Temukan Cerita Inspiratif
Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.
Total Cerita
830
Genre Romance
166
Genre Folklore
166
Genre Horror
166
Genre Fantasy
166
Genre Teen
166
HOROR SHIFT TIGA (HANTU MERAH)
Pagi ini Diego sengaja datang pagi-pagi untuk menemui pak Herman dan menginformasikan bahwa dia ingin tetap bekerja Di shift tiga."kamu yakin Diego, aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman" ucap Pak Herman"yakin pak, saya rasa Pieter juga tidak bermaksud jahat kepada saya, justru dari situlah saya semakin yakin kalau saya ingin terus bekerja disini" ucap Diego"saya lega mendengarnya, jadi kita tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan" ucap Pak Herman legaSetelah itu Diego berpamitan dan kembali malamnya untuk bekerja.Seperti biasa Diego bertemu teman-teman lain yang sudah pulang dari shift dua."kamu anak shift tiga ya" ucap wanita bertubuh mungil dan wajah yang manis"iya, kamu siapa? Aku sepertinya belum pernah lihat kamu" ucap Diego"Namaku Mira, aku anak baru di shift dua" ucapnya"oh begitu, senang kenal denganmu" ucap Diego"iya aku juga, hati-hati ya Diego" ucap MiraDiego melihat dari kejauhan Mira tampak menarik dengan sweater merahnya.Dan akhirnya waktu yang ditunggupun tiba, setelah Diego menyiapkan semua alat untuk bekerja malam ini, tiba-tiba terdengar langkah kaki."srek..srek..""Hai Diego" sapanya dengan wajah pucat khasnya"Hai Pieter" jawab Diego sambil menatap Pieter dengan tatapan yang bingung"kamu tidak takut?" tanya Pieter"takut kenapa?" tanya Diego"aku tahu kamu sudah mengetahui ceritaku dari Herman" jawab Pieter"aku tahu, tapi aku rasa kamu tidak bermaksud menyakitiku" ucap Diego bergetar"kamu benar aku justru ingin membantu melalui kamu" ucap Pieter"maksudmu?" tanya Diego"kamu tahu diduniaku masih banyak hantu yang seperti aku, mereka meninggal dengan banyak misteri yang belum terselesaikan, oleh karena itu call center ini bisa menjadi media untuk mereka meminta kamu untuk menyelesaikan misteri tersebut" ucap Pieter"kenapa aku?" tanya Diego"karena kamu yang terpilih" ucap Pieter"apa yang bisa kulakukan?" ucap Diego"yang perlu kamu lakukan adalah mendengar, itu saja Diego" ucap PieterSuasana hening sebentar, lalu Pieter pun berdiri"mau kopi?" tanya Pieter"boleh" ucap Diego sambil tersenyumDan telepon pertama pun berbunyiKring...kring..."halo" ucap Diego"Tolong Diego" ucap suara wanita diseberang telepon"dengan siapa ini?" jawab Diego, tapi sambil berfikir suaranya sepertinya dia kenal sambil mengingat"aku Mira Diego" ucapnya"Mira? Mira anak shift dua tadi" ucap Diego tenang mungkin dia butuh bantuan untuk kendaraannya fikir Diego"kamu dimana? Apa yg terjadi?" tanya Diego sedikit panik"aku jadi korban Begal Diego, mayatku dibuang di sungai Citarum oleh pembunuhku" ucap Mira sambil menangis"Mira kamu bercanda kan?" ucapku masih tak percaya"tolong aku Diego temukan pembunuhku, dan tolong bantu agar tubuhku ditemukan" ucap Mira dan telepon pun terputusTiba-tiba ada tangan yang mencolek pundak DiegoSaat Diego menengok ke belakang tak sengaja menyenggol gelas yang dibawa Pieter.Prakkk"maaf Pieter" ucap Diego sambil membersihkan pecahan gelas kopi itu"kamu kenapa Diego?" ucap Pieter"Mira Pieter, kita harus menolongnya" ucap Diego panik"sabar, ada satu peraturan untuk shift tiga ini kamu tidak bisa meninggalkan ruangan ini sampai kamu selesai di shift tiga kamu" ucap Pieter"lalu Mira bagaimana?" tanya Diego"ingat kata-kataku kamu harus mendengar apa yang dikatakan seperti hari kemarin" ucap PieterDiego segera mengambil kertas dan menulis semua informasi yang disebutkan Mira tadiAkhirnya sampai juga di akhir shift tiga, Diego segera ingin mencari tahu kondisi Mira, dan dia buru-buru absenBrukkTak sengaja Diego menubruk pak Herman"kenapa Diego, kamu sepertinya terburu-buru, apakah Pieter mengganggumu" ucap Pak Herman"tidak pak... Pieter sangat baik" ucap Diego"Pak Herman" ucap Diego"Iya Diego" jawab Pak Herman"Mira, anak baru di shift dua apakah dia benar baru masuk kantor kemarin?" tanya Diego"oh iya benar, dia baru saja selesai training dan bekerja kemarin" ucap pak Herman"dia membawa kendaraan apa ya pak?" tanya Diego"saya kurang faham, tapi pos keamanan mencatat semua kendaraan karyawan mereka pasti tahu" jawab pak Herman"oh baiklah, terimakasih pak Herman" ucap DiegoDan Diego pun menuju ke parkiran, dan mampir ke pos security"maaf pak, mau tanya" ucap Diego"iya mas Diego bisa dibantu" jawab laki-laki pelontos berseragam hitam bernama santoso"bapak tau anak baru shift dua namanya Mira?" ucap Diego"yang mana ya mas?" tanya pak Santoso bingung"anaknya kecil kemarin pakai baju merah" ucap Diego"oh iya mas, saya ingat dia bawa motor mas, ada kok catatannya dibuku" ucap pak SantosoLalu Diego melihat buku log book pak santoso dan mencatat no polisi Mira dan Mencatat identitas Mira dari fc ktpnya yang ada dipos.Langkah pertama Diego menuju ke rumah Mira, saat hampir sampai kerumahnya tiba-tiba Diego melihat motor Mira sedang diparkir didepan warung dipinggir jalan.Diego berhenti dan mengecek lagi benar sekali no polisinya samaDiego berpura-pura jajan ke warung dan memarkirkan motornyaDia melihat dua pemuda sedang bicara sambil minum kopi."gila lo ji, sekarang gimana kalau kita ketahuan" tanya laki laki berambut panjang dengan jaket hitam"tenang aja mat, ga ada yang tahu juga" jawab laki laki botak dengan Tato bunga ditangannya.Setelah selesai ngopi mereka pergi dengan motor MiraDiegopun membuntutinya, dan agak menjauh supaya tidak dicurigai.Dan akhirnya mereka pun berhenti disebuah rumah diperkampungan, dan disana Diego ke warung terdekat dan menanyakan identitas pembegal tsb.Setelah identitasnya lengkap, Diego segera meninggalkan tempat itu dan menuju rumah Mira, setelah tiba dirumah Mira, Diego menceritakan semua nya kepada orangtua Mira yang terlihat sangat khawatir dan sedih karena anaknya tidak pulang dan dikabarkan dibunuhTidak berapa lama Diego dan orangtua Mira melaporkan ke kantor polisi, dan Diego menginformasikan lokasi rumah pembegal tsb dan setelah itu mereka berdua ditangkapSetelah mendapat pengakuan, polisi mencari mayat Mira dan menemukannya di pinggir sungai Citarum tersangkut pohon besar.Akhirnya Diego sudah menjalankan amanat Mira, dan pulang kerumah untuk istirahat.Begitu jam 7 malam Diego sampai lagi di tempat kerja, baju merah lewat."hi diego" ucapnya"hi Mira" jawab diego pucat--------
HOROR KELAS KOSONG
Lea sudah tiba disekolah barunya, SMA Purnama, Lea langsung melihat papan pengumuman untuk mengetahui dia dapat dikelas mana, tiba-tiba dia merasa seseorang menepuk pundaknya."Lea, kamu sudah datang? Dapat kelas berapa?" tanya Puri yang ternyata sahabat Lea dari SMP"Puri... Kita ga sekelas" ucap Lea sedih"Ya sudahlah ya, mudah-mudahan temen baru kita asyik-asyik" ucap PuriTernyata tidak membutuhkan waktu yang lama, Lea dan Puri memiliki banyak teman baru di SMA ini.Ada Dinda teman sekelas Lea anaknya mungil dan memiliki wajah yang imut.Ada juga Melan temen sekelas Puri yang sedikit tomboy dan cuek.Setiap pulang sekolah mereka selalu pulang berempat.Hari itu, saat sudah selesai sekolah, kelas Puri dan Melan masih belum keluar dari kelas, karena ada ulangan tambahan dari Bu Ina yang kemarin tidak masuk karena sakit, terpaksa Lea dan Dinda menunggu dikantin"Dinda kamu gapapa nunggu Melan sama Puri pulang terlambat" tanya Lea"Gapapa Lea asal nunggunya sama kamu, tapi kalau aku nunggu sendirian ga janji deh" jawab Dinda"memang kenapa kalau nunggu sendirian? Ini kan masih siang" tanya Lea"Memang kamu ga denger gosip dari kakak kelas kita, kan sekolah kita serem kalau sudah sepi""Masa? Aku belum denger Din, memang ceritanya kenapa?""Dulu ada anak SMA Purnama yang bunuh diri, gara-gara diomelin sama bu guru dan distrap sendirian saat pulang sekolah" ucap Dinda serius"Serius kamu Din? Ko bisa diomelin bu guru sampai kaya gitu" tanya Lea penasaran"iya Lea, karena ternyata bu guru tidak informasikan kepada penjaga sekolah kalau ada murid yang distrap, dan akhirnya penjaga sekolah mengunci semua ruang kelas, dan murid tersebut tidak bisa keluar dan karena ketakutan dia akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri" ujar Dinda"Ruang kelas mana Din?" tanya Lea"Itu lho yang dipojok dekat tangga" ucaap Dinda sambil menunjuk ruangan tersebut"Itu kan gudang" ucap Lea"Iya sejak kejadian itu baik murid atau guru suka diisengin Lea, jadi akhirnya pihak sekolah menjadikan kelas itu gudang" ucap Dinda sambil menunjukkan wajah ketakutan.Tidak lama Melan dan Puri segera menghampiri mereka"Maaf ya menunggu lama" ucap Puri"Iya nih, Bu Ester rese banget, masa ulangan soalnya susah-susah banget" Ucap Melan menimpali"Aku makan dulu ya laper" ucap Puri"iya aku juga lapar" ucap Melan kembali"ya udah kalian pesen makan aja dulu, daripada kalian pingsan" ucap Dinda dikantin"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap LeaSaat Lea menuju toilet, dan melewati tangga tidak sengaja dia melihat ke arah jendela kelas kosong tersebut, betapa kagetnya ternyata ada seorang gadis berseragam SMA purnama yang ada dikelas tersebut, dan gadis itu tersenyum padanya.Bulu kuduk Lea merinding, dia segera berjalan cepat menuju ke toilet, tapi tiba-tiba gadis itu sudah ada dibelakangnya"kenapa kamu berjalan cepat?" ucap gadis itu"tidak apa-apa kok" jawab Lea gugup"namaku Anggun, aku tadi disuruh bu Ester ambil buku digudang" ucapnya"Oh.. Aku fikir kamu..." Lea tidak melanjutkan omongannya"kenapa kamu fikir aku hantu" ucap Anggun sambil tertawa geli"Iya.. Gara-gara cerita temanku tadi, aku jadi ketakutan" ucap Lea"Oiya kamu bisa bantuin aku gak, kan gudangnya berantakan, aku butuh teman untuk cari barang tersebut" ucap Anggun ramah"aduh, ga bisa minta tolong yang lain ya, aku mau pipis dulu" jawab Lea"Kan semua murid sudah pulang, udah sepi gapapa aku tunggu kamu pipis aja" jawab AnggunAkhirnya Lea pun tidak bisa menolak Anggun, setelah selesai dari toilet dia pun menuju ke gudang untuk membantu Anggun mencari barang tersebut.Saat mencari, Anggun melihat ke arah Lea"memangnya temen kamu cerita apa sama kamu sampai ketakutan begitu" tanya Anggun"Katanya diruang kelas ini dulu ada siswi yang bunuh diri karena distrap bu guru" jawab LeaAnggun menatap Lea"Kamu percaya siswi itu bunuh diri?" tanya Anggun"lho ceritanya memang begitu kok" jawab Lea"bagaimana kalau sebenarnya siswi itu tidak bunuh diri, tapi di bunuh" tanya Anggun"ya tidak mungkinlah, kan dia distrap sendirian lalu dia gantung diri, ga mungkin dia dibunuh" ucap Lea menimpaliAnggun pun berjalan ke arah Lea, dan dia memegang tangan Lea, entah mengapa Lea seperti keluar dari raganya, dia melihat ruang kelas ini sudah bersih tidak seperti gudang.Dia melihat Anggun masuk dari pintuTapi tunggu dulu dia melihat Bu Ester dibelakang Anggun."Kamu itu kenapa sih selalu mengulang tidak membawa tugas yang sudah di sampaikan, kali ini Ibu harus menyetrap kamu supaya kamu tidak menjadi kebiasaan" ucap bu Ester"Aduh ibu itu cerewet banget deh, namanya juga lupa masa saya harus distrap sih bu" rengek AnggunKamu diam disini, sambil.mengerjakan tugasmu kalau kamu sudah selesai segera keruangan ibu" ucap Bu Ester tegasAnggun melirik kekanan dan kekiri, dia tahu bu Ester kali ini serius, tapi dia juga malas mengerjakan tugas akhirnya dia malah tertidur, lalu pak Ujang lewat sambil membawa sapu dan melihat ke arah jendela laku tiba-tiba dia mengunci ruang kelas, oadahal jelas dia melihat Anggun masih disana.tiba-tiba Lea bergerak keluar dan mengikuti pak Ujang, disitu dia melihat pak Ujang masuk keruang guru" Ibu ester masih disini" tanya pak Ujang"iya pak, masih menunggu Anggun dia lagi distrap pak karena tidak mengerjakan tugas" ucap Bu Ester"Tadi saya lihat mba Anggun sudah pulang bu sama teman-temannya" jawab Pak UjangLea bingung kenapa pak Ujang berbohong, Anggun masih ada dikelas tadi"Ruangan juga sudah saya kunci bu" ucap Pak Ujang"Aduh aneh anak-anak sekarang ya pak, susah banget hormat sama gurunya, kalu begitu ngapain saya masih disini ya" ucap Bu Ester lalu merapihkan mejanya dan segera meninggalkan ruangan untuk pulangAnggun membuka matanya tetapi tangannya sudah terikat dimeja dengan mulut yang sudah tertutup rapat oleh lakban"apa-apaan ini" fikir Anggun "masa bu Ester marah sampai seperti ini" fikir AnggunPintu terbuka, tiba-tiba Anggun melihat Pak Ujang masuk ke ruang kelas, Anggun meminta tolong pak Ujang untuk membantunya melepaskan ikatan tali tangannyaTapi tiba-tiba pak Ujang mendekatinyaa dan mulai mencium pipinya, Anggun berontak berusaha sekuat tenaga menjauhi PaK Ujang, tapi Pak Ujang sangat kuat, Anggun tidak dapat berteriak karena mulutnya ditutup, saat pak Ujang mulai mendekap Anggun, kaki Anggun menendang sekuat tenaga sehingga berhasil membuat Pak Ujang terjatuh, Anggun segera melarikan diri menuju pintu, tapi pintu terkunci dan kuncinya ada di Pak Ujang, saat Anggun menghadap kebelakang ternyata Pak Ujang sudah berada tepat didepannya, dan Pak Ujang memukul Anggun sampai dia pingsan.Melihat kondisi itu pak ujang panik, dia mengambil tali yang ada di ruangan kelas dan mengambil kursi lalu memakaikan tali itu seolah-olah Anggun bunuh diri setelah Anggun terikat didepan pintu ruang kelas, pak Ujang menendang kursinya dan Anggun merasakan lehernya terikat dan perlahan-lahan nafasnya pun tercekat dan dia melihat ke arah Lea sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.Lea hanya bisa melihat situasi yang ada seolah dia menonton televisi, tiba-tiba semua ruang menjadi gelap, semua teman Lea ada disana, termasuk bu Ester, mata Lea pun terbuka kembali."Lea kenapa kamu berani masuk ke gudang seorang diri?" tanya Bu Ester"Aku.. Aku diajak Anggun bu" ucap LeaWajah Bu Ester berubah seketika menjadi ketakutan"Anggun.. Tidak mungkin Lea, dia pasti masih dendam kepada ibu makanya dia masih mengganggu sekolah ini" ucap Bu Ester histerisBaru saja Lea mau menceritakan apa yang terjadi, tapi dia melihat ada pak Ujang dibelakang bu Ester.Akhirnya Lea menutupi cerita tadi dari Bu Ester, saat pulang akhirnya Lea menceritakan semuanya pada Puri,Dinda dan Melan, semua sahabatnya juga tidak percaya bahwa Lea telah bertemu hantu di kelas kosong.Mereka memutuskan malam ini untuk datang ke rumah Bu Ester dan menceritakan semua yang Lea alami, betapa kagetnya Bu Ester karena selama ini dia merasa Anggun benar-benar bunuh diri karena membencinya.Pagi itu tim kepolisian pun dan keluarga Anggun datang ke sekolah lalu polisi berhasil menangkap Pak Ujang dan akhirnya setelah diinterogasi pak Ujang pun memgakui perbuatannya.Untuk mengenang Anggun, maka ruang kelas kosong dibersihkan dan dijadikan perpustakaan kecil, supaya tidak terasa menyeramkan, saat Lea dan teman-teman sedang membaca dan bersantai, Lea melihat dipojok lemari ada siswi berkepang dua sedang tersenyum padanya."kalian kenal gak sih cewek yang dipojok itu" tanya LeaTeman-temannya segera melihat ke arah pojok dan seketika menarik Lea untuk keluar ruangan."Ada apa sih?" tanya Lea setelah keluar"karena tidak ada siapa-siapa dipojok ruangan tadi" ucap sahabat Lea serentak
HOROR KARTU RAMALAN
Kiki sedang naik angkot menuju ke sekolah, dan dia merasa sangat antusias berangkat ke sekolah karena hari ini adalah classmeeting, tidak ada belajar mengajar, hanya ada kegiatan ekskul dan bazar-bazar aneka jajanan dan booth.Saat kiki sudah sampai, teman-teman sudah banyak yang berkumpul di lapangan menunggu pembukaan classmeeting, ada acara dance, live music dan juga lomba olahraga.Kiki mendengar ada yang memanggil namanya"Ki... Sini" ucap Ayu teman sekelasnya"Seru ya yu acaranya, bazarnya banyak lagi" ucap Kiki"Iya Ki selama seminggu ini kita bebas dari pelajaran" ucap Ayu senangSetelah puas meninton pertunjukan band dan dance, Kiki mengajak Ayu untuk melihat bazar"Ih seru banget ya yu, semua jajanan masa kecil ada lho di bazar kali ini, kaya kue rangi, cireng, cilok ada juga rambut nenek" ucap Kiki senang sambil menikmati jajanan itu"Iya Ki, makanan kekinian juga ada semua, pokoknya kita bakalan kenyang deh" ucap Ayu senangDari bazar kuliner, merek mulai masuk ke dalam bazar kreasi, ada nail art, ada face painting, clay art lalu ada juga fipaling pojok untuk kartu tarot atau ramalan.Karena Ayu sangat suka dengan kuku dan wajah dia langsung mengajak Kiki untuk ke tempat nail art dan face painting. Tapi Kiki tidak tertarik sama sekali dia malah akan mencoba ke tempat ramalan di pojok ruangan."Maaf ya Yu, aku mau coba ke stand ramalan dulu, nanti kita ketemu lagi disini ya" ucap Kiki"Oke Ki, have fun" ucap Ayu sambil masuk ke stand nail art.Kiki mulai memasuki stand kartu tarot yang tertutup, saat memasuki ruang tenda yang tertutup suasana ruangan sangat gelap, dengan dekorasi lampu dan hiasan yang penuh suasana mistis."Haloo" ucap KikiSuasana hening tidak ada jawabanAda sebuah meja dan kursi, dengan kartu yang tertumpuk pada meja tersebut dan berada ditengah ruanganKiki langsung duduk, tiba-tiba didepan dia sudah ada wanita berjubah hitam yang melihat kepadanya"Apa yang kamu ingin tahu?" ucap wanita itu"saya mau coba meramal hidup saya mbak" ucap Kiki"Silahkan difikirkan dengan matang semua kartu yang keluar baik atau buruk tidak dapat kamu rubah hasilnya" ucap wanita ituKiki berfikir ini hanya permainan saja, jika bagus akan menjafi motivasi untuknya tapi jika hasilnya buruk maka dia tidak akan mempercayainya."Iya aku yakin mbak, gapapa kok" jawab Kiki"silahkan kocok kartunya" ucap wanita peramal ituDan Kiki pun mengocok kartunya sampai wanita itu mengatakan berhentiLalu wanita itu meminta Kiki mengambil Lima kartu, dan setelah Kiki mengambilnya dia meletakkan Kartu tersebut dimejanya.Saat wanita itu membuka kartu pertama, bergambar the fool "engkau akan menemukan seseorang atau hubungan yang baru tidak lama lagi"Lalu membuka kartu yang kedua bergambar the lovers"artinya engkau akan mulai mengikuti hatimu untuk dapat mencintai orang ini dengan seluruh hatimu"Lalu mebuka kartu yang ketiga the hanged man"artinya adalah engkau harus mengorbankan sesuatu dan bersabar menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginanmu"Kartu keempat setelah dibuka adalah the devil dimana artinya adalah" hati-hati menempatkan suatu kesetiaan pada sesuatu hal yang salah"Dan kartu terakhir adalah the judgement"artinya adalah untuk memaafkan semua orang yang telah menyakiti amda dan memulai hidup yang baru yang lebih baik" ucap wanita itu"Oh begitu, makasih ya mbak, saya harus bayar berapa?" tanya Kiki"Rp. 20.000, silahkan masukan ke toples kaca disamping meja" ucap wanita ituDan Kiki pun Keluar meninggalkan stand tarot tersebut, betapa kagetnya ternyata ruangan sudah sepi dan semua stand yang lain sudah tutup.Kiki pun tidak berhasil mencari Ayu, saat keluar dari ruangan ternyata hari sudah gelap, sepertinya dia berada diruangan ramalan hanya sebentar tetapi mengapa waktu berjalan dengan cepat.Akhirnya Kiki pun memutuskan untuk menunggu angkot pulang kerumah, tapi tiba-tiba ada sepeda motor vespa mendekati dia"Ki, kok baru mau pulang?" tanya Andre kakak kelas Kiki"Iya kak Andre, aku tadi asyik lihat bazar" ucap Kiki polos"Rumah kamu di Gelatik kan? Tidak jauh dari rumah aku, ikut aku aja kita pulang bareng" ucap Andre"Serius? Gak ngerepotin?" tanya Kiki"Gapapa, lagian udah malam kamu kasihan kalau nunggu angkot kelamaan" ucap AndreDan akhirnya Kiki dan Andre pulang bareng, bahkan ditengah jalan mereka berhenti dulu buat makan nasi goreng karena lapar, dan mereka banya sekali berbicara tentang banyak hal seputar sekolah, dan Kiki meras Andre adalah cowok yang menarik, tiba-tiba Kiki ingat ramalan kartu tadi.Dia akan menemukan seseorang atau hubungan yang baru.Tidka terasa akhirnya Kiki sampai rumahSebelum berpamitan Andre mengajak Kiki untuk berangkat ke sekolah bareng esok hari."boleh saja" jawab Kiki senangDan keesokan harinya dia dan Andre berangkat bareng ke sekolah.Todak terasa Kiki dan Andre semakin dekat dan malam ini Andre menembak Kiki untuk menjadi pacarnya, dan Kiki mengiyakannya, tanpa Kiki sadari rasa sayangnya kepada Andre semakin besar, bahkan beberapa kali Andre jelas sudah ketahuan berbohong padanya karena dia jalan dengan gadis lain, dan dengan beribu alasan Kiki akan memaafkannya lagi.Sore ini Kiki sedang berjalan di pusat perbelanjaan, dan tanpa sengaja dia melihat di eskalator Andre sedang bergandengan dengan gadis mungil rambut lurus sebahu, dan Kiki pun langsung mendekati mereka."Andre" panggil KikiAndre melihat ke belakang "Kiki, kamu ngapain disini?" tanyanya"terserah aku lah, aku justru mau tanya, kamu sama siapa?" ucap Kiki marah"Ini... ini... teman aku Ki" jawab Andre gugup"Apa? teman? kamu bilang kemarin kita resmi pacaran" ucap gadis mungil itu"maksudnya?" tanya Andre pura-pura tidak mengerti"Kok kamu gitu sih Dre" ucap gadis itu kesal dan segera meninggalkan Kiki dan Andre"Kamu memang gak bisa dipercaya ya Dre" ucap Kiki sambil meninggalkan Andre juga"Ki... tunggu" ucap Andre sambil mengejar Kiki ke Lobi"Ki.. biar aku jelaskan dulu, itu tidak seperti kamu kira, ayo kamu ikut aku, aku perlu menjelaskan semuanya" ucap AndreEntah kenapa seperti biasa Kiki luluh lagi dengan bujuk rayu Andre, Andre mengambil motornya dan mengajak Kiki ke taman yang sepi."Ki, maafkan aku, aku khilaf, aku tidak suka dengan dia, aku hanya menyukaimu" ucap Andre dikursi taman"Kenapa sih Dre, kamu sellau buat kesalahan berulang, dan aku juga aneh kenapa aku selalu memaafkan kamu" ucap Kiki"Karena kamu cinta aku Ki, dan aku janji aku ga akan kecewain kamu lagi" ucap AndreTiba-tiba Andre semakin mendekat, dia mencium Kiki, dan Kiki tidak bisa menolaknya, tapi tangan Andre semakin jauh berusaha untuk membuka pakaian Kiki, Kiki spontan menolaknya, dia tidak menginginkan itu, tapi tenaga Andre begitu kuat, bahkan saat Kiki menolaknya, Andre menampar pipi Kiki, dan nafsu Andre sudah menguasainya, sepertinya Kiki tidak mengenal Andre saat ini.Dan Andre pun melakukan perbuatan bejat itu, Kiki hanya bisa menangis, dan setelah itu Andre meminta maaf, tanpa raut wajah bersalah.Kiki kesal dengan perbuatan Andre, dia mendorong Andre, dan Andre terjatuh, tetapi diluar dugaan Andre bangun dan mendorong Kiki, dan Kiki terjatuh dengan kepala penuh darah karena dia terbentur batu yang besar, Andre kaget dan panik, dia melihat Kiki yang sekarat dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.Karena panik, Andre membawa mayat Kiki ke danau dan menceburkannya disana.semua menjadi gelap, tetapi ada secercah cahaya yang terlihat, Kiki membuka matanya dan didepannya dia melihat kartu ramalan itu, disinilah titik dia merasa apa yang dikatakan kartu tadi menjadi kenyataan.Dia melihat Andre di dalam bola kristal yang besar, Andre sedang tertawa tidak merasa bersalah sama sekali, bakan dia menggoda cewek baru yang ada di sekolah, dan Kiki melihat orang tuanya yang sedang sedih saat mendengar berita dari polisi bahwa mayat kiki sudah ditemukan meninggal dunia, sepertinya Kiki tidak percaya dengan apa yang terjadi.Bayangan putih datang"itu lah saat kau menempatkan kesetiaanmu kepada orang yang salah Ki"Wajah peramal itu mulai terlihat jelas"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kiki"menerimaya Ki, kamu harus ikhlas apa yang terjadi, dan memaafkan semua yang terjadi, dan kamu jharus mulai berdamai dengan dunia barumu disini.Kiki menatap kartu itu sekali lagi"aku sudah berusaha mengingatkanmu" lalu peramal itu menghilangKiki melihat lama kelamaan bayangan tubuhnya memudar,"Aku ikhlas dan aku memaafkan semuanya" ucap Kiki untuk terakhir kalinya.
HOROR JAM ANTIK
Kiran baru saja memasukan buku ke tasnya, dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus, dan Dinda sudah menunggu dibawah."maaf ya Din, aku tadi kesiangan bangunnya" ucap Kiran merasa bersalah"Ya ampun ran, kay ague gak tau aja lo tuh tukang ngaret dari dulu" jawab Dinda menyindir"Hihihihi iya, maaf ya cantik" rayu Kiran kepada DindaMereka pun menaiki mobil Dinda menuju kampusnya"Lo kayanya mesti beli jam baru deh Ran" ucap Dinda sambil menyetir"Maksud lo?" tanya Kiran bingung"Iya lo tau gak, dari zaman SD kebiasaan lo ini gak hilang-hilang" ucap Dinda bercanda"Dasar lo Din, masa sih dari SD gue udah terlambat" ucap Kiran"Serius, masa lo lupa, inget kan pas kita malam pramuka, lo datang pas acara api unggun udah selesai, alesan lo ketiduran, terus pas SMP lo inget anak Ospek yang datang jam 10 dan suruh diri dilapangan, itu kan cuma lo aja Ran" ucap Dinda mengingatkan"Hihihihi iya iya... abis gimana namanya juga kesiangan" ucap Kiran santai"Iya tapi kadang alasan lo gak masuk akal tau gak, masa dari ratusan orang mereka semua bisa tepat waktu cuma lo aja yang kesiangan" ucap Dinda geregetan dengan sifat temannya yang satu ini"Ya terus gue mesti gimana lagi" tanya Kiran tak bersalah"Nanti pulang dari kampus kita beli jam weker buat lo, biar lo gak lupa dan gak kesiangan lagi" ucap Dinda"Serius lo Din?" tanya Kiran tidak percaya"Lihat saja nanti" ucap Dinda kesal dengan kelakuan sahabatnya ituSetetlah mata kuliah sore ini, ternyata Dinda betul masih menunggu Kiran di lobi, dan Saat diperjalanan, Dinda melihat ada satu toko antik berada di pinggir jalan dan Dinda memarkirkan mobilnya disana"Kok berhenti disini?" tanya Kiran"Siapa tahu aja ada jam antik buat orang yang antik kaya lo" jawab Dinda sambil membuka mobilnyaKiran mengikuti Dinda masuk kedalam toko tersebut"Klenteng... klenteng..." suara didepan pintu saat Dinda dan Kiran masuk"Permisi" ucap Dinda sambil melihat ke sekeliling ruangan"Hai" ucap gadis berwajah oriental"Iya mba, aku mau cari jam weker ada?" tanya Dinda sedangkan Kiran lebih tertarik melihat barang-barang unik lainnya yang dijual ditoko tersebut"Jam ya? nanti saya coba cari dulu ya mbak" jawab gadis itu ramahsetelah menunggu lima belas menit, gadis toko tersebut datang dengan membawa jam yang terbuat dari kaca dengan bentuk kubus."Ini ada yang cocok mbak" ucap gadis itu"Jam weker kan mbak? suaranya kenceng gak? soalnya temen aku ini paling susah bangun pagi butuh suara yang mirip Toa kencengnya" ledek Dinda"Iya mbak boleh dicoba kok" dan benar saja ternyata suara jam tersebut cukup kencang dan ada pilihan bentuk sirene mobil polisi"Oke mbak saya ambil yang ini ya" ucap Dinda dan membayar jam weker tersebut"Nih aku kasih hadiah buat kamu" ucap Dinda menyerahkan jam itu kepada Kiran saat sudah berada di mobil"Makasih ya Din, aku janji aku gak akan kesiangan lagi" ucap Kiran sambil tersenyum kepada DindaMalam ini Kiran menyetel jam dindingnya untuk bangun jam 6 besok pagiKiranpun tertidur lelap"Nguing...nguing..." jam weker itupun membangunkan Kiran dengan suaranya yang kencang"wah berhasil juga jam weker ini membangunkanku" fikir KiranKiran segera pergi kebawah, betapa aneh ternyata yang Kiran lihat bukan seperti rumahnya, Dekorasi seperti rumah adat jawa yang khas, dengan aroma kayu yang melekat"ini bukan rumahku" fikir KiranLalu Kiran mencoba masuk ke kamarnya lagi, betapa kagetnya dia ternyata dia juga tak menemukan kamarnya sendiri, tapi lebih ke ruang kosong dengan jendela besar dan pemandangan pohon tua yang persis berada di rumah tersebut."Aku pasti mimpi" ucap Kiran dalam hatiKiran berjalan lagi ke bawah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sepertinya semenit yang lalu dia masih berada dirumahnya, kenapa sekarang dia di tempat yang berbeda.Tiba-tiba pintu terbuka, dan Kiran melihat Dinda masuk, Dinda menggunakan pakaian adat Jawa"Dinda" teriak Kiran senang karena melihat sahabatnyaTapi anehnya Dinda menatap padanya dengan aneh"Raden Kiran kenapa? kok pakaian Raden sangat aneh?" ucap Dinda"apa sih Dinda, gak lucu tau, aku lagi bingung kok rumahku berubah ya" ucap Kiran"Raden sepertinya sedang kurang sehat, kenapa omongan Raden Kiran aneh" ucap DInda bingung"ayu masuk ke ruang belajar, sebentar lagi Raden Wicaksono akan masuk dan mengajar Raden Kiran" ucap dinda"Dinda kamu ngomong apa sih? aku gak ngerti, mobil kamu mana? kita jalan keluar yuk" ucap Kiran"Mobil itu apa ya raden?" tanya DInda bingung"Apa sih, perlakuan Dinda sangat aneh" fikir Kiran, dan Kiran segera membuka pintu betapa kagetnya dia ternyata tidak ada rumah sama sekali kecuali rumahnya semua hanya lapang kosong."Dinda ada apa sih ini? kok gak ada tetangga lain" ucap Kiran bingung"Raden Kiran memang seluruh tanah ini kepunyaan Bapak raden Kiran yaitu tumenggung Adiputro, kenapa Raden Kiran sepertinya kaget ya?" tanya Dinda"Terus kamu siapanya aku?" tanya Kiran"Aku abdinya Raden Kiran" jawab Dinda"Abdiku, kamu kenapa sih Din, kamu kan sahabat aku" ucap Kiran"iya Raden Kiran saya juga selalu menemani Raden seperti teman, tapi tetap raden Kiran adalah tuan saya" ucap DInda sambil tersenyumDan tiba-tiba Kira mendengar suara kereta kuda yang masuk ke pekarangan rumahnya"Tumenggung sudah datang Raden, sepertinya saya harus masuk untuk menyiapkan masakan untuk Tuan" ucap Dinda sopansemakin aneh, Kiran tidak percaya dengan yang dia alami, bahkan Kiran mencoba mencubit dirinya sendiri untuk meyakinkan bahwa semuanya bukan mimpi.Seorang lelaki berkumis tebal datang dengan pakaian adat Jawa yang sangat kental"Putriku, pakaian apa yang kau kenakan itu, sangat aneh, ayo lekas ganti bajumu, Pangeran Waluyo sebentar lagi akan datang" ucap laki-laki itu"Pangeran waluyo, maksudnya?" tanya Kiran"Sudah, kamu tidak berhak menjawab aku bapakmu, cepat pergi ke kamar ganti baju" ucap TumenggungBaru saja Kiran ingin melangkah ke belakang, tiba-tiba ada seorang laki-laki muda masuk ke rumahnya"Tumenggung, aku harus membunuhmu atas perbuatanmu kepada keluargaku" dan dia mengeluarkan pisau dan menikam perut tumenggung didepan Kiran"Kenapa ini" tangan Kiran bercucuran darah dimana-manaTiba- tiba KIran merasa kepalanya berputar dia merasa ada tembakan yang mengenai dadanya, meilhat kondisi itu Dinda masuk dan teriak dan orang itu juga menembak Dinda.Semua menjadi gelap dan aku sepertinya sudah berada di alam lain."Kiran... Kiran... bangun nak" suara ibu menyadarkanku"Bu... aku sudah meninggal?" tanya Kiran"kamu ngomong apa sih nak" ucap ibu"aku tadi di tembak" kata KiranIbu pun tertawa "Kiran.. Kiran.... kamu itu tadi mengigau... dan seperti biasa kamu tetap kesiangan jadi jam weker kamu tidak ada gunanya" ucap ibu tertawa geli
HOROR BALERINA
Diaz hari ini bersiap-siap untuk menstarter mobilnya, dia sudah memakai kaus kuning dan celana kakinya."Lulu cepet dong" teriak Diaz"sabar Di" ucap Teri kakak Diaz, ibu nya Lulu, Lulu adalah gadis kecil berusia lima tahun dan hari ini adalah hari pertamanya les balerina"Mah, Om Diaz cerewet banget sih, Lulu kan lagi pakai baju" ucap lulu dengan tatapan gemasnya"Iya, biarin aja Lu, ga usah marah, Om Diaz kan dari dulu emang bawel, maafin mamah ya gak bisa anter kamu, temen mamah ada yang mu datang sudah dijalan" ucap Teri menenangkan LuluLalu Lulu pun berjalan menuju ke mobil"Mana ada balerina yang lelet kaya kamu Lu" ejek Diaz"Mamaaahhhh" teriak Lulu sambil menurunkan jendela mobil"Diaz, jangan godain Lulu terus, awas ya kalau dia nangis" ancam Teri"Iya kak, tapi susah emang Lulu nya aja yang cengeng" jawab Diaz sambil tertawa puas"Om Diaz nyebelin" kata Lulu"Tapi kan kamu tetep sayang sama Om karena Om Ganteng" Goda Diaz"Awas ya, nanti jangan godain aku kalau di tempat les" rengek Lulu"Idih geer, ngapain godain anak kecil" ucap Diaz sambil tertawaDan akhirnya mereka pun sampai di tempat Les, bangunanya kecil tetapi terlihat kokoh, bangunan tua yang klasik fikir Diaz"Halo, siapa nama kamu?" seorang gadis muda yang cantik menyambut mereka di depan pintu"Lulu tante""Dan kamu, papahnya?" tanya gadis itu kepada DiazDiaz sedikit terpana melihat wajah gadis itu sangat cantik"Hmm.. maaf saya omnya" ucap Diaz sambil memberikan tangannya ke Gadis itu"Oh.. maaf saya Riri guru Balerina disini" ucapnya "Hai Lulu mari kita masuk ke dalam kelas"Mereka mengikuti Riri ke dalam kelas, ada beberapa anak yang sudah menggunakan seragam baletnya sedang latihan didepan kaca."Hai kenalkan ini teman baru kalian namanya Lulu" ucap Riri disambut perkenalan anak-anak yang menghampiri Lulu"Baik, Om Diaz boleh duduk dan menonton dulu sebelum kita mulai latihannya ya" ucap Riri"OKe" jawab DiazDan latihan pun dimulai, tatapan Diaz selalu tertuju pada Riri, sangat cantik dan anggun dengan gaun balerinanya.Dan latihan pun selesai"Terimakasih Lulu, sampai bertemu besok lagi" ucap Riri "dan senang bertemu denganmu juga Diaz" sambil tersenyum"Iya makasih juga sudah mengajari Lulu" jawab Diaz salah tingkahSepanjang jalan Lulu memperhatikan wajah Diaz yang senyum-senyum sendiri"Om... kok om Diaz senyum sendiri" kata Lulu"guru balet kamu cantik Lu" jawab Diaz"Ih.. Om Diaz gak boleh, itu kan guru aku" jawab Lulu polosKeesokannya Diaz selalu semangat mengantar Lulu ke tempat les, dan dia sangat menantikan bertemu dengan Riri."Riri.. tunggu" sebelum pulang Diaz memberanikan diri untuk menghampiri Riri"Iya kenapa?" tanya Riri"Rumah kamu dimana?" tanya Diaz"Di Jalan Kemanggisan tidak jauh dari sini" jawab Riri"Boleh aku antar kamu?" tanya Diaz"Gak merepotkan?" Tanya Riri " Lulu tidak apa-apa Ibu bareng Lulu""Gak kok, Lulu juga senang" jawab Diaz tidak memberikan Lulu kesempatan menjawabTidak lama akhirnya sampai juga dirumah Riri, Diaz segera memarkirkan mobilnya"Ayu mampir dulu ke rumahku, ketemu mamahku dulu" ucap Riri"Tidak apa-apa memang Ri?" tanya Diaz"Gapapa mamahku pasti senang" jawab RiriLulu dan Diazpun mengikuti Riri masuk ke dalam rumahnya"mah kenalin ini murid balerinaku namanya Lulu dan ini Omnya namanya Diaz"Diaz tante" ucap nya sopan"Iya kamu ganteng nak, kamu juga cantik"ucap mamah Riri pada Lulu dan DiazTidak terasa waktu menunjukan jam 5 sore, Diaz pun pamit ke mamah Riri untuk pulangDiperjalanan Diaz sangat bahagia sekali akhirnya bisa mengantar Riri pulang, tiba - tiba saat Diaz sedang melamun, ada Bus besar didepannya dan akhirnya tabrakan itu pun terjadiEntah apa yang terjadi, kepala Diaz sangat pusing dan dia terbangun, tapi anehnya dia melihat banyak orang mengerumuninya saat dia melihat ke samping dia melihat Lulu yang sedan gterkapar penuh darah.Diaz langsung bangun dan menuju Lulu"Lu... bangun lu kamu tidak apa-apa?" tanya Diaz tanpa Diaz sadari ternyata Diaz melihat dirinya sendiri sedang terkapar tidak jauh dari Lulu dengan wajah penuh darah"Itu aku... tapi tidak mungkin" ucap Diaz tidak percayaTidak jauh dari kerumunan orang banyak Diaz melihat Riri sedang melihat mereka berdua terkapar, dan Riri segera pergi meninggalkan kerumunan tersebut."Riri..." Panggil DiazTapi Riri seolah tidak mendengar dan tetap berlari menuju mobilnya dan Diaz tetap mengikutinya sampai kerumahnya"Mamah" teriak Riri"Kenapa nak?" tanya mamah kaget"Diaz mah dan Lulu" ucap Riri"Kenapa mereka yang tadi kesini" tanya mamah"iya mah, kutukan itu terjadi lagi, seharusnya saya tidak membawa mereka ke rumah ini" ucap Riri histeris"Tidak mungkin Ri, kutukan itu tidak mungkin selamanya, mereka baik-baik saja kan?" tanya mamah"mereka meninggal mah, tabrakan tidak jauh dari rumah, dan mereka meninggal" jawab Riri histeris"Tidak mungkin Ri, oh Tuhan itu tidak mungkin" teriak Mamah"Kutukan.. kutukan apa?" tanya DiazRiri duduk di bangku sofa, "aku tidak tahu mah, aku tidak sengaja menabraknya, dia tidak terlihat lalu nenek tua itu tiba-tiba sudah didepan mobilku dan aku menabraknya, sungguh bu aku sangat ketakutan, makanya aku tidak berhenti dan terus mengendarai mobilku sampai rumah, aku tidak mau dipenjara mah, lalu dia datang dalam mimpiku dan memberiku kutukan itu, bahwa siapapun calon laki-laki yang kusukai datang kerumah pasti akan meninggal dunia, dan salahku mah, aku menyukai Diaz mah" ucap Riri sambil menangis"Sudahlah nak, itu bukan salahmu" ucap mamahnyaDiaz tidak percaya mendengar kata-kata Riri "Apa? Riri menyukaiku? gadis yang kupuja ternyata juga menyukai ku, tetapi aku terkena kutukan itu" fikir Diaz"Ri... aku juga menyukaimu" ucap Diaz sambil meneteskan airmataTiba-tiba ada seorang nenek-nenek menghampiri Diaz"Kamu harus pergi tempatmu tidak disini" ucap nenek tua itu"Kamu siapa?" tanya Diaz"Akulah nenek-nenek yang memberinya kutukan" ucap nenek tua itu"Tolong nek, hapuslah kutukan itu dan ikhlaslah, dia sudah merasa bersalah dan dia tidak sengaja untuk melakukan itu" ucap Diaz"Aku tidak suka dengan caranya yang tidak bertanggung jawab" kata nenek tua itu"Aku ikhlas nek, jika aku harus meninggalkan dunia ini, tapi tolong nek jangan beri dia penderitaan lagi" ucap Diaz tulusmelihat ketulusan Diaz nenek itu tersenyum, "ternyata kamu adalah lelaki yang tulus, aku akan mengabulkan permintaan mu tapi dengan satu syarat" ucap nenek itu"Apa syaratnya" tanya Diaz"kamu harus membawanya ke kuburanku dan meminta dia minta maaf di pusara aku" ucap nenek tua itu"Baik nek, aku akan melakukannya" ucap Diazlalu nenek tua itu tersenyum dan tiba-tiba Diaz terbangun di satu sudut kamar rumah sakit"Dokter dia sudah sadar" ucap salah satu perawatBeberapa minggu setelah sembuh, Diaz berkunjung kerumah Riri, dan betapa kaget Riri melihat Diaz sudah ada di hadapannya."Diaz" kata Riri"Iya Ri, aku sudah mengetahui semuanya, tentang kutukanmu juga" kata Diaz"Maksudmu? kamu tahu darimana?" tanya Riri bingunglalu Diaz menceritakan semuanya, Riri menangis"Iya Diaz. aku harus meminta maaf dipusaranya, aku sangat senang kamu baik-baik saja" ucap Riri tersenyum"Aku juga Ri, dan aku menyukaimu dan ingin menikahimu""Aku juga menyukaimu Diaz, dan aku mau menjadi istrimu"melihat mereka berdua, mamah menangis karena mimpi Riri sebentar lagi akan menjadi nyata
HOROR POHON BERINGIN
Wisnu hari ini sedang bermain bola ditaman depan rumah, Ida melihatnya dari jendela di dalam rumah, melihat Wisnu yang tumbuh dengan baik pada usia 5 tahun membuat Ida merasa bahagia. Ari suami Ida senang dengan anak laki - lakinya yang satu ini, karena dia selalu ceria dan banyak pola gayanya."Wisnu, papah ayu masuk dulu ke rumah ini mendung nanti takut hujan" ucap Ida melihat cuaca sudah mulai gelap"Iya mah sebentar lagi" jawab AriWisnu tidak menghiraukan panggilan Ida, dia terus menendang bola ke arah papahnya. Saat rintik hujan mulai turun, Ari langsung mengangkat Wisnu masuk kedalam rumah."Aduh kalian susah ya, dibilangin masuk dari tadi malah tidak mau, lihat kan Wisnu jadi kehujanan" ucap Ida kesal"Iya mah, maafin ya" rayu Ari"Mah, Wisnu masih mau main bola" rengek Wisnu"Nanti lagi ya dek, kalau kamu main hujan nanti kamu sakit sayang" jawab Ida menenangkan Wisnu"Tapi aku masih mau main bola" jawab Wisnu"Sudah - sudah, kita main bolanya didalam rumah saja, tapi kamu jangan kencang - kencang ya nendang bolanya" ucap Ari supaya Wisnu tidak menangisSambil melihat Ari dan Wisnu bermain, Ida menyiapkan cemilan untuk mereka berdua, baso kuah kesukaan Wisnu."Ayo berhenti dulu main bolanya, baksonya sudah matang sini" ucap Ida"Hore...." jawab Wisnu kegiranganSetelah habis memakan bakso, Wisnu nonton sebentar di depan Televisi, dan akhirnya dia tertidur pulas.Tengah malam ini, Ida terbangun dia mendengar suara merintih"Mahh.... mahhh..." rintih suaraIda terbangun, dan melihat Wisnu menggigil, dan mengigau memanggil namanya, lalu Ida menempelkan tangannya di dahi Wisnu"Ya ampun, badan kamu panas banget dek" ucap Ida kaget"Pah.. bangun pah, Wisnu sakit" ucap Ida kepada Ari"Kenapa mah?" tanya Ari"Badan Wisnu sangat panas pah, dia mengigau juga, aku takut pah, ayo cepat kita pergi ke dokter" ucap IdaLalu Ari segera bangun dan memegang dahi Wisnu, Ari pun terlihat kaget dengan suhu badan Wisnu yang demam tinggi"Ayo mah, kita siap - siap ke rumah sakit" ujar Wisnu dengan kondisi panikDan berangkatlah mereka ke Rumah Sakit, ternyata setelah diperiksa Wisnu mengalami radang pada tenggorokannya, dan Dokter memberikan obat untuk Wisnu.Pagi ini Wisnu masih naik turun demamnya, Ida terpaksa harus menemani Wisnu dikamar, kondisinya cukup lemah belum bisa keluar kamar."Mah..."rintih Wisnu"Iya dek, dedek mau makan apa?" tanya Ida"Dedek takut mah" kata Wisnu"Takut apa sayang" Tanya Ida"Sama itu mah" tunjuk Wisnu ke dinding dekat jendela pintu kamar"Memang ada apa sayang? kenapa takut?" tanya Ida"Dia mau deketin Wisnu mah, Wisnu takut mamah jangan tinggalin Wisnu ya mah" ucap WisnuIda berfikir mungkin Wisnu mengalami halusinasi karena demam tingginya, jadi Ida mengiyakan saja perkataan Wisnu"Iya sayang, mamah disini jagain kamu" ucap IdaAkhirnya Wisnu pun tertidur lelap, melihat Wisnu yang sudah pulas, Ida segera keluar kamar untuk membereskan rumah, dan tidak terasa waktu cepat berlalu sudah hampir maghrib, Ida baru saja menyelesaikan setrikaan yang menumpuk.Ida agak heran kenapa dari tadi Wisnu sepertinya belum terbangun, karena tidak ada suara ataupun rintihan yang terdengar dari kamar Wisnu.Lalu Ida pun segera melihat kondisi Wisnu di kamar dan betapa kagetnya Ida melihat Wisnu tidak ada di kasurnya."wisnu" panggil Ida dan Ida semakin panik karena tidak menemukan Wisnu dimanapun disudut rumahnya"Wisnu" Ida mulai mencari keluar rumah dan bertanya kepada beberapa tetangga apakah ada yang melihat Wisnu.Ida sudah benar - benar panik tidak ada satu orangpun yang melihat Wisnu, dan Ida mulai merasa lemas dia menelepon Ari yang sedang berada di kantor dan menceritakan kejadian hilangnya Wisnu.Sekitar satu jam, Ari datang dan dia memeluk Ida yang sudah menangis kencang ditemani ibu - ibu lain dirumahnya."Sabar ya mah" ucap Ari"Wisnu pah, aku salah, aku teledor, aku ga bisa menjaga Wisnu, dia sakit pah kasihan" jawab Ida sambil berderai airmata"Sabar mah, aku tahu ini bukan salah kamu" kata Ari menenangkan IdaPolisi pun datang malam ini, dan meminta Ida menjelaskan secara detail, kronologis kejadian Wisnu hilang, setelah itu Polisi itu terlihat mencatat."Tunggu pak" ucap Ida saat polisi itu mau pergi"Ada yang Wisnu ucapkan sebelum tidur, dia menunjuk ke dinding kamarnya dan dia bilang ada yang mau mendekatinya, tapi saya lihat tidak ada apa - apa disitu pak" ucap Ida mengingat perkataan Wisnu tadi"Aneh" kata Ari jadi Wisnu berkata seperti itu sebelum tidur, tapi kamu tidak melihat apa - apa mah?" tanya Ari bingung"Sepertinya kita harus memanggil orang pintar" ucap Ari setelah polisi meninggalkan rumah, Ari segera menelepon Bi Dedeh, kerabatnya yang memang dikenal memiliki keahlian dengan mahluk gaib.Pagi ini Bi Dedeh sudah sampai dirumah Ida dan Ari, dia sangat mengerti kondisi Ida dan Ari yang terlihat lelah dan tidak tidur."Coba perlihatkan saya kamarnya" ucap Bi DedehLalu Ari membawa Bi Dedeh ke kamar Wisnu "ini Bi" jawab AriBi Dedeh segera mengambil air wudhu, dan mengaji di kamar Wisnu, khusyu sekali, sekitar empat puluh lima menit Bi Dedeh keluar menemui Ari dan Ida"Wisnu dibawa mahluk gaib, tinggalnya dekat pohon tua daerah disini, dia menyukai Wisnu dan ingin membawa Wisnu ke alam mereka, tapi kalian beruntung karena langsung menelepon saya, kita masih bisa menemukannya" ucap Bi Dedeh"Pohon tua dekat dari sini" fikir Ari"Pohon Beringin pah" kata Ida"Pohon Beringin di taman kota mah?" tanya Ari"Iya pah, itu kan pohon tua pah, bahkan tidak dapat ditebang saat taman mau direnovasi" ucap Ida"Ayo kita kesana" ucap Ari, mengajak Ida dan Bi DedehDan mereka segera pergi kesana, dan akhirnya sampai di depan pohon beringin tuaTidak ada siapa-siapa, bahkan tidak ada seorangpun yang terlihat siang itu di taman kota iniBi Dedeh langsung mengambil air minum yang dibawanya, dan dia membacakan bacaan surat sambil, khusyu berdoa memohon kepada Tuhan untuk membantunya, lalu setelah itu dilemparkan air tadi ke batang pohon dan akarnya. sambil terus didoakan, dan tiba - tiba."Duk..." tiba - tiba terdengar suara"Wisnu" ucap Ida kaget melihat Wisnu jatuh dari atas pohon"Wisnu" ucap Ari sambil menghampiri Wisnu dan menggendongnya"Coba ceritakan Wisnu apa yang terjadi" tanya Bi Dedeh"Aku dipaksa ikut sama orang berbadan besar dan hitam, aku sudah ga mau, tapi aku digendong dan dipaksa pah untuk ikut, aku sudah lihat mamah lagi setrika, aku udah panggil tapi mamah gak denger pah" cerita Wisnu sambil menangis"Ya Allah nak, mamah tidak tahu nak" ucap Ida sambil menangis"Alhamdulillah, Wisnu sudah ketemu, kalian harus lebih sering sholat dan tingkatkan keimanan kalian supaya rumah kalian tidak dijadikan umpan bagi mereka" ucap Bi Dedeh bijaksana.Saat mereka mau meninggalkan Pohon Beringin itu, tiba-tiba ada suara"Duk...."Mereka melihat ke belakangAda gadis kecil berponi yang jatuh dari atas pohon beringin tadi
HOROR PASAR HANTU
Deby sudah bersiap siap dengan ranselnya, dia sudah tidak sabar dengan pengalaman pertamanya mendaki ke Gunung Salak dengan teman-teman dikampusnya, memang dia hanya cewek sendiri tetapi dengan empat sahabat cowoknya Ian, Beni, Iwan dan Rei pasti akan melindunginya dengan baik, kebetulan mama mengizinkan karena mama sudah mengenal teman Deby dari awal tahun kuliah pertama."Deby... Teman-teman kamu sudah datang sayang" teriak mama dari ruang tamu"iya mah, Deby turun"Saat Deby turun dia melihat teman-temannya sedang makan brownies buatan mama"bentar ya Deb, enak banget nih kue mama kamu" ucap Beni yang memiliki badan paling gendut diantara kita"iya Deb, sebentar dulu, abis ini mama kamu mau ambilin puding susu yang enak itu" timpal Ian"Dasar, ga boleh lihat makanan langsung anteng deh, cepetan jangan lama-lama aku udah ga sabar nih berpetualang" ucap Deby semangatSetelah selesai menyantap semua kue yg mama buat, mereka pamit untuk mendaki dan berangkat."hati-hati ya, cari tempat yang ramai saja, jangan ke tempat yang sepi" ucap mama yang berdiri didepan pintu pagar"iya mah.. Dadah" jawab DebyHampir dua jam perjalanan, akhirnya sampailah mereka di pintu masuk pendakian gunung salak, dan setelah itu mereka mulai berjalan."Deb, kamu bawa cukup bekal kan?" tanya Beni"Aduh Beni, naik juga belum udah mikirin makan melulu, pantasen aja perut lo gendut" jawab Deby kesal dan diikuti tawa anak-anak lainnya.Mereka terus berjalan sesuai rute pendakian yang ada didalam peta, seharusnya sekitar lima belas menit lagi mereka akan sampai ke lokasi tenda pendakian.Dan betul saja didepan mulai terlihat keramaian ada banyak tenda-tenda pendaki lain yang sudah berdiri disana."Ayu kita mulai buat tenda di sana ada lokasi yang kosong" ucap ReiMereka semua langsung menuju tempat itu dan segera membuat tenda, setelah selesai tidak terasa mulai maghrib, Deby menyiapkan makanan yang dia bawa untuk dibakar, sosis, mie rebus dan telur, dan Rei membantu Deby memasak."Deb, aku senang kamu ikut mendaki" ucap Rei manisSebenarnya Rei lah penyemangat Deby untuk ikut mendaki saat ini, Deby sudah lama mengagumi Rei, tapi belum berani untuk berterus terang"aku juga senang Rei, sangat seru" jawab Deby"udah mateng belum" rengek Beni"udah, tapi sayangnya kamu ga kebagian" canda Rei kepada Beni diikuti tawa lainnyaAkhirnya setelah makan, bermain gitar dan bernyanyi, tidak terasa sudah tengah malam, mereka pun siap siap tidur. Deby menggunakan tenda sendiri yang berwarna biru, sedangkan teman lainnya di tenda mereka masing-masing."Deb...Deby bangun" suara samar diluar tenda, Debi membuka matanya dan melihat keluar"Beni, ngapain kamu kesini?" tanya Deby"Aku kebelet pipis, anterin aku yuk" jawab Beni"kenapa mesti aku sih, kan banyak temen lainnya" jawab Deby malas sambil menguap dan mengucek matanya"yang lain ga mau bangun, aku sudah kebelet pipis nih" rengek BeniTidak tega melihat wajah Beni, akhirnya Deby mengantar Beni juga"Ben, kamu mau pipis dimana sih? Kita jalan udah mulai jauh lho dr perkemahan" ucap Deby"cari tempat pipis yang enak Deb, sabar kenapa" jawab BeniTiba-tiba Deby melihat keramaian di tengah hutan, dengan suara ramai."Deb, kita kesana yuk, kayaknya ada kampung rumah penduduk aku bisa numpang pipis disana" jawab Beni"iya, ramai bener padahal sudah malam gini"jawab DebyDan benar saja, saat mereka masuk ke tempat tersebut, ternyata banyak tukang dagang yang menjual sayur, daging dan buah juga penduduk yang sedang berbelanja."Kok aneh ya Ben, malam-malan gini ada pasar?" tanya Deby"Sepertinya ini pasar malam Deb, gapapa kan banyak barang yang kita bisa beli buat besok, aku bosan makan mie melulu sekali kali kita makan ikan, kamu bawa uang kan?" tanya BeniDeby merogoh kantung celananya "ada Ben, oiya kamu ga jadi pipis?""iya Deb, kamu tunggu disini ya, aku cari kamar mandi dulu" ucap BeniSambil menunggu Beni, Deby ke tempat salah satu pedagang yang menjual ikan."ikan yang ini berapa pak?" tanya Deby ke bapak penjual ikan"dua ratus neng sekilo" ucap bapak tua itu"dua ratus? Murah banget pasar ini" fikir Deby, dan Deby langsung memesan ikan setengah kiloDan Deby mulai ke tempat lain, harganya sangat murah, Deby membeli buah, membeli sayur, dan membeli daging juga.Sudah hampir setengah jam Debi menunggu Beni dan belum terlihat juga, tiba-tiba ada nenek-nenek tua mendekatinya."Neng, tempatmu bukan disini, kamu harus kembali" ucapnya"Maksudnya?" tanya Deby"Ikuti jalan didepan yang terang, kamu akan kembali ke dunia kamu, sekarang juga" ucap Nenek itu"tapi nek? Temanku belum kembali" ucap Deby"jangan tunggu dia, dia ingin berbuat jahat pada kamu" ucap nenek ituDan tidak lama Deby melihat Beni datang"mau apa kamu nek?" kata Beni"jangan kau ganggu dia, dunia dia berbeda" ucap nenek tua itu kepada BeniTiba-tiba wajah Beni berubah, menjadi menyeramkan, wajahnya penuh darah dan berubah besar"Kamu milikku" jawab mahluk itu dan saat mahluk itu mendekati Deby nenek tua itu menahannya, Deby lari sekencang-kencangnya dan mengikuti saran nenek itu dia berlari dijalan yang terang.Tiba-tiba Deby terjatuh dan tidak sadarkan diri, saat dia membuka matanya dia melihat sekeliling, teman-temannya sedang memanggil namanya."Deby.. Kamu sudah sadar?" ucap Rei dan Ian"aku dimana?" tanya Deby"kamu tadi hilang dari tenda Deb, dan saat kita mencari kamu, ternyata kamu pingsan ditanjakan atas sana" ucap Iwan sambil menunjuk tanjakan disana."pingsan? Aku diajak Beni untuk mengantarnya pipis" ucap Deby"pipis? Aku tidak kemana-mana, malah aku tidur dengan nyenyak di tenda" ucap Beny bingungPak Madun, penghuni yang menemukan Deby, meminta Deby menceritakan kejadian yang dia alami,dan setelah mendengar cerita Deby dia mulai menjelaskan."oh nak Deby, dibawa oleh hantu jail ke pasar hantu, disini sudah banyak yang mengalami kejadian serupa, untunglah nak Deby tidak apa-apa" ucap pak Madun"sepertinya itu sangat nyata" ucap Deby"baiklah karena nak Deby sudah sadar, dan sudah bertemu teman-teman, saya pulang dulu mungkin sebaiknya kalian segera pulang kerumah" ucap pak Madun, "oh iya tadi ada kantung milik nak Deby yang tertinggal.Deby menerima kantung yang diberikan pak Madun, dan dia melihat isi kantung itu."ini belanjaanku dari pasar semalam" ucap Deby kagetDan teman-teman melihat ke dalam isi kantung tersebut"ikan, buah,sayur dan daging masih segar dan utuh""apakah kita boleh memakannya?" tanya Beni spontansemua teman-teman mengarah kepada beni dan memelototinya.
HOROR HOTEL KENANGA
Hari ini Abigail mengambil cuti dikantornya dan dia sedang dalam perjalanan liburan ke Pantai dia berpergian hanya berdua saja dengan adiknya Andrea yang berusia 14 tahun karena minggu ini sudah masuk liburan sekolah, mereka ingin menikmati liburan kali ini ke Pelabuhan Ratu dan mereka berencana menginap disana selama beberapa hari, suasana pantai pasti bisa membuatnya lebih fresh dari rutinitas sehari - harinya dikantor.Perjalanan dari Jakarta dirasakan tidak terlalu banyak mengalami kendala, sehingga pada jam 10 pagi ini mereka sudah sampai di Pelabuhan Ratu, saat sampai dipantai suasana terasa berbeda lebih segar, dan Abigai senang melihat laut luas dengan bunyi ombak yang bersambung."Aku ganti baju pantai dulu ya kak" ucap Andrea"Iya dek, kakak tunggu disini saja ya" jawab AbigailTidak jauh dari tempat mereka duduk ada saung menjual makanan dan minuman yang masih sepi pengunjung."Bu, saya pesan es kelapa ya" ucap Abigail"Baik teh, pesan berapa?" tanya ibu penjual"Dua saja bu, terima kasih"Tidak lama Andrea datang dengan kain pantai dan baju tank topnya"Dek, kakak disini" panggil Abigail"Iya kak" sahut Andrea sambil menuju ke saung makan tersebut"Pengunjungnya masih sepi ya bu" tanya Abigail"Iya neng, dulu biasanya masa liburan sekolah gini rame terus neng, tapi sudah beberapa bulan ini sepi terus neng" keluh si ibu"Kenapa begitu bu, pantainya bagus banget kok" tanya Abigail bingung"Mungkin karena rumor yang beredar neng, katanya pantai ini seram, jadi banyak yang takut dan khawatir datang kesini neng" jawab ibu"Seram bagaimana bu? saya lihat pemandangan disini sangat indah, sayang banget kalau orang - orang tidak datang hanya karena rumor tersebut" ucap Abigail dengan gemas"Iya neng, ibu juga mengharapkan pengunjungnya banyak lagi kan biar warung ibu rame neng" jawab ibu sambil tersenyumSetelah menghabiskan es kelapa mereka, lalu Abigail dan Andrea bermain di pantai dan berjemur, tidak terasa hari sudah mulai sore, Abigail kembali ke saung si ibu, untuk memesan makanan sebelum mereka mencari penginapan."Bu, pesen mie rebus dua ya, sama teh manis hangat" Ucap Abigail"Iya neng""Bu, saya kan berencana mau mencari penginapan di sekitar sini, ibu tahu tidak ya hotel yang bagus, tapi jangan yang terlalu mahal" tanya Abigail"Banyak neng, tidak perlu khawatir, nanti neng kalau keluar dari pantai tinggal lurus saja kekanan disepanjang jalan semuanya hotel dan penginapan neng."Oh begitu bu, baik kalau gitu nanti saya kesana, besok mungkin saya kesini lagi kok bu" ucap Abigail"Wah bagus neng, ibu mah senang kalau neng masih main lagi kesini" ucap ibu polosSetelah itu Abigail dan Andrea menuju ke arah yang ibu penjual itu bilang, dan benar saja memang banyak pilihan penginapan di kanan dan kiri jalan, sepanjang itu mereka masih belum memutuskan hotel mana yang akan mereka pilih"Kak, kita sepertinya semakin jauh, kenapa tadi kakak gak berhenti aja sih pas banyak hotel" keluh Andrea"Sabar dek, kakak belum ketemu yang pas hotelnya" jawab Abigail"Tapi ini sudah malam kak, aku juga sudah ngantuk dan kita jadi jauh ke pantainya, kembali lagi saja yu kak ke jalanan yang tadi" rengek Andrea"Iya bawel, kalau sehabis ini kita lihat hotel, kakak akan berhenti dan menginap disana" janji Abigail"Baru saja Andrea berniat memutar mobilnya lagi, tiba - tiba dia melihat ada bangunan besar di kiri jalan, saat mobil Abigail mendekat ternyata itu adalah hotel, dan di atas gerbang tertulis HOTEL KENANGA.Abigail langsung masuk ke dalam hotel dan memarkirkan mobilnya."Kak kok hotelnya gelap banget" ucap Andrea"Kamu kenapa rewel banget sih dek, tadi katanya sudah capek, kakak sudah pilih hotel kenanga ini untuk tempat menginap kita dek" ucap Abigail"Iya kak, maaf" ucap AndreaMereka masuk kedalam hotel, dan hotel tersebut sangat sepi tidak ada resepsionis yang menyambut mereka didepan lobi. AKhirnya Abigail memencet tombol untuk memanggil petugasDan benar saja lima menit kemudian ada seorang wanita yang datang."Selamat Datang Ibu di Hotel Kenanga" ucap wanita itu"iya mbak, kami butuh satu kamar yang standar saja mbak" ucap Abigail langsung"oh baik bu, kamar tersedia silahkan menunggu sebentar nanti kami akan serahkan kuncinya" jawab wanita itu"maaf mbak, permalam berapa ya?" tanya Abigail"250 ribu bu" ucapnya"oh baik.. Terimakasih" lalu Abigail dan Andrea duduk dilobi yang sepi menunggu dipanggil, anehnya mereka berdua tidak melihat ada tamu yang lain dihotel tersebut dan suasana hotel sangat sepi"kak, aku merinding sepertinya hotelnya aneh" ucap Andrea"apa sih dek, jangan bikin kakak parno deh, kakak udah capek cuma mau tidur" jawab Abigail ketusTidak lama wanita itu datang menghampiri mereka dan memberikan kunci kamar"selamat menikmati malam ini" ucap wanita itu sopan"Terimakasih mbak" jawab AbigailKamar 666 berada di lantai 6, sebenernya dengan kondisi tamu yg sepi mereka tidak perlu kamar yang jauh dr lobi, tapi ya sudahlah Abigail terlalu lelah untuk protes, dan diapun membuka kamarnya dan melihat sekeliling ruangan, entahlah ada sesuatu yang aneh karena bulu kidiknya langsung berdiri.Abigail langsung menaruh koper di dalam lemari, Andrea memutuskan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Tidak berapa lama Abigail mendengar Andrea menjerit"Aaaghhhh" Andrea teriak sambil keluar pintu kamar mandi dengan handuknya"kenapa dek?" tanya Abigail"tadi saat aku melihat kaca di cermin kamar mandi kak, ada bayangan wanita dan wajahnya sangat menyeramkan" ucap Andrea dengan wajah ketakutanAbigail langsung ke kamar mandi dan memeriksa seluruh ruangan disana lalu keluar "tidak ada apa apa dek, mungkin kamu capek saja jadi kamu berfikir yang aneh - aneh" ucap Abigail"Aku yakin kak" ucap Andrea sambil memakai baju tidurnya "ada yang tidak beres dengan kamar ini" ucap andrea lagi"baik dek, kita hanya akan menginap malam ini saja besok pagi kita akan meninggalkan hotel ini lalu kita pulang kerumah ya dek" ucap Abigail"baiklah, sepertinya aku ingin segera tertidur dan banhun esok pagi" ucap AndreaDan betul saja tidk lama Andrea sudah tidur dikasurnya, Abigail masih melihat handphonenya dan melihat hasil foto tadi di pantai, tiba - tiba lampu mati dan seluruh ruangan menjadi gelapAbigail segera menyalakan senter dari handphonenya dan menelepon operator tetapi tidak ada yang mengangkat."bagaimana ini" fikir Abigail lalu dia berusaha untuk menutup matanya agar dia juga cepat tertidur seperti Andrea, tetapi tidak bisa dia sama sekali tidak mengantukTiba - tiba lampu menyala kembali, dan benar kata Andrea. Abigail melihat ada bayangan wanita di cermin kaca lemari pakaian dikamarnya.Abigail tidak dapat mengeluarkan suara karena ketakutan, dia langsung menutupi wajahnya dengan selimut dan memeluk AndreaTiba - tiba Abigail mendengar ada suara ketukan pintu di kamarnya, "oh itu pasti petigas hotel yang ingin memeriksa" dan Abigail langsung membuka pintunya, tapi...Ternyata ada seorang laki laki berkumis tebal yang mendorong Abigail masuk ke dalam kamar sambil menutup mulut Abigail dengan tangannya."diam, jangan bersuara" ucap laki laki itu"mmmmmm" Abigail berusaha memberontak dan menggigit tangan pria itu"Awww" teriak laki laki ituAndrea pun terbangun "ada apa i i kak?" tanyanya"diam kamu, kalau kamu macam macam kakak mu akan aku bunuh" ucap laki laki ituDan andrea juga abigai di dudukan dikursi dan diikat kedua tangannya"Apa maumu?" tanya Abigail"Aku ingin semua baramg berharga mu dan uangmu" kata pria tadi"bagaimana kamu bisa dengan mudah masuk ke hotel ini" tanya Abigail"hahaha karena aku lah yang memiliki hotel ini" ucap pria tadi sombong tiba - tiba lampu mati kembali suasana menjadi gelap dan laki laki itu mengambil sesuatu di dalam lemari ternyata itu adalah lilin, dan dia menyalakannyaTetapi saat lilin itu dinyalakan Abigail dan Andrea melihat bayangan wanita yang dicermin tadi yang semakin jelas ada di belakang pria itu."Pak.... itu...itu..."Teriak Andrea sambil menunjuk ke arah bayangan wanita ituSpontan Pria tadi menoleh ke belakang, dan wajah dia sangat ketakutan"Bu Dera..... ampun bu...." ucap Pria itu sambil berjongkok dan menutup matanya "Ampun bu jangan sakiti saya" dia sepertinya sangat ketakutanTapi wanita itu hanya diam dan melihat ke arah pria itu tanpa bersuaraMelihat kesempatan itu, Abigail akhirnya bisa membuka tali yang mengikat tangannya, dan melepaskan tali ikatan Andrea dan mereka berdua segera kabur dari kamar itu, dan melarikan diri keluar dari hotel itu sampai dibawah lobbi, mereka bertemu dengan resepsionis tadi."Mbak... mbak tolong.... tolong kami" teriak Abigail"Kenapa mbak?" tanya wanita itu"Ada orang jahat yang ingin mencuri di kamar kami" Teriak Andrea"Baik mbak, tenang dulu coba mbak duduk dulu dan ceritakan apa yang terjadi" ucap wanita itu"Baik, baik mbak" lalu Abigail menceritakan seluruh kejadian yang terjadi dikamar"Baik mbak berdua coba tenang dulu, saya akan menelepon polisi" ucap wanita itu dan segera pergi ke meja resepsionis dan menelepon.Sekitar 5 menit, Abigail dan Andrea diajak untuk masuk keruangan kecil oleh wanita itu dan disuruh menunggu disana sampai polisi datang, tapi tiba - tiba wanita itu mengunci ruangan tersebut."Mbak... mbak kenapa dikunci" Teriak AndreaAbigail masih terdiam dan tiba - tiba fikiran dia menjadi terang"Andrea hentikan, jangan berteriak, coba kamu fikir bagaimana pria tadi bisa masuk ke kamar kita tanpa wanita itu mengetahuinya" ucap Abigai"Jadi menurut kakak?" tanya Andrea"Mereka pasti bekerjasama" ucap Abigail gemetarTiba - tiba pintu terbuka, pria tadi dan wanita resepsionis itu masuk ke dalam ruangan"Maafkan kami, kami harus membunuh kalian, karena kalian tahu rahasia kami tenatang Ibu Dera" kata pria itu"IbuDera? kami tidak tahu apa apa kok"Ucap Abigail ketakutan"Tapi kalian sudah melilhat hantu Ibu Dera, dan kalian harus kami bunuh" ucap wanita itu"Apa yang terjadi pada Ibu Dera" ucap Andrea gemetar"Ibu Dera adalah pemilik hotel ini, karena hotel sangat sepip dia berencana memecat kami berdua, bahkan gaji dan pesangon kami tidak dia berikan, sedangkan kami saat itu membutuhkan uang untuk pernikahan kami, karena istri saya sudah hamil dan harus segera dilaksanakan" cerita pria itu"Lalu apa yang kalian perbuat kepada Ibu Dera""Kami membunuhnya dan mengambil semua hartanya termasuk hotel ini" ucap wanita itu tanpa ada perasaan bersalah"Kalian membunuhnya dimana?" Tanya Abigail"Di kamar yang kalian tiduri tadi, dan kami menguburnya didinding kamar itu juga" ucap pria tadi dengan dingin"Lalu apa yang kalian akan lakukan kepada kami" tanya AbigailSambil mendekati Abigail dan Andrea, pria itu mengeluarkan golok yang tajam "saya harus membunuh kalian malam ini juga"Tiba - tiba ada suara angin yang besar masuk kedalam ruangan, dan semua meja dan kursi di lobi berterbangan, enath apa yang membuat situasi menjadi seperti itu, tiba - tiba bayangan wanita itu muncul, semakin mendekat dan mendekatMelihat kondisi itu Pria tadi dan wanita itu sangat ketakutan dan lari keluar dari hotel tersebut, tiba - tiba kondisi ruangan kembali tenang, wanita itu hanya tersenyum dan akhirnya menghilang.Akhirnya Abigail dan Andrea selamat dan mengendarai mobilnya ke arah kantor polisi terdekat, dan sesampainya disana mereka menceritakan semua kejadian di hotel tersebut.Dan tidak memakan waktu lama untuk polisi menemukan Mang Dadang dan Teh Esih yang menjadi pelaku pembunuhan Bu Dera sang pemilik hotel, dan setelah di telusuri polisi pun menemukan mayat Bu Dera yang ada pada dinding kamar."Terimakasih ya Mbak Abigail dan Mbak Andrea sudah membantu kami mengungkap kasus ini" kata Pak Darman polisi disana"Iya pak sama - sama" ucap AbigailMereka pun kembali ke rumah dengan pengalaman yang tidak terlupakan, saat melintasi jalanan Pelabuhan Ratu, di pinggir kiri jalan mereka kembali melihat bayangan Ibu Dera yang tersenyum memandang jauh kepada mereka.
HOROR KAFE MONALISA
Hari ini hari yang penting untuk Angela, karena dia akan merayakan hari jadinya yang ke satu tahun dengan Rendi, dan Angela akan memberikan Rendi kejutan dengan makan malam yang romantis untuk mereka berdua, untuk perayaan ini Angela harus bekerja keras sendiri, karena Rendi adalah tipe cowok yang cuek, dan tidak mungkin dia ingat untuk merayakan hari aniversary mereka."Halo Dela" sapa Angela"Iya Angel" jawab Della"Della kamu punya referensi gak, buat tempat dinner yang romantis buat aniversary aku sama Rendi, malam ini, tapi jangan yang terlalu ramai dan tempatnya simple aja tapi hangat" pinta Angela"Hmmm... kamu mau yang seperti itu, tapi tempatnya agak jauh dari sekolah kita" ucap Della"Dimana Del?" tanya Angela"Di ujung kota Angel, dekat dengan sekolah Mandiri, tapi tempatnya instgramable banget deh, nanti aku kasih lihat foto - fotonya ya" ucap DelaDan Angel sibuk melihat foto yang diberikan Dela"Oiya keren banget" fikir Angela, pasti hasil foto mereka berdua akan keren banget"Nama kafenya apa Del?" tanya Angela"Kafe Monalisa" ucap DelaDan selepas pulang sekolah hari itu Dela langsung menaiki mobilnya, dan menuju ke arah Kafe Monalisa, sayang sekali Dela tidak bisa ikut karena Dela ada ujian di tempat lesnyaPerjalanan cukup jauh saat ini sudah hampir setengah jam, Angela menyetir dan masih belum sampai ke arah tujuanTiba - tiba Angela melihat didepannya ada tempat Kafe yang dia tuju Kafe Monalisa.Angela memarkirkan mobilnya dan turun untuk ke dalam Kafe tersebutSaat Angela berada di dalam Kafe ada datu pelayan wanita mendekatinya"Selamat datang di Kafe Monalis, ada yang bisa saya bantu?""Oiya, nama saya Angela, saya ingin booking tempat dinner untuk nanti malam" jawab Angela"Oh tentu saja bisa mbak Angela, Nama saya Lisa, kira - kira apa konsep yang ingin mbak Angela buat?" Tanyanya"Saya ingin yang sesimple mungkin, tetapi saya tetap ingin ada kesan romantis, ada candle light dinner, ada nuansa gelap dan banyak lampu dekorasi" ucap Angela"Oh baik saya akan catat, makanannya apa saja ya Mbak?"Sambil melihat menu Angela memilih menu untuk dipesan"Untuk pembuka saya mau Sticky Rice Mango mbak dan main course saya mau steak dan french fries dan ditutp dengan ice cream banana split dengan toping coklat ya mbak Lisa?" ucap Angela"Oke, mbak Angela semua sudah saya catat, ada lagi yang bisa saya bantu?""Oiya, kalau bisa tempatnya agak jauh dari keramaian ya mbak, saya mau agak sedikit privacy""Baik mba, akan saya persiapkan semuanya dengan baik" ucapnyaAkhirnya Angela kembali pulang dan mempersiapkan hadiah kejutannya untuk Rendi"Halo Ren, kamu dimana?""Aku lagi main Futsal sayang sama teman - teman" jawab rendi"Jangan Lupa ya, nanti malam kamu harus anterin aku kondangan" pinta Angela"Iya sayang, sabar ya, masih nanti malam kan" jawab Rendi datarDan Angela sudah sampai di pusat perbelanjaan, Angela menuju ke counter Jam Tangan favorit Rendi, dia tahu Rendi sangat menginginkan jam tangan model terbaru dan dia akan menghadiahkan jam tangan tersebut malam ini kepada Rendi, setelah itu dia segera pulang kembali ke rumah.Dan sore ini Angela sudah sibuk dikamar memilih pakaian yang akan dikenakannya, hampir sepuluh stel baju sudah di coba tapi Angela masih belum bisa menentukan yang mana yang akan dia pakai.Tidak lama Angela menelepon Rendi lagi"Halo Sayang""Iya kenapa sayang" jawab Rendi"Aku boleh tahu kamu malam ini mau pakai baju apa?" tanya Angela manja"Hmmm apa ya sayang,, paling kemeja cokelat aku aja, mau kondangan kan ya?" tanya Rendi polos"Oh okey... sampai ketemu nanti ya sayang, bye..." ucap AngelaDan akhirnya Angela mantap untuk menggunakan dress coklat yang baru dibelinya minggu yang lalu, mereka pasti akan serasi, fikir AngelaDan pada pukul 7.00 malam ini Rendi sudah sampai dirumah Angela membawa mobil VW berwarna hitam miliknya, dan Angela turun dengan dress cokelat mini yang dipakainya, dan tidak lama mereka pamitan kepada mama Angela"Wow kamu cantik banget sayang" ucap Rendi"iya kamu juga Ganteng sayang" balas Angela"Oiya lokasi undangan dimana ya?" tanya Rendi"Kamu ikuti jalan besar ini dan lurus terus lokasinya di ujung perbatasan nanti" jawab AngelaJalanan sudah sangat gelap mereka ditemani sorot lampu jalanan saja yang menerangi jalan yang mereka lewati, aneh sekali jalanan sangat lengang hari ini, tidak ada satu pun mobil yang terlihat di jalan tersebut kecuali mobil mereka saja."Sayang masih jauh ya tempatnya?" tanya Rendi dengan agak bingung"Sebentar lagi sayang" itu didepan, ada Kafe Monalisa" jawab AngelaDan akhirnya Kafe Monalisa terlihat, dan Rendi memarkirkan mobilnya, dan mereka turun berdua, suasana Kafe sangat sepi, tidak ada yang parkir mobil di Kafe tersebut kecuali mereka berdua."Kok sepi banget ya Angel, acara kondangannya?" tanya Rendi"Iya Ren, gapapa mungkin yang lain belum datang saja" Jawab AngelaDan mereka berdua masuk ke dalam Kafe, yang banyak dipenuhi lilin - lilin tanpa cahaya lampu"Selamat datang, untuk Mas Rendi dan Mbak ANgela" ucap pelayan yang tadi pagi melayani Angela"Silahkan meja kalian sudah kami siapkan, mari ikuti saya" ucapnyaAngela berfikir, keren sekali mbaknya sangat tahu yang diinginkan ANgela, bahkan hari ini mereka hanya berdua di Kafe ini.Dan di meja pojok terlihat meja yang penuh hiasan taplak warna merah dengan lilin dekorasi yang sangat menarik."Happy Anniversary sayang" ucap Angela"Maksud kamu? kita gak pergi kondangan, tapi kamu siapin ini untuk kita" jawab Rendi merasa bersalah"Iya, aku tahu kamu pasti lupa, makanya aku yang siapin semua untuk kita" ucap Angela"Sayang, maafin aku, aku benar - benar lupa. kamu kenapa gak ingetin aku""Kalau aku bilang gak akan jadi kejutan dong" ucap Angela sambil tersenyum manis"Makasih ya sayang" ucap Rendi sambil mengecup kening AngelaDan mereka menikmati makan malam itu dengan suasana sangat romantis, dan Rendi menerima dengan senang hati hadiah jam tangan yang diberikan Angela.saat mereka sudah mau pulang dan menyelesaikan transaksi di kasir, sang pelayan mendekati Angela"Maaf mbak spesial hari ini, kalian dapat bonus photo booth, silahkan ikut dengan saya ke sana" ucapnya"Wah mbak, baik banget, kita dikasih bonus sayang" ucap Angela manjaDan mereka mendapatkan dua foto untuk kenang - kenangan Anniversary mereka hari itu.Dalam perjalanan pulang, Rendi merasa ada yang aneh, kenapa tadi tidak ada orang yang terlihat sama sekali, baik pengunjung dan mobil yang parkir, apakah Kafe tersebut memang jarang dikunjungi, padahal tempat dan makanannya sangat enak menurut RendiTiba - Tiba Angela teriak"Rendiiii"Rendi samapi menginjak remnya dengan kaget"Apa sih sayang kamu kagetin aku aja" ucap Rendi"Ini lho kamu lihat deh hasil foto booth kita tadi" ucap Angela dengan ekspresi ketakutanRendi melihat hasil foto tersebut dan dia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnyaMereka berdua foto diatas kuburan dengan banyak nisan di belakang mereka, dan saat diawal sama sekali fotonya tidak terlihat seperti itu.Karena penasaran, Rendi memutar kembali mobilnya, dan menuju ke Kafe Monalisa tadiSaat sampai benar saja, ternyata tidak ada apapun disana, hanya sisa - sisa puing bekas kebakaran.Saat Rendi turun dan melihat - lihat kembali ke Kafe tersebut bersama Angela seolah mereka tidak oercaya bahwa mereka baru melewatkan hari jadi di Kafe ini tadi, tiba - tiba ada yg mencolek bahu Rendi"sedang apa kalian disini" tanya lelaki muda dengan kaus kuning dan celana cokelat"kami tadi baru dari kafe ini sekitar lima belas menit yang lalu" ucap Rendi"Maksudnya? kalian tadi ke Kafe Monalisa? itu sangat tidak mungkin karena seminggu yang lalu kafe ini terbakar bersama Lisa si pelayan yang tinggal menginap di Kafe ini karena lilin yang menyambar kain saat situasi mati lampu" ucap anak muda tadi"Anda siapa?" tanya Rendi"Saya petugas keamanan yang berjaga, dan saya baru kembali hari ini karena saya ada urusan keluarga" ucap lelaki itu "perkenalkan nama saya Tedi" ucapnya sambil memberikan tangannyaAkhirnya Angela dan Rendi menceritakan kejadian yang mereka alami dan memperlihatkan foto booth mereka kepada Tedi, dan anehnya wajah Lisa ada di pojok foto booth mereka."oh Tuhan, semoga Lisa mendapatkan ketenangan disana" ucap Tedi.Saat dalam perjalanan Angela dan Rendi hanya terdiam, mereka masih tidak percaya dengan kejadian yang mereka alami tadi."Happy Anniversary sayang" ucap Suara dibelakangdan Rendi hanya bisa menatap Angela dan Angela menatap Rendi dan mereka berdua melihat ke kaca spion....."Lisaaaaaaaaaaaa"
HOROR LORONG RUMAH SAKIT
Hari ini aku merasakan sakit di sekitar perutku, rasanya sangat sakit luar biasa, dan sepertinya aku sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang hampir membuatku pingsan, dan aku langsung maju ke depan kelas dan memberitahu Bu Dewi yang sedang mengajar di kelas, bahwa aku sangat tidak sehat hari ini."Bu Dewi, mohon maaf, perutku sangat sakit" ucapku dengan keringat yang mengalir deras"Kenapa Din? kamu terlihat sangat pucat" ucap Bu DewiDan segera Bu Dewi membawaku ke ruang UKS, dan disana aku bertemu Pak Mamat penjaga sekolah."Pak Mamat tolong antarkan Dini ke ruang UKS, dan biarkan dia istirahat disana dulu lalu saya akan menelepon orang tua Dini" ucap Bu Dewi"Baik Bu" Jawab Pak Mamat tegas"Halo dengan Ibu Mira?" ucap Bu Dewi"Iya betul" jawab Bu Mira diseberang telepon"Maaf bu, saya mau memberitahu bahwa Dini hari ini sakit disekolah, bisakah pihak keluarga ada yang menjemput Dini diruang sekolah" Ujar Bu Dewi dengan lembut"Oh, baik Bu guru, saya akan langsung ke sekolah" Ucap Bu Mira"Dini, kamu sangat pucat nak" ucap Ibu saat melihat kondisiku saat ini"Bu, aku gak kuat, perutku seperti ditusuk - tusuk mah" ucap Dini sambil menangis"Sabar ya, ibu akan membawa kamu ke rumah sakit terdekat" ucap IbuDan akhirnya aku meninggalkan sekolah, dan aku dengar ibu mulai memarkirkan mobil di duatu rumah sakit, dan disana aku lihat Rumah sakit dengan Gedung yang sangat tua, tidak jauh dari sekolah, nama rumah sakit itu Rumah Sakit Jaya Purnama.Setelah Ibu mengurus adminisitrasi Rumah sakit, ibu langsung membawa aku ke ruang UGD dan setelah aku diperiksa oleh Dokter aku dibawa dengan kursi roda ke arah lift, dan disana aku sudah tidak memiliki tenaga.Akhirnya aku masuk ke kamar perawatan intensif di lantai 3, dan aku dibaringkan di kamar yang berisi dua tempat tidur, dan hanya aku yang mengisi tempat tidur dikamar tidur itu sekarang.Ternyata setelah diperiksa sakit usus buntu, dan aku masih harus menjalani operasi di esok hari, dan ibu sama sekali tidak membawa persiapan bahwa aku harus menginap di rumah sakit."Din, Ibu sebentar pulang ke rumah ya, Ibu mau ambil baju ganti kamu dan peralatan lainnya" ucap Ibu"Iya bu" jawabkuDan akhirnya aku ditinggal sendirian di kamar ini, entah mengapa aku merasa tidak nyaman dengan rumah sakit ini.Sekitar jam 3 sore ibu sudah datang kembali ke rumah sakit, dengan tas koper besar penuh dengan baju dan makanan serta selimut, dan ibu juga membawa bantal kesayanganku, setelah melihat ada ibu, perasaanku sedikit tenang."Bu, aku baru lihat Rumah Sakit ini, padahal tiap hari aku ke sekolah aku tidak pernah lihat kalau ada rumah sakit" ucapku"Iya karena kamu tidak memperhatikan saja" jawab IbuDan akhirnya berganti malam, Ibu menelepon Bapak untuk langsung ke Rumah Sakit, tetapi Bapak hari ini ada urusan kantor yang tidak bisa di tinggal."Din, ibu khawatir Bapak tidak bisa menjaga kamu di Rumah sakit, sedangkan Andi di rumah sendirian" ucap Ibu terlihat gelisahAndi adalah adikku, dia memang masih berusia sepuluh tahun, dan sepertinya dia tidak akan bisa tanpa ibu ada di rumah"Tapi ini sudah malam bu, nanti aku bagaimana?" rengek ku"Kan ada suster Din, kamu harus berani ya kan kamu sudah besar" ucap ibu menenangkan kuAkhirnya aku ikhlaskan ibu untuk pulang"Tok... tok..." suara di depan pintuDan suster berperawakan gemuk masuk ke kamar ku, sambil membawa alat tensi dan jarum suntik"Ibu maaf besok pagi mulai puasa ya, karena sore besok Ibu harus Operasi" ucapnya"Baik sus" ucapku, dan setelah aku mendapatkan suntikan rasa sakit di perutku sedikit hilang"Oh iya, Mba gak ada yang jaga?" tanya susternya"Tidak sus, Ibu dan ayahku ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan" jawabku lemah"Oh begitu, baik kalau perlu apa - apa tinggal pencet tombolnya, aku akan datang" ucap Suster itu, ternyata suster itu cukup baik dan ramah.Aku menonton TV untuk membunuh kebosananku, dan aku hanya berbaring di tempat tidur.Tiba - tiba ak umelihat ada orang yan gmelihat ke arah kamarku dari jendela"Sus... suster" panggilkuTapi tiba - tiba pintu kamarku terbuka lebarSekali lagi aku panggil "Sus... suster"Tapi tidak ada jawaban sama sekali, Karena aku panik aku memencet tombol seperti yang di ucapkan suster tadi."Kenapa mba Dini?" saat Suster Ria menghampiriku"Tadi aku melihat ada orang dijendela sus, apakah itu suster Ria?" tanyaku"Oh bukan mbak, dari tadi saya menjaga di depan, belum sempat ke belakang ucap Suster Ria polos."Tapi tadi siapa ya sus? karena dia hanya memandang saya dari jendela, yang piket hari ini mungkin ada suster lain?" tanya Dini"Tidak mungkin mbak, karena sekarang hanya saya suster jaga disini" ucap suster Ria."Aneh" fikir Dini"ada lagi yang bisa saya bantu mbak?" tanya suster Ria"Tidak sus, terima kasih" jawabkuDan tidak lama aku mulai memejamkan mataku, aku berharap aku segera tertidur dan esok sudah pagi hari" fikirkuDan tiba - tiba aku mendengar suara itu lagi"Tok...Tok..." dan pintu terbuka lagi. akhirnya aku memberanikan diri untuk berdiri dan mendorong infus yang menempel di tubuhku, saat aku melihat keluar pintu, aku melihat lorong yang panjang bagiku untuk sampai ke petugas yang berjaga hari ini."Halooooooo..." ucapkuAku mulai berjalan di lorong itu, karena ku melihat ada bayangan orang di ujung lorong itu, tetapi dia tidak menjawab panggilanku."Suster..." panggilkuBayangan itu berjalan mendekatiku.... dan semakin dekat"Dini..." ucap bayangan itu setelah mendekat"Bapak..." jawabku lega"kamu ngapain keluar malam gini" tanya Bapak"Aku mendengar ada suara yang manggil aku pak, dan aku penasaran makanya aku keluar" jawabku"Ayu masuk lagi, Bapak bawa makanan untuk kamu" ucap BapakDan aku sangat lega ternyata malam itu ada Bapak yang menemaniku, dan sepertinya aku sangat lapar, sehingga aku memakan semua makanan yang bapak bawa apalagi nasi padang yang Bapak bawakan sangat enak sekali bumbunya dan Bapak hanya diam dan melihat aku makan.Aku tertidur sangat lelap, dan terbangun keesokan pagi, tidurku sangat lelapaku mencari Bapak, di ruangan tetapi sepertinya Bapk sedang keluar, dan aku coba untuk kekamar mandi karena aku ingin buang air kecil.saat aku keluar dari kamar mandi aku terkaget karena ternyata aku lihat ibu sedang membereskan ranjang kamarku."Ibu.... kapan datangnya?" tanyaku"Baru kok din, sebentar ibu rapihkan dulu ya ranjang kamu" jawab ibu"Ibu sudah ketemu Bapak tadi?" tanyaku"Bapak? maksudnya?" tanya Ibu"Iya semalam Bapak yang menemani Dini disini, Dini ketemu sama Bapak dilorong depan kamar dan Bapak bawakan makanan buat Dini" ucapku"Din, kamu pasti masih mimpi, ga mungkin Bapak kesini" ucap Ibu"Kok ga mungkin, bener kok bu" ucapku"Kemarin malam Bapak telepon Ibu, bilang kalau sekarang Bapak udah sampe Pekan baru untuk urusan proyek baru diperusahaannya" ucap Ibu"Tapi Bu, Bapak nemenin Dini kok" ucap aku tidak percayaDan Dini melihat diatas meja masih ada bungkusan nasi padang yang dimakan bersama Bapak kemarin."Ini Dini kalau gak Percaya, Bapak mau bicara" ucap Ibu sambil memberikan Handphonenya kepada Dini"Halo Dini, bagaimana kamu sudah baikan?" tanya Bapak"Pak. kemarin Dini ketemu Bapak di Rumah Sakit, dan Bapak kemarin temenin Dini sambil bawa makanan" ucapku"Bapak gak mungkin disana Din, orang semalem Bapak barusampe di Pekan Baru, Bapak telepon sama ibu, bilang gak bisa nengokin kamu dulu""Terus kemarin siapa yang dikamar Dini pak?" ucapku sambil menangis"Sudah jangan takut din, kamu jangan lupa berdoa, nanti Bapak suruh Ibu temenin kamu, nanti Andi biar dititip dirumah nenek dulu sampai kamu sembuh" jawab Bapak menenangkan kusaat aku berbicara dengan Bapak, aku lihat bayangan lorong itu melihat dari jendela luar ke arahku sambil tersenyum.__________________________________**********_______________________________
HOROR HALLOWEEN PARTY
Adisha hari ini sedang mencari bahan kain untuk pesanannya, Adisha bekerja menjahit dan sudah cukup terkenal dikalangan teman - teman dan lingkungan perumahannya, karena jahitan Adisha sangat halus dan rapih, dan bulan ini adalah bulan dengan banyak pesta perayaan, termasuk pesta Halloween dilingkungan kantor dan sekolah, dan banyak sekali pesanan baju haloween yang datang ke Adisha, sambil melihat - lihat toko kain di Tanah abang, Adisha melihat satu toko kecil di pojok yang lokasi tokonya hampir tidak terlihat."Pagi pak" sapa Adisha kepada bapak bapak tua dengan kacamata yang sedang duduk sambil memejamkan matanya, dan ketika mendengar suara Adisha Bapak tadi kaget dan hampir terjatuh dari tempat duduknya."Pagi dek, silahkan lihat masuk kedalam" sapa Bapak tua tadi saat melihat Adisha"Iya Pak" jawab AdishaAdisha berkeliling toko kain tersebut, dan benar sekali bahan - bahan aneh dan unik ada di Toko kain ini, contohnya kain berbulu, cocok dengan monster - monster di film Halloween, atau ada bahan kulit hitam yang unik untuk baju nenek sihir, dan masih banyak lagi bahan kain yang akan sangat spekatakuler untuk dijadikan baju halloween, akhirnya Adisha mengambil beberapa kain yang cocok untuk dijadikan kostum untuk dijahitnya, dan membawanya ke Bapak tua itu untuk dibayar."Saya beli ini ya pak, semuanya" kata Adisha"waw.. pilihan kamu sangat baik, pasti kamu akan menjahit baju - baju dengan tema unik" kata Bapak tua tadi"iya pak, banyak yang pesan buat hallowee party" kata Adisha"Iya, dan kamu tidak salah pilih dengan toko ini, semua jahitan mu akan menjadi spektakuler dan tidak akan terlupakn" ucap Bapak tadi sambil melihat ke mata Adisha dan tersenyum dengan misterius.Adisha keluar toko setelah membayar semua kain yang dipesannya, tetapi saat Adisha keluar anehnya Adisha merasa bahan yang dibelinya jadi lebih banyak dari yang dia ambil, begitu Adisha menengok ke belakang, anehnya toko Bapak tua tadi sudah tidak ada, yang ada hanya tangga di pojok gedung, tapi Adisha yakin dia hanya baru melangkah sebentar, dan toko tadi memang dipojok."Ah sudahlah" fikir Adisha karena Adisha sudah terlalu lelah kalau harus mencari lagi.Sampai dirumah, Adisha mulai taruh kain - kain di ruang jahitnya, dan dia langsung menuju kamar dan berisitirahat.Tidak lama Adisha akhirnya terbangun, karena suara adik kecilnya, Bayu membangunkannya, dan Adisha melihat Bayu mengeluarkan suara seperti monster dan mengangkat kain gorilanya. Adisha pun langsung terbangun, dan mengambil kain itu dari tangan Bayu"Bayu ini kain kakak buat pesanan jangan buat mainan" ucap Adisha kesal"Ih kakak pelit banget, Bayu kan cuma pinjem buat main monster - monsteran" jawab Bayu kesal"Sudah sana, main sendiri dikamar, kakak lagi banyak kerjaan ini" ucap Adisha kepada adik kecilnyaLalu Adisha pergi untuk cuci muka dan menuju ke ruang jahit, disana Adisha seperti mendapat energi untuk mengerjakan semua pesanannya, dan membuat kostum yang unik yang ada di kepalanya.Tanpa terasa Adisha sudah menjahit dari sore hingga malam, dan tidak terasa semua kain yang dibelinya sudah menjadi kostum yang unik dan meyeramkan.Bahkan melihat hasilnya, Adisha memeberikan nama untuk semua kostum yang dibuatnya, ada Kostum Monster Bigfoot, Monster Seadark, Monster Night Creeper, Monster Dark Vampire, Monster Creepy Witch, dan Monster lainnya.Dan Adisha segera menghubungi semua pelanggannya yang sudah memesan kostum tersebut. Sebelum tidur Adisha melihat kembali kostum tersebut, dan ada rasa kepuasan yang besar berkecamuk didadanya melihat karya - karya yang dihsailkannya, dan akhirnya Adisha tidak tahan untuk mencoba salah satu kostumm yang dia buat, yaitu Monster Creepy Witch, kostum nenek sihir berwarna hitam dengan topi hitam dan dia memakainya dan melihatnya ke cermin, dan disitu Adisha melihat Kostumnya sngat pas sekali dengan badannya.Tanpa terasa Adisha tertidur dengan menggunakan kostumnya, dan terbangun saat mendengan suara -suara disekelilingnya,"Arrggghh.....arrggghhh" suara terdengar jelas ditelinga Adisha, dan betapa kagetnya ternyata semua monster yang dijahit Adisha menjadi hidup, belum lagi saat Adisha melihat dirinya sendiri, dia sudah memiliki hidung yang panjang seperti nenek sihir sungguhan, dan itu sungguh nyata, Adisha tidak dapat melepasnya, dan sepertinya ruangan jahitnya berubah menjadi ruangan pesta monster yang besar dengan banyak lampu kelap - kelip disana."Wooow.... creepy witch..." sapa Monster Sea Dark kepadanya, dan banyak sekali monster yang menyapanya malam itu."Maaf, ini apa ya?" tanya Adisha"Kamu bercanda? kamu masa lupa, kalau ini adalah perayaan kita dimana manusia - manusia juga ikut merayakannya, ini adalah Halloween Party, dan tugas kita saat ini adalah untuk bisa ke dunia manusia dan bergabung dengan mereka, karena mereka juga menggunakan kostum seperti kita" ucap Monster Sea Dark."Maksud kamu, kostum ini sangat nyata?" tanya Adisha kembali"Iya, kita adalah monster yang keren" ucap Monster Sea Dark padanya.Adisha melihat ke sekeliling ruangan, ada Monster Big foot sedang berjoget di lantai dansa dengan Monster Nght Creeper, ada juga Monster Scary princess dengan kepala bergelantungan dan memakai baju ballerina.Adisha seperti merasa dia masuk ke dunia monster"kamu tahu Witch" sapa Dark Vampire kepadanya"Tidak, aku tidak tahu apa - apa" jawab Adisha"Sebentar lagi jumlah kita akan terus bertambah, apalai kalau kostum yang dijahit oleh manusia ini dipergunakan sampai tengah malam, maka manusia - manusia itu akan menjadi monster seperti kita" ucap Dark Vampire"Maksudmu, kostum yang tadi dijahit" tanya Adisha"iya betul sekali" jawab Dark VampireAdisha tidak tahu apa yang harus dilakukannya, sepertinya toko bapak tua tadi adalah toko kutukan yang bisa memberikan hal - hal buruk kepada orang yang memakai kostumnya."Bagaimana cara menghentikannya?" tanya Adisha"Maksudmu?" tanya Dark Vampire"Bagaimana caranya aku menghentikan semuanya, supaya manusia itu tidak menjadi monster seperti kita" tanya Adisha"Ya jangan pernah memakai kostumnya" jawab Dark Vampire singkat.Dan tiba -tiba Adisha merasa ada yang menarik tangannya untuk berdansa, "ayolah witch kita berdansa dimalam ini" dan Adisha melihat monster night creeper sedang menariknya ke lantai dansa."maaf aku tidak bisa berdansa" jawab Adisha"Tidak mungkin, kamu adalah juara setiap tahunnya" ucap nght creeper kepadanyaDan Adisha berusaha menarik tangannya dari Monster Night Creeper, dan seetlah itu Adisha segera berlari menjauh dari arena dansa tersebut, dan keluar ruangan tersebut, tiba - tiba dia kaki Adisha tersangkut batu besar dan terjatuhSampai detik itu Adisha belum sadarkan diri, sampai terdengar sayup - sayup suara memanggil nama Adisha"Adisha...adisha..." dan suara ibu akahirnya menyadarkan Adisha"Ibu" ucap Adisha"Iya nak, tadi kamu pingsan saat terjatuh didepan pintu kamar mandi, kamu harus cepat bangun, pelanggan kamu sudah banyak yang datang untuk mengambil jahitannya"Adisha mulai duduk dan terbangun dari tempat tidur dikamarnya, dan pelan - pelan mulai berjalan menuruni tangga dan melihat banyak orang yang sudah menunggu untuk mengambil kostumnya.Dan Adisha masuk ruangan jahitnya, dan dia melihat semua kostum yang diciptakannya melihat kepadanya seolah - olah kejadian tadi benar - benar nyata, dan Adisha segera menutup kembali pintu tersebut."Maaf ya semuanya, kostumnya da yang rusak sehingga tidak bisa diambil, maaf sekali lagi, mungkin untuk kostum Halloween saat ini saya tidak bisa menjahitnya" ucap Adisha"Yah mbak Adisha kok dadakan banget bilangnya, katanya sudah selesai" ucap salah satu pelanggannya"Iya sekalli lagi maaf" kata AdishaAkhirnya pelanggannya pergi dengan rasa kecewa, dan Adisha pun sangat sedih, khawatir kalau mereka tidak akan mau menjahit lagi kepadanya, tetapi saat ini Adisha tidak ingin mencelakakan mereka semua, dan itu lebih penting dari segalanya.Dan malam itu Adisha segera membakar semua kostum yang dijahitnya, "saat ini dan kedepannya aku berjanji tidak akan mau menjahit baju Halloween lagi" ucap Adisha dalam hatinya.
HOROR OJEK PENGKOLAN
Hari ini Sita buru - buru untuk berangkat ke kantor, ada presentasi penting yang harus dihadiri hari itu dikantornya"Sita, kok gak sarapan?" tanya ibu"nanti aja bu dikantor, lagi buru - buru" jawab Sita"Ya sudah hati hati ya" ucap ibu"Iya bu, berangkat ya, Assalamualaikum" sambil menutup kembali pintu rumahnyaSita menengok kanan kiri, biasanya banyak tukang ojek sekitar sini, karena Sita buru - buru akhirnya diapun berjalan ke gang depan, disana banyak tukang ojek pengkolan.Dan ternyata hari itu lumayan ramai tukang ojek yang mangkal disana"Bang ojek bang" ucap Sita"Man... man giliran lo tuh" kata Bang Pei, ojek senior disana"Iya bang" kata Rahman "Ayu Neng" kata Bang Rahman kepada Sita"Ayu Bang, kantor Rajawali di kuningan ya bang, saya buru buru nih" ucap Sita"Oh gitu neng, ya udah karena jauh pakai helm dulu neng" kata Bang RahmanKebetulan Sita lumayan akrab dengan tukang ojek disana, sehingga tukang ojek tidak akan memberi tarif tinggi kepada Sita"Neng Sita, ngapaian jam segini buru - buru ke kantor?" tanya Bang Rahman sambil membawa motornya sedikit kencang"Iya bang, saya mau ada tamu , buat presentasi" jawab Sita"Presentasi? ngapain tuh neng?" tanya bang Rahman polos"Hemm... Presentasi itu ngobrolin kerjaan bang, kalau sampai goal, saya kan dapat bunus bang" Jawab Sita sambil bercanda"Wah neng Sita mah keren, udah cantik terus pinter lagi" ucap Bang RahmanDan akhirnya kantor Sita sudah terlihat didepan matanya, Bang Rahman memang ojek yang cekatan, dia bisa membuat Sita sampai kekantor tepat pada waktunya."makasih ya bang" ucap Sita sambil memberikan uang lima puluh ribuan"Ya neng, masih pagi, abang belum ada kembalian" kata Bang Rahman"Gak Usah dikembaliin bang, nanti bang Rahman jemput aku lagi aja ya jam satu siang" kata Sita"Oh Gitu neng, oke deh, siapppp" kata Bang Rahman sambil tersenyum kepada Sita"Selamat pagi mba" sapa Pak Satpam kantor kepada Sita"Pagi juga pak" kata Sita "Pak Bowo sudah datang pak?" tanya Sita"Baru saja mbak, sebelum mba Sita datang" ujarnyaDan Sita masuk kekantornya, mengarah ke meja dan mempersiapkan segalanya untuk presentasinya nanti."Sita, kamu sudah datang?" tanya Pak Bowo dari depan pintu"Sudah pak, semua materi presentasi sudah siap pak" jawab Sita"Bagus" jawab Pak BowoDan akhirnya pertemuan hari itu berjalan dengan lancar PT. Kharisma Tiara tertarik dengan presentasi yang Sita ajukan dan Pak Bowo sangat puas dengan hasil tersebut."Pak Bowo, saya izin pulang siang ya pak" ucap Sita"Oh begitu, baiklah Sit silahkan, oh iya terima kasih ya kamu sangat baik presentasi hari ini" ucap Pak Bowo memuji.Sita pun mengarah keluar gedung, dia sudah mencoba menelepon Bang Rahman, bahwa dia menunggu ditempat tadi, tapi beberapa kali misscall tidak diangkat - angkat"Apa Bang Rahman lupa?" fikir SitaDan Sita pun mencoba sms Bang Rahman untuk mengingatkan lagiTidak berapa lama, sms Sita pun dibalas"Ya, tunggu saja" sesimple itu balasan bang Rahmandan ternyata benar saja, tidak lama dari sms tersebut Bang Rahman sudah sampai didepan Sita"Bang Rahman lupa ya?" tanya Sita "kok lama datangnya" gerutu Sita sambil cemberutBang Rahman hanya diam saja tidak menjawab apa - apa, akhirnya malah Sita yang merasa bersalah, khawatir bang Rahman tersinggung dengan perkataannya"Bang Rahman hari ini aku sukses, presentasiku berhasil" ucap Sita membuka pembicaraanTapi bang Rahman tetap diam saja"Bang Rahman kita makan yuk di depan ada Restaurant sunda, nanti bang Rahman aku traktir" ucap Sitabang Rahman juga hanya terdiam saja, dan memberhentikan motornya di depan restauran tersebutAcara makan siang itu sangat aneh, karena bang Rahman hanya diam saja, sama sekali tidak bersuara, Sita merasa sedikit aneh, tapi mungkin itu hanya perasaan Sita saja.Akhirnya Sita pun pulang dan sepanjang perjalanan mereka berdua hanya terdiam saja. Dan sampailah Sita didepan rumahnya."Makasih ya bang" ucap Sitatetapi Bang Rahman hanya diam dan pergi begitu saja"Assalamualaikum bu" Ucap Sitatetapi tidak ada jawaban dirumah, ibu tidak terlihat dan karena Sita sangat lelah jadi Sita langsung masuk kekamarnya, dan tidak terasa Sita bangun setelah sore."Sita kamu sudah pulang dari tadi" tanya ibu didepan pintu kamar"Iya bu, dari tadi sudah sampai kok" jawab Sitalalu Sita bangun dari kasur dan menuju ke ruang makan"Ibu kemana tadi, kok gak ada pas aku pulang" tanya Sita"Ibu habis melayat" jawab Ibu"Melayat? siapa yang meninggal bu?" tanya Sita"Itu lho Sit, Bang Rahman tukang ojek pengkolan didepan, tadi pagi dia kecelakaan sama mobil truk didepan jalan besar sebelum komplek sini" jawab IbuSita yang sedang menelan tempe, langsung tersedak"Bang Rahman?" tanya Sita"Iya" jawab Ibu"bang Rahman tukang ojek bu" tanya SIta lagi meyakinkan"Iya, bang Rahman siapa lagi yang jadi ojek kan cuma satu" jawab ibu sdikit kesal"Tapi gak mungkin bu" jawab Sita"Lho kok gak mungkin, gak boleh gitu Sita, itu namanya takdir apapun mungkin" jawab Ibu"Tapi bu, tadi pagi aku diantar bang Rahman kekantor dan siangnya juga aku dijemput sama bang rahman" ucap Sita bingung dan panik"Lho kok bisa, gak mungkin Sita, Bang Rahman meninggalnya jam sembilan pagi, atau mungkin dia kecelakaan setelah mengantarmu pagi tadi" jawab Ibu"Tapi siangnya aku dijemput lagi bu, malahan aku ajak dia makan di restoran dulu" ucap Sita sambil mengingat kejadian tadi siang"Tapi....""Tapi apa SIta?" tanya ibu"Tapi Bang Rahman pas siang tadi memang aneh bu, dia hanya diam saja, gak bersuara sama sekali, tapi ih,,,, ibu aku jadi takut" ucap Sita"Astagfirullah, coba kamu cepat wudhu dan sholat Sita, ibu juga jadi merinding" ucap IbuDan Sita kembali kekamar untuk sholat, sebelum sholat dia melihat kembali handphonenya, disitu dia melihat sms balasan Bang Rahman tepat pukul 2 siang tadi.____________________******************____________________________________
HOROR KEKASIH BAYANGAN
Prada hari ini sedang menuju ke sekolah, dengan motor vespa bututnya, dia menyusuri jalan kota Jakarta menuju ke sekolahnya, Prada berkhayal dengan kejombloannya yang sudah tingkat akut, dan belum pernah merasakan pacaran sekalipun, dia sangat menginginkan memiliki pacar yang cantik, dan pengertian seperti kebanyakan anak - anak lainnya.Dia berkhayal, pacarnya nanti memiliki rambut panjang, kulit putih dan hidung yang mancung dengan tubuh semampai, karena khayalannya Prada tidak menyadari kalau ada orang yang mau menyebrang jalan lewat didepannya, dan seketika itu pula khayalannya hilang dan Prada mengerem motornya dengan sekuat tenaga, tapi sayang walaupun Prada berhenti tepat pada waktunya tetapi orang yang ditabrak nya jatuh karena kaget terkena ban depan motornya.Prada langsung mematikan motornya, dan turun untuk melihat kondisi orang yang ditabraknya."Maaf, kamu tidak apa - apa" tanya PradaTernyata seorang gadis, dan gadis itu diam saja tidak berbicaraPrada membalikkan gadis yang ditabraknya ke depan, betapa kagetnya Prada ternyata wajah gadis itu sama persis seperti gadis yang dikhayalkannya"mba.. bangun mba.. "Prada menepuk - nepuk pipi gadis itudan perlahan - lahan gadis itu pun terbangun"Aduh sakit" jawab Gadis itu"Maaf ya mba, saya bener - bener gak sengaja, mba gak apa apa?" tanya Prada sekali lagi"Iya.. gak apa apa kok, cuma sedikit pusing aja" jawab Gadis itu"Mau saya bawa ke RS mba?" tanya Prada bingung"Gak Usah mas, aku baik - baik saja kok" jawab Gadis itu"Oh ya sudah, kamu mau aku antar ke rumah?" tanya Prada lagi"Jangan mas, saya harus ke sekolah, ini hari pertama saya ke sekolah" jawab Gadis itu"Oh baik, nanti saya antar, kamu sekolah dimana?" tanya Prada"SMU Insan Mandiri Mas" jawab Gadis itu"serius, itu kan sekolah saya mba, mba kelas berapa?" tanya Prada"Kelas 2 7 mas, ini hari pertama saya masuk sekolah, saya baru pindah dari Bandung" jawab Gadis itu"Oh kebetulan sekali mbak, ayu bareng saya, saya juga kelas 2 7 kita nanti akan sekelas bareng mba" ucap Prada"Oh iya... boleh mas, maaf ya aku yang ceroboh gak hati - hati" ucap gadis itu"Justru saya yang lagi bengong mba, maaf sekali lagi, oh iya nama saya Prada" sambil memberikan tangannya untuk salaman"Says Inggrid" Ucap gadis ituDan mereka menaiki motor vespa butut prada dan segera berangkat ke sekolah.Ada rasa senang melihat Inggrid, karena sepertinya bukan suatu kebetulan gadis yang diimpikannya bertemu dengannya hari ini.Saat tiba disekolah Prada mengajak Inggrid kekelasnya, beberapa teman melihat mereka berdua dengan pandangan aneh"Dasar orang sirik, gak boleh memang aku jalan sama cewek cantik kaya Inggrid" fikir pradaInggrid termasuk anak yang pemalu, seharian itu dia hanya mau menempel kepada Prada, kekantin, ke perpustakaan dia tidak mau berbaur dengan anak - anak lainnya, justru dengan sikap Inggrid yang seperti itu membuat Prada merasa dibutuhkan, dan ingin melindungi Inggrid.'Keesokannya Prada berjanji pada Inggrid akan menjemputnya ditempat kemarin mereka bertemu, dan berangkat ke sekolah bersama.hampir satu minggu Inggrid masuk disekolah, dan kedekatannya ke prada semakin bertambah, Prada merasa dia dan Inggrid seperti tidak dapat terpisahkan.Suatu Hari Prada disuruh Bu Guru, untuk ikut classmeeting setelah sekolah, Prada bagus sekali bermain bola Volli, dan Prada meminta kepada Inggrid apakah tidak keberatan menunggunya sebentar untuk ikt perlombaan.Dan Inggridpun senang menunggu Prada bermain, dia duduk sendiri dipojok lapangan sambil menunggu Prada bermain, Prada jadi bersemangat, dai melihat ke sisi Inggrid dan tersenyum, dan Inggrid balas senyum padanya, inilah rasanya punya pacar, ada yang memperhatikan fikir prada, dan Prada sudah berniat saat pulang akan menembak Inggrid untuk menjadi pacarnya.Dan setelah lomba tim sekolah mereka menjadi juaranya, Prada berganti pakaian dan menghampiri Inggrid di sisi lapangan, Inggrid memberikan minuman untuk Prada yang sangat haus selepas bertanding, dan Prada duduk disebelah Inggrid.Beberapa kali Prada melihat temannya menghampirinya dan mengajaknya pulang bareng."Iya kamu duluan aja" ucap Prada "gue lagi ada urusan"Lalu Prada melihat ke arah Inggrid"Grid, makasih ya kamu sudah mau nungguin aku, dan udah semangatin aku" ucap Prada"Sama sama Prad, aku seneng kok lihat kamu ikut lomba" jawab Inggrid"Grid, aku mau tanya sesuatu boleh nggak?" ucap Prada"Boleh kok, ada apa?" jawab Inggrid"Kamu ngerasa gak sih, kita udah deket banget akhir - akhir ini, aku seneng banget sama kebersamaan kita, kamu udah bisa buat aku nyaman" ucap Prada"Maksud kamu?" tanya Inggrid"Aku mau kita lebih dari teman" jawab Prada"Maksud kamu?" tanya Inggrid sekali lagi"Iya kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Prada"Kamu serius?" tanya Inggrid"Iya serius" jawab Prada deg degan"Aku mau kok" jawab Inggrid sambil tersenyum"Horeee.... aku gak jomblo lagi" teriak PradaTiba - tiba Bu Inge mendekati Prada"Prada bisa ikut ibu ke ruangan ibu sebentar" ucap bu Inge"Ada apa ya bu?" tanya Prada"Ibu mau bicarakan sesuatu hal kepada kamu" jawab Ibu Inge"Tapi..." belum selesai Prada berbicara"Sudah kamu ikut saja" jawab Inggrid"Serius kamu gapapa nunggu aku lagi?" tanya PradaDan Inggrid mengangguk tanda setujuLalu Prada mengikuti Bu Inge ke ruangan"Silahkan duduk Prada" ucap Bu Inge"Iya bu" jawab Prada"Kamu ada yang mau diceritakan kepada ibu" tanya Bu Inge"Tidak ada bu, saya baik baik saja" jawab Prada"Begini Prada, teman - teman kamu sudah banyak cerita sama ibu, tentang keanehan kamu, dan awalnya ibutidak menyadarinya, tapi hari ini ibu melihat langsung kamu sangat aneh" ucap Bu Inge"Aneh? kenapa saya aneh bu?" tanya Prada " Itu mah teman - teman saja yang iri sama saya bu, karena sekarang saya sudah punya pacar cantik" ucap Prada"Pacar?" tanya Bu Inge "Kamu sudah punya pacar?""Iya bu, Inggrid, anak baru di kelas, yang tadi nungguin saya dilapangan" jawab Prada sambil tersenyumBu Inge mengingat kelakuan Prada, dikelas dia sering berbicara sendirian, dan tadi dilapangan juga tidak ada siapa - siapa, tetapi memnag Prada seperti berbicara sendiri, memang ini sangat aneh"Prada, kelas kita tidak ada anak baru" jawab Bu Inge pelan"Dan tadi di lapangan tidak ada siapa - siapa kecuali kamu sendiri, justru itu yang ingin ibu biacarakan, kamu sangat aneh Prada akhir - akhir ini, kamu sering bicara sendiri, tertawa sendiri, bahkan kamu menjauhi teman - temanmu" kat a Bu Inge"Maksud Ibu, saya selalu bareng sama INggrid kok bu" ucap Prada"Inggrid? dikelas kita tidak ada yang bernama Inggrid Prada" Bu Inge sangat bingung"Iya bu Inggrid itu pacar saya anak baru disini" jawab Prada bingungBu Inge sangat khawatir, dan meminta Prada menceritakan semuanya, setelah mendengar cerita Prada, Bu Inge menelepon Orang Tua Prada dan meminta menjemputnya ke sekolah, dan menyarankan Prada dibawa kepada psikiater untuk membicarakan masalah Prada.Saat Prada ingin naik mobil bersama orang tuanya, dari kejauhan dia melihat Inggrid masih diposisi yang sama di lapangan tersenyum padanya, dan itulah terakhir Prada melihat kekasih bayangannya.
HOROR ISTANA HANTU
Hari ini aku dan sahabatku Eva sedang menunggu di stasiun, kami masih menunggu Sari dan Devi yang masih belum tampak batang hidungnya, kami berempat hari ini janjian akan travelling ke Jogja, dengan modal seadanya atau backpacker, kami sudah memesan tiket kereta api, dan juga sudah membawa ransel untuk keperluan kami disana.Namaku Ana, kami semua teman satu kelas di sekolah di SMU Kencana, dan saat ini masa liburan sekolah kami, karena kami sudah naik kekelas tiga, dan karena kami aktif diOrganisasi jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk meyakinkan orang tua kami perihal petualangan yang akan kami lakukan tanpa kehadiran orang tua.Karena ini perjalanan pertama tentu kami semua sangat antusias, apalahi Jogja terkenal dengan daerah yang seru dan ramah, terutama dengan makanan dan tempat tinggal yang tidak terlalu mahal untuk ukuran kantong kami, sehingga kami mulai merencanakan kemana saja kami akan berpetualang saat di Jogja nanti.Tentunya kami juga sudah mendapat referensi dari internet, tentang obyek - obyek wisata yang ada disana, sehingga kami tidak akan terlalu mengalami kendala yang berarti saat kami sudah sampai di tujuan.Akhirnya Sari dan Devi terlihat berlari kecil ke arah kami, sambil membawa tas ransel mereka"Maaf Ya terlambat, tadi supir angkotnya lelet banget" ucap Devi"Aduh kalian buat aku khawatir aja sih, takut ketinggalan kereta tau" jawabku"Iya iya maaf, sekali lagi" kata SariDan benar saja tidak berapa lama kereta kami sudah memasuki stasiun, dan kami langsung naik untuk meuju ke Jogja."Ih... seneng banget ya, akhirnya kita bisa jalan bareng berempat" ucapku antusias"Iya, bagaimana Sar, kamu kan bagian konsumsi, bekel makanan kita udah cukup kan" tanyaku"udah kok An, aku sudah masukin smeua di ranselku" ucap sar"Jadi nanti pas tiba di stasiun, pertama kali kita cari hostel murah dulu" ucapku"Yang Deket Malioboro ya Na, soalnya aku malam mau jalan - jalan disana, kan katanya macet kalau jauh - jauh" ucap Eva"Iya, nanti kita langsung ketujuan, kalau dari sini sih ada Pondok Kencana, tempatnya asri kalau dari foto - fotonya, dan budgetnya masuk banget, sehari hanya Rp. 50.000""Wah asyik tuh, kita akan berpetualang di Jogya teman - teman" Ucap EvaDan tibalah kami di stasiun, kami menaiki taksi yang berada disana untuk sampai ke hostel tersebutKesan pertama saat melihat Hostel Pondok Kencana, tempatnya sangat nyaman, asri karena masih banyak pepohonan dan juga lokasinya sangat strategis, bahkan kata penjaga hotel tersebut kami bisa berjalan kaki untuk sampai ke Malioboro.Kami memesan dua kamar, aku dan eva, sedangkan Sari satu kamar dengan Devi.Saat mau menaiki tangga, kami melewati area khusus dimana banyak sesajen disana dan gambar - gambar hiasan Nyi Roro Kidul"Wah pasti yang memiliki tempat ini sangat menyukai budaya dan Mitos" FikirkuSetelah beristirahat cukup lama, malam ini kami memutuskan untuk mengunjungi Malioboro terlebih dahulu, suasananya sangat hidup pada saat malam hari, dan kami semua mengikuti petunjuk jalan yang diberikan oleh Pak Yitno, penjaga Hotel.Dan benar sekali tidak sampai lima belas menit kami sudah melihat Malioboro dan keramaiannya, kemacetan terjadi sepanjang jalan karena jalan dan parkiran kendaraan yang banyak pada hari itu.Kami disana sangat menikmati foto - foto, berburu kuliner JOgja, banyak souvenir khusus dan juga atraksi - atraksi yang menarik, makanan khas Jogya dengan suasana pengamen jalanan betul - betul embawa kita seperti lagu KLA Project yang akan membuat kami kangen dengan suasana seperti ini.Dan tidak terasa dengan banyaknya kegiatan yang kami lakukan di Malioboro, ternyata waktu sudah menunjukkan jam satu malam, dan kondisi Malioboro tetap ramai"yuk pulang yuk, aku sudah ngantuk" ucap Sari"Iya, sebentar lagi, aku beli baju tidur dulu ya" jawab Eva"Dev, kamu inget kan jalan yang kita lalui tadi" Tanyaku"Hmmm kayanya deket deh na, gampang lah itu" jawab Devi sedikit sombongDan akhirnya Eva pun menemukan baju tidur yang diinginkannya, dan kami akan kembali pulang ke hostelSepertinya kami melewati jalan yang sama seperti yang kami lewati saat berangkat kesini, tapi kenapa sepertinya waktu lebih lama dan kami masih belum bisa tiba di hostelSuasana semakin gelap dan juga semakin sepi"Kok kita gak sampai - sampai sih na?" ucap Sari getir"Apa kita salah jalan ya?" tanya Eva"Aku juga gak tahu" ucapku"Tapi aku yakin ini jalan yang sama kok" kata Devi"tapi... kok jadi gelap dan sepi begini ya" ucap Devi kembaliTiba - tiba seperti ada semilir angin menerpa kami, lembut tapi membuat bulu kuduk kami merinding"Apa yang kalian lakukan disini" tanya seorang gadis berpakaian jawa kuno yang ternyata ada di belakang kami"Hmm.. maaf mba kami sepertinya tersesat, kami mau kembali ke hotel tapi kok jalannya salah ya" ucap Devi"Kalian seharusnya tidak berada disini" ucap gadis itu lagi"iya mba, bisa tolong kasih tahu hotel tempat kami" ucap sari"Ikut aku" jawab gadis itu dan dia berjalan didepan kamiakhirnya kami pun mengekornya karena tidak banyak yang dapat kami lakukan kecuali percaya kepada diaTiba - tiba kami melihat tempat yang sangat megah, seperti istana tepatnya terbuat dari emas dengan banyak lampu dan juga dekorasi yang sangat indah"Maaf, kita mau kemana ya?" tanyaku kepada gadis ituTapi dia hanya diam dan terus berjalan ke arah koridirSepanjang koridor kami hanya melihat warna emas dan hijau, semua orang yang kami temui juga memakai pakaian adat Jawa yang kental seperti prajurit.dan tibalah kami di pintu yang sangat besar dan terbuat dari emas"Masuk" jawab gadis ituDan kami pun menurutinya dengan masuk ke pintu tersebutDisana kami melihat ada singgasana yang sangat besar dengan warna emas dan hijau, ruangannya tertata apik dan juga terkesan mistis."Kami ada dimana ya?" tanyaku"Kalia telah berani untuk masuk ke dunia kami, jadi kalian harus bvertemu dengan Ratu kami, sehingga nasib kalian ada di tangan Ratu kami" ucap gadis itu"MaksudnyA?" tanyakuTiba - tiba dari sudut ruangan keluarlah wanita berparas sangat cantik dengan rambut hitam sampai ke mata kaki dan berpakaian kebangsaan jawa dengan mahkota dikepalanya"Siapa ini, Sri?" tanya wanita itu"Mereka manusia yang masuk ke dunia kita ratu" ucap gadis itu yang ternyata bernama sri"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Ratu"maaf Ratu, kami tidak bermaksud apa - apa, kami hanya mencari jalan untuk kembali pulang ke hotel tempat kami menginap" jawab eva"Kalian pasti melanggar atau berbuat hal yang salah samapi kalian terbawa ke alam kami: ucap ratu"salah?" kami semua melihat satu sama lain"Coba kalian ingat, karena selama kalian bekum bisa mengingat kesalahan kalian maka saya juga tidak bisa membantu kalian untuk kembali, dan jika sampai Fajr kalian belum bisa kembali maka kalian akan selamanya menjadi penghuni alam ini" ucap ratuUcapan Ratu membuat kami tertohok, kami memandang satu sama lain, apa yang kami lakukan sehingga kami bisa sampai disini.Walaupun ratu sangat baik dan cantik begitu juga dengan pengikutnya, tapi sepertinya aura yang menyeramkan sangat kental disini, kami pun mulai berdekatan dan mulai berdiskusi."Coba kita ingat - ingat lagi" tanyaku"Apa saja yang tadi kita lakukan?" ucap Eva"Apa kita tadi menyakiti orang atau binatang?" tanyaku"sepertinya tidak, kita makan, berbelanja, dan juga berfoto, dan ...." ucap Sari mengingat"apa karena kita foto - foto disembarang tempat, coba kita lihat lagi" ucapkudan kami melihat kamera yang kami gunakan sama sekali tidak ada tempat sakral atau tempat mistis yang kami gunakan untuk berfoto"Tidak ada yang aneh" ucapku"Lalu Eva belanja baju daster, dan...." aku berfikir sejenak"Oiya aku tahu...." ucapku"Apa... Apa" jawab teman teman"Kamu inget gak dev, tadi kan aku tanya kamu, Dev kamu inget jalan pulang kan?""iya" kata Devi"Lalu kamu inget jawaban kamu?" tanyaku"aku bilang.... gampang" dan Devi pun terkaget"Ya ampun maaf ya jawaban aku sombong ya..." kata Devi "jadi buat kita susah begini" devi mulai mengeluarkan air mata"ratu, kami sudah mengetahui kesalahan kami, maafkan kami karena sudah bersikap sombong di kampung halaman orang lain" jawabku"Untunglah kalian menyadarinya, kalian tahu sifat sombong itu adalah sifat yang dimiliki para iblis dan pasukannya, dan itu membuat manusia banyak menjadi buta dan merasa benar dengan dirinya sendiri, jangan pernah kalian ulangi lagi, banyak merendahkan diri dan selalu ingat dengan Tuhan kalian" ucap Ratu itu bijaksana"Baik ratu, mohon kemablikan kami" ucapku"Kalian silahkan ikuti Sri kembali ke jalan yang tadi kalian lewati, Sri akan mengantar kalian kesana" ucap RatuDan akhirnya kami mengikuti Sri ke tempat dimana kami bertemu tadi"Kalian jalan lurus saja, jangan pernah menengok ke belakang apapun suara yang akan kalian dengar, terus saja berjalan lurus" uacp Sri kepada kami dengan wajah tegasDan kami mengikuti ucapan SriTerdengar Petir menggelegar, suara auman binatang buas seperti ingin menerkam kami, tapi kami semua mengingat kata - kata Sri tadi kami tidak boleh melihat ke belakang dan terus berjalan lurus, dan akhirnya kami melihat lampu dan pondok yang kami inginkan"Akhirnya" Ucapku"Alhamdulillah" ucap kami serentakdan kami saling berpandangan ke arah satu sama lain"Liburan kali ini petualangan kami sangat luar biasa" ucap kami bersamaan
HOROR MANTAN PACAR
Delisa sangat gelisah hari itu, dia bersiap - siap berganti - ganti baju, bolak balik dicocokkan ke badannya, dan masih saja belum menemukan baju yang pas untuk dipakainya ke acara reuni sekolah SMAnya.Saat ini sudah hampir sepuluh tahun Delisa lulus dari SMA dan saat ini dia sudah bekerja di salah satu perusahaan Advertising di Jakarta, Delisa sangat antusias banyak sekali kenangan pada saat di SMA, terutama dengan teman yang sudah lama tidak dijumpainya.Gedung Assel, adalah gedung pertemuan acara REuni SMA Cakra angkatan 2007 dan diacara ini dibuat tema, prince and princess Reunion, jadi harus memakai baju pesta yang glamour dan yang pria memakai jas atau tuxedo, pasti acara akan sangat meriah fikir Delisa.Delisa menggunakan Taxi menuju kesana, karena beberapa temannya Angel dan Debi juga berangkat dari tempat yang berbeda jadi nanti mereka langsung janjian pada saat acara, dan saat Delisa tiba suasana sudah cukup ramai dengan banyaknya teman - teman yang sudah hadir, dan Delisa pun turun dari Taxi dan menyapa orang - orang yang ditemuinya."Hai Del, apa kabar?" ucap Rina"Hi Rin, kabar baik, kamu juga apa kabar?"sapa Delisa berbasa - basihampir beberapa wajah yang dikenalnya tapi tidak terlalu akrab disapanya dengan kalimat standar tadi, dan akhirnya dia menemukan wajah - wajah yang dicarinya."ANgel.... Debi..."teriak Delisa sari jauh"Delisaaaaaaa" ucap angel dan Debi berbarengan"Ya ampunnnnn lama banget ya kita gak ketemu, miss you" ucap Delisa sambil berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri:Delisa, apa kabar lo? gimana dah ada cowok sekarang? apa masih jomblo? " Tanya Angel nyerocos tidak berhenti"Aish... lo ya, lama ga ketemu malah ngatain gue jomblo" jawab Delisha dengan nada manja"Tau nih Angel, kaya lo punya cowok aja" ejek Debi ke AngelDan saat itu mereka bercerita banyak hal, tentang kehidupan mereka masing - masingTiba - tiba ada satu wajah yang menarik perhatian Delisa"Eh lihat deh, itu Bowo bukan sih?" tanya Delisa"Bowo siapa? Bowo mantan lo ya?" tanya ANgel"Bowo item, kok sekarang bersih" ucap Debi heran"Iya itu Bowo, sekarang udah rapih dia, kayanya udah sukses deh jadi bisa ngerawat diri" ucap Angel lagiDelisa tidak dapat berkata - kata matanya hanya tertuju pada Bowo dan mengagumi Bowo dari kejauhan, tabi tiba - tiba sosok itu mendekat."Hi Del" sapa Bowo"HI juga wo" jawab Delisa"Seneng bisa ketemu lo di acara ini" ucap Bowo dengan jas hitamnya"Eh iya, gak nyangka ya, bisa ketemu lo lagi"jawab Delisa gugup"Apa kabar? kerja dimana sekarang?" tanya Bowo mencairkan suasanaDan akhirnya mereka bertukar cerita berdua, dan sepertinya mereka larut dalam kenangan masa lalu mereka.Keesokan harinya setelah acara Delisa mulai sering komunikasi kembali dengan BowoBiar bagaimanapun rasa cinta ke Bowo masih ada, itulah yang Delisa rasakan dan sulit untuk melupakannya.Dan Bowo mulai sering main kerumah Delisa, menjemputnya atau sekedar makan siang.Satu sore saat Delisa makan dengan Bowo di sebuah Kafe, Delisa melihat ada yang aneh dengan Bowo dia seperti terlihat ketakutan."Kamu kenapa wo?" tanya Delisa"Maksudnya?" jawab Bowo"Kamu gemetaran, seperti ada yang kamu takuti" ucap Delisa"Tidak ada apa - apa" jawab Bowodan mereka tidak membahas hal itu lagi, hanya melanjutkan makan sajaSaat Bowo menurunkan Delisa dirumahnya, tiba - tiba saat Delisa dadah ke Bowo, dia melihat ada bayangan wanita dibelakang mobil Bowo dan dia melihat ke arah DelisaSeingat Delisa, tadi hanya dia dan Bowo saja berdua di mobil, wanita itu siapa? fikir Delisa, dan Delisa menjadi gemetar memikirkannya.Keesokannya Bowo datang lagi menjemputnya untuk nonton, saat di mobil Delisa menanyakan kejadian aneh tersebut ke Bowo"Kemarin aku lihat ada wanita di belakang mobil kamu" ucap Delisa"Wanita? kan kamu tahu kemarin kita hanya berdua saja" ucap Bowo."Iya, Justru itu, wanita itu jelas sekali melihat ke arah ku" ucap Delisa"Sudahlah mungkin itu hanya fikiran km saja" ucap Bowo menenangkanHari itu bioskop tidak terlalu ramai, jadi Delisa dan Bowo mendapatkan tempat yang cukup sepi di baris ketiga, dan saat film tengah berlangsung tiba - tiba Delisa melihat ke samping ke arah Bowo, dan sekali lagi Delisa melihat wanita itu ada disebelah Bowo dan mata wanita itu menatap Delisa lagi.Delisa memegang tangan Bowo pelan - pelan"Bow, coba km lihat sebelah kiri kamu deh" ucap Delisa"Kenapa?" kata Bowo sambil melihat sebelah kirinya"Tidak ada apa - apa" ucap Bowo hanya bangku kosong sajaDelisa tahu sepertinya hanya dia yang bisa melihat hantu itu, dan seakan hantu itu ingin memberitahunya sesuatu.Saat pulang Delisa melihat ke kaca spion, dan Delisa sangat kaget hantu wanita itu lagi sedang duduk dan menatapnya."Bowo, kamu kenal gak sama cewek rambut sebahu, kulitnya putih dan ada tahi lalat di matanya" tanya DelisaTiba - tiba Bowo memberhentikan mobilnya, dan melihat ke arah Delisa"Maksud kamu, kamu kenal dengan Santi?" tanya BowoDelisa kaget melihat perubahan Bowo"Apa yang kamu ketahui tentang Santi?" tanya bowo sekali lagi sambil memegang wajah Delisa dengan kasar"Aku.. aku tidak tahu, tapi wanita itulah yang mengikuti kamu terus dari kemarin" ucap Delisa ketakutan"Benarkah, omong kosong, pasti kamu tahu kalau aku sudah membunuh Santi, iya kan?" ucap Delisa"Membunuh... maksudmu.." Delisa sangat ketakutan"Iya, Santi adalah mantan aku saat SMP, kemarin aku juga bertemu dengannya di acara reuni, dan kami mulai berhubungan lagi, tetapi dia marah saat mengetahui aku sudah memiliki istri, dan dia mengancam akan memberitahu istriku apa yang terjadi, dan aku membununhnya di mobil ini, sama seperti kamu, yang terpaksa harus aku akhiri saat ini juga" ucap Bowo dengan wajah kejamnya"Istri... maksud kamu, kamu sudah beristri, lalu buat apa kamu mendekatiku Bow?" tanya Delisa sambil menangis"Ya karena aku tahu kamu masih menyimpan rasa kepadaku, dan aku tidak akan membiarkan kesempatan itu lewat begitu saja" ucap Bowo menyeringai"Bowo... tolong jangan sakiti aku, aku tidak akan marah kepadamu" ucap Delisa"Tidak bisa, kamu sudah mengetahui perbuatanku kepada Santi, aku tidak akan mau dipenjara" ucap Bowo kasar, sambil mencekik Delisa.."Arggh..." Tolong lepaskan teriak Delisa"Bowo mencekik semakin kencang"Tolong..." Teriak Delisa dan Delisa merasakan lehernya tercekik dan pernafasannya mulai sulitTiba - tiba, setir mobil bergerak sendiri, Bowo kaget dan melepaskan cekikannya kepada DelisaDisitu Delisa melihat ada kesempatan emas untuk melarikan diri, dan disana dia langsung menendang kaki Bowo, dan segera melarikan diri dari mobil nyaDelisa berlari dan akhirnya melihat ada taxi yang lewat, dan menyetopnyaBersyukur Delisa selamat dari kekejaman Bowo, sang mantan pacar. Delisa langsung menceritakan semua kejadiannya kepada orang tuanya saat sampai dirumahdan tidak lama berselang polisi segera menangkap Bowo di rumahnya, dengan barang bukti yang ada dalam kasus pembunuhan Santi.Sore itu saat Delisa nonton di depan TV, ada bunyi notif dari handphonenya"Reuni Kampus Heksa... ayu datang dan ramaikan""Reuni??" fikir Delisa
HOROR FOTO SELFIE
Amara adalah seorang gadis berusia 14 thn, kulitnya yang putih dengan rambut panjang ikal dan postur tubuh yang tinggi, memang tidak sulit membuat dia menjadi idola di sekolah, bahkan cukup banyak teman cowoknya yang naksir dengan Amara.Amara sebenarnya gadis yang supel, dia ramah kepada siapa saja, jadi tidak heran jika Amara disenangi oleh teman - temannya, bahkan dia sering masuk ke dalam majalah sekolah untuk cover dan juga prestasi sekolahnya.Saat ini Amara sedang menikmati masa ABG nya, dan salah satu hobinya adalah mengikuti semua media sosial dengan aktif, seperti facebook, instagram dan media sosial yang sedang tren saat ini, tapi semua isi dalam post sosial medianya selalu dpenuhi foto - foto selfie cantiknya, banyak komentar yang memuji dan melike fotonya.Seolah - olah Amara merasa terobsesi dengan dirinya sendiri, dia menjadi semakin narsis dari hari ke hari, bahkan dia bisa mempost 40 foto dalam sehari, dan dia selalu merasa harus memamerkan wajah cantik yang dia miliki.Tapi ada kejadian aneh hari ini Pagi itu Amara bangun, dan langsung membuka handphonenya saat masih berbaring di tempat tidur, dan ternyata sudah banyak notif yang masuk ke handphonenya."Kak Amara kok mukanya blur gitu, ga kaya biasanya cantik dan segar" salah satu komen di instagramnya"Kak Amara, salah post ya, kok foto jelek gitu" ucap satu followernya"Kak.. itu Foto kakak atau foto...... hiiiiii serem" komen yang lainnyadan semua isi komen hari itu mempertanyakan foto yang Amara pasang"Saat Amara membuka foto yang dia post, memang wajah Amara terlihat sangat mengerikan, dan sepertinya itu bukan foto yang dia upload kemarinbulu kudu Amara langsung berdiri, dia tidak percaya kalau semua orang melihat dia denagn gambar seperti itu sangat menakutkan.Amara pun langsung menghapus foto tadi, dan bergegas ke kamar mandi"Mah.. Pah... Amara terlambat ga bisa ikut sarapan" ucap Amara sambil mencium pipi mamah dan papahnya"Amara ini kamu bawa saja rotinya" ucap Mamah sambil mendekati Amara dan menyerahkan bekal rotinya.Sesampai di sekolah, Amara duduk di bangku kelasnya dan Karyn teman sebangkunya datang menghampirinya."Ra, kamu lihat komentar foto kamu semalem ga?" ucap Karyn"Iya Ryn tadi pagi aku shock lihatnya, tapi aneh ryn sebelum tidur aku sumpah ga pasang foto itu, foto nya bagus kok, kenapa tiba - tiba jadi seperti itu" ucap Amara"Serius kamu? yakin fotonya bukan foto itu" ucap Karyn bingung"Nih kalau gak percaya, kamu lihat foto yang ada di handphoneku" ucap AmaraSetelah melihat dan membandingkan dengan foto yang di instagram dan foto yang ada di handphone Amara, karyn semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi, kenapa foto Amara sangat mengerikan seperti itu"Apa ada orang iseng yang hack foto aku ya?" tanya Amara"Oh iya, bisa jadi Ra, ada yang ga suka sama kamu kali, dan pernah sakit hati sama kamu" ucap Karyn menimpali"Iya lah Ryn, paling orang iseng aja ya" ucap Amara menenangkan dirinya sendiriSiang itu seperti biasa Amara istirahat sambil main dengan handphonenya, dan dia berfoto selfie disamping koridor sekolahnya dan post..."Tiba - tiba terdengar suara notif banyak yang masuk, dan Amara segera membukanya"Kak... itu dibelakang kakak serem banget""Ya ampun ada kunti..... kunti.... hiiiii""Kayanya kamu ada yg ikutin deh mba, dr kmrn foto horor terus"Dan masih bayak lagi komen lainnyaDan Amara langsung melihat kembali foto selfienyaDan ternyata benar ada sosok wanita dibelakang Amara dengan rambut panjang terjuntai dan memakai pakaian warna putih, dan sepertinya tangannya mengangkat ke arah Amara"Karyn.... karyn.. km sudah lihat foto aku" ucap Amara"Belum ra, aku lagi kerjain PR belum sempet lihat Instagram, kenapa Ra?""Ini ryn lihat deh, serem lagi" ucap Amara terbata bataKaryn memperhatikan dengan seksama foto itu dan dia langsung melihat ke arah Amara"Ra... kayanya kamu diikutin setan deh" ucapnya getir"Ryn terus aku harus gimana? aku takut" ucap Amara"Coba Ra kamu foto sama aku sekarang terus km post" ucap KarynDan Amara melakukannya dan dipostTiba - tiba semua notif masuk dan benar sajamereka ketakutan dengan gambar ituternyata ada bayangan hitam besar dengan wajah menyeramkan seperti genderuwo ada di belakang mereka berdua"Tuh kan Ra, aku bilang juga apa kamu banyak diikutin oleh mahluk gaib": ucap Karyn ketakutan dan melihat ke belakang yang tampak kosong tidak ada apa - apaMereka berdua langsung berlari ke ruang guru dan bertemu dengan Pak Gozali, guru agama mereka"Pak Gozali, tolongin saya" kata Amara"Ada apa ra?" ucap Pak Guru"Saya diikutin mahluk gaib pak, foto - foto saya selalu ada penampakan mereka" ucap AMara sambil memperlihatkan foto - foto instagramnya"Astagfirullah" ucap Pak Gozali saat melihat foto - foto ituLalu Pak Gozali membacakan ayat - ayat Al quran, sambil menyuruh Amara untuk pergi wudhu"Kamu sholat kan Ra?" tanya Pak Gozali"Jarang pak, malah hampir tidak pernah pak" ucap Amara"Sekarang, kamu harus rajin wudhu baca surat dan sholat, itu cara menjauhkan mahluk ini dari kamu, karena mereka tahu kamu lemah" ucap Pak Gozali "belum lagi hobi kamu foto selfie, ini juga tidak baik rasa suka yang berlebihan terhadap diri sendir bisa menjadikan kita orang yang sombong" kata Pak Gozali"kalaupun ingin berbagi moment sewajarnya saja" ucap Pak Gozali bijaksana"Iya Pak, Insyaallah saya mau berubah, saya juga tidak mau mereka mengganggu saya terus" ucap AmaraDan setelah sholat Amara dan Karyn merasa lebih tenang.Pulang sekolah hari itu, Amara ingin sekali memposting dirinya yang sedang di halte menunggu bus, tapi dia ingat kata pak Gozali dan mengurungkan niatnya."Aku ga boleh narsis lagi" ungkap Amara dalam hatinya.
HOROR FANS PSIKOPAT
Hari ini hari yang membahagiakan bagi Wilda, karena dia baru saja diterima di pabrik tekstil daerah Tangerang, maklum saja Wilda baru lulus SMA beberapa hari yang lalu dan tidak seperti teman - temannya Wilda sudah dipanggil di pabrik yang cukup jauh dari rumahnya di Bogor, dan saat ini keluarga Wilda sangat bergantung kepadanya untuk dapat membantu biaya sekolah adik - adiknya.Wilda mulai menepati kost - kostannya yang tidak terlalu jauh dari lokasi kerjanya, dan saat ini dia sudah mendapatkan teman baru bernama Rani, dan Rani juga kost di tempat yang sama."Wilda, gimana kamu betah ga kerja di pabrik?""Lumayan Ran, Alhamdulillah bisa bantu orang tua""Kamu tahu gak, kamu dapet salam dari Adam, anak operasional yang di bagian depan" kata Rani"Adam? aku gak kenal Ran, waalaikumsalam deh Ran" jawab Wilda sambil TersenyumDan benar saja keesokan harinya Rani mengenalkan Wilda pada Adam"hai namaku Adam""Iya saya wilda"Adam suka Wilda sejak pertama kali melihatnya, kulit wilda yang putih dengan wajah polos khas Sundanya membuat parasnya sangat mudah membuat lelaki jatuh cintaDan Adam memulainya disaat yang tepat, Wilda pun menyambut cinta AdamSudah hampir berjalan enam bulan Wilda berpacaran dengan Adam, tidak ada masalah yang terlalu berarti, Adam sangat membantunya di perantauan, Adam suka mentraktir makan, Adam juga suka antar jemput Wilda pulang membuat Wilda merasa ada orang yang mengasihinya walaupun jauh dari kedua orang tuanya.Cerita cinta Adam dan Wilda akhirnya harus sampai dititik ini, dimana Adam diterima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dari pabrik tempat dia bekerja, dengan prestasinya Adam dipromosikan untuk ke Jepang selam enam bulan ke depan.wilda sangat sedih, tapi dia harus mengikhlaskan Adam karena jika Adam sukses maka itu semua juga demi Wilda, dan Adam terus meyakinkan wilda bahwa hanya dia yang ada dihatinya.Dan akhirnya Adam pun berangkat, dan sekarang wilda merasa sendiri di kostannya, bahkan semangat bekerja pun menurun tanpa kehadiran Adam, tiba - tiba saat pulang ada yang menghampirinya seorang laki - laki remaja"Hai, boleh kenalan gak?" ucapnya sambil mengikuti langkah wilda"Maaf, saya duluan" ucap Wilda sambil mempercepat langkah kakinya"Huh, sok kecakepan, sombong... belagu banget masih buruh pabrik aja" ucap laki - laki ituEntah kenapa sejak kejadian hari itu, Wilda merasa hari - hari dia ada yang mengikutinya, tapi setiap Wilda menengok ke belakang tidak ada siapa - siapa."Ran aku boleh cerita gak?" ucap Wilda"Kenapa Wil?""Akhir - akhir ini aku merasa ada yang mengikuti aku, terakhir sih ada cowok yang mengajak kenalan, tapi aku menolaknya didekat tempat kost kita Ran" ucap Wilda"Ciri - cirinya seperti apa Wil?""Masih muda sepertinya lebih muda dari kita, kulitnya coklat, rambutunya gondrong sebahu dan tato sebelah tangannya ada gambar tengkoralnya Ran""Oh aku kenal Wil, itu namanya Tito, dia supir angkot yang mengontrak di depan tempat kost kita, dia memang agak aneh Wil, kadang dia seperti suka memperhatikan tempat kost kita dari jauh, kadang saat aku lihat lagi dia bals melihatku dengan tajam" ucap RaniWilda merasa was - was dengan cerita Rani, karena sepertinya Tito bukan orang yang ramah, dan cenderung anehHari itu hujan, Wilda turun dari angkot dan jalan ke kostannya dengan tergesa - gesa dan dia merasa tangannya ditarik seseorang, saat dia melihatnya dia melihat Tito menarik tangannya dengan membawa payung.Seketika itu juga Wilda langsung melepaskan tangannya dan berlari ke kostannya tanpa menghiraukan Titodan dia mendengar Tito mengomel dari kejauhan"Sok Cantik lo" ucap Titosaat sampai dikamar Degup jantung Wilda berdetak sangat kencang, dan dai mengintip sedikit dari jendela, dan dia melihat Tito masih melihat ke arah kamar kostnyaEsok paginya Wilda pun menceritakan kejadian itu pada Rani"Ya ampun, dasa Tito brengsek, apa yang ingin dia lakukan sama kamu Wil" ucap Rani marah"Apa kita harus lapor ke pemilik kostan ya Ran?" tanya wilda"Gak bisa Wil, mereka lagi pergi haji selama sebulan gak ada orang dirumahnya" ucap RaniHari itu Wilda bengong saja di angkutan umum, ketakutan Wilda tambah besar setiap kali dia sudah mau sampai di kostan, Rani hari ini lembur, jadi dia tidak akan pulang ke kostannya, tambah takut lagi Wilda dibuatnya.Malam itu Wilda tidur larut karena terus memikirkan Tito, seakan matanya tidak dapat terpejam, begitu Wilda baru saja mulai dapat tertidur lelap, Wilda mendengar ada suara pintu yang terbuka,"kreeekkkkk""Siapa itu?" tanya Wildalalu Wilda mendengar langkah kaki orang memasuki kamar kostannya"Siapa?" tany a wilda sambil bangun dari kasurnyadan tiba - tiba Wilda melihat orang memakai topeng ada dihadapannya.."Kamu siapa? kamu mau apa" Tanya Wilda bersiap - siap untuk berteriaktetai orang tersebut sangat kuat dan memegang tubuhnya dan mendekap mulut Wildadan Wilda hampir lemah tidak berdaya"Kamu pasti Tito" ucap Wilda"Aku adalah penggemar berat kamu, aku itu selalu cemburu setiap kali kamu berjalan bersama Adam, kamu tidak boleh dimiliki oleh prang lain kamu hanya boleh dimiliki oleh aku" ucap pria itu"Tolong jangan sakiti aku" ucap WildaTiba - tiba pria itu mendorong wilda kekasurnya"malam ini kamu akan sepenuhnya jadi milik aku" ucap pria itu"Tolong..." teriak wilda"Tolong... tolong..." wilda berteriak sekencang - kencangnya tapi Wilda akhirnya sadar bahwa tidak akan ada orang yang mendengarnya.Tiba tiba saat pria itu mendekat dan melepaskan celananya dan menuju ke arah Wilda, tiba tiba ada suara"Plak.."Pria itu terjatuh seketikadan disitulah Wilda melihat...."Tito..." ucap Wilda kaget"Maaf ya wil, aku langsung masuk kamar kamu aku denger suara kamu teriak minta tolong tadi" ucap TitoSeketika itu Wilda langsung memeluk Tito"maaf ya Tito, saya sudah jahat berfikir jelek sama kamu" ucap WildaJadi kalau ini bukan kamu, ini siapa?" tanya Wilda"jadi kamu mikir aku mau jahatin kamu?" tanya Tito bingung"memang sih saya suka sama kamu, tapi saya tahu diri, saya cuma mau jadi temen kamu, tapi kamu sombong banget" kata Tito sambil mencoba melepaskan topeng pria tadi"Pak Soman" ucap Wilda kaget"Siapa dia?" tanya Tito"Pak Soman, security pabrik aku To" dan Wilda pun mengingat bahwa selama ini ternyata pak Soman yang mengikuti dia, terkadang wajah pak Soman sedang pura - pura melengos ataupun sedang berteduh dimanaBayangan itu membuat bulu kuduk Wilda berdiri, hampir saja malam ini dia di perkosa oleh pak Soman, dan Tito yang selama ini Wilda fikir akan menjahatinya ternyata malah orang yang menolong Wilda.Hari itu juga Pak Soman di bawa ke kantor polisi dan diamankan, keesokan harinya Adam datang ke kostan dengan keluarga Wilda begitu mendengar apa yang menimpa Wilda, semua mengucapkan terimakasih pada Tito karena sudah menjadi pahlawan hari itu.Ternyata informasi dari polisi dalam penyelidikan Pak Soman memang seorang pembunuh berdarah dingin, dan dia sudah membunuh beberapa karyawati pabrik yang disukainya, dan menguburkan mayat korbannya di tanah kosong dekat pabrik, dan biasanya karyawati yang hilang itu akan dibuat seolah - olah pulang kampung dan tidak bekerja di pabrik lagi.'Setelah dibongkar tanah kubur korban, sudah banyak yang tinggal tulang belulang dan diindikasi sudah meninggal lama, mungkin Pak Soman melakukan pembunuhan itu sudah semenjak usia muda, ungkap pak Polisi.Wilda sangat bersyukur karena dia terselamatkan dari kejadian itu.
DI RUMAH SAKIT
"Feb..." panggil Risa"Iya Ris" jawab Febi"Kok muka lo pucat, lo gapapa kan? kita kan harus tanding basket jam 10 nanti" ucap Risa"iya Ris, gw siap kok, gapapa cuma agak lemes aja"Lalu mereka berdua siap - siap ke lapangan karena upacara baru saja akan dimulaiTeeettttt... bel tanda lomba basket sudah dimulai, dan Febi harus bersiap - siap ganti kaus dan masuk ke lapanganDan giliran tim Febi pun dimulai, semua masuk ke lapangan, dan permainan juga terlihat seru, karena kedua tim sama kuatnyasorak dan sorai para pendukung tim pun, tidak kalah semangat dan seru, tiba - tiba bola dioper ke tangan Feb, tetapi tiba - tiba Febi merasa pusing, dia melihat semua orang terlihat buram dan tidak jelas, dan sepertinya semua berputar, dan akhirnya.... Brakkkkkk... Febi pun terkapar tidak berdaya dan pingsanBunyi sirene ambulan samar terdengar, mata Febi pun pelan - pelan terbuka.."Aku dimana?" tanya Febi saat melihat Risa"Kita mau ke rumah sakit Feb, kamu pingsan, ini aku sama Pak Gino mau mengantar kamu ke RS Intan tidak jauh dari sekolah ini Feb" ucap Risa"Iya Feb, kamu harus istirahat, kamu pingsan agak lama" Ucap Pak Gino menimpali"Mama dan Papaku tahu aku sakit Ris?" tanya FebiSudah kami telepon, justru mama mu yang minta tolong kamu segera dibawa ke RS" jawab Risa "Nanti mereka akan menunggu kamu disana"Tiba - tiba supir ambulan pun memberhentikan mobilnya, dan pintu terbuka Febi melihat beberapa suster sudah menyambutnya dan membawakan kursi roda, dari kejauhan Febi melihat mama sedang mengurus di meja administrasi, dan Papa sedang mendekati ke arah Febi"Feb, kamu tidak apa - apa nak?" tanya papa "papa sangat khawatir"Tidak apa - apa kok pah, cuma sedikit pusing, sepertinya badanku sangat lemasMama pun ternyata sudah didepan Febi"Aduh Febi mama khawatir banget, mama takut kamu kenapa -kenapa" ucap Mama dengan nada khawatir "Terimakasih banyak ya Pak Guru dan Risa sudah mau mengantar Febi ke RS"Sama - sama bu" ucap Pak GinoAkhirnya setelah diperiksa dokter, Febi diputuskan harus di rawat Inap dulu di Rumah sakit, karena tekanan darah Febi yang Rendah dan masih harus dilakukan pemeriksaan dengan hasil lab yang harus ditunggu"Kira - kira jam setengah lima sore, Febi akhirnya mendapatkan kamar, karena Asuransi Papa menjamin Febi mendapat kamar di kelas satu maka pihak perawat pun mengantar Febi ke kamar.Dikamar Febi melihat ada dua ranjang yang kosong, dan Febi memilih kamar yangdipojok dekat kamar mandi, supaya jika dia ingin kekamar kecil, dia tidak harus berjalan jauhHari pertama dan hari kedua mama dan papa setia menemani Febi, tapi sayangnya di hari ketiga ini Papa harus mulai bekerja lagi, dan kebetulan karena pekerjaan yang menumpuk kemarin, papa harus lembur dikantor dan tidak bisa menemani Febi di RSBegitupun Mama, karena sudah hampir tiga hari di RS, maka stok baju yang mama bawa mulai kehabisan, maka mama izin sebentar kepada perawat untuk pulang ke rumah mengambil pakaian dan juga keperluan lainnya untuk Febi di RSSuasana di kamar cukup sepi, sampai Febi mendengar suara derit roda masuk kekamarnya dan suara - suara mengantar seseorang di kamar tersebutKarena tirai yang tertutup, Febi tidak bisa melihat ke arah sebelahnya, tetapi Febi bersyukur setidaknya Febi tidak sendirian.Akhirnya suara roda kembali terdengar pergi dan suasana sepi kembali"Hi... namaku Dita, aku baru masuk hari ini" suara terdengar dari sebelah ranjang Febi"Hi juga" jawab Febi "iya aku senang kok kamu disini, setidaknya aku tidak sendirian" jawab Febi"Kamu sudah lama disini?""Sudah hampir tiga hari, dan itu terasa membosankan" jawab Febi"Kamu sakit apa?" tanyanya"Sakit Darah rendah, tapi aku harus menunggu hasil lab, masih belum jelas jenis penyakitku" ucap febi "Kamu sendiri kenapa?" tanya Febi"Aku juga tidak tahu, tetapi aku merasa aku sangat pucat" jawab Dita"Sama dong, aku juga, mungkin kita kekurangan darah jadi terlihat pucat" ucap Febi"Iya, aku mungkin juga tidak punya darah" jawab Dita sambil tertawaFebi pun ikut tertawa "kamu lucu Dit, sakit saja masih bisa melucu" jawab febi""Tidak usah terlalu difikirkan, lebih baik kita saling mengenal satu sama lain saja" ucap Dita"Iya Dit anggap saja kita lagi istirahat, malah enak ga usah sekolah" jawab Febi "kamu sekolah dimana Dit?""Aku sudah lulus sekolah Feb""Keluarga kamu tidak ada yang menunggu Dit?" tanya Febi"Tidak" jawab Dita "mereka semua sedang sibuk""Oiya..... hari ini juga aku sendiri" jawab Febidan tidak terasa tiga jam lebih Febi berbicara dengan Dita, dan tiba - tiba suara pintu terbuka"Maaf ya feb, mama agak lama, tadi jalanan macet" ucap Mama yang baru tiba di kamar"gapapa kok ma, aku juga ga sendirian kok, kan aku sudah ada teman sekamar namanya Dita dan baru masuk hari ini, dia ada di ranjang sebelah" jawab Febi sambil menerima makanan yang mama bawa dari supermarket"Teman? sebelah? mama masuk sepi kok, disebelah kamu ranjangnya masih kosong" ucap mama bingung"Apa???? mama pasti bercanda, coba mah buka gordennya, aku mau lihatDan mama membuka gordennya, dan Febi melihat ranjang itu memang kosong dan dalam kondisi sangat rapih, belum ada yang mengisi ranjang itu"Tapi mah,,, tadi aku berbicara dengan dia namanya Dita, dan kalau ranjang ini kosong berarti aku tadi berbicara dengan siapa????" tanya Febi bingungDan dalam kondisi takut dan panik mama meminta perawat untuk datang, dan menceritakan kejadian yang dialamai Febi, dan mama meminta Febi untuk pindah ke ruang lainnya.Akhirnya Rumah sakit pun menuruti keinginan Mama dan mencarikan kamar baru untuk Febi, saat masuk kekamar baru, Febi mendengar perawat berbicara sambil berbisik kepada perawat lainnya"Iya, Dita yang kemarin meninggal di ruang itu, sepertinya arwahnya masih gentayangan karena tadi pasien kamar tersebut minta pindah kekamar lain dan membuat pasien tersebut ketakutanTernyata Dita sudah meninggal fikir Febi, untung dia sudah minta tukar kamar baru"Feb mama lapar, mama mau cari makan sebentar ya kekantin" ucap Mama"iya ma, gapapa, jangan lama - lama ya" jawab FebiDan suasana kembali sepi, Febi pun melanjutkan membaca buku yang sedang dibacanya"Hai, namaku DIta" terdengar suara dari ranjang sebelahTiba - tiba sekujur bulu kudu Febi berdiri"MAMAAAAAAAAAA"
SAAT KETIDURAN
Pagi ini Sheryl kesiangan lagi bangunnya, karena kebiasaan Sheryl yang sering tidur kemalaman akibat nonton drama korea yang dia sukai setiap hari, bahkan mamah sudah sangat bosan mengingatkan Sheryl akan kebiasaannya, tetap saja Sheryl tidak mendengarnya.Akhirnya seperti biasa, Sheryl dihukum lagi oleh pak Adam, guru piket hari ini, Sheryl disuruh lari keliling lapangan selama 10 putaran, kadang pak Adam juga merasa lelah sepertinya Sheryl tidak akan kapok dengan hukuman ini."Sher kamu terlambat lagi?" tanya Mona teman Sheryl di kelas sebelah"Iya Mon, tadi aku kesiangan lagi bangunnya" jawab Sheryl"Kenapa sih, kamu masih saja nonton film drama koreanya sampai selesai" Ujar Mona"Bagaimana ya Mon, abis ceritanya seru, kalau nontonnya setengah - setengah itu gak enak" ucap Sherly masih keras kepala dengan kebiasaannya.Sore ini, Sheryl pulang ke rumah dengan sangat lelah, Sheryl pun masuk langsung ke kamarnya."Sheryl, kamu sudah pulang" tanya Mama"Sudah mah..." jawab Sheryl sambil teriak dari kamarnya"Mandi dulu Sher, jangan langsung tidur, sebentar lagi maghrib" Ujar Mama ke Sheryl"Iya ma....." jawab Sheryl singkatTidak lama Sheryl langsung berbaring di kasur, sambil mendengarkan lagu dari handphonenya, tidak lama matanya pun terlelap dan langsung tertidur pulas.Suara lolongan anjing membangunkan Sheryl,"Auuuuuuuuuuuu..... Auuuuuuuuuuuu...." beberapa kali...Sheryl berfikir aneh, biasanya tidak pernah ada suara lolongan Anjing yang terdengar dari rumahnya.Sheryl membuka matanya, dia melihat jendela kamarnya ternyata sudah gelap gulita, bahkan mama tidak menyalakan lampu kamarnya.Lalu Sheryl pun bergegas menutup jendela kamarnya"Sreeekkkk....... sreeeeek....." sepertinya dia mendengar suara dari semak - semak, tetapi dia tidak melihat ada yang aneh dengan taman di depan rumahnya.Perutnya Sheryl keroncongan, akhirnya Sheryl memutuskan untuk keluar dari kamarnya"Mah.... Sheryl lapar, mamah dimana?" teriak sheryl sambil sesekali menengok ke kanan dan kiri untuk mencari mamahnya, tapi suara mamah tidak menjawab sama sekali."Mah.... " teriak Sheryl lagi, lalu karena kelaparan Sheryl langsung menuju meja makan, dia melihat didalam penutup saji sudah banyak makanan yang tersedia, dan semuanya menggiurkan, Sheryl langsung melahap dan menghabiskannya...Tiba - tiba Sheryl mendengar suara pintu depan terbuka,"kreeekkk....."Sheryl pun langsung berjalan menuju pintu, karena dia berfikir pasti mamahnya sudah pulang ke rumah, tetapi saat melihat ke arah pintu, wajah Sheryl sangat ketakutan, dia mengumpet dibalik tembok ruang tamu.Ada dua orang dengan wajah menyeramkan, masuk kedalam rumah, mereka berbicara satu dengan yang lain, dan wajah mereka hancur berantakan, mereka seperti... seperti.... setannnnnTubuh sheryl menggigil, saat ini orang - oran tersebut mendekat ke arah Sheryl, dan pasti mereka tahu dan degup jantung Sheryl berdegup sangat kencang.Wushhh..... ternyata badan mereka menembus tubuh Sheryl yang saat ini mengambil posisi didepan mereka, sepertinya mereka tidak dapat melihat Sheryl.mereka memiliki rambut panjang, wajah berantakan dengan bola mata keluar, bibir hanya terlihat tulang dan daging pada wajah mereka tersayat - sayat, mereka sungguh mahluk yang menyeramkan.Mereka langsung menuju meja makan, dan tetap saling berbicara, mungkin mereka mengira ada sesuatu yang aneh, karena piring di meja sudah berantakan, salah satu mahluk tersebut memanggil dan berteriak, tidak lama ada mahluk yang lebih kecil turun dengan penampilan hampir sama dengan wajah mereka, dan sepertinya dia dimarahi karena difikirnya dialah yang menghabiskan makanan di meja tersebut.Sherly berusaha lari, dia keluar dari rumah tersebut, tapi saat Sheryl berada di jalan, rumah itu adalah rumahnya, dimana mamahnya? dimana papah? kenapa mereka tinggal di rumah Sheryl, apakah mereka membunuh orang tuanya sheryl, fikiran Sheryl campur aduk, dan akhirnya Sheryl menuju rumah sahabatnya Mila diujung jalan, saat Sheryl melihat kedalam jendela ternyata Mila juga tidak berada di rumahnya, yang Sheryl lihat adalah mahluk hitam dan tinggi besar sedang berbicara dengan mahluk hitam lainnya."Ya Allah, kenapa saya ada disini?" fikir SherylSeketika itu juga Sheryl membacakan ayat - ayat suci dan istigfar"Sher.... sher..." panggil mama"Istigfar Sher" suara mama sayup sayup terdengarSheryl pun berusaha membuka matanya perlahan - lahan karena terasa sangat berat"Mamah... tolong Sherly mah" ucap Sheryl gemetar"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak, mamah sangat khawatir" ucap mama dengan nada lemas"Ada apa mah, kok badan Sheryl lemes sekali" jawab Sheryl"Kamu tadi kemasukan nak, kamu berbicara sendiri, mamah sangat khawatir, untung ada pak ustad yang membantu sampai kamu sadar kembaliLalu mata sheryl pun melihat ke arah pak ustad."Kamu baik - baik saja?" tanya pak ustad"Tadi saya melihat mahluk -mahluk menyeramkan pak, ada di seluruh rumah, dan juga rumah Mila, mereka sama seperti kita memiliki kehidupan" jelas Sheryl"Makanya kamu jangan membiasakan diri tidur maghrib - maghrib, pamali kalau kata orang dulu" ujar pak ustad "karena pada waktu maghrib dunia jin dan dunia manusia bisa saling terbuka, dan roh kamu bisa berbahaya" ucap pak ustad sekali lagi"iya pak, saya betul - betul kapok, saya tidak akan melakukan lagi hal seperti ini" ucap Sheryl sadar akan kebiasaan jeleknya.Dan wajah mamah mengguratkan rasa lega karena Sheryl sudah baik - baik saja.
GADIS ONLINE
Rangga adalah salah satu cowok yang tergolong genius di kampusnya, tetapi dia memiliki penampilan yang culun atau bisa dibilang kutu buku, sehingga dia pun belum pernah merasakan yang namanya berpacaran sampai sekarang.Bahkan Beni temannya dengan perawakan tubuh gendut saja saat ini sudah memiliki pacar bernama Vera, dan yang biasanya Beni main dengan Rangga, sekarang Beni lebih banyak menghabiskan waktu dengan Vera kekasihnya, dan saat ini Rangga memutuskan untuk mencari jodoh melalui situs online yang didapatnya dari beberapa temannya.www.jodohkumanis.com itulah salah satu situs online yang sedang dicoba oleh Rangga, karena ketidak percayaan dirinya membuat Rangga memasang foto gambar orang lain yang bukan dirinya, tiba - tiba banyak chat yang masuk ke profilnya, dan beragam pilihan type wanita yang memilih untuk chatting dengan Rangga, ada yang anak ABG, anak kuliah bahkan sampai yang berstatus janda dan tante - tante kesepian pun memilih chat dengannya, karena Rangga baru dalam hal ini maka dia memilih untuk berbicara dengan kesemuanya, tiba - tiba ada gambar wanita ayu dan manis bernama tantri masuk ke dalam chatnya, kira - kira usianya hampir sama denagn Rangga."Hai... boleh kenalan" ucap Tantri di chat"Hai.. juga, boleh kok, aku malah senang kamu masuk ke chat aku" tulis Rangga"Oh iya, memang kenapa? bukannya pasti banyak yang masuk ke chat kamu" ucap Tantri"Iya Tantri, tetapi banyak yang aneh" tulis Rangga"Kamu tinggal dimana Rangga?" tanya Tantri"Aku di Jakarta Selatan Tan, di Pasar Minggu" jawab Rangga"Wah dekat ya, aku di warung buncit Rangga" ucap Tantri antusias"Iya dekat sekali itu, kapan - kapan kita janjian ya" ucap Rangga semangat"Boleh, oh iya kamu kuliah dimana Rangga?" tanya Tantri kembali"Di Universitas Mercu Suar, kamu dimana?" jawab Rangga"Aku di Guna Bangsa" jawab TantriDan akhirnya mereka pun melanjutkan perbincangan semakin dekat, mereka merasa cocok satu sama lain, dan itu pun berlanjut semakin akrab ke minggu - minggu berikutnya, bahkan Rangga pun mengabaikan chat yang lain, baginya yang dia tunggu hanya chat dari Tantri dan Rangga yakin, Tantri lah calon jodoh baginya."Tantri besok kita ketemuan yuk?" tulis Rangga"Boleh, kamu mau ketemuannya di mana, di kampusku atau ke rumah?" tanya Tantri"DIkampus kamu saja ya, nanti aku jemput kesana, sore hari ya setelah aku selesai mata kuliah terakhir" kata Rangga"Boleh, kebetulan aku juga ada kuliah sore" jawab TantriAkhirnya keesokan harinya tiba, saat tiba di kampus, Rangga lebih dahulu mengabarkan Tantri melalui sms bahwa dirinya sudah sampai, ada perasaan deg - degan bagaimana, kalau nanti Tantri melihat wajah aslinya apakah dia akan menolak cinta Rangga?" fikir Rangga"Tantri aku sudah sampai dikampus kamu ya, aku di gerbang depan" tulis Rangga"Iya tunggu sebentar ya, aku nanti kesana, aku lagi ada urusan sebentar" jawab TantriHampir tiga jam lebih, bahkan sekarang sudah jam tujuh malam, Tantri tidak kelihatan, Rangga pun sudah mulai gelisah, dan akhirnya dia bertanya kepada satpam di depan kampus Tantri"Permisi pak, bapak kenal sama mahasiswi disini yang bernama Tantri, lalu Ranggapun memperlihatkan foto Tantri di handphonenya.Tiba - tiba Pak Satpam itupun terlihat kaget, dengan foto tersebut"Ade, kenal dimana?" tanya pak satpam"Ini teman chat online saya pak, saya disuruh tunggu disini untuk ketemuan" jawab Rangga "tapi kok, orangnya belum datang ya?" ucap Rangga lagi."Ade, ikut saya ke pos dulu ya" ucap Pak Satpam itu hati - hati"Kenapa ya pak?" tanya Rangga setelah sampai ke pos"Ade sejak kapan chatting sama Tantri?" tanya satpam itu penasaran"sejak seminggu yang lalu, memangnya kenapa ya pak?" tanya Rangga penasaran"Mba Tantri itu sudah meninggal de, tepatnya bunuh diri dikampus ini, sudah hampir sebulan lebih, karena mba Tantri di tolak oleh cowok yang disukainya, namanya Rangga hampir sama dengan nama Ade" ucap Pak Satpam itu menjelaskan."Apa?? Bapak jangan bercanda ya, tidak mungkin pak, ini saya perlihatkan bukti chatnya" lalu di lihatlah chat mereka selama ini, dan yang membuat pak satpam itu ketakutan, foto itu benar - benar Tantri.Tiba - tiba ada chat yang masuk"Rangga aku sudah di pos satpam" tulis TantriDan tiba - tiba Rangga dan pak satpam melihat sekeliling dan tidak melihat ada siapa - siapa disana, tiba - tiba bulu kuduk mereka merinding seketika dan mereka segera lari sekencang - kencangnya.
DI TIKUNGAN CILENDEU
Pagi ini, Aksa mulai merapihkan semua perabotan dan bajunya di rumah baru yang dia tinggali, karena Aksa mulai tinggal di perumahan Ksatria Bima desa Cilendeu di Bogor, kebetulan Akses rumah ke kantornya sekarang cukup dekat tidak jauh lagi seperti waktu Aksa tinggal di Jakarta.Jarak kantornya dari rumah mungkin hanya sekitar lima belas menit saja, Aksa adalah seorang pria yang sudah cukup mapan, masih single dan dia adalah Manager Pemasaran diperusahaan Otomotif kendaraan roda dua di Cabang Bogor, karena terkadang dia harus mengejar target untuk pameran dan closing akhir bulan, biasanya di tanggal - tanggal ini dia akan mulai sibuk menyusun laporan dan rencana kerja untuk target di bulan berikutnya.Seperti hari ini, Aksa terpaksa pulang dari kantor pada jam 1.00 malam, setelah dari pameran Aksa dikantor menyelesaikan laporan penjualan keseluruhan pada bulan ini untuk dipresentasikan esok hari.Malam sudah sangat gelap, Aksa sudah di ajak untuk bareng dengan mobil kantor, tetapi karena dia membawa motor dan merasa jarak rumahnya juga tidak terlalu jauh maka Aksa menolaknya, dan akhirnya dia pun menaiki motor tigernya.Mata Aksa sudah mulai merasakan lelah, belum lagi angin malam yang dingin menusuk, membuat Aksa terkadang tidak bisa terlalu fokus melihat jalan, tiba - tiba saat motor Aksa menikung ada sesuatu yang terjadi."Bruk...." suara itu sangat kencangAksa terkaget, sepertinya dia menubruk sesuatuAksa pun segera turun dari motornya, dia menghampiri sesuatu yang ditubruknya, ternyata itu adalah perempuan berbaju merah, dia terkapar, Aksa sangat ketakutan, dia takut dia membunuh perempuan ini akibat keteledorannya."Mba... " panggil Aksa sambil mendekati perempuan tersebut, dan badannya yang pucat terlihat sangat lemah tetapi tidak ada luka darah di tubuh perempuan ini, seketika itu juga perempuan itu terbangun."Mba.. mba tidak apa - apa?" tanya Aksa"Kepalau sakit mas" ujar perempuan tadi"Maaf mba, saya tadi tidak lihat, dan tidak sengaja" ucap Aksa"Maaf mas, bisa bantu saya berdiri, saya sangat lemah" ucap perempuan tadiWajah perempuan ini cukup cantik, riasannya pun sederhan, pakaian yang dikenakannya seperti pakaian pesta, cukup menarik fikir Aksa, apa yang dilakukannya di tengah malam seperti ini, fikri AksaSetelah Aksa bantu perempuan tadi berdiri, Aksa pun memperkenalkan dirinya"Saya Aksa mba, mba sendirian saja?" tanyanya"Iya mas, saya sendiri, saya mau pulang, mas bisa antarkan saya, saya tidak kuat mau berjalan mas" pinta perempuan tadi "Oh iya nama saya Linda" jawab nya"Baik, mba nanti saya antarkan, alamatnya dimana ya mba?" tanya Aksa"Dekat kok mas, dibalik pohon beringin itu" jawab Linda sambil menunjuk pohon beringin yang berada tepat di samping Tikungan."Baik mba" ucap Aksa sambil memapah Linda berjalan ke arah rumahnyaKurang lebih sekitar sepuluh menit, ada terlihat kota dengan banyak rumah dengan lampu temaran, Aksa pun menemukan jalan setapak menuju kota tersebut, kehidupan malam di kota ini sangat ramai, bahkan Aksa tidak menyangka bahwa ada kehidupan yang ramai seperti ini dibelakang pohon Beringin tikungan Cilendeu itu."Itu rumah saya" ucap Linda sambil menunjuk rumah dengan pagar kayu, dan kemudian, Linda pun mengetuk rumahnya, dan keluarlah spasang suami isteri yang sudah tua membukakan pintu."Kamu darimana saja Linda?" kata si ibu"Maaf nek, Linda tadi main sebentar" jawab Linda"Kenapa kamu membawa orang asing?" tanya kakek"Pria ini tadi menabrak Linda, dan membantu Linda pulang kek" ucap LindaMereka pun melihat Aksa penuh rasa curiga"Maaf Lin, saya izin pamit pulang dulu ya" ucap Aksa"Jangan" ucap Linda "kamu kan sudah menolong saya, setidaknya izinkan saya menjamu kamu dulu" ucap Linda kembali"Tidak usah repot - repot lin" jawab Aksa"saya memaksa" ucap Linda tegas"Baiklah, tapi sebentar saja ya Lin" jawab Aksa tidak enak dengan situasi iniLinda pun segera ke dapur untuk membuat minuman, dan orang tua tadi hanya diam dan menatap Aksa penuh rasa tidak suka, entah kenapa, lalu sang nenek mendekati Aksa"kamu harus segera pulang" ucap nenek ituTiba - tiba Linda sudah ada dihadapannya membawa minuman "silahkan diminum dulu" ucap Linda ramahBarus aja Aksa ingin menyeruput kopi buatan Linda, tiba - tiba ada burung gagak yang menyenggol kopi tersebut dan membuatnya tumpah, Linda menjadi sangat marah dan ingin menangkap burung gagak itu, sang kakek dan nenek pergi meninggalkan Linda dan menyuruh Aksa untuk melarikan diri, Aksa tidak mengerti tetapi dia langsung meninggalkan rumah tersebut, dia pun melihat Linda mengejarnya di belakang.Tiba - tiba Aksa terkena batu dan terjatuh, setelah itu dia tidak sadaar beberapa saat.Sampai dia merasa ada lampu yang menyorotnya cukup tajam, saat dia membuka mata, ternyata dia sedang berada di rumah sakit"Mas Aksa" ucap Lintang sekretaris di kantornya"Aku dimana lin?" tanya Aksa"di RS Graha pesona mas, mas sudah pingsan selama dua hari" jawab Lintang"Apa? dua hari? kok bisa?" tanya Aksa bingung"Mas Aksa, jatuh dari motor di tikungan Cileundeu, warga setempat menemukan Mas Aksa, dan meneleponku dari hape mas Aksa, lalu aku langsung bawa mas Aksa kesini" ucap Lintang"Tapi aku menabrak seorang gadis Lin, aku gak mungkin pingsan" jawab Aksa"Maksudnya?" tanya LintangLalu AKsa pun menceritakan kejadian yang dia alami, kepada Lintang tentang semua hal yang terjadi, tentang kota dibalik pohon beringin, dan juga tentang Linda dan rumahnya, lalu Lintang pun terlihat cukup pucat mendengarkan kisah AKsa"Mas AKsa tahu dibalik pohon beringin itu sebenarnya ada apa?" kata Lintang, kebetulan Lintang adalah penduduk asli setempat Cilendeu jadi dia betul - betul mengetahu seluk beluk daerah tersebut"Apa?" tanya Aksa"Itu adlah kuburan mas, tempat semua orang dusun Cilendeu di makamkan mas, dan Kalau mas Aksa cerita ketemu sama Linda, dia itu kakakku mas, mba Linda sudah dua tahun lalu meninggal bunuh diri, karena saat hari pernikahannya, Mas Ujang calon suaminya kecelakaan di tikungan Cilendeu ini, sedangkan semua tamu dan undangan sudah hadir, akhirny amba Linda tidak tahan dengan rasa malu yang dideritanya, dan langsung menggantungkan diri dibelakang pohon beringin Cilendeu itu mas" cerita Lintang sedih, sambil menitikkan air matanya mengingat kembali kejadian itu"Astgafirullah" jawab Aksa, berarti kemarin aku dibawa ke dimensi lain dari mahluk - mahluk gaib itu Lintang.Setelah keluar dari rumah sakit, Aksa pun ditemani Lintang langsung berziarah ke makam Linda dan membacakan doa untuknya, semoga saat ini Linda bisa mendapakan ketenangan disana, doa Aksa untuknya.
PENANTIAN BAYI
Danar dan Hesta adalah pasangan yang telah menikah 5 tahun tetapi belum dikaruniai momongan, padahal mereka berdua sudah memiliki kondisi yang cukup mapan untuk sebuah keluarga, mereka memiliki rumah mewah, kendaraan dan karir yang cemerlang, sudah beberapa kali mereka memeriksakan kondisi kandungan ke dokter, tetapi setelah di cek dokter mereka dipastikan dalam kondisi yang prima. Bahkan mereka sepakat mengikuti terapi yang disarankan oleh dokter kandungan mereka di Rumah sakit ternama.Suatu hari di kantor, Hesta sedang merapihkan materi presentasi yang dilakukan hari ini, tiba - tiba ada seorang Office girl mendekati dia."Maaf bu, kalau saya kurang sopan, dengar - dengar ibu belum memiliki keturunan ya?" tanya Office girl tersebut polosHampir merah wajah Hesta, seorang office girl berani bertanya hal pribadi seperti itu."Apa urusanmu, menanyakan hal pribadi saya" jawab hesta ketus"Maaf bu, kalau saya kurang sopan, saya hanya ingin membantu" ucap Office girl tersebut sambil tertunduk malu, dan baru saja ia mau meninggalkan ruangan lalu Hesta pun memanggilnya."Mba... maaf, saya seharusnya tidak marah - marah, boleh kesini sebentar" ucap Hesta"Iya bu, maaf" ucap wanita itu sekali lagi"Maksud ibu bisa membantu itu bagaimana ya?" Kata Hasta"Begini bu, saya ada kenal orang pintar didaerah saya, dia bisa mengobati penyakit apapun termasuk memperoleh keturunan bu, sudah banyak orang yang berobat disana" kata Office girl tersebutSebenarnya Hasta adalah orang yang modern, dia tidak percaya terhadap hal - hal gaib seperti itu, tetapi setelah di fikir - fikir lagi, mungkin tidak ada salahnya juga mengambil jalan alternatif, fikir Hasta."Boleh mba, dimana ya rumah orang tersebut?" kata Hasta"Boleh mba, kalau mba mau, nanti ikut saya pulang saja mbak" jawab Wanita itu dengan raut wajah serius.Siang itu Hasta mengajak office girl yang ternyata bernama Ratna pulang ke rumahnya, sekaligus mengantarkannya ke tempat Mbah Dujon , orang pintar yang dimaksud Ratna tadi"Assalamualaikum" ucap Hastatiba - tiba pintu terbuka lebarsuasana rumah yang gelap menjadi sangat misterius, belum lagi bau menyan yang kuat, benar - benar sangat menyengat."Masuk" suara parau laki - laki setengah baya menyambut kedatangan mereka berduaLalu Hasta dan Ratna mendekati mbah tersebut"Kamu mau apa kesini?" ucap mbah Dujon"Mmmm... begini mbah saya mau punya keturunan" belum selesai Hasta berbicara, Mbah Dujon langsung memotong pembicaraannya"Kamu bisa mendapatkan anak, tapi kamu siap dengan resikonya?" kata Mbah Dujon"Maksudnya resiko mbah?" tanya hasta"Syaratnya berat" kata Mbah Dujon "Kamu harus sediakan ayam kampung hitam dan kamu bawa kesini besok"Baik mbah nanti saya cari" jawab HastaMalam itu Hasta galau antara menceritakan usahanya ke mbah Dujon atau tidak kepada Danar, kalau Hasta ceritakan pasti Danar akan marah, karena dia sangat tidak meyukai hal - hal mistis seperti ini. Akhirnya Hasta pun memutuskan untuk menutup mulutnya saja.Keesokan paginya, Hasta pergi kepasar untuk mencari ayam kampung hitam seperti yang disuruh oleh Mbah Dujon, dan walaupun agak susah akhirnya ia pun mendapatkannya.Dan siang itu Hasta pun kembali ke tempat Mbah Dujon sambil membawa ayam hitam tersebut.Dan seperti biasa pintu rumah Mbah Dujon pun terbuka secara otomatis, saat hasta datang."Apakah kamu sudah membawa persyaratan saya?" ucap Mbah Dujon"Sudah mbah" ucap HastaLalu Ayam itu digeletakkan di sesajen mbah dujon sambil diikat, dan mulut mbah Dujon pun komat - kamit tidak jelas terdengar oleh Hasta.Tiba - tiba mata mbah Dujon yang tadinya tertutup lalu terbuka dan menatap Hasta."Kamu sudah siap?" ucap Mbah Dujon"Siap apa ya mbah?" jawab Hasta bingung"Kamu harus makan ayam ini hidup - hidup dan harus habis" ucap Mbah Dujon"Apa??" ucap Hasta bingung dia sepertinya tidak akan sanggup melakukannya"Aku tidak bisa mbah" jawab hasta"Berarti kamu tidak akan memiliki keturunan" kata Mbah DujonHasta pun memikirkan kembali perintah Mbah Dujon, dan dia mulai berfikir keras dengan keinginan kuatnya untuk menanti pemberian anak tersebut.Akhirnya Hasta pun melakukannya, dia mencoba memakan ayam hidup itu sampai habis.Dan setelah satu gigitan lagi, tiba - tiba Hasta merasakan rasa mual yang luar biasa, dan akhirnya tidak tertahankan untuk memuntahkan semua daging ayam yang telah dimuntahkan untuknya."Kamu gagal" ucap Mbah Dujon "tapi kamu tetap akan mendapatkan anak itu" ucap mbah Dujon dengan kata - kata yang misterius.Entah mengapa setelah pulang dari tempat mbah Dujon, Hasta merasa sangat gelisah, dan Hasta menjadi merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya, Hasta langsung istigfar mengingat Allah dan meminta ampun.Malam itu jantung Hasta terus deg - deg an, entah ini pertanda apa, tiba - tiba suara telepon rumah berbunyi."kring...kring...kring..." dan Hasta pun langsung menjawabnya"Halo, apakah ini dengan ibu Hasta?" ucap pria di telepon"Betul, dengan saya sendiri pak" jawab Hasta"Saya dari kepolisian bu, suami ibu Bapak Danar sedang berada di kantor polisi saat ini" ucap polisi tersebut"Kantor polisi? ada apa ya pak?" ucap Hasta getir"Suami ibu menabrak orang dan mengakibatkan korban meninggal dunia" ucap polisi tersebut"Astagfirullah" Hasta pun segera menutup teleponnya dan menuju ke lokasi kantor polisi tersebutSaat Hasta sampai disana, dia melihat Danar dalam kondisi shock, dan pucat pasi, saat Danar melihat Hasta ia pun langsung memeluknya."Maafkan aku sayang" ucapnya"Iya tidak apa - apa, kamu sabar ya, coba ceritakan kejadiannya" ucap Hasta lembut untuk menenangkan perasaan Danar"Aku tidak tahu sayang, kejadiannya begitu cepat, tiba - tiba motor itu ada tepat di depan mobilku sayang" cerita DanarDan tiba - tiba terdengan suara bayi "oe..oe...oe""kasian sekali bayi ini, bayi ini korban kecelakaan suami ibu, orang tuanya langsung meninggal dunia di tempat, tapi anehnya bayi ini sama sekali dalam kondisi sehat, tidak ada luka sedikitpun" ucap pak polisi itu "bayi ini masih berusia sepuluh hari""boleh saya gendong bayi ini pak?" ucap HastaTiba - tiba Hasta mengerti, inilah yang dimaksud Mbah Dujon dia tetap akan memiliki anak, tetapi bukan anak yang berasal dari rahimnya, dan akhirnya Hasta pun pasrah dan ikhlas menerima kenyataan semua ini, Danar pun ditetapkan untuk masuk penjara selama dua tahun, dan Hasta menadopsi bayi ini untuk nya.Pelajaran yang dia peroleh, jangan sekali - kali dia meminta pertolongan kepada manusia, karena hanya Tuhanlah yang memiliki rencana, dan kuasa segala - galanya.
DI RUANG MEETING
Bayu adalah seorang CEO muda di Perusahaan terkemuka di Jakarta, masih single dan dengan wajah yang cukup rupawan, banyak gadis yang ingin mengambil hati Bayu, tapi sayang sosok Bayu sangat sombong, dia suka memperlakukan karyawannya dengan tidak sopan, bahkan cenderung sering berkata kasar, dan banyak juga gadis yang sering dipermainkan, setelah Bayu bosan akan ditinggal.Hari ini Andrea mulai bekerja di perusahaan Bayu hari ini, sebagai karyawan fresh graduate dia ditempatkan di bagian staff administrasi untuk membantu pembukuan perusahaan, Andrea sangat senang sekali, terutama saat interview kemarin dia sangat terpesona melihat ketampanan Bayu sebagai bos diperusahaan tersebut.Bayu cukup tertarik dengan Andrea, selain karena Andrea masih berusia muda, wajahnya pun terlihat cantik walaupun polos tanpa riasan wajah, dan Bayu merasa tertantang untuk mendapatkan Andrea sebagai calon wanita yang akan dikencaninya, walaupun semua dikantor semua tahu kebiasaan Bayu yang akan segera mencampakkann wanita yang dipacarinya setelah bosan dengan wanita tersebut.Wati satu bagian dengan Andrea melihat gelagat Bayu yang sering mendekati Andrea, untuk mengajaknya makan siang, kadang menawarkan diri untuk mengantarnya pulang."Andrea hati - hati ya, Bayu itu bukan orang baik" ucap Wati"Masa sih mba wati? kalau sama aku mas Bayu sangat baik" jawab andrea"Itu karena dia ingin mendapatkan dirimu Andrea" ucap Wati kembali"Hmm... tapi aku suka juga sama Mas Bayu mba" jawab Andrea polos"Baiklah, terserah kamu saja, aku hanya ingin mengingatkanmu saja" ucap Wati kembaliSudah Hampir seminggu Bayu mendekati Andrea dengan gencar, Andrea tinggal di kos - kosan, Bayu bahkan menawarinya untuk pindah ke apartemen milikinya, dan Andrea sangat terpesona dengan hal tersebut"Ini apartemenku sayang, kamu bias tinggal disini" ucap Bayu"Wah, ini indah sekali mas, aku tidak pernah melihat tempat seindah ini" ucap Andrea polos"Iya kalau kamu mau jadi pacarku, kamu boleh tinggal disini" ucap Bayu"Aku mau mas Bayu, aku mencintaimu" ucap AndreaHampir enam bulan berjalan Bayu dan Andrea sudah jadi gosip santer di kantornya, kemanapun Bayu pergi selalu mengajak Andrea pergi, padahal Andrea bukan sekretaris pribadinya Bayu, bahkan Anita sang sekretaris pun tidak pernah diajak kemana - mana oleh Bayu.Tiba - tiba sudah beberapa hari ini, Andrea tidak masuk, semua bertanya pada Bayu."Mas Bayu, kok Andrea tidak masuk" tanya Wati saat melihat Bayu masuk keruangan administrasi"Berani sekali kamu menanyakan Andrea kepada saya, memang saya bapaknya" ucap Bayu kesal"Maaf, pak" jawab Wati sambil tertundukDan akhirnya sudah genap hampir sebulan lebih Andrea meninggalkan kantor tanpa kabar, dan Bayu membuat berita bahwa Abndrea patah hati di putuskan oleh Bayu dan langsung pulang kekampungnya, bahkan saat ini Bayu sudah menggandeng Paula, anak magang baru dikantor yang masih berstatus anak kuliah, seakan - akan Andrea sudah tidak penting lagi dalam hidup Bayu.Hari ini presentasi penting bagi perusahaan Bayu, semua CEO dari seluruh asia akan datang, dan juga investor penting perusahaan, semua berkumpul untuk rapat tahunan guna membahas target dan kinerja perusahaan untuk tahun ke depan.Bayu dikenal memang sangat pintar untuk melakukan presentasi, bahkan semua ucapan Bayu akan membuat semua direktur dan investor juga pemimpin dari kota lainnya akan sangat kagum dan puas pada hasil kerjanya.Saat di tengah - tengah presentasi, hampir semua orang mendengarkan Bayu dengan serius, tiba - tiba Bayu terlihat pucat dengan mata melotot, dan menggigil seakan - akan Bayu melihat sesuatu yang sangat menakutkan dan dia terdiam dan tidak bergerak sama sekali."Pak Bayu apakah anda baik - baik saja" tanya pak ThomasTapi Bayu tidak menjawab sama sekali, hanya meilhat dan tidak bergerak.Tiba - tiba Bayu teriak...."Andrea.. maafkan aku..." Teriak BayuBayu melihat sosok Andrea berdiri di tengah ruang meeting itu, menatapnya tajam"Andrea.. kau... kau sudah mati...." jawab BayuSemua orang melihat kejadian ini dengan aneh.Tiba - tiba lampu ruang meeting langsung gelap gulitadan layar presentasi mati dan kembali menyala, tetapi aneh gambar yang ditampilkan di layar langsung memutar suatu gambar, seperti video.Dalam gambar tersebut, terlihat wajah bahagia Andrea saat Bayu masuk ke apartemennya, dia langsung menyambut Bayu dengan ciuman di pipi kanan dan kirinya, Bayu pun terlihat memeluk Andrea, dan Andrea membisikkan sesuatu di kuping Bayu."Apa... kamu Hamil" teriak Bayu sambil melepaskan pelukan Andrea"Iya, sayang, kenapa kamu marah, harusnya kamu kan merasa bahagia, kita harus segera menikah" tuntu Andrea"Menikah, kamu fikir kamu siapa? aku seorang CEO, kamu tidak pantas menjadi istri aku, harusnya kamu pintar, kenapa kamu bisa melakukan hal sebodoh ini sampai kamu hamil" ucap Bayu."Apa?bodoh? jadi kamu mempermainkan aku selama ini Bayu, aku benar - benar mencintaimu Bayu" ucap Andrea"Cinta, kamu benar - benar bodoh, Andrea, sekarang kamu harus menggugurkan kandungan itu" ucap Bayu kencang"Tidak" jawab Andrea"Kamu harus" ucap Bayu sambil mendorong Andrea dengan keras, dan tiba - tiba kepala Anrea terkena ujung meja di apartemennyaTiba - Tiba Andrea pun tidak sadarkan diri, Bayu memeriksa kondisi tubuh Andrea, masih bernafas, dan Bayu mengambil bantal dari ruangan kamar dan kembali ke meja tersebut, di tekan bantal itu ke wajah Andrea, dan Andrea sempat sadar dan berontak, tetapi tiba - tiba kesadaran Andrea pun hilang dan dia merasa lemas, sampai akhirnya Andrea pun menghembuskan nafas terakhirnya.Sontak, semua orang yang berada di ruang meeting tersebut, diam menyaksikan adegan tersebut, mereka tidak percaya bahwa Bayu CEO perusahaan mereka bisa berbuat sekejam itu.Saat sadar, Bayu segera ingin melarikan diri dari ruang meeting tersebut, tetapi pak Thomas segera menahan supaya Bayu tidak dapat pergi kemana - mana."Tidak... itu tidak benar.. itu tidak benar.."Baik.. nanti kamu bisa jelaskan di kantor polisi saja, ucap Pak Thomas geram, dengan kelakuan CEO nya tersebut.
DIMENSI LAIN
Pagi ini Sonya sangat merasa kelelahan, Sakura anaknya yang baru berumur 4 tahun selalu menangis dan terbangun setiap tengah malam, setiap Sonya tanya, dia tidak bisa menjawab hanya bisa menangis. Sonya sudah menceritakan masalah ini kepada Adi suaminya, tetapi Adi merasa itu adalah hal yang biasa, bahwa Sakura hanya ingin mencari perhatian saja.Anehnya setiap pagi sampai malam Sakura selalu tenang dan bersikap biasa, dan hal tersebut akan muncul lagi pada tengah malam harinya, Sakura akan menangis dan baru bisa tidur pada jam 4 dini hari."Adi sepertinya, Sakura menangis setiap tengah malam bukan hal yang wajar" ucap Sonya kepada Adi"Aku tahu kamu lelah, sayang. Tapi aku rasa itu biasa terjadi pada anak - anak, bisa jadi karena dia manja, atau dia merasa kelaparan, apakah kamu sudah menanyakan kepada Sakura apa yang dia rasakan?" jawab Adi"Sudah, sayang. dia hanya diam saja" jawab Sonya kesal"Baiklah biar aku yang tanya Sakura sekarang" jawab Adi sambil berdiri dan mendekati Sakura yang sedang bermain didepan televisi."Halo cantik, kamu sedang main apa?" tanya Adi pada Sakura"Main boneka barbie, ayah" ucap Sakura sambil tersenyum"Kamu kenapa nak, sekarang kamu susah tidur dan sering terbangun pada tengah malam, Sakura?" tanya Adi"Aku tidak boleh tidur, ayah" jawab Sakura polos"Tidak boleh tidur? oleh siapa?" tanya Adi lagi"Oleh Banyu teman ku yang baru ayah dan teman - temanku yang lainnya juga melarangku tidur?" jawab Sakura polos kembali"Teman? teman siapa? kan kamu dikamar sendirian sayang?" tanya Adi sabar"Banyak pah, papah juga banyak temannya, begitu juga mamah... " tapi teman - temanku lebih banyak" jawab Sakura sambil tersenyumTiba - tiba Adi merasa merinding, bulu kuduk nya langsung berdiri entah mengapa, yang dikatakan Sakura membuat Adi merasa ketakutan, bahwa Sakura memiliki bakat lain... dia dapat melihat dimensi lain.Dan saat itu juga Adi langsung mendekati Sonya, dan membicarakan masalah yang dialami Sakura kepada isterinya tersebut.Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memanggil H. Soleh, yang kata masyarakat setempat bisa mengusir hal - hal gaib seperti itu."Tok... tok... tok..." suara pintu rumah diketuk"Assalamualaikum" sapa H. Soleh yang baru datang"Waalaikumsalam" jawab Sonya"Silahkan masuk pak haji" jawab Sonya ramah. lalu pak haji segera duduk, dan Sonya pun menjelaskan kejadian tentang Sakura, yang aneh padanya beberapa minggu terakhir ini.Pak Soleh pun mengangguk, lalu dia berdiri dan melihat - lihat sekeliling rumah Sonya"Kamar Sakura dimana?" tanya H. Soleh"Di kamar atas pak, silahkan" lalau mereka berdua menaiki tangga bersama - samaSaat H. Soleh membuka pintu kamar Sakura, wajah H. SOleh tiba - tiba ketakutan dan menutup pintunya kembali"Astagfirullah" jawab H. Soleh"Sebelum kejadian apa yang kalian lakukan, atau kalian pergi kemana?" tanya H. SolehLalu Sonya pun mengingat - ingat kembali."Kami pergi berlibur ke Vila di dekat Pantai Parang tritis pak" jawab Sonya"Apakah kalian mengambil sesuatu dari tempat itu?" tanya H. Soleh"sepertinya tidak ya pak" jawab Sonya"Coba kamu tanya Sakura dulu?" jawab H. SolehLalu mereka berdua turun lagi ke bawah dan menemui Sakura yang sedang bermain sepeda di pekarangan"Sakura, sini sayang" ucap Sonya"Ada apa ibu?" jawab Sakura"Sakura, apa kamu mengambil sesuatu dari tempat liburan kita kemarin, sayang?" tanya SonyaLalu Sakura pun melihat ibunya, sambil berfikir "hmmm... apa ya bu? aku cuma ambil boneka yang tergeletak di dekat pantai saja ibu, selain itu tidak ada lagi bu" jawab Sakura spontan"Boneka apa sayang? ibu boleh lihat?" tanya Sonya kembalilalu Sakura pun masuk ke dalam rumah dan beberapa menit kemudian, dengan boneka gadis kecil dengan pakaian kebaya yang lucu"cuma ini bu, aku ambil dari pinggir pantai, kasian dia meminta aku mengambilnya" kata Sakura polos"Baiklah nak, kamu boleh main lagi" ucap SonyaSetelah sakura pergi pak Haji Soleh melihat boneka yang diambil Sakura dari pantai, dan tiba - tiba tubuh H. Soleh bergetar sangat kencang, bahkan H. Solehpun tidak dapat mengendalikannya, lalu tiba - tiba boneka itu terlempar keluar dari tangan H. Soleh"Maaf bu Sonya, saya harus panggil teman - teman saya, karena saya tidak sanggup untuk menghadapinya sendirian, ini terlalu banyak yang mengikuti boneka ini, dan kekuatan mereka terlalu besar" penjelasan dari H. SolehSonya dan Adi masih menunggu sore itu janji dari pak H. Soleh untuk datang lagi ke rumahnya, tiba - tiba ada suara ketukan pintu dan mereka pun segera bergegas kedepan"Assalamualaikum" jawab H. Soleh diikuti beberapa teman - teman pengajiannya"Waalaikumsalam pak Haji" jawab AdiBaiklah saya butuh untuk mengajikan kamar Sakura, bapak dan ibu juga mohon untuk mengaji disana" jawab H. solehAdi dan Sonya segera berganti baju dan mengambil air wudhu, mereka pun melakukan hal yang sama pada Sakura, dan mereka segera menyusul pergi ke kamar Sakura.Dan pengajian pun dilakukan, lima belas menit pertama suasana tenang menyelimuti ruangan kamar, tetapi tiba - tiba salah satu anak pengajian pak Soleh terkapar, dengan tubuh menggigil dan saat akan dibantu oleh Adi, pak Soleh melarang, "jangan pak, biarkan saja, kita tetap lanjutkan pengajian ini apapun yang terjadi" ucap H. soleh.Lalu satu persatu, anak pengajian mulai terkapar juga, Sonya hampir tidak tahan melihat situasi tersebut. dia hampir ingin keluar dari ruangan tersebut, tetapi pak haji menahannya"sebentar lagi, kamu harus sabar" kata pak hajitiba - tiba ada salah satu anak pengajian yg sudah terkapar duduk kembali, tetapi dia berbicara dengan bahasa yang aneh, lama kelamaan terdengar jelas apa yang dikatakannya"Siapa kamu?" kata pak haji"Aku Rona" jawab orang tersebut sambil melotot kembali"Mengapa kamu dan teman - temanmu berada di rumah ini" kata pak haji kembali"aku ingin bermain dengan dia" sambil menunjuk Sakura"kalian dari dimensi yang berbeda, pulanglah" kata pak haji"tidak mau" jawabnya"Harus mau" lalu pak haji membacakan kembali ayat - ayat suci dan menanyakan sekali lagi " kamu harus pergi dari rumah ini" kata pak haji"Tidak mau" lalu pak haji membacakan kembali ayat - ayat suci, dan itu terus terjadi hampir sekitar setengah jam dan terus menerus seperti itu... tiba - tiba orang tersebut terkapar lagi, dan terjadi pada orang yang lainnya dengan kondisi yang lama mereka tidak mau untuk pulang.Tiba - tiba Sakura langsung berdiri dan menuju ke tempat tidur, dia mengambil boneka yang ditemukannya, dan dia berbicara dengan boneka tersebut"Berhenti... jangan diteruskan, kamu harus pulang, aku tidak mau ada yang terluka" kata SakuraSonya langsung mendekati Sakura secepat mungkin, Sonya takut terjadi apa - apa pada Sakura, dan Sonya langsung memeluk Sakura saat itu juga.Lalu Pak haji pun mengambil boneka tersebut, dan membacakan ayat - ayat suci kembali, semua Roh - roh yang ikut bersama boeneka ini harus kembali ke dimensi kalian sendiri, begitu ucap pak haji, tiba -tiba angin kkencang di dalam ruangan berhembus terasa sangat mengenai kulit, dan merasa bahwa ada suatu energi yang berkumpul dalam ruangan tersebut dan menjadi satu dan terlihat bayangan tersebut, masuk kembali kedalam boneka yang ditemukan Sakura di pantai tersebut."Alhamdulillah, sudah aman" ucap Pak Haji"Alhamdulillah" ucap Sonya dan Adi berbarengan"ayah, ibu teman - teman Sakura sudah pulang" ucap SakuraDan akhirnya mereka dapat menjalani kehidupan seperti biasa lagi, dan tidak lupa pak Haji menaruh kembali boneka tersebut ke tempat asalnya, karena memang dimensi itu berada disana....Beberapa minggu kemudian ada sekeluarga yang sedang berlibur kembali dipantai tersebut,"Sasha jangan main dekat - dekat pantai.." kata mama"Iya ma" saat Sasha ingin beranjak pulang tiba - tiba dia melihat boneka lucu yang berbicara padanya..."Aku mau ikut kamu" kata boneka itu"Baik, nanti kamu main dirumah aku ya" kata Sasha, dan diambilnya boneka tersebut.......