Temukan Cerita Inspiratif
Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.
Total Cerita
1144
Genre Romance
230
Genre Folklore
228
Genre Horror
228
Genre Fantasy
230
Genre Teen
228
Polisi
Polisi merupakan sebuah cerita seram tentang laki-laki yang pulang terlambat ke rumah setelah bekerja. Ia lalu masuk dalam lift dan bertemu dengan seseorang yang mencurigakan. Cerita ini berdasarkan legenda urban populer dari Jepang dan Korea.Beberapa tahun yang lalu, aku tinggal di sebuah kompleks apartemen besar di kota. Gedung itu memiliki 10 lantai, sedangkan apartemenku berada di lantai 8. Di sana merupakan kawasan yang buruk dengan banyak tindak kriminalitas. Aku berencana untuk segera pindah, sehingga aku tidak pernah bersusah payah untuk mengenal tetanggaku.Pada Jumat malam, aku pulang ke rumah sehabis bekerja sepanjang hari. Aku merasa sangat kelelahan. Aku lalu masuk ke dalam lift, kemudian menekan tombol ke lantai apartemenku. Saat pintu lift terbuka, ada seorang laki-laki yang berdiri di sana. Ia memakai mantel panjang. Topinya ditarik ke bawah untuk menutupi matanya."Halo," kataku berusaha untuk ramah.Laki-laki itu tidak menjawab.Saat aku keluar dari lift, ia mendorongku dengan kasar. Lalu ia masuk ke dalam lift dan mulai menekan tombol."Menyebalkan," aku komat-kamit sendiri.Aku membuka kunci apartemenku, lalu masuk. Aku langsung pergi ke kamar mandi. Sementara aku mencuci tangan, aku menatap cermin dan melihat sesuatu yang aneh. Ada noda merah gelap di lengan bajuku. Itu seperti darah.Kemudian, aku ingat pada laki-laki kasar yang mendorongku di dalam lift. Hal itu membuatku gugup. Aku tidak tahu dari mana darah itu berasal, tapi aku merasa curiga. Aku segera mengunci pintu depan. Lalu, aku mandi dan membuang kemejaku yang bernoda darah ke keranjang sampah. Aku tidak bisa tidur nyenyak malam itu.Hari berikutnya adalah hari Sabtu. Aku memiliki janji kencan dengan wanita muda yang menarik. Aku sudah siap pergi saat aku mendengar bel pintu berbunyi."Siapa itu?" omelku yang merasa terganggu.Aku sudah terlambat kencan, jadi aku tidak mau membuang-buang waktu. Aku mengintip dari lubang intip, lalu kulihat seorang polisi berdiri di luar."Apa ini?" tanyaku keras-keras melalui pintu."Maaf telah mengganggumu, Pak," katanya dengan sopan. "Aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu. Ada pembunuhan tadi malam di apartemen tepat di depan milikmu."Aku sudah terlambat kencan. Aku juga tidak ingin terlibat."Maaf petugas, aku tidak tahu apa pun," kataku berbohong."Tapi kau mungkin bisa membantu kami," kata si polisi. "Apakah kau melihat seseorang yang mencurigakan? Bisakah kau membuka pintu untuk bicara sebentar?""Aku tidak ada di rumah tadi malam," aku berbohong lagi. "Maaf Pak, aku tidak bisa membantumu.""Baiklah, Pak," respon si polisi. "Terima kasih atas waktumu."Polisi itu berjalan menyusuri lorong. Aku lalu melanjutkan persiapan untuk kencan.Selama beberapa hari berikutnya, aku merasa was-was. Tetanggaku telah terbunuh. Lingkungan ini benar-benar tidak aman. Aku akan senang jika bisa segera pindah.Aku juga merasa bersalah tentang berbohong pada petugas polisi. Sebenarnya, aku melihat si pembunuh. Walaupun aku tidak bisa melihat wajahnya, mungkin ada sesuatu yang bisa kuberitahu pada polisi yang akan membantu mereka menangkap si pembunuh. Kadang-kadang, tindak kriminalitas bisa diatasi dengan satu gambaran detil yang kecil.Pada suatu pagi sebelum aku berangkat kerja, aku penasaran apakah polisi telah memecahkan kasus itu. Aku menghidupkan televisi dan melihat berita, tapi mereka tidak menyebutkan apa pun tentang pembunuhan.Saat aku pergi untuk bekerja, aku mencium bau tidak sedap di lorong. Sepertinya bau itu berasal dari apartemen di depanku. Aku merasa tidak nyaman di perutku. Bulu kudukku berdiri tegak.Aku pergi menemui manajer gedung untuk memberitahunya tentang bau tak sedap tersebut. Saat aku menyebutkan tentang pembunuhan, ia berkata tidak ada pembunuhan di gedung apartemennya. Aku meyakinkannya untuk datang ke lantai apartemenku. Saat ia mencium bau amis, ia lalu membuka kunci pintu apartemen milik tetanggaku. Kami berdua merasa ngeri dengan apa yang kami temukan.Tetanggaku tergeletak di lantai dengan dikelilingi oleh genangan darah. Baunya sangat tak tertahankan. Ia telah tergeletak di sana selama beberapa hari...
Air Minum
Ada seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah gedung apartemen. Pada suatu hari, ia memberitahu ibunya bahwa ia akan keluar untuk bermain dengan teman-temannya. Berjam-jam kemudian, saat ibu si bocah turun ke bawah dan memanggil putrinya untuk makan malam, wanita itu menyadari bahwa putrinya tidak bisa ditemukan dimana pun.Si ibu bertanya pada semua anak yang tinggal di gedung apartemen apakah mereka melihat putrinya. Mereka semua memberitahunya jika mereka belum melihat gadis kecil itu sepanjang hari. Gadis kecil tersebut telah hilang.Orang tua si bocah menelepon polisi. Mereka mencari ke sekeliling daerah itu. Semua orang tua di gedung apartemen bergabung untuk ikut mencari, tapi sia-sia. Pada akhirnya, gadis kecil tersebut tidak pernah ditemukan.Tiga bulan kemudian, orang-orang yang tinggal di kompleks apartemen mulai mengeluh tentang persediaan air minum. Kapan pun mereka menyalakan keran di apartemen, mereka mencium bau busuk yang aneh.Akhirnya, manajer apartemen mulai menerima keluhan dari penghuni tentang bau dan rasa air minum mereka. Ia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Ia menyuruh penjaga gedung untuk memeriksa tangki penyimpanan air minum yang terletak di atap.Penjaga gedung pergi ke atap. Ia memindahkan tutup dari tangki untuk memeriksa kandungan air di dalamnya. Saat ia sampai di tangki terakhir, ia mengangkat tutupnya, bau amis yang sangat kuat menyerangnya. Ia menatap ke bawah pada kedalaman yang gelap. Ia bisa melihat sesuatu mengambang di atas air. Itu seperti tubuh anak kecil yang membusuk.Setelah polisi melakukan otopsi, mereka bisa mengkonfirmasi bahwa mayat itu merupakan gadis kecil yang hilang tiga bulan sebelumnya. Sepertinya, ia sedang bermain di atas atap saat tutup penyimpanan tangki air minum terbuka. Rupanya, ia melihat ke dalam tangki dan tanpa sengaja terjatuh ke dalam air. Ia lalu tenggelam.Mayat gadis kecil itu diam-diam mengapung di sana selama tiga bulan. Dan selama tiga bulan, penghuni apartemen tidak tahu telah mengkonsumsi air minum dimana mayat gadis kecil yang telah membusuk itu mengapung di dalamnya.
Mobil yang Rusak
Pada suatu malam, aku sedang membersihkan garasi saat aku mendengar deru kendaraan. Sebuah mobil melaju kencang di jalan. Tiba-tiba, ada decit ban diikuti dengan bunyi tabrakan yang keras. Aku keluar ke jalan dan menyadari ada sebuah kecelakaan. Seorang anak laki-laki telah ditabrak mobil. Tubuh kecilnya tergeletak di atas batu-batu kerikil.Aku segera mengambil ponselku dan menelepon ambulan. Aku melihat tak percaya pada laki-laki yang menyetir mobil. Ia keluar dan mulai memeriksa kerusakan pada mobilnya tanpa menaruh perhatian pada anak laki-laki yang berbaring penuh luka di bawah kendaraannya.Tiba-tiba, seorang wanita datang sambil berlari keluar dari rumahnya, ia menjerit dan menangis. Ia jelas merupakan ibu si bocah laki-laki. Ia lari menuju si pengemudi dan mulai mengguncang-guncang tubuhnya."Apa yang telah kau lakukan?" raungnya. "Apa yang telah kau lakukan pada anakku?"Kesedihannya yang mendalam membuat bulu kudukku merinding. Si pengemudi mendorongnya dengan kasar. Laki-laki itu mulai bertengkar dengannya."Ini bukan salahku!" teriak laki-laki tersebut. "Anak itu melompat ke depan mobilku! Lihat apa yang dia lakukan pada mobilku! Aku akan membuatmu membayar untuk ini!""Terkutuk kau!" teriak si ibu. "Terkutuk kau! Aku tak akan pernah memaafkanmu karena ini!"Ambulan akhirnya datang, tapi tak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk anak lelaki tersebut. Ia telah meninggal.Polisi datang dan mencoba menetapkan siapa yang bertanggung jawab untuk kecelakaan itu, tapi tidak ada saksi mata. Mereka harus menerima cerita versi si pengemudi. Ia tidak dituntut akibat kejahatannya dan dibiarkan bebas begitu saja.Beberapa hari kemudian, si pengemudi mengirim tagihan untuk perbaikan mobil pada ibu si anak laki-laki. Bagian depan mobilnya penyok, sedangkan lampu depannya pecah. Saat si ibu menolak membayar, laki-laki itu membawanya ke pengadilan. Wanita yang sedang berduka itu kalah dalam kasus tersebut. Tidak hanya membayar kompensasi, tapi ia juga harus membayar biaya pengadilan.Beberapa bulan setelah kecelakaan, si pengemudi pulang ke rumah dari bekerja. Ia menemukan istrinya telah menghilang. Ia menelepon polisi dan mengisi laporan orang hilang, tapi mereka tidak bisa menemukan jejaknya. Wanita itu seperti menguap di udara.Beberapa hari kemudian, dua anak si laki-laki juga hilang. Mereka terlihat berangkat ke sekolah, tapi mereka tak pernah pulang ke rumah. Entah dimana, mereka hilang secara misterius.Beberapa minggu kemudian, mayat salah satu anaknya ditemukan di tempat pembuangan sampah. Saat detektif yang menginvestigasi kasus itu mendengar tentang anak lelaki yang terbunuh dalam kecelakaan, mereka mulai curiga. Mereka menanyai ibu si bocah laki-laki. Mereka mendapat surat perintah untuk memeriksa rumahnya.Mereka terkejut dengan apa yang mereka temukan.Di ruang keluarga, si ibu telah membangun altar yang didekorasi dengan gambar-gambar dari si anak lelaki yang telah meninggal. Di atas altar, terdapat penggalan kepala istri si pengemudi dan anaknya yang hilang. Mata dan mulut istri si pengemudi dijahit dengan senar.Polisi menangkap ibu dari anak lelaki tersebut. Ia mengaku melakukan hal kejam itu karena ia ingin membalaskan dendamnya. Ia ingin menyiksa si pengemudi agar menderita.Wanita itu mengatakan ia menjahit mulut mayat istri si pengemudi karena ia terlalu berisik. Wanita itu memaksa si istri pengemudi melihat saat anak-anaknya dibunuh di depan matanya. Kemudian, saat semuanya selesai, wanita itu juga membunuh istri pengemudi dengan memotong kepalanya. Ia menjahit matanya karena ia tidak suka cara mayat itu menatap padanya.Si ibu dinyatakan bersalah dan mendapat vonis mati. Dia dieksekusi dengan cara digantung. Semuanya terjadi karena sebuah mobil yang rusak.***
Psikiater
Aku adalah seorang psikiater. Sepanjang karirku, aku telah berhadapan dengan banyak orang yang memiliki masalah aneh dan tidak biasa. Namun demikian, ada satu kasus yang sangat menggangguku lebih dari yang lain.Ada sebuah keluarga terdiri dari tiga orang yang tinggal di depan rumahku. Mereka adalah pasangan suami istri berumur 60-an tahun yang memiliki anak berumur kira-kira 30 tahun. Anak laki-laki itu melakukan apa yang orang Jepang sebut sebagai "hikikomori". Seseorang yang berjiwa introvert, petapa, dan terisolasi. Seseorang yang menarik diri dari interaksi sosial.Kami tidak pernah melihat anak laki-laki itu. Orang-orang yang melakukan hikikomori biasanya mengunci diri mereka sendiri di dalam kamar untuk menghindari orang lain. Aku tidak pernah mendengar tentang keadaannya secara langsung dari orang tuanya. Aku menduga mereka tidak ingin mendiskusikan hal tersebut. Di Jepang, orang-orang sangat peduli tentang penampilan. Memiliki seorang anak laki-laki yang melakukan hikikomori merupakan sebuah hal yang memalukan.Hari terus berlalu, anak lelaki mereka tidak pernah mau keluar. Akhirnya, ia benar-benar tidak keluar rumah sama sekali. Setiap malam, suara marah ibunya yang berteriak dan menjerit padanya bisa terdengar dari jendela kamar anak tersebut. Kapan pun aku bertemu dengan wanita malang itu, ia tersenyum dan menyapaku, tapi ketegangan tampak di wajahnya. Ia menjadi pucat dan kurus.Saat itu sudah lebih dari enam tahun sejak semua orang melihat si anak laki-laki terakhir kali. Suatu hari, ayahnya mengetuk pintu rumahku. Ia memintaku untuk datang ke rumahnya. Ia tahu jika aku adalah seorang psikiater. Karena kami tetangga, aku memutuskan untuk melakukan apa pun yang bisa kulakukan untuk membantu keluarga tersebut.Saat kami sampai di pintu depan, ibunya sedang menunggu kami di sana. Ia memimpin kami menuju lantai atas, ke kamar anak laki-lakinya.Ia memukul pintu keras-keras dengan jemarinya dan berteriak, "Kami masuk!"Kemudian, ia membuka pintu dengan keras dan memekik, "Apa kau mau tidur selamanya? Bangun, kau pemalas tak berguna!"Sebelum aku tahu apa yang terjadi, wanita itu menyambar sebuah tongkat golf dan mulai memukuli sosok yang tidur di bawah selimut. Selama beberapa saat, aku membisu sementara ia memukul dengan membabi buta. Kemudian, aku menyambar tongkat golf dan memaksanya keluar dari kamar.Aku cepat-cepat kembali ke dalam untuk memeriksa luka anak lelakinya, tapi saat aku menarik penutup tempat tidur, aku tidak mempercayai pandanganku sendiri. Sesuatu yang berbaring di bawah selimut adalah mayat yang telah menjadi mumi.Aku berdiri di sana, membeku keheranan sambil menatap tumpukan tulang dan kulit yang sudah membusuk.Si ayah mendekat padaku sambil memegang kepalanya dengan malu."Itu istriku yang ingin kupertemukan denganmu," katanya. "Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Aku tidak bisa menahannya lagi..."
Fishy Smell
Beberapa tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku sekolah, aku pergi piknik dengan temanku. Kami baru saja menyelesaikan ujian, sehingga kami mencari sedikit kesenangan dengan berpetualang. Temanku membawa binatang peliharaannya, yaitu anjing, untuk menemani perjalanan kami. Karena kami tidak punya banyak uang, kami menghindari menginap di hotel. Malahan, kami berhenti di pinggir jalan untuk tidur di dalam mobil.Pada suatu malam yang mulai larut, kami tiba di sebuah desa di pinggiran pantai. Desa itu terletak di pesisir, di bawah kaki gunung. Kami hampir kehabisan bahan bakar, jadi kami mengemudi berkeliling untuk mencari tempat pengisian bensin. Menyetir menyusuri jalanan berpasir, kami melihat satu-satunya pom bensin di desa itu. Tapi sayangnya sudah tutup.Itu adalah sebuah rumah kecil dengan pom bensin di luar, jadi aku berjalan dan menekan bel. Ada sebuah keranjang besar menggantung di pintu depan. Keranjang itu berisi daging, sayuran, permen, dan beberapa perhiasan kecil. Benda itu terlihat seperti persembahan atau sejenis benda yang akan kau tinggalkan di tempat keramat.Aku kembali membunyikan bel. Aku bisa melihat seseorang sedang mengintip keluar melalui kaca yang buram, tapi tak ada seorang pun yang membuka pintu."Hei, aku tahu kau ada di rumah! Buka pintunya!" teriakku.Tidak ada jawaban."Mobil kami hampir kehabisan bensin. Kami tidak ingin terdampar di sini," kataku.Lampu menyala. Aku mendengar suara kunci yang diputar. Pintu membuka sedikit, sedangkan sesosok laki-laki memandang tajam melalui celah pintu."Apa yang kau inginkan?" geramnya."Aku hanya butuh bensin..." balasku."Apa kau tidak bisa baca? Kami tutup hari ini.""Maaf telah mengganggumu, tapi kami benar-benar terjebak.""Kau tak tahu kau ada dimana?" katanya. "Keluar dari sini sekarang!""Aku juga ingin, tapi kami butuh bensin," balasku."Ini, ambil," geramnya.Si laki-laki membuka pintu lebih lebar dan menyorongkan sekaleng bensin ke tanganku."Sekarang, pergi dan tinggalkan kami sendiri!" teriaknya sambil membanting pintu tepat di depan wajahku.Aku pikir ia sangat kasar. Tapi saat menyadari ia tidak meminta bayaran untuk bensinnya, aku hanya berterima kasih lalu pergi.Sambil berjalan ke arah mobil, aku melihat sekeliling dan memperhatikan bahwa jalanan sangat sunyi. Segalanya tampak hening. Semua rumah terlihat gelap. Setiap rumah itu memiliki sebuah keranjang yang tergantung di depan pintu."Apakah ada semacam festival atau sesuatu yang lain?" tanyaku penasaran."Jika ada, aku tidak tahu apa pun tentangnya," balas temanku.Kami berdua sangat kelelahan karena menyetir sepanjang hari, jadi kami memutuskan untuk menginap di desa itu sepanjang malam. Lalu melanjutkan perjalanan kami pada pagi harinya. Kami memarkir mobil di sisi jalan yang bisa digunakan untuk melihat lautan.Temanku merayap ke bangku belakang dengan anjingnya, sementara aku menutupi tubuhku dengan selimut di bangku depan. Kami mencoba untuk tidur.Kemudian, si anjing mulai menggeram. Aku mencium bau amis ikan yang sangat kuat di udara. Si anjing menampakkan gigi-giginya dan melanjutkan menggeram sambil menatap keluar ke arah lautan. Biasanya, anjing itu tenang dan bersikap baik, tapi sesuatu tampak membuatnya ketakutan.Aku menatap tegang ke dalam kegelapan. Laut tampak tenang, disinari oleh cahaya bulan yang pucat. Aku bisa melihat sesuatu menggeliat di pinggir dermaga."Apa itu?" desisku."Aku tidak tahu," bisik temanku dengan suara serak.Awalnya, benda itu terlihat seperti balok kayu yang mengambang di atas air. Tapi semakin kami melihatnya, benda itu tampak merangkak keluar dari lautan. Makhluk itu pelan-pelan mencapai tanah, meliuk-liuk dan merayap seperti seekor ular. Tapi tidak ada suara apa pun. Makhluk itu terlihat seperti kumpulan asap hitam, berputar, lalu berubah bentuk menjadi seorang laki-laki yang sangat besar.Aku bisa mendengar dengung keras di telingaku. Bau amis ikan semakin menjadi-jadi hingga membuatku merasa mual.Bayangan hitam itu menyeberangi jalan dan sampai di rumah pertama yang berseberangan dengan lahan parkir. Makhluk itu tingginya hampir sama dengan rumah itu sendiri. Ia berbentuk seperti manusia dengan lengan menggantung yang panjang dan kaki kurus.Makhluk itu menatap tajam melalui jendela seolah-olah ia memiliki wajah. Kemudian, ia menuju keranjang yang tergantung di depan pintu. Ia mulai melahap semua benda di dalamnya.Aku menoleh pada temanku. Ia sedang duduk di kursi belakang, gemetar seperti daun. Aku sangat takut sampai tidak bisa menggerakkan satu otot pun. Seluruh tubuhku kaku. Jantungku berdetak sangat cepat. Aku takut jantungku akan melompat keluar dari rongga dadaku.Bau amis menjijikkan dari ikan mati menggantung di udara seperti asap tebal. Bau itu sangat kuat. Sosok itu menjelajahi rumah ke rumah, menatap tajam ke jendela. Lalu ia menyambar apa pun yang ada dalam keranjang."Hidupkan mobil," kata temanku dengan suara bergetar.Segera setelah aku menghidupkan mobil, sosok hitam itu menoleh perlahan-lahan. Ia menatap langsung pada kami. Kemudian, makhluk itu mulai melangkah ke arah kami. Aku langsung tancap gas dan keluar dari area parkir.Si anjing mulai menggonggong seperti anjing gila di bangku belakang. Temanku berteriak padaku. Aku tidak berani menoleh ke belakang. Kami menyetir secepat yang kami bisa sampai keluar dari desa itu dan masuk ke kota berikutnya.Saat kami kehabisan bensin, aku menyambar kaleng bensin lalu cepat-cepat mengisi tangki mobil. Kami langsung melanjutkan perjalanan. Saat sudah pagi, kami kelelahan, tapi harus pergi sejauh mungkin dari desa yang mengerikan itu.Saat kami sampai di rumah beberapa hari kemudian, aku menceritakan pada orang tuaku tentang pengalaman kami yang mengerikan. Ibuku berkata bahwa ia samar-samar mengingat legenda yang pernah ia dengar saat masih muda. Legenda itu tentang sebuah desa nelayan kecil di pinggir pantai.Ia berkata bahwa desa itu dikutuk karena diganggu oleh sejenis makhluk supranatural. Pada hari yang sama, setiap tahun sesuatu akan muncul dari lautan untuk menyerang penduduk desa. Ia mengoyak-ngoyak mereka dan menghamburkan tubuh mereka. Untuk melindungi diri mereka sendiri, mereka akan mengunci pintu pada malam hari dan meninggalkan persembahan di luar rumah mereka untuk diserahkan pada makhluk tersebut.Sejak saat itu, aku selalu menghindari lautan. Ada sesuatu tentang bau amis ikan yang membuatku takut. Hal itu membuatku gemetaran seperti daun.***
Night Owl
Saat Ryoko pergi kuliah, ia pindah ke asrama kampus. Itulah awal mulanya ia bertemu dengan Yukie, seorang gadis berumur 20 tahun yang berbagi kamar dengannya. Yukie merupakan orang yang aneh, sejenis bayangan. Ia tidak banyak bicara, tidak pernah tersenyum, dan selalu sendirian. Ada rumor yang beredar bahwa ia kehilangan pacarnya beberapa tahun sebelumnya.Pada larut malam, Ryoko mendengar Yukie bangun dari ranjang dan keluar ruangan. Awalnya, Ryoko berpikir bahwa Yukie hanya pergi ke toilet. Jadi, ia tidak menaruh perhatian. Namun demikian, setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa Yukie sering mengendap-endap keluar pada tengah malam. Yukie tidak kembali selama berjam-jam lamanya. Akhirnya, Ryoko menjadi sangat curiga.Pada suatu malam, Ryoko memutuskan untuk mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan teman sekamarnya yang aneh. Ia berpura-pura tidur, menunggu Yukie keluar dari kamar. Seperti biasanya, Yukie bangun dari tempat tidur dan keluar kamar. Ryoko menunggu selama beberapa menit, lalu mengikutinya. Ryoko menjaga dirinya tetap di bawah bayangan sehingga tidak terlihat oleh Yukie.Setelah berjalan kira-kira 30 menit, Yukie berhenti di sebuah pemakaman. Ia lalu masuk ke dalam. Ryoko gemetar ketakutan, memaksa dirinya agar tidak melarikan diri. Ia mengintip melalui dinding dan melihat Yukie bersimpuh di depan sebuah makam. Gadis itu memeluknya. Ada kegembiraan yang luar biasa di wajahnya hingga ia tertawa histeris.Ryoko telah cukup melihat. Ia berbalik ketakutan dan lari kembali ke asrama. Saat ia sampai di kamarnya, ia melompat ke atas ranjang dan berpura-pura tidur sambil menunggu Yukie kembali. Namun demikian, teman sekamarnya tidak juga kembali. Segera, Ryoko jatuh tertidur.Saat ia bangun pada pagi berikutnya, Ryoko mendengar berita yang mengerikan. Rupanya, Yukie memutuskan untuk bunuh diri pada malam sebelumnya. Ia mengiris pergelangan tangannya sampai kehabisan darah di pemakaman. Ia ditemukan terbaring di depan makam pacarnya. Ryoko sangat ketakutan.Yukie tidak memiliki keluarga. Tidak ada satu pun orang yang datang untuk mengambil barang-barangnya. Setelah tiga hari, Ryoko menjadi penasaran. Ia mulai membersihkan ruangan dan mengaduk-aduk isi tas Yukie. Ia menemukan sebuah buku harian. Ia membuka dan membaca tulisan dalam halaman-halaman buku harian tersebut. Saat ia telah sampai pada halaman terakhir, ia membeku.Di sana, ada kata-kata yang ditulis dengan darah. Bunyinya:"Aku tahu kau melihatnya!"
Gangguan Tidur
Beberapa bulan yang lalu, aku dan temanku yang bernama Yoko pergi ke rumah seorang gadis untuk menginap. Aku tidak terlalu mengenal gadis itu. Namanya Emi, ia adalah teman Yoko. Mereka bersekolah di tempat yang sama saat kanak-kanak.Emi merupakan gadis yang aneh. Ia sangat pendiam dan jarang sekali mengatakan sesuatu. Orang tuanya sedang pergi keluar pada malam itu, sehingga kami tinggal sendirian di rumah. Kami memakai piyama dan duduk melingkar untuk menceritakan cerita-cerita tentang hantu. Masalahnya, kami tidak terlalu tahu banyak.Tiba-tiba, Emi menyeletuk, "Aku tahu sebuah website yang bagus."Ia membuka laptopnya dan meng-klik di salah satu halaman. Kami berkumpul di sekelilingnya untuk melihat website tersebut. Website itu memiliki banyak sekali cerita seram dari seluruh dunia, termasuk Jepang. Emi mengarahkan mouse-nya ke halaman bawah sementara kami menatap layar monitor.Yoko menunjuk salah satu cerita. Ia lalu bertanya, "Apa ini?"Selama beberapa saat, wajah Emi berubah menjadi serius. "Kau tidak disarankan membaca yang satu ini," katanya. "Ini berbahaya.""Isi website ini mengerikan," kataku."Apakah ini boleh dibaca oleh anak kecil?" tanya Yoko."Tidak," balas Emi dengan suara serius. "Ini bukan untuk anak kecil. Beberapa cerita dan permainan di dalamnya benar-benar berbahaya... seperti yang satu ini."Ia meng-klik salah satu tautan untuk membuka cerita. Halamannya terlihat sangat aneh. Ada gambar seorang wanita dengan rambut hitam yang panjang, tapi wajahnya mengerikan. Hal itu membuatku tidak nyaman.Teks di dalamnya tertulis, "Orang yang menulis cerita ini bukan manusia.""Kau tidak disarankan untuk mendengarkan cerita ini," kata Emi."Jadi, jangan dengarkan," jawab Yoko."Yah, mari pergi tidur," kataku.Aku memiliki perasaan yang aneh tentang situs ini. Maksudku, dari mana mereka mendapatkan semua cerita menyeramkan ini? Lalu, mengapa mereka mengumpulkan cerita macam begitu? Siapa yang membuat situs seperti ini? Ada sesuatu yang sangat mengganggu.Emi tidak memperhatikan kami. Ia menekan tombol untuk memainkan video. Kami mulai mendengar cerita. Segera setelah mendengar suara aneh itu, aku menjadi takut. Aku menutup telingaku dengan kedua tangan dan pergi dari kamar. Yoko mengikutiku. Kami menunggu di dalam kamar mandi sampai selesai. Aku tidak ingat cerita itu tentang apa, tapi aku ingat kalau ceritanya sangat pendek. Itu hanya seperti puisi dibandingkan dengan cerita, tapi tidak berima.Saat kami kembali masuk ke kamar, Emi memasang wajah aneh."Lihat kan, tidak ada yang terjadi," katanya.Tak lama setelah itu, kami memutuskan untuk pergi tidur. Kami sangat mengantuk. Emi naik ke ranjangnya, sedangkan aku dan Yoko berbaring di atas futon. Kami mematikan lampu dan mulai tidur.Aku selalu memiliki gangguan tidur saat menginap di rumah orang lain. Pada tengah malam, aku terbangun oleh suara aneh. Setelah beberapa menit, aku menyadari itu suara Emi. Ia membuat suara berisik dalam tidur seperti... hmm... hmm... hmm.Suaranya seolah-olah ia sedang mimpi buruk. Aku mengguncang-guncang tubuh Yoko untuk membangunkannya."Mungkin Emi seharusnya tidak membaca cerita itu sebelum tidur," bisiknya.Aku mencoba untuk tidur kembali, tapi rintihan Emi semakin keras. Kemudian, ia mulai berbicara dalam tidurnya."Bagaimana kau menemukannya?" katanya.Aku menyentuh Yoko. Kami berdua berbaring di sana untuk mendengarkannya."Bagaimana kau tahu?" katanya."Itu pasti mimpi yang aneh," kata Yoko.Baru saja Yoko berkata begitu, Emi mendadak bangun dari tempat tidur. Ia bergerak tersentak-sentak seperti boneka kayu. Saat aku melihatnya, setetes keringat dingin menuruni punggungku.Emi memunggungi kami. Kepalanya menunduk. Rambutnya yang hitam panjang menutupi wajahnya. Ia hanya berdiri di sana, menatap tempat tidurnya, merintih pelan. Pelan, sangat pelan, ia mulai membalikkan tubuhnya.Kemudian, Yoko melompat panik. "Itu bukan Emi," desis Yoko.Emi masih berbalik dengan perlahan-lahan. Yoko menatap Emi, matanya terbuka ketakutan. Aku tidak ingin melihat, tapi aku tidak bisa membalikkan tubuhku. Aku gemetar tak terkontrol. Dalam cahaya yang redup, aku bisa melihat wajah Emi saat ia berbalik. Itu wajah Emi, tapi entah mengapa seperti bukan.Kulitnya pucat, sedangkan matanya membelalak tidak normal. Mulutnya miring seperti iblis yang menyeringai.Itu bukan Emi...Seolah-olah wajah Emi bercampur dengan wajah orang lain... seolah-olah orang lain sedang berpura-pura menjadi Emi.Dalam suara yang bukan seperti manusia, ia berbisik, "Aku ingin tahu bagaimana..."Aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Aku pikir, aku dan Yoko pingsan.Saat aku bangun, ternyata sudah pagi. Yoko berbaring di atas futon di sebelahku. Tapi di atas tempat tidur, hanya ada sepasang piyama. Tidak ada tanda-tanda Emi dimana pun.Kami menuruni tangga, tapi rumah benar-benar kosong. Kami sangat ketakutan karena peristiwa malam sebelumnya masih terekam jelas di benak kami. Aku dan Yoko menggenggam erat tas kami dan pergi secepat yang kami bisa.Kami mencoba untuk menelepon ponsel Emi, tapi jawabannya di luar jangkauan. Kami mencoba lagi sepanjang siang, tapi selalu di luar jangkauan.Malamnya, kami menelepon nomor telepon rumahnya. Ibunya yang menjawab. Ia mengatakan jika ia tidak tahu dimana Emi berada. Aku dan Yoko semakin ketakutan. Kami mengirim pesan ke seluruh teman kami, tapi tidak ada yang mendengar kabar dari Emi. Ia seperti hilang dari muka bumi.Orang tua Emi pergi ke polisi untuk mengisi laporan orang hilang. Mereka mulai mencari keberadaan Emi. Kebanyakan orang berpikir ia lari dari rumah. Tidak ada yang bisa menemukan jejaknya. Polisi datang untuk menanyaiku dan Yoko, tapi tidak ada yang bisa kami sampaikan padanya. Kami berdua tahu Emi tidak lari dari rumah.Pada suatu hari, Yoko datang ke rumahku. Kami membuka laptopku dan mencari situs internet seram yang telah dibaca Emi. Dengan jemari gemetar, Yoko meng-klik tautannya.Sebuah peringatan muncul di layar. "Cerita ini telah dihapus," tulisnya. "Jangan coba mencari cerita seram ini. Terlalu berbahaya."Kami mencari ke seluruh website, tapi kami tidak bisa menemukannya.Sejak saat itu, aku memiliki gangguan tidur. Aku takut saat aku bangun... aku tidak ada di sini lagi.
Monkey Dream
Ini adalah sebuah cerita tentang mimpi. Kau tahu jenis mimpi dimana kau tiba-tiba menjadi sadar bahwa kau hanya bermimpi? Ini adalah mimpi yang sejenis.Aku sedang sendirian, berdiri di peron yang sunyi di stasiun kereta api berpenerangan redup."Wow, mimpi yang membosankan," pikirku.Beberapa saat kemudian, aku mendengar sebuah pengumuman yang berasal dari loudspeaker. Sebuah suara monoton yang membosankan berkata, "Kereta api akan segera datang. Jika kau naik ke gerbong, kau akan mengalami sesuatu yang sangat mengerikan."Segera setelah pengumuman samar-samar tersebut, kereta api muncul di stasiun. Namun demikian, itu bukan benar-benar kereta api. Benda itu lebih terlihat seperti sejenis kereta api yang bisa kau lihat di pasar malam, bentuknya seperti rollercoaster atau kereta monyet yang dimiliki kebun binatang. Ada beberapa laki-laki dan perempuan yang duduk dalam kendaraan tersebut. Wajah mereka sangat pucat."Benar-benar mimpi yang aneh," pikirku.Tapi aku penasaran tentang pengumuman yang kudengar. Akankah aku benar-benar melihat sesuatu yang mengerikan? Apa itu? Aku memutuskan untuk masuk ke dalam kereta api untuk mencari jawabannya. Setelah ini, bagaimana seramnya mimpi ini kalau aku menyadari semuanya hanya mimpi?Aku duduk di bangku ketiga dari belakang. Udara di sekitarku terasa panas yang tidak nyaman. Semuanya terlihat sangat alami sehingga aku mulai ragu-ragu jika aku sebenarnya hanya bermimpi.Suara pengumuman terdengar, "Kereta api akan berangkat."Sementara kereta api mulai bergerak, hatiku menunggu dengan gelisah. Aku penasaran apa yang akan terjadi. Segera setelah kereta api meninggalkan peron, kami memasuki terowongan yang tertutupi oleh cahaya ungu menyeramkan."Aku pernah melihat terowongan ini sebelumnya!" kataku pada diriku sendiri.Itu adalah terowongan yang berasal dari kereta hantu yang kunaiki di sebuah pasar malam saat aku masih kecil. Itulah mengapa aku memimpikan tentang kereta monyet aneh ini. Aku hanya ingat semua rumah hantu yang kukunjungi saat aku masih kecil."Ini bukan sesuatu yang harus ditakuti," aku memberitahu diriku sendiri.Kemudian, ada pengumuman lain yang berbunyi, "Pemberhentian berikutnya, Ike-zukuri! Berikutnya, Ike-zukuri!""Ike-zukuri?" pikirku. "Itu bukan stasiun, itu adalah santapan Jepang yang langka!"Seorang juru masak Jepang yang profesional bisa memotong seekor ikan dan memasaknya mentah-mentah. Itulah mengapa ikan tersebut masih hidup saat dihidangkan padamu. Ikan malang itu akan tergeletak di piringmu, meronta-ronta sementara kau memakannya. Hal itu sangat mengerikan, tapi di Jepang termasuk makanan yang lezat.Aku masih berpikir tentangnya saat aku mendengar suara jeritan yang sangat keras dari belakangku. Aku menoleh dan melihat empat orang kerdil bungkuk yang berpakaian compang-camping. Mereka sedang mengelilingi laki-laki di kursi paling belakang. Saat aku menatap lebih dekat, aku melihat orang-orang kerdil itu memakai topeng monyet. Mereka mengacungkan pisau yang tajam. Mereka mulai memotong-motong laki-laki itu tepat di depan mataku. Mereka menyiapkannya seperti seorang juru masak sedang menyiapkan Ike-zukuri!Bau amis yang luar biasa menguar di udara. Laki-laki itu tetap menjerit dan meraung saat mereka menarik keluar organ tubuhnya. Orang-orang kerdil itu menghambur-hamburkannya ke sekeliling kereta api.Aku memperhatikan seorang wanita berwajah pucat dengan rambut panjang sedang duduk tepat di belakangku. Saat suara jeritan itu mulai terdengar, ia mulai panik tapi hanya sebentar. Kemudian, ia terdiam sambil menatap ke depan seolah-olah tidak ada yang terjadi.Aku sangat ketakutan karena hal mengerikan yang baru saja terjadi di belakangku. Aku mulai penasaran apakah ini benar-benar mimpi atau bukan. Saat aku menoleh ke sekitarku lagi, laki-laki di kursi belakang sudah hilang. Yang tersisa hanyalah noda darah dan gumpalan daging berwarna merah. Wanita di belakangku masih menatap lurus ke depan, wajahnya tanpa ekspresi."Pemberhentian berikutnya, sendok!" terdengar suara dari pengumuman. "Sendok adalah pemberhentian berikutnya!"Saat ini, dua orang kerdil bermuka monyet muncul sambil membawa sendok yang pinggirnya bergerigi tajam. Mereka mulai menyendok keluar bola mata milik wanita di belakangku. Sampai saat ini, ia masih memasang wajah tanpa ekspresi, tapi wajahnya terlihat penuh kesakitan. Ia mulai menjerit dengan keras hingga aku berpikir gendang telingaku akan robek. Bola mata melompat keluar dari rongganya. Bau amis darah dan keringat membuatku tak tahan.Aku membungkuk ketakutan. Saat ini adalah kesempatanku untuk kabur. Aku tidak bisa menahannya lagi."Bangun!" aku berkata pada diriku sendiri. "Aku harus keluar dari sini! Kumohon, bangun!"Kemudian, pikiran mengerikan menyambar benakku. Melihat bagaimana semuanya terjadi, akulah urutan berikutnya..."Pemberhentian berikutnya, daging cincang!" terdengar suara pengumuman. "Daging cincang adalah pemberhentian berikutnya!"Aku merasa sakit. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berkonsentrasi sekeras yang kubisa untuk mencoba memaksa diriku sendiri bangun dari mimpi."Ayolah! Bangun!" kataku pada diriku sendiri. "Ini hanya mimpi! Bangun! Bangun!"Tiba-tiba aku mendengar suara desingan besi yang berisik. Suaranya seperti berasal dari sebuah mesin penggiling. Saat ini, dua orang kerdil sedang duduk di pergelangan kakiku. Mereka memegang mesin aneh yang kuduga sebagai mesin pemotong daging. Aku sangat ketakutan."Ini semua hanya mimpi yang mengerikan! Bangun! Bangun!" aku menutup mataku dan berdo'a sekeras yang kubisa. "Demi Tuhan, kumohon bangun!"Whiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrr!Suara itu semakin mendekat. Aku bisa merasakan angin yang berhembus dari mesin itu di wajahku. Aku yakin jika aku sudah tidak lagi memiliki harapan. Semuanya sudah berakhir. Aku yakin aku akan mati. Kemudian, mendadak semuanya menjadi sunyi.Aku bangun di atas tempat tidurku, tubuhku mandi keringat. Air mata menetes membasahi pipiku. Entah bagaimana, aku berhasil melarikan diri dari mimpi buruk itu. Aku berjuang turun dari ranjang dan pergi ke dapur. Di sana, aku minum segelas air dan mencoba menenangkan diriku sendiri."Mimpi itu seperti nyata," pikirku. "Terima kasih Tuhan, itu hanya mimpi..."Hari berikutnya di sekolah, aku menceritakan pada semua temanku tentang mimpi mengerikan yang kualami. Aku berharap mereka akan ketakutan, tapi mereka semua menganggap hal itu sebagai sesuatu yang lucu. Aku juga berharap demikian sebenarnya. Itu hanya sebuah mimpi.Empat tahun berlalu. Aku baru saja lulus dari perkuliahan. Aku benar-benar lupa tentang mimpi itu.Suatu malam, aku bekerja lembur di kantor. Hari itu adalah hari yang sibuk hingga membuatku sangat kelelahan. Aku membaringkan punggungku pada kursi dan menutup mataku selama beberapa waktu.Saat itu, mimpi itu datang lagi."Pemberhentian berikutnya, sendok! Sendok adalah pemberhentian berikutnya!"Mimpi itu sama. Semuanya kembali. Dua orang kerdil bertopeng monyet yang sama sedang mencungkil keluar bola mata milik gadis tanpa ekspresi."Ini hanya mimpi! Bangun! Bangun!"Aku mulai berdo'a, tapi aku tetap tidak bisa bangun."Ini hanya mimpi! Bangun! Kumohon bangun!""Pemberhentian berikutnya, daging cincang! Daging cincang adalah pemberhentian berikutnya!""Tidak! Ini sudah keterlaluan!"Whiiiiiirrrrrrrr!Suara itu semakin mendekat."Ini hanya mimpi! Bangun! Bangun! Kumohon, bangun!"Tiba-tiba, semuanya hening.Aku melarikan diri lagi, atau pikirku begitu.Baru saja aku akan membuka mata, aku mendengar sebuah suara berkata, "Apakah kau akan melarikan diri lagi? Berikutnya, kami akan datang padamu untuk terakhir kalinya!"Aku membuka mataku. Saat ini, aku benar-benar bangun di ruanganku. Tapi, pengumuman yang baru saja kudengar tidak berasal dari mimpi. Aku mendengarnya di sini, di dunia nyata. Aku tahu. Tidak ada yang salah dengan itu.Mengapa aku? Apa yang telah kulakukan hingga aku harus menerima ini?Aku tidak lagi bermimpi sejak saat itu, tapi aku tahu jika selanjutnya aku memimpikannya lagi, aku akan mati. Hal itu mungkin akan membuatku terkena serangan jantung atau sesuatu yang lain. Di dunia ini, mungkin seperti serangan jantung, tapi di dunia lain aku akan menjadi daging cincang.***
Gadis dalam Foto
Note:Gadis dalam foto merupakan sebuah cerita seram tentang seorang laki-laki yang menemukan gambar gadis cantik. Laki-laki itu mulai terobsesi padanya. Setelah melakukan beberapa penelitian, aku sangat yakin cerita ini berasal dari Jepang atau Korea.Suatu hari, seorang laki-laki sedang duduk di ruang kelas. Ia benar-benar bosan menunggu bel pulang sekolah berbunyi. Saat ia melihat keluar jendela, pandangan matanya menangkap sesuatu. Ada sebuah foto tergeletak di rerumputan di luar sana.Saat sekolah telah berakhir, laki-laki itu berlari keluar kelas dan memungut foto itu sebelum orang lain sempat melihatnya. Ia membalikkan foto tersebut dengan tangannya. Lalu ia menyadari bahwa itu adalah foto seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu memakai atasan berwarna putih, rok hitam pendek yang ketat, dan sepatu yang juga berwarna hitam. Karena beberapa alasan, ia memegang dua jari.Si gadis sangat cantik sehingga laki-laki itu ingin bertemu dengannya. Si laki-laki menunjukkan foto tersebut pada semua orang di sekolah dan bertanya jika mereka mengenalnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang mengenalinya.Malam itu saat si laki-laki pergi ke tempat tidur, ia meletakkan foto si gadis di meja samping ranjangnya, lalu ia tidur. Sekitar tengah malam, ia terbangun. Ada sesuatu yang mengetuk-ngetuk jendela. Kemudian, ia mendengar seseorang yang tertawa terkikik. Meskipun sedikit ketakutan, ia mencoba memberanikan diri untuk menyelidiki asal suara. Ia melompat keluar dari ranjang, lalu menuju jendela dan membukanya. Tidak ada apa pun di luar.Hari berikutnya, laki-laki itu menunjukkan foto si gadis pada teman-teman dan tetangganya. Ia bertanya apakah mereka tahu siapa gadis tersebut. Semua orang yang ia temui mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat si gadis seumur hidupnya.Malam itu saat laki-laki berbaring di tempat tidur, ia mendengar sesuatu mengetuk jendela lagi. Ia melihat keluar jendela dan menangkap sesosok bayangan sedang berdiri di seberang jalan. Ia tidak yakin, tapi bayangan itu seperti gadis misterius dalam foto.Laki-laki tersebut berlari ke lantai dasar menuju pintu depan sambil menggenggam erat foto si gadis. Saat ia menyeberang jalan, ia lupa untuk melihat ke kanan dan ke kiri hingga tiba-tiba sebuah mobil menabraknya. Pengemudi mobil keluar dari kendaraannya untuk menolong si anak laki-laki, tapi percuma. Anak laki-laki tersebut telah tewas.Si pengemudi memperhatikan sesuatu tergenggam erat di tangan bocah laki-laki. Pengemudi lalu membalik foto itu dengan tangannya. Lalu, si pengemudi menyadari bahwa itu merupakan foto seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu memakai atasan berwarna putih, rok hitam pendek yang ketat, dan sepatu yang juga berwarna hitam. Karena beberapa alasan, gadis itu meme
Hello Kitty
Hello Kitty merupakan karakter kartun terkenal di Jepang. Menurut legenda, Hello Kitty dibuat oleh seorang wanita China pada akhir 1970-an. Rupanya, anak perempuannya yang berumur 14 tahun telah didiagnosa menderita penyakit kanker mulut. Para dokter memberitahu si ibu bahwa anaknya sakit parah dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuknya.Si ibu menolak untuk menyerah. Ia mengunjungi semua gereja di kota untuk berdo'a bagi putrinya. Saat semuanya tidak berhasil, ia menjadi putus asa. Ibu yang putus asa ini lalu terlibat dalam ritual yang memuja setan. Mereka bilang, bayaran untuk menyelamatkan putrinya adalah dengan membuat perjanjian bersama setan itu sendiri.Untuk mengobati penyakit kanker putrinya, si setan hanya meminta satu hal. Si ibu harus membuat karakter kartun yang akan menarik perhatian anak-anak di seluruh dunia. Setan ingin menggunakan popularitas karakter kartun ini untuk menipu manusia agar memuja setan. Saat sang putri sembuh dari penyakit kanker, si ibu menepati janjinya pada setan. Ia membuat Hello Kitty.Menurut cerita, Hello Kitty didesain tidak memiliki mulut karena si anak perempuan memiliki kanker mulut. Telinga runcing Hello Kitty menggambarkan tanduk setan. Kata "Kitty" berarti setan dalam Bahasa China. Jadi, Hello Kitty berarti Halo Setan. Mereka bilang jika seseorang membeli sebuah pernak-pernik Hello Kitty, berarti ia menyilakan masuk setan ke dalam hati mereka. Penganut Satanisme di seluruh dunia menggunakan Hello Kitty sebagai simbol rahasia. Banyak dari mereka yang menggambar Hello Kitty pada tubuh mereka. Pemuja setan menyebut Hello Kitty sebagai anak perempuan setan.Tentu saja, ini semua hanyalah sebuah legenda urban. Hello Kitty sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan asal Jepang bernama Sanrio yang memiliki kemampuan mendesain karakter kartun. Hello Kitty sebenarnya didesain sebagai hiasan dompet. Juga, Hello Kitty tidak memiliki arti setan dalam Bahasa China.Perancang membuat Hello Kitty tanpa mulut karena mereka ingin membuat ekspresinya sulit ditebak. Ekspresi kosong bertujuan supaya kau dapat memberikan emoticon-mu sendiri terhadap kartun ini. Jika kau sedih, lalu Hello Kitty akan melihatmu dengan wajah sedih. Jika kau bahagia, maka Hello Kitty akan terlihat bahagia. Hello Kitty akan terlihat merasakan emosi apa pun yang sedang kau rasakan. Jadi, kebenarannya adalah Hello Kitty tidak berhubungan dengan ritual setan atau pemujaan iblis sama sekali.Namun demikian, pada tahun 1999, sebuah pembunuhan sadis terjadi di Hong Kong. Sekarang, cerita itu terkenal dengan sebutan "Pembunuhan Hello Kitty". Tiga orang lelaki menculik seorang wanita muda dan menahannya di apartemen mereka selama sebulan. Mereka menyakitinya, kemudian membunuhnya. Kasus ini terkenal sebagai Pembunuhan Hello Kitty karena para pembunuh memotong kepala korbannya dan menyembunyikannya di dalam boneka Hello Kitty. Kalau yang ini cerita yang benar-benar terjadi.***
Kuda-Kudaan
Ada sepasang suami istri yang memiliki satu anak laki-laki. Bahkan sebelum anak mereka lahir, pernikahan pasangan ini telah goyah. Setelah bertahun-tahun berlalu, ayah dan ibu anak itu berkelahi sepanjang waktu. Pertengkaran mereka menjadi lebih sering terjadi. Mereka mulai berbicara tentang perceraian.Pada akhirnya, mereka tetap bersama demi anak lelaki mereka. Tapi, pertengkaran itu terus berlanjut hingga perkelahian semakin lama menjadi sengit. Saat umur anak mereka menginjak lima tahun, pasangan ini saling membenci satu sama lain.Suatu malam, setelah mereka menidurkan si bocah, ibu dan ayahnya terlibat dalam pertengkaran yang hebat. Si ayah mulai menggila dan membunuh istrinya sendiri.Saat ia kembali waras dan menyadari apa yang telah ia lakukan, ia segera menyusun rencana untuk menghilangkan tubuh istrinya. Ia menyeret mayat istrinya ke dalam garasi, lalu menaruhnya di dalam mobil. Kemudian, ia menyetir ke pegunungan. Di bawah langit yang gelap, ia membopong mayat istrinya di pundak. Ia membawa mayat istrinya ke rawa terdekat. Ia menyeret istrinya ke dalam air kotor yang berbau busuk dan melihatnya tenggelam dalam lumpur.Saat subuh, lelaki itu kembali ke rumah untuk membersihkan diri. Berapa kali pun ia mengosok, bau rawa yang menjijikkan itu tidak bisa hilang.Ia tidur selama beberapa jam. Saat ia bangun, ia mulai memikirkan apa yang ia lakukan jika anak lelakinya bertanya dimana ibunya. Ia memutuskan untuk memberitahu anaknya bahwa istrinya telah pergi untuk tinggal dengan saudarinya selama beberapa saat. Namun demikian, saat anaknya bangun untuk sarapan, ia tak pernah menyebut ibunya. Ia hanya menatap ayahnya tanpa berkata apa-apa.Lelaki itu masih bisa mencium bau busuk dari rawa dimana ia mengubur istrinya. Ia mengambil pengharum ruangan dan mulai menyemprotkannya ke sekitar rumah, berharap bisa menghilangkan bau tak sedap. Hal itu membuatnya merasa sakit.Beberapa jam berlalu. Anak lelakinya sedang menonton TV di ruang keluarga. Ayahnya mulai merasa tidak enak badan, terutama pada bagian perutnya. Setiap kali ia pergi ke ruang keluarga, ia memperhatikan bahwa anak lelakinya menatapnya dengan tatapan ingin tahu di wajahnya. Hal itu membuat ayahnya merasa nervous dan paranoid.Pikirannya berpacu. Mungkin saja anak itu tahu apa yang terjadi, pikirnya. Mungkin anak itu mendengarnya membunuh ibunya. Jika anak lelakinya tahu apa yang telah ia lakukan, mungkin ia harus membunuh anak itu.Si ayah berjalan ke dalam ruangan dimana anak lelakinya masih menonton TV."Apakah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan padaku?" kata ayahnya.Si anak laki-laki berpikir beberapa detik dan menjawab, "Yeah...""Apakah ini tentang ibumu?" tanya ayahnya lagi."Ya.." kata si anak laki-laki."Aku menduga kau penasaran dimana ibumu," kata si ayah."Tidak," kata anaknya. "Aku penasaran kenapa wajah Ibu pucat. Lalu mengapa kalian bermain kuda-kudaan sepanjang hari."
Rambut Hitam
Ada seorang laki-laki Jepang yang bosan dengan istrinya. Saat mereka menikah, istrinya adalah wanita paling cantik yang pernah ia lihat. Wanita itu memiliki rambut panjang berwarna hitam, alis mata yang cantik, dan kulit yang lembut. Namun demikian, setelah bertahun-tahun, penampilannya yang cantik memudar dan ia menjadi gemuk. Wajahnya menjadi keriput. Lelaki itu menyadari bahwa ia tidak tertarik lagi pada istrinya. Ia memutuskan untuk meninggalkannya.Si lelaki memberitahu istrinya bahwa ia ingin bercerai, kemudian pindah dari rumah itu. Ia menyewa sebuah apartemen di kota. Ia mengunjungi bar dan diskotik untuk mencari wanita baru. Ia memerlukan waktu yang lama sampai ia bertemu dengan gadis muda cantik yang menarik. Umur gadis itu 18 tahun, ia tinggi dan ramping dengan rambut pirang. Laki-laki itu langsung jatuh cinta. Beberapa minggu kemudian, ia meminta gadis tersebut untuk menikah dengannya.Gadis pirang menerima lamarannya. Setelah mereka menikah, gadis itu pindah dengannya. Namun demikian, segera setelah cincin berada di jarinya, sikap gadis pirang itu berubah. Sebelum menikah, ia sangat manis, menyenangkan, dan ramah. Tetapi sekarang, sikapnya keras, kasar, dan jahat.Gadis itu sangat sombong. Ia terlihat menghabiskan waktunya di depan cermin untuk bersolek. Ia mengenakan make up dan menatap pada pantulan wajahnya sendiri. Ia juga sangat boros. Ia membuat suaminya menghabiskan semua uangnya untuk gadis tersebut. Ia memaksa suaminya untuk membelikannya baju baru, perhiasan baru, gadget baru, dan mobil baru.Suatu hari, si lelaki pulang ke rumah dan melihat istrinya baik-baik. Semua riasan itu... eyeliner , maskara, eye shadow ... hanya menyisakan kejelekan yang tersembunyi di dalamnya. Ia mulai berharap tak pernah menikahi gadis tersebut.Setelah bertahun-tahun berlalu, si lelaki mulai merindukan istrinya yang lama. Ia mungkin telah tua dan gemuk, tapi ia tetap orang yang peduli dan penuh perhatian. Ia menangis saat mengingat suara lembut istrinya, senyumnya yang manis, dan kesabarannya yang tak pernah habis. Ia menyesal hari itu telah menceraikan istrinya.Ia akhirnya menyadari bahwa ia masih mencintai istri pertamanya, mencintainya lebih dari gadis pirang. Ia mulai mengerti bagaimana ia telah membuang satu-satunya wanita yang benar-benar mencintainya. Kadangkala di dalam mimpinya, ia bisa melihat istri lamanya. Wanita itu duduk sendirian di dalam kamarnya, rambutnya yang hitam panjang menutupi wajahnya. Larut malam, lelaki itu akan bertanya pada dirinya sendiri bagaimana hidup istrinya, apa yang ia lakukan, apakah ia akan kembali?Suatu malam setelah pertengkaran yang sengit, laki-laki itu memutuskan bahwa ia tidak tahan lagi. Ia tidak bisa bersabar lagi. Ia lalu meninggalkan istrinya yang pirang. Ia meninggalkan kota dan melakukan perjalanan jauh kembali ke rumah istrinya yang lama. Saat ia sampai di jalan tempat mereka tinggal, saat itu telah lewat tengah malam.Rumah mereka terlihat sunyi. Rumput-rumput tinggi tumbuh di halaman. Jendela-jendela pecah dan rusak. Genteng-genteng hilang dari atap. Dinding terlihat seolah-olah tak pernah dicat selama bertahun-tahun.Ia mengetuk pintu depan, tapi tidak ada seorang pun yang menjawab. Kemudian, ia mencoba menyentuh kenop pintu. Ternyata tidak dikunci. Ia berjalan masuk dan mendapati ruangan kosong. Angin dingin berhembus melalui jendela yang rusak.Laki-laki itu menaiki tangga. Ia membuka pintu kamar tidur. Ia kaget melihat istrinya duduk di atas ranjang. Ia berlari pada istrinya, memeluknya ke dalam lengannya, dan menangis di pundak wanita tersebut. Sambil menangis, lelaki itu memberitahunya betapa ia merindukan istrinya selama bertahun-tahun. Ia juga memohon pada istrinya untuk memaafkannya karena telah pergi.Wajah istrinya tertutup oleh rambut hitamnya yang panjang, tapi lelaki itu bisa mendengar suara istrinya yang lembut di telinganya. Wanita itu berkata padanya, "Aku senang kau datang kembali padaku. Walau hanya sebentar.""Hanya sebentar?" jawab suaminya sambil tertawa. "Aku kembali. Sekarang kita bisa menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama."Lelaki itu menyibak rambut dari wajah istrinya. Ia baru saja akan mencium wanita itu. Tapi saat membuka mata, ia berteriak ketakutan. Wajah istrinya kotor, hanya tinggal tengkorak. Ketakutan, ia menyadari yang dipeluknya bukan lengan tapi tulang berdebu yang panjang dengan rambut hitam yang seperti senar.Lelaki itu mencoba menjauhkan dirinya dari tengkorak menjijikkan tersebut. Ia berdiri di sana dalam cahaya temaram. Perasaan ngeri menyebar ke seluruh tubuhnya.Ia berlari menuruni tangga dan keluar dari pintu depan. Di jalan, ia bertemu dengan tetangganya. Ia bertanya siapa yang tinggal di rumah tua yang telah ditinggalkan itu."Tidak ada seorang pun yang tinggal di rumah itu sekarang," kata si tetangga. "Bertahun-tahun yang lalu, rumah itu milik seorang wanita yang ditinggalkan oleh suaminya. Suaminya menceraikannya karena ingin menikah dengan wanita lain. Ia sangat sedih hingga bunuh diri tak lama setelah itu."***
Back to Back
Ada dua orang gadis bernama Kimi dan Suzume. Mereka berteman baik sejak mulai sekolah bersama-sama. Saat mereka pergi kuliah, gadis-gadis tersebut berbagi kamar tidur. Kimi tidur di ranjang atas, sedangkan Suzume tidur di ranjang bawah.Suatu hari, Kimi kembali dari kuliah tetapi Suzume tidak ada di kamar. Kimi mencoba menghubungi temannya itu, tapi handphone Suzume berada di luar jangkauan atau malah mati. Kimi melihat sekeliling ruangan. Ia memperhatikan bahwa semua barang-barang milik Suzume masih di sana. Kopernya masih berada di atas lemari pakaian.Kimi mulai merasa khawatir. Ia tetap mengirim pesan yang mengatakan, "Tolong telepon aku" dan "Apakah kau baik-baik saja?"Tetapi tetap tidak ada jawaban.Pagi berikutnya, saat Suzume tetap tidak muncul, Kimi menelepon semua temannya tapi tak ada salah satu pun dari mereka yang melihat Suzume. Kimi tetap menghubungi nomor handphone Suzume, tapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya, Kimi mengirim pesan, "Dimana kau? Aku sungguh-sungguh khawatir padamu! Tolong balas pesanku."Malam itu, saat Kimi sedang berbaring di ranjang, ia menerima sebuah pesan singkat. Pesan itu dari Suzume. Pesannya pendek, "Saling membelakangi".Kimi terkejut. Ia tidak mengerti maksud dari pesan tersebut. Saat ia merasa bingung, ia memperhatikan ada bau amis di dalam ruangan. Ia mulai melihat sekeliling untuk mencari sumber bau busuk itu.Ia menarik keluar barang-barang dari lemari pakaian, tapi ia tidak bisa menemukan apa pun yang telah menyebabkan bau. Ia menarik koper Suzume dan membukanya, tapi benda itu kosong. Ia berputar untuk melihat ranjang Suzume. Dengan jari gemetar, ia menarik kasur Suzume dan melihat bagian bawahnya. Tapi tidak ada apa pun di sana.Kemudian, Kimi melihat sekilas ke atas kepalanya. Ia lalu menjerit ketakutan. Ia mendapati dirinya sendiri berhadap-hadapan dengan mayat Suzume yang membusuk.Hal itu terjadi saat seorang penyusup membobol kamar tidur mereka. Suzume memergoki orang itu saat ia akan merampok. Si perampok kemudian membunuhnya. Ia menyembunyikan mayat Suzume di bagian bawah ranjang atas. Setiap malam, gadis-gadis itu berbaring saling membelakangi.***
Jembatan Gantung
Cerita ini diceritakan oleh salah satu temanku dari Jepang. Ia bersumpah kisah ini benar-benar terjadi, tetapi ia menolak memberitahuku dimana tepatnya cerita ini terjadi di Jepang. Ia berkata bahwa dua orang tewas hingga ia diinterogasi berkali-kali oleh polisi.Pada waktu itu, ia berumur 17 tahun. Pada suatu musim panas, ia bekerja paruh waktu di sebuah toko yang menjual barang-barang elektronik. Suatu hari sepulang kerja, manajer toko memutuskan untuk mengajak semua pekerjanya untuk makan malam di luar. Restoran yang akan mereka datangi berada di pegunungan. Untuk sampai ke sana, mereka harus menyeberangi jembatan gantung tua yang terbentang di atas lembah yang dalam.Ada lima orang yang akan pergi, jadi mereka memutuskan untuk membawa dua buah mobil. Si manajer mengemudikan mobil di depan dengan dua pemuda di dalamnya. Temanku mengemudi mobil di belakang, sedangkan rekannya duduk di kursi penumpang.Mereka pergi tepat setelah bekerja, tapi si manajer salah belok. Jadi, saat mereka sampai di jembatan gantung, hari sudah sangat temaram. Rintik hujan turun hingga menyebabkan jembatan tertutup oleh gumpalan kabut aneh.Si manajer mengemudi menyeberangi jembatan gantung, sedangkan temanku mengikutinya dari belakang dengan mobil lain. Entah kenapa saat mereka sampai di tengah-tengah jembatan, mobil manajer tiba-tiba berhenti.Dua orang di mobil belakang kebingungan. Mereka tidak mengerti mengapa bos mereka berhenti di tengah-tengah jembatan. Setelah menunggu beberapa menit, mereka mulai tidak sabar. Mereka tidak melihat tanda-tanda mobil di depannya akan bergerak. Jadi, temanku keluar untuk melihat apa yang terjadi.Kemudian, mereka melihat pintu belakang mobil terbuka dan dua anak laki-laki yang duduk di bangku belakang keluar. Temanku membuka pintu mobil. Ia baru saja akan bertanya pada mereka apa yang terjadi, tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan.Ia mendengar anak-anak lelaki itu menjerit sangat keras. Tiba-tiba, dua pemuda itu bergandengan tangan dan mulai berlari seperti orang gila. Mereka berlari terburu-buru ke sisi jembatan. Lalu, mereka melompat melewati pagar pelindung.Temanku yang ketakutan buru-buru berlari ke sisi pagar pengaman dan melongok ke dalam lembah, tapi ia tidak bisa melihat apa pun karena kabut yang tebal. Lembah itu dalamnya lebih dari 100 kaki. Tidak ada seorang pun yang bisa bertahan hidup jika jatuh ke dalamnya. Ia berdiri di sana dalam keheningan, melihat ke bawah ke dalam jurang yang berkabut.Saat ia kembali untuk memeriksa mobil di depan, ia mendapati manajer membungkuk di depan setir, mencengkeram kemudi sangat kuat hingga jari-jarinya memutih. Air mata menuruni wajahnya dan ia berbisik terengah-engah, lagi dan lagi, "Aku ingin melakukannya, tapi aku tidak bisa. Aku ingin melakukannya, tapi aku tidak bisa. Aku ingin melakukannya, tapi aku tidak bisa..."Temanku menelepon polisi. Saat mereka sampai, mereka harus berusaha keras melepas cengkeraman manajer dari kemudi. Mereka membawanya dengan ambulan, tetapi ia masih berbisik dan meracau seolah-olah ia kehilangan akal sehat. Setelah malam itu, tubuh kedua pemuda dievakuasi dari sungai.Temanku dan rekannya diinterogasi oleh polisi, tapi mereka tidak mengerti sama sekali tentang kejadian yang membingungkan tersebut. Polisi sepertinya berpikir bahwa itu mungkin sejenis kasus bunuh diri yang aneh.Beberapa bulan setelah itu, temanku pergi mengunjungi manajer toko yang telah dirawat di rumah sakit jiwa. Setelah mengobrol sebentar, ia mengubah topik pembicaraan pada kejadian aneh yang terjadi di tempat tragis pada malam musim panas.Manajer toko memberi isyarat padanya agar mendekat. Lelaki itu kemudian berbisik di telinganya. Manajer tersebut memberitahunya bahwa saat mereka menyetir menyeberangi jembatan gantung, ia dikejutkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari balik kabut. Ia berdiri tepat di depan mobil. Si manajer harus mengerem untuk menghindari mobilnya menabrak wanita tersebut. Wanita itu memiliki rambut panjang berwarna hitam. Ia mengenakan gaun putih.Tiba-tiba, manajer melihat kabut semakin mendekat kemudian mengelilingi mobilnya. Dari dalam kabut tebal, sekelompok anak-anak muncul. Mereka berpakaian sama seperti si wanita. Wajah mereka rusak dan berlumuran darah.Sebelum mereka sadar apa yang terjadi, anak-anak yang aneh itu mengelilingi mobil dan mulai memukuli jendela maupun pintu dengan tinju mereka.Anak-anak itu mulai menyanyi, "Bergabunglah bersama kami, datanglah pada kami. Bergabunglah bersama kami, datanglah pada kami. Bergabunglah bersama kami, datanglah pada kami..."Si manajer berkata bahwa suara nyanyian anak-anak itu bergema di kepalanya. Ia merasa tidak memiliki kekuatan untuk menolak. Ia berpegang teguh pada setir agar bisa bertahan hidup. Saat itu, ia ingin mati. Tapi hati kecilnya menginginkannya untuk tetap hidup.Ia mendengar dua pemuda di bangku belakang menjerit saat anak-anak itu membuka pintu dan menyeret mereka keluar menuju kabut. Manajer yang ketakutan melawan keinginan untuk bergabung bersama mereka menuju kematian.Setelah mendengar cerita ini, temanku gemetar ketakutan. Saat ia hendak pergi, manajer menarik tangannya dengan kasar. Ia mendesis, "Kupikir itu yang terjadi, tapi jangan beritahu polisi. Mereka tidak akan mempercayaimu. Kadang, aku bahkan tak percaya pada diriku sendiri. Berjanjilah padaku satu hal... Berjanjilah padaku bahwa kau jangan mencoba menyeberangi jembatan gantung lagi, atau mereka akan datang padamu dan menyeretmu pada kematian..."***
The Phone Booth
The Phone Booth atau Telepon Umum merupakan cerita hantu seram berasal dari Jepang yang menceritakan dua orang sahabat. Keduanya tertarik dengan urban legend yang ada.Ada dua orang pemuda bernama Kenzo dan Tatsuya. Mereka selalu berbagi certa seram.satu sama lain. Kapan pun mereka bertemu, mereka harus mempunyai satu cerita seram yang harus diceritakan.Suatu hari, saat Tatsuya sedang browsing di internet, ia menemukan sebuah website yang memiliki banyak legenda Jepang. Lalu, ia membaca sebuah cerita tentang jembatan gantung yang terletak dekat dengan rumahnya. Di website tersebut, terdapat banyak gambar jembatan tersebut dan sekitarnya. Saat ia membaca legenda itu, Tatsuya tahu bahwa Kenzo akan tertarik.Kemudian, saat ia bertemu Kenzo, ia menceritakan tentang legenda jembatan gantung. Jembatan gantung tersebut sudah tua usianya, biasanya digunakan untuk menyeberangi sebuah jurang. Dijelaskan dalam website bahwa jembatan itu terkenal karena banyak orang yang telah bunuh diri di sana. Setiap tahun, ada sekitar 20-30 orang yang melompat dari jembatan tersebut. Tak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kenapa mereka bunuh diri. Mereka mengatakan bahwa tempat itu dihantui oleh arwah dari semua orang yang telah melakukan bunuh diri di sana.Saat Kenzo pulang, ia berencana untuk mengunjungi tempat itu. Dia sangat ingin melihat hantu. Pada saat malam tiba, ia berangkat ke pegunungan dimana jembatan itu berada. Diperlukan sekitar setengah jam untuk sampai di sana.Saat itu sudah hampir tengah malam. Dia tiba di jembatan dan tak ada seorang pun di sekitar situ. Sangat gelap dan hening. Suasananya begitu menyeramkan dan membuat tubuh belakang Kenzo merasa dingin."Wow, tempat ini menyeramkan," katanya bergumam sendiri sambil dengan hati-hati berjalan ke tepi jurang dan mengintip ke dalamnya.Dia mulai berpikir tentang semua orang-orang yang telah melompat ke dalam jurang itu. Pikiran itu membuat bulu kuduknya berdiri. Ini sangat menegangkan dan ia merasa harus memberi tahu Tatsuya tentang tempat ini. Dia mengeluarkan handphone-nya dan mulai memencet nomor. Tapi dia tersadar bahwa di sini adalah tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan sinyal.Dia melihat ke sekeliling dan mendapati telepon umum tak berada jauh darinya. Ia menuju telepon umum tesebut, memasukkan beberapa koin, dan memencet nomor Tatsuya."Hallo? Tatsuya! Tebak aku sedang berada dimana!" katanya. "Aku sedang berada di Jembatan yang kau ceritakan itu! Pemandangannya luar biasa! Kamu harus datang kesini suatu hari!""Yah, maunya sih begitu" balas Tatsuya. "Aku sudah melihatnya di foto-foto di web... Hei tunggu dulu.. Darimana kau meneleponku?"Kenzo terkekeh, "Oh, handphone-ku tak mendapatkan sinyal. Jadi aku meneleponmu dari telepon umum di sekitar sini."Tatsuya heran, "Telepon umum? Tak ada telepon umum di sana. Aku sudah melihatnya di foto.""Apa yang kau bicarakan?" kata Kenzo. "Aku berada di telepon umum tepat di depan pintu masuk ke jembatan. Tunggu, lebih baik aku pergi. Ada antrean orang di luar menunggu untuk menggunakan telepon. Aku akan meneleponmu ketika aku sampai di rumah."Begitu Kenzo berkata begitu, Tatsuya berteriak, "Tidak Kenzo! jangan keluar dari tempat itu! Aku tahu tempat itu! Aku akan segera ke sana dalam 30 menit. Apa pun yang kau lakukan, jangan bergerak! ""Ada apa sih?""Berjanjilah untuk tidak bergerak sedikit pun, oke? Aku akan datang!"Ketika temannya menutup telepon, Kenzo merasa gelombang rasa takut menyelimuti dirinya. Dia berdiri di bilik telepon dan gagang telepon terus menempel di telinganya. Ia menoleh melihat antrian orang yang berdiri di luar bilik telepon, diam-diam mengawasinya. Sorot mata mereka membuat Kenzo menggigil.Setengah jam kemudian, ketika Tatsuya tiba di jembatan gantung, dia menemukan temannya berdiri di bagian paling tepi jurang. Dia memegang ponselnya di telinganya. Tidak ada bilik telepon dan tidak ada antrian orang yang menunggu untuk menggunakan telepon.Jika Kenzo bergerak satu inci saja, ia akan jatuh dari tepi jurang dan jatuh ke dalamnya.***
Kaimuki House
Rumah Kaimuki merupakan cerita hantu yang benar-benar terjadi tentang sebuah rumah berhantu di Honolulu, Hawai. Hantu yang katanya menghantui rumah ini biasa dipanggil "Kasha", sesosok setan pemakan manusia dari cerita rakyat Jepang.Ada sebuah rumah berhantu tak terlalu dikenal di Honolulu, Hawai. Sebutan rumah itu adalah "Rumah Kaimuki". Beberapa orang memanggilnya Rumah Berhantu Amatyville dari Hawai.Pada musim panas tahun 1942, rumah itu ditinggali oleh seorang wanita dan tiga anaknya. Suatu malam, polisi ditelepon agar segera ke rumahnya. Mereka mendapati si wanita yang histeris di halaman depan, teriaknya, "Ia mencoba membunuh anak-anakku!"Saat mereka memasuki rumah, petugas kepolisian terkejut melihat pemandangan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan. Tiga anak dilemparkan ke segala arah oleh kekuatan tak terlihat di dalam ruangan. Petugas polisi melihat sampai lebih dari sejam. Mereka tidak bisa melakukan apa pun saat anak-anak itu dipukul dan dicekik oleh roh yang tak terlihat. Insiden itu nenjadi headline halaman depan koran lokal sampai beberapa hari.Bertahun-tahun kemudian, tiga orang gadis menyewa rumah tersebut. Suatu malam, mereka mulai nendengar suara aneh. Suara itu seperti seseorang berjalan berkeliling sampai berbicara. Salah satu dari gadis-gadis itu merasakan tangan tak terlihat menyentuh lengannya. Mereka menelepon polisi. Saat seorang petugas datang, ia mendapati tiga gadis sedang berdiri di luar rumah dengan tatapan penuh teror di wajah mereka. Gadis-gadis itu memutuskan untuk pergi dan tinggal dengan ibu salah satu dari mereka. Sedangkan petugas polisi memutuskan mengikuti mereka untuk memastikan tidak ada sesuatu yang terjadi.Namun demikian, petugas polisi melihat mobil gadis-gadis itu bergerak tak beraturan di parkiran. Gadis di depan kemudi sedang berjuang dengan sesuatu tak terlihat yang mencekik lehernya. Saat polisi melompat keluar dari mobilnya dan mencoba menyelamatkan gadis-gadis tersebut, ia merasa tangan kuat yang tak terlihat menangkap lengannya, lalu memutarnya. Tiba-tiba, pintu dari kendaraan terbuka dan gadis itu terlempar ke jalanan. Ia mencakari tenggorokannya seolah-olah seseorang sedang mencekiknya. Mereka tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan serangan tersebut. Mereka terpaksa hanya bisa melihat gadis itu bertarung dengan kematian.Pada tahun 1977, sepasang suami istri orang Jepang pindah ke rumah berhantu di Kaimuki. Mereka tidak tahu apa pun tentang sejarah rumah tersebut. Pada malam pertama di tempat itu, si istri terbangun saat tengah malam karena kamar tidurnya menjadi sangat dingin. Ketika ia melihat sekeliling, ia dikejutkan oleh penampakan hantu berwarna putih yang melayang di tengah-tengah udara. Itu adalah sesosok wanita tanpa tangan maupun kaki. Saat si istri mencoba membangunkan suaminya, bayangan hantu itu menghilang.Hari berikutnya, pasangan suami istri itu diganggu oleh hantu sehingga mereka memanggil seorang pendeta. Ia menganjurkan mereka untuk memberikan persembahan berupa roti dan air untuk arwah tersebut setiap malam. Ia berkata hantu itu adalah Kasha, yakni iblis dari Jepang yang menyebabkan beberapa pembunuhan mengerikan di rumah tersebut sebelumnya. Setelah mengulangi upacara selama seminggu, pasangan itu tak pernah melihat arwah mengerikan di rumah lagi.Cerita di atas hanya sekelumit kecil dari kisah sesungguhnya. Konon katanya, suatu tempat akan berhantu jika pernah terjadi berbagai pembunuhan mengerikan di sana.Bertahun-tahun sebelumnya, seorang imigran Jepang tinggal di rumah itu dengan istri dan kedua anaknya. Entah kenapa, si suami membunuh istrinya, anak laki-lakinya, dan anak perempuannya. Ia memotong-motong tubuh mereka, kemudian menyembunyikannya di dalam rumah. Polisi menemukan mayat istri dan anak lelakinya dikubur di halaman, tetapi tubuh anak perempuannya tak pernah ditemukan. Mereka berkata bahwa mayat anak perempuan itu masih disembunyikan entah dimana di dalam rumah. Setelah itu, rumah tersebut ditinggalkan selama bertahun-tahun.Lalu, ada dua orang wanita yang tinggal di dalam rumah. Salah satu wanita tersebut jatuh cinta dengan seorang laki-laki. Terjadi cinta segitiga diantara mereka. Ada yang bilang bahwa laki-laki itu merasa sangat cemburu. Ia lalu membunuh kedua wanita tersebut, kemudian ia bunuh diri di dalam rumah. Tubuh ketiganya ditemukan di dalam rumah setelah lewat beberapa hari.Ada kepercayaan bahwa pembunuhan mengerikan ini menciptakan Kasha, yakni sejenis hantu Jepang yang muncul karena dendam atau rasa kemarahan yang luar biasa. Sekarang, para penduduk masih menceritakan kisah ini. Bahkan ada banyak buku dan artikel majalah yang menulis detail dari rumah berhantu Kaimuki.
104 Try to Smile
Ini adalah sesuatu yang menimpaku. Aku masih bingung bagaimana menceritakannya dengan mudah.Aku tinggal di Jepang selama dua tahun. Aku tinggal di Pulau Kyushu, benar-benar sebuah pinggiran kota. Aku mengajar Bahasa Inggris di sana. Tempat tinggalku berada di sebuah komplek apartemen dengan sembilan guru Bahasa Inggris lain. Ada juga beberapa keluarga Jepang.Apartemen kami memiliki dua bagian dengan bentuknya yang seperti rumah-rumah perkotaan. Apartemenku merupakan bangunan yang paling baru. Sebelum ada aku, ada guru Bahasa Inggris lain yang tinggal di sana selama dua tahun. Tetapi sebelum ada dia, seperti yang diberitahukan padaku, apartemen itu kosong.Aku pindah ke sana pada awal Agustus saat musim panas dan lembab di Jepang. Saking lembabnya, kertas dinding di apartemenmu akan basah dan mulai melengkung. Satu-satunya pendingin udara di apartemen ada di lantai bawah dan kamar tidur di lantai atas. Saat itu benar-benar tak menyenangkan, sehingga aku harus tidur di bawah untuk menghindari panas dan berkeringat di dalam kamarku. Itulah bagaimana semuanya berawal.Suatu hari, aku pulang dari sekolah ketika menemukan pintu belakang terbuka lebar. Pintu itu merupakan pintu kaca yang bisa digeser. Aku yakin sebelum pergi ke sekolah, aku meninggalkannya terkunci. Aku juga mengunci pintu depan dengan rapat. Awalnya, kupikir mungkin seseorang telah masuk, tapi tidak ada sesuatu yang dicuri. Semuanya berada di tempatnya semula.Salah satu tetanggaku datang dan memeriksa seluruh ruangan bersamaku, tetapi kami tidak menemukan sesuatu yang aneh. Saat itu, aku berpikir hal tersebut bukan masalah besar. Mungkin hanya beberapa anak Jepang yang penasaran sehingga mereka masuk ke apartemen dan melihat-lihat rumah orang asing itu seperti apa.Malam itu, aku turun ke lantai bawah untuk berbaring tidur. Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki menaiki tangga. Awalnya, suara itu terdengar seperti seseorang melangkah bolak-balik diantara dua ruangan. Kemudian, tiba-tiba berhenti.Pada titik ini, aku yang sedang berbaring mulai gemetar dengan napas tertahan. Aku takut siapa pun yang telah memasuki kamarku dulu, saat ini bersembunyi di kolong di lantai atas. Setelah satu menit tanpa suara, aku mendengar sebuah bunyi keras yang tak masuk akal. Seperti sesuatu yang besar dan berat baru saja jatuh hingga membentur lantai di atasku.Aku lari keluar dari apartemen dan pergi ke rumah tetanggaku. Aku meyakinkan tetanggaku untuk kembali bersamaku guna memeriksa lantai atas. Tapi kami tidak menemukan apa pun. Ini berlanjut setiap malam.Suatu malam, aku sedang di bar dengan guru Bahasa Inggris yang lain. Ia telah tinggal di sini selama lima tahun. Aku mulai menceritakan padanya tentang hal-hal aneh yang terus terjadi setiap malam. Aku tidak bisa tidur karena hal itu." Well , ada alasannya," katanya. "Sebelum kau, ada guru lain yang tinggal di apartemen itu. Tetapi sebelum dia, apartemen itu kosong. Tidak ada seorang pun yang mau tinggal di sana karena seorang wanita menggantung dirinya sendiri di lantai atas setelah suaminya meninggalkannya. Orang-orang Jepang tak menyewakan apartemen itu karena mereka berpikir tempat tersebut telah dikutuk. Sehingga apartemen itu kosong sampai pendidik luar negeri memutuskan untuk menyewakannya pada guru asing.Pada saat itu, aku mengira ia hanya menceritakan hal-hal tersebut untuk mencoba menakutiku. Tetapi suatu hari, aku bertanya pada bosku tentang hal itu. Ia langsung berubah pucat dan berkata bahwa guru lain seharusnya tidak boleh menceritakan hal-hal seperti itu. Aku mencoba menekannya untuk memperoleh informasi lain, tetapi ia tidak mau membenarkan atau menyanggah.Suatu hari, saat aku sedang membersihkan apartemenku, aku memperhatikan sesuatu di bawah ambang jendela. Seseorang telah mengukir kata-kata "Cobalah untuk tersenyum" dalam Bahasa Jepang sekitar sepuluh kali. Saat aku melihatnya, aku berpikir darahku mengalir deras.Aku masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi di apartemen itu, tetapi setiap malam selama musim panas sampai aku mulai tidur di lantai atas lagi, suara itu kembali terdengar.
Kanbari-Nyudo
Suatu malam, laki-laki botak pergi dari rumah ke rumah, mengintip jendela di kamar mandi dan melihat saat orang-orang duduk di toilet, mandi, atau melepas pakaian. Ia seorang lelaki tua, orang Jepang dengan wajah yang terlihat menakutkan, dan ia mencukur kepalanya. Laki-laki gundul itu akan mengintip melalui jendela dan meneteskan air liur di mulutnya saat sedang mengintaimu, berharap bisa menangkapmu dalam keadaan telanjang.Beberapa tahun yang lalu, ada seorang laki-laki tua yang terobsesi melihat gadis-gadis muda telanjang. Orang yang menyeramkan dan tidak bermoral ini mengintai jalanan di desanya pada malam hari, mengintip dari jendela-jendela, berharap bisa menangkap sekilas kulit telanjang.Saat keluarganya mengetahui kelakuan menjijikkan laki-laki tua itu, mereka merasa malu dan menolak untuk membantu pria itu. Sebagai hukuman, mereka mencukur kepalanya dan membuangnya dari desa.Pria gundul itu membangun sendiri sebuah gubuk di gunung dan hidup di sana sebagai pertapa. Ia melakukan usaha terbaiknya untuk berhenti memikirkan tentang gadis-gadis yang telanjang, tetapi itu tidak berguna. Dorongan jahat mengalahkannya dan ia tidak memiliki kekuatan untuk menolak. Akhirnya, ia terpaksa kembali pada kebiasaan anehnya. Suatu malam, ia bergerak pelan ke desa dan menculik seorang gadis muda. Ia membawa gadis itu ke gubuknya. Diikatnya gadis muda itu dan melakukan hal yang sangat buruk padanya.Suatu hari, saat lelaki gundul pergi, seorang pencuri memasuki gubuk yang tidak dijaga itu dan memutuskan untuk mencuri barang-barang berharga milik lelaki itu. Saat si pencuri masuk ke dalam, ia menemukan gadis muda yang diculik. Merasa kasihan pada gadis yang malang itu, ia melepaskan ikatannya. Baru saja ia akan membantu gadis itu melarikan diri, si pria botak kembali. Terjadilah pertarungan besar, tetapi pada akhirnya si pencuri berhasil membunuh pria botak dan membawanya kembali pada orang tuanya.Setelah itu, si pria botak menjadi hantu dan mulai muncul di luar rumah si gadis. Ia mengenakan kimono berwarna putih dan memandang dengan tajam melalui jendela pada malam hari, menakuti setiap orang di dalamnya. Orang tua gadis itu cemas jika hantu itu berusaha menculik anak mereka lagi, jadi mereka menyembunyikannya. Sejak saat itu, lelaki botak itu pergi dari rumah ke rumah, mengintip jendela toilet, kamar mandi, dan kamar tidur mencari dengan putus asa gadis muda itu.Mereka mengatakan jika kau menyanyikan "Kanbari Nyudo" di dalam kamar mandi, kepala botaknya kadang-kadang akan berguling di toilet. Jika kau menyanyi "Ganbari Nyudo, si gila" di dalam kamar mandi pada malam tahun baru, maka lelaki gundul itu tidak akan mengganggumu lagi.Pada salah satu cerita, seorang gadis muda sedang ke kamar mandi pada larut malam. Ia berdiri dan meraih kertas toilet saat ia mendengar suara tawa kecil di belakangnya. Ia berputar dan melihat sebuah wajah menekan permukaan kaca di jendela kamar mandinya. Ia bisa melihat wajah lelaki tua gundul yang sedang mengintipnya. Lelaki gundul itu tertawa dengan pelan pada dirinya sendiri. Sisi lain jendela itu tertutupi oleh air liur.Gadis muda itu sangat ketakutan dan berlari keluar dari kamar mandi dengan celananya melorot sampai pergelangan kaki sambil berteriak pada orang tuanya. Saat ia menceritakan pada ayahnya apa yang ia lihat, sang ayah berlari keluar dalam kemarahan untuk menghajar si lelaki tua menjijikkan. Namun demikian, saat ia berhasil mencapai gang kecil di belakang rumahnya, ia tidak menemukan apa pun.Kemudian, sang ayah melihat ke jendela kamar mandi. Ada batang besi yang melintang di jendela dan ada jarak 10 cm diantara besi dan kaca. Tidak ada jalan bagi siapa pun yang dapat menekan wajah mereka ke arah kaca. Rasa dingin mengalir di urat nadinya saat ia menyadari apa pun yang mengintip putrinya saat ia di toilet sudah pasti bukan manusia.Pada cerita yang lain, ada seorang gadis muda Jepang yang sangat malu karena tubuhnya. Suatu malam, ia sedang bermain bola voli dengan sekumpulan gadis lain. Setelah bermain, ia harus mandi, tetapi ia terlalu malu membiarkan orang lain melihatnya telanjang. Akhirnya, ia menunggu sampai semua gadis selesai mandi kemudian pergi mandi sendiri.Sendirian di dalam kamar mandi yang bercahaya suram, ia menjatuhkan handuknya dan menghidupnya shower. Tekanan air terlihat lemah karena keluar dari tetesan air yang pelan. Ia berusaha membasuh dirinya dengan aliran kecil air tersebut. Setengah bersih, ia mendengar suara tawa yang menyeramkan."Hehehe..."Suara itu seperti tawa kecil seorang laki-laki tua. Ia melihat sekeliling, tetapi ia tidak melihat siapa pun. Ia mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mencari asal suara aneh tersebut tetapi yang ia dengar hanya keheningan. Gadis itu melanjutkan mandi, sampai ia mendengar suara tawa lagi."Hehehe..."Kali ini, suara itu menjadi lebih keras."Hei orang aneh!" teriak gadis itu. "Jangan pikir aku tidak bisa mendengarmu!"Gadis itu merasa mudah diserang dengan berdiri telanjang di bawah pancuran, jadi ia memutuskan untuk cepat menyelesaikan mandinya. Baru saja ia akan pergi, ia mendengar suara tawa lagi."Hehehe..."Kali ini, suara itu sangat keras seperti berasal dari atas. Gadis itu mendongak ke atas pancuran dan melihat sesuatu yang membuat gadis itu menjerit kencang.Bukannya melihat pancuran air, ia malah melihat kepala seorang lelaki tua menjulur dari dinding. Lelaki tua itu menatap ke bawah, menyeringai dengan menakutkan dan meneteskan air liur padanya.
The School at Night
Sekolah di Malam Hari merupakan sebuah urban legend Jepang tentang sekolah yang angker. Biasa disebut juga "Gakkou no Kaidan" atau "School Ghost Stories". Urban legend ini juga kadangkala dikenal dengan nama "Seven Wonders of the School".Bertahun-tahun yang lalu di Jepang, pernah ada kejadian mendesak tentang pembuatan sekolah baru. Ada desas-desus yang mengatakan bahwa pemerintah memerlukan tanah yang murah sehingga mereka bisa membangun sekolah. Jadi, mereka membangun sekolah itu di tempat bekas pemakaman tua. Hal ini memunculkan rumor dan gosip diantara anak-anak jika sekolah mereka berhantu.Mereka mengatakan jika kau pergi ke sekolah pada tengah malam, kau akan melihat dan mendengar banyak hal aneh, seperti sebuah lilin yang melayang melewati halaman sekolah, gema suara langkah kaki tanpa tubuh menyusuri aula, dan patung-patung yang matanya bergerak mengikuti langkahmu. Di kelas sains, rangka anatomi menjadi hidup, kau akan mendengar suara bola tak terlihat yang terpelanting di ruang gym, dan bahkan kau juga bisa melihat hantu terpenggal yang kepalanya terbang mengitari kelas.Jika kau berjalan menyeberangi halaman sekolah, tangan pucat akan muncul dari bawah untuk mencoba menarikmu agar terjatuh. Jika kau menggali halaman sekolah, kau akan menemukan tulang tengkorak dan batu nisan. Jika kau pergi berenang di kolam renang, tangan pucat akan menangkap kakimu dan mencoba untuk menenggelamkanmu. Bangunan-bangunan tua muncul di halaman sekolah dan ada tangga yang akan membimbingmu ke antah berantah. Jika kau berjalan menaikinya, kau akan lenyap. Mereka bilang toilet juga berhantu dan jika kau memasukinya, sebuah tali akan jatuh dari langit-langit dan membentuk sebuah simpul.Di sebuah kota kecil di Jepang, ada sekelompok remaja laki-laki yang telah mendengar desas-desus tentang sekolah mereka. Menurut legenda, jika kau pergi ke sekolah saat tengah malam pada hari kelima belas dalam sebulan, sesuatu yang aneh akan terjadi.Ada sebuah patung yang berdiri di jalan setapak yang menuntun kalian ke sekolah. Menurut dugaan, matanya akan mengikuti seiring langkah kakimu. Jika kau berjalan ke tangga utama, jumlah anak tangga akan berubah saat kau menuruninya. Jika kau menghidupkan keran di laboratorium sains, darah akan mengalir keluar, bukannya air. Dan jika ada orang yang berani memasuki bilik toilet terakhir di lantai dasar, orang itu tidak akan terlihat lagi.Anak-anak lelaki itu memutuskan untuk pergi ke sekolah pada malam hari guna menguji apakah legenda itu benar atau hanya cerita saja. Pada hari kelima belas bulan itu, mereka menyelinap keluar dari rumah dan bertemu tepat saat tengah malam. Mereka semua berempat, Shinichi, Mikio, Takashi, dan Hiro.Saat mereka berjalan melewati gerbang sekolah dan naik ke jalan setapak, anak-anak itu melihat patung. Mereka menunggu sesuatu terjadi. Mata patung itu melihat ke kiri dan bahkan saat anak-anak itu lewat, mata itu tidak berpindah satu inchi pun."Legenda yang bodohnya keterlaluan," salah satu anak tertawa kecil.Mereka memasuki bangunan sekolah dan berjalan hati-hati menaiki tangga, menghitung langkah demi langkah. Satu, dua, tiga... Totalnya ada tiga belas anak tangga. Saat mereka berjalan turun, anak tangga masih berjumlah tiga belas buah."Dongeng tak masuk akal lainnya," kata salah seorang anak.Mereka berjalan menyusuri koridor ke laboratorium sains dan menghidupkan semua keran. Bukan darah, semua keran itu hanya memancarkan air. Mereka mengeluh dalam kekecewaan."Aku tahu," kata salah satu anak. "Kita ke sini hanya sia-sia saja."Mereka memutuskan untuk menguji satu legenda lagi sebelum mereka pulang. Kemudian, mereka pergi ke toilet di lantai dasar. Namun demikian, saat mereka sampai di depan pintu toilet, beberapa anak lelaki itu kehilangan keberanian. Bukannya berbicara dengan gembira, tidak ada satu pun dari mereka yang mau membuka bilik berhantu itu.Akhirnya, salah seorang anak yakni Shinichi melangkah ke depan dan memberitahu teman-temannya bahwa ia tidak takut apa pun. Ia mendorong pintu agar membuka dan masuk ke dalam toilet, sedangkan teman-temannya menunggu di luar. Anak-anak itu melihat jam. Saat itu tepat pukul satu pagi.Beberapa menit kemudian, Shinichi keluar dari toilet dengan seringai lebar di wajahnya."Tak ada!" katanya. "Itu hanya sekumpulan cerita dan dongeng untuk anak-anak!"Anak-anak itu tertawa dan berjalan pergi. Ketika mereka keluar dari sekolah, mereka kembali menyusuri jalan setapak. Sebelum pergi, mereka melihat terakhir kali pada patung, tetapi matanya masih menatap ke kiri."Legenda bodoh," bisik salah satu anak dengan sinis dan mereka semua pulang ke rumah.Pagi berikutnya, setiap anak menerima sebuah telepon bernada khawatir dari ibu Shinichi."Apakah tadi malam Shinichi bersamamu?" tuntut ibunya. "Ia tidak di kamarnya saat aku mengeceknya di sana pagi ini. Ia pergi diam-diam dan masih belum pulang ke rumah. Dimana dia?"Anak-anak itu merasa ada sesuatu yang salah. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk memberitahu orang tua mereka tentang trip pendek yang mereka lakukan malam sebelumnya. Orang tua mereka menelepon kepala sekolah. Dan segera, kepala sekolah mengumpulkan orang tua dan anak-anak itu di luar sekolah."Apa yang kau katakan?" tanya kepala sekolah. "Kau menceritakan patung di luar sekolah? Mata patung itu selalu melihat ke kanan.""Tapi saat kami ke sana tadi malam, matanya melihat ke kiri!" jelas salah satu anak.Memasuki gerbang, mereka terkejut melihat mata patung itu sungguh-sungguh melihat ke kanan."Tapi bagaimana tentang anak tangga di tangga utama?" teriak salah satu anak.Mereka dengan cepat berlari ke tangga utama dan mulai menghitung jumlah anak tangganya."Satu, dua, tiga... DUA BELAS?!""Ya," sahut kepala sekolah. "Tangga utama selalu memiliki dua belas anak tangga. Saat dibangun, arsiteknya membuat kesalahan dengan rancangannya. Itu seharusnya memiliki tiga belas anak tangga.""Tidak mungkin!" salah satu anak berteriak. "Tapi bagaimana dengan keran-keran di laboratorium?"Memasuki laboratorium sains, mereka semua melihat ke bak cuci. Setiap keran dilapisi noda merah hitam. Anak-anak itu kaku dengan ketakutan."Tapi... Tapi... Bagaimana dengan Shinichi?" salah satu anak berkomat-kamit. "Ia masuk ke toilet...""Ayo pergi dan lihat," kata kepala sekolah dengan suara keras.Mereka semua berkumpul di luar toilet. Anak-anak dan orang tua mereka melihat satu sama lain dengan cemas. Kepala sekolah menarik napas dalam, meraih gagang pintu dan mendorong pintu toilet agar terbuka.Darah ibu Shinichi serasa membeku. Ia berteriak dan jatuh pingsan, yang lainnya melompat mundur dalam ketakutan. Beberapa dari mereka tidak bisa menahan muntah dan muntah mengotori lantai.Mayat teman mereka, yaitu Shinichi, tergantung di langit-langit dengan tali yang melilit lehernya. Wajahnya pucat dan matanya terbuka lebar, membeku dalam ketakutan. Tenggorokannya disayat dari telinga ke telinga dan darahnya diperas keluar dari tubuh sehingga memenuhi lantai bak dengan warna hitam gelap. Organ dalam dan ususnya telah diambil. Kemudian, ditumpuk dengan rapi di atas kloset.Salah satu anak berdiri dalam keadaan linglung. Ia menatap tidak berkedip pada jam tangan Shinichi. Benda itu berhenti tepat pukul satu pagi.***
Dream School
Ada seorang anak lelaki Jepang bernama K yang mengalami sebuah mimpi aneh. Dalam mimpinya, ia menemukan dirinya berkeliaran di sebuah sekolah. Itu bukan sekolahnya. Itu adalah sekolah yang tidak ia kenali.Saat itu malam hari dan sekolah tersebut tertutup dalam kegelapan. Suara langkah kaki terdengar di lorong yang kosong. Itu sangat menakutkan. Ia mencoba membuka pintu-pintu dan jendela-jendela, tapi semuanya terkunci. Ia mencoba memukul pintu dan jendela itu sekeras yang ia bisa, tapi kacanya tetap tidak mau pecah.Sekolah itu besar dan rumit seperti sebuah labirin. Benar-benar tak masuk akal. Berjalan menyusuri koridor akan membawanya kembali ke tempat sebelumnya. Hal itu sangat aneh, seolah-olah dimensi waktu dan tempat tidak berlaku.K mulai ketakutan. Ia mulai berlari sepanjang lorong. Koridor terentang terus dan terus tanpa akhir dan tidak ada jalan keluar. Setelah berlari dan kembali ke ruang kelas yang sama selama beberapa kali, K memperhatikan sesuatu yang aneh. Koridor tidak memiliki jalan kekuar. Bagaimana pun ia berlari menyusurinya, ia pasti menemukan dirinya kembali lagi ke posisinya semula.K memutuskan untuk mencoba rute yang baru. Ia berlari menyusuri lorong kanan, kemudian berbelok ke kiri dan ke kiri lagi. Ia memasuki ruang kelas ekonomi dan saat ia keluar dari pintu di sisi lain, ia menemukan dirinya sendiri di lorong yang lain. Ia memasuki ruang kesenian dan keluar dari pintu di sisi lain. Kadang, ia membawa dirinya ke lantai tiga, bersebelahan dengan toilet wanita.Ia masuk melalui ruang musik dan berlari menyusuri lorong, melewati beberapa kelas. Ia mendatangi anak tangga dan mendudukinya. Ia terus menerus berkeluyuran. Malam seperti tak akan berakhir dan fajar seperti tak akan pernah datang.Ding... Ding... Ding... Ding...K mendengar bunyi lonceng jam. Saat ia menoleh, ia melihat sebuah jam. Jarumnya bergerak bolak-balik seperti sebuah pendulum.Tap... Tap... Tap... Tap...K mendengar gema suara langkah kaki yang berat memburunya. Ia terlalu takut untuk menoleh ke belakang. Dengan perasaan putus asa, ia melarikan diri. Ia berlari ke sekumpulan tangga yang seharusnya membawanya ke lantai empat, malahan ia menemukan dirinya sendiri di lantai pertama di luar ruang audio visual.Tap... Tap... Tap... Tap... Tap... Tap...Langkah kaki mulai semakin cepat dan cepat. Ia berlari menyusuri koridor dan berbelok ke kiri, kiri lagi, kanan, dan kiri lagi. Ia keluar dari sekumpulan ruang kelas. Di ujung lorong, ada sebuah pintu keluar darurat. Ada kotak kaca rusak yang menyimpan kunci dan kuncinya hilang. Ada sebuah catatan di dalamnya yang berisi bahwa kunci ada di kelas 108.Tap... Tap... Tap... Tap... Tap... Tap...Langkah kaki semakin mendekat. K berlari menuruni tangga. Ia berbelok ke kiri, berlari sepanjang lorong, kemudian berbelok ke kanan dan kanan lagi. Ia menemukan dirinya sendiri di luar sebuah ruang kelas. Di pintunya terdapat tanda yang bisa dibaca, "108". K mencoba membuka pintu itu. Ia melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya.Ruang kelas itu gelap dan ia tidak bisa melihat dengan jelas. K menekan tombol saklar, tapi benda itu tidak bekerja. Ruang kelas itu diisi dengan meja-meja dan ada tas punggung tergantung di belakang setiap kursi. K mulai mencari di setiap tas, mencari di setiap laci.Sejenak, ia bisa mendengar langkah kaki datang dari lorong.Tap... Tap... Tap... Tap... Tap... Tap... Tap...Tak lama, ia mendengar sesuatu menabrak pintu ruang kelas dengan keras.Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!K masih belum menemukan kunci yang ia cari. Ia menarik laci-laci keluar dari meja dan menjatuhkannya ke lantai. Ia membuka tas-tas dan mulai mengeluarkan isinya ke lantai.Brak! Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!Suara sesuatu yang menabrak pintu semakin lama semakin keras. Pintu terlihat seperti akan copot dari engselnya. Ia mencari dengan putus asa, tetapi ia tetap tidak menemukan kuncinya.Baru saja, ketukan di pintu tiba-tiba berhenti. Ada keheningan yang mencekam. K berdiri dengan gemetar, menunggu sambil menahan napas. Ia berdiri dalam kegelapan ruang kelas, takut untuk bergerak sedikit pun.Setelah beberapa waktu, ia masih tidak bisa mendengar apa pun sehingga ia berjalan menuju pintu. Ia mencoba meraih pintu, memutar gagang pintu, kemudian membukanya dengan perlahan dan menatap keluar koridor.Apa yang ia lihat membuatnya ketakutan, tetapi teriakan seperti tertahan di tenggorokannya.Ada anak laki-laki dan anak perempuan yang tak terhitung jumlahnya. Mereka terpotong-potong. Kepala, lengan, dan kaki mereka terpisah dari batang tubuh. Lantai dibanjiri dengan darah dan mereka menari... menyentak ke depan dan belakang... bagian tubuh mereka tersentak ke depan dan belakang dalam sebuah tarian kematian.K tertarik ke dalam dunia mimpi. Tubuhnya tetap tertidur. Ia tak pernah bisa bangun. Bahkan sekarang, dalam pikirannya ia masih berkeliaran di sekolah.Sekarang setelah kau membaca kisah ini, tolong coba lupakan. Jika kau tidak melupakan cerita ini dalam seminggu, kau akan mengalami mimpi yang sama dimana kau akan menemukan dirimu sendiri berkeliaran di sekitar sekolah. Kau harus menemukan kunci dan melarikan diri melalui jalan keluar darurat sebelum kau melewati potongan-potongan tubuh anak laki-laki dan anak perempuan yang menari, atau kau akan tertarik ke dalam mimpi.***
Aozukin
Zaman dahulu kala, hiduplah seorang pendeta Budha bernama Kaian Zenji yang selalu mengenakan jubah biru. Ia menghabiskan hari-harinya dengan bepergian mengelilingi Jepang, bermeditasi, berdo'a, dan mencoba membantu siapa pun yang membutuhkan. Suatu malam, ia tiba di sebuah desa bernama Tomita.Orang-orang menatap Kaian, kemudian mereka mulai menjerit dan memekik. Wanita dan anak-anak berlarian, berteriak dan meraung, jatuh bertindihan satu sama lain dalam upaya untuk kabur. Para lelaki mendekap senjata mereka dan datang berlarian padanya."Bunuh dia!" mereka menjerit ketakutan. "Bunuh dia sebelum dia membunuh kita!""Apa yang terjadi?" tanya Kaian sambil menutup kepalanya dengan tangan. "Kalian tidak perlu takut padaku. Aku tidak bermaksud melukai kalian."Saat para lelaki itu melihat wajah Kaian yang ketakutan, mereka menurunkan senjata dan tertawa dengan gugup."Maaf," kata seorang laki-laki. "Kami kira kau orang lain.""Ya, kami minta maaf atas kekacauan ini," kata yang lainnya dengan malu-malu."Itu karena jubahmu yang berwarna biru," kata yang lainnya lagi.Salah satu laki-laki itu mengenalkan diri dan mengundang Kaian untuk tinggal semalam di rumahnya. Ia berkata bahwa ia adalah tukang pandai besi dan menawarkan Kaian makan serta minum."Saat kami melihatmu datang, kami kira kau adalah iblis," ia menjelaskan."Mengapa kalian berpikir begitu?" tanya Kaian. "Apakah aku terlihat seperti iblis?""Yah, itu cerita yang mengerikan," jawab si pandai besi. "Tapi aku akan menceritakannya padamu. Di gunung tepat di atas desa, ada sebuah kuil dan pendeta yang tinggal di sana mengenakan jubah biru sepertimu. Sang pendeta dulunya memiliki reputasi yang baik, karena ia sangat pandai dan baik hati. Orang-orang percaya padanya. Semuanya berubah musim semi yang lalu. Sang pendeta pergi ke desa lain untuk melakukan pembabtisan. Saat ia kembali, ia membawa seorang anak lelaki bersamanya. Ia adalah anak lelaki yang sangat tampan, kira-kira umurnya 12 atau 13 tahun. Pendeta itu menghabiskan seluruh waktunya dengan si anak lelaki dan bahkan sang pendeta jatuh cinta padanya. Semua orang berpendapat itu hal yang sangat aneh. Kemudian, anak laki-laki itu terserang penyakit. Kondisinya semakin serius dan dokter dari kota datang untuk merawatnya. Sayangnya, hal itu tidak berguna dan anak laki-laki itu akhirnya mati. Sang pendeta menangis terus menerus sampai ia tidak bisa menangis lagi. Ia memekik dan memekik sampai suaranya hilang. Satu hal yang paling aneh, ia menolak tubuh anak laki-laki itu dibakar atau dikremasi. Malahan, ia menggendong mayat itu di lengannya dan mengusap pipinya seakan-akan anak lelaki itu masih hidup. Kami tidak menyadari saat itu, tetapi sang pendeta meracau marah dengan keras. Suatu pagi, beberapa penduduk desa mengunjungi kuil dan apa yang mereka lihat membuat mereka kabur melarikan diri sambil berteriak ketakutan. Sang pendeta sedang memakan daging dan menjilati tulang anak lelaki itu. Mereka bilang sang pendeta berubah menjadi iblis. Sejak saat itu, sang pendeta meneror desa kami. Ia menuruni gunung malam demi malam dan menggali kuburan untuk mencari lebih banyak mayat. Saat ia menemukan mayat yang masih segar, ia akan memakannya. Kami semua mendengar dongeng kuno tentang iblis dan orang-orang hidup dalam ketakutan. Setiap rumah dipasangi papan yang kuat saat senja karena cerita tersebut telah menyebar di sini. Orang-orang tidak mau lagi datang kemari. Kau bisa melihat mengapa kami salah mengira kau adalah dia. Apa yang dapat kami lakukan untuk menghentikannya?""Hal-hal aneh terjadi di dunia ini," seru Kaian. "Ada beberapa orang yang dilahirkan sebagai manusia, tetapi terjadi sesuatu yang salah dan mereka melakukan perbuatan yang jahat dan tidak bermoral. Ini menyebabkan mereka berubah menjadi iblis. Hal itu bahkan terjadi sejak dulu. Dalam sebuah kasus yang kutahu, seorang wanita berubah menjadi ular. Kasus lainnya, seorang ibu lelaki menjadi sesosok setan kubur. Aku tahu lelaki lain yang menyukai daging dan diam-diam menculik anak-anak untuk memasak dan menghidangkan mereka sebagai makanan. Temanku yang seorang biarawan berjalan melewati sebuah desa dan ia tinggal semalam di gubuk milik seorang wanita tua. Saat itu hujan dan angin angin berderu kencang. Ia berbaring tanpa pencahayaan untuk menyamankan diri dari kesendirian. Saat malam semakin larut, ia mengira mendengar suara seekor kambing mengembik. Segera setelah itu, sesuatu mengendus sekitarnya untuk mengetahui ia masih tidur atau sudah bangun. Secepat kilat, ia memukulkan tongkatnya dengan keras. Makhluk itu berteriak dan roboh di lantai. Wanita tua mendengar keributan titu dan datang dengan lampu pelita. Mereka menemukan seorang gadis muda terbaring pingsan di lantai. Wanita tua memohon padanya untuk tidak membunuh gadis itu karena ia adalah anak perempuannya. Apa yang bisa ia lakukan? Ia pergi. Tetapi setelah itu, saat ia kembali ke desa tersebut, orang-orang sedang berkumpul untuk melihat sesuatu. Saat ia bertanya pada mereka apa yang terjadi, mereka memberitahunya jika mereka telah menangkap seorang gadis muda penyihir dan mereka akan membakarnya hidup-hidup.""Jadi, bagaimana pendapatmu tentang pendeta kami?" tanya si tukang pandai besi."Menurutku, ada sesuatu yang dilakukan pada anak lelaki itu," balas Kaian. "Tingkah pendeta yang aneh dan tidak alami melekat pada anak laki-laki itu dan membuatnya berubah menjadi setan kubur. Apa yang kuketahui sekarang ialah kita menghadapi iblis. Aku mungkin saja bisa membantumu dan membersihkan desamu dari iblis celaka ini.""Jika kau dapat melakukannya untuk kami, semua orang di sini akan sangat berterima kasih," kata si tukang pandai besi."Aku hanya membutuhkan satu hal," kata Kaian. "Sebuah tongkat kayu yang panjang dengan mata pisau yang tajam di dalamnya."Jadi, si tukang pandai besi bekerja keras sepanjang hari. Akhirnya, ia memberikan senjata khusus yang dipesan oleh Kaian. Benda itu hanya terlihat seperti tongkat kayu biasa, tetapi saat kau memutarnya ke atas dan mendorongnya, ia akan memunculkan mata pisau yang tajam.Dengan tongkat di tangan, Kaian pergi melakukan misinya. Ia memanjat puncak gunung sampai matahari tenggelam. Kuil itu terlihat sepi dan gerbangnya dikelilingi duri. Laba-laba memintal jaring-jaring pada patung-patung dan altar ditutupi oleh lumut dan kotoran burung. Seluruh tempat itu memancarkan perasaan hancur dan membuat mual.Kaian berjalan ke depan dan mengetuk pintu. Dalam waktu yang lama hanya ada keheningan. Dari kegelapan, seorang laki-laki muncul sambil menggertakkan giginya."Mengapa kau datang ke sini?" teriaknya dengan suara parau.Kaian menoleh dengan hati-hati, menjaga jaraknya agar tetap aman antara dirinya sendiri dan si setan kubur."Kuil ini sepi dan orang-orang pergi," katanya. "Di tempat gersang seperti ini, beberapa hal bisa terjadi. Orang-orang memberitahuku hal ini terjadi karena kau berubah menjadi iblis. Mereka bilang setiap malam, kau turun ke desa dan berpesta dengan daging manusia. Tidak ada seorang pun yang merasa hidupnya aman.Sang pendeta maju ke arahnya, menggeram seperti anjing gila. Air liur menetes dari janggutnya dan ia terlihat sangat lapar. Tubuh Kaian tetap membelakanginya."Apa yang mereka katakan itu benar," gertak sang pendeta. "Daging manusia adalah makananku. Malam ini, aku akan menggunakan dagingmu untuk mengisi perutku.""Bagaimana kalau aku memberitahumu ada sebuah obat untuk menyembuhkanmu?" kata Kaian.Sang pendeta terkejut, "Sebuah obat?" tanyanya, ia melihat Kaian dengan curiga. "Jika kau tahu obat itu, cepat katakan padaku sekarang supaya aku dapat melarikan diri dari nasibku yang mengerikan ini."Kaian melepas jubah birunya dan melemparkannya kepada pendeta yang busuk dan kejam."Pakai itu," katanya.Sang pendeta menangkap jubah itu dengan cepat, kemudian ia duduk di batu pipih di depan kuil dan memakai jubah itu melalui kepalanya."Jangan coba menipuku," raung sang pendeta. "Aku masih bisa melihatmu, jadi jaga jarakmu. Jika tidak, aku akan mengunyah tulangmu sampai subuh.""Pecahkan teka-teki berikut dan kau akan bebas dari kesengsaraanmu," kata Kaian. "Dengarkan baik-baik..."Ia mulai mengatakan teka-teki tersebut:Di atas air bulan bersinar,diantara pohon-pohon angin bertiup dengan kencang,dan mengapa tidak ada yang tahu?Sang pendeta merenungkan kata-kata itu sejenak."Dapatkah kau memberiku sebuah petunjuk?" tanyanya."Tidak ada petunjuk," kata Kaian. "Kau harus berkonsentrasi dengan keras dan bersemedi, tak masalah berapa lama. Akhirnya, kau akan mengerti maknanya dan menemukan kebebasan dari kengerian ini."Menit dan jam berlalu, sang pendeta masih duduk sambil terus berpikir, Kaian mulai mendekat sedikit demi sedikit. Ia bergerak tanpa kelihatan, memindahkan berat badannya dari kaki satu ke kakinya yang lain, dan menggeser setiap kaki semakin dekat ke tempat dimana sang pendeta duduk.Malam berakhir dan sebuah cahaya abu-abu menyebar di langit sampai fajar menyingsing. Sang pendeta duduk tanpa bergerak di atas batu, berbisik tanpa suara, tidak lebih keras dari dengung nyamuk."Di atas air bulan bersinar,diantara pohon-pohon angin bertiup dengan kencang,dan mengapa tidak ada yang tahu?"Kaian menonton dalam diam, tangannya menggenggam kuat-kuat ujung tongkatnya. Ia semakin dekat sampai sang pendeta menjauhkan diri.Ia mendengar ayam jantan berkokok di kejauhan."Jadi, apakah kau sudah bisa memecahkan teka-teki itu?" tanya Kaian."Belum," jawab sang pendeta."Itu karena tak ada seorang pun yang bisa," kata Kaian sambil mengayunkan mata pisau tajam itu sekuat yang ia bisa.Mata pisau yang tajam menusuk leher sang pendeta seperti pisau panas menyentuh keju, memotong kepalanya sampai menggelinding ke sisi gunung. Tubuhnya terjatuh, terbaring tak berdaya diantara rumput liar.Kaian membersihkan mata pisaunya dan memasukkannya kembali ke dalam tongkat. Kemudian, ia mulai menuruni gunung untuk memberitahu warga desa bahwa mimpi buruk mereka sudah berakhir.
Tsurara Onna
Ada seorang laki-laki yang tidak pernah menikah. Ia tinggal sendirian di sebuah rumah kecil di hutan belantara Jepang. Ia merasa sangat kesepian dan berharap ada seseorang yang mau menghabiskan hidup bersamanya.Suatu pagi di musim dingin, ia sedang memandang keluar dari jendela saat memperhatikan beberapa tetes air yang membeku bergantung di bagian bawah atap rumahnya.Ia berkata pada dirinya sendiri, "Aku berharap aku memiliki seorang istri secantik tetesan-tetesan air yang membeku itu."Malam itu, ada ketukan di depan pintu rumah si lelaki. Saat si lelaki menjawab, ia melihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu. Tubuhnya sangat tinggi dan ramping, wajahnya sepucat salju. Laki-laki itu mengundangnya masuk agar bebas dari udara luar yang dingin.Selama waktu berjalan, wanita itu tak pernah pergi dan keduanya saling jatuh cinta. Mereka memutuskan untuk hidup sebagai pasangan suami dan istri. Hanya ada satu masalah kecil. Laki-laki itu memperhatikan jika istrinya yang cantik tidak pernah mandi. Kapan pun si lelaki mencoba berbicara pada istrinya tentang hal itu, sang istri menolak untuk mendiskusikannya.Suatu hari, sang suami merasa muak. Ia menangkap istrinya dan menyeretnya ke kamar mandi. Teriakan dan jeritan terdengar dari mulut sang istri. Ia terus mencoba meronta dari suaminya. Sang suami melemparnya ke dalam pipa-pipa berisi air panas, kemudian meninggalkannya di sana. Sang suami membanting pintu di belakangnya dengan keras.Satu jam berlalu dan laki-laki itu tidak mendengar apa pun. Tidak ada suara kecipak air yang berasal dari kamar mandi. Berpikir hal tersebut aneh, ia membuka pintu kamar mandi dan melihat ke dalam.Kosong. Istrinya telah pergi. Satu-satunya hal yang bisa ia lihat hanya sisir rambut istrinya yang selalu ia pakai, mengambang di air.Laki-laki itu patah hati. Ia menduga istrinya telah meninggalkannya dan kabur darinya. Ia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya. Beberapa bulan kemudian, ia bertemu dengan seorang wanita dan mereka saling jatuh cinta. Wanita itu datang untuk hidup bersamanya dan mereka melalui bulan demi bulan bahagia bersama sampai musim dingin kembali datang.Setelah semalaman hujan salju dengan deras, laki-laki itu melihat keluar jendela dan memperhatikan sebuah tetesan air membeku yang besar di bagian bawah atap rumahnya. Ia pergi keluar untuk menjatuhkan tetesan air membeku itu, tetapi ada seorang wanita yang berdiri di luar rumah. Laki-laki itu mengenalnya. Itu adalah istrinya.Dari dalam rumah, istrinya yang baru mendengar sebuah pekikan yang sangat menderita. Ia berlari keluar dan menemukan suaminya tergeletak di atas salju. Ia telah mati dan darah berceceran di sekitar kepalanya hingga membasahi salju. Sebuah tetesan air yang besar menusuk tepat pada matanya dan menembus otaknya.
Madoka-Chan
Kisah nyata di Jepang pada tahun 1997 ini bercerita tentang seorang gadis bernama Madoka-chan. Seorang gadis kecil yang suatu hari menghilang secara misterius.Di sore hari yang agak cerah, Madoka-chan berjalan-jalan dengan ibunya di suatu taman. Saat di taman, ibunya melihat temannya yang juga sedang berjalan-jalan bersama seorang putrinya di taman itu. Keduanya lalu bertemu dan bercakap-cakap, sementara Madoka-chan pergi bermain dengan putri teman ibunya.Beberapa menit kemudian, ibu Madoka melihat sekeliling dan tidak dapat menemukan putrinya di sekitarnya. Ibunya mulai panik dan langsung menuju ke anak gadis yang tadi bermain bersama putrinya.Dia bertanya kepada anak tersebut, "Dimana Madoka?""Aku tidak tahu," jawab anak itu.Ibu Madoka mulai panik, dia mencari Madoka di sekitar taman namun tetap saja Madoka tidak ketemu. Akhirnya orang tua Madoka melaporkan hal itu ke polisi, berharap Madoka cepat ditemukan. Polisi memeriksa tempat dimana Madoka hilang, namun tidak ada tanda-tanda kehilangan Madoka. Setelah beberapa bulan, Madoka tetap saja tidak ketemu. Polisi berusaha meyakinkan orang tua Madoka bahwa mereka akan tetap berusaha mencari putrinya itu.Sudah setahun Madoka hilang, hingga polisi mendatangi orang tua madoka dan meminta maaf tidak dapat meneruskan pencarian. Kemudian memasukan kasus tersebut ke dalam daftar kasus yang tidak terpecahkan.Namun, orang tua Madoka tidak putus asa, mereka tetap berusaha mencari Madoka. Akhirnya, orang tua Madoka menyewa seorang paranormal untuk mengetahui keberadaan Madoka. Paranormal itu datang dan memeriksa kamar Madoka. Dia memejamkan matanya sambil memegang benda-benda di kamar Madoka."Dia masih hidup," kata paranormal itu.Orang tua Madoka merasa senang mendengar kabar tersebut."Dia hidup. Jantungnya masih berdetak, paru-parunya masih berfungsi," kata sang paranormal."Iya kami tahu. Dimana dia sekarang?"tanya sang ibu bersemangat."Dia sedang menatap barang-barang mahal dan rumah mewah, perutnya hanya diisi makanan-makanan yang nikmat dan mahal."Orang tua Madoka bernafas lega. "Sekarang dia dimana?" tanya mereka lagi.Sebenarnya, apa yang terjadi pada Madoka?
Uba Yo Sare
Di sebuah daerah pinggiran kota di Jepang, hiduplah seorang pria yang tinggal sendirian di rumah warisan keluarganya. Rumah itu sudah tua, dengan dinding kayu yang sering berderit ketika malam semakin larut. Malam itu, sekitar pukul dua dini hari, pria tersebut terbangun karena rasa ingin buang air yang sudah tidak tertahankan.Dengan mata setengah terpejam, ia bangkit dari tempat tidurnya. Rumah itu sunyi—terlalu sunyi. Tak ada suara serangga, tak ada angin yang menyusup lewat jendela. Hanya detak jam dinding di ruang tamu yang terdengar samar.Ia berjalan pelan, meraba-raba dinding menuju kamar mandi. Lampu kamar mandi tidak dinyalakan, karena ia yakin hanya sebentar saja. Ia membuka pintu kamar mandi sedikit, membiarkan cahaya bulan purnama yang terang masuk dan menerangi ruangan dengan cahaya pucat kebiruan.Saat ia sedang buang air, matanya menangkap sesuatu yang bergerak di luar pintu kamar mandi.Bayangan.Awalnya hanya samar—seperti siluet seseorang yang berdiri di ujung lorong. Ia berpikir mungkin hanya bayangannya sendiri, atau pantulan cahaya bulan. Namun bayangan itu tidak diam. Ia bergerak. Perlahan. Mendekat.Jantung pria itu mulai berdegup lebih cepat.Bayangan itu semakin jelas, hingga akhirnya ia bisa melihat sosok seorang wanita berdiri tepat di depan pintu kamar mandi. Wanita itu mengenakan kimono lama yang warnanya sudah memudar, penuh noda dan terlihat sangat kotor, seolah telah lama terkubur tanah. Tubuhnya tinggi—tidak wajar—kepalanya hampir menyentuh kusen pintu.Wajahnya… tidak bisa dikenali.Bukan karena gelap, tetapi karena wajah itu seperti tertutup sesuatu—entah rambut, entah kain, entah sesuatu yang lain. Tidak ada mata yang terlihat jelas. Tidak ada ekspresi. Hanya kehampaan.Wanita itu berdiri diam, membisu.Dengan suara bergetar, pria itu berkata, “Apa yang sedang kau lakukan di sini? Cepat pergi!”Tidak ada jawaban.Udara di kamar mandi terasa mendadak dingin. Pria itu merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia ingin bergerak, ingin berlari, tetapi kakinya terasa berat, seolah menancap ke lantai.Wanita itu melangkah maju satu langkah.Dan satu langkah lagi.Kimono itu terdengar bergesek dengan lantai, seperti kain basah diseret perlahan.Pria itu menjerit—namun suaranya seperti tertelan oleh rumah itu sendiri.Keesokan paginya, keluarga dan tetangga pria tersebut mencarinya ke seluruh rumah. Pintu-pintu terkunci dari dalam. Tidak ada tanda perampokan. Tidak ada darah. Tidak ada kerusakan.Pria itu menghilang.Satu-satunya hal aneh yang ditemukan adalah jejak kaki basah di lantai kayu. Jejak itu tidak seperti kaki manusia biasa—bentuknya menyeret, panjang, dan tidak seimbang. Jejak itu berjalan dari kamar mandi… menuju dinding ruang tamu.Dan berhenti di sana.Tidak menembus dinding. Tidak berbelok. Hanya berhenti, seolah sesuatu telah masuk ke dalam dinding itu sendiri.Sejak saat itu, legenda tentang wanita berkimono mulai menyebar.Konon, siapa pun yang mengetahui kisah ini berisiko didatangi olehnya.Ia akan datang dalam waktu tiga hari, tepat di tengah malam.Jika kalian terbangun dan mendengar tiga ketukan pelan dari luar pintu kamar mandi… jangan membukanya.Sebaliknya, ucapkan kalimat ini dengan suara tegas, sebanyak tiga kali:“Uba Yo Sare.”Itulah namanya.Dan hanya dengan menyebut namanya, wanita berkimono itu akan pergi… menjauh dari kamar mandi kalian.Jika tidak—tidak akan ada yang tersisa, selain jejak kaki yang berakhir di dinding rumah.