Hari ini aku dan sahabatku Eva sedang menunggu di stasiun, kami masih menunggu Sari dan Devi yang masih belum tampak batang hidungnya, kami berempat hari ini janjian akan travelling ke Jogja, dengan modal seadanya atau backpacker, kami sudah memesan tiket kereta api, dan juga sudah membawa ransel untuk keperluan kami disana.
Namaku Ana, kami semua teman satu kelas di sekolah di SMU Kencana, dan saat ini masa liburan sekolah kami, karena kami sudah naik kekelas tiga, dan karena kami aktif diOrganisasi jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk meyakinkan orang tua kami perihal petualangan yang akan kami lakukan tanpa kehadiran orang tua.
Karena ini perjalanan pertama tentu kami semua sangat antusias, apalahi Jogja terkenal dengan daerah yang seru dan ramah, terutama dengan makanan dan tempat tinggal yang tidak terlalu mahal untuk ukuran kantong kami, sehingga kami mulai merencanakan kemana saja kami akan berpetualang saat di Jogja nanti.
Tentunya kami juga sudah mendapat referensi dari internet, tentang obyek - obyek wisata yang ada disana, sehingga kami tidak akan terlalu mengalami kendala yang berarti saat kami sudah sampai di tujuan.
Akhirnya Sari dan Devi terlihat berlari kecil ke arah kami, sambil membawa tas ransel mereka
"Maaf Ya terlambat, tadi supir angkotnya lelet banget" ucap Devi
"Aduh kalian buat aku khawatir aja sih, takut ketinggalan kereta tau" jawabku
"Iya iya maaf, sekali lagi" kata Sari
Dan benar saja tidak berapa lama kereta kami sudah memasuki stasiun, dan kami langsung naik untuk meuju ke Jogja.
"Ih... seneng banget ya, akhirnya kita bisa jalan bareng berempat" ucapku antusias
"Iya, bagaimana Sar, kamu kan bagian konsumsi, bekel makanan kita udah cukup kan" tanyaku
"udah kok An, aku sudah masukin smeua di ranselku" ucap sar
"Jadi nanti pas tiba di stasiun, pertama kali kita cari hostel murah dulu" ucapku
"Yang Deket Malioboro ya Na, soalnya aku malam mau jalan - jalan disana, kan katanya macet kalau jauh - jauh" ucap Eva
"Iya, nanti kita langsung ketujuan, kalau dari sini sih ada Pondok Kencana, tempatnya asri kalau dari foto - fotonya, dan budgetnya masuk banget, sehari hanya Rp. 50.000"
"Wah asyik tuh, kita akan berpetualang di Jogya teman - teman" Ucap Eva
Dan tibalah kami di stasiun, kami menaiki taksi yang berada disana untuk sampai ke hostel tersebut
Kesan pertama saat melihat Hostel Pondok Kencana, tempatnya sangat nyaman, asri karena masih banyak pepohonan dan juga lokasinya sangat strategis, bahkan kata penjaga hotel tersebut kami bisa berjalan kaki untuk sampai ke Malioboro.
Kami memesan dua kamar, aku dan eva, sedangkan Sari satu kamar dengan Devi.
Saat mau menaiki tangga, kami melewati area khusus dimana banyak sesajen disana dan gambar - gambar hiasan Nyi Roro Kidul
"Wah pasti yang memiliki tempat ini sangat menyukai budaya dan Mitos" Fikirku
Setelah beristirahat cukup lama, malam ini kami memutuskan untuk mengunjungi Malioboro terlebih dahulu, suasananya sangat hidup pada saat malam hari, dan kami semua mengikuti petunjuk jalan yang diberikan oleh Pak Yitno, penjaga Hotel.
Dan benar sekali tidak sampai lima belas menit kami sudah melihat Malioboro dan keramaiannya, kemacetan terjadi sepanjang jalan karena jalan dan parkiran kendaraan yang banyak pada hari itu.
Kami disana sangat menikmati foto - foto, berburu kuliner JOgja, banyak souvenir khusus dan juga atraksi - atraksi yang menarik, makanan khas Jogya dengan suasana pengamen jalanan betul - betul embawa kita seperti lagu KLA Project yang akan membuat kami kangen dengan suasana seperti ini.
Dan tidak terasa dengan banyaknya kegiatan yang kami lakukan di Malioboro, ternyata waktu sudah menunjukkan jam satu malam, dan kondisi Malioboro tetap ramai
"yuk pulang yuk, aku sudah ngantuk" ucap Sari
"Iya, sebentar lagi, aku beli baju tidur dulu ya" jawab Eva
"Dev, kamu inget kan jalan yang kita lalui tadi" Tanyaku
"Hmmm kayanya deket deh na, gampang lah itu" jawab Devi sedikit sombong
Dan akhirnya Eva pun menemukan baju tidur yang diinginkannya, dan kami akan kembali pulang ke hostel
Sepertinya kami melewati jalan yang sama seperti yang kami lewati saat berangkat kesini, tapi kenapa sepertinya waktu lebih lama dan kami masih belum bisa tiba di hostel
Suasana semakin gelap dan juga semakin sepi
"Kok kita gak sampai - sampai sih na?" ucap Sari getir
"Apa kita salah jalan ya?" tanya Eva
"Aku juga gak tahu" ucapku
"Tapi aku yakin ini jalan yang sama kok" kata Devi
"tapi... kok jadi gelap dan sepi begini ya" ucap Devi kembali
Tiba - tiba seperti ada semilir angin menerpa kami, lembut tapi membuat bulu kuduk kami merinding
"Apa yang kalian lakukan disini" tanya seorang gadis berpakaian jawa kuno yang ternyata ada di belakang kami
"Hmm.. maaf mba kami sepertinya tersesat, kami mau kembali ke hotel tapi kok jalannya salah ya" ucap Devi
"Kalian seharusnya tidak berada disini" ucap gadis itu lagi
"iya mba, bisa tolong kasih tahu hotel tempat kami" ucap sari
"Ikut aku" jawab gadis itu dan dia berjalan didepan kami
akhirnya kami pun mengekornya karena tidak banyak yang dapat kami lakukan kecuali percaya kepada dia
Tiba - tiba kami melihat tempat yang sangat megah, seperti istana tepatnya terbuat dari emas dengan banyak lampu dan juga dekorasi yang sangat indah
"Maaf, kita mau kemana ya?" tanyaku kepada gadis itu
Tapi dia hanya diam dan terus berjalan ke arah koridir
Sepanjang koridor kami hanya melihat warna emas dan hijau, semua orang yang kami temui juga memakai pakaian adat Jawa yang kental seperti prajurit.
dan tibalah kami di pintu yang sangat besar dan terbuat dari emas
"Masuk" jawab gadis itu
Dan kami pun menurutinya dengan masuk ke pintu tersebut
Disana kami melihat ada singgasana yang sangat besar dengan warna emas dan hijau, ruangannya tertata apik dan juga terkesan mistis.
"Kami ada dimana ya?" tanyaku
"Kalia telah berani untuk masuk ke dunia kami, jadi kalian harus bvertemu dengan Ratu kami, sehingga nasib kalian ada di tangan Ratu kami" ucap gadis itu
"MaksudnyA?" tanyaku
Tiba - tiba dari sudut ruangan keluarlah wanita berparas sangat cantik dengan rambut hitam sampai ke mata kaki dan berpakaian kebangsaan jawa dengan mahkota dikepalanya
"Siapa ini, Sri?" tanya wanita itu
"Mereka manusia yang masuk ke dunia kita ratu" ucap gadis itu yang ternyata bernama sri
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Ratu
"maaf Ratu, kami tidak bermaksud apa - apa, kami hanya mencari jalan untuk kembali pulang ke hotel tempat kami menginap" jawab eva
"Kalian pasti melanggar atau berbuat hal yang salah samapi kalian terbawa ke alam kami: ucap ratu
"salah?" kami semua melihat satu sama lain
"Coba kalian ingat, karena selama kalian bekum bisa mengingat kesalahan kalian maka saya juga tidak bisa membantu kalian untuk kembali, dan jika sampai Fajr kalian belum bisa kembali maka kalian akan selamanya menjadi penghuni alam ini" ucap ratu
Ucapan Ratu membuat kami tertohok, kami memandang satu sama lain, apa yang kami lakukan sehingga kami bisa sampai disini.
Walaupun ratu sangat baik dan cantik begitu juga dengan pengikutnya, tapi sepertinya aura yang menyeramkan sangat kental disini, kami pun mulai berdekatan dan mulai berdiskusi.
"Coba kita ingat - ingat lagi" tanyaku
"Apa saja yang tadi kita lakukan?" ucap Eva
"Apa kita tadi menyakiti orang atau binatang?" tanyaku
"sepertinya tidak, kita makan, berbelanja, dan juga berfoto, dan ...." ucap Sari mengingat
"apa karena kita foto - foto disembarang tempat, coba kita lihat lagi" ucapku
dan kami melihat kamera yang kami gunakan sama sekali tidak ada tempat sakral atau tempat mistis yang kami gunakan untuk berfoto
"Tidak ada yang aneh" ucapku
"Lalu Eva belanja baju daster, dan...." aku berfikir sejenak
"Oiya aku tahu...." ucapku
"Apa... Apa" jawab teman teman
"Kamu inget gak dev, tadi kan aku tanya kamu, Dev kamu inget jalan pulang kan?"
"iya" kata Devi
"Lalu kamu inget jawaban kamu?" tanyaku
"aku bilang.... gampang" dan Devi pun terkaget
"Ya ampun maaf ya jawaban aku sombong ya..." kata Devi "jadi buat kita susah begini" devi mulai mengeluarkan air mata
"ratu, kami sudah mengetahui kesalahan kami, maafkan kami karena sudah bersikap sombong di kampung halaman orang lain" jawabku
"Untunglah kalian menyadarinya, kalian tahu sifat sombong itu adalah sifat yang dimiliki para iblis dan pasukannya, dan itu membuat manusia banyak menjadi buta dan merasa benar dengan dirinya sendiri, jangan pernah kalian ulangi lagi, banyak merendahkan diri dan selalu ingat dengan Tuhan kalian" ucap Ratu itu bijaksana
"Baik ratu, mohon kemablikan kami" ucapku
"Kalian silahkan ikuti Sri kembali ke jalan yang tadi kalian lewati, Sri akan mengantar kalian kesana" ucap Ratu
Dan akhirnya kami mengikuti Sri ke tempat dimana kami bertemu tadi
"Kalian jalan lurus saja, jangan pernah menengok ke belakang apapun suara yang akan kalian dengar, terus saja berjalan lurus" uacp Sri kepada kami dengan wajah tegas
Dan kami mengikuti ucapan Sri
Terdengar Petir menggelegar, suara auman binatang buas seperti ingin menerkam kami, tapi kami semua mengingat kata - kata Sri tadi kami tidak boleh melihat ke belakang dan terus berjalan lurus, dan akhirnya kami melihat lampu dan pondok yang kami inginkan
"Akhirnya" Ucapku
"Alhamdulillah" ucap kami serentak
dan kami saling berpandangan ke arah satu sama lain
"Liburan kali ini petualangan kami sangat luar biasa" ucap kami bersamaan