Peran Pengganti
Teen
07 Feb 2026

Peran Pengganti

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-08T014856.111.jfif

download - 2026-02-08T014856.111.jfif

07 Feb 2026, 18:49

download - 2026-02-08T014855.022.jfif

download - 2026-02-08T014855.022.jfif

07 Feb 2026, 18:49

Peran Pengganti

"Sayang, jangan sedih dong. Kan mas juga udah biasa ngecek proyek ke Bandung. Ini udah tanggung jawab mas sayang, jangan sedih yaa" Ucap Lian

"Hiks hiks aku juga gatau mas, kenapa bawaannya sedih terus mau di tinggal kamu ke Bandung. Aku ikut yaa, aku mau ikut please" Mohon Salma

"Nanti kamu capek sayang, mas gamau kamu sama Adek kenapa-kenapa" Balas Lian

"Kamu mau selingkuh ya? Mangkanya aku gaboleh ikut? Hiks hiks jahat banget sih! Aku lagi hamil anak kamu mas! Tapi kamu malah selingkuh hiks hiks" Ucap Salma

"Astaghfirullah yang, kok ngomongnya gitu sih! Mas kerja sayang, buat kamu, buat adek. Mas bukan CEO atau pengusaha yang bisa ongkang-ongkang kaki doang dapet duit"

"Mas cuma arsitek yang kerjanya ya nunggu proyekkan. Dan ini proyek gede yang mas tangani sayang. Gaji mas bisa buat lahiran kamu nanti. Mas mau kamu dan Adek dapet pelayanan terbaik nanti pas lahiran. Tolong ngertiin ya sayang" Balas Lian

"Hiks hiks ini juga mau nya anak kamu mas, anak kamu gamau jauh-jauh dari kamu" Balas Salma terisak

"Yaudah yaudah, boleh ikut tapi nanti tunggu hotel ya. Jangan sampe kecapekan, ngerti?" Ucap Lian pasrah

"Iya ngerti, tapi jangan lama ya kerjanya" Balas Salma

"Iya, mas usahain ya. Yaudah ayo, siap-siap lanjut berangkat ke Bandung" Ucap Lian

"Yeay, makasih mas Lian sayang" Balas Salma lalu pergi meninggalkan Lian

"Huft, ngadepin ibu hamil bener-bener nguras tenaga ya. Untung sayang" Monolog Lian

Lian dan Salma sudah menikah hampir setahun setengah. Mereka berdua baru menjalin kasih sekitar lima bulan setelah pertemuan mereka yang tak disengaja, lalu keduanya sepakat memutuskan untuk ke jenjang pernikahan.

Selama menikah Salma merasa sangat bahagia hidup bersama Lian. Lian sosok suami yang baik dan bertanggung jawab. Namun yang baru Salma tau jika Lian memiliki sifat cemburuan dan posesif yang berlebihan padanya. Kadang sifat Lian yang begitu membuat Salma sedikit kesal pada suaminya.

Lian bahkan mengekang Salma untuk sekedar bermain dengan sahabatnya. Padahal hanya sekedar pergi ke Mall bersama sahabat perempuan nya pun Lian tak mengizinkan. Selama menikah Salma benar-benar hanya boleh keluar rumah jika bersama Lian. Salma boleh menemui sahabatnya jika pertemuan itu dilakukan di rumah dan saat ada Lian di rumah.

Salma sebenarnya bosan dengan sikap posesif Lian, namun Lian juga berhasil membuat Salma nyaman jika bersama dengannya. Salma yang memang terlalu cinta pada Lian, hanya bisa pasrah dengan semua peraturan-peraturan yang Lian buat untuknya. Walaupun jenuh, Salma mencoba menerima semuanya.

Setelah sampai di Bandung, Lian langsung menuju hotel tempatnya menginap.

"Inget, jangan kemana-mana. Tidur di hotel! Hp kamu udah connect di mas ya yang. Kemana pun kamu pergi, mas bisa tau" Ucap Lian

"Ya Allah, iya iya! Bawel banget sih"

"Tapi nanti kalo mas laper gimana?" Tanya Salma

"Nanti chat mas aja ya, biar mas yang pesenin delivery ke kamar. Jadi kamu keluar kamar cuma untuk ambil makanan" Balas Lian

"Iyaaa" Balas Salma cemberut

"Jangan cemberut gitu ah, kan ini juga karena mas gamau kamu dan adik kenapa-napa yang. Nurut ya" Ucap Lian lembut

"Iya mas" Balas Salma

"Yaudah, mas berangkat dulu ya yang. Assalamualaikum" Ucap Lian di akhiri mengecup kening Salma

"Waalaikumsallam" Balas Salma

***

Pikiran Salma kacau, dia menangis tak henti-hentinya kala mendapatkan kabar jika Lian mengalami kecelakaan kerja saat meninjau proyek. Salma segera menuju ke rumah sakit tempat Lian di rawat menggunakan taksi.

"Mana suami saya? Dimana?" Tanya Salma panik

"Bu Salma?" Tanya Seseorang

"Iya! Mana suami saya pak! Suami saya manaa hiks hiks" Balas Salma

"Sabar Bu, Pak Lian sedang di tangani. Ibu sabar ya" Ucap Seseorang

Tak lama dokter pun keluar, menemui Salma dan rekan kerja Lian. Dokter mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan karena Lian yang meminta nya.

Hati Salma hancur melihat keadaan Lian. Kepala Lian sudah di bungkus oleh perban, namun darah masih saja terlihat membasahi perbannya.

"Sayang" Ucap Lian lemas

"Mas? Kenapa mas? Hiks hiks kenapa kamu gak hati-hati sih mas? Aku takut kehilangan kamu mas! Dua bulan lagi adek lahir mas, kamu gak mikirin aku sama Adek ya hiks hiks" Balas Salma

"Sutss sayang, maaf ya. Mas gabisa jaga diri mas dengan baik. Mas sayang sama Adek dan sama kamu sayang"

"Tapi maaf, mas udah gak kuat. Kepala mas sakit, mas gabisa nemenin kamu dan Adek lagi. Kamu harus kuat ya, ikhlasin mas. Mas bener-bener gak kuat" Ucap Lian lemas

"Mas! Mas harus berjuang mas! Bertahan demi Adek hiks hiks. Mas harus sembuh, mas gaboleh ngomong gini mas hiks hiks. Mas gak boleh ninggalin aku! Mas gak boleh pergi! Hiks hiks" Balas Salma

"Pak Lian, tolong jangan bicara seperti itu pak. Pak Lian orang yang kuat, bertahan ya pak. Saya akan meminta dokter untuk memberikan pelayanan terbaik buat Pak Lian. Pak Lian harus sembuh demi istri dan calon anak bapak" Ucap seseorang

"Pak Rony, saya benar-benar sudah tidak kuat. Saya cuma minta bantuan bapak untuk menjaga istri dan anak saya ya pak. Saya cinta sama mereka, tolong bapak jaga mereka dan pastikan mereka baik-baik saja"

"Saya percaya Pak Rony orang baik, saya titip mereka ya pak. Saya sudah tidak ku - "

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, ternyata mata Lian sudah terpejam dan denyut nadi nya juga mulai melemah. Rony segera menarik Salma keluar kamar agar dokter bisa menangani Lian dengan cepat.

Rekan kerja Lian adalah Rony Mahendra, seorang CEO yang berusia tiga puluh tahun dan belum menikah karena sering di gosipkan memiliki kelainan seksual. Rony sering kali di gosipkan bahwa dirinya seorang Gay karena tak pernah menggandeng satu wanita pun. Orang tua Rony bahkan sempat percaya karena Rony benar-benar menolak semua perjodohan yang mereka buat. Rony bahkan terlihat sangat dekat dengan sahabat laki-laki nya di banding mencari perempuan untuk di jadikan pacar atau istri.

Orang tua Rony bahkan pernah dengan sengaja menjebak Rony dengan seorang perempuan bayaran hanya untuk mengetahui bahwa putra nya itu masih normal atau tidak. Ternyata Rony tidak terjebak dan malah bersikap kasar pada perempuan bayaran orang tuanya. Itu menjadi satu hal yang hingga saat ini orang tua Rony percaya jika putranya sedikit memiliki kelainan, mereka mencoba berbagai cara untuk merubah Rony hingga sekarang mereka di tahap pasrah dengan jalan hidup anaknya.

***

Hari ini Salma melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Dua bulan setelah kepergian Lian, Salma melahirkan di temani oleh kedua orang tuanya dan juga Rony. Rony menepati semua permintaan terakhir Lian padanya, untuk menjaga istri dan calon anaknya.

Rony merasa bertanggung jawab pada Salma dan anaknya karena permintaan terakhir Lian padanya. Lian mengalami kecelakaan kerja karena menyelamatkan Rony yang hampir tertimpa material bangunan. Lian mendorong Rony menjauh hingga akhirnya material bangunan menimpa dirinya sendiri. Itu lah yang menyebabkan Rony merasa bersalah dan bertanggung jawab atas hidup keluarga Lian.

Dua bulan ini Salma juga mulai menerima bentuk tanggung jawab Rony. Salma sudah mengetahui apa alasan Rony sangat kekeuh membantu dirinya. Salma memang sangat bangga pada mantan suaminya, dia sangat baik sampai rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan orang lain. Salma sama sekali tidak marah pada Rony, karena ia juga tau ini bukan sepenuhnya salah Rony.

"Masyaallah Sal, kamu berhasil ngelahirin Adek. Adek cantik sekali Sal" Ucap Rony terharu melihat perjuangan Salma melahirkan anaknya

Sebenarnya Salma meminta bunda nya yang menemaninya melahirkan di dalam ruangan. Namun Bunda Salma justru meminta Rony lah yang menemani Salma di dalam ruangan. Rony juga sangat ingin mendampingi Salma di dalam, maka dari itu dia tak menolak mengikuti permintaan bunda Salma.

Rony menggenggam erat tangan Salma, seolah menyalurkan kekuatan pada wanita yang tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan malaikat kecil ke dunia. Rony bahkan meneteskan air mata nya, dia terharu melihat perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

Rony menghapus peluh Salma di keningnya. Dia juga mengusap punggung tangan Salma dengan lembut. Rony tampak seperti suami siaga yang menemani istrinya melahirkan. Padahal mereka hanya orang asing yang baru mengenal dua bulan lalu di depan mantan suami Salma.

"Mari pak, ikut kami untuk memeriksa anak bapak dan bapak bisa mengadzani anak bapak disana" Ucap perawat

Rony mengangguk lalu menatap Salma yang masih lemas

"Sal, izin yaa mau adzanin Adek? Gapapa kan?" Tanya Rony ragu

"Iya mas, gapapa. Makasih ya" Balas Salma lemas

Salma memang memanggil Rony dengan sebutan Mas karena menanggap Rony adalah orang yang lebih tua darinya. Tidak ada makna spesial di dalamnya, hanya sebagai teman yang lebih tua dari Salma.

***

Hari ini Salma bisa kembali dari rumah sakit, setelah melahirkan. Rony sengaja membelikan Salma rumah baru yang berada di dalam perumahan elit dengan penjagaan yang lebih ketat dan terjamin. Salma memang tidak memiliki rumah sebelumnya, Salma dan Lian selama ini hanya tinggal di rumah orang tua Lian. Orang tua Lian yang memang dari awal tak menyukai Salma, setelah kepergian anaknya pun tak segan mengusir Salma dari rumah mereka.

Orang tua Lian bahkan tak mempedulikan Salma yang tengah hamil besar saat itu. Mereka berpikir Salma lah yang membuat Lian meninggal, dan dia tidak ingin jika anak Salma akan membawa pengaruh buruk, sama halnya dengan Salma yang membawa sial di keluarga mereka.

Mengetahui Hal itu, orang tua Salma hendak membawa Salma kembali ke Probolinggo. Namun, Rony mencegah orang tua Salma membawa Salma. Rony menceritakan semuanya secara detail termasuk permintaan terakhir Lian padanya. Rony pun memohon agar dia bisa di berikan kesempatan untuk menjalankan amanah dari Lian.

Orang tua Salma pun akhirnya luluh, mereka juga bisa melihat Rony adalah sosok yang baik dan bertanggung jawab. Rony bahkan dengan sabar mengantar Salma memeriksakan kandungan setelah kepergian Lian. Dan sekarang, Rony membelikan Salma dan anaknya sebuah rumah cukup mewah dengan cuma-cuma.

"Mas, seharusnya kamu gak perlu segini nya sama saya. Tinggal di rumah kecil pun saya bersyukur mas, gak perlu mewah begini" Ucap Salma tak enak

"Sal, saya cuma mau kamu dan adik itu nyaman. Disini juga aman, penjagaan nya ketat. Nanti kamu juga di temani oleh dua ART yang setiap hari bantuin kamu disini" Balas Rony

"Tapi ini bener-bener berlebihan nak Rony, Salma kan hanya tinggal berdua sama anaknya" Timpal Bunda Salma

"Iya nak, mending rumah yang biasa saja" Balas Ayah Salma

"Yah, Bund. Rony lakuin ini supaya Ayah Bunda juga mau tinggal disini nemenin Salma. Tapi karena kalian menolak, ya gapapa setidaknya kalian bisa kesini sering-sering buat nengok Adek kan"

"Ini gak berlebihan sama sekali dengan apa yang Lian korbankan demi menyelematkan saya Yah, Bund. Jadi gausah merasa sungkan, ini bahkan menurut saya masih belum ada apa-apanya" Balas Rony

"Mas, gaperlu mas. Udah, mas Rony selama ini udah membantu Salma dengan baik. Ini sudah lebih dari cukup mas" Ucap Salma

"Belum Sal, sampai kapan pun saya akan tetap jalani amanah dari Lian. Apalagi kemarin kan saya yang mengadzani Adek, jadi Adek juga anak saya sekarang"

"Saya mau yang terbaik untuk anak saya, saya juga mau selalu jagain anak saya" Ucap Rony tegas

Ayah dan Bunda Salma tersenyum tipis mendengar ucapan Rony barusan, sedangkan Salma masih bingung dengan sikap baik Rony.

"Boleh kan saya anggap Adek itu anak saya Sal? Apa kamu keberatan?" Tanya Rony ragu

"Gak sama sekali kok mas, kamu udah baik selama ini sama saya dan Adek. Adek juga pasti seneng bisa dapet peran ayah nantinya dari mas" Balas Salma

"Makasih Sal"

"Yaudah ayo, Sal, Yah, Bund. Masuk" Ajak Rony masuk ke dalam rumah

***

"Assalamualaikum" Ucap Rony

"Waalaikumsallam, eh dari mana mas?" Tanya Salma menyapa Rony yang sudah masuk ke dalam rumah

"Dari kantor Sal, tiba-tiba kangen sama Eca mangkanya kesini. Anak saya mana Sal?" Tanya Rony

Meysa Naura Parulian, nama anak Salma yang lahir lima bulan lalu. Salma sepakat memberikan nama Lian di belakang nama putrinya. Karena bagaimana pun Eca adalah anak nya bersama Lian, buah cinta nya dengan mantan suaminya.

Selama lima bulan ini, Rony hampir setiap hari mampir ke rumah Salma untuk melihat putri kecilnya. Rony sangat menyayangi Eca, menurut Rony semenjak kehadiran Eca di hidupnya. Hidup Rony terasa jauh lebih bahagia, hidupnya tak lagi monoton hanya rumah dan kantornya. Kini ada mainan kecilnya yang harus ia lihat setiap harinya.

Rony sengaja membeli rumah untuk Salma yang tak jauh dari rumah nya karena jika Salma membutuhkan nya, dia bisa langsung membantu wanita itu. Selain itu pasti alasan utama Rony adalah bertemu dengan Eca, sehari saja tak bertemu putrinya. Rony merasa gelisah dan tidak tenang, itulah alasan mengapa Rony memberi rumah untuk Salma di satu perumahan dengan orang tuanya hanya saja beda komplek.

"Di kamar Mas, masuk aja. Tadi sih lagi bobo, makanya bisa aku tinggal pumping" Ucap Salma

"Ohh, yaudah saya ke atas ya" Balas Rony

"Iya" Balas Salma

Rony membuka kamar, dan melihat Eca sedang tengkurap dan menatapnya. Eca tersenyum melihat Rony, membuat Rony semakin gemas di buat nya. Rony segera menuju ranjang dan menggendong putri kecilnya.

"Gemes banget sih? Kangen ya sama Papa hhmm? Iya? Kangen yaa Eca? Kok Papa Dateng langsung senyum-senyum gitu? Hahahaha" Ucap Rony terkekeh gemas

Salma memperbolehkan Rony yang meminta agar dirinya di panggil Papa oleh Eca. Sedangkan Salma Mama dan Lian dengan sebutan Ayah. Salma juga ingin anaknya bisa merasakan peran ayah walaupun ayah kandung nya sudah tidak bersama nya di dunia. Setidaknya ada Rony yang mau dengan tulus memberikan itu pada Eca.

Saat Rony asyik menggendong dan menciumi putri kecilnya. Rony melihat mulut Eca yang seperti ingin menyusu, Rony langsung membawa Eca yang berada di gendongannya menemui Salma.

"Sal, Salma" Panggil Rony

"Iya mas?" Balas Salma

"Eca kaya nya haus deh, liat mulut nya di mainin Mulu dari tadi" Ucap Rony

"Ah iya, haus ini anak Mama. Sini mas, biar Eca aku susuin dulu ya" Balas Salma mengambil alih Eca

"Yaudah, saya juga sekalia pulang deh ya Sal" Pamit Rony

"Iya mas, hati-hati" Balas Salma

Namun, sebelum pulang Rony mengecupi seluruh wajah Eca hingga bayi itu terkekeh geli dengan kelakuan Rony.

"Hahaha geli ya nak? Ngomong dong, udah Papa Adek geli" Ucap Salma menirukan suara anak kecil

Jantung Rony berpacu sangat cepat mendengar Salma memanggilnya Papa. Selama ini Rony tak pernah mendengar Salma menyebut dirinya Papa walaupun sedang bersama Eca. Entah sejak kapan perasaannya tumbuh pada Salma, yang jelas saat ini Rony sangat menyayangi kedua perempuan di hadapannya itu. Eca dan Salma adalah penyemangat hidupnya yang baru, setelah keluarga nya.

Rony yang sedari tadi menatap Salma, sesegera mungkin mengalihkan pandangannya. Ia kembali menciumi wajah putri kecilnya.

"Hahaha geli ya sayang, tapi Papa masih kangen jadi masih mau cium-cium Adek Eca hahaha" Ujar Rony

"Mas udah ih, katanya mau pulang. Kasian ini, dia udah haus" Balas Salma

"Hahaha iya iya, yaudah saya balik dulu ya Sal" Ucap Rony

"Iya mas, hati-hati" Balas Salma

Salma juga melihat perbedaan Rony yang pertama kali dia temui, dengan Rony saat ini. Rony kali ini sangat lah hangat, dia benar-benar ayah yang baik untuk Eca. Rony yang dulu datar, pendiam dan tak banyak bicara. Kini berubah menjadi Rony yang hangat, mudah tertawa dan lebih banyak bicara padanya. Salma pikir ini semua karena kehadiran Eca yang memang bisa membuat Rony berubah.

***

Hari ini, Rony terpaksa membawa Salma menemui keluarganya. Rony di desak kedua orang tuanya memberi tahu apa alasan Rony selalu pulang larut malam ke rumah, padahal dia pulang selalu lebih dulu dari kantor. Orang tua Rony juga mengetahui pengeluaran Rony yang membeli rumah mewah lengkap dengan segala furniture nya. Orang tua Rony takut jika Rony semakin dalam terjerumus dengan pergaulan teman lelaki nya. Orang tua Rony benar-benar takut jika Rony mengalami kelainan seksual dan rumah yang Rony beli adalah untuk kekasih laki-lakinya.

Sebelumnya Rony menceritakan itu semua pada Salma, dan Salma cukup terkejut dengan apa yang terjadi pada hidup Rony. Salma kemudian berinisiatif untuk meminta maaf pada keluarga Rony karena selama ini ia merasa telah merepotkan Rony. Sekaligus membantu menyadarkan orang tua Rony, jika tuduhan mereka itu salah pada Rony.

"Assalamualaikum" Ucap Rony

"Waalaikumsallam, mana katanya kamu mau jelasin sekarang kan! Jelasin sama Papa!" Bentak Papa Rony

"Bentar Pa, Rony panggil seseorang dulu" Ucap Rony

Rony memanggil Salma yang tengah menggendong Eca. Mama dan Papa Rony nampak kebingungan siapa wanita yang putra nya ini bawa.

Rony dan Salma bergantian menjelaskan semua nya pada orang tua Rony. Orang tua Rony sangat merasa bersalah telah menudu putra nya yang tidak-tidak. Mereka juga sangat prihatin dengan apa yang menimpa pada Salma, apalagi melihat gadis lucu yang sedari tadi tersenyum menatap kedua orang tua Rony.

"Ya Allah, kasian sekali kamu sayang"

"Kamu harus tanggung jawab Ron, berikan Eca kasih sayang sebagai seorang ayah. Dia masih kecil tapi harus kehilangan sosok ayahnya karena kamu yang kurang hati-hati di proyek!" Ucap Mama Rony

"Tante, itu semua sudah takdir. Salma sudah ikhlas atas kepergian suami Salma. Mas Rony juga sangat bertanggung jawab selama ini, Mas Rony bahkan tak pernah terlihat sangat tulus menyayangi Eca" Balas Salma

"Mulai detik ini, Eca juga cucu Mama Sal. Kamu jangan panggil Tante lagi ya, panggil aja Mama"

"Mama boleh gendong Eca Sal?" Tanya Mama Rony

"Boleh Tan, eh Ma" Balas Salma memberikan Eca pada Mama Rony

"Masyaallah, cantik sekali cucu Oma. Pa liat Pa, cantik banget cucu kita Pa" Ucap Mama Rony

"Iya Ma, Alhamdulillah ya akhirnya kita kesampean punya cucu Ma. Cantik sekali lagi cucu kita ya Ma" Timpal Papa Rony

"Udah clear kan masalahnya? Lagian jadi orang tua lebih percaya omongan dari luar ketimbang anaknya sendiri"

"Rony masih normal, Rony masih suka lubang! Bukan batang!" Ucap Rony kesal

"Ya gimana gak percaya! Liat kamu sekarang! Udah Tua bukannya nikah juga!" Omel Mama Rony

"Masa kamu mau di langkahin Adek kamu Ron! Adek kamu malah udah serius sama pacarnya!" Timpal Papa Rony

"Ya kenapa emangnya? Kalo Adek udah ketemu jodohnya duluan mah silahkan" Balas Rony santai

"Toh Rony juga udah punya Eca, anak Rony yang cantik ini gak akan bikin Papa nya kesepian" Lanjut Rony

"Yaudah, nikahin aja Salma sekalian biar bisa jadi Papa nya Eca yang Sah" Ucap Papa Rony

"Ya kalo Salma nya mau, Rony mau banget Pa" Balas Rony sembari melirik Salma

Salma tiba-tiba tersedak air liurnya sendiri, membuat dirinya terbatuk.

"Eh eh? Kenapa Sal? Minum dulu, minum" Ucap Rony panik

"Kenapa Sal? Kamu gamau ya sama Rony? Ketuaan ya dia buat kamu?" Tanya Mama Rony

"Ma! Rony masih tiga puluh tahun! Gak setua itu yaa" Protes Rony

"Jadi gimana Sal? Mau nikah sama Rony?" Tanya Papa Rony

"SALMAAAAAAAA" Teriak Nabila lalu berlari memeluk Salma

"Nabila?" Tanya Salma kaget lalu membalas pelukan Nabila

"Adek kenal sama Salma?" Tanya Rony

"Kenal lah! Dia sahabat Adek sejak SMA bang" Balas Nabila

"Kok Mama gapernah tau dek?" Tanya Mama Rony

"Ya karena dia dulu kutu buku. Pulang sekolah ya wajib pulang ke rumah. Pas kuliah pun begitu, jarang ada waktu buat keluar karena dia sibuk belajar takut nilainya turun Ma. Salma kan penerima beasiswa karena dia tuh pinter banget"

"Pas lulus kuliah, kerja baru setahun eh udah nikah aja. Hubungan Adek sama Salma jadi renggang semenjak Salma nikah Ma. Salma di kekang sama suaminya, makanya Adek sebel sama suaminya Salma"

"Tapi kok lu tumben bisa keluar? Gak di marahin lu sama suami lu Sal?" Tanya Nabila

"Mas Lian udah gak ada Nab" Balas Salma tersenyum pahit

"Maksud lu? Lagi keluar kota?" Tanya Nabila polos

"Bukan dek, ih kamu nih" Omel Rony

Rony Akhirnya menceritakan semuanya pada Nabila dan membuat Nabila benar-benar kaget. Sejauh itu kah dirinya dengan Salma saat ini, bahkan hampir setahun ini dia sama sekali tak mengetahui keadaan sahabatnya.

"Sal, sorry gue gatau apa-apa tentang hidup lu. Gue turut berduka cita ya Sal, sorry gue gak ada di saat lu butuh gue Sal" Ucap Nabila sendu memeluk Salma

"Iya Nab, ini bukan salah lu. Kan lu jadi jauh juga karena Mas Lian yang ngelarang lu temenan sama gue lagi. Maafin perbuatan Mas Lian dulu ya Nab, gue tau itu pasti nyakitin lu banget. Maaf ya Nab" Balas Salma sedikit terisak

"Iya Ca, gue udah maafin Kak Lian kok. Udah ya, gausah sedih lagi. Sekarang gue dan keluarga gue ada buat lu dan anak lu" Balas Nabila

Nabila melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Salma.

"Mana nih ponakan gue?"

"Gantian dong Ma, Adek mau gendong ponakan Adek juga" Ucap Nabila

"Gak ah, Mama belum puas. Kamu nanti aja dek gantian sama Mama. Mama baru sebentar gendong Eca" Balas Mama Rony

"Astaghfirullah Ma, bentaran doang kek pinjem Eca nya. Nanti Mama gendong lagi deh, kalo Eca udah capek" Ucap Nabila

"Gak dek, Mama belum puas. Udah kamu kangen-kangenan aja lagi sama Salma. Eca biar sama Mama dulu, yuk Pa. Ajak Eca ke kamar kita. Kasian pasti Eca pengen rebahan ya sayang" Ucap Mama Rony

"Ma, ishh malah di bawa kabur? Mamaaaa" Rengek Nabila

"Nab udah Nab, nanti gantian aja sama Mama Papa. Ngalah kek sama orang tua" Ucap Salma

"Ya kan gue mau gendong ponakan gue Sal" Balas Nabila

"Sal, maaf ya. Eca malah jadi rebutan disini. Maafin Mama Papa ya" Ucap Rony sungkan

"Apasih Mas? Ya gapapa dong, aku juga seneng kalo Eca banyak yang sayang kaya gini" Balas Salma

"Ciyee, udah mas mas aja nih? Nikah Sabi kali bang. Janda kembang nih sahabat gue hahaha" Ledek Nabila

"Nab! Apasih" Ucap Salma

Kaya nya Salma belum bisa buka hati buat gue, gue nya aja yang terlalu baper dan menikmati peran seakan-akan Salma adalah istri gue dan Eca anak kandung gue. Nyata nya mereka tetap milik Lian, bukan milik gue *batin Rony

***

"Assalamualaikum" Ucap Rony

"Waalaikumsallam, loh mas Rony? Kok kesini?" Tanya Salma bingung

"Loh, emang kenapa? Saya gaboleh kesini Sal? Kan saya kangen sama anak saya, tiap hari juga pulang kerja saya selalu kesini kan buat liat Eca" Balas Rony bingung

"Eh bukan gitu maksudnya mas. Tadi Mama sama Nabila kesini, jemput Eca. Katanya mau ngajak Eca jalan-jalan. Kirain sama mas juga, makanya aku bingung kenapa mas kesini" Ucap Salma

"Lah, Mama sama Adek gak ada ngomong loh, main bawa-bawa aja anak saya. Padahal kan saya kangen sama Eca Sal" Balas Rony

"Yaudah mas susulin aja mereka, tapi jangan di lupa di balikin ya anak aku mas haha" Ucap Salma

"Hmm gimana kalo kita jalan-jalan aja? Saya tau kamu capek Sal, selama ini kamu cuma di rumah ngurus Eca sendirian. Saya cuma bantu pas pulang kerja doang"

"Mau ya? Healing tipis-tipis aja, biar kamu gak stress karena di rumah terus" Ucap Rony lembut

Mas Rony memang baik, dia bahkan sangat peduli sama keadaan aku yang emang beneran butuh refreshing *batin Salma

"Mau mas, emang mau kemana?" Tanya Salma

"Pantai mau gak? Kita lihat sunset?" Tanya Rony

"Mau mau, bentar ya mas. Aku siap-siap dulu" Ucap Salma

"Iya, saya juga numpang mandi dan ganti baju di kamar tamu ya Sal" Ucap Rony

"Mas? Serius? Ini rumah kamu loh, gausah izin lah sama aku. Pake aja semau mas" Balas Salma

"Gak dong, kan saya beliin rumah ini untuk Eca. Kamu Mama nya Eca, jadi harus izin sama Mama nya Eca" Ucap Rony

"Hahaha iya iya, silahkan Papa nya Eca. Di tinggal dulu yaa" Balas Salma lalu naik ke kamarnya

Sal? Jantung saya copot ini. Bener-bener gak tanggung jawab! Udah bikin salting malah kabur *batin Rony

Kini Salma dan Rony sudah berada di pantai yang sangat indah. Rony juga sudah mengabarkan pada Nabila jika Eca biarkan saja di rumah orang tua Rony, sampai nanti Rony dan Salma yang menjemput nya disana.

"Seneng gak?" Tanya Rony lembut

"Seneng, makasih ya mas" Balas Salma

"Iya sama-sama, saya tau kamu penat. Ngurus anak sendirian tanpa suami pasti berat kan Sal. Tapi kamu hebat, kamu bisa lakuin semuanya sendirian" Ucap Rony

"Mas, saya gak sendirian loh ngerawat Eca. Kan ada Mas yang selama ini nemenin aku. Mas juga gantiin sosok mas Lian di hidup Eca. Mas bisa sayang tulus sama Eca, dan Mas juga selalu ada untuk aku dan Eca. Makasih ya mas" Balas Salma

"Sama-sama Salma. Saya ikhlas lakuin ini semua karena memang saya sayang sama Eca Sal. Dari pertama kali saya lihat Eca keluar dari perut kamu, buat saya sayang sama gadis kecil yang sekarang juga milik saya. Saya bahkan rela kalo harus menukar nyawa saya demi Eca bahagia Sal" Ucap Rony

"Mas, jangan ngomong kaya gitu ya. Eca bahagia kalo ada mas di hidupnya. Jadi aku mohon, jangan pernah pergi dari hidup Eca ya mas. Eca butuh Papa nya" Balas Salma

Rony tersenyum haru mendengar permintaan Salma padanya

"Iya Sal, saya janji. Saya gak akan tinggalin Kamu atau pun Eca. Kamu dan Eca tetap prioritas saya" Ucap Rony

"Mas, jangan jadikan saya prioritas mas. Cukup Eca aja yang jadi prioritas buat mas. Dan nanti kalo Mas Rony nikah dan punya anak sendiri. Aku cuma minta jangan pernah lupain Eca ya mas" Balas Salma haru

"Ck, saya gamau nikah Sal. Saya sudah punya Eca di hidup saya. Jadi saya gak perlu menikah" Ucap Rony

"Mas, mas harus nikah. Kasian Mama Papa mas yang pengen banget liat mas nikah. Mereka pasti juga mau punya cucu kandung dari mas. Mas har - "

"Iya Iya, nanti saya pikirin lagi ya" Balas Rony pasrah

"Nah, gitu dong. Itu baru Papa Eca" Ucap Salma

"Oh iya, bicaranya jangan formal-formal dong mas. Kan sekarang mas itu Papa nya Eca, orang tua Eca. Masa sama mama nya bicara nya formal banget. Anggap saya Adek atau Temen mas, kan aku juga seumuran Adek Mas Rony" Lanjut Salma

Saya mau nya kamu itu jadi istri saya Sal, bukan temen maupun Adek *batin Rony

"Iya, saya - "

"Sorry sorry, aku coba ya Sal" Ucap Rony

"Nah, gitu lebih enak mas" Balas Salma

"Yaudah, pulang yuk. Udah mau magrib nih. Kasian Eca juga, takut dia cari nen nya haha" Ucap Rony

"Iya yuk, udah kangen banget sama si cimol" Balas Salma

"Cimol?" Tanya Rony

"Iya, Muka Eca kan bulet putih kek cimol mas hahahaha" Ucap Salma

"Ish, enak aja. Anak aku di katain cimol. Jangan ah Sal, jelek tau" Balas Rony

"Ya terserah aku dong mas, aku mau nya manggil cimol gimana hahaha" Ledek Salma

"Jelek Salma, nama bagus-bagus Meysa malah di panggil cimol" Ucap Rony kesal

"Nama kesayangan mas, udah ih gapapa" Balas Salma

"Hmm, susah emang kalo ngomong sama kamu. Pasti aku kalah terus" Ucap Rony

"Hahahaha maaf ya, tapi emang Eca mirip cimol mas" Balas Salma terkekeh

Rony hanya menggelengkan kepala melihat Salma tertawa. Namun, Rony melupakan satu hal. Ini adalah kali pertamanya melihat Salma tertawa sangat bahagia setelah tujuh bulan kepergian mendiang suaminya. Hari ini Salma bisa kembali tertawa lepas bersama Rony di pinggiran Pantai. Sungguh momen yang indah bagi Rony, bisa melihat senja bersama wanita yang kini mengisi hati dan pikirannya.

***

Rony yang mendapatkan telpon dari ART rumah Salma, segera bergegas datang ke rumah Salma. Rony mendapatkan kabar bahwa sedari tadi Eca menangis tak berhenti-berhenti. Hingga tengah malam pun, Eca masih saja menangis dan terdengar hingga lantai bawah.

Hal itu membuat salah satu ART terpaksa menghubungi Rony karena Rony yang meminta nya agar menghubungi dirinya jika ada sesuatu dengan Eca atau pun Salma.

Tok tok tok

"Sal, ini aku Rony. Aku masuk yaa" Ucap Rony sebelum masuk ke dalam kamar Salma

Rony pun masuk ke dalam kamar dan melihat raut muka Salma yang nampak khawatir sembari menggendong Eca yang tak kunjung berhenti menangis

"Eca kenapa Sal? Kok sampe merah gini mukanya?" Tanya Rony

"Astaghfirullah Sal, ini Eca demam. Ayo bawa ke rumah sakit" Ajak Rony

"Kamu kok bisa kesini mas?" Tanya Salma

"Ck, aku kepikiran anak aku lah! Udah ayo gausah banyak tanya. Kasian Eca ini" Balas Rony panik

"Mas mas, udah gausah yaa. Eca demam karena tadi pagi habis imunisasi, ini hal wajar. Gaperlu di bawa ke rumah sakit"

"Barusan juga udah aku kasih obat, jadi jangan khawatir ya" Ucap Salma

"Beneran? Tapi kasian dia nangis terus" Balas Rony

"Iya kan demam, pasti ngerasa badannya gak enak. Tapi ini wajar mas, Eca gapapa kok" Ucap Salma

"Sini gantian, biar aku aja yang gendong. Kamu pasti capek kan? Udah tidur aja istirahat ya, biar Eca Sama aku" Balas Rony sembari mengambil alih Eca dari gendongan Salma

"Gausah mas, aku belum capek kok. Lagian kamu yang capek seharian kerja, tengah malam malah harus jagain Eca. Udah mas Rony tidur aja di kamar tamu, aku gapapa kok" Ucap Salma

"Ck, ya ngapain aku kesini Sal kalo cuma numpang tidur. Aku mau jagain anak aku kesini. Mending sekarang gantian ya, kamu tidur dulu. Nanti kalo kamu udah bangun baru kamu yang gendong Eca. Gimana? Adil kan?" Tanya Rony

"Yaudah mas, gitu aja. Aku tidur duluan yaa" Balas Salma

"Iya, tidur aja. Aku bawa Eca ke bawah ya biar kamu gak keganggu tidurnya" Balas Rony

Setelah Rony berhasil menidurkan Eca, dia kembali ke kamar Salma. Rony melihat Salma tertidur sangat lelap. Rony tau, Salma pasti kelelahan mengurus Eca dari tadi. Rony sebenarnya sedikit kesal pada Salma, kenapa dia tak mengabarinya saat Eca demam. Rony justru tau dari ART di rumah Salma, jika ART itu tak memberi tau nya, Rony pasti tak akan tau kondisi anaknya sekarang.

Rony meletakkan Eca di samping Salma dengan perlahan. Setelahnya Rony mengusap lembut kepala Salma dan memberanikan diri mengecup kening Salma.

"Saya cinta sama kamu Sal, tapi entah kapan saya bisa berani mengungkapkan perasaan saya sama kamu. Saya takut, kalo saya ungkapkan ini sama kamu. Kamu justru menjauhkan saya dari Eca, saya gak sanggup kalo harus jauh dari kamu dan Eca Sal. Eca sudah menjadi separuh hidup saya Sal dan separuhnya lagi itu kamu. Tolong jangan pernah pergi dari hidup saya ya, saya butuh kalian di samping saya. Saya janji saya akan selalu berusaha membuat kalian bahagia semampu saya. Selamat tidur Mama Eca" Monolog Rony sembari mengusap lembut pipi Salma

Setelah mengatakan itu, Rony berpindah tidur di sofa yang berada di dalam kamar Salma. Dia takut meninggalkan Eca dalam kondisi yang masih demam.

Salma membuka mata setelah merasa Rony sudah tertidur pulas di sofa. Seketika dia meneteskan air matanya, setelah mendengar semua curahan hati Rony. Salma memang belum bisa melupakan Lian, namun Salma juga tak munafik jika dia nyaman bersama dengan Rony. Rony selalu membuatnya bahagia, bahkan jauh lebih bahagia dari pada saat bersama Lian dulu.

Keluarga Rony juga sangat menyayangi nya dan Eca. Berbeda dengan keluarga Lian yang bahkan sampai saat ini tak pernah mencari Eca yang merupakan cucu kandungnya. Di hati Salma masih ada Lian, namun terus bersama Rony membuat hati nya juga perlahan mulai menyayangi sosok Rony yang selalu ada untuknya selama ini.

***

Pagi hari nya, Salma membangunkan Rony untuk sholat subuh. Salma tak menolak saat Rony mengajaknya sholat berjamaah, namun ketika selesai sholat. Salma yang mencium tangan Rony membuat Rony mematung seketika. Perbuatan Salma berhasil membuat hati Rony berbunga-bunga. Rony pun refleks mengusap lembut kepala Salma.

"Maaf ya mas, gara-gara Eca demam kamu harus nginep sini dan tidur di sofa. Pasti badan kamu pegel semua ya" Ucap Salma

"Gapapa kok Sal, demi Eca meskipun tidur di lantai juga saya ikhlas. Saya gamau ninggalin Eca dalam keadaan seperti semalam"

"Eh tapi gimana Eca masih demam?" Tanya Rony lalu bangkit mengecek suhu badan Eca

"Sal? Ini masih demam loh, kaya nya obat yang kamu kasih gak mempan. Bawa ke rumah sakit aja yaa, aku khawatir ini demam nya gak turun-turun" Ucap Rony sembari memegang kening Eca

Eca kembali menangis saat merasakan gerakan tangan Rony di wajahnya.

Rony dengan sigap menggendong Eca kembali

"Cup cup cup, anak Papa jangan nangis sayang. Ini di gendong yaaa, badan nya sakit ya sayang? Adek pusing? Hmm?" Ucap Rony pada Eca

"Biasanya emang gitu mas, Eca kalo habis imun ya demam nya dua harian. Tapi kan gak sepanas semalam, ini udah agak mendingan kok. Nanti siang juga pasti udah gapapa" Balas Salma yang memegang kening anaknya dalam gendongan Rony

"Perasaan pas imun bulan bulan sebelumnya kamu gak pernah kasih tau saya kalo Eca demam. Jadi kamu ngurus Eca sendirian pas demam?" Tanya Rony

"Hmm iya mas" Balas Salma

"Ck, Sal. Kamu anggap saya Papa nya Eca bukan sih? Kenapa kamu gak ngabarin saya? Semalem juga kalo bukan bibi yang telfon saya, kamu pasti gak akan ngabarin saya kan? Saya sayang sama Eca Sal, kalo sampe terjadi apa-apa sama Eca. Saya gabisa maafin diri saya sendiri karena udah gak becus jagain Eca!"

"Saya gini bukan hanya karena Lian titip kalian sama saya. Tapi jujur saya sangat sayang sama Eca Sal, Eca bagian dari hidup saya sekarang. Eca anak saya Sal, putri kecil saya. Saya gamau Eca kenapa-napa Sal, saya gamau" Ucap Rony sedih

Salma refleks memeluk Rony dari samping. Menenangkan laki-laki yang sudah tulus menyayangi nya dan juga putri kecilnya.

"Maaf ya mas, bukan itu maksud aku. Aku cuma gak enak terlalu sering ngrepotin kamu mas. Kamu pulang kerja capek-capek selalu Dateng kesini buat tengokin Eca. Aku jadi gak tega kalo harus minta tolong kamu lagi dan ngrepotin kamu terus"

"Maaf kalo ternyata apa yang aku lakuin justru menyinggung perasaan mas. Aku sama sekali gak ada niat bikin mas sedih, maaf ya mas" Ucap Salma

Rony membalas pelukan Salma dengan satu tangannya. Ia mengusap lembut punggung Salma.

"Iya gapapa, tapi lain kali jangan gitu ya Sal. Apapun tentang Eca, tolong kasih tau saya. Saya gak akan pernah capek kalo buat Eca" Balas Rony

"Iya mas janji"

"Jangan balik formal lagi dong ngomongnya kalo emang gak marah sama aku mas" Ucap Salma

Rony terkekeh mendengar ucapan Salma, lalu refleks mencubit pipi Salma

"Gemes banget sih Mama nya Eca ini" Ucap Rony

"Gitu dong ketawa, jangan sedih-sedih lagi ya mas" Balas Salma

"Iyaa Sal" Ucap Rony

"Yaudah, mending kamu jemur Eca deh mas. Sapa tau kena sinar matahari pagi, badannya bisa mendingan. Aku mau beres-beres kamar nih, nanti aku nyusul ke bawah" Balas Salma

"Siap Mama" Ucap Rony lalu pergi membawa Eca

"Mas Rony bener-bener ya, bisa-bisanya manggil Mama sama aku hmm" Monolog Salma

Selesai membereskan kamar, Salma menyusul Rony dan Eca ke halaman belakang. Namun Salma terkejut ketika melihat di rumahnya sudah ada Nabila serta kedua orang tuanya.

"Loh, Mama, Papa, Nabila? Kapan Dateng kesini?" Tanya Salma

"Baru dua puluh menitan yang lalu Sal" Balas Nabila

"Mama khawatir pas tau Eca sakit. Semalem Mama mau ikut tapi di larang sama Rony. Akhirnya baru sekarang bisa kesini Sal" Ucap Mama Rony

"Mama gabisa tidur kepikiran Eca Sal, dari subuh udah gatel aja mau kesini" Timpal Nabila

"Iya Sal, Papa sampe berkali-kali bujukin buat tidur. Akhirnya bisa tidur setelah VC Rony dan liatin Eca yang udah anteng di gendongan Rony semalem" Timpal Papa Salma

"Ya Allah, Mama. Eca gapapa kok ma, itu efek imunisasi aja. Cuma gatau semalem rewel banget, biasanya juga gak serewel semalem pas selesai imunisasi. Semalem rewel banget, tapi malah diem setelah di gendong Mas Rony, mungkin Eca lagi pengen manja sama Papa nya itu" Ucap Salma

"Makanya nikah, biar bisa tinggal sekamar. Kan Eca gak perlu kangen-kangenan sama Papa nya karena tinggalnya jauh" Sindir Nabila

"Nah, bener tuh kata Nabila. Cepet nikah Ron sama Salma. Kasian Eca, masa harus nangis dulu kalo lagi kangen kamu atau lagi mau di manja kamu" Ucap Mama Rony

"Papa setuju, kasian cucu Opa harus tinggal terpisah sama Papa nya" Timpal Papa Rony

"Ma, Pa, Nab, jangan gitu. Nanti Salma nya risih. Salma juga pasti masih belum bisa buka hati buat Rony. Suaminya kan baru aja meninggal gara-gara Rony Ma, Pa, Nab" Ucap Rony

Mas Rony memang sebijak dan sebaik itu. Dia bahkan rela nyembunyiin perasaannya demi kenyamanan aku yang memang belum bisa lupain mas Lian. Dia bahkan selalu mikirin kebahagiaan aku dan Eca *batin Salma

"Ya nikah aja dulu, belajar sama-sama saling buka hati dan belajar mencintai satu sama lain. Jangan egois, demi anak mah" Ucap Mama Rony

"Bener Ron, nanti seiring nya berjalan nya waktu pasti perasaan itu bisa tumbuh" Timpal Papa Rony

"Gimana Sal? Mau gak lu? Nikah sama perjaka tua nih? Hahaha" Ledek Nabila

"Ish, mulut nya adek emang minta di cabe in ya! Kurang ajar banget, ngehina Abang sendiri" Ucap Rony kesal

"Kan fakta bang hahaha" Ledek Nabila

Rony melirik ke arah Salma, dia benar-benar merasa tak enak saat keluarga nya mendesak nya menikahi Salma

"Sal, gausah dengerin omongan Mama, Papa, Nabila yaa. Aku gak akan maksa kamu nikah sama aku kok, aku tau kamu belum lupain Lian. Aku gak akan ma - "

"Gapapa mas. Lagian yang di omongin Mama dan Papa ada benernya kok"

"Kamu Papa yang baik buat Eca mas, dan gak baik juga buat kita yang sering serumah tapi gak ada hubungan sama sekali. Takutnya nanti malah jadi fitnah" Ucap Salma tulus

"Jadi kamu mau Sal? Kamu mau nikah sama aku?" Tanya Rony shock

Salma menganggukkan kepalanya sembari tersenyum

"Yeayyyy Abang nikahhhhh" Ucap Nabila

"Dek, Abang nikah dekkkkk" Timpal Rony bahagia lalu memeluk Nabila

Nabila pun membalas pelukan Rony lalu berputar-putar kegirangan

"Makasih ya sayang, udah mau nikah sama anak Mama" Ucap Mama Rony

"Harusnya Salma yang makasih karena Mama udah Nerima Salma dan Eca di keluarga kalian. Mas Rony baik ma, gak ada alasan Salma untuk nolak dia"

"Mama, Papa dan Nabila juga sangat baik sama Salma dan Eca. Salma berhutang banyak sama kalian semua" Ucap Salma

"Sutss gak ada yang namanya hutang sesama keluarga Nak. Kamu mau nikah sama Rony aja udah bikin Papa seneng. Akhirnya Papa bisa buktiin kalo anak Papa gak ada kelainan. Dia normal dan dia nikah sama perempuan Sal" Balas Papa Salma

"Ck, masih aja itu yang di bahas! Udah berapa kali Rony bilang. Dion dan Putra itu temen Rony doang. Cuma gara-gara sering jalan sama mereka malah di kira Gay. Aneh banget"

"Rony gak cari cewek karena Rony ngerasa belum ada yang cocok sama cewek manapun termasuk beberapa kandidat yang Mama jodohin sama Rony! Rony gak suka cewek yang pake baju kurang bahan, sok cantik, genit sama Rony!" Ucap Rony

"Ya habisnya, nempel sama mereka Mulu. Gapernah Deket sama cewek sekali pun. Gimana gak curiga coba!"

"Kamu gak ngomong, mana Mama tau selera kamu yang gimana, Mama juga pilihin yang seksi cuma buat ngetes kamu aja. Kamu masih normal apa gak!"

"Tapi sekarang Mama bersyukur banget kamu ketemu Salma, bergaul nya jadi sama cewek. Gak sama Dion dan Putraaa Mulu" Balas Mama Rony

"Ya semenjak ada Eca juga, Rony bergaulnya sama Eca Mulu Ma. Gapernah sama cewek lain" Timpal Rony

"Yeuhh sama Eca, sekalian emak nya kali lu bang" Sindir Nabila

"Ck, apasih bocil. Diem!" Omel Rony

"Yaudah yaudah, masuk yuk. Udah mulai panas ini, kasian cucu Opa itu. Mana gak pake baju, ntar item gimana itu haduhhh" Omel Papa Rony

"Mana ada matahari pagi bikin item sih Pa. Kalo jemur bayi kan emang begini, di buka baju nya. Papa nih" Timpal Rony

"Iya iya, ayo masuk aja. Kasian itu, pasti haus habis di jemur. Kasih ASI aja dulu Sal" Ucap Papa Rony

"Iya Pa" Balas Salma

"Sini mas, biar aku bawa ke kamar dulu" Ucap Salma mengambil alih Eca

***

Saat ini Salma dan Rony tengah berada di mobil Rony yang terhenti di parkiran pemakaman. Mereka hendak mengunjungi makam Lian untuk memperingati satu tahun Kematian Lian dengan berdoa di makamnya. Sekaligus Salma hendak meminta izin untuk menikah lagi bersama Rony.

"Sal? Kamu sudah yakin? Mau menikah sama aku? Aku gamau maksa kamu Sal, aku akan tunggu kamu sampai siap kapan pun itu" Ucap Rony

"Mas, sebelum aku memutuskan ini semua aku sudah sholat istikharah. Setelah aku sholat dan minta petunjuk, hati ku semakin yakin buat terima kamu"

"Walaupun aku belum mencintai kamu, tapi aku yakin sama keputusan aku mas. Aku cuma minta kesabaran kamu untuk bisa menunggu hingga hati ku sepenuhnya milik kamu. Walaupun nantinya Mas Lian akan tetap ada di hati ku, setidaknya cinta ku sama kamu akan bisa tumbuh jauh lebih besar dari perasaan cinta ku ke Mas Lian"

"Aku harap kamu bisa bersabar hingga waktu itu tiba. Entah kapan, yang pasti aku akan berusaha membuka hati ku untuk kamu mas" Ucap Salma

Rony memeluk erat tubuh Salma.

"Makasih Sal, makasih. Aku akan selalu tunggu hingga waktu itu tiba. Aku akan selalu berusaha membuat kamu cinta sama aku Sal. Aku gak akan menyerah untuk dapatin hati kamu" Ucap Rony

"Makasih ya Mas, sekarang turun yuk. Kita jenguk Mas Lian sama-sama" Balas Salma

"Sal, walaupun nanti kamu udah jadi istri aku. Aku gak akan pernah ngelarang kamu untuk menemui Lian kesini, aku akan selalu temenin kamu kesini jenguk Lian. Aku juga gak akan minta kamu lupain Lian, aku tau Lian punya tempat tersendiri di hati kamu. Tapi aku minta, jangan jadikan Lian prioritas kamu lagi ya. Jadikan aku sebagai tokoh utama di hidup kamu, bukan hanya sekedar peran pengganti Lian saja" Ucap Rony

"Iya Mas, aku janji. Mas Lian memang masa lalu aku, tapi kamu masa depan aku. Calon imam aku dan Eca. Aku tau diri tentang hal itu mas. Aku gamau ngecewain manusia yang sudah baik dan tulus menyayangi aku dan Eca selama setahun ini, bahkan sebelum Eca lahir di dunia" Balas Salma

Rony mengecup kening Salma lembut, lalu tersenyum menatap Salma

"Yaudah yuk, kita doain Lian. Sekalian minta izin ya supaya pernikahan kita di lancarkan" Ucap Rony

"Iya mas, yuk" Balas Salma

Hampir dua jam Salma dan Rony di makam Lian dan mendoakan mantan suaminya. Kini Salma dan Rony sudah berada di rumah Rony untuk menjemput Eca. Namun ternyata Eca tengah tertidur pulas di kamar Rony.

"Kamu mandi dulu gih, dari makam jangan langsung deket Eca" Ucap Rony

"Iya mas, kamu juga jangan deket-deket Eca dulu" Timpal Salma

"Iya sayang" Balas Rony

"Apa apa? Manggil apa barusan?" Tanya Salma

"Sayang? Kenapa? Salah ya?" Tanya Rony ragu

"Aneh aja mas, tiba-tiba manggil begitu" Ucap Salma

"Ya gapapa dong, kan sama calon istri sendiri. Bebas mau manggil apa" Ucap Rony

"Yaudah deh, terserah mas aja" Balas Salma lalu masuk ke dalam kamar mandi

Tok tok tok

"Sal, udah belum Sal? Adek kaya nya haus ini, dia nangis. Aku gak berani gendong, kan habis dari makam. Cepetan Sal" Teriak Rony

Salma akhirnya keluar dari kamar mandi, menggunakan baju ganti yang sudah dia bawa sebelumnya.

"Iya iya, ini udah kan"

"Yaudah kamu mandi gih sana cepet" Ucap Salma

Salma beralih menutup pintu kamar Rony lalu berjalan ke ranjang dan mulai menyusui Eca. Mungkin karena terlalu lelah, Salma justru ikut terlelap saat menyusui Eca. Salma lupa jika di kamar itu juga masih ada Rony yang berada di dalam kamar mandi. Salma tertidur dengan posisi duduk menyandar pada dipan ranjang, sedangkan Eca berada di gendongan nya yang ia tumpu dengan beberapa bantal sebagai ganjalannya.

"Astaghfirullah, Salmaaa. Kok gak di tutupin sih dada nya?" Lirih Rony saat keluar dari kamar mandi

Rony kaget melihat Salma yang tengah menyusui Eca di ranjangnya. Rony bahkan bisa melihat dengan jelas payudara Salma yang tengah di hisap oleh Eca. Membuat tubuhnya seketika merinding dan membuat sesuatu di tubuhnya bangun.

Ck , Rony! Lu jangan mikir macem-macem! Salma lagi nyusuin anak lu! Ahhh sialan banget, punya gue kenapa mesti bangun segala sih *batin Rony yang terus menatap dada Salma

Rony mencoba mendekat dan melihat Bahwa Eca ternyata sudah bangun. Dan melepas nipple Salma ketika melihat Rony mendekat.

Rony semakin kelabakan saat nipple Salma di lepas oleh Eca. Rony laki-laki normal, melihat nya saja membuat Rony kesulitan menelan saliva nya. Rasanya ingin sekali dia merasakan apa yang Eca rasakan. Namun ia urungkan niatnya, dia tidak ingin bertindak lebih sebelum menikah.

Rony memberanikan diri membenarkan posisi tidur Salma dengan menggendong Eca lebih dulu. Rony merebahkan tubuh Salma dengan menutup mata, karena ia takut semakin tak kuat menahan nafsunya melihat payudara Salma yang terlihat bebas di depannya. Setelah di rasa posisi Salma sudah nyaman, Rony menutup tubuh Salma dengan selimut. Baru lah Rony membawa Eca keluar dari kamar dan membiarkan Salma tidur dengan tenang di kamarnya.

Salma yang terbangun sore hari sedikit tersentak kala melihat dimana dia tidur. Apalagi dengan kondisi satu payudara nya keluar dan hanya tertutup selimut. Salma mencoba mengingat kejadian sebelum ia tidur, dia baru ingat ini adalah kamar Rony. Dia sedang menyusui Eca, Salma berpikir Rony pasti sudah melihat payudara nya.

"Ck malu banget!!! Kenapa mesti ketiduran sih Sal! Untung Eca gak jatuh tadi. Malu banget ini ketemu mas Rony gimana yaa" gumam Salma

Salma berdiam diri di kamar Rony cukup lama, dia benar-benar enggan bangkit karena malu untuk menemui Rony. Namun ternyata Rony masuk ke dalam kamar dengan Eca yang dia gendong menghadap depan.

"Hallo Mama, baru bangun yaa? Eca aja udah mandi loh Ma. Mama mandi gih terus sholat" Ucap Rony menirukan suara anak kecil

Salma di buat gemas dengan tingkah Rony, Rony benar-benar suami idaman dan ayah yang sangat baik.

"Hmm mas, maaf ya. Aku ketiduran lama banget, aku jadi gaenak" Ucap Salma tertunduk malu

"Hey, kenapa minta maaf? Gapapa sayang, aku tau kamu pasti capek. Udah mandi sana, aku siapin air hangat ya di bathtub biar kamu berendam dulu? Mau? Hmm?" Tawar Rony lembut

"Gausah mas, aku bisa sendiri kok" Balas Salma menunduk

"Kenapa sih? Kok nunduk terus? Gamau lihat anaknya yang udah cantik ini? Hmm?" Tanya Rony

"Gapapa mas" Balas Salma masih menunduk

Rony baru ingat tentang kejadian tadi, apa mungkin Salma marah padanya karena ia sudah melihat payudara nya saat dia tertidur.

"Kamu marah ya sama aku? Maaf yaa, aku tadi baru selesai mandi kaget liat kamu ketiduran sambil nyusuin Adek. Setelah itu aku tutup mata, karena mau ambil Adek dari gendongan kamu. Aku cuma liat dikit, pas mau ambil Adek doang. Aku takut Adek jatuh kalo aku nya merem"

"Setelah aku gendong Adek, aku merem lagi dan bantuin kamu rebahan. Sumpah aku gak ngapa-ngapain sayang. Aku cuma liat dikit doang, jangan marah yaa sayang. Maafin aku" Ucap Rony memelas

Ya Allah, mas Rony kenapa beda banget ya sama Mas Lian. Dulu waktu masih pacaran aja, Mas Lian udah sering ngapain-ngapain aku. Mas Lian bahkan udah ambil perawan aku sebelum kita menikah. Tapi Mas Rony? Dia bahkan rela nutup mata karena aku yang gak sengaja ketiduran sambil nyusuin Eca. Padahal kalo dia mau, dia bisa ngapain aja ke aku. Ini kamarnya, aku calon istrinya. Tapi Mas Rony bener-bener ngejagain aku, dia gak mau macem-macem sama aku. Masyaallah mas, baik banget sih *batin Salma

"Hey, sayang? Kok ngelamun? Kamu beneran marah ya sama aku? Maafin aku ya. Aku beneran gak sengaja liatnya tadi" Ucap Rony

"Mas? Aku gak marah kok. Aku cuma malu sama kamu, karena kamu udah liat dada aku. Aku nya juga teledor, kenapa harus ketiduran pas nyusuin Adek. Untung Adek gak jatuh tadi" Balas Salma sembari mengusap lembut pipi Rony

"Ya Allah yang, aku kira kamu marah. Udah gausah malu, bentar lagi kan kita nikah. Semua nya dari atas sampe bawah kan jadi hak aku nantinya. Gausah malu lagi yaa, aku gak akan macem-macem sama kamu sampe kita nikah nanti. Bahkan setelah nikah aku siap nunggu kalo kamu emang belum mau aku sentuh sayang. Karena aku tau ini pasti gak mudah buat kamu, Nerima orang baru jadi suami kamu lagi" Ucap Rony

"Mas, kan tadi kamu udah denger di makam. Aku udah ikhlas atas kepergian mas Lian. Aku mau lanjutin hidup sama kamu dan Eca. Aku akan belajar mencintai kamu mas, aku mau kamu juga bantuin aku untuk bisa balas perasaan kamu sama aku" Balas Salma

"Makasih ya sayang, aku cinta banget sama kamu" Balas Rony

"Nanahaananhahahana" Oceh Eca

"Utututu anak Papa protes ya, dari tadi di anggurin sama Mama Papa nya? Hahahah maaf ya nak, lupa kalo ada Eca disini" Ucap Rony

"Udah bisa protes ya sekarang, ayo dong ngomong. Jangan naananana terus. Coba ayo Mama.. Ma.. Ma" Ucap Salma di depan wajah Eca

"Apa .. apaa " Ucap Eca berusaha meniru gerak bibir Salma

"Loh, hahahahahaha emang ini anak Papa. Utututu maaf ya Mama, Adek bisa nya manggil Papa. Bukan Mama hahaha" Balas Rony terkekeh

"Ck, kok Papa sih Nak. Ayo dong Ma.. Ma.."

"Ma.. Maaa" Ulang Salma

"Apa.. paa.." Tiru Eca

"Udah sih yang, gausah di paksa. Emang ini anak Papa bukan anak Mama hahaha" Ucap Rony terkekeh

"Ck, nyebelin! Yaudah Adek nen sama Papa aja, jangan sama Mama" Balas Salma kesal

"Dih, ngambek dek hahaha. Mama ngambek dek" Ledek Rony

"Udah ah sana, mau mandi dulu. Urusin aja anaknya sendiri" Ucap Salma lalu masuk ke dalam kamar mandi

"Hahahaha mama gemes ya dek kalo lagi ngambek" Ucap Rony pada Eca

***

Malam ini adalah malam pertama Rony dan Salma, setelah pagi tadi mereka melangsungkan akad nikah dan di lanjut resepsi yang begitu mewah di hotel bintang Lima.

Sebenarnya Salma tak ingin pernikahan nya di adakan begitu mewah, mengingat ini adalah pernikahan keduanya. Namun Keluarga Rony kekeuh ingin merayakan karena banyak kolega bisnis dan beberapa pejabat yang ingin mereka undang.

Tujuan mereka juga ingin menepis kabar bahwa Rony adalah seorang gay. Mereka ingin memperbaiki nama baik Rony yang sempat di gosipkan memiliki kelainan seksual.

"Akhirnya ya, sekarang kita bisa tidur bertiga sayang" Ucap Rony sembari mengusap pipi Salma dan Eca bergantian

"Iya mas" Balas Salma

"Udah kamu tidur aja, kamu pasti capek setelah seharian full ada acara sayang" Ucap Rony lembut

Lagi lagi, Mas Rony beda sama Mas Lian. Dulu mas Lian setelah akad aja udah langsung minta jatah sama aku. Ini Mas Rony beneran normal gak ya? Kok aku takut Mas Rony beneran gak nafsu sih sama aku? Dia gak minta hak nya malam ini sama aku? *batin Salma

"Hey, kenapa ngelamun?" Tanya Rony

"Gapapa mas, kamu kan juga capek. Tidur juga dong" Balas Salma

"Iya nanti tidur, mas masih belum puas liatin istri mas ini" Ucap Rony

"Gombal banget sih, yaudah aku balik badan deh" Balas Salma hendak memunggungi Rony

"Hey jangan dong, dosa tau munggungin suami" Ucap Rony

"Wah sekarang ngancemnya bawa-bawa dosa ya" Sindir Salma

"Hahaha iya dong kan sekarang udah Sah" Balas Rony

"Ish bisa aja ya ja - "

Tok tok tok

"Mas buka pintu dulu yaa" Ucap Rony

"Iya mas"

Setelah Rony membuka pintu, ternyata Mama dan Nabila sudah berada di depan kamar hotel milik Salma dan Rony.

"Kenapa Ma, Dek?" Tanya Rony

"Eca mana? Bobo sama adek aja sini. Biar kalian bisa proses Adek buat Eca" Ucap Nabila

"Iya Ron, mana Eca nya?" Tanya Mama Rony sembari masuk ke dalam kamar

"Eh Mama? Kenapa Ma?" Tanya Salma

"Sal, Eca gue bawa ya. Biar tidur sama gue. Gue takut nih tidur sendirian di hotel. Kalo sama Eca kan seenggaknya gue ada temen" Ucap Nabila

"Iya Sal, kasian si Adek ketakutan bobo sendirian. Eca biar sama Adek aja ya" Timpal Mama Rony

Mama sama Adek, pinter banget bohongnya *batin Rony

"Nabila takut? Mau gue temenin aja sekalian?" Tanya Salma

"Dih, apaan sih Sal. Ya gak lah ege. Lu disini sama suami lu! Eca biar nemenin gue. Udah mana, gue bawa ya si Eca. Sekalian Dot nya mana?" Tanya Nabila

"Itu udah full ASI kok, paling bangun ntar jam satu an dia nyusu. Emang lu bisa Nab?" Tanya Salma ragu

"Bisa anjirr, ngremehin banget. Gue kan juga mau nikah, itung-itung lagian" Balas Nabila

"Yaudah deh, Mama sama Adek keluar dulu yaa. Kalian jangan lupa bikinin Adeknya Eca. Okeee, selamat malam pertama pasutri baru" Ucap Mama Rony

"Bye Sal, jangan kecewain Abang gue yaa. Kasian tuh, perjaka tua hahaha" Ledek Nabila

"Dek! Awas aja ya, gak Abang transfer kamu!" Ancam Rony

"Wetss jangan dong, Adek kan bercanda hahaha. Byeee" Ucap Nabila lalu kabur membawa Eca

Rony menutup kembali pintu kamar dan mulai gugup mendekati Salma karena sudah tak ada Eca di tengah-tengah mereka.

"Hmm maaf ya Sal, Eca jadi di bawa Nabila sama Mama"

"Kalo kamu risih, gapapa mas tidur di sofa aja ya malam ini. Yang penting kamu nyaman" Ucap Rony hendak beranjak dari ranjang

"Mas, jangan. Udah disini aja, gapapa" Balas Salma

"Beneran?" Tanya Rony ragu

"Iya beneran mas" Balas Salma

Lalu Rony kembali duduk di ranjang sebelah Salma. Salma yang duduk menyandar di dipan ranjang, memberanikan diri mendekat pada Rony. Salma mulai mengusap lembut rahang tegas milik Rony, dan membuat Rony semakin gugup karena jarak Salma yang semakin dekat.

Cup

Salma mengecup bibir Rony sekilas, lalu tersenyum menatap Rony.

"Aku siap, kalo malam ini mas mau ambil hak mas. Aku siap, kalo malam ini mas mau jadikan aku istri mas seutuhnya" Ucap Salma lembut

Rony tersenyum lalu mencium bibir Salma. Mereka memulai dengan saling melumat satu sama lain. Salma yang memang sudah memiliki pengalaman pun tak ingin kalah mengimbangi permainan Rony.

Rony mulai melepas kerudung yang Salma kenakan, lalu melepaskan tautan bibirnya dan tersenyum.

"Istri mas cantik banget, bener-bener cantik" Puji Rony

Setelah memuji istrinya, Rony kembali melahap bibir Salma dengan rakus. Merasakan manisnya dan kenyalnya bibir milik Salma, sembari tangannya tergesa membuka seluruh kancing piyama milik Salma. Setelah terbuka, Rony melempar piyama sembarangan dan melanjutkan membuka kaitan bra Salma.

Berhasil membuka bra Salma, Rony meremas payudara Salma dan memainkan kedua gundukan yang menggoda nya sejak lama.

"Ahhhsss Masshh" Desah Salma

Rony mendorong tubuh Salma perlahan hingga Salma berbaring. Ciumannya perlahan turun dari telinga Salma, hingga ke leher jenjang milik Salma. Rony menciptakan banyak karya nya di leher mulus istrinya. Dirasa karyanya Sudah cukup banyak di leher, ciumannya perlahan turun pada pucuk dada Salma.

Rony menghisap payudara Salma yang memang masih mengeluarkan ASI, dia sesap dan merasakan apa yang Eca rasakan selama ini.

"Enak sayang, pantesan Eca jadi gembul ya sekarang. Ternyata seenak ini" Ucap Rony

"Awss pelan-pelan mashh" Lenguh Salma

Selain menyesap, Rony juga memainkan lidahnya pada puting Salma dan membuat Salma bergelinjang merasakan sensasi lidah Rony. Tangannya tak ia biarkan menganggur, Rony terus memilin sembari menarik-narik gemas puting Salma lainnya.

Puas dengan kedua gundukan milik Salma, perlahan bibir Rony turun dari perut rata Salma hingga tepat berada di depan milik Salma yang masih tertutup celana.

Rony menarik celana Salma dan celana dalam milik Salma, hingga terlihat surga dunia yang kini sudah SAH menjadi miliknya. Rony mengecupi permukaan milik Salma yang mulus tanpa bulu. Perlahan Rony lebarkan kedua kaki Salma dan mulai masuk menyusup merasakan setiap inchi milik istrinya itu.

"Ahhhsss Mas Ronyyhh ahhh" Desah Salma

Salma semakin menggelinjang merasakan lidah Rony yang bermain didalam miliknya. Lagi-lagi Salma membandingkan Rony dan mendiang suaminya. Jika dulu Lian sering kali bermain kasar, berbeda dengan Rony. Rony bermain sangat lembut namun bisa membuat Salma merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.

Jika bersama Lian dulu, Lian jarang sekali memberikan kenikmatan pada Salma. Ketika Lian sudah mencapai kepuasan nya sendiri, Lian tak akan mempedulikan kepuasan dan kenikmatan Salma. Namun Salma masih terlalu bodoh untuk masalah bercinta karena menganggapnya itu adalah hal yang wajar.

Namun malam ini, dia sadar jika Lian dulu termasuk pasangan yang egois. Karena dari pertama kali mereka melakukannya dulu sebelum menikah pun rasanya tak senikmat malam ini saat dia di puaskan oleh Rony. Salma benar-benar merasa melayang dibuat oleh Rony.

"Mas masukin ya sayang" Ucap Rony

"Iya mas, pelan-pelan ya" Balas Salma

"Iya sayang" Balas Rony

Rony mulai memasukkan miliknya kedalam lubang hangat milik Salma. Dan ketika memasukkan miliknya, Rony sedikit shock karena milik Salma masih sangat rapat. Padahal Salma sudah pernah melahirkan secara normal.

"Sayang, punya kamu sempit banget. Padahal udah ngeluarin Eca dari sini. Arghhh" Lenguh Rony

"Enak sayangghhh ahhh" Lanjut Rony

Rony terus bergerak diatas tubuh Salma, tangannya juga ia gunakan untuk meremas payudara Salma yang terlihat sangat indah dari pandangannya.

"Ahhh masss, lebihh cepatt" Desah Salma

As your wish babe . Aghhh" Balas Rony lalu mempercepat gerakannya

"Mas aku mau keluarrrhh" Ucap Salma

"Bersama sayanggg" Balas Rony

Rony semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya mereka berdua mendapatkan pelepasan secara bersama

"Ahhhh" Desah Rony dan Salma

"Terimakasih sayang, kamu bener-bener muasin mas. Tubuh kamu bikin mas candu sayang. Walaupun udah ngelahirin Adek, punya kamu masih sempit banget. Mas suka" Ucap Rony dengan nafas terengah-engah

"Sama-sama mas, aku seneng kalo mas puas sama aku" Balas Salma

"Tentu sayang, mas akan selalu puas sama kamu. Tapi mas gak puas kalo cuma sekali"

"Siap-siap ya, kita lanjut ronde dua, tiga sampe nanti subuh deh pokoknya" Ucap Rony

As your wish suamiku" Balas Salma tersenyum

"Arghh gemes, awas yaa. Mas habisin kamu malam ini" Ucap Rony terkekeh

Mereka pun kembali melakukan itu entah sampai kapan, hanya mereka yang tau.

***

"Yeayyy Papaaa pulangggggg" Teriak Eca langsung berlari ke gendongan Rony

"Ututututu cantik nya Papa kangen ya sama Papa? Hmm?" Tanya Rony sembari mengecupi wajah Eca

"Kangen Papa, Papa lama sekali kerjanya" Balas Eca

"Hahaha maaf ya sayang, Papa lagi banyak kerjanya jadi lembur deh" Ucap Rony

"Kakak kan kangen sama Papa. Papa gak kangen ya sama Kakak?" Tanya Eca cemberut

"Ya jelas kangen dong, makanya Papa ngebut tadi pulangnya biar cepet-cepet ketemu cantiknya Papa ini" Balas Rony

"Kirain Papa gak kangen sama Kakak" Balas Eca

"Hahaha kangen dong sayang"

"Oh iya, mama mana sayang?" Tanya Rony

"Di kamar, lagi nenenin Adek" Balas Eca

"Ibu lagi di kamar Pak, kata Ibu tadi kalo bapak mau ke kamar di suruh mandi dulu di kamar bawah" Ucap Suster Eca

"Oh iya sus" Balas Rony

"Kakak, sama sus dulu ya. Papa mandi dulu, baru kita ke atas sama-sama nyamperin Mama sama Adek. Oke" Ucap Rony

"Oke Papa" Balas Eca

Genap dua tahun sudah, Salma dan Rony menjalani bahtera rumah tangga mereka. Mereka juga baru saja di karuniai seorang putra yang bernama Rafael Gaza Mahendra, mereka biasa menyebutnya Adik Rafa. Kini Eca juga sudah berusia tiga tahun, dan Eca sangat menyayangi adik laki-laki nya.

Walaupun sudah memiliki anak kandung dari Salma, kasih sayang Rony pada Eca tak pernah luntur. Dia malah lebih protektif menjaga Putri kecilnya itu. Rony dan keluarganya tak pernah membeda-bedakan kasih sayang Eca dan Rafa. Mereka sama-sama memiliki tempat tersendiri di hati mereka.

Salma sangat bersyukur atas hal itu, kekhawatiran nya jika Eca tidak akan mendapatkan kasih sayang dari keluarga Rony lagi setelah Rafa lahir ternyata tak terbukti. Baik Rony maupun keluarganya masih sangat-sangat menyayangi Eca dengan tulus.

"Assalamualaikum Mama, Adek Rafaaa" Sapa Rony ketika masuk ke dalam kamar bersama Eca di gendongannya

"Waalaikumsallam Papa"

"Eittss udah mandi belum?" Tanya Salma

"Ya Allah, udah yang. Udah mandi di bawah, ampun deh" Balas Rony

"Hehe, kan takut aja sayang. Kamu bawa virus" Ucap Salma

"Iya iya, udah belum nenen nya itu?" Tanya Rony

"Udah, lagi bobo nih si Adek. Persis bapaknya, molor Mulu" Ucap Salma

"Hahahaha like father like son sayang. Udah gapapa biarin, masih bayi ini. Mau ngapain lagi kalo gak bobo. Iya kan boy" Ucap Rony lalu mengecupi wajah Rafa

"Ih Papa, jangan cium-cium Adek terus. Nanti adek bangun" Omel Eca

"Kan papa kangen Adek kak. Masa Gaboleh nyium" Ucap Rony memelas

"Boleh, tapi nanti kalo adek bangun" Balas Eca

"Hahaha bukan aku ya yang ngajarin. Anak kamu udah punya bodyguard sendiri sejak lahir kemarin hahaha" Ucap Salma terkekeh melihat Rony memelas

"Kakak, Papa mau cium adekkkkk. Masa gabolehhh" Rengek Rony

"Nanti Papa, Kakak gak mau liat Adek nangis karena bobo nya di ganggu Papa" Balas Eca

"Papa ngambek ah, Kakak gak seru. Kakak jahat sama Papa" Ucap Rony

"Hahaha tuh kak, Papa ngambek loh. Gapapa ya Papa nya cium Adek? Kan dari tadi Papa kerja, gak ketemu sama Adek. Kasian loh, Papanya kangen sama Adek" Ucap Salma

"Hmmm"

"Yaudah deh boleh, kasian Papa kangen Adek" Balas Eca

"Ya Allah, harus banget emaknya yang ngomong ya baru di bolehin" Lirih Rony

Salma hanya terkekeh mendengar ucapan Rony

"Makasih Kakak, Papa gak jadi ngambek deh" Balas Rony

Rony lanjut menciumi wajah putra kecilnya dengan gemas. Wajah putra nya ini, benar-benar mirip dengan Rony, sangat tampan. Saat Rony sibuk menciumi Rafa, tiba-tiba bayi kecil itu menangis karena terganggu dengan ciuman Rony di wajahnya.

"Kannnn, Papa ihhh. Kasian adekkkkk" Rengek Eca

"Gatau ah mas! Gendong sendiri! Udah capek-capek nidurin dari tadi" Omel Salma

"Hadeuhh ini namanya sih triple kill. Adek nya nangis, emak sama Kakak nya ikutan ngambek. Nasib.. Nasib"

"Iya sayang-sayang nya Papa. Ini Papa tanggung jawab kok, Papa gendong Adek sampe Adek bobo yaa" Ucap Rony pasrah

Salma yang awalnya kesal kini terkekeh melihat Rony dengan muka pasrahnya.

Kehidupan Rony terasa semakin lengkap setelah kehadiran Rafa. Rony tak henti-hentinya bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan pada nya saat ini. Rony juga tak pernah lupa berterimakasih pada Lian, karena menitipkan dua wanita cantik di hidupnya yang kini sudah menjadi dunia nya. Berkat Lian yang berkorban menyelamatkan nyawa Rony, lalu menitipkan dua bidadari nya pada Rony. Membuat Rony akhirnya bisa memiliki keluarga kecil yang hangat, bahagia dan penuh dengan cinta.



~END~


Kembali ke Beranda