Mantan Sahabat
Teen
08 Feb 2026

Mantan Sahabat

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-08T070558.078.jfif

download - 2026-02-08T070558.078.jfif

08 Feb 2026, 00:06

download - 2026-02-08T070556.894.jfif

download - 2026-02-08T070556.894.jfif

08 Feb 2026, 00:06

Mantan Sahabat

"Ck, Lian! Mikir! Jangan main games terus!!!" Omel Salsa

"Mikir apaan sih Sa? Udah lah pasrah aja kita" Balas Lian

"Pasrah apaan? Nikah sama lo? Gue gamau Liannnn!!! Ayo lah bantu mikir, gimana caranya batalin perjodohan ini!" Balas Salsa

"Mager mikir gue, lo aja deh. Gue sibuk" Balas Lian

"Anjing lo emang! Main games aja lo bilang sibuk!"

"Emang lo gak kasian sama pacar lo? Lo punya pacar Lian, lo emang gamau nikah sama dia? Ayolah" Balas Salsa

"Kalo bisa punya dua istri, kenapa harus satu kan" Ucap Lian

Salsa melembar bantal tepat di wajah Lian

"Anjing Sasa!!! Gue kalahhhh! Bangke lo emang ya!" Ucap Lian

"Lo yang bangke! Omongan lo kek anjing banget tau gak!" Balas Salsa

"Apasih Sa? Kenapa? Marah-marah mulu lo" Ucap Lian yang sudah meletakkan ponselnya

"Bantuin gue mikir! Gimana caranya bebas dari perjodohan ini Lian! Gue gamau nikah sama lo!" Ucap Salsa

Lian menghela nafasnya, lalu menarik Salsa untuk duduk di dekatnya

"Gak ada cara lain Sa, ini kan yang minta bokap lo. Lo gak lupa kan kalo ayah punya penyakit jantung? Kalo sampe ayah kenapa-kenapa karena penolakan lo gimana? Lo tega?" Tanya Lian

"Ya kenapa harus nikah si Li? Gue yakin ayah pasti sehat, ayah pasti bisa nikahin gue sama pria pilihan gue nanti" Balas Salsa

"Lo aja sekarang jomblo, kapan lo nikahnya coba" Ucap Lian

"Ck, kok lo santai banget sih? Lo kan punya pacar, kenapa mau terima perjodohan ini?" Tanya Salsa kesal

"Karena gue lebih sayang ayah daripada pacar gue. Lo gatau rasanya kehilangan ayah Sa, dan selama ini ayah udah sayang banget sama gue. Gue gak kehilangan peran ayah dari ayah lo. Makanya gue terima permintaan beliau untuk jagain lo dan Bunda" Balas Lian

"Terus? Lo mau putusin pacar lo?" Tanya Salsa

"Ya gak lah, enak aja. Pacar gue cantik banget itu, masa gue putusin gitu aja" Balas Lian

"Ck, brengsek emang" Balas Salsa

"Sa, kita senengin ayah dengan pernikahan ini. Setelah nikah, kita bisa tetep jalanin kehidupan kita masing-masing kan"

"Kita pura-pura di depan Ayah, Bunda dan Mama. Dibelakang mereka kita urus kehidupan kita masing-masing. Lo sama hidup lo, begitu pun gue. Gue gak akan larang lo pacaran sama siapapun, dan sebaliknya lo juga gaboleh ngelarang gue untuk berhubungan sama cewek gue. Gimana?" Tanya Lian

Salsa nampak memikirkan tawaran Lian

"Oke, boleh! Tapi janji ya, kita gaboleh ada perasaan satu sama lain! Pernikahan kita juga hanya berjalan selama ayah berobat. Kalo ayah udah sembuh, kita bisa cerai" Ucap Salsa mengulurkan tangannya

"Oke, deal" Balas Lian menyambut uluran tangan Salsa

Salsa dan Lian adalah sepasang sahabat yang tinggal bersebelahan. Sejak kecil mereka bersama, hingga kini usia mereka sudah dua puluh tahun.

Sejak SD sampai kuliah, mereka selalu bersama. Hingga saat ini mereka hanya berbeda jurusan namun tetap satu kampus yang sama.

Namun, beberapa hari ini keduanya dikejutkan dengan permintaan Ayah Salsa yang tiba-tiba menjodohkan mereka. Ayah Salsa mengidap penyakit jantung, dan ayah Salsa takut jika sewaktu-waktu ia pergi namun belum bisa melihat Salsa menikah.

Ayah Salsa pun menjodohkan sepasang sahabat itu dan memohon agar mereka menyetujui perjodohan itu. Padahal, Lian tengah memiliki kekasih dan Salsa tau itu. Bagaimana pun Salsa dan Lian sama-sama tak memiliki perasaan satu sama lain.

Meskipun berat, Lian tetap menyetujui perjodohan itu karena ia tak ingin mengecewakan Ayah Salsa, Bunda Salsa dan Mamanya sendiri. Keluarga Salsa sudah sangat baik pada Lian, Lian bahkan bisa berkuliah karena kebaikan ayah Salsa.

***

Lian menyenggol lengan Salsa yang nampak murung di sebelahnya

"Ck, apasih Li! Lo bisa diem gak sih!" Omel Salsa

"Sa, ini kan malam pertama kita. Masa diem-dieman doang begini" Ucap Lian

Lian dan Salsa memang sudah menikah pagi hari tadi. Mereka berdua kompak agar pernikahan keduanya diadakan secara sederhana saja.

Lian dan Salsa pun hanya mengundang sahabat dekat mereka, tanpa ada teman-teman kampusnya lagi yang tau soal pernikahan Salsa dan Lian.

"Ya terus? Lo berharap apa ege!" Balas Salsa

"Hhmm, ya gituan" Balas Lian

"Gituan? Maksud lo?" Tanya Salsa bingung

"Ya melakukan hubungan selayaknya suami istri Sasa. Masa gitu aja gak ngerti" Balas Lian

"Awsss Sasaaaa, sakit begooo" Rintih Lian ketika Salsa menggigit lengannya

"Ya biar lo sadar! Lo sendiri ya yang bilang, pernikahan ini hanya sandiwara di depan ayah, bunda dan Mama! Enak bener muncung lo bilang kita harus begituan! Gak!!!" Omel Salsa

"Yeuh, apa salahnya? Latihan kali, biar nanti kalo lo nikah beneran, lo udah jago muasin suami lo" Balas Lian

"Gila! Lo beneran gila! Minggir lo, gausah deket-deket gue!" Omel Salsa

Salsa tidur memunggungi Lian dan sedikit menjauh dari Lian

"Gabaik tau tidur munggungi suami" Lirih Lian

"Bodo amat! Kalo lo suaminya, halal buat di punggungi tiap malem! Mesum soalnya!" Balas Salsa

"Yeuh, asal lo tau ya Sa. Semua laki-laki itu dasarnya mesum! Mau sealim apapun mereka, pikirannya tetep tete' sama selangkangan" Ucap Lian

"Lo aja itu! Gausah sama-samain sama yang lain" Balas Salsa

"Ish, di kasih tau malah gak percaya" Ucap Lian sembari mencoba mendekati Salsa

"Bodo amat, gue mau tidur" Balas Salsa

"Oke, selamat tidur istri" Ucap Lian yang sudah memeluk Salsa dari belakang

"Liannnn!!! Minggir gak!! Iihhhh ngapain sih pel - "

Lian membekap mulut Salsa dengan tangannya agar tak berteriak

"Jangan teriak-teriak Sa! Ntar di kira gue ngapa-ngapain lo!" Balas Lian

"Ya emang lo ngapa-ngapain gue bangke! Minggir!" Omel Salsa

"Yaelah, cuma meluk doang itu! Gak di apa-apain! Orang dulu pas kecil kita juga sering mandi bareng tuh, gak masalah" Balas Lian

"Jangan samain bego! Sekarang udah gede!" Ucap Salsa

"Apanya? Tete lo? Liat donggg, atau gak, pegang aja deh pegang" Balas Lian

Salsa yang sudah kepalang kesal, memukul Lian dengan bantal

"Lo pergi dari sini atau gue beneran teriak ya Li!" Omel Salsa

"Gabisaa wleee"

"Yang pertama ini kamar gue, dan yang kedua meskipun lo teriak orang-orang juga gak bakalan marah sama gue karena gue suami lo, gue berhak ngapa-ngapain lo, wlee" Ledek Lian

"Anjingggg! Gak gini perjanjiannya Lian!!!" Bentak Salsa

"Ya emang, kan perjanjiannya kita cuma gaboleh ikut campur urusan kita masing-masing. Gak ada ya dalam perjanjian, kita gaboleh bersentuhan fisik, jadi gue bebas hahaha" Ucap Lian

"Anjing lo emang!" Balas Salsa kesal lalu kembali memunggungi Lian

Lian tertawa sangat puas setelah berhasil menggoda Salsa, rasanya sebentar lagi hidupnya akan jauh lebih bahagia karena bisa menggoda sahabatnya setiap detik.

***

"Lian, Salsa" Ucap Ayah Salsa

"Iya yah?" Balas Salsa dan Lian

"Ini sudah dua bulan kalian menikah, apa Sasa belum hamil nak?" Tanya Ayah Salsa

"Hamil?" Ucap Salsa dan Lian bersamaan

Gimana mau hamil yah, orang belum Lian apa-apain. Baru di sentuh dikit udah ngamuk anak ayah *batin Lian

Bisa-bisanya ayah nanya beginian sih, Sasa gak pernah ngapa-ngapain sama Lian ayahhh *batin Salsa

"Ayah tanya loh, kenapa malah ngelamun kalian berdua" Ucap Ayah Salsa

"Maaf yah, tapi Lian dan Salsa memang belum terlalu memikirkan soal anak. Kita kan masih kuliah yah" Balas Lian

"Ya kuliah kan gak di larang meskipun hamil Li. Ayah udah gak sabar pengen gendong cucu" Ucap Ayah Salsa

"Tapi yah - "

"Ini ayah dan bunda sudah siapkan tiket honeymoon untuk kalian berdua minggu depan. Kalian sudah libur semester kan minggu depan? Jadi bisa langsung berangkat ya" Ucap Bunda Salsa memotong ucapan Salsa

"Hah? Honeymoon? Buat apa yah? Gaperlu ah" Balas Salsa

"Kok gak perlu? Perlu dong! Siapa tau kamu dan Lian malu kalo suara kalian kedengeran ayah dan bunda atau Mama"

"Jadi lebih baik kalian puas-puasin main di Bali, mau teriak-teriak pun bebas. Jadi nanti pulang-pulang udah ada Lian junior di perut kamu Sa" Ucap Bunda Salsa

Tanpa sadar, Lian tersenyum mendengar ucapan Bunda Salsa. Lian membayangkan jika ia bisa memiliki anak dengan Salsa, pasti lucu sekali

"Gimana Li? Kamu mau kan?" Tanya Bunda Salsa

"Mau Bund" Balas Lian semangat

Salsa membulatkan matanya lalu menatap tajam ke arah Lian

"Tuh, Lian aja mau! Sasa harus nurut sama suami" Ucap Ayah Salsa

"Tuh, nurut sama suami" Ledek Lian

"Ck, terserah deh" Balas Salsa pasrah

Setelah makan malam, kini mereka sudah berada di dalam kamar. Salsa meminta Lian duduk di ranjang, dan ia berdiri di hadapan Lian

"Kek mau di sidang gue" Ucap Lian

"Emang! Gue emang mau nyidang lo!"

"Mulut lo kenapa seenteng itu sih bilang mau sama Bunda? Lo kenapa gak tanya dulu sama gue? Hah!" Omel Salsa

"Ya kenapa? Liburan ke Bali, masa gue tolak" Balas Lian

"Anjir! Lo tau kan, serandom apa orang tua gue? Lo mikir gak, nanti disana kita pasti di siapin villa-villa kek orang honeymoon! Dan itu gak banget Liannnnn!!" Omel Salsa

"Sasa bego, gue mau tanya deh sama lo? Emang yang lo takutin apa? Disini kita juga udah sekamar dari dua bulan lalu, ada gue ngapa-ngapain lo? Gak kan? Terus apa bedanya sama nanti di Bali? Santai aja sayang, kita liburan berdua, oke" Ucap Lian

Salsa menoyor kepala Lian lumayan kencang

"Heh! Sakit ege!" Ucap Lian

"Gue perjelas ya! Pertama, lo bilang gak pernah ngapa-ngapain gue? Lo sering ya remes-remes tete gue kalo gue udah mau tidur! Lo juga cubit-cubit bokong gue! Lo sering grepe-grepe gue Lian!!!"

"Yang kedua! Jangan panggil gue sayang! Najis gue dengernya!!!" Omel Salsa

"Hahahaha abisnya lo gemesin tau, ternyata lo itu semok, montok, seksi deh kalo udah ganti pake baju tidur. Ya jangan salahin tangan gue kalo dia kemana-mana, lagian cuma grepe-grepe Sa. Sama suami sendiri, gaboleh pelit" Balas Lian

"Ck, ngomong sama lo itu percuma! Lo emang gapunya otak" Ucap Salsa lalu hendak pergi meninggalkan Lian

Namun tangan Lian dengan cepat menarik Salsa hingga gadis itu terjatuh dalam pangkuan Lian

"Anjing! Lo ngapain sih Li!" Omel Salsa

"Jangan marah-marah terus! Lo makin jelek kalo marah" Ucap Lian sembari memeluk Salsa

"Ck, bodo amat! Lepasin gue!" Balas Salsa

"Jangan banyak gerak Sa, lo nyenggol punya gue ini. Kalo dia bangun, lo mau tanggung jawab?" Tanya Lian

"Lian, sumpah ya! Kita udah sahabatan dari kecil, tapi kenapa gue baru tau kalo lo semesum ini? Hah? Lo mesum banget Liannnnn" Rengek Salsa

"Hahaha ya karena sekarang lo bukan cuma sahabat gue, tapi istri gue juga. Jadi gue bebas mesumin lo" Ledek Lian

Salsa segera berontak dan pergi dari pelukan Lian. Salsa menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut agar Lian tak mendekat padanya. Sedangkan Lian tertawa puas melihat Salsa yang ketakutan padanya, menjahili istrinya memang sangat menyenangkan.

***

"Lian, bisa anterin gue bentar gak? Motor gue lagi di bengkel" Ucap Salsa

Salsa terpaksa menghampiri Lian yang tengah berada di kantin bersama kekasihnya. Ia sudah tak tau lagi hendak meminta bantuan pada siapa karena Nabila sahabatnya telah pulang bersama kekasihnya

"Ck, lo gak liat kita makan? Ganggu banget sih lo!" Ucap Amel

Amelia sendiri adalah kekasih Lian, Amel tau jika Salsa adalah sahabat dari Lian. Namun ia tetap tak menyukai Salsa karena ia menganggap Salsa sebagai pengganggu di hubungannya dan Lian.

"Sayang, gaperlu marahin Sasa dong. Kan dia cuma minta tolong" Ucap Lian

"Ck, gue cuma minta tolong! Gausah sewot dong" Timpal Salsa

"Kamu lagi makan Li, kamu mau pergi? Ninggalin aku makan sendirian?" Tanya Amel tanpa mempedulikan Salsa

"Gue bisa nunggu kok, kalian makan aja dulu" Ucap Salsa

"Ganggu banget sih, kalo lo nungguin sama aja, kita makannya jadi buru-buru!" Balas Amel

"Sorry Sa, lo naik taksi kek atau naik ojek aja. Gue kan lagi makan sama Amel" Ucap Lian

Entah mengapa, penolakan Lian kali ini membuat Salsa sangat kesal pada Lian.

"Oke! Sorry ganggu!" Ucap Salsa

Saat Salsa hendak pergi dengan kekesalannya, tiba-tiba ia menabrak seseorang

"Eh maaf"

"Sasa?" Ucap Zio

"Eh Zi, maaf, gue gak lihat-lihat, jadi nabrak lo" Ucap Salsa

"Gapapa, harusnya gue yang minta maaf udah nabrak lo" Balas Zio

"Gapapa Zi, kita sama-sama salah" Balas Salsa tersenyum manis

Zio mengusap rambutnya saat melihat senyuman Salsa, dan tingkah Zio terlihat sangat jelas oleh Lian. Lian paham jika Zio memang menyukai Salsa

"Lo lagi mau makan ya sama Lian?" Tanya Zio

"Gak kok, dia kan sama pacarnya"

"Gue mau pulang Zi" Balas Salsa

"Naik apa? Mau gue anter?" Tanya Zio

"Wah, kebetulan banget. Gue emang lagi butuh tebengan ke bengkel, motor gue rusak Zi. Lo bisa anterin gak?" Tanya Salsa

"Kan gue bilang, lo naik taksi atau ojek aja! Ngapain minta anterin dia!" Ucap Lian

"Terserah gue lah! Ngapain lo ngatur-ngatur! Zio aja gak keberatan, iya kan Zi?" Tanya Salsa

"Dengan senang hati, yuk Sa sama gue aja" Balas Zio

"Okee, yuk" Balas Salsa

Lian menahan kesal saat melihat Salsa dan Zio pergi bersama. Rasanya sangat aneh, saat melihat Salsa terlihat dekat dengan Zio. Padahal dulu, Lian sama sekali tak peduli saat Salsa dekat dengan siapapun.

Malam harinya, Lian masih terus mondar mandir di dalam kamarnya menunggu kehadiran Salsa. Sejak sore hingga malam, istrinya itu tak kunjung pulang dan membuat Lian khawatir

Dan saat mendengar sebuah mobil datang, Lian ingin sekali keluar namun ia ingat jika tak ada yang boleh tau tentang pernikahannya dan Salsa. Tangan Lian mengepal saat melihat istrinya tersenyum manis pada lelaki lain di luar rumah. Perasaannya kesalnya semakin bertambah pada Salsa

"Dari mana aja lo? Gue telpon gak di angkat, wa gak di bales! Ngapain hp lo gak di aktifin? Hah!" Tegas Lian

"Apaan sih, dateng-dateng ribut! Orang tua gue aja santai, ngapain lo yang ribet" Balas Salsa santai

"Ck, gue khawatir sama lo! Dari sore sampe malem gak pulang-pulang! Kalo lo di apa-apain sama bocah ingusan itu gimana!" Tegas Lian

"Dih, makanya gausah suudzon mulu sama orang! Zio mah baik, gak mungkin dia macem-macem sama gue!" Balas Salsa

"Belain aja terus! Udah salah, gamau minta maaf! Malah belain cowok lain!" Tegas Lian

"Salah gue dimana, gue tanya? Emang selama ini lo pergi ngedate sama pacar lo sampe malem? Ada gue ngurusin lo? Marah-marahin lo kalo pulang malem? Gak kan?"

"Lagian yang tadi gamau nganterin gue siapa? Lo kan? Sekarang ngapain bersikap seolah-olah gue salah? Karena lo khawatir? Gue gak butuh di khawatirin lo!"

"Inget perjanjian kita Lian, kita tetep hidup masing-masing! Gausah ikut campur sama kehidupan satu sama lain!" Tegas Salsa

"Anjing lo ya! Lo emang gak pernah ngerti!" Tegas Lian

"Gue yang gak ngerti, atau lo?"

"Udah lah, gue males debat! Gue capek! Gue mau tidur di kamar gue aja!" Ucap Salsa lalu keluar dari kamar Lian

"Arghh! Anjing emang si Sasa!" Teriak Lian sembari mengusap wajahnya

***

Keesokan paginya, Lian yang masih mengharap Salsa meminta maaf padanya justru kembali di buat kaget saat Lian melihat Salsa di jemput oleh Zio. Lian segera menghadang dan menarik tangan Salsa

"Sasa berangkat sama gue aja" Ucap Lian

"Ck, apaan sih lo! Gue udah janjian sama Zio, lepas!" Balas Salsa

"Di suruh ayah, bareng sama gue!" Tegas Lian

"Gausah bohong lo, ayah gak bilang apa-apa sama gue!" Balas Salsa

"Lagian lo kenapa sih bareng dia mulu! Motor lo mana? Katanya kemarin mau ambil ke bengkel!" Ucap Lian

"Motor gue masih lama di bengkel karena rusaknya lumayan parah! Jadi selama motor gue di bengkel, Zio udah janji mau anter jemput gue! Jadi gue gak perlu repot ngemis-ngemis sama lo untuk anterin gue!"

"Daripada lo gangguin gue, mending lo jemput aja sana pacar lo! Ntar ngamuk, ribet kan!" Ucap Salsa ketus

"Gak, Amel berangkat sendiri kok. Ayo bareng gue aja" Balas Lian

"Udah Sa, gapapa kalo kamu mau bareng Lian" Ucap Zio

"Eh, gak! Apaan sih, aku bareng kamu aja. Kasian kamu udah jauh-jauh jemput aku, masa aku sama dia sih. Yuk, udah biarin aja" Balas Salsa menghempas tangan Lian dan masuk ke mobil Zio

"Ck, brengsek! Pake aku kamuan segala! Emang mereka pacaran? Anjing, kenapa gue kesel banget sih tiap liat mereka! Gak mungkin kan gue suka sama si Sasa! Gak, Gak mungkin banget! Gue itu sayang sama Amel, gue gak mungkin suka sama Sasa!" Monolog Lian

Selesai kelasnya, Lian segera mencari Salsa. Lian tau jadwal kelasnya dan Salsa hari ini sama, ia hendak mengajak perempuan itu pergi untuk makan.

"Hay Sayang, kita ke mall yuk" Ucap Amel yang langsung merangkul lengan Lian

"Gabisa sayang, hari ini aku mau anterin Sasa ke Mall. Dia - "

"Sasa lagi, Sasa lagi! Kamu tuh, Sasa Sasa terus! Pacar kamu Sasa atau aku sih!" Ucap Amel

"Ya kamu dong sayang, tapi kan - "

"Gak ada tapi-tapian! Ayo ke mall sekarang!" Tegas Amel

Lian menghela nafasnya, rencananya harus gagal karena Amel

"Yaudah, ayo" Balas Lian

Saat Lian dan Amel menuju parkiran, netranya menangkap sosok yang ia cari sejak tadi. Lian berpapasan dengan Salsa yang hendak masuk ke dalam mobil Zio

"Mau kemana lagi lo?" Tanya Lian

"Bukan urusan lo!" Balas Salsa

"Jangan pulang malem-malem! Gue aduin ayah lo ya!" Ancam Lian

"Bodo amat!"

"Daripada ngurusin gue, mending urusin aja nih cewek lo! Matanya melotot mulu sama gue, gak takut copot tuh mata!" Ucap Salsa

"Anjing! Berani lo ya!" Balas Amel

"Ngapain takut sama lo? Gak banget!"

"Ayo Zi, kita pergi aja yuk" Ucap Salsa

"Iya, ayo"

"Li, Mel, duluan" Ucap Zio

Lian tak menjawab, ia benar-benar muak melihat kedekatan Salsa dan Zio.

"Sahabat kamu tuh ya, kurang ajar banget tau gak! Aku belum selesai ngomong, main pergi-pergi aja" Omel Amel

"Udah lah Mel, aku capek denger kamu ribut terus sama Sasa!"

"Ayo, jadi ke Mall atau gak?" Tanya Lian kesal

"Jadi lah, yuk" Balas Amel

Lian menghela nafas menahan kekesalannya, ia pun terpaksa menuruti permintaan kekasihnya untuk pergi ke Mall. Tetapi pikirannya tetap tertuju pada istrinya yang tengah pergi dengan laki-laki lain.

***

"Sa! Tidur! Udah malem!" Tegur Lian

"Iya, bentar. Lo tidur aja dulu" Balas Salsa

"Ck, taro gak hp lo! Tidur! Lagian chattingan sama siapa sih, jomblo aja sok sibuk!" Balas Lian

"Otw gak jomblo" Balas Salsa

Mata Lian membulat sempurna mendengar jawaban Salsa

"Maksud lo?" Tanya Lian

"Iya, doain aja bentar lagi gue jadian" Balas Salsa

"Ck, lo itu udah ngantuk! Mending tidur daripada halu" Balas Lian

"Yeuhh, siapa yang halu. Orang beneran, gue lagi deket sama Zio. Bentar lagi juga gue jadian sama dia" Ucap Salsa

"Gak! Gaboleh!" Balas Lian

"Apaan sih, ngapain lo larang-larang gue?" Tanya Salsa

"Zio itu gak baik buat lo, dia itu playboy! Sering bolos kampus! Suka mabuk-mabukan! Dia itu brandalan!" Omel Lian

"Itu mah elo kali! Udah tau Zio ketua bem. Selama ini juga dia di kenal berprestasi, kalo masalah cewek sih, emang banyak lah yang suka sama dia, termasuk gue. Tapi yang di respon cuma gue hehe" Balas Salsa

"Yakin cuma lo doang yang di respon? Cowok kek gitu udah pasti banyak ceweknya!" Balas Lian

"Ya gapapa sih, jadi yang ke berapa juga asal sama Zio" Balas Salsa

Jawaban Salsa benar-benar membuat Lian semakin kesal

"Anjing lo! Bisa-bisanya jawab kek gitu! Gue aduin ayah lo yah, lo - "

Cup

Salsa mencium pipi Lian dan seketika membuat Lian terdiam

"Jangan berisik, gue ngantuk mau tidur. Kalo mau ceramah, besok aja ya suami ku sayang" Ucap Salsa sembari tersenyum manis

Namun perlakuan Salsa semakin membuat Lian yakin jika istrinya itu tengah jatuh hati pada Zio. Salsa menjadi random dan sering tersenyum tidak jelas saat ini

"Lian, engappp! Lo erat banget sih meluknya!" Omel Salsa

"Bodo amat!" Balas Lian

Bukan hanya memeluk erat Salsa, Lian juga berkali-kali mencium wajah Salsa. Lian hanya melampiaskan kekesalannya pada gadis itu, dan rasanya ingin sekali Lian mengatakan pada dunia bahwa Salsa adalah istrinya, namun ia tak bisa melakukannya.

"Lian! Diem gak!" Omel Salsa sembari berbalik menatap Lian

Lian tak menjawab, laki-laki itu justru mengunci tatapan Salsa dan perlahan mengikis jarak diantara mereka. Bibir Lian berhasil mendarat dengan sempurna pada bibir Salsa, Lian diam dan menunggu respon Salsa. Dan ternyata istrinya itu hanya diam, membuat Lian melanjutkan aksinya melumat bibir Salsa

Tak kunjung mendapatkan balasan, Lian menggigit bibir Salsa hingga membuat gadis itu kesakitan. Tanpa menunggu lama, lidah Lian masuk dan merasakan setiap inchi mulut istrinya untuk pertama kali.

Tangan Lian mulai tak tenang, perlahan tangannya masuk ke dalam baju tidur Salsa dan meremas kedua dada Salsa bergantian. Lian tersenyum saat merasakan ternyata Salsa tak memakai bra. Tangannya semakin bebas memainkan puncak Dada Salsa, hingga membuat gadis itu tak tenang.

Salsa sendiri rasanya ingin mendorong tubuh Lian menjauh, namun entah mengapa tubuhnya malah ingin menuntut lebih dari sentuhan Lian. Ciuman Lian perlahan turun pada leher Salsa, tangannya melepas kancing piyama Salsa

"Eughh Liannnhh" Lenguh Salsa

Lagi-lagi senyum Lian mengembang saat mendengar lenguhan Salsa. Lian terperangah saat melihat keindahan yang kini bisa ia nikmati. Dada mulus Salsa terpampang nyata di hadapannya.

Lian segera melahap puncak dada Salsa bak bayi yang tengah kehausan. Hal itu berhasil membuat Salsa semakin gelisah merasakan hal yang tak pernah ia rasakan. Apalagi saat Lian menghisap lalu memainkan nipple nya dengan lidahnya, membuat Salsa merasa semakin gila.

Puas dengan dada Salsa, tangan Lian mulai meraba milik Salsa. Dan saat Lian hendak memasukkan tangannya pada celana yang Salsa kenakan, suara ketukan pintu berhasil membuyarkan semuanya

"Ck! Anjingggg! Siapa sih ganggu!" Ucap Lian kesal

Salsa segera mendorong tubuh Lian menjauh, dan menutupi tubuhnya dengan selimut

"Udah sana buka" Balas Salsa

Lian membuka pintu dengan malas, dan ternyata itu adalah mamanya yang tengah mengantar sebuah paket untuk Salsa. Setelah berbincang sedikit dengan Mamanya, Lian kembali masuk ke dalam kamar dan berniat melanjutkan kegiatan panas mereka.

Namun Lian dibuat kesal saat melihat sahabatnya sudah tertidur pulas di ranjang

"Ck, sial! Sasa cepet banget tidurnya! Terpaksa gue harus nidurin si Boy sendiri ini mah!"

"Sabar ya Boy, nanti di Bali, kita eksekusi tuh gadis nyebelin! Gak ada kata ampun buat dia boy!" Monolog Lian

***

"Kok ilang bekas gue? Perasaan tadi baru bangun leher lo penuh bekas gue" Ucap Lian sembari menangkup wajah Salsa

"Ya gue tutupin foundie lah, yakali gue kuliah leher gue kek tadi" Balas Salsa

"Ck, ya emang kenapa? Biar semua orang tau lo punya suami! Biar gak gatel tuh Zio sama lo!" Balas Lian

"Dih, enak bener bacod lo Lian!"

"Lo sendiri pacaran, gue juga mau pacaran! Dan gue gamau orang-orang tau gue udah nikah! Sama lo lagi!" Ucap Salsa

"Yaelah Sa, emang gue kenapa? Harusnya lo bangga punya suami ganteng kaya gue" Balas Lian

"Ogah! Ntar pacar lo yang lebay itu bikin geger kampus dan bilang gue pelakor! Gue males berurusan sama toa masjid!" Ucap Salsa

"Sembarangan banget ngatain cewek gue toa masjid!" Balas Lian

"Mirip! Suara nya sama-sama cempreng!" Balas Salsa

"Haha iya juga sih, lo bener Sa" Balas Lian

"Dih, ceweknya di katain toa masjid malah ketawa lo" Balas Salsa

"Emang mirip soalnya, lagian gue gamau bikin lo marah. Ntar kalo lo marah, lo tidur di rumah Bunda lagi. Gue tidur sendirian, gue gamau. Gue kan mau bobo meluk lo sambil nenen lagi kek semalem" Ucap Lian

"Ck, udah gausah dibahas!" Balas Salsa

"Gue baru tau kalo nenen lo besar Sa, selama ini lo umpetin dimana sih? Kalo pake baju begini keliatan datar banget soalnya" Ucap Lian

"Gue copot, gue simpen di kulkas!" Balas Salsa

"Hahaha lucu lo! Kalo nenen lo bisa lepas pasang mah, mending gue bawa ke kampus biar bisa nenen terus" Balas Lian

"Anjing lo ya! Nenan nenen nenan nenen mulu yang di bahas! Udah stop Lian, gue beneran ngambek ya sama lo! Dan gue bakalan tidur di rumah seminggu!" Ancam Salsa

"Eh eh, jangan dong! Gaboleh sayang, bobo sama suaminya ya nanti" Bujuk Lian

"Makanya diem bangke! Berisik banget!" Balas Salsa

"Hehe iya iya, diem deh"

"Semangat ya ujiannya, semoga dapet nilai yang bagus. Minggu depan selesai ujian, kita jalan-jalan ke Bali, yeayyy" Ucap Lian

"Hhmm" Balas Salsa

***

Tibalah hari dimana Salsa dan Lian pergi ke Bali menuruti permintaan kedua orang tua Salsa. Di usia pernikahannya yang ke tiga bulan, Lian sendiri merasa perasaannya berubah pada Salsa.

Selama tiga bulan ini tidur bersama Salsa, Salsa yang selalu mengurus semua keperluannya, bahkan menuruti semua permintaan random Lian sebelum tidur membuat Lian mulai bergantung pada Salsa. Perasaan yang dulu hanya sebagai sahabat, perlahan berubah menjadi cinta.

Namun Lian sendiri belum bisa memastikan perasaannya, ia masih bimbang karena ia masih memiliki Amel. Lian denial dengan perasaannya sendiri, ia masih bingung dan tak bisa menegaskan pilihannya.

"Heh! Lo mau kemana pake begituan!" Omel Lian

"Ke pantai lah" Ucap Salsa santai

Pasalnya saat ini Salsa tengah mengenakan baju crop top tepat di bawah dada dan celana hotpants yang sangat pendek

"Gak ada, gak ada! Aset gue mau lo umbar-umbar! Gak ada ya Sa! Ganti sekarang!" Ucap Lian

"Ih, apaan sih! Ngatur banget lo jadi orang!"

"Gak! Gamau ganti gue!"

"Please lah Li, ini hari pertama kita di Bali. Ke pantai aja yuk, refreshing" Ucap Salsa

"Iya ayok! Tapi lo ganti! Gue gamau aset gue lo umbar-umbar! Ganti!" Omel Lian

"Aset-aset mulu! Aset apaan sih! Udah lah, gak telanjang ini gue!" Balas Salsa

"Halah! Telanjang depan gue aja lo gak pernah!"

"Ini dari atas sampe bawah itu punya gue! Gue suami lo! Berarti tubuh lo itu hanya milik gue! Cuma gue yang boleh liat lo se seksi ini!" Ucap Lian

"Ck, gausah ngaku-ngaku deh! Badan pacar lo aja noh sono akuin, gausah gue!"

"Oh, jangan-jangan badan pacar lo gak seseksi gue kan? Makanya lo nafsuan sama gue, daripada dia? Ohh, atau lo udah sering begituan sama si Amel? Makanya lo bosen dan coba goda-godain gue?"

"Iyuww sorry gak mempan, gue gak mau pake bekas si cewek alay" Ucap Salsa

Lian yang kesal pun menoyor kepala Salsa

"Awss! Sakit ege!" Ucap Salsa

"Makanya kalo ngomong itu pake bismillah! Jangan asal nyerocos aja!"

"Gue sama Amel itu gak pernah lebih dari sekedar kiss, kiss bibir pun gue gapernah! Bibir gue hanya bekas lo seorang!"

"Gue nafsu sama lo karena gue tau lo halal buat gue, lo istri gue! Dan gue gamau tubuh lo ini di nikmati sama orang-orang di luar sana! Makanya gue minta lo ganti!" Omel Lian

"Yaampun Li, ini Bali! Banyak bule telanjang di pantai, orang-orang gak akan fokus liatin gue! Banyak Bule yang lebih cantik, lebih mulus, dan lebih seksi dari gue! Jadi minggir gue mau ke pantai!" Balas Salsa

Tanpa basa basi Lian menggendong Salsa bak karung beras hingga membuat Salsa terkejut dengan tindakan Lian

"Liannnnn lo gila yaaaa!! Turuninnnnn" Teriak Salsa

Lian menurunkan Salsa di ranjang kamar sementara mereka selama di Bali.

"Ganti! Atau gue yang gantiin!" Ancam Lian

"Gamau! Gue gamau ganti!" Balas Salsa sembari melipat tangannya di depan dada

"Ganti Sasa!" Balas Lian

"Gamau Liannnnnn!!!" Balas Salsa

"Ohh, beneran nantangin ya! Sini, biar gue yang gantiin lo baju!" Balas Lian

"Coba aja kalo bisa, wleee" Ledek Salsa

Salsa segera berlari menghindari Lian, dan Lian pun berusaha menangkap Salsa. Hingga Lian berhasil memeluk Salsa, namun Salsa memberontak hingga membuat keduanya terjatuh ke ranjang.

Bukannya segera bangkit, Lian justru menatap dalam-dalam wajah Salsa. Lian pinggirkan anak rambut di wajah Salsa yang mengganggu wajah cantik istrinya

Perlahan Lian cium kening, kedua mata, kedua pipi Salsa bergantian, dan berakhir pada bibir manis Salsa

"Lo cantik Sa, cantik banget" Ucap Lian lembut

Hal itu berhasil membuat Salsa semakin mematung dengan perilaku manis Lian

"Boleh gue minta hak gue sekarang?" Tanya Lian

Salsa menatap Lian dengan mata sayunya, ia merasa terhipnotis dengan tatapan sendu itu. Salsa pun menganggukkan kepalanya tanpa berpikir lagi, entah apa yang merasukinya hingga menyetujui permintaan Lian secepat itu. Lian tersenyum lalu kembali menyerang bibir manis istrinya

"Eughh Liannnhhh" Lenguh Salsa saat suaminya sibuk memainkan miliknya

"Iya sayang, desah sebut nama gue" Balas Lian

Salsa menjambak rambut Lian saat merasa ada yang hendak keluar dari dalam tubuhnya

"Minggir Li, gue mau pipis" Ucap Salsa

"Pipis disini aja sayang, biar gue yang bersihin" Balas Lian

Lian tersenyum puas saat melihat Salsa berhasil mendapatkan pelepasannya yang pertama.

"Gue udah gak tahan Sa, gue masukin ya" Ucap Lian

Salsa menganggukkan kepalanya

"Pelan-pelan" Balas Salsa

"Pasti sayang" Balas Lian

Setelah berusaha menerobos masuk dalam lubang sempit milik istrinya, kini pusaka Lian berhasil terbenam sempurna di dalam milik Salsa. Lian menciumi wajah istrinya yang nampak kesakitan, ia merasa berhasil menjaga sahabatnya yang kini menjadi istrinya. Lian lah pemenangnya, ia yang pertama bagi Salsa.

"Oughhh Liann, ahhhh" Desah Salsa

"Enakhh sayanghh?" Tanya Lian

"Enakhh ahhhh, cepetin Lian, gue mau keluarrrhh ahhh" Balas Salsa

"Tahan sayanghh, kita sama-samaa" Balas Lian

Desahan demi desahan menggema dalam Villa itu. Lian bahkan nampak kecanduan dengan Salsa, berulang kali ia menggempur istrinya.

Ini adalah hal pertama bagi Lian, dan sekali mengetahui rasanya, Lian merasa tak bisa berhenti menyentuh istrinya.

"Udah Lian, gue capek banget ege" Ucap Salsa

"Hehe iya iya, makasih ya sayang" Balas Lian

***

Salsa merasa tubuhnya sangat remuk, di tambah dadanya yang selalu menjadi incaran Lian. Sampai kini pun, Lian masih tertidur pulas sembari menghisap nipple Salsa.

"Lama-lama putus ini puting gue" Monolog Salsa

"Gak akan putus, orang gak aku gigit" Balas Lian

"Heh? Lo udah bangun?" Tanya Salsa

"Udah sayang, tapi masih mager. Pengen nen terus" Balas Lian lalu kembali menghisap nipple Salsa

"Ck, udahan kali Li. Nyeri tau puting gue, lo isep mulu" Rintih Salsa

Mendengar ucapan Lian, Lian segera melepas puting Salsa lalu menatap istrinya

"Maaf, Maaf. Beneran sakit ya? Maaf ya" Ucap Lian lalu mengusap-usap puting Salsa

"Eh, udah gausah di usapin"

"Gausah minta maaf juga, gapapa kok. Asal jangan keseringan, nyeri" Balas Salsa

"Yaudah, gak sering-sering. Malem aja kalo mau bobo" Balas Lian

"Iya"

"Hhmm Li, soal semalam? Kalo gue hamil gimana?" Tanya Salsa

"Ya gak gimana-gimana lah, gue malah seneng kalo lo hamil. Gue bisa punya anak sama lo" Ucap Lian

"Tapi kan gak gini perjanjiannya Li, kalo gue hamil, gue punya anak. Cowok mana yang mau sama gue nanti? Kalo pun ada yang terima gue apa adanya, pasti susah banget dengan status gue janda anak satu" Balas Salsa

Lian menyentil bibir Salsa

"Sembarangan banget kalo ngomong! Gue pun gak ikhlas kalo anak gue punya ayah lain!"

"Sa, kita hapus aja perjanjian tolol itu! Kita jalanin pernikahan kita selayaknya pernikahan pada umumnya. Lo belajar cinta sama gue ya, jujur perasaan gue sama lo juga udah berubah. Gue sayang sama lo bukan sebagai sahabat lagi, tapi sebagai suami ke istrinya. Gue mulai jatuh cinta sama lo Sa"

"Dan sampai kapan pun, gue gamau ceraiin lo. Apalagi setelah malam indah yang gue lakuin sama lo, itu bikin gue semakin gamau kehilangan lo. Lo istri gue, lo milik gue selamanya, dan gue sangat berharap lo juga bisa ngerasain hal yang sama seperti apa yang gue rasain sama lo" Ucap Lian

Salsa terdiam mendengar ucapan Lian, apakah sahabatnya ini benar-benar mencintainya sekarang

"Lo serius ngomong begini Li?" Tanya Salsa

Lian menggenggam kedua tangan Salsa

"Sa, kalo gue gak beneran, gue gak akan lakuin hal semalam sama lo. Gue sayang sama lo, dan gue gamau lo pergi ninggalin gue"

"Dan gue yakin, lo juga sayang kan sama gue?" Tanya Lian

Salsa hanya diam, ia benar-benar bingung menjawab pertanyaan Lian

"Sa, kalo lo gak sayang sama gue. Lo gak akan mau lakuin hal semalam sama gue, lo sayang kan sama gue?" Tanya Lian lagi

"Gue gatau Li" Balas Salsa

"Terus, alasan lo mau lakuin hal semalam sama gue apa? Kenapa lo rela ngasih hal paling berharga di hidup lo untuk gue? Kenapa Sa?" Tanya Lian

Salsa terdiam, Salsa sendiri bingung mengapa semudah itu memberikan seluruh hidupnya pada Lian. Padahal sebelumnya Salsa merasa sangat menyukai Zio, tapi ia juga selalu kesal saat melihat Lian bersama kekasihnya

"Tapi lo punya pacar Li, gimana lo bisa sayang sama gue disaat lo sendiri udah punya pacar" Balas Salsa

"Gue bisa putusin Amel Sa, gue beneran sayang sama lo. Gue mau kita mulai semuanya dari awal, layaknya suami istri sesungguhnya" Ucap Lian

"Jujur, gue kaget dengan semua ucapan lo. Gue juga bingung sama perasaan gue sendiri" Balas Salsa

"Sa, gue gak maksa lo jawab semuanya sekarang. Gue tau lo butuh waktu, tolong pikirin semuanya baik-baik ya Sa" Ucap Lian

"Iya Li, gue bakal pikirin semuanya baik-baik. Gue harap lo bisa sabar ya" Balas Salsa

"Pasti Sa, pasti gue sabar nunggu jawaban lo" Balas Lian

Salsa memeluk Lian dan Lian membalas pelukan hangat dari istrinya. Rasanya sangat lega saat Lian bisa yakin dengan perasaannya sendiri dan bisa mengutarakan semuanya pada Salsa.

***

"Lian, ayo ihh jalan-jalan. Kita udah dua hari di Bali, malah di Villa mulu" Rengek Salsa

"Capek sayang, ntar aja" Balas Lian

"Gimana gak capek! Lo gak ada istirahatnya gempur gue! Di kira gue juga gak capek apa" Omel Salsa

"Namanya honeymoon sayang, ya harus begituan terus. Enak ini, makanya nagih" Balas Lian

"Ck, yaudah gue pergi sendiri!" Balas Salsa

Lian tersenyum menatap Salsa yang tengah kesal di sampingnya

"Emang bisa jalan? Hhmm" Goda Lian

"Bisa!"

"Awsss" Rintih Salsa

"Hahahaha tuh kan, makanya jangan di paksa sayang. Besok aja ya jalan-jalannya" Ucap Lian

"Tapi gue bosen Liannnn" Balas Salsa

"Main lagi kah biar gak bosen?" Tanya Lian

"Gue gigit juga punya lo sampe putus ya Li, biar gak kesono mulu pikirannya" Ucap Salsa

"Hahahaha jangan dong sayang, gimana kita bisa punya anak kalo investor utama nya lo gigit sampe putus? Mending di mainin aja enak" Balas Lian

"Ishhhh Liannnnnnnnnnn!! Sebel gue sama lo!" Rengek Salsa

"Maaf Maaf, becanda sayang, gue kan - "

Ucapan Lian terhenti saat ponsel Lian berdering, Salsa melirik dan melihat siapa yang sejak tadi terus menelpon Lian

"Pacar kesayangan lo tuh telpon mulu! Berisik" Ucap Salsa kesal

"Udah biarin, ini waktu buat kita berdua" Balas Lian

"Ohh, berarti kalo udah balik ke Jakarta, itu waktu lo berdua buat dia?" Tanya Salsa sinis

"Ciyeee ada yang cemburu nih, uhuyy" Goda Lian sembari mencolek dagu Salsa

"Gak! Apasih, gak ada yang cemburu! Gue cuma - "

Hal yang sama pun terjadi, saat Salsa hendak bicara tiba-tiba ponselnya berdering. Lian dengan cepat mengambil ponsel Salsa dan melihat siapa yang menelpon.

"Ganggu banget!" Ucap Lian sembari mereject panggilan Zio

"Lian! Kok di reject sih!" Omel Salsa

"Biarin, biar dia gak ganggu kita!" Balas Lian

"Nah, telpon lagi! Biar gue jawab, lo jangan berisik!" Ucap Salsa

Lian mencebikkan bibirnya saat Salsa memilih mengangkat panggilan Zio. Namun, Lian adalah Lian, ia tak bisa tinggal diam saat mendengar istrinya tengah menelpon pria lain

Tangannya mulai membuka selimut Salsa dan langsung melahap dada Salsa. Lian sengaja memainkan lidahnya pada nipple Salsa dan menganggu wanita itu. Senyumnya Lian terbit saat melihat Salsa mulai memejamkan matanya dan berusaha menahan sesuatu.

Tangan nya pun mulai meraba milik Salsa, dan memainkan hal sensitif istrinya.

"Eughhh" Desah Salsa

Desahan Salsa pun lolos, Salsa yang menyadari hal itu pun segera mengakhiri panggilan dari Zio.

"Lianhhh, lo nakal banget sihh, eughh" Lenguh Salsa

"Tapi lo suka kan sayang? Hhmm?" Tanya Lian

"Ahhh Lianhhh" Desah Salsa saat Lian mulai mengobrak abrik milik Salsa

"Gue gak suka lo telponan sama Zio di depan gue! Karena lo nakal, gue harus hukum lo! Siap-siap aja ya" Ucap Lian

Setelah mengucapkan itu, Lian benar-benar menghukum Salsa. Lian tak memberikan istrinya waktu untuk bernafas sebentar. Laki-laki itu benar-benar gila dengan Salsa, untung saja Salsa masih memiliki tenaga extra untuk terus melayani suaminya yang gila

***

"Gimana? Gimana hasilnya sayang?" Tanya Lian

"Gatau, gue gak berani liat" Balas Salsa sembari memberikan beberapa testpack pada Lian

Lian mengambil testpack itu dan melihat hasilnya. Senyum Lian mengembang sempurna saat melihat dua garis terpampang jelas pada benda kecil itu

"Sayang, positif sayang" Ucap Lian lalu memeluk erat tubuh Salsa

Salsa mematung dalam dekapan Lian, ia tak menyangka di usia pernikahannya dengan Lian yang ke lima bulan ia bisa memiliki malaikat kecil dalam rahimnya

"Beneran Li?" Tanya Salsa

"Beneran sayang, ini garis dua semua. Disini ada anak kita sayang" Balas Lian sembari mengusap perut rata Salsa

Lian segera menyamakan tingginya dengan perut Salsa, ia peluk istrinya lalu menciumi perut Salsa berkali-kali

"Sehat-sehat di dalam ya sayang, kita ketemu beberapa bulan lagi. Ayah sayang sama adik, sayang bangettt" Ucap Lian lalu kembali menciumi perut Salsa

Salsa tersenyum sembari mengusap rambut Lian

"Li, kita pastiin ke dokter dulu ya. Gue takut testpacknya rusak. Dan lo udah sebahagia ini, gue takut lo kecewa" Ucap Salsa

Lian menatap Salsa lalu kembali berdiri dan menangkup wajah istrinya, Lian cium sekilas bibir Salsa lalu menempelkan kening mereka berdua

"Gue yakin seratus persen alat itu gak salah, di dalam rahim lo sekarang, ada anak kita, hasil cinta kita berdua sayang"

"Kalo pun alat itu salah, berarti memang belum waktunya kita jadi orang tua. Gue gak masalah, jangan takut yaa. Gue gak pernah nuntut apapun sama lo, kita jalanin sama-sama apapun yang terjadi ya" Ucap Lian

Salsa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Salsa baru sadar, sahabatnya ini memang benar-benar berubah menjadi suami yang sangat bisa di andalkan. Kini, setiap Salsa gelisah, Lian lah yang bisa menenangkan dirinya. Sama halnya dengan Lian, kini Salsa pun mulai menggantungkan semuanya pada Lian.

Malam harinya, setelah memastikan kehamilan Salsa ke dokter kandungan. Lian semakin bahagia, saat mengetahui usia kandungan Salsa sudah masuk minggu ke lima. Kandungan Salsa juga kuat dan buah hatinya tumbuh sehat di dalam rahim Salsa.

"Udah kali Li, di cium mulu perut gue" Ucap Salsa

"Orang gue nyium anak gue, terserah gue lah"

"Iya kan sayang" Balas Lian sembari menciumi perut Salsa

"Iyadeh terserah lo" Balas Salsa

"Sa" Ucap Lian

"Hhmm" Balas Salsa

"Kok tiba-tiba gue pengen kue pancong setengah mateng ya? Yang coklatnya lumer, terus di tambah parutan keju di atasnya. Hhmm, enak banget deh keknya Sa" Ucap Lian tiba-tiba

"Dih, si anjir. Gue yang hamil, ngapa lo yang ngidam dah" Balas Salsa

"Gue cuma pengen, bukan ngidam. Cari yuk Sa" Ajak Lian

"Besok aja lah Li, gue capek" Balas Salsa

"Ihh, yaudah, lo bobo aja. Gue cari sendiri ya sekarang" Ucap Lian

"Anjir lah, fix ini sih lo ngidam!" Balas Salsa

"Ck, yaudah iya gue ngidam! Anak gue lagi pengen pancong itu, si adek telepatinya ke gue karena lo gak peka" Ucap Lian

"Hahahaha dasar pakmil"

"Yaudah ayo, gue ikut. Daripada gue sendirian di kamar" Balas Salsa

"Nah, yuk sayangku" Balas Lian

Akhirnya Salsa dan Lian pun keluar mencari kue pancong yang Lian inginkan. Setelah sampai di penjual kue pancong, Lian segera memesan varian yang ia inginkan, tak lupa Lian juga memesankan untuk Salsa.

"Sayang" Ucap seorang wanita

Lian dan Salsa melihat ke arah sumber suara yang berada tepat di belakang mereka

"Amel?" Ucap Lian terkejut

"Ih, kamu disini juga? Kok gak bilang sih mau beli kue pancong juga? Tau gitu kan bareng sayang" Ucap Amel sembari mengayun manja pada lengan Lian

Salsa menatap Amel dan Lian bergantian, bukannya sepulang dari Bali, Lian mengatakan jika ia sudah memutuskan hubungannya dengan Amel. Hingga Salsa pun akhirnya ikut menjauhi Zio karena permintaan Lian.

"Sayang? Bukannya lo udah putus sama Lian?" Tanya Salsa

"Putus? Jangan sembarangan ngomong lo anjir! Gue gapernah putus sama Lian!" Balas Amel

"Lo bohong sama gue Li?" Tanya Salsa

Lian menggelengkan kepalanya, Lian hendak menjawab, namun Amel justru terus saja bicara pada Salsa

"Gue emang gapernah putus sama Lian! Dan jangan harap gue putus sama dia! Lian itu cinta mati sama gue! Jadi gausah ngarep gue putus deh! Lo tuh harusnya yang jauhin pacar gue!" Ucap Amel

Salsa tersenyum miris mendengar ucapan Amel lalu menatap Lian

"Brengsek lo emang!" Ucap Salsa lalu pergi meninggalkan Lian

"Sa? Sa, gue bisa jelasin Sa" Balas Lian panik

"Sayanggg, mau kemana ih!" Rengek Amel

"Sorry Mel, aku harus kejar Salsa. Kamu ambil aja pancong pesenan ku ya, ini uangnya. Aku pergi dulu" Ucap Lian lalu meninggalkan Amel begitu saja setelah memberikan uangnya

Lian tak sempat menghalangi Salsa saat wanita itu masuk ke dalam taksi dan pergi

"Anjing! Sasa pasti marah banget sama gue!" Monolog Lian sembari berusaha mengejar taksi Salsa

***

Tiga hari sudah Lian sama sekali tak melihat wajah cantik istrinya. Lian benar-benar merasa tersiksa saat Salsa mengurung diri di kamarnya dan tak ingin bertemu Lian. Salsa bahkan mengatakan jika ia ingin bercerai dengan Lian setelah anak mereka lahir.

Lian akhirnya mengatakan semuanya pada kedua orang tua Salsa dan Mamanya. Mereka semua kecewa pada Lian, ini sama saja Lian mengkhianati pernikahannya dan Salsa. Pantas saja Salsa tak ingin melanjutkan pernikahan nya lagi bersama Lian.

"Sayang, please. Buka pintunya ya, aku jelasin semuanya. Tolong kasih kesempatan aku buat jelasin semuanya sayang"

"Aku nyesel sayang, aku gamau pisah sama kamu. Tolong sayang, jangan tinggalin aku" Ucap Lian di depan pintu kamar Salsa

Masih tak ada jawaban dari Salsa, membuat Lian tertunduk lesu di depan kamar Salsa

"Udah malem Lian, mending kamu pulang" Ucap Ayah Salsa

"Yah, Lian gabisa yah. Lian gamau cerai sama Sasa. Lian cinta sama Sasa" Balas Lian sembari memohon pada ayah Salsa

"Ayah gabisa apa-apa Lian, semua keputusan di tangan Salsa"

"Pulang ya, mungkin bukan hari ini waktunya. Salsa masih belum mau mendengar penjelasan kamu dulu nak" Ucap Ayah Salsa

"Yah, Lian izin tidur disini ya. Lian tidur di ruang tamu juga gapapa, Lian kangen banget sama Sasa. Lian mau disini dulu" Balas Lian

"Yaudah, kamu tidur di kamar tamu aja ya. Kamarnya bersih kok, tiap hari mbak bersihin" Ucap Ayah Salsa

"Makasih yah" Balas Lian

"Yaudah, ayah tidur dulu ya" Ucap Ayah Salsa

"Iya yah" Balas Lian

Lian kembali mencoba mengetuk pintu Salsa, namun masih saja tak mendapatkan jawaban. Akhirnya, Lian memilih pergi dan berpindah di ruang tamu. Ia tak ingin tidur di kamar, karena ia yakin mungkin tengah malam nanti Salsa pasti keluar dari kamarnya.

Dan benar saja, usahanya menahan ngantuk ternyata tidak sia-sia. Lian melihat Salsa berjalan menuju dapur, Lian tersenyum senang. Akhirnya ia bisa kembali melihat wajah cantik istrinya.

Lian mendekat ke arah dapur lalu memeluk Salsa dari belakang dan membuat Salsa benar-benar kaget

"Sayang, aku kangen banget sama kamu" Ucap Lian

"Ck, anjing lo ya! Gue kaget! Lepas gak!!" Balas Salsa

"Gamau, aku masih kangen banget sama kamu" Ucap Lian

"Gue gak! Dan gue gamau di sentuh sama laki-laki brengsek kek lo! Lepas!" Balas Salsa

"Sayang, dengerin penjelasan aku dulu ya. Aku - "

"Apa? Masih cinta sama pacar lo itu? Yaudah, kejar aja sana. Toh, bentar lagi kita cerai!" Balas Salsa

"Gak sayang, gak! Aku gamau, aku gamau cerai sama kamu. Tolong jangan ngomong itu sayang, aku gamau" Ucap Lian

"Terserah lo, tapi gue tetep mau cerai! Gue gamau punya suami brengsek kek lo! Sekali selingkuh, pasti nanti bakalan selingkuh terus! Jadi mending kita akhirin semuanya, dan lo bebas dari gue!"

"Gue juga gak akan ngrepotin lo dengan tanggung jawab sama anak ini. Gue bisa besarin anak gue sendiri, gue gak butuh sosok lo di hidup gue dan anak gue!" Tegas Salsa

Ucapan Salsa berhasil menusuk relung hati Lian yang paling dalam. Rasanya benar-benar sakit, saat Salsa tak ingin lagi bersamanya.

Air matanya luruh, tubuhnya melemas. Lian tak bisa membayangkan jika semuanya benar-benar terjadi. Membayangkannya saja tak sanggup, apalagi jika itu benar-benar terjadi di hidupnya

Lian memeluk erat tubuh Salsa, ia tak ingin kehilangan istrinya. Lian tau Lian salah, namun ia ingin Salsa memberikan kesempatan terakhir untuknya

"Sayang, anak itu anak kita. Kita besarin anak kita sama-sama. Aku gamau kehilangan kamu dan anak kita sayang. Tolong, jangan bicara seperti itu lagi" Ucap Lian

"Jangan egois Lian! Kalo lo cinta sama Amel, yaudah ceraiin gue! Jangan mau dua-duanya!" Balas Salsa

"Aku gak cinta sama Amel! Aku cinta nya sama kamu Sa, sama kamu!" Balas Lian

Salsa tertawa sinis mendengar ucapan Lian

"Manis banget emang omongan playboy kek lo" Balas Salsa

"Aku sayang sama kamu! Aku cinta sama kamu Sa!"

"Aku belum mutusin Amel karena aku punya alasan Sa"

"Hari dimana aku ajak Amel ketemu untuk mengakhiri semuanya, di hari itu juga kedua orang tua Amel kecelakaan"

"Aku nemenin dia ke rumah sakit dan ngeliat kondisi orang tuanya, dan ternyata kedua orang tua Amel meninggal dunia di tempat kejadian"

"Dia histeris, dan aku berusaha nenangin Amel. Aku bisa ketemu sama Amel dan nemenin dia karena kamu ikut Mama ke Bandung hari itu dan aku sengaja gak cerita ke kamu karena aku takut kamu mikir macem-macem sama aku Sa"

"Aku terpaksa tunda rencana ku untuk mutusin dia karena aku gak tega sama Amel. Dia masih berduka dan aku gak sejahat itu untuk makin nyakitin dia"

"Aku tahan-tahan semuanya, sampai aku sendiri lupa dengan rencana itu Sa. Karena setelah kepergian kedua orang tua Amel, Amel ambil cuti kuliah dan menenangkan diri di rumah neneknya di Jogja. Kita bahkan jarang berkabar, karena aku yang gapernah bales chat dia"

"Sampai puncaknya malam itu, aku beneran gatau kalo Amel udah balik ke Jakarta. Aku bahkan lupa kalo aku belum mengakhiri semuanya sama Amel Sa"

"Tapi aku berani sumpah, aku cinta sama kamu, bukan Amel. Aku hanya menunda untuk mengakhiri hubungan ku sama Amel Sa, bukan gamau. Aku pasti mengakhiri semuanya sama Amel, karena wanita yang aku mau di hidupku itu cuma kamu. Bukan yang lain Sa, tolong percaya sama aku" Ucap Lian

Salsa terdiam mendengar ucapan Lian, Salsa baru teringat saat beredar kabar jika kedua orang tua Amel meninggal dunia. Dan Salsa tak pernah menanggapi serius kabar itu karena melihat Lian yang tampak biasa-biasa saja saat itu. Salsa pikir kabar itu hanya kabar burung yang tak jelas kebenarannya.

Salsa melepaskan pelukan Lian lalu beralih menatap suaminya yang sudah tiga hari tak terlihat itu

Salsa menghela nafas, ia tak tega melihat Lian yang ternyata sudah mengeluarkan air matanya. Salsa sangat mengenal suaminya, ia tumbuh bersama sejak kecil. Lian tak mungkin menangis jika lelaki itu berbohong tentang perasaannya

"Gausah nangis, lo cowok bukan?" Tanya Salsa ketus

Lian menundukkan wajahnya lalu menyenderkannya ke bahu istrinya layaknya anak kecil yang tengah di marahi ibunya

"Jangan tinggalin aku Sa, aku gamau cerai sama kamu hiks hiks" Ucap Lian

"Kalo gamau cerai sama gue, ya putusin si Amel. Kalo lo masih gak tega mutusin Amel, yaudah ceraiin gue. Simple kan" Balas Salsa

Lian menatap wajah Salsa dengan serius

"Kalo aku putusin Amel sekarang juga, kita gak cerai kan sayang?" Tanya Lian excited

Salsa menganggukkan kepalanya

"Oke, aku telpon Amel sekarang ya" Ucap Lian sembari mengeluarkan ponselnya

"Eh, no no no! Lo harus putusin Amel langsung di depan gue!" Ucap Salsa

"Oke, besok ya sayang? Aku bakal putusin Amel di depan kamu langsung" Balas Lian

"Hhmm dan satu lagi, gue gamau nutupin pernikahan ini lagi, karena sekarang gue hamil. Gue gamau anak gue di cap anak haram karena anak-anak di kampus gatau siapa suami gue" Balas Salsa

"Aku robek mulutnya kalo ada yang berani bilang anak aku anak haram! Gak akan aku biarin mereka ngehina anak kita sayang!" Ucap Lian

"Gausah salahin mereka, mereka kan emang gatau kalo kita udah nikah! Lo nya siap gak ngakuin pernikahan ini di depan anak-anak? Siap gak lo bilang kalo sahabat bawel lo ini sekarang udah jadi istri lo?" Tanya Salsa

"Sayang? Serius kamu tanya ini sama aku?"

"Bahkan aku pengen banget ngomong di depan muka Zio waktu itu kalo kamu istri aku! Aku pengen semua dunia tau kamu punya aku! Kamu tanya aku siap apa gak? Jelas aku siap sayang! Aku mau semua orang tau pernikahan kita ini!" Balas Lian

"Okee, besok gue pengen bukti dari semua omongan lo barusan!" Balas Salsa

"Berarti, aku udah di maafin kan?" Tanya Lian

"Hhmm" Balas Salsa

"Jawab yang bener sayangggggg" Rengek Lian

"Makanya, lain kali itu ngomong sama gue! Lo sama aja gak ngehargain gue kalo begini, sampe akhirnya gue salah paham sama lo!"

"Gue tau lo emang gak tegaan, dan lo cuma kasian sama Amel! Tapi lo gak inget omongan dia malam itu sama gue? Dia ngomong kalo lo cinta banget sama dia, makanya lo gak mungkin mutusin dia! Itu bener-bener bikin gue percaya alasan lo gak mutusin dia karena itu!" Ucap Salsa

"Maaf sayang, aku emang bodoh, aku berusaha nutupin semuanya sama kamu dan bilang semuanya udah selesai karena aku takut kamu marah kalo aku belum mengakhiri semuanya sama Amel" Balas Lian

"Jelas gue marah kalo gue gatau alasannya! Kalo lo cerita, gue juga gak akan marah! Gue masih punya rasa kemanusiaan Lian! Gue gak mungkin maksa lo mutusin dia hari itu juga!" Balas Salsa

"Iya, maaf sayang, aku emang bodoh, aku tolol, aku gak berpikir panjang. Maafin ya" Balas Lian

"Lain kali ngomong! Kita udah sepakat jalanin hubungan ini, lo itu suami gue, bukan lagi sahabat gue. Lo bisa jujur semuanya sama gue, kita juga harus saling terbuka satu sama lain, supaya kedepannya gak akan ada salah paham salah paham lagi" Balas Salsa

"Iya sayang, aku janji, ini terakhir aku bohong sama kamu. Tapi tolong, jangan pernah bilang cerai lagi ya. Aku gamau sayang" Ucap Lian

"Tergantung, kalo lo selingkuh ya kita cerai!" Balas Salsa

"Sayangggg, aku gak mungkin selingkuh! Kamu tau aku dari dulu, aku selalu setia sama satu cewek! Apalagi sekarang, kita udah nikah, bukan lagi pacar-pacaran. Aku gak mungkin lah duain kamu!" Balas Lian

"Ya gue pegang janji lo, tapi satu ya Li yang harus lo inget! Gue gak pernah takut kehilangan lo! Kalo pun sekarang gue cinta mati sama lo, kalo lo khianatin gue, gue gak akan mikir dua kali buat ninggalin lo!"

"Apalagi setelah nanti gue punya anak, hidup sama anak-anak gue juga udah cukup buat gue kalo lo macem-macem!" Ucap Salsa tegas

Lian menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Salsa. Lian memang tau istrinya itu wanita yang sangat kuat, dia sangat percaya ucapan Salsa bukan main-main. Lian tak ingin jika suatu saat Salsa akan meninggalkannya dan membawa anak mereka karena kesalahannya. Lian telah berjanji pada dirinya sendiri, ia hanya akan menikah satu kali dan itu hanya dengan Salsa.

"Dan aku gak akan biarin semuanya terjadi sayang, selamanya kamu hanya milik aku, dan kita akan sama-sama selamanya! Aku janji, aku gak akan khianatin pernikahan ini!" Tegas Lian sembari mengusap wajah Salsa

"Oke, gue pegang janji lo" Balas Salsa

Lian tersenyum lalu tanpa basa-basi ia mencium bibir istrinya yang sangat ia rindukan. Bukan hanya mencium, Lian terus melumat dan menyalurkan kerinduannya pada Salsa.

Salsa pun begitu, jujur ia juga sangat merindukan Lian. Ia mulai membalas ciuman Lian dan mengalungkan tangannya pada leher Lian.

"Eughh Li, janganh disini" Lenguh Salsa saat Lian mulai menciumi lehernya

"Kita gak pernah main di dapur sayang, bentar aja yuk" Lirih Lian

"Nanti ketahuan ayah bunda" Balas Salsa

"Ini tengah malam sayang, ayah bunda pasti udah tidur. Boleh yaa, yuk. Aku kangen banget sama kamu sayang" Ajak Lian lalu kembali menciumi leher Salsa

"Bentar aja" Balas Salsa

"Janji, sekali pelepasan terus kita lanjut di kamar ya" Ucap Lian

Lian tersenyum saat Salsa menganggukkan kepalanya

"Inget, jangan keluar di dalem, jangan kenceng-kenceng, Inget ada anak kita" Ucap Salsa

"Siap bunda sayang, aku tau apa yang harus aku lakuin" Balas Lian

Salsa hanya pasrah sembari menikmati saat Lian mulai menjalankan misinya.

***

Lian menggandeng mesra istrinya menyusuri lorong kampus. Dan saat melihat Amel berjalan masuk ke dalam kelas, Lian segera memanggil gadis itu

"Sayang? Kamu tuh, tiga hari gak bisa di hubungi! Kemana aja?"

"Ini juga, ngapain sih gandeng-gandeng pacar orang! Lo emang lama-lama makin gatau diri ya!" Ucap Amel sembari menarik tangan Lian dan berusaha melepaskan gandengan Lian dan Salsa

"Mel! Stop! Kamu gak berhak lepas gandengan aku dan Sasa!" Balas Lian

"Maksud kamu? Kamu itu harusnya gandengan sama aku! Bukan dia!" Balas Amel

"Mel, sorry, aku harus jujur sama kamu"

"Di hari yang sama saat aku ngajak kamu ketemu dan ternyata orang tua kamu kecelakaan. Sebenernya hari itu aku mau akhirin semua hubungan kita Mel"

"Aku udah nikah sama Sasa beberapa bulan lalu, saat kita masih pacaran. Aku tau aku salah, tapi aku gabisa nolak perjodohan antara aku dan Sasa karena orang tua kita yang memaksa"

"Awalnya semua terasa berat, dan kita sepakat untuk menutupi hubungan kita. Kita juga sepakat untuk jalanin hidup kita masing-masing. Makanya aku tetep lanjut sama kamu, dan Salsa bebas deket sama siapapun"

"Tapi aku kalah, aku gak bisa liat Sasa sama cowok lain. Aku sayang sama dia, dan sayang itu bukan sebagai sahabat Mel. Tapi selayaknya suami pada istrinya"

"Dan saat kita di Bali, kita sepakat untuk hapus semua perjanjian kita dan mulai jalanin pernikahan ini dengan tulus. Aku udah minta Sasa jauhin cowok lain dan aku akan putusin kamu setelah sampai di Jakarta"

"Dan hari itu, saat aku mau mengakhiri semuanya. Ternyata kamu sedang tertimpa musibah, dan aku terpaksa undur niat ku karena aku tau kamu masih berduka"

"Tapi hari ini, aku gabisa lagi nunda-nunda Mel. Aku mau kita putus, dan aku harap kamu ngerti dengan semua penjelasanku. Maafin aku, karena aku udah jahat sama kamu. Semoga kamu bahagia sama laki-laki lain ya Mel" Ucap Lian

Amel menggelengkan kepalanya, ia tak terima Lian memutuskannya begitu saja

"Gak Lian! Aku gamau hiks hiks! Aku gamau putus sama kamu" Balas Amel

"Gabisa Mel, aku udah nikah sama Sasa dan sekarang Sasa lagi hamil anak aku. Tolong kamu ngerti ya, kita udah selesai dan gabisa sama-sama lagi" Ucap Lian

"Hiks hiks lo jahat Sa! Lo rebut Lian dari gue! Padahal gue baru aja kehilangan kedua orang tua gue! Tapi lo rebut Lian dari gue, satu-satunya orang yang bisa buat gue bertahan untuk hidup! Hiks hiks lo jahat Sa!" Ucap Amel

"Maaf Mel, gue tau gue udah rebut Lian dari lo. Tapi semua di luar kendali kita, gue awalnya gak niat jalanin pernikahan ini. Tapi semuanya berubah setelah gue dan Lian ternyata saling sayang. Sorry Mel" Balas Salsa

"Hiks hiks! Itu pasti bukan anak Lian kan, lo hamil sama laki-laki lain tapi lo minta Lian yang nikahin lo kan! Dasar licik! Murahan!!" Ucap Amel

"Amel stop!!! Itu anak gue! Darah daging gue! Gue gak akan terima kalo lo hina Sasa dan anak gue!"

"Please, terima keputusan gue Mel! Gue yakin lo pasti bahagia sama hidup lo! Gue juga udah denger kalo lo mulai deket sama Ardi, Ardi pasti bisa jagain lo dan gantiin gue!" Balas Lian

"Gue gak deket sama Ardi! Lo jangan asal ngomong Lian hiks hiks. Lo ngomong gitu untuk nutupin perselingkuhan lo dan Sasa kan? Hah! Jahat banget lo Li hiks hiks" Ucap Amel

"Gue sendiri yang bilang sama Lian Mel, kalo kita lagi deket. Gue juga tau Salsa dan Lian udah menikah, karena gue tetangga mereka"

"Gue suka sama lo, dan gue sendiri yang ngomong sama Lian kalo gue bakal gantiin dia jagain lo. Jadi tolong, terima semua keputusan ini ya"

"Lo gak sendiri, ada gue disini untuk lo Mel" Ucap Ardi tiba-tiba

Amel membelalakan matanya mendengar ucapan Ardi. Memang selama ia berduka, bukan Lian yang menemaninya. Ardi lah yang menemani Amel sampai ia rela beberapa hari di Jogja.

"Ardi tulus sama lo Mel, tolong terima dia. Dan lo bisa bahagia sama dia. Kita udah gak bisa sama-sama, gue bahagia sama keluarga kecil gue. Dan gue cinta sama istri gue" Ucap Lian

"Tapi gue cinta sama lo Lian hiks hiks" Balas Amel

"Lupain gue dan buka hati buat Ardi. Ardi laki-laki baik, gue yakin gak akan sulit untuk lo jatuh cinta sama dia" Balas Lian

Setelah drama panjang di lorong kampus, dan di saksikan beberapa mahasiswa lain. Akhirnya Amel menerima keputusan Lian, dan mengikhlaskan Lian bersama Salsa.

Salsa dan Lian bisa bernafas lega, akhirnya mereka benar-benar selesai dengan orang lain. Mereka bisa fokus menjalani kehidupan rumah tangga mereka berdua sembari menanti kehadiran buah hati mereka.

"Alhamdulillah, semua nya udah selesai sayang" Ucap Lian

"Iya, alhamdulillah Li. Amel bisa menerima keputusan kamu" Balas Salsa

"Kita mulai semuanya dari awal ya, hanya kamu dan aku. Bukan lagi sebagai sahabat, tapi sebagai suami istri dan calon orang tua yang baik untuk adik. Kamu mau kan?" Tanya Lian

"Mau dong Li, ini semua udah aku nantikan dari lama. Jadi mari kita mulai semuanya hari ini" Balas Salsa

"Makasih sayang" Ucap Lian sembari mengecup tangan Salsa

"Sama-sama suami" Balas Salsa



~END~


Kembali ke Beranda