I Love You
Teen
21 Dec 2025

I Love You

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-21T205940.757.jfif

download - 2025-12-21T205940.757.jfif

21 Dec 2025, 13:59

download - 2025-12-21T205937.412.jfif

download - 2025-12-21T205937.412.jfif

21 Dec 2025, 13:59

Ketika bunga jatuh pada awal bulan April, bulan menunggu untuk

merindu. Pada awal bulan April banyak peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan. Bayi menangis pertama kalinya ketika keluar dari perut seorang ibu, seorang pemuda pergi untuk melanjutkan studinya, seorang kakek yang

bercanda bersama cucunya diberanda, dan seorang wanita menangis karena

kelaparan, dan juga sebuah kematian yang sewaktu – waktu memanggil semua orang di dunia ini. Di suatu kota yang tidak pernah ramai, terdapat berjajar penjual yang

menjual barangnya pada pembeli. Mereka menawarkan suatu benda atau bahkan makanan dengan suara yang lantang. Dan tak lupa juga betapa ramainya tempat tersebut. Tidak pernah sepi akan para pembeli.

Di sisi lain tempat, terdapat sebuah toko yang sangat kuno dan sepi. Toko tersebut diapit oleh beberapa toko dan letak toko tersebut sangatlah sulit untuk dicari, letak

tempat toko itu berlawanan dengan toko yang lain. Cat dinding yang mengelupas dan juga kaca yang tampak usang termakan waktu.

Beberapa orang tidak mengetahui jika ada toko kuno di daerah yang

ramai akan penjual. Mereka seperti tidak menyadari jika toko tersebut ada.

“oii kampret ! tungguin ! ” Teriak seseorang dengan suara kerasnya.

“ kampret bener dah gw ditinggalin,” Keluh seseorang tersebut kala dia

tidak melihat orang yang dia cari.

Beberapa orang yang mendengar suara tersebut hanya melirik dan

mengabaikannya, mereka kembali berjalan dan menghiraukan itu. seseorang yang berteriak itu memandang tempat yang dia lewati, seketika itu dia melotot

mengetahui jika dia tidak mengenal tempat ini.

“ Etdah, ini dimanaaa…,” gerutunya kesal.

Dia menghela nafas dan

berbalik untuk melewati jalan awal ketika dia berangkat bersama seseorang. Dia berjalan dengan pelan dan melihat – lihat sekitar yang terasa ramai akan suara penjual. Matanya menyisir setiap sudut tempat untuk menemukan sesuatu yang dicarinya. Dan ketika dia melangkah, dia menghentikan langkahnya karena di depannya terdapat dua belokan. Dia bingung dan juga dia lupa kemana jalan yang tadi dia lewati.

“ gila dah. Jalan yang bener mana?” keluhnya bingung sambil

menggaruk tangannya yang tidak gatal.

Dia mencoba melihat sekeliling tempat itu untuk mengingatnya, tetapi dia kembali mendesah jika dia lupa akan jalan yang dia lewati. Dia menunduk merutuki kepalanya yang bodoh ini. Dia melanjutkan jalannya dan semoga dia menemukan hotel yang dia tempati untuk menginap bersama teman – teman sekolahnya. Ketika dia berjalan, dia berhenti ketika di depannya ada 2 jalan. Dia memperhatikan jika jalan yang disebelah kiri sangat banyak pejalan sepertinya, sedangkan sebelah

kanan hanya sedikit. Dia berpikir mungkin dia akan mencoba untuk melewati yang kiri terlebih dahulu. Dia pun melangkah dan sedikit merapikan topi yang bertengger diatas kepalanya agar tidak menutupi matanya. Dia melangkah dengan pasti jika yang dia lewati ini benar jalan awal dia kembali ke tempat dia beristirahat. Kakinya pun berjalan melewati setiap toko yang berjejer di kiri jalan, dan tak lupa para pembeli yang memenuhi didalamnya. Dia melihat lurus kedepan dan mencoba untuk mengingatnya. Ketika dia ingin lurus dia melihat sesuatu yang berbeda di jalanan yang dia lewati. Ini bukan jalan yang dia lewati dengan temannya. Dia yakin betul jika

jalanan yang tadi lewati tidak ada toko toko yang berdempetan. Dia

mengerjapkan matanya merasakan jika dingin menusuk kulitnya. Dia ingin segera kembali ke hotel dan bertemu dengan teman yang sialnya

meninggalkannya. Ketika dia ingin berbalik melangkah pergi. Tubuhnya terasa terdorong ke depan dan tubuhnya menabrak seseorang.

“ aduh ! ” rutuk seseorang yang menabrak punggungnya.

Dia yang merasa punggungnya terkena sesuatu berbalik dan melihat jika ada seseorang yang menabraknya. Dia melihat jika orang yang menabraknya itu masih tidak sadar jika dia berbalik. Dia pun memperhatikan seseorang tersebut

dan dia merasa bersalah karena dirinya membuat seseorang kesakitan.

“ maaf ya. Saya berhenti mendadak. Kamu tidak apa – apa ?” tanyanya

dengan memgang pundak orang di depannya.

Orang yang ditanya pun mendonggak-kan kepalanya untuk melihat

orang yg dia tabrak. Dia membuka mulutnya aneh dan mengerjapkan matanya jika apa yang dia lihat ini benar – benar nyata. Dia mencoba untuk menepuk menepuk pipinya jika apa yang di lihatnya benar – benar nyata dan bukan ilusi.

Sedangkan dia memperhatikan orang yang dia tabrak dengan alis terangkat satu.

“kamu tidak apa – apa ? apa ada yang sakit ?” tanyanya lagi karena tidak

di respon.

Sedangkan seseorang yang ditanyai hanya bengong dan tidak bisa

berkata apa – apa. Ia memejamkan matanya dan menghela nafas.

“ lo bangsal bukan ?” ujar orang yang dia tabrak.

Dia yang ditanya pun mengernyit bingung kala dia pertanyaan keluar

dari mulut orang di depannya. Kenapa orang didepannya tahu nama panggilannya di sekolah ?

Dia pun melihat orang yang dia tabrak, mencoba mengingat apakah

orang didepannya ini temannya sekolah. Ketika dia menatap manik hitam itu, entah mengapa dia merasa pernah melihat orang didepannya. Dia pun mendekati orang tersebut dan mencoba untuk melihat dengan jelas wajah dan rupanya. Sedangkan ia tersenyum dan hanya diam melihat dia mencoba mengingatnya.

Dia pun mendekat memperhatikan orang yang memanggilnya bangsal

tersebut. Dari wajah dia seperti pernah melihatnya, badannya yang tidak besar dan tidak kecil itu seperti pernah dia lihat, pakaian berwarna hitam dengan jaket jeans yang menutupi tubuhnya. Dia mencoba untuk kembali menatap mata

orang didepannya. Dan ketika dia melihat senyuman orang tersebut, dia melotot dan juga dia merasa ingin mati sekarang. Dia tahu siapa orang didepannya, dan juga dia tahu siapa orang yang saat ini tersenyum aneh kepadanya.Shit ! kenapa gw ketemu dia lagi! Double shit ! damn gilaaa! umpatnya dalam hati. Dia kembali melihat orang didepannya dan menyadari jika saat ini dia

tidak akan bisa hidup dengan tenang.

“ sepertinya lo tahu siapa gw,” Ujarnya menahan tawa melihat ekspresi orang didepannya.

Sedangkan dia diam tidak tahu harus bicara apa. dia pun melihat

sekeliling lingkungannya yang mana dia tidak menyadari jika saat ini, tempat yang dia pijak sangat sepi. Dia melirik melalui ekor matanya merasa jika dia tidak akan bisa selamat. Dia mencoba untuk tenang dan tidak gegabah dalam melangkah. Dia harus berpikir bagaimana caranya dia keluar dari tempat aneh ini dan situasi yang tidak dia suka.

“anda siapa ? bangsal ? saya bukan bangsal. Mungkin anda salah orang.

Saya permisi dan maaf jika saya berhenti mendadak,” Ungkapnya mantap di depan orang tersebut.

Dia membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan tempat ini, dan ketika

dia berjalan dengan sedikit cepat, tangannya terasa ditahan oleh seseorang dan itu membuatnya panas dingin. Mendengar perkataan orang yang didepannya membuatnya tersenyum, menyadari jika dia sudah tahu ia siapa. Ia melihat jika orang tersebut ingin pergi dari tempat ini. Ia tersenyum mengetahui sikap orang didepannya, oh tidak semudah itu ferguso ujarnya licik dalam hati.

Ia pun memegang tangan itu untuk menghentikan langkahnya. Dan dia

merasakan jika tangan yang dia pegang terasa kaku dan dingin. Ia tersenyum puas merasakan bahwa tangan yang ia pegang masih seperti dulu tidak pernah

berubah.

“ hai kenapa pergi ? tidak ingin bertemu dengan kawan lama hum ?” bisiknya lirih pada telinga orang didepannya.

Ia melirik sedikit perubahan pada

wajah didepannya.

Gotcha. I got you. Ujarnya dalam hati.

Ia pun melepaskan pegangannya dan melangkah ke depan untuk melihat

wajah yang dirindukannya. Langkah kakinya pelan dan ia ingin merasakan perasaan ini kembali. Ia pun sudah ada di depan orang tersebut dan tidak membutuhkan waktu lama, ia pun memeluk orang tersebut dengan erat.

“ I got you,” Ucapnya lirih dalam pelukannya.

Sedangkan orang yang berada dalam pelukannya menegang dan butir

keringat keluar dari wajahnya. Dia memejamkan matanya merasakan pelukan erat pada tubuhnya. dia mencoba untuk tenang dan tidak menunjukkan bahwa

dia gemetar. Dia menghela nafas lalu melirik seseorang yang memeluknya. Dia tidak tahu jika orang yang memeluknya sudah berubah sangat jauh. Dia tidak menyadari itu. Dia kira, tidak akan bertemu seseorang yang berasal dari masa lalunya, tetapi tuhan seperti ingin membuatnya merasakannya lagi.

” kau tahu, sudah lama aku ingin menemuimu dan berbicara denganmu seperti ini,” Katanya dengan lembut dengan menopangkan kepalanya pada pundak didepannya.

Dia menegang mendengar perkataan tersebut. Dia tidak tahu sekarang

apa yang harus dilakukannya, dia seperti tidak bisa bergerak dan juga tubuhnya terasa kaku. Dia ingin berlari menjauh dari tempat ini. dia merasa ingin mati saja sekarang.

Seseorang yang memeluknya melepaskan pelukannya dan menatapnya teduh. Kedua mata itu menunjukkan jika ia merindukannya dan juga tatapan yang berbeda dari biasanya. Seseorang tersebut mengelus rambutnya dan mengusap sedikit rambutnya seperti takut jika usapannya akan membuat kepalanya sakit. Ia tersenyum menatapnya dengan senyum yang seolah menjadi

jawaban atas semua yang terjadi dalam hidupnya.Tubuhnya bergetar dan perasaan itu kembali lagi, dia merasa sesak nafas dan tak bisa bergerak. Matanya berkaca – kaca dan kepalanya terasa ingin pecah. Dia menatap mata teduh itu. Mata yang menyimpan beribu – ribu tanda

Tanya. Dia menegang kala merasakan tatapan itu lagi, tatapan yang

membuatnya tidak bisa keluar walaupun dia mencoba. Dia mencoba untuk mengendalikan tubuhnya agar tetap waras dan tenang. Selama beberapa detik dia dan seseorang di depannya hanya saling menatap satu sama lain. Mencoba menyampaikan seluruh perasaan yang mereka

pendam . mata hitam itu gelap segelap malam , tidak ada apapun di dalam mata itu dan dia merasakan perasaan yang berbeda saat ini. dia merasa akan terjadi sesuatu padanya. Dia mencoba untuk melirik ke arah lain dan dia melihat sebuah toko tua. Dia menoleh kembali dan tatapan mata itu masih menatapnya.

Dia menghela nafas dan mencoba untuk berbicara.

“ha ha ha. Loo… oh gw inget sekarang. Lo si tiang itu kan ? yang

biasanya suka nginep di sekolahan ?” tanyanya dengan muka tenang.

Ia yang mendapatkan pertanyaan itu merasa ingin tertawa. Dan tanpa

menunggu waktu lama suara tawa yang keluar dari mulutnya pun terdengar.

“ hahahhahahaaha… lo lucu banget,” Ungkapnya dengan tawa yang

masih berderai keluar, dan melepaskan pelukannya.

“ lo tahu, gw nggak tahu jika manusia di dunia ini bener – bener bisa

menjadi hebat jika tanpa melakukan sesuatu. Dan gw nggak tahu jika saat ini gw merasa bahagia.” Ungkapan yang keluar dari mulutnya, membuat dia menegang mengingat kalimat itu.

“ ekhm. Oke. Gimana kalau lu ikut ama gw ? sekalian kita temu kangen.

Dan juga kayaknya lo nggak tahu daerah ini dimana ya ?” tanyanya dengan senyuman misterius.

Dia diam karena apa yang ditanyakannya itu memang benar adanya dan juga saat ini tubuhnya teara kaku dan tida bisa bergerak kemana pun. Dia menghembuskan nafas pelan melalui mulutnya agar tidak terlihat bahwa dia merasa was-was akan sesuatu.

“ ekhm. Temu kangen ? kayaknya gw nggak bisa deh. Gw harus balik.

Gw takut ntar dicariin. dan gw tahu kok daerah ini, cuman tadi agak lupa,” jawabnya sedikit berbohong. Dia tersenyum palsu untuk meyakinkan bahwa apa yang dia ucapkan benar. Tubuhnya gemetar merasakan udara malam dan juga

perasaan was was jika kebohongannya diketahui oleh orang didepannya.Seseorang tersebut tersenyum senang dalam hati, bahwa saat ini dia merasa ingin melakukan sesuatu dan membahagiakan temannya ini.

“ oh gitu ya. Tapi kayaknya tubuh lo butuh kehangatan deh. Lu kedinginan dan lu butuh sesuatu untuk menghangatkannya. Mmm.. gimana kalau di toko itu ? disana ada minuman atau makanan hangat yang bisa menghangatkan tubuh,” Katanya dengan senyum misterius.

Ia juga menunjukkan toko yang agak kuno itu. Dia yang mendengar kalimat tersebut merasa ingin mencekik orang didepannya ini. dia benar – benar ingin mati saja. Kenapa orang tersebut bisa tahu dengan keadaan tubuhnya dan juga kenapa dia bisa bertemu dengan seseorang yang dulu menjadi musuh terbesarnya dan yang membencinya

setengah mati ini. Dia menoleh kearah toko tersebut dan melihat bahwa toko itu sedikit menyeramkan karena lampunya yang remang – remang dan juga dia sebenarnya

sudah merasa ada yang tidak beres dengan lingkungan yang mendadak sepi. Dia kemudian menoleh ke depan dan melihat bahwa orang didepannya masih memperhatikannya. Oke. Kali ini dia tidak bisa untuk menahannya.

Dia benar –benar ingin…….

“hei, apa kau baik – baik saja ?” Tanya seseorang di depannya.

Ia sedikit memiringkan kepalanya memastikan jika dia baik – baik saja. Dan ketika dia menggelengkan kepalanya kaku, membuat ia bahagia.

“oke. Mari kita mampir ke toko itu,” Ajaknya dengan senyum menawan.

Ia pun menarik tangannya dan membawanya berjalan mendekati toko itu. Dia yang merasa tidak bisa lari pun hanya bisa pasrah ketika tangannya di genggam. Dia sedikit melihat sekeliling lagi untuk memastikan jika jalan yang dia lalui terasa sangat sepi. Dan juga tidak ada seorang pun yang lewat. Ini aneh.

Tadi dia melewati jalanan ini dan masih ada banyak pejalan kaki tapi

mengapa sekarang terasa sangat sepi dan ganjil. Hhh. Dia tidak bisa berpikir sekarang. Tenaganya habis karena terlalu banyak berpikir.

Duk !

Ketika dia menoleh kedepan, dahinya tertabrak sesuatu yang keras. Dia

mengelus dahinya dan merasakan jika ada benjolan kecil di sekitar dahi.

Huft, kenapa hari ini aku sial terus ? rutunya dalam hati.

Dia pun menatap kearah yang ditabraknya dan melihat jika dia sudah sampai di depan pintu toko tua ini. dia bergidik ngeri ketika membayangkan jika ada hal – hal yang tidak diinginkan. Dia mencoba menenangkan diri dan menghela nafas mencoba untuk menghilangkan pikiran – pikiran buruk yang

berseliweran di dalam pikirannya. Dan dengan kekuatan penuh dia melangkah dan membuka pintu tua itu.

Klontang

klontang

klontang

Suara bel pintu berbunyi ketika dia masuk, dia sedikit menutup matanya dan mengintip isi dari toko tua itu. Dan ketika matanya terbuka sempurna, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia menganga karena apa yang dilihatnya benar – benar diluar akal. Dia melangkah lebih dalam untuk melihat

keadaan toko tersebut.Banyak sekali buku didalamnya dan juga di tengah ruangan terdapat sebuah meja melingkar dan beberapa kursi untuk duduk. Di pinggir – pinggir tembok terdapat meja dan kayu beserta lemari buku yang dia tidak tahu berapa banyak buku di lemari tersebut. Dan jangan lupakan, di pinggir pojok kanan pintu keluar terdapat kolam ikan atau kolam air yang sangat indah beserta air

mancur. Dan oh lihat, banyak sekali pelayan – pelayan yang sangat cantik dan ganteng berjalan memberikan sesuatu kepada beberapa orang yang duduk di kursi .

Dia tidak menyadari jika ada sepasang mata yang memperhatikannya sejak dia memasuki toko tersebut. Seseorang tersebut menunduk dan tersenyum

ketika matanya bersitatap dengan seseorang yang berada tepat di depan orang yang di lihat. dia berbalik badan dan pergi ke suatu tempat.

“bagaimana ? apakah lo suka ?” tanyanya dengan membalikkan

tubuhnya menghadap seseorang yang berada di belakangnya.

Dia yang ditanya mengalihkan tatapannya dan menatap manik hitam tersebut. Dia pun sedikit melirik suasana toko yang saat ini sedikit ramai dan juga aroma kopi dan buku sangat membuatnya nyaman. Dia kembali menatap

manik hitam itu dan mengangguk. Ia yang melihat anggukannya pun tersenyum dan mengangguk.

“sekarang ikuti gw dan jangan sampe nyasar.” Ujarnya tanpa melihat

wajahnya.

Dia yang mendengarnya mengangguk dan mengikuti kemanapun dia

pergi. Dia dan seseorang di depannya berjalan lebih dalam memasuki ruangan toko itu. Dia memperhatikan desain ruangan itu. Sangat klasik dan benar –benar hangat, membuatnya sedikit lupa akan ketakutannya. Dia kembali menghadap depan melihat seseorang didepannya memasuki

pintu berwarna coklat gelap. Dia berhenti mendadak dan ragu jika dia melangkah.

“ masuklah. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Teriak seseorang

yang sudah masuk ke pintu coklat itu.

Dia menghela nafas untuk menetralkan detak jantungnya dan kakinya melangkah untuk memasuki ruangan tersebut. Ketika dia sudah menutup pintu coklat itu, dia melihat sekeliling ruangan yang didominasi warna hitam dan putih itu. Dan ketika dia melihat ke depan, wajahnya pucat, matanya melotot kaget. Dia tak menyangka apa yang dia lihat

saat ini benar – benar membuatnya ingin pergi dari ruangan sialan ini. kakinya bergetar dan refleks bersandar pada belakang pintu.

Seseorang di depannya menunduk melihat sepatu hitamnya dan sedikit

menerawang memikirkan masa lalu.

“kau tahu. Di dunia ini tidak ada yang gratis. Semuanya memiliki harga

yang harus dibayar. apapun yang telah di rusak tidak akan bisa kembali menjadi sempurna. Dan kamu tahu seseorang akan bertindak wajar ketika ada yang telah merusak barang kesayangan miliknya,” Ucapnya dengan menunduk dengan tubuh yang bergetar.

Dia menatap tubuh di depannya dan tak menyangka jika apa yang dulu

terjadi kini terulang lagi. Tubuhnya bergetar dan keringat membasahi

tubuhnya. Matanya berkunang – kunang dan dia merasa akan muntah.

“kamu tahu jika aku selalu menunggu sesuatu hal yang tak mungkin aku

bisa dapatkan, dan juga aku selalu merasa jika aku tidak diperbolehkan untuk bahagia di dunia ini. aku merasa ingin mati rasanya dan ingin membunuh seseorang,” Ucapnya dengan senyum menyeramkan tercetak di bibirnya.

Matanya berkilat dan ia merasa ingin tertawa dan menangis. Ketika tubuh orang di dipannya berbalik menghadap kearahnya, dia merasa benar – benar hancur. Dia tidak bisa berpikir dan juga tubuuhnya

mendadak lumpuh mati rasa. Seseorang di depannya melangkah dengan tenang dan nyaris pelan.

Tap

Tap

Tap

Langkah kaki itu berhenti tepat di depannya, dan dia dengan jelas bisa

melihat wajahnya. Jantungnya berdebar keras, tubuhnya bergetar, dan pikirannya kosong sesaat ketika melihat dengan jelas siapa orang di depannya. Tubuhnya menegang tat kala merasakan pelukan hangat yang saat ini dilakukan oleh orang di depannya.

“kau tahu, aku berharap kita bisa mengulang waktu seperti dulu kala dan juga aku ingin kita bisa bersama lagi temanku. I love you my little life, but I don’t care. Because you know, I was killing your parents. And you know, I’m the person you hated by your friends,” Ucapnya dengan berbisik.

Dia mati rasa, dia tidak tahu jika apa yang terjadi dulu dengan hidupnya

berhubungan dengan satu orang dan semua masalah yang terjadi di dalam kehidupannya dikarenakan oleh 1 orang saja, dan itu merupakan orang yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Dan ketika dia menatap manik hitamtersebut, dia merasakan jika dadanya terasa sakit dan itu menjalar kebagian dalam tubuhnya.

Jleb

Dia menunduk melihat ada pisau yang menancap tepat di dadanya dan ketika dia mendonggakkan kepalanya, dia tidak tahu jika orang di depannya telah membunuhnya dengan senyuman menakutkan. Dia menunduk dan merasakan jika tubuhnya terasa lelah. Tubuhnya bersandar pada pintu belakangnya dan menunduk jika dia sulit untuk bernafas. Dia tersenyum dan

mendonggakkan wajahnya menatap orang di depannya.

“kau tahu, uhuk uhuk hidup ini hhhh… indah hhhh…. ketika kamu uhuk bisa melihat hhhh… seseorang yang kamu sayangi uhuk uhuk bisa bahagia. Hhh… Dan…. kamu tahu uhuk uuhuk uhukkk jika aku uhukkk akan … te….tap… men..jadi…. uhuk… sahabat…. Mu.. uhuk… teri….ma uhuk ka….sih…..hhhhh…hhhh.. ah...kuu.. juga uhulkkk.. hhhh.. men….cintai….mu…hhhhh… i… uuhuk lohhhve…..hhh.. you…. My lil friend Lingga.”

Kembali ke Beranda