Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

830

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

166

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
Inilah Aku
Teen
25 Nov 2025

Inilah Aku

Perempuan adalah manusia yang hatinya midah terluka, hanya dengan perkataan saja dapat mempoyak-poyakkan perasaannya. Gadis cantik dengan rambut sepanjang bahu lalu pesona senyumannya yang manis membuat orang-orang tertarik pada dirinya. Gadis nan cantik itu bernama Sefina, dia adalah seorang pelajar yang duduk di bangku kelas 3 SMP.Suatu ketika, ditengah semester satu Sefina terpaksa untuk berpindah ke sekolah yang biayanya lebih ringan karena kondisi ekonomi keluarganya yang menurun. SMP Nusa Bangsa yang menjadi pilihan Sefina untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun Sefina merupakan murid terpintar di sekolahnya dulu, bukan berarti dia mudah bergaul di sekolah barunya.Hari pertama Sefina masuk sekolah, dia sama sekali belum mengenali banyak orang. Sefina yang hanya berpakaian seragam biasa tanpa menggunakan aksesoris seperti murid-murid lainnya, membuat Sefina merasa terkucilkan untuk bersekolah disitu.Di jam istirahat, seorang siswa menemui Sefina dan membuat Sefina terpukau akan ketampanannya. “Haii aku Bayu, salam kenal. kamu pasti Sefina-kan? Yang murid baru dikelas 9 ini” ucap bayu sambil mengulurkan tangannya. “Ohh, ha-hallo. I-iya aku Sefina, hehe salam kenal juga” ucap Sefina yang gagap, sambil berjabat tangan dengan Bayu. “Yasudah, aku mau main dulu yaa. Sampai ketemu nanti di kelas” kata bayu sambil melambaikan tangan.Sefina mulai tertarik dengan siswa itu, walau baru berkenalan rasanya Bayu akan menjadi teman baik Sefina. Bell masukpun mulai berbunyi “kringg-ngg-nggg kringg-nggg”. Lalu Sefina bergegas merapihkan bekalnya dan masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.Mata pelajaran selanjutnya adalah Seni Budaya yaitu membuat kelompok dengan anggota tiga orang perkelompok dan akan ditunjuk oleh guru. Sefina yang mendengar perintah guru merasa takut, apakah dia dapat berinteraksi baik dengan teman sekelompoknya? Hal itu terus membuat Sefina kurang percaya diri.Penunjukan anggota kelompokpun dimulai. Bu Andin berbicara dengan lantang “Kelompok yang ke dua adalah Sefina, Cinta, dan Neyra. Bagi namanya yang ibu sebut silahkan membuat kelompok di bagian belakang!” Setelah mendapatkan kelompok, Sefina mulai berkumpul dengan teman sekelompoknya. Namun, Sefina merasakan minder dengan Neyra dan Cinta yang berpenampilan seperti orang kaya bahkan menggunakan aksesoris seperti gelang, kalung, dan sepatu yang mahal. Sefina merasa terkucilkan di dalam kelompoknya. Tingkah laku teman sekelompoknya yang julid ke Sefina, membuat Sefina takut untuk bersekolah lagi.Saat mengerjakan tugas, Cinta dan Neyra berperilaku sombong pada Sefina seolah-olah Cinta dan Neyra lah yang berkuasa di dalam kelompok itu. “Hei, pasti kamu anak baru yahh ahaha, hallo kenalin gue Cinta trus ini Neyra” dengan logat Cinta yang meremehkan Sefina, membuat Sefina semakin minder. “Hehe, I-iyaa aku S-se-sefina” Ketakutan Sefina membuat perkataannya gagap lagi.Dengan penampilan Sefina yang biasa, menjadi bahan ejekan teman sekelompoknya. “Sepatu kamu model apasih, kok ga level banget sama punyaku” ucap Neyra “Iya yah, kamu beli dimana baru tau aku ada yang model kaya gitu” cakap Cinta yang mengucilkan Sefina. Sefina hanya dapat berdiam dan mengerjakan tugas yang disuruh. Pada akhirnya walau Neyra dan Cinta meledeki Sefina, mereka tetap harus mebuat tugas yang diminta Bu Andin, yaitu membuat denah rumah beserta isi rumahnya.“Kringg-ngg kringg-ngg” Para murid terkejut, mengapa bel sudah berbunyi? Padahal jam pulang sekolah masih 2jam lagi. Bu Andin berdiri dan lupa menginformasikan kalau hari ini pulang cepat karena guru-guru akan rapat. “anak-anak maaf ibu lupa menginformasikan kalau hari ini pulang lebih awal karena guru-guru akan rapat dan sekarang kalian dapat menghubungi orangtua kalian untuk menjemput kalian.”Murid-murid bergegas membereskan barang-barang mereka dan keluar kelas. Sefina-pun juga langsung membereskan tasnya, walau perasaannya sedih. Ketika Sefina sampai di gerbang sekolah, Bayu datang menghampiri Sefina dan mengajak Sefina untuk pulang bersama Bayu. “Hai Sefina, aku anterin yuk kamu juga pasti nunggu angkot-kan? Bareng aku aja yuk” ucap Bayu sambil memberikan helm ke Sefina. “Hemm, I-iya udah deh aku bareng kamu, maaf ya kalau ngerepotin kamu Bay” Sefina tidak dapat menolak karena ibunya pun tidak dapat menjemput bahkan Sefina tidak membawa uang.Sesampainya di rumah Sefina, Bayu berpamitan dan langsung pulang ke rumahnya. Sefina masuk ke rumah dengan mukanya yang sedih dan sedikit kesal. “Hallo nak, gimana tadi di sekolah? Seru nga?” ucap ibunya dengan lembut “Apa-apaan sih buk, aku diejek sama temen-temen aku, kata mereka sepatu aku jelek, aku ga punya barang mewah kaya temen-temen aku yang lain! Sekarang aku mau minta uang ke ibuk buat beli aksesoris kaya temen-temen!” tiba-tiba Sefina yang biasanya bersikap sopan dan baik pada ibunya, seketika langsung berubah karena gengsinya terhadap teman-temannya.“Nakk, ibuk cuman punya uang segini yah, memang kamu mau beli apa?” ibu Sefina yang memberikan uang dan sedih dengan bentakan Sefina. “Dug dug dug, derrr” suara hentakan Sefina yang langsung berlari ke kamar dan membanting pintu setelah dapat uang dari ibunya.Saat Malam hari, ibunya merenung sambil berkata “Ya Tuhan, mengapa anakku bertingkah seperti itu? Apa yang salah dari aku dalam mendidiknya? Mengapa engkau memisahkan aku dengan suamiku? Bahkan sekarang suamiku sudah pergi dan mempunyai istri barunya. Semenjak kejadian itu keuanganku mulai menurun, terlebih lagi dengan Sefina yang mulai bergengsi dengan temannya. Aku harus apa ya Tuhan.” Ucap ibunya Sefina sambil meneteskan air mata.Pagi hari yang sedikit mendung “Pagi nak, ini sarapan hari ini ya. Maaf ya ibuk cuman masak sayur kangkung” ucap ibuknya pada Sefina sambil menutupi kesedihannya. “Hm” Sefina yang hanya berguram dan kesal mengapa hanya sarapan biasa “Ya sudah, mana uang jajan Sefina. Sefina mau berangkat” ucap sefina dengan nada kasar. Ibu Sefina hanya terdiam karena perubahan tingkah laku Sefina. Ibu Sefina mulai mencari pekerjaan sampingan untuk penambahan kebutuhan Sefina. Dulunya Ibuk Sefina adalah pekerja kantor, namun setelah ditinggal oleh suaminya sekarang hanyalah berjualan catering.Sesampainya Sefina di sekolah, Sefina mulai bergaul dengan teman-temannya. Karena kejadian kemarin, Sefina berbohong kalau dia merupakan anak pengusaha kaya raya supaya dia mendapatkan teman banyak. “Widih Sef, keren juga nih penampilan lu” kata Neyra saat bertemu dengan Sefina. “Yoi dong, gue mah anak pengusaha jadi ya biasalah” balasan Sefina pada Neyra.Kringgg-ngg kringg-ngg, bel masuk berbunyi. Lalu para murid-pun langsung masuk ke kelas untuk memulai pembelajaran. Ternyata jam pertama adalah Seni Budaya dan melanjutkan pembelajaran kemarin. “Sef, ini tugasnya udah selesai kan? Mending langsung kumpulin aja. Eh ngomong-ngomong nanti ke cafe yu biasa nongkrong bentar” ucap Cinta saat tugas kelompok. “Boleh nih, gimana Sefina mau ngak? Sekali-kali ikut lah” kata Neyra “Ya ikutlah, masa ga ikut ke cafe. Tapi gue ijin nyokap dulu yak” balasan Sefina sambil merenung, pakai uang dari mana aku untuk ke cafe? Untuk pulang saja pas-pasan.Setelah Pulang Sekolah, mereka langsung menuju cafe dekat sekolah mereka. Sambil berbincang-bincang tidak disangka ternyata ada Bayu juga di cafe yang sedang mengerjakan tugas. Pada akhirnya Bayu gabung dengan Sefina, Neyra, dan Cinta. Hari semakin sore, bahkan Sefina saja belum membantu ibunya untuk menyiapkan cathering. Kata Cinta “eh ini bayar masing-masing ya” tetapi Sefina menyolot “apa-apaan bayar masing-masing, traktir dong sekali-kali!” balasannya pada Cinta. “Dih katanya orang kaya masa ga mau traktir in kita sef” ucap Neyra. “Suttt udah-udah kaya anak SD aja sih berantem mulu, biarin gue aja yang bayar!” kata Bayu saat memotong pembicaraan Neyra dengan Sefina. Setelah membayar, Bayu memberikan tumpangan lagi ke Sefina.Neyra dan Cinta-pun masih berada di cafe sambil terheran-heran dengan logat Sefina saat ingin membayar tadi. Dengan ide liciknya, Cinta mengajak Neyra untuk membuntuti Bayu dan Sefina. Cinta akhir-akhir ini mulai heran dengan sikap Bayu yang sangat baik ke Sefina dan seakan-akan melupakan Cinta. Ketika Bayu dan Sefina sampai di rumah, Neyra dan Cinta terkejut ternyata selama ini perkataan Sefina hanya omong kosong kalau dia bukan anak dari orang kaya bahkan rumahnya saja sederhana dan kata orang-orang ibunya hanya penjual catering. Kata Cinta “wah parah! Ini satu angkatan harus tau!.” sambil merasa kesal dengan Sefina yang sikapnya belagu, pinter-pinter tapi ternyata pembohong. Lalu semua kembali ke ruamh masing-masing.Keesokan harinya di sekolah Di pagi hari, saat Sefina masuk ke kelasnya tiba-tiba dia dikucilkan oleh teman-teman sekelasnya karena dia sudah berbohong dan mengaku-ngaku kalau dia adalah anak pengusaha. Mental Sefina pun terjatuh lagi dan merasa murung, bahkan dia sempat ingin bolos dari pembelajaran.Ketika istirahat, Sefina hanya diam menyendiri dengan keadaan hatinya yang berdebat “apakah yang aku lakukan salah? Aku hanya ingin menjadi seperti mereka. Atau mulai sekarang aku hanya harus menjadi diriku sendiri yang asli? Tanpa mengikuti gaya orang lain dan bergengsi dengan teman-temanku sendiri.” hal itu terus dipikirkan dan direnungkan oleh Sefina. Saat pulang sekolahpun Sefina terus memikirkan hal itu “AHH SUDAH LAH SEKARANG AKU HANYA INGIN JADI DIRIKU SENDIRI SAJA” ucap Sefina dalam hatinya.Hari sudah semakin sore, Sefina menunggu angkot yang tak kunjung datang pada akhirnya Sefina memilih untuk berjalan kaki ke rumahnya. Di tengah perjalanan menuju rumah, Sefina melihat Neyra sedang duduk di tepi jalan dan nampak cemas. Sefina langsung menghampiri Neyra. “Kamu kenapa Neyra?” Tanya Sefina “Nggak” balas neyra sambil merasa malu dengan Sefina. “Kaki kamu kenapa? Kok dipegang pegang terus? Kamu keseleo?” Tanya Sefina sambil mengelus kaki Neyra. “Hm, gue tadi jatoh trus ga bisa pulang” ucap neyra pada Sefina. Pada akhirnya Sefina membantu Neyra untuk pulang. “Yuk aku bantu kamu pulang sampai rumah.” Kata Sefina. Dengan rasa malu Neyra, dia tidak dapat menolak bantuannya karena hari sudah mulai sore.Sesampainya di rumah Neyra, Sefina langsung berpamitan dengan Neyra. “Okee udah sampai, aku langsung pulang ya takut ibuk aku cariin. Semoga kaki kamu cepet sembuh.” Kata Sefina di depan rumah Neyra. Neyra hanya dapat berkata terima kasih sambil merenung “atas perbuatanku kepada Sefina, dia tetap mau menolong aku. Dia ternyata baik banget.” Setelah dari rumah Neyra, Sefina kembali pulang.Sesampainya Sefina di rumah, ia langsung memeluk ibunya sambil terharu berkata “maafkan aku yah ibuk, aku sudah membentak ibuk kemarin. Itu semua karna gengsi aku dengan teman-teman, maafin Sefina ya buk.” “Iya nak, gapapa. Ibuk tau kok kamu ingin seperti teman-teman kamu, Ibuk maafin kamu kok nak.” Ibuk Sefina merasa terharu dan bangga dengan anaknya karena anaknya sudah mau meminta maaf dan menyadari akan kesalahannya.Hari Selanjutnya Di Sekolah, Di pagi hari Neyra berduaan bersama Sefina layaknya seperti sahabat yang sudah sangat akrab. Tiba-tiba Cinta melihat mereka sedang asik mengobrol, Cinta-pun langsung menghampirinya sambil berseru “apaan nih? Temen baru? Ceilah berhianat banget ya ternyata!.” Sefina hanya tersenyum dan berkata “sudahlah, kita semua ini temen tau. Yuk Cinta muterin sekolah bareng-bareng”. Cinta hanya membuang muka lalu meninggalkan mereka.Jam istirahat ketika Sefina sedang berada di koridor kelas sendiri, sambil menunggu Neyra dari toilet. Tiba-tiba Bayu datang dengan membawa sekuntum mawar putih, lalu mendekati Sefina yang sedang asik melihat adik kelas bermain bola. “Hai Sefinaa ehehe” sapaan Bayu pada Sefina. “Ehh Bayu? Ehehe hai jugaa, Kenapa?” Ucap Sefina yang terkejut ternyata Bayu ada dibelakangnya. “Emm Sefina, sebenarnya walau kita baru saja kenal aku merasa kalau aku tertarik sama kamu. Kamu orangnya ramah ya ternyata, peduli, adil, pinter, bahkan baru kali ini aku nemuin gadis sesempurna ini dimata aku. Aku punya bunga mawar putih buat kamu ehehe. Kamu terima yahh, anggep aja ini hadiah buat perkenalan kita kemarin” Rayuan Bayu untuk Sefina dengan lemah lembut. “HAH? Ini serius? Emm iyaah terimakasih ya atas bunganya”. Balasan Sefina sambil menerima bunga dari Bayu.Semua yang berada di koridor terkaget-kaget, karena selama ini Bayu adalah lelaki yang sangat sayang dengan Cinta bahkan susah move on, tetapi bisa- bisanya sekarang dia langsung tertarik dengan murid baru yang baru dia kenal.Tidak lama kemudian, Cinta datang dan melabrak mereka “APA-APAAN LAGI NIH BAYU, BISA-BISANYA KAMU SUKA SAMA PEREMPUAN BARU YANG KAMU KENAL AJA BARU SEBENTAR!!!. Terus selama ini effort yang kita lakuin bersama itu apa?! kurang apa aku dihidupmuu. Kamu yang dulunya susah banget move on dari aku, sekarang seenaknya suka sama perempuan lain!.” Suasana semakin ricuh, lalu Bayu hanya berkata “kamu itu perempuan yang sombong ya Cinta!, perempuan seperti kamu tidak pantas mendapatkan lelaki yang penyayang.” Cinta terus mengelak “TA-TA TAPI-I?!”

Not Twelve Anymore
Teen
25 Nov 2025

Not Twelve Anymore

Travis menatap gedung di depannya dengan sendu. Mengenang kembali keseruan dan kekonyolan di masa SMA dengan sebelas sahabatnya. Persehabatan yang membuat orang lain iri melihatnya, sampai terjadinya peristiwa saat kelas sebelas yang membuat mereka berdua belas terpecah.FLASHBACK ON “Jae! Kantin kuy, laper nih” ajak Kaviro kepada Jaenal saat bel istirahat telah berbunyi. “Ayo!” mereka pun ke kantin bersama. Ternyata di sana sudah ada Jian dan Theo.“Dih, makan ngga ajak-ajak” protes Kaviro saat sudah duduk bersama Jaenal. “Tadi mau gue ajak, tapi Jian bilang ngga usah” ucap Theo membuat Kaviro melirik Jian sinis. “Apa lihat-lihat?!”. Kaviro menggeleng pelan.“WOYY! MICIO SAMA KYLE BERANTEM!” semua murid di kantin otomatis menoleh kearah Jendra yang tadi berteriak. Mereka berempat saling pandang sebelum berlari mengikuti Jendra ke lapangan sekolah. Di sana, sudah ada banyak murid yang menonton perkelahian Micio dan Kyle, juga ada Yoga dan Juvian yang melerai Micio dan Kyle. Theo juga ikut membantu melerai, sedangkan yang lain malah bersorak menyemangati Kyle dan Micio bersama Travis dan Aksa yang dari tadi menonton -Teman yang baik bukan?- .Tak lama setelahnya Dizio datang bersama pak Agus hingga mereka baru bisa dilerai. “Bubar kalian! Tidak dengar bel masuk sudah berbunyi, HAH ?!” siswa yang ada di sana langsung berhamburan pergi ke kelas masing masing.“Kalian! Ikut saya ke ruang BK sekarang!!” titah pak Agus membuat mereka berdua menghela nafas pasrah mengikuti pak Agus. Sedangkan kesepuluh bestienya menunggu di basecamp.Setelah keluar dari ruang BK, Micio dan Kyle mendapat skorsing selama tiga hari. Ternyata alasan mereka berkelahi karena Kyle cemburu setelah melihat foto Micio dan pacarnya, Winara yang sedang berpelukan.“Sepi banget sih, biasanya juga ramai kayak Zoo” celetuk Jendra mencoba mencairkan suasana. “Tau tuh, lagian bisa-bisanya kalian berantem karena cewek. Gak elit banget, ewhh” timpal Jian dengan muka julidnya. Kyle dan Micio memasang wajah malas mereka. “Ck, dia duluan yang ngirim foto pelukan sama Wina. Gimana gue ga cemburu coba?!”.“Dibilang itu bukan gue, kemarin gue pergi sama Travis. Tanya aja sama dia kalau ga percaya” bantah Micio. “Beneran Vis?” Tanya Yoga. Travis mengangguk.Kyle masih tak percaya. “Terus kalo bukan lo, siapa!?”. “Lihat! dari postur tubuhnya aja kayak lo, ini juga dikirim dari nomer lo kan?” lanjut Kyle sedikit emosi. “Terserah lo mau bilang apa, bodo amat” Micio pergi dari Rooftop. Bel pulang sekolah berbunyi.“Gua duluan, redain dulu emosi lo baru bicarain baik-baik” ucap Theo sambil berdiri dan menepuk pelan bahu Kyle. Yang lain juga mulai beranjak pergi hingga menyisakan Kyle dan Travis. “Kita itu temen, kalau ada masalah diselesaikan baik-baik, bukan malah baku hantam. Chilldish!” Kyle tertohok, Travis memang savage.Tiga hari berlalu, masa scoresing Kyle dan Micio telah selesai. Tetapi Kyle dan Micio masih perang dingin, bahkan mereka bersikap seolah tak saling mengenal. Yang lain sudah mencoba banyak cara untuk membuat mereka berbaikan, tapi hasinya nihil.Bugh… bugh… brukk… “Brengs*k! Bisa-bisanya lo nuduh gue sama Wina selingkuh, padahal lo sendiri yang selingkuh!” bentak Micio. “Gue gak selingkuh anj*ng! Lo salah paham” balas Kyle ikut tersulut emosi. Micio tak peduli, ia sudah dikuasai amarah sejak melihat Kyle sedang berduaan dengan Niken –sahabatnya- di taman kota.“STOP! Lo berdua gila ya?!” Juvian mendorong mereka menjauh, Yoga dan Kaviro segera menahan Micio. “Lepas!” Micio memberontak, ia ingin menghajar Kyle. “Cih, berantem terus. Kayak bocah aja” cibir Aksa.Kyle emosi, dia ingin meninju Aksa, tapi segera ditahan Jian. “Stop! Aksa, jaga omongan lo! Kita lurusin masalah ini” titah Theo. “Nggak, semua sudah jelas” balas Micio dingin dan berjalan pergi menghiraukan panggilan teman-temannya kecuali Kyle yang juga ikut pergi dari sana.Besoknya, Micio dikabarkan pindah ke luar negeri, begitupun Kyle yang pindah ke Bandung tiga hari setelahnya. FLASHBACK OFF“Mwakwasih ya Sa! Lo yang twerbaik deh” ucap Jendra tidak jelas karena sambil mengunyah makanan. Jian yang disebelahnya pun menjitak Jendra. “Iihh.. jahatt” rengek Jendra sok imut. “Jijik anjirr! Najiss” Travis memasang wajah julid dan berekting muntah, tapi tetap terlihat tampan. Yang lain hanya tertawa melihat wajah Jendra yang cemberut.Mereka sekarang berada di warung depan SMA HARTA KARUN. Sebenarnya ini ide Yoga untuk mengadakan reuni kecil – kecilan sekaligus merayakan ulang tahun Aksa.“Walau Cuma bersepuluh, gue harap kita masih bisa terus bahagia bersama” batin Travis tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca.END

Golongan Darah Tak Cocok
Teen
25 Nov 2025

Golongan Darah Tak Cocok

Kelas 11 akan sepi tanpa si biang tawa canda. Itulah sebutan untuk Aliyah, Ilham, Husein dan Sisca. Mereka bersahabat dari kelas 10. Aliyah dan Sisca teman sejak SMP.Aliyah berasal dari Mojoagung. Tetapi sejak kecil ia pindah ke Mojokerto karena kedua orangtuanya bekerja di Mojokerto. Sisca adalah keturunan Tionghoa Muslim. Mata sipit dan berkulit putih. Beda dengan si Husein, si hitam manis yang selalu bicara dengan volume tinggi. Dia pindahan dari Bangkalan Madura. Yang terakhir adalah Ilham, asli Mojokerto.Keempat sahabat itu selalu ceria. Ada saja hal hal sederhana yang dapat dijadikan bahan candaan. Walau demikian saat jam pelajaran mereka sangat serius.Suatu hari Aliyah tidak masuk sekolah, ayahnya masuk ruang ICU karena DB dan butuh transfusi darah. “Persediaan darah di RS habis”, kata suster. “Darah saya saja suster, golongan darah saya O “, kata bunda. Aliyah sambil berkaca kaca sedih. “Tetapi kondisi ibu sedang demam. Sebaiknya ibu istirahat dulu”, jawab suster. Bunda Aliyah memang kecapekan bahkan kini batuk batuk. “Kalau begitu coba saya saja bu suster”, jawab Aliyah. “Boleh, ayo… sini saya periksa”.Sekian menit kemudian suster itu keluar dari ruang kerjanya sambil membawa catatan. “Nona Aliyah”. “Ya, saya bu..”, jawab Aliyah seraya berjalan mendekat. “Maaf, golongan darah nona Aliyah tidak cocok”. “Ha… Golongan darah saya apa?”. “Golongan darah A”. Mendengar jawaban itu sontak Aliyah lemas dan terdiam. Tampak raut mukanya pucat bibirnya bergetar. “Golongan ayah bunda O mengapa aku A”, guman Aliyah sembari duduk lemas dan menangis.Lamunannya segera pecah saat ia dengar suara bundanya memanggil. “Aliyah… Aliyah, Alhamdulillah ayah sudah dapat donor darah dari om Ahmad”. Om Ahmad adalah adik ayah yang baru tiba dari Banjarmasin.Aliyah melihat ayah dari kaca ruang ICU tersenyum padanya. Seakan akan ingin sampaikan kepada keluarganya bahwa ia baik baik saja dan akan segera pulih. Bunda Aliyah meminta Aliyah pulang ke rumah bersama om dan tante Ahmad.Sepanjang perjalanan Aliyah diam seribu bahasa. Om Ahmad terus mengawasi Aliyah dari kaca spion mobil. “Aliyah, boleh ya tante bermalam di rumahmu?”, tanya tante Ahmad “Ya, tentu te. Terima kasih telah menjenguk Ayah. Dan terima kasih Om telah donor darah untuk Ayah”. “Ya, sama sama Aliyah”, sahut Om Ahmad. “Oh yaa. Kalau adik Alifa tidak ada kegiatan pasti akan ikut kesini”. Alifa adalah satu satunya putri om Ahmad.“Aliyah… ada apa? Kita sudah sampai. Ayo turun. Bukankah Aliyah yang bawa kunci rumah?” “Iya te…”, jawabnya terburu buru. “Ya Allah… kenapa air mataku terus menetes”, guman Aliyah dalam hati.Om dan Tante Ahmad diam saling pandang dan mengikuti langkah kaki Aliyah masuk rumah. Mereka berusaha mengerti kesedian Aliyah. Om Ahmad segera bersih bersih rumah, sedangkan Te Ahmad memasak untuk makan malam dengan bahan seadanya di lemari es.Aliyah masuk kamar menyalakan musik, agar tangisannya tidak terdengar ke luar kamar. Dibenamkan mukanya ke tumpukan bantal dan menangis. Pikirannya bercampur dengan beribu ribu pertanyaan. Apakah ia anak pungut? Lalu siapa orangtuanya? Ataukah ia bayi tertukar di Rumah Sakit? Atau bagaimana?Terdengar ketukan pintu kamar dan suara te Ahmad. “Aliyah… Sudah shalat magribkah? Kalau sudah ayo kita makan malam”. “Ya te.. ”Aliyah segera mengikuti kata kata tantenya. Dan duduk di meja makan bersama Om Tantenya. “Nak, matamu sembab. Ayah Aliyah insyaallah akan segera sembuh”, kata Om Ahmad. Aliyah hanya mangangguk. “Ini ada sup ayam plus perkedel kentang, makanan favorit Aliyah kan?”, kata Te Ahmad. Sekali lagi Aliyah hanya mengangguk.Sampai Om dan Te Ahmad selesai makan, tak sesendokpun makanan favorit itu masuk mulut Aliyah. Ini membuat Om dan Tantenya keheranan. “Adakah yang mengganggu atau mengganjal hati Aliyah?” Sekian menit berlalu, tak ada kata yang dikeluarkan dari bibirnya. Hanya air mata yang terus mengalir dari matanya yang telah memerah dan sembab.“Ada yang ingin dikatakan atau ditanyakan Aliyah?”, Om Ahmad bertanya. “Om.. Te, Aliyah anak siapa?” “Hai… ada apa denganmu?”, sahut Te Ahmad. Sambil menangis Aliyah terus bertanya. “Om dan Tante pasti tahu, Aliyah anak siapa? Tante adalah bidan, pasti tahu. Ayah Bunda punya golongan darah O, sedangkan Aliyah… golongan darah A”“Aliyah…” Te Ahmad segera mendekat memeluk Aliyah dan menenangkan Aliyah. Setelah ia mulai tenang Te Ahmad bertanya “Boleh Tante tanya?” Aliyah mengangguk. “Kapan Aliyah melakukan tes darah?” “Tadi siang waktu ayah butuh donor darah. Golongan darah bunda cocok tetapi suster tidak mengijinkan karena bunda sedang agak demam, lalu Bunda kembali ke ruang ICU. Aliyah menemui suster untuk mendonorkan darah. Kata suster, golongan darah Aliyah A. Bukankah itu tidak mungkin? Te.. apakah Aliyah anak angkat atau bayi yang tertukar?Tangis Aliyah kembali menjadi jadi. Kali ini tantenya tampak mengusap air mata. Om Ahmad terdiam dengan mata berkaca kaca. “Aliyah.. Om dan Tante akan mencari tahu. Tolong jangan menangis lagi. Tetaplah jadi Aliyah kami yang dulu”.Tiba tiba terdengar ketukan pintu rumah. “Assalamualaikum” “Waalaikumsalam”, sahut Om Ahmad. “Sore pak, kami teman teman Aliyah. Aliyah ada?”, tanya Sisca “Oh ya, ya, ada, ayo masuk”.Sementara keempat sahabat itu berada di ruang tamu, Om dan Tante Ahmad berunding sangat serius. Tampak mereka berbeda pendapat. Lalu mereka putuskan untuk ke Rumah Sakit.Ketiga teman Aliyah saling bertatap mata. Mereka sadar harus menjaga sikap dan berusaha mengerti kesedian Aliyah karena Ayahnya dirawat di Rumah Sakit. “Aliyah.. gimana kondisi Ayah?”, tanya Sisca. “Ayah masih di ruang ICU, tadi butuh transfusi darah. Aku pulang karena menurut dokter Ayah akan segera sembuh”. “Ayo kita doakan Ayah segera sembuh. Dan Bunda, Aliyah selalu diberi kesehatan dan ketabahan”, kata Husein Husein memimpin doa. “Aamiin… Aamiin Ya Rabbal Alamin”, terdengar suara mereka berempat dan juga suara Om dan Tante Ahmad. “Terima kasih doanya”. “Aliyah, teman teman, Om dan Tante keluar dulu ya… tolong temani Aliyah dulu”, kata Te Ahmad. “Iya te”, jawab Aliyah.Percakapan diantara mereka terus berlanjut. Mulai dari tugas tugas sekolah hari itu sampai dengan kejadian kejadian di kelas. Ada yang beda. Aliyah hanya sebagai pendengar. Tanpa komentar apapun hanya tersenyum hampa. Teman temannya mulai merasa ada yang beda dengan Aliyah. “Al, di RS ada beautiful nurse?”, tanya Ilham. “Hus, Ilham ada ada saja”, sahut Sisca dengan jengkel. “Ayo lah… kita hibur si Aliyah”, jawab Ilham. “Kamu sedang tidak enak badan?”, tanya Husein. “Aku baik, hanya…”, Aliyah tidak meneruskan kalimatnya. Ia mulai menangis. Diceritakannya semua kisah sedihnya di RS.Dua jam berlalu. “Assalamualaikum”, kata te Ahmad dan bunda Aliyah. “Waalaikumsalam”, sahut keempat sahabat itu. “Bunda…”, kata Aliyah dengan lemas. “Ayah ditunggu Om. Kata dokter besok Ayah akan dipindahkan ke ruang perawatan, jadi masa keritis ayah sudah berlalu”, jelas bunda Aliyah sambil berjalan mendekati Aliyah dan duduk disampingnya. “Alhamdulillah”, sahut mereka berempat. “Terima kasih ya teman teman”, kata bunda Aliyah. “Ya, sama sama bunda. Sekarang kami pulang dulu”, kata Sisca. Mereka berempat pun pulang.“Aliyah… bunda dan tante ingin bicara sebentar. Tapi tolong dengarkan cerita kami dengan hati lapang”, kata bunda Aliyah. “17 tahun yang lalu ada sepasang suami istri yang tinggal di Banjarmasin. Mereka dikaruniai 2 putri kembar yang sangat cantik dan lucu. Sementata itu di Mojoagung ada sepasang suami istri yang sudah menikah 6 tahun tetapi belum dikaruniai anak. Karena rasa persaudaraan kedua pasang suami istri itu, maka mereka putuskan untuk berbagi kebahagiaan. Satu putri kembar mereka diasuh saudaranya. Putri itu diberi nama Aliyah. Sedangkan yang tinggal di Banjarmasin dinamai Alifa”.“Maafkan kami sayangku”.Jeritan tangis dan harupun pecah diantara mereka bertiga. Mereka saling berpelukan.

Si Wibu Intovert
Teen
25 Nov 2025

Si Wibu Intovert

Alkisah, ada remaja yang bernama Ahmad. Dia sangat suka dengan anime. Setiap hari dia selalu menonton streaming anime di website tertentu dan setiap harinya dia juga selalu menonton vituber di youtube. Di sekolah dia adalah anak yang intovert.Saat di sekolah Ahmad selalu bersikap aneh. Dia selalu mencari perhatian pada teman temannya, tetapi tidak ada yang peduli dengan Ahmad. Biarpun begitu, Ahmad tetap berusaha mencari teman dekat yang mau dengannya.Pada akhirnya, Ahmad mendapatkan teman dekat yang bernama Gani. Gani merupakan salah satu teman yang bisa diajak berbincang dengan Ahmad.Di setiap sekolah, Ahmad selalu mengalamun dan berhalusinasi dengan anime yang disukainya. Sampai-sampai, ia selalu dibully karena sikapnya yang teralu aneh. Meskipun begitu, ia selalu tertawa ketika dibully.Pada suatu hari, Ahmad bercerita kepada Gani bahwa dia tidak suka perempuan. Dia ingin menikah dengan hologram yang bertampilan seperti vituber kesukaanya yaitu kanata amane.“Kamu sangat aneh sekali kawan” Kata Gani. Teman dekatnya pun sampai terheran-heran dengan sikap anehnya itu. Ahmad juga bercerita ingin menjadi raja iblis di isekai. Dia ingin mati karena dia ingin segera ke isekai. Gani pun tergeleng geleng dengan cerita Ahmad.Pada saat jam istirahat, Ahmad tiba tiba menyendiri di kelas. Dia membawa gunting yang akan digunakan untuk menusuk dadanya agar cepat mati dan bisa masuk ke isekai. Tapi untungnya, ada Gani masuk ke kelas. Gani pun teriak meminta tolong pada teman teman lainnya agar bisa mencegah Ahmad untuk bunuh diri. Akhirnya, Ahmad pun berhasil dicegah oleh teman temannya.Pada akhirnya, Ahmad pun dibawa ke guru BK agar mendapat solusi darinya.Pada saat itupun Ahmad akhirnya sadar bahwa teralu berhalusinasi itu tidaklah baik bagi dirinya maupun bagi semua orang. Ahmad juga sadar bahwa sikapnya sangatlah tidak normal. Ahmad pun akhirnya bertaubat dan berjanji tidak akan bersikap aneh lagi. Ahmad juga membatasi menonton anime dan vituber secara berlebihan.

Perpisahan
Teen
25 Nov 2025

Perpisahan

Sunyi, suasana kelas saat ini sangatlah sunyi. Semua murid fokus mendengarkan nasihat-nasihat yang wali kelas mereka sampaikan untuk mereka. 1 tahun sudah mereka lewati, sudah banyak sekali kenangan yang mereka buat di sekolah itu. Dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan bukan? Sama hal dengan angkatan 9 saat ini, lusa mereka akan mengadakan acara perpisahan di sekolah mereka. Mungkin sebagian besar anak-anak kelas 9 tidak mau berpisah dengan teman-temannya, tapi mau tidak mau harus kita terima kan?“Lusa, kalian akan menghadiri acara perpisahan kan?” Mendengar sang guru membahas tentang perpisahan, semua murid yang sebelumnya merasa ngantuk dan bosan langsung menatap kearah gurunya. “Iya bu, saya ga rela pisah sama temen-temen saya” Salah satu murid dari kelas itu menjawab pertanyaan sang guru dengan wajah lesu. Tidak rela katanya. Guru itu tertawa lalu menggeleng-geleng kan kepalanya. “Semua pasti tidak rela berpisah dengan teman-temannya maka dari itu, kalian buatlah kenangan-kenangan indah sebelum lusa kalian akan berpisah”Tanpa disadari, suasana kelas menjadi sedih. 3 sampai 4 murid sedang menahan air matanya. Mereka sudah terlalu nyaman dengan lingkaran pertemanan mereka saat ini, sampai-sampai mereka susah untuk menerima jika pada akhirnya mereka akan berpisah.“kringggggg” Tiba-tiba bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa sekarang waktunya untuk murid-murid beristirahat. Murid-murid kelas langsung berhamhuran keluar kelas, berbeda dengan Zey dan teman-temannya, mereka lebih memilih untuk tetap berada di dalam kelas. Mereka duduk dilantai belakang kelas membentuk huruf o.“Kita kan bentar lagi pisah nih… mau ga kita sleepover bareng guys?” Zey memulai pembicaraan dengan mengajak teman-temannya untuk sleepover. “Ih ayo-ayo, pasti seru banget!” Ide Zey disetujui oleh Reyna, temannya. “Ayo deh ayo, mau dimana emangnya Zey??” Zey berpikir, “dimana ya? Kalian pengennya dimana? Mau ngajak siapa juga nih?”Teman-teman Zey berpikir, mereka harus memilih tempat yang benar-benar bisa membuat kenangan yang begitu indah. Sisa 2 hari lagi sebelum mereka akan sibuk dengan urusannya masing-masing. “Tempatnya belakangan deh, kita pikirin siapa yang mau kita ajak dulu. Mau ga??”Masukan Zey disetujui oleh teman-temannya, “Kita ajak pacar kita aja” ucap Ryn sembari tertawa malu. “Terus nanti gue jadi nyamuk? ih males banget!” Tolak Anya karena dari semua teman-temannya, hanya dia yang belum mempunyai pacar. Gila saja, disaat dirinya ingin membuat kenangan dengan teman-temannya, mereka justru lebih asik dengan pacarnya dan tidak mengacuhkan Anya. Menyebalkan!“Kalo gitu lo ga usah ikut! Kita kan juga mau bikin kenangan sama pacar kita” Judesnya jawaban Reyna membuat Anya memutarkan bola matanya kesal. “Udah-udah jangan ribut, yang mau ajak pacarnya ajak aja. Anya ga bakal kita cuekin kok” Zey menengahi pertengkaran tersebut sembari merangkul Anya. Anya tersenyum mendengar perkataan Zey, dirinya juga membalas rangkulan temannya itu. “Bener ya? Jangan cuekin gue! Awas kalian” semua teman-teman nya mengangguk sembari tertawa setelah melihat kelakukan Anya.“Kringgggg” Bel sekolah sudah berbunyi, waktu istirahat sudah habis. Semua murid-murid masuk kembali kedalam kelasnya dan melakukan kegiatan sekolah pada umumnya.—“Psttt, Zey! Ini gue udah bikin list siapa aja yang mau kita ajak. Lo tulis disitu ya..” Zey menoleh kearah bisikan itu, ia mengambil kertas yang Reyna berikan kepadanya. “Oke na, siap” Zey menjawab juga sambil berbisik dan mengacungkan jempol untuk Reyna.Zey menyimpan kertas tersebut. Dia ingin menulis nama Ryota tetapi dia takut jika Ryota tidak ingin ikut dalam acara kecil-kecilian mereka ini. “Kira-kira Ryota mau ikut gak ya?” Ucap Zey dalam hati.“Zey, perhatikan kedepan. Jangan melamun!” Zey terkejut mendengar bentakan tersebut, dirinya segera mengangguk lalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan.—Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Zey telah datang yaitu bunyi bel pulang, Zey yang sangat tidak sabar akan bertemu dan berbincang-bincang bersama Ryota. Mereka berdua memutuskan untuk bertemu di ruang tunggu sekolah.“Hallo taa! kamu mau ga ikut sleepover bareng aku sama temen-temen aku?” Zey menghampiri dan menyapa ryota dengan girang, dirinya juga menanyakan perihal acara kecil-kecilan dia dan teman-temannya. “Iyaa haii zey, ohh kalian mau sleepover memangnya kapan Zey?” “Besok setelah pulang sekolah ta.” “Memang kira-kira bakal sleepover dimana Zey?” Ryota tertarik dengan ajakan Zey, baginya berdua bersama Zey adalah hal terindah dimasa-masa seperti ini. “Umm, kayaknya kita mau di villa deh ta, jadi gimana kira-kira kamu mau ikut ga taa?” Zey berharap Ryota bisa ikut diacara itu. Dia ingin mempunyai sedikit kenangan sebelum mereka akan sibuk dengan urusan masing-masing. “Boleh deh Zey! Nanti pulang aku minta izin sama mama yaa..” Ryota menjawab sembari mengacak-cak rambut Zey. Zey tersenyum manis mendengar jawaban Ryota. “YAAAAYY!” girang Zey didalam hati.—Malam hari zey pun telfonan dengan Ryota, mereka ngobrol sekaligus membahas tentang sleepover besok. Zey dengan senang sedang membereskan tas yang mau dibawa untuk besok. Zey terlalu asik mengobrol dengan Ryota dan akhirnya pun Zey tertidur sangat pulang.“Tet tet tet tet” Alarm pagi ini sudah berbunyi, sudah waktunya Zey bangun dan menyiapkan dirinya untuk berangkat sekolah.Pagi ini, Zey memiliki mood yang sangat amat baik. Ia tidak sabar untuk acara nanti siang, rasanya ia ingin meninggalkan sekolah dan langsung pergi ke tempat tersebut.Sesampainya Zey di sekolah, ia menyapa semua murid dan semua guru dan karyawan sekolah tersebut. Aneh bagi mereka, biasanya Zey hanya tersenyum jika berpas-pas dengan mereka tetapi kali ini, Zey menyapa sambil tersenyum manis. “Selamat pagi guys! Semangat belajarnya hari ini” Zey menyapa anak-anak yang sedang berada di kelasnya, Zey menghampiri Anya lalu tersenyum dan merangkul dia. “Ih, lo kenapa Zey? Tumben banget!” Anya terkejut melihat tingkah Zey yang sangat berbeda hari ini. Seperti bukan Zey, pikir Anya.—“Kringggg” Ini dia bel yang Zey sangat tunggu-tunggu, bel pulang sekolah. Sekarang sudah waktunya untuk pulang, Zey bersama teman-temannya berkumpul diruang tunggu untuk menunggu supir Zey datang. Ada 6 orang yang akan menghadiri acara kecil-kecilan itu antara lain Zey, Anya, Reyna, Ryota, dan Nendra (pacar Reyna). Pasti akan sangat menyenangkan bukan??Setelah satu setengah jam di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di villa tersebut, villanya terlihat sangat besar dan mewah dan mereka pun langsung tak sabar untuk berenang…—Selesai berenang, mereka pun mandi satu persatu lalu berkumpul di ruang makan, mereka yang terlihat sangat kelaparan dan mereka pada akhirnya bersama-sama menyantap makanan yang sudah disediakan oleh pemilik villa tersebut. Hari pun sudah semakin malam, selesai makan mereka lanjut berkumpul di ruang tv, karena mereka merasa bosan, mereka memutuskan untuk bermain truth or dare.“Nah sekarang gantian Zey” Botol yang diputar berhenti tepat didepan Zey, Zey tersenyum kikuk lalu menghela napasnya. “Truth or dare Zey?” “Umm, aku truth deh!” “Nah Zey, kita kan sudah lama bersahabat nih, tapi aku masih penasaran cerita awal kamu bisa pacaran sama Ryota” Pertanyaan dari Awra membuat Ryota yang berada disamping kanan Zey tersenyum tipis. “Iya-iya, yaudah aku ceritain yaa.” “Jadii awalnya salah satu teman kita ada yang buat grup di whatsapp, di grup itu kita berdua dimasukin, tapi aku sama Ryota cuman sekedar sadar kalo kita saling ada disitu dan saat itu kita ga pernah ngobrol ataupun yang lainnya, disitu kita juga masih ikut pembelajaran jarak jauh jadi kita ga terlalu kenal. Suatu hari sekolah menyuruh kita untuk datang ke sekolah karena ada pemotretan untuk membuat kartu pelajar, setelah kita foto, disitu aku pengen banget ngobrol sama Ryota, tapi aku malu dan takut untuk memulainya dan akhirnya aku beraniin diri untuk ajak Ryota foto berdua, dan disitu setiap hari aku mulai chatan dengan Ryota. Setiap hari aku selalu nyari cara untuk mulai chat Ryota dan di satu hari ini, aku coba untuk ajak Ryota zoom sama temen-temen yang lain, akhirnya seiring berjalannya waktu aku udah mulai ada rasa sama Ryota, dan kayaknya Ryota pun juga. Akhirnya kita mulai ikut pembelajaran tatap muka dan aku sama Ryota jadi lebih dekat dan sering ngobrol. Setiap malam sabtu kita juga sering zoom bareng, setiap malam jadi sering telfonan, dan akhirnya suatu hari Ryota bilang mau ngomong sesuatu berdua, akhirnya aku sama Ryota masuk ke kelas berdua, dan duduk di lantai, Ryota tiba-tiba ngomong “kita kan udah deket Zey, kamu mau ga jadi pacar aku” disitu hati aku berdebar sangat kencang, aku takut banget untuk menjawabnya, tapi akhirnya aku bilang “ya, boleh.. jadi kita pacaran nih?” Ryota pun langsung jawab “iya” setelah itu kita jadi lebih mengenal satu sama lain, dibulan ketiga atau keempat kita sudah saling kenal keluarga masing-masing, Ryota yang dulunya ga bisa telfonan sampai malam, sekarang Ryota selalu tidur sambil telfonan..”“Yaa, kirakira gitu deh Awra, cerita aku sama Ryota bisa bareng.” Zey tersenyum malu setelah menceritakan pertemuan pertama dirinya dengan Ryota. “Lo berdua gemes banget dah ta” Nendra memukul pelan lengan Ryota dan dibalas anggukan kecil oleh Ryota.“Kalian udah berapa bulan bareng si?” Pertanyaan Anya membuat Ryota menoleh kearahnya. “Aku sama Zey bulan ini sudah 7 bulan..” Ryota menjawab sembari merangkul Zey. Gemasnya hubungan mereka. “Wah lama juga ya kalian.. keren deh.” Reyna kagum dengan kedua teman nya ini.“Oh iya udah jam berapa ini, daritadi kita keasikan main aja nih sampe udah lupa jam..” Ucap Reyna setelah mengecek jam tangannya. “Eh iya yaaa, udah jam 12 guys, tidur yukk..” Ujar Zey. “Night semua!”—Suara burung bernyanyi pada pagi hari membuat Zey terbangun. Sekarang sudah jam enam pagi, sudah saatnya mereka bangun untuk menikmati suasana sejuk pagi hari ini. Mereka juga harus membereskan pakaian-pakaian mereka karena hari ini mereka akan pulang.“Guys, ayo bangun!” Zey keluar lalu membangunkan teman-temannya sembsri mengetok satu persatu pintu kamar mereka. “Iya Zey iya, 5 menit lagi” “Dasar bocah” Zey tertawa melihat tingkah teman-temannya itu, seperti anak kecil saja.“Zey?” Zey menoleh kesuara tersebut, ternyata suara tersebut adalah suara Ryota, pacarnya. “Pagi taa! Ada apa?” Zey menghampiri Ryota yang berada didepan pintu rumah. “Kita keliling yuk, sebelum kita pulang. Ada yang mau aku bicarain juga” Ujar Ryota sembari tersenyum tipis. Zey mengangguk lalu menggandeng Ryota. “Ayo”

Hujan dan Cinta
Teen
25 Nov 2025

Hujan dan Cinta

Malam ini hujan turun sangat deras. Karena hujan aku memutuskan untuk melihat drama kesukaanku. Disaat tengah menonton aku merasa sangat lapar. “Duh lapar banget?”.Karena lapar aku memutuskan untuk ke dapur membuat mie. Saat sampai di dapur ternyata persediaan mie dan camilan lainnya sudah habis. Dan aku memutuskan untuk membeli mie dan makanan lainnya di supermarket dekat rumah. Karena berhubung tidak ada orang di rumah aku mengunci rumah. Aku memutuskan berjalan kaki karena supermarket itu berada didekat rumah.Saat melewati gang dekat rumahku aku merasa ada yang mengikutiku tetapi saat aku menoleh tidak ada orang dibelakangku. Aku mempercepat langkah kakiku dan suara langkah kaki itu juga kian semakin cepat. Dan saat aku berada di ujung gang. Aku dicegat oleh beberapa pereman“Mau kemana gadis manis,” Ucap salah satu preman. “Mari biar saya antar,” ucap salah satu preman lainnya. “Tidak perlu,” ucapku.Para preman itu menarik tanganku. Aku berusaha memberontak tetapi tenagaku kalah kuat dengan para preman itu. Payung yang kupegang juga sudah hilang entah kemana. Saat para preman itu menarik tanganku tiba tiba suara seseorang mengalihkan pandangan mereka.“Lepaskan gadis itu,” ucap pria. “Apa urusanmu nak,” ucap preman. “Lepaskan gadis itu,” ucap peria itu lagi.Salah satu preman itu tiba tiba menyerang pria tesebut. Tapi dengan gesit pria itu mengalahkan preman tersebut. Preman lainnya juga mulai menyerang pria tersebut. Tapi dengan gesit ia mengalahkan mereka semua. Ditengah hujan pria itu melawan semua preman itu walaupun ia mendapat beberapa pukulan. Saat ini aku tengah bersembunyi dibalik pohon besar. Saat pertarungan selesai ia menghampiriku“Lo tidak apa apa??” ucap pria itu. “Gue tidak apa apa, tapi lo terluka,” jawabku. “Tidakpapa gue udah biasa,” jawab pria itu.Saat sedang berbincang tiba tiba aku melihat ada 2 orang dibelakangnya. Lalu aku berkata “Awas dibelakangmu,” ucapku. Dengan cepat dia menoleh kebelakang dan Bugh “Aduh,” rintih seseorang“Lo gakpapa kan Fa,” ucap salah satu orang itu. “Duh bos ngapain pukul si Rafa,” ucap orang itu lagi. “Sorry, gue kira lo tadi preman,” ucap pria itu. “Lo gakpapa kan Fa??” ucap pria itu sambil membantu orang yang dipukulnya tadi “Gakpapa,” ucap orang yang terjatuh itu.“Lo siapa??” ucap salah satu orang itu. “Dia temen gue,” ucap pria tadi sambil menceritakan kejadian tadi. “Ooo” ucap salah seorang tadi.“Kenalin gue Rafael Dirgantara bisa dipanggil Rafa,” ucap orang yang terjatuh tadi sambil menjabat tanganku. “Iya kak, salam kenal Atasya Putri biasa dipanggil tasya,” ucapku. “Kenalin gue Samuel Alexsandra biasa dipanggil Alex” ucap salah seorang lainnya. “Iya salam kenal” ucapku. “Kenalin gue Marvel Alexsa Dirgantara serah lo mau panggil gue apa,” ucap pria yang tadi menolongku. “Iya, aku panggil kak marvin aja boleh,” ucapku. “Hm,” ucap Marvel. “Pakai kata kamu aku aja jangan gue lo biar lebih akrab,” ucap Marvel. “Iya,” ucap Marvel. “Sepertinya Tasya bakalan jadi buketu deh,” ucap Rafael.“Kamu mau kemana??” ucap Marvel. “Mau ke supermarket,” ucapku. “Mau beli apa emangnya?” ucap Marvel. “Beli mie dan stok makanan lainnya,” ucapku. “Biar kuantar,” ucap Marvel. “Gak perlu kak,” ucapku. “Kuantar tidak ada penolakan,” ucap Marvel. “Baiklah,” ucapku.Kemudian aku pergi ke supermarket dengan diantar oleh kak Marvel. Setelah sampai di supermarket aku pergi membeli mie dan stok makanan lainnya. Setelah sampai di kasir aku beru ingat dompetku ketinggalan di rumah. Aku berinisiatif meminjam uang dari kak Marvel.Aku pun berkata “Kak boleh pinjam uang?” ucapku. “Soalnya uangku ketinggalan di rumah,” ucapku lagi. “Boleh,” ucap Marvel. Kemudian Marvel mengeluarkan kartu hitam atau lebih dikenal dengan blackcard dari dompetnya. “Kak kakak punya kartu itu kak, apa namanya?” ucapku. “Blackcard, kamu mau ambil aja aku masih pinya 2 kok di rumah,” ucap Marvel. “BENERAN KAK,” ucapku semangat. “Iya,” ucap Marvel.Setelah kejadian itu hubunganku dan Kak Marvel semakin dekat dan aku baru tahu kalau dia adalah ketua diamond geng. Kak Marvel pun juga sudah kenal dekat dengan bunda dan ayahku. Aku dan kak marvel pun sudah jadi seorang kekasih.Hari ini kak Marvel menjemputku untuk pergi jalan jalan. “Pagi bunda, ayah,” ucap marvel kepada ayah dan bunda. “Pagi nak Marvel, mau jemput Tasya ya??” ucap bunda. “Iya Bun,” ucap Marvel. “Oh ya bun aku mau membuat kejutan buat Tasya dengan pura pura punya selingkuhan sebelum melamarnya boleh kan bun,” ucap Marvel. “Bunda sih terserah nak Marvel aja,” ucap bunda.Aku pun akhirnya turun dengan menggunakan gaun pendek bergambar bunga bunga. “Pagi kak, pagi bunda pagi ayah,” ucapku. “Bunda, Ayah Tasya pergi dengan kak Marveol dulu ya,” ucapku. “IYA,” ucap bunda sedikit teriak karena berada di dapur.Aku pun pergi dengan kak marvel ke mall. Saat di mall aku dan kak marvel pergi makan ke pizza hot. Dan saat makan kak marvel ijin ke kemar mandi. Aku pun mengizinkannya. Tetapi saat sedang enak enaknya makan aku melihat kak Marvel dengan wanita lain diluar, kalau hanya mengobrol aku sih gakpapa aja tapi mereka berpelukan dan itu membuatku marah.Aku pun menghampiri mereka dan berkata. “KAK APA MAKSUD KAKAK BERPELUKAN DENGAN WANITA INI DI HADAPANKU,” ucapku dengan marah dan sedikit berteriak. “Aku bisa jelaskan semuanya,” ucap Marvel sambil menahan tanganku. “Apa yang mau dijelaskan semuanya sudah jelas,” ucapku. “ini semua gak seperti yang kamu pikirkan,” ucap Marvel. Aku pun tidak menghiraukan kata katanya dan pergi begitu saja. Dan pergi pulang ke rumahDi Rumah Saat sampai di rumah aku menangis sejadi jadinya di dalam kamar. Tidak mau makan atau pun minum. Karena khawatir bunda memenggil Marvel untuk membantu membujukku. Karena berisik aku pun membukakan pintu kamar dan saat aku membuka pintu ternyata kak Marvel di depan pintu dengan membawa bunga dan sebuah cincin. Saat melihat itu aku berkata “Apa mau kakak?” ucapku. “Aku melamar kamu,” ucap Marvel. “Kamu terima kan, yang tadi siang itu kakakku dari jerman,” ucap Marvin. “Iya,” ucapku.Pada akhirnya aku menerima lamaran dari kak Marvel dan kami melaksanakan pernikahan beberapa minggu kemudian. Setelah itu kami pindah ke jerman dan dikaruniai 2 anak kembar.Terkadang cinta bisa datang kapan dan dimana saja.

Bagaimanakah Masa Depanku?
Teen
25 Nov 2025

Bagaimanakah Masa Depanku?

Hai, namaku Laura. Aku seorang gadis berumur 16 tahun. Aku mempunyai adik yang berumur 7 tahun, namanya Maura. Sejak orangtuaku meninggal 5 bulan yang lalu, hidupku berubah. Aku harus bisa menafkahi adik kecilku ini.5 bulan yang lalu sebelum orangtuaku meninggal, orangtuaku pergi menjalankan bisnis ke luar kota. Bisnis orangtuaku berjalan lancar, hingga akhirnya musuh ayahku iri dan berniat untuk menyingkirkan ayahku.Suatu malam pada hari Sabtu, kedua orangtuaku akan pulang dari luar kota. Tiba-tiba sebuah truk dari lawan arah melaju sangat kencang dan menabrak mobil orangtuaku. Kedua orangtuaku meninggal di tempat. Tak disangka, supir truk itu adalah suruhan musuh bisnis ayahku. Hingga akhirnya malam minggu adalah waktu terburuk dalam hidupku.5 bulan setelah itu, banyak rentenir mendatangi rumah orangtuaku. Hutang orangtuaku dimana mana. Aku harus bersekolah dan harus mencari nafkah juga. Tetapi aku tidak diterima kerja dimana mana, karna usiaku masih 16 tahun. Pada akhirnya aku memutuskan untuk berjualan kue, karna aku juga suka memasak.Hingga suatu hari, adik kecilku Maura ulang tahun. Ia meminta sebuah kue dan ice cream. Tetapi uang hasil jualan kue tidak begitu cukup, karna aku harus membayar uang kos dan melunasi sisa hutang orangtuaku. Aku memutuskan untuk membuat kue ulang tahun adikku sendiri. Bersyukur sekali, adikku sangat suka dengan kue buatanku.Sebulan usaha kue ku berjalan, HANA, seorang gadis cantik dan populer di sekolahku tidak menyukaiku. Karna Ardhan, lelaki yang ia sukai dekat denganku. Hingga pada akhirnya Hana memfitnahku, bahwa aku menggunakan bahan kadaluarsa di kue buatanku. Karna dia populer, banyak siswa yang mempercayainya. Pada akhirnya, tidak ada yang ingin membeli kueku lagi.Aku berhenti berjualan seminggu. Teringat adikku yang harus kunafkahi, aku berusaha bangkit lagi. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar segera ditemukan jalan keluar. Andra, dia membantuku mempromosikan kembali kueku, ia juga membantuku untuk menjelaskan ke teman temanku bahwa kueku tidak berbahaya. Alhamdulillah, kueku mulai laku kembali. Itu semua berkat doaku dan dukungan Andra.Itu adalah ceritaku 3 tahun yang lalu, sekarang sudah lulus SMA. Aku tidak melanjutkan kuliah. Tetapi di umurku yang 19 tahun ini aku bisa mendirikan sebuah toko kue. Itu adalah balasan dari doa doaku selama ini. Tidak lupa dengan bantuan Andra. Dia sekarang adalah kekasihku.Adikku sekarang berusia 10 tahun. Aku sangat senang karna ia tidak harus putus sekolah.Itulah perjalanan hidupku, aku sangat bersyukur bisa di titik sebahagia ini sekarang. Aku sudah tidak merasakan kelaparan lagi.Pesan dariku, jangan pernah menyerah. Jika ingin mencapai sebuah keberhasilan, Jangan pernah ragu untuk bekerja keras dan berdoa kepada Tuhanmu, karna Tuhan selalu di sisimu.

Fav Human
Teen
25 Nov 2025

Fav Human

Di tahun 2020 Aku berkenalan dengan seorang laki laki yang bernama abi maulana. Dia berkulit putih tinggi dan kurus. Badannya sangat idaman tinggi kurus dan rada berisi dadanya lebar sepertinya dia cocok kalau jadi anggota militer. wanita mana yang tidak kagum melihat lelaki seperti dia.Aku berkenalan dengan dia hanya sebatas saling menyimpan nomor Whatsaap saja. Namun dengan berjalannya waktu aku semakin akrab dengan dia. Setiap hari kita selalu chatingan menananyakan kabar atau sekedar bercandaan biasa. Setiap hari kita saling bertukar cerita tentang aktivitas yang kita jalani. Oh iya aku dengan dia selisih 3 tahun dia duduk di bangku kelas 2 SMK sedangkan aku duduk di bangku kelas 3 SMP.Dia pribadi yang baik royal dan sangat dewasa, sikap yang sangat aku sukai didalam dirinya adalah dewasa. Dia selalu sabar menghadapiku tapi dia adalah manusia yang sangat keras kepala dan sangat egois, dia selalu mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain, merasa dirinya paling benar tanpa introspeksi diri. Tapi tidak apa apa sikapnya yang egois tidak membuatku menjauhi dirinya justru aku semakin memahami sikap dia dan berusaha memahami sifatnya. Disaat aku melakukan kesalahan dia selalu mengarahkanku selalu menasihatiku dengan perkataan yang sangat lemah lembut.Tapi terkadang dia dengan tidak sengaja melontarkan kata kata kasar itu yang membuatku agak kesal kepadanya, Tapi dia selalu meminta maaf dan tentunya aku selalu memaafkan kesalahan yang dilakukannya karena aku adalah seorang manusia yang pemaaf wkwk.Dia selalu tidak percaya diri dengan dirinya sendiri selalu menganggapnya tidak pantas untuk siapapun. Namun aku selalu berbicara kepadanya agar tidak selalu insecure. Tapi dia selalu saja begitu seperti tidak mempunyai kelebihan dan selalu merasa kurang. Ya, manusia memang begitu tidak bersyukur dan merasa cukup atas pemberian dari Tuhan yang maha esa.Hewan favorit dia adalah kucing. Dia sangat menyukai kucing sampai sampai dia mengadopsi anak kucing berwarna putih yang sangat mungil dan lucuuu. Kalau chatingan dia selalu bercerita kucingnya yang sangat lucu itu, sepulang dari sekolah dia selalu bermain dengan kucingnya.Suatu saat aku kepikiran kalau memberi nama kucingnya itu. “oh iya aku punya ide, bagaimana kucingmu itu dikasih nama?” ucapku “boleh juga tapi aku bingung harus memberi dia nama siapa” ucap dia “gimana kalau kita kasih nama tobby cocok dengan kucingmu yang sangat menggemaskan itu?” ucapku “emm tobby? Aku kurang suka, gimana kalau namanya dinot gembull” ucap dia “ih kok dinot kaya namakuu, aku ga sukaa” ucapku “baguss loo, kan kucingku kaya dirimu ndutt hahah” ucap dia Dia selalu mengejekku tapi itu hanya bercandaan saja dan aku juga tidak membawa ke hati.Di suatu hari dia bercerita kepadaku. “din aku mau bercerita” ucap dia “boleh saja, kamu mau bercerita apa?” ucapku “kamu nanya? Kamu bertanya tanya aku mau cerita apa” ucap dia “isshh sudahh ayo mau bercerita apa” ucapku sedikit kesal karna dia selalu terus bercanda “haha iya maaf deh, oh iya aku diterima pkl di komnas ham jakpus” ucap dia “wahh baguss dongg” ucapku sangat senang karna dia diterima pkl “tapi kayaknya aku tolak soalnya tidak ada teman, temanku diterima di pangandaran sedangkan aku jauh banget di jakarta, lagian juga biaya hidup disana mahal” ucap dia “aduh sayang banget ga diterima, tapi iya juga sih ga mungkin juga kamu disana sendirian, disana kota besar sedangkan kamu kesana untuk pkl” ucap diaTapi aku merasa aku dan dia terlalu dekat sampai sampai aku menganggap dia lebih dari teman, aku sedikit mempunyai rasa lebih kepadanya. Aku dan dia terjebak hubungan tanpa status atau bisa dibilang frindzone, Aku sempat berniatan untuk menjauhinya tapi disisi lain aku tidak bisa kalau tidak ada dia. karena aku juga kalau butuh apa apa selalu dia yang pertama kudatangi, jadi semisal aku dan dia lost contact aku tidak tahu aku sanggup atau tidak.Tetapi hukum alam menyatakan people come and go setiap ada kata selamat datang pasti ada kata selamat tinggal. Yang artinya orang yang datang kehidupan kita pasti dia juga akan meninggalkan kita. Mungkin itu bukan sekarang tapi itu pasti terjadi didalam kehidupan kita semua.Setiap orang yang datang dalam kehidupan pasti membawa suasana sedih dan senang, jikalau dia datang di kehidupan kita hanya untuk menbuat kita sedih dan menangis mungkin itu sebuah pelajaran untuk kedepannya agar bisa lebih dewasa lagi. jikalau sebaliknya dia datang di kehidupan kita membawa suasana senang mungkin dia adalah orang yang tepat. Tapi pernah ga si kamu dapat orang yang tepat? Tidak pernah ya? Haha sama aku juga begitu. Tetapi kita tidak perlu sedih suatu saat nanti pasti kita akan mendapatkan manusia yang baik. Aku berjanji kepada diriku sendiri jika aku mendapatkan seseorang yang kuinginkan aku akan memperlakukan dia sebaik mungkin.Tapi aku pernah memikirkan semisal aku dengannya berpacaran itu membuat hubungan pertemanan kita rusak. Karena kita juga akan mengalami fase hubungan itu tidak bisa dilanjutkan lagi, Dan kita akan kembali seperti orang yang asing. Aku merasa jika dia tidak hadir di kehidupanku pasti hidupku flat kosong kesepian dan tidak ada teman untuk bercerita. Im very lucky to kow you

Pertemuan Tanpa Sengaja
Teen
25 Nov 2025

Pertemuan Tanpa Sengaja

Di suatu hari minggu aku melihat temanku bermain sepak bola di lapangan Myro. Aku ditemani bersama Ayra saat melihat pertandingan itu. Sesampainya di lapangan aku dan Ayra mencari tempat duduk di sebelah lapangan, tidak lama dari itu pertandingan pun dimulai.Disaat pertandingan pertama dimulai aku dan Ayra melihatnya dan sempat membuat video bersama. Tetapi tidak lama kemudian pertandingan yang pertama pun sudah selesai, aku dan Ayra sempat dihampiri oleh temanku sebentar sebelum pertandingan yang kedua dimulai, temanku menghampiriku untuk mengajakku ke tempat dimana dia dan teman yang lain berkumpul.Tidak lama kemudian temanku dan teman temannya yang lain dipanggil pelatihnya agar kembali kumpul di lapangan, karena sebelum pertandingan dimulai semuanya harus cukup dibriefing dulu.Beberapa menit kemudian temanku melanjutkan pertandingan yang kedua. Aku dan Ayra kembali ke tempat duduk yang awal tetapi kita kurang cepat untuk kembali ke tempat duduk yang tadi jadinya tempat duduknya diduduki oleh orang lain dulu. Aku dan Ayra pergi ke warung yang ada di sebelah lapangan Myro. Aku membeli minuman es di warung itu sambil melihat pertandingan sepak bola yang sudah dimulai.Disaat pertengahan pertandingan aku dihampiri seorang anak laki-laki dari club sepak bola lain. Dia mengajakku untuk berkenalan dan meminta nama sosial mediaku.“Hallo kak boleh kenalan nggak,”. “Nama kamu siapa?” Kata seorang laki laki itu yang tiba tiba berada ada di sampingku. “Eh halo juga boleh, namaku Kyra,” . “Nama kamu siapa, maaf,” jawabku. “Nama ku Firman,”. “Boleh minta nama instragammu,” kata seorang laki laki itu. “Mau buat apa instragamku Firman,” jawabku. “Gak papa, Cuma mau kenal lebih deket aja,” kata Firman. “Boleh nggak Kyra,” kata Firman. Aku pun memberi tahu nama instragamku “Okeh makasih ya Kyra, nanti aku dm habis pulang dari sini,” Firman. “Iya dm aja nanti,” kataku.Aku, Ayra, dan Firman melihat pertandingan itu bersama di warung itu. Aku dan Firman berbicara yang random, waktu itu sama sama masih merasa canggung untuk saling berbicara.Tidak lama kemudian waktu pertandingan temanku pun selesai. Aku dan Ayra berpamitan untuk pulang duluan ke temanku & Firman. Aku mengantarkan Ayra pulang dahulu…Sesudah mengantarkan Ayra pulang aku pun segera pulang ke rumah juga. Sesampainya di rumah aku scrool tik tok, tetapi tidak lama kemudian aku ketiduran dan hpku terus menyala.Saat sore hari sekitar jam setengah 5 aku pun bangun tidur dan mengecek hp. Aku membaca notif instragam ternyata ada chat dm dari Firman. Aku pun merespon chatnya, setiap hari aku chatan di dm bersama Firman.Beberapa bulan kemudian… Firman mengajakku ketemu di suatu tempat. Awalnya aku dan Firman berbicara yang ada dan tidak lama kemudian Firman menyatakan perasaannya. Disitu aku sempat bingung mau jawab apa, tetapi dia meyakinkanku agar bisa menerimanya. Aku sudah cukup lama mengenalnya dan sudah tau sikap-sikap dia seperti dia, dia juga cukup banyak bercerita tentang keluarganya.Di saat itu pikiranku sudah cukup matang, dan menerima perasaan dia. Betapa bahagianya dia saat itu, saking bahagianya sampai-sampai dia tidak sengaja untuk memelukku.Sesudah dari tempat itu aku diajak Firman ke rumahnya untuk bertemu keluarganya lagi, sesampainya di rumahnya Firman aku dikenalkan lagi ke keluarganya tetapi dengan status sebagai pacar Firman bukan lagi teman.“Assalamualaikum bunda,”. “Tebak aku sama siapa ke sini” ucap Firman saat di depan pintu rumah nya. “Waalaikumsalam sebentarr,”. “Sama siapa kamu kak,” jawab bunda sambil membuka kan pintu rumah. “Kenalin bunda ini ada Kyra, ini pacarnya Firman” jawab Firman. “Loh udah pacaran aja kalian berdua, sini sini ayo masuk ke dalam,”.“Sejak kapan kalian mulai hubungan ini,” tanya bunda. “Baru ini tadi bunda, akhirnya dari sekian lama menunggu sekarang dapat juga ya bunda,” jawab Firman sambil tertawa. “Wah ada yang lagi seneng nihh, bismilah ya hubungannya semoga baik baik aja,”. “Semoga juga hubungan kalian langgeng terus sampai nanti kedepannya,”. “Nanti kalau Firman nakal kamu bilang bunda aja ya Kyra,” ucap bunda Firman. “Iyaa bundaa siap, makasi ya bunda udah mendoakan yang baik baik hihi,” jawabku.Dia lelaki yang sangat sederhana, selalu membuatku tertawa dengan cara tersendiri, aku suka dengan sikap dia yang selalu menghargai perasaan perempuan, dia tidak pernah membentak saat marah kepadaku, dia selalu mengatakan secara halus dan menasehatiku secara perlahan, dia suka melarangku ini itu yang katanya ini demi kebaikanmu juga. Keluarganya pun sangat baik dan seru, dari sekian aku merasakan yang tidak baik alhamdulilah sekarang sudah mendapatkan yang sangat baik, keluarganya juga pun mendukung.

Tak Ingin Usai
Teen
25 Nov 2025

Tak Ingin Usai

Saat aku tidak pernah ingin mencintai seseorang lagi hanya sebuah traumaku di masalalu, seorang cowok datang kepadaku. Pada waktu kelas 8 tepat pada bulan Februari cowok itu mengirimkan sebuah pesan kepadaku.“P, save” “Siapa?” jawabku. “Anak spejija” “Save yaa” “Iyaa, namamu siapa?” “Nathan”Pesan singkat itu kemudian dia memberi tahu tentang identitasnya. Aku pun lama-lama mengenalnya. Dia ternyata adalah teman sekelas waktu kelas 7. Dia mulai mencari topik lagi untuk melanjutkan pesannya dengan bertanya-tanya. Disaat dia terus mengirim pesan kepadaku aku mencoba menjawabnya cuek dan slowrespon. Lalu dia bertanya dan mengajakku memainkan game.“Kamu main game apa?” tanya Nathan. “ML, kenapa?” jawabku. “Ayo kita main bareng, mau ngga? “Boleh” jawabku.Setelah itu dia mengatakan kepadaku, sebenarnya dia suruh temannya untuk mengungkapkan perasaannya kepadaku. Tapi temannya tidak berani mengungkapkannya.“Temanku ada yang suka sama kamu” ucapnya. “Biarin” jawabku tidak peduli.Kemudian dia mengirimkankan bukti pesan temannya kalau memang temannya suka sama aku. Aku pun tidak mempedulikan itu semua, dan juga tidak bertanya temannya itu siapa. Lalu kita tidak membicarakan tentang temannya lagi dan Nathan beralih topik. Topiknya hari-hari sangat tidak jelas dengan pertanyaannya itu.Aku dan Natan mulai dekat. Tidak menyangka 1 bulan dekat dengannya, dia mengajakku berpacaran. “Kamu mau nggak jadi pacarku?” tanya Nathan dengan gugup. “Apa pacaran itu?” jawabku sambil bercanda. “Nggak” jawabnya sangat singkat.Sepertinya dia mulai kecewa denganku. Aku sudah mengatakan kalau itu bercanda tapi dia juga tetap tidak mempedulikan lagi dan pesannya tetap singkat. Aku merasa bersalah dengan candaanku itu. Pada saat itu aku memang belum mempunyai perasaan kepadanya dan tidak ada niatan membuka hati lagi. Dan aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya karena aku takut melukai hatinya. Disitulah pertengkaran mulai muncul, dia memintaku memblokir whatsappnya.“Blokir aja, itu solusinya” ucapnya seperti marah. “Blokir whatsappku aja gapapa” jawabku. “Nggak bisa, makin kepikiran kamu terus” jawabnya. “Kamu nggak bisa diajak bercanda sih, maksudku itu jangan kamu anggap serius” “Aku serius ini tapi kamu justru bercanda” ucap Nathan kesal. “Iyaa deh emang salahku”Pertengkaran itu sudah berakhir. Beberapa menit kemudian kita kembali bertengkar lagi. Dan dia bertanya tentang perasaanku kepadanya. “Aku mau bertanya serius, tapi kamu jawab jujur ya” ucapnya. “Iya tanya apa?” “Kamu sebenarnya punya perasaan nggak sama aku?” tanya Nathan. Pertanyaannya membuatku bingung menjawab apa.“Aku nggak tahu” jawabku seadanya. “Kalau kamu punya ya aku nggak marah justru makin senang aku” “Sudah aku bilang aku nggak tahuu!” jawabku sambil kesal dengan pertanyaannya itu. “Kalau emang justru kebalikannya kamu nggak suka sama aku, biar aku nggak berharap” ucapnya. “Udah jangan tanya terus, nanti kamu tahu sendiri” jawabku mencoba mengalihkan pertanyaannya.Nathan terus mempertanyakan pertanyaannya itu sampai aku jujur kepadanya dan dia memintaku memberikan kepastian. “Aku butuh kepastianmu biar nggak berharap terus” ucapnya. “nggak punya kepastian” “Aku Cuma butuh kepastianmu cukup itu aja, kalau emang iya ya iya kalau nggak ya nggak” “Nggak tahu” Jawabanku itu membuatnya semakin terus-menerus bertanya kepadaku.Dengan percaya dirinya dia mengatakan kalau aku punya perasaan sama dia. “Kamu punya perasaan yaa sama aku” “Dih kamu jangan ke PD an dehh” jawabku. “Yaa begini jadi anak kejujuran, jadi terlalu berharap yang nggak diharapkan” ucapnya kecewa. “Maaf yaa kalau aku sudah suka sama kamu, ternyata sakit berharap juga tidak mungkin lagi” “Ya sudah kalau emang begitu, aku minta maaf juga” jawabku tidak bisa berkata-kata lagi. “Kamu itu bilang dari dulu kalau emang nggak punya perasaan, sekarang aku sudah tau kalau kamu benar-benar nggak punya perasaan” ucapnya. “Kamu juga sih berharap berlebihan, kan gini jadi berantakan semuanya” jawabku.Lalu Natan memintaku memblokir nomor whatsappnya lagi untuk kedua kalinya agar bisa menghilangkan perasaannya kepadaku. Aku pun mencoba untuk memenuhi permintaannya itu. “Aku minta tolong kamu blokir WA ku yaa supaya bisa hilang perasaanku ke kamu, kalau aku yang blokir justru nggak bisa” ucapnya. “Oke kalau itu mau kamu, maaf banget ya” Keinginannya itu membuat terakhir aku dan Nathan berhenti berkomunikasi.Beberapa hari aku mendapat pesan dari seorang cowok. “P” “Siapa?” “Jakky” Aku mulai curiga itu sebenarnya temannya Nathan tapi aku berpura-pura tidak tahu. Kemudian dia sok asik kepadaku.“Kok cuek sih, ada masalah?” tanya Jakky. “Mungkin kalau emang ada masalah sama crushmu atau sama siapa gitu jangan langsung diblokir” “Apaan sih nggak jelas banget” jawabku. “Aku cuma bantu saja, katanya teman-teman kamu asik kalau dichatt” “Kok sekarang tumben cuek” ucapnya.Saat itu aku tidak lagi merespon pesannya itu dan dia mengirimkankan sebuah pesan lagi kepadaku. “Kamu login ML sebentar, penting” ucapnya. “Nggak mau!”Tiba-tiba dia membicarakan tentang Nathan disitulah curigaanku ternyata benar. “Blokiran Nathan nggak kamu buka?” tanya Jakky. “Nggak, emang itu maunya” “Masa nggak ada inisiatif buka blokirannya gitu?” “GK” jawabku cuek dan singkat. “Emangnya kamu nggak ada perasaan lagi?” “Udah kamu nggak usah ikut campur masalahku sama Nathan” jawabku disitu sambil emosi.Lalu dia sedikit-dikit mulai jujur tentang sebenarnya yang terjadi. “Gini-gini, jadi aku bicara semua itu disuruh Nathan aku nggak bermaksud ikut campur kok” ucapnya. “Maaf ya kalau kamu kesal, maaf banget ya” “Iya gapapa aku sudah tahu semua, jangan mau lagi disuruh sama Nathan” Dia juga mengatakan bahwa dia bukan Jakky melainkan Aza. “Oh iya, namaku Aza bukan Jakky itu nama samaran buat alasan aja” ucapnya. Nathan terus menyuruh Aza agar bisa dibuka blokirannya lagi. Aku sudah merasa bosan dengan pertanyaannya Nathan yang dikirim lewat Aza itu.1 minggu aku baru membuka blokiran Nathan. Setelah itu Nathan mengirimkan pesan kepadaku lagi dengan rasa tidak malu dengan permintaannya waktu itu.“Haloo” “Apa?” “Masih marah?” “Nggak” “Yang bener, nggak bagus loh marah terus nanti cantiknya hilang” ucapnya sambil basa-basi. “Terus aku harus gimana ini?”Nathan membujukku agar aku tidak marah dengan mengajakku memainkan game dan aku pun menolaknya. Lalu dia bertanya tentang Aza kepadaku. “Kamu tadi dichat apa aja sama Aza?” ucapnya. “Kepo banget sih kamu” “Iyalah” “Nggak usah kepo deh!”Saat masalahku sama Nathan, aku dan Aza masih berkomunikasi. Terkadang isi pesannya itu selalu menceritakan Nathan. Lalu Aza tiba-tiba menanyakan sesuatu kepadaku tentang Instagramku. “Ini Ig mu?” “Iyaa, kok tahu?” “Ini dapat dari rekomendasi, follback yaa” Disitu terakhir aku dan Aza sudah tidak lagi berkomunikasi.Nathan terus mengirimkan pesan kepadaku dan selalu bertanya tentang Aza. “Aza masih ngechatting kamu?” tanya Nathan. “Nggak” “Beneran?” “Coba tanya Aza sendiri sana” “Ngapain tanya Aza, Aza kalau aku tanya nggak pernah ngaku” “Terus kenapa emang kalau Aza ngechatting aku?” “Nggak boleh aslinya, ya tapi mau gimana lagi” ucapnya ada rasa sok cemburu.Nathan mulai lagi basa-basi dengan omong kosongnya itu. Aku pun tidak mudah bawa perhatian kepadanya. Aku dan Nathan semakin dekat tapi aku hanya menganggap dia teman tidak lebih dan aku juga tidak melibatkan perasaan. Aku mulai cuek dengan Nathan karena dia mulai lagi menanyakan perasaanku kepadanya.“Kamu sebenarnya ngasih harapan sama aku nggak sih?” ucapnya. “Aku bener-bener emang nggak tahu” jawabku “Itu kan dari hatimu sendiri masa kamu nggak kasihan sama aku udah nunggu kepastian dari kamu” ucapnya. “Ngapain sih kamu terus mempertanyakan itu lagi!” jawabku sambil emosi. “Yaudah deh gapapa”Disitu Nathan sudah tidak mempertanyakan perasaanku lagi. Perhatian dan candaanya itu membuatku tiba-tiba muncul sedikit perasaan kepadanya. Aku tidak ingin mengungkapkannya karena aku tahu aku dan dia cukup sebagai teman saja. Aza kemudian menyuruh Nathan mempertanyakan kenapa aku unfollow instagramnya. Padahal itu Aza sendiri yang menghapus followersnya. Lalu Nathan tiba-tiba mengungkapkan perasaan Aza.“Kenapa kamu unfollow Aza?” tanya Nathan. “Nggak, dia sendiri yang hapus aku dari followersnya itu” “Nggak mungkin, dia loh sayang sama kamu” “Mana ada, kamu jangan bohong deh”Lalu Nathan menceritakan semua tentang Aza menyukai diam-diam. “Aza sebenarnya udah suka sama kamu awal kelas 8 tapi dia tidak berani mengatakannya, Aza selalu menceritakan tentang kamu” ucap Nathan. “Nggakk, dia suka sama orang lain mana mau sama aku” “Ini beneran, kamu aslinya juga suka kan?” tanya Nathan.Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Nathan, karena aku tahu cowok seperti Aza tidak mungkin suka sama aku. Pada waktu ada acara di sekolah aku belum mengenalnya hanya saja melihatnya dan cukup mengaguminya. Masalah tentang Aza itu Nathan dan aku bertengkar kemudian lost contact, sebelum itu Nathan meninggalkan pesan terakhirnya. “Semoga langgeng ya sama Aza, makasi waktunya yang dulu sudah mau menemaniku” ucapnya.Pesannya itu membuatku berkaca-kaca, hatinya pasti hancur karena tahu yang menyukaiku adalah temannya sendiri, dia mengalah untuk kebahagiaan temannya.Dan ternyata Nathan sudah mengatakan kalau aku emang suka sama Aza. Lalu Aza mengirimkan sebuah pesan kepadaku. “Emang benar yang dikatakan Nathan?” tanya Aza. “Nathan mengatakan apa ke kamu?” “Kalau kamu suka sama aku” “Aku nggak bisa jawab pertanyaanmu itu sekarang” “Iya gapapa aku bakal kasih kamu waktu kok”Aku benar-benar bingung menjawabnya bagaimana karena aku dan Aza belum dekat dan belum mengenal satu sama lain. Aku juga selalu memikirkan bagaimana perasaan Nathan.Beberapa hari dia mulai mempertanyakan lagi. “Kalau kamu nggak suka gapapa dari pada berharap nanti ujung-ujungnya sakit hati” ucap Aza. “Kalau aku suka kamu mau apa coba?” jawabku. “kamu suka beneran?” “Iyaa deh”Untung saja Aza tidak mengajakku berpacaran karena aku hanya punya sedikit perasaan seperti perasaanku ke Nathan. Aku terus memikirkan Nathan, dia pasti kecewa banget sama aku. Aku jahat banget ke Nathan apalagi Aza temannya sendiri aku nggak bisa membayangkan jadi posisi Nathan gimana, pasti sakit hati banget. Aku mencoba untuk tidak memikirkan Nathan lagi dan fokus ke Aza.Aku dan Aza semakin dekat dan masih ragu dengannya. Tapi perhatiannya membuatku terbawa perasaan kepadanya.“Kamu nggak tidur?” tanya Aza. “Masih sore ini” jawabku bergurau. “Loh ini sudah malam, sana tidur dulu nanti kamu sakit gimana” ucapnya. “Iyaa, ini aja udah sakit” jawabku.Pada malam itu memang posisiku nggak enak badan, tapi dia tetap kasih perhatian sama aku dan semakin yakin dengan perasaanku sendiri ke Aza namun disisi lain masih ada perasaan ke Nathan.“Sakit apa emangnya?” “Demam” “Cepat sembuh ya, jangan tidur malam-malam kesehatanmu itu penting kamu jangan ngeremehin” ucap Aza. “Iya iyaa”Hari-hari aku bingung harus memilih yang mana aku juga tidak ingin menyakiti satu sama lain. Ternyata pesanku dan Aza waktu itu menjadi pesan terakhir berkomunikasi. Aku menunggu terus pesan dari Aza tapi dia tidak lagi mengirimkan pesan. Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku mulai berpikir dia menjauhiku atau memang dia nggak serius sama aku.Tiba-tiba Nathan kembali kepadaku. Dia mengirimkan pesan tapi tidak aku balas. 2 minggu kemudian Aza memposting cewek lain, hatiku benar-benar sakit banget. Aku tidak menyangka secepat itu dia menemukan orang baru dan aku juga sadar posisiku. Mungkin dia sudah lelah menunggu kepastianku yang tidak jelas oleh karena itu dia memilih yang lain. Kecewa banget apalagi aku sudah rela meninggalkan Nathan dan menyakiti perasaannya tapi Aza memilih cewek lain.Secinta apapun aku kepadamu dan kepadanya, aku tidak akan pernah bisa memilih karena aku tahu itu akan merusak pertemananmu. Lebih baik aku pendam rasa sakit hati ini sendirian dari pada semakin membuat luka untukmu dan untuknya. Takdir sudah menjawabnya, aku akan tetap mencintai dirimu dan dirinya diam-diam meski akhirnya kutemukan luka dalam-dalam. Senang bisa mengenalmu dan mengenalnya dalam satu pertemanan. Berbahagialah dengan pilihanmu masing-masing yang kau anggap lebih dariku.

Boyfriend or Crush?
Teen
25 Nov 2025

Boyfriend or Crush?

Pada waktu aku duduk di bangku SMA aku mempunyai seorang pacar yang sepantaran denganku. Hubungan kami berjalan 3 bulan. Pada awalnya kami sangat romantis seperti orang pacaran pada umumnya, namun perlahan lahan hubungan kami memudar. Pada saat itu juga aku mulai menyukai orang lain sehingga aku mulai lupa kalau aku memiliki seorang kekasih. Perasaanku padanya sama seperti saat aku menyukai pacarku. Kami di sekolah selalu bertemu dan bertukar pandang, hatiku selalu berdebar saat bertatapan dengannya. Aku dan dia hanya bertukar pandang saja, tidak pernah dia maupun aku memulai topik pembicaraan.Secara kebetulan aku dan pacarku berbeda sekolah. Jadi memudahkanku untuk dekat crushku. Hari hariku selalu tentang crushku sampai tak terasa sudah 1 minggu lebih aku tak berkomukasi dengan pacarku, aku maupun pacarku juga tidak ada niat untuk berkomikasi lagi.Tetapi pada minggu kedua dibulan Desember, secara tiba tiba dia menghubungiku lagi di whatsapp, kupikir dia sudah melupakanku.“Sudah lama kita tidak berkomukasi ya, Ra” ucapnya padaku. “Masih ingat padaku ya ternyata” ucapku sarkas. “Maaf aku sedang sibuk sampai tidak sempat mengabarimu” ucapnya padaku. “Apakah mengabariku menggunakan waktu selama 2 minggu?” ucapku padanya. “Maafkan aku” dia meminta maaf padaku.Dia meminta maaf padaku berkali kali dan akupun memaafkannya, walau di hatiku terisi dua hati tetapi perasaanku padanya lebih besar daripada crushku. Hubunganku dengannya mulai membaik. Sekarang aku pada fase dilema, haruskah aku memilih pacarku atau crushku.Namun besoknya crushku menghubungiku lewat whatsapp, tentu saja aku terkejut, tidak pernah menyangka bahwa dia akan menghubungiku. Apakah artinya perasaanku mulai terbalas, jika iya bagaimana dengan perasaan pacarku.“Hai save nomorku ya” pesan pertamanya padaku. “Eh? baiklah save kembali nomorku” ucapku padanya. “Ya terima kasih” ucapnya.Hanya itu saja pesan terakhirnya, setelah itu tidak ada lagi topik diantara kami. Aku masih berfikir mengapa dia memintaku menyimpan nomornya, sampai malam hari tiba aku masih memikirnya.Besoknya waktu sekolah masih saja kita tidak berbicara padahal aku sudah berharap dia akan berbicara padaku. Mungkinkah ia penasaran padaku karena aku sering menatapnya di sekolah?.Tiba tiba saja pacarku menelfon. “Nanti kamu sibuk nggak pulang sekolah?” tanyanya padaku “Enggak, aku lagi free” jawabku. “Nanti keluar yuk” tumben sekali pacarku mengajakku jalan, ataukah ini sebagai perminta maafannya padaku?. “Boleh” aku mengiyakan saja karena kebetulan kita memang jarang bertemu.Setelah pulang sekolah ternyata pacarku sudah menungguku disekitaran sekolah, sikapnya hari ini membuatku heran, aku benar benar kesal dengan sikapnya. Sikapnya yang membuatku berpindah hati, setelah aku menemukan hati yang baru ia kembali lagi padaku.“Kau menjemputku?” tanyaku padanya. “Ya, aku sudah izin pada ayahmu” hubungan kami memang sudah diketahui oleh orangtuaku karena aku pernah memperkenalkannya pada keluargaku. “Pakai ini” dia menyerahkan sebuah sweater coklat miliknya padaku, otomatis aku mencium bau tubuhnya yang tertinggal di sweaternya. Akupun memakai sweaternya untuk menutupi seragam sekolahku dan langsung pergi kearah yang tidak aku tahu, aku hanya menurut padanya.Di jalan aku menyenderkan kepalaku di bahunya dan memeluk pinggangnya. Kami menikmati angin di jalan yang terasa sejuk, membuatku semakin erat memeluknya. Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya kita pun sampai di tujuan. Ternyata dia mengajakku ke sebuah taman mini, banyak sekali pedagang disana dan juga terdapat beberapa anak muda yang menghabiskan waktu dengan pacarnya sama seperti kami.Kami mengunjungi sebuah pedagang ice cream dan memesan ice cream rasa coklat dan vanilla. Setelah itu kami duduk di salah satu bangku yang ada disana. Kami memakan ice cream sambil membicarakan hal random ataupun kesibukan masing masing.“Aku ingin meminta maaf atas kesibukanku akhir akhir ini” ucapnya padaku. “Memang sesibuk apa dirimu” tanyaku padanya. “Akhir akhir ini program di sekolahku semakin banyak dan aku sedikit kewalahan dengan itu, ditambah tugas sekolahku yang selalu berkelompok” jelasnya padaku. “Aku menjadi tidak ada waktu dan masih ada ekskul yang harus aku ikuti” aku hanya mendengar penjelasannya, setelah aku mengetahui alasannya aku sedikit memakluminya. “Baik alasanmu bisa aku terima, aku memaafkanmu, sempat aku berfikir bahwa kau sudah bosan denganku dan ingin memutuskan hubungan tanpa kata” ucapku padanya. “Aku harap kau selalu memberiku kabar walau sesibuk apapun dirimu”. Dia mengangguk setelah mendengarkan permintaanku. Kami lanjut berjalan jalan mengelilingi taman mini itu.“Ayo pulang?” tanyanya padaku. “Boleh, hari sudah mulai malam”.Kamipun menuju parkiran sepeda untuk pulang karena hari sudah mulai malam. Sembari menunggunya mengambil sepeda aku membuka handphoneku dan aku membuka story crushku, aku sedikit terkejut ketika melihat foto perempuan distorynya, ternyata dia mempunyai pacar. Aku sedikit sedih akan hal itu. Mungkin aku hanya ditakdirkan untuk menyukainya saja, tidak untuk memilikinya. Lagian aku sudah memiliki pacar.“Ayo pulang” aku terkejut saat dia memanggilku karena aku sedang melamun saat itu. “Iya, ayo” dia mengantarku pulang.Di perjalanan aku memasukkan tanganku kedalam saku hodienya karena dingin terkena angin malam. Aku menyenderkan kepalaku di bahunya dan menikmati saat saat terakhir kami sebelum sampai ke rumah.Beberapa menit di perjalanan akhirnya kitapun sampai di rumahku dan aku menyuruhnya untuk masuk kedalam. “Masuklah dulu” ucapku padanya. “Boleh” dia memarkirkan sepedanya didepan rumahku dan mengikutiku untuk masuk ke dalam rumah. Ayahku ternyata berada di ruang tamu, aku dan dia bersalaman dengan ayahku. Aku masuk ke dalam untuk membuatkannya teh sedangkan dia mengobrol dengan ayahku, sesekali aku mendengar dari dapur bahwa mereka sedang tertawa.Aku mengantarkan teh yang sudah aku buat untuk ayah dan pacarku dan aku lanjut pergi ke kamar membiarkan mereka berbicara secara laki laki.Sejenak aku merenung tentang hatiku yang terisi dua hati, aku mulai membandingkan lelaki manakah yang harus aku pertahankan?. Jika aku memutuskan untuk tetap menyukai crushku, maka aku akan patah hati karena dia sudah mempunyai pacar. Jika bertahan dengan pacarku aku takut dia kembali sibuk sampai lupa mengabariku dan membiarkan aku bertahan dengan harapan kosong. Namun sekali lagi aku berfikir, hubungan pasti terdapat sebuah masalah dan karena masalah itulah kita akan diuji, sanggupkah kita bertahan atau tidak.Setelah kejadian hari itu aku memutuskan untuk kembali pada pacarku dan melupakan crushku. Tetapi aku sangat bahagia karena bisa merasakan jatuh hati di sekolah namun aku tidak menyarankan harus melupakan orang lama demi orang baru.Besoknya saat disekolah aku bertemu lagi dengan crushku tetapi aku mencoba untuk tidak menatapnya lagi karena aku sudah memutuskan untuk berhenti menyukainya dan sepertinya dia juga bersikap biasa saja.“Hei, kamu suka dia ya” tiba tiba temanku berbicara. “Tidak!” aku menyangkal. “Dia menyukaimu loh” ucap temanku. Aku terkejut, bagaimana bisa?. Bukankah kemarin dia memposting foto pacarnya?. Aku mencoba tidak peduli dengan itu dan aku tetap bertahan dengan pacarku.

Festival Layangan Sawangan
Teen
25 Nov 2025

Festival Layangan Sawangan

Pada sore hari tepatnya hari sabtu aku dan teman temanku membuat layangan di rumahku. Sebelum membuat layangan aku dan teman teman mencari bambu di hutan. Setelah menemukan bambu aku dan teman teman bergegas memotong bambu itu lalu dibersihkan dari daun dan ranting ranting yang masih menempel di bambu. Setelah bersih aku dan teman teman membawa bambu itu pulang untuk dibelah manjadi beberapa potong. Setelah sampai rumah dan dipotong aku dan teman teman mambagi tugas, ada yang menghaluskan bambu dan ada yang menimbang berat bambu dan ada juga bagian mengukur panjang pendek bambu.Setelah semua sudah siap untuk dirakit aku dan teman teman menyiapkan alat dan bahan untuk merakit bambu menjadi layangan sawangan. Setelah bahan bahan sudah terkumpul aku dan teman teman mulai membuat kerangka layangan sawangan. Setelah setengah jadi aku dan teman temanku mendapat informasi bahwa ada festival layangan yang berhadiah sepeda gunung untuk juara 1, juara 2 mendapatkan uang setunai Rp 600.000,00 dan untuk juara 3 Rp 300.000,00. Bertepatan di desa sebelah yang diadakan besok pada hari minggu siang jam 2.Lalu aku dan teman teman bergegas mencari panitia festival untuk mendaftarkan. Setelah bertemu si panitia saya bertanya“Berapa harga pendaftaran festival layangan?” “Seharga Rp 50.000” jawab si panitia.”Kemudian saya dan teman teman mengumpulkan uang untuk mendaftar. Setelah deal ikut festival saya dan teman teman kembali pulang untuk melanjutkan membuat layangan sawangan yang sudah setengah jadi karena festival diadakan pada hari minggu. Setelah selesai jadi kerangka malam pun tiba dan teman temanku pulang.Pada waktu malam teman temanku berkumpul ke rumahku.“Ada apa kok rame rame?” tanyaku. “Yaa melanjutkan membuat layangan kan besok udah minggu” jawab teman temanku. “Boleh, bentar aku ambil kerangkanya sama bahan bahannya dulu” jawabku. “Ini layangannya tinggal menyampuli dan dihias” jawabku.Malam itupun mereka mulai menempelkan plastik dari atas sampai bawah dan di beri lem pada pinggir pinggir atau sudut kerangka. 1 jam berlalu akhirnya layangan sawangan sudah tertempel sampul plastik yang berwarna hitam. Mereka menunggu agar lemnya kering merata supaya tidak melupas plastiknya. Setelah kering aku dan teman teman menggunting plastik yang lebih dari luar kerangka layangan sawangan. Setelah semua tidak ada plastik yang keluar dari kerangka aku dan teman teman mulai berdiskusi untuk menentukan warna dan hiasan untuk layangan sawangan. Akhirnya temanku mendapat petunjuk“Bagaimana kalau warnanya putih dan hiasannya bergambar beruang?” tanya temanku “Jangan kalo warna putih kurang cocok sama layangan yang bersampul hitam apa lagi gambar beruang itu juga kurang cocok karena beruang sulit untuk membuat polanya!” jawabku “Benar juga apalagi beruang dengan warna putih keliatan kurang pas!”“Gimana kalau gambar kepala naga dengan warna hijau, putih dan merah?” tanya temanku “Boleh apalagi naga gambar yang bagus, apa kamu bisa membuat pola?” tanyaku “Waduh kalo gambar aku kurang bisa apalagi kalo gambar kepala naga!” jawab temanku “Gambar apa yaa yang mudah tetapi ada unsurnya?” tanyaku“Gimana kalo dihias dengan gambar batik karena ada unsur melestarikan batik?” tanyaku “Boleh juga, batik tumbuhan aja gimana dengan warna coklat, putih dan hijau?” jawab temanku “boleh juga tuh, apalagi tumbuhan agak mudah untuk membuat polanya!” jawabku “boleh, gimana yang lain apakah setuju dengan hiasan batik tumbuhan dan warna coklat, putih dan hijau?” tanya temanku “Setuju setuju setuju setuju!” jawabku dan teman teman.“Oke setuju semua yaa gimana kalo kita cari gambarnya di internet?” tanyaku “boleh juga lagian kalo di internet kan banyak pilihannya!” jawab temankuSetelah beberapa menit mencari gambar akhirnya aku dan teman teman menemukan pola gambar yang bagus. Akhirnya Aku dan teman teman membagi tugas ada yang bagian membuat pola, ada yang bagian memegangi layangan agar pola gambar tidak ada yang miring, dan ada juga yang bagian memegangi hp agar yang membuat pola tidak sulit untuk melihat. Setelah 1 jam berlalu akhirnya pola gambar batik tumbuhan sudah jadi tinggal diberi warna yang sudah di tentukan. Aku dan teman teman menyiapkan wadah untuk cat dan kuas. Setelah semua cat sudah siap aku segera mengganti dari kaleng ke wadah. Setelah semua cat sudah siap digunakan aku dan teman teman membagi tugas lagi ada yang menebali pola dengan cat warna hitam, ada yang memberi warna yang telah ditentukan, ada juga yang bagian menginstrusikan warna apa aja yang diperlukan agar yang bagian memberi warna tidak lagi tanya tanya atau bingung.Akhirnya gambar batik tumbuhan sudah jadi tepat pukul 10 malam, aku dan teman teman segera beres beres karena sudah malam dan pulang ke rumah masing masing. Sebelum pulang aku dan teman teman menaruh layangan dengan cat yang masih basah ke ruang terbuka agar cat bisa mengering tepat pada pagi hari. Setelah ditaruh ke ruang terbuka teman temanku bergegas pulang karena tidak sabar untuk mencoba menerbangkan layangan sawangan pada pagi hari sebelum memasuki festival layangan sawangan. Pagi pun tiba aku segera mandi sebelum teman temanku datang untuk mencoba layangan sawangan. Setelah mandi dan ganti baju pas banget teman temanku mulai datang pukul 7 pagi, aku segera keluar dan mengambil layangan sawangan di ruangan terbuka.Setelah mengambil aku dan teman teman segera memasang tali goci untuk menggabungkan tali. Setelah terpasang aku dan teman teman mencoba layangannya apakah serong atau tidak bisa terbang tinggi. Aku dan teman teman segera menuju ke lapangan untuk menerbangkan layangan sawangan. Aku bagian memegang layangan dan teman teamnku bagian menarik layangan. Setelah terbang cukup tinggi ternyata layangan sawangan tidak serong, aku dan teman teman merasa senang. Terlihat mengkilat di udara warna hijaunya karena terkena pantulan sinar matahari. Setelah menerbangkan layangan cukup lama aku melihat jam hp ternyata sudah jam 11. Aku dan teman teman segera menurunkan layangan untuk datang ke festival layangan. Setelah layangan turun temanku segera menggulung tali dan bergegas pergi ke festival layangan.Sampai di tempat festival pukul 1 yang belum banyak orang datang, aku dan teman teman menunggu peserta lainnya sambil mengecek plastik layangan apakah ada sobek. Setelah jam 2 akhirnya peserta banyak yang mulai datang dan panitia telah memulai festivalnya. Aku dan teman teman segera menerbangkan layangan ke udara. Setelah semua layangan sawangan peserta sudah terbang semua panitia mulai mencari siapa yang pantas mendapat juara 1, 2, dan 3. Setelah semua layangan sudah di cek oleh panitia peserta di harap menunggu keputusan panitia. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya panitia menentukan siapa yang mendapat juara 1, 2, 3 tepat pukul 4 sore semua peserta di harap mengumpul ke tempat panitia.Setelah semua peserta mengumpul panitia mulai mengumumkan siapa pemenangnya dan yang mendapat juara 1 adalah layangan dengan tema batik tumbuhan. Juara 2 dan 3 diraih oleh kampung sebelah. Aku dan teman teman merasa senang dan bangga atas keputusan panitia yang menjuarakan 1 layangan aku dan teman teman yang bertema batik tumbuhan. Akhirnya aku di panggil untuk sesi berfoto atas juara 1, 2, dan 3. Setelah berfoto aku dan teman teman membawa pulang sepeda gunung untuk mencoba bersama sama.

Pembohong
Teen
25 Nov 2025

Pembohong

Aku Rachel, kisahku dimulai saat aku mempunyai teman laki-laki bernama Rama, pada saat itu aku dan Rama sangat dekat sampai teman sekelasku mengira bahwa aku dan Rama berpacaran.Pada saat pulang sekolah aku kaget karena mendapatkan notifikasi dari nomor yang tidak aku kenal. “P, aku Rama” “Hai, ada apa Rama? tanyaku” “Sv nomor ku ya” Pada saat itu aku dan Rama semakin dekat dan sering chattingan. Rama adalah orang yang asik diajak bercanda. Suatu hari aku mendapatkan tugas kelompok dan ternyata pada saat guruku membagi kelompok ternyata aku sekelompok sama Rama. Aku sangat senang dan bersemangat.Pada suatu hari aku diberi tahu oleh teman dekatnya Rama bahwa dia menyukaiku. Aku sempat terkejut pada saat temannya mengatakan hal itu. Tapi aku tidak pernah memikirkan hal itu aku hanya berfikir jika itu hanya bercanda.Temanku yang bernama Cinta dia mengatakan sesuatu bahwa dia sedang menyukai seseorang. “Eh Rachel, aku lagi suka sama seseorang.” “Emang lagi suka sama siapa?” “Emmm aku lagi suka sama Rama.”Aku sempat terkejut pada saat dia menyebut nama Rama, Cinta sempat heran kepadaku pada saat aku terkejut. Pada saat aku sedang bercanda dengan Rama, Cinta melihat kedekatanku dengan Rama, raut wajah Cinta menunjukkan wajah yang cemburu dan tidak senang melihat kedekatanku dengan Rama.Saat aku masih asik bercanda dengan Rama, Cinta menarik tanganku dan bertanya kepadaku, dia bertanya tentang hal yang membuatku heran. “Chel, kamu suka ya sama Rama?” “Enggak, aku hanya berteman biasa dengannya” “Kok aku lihat kamu bisa seasik itu, aku melihat kalian seperti ada rasa saling suka satu sama lain.” “Enggak aku ga ada perasaan apapun sama Rama.” Cinta masih bersikeras kalau aku dan Rama mempunyai hubungan. Dia tetap memaksaku untuk jujur.Pada saat tugas kelompok dikumpulkan guruku menyuruh untuk mempresentasikan tugas kelompokku, aku melihat wajah Cinta yang menatapku tidak enak namun aku mengabaikannya dan aku membuka dengan salam tugasku tersebut. “Assalamualaikum Wr.Wb.” “Kami dari kelompok 1 ingin mempresentasikan tentang dampak bullying”.Tidak lama kemudian kelompokku selesai presentasi. Cinta masih menatapku dengan tatapan tidak enak, lalu Cinta memuji Rama dan mengatakan bahwa dia mengaguminya, kata-kata itu membuatku iri dan cemburu. Aku melihat sikap Rama kepada Cinta, dia sedikit risih dan menjauh dari Cinta. Pada saat jam akan pulang guruku memberikan informasi bahwa bulan depan akan diadakan ujian akhir semester, dan lagi-lagi aku melihat Cinta mencari perhatian kepada Rama.Saat ulangan akhir semester dimulai, aku melihat Cinta memberi semangat kepada Rama, tetapi Rama tidak merespon apapun. Cinta sempat kecewa kepada Rama. Setiap hari cinta selalu mendekati Rama.Beberapa bulan kemudian sudah kenaikan kelas. Setiap hari Rama selalu mengirim pesan kepadaku, aku tidak memikirkan apapun bahwa Rama menyukaiku. Tapi pada saat sekolah sikap Rama membuatku baper. Temannya Rama selalu bilang bahwa Rama menyukaiku tetapi aku selalu mengabaikan kata-kata itu. Setiap hari aku dan Rama semakin dekat, pada jam istirahat Rama selalu mengajakku ke kantin dan jika aku tidak membawa minum aku selalu dibelikan minuman oleh Rama.Tiba-tiba Rama menyatakan cintanya kepadaku, aku sempat kaget dan menanyakan itu serius atau tidak, dan Rama mengatakan bahwa dia serius. Akhirnya aku menerima cintanya. Ternyata di sekolah berita itu sudah tersebar luas, Cinta mengetahui itu dan dia menjauhiku.Setiap hari Rama selalu memberikan kabar padaku akan hal itu, aku tidak ada pikiran jelek apapun padanya. Keesokan harinya tiba tiba aku diberitahu teman dekatku bahwa Rama sudah mempunyai pacar sebelum ia menyatakan cintanya padaku, aku sempat kaget dan tidak percaya.Akhir akhir ini sikap Rama berubah, dia menjadi cuek. Tiba tiba Rama mengirim pesan padaku bahwa ingin menyelesaikan hubungan ini. Akhirnya aku tau dia sudah mempunyai pacar sebelum denganku, aku mengetahui itu saat Rama membuat status WA pacarnya. Tiba tiba temanku mengatakan bahwa yang di SW Rama adalah Nia, pacarnya Rama.

Jarak dan Waktu
Teen
25 Nov 2025

Jarak dan Waktu

Ada seorang wanita cantik yang bernama Alena. Alena sekarang duduk di bangku kelas 8 SMP. Dia juga memiliki sahabat yang bernama Dara mereka berdua adalah anak osis. Alena dan Dara selalalu bersama-sama.Suatu hari ada perkumpulan osis untuk membicarakan tentang kegiatan yang akan diadakan di sekolahnya. Dan Alena sedang mengagumi seseorang yang bernama Zaky dia adalah ketua sekbid 5. Dan Zaky sekarang menempati di bangku kelas 9 SMP. Zaky adalah orang yang baik, friendly, dia juga ganteng dan manis. Zaky banyak digemari dengan adik kelas ataupun teman sebayanya termasuk Alena.Pada saat rapat osis kak Zaky menyapa Alena, “hai Alena” dan alena pun menjawab “óh iya kak”, Alena pada saat itu tersipu malu, pipi alena langsung berwarna merah. Pada saat semua sudah bekumpul di ruang osis ketua osis pun memulai rapat dengan membuka salam. “Asalamuallaikum. wr. wb” “Saya mengumpulkan kalian disini untuk merapatkan tentang kegiatan yang akan diadakan di sekolah kita yaitu akan mengadakan lomba menyanyi antar kelas dan perlombaan lainya”. Dan ketua osis membagi untuk mendaftar para siswa yang ingin mengikuti perlombaan tersebut.Dan tiba-tiba Alena dan Zaky mereka berdua dipilih untuk mendaftar para siswa yang ingin mengikuti lomba tersebut. Zaky dengan cepat dan tegas menyetujui dan menyanggupi permintaan dari ketua osis, pada saat dimimta mendaftar siswa Alena dan kak Zaky semakin dekat mereka berdua menjadi sering chatingan membicarakan hal yang sedang dia kerjakan kadang juga ngobrolin hal yang gak penting.Pada hari dimana perlombaan itu dimulai kak zaky ternyata menjadi juri perlombaan tersebut. Alena semakin kagum dengan kak Zaky, ditengah perlombaan Alena melihat kak Zaky sedang kelelahan Alena berinisiatif untuk membelikan kak Zaky minuman. Alena langsung mengasih minuman itu kepada kak Zaky walaupun awalnya Alena ragu untuk memberikan minuman itu pada kak Zaky tapi Dara meyakinkan dan memaksa Alena untuk mengasih minuman itu pada Kak Zaky“Emmm haii kak nih minum dulu”. “EH Alena makasih ya,” jawab kak Zaky. “Iya kak”.Lalu kak zaky menawarkan tempat duduk disebelahnya yang kebetulan kosong untuk Alena. “Alena duduk sini aja kosong kok ini”. Alena lalu duduk dekat dengan kak Zaky, perasaaan Alena saat itu campur aduk antara senang dan malu.Tak terasa perlombaan sudah selesai dilaksanakan beberapa menit lagi waktu pulang sekolah para anak osis berkumpul dan membereskan alat dan bahan yang dikerjakan pada saat perlombaan dan akhirnya jam sudah menunjukkan waktu puolang sekolah. Dara dan Alena berjalan berdua menuju gerbang sekolah untuk pulang dan menunggu jemputan.Tak lama kemudian ternyata Dara sudah dijemput oleh kakaknya. “Eh Alena aku pulang duluan ya,” kata Dara. “Eh iya Dar,” jawab Alena.Alena menunggu jemputan ternyta sudah cukup lama dia menunggu, kak Zaky melihat Alena sedang menunggu jemputan sendirian kak Zaky menawarkan untuk mengantarkan Alena pulang. “Len pulang sama aku aja dari pada kamu sendirian”. “Emm gimana ya kak bentar aku mikir dulu,” jawab Alena. “Udah ga usah kebanyakan mikir, ayo”. Akhirnya Alena menerima tawaran dari kak Zaky untuk pulang bersama.Tak terasa Alena sudah sampai di rumah. “Makasih ya kak udah nganterin aku pulang”. “Iya len santai aja besok mau dijemput sama dianterin pulang sekalian nggak,” Alena dan kak Zaky tertawa bersama. “Nggak usah kak nantik ngerepotin”. “Ih nggak lah masak gitu aja ngerepotin”. “Eh yaudah ya aku pulang dulu “. “Iya kak makasih ya hati-hati”.Pada malam hari kak Zaky tiba tiba ngechat Alena. “Hai len”. “Eh hai kaka, ada apa kok tumben ngechat”. “Gapapa cumak mau ngobrol sama kamu,” akhirnya mereka berdua asik mengobrolkan hal yang gak penting tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00.“Kak udah jam segini ini kita gak tidur,” Tanya alena. “Eh iya kok cepet banget yah ya udah sana buruan tidur”. “Oke kak”.Beberapa bulan kemudian tak terasa akan diadakan penilaian akhir semester. Alena dan kak Zaky juga masih sering chattingan dan teleponan.Pada saat ulangan dimulai Alena dan kak Zaky saling support satu sama lain. Alena dan kak Zaky juga sering menceritakan tentang kejadian pada hari itu. Dan akhirnya ulanganpun sudah selesai dan beberapa minggu kedepan akan di adakan rapat wali murid, ternyata Alena mendapatkan peringkat tertinngi di kelasnya. Alena memberi tahu kepada kak Zaky kak Zaky ikut senang dan memberikan selamat kepada Alena. “Wah selamat ya Alena”. “Iya kak makasih ya”.Mereka berdua membicarakan tentang sekolah yang ingin dilanjutkan nanti. Kak Zaky memilih di sekolah favorit dan negeri pada saat sudah lulus dari SMP.Tak terasa beberapa bulan lagi sudah kenaikan kelas kak Zaky, kak Zaky sering menceritakan kalau dia sudah diterima di sekolah yang dia impikan. Dan tak terasa besok adalah hari yang membuat alena merasa sedih yaitu dia harus berpisah dengan kak Zaky, Alena menaiki kelas 9 SMP dan kak Zaky sekarang kelas 1 SMA. Pada saat kak Zaky menaiki kelas 1 SMA dia juga sering menceritakan harinya saat pertama kali dia di sekolah barunya. Dan Alena juga menceritakan tentang materi yang semakin pusing dan semakin banyak tugas sekolah. Kak Zaky juga sekarang lagi daftar menjadi anggota osis baru kak Zaky harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan pemberitahuan apakah dia bisa diterima atau tidak, setelah menunggu beberapa hari dia akhirnya mendapatkan informasi kalau kak Zaky diterima sebagai anggota osis baru.Sepulang sekolah kak Zaky menceritkan itu semua kepada Alena dan Alena memberi selamat kepada Kak zaky Alena juga merasa senang, dan Alena bercerita kalau dia menggajukan diri untuk menjadi ketua sekbid kak Zaky merasa senang kalau Alena dapat mengikuti jejeknya dulu.Kak Zaky semakin sibuk mengikuti acara yang diadakan di sekolahnya tapi pada saat itu kak Zaky masih sempat untuk terus mengabari Alena. Setelah sekian lama Alena dam kak Zaky tidak bertemu kak Zaky ternyata besok akan datang di sekolahnya dulu untuk mengambil ijazah dan bertemu Alena kak Zaky mengabari hal ini pada Alena, Alena sangat senang dan sudah tidak sabar untuk bertemu kak Zaky begitupun juga dengan kak Zaky.Tak terasa sudah pagi Alena tak sabar untuk bertemu kak Zaky dia menceritakan kepada Dara dan Alena menunggu ternyata tidak ada kemunculan kak Zaky jam istirahat pun sudah berbunyi Dara dan Alena segera menuju ke kantin betapa terkejutnya Alena melihat kak Zaky sedang duduk di bangku kantin kak Zaky juga melihat Alena lalu memanggil Alena untuk duduk bersamanya.Tak terasa waktu istirahat sudah habis Alena kembali ke kelas dan kak Zaky pulang ke rumah setelah mereka berdua bertemu kak Zaky dan Alena semakin jarang komuniukasi.Pada suatu hari kak Zaky tiba tiba ngechat Alena untuk mengajak ketemuan dan Alena menyetujui ajakan dari kak Zaky tapi pada saat hari dimana dia mengajak untuk ketemu malah kak Zaky membatalkan ajakanya untuk bertemu pada dirinya, Alena sempat kecewa kepada kak Zaky tapi mau gimana lagi dia harus mengalah dan mengerti kondisi dan acara yang diadakan di sekolahnya. Alena berusaha menghibur dirinya dengan mengajak Dara untuk keluar dan bermain bersama.Beberapa bulan ke depan hubungan Alena dengan kak Zaky semakin renggang mereka tidak pernah memberi kabar satu sama lain, ternyata pada saat Alena sedang membuka SG dia terkejut kalau kak Zaky menguploud foto dengan cewek barunya, Alena merasa sedih tapi mau bagaimana lagi dia bukan siapa-siapanya dia hanya bisa sabar dan mengikhlaskan.

Layangan Putus
Teen
25 Nov 2025

Layangan Putus

Pada suatu hari aku dan teman teman bermain layangan di sumber air di desaku. Lalu aku dan teman teman bermain layangan seperti biasa sambil menikmati pemandangan sawah dan pegunungan yang indah. Tiba tiba ada angin besar yang datang menyambar layangan temanku, lalu layangannya patah karena disambar angin yang begitu besar dan temanku kecewa karena layangannya putus.“Kamu gapapa kan layanganmu putus”, tanyaku “Iya kok ndak papa, asal jangan hubungan aku yang putus”, jawab faris “Coba mana liat?, layangannya tadi yang putus”, tanya daviq “Ini”, jawab faris “Wah udah parah nih mas kayaknya udah ga bisa terbang lagi”, jabwabku “Gapapa bisa kok ini diperbaikin lagi”, jawab faris “Ya tapi terbangnya sudah nggak stabil lagi karena udah rusak”, jawab daviq “Beli lagi aja mas”, kataku “Dimana?, aku gapunya uang”, tanya faris “Beli di padangan aja, pesen dulu yang layangan burung hantu”, kataku “Disitu aja ris, banyak juga orang yang beli di tempat itu”, jawab daviq “Aku tau tapi masalahnya uangnya ga ada”, jawab faris “Kita bantuin dehh”, kataku dan daviq “Emangnya sekarang kamu punya uang berapa?”,tanya daviq “Aku sekarang punya uang cumak 75k”, jawab faris “Emangnya kalian berdua punya uang berapa?”, tanya faris “Aku punya uang 40k mas”, kataku “Kalau aku 100k”, jawab daviq “Kalian beneran nih mau bantuin aku beli layangan baru?”, tanya faris “Iyaa beneran mas ris”, kataku dan daviq “Yaudah sekarang ayo berngkat pesen layangan yang baru, semoga cepet jadi layangannya biar bisa main bertiga lagi”, kataku “Yaudah kluarin sepeda kamu, ayo berangkat”, kata daviq Lalu aku dan teman temanku berngkat melewati hutan dan lembah, sambil merasakan angin yang sliwar sliwer di badan dan rasanya sangat sejuk sekli.Singkat cerita aku dan teman teman bingung rumahnya yang mana. “Mas dimana rumah pengerajin layangannya?”, tanyaku “Dimana daviq aku ga tau diamana alamat rumahnyaa?”, tanya faris “Itu ada orang kita tanya aja dulu”, kata daviqTerus kami bertiga bertanya dimana tempat kediaman pengerajin layangn tersebut kepada orang. Dan kebetulan sekali ada orang yang kluar dari rumah “Permisi mbak”, kata daviq “Iya, ada apa mas”, jawab mbaknya “Tau rumah pengerajin layangan di sekitar desa padangan nggak mbak?”, tanya daviq “Oh tau dek, lurus aja terus kamu belok kanan belok kiri lalu mentok”, jawab mbaknya “Iya mbak terimakasih”, jawabkuLalu aku dan teman teman mengikuti omongan mbaknya untuk menuju ke tempat itu. Dan jujur aku dan temn teman sedikit bingung oleh omongan mbaknya. Lalu alhamdulilah aku dan teman teman menemukan rumah pengerajin layangan tersebut.“Masa ini ya rumahnya?” tanyaku. “Gak tau coba diketuk aja pintunya,” jawab david. “Ini paling rumahnya, tuhhh ada layangan”, jawab faris “La iya mas, berati ini rumahnya coba ketuk aja”. JawabkuLalu mas daviq mengetuk pintu rumah pengerajin layangan tersebut. “Tok tok tok, asalamualaikum”, lalu pengerajin layangan itupun keluar “Waalaikumsalam, ada apa mas, mau beli layangan?”, jawab penjual layangan “Iya pakde”, jawab faris “Mau pesen layangan yang model apa kan model layangan itu banyak?”, tanya penjual layangan “Mau yang mana risss”, jawab david “Yang bebean aja”. Jawab ku “Yaudah iya yang itu aja pakde, tapi kapan ya pakde kira kira jadinya?”, tanya faris “Ya secepetnya mas, mumpung lagi sepi pesenan”, jawab pakde “Yaudah pakde itu aja, kabarin ya pakde kalau sudah jadi”, jawab dadiq “Iya mas siap!!!”, jawab pakdeSingkat cerita mas faris pun dichat sama pakdenya katanya layangannya udah jadi, lalu aku dan teman teman bergegas kesana ke tempat pakdenya. Singkat cerita aku dan teman teman udah sampai ke paadangan dan mengambil layangan tersebut“Jadi berapa pakde layangannya”, tanya faris “Totalnya 200k mas kualitas premiun dan bahan impor dari plastik pilihan”, jawab pakde “Ini pakde uangnya, yaudah layangnya tak bawa ya pakde”, jawab faris “Iya mas ati ati di jalan”, jawab pakde “Iya pakde monggo”, jawabku bersama faris dan daviqLalu aku dan teman teman pulang sambil melihat glagat faris yang begitu senang dan pada sore hari langsung diterbangkan, dan kita bisa bermain layangan bersam sama lagiTamat

Insecure? Bersyukur Yuk!
Teen
25 Nov 2025

Insecure? Bersyukur Yuk!

“Sekian materi pada hari ini. Kita lanjut pada pertemuan selanjutnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Jelas dosenku, menutup perkuliahan hari ini. “Terima kasih, pak. Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.” Balas kami bersamaan.Begitulah, rutinitasku semenjak pandemi datang. Pendidikan semua virtual. Sejujurnya aku nyaman dengan kegiatan online seperti ini Banyak perubahan yang aku rasakan semenjak kuliah online dan melakukan banyak hiburan lainnya, seperti scroll sosial media tiap hari, nonton drama korea, nonton anime, mencari kegiatan lain di luar rumah agar tidak terlalu berdiam diri di rumah saja. Semua itu untuk membuatku nyaman. Menghindari omongan orang mengenai diriku.Ketika aku sedang asik sendiri di dalam kamar, tiba-tiba Mama memanggilku. “Sheila, tolong belikan pecel lele yang di depan masjid. Mama lagi males masak. Beli 2 porsi. Sekalian untuk makan kamu juga.” Pinta Mama kepadaku. “Oalah, kirain ada apa Ma. Oke.” Jawabku kepada Mama. Setelah itu, aku langsung bersiap-siap mengganti pakaianku untuk keluar rumah, terkadang aku malas menggunakan masker apabila jaraknya dekat. Lagipula, jarak dari rumah ke masjid tidak begitu jauh, jadi kuputuskan untuk tidak menggunakan masker.Sejujurnya aku paling malas untuk ke luar rumah. Banyak hal yang terkadang membuat aku overthinking terutama mengenai hal-hal yang menyangkut kata “perempuan”. Setiap aku menyusuri jalan apalagi bila melewati segerombolan laki-laki seusiaku, pasti mereka selalu mencemoohku dengan ucapan seperti, “woahh.. badak baru keluar woe! Hahahaha…” atau apabila bertemu perempuan lain yang tidak aku kenal, pasti mereka berbisik-bisik dan terdengar seperti “Ih, dia jerawatan banget ya. Pasti gak pernah dirawat tuh wajahnya.” Dan sebagainya. bodyshaming. Ya, kata tersebutlah yang menggambarkan itu semua. Menggambarkan perilaku yang membuat psikologi seseorang terganggu dengan hanya mengucapkan satu kalimat ataupun pandangan tidak mengenakkan.Setelah membeli pecel lele titipan Mama. Aku segera pulang secepat yang kubisa. Aku sudah membiasakan diri untuk tidak menanggapi omongan orang lain ataupun pandangan orang lain terhadapku. Aku benar-benar tidak peduli. Namun, banyak hal yang aku rasakan. lelah. Ingin berteriak. Tapi? Semua beban itu hanya bisa aku pendam sendiri. Begitulah bila tinggal di Ibu kota Jakarta. Semua orang yang selalu update hal-hal yang sedang hits atau trend masa kini. Standar kecantikan dimana-mana, beauty privilege dimana hanya perempuan yang dianggap cantiklah yang bisa hidup dengan nyaman, dimana mereka mudah mendapat pekerjaan dengan wajahnya, banyak orang yang menyukainya, dan sebagainya. Sedangkan aku perempuan yang bertubuh gendut, jerawatan, tidak mengenai fashion kekinian sama sekali. Ah, sudahlah. Aku mulai overthinking. Begitulah perempuan. Selalu jadi objek menyenangkan banyak orang.Sesampai di rumah. Aku berikan titipan Mama. Kemudian, aku langsung kembali ke kamarku. Tempat paling nyaman dalam hidupku. Perlahan-lahan aku lelah dengan semua standar kecantikan. Hingga aku coba pelan-pelan selama pandemi ini merubah diriku. Aku jadi rajin olahraga, merubah pola makanku menjadi pola makan yang sehat, menonton beauty vlogger mengenal per-skincare an.Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan terlewati. Banyak perubahan pada diriku. Aku merasa lebih ringan. Wajahku sudah membaik. Dan yang paling aku tidak sangka adalah perubahan diriku yang entah ini sudah memenuhi standar kecantikan atau tidak. Namun, aku sudah tidak pernah mendengar cemoohan orang lain kepadaku.Perlahan-lahan aku mengubah diriku. Belajar fashion. Belajar make up. Semuanya kupelajari untuk mengisi kegiatan lain selain kuliah online. Aku pelan-pelan membuka instagramku yang sudah lama tidak kubuka selama aku memperbarui diriku. Aku coba meng-upload wajahku yang sudah kuhiasi make up. Tidak lupa dihiasi dengan outfit yang keren. Satu, dua foto yang kuupload ke instagram. Seketika aku tutup handphoneku. Aku tidak ingin melihat komentar dan respon teman-temanku di instagram. Aku masih terlalu takut. Padahal, seharusnya tidak harus takut. Aku sudah jadi orang yang baru. Beratku juga sudah turun dari 60 kg menjadi 50 kg. Semua itu butuh perjuangan. Butuh uang untuk mengubahnya. Untuk uang sendiri pun, aku mengumpulkannya dari pekerjaan paruh waktuku yaitu mengajar privat matematika. Alhamdulillah, ada pemasukan. Apabila tidak, mungkin semua ini tidak berhasil.Aku benar-benar merasa terlahir kembali. Benar-benar merasakan hal-hal baik dalam diriku. Apabila teman Mama datang ke rumah. Mereka terkejut melihat perubahanku. Mereka mengatakan bahwa “Wah, ini beneran Sheila? Cantik sekali ya sekarang.”, “Wah, kamu kurusan ya sekarang. Cantik deh.” atau “Mau jadi menantu tante?” sampai ada yang mengatakan hal itu. Aku saja tidak pernah menyangka akan merasakan semua itu. Tetapi, entah kenapa aku jadi tidak cepat puas dengan apa yang sudah aku dapatkan. Aku menjadi lebih perfeksionis. Aku jadi lebih intens melihat diriku. Tumbuh jerawat satu saja aku panik setengah mati. Langsung searching cara menghilangkan jerawat dengan cepat tanpa menimbulkan bekasnya. Panik. Panik hanya karena ada omongan orang yang mengatakan, “Kok bekas jerawat kamu item gitu sih, Sheil?” atau “Kok jerawatan?” dan sebagainya. Hal-hal yang sebetulnya sepele. Namun, bagiku itu hal yang menyebalkan. Sangat menyebalkan.Tring.. tring.. tring.. bunyi notifikasi handphoneku. banyak like dan komentar pada postinganku. Kebanyakan memberikan komentar, “MasyaAllah, cantik banget Sheila.”, “Gak nyangka ini kamu, cantik banget Sheil. Kukira model Shopee.” Atau ada juga yang bertanya “Kamu diet? Hahahah..” atau “kok bisa?” yang terkadang ada terdengar seperti sebuah ketidaksukaan mereka terhadap perubahanku. Entahlah. Semuanya membuatku tetap merasa kurang. Semua yang telah aku lakukan terasa harus mengikuti semua standar kecantikan yang telah dibuat oleh masyarakat. Begitulah, perempuan memang selalu menjadi objek paling menyenangkan, kan?Apalagi bila dikaitkan dengan pendidikan. Perempuan pernah dianggap tidak perlu meraih pendidikan tinggi-tinggi, katanya nanti ujungnya juga ke dapur. Atau perkataan bahwa “jangan pinter-pinter jadi perempuan. Nanti susah dapat jodoh.” Semua stigma masyarakat yang mendominasi pikiranku lah yang membuat aku belajar memahami bagaimana menanggapi semua itu. Dari mulai perubahanku. Mulai memperbaiki pola pikirku. Mulai open minded lebih membuka pikiranku bahwa aku berubah bukan ingin mengikuti semua standar yang diberikan oleh masyarakat. Tetapi, aku ingin menjadi lebih baik. Aku ingin hidup lebih sehat, lebih teratur dan tidak ingin mendengarkan hal-hal sepele lainnya mengenai diriku.Aku yang masih selalu ambisius mengenai nilaiku. Pendidikanku yang tetap aku jadikan hal nomor satu. Rasanya aku ingin mematahkan semua stigma tersebut. Kalau perempuan boleh sukses. Perempuan boleh meraih apa yang dia inginkan. Perempuan bebas. Perempuan boleh jadi terdepan. Perempuan boleh meraih pendidikan tinggi-tinggi. Semua itu menghiasi pikiranku sekarang.Sheila yang sekarang sudah berubah. Sheila sekarang lebih kuat dari sebelumnya. Semuanya dimulai dan diakhiri dengan perjuangan, asam, manis, pahit. Semua kurasakan. Melewati semua stigma masyarakat. Aku bisa sukses. Sukses dengan caraku.“Sheila Salsabila Putri, coba jelaskan materi yang telah bapak sampaikan.” Ucap dosenku menyadarkanku bahwa aku melamun. Aku terkejut. Ternyata aku hanya berkhayal. “Ah.. Eh.. Baik, pak. Saya Sheila Salsabila Putri akan menjelaskan mengenai materi hari ini…” jelasku panjang lebar. Untung saja aku sudah mempelajari materi ini sebelumnya. Jadi ketika kelas zoom tadi aku tidak begitu terlihat bingung sekali. Haduh.. karena gak fokus tadi tuh, membuat aku jadi dipanggil dosenku. Benar-benar memalukan.“Sheila.. Sheila…” panggil Mamaku dari luar kamar. Aku segera menghampiri Mamaku. “Iya, Ma?” kataku di depan Mamaku. “Tolong jaga adikmu di rumah, ya. Mama dan Papa mau ada acara di Bogor. Jadi adik kamu ditinggal saja. Masih pandemi gini soalnya. Mending dia di rumah. Jangan berantem ya. Jangan lupa, makanan udah Mama masakin, kalian tinggal makan aja. Oke. Mama sama Papa pergi dulu. Assalamualaikum.” Jelas Mamaku yang diiringi anggukan kepalaku. Tak lupa aku mencium tangan Mamaku dan berkata, “Hati-hati, ya Ma, Pa. Kalau sudah sampai. Kabarin, Sheila. Oke.” “Oke, Sheila.”Mobil yang dinaiki kedua orangtuaku sudah melaju dengan cepat. Adikku yang masih tertidur adalah kesempatanku merapihkan rumahku yang berantakan karena ulah adikku yang masih berusia 3 tahun. Begitulah bila memiliki adik kecil. Ada senangnya. Ada repotnya.Setelah semuanya kurapihkan. Adikku terbangun. Aku masih menunggu adikku sepenuhnya sadar dari bangunnya agar ia bisa langsung dimandikan, kemudian makan. Semuanya selesai. Adikku juga tidak rewel. Kami bermain bersama. Menikmati kebagiaan singkat. Tertawa bersama dengan hal-hal kecil. Senang rasanya melihat anak kecil tertawa. Enak ya, jadi anak kecil. Mereka hidup tanpa adanya beban dalam hidupnya. Bisa tertawa lepas dengan nyaman. Tanpa paham bahwa hidup di dunia ini benar-benar tidak semenyenangkan kelihatannya. Menakutkan. Tapi harus dilalui dengan lapang dada. Aku yang baru masuk fase pendewasaan. Usiaku yang genap 20 tahun. Merasa bahwa hidup ini bisa terlihat menyenangkan apabila rasa cinta kita kepada diri sendiri besar. Self love itu penting. Diri sendiri adalah teman terbaik dalam hidupmu. Dia yang menjadi penyelamat pertama dirimu ketika kamu berada di titik terendah.Benar kata salah satu influencer favoritku yang mengatakan bahwa, “Cintai diri kamu dulu. Baru orang lain.”, “Kamu gak akan paham artinya bahagia apabila kamu gak bisa mencintai diri kamu. Karena kebahagiaan itu sumbernya bukan dari orang lain saja. Sumber utama ya diri kamu. Gimana kamu memperlakukan diri kamu sebaik mungkin. Setelah kamu paham akan diri kamu. Kamu udah cintai diri kamu. Kamu akan benar-benar merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dimana kebahagiaan kamu ya tidak tergantung orang lain.” semua perkataan itu menjadi motivasi dalam hidupku. Stigma masyarakat mengenai pendidikan, perempuan semuanya seketika hilang. Membuatku perlahan belajar percaya diri. Terima kasih diriku. Terima kasih kamu sudah kuat sampai di sini. Dan untuk semua perempuan di luar sana, kamu kuat lebih dari apa yang kamu kira.

Detektif SMA Keira dan Hantu Aula
Teen
25 Nov 2025

Detektif SMA Keira dan Hantu Aula

Setelah membantu latihan ekskul drama, kami bersenang-senang di Aula. diriku, Keira, Kurua, Asep dan salah satu teman terdekat kami Raden Ajeng Kurniawati. Kami memanggilnya Ajeng. menggunakan aula yang kosong untuk membuat video parody mr. Bean dan juga bohemian rhapsody nya Queen. Setelah mematikan semua lampu kami pergi menuju lorong untuk pergi ke lift.“Ini gue aja apa kelihatannya lebih gelap ya?” Rak bertanya sambil melihat sekitar. “Lo aja kali, ya kali masa tiba-tiba lebih gelap” Kurua mengatakannya sambil melihat HandphonenyaKami menunggu lift untuk kebawah, Aula kami berada di lantai 6 bersamaan dengan tempat olahraga, karena ini gedung baru. Kami berlima memasuki lift dengan santainya. Ketika sedang menuruni lantai tiba-tiba liftnya berhenti dan berguncang. Diriku berteriak dan langsung pergi menuju pelukan Keira. Dia memelukku sambil mengusap kepalaku. “Tenang aja, paling cuman mati lampu”.Ajeng dan Asep membuka senter pada handphone mereka. “Sepertinya kita terjebak di sini?” kata Asep terhadap Kurua dengan wajah yang seperti menakuti. Ajeng melanjutkan “si Aula mungkin yang berbuat ini, hihihihi” “Ih apaan si, itu kan cerita lama” Kurua memutar matanya. “Aula?” diriku bertanya “Oh iya, kalian anak baru sih ya?” Ajeng melirik ke diriku dan KeiraAjeng kemudian menjelaskan padaku bahwa dahulu ketika sebuah pentas ada seorang anak yang menggantung diri di aula lama di gedung lama, tentunya. Kemudian ia menjelaskan seberapa banyak kejadian mistis di lantai dua. Karena gedung baru dana lama terhubung dengan lantai satu dan basement dan lantai dua dengan jembatan yang sekarang menjadi lorong penghubung. Ajeng juga menjelaskan makanya mengapa lift ini yang berhadapan langsung dengan lorong tersebut suka berhenti pas di lorong tersebut. Karena setelah lorongnya berakhir di sebelah kirinya merupakan pintu aula.Setelah penjelasan tersebut kita saling melihat satu sama lain dan tertawa. Kemudian tiba-tiba ada jari-jari yang keluar dari belakang Ajeng membuka pintu lift kami semua berteriak dan saling memeluk “HANTU!!” “Hey.. kalian masih di sini?” ternyata pak satpam Kamto “Eh… mas kamto” kata Asep “Dasar kalian para Gaming club masih belum pulang juga? Ini kan bukan hari Jumat?” ia bertanya “Oh gak tadi kita latihan pentas kok mas” kata Kurua “Ya sudah sana pulang”Kami segera pergi dari lift dan menuju ke lobby. Kami berpisah di situ dengan yang lainnya, Ajeng dijemput oleh supirnya sedangkan Asep dan Kurua mengemudikan motor masing-masing. Diriku yang masih memegang tangan Keira mengatakan “untung saja ada Keira ya haha gue jadi gak.. Takut”. Ku melirik Keira dan merasakan tangannya bergetar. Tiba-tiba memeluk diriku sambil merengek. “Kyl, Takut gua huhuhu” diriku hanya mengusap kepalanya dan berkata “cup cups, Keira Detektif yang pemberani kok. Nanti kita makan Bento Makanlah ya” Keira mengangguk menjawab iya.Setelah makan malam Keira mengantarkanku menuju rumah, setelah mengucapkan perpisahan, diriku disambut oleh Ibuku. “Assalamualaikum” “Waalaikumsalam” ibuku menjawab sambil duduk di sofa ruang tengahSaat ku berjalan menuju kamar ibuku memanggilku untuk duduk dulu di ruang tengah. “Ada apa bu?” ku bertanya Ia menunjukan foto dari kamera instan yang kupunya. Foto diriku mencium pipi Keira. “Ini siapa?” “Temen doang kok bu..” “Beneran..?” “Iya… ih..” diriku berdiri dan mengambil fotonya “lagian ngapain si ibu sama foto kyln, ibu nguber foto Kyln ya?” “Serah ibu dong, kamu kan anak ibu, kalo kamu masih mau tinggal di rumah ini kamu harus nurut ama peraturan ibu” dia memindahkan tatapannya dari Televisi ke diriku. Aku hanya bisa menggerutu marah pergi menuju kamarku. Ibuku berteriak, “aku belum memperlihatkan ini kepada ayahmu”Diriku hanya melompat dan memeluk gulingku sambil memegang erat foto tersebut. Tetesan air mata tidak bisa terbendung saat itu. Tiba-tiba terdapat bisikan di kepalaku, “Gantung.. Gantung.. Gantung dirimu”. Kemudian tiba-tiba handphoneku berdering,“Oh Keira? Kenapa? Hah?! Masa masih takut si haha” Dan cerita hari itu pun berakhir, sampai jumpa di cerita berikutnya. Tertanda Kyln

Miss Populer
Teen
25 Nov 2025

Miss Populer

Menjadi siswi terpopuler di sekolah adalah impian wajar setiap gadis, siapa sih yang nggak mau jadi artis di hati setiap penghuni sekolah? Tentunya, popular dalam hal positif ya seperti siswi tercantik di sekolah. Ya.. itulah cita-citaku, untuk meraih cita-citaku aku rela merogoh saku lebih dalam untuk perawatan wajah setiap minggu, selalu membeli majalah supaya tidak ketinggalan model pakaian dan tidak hanya itu aku juga mengikuti ekskul koreografi supaya makin lengkap deh kategori cewek cantik nan modis yang nempel di diriku.“Met pagi Amira cantikku” ucap Brian di suatu pagi. Brian adalah cowokku, si ganteng yang tajir melintir. Coba banyangin, setiap hari dia berangkat ke sekolah mengendarai sepeda motor mewah seharga 1 unit mobil CR-V dan barang-barang yang digunakan Brian itu selalu barang branded. Jadi, wajarlah kalau aku jatuh kepelukannya. “Pagi Sayang, kamu udah lamaan nyampenya?” tanyaku “Enggak kok barusan aja aku nyampenya. Tadi kulihat kamu lagi sendirian di koridor, jadi ya aku samperin. Oh iya, kamu kok datang pagi banget apa dapat giliran piket?” Tanya Brian “Iya nih yang, tuh lihat tanganku sampai kotor begini gara-gara nyapu kelas” ucapku sambil menyodorkan kedua tanganku pada Brian. “Gak apa kok yang, kan bisa dicuci nanti. Oh iya, nyapunya udah selesai belum?” Tanya Brian “Udahan kok” jawabku “Kita duduk di sana yuk” ajak BrianSeperti pagi-pagi sebelumnya, Brian selalu mengajakku mojok dulu sebelum masuk kelas. Ya .. harap maklum sih kami kan beda kelas. Di saat kami tengah menikmati indahnya kebersamaan tiba-tiba ada bola basket yang hampir saja mengenai kepalaku, untungnya aku bisa menghindar jadi kena tembok. Tapi di depan Brian aku harus manja dong.“Aaah.. aduh siapa sih yang pagi-pagi udah gangguin aku?!” ucapku jengkel-jengkel manja “Kamu nggak apa-apa sayang?” Tanya Brian sambil memegang wajahku yang cantik “Enggak apa kok sayang cuman kaget aja, tapi tadi itu bener-bener ngagetin lo” ucapku manja “Udah.. yang penting kamu tidak apa-apa yang” ucap Brian sambil mengelus wajahku.Beberapa saat kemudian datanglah seorang cowok tampan berwajah seperti peranakan Arab mencari bola. “Permisi, bolaku kelempar ke sini nggak? Maaf ya kalau ngenai kalian” ucap cowok tampan itu dengan tenangnya. “Oh.. jadi ini bolamu. Heh, kira-kira donk kalau main basket. Bisa main nggak sih? Kok bisa-bisanya bolanya kelempar sampai sini?!” makiku “Udahlah yang, mas ini jangan dimarahin gitu toh bolanya kelempar di sebelahmu kan. Maaf ya mas, dia cuman kaget aja tadi” ucap Brian “Waww, baru kaget saja sudah memaki-maki begini apalagi kalau kena ya? Caper amat sih!” celetuk cowok tampan itu. Cowok tampan itu kembali ke lapangan sambil membawa bola basketnya dan akupun masih tertegun dibuatnya. Kok bisa-bisanya sih, dia memaki cewek popular sepertiku? Apa dia nggak tahu siapa aku?“Kamu kenapa? Masih dongkol sama cowok itu?” Tanya Brian “Iyalah yang, siapa sih dia itu? Berani-beraninya memarahi cewek popular seperti aku?” ucapku “Udahlah yang, lagian kamu tadi nggak terluka kok marahin dia begitu ya wajarlah kalau dia balik marahin kamu. Udah ah, yuk masuk ke kelas 5 menit lagi bel masuk lo” ajak BrianWaktu istirahatpun tiba, seperti biasa sebagai cewek popular di sekolah sebelum aku pergi ke kantin terlebih dulu kulap dulu wajahku dengan puff bedak. Ya.. namanya juga cewek popular pastilah tak pernah ketinggalan bedak, sisir dan kaca dong. Tujuanku sih, supaya aku tetap jaga penampilan dan yang penting aku tu sejajar sama Brian, si cowok yang tajir melintir.Sesampai di kantin jelaslah semua mata tertuju padaku, tentu itu semua karena kecantikan wajahku dan kemolekan bodyku. “Mir, nanti sepulang sekolah latihan koreo ya” ucap Maria, gadis berambut ikal salah satu anggota koreografi. “Kok mendadak amat Mar? Kan biasanya hari Kamis, ini kok tumben-tumbenan hari selasa?” tanyaku dengan gaya centilku yang khas. “Iya, kan buat acara pensi minggu depan. Hari ini kan hari terakhir Ujian Semester, jadi minggu depan udah ada acara pensi-pensi gitu” tukas Maria “Oke deh Mar, ntar aku hadir kok” jawabku “Oke” jawab Maria meninggalkanku membiarkanku menikmati roti bakar keju yang telah kupesan tadi.Di saat aku tengah menikmati enaknya roti bakar, aku merasa ada sepasang mata yang memperhatikanku, dengan segera aku mendongak menatap mata yang telah lancing memperhatikanku dan ternyata.. dia adalah cowok tampan yang tadi pagi kumaki-maki. Ganteng sih tapi dia itu nggak modis banget. Dandanannya itu loh membuatku enek litanya, jauh banget dari styleku tapi temannya banyak dan yang lebih anehnya lagi semua temannya itu segan banget ke dia. Emang ada apanya sih dia? Tapi aku udah siapin seluruh gaya dan kata-kataku kalau dia sampai berani nyamperin aku ke sini.“Hai Zul! Udah dari tadi?” ucap seorang cowok yang nggak terlalu keren bagiku “Iya.. lumayan lah. Oh iya, kamu mau pesan apa?” Tanya cowok ganteng itu “Seperti biasa mie ayam. Heheh” ucap teman cowok ganteng itu “Dasar pecinta mie ayam. Heheh” kelakar cowok tampan itu. Kemudian cowok yang nggak terlalu keren itu memesan mie ayam dan tiba-tiba ada beberapa cowok yang nyamperin tu cowok ganteng. Akupun berusaha menenangkan diriku dengan berpura-pura main HP. Kukira beberapa menit lagi dia akan datang padaku tapi ternyata sampai bel istirahat usai dia sama sekali nggak nyamperin aku. Hihh gemes banget kan jadinya. Siapa sih dia itu? Apa nggak ngerasa ada cewek popular di depan mata? Awas kau, aku akan membalas kelakuanmu.Pagi ini giliran teamku ngedance di acara pensi, sebagai cewek popular di sekolah aku sudah mempersiapkan diriku sejak kemarin sore karena aku ingin semua mata tertuju padaku. Giliran timkupun tiba, aku dengan sekuat tenaga mempertunjukkan skillku dalam hal ngedance. Gemulai, kekompakan dan juga keseimbanganku secara totalitas kutunjukkan semua dan hasilnya aku mendapat tepukan tangan yang meriuh. Huhh.. puas banget rasanya.Seusai ngedance, aku ke kantin untuk menghilangkan rasa haus dan lapar tentunya dengan seluruh anggota timku. Setibaku di kantin, aku melihat cowok ganteng itu. otakkupun otomatis berfikir keras untuk mempermalukannya di hadapan seluruh siswa yang ada di kantin. Saat itu kulihat dia sedang memesan sebuah makanan, akupun dengan cepat menyandingnya. “Eh minggir! Cowok rendahan seperti kamu nggak layak ada di sini!” ucapku “Siapa kamu beraninya melarangku? Ini sekolah milik nenek moyangmu?” jawabnya dengan mata berkilat-kilat. “Ya.. bukan sih cuman aku tu mau bilang aja kalau anak orang miskin seperti kamu itu nggak pantes sekolah di sini” ucapku “Aku memang miskin belum bisa beli apapun karena selama ini apa yang aku miliki adalah pemberian dari orangtuaku tapi aku rasa yang rendahan itu bukan aku tapi kamu. Bagaimana bisa kedua orangtuamu membiarkanmu jadi cewek yang sok kaya dan pembohong, sudah gitu nggak punya akhlak lagi. Kamu boleh menghinaku tapi jangan orangtuaku, dengar anak kaya abal-abal!” ucap cowok ganteng itu. “Apa maksudmu bilang aku anak kaya abal-abal? Aku tuh kaya beneran ya” ucapku “Oh iya? Kalau kau memang benar-benar anak orang kaya lalu mengapa kau mengaku rumahku adalah rumahmu?” ucap cowok ganteng itu dengan matanya yang masih berkilat-kilat.“Iya Mir, apa yang dikatakan Izul benar. Aku nggak nyangka Mir, kamu bisa berbuat seperti itu. Padahal, andai kamu jujur aku tetep mau kok jadi pacar kamu” ucap Brian tiba-tiba. “Apa maksud kalian? Aku nggak ngerti sama sekali” ucapku bingungBeberapa hari yang lalu “Daripada nggak ngapa-ngapain mending aku ke rumah Amira ah” gumam Brian. Kemudian Brian pergi ke perumahan Cempaka Putih no. 52B dengan mengendarai motor mewahnya. Jarak perumahan Brian dengan Perumahan Cempaka Putih memang dekat, jadi sebentar saja sudah datang. “Selamat siang, pak apakah saya bisa bertemu dengan Amira?” Tanya Brian pada pak Satpam “Amira? Amira siapa ya Mas. Di sini nggak ada yang namanya Amira” tukas pak Satpam “Loh masa sih pak? Dia itu cewek saya, dia sekolah di SMAN 1 Batu” ucap Brian “Sebentar.. sebentar, SMA 1 Batu? Apa temannya mas Izul? Tunggu sebentar ya” ucap pak Satpam. Akupun setia menunggu di situ dengan penasaran sambil bingung. Sejak dulu jadian sama Amira, aku selalu nganter Amira pulang ke rumah ini.Di tengah-tengah kebingunganku, kulihat cowok tampan pebasket itu berjalan keluar dari rumah mewah itu. “Ini mas, orang yang saya ceritakan tadi” ucap pak satpam “Loh kamu?” ucap Izul kaget “Kok kamu ada di sini?” Tanya Brian semakin bingung “Pak, dia adalah teman saya. Tolong bukakan gerbangnya ya” ucap Izul dengan tenangnya. Kemudian Izul dengan tenang mempersilahkanku masuk. Akupun memarkir sepeda motorku di halaman rumahnya yang megah.“Silahkan duduk dulu, sebentar ya” ucap Izul mempersilahkanku duduk di beranda rumahnya yang sejuk nan mewah. Aku semakin bingung kok ada Izul di rumah megah ini, kalau memang benar Amira adalah saudara Izul maka tidak mungkin Amira memaki Izul seperti itu.Beberapa menit kemudian Izul kembali dengan membawa segelas jeruk hangat dan setoples camilan. “Silahkan dinikmati” ucap Izul “Iya terimakasih, tapi Amiranya mana?” tanyaku “Kamu cowoknya dancer itu?” Tanya Izul “Iya betul aku cowoknya. Oh iya kenalin aku Brian” ucapku sambil mengulurkan tangan “Aku Izul” ucap Izul sambil membalas uluran tanganku.“Kamu bicara dengan siapa Zul?” ucap seorang pria paruh baya dari dalam rumah “Ini Brian Pi, temanku sekolah” ucap Izul “Ooh nak Brian” ucap Pak Hendrik. Brianpun semakin kaget melihat papinya Izul. “Om, apa kabar?” ucap Brian sambil mencium tangan pak Hendrik “Kabar Om baik. Nak Brian rumahnya dimana?” Tanya pak Hendrik “Di PErumahan Mutiara Indah Om” jawab Brian “Dekat ya. ya sudah kalian lanjutin saja ngobrolnya” ucap Pak Hendrik“Loh Zul, kamu itu anaknya advokat ternama ya?” Tanya Brian heran “Iya Bri, papiku memang Advokat ternama mankanya aku tuh selalu menyembunyikan identitasku. Kalau ada masalah di sekolah seperti ambil Rapor, rapat dll itu pasti mamaku yang datang. Kemudian kalau ada blangko data siswa pasti profesi papiku tak tulis wiraswasta bukan advokat dan mamaku PNS. “Mamamu PNS dimana Zul?” Tanya Brian “Beliau guru SD Bri. Oh iya, kok kamu nyari Amira ke sini?” ucap Izul “Jadi gini Zul, aku tuh tadi di rumah nggak ngapa-ngapain jadi aku mau ngapelin Amira gitu dan setiap kali aku nganter dia pulang sekolah ya ke rumah ini” ucap Brian “Masak? Kok nggak ketemu aku? Hahaha berarti dia pembohong dong. Ini rumahku Brian bukan Amira” tukas Izul “Kok Amira gitu sih Zul” tanyaku bingung “Udah nggak usah bingung. Gimana kalau besok kamu tetep nganterin Amira seperti biasa, ntar kita diam-diam ngikutin Amira pulang ke rumah yang sebenarnya” ucap Izul “Oke deh Zul” ucap Brian“Dan kami diam-diam ngikutin kamu pulang ke rumahmu yang sebenarnya ternyata kamu anaknya pak Untung tukang sapu taman kota itu kan?!” ucap Izul Kalimat itu laksana petir di siang bolong bagiku, tanpa permisi air mataku jatuh terurai oleh kalimat 2 cowok itu. Aku benar-benar tak tahan dengan perlakuan mereka, aku ..aku menangis sejadi-jadinya.“Mengangislah Mir, menangislah karena kebohonganmu sendiri dan ingat Mir aku tidak mau mempunyai pacar tukang bohong sepertimu” ucap Brian sebelum berlalu meninggalkanku. Oh tidaaakk! Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang pantas untukku. Sudah dipermalukan diputusin pula.

Perjalanan Hidup Seorang Gadis
Teen
25 Nov 2025

Perjalanan Hidup Seorang Gadis

Suatu hari ada seorang anak yang baru lulus dari sekolah dasar, anak itu bernama Michael, kemudian dia disekolahkan di sebuah kota karena ibunya tidak mampu membiayainya kebetulan juga ibunya punya kenalan di sebuah panti asuhan, maka ia menitipkan Michael di tempat itu.Tapi menjelang beberapa tahun Michael mulai tidak betah karena di panti asuhan itu pengasuhnya menjadikan anak-anak panti asuhan sebagai pembantunya termasuk Michael, Michael pun mulai resah tapi dia menunggu sampai bangku SMK agar bisa keluar dari panti asuhan karena sekolahnya juga tidak ditanggung sama pengurus panti asuhan, setelah Michael mulai masuk SMK dia sudah merencanakan sebuah ide untuk keluar dari panti itu.Setelah beberapa minggu kemudian dia minta izin keluar. Tetapi pengurusnya melarangnya dan berkata “kamu jangan keluar, kamu tau kan anak-anak di sini sudah semakin kurang! kenapa mau pindah?” Michael pun berkata “saya mau pindah ke panti asuhan yang lain karena ada yang dekat sama sekolah SMK saya”.Setelah beberapa lama di bujuk akhirnya Michael diizinkan keluar dan pindah ke panti asuhan itu yang dia maksud, tetapi setelah baru beberapa hari Michael tidak betah di panti asuhan itu karena peraturannya sangat banyak makanya dia memutuskan untuk pindah lagi ke kost kakaknya, Michael pun meminta izin keluar lagi dan beralasan bahwa kakaknya memanggilnya untuk membuat sebuah usaha kecil dia pun diizinkan.Setelah Michael pindah ke kost kakaknya dia pun mulai agak tenang tetapi suatu ketika temannya memanggilnya ke pantai, Michael pun ikut tetapi sewaktu di sana teman-temannya main dorong-dorong ehk, hp Michael tercelup air laut dan rusak, Michael mulai kesal akibat keegoisan temannya dia selalu jadi korban dari setiap masalah semenjak saat itu Michael tidak pernah lagi ikut jika dipanggil oleh temannya.

Blythe
Teen
25 Nov 2025

Blythe

Ruangan 4×3 bercat hijau lumut diterangi lampu pijar membuat ruangan tersebut semakin suram. Ruangan itu adalah gudang sekolah khusus untuk meletakkan beberapa perlengkapan sekolah yang tidak terpakai lagi, beberapa dokumen lama pun tersusun sembarang di sana. Gudang ini terkadang dipakai siswa untuk melakukan pelanggaran peraturan sekolah.Tepat di waktu istirahat kedua, gudang ini ternyata sedang dihuni sementara. Ada empat orang siswa laki-laki berdiri di hadapan satu siswa perempuan.Byurrr Air berperisa jeruk mengalir tanpa halangan di kepala gadis itu. Siswa laki-laki berbadan gempal dengan rambut keriting itu yang menyiramnya, ia tertawa tanpa berdosa sembari menyenggol lengan teman-temannya yang ikut tertawa.“Gadis miskin modal kasihan kepala sekolah saja berani melapor ke guru kedisiplinan tentang kami, hebat sekali kau ini.” Pemuda bertubuh gempal itu berkata mengejek. “Ia kira kepala sekolah akan membelanya, kamu itu tidak lebih sekadar benalu baginya. Jelaslah kepala sekolah membela kami, kuasa orangtua kami lebih kuat daripada dia!” seru pemuda berambut lurus bermata sipit di samping pemuda berbadan gempal itu.Gadis itu meringis perih saat luka akibat dorongan mereka disirami perasan air jeruk. Ia tidak mengerti, ia juga tidak merasa bersalah karena laporan itu. Saat ia merasa tidak diperlakukan adil, ia harus bertindak untuk membela dirinya sendiri.“Sudah sering sekali kamu begini, apakah kamu tidak lelah karena laporanmu tidak digubris sama sekali?” tanya pemuda di samping pemuda bermata sipit. Gadis itu menggeleng. Ia memang tidak lelah, ia tidak akan menyerah sampai keadilan itu datang pada dirinya.“A-aku tidak akan menyerah! Kalian pasti akan dihukum karena kelakuan biadab kalian ini! Aku manusia, kalian juga. Namun kelakuan tidak lebih keji daripada binatang sekalipun!” Gadis itu berseru lantang. Setelah semua penghinaan, pelecehan, serta penyiksaan yang dilakukan mereka, ia tidak takut dan tidak akan takut.“Oh, tegar sekali gadis satu ini.” Pemuda berjaket hitam yang sedari tadi diam saja mulai beranjak mendekati gadis itu. Ia menjambak kuat rambut gadis itu dan berbisik tidak pelan. “Hei, daripada tidak mendapat keadilan, lebih baik mati saja? Bukankah itu solusi paling baik? Aku tahu kau pasti tidak kuat menerima siksaan ini, aku tahu jelas. Jadi, mati saja. Ayo, aku dukung.”Gadis itu memicing tajam. Ia ingin sekali mencakar wajah mereka satu per satu. Terutama pemuda yang menjambaknya ini. Setelah kepalanya disentakkan dengan keras ke dinding, ia ditinggalkan sendiri di gudang, gadis itu menangis karena tindakan mereka yang begitu kejam.—Gadis bernama Blythe itu berdiri di pinggir jembatan. Jembatan yang menghubungkan hulu dan hilir yang dipisahkan oleh sungai terpanjang nomor dua di Indonesia. Jembatan merah yang sangat bersejarah bagi masyarakat kota itu.Blythe menghirup napas dalam-dalam. Malam hampir datang, ia belum pulang ke rumah. Rutinitasnya ialah berdiri di Jembatan Ampera dari pulang sekolah sampai menjelang malam. Ia melepas penat sambil menatap langit serta Sungai Musi bergantian. Terik matahari bukan halangan untuknya menikmati itu semua.Ia selalu berpikir mengenai namanya. Blythe. Satu nama itu saja yang diberikan oleh orangtuanya. Blythe berarti kebebasan dan kebahagiaan yang tidak dibatasi. Nama dan arti yang rupawan. Sayangnya hidupnya sangat jauh dari arti namanya.Bebas. Rasanya sudah begitu lama kebebasan menghilang dari dirinya. Menjadi anak yang tinggal bersama paman tirinya bukanlah sesuatu kebebasan. Hidupnya terkekang.Bahagia. Lucu sekali, bahkan saat lahir pun kebahagiaan tidak pernah ada dalam hidupnya. Orangtuanya meninggal tepat di hari ketujuh ia dilahirkan. Blythe dititipkan kepada paman tirinya dan dijadikan budak oleh mereka. Kepala sekolah teladan bagi mereka bukanlah paman yang baik bagi Blythe.Blythe mengusap air mata yang mengalir tanpa aba-aba ke pipinya. Ia menatap lama Sungai Musi di bawah. Air yang tenang itu seakan mengajak Blythe untuk menikmati ketenangan juga. Blythe seperti terhipnotis. Ia sudah bersiap menaiki pagar pembatas Jembatan Ampera. Blythe ingin menikmati ketenangan, kebebasan, dan kebahagiaan itu. Blythe ingin terbebas dari semua penderitaan dunia ini.“Jangan!” Seseorang berlari kencang berupaya menghentikan niat gadis itu. “Apa yang kaulakukan? Ini berbahaya!” Seru orang itu, ia memegang tangan Blythe untuk mencegah gadis itu menaiki pagar pembatas jembatan.“Kau siapa?” tanya Blythe heran. “Aku Efran. Bisakah kauturun dulu? Jangan melakukan sesuatu seperti ini.” Blythe mengurungkan niatnya. Ia menurunkan kakinya dan berdiri dengan baik di hadapan Efran.“Dengarkan aku. Hidupmu memang menderita. Lebih baik mati daripada hidup seperti ini bukan? Adakah yang mengatakan itu padamu?” tanya Efran. Blythe diam. Tidak berniat menjawab. Ia terpikirkan perkataan pemuda berjaket hitam yang menyiksanya di gudang sekolah tadi. Blythe disuruh mati agar tidak menderita. Itu adalah saran yang bagus.“Sungguh. Menderita saja hidup mereka yang mengatakan itu padamu. Kau harus hidup. Tidak peduli semenderita apa hidupmu. Kau harus hidup. Bukan untuk orang lain tetapi untuk dirimu sendiri. Kau harus hidup untuk dirimu sendiri. Ayo, aku mendukungmu.”Ayo, aku mendukungmu.Blythe menangis. Ada yang mendukungnya untuk mati. Ada pula yang mendukungnya untuk hidup. Ia hanya tidak ingin menderita bukan berarti ia harus mati. Namun saat hidup ia selalu menderita.“Siapa namamu?” Blythe menunjuk tanda nama di sakunya. Efran mengangguk mengerti, “Blythe. Kebebasan dan kebahagiaan. Nama yang bagus. Kau harus mewujudkan arti namamu itu sebelum mati.” Blythe mendongak menatap Efran. Ia bingung, “Bagaimana caranya?” “Temukan bahagiamu dan jauhkan penderitaanmu. Kamu tidak harus lari, tetapi jika memang tidak bisa lagi dihadapi tidak apa menghindar dan menjauh. Keinginanmu untuk pergi itu karena kau tidak menjauh saat penderitaan itu sudah tidak bisa lagi dihadapi.”Gadis itu menangis kembali. Efran benar. Bukan lemah jika menjauh. Bukan kuat juga jika terus bertahan. Terkadang hidup juga harus berpikir sebaliknya. Blythe seharusnya menghindari penderitaan itu karena tahu sudah tidak memungkinkan lagi untuk dihadapi.“Pulanglah. Tidak baik anak perempuan sendirian malam-malam, aku akan mengantarmu.” Blythe menggeleng, ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah gelang buatannya sendiri, ia memberikan itu pada Efran. “Terima kasih banyak, Efran. Semoga kita bertemu lagi di manapun itu. Aku tidak akan mati sebelum arti namaku itu terwujud. Semoga kamu bahagia juga. Terima kasih banyak sekali lagi.” Efran mengusap rambut Blythe agar gadis itu tenang. “Ya, Blythe. Semoga kamu bahagia seperti namamu. Kita bisa bertemu di mana pun jika waktu berpihak. Sampai jumpa lagi, Blythe.”Besoknya di sekolah, Blythe kembali diseret keempat pemuda jahat itu ke gudang. Blythe menahan rasa sakit itu. Ia akan melawan dan berlari menjauh.“Jangan ganggu aku lagi!” Keempat pemuda itu tertawa terbahak mendengar seruan Blythe. Gadis itu menatap tajam mereka. “Wah berani sekali Blythe lemah ini. Kenapa tidak jadi mati semalam? Habis bertemu malaikat penyelamat?” Blythe melayangkan tamparan cukup keras di pipi pemuda berjaket hitam. Semuanya terkejut. Mereka tidak menyangka dengan keberanian Blythe. Keempat pemuda itu semakin mendekat dan mencoba menyiksa Blythe lebih kuat.“Jika kepala sekolah ataupun guru kedisiplinan tidak berani bertindak karena orangtua kalian. Biarlah. Aku tidak akan takut, kalian pasti akan merasakan penderitaan sepertiku bahkan lebih parah. Nikmati saja menyiksaku saat ini, sebentar lagi kalian tidak dapat berbuat ini lagi.”Sebelum keempat pemuda itu melayangkan tamparannya untuk Blythe. Beberapa polisi datang menyergap mereka. Blythe menahan napas, ia menatap keluar pintu gudang. Senyumnya terbit tatkala seseorang masuk.“Kita bertemu lagi saat waktu berpihak, Blythe. Terima kasih telah menghubungiku.” “Terima kasih banyak, Efran. Terima kasih telah datang di waktu yang tepat.”Efran mengusap rambut Blythe, seperti yang ia lakukan semalam. “Apa yang akan kaulakukan setelah ini, Blythe? Menemukan kebahagiaanmu?” “Ya, Efran. Aku akan pindah dari sekolah ini, pindah dari rumah itu dan memulai hidup baru dengan kebahagiaan. Aku tidak takut hidup sendiri, aku hanya takut dengan penderitaan ini yang terus menghantui.” “Pilihan yang tepat. Jadilah Blythe untuk hidupmu. Aku harus pergi. Semoga kita bertemu lagi saat waktu berpihak.”Blythe tersenyum. Senyum yang amat tulus. Kebebasan itu mulai datang dalam hidupnya. Ternyata, mati bukan hal tepat untuk mencari kebebasan dan kebahagiaan. Mati adalah solusi paling pengecut untuk hilang dari permasalahan.

Aku Menyukaimu
Teen
25 Nov 2025

Aku Menyukaimu

Jika kutuliskan dengan berlebihan tentang hari ini, maka, akan kutuliskan bahwa hari ini sangat sempurna, sangat luar biasa dan istimewa. Dari mata terbangun hingga mataku kembali terpejam, hanya senyum yang menghiasi wajahku.Pagi ini aku membuka mataku, bersamaan dengan mentari menyambut dengan sinar paginya yang lembut, masih dengan semburat kelembutan diiringi tiupan angin pagi yang menyegarkan. Bahkan baru kali ini aku mendengar burung berkicauan dengan ramah di pagi hari, seakan terus menyuarakan bahwa ini hari terbaik yang pernah ada.Rasanya aku kembali hidup dari kematian, membuatku ingin berteriak bahwa pagi ini sangat indah, dan lebih indah dari pagi pagiku sebelumnya.Setelah membuka jendela dan menatap ke luar kamar asrama sejenak, aku pun pergi ke kamar mandi dengan senandung riang yang tak biasa, bahkan beberapa teman asramaku menatap heran. Entah apa yang telah merasuki pagi ini, itu tentu adalah hal yang baik, bagiku.Apakah tentang sebuah kisah cinta? Emm.. Yah, bisa jadi.Sendari pagi tak henti hentinya aku memuji cuaca, keadaan, bahkan memuji penampilan teman se-asrama yang kutemui. Senyumku tak lagi bisa kutahan bahkan saat mengerjakan piket kebersihan kamar mandi asrama yang biasanya sangat kubenci. Hari ini terlalu indah untuk kujalani dengan amarah dan gerutuan.Mengikuti kelas online tambahan di akhir pekan ini pun tak membuatku kesal atau bermalas malasan, setidaknya hari ini, secara ajaib, aku tiba-tiba bisa melihat bahwa ada sisi baik dari kelas ini, ya, aku bisa melihat wajah asisten dosen yang sangat kukagumi walau hanya lewat platfom online.Hari ini berjalan terlalu sempurna untuk sebuah akhir pekan biasa yang cukup membosankan, walau aku tak merasa bosan untuk hari ini saja. Pesanan online yang tak sesuai pun entah mengapa tak membuatku kesal.“Senyam senyum kayak orang gila aja, Nda!” Tegur Jena, duduk di kursi sebelah sambil memakan es krim vanila di tangannya.Aku tak merespon, tak ada waktu untuk berdebat dengannya. Lagi pula aku sedang fokus dengan laptopku, menonton drama korea yang kutinggalkan selama sebulan terakhir. Tak ada lagi waktu untuk hari ini, matahari sudah hampir melewati titik terpanasnya dan aku harus pergi ke salon yang sudah kureservasi sejak kemarin.“aku mencintaimu~ jeng jeng jeng!” Drama bersambung.Begitupun aku yang langsung menutup laptopku rapat rapat, tak peduli pada Jena yang ternyata ikut terhanyut dan menonton drama korea yang biasanya ia anggap menye-menye dan membuat kami berdebat.Bergegas aku mengganti pakaianku dan memesan ojek online, menunggunya dengan kesabaran penuh dan berangkat.Salon kecantikan, tempat yang tak pernah kukunjungi sebelumnya kecuali hanya untuk memotong rambut, dan khusus hari ini aku datang untuk merawat diri, aku ingin melakukan sedikit perawatan untuk wajah dan rambutku, juga meriasnya sedikit.Jika Jena dan yang lain tahu aku pergi ke salon dan mengenakan dress feminin untuk hari ini, sepertinya aku sudah tahu ekspresi mereka dan bagaimana mereka akan menertawakanku. Menjadi orang baik untuk hari ini pun sudah membuat mereka tak tahan melihatku.“Sempurna!” Begitu aku melihat diriku di cermin full body di dalam salon kecantikan.Rambut panjang yang biasa kukucir kuda kubiarkan tergerai, sebuah penjepit bunga daisy kubiarkan menggantung di sisi kanan atas telinga, menahan poniku agar tak jatuh sembarangan. Sebuah dress se-lutut berwarna biru muda yang dibelikan ibuku beberapa bulan lalu saat aku berulang tahun dan belum pernah kukenakan hingga saat ini, akhirnya tiba saatnya ia menunaikan tugas, membalut tubuhku dengan indah. Sebelumnya aku tak tahu bahwa dress akan cocok untuk kukenakan, sudah banyak dress pemberian ibuku yang kujual ulang di toko online. Flat shoes dan tas selempang, oleh-oleh dari sepupuku sepulangnya ia dari Bali setahun lalu, yang tak pernah kuduga aku akan memakainya pun ikut meneriahkan suasana.Sisi yang berbeda dari seorang Ayunda Azura Wibisana pun akhirnya muncul juga!Untuk apa aku melakukan semua ini? Benar, karena sebuah janji pertemuan yang dua hari lalu kudapat dari ponselku. Orang yang kusuka beberapa bulan terakhir ini akhirnya mengajakku bertemu, hanya kami berdua, di sebuah kafe yang cukup jauh dari area asrama dan kampus.Sepertinya inilah saat terbaik untuk mengatakannya, sejak semalam aku sudah sangat bersemangat dan buru buru mempersiapkan segalanya, termasuk menghabiskan uang bulananku di salon. Hanya untuk dia. Aku tak sabar untuk bertemu dengannya, ini sungguh hari yang menggembirakan dan sangat mendebarkan! Aku, seorang Ayunda, akhirnya gugup dan luluh juga hanya karena seorang pria!Huh, lama lama aku bisa benar benar gila! Momen yang biasa kulihat dalam drama korea pun akan datang padaku, entah bagaimana aku harus bersikap tapi sepertinya aku akan bersikap ceroboh karena terlalu gugup.“Nda!” Dia melambaikan tangannya ke arahku. Jantungku benar benar berhenti, dia terlalu tampan, padahal ia hanya mengenakan kemeja santai biasa, tapi rasanya sudah seperti seorang model papan atas. Tingginya yang pas sebagai seorang model juga tubuhnya yang memang ia seorang atlet dari jurusan olahraga.Aku juga melambaikan tanganku, membalasnya, menghampirinya kemudian.“kau tampak berbeda hari ini.” Begitu yang ia ucapkan, sudah cukup membuat jantungku berlarian tak menentu, dia memperhatikanku dan penampilanku!Aku tak bisa membalas, hanya menggaruk tengkukku dengan canggung hingga kami memutuskan masuk ke dalam kafe bersamaan. Duduk di sudut paling dekat dengan jendela hingga pemandangan lalu lalang kota pelajar ini tampak jelas di mata kami. Adegan klise dalam drama, dia pasti akan mengakui perasaannya, jika bukan itu pun, aku lah yang akan mengakui perasaanku, secepatnya agar jantungku yang hampir meledak ini merasa lega.“Aku sudah mengatakan sebelumnya di telefon bahwa aku akan menanyakan sesuatu padamu, kan?” Tanyanya dengan intonasi teratur yang sangat lembut, entah mengapa itu terdengar merdu dan menggema di dalam telingaku. Aku mengangguk, cukup antusias dengan pertanyaan apa yang ingin ia ajukan. Apa tentang apa aku menyukainya atau maukah aku menjadi kekasihnya, pikiran itu membuatku sedikit tersenyum tanpa kendali.“mmm.. Kau..” Gila! Kata katanya yang agak sedikit ragu membuatku terus memikirkan kalimat apa yang ingin ia bicarakan! Cepatlah katakan, “kau mau jadi kekasihku?” dan aku pasti akan mengangguk dengan tegas!“Kau teman baik Jena kan? Apa dia punya pacar?” Lanjutnya, cukup membuat senyumku yang tak luntur sejak pagi tadi meredup.Ternyata aku bukan tokoh utama dari drama yang kubayangkan selama ini. Sia-sia saja aku bersemangat berlebihan, lalu, bagaimana aku harus menjawabnya? Kalian juga tahu kan pertanyaan pertanyaan selanjutnya yang akan ia tanyakan? Apa aku masih perlu menjawabnya dengan ramah setelah tahu selama ini ia mendekatiku di organisasi hanya untuk berkenalan dengan Jena?Aku menggeleng, Jena tak punya pacar. Dia menghela nafas lega, seakan bidikannya tepat sasaran, dan selanjutnya ia menanyakan kesediaanku untuk membantunya. Beruntung, seorang pelayan datang membawakan pesanan kami, dua waffel dan es krim alpukat yang cukup mahal sengaja kupesan hanya untuk hari ini, memberiku sedikit kesempatan untuk berpikir jernih.Dan akhirnya aku menggeleng, aku tak bersedia dan membiarkannya memohon, tapi aku juga tak punya cukup kesabaran walau aku sangat menyukainya.Sudah kugambarkan dari awal, aku bukan wanita feminin, anggun, penyabar dan bijaksana dari bagaimana caraku bersikap. Maka aku pun hilang kesabaran saat ia menanyakan kenapa, kenapa aku tak mau membantunya.“Aku menyukaimu.” Kataku sesingkat itu, cukup membuatnya tertegun.Yah, kalau dia tak mengatakan bahwa dia menyukaiku, memang sudah kuputuskan untuk mengatakannya apapun yang terjadi pada hari ini.Ini bukan salah siapapun, jika dikatakan bahwa ini adalah salahnya, aku bisa mengatakan “ya, dia bersalah”, karena dia yang mendekatiku lebih dulu dan bersikap baik bahkan terlalu baik kepadaku. Dan jika dikatakan itu salahku pun, aku juga mengatakan “ya, aku bersalah”, karena aku terlalu membuka hatiku untuknya dan bisa-bisanya menerima perlakuan baiknya dengan perasaan yang sedikit berbeda.Ini hanya tentang kesalahpahaman yang konyol dan klise.Seharusnya jika ia menyukai Jena, dia mendekati Jena, bukan aku yang sama sekali tak ada kaitannya dengan kisah cinta mereka. Dan seharusnya aku pun tak sebodoh itu dan dengan mudahnya jatuh cinta hanya karena sikap baik tak jelas dan penampilannya.Hari ini, bukan hari bahagia, tapi hari yang menggelikan. Dan itu berakhir dengan tawaku yang cukup pilu karena perasaan searah itu, yang akhirnya membuat hubungan kami terlalu canggung walau aku juga sudah mengatakan aku tak masalah dengan hal ini.

Waktu yang Hilang
Teen
25 Nov 2025

Waktu yang Hilang

Ada lubang menganga di hatiku begitu kedua sahabat yang begitu kusayangi seperti membuangku. Sesak dan perih bercampur satu, menimbulkan suatu perasaan yang dinamakan dengan rasa kecewa.Awal persahabatan kami sangatlah klise, dimulai dari pertemuan kami saat kelas 7 sekolah menengah ketika mos. Aku yang memang tak memiliki teman akrab memilih berdiam diri dan mengamati tiap siswa-siswi di kelasku. Bayangan itu terasa masih mengikat kuat di pikiran, aku duduk bersisian dengan seorang gadis yang rupanya begitu mirip dengan adik kelasku. Bingung melandaku, tidak mungkin rasanya adik kelasku sudah lulus dan sekelas denganku. Kejadian itu begitu konyol, sangat lucu kalau diingat-ingat. Saat satu persatu nama dipanggil, barulah aku tahu kalau aku sepertinya terlalu mengkhayal karena gugup.Kaila, begitu manis saat mengeja namanya satu persatu. Dia sering menunduk, memandangi sepatunya yang bergambar hello kitty berwarna pink dominan hitam. Detail sekali kan? Entah mengapa aku begitu tertarik dengannya, dalam pikiranku tercetus sebuah perintah agar berteman dengan gadis itu.Tubuhku tersentak saat dia bertanya padaku, meski pertanyaannya terbilang sederhana. ‘Besok kamu pakai baju apa?’ tanyanya waktu itu. Aku yang masih terserang euforia, menjawab dengan kikuk, walaupun mungkin terdengar agak cuek. ‘P-putih biru, kayaknya’ jawabku tergagap, sudah kubilang kan kalau aku masih kaget. Dia mengangguk, aku hanya tersenyum membalasnya. Yah, awal yang cukup baik kan? Setidaknya aku tau dia tidak sombong. Wajahnya memang agak judes, tapi aku tak mempermasalahkannya.Besoknya, kami bertemu lagi. Dan masih duduk bersisian, dia terlihat kesepian. Aku sedikit bersimpati padanya. Mungkin dia persis sepertiku, tidak mudah bergaul, pikirku. Waktu istirahat aku diajak pergi jajan bersama dengan gadis yang duduk di sisi lain kursiku. Aku tau namanya, kami pernah berteman waktu masih kecil, tapi tidak terlalu akrab. Karena tak mempunyai teman lain, aku mengikutinya. Lila, begitu aku memanggilnya. Sejak itu, kami jadi sering berpasangan saat mos berlangsung, tapi aku kurang suka dengan sifatnya. Secara tak langsung aku tau sifatnya, dari pengamatanku dia suka mencubit seseorang dengan keras hingga membiru. Itulah mengapa aku jadi agak segan padanya.Tapi lupakan masalah itu, di suatu pagi aku melihat Kaila berbincang akrab dengan salah satu kakak kelas 3. Situasi yang jarang sekali kutemukan, ternyata Kaila tidak terlalu pendiam. Setelah hari itu, entah mengapa rasa ingin berteman dengan Kaila begitu kuat. Ragu-ragu aku mengajaknya ikut ke perpustakaan dengan Lila. Yang mengejutkan, dia setuju! Hanya Tuhan yang tahu betapa hatiku bersorak girang karenanya.Hari itu aku berhasil membangun pertemanan dengannya. Semuanya terasa mengalir begitu saja, kami pada akhirnya berteman. Kami duduk bersisian, meski itupun karena Lila yang mau bertukar tempat duduk dengan Kaila. Aku sangat berterima kasih dengan Lila karena itu, sebab kami jadi semakin akrab. Aku lupa kapan, tapi di suatu siang saat jam kosong, dengan bosan aku mengambil alat tulis dan mulai menggambar. Kaila memujiku, katanya gambarku bagus. Tapi aku tak terlalu merespon, karena menurutku gambarku masih banyak kekurangan.Dengan bangga Kaila memperlihatkan gambarku pada teman di belakang kami. Seorang gadis yang duduk dibelakang Kaila mengambil gambarku dan mengamatinya. Aku lupa kata-katanya seperti apa. Yang pasti kritikannya agak pedas hingga membuatku sedikit tidak suka padanya. Yang tak aku sangka adalah Kaila terlihat akrab dengannya, entah kapan mereka jadi semakin dekat setiap harinya. Aku yang memang sering bersama Kaila jadi ikut-ikutan berteman dengannya. Yang sering aku lupa adalah namanya. Sifatnya blak-blakan, dan mudah bergaul. Setelah sekitar seminggu mungkin, aku ingat namanya adalah Nirda. Aku berteman dengannya meskipun tak seakrab Kaila.Tak sampai 2 bulan, kami menjadi sahabat dekat begitu saja. Semuanya terjadi begitu alami, ikatan itu secara tak sadar terbentuk hingga terjalin erat tanpa disadari. Begitu banyak lika-liku yang menjadi rintangan tersendiri dalam persahabatan kami. Tapi ikatan kami ternyata sangat kuat hingga dapat menerjang semua badai yang menghadang. Terkadang timbul kecemburuan saat salah satu pihak lebih dekat dengan sahabat satunya. Tapi untunglah semuanya dapat terlewati tanpa hambatan.Perkelahian pun tak dapat dihindari, aku seringkali berada di tengah-tengah saat Kaila dan Nirda bertengkar. Aku lebih memilih netral, untuk tetap menjaga keduanya agar persahabatan ini tidak timpang. Semuanya damai dan akur hingga cobaan lagi-lagi menguji persahabatan kami untuk kesekian kali.Rasanya kenangan itu masih sangat membekas di ingatan, dan menjadi lukaku sampai saat ini. Di tengah kebahagiaan sebuah pukulan telak mengenai hatiku. Piala yang berada di tanganku terasa tak berharga, saat menatap mading yang tertera nama siswa-siwi yang akan sekelas. Aku memang pernah mendengar, jika kelas kami akan kembali dibagi menjadi dua kelas jika sudah berada di kelas tiga. Tapi itu bukan permasalahannya, di kertas itu tertera jika Kaila dan Nirda akan sekelas dan aku sendiri … berada di kelas yang berbeda.Suara sorakan kebahagiaan Kaila terdengar nyaring, dia begitu senang mendengar jika dirinya sekelas dengan Nirda. Yang makin membuatku kecewa adalah ekspresi bahagia keduanya, ternyata berbanding terbalik denganku. Lihatlah, mereka bahkan tak sadar dengan tatapanku yang berubah kosong. Rasa iri menyeruak, menyebar hingga ke sudut hati. Kalimat candaan mereka pun terlontar padaku, yang sungguh bukannya menghibur malah membuatku hatiku makin perih.Melihatku yang diam tak bersuara, mereka pun bertanya, ‘Apa aku baik-baik saja?’ Aku ingin berteriak, jika aku tidak baik-baik saja tapi malah anggukan dan senyuman tipis yang terukir di bibirku. Jahatkah aku, jika merasa tak senang mereka sekelas? Tolong, siapapun jawab pertanyaanku, batinku.Tak ada yang tau kalau air mata sempat menggenang di sudut mataku. Sekali saja berkedip maka air bening itu akan meluncur mulus di pipi.Bayangan terburukku benar-benar terjadi, aku … terlupakan. Rasanya benar-benar seperti dibuang. Untungnya di balik kesendirianku, Tuhan masih berbaik hati memberikanku seorang teman. Oliv, dia dulunya teman sealumniku saat sekolah dasar. Kami sekelas meski tidak akrab. Entah kebetulan atau apa Tuhan membiarkanku duduk semeja dengannya. Sifatnya yang kalem dan dewasa membuatku nyaman. Awalnya memang canggung, tapi kebersamaan kami ternyata membawaku pada sebuah ikatan baru. Aku menemukan sahabat baru, di tengah rasa kecewa yang begitu membekas. Tak butuh waktu lama untuk membuka diriku padanya.Rasanya begitu lega, saat seseorang mengerti perasaan kita. Menjalani bersama tak ada salahnya, meskipun rasa kecewa itu bagai penyakit, yang sangat sulit untuk hilang atau malah tetap mengakar kuat. Aku coba mengikhlaskan, dari Oliv aku belajar untuk bersabar. Saran darinya tak pernah mengandung unsur menghakimi dan mengadili.Rasa rindu kebersamaanku dengan Nirda dan Kaila memang kadang hadir. Apalagi saat melihat mereka berdua asik bercanda, rasa iri dan dilupakan sering hadir. Tapi berkat Oliv, aku menjadi tidak terlalu mengindahkan perasaan itu lagi. Perhatianku entah mengapa menjadi tertuju pada Oliv seorang.Persahabatanku dengan Nirda dan Kaila masih terjalin meskipun jarang berkomunikasi. Ketika berkumpul pun terkadang mereka berdua asik sendiri, tapi aku tak terlalu mempermasalahkan lagi. Aku tak sendirian, masih ada Oliv yang menemaniku.Tak terasa setahun berlalu dan kami kini telah kelas satu SMA. Nirda dan Oliv satu sekolah tapi mengambil jurusan yang berbeda. Sedang aku dan Kaila juga berbeda jurusan tapi satu sekolah. Hubungan kami kembali dekat, walau tak sedekat dulu. Aku merasa kini dia tak pernah lagi menceritakan tentang perasaannya. Aku tak terlalu ambil pusing dan ikut campur jika dia memang tak ingin bercerita. Dan pertemuan kami pun jarang terjadi karena kesibukan masing-masing.Tahun kembali berlalu tanpa terasa, aku yang memang suka membaca novel, sering membaca novel di aplikasi orange. Secara tak sengaja aku menemukan cerita yang dibuat oleh Kaila. Dan mataku terpaku pada ceritanya yang ternyata adalah kisah nyatanya sendiri. Karena penasaran kubaca tulisan itu penuh minat, dan aku langsung kehilangan mood karena ternyata aku tak begitu penting di matanya. Tulisan itu penuh dengan Nirda dan Nirda. Aku kecewa, tak kusangka pendapat Kaila begitu tentangku.Perjuanganku sia-sia, aku hanyalah sebuah tokoh sampingan dalam hidupnya. Aku ternyata berharap terlalu tinggi, usahaku untuk selalu ada nyatanya hanyalah sebuah cerita tanpa makna. Rasa kecewa kembali menguasaiku, jadi ada tidaknya aku tak terlalu berpengaruh. Salahkan hatiku yang terlalu lemah, sebab tetap menyayanginya walau berkali-kali dibuat kecewa.Untuk menganggap tak terjadi apa-apa rasanya sulit. Jadi biarkan aku menepi sejenak untuk menetralkan rasa. Walau kita sedekat dulu, ketahuilah aku sangat menyayangimu … Kaila. Semoga kamu tetap bahagia di luar sana, jangan lupa tetap tersenyum.Untuk Nirda, aku bersyukur kita bisa dekat kembali akhir-akhir ini. Aku merasa bahagia, meski merasa sedikit bersalah, karena tak bisa membantumu untuk berbaikan dengan Kaila. Aku yakin kalian bisa berbaikan kembali tanpa bantuanku. Aku butuh istirahat sejenak untuk menjadi penengah kalian.Dan terakhir untuk Oliv, terima kasih sudah hadir saat rasa terbuang itu ada. Aku merasa menjadi orang yang berharga berkat dirimu. Thanks … Oliv.Dan beberapa hal yang perlu diingat, aku tak akan pernah melupakan Oliv dan tentunya Kaila serta Nirda. Mereka bertiga berperan penting dalam kehidupanku. Aku akan selalu mendukung kalian, sebab rasa sayangku pada mereka sama rata. Tak pernah timpang karena aku tau rasanya saat perhatian itu berbeda.Berbahagialah … sayang-sayangku!The End

Bukan Kembang Tidur
Teen
25 Nov 2025

Bukan Kembang Tidur

Tere Liye pernah berkata “Percayalah, sepanjang kita punya mimpi, punya rencana, walaupun kecil tapi masuk akal, tidak boleh sekalipun rasa sedih, rasa tak berguna itu datang mengganggu pikiran”. Kalimat yang kuingat setelah selesai membaca buku Kau, Aku Dan Sepucuk Angpau Merah karyanya. Seperti biasa, setiap sabtu sore aku selalu menghabiskan waktu di perpustakaan kota. Jika tidak sedang membaca buku maka aku akan mengerjakan tugas sekolah disina. Penjaganya sangat hapal denganku, bahkan jika aku tidak kesana sekali saja, maka ia akan menanyakan kabarku.Aku adalah gadis penyuka senja, seni, fashion, dan hal-hal yang berbau dengan alam. Aku bukan seorang yang tidak memiliki teman ataupun nerd girl seperti di cerpen dan novel yang sering kubaca. Pasti setiap orang juga punya teman atau sahabat. Kukira akan selalu seperti itu. Namun, hidup tidak selalu berjalan seperti yang aku inginkan.Hari ini adalah hari terakhir aku menjadi siswa SMA salah satu sekolah swasta di kota Bandung. Sedang kutunggu pengumuman kelulusan, harapanku adalah bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan menuntut ilmu ke perguruan tinggi. Tepat pukul delapan pagi, kepala sekolah mengumpulkan kami di lapangan untuk mengumumkan siapa saja yang menjadi lulusan terbaik tahun ini. Namaku tak kunjung dipanggil. Biasanya aku selalu menjadi peringkat tiga terbaik dari satu angkatan.Tiba-tiba kepala sekolah memanggilku. “Tasya, Mia melapor kepada Ibu bahwa kamu mencontek saat mengerjakan ujian sekolah, Ibu tidak sangka kamu berlaku curang. Mia sudah mengumpulkan buktinya kepada Ibu. Jika ini bukan hari kelulusan, maka ibu sudah menskors kamu” tutur ibu Ida dengan nada tinggi. “Tapi Bu saya tidak merasa…” tegasku membela diri. “Maaf Tasya, Ibu lebih percaya dengan bukti rekaman video, jadi Ibu tidak bisa memberikan beasiswa itu kepada kamu, sebagai gantinya Mia yang akan mendapatkannya karena tahun ini ia sebagai lulusan terbaik keempat” ucapnya memotong perkataanku. Ini pasti ulah Mia. Memanfaatkan niat baikku. Seingatku, aku tidak mencontek tetapi aku menegur temnaku yang membawa contekan, lalu aku membuangnya di tempat sampah.Hari ini aku sedih karena mendapat dua masalah sekaligus. Pertama aku tidak lulus SBMPTN, kedua perusahaan ayah pailit. Ayah kini sedang terbaring lemas di rumah sakit.Sebulan berlalu, hidupku masih terasa sukar. Belum bisa kulanjutkan kuliah tahun ini. Aku mengalah kepada dua adik kembarku yang tahun ini menjadi siswa SMA. Kusadari bahwa biaya sekolah mereka cukup mahal. Sehari-hari kubantu ibu berjualan sayur di pasar, karena saat ini hanya ibu yang menjadi tulang punggung keluarga kami. Orangtuaku ingin aku melanjutkan mimpiku menjadi seorang desainer profesional. Dalam situasi seperti ini untuk bertahan makan saja sudah bersyukur. Perkataan ibu tadi pagi membuatku tersentuh dan kembali bersemangat. “Nak, tidak ada yang tidak mungkin, kamu masih memiliki waktu sebelas bulan untuk mewujudkan mimpimu. Perbaiki hubunganmu dengan Sang Pencipta, juga banyak-banyak belajar dan memohon kepadaNya. Kun Fayakun”. Kuambil air wudhu, lalu berdoa diakhir sholat. Kurenungi ucapan ibu. Selama ini aku memang jauh dari Tuhan. Karena kebatasan ekonomi, aku tidak berani meminta uang untuk mengikuti bimbel.Aku cukup merasa tertekan ketika banyak teman sekolahku mengejekku karena tidak bisa melanjutkan kuliah. Tiba-tiba dijauhi oleh teman rasanya memang menyedihkan. Apalagi aku hanya punya tiga orang sahabat dan sudah begitu asing denganku. Vina sibuk bekerja, Elsa sedang sibuk menjalankan bisnis dan kuliahnya, dan Rere terlalu segan untuk sekadar kuhubungi lagi. Biar saja kupendam sendiri masalahku, toh setiap manusia pasti punya masalah.Bertemu dengan sabtu sore lagi. Aku pergi ke perspus kota, setelah selesai membantu Ibu berjualan hingga siang. Sekadar melepas penat membaca buku. Bu Rima penjaga perpus sedang mengedit beberapa foto untuk diposting di instagram perpus kota. Namun, ia merasa kesulitan untuk merangkai kata-kata dan mendesain pamflet. Seharusnya ini tugas pak Beno, akan tetapi beliau berhalangan hadir. Kuberanikan diri membantu Ibu Ida. Ia sangat menyukai hasil buatanku. Ibu Ida tau aku tengah kesulitan ekonomi. Dengan berbaik hati, ia menawarkanku pekerjaan serupa kepada teman-temannya, jasa copywriting. Aku harus belajar lagi, karena bekerja harus profesional, kuikuti online course copywriting untuk mendapatkan sertifikat dengan bermodalkan tiga ratus ribu. Hasi uang tabunganku membantu Ibu selama sebulan. Tidak mudah, beberapa tetangga dan teman menghinaku. Tidak punya uang dihina, punya cukup uang juga dihina. Aneh.Mia masih terus menggangguku, padahal aku sudah ikhlas tak jadi mendapat beasiswa karena ulahnya. Ia menyebarkan berita hoaks bahwa aku bukan orang yang jujur. Jadi, selama seminggu tidak ada yang mau memakai jasaku. Takut tertipu kata beberapa orang. Ibu Ida yang mengetahui masalah ini membantu membersihkan namaku. Mia marah kepadaku, karena aku selalu mendapatkan apa yang kumau, pikirnya begitu. Mia salah, aku berjuang keras untuk hidupku. Aku berusaha untuk tidak lagi menghiraukannya. Lalu kabar tentangnya sudah tidak lagi kudengar.Enam bulan berlalu, hasilnya lumayan. Bisa kubayar uang rumah sakit ayah yang sudah menunggak dua bulan, kubukakan lapak untuk ibuku berjualan agar tidak lagi berbagi lapak dengan orang lain, dan aku mulai mengikuti berbagai bimbel untuk menunjang persiapan kuliah. Keadaan ayah membaik, juga sudah bisa dibawa pulang, akan tetapi belum boleh bekerja. Tidak lupa kuucapkan terima kasih kepada Tuhan dengan bersedekah kepada orang-orang yang kurang mampu.Aku memutuskan mengikuti program beasiswa di KAIST, setelah semua berkas-berkas yang kusiapkan termasuk nilai IELTS. Congratulations! Tasya Dea Albinia Fully Funded Undergraduate Scholarships, Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), South Korea. Tangis haruku, seketika membuka halaman web resminya. Akhirnya aku bisa kuliah di Korea jurusan desainer dan mendapatkan beasiswa penuh juga bisa segera bertemu dengan oppa-oppa korea dan bermain salju yang sudah kuimpikan sejak lama.Jadi, jangan pernah berhenti bermimpi karena tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berdoa dan berusaha. Wujudkan bunga tidurmu atau selamanya kamu hanya akan tertidur dalam bunga tidurmu. Itulah cerita saya lima tahun yang lalu. Ucapku dalam sebuah acara talk show di salah satu stasiun TV swasta kota Bandung.Kudengar dari teman lamaku bahwa sekarang Mia sedang direhabilitasi karena telah memakai narkoba selama setahun.

Terlambat
Teen
25 Nov 2025

Terlambat

Hari menunjukkan pukul 13.00 wib. Aku menyantap makan siang dengan keluargaku di ruang makan. Dengan sepotong ayam dan sayur yang enak. “Glug, glug, glug…”. Setelah meminum segelas air, aku pun menuju kamar. Menonton sebuah film sambil berbaring di atas kasur. Namaku Rolen. Lama kelamaan akupun tertidur.Waktu terus saja berlalu. Entah pukul berapa aku terbangun. “Bu…, pukul berapa sekarang?” tanyaku. “Sekarang pukul 15.00 wib…” jawab ibu. “Thanks bu, nanti tolong bangunun ya kalau udah pukul 16.30 wib” ucapku. “Oke…” jawab ibu.Karena sudah tahu baru pukul 15.00 wib, aku pun melanjutkan tidurku. Terus aku terbangun lagi. Karena malas bertanya, aku mencari jawabannya di ruang tamu karena jam di kamarku rusak. Aku terkejut, “haaaaaaaaaah, sudah pukul lima…” ucapku dengan nada tinggi.“Ibu…, kenapa ibu tidak membangunkanku?” tanyaku dengan sedikit kesal. “Maaf ya Len, ibu lupa membangunkanmu karena ibu sibuk dengan pekerjaan ibu” ucap ibu berminta maaf. Rolen tidak berkata apa apa dan langsung bergegas menuju kamar dan bersiap siap karena dia sudah telat masuk kelas musik. Setelah itu, aku mengambil kunci motor yang di gantung di dalam kamarku.Sesampainya di parkiran, aku langsung masuk ke kelas. “Sorry my friends, terlambat dikit” ucapku dengan santai. “Iya.., gak papa” jawab Rendy. “Do not repeat it again!” ucap Natasha. “Iya, iya…, maaf..” balasku.“Oh ya Len, tadi bang Nikel nelfon, katanya dia gak bisa hadir pada latihan kali ini. Jadi, kita diperintahkan latihan sendiri seperti yang telah diajarkan bang Nikel sampai mahir” kata Rendy panjang. “Gitu yah, mulai kuy” ajak Rolen. “Kuy…” jawab temannya serentak.Setelah latihan, akupun pulang ke rumah. Aku masuk menuju ruang keluarga. Tak lama kemudian, ponselku berbunyi ”kriiiiing… kriiiiing… kriiiiiing”. Aku mengangkat teleponnya. “Halo Len!” “Iya, ada apa?” “Lo lupa ya..?” “Lupa apa?” “Tu kan…, lo lupa. Itu, acara ulang tahunnya Reni” “Oh, ya. Hari ini ya..?” “iya…, lo buruan datang ke sini!, acaranya udah dimulai dari tadi..” “Oke oke, gue segera datang, tapi gue mandi dulu ya..” “Terserahlah, gue tunggu ya” Teleponannya selesai. Akupun berteriak “TER LAM BAT LA GI…!!!”

Menampilkan 24 dari 166 cerita Halaman 6 dari 7
Menampilkan 24 cerita