia mulai membuka kancing piyama Salma satu persatu, hingga menampakkan bra hitam milik Salma. Rony melapaskan ciumannya lalu menatap payudara Salma yang masih tertutup bra tepat berada di depannya."Jangan di liatin, malu" Lirih Salma menutup dada nya dengan kedua tangannya"Jangan di tutup sayang, aku mau lihat""Boleh kan sayang? Kalo aku minta hak ku sekarang? Aku udah gak tahan sayang" Ucap Rony dengan suara memberat"I - Iya" Balas Salma gugupMendengar jawaban Salma, Rony segera membuka piyama Salma dan melemparnya. Rony juga membuka kerudung Salma dan mulai menyesap leher serta dada mulus Salma. Tangannya mencari kaitan bra milik Salma sembari mulutnya terus bekerja menciptakan banyak kissmark pada leher dan dada Salma.Dan saat bra Salma berhasil terbuka, Rony bisa melihat dengan jelas payudara Salma yang berada tepat di depan wajahnya. Rony meremas dan mencium payudara Salma."Caca sayang, ini punya aku kan? Hmm? Indah banget sayang, punya kamu ternyata pas di tangan aku. Ini punya aku, gak ada yang boleh pegang selain aku ya yang" Racau Rony"Ihh iyaaahhh" Lenguh SalmaRony melahap habis kedua payudara Salma secara bergantian, memilin dan meremas dua gundukan Salma. Dengan posisi masih menyesap puting Salma bak seorang bayi yang tengah menyusu, Rony menggendong Salma menuju kamar yang berbeda dengan Nabila.Apartemen Salma dan Rony memang memiliki dua kamar di dalamnya, selama ini kamar depan milik Salma ia gunakan sebagai tempat menyimpan barang. Namun hari ini kamar itu akan beralih fungsi sebagai tempat bercinta bagi Salma dan Rony."Awsss Rony, sakittt ahhh" Teriak Salma"Tahan sayang, ini udah masuk setengah. Tahan bentar yaa" Ucap RonyHentakan terakhir Rony berhasil menerobos lubang sempit milik Salma. Air mata Salma luruh bersamaan dengan darah yang mengalir melewati junior Rony yang sudah tertanam dalam milik Salma."Maaf ya sayang, jangan nangis yaa. Ini udah masuk sayang, kamu udah jadi istri aku seutuhnya""Makasih ya udah jaga kehormatan kamu untuk aku, maaf ya sekali lagi. Sakit ya sayang" Ucap Rony menenangkan Salma sembari menghapus air mata Salma"Hiks hiks sakit Rony" Balas Salma"Maaf ya sayang, cup cup cup. Udah yaa, jangan nangis" Ucap Rony lalu mengecup kening SalmaSetelah memenangkan Salma, Rony perlahan memulai aksinya. Dari gerakan perlahan hingga kini gerakan Rony semakin tak tertahan."Sayang, ahhh kamu nikmat banget sayang! Aku bisa gila sayang ahhh" Desah Rony"Ahhh Ronyyhhh ahhh" Desah SalmaDesahan mereka saling bersautan, seakan lupa jika di kamar sebelah sedang ada Nabila yang menginap di apartemen mereka. Rony dan Salma sangat menikmati malam pertama mereka menjadi suami istri seutuhnya. Malam yang sangat panjang dan indah untuk Salma dan Rony."Ahhh" Desah Rony kala mendapatkan pelepasannya"Udah ya Ron, aku lemes, Udah capek banget" Balas Salma"Iya sayang, makasih ya buat malam ini. Kamu bener-bener hadiah paling istimewa di hidup aku""Maaf ya, aku gempur kamu semaleman. Kamu terlalu nikmat sayang, sampe aku susah berhentinya" Balas RonyApa yang dikatakan Rony memang lah benar, Rony sama sekali tak memberikan Jeda pada Salma. Setelah mendapat pelepasan, dia kembali mengulanginya hingga benar-benar merasa puas. Rony juga mencoba beberapa gaya yang dia tau untuk mendapatkan kepuasannya.Hingga tepat sebelum adzan subuh, dia baru saja menyelesaikan kegiatan bercinta nya dengan Salma. Namun bukannya usai, Rony justru mengajak Salma melanjutkannya di kamar mandi untuk mandi bersama sekaligus mandi besar.Selesai sholat subuh, Rony membantu Salma untuk kembali tidur. Salma benar-benar tak bisa berjalan akibat ulah Rony. Inti Salma sangat terasa sakit dan ngilu, membuatnya susah untuk sekedar berdiri.Rony yang merasa haus karena semalaman berolahraga bersama Salma memutuskan mengambil minum di dapur."Bang! Udah sholat subuh belum?" Sapa Nabila"Udah, kamu udah belum?" Tanya Rony"Udah kok""Kak Caca mana bang? Udah sholat belum?" Tanya Nabila"Ya udah lah, tiap hari kita jamaah sholatnya" Balas Rony"Ish kok gak ngajak kalo jamaah" Balas Nabila"Ya kirain Adek masih tidur" Balas Rony"Semalem Abang habis gituan ya sama Kak Caca?" Tanya Nabila asal"Heh! Gituan gimana? Ngapain nanya-nanya segala!" Omel Rony"Ya habisnya kalian berisik banget tau! Abang kira Bibil gak denger apa? Abang sama Kak Caca kek balapan teriak tau gak!! Kek orang berantem" Balas Nabila"Ya emang berantem dek, tapi berantem nya beda hahaha" Balas Rony"Ish kan bener! Kalian gituan ya? Ihhhh" Ucap Nabila kesal"Lah, ngapain kamu yang kesel? Abang sama Kak Caca kan udah nikah! Wajar lah begituan" Balas Rony"Ya kenapa pas ada Bibil disini sih! Kan tiap hari kalian berdua, kan bisa pas Bibil gak ada" Balas Nabila"Dek, kamu kan tau cerita Abang sama Kak Caca gimana? Malam ini Abang dan Kak Caca baru pertama kali lakuin itu. Setelah berjuang dapetin hati Kak Caca, akhirnya malam ini Kak Caca mau lakuin itu sama Abang""Abang minta maaf kalo kamu harus denger itu ya. Tapi jujur Abang juga kebawa suasana semalem, abang udah gak mikirin ada kamu atau gak karena Abang udah seneng banget Kak Caca mau lakuin itu sama abang""Sekarang pernikahan Abang dan Kak Caca jadi sempurna dek. Kak Caca udah jadi istri Abang seutuhnya. Adek ngerti kan? Abang minta maaf ya kalo semalem ganggu tidur Adek karena suara berisik Abang dan Kak Caca" Ucap RonyNabila memang paham mengenai hubungan Rony dan Salma. Rony selalu berbagi cerita dengan adik kecilnya itu, karena dia juga meminta bantuan Nabila agar Salma bisa membuka hati dan mencintainya."Ya Allah Abang? Maafin Bibil yaa. Bibil lupa Abang, tapi Bibil seneng kalo akhirnya Kak Caca bisa terima Abang jadi suaminya sekarang. Bahagia terus ya bang, jagain Kak Caca, jangan sakitin dia. Dia cewek baik-baik bang""Semoga Bibil segera dapet ponakan ya bang" Ucap Nabila memeluk Rony"Makasih ya adekku yang cantik. Makasih atas pengertiannya dan bantuannya selama ini. Abang yakin, kak Caca juga mau terima ajakan Abang karena Adek yang bantuin Abang selama ini""Jadi nanti sore atau malem kita hangout ya bertiga. Abang mau belanjain Adek sepuasnya" Balas Rony"Beneran bang? Yeayy""Tapi kenapa sore sih bang? Siang aja yuk" Balas Nabila melepaskan pelukannya"Jangan, Kak Caca pasti capek begadang semaleman Abang gempur hehe. Kamu pasti paham lah, kan Adek Abang udah kuliah udah gede" Ucap Rony"Oh iya yah, kan kata orang kalo pertama kali katanya sakit ya bang? Kasian kak Caca, besok aja deh gapapa bang" Balas Nabila"Beneran? Tapi kalo nanti malem kak Caca nya udah baikkan, gapapa ntar malem aja sekalian malam mingguan ya" Ucap Rony"Okee bos" Balas Nabila"Eh bentar-bentar, Adek denger dari siapa kalo pertama kali itu sakit?" Tanya Rony"Kata temen-temen, kan temen bibil juga udah ada yang nikah bang. Yang gak nikah tapi udah begituan sama pacarnya aja banyak" Balas Nabila"Heh! Kamu awas ya ikut temen-temen kamu yang gak baik! Gaboleh loh dek! Inget dosa! Kamu boleh ngelakuin itu cuma sama suami kamu nanti! Ngerti!" Tegas Rony"Iya bang, Bibil juga ngeri setelah denger Kak Caca teriak-teriak semalem sama Abang. Keknya sakit banget yaa" Ucap Nabila asalBukan sakit dek, tapi keenakan hahaha *batin Rony"Iya sakit banget! Makanya jangan aneh-aneh, nanti aja sama suami kamu. Walaupun sakit harus di lakuin karena itu kewajiban! Kalo gak adek nanti yang dosa" Balas Rony menakuti Nabila"Iya Abang, Bibil ngerti kok" Balas Nabila"Good girl""Yaudah bobo lagi sana, Abang juga mau bobo lagi. Capek habis begadang hehe" Balas Rony"Ck, gak seru nginep kali ini. Kak Caca lebih milih tidur sama Abang dari pada sama Bibil" Ucap Nabila kesal"Ya salah siapa semalem tidur duluan, sampe Abang yang harus gendong kamu ke kamar. Ya akhirnya Kak Caca Abang rebut lah hahaha" Ledek Rony"Ish nyebelin! Awas aja, nanti Kak Caca Nabila kekepin pokoknya. Abang gaboleh nyentuh sedikit pun" Ucap Nabila lalu membanting pintu kamarnya"Astaghfirullah, kenapa malah saingan sama Adek sendiri begini yaa. Ini baru adek, belum ntar kalo udah ada anak nih. Makin susah sih Deket sama istri sendiri. Hadeuhh" Monolog Rony***Malam ini adalah malam dimana Rony dan Salma mengadakan resepsi pernikahan setelah pagi harinya mereka melangsungkan akad nikah lagi untuk pengesahan secara negara.Di tengah acara, Jasmine datang dan membuat keributan pada pesta pernikahan Salma dan Rony."Rony jahat!! Dia udah janji mau nikahin saya! Dia juga udah tidurin saya berkali-kali tapi malah nikah sama perempuan lain! Dia jahat hiks hiks hiks" Teriak Jasmine"Mas?" Tanya Salma tak percaya dengan mata yang berkaca-kaca"Sayang, please jangan percaya sama dia. Dia bohong sayang, mas gak pernah tidur sama dia, mas gak pernah nyentuh cewek lain" Ucap Rony memohon"Tapi kenapa dia jadi seberani itu kalo kamu gak pernah ngapain-ngapain dia mas!" Sentak Salma"Mas berani sumpah! Mas gak pernah sedikit pun nyentuh dia, tolong percaya sama mas sayang. Dia cuma mau ngancurin rumah tangga kita" Balas RonySemenjak malam itu, Salma memang belajar memanggil Rony dengan sebutan Mas. Dia ingin lebih menghormati suaminya dengan sebutan Mas, dan agar terdengar lebih sopan dan lembut tentunya."Jangan percaya sama dia Salma! Kalo lu beneran cewek! Tinggalin dia! Dia udah hamilin gue! Seharusnya dia tanggung jawab sama gue! Bukan malah nikah sama lu!" Teriak JasmineSetelah Jasmine berteriak seperti itu, kini justru tayang sebuah rekaman dimana terlihat Jasmine memasuki hotel dengan seorang pria paruh baya. Setelah itu, rekaman berganti video dimana terlihat Jasmine sedang berbincang dengan seseorang pria yang sama sembari menangis. Percakapan Jasmine yang terdengar adalah Jasmine tengah meminta pertanggungjawaban pada pria tersebut karena telah menghamili nya.Jasmine juga membentak pria paruh baya tersebut karena dia tak ingin bertanggung jawab. Dia tidak ingin keluarga nya hancur jika dia harus menikahi Jasmine, dan berakhir pria tersebut meninggalkan Jasmine.Jasmine benar-benar malu saat rekaman itu di putar. Jasmine yang sudah kepalang malu langsung berlari keluar dari gedung resepsi pernikahan."Mas" Ucap Salma"Mas kan udah bilang sayang, percaya sama mas. Mas gak pernah nyentuh wanita selain kamu. Mas gamau sayang, mas punya adik perempuan. Mas gak mungkin mainin perempuan" Balas Rony"Maaf mas, maafin aku" Balas Salma menangis pada pelukan Rony"Udah udah ya yang, jangan nangis. Sekarang kita harus senyum buat nyapa tamu" Ucap Rony"Kamu gak marah sama aku mas?" Tanya Salma"Marah, dan nanti malem mas mau hukum kamu. Biar kamu gak kebiasaan percaya sama omongan orang! Harus percaya sama suami! Ngerti" Omel Rony"Iya mas, maaf" Balas Salma pasrahTernyata yang memutar video tadi adalah Nabila dan Paul. Nabila yang tak sengaja bertemu dengan Jasmine dan pria tersebut berniat merekam kejadian itu agar bisa membuat wanita itu jauh dari abangnya, namun ternyata video itu jauh lebih bermanfaat dari sekedar membuat Jasmine jauh dari abangnya.Sedangkan Paul memang merekam Jasmine dan mengirimkannya pada Rony malam itu. Niat Paul hanya menggoda Rony dan mengatakan bahwa Jasmine selingkuh dari Rony dengan pria yang lebih tua. Ternyata video itu juga bermanfaat untuk membongkar niat jahat Jasmine malam ini. Hingga akhirnya Jasmine tak berhasil merusak hubungan pernikahan Rony dan Salma. Justru dia sekarang tengah malu karena kelakuannya di bongkar di depan banyak orang.***Terhitung sudah satu tahun mereka menikah, kini Rony baru menyelesaikan rumah yang selama ini dia bangun untuk nya dan Salma tinggali. Salma juga tengah mengandung anak Rony dan kini usia kandungannya baru berjalan tujuh bulan."Sayang, sementara kamar kita di bawah dulu ya sampe dedek lahir. Biar kamu gak naik turun tangga. Nanti Mama biar disini aja dulu sampe kamu melahirkan atau mau tinggal disini selamanya juga boleh. Rumah kita besar kok" Ucap Rony"Makasih ya mas, kaya nya Mama yang gak akan mau mas. Disana kan banyak kenangan Papa, Mama pasti berat ninggalin rumah dan Kakak sendirian di sana" Balas Salma"Yaudah, kalo gitu untuk sementara aja biar Mama bisa bantuin kamu ya setelah lahiran" Balas Rony"Iya mas" Balas Salma"Aku gak nyangka deh mas, padahal kita dulu cuma tetangga yang tiap hari kerjaannya berantem Mulu. Eh tiba-tiba sekarang tinggal serumah, mana udah mau punya anak lagi" Ucap Salma"Hahaha iya yah. Tapi emang dari awal sih mas udah ngincer kamu buat di jadiin istri sayang. Gatau kenapa, mas yakin aja kamu jodoh mas" Balas Rony"Dih, ngincer gimana orang tiap hari aja kerjaannya ngajak berantem gitu" Balas Salma"Mana ada? Orang kamu aja ya yang tiap hari sensi Mulu tiap liat mas. Mas diem doang di pintu aja kamu udah marah dulu yang" Ucap Rony"Hahahaha iya lagi! Soalnya muka mas tuh ngeselin banget dulu! Mana tiap pagi selalu aja, kamu ada di pintu tiap aku mau kerja. Kan ngagetin" Balas Salma"Ya itu cara mas biar di notice sama kamu, mas mau nunjukkin perhatian mas sama kamu. Niat mas mau anterin kamu kerja kek, cari sarapan bareng kek. Tapi selalu aja kena semprot duluan" Ucap Rony"Hahahaha lucu banget sih, jahat banget ya aku dulu sama mas. Maafin Ibu ya ayah, udah jahat sama ayah dulu hahaha" Balas Salma
Rasa yang tertinggal
Rony dan Salma duduk berdampingan di teras rumah, menikmati malam yang tenang. Dua bulan terasa begitu lama bagi mereka berdua.“Mas sudah nggak sabar,” ucap Rony pelan. “Pengen cepat nikah sama kamu.”Salma tersenyum, pipinya merona. “Aku juga, Mas.”Rony terkekeh kecil, menatap Salma dengan penuh sayang. “Kamu itu selalu bikin Mas tenang. Jangan tinggalin Mas ya.”Salma mengangguk. “Insyaallah, kita sama-sama berjuang.”Percakapan ringan itu menutup malam dengan harapan. Mereka tidak tahu, ujian terbesar justru sedang menunggu di depan.Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi hari penuh tanda tanya. Salma menunggu hampir dua jam di halte kampus, namun Rony tak kunjung datang. Ponselnya tak aktif. Hatinya gelisah.Entah mengapa, langkah Salma justru membawanya ke sebuah tempat yang selama ini tak pernah ia kunjungi bersama Rony.Pemakaman.Di sana, Salma melihat Rony duduk di depan sebuah nisan. Ia tidak bermaksud menguping, namun setiap kata Rony menusuk hatinya.Rony berbicara pada masa lalu—tentang Tiara, tentang rasa bersalah yang belum tuntas, tentang ketakutan kehilangan Salma seperti kehilangan Tiara.Salma tak sanggup lagi berdiri. Air matanya jatuh.“Aku yang nggak bisa berharap apa-apa lagi sama kamu, Mas,” ucapnya lirih.Rony terkejut. Ia mencoba mendekat, namun Salma mundur.Salma bicara dengan suara bergetar, menumpahkan semua perasaannya—tentang kebohongan, tentang rasa tidak dipilih sepenuhnya, tentang cinta yang terasa hanya menjadi pelarian.“Aku nggak sanggup hidup dengan orang yang belum selesai sama masa lalunya,” katanya. “Aku mundur.”Rony memohon, berjanji, menangis. Namun Salma sudah membuat keputusan terberat dalam hidupnya.Ia pergi dengan hati hancur.Dua bulan berlalu. Hari pernikahan yang direncanakan tak pernah terjadi. Salma memilih pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi, mencoba menyembuhkan dirinya.Sementara itu, Rony jatuh dalam penyesalan. Ia berubah—menjadi dingin, keras, dan menyalahkan dirinya sendiri. Ia kehilangan Salma karena ketidaktegasannya sendiri.Rony berulang kali mendatangi keluarga Salma, memohon kesempatan. Namun Papa Salma berdiri teguh.“Papa mau Salma sembuh dulu,” katanya. “Dan kamu belum bisa menjamin kebahagiaannya.”Rony pulang dengan hati remuk.Di London, Salma berusaha bangkit. Ia fokus kuliah, merawat diri, dan menjaga jarak dari hubungan baru. Ada Paul, ada perhatian, namun hatinya belum siap.“Aku bisa sembuhin luka aku sendiri,” kata Salma jujur.Nabila, sahabatnya, selalu ada. Memeluknya saat Salma lelah, mengingatkannya bahwa ia berharga.Namun takdir kembali mempertemukan Salma dan Rony.Rony datang ke London—dengan kondisi yang jauh dari kata baik. Ia jatuh sakit, mentalnya rapuh, dan hidupnya sempat berada di titik terendah.Salma marah, terluka, namun juga tak tega.Ketika Rony pingsan di depan pintu apartemennya, Salma tak bisa berpaling.Ia merawat Rony—bukan sebagai pasangan, tetapi sebagai manusia yang pernah ia cintai.Perlahan, Rony membuktikan perubahan. Ia berobat, merawat diri, menata ulang hidupnya. Ia belajar jujur, belajar sabar, belajar tidak menuntut.Salma melihat perjuangan itu. Luka di hatinya belum sepenuhnya sembuh, namun ia mulai membuka pintu sedikit demi sedikit.Hari demi hari, kepercayaan tumbuh kembali—pelan, rapuh, namun nyata.Saat Rony terluka karena menyelamatkan Salma dari kecelakaan, Salma runtuh. Ia menangis dalam pelukan Rony, menyadari bahwa cinta mereka belum benar-benar mati.“Aku akan tanggung jawab,” ucap Salma. “Aku rawat kamu sampai sembuh.”Dan Salma menepati kata-katanya.Di masa itulah, mereka belajar kembali menjadi satu tim—tanpa paksaan, tanpa janji berlebihan.Beberapa bulan kemudian, Rony benar-benar pulih. Salma pun menyelesaikan studinya lebih cepat dari rencana.“Setelah wisuda, kita nikah,” kata Rony dengan suara bergetar. “Kalau kamu siap.”Salma tersenyum. “Aku siap… asal kita jujur dan saling jaga.”Rony mengangguk dengan mata berkaca-kaca.Akad nikah digelar sederhana di London. Tanpa kemewahan, tanpa pesta besar—hanya doa, restu, dan air mata haru.“Sah.”Satu kata itu menghapus luka panjang yang pernah ada.Rony menatap Salma penuh syukur. “Terima kasih sudah bertahan, sudah memaafkan.”Salma tersenyum lembut. “Terima kasih sudah berubah dan berjuang.”Hari itu, mereka bukan pasangan sempurna—tetapi dua manusia yang memilih saling menyembuhkan.
Memory Indah
Salma duduk di sisi ranjang rumah sakit, menggenggam tangan suaminya yang terbaring tak berdaya. Sudah hampir tiga bulan Rony berada dalam kondisi koma sejak kecelakaan tragis itu terjadi. Mesin-mesin medis mengelilinginya, berbunyi pelan namun konstan, seolah menjadi satu-satunya penanda bahwa hidup masih berjuang di tubuh laki-laki itu.Setiap hari Salma datang, berbicara, berdoa, dan berharap. Ia bercerita tentang hal-hal kecil—tentang rumah, tentang pagi yang terasa sunyi, tentang anak mereka yang baru saja lahir. Tidak pernah sekali pun Salma merasa lelah, meski hatinya sering runtuh diam-diam.“Aku di sini, Mas,” ucapnya lirih. “Aku tunggu kamu pulang.”Hari itu, doa Salma dijawab. Rony membuka mata.Tangis Salma pecah bukan karena sedih, melainkan karena syukur. Dokter mengatakan Rony selamat, tetapi ada satu hal yang harus diterima dengan lapang dada—Rony mengalami amnesia parsial. Ia kehilangan sebagian besar ingatannya dan menunjukkan perilaku seperti anak kecil, bingung terhadap dunia, takut pada hal-hal sederhana, dan tidak mengenali Salma sebagai istrinya.Salma terdiam ketika pertama kali Rony bertanya, “Kamu siapa?”Pertanyaan itu menghantam lebih keras dari kecelakaan apa pun. Namun Salma memilih tersenyum, meski air matanya jatuh.“Aku teman kamu,” jawabnya lembut. “Aku di sini buat jagain kamu.”Dokter menjelaskan bahwa kondisi Rony membutuhkan kesabaran luar biasa. Tidak boleh ada paksaan. Tidak boleh ada tekanan. Ingatan bisa kembali perlahan, atau mungkin tidak sepenuhnya.Salma mengangguk. Dalam hatinya, ia sudah berjanji: apa pun kondisinya, ia akan tetap tinggal.Rony dibawa pulang ke rumah orang tuanya agar proses pemulihan lebih mudah. Salma ikut tinggal di sana bersama bayi mereka, Celline. Hari-hari Salma dipenuhi rutinitas tanpa henti—mengurus anak, menjaga Rony, menenangkan saat ia takut, menemani saat ia menangis, dan tersenyum meski dirinya sendiri lelah.Rony sering bersikap manja, mudah cemburu, mudah tersinggung, dan sangat bergantung pada Salma. Ada hari-hari ketika Salma hampir menyerah—saat anak mereka sakit, saat Rony rewel, saat tubuhnya kelelahan dan pikirannya penuh.Namun Salma tidak pergi.Ia menangis diam-diam di kamar mandi. Ia berdoa di malam hari. Ia menguatkan diri di hadapan mertua yang juga melihat betapa besar pengorbanannya.“Kamu perempuan yang luar biasa,” kata Mama Rony suatu malam. “Rony beruntung punya istri seperti kamu.”Salma hanya tersenyum. Ia tidak merasa luar biasa. Ia hanya mencintai.Waktu berjalan. Bulan berganti. Rony perlahan membaik. Ada hari-hari ketika ia mulai mengingat hal kecil—nama ayahnya, sudut rumah, lagu lama yang dulu sering diputar. Salma membantu dengan pelan, menunjukkan foto-foto lama, bercerita tanpa memaksa.Suatu sore, di balkon rumah, Salma membuka album pernikahan mereka.“Ini kita,” katanya pelan.Rony menatap foto itu lama. Kepalanya terasa berat. Ingatan datang seperti pecahan kaca—tajam, menyakitkan, dan membingungkan. Ia tiba-tiba menjerit kesakitan dan kembali tak sadarkan diri.Salma panik. Ia menyalahkan dirinya sendiri.Namun di rumah sakit, setelah penanganan intensif, keajaiban kembali terjadi.Rony sadar.Kali ini, ia menatap Salma berbeda. Matanya tidak lagi kosong.“Salma…” suaranya serak.Salma membeku.“Istri aku,” lanjutnya, air mata jatuh tanpa ia sadari.Salma menangis sejadi-jadinya. Ia memeluk Rony dengan hati-hati, seolah takut ini hanya mimpi.“Aku di sini, Mas. Aku selalu di sini.”Rony menangis. Untuk waktu yang hilang. Untuk istrinya yang setia. Untuk anaknya yang ia lewatkan masa tumbuhnya. Untuk pengorbanan yang tak pernah ia sadari sebelumnya.“Aku minta maaf,” katanya berkali-kali.Salma menggeleng. “Kamu gak pernah jadi beban. Kamu adalah rumahku.”Beberapa minggu kemudian, Rony kembali pulang. Ia mulai beradaptasi dengan perannya sebagai ayah dan suami. Menggendong Celline, menenangkannya saat menangis, dan belajar kembali menjadi pelindung.Suatu malam, setelah Celline tertidur, Rony menggenggam tangan Salma.“Kamu gak pernah menyerah,” katanya. “Padahal kamu bisa pergi.”Salma tersenyum lelah. “Cinta itu bukan soal bertahan saat bahagia. Tapi tetap tinggal saat semuanya sulit.”Rony menunduk, mengecup punggung tangan istrinya dengan penuh hormat.Di saat itulah Salma tahu—semua luka, air mata, dan lelahnya tidak sia-sia.Mereka mungkin tidak sempurna. Hidup mereka pernah hancur. Namun dari reruntuhan itu, mereka membangun kembali sesuatu yang lebih kuat: keluarga yang disatukan oleh kesabaran, pengorbanan, dan cinta yang pulih.
My Bodyguard
Salma berjalan gontai menuju meja makan, padahal dirinya masih sangat mengantuk namun terpaksa harus bangun karena Papi nya sudah memanggil dirinya."Ada apa sih Pi? Caca ngantuk banget iniii" Rengek Salma"Papi cuma mau bilang, besok Papi Mami mau ke London tiga bulan. Kamu di rumah sendiri atau mau ikut?" Tanya Papi Salma"Gak lah ngapain ikut, mending di rumah Pi" Ucap SalmaMending di rumah, bisa party tiap hari *batin Salma"Papi tau ya isi pikiran kamu! Papi gak akan biarin kamu party atau pun ke clubbing sama temen-temen nakal kamu itu!" Ucap Papi Salma"Pi apaan sih! Temen Caca itu baik-baik, sopan lagi" Balas Salma"Baik dan sopan dari mana! Baik nya cuma pas butuh duit kamu doang! Papi udah tau semuanya ya Ca! Kamu sering traktir teman-teman kamu itu di Club! Kamu juga jadi berubah semenjak berteman sama mereka! Pake baju kurang bahan! Suka pulang pagi! Mau jadi apa kamu!! Hah!!" Tegas Papi Salma"Pi ayolah, Caca udah gede. Gausah larang-larang Caca lagi" Ucap Salma"Oh, udah ngerasa gede dan gamau di larang-larang Papi? Iya?" Tanya Papi Salma"Iya Pi, Caca udah gede. Jadi Papi gausah larang-larang Caca lagi!!" Balas Salma"Oke, kalo gitu silahkan pergi dari rumah Papi! ATM, HP, Kunci Mobil balikkin ke Papi! Cari uang sendiri kalo emang udah gamau Papi atur!" Tegas Papi Salma"Piiiii, kok tega sih sama Caca! Caca anak papi satu-satunya, cewek lagi! Tega banget Papi ngusir Caca!" Balas Salma"Kan kamu sendiri yang minta gamau Papi atur lagi kan? Yaudah gausah jadi anak Papi lagi!" Tegas Papi Salma"Ahhhh papiiiiiii jahat banget sihhh""Miiii suami Mami jahat bangettttt sama Caca" Rengek Salma"Ca, Papi kamu itu ngomong demi kebaikan kamu nak. Mami Papi khawatir sama pergaulan kamu yang gak jelas. Kamu itu perempuan, kalo kamu kenapa-kenapa gimana sayang" Ucap Mami Salma lembut"Ck, mami sama aja sama papi!" Balas Salma"Selama Papi dan Mami ke London, jangan harap kamu bisa ke clubbing sama temen-temen kamu ya! Papi ada bodyguard buat jagain kamu kemana pun kamu pergi dan dia juga yang akan ngelarang kamu sesuai aturan papi! Jadi kamu harus nurut sama dia!" Tegas Papi Salma"Piiii apaan sih! Caca gamau ya! Caca jadi gak bebas dong!" Balas Salma"Itu memang tujuan Papi! Biar kamu gak seenaknya bisa hidup bebas tanpa pengawasan Papi Mami!" Balas Papi Salma"Ck papi jahat! Tega sama Caca!!" Ucap Salma kesal"Terserah, kamu mau anggap Papi jahat. Papi gak peduli! Papi hanya mau yang terbaik buat anak Papi!""Bodyguard kamu baru besok mulai kerja! Papi harap kamu bisa bersikap baik sama dia!" Ucap Papi Salma"Jangan harap! Kalo bisa Caca bakalan bersikap aneh, jahat, nyebelin biar dia gak betah jadi bodyguard Caca!" Balas Salma"Yaudah, coba aja kalo bisa" Balas Papi Salma"Ck! Papi gak asik!!" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Mami dan Papi nya***Kini Papi, Mami dan Salma sedang berada di ruang tengah karena menunggu seseorang yang akan menjadi bodyguard nya selama tiga bulan kedepan."Assalamualaikum, selamat pagi Bapak Tama dan Ibu Lina" Sapa seseorang"Waalaikumsallam" Balas semuanya"Pagi juga Rony, silahkan duduk" Ucap Papi Rony ramahRony pun duduk sembari sesekali melirik ke arah SalmaYakin ini bodyguard gue? Masih muda dan ganteng banget *batin Salma"Kenapa liatin Rony sampe gitu? Ganteng yaa?" Bisik Mami Salma"Ck, apaan sih mi!" Balas Salma"Ca, kenalin ini Rony yang akan jadi bodyguard kamu" Ucap Papi Rony"Dan Rony, ini Caca putri saya yang harus kamu jaga dengan baik" Lanjut Papi Salma"Kenalin Non, Saya Rony. Bodyguard non Caca" Ucap Rony tersenyum ramah"Caca" Balas Salma datar"Gausah di ambil hati ya Ron, Caca sebenernya baik cuma emang agak ngeselin. Jadi kamu harus ekstra sabar ngadepin dia ya" Ucap Mami Salma"Iya, dia terbiasa di manja dari kecil jadi kamu harus sabar-sabar ngadepin dia Ron. Semua yang saya kirim ke kamu semalam itu harus di perhatikan ya""Kamu bentak aja sekalian, kalo Caca gak nurut sama kamu Ron. Saya gak masalah" Ucap Papi Salma"Pi!! Kok gitu sihh! Jahat banget" Timpal Salma"Kalo gak di tegesin! Kamu sudah nurutnya" Tegas Papi Salma"Ya gak di bentak juga Papiiiii" Rengek SalmaCantik tapi manja *batin Rony***"Pagi Non, hari ini ke kampus ya?" Tanya Rony ramah"Iya" Balas Salma datar lalu masuk ke dalam mobilRony ikut menyusul Salma masuk ke dalam mobil dan memposisikan dirinya pada bagian pengemudi"Eh kok lu yang nyetir? Pak Jono mana?" Tanya Salma"Pak Jono ada non, tapi Tuan meminta saya menjadi bodyguard sekaligus supir untuk Non Caca" Balas Rony"Ck, yaudah cepet jalan!""Inget, nanti lu jangan deket-deket gue jagainnya. Jaga jarak 30 meter dari gue!" Ucap Salma"Gabisa non, kata tuan harus selalu di dekat Non" Balas Rony sembari menjalankan mobilnya"Ck! Gue malu kalo lu deket-deket gue dengan pakaian bodyguard lu ini! Pasti gue nanti di cengin anak manja ngerti gak!" Omel SalmaEmang manja *batin Rony"Terus saya harus gimana non? Masa iya saya pulang dulu ganti baju?" Tanya Rony"Ya jangan lah! Yang ada gue telat!""Untuk hari ini please jaga jarak, jangan deket-deket banget sama gue! Besok gue minta lu pake baju biasa aja, yang sopan buat nganterin gue ke kampus! Gausah pake baju lu sebagai bodyguard gini" Omel Salma"Siap non" Balas RonyHari demi hari Salma lewati bersama Rony yang kini menjadi bodyguard nya. Hingga tiba di hari Sabtu malam, Salma yang memang hampir dua minggu ini tidak pernah keluar rumah dan pergi bersama teman-teman nya. Berniat kabur dari Rony dan pergi bersama teman-teman nya. Salma dengan sengaja memberi Rony obat tidur agar laki-laki itu tertidur pulas dan tak melarang nya keluar."Rony" Ucap Salma sok manis"Eh, kenapa non?" Tanya Rony yang tengah duduk di halaman belakang rumah Salma"Nih, gue bikinin kopi buat lu. Soalnya dari tadi gue perhatiin lu ngantuk banget" Balas Salma sembari tersenyum"Non? Non lagi sakit kah? Atau kenapa?" Tanya Rony bingung"Gak kok, gue sehat? Emangnya kenapa?" Tanya Salma"Tumben non bikinin saya kopi? Biasanya marah-marah Mulu sama saya" Balas Rony"Ck, di baikin malah bilang tumben. Gak bersykur emang lu ya" Balas Salma cemberut"Maaf non, yaudah saya terima kopi nya ya" Ucap RonySalma pun meninggalkan Rony setelah memberi Rony kopi yang di dalamnya sudah ia beri obat tidur.Setelah menunggu beberapa jam, Salma melihat Rony sudah pulas di sofa ruang tengah. Dengan jalan mengendap-endap, Salma pergi menggunakan taksi online ke club' tempat favorit mereka bersama teman-teman nya.Salma menggunakan dress body fit pendek di atas lutut yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan bagian atas yang sedikit terbuka sehingga menampakkan belahan payudaranya.Setelah sampai di club' Salma langsung bergabung dengan teman-teman kampusnya. Salma mulai minum dan berjoget mengikuti alunan lagu dari DJ. Namun tak di sangka, laki-laki yang selama ini mengidam-idamkan Salma sudah merencanakan hal buruk pada gadis itu.Laki-laki yang memang mengincar tubuh Salma dari awal mengenal Salma, semakin terpancing dengan pakaian Salma saat ini. Di tambah dia sedikit dendam pada perempuan itu setelah cinta nya di tolak berkali-kali oleh Salma. Malam ini, laki-laki itu tak akan meloloskan Salma lagi. Dia bahkan sengaja bekerja sama dengan teman-teman Salma untuk menjebak gadis itu.Setelah Salma minum beberapa gelas alkohol, tiba satu teman Salma memberikan gelas terakhir yang sudah di campur obat perangsang oleh laki-laki yang berniat buruk padanya. Salma meneguknya tanpa berpikir apa-apa, setelah itu ia lanjut berjoget tanpa beban.Laki-laki itu mulai mendekat dan memapah Salma yang mulai mabuk untuk keluar dari club'. Walaupun masih ada kesadaran dari Salma, dia serasa tak memiliki kekuatan untuk menolak laki-laki yang bernama Ryan itu membawa nya pergi."Ryan! Lu mau bawa gue kemana?" Tanya Salma"Kita senang-senang ya sayang, malam ini gue mau rasain tubuh lu yang seksi ini" Balas Ryan sembari mencium pipi Salma"Kurang ajar! Gue bukan cewek rendahan ya! Minggir lu gue mau pulang!" Bentak Salma sembari mendorong Ryan dan jalan sempoyongan"Hey, gabisa dong sayang. Malam ini lu milik gue! Temen-temen lu bahkan udah dukung rencana gue buat dapetin tubuh lu ini! Mereka cuma butuh di sogok duit juga nurut sama gue dan bantuin gue buat bikin lu mabuk malam ini hahaha" Balas Ryan"Bangsat!! Pergi!!! Jangan sentuh guee" Bentak Salma"Kenapa? Panas ya badannya? Hmm? Mangkanya ayo, ikut gue. Gue bantuin lu dapet pelepasan berkali-kali sayang. Yuk" Ucap Ryan mencoba menarik Salma masuk ke dalam mobilNamun belum sempat Salma masuk, Rony datang dan menghajar Ryan hingga terkapar. Rony menarik Salma masuk ke dalam mobil mereka dan melajukan menuju rumah Salma."Pantesan tadi baik! Saya tau ya, Non campur minuman saya pake obat tidur kan! Untung Satpam perumahan lapor saya kalo non kabur! Dan saya bisa lacak ponsel non. Kalo non kenapa-napa gimana! Non mikir gak!!" Omel Rony"Sutss diem, gausah ngomel! Kepala gue pusing Rony" Balas Salma"Non kebanyakan minum makanya pusing! Mana pake baju kurang bahan begini! Bahaya tau Non!" Omel Rony"Ron, badan gue panas Ron" Rengek Salma"Maksud Non? Demam? Pusing? Ke rumah sakit ya?" Tanya Rony"Gak! Gue cuma mau pulang" Balas SalmaSetelah menempuh perjalan sekitar setengah jam. Kini mereka sudah sampai di rumah Salma. Rony menggendong Salma masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuh Salma.Namun saat Rony hendak pergi, Salma justru menarik tangan Rony hingga Rony tak seimbang dan jatuh di atas tubuh Salma."Ron, panas Ron" Rengek Salma"Aduh non, maaf maaf. Saya gak sengaja" Ucap Rony hendak bangkit"Rony, jangan tinggalin gue. Bantuin gue Ron" Balas Salma gelisah"Bantuin apa non? Non kepanasan ya?" Tanya Rony melihat Salma berkeringatMata Rony justru salah fokus melihat keringat yang mengalir pada belahan dada Salma. Rony menelan saliva nya dengan kasar melihat pemandangan itu. Rasanya dia ingin mengusap keringat Salma dengan tangan nya.Rony yang tak tahan mulai memberanikan diri mengusap keringat di belahan dada Salma menggunakan tangannya. Dia bahkan menyentuh kulit payudara Salma dan mengusapnya lembut."Ahh Ronn, iyaahh sentuhh gue Ronhh ahhh" Lenguh SalmaMendengar lenguhan Salma membuat nafsu Rony semakin tak karuan. Namun dengan cepat dia menarik kembali tangannya dan berusaha pergi dari kamar Salma."Non, saya keluar dulu. Non sepertinya lagi gak sadar. Ini bahaya buat saya non, saya takut khilaf. Saya gabisa lakuin ini sama non, non adalah atasan saya yang harus saya ja - "Belum sempat menyelesaikan ucapannya, bibir Rony sudah di serang oleh Salma. Salma melumat bibir Rony dengan kasar. Rony berusaha memberontak namun ciuman Salma seakan memabukkan untuk Rony. Rony justru mulai membalas ciuman Salma.Tangan Salma membuka kancing kemeja milik Rony dan mengusap dada Rony. Rony memejamkan matanya menikmati usapan tangan nona nya pada dada bidangnya. Rony kini mengerti jika Salma tengah di pengaruhi obat perangsang yang membuat dirinya menggila.Rony takut dia khilaf dan melakukan hal lebih pada Salma namun sepertinya Salma memang sengaja memancing gairahnya. Dengan bibir yang masih bertaut, tangan Salma beralih mengusap milik Rony dari balik celana."Eughh non, udah non" Ucap Rony"Lu harus bantu gue Ron, gue gak kuat. Badan gue panas" Balas Salma lalu menyesap leher Rony dengan tangan yang masih mengusap milik Rony.Rony benar-benar tidak kuat, ia mendorong tubuh Salma lalu menindihnya dan mulai termakan godaan Salma. Rony tak ingin kalah, ia pun mulai menciptakan beberapa tanda pada leher dan dada Salma.Dengan kelihaiannya Rony kini berhasil membuka dress milik Salma dan menyisakan bra serta celana dalam milik Salma."Non maafkan saya, tapi ini non sendiri yang memancing saya non" Ucap Rony merasa bersalah tapi ia juga tak menampik ingin sekali melahap tubuh mulus milik Salma"Gue gak peduli, puasin gue Ron! Badan gue panasss!!!" Teriak SalmaRony baru sadar jika pintu kamar Salma belum tertutup. Rony segera bangkit dan mengunci pintu kamar Salma. Melihat Rony bangkit dari ranjang, Salma justru membuka bra miliknya dan melemparkan ke arah Rony. Rony terperangah saat kembali ke ranjang dan bra Salma sudah terbuka.Rony kembali menelan saliva nya melihat payudara indah milik Salma terpampang jelas di depannya tanpa penghalang kain apapun. Salma menarik Rony yang masih terdiam di tempat dan mendorong tubuh Rony ke ranjang. Salma dengan agresifnya membuka celana Rony dan mengeluarkan milik Rony yang sudah menegang"Ahhhh nonnn, oughhh" Desah Rony saat Salma mulai memainkan miliknyaSalma memainkan milik Rony menggunakan tangan dan mulutnya. Walaupun ini baru yang pertama, namun Salma seperti sudah jago dalam memainkan benda panjang milik Rony. Hingga Rony pun mendapatkan pelepasan pertamanya akibat ulah Salma.Rony merubah posisinya kembali menindih Salma. Rony sudah hilang akal, dia menyerang Salma dan melupakan siapa Salma."Oughh iya Ron, ahhh" Desah SalmaRony menyesap dan memainkan lidahnya pada payudara Salma. Rony menghisap layaknya bayi yang tengah kehausan sedangkan tangan satunya sibuk memilin puting Salma yang menganggur."Non, maafkan saya kalo malam ini saya gabisa berhenti. Tubuh Non terlalu candu untuk saya non" Ucap Rony"Iyahh Ronhh ahhh" Desah SalmaCiuman Rony perlahan turun hingga sampai di depan milik Salma yang masih tertutup rapat oleh celana dalam nya. Rony membuka celana dalam Salma dan melemparnya sembarang arah. Rony tersenyum melihat apa yang ada di depannya saat ini.Keberuntungan macam apa ini, dia bisa menikmati tubuh majikannya yang sangat cantik dan menarik hatinya sejak awal bekerja bersama nya. Bahkan Salma sendiri yang menawarkan tubuhnya pada Rony dengan cuma-cuma. Rony sebenarnya bukan laki-laki brengsek, namun ia juga tak menampik bahwa apa yang dilakukan Salma berhasil membangkitkan hasratnya sebagai laki-laki normal."Oughh Ronyyhh ahhh enakk Ronnhhh" Desah Salma"Enak non? Hmm? Malam ini saya puasin non Caca yaa" Balas RonySetelah Salma mendapatkan pelepasan nya karena permainan lidah dan jari Rony. Rony sudah tak sabar ingin segera menerobos masuk ke dalam tubuh Salma. Baru menggesekkan miliknya dengan milik Salma saja membuat mereka berdua berhasil mendesah.Rony mulai mendorong miliknya, baru masuk kepalanya saja Salma sudah merintih kesakitan, Rony kembali mencoba mendorong untuk kedua kalinya dan Salma kembali berteriak."Arghhh Ronyyy, sakittt" Teriak Salma"Tahan ya non, ini udah masuk setengah non. Tahan ya bentar lagi" Ucap RonyDan hentakkan terakhir, Rony berhasil menerobos lubang milik Salma dan merenggut kesucian Salma. Rony bisa melihat dengan adanya darah yang keluar dari milik Salma."Non? Non masih perawan?" Tanya Rony"Iya, lu pikir apa Rony! Gue baru pertama ngelakuin ini sama lu!" Balas Salma yang masih setengah sadarSalma memang sudah terbiasa minum minuman alkohol, sehingga minum beberapa gelas di club' tadi tak akan membuatnya mabuk hingga tak sadarkan diri.Anjing! Gue yang pertama? Thankyou Ca, ternyata kamu bisa jaga ini buat aku *batin Rony"Gerakkin Rony! Cepet!! Gue gak tahan!!" Pinta SalmaRony yang masih melamun akhirnya tersadar dan mulai mencoba menggerakkan miliknya keluar masuk milik Salma."Oughh shitt! Milik non nikmat banget non ahhhh" Racau Rony"Lebih cepat Ronhh" Balas SalmaRony mempercepat gerakannya hingga tak terasa mereka pun sama-sama mendapatkan pelepasan. Namun Rony sudah seperti kerasukan, dia tak ingin menghentikan permainan ini begitu saja. Dia kembali melakukan nya hingga dirinya bisa mendapatkan kepuasan nya. Tak cukup sekali, dua kali, Rony bahkan membuat Salma hingga terkulai lemas di bawahnya karena Rony yang tak kunjung menyelesaikan permainannya.Tiba di pelepasan terakhirnya, Rony sudah merasa sangat puas menggenjot tubuh Salma. Rony mendiamkan miliknya dan membiarkan cairannya masuk ke dalam rahim Salma lebih dulu. Setelah itu, dia mencium kening Salma dan terakhir bibir Salma."Makasih ya non untuk malam ini. Maaf saya sudah merenggut kesucian non malam ini. Saya janji, saya akan tanggung jawab atas perbuatan saya non" Ucap RonyHati Salma menghangat mendengar ucapan Rony, sebenarnya Salma tau Rony bukan laki-laki brengsek. Walaupun Salma sendiri baru mengenalnya dua Minggu ini. Namun Salma lebih rela memberikan tubuhnya pada Rony di bandingkan Ryan yang notabenenya memang terkenal sebagai penjahat kelamin di kampus nya.Rony berbaring di sebelah Salma dan menarik Salma kedalam pelukannya. Tak ada penolakan dari Salma dan kini Salma justru memeluk Rony dengan erat.Pagi harinya, Salma lebih dulu membuka mata dengan kepala yang sangat pusing. Dia melihat wajah tampan Rony yang sedang tidur di sebelahnya, Salma tersenyum mengingat kejadian semalam bersama bodyguard nya itu.Bodyguard nya itu bukan hanya garang saat bekerja, namun dia juga ganas saat di ranjang bersama nya. Perlahan Salma mencoba melepaskan pelukannya dan mengubah posisinya menjadi duduk.Rony yang terusik karena pergerakan Salma pun mulai membuka mata dan langsung di suguhkan oleh punggung mulus Salma yang sedang duduk di sampingnya. Dia baru teringat, semalam dia baru melakukan pergulatan panas bersama majikannya itu.Rony langsung mendudukan dirinya tepat di samping Salma dan mengambil tangan Salma lalu di ciumnya."Non, non Caca maafin saya. Semalam saya gabisa kontrol diri saya non. Jangan aduin ini ke tuan ya non, saya masih butuh pekerjaan ini non" Ucap Rony"Ck apasih Ron! Udah gapapa, gue juga inget kali semalem gue yang maksa lu buat ngelakuin itu sama gue""Gue yang harusnya makasih karena lu udah nyelamatin gue dari Ryan semalem. Gue lebih ikhlas tidur sama lu di banding sama Ryan" Balas SalmaRony melotot mendengar ucapan Salma"Non, tapi saya udah renggut mahkota non semalam. Maaf kan saya non" Balas Rony"Ck udah gapapa! Gue juga udah dari lama penasaran rasanya bercinta tuh kek gimana. Semalam juga badan gue panas banget gara-gara Ryan kasih obat perangsang di minuman gue! Gue yang makasih sama lu udah bantuin gue kelarin hasrat gue gara-gara obat sialan itu" Balas Salma"Non gak marah sama saya?" Tanya Rony"Gak, gue gak munafik kalo gue semalem juga menikmati permainan lu. Jadi santai aja, anggap kita gak pernah ngelakuin ini. Kita bersikap biasa aja dan lupain kejadian semalam. Oke" Ucap Salma sembari berusaha bangun dari ranjangNamun baru beberapa langkah, tubuh Salma sedikit oleng karena merasa kesakitan di bagian inti nya. Dengan sigap Rony menangkap tubuh Salma."Non, saya bantu ya ke kamar mandi. Pasti punya non masih sakit kan? Saya bantu aja ya non. Bentar saya pake kolor saya dulu" Ucap RonyRony segera bangkit dan memakai celana pendek nya. Tanpa aba-aba Rony mengangkat tubuh Salma ke dalam kamar mandi dengan balutan selimut yang menutup tubuh polos Salma."Nanti selesai mandi, panggil saya ya non. Saya tunggu luar" Ucap Rony"Gaperlu, lu pergi mandi aja. Gue bisa sendiri" Balas Salma"Gak non, punya non Caca pasti masih sakit kan dan susah buat jalan. Jadi biar saya bantu ya non, non gak boleh nolak! Non begini juga gara-gara saya" Balas Rony lalu pergi keluar kamar mandi"Lu emang bukan cowok brengsek Ron, dan gue gak nyesel ngelakuin ini sama lu. Coba aja semalem jebakan Ryan berhasil, pasti gue udah jadi sampah di depan dia sekarang" Monolog SalmaSedangkan di balik pintu, Rony memikirkan ucapan Salma padanya"Gimana bisa saya lupain kejadian semalem non, semalem adalah malam paling indah di hidup saya. Saya juga bisa tidur sambil meluk non semalaman, bikin tidur saya nyenyak banget non" Monolog RonySetelah menunggu hampir satu jam, akhirnya pintu kamar mandi terbuka. Rony melihat Salma mencoba berjalan perlahan langsung menggendong Salma tanpa aba-aba."Eh eh Ron, apaan sih. Gue bisa jalan sendiri" Ucap Salma"Kan saya udah bilang non, panggil saya. Kenapa malah jalan sendiri sih! Bebal banget" Omel Rony"Dih, berani lu ya ngomelin gue" Balas Salma"Berani, ini kan demi kebaikan non" Ucap Rony sembari mendudukan Salma di pinggir ranjang"Non, saya mandi dulu ya. Setelah itu ambilin non sarapan terus saya tinggal ke apotik buat beli obat anti nyeri buat ngobatin itunya non. Non diem di rumah ya, jangan kemana-mana. Kalo non coba kabur, saya laporin ke Tuan masalah semalem non mabuk" Ucap Rony"Ck, kok jadi lu ngancem-ngancem gue sih!" Balas Salma kesal"Demi kebaikan non Caca. Saya pergi dulu ya non" Ucap Rony seraya bangkit dari ranjang"Eh eh bentar Ron" Balas Salma"Kenapa non?" Tanya Rony"Lu semalem ngeluarin di dalem kan?" Tanya SalmaDegRony baru teringat, semalam dia berkali-kali mengeluarkan cairan miliknya di dalam rahim Salma."I - Iya Non" Balas Rony panik"Ck, gausah panik gitu. Gue cuma mau titip kalo ke apotik sekalian beliin pil pencegah kehamilan. Gue gamau ambil resiko gue hamil ya Ron, apalagi gue lagi masa subur sekarang. Udah sana cepet pergi, jangan lupa obat gue! Itu paling penting!" Ucap Salma"Non, jangan bikin saya seolah-olah jadi cowo brengsek non. Kalo pun non hamil saya siap tanggung jawab kok non" Balas Rony"Ya masalahnya gue gamau hamil Rony! Gue masih kuliah, gue juga masih mau have fun sama hidup gue. Gue gapernah nganggep lu cowo brengsek kok. Udah gausah bacod deh, beliin obat itu pokoknya. Cepet" Omel Salma"Baik non" Balas Rony pasrah***Dua hari kemudian, Salma sudah mulai masuk kuliah setelah merasa miliknya sudah tak terasa nyeri. Rony juga setia menjaga nona cantiknya dari jarak yang sedikit jauh. Selama hampir tiga Minggu ini Rony selalu memberikan laporan pada Papi Salma kecuali kejadian malam itu. Rony masih membutuhkan pekerjaan ini, dan dia tidak ingin Salma juga di hukum atas kelakuannya yang tetap nekat pergi ke clubbing malam itu."Wah akhirnya si cantik masuk kuliah juga? Gimana? Di apain lu sama laki-laki yang bawa lu kabur? Hmm?" Goda RyanRony yang melihat Ryan kembali menggoda Salma, ia pun berjalan mendekat dan mencoba memberikan pelajaran pada laki-laki itu. Tapi langkahnya terhenti kala mendengar ucapan Salma"Laki-laki siapa? Rony maksud lu? Laki-laki yang ngehajar lu sampe terkapar di parkiran club'? Lu belum tau ya? Dia cowo gue! Bahkan calon suami gue! Hebat kan dia? Bisa ngalahin lu dengan tangannya sendiri""Mangkanya kalo lemah gausah sok-sokan jadi jagoan! Lu emang bisanya ngerusak masa depan anak orang doang tapi asline Cemen! Berantem aja gak bisa!""Lu nanya gue sama dia ngapain? Ya lu mikir lah, laki gue gak bakal biarin gue mendem hasrat sendirian. Terpaksa gue malam pertama duluan deh sama dia, apalagi dia jago mainnya. Bikin gue puasss banget" Ucap Salma sinis lalu pergi meninggalkan Ryan"Anjing! Andai malam itu laki-laki bajingan itu gak Dateng! Lu udah jadi sampah di mata gue Salma! Lu gak akan bisa bicara sombong di depan gue kaya tadi! Bangsatt!!!" Monolog RyanRony mengepalkan tangannya mendengar ocehan Ryan setelah kepergian Salma. Dia menghampiri Ryan lalu menghajar laki-laki itu lagi hingga babak belur."Jangan ngomong sembarangan sama calon istri gue! Apalagi sampe berniat macem-macem sama dia! Lu lakuin kesalahan seperti malam itu lagi, habis lu di tangan gue! Ngerti!!" Bentak Rony lalu pergi meninggalkan Ryan yang tengah lemasRony berjalan mengikuti Salma lalu berdiri di sampingnya"Non, non gapapa kan? Diapain sama laki-laki itu?" Tanya Rony"Lah, lu ngapain sih ngikutin gue? Udah sana pergi" Usir Salma"Ya mau jagain calon istri saya lah" Goda Rony"Maksud lu apaan?" Tanya Salma"Bukannya tadi ada yang bilang ya, kalo saya calon suami non caca? Apa saya salah denger?" Goda Rony"Ron! Lu nguping?" Tanya Salma kaget"Hahaha, sedikit non" Balas Rony"Ishh lu nyebelin yaa ternyata!! Kesel banget gueee" Omel Salma sembari memukul dada Rony"Hahaha maaf maaf, becanda kali non" Balas Rony seraya menahan tangan Salma"Bodo amat" Balas Salma"Non, saya serius? Diapain sama laki-laki tadi?" Tanya Rony"Gak di apa-apain Rony! Gue hajar dia sampe ngapa-ngapain gue!" Balas Salma"Kalo saya yang ngapa-ngapain non? Non hajar juga gak?" Goda Rony"Ish Rony!!! Lu beneran ngeselin yaa!! Gue aduin Papi lu yaaa" Ancam Salma"Eh eh, jangan dong non. Saya bercanda kok, yaudah non ke kelas ya. Saya tunggu di taman depan kelas non yaa. Semangat kuliahnya non Caca Cantik" Ucap Rony tersenyum manis lalu pergiSalma tersenyum menatap kepergian Rony"Ahhh apaan sih Ca! Masa lu baper sama dia sih! Gak!! Gaboleh Cacaaa" Monolog Salma sembari menggelengkan kepalanya***Hari demi hari berlalu, kedekatan Rony dan Salma pun semakin terasa. Rony yang kini tak lagi canggung menggoda Salma, Salma pun begitu dia justru semakin nyaman berdekatan dengan Rony. Rony adalah laki-laki yang menurut Salma memiliki semua love language yang membuatnya semakin nyaman bersama dengan Rony.Selama ini dia sering kali dekat dengan laki-laki namun baru dengan bodyguard nya itu dia merasa sangat di istimewa kan. Terlebih setelah malam itu, baik Salma maupun Rony masih sama-sama mengingat dengan jelas kejadian malam itu. Sungguh kenangan yang sangat manis bagi mereka berdua."Non, bibi tadi izin pulang kampung beberapa hari karena anaknya sakit. Jadi untuk makan malam nya biar saya saja yang masak gapapa kan non?" Tanya Rony yang kini sedang menyetir"Ron! Gue udah berapa kali sih bilang! Panggil Caca aja! Gausah nan non nan non Mulu" Omel Salma"Ah iya, maaf saya lupa terus. Maaf ya Caca" Balas Rony"Hhmm" Balas Salma"Gimana? Yang tadi belum di jawab loh? Kamu mau kan makan masakan saya Ca?" Tanya Rony"Bikin sakit perut gak? Awas aja masaknya ngasal" Balas Salma"Wah kamu ngremehin saya? Awas ya nanti ketagihan sama masakan saya" Balas Rony"Iya iya percaya si paling jago masak. Yaudah deh terserah lu nanti mau masak apa yang penting enak dan bisa di makan" Balas Salma"Siap Caca cantik" Balas Rony"Hmm Ca? Saya boleh tanya gak?" Tanya Rony"Kenapa Ron?" Tanya Salma"Kamu aman kan?" Tanya Rony"Aman gimana? Aman aman aja kok" Balas Salma"Hmm ini kan udah sebulan lebih setelah malam itu, apa kamu hmm itu euhh - " Ucap Rony gugup"Gak, gue gak hamil. Aman" Balas Salma"Ca, maksud saya tanya bukan karena saya gamau kamu hamil atau mau lari dari tanggung jawab, jujur saya beneran siap tanggung jawab kalo kamu hamil Ca" Ucap Rony"Ron gue tau kok, udah lu tenang aja. Gue gak hamil kok. Gue kan langsung minum obat itu pas lu beliin kemarin. Jadi aman" Balas Salma"Maaf ya Ca" Balas Rony"Ngapain minta maaf? Lu gak salah, gue yang salah. Gue yang udah godain lu dulu kan? Gara-gara obat sialan dari Ryan gue jadi berasa kurang belaian banget" Ucap Salma"Tapi juju saya masih belum bisa lupain malam itu Ca. Malam itu terlalu indah buat saya. Maaf ya" Balas RonyDegJantung Salma berdegup lebih kencang saat mendengar ungkapan hati Rony tentang malam itu. Jujur dia pun merasakan hal yang sama, namun ia malu untuk mengakuinya."Iya gapapa" Balas Salma"Kamu udah lupain malam itu ya Ca?" Tanya Rony lembut"Gak kok, gue masih inget jelas. Bahkan bentuk punya lu juga gue inget" Balas Salma sembari melirik milik Rony yang tengah duduk di kursi pengemudi tepat di sampingnya"Ca, frontal banget sih ngomongnya" Balas Rony salah tingkah"Hahahaha lagian lu bahas itu Mulu! Kenapa sih? Pengen lagi lu?" Tanya Salma"Eh gak, bukan gitu maksud saya" Balas Rony"Beneran? Pengen kan lu?" Goda Salma"Hmm emang boleh?" Tanya Rony ragu"Boleh" Balas Salma"Beneran Ca?" Tanya Rony semangat"Boleh gue potong leher lu! Enak ajaa lu!" Balas Salma"Padahal kamu yang nawarin tadi" Balas Rony memelas"Sumpah? Lu serius pengen Ron?" Tanya SalmaRony yang sadar bahwa dirinya sudah kurang ajar pada Salma pun segera menggelengkan kepalanya."Ca gak Ca, saya bercanda kok. Beneran, saya gak maksud apa-apa. Jangan marah yaa, maafin saya" Balas Rony"Iya" Balas SalmaRony menghela nafasnya, ia yakin bahwa Salma marah padanya. Rony memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah Salma."Udah sampe non" Ucap Rony memelasRony yang hendak turun membuka kan pintu mobil untuk Salma pun di tahan oleh Salma.Salma mencium bibir Rony dan melumatnya, sembari tangannya mengusap milik Rony yang seketika mengembung di balik celana karena sentuhan dari Salma.Rony yang masih shock hanya diam dan menikmati usapan tangan Salma."Gue juga ketagihan kok main sama lu, apalagi sama ini hahaha" Goda Salma di akhiri meremas milik Rony dan turun dari mobil"Eughh Cahhh" Lenguh RonyRony menatap kepergian Salma dari dalam mobil"Ck nakal banget sih, gak tanggung jawab! Udah bangunin, malah di tinggal gitu aja""Eh tapi maksud Caca tadi apa? Dia mau lagi? Apa gimana sih? Gue bingung jadinya""Asep, maaf ya kamu jadi bangun gara-gara di remes Caca ya? Yaudah lah, kita main sendiri yuk, aku tidurin kamu dulu ke kamar mandi" Gerutu RonyMalamnya, Rony sudah menyiapkan beberapa masakannya di meja makan. Lalu memanggil Salma untuk makan."Ini lu semua yang masak?" Tanya Salma"Iya dong, udah ayo cobain dulu" Balas RonyRony menarik kursi untuk Salma dan menyiapkan makanan untuk Salma."Mau lauk apa cantik?" Tanya Rony"Udang aja" Balas SalmaRony mengambilkan makanan sesuai permintaan Salma."Gimana enak?" Tanya Rony cemas"Hmmmm... ""Enak kok hahaha" Goda Salma"Ih iseng banget sih. Alhamdulillah kalo enak, di habisin ya" Balas RonySelesai makan dan Rony mencuci semua perlengkapan makanan mereka. Salma menghampiri Rony yang masih berada di dapur."Makasih ya udah di masakin" Ucap Salma"Sama-sama, kamu kan tanggung jawab saya. Papi kamu mempercayakan kamu sama saya, jadi saya harus pastiin kamu selalu baik-baik aja sama saya" Balas Rony"Ron, gue boleh keluar gak?" Tanya Salma"Boleh, asal jangan ke club' dan harus sama saya" Balas Rony"Ck! Gue sumpek sama tugas kampus! Gue pengen minum! Boleh lah, ayoo" Bujuk Salma"Gak ada ya Ca, gak ada minum minum lagi""Kamu sumpek kan? Ikut saya aja yuk, dijamin stress kamu bakalan ilang" Balas Rony"Beneran?""Soalnya selama ini yang bisa ngilangin rasa stress gue cuma alkohol" Balas Salma"Beneran, saya yakin kamu bisa ngilangin stress tanpa minum minuman haram itu lagi" Ucap Rony"Yaudah ayo, keburu malem" Ajak Salma"Ya kamu ganti dulu dong cantik, masa pake tangtop begini? Ini udah malem, ayo ganti" Ucap Rony"Ck, gamau ah. Udah ayoo" Balas SalmaRony menarik tangan Salma menuju kamar Salma"Loh kok ke kamar sih?" Tanya Salma"Ganti baju! Atau mau saya yang gantiin?" Ucap Rony"Ck iya iya sana pergi" Balas Salma"Saya gaboleh disini?" Tanya Rony"Ya gabole lah gila! Gue mau ganti baju" Balas Salma"Kenapa? Saya kan juga udah pernah liat semuanya. Saya bahkan masih hafal banget gimana bentuknya" Balas Rony"Ron! Pergi gak! Gue tonjok beneran ya" Ucap Salma"Hahaha iya iya, saya juga mau ganti. Nanti kalo udah saya tunggu di bawah ya. Pake jaket jangan lupa" Balas Rony"Kenapa harus jaket segala sih?" Tanya Salma"Kita night ride naik motor saya aja lebih seru yaa" Balas Rony"Oh okeee" Balas SalmaPuas mengelilingi Jakarta dan melihat city light Jakarta dari salah satu rooftop gedung membuat pikiran Salma menjadi lebih tenang. Rony benar, stress nya bisa hilang tanpa harus pergi ke club'.Setelah sampai di rumah, Rony mengantar Salma hingga ke depan pintu kamar milik Salma."Sekarang tidur ya, udah malem. Udah ilang kan stress nya" Ucap Rony"Udah, gue happy banget Ron. Night ride ternyata seseru itu hahaha. Makasih ya" Balas Salma"Iya sama-sama, udah sana tidur ini udah malem" Ucap Rony"Belum ngantuk, masih kebayang serunya tadi" Balas Salma"Tidur Ca! Atau mau saya kelonin biar bisa tidur?" Goda RonyBukannya membantah, Salma justru berbisik di telinga Rony yang membuat seluruh tubuh Rony merinding."Boleh, sekalian kita olahraga malem dulu biar capek mau gak?" Bisik Salma tepat di telinga RonySalma lalu mengalungkan tangannya dan melumat bibir Rony. Rony tersenyum dan perlahan membalas ciuman Salma. Rony mendorong tubuh Salma masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar Salma.Malam itu mereka berdua kembali melakukan nya di kamar Salma. Malam yang panjang untuk kedua manusia yang bahkan bukan lah pasangan kekasih."Makasih ya cantik. Udah capek kan? Udah lemes juga, bobo ya" Ucap Rony lembut sembari mendekap tubuh Salma"Gimana gak lemes? Lu brutal banget" Balas Salma"Maaf ya, soalnya kamu tuh candu Ca. Susah buat saya berhenti, nagih banget" Ucap Rony"Punya lu juga juara, bisa banget bikin gue puas. Tapi sayangnya mulut lu gak bisa ke kontrol! Gue udah bilang jangan bikin tanda, malah bikin sebanyak ini. Gue kan besok kuliah, repot nutupinnya" Omel Salma"Gabisa Ca, gak ada rem nya ini. Susah buat nahan nya. Maaf yaa cantik" Ucap Rony"Tapi gue boleh nanya gak? Lu sering ya begini sama cewek-cewek lu?" Tanya Salma"Gak pernah Ca. Saya baru pertama kali bercinta ya sama kamu malam itu""Selama ini saya gak pernah deket sama perempuan atau bahkan pacaran. Karena saya fokus kerja buat berobat ibu saya, tapi setelah ibu saya meninggal makin gak ada semangat saya buat dekat sama perempuan" Balas Rony"Tapi kok lu jago?" Tanya Salma"Ya naluri laki-laki Cantik. Kan saya laki-laki normal, sedikit banyak tau lah tentang sex " Balas Rony"Ohh gitu" Ucap Salma"Kamu juga jago, padahal saya tau sendiri kamu baru pertama kali sama saya. Belajar dari mana coba?" Tanya Rony"Pernah di ajak nonton video porno sama temen-temen pas di kampus. Jadi pernah tau lah yang beginian" Balas SalmaCk bener-bener ya pergaulan Caca se gak baik itu buat dia. Pantes Papi nya maksa buat gue jagain dia *batin Rony"Kuliah itu tempat buat belajar, kok malah nonton begituan?" Tanya Rony"Ya gatau, orang cuma di ajak" Balas Salma"Tapi kamu pernah gak? Ciuman atau ngapain gitu?" Tanya Rony"Gapernah, tiap deket sama cowo aja langsung di sidang sama Papi""Temenan sama temen-temen cewekku pun bahkan di larang sama Papi. Gimana mau bebas coba" Ucap Salma"Ca, papi lakuin itu semua demi kamu. Demi kebaikkan kamu. Papi gak akan larang kamu kalo itu emang positif buat kamu cantik" Balas Rony"Ck, udah lah. Males bahas beginian. Mending tidur, gue ngantuk" Ucap Salma"Ck nakal ya, di kasih tau malah bobo" Balas Rony sembari memilin puting Salma"Ahh Ron! Sakit! Ck!!" Omel Salma"Kamu nakal soalnya" Balas Rony"Udah tidur! Gue ngantuk, lemes, badan gue remuk habis di hantam sama lu dari tadi malem sampe subuh begini" Omel Salma"Yang nantangin semalem siapa? Hmm?" Goda Rony"Nyebelin ya! Awas lu! Sana pergi dari kamar gue! Jangan harap lu bisa deket-deket sama gue lagi! Ini yang terakhir lu tidur sama gue!" Ancam Salma"Eh eh, gak gitu Ca. Maaf maaf, jangan gitu dong. Maaf yaa, gak di godain lagi deh. Bobo yaa sini peluk" Ucap Rony memelasDengan sedikit bujukan, Salma pun luluh dan tertidur di pelukan Rony.Huftt , hampir aja. Mana bisa gue gak deket-deket sama dia. Bisa begini aja rasanya bahagia banget *batin Rony***Waktu berjalan begitu cepat, dua minggu lagi orang tua Salma rencananya akan kembali ke Indonesia. Selama beberapa bulan ini juga Salma dan Rony hampir setiap hari tidur bersama tanpa sepengetahuan orang rumah mereka.Rony akan masuk ke dalam kamar Salma setelah memastikan semua pekerja di rumah Salma sudah tidur. Rony tau ini salah, namun ia juga tak bisa menahan diri jika sudah berdekatan dengan Salma. Apalagi Salma lah yang selalu lebih dulu menggoda nya."Sayang, bangun. Udah pagi, katanya ada kelas pagi" Ucap Rony sembari menepuk lembut pipi SalmaRony memang lebih berani memanggil Salma dengan sebutan sayang setelah dirinya mengungkapkan perasaannya pada Salma yang ternyata tak bertepuk sebelah tangan."Masih ngantuk Ron" Balas Salma"Tapi kamu ada kuliah pagi loh, ayo ah bangun. Jangan males-males, atau mau aku mandiin? Hmm?" Goda Rony"Ck apasih! Yang ada makin lama kalo sama kamu" Omel Salma"Hahaha kan kuliahnya jam delapan sayang, ini masih setengah tujuh. Masih sempet lah, yuk" Ucap Rony"Ron! Bener-bener ya, gak ada puasnya apa? Semalem udah, sekarang mau lagi!" Omel Salma"Sutss, udah ayoo" Ucap Rony sembari menggendong Salma"Ronyy!!! Bisa-bisanya langsung gendong gak pake aba-aba!!" Omel Salma"Kalo mandi pagi sendirian dingin sayang, kalo sama kamu kan jadi anget" Balas RonySalma hanya bisa pasrah, ketika Rony mulai menggendong nya ke kamar mandi."Ayo cepetan Ronyy!!! Aku udah telattt" Teriak Salma dari dalam mobil"Iya bentar" Balas Rony seraya memasuki mobil"Kenapa sih hmm? Cemberut terus? Mau di cium ya itu bibirnya?" Goda Rony"Gara-gara lu! Segala pake acara mandi bareng! Jadi telat kan! Mana udah setengah delapan! Kalo macet gimana!!" Omel Salma"Ya tapi seru kan? Hmm?""Gak akan telat sayang, aku udah cek gak macet kok" Balas Rony"Astaga Ron! Gue lupa!" Ucap Salma"Lupa apa?" Tanya Rony"Gue belum minum obatnya! Cari apotik sekarang!" Tegas Salma"Obat apa yang?" Tanya Rony"Pil KB!" Balas Salma"Ck, gausah lah yang. Kamu Segamau itu ya hamil anak aku?" Tanya Rony"Bukan gamau Rony! Please lah, kita masih pacaran belum nikah! Kamu mau Papi aku kena stroke kalo tau anaknya hamil di luar nikah? Hah!!" Ucap Salma"Astaghfirullah mulutnya yang! Ya gak mungkin lah Papi stroke, palingan kita langsung di nikahin" Balas Rony asal"Ron yang bener ish! Cepetan cari apotik!" Omel Salma"Iya iya" Balas Rony"Nah tuh apotik" Ucap Salma sembari menunjuk ke sebuah apotik"Udah, kamu tunggu sini. Biar aku yang turun yaa" Balas Rony sembari mengecup pipi Salma"Ron, Ron. Tiap hari sikapnya manis banget, gimana gak makin cinta coba gue sama lu! Tapi gue takut, papi gak setuju sama hubungan kita. Secara lu cuma bodyguard gue Ron" Lirih Salma ketika Rony sudah meninggalkan nya di mobilSetelah beberapa menit, akhirnya Rony datang membawa obat dan air mineral."Di minum dulu sayang" Ucap Rony"Kok tumben bungkusnya beda?" Tanya Salma"Ini yang bagus kata mbak nya, yaudah aku beli aja. Udah di minum" Balas Rony"Oke" Balas Salma lalu meminum obat tersebutSemoga kamu cepet hadir di perut Mama ya nak *batin RonyYa, Rony menukar obat Salma menggunakan obat penyubur kandungan. Rony ingin sekali Salma mengandung anaknya di rahimnya. Apalagi semalam hingga pagi ini mereka intens berhubungan dan Rony selalu mengeluarkan cairan nya di dalam rahim Salma."Eh eh mau kemana?" Tanya Rony setelah sampai di kampus Salma"Mau kuliah lah, apa lagi sih Ron? Cepetan udah telat ini aku" Balas Salma"Salim dulu sama suami, gak sopan banget" Balas Rony"Suami, suami! Gausah ngarang" Omel Salma sembari mencium tangan Rony"Kita udah beberapa bulan ini ya tidur bareng dan lakuin hubungan suami istri. Berarti kamu itu istri aku" Balas Rony"Ck, serah lu deh" Balas SalmaRony menarik Salma lalu melumat bibirnya dan menggigit bibir Salma."Ronyy sakit!!" Omel Salma"Salah kamu sendiri ya, gak sopan ngomongnya! La lu la lu! Yang bener itu Kamu, Bukan lu!" Omel Rony"Iya iya, maaf. Yaudah turun dulu, bye Assalamualaikum" Pamit Salma"Waalaikumsallam" Balas RonySalma yang berjalan ke arah kelasnya, tiba-tiba salah fokus melihat teman-teman nya yang sedang berada di kantin. Salma pun berniat menghampiri teman-teman nya. Setelah mendekat Salma mengurungkan niatnya setelah mendengar percakapan teman-teman nya di belakang nya.Mereka mengatakan bahwa beberapa bulan ini Salma sudah tak bisa di ajak ke club', percuma berteman dengan Salma jika dia tak bisa lagi di manfaatkan. Mereka juga mengatakan bahwa mereka butuh uang Salma untuk berpesta disana. Apalagi Ryan kembali menawarkan kerja sama dengan mereka jika mereka mau bekerja sama lagi menjebak Salma. Nominal yang di tawarkan Ryan pun sangat besar hingga membuat mereka tergiur.Salma mendengar semua perkataan mereka yang hendak menjebaknya di rumah salah satu temannya besok malam. Dan memastikan bahwa rencananya kali ini tidak akan gagal dan mereka akan mendapatkan bayaran dari Ryan yang cukup banyak.Salma menangis mendengar semua fakta tentang teman-teman nya itu. Papi nya selama ini tak pernah salah, teman-teman nya ini terlalu buruk untuk dirinya. Mereka membawa Salma terjerumus pada pergaulan yang salah.Salma berlari kembali masuk ke dalam mobilnya dengan air mata yang mengalir. Rony yang melihat Salma menangis langsung menarik wanitanya ke dalam pelukannya."Hey kenapa sayang? Kenapa kok balik?" Tanya Rony"Hiks hiks mereka jahat Ron, mereka jahat sama aku" Balas Salma"Siapa? Mereka siapa?" Tanya RonySalma menceritakan semua yang dia dengar dari teman-temannya termasuk rencana jebakan mereka. Rony mengepalkan tangannya mendengar ucapan Salma."Sayang, tenang ya. Mereka gak akan bisa ngapa-ngapain kamu. Ada aku disini yang jagain kamu, kamu gak akan kenapa-napa! Justru mereka yang akan kenapa-kenapa karena udah jahat sama kamu" Balas Rony"Kamu mau ngapain? Gausah Ron, gausah di apa-apain! Aku gamau kamu berurusan sama mereka, udah ya. Aku cuma kecewa, aku cerita karena aku sakit hati ngerasa di khianatin sama mereka tapi bukan berarti aku mau mereka kenapa-napa. Udah ya, jangan kamu apa-apain mereka" Balas Salma"Iya iya udah yaa, gak aku apa-apain kok mereka" Balas RonyPalingan aku akan kasih mereka sedikit pelajaran, terutama Ryan karena dia masih kurang ajar sama kamu Ca *batin Rony***Beberapa hari setelah kejadian itu, Salma benar-benar ingin berubah. Dia sadar selama ini dia terhasut oleh teman-temannya itu. Salma mulai kembali memperbaiki sholatnya, dan memperbaiki penampilannya. Salma mulai nyaman dan memutuskan untuk mengenakan hijab."Sayang ayo, buruan nanti tel - ""Sayang?" Ucap Rony terpesonaSalma tersenyum manis pada Rony"Sayang kamu serius? Kamu cantik banget sayang. Masyaallah" Timpal Rony"Iya Ron, mulai hari ini aku mau pake hijab. Kamu bener Ron, selama ini aku terlalu jauh sama Allah gara-gara pergaulan ku dulu. Aku mau tobat dan berusaha memperbaiki diri aku Ron" Balas Salma"Masyaallah sayang, Alhamdulillah aku ikut seneng. Semoga Istiqomah ya sayang" Balas Rony"Aamiin, tapi maaf ya Ron. Aku gabisa lagi tidur atau pun ngelakuin itu lagi sama kamu. Aku beneran mau tobat Ron" Ucap SalmaRony tersenyum mendengar ucapan Salma"Iya gapapa sayang, aku ngerti kok. Aku dukung keputusan kamu, dan aku gak akan minta apa-apa lagi sama kamu. Aku cuma mau kamu Istiqomah sayang" Balas Rony"Makasih ya Ron, udah support aku terus" Ucap Salma"Sama-sama sayang. Yaudah yuk berangkat ke kampus, nanti telat" Balas Rony***Seminggu sudah berlalu semenjak Salma mantap mengenakan hijabnya. Kini Salma dan Rony tengah menanti kehadiran orang tua Salma di Bandara."Papiiii, Mamiiiiii" Teriak Salma sembari berlari memeluk kedua orangtuanya"Ca sayang? Ini beneran kamu nak?" Tanya Mami Salma"Iya mami, siapa lagi?" Tanya Salma"Sayang, putri papi Cantik sekali pake hijab" Balas Papi Salma"Iya Pi, anak kita cantik banget" Balas Mami Salma"Alhamdulillah, doain Caca ya Mi, Pi semoga Caca bisa selalu Istiqomah sama hijab Caca" Balas Salma"Pasti sayang, Mami Papi pasti doain kamu nak" Ucap Mami Salma"Tiga bulan di tinggal sama Rony kamu banyak berubah ya ternyata sayang" Goda Papi Salma"Iya, Rony orangnya baik Pi. Dia selalu sabar ngadepin semua sifat buruk Caca. Rony juga yang pernah bujuk Caca pake hijab dulu, tapi Caca tolak. Tapi dia gak nyerah tau Pi, pelan-pelan dia ngasih tau Caca dan coba nyadarin Caca. Sampe akhirnya Caca sadar dan mulai tobat sama semua perbuatan Caca yang jauh sama Allah" Balas Salma"Masyaallah, gak salah emang Papi Mami milih Rony" Ucap Papi Salma"Iya, Papi gak salah milih Rony jadi bodyguard Caca" Balas SalmaMami dan Papi Salma saling memandang sembari tersenyum."Terus sekarang, Rony dimana?" Tanya Papi Salma"Loh, perasaan tadi dibelakang Caca deh Pi. Kemana ya tuh orang?" Tanya Salma"Yaudah gapapa palingan nunggu di mobil sayang" Ucap Mami Salma"Iya kali ya, yaudah ayo Pi Mi ke mobil" Balas Salma"Bentar sayang, Papi nunggu seseorang" Balas papi Salma"Siapa Pi?" Tanya Salma"Nah itu orangnya" Balas Papi Salma"Ca, kenalin ini sahabat lama Papi sama Mami. Namanya Om Rama dan Tante Rina" Ucap Mami Salma"Hay Om Rama, Tante Rina saya Salma" Balas Salma"Hay Caca, cantik banget sih sayang" Ucap Rina"Iya Bund, cantik banget. Pantes aja gak nolak ya Bund haha" Balas Rama"Makasih om, Tante" Balas SalmaSingkat cerita kini mereka sudah berada di kediaman orang tua Salma."Om sama Tante tinggal di rumah juga Mi?" Lirih Salma"Iya Ca, untuk sementara. Karena rumah anaknya masih di renovasi" Balas Mami Salma"Loh, mereka punya anak? Kok gak di jemput sama anaknya?" Tanya Salma"Punya kok ta - ""Mi, ayo anterin Rama dan Rina ke kamarnya" Ajak Papi Salma"Yaudah Ca, kamu ke kamar gih. Nanti malem kita dinner di luar ya" Ucap Mami Salma"Yaudah deh" Balas SalmaMalam harinya Salma yang sudah bersiap sejak awal memilih menunggu kedua orang tuanya di halaman depan."Hay sayang, cantik banget sih yang mau dinner?" Sapa Rony yang tiba-tiba berdiri di depan Salma"Ck kok aku takut ya Ron?" Ucap Salma"Takut kenapa sayang? Hmm?" Tanya Rony sembari mengusap lembut pipi Salma"Takut tiba-tiba di jodohin""Sumpah pikiran aku dari tadi gak tenang setelah papi ajak sahabatnya kesini, terus mami juga bilang sahabat papi punya anak. Tiba-tiba malem ini ngajak dinner, pikiran ku jadi kemana-mana Ron" Ucap Salma sedih"Hey, kamu gak suka sama sahabatnya Papi kamu? Kok suudzon gitu?" Tanya Rony"Bukan gak suka Ron, mereka baik. Baik banget malah, gak ada alasan buat gak suka sama mereka. Aku cuma takut Ron, aku gamau di jodohin" Balas Salma"Kenapa gak mau sayang?" Tanya Rony"Ck! Kok kamu masih nanya gitu sih? Kamu gak sayang ya sama aku? Kamu gamau perjuangin hubungan kita? Apa kamu udah bosen sama aku?" Balas Salma kesal"Hey hey, gak gitu dong cantik. Kok ngomongnya gitu sih? Udah tau aku sayang banget sama kamu, aku udah jatuh sejatuh-jatuhnya sama kamu! Mana bisa aku kehilangan kamu sih" Ucap Rony"Bohong! Buktinya kamu biasa aja, padahal posisinya aku sekarang lagi ketakutan. Takut beneran di jodohin! Tapi kamu malah santai gitu" Balas Salma"Semuanya belum tentu sayang, itu hanya pikiran kamu aja kan. Itu hanya ketakutan kamu doang, udah yaa. Jangan takut, kamu itu punya aku. Selamanya cuma punya aku" Ucap Rony"Buktiin! Jangan ngomong doang! Ngomong ke Papi kalo berani! Jangan berani nya nidurin anaknya doang" Balas Salma"Hahaha siap, aku akan ngomong sama papi kalo anaknya udah sering aku tidurin yaa. Biar di nikahin sekalian" Ucap Rony"Ya jangan gitu lah Ron! Nanti Papi aku yang shock!" Balas Salma"Hahah gemesss banget sih" Ucap Rony"Kamu ikut?" Tanya Salma"Iya dong, kalo gak ikut siapa yang jagain pacar aku ini? Hmm?" Balas Rony"Yaudah deh, bantuin aku ya nanti kalo aku beneran di jodohin" Ucap Salma"Iya sayang, udah ya jangan khawatir" Balas RonySalma tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya"Jangan sedih sayang, everything will be fine. Trust me" Ucap Rony sembari mengusap lembut pipi SalmaSalma memeluk Rony erat, menyalurkan segala kegelisahan di hati dan pikirannya. Rony pun membalas pelukan Salma tak kalah erat, menyalurkan ketenangan bagi wanitanya itu."Ekheemm" Suara Papi Salma membuyarkan pelukan mereka berdua"Masuk mobil Ca!" Pinta Papi Salma"Pi, ini gak seperti yang papi Li - ""Masuk!" Tegas Papi Salma"Masuk ya, aku gapapa" Ucap Rony lirih"Tapi Ron - ""Udah gapapa masuk ya" Pinta Rony lembutSingkat cerita kini mereka semua sudah berada di sebuah ruangan VVIP restoran mewah."Sebelum memulai dinner ini, Papi mau bicara serius sama kamu sayang" Ucap Papi SalmaMakin gaenak kan perasaan gue *batin Salma"Kenapa Pi?" Tanya Salma"Sebenernya, Papi dan Mami sudah menjodohkan kamu dengan anak dari Om Rama dan Tante Rina" Ucap Papi SalmaApa gue bilang! Bener kan ketakutan gue dari tadi! Arghh sial!! Gue cinta Rony! Gue mau dia bukan yang lain *batin Salma"Caca sayang? Kok bengong?" Tanya Mami Salma"Pi, Mi, Caca gamau di jodohin! Caca udah punya pilihan sendiri!!!" Ucap Salma sedih"Tapi maaf Ca, kali ini kamu gabisa nolak karena Papi udah nikahin kamu sama dia sebelum Papi berangkat ke London kemarin sama Mami" Balas Papi Salma"Gausah bercanda ya Pi!! Caca gak suka Papi ngarang cerita begini!!!" Balas Salma"Papi beneran! Sebelum Papi berangkat ke London dan di malam kamu papi kurung di kamar! Di bawah Papi sedang melangsungkan akad nikah kamu sama ustadz dan suami kamu""Memang baru nikah secara agama, tapi kita akan melangsungkan pernikahan kamu secara negara dan resepsinya Minggu depan" Balas Papi Salma"Hiks hiks Papi jahat! Papi gak mikirin gimana perasaan Caca! Caca bahkan gatau Caca di nikahkan sama siapa! Papi jahat!!" Ucap Salma terisak"Kata siapa kamu gatau? Bahkan selama ini kamu udah tinggal dan tidur sama dia" Balas Papi SalmaDegTiba-tiba jantung Salma berdegup sangat kencang mendengar ucapan Papinya"Ma - Maksud Papi apa?" Tanya Salma gugup"Hay sayang, maaf ya. Kamu kaget ya sama ini semua?" Sapa Rony"Ron? Pi? Apa sih ini! Caca gak ngerti!!" Bentak Salma"Hey hey tenang yaa, maafin aku kalo selama ini aku bohongin kamu""Boleh aku jelasin sekarang sama kamu gak?" Tanya Rony lembut sembari menggenggam kedua tangan Salma"Jelasin" Balas Salma datar"Satu bulan sebelum Papi Mami kamu ke London, aku di suruh pulang ke Indonesia sama Mama Papa. Untuk nemuin Caca kecil yang sekarang udah gede ini, pasti kamu lupa kan kalo kita dulu temen kecil? Sebelum akhirnya aku pindah ke Belanda sama Mama Papa?" Tanya RonySalma hanya menganggukkan kepalanya"Iya sih, soalnya kamu masih kecil banget waktu itu. Jelas kalo kamu lupa haha""Mama Papa bilang kalo mereka mau jodohin aku sama kamu. Awalnya aku nolak, tapi setelah aku lihat foto kamu aku langsung terima. Yakali nolak cewek secantik ini yakan hahaha" Ucap RonySalma memukul lengan Rony, jujur dia sangat malu di depan keluarganya saat ini"Akhirnya aku pulang ke Indonesia, selama hampir sebulan aku selalu ikutin kamu dari jauh. Aku pantau pergaulan kamu, kuliah kamu dan segala tentang kamu. Papi kamu juga cerita semuanya tentang kamu, gimana khawatir nya papi kamu sama kamu sayang""Akhirnya Papi mutusin untuk nikahin aku sama kamu sebelum beliau berangkat ke London. Supaya aku bisa jagain kamu dan tinggal satu atap sama kamu. Kenapa harus nyamar jadi bodyguard? Itu karena kemauan aku sendiri""Aku mau kita lebih deket dan bisa pendekatan secara natural aja. Ternyata rencana ku berhasil kan, kita bisa saling cinta dan sayang tanpa ada keterpaksaan dari perjodohan ini? Dari sini juga aku tau kamu orang nya tulus. Kamu bahkan gak pernah malu ngenalin aku sebagai pacar kamu padahal aku hanya bodyguard kamu""Selain itu, aku jadi makin tau kamu setelah kita sama-sama beberapa bulan ini sayang. Kamu gadis yang baik, kamu kemarin hanya terbawa pergaulan aja. Terbukti setelah kamu menjauh dari mereka, kamu berubah jadi lebih baik. Aku bangga sama kamu sayang""Kamu penurut, kamu gak pernah bantah aku sedikit pun. Kamu tulus dan kamu selalu menghargai aku sebagai pasangan kamu. Makasih ya istriku" Ucap Rony"Jadi selama ini kita - ""Iya, kamu istri aku dan aku suami kamu. Kita SAH secara agama sayang. Jadi walaupun kita kemarin satu kamar dan tidur bareng itu gak zina. Karena kita udah halal" Balas Rony"Sumpah aku masih speechless. Semuanya terlalu tiba-tiba buat aku! Papi, Mami dan kamu semuanya bohongin aku!!" Ucap Salma"Maafin Papi Ca, papi cuma takut ninggalin kamu dalam waktu yang lama tanpa pengawasan. Apalagi pergaulan kamu waktu itu sangat membawa pengaruh buruk sama kamu. Papi percaya sama Rony, dia bakalan bisa jagain kamu. Tapi papi gak akan mungkin biarin dia jagain kamu 24 jam tanpa ada ikatan. Makanya Papi nikahin kalian tanpa sepengetahuan kamu sebelumnya. Maaf ya sayang" Ucap Papi Salma"Caca sayang, semuanya memang awalnya terpaksa. Tapi sekarang kamu cinta kan sama Rony? Rencana Rony berhasil kan? Dia bisa bikin kamu jatuh cinta dengan sendirinya tanpa ada rasa terpaksa karena perjodohan. Rony laki-laki yang baik, dia cocok jadi suami kamu sayang. Jangan marah lagi ya" Balas Mami Salma"Maafin aku ya Ca, maaf kalo aku yang berperan dalam kebohongan ini. Tapi aku beneran gamau kehilangan kamu sayang. Aku cinta banget sama kamu, please maafin aku ya" Ucap Rony"Maafkan anak papa ya Ca. Dia cinta banget sama kamu. Tolong terima dia jadi suami kamu" Timpal Papa Rony"Iya sayang, maafin Rony ya nak. Semoga kamu bisa maafin dan terima Rony sayang" Timpal Mama Rony"Gak, Caca gamau" Ucap Salma"Ca? Aku sayang sama kamu, pleasee maafin aku. Aku janji aku gak akan bohongin kamu lagi, tolong Ca. Jangan kaya gini sayang, maafin aku yaa. Please ma - ""Aku gamau nolak pernikahan ini Ron. Dengerin dulu dong sampe aku selesai ngomong" Ucap Salma tersenyum"Astaghfirullah Ca, jantung aku hampir copot tau gak! Aku kira kamu nolak pernikahan ini dan kamu marah sama aku. Ck nakal banget sih" Balas Rony sembari menyentil pelan kening Salma"Aku emang masih marah ya sama kamu! Kamu tega banget bohongin aku selama ini" Omel Salma"Iya iya maaf ya sayang, aku bakal turutin apapun kemauan kamu deh asal kamu mau maafin aku" ucap Rony"Beneran ya?" Tanya Salma"Iya beneran" Balas Rony"Yaudah oke, pulang dari sini wajib beli Seblak! Gamau tau" Ucap Salma"Ca tapi udah malem sayang, besok ya" Balas Rony"Iya Ca, besok aja ih. Ini udah malem, mami marah ya kalo kamu masih maksa beli Seblak!" Omel Mami Salma"Ish, iya yaudah besok aja deh" Balas Salma"Nah gitu dong, oke besok kita langsung ke Bandung juga gapapa demi berburu Seblak yang enak buat istri aku ini" Ucap Rony"Gausah sampe Bandung juga kali Ron, disini banyak kok yang enak" Balas Salma"Hahaha okee okee terserah tuan putri deh, bodyguard nya ngikut aja" Balas RonySemua terkekeh mendengar ucapan Rony"Ish, dasar bodyguard palsu! Pantes aja malam itu gak nolak sama sekali!" Lirih Salma"Ya ngapain nolak, orang kamu sendiri yang nawarin kan. Alhamdulillah juga aku bisa dapet hak aku secara cuma-cuma haha" Bisik Rony"Alhamdulillah sih emang, virgin ku di ambil suami sendiri" Bisik Salma"Nah tuh pinter, emang itu wajib buat aku. Bukan buat laki-laki lain""Jadi ntar malem boleh kali ya yang, kan kamu udah tau kalo aku suami kamu. Udah gak tahan ini dua Minggu kamu larang aku deket-deket sama kamu. Gak dapet jatah juga, please boleh ya ntar malem ambil jatah" Mohon Rony berbisik"Ya sapa suruh bohong, kalo jujur kan kamu masih bisa dapet. Kan kalo gini justru aku yang dosa gak ngasih hak kamu hampir dua mingguan" Balas Salma"Iya gapapa yang, kan aku mau liat keseriusan kamu berubah""Yang penting pulang dari sini kita langsung gass ya yang" Bisik Rony"Iya iya, ngebet banget sih" Balas Salma"Punya aku udah kangen banget masuk sarangnya. Gabisa di tahan lagi ini mah" Bisik Rony"Ck mes - ""Udah kali bisik-bisik terus dari tadi. Ntar aja pulang dari sini baru bahas begituan" Sindir Papi Salma"Tau nih si Rony, mantu Papa jangan di gas terus. Kasian" Sindir Papa Rony"Katanya mau cepet dapet cucu, ya harus di gass terus Pa. Lagian istri Rony cantik begini, ya gabisa di anggurin dong Pa" Balas Rony"Hahaha gapapa Ron, gass terus biar cepet jadi" Ucap Papi Salma"Oke Pi, siap laksanakan" Balas Rony"Ron, ishh" Tegur Salma sembari mencubit perut Rony"Awss, sakit Ca" Adu Rony"Bodo" Balas Salma"Ya tapi jangan keseringan juga Ron. Kasian Caca nya" Balas Mama Rony"Caca suka kok kalo sering-sering Ma, iya kan sayang?" Ucap Rony"Ck! Tau ah" Kesal Salma"Hahahaha anak Mami udah gede ternyata yaa, udah jadi istri orang. Bentar lagi jadi Ibu, semoga secepatnya ya nak" Ucap Mami Salma"Aamiin" Semua orang mengaminkan doa Mami Salma***Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, hari ini Salma dan Rony akan mengulang akad nikah mereka secara resmi agar terdaftar di Negara."Sayang, kenapa kok pucet?" Tanya RonySaat ini Rony dan Salma sedang berada di hotel untuk menggelar acara resepsi."Gapapa kok mas, sedikit capek aja" Balas SalmaSalma memang di paksa oleh Mami nya memanggil Rony dengan sebutan Mas agar terdengar lebih sopan."Duduk aja ya sayang kalo kecapekan" Balas Rony"Gapapa mas, nanggung. Bentar lagi juga acaranya selesai" Balas Salma"Ck, nurut sayang. Udah duduk" Omel Rony"Yaudah iya" Balas SalmaWaktu berjalan begitu cepat, hingga kini mereka pun telat usai melaksanakan resepsi pernikahan mereka. Rony menggandeng tangan Salma untuk kembali ke kamarnya. Namun baru beberapa langkah dari atas pelaminan, Salma pingsan.Rony segera membawa Salma ke kamar dan memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Salma."Jadi gimana dok? Istri saya kenapa?" Tanya Rony panik"Sepertinya Bu Salma hanya kecapekan pak. Karena di kondisi hamil muda seperti Ibu Salma saat ini memang tidak boleh terlalu lelah. Itu bisa berbahaya juga untuk kandungannya" Balas Dokter"Hah? Istri saya hamil dok?" Tanya Rony"Iya pak, dari pemeriksaan saya tadi pada perut Bu Salma memang sedikit keras seperti ciri hamil muda""Apa kalian semua memang belum mengetahui ini?" Tanya Dokter"Belum dok, istri saya gak cerita apa-apa. Istri saya juga gak mengalami morning sickness seperti ibu hamil biasanya" Balas Rony"Tanda awal kehamilan gak selalu mengalami morning sickness pak. Kadang gejala itu bisa datang terlambat, setelah masuk trimester kedua atau bahkan baru mengalami trimester ketiga. Semua kondisi ibu hamil itu berbeda-beda""Tapi untuk lebih jelasnya lebih baik besok Bu Salma di periksakan ke dokter kandungan saja ya pak" Ucap Dokter"Baik dok, terimakasih atas penjelasannya" Balas Rony"Yaudah kamu temenin istri kamu Ron. Biar kita semua anter dokter, biar Caca dan kamu bisa istirahat. Kasian Caca" Ucap Mama RonySetelah semua orang pergi, Rony duduk di ranjang sebelah Salma yang masih belum sadarkan diri. Rony mengusap perut rata Salma"Semoga kamu beneran ada disini ya nak, Papa berharap kamu udah hadir di perut Mama" Ucap Rony"Eughh mass" lenguh Salma"Hay? Akhirnya sadar juga. Kecapekan ya sayang" Ucap Rony lembut"Aku kenapa mas? Kok tiba-tiba di kamar?" Tanya Salma"Kamu tadi pingsan, yaudah mas gendong aja ke kamar" Balas Rony"Ya Allah mas, maafin aku ya. Kamu pasti kesusahan gendong aku ke kamar. Maaf ya mas" Ucap Salma"Sutss sutss jangan ngomong gitu sayang. Kamu itu tanggung jawab mas. Gak ada yang kesusahan disini, mas ikhlas gendong kamu mau sampe mana pun mas siap sayang""Udah ya, sekarang bebersih terus istirahat. Ayo mas bantu sayang" Ucap Rony"Makasih ya mas" Balas Salma"Sama-sama sayangku" Balas RonyKeesokan harinya, Rony sudah menyiapkan seluruh perlengkapan dirinya dan Salma. Rony sama sekali tak mengizinkan Salma untuk bergerak dari ranjang. Semua nya Rony lakukan sendiri, dari membereskan koper hingga menyiapkan baju Salma.Salma yang bingung hanya bisa pasrah, karena menurut Salma jika Rony sudah melarangnya dengan tegas Salma pun tak berani membantahnya."Loh mas, kok ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" Tanya Salma"Gak ada yang sakit sayang, udah ayo turun" Ajak Rony"Oh, kamu mau jenguk temen kamu yaa" Ucap SalmaRony hanya tersenyum lalu menggandeng Salma menuju ruangan dokter kandungan. Rony sudah membuat janji oleh dokter di rumah sakit ini semalam."Loh mas kok masuk ke dokter kandungan? Temen ka - ""Selamat siang Ibu Salma dan Bapak Rony" Sapa Dokter kandungan"Siang dok" Balas keduanya"Silahkan Bu Salma, berbaring di ranjang ya" Ucap Dokter"Hah? Maksudnya? Apa sih mas?" Tanya Salma bingung"Sayang periksa dulu ya, kita lihat kamu hamil atau gak? Soalnya semalem pas kamu pingsan, dokter keluarga menyarankan aku untuk periksa in kamu ke dokter kandungan. Karena dia yakin kalo kamu lagi hamil" Ucap Rony"Mas gak mungkin dong, kan selama ini kita berhubungan juga aku selalu rutin minum obatnya" Balas Salma"Udah periksa dulu ya, sapa tau emang rezeki kita" Ucap Rony"Baik saya periksa dulu ya Bu" Ucap Dokter"Ini bisa di lihat di monitor ya pak, Bu. Yang titik kecil hitam itu janin kalian. Masih sangat kecil, sepertinya ini baru berusia tiga mingguan pak Bu" Jelas dokter"Masyaallah sayang, Alhamdulillah kamu beneran hamil" Ucap Rony lalu mengecup kening Salma"Mas? Ini beneran?" Tanya Salma bingung"Iya sayang, kan dokter sendiri yang bilang" Balas Rony"Tapi anak saya sehat kan dok?" Tanya Rony"Sehat pak, janin nya juga kuat. Tapi nanti saya tetap akan resepkan vitamin untuk Bu Salma yaa" Balas DokterSelesai memeriksakan kandungan dan menebus obat. Kini Salma dan Rony sudah kembali di mobil mereka. Rony duduk di belakang mendampingi Salma karena mereka memang di antar supir mereka."Sayang makasih ya sayang, mas bahagia banget. Mas akhirnya punya anak sama kamu" Ucap Rony mengusap perut rata Salma"Mas kok aku masih bingung sih, kenapa aku bisa hamil? Kan aku selalu minum obat KB" Balas Salma"Hehe maaf ya sayang, mas tuker obat kamu dari Pil KB jadi Pil penyubur kandungan. Itu semua juga atas saran Papi dan Mami kamu waktu itu. Maaf yaaa" Ucap Rony"Astaghfirullah! Pantesan aja! Ternyata kalian sekongkol lagi ya di belakang aku!" Omel Salma"Hehe maaf sayang, mereka ngebet banget pengen punya cucu. Pas mas bilang kamu konsumsi pil KB mereka marah dan maksa mas buat ganti obat itu tanpa sepengetahuan kamu. Maaf ya sayang" Ucap Rony"Bodo ah, kesel aku sama kamu dan mami papi" Balas Salma"Kamu gak seneng ya ada adik bayi di perut kamu? Kamu gamau ya hamil anak mas?" Ucap Rony memelas"Ish, apa sih kok ngomongnya gitu! Ya aku seneng lah, ada adik bayi di perut aku! Aku juga seneng aku bisa hamil anak kamu. Tapi aku kaget aja, kehadiran dia bahkan gak aku ketahui sama sekali. Kalo dari kemarin aku makan atau melakukan hal yang bisa bahayain adik bayi gimana? Kan aku juga yang nyesel nantinya!" Omel Salma"Maaf sayang, maaf yaa. Mas gak kepikiran sampe situ. Maafin mas sayang" Ucap Rony panik"Untung anak kamu kuat! Kalo sampe adik bayi kenapa-napa, aku gak akan maafin mas!!" Ancam Salma"Sayang jangan gitu, mas juga gak akan biarin kamu dan adik bayi kenapa-napa. Mas sayang sama kalian, mas janji bakalan jagain kalian sayang. Maafin mas ya sekali lagi" Ucap Rony"Kamu juga pernah bohong, bilang Mama kamu udah meninggal ya m
Mystery boss
"Sasa! Ini masih salah! Udah berapa kali saya bilang sama kamu, revisi berkas ini hati-hati! Kamu mau bikin saya rugi? Hah!" Bentak Lian"Maaf pak, tapi bukan saya yang revisi berkas itu. Kan kemarin bapak minta Pak Paul yang revisi berkas itu dan saya handle acara anniversary bapak sama istri bapak di resto Valleta" Balas Salsa"Ya harusnya kamu bantu handle dong revisi berkas ini! Kan kamu tau hari ini kita meeting sama klien tentang masalah ini!""Kamu tuh bisa kerja gak sih sebenernyaa!" Bentak Lian"Astaga pak! Bapak yang adil dong, jangan mentang-mentang pak Paul saudara bapak. Kalo beliau salah, bapak melimpahkan sama saya!""Bapak kira handle acara anniv bapak gak ribet? Bapak itu banyak requestnya! Mau ini lah, mau itu lah! Gimana saya bisa handle dua tugas sekaligus?!""Bapak tanya saya bisa kerja apa gak? Selama ini kalo bukan saya, siapa lagi yang betah jadi sekertaris bapak? Semuanya resign dan gak betah kerja sama bapak!""Dan hari ini rasanya sudah gak kuat lagi kerja sama bapak! Saya juga mau resign! Saya capek di salah-salahin terus! Di marah-marahin terus! Padahal disini juga bapak gak becus kerja!" Bentak Salsa"Wah! Berani sekali kamu ya!" Ucap Lian"Berani! Ngapain gak berani! Bapak bukan Tuhan yang harus saya takuti!" Balas SalsaLian tersenyum miring lalu bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Salsa."Sekali lagi saya tanya, berani kamu sama saya? Hhmm" Ucap Lian yang terus mendekat pada SalsaSalsa tetap mencoba memberanikan diri namun langkahnya terus mundur saat Lian perlahan maju mendekat padanya"Berani! Saya berani sama bapak!" Tegas SalsaHingga Salsa merasa tubuhnya sudah menabrak dinding, namun Lian masih saja terus mendekat. Dan saat Salsa hendak menghindar, dengan cepat Lian mengukung tubuhnya dengan kedua tangan Lian yang sudah bertumpu pada dinding"Ngomong sekali lagi dan tatap mata saya! Bilang kalo kamu berani sama saya!" Tegas Lian"Saya berani sama bapak! Saya bukan pengecut yang takut sama atasan toxic seperti bapak! Saya - "Ucapan Salsa terhenti saat Lian tiba-tiba mencium bibirnya. Bukan hanya mencium namun Lian bahkan melumat bibir sekertaris cantiknya itu.Hingga kesadaran Salsa kembali penuh, ia segera mendorong tubuh Lian dan mengusap bibirnya"Bapak kurang ajar ya! Ngapain bapak cium-cium saya! Bapak itu udah punya istri! Keliatannya aja kek kecintaan banget sama istrinya, tapi ternyata sama aja brengsek!""Ohh jangan-jangan sekertaris bapak yang dulu juga bapak giniin? Iya? Hah! Pantes mereka gak betah! Selain toxic bapak juga mesum! Ini pelecehan tau gak pak! Saya bakal laporin bapak!" Tegas Salsa"Laporin ke siapa? Hhmm? Emang bisa?" Tanya Lian kembali mendekat pada Salsa"Laporin ke - ""Awhhhh pakkkk!! Turunin!! Pak Liannn!!!" Teriak Salsa ketika Lian tiba-tiba menggendongnyaSalsa semakin panik saat Lian membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya. Pikiran Salsa semakin kalut ia takut jika Lian akan berbuat nekat padanya.Lian membawa Salsa ke ranjangnya, dan setelah mengunci pintu kamarnya. Lian menatap wajah Salsa yang mulai ketakutan."Pak! Bapak jangan macem-macem ya sama saya! Saya punya nomer istri bapak! Saya telpon istri bapak dan bilang kalo suaminya brengsek!" Ancam Salsa sembari mencoba menelpon istri LianNamun tangan Lian lebih cepat, ia mengambil ponsel Salsa lalu membuangnya. Lian bahkan berhasil menindih tubuh Salsa dan membuat Salsa semakin ketakutan."Kenapa? Takut? Hhmm? Bukannya tadi bilang kamu berani sama saya? Hhmm" Ucap Lian"Gila! Bapak udah gila! Lepasin pak! Jangan macem-macem sama saya!" Balas Salsa"Saya gak akan macem-macem, untuk pemula seperti kamu, sepertinya cukup satu macam saja" Balas Lian dengan muka menggoda"Pak Liannnnnnn!!! Jangan macem-macemmmmm!!!" Teriak Salsa"Tadi kamu bilang apa? Saya brengsek? Iya? Hhmm?""Saya gak brengsek Sasa, saya ini setia sama istri saya! Saya cinta sama dia, dan saya gak pernah mengkhianati dia""Saya juga gak pernah kurang ajar sama sekertaris-sekertaris saya sebelumnya karena mereka juga gak kurang ajar sama saya! Berbeda sama kamu""Kamu berani menantang saya! Kamu berani melawan saya, dan kamu berani menghina saya!""Saya cuma mau kasih kamu pelajaran, supaya kamu tau siapa saya! Kamu gak akan berani ngelawan saya lagi" Ucap Lian"Saya gak akan tak - "Ucapan Salsa terhenti saat Lian tiba-tiba kembali menciumnya. Lidah Lian bahkan langsung masuk ke dalam mulut Salsa saat Salsa membuka mulutnya.Salsa sempat memberontak dan mendorong tubuh Lian, namun tubuh Lian terlalu kuat dan membuatnya tak mampu menyingkirkan tubuh Lian. Dan anehnya, ciuman Lian justru berhasil membuat Salsa kini menerimanya. Salsa bahkan mencoba membalas ciuman atasannya ituTangan Lian sudah sibuk meremas kedua payudara Salsa yang masih tertutup bra setelah Lian membuka kemeja Salsa."Ahh Jangannhh Pak Liahhh" Desah SalsaLian tersenyum miring saat Salsa mendesah menyebut namanya. Dada Salsa pun penuh dengan bekas karya Lian. Dan saat Lian hendak membuka bra Salsa, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuat Lian kesal."Kita harus meeting, rapikan pakaianmu! Dan inget, kalo kamu berani sama saya lagi! Beneran habis kamu sama saya!" Ucap LianSalsa menggeram kesal, mengapa ia terlalu bodoh dan malah menikmati cumbuan dari Lian. Salsa tau Lian itu sudah beristri, dan Salsa sangat membenci atasannya itu. Namun hari ini, ia justru membiarkan bosnya menyentuh tubuhnya.Saat berangkat meeting pun, Lian bersikap acuh pada Salsa seolah tak pernah terjadi apapun diantara mereka. Tindakan Lian benar-benar membuat Salsa semakin membenci lelaki itu."Pastikan baju kamu terkancing dengan benar! Di dada kamu penuh bekas saya! Saya gamau orang lain curiga sama kamu!" Tegas Lian setelah sampai di tempat meeting"Biar aja! Biar orang tau kalo bosnya itu mesum dan berusaha memperkosa saya!" Balas Salsa"Tidak ada orang yang diperkosa tapi menikmati dan malah mendesah Sasa! Kamu itu menikmati cumbuan saya! Memang awalnya saja dipaksa, tapi lama kelamaan kamu menikmati" Ucap Lian"Memberontak pun percuma! Tenaga bapak jauh lebih besar dari saya! Dan mulai besok saya pastikan saya akan berhenti jadi sekertaris bapak! Saya gak peduli mau bapak ngancem saya atau apa! Lebih baik saya berhenti daripada kehormatan saya di renggut sama orang seperti bapak!" Balas Salsa lalu keluar dari mobil meninggalkan LianLian menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis"Saya suka dengan perempuan pemberani seperti dia. Dan saya pastikan, ucapan kamu hanya akan menjadi mimpi Sasa. Saya gak akan melepaskan apa yang sudah jadi milik saya!""Bekas di tubuh kamu sudah menandakan kalo sejak hari ini kamu itu milik saya! Mau kamu lari ke ujung dunia pun, kamu akan tetap kembali pada saya" monolog Lian***Lian dengan santai masuk ke dalam kamarnya, dan melihat bagaimana istrinya berkhianat dengan sahabatnya sendiri.Lian bertepuk tangan dengan senyuman yang tak bisa di artikan, hingga membuat keduanya terkejut saat Lian memergoki mereka tengah bercinta di kamar Lian."Saya gak nyangka kalian bisa ada di tahap seberani ini bercinta di kamar saya!""Belum cukup selama ini kalian berkhianat di belakang saya di berbagai hotel? Hhmm" Tegas LianLian memang sangat mencintai istrinya, wanita yang Lian nikahi sejak dua tahun lalu merupakan satu-satunya wanita yang sangat Lian cintai. Selama ini banyak yang menggoda Lian, termasuk sekertaris-sekertaris sebelum Salsa. Namun Lian tak pernah tergoda karena kesetiaannya pada istrinya.Hingga beberapa kali akhirnya Lian mengetahui jika istrinya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Lian masih menahan semuanya dan mencoba menganggap istrinya tak pernah berselingkuh. Hingga Lian selalu mendapatkan penolakan dari istrinya saat meminta haknya, disitu Lian mulai merasa jika istrinya memang sudah tak pantas untuk di pertahankan.Bagaimana tidak, istrinya hampir setiap hari bertemu sahabatnya di hotel dan Lian tau apa yang mereka lakukan pasti lebih dari sekedar bertemu. Namun saat berada dirumah, istrinya selalu menolaknya. Memuaskan pria lain dia bisa, sedangkan suaminya tak pernah ia layani selayaknya istri pada umumnya"Sayang? Kamu salah paham sayang, ini gak seperti yang kamu liat, ak - ""Salah paham kata kamu? Salah paham dari mana Syifa? Jelas-jelas saya melihat kamu sangat menikmati permainan Regan!" Bentak Lian"Sayang, kamu salah paham. Aku di jebak sama Regan, aku gak pernah selingkuh Lian" ucap Syifa"Hahahaha liat Re, bahkan pasangan ranjang lo ini udah ngefitnah lo loh" Ucap Lian"Sorry Li, gue - ""Udah lah, kalian cocok kok. Pengkhianat dengan pengkhianat memang cocok""Dan untuk kamu Syif, saya sudah tau pengkhianatan kamu sejak lima bulan lalu! Tapi saya menahan semuanya karena saya masih cinta sama kamu, saya sengaja menunggu sampai saya benar-benar lelah dan bisa melepaskan kamu!""Dan malam ini, saya sudah yakin 100% cinta saya sudah benar-benar hilang untuk kamu. Saya sama sekali gak sakit hati setelah melihat secara langsung pengkhianatan kamu""Syifa Cantika Raharjo, saya Varelian Wiratama dengan sadar ingin menceraikan kamu!" Ucap LianLian mengulangi perkataan hingga tiga kali, dan saat itu pula pernikahan Lian dan Syifa berakhir."Lian gak! Hiks hiks, aku gamau Lian. Aku gamau cerai sama kamu, tolong maafin aku Lian, aku khilaf hiks hiks" Mohon Syifa"Khilaf itu sekali Syif, sedangkan kamu? Kamu sudah berbulan-bulan mengkhianati saya! Saya bahkan tau kamu pernah hamil anak Regan, tapi kamu gugurin!""Kamu sadar? Semenjak kamu berhubungan dengan Regan, kamu bahkan gapernah ngasih hakku sebagai suami! Kamu tidur dengan dia sepuasnya, tapi suami kamu? Kamu biarkan menuntaskan hasratnya sendirian!""Tapi semua gak ada masalah Syif, berkat itu semua saya jadi terbiasa hidup tanpa kamu! Dan berkat itu pula, saya berhasil menghilangkan rasa cinta itu dengan cepat!""Talak saya gak akan saya cabut, saya sudah menalak kamu tiga kali! Dan pernikahan kita berakhir, saya juga sudah mendaftarkan perceraian kita minggu lalu. Kamu tinggal datang di persidangan minggu depan!" Tegas LianSyifa bersimpuh di depan Lian, ia benar-benar takut jika Lian menceraikan dan mengusirnya."Maafin aku Lian hiks hiks, tolong jangan ceraikan aku. Aku gapunya siapa-siapa Lian, aku cuma punya kamu hiks hiks" Ucap Syifa"Rumah ini akan saya jual, saya gak sudi tinggal di rumah yang sudah menjadi bekas kamu dan selingkuhan kamu!""Jadi cepat bereskan pakaian kamu dan pergi dari sini!" Bentak Lian"Dan untuk lo Regan, gue gamau liat muka lo lagi di kantor gue! Besok, gue akan minta hrd untuk kirim surat pemutusan kerja sama lo!" Lanjut Lian"Li, gabisa gitu dong. Ini gak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan! Oke gue salah karena gue udah selingkuh sama Syifa, tapi pekerjaan gue gak ada masalah selama ini! Lo gak boleh mecat gue seenaknya!" Ucap Regan"Itu kantor gue, dan semua terserah gue! Paham lo!" Tegas Lian lalu pergi meninggalkan kedua orang itu***Keesokan paginya, Salsa yang sudah membawa berkas pengunduran diri masuk ke dalam ruangan Lian."Pak, ini surat pengunduran diri saya. Tolong segera tanda tangani surat saya pak" Ucap SalsaLian tak menjawab, ia tetap diam dalam posisinya saat ini. Duduk di sofa ruangannya dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya"Pak Lian" Ucap Salsa"Letak di meja, nanti saya tanda tangani" Lirih LianSalsa yang sedikit khawatir dengan Lian pun duduk di sebelah Lian dan mencoba menyentuh Lian"Pak? Pak Lian gapapa?" Tanya SalsaLian hanya menggelengkan kepalanya"Pak? Bapak sakit ya? Saya anter ke rumah sakit yuk" Ajak Salsa mulai khawatir"Saya gapapa Sa, kamu bisa pergi dari ruangan saya" Balas Lian"Saya gak mungkin pergi sebelum memastikan kondisi bapak baik-baik saja""Bapak kenapa? Ada masalah? Bapak mau cerita sama saya? Saya siap dengerin cerita bapak pak" Balas SalsaDan saat itu pula, Lian langsung memeluk erat tubuh Salsa"Syifa jahat Sa, dia selingkuh sama Regan. Dia bahkan hamil anak Regan Sa hiks hiks. Saya salah apa Sa? Selama ini saya sangat mencintai dia, tapi balasan dia seperti ini Sa""Bahkan semalam, saya melihat mereka bercinta di kamar saya Sa hiks hiks" Ucap LianSalsa membulatkan wajahnya mendengar cerita pilu Lian. Salsa tau bagaimana cintanya Lian pada Syifa, namun ia tak menyangka jika Syifa bisa mengkhianati Lian dengan sahabatnya sendiri"Pak, bapak sabar yaa. Ini mungkin cara Tuhan menyadarkan bapak jika Bu Syifa memang bukan istri yang baik untuk bapak" Balas Salsa"Saya sudah tau beberapa bulan lalu Sa, tapi saya tahan karena saya masih mencintai dia. Bahkan di hari ulang tahun pernikahan kita, semua yang kamu siapkan itu sia-sia. Dia gak datang Sa, karena dia kelelahan setelah melayani Regan""Sampai puncaknya semalam, hati saya benar-benar mati untuk dia. Saya gak merasa sakit hati lagi, tapi hanya rasa kecewa melihat kedua orang yang dekat dengan saya bisa tega berkhianat di belakang saya" Ucap Lian"Bapak udah tau? Tapi bapak hanya diam?" Tanya Salsa"Iya Sa, karena saya ingin tau seberapa kuat saya menahan semuanya. Dan ya, hati saya lelah dan mati dengan sendirinya setelah berkali-kali melihat pengkhianatan mereka""Saya bahkan berbulan-bulan gak pernah mendapatkan hak saya sebagai suami. Tapi Syifa justru memberikan kepuasan pada laki-laki lain, pada sahabat saya sendiri Sa""Tapi sekarang saya sudah lega Sa, saya sudah menalak Syifa semalam. Dan minggu depan sidang perceraian pertama saya dan Syifa Sa" Ucap Lian"Bapak menceraikan Bu Syifa?" Tanya Salsa"Iya Sa, saya gak akan pernah memaafkan pekhianatan. Lagi pula, cinta saya sudah mati untuk dia. Pernikahan saya sudah hancur, dan saya sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan Syifa" Balas Lian"Bapak, sabar yaa. Mungkin ini sudah cobaan untuk bapak supaya bisa lebih baik kedepannya""Bapak harus ikhlas, Allah pasti sudah siapkan hal yang baik dan membahagiakan setelah ini. Bapak harus sabar dan ikhlas ya pak" Ucap Salsa"Makasih ya Sa""Tapi apa boleh saya minta satu permintaan sama kamu?" Tanya Lian yang sudah melepaskan pelukannya"Apa pak?" Tanya Salsa"Jangan resign ya, jangan tinggalin saya. Saya butuh kamu Sa, saya nyaman kerja sama kamu. Saya bahkan sangat percaya sama kamu sampai saya bisa mencurahkan semua permasalahan rumah tangga saya sama kamu"" At least kalo kamu emang tetep mau resign, jangan sekarang yaa. Tunggu kondisi saya sudah sembuh kembali dan siap menghadapi apapun lagi. Boleh?" Tanya LianSalsa sempat berpikir, ia juga kasian melihat kondisi Lian yang memprihatinkan. Walaupun Salsa membenci Lian, namun ia juga tak tega jika melihat Lian semenyedihkan ini."Yaudah, iya pak. Saya gak jadi resign" Balas Salsa"Beneran Sa?" Tanya Lian"Bener pak, walaupun saya benci sama bapak tapi saya juga masih punya rasa kemanusiaan. Saya gak tega ninggalin bapak dengan keadaan yang masih kalut kek gini" Balas SalsaLian tersenyum lalu kembali mempererat pelukannya dan memposisikan wajahnya pada leher Salsa senyaman mungkin"Terimakasih ya Sa. Bulan ini gaji kamu naik, dan saya akan kasih bonus kamu tiap bulan" Balas Lian"Hhmm makasih Pak""Yaudah, lepas dulu pelukannya pak. Saya mau balik kerja dulu" Ucap Salsa"Ini juga termasuk kerjaan kamu sekarang Sa, manjain saya. Saya masih butuh pelukan kamu, jangan pergi dulu" Balas Lian"Hah? Manjain bapak? Yang bener aja sih pak, bap - ""Sutss, diem. Saya gamau denger kamu protes" Ucap LianSaat Lian sibuk memeluk Salsa, ponsel Lian bergetar dan Lian segera melihat ponselnya dan melepaskan pelukannya pada Salsa"Liat Sa? Semua bukti sudah ada di tangan saya, gampang untuk saya cerai dari Syifa. Atau mungkin sekalian memenjarakan mereka berdua karena berselingkuh dibelakang saya" Ucap Lian sembari memberikan ponselnyaSalsa terperangah melihat video yang Lian berikan, disana jelas terlihat istri Lian dan sahabat Lian tengah bercinta selayaknya pasangan suami istri"Ihh, udah pak. Gamau liat" Ucap Salsa"Kenapa? Biar kamu percaya kalo saya gak bohong" Balas Lian"Iya, saya percaya sama bapak kok. Gausah di liatin video gituan juga" Ucap Salsa"Hahaha kenapa? Emang kamu gapernah nonton video porno?" Tanya Lian"Ya gapernah lah pak, buat apa juga" Balas Salsa"Buat belajar dong" Balas Lian"Belajar apaan? Video begituan kok buat belajar" Balas Salsa"Ya buat belajar, biar pinter waktu praktekkin sama saya" Bisik Lian"Ihh pak Lian! Jangan mulai nyebelin ya" Balas Salsa sembari mendorong Lian"Hahaha becanda Sasa cantik""Udah sana balik kerja, makasih udah nemenin saya ya" Ucap LianSalsa tersenyum malu saat Lian memujinya cantik"Saya balik kerja dulu pak" Balas Salsa lalu pergi dari ruangan LianSetelah Salsa pergi, Lian tersenyum puas. Rencananya untuk membatalkan niat Salsa akhirnya berhasil"Akhirnya, kucing kecil gue masuk perangkap juga. Pinter juga akting gue supaya Sasa kasihan dan batalin niat dia buat resign""Syifa, thanks yaa. Gara-gara video murahan lo ini, gue bisa bikin Sasa percaya semenyedihkan apa hidup gue setelah lo selingkuh""Padahal gue cuma pengen tarik simpati Sasa aja, gue sama sekali gak sedih dengan apa yang lo lakuin. Karena cinta gue beneran udah mati sama lo" Monolog Lian***Hari ini Salsa terpaksa harus mengikuti jadwal Lian untuk meeting di Surabaya. Paul tak bisa menemani Lian karena Paul tengah mempersiapkan pertunangannya. Akhirnya Salsa terpaksa menemani bosnya yang baru saja resmi berstatus duda setelah perceraiannya di kabulkan oleh pengadilan agama.Tumben banget ini orang gak rese? Biasanya gangguin gue mulu *batin SalsaPasalnya sejak berangkat dari kantor tadi, Lian hanya diam dan tak sedikit pun menggoda Salsa."Pak? Bapak kenapa?" Tanya Salsa"Kepala saya pusing banget Sa" Balas Lian yang tanpa aba-aba menyenderkan kepalanya pada bahu Salsa"Loh? Badan bapak panas, bapak demam ya. Kita ke rumah sakit aja ya pak" Ucap Salsa"Gak perlu Sa, saya memang begini kalo udah kecapekan. Saya cuma butuh istirahat" Balas Lian"Beneran pak?" Tanya Salsa"Iya Sasa""Tolong anterin ke kamar aja bentar lagi ya" Balas Lian"Iya pak" Balas SalsaSetelah mobil mereka sampai di hotel, Salsa segera membantu Lian menuju kamarnya. Tubuh Lian sangat lemas sehingga Salsa harus membantu memapah tubuh atasannya yang lumayan berat untuknya.Dan saat membantu Lian berbaring di ranjang, karena tubuh Lian yang berat membuat Salsa ikut terjatuh di ranjang. Dan dengan cepat Lian memeluk tubuh Salsa"Pak lepasin, jangan gini ih. Saya mau ke kamar saya" Ucap Salsa"Kita sekamar aja, saya gak akan apa-apain kamu. Kamu tau kan saya lagi sakit, kalo kamu tinggalin saya terus saya tiba-tiba mati gimana" Balas Lian"Astaga pak! Bapak cuma demam! Gausah lebay deh" Ucap Salsa"Saya beneran butuh kamu Sasa, saya mau tidur sambil peluk kamu" Balas Lian"Haduhh pak, setelah bapak cerai. Bapak jadi manja banget sama saya! Saya kan sekertaris bapak, bukan istri bapak" Ucap Salsa"Kalo mau saya bisa nikahin kamu sekarang kok" Balas Lian"Astagaa! Kalo ngomong emang seenak jidat ya! Ngajak nikah kek ngajak beli cilok!""Lagian saya gamau sama duda, apalagi dudanya kek bapak! Nyebelin" Ucap Salsa"Jangan asal ngomong, nanti kemakan omongan sendiri" Balas Lian"Gak akan, saya gak - ""Sutss Sasa, jangan berisik. Kepala saya pusing. Usapin kepala saya" Ucap LianSalsa pun hanya bisa pasrah dengan perintah Lian, akhirnya ia mengusap kepala Lian dengan lembut. Dan tak disangka, beberapa menit kemudian ternyata ia ikut tertidur dipelukan Lian.Lian tersenyum melihat Salsa ternyata sudah pulas di dalam pelukannya. Lian mencium bibir Salsa dan melumatnya sebentar."Jangan asal ngomong cantik, kamu lupa siapa saya? Kalo saya maunya kamu, ya kamu harus jadi milik saya!" Monolog LianLian bangkit dari ranjang lalu membereskan koper mereka berdua. Tak lupa Lian mengunci pintu kamar mereka sebelum akhirnya kembali ke ranjang dan memeluk gadis incarannya itu.Salsa terbangun saat merasa tubuh panas Lian sangat terasa di tubuhnya. Salsa bahkan kembali terkejut saat melihat kemejanya sudah terbuka dan tangan Lian yang sudah masuk ke dalam bra dan menyentuh buah dadanya.Salsa ingin sekali marah tapi melihat kondisi Lian, ia urungkan niatnya. Lian pun terbangun saat merasa Salsa bergerak menyingkirkan tangannya"Ahh Sasa, sini aja. Mau main nennnn" Rengek LianSalsa terkejut dengan tingkah atasannya yang tiba-tiba berubah seperti anak TK."Pak, kita ke rumah sakit aja yaa. Bapak makin demam ini" Ucap Salsa"Gamauuu, mau nen Sasaaaaa" Rengek Lian"Pak, tap - ""Huaaaaaaaaa hiks hiksss mau nennnnnnn. Sasa jahatttttt hiks hiks hikss" Ucap Lian sembari menangisSalsa benar-benar bingung dengan perubahan sikap Lian. Mengapa bos garang nya ini tiba-tiba berubah menjadi anak kecil saat sedang demam"Pak, jangan nangis. Ini di hotel pak, nanti orang denger gimanaa" Ucap Salsa Panik"Huaaaaaa Sasa jahattttt!!! Aku gamau temenan sama Sasa lagiii, Sasa jahatttt hiks hiks hiks" Balas Lian semakin terisakSalsa yang panik pun akhirnya membuka kembali kemejanya"Yaudah iya, main nen yaa. Jangan nangis lagi pak" Ucap Salsa panikNamun tingkah Lian benar-benar diluar prediksi Salsa, bukan tangan Lian yang memainkan dada Salsa namun mulutnya juga ikut melahap dan memainkan nipple Salsa"Shhh pakkhhh, pelan-pelann" Lenguh SalsaLian tak mempedulikan ucapan Salsa, matanya justru kembali terpejam saat ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.Salsa menghela nafas dan menghapus air mata Lian, ia juga mengusap wajah Lian yang memang sangat tampan."Kenapa gue bisa sepasrah dan semurahan ini sih sama Pak Lian. Padahal gue benci sama dia, tapi gue gapernah bisa tega sama dia""Dia udah cium gue, udah grepe-grepe gue, dan sekarang dia malah nete sama gue. Dan gue diem aja? Gue kenapa sih? Aneh banget, kenapa coba gue gak bisa marah sama ini orang? Dia kan udah kurang ajar banget sama gue, tapi gue malah gak bisa marah sama sekali sama dia" Monolog SalsaSalsa kembali tertidur dengan Lian yang masih menyesap dadanya. Panas Lian pun semakin mereda dan membuat Salsa jauh lebih tenang hingga ia tertidur di sebelah Lian.Dua jam kemudian, Lian bangun lebih dulu dan betapa terkejutnya ia saat ia bangun dengan pemandangan dada Salsa yang berada di hadapannya. Perlahan Lian bangkit dan melihat Salsa yang tertidur pulas dengan dada yang terbuka lebar. Lian dengan sadar bisa melihat kedua buah dada Salsa yang indah."Anjing, mulus banget! Pantes gue nyenyak, ternyata gue tidur sambil nete sama Sasa" Ucap Lian sembari mengusap-usap dada SalsaMelihat Salsa bergerak, Lian segera berpura-pura tidur dan kembali menyesap dada Salsa"Astaga, jadi gue ikut ketiduran""Mana Pak Lian belum bangun juga, dada gue udah sakit banget""Tapi alhamdulillah deh, udah gak demam lagi" Monolog Salsa sembari mengusap kening LianOhh, jadi tadi gue demam? Pasti gue manja banget tadi kek ke Mama atau Syifa. Pantes gue bisa nete sama Sasa, pasti gue nangis deh tadi minta nete. Gue malu banget asli, tapi gapapa lah berkat itu gue bisa mainan dada Sasa *batin Lian"Pak Lian, bangun pak. Ini udah malem, bangun yuk" Ucap SalsaPerlahan Sasa menarik dadanya dari Lian, namun Lian justru menghisap dada Salsa lebih kencang hingga membuat Salsa sedikit kesakitan"Awshh pakk, udahhh pak. Bangun pak" Ucap Salsa sembari menepuk pipi Lian sedikit kencang"Ahhhsshh sakitt" Lirih LianSalsa segera merapikan pakaiannya saat Lian sudah membuka matanya"Kenapa di tampar sih Sa? Sakit" Ucap Lian"Habisnya bapak gak bangun-bangun! Dada saya sakit bapak hisap terus" Balas Salsa"Hisap? Saya hisap dada kamu? Ngapain?" Tanya Lian pura-pura"Bapak tadi demam, bapak rewel banget sampe nangis-nangis kek anak kecil minta nen saya! Masa gak inget sih" Balas Salsa"Hah? Emang iya?" Tanya Lian"Ish, tau deh! Saya mau ke kamar dulu!" Balas Salsa kesalSaat Salsa hendak bangkit dari ranjang, Lian segera memeluk Salsa dari belakang"Saya gak inget Sa, tapi kata Mama dan mantan istri saya. Kalo saya demam, saya memang manja seperti anak kecil""Maaf ya kalo saya tadi mainan dada kamu, saya beneran gak sadar. Makasih juga karena kamu mau nurutin kemauan saya tadi" Ucap Lian lembutJantung Salsa berdebar sangat kencang saat Lian tiba-tiba bicara sangat lembut sembari memeluknya dari belakang."Ss-saya cuma gak tega liat bapak demam sambil nangis-nangis" Balas Salsa gugup"Iya, makasih ya sayang" Ucap LianSalsa semakin shock dan mencoba menatap Lian, namun gerakan Lian benar-benar cepat. Saat Salsa menatapnya, Lian langsung mencium bibir Salsa dan melumatnya.Malam ini, tak akan Lian biarkan Salsa lolos darinya. Lian terus melumat bibir manis Salsa, tangannya bahkan sudah meremas kedua dada Salsa dan perlahan membuka kemeja sekertarisnya itu. Salsa kini mulai ikut membalas ciuman Lian, gadis itu benar-benar terbuai dengan apa yang Lian lakukan padanya."Ashhh Pak Lianhh" Desah Salsa saat Lian tengah memainkan milik Salsa dengan tangan dan lidahnyaSalsa menggelinjang saat ia berhasil mendapatkan pelepasan pertamanya karena Lian. Lian tersenyum puas saat melihat Salsa tak berdaya karena ulahnya. Ia segera membuka seluruh pakaiannya dan segera mengarahkan miliknya pada Salsa"Pegang sayang, ini sekarang milik kamu" Ucap LianSalsa meneguk salivanya saat melihat milik Lian yang berukuran cukup besar. Lian pun menarik tangan Salsa agar mengusap miliknya, dan baru tangan Salsa saja membuat Lian memejamkan matanya"Saya sudah gak tahan sayang, saya mau kamu malam ini" Ucap LianLian mengarahkan pusakanya pada milik Salsa, tanpa menunggu lagi ia mencoba menerobos masuk dan membobol milik Salsa. Sesekali Lian berhenti dan memastikan keadaan Salsa, mengalihkan rasa sakit gadis itu dengan ciuman"Ahhhhh Pak Liannhhhh. Sakittt hiks hiks" Ucap Salsa terisak"Eh eh cup cup cup sayang, jangan nangis cantik. Ini udah masuk sayang, jangan nangis yaa. Maaf udah bikin sakit, sakitnya sebentar doang kok. Tahan ya sayang" Bujuk Lian sembari menghapus air mata SalsaSetelah memastikan kondisi Salsa, Lian segera menggerakkan miliknya keluar masuk dalam lubang kenikmatan milik sekertarisnya.Lian benar-benar dibuat gila dengan sekertarisnya ini, padahal dulu mantan-mantan sekertarisnya jauh lebih seksi dan menggoda. Namun Lian sama sekali tak tertarik sekalipun mereka menawarkan diri pada Lian, berbeda dengan SalsaSejak awal Salsa bekerja dengannya, Lian memang sudah jatuh hati dengan Salsa namun mencoba menepis semuanya karena Lian masih memiliki Syifa dalam hidupnya. Dan saat mengetahui pengkhianatan Syifa, akhirnya Lian berani memulai membuka kembali hatinya pada Salsa.Dan malam ini adalah malam yang sangat indah bagi Lian, setelah lama tak mendapatkan haknya dari Syifa. Malam ini Lian berbuka puasa dengan menu yang sangat spesial, Lian berhasil mendapatkan kehormatan Salsa. Lian adalah orang pertama di hidup Salsa, dan itu membuat Lian sangat bahagia"Makasih sayang, makasih untuk malam ini" Ucap Lian diakhiri mengecup kening SalsaSalsa yang sudah sangat lemas hanya bisa diam. Bagaimana tidak, Lian sungguh menggila pada tubuhnya. Lian terus menggempur Salsa hingga adzan subuh terdengar. Tubuh Salsa pun penuh dengan bekas Lian, rasanya tubuhnya sudah benar-benar hancur karena ulah Lian.***Salsa terbangun kala Lian terus saja menciumi wajahnya"Eughh pakk, masih ngantuk! Jangan ganggu" Ucap Salsa"Hey? Ini udah sore loh, saya bahkan udah kelar meeting tapi kamu masih belum bangun. Ayo bangun sayang, makan dulu" Balas Lian"Hah? Meeting? Kenapa bapak gak bangunin saya? Terus meetingnya gimana?" Tanya Salsa panik"Hey hey, tenang. Saya bisa handle semuanya sendirian kok, lagian saya gak tega minta sekertaris cantik saya ini kerja lagi. Setelah semalaman kamu lembur sama saya" Goda LianSalsa baru teringat lalu kembali menutupi wajahnya dengan selimut. Salsa benar-benar malu, apalagi sebelum tidur Lian sempat memandikannya karena ia yang sangat lemas membuatnya pasrah berada di tangan Lian."Hahaha kenapa kok di tutupin sih? Hhmm?" Goda Lian"Saya laper mau makan" Ucap Salsa dibalik selimut"Lucu banget kalo lagi malu gini, gemes" Balas LianSalsa kembali membuka selimutnya lalu menatap Lian"Bapak kenapa sih! Kenapa berubah gini? Dulu bapak jahat banget sama saya! Tapi semenjak bapak cerai, bapak jadi baik banget sama saya!""Bapak sengaja ya? Bapak mau jebak saya, bapak mau tubuh saya aja kan? Bap - "Lian mencium bibir Salsa dan menggigitnya"Awss!! Sakit pakkk" Ucap Salsa sembari mendorong Lian"Makanya, jangan asal ngomong!""Kamu lupa saya banyak uang? Kalo saya cuma butuh kepuasan, saya bisa sewa perempuan yang jauh lebih seksi dari kamu""Yang bodynya bagus, dadanya besar, bokongnya besar dan sudah pasti bisa muasin saya tanpa saya pandu seperti kamu semalam""Tapi saya gak pernah tertarik sama perempuan seperti itu, saya lebih tertarik sama sekertaris galak saya yang ternyata desahannya lebih merdu dari omelannya tiap hari" Ucap Lian"Ya terus kenapaa harus saya pak! Sekarang, masa depan saya sudah hancur di tangan bapak! Bapak harus tanggung jawab!" Balas Salsa"Iya sayang, saya pasti tanggung jawab""Besok pagi kita berangkat ke Probolinggo ya, saya mau ketemu kedua orang tua kamu. Dan saya akan nikahin kamu disana juga" Ucap LianSalsa membulatkan matanya mendengar jawaban Lian"Hah? Bapak serius?" Tanya Salsa"Serius, saya gamau Lian junior ada disini sebelum kita menikah sayang" Balas Lian sembari mengusap perut Salsa"Ck, aneh! Dimana-mana nikah dulu baru unboxing, ini malah unboxing dulu baru kepikiran nikah!" Balas Salsa"Kalo kamu gak di unboxing dulu, kamu gak akan mau nikah sama saya. Kan katanya kamu benci sama saya" Balas LianIya juga ya, tapi yang bikin gue bertanya-tanya sampai saat ini, kenapa gue gak marah sama dia tentang kejadian semalam? Kenapa gue terima dia apa-apain gue? Kenapa gue bisa sepasrah itu memberikan mahkota gue buat dia yang jelas-jelas bukan siapa-siapa gue *batin Salsa"Ya itu semua karena kamu suka sama saya, kamu gak benar-benar benci sama saya. Makanya kamu sangat menikmati semalam sama saya" Ucap Lian"Anjir? Bapak cenayang?" Tanya Salsa shock"Hahaha nebak aja sih, soalnya ngeliat kamu ngelamun pasti mikirin kejadian semalam" Balas Lian"Ck. Udahlah pak, gausah nikahin saya. Saya juga tau bapak lakuin hal semalam hanya karena pelampiasan bapak yang gak pernah dapet jatah dari mantan istri bapak kan?""Bapak itu masih cinta sama istri bapak, jadi gausah sok-sokan mau nikahin saya! Saya gamau nikah sama laki-laki yang belum selesai sama masa lalunya!""Bapak cukup tanggung jawab dengan memberikan uang sama saya 5M! Saya akan pergi dari kehidupan bapak dan melupakan semua yang terjadi semalam! Saya gak akan ganggu bapak lagi!" Ucap SalsaLian mengepalkan tangannya mendengar ucapan Salsa"Coba kamu ngomong begitu sekali lagi!" Tegas LianNyali Salsa seketika menciut saat melihat Lian tampak sangat emosi dengan tangan yang sudah mengepal"Ngomong sekali lagi Sasa!" Bentak Lian"Mm-maaf" Balas Salsa ketakutan"Kenapa minta maaf! Saya gak mau denger maaf kamu! Saya mau kamu ulangi ucapan kamu sebelumnya! Cepet!" Tegas LianSalsa hanya diam dan menunduk, selama ini ia biasa melihat Lian marah padanya. Namun entah mengapa Salsa bisa melihat kemarahan Lian kali ini berbeda dari biasanya dan itu berhasil membuat Salsa ketakutan."Cepet Sasa!" Bentak LianSalsa memeluk Lian lalu menangis dalam pelukannya"Maaf pak, jangan marah-marah hiks hiks, saya takut" Ucap SalsaLian menarik nafasnya panjang, lalu memeluk Salsa. Lian sadar jika ia sudah keterlaluan membentak Salsa"Maaf, saya cuma gak suka dengan ucapan kamu tadi. Maaf kalo bikin kamu takut, saya gak berniat seperti itu sayang" Ucap Lian lembut"Jangan marah lagi hiks hiks" Balas Salsa"Makanya nurut, kamu tau saya paling gak suka penolakan. Dan ucapan kamu tadi benar-benar nyakitin saya!""Saya bukan laki-laki brengsek! Saya melakukan itu sama kamu pakai hati dan perasaan, bukan sekedar nafsu""Jangan posisikan kamu seperti jalang, yang meminta bayaran setelah kamu memberikan tubuh kamu sama saya! Kamu bukan perempuan seperti itu Sasa!""Kalo kamu butuh uang, jadi istri saya! Jangankan 5M, semua harta saya akan jadi milik kamu! Asal kamu selalu ada di samping saya, menemani hidup saya selamanya!" Tegas LianSalsa terdiam mendengar ucapan Lian, ia tak menyangka jika Lian adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Lian bahkan sangat menghargai Salsa yang sudah rela memberikan kehormatannya pada Lian"Maaf pak" Balas Salsa"Saya maafkan, asal kamu janji gak akan ngomong macam-macam lagi! Ngerti!" Tegas Lian"Iya pak, saya janji" Balas Salsa***Salsa yang terbangun lebih dulu, menatap Lian yang masih tidur di sebelahnya."Hidup gue random banget ya, udah lama kerja sama Pak Lian dan gue bahkan benci sama dia, tapi tiba-tiba dia cerai, tiba-tiba gue tidur sama dia, dan sekarang? Tiba-tiba gue jadi istrinya?""Gue jadi bingung sama perasaan gue sendiri, gue benci apa gak sih sama dia? Kenapa gue bisa sepasrah ini sama hidup gue yang seolah di atur sama dia? Dan anehnya gue gak merasa marah sama sekali dengan semua ini" Monolog Salsa sembari mengusap lembut kepala Lian"Itu karena kamu sayang sama saya" Lirih LianSalsa segera sadar lalu menepis tangannya"Ish, kok gak ngomong sih kalo udah bangun" Gerutu SalsaLian tersenyum lalu meletakkan wajahnya pada Dada Salsa dan memeluk istrinya"Kalo saya buka mata, kamu pasti gak akan usap-usap kepala saya lagi""Usapin lagi sayang, saya suka" Ucap Lian menarik tangan Salsa kembali pada kepalanyaSalsa mulai mengusap lembut kepala Lian"Maaf ya kalo selama ini sikap saya jahat sama kamu, saya cuma profesional menjalankan tugas saya sebagai pemimpin perusahaan""Maaf kalo akhirnya sikap saya bikin kamu kesel sama saya. Atau bahkan benci seperti yang kamu bilang itu""Tapi Sayang, asal kamu tau. Benci sama cinta itu beda tipis. Mungkin kamu terlalu benci sama saya sampai akhirnya rasa benci itu berubah jadi cinta semenjak ciuman pertama kita" Ucap Lian"Gak mungkin! Emang bisa tiba-tiba cinta karena ciuman? Aneh banget!" Balas Salsa"Cinta bisa datang kapan aja dan dimana aja. Mungkin cinta kamu sama saya datang karena ciuman kita" Balas Lian"Ish, aneh banget sih" Balas Salsa"Kamu gak perlu bingung sayang, intinya sekarang saya menikahi kamu karena saya cinta sama kamu. Dan cepat atau lambat kamu juga pasti menyadari perasaan cinta kamu untuk saya" Ucap Lian"Iyain aja deh biar cepet" Balas Salsa"Saya boleh minta sesuatu?" Tanya Lian"Apa?" Tanya Salsa"Jangan panggil bapak lagi, saya sekarang suami kamu bukan atasan kamu lagi" Balas Lian"Loh? Saya di pecat? Saya masih mau kerja pak! Saya gamau dirumah aja!" Tegas Salsa"Padahal kamu tinggal terima uang dari saya Sa, kamu gak perlu capek kerja" Balas Lian"Gamau! Kalo bapak pecat saya, yaudah saya cari kerja di kantor lain!" Ucap Salsa"Coba aja kalo bisa, saya akan hubungi semua kantor di Jakarta agar black list kamu" Balas Lian"Ck, egois banget sih jadi orang!" Ucap Salsa sembari mendorong tubuh LianSalsa membelakangi Lian setelah tubuh Lian menjauh dari tubuhnya. Lian mendekat lalu memeluk Salsa dari belakang"Maaf sayang, saya becanda. Saya gak pecat kamu kok sekarang, tapi nanti kalo kamu hamil anak saya. Tolong nurut ya, berhenti kerja, cukup jadi istri dan ibu untuk saya dan anak saya. Ya sayang" Ucap Lian lembut"Iya" Balas Salsa"Sayangg, jangan marah" Bujuk Lian"Iya, gak marah" Balas Salsa"Bohong, kamu marah" Balas Lian"Gak marah pakkkk" Balas Salsa"Kok pak sih, kan saya udah minta jangan panggil bapak lagi sayang" Ucap Lian"Ya terus apa?" Tanya Salsa"Sayang, ay, babe?" Balas Lian"No, mas aja deh. Yang itu terlalu lebay" Balas Salsa"Oke, not bad. Saya suka dipanggil mas" Balas Lian"Ya kamu juga jangan saya-sayaan dong! Formal banget" Balas Salsa"Kamu juga saya-sayaan tuh" Balas Lian"Yaudah, aku!" Balas Salsa"Hahahaha maaf sayang, mas coba yaa" Balas Lian lembutHati Salsa berdebar cukup kencang saat Lian menyebut dirinya dengan sebutan Mas."Hhmm" Balas Salsa"Cuacanya mendung sayang, dingin lagi" Ucap Lian"Jelas dingin, orang lagi di Bromo" Balas SalsaLian dan Salsa memang tengah berada di daerah bromo. Mereka memilih bulan madu disana setelah melangsungkan pernikahannya di Probolinggo."Hahaha pas kan sayang" Balas Lian"Pas apa mas?" Tanya Salsa"Pas kalo kita produksi Lian junior" Lirih Lian"Astaga mas! Semalem kan udahhhh" Rengek Salsa"Ya lagi dong, masa sekali doang. Mana jadi nanti anak kita" Balas Lian"Ih, bisa aja jawabnya" Balas Salsa"Hahaha yuk yukkk" Ucap Lian semangatAkhirnya mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri di Villa yang cukup indah dengan pemandangan gunung bromo.***"Mas, ayo makan siang dulu" Ucap Salsa sembari membawa bekal di tangannya"Yahhh, mas masih belum selesai sayang" Balas Lian"Ck, makan dulu. Aku udah masak buat kamu, tapi kamu gamau makan? Yaudah, mulai besok aku gak akan masakin kamu lagi" Ancam Salsa"Eh eh? Apasih? Siapa yang gamau makan? Kan mas bilang mas belum selesai kerjanya""Sini, duduk disini suapin mas" Ucap Lian sembari menepuk pahanya"Apaan sih, ini soal makan! Kenapa malah pangku-pangkuan" Balas Salsa"Loh, emang ini soal makan kok? Emang soal apalagi? Pikiran kamu tuh jorok" Balas Lian"Ck, terus kenapa harus duduk di paha kamu?!" Balas Salsa"Suapin mas sayang, biar mas bisa sambil kerja" Balas Lian"Ck, tinggal bentar kenapa sih mas? Emang gabisa?" Tanya Salsa"Gabisa sayang, ini urgent""Suapin yaaa" Mohon Lian"Yaudah deh" Balas SalsaSalsa pun menuruti permintaan Lian dengan duduk di pangkuan Lian sembari menyuapi suaminya"Enak banget sayang, makasih ya" Ucap LianSalsa tersenyum mendengar pujian Lian. Sudah dua bulan menikah dengan Lian, rasanya Salsa kini benar-benar mencintai bos galaknya itu. Bagaimana tidak, Lian benar-benar memperlakukannya selayaknya ratu. Lian bahkan tak pernah lupa memuji masakan dan penampilan Salsa, hingga membuat Salsa selalu bahagia dengan antusias Lian padanya."Sama-sama mas" Balas Salsa"Mas katanya kerja, tapi tangannya kemana-mana!" Omel Salsa saat tangan Lian mulai masuk ke dalam paha nya"Ya kan kangen sayang, tiga hari udah gak ketemu dia" Ucap Lian"Suruh siapa lembur terus? Pulang malem terus? Salah sendiri kan" Balas Salsa"Ih, ya kan mas kerja buat kamu sayang" Tanya Lian"Ya tapi jangan di forsir juga" Balas SalsaLian hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Salsa"Yaudah, nanti malem ya" Ucap Salsa"sekarang aja? Yaaaa" Ucap Lian semangat"Ck, gausah aneh-aneh deh! Katanya sibuk kerja" Balas Salsa"Ish, mau sekarangggg" Rengek Lian"Mas! Aku beneran ngambek ya kalo kamu maksa sekarang!" Omel Salsa"Ck, yaudah iya nanti malem! Tapi gamau sekali! Harus berkali-kali!" Ucap Lian"Atur aja deh" Balas Salsa"Hihi makasih sayangnya mas" Ucap Lian sembari menarik dagu SalsaLian mencium dan melumat bibir istrinya, tangannya pun tak tinggal diam. Meremas kedua buah dada istrinya yang memang cukup besar bagi Lian."Lian!!" Tegas seseorangLian dan Salsa sontak terkejut mendengar teriakan seseorang itu"Syifa?" Ucap Lian"Ohh, jadi karena dia kamu ceraikan aku? Hah? Sok-sokan nuduh aku selingkuh, padahal kamu yang selingkuh!" Ucap SyifaSalsa menunduk tak berani menatap Syifa yang tengah menatapnya tajam. Meskipun ia menikah dengan Lian setelah Lian bercerai, namun tetap saja Salsa merasa tak enak pada Syifa. Salsa teringat, ia dan Lian hampir khilaf saat Lian masih menjadi suami Syifa."Syifa, Syifa. Kedatangan kamu sudah saya duga sebelumnya""Selingkuhan kamu sudah gak ada uang kan? Makanya kamu kembali mencari saya? Hhmm?" Tebak Lian"Jangan mengalihkan pembicaraan Lian! Aku sedang - ""Apa? Hah? Mencampuri hidup saya? Kamu fikir kamu berhak? Hah?!""Kamu itu hanya mantan istri saya yang gatau malu Syifa! Sudah selingkuh, dan sekarang datang seolah-olah tersakiti? Mau playing victim? Iya!""Saya dan istri saya tidak pernah selingkuh! Saya menikah setelah saya bercerai dengan kamu!!" Bentak LianSyifa tersenyum licik menatap Salsa"Ohh, jadi kamu menikahi Salsa hanya untuk pelarian ya Li? Hhmm?""Aku tau, kamu itu sangat mencintai aku. Gak mungkin kamu bisa lupain aku secepat itu. Apalagi langsung menikah dengan pegawai kamu sendiri""Ohh, aku tau. Kamu pasti menikahi dia selain untuk pelarian, hanya karena nafsu kan? Secara tubuh dia sangat seksi, kamu pasti butuh dia untuk muasin kamu setelah aku gabisa muasin kamu""Iya kan Lian? Aku bener kan? Kamu itu masih sangat mencintai aku, bukan dia" Ucap SyifaSalsa menatap Syifa dan Lian bergantian, harapan Salsa agar Lian membantah semuanya seakan luruh saat suaminya hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.Air matanya luruh saat melihat Syifa dengan senyuman liciknya menatap ke arahnya. Salsa masih berharap Lian menjawab, namun laki-laki itu masih saja diam seolah menyetujui semua ucapan SyifaLo berharap apa sih Sa? Udah pasti yang Bu Syifa ucapin itu bener! Lo yang bodoh! Terlalu cepat menerima Pak Lian dalam hidup lo! Pak Lian gak tulus sama lo! Dia cuma butuh tubuh Lo! Dia gak cinta sama lo, dia cuma cinta sama Bu Syifa *batin SalsaTanpa pamit pada Lian, Salsa pergi dari ruangan Lian dan membuat Lian tersadar lalu menatap tajam ke arah Syifa"Jangan terlalu percaya diri Syifa! Cinta saya sudah hilang untuk kamu! Melihat pengkhianatan kamu dengan mata kepala saya sendiri membuat cinta saya lenyap begitu saja!""Jadi gak perlu menghayal untuk bisa kembali sama saya! Karena saya tidak suka memungut kembali barang bekas!""Dan terakhir! Jangan pernah ganggu kehidupan saya dan istri saya lagi! Kalo kamu masih saja mengganggu saya dan istri saya! Habis kamu!" Ancam Lian lalu pergi menyusul SalsaBaru saja Lian keluar dari ruangannya, tiba-tiba Paul menghampiri Lian"Li Li, istri lo pingsan di lobby" Ucap Paul"Hah? Kok bisa?" Tanya Lian"Gatau! Dia mau pergi kali, eh keburu pingsan di lobby" Balas PaulLian segera menuju lobby kantornya, perasaannya mulai tak tenang memikirkan kondisi Salsa.***Salsa yang kini masih berada di dalam ruang perawatan mulai membuka matanya. Salsa melihat Lian yang tengah tersenyum manis padanya. Dan setelah melihat Salsa bangun, Lian menciumi kening Salsa berkali-kali"Alhamdulillah kamu udah bangun sayang" Ucap Lian"Aku dimana?" Tanya Salsa"Di rumah sakit deket kantor sayang" Balas Lian"Kenapa aku disini?" Tanya Salsa"Kamu tadi pingsan, makanya mas bawa kesini" Balas Lian"Aku mau pulang aja" Ucap Salsa"Iya, tunggu cairan infusnya habis baru kita boleh pulang sayang" Balas Lian"Ck, aku maunya sekarang!" Balas Salsa"Gabisa sayang, tolong nurut ya sama dokter. Karena ini bukan cuma untuk kesehatan kamu, tapi untuk anak kita" Ucap Lian sembari mengusap perut Salsa"Apa? Apa kamu bilang?" Tanya Salsa"Disini ada anak kita sayang, buah cinta kita" Balas LianSalsa justru menangis mendengar ucapan Lian"Loh? Sayang? Kenapa kamu nangis? Kamu gak bahagia dengan kehadiran adik?" Tanya Lian"Aku mau gugurin anak ini" Balas Salsa"Apa! Ngomong apa kamu!" Tegas Lian"Aku mau gugurin anak ini! Terserah kamu mau marah, mau bunuh aku sekalipun, aku gak peduli! Yang penting anak ini gak lahir ke dunia!" Balas SalsaLian mengepalkan tangannya mendengar ucapan Salsa"Kamu apa-apaan sih Sa! Kamu sadar kamu ngomong apa barusan? Kamu mau bunuh anak kamu sendiri? Hah! Kamu tega?!" Tegas Lian"Iya! Aku memang tega! Lebih baik dia gak hadir di dunia, daripada dia harus hadir tanpa cinta dari ayahnya!" Ucap Salsa"Maksud kamu?" Tanya Lian"Dia hadir bukan karena cinta, tapi karena nafsu kamu doang! Dan aku tau kamu masih sangat mencintai Bu Syifa! Jadi anak ini gak perlu lahir di dunia, supaya kamu gak terikat sama aku lagi!""Setelah anak ini pergi, kamu bisa ceraikan aku dan kembali sama cinta kamu! Aku baru sadar kalo selama ini aku hanya jadi pelarian dan pelampiasan kamu karena pengkhianatannya bu Syifa!""Aku yang terlalu bodoh karena menikmati semua perlakuan kamu sampai akhirnya aku hanya cinta sendirian! Dan sekarang, aku gamau lagi terjebak dengan hubungan ini mas, aku mau kita cerai!" Ucap SalsaLian baru sadar jika Salsa pasti terpengaruh dengan ucapan Syifa. Karena rasa bahagianya, Lian sampai lupa kejadian sebelum Salsa dilarikan ke rumah sakit.Lian menghela nafasnya, mencoba mengendalikan emosinya lalu menggenggam kedua tangan Salsa"Sayang? Kamu lebih percaya sama Syifa? Mulut perempuan jahat itu? Hhmm? Kamu gak percaya sama mas? Sama suami kamu sendiri?" Tanya Lian lembut"Awalnya aku percaya sama kamu, kamu akan bantah semua omongan Bu Syifa. Tapi justru yang aku lihat hanya keraguan di diri kamu! Kamu hanya diam, seolah menyetujui semua ucapan Bu Syifa!""Di detik itu juga aku tau kalo kamu memang gak cinta sama aku! Kamu memang menikahi aku hanya karena nafsu! Kamu gak tulus sama aku!" Balas Salsa dengan air mata yang mengalir deras"Say - "Saat Lian hendak menjelaskan perasaannya, tiba-tiba dokter dan perawat datang melihat kondisi Salsa. Ternyata kondisi Salsa sudah jauh lebih baik dan di persilahkan pulang."Istirahat ya sayang, nanti kalo kondisi kamu sudah jauh lebih baik. Kita obrolin semuanya, yang penting kamu harus inget kalo mas cinta sama kamu""Jangan pernah berfikiran untuk menggugurkan anak kita. Dia sama sekali gak bersalah sayang, disini yang salah mas. Jangan hukum anak kita, dia gak berdosa" Ucap LianSalsa hanya diam tanpa menjawab Lian, sedangkan Lian hanya bisa menghela nafas saat ucapannya di abaikan oleh Salsa.***"Sayang, makan dulu yuk. Baru minum vitamin, supaya malaikat kecil kita juga sehat di dalam perut" Ucap Lian sembari membawa nampanSetelah meletakkan nampan yang berisi makanan, minuman dan vitamin dari dokter. Lian duduk di samping Salsa yang masih merebahkan tubuhnya"Kenapa kekeuh mempertahankan bayi ini? Apa karena dia satu-satunya anak yang akan kamu miliki?" Tanya Salsa"Maksud kamu apa sih sayang? Hhmm" Balas Lian lembut"Bu Syifa gamau hamil karena menjaga postur tubuhnya, makanya kamu hamilin aku? Setelah aku hamil dan melahirkan, kamu akan bawa bayi ini dan hidup sama cinta kamu? Sama Bu Syifa kan?" Ucap Salsa"Astaga Sasa! Kamu di diemin makin jadi ya! Bisa-bisanya kamu mikir seburuk itu sama saya!!""Saya tau saya salah karena kemarin hanya diam di depan Syifa! Tapi asal kamu tau, saya diam bukan karena menyetujui semua ucapan Syifa atau ragu sama perasaan saya sendiri! Saya diam karena saya mencoba menahan emosi saya di depan kamu! Saya gamau sampai kelepasan dan melukai Syifa di depan kamu!""Kamu tau saya paling gabisa menahan emosi! Tapi setelah menikah sama kamu, saya mencoba berubah Sa! Saya mencoba menahan emosi saya karena saya gamau nyakitin kamu dengan kata-kata saya lagi seperti sebelum kita menikah!""Dan hari itu! Kesabaran saya benar-benar di uji! Saya diam mencoba menahan semuanya! Kalo saya menjawab, mungkin bukan hanya kata-kata jahat saya yang keluar untuk Syifa! Mungkin wanita itu sudah masuk rumah sakit karena tamparan saya! Dan saya gamau semua itu terjadi!""Kamu salah paham Sa! Saya sudah tidak mencintai Syifa! Saya cinta sama kamu! Saya sayang sama kamu! Anak yang ada dalam kandungan kamu itu buah cinta kita berdua! Dia ada bukan hanya karena nafsu Sa! Tapi karena cinta! Tolong percaya sama saya!" Tegas LianSalsa menatap Lian dengan penuh keyakinan, ia ingin melihat apakah ada kebohongan di mata Lian. Namun nihil, Salsa tak menemukan itu sama sekali. Salsa melihat Lian begitu tulus padanya"Saya benar-benar mencintai kamu Sa, tolong percaya sama saya!""Kamu pasti bertanya-tanya kan, kenapa saya bisa menikahi kamu dalam kurun waktu yang sebentar setelah saya bercerai?""Itu karena saya sudah tertarik sama kamu sebelum saya bercerai. Saya menyukai kamu sejak hari pertama kamu bekerja sebagai sekertaris saya""Tapi saya coba menghilangkan perasaan saya karena saya masih memiliki Syifa. Namun, setelah saya tau pengkhianatan Syifa. Rasa cinta saya pada Syifa benar-benar hilang, dan saya coba kembali membuka hati saya untuk kamu""Setiap hari saya mencoba mencari perhatian kamu dengan marah-marah atau sekedar meminta kamu melakukan hal yang tidak jelas. Tapi kamu tetap saja cuek dan gak pernah peka sama saya""Kamu berbeda dari sekertaris-sekertaris saya sebelumnya yang selalu menggoda dan mencari perhatian saya. Sedangkan kamu? Bahkan saya yang harus mencari perhatian sama kamu Sa""Sampai dimana saya pertama kali berhasil mencium bibir kamu. Saya sudah bertekad akan menceraikan Syifa dan memiliki kamu Sa. Karena saya tau, kamu gak akan mau sama saya kalo saya masih jadi suami Syifa""Saya sengaja menjebak Syifa dengan mengatakan akan pergi ke luar kota lima hari. Karena saya tau, Syifa pasti memanfaatkan hal itu untuk bertemu Regan. Dan rencana saya berhasil Sa, saya bisa memergoki mereka bercinta di kamar saya sendiri!""Setelah perceraian saya selesai, saya gamau nunggu lagi untuk menikahi kamu karena saya takut. Saya takut kamu diambil orang, apalagi saya sempat mendengar jika kamu dekat dengan anak sekantor""Saya berpikir bagaimana caranya supaya kamu bisa menikah sama saya. Dan ya, pikiran saya hanya itu. Kamu pasti mau menikah sama saya jika saya bisa tidur sama kamu dan merenggut kehormatan kamu""Lagi-lagi Tuhan berpihak sama saya Sa. Semuanya benar-benar berjalan sesuai rencana saya sampai akhirnya kita menikah dan kamu bisa menerima saya! Tapi sekarang? Kamu masih meragukan saya karena ucapan Syifa?""Apa semua perbuatan saya masih kurang mencerminkan rasa cinta saya sama kamu Sa? Apa masih kurang sampai kamu lebih percaya Syifa, dibandingkan suami mu sendiri? Iya?" Tanya LianSalsa merasa bersalah saat melihat mata Lian berkaca-kaca. Ia tak menyangka, suaminya yang garang itu hendak menangis saat menjelaskan semuanya pada Salsa.Salsa segera memeluk Lian, ia ikut menangis saat merasakan ketulusan Lian"Hiks hiks maafin aku mas. Aku terlalu percaya dengan asumsiku sendiri. Aku gamau dengerin kamu dulu, aku udah nyakitin kamu. Maafin aku hiks hiks" Ucap SalsaAir mata Lian lolos, ia memeluk erat istrinya dengan air mata yang membasahi wajahnya"Mas cinta banget sama kamu sayang, tolong jangan ragukan perasaan mas lagi. Ini memang bukan pernikahan pertama mas, tapi mas mau ini pernikahan terakhir mas. Mas mau sehidup semati sama kamu" Ucap LianGapernah saya nangis karena wanita, sekalipun hidup 5 tahun sama Syifa gapernah buat saya nangis seperti ini. Tapi sama kamu Sa, rasanya berbeda. Saya benar-benar takut kehilangan kamu *batin Lian"Hiks hiks iya mas, iya. Aku juga cinta sama mas Lian, aku gamau pisah sama Lian. Maafin ucapan aku tadi mas, maaf" Balas Salsa"Mas udah maafin kamu sayang, tapi tolong jangan bicara seperti tadi lagi. Mas benar-benar mencintai kamu, mas gak pernah jadiin kamu pelarian. Mas menikahi kamu karena perasaan mas, bukan karena nafsu sayang" Ucap Lian"Iya mas, hiks hiks. Aku yang salah karena aku udah ragu sama mas. Aku terlalu percaya sama asumsiku sendiri. Maafin aku mas" Balas Salsa"Mas maafin kamu sayang, asal kamu mau makan dan minum vitamin yaa. Demi kamu, demi anak kita" Ucap Lian sembari melepas pelukannyaSalsa tersenyum lalu menghapus air mata Lian, begitupun Lian ikut menghapus air mata Salsa"Iya, aku makan" Balas Salsa"Kita jaga sama-sama anak kita ya sayang, malaikat kecil kita, pelengkap keluarga kecil kita. Jangan pernah berpikiran lagi untuk menghilangkan dia dari perut kamu" Ucap Lian sembari mengusap perut Salsa"Maaf mas, aku khilaf. Aku juga gamau kehilangan dia, tapi kemarahanku tadi jadi buat aku gila sampai bicara hal buruk itu" Balas Salsa"Gapapa sayang, yang penting sekarang kamu sudah sadar akan kesalahan kamu tadi" Balas Lian"Iya mas""Adek, maafin Ibu ya. Ibu sayang sama adek, ibu gamau gugurin adek kok. Adek sehat-sehat ya sampai nanti kita ketemu. Kita kumpul bertiga sama Ibu dan Ayah" Ucap Salsa sembari mengusap perutnyaLian tersenyum lalu mencium perut rata Salsa"Sayangnya ayah, sehat-sehat di dalam ya nak. Nanti kalo udah lahir, ayah ajarin ngurus perusahaan" Ucap Lian"Ish, Mas Lian! Anak baru lahir itu di ajak main, bukan malah di ajarin ngurus perusahaan!" Omel Salsa"Hahaha becanda sayang, masa anak kesayangan mas. Mas suruh kerja sejak bayi, ya gak lah! Justru kalo bisa, mas bakalan bangun tempat main yang besar di rumah untuk adik nanti" Ucap Lian"Gausah aneh-aneh deh mas ish" Balas Salsa"Ih, kenapa? Apanya yang aneh? Mas kan mau nyenengin anak mas" Ucap Lian"Ya gausah berlebihan kali mas. Bisa beliin mainan sewajarnya aja" Balas Salsa"Gamau! Kamu lupa siapaa yang ada di dalam perut kamu?""Dia itu pewaris tahta kekayaan Mas! Jelas semuanya harus istimewa!" Ucap Lian"Ck, lebay! Aku gamau ya nantinya anak aku jadi sombong kek kamu! Aku mau anak aku tetap jadi pribadi yang rendah hati meskipun ayahnya bisa kasih seluruh dunia buat dia!" Balas Salsa"Anak aku! Anak aku! Anak kita!""Lagian mas sombong apa sih sayang? Mas kan emang kaya, itu bukan sombong tapi fakta" Balas Lian"Itu sombong namanya! Dan aku gamau anak aku nanti sombong!" Balas Salsa"Anak kita sayang! Sekali lagi kamu ngomong anak aku anak aku! Mas gigit bibir kamu sampe berdarah ya" Ucap Lian"Bodo amat! Pokoknya aku gamau nanti adek jadi anak sombong! Mending aku bawa kabur aja nanti adek, supaya kamu gak ngajarin aneh-aneh" Balas Salsa"Coba aja! Kamu lupa orang-orang mas dimana-mana? Mau kamu sembunyi di lubang buaya sekalipun, mas bakalan bisa temuin kamu dan anak kita sayang!" Ucap Lian"Ish! Kamu nyebelin banget sih mas!!!!" Rengek Salsa"Hahahaha mas becanda sayang, iya iya mas nurut apa yang kamu inginkan untuk anak kita""Mas juga gamau anak kita jadi anak manja yang hanya bisa mengandalkan kekayaan ayahnya. Mas juga mau anak kita tumbuh jadi anak yang baik, pintar, dan bermanfaat bagi banyak orang nantinya" Ucap Lian"Beneran mas?" Tanya Salsa"Iya sayang, mas akan nurut sama kamu demi kebaikan anak kita" Balas Lian"Makasih mas, aku sayang banget sama mas Lian" Ucap Salsa"Beneran? Bukannya dulu ada yang benci banget ya sama bosnya ini? Hhmm" Ucap Lian"Itu dulu, sekarang tetep benci tapi beda arti" Balas Salsa"Maksudnya?" Tanya Lian"Sekarang benci, benar-benar cinta hehe" Balas Salsa memeluk Lian"Hahahahaha sayang ish, lucu banget. Mas jadi gemes""Jangan tinggalin mas ya sayang, atau bahkan mengkhianati pernikahan kita. Mas sayang dan cinta banget sama kamu, mas mau kita sama-sama sampai tua nanti" Ucap Lian"Harusnya aku gak sih yang ngomong itu sama kamu?""Sekarang aku udah gak kerja lagi sama kamu, kamu bakalan cari sekertaris yang lebih cantik dari aku""Apalagi sebentar lagi aku pasti jadi gendut karena hamil, kamu pasti cari sekertaris yang seksi. Aku malah takut kamu yang selingkuh dari aku sama sekertaris kamu nanti" Ucap Salsa"Awss! Mas! Sakit ish!" Ucap Salsa sembari mendorong LianLian tiba-tiba menggigit bibir Salsa setelah istrinya itu berhenti bicara"Dari tadi bibirnya nakal sih! Jadi harus di gigit!""Dengerin mas ya! Sesuai perjanjian kita dulu, kamu harus berhenti kerja kalo kamu hamil. Dan sekarang kamu hamil, otomatis kamu bukan lagi sekertaris mas!""Kalau pun kamu gendut, mas sama sekali gak masalah, mas justru seneng. Artinya anak mas di dalam perut kamu itu sehat dan gizinya terpenuhi. Mas juga gak masalah kamu gendut, karena kamu itu cantik, mau gendut pun pasti tetep cantik!""Dan yang terakhir, mas gak akan cari sekertaris lagi sayang! Ada Paul dan Dani, mereka yang nanti akan bantu mas. Entah Paul atau Dani yang nantinya mas pilih jadi sekertaris mas""Mas janji, mas gak akan cari sekertaris perempuan. Mas akan selalu jaga kepercayaan kamu sama mas sayang" Ucap Lian"Beneran ya? Awas aja bohong!" Balas Salsa"Bener sayang. Lagian mas udah pernah tau rasanya di selingkuhi itu seperti apa, mas gamau kamu merasakan apa yang mas rasakan! Mas juga gamau kehilangan kamu nantinya" Ucap LianSalsa tersenyum menatap suaminya"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Lian"Gapapa, aku seneng aja mas. Aku masih gak percaya sekarang ada di tahap kecintaan banget sama laki-laki yang dulunya pengen aku gampar tiap hari" Balas Salsa"Hahahaha sini, gampar aja sayang untuk balas rasa sakit hati kamu sama mas" Ucap Lian"Gamau! Maunya cium aja" Balas Salsa"Woww, itu mah mas juga seneng sayang hahaha" Balas LianSalsa pun tersenyum lalu menciumi pipi Lian berkali-kali"I love you my mystery bos" Ucap Salsa"Love you more babe" Balas Lian lalu memeluk erat istrinya~END~
Mantan Sahabat
Mantan Sahabat"Ck, Lian! Mikir! Jangan main games terus!!!" Omel Salsa"Mikir apaan sih Sa? Udah lah pasrah aja kita" Balas Lian"Pasrah apaan? Nikah sama lo? Gue gamau Liannnn!!! Ayo lah bantu mikir, gimana caranya batalin perjodohan ini!" Balas Salsa"Mager mikir gue, lo aja deh. Gue sibuk" Balas Lian"Anjing lo emang! Main games aja lo bilang sibuk!""Emang lo gak kasian sama pacar lo? Lo punya pacar Lian, lo emang gamau nikah sama dia? Ayolah" Balas Salsa"Kalo bisa punya dua istri, kenapa harus satu kan" Ucap LianSalsa melembar bantal tepat di wajah Lian"Anjing Sasa!!! Gue kalahhhh! Bangke lo emang ya!" Ucap Lian"Lo yang bangke! Omongan lo kek anjing banget tau gak!" Balas Salsa"Apasih Sa? Kenapa? Marah-marah mulu lo" Ucap Lian yang sudah meletakkan ponselnya"Bantuin gue mikir! Gimana caranya bebas dari perjodohan ini Lian! Gue gamau nikah sama lo!" Ucap SalsaLian menghela nafasnya, lalu menarik Salsa untuk duduk di dekatnya"Gak ada cara lain Sa, ini kan yang minta bokap lo. Lo gak lupa kan kalo ayah punya penyakit jantung? Kalo sampe ayah kenapa-kenapa karena penolakan lo gimana? Lo tega?" Tanya Lian"Ya kenapa harus nikah si Li? Gue yakin ayah pasti sehat, ayah pasti bisa nikahin gue sama pria pilihan gue nanti" Balas Salsa"Lo aja sekarang jomblo, kapan lo nikahnya coba" Ucap Lian"Ck, kok lo santai banget sih? Lo kan punya pacar, kenapa mau terima perjodohan ini?" Tanya Salsa kesal"Karena gue lebih sayang ayah daripada pacar gue. Lo gatau rasanya kehilangan ayah Sa, dan selama ini ayah udah sayang banget sama gue. Gue gak kehilangan peran ayah dari ayah lo. Makanya gue terima permintaan beliau untuk jagain lo dan Bunda" Balas Lian"Terus? Lo mau putusin pacar lo?" Tanya Salsa"Ya gak lah, enak aja. Pacar gue cantik banget itu, masa gue putusin gitu aja" Balas Lian"Ck, brengsek emang" Balas Salsa"Sa, kita senengin ayah dengan pernikahan ini. Setelah nikah, kita bisa tetep jalanin kehidupan kita masing-masing kan""Kita pura-pura di depan Ayah, Bunda dan Mama. Dibelakang mereka kita urus kehidupan kita masing-masing. Lo sama hidup lo, begitu pun gue. Gue gak akan larang lo pacaran sama siapapun, dan sebaliknya lo juga gaboleh ngelarang gue untuk berhubungan sama cewek gue. Gimana?" Tanya LianSalsa nampak memikirkan tawaran Lian"Oke, boleh! Tapi janji ya, kita gaboleh ada perasaan satu sama lain! Pernikahan kita juga hanya berjalan selama ayah berobat. Kalo ayah udah sembuh, kita bisa cerai" Ucap Salsa mengulurkan tangannya"Oke, deal" Balas Lian menyambut uluran tangan SalsaSalsa dan Lian adalah sepasang sahabat yang tinggal bersebelahan. Sejak kecil mereka bersama, hingga kini usia mereka sudah dua puluh tahun.Sejak SD sampai kuliah, mereka selalu bersama. Hingga saat ini mereka hanya berbeda jurusan namun tetap satu kampus yang sama.Namun, beberapa hari ini keduanya dikejutkan dengan permintaan Ayah Salsa yang tiba-tiba menjodohkan mereka. Ayah Salsa mengidap penyakit jantung, dan ayah Salsa takut jika sewaktu-waktu ia pergi namun belum bisa melihat Salsa menikah.Ayah Salsa pun menjodohkan sepasang sahabat itu dan memohon agar mereka menyetujui perjodohan itu. Padahal, Lian tengah memiliki kekasih dan Salsa tau itu. Bagaimana pun Salsa dan Lian sama-sama tak memiliki perasaan satu sama lain.Meskipun berat, Lian tetap menyetujui perjodohan itu karena ia tak ingin mengecewakan Ayah Salsa, Bunda Salsa dan Mamanya sendiri. Keluarga Salsa sudah sangat baik pada Lian, Lian bahkan bisa berkuliah karena kebaikan ayah Salsa.***Lian menyenggol lengan Salsa yang nampak murung di sebelahnya"Ck, apasih Li! Lo bisa diem gak sih!" Omel Salsa"Sa, ini kan malam pertama kita. Masa diem-dieman doang begini" Ucap LianLian dan Salsa memang sudah menikah pagi hari tadi. Mereka berdua kompak agar pernikahan keduanya diadakan secara sederhana saja.Lian dan Salsa pun hanya mengundang sahabat dekat mereka, tanpa ada teman-teman kampusnya lagi yang tau soal pernikahan Salsa dan Lian."Ya terus? Lo berharap apa ege!" Balas Salsa"Hhmm, ya gituan" Balas Lian"Gituan? Maksud lo?" Tanya Salsa bingung"Ya melakukan hubungan selayaknya suami istri Sasa. Masa gitu aja gak ngerti" Balas Lian"Awsss Sasaaaa, sakit begooo" Rintih Lian ketika Salsa menggigit lengannya"Ya biar lo sadar! Lo sendiri ya yang bilang, pernikahan ini hanya sandiwara di depan ayah, bunda dan Mama! Enak bener muncung lo bilang kita harus begituan! Gak!!!" Omel Salsa"Yeuh, apa salahnya? Latihan kali, biar nanti kalo lo nikah beneran, lo udah jago muasin suami lo" Balas Lian"Gila! Lo beneran gila! Minggir lo, gausah deket-deket gue!" Omel SalsaSalsa tidur memunggungi Lian dan sedikit menjauh dari Lian"Gabaik tau tidur munggungi suami" Lirih Lian"Bodo amat! Kalo lo suaminya, halal buat di punggungi tiap malem! Mesum soalnya!" Balas Salsa"Yeuh, asal lo tau ya Sa. Semua laki-laki itu dasarnya mesum! Mau sealim apapun mereka, pikirannya tetep tete' sama selangkangan" Ucap Lian"Lo aja itu! Gausah sama-samain sama yang lain" Balas Salsa"Ish, di kasih tau malah gak percaya" Ucap Lian sembari mencoba mendekati Salsa"Bodo amat, gue mau tidur" Balas Salsa"Oke, selamat tidur istri" Ucap Lian yang sudah memeluk Salsa dari belakang"Liannnn!!! Minggir gak!! Iihhhh ngapain sih pel - "Lian membekap mulut Salsa dengan tangannya agar tak berteriak"Jangan teriak-teriak Sa! Ntar di kira gue ngapa-ngapain lo!" Balas Lian"Ya emang lo ngapa-ngapain gue bangke! Minggir!" Omel Salsa"Yaelah, cuma meluk doang itu! Gak di apa-apain! Orang dulu pas kecil kita juga sering mandi bareng tuh, gak masalah" Balas Lian"Jangan samain bego! Sekarang udah gede!" Ucap Salsa"Apanya? Tete lo? Liat donggg, atau gak, pegang aja deh pegang" Balas LianSalsa yang sudah kepalang kesal, memukul Lian dengan bantal"Lo pergi dari sini atau gue beneran teriak ya Li!" Omel Salsa"Gabisaa wleee""Yang pertama ini kamar gue, dan yang kedua meskipun lo teriak orang-orang juga gak bakalan marah sama gue karena gue suami lo, gue berhak ngapa-ngapain lo, wlee" Ledek Lian"Anjingggg! Gak gini perjanjiannya Lian!!!" Bentak Salsa"Ya emang, kan perjanjiannya kita cuma gaboleh ikut campur urusan kita masing-masing. Gak ada ya dalam perjanjian, kita gaboleh bersentuhan fisik, jadi gue bebas hahaha" Ucap Lian"Anjing lo emang!" Balas Salsa kesal lalu kembali memunggungi LianLian tertawa sangat puas setelah berhasil menggoda Salsa, rasanya sebentar lagi hidupnya akan jauh lebih bahagia karena bisa menggoda sahabatnya setiap detik.***"Lian, Salsa" Ucap Ayah Salsa"Iya yah?" Balas Salsa dan Lian"Ini sudah dua bulan kalian menikah, apa Sasa belum hamil nak?" Tanya Ayah Salsa"Hamil?" Ucap Salsa dan Lian bersamaanGimana mau hamil yah, orang belum Lian apa-apain. Baru di sentuh dikit udah ngamuk anak ayah *batin LianBisa-bisanya ayah nanya beginian sih, Sasa gak pernah ngapa-ngapain sama Lian ayahhh *batin Salsa"Ayah tanya loh, kenapa malah ngelamun kalian berdua" Ucap Ayah Salsa"Maaf yah, tapi Lian dan Salsa memang belum terlalu memikirkan soal anak. Kita kan masih kuliah yah" Balas Lian"Ya kuliah kan gak di larang meskipun hamil Li. Ayah udah gak sabar pengen gendong cucu" Ucap Ayah Salsa"Tapi yah - ""Ini ayah dan bunda sudah siapkan tiket honeymoon untuk kalian berdua minggu depan. Kalian sudah libur semester kan minggu depan? Jadi bisa langsung berangkat ya" Ucap Bunda Salsa memotong ucapan Salsa"Hah? Honeymoon? Buat apa yah? Gaperlu ah" Balas Salsa"Kok gak perlu? Perlu dong! Siapa tau kamu dan Lian malu kalo suara kalian kedengeran ayah dan bunda atau Mama""Jadi lebih baik kalian puas-puasin main di Bali, mau teriak-teriak pun bebas. Jadi nanti pulang-pulang udah ada Lian junior di perut kamu Sa" Ucap Bunda SalsaTanpa sadar, Lian tersenyum mendengar ucapan Bunda Salsa. Lian membayangkan jika ia bisa memiliki anak dengan Salsa, pasti lucu sekali"Gimana Li? Kamu mau kan?" Tanya Bunda Salsa"Mau Bund" Balas Lian semangatSalsa membulatkan matanya lalu menatap tajam ke arah Lian"Tuh, Lian aja mau! Sasa harus nurut sama suami" Ucap Ayah Salsa"Tuh, nurut sama suami" Ledek Lian"Ck, terserah deh" Balas Salsa pasrahSetelah makan malam, kini mereka sudah berada di dalam kamar. Salsa meminta Lian duduk di ranjang, dan ia berdiri di hadapan Lian"Kek mau di sidang gue" Ucap Lian"Emang! Gue emang mau nyidang lo!""Mulut lo kenapa seenteng itu sih bilang mau sama Bunda? Lo kenapa gak tanya dulu sama gue? Hah!" Omel Salsa"Ya kenapa? Liburan ke Bali, masa gue tolak" Balas Lian"Anjir! Lo tau kan, serandom apa orang tua gue? Lo mikir gak, nanti disana kita pasti di siapin villa-villa kek orang honeymoon! Dan itu gak banget Liannnnn!!" Omel Salsa"Sasa bego, gue mau tanya deh sama lo? Emang yang lo takutin apa? Disini kita juga udah sekamar dari dua bulan lalu, ada gue ngapa-ngapain lo? Gak kan? Terus apa bedanya sama nanti di Bali? Santai aja sayang, kita liburan berdua, oke" Ucap LianSalsa menoyor kepala Lian lumayan kencang"Heh! Sakit ege!" Ucap Lian"Gue perjelas ya! Pertama, lo bilang gak pernah ngapa-ngapain gue? Lo sering ya remes-remes tete gue kalo gue udah mau tidur! Lo juga cubit-cubit bokong gue! Lo sering grepe-grepe gue Lian!!!""Yang kedua! Jangan panggil gue sayang! Najis gue dengernya!!!" Omel Salsa"Hahahaha abisnya lo gemesin tau, ternyata lo itu semok, montok, seksi deh kalo udah ganti pake baju tidur. Ya jangan salahin tangan gue kalo dia kemana-mana, lagian cuma grepe-grepe Sa. Sama suami sendiri, gaboleh pelit" Balas Lian"Ck, ngomong sama lo itu percuma! Lo emang gapunya otak" Ucap Salsa lalu hendak pergi meninggalkan LianNamun tangan Lian dengan cepat menarik Salsa hingga gadis itu terjatuh dalam pangkuan Lian"Anjing! Lo ngapain sih Li!" Omel Salsa"Jangan marah-marah terus! Lo makin jelek kalo marah" Ucap Lian sembari memeluk Salsa"Ck, bodo amat! Lepasin gue!" Balas Salsa"Jangan banyak gerak Sa, lo nyenggol punya gue ini. Kalo dia bangun, lo mau tanggung jawab?" Tanya Lian"Lian, sumpah ya! Kita udah sahabatan dari kecil, tapi kenapa gue baru tau kalo lo semesum ini? Hah? Lo mesum banget Liannnnn" Rengek Salsa"Hahaha ya karena sekarang lo bukan cuma sahabat gue, tapi istri gue juga. Jadi gue bebas mesumin lo" Ledek LianSalsa segera berontak dan pergi dari pelukan Lian. Salsa menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut agar Lian tak mendekat padanya. Sedangkan Lian tertawa puas melihat Salsa yang ketakutan padanya, menjahili istrinya memang sangat menyenangkan.***"Lian, bisa anterin gue bentar gak? Motor gue lagi di bengkel" Ucap SalsaSalsa terpaksa menghampiri Lian yang tengah berada di kantin bersama kekasihnya. Ia sudah tak tau lagi hendak meminta bantuan pada siapa karena Nabila sahabatnya telah pulang bersama kekasihnya"Ck, lo gak liat kita makan? Ganggu banget sih lo!" Ucap AmelAmelia sendiri adalah kekasih Lian, Amel tau jika Salsa adalah sahabat dari Lian. Namun ia tetap tak menyukai Salsa karena ia menganggap Salsa sebagai pengganggu di hubungannya dan Lian."Sayang, gaperlu marahin Sasa dong. Kan dia cuma minta tolong" Ucap Lian"Ck, gue cuma minta tolong! Gausah sewot dong" Timpal Salsa"Kamu lagi makan Li, kamu mau pergi? Ninggalin aku makan sendirian?" Tanya Amel tanpa mempedulikan Salsa"Gue bisa nunggu kok, kalian makan aja dulu" Ucap Salsa"Ganggu banget sih, kalo lo nungguin sama aja, kita makannya jadi buru-buru!" Balas Amel"Sorry Sa, lo naik taksi kek atau naik ojek aja. Gue kan lagi makan sama Amel" Ucap LianEntah mengapa, penolakan Lian kali ini membuat Salsa sangat kesal pada Lian."Oke! Sorry ganggu!" Ucap SalsaSaat Salsa hendak pergi dengan kekesalannya, tiba-tiba ia menabrak seseorang"Eh maaf""Sasa?" Ucap Zio"Eh Zi, maaf, gue gak lihat-lihat, jadi nabrak lo" Ucap Salsa"Gapapa, harusnya gue yang minta maaf udah nabrak lo" Balas Zio"Gapapa Zi, kita sama-sama salah" Balas Salsa tersenyum manisZio mengusap rambutnya saat melihat senyuman Salsa, dan tingkah Zio terlihat sangat jelas oleh Lian. Lian paham jika Zio memang menyukai Salsa"Lo lagi mau makan ya sama Lian?" Tanya Zio"Gak kok, dia kan sama pacarnya""Gue mau pulang Zi" Balas Salsa"Naik apa? Mau gue anter?" Tanya Zio"Wah, kebetulan banget. Gue emang lagi butuh tebengan ke bengkel, motor gue rusak Zi. Lo bisa anterin gak?" Tanya Salsa"Kan gue bilang, lo naik taksi atau ojek aja! Ngapain minta anterin dia!" Ucap Lian"Terserah gue lah! Ngapain lo ngatur-ngatur! Zio aja gak keberatan, iya kan Zi?" Tanya Salsa"Dengan senang hati, yuk Sa sama gue aja" Balas Zio"Okee, yuk" Balas SalsaLian menahan kesal saat melihat Salsa dan Zio pergi bersama. Rasanya sangat aneh, saat melihat Salsa terlihat dekat dengan Zio. Padahal dulu, Lian sama sekali tak peduli saat Salsa dekat dengan siapapun.Malam harinya, Lian masih terus mondar mandir di dalam kamarnya menunggu kehadiran Salsa. Sejak sore hingga malam, istrinya itu tak kunjung pulang dan membuat Lian khawatirDan saat mendengar sebuah mobil datang, Lian ingin sekali keluar namun ia ingat jika tak ada yang boleh tau tentang pernikahannya dan Salsa. Tangan Lian mengepal saat melihat istrinya tersenyum manis pada lelaki lain di luar rumah. Perasaannya kesalnya semakin bertambah pada Salsa"Dari mana aja lo? Gue telpon gak di angkat, wa gak di bales! Ngapain hp lo gak di aktifin? Hah!" Tegas Lian"Apaan sih, dateng-dateng ribut! Orang tua gue aja santai, ngapain lo yang ribet" Balas Salsa santai"Ck, gue khawatir sama lo! Dari sore sampe malem gak pulang-pulang! Kalo lo di apa-apain sama bocah ingusan itu gimana!" Tegas Lian"Dih, makanya gausah suudzon mulu sama orang! Zio mah baik, gak mungkin dia macem-macem sama gue!" Balas Salsa"Belain aja terus! Udah salah, gamau minta maaf! Malah belain cowok lain!" Tegas Lian"Salah gue dimana, gue tanya? Emang selama ini lo pergi ngedate sama pacar lo sampe malem? Ada gue ngurusin lo? Marah-marahin lo kalo pulang malem? Gak kan?""Lagian yang tadi gamau nganterin gue siapa? Lo kan? Sekarang ngapain bersikap seolah-olah gue salah? Karena lo khawatir? Gue gak butuh di khawatirin lo!""Inget perjanjian kita Lian, kita tetep hidup masing-masing! Gausah ikut campur sama kehidupan satu sama lain!" Tegas Salsa"Anjing lo ya! Lo emang gak pernah ngerti!" Tegas Lian"Gue yang gak ngerti, atau lo?""Udah lah, gue males debat! Gue capek! Gue mau tidur di kamar gue aja!" Ucap Salsa lalu keluar dari kamar Lian"Arghh! Anjing emang si Sasa!" Teriak Lian sembari mengusap wajahnya***Keesokan paginya, Lian yang masih mengharap Salsa meminta maaf padanya justru kembali di buat kaget saat Lian melihat Salsa di jemput oleh Zio. Lian segera menghadang dan menarik tangan Salsa"Sasa berangkat sama gue aja" Ucap Lian"Ck, apaan sih lo! Gue udah janjian sama Zio, lepas!" Balas Salsa"Di suruh ayah, bareng sama gue!" Tegas Lian"Gausah bohong lo, ayah gak bilang apa-apa sama gue!" Balas Salsa"Lagian lo kenapa sih bareng dia mulu! Motor lo mana? Katanya kemarin mau ambil ke bengkel!" Ucap Lian"Motor gue masih lama di bengkel karena rusaknya lumayan parah! Jadi selama motor gue di bengkel, Zio udah janji mau anter jemput gue! Jadi gue gak perlu repot ngemis-ngemis sama lo untuk anterin gue!""Daripada lo gangguin gue, mending lo jemput aja sana pacar lo! Ntar ngamuk, ribet kan!" Ucap Salsa ketus"Gak, Amel berangkat sendiri kok. Ayo bareng gue aja" Balas Lian"Udah Sa, gapapa kalo kamu mau bareng Lian" Ucap Zio"Eh, gak! Apaan sih, aku bareng kamu aja. Kasian kamu udah jauh-jauh jemput aku, masa aku sama dia sih. Yuk, udah biarin aja" Balas Salsa menghempas tangan Lian dan masuk ke mobil Zio"Ck, brengsek! Pake aku kamuan segala! Emang mereka pacaran? Anjing, kenapa gue kesel banget sih tiap liat mereka! Gak mungkin kan gue suka sama si Sasa! Gak, Gak mungkin banget! Gue itu sayang sama Amel, gue gak mungkin suka sama Sasa!" Monolog LianSelesai kelasnya, Lian segera mencari Salsa. Lian tau jadwal kelasnya dan Salsa hari ini sama, ia hendak mengajak perempuan itu pergi untuk makan."Hay Sayang, kita ke mall yuk" Ucap Amel yang langsung merangkul lengan Lian"Gabisa sayang, hari ini aku mau anterin Sasa ke Mall. Dia - ""Sasa lagi, Sasa lagi! Kamu tuh, Sasa Sasa terus! Pacar kamu Sasa atau aku sih!" Ucap Amel"Ya kamu dong sayang, tapi kan - ""Gak ada tapi-tapian! Ayo ke mall sekarang!" Tegas AmelLian menghela nafasnya, rencananya harus gagal karena Amel"Yaudah, ayo" Balas LianSaat Lian dan Amel menuju parkiran, netranya menangkap sosok yang ia cari sejak tadi. Lian berpapasan dengan Salsa yang hendak masuk ke dalam mobil Zio"Mau kemana lagi lo?" Tanya Lian"Bukan urusan lo!" Balas Salsa"Jangan pulang malem-malem! Gue aduin ayah lo ya!" Ancam Lian"Bodo amat!""Daripada ngurusin gue, mending urusin aja nih cewek lo! Matanya melotot mulu sama gue, gak takut copot tuh mata!" Ucap Salsa"Anjing! Berani lo ya!" Balas Amel"Ngapain takut sama lo? Gak banget!""Ayo Zi, kita pergi aja yuk" Ucap Salsa"Iya, ayo""Li, Mel, duluan" Ucap ZioLian tak menjawab, ia benar-benar muak melihat kedekatan Salsa dan Zio."Sahabat kamu tuh ya, kurang ajar banget tau gak! Aku belum selesai ngomong, main pergi-pergi aja" Omel Amel"Udah lah Mel, aku capek denger kamu ribut terus sama Sasa!""Ayo, jadi ke Mall atau gak?" Tanya Lian kesal"Jadi lah, yuk" Balas AmelLian menghela nafas menahan kekesalannya, ia pun terpaksa menuruti permintaan kekasihnya untuk pergi ke Mall. Tetapi pikirannya tetap tertuju pada istrinya yang tengah pergi dengan laki-laki lain.***"Sa! Tidur! Udah malem!" Tegur Lian"Iya, bentar. Lo tidur aja dulu" Balas Salsa"Ck, taro gak hp lo! Tidur! Lagian chattingan sama siapa sih, jomblo aja sok sibuk!" Balas Lian"Otw gak jomblo" Balas SalsaMata Lian membulat sempurna mendengar jawaban Salsa"Maksud lo?" Tanya Lian"Iya, doain aja bentar lagi gue jadian" Balas Salsa"Ck, lo itu udah ngantuk! Mending tidur daripada halu" Balas Lian"Yeuhh, siapa yang halu. Orang beneran, gue lagi deket sama Zio. Bentar lagi juga gue jadian sama dia" Ucap Salsa"Gak! Gaboleh!" Balas Lian"Apaan sih, ngapain lo larang-larang gue?" Tanya Salsa"Zio itu gak baik buat lo, dia itu playboy! Sering bolos kampus! Suka mabuk-mabukan! Dia itu brandalan!" Omel Lian"Itu mah elo kali! Udah tau Zio ketua bem. Selama ini juga dia di kenal berprestasi, kalo masalah cewek sih, emang banyak lah yang suka sama dia, termasuk gue. Tapi yang di respon cuma gue hehe" Balas Salsa"Yakin cuma lo doang yang di respon? Cowok kek gitu udah pasti banyak ceweknya!" Balas Lian"Ya gapapa sih, jadi yang ke berapa juga asal sama Zio" Balas SalsaJawaban Salsa benar-benar membuat Lian semakin kesal"Anjing lo! Bisa-bisanya jawab kek gitu! Gue aduin ayah lo yah, lo - "CupSalsa mencium pipi Lian dan seketika membuat Lian terdiam"Jangan berisik, gue ngantuk mau tidur. Kalo mau ceramah, besok aja ya suami ku sayang" Ucap Salsa sembari tersenyum manisNamun perlakuan Salsa semakin membuat Lian yakin jika istrinya itu tengah jatuh hati pada Zio. Salsa menjadi random dan sering tersenyum tidak jelas saat ini"Lian, engappp! Lo erat banget sih meluknya!" Omel Salsa"Bodo amat!" Balas LianBukan hanya memeluk erat Salsa, Lian juga berkali-kali mencium wajah Salsa. Lian hanya melampiaskan kekesalannya pada gadis itu, dan rasanya ingin sekali Lian mengatakan pada dunia bahwa Salsa adalah istrinya, namun ia tak bisa melakukannya."Lian! Diem gak!" Omel Salsa sembari berbalik menatap LianLian tak menjawab, laki-laki itu justru mengunci tatapan Salsa dan perlahan mengikis jarak diantara mereka. Bibir Lian berhasil mendarat dengan sempurna pada bibir Salsa, Lian diam dan menunggu respon Salsa. Dan ternyata istrinya itu hanya diam, membuat Lian melanjutkan aksinya melumat bibir SalsaTak kunjung mendapatkan balasan, Lian menggigit bibir Salsa hingga membuat gadis itu kesakitan. Tanpa menunggu lama, lidah Lian masuk dan merasakan setiap inchi mulut istrinya untuk pertama kali.Tangan Lian mulai tak tenang, perlahan tangannya masuk ke dalam baju tidur Salsa dan meremas kedua dada Salsa bergantian. Lian tersenyum saat merasakan ternyata Salsa tak memakai bra. Tangannya semakin bebas memainkan puncak Dada Salsa, hingga membuat gadis itu tak tenang.Salsa sendiri rasanya ingin mendorong tubuh Lian menjauh, namun entah mengapa tubuhnya malah ingin menuntut lebih dari sentuhan Lian. Ciuman Lian perlahan turun pada leher Salsa, tangannya melepas kancing piyama Salsa"Eughh Liannnhh" Lenguh SalsaLagi-lagi senyum Lian mengembang saat mendengar lenguhan Salsa. Lian terperangah saat melihat keindahan yang kini bisa ia nikmati. Dada mulus Salsa terpampang nyata di hadapannya.Lian segera melahap puncak dada Salsa bak bayi yang tengah kehausan. Hal itu berhasil membuat Salsa semakin gelisah merasakan hal yang tak pernah ia rasakan. Apalagi saat Lian menghisap lalu memainkan nipple nya dengan lidahnya, membuat Salsa merasa semakin gila.Puas dengan dada Salsa, tangan Lian mulai meraba milik Salsa. Dan saat Lian hendak memasukkan tangannya pada celana yang Salsa kenakan, suara ketukan pintu berhasil membuyarkan semuanya"Ck! Anjingggg! Siapa sih ganggu!" Ucap Lian kesalSalsa segera mendorong tubuh Lian menjauh, dan menutupi tubuhnya dengan selimut"Udah sana buka" Balas SalsaLian membuka pintu dengan malas, dan ternyata itu adalah mamanya yang tengah mengantar sebuah paket untuk Salsa. Setelah berbincang sedikit dengan Mamanya, Lian kembali masuk ke dalam kamar dan berniat melanjutkan kegiatan panas mereka.Namun Lian dibuat kesal saat melihat sahabatnya sudah tertidur pulas di ranjang"Ck, sial! Sasa cepet banget tidurnya! Terpaksa gue harus nidurin si Boy sendiri ini mah!""Sabar ya Boy, nanti di Bali, kita eksekusi tuh gadis nyebelin! Gak ada kata ampun buat dia boy!" Monolog Lian***"Kok ilang bekas gue? Perasaan tadi baru bangun leher lo penuh bekas gue" Ucap Lian sembari menangkup wajah Salsa"Ya gue tutupin foundie lah, yakali gue kuliah leher gue kek tadi" Balas Salsa"Ck, ya emang kenapa? Biar semua orang tau lo punya suami! Biar gak gatel tuh Zio sama lo!" Balas Lian"Dih, enak bener bacod lo Lian!""Lo sendiri pacaran, gue juga mau pacaran! Dan gue gamau orang-orang tau gue udah nikah! Sama lo lagi!" Ucap Salsa"Yaelah Sa, emang gue kenapa? Harusnya lo bangga punya suami ganteng kaya gue" Balas Lian"Ogah! Ntar pacar lo yang lebay itu bikin geger kampus dan bilang gue pelakor! Gue males berurusan sama toa masjid!" Ucap Salsa"Sembarangan banget ngatain cewek gue toa masjid!" Balas Lian"Mirip! Suara nya sama-sama cempreng!" Balas Salsa"Haha iya juga sih, lo bener Sa" Balas Lian"Dih, ceweknya di katain toa masjid malah ketawa lo" Balas Salsa"Emang mirip soalnya, lagian gue gamau bikin lo marah. Ntar kalo lo marah, lo tidur di rumah Bunda lagi. Gue tidur sendirian, gue gamau. Gue kan mau bobo meluk lo sambil nenen lagi kek semalem" Ucap Lian"Ck, udah gausah dibahas!" Balas Salsa"Gue baru tau kalo nenen lo besar Sa, selama ini lo umpetin dimana sih? Kalo pake baju begini keliatan datar banget soalnya" Ucap Lian"Gue copot, gue simpen di kulkas!" Balas Salsa"Hahaha lucu lo! Kalo nenen lo bisa lepas pasang mah, mending gue bawa ke kampus biar bisa nenen terus" Balas Lian"Anjing lo ya! Nenan nenen nenan nenen mulu yang di bahas! Udah stop Lian, gue beneran ngambek ya sama lo! Dan gue bakalan tidur di rumah seminggu!" Ancam Salsa"Eh eh, jangan dong! Gaboleh sayang, bobo sama suaminya ya nanti" Bujuk Lian"Makanya diem bangke! Berisik banget!" Balas Salsa"Hehe iya iya, diem deh""Semangat ya ujiannya, semoga dapet nilai yang bagus. Minggu depan selesai ujian, kita jalan-jalan ke Bali, yeayyy" Ucap Lian"Hhmm" Balas Salsa***Tibalah hari dimana Salsa dan Lian pergi ke Bali menuruti permintaan kedua orang tua Salsa. Di usia pernikahannya yang ke tiga bulan, Lian sendiri merasa perasaannya berubah pada Salsa.Selama tiga bulan ini tidur bersama Salsa, Salsa yang selalu mengurus semua keperluannya, bahkan menuruti semua permintaan random Lian sebelum tidur membuat Lian mulai bergantung pada Salsa. Perasaan yang dulu hanya sebagai sahabat, perlahan berubah menjadi cinta.Namun Lian sendiri belum bisa memastikan perasaannya, ia masih bimbang karena ia masih memiliki Amel. Lian denial dengan perasaannya sendiri, ia masih bingung dan tak bisa menegaskan pilihannya."Heh! Lo mau kemana pake begituan!" Omel Lian"Ke pantai lah" Ucap Salsa santaiPasalnya saat ini Salsa tengah mengenakan baju crop top tepat di bawah dada dan celana hotpants yang sangat pendek"Gak ada, gak ada! Aset gue mau lo umbar-umbar! Gak ada ya Sa! Ganti sekarang!" Ucap Lian"Ih, apaan sih! Ngatur banget lo jadi orang!""Gak! Gamau ganti gue!""Please lah Li, ini hari pertama kita di Bali. Ke pantai aja yuk, refreshing" Ucap Salsa"Iya ayok! Tapi lo ganti! Gue gamau aset gue lo umbar-umbar! Ganti!" Omel Lian"Aset-aset mulu! Aset apaan sih! Udah lah, gak telanjang ini gue!" Balas Salsa"Halah! Telanjang depan gue aja lo gak pernah!""Ini dari atas sampe bawah itu punya gue! Gue suami lo! Berarti tubuh lo itu hanya milik gue! Cuma gue yang boleh liat lo se seksi ini!" Ucap Lian"Ck, gausah ngaku-ngaku deh! Badan pacar lo aja noh sono akuin, gausah gue!""Oh, jangan-jangan badan pacar lo gak seseksi gue kan? Makanya lo nafsuan sama gue, daripada dia? Ohh, atau lo udah sering begituan sama si Amel? Makanya lo bosen dan coba goda-godain gue?""Iyuww sorry gak mempan, gue gak mau pake bekas si cewek alay" Ucap SalsaLian yang kesal pun menoyor kepala Salsa"Awss! Sakit ege!" Ucap Salsa"Makanya kalo ngomong itu pake bismillah! Jangan asal nyerocos aja!""Gue sama Amel itu gak pernah lebih dari sekedar kiss, kiss bibir pun gue gapernah! Bibir gue hanya bekas lo seorang!""Gue nafsu sama lo karena gue tau lo halal buat gue, lo istri gue! Dan gue gamau tubuh lo ini di nikmati sama orang-orang di luar sana! Makanya gue minta lo ganti!" Omel Lian"Yaampun Li, ini Bali! Banyak bule telanjang di pantai, orang-orang gak akan fokus liatin gue! Banyak Bule yang lebih cantik, lebih mulus, dan lebih seksi dari gue! Jadi minggir gue mau ke pantai!" Balas SalsaTanpa basa basi Lian menggendong Salsa bak karung beras hingga membuat Salsa terkejut dengan tindakan Lian"Liannnnn lo gila yaaaa!! Turuninnnnn" Teriak SalsaLian menurunkan Salsa di ranjang kamar sementara mereka selama di Bali."Ganti! Atau gue yang gantiin!" Ancam Lian"Gamau! Gue gamau ganti!" Balas Salsa sembari melipat tangannya di depan dada"Ganti Sasa!" Balas Lian"Gamau Liannnnnn!!!" Balas Salsa"Ohh, beneran nantangin ya! Sini, biar gue yang gantiin lo baju!" Balas Lian"Coba aja kalo bisa, wleee" Ledek SalsaSalsa segera berlari menghindari Lian, dan Lian pun berusaha menangkap Salsa. Hingga Lian berhasil memeluk Salsa, namun Salsa memberontak hingga membuat keduanya terjatuh ke ranjang.Bukannya segera bangkit, Lian justru menatap dalam-dalam wajah Salsa. Lian pinggirkan anak rambut di wajah Salsa yang mengganggu wajah cantik istrinyaPerlahan Lian cium kening, kedua mata, kedua pipi Salsa bergantian, dan berakhir pada bibir manis Salsa"Lo cantik Sa, cantik banget" Ucap Lian lembutHal itu berhasil membuat Salsa semakin mematung dengan perilaku manis Lian"Boleh gue minta hak gue sekarang?" Tanya LianSalsa menatap Lian dengan mata sayunya, ia merasa terhipnotis dengan tatapan sendu itu. Salsa pun menganggukkan kepalanya tanpa berpikir lagi, entah apa yang merasukinya hingga menyetujui permintaan Lian secepat itu. Lian tersenyum lalu kembali menyerang bibir manis istrinya"Eughh Liannnhhh" Lenguh Salsa saat suaminya sibuk memainkan miliknya"Iya sayang, desah sebut nama gue" Balas LianSalsa menjambak rambut Lian saat merasa ada yang hendak keluar dari dalam tubuhnya"Minggir Li, gue mau pipis" Ucap Salsa"Pipis disini aja sayang, biar gue yang bersihin" Balas LianLian tersenyum puas saat melihat Salsa berhasil mendapatkan pelepasannya yang pertama."Gue udah gak tahan Sa, gue masukin ya" Ucap LianSalsa menganggukkan kepalanya"Pelan-pelan" Balas Salsa"Pasti sayang" Balas LianSetelah berusaha menerobos masuk dalam lubang sempit milik istrinya, kini pusaka Lian berhasil terbenam sempurna di dalam milik Salsa. Lian menciumi wajah istrinya yang nampak kesakitan, ia merasa berhasil menjaga sahabatnya yang kini menjadi istrinya. Lian lah pemenangnya, ia yang pertama bagi Salsa."Oughhh Liann, ahhhh" Desah Salsa"Enakhh sayanghh?" Tanya Lian"Enakhh ahhhh, cepetin Lian, gue mau keluarrrhh ahhh" Balas Salsa"Tahan sayanghh, kita sama-samaa" Balas LianDesahan demi desahan menggema dalam Villa itu. Lian bahkan nampak kecanduan dengan Salsa, berulang kali ia menggempur istrinya.Ini adalah hal pertama bagi Lian, dan sekali mengetahui rasanya, Lian merasa tak bisa berhenti menyentuh istrinya."Udah Lian, gue capek banget ege" Ucap Salsa"Hehe iya iya, makasih ya sayang" Balas Lian***Salsa merasa tubuhnya sangat remuk, di tambah dadanya yang selalu menjadi incaran Lian. Sampai kini pun, Lian masih tertidur pulas sembari menghisap nipple Salsa."Lama-lama putus ini puting gue" Monolog Salsa"Gak akan putus, orang gak aku gigit" Balas Lian"Heh? Lo udah bangun?" Tanya Salsa"Udah sayang, tapi masih mager. Pengen nen terus" Balas Lian lalu kembali menghisap nipple Salsa"Ck, udahan kali Li. Nyeri tau puting gue, lo isep mulu" Rintih SalsaMendengar ucapan Lian, Lian segera melepas puting Salsa lalu menatap istrinya"Maaf, Maaf. Beneran sakit ya? Maaf ya" Ucap Lian lalu mengusap-usap puting Salsa"Eh, udah gausah di usapin""Gausah minta maaf juga, gapapa kok. Asal jangan keseringan, nyeri" Balas Salsa"Yaudah, gak sering-sering. Malem aja kalo mau bobo" Balas Lian"Iya""Hhmm Li, soal semalam? Kalo gue hamil gimana?" Tanya Salsa"Ya gak gimana-gimana lah, gue malah seneng kalo lo hamil. Gue bisa punya anak sama lo" Ucap Lian"Tapi kan gak gini perjanjiannya Li, kalo gue hamil, gue punya anak. Cowok mana yang mau sama gue nanti? Kalo pun ada yang terima gue apa adanya, pasti susah banget dengan status gue janda anak satu" Balas SalsaLian menyentil bibir Salsa"Sembarangan banget kalo ngomong! Gue pun gak ikhlas kalo anak gue punya ayah lain!""Sa, kita hapus aja perjanjian tolol itu! Kita jalanin pernikahan kita selayaknya pernikahan pada umumnya. Lo belajar cinta sama gue ya, jujur perasaan gue sama lo juga udah berubah. Gue sayang sama lo bukan sebagai sahabat lagi, tapi sebagai suami ke istrinya. Gue mulai jatuh cinta sama lo Sa""Dan sampai kapan pun, gue gamau ceraiin lo. Apalagi setelah malam indah yang gue lakuin sama lo, itu bikin gue semakin gamau kehilangan lo. Lo istri gue, lo milik gue selamanya, dan gue sangat berharap lo juga bisa ngerasain hal yang sama seperti apa yang gue rasain sama lo" Ucap LianSalsa terdiam mendengar ucapan Lian, apakah sahabatnya ini benar-benar mencintainya sekarang"Lo serius ngomong begini Li?" Tanya SalsaLian menggenggam kedua tangan Salsa"Sa, kalo gue gak beneran, gue gak akan lakuin hal semalam sama lo. Gue sayang sama lo, dan gue gamau lo pergi ninggalin gue""Dan gue yakin, lo juga sayang kan sama gue?" Tanya LianSalsa hanya diam, ia benar-benar bingung menjawab pertanyaan Lian"Sa, kalo lo gak sayang sama gue. Lo gak akan mau lakuin hal semalam sama gue, lo sayang kan sama gue?" Tanya Lian lagi"Gue gatau Li" Balas Salsa"Terus, alasan lo mau lakuin hal semalam sama gue apa? Kenapa lo rela ngasih hal paling berharga di hidup lo untuk gue? Kenapa Sa?" Tanya LianSalsa terdiam, Salsa sendiri bingung mengapa semudah itu memberikan seluruh hidupnya pada Lian. Padahal sebelumnya Salsa merasa sangat menyukai Zio, tapi ia juga selalu kesal saat melihat Lian bersama kekasihnya"Tapi lo punya pacar Li, gimana lo bisa sayang sama gue disaat lo sendiri udah punya pacar" Balas Salsa"Gue bisa putusin Amel Sa, gue beneran sayang sama lo. Gue mau kita mulai semuanya dari awal, layaknya suami istri sesungguhnya" Ucap Lian"Jujur, gue kaget dengan semua ucapan lo. Gue juga bingung sama perasaan gue sendiri" Balas Salsa"Sa, gue gak maksa lo jawab semuanya sekarang. Gue tau lo butuh waktu, tolong pikirin semuanya baik-baik ya Sa" Ucap Lian"Iya Li, gue bakal pikirin semuanya baik-baik. Gue harap lo bisa sabar ya" Balas Salsa"Pasti Sa, pasti gue sabar nunggu jawaban lo" Balas LianSalsa memeluk Lian dan Lian membalas pelukan hangat dari istrinya. Rasanya sangat lega saat Lian bisa yakin dengan perasaannya sendiri dan bisa mengutarakan semuanya pada Salsa.***"Lian, ayo ihh jalan-jalan. Kita udah dua hari di Bali, malah di Villa mulu" Rengek Salsa"Capek sayang, ntar aja" Balas Lian"Gimana gak capek! Lo gak ada istirahatnya gempur gue! Di kira gue juga gak capek apa" Omel Salsa"Namanya honeymoon sayang, ya harus begituan terus. Enak ini, makanya nagih" Balas Lian"Ck, yaudah gue pergi sendiri!" Balas SalsaLian tersenyum menatap Salsa yang tengah kesal di sampingnya"Emang bisa jalan? Hhmm" Goda Lian"Bisa!""Awsss" Rintih Salsa"Hahahaha tuh kan, makanya jangan di paksa sayang. Besok aja ya jalan-jalannya" Ucap Lian"Tapi gue bosen Liannnn" Balas Salsa"Main lagi kah biar gak bosen?" Tanya Lian"Gue gigit juga punya lo sampe putus ya Li, biar gak kesono mulu pikirannya" Ucap Salsa"Hahahaha jangan dong sayang, gimana kita bisa punya anak kalo investor utama nya lo gigit sampe putus? Mending di mainin aja enak" Balas Lian"Ishhhh Liannnnnnnnnnn!! Sebel gue sama lo!" Rengek Salsa"Maaf Maaf, becanda sayang, gue kan - "Ucapan Lian terhenti saat ponsel Lian berdering, Salsa melirik dan melihat siapa yang sejak tadi terus menelpon Lian"Pacar kesayangan lo tuh telpon mulu! Berisik" Ucap Salsa kesal"Udah biarin, ini waktu buat kita berdua" Balas Lian"Ohh, berarti kalo udah balik ke Jakarta, itu waktu lo berdua buat dia?" Tanya Salsa sinis"Ciyeee ada yang cemburu nih, uhuyy" Goda Lian sembari mencolek dagu Salsa"Gak! Apasih, gak ada yang cemburu! Gue cuma - "Hal yang sama pun terjadi, saat Salsa hendak bicara tiba-tiba ponselnya berdering. Lian dengan cepat mengambil ponsel Salsa dan melihat siapa yang menelpon."Ganggu banget!" Ucap Lian sembari mereject panggilan Zio"Lian! Kok di reject sih!" Omel Salsa"Biarin, biar dia gak ganggu kita!" Balas Lian"Nah, telpon lagi! Biar gue jawab, lo jangan berisik!" Ucap SalsaLian mencebikkan bibirnya saat Salsa memilih mengangkat panggilan Zio. Namun, Lian adalah Lian, ia tak bisa tinggal diam saat mendengar istrinya tengah menelpon pria lainTangannya mulai membuka selimut Salsa dan langsung melahap dada Salsa. Lian sengaja memainkan lidahnya pada nipple Salsa dan menganggu wanita itu. Senyumnya Lian terbit saat melihat Salsa mulai memejamkan matanya dan berusaha menahan sesuatu.Tangan nya pun mulai meraba milik Salsa, dan memainkan hal sensitif istrinya."Eughhh" Desah SalsaDesahan Salsa pun lolos, Salsa yang menyadari hal itu pun segera mengakhiri panggilan dari Zio."Lianhhh, lo nakal banget sihh, eughh" Lenguh Salsa"Tapi lo suka kan sayang? Hhmm?" Tanya Lian"Ahhh Lianhhh" Desah Salsa saat Lian mulai mengobrak abrik milik Salsa"Gue gak suka lo telponan sama Zio di depan gue! Karena lo nakal, gue harus hukum lo! Siap-siap aja ya" Ucap LianSetelah mengucapkan itu, Lian benar-benar menghukum Salsa. Lian tak memberikan istrinya waktu untuk bernafas sebentar. Laki-laki itu benar-benar gila dengan Salsa, untung saja Salsa masih memiliki tenaga extra untuk terus melayani suaminya yang gila***"Gimana? Gimana hasilnya sayang?" Tanya Lian"Gatau, gue gak berani liat" Balas Salsa sembari memberikan beberapa testpack pada LianLian mengambil testpack itu dan melihat hasilnya. Senyum Lian mengembang sempurna saat melihat dua garis terpampang jelas pada benda kecil itu"Sayang, positif sayang" Ucap Lian lalu memeluk erat tubuh SalsaSalsa mematung dalam dekapan Lian, ia tak menyangka di usia pernikahannya dengan Lian yang ke lima bulan ia bisa memiliki malaikat kecil dalam rahimnya"Beneran Li?" Tanya Salsa"Beneran sayang, ini garis dua semua. Disini ada anak kita sayang" Balas Lian sembari mengusap perut rata SalsaLian segera menyamakan tingginya dengan perut Salsa, ia peluk istrinya lalu menciumi perut Salsa berkali-kali"Sehat-sehat di dalam ya sayang, kita ketemu beberapa bulan lagi. Ayah sayang sama adik, sayang bangettt" Ucap Lian lalu kembali menciumi perut SalsaSalsa tersenyum sembari mengusap rambut Lian"Li, kita pastiin ke dokter dulu ya. Gue takut testpacknya rusak. Dan lo udah sebahagia ini, gue takut lo kecewa" Ucap SalsaLian menatap Salsa lalu kembali berdiri dan menangkup wajah istrinya, Lian cium sekilas bibir Salsa lalu menempelkan kening mereka berdua"Gue yakin seratus persen alat itu gak salah, di dalam rahim lo sekarang, ada anak kita, hasil cinta kita berdua sayang""Kalo pun alat itu salah, berarti memang belum waktunya kita jadi orang tua. Gue gak masalah, jangan takut yaa. Gue gak pernah nuntut apapun sama lo, kita jalanin sama-sama apapun yang terjadi ya" Ucap LianSalsa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Salsa baru sadar, sahabatnya ini memang benar-benar berubah menjadi suami yang sangat bisa di andalkan. Kini, setiap Salsa gelisah, Lian lah yang bisa menenangkan dirinya. Sama halnya dengan Lian, kini Salsa pun mulai menggantungkan semuanya pada Lian.Malam harinya, setelah memastikan kehamilan Salsa ke dokter kandungan. Lian semakin bahagia, saat mengetahui usia kandungan Salsa sudah masuk minggu ke lima. Kandungan Salsa juga kuat dan buah hatinya tumbuh sehat di dalam rahim Salsa."Udah kali Li, di cium mulu perut gue" Ucap Salsa"Orang gue nyium anak gue, terserah gue lah""Iya kan sayang" Balas Lian sembari menciumi perut Salsa"Iyadeh terserah lo" Balas Salsa"Sa" Ucap Lian"Hhmm" Balas Salsa"Kok tiba-tiba gue pengen kue pancong setengah mateng ya? Yang coklatnya lumer, terus di tambah parutan keju di atasnya. Hhmm, enak banget deh keknya Sa" Ucap Lian tiba-tiba"Dih, si anjir. Gue yang hamil, ngapa lo yang ngidam dah" Balas Salsa"Gue cuma pengen, bukan ngidam. Cari yuk Sa" Ajak Lian"Besok aja lah Li, gue capek" Balas Salsa"Ihh, yaudah, lo bobo aja. Gue cari sendiri ya sekarang" Ucap Lian"Anjir lah, fix ini sih lo ngidam!" Balas Salsa"Ck, yaudah iya gue ngidam! Anak gue lagi pengen pancong itu, si adek telepatinya ke gue karena lo gak peka" Ucap Lian"Hahahaha dasar pakmil""Yaudah ayo, gue ikut. Daripada gue sendirian di kamar" Balas Salsa"Nah, yuk sayangku" Balas LianAkhirnya Salsa dan Lian pun keluar mencari kue pancong yang Lian inginkan. Setelah sampai di penjual kue pancong, Lian segera memesan varian yang ia inginkan, tak lupa Lian juga memesankan untuk Salsa."Sayang" Ucap seorang wanitaLian dan Salsa melihat ke arah sumber suara yang berada tepat di belakang mereka"Amel?" Ucap Lian terkejut"Ih, kamu disini juga? Kok gak bilang sih mau beli kue pancong juga? Tau gitu kan bareng sayang" Ucap Amel sembari mengayun manja pada lengan LianSalsa menatap Amel dan Lian bergantian, bukannya sepulang dari Bali, Lian mengatakan jika ia sudah memutuskan hubungannya dengan Amel. Hingga Salsa pun akhirnya ikut menjauhi Zio karena permintaan Lian."Sayang? Bukannya lo udah putus sama Lian?" Tanya Salsa"Putus? Jangan sembarangan ngomong lo anjir! Gue gapernah putus sama Lian!" Balas Amel"Lo bohong sama gue Li?" Tanya SalsaLian menggelengkan kepalanya, Lian hendak menjawab, namun Amel justru terus saja bicara pada Salsa"Gue emang gapernah putus sama Lian! Dan jangan harap gue putus sama dia! Lian itu cinta mati sama gue! Jadi gausah ngarep gue putus deh! Lo tuh harusnya yang jauhin pacar gue!" Ucap AmelSalsa tersenyum miris mendengar ucapan Amel lalu menatap Lian"Brengsek lo emang!" Ucap Salsa lalu pergi meninggalkan Lian"Sa? Sa, gue bisa jelasin Sa" Balas Lian panik"Sayanggg, mau kemana ih!" Rengek Amel"Sorry Mel, aku harus kejar Salsa. Kamu ambil aja pancong pesenan ku ya, ini uangnya. Aku pergi dulu" Ucap Lian lalu meninggalkan Amel begitu saja setelah memberikan uangnyaLian tak sempat menghalangi Salsa saat wanita itu masuk ke dalam taksi dan pergi"Anjing! Sasa pasti marah banget sama gue!" Monolog Lian sembari berusaha mengejar taksi Salsa***Tiga hari sudah Lian sama sekali tak melihat wajah cantik istrinya. Lian benar-benar merasa tersiksa saat Salsa mengurung diri di kamarnya dan tak ingin bertemu Lian. Salsa bahkan mengatakan jika ia ingin bercerai dengan Lian setelah anak mereka lahir.Lian akhirnya mengatakan semuanya pada kedua orang tua Salsa dan Mamanya. Mereka semua kecewa pada Lian, ini sama saja Lian mengkhianati pernikahannya dan Salsa. Pantas saja Salsa tak ingin melanjutkan pernikahan nya lagi bersama Lian."Sayang, please. Buka pintunya ya, aku jelasin semuanya. Tolong kasih kesempatan aku buat jelasin semuanya sayang""Aku nyesel sayang, aku gamau pisah sama kamu. Tolong sayang, jangan tinggalin aku" Ucap Lian di depan pintu kamar SalsaMasih tak ada jawaban dari Salsa, membuat Lian tertunduk lesu di depan kamar Salsa"Udah malem Lian, mending kamu pulang" Ucap Ayah Salsa"Yah, Lian gabisa yah. Lian gamau cerai sama Sasa. Lian cinta sama Sasa" Balas Lian sembari memohon pada ayah Salsa"Ayah gabisa apa-apa Lian, semua keputusan di tangan Salsa""Pulang ya, mungkin bukan hari ini waktunya. Salsa masih belum mau mendengar penjelasan kamu dulu nak" Ucap Ayah Salsa"Yah, Lian izin tidur disini ya. Lian tidur di ruang tamu juga gapapa, Lian kangen banget sama Sasa. Lian mau disini dulu" Balas Lian"Yaudah, kamu tidur di kamar tamu aja ya. Kamarnya bersih kok, tiap hari mbak bersihin" Ucap Ayah Salsa"Makasih yah" Balas Lian"Yaudah, ayah tidur dulu ya" Ucap Ayah Salsa"Iya yah" Balas LianLian kembali mencoba mengetuk pintu Salsa, namun masih saja tak mendapatkan jawaban. Akhirnya, Lian memilih pergi dan berpindah di ruang tamu. Ia tak ingin tidur di kamar, karena ia yakin mungkin tengah malam nanti Salsa pasti keluar dari kamarnya.Dan benar saja, usahanya menahan ngantuk ternyata tidak sia-sia. Lian melihat Salsa berjalan menuju dapur, Lian tersenyum senang. Akhirnya ia bisa kembali melihat wajah cantik istrinya.Lian mendekat ke arah dapur lalu memeluk Salsa dari belakang dan membuat Salsa benar-benar kaget"Sayang, aku kangen banget sama kamu" Ucap Lian"Ck, anjing lo ya! Gue kaget! Lepas gak!!" Balas Salsa"Gamau, aku masih kangen banget sama kamu" Ucap Lian"Gue gak! Dan gue gamau di sentuh sama laki-laki brengsek kek lo! Lepas!" Balas Salsa"Sayang, dengerin penjelasan aku dulu ya. Aku - ""Apa? Masih cinta sama pacar lo itu? Yaudah, kejar aja sana. Toh, bentar lagi kita cerai!" Balas Salsa"Gak sayang, gak! Aku gamau, aku gamau cerai sama kamu. Tolong jangan ngomong itu sayang, aku gamau" Ucap Lian"Terserah lo, tapi gue tetep mau cerai! Gue gamau punya suami brengsek kek lo! Sekali selingkuh, pasti nanti bakalan selingkuh terus! Jadi mending kita akhirin semuanya, dan lo bebas dari gue!""Gue juga gak akan ngrepotin lo dengan tanggung jawab sama anak ini. Gue bisa besarin anak gue sendiri, gue gak butuh sosok lo di hidup gue dan anak gue!" Tegas SalsaUcapan Salsa berhasil menusuk relung hati Lian yang paling dalam. Rasanya benar-benar sakit, saat Salsa tak ingin lagi bersamanya.Air matanya luruh, tubuhnya melemas. Lian tak bisa membayangkan jika semuanya benar-benar terjadi. Membayangkannya saja tak sanggup, apalagi jika itu benar-benar terjadi di hidupnyaLian memeluk erat tubuh Salsa, ia tak ingin kehilangan istrinya. Lian tau Lian salah, namun ia ingin Salsa memberikan kesempatan terakhir untuknya"Sayang, anak itu anak kita. Kita besarin anak kita sama-sama. Aku gamau kehilangan kamu dan anak kita sayang. Tolong, jangan bicara seperti itu lagi" Ucap Lian"Jangan egois Lian! Kalo lo cinta sama Amel, yaudah ceraiin gue! Jangan mau dua-duanya!" Balas Salsa"Aku gak cinta sama Amel! Aku cinta nya sama kamu Sa, sama kamu!" Balas LianSalsa tertawa sinis mendengar ucapan Lian"Manis banget emang omongan playboy kek lo" Balas Salsa"Aku sayang sama kamu! Aku cinta sama kamu Sa!""Aku belum mutusin Amel karena aku punya alasan Sa""Hari dimana aku ajak Amel ketemu untuk mengakhiri semuanya, di hari itu juga kedua orang tua Amel kecelakaan""Aku nemenin dia ke rumah sakit dan ngeliat kondisi orang tuanya, dan ternyata kedua orang tua Amel meninggal dunia di tempat kejadian""Dia histeris, dan aku berusaha nenangin Amel. Aku bisa ketemu sama Amel dan nemenin dia karena kamu ikut Mama ke Bandung hari itu dan aku sengaja gak cerita ke kamu karena aku takut kamu mikir macem-macem sama aku Sa""Aku terpaksa tunda rencana ku untuk mutusin dia karena aku gak tega sama Amel. Dia masih berduka dan aku gak sejahat itu untuk makin nyakitin dia""Aku tahan-tahan semuanya, sampai aku sendiri lupa dengan rencana itu Sa. Karena setelah kepergian kedua orang tua Amel, Amel ambil cuti kuliah dan menenangkan diri di rumah neneknya di Jogja. Kita bahkan jarang berkabar, karena aku yang gapernah bales chat dia""Sampai puncaknya malam itu, aku beneran gatau kalo Amel udah balik ke Jakarta. Aku bahkan lupa kalo aku belum mengakhiri semuanya sama Amel Sa""Tapi aku berani sumpah, aku cinta sama kamu, bukan Amel. Aku hanya menunda untuk mengakhiri hubungan ku sama Amel Sa, bukan gamau. Aku pasti mengakhiri semuanya sama Amel, karena wanita yang aku mau di hidupku itu cuma kamu. Bukan yang lain Sa, tolong percaya sama aku" Ucap LianSalsa terdiam mendengar ucapan Lian, Salsa baru teringat saat beredar kabar jika kedua orang tua Amel meninggal dunia. Dan Salsa tak pernah menanggapi serius kabar itu karena melihat Lian yang tampak biasa-biasa saja saat itu. Salsa pikir kabar itu hanya kabar burung yang tak jelas kebenarannya.Salsa melepaskan pelukan Lian lalu beralih menatap suaminya yang sudah tiga hari tak terlihat ituSalsa menghela nafas, ia tak tega melihat Lian yang ternyata sudah mengeluarkan air matanya. Salsa sangat mengenal suaminya, ia tumbuh bersama sejak kecil. Lian tak mungkin menangis jika lelaki itu berbohong tentang perasaannya"Gausah nangis, lo cowok bukan?" Tanya Salsa ketusLian menundukkan wajahnya lalu menyenderkannya ke bahu istrinya layaknya anak kecil yang tengah di marahi ibunya"Jangan tinggalin aku Sa, aku gamau cerai sama kamu hiks hiks" Ucap Lian"Kalo gamau cerai sama gue, ya putusin si Amel. Kalo lo masih gak tega mutusin Amel, yaudah ceraiin gue. Simple kan" Balas SalsaLian menatap wajah Salsa dengan serius"Kalo aku putusin Amel sekarang juga, kita gak cerai kan sayang?" Tanya Lian excitedSalsa menganggukkan kepalanya"Oke, aku telpon Amel sekarang ya" Ucap Lian sembari mengeluarkan ponselnya"Eh, no no no! Lo harus putusin Amel langsung di depan gue!" Ucap Salsa"Oke, besok ya sayang? Aku bakal putusin Amel di depan kamu langsung" Balas Lian"Hhmm dan satu lagi, gue gamau nutupin pernikahan ini lagi, karena sekarang gue hamil. Gue gamau anak gue di cap anak haram karena anak-anak di kampus gatau siapa suami gue" Balas Salsa"Aku robek mulutnya kalo ada yang berani bilang anak aku anak haram! Gak akan aku biarin mereka ngehina anak kita sayang!" Ucap Lian"Gausah salahin mereka, mereka kan emang gatau kalo kita udah nikah! Lo nya siap gak ngakuin pernikahan ini di depan anak-anak? Siap gak lo bilang kalo sahabat bawel lo ini sekarang udah jadi istri lo?" Tanya Salsa"Sayang? Serius kamu tanya ini sama aku?""Bahkan aku pengen banget ngomong di depan muka Zio waktu itu kalo kamu istri aku! Aku pengen semua dunia tau kamu punya aku! Kamu tanya aku siap apa gak? Jelas aku siap sayang! Aku mau semua orang tau pernikahan kita ini!" Balas Lian"Okee, besok gue pengen bukti dari semua omongan lo barusan!" Balas Salsa"Berarti, aku udah di maafin kan?" Tanya Lian"Hhmm" Balas Salsa"Jawab yang bener sayangggggg" Rengek Lian"Makanya, lain kali itu ngomong sama gue! Lo sama aja gak ngehargain gue kalo begini, sampe akhirnya gue salah paham sama lo!""Gue tau lo emang gak tegaan, dan lo cuma kasian sama Amel! Tapi lo gak inget omongan dia malam itu sama gue? Dia ngomong kalo lo cinta banget sama dia, makanya lo gak mungkin mutusin dia! Itu bener-bener bikin gue percaya alasan lo gak mutusin dia karena itu!" Ucap Salsa"Maaf sayang, aku emang bodoh, aku berusaha nutupin semuanya sama kamu dan bilang semuanya udah selesai karena aku takut kamu marah kalo aku belum mengakhiri semuanya sama Amel" Balas Lian"Jelas gue marah kalo gue gatau alasannya! Kalo lo cerita, gue juga gak akan marah! Gue masih punya rasa kemanusiaan Lian! Gue gak mungkin maksa lo mutusin dia hari itu juga!" Balas Salsa"Iya, maaf sayang, aku emang bodoh, aku tolol, aku gak berpikir panjang. Maafin ya" Balas Lian"Lain kali ngomong! Kita udah sepakat jalanin hubungan ini, lo itu suami gue, bukan lagi sahabat gue. Lo bisa jujur semuanya sama gue, kita juga harus saling terbuka satu sama lain, supaya kedepannya gak akan ada salah paham salah paham lagi" Balas Salsa"Iya sayang, aku janji, ini terakhir aku bohong sama kamu. Tapi tolong, jangan pernah bilang cerai lagi ya. Aku gamau sayang" Ucap Lian"Tergantung, kalo lo selingkuh ya kita cerai!" Balas Salsa"Sayangggg, aku gak mungkin selingkuh! Kamu tau aku dari dulu, aku selalu setia sama satu cewek! Apalagi sekarang, kita udah nikah, bukan lagi pacar-pacaran. Aku gak mungkin lah duain kamu!" Balas Lian"Ya gue pegang janji lo, tapi satu ya Li yang harus lo inget! Gue gak pernah takut kehilangan lo! Kalo pun sekarang gue cinta mati sama lo, kalo lo khianatin gue, gue gak akan mikir dua kali buat ninggalin lo!""Apalagi setelah nanti gue punya anak, hidup sama anak-anak gue juga udah cukup buat gue kalo lo macem-macem!" Ucap Salsa tegasLian menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Salsa. Lian memang tau istrinya itu wanita yang sangat kuat, dia sangat percaya ucapan Salsa bukan main-main. Lian tak ingin jika suatu saat Salsa akan meninggalkannya dan membawa anak mereka karena kesalahannya. Lian telah berjanji pada dirinya sendiri, ia hanya akan menikah satu kali dan itu hanya dengan Salsa."Dan aku gak akan biarin semuanya terjadi sayang, selamanya kamu hanya milik aku, dan kita akan sama-sama selamanya! Aku janji, aku gak akan khianatin pernikahan ini!" Tegas Lian sembari mengusap wajah Salsa"Oke, gue pegang janji lo" Balas SalsaLian tersenyum lalu tanpa basa-basi ia mencium bibir istrinya yang sangat ia rindukan. Bukan hanya mencium, Lian terus melumat dan menyalurkan kerinduannya pada Salsa.Salsa pun begitu, jujur ia juga sangat merindukan Lian. Ia mulai membalas ciuman Lian dan mengalungkan tangannya pada leher Lian."Eughh Li, janganh disini" Lenguh Salsa saat Lian mulai menciumi lehernya"Kita gak pernah main di dapur sayang, bentar aja yuk" Lirih Lian"Nanti ketahuan ayah bunda" Balas Salsa"Ini tengah malam sayang, ayah bunda pasti udah tidur. Boleh yaa, yuk. Aku kangen banget sama kamu sayang" Ajak Lian lalu kembali menciumi leher Salsa"Bentar aja" Balas Salsa"Janji, sekali pelepasan terus kita lanjut di kamar ya" Ucap LianLian tersenyum saat Salsa menganggukkan kepalanya"Inget, jangan keluar di dalem, jangan kenceng-kenceng, Inget ada anak kita" Ucap Salsa"Siap bunda sayang, aku tau apa yang harus aku lakuin" Balas LianSalsa hanya pasrah sembari menikmati saat Lian mulai menjalankan misinya.***Lian menggandeng mesra istrinya menyusuri lorong kampus. Dan saat melihat Amel berjalan masuk ke dalam kelas, Lian segera memanggil gadis itu"Sayang? Kamu tuh, tiga hari gak bisa di hubungi! Kemana aja?""Ini juga, ngapain sih gandeng-gandeng pacar orang! Lo emang lama-lama makin gatau diri ya!" Ucap Amel sembari menarik tangan Lian dan berusaha melepaskan gandengan Lian dan Salsa"Mel! Stop! Kamu gak berhak lepas gandengan aku dan Sasa!" Balas Lian"Maksud kamu? Kamu itu harusnya gandengan sama aku! Bukan dia!" Balas Amel"Mel, sorry, aku harus jujur sama kamu""Di hari yang sama saat aku ngajak kamu ketemu dan ternyata orang tua kamu kecelakaan. Sebenernya hari itu aku mau akhirin semua hubungan kita Mel""Aku udah nikah sama Sasa beberapa bulan lalu, saat kita masih pacaran. Aku tau aku salah, tapi aku gabisa nolak perjodohan antara aku dan Sasa karena orang tua kita yang memaksa""Awalnya semua terasa berat, dan kita sepakat untuk menutupi hubungan kita. Kita juga sepakat untuk jalanin hidup kita masing-masing. Makanya aku tetep lanjut sama kamu, dan Salsa bebas deket sama siapapun""Tapi aku kalah, aku gak bisa liat Sasa sama cowok lain. Aku sayang sama dia, dan sayang itu bukan sebagai sahabat Mel. Tapi selayaknya suami pada istrinya""Dan saat kita di Bali, kita sepakat untuk hapus semua perjanjian kita dan mulai jalanin pernikahan ini dengan tulus. Aku udah minta Sasa jauhin cowok lain dan aku akan putusin kamu setelah sampai di Jakarta""Dan hari itu, saat aku mau mengakhiri semuanya. Ternyata kamu sedang tertimpa musibah, dan aku terpaksa undur niat ku karena aku tau kamu masih berduka""Tapi hari ini, aku gabisa lagi nunda-nunda Mel. Aku mau kita putus, dan aku harap kamu ngerti dengan semua penjelasanku. Maafin aku, karena aku udah jahat sama kamu. Semoga kamu bahagia sama laki-laki lain ya Mel" Ucap LianAmel menggelengkan kepalanya, ia tak terima Lian memutuskannya begitu saja"Gak Lian! Aku gamau hiks hiks! Aku gamau putus sama kamu" Balas Amel"Gabisa Mel, aku udah nikah sama Sasa dan sekarang Sasa lagi hamil anak aku. Tolong kamu ngerti ya, kita udah selesai dan gabisa sama-sama lagi" Ucap Lian"Hiks hiks lo jahat Sa! Lo rebut Lian dari gue! Padahal gue baru aja kehilangan kedua orang tua gue! Tapi lo rebut Lian dari gue, satu-satunya orang yang bisa buat gue bertahan untuk hidup! Hiks hiks lo jahat Sa!" Ucap Amel"Maaf Mel, gue tau gue udah rebut Lian dari lo. Tapi semua di luar kendali kita, gue awalnya gak niat jalanin pernikahan ini. Tapi semuanya berubah setelah gue dan Lian ternyata saling sayang. Sorry Mel" Balas Salsa"Hiks hiks! Itu pasti bukan anak Lian kan, lo hamil sama laki-laki lain tapi lo minta Lian yang nikahin lo kan! Dasar licik! Murahan!!" Ucap Amel"Amel stop!!! Itu anak gue! Darah daging gue! Gue gak akan terima kalo lo hina Sasa dan anak gue!""Please, terima keputusan gue Mel! Gue yakin lo pasti bahagia sama hidup lo! Gue juga udah denger kalo lo mulai deket sama Ardi, Ardi pasti bisa jagain lo dan gantiin gue!" Balas Lian"Gue gak deket sama Ardi! Lo jangan asal ngomong Lian hiks hiks. Lo ngomong gitu untuk nutupin perselingkuhan lo dan Sasa kan? Hah! Jahat banget lo Li hiks hiks" Ucap Amel"Gue sendiri yang bilang sama Lian Mel, kalo kita lagi deket. Gue juga tau Salsa dan Lian udah menikah, karena gue tetangga mereka""Gue suka sama lo, dan gue sendiri yang ngomong sama Lian kalo gue bakal gantiin dia jagain lo. Jadi tolong, terima semua keputusan ini ya""Lo gak sendiri, ada gue disini untuk lo Mel" Ucap Ardi tiba-tibaAmel membelalakan matanya mendengar ucapan Ardi. Memang selama ia berduka, bukan Lian yang menemaninya. Ardi lah yang menemani Amel sampai ia rela beberapa hari di Jogja."Ardi tulus sama lo Mel, tolong terima dia. Dan lo bisa bahagia sama dia. Kita udah gak bisa sama-sama, gue bahagia sama keluarga kecil gue. Dan gue cinta sama istri gue" Ucap Lian"Tapi gue cinta sama lo Lian hiks hiks" Balas Amel"Lupain gue dan buka hati buat Ardi. Ardi laki-laki baik, gue yakin gak akan sulit untuk lo jatuh cinta sama dia" Balas LianSetelah drama panjang di lorong kampus, dan di saksikan beberapa mahasiswa lain. Akhirnya Amel menerima keputusan Lian, dan mengikhlaskan Lian bersama Salsa.Salsa dan Lian bisa bernafas lega, akhirnya mereka benar-benar selesai dengan orang lain. Mereka bisa fokus menjalani kehidupan rumah tangga mereka berdua sembari menanti kehadiran buah hati mereka."Alhamdulillah, semua nya udah selesai sayang" Ucap Lian"Iya, alhamdulillah Li. Amel bisa menerima keputusan kamu" Balas Salsa"Kita mulai semuanya dari awal ya, hanya kamu dan aku. Bukan lagi sebagai sahabat, tapi sebagai suami istri dan calon orang tua yang baik untuk adik. Kamu mau kan?" Tanya Lian"Mau dong Li, ini semua udah aku nantikan dari lama. Jadi mari kita mulai semuanya hari ini" Balas Salsa"Makasih sayang" Ucap Lian sembari mengecup tangan Salsa"Sama-sama suami" Balas Salsa~END~
Lovely Busui
"Apa dok? Cairan yang keluar dari payudara saya itu ASI? Gak mungkin dok, saya belum menikah apalagi hamil. Gak mungkin payudara saya keluar ASI" Ucap Salma"Mbak, mbak yang tenang ya. Ini sudah biasa terjadi kok. Bukan hanya mbak yang mengalami permasalahan seperti ini. Saya sudah sering menangani kasus-kasus seperti mbak""Pada umumnya, ASI bisa keluar pada wanita yang tidak hamil, penyebabnya cukup bermacam-macam. Seperti ketidakseimbangan hormon, efek samping pengobatan dan mengidap kondisi kesehatan tertentu""Namun setelah saya melakukan pemeriksaan pada payudara mbak Salma. Payudara Mbak Salma tidak terdapat benjolan sama sekali atau yang mengarah pada tumor atau pun kanker payudara""Jadi ASI keluar mungkin karena kadar Estrogen pada Mbak Salma terlalu tinggi hingga menyebabkan cairan ASI keluar walaupun tidak sedang mengandung mbak" Jelas Dokter"Astaghfirullah, tapi ini gak bahaya kan dok?" Tanya Salma"Gak mbak, tapi mungkin akan sedikit nyeri saja saat ASI tidak di keluarkan dengan baik" Balas Dokter"Dok, ini bertahan berapa lama? Apa selamanya dok?" Tanya Salma"Tidak Mbak, dari beberapa kasus yang saya tangani. Biasanya ASI akan berhenti keluar paling lama sekitar enam bulan sampai tujuh bulan. Ada juga yang lebih cepat sekitar dua sampai tiga bulan saja""Semua tergantung kondisi tubuh mereka masing-masing mbak. Tapi yang jelas tidak akan selamanya keluar kok mbak" Balas Dokter"Ahh syukur lah dok" Balas Salma"Mbak Salma, maaf sebelumnya. Apaa saya boleh bicara di luar pemeriksaan sekarang?" Tanya Dokter"Boleh dok, silahkan" Balas Salma"Jadi gini mbak, saya baru memiliki cucu sekitar satu bulan yang lalu. Ibu nya meninggal saat melahirkan cucu saya. Jadi cucu saya belum mendapatkan ASI sama sekali dari Ibu nya""Jadi gini, Saya ingin cucu saya mendapatkan ASI untuk tumbuh kembangnya mbak. Apa mbak Salma mau menjadi Ibu Susu dari cucu saya mbak?""Tapi tolong jangan salah paham dulu ya mbak, saya bisa membantu keperluan kehidupan mbak Salma selama mbak Salma bersedia menjadi Ibu Susu cucu saya""Saya harap mbak Salma mau membantu saya mbak, kasian cucu saya mbak. Saya gak tega lihat dia hanya minum susu formula" Ucap DokterKasian juga ya Bu Dokternya, lagian sayang juga ASI gue kalo gak di manfaatin. Gue juga lagi butuh duit buat bayar kuliah dua bulan lagi *batin Salma"Hmm gini aja deh Dok, saya ikhlas ngasih ASI saya untuk cucu dokter. Tapi tolong berikan saya pekerjaan saja dok, saya lagi butuh pekerjaan untuk membayar uang kuliah saya. Apa ada dok? Pekerjaan yang bisa saya lakukan sembari tetap kuliah?" Tanya SalmaDokter pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya"Kamu jadi Ibu Susu sekaligus baby sitter cucu saya saja ya. Gimana? Kamu bisa tinggal di rumah saya dan menjaga cucu saya setelah kamu selesai kuliah. Saya masih memiliki banyak ART yang bisa membantu kamu untuk menjaga cucu saya jika kamu kuliah. Setelah kuliah baru bisa melanjutkan pekerjaan kamu" Ucap DokterLumayan juga ya, gue gak perlu ngekos dong. Hemat biaya juga nih *batin Salma"Baik dok, saya setuju" Balas Salma"Kenalin saya Ratna. Panggil aja Bu Ratna ya Mbak Salma. Jangan dokter lagi, kan saya sudah jadi atasan kamu sekarang" Ucap Dokter"Kalo begitu, Bu Ratna juga jangan panggil saya Mbak dong Bu. Panggil saja saya Salma Bu" Balas Salma"Hahaha oke Salma. Kamu kemasi barang-barang kamu sekarang di kosan kamu ya. Nanti sore biar supir saya yang jemput kamu di kosan" Ucap Ratna"Loh, kok dokter tau saya ngekos?" Tanya Salma"Ini? Biodata kamu ada di saya loh untuk laporan pemeriksaan. Dan disini tertulis alamat kamu dengan nama Kos Putri Melati" Ucap Ratna"Eh haha iya dok, saya ngekos di sana" Balas Salma"Yaudah, Salma boleh keluar ya. Nanti saya akan menghubungi kamu jika supir saya akan menjemput kamu. Nomor kamu yang tertera disini kan" Ucap Ratna"Iya dok" Balas Salma***"Ini cucu saya Sal, namanya Arrayyan Zahfi Parulian. Rayyan usianya masih sebulan Sal, dan dia jadwal minum ASI nya tiap Tiga jam sekali yaa. Atau kalo udah nangis sambil mainan mulutnya itu tanda nya dia haus""Ini kamar Rayyan sekaligus kamar kamu ya? Gapapa kan kamu sekamar sama Rayyan?" Tanya Ratna"Gapapa Bu, kan lebih mudah kalo memang saya sekamar sama mas Rayyan" Balas Salma"Yaudah, perlengkapan Rayyan di lemari warna biru ya. Nah ini lemari baru khusus baju-baju kamu, jadi bisa taruh disini" Balas Ratna"Baik Bu" Balas Salma"Sekarang coba deh Sal, susuin Rayyan. Saya pengen tau" Ucap Ratna"Iya Bu, maaf ya kalo masih salah. Saya gatau soal beginian Bu" Balas Salma"Iya Sal, wajar kalo kamu gatau. Kan kamu belum pernah punya anak" Ucap RatnaSalma pun mulai mengeluarkan payudara nya dan mengarahkan pada Rayyan. Rayyan dengan semangat menghisap nipple Salma."Aduh senengnya, ketemu nen ya sayang hahaha. Liat Sal, ngisepnya kenceng banget" Ucap Ratna"Aduh iya Bu, tapi agak nyeri rasanya. Nyeri banget malah" Balas Salma"Iya soalnya ini baru pertama Sal apalagi Rayyan ngisep nya kenceng pantes nyeri. Tapi gapapa kok, nanti kamu bakal terbiasa" Balas Ratna"Iya Bu" Balas Salma"Yaudah, saya tinggal ke kamar ya Sal. Nanti makan malam turun, kita makan malam sama-sama ya" Ucap Ratna"Bu, saya makan di kamar saja. Saya gaenak kalo harus gabung di meja makan keluarga Ibu" Balas Salma"Gapapa Sal, sekalian saya kenalin kamu sama keluarga saya. Mau yaa, saya tunggu nanti pokoknya. Oke" Ucap Ratna lalu pergi keluar kamar***Salma turun bersama Rayyan yang sedang berada di gendongannya. Dengan langkah ragu, Salma mendekat pada meja makan keluarga Ratna."Hay Sal, akhirnya turun juga. Sini sini, duduk sebelah saya" Ucap Ratna"Baik Bu" Balas Salma tak enakSalma tersenyum menatap dua orang laki-laki yang berada di satu meja yang sama."Papa, Rony. Ini Salma yang Mama ceritain tadi" Ucap Ratna"Sal, ini suami saya Nama nya Surya dan itu anak laki-laki saya namanya Rony, dia ayah dari Rayyan Sal" Ucap Ratna"Salam kenal Pak Surya, Pak Rony. Saya Salma, Baby sitter tuan Rayyan" Ucap Salma mengenalkan diri"Iya Sal, Mama udah cerita banyak tentang kamu. Terimakasih ya sudah mau menjaga cucu saya dan menjadi Ibu Susu dari cucu saya" Balas Surya"Iya pak, sama-sama" Balas Salma"Terimakasih sudah mau memberi ASI kamu untuk anak saya" Ucap Rony datar"Sama-sama Pak" Balas SalmaMereka pun melanjutkan makan malam dengan Salma yang masih menggendong Rayyan."Sal, makan yang banyak ya. Kan kamu sekarang lagi nyusuin Rayyan. Tambah yaa" Ucap Ratna"Maaf Bu, Saya sudah kenyang. Ini udah cukup sekali, makasih ya Bu" Balas Salma sopanTepat setelah Salma menyelesaikan makannya, tiba-tiba Rayyan menangis."Bu Ratna, Pak Surya, Pak Rony saya izin ke kamar dulu ya. Sepertinya tuan Rayyan sedang haus. Permisi" Pamit Salma"Iya Sal" Balas RatnaSetelah kepergian Salma, barulah Ratna menanyakan pendapat pada suami dan anaknya"Gimana menurut Papa? Bener kan kata Mama? Salma anak yang baik" Ucap Ratna"Iya Ma, dia sopan, cantik, berhijab pula" Balas Surya"Iya Pa, Mama gak salah kan cari Ibu susu buat Rayyan" Ucap Ratna"Ma, tapi beneran aman buat Rayyan ASI Salma? Maksudnya kan? Dia masih gadis, tapi - ""Aman Pa, itu bukan cairan penyakit. Itu emang ASI yang keluar. Salma kelebihan hormon aja, makanya walaupun belum pernah menikah atau lagi hamil. ASI nya udah keluar""Kita doain aja, ASI Salma keluar terus biar Rayyan tercukupi kebutuhan ASI nya" Balas Ratna"Emang bisa tiba-tiba berhenti Ma?" Tanya Surya"Bisa lah, kalo hormon nya kembali normal ya berhenti. Makanya Mama mau beliin Salma ASI booster ntar Mama campur sama minumannya aja biar Salma gatau" Ucap Ratna"Mama mau jebak dia?" Tanya Rony"Bukan Jebak, Mama cuma mau yang terbaik buat Cucu Mama. Kalo Salma tau dia gak akan mau minum, karena dia sendiri takut ASI nya keluar terus padahal dia belum nikah" Ucap Ratna"Terserah Mama lah" Balas Rony"Ck, kamu tuh jangan kerjaan terus yang di urus. Anak kamu juga sekali-kali di lihat, di urus Ron. Dia pasti rindu sama Papa nya" Ucap Ratna"Anak Reina, bukan Anak Rony" Balas Rony"Ron!" Bentak Ratna"Ma udah ma" Tahan Surya"Rony ke kamar dulu, udah kenyang" Balas Rony lalu pergi ke kamarnya***Pagi hari nya, Salma tengah menjemur Rayyan di halaman belakang rumah. Dia menjemur sembari mengayun-ayunkan pelan tubuh Rayyan. Salma juga bersenandung lirih menemani kegiatannya untuk menjemur tuan muda nya itu.Ternyata kegiatan Salma tak luput dari pandangan Rony yang melihat Salma dari balkon kamarnya. Laki-laki itu fokus melihat betapa serius nya Salma mengasuh putra kecilnya di bawah."Beneran belum nikah? Tapi keliatannya udah cocok jadi Ibu" Monolog RonySetelah itu Rony kembali ke dalam kamarnya dan bersiap untuk ke kantor.Saat Rony membuka kamarnya, tepat berpapasan dengan Salma yang baru saja selesai menjemur Rayyan."Selamat Pagi Pak Rony" Sapa Salma"Pagi" Balas Rony singkat"Dari mana?" Tanya Rony basa basi"Dari jemur Tuan Rayyan di bawah Pak" Balas Salma"Oh, oke" Balas Rony lalu pergi meninggalkan SalmaHah? Gitu doang? Ini anaknya loh di gendongan gue? Kok gak di liat sama sekali sih. Aneh tuh orang, gak sayang anak banget *batin SalmaSalma pun tak mempedulikan Rony lagi lalu masuk ke dalam kamarnya untuk memandikan Rayyan dan bersiap untuk berangkat kuliah.Setelah bersiap, Salma turun dan memberikan Rayyan pada ART di rumah Ratna"Bi, titip Mas Rayyan ya Bi. Saya kuliah dulu, ASI nya udah di freezer ya Bi. Nanti tinggal angetin. Soalnya Salma hari ini ada tiga kelas Bi. Jadi sepertinya pulang sore. Gapapa ya Bi? Salma udah izin Ibu kok" Ucap Salma"Alah mbak Salma, ya gapapa toh. Sebelum ada mbak Salma kan Den Rayyan sama saya. Udah tenang aja ya mbak, Mbak Salma yang semangat kuliahnya" Ucap Bibi"Ahh makasih Bibi, saya berangkat dulu yaa" Balas SalmaSaat Salma hendak melangkah, tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara Rony yang baru saja turun dari tangga"Berangkat sama saya aja biar cepet" Ucap Rony pada Salma"Loh, Pak Rony belum berangkat? Saya kira udah berangkat" Balas SalmaRony memang mendengarkan semua percakapan Salma dan Bibi saat dia berada di tangga."Tadi mau berangkat tapi barang saya ada yang tertinggal di kamar" Balas Rony datar"Oh, yaudah saya duluan ya pak" Balas Salma"Berangkat sama saya aja" Ucap Rony"Pak, gausah. Nanti bapak telat ke kantornya" Balas Salma"Kampus mana?" Tanya Rony"Nusabangsa Pak" Balas Salma"Searah. Ayo sama saya" Ajak Rony"Pak gak per - ""Saya gak terima penolakan" Tegas Rony"Udah mbak, bareng mas Rony aja. Gapapa" Timpal Bibi"Huft, yaudah deh" balas Salma"Sayangnya Ibu, Ibu berangkat dulu yaa. Anteng-anteng sama bibi. Jangan rewel ya nak, nanti sore kita ketemu lagi. Bye bye ganteng nya Ibu" Ucap Salma sembari mencium kening RayyanRony tersenyum sangat tipis, bahkan sama sekali tak terlihat jika dirinya tengah tersenyumSelama perjalanan, mobil Rony terasa sangat hening. Tidak ada yang memulai percakapan, hingga sampai di depan kampus Salma. Rony baru memulai obrolan nya pada Salma"Nanti pulang jam berapa?" Tanya Rony"Jam empat an pak. Maaf ya kalo saya pulang sore pak, karena hari ini ada tiga kelas" Ucap Salma"Gapapa" Balas Rony datar"Yaudah, saya keluar dulu ya Pak. Makasih atas tumpangannya pak" Ucap Salma"Jangan panggil Pak. Saya gak setua Papa saya" Ucap Rony datar"Ah, maaf. Kalo begitu saya panggil Tuan Rony saja ya tuan" Balas Salma tak enak"Jangan! Saya tidak suka di panggil seperti itu! Panggil seperti Bibi dan ART lain panggil saya saja" Ucap Rony"Oh iya, baik Mas Rony""Terimakasih sudah mengantar saya ke kampus ya mas, saya turun dulu" Ucap Salma sopan"Belajar yang rajin" Balas Rony datar"Iya mas" Balas Salma tersenyum sembari keluar dari mobil RonyMobil Rony melaju meninggalkan Salma"Aneh, bener-bener aneh" Gumam Salma***Sudah hampir sebulan Salma bekerja pada keluarga Rony. Salma sangat betah bekerja bersama keluarga itu. Mereka benar-benar baik padanya. Walaupun Rony bersikap datar dan pendiam tapi dia juga selalu bersikap baik pada Salma.Namun yang sampai saat ini Salma bingung kan adalah Rony hampir tidak pernah melihat anaknya sedikit pun selama sebulan Salma bekerja disana. Salma bahkan sering kali dengan sengaja membawa Rayyan yang sedang menangis di dekat Rony. Namun bukannya melihat anaknya, Rony justru pergi dan menghindar. Salma semakin penasaran dengan sikap Rony pada bayi kecil yang tak berdosa itu.Salma merasa kehausan setelah menyusui Rayyan yang sedari tadi rewel dan baru bisa tidur saat tengah malam. Salma pun memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil air. Salma kenakan hijab pasmina tanpa pentul lalu keluar kamar meninggalkan Rayyan yang sudah terlelap di baby box nya."Lagi apa Sal?" Tanya Rony"Allahuakbar, Ya Allah mas. Saya kagettt" Ucap Salma sembari memegang dadanya"Sorry sorry. Saya gak niat ngagetin kamu kok. Saya gatau kalo kamu sekaget itu" Balas Rony polos"Ya mas mikir dong. Ini jam satu malem. Lampu juga udah gelap, ya saya mikir nya semua udah pada tidur. Tiba-tiba mas langsung di belakang saya. Apa gak kaget coba" Omel Salma"Ya maaf, saya kan gatau" Balas Rony"Eh astaghfirullah, maaf mas. Kenapa saya jadi kurang ajar ya ngomelin mas. Gapapa kok mas, saya nya aja yang penakut" Ucap Salma kikuk"Gapapa, saya yang salah kok" Balas Rony"Hmm mas Rony mau ngapain ke dapur?" Tanya Salma"Mau bikin kopi" Balas Rony"Bisa? Atau mau saya bikinin aja mas?" Tanya Salma"Boleh. Saya bisa bikinnya tapi gak pernah pas rasanya, gaenak" Ucap Rony"Hahahaha yaudah, tunggu ya mas. Saya bikinin" Balas Salma"Tadi Rayyan kenapa? Kok nangis terus?" Tanya Rony sembari memperhatikan Salma yang tengah membuat kopi nya"Gatau juga mas, rewel banget hari ini. Untung aja udah bobo, kasian soalnya nangis terus. Takut tenggorokan nya sakit" Balas Salma"Kamu gak capek ngurusin Rayyan?" Tanya Rony"Gak kok, malah seru tau mas. Rayyan tuh pinter, dia jarang banget rewel. Sebulan saya kerja disini, baru hari ini dia rewel gatau kenapa. Selama ini mah, anteng, pinter, lucu lagi anaknya. Gimana saya mau capek coba""Anak mas tuh lucu, sekali-kali di tengokin kali mas. Punya anak lucu gak pernah di liat sih" Sindir Salma"Saya sibuk" Balas Rony datarSalma paham jika Rony terasa tersindir dengan ucapannya. Terlihat perbedaan nada bicaranya setelah Salma menyindirnya, berubah menjadi dingin dan tegas. Salma tak ingin melanjutkan nya, karena ia juga takut Rony marah padanya."Yaudah, ini mas kopinya. Saya permisi ya" Pamit Salma lalu meninggalkan Rony begitu sajaSesampainya di kamar, Salma memandangi wajah tampan Rayyan. Seketika hatinya sakit, saat melihat bayi kecil itu. Ibu nya sudah tiada, dan ayah nya sama sekali tak mempedulikan nya.Oma Opa nya memang menyayangi nya, tapi sama dengan Rony. Kedua orang tua Rony bahkan masih sama-sama sibuk bekerja di usia mereka yang seharusnya sudah bisa bersantai di rumah dan menemani cucu mereka.Sungguh malang nasib bayi mungil ini, Salma terisak sembari mengecupi wajah Rayyan. Membayangkan betapa kesepiannya dia nanti setelah Salma harus pergi dari hidup Rayyan. Apakah masih ada yang peduli dengannya nanti? Apa ada yang akan menemaninya bermain nanti? Semua bayangan menyakitkan itu terlintas di kepala Salma dan membuatnya semakin terisak sembari terus mengusap lembut wajah Rayyan.***Berhari-hari hingga berbulan-bulan tak terasa Salma jalani menjadi Ibu Susu untuk Rayyan. Kini genap enam bulan Salma bekerja di keluarga Rony, Rayyan pun tumbuh menjadi bayi yang sehat dan gembul.Orang tua Rony sangat bersyukur, cucu nya kini benar-benar mendapatkan kasih sayang seorang Ibu dari Salma. Bahkan bisa di lihat dari perkembangan Rayyan yang sangat cepat dari usia bayi sepantaran nya. Rayyan sekarang bahkan sangat suka tertawa jika di ajak bercanda. Rayyan juga mulai mengoceh tak henti-hentinya, membuat siapapun menjadi gemas yang melihatnya.Hubungan Salma dan Rony juga sudah tak secanggung saat awal mereka bekerja, walaupun sampai saat ini Rony masih enggan untuk melihat anaknya. Salma sudah berulang kali mencoba membujuk Rony tapi sia-sia. Rony tak pernah mendengarkan bujukan Salma.Malam ini Rayyan menangis sangat kencang, ternyata badannya demam. Salma panik karena di rumah hanya ada Rony dan ART, sedangkan Bu Ratna dan Pak Surya sedang berada di luar kota. Setidaknya jika ada Bu Ratna, Salma tak akan panik karena Bu Ratna bisa langsung memeriksa kondisi cucunya.Tok tok tok"Mas.. Mas Rony" panggil Salma mengetuk pintu kamar RonyRony membuka pintu"Kenapa sih Sal? Itu Rayyan bisa di suruh diem dulu gak sih! Saya pusing dengernya! Saya juga baru pulang dari kantor!" Bentak RonySalma yang panik, seketika terkejut saat Rony tiba-tiba membentaknya."Cuma mau minta tolong di anterin ke rumah sakit. Rayyan demam tinggi, mangkanya nangis terus""Tapi sepertinya saya salah minta bantuan sama orang! Lanjutin aja tidurnya! Gausah bangun sekalian. Dasar Egoiss!!" Tegas Salma lalu pergi meninggalkan Rony dengan air mata yang mengalirMelihat itu Rony tersadar, tak seharusnya dia membentak Salma seperti itu. Mendengar ucapan Salma, membuat Rony sedikit khawatir dengan keadaan anak nya itu. Rony bergegas mengejar Salma"Sal, Sal. Maafin saya, bukan maksud saya bentak-bentak kamu tadi. Maaf Sal" Ucap Rony mengejar SalmaNamun tak mendapat jawaban dari Salma."Pak Jono, anterin saya pak ke rumah sakit. Rayyan panas pak, tolong ya" Ucap Salma pada supir keluarga Rony"Gausah Pak" Ucap Rony"Lu kalo emang gak sayang sama anak lu setidaknya punya rasa kemanusiaan dikit!! Jangan jahat-jahat bisa gak sih jadi orang! Bayi kecil ini lagi butuh pertolongan! Kalo emang lu gamau nganterin, gausah ngelarang Pak Jono buat nganterin gue!!" Bentak Salma"Yaudah gausah di anterin Pak! Turutin aja bos bapak yang jahat ini. Saya biar naik taksi" Ucap Salma lalu pergi meninggalkan Rony dengan emosi"Bisa gak sih dengerin saya dulu! Jangan langsung marah-marah! Saya ngelarang Pak Jono karena saya yang mau anterin kamu ke rumah sakit!" Teriak RonyNamun Salma sama sekali tak menoleh pada Rony. Dia keluar gerbang dan mencoba memesan taksi online. Rony masuk ke dalam mobil dan menyusul Salma."Masuk!" Titah RonySalma masih saja berjalan tak menghiraukan Rony. Rony menghentikan mobilnya dan menarik tangan Salma masuk ke dalam mobil."Masuk! Ini udah malem! Gak akan ada taksi yang mau terima! Ayo masuk! Kasian Rayyan kalo kamu keras kepala gini" Ucap Rony kesalSalma masuk ke dalam mobil Rony, dia terus menangis karena khawatir dengan Rayyan yang masih saja menangis."Rayyan gak akan kenapa-napa, jangan nangis terus" Ucap Rony"Gausah banyak omong bisa gak! Cepetan nyetirnya!" Tegas SalmaRony hanya pasrah mendengar ucapan Salma. Sepertinya gadis di sampingnya benar-benar marah padanya.Setelah sampai di rumah sakit, Rayyan pun di periksa dan ternyata Rayyan tidak mengalami penyakit yang serius. Dia hanya demam yang kemungkinan di sebab kan oleh Flu yang di deritanya. Namun karena demam yang terlalu tinggi, Dokter memutuskan untuk Rayyan menginap di rumah sakit hingga kondisinya membaik.Salma semakin merasa bersalah, dia merasa dirinya tak bisa menjaga Rayyan dengan baik. Dia duduk di brankar Rayyan yang sudah tertidur pulas setelah di berikan suntikan obat. Sedangkan Rony masih sibuk mengurus segala administrasi untuk anaknya itu."Sayang, maafin Ibu ya nak. Ibu gabisa jagain Rayyan. Ibu jahat ya nak hiks hiks. Kasian anak Ibu, harus ngerasain tangannya di infus, di suntik. Pasti sakit ya sayang hiks hiks""Kalo bisa Ibu minta sama Allah, biar sakitnya buat Ibu aja. Jangan Rayyan, Ibu gabisa lihat Rayyan sakit begini nak. Besok pulang ya nak, jangan lama-lama bobo disini. Enakan bobo di rumah sambil pelukan sama Ibu. Iyakan sayang" Ucap Salma terisakRony yang baru sampai di kamar dibuat speechless mendengar semua keluhan Salma. Dia merasa menjadi ayah yang sangat jahat bagi putra nya sendiri. Bagaimana bisa Salma yang notabene nya adalah orang asing bagi Rayyan bisa menyayangi anaknya begitu tulus, sedangkan dirinya adalah ayah kandungnya namun sama sekali tak pernah menyayangi anaknya."Istirahat dulu gih, biar saya yang jaga Rayyan" Ucap RonySalma langsung menghapus air matanya ketika mendengar Rony sudah sampai di kamar Rayyan"Saya gak mungkin bisa istirahat, kalo Rayyan masih begini. Mending bapak aja yang istirahat, pulang ke rumah. Rayyan kan ada di rumah sakit, jadi gak akan ganggu tidur bapak dengan tangisan dia" Ucap Salma"Sal, saya minta maaf. Saya gak bermaksud seperti itu. Tadi saya bener-bener pusing sama kerjaan jadi gak sengaja bentak kamu dan Rayyan" Balas Rony"Iya pak gapapa. Saya yang harusnya minta maaf karena udah ganggu waktu istirahat bapak. Jadi sekarang bapak pulang aja, istirahat. Biar saya sendiri yang jaga Rayyan disini" Ucap Salma datarEntah mengapa, hati Rony rasanya sedikit tercubit ketika Salma bersikap dingin padanya. Apalagi semenjak kejadian di rumah, Salma sama sekali tak memanggilnya dengan sebutan Mas lagi. Salma benar-benar bersikap dingin dan ketus padanya."Sal please maafin saya, saya salah. Gak seharusnya saya bentak-bentak kamu kaya tadi. Maafin saya ya Sal" Mohon Rony"Saya gak masalah kalo bapak bentak-bentak saya! Tapi sebelum itu bisa kan sekedar tanya kenapa Rayyan serewel itu tadi! Bukan langsung nyalahin Rayyan karena berisik! Punya hati gak sih bapak? Apa bener-bener gak ada rasa kasian sedikit pun pas denger anaknya nangis kaya tadi?""Seenggaknya kalo emang gak sayang sebagai anak. Bapak bisa punya rasa kemanusiaan sedikit! Dia masih bayi, dia nangis karena ngerasa badannya gak enak! Bukan mau dia juga nangis dan ganggu semua orang termasuk ayahnya sendiri!" Ucap Salma tegas"Maaf Sal, saya memang bodoh. Saya keterlaluan, padahal Rayyan gak salah apa-apa. Tapi saya malah membenci anak saya sendiri" Ucap Rony menyesalRony menghembuskan nafas nya sebelum melanjutkan ucapannya."Dulu saya memiliki sahabat dari kecil, namanya Rea. Dari kecil sampe lulus kuliah kita selalu bareng-bareng. Sampe akhirnya saya memiliki kekasih saat kuliah, membuat hubungan persahabatan saya sama Rea sedikit renggang""Saya baru tau kalo ternyata Rea mempunyai perasaan sama saya. Padahal saya sendiri hanya menganggapnya sekedar sahabat bahkan sudah seperti adik saya sendiri""Rea kesal karena saya berpacaran dengan teman sekelasnya. Rea gak terima, dia minta orang tuanya menjodohkan saya dengannya. Karena Mama Papa sahabat dekat dengan orang tua Rea, akhirnya mereka gabisa menolak keinginan orang tua Rea""Saat itu saya marah sama Rea, karena saya cinta sama mantan kekasih saya saat itu. Saya gabisa jalanin pernikahan sama Rea, saya sama sekali gak cinta sama dia. Tapi Rea sepertinya terlalu obsesi memiliki saya, dia bahkan tak peduli saat saya mengungkapkan penolakan saya pada perjodohan itu""Akhirnya saya terpaksa menikah dengan Rea, tapi saya juga tak meninggalkan mantan kekasih saya saat itu. Saya tetap menjalin hubungan di belakang Rea, sampai akhirnya Rea tau jika saya masih berhubungan dengan orang lain. Dia marah, dia bahkan berniat membunuh kekasih saya saat itu""Saya lelah menghadapi Rea, rasa sayang saya sebagai adik bahkan menghilang dengan melihat sifat Rea yang semakin hari semakin tak terkontrol. Rea memfitnah mantan kekasih saya, hingga dia di bully di kampus habis-habisan, Rea juga terus menerus meneror mantan kekasih saya, sampai dia depresi dan berakhir meninggal dunia karena bunuh diri""Saya semakin benci pada Rea, bukan hanya karena saat itu saya masih mencintai kekasih saya dan berakhir harus kehilangan dia. Tapi karena tindakan Rea yang sangat sangat keterlaluan. Dia menghalalkan segala cara agar dia bisa mendapatkan saya""Rea bahkan sangat licik, tak puas dengan meninggalnya mantan kekasih saya. Sampai lulus kuliah pun, Dia terus mengganggu wanita yang mencoba dekat dengan saya. Rea juga terus menerus mencoba menggoda saya untuk menyentuh nya. Saya benar-benar tidak mau, untuk sekedar memeluknya saja saya gak Sudi Sal, saya sudah terlalu benci sama dia""Sampai dimana dia menjebak saya dengan alkohol yang di campur dengan obat perangsang. Kadar alkohol dan obat perangsang nya pun dia kasih yang paling tinggi. Dan terjadilah malam dimana saya sangat menyesalinya selama hidup saya""Setelah saya melakukan itu, saya sama sekali tak pernah menyentuh Rea lagi. Namun sialnya, sebulan kemudian ternyata kesalahan saya malam itu meninggalkan jejak. Rea hamil anak saya, rencana saya meninggalkan dia pun gagal""Rea bahkan mengancam meracuni makanan Mama Papa jika saya berani meninggalkan nya dan anaknya nanti setelah dia melahirkan Sal. Saya benar-benar terjebak oleh obsesi Rea. Rea sangat kejam dan saya sangat membencinya""Sampai dimana dia hamil sembilan bulan dan saya memilih untuk mengambil pekerjaan di Jepang selama beberapa Minggu. Hingga saya di kabarkan bahwa Rea meninggal saat melahirkan Rayyan. Bukan hanya itu, ternyata orang tua Rea juga meninggal karena kecelakaan saat mereka menuju rumah sakit untuk menemani Rea melahirkan""Saya langsung flight ke Indonesia setelah mendengar kabar duka itu. Saya bukan lari dari tanggung jawab, tapi saya masih tidak bisa berdamai dengan diri saya sendiri untuk melihat Rea melahirkan anak saya Sal. Anak yang gak pernah saya harapkan dari Rea""Mau gak mau, saya harus bertanggung jawab dengan Rayyan setelah Rea dan kedua orang tuanya meninggal. Tapi bodohnya saya, saya malah meneruskan sikap benci saya pada bayi kecil yang tak berdosa itu. Bayi kecil yang harus terpaksa hadir karena kesalahan saya malam itu""Saya selalu menghindar dari Rayyan, karena setiap saya melihat wajahnya. Saya menjadi luluh dan kasian pada Rayyan dan saya gamau itu terjadi. Setiap lihat Rayyan, saya selalu mengingat semua kejahatan Rea Sal. Bagaimana ibu nya dulu menghancurkan hidup saya""Tapi sekarang saya sadar, sikap saya selama ini salah. Rayyan gak berdosa, dia gak salah tapi saya justru membencinya. Dia memang lahir dari rahim Rea, tapi bukan berarti dia harus menanggung semua kesalahan Ibu nya" Ujar Rony panjang lebarSalma tentu saja terkejut mendengar cerita dari Rony. Pantas saja jika sikap Rony seperti itu pada Rayyan. Ternyata luka yang di goreskan Ibu Rayyan juga sangat dalam di kehidupan masa lalunya."Bapak sadar kan sekarang? Rayyan bukan kesalahan pak. Itu semua sudah takdirnya, itu semua sudah jalan dari Allah agar Rayyan hadir di dunia dan jadi pelipur lara untuk Bapak""Jika Ibu Rayyan sudah membuat luka di hidup bapak, beliau juga sudah menghadirkan obat nya untuk Bapak. Rayyan itu obat untuk bapak, obat untuk bapak bisa sembuh dan berdamai dengan masa lalu bapak""Kasian Rayyan pak, selama ini dia gak pernah merasakan kasih sayang dari Ayahnya. Padahal ayahnya ada di dekatnya. Jangan limpahkan kesalahan ibu nya pada Rayyan pak. Tolong sayangi dia, selayaknya anak kandung bapak" Ucap Salma"Iya Sal, bantuin saya ya. Bantuin saya untuk bisa mencoba menerima Rayyan di hidup saya. Bantu saya untuk bisa menyayangi anak saya sendiri""Kamu mau kan bantu saya Sal?" Tanya RonyDemi Rayyan, ini kesempatan supaya Rayyan bisa mendapatkan kasih sayang papa nya *batin Salma"Baik pak, saya mau bantu bapak demi Rayyan" Balas Salma datar"Sal, saya bener-bener minta maaf sama kamu tentang tadi. Saya gak sengaja bentak kamu Sal, maafin saya" Ucap Rony memelas"Huft, iya Pak. Saya udah maafin bapak kok" Balas Salma"Gak, kamu belum maafin saya. Buktinya kamu masih panggil saya bapak. Bukan mas" Balas RonyDih, kok sok imut gini sih nih duda. Haha lucu juga *batin Salma"Yaudah, iya mas. Saya sudah maafin Mas Rony" Balas Salma dengan senyuman terpaksa nya"Makasih ya Sal, saya janji saya gak akan seperti tadi lagi. Saya juga janji, saya akan mencoba sayang dan menerima kehadiran Rayyan di hidup saya" Ucap Rony"Iya mas, saya harap mas Rony gak ingkar sama janji nya ya mas. Kasian Rayyan" Balas Salma"Iya Sal" Balas Rony"Yaudah, sekarang Mas Rony tidur aja gih. Mas Rony kan capek tadi habis pulang kantor, lembur" Ucap Salma"Saya mau jagain anak saya Sal. Kamu aja gih yang tidur, kamu pasti capek. Ngantuk juga kan habis nangis dari tadi" Balas Rony"Gamau mas, saya gamau ninggalin Rayyan dulu. Mending Mas Rony tidur aja sekarang, nanti gantian sama saya. Mas Rony bangun, saya baru tidur. Gimana?" Tawar Salma"Yaudah deh, gitu aja ya. Saya tidur duluan ya Sal?" Ucap Rony"Iya mas, tidur di kamar aja. Jangan di sofa, nanti badan Mas Rony pegel-pegel" Balas Salma"Iya Sal" Balas RonyRony memang menyewa ruang rawat inap yang paling bagus di rumah sakit ini demi putra nya. Di ruang rawat inap Rayyan, terdapat satu kamar tidur yang bisa di gunakan untuk istirahat.Pagi harinya, Rony ternyata tidur terlampau nyenyak. Hingga dia bangun saat adzan subuh berkumandang. Dia bergegas bangun karena ia takut Salma kelelahan dan menunggunya bangun dari tidurnya.Rony segera beranjak dari kamar, namun saat hendak menyapa Salma. Tubuh Rony tiba-tiba menegang saat melihat Salma tengah menyusui putra nya. Rony merasa kesulitan menelan saliva nya, saat melihat pemandangan di depannya.Payudara Salma yang mulus terlihat oleh mata Rony tanpa halangan sedikit pun. Salma sendiri tak menyadari jika Rony tengah menatapnya, Salma fokus menatap wajah Rayyan sembari mengusap wajah putra kecilnya itu.Anjing, subuh-subuh lihat beginian. Jadi bangun kan punya gue!Udah Ron, jangan di liatin Mulu! Itu punya anak lu. Sadar!Arghh mending ke kamar mandi deh, sekalian mandi terus sholat. Lama-lama disini ngeri gue khilaf ke Salma *batin Rony lalu pergi dari tempatnya menuju kamar mandi dalam kamar***Hari ini Rayyan sudah di perbolehkan pulang karena keadaan nya yang sudah membaik. Selama dua hari ini, Rony juga tak pergi ke kantor dan ikut mengurus Rayyan di rumah Sakit. Salma sedikit senang dengan perubahan Rony yang mau membantu menjaga Rayyan. Rony juga sudah mulai mau menggendong dan mencium wajah anaknya."Sini Sal, biar saya aja yang gendong Rayyan. Kamu cukup bawa tas kecil punya saya aja. Perlengkapan Rayyan kan udah di bawa Pak Jono tadi" Ucap Rony"Gapapa mas, biar saya aja yang gendong Rayyan" Balas Salma"No Sal, saya mau gendong anak saya. Oke" ucap Rony"Yaudah iya mas" Balas SalmaSaat di mobil pun, Rony kekeuh untuk menggendong Rayyan dan sesekali mencium wajah putranya."Kamu bener ya Sal, di liat-liat Rayyan mirip banget sama saya" Ucap Rony"Ya emang iya mas, kemana aja sih baru sadar. Rayyan udah umur 7 bulan baru sadar kalo anaknya mirip sama bapaknya" Balas Salma"Gausah nyindir gitu deh, kan udah tau alesannya. Pake di ungkit-ungkit terus" Balas Rony"Hahahaha iya iya, maaf ya Papa nya Rayyan. Emang niat mau nyindir kok haha" Balas Salma terkekeh"Ck, nyebelin ya kamu ternyata. Berani lagi sama atasan" Ucap Rony"Dih, atasan saya kan bos Rayyan. Bukan bapak hahaha" Balas Salma"Haduh, bener lagi. Gabisa ngancem kamu dong saya hahaha" Balas Rony"Gabisa lah, orang bos saya. Bos kecil ini hahaha" Ucap Salma sembari mencium Rayyan pada gendongan RonyJantung saya beneran gak aman tiap Deket kamu Sal. Apalagi kalo liat senyum kamu, rasanya tenang hati saya *batin Rony"Eh eh, Sal? Ini kenapa? Kok Rayyan mulutnya begini?" Tanya Rony bingung"Ohh, itu mau nen mas. Sini, biar Rayyan nya nen dulu" Ucap SalmaRony membulatkan matanya, maksud Salma dia akan menyusui Rayyan di mobil? Di mobil itu juga ada Pak Jono, supir mereka. Rony tidak mau jika tubuh Salma nantinya di lihat oleh orang lain."Sal? Mau nyusuin Rayyan disini?" Tanya Rony panik"Yaiya mas, ini hausnya sekarang" Ucap Salma"Ada saya, ada pak Jono loh" Lirih Rony"Ohh hahaha, ya saya juga gamau kali di liat mas atau pak Jono. Saya mau minta tolong, ambilin kain warna biru di tas Rayyan. Itu kain penutup untuk Ibu menyusui mas" Balas SalmaRony segera mencari apa yang Salma minta, setelah ketemu baru lah Rony memberikannya pada Salma"Ini Sal" Ucap Rony"Minta tolong pasangin mas. Kalungin aja di leher saya. Saya gabisa ini gendong Rayyan" Balas Salma"Hhmm iyaa, izin ya sebelum nya" Ucap Rony gugup"Iya Mas" Balas SalmaRony mulai mendekat ke ceruk leher Salma untuk mengaitkan kain penutup. Setelah selesai mengaitkan kain, saat Rony hendak beralih, tiba-tiba Pak Jono mengerem mobil dadakan dan membuat Rony tak sengaja mencium pipi Salma."Astaghfirullah" Ucap Salma dan Rony bersamaan"Pak! Kok gak hati-hati sih. Ini kita bawa Salma dan Rayyan! Kalo Salma dan Rayyan kenapa-napa gimana!" Omel Rony"Mas udah mas" Tahan Salma"Mas Rony maaf, tadi tiba-tiba ada anak kecil yang nyebrang dadakan. Saya kaget makanya ngerem mendadak mas. Maaf mas" Ucap Pak Jono"Udah mas, bukan salah Pak Jono. Jangan di marahin" Balas Salma"Yaudah, di lanjut pak. Tapi pelan-pelan aja" Ucap Rony"Iya mas, sekali lagi saya minta maaf ya mas" Balas Pak Jono"Iya pak" Balas RonySetelah mobil kembali jalan, suasana menjadi canggung. Salma dan Rony masih sama-sama mencerna apa yang baru saja terjadi. Tak ambil pusing, Salma mulai menyusui Rayyan."Awsss ahh" Rintih Salma"Hey kenapa Sal?" Tanya Rony panik"Gapapa mas" Balas Salma malu"Gapapa gimana! Kamu kesakitan gitu. Kenapa? Apanya yang sakit? Kita ke rumah sakit lagi aja ya?" Tanya Rony panik"Eh eh ngapain? Gak mas, gausah. Saya gapapa kok" Balas Salma kikuk"Jawab dulu! Apanya yang sakit. Kalo kamu gak jawab, saya suruh Pak Jono putar balik ke rumah sakit sekarang" Tegas Rony"Ya Allah mas, gak perlu ke rumah sakit""Hmm ini mas, hmm puting saya di gigit Rayyan, kan Rayyan lagi tumbuh gigi mungkin gusi nya lagi gatel jadinya suka gigit-gigit" Ucap Salma malu-malu"Lecet? Kalo lecet beli obat aja ya" Balas Rony khawatir"Lumayan lecet, tapi gak perlu obat mas. Nanti sembuh sendiri" Ucap Salma malu"Kamu gausah malu, Rayyan kan anak saya. Kamu kesakitan juga karena ulah dia. Jadi saya yang harus tanggung jawab. Kalo kamu malu, biar saya aja ya yang beli obatnya nanti ke apotik. Kamu tunggu aja di mobil" Balas Rony"Eh gausah mas, beneran gausah" Tolak Salma"Gausah gimana. Nanti kalo infeksi gimana Sal? Udah deh nurut yaa. Kalo masih gak nurut, saya sendiri yang ngobatin puting kamu!" Tegas RonySalma membulatkan matanya, dia benar-benar kaget dengan ancaman Rony padanya."Ihh apasih mas! Saya bisa sendiri!" Balas Salma"Makanya nurut, saya yang beli obat nanti kamu obatin sendiri! Kalo masih ngeyel, saya yang ngobatin langsung! Gak peduli mau kamu marah juga, yang penting payudara kamu sembuh dan bisa ngasih ASI buat anak saya lagi" Ucap Rony"Ck, mas! Frontal banget sih ngomongnya! Saya malu tau!" Omel Salma"Apa sih? Frontal apanya? Kan bener yang saya omongin?" Ucap Rony"Ish, tau deh. Mas nyebelin tau gak!" Omel SalmaGemes banget, boleh gak gue gigit pipinya ini? *Batin Rony"Hahaha iya iya maaf, mukanya gausah gitu. Mau di cium itu bibirnya? Kok maju-maju begitu? Hmm?" Goda Rony"Ish, kamu kenapa sih mas? Jadi mesum gini? Udah tiba-tiba cium pipi saya! Ngacem ngobatin payudara saya! Sekarang malah mau cium-cium bibir saya!" Omel Salma"Hmm kalo soal cium pipi, saya gak sengaja. Kan Pak Jono yang salah""Kalo mesum, ya wajar lah mesum. Saya kan cowo, masih normal lagi" Goda Rony"Ya jangan ke saya mesumnya!" Omel Salma"Terus ke siapa? Kan kamu Ibu nya Rayyan hmm?" Goda Rony"Ish, tau ah mas! Ngeri deh deket-deket duda! Mesum Mulu" Balas Salma"Kenapa sih? Duda duda begini, juga saya masih keren tau" Ucap Rony percaya diri"Idih, PD mampus" Balas Salma"Hahahaha emang keren, gimana dong" Balas Rony"Mas, perasaan dulu pas baru kenal kamu tuh pendiem, cool, datar gak ada ekspresi, ngomong seadanya. Kok sekarang berubah sih? Makin banyak omong" Ucap Salma"Ya berarti saya udah nyaman sama kamu. Kalo belum nyaman ya saya gak akan bersikap seperti ini lah" Balas RonyDegJantung Salma tiba-tiba berdegup sangat kencang saat Rony mengatakan hal tersebut.Nyaman? Nyaman gimana nih maksud Rony? Please jangan baper Sal, please ini mah *batin Salma"Oh, saya kira emang beru - ""Awsss, aduh sayang. Jangan di gigit terus, sakit nak" Rintih Salma"Sakit banget ya Sal? Dua dua nya kah yang lecet?" Tanya Rony"Ck, ngapain sih bapak tanyain itu" Balas Salma sewot"Astaghfirullah, jangan mikir macem-macem deh. Maksud saya kalo emang yang kiri gak sakit, di pindah aja biar Rayyan minum yang kiri" Ucap Rony"Massss, ahhh. Saya malu loh mas!! Kok di terusin sih sama kamuuu masss" Rengek Salma"Loh? Malu kenapa sih? Apanya yang harus di maluin?" Tanya Rony heran"Ya mas, ngomongin itu kek gak di rem banget tuh mulut. Udah jangan di bahas, diem!" Omel Salma"Iya iya Ibu, maaf yaa hahaha" Goda RonyRony anying! Jantung gue copot bangsat, ahhh Duda gilaaaa *batin Salma"Ibu Ibu! Panggil yang bener" Omel Salma"Kenapa sih? Rayyan boleh manggil Ibu, kok saya gaboleh?" Goda Rony"Ya mas Rony siapa! Rayyan kan anak saya, wajar manggil Ibu" Balas Salma"Loh, saya kan ayah nya Rayyan. Berarti boleh dong manggil Ibu? Saya juga gamau ah di panggil Papa. Mau nya ayah aja, biar pas sama Ibu" Ucap Rony"Terserah deh, terserah mas Rony aja. Jujur saya capek di godain duda" Balas Salma"Hahahaha capek tapi muka nya merah" Balas Rony"Diem!" Tegas Salma"Salting nya jelek nih Ibu hahaha" Goda Rony"Mas saya turun yaa!!" Ancam Salma"Hahaha iya iya, udah nih saya diem yaa hahaha""Oh iya pak, cari apotik dulu ya sebelum ke rumah" Ucap Rony pada Pak Jono"Siap Mas" Balas Pak Jono"Dasar duda gila!" Lirih Salma"Saya masih bisa denger loh Sal" Ucap Rony"Bodo amat" Balas SalmaRony terkekeh melihat wajah kesal Salma. Sepertinya menggoda Salma akan menjadi hobi baru nya sekarang. Salma yang kesal terlihat sangat lucu dan menggemaskan di mata Rony.***"Sal, Ibu makasih banget ya sama kamu. Berkat kamu, Rony sekarang bisa menerima anaknya. Bahkan dia sayang banget sekarang sama Rayyan Sal" Ucap Ratna"Bu Ratna, gausah bilang makasih ya Bu. Kan memang sewajarnya harus begitu. Rayyan kan anak Mas Rony, tanggung jawab Mas Rony ya bukan hanya tentang materi, tapi juga kasih sayang untuk Rayyan Bu" Balas Salma"Iya, tapi itu semua gak akan terjadi kalo bukan karena kamu Sal. Selama ini Mama Papa udah coba kasih tau ke dia tapi gak pernah dia denger. Tapi setelah ada kamu dan Deket sama kamu, dia juga mau deket sama anaknya" Balas Ratna"Alhamdulillah kalo dengan kehadiran saya bisa merubah sedikit sikap Mas Rony pada Rayyan Bu. Saya cuma kasian sama Rayyan, karena selama ini dia gak pernah dapet kasih sayang dari ayahnya" Ucap Salma"Iya Sal, makasih yaa. Makasih banyak sudah mau merubah Rony Sal" Balas Ratna"Iya Bu, sama-sama. Yaudah saya ke kampus dulu ya Bu. Rayyan lagi tidur di atas di temenin bibi" Ucap Salma"Iya hati-hati ya Sal" Balas Ratna"Mari Pak" Sapa Salma pada Surya"Iya Sal, hati-hati ya" Balas SuryaSetelah kepergian Salma, Rony baru turun dari kamarnya."Salma lama banget gak turun-turun?" Gumam Rony"Salma? Kamu nungguin Salma dari tadi Ron?" Tanya Surya"Hhhmm iya Pa" Balas Rony ragu"Salma udah berangkat dari tadi ke kampus. Kamu yang telat" Balas Ratna"Ck, kok gak nungguin Rony sih berangkatnya Ma, Pa" Ucap Rony"Ya mana Mama tau" Balas Ratna"Hmm kamu suka ya sama Salma?" Tanya Surya"Apa sih Pa" Elak Rony"Jujur aja Ron, Mama udah gak pernah liat kamu sebahagia ini. Sekarang kamu tuh makin ceria, semangat terus, apa apa Salma, apa apa Salma. Udah keliatan banget kalo kamu lagi jatuh cinta" Ucap Ratna"Papa dukung kok kalo kamu sama Salma Ron, dia baik, sopan, Sholehah. Tulus lagi sayang sama Rayyan. Udah nikahin buruan, sebelum di ambil orang" ucap Surya"Mama juga Ron, mama udah ngerasa bersalah banget dulu udah maksa kamu nikah sama Rea dan ngancurin hidup kamu. Sekarang Mama bakal dukung apapun keputusan kamu, apalagi menikahi Salma. Mama dukung 100%" Timpal Ratna"Mama Papa beneran?" Tanya Rony"Beneran Rony, Mama seneng kamu bahagia seperti sekarang. Kejar lah kebahagiaan kamu nak, Mama Papa pasti dukung kamu" Ucap Ratna"Mamaaa, Papa makasih yaa. Makasih kalian udah dukung Rony. Rony mau nikahin Salma ya Ma, Pa" Ucap Rony"Iya, tapi kalo Salma nya mau ya. Kalo gamau jangan di paksa" Timpal Surya"Salma pasti mau Pa, pesona duda keren gabisa di remehin hahaha" Ujar Rony"Ck, gausah ke PD.an siapa tau Salma udah punya pacar di kampusnya. Gimana coba" Timpal Ratna"Ish, Mama! Katanya dukung, tapi matahin semangat Rony" Ucap Rony"Hahahaha ya udah coba aja sih, jangan ke PD an dulu. Mama mah dukung, Mama doain juga supaya Salma mau terima kamu" Balas Ratna"Aamiin, makasih Ma, Pa" Ucap Rony"Ya, di tunggu kabar baiknya Ron" Ucap Surya"Siap Pa" Balas Rony***Seminggu kemudian, Sepulang Rony bekerja, ia bergegas masuk ke dalam kamar nya dan bebersih. Setelah itu, Rony masuk ke dalam kamar Rayyan tanpa mengetuk."Astaghfirullah! Mas Rony!!" Teriak SalmaBetapa kaget nya Salma ketika melihat Rony yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rayyan saat dirinya tengah menyusui Rayyan. Salma langsung menutupi dadanya dengan kain yang ada di sekitarnya.Anjir dua kali gue liat payudara Salma. Udah Ron gapapa, di biasain yaa. Bentar lagi kan itu juga jadi punya lu, bukan punya Rayyan doang *batin Rony"Sal Sal, sorry. Saya gatau kamu lagi nenen in Rayyan. Sorry yaa" Ujar Rony sembari terus menutup matanya"Ck, lagian asal masuk aja. Ketok dulu kek" Omel Salma"Ini saya udah bisa buka mata belum?" Tanya Rony"Buka aja" Balas Salma datarRony membuka mata dan menghampiri Salma."Sal maaf, saya beneran gatau kalo kamu lagi nenen in Rayyan. Maaf yaaa" Ucap Rony"Lain kali ketok dulu, jangan asal masuk. Kan ini bukan cuma kamar Rayyan, tapi kamar saya juga" Balas Salma"Iya, maaf yaa" Ucap Rony"Yaudah, mau ngapain mas kesini?" Tanya Salma"Kangen sama Rayyan, mau gendong sama cium-cium dia" Balas Rony"Yaudah tunggu, anak nya masih nen" Balas Salma"Masih lecet?" Tanya Rony"Udah mendingan kok" Balas Salma"Syukur lah""Hhmm Sal, nanti malem ikut saya ya. Mama nyuruh saya hadir di acara pertunangan kolega nya. Saya gak ada temen buat Dateng kesana" ucap Rony"Gak ah, saya nemenin Rayyan aja di rumah. Ngapain ngajakin saya sih mas" Balas Salma"Ya saya emang pengen ngajak kamu, dan Mama pun setuju. Mau yaa, pleasee""Nanti Rayyan di jagain Mama, Papa, Bibi. Kan banyak yang jagain Rayyan. Mau yaaaa" Bujuk Rony"Gamau ah" Balas Salma"Please lah Sal, yaa. Mau yaaa, pleasee" Mohon RonySalma yang tak tega pun akhirnya mengiyakan permintaan Rony"Yaudah deh iya, saya mau" Balas Salma"Yeay, thankyou Ibu" Ucap Rony"Mas!" Tegur Salma"Apa sih Ibu Salma? Hmm?" Goda Rony"Yaudah deh, saya gak jadi ikut" Ancam Salma"Eh eh, jangan ngancem gitu dong Sal. Gak asik banget sih. Yaudah deh, maaf yaa. Gak becanda lagi. Pokoknya nanti wajib ikut, gaboleh nolak" Ucap Rony"Dih pemaksaan" Balas Salma"Bodo amat, nanti ya jangan lupa jam 7 harus udah siap. Okee" Ucap Rony bangkit dan berjalan meninggalkan Salma"Iya" Balas SalmaRony membuka pintu dan keluar dari kamar. Namun beberapa detik kemudian, Rony kembali membuka pintu kamar dan memunculkan kepala nya Saja."Hmm Sal, Tete kamu mulus banget, gede lagi. Saya sukaa deh hahahaha" Goda Rony lalu menutup pintu dengan kencang"Anjirr! Duda gilaa! Duda mesum! Duda kurang ajarrr!! Bangkeeee" Gerutu Salma kesalRony terkekeh di balik pintu mendengar ocehan Salma untuknya di dalam kamar. Rony berhasil menjahili gadis itu lagi hari ini.***"Mas, ini sepi banget. Salah tanggal kali kamu nih" Ucap SalmaSalma merasa heran ketika dirinya baru sampai di sebuah restoran hotel namun tak ada satu orang pun disana."Gak kok, ayo duduk aja disana" Ajak RonyRony menggandeng Salma menuju ke ruangan yang sedikit gelap dan berada di ujung restoran."Mas jangan macem-macem ya! Saya tampol juga nih. Ini gelap mas! Yang bener aja sih, masss" Omel Salma"Sutss, diem dulu ih. Ngomel Mulu yaa" Balas Rony"Ngomel Mulu, ngomel Mulu! Gimana gak ngomel, ini kamu bawa saya ke pojokan begini mana gelap! Mas beneran ya! Jangan macem-macem sama saya" Ucap Salma kesal"Gak macem-macem, satu macem doang" Balas Rony"Mass!! Ish beneran yaa. Dasar duda mesum!" Umpat SalmaRony mendudukan Salma di sebuah kursi dan lampu menyala. Salma kaget melihat dekorasi di tempat makannya kali ini. Salma benar-benar terkejut dengan apa yang Rony lakukan padanya. Ini sangat manis, bahkan selama hidupnya Salma tak pernah sedikit pun mendapatkan perlakuan yang spesial seperti malam ini."Mas?""Special for you" Balas Rony"Terimakasih sudah hadir di hidup saya ya Sal. Tanpa saya sadari, kehadiran kamu mampu menyembuhkan luka di hati dan hidup saya. Kehadiran kamu mampu membuat saya kembali memiliki semangat untuk melanjutkan hidup. Kehadiran kamu membuat saya kembali merasakan apa itu Cinta""Entah sejak kapan perasaan itu tumbuh di hati saya Sal. Setiap melihat senyum kamu, hati saya bahagia. Dan setiap melihat setetes air mata kamu, pun membuat saya merasakan sakit""Kamu gadis yang baik dan tulus. Kamu bahkan dengan tulus menyayangi anak saya yang saya sendiri pernah mengabaikannya Sal. Kamu hadir bukan sebagai penerang untuk saya, tapi juga untuk Rayyan anak saya""Saya benar-benar mencintai dan menyayangi kamu Sal. Saya ingin kamu menjadi pasangan hidup saya. Saya ingin hidup selamanya sama kamu Sal""Will you Marry Me, Salma Salsabil Alliyah?" Ucap RonyRony berlutut di depan Salma sembari menyodorkan sebuah kotak yang terdapat cincin berlian yang sangat cantik.Sedangkan Salma sendiri masih speechless mendengar semua ungkapan hati Rony. Sejujurnya dia juga menyayangi Rony, bersama dengannya beberapa bulan ini membuatnya nyaman bahkan sudah sangat menyayangi laki-laki di depannya ini.Dengan mata berkaca-kaca, Salma tersenyum sembari menganggukkan kepalanya."Yes, I Will Mas" Ucap SalmaRony tersenyum bahagia lalu memasangkan cincin di jari manis milik Salma. Dia berdiri dan memeluk gadis yang kini berstatus calon istrinya itu"Makasih sayang, makasih udah mau Nerima aku dengan segala kekurangan ku ya. Makasih banget" Balas Rony sembari mengecup puncak kepala Salma"Sama-sama Mas" Balas Salma tersenyum haruSelesai dengan agenda dinner romantis mereka, Salma dan Rony pun kembali ke rumah. Lagi-lagi Salma dibuat terkejut karena di rumah Rony sudah di sambut oleh kedua orang tua Rony sekaligus kedua orang tua nya yang datang dari kampung nya."Ayah, Bunda?" Ucap Salma lalu berlari memeluk kedua orang tuanya"Hay nduk, gimana kabarnya?" Tanya Bunda Salma"Baik Bun, ayah bunda gimana? Maaf ya, Caca gak pernah pulang karena Caca kerja disini Yah, Bun" Balas Salma"Sudah sudah, calon mertua kamu sudah menjelaskan semuanya sama Ayah dan Bunda nduk" Ucap Ayah Salma"Hah?" Tanya Salma bingung"Bu Ratna dan Pak Surya, calon mertua kamu kan?" Tanya Bunda Salma"Hhmm" Balas Salma ragu"Ron? Di tolak?" Tanya Surya"Sembarangan aja nih Papa, di terima lah" Balas Rony"Terus Salma kok ragu jawabnya?" Tanya Ratna"Maaf Bu, Pak. Salma bukan ragu, tapi Salma takut bapak dan Ibu gak setuju sama hubungan saya dan Mas Rony. Saya kan hanya gadis kampung yang masih kuliah di Ibukota" Balas Salma ragu"Astaghfirullah Sal! Apa sih? Rony cerita apa sama kamu? Kok sampe kesannya saya sama papa nya Rony jahat banget""Masalah perjodohan Rony dulu kan, karena kedua orang tua Rea sahabat saya Sal. Dan itu kesalahan terbesar saya selama hidup, membuat hidup anak saya sendiri hancur""Kali ini saya gak akan ngelarang Rony lagi, Saya malah mendukung penuh hubungan kamu sama Rony. Tujuh bulan kamu disini, cukup membuat saya yakin untuk merestui kalian. Jadi jangan berpikiran seperti itu lagi ya Sal" Ucap Ratna"Iya Sal, udah ya. Jangan kepikiran aneh-aneh. Rony ini pasti ceritanya jelek-jelek in Mama Papa kan? Sampe Salma takut begitu" Timpal Surya"Astaghfirullah, gak Ma, Pa. Rony juga gatau kenapa Salma kepikiran begitu. Sumpah deh" Balas Rony"Bukan salah mas Rony kok Bu, Pak. Ini pemikiran saya sendiri" Balas Salma"Udah ya, jangan berpikiran aneh-aneh lagi. Sekarang kamu udah resmi jadi calon mantu saya. Jadi manggilnya jangan Bapak Ibu lagi dong Sal. Manggilnya Mama Papa aja yaa" Ucap Ratna"I iya Ma" Balas Salma"Selamat ya Ron, akhirnya di terima sama anak ayah" Ucap Ayah Salma"Makasih yah, ini semua juga berkat doa Ayah sama Bunda" Balas Rony"Bentar-bentar. Kok ayah sama bunda bisa kesini sih? Bisa kenal Mas Rony juga?" Tanya Salma bingung"Loh, kan Rony yang jemput Ayah Bunda ke Probolinggo Ca. Rony minta kamu ke Ayah Bunda langsung terus ngajakin Ayah Bunda ke Jakarta" Ucap Bunda Salma"Hah? Jadi dua hari ini kamu ke luar kota itu ke Probolinggo Mas?" Tanya Salma"Hehe iyaa Ca" Balas Rony"Dih, main Ca Ca aja" ucap Salma"Gapapa, kan udah resmi jadi calon suami haha" Balas Rony"Ayah sama Bunda kesini itu ya sekalian buat pernikahan kamu nduk. Rony minta nikah Minggu depan" Ucap Ayah Salma"Hah? Yang bener aja sih Mas!" Balas Salma"Kenapa? Kamu gamau? Minggu depan kan kamu udah libur semester Ca. Semuanya bisa di urus secepatnya kok. Kasian Ayah Bunda juga kalo bolak balik ke Jakarta. Jadi sekalian aja nikah Minggu depan" Balas Rony"Iya sayang, gausah khawatir. Papa Mama banyak kenalan. Pasti bisa ngurus semuanya dengan cepat. Mau yaa, biar gak kelamaan juga" Ucap Ratna"Yah? Bund?" Tanya Salma"Gapapa nak, memang tujuan ayah bunda datang kan untuk pernikahan kamu sama Rony sayang" Balas Bunda Salma"Gimana Ca? Mau ya? Besok langsung aku urus semuanya" Ucap Rony"Bismillah, iya Caca siap" Balas Salma"Alhamdulillah" Semua orang bersamaan"Makasih sayang" Ucap Rony***Rony tengah menemani Salma menyusui Rayyan di kamar Rayyan. Salma menyandarkan tubuhnya di dada bidang Rony dan Rony yang bersandar pada dipan ranjang merangkul mesra pundak Salma sembari mengusap lembut lengan Salma."Makasih ya sayang, udah mau Nerima mas" Ucap Rony"Sama-sama mas, aku juga makasih karena mas udah milih aku jadi pendamping Mas. Dengan begitu, aku gak perlu khawatir untuk pisah sama anak aku ini" Balas Salma"Ohh, jadi kamu Nerima mas demi Rayyan? Iya?" Tanya Rony"Hahaha masa cemburu sama anak sendiri sih?" Tanya Salma"Iya, mas cemburu sama Rayyan" Balas Rony"Hahahaha, ya gak dong. Aku Nerima mas, karena aku juga sayang sama mas" Balas Salma"Beneran sayang?" Tanya Rony"Iya mas" Balas Salma"Hehe makasih sayang ku" Balas Rony"Iya sama-sama" Ucap Salma"Rayyan sekarang makin gembul ya sayang, gemesin. Pipi nya gembul banget" Ucap Rony"Iya Alhamdulillah mas, BB nya juga naik terus tiap bulan" Balas Salma"Berarti cocok tuh susu nya""Mas harus nyoba juga sih, soalnya mas makin kurus nih hehe" Goda Rony"Dih, mulai mesum nya" Ucap Salma"Gapapa kali yang, kan Minggu depan kita nikah. Boleh yaaa" Rengek Rony"Nah itu tau, Minggu depan nikah. Yaudah tunggu aja enam hari lagi" Balas Salma"Mau nya sekarang yang. Dikit aja yaa" Rengek Rony"Apa sih mas, gak ihh. Lagian Rayyan masih haus ini" Ucap Salma"Ish pelit nya. Yaudah, liat aja boleh gak?" Tanya Rony"Kan udah pernah waktu itu" Balas Salma"Itu mah cuma sebentar liatnya. Sekarang boleh liat ya?" Tanya Rony sembari mencoba membuka kain penutup dada Salma"Mas, sabar kenapa sih? Minggu depan kan kita nikah" Balas Salma"Pengen sekarang yang. Boleh yaa" Rengek Rony"Jangan lama-lama" Balas Salma pasrahRony tersenyum lalu membuka penutup kain dada Salma dan terpampang lah satu payudara Salma yang tengah di nikmati oleh putra kecilnya."Ihh sayang, Rayyan lucu ya kalo lagi nen hahaha tuh mulutnya kenceng bener ngisepnya" ucap Rony terkekeh"Iya, Rayyan kalo minum emang kenceng. Kek takut ada yang minta" Balas Salma"Sekarang ada lah yang minta. Pokoknya mas juga minta jatah nen gantian sama Rayyan" Ucap Rony"Dih, sama anak gamau ngalah banget" Balas Salma"Biarin""Pantesan puting kamu sakit ya yang, dia kenceng banget gitu ngisepnya" Ucap Rony"Kalo cuma ngisep sih gak masalah mas, kalo udah di gigit gigit itu sakit banget" Balas Salma"Utututu kasiannya, tenang sayang. Mas gak akan gigit gigit kok. Paling mas mainin doang hehe" Balas Rony"Ish apasih mas. Geli tau gak bahas begituan" Ucap Salma"Ya gapapa dong, kan bentar lagi nikah" Ucap Rony sembari meremas payudara Salma yang menganggur"Awhss mas!! Tangannya nakal banget sih" Omel SalmaRony menarik dagu Salma dan mencium bibirnya. Melumat bibir ranum Salma dengan semangat. Menikmati betapa manisnya bibir calon istrinya itu. Sembari tangannya terus meremas payudara Salma.Di tengah ciumannya, Rony melirik Rayyan yang ternyata sudah melepas nipple Salma dan tertidur. Rony beralih mengambil Rayyan dari gendongan Salma lalu meletakkan Rayyan pada baby boxnya."Mau ngapain? Udah sana keluar" Usir Salma"Gamau, mau bobo disini sama kamu" Balas Rony"Mas, jangan aneh-aneh deh. Sabar kek Minggu depan kita ni - "Rony membungkam mulut Salma dengan bibirnya. Rony terus melumat dengan tangan yang sudah memainkan puting Salma yang belum sempat Salma masukkan ke dalam bajunya setelah Rayyan menyusu padanya.Salma benar-benar dibuat terbuai dengan permainan Rony. Tanpa Salma sadari, Rony sudah membuka hijab nya dan membuka piyama tidurnya. Rony juga sudah membuka bra Salma dan melemparnya entah kemana.Rony bahkan sudah membuat banyak tanda kepemilikan nya pada leher Salma."Ahhss Mas Ronyhh ahh" Desah SalmaRony semakin gelap mata mendengar desahan Salma. Rony terus memainkan lidahnya pada puncak dada Salma, tangannya juga meremas payudara Salma yang satunya sembari memilin puting nya.Rony juga menghisap dan merasakan ASI yang keluar dari payudara Salma. Menikmati apa yang selama ini putranya rasakan.Sembari mulutnya terus menghisap nipple Salma. Tangan Rony mulai turun mengusap milik Salma, tangan Rony mulai menyusup masuk ke dalam celana yang Salma gunakan."Mas jangan, aku lagi halangan" Ucap SalmaDamnUcapan Salma berhasil membuat Rony kesal."Kok gak ngomong dari tadi sih yang? Ini terus gimana? Kepala ku pening, aku butuh pelepasan" Ucap Rony"Ya maaf, lagian kamu tiba-tiba nyerang aku gini. Kan kita juga belum nikah, masa kamu mau lakuin itu sebelum nikah" Balas SalmaSadar dirinya yang sudah kelewatan batas, Rony beralih memeluk Salma dan mencium kening Salma."Maaf sayang, mas kelepasan. Maaf yaa, maaf udah kelewatan sama kamu" Ucap Rony menyesal"Iya, asal mas jangan gini lagi yaa. Minggu depan kita kan nikah, sabar dulu" Balas Salma"Tapi mainan atas aja masa gabole yang? Gapapa ya? Hmm?""Mas udah ketagihan nenen ke kamu. Gapapa ya" Bujuk Rony"Hhmm, yaudah lah. Mas udah tau ini" Balas Salma"Yeay, makasih sayang" Ucap Rony"Yaudah, ambilin baju sama bra aku. Dingin tau" Balas Salma"Jangan, udah kamu pake selimut aja. Mas mau nuntasin ini dulu ke kamar mandi. Nanti mas mau bobo sini sambil nen yaa, jangan pake baju loh. Udah gini aja, tutupin selimut" Ucap RonyRony bangkit mengambil baju Salma dan meletakkan nya di sofa kamarnya lalu menutup tubuh atas Salma dengan selimut. Baru lah dia masuk ke kamar mandi"Ck, gini nih kalo berhubungan sama Duda. Gabisa jauh-jauh dari Having Sex. Eh tapi kenapa gue mau ya? Ah udah lah, kan Minggu depan nikah ini. Mas Rony macem-macem juga tinggal ngadu sama orang tua nya" Monolog Salma***Hari ini adalah hari pernikahan Salma dan Rony, Rony benar-benar tak sabar menjadikan Salma istrinya. Apalagi semenjak malam itu, setiap malam Rony selalu mengendap-endap masuk ke dalam kamar Rayyan untuk tidur bersama Salma. Rony dan Salma akan tidur dengan sama-sama bertelanjang dada. Rony selalu meminta Salma membuka piyama dan bra nya agar memudahkan Rony untuk memainkan kedua gundukan kesayangannya.Setiap hari tubuh Salma juga tak pernah bersih dari bekas permainan mulut Rony. Rony selalu memberikan kissmark pada leher dan dada Salma hingga penuh. Kecuali dua hari ini, Salma meminta Rony untuk tak meninggalkan jejaknya di leher Salma karena saat di make up nanti pasti dia akan membuka hijabnya. Salma takut jika Bunda atau pun Mama Rony melihat bekas kissmark Rony pada lehernya."Kenapa sayang? Kok sedih? Kan harusnya seneng, kita udah nikah udah Sah sayang" Ucap Rony ketika melihat wajah murung SalmaSaat ini Salma dan Rony tengah berada di kamar hotel, setelah melakukan resepsi di salah satu ballroom hotel bintang lima di Jakarta."Ish bukan gitu. Aku capek aja mas seharian ini full acara, belum lagi payudara ku sakit banget. Belum sempat pumping dari tadi" Balas Salma"Mas bantu sini sayang, mas juga haus nih" Ucap Rony"Ish, ini jatahnya Rayyan loh" Balas Salma"Sayang, ASI kamu di freezer tuh banyak banget. Itu udah cukup buat Rayyan, gak akan kekurangan ASI sampe besok""Rayyan lagian udah pulang sama Mama, Papa, Ayah Bunda. Tinggal kita berdua doang di hotel""Udah sini, biar Mas aja yang minum ASI kamu. Dari pada kesakitan gitu. Pelit banget sih sama suami, kek tiap malem gak nenen aja" Ucap RonySalma pun mendekat lalu berbaring di samping Rony, Rony dengan sigap membuka piyama tidur Salma lalu membuka bra Salma dan menghisap nipple Salma dengan satu tangannya memainkan payudara Salma lainnya.Salma mengusap lembut rambut Rony yang tengah menyusu padanya."Mas, kok udah hampir delapan bulan ini ASI ku masih keluar terus ya? Padahal dulu waktu pertama kali periksa sama Mama, Mama bilang nya gak selama ini loh keluarnya. Aku sehat gak sih? Kok aku takut ya mas?" Ucap Salma khawatirMampus, kan emang ini kerjaan Mama yang ngasih Caca ASI booster. Makannya ASI Caca keluar terus malah deres banget lagi. Gimana ini ya? Gue jujur takutnya Caca marah sama gue dan Mama. Yakali malam pertama di ambekkin *Batin Rony"Jwangwan mwikwir mwacwem mwacwem swaywang" Ucap Rony sembari mengisap nipple Salma"Ish, lepas dulu kek baru ngomong" Omel Salma"Kamu jangan mikir macem-macem, kamu itu sehat. Berarti kamu subur sayang, ASI kamu deres. Padahal banyak loh yang udah melahirkan bahkan gak keluar ASI. Harusnya kamu bersyukur ASI kamu masih keluar kan, jadi Rayyan gak akan kurus. Dia akan terus menggembul berkat ASI kamu, ini aku juga bentar lagi pasti gembul nih. Susu nya cocok" Ucap Rony"Ish! Mas! Aku serius loh. Aku takut tau" Balas Salma"Yaudah yaudah, besok kita tanya Mama ya. Gausah khawatir sayang, punya mertua dokter tuh di manfaatin. Kan enak bisa konsultasi gratis tiap hari hehe" Balas Rony"Bener juga sih, yaudah lah. Bobo yuk, udah gak sakit ini nen nya" Ucap Salma"Eh enak aja. Udah di bantuin, malah mau bobo" Balas Rony"Ish, kamu gak ikhlas bantuin istrinya? Lagian bantuinnya juga kamu doyan! Gak tersiksa sama sekali" Ucap Salma"Hahahah ya bener sih, doyan banget malah""Masalahnya ini tuh malam pertama kita loh yang. Ayo lah, masa iya bobo""Aku juga tau ya kamu udah sholat. Jadi gak ada penghalang lagi. Ayo kita buat Adeknya Rayyan" Ucap Rony"Harus banget sekarang mas? Aku capek loh" Balas Salma"Kan aku yang gerak sayang, udah kamu nikmatin aja yaa. Hmm""Kamu gak kasian apa sama punya aku? Udah lama loh nganggur. Waktu itu juga kepake gara-gara di jebak, eh malah langsung nongol tuh tuyul di rumah""Apalagi ini, di lakukan secara sadar plus kamu lagi masa subur. Pasti langsung punya adik sih si Rayyan sayang" Ucap Rony"Sembarangan aja ya, anak sendiri di katain tuyul" Balas Salma"Kan emang kek tuyul. Udah gundul, gembul gembul lagi hahaha" Ucap Rony terkekeh"Mas ih, jahat banget sih. Anak aku dikatain tuyul" Balas Salma"Dih, si paling anak aku. Yaudah Rayyan anak kamu, sekarang aku minta anak aku dari kamu yaa. Yukk" Ajak Rony sembari menciumi leher SalmaSalma hanya pasrah mengikuti kemauan Rony. Di tolak pun tak akan bisa, Rony tak akan melepaskan Salma begitu saja.Malam itu pun menjadi malam yang indah bagi Salma dan Rony. Malam dimana Salma dan Rony menyempurnakan ibadah pernikahan mereka."Makasih sayang, makasih untuk malam ini ya""Makasih juga selalu sabar dan sayang sama Rayyan layaknya anak kamu sendiri""Love you my busui" Ucap Rony yang masih terengah-engah setelah mendapat pelepasan entah yang keberapa kali nya"Love you more mas" Balas Salma lemasNasib Salma yang awalnya hanya menjadi Ibu Susu sekaligus baby sitter untuk Rayyan, kini berubah menjadi istri dari Ayah kandung Rayyan. Salma juga tak menyangka jika nasibnya akan berubah seperti ini. Gadis kampung yang tak memiliki apa-apa, kini berubah menjadi istri dari seorang pengusaha kaya di Jakarta.Salma juga tak menyangka, akibat dari kelangkaan pada tubuh nya yang mengeluarkan ASI disaat masih gadis justru mengantarkan dirinya pada kehidupan yang baru. Kehidupan yang tak pernah Salma bayangkan sebelumnya.Salma sangat bersyukur, dibalik perbedaan nya dari gadis lain. Membuatnya kini bisa mendapatkan suami dan anak yang sangat dia sayangi. Dua laki-laki yang kini menjadi sumber Kebahagiaan untuknya setelah kedua orang tuanya.~END~
Pernikahan Dini
Pernikahan Dini"Rony!!! Udah gue bilang jangan lewat batas! Masih aja lu yaaa, tidur meluk-meluk gue! Kurang ajar bangettt" Omel Salma"Ck, kenapa sih Ca. Gue ini suami lu! Bebas mau ngapain elu! Kalo gue mau juga, udah gue telanjangin lu dari lama. Setahun nikah gak dapet apa-apa! Perkara meluk doang, ngomel nya gak kelar-kelar" Balas Rony"Dih, sejak kapan lu jadi suami gue? Enteng banget ngomongnya" Balas Salma"Wahh nih bocah amnesia keknya. Habis kepentok apaan lu? Kepentok pintu? Jendela? Atau apa? Kok sampe amnesia begini?""Lu lupa? Setahun lalu akad nikah di rumah lu? Sebelum orang tua lu pergi ke Jerman? Hah?" Tanya Rony"Bajingan! Bukan itu maksud gue anjir! Sejak kapan lu mengakui diri lu sebagai suami gue! Bukannya dulu, lu yang paling heboh gak mau ngakuin status pernikahan ini? Hah?""Lu paling heboh, jangan sebut gue suami lu lah, gausah ngurusin gue lah, gausah larang-larang gue pacaran sama cewek lain lah! Sekarang aja sok-sokan ngomong suami gue! Najis tau gak!" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Rony"Ck, iya juga ya. Kenapa gue sok-sokan jadi suami dia sekarang? Dia kan musuh gue! Selamanya juga bakalan jadi musuh gue! Gara-gara dia, gue harus nikah muda" Gerutu RonySalma dan Rony adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah di usia enam belas tahun. Ini semua harus terjadi karena perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua mereka.Orang tua Salma harus meninggalkan Indonesia dalam waktu yang lama, karena mereka tengah berobat demi kesembuhan Kakak Salma yang mengidap penyakit langkah dan hanya rumah sakit di Jerman yang menyediakan perawatan untuk penyakit langkah ini.Orang tua Salma yang khawatir jika harus meninggalkan Salma sendiri di Indonesia dengan waktu yang cukup lama pun akhirnya memutuskan untuk menikahkan Salma dengan anak sahabat mereka saat Salma dan Rony masih baru saja masuk ke jenjang SMA.Baik Salma maupun Rony sama sekali tak ada yang mau menerima perjodohan ini, namun mereka terpaksa harus menikah karena tak bisa melawan orang tua mereka. Salma dan Rony pun membuat perjanjian dimana mereka hanya berstatus suami istri jika di rumah. Namun saat di sekolah mereka tak ingin saling mengenal satu sama lain.Walaupun sudah hampir setahun menikah, namun keduanya masih tak ada rasa sedikit pun. Walaupun setahun ini mereka sudah tidur bersama di satu kamar yang sama dan di ranjang yang sama, tapi sebisa mungkin mereka, lebih tepatnya Salma sangat menghindari kontak fisik dengan Rony.Rony pun sampai sekarang masih menjadi Playboy kelas kakap di sekolahnya. Memiliki wajah yang tampan, ketua tim basket dan kaya, membuatnya dengan mudah memikat semua gadis di sekolahnya, kecuali Salma. Salma sama sekali tak tertarik dengan laki-laki yang notabenenya adalah suaminya saat ini.Salma sama sekali tak memiliki rasa cemburu walaupun kerap kali Rony menunjukkan kemesraan dengan gadis lain di depan Salma. Salma tampak acuh dan tak peduli dengan apapun yang Rony lakukan. Salma dan Rony hanya akan bersikap manis jika di depan orang tua Rony saja, selebihnya mereka akan seperti orang asing yang tak saling mengenal.***Salma bersama dua sahabatnya yaitu Novia dan Nabila tengah berjalan menuju kantin. Saat tengah sibuk memilih makanan yang akan di pesan, tiba-tiba Rony berbisik di dekat telinga Salma."Jangan pesen yang pedes, sakit awas lu ngrepotin gue" Bisik RonySalma melirik dan ternyata Rony tengah menggandeng mesra Flora yang memang menjadi kekasih Rony sejak dua bulan lalu. Rony melewati Salma begitu saja lalu duduk di sebuah bangku tak jauh dari tempat Salma dan teman-teman nya."Rony bisikin apa anjir ke elu Sal?" Tanya Novia"Rony siapa sih? Gak kenal gue" Balas SalmaTernyata Rony mendengar ucapan Salma yang mengaku tak mengenal dirinyaAnjing, gue suami lu bangsat! Lupa kali dia ya, tiap malem tidur berdua sambil pelukan jugaHmm tapi gue sih yang meluk dia, bukan dia. Gue juga yang gamau kenal dia, kenapa sekarang gue sebel denger dia bilang gitu. Arghh tau deh, males banget mikirin tuh cewek *batin Rony"Berarti tadi gak sengaja aja nov, si Rony nyerempet ke Salma. Bukan bisik-bisik itu mah" Timpal Nabila"Nah, tuh Nabila aja pinter. Lagian ngapain sih ngomongin manusia gak jelas itu. Mending pesen makan, laper gue" Ucap SalmaAnjing, gue di bilang gak jelas! Emang istri durhaka lu ya Ca *batin RonyRony yang sedari tadi fokus mendengar perbincangan Salma dan teman-teman nya pun tak sadar jika dia tak mendengar apa yang Flora katakan padanya."Ihhh ayangggggg!! Kamu gak dengerin aku ya dari tadiii" Rengek Flora"Eh eh, apa sayang? Kenapa? Hmm?" Tanya Rony panik"Tau ah! Kamu nyebelin! Kamu mikirin siapa sih? Mikirin cewek lain ya? Kamu selingkuh dari aku?" Tanya FloraBukan selingkuh dari lu Flo! Lebih tepatnya elu yang jadi selingkuhan gue. Tuh bini gue aja gak peduli, gue selingkuh depan dia *batin Rony"Ya gak dong sayang, masa aku selingkuh sih. Aku gak mikirin cewek lain kok, gatau aja tiba-tiba ngantuk tadi. Maaf ya cantik" Ucap Rony"Awas ya kalo selingkuh, gak akan aku maafin kamu" Balas FloraGak maafin gue, ya gue cari cewek lain lah Flo, ribet amat *batin Rony"Iya sayang, maaf ya" Balas Rony"Wey Ron, ntar jangan lupa latihan! Besok ada tanding kita sama SMA 11. Awas aja lu gak dateng, dan milik ngebucin sama nih cewek yaa" Ucap Paul"Iye iye, cerewet amat kek cewek lu" Balas Rony"Ishh sayang, kan kamu udah janji mau nganterin aku beli tas ke Mall" Rengek Flora"Nah kan, bener! Ada aja nih cewek acaranya""Lu pilih deh, lu nganterin nih cewek apa tim basket kita! Kalo lu nanti gak Dateng lagi gara-gara nganterin nih bocah! Besok kita ganti ketua tim basket!" Ancam Paul"Apaan sih pol! Kok lu main ngancem begitu! Emang nya siapa yang berani ngeluarin gue dari tim basket?" Tanya Rony"Semuanya! Karena mereka udah muak! Semenjak lu pacaran sama nih cewek, lu jadi ngentengin tim kita ngerti gak! Dateng seenak jidat, janji gak pernah di tepatin! Mau lu apa sih Ron!" Kesal Paul"Ya kan gue udah izin, gue gabisa latihan. Kenapa ribet banget sih!" Balas Rony"Oke, gue anggep lu milih dia. Jadi ntar sore sekalian gausah dateng. Kita bisa milih ketua tim yang lain" Ucap Paul lalu meninggalkan Rony begitu saja"Arghh anjing!! Lu gabisa seenaknya pol!" Teriak Rony"Sayang, maaf ya. Gara-gara aku, kamu jadi di keluarin dari tim basket. Maaf sayang" Ucap Flora"Ck, bukan salah kamu Flo. Mereka aja yang lagi sensi sama aku" Balas RonySalma sama sekali tak peduli tentang perdebatan Rony dan Paul. Dia memilih bermain ponsel sembari memakan mie ayam nya.Rony melirik ke arah Salma, dia semakin kesal melihat Salma yang sama sekali tak mempedulikan nya. Gadis itu justru sibuk bermain ponselnya.***"Allahuakbar! Lu bisa gak sih gak ngagetin! Lu ngapain berdiri depan kamar mandi! Ngintipin gue lu ya!" Ucap Salma"Gausah ke PD an lu! Gue gak nafsu sama sekali sama lu! Gue cuma mau ke kamar mandi, udah minggir" Balas Rony sembari mendorong tubuh Salma"Dih, aneh" Umpat SalmaSalma yang memang baru selesai keramas, memilih duduk di bangku meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya.Saat Salma tengah mengeringkan rambutnya, Rong yang baru keluar dari kamar mandi pun menatap Salma.Anjir, setahun nikah baru kali ini gue liat Caca ngeringin rambut begitu. Kenapa dia makin cantik sih makin hari?Astaga Rony! Sadar anjing! Lu ngomong apa sih! Dia musuh lu! Gausah muji-muji dia anjirr *batin Rony"Ngapain lu liatin gue? Gue tau gue cantik, gausah sampe melotot juga tuh mata! Gue colok baru tau rasa lu ya" Ucap Salma"Gausah ke PD an bisa gak sih! Eneg gue dengernya tau gak!" Balas Rony"Dih, gue gak PD kali. Emang faktanya begitu! Gue gak buta sampe gabisa lihat, mata lu hampir copot pas liatin gue" Balas Salma"Ngalah aja lah ngomong sama orang gila" Sindir Rony"Bangsat, gue aduin Mama lu ya" Ucap Salma"Ngaduan terus bisa lu! Seneng kan lu kalo gue di omelin Mama Papa! Hah!" Balas Rony"Oh, tentu saja. Itu salah satu kebahagiaan saya" Balas Salma"Anjing! Istri durhaka emang lu anjing" Umpat Rony"Dih, udah gue bilang! Gue bukan istri lu! Gausah nyebut itu lagi ya anjing! Gak Sudi gue jadi istri lu" Balas Salma kesal"Hahaha nyata nya emang lu istri gue! Lu istri gue! Lu Istri gue! Istri Rony Bimantara! Mau apa lu! Hah!" Goda Rony"Bangsat!" Umpat SalmaSalma pergi keluar kamar dengan membanting pintu cukup kencang, meninggalkan Rony yang berada di dalam kamar.Rony terkekeh melihat wajah Salma yang sangat terlihat kesal padanya. Memang hobi Rony sedari awal menikah adalah menjahili Salma.Setelah makan malam, Salma melakukan kebiasaannya yaitu membantu ART Rony membereskan meja makan. Kedua orang tua Rony dan Rony sendiri pun sudah tidak kaget dengan kebiasaan Salma, karena mereka sudah melarang pun Salma tetap melakukan nya. Itu juga membuat orang tua Rony semakin kagum pada Salma, berbeda dengan Rony yang justru semakin muak dan menganggap Salma hanya mencari muka di depan orang tuanya."Kok tuh bocah gak masuk masuk sih ke kamar? Ck! Gue kan udah ngantuk! Gue gabisa tidur kalo gak meluk dia. Mana gue harus nunggu dia tidur dulu lagi baru bisa meluk, padahal mata gue udah tinggal lima Watt ini" Gerutu Rony"Aanjir? Apa dia ngambek ya sama gue? Dan milih tidur di kamar tamu? Wah wah, gabisa di biarin ini! Enak aja dia tidur di kamar tamu! Bisa-bisa begadang gue disini gak ada tuh bocah. Harus di cari ini, bodo amatttt besok dia makin ngambek, gue juga gak peduli! Yang penting malam ini gue bisa tidur nyenyak!" Monolog RonySetelah mengatakan itu, Rony memutuskan untuk keluar kamar dan mencari Salma. Ternyata Salma tengah tertidur di ruang tengah setelah menonton serial TV."Ck, di tungguin ternyata tidur sini nih bocah! Ngrepotin gue banget sih hidupnya!" Gerutu RonyRony mematikan tv nya lalu menggendong Salma ala bridal style ke kamarnya. Namun saat di tangga, Rony berpapasan dengan Papa nya."Kenapa Caca Ron?" Tanya Papa Rony"Ketiduran di bawah, yaudah Rony angkat aja kasian kalo tidur di sofa Pa" Balas Rony"Gitu dong, jadi suami yang sayang sama istri. Yaudah bawa sana istri kamu ke kamar" Ucap Papa Rony"Iya Pa" Balas Rony"Eh satu lagi, Papa gak bosen-bosen ngingetin ini ya sama kamu! Jangan lupa pake pengaman kalo lagi berhubungan! Inget kalian masih sekolah! Ntar kalo udah lulus dan nikah resmi baru boleh tembak di dalem" Ucap Papa Rony"Papa! Rony bosen dengernya tau! Iya iya, Rony inget! Gausah di ingetin terus" Omel Rony"Hahaha iya iya, sensi banget. Yaudah sana masuk" Balas Papa RonyRony membawa masuk Salma ke dalam kamar dan merebahkan tubuh istrinya di ranjang."Apaan yang mau di pakein pengaman? Ngebobol aja belum pernah! Asal papa tau, di peluk doang menantu Papa tuh udah tantrum! Gimana Rony minta hak Rony coba! Bisa-bisa di penggal Kepala Rony sama nih bocah" Gerutu RonySetelah merebahkan tubuh Salma, tubuhnya terpaku di atas tubuh Salma dan memandangi wajah cantik Salma yang tengah tertidur pulas. Rony singkirkan anak rambut Salma yang menganggu wajah cantik istrinya, lalu mengusap lembut pipi Salma."Cantik juga nih bocah kalo lagi anteng begini" Monolog RonyRony yang awalnya mengusap lembut pipi Salma, pandangannya tiba-tiba tertuju pada bibir ranum Salma. Perlahan tangan Rony mengusap bibir milik Salma."Cobain dikit boleh kali ya, mumpung nyenyak nih bocah" Ucap Rony sembari mengusap bibir SalmaRony mendekatkan wajahnya, lalu mengecup lembut bibir Salma. Niatnya yang awalnya hanya mengecup, kini berubah menjadi lumatan. Setahun menikah, baru kali ini Rony merasakan bibir manis milik Salma.Rony yang takut Salma terbangun dan memergoki perbuatannya, memilih mengakhiri ciumannya. Sebenarnya Rony masih ingin menikmati bibir manis Salma, namun ia juga takut akan terpancing melakukan yang lebih dari itu. Padahal jika dia mau, itu pun tidak akan menjadi masalah, karena Salma adalah istrinya.Rony memilih merebahkan tubuhnya lalu menarik tubuh Salma dan memeluknya. Rony letakkan wajahnya pada leher Salma sembari mengendus aroma tubuh istrinya. Hal ini lah yang setiap malam Rony lakukan setelah memastikan Salma terlelap. Dengan mencium aroma tubuh Salma, membuat tidur Rony semakin nyenyak dan badannya menjadi lebih rileks. Itu lah yang membuat Rony tak bisa tidur jika Salma tak ada di sampingnya.***Pagi ini seperti biasa, Rony akan menurunkan Salma di halte yang lumayan jauh dari sekolah. Itu sudah menjadi kesepakatan mereka sejak awal, karena tak ingin siapapun tau jika mereka berangkat bersama. Namun saat Rony sudah pergi dari Halte, ternyata ada preman yang tengah mengincar Salma. Mereka ingin mengambil ponsel Salma.Saat preman itu mendekat dan berniat mengambil ponsel Salma, Salma yang langsung sadar pun refleks berlari sembari meminta pertolongan.Karena tak hati-hati, kaki Salma terpelosok di sebuah lubang dan membuat kaki nya sedikit cedera."Nah! Gabisa lari kan lu! Mana cepet serahin hp sama dompet lu! Gue udah lama ngincer lu! Lu pasti anak orang kaya kan! Mana cepet" Todong premanBughBughBughPreman itu di hajar oleh seseorang yang berniat membantu Salma. Seseorang itu menghajar preman hingga sang preman pun kabur dan mengurungkan niatnya. Lalu seseorang itu pun mencoba membantu Salma untuk bangkit."Awss" Rintih Salma"Kamu gapapa? Kita ke rumah sakit aja ya?" Tawar seseorang"Gausah mas, makasih ya udah bantuin saya. Kaki saya cuma cedera dikit kok, gaperlu ke rumah sakit" Balas Salma"Kamu siswi SMA Nusantara?" Tanya seseorang"Iya mas" Balas Salma"Yaudah, bareng saya saja yuk" Tawar SeseorangMenyadari raut wajah takut Salma, akhirnya seseorang itu pun mengenalkan dirinya."Hey, gausah takut gitu. Saya gak berniat jahat kok sama kamu""Kenalin, nama saya Abyandra. Kamu bisa manggil saya Abyan, Andra atau apapun terserah kamu. Saya siswa baru di SMA Nusantara, baru masuk hari ini" Ucap Abyan"Oh Hay Byan, gausah terlalu formal yaa. Kenalin nama gue Salma. Salam kenal ya, makasih udah bantuin gue" Balas Salma"Oke Sal, gimana? Bareng gue aja yuk ke sekolahnya. Lu gak takut apa, di kejar preman lagi? Lagian kaki lu masih sakit kan" Ucap Abyan"Hhmm yaudah deh, yuk" Balas SalmaAbyan dan Salma pun berangkat bersama menuju sekolah. Namun siapa sangka saat sampai di sekolah, Abyan dan Salma langsung menjadi pusat perhatian oleh seluruh siswa SMA Nusantara. Pasalnya Abyan yang tengah merangkul pundak Salma sembari membantu Salma berjalan adalah siswa baru yang terlihat sangat tampan, bahkan ketampanan nya melebihi ketua tim basket Nusantara.Selama ini Rony yang merupakan ketua tim basket dianggap siswa paling tampan di SMA Nusantara, namun sepertinya tahta itu segera tergeser dengan hadirnya sosok Abyan di sana. Semua mata terpanah melihat sosok Abyan, Abyan benar-benar terlihat sempurna. Semua pun seketika iri melihat Salma yang tengah di rangkul mesra oleh Abyan.Rony yang sedang bermesraan dengan Flora di depan kelasnya pun ikut terperangah melihat pemandangan di depannya. Hati nya bergemuruh melihat Salma berjalan bersama dengan seorang pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Salma bahkan terlihat sangat ramah padanya, dia memberikan senyum manisnya pada Abyan yang belum pernah Rony lihat Salma memberikan senyuman itu padanya."Kenapa lu? Ngapain jalan pake di rangkul sama cowok lain segala! Caper banget sih lu jadi cewek" Ucap Rony pada Salma"Lu apaan sih! Kenal aja kagak! Ngurusin hidup orang banget! Terserah gue mau gue caper sama dia apa urusannya sama lu! Hah! Mending urusin aja Sono pacar lu, ngapain jadi ngurusin gue sih""Ayo Byan, tinggalin aja manusia gak jelas ini" Ucap Salma"Lain kali yang sopan dikit ngomong sama perempuan bro! Dia habis jatuh, bukan caper sama gue" Timpal AbyanSalma dan Abyan pun pergi meninggalkan Rony begitu saja"Ck, bangsat! Awas aja lu ya Ca di rumah! Arghh Anjing!" Umpat Rony"Sayang kenapa sih! Kamu suka ya sama Salma! Kamu bisa-bisanya ninggalin aku disana dan nyamperin Salma sih! Tega yaa" Omel Flora"Ck, apasih Flo! Aku gak suka sama Salma! Mana mungkin aku suka sama cewek modelan abang-abang begitu. Udah deh gausah aneh-aneh mikirnya" Balas Rony"Ya abisnya kamu, tiba-tiba ninggalin aku sendirian dan nyamperin Salma. Siapa yang gak kesel coba" Ucap Flora"Hmm maaf ya sayang, aku tadi gak nyamperin Salma. Aku cuma penasaran sama tuh cowok siapa, kamu jangan mikir aneh-aneh dong sayang. Kan aku pacar kamu, gak mungkin aku suka sama Salma" Balas RonyTapi gue kenapa sih anjing! Segala kesel liat Caca sama tuh cowok! Kan suka-suka dia, mau dia pacaran sama tuh cowok juga bukan urusan gue. Kan gue sendiri yang bikin perjanjian itu duluCk, bodoh lu Ron bodoh! Ngapain tadi asal nyamperin Caca sih! Malu-maluin tau gak! *Batin Rony***Saat ini Salma dan Rony sedang berada di kamar Rony dan tengah sibuk dengan ponsel nya masing-masing. Orang tua Rony sedang berada di luar kota, membuat Salma merasa aman karena tak perlu sibuk mencari alasan berbohong mengenai cedera di kaki nya. Untung saja tadi Salma sudah meminta bantuan ART rumah Rony untuk memijat kaki nya dan sekarang sudah lumayan membaik."Kaki lu kenapa sih Ca? Gue tanya dari tadi juga gak lu jawab-jawab" Ucap Rony"Gausah kepo" Balas Salma tanpa menatap Rony"Ck! Gue ini suami lu! Gue berhak tau apa yang terjadi sama lu! Gue cuma tanya kaki lu kenapa! Susah banget sih jawabnya!" Ucap Rony kesal sembari menarik ponsel Salma"Apaan sih Ron! Balikin hp gue!""Lagian lu kenapa sih! Sejak kapan lu peduli sama gue! Sejak kapan juga lu inget kalo lu suami gue! Bukannya selama ini lu yang kekeuh buat gak anggap pernikahan ini? Jadi stop ya bilang kalo lu suami gue! Muak gue dengernya tau gak!" Bentak Salma lalu menarik ponsel nya dan pergi dari kamar Rony"Bangsat! Gue kenapa sih! Yang di omongin Caca tuh bener! Gue yang gamau anggap pernikahan ini! Gue yang dulu bentak-bentak dia dan ngancem dia supaya mau nurutin gue kalo kita gak saling kenal di sekolah dan jangan pernah nganggep gue suami dia maupun sebaliknya! Tapi sekarang kenapa gue yang malah pengen Salma ngehargain gue sebagai suaminya!""Masa iya gue mulai suka sama Caca! Gak! Gaboleh Ron! Inget! Dia musuh lu! Gara-gara dia hidup lu jadi ribet! Gara-gara dia, lu harus nikah di usia yang harusnya lu masih bisa bebas! Gara-gara dia bangsat!" Monolog RonyDi sisi lain, Salma yang merasa kesal dengan Rony memutuskan untuk tidur di kamar tamu. Salma yang tak ingin kekesalan nya berlarut-larut memilih untuk melakukan video call pada kedua orang tua nya dan juga kakaknya.Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Salma tiba-tiba saja di berikan nasihat oleh kedua orang tuanya agar menjadi istri yang baik. Seperti di tusuk ribuan pisau, hati nya terasa nyeri mendengar semua nasihat orang tuanya. Salma merasa bersalah dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya karena merasa membohongi mereka semua. Padahal tidak ada pernikahan yang harmonis di antaranya dengan Rony.Salma yang baru saja bangun dari tidurnya sedikit terkejut melihat jam di ponselnya. Ternyata dia tidur cukup lama, Salma akhirnya memilih kembali ke kamar Rony untuk mandi karena hari semakin sore.Saat masuk ke dalam kamar, Salma tak mempedulikan Rony yang tengah menatapnya intens. Salma langsung masuk ke dalam walk in Closet untuk mengambil baju nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.Saat membuka pintu kamar mandi, Salma di kejutkan oleh kehadiran Mama Rony yang sudah berada di dalam kamar mereka. Padahal tadi mereka mengatakan jika ada urusan di luar kota selama dua hari. Pupus sudah harapan Salma untuk bisa kembali tidur di kamar tamu."Hay sayang, kita makan malam di luar yuk" Ucap Mama Rony"Ngapain Ma? Bibi gak masak ya?" Tanya Salma"Astaghfirullah sayang, kamu lupa ya? Hari ini anniversary pernikahan kalian yang ke satu tahun! Jadi kita harus rayain ini sama-sama, Mama dan Papa udah booking satu resto. Sekarang kalian siap-siap ya, ini Mama udah beliin kamu baju. Di pake ya sayang" Ucap Mama RonyAkhirnya Salma pasrah dan mengikuti keinginan kedua mertuanya. Salma dan Rony masih setia dengan perang dingin nya, beruntung orang tuanya hari ini pulang. Rony sudah takut jika nanti malam, Salma tidak akan tidur di kamar mereka karena mengetahui Mama Papa Rony tengah berada di luar kota."Sal, cepet kek! Lama banget sih lu!" Teriak Rony dari luar kamarSalma memang meminta Rony menunggu nya di bawah lebih dulu, karena Salma yang masih memerlukan waktu untuk berdandan."Sabar kenapa sih! Rewel banget bacod lu" Ucap Salma ketika membuka pintu kamarRony tercengang melihat penampilan Salma, istrinya malam ini terlihat sangat cantik. Dengan balutan dress berwarna navy dengan hijab abu-abu muda dan riasan make up yang semakin membuat wajah Salma terlihat sangat cantik.Anjing, malam ini Caca cantik banget coeg *batin Rony"Udah ayo anjing! Kenapa bengong sih!" Ucap Salma lalu berjalan mendahului Rony"Hey! Sini, inget dong. Di depan Mama Papa kita harus mesra!""Sini tangan lu, biar gue gandeng" Ucap Rony lalu menggandeng Salma dan turun bersama menemui kedua orang tua Rony"Masyaallah, mantu Mama emang terbaik! Kamu cantik banget sayang" Ucap Mama Rony"Makasih Ma, Mama jauh lebih cantik dari Caca. Iya kan Pa" Balas Salma"Mama tetap nomer satu, nomer dua nya kamu Ca. Papa akhirnya bisa ngerasain punya anak gadis yang cantik hahaha""Eh masih gadis apa udah hmm -" Ucap Papa Rony menggoda"Ck, Papa! Gausah bahas gituan! Istri Rony malu!" Balas RonySalma melirik tajam ke arah Rony, Salma curiga pada Rony. Cerita apa laki-laki itu pada Papa nya, sampai Papa nya menyindir nya seperti itu."Hahaha udah udah yuk, kita berangkat aja. Ayo sayang" Ucap Mama Rony"Iya Ma" Balas SalmaMama dan Papa Rony berjalan lebih dulu, di susul Rony dan Salma yang mengikuti langkah mereka."Ngomong apaan lu sama Papa! Sampe Papa nyindir gue begitu! Gue masih gadis ya anjing! Kita gak pernah ngapain-ngapain" Ucap Salma lirih"Ya masa gue ngomong sama Papa kalo gue gak pernah ngapa-ngapain lu! Yang ada mereka curiga bego! Gue terpaksa bohong lah! Gue bilang kalo gue udah perawanin elu" Balas Rony"Anjing! Lagian ngapain sih bahas begitu! Gak penting tau gak!" Omel Salma"Ya tanya aja sendiri sama Papa, ngapain nanya gue lu" Ucap Rony"Makin banyak dosa gue bohongin Mama Papa gara-gara elu" Balas Salma"Kalo gamau nambah dosa yaudah ayo, gue perawanin lu beneran. Jadi gak bohong dong kita. Lu juga gak dosa kalo ngasih hak gue kali Ca, malah dapet pahala berkali-kali lipat" Ucap Rony asalPlakSalma refleks menampar Rony dengan kencang."Kenapa Ca?" Tanya Mama Rony panik"Eh gak ma, tadi di pipi Rony ada nyamuk gede banget. Jadi Caca refleks mukul deh hehe" Elak Salma"Astaghfirullah, Mama kaget sayang. Kirain kalian berantem" Ucap Mama Rony"Gak kok Ma, aman" Balas Salma"Sakit bangsat" lirih Rony"Makanya, kalo ngomong mikir anjing! Lu gausah sok-sokan ngomongin hak sama gue! Lu bukan suami gue, ngerti!""Kalo lu pengen, minta aja sama cewek lu! Jangan sama gue! Bangsat!" Tegas Salma lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan Rony yang masih mematung***Seminggu sudah setelah acara anniversary pernikahan Salma dan Rony, hubungan mereka sama sekali tak ada perubahan. Salma dengan sikap cueknya dan Rony yang masih mempertahankan ke gengsian nya.Seminggu juga Rony semakin di buat uring-uringan melihat Salma yang semakin dekat dengan Abyan. Bahkan banyak gosip yang beredar jika Salma sudah resmi berpacaran dengan Abyan, gosip itu benar-benar membuat hati Rony panas. Walaupun Rony sudah memastikan sendiri pada Salma dan Salma bilang itu hoax tapi tetap saja kabar itu membuat Rony kesal."Sal, lu mau makan apa? Biar gue yang mesenin. Lu tinggal duduk manis aja, ntar makanan dateng" Ucap Abyan"Wah, thankyou loh Bi""Hmm mau - ""Please jangan mie ayam lagi ya, tiap hari makan mie gak baik buat lambung lu Sal" Ucap Abyan memotong ucapan Salma"Ihh Bi, kan gue pengen makan mie ayammmm" Rengek Salma"Tiap hari loh masalahnya lu makan mie Sal, ganti yaa. Hmm gimana kalo batagor? Siomay? Atau bakso? Jangan mie terus, nanti lu sakit loh Sal" Ucap AbyanByan perhatian banget sih sama gue? Suami gue aja gak pernah peduli segini nya sama gue *batin Salma"Hmm yaudah deh, mau siomay aja yaa yang pedes" Ucap Salma"Tadi pagi udah sarapan belum?" Tanya Abyan"Udah Bi, udah makan nasi kok. Jadi gapapa ya makan pedes sekarang" Ucap Salma"Hahaha oke cantik, tunggu ya" Balas AbyanDi sisi lain, Rony yang sedang makan bersama Flora mengepalkan tangannya setelah mendengar semua percakapan Salma dan Abyan. Bahkan saat Salma merengek pada Abyan, membuat Rony benar-benar terbakar cemburu.Perasaan dia gak pernah sok manja begitu sama gue! Tapi kenapa dia bisa begitu sama Abyan! Anjing lu Ca! Gue suami lu! Bisa-bisanya lu manja sama orang lain. Arghh bangsat!Tuh laki juga gabisa di diemin! Lama-lama beneran kek anjing tuh orang! Udah sok jago di tim basket! Sekarang berani banget deketin istri gue, sok perhatian sama bini orang! Bajingan *Batin Rony"Ayangggg, kenapa sih! Aku ngomong dari tadi gak di dengerin. Kamu kenapa sih" Ucap Flora"Ck, berisik! Gue bosen denger lu ngomong Flo! Gue udah kenyang! Gue balik ke kelas" Balas Rony kesalRony berjalan melewati Salma dan Abyan yang tengah bercanda sembari memakan makanan mereka. Rony sempat menatap Salma tajam, Salma yang di tatap pun tak peduli dan melanjutkan makannya bersama Abyan.***Tok tok tokRony membuka pintu rumahnya, karena kebetulan dia sedang berada di ruang tengah. Betapa terkejutnya dia melihat Nabila dan Novia berada di hadapannya."Rony?? Heh! Kok lu di rumah Salma?" Tanya Novia"Enak aja, ini rumah gue" Balas Rony santaiRony yang sepulang sekolah memang tak menegur Salma sama sekali karena kesal dengan istrinya yang berdekatan dengan Abyan, menjadikan ini ajang untuk membalas kekesalan nya pada Salma. Rony berniat memberitahu sahabat Salma jika mereka sudah menikah dan memang tinggal satu atap."Kok bisa sih? Salma shareloc nya ke gue udah bener kok. Apa rumah Salma yang di samping rumah lu ya Ron?" Tanya Nabila"Gak, emang bener kok ini rumah Salma. Masuk aja, gue Panggilin orangnya" Balas Rony santai"Ohh lu sodaraan ternyata sama Salma? Tapi kok di sekolah berasa gak kenal sih lu pada?" Tanya Novia"Gausah gue jelasin, dengan cukup lu berdua liat foto di pigura gede itu udah menjawab pertanyaan lu pada sih" Balas Rony lalu pergi meninggalkan Novia dan Nabila"Nov? Gue gak salah liat kan?" Tanya Nabila"Anjing? Mereka suami istri? Tapi kok selama ini mereka kek gak kenal sih? Gue bingung asli Nab" Balas NoviaDi sisi lain, Rony yang masuk ke dalam kamar melihat Salma tengah tertidur pulas di ranjang. Rony mendekat dan mengusap lembut pipi Salma."Ca, bangun Ca. Ada temen-temen lu noh di bawah" Ucap Rony"Hmm ngantuk Ron" Balas SalmaRony mengecupi wajah Salma dengan sengaja agar membuat Salma bangun."Rony ish! Ngapain sih lu cium-cium gue! Basah muka gue anjing!" Ucap Salma kesal"Ya lu gak bangun-bangun sih! Kebo banget!" Balas Rony"Ya ngapain mesti di cium! Modus banget sih lu!" Ucap Salma"Gapapa modus sama istri sendiri mah. Lagian gue nyium lu juga gak dosa kali, malah dapet pahala" Balas Rony"Gausah bacod! Gue mau tidur lagi" Ucap Salma bersiap merebahkan lagi tubuhnya"Bangun atau gue cium lu lagi ya Ca" Balas Rony"Ishhh Ronyyyyyy!!! Gue ngantuk!!!! Ngapain sih lu ganggu gue!" Ucap Salma kesal"Di bawah ada temen-temen lu noh! Mau lu tinggal tidur lagi?" Tanya Rony"Anjing? Novia Nabila? Mereka liat lu?" Tanya Salma panik"Yaiyalah, orang gue yang bukain pintu" Balas Rony"Alah Ronyyyyyy!!! Ck, kalo mereka curiga gimanaaaaaa" Rengek Salma"Ya lu gak bilang kalo temen-temen lu bakal kesini, kalo mereka kesini kan gue bisa ngumpet. Gue juga bisa suruh bibi beresin foto-foto pernikahan kita di bawah" Ucap Rony santai"Anjing! Mereka liat itu dong?" Tanya Salma"Maybe" Balas Rony"Bangsat! Gue lupa kalo mereka mau kesini!!! AAhhh gue mesti alasan apaaa Ronyyhhh" Rengek SalmaHahaha anjing, gemes banget sih Ca kalo ngrengek begini. Pen gue gigit aja lu yaa, gemes banget *batin Rony"Yaudah sih, temen lu ini. Jujur aja sama mereka. Gue aja udah jujur sama Paul dan Danil" Balas Rony"Hah? Sumpah demi apa? Paul Danil tau hubungan kita? Kok lu bocor sih anjing!" Ucap Salma"Ya mereka main kesini dadakan dua hari yang lalu, pas lu sama Mama lagi belanja. Mereka liat semua foto-foto di bawah, yaudah terpaksa gue jujur. Toh aman kan? Mereka gak bocor kemana-mana" Ucap Rony santai"Huft, doain gue semoga mereka gak marah deh kalo gue jujur" Balas Salma"Iya, udah sana temuin temen-temen lu" Ucap Rony lembut sembari mengusap pipi SalmaDih, nih orang tiba-tiba banget lembut. Kenapa sih? Kok gue jadi merinding, Rony baik begini *batin Salma"Kok bengong? Mau gue temenin, buat jelasin ke mereka?" Tanya Rony lembut"Boleh deh, ayo temenin gue" Balas Salma"Yuk" Balas RonySalma dan Rony pun turun bersama dengan tangan Rony yang menggandeng mesra tangan Salma. Salma pun tak menolak karena dia juga butuh kekuatan untuk menghadapi kedua sahabatnya itu."Hay Nab, Nov. Sorry ya gue lupa kalo mau ngerjain tugas sekarang. Gue ketiduran" Ucap Salma"Dih, udah ke gep aja baru pegangan lu pada. Kemarin-kemarin sok-sokan gak kenal" sindir Novia"Emang keknya kita udah gak di anggep sahabat sih Nov. Parah banget" Sindir Nabila"Bukan gituu, gue jelasin semuanya yaa. Kalian jangan motong omongan gue dan Rony dulu" Ucap SalmaNabila dan Novia pun menganggukkan kepalanya.Salma dan Rony bergantian menceritakan hubungan mereka yang memang sudah menikah sebulan sebelum mereka menjadi siswa baru di SMA Nusantara."Anjir, udah lama kalean ternyata nikah? Tapi kok bisa sih, kalean nih bikin perjanjian tolol kek gitu" Ucap Novia"Ya karena kita dulu sama-sama gak bisa terima takdir Nov kalo harus nikah di usia enam belas tahun. Gue sama Salma sangat-sangat terpaksa sama pernikahan ini" Balas Rony"Alah, palingan juga elu yang masih pengen jadi Playboy mangkanya minta Salma rahasiain pernikahan kalian kan" Ucap Nabila"Iya dulu, sekarang gue mau berubah. Gue bakal mutusin Flora, gue bakal serius coba jalanin pernikahan ini sama Salma" Ucap RonySalma membulatkan matanya, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Rony"Rony anjir! Lu sakit ya? Lu kenapa sih bangsat!" Balas Salma"Ca, gue serius! Gue mau perbaiki semuanya! Beberapa hari ini gue jadi sadar kalo gue sayang sama lu! Gue cemburu tiap liat lu jalan sama Abyan! Gue kesel, gue emosi dan gue gak rela lu deket-deket sama Abyan!""Gue sengaja mesra-mesraan sama Flora Deket lu karena gue cuma mau tau reaksi lu ke gue gimana! Gue mau tau, lu cemburu apa gak! Tapi kaya nya niat gue salah, lu malah makin jauh dari gue. Gue bisa deket tiap tidur bareng lu doang, selebihnya lu jauh dari gue""Di depan temen-temen lu, gue ngaku kalo gue sayang sama lu Ca. Gue mau perbaiki hubungan pernikahan kita. Kalo pun lu masih gak bisa terima pernikahan ini, setidaknya kita gak jadi musuh lagi. Kita bisa jadi temen, gue bisa jadi sahabat lu sampe lu bisa buka hati buat gue Ca. Maafin gue ya, maafin gue yang dulu suka bentak-bentak lu, suka ngehina lu, dan gapernah anggap lu istri gue""Gue ngerasain sakitnya gak di akuin sama lu sekarang Ca. Gue sakit saat lu bilang gak kenal sama gue di depan Abyan, gue sakit saat lu gak pernah sedikit pun liat gue di sekolah. Gue sakit saat lu gak pernah anggap gue ada Ca" Ucap Rony panjang lebar sembari menggenggam tangan Salma"Ron? Lu serius? Bukannya selama ini lu yang minta gue untuk gak berharap lebih sama pernikahan ini? Bahkan lu bilang setelah orang tua gue pulang, lu bakal ceraiin gue? Gue turutin semua mau lu Ron, gue gak pernah mikir lebih tentang pernikahan kita""Selama ini lu juga kek anggep gue musuh lu kan? Ya gue pun bertindak seperti apa yang lu lakuin ke gue. Dan disaat gue mulai nyaman sama laki-laki lain, lu minta gue buat terima pernikahan ini? Lu egois tau gak!" Ucap Salma kesalDegHati Rony berasa di tusuk ribuan pisau di saat yang bersamaan. Dugaannya benar, Salma mulai nyaman dengan Abyan dan itu semua juga karena dirinya yang tak pernah memberikan Salma kenyamanan. Hingga istrinya merasakan kenyamanan dari laki-laki lain.Rony bersimpuh di depan Salma yang tengah duduk di sofa, di saksikan oleh kedua sahabat Salma. Tangannya menggenggam erat kedua tangan Salma lalu wajahnya ia sembunyikan pada kedua paha Salma."Ca gue minta maaf, gue tau selama ini gue salah. Gue bukan suami yang baik, tapi please kasih gue kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Gue sayang sama lu Ca, gue gabisa liat lu sama laki-laki lain. Hati gue sakit saat lu bilang, lu mulai nyaman sama laki-laki lain""Kasih gue waktu buat tunjukkin kalo gue beneran berubah Ca. Gue bakal mutusin Flora, gue bakal jadi suami yang baik buat lu. Please kasih gue kesempatan yaa, gue nyesel. Gue mau perbaiki semuanya Ca, demi pernikahan kita. Please" Ucap Rony terisakSalma merasa paha nya basah setelah Rony menyembunyikan wajahnya di paha nya. Salma terharu, Rony benar-benar tulus hingga meneteskan air mata. Setahun hidup bersama Rony, membuat Salma tau Rony adalah orang yang hampir tak pernah menangis. Dan baru kali ini Rony menangis karena memohon padanya.Salma menatap ke arah kedua sahabatnya, Novia dan Nabila pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum."Hey? Lu gak malu nangis depan Nabila dan Novia?" Tanya Salma"Gak! Gue gak malu! Kalo harus nangis di depan anak-anak satu sekolah juga gue gak akan malu! Gue beneran nyesel dan gue mau perbaiki semuanya sama lu Ca. Gue cuma mau sama lu hiks hiks" Ucap Rony"Yaudah, gue mau kasih lu kesempatan buat perbaiki semuanya. Gue juga minta, supaya lu bisa bantuin gue buka hati buat lu. Bikin gue nyaman ada di deket lu, dan bikin gue bisa sayang sama lu seperti lu sayang sama gue. Baru kita bisa perbaiki pernikahan kita dan mulai semuanya dari awal" Ucap Salma"Ca? Beneran?" Tanya Rony tak percaya"Lu mau nya gimana? Mau gue bohong atau - ""Gak gak!! Gue mau itu beneran! Makasih ya Ca. Makasih sayanggg" Ucap Rony memeluk erat Salma"Elah woy! Gue tau ya lu pada udah nikah! Tapi gausah pelukan depan kita juga bangsat" Omel Novia"Hehe sorry sorry Nab, Nov. Kan gue seneng Caca mau kasih gue kesempatan" Balas Rony"Yaudah, sekarang tepatin janji lu! Putusin Flora sekarang depan kita! Biar kita percaya lu bukan cowok brengsek dan playboy lagi!" Ucap Nabila"Oke, gue telpon dia ya. Gue loudspeaker, biar kalian denger yaa""Hubungan gue juga udah renggang semenjak gue sadar perasaan gue sama Caca. Gue jadi gak peduliin dia lagi, dan emang waktu yang pas buat gue putusin dia sekarang. Gue gamau jadi cowok brengsek. Gue mau Caca satu-satunya buat gue" Ucap Rony sembari mencoba menelpon FloraSelesai drama di telpon dengan Flora, akhirnya Rony berhasil memutuskan hubungannya dengan Flora. Rony berjanji dengan dirinya sendiri, akan menjadikan Salma wanita satu-satunya di hidupnya. Rony tidak ingin jika Salma berpaling darinya dan memilih laki-laki lain. Rony sudah merasakan bagaimana sakitnya ketika Salma mengutarakan perasaannya yang mulai nyaman dengan Abyan, jadi Rony tak akan membiarkan itu kembali terjadi. Salma hanyalah milik nya, bukan milik laki-laki lain.Dua jam sudah Rony meninggalkan Salma bersama kedua sahabatnya untuk mengerjakannya tugas. Rony kembali turun menemui Salma dan langsung memeluk Salma dengan manja."Ck, apalagi sih Ron?" Tanya Salma kesal"Kangen" Balas Rony"Astaga, baru dua jam doang udah kangen! Anjirr gue beneran geli liat Rony model begini" Ucap Novia"Iya, perasaan di sekolah sok cool. Kalo pun lagi pacaran palingan si cewek yang manja sama Rony, ini kenapa malah si Rony nya yang clingy abis sama Salma sih" Timpal Nabila"Ck, berisik ya lu berdua. Suka-suka gue dong, istri-istri gue ini" Ucap Rony"Tapi yang di omongin mereka tuh bener Ron! Lu kenapa jadi clingy begini sih, geli gue liatnya" Balas Salma"Gue sebenernya dari lama tau pengen manja sama lu Ca. Tapi lu galak, gue di marahin Mulu jadi gue gak berani" Ucap Rony memelas"Hahahaha anjir, si Rony ternyata suami suami takut istri" Ledek Novia"Gapapa sih, bagus Sal. Jadi Rony gak berani macem-macem sama lu! Berani selingkuhin lu, lu tinggalin aja sama Abyan. Lu cantik ini, gausah takut di tinggalin Rony hahaha" Ucap Nabila"Anjir mulut lu ya Nab! Gausah kompor bangsat! Gue gak akan selingkuh dari Salma! Lu liat sendiri kan tadi, nomor Flora aja udah gue blok terus gue hapus di depan kalian semua. Masa iya masih gak percaya sama gue""Ca gue beneran Ca, gue gak akan selingkuh dari lu lagi. Gue cuma mau sama lu, lu juga sama dong. Lu jangan ninggalin gue, apalagi demi Abyan Abyan itu! Gaboleh ya Ca" Ucap Rony manja"Ya asal lu bisa pegang omongan lu aja, apalagi yang di omongin Nabila ada benernya""Lu tau gue kan Ron? Gue bukan cewek menye-menye yang di selingkuhin cuma bisa nangis! Gue di selingkuhin, ya gue cari yang lain lah" Ucap SalmaAnjir, istri gue emang bukan cewek sembarangan. Gabisa nih, Caca cuma punya gue seorang *batin Rony"Yaampun, iya iya sayang. Gue janji, gue gak akan selingkuh. Gue gamau lu ninggalin gue, lu bisa pegang janji gue Ca" Ucap Rony"Jadi ceritanya, lu udah pensiun nih jadi buaya Ron? Hahahaha" Ledek Nabila"Iya lah, demi istri tercinta ini mah" Ucap Rony lalu mencium pipi Salma"Iyuww Rony! Isshhh, lu apaan sih! Gatau malu banget!!" Umpat Salma"Hahaha apa sih yang? Gapapa lah, kan udah SAH" Ucap Rony terkekeh"Ya udah Sah sih udah Sah! Tapi jangan depan kita bego!" Umpat Novia"Tau nih si Rony! Mata gue jadi ternodai" Timpal Nabila"Hahaha sorry sorry. Kalian udah selesai nugas belum?" Tanya Rony"Udah, sebelum lu turun tadi kita udah kelar kok" Balas Novia"Nah, pas deh. Keluar yuk, gue mau traktir kalian makan. Sekalian sama Paul dan Danil. Gimana mau gak?" Tanya Rony"Kok dadakan Ron?" Tanya Salma"Ya gapapa yang, kan seminggu lalu kita anniv setahun. Terus hari ini kita resmi baikkan, jadi mau ngerayain aja bareng temen-temen. Mau yaa" Ucap Rony"Yaudah boleh deh" Balas Salma"Yaudah yuk siap-siap, masa lu mau pake piyama begini yang" Ucap Rony"Emang kenapa? Lu malu kalo gue pake beginian?" Tanya Salma"Ck, ya bukan malu lah! Gue yang gak ikhlas badan lu di liat laki-laki lain! Liat piyama lu aja ngepres body gini! Mana celananya pendek banget!""Emang lu mau pake beginian keluar rumah? Hmm? Paha lu kemana-mana begini! Iyaa?" Ucap Rony kesal"Wetss santai pak! Kenapa sewot amat sih! Perasaan mantan lu si Flora juga kalo pake Rok ke sekolah Paha nya kemana-mana tuh. Kenapa Salma gaboleh? Kali-kali lah boleh kali ya gak sal" Timpal Novia"Gak ya! Gak ada!""Apaan sih lu Nov! Kompor banget, ya kalo Flora mah gue gak peduli. Dia cuma mantan gue! Kalo Caca kan istri gue! Ya gue gak rela lah, aurat dia keliatan. Cuma gue yang boleh lihat" Ucap Rony kesal"Sutss iya iya, gue ganti. Malah ribut, dah gue siap-siap dulu ya guys" Balas Salma lalu bangkit meninggalkan Rony, Novia dan Nabila"Bye, gue mau nyusulin istri gue. Mau ganti baju bareng aahheeyy" Ucap Rony berlari menyusul Salma"Si Rony bener-bener ya Nov! Udah gila gue rasa dia" Ucap Nabila heran"Iya anjir, perasaan dulu sama mantan-mantannya, terutama Flora. Gak pernah liat dia segitunya ya sama cewek. Ini sekarang malah kebalikannya, Rony ngebet banget ke Salma. Salmanya yang no respon hahaha" Balas Novia***"Jadi gue minta kalian jaga rahasia ini rapat-rapat ya. Jangan sampe bocor kalo gue sama Salma udah nikah" Ucap Rony"Iya, tenang aja sih. Aman kalo sama kita mah" Balas Paul"Apalagi udah di traktir makan begini, ya makin rapet mulutnya ketutup hahaha" Timpal Danil"Oke sip, bagus" Ucap Rony"Heh, tapi lu udah mutusin tuh nenek lampir kan?" Tanya Paul"Udah elah, nih buktinya cewek-cewek. Gue mutusin depan mereka semua" Balas Rony"Bagus deh, gak dari dulu aja lu anjing" Ucap Danil"Tau! Bini cantik begini, malah pacaran sama nenek lampir. Tau gitu, gue Pepet Salma dari dulu biar lu cepet sadarnya. Masa sadar nya nunggu Salma di Pepet Abyan! Untung aja Salma belum pacaran sama Abyan, kalo udah sih mampus kata gue lu Ron" Timpal Paul"Yaudah sih, masa lalu gausah di bahas. Yang penting kan sekarang gue sama bini gue udah baikkan" Ucap Rony sembari merangkul pundak Salma"Ish Ron! Tempat umum!" Omel Salma melepas pelukan Rony"Kenapa sih yang? Kan kita suami istri" Ucap Rony"Lu ya Ron! Dari tadi gue liat-liat, lu tuh nyosor Mulu sama Salma pake bawa-bawa suami istri Mulu lagi dari tadi!" Timpal Novia"Iya nih si Rony, gue cuma pengen bilang lu hati-hati sih sama Rony Sal. Dia udah gila keknya" Ucap Nabila"Enak aja gila! Gue masih waras! Ini gue lagi menyesali hidup gue! Kenapa gue sadarnya telat kalo gue punya bini secantik Caca" Balas Rony"Udah Ron, lu mah ya. Ini tempat umum! Gatau malu banget sih" Omel Salma"Ohh, yaudah nanti aja ya yang di kamar" Ucap Rony"Iyuww Rony!!!" Teriak ketiga wanita disana"Hahaha anjir si Rony, mentang-mentang udah punya bini anjir" Ucap Paul"Tau tuh bocah hahaha" Timpal DanilRony hanya terkekeh melihat kehebohan semua orang karena tingkahnya.***Satu bulan sudah Salma dan Rony mulai memperbaiki hubungan mereka. Namun dalam sebulan itu, Salma tetap meminta Rony tidur berjarak darinya. Salma memang masih belum percaya sepenuhnya pada Rony walaupun Rony sudah membuktikan perubahan nya. Rony pun memaklumi Salma dan tak memaksa Salma untuk bisa cepat menerima nya.Bisa memeluk dan mencium Salma sesuka hatinya pun Rony sangat bersyukur, karena Salma tak pernah marah lagi jika Rony melakukannya. Mereka juga masih menyembunyikan hubungan mereka, apalagi Flora yang masih menganggu Rony terus menerus membuat Salma ragu menyetujui permintaan Rony yang meminta nya untuk mempublish hubungan mereka dalam status pacaran.Salma takut jika Flora akan berniat macam-macam padanya atau pun pada hubungannya dengan Rony. Itu lah sebabnya Salma masih ingin menyembunyikan hubungan apapun dengan Rony.Saat ini Salma dan sahabat-sahabatnya tengah makan di kantin di temani oleh Rony dan sahabat-sahabatnya. Mereka sengaja memilih beramai-ramai agar siswa lain tak curiga tentang hubungan Rony dengan Salma."Yang udah ih, Sabel terus dari tadi. Udah ya, stop. Liat tuh mangkok bakso kamu udah merah banget" Omel Rony"Ish masih mau Ron, ini kurang pedes. Nih cobain" Ucap Salma menyodorkan kuah bakso"Anjir Ca! Pedes banget ini sumpah. Huh hah huh hah" Balas Rony kepedasan"Hahahaha anjir si Rony sampe merah bangke muka nya" Ucap Paul"Laki lu gak doyan pedes masih aja lu suapin kuah lu anjirr Sal" Timpal Nabila"Sutss Nab! Ish mulut lu ya. Jangan bilang gitu di sekolah" Omel Salma"Iya iya sorry, gue pelan kok. Gak akan kedengeran" Ucap Nabila"Sayang, pedes banget huaaaa" Ucap Rony"Eh iya iya, ini minum es kelapa punya gue Ron. Minum yaa, maaf gue lupa kalo lu gak doyan pedes" Balas Salma"Udah udah, gapapa kok yang. Gausah sedih ya" Timpal Rony mengusap lembut tangan Salma"Hay Sal, gue boleh gabung?" Tanya Abyan"Hmm, bo - ""Boleh tapi lu pinggir gue sini" Ucap Novia"Itu sebelah Salma masih kosong Nov. Gue di situ aja deh" Balas AbyanRony memutar bola matanya malas melihat Abyan duduk di sebelah Salma."Astaga Sal! Kok lu makan bakso Semerah itu. Itu pasti pedes kan? Udah sini, biar gue aja yang makan. Lu pesen lagi aja, ntar perut lu sakit Sal" Ucap Abyan lalu merebut mangkok AbyanSalma hanya diam saat Abyan merebut mangkoknya, membuat Rony kesal.Rony bangkit dari duduk namun langsung di tahan oleh Salma."Mau kemana?" Tanya Salma"Pesenin bakso lagi" Balas Rony datarSalma merasa bersalah, Rony pasti marah padanya."Abyan, lain kali gausah gitu ya. Gue gak enak sama Rony. Rony pasti salah paham sama lu" Ucap Salma perlahan"Rony? Emangnya kenapa? Lu ada hubungan sama Rony Sal?" Tanya Abyan"Hhmm iyaa, Rony pacar gue. Sorry ya Byan, kaya nya dia salah paham sama lu" Ucap Salma"Bukannya Rony udah punya pacar? Dan itu bukan lu ya Sal" Tanya Abyan"Udah putus lama kali! Salma sama Rony baru aja jadian, jadi lu jangan ganggu Salma lagi deh. Mending cari cewek lain" Ucap Paul"Sal sorry, gue gatau. Apa gue yang jelasin ke Rony nya langsung? Gue gatau kalo lu udah ada hubungan sama Rony. Jujur gue gak berniat ngerusak hubungan lu sama Rony kok. Ya gue emang suka sama lu, tapi kalo ternyata lu bahagia sama laki-laki lain. Gue ikhlas, gue gak akan ngerusak kebahagiaan lu Sal" Ucap Abyan"By thanks yaa. Tapi gak perlu kok, sampe lu yang jelasin ke Rony. Nanti gue sendiri yang jelasin sama dia. But, sorry gue gabisa bales perasaan lu, gue udah punya Rony. Tapi kita masih bisa temenan kok By" Balas Salma"It's okay Sal, gak masalah. Gue tau hati itu gabisa di paksa. Selamat bahagia ya sama laki-laki pilihan lu""Gue pindah aja ya Sal, sorry gue asal rebut mangkok bakso lu. Nanti gue TF ya, gue cuma gamau lu sakit Sal" Ucap Abyan"By, gausah. Gue tau kok niat lu baik, lu juga kan gatau apa-apa. Jadi gausah ngerasa gaenak. Makasih ya lu udah perhatian sama gue" Balas Salma"Iya Sal, gue pindah yaa. Bye Sal. Duluan ya semua" Ucap AbyanRony yang mendengar ucapan Salma tentang pengakuan hubungan mereka pun tersenyum tipis. Rony tak menyangka jika Salma akan mengakuinya di depan Abyan. Namun Rony akan mencoba mengerjai Salma, dia akan berpura-pura marah dan melihat respon Salma."Nih baksonya, gue ke kelas dulu" Ucap Rony datar lalu pergi meninggalkan Salma"Huft, Rony pasti salah paham sama gue ini" Gumam Salma"Udah Sal, biar kita yang ngasih tau Rony ya. Lu makan de lanjutin, biar gue sama Paul yang nyusulin Rony" Ucap Danil"Iya Sal, lu tenang aja ya. Rony pasti ngerti kok. Okee" Timpal Paul"Thanks ya guys" Ucap SalmaNamun hingga malam Rony masih saja mendiami Salma, Rony tak benar-benar marah, ia hanya ingin mengerjai Salma."Ron, masih marah ya?" Tanya Salma"Gak kok" Balas Rony datar"Maaf ya, tapi gue udah jelasin kok ke Abyan kalo lu pacar gue. Dia udah paham dan ngerasa bersalah tadi karena bikin lu salah paham""Gue beneran gak ada apa-apa kok sama Abyan. Dia pure temen gue Ron, ya walaupun gue sempet nyaman sama dia. Tapi sekarang gue sadar, gue punya elu. Gak seharusnya gue nyaman sama laki-laki lain. Maafin gue yaa, jangan diem-diem terus" Ucap Salma"Beneran dia udah ngerti?" Tanya Rony"Iya beneran" Balas Salma"Terus, rasa nyaman lu sama dia?" Tanya Rony"Kan udah gue bilang tadi. Gue sekarang sadar kalo gue punya lu. Sebulan ini gue ngurangin interaksi gue sama Abyan, supaya rasa nyaman gue gak makin kelewatan sama dia. Gue juga udah janji mau mulai usaha buka hati buat lu kan. Jadi ya rasa nyaman gue sama Abyan udah mulai berkurang" Balas Salma"Hhmm, masih ada ternyata ya" Ucap Rony"Ya gak bisa sepenuhnya hilang Ron, pelan-pelan. Tapi sekarang jujur gue lebih nyaman sama semua perhatian lu kok. Sama semua apapun yang lu lakuin buat gue, itu bikin hati gue nyaman sama lu" Balas Salma"Beneran?" Tanya Rony"Iya, beneran Rony" Balas Salma"Gak percaya" Balas Rony"Gue mesti ngapain, biar lu percaya sama gue sih?" Tanya Salma"Lu mau gue percaya?" Tanya Rony"Iyaa lah, gue kan udah jujur. Gue gak bohong" Balas Salma"Buktiin" Ucap Rony"Iya, gue buktiin. Gue harus ngapain?" Tanya SalmaRony mendekat dan berbisik pada telinga Salma"Boleh gue minta hak gue sekarang?" Tanya RonySalma tiba-tiba menelan saliva nya mendengar permintaan Rony"Harus begitu biar lu percaya?" Tanya Salma"Iya, selama ini kan gue gak pernah maksa lu Ca. Gue mau ngelakuin ini atas dasar sama-sama suka dan mau tanpa paksaan. Lu bilang kan lu udah mulai nyaman sama gue? Seharusnya lu buktiin itu dengan kasih hak gue Ca" Ucap Rony"Yaudah iya, gue siap" Balas Salma"Beneran?" Tanya Rony"Iyaa, tapi pelan-pelan ya Ron. Gue denger kalo begituan itu sakit" Ucap Salma"Iya sayang, gue bakalan pelan-pelan" Balas Rony dengan senyuman manisnyaRony memulai aksinya dengan mencium bibir Salma dan melumatnya. Salma yang mulai larut dengan permainan Rony mulai ikut membalasnya. Tangan Rony pun beralih membuka semua kancing piyama Salma hingga kini menyisakan bra milik Salma saja. Rony tak sabar ingin segera menyingkirkan bra itu dari tubuh Salma, setelah berhasil membuka kaitannya Rony pun melempar bra itu ke sembarang arah."Rony jangan di liatin, malu" Ucap Salma menutup payudara dengan kedua tangannya"Jangan di tutup sayang, gue mau lihat nenen gue. Buka ya, gausah malu" Ucap RonyRony meremas kedua payudara Salma sembari mulutnya tak berhenti membuat tanda kepemilikan pada leher Salma."Ahhh Ronyyhh eughh" Lenguh SalmaSalma tak kuat merasakan serangan lidah Rony pada puting payudara nya. Rony menyesap dan memainkan payudara Salma sangat brutal hingga membuat Salma bergelinjang kegelian.Kini wajah Rony sudah tepat berada di depan milik Salma yang sudah tak terhalang apapun. Rony tersenyum tipis melihat keindahan yang ada di depannya sekarang. Tanpa berlama-lama, Rony kembali memainkan kelihaian mulut dan lidahnya pada milik Salma."Oughh Ronyyhh ahhhh, Ronnnn" Desah Salma"Kenapa sayang? Enak? Hmm?" Tanya Rony"Awwhhh Gelihhh Ronyyy eughhh" Desah SalmaRony mempercepat permainan jari nya saat merasa milik Salma semakin berkedut tanda istrinya itu akan mendapatkan pelepasan.Setelah berhasil mendapatkan pelepasan nya, Rony tak ingin lagi berlama-lama. Dia langsung melepas seluruh pakaiannya di depan Salma. Salma memalingkan wajahnya saat milik Rony menyembul keluar dari celana dalamnya."Sayang, liat dong. Pegang yang, elusin. Ini punya kamu juga sekarang" Ucap Rony sembari menuntun tangan Salma mengusap miliknya"Oughh Cahh, enakk sayang" Lenguh Rony ketika Salma mengusap miliknya"Arghh gak tahan, yang gue masukin sekarang ya yang. Tahan ya, yang rileks sayaang" Ucap RonyRony menggesekkan miliknya dengan milik Salma sebelum menerobos masuk ke dalam lubang hangat milik istrinya."Arghh Ronyyy sakittttt" Teriak Salma"Sutss sutss sayang, tahan yaa. Ini masih masuk setengah yang" Ucap Rony mengusap lembut pipi Salma"Gamau hiks hiks, sakittt. Keluarinnnn" Pinta SalmaRony membulatkan matanya mendengar permintaan Salma. Tidak mungkin dia mengeluarkan lagi miliknya, kepalanya sudah sangat pening dan ingin mendapatkan pelepasan. Apalagi miliknya sudah merasakan sedikit lubang milik Salma, rasa penasaran jika miliknya tertanam full dalam milik Salma pun melintas di pikiran Rony dan Rony tak ingin menuruti permintaan Salma kali ini."Yang, kalo gue keluarin lagi ntar makin sakit. Tahan dikit lagi ya, gue janji setelah ini bakalan enak yang. Okee" Ucap Rony lalu menghentakkan kembali miliknya"Ahhhhhh sakittt Ronnnnn hiks hiks. Sakitttt" Teriak Salma"Cup cup cup, maaf ya sayang. Ini udah masuk semua kok. Cup cup. Maaf yaaa, jangan nangis cantik" Ucap Rony sembari mencium kening Salma dan menghapus air mata SalmaSetelah menunggu beberapa saat, dan melihat Salma mulai tenang. Rony mulai menggerakkan miliknya dengan perlahan."Ahh yangg, lu enak banget sumpah. Kenapa gak dari dulu gue merawanin elu yang ahhhh enak yangg ahhh" Desah RonyRony bergerak semakin cepat sembari merasakan kenikmatan dari lubang sempit milik istrinya. Hingga dia merasa akan mendapatkan pelepasan pertamanya, Rony semakin mempercepat gerakannya dan akhirnya dia menyemburkan cairan cinta nya dalam rahim Salma."Ahhh" Desah RonyRony ambruk di atas tubuh Salma."Yang makasih ya yang. Malam ini indah banget yang. Akhirnya gue merawanin elu jugaa""Makasih ya yang, udah jaga kehormatan lu buat gue. Gue sayang banget sama lu yang" Ucap Rony lemas"Iya, sama-sama. Sorry kalo setahun lebih nikah, gue baru ngasih hak lu malam ini" Balas Salma"Gapapa yang, ini aja gue seneng banget. Makasih ya yang" Ucap Rony"Udah ya, gue mau tidur. Capek Ron, lepasin punya lu nih. Punya gue penuh banget rasanya" Balas Salma"Eitss no no sayang. Kita lanjut sampe pagi yaa" Ucap Rony"Ron yang bener aja sih! Besok sekolah gila" Omel Salma"Gak! Gue mau kita besok bolos. Kita nikmatin malam ini yang. Ini malam pertama kita, ntar gue yang izinin lu deh ke temen-temen Lu. Gue juga yakin kalo lu besok gak bakalan bisa jalan, jadi mending bolos""Mumpung Mama Papa juga gak ada di rumah, jadi kita bebas gak sekolah. Okee, nurut sama suami yang. Puasin suami dulu malam ini yaa" Ucap Rony"Ishh dasar, sekali di izinin malah ketagihan" Ucap Salma"Ya sapa yang gak ketagihan coba. Punya lu nikmat banget begini yang. Sekali mana puas? Harus berkali-kali lah biar puas" Balas Rony"Ish, frontal banget sih" Ucap Salma"Hahaha maaf maaf. Mau ya main lagi, ini mumpung masih di dalem punya gue yang. Gamau keluar dia dari sarangnya" Balas Rony"Iya yaudah, percuma juga nolak. Lu bakalan tetep gerakin punya lu kan" Ucap Salma"Hahahaha betul sayang ku. Kita seneng-seneng ya sampe pagi" Balas RonyMereka pun kembali melakukan nya hingga sama-sama merasa puas.Keesokan harinya, Salma dan Rony masih sama-sama berada di bawah selimut dengan tubuh polos mereka. Rony terus menerus menggepur Salma hingga sebelum adzan subuh. Setelah sholat dan tidur, siang hari nya Rony kembali meminta jatahnya pada Salma. Salma benar-benar di buat lelah oleh kelakuan Rony yang tak pernah merasa puas.Rony bahkan melarang Salma untuk turun, Salma hanya boleh tidur di ranjang dan dia yang menyiapkan segala keperluan Salma. Dari makan dan membelikan obat untuk Salma."Sayang, minum obat dulu yuk" Ucap Rony"Obat apa ini Ron?" Tanya Salma"Obat anti nyeri sama obat pencegah kehamilan" Balas Rony"Astaga Ron! Gue baru sadar, selama berhubungan tadi lu ngeluarin di dalem ya?" Tanya Salma"Hehe iya sayang, makanya ini gue beliin obat biar lu gak hamil yang" Balas Rony"Ish! Lu gamau tanggung jawab ya kalo gue hamil!" Ucap Salma kesal"Lah si anjir. Gue harus tanggung jawab gimana lagi Ca? Kan lu sekarang udah jadi istri gue, kalo pun lu hamil juga gue malah seneng anjir. Gue bisa jadi Papa muda""Pertanyaan gue sekarang buat elu! Emang lu siap hamil sekarang? Hmm? Kan kita masih kelas sebelas sayang. Lu mau homeschooling dan pisah sama sahabat-sahabat lu?" Tanya Rony"Ya gamau lah Ron" Balas Salma"Nah yaituuu masalahnya! Gue nyuruh lu minum obat bukan karena gue gamau lu hamil Ca. Malahan gue seneng kalo lu hamil anak gue, tapi kan masalahnya kita masih sekolah sayang. Gue gamau nama lu jadi jelek dan di keluarin dari sekolah. Ngerti kan?" Ucap Rony"Iya iya, sini gue minum obatnya" Balas Salma***Berbulan-bulan berlalu, kini Salma dan Rony sudah berada di kelas dua belas dan tinggal lima bulan lagi mereka akan menempuh ujian kelulusan.Namun pagi ini Salma di buat bingung dengan kenyataan dari dokter yang baru saja memeriksa nya dan menyatakan Salma tengah hamil. Pasalnya Salma selalu mengonsumsi obat nya, namun kenapa dia bisa hamil.Kedua orang tua Rony dan Rony berusaha meyakinkan Salma jika kehamilannya tidak akan merusak masa depannya. Rony tidak akan melarang Salma untuk berkuliah untuk menggapai cita-cita nya walaupun tengah hamil. Rony pun mencoba membujuk Salma yang terlihat murung setelah mengetahui dirinya tengah hamil.Rony yang sedari tadi memang tak sekolah dan memilih menemani istrinya meminta teman-teman nya untuk ke rumah sepulang sekolah agar bisa membantunya membujuk Salma.Dan berkat ide Rony, Salma akhirnya bisa mulai menerima kehadiran anaknya di rahimnya setelah mendapat nasihat dari orang tua Rony dan teman-teman nya. Rony sangat bersyukur kini Salma sudah bisa menerima anaknya."Lagian kok bisa sih Ron Sal? Kebobolan begini?" Tanya Danil"Gue juga gatau, perasaan gue gak pernah telat minum obatnya" Balas Salma"Kek nya pas liburan ke Bali kemarin gak sih yang? Kan kamu lupa gak bawa obatnya, terus baru minum obat nya setelah berhasil nyari apotik tuh dua hari kemudian" Ucap Rony"Kaya nya sih iya Ron, soalnya setelah dari Bali aku gak pernah lupa minum obatnya setelah kita berhubungan" Balas Salma"Anjirr Ron, lu sih udah tau bini lu lupa bawa obat masih aja di gas" Timpal Paul"Ya lu gatau aja gimana vibes nya di Bali. Bikin pengen terus anjir. Iya kan yang?" Tanya Rony sembari mengusap lembut perut Salma"Ck, Ron! Gak ada malu nya emang kamu ya" Omel SalmaRony dan Salma memang sudah sepakat untuk merubah panggilan mereka menjadi aku kamu."Tau nih, gue jadi makin dewasa denger obrolan kalian" Ucap Novia"Hahaha yaudah sih Nop gapapa, apa sekalian kita nyusul mereka nih? Hmm?" Balas Danil"Ogahhh" Balas Novia"Berarti tugas kita sekarang jagain bumil, terutama dari Flora tuh yang sering gangguin Salma. Gue takut aja dia makin nekat berbuat aneh-aneh sama Salma" Ucap Nabila"Bener, gue titip istri sama anak gue sama kalian ya kalo di kelas. Gue kan gabisa selalu ada di samping Salma" Ucap Rony"Santai Ron, gue bakalan jagain Salma dan calon ponakan gue kok" Ucap Novia"Iya Ron, lu tenang aja" Balas Nabila***"Yang inget, kalo ke kamar mandi minta temenin Nabila atau Novia ya. Jangan sendirian, ngerti!!" Ucap Rony"Udah sih yang, gapapa kok aman. Iya, aku bakalan minta temenin mereka kalo ke kamar mandi. Udah yaa, ke kelas sana" Balas Salma"Pengen cium Adek boleh?" Tanya Rony"Ck, gak ya Ron. Tadi kan udah di mobil! Ini di kelas! Nanti anak-anak bisa curiga gilaaa" Omel Salma"Ish, pelit! Kan ini anak aku juga" Ucap Rony"Ck, nanti di rumah aja ciumin sepuasnya" Balas Salma"Kalo di rumah mah, bukan cuma ciumin Adek. Ciumin semua badan kamu yang ada hehe" Balas Rony"Ron! Pergi gak! Ini makin rame kelasnya! Omongan kamu makin ngelantur. Pergii" Usir Salma"Hahaha, iya iya. Bye sayang, jagain adik baik-baik ya. Bilang kalo ayahnya sayang banget sama dia" Ucap Rony mengecup pipi Salma lalu pergi meninggalkan SalmaBegitulah Rony setiap harinya, dia sangat posesif pada Salma dan calon anaknya. Rony yang terkenal playboy, tengil dan selalu membuat ulah. Kini pun berubah menjadi laki-laki yang setia, bertanggung jawab dan lebih cool. Dia bahkan tak semurah senyum seperti dulu pada cegil-cegilnya di sekolah. Rony hanya ingin menjaga perasaan Salma yang kini tengah mengandung buah hati mereka.Rony bahkan memutuskan untuk menemani istrinya merawat anaknya setelah lulus sekolah nanti. Dia mau kuliah jika Salma juga kuliah, dan akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan pendidikannya di bangku perkuliahan pada tahun depan."Masyaallah sayang, anak aku makin gede makin cantik banget. Ini mah kek liat aku versi cewek yang" Ucap Rony ketika pertama melihat buah hatinyaTerhitung sudah enam bulan yang lalu, Salma melahirkan buah hatinya. Salma dan Rony juga sudah lulus SMA saat kandungan Salma menginjak usia lima bulan. Dan kini mereka berdua hanya fokus mengurus putri kecilnya sembari terus belajar parenting yang baik."Ck, aku yang hamil pas lahir malah di borong kamu semua" Balas Salma"Hahaha ya gapapa lah yang, kan ayahnya yang kerja keras pas bikin. Wajar kalo adik mirip aku mah" Balas Rony"Adek Luna kenapa sih mirip ayah? Harusnya kan mirip ibu dek. Adek gak asik ih" Ucap Salma"Awsss aduhh, ahhh jangan di gigit dong dek sakitttt" Rengek Salma ketika merasa putri kecilnya menggigit nipple nya"Hahahaha, kamu sih marahin Adek. Dia ngambek itu hahaha" Ledek Rony"Ck, sakit tau Ron. Anak kamu nih gak ada bedanya sama kamu! Suka banget gigit-gigit puting aku" Ucap Salma"Ya kan Adek di ajarin ayah, yakan dek? Nen Ibu gemes yaa mangkanya Adek ikut-ikutan ayah suka gigit nen Ibu hahaha" Ucap Rony pada putri kecilnya"Ohh oke kalo gitu, gak usah lu ngrengek-ngrengek minta nen ya! Awas aja" Ancam Salma"Eh eh, gaboleh gitu dong sayang. Masa gak dapet nen sih. Gabisa bobo nanti aku. Maaf deh, janji gak gigit gigit ya. Maafin" Ucap Rony"Mau di maafin?" Tanya Salma"Iya sayang mau dong" Balas Rony"Beliin burger sama Boba. Aku lagi pengen banget makan burger terus minum Boba" Balas Salma"Ohh hahahaha, oke sayang. Siap-siap gih, aku tau kamu mau ngajak nge Mall kan? Kasian juga udah seminggu ini di rumah Mulu. Bosen yaa? Kita jalan-jalan ya, bertiga. Udah lama gak Family time juga, yuk" Ajak Rony"Ahhh makasih sayang, akhirnya kamu peka juga walaupun harus di kode dulu. Aku bosen banget soalnya, pen refresh mata rasanya" Balas Salma"Hahaha, iya sana siap-siap. Itu juga nen nya udah di lepas sama adik, biar Adik sama aku dulu. Kamu siap-siap aja" Balas Rony"Makasih sayang, love you" Ucap Salma sembari mengecup pipi Rony"Love you more Ibu" Balas RonyPernikahan yang dilakukan di bawah umur nyatanya hingga sekarang bisa berjalan dengan baik walau di awali dengan sebuah keterpaksaan. Rony juga bisa semakin bersikap bijak dan dewasa untuk menjadi kepala keluarga di keluarga kecilnya saat ini. Salma pun tak mau kalah, dia selalu belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik di usia dia yang baru menginjak delapan belas tahun.Salma dan Rony sama-sama belajar agar kehidupan rumah tangga mereka tak seperti kisah rumah tangga orang lain yang menikah muda namun harus terpisah karena ego mereka masing-masing atau bahkan berpisah karena perselingkuhan. Mereka sama-sama berkomitmen untuk menjauhi hal-hal itu, walaupun nantinya akan selalu ada kerikil-kerikil kecil dalam kehidupan rumah tangga mereka. Sebisa mungkin mereka harus menyelesaikan nya dengan baik-baik.~END~
Peran Pengganti
Peran Pengganti"Sayang, jangan sedih dong. Kan mas juga udah biasa ngecek proyek ke Bandung. Ini udah tanggung jawab mas sayang, jangan sedih yaa" Ucap Lian"Hiks hiks aku juga gatau mas, kenapa bawaannya sedih terus mau di tinggal kamu ke Bandung. Aku ikut yaa, aku mau ikut please" Mohon Salma"Nanti kamu capek sayang, mas gamau kamu sama Adek kenapa-kenapa" Balas Lian"Kamu mau selingkuh ya? Mangkanya aku gaboleh ikut? Hiks hiks jahat banget sih! Aku lagi hamil anak kamu mas! Tapi kamu malah selingkuh hiks hiks" Ucap Salma"Astaghfirullah yang, kok ngomongnya gitu sih! Mas kerja sayang, buat kamu, buat adek. Mas bukan CEO atau pengusaha yang bisa ongkang-ongkang kaki doang dapet duit""Mas cuma arsitek yang kerjanya ya nunggu proyekkan. Dan ini proyek gede yang mas tangani sayang. Gaji mas bisa buat lahiran kamu nanti. Mas mau kamu dan Adek dapet pelayanan terbaik nanti pas lahiran. Tolong ngertiin ya sayang" Balas Lian"Hiks hiks ini juga mau nya anak kamu mas, anak kamu gamau jauh-jauh dari kamu" Balas Salma terisak"Yaudah yaudah, boleh ikut tapi nanti tunggu hotel ya. Jangan sampe kecapekan, ngerti?" Ucap Lian pasrah"Iya ngerti, tapi jangan lama ya kerjanya" Balas Salma"Iya, mas usahain ya. Yaudah ayo, siap-siap lanjut berangkat ke Bandung" Ucap Lian"Yeay, makasih mas Lian sayang" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Lian"Huft, ngadepin ibu hamil bener-bener nguras tenaga ya. Untung sayang" Monolog LianLian dan Salma sudah menikah hampir setahun setengah. Mereka berdua baru menjalin kasih sekitar lima bulan setelah pertemuan mereka yang tak disengaja, lalu keduanya sepakat memutuskan untuk ke jenjang pernikahan.Selama menikah Salma merasa sangat bahagia hidup bersama Lian. Lian sosok suami yang baik dan bertanggung jawab. Namun yang baru Salma tau jika Lian memiliki sifat cemburuan dan posesif yang berlebihan padanya. Kadang sifat Lian yang begitu membuat Salma sedikit kesal pada suaminya.Lian bahkan mengekang Salma untuk sekedar bermain dengan sahabatnya. Padahal hanya sekedar pergi ke Mall bersama sahabat perempuan nya pun Lian tak mengizinkan. Selama menikah Salma benar-benar hanya boleh keluar rumah jika bersama Lian. Salma boleh menemui sahabatnya jika pertemuan itu dilakukan di rumah dan saat ada Lian di rumah.Salma sebenarnya bosan dengan sikap posesif Lian, namun Lian juga berhasil membuat Salma nyaman jika bersama dengannya. Salma yang memang terlalu cinta pada Lian, hanya bisa pasrah dengan semua peraturan-peraturan yang Lian buat untuknya. Walaupun jenuh, Salma mencoba menerima semuanya.Setelah sampai di Bandung, Lian langsung menuju hotel tempatnya menginap."Inget, jangan kemana-mana. Tidur di hotel! Hp kamu udah connect di mas ya yang. Kemana pun kamu pergi, mas bisa tau" Ucap Lian"Ya Allah, iya iya! Bawel banget sih""Tapi nanti kalo mas laper gimana?" Tanya Salma"Nanti chat mas aja ya, biar mas yang pesenin delivery ke kamar. Jadi kamu keluar kamar cuma untuk ambil makanan" Balas Lian"Iyaaa" Balas Salma cemberut"Jangan cemberut gitu ah, kan ini juga karena mas gamau kamu dan adik kenapa-napa yang. Nurut ya" Ucap Lian lembut"Iya mas" Balas Salma"Yaudah, mas berangkat dulu ya yang. Assalamualaikum" Ucap Lian di akhiri mengecup kening Salma"Waalaikumsallam" Balas Salma***Pikiran Salma kacau, dia menangis tak henti-hentinya kala mendapatkan kabar jika Lian mengalami kecelakaan kerja saat meninjau proyek. Salma segera menuju ke rumah sakit tempat Lian di rawat menggunakan taksi."Mana suami saya? Dimana?" Tanya Salma panik"Bu Salma?" Tanya Seseorang"Iya! Mana suami saya pak! Suami saya manaa hiks hiks" Balas Salma"Sabar Bu, Pak Lian sedang di tangani. Ibu sabar ya" Ucap SeseorangTak lama dokter pun keluar, menemui Salma dan rekan kerja Lian. Dokter mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan karena Lian yang meminta nya.Hati Salma hancur melihat keadaan Lian. Kepala Lian sudah di bungkus oleh perban, namun darah masih saja terlihat membasahi perbannya."Sayang" Ucap Lian lemas"Mas? Kenapa mas? Hiks hiks kenapa kamu gak hati-hati sih mas? Aku takut kehilangan kamu mas! Dua bulan lagi adek lahir mas, kamu gak mikirin aku sama Adek ya hiks hiks" Balas Salma"Sutss sayang, maaf ya. Mas gabisa jaga diri mas dengan baik. Mas sayang sama Adek dan sama kamu sayang""Tapi maaf, mas udah gak kuat. Kepala mas sakit, mas gabisa nemenin kamu dan Adek lagi. Kamu harus kuat ya, ikhlasin mas. Mas bener-bener gak kuat" Ucap Lian lemas"Mas! Mas harus berjuang mas! Bertahan demi Adek hiks hiks. Mas harus sembuh, mas gaboleh ngomong gini mas hiks hiks. Mas gak boleh ninggalin aku! Mas gak boleh pergi! Hiks hiks" Balas Salma"Pak Lian, tolong jangan bicara seperti itu pak. Pak Lian orang yang kuat, bertahan ya pak. Saya akan meminta dokter untuk memberikan pelayanan terbaik buat Pak Lian. Pak Lian harus sembuh demi istri dan calon anak bapak" Ucap seseorang"Pak Rony, saya benar-benar sudah tidak kuat. Saya cuma minta bantuan bapak untuk menjaga istri dan anak saya ya pak. Saya cinta sama mereka, tolong bapak jaga mereka dan pastikan mereka baik-baik saja""Saya percaya Pak Rony orang baik, saya titip mereka ya pak. Saya sudah tidak ku - "Belum sempat menyelesaikan ucapannya, ternyata mata Lian sudah terpejam dan denyut nadi nya juga mulai melemah. Rony segera menarik Salma keluar kamar agar dokter bisa menangani Lian dengan cepat.Rekan kerja Lian adalah Rony Mahendra, seorang CEO yang berusia tiga puluh tahun dan belum menikah karena sering di gosipkan memiliki kelainan seksual. Rony sering kali di gosipkan bahwa dirinya seorang Gay karena tak pernah menggandeng satu wanita pun. Orang tua Rony bahkan sempat percaya karena Rony benar-benar menolak semua perjodohan yang mereka buat. Rony bahkan terlihat sangat dekat dengan sahabat laki-laki nya di banding mencari perempuan untuk di jadikan pacar atau istri.Orang tua Rony bahkan pernah dengan sengaja menjebak Rony dengan seorang perempuan bayaran hanya untuk mengetahui bahwa putra nya itu masih normal atau tidak. Ternyata Rony tidak terjebak dan malah bersikap kasar pada perempuan bayaran orang tuanya. Itu menjadi satu hal yang hingga saat ini orang tua Rony percaya jika putranya sedikit memiliki kelainan, mereka mencoba berbagai cara untuk merubah Rony hingga sekarang mereka di tahap pasrah dengan jalan hidup anaknya.***Hari ini Salma melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Dua bulan setelah kepergian Lian, Salma melahirkan di temani oleh kedua orang tuanya dan juga Rony. Rony menepati semua permintaan terakhir Lian padanya, untuk menjaga istri dan calon anaknya.Rony merasa bertanggung jawab pada Salma dan anaknya karena permintaan terakhir Lian padanya. Lian mengalami kecelakaan kerja karena menyelamatkan Rony yang hampir tertimpa material bangunan. Lian mendorong Rony menjauh hingga akhirnya material bangunan menimpa dirinya sendiri. Itu lah yang menyebabkan Rony merasa bersalah dan bertanggung jawab atas hidup keluarga Lian.Dua bulan ini Salma juga mulai menerima bentuk tanggung jawab Rony. Salma sudah mengetahui apa alasan Rony sangat kekeuh membantu dirinya. Salma memang sangat bangga pada mantan suaminya, dia sangat baik sampai rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan orang lain. Salma sama sekali tidak marah pada Rony, karena ia juga tau ini bukan sepenuhnya salah Rony."Masyaallah Sal, kamu berhasil ngelahirin Adek. Adek cantik sekali Sal" Ucap Rony terharu melihat perjuangan Salma melahirkan anaknyaSebenarnya Salma meminta bunda nya yang menemaninya melahirkan di dalam ruangan. Namun Bunda Salma justru meminta Rony lah yang menemani Salma di dalam ruangan. Rony juga sangat ingin mendampingi Salma di dalam, maka dari itu dia tak menolak mengikuti permintaan bunda Salma.Rony menggenggam erat tangan Salma, seolah menyalurkan kekuatan pada wanita yang tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan malaikat kecil ke dunia. Rony bahkan meneteskan air mata nya, dia terharu melihat perjuangan seorang ibu untuk anaknya.Rony menghapus peluh Salma di keningnya. Dia juga mengusap punggung tangan Salma dengan lembut. Rony tampak seperti suami siaga yang menemani istrinya melahirkan. Padahal mereka hanya orang asing yang baru mengenal dua bulan lalu di depan mantan suami Salma."Mari pak, ikut kami untuk memeriksa anak bapak dan bapak bisa mengadzani anak bapak disana" Ucap perawatRony mengangguk lalu menatap Salma yang masih lemas"Sal, izin yaa mau adzanin Adek? Gapapa kan?" Tanya Rony ragu"Iya mas, gapapa. Makasih ya" Balas Salma lemasSalma memang memanggil Rony dengan sebutan Mas karena menanggap Rony adalah orang yang lebih tua darinya. Tidak ada makna spesial di dalamnya, hanya sebagai teman yang lebih tua dari Salma.***Hari ini Salma bisa kembali dari rumah sakit, setelah melahirkan. Rony sengaja membelikan Salma rumah baru yang berada di dalam perumahan elit dengan penjagaan yang lebih ketat dan terjamin. Salma memang tidak memiliki rumah sebelumnya, Salma dan Lian selama ini hanya tinggal di rumah orang tua Lian. Orang tua Lian yang memang dari awal tak menyukai Salma, setelah kepergian anaknya pun tak segan mengusir Salma dari rumah mereka.Orang tua Lian bahkan tak mempedulikan Salma yang tengah hamil besar saat itu. Mereka berpikir Salma lah yang membuat Lian meninggal, dan dia tidak ingin jika anak Salma akan membawa pengaruh buruk, sama halnya dengan Salma yang membawa sial di keluarga mereka.Mengetahui Hal itu, orang tua Salma hendak membawa Salma kembali ke Probolinggo. Namun, Rony mencegah orang tua Salma membawa Salma. Rony menceritakan semuanya secara detail termasuk permintaan terakhir Lian padanya. Rony pun memohon agar dia bisa di berikan kesempatan untuk menjalankan amanah dari Lian.Orang tua Salma pun akhirnya luluh, mereka juga bisa melihat Rony adalah sosok yang baik dan bertanggung jawab. Rony bahkan dengan sabar mengantar Salma memeriksakan kandungan setelah kepergian Lian. Dan sekarang, Rony membelikan Salma dan anaknya sebuah rumah cukup mewah dengan cuma-cuma."Mas, seharusnya kamu gak perlu segini nya sama saya. Tinggal di rumah kecil pun saya bersyukur mas, gak perlu mewah begini" Ucap Salma tak enak"Sal, saya cuma mau kamu dan adik itu nyaman. Disini juga aman, penjagaan nya ketat. Nanti kamu juga di temani oleh dua ART yang setiap hari bantuin kamu disini" Balas Rony"Tapi ini bener-bener berlebihan nak Rony, Salma kan hanya tinggal berdua sama anaknya" Timpal Bunda Salma"Iya nak, mending rumah yang biasa saja" Balas Ayah Salma"Yah, Bund. Rony lakuin ini supaya Ayah Bunda juga mau tinggal disini nemenin Salma. Tapi karena kalian menolak, ya gapapa setidaknya kalian bisa kesini sering-sering buat nengok Adek kan""Ini gak berlebihan sama sekali dengan apa yang Lian korbankan demi menyelematkan saya Yah, Bund. Jadi gausah merasa sungkan, ini bahkan menurut saya masih belum ada apa-apanya" Balas Rony"Mas, gaperlu mas. Udah, mas Rony selama ini udah membantu Salma dengan baik. Ini sudah lebih dari cukup mas" Ucap Salma"Belum Sal, sampai kapan pun saya akan tetap jalani amanah dari Lian. Apalagi kemarin kan saya yang mengadzani Adek, jadi Adek juga anak saya sekarang""Saya mau yang terbaik untuk anak saya, saya juga mau selalu jagain anak saya" Ucap Rony tegasAyah dan Bunda Salma tersenyum tipis mendengar ucapan Rony barusan, sedangkan Salma masih bingung dengan sikap baik Rony."Boleh kan saya anggap Adek itu anak saya Sal? Apa kamu keberatan?" Tanya Rony ragu"Gak sama sekali kok mas, kamu udah baik selama ini sama saya dan Adek. Adek juga pasti seneng bisa dapet peran ayah nantinya dari mas" Balas Salma"Makasih Sal""Yaudah ayo, Sal, Yah, Bund. Masuk" Ajak Rony masuk ke dalam rumah***"Assalamualaikum" Ucap Rony"Waalaikumsallam, eh dari mana mas?" Tanya Salma menyapa Rony yang sudah masuk ke dalam rumah"Dari kantor Sal, tiba-tiba kangen sama Eca mangkanya kesini. Anak saya mana Sal?" Tanya RonyMeysa Naura Parulian, nama anak Salma yang lahir lima bulan lalu. Salma sepakat memberikan nama Lian di belakang nama putrinya. Karena bagaimana pun Eca adalah anak nya bersama Lian, buah cinta nya dengan mantan suaminya.Selama lima bulan ini, Rony hampir setiap hari mampir ke rumah Salma untuk melihat putri kecilnya. Rony sangat menyayangi Eca, menurut Rony semenjak kehadiran Eca di hidupnya. Hidup Rony terasa jauh lebih bahagia, hidupnya tak lagi monoton hanya rumah dan kantornya. Kini ada mainan kecilnya yang harus ia lihat setiap harinya.Rony sengaja membeli rumah untuk Salma yang tak jauh dari rumah nya karena jika Salma membutuhkan nya, dia bisa langsung membantu wanita itu. Selain itu pasti alasan utama Rony adalah bertemu dengan Eca, sehari saja tak bertemu putrinya. Rony merasa gelisah dan tidak tenang, itulah alasan mengapa Rony memberi rumah untuk Salma di satu perumahan dengan orang tuanya hanya saja beda komplek."Di kamar Mas, masuk aja. Tadi sih lagi bobo, makanya bisa aku tinggal pumping" Ucap Salma"Ohh, yaudah saya ke atas ya" Balas Rony"Iya" Balas SalmaRony membuka kamar, dan melihat Eca sedang tengkurap dan menatapnya. Eca tersenyum melihat Rony, membuat Rony semakin gemas di buat nya. Rony segera menuju ranjang dan menggendong putri kecilnya."Gemes banget sih? Kangen ya sama Papa hhmm? Iya? Kangen yaa Eca? Kok Papa Dateng langsung senyum-senyum gitu? Hahahaha" Ucap Rony terkekeh gemasSalma memperbolehkan Rony yang meminta agar dirinya di panggil Papa oleh Eca. Sedangkan Salma Mama dan Lian dengan sebutan Ayah. Salma juga ingin anaknya bisa merasakan peran ayah walaupun ayah kandung nya sudah tidak bersama nya di dunia. Setidaknya ada Rony yang mau dengan tulus memberikan itu pada Eca.Saat Rony asyik menggendong dan menciumi putri kecilnya. Rony melihat mulut Eca yang seperti ingin menyusu, Rony langsung membawa Eca yang berada di gendongannya menemui Salma."Sal, Salma" Panggil Rony"Iya mas?" Balas Salma"Eca kaya nya haus deh, liat mulut nya di mainin Mulu dari tadi" Ucap Rony"Ah iya, haus ini anak Mama. Sini mas, biar Eca aku susuin dulu ya" Balas Salma mengambil alih Eca"Yaudah, saya juga sekalia pulang deh ya Sal" Pamit Rony"Iya mas, hati-hati" Balas SalmaNamun, sebelum pulang Rony mengecupi seluruh wajah Eca hingga bayi itu terkekeh geli dengan kelakuan Rony."Hahaha geli ya nak? Ngomong dong, udah Papa Adek geli" Ucap Salma menirukan suara anak kecilJantung Rony berpacu sangat cepat mendengar Salma memanggilnya Papa. Selama ini Rony tak pernah mendengar Salma menyebut dirinya Papa walaupun sedang bersama Eca. Entah sejak kapan perasaannya tumbuh pada Salma, yang jelas saat ini Rony sangat menyayangi kedua perempuan di hadapannya itu. Eca dan Salma adalah penyemangat hidupnya yang baru, setelah keluarga nya.Rony yang sedari tadi menatap Salma, sesegera mungkin mengalihkan pandangannya. Ia kembali menciumi wajah putri kecilnya."Hahaha geli ya sayang, tapi Papa masih kangen jadi masih mau cium-cium Adek Eca hahaha" Ujar Rony"Mas udah ih, katanya mau pulang. Kasian ini, dia udah haus" Balas Salma"Hahaha iya iya, yaudah saya balik dulu ya Sal" Ucap Rony"Iya mas, hati-hati" Balas SalmaSalma juga melihat perbedaan Rony yang pertama kali dia temui, dengan Rony saat ini. Rony kali ini sangat lah hangat, dia benar-benar ayah yang baik untuk Eca. Rony yang dulu datar, pendiam dan tak banyak bicara. Kini berubah menjadi Rony yang hangat, mudah tertawa dan lebih banyak bicara padanya. Salma pikir ini semua karena kehadiran Eca yang memang bisa membuat Rony berubah.***Hari ini, Rony terpaksa membawa Salma menemui keluarganya. Rony di desak kedua orang tuanya memberi tahu apa alasan Rony selalu pulang larut malam ke rumah, padahal dia pulang selalu lebih dulu dari kantor. Orang tua Rony juga mengetahui pengeluaran Rony yang membeli rumah mewah lengkap dengan segala furniture nya. Orang tua Rony takut jika Rony semakin dalam terjerumus dengan pergaulan teman lelaki nya. Orang tua Rony benar-benar takut jika Rony mengalami kelainan seksual dan rumah yang Rony beli adalah untuk kekasih laki-lakinya.Sebelumnya Rony menceritakan itu semua pada Salma, dan Salma cukup terkejut dengan apa yang terjadi pada hidup Rony. Salma kemudian berinisiatif untuk meminta maaf pada keluarga Rony karena selama ini ia merasa telah merepotkan Rony. Sekaligus membantu menyadarkan orang tua Rony, jika tuduhan mereka itu salah pada Rony."Assalamualaikum" Ucap Rony"Waalaikumsallam, mana katanya kamu mau jelasin sekarang kan! Jelasin sama Papa!" Bentak Papa Rony"Bentar Pa, Rony panggil seseorang dulu" Ucap RonyRony memanggil Salma yang tengah menggendong Eca. Mama dan Papa Rony nampak kebingungan siapa wanita yang putra nya ini bawa.Rony dan Salma bergantian menjelaskan semua nya pada orang tua Rony. Orang tua Rony sangat merasa bersalah telah menudu putra nya yang tidak-tidak. Mereka juga sangat prihatin dengan apa yang menimpa pada Salma, apalagi melihat gadis lucu yang sedari tadi tersenyum menatap kedua orang tua Rony."Ya Allah, kasian sekali kamu sayang""Kamu harus tanggung jawab Ron, berikan Eca kasih sayang sebagai seorang ayah. Dia masih kecil tapi harus kehilangan sosok ayahnya karena kamu yang kurang hati-hati di proyek!" Ucap Mama Rony"Tante, itu semua sudah takdir. Salma sudah ikhlas atas kepergian suami Salma. Mas Rony juga sangat bertanggung jawab selama ini, Mas Rony bahkan tak pernah terlihat sangat tulus menyayangi Eca" Balas Salma"Mulai detik ini, Eca juga cucu Mama Sal. Kamu jangan panggil Tante lagi ya, panggil aja Mama""Mama boleh gendong Eca Sal?" Tanya Mama Rony"Boleh Tan, eh Ma" Balas Salma memberikan Eca pada Mama Rony"Masyaallah, cantik sekali cucu Oma. Pa liat Pa, cantik banget cucu kita Pa" Ucap Mama Rony"Iya Ma, Alhamdulillah ya akhirnya kita kesampean punya cucu Ma. Cantik sekali lagi cucu kita ya Ma" Timpal Papa Rony"Udah clear kan masalahnya? Lagian jadi orang tua lebih percaya omongan dari luar ketimbang anaknya sendiri""Rony masih normal, Rony masih suka lubang! Bukan batang!" Ucap Rony kesal"Ya gimana gak percaya! Liat kamu sekarang! Udah Tua bukannya nikah juga!" Omel Mama Rony"Masa kamu mau di langkahin Adek kamu Ron! Adek kamu malah udah serius sama pacarnya!" Timpal Papa Rony"Ya kenapa emangnya? Kalo Adek udah ketemu jodohnya duluan mah silahkan" Balas Rony santai"Toh Rony juga udah punya Eca, anak Rony yang cantik ini gak akan bikin Papa nya kesepian" Lanjut Rony"Yaudah, nikahin aja Salma sekalian biar bisa jadi Papa nya Eca yang Sah" Ucap Papa Rony"Ya kalo Salma nya mau, Rony mau banget Pa" Balas Rony sembari melirik SalmaSalma tiba-tiba tersedak air liurnya sendiri, membuat dirinya terbatuk."Eh eh? Kenapa Sal? Minum dulu, minum" Ucap Rony panik"Kenapa Sal? Kamu gamau ya sama Rony? Ketuaan ya dia buat kamu?" Tanya Mama Rony"Ma! Rony masih tiga puluh tahun! Gak setua itu yaa" Protes Rony"Jadi gimana Sal? Mau nikah sama Rony?" Tanya Papa Rony"SALMAAAAAAAA" Teriak Nabila lalu berlari memeluk Salma"Nabila?" Tanya Salma kaget lalu membalas pelukan Nabila"Adek kenal sama Salma?" Tanya Rony"Kenal lah! Dia sahabat Adek sejak SMA bang" Balas Nabila"Kok Mama gapernah tau dek?" Tanya Mama Rony"Ya karena dia dulu kutu buku. Pulang sekolah ya wajib pulang ke rumah. Pas kuliah pun begitu, jarang ada waktu buat keluar karena dia sibuk belajar takut nilainya turun Ma. Salma kan penerima beasiswa karena dia tuh pinter banget""Pas lulus kuliah, kerja baru setahun eh udah nikah aja. Hubungan Adek sama Salma jadi renggang semenjak Salma nikah Ma. Salma di kekang sama suaminya, makanya Adek sebel sama suaminya Salma""Tapi kok lu tumben bisa keluar? Gak di marahin lu sama suami lu Sal?" Tanya Nabila"Mas Lian udah gak ada Nab" Balas Salma tersenyum pahit"Maksud lu? Lagi keluar kota?" Tanya Nabila polos"Bukan dek, ih kamu nih" Omel RonyRony Akhirnya menceritakan semuanya pada Nabila dan membuat Nabila benar-benar kaget. Sejauh itu kah dirinya dengan Salma saat ini, bahkan hampir setahun ini dia sama sekali tak mengetahui keadaan sahabatnya."Sal, sorry gue gatau apa-apa tentang hidup lu. Gue turut berduka cita ya Sal, sorry gue gak ada di saat lu butuh gue Sal" Ucap Nabila sendu memeluk Salma"Iya Nab, ini bukan salah lu. Kan lu jadi jauh juga karena Mas Lian yang ngelarang lu temenan sama gue lagi. Maafin perbuatan Mas Lian dulu ya Nab, gue tau itu pasti nyakitin lu banget. Maaf ya Nab" Balas Salma sedikit terisak"Iya Ca, gue udah maafin Kak Lian kok. Udah ya, gausah sedih lagi. Sekarang gue dan keluarga gue ada buat lu dan anak lu" Balas NabilaNabila melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Salma."Mana nih ponakan gue?""Gantian dong Ma, Adek mau gendong ponakan Adek juga" Ucap Nabila"Gak ah, Mama belum puas. Kamu nanti aja dek gantian sama Mama. Mama baru sebentar gendong Eca" Balas Mama Rony"Astaghfirullah Ma, bentaran doang kek pinjem Eca nya. Nanti Mama gendong lagi deh, kalo Eca udah capek" Ucap Nabila"Gak dek, Mama belum puas. Udah kamu kangen-kangenan aja lagi sama Salma. Eca biar sama Mama dulu, yuk Pa. Ajak Eca ke kamar kita. Kasian pasti Eca pengen rebahan ya sayang" Ucap Mama Rony"Ma, ishh malah di bawa kabur? Mamaaaa" Rengek Nabila"Nab udah Nab, nanti gantian aja sama Mama Papa. Ngalah kek sama orang tua" Ucap Salma"Ya kan gue mau gendong ponakan gue Sal" Balas Nabila"Sal, maaf ya. Eca malah jadi rebutan disini. Maafin Mama Papa ya" Ucap Rony sungkan"Apasih Mas? Ya gapapa dong, aku juga seneng kalo Eca banyak yang sayang kaya gini" Balas Salma"Ciyee, udah mas mas aja nih? Nikah Sabi kali bang. Janda kembang nih sahabat gue hahaha" Ledek Nabila"Nab! Apasih" Ucap SalmaKaya nya Salma belum bisa buka hati buat gue, gue nya aja yang terlalu baper dan menikmati peran seakan-akan Salma adalah istri gue dan Eca anak kandung gue. Nyata nya mereka tetap milik Lian, bukan milik gue *batin Rony***"Assalamualaikum" Ucap Rony"Waalaikumsallam, loh mas Rony? Kok kesini?" Tanya Salma bingung"Loh, emang kenapa? Saya gaboleh kesini Sal? Kan saya kangen sama anak saya, tiap hari juga pulang kerja saya selalu kesini kan buat liat Eca" Balas Rony bingung"Eh bukan gitu maksudnya mas. Tadi Mama sama Nabila kesini, jemput Eca. Katanya mau ngajak Eca jalan-jalan. Kirain sama mas juga, makanya aku bingung kenapa mas kesini" Ucap Salma"Lah, Mama sama Adek gak ada ngomong loh, main bawa-bawa aja anak saya. Padahal kan saya kangen sama Eca Sal" Balas Rony"Yaudah mas susulin aja mereka, tapi jangan di lupa di balikin ya anak aku mas haha" Ucap Salma"Hmm gimana kalo kita jalan-jalan aja? Saya tau kamu capek Sal, selama ini kamu cuma di rumah ngurus Eca sendirian. Saya cuma bantu pas pulang kerja doang""Mau ya? Healing tipis-tipis aja, biar kamu gak stress karena di rumah terus" Ucap Rony lembutMas Rony memang baik, dia bahkan sangat peduli sama keadaan aku yang emang beneran butuh refreshing *batin Salma"Mau mas, emang mau kemana?" Tanya Salma"Pantai mau gak? Kita lihat sunset?" Tanya Rony"Mau mau, bentar ya mas. Aku siap-siap dulu" Ucap Salma"Iya, saya juga numpang mandi dan ganti baju di kamar tamu ya Sal" Ucap Rony"Mas? Serius? Ini rumah kamu loh, gausah izin lah sama aku. Pake aja semau mas" Balas Salma"Gak dong, kan saya beliin rumah ini untuk Eca. Kamu Mama nya Eca, jadi harus izin sama Mama nya Eca" Ucap Rony"Hahaha iya iya, silahkan Papa nya Eca. Di tinggal dulu yaa" Balas Salma lalu naik ke kamarnyaSal? Jantung saya copot ini. Bener-bener gak tanggung jawab! Udah bikin salting malah kabur *batin RonyKini Salma dan Rony sudah berada di pantai yang sangat indah. Rony juga sudah mengabarkan pada Nabila jika Eca biarkan saja di rumah orang tua Rony, sampai nanti Rony dan Salma yang menjemput nya disana."Seneng gak?" Tanya Rony lembut"Seneng, makasih ya mas" Balas Salma"Iya sama-sama, saya tau kamu penat. Ngurus anak sendirian tanpa suami pasti berat kan Sal. Tapi kamu hebat, kamu bisa lakuin semuanya sendirian" Ucap Rony"Mas, saya gak sendirian loh ngerawat Eca. Kan ada Mas yang selama ini nemenin aku. Mas juga gantiin sosok mas Lian di hidup Eca. Mas bisa sayang tulus sama Eca, dan Mas juga selalu ada untuk aku dan Eca. Makasih ya mas" Balas Salma"Sama-sama Salma. Saya ikhlas lakuin ini semua karena memang saya sayang sama Eca Sal. Dari pertama kali saya lihat Eca keluar dari perut kamu, buat saya sayang sama gadis kecil yang sekarang juga milik saya. Saya bahkan rela kalo harus menukar nyawa saya demi Eca bahagia Sal" Ucap Rony"Mas, jangan ngomong kaya gitu ya. Eca bahagia kalo ada mas di hidupnya. Jadi aku mohon, jangan pernah pergi dari hidup Eca ya mas. Eca butuh Papa nya" Balas SalmaRony tersenyum haru mendengar permintaan Salma padanya"Iya Sal, saya janji. Saya gak akan tinggalin Kamu atau pun Eca. Kamu dan Eca tetap prioritas saya" Ucap Rony"Mas, jangan jadikan saya prioritas mas. Cukup Eca aja yang jadi prioritas buat mas. Dan nanti kalo Mas Rony nikah dan punya anak sendiri. Aku cuma minta jangan pernah lupain Eca ya mas" Balas Salma haru"Ck, saya gamau nikah Sal. Saya sudah punya Eca di hidup saya. Jadi saya gak perlu menikah" Ucap Rony"Mas, mas harus nikah. Kasian Mama Papa mas yang pengen banget liat mas nikah. Mereka pasti juga mau punya cucu kandung dari mas. Mas har - ""Iya Iya, nanti saya pikirin lagi ya" Balas Rony pasrah"Nah, gitu dong. Itu baru Papa Eca" Ucap Salma"Oh iya, bicaranya jangan formal-formal dong mas. Kan sekarang mas itu Papa nya Eca, orang tua Eca. Masa sama mama nya bicara nya formal banget. Anggap saya Adek atau Temen mas, kan aku juga seumuran Adek Mas Rony" Lanjut SalmaSaya mau nya kamu itu jadi istri saya Sal, bukan temen maupun Adek *batin Rony"Iya, saya - ""Sorry sorry, aku coba ya Sal" Ucap Rony"Nah, gitu lebih enak mas" Balas Salma"Yaudah, pulang yuk. Udah mau magrib nih. Kasian Eca juga, takut dia cari nen nya haha" Ucap Rony"Iya yuk, udah kangen banget sama si cimol" Balas Salma"Cimol?" Tanya Rony"Iya, Muka Eca kan bulet putih kek cimol mas hahahaha" Ucap Salma"Ish, enak aja. Anak aku di katain cimol. Jangan ah Sal, jelek tau" Balas Rony"Ya terserah aku dong mas, aku mau nya manggil cimol gimana hahaha" Ledek Salma"Jelek Salma, nama bagus-bagus Meysa malah di panggil cimol" Ucap Rony kesal"Nama kesayangan mas, udah ih gapapa" Balas Salma"Hmm, susah emang kalo ngomong sama kamu. Pasti aku kalah terus" Ucap Rony"Hahahaha maaf ya, tapi emang Eca mirip cimol mas" Balas Salma terkekehRony hanya menggelengkan kepala melihat Salma tertawa. Namun, Rony melupakan satu hal. Ini adalah kali pertamanya melihat Salma tertawa sangat bahagia setelah tujuh bulan kepergian mendiang suaminya. Hari ini Salma bisa kembali tertawa lepas bersama Rony di pinggiran Pantai. Sungguh momen yang indah bagi Rony, bisa melihat senja bersama wanita yang kini mengisi hati dan pikirannya.***Rony yang mendapatkan telpon dari ART rumah Salma, segera bergegas datang ke rumah Salma. Rony mendapatkan kabar bahwa sedari tadi Eca menangis tak berhenti-berhenti. Hingga tengah malam pun, Eca masih saja menangis dan terdengar hingga lantai bawah.Hal itu membuat salah satu ART terpaksa menghubungi Rony karena Rony yang meminta nya agar menghubungi dirinya jika ada sesuatu dengan Eca atau pun Salma.Tok tok tok"Sal, ini aku Rony. Aku masuk yaa" Ucap Rony sebelum masuk ke dalam kamar SalmaRony pun masuk ke dalam kamar dan melihat raut muka Salma yang nampak khawatir sembari menggendong Eca yang tak kunjung berhenti menangis"Eca kenapa Sal? Kok sampe merah gini mukanya?" Tanya Rony"Astaghfirullah Sal, ini Eca demam. Ayo bawa ke rumah sakit" Ajak Rony"Kamu kok bisa kesini mas?" Tanya Salma"Ck, aku kepikiran anak aku lah! Udah ayo gausah banyak tanya. Kasian Eca ini" Balas Rony panik"Mas mas, udah gausah yaa. Eca demam karena tadi pagi habis imunisasi, ini hal wajar. Gaperlu di bawa ke rumah sakit""Barusan juga udah aku kasih obat, jadi jangan khawatir ya" Ucap Salma"Beneran? Tapi kasian dia nangis terus" Balas Rony"Iya kan demam, pasti ngerasa badannya gak enak. Tapi ini wajar mas, Eca gapapa kok" Ucap Salma"Sini gantian, biar aku aja yang gendong. Kamu pasti capek kan? Udah tidur aja istirahat ya, biar Eca Sama aku" Balas Rony sembari mengambil alih Eca dari gendongan Salma"Gausah mas, aku belum capek kok. Lagian kamu yang capek seharian kerja, tengah malam malah harus jagain Eca. Udah mas Rony tidur aja di kamar tamu, aku gapapa kok" Ucap Salma"Ck, ya ngapain aku kesini Sal kalo cuma numpang tidur. Aku mau jagain anak aku kesini. Mending sekarang gantian ya, kamu tidur dulu. Nanti kalo kamu udah bangun baru kamu yang gendong Eca. Gimana? Adil kan?" Tanya Rony"Yaudah mas, gitu aja. Aku tidur duluan yaa" Balas Salma"Iya, tidur aja. Aku bawa Eca ke bawah ya biar kamu gak keganggu tidurnya" Balas RonySetelah Rony berhasil menidurkan Eca, dia kembali ke kamar Salma. Rony melihat Salma tertidur sangat lelap. Rony tau, Salma pasti kelelahan mengurus Eca dari tadi. Rony sebenarnya sedikit kesal pada Salma, kenapa dia tak mengabarinya saat Eca demam. Rony justru tau dari ART di rumah Salma, jika ART itu tak memberi tau nya, Rony pasti tak akan tau kondisi anaknya sekarang.Rony meletakkan Eca di samping Salma dengan perlahan. Setelahnya Rony mengusap lembut kepala Salma dan memberanikan diri mengecup kening Salma."Saya cinta sama kamu Sal, tapi entah kapan saya bisa berani mengungkapkan perasaan saya sama kamu. Saya takut, kalo saya ungkapkan ini sama kamu. Kamu justru menjauhkan saya dari Eca, saya gak sanggup kalo harus jauh dari kamu dan Eca Sal. Eca sudah menjadi separuh hidup saya Sal dan separuhnya lagi itu kamu. Tolong jangan pernah pergi dari hidup saya ya, saya butuh kalian di samping saya. Saya janji saya akan selalu berusaha membuat kalian bahagia semampu saya. Selamat tidur Mama Eca" Monolog Rony sembari mengusap lembut pipi SalmaSetelah mengatakan itu, Rony berpindah tidur di sofa yang berada di dalam kamar Salma. Dia takut meninggalkan Eca dalam kondisi yang masih demam.Salma membuka mata setelah merasa Rony sudah tertidur pulas di sofa. Seketika dia meneteskan air matanya, setelah mendengar semua curahan hati Rony. Salma memang belum bisa melupakan Lian, namun Salma juga tak munafik jika dia nyaman bersama dengan Rony. Rony selalu membuatnya bahagia, bahkan jauh lebih bahagia dari pada saat bersama Lian dulu.Keluarga Rony juga sangat menyayangi nya dan Eca. Berbeda dengan keluarga Lian yang bahkan sampai saat ini tak pernah mencari Eca yang merupakan cucu kandungnya. Di hati Salma masih ada Lian, namun terus bersama Rony membuat hati nya juga perlahan mulai menyayangi sosok Rony yang selalu ada untuknya selama ini.***Pagi hari nya, Salma membangunkan Rony untuk sholat subuh. Salma tak menolak saat Rony mengajaknya sholat berjamaah, namun ketika selesai sholat. Salma yang mencium tangan Rony membuat Rony mematung seketika. Perbuatan Salma berhasil membuat hati Rony berbunga-bunga. Rony pun refleks mengusap lembut kepala Salma."Maaf ya mas, gara-gara Eca demam kamu harus nginep sini dan tidur di sofa. Pasti badan kamu pegel semua ya" Ucap Salma"Gapapa kok Sal, demi Eca meskipun tidur di lantai juga saya ikhlas. Saya gamau ninggalin Eca dalam keadaan seperti semalam""Eh tapi gimana Eca masih demam?" Tanya Rony lalu bangkit mengecek suhu badan Eca"Sal? Ini masih demam loh, kaya nya obat yang kamu kasih gak mempan. Bawa ke rumah sakit aja yaa, aku khawatir ini demam nya gak turun-turun" Ucap Rony sembari memegang kening EcaEca kembali menangis saat merasakan gerakan tangan Rony di wajahnya.Rony dengan sigap menggendong Eca kembali"Cup cup cup, anak Papa jangan nangis sayang. Ini di gendong yaaa, badan nya sakit ya sayang? Adek pusing? Hmm?" Ucap Rony pada Eca"Biasanya emang gitu mas, Eca kalo habis imun ya demam nya dua harian. Tapi kan gak sepanas semalam, ini udah agak mendingan kok. Nanti siang juga pasti udah gapapa" Balas Salma yang memegang kening anaknya dalam gendongan Rony"Perasaan pas imun bulan bulan sebelumnya kamu gak pernah kasih tau saya kalo Eca demam. Jadi kamu ngurus Eca sendirian pas demam?" Tanya Rony"Hmm iya mas" Balas Salma"Ck, Sal. Kamu anggap saya Papa nya Eca bukan sih? Kenapa kamu gak ngabarin saya? Semalem juga kalo bukan bibi yang telfon saya, kamu pasti gak akan ngabarin saya kan? Saya sayang sama Eca Sal, kalo sampe terjadi apa-apa sama Eca. Saya gabisa maafin diri saya sendiri karena udah gak becus jagain Eca!""Saya gini bukan hanya karena Lian titip kalian sama saya. Tapi jujur saya sangat sayang sama Eca Sal, Eca bagian dari hidup saya sekarang. Eca anak saya Sal, putri kecil saya. Saya gamau Eca kenapa-napa Sal, saya gamau" Ucap Rony sedihSalma refleks memeluk Rony dari samping. Menenangkan laki-laki yang sudah tulus menyayangi nya dan juga putri kecilnya."Maaf ya mas, bukan itu maksud aku. Aku cuma gak enak terlalu sering ngrepotin kamu mas. Kamu pulang kerja capek-capek selalu Dateng kesini buat tengokin Eca. Aku jadi gak tega kalo harus minta tolong kamu lagi dan ngrepotin kamu terus""Maaf kalo ternyata apa yang aku lakuin justru menyinggung perasaan mas. Aku sama sekali gak ada niat bikin mas sedih, maaf ya mas" Ucap SalmaRony membalas pelukan Salma dengan satu tangannya. Ia mengusap lembut punggung Salma."Iya gapapa, tapi lain kali jangan gitu ya Sal. Apapun tentang Eca, tolong kasih tau saya. Saya gak akan pernah capek kalo buat Eca" Balas Rony"Iya mas janji""Jangan balik formal lagi dong ngomongnya kalo emang gak marah sama aku mas" Ucap SalmaRony terkekeh mendengar ucapan Salma, lalu refleks mencubit pipi Salma"Gemes banget sih Mama nya Eca ini" Ucap Rony"Gitu dong ketawa, jangan sedih-sedih lagi ya mas" Balas Salma"Iyaa Sal" Ucap Rony"Yaudah, mending kamu jemur Eca deh mas. Sapa tau kena sinar matahari pagi, badannya bisa mendingan. Aku mau beres-beres kamar nih, nanti aku nyusul ke bawah" Balas Salma"Siap Mama" Ucap Rony lalu pergi membawa Eca"Mas Rony bener-bener ya, bisa-bisanya manggil Mama sama aku hmm" Monolog SalmaSelesai membereskan kamar, Salma menyusul Rony dan Eca ke halaman belakang. Namun Salma terkejut ketika melihat di rumahnya sudah ada Nabila serta kedua orang tuanya."Loh, Mama, Papa, Nabila? Kapan Dateng kesini?" Tanya Salma"Baru dua puluh menitan yang lalu Sal" Balas Nabila"Mama khawatir pas tau Eca sakit. Semalem Mama mau ikut tapi di larang sama Rony. Akhirnya baru sekarang bisa kesini Sal" Ucap Mama Rony"Mama gabisa tidur kepikiran Eca Sal, dari subuh udah gatel aja mau kesini" Timpal Nabila"Iya Sal, Papa sampe berkali-kali bujukin buat tidur. Akhirnya bisa tidur setelah VC Rony dan liatin Eca yang udah anteng di gendongan Rony semalem" Timpal Papa Salma"Ya Allah, Mama. Eca gapapa kok ma, itu efek imunisasi aja. Cuma gatau semalem rewel banget, biasanya juga gak serewel semalem pas selesai imunisasi. Semalem rewel banget, tapi malah diem setelah di gendong Mas Rony, mungkin Eca lagi pengen manja sama Papa nya itu" Ucap Salma"Makanya nikah, biar bisa tinggal sekamar. Kan Eca gak perlu kangen-kangenan sama Papa nya karena tinggalnya jauh" Sindir Nabila"Nah, bener tuh kata Nabila. Cepet nikah Ron sama Salma. Kasian Eca, masa harus nangis dulu kalo lagi kangen kamu atau lagi mau di manja kamu" Ucap Mama Rony"Papa setuju, kasian cucu Opa harus tinggal terpisah sama Papa nya" Timpal Papa Rony"Ma, Pa, Nab, jangan gitu. Nanti Salma nya risih. Salma juga pasti masih belum bisa buka hati buat Rony. Suaminya kan baru aja meninggal gara-gara Rony Ma, Pa, Nab" Ucap RonyMas Rony memang sebijak dan sebaik itu. Dia bahkan rela nyembunyiin perasaannya demi kenyamanan aku yang memang belum bisa lupain mas Lian. Dia bahkan selalu mikirin kebahagiaan aku dan Eca *batin Salma"Ya nikah aja dulu, belajar sama-sama saling buka hati dan belajar mencintai satu sama lain. Jangan egois, demi anak mah" Ucap Mama Rony"Bener Ron, nanti seiring nya berjalan nya waktu pasti perasaan itu bisa tumbuh" Timpal Papa Rony"Gimana Sal? Mau gak lu? Nikah sama perjaka tua nih? Hahaha" Ledek Nabila"Ish, mulut nya adek emang minta di cabe in ya! Kurang ajar banget, ngehina Abang sendiri" Ucap Rony kesal"Kan fakta bang hahaha" Ledek NabilaRony melirik ke arah Salma, dia benar-benar merasa tak enak saat keluarga nya mendesak nya menikahi Salma"Sal, gausah dengerin omongan Mama, Papa, Nabila yaa. Aku gak akan maksa kamu nikah sama aku kok, aku tau kamu belum lupain Lian. Aku gak akan ma - ""Gapapa mas. Lagian yang di omongin Mama dan Papa ada benernya kok""Kamu Papa yang baik buat Eca mas, dan gak baik juga buat kita yang sering serumah tapi gak ada hubungan sama sekali. Takutnya nanti malah jadi fitnah" Ucap Salma tulus"Jadi kamu mau Sal? Kamu mau nikah sama aku?" Tanya Rony shockSalma menganggukkan kepalanya sembari tersenyum"Yeayyyy Abang nikahhhhh" Ucap Nabila"Dek, Abang nikah dekkkkk" Timpal Rony bahagia lalu memeluk NabilaNabila pun membalas pelukan Rony lalu berputar-putar kegirangan"Makasih ya sayang, udah mau nikah sama anak Mama" Ucap Mama Rony"Harusnya Salma yang makasih karena Mama udah Nerima Salma dan Eca di keluarga kalian. Mas Rony baik ma, gak ada alasan Salma untuk nolak dia""Mama, Papa dan Nabila juga sangat baik sama Salma dan Eca. Salma berhutang banyak sama kalian semua" Ucap Salma"Sutss gak ada yang namanya hutang sesama keluarga Nak. Kamu mau nikah sama Rony aja udah bikin Papa seneng. Akhirnya Papa bisa buktiin kalo anak Papa gak ada kelainan. Dia normal dan dia nikah sama perempuan Sal" Balas Papa Salma"Ck, masih aja itu yang di bahas! Udah berapa kali Rony bilang. Dion dan Putra itu temen Rony doang. Cuma gara-gara sering jalan sama mereka malah di kira Gay. Aneh banget""Rony gak cari cewek karena Rony ngerasa belum ada yang cocok sama cewek manapun termasuk beberapa kandidat yang Mama jodohin sama Rony! Rony gak suka cewek yang pake baju kurang bahan, sok cantik, genit sama Rony!" Ucap Rony"Ya habisnya, nempel sama mereka Mulu. Gapernah Deket sama cewek sekali pun. Gimana gak curiga coba!""Kamu gak ngomong, mana Mama tau selera kamu yang gimana, Mama juga pilihin yang seksi cuma buat ngetes kamu aja. Kamu masih normal apa gak!""Tapi sekarang Mama bersyukur banget kamu ketemu Salma, bergaul nya jadi sama cewek. Gak sama Dion dan Putraaa Mulu" Balas Mama Rony"Ya semenjak ada Eca juga, Rony bergaulnya sama Eca Mulu Ma. Gapernah sama cewek lain" Timpal Rony"Yeuhh sama Eca, sekalian emak nya kali lu bang" Sindir Nabila"Ck, apasih bocil. Diem!" Omel Rony"Yaudah yaudah, masuk yuk. Udah mulai panas ini, kasian cucu Opa itu. Mana gak pake baju, ntar item gimana itu haduhhh" Omel Papa Rony"Mana ada matahari pagi bikin item sih Pa. Kalo jemur bayi kan emang begini, di buka baju nya. Papa nih" Timpal Rony"Iya iya, ayo masuk aja. Kasian itu, pasti haus habis di jemur. Kasih ASI aja dulu Sal" Ucap Papa Rony"Iya Pa" Balas Salma"Sini mas, biar aku bawa ke kamar dulu" Ucap Salma mengambil alih Eca***Saat ini Salma dan Rony tengah berada di mobil Rony yang terhenti di parkiran pemakaman. Mereka hendak mengunjungi makam Lian untuk memperingati satu tahun Kematian Lian dengan berdoa di makamnya. Sekaligus Salma hendak meminta izin untuk menikah lagi bersama Rony."Sal? Kamu sudah yakin? Mau menikah sama aku? Aku gamau maksa kamu Sal, aku akan tunggu kamu sampai siap kapan pun itu" Ucap Rony"Mas, sebelum aku memutuskan ini semua aku sudah sholat istikharah. Setelah aku sholat dan minta petunjuk, hati ku semakin yakin buat terima kamu""Walaupun aku belum mencintai kamu, tapi aku yakin sama keputusan aku mas. Aku cuma minta kesabaran kamu untuk bisa menunggu hingga hati ku sepenuhnya milik kamu. Walaupun nantinya Mas Lian akan tetap ada di hati ku, setidaknya cinta ku sama kamu akan bisa tumbuh jauh lebih besar dari perasaan cinta ku ke Mas Lian""Aku harap kamu bisa bersabar hingga waktu itu tiba. Entah kapan, yang pasti aku akan berusaha membuka hati ku untuk kamu mas" Ucap SalmaRony memeluk erat tubuh Salma."Makasih Sal, makasih. Aku akan selalu tunggu hingga waktu itu tiba. Aku akan selalu berusaha membuat kamu cinta sama aku Sal. Aku gak akan menyerah untuk dapatin hati kamu" Ucap Rony"Makasih ya Mas, sekarang turun yuk. Kita jenguk Mas Lian sama-sama" Balas Salma"Sal, walaupun nanti kamu udah jadi istri aku. Aku gak akan pernah ngelarang kamu untuk menemui Lian kesini, aku akan selalu temenin kamu kesini jenguk Lian. Aku juga gak akan minta kamu lupain Lian, aku tau Lian punya tempat tersendiri di hati kamu. Tapi aku minta, jangan jadikan Lian prioritas kamu lagi ya. Jadikan aku sebagai tokoh utama di hidup kamu, bukan hanya sekedar peran pengganti Lian saja" Ucap Rony"Iya Mas, aku janji. Mas Lian memang masa lalu aku, tapi kamu masa depan aku. Calon imam aku dan Eca. Aku tau diri tentang hal itu mas. Aku gamau ngecewain manusia yang sudah baik dan tulus menyayangi aku dan Eca selama setahun ini, bahkan sebelum Eca lahir di dunia" Balas SalmaRony mengecup kening Salma lembut, lalu tersenyum menatap Salma"Yaudah yuk, kita doain Lian. Sekalian minta izin ya supaya pernikahan kita di lancarkan" Ucap Rony"Iya mas, yuk" Balas SalmaHampir dua jam Salma dan Rony di makam Lian dan mendoakan mantan suaminya. Kini Salma dan Rony sudah berada di rumah Rony untuk menjemput Eca. Namun ternyata Eca tengah tertidur pulas di kamar Rony."Kamu mandi dulu gih, dari makam jangan langsung deket Eca" Ucap Rony"Iya mas, kamu juga jangan deket-deket Eca dulu" Timpal Salma"Iya sayang" Balas Rony"Apa apa? Manggil apa barusan?" Tanya Salma"Sayang? Kenapa? Salah ya?" Tanya Rony ragu"Aneh aja mas, tiba-tiba manggil begitu" Ucap Salma"Ya gapapa dong, kan sama calon istri sendiri. Bebas mau manggil apa" Ucap Rony"Yaudah deh, terserah mas aja" Balas Salma lalu masuk ke dalam kamar mandiTok tok tok"Sal, udah belum Sal? Adek kaya nya haus ini, dia nangis. Aku gak berani gendong, kan habis dari makam. Cepetan Sal" Teriak RonySalma akhirnya keluar dari kamar mandi, menggunakan baju ganti yang sudah dia bawa sebelumnya."Iya iya, ini udah kan""Yaudah kamu mandi gih sana cepet" Ucap SalmaSalma beralih menutup pintu kamar Rony lalu berjalan ke ranjang dan mulai menyusui Eca. Mungkin karena terlalu lelah, Salma justru ikut terlelap saat menyusui Eca. Salma lupa jika di kamar itu juga masih ada Rony yang berada di dalam kamar mandi. Salma tertidur dengan posisi duduk menyandar pada dipan ranjang, sedangkan Eca berada di gendongan nya yang ia tumpu dengan beberapa bantal sebagai ganjalannya."Astaghfirullah, Salmaaa. Kok gak di tutupin sih dada nya?" Lirih Rony saat keluar dari kamar mandiRony kaget melihat Salma yang tengah menyusui Eca di ranjangnya. Rony bahkan bisa melihat dengan jelas payudara Salma yang tengah di hisap oleh Eca. Membuat tubuhnya seketika merinding dan membuat sesuatu di tubuhnya bangun.Ck , Rony! Lu jangan mikir macem-macem! Salma lagi nyusuin anak lu! Ahhh sialan banget, punya gue kenapa mesti bangun segala sih *batin Rony yang terus menatap dada SalmaRony mencoba mendekat dan melihat Bahwa Eca ternyata sudah bangun. Dan melepas nipple Salma ketika melihat Rony mendekat.Rony semakin kelabakan saat nipple Salma di lepas oleh Eca. Rony laki-laki normal, melihat nya saja membuat Rony kesulitan menelan saliva nya. Rasanya ingin sekali dia merasakan apa yang Eca rasakan. Namun ia urungkan niatnya, dia tidak ingin bertindak lebih sebelum menikah.Rony memberanikan diri membenarkan posisi tidur Salma dengan menggendong Eca lebih dulu. Rony merebahkan tubuh Salma dengan menutup mata, karena ia takut semakin tak kuat menahan nafsunya melihat payudara Salma yang terlihat bebas di depannya. Setelah di rasa posisi Salma sudah nyaman, Rony menutup tubuh Salma dengan selimut. Baru lah Rony membawa Eca keluar dari kamar dan membiarkan Salma tidur dengan tenang di kamarnya.Salma yang terbangun sore hari sedikit tersentak kala melihat dimana dia tidur. Apalagi dengan kondisi satu payudara nya keluar dan hanya tertutup selimut. Salma mencoba mengingat kejadian sebelum ia tidur, dia baru ingat ini adalah kamar Rony. Dia sedang menyusui Eca, Salma berpikir Rony pasti sudah melihat payudara nya."Ck malu banget!!! Kenapa mesti ketiduran sih Sal! Untung Eca gak jatuh tadi. Malu banget ini ketemu mas Rony gimana yaa" gumam SalmaSalma berdiam diri di kamar Rony cukup lama, dia benar-benar enggan bangkit karena malu untuk menemui Rony. Namun ternyata Rony masuk ke dalam kamar dengan Eca yang dia gendong menghadap depan."Hallo Mama, baru bangun yaa? Eca aja udah mandi loh Ma. Mama mandi gih terus sholat" Ucap Rony menirukan suara anak kecilSalma di buat gemas dengan tingkah Rony, Rony benar-benar suami idaman dan ayah yang sangat baik."Hmm mas, maaf ya. Aku ketiduran lama banget, aku jadi gaenak" Ucap Salma tertunduk malu"Hey, kenapa minta maaf? Gapapa sayang, aku tau kamu pasti capek. Udah mandi sana, aku siapin air hangat ya di bathtub biar kamu berendam dulu? Mau? Hmm?" Tawar Rony lembut"Gausah mas, aku bisa sendiri kok" Balas Salma menunduk"Kenapa sih? Kok nunduk terus? Gamau lihat anaknya yang udah cantik ini? Hmm?" Tanya Rony"Gapapa mas" Balas Salma masih menundukRony baru ingat tentang kejadian tadi, apa mungkin Salma marah padanya karena ia sudah melihat payudara nya saat dia tertidur."Kamu marah ya sama aku? Maaf yaa, aku tadi baru selesai mandi kaget liat kamu ketiduran sambil nyusuin Adek. Setelah itu aku tutup mata, karena mau ambil Adek dari gendongan kamu. Aku cuma liat dikit, pas mau ambil Adek doang. Aku takut Adek jatuh kalo aku nya merem""Setelah aku gendong Adek, aku merem lagi dan bantuin kamu rebahan. Sumpah aku gak ngapa-ngapain sayang. Aku cuma liat dikit doang, jangan marah yaa sayang. Maafin aku" Ucap Rony memelasYa Allah, mas Rony kenapa beda banget ya sama Mas Lian. Dulu waktu masih pacaran aja, Mas Lian udah sering ngapain-ngapain aku. Mas Lian bahkan udah ambil perawan aku sebelum kita menikah. Tapi Mas Rony? Dia bahkan rela nutup mata karena aku yang gak sengaja ketiduran sambil nyusuin Eca. Padahal kalo dia mau, dia bisa ngapain aja ke aku. Ini kamarnya, aku calon istrinya. Tapi Mas Rony bener-bener ngejagain aku, dia gak mau macem-macem sama aku. Masyaallah mas, baik banget sih *batin Salma"Hey, sayang? Kok ngelamun? Kamu beneran marah ya sama aku? Maafin aku ya. Aku beneran gak sengaja liatnya tadi" Ucap Rony"Mas? Aku gak marah kok. Aku cuma malu sama kamu, karena kamu udah liat dada aku. Aku nya juga teledor, kenapa harus ketiduran pas nyusuin Adek. Untung Adek gak jatuh tadi" Balas Salma sembari mengusap lembut pipi Rony"Ya Allah yang, aku kira kamu marah. Udah gausah malu, bentar lagi kan kita nikah. Semua nya dari atas sampe bawah kan jadi hak aku nantinya. Gausah malu lagi yaa, aku gak akan macem-macem sama kamu sampe kita nikah nanti. Bahkan setelah nikah aku siap nunggu kalo kamu emang belum mau aku sentuh sayang. Karena aku tau ini pasti gak mudah buat kamu, Nerima orang baru jadi suami kamu lagi" Ucap Rony"Mas, kan tadi kamu udah denger di makam. Aku udah ikhlas atas kepergian mas Lian. Aku mau lanjutin hidup sama kamu dan Eca. Aku akan belajar mencintai kamu mas, aku mau kamu juga bantuin aku untuk bisa balas perasaan kamu sama aku" Balas Salma"Makasih ya sayang, aku cinta banget sama kamu" Balas Rony"Nanahaananhahahana" Oceh Eca"Utututu anak Papa protes ya, dari tadi di anggurin sama Mama Papa nya? Hahahah maaf ya nak, lupa kalo ada Eca disini" Ucap Rony"Udah bisa protes ya sekarang, ayo dong ngomong. Jangan naananana terus. Coba ayo Mama.. Ma.. Ma" Ucap Salma di depan wajah Eca"Apa .. apaa " Ucap Eca berusaha meniru gerak bibir Salma"Loh, hahahahahaha emang ini anak Papa. Utututu maaf ya Mama, Adek bisa nya manggil Papa. Bukan Mama hahaha" Balas Rony terkekeh"Ck, kok Papa sih Nak. Ayo dong Ma.. Ma..""Ma.. Maaa" Ulang Salma"Apa.. paa.." Tiru Eca"Udah sih yang, gausah di paksa. Emang ini anak Papa bukan anak Mama hahaha" Ucap Rony terkekeh"Ck, nyebelin! Yaudah Adek nen sama Papa aja, jangan sama Mama" Balas Salma kesal"Dih, ngambek dek hahaha. Mama ngambek dek" Ledek Rony"Udah ah sana, mau mandi dulu. Urusin aja anaknya sendiri" Ucap Salma lalu masuk ke dalam kamar mandi"Hahahaha mama gemes ya dek kalo lagi ngambek" Ucap Rony pada Eca***Malam ini adalah malam pertama Rony dan Salma, setelah pagi tadi mereka melangsungkan akad nikah dan di lanjut resepsi yang begitu mewah di hotel bintang Lima.Sebenarnya Salma tak ingin pernikahan nya di adakan begitu mewah, mengingat ini adalah pernikahan keduanya. Namun Keluarga Rony kekeuh ingin merayakan karena banyak kolega bisnis dan beberapa pejabat yang ingin mereka undang.Tujuan mereka juga ingin menepis kabar bahwa Rony adalah seorang gay. Mereka ingin memperbaiki nama baik Rony yang sempat di gosipkan memiliki kelainan seksual."Akhirnya ya, sekarang kita bisa tidur bertiga sayang" Ucap Rony sembari mengusap pipi Salma dan Eca bergantian"Iya mas" Balas Salma"Udah kamu tidur aja, kamu pasti capek setelah seharian full ada acara sayang" Ucap Rony lembutLagi lagi, Mas Rony beda sama Mas Lian. Dulu mas Lian setelah akad aja udah langsung minta jatah sama aku. Ini Mas Rony beneran normal gak ya? Kok aku takut Mas Rony beneran gak nafsu sih sama aku? Dia gak minta hak nya malam ini sama aku? *batin Salma"Hey, kenapa ngelamun?" Tanya Rony"Gapapa mas, kamu kan juga capek. Tidur juga dong" Balas Salma"Iya nanti tidur, mas masih belum puas liatin istri mas ini" Ucap Rony"Gombal banget sih, yaudah aku balik badan deh" Balas Salma hendak memunggungi Rony"Hey jangan dong, dosa tau munggungin suami" Ucap Rony"Wah sekarang ngancemnya bawa-bawa dosa ya" Sindir Salma"Hahaha iya dong kan sekarang udah Sah" Balas Rony"Ish bisa aja ya ja - "Tok tok tok"Mas buka pintu dulu yaa" Ucap Rony"Iya mas"Setelah Rony membuka pintu, ternyata Mama dan Nabila sudah berada di depan kamar hotel milik Salma dan Rony."Kenapa Ma, Dek?" Tanya Rony"Eca mana? Bobo sama adek aja sini. Biar kalian bisa proses Adek buat Eca" Ucap Nabila"Iya Ron, mana Eca nya?" Tanya Mama Rony sembari masuk ke dalam kamar"Eh Mama? Kenapa Ma?" Tanya Salma"Sal, Eca gue bawa ya. Biar tidur sama gue. Gue takut nih tidur sendirian di hotel. Kalo sama Eca kan seenggaknya gue ada temen" Ucap Nabila"Iya Sal, kasian si Adek ketakutan bobo sendirian. Eca biar sama Adek aja ya" Timpal Mama RonyMama sama Adek, pinter banget bohongnya *batin Rony"Nabila takut? Mau gue temenin aja sekalian?" Tanya Salma"Dih, apaan sih Sal. Ya gak lah ege. Lu disini sama suami lu! Eca biar nemenin gue. Udah mana, gue bawa ya si Eca. Sekalian Dot nya mana?" Tanya Nabila"Itu udah full ASI kok, paling bangun ntar jam satu an dia nyusu. Emang lu bisa Nab?" Tanya Salma ragu"Bisa anjirr, ngremehin banget. Gue kan juga mau nikah, itung-itung lagian" Balas Nabila"Yaudah deh, Mama sama Adek keluar dulu yaa. Kalian jangan lupa bikinin Adeknya Eca. Okeee, selamat malam pertama pasutri baru" Ucap Mama Rony"Bye Sal, jangan kecewain Abang gue yaa. Kasian tuh, perjaka tua hahaha" Ledek Nabila"Dek! Awas aja ya, gak Abang transfer kamu!" Ancam Rony"Wetss jangan dong, Adek kan bercanda hahaha. Byeee" Ucap Nabila lalu kabur membawa EcaRony menutup kembali pintu kamar dan mulai gugup mendekati Salma karena sudah tak ada Eca di tengah-tengah mereka."Hmm maaf ya Sal, Eca jadi di bawa Nabila sama Mama""Kalo kamu risih, gapapa mas tidur di sofa aja ya malam ini. Yang penting kamu nyaman" Ucap Rony hendak beranjak dari ranjang"Mas, jangan. Udah disini aja, gapapa" Balas Salma"Beneran?" Tanya Rony ragu"Iya beneran mas" Balas SalmaLalu Rony kembali duduk di ranjang sebelah Salma. Salma yang duduk menyandar di dipan ranjang, memberanikan diri mendekat pada Rony. Salma mulai mengusap lembut rahang tegas milik Rony, dan membuat Rony semakin gugup karena jarak Salma yang semakin dekat.CupSalma mengecup bibir Rony sekilas, lalu tersenyum menatap Rony."Aku siap, kalo malam ini mas mau ambil hak mas. Aku siap, kalo malam ini mas mau jadikan aku istri mas seutuhnya" Ucap Salma lembutRony tersenyum lalu mencium bibir Salma. Mereka memulai dengan saling melumat satu sama lain. Salma yang memang sudah memiliki pengalaman pun tak ingin kalah mengimbangi permainan Rony.Rony mulai melepas kerudung yang Salma kenakan, lalu melepaskan tautan bibirnya dan tersenyum."Istri mas cantik banget, bener-bener cantik" Puji RonySetelah memuji istrinya, Rony kembali melahap bibir Salma dengan rakus. Merasakan manisnya dan kenyalnya bibir milik Salma, sembari tangannya tergesa membuka seluruh kancing piyama milik Salma. Setelah terbuka, Rony melempar piyama sembarangan dan melanjutkan membuka kaitan bra Salma.Berhasil membuka bra Salma, Rony meremas payudara Salma dan memainkan kedua gundukan yang menggoda nya sejak lama."Ahhhsss Masshh" Desah SalmaRony mendorong tubuh Salma perlahan hingga Salma berbaring. Ciumannya perlahan turun dari telinga Salma, hingga ke leher jenjang milik Salma. Rony menciptakan banyak karya nya di leher mulus istrinya. Dirasa karyanya Sudah cukup banyak di leher, ciumannya perlahan turun pada pucuk dada Salma.Rony menghisap payudara Salma yang memang masih mengeluarkan ASI, dia sesap dan merasakan apa yang Eca rasakan selama ini."Enak sayang, pantesan Eca jadi gembul ya sekarang. Ternyata seenak ini" Ucap Rony"Awss pelan-pelan mashh" Lenguh SalmaSelain menyesap, Rony juga memainkan lidahnya pada puting Salma dan membuat Salma bergelinjang merasakan sensasi lidah Rony. Tangannya tak ia biarkan menganggur, Rony terus memilin sembari menarik-narik gemas puting Salma lainnya.Puas dengan kedua gundukan milik Salma, perlahan bibir Rony turun dari perut rata Salma hingga tepat berada di depan milik Salma yang masih tertutup celana.Rony menarik celana Salma dan celana dalam milik Salma, hingga terlihat surga dunia yang kini sudah SAH menjadi miliknya. Rony mengecupi permukaan milik Salma yang mulus tanpa bulu. Perlahan Rony lebarkan kedua kaki Salma dan mulai masuk menyusup merasakan setiap inchi milik istrinya itu."Ahhhsss Mas Ronyyhh ahhh" Desah SalmaSalma semakin menggelinjang merasakan lidah Rony yang bermain didalam miliknya. Lagi-lagi Salma membandingkan Rony dan mendiang suaminya. Jika dulu Lian sering kali bermain kasar, berbeda dengan Rony. Rony bermain sangat lembut namun bisa membuat Salma merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.Jika bersama Lian dulu, Lian jarang sekali memberikan kenikmatan pada Salma. Ketika Lian sudah mencapai kepuasan nya sendiri, Lian tak akan mempedulikan kepuasan dan kenikmatan Salma. Namun Salma masih terlalu bodoh untuk masalah bercinta karena menganggapnya itu adalah hal yang wajar.Namun malam ini, dia sadar jika Lian dulu termasuk pasangan yang egois. Karena dari pertama kali mereka melakukannya dulu sebelum menikah pun rasanya tak senikmat malam ini saat dia di puaskan oleh Rony. Salma benar-benar merasa melayang dibuat oleh Rony."Mas masukin ya sayang" Ucap Rony"Iya mas, pelan-pelan ya" Balas Salma"Iya sayang" Balas RonyRony mulai memasukkan miliknya kedalam lubang hangat milik Salma. Dan ketika memasukkan miliknya, Rony sedikit shock karena milik Salma masih sangat rapat. Padahal Salma sudah pernah melahirkan secara normal."Sayang, punya kamu sempit banget. Padahal udah ngeluarin Eca dari sini. Arghhh" Lenguh Rony"Enak sayangghhh ahhh" Lanjut RonyRony terus bergerak diatas tubuh Salma, tangannya juga ia gunakan untuk meremas payudara Salma yang terlihat sangat indah dari pandangannya."Ahhh masss, lebihh cepatt" Desah Salma" As your wish babe . Aghhh" Balas Rony lalu mempercepat gerakannya"Mas aku mau keluarrrhh" Ucap Salma"Bersama sayanggg" Balas RonyRony semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya mereka berdua mendapatkan pelepasan secara bersama"Ahhhh" Desah Rony dan Salma"Terimakasih sayang, kamu bener-bener muasin mas. Tubuh kamu bikin mas candu sayang. Walaupun udah ngelahirin Adek, punya kamu masih sempit banget. Mas suka" Ucap Rony dengan nafas terengah-engah"Sama-sama mas, aku seneng kalo mas puas sama aku" Balas Salma"Tentu sayang, mas akan selalu puas sama kamu. Tapi mas gak puas kalo cuma sekali""Siap-siap ya, kita lanjut ronde dua, tiga sampe nanti subuh deh pokoknya" Ucap Rony" As your wish suamiku" Balas Salma tersenyum"Arghh gemes, awas yaa. Mas habisin kamu malam ini" Ucap Rony terkekehMereka pun kembali melakukan itu entah sampai kapan, hanya mereka yang tau.***"Yeayyy Papaaa pulangggggg" Teriak Eca langsung berlari ke gendongan Rony"Ututututu cantik nya Papa kangen ya sama Papa? Hmm?" Tanya Rony sembari mengecupi wajah Eca"Kangen Papa, Papa lama sekali kerjanya" Balas Eca"Hahaha maaf ya sayang, Papa lagi banyak kerjanya jadi lembur deh" Ucap Rony"Kakak kan kangen sama Papa. Papa gak kangen ya sama Kakak?" Tanya Eca cemberut"Ya jelas kangen dong, makanya Papa ngebut tadi pulangnya biar cepet-cepet ketemu cantiknya Papa ini" Balas Rony"Kirain Papa gak kangen sama Kakak" Balas Eca"Hahaha kangen dong sayang""Oh iya, mama mana sayang?" Tanya Rony"Di kamar, lagi nenenin Adek" Balas Eca"Ibu lagi di kamar Pak, kata Ibu tadi kalo bapak mau ke kamar di suruh mandi dulu di kamar bawah" Ucap Suster Eca"Oh iya sus" Balas Rony"Kakak, sama sus dulu ya. Papa mandi dulu, baru kita ke atas sama-sama nyamperin Mama sama Adek. Oke" Ucap Rony"Oke Papa" Balas EcaGenap dua tahun sudah, Salma dan Rony menjalani bahtera rumah tangga mereka. Mereka juga baru saja di karuniai seorang putra yang bernama Rafael Gaza Mahendra, mereka biasa menyebutnya Adik Rafa. Kini Eca juga sudah berusia tiga tahun, dan Eca sangat menyayangi adik laki-laki nya.Walaupun sudah memiliki anak kandung dari Salma, kasih sayang Rony pada Eca tak pernah luntur. Dia malah lebih protektif menjaga Putri kecilnya itu. Rony dan keluarganya tak pernah membeda-bedakan kasih sayang Eca dan Rafa. Mereka sama-sama memiliki tempat tersendiri di hati mereka.Salma sangat bersyukur atas hal itu, kekhawatiran nya jika Eca tidak akan mendapatkan kasih sayang dari keluarga Rony lagi setelah Rafa lahir ternyata tak terbukti. Baik Rony maupun keluarganya masih sangat-sangat menyayangi Eca dengan tulus."Assalamualaikum Mama, Adek Rafaaa" Sapa Rony ketika masuk ke dalam kamar bersama Eca di gendongannya"Waalaikumsallam Papa""Eittss udah mandi belum?" Tanya Salma"Ya Allah, udah yang. Udah mandi di bawah, ampun deh" Balas Rony"Hehe, kan takut aja sayang. Kamu bawa virus" Ucap Salma"Iya iya, udah belum nenen nya itu?" Tanya Rony"Udah, lagi bobo nih si Adek. Persis bapaknya, molor Mulu" Ucap Salma"Hahahaha like father like son sayang. Udah gapapa biarin, masih bayi ini. Mau ngapain lagi kalo gak bobo. Iya kan boy" Ucap Rony lalu mengecupi wajah Rafa"Ih Papa, jangan cium-cium Adek terus. Nanti adek bangun" Omel Eca"Kan papa kangen Adek kak. Masa Gaboleh nyium" Ucap Rony memelas"Boleh, tapi nanti kalo adek bangun" Balas Eca"Hahaha bukan aku ya yang ngajarin. Anak kamu udah punya bodyguard sendiri sejak lahir kemarin hahaha" Ucap Salma terkekeh melihat Rony memelas"Kakak, Papa mau cium adekkkkk. Masa gabolehhh" Rengek Rony"Nanti Papa, Kakak gak mau liat Adek nangis karena bobo nya di ganggu Papa" Balas Eca"Papa ngambek ah, Kakak gak seru. Kakak jahat sama Papa" Ucap Rony"Hahaha tuh kak, Papa ngambek loh. Gapapa ya Papa nya cium Adek? Kan dari tadi Papa kerja, gak ketemu sama Adek. Kasian loh, Papanya kangen sama Adek" Ucap Salma"Hmmm""Yaudah deh boleh, kasian Papa kangen Adek" Balas Eca"Ya Allah, harus banget emaknya yang ngomong ya baru di bolehin" Lirih RonySalma hanya terkekeh mendengar ucapan Rony"Makasih Kakak, Papa gak jadi ngambek deh" Balas RonyRony lanjut menciumi wajah putra kecilnya dengan gemas. Wajah putra nya ini, benar-benar mirip dengan Rony, sangat tampan. Saat Rony sibuk menciumi Rafa, tiba-tiba bayi kecil itu menangis karena terganggu dengan ciuman Rony di wajahnya."Kannnn, Papa ihhh. Kasian adekkkkk" Rengek Eca"Gatau ah mas! Gendong sendiri! Udah capek-capek nidurin dari tadi" Omel Salma"Hadeuhh ini namanya sih triple kill. Adek nya nangis, emak sama Kakak nya ikutan ngambek. Nasib.. Nasib""Iya sayang-sayang nya Papa. Ini Papa tanggung jawab kok, Papa gendong Adek sampe Adek bobo yaa" Ucap Rony pasrahSalma yang awalnya kesal kini terkekeh melihat Rony dengan muka pasrahnya.Kehidupan Rony terasa semakin lengkap setelah kehadiran Rafa. Rony tak henti-hentinya bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan pada nya saat ini. Rony juga tak pernah lupa berterimakasih pada Lian, karena menitipkan dua wanita cantik di hidupnya yang kini sudah menjadi dunia nya. Berkat Lian yang berkorban menyelamatkan nyawa Rony, lalu menitipkan dua bidadari nya pada Rony. Membuat Rony akhirnya bisa memiliki keluarga kecil yang hangat, bahagia dan penuh dengan cinta.~END~
Tetangga Rese
Tetangga ReseSalma yang baru saja pulang bekerja, dengan langkah yang gontai mencoba berjalan ke arah unit nya. Namun, belum sampai di depan unit nya, seseorang menabrak Salma lumayan kencang hingga Salma sedikit terhuyung ke depan."Mas! Kalo jalan tuh pake mata! Udah tau ada orang Segede ini masih aja di tabrak! Jalanan masih luas juga" Omel Salma"Jalan pake mata tuh gimana ceritanya si mbak, perasaan dari bayi saya jalan ya pake kaki""Lagian si mbak nya jalan di tengah banget, udah tau saya lagi riweh bawa barang. Ya gatau kalo mbak lagi jalan depan saya. Maaf deh kalo tadi ketabrak, gak ada yang lecet kan? Yaudah duluan ya mbak" Ucap Rony"Bangkeee!! Gak ada sopan-sopannya lu ya jadi orang! Udah nabrak, ngehina, gamau di salahin, minta maaf gak ikhlas banget! Manusia reseee" Teriak SalmaTeriakan Salma Sebenarnya sampai di telinga Rony, namun ia enggan membalas ucapan Salma. Rony memilih masuk ke apartemen dan membereskan barangnya.Sedangkan Salma yang masih terdiam di tempat, hanya melihat kemana laki-laki itu pergi dan ya Salma baru mengetahui ternyata laki-laki tadi adalah tetangga baru di apartemen nya, yang unit nya berada tepat di depan unit Salma."Dosa apa gue, punya tetangga nyebelin banget begitu. Perasaan dulu udah tentram-tentram tuh unit di tempati Tante Rosa, sekarang pake di jual segala dan yang nempatin bentukan begituan pula. Hadeuhh" Monolog SalmaSalma melanjutkan langkah gontai nya menuju unitnya."Lemes amat sih hidup mbak, yang semangat kali. Belum makan setahun ya?" Ledek Rony yang kini tengah berdiri di ambang pintu unit nya"Allahuakbar! Lu kenapa sih gangguin gue Mulu! Lu baru pindah kan kesini? Jadi gausah sok akrab!" Ucap Salma ketusSalma masuk dan sedikit membanting pintu unit nya."Wow, galak juga yaa. Tapi gue demen nih yang cantik-cantik galak begini. Rawrrr" Monolog Rony tersenyum***Ceklek"Astaghfirullah! Ngapain sih pagi-pagi udah nangkring depan unit gue!!" Bentak Salma"Selamat pagi tetangga, gue tau lu pasti mau kerja jadi sengaja gue tungguin lu disini. Sarapan bareng yuk, sebagai tetangga yang baik gue mau ajak lu sarapan bareng sekalian kenalan" Ujar Rony"Kan lu tau gue mau berangkat kerja! Jadi ngapain masih ngajakin gue sarapan! Udah Minggir! Gue mau kerja" Usir Salma sembari mendorong Rony"Eitss eitss jangan galak-galak dong mbak, niat saya baik loh. Menjalin hubungan baik antar tetangga apa salahnya" Balas Rony"Huft, mau lu apa sih! Cepetan! Gue takut telat berangkat kerja" Omel Salma"Kenalan mbak, biar gue tau nama lu" Ucap Rony menyodorkan tangannya"Salma" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Rony"Wah, tangan orang ganteng di anggurin nih mbak? Yaudah lah gapapa, saya Rony. Rony Parulian, di inget inget ya Salmaaa" Teriak Rony"Bodo amat" Monolog Salma tak menanggapi ucapan RonySesampainya di kantor, Salma memulai pekerjaan nya."Eh Mak, lu di panggil Pak Janu tuh di ruangannya" Ucap Paul"Hah? Kenapa anjir? Perasaan laporan nya udah bener. Pekerjaan gue juga selalu beres" Balas Salma"Bukan lu doang, gue juga di panggil. Ayo buruan" Balas Paul"Iya elah, baru juga duduk ini. Sabar" Balas SalmaSetelah hampir satu jam di dalam ruangan Pak Janu, Salma dan Paul pun keluar ruangan."Lu yakin kita berdua bisa handle kerjaan ini Pol? Kok gue ragu ya" Ucap Salma"Udah, percaya aja sih sama gue. Kebetulan gue kenal sama fotografer yang di ajak collab sama Pak Janu. Dia sahabat gue, makanya gue langsung ambil aja proyek ini apalagi partner nya elu" Balas Paul"Yeuh, lu asal setuju gara-gara kerja bareng sahabat lu doang? Lu gak mikirin yang lainnya juga gitu?" Tanya Salma"Aman aman, bukannya sombong nih. Lu lupa? Tiap ada project kan kantor, kalo kita kerja bareng selalu sukses? Hmm? Bukannya sombong nih, tapi itu tuh udah fakta dari tahun ke tahun. Jadi sans aja lahh hahaha" Balas Paul"Wah, Emang gak beres otak lu Pol! Udah sana balik kerja, ngapain nimbrung di meja gue sih" Usir Salma"Inget besok siang, lunch bareng fotografer plus model yang udah di tentuin pak Janu. Itu biar gue yang urus, lu ngurus tempat dimana yang enak buat meeting sekaligus lunch oke" Ucap Paul"Iyee" Balas Salma***"Kenapa sih lu? Senyum kek, mau ketemu klien ini. Kalo muka lu judes begitu yang ada klien kita kabur" Ucap Paul"Kesel gue, dari kemarin tetangga baru apart gue bikin emosi Mulu!" Balas Salma"Emang kenapa?" Tanya Paul"Ajaib orangnya, ada aja tingkahnya yang nyebelin. Tadi pagi aja di - ""Assalamualaikum, sorry nunggu lama" Ucap Rony"Wey bestie gue, akhirnya" Balas Paul bersalaman dengan Rony"Loh, Mbak Salmaa. Wah ketemu lagi kita nih" Ucap Rony tersenyum"Wait, wait. Kok kalian lu tau Salma Ron?" Tanya Paul"Tetangga baru apart gue ul" Balas Rony"Ohh jadi Rony yang lu ceritain tadi mak? Tetangga baru lu yang rese? Hahahaha iya sih dia emang rese" Balas Paul"Wah pelanggaran nih, mbak Salma. Ceritain gue yang jelek-jelek ya mbak" Ucap Rony"Pol, keknya gue mundur dari project ini. Gue beneran gak sanggup harus berurusan sama lu dan dia" Balas Salma lalu bangkit dari kursi"Eh eh, jangan" Ucap Paul dan Rony"Ck, duduk gak lu! Apaan sih Mak. Gue aduin ke Pak Janu lu ya, gak profesional banget. Di pecat tau rasa lu! Di kira jaman sekarang gampang apa cari kerja" Omel PaulDengan berat hati akhirnya Salma pun kembali duduk, karena apa yang Paul katakan padanya memang benar adanya"Maaf ya mbak, kalo gue bikin lu kesel. Asli gue gak niat gitu kok, gue cuma mau berteman aja sama lu" Ucap Rony"Udah tau nama gue kan! Gausah manggil gue mbak! Gue bukan mbak lu!" Balas Salma"Sorry, takut nya ntar lu ngira gue SKSD lagi, kalo langsung manggil Sal Sal aja" Balas RonySalma tak menjawab, ia hanya memutar bola matanya malasAnjir lucu banget nih cewek! Spesies langkah ini, biasanya semua cewek ngebet sama gue. Lah dia, liat gue aja dia males haha, gemes banget *batin Rony"Senyum-senyum lu! Temen gue emang cantik sih Ron, tapi galak kek herder" Ucap Paul melirik Salma"Diem gak mulut lu! Beneran gue mundur ya, gak peduli gue meskipun di pecat!" Ancam Salma"Eitss iya iya, becanda elahhh. Emosian amat idup lu Mak" Ucap Paul"Lu hubungin deh tuh model, biar cepet kelar! Kerjaan gue masih banyak di kantor" Balas Salma"Iya, nih gue hubung - ""Hay semuaaa, sorry ya lamaaa. Biasa lah macet" Ucap Jasmine"Macet apaan jam segini mana ada macet" Balas Rony"Eh sayang, kok kamu gak percaya banget sih. Coba tanya supir aku deh, orang beneran macet" Balas JasmineOh pacarnya, cocok *batin Salma"Lu diem ya! Gausah manggil gue sayang sayang! Jijik ngerti gak!" Ucap Rony kesal"Masa sama pacar sendiri gaboleh manggil sayang sih" Balas Jasmine"Gue bukan pacar lu! Gausah mimpi lu" Balas Rony"Ekheemm, bisa kita lanjutkan aja bahas projects nya? Masalah pribadi kalian bisa di bahas nanti kan" Ucap Salma muak"Ck, apaan sih. Gak asik banget partner lu Ul. Bikin males aja gue ambil kontrak ini" Balas Jasmine"Kalo emang anda tidak bersedia, silahkan keluar! Saya bisa cari model yang lebih profesional di banding anda!" Ucap Salma tegas"Apaan sih lu! Gak asik banget jadi orang! Gue beneran Mundur Pol, males banget gue kerja sama sama dia!" Balas Jasmine"Silahkan keluar" Balas Salma tegasJasmine yang hendak keluar memperlambat langkahnya, berharap Paul atau Rony akan mencegahnya dan membela nya di banding Salma. Namun, hingga sampai di ambang pintu, Tidak ada yang memanggilnya untuk kembali. Jasmine kesal dan akhirnya kembali ke meja makan."Kok gak ada yang nyegah gue sih! Gue model terkenal loh! Kalo kalian gak pake gue, kalian sendiri yang rugi" Ucap Jasmine"Kita gak akan rugi, kita pasti bisa cari BA yang lebih profesional nantinya" Balas Salma"Ayanggg, belain aku dong. Cewek itu nyebelinnn" Rengek Jasmine merangkul lengan Rony"Apaan sih lu min! Lepas gak! Yang di bilang Salma tuh bener! Mending lu mundur deh, gue jadi seneng gak satu projects sama lu!" Ucap Rony"Ish ayanggggg, kok kamu gitu sih!" Rengek Jasmine"Kalo masih banyak drama! Kita batalin aja meeting kali ini, saya kembali ke kantor!" Tegas Salma"Eh eh Sal, udah lanjutin aja. Gausah peduliin dia. Di lanjut aja, terserah dia mau ikut atau gak" Ucap Rony"Jadi mundur atau gak! Waktu saya gak banyak buat ngeladenin anda!" Tegas Salma pada Jasmine"Ck, iya iya. Yaudah cepet bahas projects nya" Balas JasmineAnjing, beneran idaman gue nih cewek. Dia bahkan gak ada takutnya sama Jasmine haha *batin Rony sembari melirik Salma***Tok tok tokSalma membuka pintu unit apartemen nya."Malam Salma" Sapa Rony"Ada apa?" Balas Salma"Udah makan belum? Nih gue bawain nasi bebek goreng Madura. Mau gak?" Tanya RonyAnjir kok nih bocah tau gue lagi pengen nasi bebek sih? Cenayang ya nih orang? *Batin Salma"Hey, kok ngelamun sih? Boleh masuk gak? Kita makan bareng yuk" Ucap Rony"Yaudah masuk" Balas SalmaMereka pun duduk di sofa ruang tengah apartemen Salma"Hmm beda emang ya apart cewek sama cowok. Masuk unit lu aja bau nya harum banget, beda sama unit gue" Ucap Rony"Kenapa? Lu jorok pasti" Balas Salma"Bukan jorok sih, tau sendiri lah. Kalo laki gimana sal. Bahkan barang-barang gue habis pindahan kemarin belum gue tata-tata in semua" Balas Rony"Serius? Berantakan dong unit lu?" Tanya Salma"Iyaa, soalnya gue bingung nata barang-barang gitu. Gatau gue mau di taruh mana-mana nya" Balas Rony"Mau gue bantuin?" Tawar Salma"Jangan deh, lu kan kerja. Nanti lu capek" Balas Rony"Besok Sabtu kalo lu lupa, gue libur kerja" Balas Salma"Serius mau bantuin gue?" Tanya Rony"Iya Ron, lu udah hampir sebulan tinggal di sini. Lu juga selalu baik sama gue, gue jadi ngerasa bersalah gara-gara gue ketus Mulu sama lu""Jadi sebagai permintaan maaf gue, gue mau bantuin lu nata unit lu deh" Ucap Salma"Wah? Serius? Yaudah boleh kalo gitu""Tapi gue serius gak masalah loh Sal, walaupun lu ketus sama gue. Gue emang nyebelin orang nya hehe, jadi gak heran kalo lu sebel sama gue" Balas Rony"Iya emang lu rese banget, tapi gue juga bukan orang jahat yang tega jutekin lu Mulu selamanya kali. Gue liat-liat juga lu asik buat di jadiin temen" Ucap SalmaJadiin pacar dong Atau suami kek! Kok temen sih *Batin Rony"Hahaha oke deh, besok yaa. Gue tungguin, awas aja bohong. Gue gedor-gedor pintu lu sampe bangun" Balas Rony"Iya bawel""Bentar ya, gue ambilin minum sama piring" Ucap Salma"Yuk, gue bantuin" Balas Rony"Gausah, udah lu duduk anteng aja disini" Balas Salma"Sal, tangan lu kan cuma dua. Gimana caranya lu bawa piring sama gelas nya coba. Udah gue bantu ya" Ucap Rony lembut"Elah Ron, dapur deket ini. Bolak balik juga gak masalah kali" Balas Salma"Ya gak masalah juga kali kalo gue maksa bantuin lu? Hahaha" Ledek Rony"Ish, nyebelin kan" Balas Salma"Hahaha udah udah, peace yaa. Damai kita hahaha" Ucap RonySelesai makan, Rony dan Salma memutuskan untuk menonton Netflix bersama."Kalo lu ngantuk, tidur aja dulu Sal. Ntar kelar film, gue bisa balik sendiri. Pinjem access card lu, atau password lu deh. Janji gak bakal gue maling isi apart lu" Ucap Rony"Lagian mau maling apaan, apart gue kosong begini. Gak ada berlian atau emas kok""Lagian gue belum ngantuk, aman" Balas Salma"Belum ngantuk gimana, mata lu udah merah begitu. Udah buru password nya apa?" Tanya Rony"120202" Balas Salma"Ultah lu ya?" Tanya Rony"Kok lu tau?" Tanya Salma"Nebak aja, soalnya unit gue juga pake tanggal ultah gue sih haha""Oh iya sekalian deh, takut gue besok bangun kesiangan gara-gara malam ini begadang kan. Password unit gue, 090601. Besok masuk aja, bangunin gue yaa kalo gue kesiangan" Ucap Rony"Okee, yaudah. Lu kelarin deh tuh film, gue ngantuk berat" Balas Salma"Hahahaha dasar gengsi, tadi aja bilang belum ngantuk" Ucap Rony"Yaudah sih, bye Ron. Good night" Balas Salma"Night too, cantik ku" Balas Rony lirihDenger kagak ya tuh bocah? Tapi kalo denger pasti ngomel sih. Berarti aman, dia gak akan denger *batin Rony***Sudah hampir jam sepuluh, Salma mengetuk pintu unit Rony namun masih belum ada jawaban. Akhirnya Salma memilih masuk ke dalam unit Rony dan melihat bahwa Rony sama sekali tidak bohong. Unitnya sangat berantakkan, dan barang berserakan dimana-mana.Salma memilih membereskan ruang tengah Rony lebih dulu dan menata semuanya sendirian. Setelah ruang tengah dan dapur sudah bersih, barulah Salma menuju kamar Rony untuk membangunkan sang pemilik unit.Salma menggedor-gedor kamarnya namun tetap saja tak ada jawaban. Salma mencoba membuka handel pintu dan ternyata terbuka. Salma masuk dan melihat Rony tidur di balik selimut tebal.Salma memilih menghampiri Rony dan duduk di ranjang tepat di dekat Rony."Ron bangun Ron! Udah siang woy, udah jam sebelas ini. Ayo bangun!!!" Ucap Salma sembari menepuk pipi Rony"Hmm apa sih Ma, Rony masih ngantuk. Mama pergi dulu ajaa, nanti Rony bangun sendiri" Racau Rony"Lah, dia mikir gue emaknya" Monolog Salma"Ron! Bangun gak lu!! Katanya mau bersih-bersih! Ayoo bangunnnn!!" Ucap Salma sedikit berteriakNamun bukannya bangun, Rony justru menutup telinga nya."Oh oke, gue balik kalo gitu! Bersihin aja sendiri unit lu" Ucap Salma lalu bangkit dari ranjangNamun belum sempat Salma melangkah, Rony menarik tangan Salma hingga Salma jatuh di atas tubuh Rony. Rony dengan sengaja memeluk Salma dengan erat.Rony sebenarnya sudah bangun sejak Salma menggedor pintu nya, namun ia ingin sekali mengerjai gadis yang selama sebulan ini menarik perhatiannya.Mata Salma membulat kala berada di posisi intim seperti ini bersama Rony. Salma mencoba melepaskan pelukan Rony, namun Rony justru mengeratkan pelukannya."Ron! Lepasin anjirr!" Ucap Salma"Mama, Rony masih kangen. Biar gini aja ya ma, Rony mau peluk Mama" Racau Rony"Rony gilaaa!!! Gue bukan emak lu!! Gue Salmaaaaa. Bangun Ron! Kebo banget" Teriak SalmaMendengar teriakan Salma membuat Rony akhirnya membuka matanya, namun tak melepaskan pelukannya"Loh Salma? Ngapain di kamar gue?" Tanya Rony dengan suara parau nya"Ngapain-ngapain! Lepasin pelukannya!!" Bentak SalmaRony melapaskan pelukannya, dan saat Salma hendak turun dari atas tubuh Rony. Kaki nya tak sengaja menyenggol milik Rony."Eughh Salll, kenapa di tendang punya guee" Lenguh Rony"Eh, gak sengaja. Maaf, sakit yaa" Ucap Salma panik"Ya sakit lah, aduhh. Mana bangun tidur, lagi sensitif sensitifnya dia. Malah lu tendang" Ucap Rony sembari memegang miliknya di balik selimut"Aduh, maaf gue gak sengajaa Ron. Beneran, maaf yaa" Balas Salma panik"Gak tanggung jawab banget, usapin kek, apain kek. Sakit ini" Ucap Rony"Gigi lu sini gue usapin! Enteng banget ngomongnya" Balas Salma"Kenapa sih? Kan emang kalo sakit tuh enak di usapin! Coba pala lu kebentur tembok, lu usapin kan? Sakit nya berkurang kan?""Sama halnya kek punya gue, lu yang nendang lu gamau tanggung jawab. Ayo usapin" Ucap Rony menarik tangan Salma"Ron, jangan kurang ajar yaa! Gue gaplok beneran lu!" Balas Salma menarik tangannya dari tangan Rony"Apasih? Kurang ajar dimana? Justru gue ngajarin lu cara bertanggung jawab! Lu yang bikin punya gue sakit, jadi lu juga yang harus nyembuhin nya""Lagian cuma minta usapin, gak minta lu kocokin" Ucap Rony frontal"Ahhh, gue pergi deh dari kamar lu! Anjirr gue takut sama lu" Balas Salma lalu hendak pergiRony mencekal tangan Salma."Sal, beneran gamau kenalan sama junior? Hmm?" Goda Rony"Ron! Gue potong beneran leher lu ya! Cepetan sana mandi! Kalo masih bacod gue beneran balik ke unit ya" Ancam Salma"Eh eh iya iya, ini mandi. Gih tunggu di luar, apa mau sekalian mandiin gue? Hmm? Hahahaha" Goda RonySalma melempar bantal ke arah Rony lalu keluar dari kamar Rony."Lucu banget sih Sal, gemes gue. Lu harus jadi istri gue pokoknya Sal, gamau tau gue!" Monolog RonySalma yang menunggu Rony selesai mandi, berinisiatif untuk memasak makanan untuknya dan Rony. Melihat bahan-bahan di kulkas Rony, membuat nya sedikit kalap. Ternyata isi kulkas Rony lengkap juga untuk sekelas laki-laki yang tinggal sendirian di unit.Selesai mandi, Rony melihat Salma tengah memasak di dapurnya. Rony tersenyum sembari menatap Salma dari ambang pintu kamarnya.Anjing! Ini mah beneran trial jadi suami istri. Suami baru mandi, istri masak di dapur. Terus gue nyamperin dia sambil meluk dari belakang hahaha *batin Rony"Tapi yang ada gue di gaplok sama teflon panas kalo berani meluk dia dari belakang sih. Ngeri duluan bayangin nya" monolog Rony"Eh Ron, udah selesai mandi?""Sorry ya, gue masak bahan-bahan di kulkas lu, buat sarapan yang di rapel sama makan siang lu sebelum beberes. Gih makan dulu" Ucap Salma sembari menata makanan di meja makan"Masyaallah, istri idaman banget sih. Jadi enak gue, berasa di masakin istri. Besok kulkas gue isi lagi ya, masakin tiap hari buat gue" Ucap Rony"Anjirr nih bocah, di kasih hati minta jantung! Gue bukan babu lu anjirrr, masak sendiri" Omel Salma"Hahahaha, becanda elah. Sini makan juga yuk, jangan gue doang dong. Lu kan udah capek masak" Ucap Rony"Lu aja deh, gue udah kenyang nyicipin dari tadi" Balas Salma"Yaudah gue gamau makan, kalo lu gak makan" Ucap Rony"Ck, yaudah iya gue makan" Balas Salma"Gitu dong, istri tuh nurut sama suami" Goda Rony"Bisa diem gak bacod lu! Gue sumpel pake tahu lu yaaa" Ancam Salma"Aamiin.in kek Sal, gamau ya lu nikah sama gue?" Tanya Rony"Ogah! Gue bukan pelakor! Lu kan udah punya si Jasmine" Balas Salma"Anjirr, geli gue lu bilang gitu! Gue bukan pacar Jasmine! Dia aja ngaku-ngaku sama gue! Secara gue ganteng begini, siapa yang gamau coba" Ucap Rony"Gue" Balas Salma"Lu rabun berarti, atau selera lu jelek kali" Goda Rony"Diem ya Ron! Sekali lagi lu ngomong! Gue balik" Ancam Salma"Hahahah becanda becanda, udah ayo makan. Emosi Mulu lu" Ucap RonySelesai mereka makan siang, Salma dan Rony pun memulai membersihkan dan menata barang-barang di kamar Rony. Salma membantu menata isi lemari Rony yang sangat berantakkan, sedangkan Rony membereskan tempat tidur dan juga membersihkan lantai kamarnya menggunakan vacuum cleaner."Iyuww Rony!! Bagian ini lu beresin sendiri! Berantakkan banget sih!" Omel Salma"Apaan sih Sal? Apa yang berantakkan?" Tanya Rony sembari menghampiri Salma"Apaan apaan! Tuh liat! Lu asal lempar ya sampe berantakkan begitu" Omel Salma"Ohh cuma sempak ini Sal, beresin kek sekalian. Itu bersih kok, gue gak bisa lipet nya. Yaudah gue lempar aja asal-asalan" Balas Rony"Ck yaudah sini lu! Gue ajarin lipetnya! Besok-besok di lipet, jangan asal-asalan begini" Ucap SalmaSalma menarik Rony untuk duduk di sebelahnya. Setelah itu Salma mencontohkan bagaimana dia melipat celana dalam milik Rony."Dah tuh, coba lipet" Ucap SalmaRony mencoba melipatnya, namun masih saja salah."Ck, lu tuh tau make doang emang ya! Gini loh Ron!!!!" Omel Salma lalu kembali mencontohkan nya"Yaiyalah tau make doang, kalo gak tau make nya kan junior gue kemana-mana nanti" Balas Rony"Jawab Mulu lu ya!" Omel Salma"Betah juga tuh megang bungkusnya, gamau sekalian megang isinya? Hmm? Sini gue kenalin" Goda RonyPlakkkSalma menampar pipi Rony lumayan kencang."Awsss Sal, sakit ege! Aduhhh" Rintih Rony sembari mengusap pipi nya"Salah sendiri! Dari tadi ngomongnya mesum Mulu! Gue tonjok juga ya lu" Kesal Salma"Iya iya ampun, di gampar aja udah sakit. Gimana di tonjok" Ucap Rony"Yaudah cepet lipet!" Omel Salma"Iya iya, galak banget sih sama suami" Goda Rony"Ngomong sekali lagi gak lu! Beneran gue tonjok yaa" Omel Salma"Hahahaha bercanda elah, emosian Mulu lu" Ucap Rony"Bodo amat!" Balas SalmaSalma kembali merapikan baju-baju Rony, di temani oleh Rony yang bertugas melipat bagian celana dalamnya. Namun bukannya fokus dengan kegiatan nya, Rony justru fokus menatap Salma yang berada tepat di sebelahnya.Cantik banget sih kalo lagi mode serius begini, masa yang begini gak bisa jadi istri gue sih? Cewek gue kek minimal! Pasti bisa Ron, lu harus dapetin Salma! Gaboleh nyerah, lu harus nikahin nih cewek, harus pokoknya *batin Rony"Huft, akhirnya kelar juga. Capek juga ya bersih-bersih apart lu! Awas aja ntar lu berantakin lagi ya, gak akan gue bantuin lagi" Ucap Salma"Ish jahat banget, ya bantuin dong kalo berantakkan lagi" Balas Rony"Gue bukan babu lu anjirr! Bersihin sendiri! Lu berantakin aja bisa, masa bersihin lagi gabisa!" Omel Salma"Emang bukan babu, lu kan istri gue. Udah kewajiban istri kali, bantuin suaminya" Ucap Rony asal"Lu kenapa sih Ron? Lu salah makan? Apa gimana? Perasaan masakan gue aman-aman aja! Kenapa lu jadi eror gini sih" Omel SalmaManifesting Salma, aamiin in kek" Balas Rony"Ogah! Gue gamau punya suami rese kaya lu! Nyebelin, ngeselin, bikin emosi Mulu" Ucap Salma"Astaga, gue bisa berubah kok. Beneran deh" Balas Rony"Tau ah, gue balik aja ke Apart. Lu makin gila soalnya" Balas Salma sembari bangkit dari sofaRony menarik tangan Salma dengan kencang hingga Salma terjauh pada pangkuannya. Dengan cepat, Rony mengunci pinggang Salma dan memeluknya."Ron ih! Apasih! Jangan macem-macem lu anjing!" Umpat Salma"Hey, sutss language nyaa di jaga dong Sal" Ucap Rony"Ya lu ngapain kaya gini! Lepas gak!" Omel Salma"Masih mau gini, tenang. Gue gak akan ngapa-ngapain lu kok kecuali lu mau gue apa-apain hehe" Balas Rony"Rony!!! Lepasssss" Rengek Salma sembari berusaha melepas pelukan Rony"Sal, jangan ngrengek gitu dong. Gue jadi makin gemes tau" Ucap Rony"Rony! Lu kenapa sih anjirrr ahhh. Lepas gak!" Balas Salma yang masih terus bergerak dalam pangkuan Rony"Anjirr Sal! Lu jangan banyak gerak, kesenggol junior gue anjirr. Jadi bangun kan dia" Ucap Rony"Alaahh Rony!!! Lepasin hiks hiks" Ucap Salma terisak"Heh? Loh Sal? Kenapa nangis?" Tanya Rony panikRony melepaskan pelukannya lalu mengangkat tubuh Salma dari pangkuannya kembali duduk di sofa sebelahnya.Salma menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya."Hey kenapa? Gue minta maaf ya kalo becandaan gue keterlaluan. Sorry, jangan nangis Sal" Ucap Rony sembari berusaha membuka kedua tangan Salma"Hiks hiks gue takut Rony, lu ngomong gitu terus. Gue takut lu macem-macem sama gue hiks hiks" Balas Salma terisak"Astaga Sal, sorry kalo becandaan gue keterlaluan. Tapi gue gak mungkin ngelakuin itu kok sama Lu. Gue bukan cowok brengsek Sal, lu bisa pegang omongan gue. Gue gak akan ngapa-ngapain lu, lu temen gue. Gue gak mungkin tega ngerusak lu Sal, udah ya jangan nangis yaa" Balas Rony lembut sembari mengusap air mata Salma"Bercandaan lu gak lucu hiks hiks, gue gak suka" Balas Salma"Iya maaf yaa, gue gak becanda kaya gitu lagi deh. Maaf yaa, udahan nangisnya. Nanti cantiknya ilang loh kalo nangis terus" Bujuk Rony"Bodo amat, gue sebel sama lu" Balas Salma yang mulai berhenti menangis"Maaf ya, sebel ya sama gue. Maafin gue kalo becandaan gue keterlaluan yaa" Ucap Rony"Jangan gitu lagi" Balas Salma"Iyaa, janji gak gitu lagi" Ucap Rony sembari mengucap lembut kepala Salma yang tertutup hijab***Setelah kejadian itu, Salma dan Rony memang semakin dekat. Rony pantang menyerah mendekati dan mencoba merebut hati Salma. Walaupun Salma tak pernah peka dengan perhatian Rony, tak membuat Rony menyerah untuk selalu mencari celah agar bisa masuk ke hati tetangga cantiknya itu.Hampir tiga bulan mengenal Salma, membuat Rony semakin jatuh hati pada kepribadian Salma. Namun berbeda dengan Salma, Salma justru menganggap Rony sama halnya dengan Paul. Salma justru nyaman dengan Rony sebagai sahabat nya."Selamat Pa - ""Hey kenapa? Kenapa lu nangis?" Tanya Rony panik"Gapapa Ron" Balas Salma sembari mengeluarkan koper nya"Mau kemana? Kok bawa koper?" Tanya Rony"Mau balik Probolinggo" Balas Salma"Gue ikut ya, gue lagi gak ada kerjaan kok dua Minggu ini. Gue pengen nemenin lu" Ucap Rony"Ron, gue bisa sendiri kok. Gue pamit yaa" Balas Salma yang masih menangisRony memeluk Salma erat sembari menenangkan Salma"Cerita Sal, gue siap dengerin semuanya" Ucap Rony lembut"Hiks hiks Papa gue sakit Ron, gue mau balik. Mama ngabarin Papa makin drop" Balas Salma terisak"Lu tenang ya, Papa pasti baik-baik aja. Tunggu sebentar, gue ikut yaa. Gue mau nemenin lu, please lu gaboleh larang gue. Gue mau jenguk Papa lu. Oke" Ucap RonySetelah menempuh perjalanan panjang, kini Salma dan Rony sudah berada di rumah sakit tempat Papa Salma di rawat."Pa, ini Caca Pa. Papa harus sehat ya Pa. Papa harus sehat hiks hiks" Ucap Salma"Nduk, Papa gapapa kok nduk. Kamu gausah khawatir nduk" Balas Papa Salma"Hiks hiks Pa, maafin Caca. Caca gapernah pulang ke Probolinggo. Papa pasti kangen Caca kan? Ini Caca pulang Pa, Papa juga harus sembuh ya" Ucap Salma terisak"Iya nduk, Papa pasti sehat" Balas Papa Salma"Kamu bawa siapa to nduk? Pacar Caca ya?" Tanya Papa Salma"Assalamualaikum Om, saya Rony temen Salma di Jakarta. Om gak perlu khawatir ya sama Salma, saya janji saya akan jagain Salma selama Salma di Jakarta Om. Jadi Om harus sehat sehat ya disini, Om harus sembuh biar Salma nya gak sedih om" Ucap Rony"Makasih ya Nak Rony sudah mau bantuin Papa jaga Caca. Caca anak perempuan Papa satu-satunya Ron. Tinggal di Jakarta sendirian pula. Papa bersyukur Caca bisa punya temen seperti Paul dan juga kamu yang bisa jagain Caca disana. Terimakasih ya nak" Balas Papa Salma"Iya Om, Rony janji sama Om. Rony akan jagain Caca ya Om. Om tenang aja" Balas Rony"Panggil Papa aja ya Ron, lebih enak di dengar" Balas Papa Salma"Ah iya Om eh Pa" Balas Rony"Udah dong, jangan nangis. Kasian Papa liat kamu nangis terus. Papa jadi ikutan sedih nanti" Ucap Rony pada Salma"Iya nduk, bener kata Rony. Udah jangan nangis terus, Papa mu nanti malah kepikiran loh" Timpal Mama Salma"Iya iya, Caca berhenti nangis. Asal Papa janji ya, Papa sembuh" Ucap Salma lalu memeluk Papa nya"Iya nduk, doain papa ya sayang" Balas Papa Salma***Seminggu berlalu namun keadaan Papa Salma masih tak ada perubahan. Salma, Rony, Kakak dan Mama nya bergantian menjaga Papa nya selama di rumah sakit. Salma juga sudah izin cuti selama dua Minggu karena keadaan Papa nya. Beruntungnya selama ini Salma memang sangat rajin ke kantor, dia hampir tak pernah mengambil jatah cuti nya selama setahun ini. Selain itu Salma adalah karyawan yang memiliki prestasi di kantornya, setiap projects yang dia handle selalu berjalan lancar. Maka dari itu atasannya pun tak segan memberikan cuti yang panjang untuk Salma agar bisa fokus mengurus orang tuanya.Hari ini Salma dan Rony yang baru saja tiba di rumah mereka terpaksa harus kembali ke rumah sakit setelah di kabarkan bahwa Papa nya mengalami kritis. Salma menangis mendengar berita dari kakaknya, Rony selalu ada di samping Salma menguatkan gadis yang saat ini berada di dalam pelukannya. Rony benar-benar tak tega melihat Salma rapuh seperti ini.Tiba di ruangan Papa nya, Papa Salma meminta Salma dan Rony mendekat ke arahnya lalu menggenggam tangan Salma dan Rony."Menikah ya Ca, Papa mau lihat kamu menikah sebelum Papa pergi. Papa akan lega jika kamu menikah sama Rony" Ucap Papa Salma lemas"Pa! Papa harus sembuh, Papa yang akan jagain Caca, Papa harus sehat pa hiks hiks" Balas Salma"Rony mau kan nak, menikah dan menjaga anak Papa selamanya? Papa percaya sama kamu nak" Ucap Papa SalmaRony bingung harus menjawab apa, jujur dia memang sangat ingin menikahi Salma namun dia takut Salma akan marah padanya jika ia mengiyakan permintaan Papa nya, di sisi lain Rony juga tidak tega menolak permintaan orang tua Salma yang Rony tau ini pasti permintaan terakhir Papa Salma."Ma, Bilang sama Papa! Caca mau menikah tapi nanti setelah Papa sembuh Ma! Cepet Ma bilang sama Papa! Papa harus sembuh!! Hiks hiks hiks" Ucap Salma terisak"Turuti permintaan terakhir Papa ya nak, menikah lah sama Rony sayang hiks hiks. Tolong ya Ca, kasian Papa kamu" Balas Mama Salma terisak"Dek, Kakak tau ini berat buat kamu. Tapi lihat kondisi Papa dek, Papa cuma berat ninggalin kamu. Kasian Papa kalo harus sakit terus-terusan dek, turuti ya permintaan Papa" Ujar Kakak Salma"Rony siap Pa! Rony siap menikahi Caca dan menjaga Caca seperti yang Papa minta sama Rony! Rony janji, Rony akan jaga Putri Papa selama hidup Rony Pa" Ucap Rony tegas"Ron?" Salma tak percaya"Ca, menikah sama aku ya. Aku janji, aku akan jagain kamu. Aku lakuin ini bukan sekedar karena permintaan Papa, tapi pure karena aku juga sayang sama kamu" Ucap RonySeminggu bersama Salma, Rony dan Salma memang sepakat merubah tutur kata mereka dari lu gue menjadi aku kamu. Karena Rony merasa tak sopan jika berada di lingkungan keluarga Salma memanggil dengan panggilan lu gue. Salma juga tak keberatan, karena apa yang Rony pikirkan ada benarnya. Rony juga memanggil Salma dengan sebutan Caca setelah mendengar semua keluarga nya memanggilnya dengan sebutan Caca."Mau ya Ca? Aku tau ini bukan waktu yang tepat. Tapi aku juga mau turutin permintaan terakhir Papa Ca. Biar Papa juga lega, melihat kamu menikah" Lanjut RonySalma akhirnya menganggukkan kepala nya. Dia benar-benar bingung dengan keadaan seperti ini, dia tak tau harus bagaimana. Jujur Salma pun nyaman dengan Rony, atau bahkan sudah merasakan sayang pada laki-laki yang selama seminggu ini selalu berada di sampingnya dan menguatkan nya. Salma juga tak ragu mengiyakan permintaan Papa nya karena melihat Rony adalah laki-laki yang baik dan tak pernah mengecewakan nya.Setelah menyiapkan semua nya termasuk memanggil ustadz untuk menikahkan Salma dan Rony. Kini mereka sudah duduk di sebelah brankar Papa Salma dan ustadz yang berada di seberang nya."Saya terima nikah dan kawinnya Salma Salsabila Putri binti Denis Setyawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Ucap Rony lantang"Bagaimana saksi?" Tanya Ustadz"SAH" Balas Papa Salma dan Kakak Salma"Alhamdulillah" Ucap semuanya"Nak Rony, terimakasih sudah mau menggantikan tugas Papa menjaga Putri Papa. Papa titip Caca ya nak, jaga dia sepenuh hati kamu. Jika dia ada salah, tuntun dan bimbing dia baik-baik. Jangan pernah bentak dia nak, dan kalo Rony sudah tidak mau dengan anak Papa. Kembalikan dia ke kakak dan Mama nya ya nak" Ucap Papa Salma lemah"Insyaallah Rony akan jaga Caca selamanya Pa, Rony gak akan pernah kembalikan Caca sama Mama atau Kakak. Rony akan jaga amanah Papa ini dengan baik, Papa tenang aja ya Pa. Papa bisa pegang omongan Rony" Balas RonyPapa Salma beralih menatap Salma yang masih saja terisak"Sayang, jangan sedih ya. Papa bahagia, bisa lihat putri kecil Papa akhirnya menikah. Maaf jika pernikahan Caca harus terjadi seperti ini, Papa hanya takut umur Papa gak akan sampai jika harus menunggu pernikahan Caca""Caca jadi istri yang baik ya buat Rony nak, belajar menerima rumah tangga ini. Belajar buka hati untuk suami Caca, Caca harus jalankan kewajiban Caca sebagai istri Rony. Nanti setelah Papa gak ada kalian segera urus pernikahan kalian secara negara ya. Papa mau pernikahan kalian SAH secara agama dan negara. Caca harus janji sama Papa ya, Caca harus terima Rony dan Jadi istri yang baik buat Rony ya sayang" Ucap Papa Salma"Pa! Papa gaboleh ngomong gitu! Papa harus sehat! Papa mau Caca nikah kan? Sekarang Caca udah nikah sama Rony Pa! Papa minta Caca jadi istri yang baik kan buat Rony? Caca janji Caca akan jadi istri yang baik buat Rony tapi tolong Papa juga turutin kemauan Caca untuk Papa sembuh dan pulang ke rumah Pa! Hiks hiks ayo Pa, Papa pasti sembuh Pa" Balas Salma memeluk Papa nyaNamun ternyata Papa Salma meninggal saat Salma memeluknya. Papa Salma menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan putri tercinta nya.***"Caca makan yuk sayang, kamu belum makan loh dari pagi. Makan yaa, ayo aku suapin" Ucap Rony lembut"Gak nafsu makan Ron, aku kangen Papa" Balas Salma dengan air mata yang menetesSeminggu setelah kepergian Papa nya, Salma masih berada di Probolinggo untuk menemani Mama dan Kakaknya. Keluarga Rony juga datang untuk melayat setelah dua hari kepergian Papanya.Sebelum menikah, Rony sudah lebih dulu menelpon keluarganya dan meminta Restu. Rony juga sudah mengenalkan Salma pada Ayah Bunda nya melalui Video Call sebelum menikah. Rony menceritakan semuanya pada keluarganya, dan beruntung nya Ayah Bunda Rony menerima Salma dan merestui mereka.Beberapa hari lalu barulah Ayah, Bunda dan adik Rony bertemu dengan Salma dan keluarganya secara langsung. Ternyata keluarga mereka sekaligus membahas pernikahan Salma dan Rony yang akan di langsungkan setelah 40 hari meninggalnya Papa Salma. Sesuai dengan permintaan Papa nya dimana Salma dan Rony harus mengesahkan pernikahan mereka secara negara.Selama seminggu ini, Rony selalu mendampingi istrinya. Rony dan Salma juga sudah tidur di dalam satu kamar yang sama, Rony yang awalnya ragu untuk tidur satu ranjang dengan Salma mencoba untuk tidur di sofa. Namun Salma lah yang meminta Rony untuk tidur dengannya dan memeluknya, Salma butuh sosok Rony untuk mendampingi nya bahkan saat dia tidur.Rony juga tak segan memanggil Salma dengan sebutan sayang, karena ia sudah benar-benar menerima pernikahan ini dengan hati yang bahagia. Kini Salma adalah istrinya, Salma adalah miliknya dan itu juga yang membuat Rony tak segan memanggil Salma dengan sebutan sayang atau bahkan bertindak mesra pada gadisnya itu."Iya, nanti sore kita ke makam Papa yah. Sekarang mam dulu dong, nanti kamu sakit" Ucap Rony lembut sembari mengusap pipi Salma"Gamau, perut aku mual" Balas Salma"Ca? Aku kan belum ngapa-ngapain kamu. Kok udah mual?" Tanya Rony asal"Ish! Apaan sih Ron! Kok jadi kesitu" Omel Salma"Hahaha akhirnyaa, ini yang aku kangenin tau dari kamu. Kangen di omelin sama Caca" Ucap RonySalma tersenyum tipis mendengar ucapan Rony"Makasih ya Ron, kamu selalu ada buat aku. Bahkan kamu rela nikah sama aku, padahal kita baru aja kenal. Sekarang kamu malah jadi terbebani sama permintaan ayah buat nikahin aku" Ucap Salma"Hey, apasih? Siapa yang bilang aku terbebani? Kan dari awal aku bilang Ca, aku sayang sama kamu. Aku juga gak tau perasaan ini kapan tumbuh di hati aku, tapi aku yakin perasaan aku sama kamu. Kamu sekarang tanggung jawab aku, bukan beban buat aku. Jangan ngomong gitu lagi ya" Balas Rony"Maaf ya Ron, aku belum bisa balas perasaan kamu. Tapi aku janji, aku akan coba terima pernikahan ini dan coba buka hati aku buat kamu. Papa juga mau aku jadi istri yang baik buat kamu, kasih aku waktu buat belajar ya Ron" Balas Salma"Iya sayang, aku gak pernah nuntut kamu untuk bisa jadi istri yang baik secepatnya. Aku tau ini semua terlalu mendadak buat kamu, kamu juga baru kehilangan Papa""Kamu mau belajar Nerima pernikahan ini dan coba buka hati buat aku aja, aku udah bahagia banget Ca" Balas Rony"Makasih Ron" Balas Salma"Sama-sama, ayo mam dulu" Ucap Rony"Gamau Rony, perut aku mualll" Balas Salma"Pasti asam lambung nya kumat itu Ron" Ucap Mama Salma yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar"Caca punya penyakit asam lambung Ma?" Tanya Rony"Iya, kalo udah telat makan pasti kumat Ron. Apalagi Mama tau ya kamu tadi pagi minum kopi Ca" Omel Mama Salma"Bukan Kopi item Ma. Itu cappucino" Balas Salma"Ya sama aja Ca, sama-sama mengandung Cafein" Balas Rony"Ck, susah emang di bilangin. Mau sampe kapan begini? Hhhmm? Ikhlasin Papa, Mama dan Kakak juga sedih. Tapi kita coba Ikhlas, karena kasian Papa kalo disini kita masih terus nangisin Papa""Caca juga harus ikhlas nak, nanti tujuh hari kepergian Papa. Kita ke makam ya, setelah itu janji sama Mama. Caca gaboleh nangis-nangisin Papa lagi. Kewajiban Caca sekarang itu doain Papa, bukan nangisin Papa. Ngerti ya nduk" Ucap Mama Salma"Iya Ma, maafin Caca ya Ma. Caca jadi bikin Papa sedih di sana kalo liat Caca nangis terus" Balas Salma"Iya sayang, yang penting doa nya jangan sampe putus buat Papa" Balas Mama Salma"Ma, Obat nya Caca ada gak? Kalo gak ada biar Rony yang keluar cari obat buat Caca" Ucap Rony"Ada kok Ron, di kotak P3K di dekat ruang tengah. Disitu ada obat nya Caca, Obat sirup kotaknya warna putih" Balas Mama Salma"Oke Ma, Rony ambil dulu ya" Balas Rony***Salma dan Rony sudah kembali ke apartemen mereka. Setelah mendapat kabar bahwa projects mereka harus selesai dalam sebulan membuat mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta secepatnya.Salma dan Rony juga sudah sepakat menyembunyikan pernikahan mereka pada semua orang, sebelum nanti pengesahan pernikahan mereka yang di rencanakan dua bulan lagi.Kini Paul, Salma, Rony dan juga Jasmine tengah berada di studio milik Rony. Mereka sedang melakukan pemotretan produk terbaru perusahaan tempat Paul dan Salma bekerja."Ram, tolong si Jasmine di arahin itu produknya miring jadi gak keliatan. Muka dia juga berminyak, coba touch up lagi. Jelek jadinya di kamera" Ucap Rony pada asisten nya"Siap mas" Balas Rama"Ish ayanggg, kok Rama sih yang ngarahin. Kenapa gak kamu aja? Aku risih di pegang Rama. Kan maunya di pegang kamu" Ucap JasmineGatel banget sama laki gue! Jadi pengen gue garuk tuh muka sama parutan kelapa! *Batin Salma"Ck, apasih Min! Berisik tau gak!""Udah Ram, arahin aja! Gausah peduliin omongan dia" Balas Rony kesal"Ron Ron, pacar lu emang ribet ya anjir" Celetuk PaulRony refleks melihat ke arah Salma yang terlihat cemberut mendengar ucapan Paul."Anjing! Sejak kapan Jasmine pacar gue! Lu tau sendiri ya nyet, gue gak pernah tertarik sama dia sedikit pun dari dulu! Gausah fitnahh" Omel Rony"Wetss santai Bro, emosi banget hahahaha""Iya iya, gue tau. Gue becanda kali, kan dia emang selalu ngejar-ngejar lu tapi gak pernah lu tanggepin""Kasian dia, halu Mulu anggep lu pacarnya. Terima kek sekali-kali, sapa tau jadi cinta lu sama dia" Balas PaulTiba-tiba Salma yang sedang meminum minuman nya, tersedak saat mendengar ucapan Paul."Eh eh kenapa Ca?" Tanya Rony panik menghampiri Salma"Ca? Wih ada apa nih kalean?" Tanya Paul"Ck, salah denger lu! Gue manggil Sal juga" Elak Rony"Sal ke Ca itu jauh ya nyet! Gue gak salah denger" Balas Paul"Lu salah denger! Orang Rony manggil gue Sal juga" Balas Salma"Iya kah? Perasaan gue gak salah denger deh""Eh tapi kenapa? Tiba-tiba kesedak?" Tanya Paul"Gue gak fokus aja tadi, tiba-tiba kepikiran Papa" Balas Salma"Ah sorry Sal, gue gatau" Balas Paul tidak enak"Santai, gue gapapa kok. Gue udah ikhlasin Papa" Balas PaulPaul memang sempat datang ke Probolinggo saat Papa Salma meninggal. Tapi semua juga sudah Salma minta untuk menutupi pernikahan nya dengan Rony pada Paul. Karena Salma khawatir, Paul tidak bisa menjaga rahasia mereka nantinya."Yaudah, hati-hati minumnya. Gue balik kerja ya" Ucap RonySalma hanya mengangguk, setelah Paul pergi Rony membisikkan sesuatu pada Salma."Jangan dengerin omongan Paul ya, sayang dan cinta aku cuma buat kamu" Bisik Rony lalu mencuri ciuman di pipi SalmaSalma mematung merasakan pipi nya di cium oleh Rony. Wajahnya memerah dan dia menjadi salah tingkah dibuatnya. Sedangkan pelakunya kabur dan melanjutkan pemotretan tanpa melihat betapa salting nya Salma saat ini.Rony bajingan! Gue kaget, gue gak siap lu serang begini Ronyy *batin Salma"Ayanggg, pulang bareng aku yuk. Kita lunch dulu yuk ayangg" Ucap Jasmine sembari memeluk lengan Rony"Ck, lepas! Apa sih lu Min! Gausah pegang-pegang gue! Nanti cewek gue marah anjir" Omel RonyMereka baru saja menyelesaikan pemotretan. Salma, Paul, Rony dan Jasmine sedang bersiap untuk kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Salma dan Paul sibuk membereskan produk mereka. Sedangkan Rony membereskan kamera serta barang-barangnya, namun Jasmine terus saja mengganggu Rony.Salma yang mendengar Rony menyebut dirinya memiliki kekasih, membuat Salma takut jika Rony akan keceplosan mengenai hubungan mereka pada Jasmine."Siapa cewek kamu? Berani banget dia rebut kamu dari aku! Kurang ajar banget sih! Aku harus bikin perhitungan sama dia! Dia gak boleh rebut kamu dari aku!" Omel Jasmine"Lu siapa Zubaedah! Lu bukan siapa-siapa gue! Jadi Lu gausah macem-macem sama cewek gue ya! Sampe lu nyentuh dia sedikit aja, habis lu sama gue" Ancam Rony"Ishh ayangggg, kok kamu gitu sihhh" Rengek Jasmine"Udah pergi Sono! Udah di bilang gue punya pacar! Bebal banget sih lu! Cari cowok lain kek, ngintilin gue Mulu! Gue risih anjirr" Omel Rony"Kan aku cuma mau sama kamu sa - ""Abangggggg" Teriak Nabila lalu masuk memeluk Rony"Eh eh eh, siapa sih lu. Dateng-dateng tiba-tiba meluk cowo gue?" Ucap Jasmine sewot"Lu yang siapa! Ini Abang guee, bebas gue mau meluk dia" Balas Nabila menatap Jasmine sinis"Hey udah udah, tumben banget kesini? Ngapain?" Tanya Rony sembari melepaskan pelukannya"Kangen aja, Abang udah hampir sebulan gak pulang ke rumah. Terakhir ketemu aja waktu di rumah Kak Caca" Balas Nabila"Maaf ya, Abang lagi banyak kerj - ""Kak Caaaa" Teriak Nabila lalu berlari memeluk Salma"Kak Caaa, kangennn ihhh" Ucap Nabila"Iya, Kak Caca juga kangen Bibil" Balas Salma"Loh, Nabila udah kenal Salma?" Tanya Paul heran"Yaiya lah kenal, Kak Caca kan - "Belum sempat Nabila menyelesaikan ucapannya, Rony dengan cepat membekap mulut adiknya."Dek, jangan di bocorin! Kamu lupa ya!!" Bisik Rony lalu melepaskan bekapan nya"Maaf Kak, hampir keceplosan" Bisik Nabila"Hey? Kalian sebenernya nyembunyiin sesuatu ya sama gue?" Tanya Paul"Ish, apasih Kak Paul. Orang gak ada yang nyembunyiin sesuatu kok""Tadi itu Nabila mau bilang, gimana Nabila gak kenal coba orang Kak Caca kan tetangga Abang. Kak Caca sering bantuin Abang" Balas NabilaJantung Salma hampir saja copot karena Nabila hampir Keceplosan. Untungnya Nabila bisa di ajak kerja sama dengan baik."Kok kamu manggilnya Kak Caca sih Nab? Padahal Salma bilang panggilan itu cuma buat keluarga nya" Balas Paul"Ya karena gue udah anggep Bibil Adek gue! Kenapa sih lu, kepo amat" Omel Salma"Ohh gitu, hehe yaudah deh. Kirain kalian nyembunyiin sesuatu dari gue" Balas Paul"Hay bibil cantik, aku Jasmine pacar Abang kamu" Ucap Jasmine tiba-tiba mengajak Nabila bersalaman"Dih, PD banget lu? Emang yakin Abang gue demen sama lu? Abang gue gak demen cewek yang suka pake baju kek kekurangan bahan begini, Abang juga gak suka sama cewek yang centil dan kegenitan kaya lu. Jadi udah bisa di pastikan kalo itu hanya hayalan lu bisa jadi cewek Abang gue" Ucap Nabila ketusRony tersenyum melihat adiknya yang berani melawan Jasmine"Bibil kok ngomongnya gitu sih ke Kak Jasmine, Kak Jasmine kan calon kakak ipar kamu" Balas Jasmine"Dih, gue udah punya calon Kakak Ipar yang baik dan itu bukan elu! Oh iya, jangan manggil gue Bibil deh! Kita gak saling kenal, jadi gausah sok kenal" Balas Nabila sinis"Ayo Kak Ca, kita lunch bareng. Panas disini, Bibil gak kuat" Ucap Nabila menggandeng Salma keluar"Bil, Kak Paul ikut yaa" Teriak Paul menyusul Nabila"Ck, Adek kamu nyebelin banget sih! Ke aku ketus, ke cewek preman itu malah baik!" Ucap Jasmine"Ya emang kenapa? Terserah Adek gue lah! Yang di omongin Adek gue juga fakta kan? Semuanya bener! Jadi lu mending jauh-jauh, udah gue bilang gue punya pacar! Ngerti!!" Ucap Rony lalu meninggalkan Jasmine sendiri"Ish! Awas aja ya Ron! Aku cari tau siapa pacar kamu! Kurang ajar banget dia, rebut kamu dari aku" Monolog Jasmine***Sebulan sudah mereka menjadi suami istri, namun selama sebulan ini Rony sama sekali belum mendapatkan hak nya dari Salma. Rony mewajarkan hal itu, karena ia tak ingin memaksa Salma yang harus menerima pernikahan ini karena permintaan Papa nya.Hari ini Nabila memaksa menginap di apartemen Salma dan Rony. Rony pun mengizinkan karena ia juga ada sedikit kerjaan yang mungkin membuatnya pulang larut malam.Namun ketika ia masuk ke dalam apartemen nya, ternyata kedua gadisnya itu tengah asyik menonton film sembari tertawa bersama. Hati Rony menghangat melihat nya, akhirnya Salma bisa kembali tertawa lepas seperti itu dan dia juga tak menyangka jika Nabila bisa menerima Salma menjadi kakak iparnya. Karena Rony tau betapa susahnya Nabila menerima orang baru di hidupnya.Beberapa kali Rony sempat mengenalkan mantan nya dulu pada Nabila, namun tak ada sama sekali yang bisa menarik perhatian Nabila. Padahal banyak cara yang mantan Rony lakukan untuk mendapatkan hati Nabila, namun semuanya sia-sia. Berbeda dengan Salma yang bahkan dia tak melakukan apapun, Nabila justru sangat sayang pada gadis itu.Nabila selalu merengek meminta tidur bersama Salma setiap weekend, karena ia ingin bercerita pada Salma. Salma merupakan pendengar yang baik bagi Nabila, dan Nabila merasa bahagia karena memiliki sosok kakak perempuan di hidupnya."Hey ciwi-ciwi, ini udah jam setengah sebelas malam. Kenapa masih ketawa-ketawa begini? Gak mau tidur kah kalian?" Tanya Rony yang baru saja selesai bebersih dan duduk di sebelah Salma."Loh Ron? Udah pulang? Kok aku gak denger kamu masuk?" Tanya Salma heran"Jelas gak denger, orang kamu sama Bibil asik ketawa-ketawa dari tadi. Aku bahkan masuk ke kamar dan mandi pun kamu gak denger?" Tanya Rony"Gak hehe, maaf ya. Kamu udah makan belum? Mau aku angetin lauknya?" Tanya Salma"Udah udah, aku udah makan kok sayang" Balas Rony"Ish, Abang dateng jadi gak asik deh suasana nya. Udah sana ih, jangan rebut Kak Caca. Kak Caca nanti tidur sama Bibil, Abang tidur di sofa" Ucap Nabila"Ck, apasih dek. Ini kan istri Abang, ya terserah Abang lah mau deket terus sama istri Abang" Balas Rony tak terima"Abang nih, kan Abang tiap hari udah sama Kak Caca. Bibil cuma weekend. Gantian kek, gamau ngalah banget sama adek" Ucap Nabila"Kamu juga udah dari tadi sore sama Kak Caca ya. Abang baru semenit udah di usir! Kamu kira Abang gak kangen apa sama istri Abang? Udah diem deh, orang kamu juga masih nonton film kan? Abang janji gak ganggu, udah sana lanjutin nontonnya" Omel Rony"Udah udah, kenapa jadi berantem sih? Hmm? Kalo masih berantem, mending aku tidur sendiri deh" Balas Salma"Ahhh jangan Kak Ca, tidur sama Bibil yaa. Biar Abang yang tidur sendiri" Rengek Nabila"Mangkanya diem, Kak Ca marah kan" Timpal Rony"Iya iya" Balas NabilaNabila, Salma dan Rony melanjutkan menonton film yang mereka putar. Dengan posisi Nabila di pinggir, Salma di tengah dan Rony di pinggir Salma sembari memeluk istrinya dan meletakkan wajahnya pada ceruk leher Salma yang masih tertutup hijab.Namun fokus Salma menonton film terganggu kala merasa Rony sedang menciumi lehernya dari balik kerudung. Rony mengendus-endus leher Salma dan menghirup aroma tubuh istrinya."Ron, geli" Lirih Salma"Kenapa sayang?" Goda Rony"Geli, jangan gini" Ucap Salma mencoba mendorong kepala Rony"Sayang, aku capek kerja seharian. Aku mau peluk kamu, biar tenaga ku kembali full" Rengek Rony"Ya jangan ngendus-ngendus gitu, geli" Balas Salma"Kamu wangi sayang, wangi nya kamu bisa bikin aku rileks" Balas RonySaat tengah berbincang, Salma merasakan Nabila tiba-tiba menyenderkan kepalanya pada bahu Salma"Eh eh? Lah, si Bibil tidur Ron" Ucap Salma kaget dengan kepala Nabila yang tiba-tiba menyandar pada bahu nya"Ck, ngrepotin kan nih bocil. Ini jadi abangnya yang susah harus mindahin dia" Gerutu Rony"Husssttt, sama Adeknya kok gitu sih Ron. Pindahin dulu gih ke kamar, aku masih belum ngantuk" Balas Salma"Ck, yaudah deh" Balas RonyRony lalu menggendong Nabila dan memindahkan ke kamarnya bersama Salma. Setelah menidurkan Nabila, Rony kembali menemui istrinya."Sayang, kamu belum ngantuk? Tumben sih?" Tanya Rony"Hmm gapapa sih belum ngantuk aja" Elak Salma"Beneran?" Tanya Rony curiga"Iya Ron" Balas Salma gugup"Habis minum kopi ya kamu? Hmm?" Ucap Rony"Hehe sedikit kok" Balas Salma"Kannnnnn, nakal kan. Kalo nanti asam lambungnya kumat gimana? Kamu di ajak Bibil ya ngopi di cafe bawah? Hmm? Iya kan?" Ucap Rony"Iya, kasian Bibil mupeng ice macchiato di cafe bawah. Jadi aku anterin deh" Balas Salma"Terus kamu pesen juga?" Tanya Rony"Hehehe" Balas Salma dengan cengirannya"Malah ketawa! Tapi udah makan belum tadi sebelum minum?" Tanya Rony"Udah kok" Balas Salma"Ca? Beneran?" Tanya Rony"Beneran Rony, aku udah makan kok. Kamu gausah khawatir ya" Balas Salma sembari mengusap lembut pipi RonyRony mengambil tangan Salma lalu di kecupnya."Aku cuma takut kamu kenapa-napa Ca, jangan nakal-nakal ih. Udah di bilang jangan minum kopi juga" Omel Rony"Iya iya, maaf yaa" Balas SalmaSalma tersenyum manis menatap Rony, Rony yang tak kuat melihat senyuman manis Salma pun dengan segera melahap bibir manis Salma. Rony bahkan menahan tengkuk leher Salma agar tak melepaskan ciumannya. Rony melumat bibir bawah dan atas Salma secara bergantian, dia bahkan mengigit bibir Salma karena merasa tak mendapatkan akses untuk masuk ke dalam mulut Salma.Ciuman Rony yang lembut, membuat Salma menikmati ciuman Rony. Perlahan dia bahkan membalas ciuman Rony. Rony menarik Salma ke atas pangkuannya. Hingga kini Salma duduk di atas pangkuan Rony dan berhadapan dengan suaminya. Posisi Salma sangat intim, dia bahkan bisa merasakan junior Rony sudah menegang berada di bawah miliknya.Rony mencoba menggerakkan tubuh Salma dan merasakan gesekan antara miliknya dengan milik Salma. Tak mendapatkan penolakan dari Salma, Rony semakin berani meremas kedua payudara Salma dengan kedua tangannya dari dalam piyama yang Salma gunakan."Eughh Ronn" Desah SalmaMendengar desahan Salma membuat mata Rony semakin berkabut. Dia mulai membuka kancing piyama Salma satu persatu, hingga menampakkan bra hitam milik Salma. Rony melapaskan ciumannya lalu menatap payudara Salma yang masih tertutup bra tepat berada di depannya."Jangan di liatin, malu" Lirih Salma menutup dada nya dengan kedua tangannya"Jangan di tutup sayang, aku mau lihat""Boleh kan sayang? Kalo aku minta hak ku sekarang? Aku udah gak tahan sayang" Ucap Rony dengan suara memberat"I - Iya" Balas Salma gugupMendengar jawaban Salma, Rony segera membuka piyama Salma dan melemparnya. Rony juga membuka kerudung Salma dan mulai menyesap leher serta dada mulus Salma. Tangannya mencari kaitan bra milik Salma sembari mulutnya terus bekerja menciptakan banyak kissmark pada leher dan dada Salma.Dan saat bra Salma berhasil terbuka, Rony bisa melihat dengan jelas payudara Salma yang berada tepat di depan wajahnya. Rony meremas dan mencium payudara Salma."Caca sayang, ini punya aku kan? Hmm? Indah banget sayang, punya kamu ternyata pas di tangan aku. Ini punya aku, gak ada yang boleh pegang selain aku ya yang" Racau Rony"Ihh iyaaahhh" Lenguh SalmaRony melahap habis kedua payudara Salma secara bergantian, memilin dan meremas dua gundukan Salma. Dengan posisi masih menyesap puting Salma bak seorang bayi yang tengah menyusu, Rony menggendong Salma menuju kamar yang berbeda dengan Nabila.Apartemen Salma dan Rony memang memiliki dua kamar di dalamnya, selama ini kamar depan milik Salma ia gunakan sebagai tempat menyimpan barang. Namun hari ini kamar itu akan beralih fungsi sebagai tempat bercinta bagi Salma dan Rony."Awsss Rony, sakittt ahhh" Teriak Salma"Tahan sayang, ini udah masuk setengah. Tahan bentar yaa" Ucap RonyHentakan terakhir Rony berhasil menerobos lubang sempit milik Salma. Air mata Salma luruh bersamaan dengan darah yang mengalir melewati junior Rony yang sudah tertanam dalam milik Salma."Maaf ya sayang, jangan nangis yaa. Ini udah masuk sayang, kamu udah jadi istri aku seutuhnya""Makasih ya udah jaga kehormatan kamu untuk aku, maaf ya sekali lagi. Sakit ya sayang" Ucap Rony menenangkan Salma sembari menghapus air mata Salma"Hiks hiks sakit Rony" Balas Salma"Maaf ya sayang, cup cup cup. Udah yaa, jangan nangis" Ucap Rony lalu mengecup kening SalmaSetelah memenangkan Salma, Rony perlahan memulai aksinya. Dari gerakan perlahan hingga kini gerakan Rony semakin tak tertahan."Sayang, ahhh kamu nikmat banget sayang! Aku bisa gila sayang ahhh" Desah Rony"Ahhh Ronyyhhh ahhh" Desah SalmaDesahan mereka saling bersautan, seakan lupa jika di kamar sebelah sedang ada Nabila yang menginap di apartemen mereka. Rony dan Salma sangat menikmati malam pertama mereka menjadi suami istri seutuhnya. Malam yang sangat panjang dan indah untuk Salma dan Rony."Ahhh" Desah Rony kala mendapatkan pelepasannya"Udah ya Ron, aku lemes, Udah capek banget" Balas Salma"Iya sayang, makasih ya buat malam ini. Kamu bener-bener hadiah paling istimewa di hidup aku""Maaf ya, aku gempur kamu semaleman. Kamu terlalu nikmat sayang, sampe aku susah berhentinya" Balas RonyApa yang dikatakan Rony memang lah benar, Rony sama sekali tak memberikan Jeda pada Salma. Setelah mendapat pelepasan, dia kembali mengulanginya hingga benar-benar merasa puas. Rony juga mencoba beberapa gaya yang dia tau untuk mendapatkan kepuasannya.Hingga tepat sebelum adzan subuh, dia baru saja menyelesaikan kegiatan bercinta nya dengan Salma. Namun bukannya usai, Rony justru mengajak Salma melanjutkannya di kamar mandi untuk mandi bersama sekaligus mandi besar.Selesai sholat subuh, Rony membantu Salma untuk kembali tidur. Salma benar-benar tak bisa berjalan akibat ulah Rony. Inti Salma sangat terasa sakit dan ngilu, membuatnya susah untuk sekedar berdiri.Rony yang merasa haus karena semalaman berolahraga bersama Salma memutuskan mengambil minum di dapur."Bang! Udah sholat subuh belum?" Sapa Nabila"Udah, kamu udah belum?" Tanya Rony"Udah kok""Kak Caca mana bang? Udah sholat belum?" Tanya Nabila"Ya udah lah, tiap hari kita jamaah sholatnya" Balas Rony"Ish kok gak ngajak kalo jamaah" Balas Nabila"Ya kirain Adek masih tidur" Balas Rony"Semalem Abang habis gituan ya sama Kak Caca?" Tanya Nabila asal"Heh! Gituan gimana? Ngapain nanya-nanya segala!" Omel Rony"Ya habisnya kalian berisik banget tau! Abang kira Bibil gak denger apa? Abang sama Kak Caca kek balapan teriak tau gak!! Kek orang berantem" Balas Nabila"Ya emang berantem dek, tapi berantem nya beda hahaha" Balas Rony"Ish kan bener! Kalian gituan ya? Ihhhh" Ucap Nabila kesal"Lah, ngapain kamu yang kesel? Abang sama Kak Caca kan udah nikah! Wajar lah begituan" Balas Rony"Ya kenapa pas ada Bibil disini sih! Kan tiap hari kalian berdua, kan bisa pas Bibil gak ada" Balas Nabila"Dek, kamu kan tau cerita Abang sama Kak Caca gimana? Malam ini Abang dan Kak Caca baru pertama kali lakuin itu. Setelah berjuang dapetin hati Kak Caca, akhirnya malam ini Kak Caca mau lakuin itu sama Abang""Abang minta maaf kalo kamu harus denger itu ya. Tapi jujur Abang juga kebawa suasana semalem, abang udah gak mikirin ada kamu atau gak karena Abang udah seneng banget Kak Caca mau lakuin itu sama abang""Sekarang pernikahan Abang dan Kak Caca jadi sempurna dek. Kak Caca udah jadi istri Abang seutuhnya. Adek ngerti kan? Abang minta maaf ya kalo semalem ganggu tidur Adek karena suara berisik Abang dan Kak Caca" Ucap RonyNabila memang paham mengenai hubungan Rony dan Salma. Rony selalu berbagi cerita dengan adik kecilnya itu, karena dia juga meminta bantuan Nabila agar Salma bisa membuka hati dan mencintainya."Ya Allah Abang? Maafin Bibil yaa. Bibil lupa Abang, tapi Bibil seneng kalo akhirnya Kak Caca bisa terima Abang jadi suaminya sekarang. Bahagia terus ya bang, jagain Kak Caca, jangan sakitin dia. Dia cewek baik-baik bang""Semoga Bibil segera dapet ponakan ya bang" Ucap Nabila memeluk Rony"Makasih ya adekku yang cantik. Makasih atas pengertiannya dan bantuannya selama ini. Abang yakin, kak Caca juga mau terima ajakan Abang karena Adek yang bantuin Abang selama ini""Jadi nanti sore atau malem kita hangout ya bertiga. Abang mau belanjain Adek sepuasnya" Balas Rony"Beneran bang? Yeayy""Tapi kenapa sore sih bang? Siang aja yuk" Balas Nabila melepaskan pelukannya"Jangan, Kak Caca pasti capek begadang semaleman Abang gempur hehe. Kamu pasti paham lah, kan Adek Abang udah kuliah udah gede" Ucap Rony"Oh iya yah, kan kata orang kalo pertama kali katanya sakit ya bang? Kasian kak Caca, besok aja deh gapapa bang" Balas Nabila"Beneran? Tapi kalo nanti malem kak Caca nya udah baikkan, gapapa ntar malem aja sekalian malam mingguan ya" Ucap Rony"Okee bos" Balas Nabila"Eh bentar-bentar, Adek denger dari siapa kalo pertama kali itu sakit?" Tanya Rony"Kata temen-temen, kan temen bibil juga udah ada yang nikah bang. Yang gak nikah tapi udah begituan sama pacarnya aja banyak" Balas Nabila"Heh! Kamu awas ya ikut temen-temen kamu yang gak baik! Gaboleh loh dek! Inget dosa! Kamu boleh ngelakuin itu cuma sama suami kamu nanti! Ngerti!" Tegas Rony"Iya bang, Bibil juga ngeri setelah denger Kak Caca teriak-teriak semalem sama Abang. Keknya sakit banget yaa" Ucap Nabila asalBukan sakit dek, tapi keenakan hahaha *batin Rony"Iya sakit banget! Makanya jangan aneh-aneh, nanti aja sama suami kamu. Walaupun sakit harus di lakuin karena itu kewajiban! Kalo gak adek nanti yang dosa" Balas Rony menakuti Nabila"Iya Abang, Bibil ngerti kok" Balas Nabila"Good girl""Yaudah bobo lagi sana, Abang juga mau bobo lagi. Capek habis begadang hehe" Balas Rony"Ck, gak seru nginep kali ini. Kak Caca lebih milih tidur sama Abang dari pada sama Bibil" Ucap Nabila kesal"Ya salah siapa semalem tidur duluan, sampe Abang yang harus gendong kamu ke kamar. Ya akhirnya Kak Caca Abang rebut lah hahaha" Ledek Rony"Ish nyebelin! Awas aja, nanti Kak Caca Nabila kekepin pokoknya. Abang gaboleh nyentuh sedikit pun" Ucap Nabila lalu membanting pintu kamarnya"Astaghfirullah, kenapa malah saingan sama Adek sendiri begini yaa. Ini baru adek, belum ntar kalo udah ada anak nih. Makin susah sih Deket sama istri sendiri. Hadeuhh" Monolog Rony***Malam ini adalah malam dimana Rony dan Salma mengadakan resepsi pernikahan setelah pagi harinya mereka melangsungkan akad nikah lagi untuk pengesahan secara negara.Di tengah acara, Jasmine datang dan membuat keributan pada pesta pernikahan Salma dan Rony."Rony jahat!! Dia udah janji mau nikahin saya! Dia juga udah tidurin saya berkali-kali tapi malah nikah sama perempuan lain! Dia jahat hiks hiks hiks" Teriak Jasmine"Mas?" Tanya Salma tak percaya dengan mata yang berkaca-kaca"Sayang, please jangan percaya sama dia. Dia bohong sayang, mas gak pernah tidur sama dia, mas gak pernah nyentuh cewek lain" Ucap Rony memohon"Tapi kenapa dia jadi seberani itu kalo kamu gak pernah ngapain-ngapain dia mas!" Sentak Salma"Mas berani sumpah! Mas gak pernah sedikit pun nyentuh dia, tolong percaya sama mas sayang. Dia cuma mau ngancurin rumah tangga kita" Balas RonySemenjak malam itu, Salma memang belajar memanggil Rony dengan sebutan Mas. Dia ingin lebih menghormati suaminya dengan sebutan Mas, dan agar terdengar lebih sopan dan lembut tentunya."Jangan percaya sama dia Salma! Kalo lu beneran cewek! Tinggalin dia! Dia udah hamilin gue! Seharusnya dia tanggung jawab sama gue! Bukan malah nikah sama lu!" Teriak JasmineSetelah Jasmine berteriak seperti itu, kini justru tayang sebuah rekaman dimana terlihat Jasmine memasuki hotel dengan seorang pria paruh baya. Setelah itu, rekaman berganti video dimana terlihat Jasmine sedang berbincang dengan seseorang pria yang sama sembari menangis. Percakapan Jasmine yang terdengar adalah Jasmine tengah meminta pertanggungjawaban pada pria tersebut karena telah menghamili nya.Jasmine juga membentak pria paruh baya tersebut karena dia tak ingin bertanggung jawab. Dia tidak ingin keluarga nya hancur jika dia harus menikahi Jasmine, dan berakhir pria tersebut meninggalkan Jasmine.Jasmine benar-benar malu saat rekaman itu di putar. Jasmine yang sudah kepalang malu langsung berlari keluar dari gedung resepsi pernikahan."Mas" Ucap Salma"Mas kan udah bilang sayang, percaya sama mas. Mas gak pernah nyentuh wanita selain kamu. Mas gamau sayang, mas punya adik perempuan. Mas gak mungkin mainin perempuan" Balas Rony"Maaf mas, maafin aku" Balas Salma menangis pada pelukan Rony"Udah udah ya yang, jangan nangis. Sekarang kita harus senyum buat nyapa tamu" Ucap Rony"Kamu gak marah sama aku mas?" Tanya Salma"Marah, dan nanti malem mas mau hukum kamu. Biar kamu gak kebiasaan percaya sama omongan orang! Harus percaya sama suami! Ngerti" Omel Rony"Iya mas, maaf" Balas Salma pasrahTernyata yang memutar video tadi adalah Nabila dan Paul. Nabila yang tak sengaja bertemu dengan Jasmine dan pria tersebut berniat merekam kejadian itu agar bisa membuat wanita itu jauh dari abangnya, namun ternyata video itu jauh lebih bermanfaat dari sekedar membuat Jasmine jauh dari abangnya.Sedangkan Paul memang merekam Jasmine dan mengirimkannya pada Rony malam itu. Niat Paul hanya menggoda Rony dan mengatakan bahwa Jasmine selingkuh dari Rony dengan pria yang lebih tua. Ternyata video itu juga bermanfaat untuk membongkar niat jahat Jasmine malam ini. Hingga akhirnya Jasmine tak berhasil merusak hubungan pernikahan Rony dan Salma. Justru dia sekarang tengah malu karena kelakuannya di bongkar di depan banyak orang.***Terhitung sudah satu tahun mereka menikah, kini Rony baru menyelesaikan rumah yang selama ini dia bangun untuk nya dan Salma tinggali. Salma juga tengah mengandung anak Rony dan kini usia kandungannya baru berjalan tujuh bulan."Sayang, sementara kamar kita di bawah dulu ya sampe dedek lahir. Biar kamu gak naik turun tangga. Nanti Mama biar disini aja dulu sampe kamu melahirkan atau mau tinggal disini selamanya juga boleh. Rumah kita besar kok" Ucap Rony"Makasih ya mas, kaya nya Mama yang gak akan mau mas. Disana kan banyak kenangan Papa, Mama pasti berat ninggalin rumah dan Kakak sendirian di sana" Balas Salma"Yaudah, kalo gitu untuk sementara aja biar Mama bisa bantuin kamu ya setelah lahiran" Balas Rony"Iya mas" Balas Salma"Aku gak nyangka deh mas, padahal kita dulu cuma tetangga yang tiap hari kerjaannya berantem Mulu. Eh tiba-tiba sekarang tinggal serumah, mana udah mau punya anak lagi" Ucap Salma"Hahaha iya yah. Tapi emang dari awal sih mas udah ngincer kamu buat di jadiin istri sayang. Gatau kenapa, mas yakin aja kamu jodoh mas" Balas Rony"Dih, ngincer gimana orang tiap hari aja kerjaannya ngajak berantem gitu" Balas Salma"Mana ada? Orang kamu aja ya yang tiap hari sensi Mulu tiap liat mas. Mas diem doang di pintu aja kamu udah marah dulu yang" Ucap Rony"Hahahaha iya lagi! Soalnya muka mas tuh ngeselin banget dulu! Mana tiap pagi selalu aja, kamu ada di pintu tiap aku mau kerja. Kan ngagetin" Balas Salma"Ya itu cara mas biar di notice sama kamu, mas mau nunjukkin perhatian mas sama kamu. Niat mas mau anterin kamu kerja kek, cari sarapan bareng kek. Tapi selalu aja kena semprot duluan" Ucap Rony"Hahahaha lucu banget sih, jahat banget ya aku dulu sama mas. Maafin Ibu ya ayah, udah jahat sama ayah dulu hahaha" Balas Salma