Gambar dalam Cerita
Namaku langit Andara mahesa, biasa dipanggil Langit.
Bagus bukan? Itu nama pemberian ibu, kata ibu, dia ingin aku menjadi seperti langit yang akan terus terang dan tak akan redup dimalam dan siang hari.
Oh iya, aku mempunyai penyakit leukimia sedari kecil, suatu keberuntungan sebenarnya aku bisa hidup sampai sekarang.aku mengidap penyakit ini ketika usiaku 1 tahun, lalu aku masih bertahan hingga 15 tahun hidupku.
Terkadang, aku merasa lelah dengan penyakitku, aku ingin bermain bersama teman teman, ingin kesekolah, namun hidupku terbatas didalam rumah.
Aku homeschooling kembali 2 bulan lalu, karna penyakitku drop , dan mengharuskan aku dirawat dirumah sakit.
Akh, aku benci seperti ini, aku harus rajin kemoterapi, tapi sayangnya rambutku harus berjatuhan kemana mana.
Itu membuatku tidak pd, kelly tidak akan suka padaku, jika aku botak, itu sebabnya aku akan kesekolah, hingga rambutku tumbuh kembali.
Hari ini, aku akan menjalani Terapi radiasi atau radioterapi , aku tak tau itu apa, otakku belum sampai ketahap itu, yang jelasnya aku harus berobat.
Itu saja.
Aku bersemangat menjalani pengobatan ini, karna ibu bilang setelah ini, aku akan masuk sekolah kembali.
Anggap saja ibu menyogokku untuk terapi, karna aku awalnya memang tidak mau melakukan terapi ini.
Aku terkadang sedih melihat ibu, dia selalu menangis diam diam,untungnya ada ayah yang menenangkannya.
......
Dan hari ini tiba, hari dimana aku akan bersekolah kembali, aku tak sabar bertemu Kelly.
Langitt!!" Panggil Kelly dari jauh sambil melambai padaku, aku pun menghampirinya dengan segera.
Akhirnya bisa sekolah lagi"ucapku pada Kelly, sedangkan Kelly hanya mengangguk.
Iya, akhirnya aku punya teman cerita lagi"ucap Kelley sambil mengajakku berjalan ke kelas, Kelly memang selalu bercerita hak apapun padaku, sangat random.
Oh iya, aku abis nonton loh, film Dilan"ucap Kelly kepadaku
Dilan? Siapa Dilan?"
Kamu tak tau? Dilan itu emm pacarnya Milea ahk aku nggak tau jelasin pokonya Dilan itu peramal yang tampan"ucap Kelly sambil tersenyum membayangkan sosok dilan.
Peramal ?
Mendengar kata peramal, suatu ide langsung terlintas difikiranku.
Bisakah aku meramal sepertinya?
Dan apakah ramalanku akan nyata?
Kebetulan, aku baru saja membaca sebuah buku yang berjudul " Astronomi world" buku yang diciptakan oleh penulis terkenal bernama Handryson Taldwin.
Dibuku itu, ia menjelaskan bahwa Langit akan Runtuh, tapi tak dijelaskan secara rinci kapan waktunya.
Seolah masih menjadi pertanyaan, dan masih belum menemukan jawabannya.
Bagaimana kalau aku yang mencari jawabannya?
Namun, bagaimana caranya?
aku bukan peneliti, aku hanyalah siswa smp biasa yang terbatas pengetahuannya.
Untung saja cerita Kelly memberiku suatu ide,oke
Hari ini aku akan menjadi Dilan sang peramal, ah bukan! Lebih tepatnya Langit sang peramal.
Hihi aku tertawa mendengar diriku sendiri, sangat konyol, meramal sesuatu yang tak tau apakah akan nyata kebenarannya atau tidak.
Tapi tak apalah, namanya juga meramal, masih menduga hal hal yang belum pasti.
Oke aku mulai dari mana?
Emm hari ini
tanggal 05 September 2021
Singkat saja yah, ini pertamaku berprofesi sebagai langit sang peramal hihi.
Oh iya dimana kita memulainya, oke, langit bumi akan lenyap, pada tanggal 05 November 2021.
.........
Setelah hal yang ku ramal pada tanggal 5 hari itu, ternyata tidak benar adanya, ini sudah tanggal 8 November, namun tak ada tanda tanda langit akan runtuh dimanapun.
Aku menghela nafas, terus mulai menulis kembali dibuku harianku yang
kuberi judul Langit bumi Telah lenyap.
19 September 2021
kegagalan satu kali,tak akan membuatku menyerah begitu saja. Benarkan?
Mungkin saja jika ramalanku berhasil, aku akan mendapatkan penghargaan, ah iya aku lupa, jika langit telah lenyap maka bumi pun akan berakhir .
27November 2021
Hari ini, aku dilarikan kembali kerumah sakit, aku tiba tiba pingsan disekolah, entahlah.
Padahal awalnya aku hanya sedang bercanda dengan Kelly, namun tiba tiba darah keluar dari hidungku,seketika pandanganku langsung menggelap, menyebalkan,
Aku harus home schooling kembali harus cuci darah kembali, dan seperti biasa rambutku akan rontok kembali.
Aku menatap malas obat yang diberikan ibu padaku, aku lelah meminum itu, sebenarnya, untuk apa aku harus meminum obat ini? Bukankah langit akan akan lenyap? Itu artinya bumi tak akan lama, jadi untuk apa aku harus meminum obat obatan ini? Dan menjalani pengobatan yang merontokkan rambutku?.
Ibu membujukku untuk meminum obat,
Namun aku hanya menjawabnya dengan pertanyaan.
Ibu, jika langit akan lenyap, apa yang akan terjadi pada ibu?"tanyaku pada ibu, awalnya ibu menyerengit heran.
Emm, kalau langit lenyap, maka ibu akan memeluk langit anak ibu saat ini, bukan hanya bumi yang punya langit, tapi ibu juga punya langit indah sepertimu nak"ucap ibu diiringi dengan senyuman.
Tapi, bagaimana kalau aku tidak bisa melindungi ibu?"
Emm, bagaimana yah, em kita kan punya ayah, maka langit tak perlu melindungi ibu, karna ayah yang akan melindungi ibu dan Langit"ucap Ibu menenangkanku.
Akh, iya aku sampai lupa dengan ayah, benar ada ayah yang akan melindungi ibu.
...
1 Desember 2021
Tak terasa ini sudah bulan Desember, bulan terakhir dari 2021
Nyatanya ramalanku, selama ini tak pernah ada yang benar akan adanya.
Namun entahlah aku masih percaya pada ramalanku
Bagaimana kalau Langit akan lenyap pada tanggal 29 Desember?
Aku sangat yakin! Jika tidak berhasil, maka aku akan berhenti meramal.
Sudah 3 bulan berlalu, namun ramalanku masih belum menemukan titik temunya,
Hari ini, aku harus mengalami kemoterapi kembali, aku sudah lelah sangat lelah, berulang kali aku merengek pada ibu, namun ibu tak pernah mendengarku.
Aku menatap malas keluar kaca mobil
Banyak hal yang bisa kulihat tentang dunia.
Seperti Orang orang yang bekerja, untuk mendapatkan penghasilan, sangat keras, bahkan aku yakin aku tak bisa melakukannya.
Juga orang orang yang belajar untuk masa depannya, penjahat yang mencari nafkah walaupun dengan cara yang salah. Dan masih banyak lagi.
Jika seandainya, ramalanku benar, orang orang akan merasa kecewa telah bekerja begitu keras dengan hidupnya.
Pasti mereka tak akan memikirkan uang lagi, mereka akan melepas beben hidup yang mereka tanggung dan berusaha menyenangkan diri mereka sendiri tampa beban.
Gedung gedung akan tutup, kejahatan akan lenyap, dan semua orang akan menuju bahagainya masing-masing.
Mereka akan mengungkapkan semua perasaan yang tersembunyi dihati mereka, mau itu kekesalan. Ataupun cinta.
Emm sepertinya aku juga akan mengungkapkan perasaanku pada Kelly?
29 Desember 2021
Ramalanku ternyata salah lagi, untuk terakhir kalinya, aku akan berhenti untuk menjadi Langit sang peramal.
Aku akan menikmati hidupku seperti ini saja.
Tapi aku akan mengoreksi sedikit pada catatanku, mungkin bukan langit bumi yang akan lenyap, namun Langit yang akan lenyap.
Apakah aku akan lenyap?
Kalau seandainya aku yang akan lenyap, aku akan berdoa semoga ibu tak akan sedih jika aku telah lenyap, aku ingin ibu bahagia walau tampa Langit disisinya"
Rani menangis luruh setelah membaca sebuah buku berjudulkan Langit Bumi Telah Lenyap yang dicoret kata buminya menjadi Langit Telah lenyap.
Hari ini, pukul 06.00 Rani ingin membangunkan langit yang sedang tertidur dengan lelap, namun anehnya langit tak bergerak sama sekali, Rani menangis kala suaminya berucap lirih, Langitnya telah tiada.
Tubuh langit telah pucat dan kaku, dia meninggal dengan tenang