Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

1144

Genre Romance

230

Genre Folklore

228

Genre Horror

228

Genre Fantasy

230

Genre Teen

228

Reset
HOROR WARISAN KELUARGA SUTEDJA
Horror
24 Dec 2025

HOROR WARISAN KELUARGA SUTEDJA

Amira, Fadel dan Isyana saat ini sedang duduk berhadap-hadapan di ruang meja makan, suasana yang hening pada malam hari ini membuat mereka hanya saling menatao kosong, tiba-tiba ada suara jejak kaki yang masuk ke dalam ruangan, berjalan seorang lelaki berusi aempat puluh tahunan sedang membawa tas koper hitam ditangannya, dan mengambil kursi ditengah-tengah mereka."Selamat malam, perkenalkan nama saya adalah Derajat, saya pengacara ayah kalian Bapak Wijaya Sutedja, saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas kecelakaan yang menimpa ayah kalian"Mereka hanya memandang wajah Pak Derajat dengan rasa bingung"Silahkan tolong langsung dibacakan saja pak" Ucap Fadel memecah keheninganAmira dan Isyana memandang wajah Fadel dengan tatapan marah"kamu benar-benar keterlaluan ayah baru saja meninggal tadi pagi, tapi kamu malah memikirkan warisannya" ucap Amira marah"Sudahlah kita harus menikhlaskannya, sekarang kita harus fokus ke depan akan hak-hak kita, jujur saja kamu juga membutuhkannya kan?" ucap Fadel kesalMereka bertiga memang sudah ditinggalkan ibu mereka saat kecil, saat Amira masih berusia 10 tahun dan dia anak pertama dari keluarga Sutedja, setelah ibu meninggal ayah yang mengurus mereka semua, tapi Ayah yang berlatar belakang tentara memang mengajarkan mereka dengan cukup keras dan disiplin, bahkan mereka tidak pernah dibolehkan menikmati kekayaan yang ayah mereka miliki, dengan peraturan-peraturan yang amat sangat ketat, tidak heran sikap Fadel yang sepertinya menunggu-nunggu saat ini."Baiklah sesuai permintaan Fadel, saya akan langsung membacakan amanat ayah kalian" Ucap Pak DerajatSuasana hening kembali"Yang Pertama, Amira kamu akan mendapatkan tanah di Bandung seluas 100 hektar dan sepertiga uang simpanan keseluruhan""Yang kedua, Fadel akan mendapatkan perusahaan Susu dan peternakan hewan di Sukabumi dengan luas 120 hektar dan Sepertiga simpanan keseluruhan""Yang Ketiga Isyana, akan mendapatkan rumah dan Tanah di Jakarta dengan luasan 5000 mtr dan sepertiga simpanan keseluruhan""jika dijumlahan dengan uang maka kalian akan mendapatkan jumlah yang sama""Tapi itu akan dicairkan jika kalian terbukti tidak melakukan pembunuhan berencana terhadap ayah kalian, dan siapa yang bisa menemukan pembunuh nya maka kalian akan mendapatkan bagian dari pembunuh tersebut"Wajah mereka tampak kaget"Apa-apaan ini sudah jelas ayah meninggal karena kecelakaan" ucap Fadel marah"Kenapa ayah bisa berfikir kami akan membunuhnya?" tanya Amira"Itu sangat aneh, tidak mungkin salah satu dari kami membunuh ayah kami sendiri" bela Isyana"Tapip ini adalah wasiat dari ayah kalian dan sudah disahkan oleh notaris, jadi polisi akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini, jika kalian bertiga terbukti tidak bersalah maka kalian boleh mendapatkan hak kalian, tapi dalam proses penyelidikan tidak ada dari kalian yang boleh meninggalkan rumah ini.Dan keesokan harinya petugas mulai berdatangan kerumah, menanyakan setiap orang yang berada disana.Dari keterangan Fadel lah yang terkahir bertengkar dengan ayah, dia meminta jatah bulannnya untuk ditambah, karena dia terlibat judi dan kalah, dan ayah jelas-jelas menentangnya.Amira sudah berumah tangga dia hampir jarang pulang ke rumah, tetapi mendekati kematian ayah memang dia sedang mengina di rumah.Isyanalah satu-satunya yang masih tinggal dengan ayah, dia juga yang menjaga ayah di hari tuanya, oleh karena itu mungkin ayah memberiny arumha ini sebagai warisannya.Setelah penyidik mendengar semua keterangan dari pelayan dan orang di rumah, berarti ketiga-tiganya memang berada di rumah ini pada saat ayah mereka meninggal.Tiba-tiba satu penyidik lagi datang dan membisikkan sesuatu ke telinga penyidi berkumis tebal"Baiklah, mobil ayah kalian sudah diperiksa dan ternyata ditemui kabel yang diputus sehingga remnya tidak dapat berfungsi, dan ini memang ada unsur kesengajaan" ucapnya"Apa? maksudmu ayah kami dibunuh?" teriak Isyana"Tidak mungkin, ayah sangat apikk terhadap barang-barangnya apalagi mobilnya" ucap Amira"Mengapa kalian membesar-besarkan masalah ini" ucap Fadel kesal "Ayah mungkin kali ini lalai bisa saja kan"Setelah seminggu berjalan penyelidikan belum membuahkan hasil, masing-masing tetap bersikeras tidak ada yang melakukannya.Tiba-tiba malam itu Bapak Jeremi si penyelidik berkumis tebal baru saja tidur pulas di sofa, dia melihat wajah samar mendekatinya. Dan cahaya bersinar terang sekali dan dia melihat Isyana yang tertidur pulas dikamar, tiba-tiba suara pertengkaran terdengar dari kamar samping"Dasar pria tua pelit, aku tidak meminta semua uangu hanya beberapa ratus juta saja, apa kamu ingin aku dibunuh oleh bandar judi itu" teriak Fadel"Kamu yang berjudi dan kamu minta ayah menggantinya, tidak akan pernah, kapan kamu akan belajar menjadi dewasa"dan pertengkaran hebat terjadi sampai akhirnya Fadel menutup pintu kamarnyaAmira baru saja masuk kekamar Isyana saat pulang dari berbelanja."Kenapa? bertengkar lagi?" tanya Amira"Iya kak, ayah marah karena mas Fadel msih main judi" ucap Isyana"Dasar lelaki tidak tahu diri, Isyana kamu jangan bilang-bilang ayah dulu ya kakak bercerai" pinta Amira"Iya kak, ayah pasti akan sangat marah kalau tahu" jawab Amira lesu"Dan Mas Hendra memenangkan semua perwalian dan harta di pengadilan, kakak hanya diusir dan ditendang, kakak tidak punya apa-apa lagi" ucap Amira menangis"Iya kak""Kakak bingung" jawab Amira"Kenapa kak?" tanya Isyana"Kenapa ayah begitu pelit kita semu asudah dewasa harusnya ayah memberikan kita smeua sedikit modal untuk melanjutkan hidup ini" geram Amira"Mungkin ayah punya tujuan lain" jawab Isyana" Tidak akan, kita hanya harus menunggu dia mati, ISyana" ucap Amira kesal dan langsung tidur kaarena kelelahanHari itu pun tiba, ayah sedang memanaskan mobilnya, isyana memanggil ayah kedalam karena sudah membuatkan sarapan untuk ayah.Ayah pun menuju ke dalam rumah, tetapi Isyana malah berjalan ke arah mobil saat ayah sudah masuk ke dalam, dia mengeluarkan gunting dan dia memotong kabel rem yang ada disana.Pak Jeremi kaget, Isyana anak yang sangat baik berbeda dari kakak-kakaknya kenapa ia melakukan itu, fikir Penyidik itu. Tiba-tiba cahaya mengembalikan dia ke sofa tempat dia tertidur.Keesokannya, Isyana ditangkap oleh Pak Jeremi, setelah 3 jam masa penyidikan akhirnya Isyana mengakui, bahwa dia mendapat ide dari kata-kat Amira, karen saat itu ternyata Isyana sedang hamil dan Rendi pacarnya tidak mau bertanggung jawab dan meninggalkannya, dia tahu sifat ayahnya akan mengusir dia dari rumha jika dia sampai tahu, dan dia tidak mau bayi ini menanggung beban baginya, ketika itulah dia memutuskna untuk membuat ayahnya celaka.Fadel dan Amira sungguh tidak menyangka dia akan melakukan hal seperti itu, Isyana anak paling penurut dan pendiam, tapi melihat kondisi Isyana mereka berjanji tidak akan mengambil bagian Isyana, dan memberikannya kepada anak Isyana yang akan dirawat oleh Amira.

HOROR PANTAI TELAGA HITAM
Horror
24 Dec 2025

HOROR PANTAI TELAGA HITAM

Adisti dan teman sekampusnya sedang travelling, hari ini mereka baru saja selesai mendaki Gunung, di tengah perjalanan mereka merasa sangat kelelahan dan memutuskan untuk mampir ke warung indomie di pinggir jalan, mereka pun memarkirkan mobil mereka, dan turun karena perut mereka sangat lapar.Saat mereka menunggu pesanan indomie mereka, tiba-tiba Mario salah satu teman Adisti menanyakan kepada pelayan yang sedang memasak indomie."Mas ada pantai gak ya di dekat sini"tanyanya"Ndak ada mas" jawab pelayan itu"Oh begitu pantai yang terdekat dari sini, sekitar berapa menit lagi ya?" tanya Mario lagi"Ini daerah pegunungan mas, tidak ada pantai dekat sini" ucap pelayan tadi dengan tatapan mata sinisSelesai makan mereka kembali ke mobil meneruskan perjalanan mereka. tetapi sebelumnya saat Adisti ingin membayar makanan tadi kepada pelayan tersebut, dia membisikkan sesuatu kepada Adisti"Kalau mbak lihat ada pantai jangan berhenti jalan terus" bisiknyaAdisti bingung dengan ucapan mbak tersebut, katanya tadi tidak ada pantai, tetapi Adisti acuh dan menuju ke mobil.Beberapa kilometer ada tanda perbaikan jalan, dan sepertinya habis ada longsor, jadi jalan buntu, Mario membuka kaca dan bertanya pada beberapa bapak tua yang berada disana"Maaf pak, kalau jalan ini tidak bisa, ada jalan alternatif lain tidak ya?""Ada mas, ambil jalan setapak kecil tapi muat satu mobil di samping kanan jalan, sambil menunjukkan jalan tersebut" ucap Bapak tua tersebut.Dan mereka melanjutkan perjalanan, dari jalan tersebut mereka masuk ke hutan-hutan dan jalan setapak itu menjadi satu-satunya jalan alternatif yang ada.sekitar satu jam mereka masih berada di hutan, sampai akhirnya mereka melihat jalan yang terbuka dan lebar."Akhirnya ketemu jalan besar" ucap AdistiBegitu mereka ke jalan besar mereka melihat pemandangan yang luar biasa, dengan pantai yang indah di sepanjang jalan tersebut."Lho kata mbaknya disini ga ada pantai" protes MarioTiba-tiba Adisti teringat perkataan mba tadi"Asyikkk kita mampir dulu ya, sekalian petualangannya biar seru" jawab Mario antusias, dan diikuti persetujuan Wawan dan Mira"Tunggu, hari sudah mulai malam, lebih baik kita ga usah mampir" jawab Adisti ketakutan mengingat ucapan mbak tadi sangat misterius"Aduh lo ga seru banget si Dis, kita kan punya tenda tinggal nginep disini aja jawab Mario santai"Iya Dis, ayulah pantainya bagus banget" ucap Wawan dan MiraAkhirnya Adisti terpaksa sepakat dengan sahabat-sahabatnya, selain itu pantai nya memang sangat indah berwarna biru jernih dengan pasir putih yang bersih, akhirnya mereka memarkirkan mobilnya."Wihhh... ga rugi tadi jalan kita dialihkan" ucap wawan"Tapi kok pantainya sepi banget ya? padahal kan indah banget pemandangannya" ucap Mira"Iya ya aneh masa gak ada satu orang pun yang kesini" fikir Adisti dalam hati.Tidak terasa hari hampir sore, mereka sudah siapkan tenda dan mulai menyiapkan perbekalan mereka.Suasana sunset juga sangat indah, mereka tidur dipasir yang hangat dan menikmati pemandangan itu sampai akhirnya langit mulai gelap dan mereka membakar api unggun."Dis, masakan kamu enak aku jadi kenyang, bikin aku ngantuk" ucap wawan"Alasan, bilang aja kamu itu kebluk" ucap Adisti menggoda Wawan"Iya betul Dis, wawan dimanapun pasti tidur" timpal MarioDan Wawan memang akhirnya masuk ke dalam tenda dan siap-siap tidur, hanya tinggal Adisti dan Mira diluar"Mir, pantainya sangat indah, tapi ada yang aneh gak menurut kamu?" tanya Adisti"Aneh gimana?" tanya Mario"Tadi sebelum kita berangkat mbak warung tadi sudah ingatkan jangan berhenti kalau ada pantai, aku jadi merasa aneh saja kenapa dia bilang seperti itu" ucap Adisti"Mungkin pantai yang lain bukan yang ini" ucap Mira"Entahlah, mungkin saja aku salah dengar" ucap Adisti berusaha untuk berfikir positifTiba-tiba pantai yang tadinya tenang ombaknya mulai menggulung perlahan-lahan, Adisti dan Mira awalnya tidak merasakan dan menganggap hal itu hal yang biasa karena angin malam ini, tiba-tiba ombaknya semakin meninggi dan lebih tinggi lagi"Mir, ombaknya lihat" ujar Adisti"Iya Dis, kita harus ke tenda bilang ke teman-teman yang lain" ucap Mira sambil berlari ke tenda"Wawan ayo bangun, ombaknya semakin besar" teriak MiraWawan bangun dengan mata sedikit mengantuk"Ada apa sih" tanya Wawan masih bingungTapi terlambat, ombak sudah sangat tinggi dan menggulung merekaAdisti perlahan-lahan membuka mata, dia melihat semuanya seperti mimpi, dia berada di air dan melihat sahabat-sahabatnya sudah tidak bernyawa, Adisti berusaha untuk bertahan tetapi dia melihat ada pusaran hitam yang besar dan mulai menariknya tiba-tiba semuanya gelap.Keesokan hari terlihat kerumunan orang di sungai telaga hitam, ternyata mobil Adisti telah ditemukan terpelest dalam ke jurang dan tenggelam di sungai ini.

HOROR PULAU RINDU
Horror
23 Dec 2025

HOROR PULAU RINDU

Hari ini Ghea dan teman-temannya Lea dan Abigail berencana untuk liburan setelah ujian semester ini, mereka mau liburan kali ini mereka pergi ke tempat yang baru, belum pernah mereka kunjungi sebelumnya."Menurut kamu kita harus ke pantai atau ke gunung ya temen-temen?" tanya Ghea bingung"Kalau pantai kita sudah sering" jawab Lea"Tapi gunung juga udah sering" jawab Abigail"Terus rencananya mau kemana dong?" tanya Ghea bingung"Bagaimana kalau kita ke pulau kecil, disana cari yang deket pantai sama yang banyak aktivitas outdoornya" ucap Lea bersemangat"Good idea Lea" ucap Ghea"Iya aku setuju" jawab Abigail menimpali"Coba kamu googling dulu pulau-pulau wisata yang sesuai budget sama kita" ucap Ghea kepada Abigail"Guys, ada beberapa pilihan nih, masuk kok ke budget kita"Setelah melihat beberapa saat beberapa tempat yang bisa mereka kunjungi"Kok aktivitasnya rata-rata cuma aktivitas pantai aja ya Ghea" ucap Abigail"Iya ya, maksud kita kan yang beda dari yang biasa kita liburan kan Ghe?" tanya Abigail lagi"Ya sudah gapapa Abi, coba kamu cari lagi alternatif yang lain" jawab GheaSeharian itu mereka tetap tidak menemukan tempat yang sesuai dengan keinginan merekaHari ini sudah hari terakhir ujian semester, tetapi rencana mereka masih belum terlaksana karena mereka masih mencari tempat yang cocok untuk liburan mereka, tiba-tiba saat Ghe masuk ke gang kecil dekat kampusnya, ada brosur yang terbawa angin mengenai dirinya.Saat Ghea melihatnya"Pulau Rindu Buat Yang Mau Liburan Seru" dengan view bukit kecil dan pantai yang jernih di sekeliling pulau tersebut.Ghea melihat dengan seksama brosur tersebutPaket Wisata yang ditawarkan :Paket Pantai dan Paket Outbound selama 3 hari 2 malam dan harga yang ada di paket tersebut juga cocok dengan budget Ghea dan teman-teman.Lea dan Abigail mampir ke rumah Ghea hari ini, karena Ghea menelepon mereka dan bilang ini sangat penting."Kenapa sih Ghea gak besok aja kumpulnya, aku masih capek banget nih abis ujian" ucap Lea mengeluh"Iya Ghea kaya gak ada hari lain aja" ucap Abigail menambahkan"Aduh kalian ini penting banget, lihat deh brosur ini" ucap GheaLea dan Abigail pun melihat ke brosur tersebut"Wih keren banget Ghea tempatnya" ucap Lea"Iya semua kativitas yang kita mau ada di sana" ucap Abigail"Okeh, besok aku akan telepon nomor kontaknya kita booking buat hari senin besok ya" ucap Ghea bersemangatDan hari yang ditunggu pun tiba, mereka sudah tiba dipelabuhan untuk pergi naik kapal fery ke pulau tersebut.Hampir 5 jam mereka menunggu dari jadwal yang sudah ditetapkan, tetapi kapalnya belum juga datang, kata petugas pelabuhan sedang ada masalah pada kapal sehingga ada keterlambatan,Dan jam 6 petang ini akhirnya mereka melihat kapal yang mereka tunggu sudah tiba, menyebabkan mereka akan malam sampai ke tempat pulau tersebut.Suasana laut itu sangat buruk dan ombak pasang beberapa kali, Ghea dan teman-teman sangat tegang akan kondisi tersebut, beberapa kali nahkoda juga berusaha mengupayakan agar kapan seimbang dengan baik.Tiba-tiba didepan terlihat pelabuhan dan pulau Rindu yang mereka tuju, Ghea disambut dengan Pak Dipo penjaga villa tempat mereka menginap"Mbak Ghea, mbak Lea dan mbak Abigail ya?" tanya Pak Dipo"Betul pak" jawab mereka serempak saat mereka sudah tiba di pelabuhanTidak berapa lama akhirnya mereka tiba di Vila yang mereka tuju, dan ternyata itu adalah vila satu-satunya di pulau tersebut, suasana sangat gelap dan sepi"Aduh pak, tadi perjalanan kesininya seram ya pak ombaknya" ucap Lea membuka pembicaraan"Iya mbak, betul sekarang sedang pasang air laut" jawab Pak Dipo"Pak Dipo, ada tamu selain kita ga ya?" tanya Abigail penasaran"Maaf mbak, minggu ini kososng cuma mbak-mbak saja" ucap Pak DipoAkhirnya mereka sampai ke kamar, ada 3 tempat tidur yang berdekatan"Terimakasih ya pak Dipo" ucap Ghea sopan"Sama-sama mbak, semoga liburannya menyenangkan" ucap Pak Dipo"Ghea kok beda banget sama gambar brosurnya" keluh Lea kesal"Iya Ghea tempatnya seram begini" ucap Abigail tidak kalah sewot"Aduh kalian ini bagaimana sih, katanya mau liburan yang suasananya berbeda, coba lihat hari pertama saja kita sudah dibuat deg-degan kan" timpal Ghea mengelak ucapan teman-temannyaAkhirnya mereka mandi dan berganti pakaian lalu pergi tidurKeesokan paginya mereka mandi, dan siap-siap sarapan di vila tersebut, mereka disambut dengan Mbok Pina yang menjadi asisten rumah tangga di Vila tersebut, Mbok Pina masak bebrapa menu maskaan dan semuanya terlihat lezat, tanpa sadar Ghea, Lea dan Abigail makan banyak dan menghabiskan masakan tersebut.Aktivitas hari pertama mereka akan naik banana boat, diving dan aktivitas di pinggir pantaiBevan menjemput mereka saat berada dipelabuhan saat mereka sudah siap menuju aktivitas laut, mereka sangat menikmati kegiatan yang dilakukanterutama tour guide mereka Bevan sangat keren, memiliki wajah indo yang tampan."Wah kalau model tour guide kaya begini satu bulan lagi gue juga mau" ucap Lea menggoda"Dasar ganjen Lea, tapi gue setuju sih" ucap Ghea dan Abigail bersamaanTubuh Bevan sangat atletis, dengan bertelanjang dada menambah kesan maskulin dalam dirinya.Tidak terasa sudah hampir petang mereka pun bersiap-siap untuk kembali ke vila"Terimakasih ya Devan" ucap gheaBevan hanya memberi senyuman manis kepadanya"Iya Bevan aku juga ya" timpal Lea dan Abigail genitHari kedua ini juga sama saat mereka menuju ke bukit kecil saat keluar Vila, tiba-tiba Bevan sudah ada disana untuk menemani mereka naik bukit dan permainan outdoor lainnya.Tidak disangka dengan hadirnya Bevan membuat kegiatan liburan mereka sangat menyenangkan, Ghea, Lea dan Abigail bahkan tidak ingin liburan ini cepat berlalu, aktivitas hari ini naik flying fox, naik motor cross ke arah bukit, dan flying fox.Sama seperti kemarin petang hari ini mereka baru sampai ke Vila."Bevan ikut saja yuk makan malam dengan kami" ajak Gheaseperti biasa Bevan hanya tersenyum manis kepada Ghea"Ayu dong Bevan" Ajak Lea sambil menggandeng tangan BevanTapi Bevan melepaskan tangan tersebut, dan menolak ajakan merekaSaat masuk kedalam Vila"Gila ya si Bevan itu cool banget jadi cowok, udah ganteng, cool lagi ga kecentilan" ucap Abigail kepad kedua temannya"Iya, tapi kalian berdua sadar gak sih, dia itu diam banget ya selama kita jalan-jalan dari kemarin" ucap Ghea"O iya aku juga baru sadar, tadi pas aku pegang tangannya, tangannya Bevan dingin banget tahu, apa itu karena kita abis main ke bukit ya" timpal LeaAkhirnya mereka mandi dan makan malam, ini malam terakhir mereka karena besok pagi mereka harus pulang."Mpok Pina, kenal sama Bevan gak Tour leader kita, tahu rumahnya gak?" tanya Ghea saat makan malamTiba-tiba piring yang dibawa Mpok Pina jatuh"Maksudnya neng?" tanya Mpok Pina"Aduk mpok baik-0baik saja" ucap ketiga cewek tadi sambil memabntu Mpok Pina membereskan piringnya.Mpok Pina langsung kembali ke dapurSetelah kenyang Ghea dan teman-temannya segera ke kamar karena mereka merasa sangat lelah hari ini."Selamat pagi" ucap Pak Dipo setelah melihat ketiga cewek tadi turun dari tangga"Lho Pak Dipo sudah datang, kok cepet banget pak?" tanya Lea"Cuaca cerah neng, jadi kalau naik kapal fery bisa cepat sampai ditujuan" ucap Pak Dipo"Tapi sebentar ya pak, kita mau ketemu sama Bevan, dia suah bantuin kita dari kemarin karena jadi tour guide kita" ucap Ghea"Apa? maksudnya gimana neng?" tanya Pak Dipo"Iya kita mau ketemu Bevan dulu, mau ucapin perpisahan dan terimakasih sama dia udah mau bantuin kita" ucap Abigail"Bevan? siapa dia neng?" tanya Pak Dipo"Lho masa Pak Dipo gak kenal, dia tour guide kita" jawab Ghea"Neng ini kan pulau kecil, kita belum ada tour guide, rata-rata semua wisatawan pergi ke tempat wisata sendiri" jawab Pak Dipo"Tapi kemarin Bevan yang bantuin kita pak" ucap Lea masih keras kepala"Maaf neng-neng mpok mau bicara" ucap Mpok Pina"Kenapa mpok?" tanya Ghea bingung"Maaf neng, sebenernya mpok mau nanya ke neng tapi takut neng takut, dari pertama neng kesini, mpok suka lihat kalian bicara sama orang, tapi orangnya ga ada" ucap Mpok Pina"Maksudnya mpok?" tanya Abigail bingung"Pas kemarin neng bilang Bevan, Mpok baru ngerti, ternyata kalian ketemu sama hantunya Bevan pemilik vila ini yang dulu hidup zaman belanda dulu, dia meninggal karena dibunuh orang dirumah ini, vila ini sebelum jadi vila istirahat wisatawan adalah rumah dia neng" ucap Mpok Pina"Mpok Pina serius?" tanya Ghea"Iya Mpok juga tahu dari orangtua mpok, dulu ibu saya kerja di rumah in" ucap Mpok PinaMpok Pina pun ke gudang belakang dan keluar membawa pigura"Ini bukan yang neng pada liat" ucap Mpok Pina polosDan ternyata yang diucapkan Mpok Pina benar, wajah Bevan yang tampan berada di pigura tersebut denga kedua orang tuanya, Bapaknya Belanda dan ibunya sepertinya orang pribumi, dan itu lukisan dibuat sudah hampir 60 tahun yang lalu.Tiba-tiba mereka semua merinding memikirkan bahwa selama liburan ini mereka ditemani oleh hantu Bevan.Bahkan Pak Dipo bilang belum pernah ada kejadian seperti ini.Saat mereka sampai dipelabuhan, mereka masih mengingat cerita Mpok Pina, saat Kapal Fery mulai berjalan, di dekat pelabuhan mereka melihat Bevan sedang tersenyum manis seperti biasa menatap mereka."BE,,,,, BE.... BEVANNNNNN" ucap mereka bersamaan

HOROR CHANEL DEVAN
Horror
23 Dec 2025

HOROR CHANEL DEVAN

Pada hari ini Devan bersama teman-temannya sedang memulai Vloging untuk chanel nya di sosial media, seperti biasa temanya adalah tentang hobi mereka yaitu olahraga."Dev viewer kita makin lama makin sedikit nih" ucap Angga sahabat Devan salah satu tim di chanelnya"Masa sih? terus gimana dong? perasaan kita sudah sering bikin konten" ucap Devan"Eh guys, kalian tahu gak, ada dua yang bisa bikin chanel kita naik" ujar Devi cewek satu-satunya di tim"Apaan Dev?" tanya Devan"Pertama kita bikin chanel gosip yang satu lagi kita bikin chanel Horor" ujar Devi"Lho kok ga nyambung, kita kan temanya sports" ujar Angga"Katanya mau naikin viewer, ya itu dua bahan yang bisa bikin viewer nya naik" ucap Devi"Tapi kayanya ide bagus juga Ga" jawab Deva"Lho kok lo malah dukung Devi" ucap Angga kesal"Maksud gue kita tetap bikin tema sports tapi kita masukin unsur horor didalam kontennya" ucap Devan"Maksudnya" tanya Devi dan Angga bersamaan"Misalkan khusus hari kamis, kita main skateboard di rumah hantu pondok indah" ucap Devan menjelaskan"Wiw keren tuh original, kayanya belum ada deh yang bikin konten itu" ucap Angga"Iya keren, terus bisa ambil viewer yang suka olahraga dan juga horor" timpal Devi"Oke gimana setuju ya guys, nanti gue coba bikin konsepnya"Minggu itu Devann dan teman-temannya mulai membuat konsep yang serius untuk chanel mereka tersebutDan diputuskanlah bahwa tempat pertama yang akan mereka buat adalah di sebuah rumah tua angker di sekitar rumah mereka, karena melihat ini pertama kali mereka akan melakukannya, jadi mereka memutuskan tempatnya tidak terlalu jauh, dan olahraga yang mereka pilih adalah bermain sepeda mengitari rumah angker dan kosong tersebut."Kamu berani Devi?" tanya Angga"Gak tau Ga, gue deg-degan juga sih" jawab Devi"Tenang aja Dev, masih deket kok sama rumah kita, kalau ada yang aneh kita langsung selesai kok" ucap Devan menenangkan"Iya, setuju" ucap DeviDan akhirnya mereka memulai vloging hari itu, dan berjalan sampai tengah malamSemua berjalan dengan baik dan lancar, sedetlah editing mereka publish di Chanel Devanbaru hitungan menit viewer mereka meningkat pesan, dua kali lipat dari konten sebelumnya."Wow keren, chanel kita jadi trending" ucap Devi"Coba sini gue lihat" ucap Angga"Waw kalau begini terus kita bisa dapat income yang lumayan guys" ucap DevanAkhirnya mereka terus melakukan konten Sport Horor tersebut, dan hari ini mereka akan melakukan syuting di TPU Jeruk Purut dengan melakukan olahraga skateboard."Devan, kok feeling gue ga enak ya hari ini" ucap Devi"Kenapa lo lagi sakit?" tanya Devan"Apa kita batalin aja ya" ucap Devi"Gak bisa Dev, kita belum buat konten minggu ini, kita harus lakukan ini" ucap AnggaDan akhirnya syutingpun berjalanSaat Devan bermain skateboard tiba-tiba Devan melihat sekeliling mereka, banyak yang menonton acara mereka padahal ini sudah jam 12 malam."Dev lo liat gak, penonton kita banyak yang datang hari ini?" ucap Devan"Penonton? dimana Van?" tanya Devi"Masa lo gak liat, itu disekeliling tempat gue main skateboard" ucap Devan senang"Van, lo sakit juga?" tanya Angga"Apaan sih lo, gue baik-baik aja kok" ucap Devan kesal kepada Angga"Cuma kita bertiga saja disini Van" ucap Devi mulai ketakutan"Ya udah yuk, syutingnya sudah selesai kan?" ucap Devi"Lo yakin, coba kita balik ke tempat tadi, gue buktiin deh sama lo semua" ucap Angga kesal"Udah ga usah, aku ga enak badan" ucap Devi mulai ketakutanDan akhirnya mereka pulang, keesokan harinya Devi tidak datang ke rumah Devan, Angga pun sibuk mengedit.Tiba-tiba muncul di chat room mereka,"Hai guys, kami dari fans Devan Sports Misteri mau undang kakak untuk jumpa fans kak"Pesan di wall tersebut"Wow kita udah punya fans Van" ucap Angga girang"Serius lo, ya udah kita buat konsep aja, kapan diadainnya, sekalian buat konten kita, berarti betul dong yang kemarin gue lihat pasti fans kita" ucap Devan legaDan akhirnya Angga pun membalas chat fansnya, dan mengundang mereka untuk datang ke acara minggu ini, tempatnya di Rumah Tomat di daerah Jakarta yang terkenal angker dengan bau tomatnya walaupun rumah itu kosong.Dan hari yang ditentukan pun tiba, DEvan, Devi dan ANgga sudah bersiap-siap di tempatMereka sudah mempersiapkan acara untuk hari itu kepada fansnya, tetapi anehnya sampai jam 12 malam masih belum ada yang datang, ANgga pun berusaha menghubungi orang tersebut.Dan jam 12 tepat saat Devan melihat ke jam di tangannya.Tiba-tiba sudah berkumpul banyak orang disekitar mereka, padahal sebelumnya sepi banget, Tiba-tiba Bulu Kudu Devan merinding, mereka seperti bayangan hitam wajahnya tidak jelas, dan sangat banyak."Halo, kita Chanel Devan, bisa tahu kalian siapa saja" ucap Angga berusaha ramah di tengah kegelapan saat ituDan beberapa orang maju mendekati merekaDan DEvi, Devan dan Angga pun sangat kaget melihat wajah orang-orang tersebut tidak memiliki wajah, dan mereka memiliki tubuh yang aneh ada juga yang bertanduk"Kami lah fans kalian, tayangan kalian sangat menghibur kami dan menjadi acara favorit kami" ucap suara dari sosok yang mengerikan tinggi besar dan hitamDEvan, Angga dan Devi tidak dapat bersuara mereka sangat ketakutan"Apakah kalian akan terus mengerjakan syuting ini?" ucap suara bayangan berambut panjang menjuntai sampai ke bawah dengan satu mata"Kalian tahu, apa yang kalian lakukan itu sangat bagus, membuat kami sangat senang" ucap suara mahluk jelek berwarna hijau tertutup lendir yang sangat banyak"kamilah fans kalian" ucap Mahluk dengan kain kafan terikat di kepalanya"Kamilah yang menonton kalian" ucap sosok menyeramkan berbadan bulat kecil dan mata menjuntai sampai ke bawah."Maksud kalian?" tanya Angga kaget"Kamilah fans kalian" ucap mereka bersamaan dan mulai mendekati ke arah Devan dan teman-temannya bersamaan"Apa.. apa yang harus kita lakukan Van" ucap Devi gemetaran"Gue.. gue ga ngerti" ucap Devan"Guys kita lari sekarang" ucap Angga melihat situasi seperti iniDan akhirnya mereka berlari sekencang-kencangnya dan mereka meninggalkan bayangan hitam itu disanaSetelah kejadian mengerikan kemarin, tiba-tiba Angga melihat Chanel Devan saat ini"Guys sini deh kalian gak akan percaya" ucap Angga"Kenapa" ucap Devan dan Devi bersamaan dan mendekat kepada AnggaDan mereka melihat subscriber mereka ternyata semua yang komen di chanel mereka idnya adalah Pocong, Tuyul, Kuntilanak, Genderuwo, zombie, drakula, dan mereka semua adalah dari dunia lain, dan setelah mereka melihat periksa rekening mereka di bank sama sekali nol mereka tidak mendapatkan apa-apa dan tidak memiliki hasil dari Chanel Devan tersebut.

HOROR SELENDANG WARISAN
Horror
22 Dec 2025

HOROR SELENDANG WARISAN

Pagi ini Dera sedang mengunjungi rumah bibi Dera di daerah Bogor, kebetulan Dera sedang libur kuliahnya, dia mengajak adiknya Lea untuk main ke rumah Bibi Ane sudah lama mereka tidak kesini, kebetulan rumah Bi Ane di daerah puncak sangat sejuk dan bisa dijadikan tempat liburan yang menyenangkan.Baru saja mereka sampai Bi Ane sangat menyambut kehadiran mereka, ditambah anak-anak Bi Ane sudah banyak yang berkeluarga jadi Bi ane hanya tinggal dengan Mang Asep saja suaminya."Bagaimana kabar mamah kalian?" tanya Bi Ane"Alhamdulillah baik Bi, dia juga titip salam buat Bi Ane sama Mang Asep" jawab Dera sambil makan rengginang yang ada di meja"Alhamdulillah senang mendengarnya, mudah-mudahan lebaran tahun ini semua bisa berkumpul ya disini" ucap Bi Dera"Iya Bi, mama sekarang lagi banyak kerjaan dinas di luar kota" ucap Lea"Iya mamah dan papah mu memang hebat karir mereka sukses, tidak seperti bibi dan mamang yang hanya bisa berkebun saja disini" ucap Bi Ane merendah"Disini sangat nyaman bi, hiduppun lebih tenang" jawab Dera sambil mencivipi serabi buatan bibi"Kalian nanti kalau mau jalan biar mang Asep saja mengantar kalian" ucap Bi Ane"Iya Bi, beres itu mah, Bi ada singkong rebus tidak?" tanya Dera yang ternyata perutnya masih laparBi Ane dan Mang Asep tertawa melihat kelakuan DeraSore itu Dera dan Lea diajak Mang Asep ke Curug yang dekat dengan lokasi rumah Bi Ane, pemandangannya sungguh indah dan sangat menyejukkan mata, belum lagi daerahnya masih asri belum terkontaminasi, masih sangat hijau dan suasana sejuk sangat terasa.Karena sudah hampir malam Mang Asep mengajak mereka kembali ke rumah"Aduh kang, kenapa baru ajak anak-anak pulang, saya khawatir kalau keburu gelap tadi" ucap Bi ane khawatir"Iya, anak-anak pada betah dan gak mau pulang" ucap Mang Asep yang sudah membujuk mereka"Bagus sekali Bi Ane pemandangannnya, aku sangat suka besok mau kesana lagi" ucap Dera"Iya Bi indah banget" ucap Lea"Iya memang bagus, tapi disana pantangannya ga boleh lewat maghrib, kalau tidak kalian bisa dibawa kedunia lain" ucap Bi Ane"Masa sih bi, itu cuma dongeng aja kali bi, kan memang kalau orang dulu selalu bilang ga boleh keluar maghrib" ucap Lea"Hushh jangan bicara kaya begitu, pamali kalau disini" ucap Bi Ane mengingatkan"Bi itu selendang warnanya bagus banget" ucap Dera menunjuk selendang merah di gantung di kursi"Itu selendang peninggalan nenek Dera mau?" tanya Bi Ane"Mau Bi, aku suka banget" jawab Dera"aku mana bi?"tanya Lea ga mau kalah"Lea ini saja selendang bibi" lalu diberikannya selendag hijau dengan motif bunga"Makasih ya bi" ucap mereka bersamaan"Iya sama-sama apa sih yang nggak buat keponakan bibi" ucap Bi Ane sambil tersenyumKeesokan harinya setelah ke puncak dan ke wisata Teh, mereka kembali minta diajak ke Curug kemarin dan memang sampai disana sudah jam 4 sore."Jangan lama-lama ya neng" ucap Mang Asep"Iya Mang, cuma sebentar kok" ucap Dera"Mang Dera mau lihat kesana dulu ya, siapa tahu ada yang bagus buat difoto" ucap Dera"Mang Asep temenin ya Dera" ucap Mang Asep"Ga usah mang" ucap Dera"Aku capek Der, aku disini saja ya sama mang Asep" ucap Lea"Iya, aku gak akan jauh-jauh kok" ucap DeraLalu Dera berjalan ke dalam kebun kecil disamping air terjun, Dera melihat ada kebun bunga yang sangat bagus, disana dia melihat ada spot yang indah untuk difoto dan Dera mengeluarkan selendang merahnya untuk menambah kesan pada fotonya nanti, dan Dera mulai melakukan selfie-selfie, entah karena asyiknya Dera tidak merasa kalau hari sudah senja dan sudah mulai gelap, Dera berusaha untuk kembali ke Mang Asep, tapi entah mengapa dia seperti berputar-putar dan hari akhirnya gelap, Dera mulai ketakutan, dia ingat perkataan Bi Ane, bahwa tidak boleh berada saat gelap didaerah ini, Dera mulai berteriak memanggil Mang Asep dan Lea."Mang Asep" Teriak Deratapi suasana sangat hening, bahkan tidak ada suara binatang yang terdengar, tiba-tiba ada hembusan angin yang cukup kencang, dan selendang Dera menutupi wajah Dera, saat Selendang Dera menutupi wajahnya, mata Dera melihat ramai sekali orang didepannya, bahkan dia melihat ada dimana-mana, tetapi wajah mereka sangat menyeramkan, dan mereka seperti cerita-cerita yang Dera lihat di televisi, ada yang seperti pocong, ada yang seperti kuntilanak, genderuwo, buru-buru Dera melepaskan selendangnya, dan keadaan kembali normal, tidak ada apa-apa disini, lalu Dera memakai kembali lagi selendangnya dan kembali semua wajah itu muncul bahkan tambah banyak, Dera lepas lagi dan kembali sepi, selendang ini sangat aneh fikir Dera.Dera akhirnya pasrah setelah lelah berjalan, dia memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon besar, ketakutan dia luar biasa melihat kejadian yang dialaminya, sepertinya tempat ini adalah tempat untuk mahluk lain yang berada di dunia gaib.Tiba-tiba angin kencang membuat selendang menutupi wajahnya, saat selendang itu ada di wajahnya dia melihat sosok nenek-nenek didepan wajahnya dan tangannya meminta Dera untuk mengikutinya. Entah mengapa wajah itu seperti dikenal Dera, dan Dera mulai mengikutinya, saat mengikuti nenek-nenek itu banyak mahluk yang ingin menggapai Dera, tetapi nenek tadi memelototi mereka, dan merka tidak berani mendekati Dera."Nek kita mau kemana?" tanay DeraNenek hanya melihat tapi tidak menjawab sama sekali, sampai akhirnya Nenek itu membawa Dera ke tempat cahaya terang, ada ketakutan pada diri Dera, tempat apakah itu? apakah dia harus mengkuti nenek tua itu atau dia tetap memeilih di tempat ini, saat sudah sampai ke titik cahaya, nenek itu melambai ke Dera meminta Dera cepat pergi kesana.Saat Dera ragu dia melihat ke belakang dan disana dia melihat banyak sosok yang menyeramkan mulai menuju ke arahnya, dan dia melihat ke nenek tadi, dan dia memutuskan untuk pergi ke cahaya tadi."Deraaaaaaaaa" teriak Lea"Alhamdulillah Dera kamu ketemu" ucap Mang AsepSaat Dera membuka matanya, sudah ada Lea, Mang Asep dan beberap abapak-bapak tidak dikenalnya"Aduh Dera, kamu bikin kami khawatir, kan tadi Mamang sudah bilang jangan lama-lama dan jangan jauh-jauh" ucap Mang AsepSetelah Dera beristirahat sebentar dan minum minuman hangat yang diberikan oleh Lea, akhirnya Dera dibawa kembali pulang, saat diperjalanan menuju ke mobil tiba-tiba angin meniup knecang dan membuat selendang menutupi wajah Dera, Dera melihat wajah nenek itu sedang tersenyum melihat Dera telah menemukan kembali keluarganya.Saat sampai dirumah Bi Ane memberikan wejangan kepada Dera karena rasa khawatirnya tadi, tapi ternyata Dera tidak fokus dan melihat satu foto di dinding dengan wajah yang dikenalnya."Ini siapa Bi?" tanya Dera"Itu nenek kamu Dera, dia meninggal pas kamu baru berusia dua tahun" ucap Bi Ane"Dia yang selamatin aku Bi Ane, dia yang menunjukkan jalan aku pulang" ucap Dera"Nenek?" tanya Bi AneLalu Dera menceritakan semuanya ke Bi Ane ada rasa bingung, takut dan senang karena yakin nenek akan selalu menjaga anak cucunya.

HOROR KOTA MATI
Horror
22 Dec 2025

HOROR KOTA MATI

Isabel hari ini sedang menyiapkan semua pakaiannya untuk pergi ke rumah neneknya di Malang, Akomodasi tiket sudah disiapkan untuk perjalanannya kali ini, karena dia hanya berdua saja dengan Rai teman sekosnya, mereka merencanakan liburan kali ini harus berpetualang ke tempat kelahirannya di Malang.Satu Jam Isabel menunggu tetapi Rai masih belum datang, akhirnya Isabel memutuskan untuk naik bus berikutnya kali ini, kalau tidak dia bisa ketinggalan kereta api, hampir saja Isabel mengangkat kakinya, tiba-tiba terdengar suara Rai"Isabel tunggu... tunggu..." ucap Rai ternegah engah"Aduh Rai, untung saja hampir saja terlambat sedetik lagi" ucap Isabel geram dengan kebiasaan Rai yang jam karet"Maaf Bel aku kesiangan" ucap Rai"Terus kalau kamu ga jadi ikut, aku sendirian kenapa coba ga pasang alarm saja" ucap Isabel kesal"Iya maaf... maaf..." ucap Rai"Sudah sekarang kita fokus ke perjalanan kita saja, kamu gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Isabel"Sepertinya gak kok, aku sudah siapin sejak malam" jawab Rai bersemangatAkhirnya mereka berdua sampai di stasiun, tidak berapa lama kereta yang mereka naiki sudah tiba"Wah pas sekali, coba kalau aku masih nungguin kamu, bisa gak jadi pergi kita kali ini" ucap Isabel menyindir Rai"Kenapa sih masih bahas itu aja, yang penting kan kita sudah naik kereta tepat waktunya" ucap Rai bernada cuek"Rumah nenek ku itu masih Asri banget Rai, rumahnya ada di tengah hutan Pinus, yang pemandangannya sangat indah saat siang, tetapi cukup mengerikan kalau kamu berjalan sendirian malam hari" cerita Isabel"Serius Rai, terus kita kesananya naik apa?" tanya Rai"Naik angkot sampai depan taman kota, terus kita lanjutkan naik ojeg sampai di pintu pegunungannya" ucap Isabel"Langsung sampai dirumah nenekmu?" tanya Rai"Ya belum lah masih jauh lagi jadi kita nanti jalan kaki masuk ke hutan pibus, kira-kira sampai sorelah kita di rumah nenek ku Rai" ucap Isabel"wah benar-benar berpetualang banget ya Rai, tapi kamu gak mungkin nyasar kan?" tanya Rai"Ya gak mungkinlah itukan kampung halaman nenekku" ucap Isabel sombongLalu mereka kan mulai menaiki angkot menuju ke tempat yang dituju, tidak terasa hari sudah mulai sore saat mereka tiba, jalanan sangat macet kondisinya, dan mereka sudah mulai keringatan saat sampai di angkot tersebut, lalu tibalah mereka dipangkalan ojek, Isabel dan Rai harus naik ojeg yang berbeda, menuju pintu gunung pinus yang dituju."Isabel jangan buru-buru bilangin tukang ojeknya, aku takut nyasar" ujar Rai"Iya bawel, aku kan sudah bilang ke tukang ojek kamu berhenti di pintu gunung pinusnya" ucap IsabelSekitar 30 menit lewat jalan rusak dan berkelok-kelok, akhirnya samapi juga mereka berdua di pintu gunung pinus tersebut"nenek kamu gak takut tinggal di Gunung bel?" tanya Rai penasaran setelah melihat lokasi yang sangat jauh dari perkotaan"Gak lah Rai, kalau kamu sampai juga kamu pasti akan sangat senang dengan pemandangannya sangat damai sekali" ucap Isabel bersemangat mengingat rumah neneknya yang sangat dirindukannya"Terus besok kita kemana?" tanya Rai"Besok kita baru jalan jalan ke Bromo, ke kota Malangnya sekalian kita wisata kuliner" ucap Isabel"Baik lah siap, sekarang kita istirahat dulu di rumah nenekmu kan?" tanya Rai"Iya dong, aku kan kangen sama nenekku" ucap Isabelmereka melanjutkan perjalanannya, tidak terasa hari mulai malam, dan sepertinya suasana mulai terasa mencekam, bahkan Isabel mulai merasa ragu dengan jalan yang ditapakinya, beberapa kali Isabel menelepon nenek, tidak ada sinyal yang didapatnya."Bel, kok belum sampai aku sudah capek, dan sepertinya kita sudah berjalan jauh sekali" ucap Rai"Iya tapi aku yakin ini jalannya Rai, sabar ya" ucap Isabel menenangkanHampir jam tujuh malam jam ISabel menunjukkan mereka sudah berjalan selama tiga jam lebih, dan biasanya untuk mencapai rumah nenek hanya sekitar satu setengah jam saja."Maaf ya Rai sepertinya aku benar-benar kehilangan jejak, kita tersasar" ucap Isabel jujur ditengah-tengah hutan pinus"Isabel kok bisa? terus suasananya seram banget lagi, terus kita bagaimana?" ucap Rai panik"Kita menginap disini dulu ya sampai besok pagi, aku tidak berani jalan lebih jauh lagi" ucap Isabel sambil memandangi sekeliling tetapi tiba-tiba secercah harapan datang, didepan mereka terlihat ada pemukiman yang terang dengan banyak cahaya lampu"Rai lihat" ucap Isabel"Apa bel?" jawab Rai lelah"itu ada pemukiman, mungkin malam ini kita kan menginap disana dulu" ucap Isabel"Baiklah terserah kamu saja" ucap Rai pasrahMereka berjalan masuk ke gerbang kota sekelilingnya masih terlihat ramai orang berlalu lalang"Maaf pak, boleh kami numpang menginap disini?" tanya ISabel kepada seorang bapak tua yang berjalan didepannyaBapak tadi hanya melihat saja tanpa menjawab pertanyaan Isabel, tetapi tangannya meminta mereka berdua untuk mengikutinyaBerjalan sebentar, akhirnya Isabel dan Rai sampai ke rumah gaya klasik jawa, mereka masuk kedalam ruangan yang gelap hanya ditemani lampu lilin saja."Terimakasih ya pak, kami sudah boleh menginap disini" ucap Isabel melihat kebaikan bapak tua tadi kepada merekatapi seperti biasa bapak tua itu hanya tersenyum saja dan tidak berbicara sama sekali"Tidak menyangka ya di tengah hutan begini ada kota juga ya Bel" ucap Rai"Iya Rai, tapi anehnya setiap aku kesini aku belum pernah melihat kota ini" ucap ISabel bingung"Tapi tidak apa-apa deh ini saja sudah lumayan, daripada kita menginap di hutan sendirian" ucap RaiSetelah masuk kekamar kecil yang ditunjukan oleh si Bapak tua tadi Isabel dan Rai menaruh tas yang dibawa mereka, mereka sudah bersiap-siap untuk tidur karena rasa lelah yang dijalani hari ini.Baru saja Rai dan ISabel mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara ramai banyak sekali orang didepan rumah, mereka mengintip dari jendela kamarAda Api Unggun besar, dikelilingi hampir semua warga, sepertinya ada upacara yang berlangsung dan mereka terlihat sangat gembira, si Bapak TUa tadi juga terlihat seperti memimpin upacara.Isabel dan Rai hanya melihat satu sama lain"Rai aku sudah ngantuk tidur saja yuk, biarin saja mereka sedang upacara" ucap Isabel"Iya Bel, aku juga tidak mau melihat acara itu, mending aku tidur saja"Dan akhirnya mereka terlelapIsabel tersentak terbangun merasa ada yang aneh dia membuka matanya, ternyata Dia dan Rai sudah diikat di papan kayu dekat api unggun."Loh kok kami dibawa kesini?" tanya Isabel "Rai.. bangun.. Rai bangun" teriak ISabel kepada RaiTetapi itulah Rai dia adalah anak yang pelor, tidak mudah untuk dibangunkan, sangat tidak mungkin untuk Rai bangun mendengar suara yang ramai seperti ini.Bapak tua tadi hanya melihat ISabel sambil tersenyum dan melanjutkan upacara nya kali ini.Isabel merasa ada sesuatu yang tidak beres, dia merasa semua warga disini memiliki wajah yang pucat dan sangat kaku, bahkan banyak beberapa wajah yang memiliki wajah yang cacat seperti luka bakar, dan penuh darah."Tolong....tolong..... " teriak Isabel tetapi sepertinya saat ini tidak akan ada seorangpun yang akan menolongnya.Tiba-tiba warga membawa papan kayu Isabel dan Rai ke tengah-tengah api unggun"Tidaaakkkkkk.... tolong.... tolong kasihani kami" teriak Isabeldan mereka masuk kedalam api unggun Isabel berteriak sekencang mungkin"Tolongggggggggggggggggggggggg nenekkkkkk" teriak ISabelTIba-tiba Isabel melihat semua warga dan bapak tua tadi menghilang yang ada hanya hutan pinus kosong dengan banyak reruntuhan rumah dan kuburan yang ada didalam hutan pinus tadi"Rai... bangun... Rai" teriak Isabelmatahari sudah mulai terbit, dan Suasana menjadi lebih terang"Kenapa sih Bel? kamu teriak teriak gitu, pusing tau aku mendengarnya" ucap Rai sambil membuka matanya"Syukurlah kamu akhirnya bangun juga Rai" sapa Isabel lega"Kok kita ada di sini? rumah bapak tua tadi mana? dan kenapa kita tidur ditanah seperti ini?" banyak pertanyaan yang diajukan Rai"Nanti aku ceritakan, sekarang kita harus ke rumah nenek dulu" jawab Isabel"iya" ucap RaiSetelah 30 menit mereka berjalan akhirnya mereka berdua menemukan rumah nenek Isabel, dan sampai disana akhirnya Isabel menceritakan semua yang terjadi kepada nenek, dan Rai sangat ketakutan ketika mendengarnya."Iya dulu ada perkotaan di gunung ini yang dijadikan perumahan seperti vila, dan banyak yang sudah menghuni dan tinggal disana, tetapi pada suatu malam terjadi kebakaran yang sangat hebat semua vila disana terbakar habis dan semua penduduk disana meninggal semua" cerita nenek"Ya ampun, hampir saja kita jadi korban dari warga dikota mati tersebut" ucap Rai dengan nada ketakutandan saat melewati hutan pinus tersebut, tiba-tiba dikejauhan Isabel melihat bapak tua tadi melihatnya dari pohon pinus diatas bukit.

HOROR HANTU TANPA MUKA
Horror
21 Dec 2025

HOROR HANTU TANPA MUKA

James saat ini mulai memasuki koridor loby yang panjang, dia akan memulai hari barunya sebagai staf Akuntan di Bondan Law and Firm, kantornya sangat bonafid terletak di area strategis di wilayah Sudirman, gedung tinggi menjulang sampai 78 lantai, dan James melihat banyak profesional dengan pakaian yang sangat elegan hilir mudik di perkantoran tersebut.Dan James memasuki Lift menuju Lantai 13 kantor barunya berlokasi disana, saat pintu lift terbuka, James melihat koridor sepi lagi yang ada disana, dan James pun berjalan melewati koridor hingga sampai di ruangan dengan pintu bening dan disana sudah ada resepsionis yang menyambut James dengan ramah, dan saat James menunjukkan surat penugasannya, Resepsionis itu mengantarkan James ke ruangan HRD."Silahkan Pak James, ini ruangan Pak Andrew Manager Akuntan disini" ucap Lisa sang Resepsionis"Baik Terimakasih mbak" ucap James sopanPak Andrew menyambut kedatangan James dengan ramah"Silahkan duduk James, selamat saya ucapkan lebih dahulu atas keberhasilan bapak sudah bergabung diperusahaan kami" ucap Pak Andrew"Terima kasih pak, saya harap saya dapat memberi kontribusi yang baik pada perusahaan ini" jawab james"Pasti, saya sangat menyambut kamu dengan baik, karena memang saya kehilangan staf saya beberapa bulan ke belakang dan banyak pekerjaan yang menumpuk dan butuh diselesaikan" ucap Pak Andrew menaruh harapan kepada James untuk membantunya."Baik Pak" ucap james bersemangatDan Pak Andrew mengantrakan James ke ruangannya yang terletak di pojok sudut gedung, sambil memperkenalkan rekan-rekan lainnya.Dan hari itu dilewati James dengan cukup baik, rekan-rekan sekantornya cukup ramah dan banyak membantunya dalam mempelajari ruang kerja barunya. Dan betul kata Pak Andrew James harus sudah siap dengan banyaknya laporan yang belum terselesaikan.Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 5 sore, semua karyawan bersiap-siap untuk pulang, dan James masih melihat banyaknya kertas yang menumpuk di mejanya sehingga dia urungkan untuk pulang tepat waktu seperti mereka."james ayu pulang" sapa Mira rekan kerjanya yang duduk di seberang James"Nanti saja Mir, sebentar lagi aku selesaikan pekerjaan hari ini dulu" ucap James sambil tersenyum"Santai sajalah hari ini hari pertama kamu, jangan terlalu keras" ucap Mira menghampiri James"Iya mir tidak apa-apa kok" jawab James sambil tersenyum lagi"James, kamu masih baru, kamu belum tahu ada apa saja dikantor ini, sebaiknya kamu pulang jangan terlalu malam nanti" ucap Mira dengan nada khawatir"Baik Mir, aku usahakan sebelum gelap aku sudah pulang" ucap James bersemangatEntah mengapa hampir semua rekan-rekan James menatap James aneh dan mendekati Mira dan mereka sepertinya membicarakan James kepada rekan lainnya."Apakah aku terlalu bekerja keras, mungkin aku terlalu terlihat aneh saat ini" fikir James"Hai James" sapa Pak Andrew"Iya pak" jawan James"Aku lihat kamu sangat bersemangat, aku senang sekali dengan energi baru seperti kamu" ucap Pak Andrew"Iya pak, emang benar kata Bapak banyak sekali pekerjaan yang tertumpuk" ucap James"Semangat kamu James aku sangat menyukainya, lanjutkan ya, tapi hari ini aku sangat tidak fit jadi aku harus pulang sekarang" ucap Pak Andrew"Baik pak hati-hati" ucap James"Justru kamu yang harus hati-hati" ucap Pak Andew dengan nada misterius"Baik pak" entah mengapa sepertinya kata-kata hati-hati itu menjadi nada yang ditekankan oleh Pak AndrewWaktu sudah menunujukkan jam 9 malam, sebentar lagi laporan tersebut akan selesai.Tiba-tiba mesin fotokopi menyala sendiridan ruangan Pak Andrew nyala tiba-tiba, James merasa ada yang tidak beres disini, dia mulai berjalan ke arah koridor dan melewati ruangan ke arah mesin foto kopi.Dan tiba-tiba dia melihat di tempat mesin foto kopi ada seorang gadis sedang mengahadap mesin foto kopi, James lega berrarti dia tidak sendiri di ruangan ini, dan masih memiliki teman, dan James menghampirinya."Mbak, maaf kamu lembur juga ya?" tanya JamesTiba-tiba gadis itu menghadap ke arah James dan yang membuat James kaget adalah gadis itu tidak memiliki muka smeua polos.James langsung lari ke arah ruangannya, badannya sangat gemetar dan keringat dingin pun mengucur, dan James mengambil tasnya dan lari ke arah pintu, dan menuju liftnya.Tiba-tiba gadis tanpa muka itu sudah ada didalam lift saat pintu lift terbuka"Kamu... mau apa?" tanya JamesGadis itu hanya diam menatap James dan tiba-tiba tubuh James tertarik untuk masuk kedalam Lift"Tolong jangan ganggu aku" ucap James ketakutanDan gadis itu membuat lift terasa sangat ringan dan membawa James kembali ke ruangannya dengan gadis itu, James melihat ada gadis yang berpakaian sama sedang memfoto kopi tapi gadis ini memiliki wajah yang cantik, dia hanya seorang diri sepertinya teman yang lain sudah pulang.Tiba-tiba ada empat orang mendekati dia diantaranya Mira"Bela, kamu itu selalu cari muka sama atasan dengan lembur seperti ini, kamu tahu gara-gara kamu sekarang kami tidak bisa pulang tepat waktu" ucap Mira"Tapi aku hanya ingin menyelesaikan tugasku" ucap Bela dengan wajah ketakutan"Tidak apa-apa kalau itu tidak merugikan kita, tapi kelakuan kamu itu membuat kita semua sekarang harus ikut lembur seperti kamu" ucap Roy laki-laki dengan tubuh gempal"Lalu kenapa kalian menyalahkan aku?" tanya Bela"memang ini semua salahmu" ucap mereka beramai-ramai, dan tanpa sadar Mira membenturkan wajah Bela ke mesin foto kopi sampai Bela tidak sadarkan diri"Bagaimana ini" tanya Mira"Kalau dia lapor Pak Andrew kita pasti dikeluarkan" ucap Roykita bersihkan darahnya, dan kita harus membawa dia ke tempat lain, dan mereka segera ergi membawa Bela ke taman belakang gedung, dan dengan teganya mereka memukul wajah Bela sampai wajah Bela hancur dan Bela tidak bernafas lagi.mereka menguburkan Bela di taman belakang itu, dan sampai saat ini tidak ada yang tahu apa yang diperbuat oleh mereka."Hai James, kamu pulang jam berapa tadi malam?" tanya Mira ke James pagi iniJames melihat Mira ketakutan "Aku... aku hanya sampai sore saja kok mbak Mira" ucap James gugup"Oh baiklah bagus, awas saja" ucap Mira tidak menyelesaikan kalimatnya seperti ada nada ancamanSeharian ini James tidak tenang mengetahui dia bekerja dengan rekan-rekan yang telah membunuh Bela karena kesalah pahaman.Ada niat James untuk memberitahu Pak Andrew tentang masalah ini, saat James berjalan ke ruangan Pak Andrew tiba-tiba dia melihat Mira ada disana"Dia berbohong sayang, pasti dia juga karyawan yang cari muka, masa dia bilang dia pulang sore padahal di CCTV dia pulang hampir jam sembilan malam" ucap Mira"Jangan sampai bos besar tahu tentang hal ini" ucap Pak Andrew"Lalu bagaimana jika kita berbuat hal yang sama seperti kepada Bella kalau dia macam-macam" ucap Pak Andrew"Coba kita lihat malam ini" ucap MiraTiba-tiba James shock mendengar apa saja yang baru saja dibicarakanDia berjalan kembali ke mejanya, dan disitu dia melihat kertas sudah bertumpuk kembali di mejanya dengan note : besok di kumpulkanJames kehilangan akalnya bagaimana bisa Pak Andrew terlibat hal seperti iniWaktu sudah menunjukkan jam 5 sore, semua rekan - rekan pamit dan James mulai ditinggalkan sendirian, keringat bulir James mengucur deras, tapi dia mengalihkan semua ketakutan kepada pekerjaannya.Dan kejadian itu terulang, mesin foto kopi yang menyala sendiri, dan juga lampu ruangan pak Andrew yang berkedap -kedip, James mulai membayangkan Bela ada di mesin foto kopitetapi tiba-tiba lampu gelap gulita, semua mati total tidak ada yang menyalaAda seberkas cahaya terlihat, seperti sinar dari handphone"Siapa... siapa kamu?" tanya JamesAda dua orang bertopeng mendatanginya, "James kami sangat benci dengan orang yang cari muka" ucap suara wanita yang dikenalnya seperti suara Mira"Aku tidak cari muka, tapi aku hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan ku" ucap James"Dasar orang-orang seperti kamulah yang membuat karir saya tidak bisa naik, hanya diam ditempat saja" ucap suara laki-laki yang James kenal suara Pak ANdrewTapi tiba-tiba listrik menyala, pak Andrew dan Mira sangat kaget, ternyata mereka membawa senjata tajam ditangannyaDan tiba-tiba Mira terpental jauh ke sudutPak Andrew sangat kaget dibuatnya"Kamu... kamu bagaimana kamu ada disini" ucap Pak AndrewDan disitulah James melihat Bela di Hantu tanpa muka ada disana"Kalian memang orang jahat" ucap Bela dengan wajah amarah yang membabi butaPak Andrew pun terlempar jauh ke sudut ruangan"Ampun Bela" ucap Mira"Kami tidak bermaksud seperti itu" ucap MiraTetapi Bela semakin menjadi murka "Kalian harus bertanggung jawab, muka kalian harus sebagai ganti untuk mukaku""Jangan Bela, Jangan tolong jangan kamu balas dendam kepada kami" ucap Mira bersuara ketakutanDan tiba- tiba mereka berdua terlempar ke jendela dan jatuh ke lobi bawah gedung.James sangat kaget dan ketakutan melihat kejadian tersebut, dia benar - benar tidak bia menggerakkan tubuhnya, sehingga datang security kantor yang menghampirinya, dan setelah itu James menjadi saksi kepada polisi atas apa yang terjadi hari itu.Saat semua polisi sudah menginterogasi JAmes, James pun keluar dan menuju koridor kantornya dan menuju lift, dan ternyata di dalam lift, ada HAntu bela tapi kali ini dia sudah memiliki wajah Mira.

HOROR SHIFT TIGA (HANTU PIETRA)
Horror
20 Dec 2025

HOROR SHIFT TIGA (HANTU PIETRA)

Beberapa hari yang lalu Diego mengambil cuti dikantornya untuk pergi bersama keluarga keluar kota, dan hari ini Diego baru masuk kembali kekantor, seperti biasa suasana kantor sudah mulai sepi saat Diego datang, Diego langsung masuk ke ruang Call Centre dan melakukan aktivitas seperti biasa, abesen dan log in ke semua sistem, dan sepertinya ada sesuatu yang aneh suasana sangat sepi, bahkan beberapa menit ini Diego menunggu sahabatnya Pieter seperti biasa untuk menemaninya tapi Pieter seolah-olah lenyap tidak datang sampai saat ini.Satu jam berlalu, Pieter belum datang juga, Diego jadi merasa gelisah seperti ada yang kurang dalam shift tiga kali ini, Diego mencari Pieter ke Pantry dan juga ruangan yang lainnya."Apakah Pieter marah padaku karena aku cuti beberapa hari ini??" fikir DiegoDan jam - jam pun berlalu sampai waktu menunjukkan jam sepuluh malam, dan Diego semakin gelisah, beberapa telepon nrmal pun banyak yang masuk untuk menanyakan masalah teknis yang mereka hadapi.Hari ini sangat aneh bagi Diego, semua terasa sangat NORMAL, dan hal ini sangat membuat Diego malah menjadi resah, mana hantu-hantu yang sering mengunjunginya, bersamanya saat menjalani shift tiga, apakah semua sudah menjadi biasa, apakah cuti kemarin berdampak pada kebiasaan yang dijalaninya dikantor ini.Jam pun menunjukkan jam dua belas, Diego hampir saja tertidur karena dia sangat lelah menunggu Pieter yang tidak datang-datang, sampai dia merasakan ada orang yang berdiri didekat dirinya."Kamu siapa?"Tanya DiegoLaki-laki berwajah Indo berkulit putih dan sangat pucat itu hanya melihat Diego dan memandangnya tanpa bersuara sedikit pun."Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Diego sekali lagiDan masih wajah yang sama hanya memandanginya saja tidak bersuara sama sekali"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Diego "Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Diego"Aku sudah melenyapkan Pieter" jawabnya datar"Apa maksudmu?" tanya Diego kaget"Aku suda melenyapkan semua hantu-hantu disini, sekarang akulah penguasa disini" ucapnya"Apa maksudmu, kenapa kau melenyapkan Pieter, dia penjaga dikantor ini" ucap Diego tidak terimaTiba-tiba hantu laki-laki itu menerbangkan semua berkas yang ada di meja Diego"Kamu harus pergi dari sini" ucap hantu tersebut"Aku tidak akan pergi aku bekerja di tempat ini, dan aku tidak takut kepadamu" ucap Diego"Apakah kamu mau melawanku" tanya Hantu itu kepada Diego"Aku tidak takut kepadamu" ucap Diego sekali lagiKali ini semua kursi bergerak ke sana kemari, membuat Diego menutup matanya, sepertinya kali ini hantu itu serius untuk mengusir Diego dari kantornya.Diego membacakan semua hafalan surat yang diingatnya, dia menutup matanya berusaha tidak menatap mata hantu tersebut.Dan Hantu tersebut mulai mendekati Diego, dan mulai mencekik leher Diego."Kamu akan menjadi tumbalku, pengikutku" ucap Hantu tersebut terus menekan Diego"Diego hampir tidak kuat untuk menahannya, dia sangat sulit untuk melepaskan tangan Hnatu tersebut dari lehernya, sepertinya kali ini Hantu itu dapat menguasai tubuhnya, tiba-tiba angin kencang masuk ke dalam ruangan, berputar semakin kencang.Sampai akhirnya Diego melihat Pieter melempar hantu itu menjauh darinya"Jangan pernah kau sakiti dia Pietra" ucap Pieter"Mengapa kau menolongnya, dia bukan golongan kita" Ucap Hantu Pietra sangat marah kepad Pieter"Dia tidak bersalah, dan dia banyak membantu hantu gentayangan seperti kita" ucap Pieter"Tapi kita harus mengajaknya ke dunia kita" Ucap Hantu Pietra dengan nada sangat kencang dan marah"Belum waktunya dia didunia kita" ucap PIeter sekali lagiDan ternyata Pietra mulai mendekati Pieter dan ingin mencekiknya, dan Pieter melawannya, sekilas yang terjadi seperti kilatan-kilatan cahaya yang ada, mereka bergerak sangat cepat, dan hampir tidak terlihat, sampai akhirnya Diego melihat bahwa Cahaya besar itu terjadi, dan dia melihat Pieter dan Pietra terlampar saling menjauhi, dan akhirnya Pietra seperti menghilang.Diego lega ternyata Pieter menghampirinya"Siapa dia?" tanya Diego"Dia adalah Pietra hantu belanda, penghuni Kantor perpusatakaan di belakang, dai berusaha untuk menguasai ruangan ini" ucap Pieter"Mengapa kau menghilang tadi?" tanya Pieter"Aku menyelamatkan hantu-hantu lainnya yang hampir disakiti oleh Pietra untuk menjadi pengikutnya" ucapnya"Untung kau datang tepat waktunya menyelamatkan aku" ucap Diego"Pietra adalah hantu yang jahat, dia adalah penjahat yang mati penasaran pada zamannya dikarenakan hukuman gantung yang diterimanya karena semua kejahatannya" ungkap Pieter"Dan saat menjadi hantupun Pietra tetap menjadi hantu yang jahat" tanya Diego"Iya, dia sangat benci jika ada hantu penasaran kembali menjadi tenang" ungkap PieterDisaat itu Diego tersenyum bahagia, bukan hanya Pieter menyelamatkan dari Hantu jahat seperti Pietra tetapi karena Diego tahu Pieter akan selalu menemani dan menjaganya di Shift Tiga ini.

HOROR RUMAH WARISAN
Horror
20 Dec 2025

HOROR RUMAH WARISAN

Dela hari ini berencana pulang cepat dari kantornya, dikarenakan hari ini dia dan tiga kakak lainnya akan berpergian ke Bandung, baru saja sebulan yang lalu Mamah dan Papah Dela meninggal karena kecelakaan mobil yang dikendarai mereka saat ingin berlibur ke luar kota.Duka yang mendalam masih sangat terasa di keluarga Dela, sampai Pak Habib kemarin datang ke rumah, dan memberitahu bahwa ada wasiat dari kedua orang tua mereka jika mereka meninggal dunia."Jadi saya awali terlebih dahulu dengan ucapan belasungkawa sebesar-besarnya untuk kalian" ucap Pak Habib"Iya pak Terimakasih" ucap Kakak Dela Rio"Ada apa ya pak, sampai bapak malam-malam kemari?" tanya Kak Shinta Kakak Dela yang tertua"Jadi begini, saya dan papah kalian sudah berteman lama sekali, kebetulan om ini kan pengacara, papah dan mamah kalian sudah memikirkan keadaan kalian saat kalian masih kecil, dengan membuat surat wasiat untuk kalian, ada beberapa asset yang dimiiliki Bapak dan Ibu kalian, dan saya akan membacakannya saat ini"Hampir semua yang dibacakan oleh Pak Habib kami semua mengetahui aset yang dimiliki oleh orang tua kami, tapi ada satu wasiat yang sama sekali kami tidak mengetahui."Bapak dan Ibu kalian memiliki rumah dan tanah di Bandung sekitar 2 hektar dan luas rumah 500 meter, dan ini untuk kalian bertiga" ucap Pak Habib"2 hektar?" ucap Rio"rumah 500 meter?" ucap Shinta"Kenapa mamah dan papah gak pernah ajak kita kesana ya?" tanya Dela"Mungkin karena orang tua kalian sangat sibuk, dan tidak sempat kesana" Ucap Pak Habib sambil memberikan sertifikat tanah dan rumah tersebut.Oleh karena itu hari ini kami berencana untuk berangkat kesana, untuk melihat warisan tanah dan rumah yang kami tidak tahu sama sekali, kebetulan besok ada tanggal merah dibarengi dengan hari libur, jadi kami bisa lebih banyak waktu melihat kondisi rumah dan tanah di Bandung.Saat diperjalanan, karena ini sudah mulai malam kami berhenti beberapa kali di rest area untuk beristirahat, dan ternyata daerah tanah yang dimaksud cukup jauh diperkampungan, kami harus bertanya kepada beberapa orang untuk ke tempat itu.Setelah akhirnya kami bertanya, akhirnya tepat pukul 7 pagi kami sampai juga di kampung yang dimaksud, Kampung nyageng Cibeunyit, saat kami memasuki area perkampungan itu suasana perkebunan STrawberry dan area persawahan sangat menyejukkan mata, kami sempat berhenti sebentar di rumah makan sederhana.Sambil memesan beberapa menu Dela bertanya kepada ibu tua yang sudah berwarna abu abu disemua rambutnya."Punten bu? kami sedang cari alamat ini?"tanya Dela sambil memberikan kertas kepada sang ibu"Ini teh masih Satu setengah jam lagi neng, tepatnya diatas bukit itu" ucap sang Ibu"Oh begitu bu, berarti dari sini hanya tinggal mengikuti arah bukit itu?"tanya Rio sambil menunjuk bukit kecil yang terlihat dari arah warung tersebut"Iya pak" ucap sang ibu sambil tersenyum"Makanan yang enak ya kak?" ucap Dela saat di mobil sambil mengelus perutnya"Iya karena semua dipakai dari bahan yang alami, gak kaya di Jakarta udah kebanyakan pengawetnya" jawab Shinta ketus"Menurut kalian, apakah mamah dan papah mungkin sudah lupa dengan rumah dan tanah ini ya? " tanya kak Rio"Masa tanah sebesar itu bisa lupa sih ka?" ucap ShintaDan setelah menempuh satu setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai juga tepat ucapan ibu tadi."Waw... sepi kak" ucap Dela saat turun dari mobilhanya ada area tandus yang luas dan kejauhan ada rumah bertingkat yang terlihat"Itu pasti rumahnya" ucap ShintaDan Rio menyuruh kami semua masuk, dan menuju kerumah tersebutRumah tua dan tidak terurus tetapi kondisi rumah tersebut masih sangat kokoh dan kuatTidak ada satupun orang yang ada disini, sepertinya rumah dan tanah ini sudah sangat lama ditinggalkan"Kakak yakin kita akan menginap disini?" ucap Dela"Tidak apa-apa ini hanya karena kotor saja, karena tidak dibersihkan, kalau sudah rapih dan bersih, akurasa rumah ini akan sangat bagus dan cantik" ucap Shinta bersemangat"Okey, kita lihat ke atas dulu" ucap RioSambil berjalan ke atas dengan suasanan rumah yang tinggi dan besar, banyak ruangan dengan interior antik dan khas eropa terlihat disana, menambah kesan kokoh pada rumah ini."Sayang ya, coba mamah dan papah suruh orang jaga rumah in, pasti kita akan betah main kesini setiap tahunnya" ucap DelaAda empat kamar pada rumah tersebut, akhirnya kami memilih satu-satu kamar yang akan kami tempatiSetelah kami berganti pakaian kami langsung bergotong royong membersihkan rumah tersebut, dan waktu pun berjalan tidak terasa sudah hampir jam 3 sore, yang menyadarkan kami adalah perut kami yang keroncongan."Sudah ya kita istirahat dulu" ucap Kak Rio"Iya kak, aku lapar, kayanya kita harus belanja juga untuk keperluan kita menginap" jawab Shinta"Iya kak, gak terasa udah sore aja" ucap DelaSetelah mereka mandi dan ganti baju, mereka langsung menuju keperkampungan awal untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya"Teteh dan aa sepertinya orang kota? saya baru lihat disini?" ucap Bapak tua pemilik warung"Iya pak, saya lagi nengokin rumah dan tanah saya yang ada di bukit itu" ambil menunjuk ke bukit kecil tadi"Maksudnya rumah tua yang lama tidak dihuni?" ucap Bapak tua tadi kaget"Iya pak, itu warisan orang tua kami" ucap Dela"Kalian akan menginap disana?" tanya Bapak tua tadi"Iya pak""Saya sarankan teteh dan aa menginap dikampung sini saja, biar besok pagi baru kesana lagi, karena rumah itu lama tidak dihuni" ucap Bapak tadi sedikit memaksa"Iya pak, tadi kami sudah bersihkan dan kondisinya sekarang sudah lebih rapih, makanya kami membeli beberapa lampu penerangan juga pak" ucap Shinta"Baiklah teteh dan aa tapi hati - hati ya" ucap Bapak tadi"Hati - Hati kenapa pak?" tanya Rio sambil memakan roti yang ada di tangannya"Banyak cerita hantu tentang rumah itu" jawab Bapak tua tadi"Hantu?" ucap Dela"Iya teh, disana banyak hantunya" kata Bapak tua tadiSetelah selesai membayar semua keperluan yang dibeli , di mobil suasana jadi sedikit aneh"Kak, rumah itu berhantu" ucap Dela membuka pembicaraan"memang kamu percaya sama hantu?" tanya Rio"Kamu tahu gak Del, itu cara orang-orang kampung biar tanah kita ga cepet dijual" ucap kak Shinta ketus"Pantesan mamah dan papah ga mau ajak kita kesini, jangan-jangan mamah dan papah percaya sama kabar angin itu" ucap Shinta"Tapi, kalau memang ada hantunya bagaimana?" tanya Dela"Ya makanya kita bersihkan, kita pakai sholat, kita ngajiin, biar adem rumahnya" ucap RioDela hanya berfikir, apakah dia bisa tidur dirumah itu malam ini.Suasana gelap mulai terasa, kak Rio memasang lampu lentera dibeberapa titik agar rumah menjadi sedikit lebih terang."Kak Shinta, aku tidur sama kakak ya?" ucap Dela"Ya udah, kamu tidur sama kakak saja, daripada kamu ketakutan kaya gitu" ucap ShintaRio sedang asyik main game dan mencharge handphonenyatiba-tiba datang semilir angin kencang, dan memadamkan semua lampu yang Rio nyalakan"Kak Shinta.. kak Rio" teriak Dela"Sabar Del" sebekas sinar putih menyala dari handphone Kak Rio menenangkan hati DelaKak Rio mencoba menyalakan kembali semua lampu yang telah padam"Aneh, padahal pintu dan jendela tertutup tadi" ucap Rio"Tuh kan benar ada hantunya" ucap Dela ketakutan"Angin Del, bukan hantu" jawab Shintatiba - tiba ada suara "Brukkkkk" dari atas seperti ada benda yang jatuh keras ke lantai"Kak... suara pa itu" ucap Dela"Coba kau cek Rio" ucap ShintaBeberapa menit Rio kembali "Tidak ada apa-apa kok"Aneh, kok suaranya kencang beul" fikir Shinta"Tuh kan kak, kita ke kampung dibawah saja yuk, aku ga mau disini" ucap Dela"Inget Del, tujuan kita kesini untuk menajga rumah dan tanah peninggalan warisan orang tua kita, masa baru begini saja kamu sudah nyerah" ucap Shinta marahtiba-tiba ada suara ketukan dipintu"Tok...Tok..." suara cukup kerasRio membuka pintu tersebut, dan melihat ada seorang pemuda desa didepan rumahnya"Maaf nama saya Derajat, saya disuruh Bapak Haji buat temenin kalian disini" ucapnya"Pak Haji?" tanya Rio bingung"Iya, yang punya warung dikampung bawah" ucapnya"Oh iya, silahkan masuk" jawab RioPemuda itu cukup tampan, dengan pakaian sederhana baju kok dan sarung dia duduk ditengah-tengah kakak Rio, Shinta dan Dela."Jadi maksud pak haji mengirim kamu kesini apa ya?" tanya Shinta"Kata pak Haji untuk menjaga kalian saja, khawatir kalau ada apa-apa" ucapnya"Alhamdulillah" ucap Dela"Tadi Nama kamu siapa?" tanya Shinta"Nama saya Derajat teh" jawabnyaDan kini mereka semua berada di ruang tamuDan benar saja ternyata semakin banyak kejadian aneh, mulai dari barang-barang yang melayang dan terjatuh, bayangan wanita setengah baya di balik jendela, dan juga suara anak-anak berlarian di lantai atas, bahkan saat ini mereka semua tidak ada yang berani beranjak ke kamar masing-masingmulut Derajat komat kamit, dan matanya terpejam seolah dia sedang membacakan sesuatu, dan setelah Derajat membacakan memang hantu-hantu tadi akan berhenti, tetapi tidak berapa lama akan muncul lagi, dan bayang-bayang itu semakin banyak terdengar dari luar pintu."Kak... ada yang mau buka pintu, bagaimana ini?" tanya Dela"tenang saja kak, sebentar lagi subuh, mereka akan pergi dengan sendirinya" ucap DerajatDengan perasaan sangat ketakutan, suara-suara yang berada di luar, akhirnya kumandang azan subuh terdengar senyap senyap, dan matahari mulai terbit memancarkan cahayanya"Alhamdulillah, kak hari ini kita pulang ya" ucap Dela merengek kepada kakak-kakaknya"iya Del, aku juga tidak akan mau datang ke rumah ini lagi" jawab Rio"Pantas saja orang tua kita tidak mau cerita tentang rumah ini kepada kita, mungkin mereka sudah tahu dan tidak ingin kita kenapa-kenapa" jawab Ka ShintaAkhirnya mereka berpamitan kepada Derajat, setelah membereskan semua pakaiannya dan siap-siap menuju ke mobil"Terimakasih ya Derajat atas bantuannya" ucap mereka semua"Iya sama-sama kalian jangan khawatir saya akan menjaga rumah ini seperti rumah saya sendiri" ucapnya"Tidak usah, rumah ini angker, kamu jangan sering-sering kesini" ucap DelaDerajat hanya tersenyum dan itu menjadi perpisahan terakhirnyaSetelah sampai di toko klontong Pak Haji, mereka semua turun untuk berpamitan dan menyampaikan terima kasih karena sudah mengirimkan Derajat ke rumah kemarin"Assalamualaikum" ucap Rio, Dela dan Shinta"waalaikumsalam, Alhamdulillah kalian baik-baik saja" jawab Pak Haji melihat kedatangan mereka "Bagaimana kalian menemui hal aneh-aneh disana?" tanya Pak Haji"Iya pak, tenyata rumah itu memang sangat angker, kami bahkan tidak bisa tidur, untung saja ada Derajat, makanya kami ucapkan terima kasih atas bantuannya mengirimkan Derajat" jawab Rio"Derajat?" jawab Pak Haji kaget "Bagaimana kalian bisa kenal dengan Derajat?" tanya Pak Haji"Iya pak kemarin malam dia datang, membantu kami dari teror hantu-hantu tersebut" ucap Shinta"Silahkan duduk dulu" jawab Pak Haji "Derajat itu anak saya, dan dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu" jawb pak Haji dengan raut sedih"Meninggal" kami semua bertatapan keheranan"Iya, jadi Derajat itu anak saya, suka membantu saya di kebun orang tua teteh, dan pada hari naas itu, ada sekumpulan perampok sedang berada disana, Derajat melihat perampok itu dan berusaha untuk mencegahnya, tetapi naasnya perampok itu membunuh Derajat dengan kejam bahkan dia di gantung dipohon besar samping rumah tersebut" ceita Pak Haji sambil menangis sedih mengingat kejadian itu"Kami semua hampir tidak ada yang berani ke rumah tersebut sejak kejadian itu, karena beberapa kali terjadi pembunuhan yang serupa disana, bahkan ada wanita yang diperkosa sampai meninggal, itulah yang menyebabkan rumah dan kebun kosong teteh sangat angker sampai saat ini" cerita pak Haji"Astagfirullah" kamis emua kaget mendengar cerita itu, bahkan Dela sampai tidak bisa berkata-kata, orang sebaik Derajat adalah hantu penghuni rumah tersebut"Saya rasa baiknya rumah dan kebun orangtua kami, kami hibahkan untuk dibangun rumahh ibadah pak haji, dan bisa digunakan masyarakat sini untuk keperluan warga, agar semua kejadian tersebut tidak terjadi lagi dan bisa menjadi ladang pahala untuk orang tua kami" ucap Rio bijaksana "bagaimana menurut kalian?" tanya Rio"Iya kak, aku setuju, karena memang itu yang terbaik" jawab Shinta dan Dela"Terimakasih teh, Aa Insyaallah amanat akan kami laksanakan, terimakasih atas kebaikan kalian" ucap Pak HajiSetelah beberapa jam bertemu, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali, saat Rio melihat kaca spion, bayangan Derajat sedang tersenyum kepada mereka.

BIOSKOP HOROR
Horror
20 Dec 2025

BIOSKOP HOROR

Karmila hari ini sudah mulai libur sekolah, tidak terasa ujian di kelas 3 SMA ini sangat berat dan sulit seakan menguras semua energinya saat baik dirumah ataupun disekolah, sekarang dia bisa beristirahat sambil menunggu hasilnya, dan fokus untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dia pilih.Karmila memiliki hobi yang unik untuk melepaskan penat dan stressnya dia hobi membaca cerita horor dan menonton film horor, baginya adrenalin ketegangan itu akan melepas semua stress yang ada padanya.Tapi sayang begitu melihat koleksi buku ceritanya ternyata semua sudah Karmila baca, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Mall membeli buku horor lagi dan melihat ke bioskop siapa tahu ada film horor yang lagi main saat ini.Setelah asyik berkeliling toko buku akhirnya dia membeli 3 buku horor yang dia suka, ada 1 cerita misteri juga, dan Karmila membayar dikasir.Dan Karmilapun berjln menuju ke bioskop, Saat masuk ke dalam bioskop suasana sangat ramai sekali, harap maklum ini liburan sekolah semua anak anak sekolah pasti menghabiskan waktu dengan jalan jalan salah satunya nonton bioskop ini.Sambil berjalan melihat papan sinopsis film, ada dua film yang memiliki genre horor, yang satu judulnya "Dendam Nyi Rangkuni" satu lagi film horor barat dengan judul "One Night at Freddys house" sepertinya Karmila ingin nonton kedua duanya, tapi sayang uang dia tidak cukup karena pasti dia akan membeli makanan juga jadi dia harus memilih salah satu film dan akhirnya dia ke tempat pembelian tiket dan memesan kursi di tengah untuk film horor Indonesia dulu, karena masa tayangnya sudah mau berakhir.Sambil menunggu jam main yang akan mulai 30 menit lagi, Karmila menuju toilet, supaya saat didalam bioskop dia tidak akan keluar untuk buang air kecil, dan saat keluar Kamar mandi Karmila ke food stall membeli pop corn dan minuman dingin, sepertinya nonton tidak akan asyik kalau tidak ada cemilannya.Karena pengunjung yang sesak Karmila terus berjalan mencari tempat yang lebih sepi agar dia bisa duduk, dan ternyata semua penuh sesak, tapi diujung lorong ada tirai yang terbuka sedikit, disana ada kursi tunggu juga, Karmila segera menuju kesana dan tiba tiba ruangan menjadi sedikit lebih gelap, ada kursi kosong Karmila langsung duduk disana.Ternyata lorong bioskop ini sangat panjang, karena dibalik tirai itu ada lorong lagi dimana Karmila melihat ada beberapa pengunjung yang menunggu studio terbuka juga tapi tidak sebanyak di lorong sebelumnya. Suasana lorong ini juga lebih sepi, karena semua orang hanya duduk diam tidak bicara sama sekali, berbeda dengan lorong sebelumnya mereka saling bicara membuat bising siapapun orang yang mendengarnya.Dan panggilan masuk pun terdengar, "pintu studio 4 segera dibuka bagi para pengunjung yang sudah memiliki tiketnya kami persilahkan"Karmila melihat ke tiketnya dan benar saja studio dia adalah studio 4, Karmila bergegas masuk dan anehnya studio 4 persis di depan kursi menunggu yang dia duduki.Suasana bioskop saat Karmila masuk sudah penuh dengan pengunjung, dan dia mencari kursi yang dia duduki, dan akhirnya Karmila menemukannya, disampingnya ada gadis seumurannya berambut panjang tergerai dengan pakaian warna putih hanya diam tapi wajahnya sangat pucat. Di depannya ada banyak anak kecil berkepala botak tetapi bertelanjang dada."bioskop hari ini pengunjungnya aneh-aneh" fikir Karmilatiba-tiba ada lelaki berbadan besar berjalan didepannya, dan menubruk kaki Karmila dan laki-laki itu sama sekali tidak minta maaf, hampir saja Karmila membentaknya, tapi melihat badannya yang besar Karmila mengurungkan diri, dia tidak ingin mencari masalah dia hanya ingin menonton film saja.Akhirnya film pun dimulai, anehnya cerita film dari awal sampai akhir Karmila fikir akan menonton film yang menyeramkan, tetapi yang dia tonton saat ini lebih seperti sinetron religi, banyak cerita keagamaan yang ada pada cerita itu, dan anehnya setiap ada adegab orang yang mengaji semua penonton bioskop itu langsung berteriak dan ada juga yang kejang kejang, dan itu berjalan selama film diputar, Karmila hanya bisa melihat situasi seperti itu sampai film selesai.Karmila benar-benar kecewa dengan cerita film horor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya, tidak menyeramkan sama sekali, Karmila pun terus berjalan keluar tirai yang tadi dia masuki, dan keadaan menjadi lebih terang kembali dengan pengunjung yang berjubel, tiba-tiba Karmila mendengar suara panggilan"pintu studio 4 segera dibuka bagi para pengunjung yang sudah memiliki tiketnya kami persilahkan"Dan anehnya dia melihat studio 4 ada diposisi samping kamar mandi, dan dia mendekati mbak mbak penjaga tiket"maaf mbak tadi saya juga baru selesai menonton di studio 4 tapi posisinya di belakang tirai itu" sambil Karmila menunjuk tirai tadi."Maaf mbak studio 4 hanya ada disini saja dan dibelakang tirai itu tidak ada ruangan itu hanya tembok saja" ucap mbak tadiKarmila tidak percaya dan pergi ke tirai itu lagi, dan benar saja tidak ada apa apa hanya tembok besar pembatas bioskop disana.Seperti tak percaya, Karmila melihat tiket yang ada ditangannyaDitiket judulnya"RUKIYAH"dan itu sama sekali tidak ada dipapan keterangan film yang sedang dimainkan saat ini.

HOROR SUNGAI CIBENING
Horror
19 Dec 2025

HOROR SUNGAI CIBENING

Pagi ini Reva sangat bersemangat menunggu kedatangan Mas Slamet kerumahnya, karena kantor mereka akan mengadakan outing ke Desa Bening di ujung selatan daerah Bogor, dan Reva sudah siap dengan pakaian santainya kaus merah muda dan celana jeans dengan topi renda di kepalanya."Tin....tin..." suara Klakson dari motor klasik Mas Slamet"Iya mas sebentar, aku pamitan dulu sama mamah" teriak RevaDan mamah pun mengantar Reva keluar menghampiri Mas Slamet"Tolong titip Reva ya mas" ucap Mamah"Iya bu, pasti saya akan menjaga anak perempuan ibu yang paling susah diatur" ucap Mas Slamet sambil bercanda"Apaan sih mamah, ga usah dengerin Mas Slamet, ini saja aku udah berat hati dianterin Mas Slamet, bikin pasaran aku nanti turun" balas canda Reva"Kalian berdua hati-hati ya, dan selamat bersenang-senang" ucap Mama melepas mereka berduaSaat sampai dikantor beberapa Bus sudah nampak di area parkir"Reva... Mas Slamet" panggil Suci dari area parkir"Hai jeng.... kamu nginep ya dikantor" canda Reva"Bantuin aku ya Rev, koordinir temen-temen buat nomer busnya, sama bagiin konsumsinya" jawab Suci tanpa menghiraukan candaan RevaDan setelah semua selesai, semua karyawan masuk ke dalam bus akhirnya tiba mereka semua berangkat ke Bogor.Perjalanan cukup lancar, tidak mengalami kendala kemacetan atau lain-lain, Reva sangat menikmati pemandangan di sepanjang jalan melihat semakin banyaknya pepohonan, dan melihat gunung yang sangat asri membuat perjalanan outing kali ini akan menyegarkan dan menyenangkan.Suci sudah tertidur pulas di samping Reva, sepertinya dia sangat kelelahan karena dia menjadi ketua panitia oouting kali ini.Mas Slamet dibelakang sedang main gitar dengan teman lainnya, Mas Slamet sudah berusia empat puluh tahun lebih, dan semua karyawan dikantor sangat menyukainya, karena dia selalu mau menolong siapa saja yang kesusahan.Dan akhirnya Bus pun berhenti di tempat tujuan, semua orang perlahan turun dari Bus ke arah tempat peristirahatan di motel terdekat.Dan jadual hari ini cukup padat, setelah kita sampai dihotel waktu berisitirahat hanya satu jam, sore ini jam 3 kita akan mulai menuju Sungai Cibening untuk wahana outbound dan arum jeram di sungai Cibening, terakhir adalah acara api unggun untuk seluruh karyawan, dan esok hari jadwalnya hanya tea walk dan acara bebas baru pulang kembali ke Jakarta.Semua karyawan antusias dengan aneka permainan outbound yang diberikan, terutama banyak permainan yang mengharuskan kerjasama tim yang baik.Mas Slamet dan timnya banyak memenangkan permainan kali ini, dan terakhir kami semua bersiap bergantian naik arung jeram.Karena keterbatasan orang yang bisa naik ke wahana hanya sedikit, jadi memang membutuhkan waktu yang lama Reva bisa mencoba Arung Jeramnya, dan kebetulan Reva mendapatkan posisi antrian yang paling akhir bersama Suci, karena mereka berdua harus membereskan asset saat permainan tim tadi.Tidak terasa waktu sudah hampir senja, langit sudah berubah, Mas Penjaga sudah menyetop peserta yang akan naik ke arum Jeram saat Reva sudah memasuki antrian menaikinya."Maaf mba, sudah mau maghrib, kita tutup dulu" ucap mas penjaga"Tapi mas, aku sudah antri dari tadi, dan kita panitia lho mas" ucap Reva kesal"Tapi, bahaya mbak arusnya lebih kencang kalau mau malam" ucap Mas Penjaga"Tolong dibantu mas, kita cuma berdua kok" ucap Suci mendesak"Maaf mbak tidak bisa" ucap Mas Penjaga tadi tegasTiba-tiba Mas Slamet datang menghampiri Reva, Suci dan Penjaga tadi"Ada apa ini kumpul-kumpul?" tanya Mas Slamet"Mas kita belum cobain arum jeramnya, masa udah nunggu dari tadi kita ga jadi main""Bisa gak mas, mereka boleh main tapi saya ikut jagain mereka" ucap Mas Slamet"Terserah mas saja, tapi resikonya saya tidak tanggung jawab ya mas" ucap mas penjaga"Hore... makasih Mas Slamet" ucap Suci dan Reva berbarenganDan akhirnya mereka pun menaiki arung jeram itu ditemani mas slamet sebagai pengganti dari penjaga arung jeram itu, Suci dan Reva sangat menikmati permainan adrenalin ini, tiba - tiba ditengah sungai mereka melihat ada gadis memakai baju putih sedang mengapung di sungai, sepertinya dia mau tenggelam, spontan mas slamet berusaha membantu gadis itu untuk naik ke perahu arung jeramnya, dan akhirnya mas slamet pun berhasil."nama kamu siapa?" tanya mas Slamet begitu gadis iu sudah naik di kapal arung jeramTapi anehnya gadis itu hanya diam saja"kamu tidak apa-apa?" tanya SuciDan sekali lagi gadis berwajah pucat iti tidak menjawab"rumah kamu dimana?" tanya RevaDan gadis itu masih diamAkhirnya mas Slamet menjalankan kembali arung jeramnya dan siap siap mendekati ke tempat pemberhentian tidak jauh didepan sanaSaat berhenti suasana sangat sepi, mad penjaga sudah tidak ada disana, mereka bertiga turun, dengan membawa gadis yg hampir tenggelam tadi.Mas slamet agak anaeh melihat gadis itu hanya diam dengan tatapan kosong, dan tidak mau menjawab sepatah katapun.Suci dan Reva saling berpandangan, tidak tahu harus berbuat apa pada gadis itu"Mungkin kita harus bawa ke tempat menginap, mungkin kalau sudah istirahat dia akan lebih tenang" ucap mas slametDiikuti anggukan suci dan revaDan mereka pun berjalan ke tempat menginap, saat ditengah jalan mas slamet yang berjalan bersama gadis itu ingin pipis, dia berhenyi dan menyuruh gadis itu untuk menunggu dibawah pohon kelapa.Suci dan Reva tetap berjalan pelan menuju tempat penginapanTidak berapa lama tiba-tiba mas Slamet berlari ke arah suci dan reva"Suci..Reva kalian ga lihat gadis tadi?" tanya mas Slamet terengah - engah"lho kan tadi bareng mas slamet" ucap Reva"iya mas, tadi aku lihat dia duduk dipohon kelapa" ucap Suci menimpali"tidak ada, aku sudah mecarinya makanya ak mengejar kalian siapa tahu kalian bersamanya" ucap Mas Slamet bingungTiba-tiba mereka melihat ada cahaya cahaya kecil mendekati ke arah mereka"apa itu?" tanya SuciCahaya itu semakin dekat dan semakin dekat"Mas Slamet... Mbak suci dan mba Reva , Alhamdulillah sudah ketemu" ucap mas penjaga tadi"ketemu? Kan tadi kami main arung jeram mas kan tahu" jawab mas slamet"iya mas, tapi mas Slanet, mba Suci dan mba Reva sudah hilang 24 jam, bahkan kami menyusuri sungai pagi ini tidak ketemu dgn kapal arung jeramnya" ucap mas penjaga tadi ditemani beberapa teman kantor , dan petugas penginapan"iya mas Slamet sudah kami semua cari dr pagi tadi""tidak mungkin kami bertiga hanya sebentar bermain arung jeram, kami hanya menyelamatkan wanita yg mau tenggelam td ditengah sungai" ucap Mas Slamet"berbaju putih?" tanya mas penjaga"iya kok mas tahu?" tanya Suci"oh kalian dibawa penunggu sungai, sudah banyak kejadian seperti ini makanya kita tidak boleh main arung jeram saat sudah maghrib dan malam hari" ucap mas penjaga tadi"penjaga sungai?" ucap Reva dan Suci berbarengan"Jadi kami sudah menghilang 24 jam" tambah bingung isi kepala mas Slamet dan saat dia melihat keatas sambil berfikirGadis berbaju putih sedang melihat ke arah mereka sambil tersenyum

HOROR RAHASIA MASA LALU
Horror
19 Dec 2025

HOROR RAHASIA MASA LALU

Indra hari ini pergi bekerja seperti biasa menuju stasiun untuk menaiki kereta ke arah kantornya yang berada dipusat kota, Saat menunggu di stasiun tiba-tiba ada wanita cantik berbaju kuning dengan rok span duduk disebelahnya, Indra melihat sambil tersenyum."Maaf kereta ke arah manggarainya sudah tiba blm ya mas?" tanya gadis itu"Belum kok mbak, sama saya juga menunggu kereta itu" jawab Indra"Oh begitu, baiklah. Maaf ya saya baru pertama naik kereta nanti tolong saya diinformasikan ya mas?" tanyanya ramah."Baik mbak, oh iya nama saya Indra, nama kamu siapa?" tanya nya"Saya Ranti" jawab gadis cantik ituSetelah hari itu, Indra semakin sering bertemu dengan Ranti, tidak menyangka hubungan mereka semakin erat bahkan dalam hitungan bulan mereka akhirnya berkomitmen untuk berpacaran, dan Indra tidak menyangka bahwa Ranti menerima cintanya.Hari ini Indra datang berkunjung ke rumah Ranti, untuk apel pertama kali, dan ada seorang wanita paruh baya menyambutnya, dan mempersilahkan duduk.Indra pun duduk di teras, dan sambil menyeruput teh yang disediakan.Tiba-tiba ada sosok laki-laki diujung pintu gerbang yang sedang memperhatikan Indra tanpa berkata apa-apa.Tiba- tiba Ranti keluar dengan pakaian dasternya, dan masih terlihat cantik, dan saat Indra melihat ke arah pintu tadi sosok laki-laki itu telah hilang"Hai dra, aku seneng kamu datang kesini" ucap Ranti"Iya Ran, aku juga seneng kok" jawab Indra"Oh iya, papah kamu dirumah?" tanya Indra"Papahku lagi pergi keluar sama mamah, kenapa memangnya?" tanya Ranti"Tidak apa-apa hanya saja tadi aku melihat ada laki-laki didepan pintu kamu disana" jawab Indra"Laki-laki? tidak ada siapa-siapa kok, cuma ada Bi Susi saja" jawab Ranti"Baiklah, mungkin tadi hanya orang lewat saja" ucap Indradan akhirnya Indrapun pamit pulang karena waktu sudah sangat malam, bahkan Papah dan Mamah Ranti juga belum kembali dan Indra tidak sempat bertremu dengan mereka.Minggu depan Indra bermain lagi kerumah Ranti saat Indra mau memasuki gerbang Indra melihat lagi sosok laki-laki kemarin, Tapi kali ini Indra memberanikan diri mendekatinya, untuk menanyakan siapa dia dan mengapa dia melihat ke arah Indra terus.Tapi saat Indra mendekat tiba-tiba laki-laki tadi menghilang, sama sekali tidak terlihat kapan dia meninggalkan tempat tersebut."Hai dra" sapa Ranti yang melihat Indra kebingungan didepan pintu"Hai Ran" sapa Indra bingung"Kamu ngapain berdiri disitu?" tanya RantiIndra melihat ke sekeliling sepertinya dia tidak perlu mengatakan apapun kepada Ranti atau dia akan dianggap aneh"Tidak apa-apa kok Ran" jawab IndraBerbeda dengan minggu kemarin, Papah dan Mamah Ranti ada dan berkenalan dengannya, sepertinya semuanya sangat ramah dan menerima Indra, bahkan kali ini Indra tidak duduk di teras tapi berbincang di ruang tamu.Tiba-tiba ada satu foto yang membuat Indra kaget, wajah itu yang ada dalam foto di bingkai kecil ruang tamu, mirip dengan wajah laki-laki yang dilihatnya."Maaf Ran, itu foto siapa ya?" tanya Indra"Oh itu foto papahku Dra, tapi Papah meninggalkan aku dan mamah saat aku masih kecil, dan Papah Bram adalah papah tiriku yang menikahi mama dan menjagaku sejak aku masih kecil" jawab Ranti"Kenapa Dra, kok wajah kamu bingung seperti itu" ucap Om Bram"Oh tidak apa-apa kok Om, hanya tanya saja" jawab Indra dengan senyum kecilPulang hari itu Indra sama sekali tidak bisa melupakan wajah yang melihatnya dari minggu kemarin di rumah Ranti, kenapa papah Ranti muncul saat Indra berkunjung ke rumahnya terus, fikir Indra.Hari ini Indra datang kerumah Ranti untk memberikan kado spesial hari jadian mereka, Indra sengaja tidak memberitahu ke Ranti bahwa dia akan datang, tetapi ternyata Ranti tidak ada dirumah"Halo Ran, kamu ada dimana?" tanya Indra"Aku sedang jalan sama mamah papah ke rumah bibi aku di Tangerang Dra, kenapa?" tanya Ranti"Oh, aku ke rumah kamu, mau rayain hari jadi kita" ucap Indra"Ya ampun aku lupa, maafkan aku ya sayang" ucap Ranti"Aku bawa kado juga" ucap Indra"Kamu masuk saja kerumah ada Bi Susi, kamu titip saja kadonya sayang" ucap Ranti"Oh, oke" jawab Indra dan memutus teleponnyaSaat Indra ingin berjalan masuk, berdiri dihadapan dia laki-laki itu"Kamu... kamu mau apa?? kamu papahnya Ranti kan??" tanya IndraLaki-laki itu hanya diam, dia memegang tangan Indra, dan saat itu juga iNdra seperti itidak sadarkan diriRuangan ini sangat gelap, "aku berada dimana?" fikir IndraLalu masuklah dua orang kedalam ruangan itu, wajahnya Indra sangat kenal, Om Bram dan Tante Selpi (mamanya Ranti)"Mas, aku tidak bisa meninggalkan Ranti, kalau sampai Mas Johan tau hubungan aku dan kamu, pasti dia akan membawa Ranti jauh dariku" ucap Tante Selpi"Tapi aku sangat mencintaimu Selpi, aku sudah tidak tahan dengan kita selalu berhubungan diam-diam seperti ini" ucap Om Bram"Tapi kamu tahu kan, kalau aku tidak menikahi Johan, aku tidak bisa hidup dengan nyaman seperti ini" ucap Tante Selpi"Tapi sekarang kamu sudah mendapatkannya kan Sayang, dan itu lebih dari cukup untuk kita berdua" ucap Om BramTiba-tiba pintu terbuka"Apa yang kalian berdua lakukan" ucap Om JOhan"Mas Johan" ucap Tante Selpi kaget"Aku sudah mendengar semuanya, ternyata prasangka aku benar, kamu Bram teman baikku menghianatiku seperti ini dengan istri aku sendiri, apakah kalian sudah tidak punya perasaan?" teriak Om Johan"Aku mencintai Selpi Johan" ucap Bram"silahkan kalian lanjutkan hubungan kalian, tapi jangan harap kalian akan bisa mendapatkan hartaku, dan kamu Selpi jangan fikir kamu akan bisa melihat Ranti lagi" ucap Om Johan sambil berteriak dan bersiap meninggalkan merekaTapi tiba-tiba tante Selpi mengambil palu yang ada di gudang dan tante selpi memukul kepala Om Johan dengan palu tersebut dari arah belakang.Om Bram mendekati badan Om JOhan dan memukul kembali bertubi-tubi badan Om Johan dengan palu.Tante Selpi menangis sangat keras, tidak percaya dia telah membunuh suaminya sendiri"Aku tidak mau kehilangan Ranti Bram" ucap Tante Selpi mengulang ulang perkataan tersebut"Ini mungkin jalan terbaik untuk kita sayang, saat ini kita tidak akan kehilangan Ranti maupun harta mu sayangDan tante selpi tetap menangissementara om Bram menyiapkan kayu bakar dan membuat api dan membawa jasad Om Johan ke dalam api tersebut.Setelah jenazah Om Bram menjadi abu, bagian tengkorak Om Johan dikubur dipojok GudangIndra hanya terpaku melihat kejadian itu tiba-tiba kepalanya sangat pening"Indra... Indra..." suara Ranti terdengar sayup ditelinga INdra"Aku dimana?" Tanya Indra"Kamu pingsan didepan rumahku tadi" ucap RantiDan Indra langsung duduk ketakutan ketika melihat wajah Om Bram dan Tante Selpi"Ran... Ran... aku.. aku...." ucap Indra"Kamu kenapa?" tanya Ranti"Om Johan... papah kamu...." ucap Indra terbata-bata"Tante Selpi dan Om Bram saling melihat satu sama lain"Ibu mu dan Om Bram telah membunuh papah kamu" ucap Indra"Apa yang kamu bilang Indra" ucap Om Bram marah"Apa yang kamu katakan" bantah tante Selpi"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" ucap Ranti bingung dan marah"Om dan Tante harus bicara jujur ke Ranti, itulah yang diinginkan Om Johan supaya dia bisa tenang" ucap Indra"Apa buktimu" ucap Om Bram "darimana kamu mengarang cerita itu?""Ranti kamu harus percaya padaku, Om Johan sendiri yang mendatangiku" ucap Indra"Apakah itu benar mah? pah?" tanya RantiTante Selpi melihat ke dalam mata Ranti"Maafkan mamah, Ranti, mamah tidak sengaja" ucap Tante Selpi histeris"Apa yang kamu katakan Selpi, anak muda itu tidak memiliki bukti" ucap Om Bram mencegah tante Selpi untuk berkata jujur"Aku tidak bisa Bram, membohongi putriku seumur hidupnya" ucap Tante SelpiAkhirnya diceritakanlah semuanya kepada Ranti, dan Ranti sangat shick dan tidak menerima kenyataan ini"Sekarang mamah terserah kamu nak, mama siap menanggung resikonya walaupun mamah harus masuk ke penjara""Om Johan hanya ingin Ranti mengetahui kenyataan yang terjadi Ranti, tapi aku rasa jika kamu bisa memaafkan mamah dan Om Bram itu akan jauh lebih baik" ucap Indra"Aku sunggu sakit mah, pah aku tidak tahu apakah aku akan bisa memaafkan kejadian itu, tapi aku tahu kalian berdua menyayangiku dan memperlakukan ku dengan kasih sayang, aku juga tidak akan bisa melihat kalian berada didalam penjara, yang aku inginkan hanya satu""Apa nak" jawab Tante Selpi dan Om Bram bersamaan"Aku ingin menguburkan ayah secara layak" ucap SelpiDan keesokan harinya kerangka Om Johan diambil dari gudang dan dikuburkan di taman samping rumah, dengan mendoakan semoga dia juga bisa hidup tenang dialam lain."Terimakasih nak Indra sudah membuka jalan agar kami tenang dengan masa lalu kami" ucap tante Selpi"Iya Tante, kadang kejujuran itu sangat menyakitkan tapi itulah yang harus kita hadapi" ucap Indra sambil melihat ke belakang di kuburan Om Johan tersenyum kepadanya dan menghilang.

HOROR PESUGIHAN
Horror
18 Dec 2025

HOROR PESUGIHAN

Bambang hari ini pulang kerumah penuh keringat, dan saat duduk di bangku teras depan, badannya serasa lunglai dan hampir mau pingsan."Pak kok sudah pulang masih siang begini" tanya Bu Minah istri pak Bambang"Iya bu, saya lagi kurang sehat, sudah bebrapa kali saya hampir jatuh dan mau pingsan" jawab Pak Bambang"Kenapa pak? sakit ya?" tanya Bu Minah"Iya bu, mungkin saya harus istirahat saja" jawab Pak BambangSudah hampir 10 tahun Pak Bambang berjualan siomay keliling, pak Bambang dan Bu Minah hanya memiliki satu anak yang masih berusia sepuluh tahun bernama Didin.Dan sepertinya beberapa bulan terakhir kondisi kesehatan Pak Bambang sedang kurang baik sering kecapean dan sering sakit kepala, Bu Minah hanya bisa membantu menjadi kuli cuci gosok saja.Didin sudah sekolah kelas 4 SD, dia termasuk anak yang cerdas di sekolah tetapi dia belum dapat membantu orang tuanya untuk mencari nafkah, karena Bu Minah hanya ingin Didin fokus belajar.Kondisi ekonomi mereka makin memprihatinkan, apalagi dua minggu ini Pak Bambang sama sekali tidak menjual siomay berkeliling. Akhirnya Bu Minah terpaksa berhutang ke beberapa warung dekat rumahnya, dan juga SPP Didin belum terbayarkan.Suatu hari Bu Minah menangis di kamarnya, sepertinya dia tidak kuat dengan kondisi yang dialaminya, apalagi melihat Didin menangis karena malu karena tidak boleh ikut ujian karena belum bayar uang sekolah.Malam itu Bu Minah bermimpi, didatangi seorang putri kerajaan cantik dengan baju kerajaan"Kamu bisa keluar dari masalah mu Mina" ucap putri itu"Bagaimana caranya?" jawab Bu Minah"Kamu harus pergi ke Goa Sembur yang terletak di Laut Jawa, disana kamu harus bersemedi dan berpuasa, dan jika kamu berhasil maka nasib baik akan berpihak padamu" ucap Putri kerajaan tadi"Baik putri. aku akan melakukan perintahmu" jawab Bu MinahTiba-tiba mata bu Minah terbuka, dan dia melihat cahaya yang cukup terang"Oh... aku bermimpi, mimpi yang sangat aneh" fikir Bu MinahPagi itu Bu Minah menceritakan mimpinya kepada suaminya, Pak Bambang mendengarkan dengan sekasama"Bagaimana kalau kita mencobanya" jawab Pak Bambang"Maksudmu? kita?" ucap Bu Minah"Iya aku akan mengantarmu kesana" jawab Pak Bambang"Tapi bagaimana dengan Didin, kalau kita berdua kesana?" tanyanya"Kita titip Bu Astuti dulu, bilang saja kita ada keperluan keluarga akan kembali dalam tiga hari" jawab Pak Bambang bersemangat"Kamu yakin?" tanya Bu Minah sekali lagi"Yakin, aku capek dengan nasib kita yang begini - begini saja" jawab Pak BambangAkhirnya Lusa mereka berangkat ke Laut Jawa, setelah sampai disana, anehnya pemandangan Laut sama persis seperti mimpi Bu Minah, bahkan sepertinya tempat ini tidak asing baginya.Dan melihat ke kejauahan Bu MInah mendapatkan Gua yang dicarinya.Dan dia telah sampai disana."Ini tempatnya Pak" ucap Bu Minah"Kamu yakin?" ucap Pak Bambang"Ya sudah pak, kamu jaga didepan ya, aku ke dalam dulu untuk bersemedi" ucap Bu MinahSelama tiga hari dua malam, tidak ada yang aneh terjadi, dan Bu Minah pun masih bertahan dengan semedinya.Tapi dimalam ini ada yang aneh, Bu Minah melihat seekor Singa Putih yang besar berkeliling tempat semedinya, dan mengaum dengan kencang, tapi Bu Minah tidak mau sia-sia, dia tetap bertahan di tempatnya, lalu Singa Putih meninggalkan Bu Minah, dan berganti dengan genderuwo yang mengganggu nya, dan memperlihatkan wajah seramnya, Bu MInah merasakan ketakutan yang luar biasa, tapi dia harus menjalaninya gar berhasil dengan semedinya, dan akhirnya Genderuwo tadi menghilang, dan kembali dengan penampakan putri kerajaan yang dilihat dari mimpinya."Kamu berhasil Mina" ucap putri kerajaan ituBu Minah melihatnya sambil tersenyumLalu tiba- tiba didepannya ada tiga telurTelur besar, sedang dan telur kecil"Kamu harus memakan salah satu dari telur itu dengan mentah" ucap Putri kerajaan tersebutBu Mina melihat ketiga telur tadi, dia merasa telur mentah tidak enak, akhirnya dia memilih yang kecil dan langsung menelannya."Bagus Minah" ucapPutri kerajaan itu"Baik putri" jawab Bu Minah"Kamu boleh pulang dan lanjutkan berjualan, maka kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa, syaratnya setiap jumat malam kamu harus bersemdi dan berpuasa seperti ini, dan memberikan aku sesajen, dan tidak boleh lupa" jawab Putri kerajaan tersebut"Baik putri, tapi bagaimana kalau aku lupa putri?" tanya bu Mina"maka aku akan mengambil salah satu harta mu paling berharga sesuai dengan pilihan telurmu tadi" ucap Putri kerajaanDan akhirnya Bu Minah dan Pak Bambang pulang kerumah. Anehnya Pak Bambang merasa kesehatannya fit kembali dan dia siap untuk berjualan kembali.Dan betul saja dagangan siomaynya hari itu sangat laku keras, dan besoknya juga, besoknya juga, tanpa terasa perekonomian Pak Bambang dan Bu Mina menjadi semakin baik, sekarang dia memiliki gerobak siomay yang banyak dan tinggal menunggu setoran dari pedagang-pedagang.Bu MIna selalu melakukan rutinitas yang diperintahkan oleh Putri Kerajaan dia tidak pernah melewatkan semedinya.Harta, Kaya dan memiliki semuanya kini sudah menjadi nyata, Didin pun bisa bersekolah dengan tenang, bahkan di SMP nanti Didin ditawarkan untuk beasiswa ke Jepang karena hasil nilainya yang memuaskan, baginya sekarang hidup nya lebih indah.Jum'at ini Bu Minah dan Pak Bambang mengantar Didin ke Bandara, karena Pesawatnya akan berangkat hari ini jam 3 sore ini. Bu Mina banyak memberikan nasihat selama Didin berada di Jepang, sering menghubungi dia dan jangan sampai dia pergi terlalu jauh.Setelah Didin menaiki pesawat, Bu Minah dan Pak Bambang pulang kerumah, tapi kondisi hari itu jalanan sangat macet, kabar beritanya ada truk besar yang menabrak marka jalan dan membuat mobil lain tidak dapat lewat jalan tersebut, sampai ada derek yang datang/Bu Minah sudah mulai gelisah, dia baru teringat, kalau hari ini dia belum melakukan ritual semedinya"Pak bagaimana ini, aku tidak mau putri raja marah kalau aku tidak semedi" ucap Bu Minah"Sudahlah jangan dikhawatirkan, sekarang kita kan sudah kaya raya, kita tidak harus melakukan ritual itu lagi" ucap Pak Bambang santai"Tapi pak" ucap Bu MInah. dan dia melihat wajah Pak Bambang yang cuek - cuek saja menyetir mobilnya.Sesampainya dirumah sudah sangat malam, Bu Mina mask ke dalam kamarnya, dan betapa kagetnya ternyat aPutri kerajaan sudah berada di kasurnya"Putri" ucap Bu Minah"Kamu telah melanggar janjimu Minah, maka aku tidak akan membiarkan kamu begitu saja" jawab Putri kerajaan dengan ekspresi yang sangat marah"Maafkan putri saya tadi mengantar anak saya untuk keluar negeri" jawab Bu Minah"Tidak bisa, harus sesuai dengan janji kita pada waktuitu maka saya akan mengambil harta berhargamu yang ada disini, dan akan membawanya bersama aku."tidak bisa, jangan" ucap Bu Minah menaydari kesalahannnya.tiba-tiba putri kerajaan itu menghilangdan tidba-tiba bunyi suara telepon "kring...kring...kring""Halo" angkat Minah"dengan Ibu Minah" jawab suara di seberang"iya" Kami dari Masakapai Cilen Air mau menginformasikan bahwa ada kecelakaan yang terjadi pada penerbangan anak ibu hari ini" suara laki-laki ituSeketika badan Bu Mina lunglai menyadari bahwa sang putri telah merenggut anaknya semata wayang, dialah harta paling berharga yang dimiliki oleh Mina."Didiiiiiiiiiiinnn" ucap Mina menagis sekejar-kejarnya____________________________________

HOROR ANGKOT HANTU
Horror
17 Dec 2025

HOROR ANGKOT HANTU

Hari ini Sandra sedang mengikuti pelatihan Paskibraka disekolahnya, banyak sekali latihan yang harus dipelajari sebelum tampil dalam upacara di Istana negara untuk minggu depan di acara HUT Kemerdekaan.Sandra memang memiliki postur tegap dan tinggi yang membuat dia cocok untuk masuk di tim paskibra, Dina sahabatnya biasanya menunggu Sandra selesai latihan, tapi hari ini Dina tidak bisa, dia harus mengantar ibunya berobat ke dokter.Hari semakin sore, latihan terus dilakukan agar semua gerakan dapat terlaksana dengan sempurna, dan minim kesalahan.Dito datang menghampiri Sandra"San, nanti pulang sama siapa?" tanya Dito"Gak tahu To, kayanya sendiri soalnya si Dina sudah pulang" jawab Sandra"Nanti bareng aku aja San" ucap Dito"Boleh to" Ucap Sandra spontanDan tidak terasa hari sudah mulai malam, suasana sudah mulai gelap dan sepisatu persatu anggota paskibra yang lain sudah mulai pulang, dan sekarang hanya tinggal Sandra yang masih menunggu Dito pulang, Dito masih meeting dengan pembina paskibra yang lain.Dan tidak lama Dito keluar"San, maaf ya kayanya meeting nya masih lama kamu gapapa nunggu aku lebih lama" Ucap Dito"Oh gitu ya To, kayanya aku gak bisa lama lagi To, mamaku sudah teleponin aku dari tadi, ya udah gapapa aku pulang naik angkot saja deh to" ucap Sandra"maaf ya Dra, jadi bikin kamu kemaleman" ucap Dito merasa bersalah kali ini"Iya gapapa To, kan bukan salah kamu" jawab SandraLalu sandrapun meninggalkan sekolah dan menuju ke halteSuasana malam yang gelap dan sepi dan belum ada angkot yang datang sampai saat ini.Tiba-tiba saat Sandra mulai putus asa untuk kembali ke sekolah menemui Dito, ada sinar lampu menyorot ke arah halte.Akhirnya Sandrapun menaiki angkot tersebut, suasana angkot cukup ramai ada sekitar empat orang duduk dibelakang, dua laki-laki dan dua perempuan.dan satu orang duduk dekat supir seorang wanita dengan kerudung, saat Sandra menaiki angkot tersebut suasana sangat hening, mereka melihat Sandra tanpa suara, wajah mereka pucat dan bawah mata mereka memiliki lingkaran hitam, sepertinya ini efek lampu angkot yang membuat kulit menjadi pucat, fikir Sandra.Mobil berjalan perlahan-lahan, supirnya sepertinya menyetir dengan hati-hati dan berjalan terus disepanjang jalan, tapi tiba-tiba Sandra merasa supir salah berbelok, dia malah menuju ke arah kebun yang sepi, apakah supir memotong jalan? fikir Sandra."Maaf pak, rumah saya bukan kearah sini" ucap Sandra kepada pak supirSupir hanya melihat sekilas, dan tidak berkata apapunSandra menjadi gregetan "Pak rumah saya tidak lewat arah sini" ucap Sandra sekali lagiDan kali ini semua penumpang melihat ke arah Sandra dengan tatapan yang anehBulu Kuduk Sandra berdiri, dia merinding entah mengapa situasi ini menjadi sangat aneh"Pak.. pak saya turun disini saja" ucap Sandradan Mobil angkot itupun berhenti dan Sandrapun turun.Angkot yang aneh dan supir yang aneh, fikir Sandra, lalu Sandra pun berjalan ke arah jalan raya, tapi Sandra baru sadar setelah dia menengok ke belakang angkot itu tidak ada, bahkan tidak ada jalan raya disini, hanya ada kebun kosong yang luas dan...Kuburan, banyak kuburan disini Sandra merinding sekali lagi dan berlari menuju jalan yang terdekat.Tiba-tiba ada sinar lampu yang meneranginya"Sandra" ada suara yang memanggilnyaSandra memejamkan matanya, melihat sorot lampu yang sangat meneranginyasaat kondisi mulai jelas, Sandra melihat Dito dan motor vespa hitamnya."Dito" ucap Sandra senang"Aduh San, aku dari tadi berusaha kejar kamu, tapi kok kamu jalannya cepat banget sih" ucap Dito"Maksudmu?" tanya SandraIya aku itu lihat kamu nunggu di Halte, aku sudah panggil kamu tapi kamu gak denger, kamu malah jalan terus, sampai aku kehilangan kamu, kamu aneh banget sih, nagapain coba jalan malam-malam, kenapa gak nungguin aku saja tadi" ucap Dito panjang lebarSandra shock mendengar cerita Dito"Jalan??" tanya Sandra sekali lagi"Iya kamu jalan kaki cepet banget" jawab Dito"Tapi tadi aku naik angkot Dit, dan aku berhenti disini karena dia salah belok, tapi...." Sandra berhenti bicara"Naik angkot? aku gak lihat ada angkot lewat dari tadi San, tapi kenapa?" tanya Dito bingung"Tapi aneh dit, supir dan penumpangnya wajah mereka pucat semua dan mereka berhenti disini, padahal inikan kuburan" ucap Sandra panik"Ya sudah, ayu aku antar pulang, cepat" ucap DitoLalu Sandrapun naik motornya Dito, dan tiba-tiba ditengah jaln ban motor Dito kempes"San, maaf ban motor ku kempes" ucap Dito lirih"Ya Dito, aku gimana pulangnya" ucap Sandra bingung"Itu ada angkot San, sebentar aku berhentiin dulu" ucap Dito sigapdan angkot itu pun berhenti tepat didepan Sandra dan Dito, Sandra melihat supir dan penumpang yang sama."Ditoooooo..........."

HOROR SHIFT TIGA (HANTU MERAH)
Horror
17 Dec 2025

HOROR SHIFT TIGA (HANTU MERAH)

Pagi ini Diego sengaja datang pagi-pagi untuk menemui pak Herman dan menginformasikan bahwa dia ingin tetap bekerja Di shift tiga."kamu yakin Diego, aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman" ucap Pak Herman"yakin pak, saya rasa Pieter juga tidak bermaksud jahat kepada saya, justru dari situlah saya semakin yakin kalau saya ingin terus bekerja disini" ucap Diego"saya lega mendengarnya, jadi kita tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan" ucap Pak Herman legaSetelah itu Diego berpamitan dan kembali malamnya untuk bekerja.Seperti biasa Diego bertemu teman-teman lain yang sudah pulang dari shift dua."kamu anak shift tiga ya" ucap wanita bertubuh mungil dan wajah yang manis"iya, kamu siapa? Aku sepertinya belum pernah lihat kamu" ucap Diego"Namaku Mira, aku anak baru di shift dua" ucapnya"oh begitu, senang kenal denganmu" ucap Diego"iya aku juga, hati-hati ya Diego" ucap MiraDiego melihat dari kejauhan Mira tampak menarik dengan sweater merahnya.Dan akhirnya waktu yang ditunggupun tiba, setelah Diego menyiapkan semua alat untuk bekerja malam ini, tiba-tiba terdengar langkah kaki."srek..srek..""Hai Diego" sapanya dengan wajah pucat khasnya"Hai Pieter" jawab Diego sambil menatap Pieter dengan tatapan yang bingung"kamu tidak takut?" tanya Pieter"takut kenapa?" tanya Diego"aku tahu kamu sudah mengetahui ceritaku dari Herman" jawab Pieter"aku tahu, tapi aku rasa kamu tidak bermaksud menyakitiku" ucap Diego bergetar"kamu benar aku justru ingin membantu melalui kamu" ucap Pieter"maksudmu?" tanya Diego"kamu tahu diduniaku masih banyak hantu yang seperti aku, mereka meninggal dengan banyak misteri yang belum terselesaikan, oleh karena itu call center ini bisa menjadi media untuk mereka meminta kamu untuk menyelesaikan misteri tersebut" ucap Pieter"kenapa aku?" tanya Diego"karena kamu yang terpilih" ucap Pieter"apa yang bisa kulakukan?" ucap Diego"yang perlu kamu lakukan adalah mendengar, itu saja Diego" ucap PieterSuasana hening sebentar, lalu Pieter pun berdiri"mau kopi?" tanya Pieter"boleh" ucap Diego sambil tersenyumDan telepon pertama pun berbunyiKring...kring..."halo" ucap Diego"Tolong Diego" ucap suara wanita diseberang telepon"dengan siapa ini?" jawab Diego, tapi sambil berfikir suaranya sepertinya dia kenal sambil mengingat"aku Mira Diego" ucapnya"Mira? Mira anak shift dua tadi" ucap Diego tenang mungkin dia butuh bantuan untuk kendaraannya fikir Diego"kamu dimana? Apa yg terjadi?" tanya Diego sedikit panik"aku jadi korban Begal Diego, mayatku dibuang di sungai Citarum oleh pembunuhku" ucap Mira sambil menangis"Mira kamu bercanda kan?" ucapku masih tak percaya"tolong aku Diego temukan pembunuhku, dan tolong bantu agar tubuhku ditemukan" ucap Mira dan telepon pun terputusTiba-tiba ada tangan yang mencolek pundak DiegoSaat Diego menengok ke belakang tak sengaja menyenggol gelas yang dibawa Pieter.Prakkk"maaf Pieter" ucap Diego sambil membersihkan pecahan gelas kopi itu"kamu kenapa Diego?" ucap Pieter"Mira Pieter, kita harus menolongnya" ucap Diego panik"sabar, ada satu peraturan untuk shift tiga ini kamu tidak bisa meninggalkan ruangan ini sampai kamu selesai di shift tiga kamu" ucap Pieter"lalu Mira bagaimana?" tanya Diego"ingat kata-kataku kamu harus mendengar apa yang dikatakan seperti hari kemarin" ucap PieterDiego segera mengambil kertas dan menulis semua informasi yang disebutkan Mira tadiAkhirnya sampai juga di akhir shift tiga, Diego segera ingin mencari tahu kondisi Mira, dan dia buru-buru absenBrukkTak sengaja Diego menubruk pak Herman"kenapa Diego, kamu sepertinya terburu-buru, apakah Pieter mengganggumu" ucap Pak Herman"tidak pak... Pieter sangat baik" ucap Diego"Pak Herman" ucap Diego"Iya Diego" jawab Pak Herman"Mira, anak baru di shift dua apakah dia benar baru masuk kantor kemarin?" tanya Diego"oh iya benar, dia baru saja selesai training dan bekerja kemarin" ucap pak Herman"dia membawa kendaraan apa ya pak?" tanya Diego"saya kurang faham, tapi pos keamanan mencatat semua kendaraan karyawan mereka pasti tahu" jawab pak Herman"oh baiklah, terimakasih pak Herman" ucap DiegoDan Diego pun menuju ke parkiran, dan mampir ke pos security"maaf pak, mau tanya" ucap Diego"iya mas Diego bisa dibantu" jawab laki-laki pelontos berseragam hitam bernama santoso"bapak tau anak baru shift dua namanya Mira?" ucap Diego"yang mana ya mas?" tanya pak Santoso bingung"anaknya kecil kemarin pakai baju merah" ucap Diego"oh iya mas, saya ingat dia bawa motor mas, ada kok catatannya dibuku" ucap pak SantosoLalu Diego melihat buku log book pak santoso dan mencatat no polisi Mira dan Mencatat identitas Mira dari fc ktpnya yang ada dipos.Langkah pertama Diego menuju ke rumah Mira, saat hampir sampai kerumahnya tiba-tiba Diego melihat motor Mira sedang diparkir didepan warung dipinggir jalan.Diego berhenti dan mengecek lagi benar sekali no polisinya samaDiego berpura-pura jajan ke warung dan memarkirkan motornyaDia melihat dua pemuda sedang bicara sambil minum kopi."gila lo ji, sekarang gimana kalau kita ketahuan" tanya laki laki berambut panjang dengan jaket hitam"tenang aja mat, ga ada yang tahu juga" jawab laki laki botak dengan Tato bunga ditangannya.Setelah selesai ngopi mereka pergi dengan motor MiraDiegopun membuntutinya, dan agak menjauh supaya tidak dicurigai.Dan akhirnya mereka pun berhenti disebuah rumah diperkampungan, dan disana Diego ke warung terdekat dan menanyakan identitas pembegal tsb.Setelah identitasnya lengkap, Diego segera meninggalkan tempat itu dan menuju rumah Mira, setelah tiba dirumah Mira, Diego menceritakan semua nya kepada orangtua Mira yang terlihat sangat khawatir dan sedih karena anaknya tidak pulang dan dikabarkan dibunuhTidak berapa lama Diego dan orangtua Mira melaporkan ke kantor polisi, dan Diego menginformasikan lokasi rumah pembegal tsb dan setelah itu mereka berdua ditangkapSetelah mendapat pengakuan, polisi mencari mayat Mira dan menemukannya di pinggir sungai Citarum tersangkut pohon besar.Akhirnya Diego sudah menjalankan amanat Mira, dan pulang kerumah untuk istirahat.Begitu jam 7 malam Diego sampai lagi di tempat kerja, baju merah lewat."hi diego" ucapnya"hi Mira" jawab diego pucat--------

HOROR KELAS KOSONG
Horror
17 Dec 2025

HOROR KELAS KOSONG

Lea sudah tiba disekolah barunya, SMA Purnama, Lea langsung melihat papan pengumuman untuk mengetahui dia dapat dikelas mana, tiba-tiba dia merasa seseorang menepuk pundaknya."Lea, kamu sudah datang? Dapat kelas berapa?" tanya Puri yang ternyata sahabat Lea dari SMP"Puri... Kita ga sekelas" ucap Lea sedih"Ya sudahlah ya, mudah-mudahan temen baru kita asyik-asyik" ucap PuriTernyata tidak membutuhkan waktu yang lama, Lea dan Puri memiliki banyak teman baru di SMA ini.Ada Dinda teman sekelas Lea anaknya mungil dan memiliki wajah yang imut.Ada juga Melan temen sekelas Puri yang sedikit tomboy dan cuek.Setiap pulang sekolah mereka selalu pulang berempat.Hari itu, saat sudah selesai sekolah, kelas Puri dan Melan masih belum keluar dari kelas, karena ada ulangan tambahan dari Bu Ina yang kemarin tidak masuk karena sakit, terpaksa Lea dan Dinda menunggu dikantin"Dinda kamu gapapa nunggu Melan sama Puri pulang terlambat" tanya Lea"Gapapa Lea asal nunggunya sama kamu, tapi kalau aku nunggu sendirian ga janji deh" jawab Dinda"memang kenapa kalau nunggu sendirian? Ini kan masih siang" tanya Lea"Memang kamu ga denger gosip dari kakak kelas kita, kan sekolah kita serem kalau sudah sepi""Masa? Aku belum denger Din, memang ceritanya kenapa?""Dulu ada anak SMA Purnama yang bunuh diri, gara-gara diomelin sama bu guru dan distrap sendirian saat pulang sekolah" ucap Dinda serius"Serius kamu Din? Ko bisa diomelin bu guru sampai kaya gitu" tanya Lea penasaran"iya Lea, karena ternyata bu guru tidak informasikan kepada penjaga sekolah kalau ada murid yang distrap, dan akhirnya penjaga sekolah mengunci semua ruang kelas, dan murid tersebut tidak bisa keluar dan karena ketakutan dia akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri" ujar Dinda"Ruang kelas mana Din?" tanya Lea"Itu lho yang dipojok dekat tangga" ucaap Dinda sambil menunjuk ruangan tersebut"Itu kan gudang" ucap Lea"Iya sejak kejadian itu baik murid atau guru suka diisengin Lea, jadi akhirnya pihak sekolah menjadikan kelas itu gudang" ucap Dinda sambil menunjukkan wajah ketakutan.Tidak lama Melan dan Puri segera menghampiri mereka"Maaf ya menunggu lama" ucap Puri"Iya nih, Bu Ester rese banget, masa ulangan soalnya susah-susah banget" Ucap Melan menimpali"Aku makan dulu ya laper" ucap Puri"iya aku juga lapar" ucap Melan kembali"ya udah kalian pesen makan aja dulu, daripada kalian pingsan" ucap Dinda dikantin"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap LeaSaat Lea menuju toilet, dan melewati tangga tidak sengaja dia melihat ke arah jendela kelas kosong tersebut, betapa kagetnya ternyata ada seorang gadis berseragam SMA purnama yang ada dikelas tersebut, dan gadis itu tersenyum padanya.Bulu kuduk Lea merinding, dia segera berjalan cepat menuju ke toilet, tapi tiba-tiba gadis itu sudah ada dibelakangnya"kenapa kamu berjalan cepat?" ucap gadis itu"tidak apa-apa kok" jawab Lea gugup"namaku Anggun, aku tadi disuruh bu Ester ambil buku digudang" ucapnya"Oh.. Aku fikir kamu..." Lea tidak melanjutkan omongannya"kenapa kamu fikir aku hantu" ucap Anggun sambil tertawa geli"Iya.. Gara-gara cerita temanku tadi, aku jadi ketakutan" ucap Lea"Oiya kamu bisa bantuin aku gak, kan gudangnya berantakan, aku butuh teman untuk cari barang tersebut" ucap Anggun ramah"aduh, ga bisa minta tolong yang lain ya, aku mau pipis dulu" jawab Lea"Kan semua murid sudah pulang, udah sepi gapapa aku tunggu kamu pipis aja" jawab AnggunAkhirnya Lea pun tidak bisa menolak Anggun, setelah selesai dari toilet dia pun menuju ke gudang untuk membantu Anggun mencari barang tersebut.Saat mencari, Anggun melihat ke arah Lea"memangnya temen kamu cerita apa sama kamu sampai ketakutan begitu" tanya Anggun"Katanya diruang kelas ini dulu ada siswi yang bunuh diri karena distrap bu guru" jawab LeaAnggun menatap Lea"Kamu percaya siswi itu bunuh diri?" tanya Anggun"lho ceritanya memang begitu kok" jawab Lea"bagaimana kalau sebenarnya siswi itu tidak bunuh diri, tapi di bunuh" tanya Anggun"ya tidak mungkinlah, kan dia distrap sendirian lalu dia gantung diri, ga mungkin dia dibunuh" ucap Lea menimpaliAnggun pun berjalan ke arah Lea, dan dia memegang tangan Lea, entah mengapa Lea seperti keluar dari raganya, dia melihat ruang kelas ini sudah bersih tidak seperti gudang.Dia melihat Anggun masuk dari pintuTapi tunggu dulu dia melihat Bu Ester dibelakang Anggun."Kamu itu kenapa sih selalu mengulang tidak membawa tugas yang sudah di sampaikan, kali ini Ibu harus menyetrap kamu supaya kamu tidak menjadi kebiasaan" ucap bu Ester"Aduh ibu itu cerewet banget deh, namanya juga lupa masa saya harus distrap sih bu" rengek AnggunKamu diam disini, sambil.mengerjakan tugasmu kalau kamu sudah selesai segera keruangan ibu" ucap Bu Ester tegasAnggun melirik kekanan dan kekiri, dia tahu bu Ester kali ini serius, tapi dia juga malas mengerjakan tugas akhirnya dia malah tertidur, lalu pak Ujang lewat sambil membawa sapu dan melihat ke arah jendela laku tiba-tiba dia mengunci ruang kelas, oadahal jelas dia melihat Anggun masih disana.tiba-tiba Lea bergerak keluar dan mengikuti pak Ujang, disitu dia melihat pak Ujang masuk keruang guru" Ibu ester masih disini" tanya pak Ujang"iya pak, masih menunggu Anggun dia lagi distrap pak karena tidak mengerjakan tugas" ucap Bu Ester"Tadi saya lihat mba Anggun sudah pulang bu sama teman-temannya" jawab Pak UjangLea bingung kenapa pak Ujang berbohong, Anggun masih ada dikelas tadi"Ruangan juga sudah saya kunci bu" ucap Pak Ujang"Aduh aneh anak-anak sekarang ya pak, susah banget hormat sama gurunya, kalu begitu ngapain saya masih disini ya" ucap Bu Ester lalu merapihkan mejanya dan segera meninggalkan ruangan untuk pulangAnggun membuka matanya tetapi tangannya sudah terikat dimeja dengan mulut yang sudah tertutup rapat oleh lakban"apa-apaan ini" fikir Anggun "masa bu Ester marah sampai seperti ini" fikir AnggunPintu terbuka, tiba-tiba Anggun melihat Pak Ujang masuk ke ruang kelas, Anggun meminta tolong pak Ujang untuk membantunya melepaskan ikatan tali tangannyaTapi tiba-tiba pak Ujang mendekatinyaa dan mulai mencium pipinya, Anggun berontak berusaha sekuat tenaga menjauhi PaK Ujang, tapi Pak Ujang sangat kuat, Anggun tidak dapat berteriak karena mulutnya ditutup, saat pak Ujang mulai mendekap Anggun, kaki Anggun menendang sekuat tenaga sehingga berhasil membuat Pak Ujang terjatuh, Anggun segera melarikan diri menuju pintu, tapi pintu terkunci dan kuncinya ada di Pak Ujang, saat Anggun menghadap kebelakang ternyata Pak Ujang sudah berada tepat didepannya, dan Pak Ujang memukul Anggun sampai dia pingsan.Melihat kondisi itu pak ujang panik, dia mengambil tali yang ada di ruangan kelas dan mengambil kursi lalu memakaikan tali itu seolah-olah Anggun bunuh diri setelah Anggun terikat didepan pintu ruang kelas, pak Ujang menendang kursinya dan Anggun merasakan lehernya terikat dan perlahan-lahan nafasnya pun tercekat dan dia melihat ke arah Lea sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.Lea hanya bisa melihat situasi yang ada seolah dia menonton televisi, tiba-tiba semua ruang menjadi gelap, semua teman Lea ada disana, termasuk bu Ester, mata Lea pun terbuka kembali."Lea kenapa kamu berani masuk ke gudang seorang diri?" tanya Bu Ester"Aku.. Aku diajak Anggun bu" ucap LeaWajah Bu Ester berubah seketika menjadi ketakutan"Anggun.. Tidak mungkin Lea, dia pasti masih dendam kepada ibu makanya dia masih mengganggu sekolah ini" ucap Bu Ester histerisBaru saja Lea mau menceritakan apa yang terjadi, tapi dia melihat ada pak Ujang dibelakang bu Ester.Akhirnya Lea menutupi cerita tadi dari Bu Ester, saat pulang akhirnya Lea menceritakan semuanya pada Puri,Dinda dan Melan, semua sahabatnya juga tidak percaya bahwa Lea telah bertemu hantu di kelas kosong.Mereka memutuskan malam ini untuk datang ke rumah Bu Ester dan menceritakan semua yang Lea alami, betapa kagetnya Bu Ester karena selama ini dia merasa Anggun benar-benar bunuh diri karena membencinya.Pagi itu tim kepolisian pun dan keluarga Anggun datang ke sekolah lalu polisi berhasil menangkap Pak Ujang dan akhirnya setelah diinterogasi pak Ujang pun memgakui perbuatannya.Untuk mengenang Anggun, maka ruang kelas kosong dibersihkan dan dijadikan perpustakaan kecil, supaya tidak terasa menyeramkan, saat Lea dan teman-teman sedang membaca dan bersantai, Lea melihat dipojok lemari ada siswi berkepang dua sedang tersenyum padanya."kalian kenal gak sih cewek yang dipojok itu" tanya LeaTeman-temannya segera melihat ke arah pojok dan seketika menarik Lea untuk keluar ruangan."Ada apa sih?" tanya Lea setelah keluar"karena tidak ada siapa-siapa dipojok ruangan tadi" ucap sahabat Lea serentak

HOROR KARTU RAMALAN
Horror
17 Dec 2025

HOROR KARTU RAMALAN

Kiki sedang naik angkot menuju ke sekolah, dan dia merasa sangat antusias berangkat ke sekolah karena hari ini adalah classmeeting, tidak ada belajar mengajar, hanya ada kegiatan ekskul dan bazar-bazar aneka jajanan dan booth.Saat kiki sudah sampai, teman-teman sudah banyak yang berkumpul di lapangan menunggu pembukaan classmeeting, ada acara dance, live music dan juga lomba olahraga.Kiki mendengar ada yang memanggil namanya"Ki... Sini" ucap Ayu teman sekelasnya"Seru ya yu acaranya, bazarnya banyak lagi" ucap Kiki"Iya Ki selama seminggu ini kita bebas dari pelajaran" ucap Ayu senangSetelah puas meninton pertunjukan band dan dance, Kiki mengajak Ayu untuk melihat bazar"Ih seru banget ya yu, semua jajanan masa kecil ada lho di bazar kali ini, kaya kue rangi, cireng, cilok ada juga rambut nenek" ucap Kiki senang sambil menikmati jajanan itu"Iya Ki, makanan kekinian juga ada semua, pokoknya kita bakalan kenyang deh" ucap Ayu senangDari bazar kuliner, merek mulai masuk ke dalam bazar kreasi, ada nail art, ada face painting, clay art lalu ada juga fipaling pojok untuk kartu tarot atau ramalan.Karena Ayu sangat suka dengan kuku dan wajah dia langsung mengajak Kiki untuk ke tempat nail art dan face painting. Tapi Kiki tidak tertarik sama sekali dia malah akan mencoba ke tempat ramalan di pojok ruangan."Maaf ya Yu, aku mau coba ke stand ramalan dulu, nanti kita ketemu lagi disini ya" ucap Kiki"Oke Ki, have fun" ucap Ayu sambil masuk ke stand nail art.Kiki mulai memasuki stand kartu tarot yang tertutup, saat memasuki ruang tenda yang tertutup suasana ruangan sangat gelap, dengan dekorasi lampu dan hiasan yang penuh suasana mistis."Haloo" ucap KikiSuasana hening tidak ada jawabanAda sebuah meja dan kursi, dengan kartu yang tertumpuk pada meja tersebut dan berada ditengah ruanganKiki langsung duduk, tiba-tiba didepan dia sudah ada wanita berjubah hitam yang melihat kepadanya"Apa yang kamu ingin tahu?" ucap wanita itu"saya mau coba meramal hidup saya mbak" ucap Kiki"Silahkan difikirkan dengan matang semua kartu yang keluar baik atau buruk tidak dapat kamu rubah hasilnya" ucap wanita ituKiki berfikir ini hanya permainan saja, jika bagus akan menjafi motivasi untuknya tapi jika hasilnya buruk maka dia tidak akan mempercayainya."Iya aku yakin mbak, gapapa kok" jawab Kiki"silahkan kocok kartunya" ucap wanita peramal ituDan Kiki pun mengocok kartunya sampai wanita itu mengatakan berhentiLalu wanita itu meminta Kiki mengambil Lima kartu, dan setelah Kiki mengambilnya dia meletakkan Kartu tersebut dimejanya.Saat wanita itu membuka kartu pertama, bergambar the fool "engkau akan menemukan seseorang atau hubungan yang baru tidak lama lagi"Lalu membuka kartu yang kedua bergambar the lovers"artinya engkau akan mulai mengikuti hatimu untuk dapat mencintai orang ini dengan seluruh hatimu"Lalu mebuka kartu yang ketiga the hanged man"artinya adalah engkau harus mengorbankan sesuatu dan bersabar menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginanmu"Kartu keempat setelah dibuka adalah the devil dimana artinya adalah" hati-hati menempatkan suatu kesetiaan pada sesuatu hal yang salah"Dan kartu terakhir adalah the judgement"artinya adalah untuk memaafkan semua orang yang telah menyakiti amda dan memulai hidup yang baru yang lebih baik" ucap wanita itu"Oh begitu, makasih ya mbak, saya harus bayar berapa?" tanya Kiki"Rp. 20.000, silahkan masukan ke toples kaca disamping meja" ucap wanita ituDan Kiki pun Keluar meninggalkan stand tarot tersebut, betapa kagetnya ternyata ruangan sudah sepi dan semua stand yang lain sudah tutup.Kiki pun tidak berhasil mencari Ayu, saat keluar dari ruangan ternyata hari sudah gelap, sepertinya dia berada diruangan ramalan hanya sebentar tetapi mengapa waktu berjalan dengan cepat.Akhirnya Kiki pun memutuskan untuk menunggu angkot pulang kerumah, tapi tiba-tiba ada sepeda motor vespa mendekati dia"Ki, kok baru mau pulang?" tanya Andre kakak kelas Kiki"Iya kak Andre, aku tadi asyik lihat bazar" ucap Kiki polos"Rumah kamu di Gelatik kan? Tidak jauh dari rumah aku, ikut aku aja kita pulang bareng" ucap Andre"Serius? Gak ngerepotin?" tanya Kiki"Gapapa, lagian udah malam kamu kasihan kalau nunggu angkot kelamaan" ucap AndreDan akhirnya Kiki dan Andre pulang bareng, bahkan ditengah jalan mereka berhenti dulu buat makan nasi goreng karena lapar, dan mereka banya sekali berbicara tentang banyak hal seputar sekolah, dan Kiki meras Andre adalah cowok yang menarik, tiba-tiba Kiki ingat ramalan kartu tadi.Dia akan menemukan seseorang atau hubungan yang baru.Tidka terasa akhirnya Kiki sampai rumahSebelum berpamitan Andre mengajak Kiki untuk berangkat ke sekolah bareng esok hari."boleh saja" jawab Kiki senangDan keesokan harinya dia dan Andre berangkat bareng ke sekolah.Todak terasa Kiki dan Andre semakin dekat dan malam ini Andre menembak Kiki untuk menjadi pacarnya, dan Kiki mengiyakannya, tanpa Kiki sadari rasa sayangnya kepada Andre semakin besar, bahkan beberapa kali Andre jelas sudah ketahuan berbohong padanya karena dia jalan dengan gadis lain, dan dengan beribu alasan Kiki akan memaafkannya lagi.Sore ini Kiki sedang berjalan di pusat perbelanjaan, dan tanpa sengaja dia melihat di eskalator Andre sedang bergandengan dengan gadis mungil rambut lurus sebahu, dan Kiki pun langsung mendekati mereka."Andre" panggil KikiAndre melihat ke belakang "Kiki, kamu ngapain disini?" tanyanya"terserah aku lah, aku justru mau tanya, kamu sama siapa?" ucap Kiki marah"Ini... ini... teman aku Ki" jawab Andre gugup"Apa? teman? kamu bilang kemarin kita resmi pacaran" ucap gadis mungil itu"maksudnya?" tanya Andre pura-pura tidak mengerti"Kok kamu gitu sih Dre" ucap gadis itu kesal dan segera meninggalkan Kiki dan Andre"Kamu memang gak bisa dipercaya ya Dre" ucap Kiki sambil meninggalkan Andre juga"Ki... tunggu" ucap Andre sambil mengejar Kiki ke Lobi"Ki.. biar aku jelaskan dulu, itu tidak seperti kamu kira, ayo kamu ikut aku, aku perlu menjelaskan semuanya" ucap AndreEntah kenapa seperti biasa Kiki luluh lagi dengan bujuk rayu Andre, Andre mengambil motornya dan mengajak Kiki ke taman yang sepi."Ki, maafkan aku, aku khilaf, aku tidak suka dengan dia, aku hanya menyukaimu" ucap Andre dikursi taman"Kenapa sih Dre, kamu sellau buat kesalahan berulang, dan aku juga aneh kenapa aku selalu memaafkan kamu" ucap Kiki"Karena kamu cinta aku Ki, dan aku janji aku ga akan kecewain kamu lagi" ucap AndreTiba-tiba Andre semakin mendekat, dia mencium Kiki, dan Kiki tidak bisa menolaknya, tapi tangan Andre semakin jauh berusaha untuk membuka pakaian Kiki, Kiki spontan menolaknya, dia tidak menginginkan itu, tapi tenaga Andre begitu kuat, bahkan saat Kiki menolaknya, Andre menampar pipi Kiki, dan nafsu Andre sudah menguasainya, sepertinya Kiki tidak mengenal Andre saat ini.Dan Andre pun melakukan perbuatan bejat itu, Kiki hanya bisa menangis, dan setelah itu Andre meminta maaf, tanpa raut wajah bersalah.Kiki kesal dengan perbuatan Andre, dia mendorong Andre, dan Andre terjatuh, tetapi diluar dugaan Andre bangun dan mendorong Kiki, dan Kiki terjatuh dengan kepala penuh darah karena dia terbentur batu yang besar, Andre kaget dan panik, dia melihat Kiki yang sekarat dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.Karena panik, Andre membawa mayat Kiki ke danau dan menceburkannya disana.semua menjadi gelap, tetapi ada secercah cahaya yang terlihat, Kiki membuka matanya dan didepannya dia melihat kartu ramalan itu, disinilah titik dia merasa apa yang dikatakan kartu tadi menjadi kenyataan.Dia melihat Andre di dalam bola kristal yang besar, Andre sedang tertawa tidak merasa bersalah sama sekali, bakan dia menggoda cewek baru yang ada di sekolah, dan Kiki melihat orang tuanya yang sedang sedih saat mendengar berita dari polisi bahwa mayat kiki sudah ditemukan meninggal dunia, sepertinya Kiki tidak percaya dengan apa yang terjadi.Bayangan putih datang"itu lah saat kau menempatkan kesetiaanmu kepada orang yang salah Ki"Wajah peramal itu mulai terlihat jelas"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kiki"menerimaya Ki, kamu harus ikhlas apa yang terjadi, dan memaafkan semua yang terjadi, dan kamu jharus mulai berdamai dengan dunia barumu disini.Kiki menatap kartu itu sekali lagi"aku sudah berusaha mengingatkanmu" lalu peramal itu menghilangKiki melihat lama kelamaan bayangan tubuhnya memudar,"Aku ikhlas dan aku memaafkan semuanya" ucap Kiki untuk terakhir kalinya.

HOROR JAM ANTIK
Horror
17 Dec 2025

HOROR JAM ANTIK

Kiran baru saja memasukan buku ke tasnya, dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus, dan Dinda sudah menunggu dibawah."maaf ya Din, aku tadi kesiangan bangunnya" ucap Kiran merasa bersalah"Ya ampun ran, kay ague gak tau aja lo tuh tukang ngaret dari dulu" jawab Dinda menyindir"Hihihihi iya, maaf ya cantik" rayu Kiran kepada DindaMereka pun menaiki mobil Dinda menuju kampusnya"Lo kayanya mesti beli jam baru deh Ran" ucap Dinda sambil menyetir"Maksud lo?" tanya Kiran bingung"Iya lo tau gak, dari zaman SD kebiasaan lo ini gak hilang-hilang" ucap Dinda bercanda"Dasar lo Din, masa sih dari SD gue udah terlambat" ucap Kiran"Serius, masa lo lupa, inget kan pas kita malam pramuka, lo datang pas acara api unggun udah selesai, alesan lo ketiduran, terus pas SMP lo inget anak Ospek yang datang jam 10 dan suruh diri dilapangan, itu kan cuma lo aja Ran" ucap Dinda mengingatkan"Hihihihi iya iya... abis gimana namanya juga kesiangan" ucap Kiran santai"Iya tapi kadang alasan lo gak masuk akal tau gak, masa dari ratusan orang mereka semua bisa tepat waktu cuma lo aja yang kesiangan" ucap Dinda geregetan dengan sifat temannya yang satu ini"Ya terus gue mesti gimana lagi" tanya Kiran tak bersalah"Nanti pulang dari kampus kita beli jam weker buat lo, biar lo gak lupa dan gak kesiangan lagi" ucap Dinda"Serius lo Din?" tanya Kiran tidak percaya"Lihat saja nanti" ucap Dinda kesal dengan kelakuan sahabatnya ituSetetlah mata kuliah sore ini, ternyata Dinda betul masih menunggu Kiran di lobi, dan Saat diperjalanan, Dinda melihat ada satu toko antik berada di pinggir jalan dan Dinda memarkirkan mobilnya disana"Kok berhenti disini?" tanya Kiran"Siapa tahu aja ada jam antik buat orang yang antik kaya lo" jawab Dinda sambil membuka mobilnyaKiran mengikuti Dinda masuk kedalam toko tersebut"Klenteng... klenteng..." suara didepan pintu saat Dinda dan Kiran masuk"Permisi" ucap Dinda sambil melihat ke sekeliling ruangan"Hai" ucap gadis berwajah oriental"Iya mba, aku mau cari jam weker ada?" tanya Dinda sedangkan Kiran lebih tertarik melihat barang-barang unik lainnya yang dijual ditoko tersebut"Jam ya? nanti saya coba cari dulu ya mbak" jawab gadis itu ramahsetelah menunggu lima belas menit, gadis toko tersebut datang dengan membawa jam yang terbuat dari kaca dengan bentuk kubus."Ini ada yang cocok mbak" ucap gadis itu"Jam weker kan mbak? suaranya kenceng gak? soalnya temen aku ini paling susah bangun pagi butuh suara yang mirip Toa kencengnya" ledek Dinda"Iya mbak boleh dicoba kok" dan benar saja ternyata suara jam tersebut cukup kencang dan ada pilihan bentuk sirene mobil polisi"Oke mbak saya ambil yang ini ya" ucap Dinda dan membayar jam weker tersebut"Nih aku kasih hadiah buat kamu" ucap Dinda menyerahkan jam itu kepada Kiran saat sudah berada di mobil"Makasih ya Din, aku janji aku gak akan kesiangan lagi" ucap Kiran sambil tersenyum kepada DindaMalam ini Kiran menyetel jam dindingnya untuk bangun jam 6 besok pagiKiranpun tertidur lelap"Nguing...nguing..." jam weker itupun membangunkan Kiran dengan suaranya yang kencang"wah berhasil juga jam weker ini membangunkanku" fikir KiranKiran segera pergi kebawah, betapa aneh ternyata yang Kiran lihat bukan seperti rumahnya, Dekorasi seperti rumah adat jawa yang khas, dengan aroma kayu yang melekat"ini bukan rumahku" fikir KiranLalu Kiran mencoba masuk ke kamarnya lagi, betapa kagetnya dia ternyata dia juga tak menemukan kamarnya sendiri, tapi lebih ke ruang kosong dengan jendela besar dan pemandangan pohon tua yang persis berada di rumah tersebut."Aku pasti mimpi" ucap Kiran dalam hatiKiran berjalan lagi ke bawah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sepertinya semenit yang lalu dia masih berada dirumahnya, kenapa sekarang dia di tempat yang berbeda.Tiba-tiba pintu terbuka, dan Kiran melihat Dinda masuk, Dinda menggunakan pakaian adat Jawa"Dinda" teriak Kiran senang karena melihat sahabatnyaTapi anehnya Dinda menatap padanya dengan aneh"Raden Kiran kenapa? kok pakaian Raden sangat aneh?" ucap Dinda"apa sih Dinda, gak lucu tau, aku lagi bingung kok rumahku berubah ya" ucap Kiran"Raden sepertinya sedang kurang sehat, kenapa omongan Raden Kiran aneh" ucap DInda bingung"ayu masuk ke ruang belajar, sebentar lagi Raden Wicaksono akan masuk dan mengajar Raden Kiran" ucap dinda"Dinda kamu ngomong apa sih? aku gak ngerti, mobil kamu mana? kita jalan keluar yuk" ucap Kiran"Mobil itu apa ya raden?" tanya DInda bingung"Apa sih, perlakuan Dinda sangat aneh" fikir Kiran, dan Kiran segera membuka pintu betapa kagetnya dia ternyata tidak ada rumah sama sekali kecuali rumahnya semua hanya lapang kosong."Dinda ada apa sih ini? kok gak ada tetangga lain" ucap Kiran bingung"Raden Kiran memang seluruh tanah ini kepunyaan Bapak raden Kiran yaitu tumenggung Adiputro, kenapa Raden Kiran sepertinya kaget ya?" tanya Dinda"Terus kamu siapanya aku?" tanya Kiran"Aku abdinya Raden Kiran" jawab Dinda"Abdiku, kamu kenapa sih Din, kamu kan sahabat aku" ucap Kiran"iya Raden Kiran saya juga selalu menemani Raden seperti teman, tapi tetap raden Kiran adalah tuan saya" ucap DInda sambil tersenyumDan tiba-tiba Kira mendengar suara kereta kuda yang masuk ke pekarangan rumahnya"Tumenggung sudah datang Raden, sepertinya saya harus masuk untuk menyiapkan masakan untuk Tuan" ucap Dinda sopansemakin aneh, Kiran tidak percaya dengan yang dia alami, bahkan Kiran mencoba mencubit dirinya sendiri untuk meyakinkan bahwa semuanya bukan mimpi.Seorang lelaki berkumis tebal datang dengan pakaian adat Jawa yang sangat kental"Putriku, pakaian apa yang kau kenakan itu, sangat aneh, ayo lekas ganti bajumu, Pangeran Waluyo sebentar lagi akan datang" ucap laki-laki itu"Pangeran waluyo, maksudnya?" tanya Kiran"Sudah, kamu tidak berhak menjawab aku bapakmu, cepat pergi ke kamar ganti baju" ucap TumenggungBaru saja Kiran ingin melangkah ke belakang, tiba-tiba ada seorang laki-laki muda masuk ke rumahnya"Tumenggung, aku harus membunuhmu atas perbuatanmu kepada keluargaku" dan dia mengeluarkan pisau dan menikam perut tumenggung didepan Kiran"Kenapa ini" tangan Kiran bercucuran darah dimana-manaTiba- tiba KIran merasa kepalanya berputar dia merasa ada tembakan yang mengenai dadanya, meilhat kondisi itu Dinda masuk dan teriak dan orang itu juga menembak Dinda.Semua menjadi gelap dan aku sepertinya sudah berada di alam lain."Kiran... Kiran... bangun nak" suara ibu menyadarkanku"Bu... aku sudah meninggal?" tanya Kiran"kamu ngomong apa sih nak" ucap ibu"aku tadi di tembak" kata KiranIbu pun tertawa "Kiran.. Kiran.... kamu itu tadi mengigau... dan seperti biasa kamu tetap kesiangan jadi jam weker kamu tidak ada gunanya" ucap ibu tertawa geli

HOROR BALERINA
Horror
17 Dec 2025

HOROR BALERINA

Diaz hari ini bersiap-siap untuk menstarter mobilnya, dia sudah memakai kaus kuning dan celana kakinya."Lulu cepet dong" teriak Diaz"sabar Di" ucap Teri kakak Diaz, ibu nya Lulu, Lulu adalah gadis kecil berusia lima tahun dan hari ini adalah hari pertamanya les balerina"Mah, Om Diaz cerewet banget sih, Lulu kan lagi pakai baju" ucap lulu dengan tatapan gemasnya"Iya, biarin aja Lu, ga usah marah, Om Diaz kan dari dulu emang bawel, maafin mamah ya gak bisa anter kamu, temen mamah ada yang mu datang sudah dijalan" ucap Teri menenangkan LuluLalu Lulu pun berjalan menuju ke mobil"Mana ada balerina yang lelet kaya kamu Lu" ejek Diaz"Mamaaahhhh" teriak Lulu sambil menurunkan jendela mobil"Diaz, jangan godain Lulu terus, awas ya kalau dia nangis" ancam Teri"Iya kak, tapi susah emang Lulu nya aja yang cengeng" jawab Diaz sambil tertawa puas"Om Diaz nyebelin" kata Lulu"Tapi kan kamu tetep sayang sama Om karena Om Ganteng" Goda Diaz"Awas ya, nanti jangan godain aku kalau di tempat les" rengek Lulu"Idih geer, ngapain godain anak kecil" ucap Diaz sambil tertawaDan akhirnya mereka pun sampai di tempat Les, bangunanya kecil tetapi terlihat kokoh, bangunan tua yang klasik fikir Diaz"Halo, siapa nama kamu?" seorang gadis muda yang cantik menyambut mereka di depan pintu"Lulu tante""Dan kamu, papahnya?" tanya gadis itu kepada DiazDiaz sedikit terpana melihat wajah gadis itu sangat cantik"Hmm.. maaf saya omnya" ucap Diaz sambil memberikan tangannya ke Gadis itu"Oh.. maaf saya Riri guru Balerina disini" ucapnya "Hai Lulu mari kita masuk ke dalam kelas"Mereka mengikuti Riri ke dalam kelas, ada beberapa anak yang sudah menggunakan seragam baletnya sedang latihan didepan kaca."Hai kenalkan ini teman baru kalian namanya Lulu" ucap Riri disambut perkenalan anak-anak yang menghampiri Lulu"Baik, Om Diaz boleh duduk dan menonton dulu sebelum kita mulai latihannya ya" ucap Riri"OKe" jawab DiazDan latihan pun dimulai, tatapan Diaz selalu tertuju pada Riri, sangat cantik dan anggun dengan gaun balerinanya.Dan latihan pun selesai"Terimakasih Lulu, sampai bertemu besok lagi" ucap Riri "dan senang bertemu denganmu juga Diaz" sambil tersenyum"Iya makasih juga sudah mengajari Lulu" jawab Diaz salah tingkahSepanjang jalan Lulu memperhatikan wajah Diaz yang senyum-senyum sendiri"Om... kok om Diaz senyum sendiri" kata Lulu"guru balet kamu cantik Lu" jawab Diaz"Ih.. Om Diaz gak boleh, itu kan guru aku" jawab Lulu polosKeesokannya Diaz selalu semangat mengantar Lulu ke tempat les, dan dia sangat menantikan bertemu dengan Riri."Riri.. tunggu" sebelum pulang Diaz memberanikan diri untuk menghampiri Riri"Iya kenapa?" tanya Riri"Rumah kamu dimana?" tanya Diaz"Di Jalan Kemanggisan tidak jauh dari sini" jawab Riri"Boleh aku antar kamu?" tanya Diaz"Gak merepotkan?" Tanya Riri " Lulu tidak apa-apa Ibu bareng Lulu""Gak kok, Lulu juga senang" jawab Diaz tidak memberikan Lulu kesempatan menjawabTidak lama akhirnya sampai juga dirumah Riri, Diaz segera memarkirkan mobilnya"Ayu mampir dulu ke rumahku, ketemu mamahku dulu" ucap Riri"Tidak apa-apa memang Ri?" tanya Diaz"Gapapa mamahku pasti senang" jawab RiriLulu dan Diazpun mengikuti Riri masuk ke dalam rumahnya"mah kenalin ini murid balerinaku namanya Lulu dan ini Omnya namanya Diaz"Diaz tante" ucap nya sopan"Iya kamu ganteng nak, kamu juga cantik"ucap mamah Riri pada Lulu dan DiazTidak terasa waktu menunjukan jam 5 sore, Diaz pun pamit ke mamah Riri untuk pulangDiperjalanan Diaz sangat bahagia sekali akhirnya bisa mengantar Riri pulang, tiba - tiba saat Diaz sedang melamun, ada Bus besar didepannya dan akhirnya tabrakan itu pun terjadiEntah apa yang terjadi, kepala Diaz sangat pusing dan dia terbangun, tapi anehnya dia melihat banyak orang mengerumuninya saat dia melihat ke samping dia melihat Lulu yang sedan gterkapar penuh darah.Diaz langsung bangun dan menuju Lulu"Lu... bangun lu kamu tidak apa-apa?" tanya Diaz tanpa Diaz sadari ternyata Diaz melihat dirinya sendiri sedang terkapar tidak jauh dari Lulu dengan wajah penuh darah"Itu aku... tapi tidak mungkin" ucap Diaz tidak percayaTidak jauh dari kerumunan orang banyak Diaz melihat Riri sedang melihat mereka berdua terkapar, dan Riri segera pergi meninggalkan kerumunan tersebut."Riri..." Panggil DiazTapi Riri seolah tidak mendengar dan tetap berlari menuju mobilnya dan Diaz tetap mengikutinya sampai kerumahnya"Mamah" teriak Riri"Kenapa nak?" tanya mamah kaget"Diaz mah dan Lulu" ucap Riri"Kenapa mereka yang tadi kesini" tanya mamah"iya mah, kutukan itu terjadi lagi, seharusnya saya tidak membawa mereka ke rumah ini" ucap Riri histeris"Tidak mungkin Ri, kutukan itu tidak mungkin selamanya, mereka baik-baik saja kan?" tanya mamah"mereka meninggal mah, tabrakan tidak jauh dari rumah, dan mereka meninggal" jawab Riri histeris"Tidak mungkin Ri, oh Tuhan itu tidak mungkin" teriak Mamah"Kutukan.. kutukan apa?" tanya DiazRiri duduk di bangku sofa, "aku tidak tahu mah, aku tidak sengaja menabraknya, dia tidak terlihat lalu nenek tua itu tiba-tiba sudah didepan mobilku dan aku menabraknya, sungguh bu aku sangat ketakutan, makanya aku tidak berhenti dan terus mengendarai mobilku sampai rumah, aku tidak mau dipenjara mah, lalu dia datang dalam mimpiku dan memberiku kutukan itu, bahwa siapapun calon laki-laki yang kusukai datang kerumah pasti akan meninggal dunia, dan salahku mah, aku menyukai Diaz mah" ucap Riri sambil menangis"Sudahlah nak, itu bukan salahmu" ucap mamahnyaDiaz tidak percaya mendengar kata-kata Riri "Apa? Riri menyukaiku? gadis yang kupuja ternyata juga menyukai ku, tetapi aku terkena kutukan itu" fikir Diaz"Ri... aku juga menyukaimu" ucap Diaz sambil meneteskan airmataTiba-tiba ada seorang nenek-nenek menghampiri Diaz"Kamu harus pergi tempatmu tidak disini" ucap nenek tua itu"Kamu siapa?" tanya Diaz"Akulah nenek-nenek yang memberinya kutukan" ucap nenek tua itu"Tolong nek, hapuslah kutukan itu dan ikhlaslah, dia sudah merasa bersalah dan dia tidak sengaja untuk melakukan itu" ucap Diaz"Aku tidak suka dengan caranya yang tidak bertanggung jawab" kata nenek tua itu"Aku ikhlas nek, jika aku harus meninggalkan dunia ini, tapi tolong nek jangan beri dia penderitaan lagi" ucap Diaz tulusmelihat ketulusan Diaz nenek itu tersenyum, "ternyata kamu adalah lelaki yang tulus, aku akan mengabulkan permintaan mu tapi dengan satu syarat" ucap nenek itu"Apa syaratnya" tanya Diaz"kamu harus membawanya ke kuburanku dan meminta dia minta maaf di pusara aku" ucap nenek tua itu"Baik nek, aku akan melakukannya" ucap Diazlalu nenek tua itu tersenyum dan tiba-tiba Diaz terbangun di satu sudut kamar rumah sakit"Dokter dia sudah sadar" ucap salah satu perawatBeberapa minggu setelah sembuh, Diaz berkunjung kerumah Riri, dan betapa kaget Riri melihat Diaz sudah ada di hadapannya."Diaz" kata Riri"Iya Ri, aku sudah mengetahui semuanya, tentang kutukanmu juga" kata Diaz"Maksudmu? kamu tahu darimana?" tanya Riri bingunglalu Diaz menceritakan semuanya, Riri menangis"Iya Diaz. aku harus meminta maaf dipusaranya, aku sangat senang kamu baik-baik saja" ucap Riri tersenyum"Aku juga Ri, dan aku menyukaimu dan ingin menikahimu""Aku juga menyukaimu Diaz, dan aku mau menjadi istrimu"melihat mereka berdua, mamah menangis karena mimpi Riri sebentar lagi akan menjadi nyata

HOROR POHON BERINGIN
Horror
17 Dec 2025

HOROR POHON BERINGIN

Wisnu hari ini sedang bermain bola ditaman depan rumah, Ida melihatnya dari jendela di dalam rumah, melihat Wisnu yang tumbuh dengan baik pada usia 5 tahun membuat Ida merasa bahagia. Ari suami Ida senang dengan anak laki - lakinya yang satu ini, karena dia selalu ceria dan banyak pola gayanya."Wisnu, papah ayu masuk dulu ke rumah ini mendung nanti takut hujan" ucap Ida melihat cuaca sudah mulai gelap"Iya mah sebentar lagi" jawab AriWisnu tidak menghiraukan panggilan Ida, dia terus menendang bola ke arah papahnya. Saat rintik hujan mulai turun, Ari langsung mengangkat Wisnu masuk kedalam rumah."Aduh kalian susah ya, dibilangin masuk dari tadi malah tidak mau, lihat kan Wisnu jadi kehujanan" ucap Ida kesal"Iya mah, maafin ya" rayu Ari"Mah, Wisnu masih mau main bola" rengek Wisnu"Nanti lagi ya dek, kalau kamu main hujan nanti kamu sakit sayang" jawab Ida menenangkan Wisnu"Tapi aku masih mau main bola" jawab Wisnu"Sudah - sudah, kita main bolanya didalam rumah saja, tapi kamu jangan kencang - kencang ya nendang bolanya" ucap Ari supaya Wisnu tidak menangisSambil melihat Ari dan Wisnu bermain, Ida menyiapkan cemilan untuk mereka berdua, baso kuah kesukaan Wisnu."Ayo berhenti dulu main bolanya, baksonya sudah matang sini" ucap Ida"Hore...." jawab Wisnu kegiranganSetelah habis memakan bakso, Wisnu nonton sebentar di depan Televisi, dan akhirnya dia tertidur pulas.Tengah malam ini, Ida terbangun dia mendengar suara merintih"Mahh.... mahhh..." rintih suaraIda terbangun, dan melihat Wisnu menggigil, dan mengigau memanggil namanya, lalu Ida menempelkan tangannya di dahi Wisnu"Ya ampun, badan kamu panas banget dek" ucap Ida kaget"Pah.. bangun pah, Wisnu sakit" ucap Ida kepada Ari"Kenapa mah?" tanya Ari"Badan Wisnu sangat panas pah, dia mengigau juga, aku takut pah, ayo cepat kita pergi ke dokter" ucap IdaLalu Ari segera bangun dan memegang dahi Wisnu, Ari pun terlihat kaget dengan suhu badan Wisnu yang demam tinggi"Ayo mah, kita siap - siap ke rumah sakit" ujar Wisnu dengan kondisi panikDan berangkatlah mereka ke Rumah Sakit, ternyata setelah diperiksa Wisnu mengalami radang pada tenggorokannya, dan Dokter memberikan obat untuk Wisnu.Pagi ini Wisnu masih naik turun demamnya, Ida terpaksa harus menemani Wisnu dikamar, kondisinya cukup lemah belum bisa keluar kamar."Mah..."rintih Wisnu"Iya dek, dedek mau makan apa?" tanya Ida"Dedek takut mah" kata Wisnu"Takut apa sayang" Tanya Ida"Sama itu mah" tunjuk Wisnu ke dinding dekat jendela pintu kamar"Memang ada apa sayang? kenapa takut?" tanya Ida"Dia mau deketin Wisnu mah, Wisnu takut mamah jangan tinggalin Wisnu ya mah" ucap WisnuIda berfikir mungkin Wisnu mengalami halusinasi karena demam tingginya, jadi Ida mengiyakan saja perkataan Wisnu"Iya sayang, mamah disini jagain kamu" ucap IdaAkhirnya Wisnu pun tertidur lelap, melihat Wisnu yang sudah pulas, Ida segera keluar kamar untuk membereskan rumah, dan tidak terasa waktu cepat berlalu sudah hampir maghrib, Ida baru saja menyelesaikan setrikaan yang menumpuk.Ida agak heran kenapa dari tadi Wisnu sepertinya belum terbangun, karena tidak ada suara ataupun rintihan yang terdengar dari kamar Wisnu.Lalu Ida pun segera melihat kondisi Wisnu di kamar dan betapa kagetnya Ida melihat Wisnu tidak ada di kasurnya."wisnu" panggil Ida dan Ida semakin panik karena tidak menemukan Wisnu dimanapun disudut rumahnya"Wisnu" Ida mulai mencari keluar rumah dan bertanya kepada beberapa tetangga apakah ada yang melihat Wisnu.Ida sudah benar - benar panik tidak ada satu orangpun yang melihat Wisnu, dan Ida mulai merasa lemas dia menelepon Ari yang sedang berada di kantor dan menceritakan kejadian hilangnya Wisnu.Sekitar satu jam, Ari datang dan dia memeluk Ida yang sudah menangis kencang ditemani ibu - ibu lain dirumahnya."Sabar ya mah" ucap Ari"Wisnu pah, aku salah, aku teledor, aku ga bisa menjaga Wisnu, dia sakit pah kasihan" jawab Ida sambil berderai airmata"Sabar mah, aku tahu ini bukan salah kamu" kata Ari menenangkan IdaPolisi pun datang malam ini, dan meminta Ida menjelaskan secara detail, kronologis kejadian Wisnu hilang, setelah itu Polisi itu terlihat mencatat."Tunggu pak" ucap Ida saat polisi itu mau pergi"Ada yang Wisnu ucapkan sebelum tidur, dia menunjuk ke dinding kamarnya dan dia bilang ada yang mau mendekatinya, tapi saya lihat tidak ada apa - apa disitu pak" ucap Ida mengingat perkataan Wisnu tadi"Aneh" kata Ari jadi Wisnu berkata seperti itu sebelum tidur, tapi kamu tidak melihat apa - apa mah?" tanya Ari bingung"Sepertinya kita harus memanggil orang pintar" ucap Ari setelah polisi meninggalkan rumah, Ari segera menelepon Bi Dedeh, kerabatnya yang memang dikenal memiliki keahlian dengan mahluk gaib.Pagi ini Bi Dedeh sudah sampai dirumah Ida dan Ari, dia sangat mengerti kondisi Ida dan Ari yang terlihat lelah dan tidak tidur."Coba perlihatkan saya kamarnya" ucap Bi DedehLalu Ari membawa Bi Dedeh ke kamar Wisnu "ini Bi" jawab AriBi Dedeh segera mengambil air wudhu, dan mengaji di kamar Wisnu, khusyu sekali, sekitar empat puluh lima menit Bi Dedeh keluar menemui Ari dan Ida"Wisnu dibawa mahluk gaib, tinggalnya dekat pohon tua daerah disini, dia menyukai Wisnu dan ingin membawa Wisnu ke alam mereka, tapi kalian beruntung karena langsung menelepon saya, kita masih bisa menemukannya" ucap Bi Dedeh"Pohon tua dekat dari sini" fikir Ari"Pohon Beringin pah" kata Ida"Pohon Beringin di taman kota mah?" tanya Ari"Iya pah, itu kan pohon tua pah, bahkan tidak dapat ditebang saat taman mau direnovasi" ucap Ida"Ayo kita kesana" ucap Ari, mengajak Ida dan Bi DedehDan mereka segera pergi kesana, dan akhirnya sampai di depan pohon beringin tuaTidak ada siapa-siapa, bahkan tidak ada seorangpun yang terlihat siang itu di taman kota iniBi Dedeh langsung mengambil air minum yang dibawanya, dan dia membacakan bacaan surat sambil, khusyu berdoa memohon kepada Tuhan untuk membantunya, lalu setelah itu dilemparkan air tadi ke batang pohon dan akarnya. sambil terus didoakan, dan tiba - tiba."Duk..." tiba - tiba terdengar suara"Wisnu" ucap Ida kaget melihat Wisnu jatuh dari atas pohon"Wisnu" ucap Ari sambil menghampiri Wisnu dan menggendongnya"Coba ceritakan Wisnu apa yang terjadi" tanya Bi Dedeh"Aku dipaksa ikut sama orang berbadan besar dan hitam, aku sudah ga mau, tapi aku digendong dan dipaksa pah untuk ikut, aku sudah lihat mamah lagi setrika, aku udah panggil tapi mamah gak denger pah" cerita Wisnu sambil menangis"Ya Allah nak, mamah tidak tahu nak" ucap Ida sambil menangis"Alhamdulillah, Wisnu sudah ketemu, kalian harus lebih sering sholat dan tingkatkan keimanan kalian supaya rumah kalian tidak dijadikan umpan bagi mereka" ucap Bi Dedeh bijaksana.Saat mereka mau meninggalkan Pohon Beringin itu, tiba-tiba ada suara"Duk...."Mereka melihat ke belakangAda gadis kecil berponi yang jatuh dari atas pohon beringin tadi

HOROR PASAR HANTU
Horror
17 Dec 2025

HOROR PASAR HANTU

Deby sudah bersiap siap dengan ranselnya, dia sudah tidak sabar dengan pengalaman pertamanya mendaki ke Gunung Salak dengan teman-teman dikampusnya, memang dia hanya cewek sendiri tetapi dengan empat sahabat cowoknya Ian, Beni, Iwan dan Rei pasti akan melindunginya dengan baik, kebetulan mama mengizinkan karena mama sudah mengenal teman Deby dari awal tahun kuliah pertama."Deby... Teman-teman kamu sudah datang sayang" teriak mama dari ruang tamu"iya mah, Deby turun"Saat Deby turun dia melihat teman-temannya sedang makan brownies buatan mama"bentar ya Deb, enak banget nih kue mama kamu" ucap Beni yang memiliki badan paling gendut diantara kita"iya Deb, sebentar dulu, abis ini mama kamu mau ambilin puding susu yang enak itu" timpal Ian"Dasar, ga boleh lihat makanan langsung anteng deh, cepetan jangan lama-lama aku udah ga sabar nih berpetualang" ucap Deby semangatSetelah selesai menyantap semua kue yg mama buat, mereka pamit untuk mendaki dan berangkat."hati-hati ya, cari tempat yang ramai saja, jangan ke tempat yang sepi" ucap mama yang berdiri didepan pintu pagar"iya mah.. Dadah" jawab DebyHampir dua jam perjalanan, akhirnya sampailah mereka di pintu masuk pendakian gunung salak, dan setelah itu mereka mulai berjalan."Deb, kamu bawa cukup bekal kan?" tanya Beni"Aduh Beni, naik juga belum udah mikirin makan melulu, pantasen aja perut lo gendut" jawab Deby kesal dan diikuti tawa anak-anak lainnya.Mereka terus berjalan sesuai rute pendakian yang ada didalam peta, seharusnya sekitar lima belas menit lagi mereka akan sampai ke lokasi tenda pendakian.Dan betul saja didepan mulai terlihat keramaian ada banyak tenda-tenda pendaki lain yang sudah berdiri disana."Ayu kita mulai buat tenda di sana ada lokasi yang kosong" ucap ReiMereka semua langsung menuju tempat itu dan segera membuat tenda, setelah selesai tidak terasa mulai maghrib, Deby menyiapkan makanan yang dia bawa untuk dibakar, sosis, mie rebus dan telur, dan Rei membantu Deby memasak."Deb, aku senang kamu ikut mendaki" ucap Rei manisSebenarnya Rei lah penyemangat Deby untuk ikut mendaki saat ini, Deby sudah lama mengagumi Rei, tapi belum berani untuk berterus terang"aku juga senang Rei, sangat seru" jawab Deby"udah mateng belum" rengek Beni"udah, tapi sayangnya kamu ga kebagian" canda Rei kepada Beni diikuti tawa lainnyaAkhirnya setelah makan, bermain gitar dan bernyanyi, tidak terasa sudah tengah malam, mereka pun siap siap tidur. Deby menggunakan tenda sendiri yang berwarna biru, sedangkan teman lainnya di tenda mereka masing-masing."Deb...Deby bangun" suara samar diluar tenda, Debi membuka matanya dan melihat keluar"Beni, ngapain kamu kesini?" tanya Deby"Aku kebelet pipis, anterin aku yuk" jawab Beni"kenapa mesti aku sih, kan banyak temen lainnya" jawab Deby malas sambil menguap dan mengucek matanya"yang lain ga mau bangun, aku sudah kebelet pipis nih" rengek BeniTidak tega melihat wajah Beni, akhirnya Deby mengantar Beni juga"Ben, kamu mau pipis dimana sih? Kita jalan udah mulai jauh lho dr perkemahan" ucap Deby"cari tempat pipis yang enak Deb, sabar kenapa" jawab BeniTiba-tiba Deby melihat keramaian di tengah hutan, dengan suara ramai."Deb, kita kesana yuk, kayaknya ada kampung rumah penduduk aku bisa numpang pipis disana" jawab Beni"iya, ramai bener padahal sudah malam gini"jawab DebyDan benar saja, saat mereka masuk ke tempat tersebut, ternyata banyak tukang dagang yang menjual sayur, daging dan buah juga penduduk yang sedang berbelanja."Kok aneh ya Ben, malam-malan gini ada pasar?" tanya Deby"Sepertinya ini pasar malam Deb, gapapa kan banyak barang yang kita bisa beli buat besok, aku bosan makan mie melulu sekali kali kita makan ikan, kamu bawa uang kan?" tanya BeniDeby merogoh kantung celananya "ada Ben, oiya kamu ga jadi pipis?""iya Deb, kamu tunggu disini ya, aku cari kamar mandi dulu" ucap BeniSambil menunggu Beni, Deby ke tempat salah satu pedagang yang menjual ikan."ikan yang ini berapa pak?" tanya Deby ke bapak penjual ikan"dua ratus neng sekilo" ucap bapak tua itu"dua ratus? Murah banget pasar ini" fikir Deby, dan Deby langsung memesan ikan setengah kiloDan Deby mulai ke tempat lain, harganya sangat murah, Deby membeli buah, membeli sayur, dan membeli daging juga.Sudah hampir setengah jam Debi menunggu Beni dan belum terlihat juga, tiba-tiba ada nenek-nenek tua mendekatinya."Neng, tempatmu bukan disini, kamu harus kembali" ucapnya"Maksudnya?" tanya Deby"Ikuti jalan didepan yang terang, kamu akan kembali ke dunia kamu, sekarang juga" ucap Nenek itu"tapi nek? Temanku belum kembali" ucap Deby"jangan tunggu dia, dia ingin berbuat jahat pada kamu" ucap nenek ituDan tidak lama Deby melihat Beni datang"mau apa kamu nek?" kata Beni"jangan kau ganggu dia, dunia dia berbeda" ucap nenek tua itu kepada BeniTiba-tiba wajah Beni berubah, menjadi menyeramkan, wajahnya penuh darah dan berubah besar"Kamu milikku" jawab mahluk itu dan saat mahluk itu mendekati Deby nenek tua itu menahannya, Deby lari sekencang-kencangnya dan mengikuti saran nenek itu dia berlari dijalan yang terang.Tiba-tiba Deby terjatuh dan tidak sadarkan diri, saat dia membuka matanya dia melihat sekeliling, teman-temannya sedang memanggil namanya."Deby.. Kamu sudah sadar?" ucap Rei dan Ian"aku dimana?" tanya Deby"kamu tadi hilang dari tenda Deb, dan saat kita mencari kamu, ternyata kamu pingsan ditanjakan atas sana" ucap Iwan sambil menunjuk tanjakan disana."pingsan? Aku diajak Beni untuk mengantarnya pipis" ucap Deby"pipis? Aku tidak kemana-mana, malah aku tidur dengan nyenyak di tenda" ucap Beny bingungPak Madun, penghuni yang menemukan Deby, meminta Deby menceritakan kejadian yang dia alami,dan setelah mendengar cerita Deby dia mulai menjelaskan."oh nak Deby, dibawa oleh hantu jail ke pasar hantu, disini sudah banyak yang mengalami kejadian serupa, untunglah nak Deby tidak apa-apa" ucap pak Madun"sepertinya itu sangat nyata" ucap Deby"baiklah karena nak Deby sudah sadar, dan sudah bertemu teman-teman, saya pulang dulu mungkin sebaiknya kalian segera pulang kerumah" ucap pak Madun, "oh iya tadi ada kantung milik nak Deby yang tertinggal.Deby menerima kantung yang diberikan pak Madun, dan dia melihat isi kantung itu."ini belanjaanku dari pasar semalam" ucap Deby kagetDan teman-teman melihat ke dalam isi kantung tersebut"ikan, buah,sayur dan daging masih segar dan utuh""apakah kita boleh memakannya?" tanya Beni spontansemua teman-teman mengarah kepada beni dan memelototinya.

HOROR HOTEL KENANGA
Horror
17 Dec 2025

HOROR HOTEL KENANGA

Hari ini Abigail mengambil cuti dikantornya dan dia sedang dalam perjalanan liburan ke Pantai dia berpergian hanya berdua saja dengan adiknya Andrea yang berusia 14 tahun karena minggu ini sudah masuk liburan sekolah, mereka ingin menikmati liburan kali ini ke Pelabuhan Ratu dan mereka berencana menginap disana selama beberapa hari, suasana pantai pasti bisa membuatnya lebih fresh dari rutinitas sehari - harinya dikantor.Perjalanan dari Jakarta dirasakan tidak terlalu banyak mengalami kendala, sehingga pada jam 10 pagi ini mereka sudah sampai di Pelabuhan Ratu, saat sampai dipantai suasana terasa berbeda lebih segar, dan Abigai senang melihat laut luas dengan bunyi ombak yang bersambung."Aku ganti baju pantai dulu ya kak" ucap Andrea"Iya dek, kakak tunggu disini saja ya" jawab AbigailTidak jauh dari tempat mereka duduk ada saung menjual makanan dan minuman yang masih sepi pengunjung."Bu, saya pesan es kelapa ya" ucap Abigail"Baik teh, pesan berapa?" tanya ibu penjual"Dua saja bu, terima kasih"Tidak lama Andrea datang dengan kain pantai dan baju tank topnya"Dek, kakak disini" panggil Abigail"Iya kak" sahut Andrea sambil menuju ke saung makan tersebut"Pengunjungnya masih sepi ya bu" tanya Abigail"Iya neng, dulu biasanya masa liburan sekolah gini rame terus neng, tapi sudah beberapa bulan ini sepi terus neng" keluh si ibu"Kenapa begitu bu, pantainya bagus banget kok" tanya Abigail bingung"Mungkin karena rumor yang beredar neng, katanya pantai ini seram, jadi banyak yang takut dan khawatir datang kesini neng" jawab ibu"Seram bagaimana bu? saya lihat pemandangan disini sangat indah, sayang banget kalau orang - orang tidak datang hanya karena rumor tersebut" ucap Abigail dengan gemas"Iya neng, ibu juga mengharapkan pengunjungnya banyak lagi kan biar warung ibu rame neng" jawab ibu sambil tersenyumSetelah menghabiskan es kelapa mereka, lalu Abigail dan Andrea bermain di pantai dan berjemur, tidak terasa hari sudah mulai sore, Abigail kembali ke saung si ibu, untuk memesan makanan sebelum mereka mencari penginapan."Bu, pesen mie rebus dua ya, sama teh manis hangat" Ucap Abigail"Iya neng""Bu, saya kan berencana mau mencari penginapan di sekitar sini, ibu tahu tidak ya hotel yang bagus, tapi jangan yang terlalu mahal" tanya Abigail"Banyak neng, tidak perlu khawatir, nanti neng kalau keluar dari pantai tinggal lurus saja kekanan disepanjang jalan semuanya hotel dan penginapan neng."Oh begitu bu, baik kalau gitu nanti saya kesana, besok mungkin saya kesini lagi kok bu" ucap Abigail"Wah bagus neng, ibu mah senang kalau neng masih main lagi kesini" ucap ibu polosSetelah itu Abigail dan Andrea menuju ke arah yang ibu penjual itu bilang, dan benar saja memang banyak pilihan penginapan di kanan dan kiri jalan, sepanjang itu mereka masih belum memutuskan hotel mana yang akan mereka pilih"Kak, kita sepertinya semakin jauh, kenapa tadi kakak gak berhenti aja sih pas banyak hotel" keluh Andrea"Sabar dek, kakak belum ketemu yang pas hotelnya" jawab Abigail"Tapi ini sudah malam kak, aku juga sudah ngantuk dan kita jadi jauh ke pantainya, kembali lagi saja yu kak ke jalanan yang tadi" rengek Andrea"Iya bawel, kalau sehabis ini kita lihat hotel, kakak akan berhenti dan menginap disana" janji Abigail"Baru saja Andrea berniat memutar mobilnya lagi, tiba - tiba dia melihat ada bangunan besar di kiri jalan, saat mobil Abigail mendekat ternyata itu adalah hotel, dan di atas gerbang tertulis HOTEL KENANGA.Abigail langsung masuk ke dalam hotel dan memarkirkan mobilnya."Kak kok hotelnya gelap banget" ucap Andrea"Kamu kenapa rewel banget sih dek, tadi katanya sudah capek, kakak sudah pilih hotel kenanga ini untuk tempat menginap kita dek" ucap Abigail"Iya kak, maaf" ucap AndreaMereka masuk kedalam hotel, dan hotel tersebut sangat sepi tidak ada resepsionis yang menyambut mereka didepan lobi. AKhirnya Abigail memencet tombol untuk memanggil petugasDan benar saja lima menit kemudian ada seorang wanita yang datang."Selamat Datang Ibu di Hotel Kenanga" ucap wanita itu"iya mbak, kami butuh satu kamar yang standar saja mbak" ucap Abigail langsung"oh baik bu, kamar tersedia silahkan menunggu sebentar nanti kami akan serahkan kuncinya" jawab wanita itu"maaf mbak, permalam berapa ya?" tanya Abigail"250 ribu bu" ucapnya"oh baik.. Terimakasih" lalu Abigail dan Andrea duduk dilobi yang sepi menunggu dipanggil, anehnya mereka berdua tidak melihat ada tamu yang lain dihotel tersebut dan suasana hotel sangat sepi"kak, aku merinding sepertinya hotelnya aneh" ucap Andrea"apa sih dek, jangan bikin kakak parno deh, kakak udah capek cuma mau tidur" jawab Abigail ketusTidak lama wanita itu datang menghampiri mereka dan memberikan kunci kamar"selamat menikmati malam ini" ucap wanita itu sopan"Terimakasih mbak" jawab AbigailKamar 666 berada di lantai 6, sebenernya dengan kondisi tamu yg sepi mereka tidak perlu kamar yang jauh dr lobi, tapi ya sudahlah Abigail terlalu lelah untuk protes, dan diapun membuka kamarnya dan melihat sekeliling ruangan, entahlah ada sesuatu yang aneh karena bulu kidiknya langsung berdiri.Abigail langsung menaruh koper di dalam lemari, Andrea memutuskan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Tidak berapa lama Abigail mendengar Andrea menjerit"Aaaghhhh" Andrea teriak sambil keluar pintu kamar mandi dengan handuknya"kenapa dek?" tanya Abigail"tadi saat aku melihat kaca di cermin kamar mandi kak, ada bayangan wanita dan wajahnya sangat menyeramkan" ucap Andrea dengan wajah ketakutanAbigail langsung ke kamar mandi dan memeriksa seluruh ruangan disana lalu keluar "tidak ada apa apa dek, mungkin kamu capek saja jadi kamu berfikir yang aneh - aneh" ucap Abigail"Aku yakin kak" ucap Andrea sambil memakai baju tidurnya "ada yang tidak beres dengan kamar ini" ucap andrea lagi"baik dek, kita hanya akan menginap malam ini saja besok pagi kita akan meninggalkan hotel ini lalu kita pulang kerumah ya dek" ucap Abigail"baiklah, sepertinya aku ingin segera tertidur dan banhun esok pagi" ucap AndreaDan betul saja tidk lama Andrea sudah tidur dikasurnya, Abigail masih melihat handphonenya dan melihat hasil foto tadi di pantai, tiba - tiba lampu mati dan seluruh ruangan menjadi gelapAbigail segera menyalakan senter dari handphonenya dan menelepon operator tetapi tidak ada yang mengangkat."bagaimana ini" fikir Abigail lalu dia berusaha untuk menutup matanya agar dia juga cepat tertidur seperti Andrea, tetapi tidak bisa dia sama sekali tidak mengantukTiba - tiba lampu menyala kembali, dan benar kata Andrea. Abigail melihat ada bayangan wanita di cermin kaca lemari pakaian dikamarnya.Abigail tidak dapat mengeluarkan suara karena ketakutan, dia langsung menutupi wajahnya dengan selimut dan memeluk AndreaTiba - tiba Abigail mendengar ada suara ketukan pintu di kamarnya, "oh itu pasti petigas hotel yang ingin memeriksa" dan Abigail langsung membuka pintunya, tapi...Ternyata ada seorang laki laki berkumis tebal yang mendorong Abigail masuk ke dalam kamar sambil menutup mulut Abigail dengan tangannya."diam, jangan bersuara" ucap laki laki itu"mmmmmm" Abigail berusaha memberontak dan menggigit tangan pria itu"Awww" teriak laki laki ituAndrea pun terbangun "ada apa i i kak?" tanyanya"diam kamu, kalau kamu macam macam kakak mu akan aku bunuh" ucap laki laki ituDan andrea juga abigai di dudukan dikursi dan diikat kedua tangannya"Apa maumu?" tanya Abigail"Aku ingin semua baramg berharga mu dan uangmu" kata pria tadi"bagaimana kamu bisa dengan mudah masuk ke hotel ini" tanya Abigail"hahaha karena aku lah yang memiliki hotel ini" ucap pria tadi sombong tiba - tiba lampu mati kembali suasana menjadi gelap dan laki laki itu mengambil sesuatu di dalam lemari ternyata itu adalah lilin, dan dia menyalakannyaTetapi saat lilin itu dinyalakan Abigail dan Andrea melihat bayangan wanita yang dicermin tadi yang semakin jelas ada di belakang pria itu."Pak.... itu...itu..."Teriak Andrea sambil menunjuk ke arah bayangan wanita ituSpontan Pria tadi menoleh ke belakang, dan wajah dia sangat ketakutan"Bu Dera..... ampun bu...." ucap Pria itu sambil berjongkok dan menutup matanya "Ampun bu jangan sakiti saya" dia sepertinya sangat ketakutanTapi wanita itu hanya diam dan melihat ke arah pria itu tanpa bersuaraMelihat kesempatan itu, Abigail akhirnya bisa membuka tali yang mengikat tangannya, dan melepaskan tali ikatan Andrea dan mereka berdua segera kabur dari kamar itu, dan melarikan diri keluar dari hotel itu sampai dibawah lobbi, mereka bertemu dengan resepsionis tadi."Mbak... mbak tolong.... tolong kami" teriak Abigail"Kenapa mbak?" tanya wanita itu"Ada orang jahat yang ingin mencuri di kamar kami" Teriak Andrea"Baik mbak, tenang dulu coba mbak duduk dulu dan ceritakan apa yang terjadi" ucap wanita itu"Baik, baik mbak" lalu Abigail menceritakan seluruh kejadian yang terjadi dikamar"Baik mbak berdua coba tenang dulu, saya akan menelepon polisi" ucap wanita itu dan segera pergi ke meja resepsionis dan menelepon.Sekitar 5 menit, Abigail dan Andrea diajak untuk masuk keruangan kecil oleh wanita itu dan disuruh menunggu disana sampai polisi datang, tapi tiba - tiba wanita itu mengunci ruangan tersebut."Mbak... mbak kenapa dikunci" Teriak AndreaAbigail masih terdiam dan tiba - tiba fikiran dia menjadi terang"Andrea hentikan, jangan berteriak, coba kamu fikir bagaimana pria tadi bisa masuk ke kamar kita tanpa wanita itu mengetahuinya" ucap Abigai"Jadi menurut kakak?" tanya Andrea"Mereka pasti bekerjasama" ucap Abigail gemetarTiba - tiba pintu terbuka, pria tadi dan wanita resepsionis itu masuk ke dalam ruangan"Maafkan kami, kami harus membunuh kalian, karena kalian tahu rahasia kami tenatang Ibu Dera" kata pria itu"IbuDera? kami tidak tahu apa apa kok"Ucap Abigail ketakutan"Tapi kalian sudah melilhat hantu Ibu Dera, dan kalian harus kami bunuh" ucap wanita itu"Apa yang terjadi pada Ibu Dera" ucap Andrea gemetar"Ibu Dera adalah pemilik hotel ini, karena hotel sangat sepip dia berencana memecat kami berdua, bahkan gaji dan pesangon kami tidak dia berikan, sedangkan kami saat itu membutuhkan uang untuk pernikahan kami, karena istri saya sudah hamil dan harus segera dilaksanakan" cerita pria itu"Lalu apa yang kalian perbuat kepada Ibu Dera""Kami membunuhnya dan mengambil semua hartanya termasuk hotel ini" ucap wanita itu tanpa ada perasaan bersalah"Kalian membunuhnya dimana?" Tanya Abigail"Di kamar yang kalian tiduri tadi, dan kami menguburnya didinding kamar itu juga" ucap pria tadi dengan dingin"Lalu apa yang kalian akan lakukan kepada kami" tanya AbigailSambil mendekati Abigail dan Andrea, pria itu mengeluarkan golok yang tajam "saya harus membunuh kalian malam ini juga"Tiba - tiba ada suara angin yang besar masuk kedalam ruangan, dan semua meja dan kursi di lobi berterbangan, enath apa yang membuat situasi menjadi seperti itu, tiba - tiba bayangan wanita itu muncul, semakin mendekat dan mendekatMelihat kondisi itu Pria tadi dan wanita itu sangat ketakutan dan lari keluar dari hotel tersebut, tiba - tiba kondisi ruangan kembali tenang, wanita itu hanya tersenyum dan akhirnya menghilang.Akhirnya Abigail dan Andrea selamat dan mengendarai mobilnya ke arah kantor polisi terdekat, dan sesampainya disana mereka menceritakan semua kejadian di hotel tersebut.Dan tidak memakan waktu lama untuk polisi menemukan Mang Dadang dan Teh Esih yang menjadi pelaku pembunuhan Bu Dera sang pemilik hotel, dan setelah di telusuri polisi pun menemukan mayat Bu Dera yang ada pada dinding kamar."Terimakasih ya Mbak Abigail dan Mbak Andrea sudah membantu kami mengungkap kasus ini" kata Pak Darman polisi disana"Iya pak sama - sama" ucap AbigailMereka pun kembali ke rumah dengan pengalaman yang tidak terlupakan, saat melintasi jalanan Pelabuhan Ratu, di pinggir kiri jalan mereka kembali melihat bayangan Ibu Dera yang tersenyum memandang jauh kepada mereka.

HOROR KAFE MONALISA
Horror
17 Dec 2025

HOROR KAFE MONALISA

Hari ini hari yang penting untuk Angela, karena dia akan merayakan hari jadinya yang ke satu tahun dengan Rendi, dan Angela akan memberikan Rendi kejutan dengan makan malam yang romantis untuk mereka berdua, untuk perayaan ini Angela harus bekerja keras sendiri, karena Rendi adalah tipe cowok yang cuek, dan tidak mungkin dia ingat untuk merayakan hari aniversary mereka."Halo Dela" sapa Angela"Iya Angel" jawab Della"Della kamu punya referensi gak, buat tempat dinner yang romantis buat aniversary aku sama Rendi, malam ini, tapi jangan yang terlalu ramai dan tempatnya simple aja tapi hangat" pinta Angela"Hmmm... kamu mau yang seperti itu, tapi tempatnya agak jauh dari sekolah kita" ucap Della"Dimana Del?" tanya Angela"Di ujung kota Angel, dekat dengan sekolah Mandiri, tapi tempatnya instgramable banget deh, nanti aku kasih lihat foto - fotonya ya" ucap DelaDan Angel sibuk melihat foto yang diberikan Dela"Oiya keren banget" fikir Angela, pasti hasil foto mereka berdua akan keren banget"Nama kafenya apa Del?" tanya Angela"Kafe Monalisa" ucap DelaDan selepas pulang sekolah hari itu Dela langsung menaiki mobilnya, dan menuju ke arah Kafe Monalisa, sayang sekali Dela tidak bisa ikut karena Dela ada ujian di tempat lesnyaPerjalanan cukup jauh saat ini sudah hampir setengah jam, Angela menyetir dan masih belum sampai ke arah tujuanTiba - tiba Angela melihat didepannya ada tempat Kafe yang dia tuju Kafe Monalisa.Angela memarkirkan mobilnya dan turun untuk ke dalam Kafe tersebutSaat Angela berada di dalam Kafe ada datu pelayan wanita mendekatinya"Selamat datang di Kafe Monalis, ada yang bisa saya bantu?""Oiya, nama saya Angela, saya ingin booking tempat dinner untuk nanti malam" jawab Angela"Oh tentu saja bisa mbak Angela, Nama saya Lisa, kira - kira apa konsep yang ingin mbak Angela buat?" Tanyanya"Saya ingin yang sesimple mungkin, tetapi saya tetap ingin ada kesan romantis, ada candle light dinner, ada nuansa gelap dan banyak lampu dekorasi" ucap Angela"Oh baik saya akan catat, makanannya apa saja ya Mbak?"Sambil melihat menu Angela memilih menu untuk dipesan"Untuk pembuka saya mau Sticky Rice Mango mbak dan main course saya mau steak dan french fries dan ditutp dengan ice cream banana split dengan toping coklat ya mbak Lisa?" ucap Angela"Oke, mbak Angela semua sudah saya catat, ada lagi yang bisa saya bantu?""Oiya, kalau bisa tempatnya agak jauh dari keramaian ya mbak, saya mau agak sedikit privacy""Baik mba, akan saya persiapkan semuanya dengan baik" ucapnyaAkhirnya Angela kembali pulang dan mempersiapkan hadiah kejutannya untuk Rendi"Halo Ren, kamu dimana?""Aku lagi main Futsal sayang sama teman - teman" jawab rendi"Jangan Lupa ya, nanti malam kamu harus anterin aku kondangan" pinta Angela"Iya sayang, sabar ya, masih nanti malam kan" jawab Rendi datarDan Angela sudah sampai di pusat perbelanjaan, Angela menuju ke counter Jam Tangan favorit Rendi, dia tahu Rendi sangat menginginkan jam tangan model terbaru dan dia akan menghadiahkan jam tangan tersebut malam ini kepada Rendi, setelah itu dia segera pulang kembali ke rumah.Dan sore ini Angela sudah sibuk dikamar memilih pakaian yang akan dikenakannya, hampir sepuluh stel baju sudah di coba tapi Angela masih belum bisa menentukan yang mana yang akan dia pakai.Tidak lama Angela menelepon Rendi lagi"Halo Sayang""Iya kenapa sayang" jawab Rendi"Aku boleh tahu kamu malam ini mau pakai baju apa?" tanya Angela manja"Hmmm apa ya sayang,, paling kemeja cokelat aku aja, mau kondangan kan ya?" tanya Rendi polos"Oh okey... sampai ketemu nanti ya sayang, bye..." ucap AngelaDan akhirnya Angela mantap untuk menggunakan dress coklat yang baru dibelinya minggu yang lalu, mereka pasti akan serasi, fikir AngelaDan pada pukul 7.00 malam ini Rendi sudah sampai dirumah Angela membawa mobil VW berwarna hitam miliknya, dan Angela turun dengan dress cokelat mini yang dipakainya, dan tidak lama mereka pamitan kepada mama Angela"Wow kamu cantik banget sayang" ucap Rendi"iya kamu juga Ganteng sayang" balas Angela"Oiya lokasi undangan dimana ya?" tanya Rendi"Kamu ikuti jalan besar ini dan lurus terus lokasinya di ujung perbatasan nanti" jawab AngelaJalanan sudah sangat gelap mereka ditemani sorot lampu jalanan saja yang menerangi jalan yang mereka lewati, aneh sekali jalanan sangat lengang hari ini, tidak ada satu pun mobil yang terlihat di jalan tersebut kecuali mobil mereka saja."Sayang masih jauh ya tempatnya?" tanya Rendi dengan agak bingung"Sebentar lagi sayang" itu didepan, ada Kafe Monalisa" jawab AngelaDan akhirnya Kafe Monalisa terlihat, dan Rendi memarkirkan mobilnya, dan mereka turun berdua, suasana Kafe sangat sepi, tidak ada yang parkir mobil di Kafe tersebut kecuali mereka berdua."Kok sepi banget ya Angel, acara kondangannya?" tanya Rendi"Iya Ren, gapapa mungkin yang lain belum datang saja" Jawab AngelaDan mereka berdua masuk ke dalam Kafe, yang banyak dipenuhi lilin - lilin tanpa cahaya lampu"Selamat datang, untuk Mas Rendi dan Mbak ANgela" ucap pelayan yang tadi pagi melayani Angela"Silahkan meja kalian sudah kami siapkan, mari ikuti saya" ucapnyaAngela berfikir, keren sekali mbaknya sangat tahu yang diinginkan ANgela, bahkan hari ini mereka hanya berdua di Kafe ini.Dan di meja pojok terlihat meja yang penuh hiasan taplak warna merah dengan lilin dekorasi yang sangat menarik."Happy Anniversary sayang" ucap Angela"Maksud kamu? kita gak pergi kondangan, tapi kamu siapin ini untuk kita" jawab Rendi merasa bersalah"Iya, aku tahu kamu pasti lupa, makanya aku yang siapin semua untuk kita" ucap Angela"Sayang, maafin aku, aku benar - benar lupa. kamu kenapa gak ingetin aku""Kalau aku bilang gak akan jadi kejutan dong" ucap Angela sambil tersenyum manis"Makasih ya sayang" ucap Rendi sambil mengecup kening AngelaDan mereka menikmati makan malam itu dengan suasana sangat romantis, dan Rendi menerima dengan senang hati hadiah jam tangan yang diberikan Angela.saat mereka sudah mau pulang dan menyelesaikan transaksi di kasir, sang pelayan mendekati Angela"Maaf mbak spesial hari ini, kalian dapat bonus photo booth, silahkan ikut dengan saya ke sana" ucapnya"Wah mbak, baik banget, kita dikasih bonus sayang" ucap Angela manjaDan mereka mendapatkan dua foto untuk kenang - kenangan Anniversary mereka hari itu.Dalam perjalanan pulang, Rendi merasa ada yang aneh, kenapa tadi tidak ada orang yang terlihat sama sekali, baik pengunjung dan mobil yang parkir, apakah Kafe tersebut memang jarang dikunjungi, padahal tempat dan makanannya sangat enak menurut RendiTiba - Tiba Angela teriak"Rendiiii"Rendi samapi menginjak remnya dengan kaget"Apa sih sayang kamu kagetin aku aja" ucap Rendi"Ini lho kamu lihat deh hasil foto booth kita tadi" ucap Angela dengan ekspresi ketakutanRendi melihat hasil foto tersebut dan dia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnyaMereka berdua foto diatas kuburan dengan banyak nisan di belakang mereka, dan saat diawal sama sekali fotonya tidak terlihat seperti itu.Karena penasaran, Rendi memutar kembali mobilnya, dan menuju ke Kafe Monalisa tadiSaat sampai benar saja, ternyata tidak ada apapun disana, hanya sisa - sisa puing bekas kebakaran.Saat Rendi turun dan melihat - lihat kembali ke Kafe tersebut bersama Angela seolah mereka tidak oercaya bahwa mereka baru melewatkan hari jadi di Kafe ini tadi, tiba - tiba ada yg mencolek bahu Rendi"sedang apa kalian disini" tanya lelaki muda dengan kaus kuning dan celana cokelat"kami tadi baru dari kafe ini sekitar lima belas menit yang lalu" ucap Rendi"Maksudnya? kalian tadi ke Kafe Monalisa? itu sangat tidak mungkin karena seminggu yang lalu kafe ini terbakar bersama Lisa si pelayan yang tinggal menginap di Kafe ini karena lilin yang menyambar kain saat situasi mati lampu" ucap anak muda tadi"Anda siapa?" tanya Rendi"Saya petugas keamanan yang berjaga, dan saya baru kembali hari ini karena saya ada urusan keluarga" ucap lelaki itu "perkenalkan nama saya Tedi" ucapnya sambil memberikan tangannyaAkhirnya Angela dan Rendi menceritakan kejadian yang mereka alami dan memperlihatkan foto booth mereka kepada Tedi, dan anehnya wajah Lisa ada di pojok foto booth mereka."oh Tuhan, semoga Lisa mendapatkan ketenangan disana" ucap Tedi.Saat dalam perjalanan Angela dan Rendi hanya terdiam, mereka masih tidak percaya dengan kejadian yang mereka alami tadi."Happy Anniversary sayang" ucap Suara dibelakangdan Rendi hanya bisa menatap Angela dan Angela menatap Rendi dan mereka berdua melihat ke kaca spion....."Lisaaaaaaaaaaaa"

HOROR LORONG RUMAH SAKIT
Horror
17 Dec 2025

HOROR LORONG RUMAH SAKIT

Hari ini aku merasakan sakit di sekitar perutku, rasanya sangat sakit luar biasa, dan sepertinya aku sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang hampir membuatku pingsan, dan aku langsung maju ke depan kelas dan memberitahu Bu Dewi yang sedang mengajar di kelas, bahwa aku sangat tidak sehat hari ini."Bu Dewi, mohon maaf, perutku sangat sakit" ucapku dengan keringat yang mengalir deras"Kenapa Din? kamu terlihat sangat pucat" ucap Bu DewiDan segera Bu Dewi membawaku ke ruang UKS, dan disana aku bertemu Pak Mamat penjaga sekolah."Pak Mamat tolong antarkan Dini ke ruang UKS, dan biarkan dia istirahat disana dulu lalu saya akan menelepon orang tua Dini" ucap Bu Dewi"Baik Bu" Jawab Pak Mamat tegas"Halo dengan Ibu Mira?" ucap Bu Dewi"Iya betul" jawab Bu Mira diseberang telepon"Maaf bu, saya mau memberitahu bahwa Dini hari ini sakit disekolah, bisakah pihak keluarga ada yang menjemput Dini diruang sekolah" Ujar Bu Dewi dengan lembut"Oh, baik Bu guru, saya akan langsung ke sekolah" Ucap Bu Mira"Dini, kamu sangat pucat nak" ucap Ibu saat melihat kondisiku saat ini"Bu, aku gak kuat, perutku seperti ditusuk - tusuk mah" ucap Dini sambil menangis"Sabar ya, ibu akan membawa kamu ke rumah sakit terdekat" ucap IbuDan akhirnya aku meninggalkan sekolah, dan aku dengar ibu mulai memarkirkan mobil di duatu rumah sakit, dan disana aku lihat Rumah sakit dengan Gedung yang sangat tua, tidak jauh dari sekolah, nama rumah sakit itu Rumah Sakit Jaya Purnama.Setelah Ibu mengurus adminisitrasi Rumah sakit, ibu langsung membawa aku ke ruang UGD dan setelah aku diperiksa oleh Dokter aku dibawa dengan kursi roda ke arah lift, dan disana aku sudah tidak memiliki tenaga.Akhirnya aku masuk ke kamar perawatan intensif di lantai 3, dan aku dibaringkan di kamar yang berisi dua tempat tidur, dan hanya aku yang mengisi tempat tidur dikamar tidur itu sekarang.Ternyata setelah diperiksa sakit usus buntu, dan aku masih harus menjalani operasi di esok hari, dan ibu sama sekali tidak membawa persiapan bahwa aku harus menginap di rumah sakit."Din, Ibu sebentar pulang ke rumah ya, Ibu mau ambil baju ganti kamu dan peralatan lainnya" ucap Ibu"Iya bu" jawabkuDan akhirnya aku ditinggal sendirian di kamar ini, entah mengapa aku merasa tidak nyaman dengan rumah sakit ini.Sekitar jam 3 sore ibu sudah datang kembali ke rumah sakit, dengan tas koper besar penuh dengan baju dan makanan serta selimut, dan ibu juga membawa bantal kesayanganku, setelah melihat ada ibu, perasaanku sedikit tenang."Bu, aku baru lihat Rumah Sakit ini, padahal tiap hari aku ke sekolah aku tidak pernah lihat kalau ada rumah sakit" ucapku"Iya karena kamu tidak memperhatikan saja" jawab IbuDan akhirnya berganti malam, Ibu menelepon Bapak untuk langsung ke Rumah Sakit, tetapi Bapak hari ini ada urusan kantor yang tidak bisa di tinggal."Din, ibu khawatir Bapak tidak bisa menjaga kamu di Rumah sakit, sedangkan Andi di rumah sendirian" ucap Ibu terlihat gelisahAndi adalah adikku, dia memang masih berusia sepuluh tahun, dan sepertinya dia tidak akan bisa tanpa ibu ada di rumah"Tapi ini sudah malam bu, nanti aku bagaimana?" rengek ku"Kan ada suster Din, kamu harus berani ya kan kamu sudah besar" ucap ibu menenangkan kuAkhirnya aku ikhlaskan ibu untuk pulang"Tok... tok..." suara di depan pintuDan suster berperawakan gemuk masuk ke kamar ku, sambil membawa alat tensi dan jarum suntik"Ibu maaf besok pagi mulai puasa ya, karena sore besok Ibu harus Operasi" ucapnya"Baik sus" ucapku, dan setelah aku mendapatkan suntikan rasa sakit di perutku sedikit hilang"Oh iya, Mba gak ada yang jaga?" tanya susternya"Tidak sus, Ibu dan ayahku ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan" jawabku lemah"Oh begitu, baik kalau perlu apa - apa tinggal pencet tombolnya, aku akan datang" ucap Suster itu, ternyata suster itu cukup baik dan ramah.Aku menonton TV untuk membunuh kebosananku, dan aku hanya berbaring di tempat tidur.Tiba - tiba ak umelihat ada orang yan gmelihat ke arah kamarku dari jendela"Sus... suster" panggilkuTapi tiba - tiba pintu kamarku terbuka lebarSekali lagi aku panggil "Sus... suster"Tapi tidak ada jawaban sama sekali, Karena aku panik aku memencet tombol seperti yang di ucapkan suster tadi."Kenapa mba Dini?" saat Suster Ria menghampiriku"Tadi aku melihat ada orang dijendela sus, apakah itu suster Ria?" tanyaku"Oh bukan mbak, dari tadi saya menjaga di depan, belum sempat ke belakang ucap Suster Ria polos."Tapi tadi siapa ya sus? karena dia hanya memandang saya dari jendela, yang piket hari ini mungkin ada suster lain?" tanya Dini"Tidak mungkin mbak, karena sekarang hanya saya suster jaga disini" ucap suster Ria."Aneh" fikir Dini"ada lagi yang bisa saya bantu mbak?" tanya suster Ria"Tidak sus, terima kasih" jawabkuDan tidak lama aku mulai memejamkan mataku, aku berharap aku segera tertidur dan esok sudah pagi hari" fikirkuDan tiba - tiba aku mendengar suara itu lagi"Tok...Tok..." dan pintu terbuka lagi. akhirnya aku memberanikan diri untuk berdiri dan mendorong infus yang menempel di tubuhku, saat aku melihat keluar pintu, aku melihat lorong yang panjang bagiku untuk sampai ke petugas yang berjaga hari ini."Halooooooo..." ucapkuAku mulai berjalan di lorong itu, karena ku melihat ada bayangan orang di ujung lorong itu, tetapi dia tidak menjawab panggilanku."Suster..." panggilkuBayangan itu berjalan mendekatiku.... dan semakin dekat"Dini..." ucap bayangan itu setelah mendekat"Bapak..." jawabku lega"kamu ngapain keluar malam gini" tanya Bapak"Aku mendengar ada suara yang manggil aku pak, dan aku penasaran makanya aku keluar" jawabku"Ayu masuk lagi, Bapak bawa makanan untuk kamu" ucap BapakDan aku sangat lega ternyata malam itu ada Bapak yang menemaniku, dan sepertinya aku sangat lapar, sehingga aku memakan semua makanan yang bapak bawa apalagi nasi padang yang Bapak bawakan sangat enak sekali bumbunya dan Bapak hanya diam dan melihat aku makan.Aku tertidur sangat lelap, dan terbangun keesokan pagi, tidurku sangat lelapaku mencari Bapak, di ruangan tetapi sepertinya Bapk sedang keluar, dan aku coba untuk kekamar mandi karena aku ingin buang air kecil.saat aku keluar dari kamar mandi aku terkaget karena ternyata aku lihat ibu sedang membereskan ranjang kamarku."Ibu.... kapan datangnya?" tanyaku"Baru kok din, sebentar ibu rapihkan dulu ya ranjang kamu" jawab ibu"Ibu sudah ketemu Bapak tadi?" tanyaku"Bapak? maksudnya?" tanya Ibu"Iya semalam Bapak yang menemani Dini disini, Dini ketemu sama Bapak dilorong depan kamar dan Bapak bawakan makanan buat Dini" ucapku"Din, kamu pasti masih mimpi, ga mungkin Bapak kesini" ucap Ibu"Kok ga mungkin, bener kok bu" ucapku"Kemarin malam Bapak telepon Ibu, bilang kalau sekarang Bapak udah sampe Pekan baru untuk urusan proyek baru diperusahaannya" ucap Ibu"Tapi Bu, Bapak nemenin Dini kok" ucap aku tidak percayaDan Dini melihat diatas meja masih ada bungkusan nasi padang yang dimakan bersama Bapak kemarin."Ini Dini kalau gak Percaya, Bapak mau bicara" ucap Ibu sambil memberikan Handphonenya kepada Dini"Halo Dini, bagaimana kamu sudah baikan?" tanya Bapak"Pak. kemarin Dini ketemu Bapak di Rumah Sakit, dan Bapak kemarin temenin Dini sambil bawa makanan" ucapku"Bapak gak mungkin disana Din, orang semalem Bapak barusampe di Pekan Baru, Bapak telepon sama ibu, bilang gak bisa nengokin kamu dulu""Terus kemarin siapa yang dikamar Dini pak?" ucapku sambil menangis"Sudah jangan takut din, kamu jangan lupa berdoa, nanti Bapak suruh Ibu temenin kamu, nanti Andi biar dititip dirumah nenek dulu sampai kamu sembuh" jawab Bapak menenangkan kusaat aku berbicara dengan Bapak, aku lihat bayangan lorong itu melihat dari jendela luar ke arahku sambil tersenyum.__________________________________**********_______________________________

Menampilkan 24 dari 228 cerita Halaman 6 dari 10
Menampilkan 24 cerita