Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

830

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

166

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
Kado Ulang Tahun
Teen
25 Nov 2025

Kado Ulang Tahun

Di suatu hari pada bulan November aku ulang tahun yang ke 17 tahun. Disaat itu yang harusnya membuatku senang tetapi ternyata tidak sama sekali.Di pagi hari aku baru bangun pagi aku kira ada keluargaku yang mengucapkanku selamat ulang tahun ternyata tidak ada sama sekali yang mengucapkan. Saat itu aku merasa sangat sedih dan kecewa. Sebelum aku mau berangkat sekolah aku bersalaman dan berpamitan kepada kedua orangtuaku, kukira bakal ada yang mengucapkan di situ ternyata mereka benar benar lupa dengan hari itu. Aku berangkat sekolah dengan hati yang kesal, tetapi aku di jalan berharap ada yang ingat dengan hari ulang tahunku saat itu waktu di sekolah.Sesampainya di sekolah aku langsung menaruh tas di kursi dan langsung duduk. Tidak lama ada temanku yang menghampiriku, dia mengajakku untuk mengantarkan ke kamar mandi sebentar. Setelah dari kamar mandi aku dan temanku duduk dan bercerita cerita.Jam pelajaran dimulai… Diawal pelajaran aku sudah merasa yang tidak enak, Guru jam pertama pelajaran menghampiriku dan tiba tiba menyuruhku ulangan harian sendirian di luar kelas. Aku berbicara dalam hati: kenapa aku ulangan sendirian di sini kenapa teman temanku tidak ikut ulangan juga. Setelah menyelesaikan ulangan itu aku masuk ke dalam kelas untuk menyerahkan kertas itu ke guru, tetapi saat aku masuk kelas tatapan teman temanku tiba tiba sinis semua. Tetapi ada satu temanku yang biasa saja padaku, aku sampai jam pulang bersama dia terus.Saat jam pulang Aku bertanya kepada temanku “Kenapa tadi bu guru menyuruhku untuk ulangan sendirian di depan kelas, sedangkan teman teman yang lain tidak?,” “Sama kenapa tadi temen temen sinis semua kepadaku,” tanyaku kepada temanku. “Wah aku tidak tahu tentang itu, maaf ya,” jawab temanku. Aku dan temanku pun pulang di rumahnya masing masing. Aku pulang sekolah langsung tidur siang dan bangun agak sorean. Setelah bangun aku langsung mandi. Setelah mandi aku mengerjakan tugas yang sudah diberikan guru. Tiba tiba di rumahku lampu mati, di rumah sangat gelap sampai sampai aku tidak kelihatan apa pun, aku langsung mencari hp ku untuk menyalakan senter. Di saat itu aku pun di rumah sendirian. Setelah mendapatkan hp ku aku langsung menyalakan senter yang ada di hp ku. Aku pun mencari lilin untuk ditaruh di tempat tempat yang gelap, tetapi anehnya kenapa hanya rumahku yang lampunya mati sedangkan lampu rumah tetanggaku menyala semua.Aku sudah tidak mempedulikan itu, aku melanjutkan tugasku dan menunggu lampu di rumahku menyala kembali. Aku sudah melihat KWH Meter dan tidak ada yang aneh atau pun rusak. Aku menelepon keluargaku tetapi tidak ada yang jawab.Setelah aku mengerjakan tugas aku pergi ke kamar untuk bermain hp dan menaruh lilin di kamar. Tapi tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetok pintu rumahku. “Tokkkk tokkkk tokkkkk…,” “Assalamualaikum…,” “Apa ada orangg…,” “Permisiiiiii,” Kata orang yang mengetuk pintu dengan cara sangat keras, dia pun memanggilnya sangat keras sampai sampai tetanggaku keluar rumah semua.Aku yang di rumah sendirian merasa sangat takut untuk membukakan pintu rumah, tetapi dia masih mengetok-ngetok pintu rumahku secara keras. Aku pun membukakan pintunya“Iyaaa sebentarr,” “Siapaa yaaa,” jawab ku dari dalam rumah. Aku membuka kan pintu “Ehhh ternyata paket tohh tak kirain siapa mas,” kataku. “Lama sekali sih mbak, Cuma paket aja loh,”. “Nih paketnya mbak, sama tanda tangan disini buat bukti penerimanya,” Jawab kurir paket itu. “Yaa maaf mas saya kira tadi orang jahat soalnya saya di rumah sendirian sama lampu di rumah saya mati,” jawabku. “Oalah ya mbak, kalau gitu saya duluan ya,” Jawab kurir paket. “Yaa mas makasi ya mas, maaf juga tadi lama bukain pintunya,” jawabku.Aku kembali ke kamar dan membuka isi paket tadi, tetapi tiba tiba ada suara orang di rumahku, aku pun segera melihatnya tetapi tidak ada orang di rumahku. Aku berusaha berfikir yang positif, mungkin tadi kucing. Tetapi tidak lama dari itu ada suara balon meletus di depan rumahku.“Dorrrrrr selamat ulang tahun,” “Maaf ya udah buat kamu kesel dari pagi,” “Happy birthday temankuuu maaf tadi udah cuek di sekolahan,” “Selamat ulang tahun anakku semoga selalu bahagia ya, maaf tadi pagi gak ngucapin kamu,” Tiba tiba ada teman temanku dan kedua orang tua ku masuk kamar. Mereka membawa kado dan kue. Aku langsung menangis terharu karena aku kira tidak ada satu orang pun yang ingat sama hari yang sangat spesial itu.Aku sangat bahagia saat itu karena tidak hanya orangtuaku dan teman temanku saja yang datang tetapi keluarga nya kekasih ku juga ikut datang, ternyata ini semua sudah bagian acara dari kekasihku agar membuatku kesal dari pagi, Pantas saja hp dia mati dari hari sebelum aku ulang tahun.Aku sangat terkejut karena ayahku tiba tiba memberiku kunci mobil. Aku bertanya kepada ayah “Ini apa,” Tanyaku kepada ayah. “Ini kunci mobil buat kamu, di jaga baik baik ya,” jawab ayahku. “HAHHHH, ini serius ayah,” aku yang sangat terkejut. Aku disini sangat bahagia.Tidak hanya itu kekasihku juga tiba tiba mengasih cincin di jariku. “Ini buat kamu, apa mau lebih serius lagi sama aku,” kekasihku yang bertanya kepadaku. “Hah maksud nya apa ini, tunangan gitu,” aku yang masih bingung.Ternyata ini semua adalah bagian dari rencana dia, dia ingin melihatku kesal dari pagi tapi senang saat malam itu, ini adalah hari ulang tahun yang sangat membuatku bahagia. Aku yang malu karena disitu ada kedua orangtuaku dan orangtua dia, serta ada teman temanku.“CIEEEE CIEEEE TUNANGAN NIHHHH,” “Wahhhhh iriiii akuuuuu,” “Wahh congrats yaaa,” “Sekolahnya diselesaiin dulu nanti baru lebih ke jenjang yang serius,” “Semoga baik baik aja yaa nanti hubungannya,” Kata teman temanku dan orang tua ku.END

Pemeran Utama
Teen
25 Nov 2025

Pemeran Utama

Lirikan tajam menghunus dari mata sipit sang gadis. Suara dengkusan yang keluar dari bibir tipisnya menandakan bahwa saat ini ia sedang kesal. Bahkan keybord di depannya menjadi pelampiasan emosi yang ia rasakan. Yaa.. gadis itu adalah Adifa Adinda.Dikenal sebagai sosok yang jutek, galak, ambisius, berjiwa pemimpin namun dingin membuat ia tak begitu disukai oleh beberapa teman di kelasnya. Namun hal itu tak menjadi masalah bagi Adinda. Dia lebih memilih menutup telinga perihal gosip maupun perkataan tentang sosoknya yang misterius. Namun bila dirasa mengganggu, tak segan segan ia balas dengan peryataan sakartis dari mulut pisaunya.Hari ini, adalah pembagian hasil ulangan tengah semester yang telah dilaksanakan seminggu yang lalu. Adinda mendapat juara 3, hal tersebut membuat Adinda kesal setengah mati. Sedari kecil ia selalu berambisi untuk meraih posisi 1, Namun usaha yang dia lakukan dipatahkan oleh 2 kawannya yang bernama Fredy dan Selia.“Aduh nda, lo goblok banget sih. masa dari 36 siswa, lo cuma dapet peringkat 3. Come on nda.” gerutunya saat itu. “Yaelah, mending dapet juara daripada nggak.” ucap salah seorang temanya yang mendengar gerutuan dari Adinda. Adinda hanya melirik temannya sekilas.Ia sedang tak berminat untuk membalas ucapan orang tersebut. Karena yang pasti, akan membuatnya bertambah kesal. “Tenang nda, saingan lo cuma 2 orang kok. UAS besok lo pasti dapet juara 1.” Ucapnya untuk menyemangati dirinya sendiri. Tanpa ia sadari seseorang mengamati dan menatap Adinda secara intens. Merasa diawasi sontak membuat mata Adinda berpendar ke sekelilingya, namun perasaan tersebut lenyap seketika, Adinda kembali fokus dengan apa yang ia kerjakan di layar laptop di hadapannya, tanpa pernah menyadari siapa yang telah atau tengah mengawasinya saat ini.Tak terasa ulangan akhir semester pun tiba. waktu belajar Adinda di tambah demi terwujudnya ambisi untuk mendapat juara 1. Suara adzan isya telah berkumandang beberapa menit yang lalu. Ibunya sudah beberapa kali menegur Adinda agar melaksanakan ibadah terlebih dahulu. Namun Adinda selalu mengatakan nanti, ia masih saja berkutat dengan buku buku yang penuh dengan coretan rumus rumus yang membingungkan. Dan selalu berakhir dengan tertidur di meja belajar.Hari yang telah ditunggu pun tiba, Adinda optimis dengan hasil yang akan diperolehnya. Sambil menunggu ibunya yang mengambil rapor ia melanjutkan hobinya menulis cerita di laptop kesayangannya itu. “Nda, ayo pulang” suara lembut itu menghentikan aktifitas Adinda, ia pun hanya menurut. Saat di rumah tubuhnya mendadak lemas ketika melihat hasil yang tertera dalam raport semesternya. Ibunya yang mengetahui hal tersebut, mendekat dan memeluk Adinda “Ada apa?” tanya ibunya lembut. Adifa hanya menggeleng lemah “Maaf ma, aku ga bisa nurutin permintaan papa.” Ucapnya hampir menangis. “Gak papa Sayang, kamu udah berusaha yang terbaik” Ucap ibunya sambil mengelus rambut lurus anaknya.“Tapi ma. Kata papa aku harus jadi yang terbaik karena aku adalah pemeran utama” ucapnya saat tenggelam dalam bahu ibunya “Dan aku gagal ma” lanjutnya. “Sayang, pemeran utama tidak harus menjadi yang terbaik. Pemeran utama adalah mereka yang mampu menjadi pengaruh besar dalam hidup orang lain” ucap ibunya meyakinkan sang buah hatinya. Adinda pun hanya mampu terisak dalam pelukan hangat ibunda “Buat mama sama papa, kamu adalah anugerah terbaik yang pernah kami miliki dan bagi mama kamu tetap akan menjadi pemeran utama buat mama setelah papamu udah ga ada.” lanjutnya “Kamu tahu kenapa peringkat kamu menurun menjadi 5, padahal kamu sudah belajar keras?” tanya ibunya lembut Adinda hanya menggeleng lemah “Karena kamu terlalu fokus dengan belajar sehingga lupa ibadah kamu, sekarang mama tanya, kamu kemarin masih sering sholat tahajud?” mendengar pertanyaan mamanya. Adinda seperti ditampar oleh tangan yang tak kasat mata. Ia hanya mengangguk pelan menyadari kesalahannya.Pada malam harinya, Adinda kembali pada rutinitas dini harinya. Setelah melaksanakan sholat tahajudnya ia baru menyadari bahwa ia melupakan satu hal selain yang dikatakan oleh mamanya. “Oh ya dulu papa pernah bilang kamu dan setiap orang adalah pemeran utama dalam cerita yang tuhan tulis, jadi jangan pernah iri dengan cerita orang lain” tuturnya dengan dirinya sendiri. “Nda nda lo goblok banget seh. saingan lo bukan cuma Fredy dan Selia tapi 35 anak, Dan musuh terbesar lo adalah ego lo sendiri”. “Dan gue harap lo lebih bisa mengenal diri lo sendiri nda” monolongnya dengan dirinya sendiri “Terimakasih ya Tuhan, atas teguranmu kali ini” ucapnya mengakhiri kegiatannya.Ya.. Tuhan selalu tahu cara menyadarkan hambanya, hanya kita sendiri yang terkadang tidak peka dengan kode yang diberikan oleh-NYA. Ucap Adinda dalam hati.

Extraordinary Moment
Teen
25 Nov 2025

Extraordinary Moment

9 oktober 2019 Hujan meteor Draconid akan terjadi beberapa detik lagi. Orang-orang percaya….Berharap …Flo mematikan siaran radio kesayangannya. Rambut cokelat sebahunya dipermainkan angin, pandangannya jatuh pada langit malam kota Bandung. Terakhir kalinya bagi Flo memandang sebelum pergi ke negeri sakura besok. Menyusul kedua orangtuanya yang berangkat lebih dulu. Padahal hari ini spesial untuknya. Tidak ada yang tahu. Bahkan Papa dan mama. Wajar sih, Flo sudah menelan rasa sakitnya hampir tujuh belas tahun.Huh! Di Hari ulang tahunnya, dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bahagia. Keluarga, teman-teman dan seorang cowok sekalipun tidak ada di takdir Flo. Huh! Seandainya saja!Flo berjalan keluar bandara. Di luar, semua terasa nyata; bintang bersaing paling terang ketika bulan menyembunyikan diri. Kedua tangan cewek itu saling terkait.“Aku ingin bahagia.”Detik itu juga, bola api dari debris Komet 21P/Giacobini-Zinner melesat dalam hitungan detik. Sebagian orang menganggapnya sebagai harapan.—Flo memandang sekitarnya dengan mulut menganga. Gaun pastel selutut dengan aksesoris brokat adalah pakaiannya untuk ke bandara. Bukannya pergi ke rumahnya sendiri. Bahkan, koper di genggamannya terasa semakin berat. Flo mungkin bermimpi berangkat ke bandara untuk pergi.“Flo!” Suara cempreng dengan nada riang mengingatkan Flo dengan cewek popular di sekolah ya, Mina. Cewek yang membenci Flo karena Ken, si cowok populer pernah membantu Flo membawa buku-buku ke kantor guru.Ngomong-ngomong, Ken adalah cowok populer dengan wajah kulkasnya. Kebaikan Ken itulah, Flo selalu jadi mangsa anak-anak. Flo si muka bantal, julukannya. Dua minggu di SMA Dior malahan membuat Flo kembali merasakan trauma. Dia benci selalu tidak disukai.“Mau ke mana? Yang lain udah pada nunggu lho,” Kali ini suara riang lainnya berhasil membuat Flo menutup mulut. Dua orang yang berdiri di depan Flo memanggilku Mina dan Adine. Kenapa mereka berbicara seolah Flo bukan musuh mereka? “Aku harus ke bandara,” ujar Flo terbata-bata.Ini mimpi! Flo mencubit pipinya sendiri. Rasa panas bekas cubitan membuat Flo yakin kalau kenyataan ini terlalu mustahil. Lagian, tidak mungkin mereka berdua tahu rumah Flo.“Bandara? Are you seriously?” Mina mengangkat bahunya seraya menggeleng. “Udah ayo.” Flo cuma bisa pasrah ketika Adine mendorong ya masuk. “Akhh. Tutup mata,” celetuk Adine seraya melapisi mata Flo dengan kain hitam.Flo dituntun Adine. Kepalanya masih berputar mencerna semuanya. Yakin kalau Flo sudah diantar ke bandara tinggal siap berangkat. Ya, sebelum itu Flo mendengarkan siaran radionya tentang hujan meteor. Seolah terhipnotis dengan semua orang lakukan, Flo mengikutinya tanpa sadar. Sebelah itu …“Mau dibawa ke mana?” Tanya Flo gugup. Jika benar ini mimpi, kenapa Flo merasakan debaran menyenangkan? “Sebentar lagi sampai,” bisik Mina pelan.Flo merasakan tangannya terlepas dari genggaman Adine. Cewek itu mengulurkan tangan, menggapai apa yang ada di jangkauannya. Berusaha keras, tidak menemukan apa pun. Flo mengendurkan ikatan kain yang menutup matanya.“Terlalu kencang,” runtuk Flo dengan suara serak. “Ada orang nggak?” teriak Flo keras. Mungkin ini salah satu ‘siksaan’ Flo Kali ini. Teman-temannya yang populer itu mendapatkan ide brillian untuk mengerjainya. Selamat kepada mereka, Flo ketakutan sekarang.Flo merasakan sesuatu yang dingin menempel pada lehernya. Gadis itu gemetaran. Dia ingin berteriak sebelum ikatan matanya terlepas, lalu teriakan orang-orang mengejutkan Flo sekali lagi. “Surprise!”Ada Papa, mama, Mina, Adine dan Jane. Jane! Jika kalian menonton drama picisan tentang geng, Jane adalah ketuanya, sangat membenci Flo. Berbeda sekali dengan senyum tulusnya kali ini yang ditujukan pada Flo.Flo tidak bisa bergerak bebas. Matanya melirik pisau kue yang menempel pada leher.“Happy birthday Flo,” bisikan itu pelan tetapi sangat dekat. Flo berbalik ketika lehernya sudah bebas. Kejutan lagi, Ken ada di sini dengan senyum jarangnya itu. Flo merasa semuanya seperti negeri impian. Suara nyanyian ulang tahun yang tidak pernah didengarnya, tawa kebahagiaan, teman-teman. Dan, juga Ken ada di sini.“Potongan kedua untuk …” Adine menghentikan ucapannya dengan nada menggoda.Potongan pertama untuk kedua orangtua Flo. Potongan kedua ini direbut paksa oleh Ken. Senyumnya lebar hingga matanya tinggal segaris.“Ken!” Sorak-sorai heboh entah siapa yang mengawalinya tidak dipedulikan Flo. “Ada hadiah buat kamu,” ujar Ken seraya mengulurkan tangannya. Flo menatap cowok itu dengan pandangan bertanya. Kemudian membalas uluran tangan Ken.Dari tangan Ken yang lain, sebuah mawar merah terulur di depan Flo. “Di ulang tahun kamu ini, aku harap bunga ini akan mengawali genggamannya kita untuk hari-hari selanjutnya. Flo, aku jatuh cinta, aku janji bikin kamu bahagia. Kamu mau jadi pacarku?”Ditembak Ken di hari ulang tahun Flo adalah kajaiban. Kebahagiaan ini terasa nyata. Berapa kali pun Flo menyangkal ini nyata. Flo berharap kejaiban hujan meteor itu selamanya.

Seutas Kisah Dariku
Teen
25 Nov 2025

Seutas Kisah Dariku

Sore itu aku sedang membantu Mama memasak. Memotong-motong bawang merah dan kawan-kawannya. Aku melirik Mama yang sedang fokus mengaduk nasi di panci. Lalu berdehem, bersiap menanyakan sesuatu pada Mama. Sembari berdoa dalam hati semoga pertanyaan yang akan kuluncurkan tak membuat masalah di antara kami.“Ma, kapan aku dibelikan ponsel?”Aktivitas Mama terhenti. Mama menoleh ke arahku. “Kenapa menanyakan itu?” tanya Mama setelah menghela nafas. Aku menggelengkan kepala, kembali menunduk menyelesaikan tugasku. “Mama akan membelikan ponsel jika Mama punya uang lebih Fi. Tapi Mama tidak mempunyai itu.” jelas Mama. Aku menggigit bibir, “tapi aku butuh ponsel.” “Memangnya ponsel itu kenapa?” Telunjuk Mama mengarah pada ponsel Redmi Note 2 yang tergeletak di meja. “Aku butuh privasi Ma…” jawabku lirih. “Apa yang kamu maksud dengan privasi Fi?” Mama melemparkan tatapan curiga padaku. Membuatku menggeleng lagi. “Sebentar lagi aku SMK Ma. Aku pasti membawa ponsel ke sekolah. Mama pasti paham maksudku. Aku tidak akan macam-macam karena aku telah mengetahui batasan-batasan dalam Islam. Aku akan selalu membentengi diri agar tak tergerus pergaulan bebas remaja Ma…”Aku tak tau persis kapan aku meneteskan air mata, namun setelah mengucap kalimat itu aku menyadari pipiku telah basah. Aku mengusap pipiku dengan kasar sebelum ketauan Mama. Netraku melirik Mama yang terdiam. Aku paham dan mengerti akan kekhawatiran Mama. Aku juga peka bahwa keluarga kami itu sederhana. Meski jauh dari kata berada, setidaknya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dapat tercukupi.Bibirku kembali terbuka, ingin menyuarakan sesuatu. Namun aku mengurungkan niat. Mungkin sudah seharusnya aku pendam saja. Semua yang kurasakan. Aku hanya ingin Mama tahu, aku bukan menuntut karena egoku sendiri. Namun semestalah yang terus memojokkanku. Kalau tak begitu, aku akan ketinggalan informasi. Kamu tau maksudku kan?Ponsel yang tadi Mama tunjuk adalah milik bersama, walau memang aku yang lebih sering memegangnya untuk pembelajaran. Aku bisa membantu Mama dengan mengirimkan beberapa cerpen karanganku. Waktu itu, aku searching di Google, cerpen dibayar Rp. 300.000 sampai Rp 100.000 di beberapa blog. Belum juga puisi dan sebagainya. Nominal itu besar bagiku yang berumur 15 tahun ini. Tentunya, untuk bisa dimuat di blog tersebut terdapat S&K yang berlaku. Aku memang tak bisa menjamin bahwa karyaku baik, namun kita tak akan tau hasilnya jika tak mencoba bukan?Aku mendengus, sayangnya aku belum punya rekening bank sendiri. Aah… entahlah aku cuma berharap dari hobi menulisku itulah aku bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ngomong-ngomong tentang hobi, orangtuaku tak pernah menyetujui, tak juga menentang. Terutama Mama, sedang Papa oke-oke saja. Mungkin karena dari Papa bakat menulisku itu ada. Papa selalu berucap bahwa aku akan menjadi seorang penulis hebat yang tentu saja kuamini.Tirai kamarku tersibak, memperlihatkan sosok Mama yang membawa sesuatu. Aah… tadi aku memang menangis diam-diam dengan wajah terbenam di bantal. Setelah melarikan diri dari Mama, tentu saja. Aku menoleh ke arah jendela kamar, memperlihatkan sang langit yang kini bercorak jingga kemerahan. Aku memutar pandangan ke arah Mama. Pantas saja Mama mengkhawatirkanku karena Mama tau aku belum makan sore. Aku memang jarang makan nasi.“Fi…” Aku mengerjab kemudian tersenyum pada Mama. “Mama minta maaf, tidak seharusnya Mama memarahimu.” Aku menggeleng, “tidak Ma. Aku juga minta maaf. Aku tadi terlalu memaksa.” ujarku lalu menundukkan kepala. “Mama akan mengijinkanmu Fi.” Aku menoleh bingung pada Mama. Tadi Mama bilang apa? “Mama akan mengijinkanmu mengirim cerpen pada blog berbayar itu. Setidaknya jika cerpen kamu lolos, kamu berarti memang memiliki bakat dan kamu punya pegangan uang sendiri.”Aku menatap tak percaya pada Mama. Tau darimana Mama soal blog atau media berbayar itu? Seakan paham dengan tatapanku, Mama menunjuk kertas sobekan buku yang tergeletak di kasurku. “Cerpen ini.”“Kamu bisa menabung lalu sisanya tambahan uang dari Mama Papa untuk membeli ponselmu. Mama tau bahwa kamu gadis yang peka. Kamu tak pernah meminta ini-itu pada Mama ataupun Papa.”Aku tersenyum pada Mama, melahap makan soreku -mungkin petang- dengan penuh rasa bahagia. Meminum teh apel yang dibawa Mama. “Aku bisa mulai hidup mandiri dari menulis.”Ini kisahku. Bukan akhir melainkan awal untuk langkahku selanjutnya. Semoga tak mengecewakan Mama jika hasil tulisanku kukirim ke blog. Juga tidak mengecewakan kamu, iya kamu!Untuk kamu, jadilah manusia yang peka terhadap sekitar. Jangan jadi egois serta terlalu menuntut. Jangan pernah kecewakan orangtuamu, terutama Mama. Sebab doa Mama adalah doa yang selalu didengar oleh Sang Maha Kuasa. Sampai sini dulu ya, seutas kisahku. Sampai jumpa di lain waktu.Cerpen Karangan: Da Azure Biasa dipanggil Da. Dapat ditemui di Wattpad: Daa_zure Btw, terimakasih buat cerpenmu yang ngebolehin ganti nama pena (/^-^(^ ^*)/ Saya memang plin-plan ;(Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 2 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Sang Penunggu Pohon
Teen
25 Nov 2025

Sang Penunggu Pohon

Pada sore hari tepatnya pukul 16.27 aku dan rizky temanku berjalan pulang menuju rumah masing-masing sehabis main di kampung sebelah. Tak sengaja aku melewati sebuah pohon mangga yang terkenal angker di kampung ini. Tapi aku tak percaya, aku mengira itu hanya sebuah mitos. Saat aku melewati tepat di samping pohon itu, aku merasa merinding seperti ada hal yang aneh berada di sini.Tepat di pertigaan, Rizky pulang duluan karena rumahnya dekat di pertigaan ini. Sedangkan rumahku masih jauh sekitar 10 meter lagi. Kali ini aku hanya berjalan sendirian, dan aku kesal kenapa di saat seperti ini tubuhku meminta membuang air kecil. Kalau aku berlari pasti sudah keluar kemana-mana, dan aku memutuskan untuk menahannya, tetapi semakin kutahan semakin tidak tertahan. Terpaksa aku mengeluarkan cairan ini di pohon mangga itu. Bodohnya aku, kenapa aku membuangnya disini, padahal masih banyak tempat yang cocok, tapi ya sudah terlanjur.Tiba-tiba aku merasa ada yang melihat aku dari atas pohon, gemetar kakiku dan tanganku. Saat sudah selesai mengeluarkan cairan ini, aku langsung bergegas pergi dari pohon itu.Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku ini yang sangat lelah di kasur yang lembut, aku memejamkan mata sebentar berharap lelahku ini hilang.Tiba-tiba aku terbangun dan terkejut melihat jam yang sudah mengarahkan pukul 18.18, suara adzan pun sudah terdengar berkumandang di berbagai penjuru. Saat ingin berdiri, telingaku tiba tiba mendengar suara tangisan di balik pintu kamarku, semakin fokus didengar semakin jelas suara tangisan itu. Detak jantungku berdetak sangat cepat, tubuhku merinding, kakiku gemetar, bulu kudukku juga mulai berdiri. Aku beranikan diriku ini untuk memastikan ada siapa di balik pintu kamar itu. Aku berdiri dan melangkah, mendekati pintu itu. Semakin jelas dan terasa, benar benar tidak beres. Aku tarik engsel pintu kamarku dan…“Huuuh, hanya halusinasiku saja”Aku melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada seorang pun ada di sini. Langsung aku mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi, saat aku melewati ruang makan aku merasa ada bayangan hitam berlari di sampingku, kali ini aku tidak perduli, mungkin itu hanya halusinasi aku saja. Kali ini rasa takutku melebih saat aku melihat sosok hitam sedang berdiri di sudut dapur. Aku sangat kaget dan hampir pingsan, tapi aku tahan dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi ini, aku merasa lega dan aku langsung membersihkan diriku ini.Setelah semua sudah siap, aku melangkah keluar, dan melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada seorang pun berada disini, aku mengambil sebuah alat penggorengan di dapur untuk berjaga jaga jika ada orang yang iseng menakut-nakutiku. Saat aku berada kembali di ruang makan, aku merasa ada yang mengikuti dari belakang, aku ga peduli. Aku melangkah ke arah kamar, semakin aku melangkah maju semakin terasa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku beranikan diri untuk membalikkan badanku untuk memastikan, dan…Lagi lagi ini hanya halusinasi, aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamar. Di dalam kamar aku merasa lega, aku pun langsung memakai baju dan bersiap untuk beribadah. Aku tak mungkin sholat di masjid, mungkin jamaah udah pada pulang, lebih baik aku sholat di rumah saja.Saat tanganku mengangkat, tiba tiba seperti ada yang berbisik di telingaku, sehingga yang membuatku tidak fokus. Aku harus bagaimana lagi, tidak ada orang di sini yang bisa menolongku. Yang aku harapkan hanya kedatangan ayah dan ibu yang melindungi diriku. Tapi itu tidak mungkin, karena ayah dan ibu baru saja pergi tadi pagi. Tapi sudahlah, aku ini laki-laki dan aku harus berani. Aku pun memberanikan diri dan langsung fokus untuk menunaikan ibadah.Alhamdulillah aku sudah selesai dan aku berdoa meminta pertolongan kepada Allah agar aku dilindungi setiap langkahku. Aku melihat ke arah jam yang sudah mengarahkan pukul 18.36, aku merasa takut disini. Mungkin aku tidak akan keluar dari kamar ini, tetapi tiba tiba ada ketukan pintu di luar, mungkin itu ayah dan ibuku. Langsung ku membuka pintu dan…Tidak ada seorang pun di sini, aku berfikir mumpung aku berada di halaman, mungkin aku pergi saja keluar dan pergi ke tempat ramai. Aku pun langsung ke luar dan ke rumah teman agar bisa menenangkan diriku ini.Sesampainya di rumah teman, aku melihat rumah temanku ini sangat sepi dan gelap. Aku memanggilnya tetapi tidak ada yang menyaut, tiba tiba ada seorang pak satpam yang mendekat yang bilang bahwa pemilik rumah ini sedang keluar kota. “Aneeh perasaan tadi sore Rizky baru saja main bersamaku”. Tapi sudahlah, aku ke tempat yang ramai saja, saat aku sedang berjalan tidak sengaja aku melewati pohon mangga itu lagi, gemetar kakiku sampai mengeluarkan air kecil yang membasahi celanaku. Saat aku ingin berbalik badan tiba-tiba…“Aaaaaaaaaaaa” Aku pun langsung kabur dari tempat itu dan menemukan Rizky di persimpangan jalan.“Kamu kenapa?” “Eee aku abis aja melihat sosok perempuan yang berambut panjang, matanya besar dan merah, mempunyai taring yang begitu tajam serta mukanya yang begitu hancur”. “Tolong aku riz” “Ee-maaf aku bukan nya tidak mau menolong tapi aku harus pergi ke rumah Edi” “Aku boleh ikut ga?” “Ya enggak lah ini urusan pribadi aku” “Hmm yaudah deh” Saut aku.Aku pun bergegas pergi ke rumah, saat aku ingin membuka pintu… “Aaaaaaaa” sosok itu pun muncul kembali, aku pun masuk kamar dan menguncinya, aku degdegan, nafas yang begitu terengah-engah.Lalu saat aku membaringkan tubuh ini dan mengejamkan mata yang begitu lelah. Tiba-tiba..“Hei bangun, maghrib maghrib kok tidur” “Aaaaaaaaaa”. Aku pun terbangun, ternyata ini cuma sebuah mimpi, lega sekali aku. Melihat ibu yang membangun kanku, aku terkejut.. “Kok mama sudah pulang, cepat sekali” “Iya tadi ayahmu tidak jadi ke luar kota karena ada urusan mendadak di kantornya, jadi mama pulang deh” “Ohh begitu” “Yaudah cepat sana mandi, maghrib maghrib kok tidur” “Baik mah”Saat aku mengambil handuk di sangkutan…“Aaaaaaaaaaa” Sosok itu lagi muncul sedang menatap wajahku dan berkata.. “Bersihkan kotoranmu di rumahku cepat”Tiba tiba aku pun pingsan, ayah dan ibuku panik dan segera menolangku.Tamat

Gelang Menghilang
Teen
25 Nov 2025

Gelang Menghilang

Siang beranjak sebentar lagi senja. Kedua pemuda tengah duduk saling berhadapan di warung emak Miul. Warung ini tempat favorit Gempi dan Jaka. Setiap mereka mengadakan rapat paripurna untuk berkumpul, merapatkan barisan. Pasti ada hal penting yang akan dibahas. Pemuda yang bernama Gempi gemar mengoleksi benda-benda mistis. Bukan cuma itu, dia percaya kalau benda mistis bisa membawa kehidupan yang lebih berarti, terutama. Saat cintanya ditolak oleh perempuan yang dia sematkan di dada kirinya.“Heran! Gue enggak habis pikir sama Pi’i” Jaka membuka percakapan. “kenapa lagi sih?!” Gempi menimpali dengan raut wajah datar. “elo tahu enggak?” Jaka memasang wajah serius. “ya enggak lah, secara elo aja belum cerita.” Gempi masih digempur dengan rasa penasaran sembari meneguk teh manis.“Pi’i … Punya benda ajaib.” Mendengar kalimat itu Gempi tersedak. “APAAA?!!! BENDA AJAIB?!” Tegas Gempi. “iya, lebih tepatnya gelang ajaib.” “Siapapun orang yang memakai gelang itu, dia bisa menghilang.” Jaka menegaskan seluk beluk gelang menghilang. “Wah, boleh dong gue pinjam. Buat ngintipin Najmi kalau lagi mandi. HEHE” “Cabul pikiran lo. Gimana bisa keinginan elo terkabul.” “Enggak, enggak. Gue bercanda, dia dapat gelangnya darimana?!” “katanya dari dukun, tapi gue gak tahu juga benar atau enggak.” “Dukun! Dukun apa?” Gempi kepingin tahu lebih dalam tentang gelang menghilang, namun Jaka menjawabnya dengan sikap nyeleneh. “DUKUN BERANAK!!!” “HAHAHA. Mangknya kalau punya darah tinggi jangan makan danging kambing.” “Jangan salahin kambingnya, elo yang bikin gue kesel melulu. Udah jelas, gue bilang kurang tahu.” “Daripada marah-marah mending telepon Pi’i” “gue udah telepon. Kita tunggu aja, dia lagi one the way.”Di menit berikutnya. Tiba-tiba mereka tercengang bukan main bahkan didalam posisi duduk. Mereka nyaris kejengkang. Kedua pemuda dikagetkan dengan kedatangan sebentuk sosok Pi’i sudah terduduk di samping Gempi. Mereka menganga, dan semakin yakin kalau-kalau Pi’i punya kekuatan mutan dari gelang yang melingkari lengannya.“eee … Elo kok bisa ada disamping gue?!” Sergah Gempi suaranya terbata-bata. “Gelang yang gue pakai menunjukkan kuasanya.” jawab Pi’i dengan santai sembari meletakkan gelangnya di atas meja.“Boleh gue pinjem gelang lo? Sebagai gantinya elo minta apapun gue kasih.” “Gimana ya?!” Pi’i melempar tatapannya ke arah Jaka, kemudian Jaka mengangguk pelan. “Please, gue mohon sama lo.” Gempi merengek seperti bocah meminta dibelikan balon tiup. “Oke, sebagai gantinya. Gue minta semua barang yang elo anggap jimat.” “Gue setuju.” seraya Gempi mengeluarkan jimat yang berada di ransel mini. Di atas meja kayu persegi empat mereka saling bertukaran azimat. Gempi merelakan kedua benda mistis ditukar dengan gelang menghilang.“elo ikhlas enggak kalau benda ini gue bakar?!” “Gue ikhlas, benda itu udah jadi milik lo sekarang.” Kata Gempi, seraya memilin-milin temali benda ajiab itu. “Deal.” Pi’i berdiri terpancang kemudian mengayunkan kakinya 2 langkah. Di pelataran tanah merah, Pi’i membakar azimat hingga menjadi partikel debu.Pi’i melempar pandang ke arah Gempi. Tatapan Pi’i mengurung gelagat Gempi tengah memakai gelang ajaib dan, kemudian Gempi pun menghilang.Keesokan harinya. Bertepatan malam jumat keliwon, ia ingin membuktikan sesuatu Keajaiban temali gelang yang sudah melingkar di lenggannya. Gempi jalan melenggang menuju ke suatu tempat, entah apa yang ingin ia buktikan dengan gelang menghilang itu.10 menit berlalu. Ternyata tujuan Gempi. Tak lain tentang seorang perempuan pujaannya.Sesampainya Gempi di depan gerbang kediaman rumah Najmi. Hati Gempi seperti ditancap ribuan anak panah. Sebab, perempuan berwajah cantik dan kulit putih berseri. Kerap menolak perasaan Gempi. Hingga 15 kali berturut-turut bahkan ilmu pelet pun tak mampu memutar balikan hati Najmi.Gempi membulatkan tekatnya untuk menerobos masuk ke dalam kamar Najmi, dia hanya ingin mengucapkan selamat malam pada saat Najmi terlelap, Dan ehm! mengecup keningnya. Itupun sudah terasa cukup baginya.Terlihat Gempi tengah merapal sebuah mantra. Entah mantra apa yang membuat ia bisa percaya diri. Setelah doanya terpanjat ia membasuh mukanya dengan telapak tangan.Gempi memulai aksinya, terutama ia memanjat pagar rumah yang tingginya hanya satu menter. Itu tidak membuat dia gentar sama sekali. Taap … Suara kaki Gempi menjejak ubin bebatu. Dia berhasil melewati gerbang. Gempi memulai lagi aksinya berjalan mendekati pintu rumah. Tiba-tiba bola mata Gempi membulat kencang melihat pintu rumah Najmi terbuka lebar. Seperti ada sesuatu yang tidak beres. Gempi semakin penasaran!Tanpa pikir panjang dia mengayunkan kakinya lebih gesit!. Tidak masalah jika di ruang utama ada keluarga besar Najmi, Gelang menghilang menunjukkan kuasanya. Membuat dirinya tidak terlihat oleh dua bola indra penglihatan.Di detik berikutnya kaki Gempi tertancap di depan pintu, Ia terbelalak. Hatinya kalut-marut, lututnya terasa lemas. Gempi nyaris pipis di celana. Di ruang utama. Dia melihat dua orang perampok tengah menggeratak barang-barang yang ada di situ. Tanpa komando, tanpa aba-aba Gempi berteriak sekuat tenaga.“MALINGGGGGG!!! MALINGGGG!!” teriakan Gempi memecahkan kesunyian. Kedua perampok itu tersentak kaget. Teriakan Gempi pun mengundang empunya rumah. Para perampok lari tunggang langgang, namun saat dihadapan Gempi. Mata perampok itu memerah darah seperti menyimpan segunung murka, lalu salah satu dari perampok itu mengayunkan sebilah pisau dan … tertancap tepat di bagian perut Gempi. “AAAKKKKK!” Gempi meringis seraya tubuhnya jatuh di lantai … Dan Najmi yang melihat tragedi memilukan itu hanya bisa menjerit histeris. “GEMPIIIIIIIIII” suaranya mendengung di dalam kepala Gempi yang hampir tak sadarkan diri.Tiga hari setelah tragedi memilukan. Alhamdulillah nyawa Gempi tertolong. Dia mendapatkan perawan. Baca: perawatan. Intensif di RSUD yang berada di tengah-tengah kota. Sekarang jendela hati Gempi sudah terbuka. Dia merasakan cahaya masuk kedalam batinnya. Bahwasanya percaya dengan benda mistis menyeretnya pada tragedi kelam bahkan mengorbankan nyawanya sendiri.“DITUSUK SAKIT TAU. GUE KAPOK!!” kata Gempi.Di sisi lain. Tindakan terpujinya bak seorang pahlawan menggagalkan sekelompok perampok mampu meluluhkan hati Najmi. Hingga perempuan yang sudah menolak perasaan Gempi, kini ia miliki seutuhnya.Closing Story…Pada saat Gempi dan Jaka di warung Emak Miul. Pi’i sembunyi di kolong meja. Itu adalah rencana Jaka dan Pi’i. Agar Gempi membuka matanya lebar-lebar. Jika percaya dengan barang mistik. Musyrik!

Pendakian Gunung Lawu
Teen
25 Nov 2025

Pendakian Gunung Lawu

Farel adalah seorang mahasiswa ITB yang mengambil jurusan teknik mesin. Suatu hari pada saat libur kuliah, Farel merencanakan untuk pergi mendaki ke gunung Lawu. Pada saat itu Farel masih berada di kosnya yang berada di Bandung sedangkan Gunung Lawu berada di Jawa Tengah. Pada saat itu Farel pulang terlebih dahulu ke kampung tempat tinggal kedua orangtuanya yang berada di Solo untuk bertemu mereka karena Farel sudah lama tidak bertemu langsung dengan kedua orangtuanya.Farel pun membeli tiket kereta untuk pulang ke Solo. Farel berangkat ke stasiun dan naik ke kereta, pada saat di kereta Farel telepon Dimas yang berada di Solo mengajak Dimas untuk mendaki. Dimas adalah seorang pendaki gunung yang handal sedangkan Farel adalah pendaki pemula dan ini adalah pendakian pertamanya.Farel pun sampai di Solo, perjalanan Farel dari Bandung ke Solo kira kira 8 jam. Farel menggambil hp dari celananya untuk menelepon Dimas agar segera dijemput.“Aku sudah sampai di Solo nih jemput aku di stasiun dong!” kata Farel. “Oke, aku jemput sekarang.” kata Dimas. “Aku tunggu didepan stasiun ya.” kata Farel.Dimas pun berangkat menjemput Farel dengan menggunakan mobil. Sekitar 45 menitan Dimas pun sampai di stasiun. Mereka pun bertemu di depan stasiun dan langsung kembali ke kampung Farel. Saat di perjalanan mereka berdua ngobrol tentang pendakian ke gunung lawu.“Tentang mendaki ke gunung Lawu kamu jadi ke sana.” kata Dimas. “jadi lah.” kata Farel. “Tapi kamu emangnya kuat sampai ke puncak, kamu kan baru pertama mendaki.” kata Dimas yang tidak yakin kalau Farel kuat untuk mendaki sampai ke puncak gunung Lawu. “Tenang pasti kuat kok.” kata Farel dengan sangat yakin kalau dia pasti bisa mendaki sampai ke puncak gunung Lawu.”Farel dan Dimas pun sampai di kampung kira kira 1,3 jam karena di perjalanannya macet. Farel pun sampai di rumah orangtuannya.“Assalamualaikum.” kata Farel dengan sangat bahagia karena sudah lama tidak bertemu ke dua orangtuannya. Kedua orangtua Farel kaget karena Farel pulang tanpa mengabari mereka berdua. “Loh kapan moleh kok gak dikabari se nak.” kata ibu Farel.” “Iyo kok gak ngabari se, sopo seng jemput.” kata bapak Farel. “Iku pak dimas teman waktu SMA dulu” kata Farel. “Yowes ndang istirahat sana!” suruh ibu karena ibu tau kalau Farel capek. “Buk aku besok mau ndaki ke gunung lawu ya.” kata Farel. “Iya-iya wes itirahat sana.” kata ibuk.Farel pun menuju kamar untuk beristirahat dan langsung tidur. sekitar jam 4 sore farel bangun dan menuju ke rumah Dimas untuk menanyakan pendakian besok.“Dim gimana pendakiannya apa aja alatnya yang dibutuhkan.” kata farel. “Tenang habis magrib kita ke basecamp temen temen gua yang sudah pengalaman mendaki termasuk gua.” kata Dimas. “Disana sudah ada alat alat untuk mendaki.” kata dimas.Habis magrib pun Farel dan Dimas ke bascam dan menginap di sana untuk membicarakan pendakiannya dan menyiapkan alat-alatnya. Mereka berdua sampai di basecamp disana, sudah ada alat alat untuk pendakiannya besok dan sudah disiapkan oleh teman temannya Dimas. Mereka berdua pun istirahat sambil minum teh hangat.“Jangan tidur malam-malam ya Rel!” kata Dimas. “Oke.” jawab Farel. “Soalnya kita harus berangkat pagi besok.” kata Dimas. “Habis minum teh langsug tidur aku kok.” jawab Farel.”Keesokkan harinnya Farel dan Dimas berangkat sekitar jam 7 pagi. Mereka berdua sampai di gunung lawu sekitar jam 10.00. “Target diatas itu kita akan ngcamp di pos 5 sekitar jam 17.00.” kata Dimas. “Ini sudah kedua kalinya aku mendaki ke gunung lawu.” kata Dimas. “Kamu sampai ke puncak Dim?” tanya Farel. “Aku tidak sampai puncak karena aku cidera dan kali ini pasti bisa sampai ke puncak.” jawab Dimas.Mereka berdua sampai di pos 1 sekitar jam 12. 00 dan sampai di pos 2 sekitar jam 12.30. Mereka berdua berjalan dimuali jam 10.30 Mereka berdua membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di pos 2 harusnya bissa lebih cepat jika Farel dan Dimas beristirahat lama banget. Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke pos 3. Tapi sudah 1 jam mereka berdua berjalan tapi tidak menemukan keberadaan pos 3.“Apakah mungkin pos 3 itu hanya mitos?” tanya Farel. “Nggak mungkin, tidak ada kata mitos di sini.” jawab Dimas supaya Farel tidak panik dalam perjalanan.Dan akhirnya pos 3 mulai terlihat sekitar 1 jam 30 menit baru sampai di pos 3. Farel dan Dimas sampai di pos 3 dan bertemu dengan kelompok pendaki lain. Di pos 3 ini ada sumber air bersih, yang langsung bisa diminum dan bisa untuk memasak. Dimas pun mengambil air dengan botol untuk persediaan air saat perjalanan ke puncak. Mereka berdua membuat kopi untuk menghangatkan badan mereka dan membuat mi instan untuk meraka berdua makan. Lumayan udah kerasa dingin tapi karena mereka sudah makan mi instan badan Farel dan Dimas pun terasa lebih hangat.Farel dan Dimas melanjutkan perjalanan mereka menuju pos 4. Sekitar jam 17. 00 mereka sampai di pos 4 target sampai pos lima jam 17. 00 pun gagal karena terlalu lama istirahat di pos 3. Di pos 3 mereka berdua meminum kopi dengan menikmati udara yang sejuk dan merokok terlebih dahulu sebelum ke pos 4 mungkin itu yang menyebabkan Farel dan Dimas sampai di pos 4 jam 17.00.Dimas memutuskan untuk ngecamp di pos 4. Tapi Farel Merasakan hal yang aneh di pos 4 ini. “Dim jangan ngecamp di sinil!” ucap Farel dengan ketakutan. “Emang kena Rel?” tanya Dimas. “Aku merasakan ada hal aneh di pos 4.” jawab Farel. “Tapi jika kita melanjutkan ke pos 5, sekitar jam 6 kita baru sampai di sana.” kata Dimas. “Gak papa yang penting jangan di sini.” Jawab Farel. Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan ke pos 5.Di tengah perjalanan Farel mulai capek dan takut. “Dim aku capek nih berhenti sebentar dong!” ucap Farel. Mereka pun berhenti sebentar untuk beristirahat dan minum air. Sepertinya Farel sudah gak kuat untuk melanjutkan. Tapi karena Farel tidak mau mengecewakan Dimas, Farel melanjutkan perjalanan dengan penuh semangat lagi.Kurang lebih 1 jam mereka berdua sampai di pos 5. Mereka berdua pun memesang tenda untuk mereka tidur. Farel dan Dimas memasak mi instan lagi karena itulah makanan paling praktis yang bisa dibawa untuk mendaki. Sesudah makan mereka langsung tidur karena besok harus melanjutkan perjalanan.Pagi pun tiba dan mereka bertemu dengan kelompok pendaki lainnya di pos. Sebelum mereka berangkat ke puncak mereka sarapan terlebih dahulu. Sesudah sarapan Farel dan Dimas beserta kelompok pendaki lain melanjutkan perjalanan dengan tidak membawa tas, karena jika membawa tas kemungkinan tas itu akan sangat berat karena perjalanannya lebih menukik, Mereka hanya membawa air minum dan memakai jaket, serta tidak lupa membawa jas hujan karena biasanya di gunung yang tadinya cerah tiba tiba hujan.1 jam perjalanan, mereka berjalan di tengah safana yang terbakar oleh api. Pada saat itu pula puncak gunung lawu mulai terlihat. sekitar 45 menit mereka berdua melewati safana yang sudah terbakar itu dan kurang lebih 1 jam mereka sampai di warung mbok yem. warung mbok yem sangat unik karena bangunannya tersusun dari botol bekas para pendaki. mereka pun membeli air minum karena air minum yang dibawa tadi sudah habis.Mereka beristirahat di warung mbok yem sekitar 1 jam. Sesudah itu mereka melanjutkan ke puncak gunung lawu. sekitar 1 jam mereka sampai di puncak dan tiba-tiba hujan datang untungnya mereka membawa jas hujan.“Akhirnya Dim kita sampai di puncak.” ucap Farel dengan sangat bahagia. “Iya akhirnya aku bisa menaklukkan puncak gunung lawu.” jawab Dimas.Mereka pun menikmati pemandangan dari puncak gunung lawu yang sangat indah dengan sangat bahagia.

A Moment
Teen
25 Nov 2025

A Moment

Suatu hari aku mau berangkat sekolah dan menunggu bus sekolah menjemput untuk berangkat sekolah. Tetapi sudah jam 06:45 bus sekolah belum menjemput disitu aku bersama laki laki yang aku tidak kenal, setelah jam 06:48 syukurlah bus sekolah sudah menjemput dan aku langsung bergegas menaiki bus itu. Dan tiba-tiba aku merasa haus dan aku mengambil air dari tas.byurr… “Aduh tumpah lagi” air minumku tumpah ke seragam laki-laki disaat busnya mengerem mendadak. “Aduh maaf ya gak sengaja,” kata Ratu. “Emm ya,” jawabnya dengan dingin. “Ehh ini pake sapu tangan aku aja untuk mengeringkan seragammu,” kata Ratu. “Emm ga usah,” kata laki-laki itu dengan cuek. “Ehh tapi itu basah banget seragammu,” kata Ratu. “Yaudah deh mana,” kata laki-laki itu.Tak terasa bus sudah tiba didepan sekolah dan disitu turun hujan sangat lebat. Dan saat aku membuka tas untuk mengambil payung, ternyata payungku tertinggal di rumah.“Aduh gimana ini mana jam masuk sekolah mau bunyi, bisa-bisa aku dihukum kepala sekolah. Tuhan tolonglah aku kirimkan satu malaikat untuk menolongku,” kata Ratu. “Ayo sama aku aja deh,” kata si laki-laki itu. “Emangnya gapapa,” kata Ratu. “Udah gapapa ayoo nanti keburu telat masuk kelas,” kata laki-laki itu.Akhirnya mereka tiba di depan kelas, dan masih ada waktu 30 menit untuk pelajaran dimulai. “Oiya kenalin nama aku Ratu dari ips 1,” kata Ratu. “Emm iya kenalin juga namaku Levin dari ips 3,” kata laki-laki itu. “Ouh okee,” kata Ratu.“Eeh oiya aku belum berterima kasih sama kamu, makasih ya Levin,” lanjut Ratu. “Oke sama-sama,” kata Levin. “Iya bagaimana kalau kamu ikut aku ke wali kelas untuk mengumpulkan tugas,” kata Ratu. “Oke lah ayoo deh,” kata Levin sambil menggegam tangan Ratu. “Tapi harus gandengan kayak gini?” tanya Ratu. “Iyaa dong,” jawab Levin dengan senyumnya.Bell masuk telah berbunyi dan aku sama Levin segera bergegas masuk kelas. “Eeh bell masuk udah bunyi tuh,” kata Ratu. “Ha iya yaudah aku anterin kekelas kamu dulu ya Ratu,” kata Levin sambil menatap Ratu. “Eeh ga usah nanti kamu telat masuk kelas gimana?” kata Ratu. “Gapapa Ratu udah gih ayo aku anterin,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Yaudah deh ayoo,” kata Ratu.Aku dan Levin sudah sampai di depan kelasku dan aku segera bergegas masuk kelas. “Ha udah sampai,” kata Ratu. “Yaudah cepet masuk kelas,” kata Levin. “Yaudah deh kamu cepet kembali ke kelas kamu,” kata Ratu. “Iyaa deh ratu semangat yee,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Oke kamu juga ya dada,” kata Ratu. “Okey,” kata Levin.Jam pelajaran berakhir dan istirahat pun dimulai tiba-tiba pada saat aku keluar kelas. Levin sudah menungguku didepan kelas dan mengajakku makan di kantin. “Eeh kamu ngapain disini,” kata Ratu sambil terkejut. “Ya nungguin kamu lah,” kata Levin sambil ketawa. “Emang mau kemana Vin?” kata Ratu. “Ya ngajakin kamu makan sama aku di kantin emang ga boleh?” kata Levin. “Ya boleh lah yaudah ayokk,” kata Ratu sambil tersenyum ke Levin.“Eeh iya kamu mau makan apa Ratu?” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Eem mau makan kentang goreng sama jus buah naga aja deh soalnya masih kenyang,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Oke lah aku pesenin,” kata Levin sambil senyum. “Okee aku tungguin ya ditempat duduk itu,” kata Ratu sambil ketawa.“Nih makanannya tuan putri,” kata Levin sambil ketawa ke Ratu. “Eehh apaan sih udah makasih ya Levin yang baik hahaha…,” kata Ratu sambil ketawa ke Levin. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu.“Eeh iya tadi kamu nungguin aku lama banget ya sorry ya Levin soalnya aku tadi sama ngumpuli tugasku,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Eeh ngapain minta maaf udah santai aja gapapa Ratu,” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Okee lah makasih ya Levin,” kata Ratu. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin.Jam istirahat telah berakhir aku dan Levin segera bergegas ke kelas masing-masing. Dan jam pelajaran berikutnya dimulai sehingga pelajaran berakhir. Saat aku keluar kelas tiba-tiba sudah menunggu didepan kelas.“Eh Levin, ngapain di sini?” tanya Ratu. “Ya nungguin kamu lah soalnya mau pulang bareng,” jawab Levin. “Yaudah ayo pulang,” kata Ratu.Mereka berjalan menuju ke parkiran bus sekolah sambil berbincang-bincang. “Gimana tadi pelajaranya, susah atau enggak?” tanya Levin. “Enggak susah sama sekali,” jawab Ratu. “Ohh gitu yaa, aku tadi agak susah pelajaran matematika bingung,” kata Levin. “Wah, ditambah lagi ya semangat belajarnya,” kata Ratu. “Asiap hahaha…,” kata Levin. “Yaudah ayo masuk bus, itu busnya udah nunggu,” kata Ratu. “Iya ayo,” kata Levin.Saat mereka sudah masuk bus. “Ayo sini duduk sama aku aja,” kata Levin. “Emang gapapa?” tanya Ratu. “Ya gapapa lah,” jawab Levin sambil senyum ke Ratu. “Yaudah deh hehehe…,” kata Ratu. “Nanti ikut aku ya Ratu,” kata Levin. “Kemana Vin?” tanya Ratu. “Ya ngajakin kamu jalan-jalan lah, soalnya besok kan libur,” jawab Levin. “Boleh, emang mau jemput jam berapa?” tanya Ratu. “Sekitar jam 7 an lah aku jemput, jam segitu kamu senggang atau enggak,” jawab Levin. “Iya aku jam segitu senggang kok,” kata Ratu. “Yaudah deh nanti aku jemput ya,” kata Levin.Akhirnya bus sekolah sudah sampai ditujuannya. Ratu dan Levin turun dari bus sekolah. “Yaudah aku pulang dulu ya,” kata Ratu. “Iya aku juga pulang dulu ya,” kata Levin. “Oke kamu hati-hati ya,” kata Ratu “Siap nanti aku jemput kamu ya, hati-hati di jalan juga yaa,” kata Levin sambil mengelus kepala Ratu. “Oke daa…,” kata Ratu sambil melambaikan tangannya. “Daa…,” balas Levin.Mereka pun berjalan menuju rumah masing-masing dan mereka pun sudah sampai di rumah. Setelah sampai rumah Ratu langsung bergegas menuju kamar untuk mandi. Setelah beres mandi Ratu menuju kasur untuk beristirahat, Ratu meraih handphonenya untuk melihat pesan-pesan yang masuk.Tiba-tiba ada sebuah pesan dari Levin. “Halo Ratu sudah sampai rumah?” pesan Levin. “Iya udah sampai rumah nih,” balas Ratu. “Kamu lagi apa?” pesan Levin. “Lagi tiduran Vin, kalau kamu lagi apa Vin?” tanya Ratu. “Oh, aku lagi nyantai,” balas Levin. “Ohh iya kamu udah makan?” tanya Levin. “Belum, habis ini mau makan,” balas Ratu. “Oh okee habis ini aku juga mau makan,” pesan Levin. “Yaudah aku mau makan dulu terus mau tidur siang dulu,” jawab Ratu. “Okee siap,” kata Levin.Ratu pun sudah tertidur. Dan sore hari pun datang Ratu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Jam 7 telah tiba Ratu menunggu Levin dipintu gerbang rumahnya. Levin akhirnya datang dan mereka berangkat jalan-jalan. Mereka berhenti di sebuah café untuk makan.“Kamu mau pesan apa?” tanya Levin. “Mau makan steak sama minum jus buah naga aja,” jawab Ratu. “Okee bentar ya aku pesanin dulu,” kata Levin. “Iya aku tunggu disini ya Vin,” kata Ratu. “Okee deh,” kata Levin.Setelah menunggu beberapa menit makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Dan mereka mulai memakan makanannya. “Makannya sudah selesai?” kata Levin. “Iya sudah,” kata Ratu “Yaudah ayo lanjut ke tempat lainnya,” kata Levin. “Iyaa ayo,” kata Ratu. Mereka pun keluar dari café dan menuju ke sebuah taman di tengah kota.Dan mereka akhirnya sampai. “Duduk sini Ratu,” kata Levin. “Iyaa, udaranya sejuk banget ya kalau malam,” kata Ratu.“Oh ya sebenarnya aku mau ngomong sesuatu ke kamu,” kata Levin. “Ngomong apa Vin?” tanya Ratu. “Sebenernya tu aku suka sama kamu Ratu,” jawab Levin. “Terus?” kata Ratu. “Mau gak kamu jadi pacarku?” Tanya Levin dengan serius. “Yaudah deh hehehe…,” jawab Ratu sambil malu-malu. “Jadi kamu beneran mau sama aku? Apa Cuma omong kosong?” tanya Levin. “Iyaa mau beneran,” jawab Ratu. Akhirnya mereka berdua bisa bersama dengan bahagia.Tidak perlu mencari seseorang yang sempurna cukup temukan dia yang bisa membuatmu bahagia ~Ratu.

Penjara Suci
Teen
25 Nov 2025

Penjara Suci

Pada pagi hari ayam jantan sudah mulai berkokok, terdengar suara adzan subuh berkumandang. Ibu menghampiri kamarku untuk membangunkanku sholat subuh.“Aliza bangun, ayo sholat subuh dulu!” kata Ibu sambil mengetuk pintu kamarku. Karena tidak ada respon dari dalam, akhirnya ibu memutuskan untuk masuk ke kamarku.“Aliza ayo bangun, sholat dulu nanti keburu habis subuhnya.” kata Ibu lagi masih dengan suara rendah. “Eumm. Ibu bentar, Aliza masih ngantuk!” jawabku masih dengan mata tertutup. “Ayo sholat dulu, nanti tidur lagi gapapa.” “Iya bu, 5 menit lagi.”Karena aku tak kunjung bangun dan banyak alasan, hal itu membuat ibu marah. “Aliza, dengar apa kata ibu tadi?” kata Ibu dengan meninggikan suaranya. Aku kaget mendengar ibu membentakku dan aku langsung bangun dari tidurku. “Iya bu dengar.” jawabku sambil menunduk.“Jadi sekarang kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?” tanya Ibu. “Sholat!” jawabku dengan suara rendah masih dengan menunduk.Jam 6 pagi sebelum berangkat sekolah aku makan bersama dulu dengan Ayah dan Ibuku. Aku adalah anak tunggal. Aku juga bukan dari keluarga yang kaya. Di dalam rumah yang sederhana ini hanya dihuni oleh tiga orang saja, Aku, Ibu, dan juga Ayah. Aku adalah anak yang sangat bandel dan nakal, tak sering mereka memarahiku karena aku membuat masalah.Suatu hari setelah pulang sekolah aku langsung pergi main bersama temanku tanpa pulang ke rumah dulu dan memberitahu orangtuaku. Diluar aku melihat balapan motor bersama mereka. Setelah itu temanku mengajakku ke suatu tempat, tetapi aku tidak mengetahui tempat apakah itu.“Guys, kita disini ngapain?” tanyaku pada mereka. “Kita disini akan bersenang-senang, kita akan minum-minum disini Lis.” jawab Dini, salah satu dari temanku. “Iya Lis, nikmati aja waktu muda kita. Jarang-jarangkan kita bisa berkumpul seperti ini.” tambah Syifa dengan sangat antusias.Entah kenapa akhirnya aku menuruti ajakan mereka yang sangat bodoh ini. Kita semua sangat menikmati ini semua. Sampe malam pun menjelang dan aku telah melupakan kewajibanku sebagai seorang muslim, yaitu sholat. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, semua telah pulang ke rumahnya masing-masing. Sungguh, kepalaku sangat pusing karena kebanyakan minum tadi.Sesampainya di depan pintu rumah aku langsung membuka pintu, terlihat Ayah dan Ibu yang sedang menungguku pulang dengan raut wajah penuh dengan kemarahan. “Dari mana saja kamu?” tanya Ayah padaku.Karena aku tak kunjung menjawab pertanyaan dari Ayah, terlihat Ayah semakin marah padaku. “Dari mana kamu?” Ayah mengulangi pertanyaannya dengan penuh tekanan dan membuat aku semakin takut. “Ma-main Yah.” jawabku ketakutan. “Main? Dari pulang sekolah sampai malam seperti ini? Aliza, anak perempuan tidak seharusnya pulang malam seperti ini. Dan ya, kenapa sepulang sekolah tidak langsung pulang? Lupa jalan rumah? Apa udah lupa sama Ibu dan Ayah? Dan kenapa tidak kabarin Ibu atau Ayah dulu kalau mau pergi main? Kamu tahu, Ayah sama Ibu cemas nyariin kamu dari tadi. Ayah juga udah telepon kamu, tapi tidak ada respon sama sekali dari kamu. Sekarang Ayah tanya dan kamu jawab jujur, tadi di luar kamu ngapain aja?” tanya Ayah penuh dengan emosi.“A-aliza, Aliza mi-minum Yah.” “Maksud kamu minum-minuman keras?” “I-iya.” “Astaghfirullah Aliza, sejak kapan Ayah mendidik kamu untuk melakukan hal keji seperti ini? Ayah tidak pernah mendidik kamu seperti ini Aliza. Kamu tahu kan kalau minum-minuman keras itu perbuatan yang dilarang oleh agama? Dan kenapa sekarang kamu lakuin? Apakah kasih sayang dari Ibu dan Ayah untuk kamu itu kurang? Ayah tahu kamu itu anaknya bandel, tapi tidak seharusnya kamu seperti ini. Kamu sudah benar-benar keterlaluan Aliza. Ayah tidak tahu harus mendidik kamu dengan cara apa lagi agar kamu mau berubah dan kembali ke jalan Allah.” Ayah sudah frustasi menghadapi sikapku, dan tidak tahu harus dengan cara apa aku agar aku bisa berubah.Ibu menghampiriku dan menatapku dengan sendu. “Sayang! Apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan itu semua? Ibu tidak menyangka kamu bisa seperti itu. Sungguh, Ibu kecewa sama kamu Aliza.”Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku cuma bisa menangis. Tidak seharusnya aku menuruti ajakan teman-temanku tadi. Memang penyesalan selalu datang di akhir. Aku sudah tahu, pasti setelah ini aku akan dihukum. Entah hukuman apa yang akan mereka berikan padaku. Aku cuma berharap, semoga hukuman itu tidak berat untukku.“Aliza, Ayah tidak punya pilihan lagi. Ayah akan memasukkan kamu ke pesantren. Besok lusa kamu berangkat, dan segera kemasi barang-barang kamu.” Kata Ayah dengan penuh keyakinan.Seperti tersambar, terguncang hebat, ketika kudengar kalimat yang keluar dari mulut Ayahku. “A-apa Yah? Pesantren? Nggak, aku nggak mau, Aliza nggak mau masuk penjara suci itu Yah. Aliza nggak mau masuk pesantren, Aliza nggak mau jauh dari kalian. Jangan hukum Aliza seperti ini Yah, Aliza mohon!”“Tidak, keputusan Ayah sudah bulat. Hanya dengan cara itu yang bisa Ayah lakuin agar kamu bisa berubah. Di sana kamu akan memperoleh banyak ilmu, dan kamu akan mendapatkan banyak teman yang selalu mengajak kamu dalam kebaikan.” kata Ayah menyakinkanku.Aku berfikir sejenak memikirkan kata-kata Ayahku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus menuruti kemauan mereka? Aku sudah tidak punya alasan lagi, sebaiknya aku iyakan saja kemauan mereka. “I-iya, Aliza akan turuti semua permintaan kalian. Aliza tahu, jikalau Aliza salah, mungkin ini jalan yang terbaik buat Aliza.”Hari ini aku sudah mulai untuk mondok. Penjara suci ini mungkin cocok agar aku bisa merubah diriku menjadi lebih baik lagi. Sungguh, aku menyesali semua perbuatan yang sudah kulakukan. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku harus semangat untuk menuntut ilmu di sini. Aku tidak ingin mengecewakan mereka.Hari demi hari aku jalani dengan ikhlas, semua aturan di pesantren juga aku jalani dengan baik. Saat ini aku lagi duduk di bangku taman, terlihat para santri berlalu lalang kesana-kemari. Aku teringat kata-kata ustadzah waktu itu, bahwasanya tidak ada orang yang sempurna, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, setiap kesalahan tentu harus disadari dan diperbaiki. Hidup kita akan berubah lebih baik jika kita bersedia untuk merubah diri kita terlebih dahulu.

Cinta Monyetku di SMP
Teen
25 Nov 2025

Cinta Monyetku di SMP

“Selamat pagi semua…!” Sapaan dari kepsek, Matahari menyambut pagi Ajaran baruku dengan cerah. Kini aku memasuki Tahun ajaran baru kelas 2 SMP. Yang dimana adanya peningkatan pembelajaran dari pada waktu kelas 1 dulu. Semua barisan tersusun rapi dan terpampang muka berseri-seri bagi adik-adik kelas yang memasuki Sekolah menengah pertama.Apel pun berlangsung dengan lancar dan pembagian kelas pun diumumkan. Kemudian Kepsek menyuruh untuk masuk ke kelas masing-masing yang telah ditentukan, Aku masuk kelas VIII-5 yang dimana pada masa kami, bisa dibilang Yah.. termasuk kelas buangan tapi aku senang karena mendapatkan teman-teman kelas yang cukup ramah dan menyenangkan.1 bulan berlalu berjalan, aku berusia 15 tahun dimana remaja yang menduduki masa pubernya. Ini sangat berbeda waktu kelas 1 dulu aku berumur 14 tahun, yang dulunya hanya fokus belajar dan memikirkan bagaimana aku berusaha untuk menjadi siswi yang terbaik di kelasku dulu.Tidak sengaja, teman sekelasku menabrak sepedaku yang kuparkirkan. Aku berteriak histeris..! “Woiiiii….!!!” “Kalo bawa sepeda tuh hati-hati Napa!” “Jangan kaya orang gila, tuh kan.. sepedaku rusak!” Sanking santainya ia menjawab “yaelah sorry lah, lagian aku ga sengaja” sambil merapikan rambutnya yang acakan lalu pergi begitu saja. Lalu aku terdiam dengan memendam segala emosi yang ada di kepalaku.Aku segera berlari melihat sepedaku yang oleng karena dia. Lalu aku kembali ke Kelas dan menghampiri dia. Sebelumnya aku mau deskripsikan siapa dia yang aku maksud. Teman sekelasku yang menabrak sepedaku adalah cowok, dia dipanggil Jino yang terkenal Jutek dan cuek sama semua cewek-cewek di kelas maupun di sekolah. Yahhh… menurutku sih dia memiliki tampang yang lumayan lah, tapi walaupun dia terkenal Jutek dan cuek tapi dibalik itu dia orang yang humoris.Aku berada tepat di depannya, Aku berkata berkali-kali biar dia mau memperbaiki sepedaku tapi dia tetap tidak mau dan hanya memilih untuk diam. Lalu aku kembali duduk di tempatku, selang beberapa jam kemudian lonceng jam pulang pun berbunyi. Akupun bersiap merapikan semua bukuku dan kuletakkan semuanya di dalam ranselku.Setelah itu, ku cek petugas kebersihan hari ini. ternyata sial..! Waktu tugas kebersihan kelas jadwal kami (aku dan Jino) ternyata bersamaan. Mau gak mau yah.. mau gimana lagi sudah jadwalnya, aku segera mengambil sapu dan tiba-tiba saja Jino datang dan mengambil sapu yang sudah aku pegang duluan. Sontak aku kaget! “Haduhhh Jino!!! Tolong yah jangan menambah beban pikiranku lagi, kenapa mesti sapu ini sih yang kamu pilih!” “mau gimana lagi sapunya cuma satu lagi?” “kan, ga mesti kamu nyapu lah?!” Jawabku, “Kamu kan bisa angkat kursi tuh.. sana!” Lalu dia dengan coolnya pergi gitu aja sambil melakukan pekerjaannya.“Huhhh…. dan akhirnya selesai juga!” Aku segera ke parkiran untuk mengambil sepedaku dan bersiap untuk pulang tapi sialnya sepedaku susah jalan, karena kejadian tadi pagi. Jino pun bergegas pulang tapi aku berusaha untuk memanggil Jino karena tinggal kami berdualah di sekolah, semua pada pulang.Lalu Jino pun berbalik badan, “haaaa?!” “Kenapa sih Nomi! Ada apa…?! Orang mau pulang, ada aja penghalang!!!” Dengan nada kesal. Tapi aku ga peduli, dengan nada tinggi “ini semua gara-gara kamu yah Jino sepedaku jadi gini kan susah jalan, gimana aku mau pulang kaya gini!?” “Aku ga mau tau yah kamu harus tanggungjawab bagaimana pun caranya aku ga mau kalo jalan kaki cuma gara-gara kamu..!!!”Sambil menghela napas Jino pun datang, “oke-oke aku minta maaf tadi pagi gak sengaja nabrak sepeda kamu, jadi sekarang kamu maunya gimana?” Dengan sabar aku menahan emosiku lalu menjawab.. “Yaudah aku maafin, Aku mau kamu perbaiki sepedaku apapun caranya!” “Oke tapi kan dari sekolah, bengkel sepeda jauh dari sini, gimana dong?” “Kok tanya aku?! Pikir sendiri lah!” Jawabku kesal. “Gimana kalo kita jalan kaki dari sini sampai ketemu bengkel?” dengan santai memberi solusi. Aku Udah pasrah… dari pada berlama-lama di sekolah Udah mau sore juga, jadi kita sepakat jalan kaki hingga sampai di bengkel.Singkat cerita, Udah mau memasuki semester 2 kelas 2 SMP Udah banyak waktu yang telah kita lalui dan udah banyak banget juga cerita serta kisah menarik yang terjadi sebelum memasuki semester 2 yang sangat dinantikan.Semester 2, dimana semua tugas menumpuk karena semester akhir kenaikan kelas. Banyak tugas yang harus dikerjakan berkelompok, entah kenapa 4 kali berturut-turut aku dan Jino tetap kelompoknya bersamaan agak kesal karena harus bareng kelompok sama si cowok kepala batu.Hari ini, ada pratek di lapangan tentang olahraga, Terik matahari sangat panas sehingga kuputuskan untuk masuk ke kelas untuk beristirahat dan minum air karena kehausan. Tiba-tiba hp ku berbunyi, di sekolahku tidak mengizinkan membawa hp di sekolah tapi karena praktek, kami diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi praktek di lapangan.Aku melihat hpku, ada pesan dari nomor yang tidak dikenal “hy.. boleh kenalan?” (Isi pesan), tapi aku bodo amat gak mau bales, lagian aku gak kenal itu siapa. Tingg… berdering lagi, “eh sombong banget gak dibales ni ye” isi pesan. Sambil aku menarik napasku, berkata “apa-apaan sih ini, gak kenalpun” tapi aku tetap positif thinking siapa tau orang yang aku kenal. Jadi, aku memutuskan untuk membalas chatnya “Iyah, ini dengan siapa yah?” Dengan tidak lama kemudian dia membalas “hayo coba tebak aku siapa?” Aku semakin emosi ditambah capeknya lagi tadi panas dan siap praktek. karena dia, gak mau to the point langsung ngasi tau siapa dia. Akhirnya aku menonaktifkan hpku. Seperti biasa aku pulang ke rumah karena waktu telah menunjukkan jam pulang sekolah.Malam hari, seperti biasa rutinitasku mengerjakan tugas-tugas sekolah yang udah lumayan menumpuk. Tiba-tiba hp ku berdering lagi tapi bukan pesan chat, ini panggilan dengan nomor yang sama tadi di sekolah. Langsung aku angkat karena merasa penasaran juga siapa sih ini orang yang sukak gangguin orang malam-malam?!“Halo.. ini siapa ya?” “iyah, halo.. masa kamu ga tau?” “udahlah gak usah banyak basa-basi, kamu kasi tau kamu siapa dan ada urusan apa telpon aku malam malam kaya gini?! Kayak ga ada kerjaan aja!” “kamu ga bisa tanda suaraku?” Ini Nomi kan?” “iyah Aku Nomi, dan aku ga peduli juga mau nandain atau enggak suara kamu, bodo amat!” “hehhehe… oke oke dari pada kamu marah-marah, ya udah aku jujur deh ini aku Jino” “hah..?! Jino?!? Yang betul aja lah, jangan main-main yah! Kok bisa tau nomorku, kamu ambil dari mana?!” “selooo lah… atuh buk, ini aku ambil sama kawan sekelas kita, kamu tau kan Rina?” “oh.. iya iya aku tau, ada apa yah Jino?!” “enggak kok pengen ngobrol aja”Percakapan pun berlangsung 1 jam 20 menit 3 detik dengan semua topik yah bisa dibilang menarik, ternyata anaknya juga asik diajak ngobrol, walaupun Udah terlanjur kesel duluan sih hehehe… karena sanking batunya, eh tapi bisa cair juga ternyata.Selang beberapa menit, ingin mengakhiri pembicaraan di telepon. Dia tiba-tiba bilang gini “Nom.. aku ga tau deh ada yang beda saat aku kenal sama kamu” “beda apa yah Jino?” bingung “Iyah beda, karena kamu udah bisa buat aku nyaman!” “hahahaha.. yaelah pakek acara nyaman segala!” “aku serius Loh, kamu merasakan hal yang sama gak?!” Gugup “ummm….a paan sih, aku biasa aja kok!”“Nom..” “Iya Jino..?” “boleh aku jujur ga sama kamu?” “Iyah… boleh” jawab santai “kalo aku sebenarnya dari awal suka sama kamu!” Seketika mukaku memerah kala itu “apaan sih!! Norak tau candaannya!” “aku ga bercanda Nom, aku berkata jujur ini” Percakapan kami pun berlangsung dengan panjang lebar yang dimana akhirnya karena aku ga bisa jawab perasaan dia jadi dia kasih aku waktu 2 hari untuk menjawab.Singkat cerita, pagi hari aku ke sekolah dan Jino udah mulai care sama aku.. gak kaya biasanya yang jelas dingin banget dan kawan-kawan sekelas pun kaget seorang Jino care sama cewek, Tapi aku santai aja nanggapinya dan berusaha terlihat santai. Dia ngajak aku ke kantin, lalu kami ke kantin berdua. Tiba-tiba dia bisikin gini “aku tunggu ya jawabanmu” Langsung aku terdiam dan tidak berkata apa-apa. Tapi pertemanan kami tetap berjalan baik-baik saja. Dan mulai suka bareng kalo pulang, karena arah rumah kita searah.Kini tiba hari dimana aku harus kasi jawaban ke dia, tentang perasaan dia yang dia sampaikan melalui telepon kemarin. Aku diajak ke taman belakang sekolah, Lalu dengan pelan-pelan berkata “gimana Nom kamu Nerima aku, jadi pacar kamu?” Kemudian aku jelasin semua perasaan aku juga ke dia dimana kami sama-sama memiliki perasaan yang sama yaitu saling jatuh cinta dan saling suka.Mulai hari itu Aku dan Jino menjalin hubungan pacaran, walaupun sering cekcok hanya gara-gara masalah sepele yah namanya aja “cinta monyet”. Tapi Dia cinta pertamaku dan pacar pertamaku.Hubungan pacaran kami bertahan 7 bulan setelah itu kami putus karena dia pada saat kenaikan kelas, papa mamanya memutuskan ia pindah keluar kota, ngikut papanya pindah kerja keluar kota otomatis, sekeluarga mereka pindah. Jujur sih kata putus tidak pernah ada dalam hubungan kami tapi semakin lama hubungan kami renggang dan tidak ada komunikasi sama sekali bahkan Kontaknya pun tidak pernah tersimpan lagi, karena nomor Jino gak aktif lagi.Kini cinta monyetku berakhir di akhir kenaikan kelasku. Sedih sih rasanya apalagi kita sering ngerjain tugas bareng, ke kantin bareng, apalagi pulang bareng, kebanyakan bareng-bareng. Tapi mau gimana lagi seorang remaja tidak bisa mempertahankan masa cinta monyetnya dengan hanya status pacaran, tanpa komitmen, hehehe mau gimana komitmen, kita pun sering berantem waktu itu. Lucu juga si.., kalo diingat-ingat masa itu, Kini Aku fokus sekolah dan belajar akhirnya bisa kuliah di PTN yang aku tuju.Siapa yang tau waktu, waktu mempertemukan kami kembali. Rupanya dia kuliah di kampus yang sama lagi denganku. Tapi dengan status kami udah punya pacar masing-masing dan puji Tuhan sampai sekarang Hubungan silaturahmi kami tetap terjalin baik meskipun hubungan cinta monyet kami SMP tidak ada kejelasan. Dan sempet ngakak bareng-bareng juga pas kami ingat masa SMP kami dulu.Sekian dan terimakasih.

Sahabat Jadi Cinta
Teen
25 Nov 2025

Sahabat Jadi Cinta

Ada dua anak kecil perempuan dan laki-laki yang berumur 4 tahun itu sedang bermain di taman dan didampingi oleh ibunya, mereka berdua bernama Ferro dan Hana bisa dipanggil Hana/Nana. Mereka berdua bersahabatan sejak kecil dan mereka berjanji kan terus bersahabat hingga tua, “Fello, kamu janji ya akan telus belsama nana?” Nana mengucapkan kata itu dengan pelat karena belum bisa bicara huruf R, “Iya Nana, Fero janji kok sama Nana” Fero pun mengelus rambut Nana.12 tahun kemudian, mereka sudah SMA dan bersekolah di SMA 1 HARAPAN dan juga mereka berdua jadi terkenal. “Woii Nana, sini mana aja kamu ilang mulu dah?” Ferro memanggil Hana dan Hana menuju ke Ferro “Kemana aja sih ilang mulu?” “Maaf fer, tadi disuruh Alisa ngerjain tugasnya” “Hah?! Mana dia sekarang?” “Ada di kelas fer, mau ngapain kamu cari dia?”, Ferro tak menanggapi perkataan sahabatnya itu dan pergi menuju kelas diikuti oleh Hana.Sesampai di kelas, FerRo mendapati Alisa sedang berbicara sama teman-temannyA dan mengngebrak meja “Woi, lo ngapain suruh Hana ngerjain tugas lo? Ga punya tangan lo?” Ferro emosi memuncak. “Kok Kamu belain dia sih, dia itu jelek ga kayak aku cantik”, Alisa menunjuk Hana dan memakinya. “Jaga mulut lo, dia ga tau apa-apa dan lo jadi kan dia pembantu? Sorry, dia cewe gue”, Ferro pun ke Hana dan mendekap Hana, “Jadi lo jangan gangguin Hana lagi”, Ferro menarik tangan Hanaa dengan lembut untuk pergi dari sini sedangkan Alisa kesal dan menyusun rencana untuk jadi pacarnya Ferro.Bel pulang sekolah pun berbunyi, siswa-siswi berhamburan keluar kelas “Nana mau jalan ga?” Ferro mengajak jalan dan Hana menganggukkan kepala, di perjalan Ferro sedang menyetir sepeda motor dan sekali-kali lihat spion “Nana, kok makin cantik aja sih kan jadi sayang” Ferro tersenyum. “Napa lo tersenyum ke gue?”, Hana heran “Lo itu manis seperti gula sekali lo senyum gue yang repot” “Kok lu yang repot sih?” “Iya gue yang repot cari obat biar lo makin manis”, Ferro tersenyum tipis dan pipi Hana memerah. “Bisa aja lo fer” “Bisa lah apa yang ga bisa untuk mendapatkan cintamu”, Ferro makin menggoda Nana yang sedang menahan malu, “Ga usah malu dan baper ya, aku gini supaya mood kamu naik”Sesampai di café The Galau, Ferro mempersilahkan Hana duduk Ferro pun duduk berhadapan dengan Hana serta memanggil pelayan di café ini, “Ada yang saya bantu?” “Aku pesan satu susu coklat dan kentang goreng” “Aku samakan aja mbak” Pelayan mengangguk dan pergi20 menit kemudian, mereka berdua pun memutuskan pulang takut orangtuanya khawatir. Sesampai di rumahnya Hana “Makasih Fer, udah ajak aku ke café” Ferro mengangguk dan pergi ke rumahnya.Keesokan harinya, Hana menuju ke kelasnya tapi dicegah oleh Alisa dan tiba-tiba Alisa menampar Hana, “Lo jangan dekat-dekat Ferro, lo bukan siapa-siapanya sok akrab ke pacar gue” “Gue sahabatnya wajarlah gue dekat dia”, Alisa geram dan menampar Hana tetapi dicegah oleh Ferro, “Lo jangan macam-macam ke cewek gue, singkirkan tangan najis lo” “Dan satu hal lagi jangan ganggu hidup gue lagi” Ferro pun mengajak Hana pergi dari Alisa.Alisa pun geram dan pergi, Ferro dan Hana kini sedang di kantin. Hana terus memikirkan perkataan Alisa tiba-tiba ada salah satu murid yang memanggil Hana “Hanaa, kamu dipanggil Pak Harto di gudang”, Ferro tak mau Hana pergi sendirian tapi Hana menolak dan ia pergi ke gudang.Sesampai di gudang, Hana terus mencari Pak Harto dan tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang dan pingsan.Setelah beberapa menit Hana bangun dari pingsannya “Hai pelakor” sapa seseorang. “Kamu siapa ya, jangan macam-macam sama aku” “Masa ga kenal sih” jawab seseorang, “Aku Alisa, kenapa kaget?” “Kamu mau apa hah?!” ucap Hana “Gue mau Ferro, dan gue mau lo mati” Alisa tertawa licik dan menamparDisisi lain, Ferro khawatir dengan keadaan Hanna begitupun hatinya seakaan-akan ada yang ganjal. Ferro tak tinggal diam saja, ia memutuskan ke gudang untuk memastikan keadaan Hana. Beberapa saat kemudian, Ferro sampai di gudang dan mendobrak pintu gudang.BRAKK “Ferro” Ferro langsung menghampiri Hana yang sedang memar akibat tamparan dari Alisa. “Lo lagi? Lo apain Hana sampai memar hah? Lo belum puas menyakiti Hana, dan singkirkan tangan lo, najis tau ga” ceramah Ferro dengan emosi, sedangkan Alisa diam di tempat.“Jawab hah? Lo apain Hana sampai memar”, emosi Ferro sudah memuncak. Alisa terus diam dan menggelengkan kepalanya dan berkata “Maaf” “Dengan kata maaf lo, bakalan nyelesaian masalah ini? Ga. Asal lo tau gue suka sama Hana, dan gue tau lo suka gue tapi cara lo yang salah. Sebelum bertindak pikirin dulu”, ucap Ferro sambil menarik tangan Hana ke luar gudang.Sesampai di rumah Hana, Ferro mengantarkan Hana ke rumahnya “Terima kasih Ferro” dan Hana meninggalkan Ferro begitu saja tapi dicegah oleh Ferro.“Aku mau ngomong sesuatu yang serius” “Apa itu, jangan bikin penasaran deh”, jawab Hana dengan penasaran dan Ferro mengambil sesuatu dari tas dan berkata “Will you mary me?”“Ekhemm, ciee ada yang suka nih”, ucap Bundanya Hana yang merusak suasana “Iya nih ga nyangka, ada juga ya sahabat bisa jadi cinta”, sewot Ayahnya Hana “Ih bunda ayah mah, iya udah aku terima” “Akhirnya, cinta gue diterima”, girang FerroMereka berdua bersahabat ujung-ujungnya menjadi saling suka sama lain, terkadang bisa jadi jodoh. Berawal dari saling melindungi, perhatian, saling pengertian bisa jadi saling suka lho.

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi
Teen
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi

Di era penjajahan Belanda, lahir seorang anak bernama Pitung yang merupakan anak dari pasangan Pak Piun dan Bu Pinah. Pasangan ini terkenal sangat baik dan ramah kepada semua orang.Ketika tumbuh dewasa, Pitung terkenal baik seperti orang tuanya. Pitung juga terkenal rajin dan ahli ibadah sebagaimana ibadah yang diajarkan orang tua yang memeluk agama Islam. Suatu hari ia pulang membantu ayahnya di kebun kemudian mendapati seorang keturunan China bernama Babah Liem sedang memarahi dan memukuli rakyat jelata yang bekerja kepadanya.Melihat kejadian tersebut, Pitung geram namun ia saat itu tak bisa berbuat apa – apa. Pitung pun berguru kepada Haji Naipin yang dikenal memiliki keahlian ilmu bela diri yang sangat super. Melihat niat Pitung yang ingin belajar bela diri untuk menumpas kejahatan, Haji Naipin pun bersedia mengajari Pitung sampai mahir.Berbagai jurus diajarkan kepada Pitung. Setiap hari, pitung berlatih ke rumah Haji Naipin setelah selesai kegiatannya membantu sang ayah. Setelah merasa ilmunya mumpuni, Pitung menantang kejahatan Babah Liem dan mengatakan kalau Babah Liem tidak boleh semena – mena kepada rakyat jelata.Merasa tersinggung, Babah Liem mengajak Pitung berkelahi. Babah Liem dibantu pengawalnya, namun kekuatan mereka kalah dengan Pitung. Kekalahan tersebut disampaikan kepada pihak Belanda.Belanda yang membela Babah Liem geram kepada Pitung. Sementara Pitung dibela oleh rakyat. Pitung pun berhasil membuat perguruan bela diri yang mengajarkan agama Islam juga di dalamnya. Di perguruan yang didirikannya. Pitung menyusun banyak rencana bersama rakyat.Salah satu rencananya adalah merampok tuan tanah yang jahat dan semena – mena. Hasil rampokan tersebut akan dibagikan kepada rakyat yang kelaparan. Pitung sendiri tak sepeserpun menikmati hasil rampokannya.Rencana tersebut berjalan lancar, hingga suatu hari Pitung tertangkap basah. Pemilik rumah pun melaporkan upaya perampokan Pitung kepada kompeni Belanda.Pejabat belanda Schout Heyne pun sangat marah kepada Pitung hingga mereka menangkap Pitung. Karena tak berhasil ditangkap, tentara Belanda menculik ayah dan guru si Pitung agar si Pitung menyerahkan diri.Kabar tersebut terdengar sampai di telinga Pitung namun ia tak serta merta langsung menyerahkan diri. Pitung mengirimkan surat kepada Belanda meminta agar ayah dan gurunya dilepaskan. Belanda pun tak kalah taktik.Mereka melepaskan ayahnya, namun tidak dengan gurunya. Gurunya yaitu Haji Naipan baru akan dilepaskan setelah Pitung menyerahkan diri. Akhirnya Pitung pun mengajukan syarat agar tidak dipenggal. Pitung berjanji mengembalikan harta yang telah dicurinya.Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiSyarat tersebut diiyakan oleh Belanda, namun nyatanya setelah Pitung menyerahkan diri Belanda mengingkari perjanjian yang sudah diiyakan sebelumnya. Belanda menembak tubuh Pitung dengan banyak peluru.Hingga saat ini kuburan Pitung masih terawat baik, begitu juga dengan rumahnya yang berarsitektur adat Betawi khas masih dirawat dengan baik sebagai bentuk menghargai Pitung yang telah berjuang untuk rakyat Betawi dalam menumpas penjajah yang menjajah rakyat kecil pada masanya.

Hantu Bergaya Bebas
Teen
25 Nov 2025

Hantu Bergaya Bebas

Suasana ramai aula di pagi hari, gerombolan siswa yang saling menyerobot satu sama lain. Mereka mengelilingi sebuah papan besar yaitu papan pengumuman yang lebih dikenal sebagai mading utama sekolah di SMA Garuda Unggulan, salah satu dari kumpulan ribut itu adalah seorang lelaki bernama Gemilang Alvaro yang nampak paling bersemangat dari pada anak anak yang lain.Alasan dari keributan itu adalah poster besar yang nampak masih baru berwarna biru gelap yang nampak menarik perhatian. Namun visual poster yang bagus tidak cukup menjadi alasan dari semangat seluruh siswa dan warga sekolah melainkan Isi dari poster tersebut yang bertuliskan festival olahraga persahabatan antara 2 SMA. 2 sekolah unggulan yang terkenal akan rivalitas yang tinggi, dan acara ini adalah acara yang paling ditunggu baik pihak murid karena kesenangannya maupun pihak guru dengan keinginannya untuk membuktikan kemampuan antar sekolah.Gemilang adalah seorang atlet olahraga di cabang renang, renang adalah hobinya, renang adalah mimpinya, renang adalah hidupnya. Dia sangat menanti nanti akan diadakannya lomba ini selama satu tahun terakhir, dan begitu pendaftaran dibuka dia segera meregistrasikan dirinya dengan sigap. Lomba itu akan dimulai 2 Minggu lagi, waktu yang cukup untuk Gemilang berlatih dan mempersiapkan diri.Hari harinya tiap sore demi sore ia habiskan untuk berlatih berenang di kolam umum disekitar sekolahnya. Ia memiliki bara api panas di dalam jiwanya untuk unjuk kemampuannya di perlombaan itu.Satu Minggu berlalu, hari ini adalah sore biasa seperti keseharian Gemilang. Berlatih berenang untuk perlombaan. Namun, hari ini adalah hari yang mengubah pandangan Gemilang. Gerombolan siswa sekolah lain memasuki kolam, dari seragam yang dikenakan Gemilang tau bahwa mereka adalah anak dari SMA Pelita yang merupakan calon lawan Gemilang di lomba minggu depan.Pandangan sinis dan merendahkan terlukis di wajah siswa siswa itu. Sepertinya mereka tau bahwa lelaki yang dihadapan mereka adalah calon lawan mereka di perlombaan.Mereka menantang Gemilang untuk bertanding dengan perenang unggulan mereka, Dion namanya. Lelaki berbadan kekar dan mata yang tajam bak mata elang. Gemilang dengan percaya diri menerima tantangan itu. Namun hasilnya benar benar diluar dari ekspektasi lelaki kurus itu.Iya tertinggal jauh dari Dion dan berakhir ditertawakan oleh kelompok siswa itu, pulang dengan rasa malu dan sedikit air mata. Ia memutuskan untuk duduk di kursi taman yang jaraknya cukup dekat dengan sekolah dan kolam umum itu.Merenung cukup lama, seorang menepuk punggungnya dengan tiba tiba: “Hei, merenung dan bersedih seperti itu tidak pernah mengubah keadaan”, seorang berkulit pucat bibir kering dan mata kantuk berambut lurus dan berpakaian serba putih menampakkan diri dari belakang.Gemilang terkaget dan sontan melompat dari bangku taman lalu terjatuh. “Si-siapa kau?!”, bingung Gemilang sembari menunjuk nunjuk si lelaki pucat dengan tangan Tremor sedikit bergemetar. “Owh iya, Aku belum memperkenalkan diri.”, lelaki berambut menyerupai mangkok itu menembus bangku dengan santai seakan itu adalah hal biasa baginya.Gemilang berteriak kaget bercampur takut, diusianya yang mengajak 16 tahun ini. Hari itu adalah kali pertamanya berjumpa dengan entitas lain di alam yang berbeda.“Hei hei, suaramu terlalu nyaring sebagai laki laki.”, ucap si hantu.Gilang berdiri, lelaki dengan rambut semi basah itu menenangkan dirinya dan kembali duduk di atas bangku. Diikuti oleh si hantu yang kemudian mulai melakukan obrolan ringan.Hantu itu bernama Sadam, seorang atlet renang tahun sebelumnya yang telah meninggal akibat kecelakaan di jalan sehari sebelum acara festival olahraga dibuka. Sadam menceritakan bahwa kecelakaan yang dialaminya adalah suatu kesengajaan dari pihak lawan mengetahui Sadam juga dikenal sebagai genius di air.Begitupun sebaliknya, Gemilang bercerita akan kekalahannya terhadap Dion sebagai calon lawannya di lomba. Empati keduanya terhubung, Sadan memutuskan untuk melatih Gemilang dalam perlombaan renang.Hari hari mereka lewati bersama, walaupun itu adalah hubungan yang tidak normal antara manusia dan makhluk alam lain. Namun pertemanan mereka begitu erat dengan rasa solidaritas yang tinggi. 1 hari menjelang lomba, Sadam menceritakan akan kerinduannya terhadap kolam dan air ketika ia hidup. Ia sama seperti Gemilang, seorang remaja idealis yang sangat bersemangat dalam apa yang ingin ditujunya. Terbawa suasana Gemilang berjanji kepada Sadan untuk memenangkan perlombaan besok.Hari itu, di pagi hari. Kedua kubu bersebelahan. Gemilang dan Dion melakukan beberapa gerakan pemanasan dan pelenturan pada otot dan sendi mereka. Panitia dan wasit memasuki daerah sekitar kolam, seorang membawa sebuah bendera dan peluit untuk memulai perlombaan. Lelaki berbadan besar berseragam lengkap hitam putih seperti zebra dilengkapi dengan topi hitam yang merupakan pemulai lomba.Peluit yang hendak ditiup, bendera yang dinaikan.“1, 2 MULAI”, ucapnya dengan keras.Dion dan Gemilang melesat seperti jet yang terbang diatas langit biru. Keduannya saling salip menyalip dengan sengit. Dan begitupun sampai mendekati garis akhir.Sore hari di pantai pasir putih yang membentang cukup luas, Gemilang duduk di sebuah bangku kayu sambil meminum sekaleng minuman energi. Sadam datang dari tiupan angin sore di pantai, tenang dan santai. Keduanya saling melihat dan kemudian tertawa dengan keras. Tawa itu berasal dari medali yang dipegang oleh Gemilang, mereka berdua berpelukan di bawah pohon kelapa yang rindang.“Dengan begini, kau bisa istirahat dengan tenang kan”, bisik Gemilang dengan mata yang berkaca. “Iya, terima kasih. Temanku”Setelah mengucapkan itu, Sadam mulai memudar dan perlahan kemudian menghilang. Tangis air mata tembus di mata Gemilang, kemudian ia melihat langit biru dan berteriak.“Lihatlah, Aku akan menjadi atlet renang nomer 1 di dunia. Lihat saja Sadam”Cerita berakhir

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka
Teen
25 Nov 2025

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka

Siang yang terik sekali kala itu, dengan awan yang selalu ikut menghiasi langit menjadi lebih indah berada diatas gedung sekolahku. Dan tepat pada pukul 12.00 terdengar suara bell berbunyi dari arah lorong-lorong kelas dengan keras.“KRINGGGGG..” saatnya murid-murid dan para guru untuk beristirahat. Aku, via dan lia langsung bergegas lari keluar dari kelasnya untuk segera membeli makanan seperti biasa saat jam istirahat dimulai. Kita adalah tiga sahabat yang selalu bersama-sama di sekolah maupun diluar sekolah. Aku dan teman-temanku masih kelas 11 SMA.Ketika kita sudah memesan makanan kita lalu duduk di bangku kantin dengan bersendau gurau agar sedikit menghiasi keadaan untuk bisa saling melepas letih. Setelah menunggu lama makanan yang dipesan, makananpun akhirnya sudah siap terbungkus dan kita segera kembali ke kelas.Namun saat jalan munuju kelas aku melihat ada anak baru di sekolah yang baru saja pindah dan dia sedang berjalan tepat disampingku. Anak baru itu masih menggunakan pakaian seragam sekolah lamanya, yang di lengan baju sebelah kirinya ada logo kota yang dulu anak itu tempati, namun aku tak mau berfikir panjang akhirnya aku melanjutkan perjalananku menuju kelas untuk segera memakan makananku dan siap melanjutkan kegiatan belajar sampai sore.Waktupun telah berlalu dengan sangat cepat, bell pulang akhirnya berbunyi itu artinya kita sudah boleh pulang ke rumah. Di jalan saat aku sedang pulang dan sudah dekat dengan daerah rumahku, aku melihat anak baru itu lagi dia sedang menyeberang dan akan berbelok ke arah komplek dekat rumahku. Aku sedikit penasaran kalau rumah dia benar ada di komplek itu. Dan sampai lah aku dirumah, mama yang tahu aku sudah pulang langsung menghampiri aku di kamar.“di sekolahmu ada anak baru ya?” “iya tadi ada anak baru, mama tau darimana?” “sebentar” Mama meninggalkan aku dan menuju kamarnya. Ternyata dia mengambil seragam batik sekolahku dan menyuruhku untuk menaruhnya lagi di lemari.“tadi ada teman ayah yang kerumah sama istri dan anaknya, mereka pinjam rokmu katanya mau cari bahan buat seragam celana anaknya biar sama kaya kaya yang lain.” “lohhh jadi anak baru itu anaknya temen ayah?” “iya, mereka baru aja pindah dari Sumatera kesini karna suatu hal katanya.” “oh gitu.” “kamu udah kenalan belum sama anak itu?” “ya belum lah ma masa cewe yang ajak kenalan cowo duluan” “oh iya mama lupa yaampun…” lalu dia sedikit tertawa dan meninggalkan aku. Aku lanjut membersihkan badan, makan dan langsung beristirahat.Hari esok telah tiba aku langsung bergegas berangkat ke sekolah dan segera menuju kelas karna aku sedikit telat. Tidak lama kemudian anak baru itu berjalan di depan kelasku dengan teman-temannya, lalu aku membicarakan dia kepada temanku bahwa anak baru itu adalah anak teman ayahku. Dia berasal dari Sumatera tapi aku belum tau dari kota mana jelasnya. Lalu karna kita bertiga ingin tau asal-usulnya, kita langsung ke perpustakaan untuk melihat data dia dikelasnya. Dan ternyata nama anak itu adalah putra.Sejak itu aku dan teman-temanku mulai memanggilnya putra. Saat aku dan lia sedang berjalan menuju masjid sekolah, dia tampak sedang memakai sepatu dengan temannya.“eh si putra tuh li” ucapku, “oh iya, dia kenapa ya diantara semua temennya itu dia yang paling sering diam terus cuma main handphone?” “mungkin karna emang pendiam li kalo engga masih malu buat liat sekitar”. Namun aku tidak menghiraukannya lagi. Semakin lama aku tau dia, aku dan teman-temanku semakin sering meledek dia dibelakangnya diam-diam tanpa dia tau. Karna sifatnya yang menurutku sedikit aneh tapi lucu dan pendiam, itu membuatku semakin penasaran.1 Tahun berlalu… Dan aku sudah naik ke kelas 12 SMA. Masih sama, aku dan kedua temanku masih sering meledek putra diam-diam ketika dia lewat di depan kelasku. Lalu sehari setelah aku meledeknya, aku tak menyangka putra memfollow salah satu media sosialku dan ternyata dia juga mengirim pesan.“kamu anak kelas sebelah?” “iya, emang kenapa?” “gapapa, kemarin kamu kan yang senyumin aku? Senyumnya manis banget” “hah? Senyum?” “iya kamu kan senyumin aku kemarin” “iya kali, ngga tau aku lupa.” Aku heran mengapa dia bisa bertanya seperti itu, padahal kemarin aku tidak memberinya sebuah senyuman ketika dia lewat. Dan aku juga tidak tahu kalau memang ternyata dia melihatku waktu itu. Atau memang dia yang kepedean.Dari situ aku dan putra mulai sering chattingan, dari pagi ketika akan berangkat sekolah hingga malam seperti itu setiap hari. Putra yang ingin sekali tahu tentang aku dia selalu berusaha mencari topik obrolan agar tidak membosankan.Seminggu sudah aku dan putra berkenalan dan kita semakin akrab. Selalu saling menyemangati satu sama lain ketika akan berangkat sekolah. Sehingga ada satu hari, saat aku sedang asik duduk di depan kelas bersama teman-temanku tiba-tiba dia menghampiriku untuk mengajakku pulang bersamanya nanti.“hai, maaf yah ganggu. Kamu mau ngga nanti pulang sama aku?” Aku kaget dan sedikit malu karena teman-temanku mendengar dia berbicara apa padaku, dan mereka langsung meledekku. “eh iya ngga ganggu kok put. Mmm iya boleh aku mau” (tapi aku ragu karena aku tidak pernah sebelumnya diantar pulang oleh teman cowo) “yaudah kalo gitu nanti aku tunggu di parkiran yah” “iya.” Ucapku Namun via dan lia yang sangat senang aku diajak pulang oleh putra, mereka langsung meyakiniku agar aku yakin bisa aman pulang dengan dia.Saat pulang sekolah telah tiba, kedua temanku mengantarku ke parkiran dengan memberiku semangat pulang dengan anak baru yang dulu sering aku ledek. “semangaaaaat. Ayo dong senyum jangan gelisah gitu, tenang aja nanti kita kawal kok pakai ojek kita hahaha” ucap via “iya iyaaaaa.”Lalu tidak lama putra langsung menghampiriku dengan mengendarai motornya. Dan kembali mengajaku agar aku segera memboncengnya. Kedua temanku menertawaiku dengan sangat puas dan mereka menyuruh putra untuk menjagaiku. “jagain luna ya putraaaaaaa.” Ucap lia dengan tertawa sangat keras “jangan ngebut-ngebut bawa lunanya nanti jatuh.” Saur via, agar putra dapat lebih berhati-hati saat mengantarku pulang.Aku hanya tertawa kecil karena aku malu banyak teman-teman lain yang melihat. Putra berusaha mengajakku bercerita di motor dan aku juga bertanya sedikit demi sedikit tentang dia. Tidak lama setelah bercerita kita sampai di rumahku, aku berterima kasih padanya dan dia langsung pamit untuk pulang.Dari situ aku menjadi suka bercerita tentang putra dengan teman-temanku. Dan kita menjadi lebih dekat dan saling memberi rasa nyaman. Saling memberi perhatian-perhatian kecil, yang aku rasa sangat menyenangkan. Aku menjadi berfikir bahwa orang yang selama ini aku bully justru itu adalah orang yang paling membuatku senang setiap saat dan yang paling selalu ada ketika teman-temanku mulai sibuk dengan dunianya masing-masing.

Persahabatan Kami
Teen
25 Nov 2025

Persahabatan Kami

Namaku Angel, aku mempunyai 2 sahabat yang sangat baik, namanya Nabila dan Vini. Kami bersahabat sejak kecil, Persahabatan kami terbentuk karena kami bertetangga. Usia kami sebenarnya berbeda. Aku paling muda di antara Nabila dan Vini. Usiaku 4 tahun lebih muda dari mereka. Kali ini aku akan menceritakan kisah persahabatan kami.Nabila adalah orang yang keinginannya selalu bisa terpenuhi, Semua barang yang ia inginkan bisa ia beli. Dia adalah anak seorang pengusaha beras, yang terkenal di desa kami. Namun, Nabila dan keluarganya sangat ramah dan tidak sombong. Sedangkan, aku dan Vini dari keluarga sederhana saja. Seringkali aku dan Vini bermain di rumah Nabila karena ia punya banyak mainan. Aku dan Vini sering diberi kue atau makanan yang tidak bisa kami beli, seperti Kentucky, burger dll. Tentu saja itu membuat aku dan Vini senang.Pada suatu hari kami berangkat ke sekolah bersama, Jika ada salah satu dari kami ada yang belum selesai bersiap, kami akan sabar menunggu. Setelah pulang sekolah, kami selalu selalu bermain bersama. Oh iya, Nabila dan Vini sudah kelas 6 SD dan aku masih kelas 3 SD.Waktu berlalu sangat cepat, hingga tak terasa Nabila dan Vini telah lulus SD dan masuk ke SMP kelas 1, sementar aku masih berada di bangku SD. Setelah mereka masuk bangku SMP, kami jadi jarang sekali ada waktu untuk bermain bersam. Hampir tidak pernah malah. Hal itulah yang justru memunculkan konflik di antara kami.Pada suatu hari ada tetanggaku yang bernama Anik. Anik adalah tetangga kami. Ia berusia 30-an tahun. Ia pengangguran dan hobinya ngerumpi. Dan kali ini Anik mulai mengecohku dengan perkataannya. “Angel tumben sendirian, di mana teman-temanmu?” tanyanya tiba-tiba. “Mereka sedang sibuk dengan sekolahnya” jawabku sekenanya. “Aku kemarin melihat Nabila dan Vini main bersama teman-teman SMP-nya kelihatan sekali gembira” katanya mulai memprovokasiku. Aku tahu bahwa Anik berniat memprovokasiku. Namum, perkataannya tak urung semakin membuat panas kupingku. Lalu aku bergegas meninggalkan Anik.Meski aku tahu sikap Anik memang suka sekali memprovokasi orang lain, Namun tetap saja hatiku sakit. Aku terpengaruh oleh kata-kata Anik bahwa Nabila dan Vini punya teman baru dan meraka mengabaikanku. Perasaan itu sungguh mengusik hati dan pikiranku.Tanpa kusadari karena hasutan Anik, membuatku menjauh dari Vini dan Nabila. Bukan satu atau dua kali saja. Setiap kami berpapasan berangkat sekolah, aku selalu selalu mencoba menghindar. Begitu pun pulang sekolah saat berpapasan di jalan Vini dan Nabila tampak sangat gembira bersepeda dengan teman SMP mereka. Ada yang terasa sakit di dada ini melihat kegembiraan mereka.Hari minggu pun datang, Tiba-tiba pintu rumahku ada yang mengetok sambil memanggil namaku. Lalu aku bergegas membuka pintu. “Loh kenapa kalian ke sini?” Tanyaku pada Vini dan Nabila sambil membuka pintu. “Memangnya tidak boleh kami berdua main ke rumahmu?” tanya Vini “Boleh saja silahan masuk!” ajakku.“Angel, aku mau bertanya sesuatu tentang pertemanan kita” kata Vini. “Ya, ada apa dengan pertemanan kita?” aku menjawab pura-pura tidak tahu, padahal dalam hatiku mulai terasa deg-degan. “Kenapa sekarang kamu sering sekali menghindar dari kami? Seolah-olah kamu tidak mau lagi berteman bersama kami?” tanya Vini “Hah, bukannya kalian ya yang sudah bahagia dengan teman kalian yang baru?” jawabku jadi sinis “Lah, bukanya kamu Angel? Aku setiap pulang dan berangkat sekolah selalu menyapa kamu loh! tetapi kamu malah mengabaikan kami!” jawab Vini sedikit marah. “Masa sih! bukanya kalian yang asik sendiri sampai tidak melihatku!” imbuhku. “Ya ampun Angel! Kami tidak pernah seperti itu! Siapa yang bilang kami mengabaikanmu?” ujar Nabila. “Tuh, Anik tuh yang bilang!” jawabku semakin marah. “Angel… Angel… Anik kok di percaya! Seperti tidak kenal dia saja! Dia kan tukang ngomporin orang!” Sahut Nabila sambil tertawaMandengar perkataan Nabila membuatku sadar bahwa aku termakan hasutan Anik. Aku jadi malu sendiri. Aku pun meminta maaf kepada Vini dan Nabila. “Kamu benar! Aku yang terhasut perkataan Anik. Aku minta maaf ya!” kataku tersipu malu. “Iya, aku juga minta maaf sampai membuat kamu tersinggung dengan sikap kami.” kata Nabila. “Aku juga!” sahut Vini“Jadi sekarang kita berteman lagi ya!” kata Nabila sambil memeluk pundakku. Aku pun mengangguk. Sejak saat itu persahabatan kami semakin erat. Aku percaya komunikasi yang baik adalah kunci eratnya persahabatan.

Kisah Cintaku dan Dia
Teen
25 Nov 2025

Kisah Cintaku dan Dia

Kisahku berawal dari dia yang ada di kelas sebelah yang dikenalkan oleh temanku yang sekelas dengan dia. Perkenalan ini tidaklah mudah, aku harus menahan salting pada saat dia tersenyum karena senyuman bisa membuat candu.Sebelum aku kenal dengan dia aku sudah menyukainya semenjak aku pertama kali melihatnya karena aku meyukai sikapnya yang sangat pas dengan kriteriaku. Pada saat ada pertandingan voli di depan rumahku dia ternyata juga suka pertandingan voli dan aku pun memberanikan diri untuk bicara dengan dia.“Hai Anum” Sapaku. “Hai Angga” Sapanya. “Kamu suka voli juga?” Tanyaku. “Iya aku suka voli dari dulu” Jawabnya. “Kamu kesini sama siapa?” Tanyaku. “Sama temen-temenku nih” Jawabnya. “Ya udah aku mau jadi panitia dulu ya” Bicaraku sambil tersenyum. “Iya semangat ya” Jawabnya. “Iyaa” Jawabku sambil tersenyum.Pada saat aku jadi panitia voly aku kepikiran dengan kata-katanya dan senyumnya yang sangat manis. Sehingga membuat aku ngelamun hingga bola datang dan hampir mengenaiku. Pada saat pertandingan berlangsung aku melihatinya sambil senyum. Dan pertandingan pun telah selesai aku pun menemuinya dan pamit untuk pulang karena hari sudah terlalu malam.Pada malam saat lapangan voli sudah sepi aku pun juga ikut pulang. Pada saat mau tidur aku mengangan angan senyumannya yang saat manis. Senyumannya itu sangat tak bisa dilupakan dan tidak sabar untuk menemuinya lagi. Sampai terbawa ke dalam mimpiku yang sangat indah sekali.Pada saat pagi hari di sekolah aku menemuinya di parkiran sepeda. Saat masuk sekolah aku menemuinya lagi di depan kelas. Dia tersenyum kepadaku pada saat bertemu dan senyumannya membuat aku salting karena senyumnya sangat manis untuk wanita. Ingin sekali mengobrol bareng bersama dia, sangat banyak halangan yang menghalangi kita untuk mengobrol bareng saat sekolah. Salah satu yang membuat kita tidak mengobrol bareng yaitu banyak teman yang berbicara “Ciee–Ciee” kata seperti itulah yang membuat kita malu dan tidak fokus untuk mengobrol bareng.Selain kata yang diomongkan teman kita itu ada kata yang membuat kita risih yaitu “Sudah punya pacar tapi kok sama yang lain” padahal kata yang dibicarakan sungguh tidak benar. Padahal kita belum punya pasangan tapi kok teman kita bicara seperti itu, kata itu yang bikin aku heran sekaligus membuat diriku penasaran dengan kata tersebut. Kata seperti diomongkan teman kita itu aku dengar pada saat kita jalan bareng dari parkiran ke sekolahan, itupun masih jalan bareng apa lagi kita bicara bareng pasti lebih parah dari pada sekarang.

Aku, Kamu dan Bola Voli
Teen
25 Nov 2025

Aku, Kamu dan Bola Voli

Haii!! Aku Feona Alexa kelas 3 SMP. Aku biasa dipanggil Alexa. Setiap sore aku mengikuti latihan bola voli di daerah Gondang. Disana ada 5 pelatih yang mengajar. Tetapi ada satu yang membuat aku semangat latihan voli setiap 1 minggu 3 kali. Namanya David Mahendra dia kelas 2 SMA. Dia pelatih yang paling muda dan sangat tampan. Dia selalu sabar saat megajarku passing bawah, passing atas, serven, smash/spike.Aku mencoba untuk chat pelatihku dengan basa basi. “Kak, besok latihan?” kataku. “Iya dek. Kenapa kamu ijin ta?” kata kak David. “Enggak mas, aku cuma tanya hehe,” kataku. “Owalah kamu jangan sampai ga masuk latihan lho yaa…,” kata kak David. “Enggak mas, sekarang aku semangat latihan karena ada kamu hehe bercanda,” kataku. “Hussst… ga boleh gitu,” kata kak David. “Eh tapi btw ya mas. Kamu itu udah punya pacar?” kataku. “Belum dek. Kenapa?” kata kak David. “Enggak, cuma Tanya hehe,” kataku. “Oke,” kata kak David (menjawab singkat).Setelah menghubungi lewat chat, kak David sering mengirim pesan kepada aku. Walaupun hanya sekedar tanya kabar ataupun tentang latihan voli. Hampir setiap hari kita chatingan pagi, siang, sore, malam. Kadang kalau malam kita sering teleponan sambil tidur istilahnya sleepcall kalau anak jaman sekarang.Hampir 3 bulan kita HTS atau hubungan tanpa status tapi aku memaklumi mungkin aku cuman buat bahan gabut. Waktu di lapangan dia tertawa bersama anak latian yang lain. Dia mengajak aku berbicara berdua saat semua lagi main.“Kamu gapapa, aku lihat dari awal tadi kamu cemberut aja?” kata kak David. “Enggak tuh biasa aja” kataku. “Kamu kenapa, semalem chat aku ga kamu bales?” kata kak David. “Gapapa, semalem aku udah tidur” kataku. “Kamu kenapa sii, kamu marah?” kata kak David. “Nanti aku anter pulang ya?” kata kak David. “Aku bawa sepeda sendiri ga usah rumah kita juga beda arah” kataku. “Aku ikutin dari belakang, aku ga mau kamu kenapa kenapa” kata kak David. “Aku bilang ga usah ya ga usah kamu tau gak sii” kataku. “Kamu kenapaaa dindaaa” kata kak David. “Gapapa, nanti aku bales chatnya” kataku. “Oke, nanti aku mau ngomong sesuatu” kata kak DavidSetelah selesai latihan aku pulang sendiri tanpa aku sadar ternyata kak David mengikuti aku di belakang sampai ke rumah. Aku Tanya katanya dia ga tega kalau aku pulang sendiri jadi aku ikuti kamu dari belakang. Dari situ aku ngerasa kalau dia sayang banget sama aku. Akhirnya aku meminta maaf kepada kak David.“Kak aku minta maaf ya kalau aku udah buat kamu kesel tadi,” kataku. “Emang kamu tadi kenapa kok marah-marah?” kata kak David. “Lagi badmood hehe,” kataku. “Lain kali jangan gitu ya, aku khawatir kalo kamu pulang sendiri” kata kak David. “Iya aku tau tadi aku berlebihan marah sama kamu, padahal kita kan bukan siapa-siapa cuma sekedar pelatih dan murid” kataku. “Maksudnya? kamu dulu kan udah pernah aku tembak tapi kamu masih ga mau takut ketahuan” kata kak David. “Oke jalanin sekarang karena aku ga mau kamu deket-deket dan aku cemburu tanpa ada status,” kataku. “Serius? Tapi aku minta private dulu ya soalnya aku mau izin ke senior dulu” kata kak David “Oke, besok aku ga latihan ga ada sepeda” kataku “Aku jemput ya” kata kak David “Tapi nanti kalau temen-temen aku curiga kalau aku bareng kamu gimana?” kataku “Nanti kamu bawa pedah vario punyaku, terus dari rumahku sampai tempat latihan kamu nyetir sendiri yaa?” kata kak David “Oke, nanti pulangnya aku minta jemput ayahku saja” kataku “Aku anter sekalian aku minta restu ke ayahmu kalau aku mau serius sama kamu” kata kak David.Setelah beberapa bulan jadian sekitar 6 bulan akhirnya kita public ke temen voli dan pelatih senior. Karena kak David udah izin ke pelatih senior untuk menjalani hubungan denganku dan diperbolehkan. Tetapi syarat pacaran waktu latihan selesai selebihnya seperti pelatih dan muridSetelah teman-temanku tau kalau aku jadian sama kak David. Mereka seperti ikut bahagia akhirnya aku ga jomblo katanya dan ga cemburu lagi kalau kak David deket sama anak lainnya karena ga ada status.Waktu istirahat setelah latihan aku pulang dianter kak David. Di perjalanan kita ngobrol “Kamu capek ga?” kata kak David “Enggak sii biasa aja, kan soalnya uda biasa latihan jadi ga kerasa kalau cape” kataku “Mau makan dulu ga?” kata kak David “Boleh, makan apa? Aku pengen yang kuah kuah nih bakso yuk” kataku “Oke boleh kamu mau bakso dimana” kata kak David “Bakso di GH situ enak disitu aja” katakuSetelah sampai di tempat bakso GH aku duduk dan kak David yang pesan baksonya. “Kamu duduk aja aku pesenin” kata kak David “Aku aja yang pesen nanti kamu gak tau aku maunya apa” kataku “Aku tau kamu minta bakso yang kecil sama sambelnya banyakkan” kata kak David sambil mengusap kepala ku “Oke sip” katakuAkhirnya 1 tahun berlalu aku jadian dengan kak David. Dan aku beruntung memilikinya yang sabar dalam menghadapiku. Kita saling menerima satu sama lain. Dan buat kalian yang masih HTS cepetan jadian dibanding nanti diambil orang hehe semangatt.END

Ke Yogyakarta
Teen
25 Nov 2025

Ke Yogyakarta

Pada pagi awal tahun saya bersiap untuk pergi sekolah. Sesaat saya sampai di sekolah aku dan teman temanku menceritakan tentang liburan sekolah.Bel masuk pun bunyi aku dan teman temanku pergi masuk kelas. Guru pun masuk dan mau menyampaikan sesuatu sebelum pembelajaran dimulai.“Assalamualaikum anak anak, Bagaimana kabarnya?” “Waalaikum salam bu, baik bu” jawab semua siswa “Anak anak sebelum pelajaran ibu mau menyampaikan sesuatu” kata bu guru “Mau menyampaikan apa bu?” Tanya temanku “Jadi hari jumat besok kita akan pergi rekreasi ke jogja” jawab guruku “hore hore hore” sontak suara temankuSetelah menyampaikan informasi itu pembelajaran pun dimulai. Setelah pembelajaran bel istirahat pun berbunyi dan semua temanku pun pergi keluar untuk menuju ke kantin.“Nanti pas kita pergi ke jogja kita duduk di belakang ya” kata temanku “Iya nanti kita duduk di belakang supaya kita bisa mabar bareng” jawab temanku “iya nanti pasti seru ya” kataku “iyaaaa” jawab temankuSetelah berbincang bincang aku pun membeli makanan dan minuman. Setelah membeli makanan dan minuman bel masuk pun berbunyi. Aku dan temanku pun pergi menuju kelas dan ternyata di kelas sudah ada guru. Aku pun pergi ke tempat dudukku dan melanjutkan pembelajaran. Setelah pembelajaran bel pulang pun berbunyi aku pun bergegas pulang untuk memberitahu ibuku tentang mau pergi ke jogja.Aku pun sampai… “assalamualaikum bu” kataku “waalaikum salam nak” jawab ibuku “Bu tadi aku di sekolah ada informasi dari bu guru” “informasi apa itu nak?” Tanya ibuku “besok jumat aku mau rekreasi ke jogja” jawabku “ooo seru pasti itu nak”Setelah aku memberitahu aku pun pergi ke kamar tidur dan menaruh peralatan sekolahku dan tidur. Aku pun bangun kesorean sampai tidak berangkat mengaji. Aku pun menyiapkan keperluanku untuk di jogja nanti dari baju dan camilan untuk di bus. Setelah menyiapkan keperluan aku mengambil untuk pergi mandi. Setelah mandi ternyata ayahku pulang dan membawa bakso aku pun memakan bakso itu dan menceritakan kalau aku mau rekreasi ke jogja.“Yah aku besok mau pergi ke jogja bersama teman temanku” kataku “Wah kok mendadak nak” kata ayahku “Ga tau yah kata bu guru emang gitu” kataku “pasti seru itu nak” kata ayahkuSetelah memberitau aku pun pergi ke pawon untuk menaruh mangkok dan mencucinya. Adzan magrib pun berkumandang aku bergegas mengambil air wudhu dan pergi sholat. Setelah sholat aku mengerjakan pr dan menonton tv. Setelah mengerjekan pr aku pergi tidur.Jumat pun tiba, aku pergi mandi dan bersiap siap umtuk pergi ke sekolah. Di Kelas ternyata teman teman sudah sampai semua. Aku menaruh tas dan menunggu guru datang ke kelas. Guru pun datang dan pembelajaran pun dimulai. setelah enam jam aku belajar bel pulang pun berbunyi dan aku bergegas untuk pulang. Setelah sampai di rumah aku pun mandi dan pergi sholat jumat. Setelah pulang jumatan aku pun langsung tidur. Aku bangun jam 6 malam dan langsung pergi mandi dan sholat. Setelah sholat aku mengecek keperluanku untuk di jogja. Setelah sholat isya aku pergi ke sekolah. Setelah sampai di sekolah aku berpamitan ke keluargaku“bu, aku pamit berangkat ya” kataku “iya nak hati hati di sana ya” kata ibuku “iya bu siap” kataku “sudah pamit ayah nak?” kata ibuku “belum bu ini mau pamitan nunggu uang saku dari ibu hehe” kataku “anak ini kalau masalah uang ga pernah lupa” kata ibukuAku pun pergi ke ayah untuk berpamitan “yah aku pamit ya” kataku “iya nak hati hati di sana dan ini uang sakumu untuk di sana”Aku pun pergi ke bus dan duduk di bus paling belakang bersama lima temanku dan satu guru. Bus pun jalan dan aku asik melihat jalan sampai aku tertidur. Setelah dua jam perjalanan bus pun berhenti di rest area. Aku dan temanku pergi ke kamar mandi untuk kencing sebentar. Setelah kencing aku pun naik bus lagi. Bus pun berjalan lagi dan aku sampai jogja jam tiga. Dan berhenti di mushola dekat pantai untuk istirahat dan sholat. Setelah sholat aku pergi ke pantai bersama temanku. Setelah dua jam aku di pantai aku naik bus lagi untuk pergi ke candi Borobudur. Bus pun sampai di Borobudur dan aku membangunkan temanku yang tertidur.“bangun bangun” kataku “sudah sampai kah?” Tanya temanku “sudah, ayo turun” katakuAku dan temanku pun turun dan di bawah ternyata banyak pedagang. Aku pun berjalan naik ke atas candi bersama teman dan guruku. Saat di bawah ternyata ada gajah“Il itu ada gajah” kata temanku “mana mana “kataku “itu di bawah candi” kata temanku “ooo iya ada satu gajah” katakuTemanku pun bertanya kepada perawat gajah itu “om, itu yang di sana gajah apa?” Tanya temanku “itu gajah Sumatra dek” jawab perawat gajah tersebut “ooo, terimaksih ya om” kata temanku “iya dek sama sama” jawab perawat tersebutAku pun melanjutkan perjalanan menuju bus setelah melihat gajah itu. Aku pun sampai di bus dan memakan cemilan yang aku bawa dari rumah. Setelah menunggu beberapa menit menunggu bus pun jalan menuju malioboro. Aku sampai di malioboro jam 15.00. Aku di sana membeli baju dan oleh oleh untuk keluarga di rumah. Setelah berbelanja aku dan rombonganku pergi menuju bus sambil membawa oleh. Saat naik bus ternyata semua sudah naik bus dan setelah bu guru mengecek rombongan bus pun jalan dan pulang.

Kenapa Aku Berbeda?
Teen
25 Nov 2025

Kenapa Aku Berbeda?

Masa SMA adalah masa yang selalu disebut masa yang paling indah oleh orang orang. Masa dimana para perempuan menganggap ini adalah waktu mereka untuk tampil cantik. Bertujuan untuk menarik perhatian orang sekitar, khususnya lawan jenis. Tetapi berbeda dengan jingga.Pada suatu pagi yang cerah dan hening, tiba tiba terdengar suara jeritan seorang ibu yang bangun kesiangan. “ADUH GAWAT!! MAMA TELAT BANGUN!!” Jeritnya sambil kelimpungan “Belum bikin sarapan, belum bangunin anak anak juga” lanjutnya sambil berjalan ke dapur. Saat sampai di dapur, ternyata anak anaknya sudah bangun dan rapi memakai baju sekolah. “Pagi, ma” sapa anak kedua nya. “Eh?! Semuanya sudah siap??” bingung mama. “Aku udah bikinin nasi goreng buat kita semua sarapan” “Ya ampun, kok kamu baik banget sih? Mama jadi tertolong banget!” ujar mama sambil memeluk kepala jingga. “Gapap lagian mama juga pasti capek habis kerja”Saat percakapan itu berakhir mama tiba tiba teringat sesuatu. “Oh iya, ngomong ngomong dimana kakakmu?” Tanya mama. “Kakak masih mandi tuh dari tadi. Karena kakak masih lama jadi aku berangkat duluan aja ya, jesa sekalian berangkat sama aku aja” “Kamu mau berangkat sekarang? Rambutmu masih berantakan gini, mau mama rapikan dulu?” Tawar mama sambil memegang rambut jingga. “Gak usah ma, mau dirapikan pun gak merubah aku jadi cantik” minder jingga. “Ya udah aku berangkat dulu” lanjut jingga. “Hm, anak itu nada bicaraya tegas tapi kok kata katanya tadi kayak orang minder ya?” Batin mama.Firasat seorang ibu memang tidak pernah meleset, dan memang benar di balik sifatnya yang tegas. Terdapat seorang gadis yang tidak percaya diri. Semua berawal dari kejadian di masa kecil yang tidak pernah diceritakan oleh siapapun.“Hei, jingga!” panggil seorang anak laki laki dengan kasar Jingga hanya menoleh dan memasang wajah bertanya. “Kemarin aku liat kamu di supermarket, loh! Bareng sama mamamu, kakakmu, dan adikmu!” “Mereka bertiga wajahnya sama, tapi kok cuman kamu yang beda sendiri sih?” “Aku liat mereka cantik dan kuliynya putih. Sedangkan kamu gak ada miripnya sama sekali” “Kamu tuh item, keriting, banyak bekas jerawatnya lagi!” “Hei, dengar yah!” balas jingga dengan marah. “Ini bintik bitnik, bukan jerawat, dan memang aku ini lebih mirip papaku” “Hah, masa sih? Buktinya mana?” Anak laki laki itu terus mengejek jingga dan mengeluarkan kata kata. “Papa kamu kan udah ga ada!? Jangan jangan kamu anak pungut ya?!”Waktu itu, jingga tidak diam saja dan memukul anak laki laki iti habis habisan. Tapi sejak saat itu ejekan teman temannya terus menembus di hati jingga, karena tidak mau dianggap lemah jingga menutupi rasa tidak percaya dirinya dengan bersikap galak tegas. Padahal sebenarnya jingga sangat insecure apalagi jika ada orang yang membandingkannya dengan keluarganya. Dan orang yang paling sering dibandingkan dengan dia yaitu kakak perempuannya sendiri yaitu jelita.Jelita adalah siswa popular di sekolahnya. Cantik, ceria, aktif dan temannya pun ada banyak. Tapi banyak teman dan eskul, membuat jelita hampir tidak pernah ikut mengurus pekerjaan rumah. Alhasil, jinggalah yang mengerjakan seluruh urusan rumahnya. Seperti, memasak, membersihkan rumah, dan mengantar sekolah jesa.Saat akan mengantarkan buku ke ruang guru, jingga tidak sengaja berpapasan dengan ketos, yaitu ezra yang juga keluar dari ruang guru. Yang ternyata jingga telah mengagumi ezra sejak MOS, alasan jingga mengagumi ezra karena saat MOS ada teman sekelompoknya tidak memakai atribut dan dihukum. Sebagai ketua jingga lantas menemui panitia MOS dan mengatakan bahwa ia juga melakukan kesalahan karena tidak mengingatkan teman sekelompoknya untuk memakai atribut lengkap, jingga dan seluruh teman sekelompoknya akhirnya dikenakan hukuman. Setelah melaksanakan hukuman jingga beristirahat di taman sekolah. Tiba tiba seseorang mendatanginya dan mengatakan. “Kerja bagus” ucap seseorang tersebut sambil melempar sebuah permen. Mulai saat itulah jingga mengagumi orang tersebut.Saat keluar dari ruang guru jingga bertemu dengan jelita yang ternyata memperhatikannya sedari ia masuk dan berpapasan dengan ezra. “Adikku sudah besar ya ternyata” goda jelita. “Apasih” jawab jingga. “Gausah malu malu gitu dong” goda jelita lagi. “Apasih ga jelas tau gak!” jawab jelita lagi sambil beranjak pergi dari sana. “Kamu tau aku sama ezra sekelas loh!!” kata jelita. “Gimana kalau kita taruhan buat dapetin ezra?” tawar jelita. Jingga yang mendengar itu sontak menghentikan langkahnya dan berkata. “Kamu gila ya?! Kamu kira itu cocok buat dijadiin bahan candaan?! Kata jingga sambil menoleh kepada jelita.Setelah mendengar perkataan jelita, jingga menjadi berpikir untuk mendekati ezra. Saat itu juga jingga mencari keberadaan ezra dan ternyata ezra berada di kantin. Jingga mengumpulkan keberaniannya untuk mendekatinya. Namun ternyata saat jingga berjalan mendekatinya jingga tiba tiba kehilangan keberaniannya. Hari hari berlalu, entah itu takdir atau buakan, hampir setiap hari jingga berpapasan dengan ezra. Namun saat berpapasan jingga selalu memilih untuk bersembunyi daripada menemuinya.Pada suatu hari kelas jingga sedang melakukan pelajaran olahraga di lapangan. Jingga yang saat itu sedang melamunkan perbuatannya saat bertemu dengan ezra, tiba tiba sebuah bola melayang dan mengenai kepalanya. Jingga yang saat itu sedang melamun lantas marah karena sebuah bola tersebut telah mengganggu lamunanya. “Auwsh” ringis jingga sambil menahan sakit di kepalanya. Bersamaan dengan seseorang mendatanginya dan berniat untuk mengambil bola yang mengenai kepala jingga.“Sori sori, aku kira gak ada orang disitu” ucap seseorang tersebut. Jingga yang mendengar kata kata itu sontak menoleh. “Ohh, ternyata dia” batin jingga. “Kenapa sih aku sekelas terus sama dia, mulai dari TK, SD, SMP, bahkan sampai SMA” batin jingga lagi. Ternyata orang yang melemparkan bola kepadanya adalah anak yang dulu sering mengejeknya dan membedakannya dengan keluarganya. Ya andre namanya.“Kemarin aku liat kakakmu, jelita sama ezra jalan bareng. Mereka pacaran ya?!” tanya andre. Para siswi yang mendengar itu pun langsung bisik bisik membicarakan mereka. “Emang iya ya?” “Kayaknya sih emang iya, kemarin salah satu teman kita juga liat mereka sih!!” “Kalau beneran iya sih gapapa, toh mereka juga cocok. Sama sama good looking” “Beneran ndre? Kamu gak bohong kan?!” tanya salah seorang dari mereka. “Beneranlah!! Ngapain juga aku bohong. Orang aku liat sendiri kok” jawab andre. “Apasih, jangan ngarang kamu?!” kaget jingga dengan nada yang sewot. “Kenapa, kok kamu jadi sewot sih?” tanya andre. “Jangan jangan kamu suka ya sama ezra?” tanya andre lagi. “Gak lah ngapain aku suka sama ezra” bohong jingga. “Iya sih, ngapain juga kamu suka sama ezra” jawab andre. “Lagian ezra juga lebih cocok sama jelita daripada sama kamu. Jelita cantik, pinter, tinggi. Sedangkan kamu, udah jelek, pendek, banyak jerawatnya lagi”Jingga yang mendengar perkataan yang andre lontarkan seketika membuat hatinya menjadi sakit dan ia kembali mengingat seluruh perkataan menyakitkan yang selalu andre lontarkan kepadanya. Jingga yang hatinya merasa sakit dan air matanya seketika turun. Jingga kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi meninggalkan mereka semua dengan berderai air mata.“Kamu sih ndre, kasian tau dia” kata salah satu teman mereka. “Ya mana aku tau, aku kan gak sengaja” kata andre tanpa rasa bersalah.Malam harinya jelita dan jesa, adik jingga dan jelita, mereka sedang menonton TV di ruang tengah. Tak lama kemudian mama mereka pulang. “Assalamualaikum” salam mama. “Waalaikumsalam” jawab jelita dan jesa. “Kalian udah makan?” tanya mama. “Udah ma” jawab mereka. Setelah mengatakan itu mama kemudian pergi meninggalkan mereka untuk pergi ke kamar. Tak lama kemudian mama kembali bergabung dengan mereka.Tiba tiba mama teringat sesuatu. “Oh iya, jingga dimana?” tanya mama. “Jingga di kamar ma, dari tadi dia gak keluar kamar. Aku tawarin makan juga dia gak mau” jawab jelita “Oh iya?! Kalu gitu biar mama aja yang tanya!” kata mama sambil beranjak menghampiri jingga ke kamarnya.Sesampainya di kamar jingga “Jingga” panggil mama. “Ayo makan, kamu belom makan loh dari tadi” ajak mama.Setelah memanggil jingga berkali kali, akhirnya jingga pun keluar dari kamarnya. Dengan mata yang sembab. “Kamu kenapa?!” tanya mama dengan perasaan khawatir. “Ma, kenapa aku berbeda?” tanya jingga sambil menangis. “Kenapa? Kenapa aku beda dari kalian, Kalian cantik sedangkan aku, aku jelek dan hitam??” tanya jingga. Mama yang mendengar itu langsung menarik jingga dalam rengkuhannya.“Jingga, kamu tau? Kamu itu mirip dengan papamu. Jadi jangan mengatakan bahwa kamu beda dengan kita” jawab mama. “Sejujurnya semua yang ada pada tubuh kita itu adalah pemberian tuhan. Jadi jingga jangan kamu merasa bahwa kamu itu berbeda dari kita. Kita semua sama” nasihat mama. “Tapi ma, anak di sekolahku selalu mengataiku berbeda dengan kalian” jawab jingga. “Itu kan penilaian mereka, bagi mama di keluarga ini kamu yang paling cantik” kata mama sambil mengusap air mata yang ada di pipi jingga.“Nak mulai sekarang, kamu jangan insecure, karena bagi mama kamu yang paling cantik” kata mama lagi.Mulai saat itu jingga tidak merasa insecure. Dan berkat perkataan, mama jingga menjadi kembali percaya diri lagi. Setiap ada seseorang yang mengatainya jelek dan hitam, ia tidak lagi memperdulikannya dan memilih untuk memperbaiki fisiknya.

Cinta Dalam Diam
Teen
25 Nov 2025

Cinta Dalam Diam

Menceritakan kisah percintaan yang susah mengungkapkan namanya “Cinta”. Masa SMP merupakan masa-masa yang terindah bagiku. Masa-masa dimana aku tertarik dengan lawan jenisku.Oh iya, Perkenalkan namaku Handika prima saputra biasanya dipanggil Prima dan wanita idolaku bersama Cantika putri salsabila. Cantika tipikal wanita yang baik, pintar dan cantik sesuai dengan namanya. Dia juga sedikit cuek, kulitnya yang putih bersih dan perawakannya tinggi sesuai dengan ukuran seorang wanita pada umumnya. Perkataan lembut dan kalem meskipun aku tidak pernah berbicara dengannya. Aku tau perkataannya lembut dan kalem karena aku sering memperhatikannya ketika dia berbicara dengan temannya. Aku lihat para lelaki yang ingin berkenalan dengannya. Wajar saja ada wanita cantik, Para lelaki lansung berbondong-bondong minta kenalan dengannya, tapi tidak dipedulikan dengan Cantika. Aku ingin sekali berkenalan dengannya dan mengajaknya berbicara. Tapi aku takut dianya malah cuek. Bisa-bisanya aku trauma untuk berkenalan dengan cewek lagi. Tapi aku akan mencoba berkenalan dengannya tidak dengan hari ini, mungkin esok atau lusa.Pada hari senin dengan suasana pagi hari, dimana hari itu upacara bendera berlangsung. Aku dan temanku bernama Rayan, sedang baris di barisan yang paling belakang. Dan alangkah terkejutnya ketika aku melihat Cantika yang baris di belakang juga. Dia terlihat begitu cantik hari ini. Aku pun terus memperhatikannya dari kejahuan dan kita berdua tidak sengaja bertatap mata. Dan aku langsung memutuskan tatap mata tersebut dan berpura-pura memperhatikan sekitar. Disitu aku salting brutal.Setelah upacara selesai dan barisan dibubarkan, ada kejadian yang sangat memalukan. Kejadian dimana aku tidak sengaja menabrak Cantika. Cantika pun terjatuh dan aku segera menolongnya. “Eh, kamu gapapa? Sini aku bantu berdiri”, kataku dengan khawatir. “Gapapa kok, makasih yaa”, katanya dengan lembut. Disitu aku melihat Cantika yang terluka karena tergores. Aku pun bergegas untuk membawa ke UKS. Disitu perasaanku campur aduk. Salting, khawatir dan sedih menjadi satu.Sesampainya di UKS, “kamu duduk dulu disini, biar aku aja yang ngobatin kaki kamu”, kataku dengan canggung. Aku segera mengambil kota P3K dan mengobati kaki Cantika. Pada saat mengobati kaki Cantika, aku langsung saja mengajaknya mengobrol dan berkenalan dengannya. Lalu aku menjelaskan namaku dan kami ngobrol banyak sekali hingga tak terasa jam udah siang dan aku pun mengantarnya ke kelas. Ngomong-ngomong kita beda kelas yaa. Sebenarnya kita berkenalan tadi aku sedikit takut jika dia akan cuek denganku akan tetapi tidak, dia sangat hangat. Dan kami pergi ke kelas masing-masing.Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 dan waktunya istirahat. Waktu istirahat ini aku gunakan untuk memaandang wajah Cantika yang sembunyi-sembunyi. Malu juga ketahuan memperhatikannya. Bagiku dia begitu sempurna. Aku membayangkan bisa memilikinya kelak. Widdihh, aku terlalu tinggi menghayal.Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Aku dan Cantika sudah mulai akrab. Pada saat berangkat sekolah, ke kantin, pulang sekolah, kita selalu bersama. Aku sudah tidak merasa canggung ketika di dekatnya bahkan bercanda dengannya. Sejak awal aku sudah memendam perasaanaku padanya akan tetapi hingga saat ini aku tidak berani mengungkapkannya. Aku takut pada saat aku mengunggkapkan perasaanku dia tolak. Hingga akhirnya aku pendam rasa ini tanpa sepengetahuannya. Tersiksa memang, tapi aku tidak mempunyai kekuatan super seperti superman. Wajahku tak setampan Al-Gazali. Beda laki-laki yang menyukai Cantika. Laki-laki itu mempunyai wajah seperti model. Aku tidak mau tersiksa dengan perasaanku sendiri dan aku memutuskan untuk menjauhinya.“PRIMA” panggil Cantika sambil berjalan ke arahku. “kamu kenapa sih?” tanyak Cantika semakin mendekat. “aku gapapa kok”. Jawabku “kamu kayaknya menjahui aku yaa?. Emang aku punya salah sama kamu, Prim?” tanya Cantika dengan heran. “Ah, enggak kok, itu mungkin cuman perasaanmu aja Can. Sudah ya aku mau pulang nih. Soalnya di rumah sibuk”. Tanpa basa basi lagi, aku pun bergegas meninggalkan Cantika disana. “tunggu Prima, kamu belum menjawab pertanyaanku… Prima… Prima”, teriak Cantika kepadaku.Keesokan harinya aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan melupakan Cantika dan aku juga berjanji tidak akan pernah menceritakan bagaimana perasaanku yang sebenarnya padanya. Sulit memang melupakan orang yang sebenarnya kita cintai, tapi mau tak mau aku harus move on. Memang salahku, aku mencintainya tapi tidak berani mengungkapnya. Aku memang orang pecundang.Waktu itu aku benci dengan diriku sendiri. Seiring berjalannya waktu hubungan Cantika dengan laki-laki itu semakin erat saja hingga kelulusan mendatang. Dan aku setelah lulus, aku tidak tau hubungan mereka aku serta tidak pernah berhubungan kontak dengan Cantika kini aku mulai belajar…BILA MENYUKAI LAWAN JENISMU, UNGKAPKAN AJA LANGSUNG JANGAN DIPENDAM-PENDAM KARENA SELAGI ADA WAKTU YANG LUANG MENYATAKAN CINTAMU KEPADANYA

Kado Ulang Tahun
Teen
25 Nov 2025

Kado Ulang Tahun

Di suatu hari pada bulan November aku ulang tahun yang ke 17 tahun. Disaat itu yang harusnya membuatku senang tetapi ternyata tidak sama sekali.Di pagi hari aku baru bangun pagi aku kira ada keluargaku yang mengucapkanku selamat ulang tahun ternyata tidak ada sama sekali yang mengucapkan. Saat itu aku merasa sangat sedih dan kecewa. Sebelum aku mau berangkat sekolah aku bersalaman dan berpamitan kepada kedua orangtuaku, kukira bakal ada yang mengucapkan di situ ternyata mereka benar benar lupa dengan hari itu. Aku berangkat sekolah dengan hati yang kesal, tetapi aku di jalan berharap ada yang ingat dengan hari ulang tahunku saat itu waktu di sekolah.Sesampainya di sekolah aku langsung menaruh tas di kursi dan langsung duduk. Tidak lama ada temanku yang menghampiriku, dia mengajakku untuk mengantarkan ke kamar mandi sebentar. Setelah dari kamar mandi aku dan temanku duduk dan bercerita cerita.Jam pelajaran dimulai… Diawal pelajaran aku sudah merasa yang tidak enak, Guru jam pertama pelajaran menghampiriku dan tiba tiba menyuruhku ulangan harian sendirian di luar kelas. Aku berbicara dalam hati: kenapa aku ulangan sendirian di sini kenapa teman temanku tidak ikut ulangan juga. Setelah menyelesaikan ulangan itu aku masuk ke dalam kelas untuk menyerahkan kertas itu ke guru, tetapi saat aku masuk kelas tatapan teman temanku tiba tiba sinis semua. Tetapi ada satu temanku yang biasa saja padaku, aku sampai jam pulang bersama dia terus.Saat jam pulang Aku bertanya kepada temanku “Kenapa tadi bu guru menyuruhku untuk ulangan sendirian di depan kelas, sedangkan teman teman yang lain tidak?,” “Sama kenapa tadi temen temen sinis semua kepadaku,” tanyaku kepada temanku. “Wah aku tidak tahu tentang itu, maaf ya,” jawab temanku. Aku dan temanku pun pulang di rumahnya masing masing. Aku pulang sekolah langsung tidur siang dan bangun agak sorean. Setelah bangun aku langsung mandi. Setelah mandi aku mengerjakan tugas yang sudah diberikan guru. Tiba tiba di rumahku lampu mati, di rumah sangat gelap sampai sampai aku tidak kelihatan apa pun, aku langsung mencari hp ku untuk menyalakan senter. Di saat itu aku pun di rumah sendirian. Setelah mendapatkan hp ku aku langsung menyalakan senter yang ada di hp ku. Aku pun mencari lilin untuk ditaruh di tempat tempat yang gelap, tetapi anehnya kenapa hanya rumahku yang lampunya mati sedangkan lampu rumah tetanggaku menyala semua.Aku sudah tidak mempedulikan itu, aku melanjutkan tugasku dan menunggu lampu di rumahku menyala kembali. Aku sudah melihat KWH Meter dan tidak ada yang aneh atau pun rusak. Aku menelepon keluargaku tetapi tidak ada yang jawab.Setelah aku mengerjakan tugas aku pergi ke kamar untuk bermain hp dan menaruh lilin di kamar. Tapi tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetok pintu rumahku. “Tokkkk tokkkk tokkkkk…,” “Assalamualaikum…,” “Apa ada orangg…,” “Permisiiiiii,” Kata orang yang mengetuk pintu dengan cara sangat keras, dia pun memanggilnya sangat keras sampai sampai tetanggaku keluar rumah semua.Aku yang di rumah sendirian merasa sangat takut untuk membukakan pintu rumah, tetapi dia masih mengetok-ngetok pintu rumahku secara keras. Aku pun membukakan pintunya“Iyaaa sebentarr,” “Siapaa yaaa,” jawab ku dari dalam rumah. Aku membuka kan pintu “Ehhh ternyata paket tohh tak kirain siapa mas,” kataku. “Lama sekali sih mbak, Cuma paket aja loh,”. “Nih paketnya mbak, sama tanda tangan disini buat bukti penerimanya,” Jawab kurir paket itu. “Yaa maaf mas saya kira tadi orang jahat soalnya saya di rumah sendirian sama lampu di rumah saya mati,” jawabku. “Oalah ya mbak, kalau gitu saya duluan ya,” Jawab kurir paket. “Yaa mas makasi ya mas, maaf juga tadi lama bukain pintunya,” jawabku.Aku kembali ke kamar dan membuka isi paket tadi, tetapi tiba tiba ada suara orang di rumahku, aku pun segera melihatnya tetapi tidak ada orang di rumahku. Aku berusaha berfikir yang positif, mungkin tadi kucing. Tetapi tidak lama dari itu ada suara balon meletus di depan rumahku.“Dorrrrrr selamat ulang tahun,” “Maaf ya udah buat kamu kesel dari pagi,” “Happy birthday temankuuu maaf tadi udah cuek di sekolahan,” “Selamat ulang tahun anakku semoga selalu bahagia ya, maaf tadi pagi gak ngucapin kamu,” Tiba tiba ada teman temanku dan kedua orang tua ku masuk kamar. Mereka membawa kado dan kue. Aku langsung menangis terharu karena aku kira tidak ada satu orang pun yang ingat sama hari yang sangat spesial itu.Aku sangat bahagia saat itu karena tidak hanya orangtuaku dan teman temanku saja yang datang tetapi keluarga nya kekasih ku juga ikut datang, ternyata ini semua sudah bagian acara dari kekasihku agar membuatku kesal dari pagi, Pantas saja hp dia mati dari hari sebelum aku ulang tahun.Aku sangat terkejut karena ayahku tiba tiba memberiku kunci mobil. Aku bertanya kepada ayah “Ini apa,” Tanyaku kepada ayah. “Ini kunci mobil buat kamu, di jaga baik baik ya,” jawab ayahku. “HAHHHH, ini serius ayah,” aku yang sangat terkejut. Aku disini sangat bahagia.Tidak hanya itu kekasihku juga tiba tiba mengasih cincin di jariku. “Ini buat kamu, apa mau lebih serius lagi sama aku,” kekasihku yang bertanya kepadaku. “Hah maksud nya apa ini, tunangan gitu,” aku yang masih bingung.Ternyata ini semua adalah bagian dari rencana dia, dia ingin melihatku kesal dari pagi tapi senang saat malam itu, ini adalah hari ulang tahun yang sangat membuatku bahagia. Aku yang malu karena disitu ada kedua orangtuaku dan orangtua dia, serta ada teman temanku.“CIEEEE CIEEEE TUNANGAN NIHHHH,” “Wahhhhh iriiii akuuuuu,” “Wahh congrats yaaa,” “Sekolahnya diselesaiin dulu nanti baru lebih ke jenjang yang serius,” “Semoga baik baik aja yaa nanti hubungannya,” Kata teman temanku dan orang tua ku.END

Broken Home
Teen
25 Nov 2025

Broken Home

Di sebuah rumah tinggallah seorang gadis yang bernama Hana, ia tinggal bersama ibunya, ayah tiri, serta adik tiri. Ia tertekan tinggal di rumah bersama ayah tiri dan adik tiri karena mereka berbuat jahat terhadap Hana, ayah kandung Hana meninggal karena terbunuh oleh ayah tirinya sehinngga Hana benci ayah tirinya. Adik tirinya perempuan sudah 7 tahun.Pagi hari pun tiba, dimana ini hari Minggu, Hana terbangun karena dia disiram oleh adik tirinya yang bernama Sandrinna dan Hana pun geram diperlakukan seperti ini.“Kenapa kamu siram kakak sih kan kakak tidak apa-apain kamu?” tanyaku. “Kakak sudah bikin adik dimarahin sama ibu, sekarang aku minta uang 100 ribu cepat,” jawab Sandrinna. “Dih, ogah minta ke ayah kamu lah ngapain ke kakak.” “Awas nanti aku aduin ke ayah,” timpal Sandrinna “Silahkan.”Beberapa menit kemudian, Hana pun bergegas mandi dan 5 menit dia keluar kamar mandi serta mengganti baju. Setelah itu, ayah tirinya memanggil dia dengan marah, “Hana, keluar kamarmu sekarang” aku pun mendengus kesal dan keluar kamar.“Anda kenapa menyuruh saya keluar kamar, ada urusan?” tanyaku. “Kamu tidak bisa sopan apa ke ayahmu hah?” “Ayahku? Maaf, ayahku sudah tenang di alam sana dan anda bukan ayahku melainkan ayah tiriku”, jelasku dengan panjang lebar. “Kamu kenapa tidak memberi adikmu uang, uang 100 ribu aja ribet”, timpal ayahku “Tuan Daniel, anda tidak bekerja atau gimana sih, nafkahi anaknya saja ga mau,” ucapku PLAKKK Satu tamparan mendarat ke pipiku, aku pun berlari turuni tangga dan keluar rumah sambil meringgis kesakitan. “Keluarlah dari rumah, aku sudah muak lihat muka kamu,” teriak Daniel.Sesampai di café, Hana memesan teh hangat saja sambal melamun. Tiba-tiba ada gadis menyapanya dan ia menoleh “Hai, Hana tumben ke café, ada masalah ya?” tanyanya dan Hana terus terdiam tak menjawab pertanyaan gadis tersebut.“Menurutmu, aku pantas bahagia atau tidak?” tanya Hana secara tiba-tiba “Kok lo ngomong gitu sih Han, kalo ada masalah cerita ke gue.” “Tadi gue habis ditampar sama ayah tiri gue, gue kesal sama dia dan dia sudah membunuh ayah gue dan juga gue mau buat rencana untuk mengungkap kebusukkannya,” jelasku. Gadis yang di hadapan Hana pun duduk dan ia berniat membantu Hana, “gue mau bantu lo kok.”Kini Hana kembali ke rumah tapi disambut oleh ibunya, “Dari mana saja kamu Han?” Hana tak menjawab pertanyaan ibunya, ya ibunya bernama Vani dan segera pergi ke kamar, sedangkan ibunya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sesampai di kamar, Hana pun menutup pintu dengan keras dan mulai menangis ia merindukan seorang ayah.Malam pun tiba, Hana tetap ada di kamarnya dan ia dipanggil ibunya “Nak, ayo turun kita makan bersama.” “Tidak bu, aku mau sendiri dulu,” jawabku “Ibu makan dulu saja, nanti aku menyusul ke ruang makan,” lanjut Hana dan ibunya pun pergi menuruni tanggaSesampai di ruang makan, ayah dan adik tiri berhenti melahap makanan, “Hana tidak makan malam kah?” tanya Daniel dan Vani menggelengkan kepalanya. “Kenapa kakak ga makan, bunda?” tanya Sandrinna tetapi Vani tetap menggelengkan kepalaBeberapa menit kemudian, mereka bertiga selesai makan dan menuju kamarnya masing-masing. Hana keluar kamar dan mengendap-enadap turun dari tangga untuk melihat kondisi sekitar. Merasa kondisi aman, Hana menuju ke ruang makan dan mengambil jajan, tiba-tiba ada orang perempuan yang menghalanginya.Hana pun kaget “Hayo lho, kakak ngapain mengambil jajan?” tanya seorang perempuan ternyata adek tirinya. “Kamu ngapain disini bikin kaget saja?” tanya balik Hana. “Lagi ambil minum, minta jajannya dong kak.” “Enak saja, tidak boleh.” “Awas aja ya aku bilang ke ayah,” ancam Sandrinna. “Silahkan.”Sandrinna pun pergi dan memanggil ayahnya, Daniel menuju ke Hana dan menampar 3 kali sedangkan Hana meringis kesakitan. “Kamu kenapa ga berikan jajan kamu ke adek kamu hah?” “Adek? Saya ga punya adek, saya anak tunggal dan Sandrinna bukan keluarga saya,” tegas Hana yang sedang memegang pipi yang ditampar oleh ayah tirinya dan menuju ke kamarnya sambil membawa jajan.Sampai di kamar Hana, ada yang mengechat Hana ‘halo’ yaitu nomor yang tidak dikenal. Hana: Ini siapa ya? Nomor yang tidak dikenal: Aku Dilla, aku yang tadi di café itu lho. Hana: Ouh, aku Hana. Dilla: Salken ya. Hana mengeread saja dan ia langsung bergegas tidur.Pagi pun tiba disambut dengan matahari yang cerah, Hari Senin yang menyebalkan bagi Hana. Hana pun bangun dari tidurnya dan bergegas untuk berangkat sekolah, Sandrinna minta Hana untuk berangkat sekolah bersama–sama tetapi Hana menolak.“Ayolah kak, sekali aja bareng sekolah sama aku,” ucap Sandrinna dengan memohon “Kalo kakak ga mau ya ga mau dek, udah deh kakak berangkat sekolah, ibu dan ayah aku berangkat dulu,” pamit Hana sambil meninggalkan SandrinnaSampai di sekolah, Hana disambut dengan Dilla “Hai Han, nanti kita ke kantin bareng yok.” “Ayo-ayo aja sih, yaudah aku ke kalas dulu ya,” jawab Hana dan dapat anggukan dari DillaIstirahat tiba, Dilla menjemput Hana dan berniat ke kantin bersama. Sampai ke kantin, Dilla dan Hana mengobrol tentang kebusukan ayah tirinya Hana. “Han, aku tadi dapat info tentang ayah tiri lo dari cctv lampu lalu lintas,” ucap Dilla memulai topiknya “Kirim video buktinya ke gue, cepat.” Dilla mengirim video bukti ke nomor Hana, dan berterima kasih ke Dilla. “Terus lo mau ngungkapin kebusukannya kapan Han?” “Nanti sore,” jawab Hana dengan santai “Buset, cepat banget deh.” “Iya lah, kalo lama-lama ga bisa tenang ayah gue di alam sana,” ucap Hana dan Dilla menganggukkan kepalanyaSore tiba, Hana mengumpulkan semua anggoto keluarganya termasuk ayah tirinya dan adek tirinya. “Kak, kita ngapain dikumpulkan di ruang keluarga ini?” tanya Sandrinna dengan penasaran. “Iya nih, ada apa nak kamu kumpulin kita di sini?” tanya lagi dari sang ibunya“Pertama-tama, aku kumpulin kalian semua di sini buat bahas kematian ayahku. Di balik semua kejadian itu adalah ayah tiriku, Daniel. Anda sudah membunuh ayahku yang tak bersalah, anda bersalah,” jelas Hana Vani pun tak percaya, ia pun menampar ayah tiriku. “Kamu sudah merusak keluarga saya, dan keluar dari rumah ini. Saya tidak sudi menerima kamu dan bawa anak kamu sekalian barang-barang kamu.”Daniel dan Sandrinna pergi dari rumah itu, Hana dan Vani pun lega dan Hana berharap ayahnya tenang di alam sana, semoga amal ibadahnya diterima.

Menampilkan 22 dari 166 cerita Halaman 7 dari 7
Menampilkan 22 cerita