HOROR BALERINA
Horror
17 Dec 2025

HOROR BALERINA

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (79).jfif

download (79).jfif

17 Dec 2025, 09:09

download (78).jfif

download (78).jfif

17 Dec 2025, 09:09

Diaz hari ini bersiap-siap untuk menstarter mobilnya, dia sudah memakai kaus kuning dan celana kakinya.

"Lulu cepet dong" teriak Diaz

"sabar Di" ucap Teri kakak Diaz, ibu nya Lulu, Lulu adalah gadis kecil berusia lima tahun dan hari ini adalah hari pertamanya les balerina

"Mah, Om Diaz cerewet banget sih, Lulu kan lagi pakai baju" ucap lulu dengan tatapan gemasnya

"Iya, biarin aja Lu, ga usah marah, Om Diaz kan dari dulu emang bawel, maafin mamah ya gak bisa anter kamu, temen mamah ada yang mu datang sudah dijalan" ucap Teri menenangkan Lulu

Lalu Lulu pun berjalan menuju ke mobil

"Mana ada balerina yang lelet kaya kamu Lu" ejek Diaz

"Mamaaahhhh" teriak Lulu sambil menurunkan jendela mobil

"Diaz, jangan godain Lulu terus, awas ya kalau dia nangis" ancam Teri

"Iya kak, tapi susah emang Lulu nya aja yang cengeng" jawab Diaz sambil tertawa puas

"Om Diaz nyebelin" kata Lulu

"Tapi kan kamu tetep sayang sama Om karena Om Ganteng" Goda Diaz

"Awas ya, nanti jangan godain aku kalau di tempat les" rengek Lulu

"Idih geer, ngapain godain anak kecil" ucap Diaz sambil tertawa

Dan akhirnya mereka pun sampai di tempat Les, bangunanya kecil tetapi terlihat kokoh, bangunan tua yang klasik fikir Diaz

"Halo, siapa nama kamu?" seorang gadis muda yang cantik menyambut mereka di depan pintu

"Lulu tante"

"Dan kamu, papahnya?" tanya gadis itu kepada Diaz

Diaz sedikit terpana melihat wajah gadis itu sangat cantik

"Hmm.. maaf saya omnya" ucap Diaz sambil memberikan tangannya ke Gadis itu

"Oh.. maaf saya Riri guru Balerina disini" ucapnya "Hai Lulu mari kita masuk ke dalam kelas"

Mereka mengikuti Riri ke dalam kelas, ada beberapa anak yang sudah menggunakan seragam baletnya sedang latihan didepan kaca.

"Hai kenalkan ini teman baru kalian namanya Lulu" ucap Riri disambut perkenalan anak-anak yang menghampiri Lulu

"Baik, Om Diaz boleh duduk dan menonton dulu sebelum kita mulai latihannya ya" ucap Riri

"OKe" jawab Diaz

Dan latihan pun dimulai, tatapan Diaz selalu tertuju pada Riri, sangat cantik dan anggun dengan gaun balerinanya.

Dan latihan pun selesai

"Terimakasih Lulu, sampai bertemu besok lagi" ucap Riri "dan senang bertemu denganmu juga Diaz" sambil tersenyum

"Iya makasih juga sudah mengajari Lulu" jawab Diaz salah tingkah

Sepanjang jalan Lulu memperhatikan wajah Diaz yang senyum-senyum sendiri

"Om... kok om Diaz senyum sendiri" kata Lulu

"guru balet kamu cantik Lu" jawab Diaz

"Ih.. Om Diaz gak boleh, itu kan guru aku" jawab Lulu polos

Keesokannya Diaz selalu semangat mengantar Lulu ke tempat les, dan dia sangat menantikan bertemu dengan Riri.

"Riri.. tunggu" sebelum pulang Diaz memberanikan diri untuk menghampiri Riri

"Iya kenapa?" tanya Riri

"Rumah kamu dimana?" tanya Diaz

"Di Jalan Kemanggisan tidak jauh dari sini" jawab Riri

"Boleh aku antar kamu?" tanya Diaz

"Gak merepotkan?" Tanya Riri " Lulu tidak apa-apa Ibu bareng Lulu"

"Gak kok, Lulu juga senang" jawab Diaz tidak memberikan Lulu kesempatan menjawab

Tidak lama akhirnya sampai juga dirumah Riri, Diaz segera memarkirkan mobilnya

"Ayu mampir dulu ke rumahku, ketemu mamahku dulu" ucap Riri

"Tidak apa-apa memang Ri?" tanya Diaz

"Gapapa mamahku pasti senang" jawab Riri

Lulu dan Diazpun mengikuti Riri masuk ke dalam rumahnya

"mah kenalin ini murid balerinaku namanya Lulu dan ini Omnya namanya Diaz

"Diaz tante" ucap nya sopan

"Iya kamu ganteng nak, kamu juga cantik"ucap mamah Riri pada Lulu dan Diaz

Tidak terasa waktu menunjukan jam 5 sore, Diaz pun pamit ke mamah Riri untuk pulang

Diperjalanan Diaz sangat bahagia sekali akhirnya bisa mengantar Riri pulang, tiba - tiba saat Diaz sedang melamun, ada Bus besar didepannya dan akhirnya tabrakan itu pun terjadi

Entah apa yang terjadi, kepala Diaz sangat pusing dan dia terbangun, tapi anehnya dia melihat banyak orang mengerumuninya saat dia melihat ke samping dia melihat Lulu yang sedan gterkapar penuh darah.

Diaz langsung bangun dan menuju Lulu

"Lu... bangun lu kamu tidak apa-apa?" tanya Diaz tanpa Diaz sadari ternyata Diaz melihat dirinya sendiri sedang terkapar tidak jauh dari Lulu dengan wajah penuh darah

"Itu aku... tapi tidak mungkin" ucap Diaz tidak percaya

Tidak jauh dari kerumunan orang banyak Diaz melihat Riri sedang melihat mereka berdua terkapar, dan Riri segera pergi meninggalkan kerumunan tersebut.

"Riri..." Panggil Diaz

Tapi Riri seolah tidak mendengar dan tetap berlari menuju mobilnya dan Diaz tetap mengikutinya sampai kerumahnya

"Mamah" teriak Riri

"Kenapa nak?" tanya mamah kaget

"Diaz mah dan Lulu" ucap Riri

"Kenapa mereka yang tadi kesini" tanya mamah

"iya mah, kutukan itu terjadi lagi, seharusnya saya tidak membawa mereka ke rumah ini" ucap Riri histeris

"Tidak mungkin Ri, kutukan itu tidak mungkin selamanya, mereka baik-baik saja kan?" tanya mamah

"mereka meninggal mah, tabrakan tidak jauh dari rumah, dan mereka meninggal" jawab Riri histeris

"Tidak mungkin Ri, oh Tuhan itu tidak mungkin" teriak Mamah

"Kutukan.. kutukan apa?" tanya Diaz

Riri duduk di bangku sofa, "aku tidak tahu mah, aku tidak sengaja menabraknya, dia tidak terlihat lalu nenek tua itu tiba-tiba sudah didepan mobilku dan aku menabraknya, sungguh bu aku sangat ketakutan, makanya aku tidak berhenti dan terus mengendarai mobilku sampai rumah, aku tidak mau dipenjara mah, lalu dia datang dalam mimpiku dan memberiku kutukan itu, bahwa siapapun calon laki-laki yang kusukai datang kerumah pasti akan meninggal dunia, dan salahku mah, aku menyukai Diaz mah" ucap Riri sambil menangis

"Sudahlah nak, itu bukan salahmu" ucap mamahnya

Diaz tidak percaya mendengar kata-kata Riri "Apa? Riri menyukaiku? gadis yang kupuja ternyata juga menyukai ku, tetapi aku terkena kutukan itu" fikir Diaz

"Ri... aku juga menyukaimu" ucap Diaz sambil meneteskan airmata

Tiba-tiba ada seorang nenek-nenek menghampiri Diaz

"Kamu harus pergi tempatmu tidak disini" ucap nenek tua itu

"Kamu siapa?" tanya Diaz

"Akulah nenek-nenek yang memberinya kutukan" ucap nenek tua itu

"Tolong nek, hapuslah kutukan itu dan ikhlaslah, dia sudah merasa bersalah dan dia tidak sengaja untuk melakukan itu" ucap Diaz

"Aku tidak suka dengan caranya yang tidak bertanggung jawab" kata nenek tua itu

"Aku ikhlas nek, jika aku harus meninggalkan dunia ini, tapi tolong nek jangan beri dia penderitaan lagi" ucap Diaz tulus

melihat ketulusan Diaz nenek itu tersenyum, "ternyata kamu adalah lelaki yang tulus, aku akan mengabulkan permintaan mu tapi dengan satu syarat" ucap nenek itu

"Apa syaratnya" tanya Diaz

"kamu harus membawanya ke kuburanku dan meminta dia minta maaf di pusara aku" ucap nenek tua itu

"Baik nek, aku akan melakukannya" ucap Diaz

lalu nenek tua itu tersenyum dan tiba-tiba Diaz terbangun di satu sudut kamar rumah sakit

"Dokter dia sudah sadar" ucap salah satu perawat

Beberapa minggu setelah sembuh, Diaz berkunjung kerumah Riri, dan betapa kaget Riri melihat Diaz sudah ada di hadapannya.

"Diaz" kata Riri

"Iya Ri, aku sudah mengetahui semuanya, tentang kutukanmu juga" kata Diaz

"Maksudmu? kamu tahu darimana?" tanya Riri bingung

lalu Diaz menceritakan semuanya, Riri menangis

"Iya Diaz. aku harus meminta maaf dipusaranya, aku sangat senang kamu baik-baik saja" ucap Riri tersenyum

"Aku juga Ri, dan aku menyukaimu dan ingin menikahimu"

"Aku juga menyukaimu Diaz, dan aku mau menjadi istrimu"

melihat mereka berdua, mamah menangis karena mimpi Riri sebentar lagi akan menjadi nyata

Kembali ke Beranda