Cinta sejati
Teen
19 Dec 2025

Cinta sejati

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-19T215039.699.jfif

download - 2025-12-19T215039.699.jfif

19 Dec 2025, 14:51

download - 2025-12-19T215020.156.jfif

download - 2025-12-19T215020.156.jfif

19 Dec 2025, 14:51

Apakah kalian percaya cinta sejati itu?


Cinta yang tumbuh dengan ketulusannya, sangat lembut dan menenangkan


Cinta yang penuh dengan kasih sayang dan kesucian, cinta yang membuat kita merasa bahwa cinta adalah segalanya, cinta yang bisa meredupkan kekurangan kita, dan hanya menyinari keindahan kita.


Sebesar apa kekuatan cinta sejati?

Lantas bagaimanakah cinta sejati itu?

Aku ingin merasakannya ?"


Rose! Apa yang kau lakukan disitu?"


Rose membuka matanya secara perlahan, dan ia lihat Venny,yaitu kakaknya sedang berjalan kearahnya


Aku sedang menikmati angin kak"ucap Roese pada Veny dengan lembut.


Aneh, bagaimana bisa kau menikmati angin ditempat seperti ini? Kau tidak takut ada ular disekitar sini?"ucap Venny sambil melihat ngeri,sekeliling yang penuh dengan rerumputan liar disekitarnya.


Alih alih menjawab Veny,Rose lebih memilih mengabaikannya,

Ia menghampiri pus dan Cherry yang sedang bermain direrumputan.


Astaga kau juga membawa pus dan Cherry?!"ucap Venny dengan nada tak percaya.


Bisakah kau berhenti mengomel kak? Lihatlah pus dan Cherry menjadi takut"ucap Rose sambil mengelus lembut bulu tebal Kucingnya.


Ck, apa yang kau suka dari tempat ini?"ucap Venny sambil duduk mengambil pus.


Kak, bukankah pus dan Cherry begitu serasi?"tanya Rose pada Venny, Venny langsung mengamati pus dan Cherry.


"Emm mereka memang sedikit serasi"ucap Venny dengan ragu.


Ah betulkan? Mereka punya cinta sejati, jadi mereka terlihat sangat mencintai"ucap Rose membuat Venny termenung.


Kak, bagaimana cinta sejati itu? Apakah itu menyenangkan?"tanya Rose pada Venny.


Venny mengalihkan wajahnya, dengan raut yang kurang menyenangkan"berhentilah berkhayal tentang cinta sejati Rose,. Didunia ini tak ada cinta yang benar benar tulus!"tegas Venny dengan nada kesal.


Tidak kak, itu karna kakak belum menemukannya"bantah Rose


Belum menemukannya? Tidakkah kau belajar Rose, dari ibu dan ayah? Mereka saling mencintai, kata orang mereka punya cinta sejati? Tapi kenapa akhirnya mereka saling menyakiti? Kenapa akhirnya mereka berpisah dan meninggalkan kita? "Teriak Venny membuat Rose membeku.


Rose, buka matamu sedikit Rose, didunia ini, cinta sejati itu tidak ada,

Ais bisakah kau tidak kembali mengorek luka Rose,akh sudalah, lebih baik kau ke kebun membantu paman memetik bunga, kakak harus kerumah pak kepala"ucap Venny dengan nada tak percaya melihat adiknya,ia melenggang pergi dari hadapan Rose.


Sedangkan Rose hanya termenung dan beralih menatap kelangit.

Apakah cinta sejati itu memang tidak ada? Apakah semua cinta sejati itu akan berakhir seperti ayah ibu?


Rose,ayo!"panggil Venny dari jauh


Iya kak sabar"Rose lalu beranjak dan pergi kekebun bunga milik pamannya.

Kebun yang berisi banyak sekali bunga dengan berbagai jenis.


Kau dari mana Rose?"tanya paman Gustin kepadaku.


Ah, aku habis mencari angin paman hehe"ucapku sambil terkekeh pada paman.


Aish, kau pasti kekebun kosong itu lagi.kenapa kau selalu saja membuat kakakmu marah?"tanya pamanku sambil berdecak pinggang.


Aku langsung menghampiri paman dan memegang lengannya"oh ayolah paman, tidakkah paman jahat jika memarahiku juga? Aku akan dimarahi dua kali hari ini"ucap Rose sambil mengurucutkan bibirnya yang terlihat sangat imut.


Karna gemas Gustin tak jadi memarahi Rose, justru mala mengelus pelan rambut panjang Rose

"Mana mungkin paman bisa memarahi keponakan paman yang cantik ini"ucap paman membuat Rose terkekeh, ia tau pamannya akan luluh padanya.


Rose sangat menyayangi Gustin sebagai pengganti ayahnya, dan Gustin pun sebaliknya, ia sedikit kasihan kapada keponakannya, namun ia sedikit beruntung akan itu. Ia jadi dapat merasakan memiliki anak disisinya, dari dulu , ia dan istrinya berusaha sangat keras untuk mendapatkan keturunan, namun sayangnya ada yang bermasalah pada rahim istrinya, maka dari itu sampai kapanpun ia tak bisa memiliki anak.


Ia juga tak cukup hati untuk mendapatkan istri baru, karna ia sangat menyayangi istrinya.hingga suatu ketika kakaknya membawakan 2 orang anak perempuan yang sangat manis dan cantik. dia Venny yang saat itu masih berusia 14 tahun dan satunya lagi adalah Rose yang masih berusia 8 tahun .


Ia saat itu perihatin melihat kedua anak itu, ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, namun ia hanya bisa bersyukur, berkat kakaknya, ia merasa hidupnya menjadi lengkap karna dua gadis ini.


Rose, tuan Hadi memesan bunga Lily untuk diantar jam 4 sore, sedangkan paman harus kerumah pak Budi untuk membahas sesuatu, jadi bisakah kau yang mengantarkannya?"pinta paman Gustin pada Rose.


Tentu saja paman, aku akan mengantarnya menggunakan sepedaku"


Baiklah hati hati yah.


......


Hmm jadi kalau menurut alamat,aku harus menyebrang bukan?"ucapku sambil melihat kertas dihadapanku.


Hmm lebih baik aku kehalte sebentar, jalur sepeda masih sangat lama"Rose mengayunkan sepedanya kearah halte.

Ia duduk dan menatap rintik rintik hujan yang berjatuhan dari pohon pohon sekitar.

Bukankah suasana kota sangat indah jika baru saja hujan? Semua terasa sangat segar.


Aku beralih pada anak kecil yang ditinggal dihalte sendirian, sepertinya ibunya akan mrmbelikannya es krim, tampa sengaja aku melihat mobil Dengan kecepatan tinggi, aku pun langsung berlari melindungi anak itu.


Dan sparasshh.


Huwaa baju kakak basah"ucap anak kecil itu sambil menangis, aku tersenyum dan berjongkok.


Tidak apa apa girl, ini hanya basah dan kotor sedikit"ucapku sambil mengelus pelan rambutnya.


Tapi baju kakak sudah tidak bisa dipakai? Itu gara gara aku?"ucap gadis kecil itu sambil terus terisak.


Berhentilah menangis girl, kakak tidak marah, kakak senang menolongmu, bukankah kalau kita baik, santa akan memberi kita hadiah? Makanya kakak berbuat baik, karna sebentar lagi musim salju"ucapku dan membuat anak itu mengangguk paham dan tersenyum.


Baiklah kak, aku juga akan berbuat baik, kalau begitu aku pergi dulu, mama udah panggil aku dadah kakak cantik"ucap gadis kecil itu sambil melambai menjauh dari hadapan .


Aku tersenyum dan membalas lambaiannya, tampa sadar ternyata ada seseorang yang tersenyum melihat aksiku.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan akhirnya aku sampai di sebuah rumah yang sedikit mewah dan besar.

"Permisi, pak ini ada titipan bunga dari gustina Flower"ucapku kepada pak satpam.


Baik non, terima kasih"


Aku pulang dengan sangat sial, bisa bisanya hujan menerpaku ditengah jalan, dengan terpaksa aku harus meneduh ke depan halte, ugh sangat dingin dan sepi, hingga mobil berwarna hitam dengan laku yang tak benar berhenti didepan halte, seorang pemuda tampan langsung keluar dari mobil dan berjongkok tepat disampingku, ia meringkuk dan menutup telinganya dengan sangat takut, apakah dia takut hujan?.


Dengan ragu, aku memakaikan earphoneku ditelinganya, ia terkejut dan langsung mendonggak bingung.

Dari pada menjawab kebingungannya, aku lebih memilih mengambil secarik kertas dari keranjang bungaku, dan menuliskan sesuatu didalamnya, setelahnya aku menaruh tulisan beserta bungaku disampingnya.

Dan aku langsung pergi tampa berpamitan dengannya.


........


Besok harinya.


Bagaimana tidurmu Rose?"tanya bibi Tina sambil mengoleskan Roti panggang selai coklat dipiring Rose


Sangat menyenangkan, bibi aku bermimpi bertemu seorang pria tampan dimimpiku"ucap Rose dengan senang sambil mengambil roti buatan bibi.


Benarkan? Itu bisa jadi pertanda baik, biasanya pria dimimpimu adalah jodohmu"ucap bibi membuat Rose berbinar


Benarkan?"tanya Roee dan bibi hanya mengangguk


Apa yang kalian bicarakan?"tanya Venny sambil menghampiri Rose dan bibi Tina


Kami sedang membahas pria tampan"ucap bibi membuat Venny menggeleng kepala, Venny memang tak suka hal hal berbau cinta.


Rose, bibi sudah menyiapkan bunga bunga yang akan kau antar pagi ini, kau bisa mengambilnya di gazebo dekat taman"ucap bibi membuat Rose mengangguk


Baiklah bibi"


Setelah makan, Rose mengambil bunga bunga pesanan dan siap untuk mengantarkannya, ditengah hari, tak sengaja ia melihat seseorang yang begitu dirindukannya.


Rose tersenyum senang, ia menghampiri seorang pria paruh baya, yang sedang menatap senyum kepada seorang wanita dan dua anak kecil didepannya.


Ayah"ucapku membuatnya kaget


Apa yang kau lakukakn disini?! Bagaimana kalau istriku melihatmu?"ucap ayah sambil menarikku menjauh dari sana


Ayah, aku merindukan ayah"ucapku dengan mata yang sudah berkaca kaca


Rose! Ayah akan menjengukmu, tapi jangan sekali kali menampakan wajahmu didepan keluargaku"ucap ayah membuat hati Rose mencelos


Kamu disini saja! Istriku akan segera kembali, ayah tidak akan memafkanmu kalau kau menampakkan dirimu seperti tadi"ancam ayah membuatku hanya termenung rapuh.


Bagaimana bisa, ayah yang selalu memanjakanku , ayah yang selalu melindungiku , menjadi seperti ini? Dia bukan ayahku !"


Rose masih temenung dengan air mata lirih dipipinya, mengabaikan hujan yang terus berjatuhan dan menerpanya, tatapan Rose hanya terpaku pada 1 keluarga yang terlihat harmonis dan melindungi putra dan putrinya dari hujan.


Ia sangat membenci ini !

Ia terduduk dan menekuk lututnua. Ia menyembunyikan wajahnya dilututnya

" Apakah cinta sejati memang tidak ada? Apakah benar cinta sejati akan seperti ayah dan ibu?" ucap Rose lirih dibawah terpaan hujan yang membasahi hampir seluruh tubuhnya.


Hingga sebuah kaki berdiri tepat didepannya, dan membuat hujan berhenti mengguyurnya, Rose mendonggak dan ia melihat seorang pemuda yang memayunginya.


Kau siapa?"tanya Rose dengan nada terisak


Jangan berhenti mempercayai cinta sejati, karna cinta sejati akan datang dengan sendirinya"ucap pria itu membuatnya bingung.


Pria itu berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Rose tampa melepas payung yang melindungi mereka.


Aku Geren, kau memang tidak mengenalku, tapi aku tau semua tentang kamu, kau ingat earphone ini, ini pemberianmu, kalau kau memilih tak percaya lagi dengan cinta sejati, maka aku akan mengajarkanmu hingga kau kembali percaya"

Kembali ke Beranda