Temukan Cerita Inspiratif
Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.
Total Cerita
830
Genre Romance
166
Genre Folklore
166
Genre Horror
166
Genre Fantasy
166
Genre Teen
166
HOROR BULAN MADU DI PULAU SEIZA
Hari ini menjadi hari yang paling ditunggu oleh Briane karena sebentar lagi dia akan memulai hidup barunya bersama Damian, dengan kebaya merah dan kain emasnya, Briane menjadi gadis yang paling cantik dihari pernikahannya, setelah menggelar akad dan resepsi mereka pun pulang kerumah dan masuk kamar."Akhirnya kamu resmi menjadi Istriku Bri" ucap Damian"Iya, masih ga percaya kamu sudah jadi suamiku mas" jawab Briane tersenyumMereka sudah mengenal hampir 2 tahun lebih, Damian manager perbankan yang sukses dengan karirnya, dan Briane menjadi guru di sekolah swasta, merupakan pasangan yang sangat ideal, mereka berdua memiliki paras yang rupawan."Aku punya hadiah untukmu Bri" ucap Damian sambil mengeluarkan amplop putih dari tangannya."Apa ini mas?" Tanyanya"Kado untukmu untuk pernikahan kita" ucap Damian melihat ke arah Briane dengan tersenyum.Brianepun membuka amplop tersebut, ternyata ada 2 lembar tiket pesawat dan voucher hotel untuk menginap."Bulan Madu di Pulau Seiza, Intim dan Hangat" tagline voucher hotel tersebut"Kamu mau ajak aku bulan madu?" Ucap Briane senang"Iya Bri, semoga disana kita akan merasakaan bulan madu impian kita" jawab Damian."Pulau Seiza dimana?" Tanya Briane"Salah satu pulau kecil di dekat pantai Jawa dan karena kecilnya hanya bisa menerima maksimal 2 tamu saja, jadi bulan madu kita akan sangat ekslusif tidak ada yang mengganggu."Terimakasih ya mas, aku sangat bahagia".Keesokan harinya mereka berangkat menaiki pesawat yang sudah dipesan, mereka berdua sangat antusias dengan perjalanan kali ini.Setelah sampai di Bandara ada mobil hotel yang menjemput mereka berdua,membawanya ke ujung laut dan disana sudah ada kapal ferry yang menunggu mereka, perjalanan dikapal ferry kurang lebih 3 jam mereka akan sampai dipagi hari, tapi dalam perjalanan dini hari selain dingin, awan terlihat sangat mendung dan gelap.Dan tibalah mereka di pulau Seiza, tidak jauh dari pelabuhan ada penginapan sederhana berwarna biru muda, dan mereka segera menuju ke lobby hotel tersebut."Selamat datang dihotel Seiza perkenalkan nama saya Indah saya akan membantu anda selama berada di pulau Seiza" ucap seorang ibu paruh baya dengan pakaian kemeja hitam dan celana kulot hitam menyambutnya."Iya bu saya Damian dan ini istri saya Briane, apakah kamar kami sudah siap?" Tanya Damian"Sudah pak Damian, semua kebutuhan bapak sudah kami siapkan dikamar, dan bapak tidak perlu khawatir dipulau ini hanya ada saya, jadi jika kalian perlu apa apa hanya tinggal telepon ke operator saja.Mereka berdua, Briane dan Damian saling melihat dengan bahagia, ini benar benar akan menjadi bulan madu yang sempurna, fikir Briane.Kamar dengan pemandangan laut yang indah, dan dekorasi eksotis menambah keromantisan bulan madu mereka.Tanpa terasa mereka menghabiskan waktu dikamar sampai malam.Dan waktunya mereka makan malam romantis dipinggir laut berdua."Silahkan, saya sudah siapkan makan malam romantis untuk kalian berdua" ucap Ibu Indah.Semua aneka makanan seafood ada disana dengan lampu lampu melilit dipohon pohon menambah kesan keromantisan malam ini, mereka berdua tertawa dengan penuh kebahagiaan sambil mendengar deburan ombak.Tiba-tiba dari pelabuhan terlihat kapal ferry datang ke pelabuhan, laki-laki itu membawa dua oramg tamu ke hotel.Damian mengajak Briane untuk ke lobi hotel dan protes, karenq dalam perjanjian hanya ada dua orang tamu ekslusif saja."Selamat malam bu Indah, saya mau protes kenapa ada tamu yang datang malam malam ke hotel ini, bukankah saya sudah membooking 3 hari di hotel ini" ucap Damian dengan nada marah."Sebentar pak Damian pasti ada salah paham" ucap bu Indah bingung."Malam bu Indah, saya membawa tamu untuk hotel ini,perkenalkan ini Nyonya Clara dan Bapak Januardi" ucap Bastian dari Biro perjalanan."Maaf pak Bastian, ini pasti ada kesalahpahaman, sampai 3 hari ke depan hotel ini sudah dibooking oleh Pak Damian" jawab bu Indah masih dengan nada kebingungan."Pak Damian? Ibu pasti sudah menerima pesan fax saya kan? Bahwa kemarin malam kapal ferry Pak Damian kecelakaan, dan tenggelam, dan tiga orang dinyatakan tewas termasuk nahkoda kapal bahkan mayatnya sudah dievakuasi oleh kepolisian setempat.Oleh karena itu saya memasukan Pak Januardi yang sudah waiting list untuk booking di hotel ini.Tiba-tiba Damian dan Briane hanya bisa berpandangan, bu Indah menatap mereka dengan penuh ketakutan."Tapi apakah bapak tidak bisa melihat mereka berdua disana?" Ucap bu Indah kepada pak Bastian"Siapa?" Tanya pak BastianPak Januardi dan Ibu Clara juga terlihat kebingungan.Pak Bastian mengajak Bu Indah ke dalam ruangan kantor, dan ibu Indah menceritakan kejadian bahwa pak Damian datang dengan ibu Briane, tidak mau membuat tamunya ketakutan pak Bastian menyuruh bu Indah segera membereskan kamar dan bersikap seolah tidak ada yang terjadi, bu Indah pun terpaksa menurutinya.Saat keluar dari kantor dengan pak Bastian bu Indah sudah tidak melihat Damian dan Briane di lobi, saat bu Indah kekamar, bu Indah juga melihat kamar dalam keadaan rapih.Dan bu Indah pergi ke tempat makan malam, disana ada piring makanan yang sudah dihabiskan, dan bu Indah melihat ke arah kapal ferry pak Bastian yang mau berangkat kembali kekota,disana bu Indah melihat Damian dan Briane tersenyum sambil melambaikan tangan mereka.
HOROR TEMPAT WISATA KAMPUNG CERIA
Widi senang sekali saat mengetahui kalau liburan sekolah kali ini mereka akan berlibur ke Bandung, mama sudah mempersiapkan semuanya untuk perjalanan. Adik kecil Widi yang bernama Niko juga sudah tidak sabaran untuk segera berangkat sore ini menunggu ayah pulang.Tidak lama, suara mobil ayah terdengar, merekapun segera menyambut Ayah dengan gembira.Mama mengambikan ayah secangkir kopi."Kita mau jalan jam berapa yah?" Tanya mama"Sehabis maghrib ya, ayah mau istirahat sebentar" jawab ayah."Hotelnya udah ayah pesan?" Tanya mama"Belum sempat mah, nanti aja sekalian pas disana, mungkin harganya malah lebih murah" jawab ayah dengan santainya."Bagaimana si ayah, kalau nanti susah dapet hotelnya bagaimana?" Tanya mama sedikit kecewa."Ini kan Bandung mah, hotel ada dimana mana" jawab ayah dengan santainya.Akhirnya setelah sholat maghrib mereka semua berangkat dari Jakarta menuju ke Bandung.Mereka tidak menyangka jalanan menuju ke Bandung sangat padat, bahkan dari tol saja sudah tidak bergerak, mereka lupa bahwa ini libur sekolah, pasti banyak yang berpergian atau pulang kekampungnya.Sudah hampir jam 12 malam mereka baru bisa keluar dari pintu tol dan jalanan pun tersendat sendat.Akhirnya ayah memilih untuk masuk ke jalan kecil dan menyalakan Google MAP mencari hotel terdekat.Saat diperjalanan Widi merasa ada yang aneh karena jalanan yang mereka lewati semakin mengecil."Ayah yakin bisa jalan lewat sini?" Tanya Widi"Ayah kan ikutin map saja sayang, kalau menurut map ini sekitar 20 menit lagi ada hotel terdekat, kita bisa menginap disana dulu untuk beristjrahat, ayah sudah merasa lelah menyetir" jawab ayah."Lagian ayah juga, mama kan sudah bilang booking hotel dari jauh hari" ucap mama kesal."Kamu lihat saja jalanan macet begitu, bagaimana juga kalau kita booking hotel, entah kapan sampainya" jawab ayah.Tiba tiba di depan jalan semua lampu mati, jalanan sangat gelap hanya terlihat lampu dari mobil yang membantu mereka melihat kondisi jalanan.Didepan ayah mengerem, sepertinya ayah menabrak sesuatu karena jalanan yang sangat gelap."Duk" suaranya cukup kencangAyah pun menghentikan mobilnya, dan berusaha melihat dari dekat apa yang menabraknya.Ternyata ada seorang pemuda sedang merintih kesakitan."Maaf kang, saya tidak lihat soalnya jalanannya gelap sekali" ucap ayah merasa bersalah"Iya tidak apa apa pak, memang sedang mati lampu" ucap pemuda itu sambil memegang kakinya."Apa ada yang terluka? Saya bantu kerumah sakit ya?" Ucap ayah"Tidak usah pak, saya mau masuk.kerja" jawab lelaki itu"Ya sudah saya antar ya, kerja dimana?" Tanya ayah."Di hotel ceria pak" jawab pemuda itu"Hotel? Apakah dekat dari sini?" Tanya ayah."Kurang lebih 10 menit lagi pak kalau naik mobil" jawab lelaki tadi"Baguslah kami memang sedang mencari hotel, kamu bisa antarkan kami kesana? Ucap AyahAkhirnya lelaki itu ikut bersama di mobil kami, dan dia memperkenalkan dirinya bernama Yadi, dia pun menunjukkan jalan untuk menuju ke hotel.Diujung jalan sempit itu terlihat cahaya lampu yang menyorot tajam, setelah lebih dekat ternyata itu adalah papan signage yang terpampang besar didepan pintu masuk "TAMAN WISATA KAMPUNG CERIA" padahal ini sudah lewat tengah malam.tetapi saat masuk ke dalam suasana lampu, orang dan hingar bingar musik dari mainan anak masih terlihat jelas, ternyata ini adalah tempat wisata yang sangat besar di Bandung, banyak orang menggunakan kostum, ada badut, ada banyak.atraksi yang menarik."Ini kan sudah tengah malam, kenapa ramai sekali?" Tanya Widi"Oh kalau lagi liburan sekolah begini taman wisata kami buka 24 jam" jawab Yadi"Wah seru banget, aku mau main" ujar Niko"Besok pagi ya Niko, ayah sudah capek sekali" jawab ayah dengan wajah lelah.Akhirnya mereka sampai di hotel ceria, terdiri dari beberapa kabin terpisah, setelah mendaftar ke resepsionis diantar Yadi, mereka pun akhirnya berpisah dan masuk ke dalam kamar."Aduh seneng banget lihat kasur, badanku pegel banget mah" ucap ayah."Iya pah aku juga" jawab mamaDan setelah mencuci muka mereka akhirnya langsung tertidur lelap.Begitupun Niko saat merebahkan badannya dikasur juga langsung tertidur.Widi melihat mereka sangat kelelahan, Widi pun mencuci muka, tapi anehnya dia tidak merasakan kantuk.Widi membuka jendela, melihat cahaya lampu dan kemeriahan diluar yang penuh warna."Aneh" fikir Widi tempat wisata buka 24 jam.Tidak lama ternyata Widipun tertidur pulas.Cahaya matahari yang masuk kekamar membangunkan Widi.Dia melihat Ayah, ibu dan Niko sudah siap dan sudah mandi."Ayo kak, cepat aku mau sarapan habis itu mau berenang, terus mau main di wahana" ujar Niko."Cepat kamu ganti baju, ga usah mandi dulu" ayah menyuruh Widi bergegas.Mereka menuju restauran hotel untuk sarapan, dengan aneka masakan khas sunda dan roti rotian, mereka sarapan sambil menikmati hari tersebut suasana sarapan kali ini sangat sepi tidak seramai malam kemarin.Akhirnya mereka menuju kolam renang, dengan area yang luas dan wahana yang menarik, Niko langsung menyebur kekolam tersebut, Widi sedang bersiap siap berganti baju, dia mencari ruang ganti, tetapi dia tidak ketemu, tiba tiba dia bertemu lagi dengan Yadi."Mencari apa teh" ucap Yadi"Eh kamu Yadi, aku lagi cari ruang ganti" jawab Widi"Ayu saya antar" ucap YadiWidi mengikuti Yadi naik ke tebingan jalan dan lumayan jauh dari area kolam renang dan dia menemukan pintu seperti gua."Ini ruang gantinya" ucap Yadi"Ini seperti Goa" jawab Widi dan setelah masuk.memang sangat gelap"Temanya memang tentang alam" jawab Yadi keluar ruangan setelah mengantarkan Widi.Akhirnya Widi dan Niko bersenang senang, walaupun hanya mereka berdua dikolam renang itu, Widi hanya berfikir mungkin mereka datang terlalu pagi.Setelah berenang mereka memainkan semua atraksi wahana, tetapi anehnya Widi.merasa orang-orang bertopeng itu selalu melihat ke arah mereka, dan sekali lagi hanya merekalah yang ada disini.Tidak terasa mereka bermain seharian sampai malam, begitu mereka merasa lelah dan ingin kembali ke hotel, suasana lampu dan orang orang mulai ramai lagi seperti semalam, oh mungkin ini memang ramai dimalam hari seperti suasana pasar malam, fikir Widi kembali.Akhirnya mereka sampai di hotel, ayah, ibu dan Niko langsung tertidur lelap.Tapi Widi sama.sekali tidak bisa memejamkan matanya, akhirmya Widi memutuskan untuk keluar, melihat keramaian tengah malam.di Taman Wisata Kampung Ceria ini.Anehnya saat melintasi.keramaian bulu kuduk Widi berdiri, mereka semua seperti tidak menghiraukan kehadiran Widi, sampai akhirnya Widi ke area kolam renang tadi, sangat ramai orang berenang tidak seperti pagi tadi, tiba-tiba Widi dikejutkan dengan laki-laki tua dengan rambut penuh uban memanggilnya."Neng..neng.." ucapnya sambil melambai ke arah WidiWidi berlari ketakutan, menuju ke arah hotel.Tiba-tiba laki laki tua itu sudah berada didepannya."Apa.yang kamu lakukan?" Tanyanya"Jangan macam-macam pak, saya akan teriak kalau bapak.mengganggu saya" ucap Widi"Neng jangan takut, saya justru mau menolong neng, neng tersesat?" Tanya bapak itu"Tidak pak, saya ingin kembali ke hotel" ucap Widi"Hotel apa neng?" Tanya bapak tua tadi"Ya hotel ceria lah" jawab Widi masih dengan nada ketakutan"Neng tahu sekarang neng dimana?" Tanya bapak tua tadi"Di taman wisata kampung ceria lah pak" jawab Widi"Neng coba lihat sekali lagi sekeliling" jawab bapak tua tadiTiba-tiba Widi menyadari bahwa suasana sepi tidak ada orang sama sekali, tidak ada lampu, tidak ada wahana bermain, semua yang dia lihat adalah taman bermain tua yang sudah tidak berpenghuni ditumbuhi tanaman rambat dan tidak ada orang sama sekali."Tadi ramai pak" jawab Widi ketakutan"Kamu sama siapa kesini?" Tanya bapak tua tadi"Sama keluarga saya pak" jawab Widi"Ayo antar bapak ke kekeluargamu" jawab bapak tua tadi.Widi berjalan dengan bapak tua tadi menuju ke arah kamar, betapa kaget Widi, ternyata dia melihat ayah, ibu dan Niko sedang tertidur pulas di rumput dibawah pohon beringin yamg besar."Ayah, ibu, Niko bangun kita harus segera pergi dari sini" ucap WidiMereka akhirnya membuka mata mereka, dan menyadari bahwa sekeliling mereka hanyalah kebun kosong, didekat mereka seperti ada kantor hotel yang sudah tua dan tidak terurus."Kenapa jadi begini tempatnya" ujar Niko kebingungan"Kamu siapa?" Tanya ayah kepada lelaki tua itu" Saya Jajang pak, penduduk sini, rumah saya dekat dengan taman wisata ini, tadi pas saya mau pulang kerumah, saya lihat anak bapak tengah malam jalan sendirian, saya yakin pasti ada yang aneh, makanya saya menghampirinya pak" jawab JajangTanpa berfikir lama mereka segera menuju mobil dan pergi meninggalkan taman wisata tersebut, dan Jajang menawarkan mereka untuk menginap dirumahnya sambil menunggu pagi.Disitulah Jajang bercerita kalau taman wisata kampung ceria ini, dua puluh tahun yang lalu adalah taman wisata terbesar di wilayah Bandung, ramai dan penuh atraksi. Sampai pemiliknya mengalami kebangkrutan bisnis dan tidak bisa mengelola taman wisata ini lagi, dan akhirnya taman wisata ini menjadi terbengkalai dan menjadi penuh misteri."Bagaimana kalian bisa sampai kesini?" Tanya JajangDiceritakan oleh ayah pertemuan mereka dengan Yadi dan dialah yang mengantarkan mereka ke taman wisata kampung ceria."Yadi ciri-cirinya seperti apa? Tanya Jajang penasaranSetelah ayah jawab, Jajang pun memberitahu kalau Yadi dulu adalah penjaga kolam renang di kampung ceria, dan dia ditemukan meninggal dikolam renang tersebut sekitar 15 tahun yang lalu, bersamaan dengan mulai ditutupnya kampung ceria ini,dan mayatnya dikuburkan di atas tebing dekat kolam renang, Widi jadi teringat tempat Yadi mengajaknya ke ruang ganti, jangan-jangan itu adalah tempat kuburannya Yadi.Widi tidak menyangka dengan kejadian yang dialaminya, semua tampak terasa nyata.Pagi hari saat mereka berpamitan, mereka melewati gerbang taman wisata kampung ceria, disitu mereka lihat gerbang sudah ditumbuhi daun jalar dengan kondisi rusak dan menyeramkan.Tiba tiba Widi melihat sosok wajah yadi di pos gerbang melihat ke arah mereka.
HOROR TERSESAT DI GUNUNG ABADI
Rinto, Dendi, Ricky dan Hendra adalah grup pecinta alam di kampusnya, mereka sudah beberapa kali naik gunung didaerah puau Jawa, dan mereka merencanakan bahwa di bulan ini setelah puasa mereka akan naik lagike Gunung Abadi, gunung paling tinggi yang ada dipulau tersebut, tetapi banyak juga yang tidak menyetujui rencana untuk naik ke gunung Abadi, karena banyak kisah-kisah menyeramkan yang beredar tentang gunung tersebut."Sudahlah gunung yang lain saja, jangan gunung Abadi" ucap Hendra"Tapi kita tinggal ke sana saja yang belum, gunung yang lain hapir smeua sudah kita daki" ucap Rinto"Menurut kamu bagaimana Rik?" tanya Dendi"menurutku semua gunung sama saja" ucap Riki"Ya sudahlah kita tetap lanjutkan pendakiannya, kalau kamu adarasa raghu lebih baik kamu tidak ikut dra" jawab Dendi bijakasana"Bukan takut, aku hanya merasa gunung Abadi itu terlalu tinggi untuk kita daki" uap Hendra tidak terima dibilang takut"Berarti sudah bulat kita akan tetap mendaki kesana minggu depan" ucap Dendiakhirnya semua pun menyetujuinya.Saat mau berangkat mereka semua berjanji akan bertemu di terminal, Dendi, Ricky dan Hendra sudah datang dan mereka masih menunggu Rinto.Tiba-tiba Rinto menuruni angkot dan dia tidak sendiri, dia bersama Anya pacarnya di kampus."Maaf ya teman-teman menunggu lama, maaf Anya sedang ditinggal Orang tuanya keluar ota, dan dia memaksa mau ikut kita naik gunung" ucap Rinto merasa bersalah dengan raut wajah teman-temannya yang tidak menyukai hal tersebut."Kamu ada-ada saja sih Rin, kamu tahu gunung Abadi ini pendakian kita yang paling sulit malah kamu ajak perempuan lagi, nanti cuma ngerepotin kita saja Rin" ucap Hendra kesal"Kenapa sih dra, Anya ini pacar aku, nanti aku yang tanggung jawab sama dia, aku kan gaminta tolong kamu juga buat jaga dia" ucap Rinto kesal"Rinto kan memang bucin sejak pacaran sma Anya" ucap dendi kepada Ricky yang mengangguk berarti diapun menyetujuinya.Karena sudah merencanakan lama, akhirnya merekapun tetap berangkat ke gunung Abadi pagi itu.diawal pendakian semua berjalan mulus dan tidak ada yang mengkhawatirkan, sampai mereka sore itu di pos 3 tempat mereka akan mendirikan tenda, ternyata kehadiran Anya lumayan membantu terutama karena Anya membawa bekal logistik yang enak dan memasaknya untuk anak-anak.Anya masak mie bakso dan juga daging bakar yang dibawanya, mungkin inilah pendakian dengan makanan terenak, fikir Ricky.Karena waktu sudah malam, mereka pun setelah makan memutuskan untuk tidur di tenda masing-masing, tenda besar diisi oleh Rinto, Anya dan Ricky dan tenda satunya untuk Hendra dan Dendi.Entah mengapa Ricky kebangunan malam itu untuk pipis, dia pun keluar untuk mencari tempat untuk membuang hajatnya tersebut, sekitar lima belas menit Ricky mau masuk ke tendanya lagi, dia mendengar ada suara kecupan didalam tendanya, fikrian Ricky tidak salah suaranya semakin jelas pasti Rinto dan Anya sedang bermesraan. Mendengar hal tersebut Ricky sampai tidak enak untuk masuk ke dalam tenda lagi tiba-tiba Ricky melihat di balik pohon ada macan putih melihat ke arahnya, tetapi hanya beberapa detik saja macan putih itu langsung menghilang, seketika itu juga Ricky merasa ada yang tidak enak di pendakian kali ini.Ricky sengaja tidak menceritakan hal kejadian kemarin kepada teman-temannya yang lain, karena itu adalah etika selama berada di pegunungan. Dia pun sungkan untuk menegur Rinto dan Anya takut nanti Rinto tidak terima dengan perkataannya.Jam 3 Pagi itu akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat lagi ke Puncak agar mereka bisa melihat sunrise di waktu yang tepat, cuaca malam itu sangat dingin, dan juga sangat gelap ketika mereka dalam perjalanan ke puncak tiba-tiba Ricky melihat macan putih itu lagi dibalik pepohonan, Ricky menepuk pundak Hendra."Dra coba kamu lihat dipohon itu ada macan" ucap RickyHendrapun menoleh dan melihat tidak ada apa-apa"gak ada apa-apa kok Rick" ucap Hendra merasa aneh dengan kelakuan RickyTiba-tiba ada angin yang kencang menerpa mereka, sampai mereka pun terjatuh karena angin tersebutDan saat itu juga mereka sudah ada didepan pohon yang sangat besar, yang sebelumnya tidak terlihat."Aduh ini dimana?"tanya Dendi"Perasaan Rute pendakian tidak ada pohon besar seperti ini" ujar Hendradan jalanan pendakian pun sudah tidak terlihat lagiMereka pun berusaha untuk tetap jalan untuk mencapai ke puncak, tetapi anehnya mereka akn kembali ke pohon besar itu lagi, dan itu terjadi berkalikali, sampai Dendi untuk meyakinkan meninggalkan slaernya di pohon Besar itu, dan mereka berjalan lagi, dan ternyata benar mereka akan kembali ke pohon tadi dengan slayer yang Dendi tinggalkan."Sepertinya ada yang tidak beres" ujar Hendra kita hanya berputar-putar saja"Ini salahmu Rin" ucap Ricky kesal"Kenapa kamu nyalahkan aku?" tanya Rinto marah dan tidak terima"kamu melanggar pantangan mendaki Rin, kamu membawa pacar kamu dan bermesraan kan kemarin malam" ujarRicky dengan wajah ketakutan"Apa?" ujar Dendi marah"kamu gila ya Rin" ucap hendra kesalAnya hanya terdiam menunduk dan malu"Maaf teman-teman aku khilaf" ucap Rinto mengakui dan merasa bersalah"Waduh pasti penunggu gunung ini yang membuat kita tersesat karena marah Rin" ucap Hendra hampipr mau mencekik Rinto dan dihalangi oleh Dendi"Berhenti jangan malah berkelahi, kita harus memikirkan bagaimana cara kita keluar dari sini" ucap Dendimereka pun akhirnya menenangkan diri."Bagaimana kalau kita menunggu pagi, lalu kita mulai berjalan lagi" ucap DendiDan akhirnya mereka setujuTetapi anehnya suasana bertambah gelap seperti malam, seharusnya dengan waktu perjalanan mereka seharusnya akan mulai terlihat matahari.Dan ternyata betul, mereka akhirnya tidak menemukan matahari lagi, hanya kegelapan, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan, tiba-tiba mereka melihat sebuah bangunan besar seperti istana, warna kuning keemasan, mereka semua mau masuk ke dalam istana tersebut tiba-tiba macan putuh yang dilihat dicky berada dihadapan mereka dan tiba-tiba berubah menjadi kakek-kakek tua."kalian tidak boleh pulang, kalian telah melanggar dan kalian semua harus menjadi tawanan kami" ucapnyaMulut kami semu aseperti tidak dapat mengeluarkan suara, tiba-tiba berpuluh-puluh prajurit dengan pakaian prajurit kerajaan mendekati mereka semua dan menangkap mereka memasuki kerajaan megah tersebut.mereka pun betemu dengan Raja Abadi, bertubuh kekar dengan paras tampan dan memakai pakaian raja kerajaan zaman dahulu kala, tetapi wajah raja Abadi sangat marah dan memelototi mereka."Kalian memang manusia tidak tahu diri" ucap Raja marahmereka semua sangat ketakutan"Tidak memiliki etika dan melanggarketentuan yang sudah ditetapkan oleh sang pencipta" ucap sang raja dengan suara menggelegar.Kalian harus menerima hukumannya, jiwa kalian akan kami tahan disini.lalu rajurit membawa mereka ke sebuah ruangan yang sangat gelap.mereka semua ketakutan tetapi anehnya mereka tidak dapat mengeluarkan suara satu katapun.tanpa makan dan minum mereka sudah merasa lemas, tetapi mereka tidak dapat melakukan sesuatu, sepertinya sudah berhari-hari yang mereka lalui.tiba-tiba disuatu malam mereka melihat cahaya."Dendi... Bismillah Dendi Ibu berhara kamu dalam keadaan baik-baik saja nak" dan suara itu menikuti cahaya tersebutTiba-Tiba mereka melihat cahaya kedua kali ini warnanya lebih terang dari sebelumnya"Hendra raung suara wanita tua menatap foto anaknya, Bismillah ibu kirimkan doa untuk kamu nak, semoga Allah selalu menjagamu" ucap Ibu Hendrabegitupun Ibu-ibu lainnya, doa mereka memeberikan cahaya bagi anak-anak tadisampai akhirnya datang macan putih menghampiri mereka"Itulah doa-doa ibu kalian yang didengr oleh Allah, dan kami tidak boleh lagi untuk menawan kalian disini" ikutilah cahaya itu dan pulang.Akhirnya mereka mengikuti ucapan macan putih mengikuti cahaya yang tadi sudah berkumpul dan menjadi satu, saat mereka melewati cahaya itu, tiba-tiba mereka sudah kembali ke jalan dakian pos 3 terakhir tempt mereka mendirikan tenda.Mereka pun segera turun ke gunung dan pulang ke rumah msing-masing.Seakan akan keluarga mereka tidak percaya anak-anak yang hilang mendaki itu sudah kembali setelah 3 bulan hilang sebelumnya dan mereka kaget karena hanya merasakan berada di istana jin tersebut beberapa hari saja. Keluarga mereka amat senang bukan kepalang terutama anak-anak itu mereka langsung menangis ke ibu masing-masing karena doa mereka lah yang menyeamatkan hingga bisa kembali ke dunia manusia lagi.Ini menjadi pelajaran buat mereka semua untu menjaga kesopanan saat berada dimanapun, terutama untuk Rinto dan Anya.
HOROR KOMPLEK MAWAR
"Selamat siang Ibu Brigita, saya Mia agen perumahan yang akan membantu anda memilih rumah di komplek Mawar ini" ucap Mia dengan blazer merah maroonnya"Iya senang bertemu anda" jawab Brigita"Ini adalah salah satu rumah dengan luas terbesar dan kondisi rumah yang masih sangat baik" ucap MiaBrigita adalah gadis muda berusia 27 tahun dengan pekerjaan pelukis yang melihat iklan dikoran tentang rumah di komplek mawar tersebut."Kenapa komplek ini sangat sepi ya Mia?" Tanya Brigita penih keheranan"Hampir semua komplek ini masuk dalam agen penjualan kami, dikarenakan orang tua mereka sudah meninggal dan anak anak atau ahli waris mereka tidak mau tinggal dirumah ini lagi jadi memuuskan untuk dijual" ucap Mia"Semua rumah?" Tanya Brigita bingung"Iya, karena usia mereka hampir sama, kamu lihat rumah cat merah disana?" Mia menunjuk rumah di pojok"Iya" jawab Brigita"Itu rumah nyonya Helen, usia dia 94 tahun dan dia tinggal sendirian dengan kucing kucingnya, hanya dialah penghuni lama yang masih hidup" ucap Mia"Oh begitu, untuk rumah lainnya bagaimana?" Tanya Brigita"Tenang saja, komplek ini sudah di tangani oleh agen penjualan kami dan sudah 80 persen terjual, bahkan unit rumah yang kita lihat ini sudah ada beberapa yang menawar, jadi kalau kamu tidak cepat, kamu tidak akan mendapatkan harga sebagus ini dengan luas rumah seperti ini" ucap Mia meyakinkanSetelah tiba dikantor Mia, Brigita akhirnya sepakat untuk membeli rumah tersebutKarena kontrakan Brigita habis bulan ini, maka Brigita pun mempersiapkan kepindahannya dikomplek Mawar tersebut.Dan akhirnya hari ini Brigita sudah memindahkan semua barangnya ke rumah barunya, dan mulai hari ini dia akan pindah ke komplek Mawar.Suasana komplek masih sepi, Mia bilang banyak yang hanya mau investasi karena harganya yang murah.Sore itu Brigita berjalan jalan mengitari komplek, dia melihat rumah rumah tua dengan pondasi yang kokoh, sepi tidak berpenghuni.Akhirnya Brigita melihat ny. Helen sedang menyiram tanaman di depan rumahnya."Selamat sore, perkenalkan saya Brigita penghuni baru disini" ucapnya ramahNy. Helen melihat Brigita dengan pandangan menakutkan lalu dia segera pergi kedalam tumah tanpa bersuara sedikit pun.Brigita bingung dengan kelakuan Ny Helen yang menurut Brigita kurang sopan, akhitnya Brigita pun memutuskan pulang ke rumah.Suasana malam yang sepi, membuat Brigita merasa mudah mengerjakan lukisannya, dan akhirnya Brigita pun mengantuk.Waktu menunjukkan pukul 12 malam, saat Brigita mendengar suara anak anak kecil ramai tertawa.Kebetulan rumah Brigita didepan taman komplek, Brigitapun melihat dr jendela kamarnya disana ramai dengan orang orang berkumpul dan anak anak bermain.Aneh... fikir Brigita kalau siang tadi dia keliling komplek ini hampir sebagian rumah tidak berpenghuni, mana mungkin ada orang sebanyak ini.Brigita pun turun kebawah dan membuka pintu rumahnya untuk keluar dan bertanya kepada salah satu dari mereka.Ketika pintu terbuka, Brigita sangat kaget ternyata taman itu sepi, sama sekali tidak ada orang orang yang Brigita lihat tadi, mungkin tadi aku berhalusinasi, fikir Brigita.Dia pun naik kembali ke kamarnya, tiba tiba suara itu terdengar lagi, suara tawa anak anak dan suara kerumunan orang berbicara.Brigita kembali melihat jendela dan terlihat kembali suasana yang ramai.Brigita ketakutan, dia menyelimuti tubuhnya di kamar, ini adalah malam pertama dia tinggal dikomplek mawar ini dan dia sudah mengalami hal yang aneh.Akhirnya Brigitapun ketiduran, dan dia melihat matahari sudah bersinar cukup tinggi.Brigita mandi setelah dia memakai pakaian olahraga dia keluar untuk berlari mengitari komplek, Brigita penasaran apakah penghuni lain mendengar suara malam hari tersebut, saat sampai ke rumah Nyonya Helen, Brigita melihat Nyonya Helen menyiram tanaman sambil melihat tajam ke dirinya."Halo nyonya Helen, saya Brigita" sapanya ramah"Aku minta kamu pergi, jangan pernah berada disini" ucap Nyonya Helen dengan tatapan sinisnya"Maaf, saya ingin bertanya, apakah anda mendengar suara berisik tengah malam kemarin?" Tanya BrigitaNyonya Helen hanya tetap menatapnya sinis dan tidak menjawab sama sekali.Sore ini setelah maghrib Brigita baru saja selesai mandi saat keluar dari pintu kamar mandi, dia mendengar suara berisik itu kembali, saat dia melihat dari jendela kamar, suasana seperti kemarin malam kembali terlihat, di taman banyak anak anak dan orang dewasa berkumpul, Brigita segera menuruni tangga dan menuju ke arah taman didepan rumah, saat Brigita membuka pintu rumah, suasana hening dan sangat sepi, Brigita merasa tidak mungkin berhalusinasi hal yang sama secara kebetulan, dia naik kembali ke atas kamar, saat tiba dikamar suara itu terdengar lagi dan saat Brigita melihat ke jendela suasana ramai kembali terlihat dan Brigita kembali ke bawah dan saat membuka pintu suasana yamg sepi dan tidak ada orang sama sekali.Brigita tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia yakin ini sesuatu hal yang sangat mengganggunya bahkan dia tidak bisa tidur dengan suara berisik sepanjang malam.Pagi itu tiba-tiba bel berbunyi"Tingtong"Brigita segera turun dan membuka pintu, ternyata itu adalah Nyonya Helen."Saya bawakan kamu kue bolu pandan, maafkan jika saya tidak hangat kepada kamu kemarin" ucap Nyonya Helen."Terima kasih" jawab BrigitaSaat Nyonya Helen ingin pergi, Brigita menahannya"Maaf, Nyonya Helen, kalau tidak keberatan boleh menemani saya minum teh pagi ini?"Nyonya Helen melihat ke aeah Brigita diam sejenak dan akhirnya mengangguk ajakan Brigita.Brigitapun mengajaknya ke ruang tamu.Suasana minum teh yang hening terjadi beberapa menit, sampai akhirnya Brigita berani menanyakan."Maaf Nyonya Helen, kenapa komplek ini sangat sepi sekali ya, padahal rumahnya masih dalam kondisi yang sangat bagus dan asri?""Karena estate perumahan ini sangat menjaga lingkungan dengan baik, dan semua rumah ini kebanyakan pemiliknya tidak tinggal disini tetapi tetap membayar iuran lingkungan dan memaintain rumah mereka dengan baik" jawab Nyonya Helen dengan anggun."Kenapa mereka tidak tinggal disini saja?" Tanya Brigita lagiNyonya Helen memandangi Brigita dengat raut wajah yang sedih"Pertama kali saya pindah di Komplek Mawar ini pada tahun 1970, saya termasuk penghuni awal dikomplek ini, saat developer menjual komplek ini mungkin ini adalah satu satunya perumahan mewah pada saat itu, akhirnya semua rumah pun terisi dengan keluarga kecil biasanya yang baru menikah dan memiliki anak masih kecil, saya tumbuh bersama semua keluarga di komplek ini, kebersamaan kami sangat erat, bahkan setiap malam kami mengadakan acara didepan taman, anak anak akan berkumpul dan bermain dan kami para otang tua akan ngobrol dengan semua tetangga yang ada disini, para suami biasanya akan memanggang aneka makanan bakaran untuk semua" Nyonya Helen tersenyum mengingat masa indah dia di komplek ini."Tiba tiba waktu cepat berlalu, anak anak tumbuh begitu cepat mereka sekolah dan kuliah, hampir rata rata kami sekolahkan mereka di luar negeri, lambat laun mereka semua sudah tidak berada dikomplek ini, pertemuan kami hanya sebatas orang tua tanpa kehadiran dan tawa anak anak kami lagi" Nyonya Helen berhenti sebentar dengan raut wajah yang sangat sedih"Kami berharap mereka akan segera menikah dan kembali ke komplek ini dengan membawa cucu cucu kami, agar suasana keceriaan anak anak akan kembali lagi, tetapi..." Nyonya Helen kali ini mengeluarkan air matanya"Tidak ada satupun dari mereka yang kembali, bahkan menjenguk kami orang tuanya saja tidak pernah lagi, mereka semua menjadi anak anak yang sukses dan sibuk dengan dunia mereka sendiri, bahkan mereka memilih tinggal jauh dari kami" raut wajah Nyonya Helen terlihat sangat kecewa"Akhirnya satu persatu tetangga yang tinggal dikomplek ini perlahan lahan tidak bersemangat untuk berkumpul.bersama lagi, satu persatu mereka meninggal dan hanya meninggalkan rumah yang kosong ini, hanya saya saja yang masih bertahan sampai saat ini, bahkan setiap orang yang membeli rumah disini hanya akan bertahan 2 sampai 3 hari, setelah itu mereka tidak akan pernah datang lagi" cerita Nyonya Helenpun berakhirBrigita jadi mengerti apa yang dilihatnya 2 hari ini tentang suasana yang ramai dan orang yamg berkumpul adalah kenangan di komplek ini, mereka semua sudah meninggal tetapi kenangan itu tetap bertahan.Awalnya Brigita merasa takut dengan kejadian kemarin, tetapi setelah mendengar cerita Nyonya Helen, setiap malam saat suara itu mulai terdengar Brigita akan melihat ke jendela, melihat anak anak bermain, orang tua berkumpul ini adalah suasana hangat yang mengingatkannya waktu dia masih kecil, dan Brigita sadar cepat atau lambat dia akan memiliki keluarga dan akan membawa suara anak anak itu kembali ke taman ini.Tiba tiba dia melihat seorang wanita muda cantik berambut sebahu melihat kepadanya dan tersenyum"Nyonya Helen" ucap Brigita sambil tersenyum dari jendela.
HOROR POJOK KAMAR MANDI
Bian dan Ganda sudah berjalan menyusuri Gang Pinjul ini untuk mencri kost-kostan untuk mereka berdua yang dekat dengan kampus baru mereka, karena mereka hanya diberi uang sedikit oleh orang tua mereka masing-masing setiap bulan jadi mereka juga harus mencari kost-kostan yang tidak mahal.Hampir putus asa karena harga sewa kostan di atas satu juta perbulan semua, mereka pun mencari warung kecil untuk berisitirahat.Sambil menyeruput teh botol nya Bian iseng bertanya sama penjaga warung."Bu tahu ada kostan yang sewanya 500rban ga ya perbulan?"Ibu Warung : Rata-rata sih disini udah mahal mas, karena deket kampus"Bian : "Gapapa bu rumahnya kecil asal bayar kostnya juga murah" tanya Bian sekali lagi untuk meyakinkan.Ganda : "Iy bu kecil gapapa, kami sudah capek keliling dari tadi" ucapnya sambil mengelap keringatnya.Ibu warung pun diam sesaat"hmm sebenernya sih ada mas, tapi.........." ibu warung itu menghentikan jawabannya"Tapi apa bu?" tanya Bian"Tapi serem mas" ucap ibu warung itu dengan raut takut"Serem? seremnya gimana bu?" tanya ganda"Deket Kuburan Mas, Ga jauh sih dari sini, Kost an Pak Mijo" jawab Ibu Warung itu"Tapi bayarnya sebulan 500 ribuan bu?" tanya Bian sekali lagi"Tapi Bian, serem aku ga mau kalau deket kuburan" ucap Ganda"Aduh kamu masa penakut gitu sih Da, aku udah capek kelilig lagian ga ada lagi kostan murah begitu""Ya sudah bu saya minta alamatnya boleh?" tanya BianSetelah diberi alamatnya, meerka menuju ke kostan tersebut, dan benar saja untuk menuju kostan tersebut mereka melewati kuburan tetapi memang tidak jauh dari warung tadi."Assalamualaikum" Bian mmeberikan salam"waalaikumsalam" jawab Bapak tua keluar dari pintu rumah"Saya Bian pak dan ini teman saya Ganda, kami ingin menyewa kostan pak" ucap Bian"Oh boleh kebetulan kita hanya menyewakan dua kamar saja" ucap Bapak tua tadi mengajak Bian masuk dan berkeliling.Rumahnya kecil dan sederhana didalam rumah hanya ada 3 kamar dan Bapak tua tadi tinggal seorang diri."Baik pak berapa harga sewa kostnya perbulan?" tanya Bian"500 ribu perbulan saja mas" kata Bapa tadi " tapi saya minta fotokopi KTP kalian dan juga Uang Deposit 500 ribu masing-masing" ucapnya"Maaf pak itu kuburan apa ya?" tanya Ganda tiba-tiba"Oh itu kuburan keluarga besar saya kok mas, jadinya t idak menyeramkan" ucap Bapak tadi menyeringai"Oh kuburan keluarga ya" ucap Ganda sambil mengangguk.Dan akhirnya Ganda dan Bian pun resmi menjadi anak kost di rumah Pak Mijo.Pak Mijo orang yang baik, kadang suamembelikan sarapan untu Bian dan Ganda, rumahnya pun selalu rapih, tidak terasa beberapa bulan mereka sudah kost disana dan suasananya menyenangkan.Hari itu Bian pulag malam karena ada tugas tambahan dari kampus, Ganda sudah pulang lebih dahulu, melewati jalan gang ini tengah malam seperti ini memang ada perasaan aneh yang dirasakan Bian, terutama saat melewati kuburan, suasana terlalu hening sehingga patahan ranting kayu pun akan terdengar, Bianpun mengetuk pintu, tidak ada yang membukakan, perasaan takut mulai menyelimuti Bian, dan dia menjadi kebelet pipis, karena tidak tahan Bian pun mencari jalan untuk pipis didekat pohon rindang samping rumah pak Mijo.Tiba- tiba pintu rumah terbuka.Pak Mijo sudah bangun Bian menjadi lega dan masuk ke dalam rumah, tapi anehnya Bian tidak melihat Pak Mijo disana, tetapi karena mengantuk Bian langsung menuju kekamarnya dan tertidur.Beberapa jam kemudian Bian merasa kebelet lagi, dia pun menuju kamar mandi anehnya sepertinya kamar mandinya berubah, letaknya di pojok belakang rumah, apa fikiran Bian saja, karena sudah kebelet Bian pun masuk kedalam kamar mandi.Setelah selesi pipis Bian mencoba membuka pintu tetapi pintu terkonci tidak dapat terbuka, Bian menggedor pintu tetapi tidak ada yang mendengar, tiba-tiba Bian didekati oleh bayangan-bayangan menyeramkan, "Tidak,.... Tidak...." fikir Bian.Ketakutan Bian melihat penampakan-penampakan hantu tersebut membuatnya keringat dingin, sepertinya mereka adalah mahluk yang sangat menyeramkan dan ingin menyakiti Bian, akhirnya Bian berteriak sekencangnya, tetapi mahluk-mahluk itu semakin dekat.Dan Bian merasakan ada yang menyentu pundaknya, Bian merasa dirinya akan pingsan."Kamu ngapain ada disini malam malam" tanya suara yang tidak asing didengarnya yaitu Pak Mijo"Saya di toilet pak" jawab Bian "Dan hantu-hantu tadi mengejar saya" ucapnya ketakutan"Toilet apa? orang kamu daritadi disini" ucap Pak MijoBian pun baru menyadari dia memandang sekeliling hanya ada kuburan saja, bagaimana mungkin padahal tadi dia yakin ada di dalam rumah.Keesokan paginya Bian dan Ganda sarapan bersama Pak Mijo, dan Bian menceritakan semua kejadian malam itu"Kamu tahu pantangan untuk pipis sembarangan terutama di tempat-tempat yang dekat dengan dunia berbeda" ucap Pak Mijo"Kamu pun harus menghargai dunia mereka, jadi kta tidak akan saling mengganggu" ucap Pak Mijo bijaksana"Apa kita harus pindah kostan lagi Bian?" tanya Ganda"Tidak apa-apa Ganda, seperti yang Pak Mijo bilang aku akan belajar menghormati dunia kita masing-masing" ucap Bian kepada Ganda
HOROR BAJU NENEK
Delisa, Amel dan Reina adalah kakak beradik berusia dua puluh tahunan dengan selisih umur yang tidak terlalu jauh, saat ini mereka sedang menuju ke Desa Hasta tempat kampung halaman orang tua mereka, karena ibu mendapat kabar salah satu kerabatnya meninggal dunia, dan harus mengikuti upacara pemakamannya.Perjalanan menuju Desa Hasta lumayan jauh dari tempat tinggal mereka, melewati bukit-bukit yang curam dan juga banyak jurang di pinggir jalannya, tidak menyangka kampung halaman ibu mereka begitu terpencil. Bahkand seumur hidup mereka baru kali ini mereka pulang kampung kesana.Akhirmya setelah hampir satu hari perjalanan, mereka pun sampai, ayah terlihat sangat lelah karena menyetir begitu jauh dan konsetrasi yang sangat tinggi melihat area jalan yang mereka lewati, Mereka mengina di rumah keluarga disana sudah ada Bude Desti Kakak tertua ibu yang menyambut, dan mempersiapkan untuk kami menginap.Suasana rumah kampung yang luas dengan ruangan yang lapang membuat Delisa kagum betapa rumah ini sangat menarik perhatiannya, tidak membayangkan disinilan ibu waktu masa kecil dan remaja tinggal.Amel dan Reina sudah membereskan semua baju mereka di kamar yang di sediakan.Tetapi Delisa memilih memngelilingi rumah, dia melihat suasana sekitar yang penuh dengan Pohon Jati dan juga bambu menambah keaasrian rumah di desa ini.Saat berjalan di Pohon Jati Delisa melihat seorang pemuda sedang menebang bambu, dan melihat ke arahnya."Hai" sapa pemuda ituDelisa tersenyum " Hai" balasnya"Pasti kamu keluarga Bule Arum yang dari kota, kenalkan saya Anjar anak Mbo Hesti, dan ternyata dia adalah sepuu Delisa.Akhirnya Delisa ngobrol panjang dengan Anjr tenatng slsilah keluarga mereka."Delisa ayo makan, makanan sudah matang, kamu juga Jar ayo masuk" ucap Bude HestiMasakan Bude Hesti sangat enak dan hangat, tidak menyangka ternyata suasana di desa ini membuat Delisa merasa seperti lburan yang diimpikannya.Amel mengajak Delisa dan Reina untuk keluar melihat keadaan sekitar, tetapi karena Delisa sudah berkeliling tadi dia pun menolaknyaAkhirnya Amel dan Reina diantar ayah dan ibu keliling untuk bersilutarahmi dengan tetangga sekitar bersama Anjar dan Bude Hesti.Dan Delisa ditinggal sendiri di rumah.Karena mengantuk maka Delisa masuk kekamar yang sudah disediakan, dan sepertinya ingin langsung tidur dkasur, tetapi ada salah satu lemari dengan hiasan warna warni menarik perhatiannya, Delisa pun membuka lemari tersebut, dan melihat ada baju tidur tua dengan warna kuning disana, Delisa belum membuka kpernya dan merasa perlu segera tidur maka Delisa pun mengambil baju tersebut dan mengenakannya.Ternyata sangat pas dengan tubuh Delisa. Dia pun segera ke kasur dan tertidur lelap.Entah berapa lama Delisa telah tertidur lelap, dia pun membuka matanya karena mencium aroma masakan yang sagat sedap dari dapur, Delisa senang karena perutnya sangat lapar.Saat Delisa ke dapur ruangan sangat sepi tapi dia melihat ada seorang wanita memakai kebaya sedang memasak dan wanita itu sangat cantik sekali."Maaf, saya Delisa" memperkenalkan diriwanita itu melihat ke arah Delisa dan tersenyum menambah kecantikannya."Saya Endang, tapi kamu boleh panggil saya Yang Endang" jwab wanita cantik itu memperkenalkan dirinya juga."Masakannya harum sekali Yang" ucap Delisa dengan ramah"Khusus Yang masakin buat kamu" ucap wanita itu sambil membelai rambut Delisa di meja makan."Yang ga makan juga?" tanya Delisa melihat meja penuh dengan masakan yang nikmat"Sudah kamu habiskan saja, Yang khusus buatkan untuk kamu" lalu Yang pun duduk samping Delisa"Kamu mirip sekali dengan Yang ndok" ucapnya sambil memandang Delisa"tidak Yang, Yang lebh cantik" ucap DelisaYang Endang pun tersenyum sambil meihat ke arah DelisaEntah apa yang merasuki Delisa tapi Delisa berhasil menghabiskan seluruh masakan yang dibuat Yang Endang.Lalu Delisa pun diajak ke Kebun Jati duduk disana dan Yang Endang menceritakan betapa kangennya dia dengan Ibu."Nanti kalau balik kek kota suruh ibu tengok ke rumah sekali-kali, hampir 20 tahun ibumu tidak kesini ndok" ucap Yang Endang merautkan kesedihan "bahkan Yang tidak bisa melihat kalian, aru kali ini Ynag bis aketemu kamu Ndok" ucapnya Lirih."Iya yang nanti saya sampaikan sama Ibu, Yang pasti adiknya ibu yang terakhir ya Yang masih muda dan cantik sekali" ucap Delisa kagum dengan kecantikan Yang Endang.Yang Endang pun tersenyum "kamu mewarisi kecantikan ku Ndok" ucapnya sambil membelai rambut Delisa.Tiba-tiba ada suara Amel memanggil, Delisa pun senang mendengarnya"Itu ibu dan yang lain sudah datang ayo kita masuk kerumah Yang" Ajak DelisaYang Endang pun tersenyum"Delisa kamu ga ikut sih, lihat nih kita setiap berunjung ke rumah tetangga pasti dibawakan buah tangan, ada buah dan sayuran yang lezat, nanti Bude Hesti akan masak masakan enak seperti tadi" Ucap Amel"Iya mel tapi aku sudah kenyang, tadi Yang Endang juga masak masakan yang enak dan banyak, tapi karena aku lapar aku habiskan semuanya" ucap delisa malu"Yang Endang?" Tanya Bude Hesti"Yang Endang? tanya Ibu juga tidak kalah kaget dengan Bude HestiAnjar melihat ke arah Delisa dengan aneh"Kamu pakai baju tidur siapa?" tanya Anjar"Aku tidak tahu tadi ada di lemari kamar" ucap delisa poos sambil melihat ke arah bajunya"Itu Baju Ibu" ucap Bude Hesti "Kamu tahu siapa Yang Endang itu?" tanya Bude Hesti"saudara ibu kan?" jawab Delisa"Bukan Del, tetapi itu Eyang Kamu, Ibu dari Ibu kamu" jawab Bude Hesti " Yang kamu pakai itu baju kesayangannya" ucap Bude Hesti"Tidak mungkin Bude, Yang Endang itu masih muda dan cantik sekali" ucap Delisa mengelakLalu Bude Hesti ke kamar dan mengambil sebuah Foto album lama."Ini kan yang kamu lihat tadi?" tanya Bude HestiDelisa pun melihat dengan seksama, foto htam putih tu ini menampilkan wajah seorang gadis cantik, dnegan rambut panjang terurai, persisi seperti Yang Endang tadi."Iya Bude ini Yang Endang" ucap Delisa"Eyang kangen dengan cucunya" ucap Bude Hesti "Kamu tidak pernh pulang kesini Rum, bahkan Eyang tidak sempat melihat anak-anakmu, dia selalu saja mengigau memanggilmu Rum"Ibu menunduk tersedih "Iya Mbak, aku malu untuk pulang kesini karena kondisiku saat itu masih sangat kekurangan aku membantu suamiku bekerja supaya bisa menata rumah tangga kami, tidak terasa aku jadi lupa untuk pulang" ucap Ibu menitikkan air mata.Aku melihat kesedihan ibu "Bu tadi Yang Endang ngobrol sama aku dia sayang sama ibu, dia berharap ibu mulai sekarang sering- kesini untuk menemui nya disini" ucapku sambil memeluk ibu."Iya maafkan ibu ya anak-anak, nanti saat ibu tua, ibu tidak mengahrap apaun dari kalian, hanya datang dan berkunjung saja tu sudah lebih dari ukup" ucap ibu menagis tersedu.Saat aku memeluk Ibu aku melihat Yang Endang di Jendela dianatar peppohonan Jati sedang tersenyum ke arahku.Sore itu pun kami menyekar ke kuburannya, dan ternyata kuburannya persis diantara phon jati tadi tempat dia berdiri.Apapun Kondsi dan masalah kita aku tidak akan pernah melupakan leluhurku, ucap Delisa dalam hatinya.
MIDNIGHT SALE HOROR
Bianca seorang artis ternama berusia 25 tahun, dengan kulit putih, tinggi dan memiliki tubuh yang proporsional untuk dilihat, saat ini Bianca sedang berada di puncak karirnya, semua fans myengaguminya, stasiun Televisi pun hampir semua mengundang Bianca untuk datang ke dalam program acara mereka, bisa di bilang Bianca adalah Super Star dan Bianca sangat senang berbelanja, terutama Midnight Sale, karena menurut Bianca berbelanja di malam hari memiliki sensasi yang luar biasa, dibandingkan jika Bianca ke tempat hiburan malam atau tempat makan.Hari ini Bianca selesai melakukan syuting video klipnya sampai jam sepuluh malam, dan Bianca pun bersiap - siap untuk pulang ke apartemennya yang berada di bilangan Jakarta Selatan, Bianca menyetir sendiri kendaraan SUV miliknya, tetapi kondisi jalanan hari itu sangat melelahkan, Macet dan tidak bergerak sama sekali.Saat Bianca merasa putus asa, Bianca melihat ada gang sempit yang tidak terlihat oleh kendaraan lainnya, tetapi gang tersebut cukup untuk jalan dengan kondisi kendaraan yang dimilikinya, merasa frustasi dengan kondisi jalan saat itu, Bianca pun langsung membelokkan setir masuk ke dalam gang tersebut, setidaknya mobil tetap bergerak tidak statis seperti kondisi jalanan tadi, fikir Bianca.Tidak berapa lama Bianca menemukan jalan keluar dari gang dengan jalan yang lebih besar, "Akhirnya" fikir Bianca, kondisi jalan ini sangat sepi berbeda dengan jalan utama tadi, tetapi Bianca belum pernah melewati jalan ini, fikir Bianca tapi Bianca terus menginjak gas kendaraannya, ini Jakarta tidak mungkin a.ku tersasar, fikir Bianca.Tiba - Tiba Bianca melihat sebuah tempat besar dengan lampu yang bersinar terang, setelah Bianca dekati ternyata itu adalah Mall, besar dan mewah terlihat lebih seperti istana di bandingkan dengan Mall biasa, nama Mall tersebut adalah MALL DARKLAND dan anehnya Bianca belum pernah ke Mall ini sebelumnya.HAmpir Bianca menginjak gas mobilnya kembali, tiba - tiba Bianca melihat media promosi yang besar untuk Mall tersebut, "MIDNIGHT SALE if your lucky you get all Item Free".Bianca langsung menyetir mobilnya untuk masuk ke dalam parkiran Mall tersebut.Parkir mobil di Mall tersebut cukup ramai, hanya saja yang membuat Bianca bingung kenapa semua mobil yang terparkir adalah mobil - mobil klasik seperti di era lima puluhan, tapi ya sudahlah fikir Bianca, kalangan yang ada di Mall ini pasti kalangan yang mewah dan menyukai hal - hal yang antik, fikir Bianca sambil mencari tempat untuk memarkir mobilnya.Setelah turun dari mobil, Bianca disambut oleh petugas di Mall tersebut, dengan seragam tempo dulu seperti prajurit kerajaan, "Oke" fikir Bianca mungkin ada tema untuk midnight sale kali ini, yaitu dengan memakai kostum Zaman dulu.Memasuki Lobby Mall tersebut sangat mewah, bahkan seperti istana yang mewah, semua lampu kristal, bangunan yang besar, dan semua dihias dengan dekorasi istana, tidak ada tangga jalan atau lift, yang terlihat tangga - tangga tinggi seperti di kastil - kastil kerajaan.Setiap Toko memajang sepatu dan baju yang mewah dan menarik,banyak pengunjung wanita yang datang di acara tersebut tetapi barang yang dijual dan baju yang mereka pakai seperti Zaman di era lima puluhan."Baik untuk pengunjung di Mall DARK LAND, segera bersiap - siap untuk berbelanja sepuasnya" ucap MC yang ada didalam Mall tersebut, dengan kostum baju satria yang dipakainya"semakin banyak berbelanja, semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang menarik" seru MC tersebutBianca senang sekali membeli sepatu, dan dia melihat ada sepatu berwarna emas, yang pasti akan cocok dengan kostum baru yang dibelinya saat di New York kemarin, Waktu berjalan cepat dan Bianca tanpa sadar sudah membeli banyak sekali barang malam itu, Sepatu, baju, Tas, dan Aksesoris, karena menurut Bianca semua barang - barang tersebut terlihat menarik dan vintage, pasti akan sangat keren kalau aku pakai fikir Bianca.Tetapi anehnya setiap pengunjung yang datang, berbelanja dengan kesunyian, tetapi mereka juga sama seperti Bianca membeli banyak barang.Akhirnya waktu Midnight Sale telah berakhir, dan MC tadi pun sudah menutup acara hari itu, Bianca segera pergi ke parkiran, dan menuju mobil untuk kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah, saat Bianca sudah keluar dari area Mall tersebut, sekitar seratus meter, ada Bapak - bapak tua mengahadang mobil Bianca.Bianca ketakutan, tetapi Bapak tua tadi menghadang mobilnya dan meminta Bianca membuka jendela mobilnya, akhirnya Bianca pun membuka jendela mobil."Maaf pak ada yang bisa saya bantu?" ucap Bianca sopan"Justru saya yang ingin bertanya kepada ibu, ada yang bisa saya bantu? karena sepertinya ibu tersesat""Tersesat? tidak pak saya ingin pulang ke rumah" jawab Bianca"apa yang ibu lakukan disini?" tanya bapak tua tadi"saya hanya habis berbelanja sebentar pak, sekarang saya sudah mau pulang" jawab Bianca bingung"Belanja? dimana ibu belanja?" tanya bapak tua itu lagi"di Mall......" sambil Bianca menunjukkan arah Mall tadiBianca sangat kaget dengan apa yang dilihatnya,,,, ternyata tidak ada Mall yang tadi dia masuki, yang ada hanya lahan kuburan belanda dengan ornamen khas eropa yang luas dan sepi...Tiba - tiba Bianca merasa merinding, dia melihat hasil belanjaannya di belakang kursi mobilnya, dan semua masih ada, utuh, tidak ada yang hilang....."Hati - hati mba" ucap bapak tua tadi"Ini Malam Jum'at Kliwon........"
HANTU AMBULAN
Sandi hari ini merasa sangat lelah dengan tugas kuliah yang harus dikerjakannya, bahkan tidak terasa sudah hampir jam 1 malam dia mengerjakan tugas itu, akhirnya Sandi bisa menyelesaikan bersama teman-temannya.Sandi : "Mir kamu nginep dirumah aku saja yuk, temenin aku pulang" ucap SandiMira "Soory San, nanti Robbi mau jemput, dia mau ajak aku makan duluSandi : "Kalau kamu gimana Dit? Mau temenin aku pulang ga?"Dita : "Sorry San aku juga sudah dijemput sama papahku, atau kamu ikut aku aja nginep dirumahku?"Sandi : "Ga bisa Dit, papahku galak banget ga bolehin aku nginep"Mira : "Tapi kan kamu pulang malam begini lebih bahaya San"Dita : "Iya San, rumah kamu juga jauh lagi"Sandi : "Ya udah gapapa deh, aku nanti naik taksi saja"Akhirnya Sandi pun bergegas menuju ke halte, suasana halte yang sepi dengan pedagang kaki lima yang menjual sate disebelahnya, membuat Sandi merasa lapar, akhirnya dia memtuskan untuk makan sate lebih dahulu.Beberapa jam kemudian, Sandi masih menunggu di halte, tidak ada satu tajsi pun yang lewat. Tiba-Tiba Sandi melihat ada wanita berbaju merah menyebrang ke arah halte, Sandi senang setidaknya dia tidak sendirian.Tapi tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat kencang dan menabraknya.Sandi sangat kaget menyaksikan hal tersebut, dia meminta bantuan dan berteriak tetapi tidak ada yang mendengarnya.Sandi pun menghamiri wanita tersebut dengan luka di seluruh tubuhnya. Sandi bingun apa yang harus dilakukannya, tiba-tiba ada suara ambulan datang, beberapa petugas mengangkat tubuh wanita itu dan mengajak Sandi masuk untuk mendengar kesaksiannya.Sandi pun masuk ke ambulan tersbut, hanya ada Sandi, wanita korban kecelakaan itu dan satu lagi petugas wanita berpakaian seragam rumah sakit, yang ada didepannya.Suster : "Bagaimana kejadiannya?" tanya suster tersebutSandi " "Saya tidak tahu bu, kejadiannya sangat cepat, saat wanita ini ingin menyebrang tiba-tiba mobil itu berlari kencang dan saya melihat wanita ini terkapar, bahkan mobil tadi pun langsung meninggalkannya seolah-olah dia tidak merasa bersalah dan lari secepat mungkin".Keadaan didalam ambulan kembali tenang semua hanya terdiam.Suara Sirene Ambulan sajalah yang terdengar oleh Sandi, dia sangat ketakutan apalagi melihat wanita tersebut juga tidak sadar-sadar.Entah mengapa mereka juga tidak sampai ke rumah sakit, bahkan sudah beberapa jam masih dalam kondisi di jalanan sandi khawatir takut wanita ini tidak tertolong lagi.Sandi : "Apakah Rumah sakitnya masih jauh?" tanyanyaSuster tadi hanya diam dan tidak menajwab peertanayaan Sandi.Akhirnya karena kelelahan dan rasa kantuknya Sand pun tertidur di Ambulan tersebut.Dan tiba-tiba dia merasa kaget saat ada orang yang menyentuhnya, Sandi membuka mata perlahan dan melihat sinar matahari sudah memancarkan cahayanya."Kamu kenapa tidur disini?" tanya seorang Bapak tua yang memakai seragam security.Sandi : "Saya kemarin dibawa ambulan pak, mengantarkan koban kecelakaan, apakah korabnnya sudah ditolong pak?" tanyanya bingung"Ambulan? Korban Apa?" tanya Bapak tua tadi bingung"Iya pak, saya sedang di ambulan" ucap Sandi sekali lagiCoba kamu lihat sekeliling, dulu memang ini adalah rumah sakit, tetapi sekarang hanya menajdi gedung tua, dan ambulan yang ada di sana juga sudah tidak pernah digunakan, sudah rusak dan sudah tidak bisa dipakai lagi" tunjuk bapak tua tadi.Lalu Sandi melihat sekelilingnya, betul betul menyeramkan, saya sekarang berada di mana ya? tanya Sandi bingung."Ini daerah Sudong Sawir mba, di Jawa Tengah" ucap bapak tadiSandi : "Jawa Tengah??""Iya kenapa kamu bingung?" tanya Bapak tua lagiSandi menceritakan semua kejadiannya kepada bapak tua tadi, bagaiana dia selesai tugas di Jakarta pada jam tengah malam, dan tidak mungkin dia bisa berada di Jawa Tengah hanya dalam waktu beberapa jam saja."Oalah kamu itu sudah masuk ke dunia mereka, tidak ada jarak dan waktu yang pasti disana" ucap Baoak tua tadi.Lebih baik kamu tenangkan diri dulu di kantor kecamatan tempat saya bekerja, tidak jauh dari sini. Disana kamu bisa telepon orang tuamu dan pulang kemabli ke Jakarta.Orang Tua Sandi sangat khawatir dengan kejadian yang dialami puterinya, mereka pun bergegas menjemput Sandi.Dalam perjalanan pulang Sandi masih bingung memilirkan apa yang dialaminya, masuk ke dunia lain, dan sampai di kota yang jau jaraknya, saat sedang termenung tiba-tiba Sandi mendengar suara Ambulan yang kencang tepat disamping mobilnya, dan dia melihat suster kemarin sedang melihatnya dri jendela dengan tersenyum begitu juga dengan wanita berbaju merah yang kemarin bersamanya.
HOROR GADIS PUJAAN
Ridwan seorang office boy dikantor PT Suryalaya, sudah hampir lima tahun dia bekerja di perusahaan ini, dan baru-baru ini dia mulai memperhatikan seorang resepsionis baru bernama Keke yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya. Keke merupakan gadis cantik berkulit putih bersih dan juga memiliki wajah yang rupawan, dan tentu saja dia langsung menjadi idola di kantor banyak pria-pria terutama yang berhidung belang mendekatinya, dan tidak sulit bagi Keke untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dari pria-pria tadi.Setiap Ridwan lewat didepan Keke, hampir tidak pernah Keke memperhatikannya, gosip yang beredar dikantor Keke itu matre, mana mau dia memperhatikan seorang Office Boy seperti Ridwan dengan wajah yang tidak tergolong tampan.Sampai suatu sore Ridwan memiliki kesempatan untuk mendekati Keke"maaf mba Keke, boleh tanya ga rumah mba Keke dimana?"dengan wajah cemberut, Keke melirik ke arah Ridwan dan langsung mengacuhkannya"Mba Keke kok ga jawab, siapa tahu saya bisa mengantar mba Keke pulang" jawab Ridwan dengan segenap keberaniannya"Apa-apaan sih lo, ngaca dulu dong, pake segala mau anterin gue, emang lo fikir lo siapa?" ucap Keke dengan nada tinggi dan merendahkan RidwanRidwan sangat kecewa dan sakit hati dengan gadis pujaannya tersebut, dia fikir Keke selama ini adalah bidadari yang memiliki hati yang cantik seperti wajahnya, tetapi omongan Keke tadi sangat keterlaluan, Ridwan akhirnya pulang dengan kegelisahan di hatinya dan rasa sakit hati yang tidak dapat terobati.Tiba-tiba dalam perjalanan, Ridwan teringat bahwa di kampungnya ada Mbah Gun yang memiliki ilmu untuk permasalahannya, dia pun membelokkan motornya dan menuju rumah Mbah Gun"Selamat malam Mbah" ucap Ridwan"Malam kamu ada masalah apa?" tanya Mbah GUn"Ada seorang wanita yang saya sukai Mbah, dia sangat cantik tapi sayang dia sombong, hari ini dia menghina saya, saya ingin agar dia menyesali kata-katanya dan mengejar-ngejar saya" ucap Ridwan"Baiklah itu udah, tapi harganya mahal" kata Mbah Gun"Saya siap Mbah" ucap Ridwan yang akan melakukan apapun untuk membalas dendam untuk rasa sakit hatinyaSetelah ada kesepakatan Mbah GUn memebrikan botol air putih kepada ridwan"Campurkan minuman ini ke gelasnya pagi dan sore, dan harus dilakukan di hari yang sama kamu harus mencampurkan rambutmu ke dalam gelas itu juga" ucap Mbah Gun"Baik Mbah" ucap RidwnKeesokan harinya Ridwan melakukan perintah Mbah Gun, dan saat dia menyediakan air untuk keke dia pun melakukan ritual itu.Sore ini, syarat terakhir untuk memberikan minum lagi ke Keke, dan tidak lama setelah Ridwan memberi minum Keke, tiba-tiba selang beberaa menit Keke memanggil ridwan"Mas Ridwan" ucap Keke"iya mba" ucap Ridwan ketautan"Aku hari ini tidak bawa motor, boleh gak saya pulang bareng kamu" ucap KekeRidwan sangat senang ternyata yang dia lakukan membuahan hasil, dan semenjak saat itu Keke selalu pulang bareng Ridwan, adakeanehan yang mengganjal bagi beberapa teman dekat Keke dengan kelakuannya tersebut.Tidak terasa sudah satu tahun Ridwan dekat dengan Keke, dan pada akhirnya merekapun menikah, dan tidak lama Keke pun mulai merasakan perasaan cinta yang berlebihan kepada Ridwan bahkan rasa cemburu Keke besar, dan Ridwan akan memeprlakukan Keke dengan kasar saat dia ingat rasa sakit hati akibat omongan Keke pada waktu itu.Suatu hari Winda sahabat Keke main ke rumahnya saat Ridwan sedang keluar kota, dan saat berbicara berdua tiba-tiba Winda melihat bayangan di pojok rumah Keke, sosok yang sangat menyeramkan, dan dia seperti menjaga Keke.bayangan yang menyeramkan itu membuat Winda tidak bisa tidur saat berada di rumah Keke, bahkan bagi Winda mahluk itu sangat menyeramkan.Dan saat Winda sedang tertidur saat mengnap di rumah Keke tiba-tiba dia melihat mahluk menyeramkan tadi, mahluk itu mendekati Winda dan seolah ingin mencekiknya, winda sangat ketakutan tetapi saat itu tubuhnya kaku dan tidak dapat bergerak, bahkan Winda melihat Keke sedang tertidur pulas.Dan tidak lama terdengar suara azan subuh, Mahluk itu tiba-tiba menghilang, karena tidak tahan dengan kejadian tadi malam akhirnya Winda pun menceritakannya kepada Keke."Apa kamu merasa ada yang tidak aneh Ke?" tanya Winda penasaranKeke terdiam, sebenarnya dia juga merasa ada yang aneh pada dirinya terutama rasa cintanya yang berlebihan kepada Ridwan, bahkan seingat Keke dia tidak pernah menyukai Ridwan sebelumnya."Sepertinya sejak aku mengenal suamiku Win, aku juga merasa ad yang aneh" ucap Keke JujurBagaiana kalau kamu dirukyah Ke, aku ada Ustad dekt rumah dan dia bisa melihat mahluk gaib seperti itu, tapi aku sarankan kamu jangan beritahu Ridwan tentang hal ini.Akhirnya Lusa mereka pun ke rumah Ustad Hari untuk menanyakan perihal mahluk gaib tadi, setelah menceritakan dan Ustad Hari pun mengangguk, dia akan berusaha membantu Keke untuk datang ke rumahnya malam itu bersama Winda."Astagfirullah" Ucap Ustad Gari saat memasuki pintu rumah"Kenapa Pak Ustad?" tanya Keke"Sepertinya suamimu memiliki banyak ilmu dan menjadi budak mahluk gaib tersebut, dan sepertinya dia memang mengguna-gunai kamu dengan ilmunya" ucap Ustad Hari jujurTiba-tiba Keke dan Winda sangat ketakutan bulu kudu mereka berdiri"Saya sarankan Nak Keke tinggal dirumah orang tua saja saat ini, banyak beribadah, dan memohon perlindungan kepada Allah, dan jangan bertemu dulu dengan suami Nak Keke selama 14 hari agar ilmu nya hilang.Keke dan Winda pun pergi ke tempat orang tua Keke dan menjelaskan semuanya, Ayah Winda sangat marah setelah tahu apa yang dilakukan Ridwan tapi dia merasa semua sudah terlanjur, dan dia harus menyelamatkan anaknya dari perbuatan Ridwan.Ridwan berusaha sekuat tenaga untuk mencarti Keke, bahkan mengancam orang tua Keke untuk dilaporkan ke pihak Kepolisian, tapi Orang tua Kekek tidak gentar.Malam itu, Ridwan merasa tidak berdaya dan sangat putus asa, tiba-tiba dia melihat ada tali didepan matanya, dan dia memutuskan untuk menggantung dirinya, semua mahluk tadi membisikinya agar Ridwan segera melakukannya.
HOROR PENJILAT BOS
Bilqis hari ini sangat sebal dengan kelakuan Bodi rekan kerjanya dan sepertinya batas kesabaran dia sudah hilang, padahal mereka satu tim sudah hampir 1 tahun tapi kelakuan Bodi tidak pernah berubah selalu suka menjilat atasan dan berusaha untuk menjatukan Bilqis disetiap kesempatan.Berawal dari Pak Handoyo yang mengundurkan diri, dan digantikan dengan Pak Rendra, membuat kelakuan Bodi semakin menjadi-jadi, bagi Bodi saat bersama Pak Handoyo dia tidak bisa mengeluarkan jurus menjilatnya, karena Pak Handoyo orang yang cerdas dan dapat membaca karakter masing-masing anak buahnya, Pak Handoyo sangat mempercayai Bilqis dan membuat Bodi tidak bisa berkutik.Tapi dengan adanya bos baru Pak Rendra, Bodi langsung melancarkan gerak-geriknya, seolah-olah semua proyek yang berhasil, semua dilakukan olehnya, mendekati Pak Rendra saat dikantor, mengajaknya makan siang dan bahkan mentraktirnya. Pak Rendra sepertinya juga dekat dan mempercayainya.Bahkan semua tugas yang Pak Rendra suruh ke Bodi diserahkan kembali ke Bilqis untuk dikerjakan dengan kata sakti "disuruh Pak Rendra".Bahkan kali ini ada project yang ternyata Bodi lupa untuk menyelesaikannya dan dia dimarahi oleh Pak Rendra, alih-alih dia mengaku bersalah dia malah menyalahkan Bilqis, bilang ke Pak Rendra dia belum menyelesaikan project ini karena Bilqis belum menyelesaikan datanya, padahal menginformasikan ke Bilqis pun tidak."Kamu kenapa mukamu ditekuk gitu?" Tanya Hani saat makan siang"Kelakuan Bodi tuh udah kebangetan Han, Cari muka dan jilat ke Pak Rendranya itu lo bikin gue enek banget" jawab Bilqis"Iya emang, heran gue orang ga bisa kerja kaya gitu dipercaya" jawab Hani menimpali Bilqis"Ya itu dia ga bisa kerja, bisanya jilat doang" ungkap bilqis dengan wajah sewot"Kenapa ya Pak Rendra ga bisa kaya Pak Handoyo bisa baca karakter orang" tanya Hani"Entahlah, tapi yang pasti dia yang rugi, kerjaan dia pasti ga ada yang beres" ucal Bilqis"Iya sih, tapi kan nanti kamu yang di salahin ama Bodi terus" ucap Hani"Terserahlah Han, kalau gue ga bisa tolerir lagi, paling gue cari kerjaan baru" ucap Bilqis sambil menghela nafasSore itu Bilqis baru mau pulang, tetapi Bodi menghampirinya"Ini Qis lo disuruh kerjaan proyek ini, besok harus selesai" ucap Bodi"Lo gila ya, ini kan udah jam pulang, lagian setau gue Pak Rendra suruhnya lo deh" ucap Bilqis"Siapa bilang? tugas gue udah selesai kok, ini Pak Rendra yang suruh kasih lo" jawab Bodi membela diri.Dengan perasaan kesal, akhirnya Bilqis lembur dikantor, dengan sumpah serapah dalam hatinya ke Bodi dia merasa sangat kesal.Tidak terasa waktu menunjukkan jam 9 malam, Bilqis sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat bayangan mendekatinya, bulu kuduknya merinding, perasaan tidak ada orang lagi dikantor ini, dan setelah bayangan itu persis didepan matanya ternyata"Bodi?" ucap Bilqis kagetBodi melihat ke arah Bilqis dan hanya diam, tapi ada yang aneh, lidah Bodi menjulur ke depan dan cukup panjang, matanya seperti menangis mengeluarkan air mata tapi yang keluar berwarna merah seperti darah"Apa-apaan sih lo Bodi, lo mau nakutin gue ya" ucap Bilqis dengan kesalAkhirnya Bilqis merapihkan mejanya dan siap-siap untuk pulangSaat Bilqis mau Pulang, dia melihat sekali lagi ke arah Bodi, dia tetap menatap Bilqis dengan lidah yang menjulur dan air mata berwarna merah.Baginya Bodi selain penjilat memang orang yang menyebalkan, akhirnya setelah sampai rumah Bilqis berusaha untuk tidur tapi bayangan Bodi tadi selalu teringat difikirannya.Besok pagi dikantor, Bilqis melihat semua orang berkerumun"Bilqis lo dah denger belum?" tanya Hani"Denger apa?" tanya Bilqis bingung"Bodi kecelakaan kemarin sore di depan gang rumahnya, dia ditabrak mobil" ucap Hani sambil memperlihatkan foto Bodi saat kecelakaanLidah Bodi menjulur dan wajahnya dipenuhi dengan darah, sama persis dengan Bodi yang mendatanginya ke kantor.Tba-tiba Bilqis merasa seluruh tubuhnya bergetar, karena hantu Bodi lah yang mendatanginya kemarin, dia pun menceritakan kepada Hani kejadian itu."Itu mungkin karena Bodi suka menjilat bos, akhirnya dia berakhir seperti itu" ucap Hani dengan wajah takut"Kita doakan saja Han semoga dosa dia diampuni, aku sudah ikhlas juga kok memaafkannya, pelajarannya semoga kita jangan menjadi penjilat dan suka cari muka sama atasan ya Han" ucap Bilqis kepada Hani.
HOROR WARISAN KELUARGA SUTEDJA
Amira, Fadel dan Isyana saat ini sedang duduk berhadap-hadapan di ruang meja makan, suasana yang hening pada malam hari ini membuat mereka hanya saling menatao kosong, tiba-tiba ada suara jejak kaki yang masuk ke dalam ruangan, berjalan seorang lelaki berusi aempat puluh tahunan sedang membawa tas koper hitam ditangannya, dan mengambil kursi ditengah-tengah mereka."Selamat malam, perkenalkan nama saya adalah Derajat, saya pengacara ayah kalian Bapak Wijaya Sutedja, saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas kecelakaan yang menimpa ayah kalian"Mereka hanya memandang wajah Pak Derajat dengan rasa bingung"Silahkan tolong langsung dibacakan saja pak" Ucap Fadel memecah keheninganAmira dan Isyana memandang wajah Fadel dengan tatapan marah"kamu benar-benar keterlaluan ayah baru saja meninggal tadi pagi, tapi kamu malah memikirkan warisannya" ucap Amira marah"Sudahlah kita harus menikhlaskannya, sekarang kita harus fokus ke depan akan hak-hak kita, jujur saja kamu juga membutuhkannya kan?" ucap Fadel kesalMereka bertiga memang sudah ditinggalkan ibu mereka saat kecil, saat Amira masih berusia 10 tahun dan dia anak pertama dari keluarga Sutedja, setelah ibu meninggal ayah yang mengurus mereka semua, tapi Ayah yang berlatar belakang tentara memang mengajarkan mereka dengan cukup keras dan disiplin, bahkan mereka tidak pernah dibolehkan menikmati kekayaan yang ayah mereka miliki, dengan peraturan-peraturan yang amat sangat ketat, tidak heran sikap Fadel yang sepertinya menunggu-nunggu saat ini."Baiklah sesuai permintaan Fadel, saya akan langsung membacakan amanat ayah kalian" Ucap Pak DerajatSuasana hening kembali"Yang Pertama, Amira kamu akan mendapatkan tanah di Bandung seluas 100 hektar dan sepertiga uang simpanan keseluruhan""Yang kedua, Fadel akan mendapatkan perusahaan Susu dan peternakan hewan di Sukabumi dengan luas 120 hektar dan Sepertiga simpanan keseluruhan""Yang Ketiga Isyana, akan mendapatkan rumah dan Tanah di Jakarta dengan luasan 5000 mtr dan sepertiga simpanan keseluruhan""jika dijumlahan dengan uang maka kalian akan mendapatkan jumlah yang sama""Tapi itu akan dicairkan jika kalian terbukti tidak melakukan pembunuhan berencana terhadap ayah kalian, dan siapa yang bisa menemukan pembunuh nya maka kalian akan mendapatkan bagian dari pembunuh tersebut"Wajah mereka tampak kaget"Apa-apaan ini sudah jelas ayah meninggal karena kecelakaan" ucap Fadel marah"Kenapa ayah bisa berfikir kami akan membunuhnya?" tanya Amira"Itu sangat aneh, tidak mungkin salah satu dari kami membunuh ayah kami sendiri" bela Isyana"Tapip ini adalah wasiat dari ayah kalian dan sudah disahkan oleh notaris, jadi polisi akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini, jika kalian bertiga terbukti tidak bersalah maka kalian boleh mendapatkan hak kalian, tapi dalam proses penyelidikan tidak ada dari kalian yang boleh meninggalkan rumah ini.Dan keesokan harinya petugas mulai berdatangan kerumah, menanyakan setiap orang yang berada disana.Dari keterangan Fadel lah yang terkahir bertengkar dengan ayah, dia meminta jatah bulannnya untuk ditambah, karena dia terlibat judi dan kalah, dan ayah jelas-jelas menentangnya.Amira sudah berumah tangga dia hampir jarang pulang ke rumah, tetapi mendekati kematian ayah memang dia sedang mengina di rumah.Isyanalah satu-satunya yang masih tinggal dengan ayah, dia juga yang menjaga ayah di hari tuanya, oleh karena itu mungkin ayah memberiny arumha ini sebagai warisannya.Setelah penyidik mendengar semua keterangan dari pelayan dan orang di rumah, berarti ketiga-tiganya memang berada di rumah ini pada saat ayah mereka meninggal.Tiba-tiba satu penyidik lagi datang dan membisikkan sesuatu ke telinga penyidi berkumis tebal"Baiklah, mobil ayah kalian sudah diperiksa dan ternyata ditemui kabel yang diputus sehingga remnya tidak dapat berfungsi, dan ini memang ada unsur kesengajaan" ucapnya"Apa? maksudmu ayah kami dibunuh?" teriak Isyana"Tidak mungkin, ayah sangat apikk terhadap barang-barangnya apalagi mobilnya" ucap Amira"Mengapa kalian membesar-besarkan masalah ini" ucap Fadel kesal "Ayah mungkin kali ini lalai bisa saja kan"Setelah seminggu berjalan penyelidikan belum membuahkan hasil, masing-masing tetap bersikeras tidak ada yang melakukannya.Tiba-tiba malam itu Bapak Jeremi si penyelidik berkumis tebal baru saja tidur pulas di sofa, dia melihat wajah samar mendekatinya. Dan cahaya bersinar terang sekali dan dia melihat Isyana yang tertidur pulas dikamar, tiba-tiba suara pertengkaran terdengar dari kamar samping"Dasar pria tua pelit, aku tidak meminta semua uangu hanya beberapa ratus juta saja, apa kamu ingin aku dibunuh oleh bandar judi itu" teriak Fadel"Kamu yang berjudi dan kamu minta ayah menggantinya, tidak akan pernah, kapan kamu akan belajar menjadi dewasa"dan pertengkaran hebat terjadi sampai akhirnya Fadel menutup pintu kamarnyaAmira baru saja masuk kekamar Isyana saat pulang dari berbelanja."Kenapa? bertengkar lagi?" tanya Amira"Iya kak, ayah marah karena mas Fadel msih main judi" ucap Isyana"Dasar lelaki tidak tahu diri, Isyana kamu jangan bilang-bilang ayah dulu ya kakak bercerai" pinta Amira"Iya kak, ayah pasti akan sangat marah kalau tahu" jawab Amira lesu"Dan Mas Hendra memenangkan semua perwalian dan harta di pengadilan, kakak hanya diusir dan ditendang, kakak tidak punya apa-apa lagi" ucap Amira menangis"Iya kak""Kakak bingung" jawab Amira"Kenapa kak?" tanya Isyana"Kenapa ayah begitu pelit kita semu asudah dewasa harusnya ayah memberikan kita smeua sedikit modal untuk melanjutkan hidup ini" geram Amira"Mungkin ayah punya tujuan lain" jawab Isyana" Tidak akan, kita hanya harus menunggu dia mati, ISyana" ucap Amira kesal dan langsung tidur kaarena kelelahanHari itu pun tiba, ayah sedang memanaskan mobilnya, isyana memanggil ayah kedalam karena sudah membuatkan sarapan untuk ayah.Ayah pun menuju ke dalam rumah, tetapi Isyana malah berjalan ke arah mobil saat ayah sudah masuk ke dalam, dia mengeluarkan gunting dan dia memotong kabel rem yang ada disana.Pak Jeremi kaget, Isyana anak yang sangat baik berbeda dari kakak-kakaknya kenapa ia melakukan itu, fikir Penyidik itu. Tiba-tiba cahaya mengembalikan dia ke sofa tempat dia tertidur.Keesokannya, Isyana ditangkap oleh Pak Jeremi, setelah 3 jam masa penyidikan akhirnya Isyana mengakui, bahwa dia mendapat ide dari kata-kat Amira, karen saat itu ternyata Isyana sedang hamil dan Rendi pacarnya tidak mau bertanggung jawab dan meninggalkannya, dia tahu sifat ayahnya akan mengusir dia dari rumha jika dia sampai tahu, dan dia tidak mau bayi ini menanggung beban baginya, ketika itulah dia memutuskna untuk membuat ayahnya celaka.Fadel dan Amira sungguh tidak menyangka dia akan melakukan hal seperti itu, Isyana anak paling penurut dan pendiam, tapi melihat kondisi Isyana mereka berjanji tidak akan mengambil bagian Isyana, dan memberikannya kepada anak Isyana yang akan dirawat oleh Amira.
HOROR PANTAI TELAGA HITAM
Adisti dan teman sekampusnya sedang travelling, hari ini mereka baru saja selesai mendaki Gunung, di tengah perjalanan mereka merasa sangat kelelahan dan memutuskan untuk mampir ke warung indomie di pinggir jalan, mereka pun memarkirkan mobil mereka, dan turun karena perut mereka sangat lapar.Saat mereka menunggu pesanan indomie mereka, tiba-tiba Mario salah satu teman Adisti menanyakan kepada pelayan yang sedang memasak indomie."Mas ada pantai gak ya di dekat sini"tanyanya"Ndak ada mas" jawab pelayan itu"Oh begitu pantai yang terdekat dari sini, sekitar berapa menit lagi ya?" tanya Mario lagi"Ini daerah pegunungan mas, tidak ada pantai dekat sini" ucap pelayan tadi dengan tatapan mata sinisSelesai makan mereka kembali ke mobil meneruskan perjalanan mereka. tetapi sebelumnya saat Adisti ingin membayar makanan tadi kepada pelayan tersebut, dia membisikkan sesuatu kepada Adisti"Kalau mbak lihat ada pantai jangan berhenti jalan terus" bisiknyaAdisti bingung dengan ucapan mbak tersebut, katanya tadi tidak ada pantai, tetapi Adisti acuh dan menuju ke mobil.Beberapa kilometer ada tanda perbaikan jalan, dan sepertinya habis ada longsor, jadi jalan buntu, Mario membuka kaca dan bertanya pada beberapa bapak tua yang berada disana"Maaf pak, kalau jalan ini tidak bisa, ada jalan alternatif lain tidak ya?""Ada mas, ambil jalan setapak kecil tapi muat satu mobil di samping kanan jalan, sambil menunjukkan jalan tersebut" ucap Bapak tua tersebut.Dan mereka melanjutkan perjalanan, dari jalan tersebut mereka masuk ke hutan-hutan dan jalan setapak itu menjadi satu-satunya jalan alternatif yang ada.sekitar satu jam mereka masih berada di hutan, sampai akhirnya mereka melihat jalan yang terbuka dan lebar."Akhirnya ketemu jalan besar" ucap AdistiBegitu mereka ke jalan besar mereka melihat pemandangan yang luar biasa, dengan pantai yang indah di sepanjang jalan tersebut."Lho kata mbaknya disini ga ada pantai" protes MarioTiba-tiba Adisti teringat perkataan mba tadi"Asyikkk kita mampir dulu ya, sekalian petualangannya biar seru" jawab Mario antusias, dan diikuti persetujuan Wawan dan Mira"Tunggu, hari sudah mulai malam, lebih baik kita ga usah mampir" jawab Adisti ketakutan mengingat ucapan mbak tadi sangat misterius"Aduh lo ga seru banget si Dis, kita kan punya tenda tinggal nginep disini aja jawab Mario santai"Iya Dis, ayulah pantainya bagus banget" ucap Wawan dan MiraAkhirnya Adisti terpaksa sepakat dengan sahabat-sahabatnya, selain itu pantai nya memang sangat indah berwarna biru jernih dengan pasir putih yang bersih, akhirnya mereka memarkirkan mobilnya."Wihhh... ga rugi tadi jalan kita dialihkan" ucap wawan"Tapi kok pantainya sepi banget ya? padahal kan indah banget pemandangannya" ucap Mira"Iya ya aneh masa gak ada satu orang pun yang kesini" fikir Adisti dalam hati.Tidak terasa hari hampir sore, mereka sudah siapkan tenda dan mulai menyiapkan perbekalan mereka.Suasana sunset juga sangat indah, mereka tidur dipasir yang hangat dan menikmati pemandangan itu sampai akhirnya langit mulai gelap dan mereka membakar api unggun."Dis, masakan kamu enak aku jadi kenyang, bikin aku ngantuk" ucap wawan"Alasan, bilang aja kamu itu kebluk" ucap Adisti menggoda Wawan"Iya betul Dis, wawan dimanapun pasti tidur" timpal MarioDan Wawan memang akhirnya masuk ke dalam tenda dan siap-siap tidur, hanya tinggal Adisti dan Mira diluar"Mir, pantainya sangat indah, tapi ada yang aneh gak menurut kamu?" tanya Adisti"Aneh gimana?" tanya Mario"Tadi sebelum kita berangkat mbak warung tadi sudah ingatkan jangan berhenti kalau ada pantai, aku jadi merasa aneh saja kenapa dia bilang seperti itu" ucap Adisti"Mungkin pantai yang lain bukan yang ini" ucap Mira"Entahlah, mungkin saja aku salah dengar" ucap Adisti berusaha untuk berfikir positifTiba-tiba pantai yang tadinya tenang ombaknya mulai menggulung perlahan-lahan, Adisti dan Mira awalnya tidak merasakan dan menganggap hal itu hal yang biasa karena angin malam ini, tiba-tiba ombaknya semakin meninggi dan lebih tinggi lagi"Mir, ombaknya lihat" ujar Adisti"Iya Dis, kita harus ke tenda bilang ke teman-teman yang lain" ucap Mira sambil berlari ke tenda"Wawan ayo bangun, ombaknya semakin besar" teriak MiraWawan bangun dengan mata sedikit mengantuk"Ada apa sih" tanya Wawan masih bingungTapi terlambat, ombak sudah sangat tinggi dan menggulung merekaAdisti perlahan-lahan membuka mata, dia melihat semuanya seperti mimpi, dia berada di air dan melihat sahabat-sahabatnya sudah tidak bernyawa, Adisti berusaha untuk bertahan tetapi dia melihat ada pusaran hitam yang besar dan mulai menariknya tiba-tiba semuanya gelap.Keesokan hari terlihat kerumunan orang di sungai telaga hitam, ternyata mobil Adisti telah ditemukan terpelest dalam ke jurang dan tenggelam di sungai ini.
HOROR PULAU RINDU
Hari ini Ghea dan teman-temannya Lea dan Abigail berencana untuk liburan setelah ujian semester ini, mereka mau liburan kali ini mereka pergi ke tempat yang baru, belum pernah mereka kunjungi sebelumnya."Menurut kamu kita harus ke pantai atau ke gunung ya temen-temen?" tanya Ghea bingung"Kalau pantai kita sudah sering" jawab Lea"Tapi gunung juga udah sering" jawab Abigail"Terus rencananya mau kemana dong?" tanya Ghea bingung"Bagaimana kalau kita ke pulau kecil, disana cari yang deket pantai sama yang banyak aktivitas outdoornya" ucap Lea bersemangat"Good idea Lea" ucap Ghea"Iya aku setuju" jawab Abigail menimpali"Coba kamu googling dulu pulau-pulau wisata yang sesuai budget sama kita" ucap Ghea kepada Abigail"Guys, ada beberapa pilihan nih, masuk kok ke budget kita"Setelah melihat beberapa saat beberapa tempat yang bisa mereka kunjungi"Kok aktivitasnya rata-rata cuma aktivitas pantai aja ya Ghea" ucap Abigail"Iya ya, maksud kita kan yang beda dari yang biasa kita liburan kan Ghe?" tanya Abigail lagi"Ya sudah gapapa Abi, coba kamu cari lagi alternatif yang lain" jawab GheaSeharian itu mereka tetap tidak menemukan tempat yang sesuai dengan keinginan merekaHari ini sudah hari terakhir ujian semester, tetapi rencana mereka masih belum terlaksana karena mereka masih mencari tempat yang cocok untuk liburan mereka, tiba-tiba saat Ghe masuk ke gang kecil dekat kampusnya, ada brosur yang terbawa angin mengenai dirinya.Saat Ghea melihatnya"Pulau Rindu Buat Yang Mau Liburan Seru" dengan view bukit kecil dan pantai yang jernih di sekeliling pulau tersebut.Ghea melihat dengan seksama brosur tersebutPaket Wisata yang ditawarkan :Paket Pantai dan Paket Outbound selama 3 hari 2 malam dan harga yang ada di paket tersebut juga cocok dengan budget Ghea dan teman-teman.Lea dan Abigail mampir ke rumah Ghea hari ini, karena Ghea menelepon mereka dan bilang ini sangat penting."Kenapa sih Ghea gak besok aja kumpulnya, aku masih capek banget nih abis ujian" ucap Lea mengeluh"Iya Ghea kaya gak ada hari lain aja" ucap Abigail menambahkan"Aduh kalian ini penting banget, lihat deh brosur ini" ucap GheaLea dan Abigail pun melihat ke brosur tersebut"Wih keren banget Ghea tempatnya" ucap Lea"Iya semua kativitas yang kita mau ada di sana" ucap Abigail"Okeh, besok aku akan telepon nomor kontaknya kita booking buat hari senin besok ya" ucap Ghea bersemangatDan hari yang ditunggu pun tiba, mereka sudah tiba dipelabuhan untuk pergi naik kapal fery ke pulau tersebut.Hampir 5 jam mereka menunggu dari jadwal yang sudah ditetapkan, tetapi kapalnya belum juga datang, kata petugas pelabuhan sedang ada masalah pada kapal sehingga ada keterlambatan,Dan jam 6 petang ini akhirnya mereka melihat kapal yang mereka tunggu sudah tiba, menyebabkan mereka akan malam sampai ke tempat pulau tersebut.Suasana laut itu sangat buruk dan ombak pasang beberapa kali, Ghea dan teman-teman sangat tegang akan kondisi tersebut, beberapa kali nahkoda juga berusaha mengupayakan agar kapan seimbang dengan baik.Tiba-tiba didepan terlihat pelabuhan dan pulau Rindu yang mereka tuju, Ghea disambut dengan Pak Dipo penjaga villa tempat mereka menginap"Mbak Ghea, mbak Lea dan mbak Abigail ya?" tanya Pak Dipo"Betul pak" jawab mereka serempak saat mereka sudah tiba di pelabuhanTidak berapa lama akhirnya mereka tiba di Vila yang mereka tuju, dan ternyata itu adalah vila satu-satunya di pulau tersebut, suasana sangat gelap dan sepi"Aduh pak, tadi perjalanan kesininya seram ya pak ombaknya" ucap Lea membuka pembicaraan"Iya mbak, betul sekarang sedang pasang air laut" jawab Pak Dipo"Pak Dipo, ada tamu selain kita ga ya?" tanya Abigail penasaran"Maaf mbak, minggu ini kososng cuma mbak-mbak saja" ucap Pak DipoAkhirnya mereka sampai ke kamar, ada 3 tempat tidur yang berdekatan"Terimakasih ya pak Dipo" ucap Ghea sopan"Sama-sama mbak, semoga liburannya menyenangkan" ucap Pak Dipo"Ghea kok beda banget sama gambar brosurnya" keluh Lea kesal"Iya Ghea tempatnya seram begini" ucap Abigail tidak kalah sewot"Aduh kalian ini bagaimana sih, katanya mau liburan yang suasananya berbeda, coba lihat hari pertama saja kita sudah dibuat deg-degan kan" timpal Ghea mengelak ucapan teman-temannyaAkhirnya mereka mandi dan berganti pakaian lalu pergi tidurKeesokan paginya mereka mandi, dan siap-siap sarapan di vila tersebut, mereka disambut dengan Mbok Pina yang menjadi asisten rumah tangga di Vila tersebut, Mbok Pina masak bebrapa menu maskaan dan semuanya terlihat lezat, tanpa sadar Ghea, Lea dan Abigail makan banyak dan menghabiskan masakan tersebut.Aktivitas hari pertama mereka akan naik banana boat, diving dan aktivitas di pinggir pantaiBevan menjemput mereka saat berada dipelabuhan saat mereka sudah siap menuju aktivitas laut, mereka sangat menikmati kegiatan yang dilakukanterutama tour guide mereka Bevan sangat keren, memiliki wajah indo yang tampan."Wah kalau model tour guide kaya begini satu bulan lagi gue juga mau" ucap Lea menggoda"Dasar ganjen Lea, tapi gue setuju sih" ucap Ghea dan Abigail bersamaanTubuh Bevan sangat atletis, dengan bertelanjang dada menambah kesan maskulin dalam dirinya.Tidak terasa sudah hampir petang mereka pun bersiap-siap untuk kembali ke vila"Terimakasih ya Devan" ucap gheaBevan hanya memberi senyuman manis kepadanya"Iya Bevan aku juga ya" timpal Lea dan Abigail genitHari kedua ini juga sama saat mereka menuju ke bukit kecil saat keluar Vila, tiba-tiba Bevan sudah ada disana untuk menemani mereka naik bukit dan permainan outdoor lainnya.Tidak disangka dengan hadirnya Bevan membuat kegiatan liburan mereka sangat menyenangkan, Ghea, Lea dan Abigail bahkan tidak ingin liburan ini cepat berlalu, aktivitas hari ini naik flying fox, naik motor cross ke arah bukit, dan flying fox.Sama seperti kemarin petang hari ini mereka baru sampai ke Vila."Bevan ikut saja yuk makan malam dengan kami" ajak Gheaseperti biasa Bevan hanya tersenyum manis kepada Ghea"Ayu dong Bevan" Ajak Lea sambil menggandeng tangan BevanTapi Bevan melepaskan tangan tersebut, dan menolak ajakan merekaSaat masuk kedalam Vila"Gila ya si Bevan itu cool banget jadi cowok, udah ganteng, cool lagi ga kecentilan" ucap Abigail kepad kedua temannya"Iya, tapi kalian berdua sadar gak sih, dia itu diam banget ya selama kita jalan-jalan dari kemarin" ucap Ghea"O iya aku juga baru sadar, tadi pas aku pegang tangannya, tangannya Bevan dingin banget tahu, apa itu karena kita abis main ke bukit ya" timpal LeaAkhirnya mereka mandi dan makan malam, ini malam terakhir mereka karena besok pagi mereka harus pulang."Mpok Pina, kenal sama Bevan gak Tour leader kita, tahu rumahnya gak?" tanya Ghea saat makan malamTiba-tiba piring yang dibawa Mpok Pina jatuh"Maksudnya neng?" tanya Mpok Pina"Aduk mpok baik-0baik saja" ucap ketiga cewek tadi sambil memabntu Mpok Pina membereskan piringnya.Mpok Pina langsung kembali ke dapurSetelah kenyang Ghea dan teman-temannya segera ke kamar karena mereka merasa sangat lelah hari ini."Selamat pagi" ucap Pak Dipo setelah melihat ketiga cewek tadi turun dari tangga"Lho Pak Dipo sudah datang, kok cepet banget pak?" tanya Lea"Cuaca cerah neng, jadi kalau naik kapal fery bisa cepat sampai ditujuan" ucap Pak Dipo"Tapi sebentar ya pak, kita mau ketemu sama Bevan, dia suah bantuin kita dari kemarin karena jadi tour guide kita" ucap Ghea"Apa? maksudnya gimana neng?" tanya Pak Dipo"Iya kita mau ketemu Bevan dulu, mau ucapin perpisahan dan terimakasih sama dia udah mau bantuin kita" ucap Abigail"Bevan? siapa dia neng?" tanya Pak Dipo"Lho masa Pak Dipo gak kenal, dia tour guide kita" jawab Ghea"Neng ini kan pulau kecil, kita belum ada tour guide, rata-rata semua wisatawan pergi ke tempat wisata sendiri" jawab Pak Dipo"Tapi kemarin Bevan yang bantuin kita pak" ucap Lea masih keras kepala"Maaf neng-neng mpok mau bicara" ucap Mpok Pina"Kenapa mpok?" tanya Ghea bingung"Maaf neng, sebenernya mpok mau nanya ke neng tapi takut neng takut, dari pertama neng kesini, mpok suka lihat kalian bicara sama orang, tapi orangnya ga ada" ucap Mpok Pina"Maksudnya mpok?" tanya Abigail bingung"Pas kemarin neng bilang Bevan, Mpok baru ngerti, ternyata kalian ketemu sama hantunya Bevan pemilik vila ini yang dulu hidup zaman belanda dulu, dia meninggal karena dibunuh orang dirumah ini, vila ini sebelum jadi vila istirahat wisatawan adalah rumah dia neng" ucap Mpok Pina"Mpok Pina serius?" tanya Ghea"Iya Mpok juga tahu dari orangtua mpok, dulu ibu saya kerja di rumah in" ucap Mpok PinaMpok Pina pun ke gudang belakang dan keluar membawa pigura"Ini bukan yang neng pada liat" ucap Mpok Pina polosDan ternyata yang diucapkan Mpok Pina benar, wajah Bevan yang tampan berada di pigura tersebut denga kedua orang tuanya, Bapaknya Belanda dan ibunya sepertinya orang pribumi, dan itu lukisan dibuat sudah hampir 60 tahun yang lalu.Tiba-tiba mereka semua merinding memikirkan bahwa selama liburan ini mereka ditemani oleh hantu Bevan.Bahkan Pak Dipo bilang belum pernah ada kejadian seperti ini.Saat mereka sampai dipelabuhan, mereka masih mengingat cerita Mpok Pina, saat Kapal Fery mulai berjalan, di dekat pelabuhan mereka melihat Bevan sedang tersenyum manis seperti biasa menatap mereka."BE,,,,, BE.... BEVANNNNNN" ucap mereka bersamaan
HOROR CHANEL DEVAN
Pada hari ini Devan bersama teman-temannya sedang memulai Vloging untuk chanel nya di sosial media, seperti biasa temanya adalah tentang hobi mereka yaitu olahraga."Dev viewer kita makin lama makin sedikit nih" ucap Angga sahabat Devan salah satu tim di chanelnya"Masa sih? terus gimana dong? perasaan kita sudah sering bikin konten" ucap Devan"Eh guys, kalian tahu gak, ada dua yang bisa bikin chanel kita naik" ujar Devi cewek satu-satunya di tim"Apaan Dev?" tanya Devan"Pertama kita bikin chanel gosip yang satu lagi kita bikin chanel Horor" ujar Devi"Lho kok ga nyambung, kita kan temanya sports" ujar Angga"Katanya mau naikin viewer, ya itu dua bahan yang bisa bikin viewer nya naik" ucap Devi"Tapi kayanya ide bagus juga Ga" jawab Deva"Lho kok lo malah dukung Devi" ucap Angga kesal"Maksud gue kita tetap bikin tema sports tapi kita masukin unsur horor didalam kontennya" ucap Devan"Maksudnya" tanya Devi dan Angga bersamaan"Misalkan khusus hari kamis, kita main skateboard di rumah hantu pondok indah" ucap Devan menjelaskan"Wiw keren tuh original, kayanya belum ada deh yang bikin konten itu" ucap Angga"Iya keren, terus bisa ambil viewer yang suka olahraga dan juga horor" timpal Devi"Oke gimana setuju ya guys, nanti gue coba bikin konsepnya"Minggu itu Devann dan teman-temannya mulai membuat konsep yang serius untuk chanel mereka tersebutDan diputuskanlah bahwa tempat pertama yang akan mereka buat adalah di sebuah rumah tua angker di sekitar rumah mereka, karena melihat ini pertama kali mereka akan melakukannya, jadi mereka memutuskan tempatnya tidak terlalu jauh, dan olahraga yang mereka pilih adalah bermain sepeda mengitari rumah angker dan kosong tersebut."Kamu berani Devi?" tanya Angga"Gak tau Ga, gue deg-degan juga sih" jawab Devi"Tenang aja Dev, masih deket kok sama rumah kita, kalau ada yang aneh kita langsung selesai kok" ucap Devan menenangkan"Iya, setuju" ucap DeviDan akhirnya mereka memulai vloging hari itu, dan berjalan sampai tengah malamSemua berjalan dengan baik dan lancar, sedetlah editing mereka publish di Chanel Devanbaru hitungan menit viewer mereka meningkat pesan, dua kali lipat dari konten sebelumnya."Wow keren, chanel kita jadi trending" ucap Devi"Coba sini gue lihat" ucap Angga"Waw kalau begini terus kita bisa dapat income yang lumayan guys" ucap DevanAkhirnya mereka terus melakukan konten Sport Horor tersebut, dan hari ini mereka akan melakukan syuting di TPU Jeruk Purut dengan melakukan olahraga skateboard."Devan, kok feeling gue ga enak ya hari ini" ucap Devi"Kenapa lo lagi sakit?" tanya Devan"Apa kita batalin aja ya" ucap Devi"Gak bisa Dev, kita belum buat konten minggu ini, kita harus lakukan ini" ucap AnggaDan akhirnya syutingpun berjalanSaat Devan bermain skateboard tiba-tiba Devan melihat sekeliling mereka, banyak yang menonton acara mereka padahal ini sudah jam 12 malam."Dev lo liat gak, penonton kita banyak yang datang hari ini?" ucap Devan"Penonton? dimana Van?" tanya Devi"Masa lo gak liat, itu disekeliling tempat gue main skateboard" ucap Devan senang"Van, lo sakit juga?" tanya Angga"Apaan sih lo, gue baik-baik aja kok" ucap Devan kesal kepada Angga"Cuma kita bertiga saja disini Van" ucap Devi mulai ketakutan"Ya udah yuk, syutingnya sudah selesai kan?" ucap Devi"Lo yakin, coba kita balik ke tempat tadi, gue buktiin deh sama lo semua" ucap Angga kesal"Udah ga usah, aku ga enak badan" ucap Devi mulai ketakutanDan akhirnya mereka pulang, keesokan harinya Devi tidak datang ke rumah Devan, Angga pun sibuk mengedit.Tiba-tiba muncul di chat room mereka,"Hai guys, kami dari fans Devan Sports Misteri mau undang kakak untuk jumpa fans kak"Pesan di wall tersebut"Wow kita udah punya fans Van" ucap Angga girang"Serius lo, ya udah kita buat konsep aja, kapan diadainnya, sekalian buat konten kita, berarti betul dong yang kemarin gue lihat pasti fans kita" ucap Devan legaDan akhirnya Angga pun membalas chat fansnya, dan mengundang mereka untuk datang ke acara minggu ini, tempatnya di Rumah Tomat di daerah Jakarta yang terkenal angker dengan bau tomatnya walaupun rumah itu kosong.Dan hari yang ditentukan pun tiba, DEvan, Devi dan ANgga sudah bersiap-siap di tempatMereka sudah mempersiapkan acara untuk hari itu kepada fansnya, tetapi anehnya sampai jam 12 malam masih belum ada yang datang, ANgga pun berusaha menghubungi orang tersebut.Dan jam 12 tepat saat Devan melihat ke jam di tangannya.Tiba-tiba sudah berkumpul banyak orang disekitar mereka, padahal sebelumnya sepi banget, Tiba-tiba Bulu Kudu Devan merinding, mereka seperti bayangan hitam wajahnya tidak jelas, dan sangat banyak."Halo, kita Chanel Devan, bisa tahu kalian siapa saja" ucap Angga berusaha ramah di tengah kegelapan saat ituDan beberapa orang maju mendekati merekaDan DEvi, Devan dan Angga pun sangat kaget melihat wajah orang-orang tersebut tidak memiliki wajah, dan mereka memiliki tubuh yang aneh ada juga yang bertanduk"Kami lah fans kalian, tayangan kalian sangat menghibur kami dan menjadi acara favorit kami" ucap suara dari sosok yang mengerikan tinggi besar dan hitamDEvan, Angga dan Devi tidak dapat bersuara mereka sangat ketakutan"Apakah kalian akan terus mengerjakan syuting ini?" ucap suara bayangan berambut panjang menjuntai sampai ke bawah dengan satu mata"Kalian tahu, apa yang kalian lakukan itu sangat bagus, membuat kami sangat senang" ucap suara mahluk jelek berwarna hijau tertutup lendir yang sangat banyak"kamilah fans kalian" ucap Mahluk dengan kain kafan terikat di kepalanya"Kamilah yang menonton kalian" ucap sosok menyeramkan berbadan bulat kecil dan mata menjuntai sampai ke bawah."Maksud kalian?" tanya Angga kaget"Kamilah fans kalian" ucap mereka bersamaan dan mulai mendekati ke arah Devan dan teman-temannya bersamaan"Apa.. apa yang harus kita lakukan Van" ucap Devi gemetaran"Gue.. gue ga ngerti" ucap Devan"Guys kita lari sekarang" ucap Angga melihat situasi seperti iniDan akhirnya mereka berlari sekencang-kencangnya dan mereka meninggalkan bayangan hitam itu disanaSetelah kejadian mengerikan kemarin, tiba-tiba Angga melihat Chanel Devan saat ini"Guys sini deh kalian gak akan percaya" ucap Angga"Kenapa" ucap Devan dan Devi bersamaan dan mendekat kepada AnggaDan mereka melihat subscriber mereka ternyata semua yang komen di chanel mereka idnya adalah Pocong, Tuyul, Kuntilanak, Genderuwo, zombie, drakula, dan mereka semua adalah dari dunia lain, dan setelah mereka melihat periksa rekening mereka di bank sama sekali nol mereka tidak mendapatkan apa-apa dan tidak memiliki hasil dari Chanel Devan tersebut.
HOROR SELENDANG WARISAN
Pagi ini Dera sedang mengunjungi rumah bibi Dera di daerah Bogor, kebetulan Dera sedang libur kuliahnya, dia mengajak adiknya Lea untuk main ke rumah Bibi Ane sudah lama mereka tidak kesini, kebetulan rumah Bi Ane di daerah puncak sangat sejuk dan bisa dijadikan tempat liburan yang menyenangkan.Baru saja mereka sampai Bi Ane sangat menyambut kehadiran mereka, ditambah anak-anak Bi Ane sudah banyak yang berkeluarga jadi Bi ane hanya tinggal dengan Mang Asep saja suaminya."Bagaimana kabar mamah kalian?" tanya Bi Ane"Alhamdulillah baik Bi, dia juga titip salam buat Bi Ane sama Mang Asep" jawab Dera sambil makan rengginang yang ada di meja"Alhamdulillah senang mendengarnya, mudah-mudahan lebaran tahun ini semua bisa berkumpul ya disini" ucap Bi Dera"Iya Bi, mama sekarang lagi banyak kerjaan dinas di luar kota" ucap Lea"Iya mamah dan papah mu memang hebat karir mereka sukses, tidak seperti bibi dan mamang yang hanya bisa berkebun saja disini" ucap Bi Ane merendah"Disini sangat nyaman bi, hiduppun lebih tenang" jawab Dera sambil mencivipi serabi buatan bibi"Kalian nanti kalau mau jalan biar mang Asep saja mengantar kalian" ucap Bi Ane"Iya Bi, beres itu mah, Bi ada singkong rebus tidak?" tanya Dera yang ternyata perutnya masih laparBi Ane dan Mang Asep tertawa melihat kelakuan DeraSore itu Dera dan Lea diajak Mang Asep ke Curug yang dekat dengan lokasi rumah Bi Ane, pemandangannya sungguh indah dan sangat menyejukkan mata, belum lagi daerahnya masih asri belum terkontaminasi, masih sangat hijau dan suasana sejuk sangat terasa.Karena sudah hampir malam Mang Asep mengajak mereka kembali ke rumah"Aduh kang, kenapa baru ajak anak-anak pulang, saya khawatir kalau keburu gelap tadi" ucap Bi ane khawatir"Iya, anak-anak pada betah dan gak mau pulang" ucap Mang Asep yang sudah membujuk mereka"Bagus sekali Bi Ane pemandangannnya, aku sangat suka besok mau kesana lagi" ucap Dera"Iya Bi indah banget" ucap Lea"Iya memang bagus, tapi disana pantangannya ga boleh lewat maghrib, kalau tidak kalian bisa dibawa kedunia lain" ucap Bi Ane"Masa sih bi, itu cuma dongeng aja kali bi, kan memang kalau orang dulu selalu bilang ga boleh keluar maghrib" ucap Lea"Hushh jangan bicara kaya begitu, pamali kalau disini" ucap Bi Ane mengingatkan"Bi itu selendang warnanya bagus banget" ucap Dera menunjuk selendang merah di gantung di kursi"Itu selendang peninggalan nenek Dera mau?" tanya Bi Ane"Mau Bi, aku suka banget" jawab Dera"aku mana bi?"tanya Lea ga mau kalah"Lea ini saja selendang bibi" lalu diberikannya selendag hijau dengan motif bunga"Makasih ya bi" ucap mereka bersamaan"Iya sama-sama apa sih yang nggak buat keponakan bibi" ucap Bi Ane sambil tersenyumKeesokan harinya setelah ke puncak dan ke wisata Teh, mereka kembali minta diajak ke Curug kemarin dan memang sampai disana sudah jam 4 sore."Jangan lama-lama ya neng" ucap Mang Asep"Iya Mang, cuma sebentar kok" ucap Dera"Mang Dera mau lihat kesana dulu ya, siapa tahu ada yang bagus buat difoto" ucap Dera"Mang Asep temenin ya Dera" ucap Mang Asep"Ga usah mang" ucap Dera"Aku capek Der, aku disini saja ya sama mang Asep" ucap Lea"Iya, aku gak akan jauh-jauh kok" ucap DeraLalu Dera berjalan ke dalam kebun kecil disamping air terjun, Dera melihat ada kebun bunga yang sangat bagus, disana dia melihat ada spot yang indah untuk difoto dan Dera mengeluarkan selendang merahnya untuk menambah kesan pada fotonya nanti, dan Dera mulai melakukan selfie-selfie, entah karena asyiknya Dera tidak merasa kalau hari sudah senja dan sudah mulai gelap, Dera berusaha untuk kembali ke Mang Asep, tapi entah mengapa dia seperti berputar-putar dan hari akhirnya gelap, Dera mulai ketakutan, dia ingat perkataan Bi Ane, bahwa tidak boleh berada saat gelap didaerah ini, Dera mulai berteriak memanggil Mang Asep dan Lea."Mang Asep" Teriak Deratapi suasana sangat hening, bahkan tidak ada suara binatang yang terdengar, tiba-tiba ada hembusan angin yang cukup kencang, dan selendang Dera menutupi wajah Dera, saat Selendang Dera menutupi wajahnya, mata Dera melihat ramai sekali orang didepannya, bahkan dia melihat ada dimana-mana, tetapi wajah mereka sangat menyeramkan, dan mereka seperti cerita-cerita yang Dera lihat di televisi, ada yang seperti pocong, ada yang seperti kuntilanak, genderuwo, buru-buru Dera melepaskan selendangnya, dan keadaan kembali normal, tidak ada apa-apa disini, lalu Dera memakai kembali lagi selendangnya dan kembali semua wajah itu muncul bahkan tambah banyak, Dera lepas lagi dan kembali sepi, selendang ini sangat aneh fikir Dera.Dera akhirnya pasrah setelah lelah berjalan, dia memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon besar, ketakutan dia luar biasa melihat kejadian yang dialaminya, sepertinya tempat ini adalah tempat untuk mahluk lain yang berada di dunia gaib.Tiba-tiba angin kencang membuat selendang menutupi wajahnya, saat selendang itu ada di wajahnya dia melihat sosok nenek-nenek didepan wajahnya dan tangannya meminta Dera untuk mengikutinya. Entah mengapa wajah itu seperti dikenal Dera, dan Dera mulai mengikutinya, saat mengikuti nenek-nenek itu banyak mahluk yang ingin menggapai Dera, tetapi nenek tadi memelototi mereka, dan merka tidak berani mendekati Dera."Nek kita mau kemana?" tanay DeraNenek hanya melihat tapi tidak menjawab sama sekali, sampai akhirnya Nenek itu membawa Dera ke tempat cahaya terang, ada ketakutan pada diri Dera, tempat apakah itu? apakah dia harus mengkuti nenek tua itu atau dia tetap memeilih di tempat ini, saat sudah sampai ke titik cahaya, nenek itu melambai ke Dera meminta Dera cepat pergi kesana.Saat Dera ragu dia melihat ke belakang dan disana dia melihat banyak sosok yang menyeramkan mulai menuju ke arahnya, dan dia melihat ke nenek tadi, dan dia memutuskan untuk pergi ke cahaya tadi."Deraaaaaaaaa" teriak Lea"Alhamdulillah Dera kamu ketemu" ucap Mang AsepSaat Dera membuka matanya, sudah ada Lea, Mang Asep dan beberap abapak-bapak tidak dikenalnya"Aduh Dera, kamu bikin kami khawatir, kan tadi Mamang sudah bilang jangan lama-lama dan jangan jauh-jauh" ucap Mang AsepSetelah Dera beristirahat sebentar dan minum minuman hangat yang diberikan oleh Lea, akhirnya Dera dibawa kembali pulang, saat diperjalanan menuju ke mobil tiba-tiba angin meniup knecang dan membuat selendang menutupi wajah Dera, Dera melihat wajah nenek itu sedang tersenyum melihat Dera telah menemukan kembali keluarganya.Saat sampai dirumah Bi Ane memberikan wejangan kepada Dera karena rasa khawatirnya tadi, tapi ternyata Dera tidak fokus dan melihat satu foto di dinding dengan wajah yang dikenalnya."Ini siapa Bi?" tanya Dera"Itu nenek kamu Dera, dia meninggal pas kamu baru berusia dua tahun" ucap Bi Ane"Dia yang selamatin aku Bi Ane, dia yang menunjukkan jalan aku pulang" ucap Dera"Nenek?" tanya Bi AneLalu Dera menceritakan semuanya ke Bi Ane ada rasa bingung, takut dan senang karena yakin nenek akan selalu menjaga anak cucunya.
HOROR KOTA MATI
Isabel hari ini sedang menyiapkan semua pakaiannya untuk pergi ke rumah neneknya di Malang, Akomodasi tiket sudah disiapkan untuk perjalanannya kali ini, karena dia hanya berdua saja dengan Rai teman sekosnya, mereka merencanakan liburan kali ini harus berpetualang ke tempat kelahirannya di Malang.Satu Jam Isabel menunggu tetapi Rai masih belum datang, akhirnya Isabel memutuskan untuk naik bus berikutnya kali ini, kalau tidak dia bisa ketinggalan kereta api, hampir saja Isabel mengangkat kakinya, tiba-tiba terdengar suara Rai"Isabel tunggu... tunggu..." ucap Rai ternegah engah"Aduh Rai, untung saja hampir saja terlambat sedetik lagi" ucap Isabel geram dengan kebiasaan Rai yang jam karet"Maaf Bel aku kesiangan" ucap Rai"Terus kalau kamu ga jadi ikut, aku sendirian kenapa coba ga pasang alarm saja" ucap Isabel kesal"Iya maaf... maaf..." ucap Rai"Sudah sekarang kita fokus ke perjalanan kita saja, kamu gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Isabel"Sepertinya gak kok, aku sudah siapin sejak malam" jawab Rai bersemangatAkhirnya mereka berdua sampai di stasiun, tidak berapa lama kereta yang mereka naiki sudah tiba"Wah pas sekali, coba kalau aku masih nungguin kamu, bisa gak jadi pergi kita kali ini" ucap Isabel menyindir Rai"Kenapa sih masih bahas itu aja, yang penting kan kita sudah naik kereta tepat waktunya" ucap Rai bernada cuek"Rumah nenek ku itu masih Asri banget Rai, rumahnya ada di tengah hutan Pinus, yang pemandangannya sangat indah saat siang, tetapi cukup mengerikan kalau kamu berjalan sendirian malam hari" cerita Isabel"Serius Rai, terus kita kesananya naik apa?" tanya Rai"Naik angkot sampai depan taman kota, terus kita lanjutkan naik ojeg sampai di pintu pegunungannya" ucap Isabel"Langsung sampai dirumah nenekmu?" tanya Rai"Ya belum lah masih jauh lagi jadi kita nanti jalan kaki masuk ke hutan pibus, kira-kira sampai sorelah kita di rumah nenek ku Rai" ucap Isabel"wah benar-benar berpetualang banget ya Rai, tapi kamu gak mungkin nyasar kan?" tanya Rai"Ya gak mungkinlah itukan kampung halaman nenekku" ucap Isabel sombongLalu mereka kan mulai menaiki angkot menuju ke tempat yang dituju, tidak terasa hari sudah mulai sore saat mereka tiba, jalanan sangat macet kondisinya, dan mereka sudah mulai keringatan saat sampai di angkot tersebut, lalu tibalah mereka dipangkalan ojek, Isabel dan Rai harus naik ojeg yang berbeda, menuju pintu gunung pinus yang dituju."Isabel jangan buru-buru bilangin tukang ojeknya, aku takut nyasar" ujar Rai"Iya bawel, aku kan sudah bilang ke tukang ojek kamu berhenti di pintu gunung pinusnya" ucap IsabelSekitar 30 menit lewat jalan rusak dan berkelok-kelok, akhirnya samapi juga mereka berdua di pintu gunung pinus tersebut"nenek kamu gak takut tinggal di Gunung bel?" tanya Rai penasaran setelah melihat lokasi yang sangat jauh dari perkotaan"Gak lah Rai, kalau kamu sampai juga kamu pasti akan sangat senang dengan pemandangannya sangat damai sekali" ucap Isabel bersemangat mengingat rumah neneknya yang sangat dirindukannya"Terus besok kita kemana?" tanya Rai"Besok kita baru jalan jalan ke Bromo, ke kota Malangnya sekalian kita wisata kuliner" ucap Isabel"Baik lah siap, sekarang kita istirahat dulu di rumah nenekmu kan?" tanya Rai"Iya dong, aku kan kangen sama nenekku" ucap Isabelmereka melanjutkan perjalanannya, tidak terasa hari mulai malam, dan sepertinya suasana mulai terasa mencekam, bahkan Isabel mulai merasa ragu dengan jalan yang ditapakinya, beberapa kali Isabel menelepon nenek, tidak ada sinyal yang didapatnya."Bel, kok belum sampai aku sudah capek, dan sepertinya kita sudah berjalan jauh sekali" ucap Rai"Iya tapi aku yakin ini jalannya Rai, sabar ya" ucap Isabel menenangkanHampir jam tujuh malam jam ISabel menunjukkan mereka sudah berjalan selama tiga jam lebih, dan biasanya untuk mencapai rumah nenek hanya sekitar satu setengah jam saja."Maaf ya Rai sepertinya aku benar-benar kehilangan jejak, kita tersasar" ucap Isabel jujur ditengah-tengah hutan pinus"Isabel kok bisa? terus suasananya seram banget lagi, terus kita bagaimana?" ucap Rai panik"Kita menginap disini dulu ya sampai besok pagi, aku tidak berani jalan lebih jauh lagi" ucap Isabel sambil memandangi sekeliling tetapi tiba-tiba secercah harapan datang, didepan mereka terlihat ada pemukiman yang terang dengan banyak cahaya lampu"Rai lihat" ucap Isabel"Apa bel?" jawab Rai lelah"itu ada pemukiman, mungkin malam ini kita kan menginap disana dulu" ucap Isabel"Baiklah terserah kamu saja" ucap Rai pasrahMereka berjalan masuk ke gerbang kota sekelilingnya masih terlihat ramai orang berlalu lalang"Maaf pak, boleh kami numpang menginap disini?" tanya ISabel kepada seorang bapak tua yang berjalan didepannyaBapak tadi hanya melihat saja tanpa menjawab pertanyaan Isabel, tetapi tangannya meminta mereka berdua untuk mengikutinyaBerjalan sebentar, akhirnya Isabel dan Rai sampai ke rumah gaya klasik jawa, mereka masuk kedalam ruangan yang gelap hanya ditemani lampu lilin saja."Terimakasih ya pak, kami sudah boleh menginap disini" ucap Isabel melihat kebaikan bapak tua tadi kepada merekatapi seperti biasa bapak tua itu hanya tersenyum saja dan tidak berbicara sama sekali"Tidak menyangka ya di tengah hutan begini ada kota juga ya Bel" ucap Rai"Iya Rai, tapi anehnya setiap aku kesini aku belum pernah melihat kota ini" ucap ISabel bingung"Tapi tidak apa-apa deh ini saja sudah lumayan, daripada kita menginap di hutan sendirian" ucap RaiSetelah masuk kekamar kecil yang ditunjukan oleh si Bapak tua tadi Isabel dan Rai menaruh tas yang dibawa mereka, mereka sudah bersiap-siap untuk tidur karena rasa lelah yang dijalani hari ini.Baru saja Rai dan ISabel mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara ramai banyak sekali orang didepan rumah, mereka mengintip dari jendela kamarAda Api Unggun besar, dikelilingi hampir semua warga, sepertinya ada upacara yang berlangsung dan mereka terlihat sangat gembira, si Bapak TUa tadi juga terlihat seperti memimpin upacara.Isabel dan Rai hanya melihat satu sama lain"Rai aku sudah ngantuk tidur saja yuk, biarin saja mereka sedang upacara" ucap Isabel"Iya Bel, aku juga tidak mau melihat acara itu, mending aku tidur saja"Dan akhirnya mereka terlelapIsabel tersentak terbangun merasa ada yang aneh dia membuka matanya, ternyata Dia dan Rai sudah diikat di papan kayu dekat api unggun."Loh kok kami dibawa kesini?" tanya Isabel "Rai.. bangun.. Rai bangun" teriak ISabel kepada RaiTetapi itulah Rai dia adalah anak yang pelor, tidak mudah untuk dibangunkan, sangat tidak mungkin untuk Rai bangun mendengar suara yang ramai seperti ini.Bapak tua tadi hanya melihat ISabel sambil tersenyum dan melanjutkan upacara nya kali ini.Isabel merasa ada sesuatu yang tidak beres, dia merasa semua warga disini memiliki wajah yang pucat dan sangat kaku, bahkan banyak beberapa wajah yang memiliki wajah yang cacat seperti luka bakar, dan penuh darah."Tolong....tolong..... " teriak Isabel tetapi sepertinya saat ini tidak akan ada seorangpun yang akan menolongnya.Tiba-tiba warga membawa papan kayu Isabel dan Rai ke tengah-tengah api unggun"Tidaaakkkkkk.... tolong.... tolong kasihani kami" teriak Isabeldan mereka masuk kedalam api unggun Isabel berteriak sekencang mungkin"Tolongggggggggggggggggggggggg nenekkkkkk" teriak ISabelTIba-tiba Isabel melihat semua warga dan bapak tua tadi menghilang yang ada hanya hutan pinus kosong dengan banyak reruntuhan rumah dan kuburan yang ada didalam hutan pinus tadi"Rai... bangun... Rai" teriak Isabelmatahari sudah mulai terbit, dan Suasana menjadi lebih terang"Kenapa sih Bel? kamu teriak teriak gitu, pusing tau aku mendengarnya" ucap Rai sambil membuka matanya"Syukurlah kamu akhirnya bangun juga Rai" sapa Isabel lega"Kok kita ada di sini? rumah bapak tua tadi mana? dan kenapa kita tidur ditanah seperti ini?" banyak pertanyaan yang diajukan Rai"Nanti aku ceritakan, sekarang kita harus ke rumah nenek dulu" jawab Isabel"iya" ucap RaiSetelah 30 menit mereka berjalan akhirnya mereka berdua menemukan rumah nenek Isabel, dan sampai disana akhirnya Isabel menceritakan semua yang terjadi kepada nenek, dan Rai sangat ketakutan ketika mendengarnya."Iya dulu ada perkotaan di gunung ini yang dijadikan perumahan seperti vila, dan banyak yang sudah menghuni dan tinggal disana, tetapi pada suatu malam terjadi kebakaran yang sangat hebat semua vila disana terbakar habis dan semua penduduk disana meninggal semua" cerita nenek"Ya ampun, hampir saja kita jadi korban dari warga dikota mati tersebut" ucap Rai dengan nada ketakutandan saat melewati hutan pinus tersebut, tiba-tiba dikejauhan Isabel melihat bapak tua tadi melihatnya dari pohon pinus diatas bukit.
HOROR HANTU TANPA MUKA
James saat ini mulai memasuki koridor loby yang panjang, dia akan memulai hari barunya sebagai staf Akuntan di Bondan Law and Firm, kantornya sangat bonafid terletak di area strategis di wilayah Sudirman, gedung tinggi menjulang sampai 78 lantai, dan James melihat banyak profesional dengan pakaian yang sangat elegan hilir mudik di perkantoran tersebut.Dan James memasuki Lift menuju Lantai 13 kantor barunya berlokasi disana, saat pintu lift terbuka, James melihat koridor sepi lagi yang ada disana, dan James pun berjalan melewati koridor hingga sampai di ruangan dengan pintu bening dan disana sudah ada resepsionis yang menyambut James dengan ramah, dan saat James menunjukkan surat penugasannya, Resepsionis itu mengantarkan James ke ruangan HRD."Silahkan Pak James, ini ruangan Pak Andrew Manager Akuntan disini" ucap Lisa sang Resepsionis"Baik Terimakasih mbak" ucap James sopanPak Andrew menyambut kedatangan James dengan ramah"Silahkan duduk James, selamat saya ucapkan lebih dahulu atas keberhasilan bapak sudah bergabung diperusahaan kami" ucap Pak Andrew"Terima kasih pak, saya harap saya dapat memberi kontribusi yang baik pada perusahaan ini" jawab james"Pasti, saya sangat menyambut kamu dengan baik, karena memang saya kehilangan staf saya beberapa bulan ke belakang dan banyak pekerjaan yang menumpuk dan butuh diselesaikan" ucap Pak Andrew menaruh harapan kepada James untuk membantunya."Baik Pak" ucap james bersemangatDan Pak Andrew mengantrakan James ke ruangannya yang terletak di pojok sudut gedung, sambil memperkenalkan rekan-rekan lainnya.Dan hari itu dilewati James dengan cukup baik, rekan-rekan sekantornya cukup ramah dan banyak membantunya dalam mempelajari ruang kerja barunya. Dan betul kata Pak Andrew James harus sudah siap dengan banyaknya laporan yang belum terselesaikan.Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 5 sore, semua karyawan bersiap-siap untuk pulang, dan James masih melihat banyaknya kertas yang menumpuk di mejanya sehingga dia urungkan untuk pulang tepat waktu seperti mereka."james ayu pulang" sapa Mira rekan kerjanya yang duduk di seberang James"Nanti saja Mir, sebentar lagi aku selesaikan pekerjaan hari ini dulu" ucap James sambil tersenyum"Santai sajalah hari ini hari pertama kamu, jangan terlalu keras" ucap Mira menghampiri James"Iya mir tidak apa-apa kok" jawab James sambil tersenyum lagi"James, kamu masih baru, kamu belum tahu ada apa saja dikantor ini, sebaiknya kamu pulang jangan terlalu malam nanti" ucap Mira dengan nada khawatir"Baik Mir, aku usahakan sebelum gelap aku sudah pulang" ucap James bersemangatEntah mengapa hampir semua rekan-rekan James menatap James aneh dan mendekati Mira dan mereka sepertinya membicarakan James kepada rekan lainnya."Apakah aku terlalu bekerja keras, mungkin aku terlalu terlihat aneh saat ini" fikir James"Hai James" sapa Pak Andrew"Iya pak" jawan James"Aku lihat kamu sangat bersemangat, aku senang sekali dengan energi baru seperti kamu" ucap Pak Andrew"Iya pak, emang benar kata Bapak banyak sekali pekerjaan yang tertumpuk" ucap James"Semangat kamu James aku sangat menyukainya, lanjutkan ya, tapi hari ini aku sangat tidak fit jadi aku harus pulang sekarang" ucap Pak Andrew"Baik pak hati-hati" ucap James"Justru kamu yang harus hati-hati" ucap Pak Andew dengan nada misterius"Baik pak" entah mengapa sepertinya kata-kata hati-hati itu menjadi nada yang ditekankan oleh Pak AndrewWaktu sudah menunujukkan jam 9 malam, sebentar lagi laporan tersebut akan selesai.Tiba-tiba mesin fotokopi menyala sendiridan ruangan Pak Andrew nyala tiba-tiba, James merasa ada yang tidak beres disini, dia mulai berjalan ke arah koridor dan melewati ruangan ke arah mesin foto kopi.Dan tiba-tiba dia melihat di tempat mesin foto kopi ada seorang gadis sedang mengahadap mesin foto kopi, James lega berrarti dia tidak sendiri di ruangan ini, dan masih memiliki teman, dan James menghampirinya."Mbak, maaf kamu lembur juga ya?" tanya JamesTiba-tiba gadis itu menghadap ke arah James dan yang membuat James kaget adalah gadis itu tidak memiliki muka smeua polos.James langsung lari ke arah ruangannya, badannya sangat gemetar dan keringat dingin pun mengucur, dan James mengambil tasnya dan lari ke arah pintu, dan menuju liftnya.Tiba-tiba gadis tanpa muka itu sudah ada didalam lift saat pintu lift terbuka"Kamu... mau apa?" tanya JamesGadis itu hanya diam menatap James dan tiba-tiba tubuh James tertarik untuk masuk kedalam Lift"Tolong jangan ganggu aku" ucap James ketakutanDan gadis itu membuat lift terasa sangat ringan dan membawa James kembali ke ruangannya dengan gadis itu, James melihat ada gadis yang berpakaian sama sedang memfoto kopi tapi gadis ini memiliki wajah yang cantik, dia hanya seorang diri sepertinya teman yang lain sudah pulang.Tiba-tiba ada empat orang mendekati dia diantaranya Mira"Bela, kamu itu selalu cari muka sama atasan dengan lembur seperti ini, kamu tahu gara-gara kamu sekarang kami tidak bisa pulang tepat waktu" ucap Mira"Tapi aku hanya ingin menyelesaikan tugasku" ucap Bela dengan wajah ketakutan"Tidak apa-apa kalau itu tidak merugikan kita, tapi kelakuan kamu itu membuat kita semua sekarang harus ikut lembur seperti kamu" ucap Roy laki-laki dengan tubuh gempal"Lalu kenapa kalian menyalahkan aku?" tanya Bela"memang ini semua salahmu" ucap mereka beramai-ramai, dan tanpa sadar Mira membenturkan wajah Bela ke mesin foto kopi sampai Bela tidak sadarkan diri"Bagaimana ini" tanya Mira"Kalau dia lapor Pak Andrew kita pasti dikeluarkan" ucap Roykita bersihkan darahnya, dan kita harus membawa dia ke tempat lain, dan mereka segera ergi membawa Bela ke taman belakang gedung, dan dengan teganya mereka memukul wajah Bela sampai wajah Bela hancur dan Bela tidak bernafas lagi.mereka menguburkan Bela di taman belakang itu, dan sampai saat ini tidak ada yang tahu apa yang diperbuat oleh mereka."Hai James, kamu pulang jam berapa tadi malam?" tanya Mira ke James pagi iniJames melihat Mira ketakutan "Aku... aku hanya sampai sore saja kok mbak Mira" ucap James gugup"Oh baiklah bagus, awas saja" ucap Mira tidak menyelesaikan kalimatnya seperti ada nada ancamanSeharian ini James tidak tenang mengetahui dia bekerja dengan rekan-rekan yang telah membunuh Bela karena kesalah pahaman.Ada niat James untuk memberitahu Pak Andrew tentang masalah ini, saat James berjalan ke ruangan Pak Andrew tiba-tiba dia melihat Mira ada disana"Dia berbohong sayang, pasti dia juga karyawan yang cari muka, masa dia bilang dia pulang sore padahal di CCTV dia pulang hampir jam sembilan malam" ucap Mira"Jangan sampai bos besar tahu tentang hal ini" ucap Pak Andrew"Lalu bagaimana jika kita berbuat hal yang sama seperti kepada Bella kalau dia macam-macam" ucap Pak Andrew"Coba kita lihat malam ini" ucap MiraTiba-tiba James shock mendengar apa saja yang baru saja dibicarakanDia berjalan kembali ke mejanya, dan disitu dia melihat kertas sudah bertumpuk kembali di mejanya dengan note : besok di kumpulkanJames kehilangan akalnya bagaimana bisa Pak Andrew terlibat hal seperti iniWaktu sudah menunjukkan jam 5 sore, semua rekan - rekan pamit dan James mulai ditinggalkan sendirian, keringat bulir James mengucur deras, tapi dia mengalihkan semua ketakutan kepada pekerjaannya.Dan kejadian itu terulang, mesin foto kopi yang menyala sendiri, dan juga lampu ruangan pak Andrew yang berkedap -kedip, James mulai membayangkan Bela ada di mesin foto kopitetapi tiba-tiba lampu gelap gulita, semua mati total tidak ada yang menyalaAda seberkas cahaya terlihat, seperti sinar dari handphone"Siapa... siapa kamu?" tanya JamesAda dua orang bertopeng mendatanginya, "James kami sangat benci dengan orang yang cari muka" ucap suara wanita yang dikenalnya seperti suara Mira"Aku tidak cari muka, tapi aku hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan ku" ucap James"Dasar orang-orang seperti kamulah yang membuat karir saya tidak bisa naik, hanya diam ditempat saja" ucap suara laki-laki yang James kenal suara Pak ANdrewTapi tiba-tiba listrik menyala, pak Andrew dan Mira sangat kaget, ternyata mereka membawa senjata tajam ditangannyaDan tiba-tiba Mira terpental jauh ke sudutPak Andrew sangat kaget dibuatnya"Kamu... kamu bagaimana kamu ada disini" ucap Pak AndrewDan disitulah James melihat Bela di Hantu tanpa muka ada disana"Kalian memang orang jahat" ucap Bela dengan wajah amarah yang membabi butaPak Andrew pun terlempar jauh ke sudut ruangan"Ampun Bela" ucap Mira"Kami tidak bermaksud seperti itu" ucap MiraTetapi Bela semakin menjadi murka "Kalian harus bertanggung jawab, muka kalian harus sebagai ganti untuk mukaku""Jangan Bela, Jangan tolong jangan kamu balas dendam kepada kami" ucap Mira bersuara ketakutanDan tiba- tiba mereka berdua terlempar ke jendela dan jatuh ke lobi bawah gedung.James sangat kaget dan ketakutan melihat kejadian tersebut, dia benar - benar tidak bia menggerakkan tubuhnya, sehingga datang security kantor yang menghampirinya, dan setelah itu James menjadi saksi kepada polisi atas apa yang terjadi hari itu.Saat semua polisi sudah menginterogasi JAmes, James pun keluar dan menuju koridor kantornya dan menuju lift, dan ternyata di dalam lift, ada HAntu bela tapi kali ini dia sudah memiliki wajah Mira.
HOROR SHIFT TIGA (HANTU PIETRA)
Beberapa hari yang lalu Diego mengambil cuti dikantornya untuk pergi bersama keluarga keluar kota, dan hari ini Diego baru masuk kembali kekantor, seperti biasa suasana kantor sudah mulai sepi saat Diego datang, Diego langsung masuk ke ruang Call Centre dan melakukan aktivitas seperti biasa, abesen dan log in ke semua sistem, dan sepertinya ada sesuatu yang aneh suasana sangat sepi, bahkan beberapa menit ini Diego menunggu sahabatnya Pieter seperti biasa untuk menemaninya tapi Pieter seolah-olah lenyap tidak datang sampai saat ini.Satu jam berlalu, Pieter belum datang juga, Diego jadi merasa gelisah seperti ada yang kurang dalam shift tiga kali ini, Diego mencari Pieter ke Pantry dan juga ruangan yang lainnya."Apakah Pieter marah padaku karena aku cuti beberapa hari ini??" fikir DiegoDan jam - jam pun berlalu sampai waktu menunjukkan jam sepuluh malam, dan Diego semakin gelisah, beberapa telepon nrmal pun banyak yang masuk untuk menanyakan masalah teknis yang mereka hadapi.Hari ini sangat aneh bagi Diego, semua terasa sangat NORMAL, dan hal ini sangat membuat Diego malah menjadi resah, mana hantu-hantu yang sering mengunjunginya, bersamanya saat menjalani shift tiga, apakah semua sudah menjadi biasa, apakah cuti kemarin berdampak pada kebiasaan yang dijalaninya dikantor ini.Jam pun menunjukkan jam dua belas, Diego hampir saja tertidur karena dia sangat lelah menunggu Pieter yang tidak datang-datang, sampai dia merasakan ada orang yang berdiri didekat dirinya."Kamu siapa?"Tanya DiegoLaki-laki berwajah Indo berkulit putih dan sangat pucat itu hanya melihat Diego dan memandangnya tanpa bersuara sedikit pun."Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Diego sekali lagiDan masih wajah yang sama hanya memandanginya saja tidak bersuara sama sekali"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Diego "Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Diego"Aku sudah melenyapkan Pieter" jawabnya datar"Apa maksudmu?" tanya Diego kaget"Aku suda melenyapkan semua hantu-hantu disini, sekarang akulah penguasa disini" ucapnya"Apa maksudmu, kenapa kau melenyapkan Pieter, dia penjaga dikantor ini" ucap Diego tidak terimaTiba-tiba hantu laki-laki itu menerbangkan semua berkas yang ada di meja Diego"Kamu harus pergi dari sini" ucap hantu tersebut"Aku tidak akan pergi aku bekerja di tempat ini, dan aku tidak takut kepadamu" ucap Diego"Apakah kamu mau melawanku" tanya Hantu itu kepada Diego"Aku tidak takut kepadamu" ucap Diego sekali lagiKali ini semua kursi bergerak ke sana kemari, membuat Diego menutup matanya, sepertinya kali ini hantu itu serius untuk mengusir Diego dari kantornya.Diego membacakan semua hafalan surat yang diingatnya, dia menutup matanya berusaha tidak menatap mata hantu tersebut.Dan Hantu tersebut mulai mendekati Diego, dan mulai mencekik leher Diego."Kamu akan menjadi tumbalku, pengikutku" ucap Hantu tersebut terus menekan Diego"Diego hampir tidak kuat untuk menahannya, dia sangat sulit untuk melepaskan tangan Hnatu tersebut dari lehernya, sepertinya kali ini Hantu itu dapat menguasai tubuhnya, tiba-tiba angin kencang masuk ke dalam ruangan, berputar semakin kencang.Sampai akhirnya Diego melihat Pieter melempar hantu itu menjauh darinya"Jangan pernah kau sakiti dia Pietra" ucap Pieter"Mengapa kau menolongnya, dia bukan golongan kita" Ucap Hantu Pietra sangat marah kepad Pieter"Dia tidak bersalah, dan dia banyak membantu hantu gentayangan seperti kita" ucap Pieter"Tapi kita harus mengajaknya ke dunia kita" Ucap Hantu Pietra dengan nada sangat kencang dan marah"Belum waktunya dia didunia kita" ucap PIeter sekali lagiDan ternyata Pietra mulai mendekati Pieter dan ingin mencekiknya, dan Pieter melawannya, sekilas yang terjadi seperti kilatan-kilatan cahaya yang ada, mereka bergerak sangat cepat, dan hampir tidak terlihat, sampai akhirnya Diego melihat bahwa Cahaya besar itu terjadi, dan dia melihat Pieter dan Pietra terlampar saling menjauhi, dan akhirnya Pietra seperti menghilang.Diego lega ternyata Pieter menghampirinya"Siapa dia?" tanya Diego"Dia adalah Pietra hantu belanda, penghuni Kantor perpusatakaan di belakang, dai berusaha untuk menguasai ruangan ini" ucap Pieter"Mengapa kau menghilang tadi?" tanya Pieter"Aku menyelamatkan hantu-hantu lainnya yang hampir disakiti oleh Pietra untuk menjadi pengikutnya" ucapnya"Untung kau datang tepat waktunya menyelamatkan aku" ucap Diego"Pietra adalah hantu yang jahat, dia adalah penjahat yang mati penasaran pada zamannya dikarenakan hukuman gantung yang diterimanya karena semua kejahatannya" ungkap Pieter"Dan saat menjadi hantupun Pietra tetap menjadi hantu yang jahat" tanya Diego"Iya, dia sangat benci jika ada hantu penasaran kembali menjadi tenang" ungkap PieterDisaat itu Diego tersenyum bahagia, bukan hanya Pieter menyelamatkan dari Hantu jahat seperti Pietra tetapi karena Diego tahu Pieter akan selalu menemani dan menjaganya di Shift Tiga ini.
HOROR RUMAH WARISAN
Dela hari ini berencana pulang cepat dari kantornya, dikarenakan hari ini dia dan tiga kakak lainnya akan berpergian ke Bandung, baru saja sebulan yang lalu Mamah dan Papah Dela meninggal karena kecelakaan mobil yang dikendarai mereka saat ingin berlibur ke luar kota.Duka yang mendalam masih sangat terasa di keluarga Dela, sampai Pak Habib kemarin datang ke rumah, dan memberitahu bahwa ada wasiat dari kedua orang tua mereka jika mereka meninggal dunia."Jadi saya awali terlebih dahulu dengan ucapan belasungkawa sebesar-besarnya untuk kalian" ucap Pak Habib"Iya pak Terimakasih" ucap Kakak Dela Rio"Ada apa ya pak, sampai bapak malam-malam kemari?" tanya Kak Shinta Kakak Dela yang tertua"Jadi begini, saya dan papah kalian sudah berteman lama sekali, kebetulan om ini kan pengacara, papah dan mamah kalian sudah memikirkan keadaan kalian saat kalian masih kecil, dengan membuat surat wasiat untuk kalian, ada beberapa asset yang dimiiliki Bapak dan Ibu kalian, dan saya akan membacakannya saat ini"Hampir semua yang dibacakan oleh Pak Habib kami semua mengetahui aset yang dimiliki oleh orang tua kami, tapi ada satu wasiat yang sama sekali kami tidak mengetahui."Bapak dan Ibu kalian memiliki rumah dan tanah di Bandung sekitar 2 hektar dan luas rumah 500 meter, dan ini untuk kalian bertiga" ucap Pak Habib"2 hektar?" ucap Rio"rumah 500 meter?" ucap Shinta"Kenapa mamah dan papah gak pernah ajak kita kesana ya?" tanya Dela"Mungkin karena orang tua kalian sangat sibuk, dan tidak sempat kesana" Ucap Pak Habib sambil memberikan sertifikat tanah dan rumah tersebut.Oleh karena itu hari ini kami berencana untuk berangkat kesana, untuk melihat warisan tanah dan rumah yang kami tidak tahu sama sekali, kebetulan besok ada tanggal merah dibarengi dengan hari libur, jadi kami bisa lebih banyak waktu melihat kondisi rumah dan tanah di Bandung.Saat diperjalanan, karena ini sudah mulai malam kami berhenti beberapa kali di rest area untuk beristirahat, dan ternyata daerah tanah yang dimaksud cukup jauh diperkampungan, kami harus bertanya kepada beberapa orang untuk ke tempat itu.Setelah akhirnya kami bertanya, akhirnya tepat pukul 7 pagi kami sampai juga di kampung yang dimaksud, Kampung nyageng Cibeunyit, saat kami memasuki area perkampungan itu suasana perkebunan STrawberry dan area persawahan sangat menyejukkan mata, kami sempat berhenti sebentar di rumah makan sederhana.Sambil memesan beberapa menu Dela bertanya kepada ibu tua yang sudah berwarna abu abu disemua rambutnya."Punten bu? kami sedang cari alamat ini?"tanya Dela sambil memberikan kertas kepada sang ibu"Ini teh masih Satu setengah jam lagi neng, tepatnya diatas bukit itu" ucap sang Ibu"Oh begitu bu, berarti dari sini hanya tinggal mengikuti arah bukit itu?"tanya Rio sambil menunjuk bukit kecil yang terlihat dari arah warung tersebut"Iya pak" ucap sang ibu sambil tersenyum"Makanan yang enak ya kak?" ucap Dela saat di mobil sambil mengelus perutnya"Iya karena semua dipakai dari bahan yang alami, gak kaya di Jakarta udah kebanyakan pengawetnya" jawab Shinta ketus"Menurut kalian, apakah mamah dan papah mungkin sudah lupa dengan rumah dan tanah ini ya? " tanya kak Rio"Masa tanah sebesar itu bisa lupa sih ka?" ucap ShintaDan setelah menempuh satu setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai juga tepat ucapan ibu tadi."Waw... sepi kak" ucap Dela saat turun dari mobilhanya ada area tandus yang luas dan kejauhan ada rumah bertingkat yang terlihat"Itu pasti rumahnya" ucap ShintaDan Rio menyuruh kami semua masuk, dan menuju kerumah tersebutRumah tua dan tidak terurus tetapi kondisi rumah tersebut masih sangat kokoh dan kuatTidak ada satupun orang yang ada disini, sepertinya rumah dan tanah ini sudah sangat lama ditinggalkan"Kakak yakin kita akan menginap disini?" ucap Dela"Tidak apa-apa ini hanya karena kotor saja, karena tidak dibersihkan, kalau sudah rapih dan bersih, akurasa rumah ini akan sangat bagus dan cantik" ucap Shinta bersemangat"Okey, kita lihat ke atas dulu" ucap RioSambil berjalan ke atas dengan suasanan rumah yang tinggi dan besar, banyak ruangan dengan interior antik dan khas eropa terlihat disana, menambah kesan kokoh pada rumah ini."Sayang ya, coba mamah dan papah suruh orang jaga rumah in, pasti kita akan betah main kesini setiap tahunnya" ucap DelaAda empat kamar pada rumah tersebut, akhirnya kami memilih satu-satu kamar yang akan kami tempatiSetelah kami berganti pakaian kami langsung bergotong royong membersihkan rumah tersebut, dan waktu pun berjalan tidak terasa sudah hampir jam 3 sore, yang menyadarkan kami adalah perut kami yang keroncongan."Sudah ya kita istirahat dulu" ucap Kak Rio"Iya kak, aku lapar, kayanya kita harus belanja juga untuk keperluan kita menginap" jawab Shinta"Iya kak, gak terasa udah sore aja" ucap DelaSetelah mereka mandi dan ganti baju, mereka langsung menuju keperkampungan awal untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya"Teteh dan aa sepertinya orang kota? saya baru lihat disini?" ucap Bapak tua pemilik warung"Iya pak, saya lagi nengokin rumah dan tanah saya yang ada di bukit itu" ambil menunjuk ke bukit kecil tadi"Maksudnya rumah tua yang lama tidak dihuni?" ucap Bapak tua tadi kaget"Iya pak, itu warisan orang tua kami" ucap Dela"Kalian akan menginap disana?" tanya Bapak tua tadi"Iya pak""Saya sarankan teteh dan aa menginap dikampung sini saja, biar besok pagi baru kesana lagi, karena rumah itu lama tidak dihuni" ucap Bapak tadi sedikit memaksa"Iya pak, tadi kami sudah bersihkan dan kondisinya sekarang sudah lebih rapih, makanya kami membeli beberapa lampu penerangan juga pak" ucap Shinta"Baiklah teteh dan aa tapi hati - hati ya" ucap Bapak tadi"Hati - Hati kenapa pak?" tanya Rio sambil memakan roti yang ada di tangannya"Banyak cerita hantu tentang rumah itu" jawab Bapak tua tadi"Hantu?" ucap Dela"Iya teh, disana banyak hantunya" kata Bapak tua tadiSetelah selesai membayar semua keperluan yang dibeli , di mobil suasana jadi sedikit aneh"Kak, rumah itu berhantu" ucap Dela membuka pembicaraan"memang kamu percaya sama hantu?" tanya Rio"Kamu tahu gak Del, itu cara orang-orang kampung biar tanah kita ga cepet dijual" ucap kak Shinta ketus"Pantesan mamah dan papah ga mau ajak kita kesini, jangan-jangan mamah dan papah percaya sama kabar angin itu" ucap Shinta"Tapi, kalau memang ada hantunya bagaimana?" tanya Dela"Ya makanya kita bersihkan, kita pakai sholat, kita ngajiin, biar adem rumahnya" ucap RioDela hanya berfikir, apakah dia bisa tidur dirumah itu malam ini.Suasana gelap mulai terasa, kak Rio memasang lampu lentera dibeberapa titik agar rumah menjadi sedikit lebih terang."Kak Shinta, aku tidur sama kakak ya?" ucap Dela"Ya udah, kamu tidur sama kakak saja, daripada kamu ketakutan kaya gitu" ucap ShintaRio sedang asyik main game dan mencharge handphonenyatiba-tiba datang semilir angin kencang, dan memadamkan semua lampu yang Rio nyalakan"Kak Shinta.. kak Rio" teriak Dela"Sabar Del" sebekas sinar putih menyala dari handphone Kak Rio menenangkan hati DelaKak Rio mencoba menyalakan kembali semua lampu yang telah padam"Aneh, padahal pintu dan jendela tertutup tadi" ucap Rio"Tuh kan benar ada hantunya" ucap Dela ketakutan"Angin Del, bukan hantu" jawab Shintatiba - tiba ada suara "Brukkkkk" dari atas seperti ada benda yang jatuh keras ke lantai"Kak... suara pa itu" ucap Dela"Coba kau cek Rio" ucap ShintaBeberapa menit Rio kembali "Tidak ada apa-apa kok"Aneh, kok suaranya kencang beul" fikir Shinta"Tuh kan kak, kita ke kampung dibawah saja yuk, aku ga mau disini" ucap Dela"Inget Del, tujuan kita kesini untuk menajga rumah dan tanah peninggalan warisan orang tua kita, masa baru begini saja kamu sudah nyerah" ucap Shinta marahtiba-tiba ada suara ketukan dipintu"Tok...Tok..." suara cukup kerasRio membuka pintu tersebut, dan melihat ada seorang pemuda desa didepan rumahnya"Maaf nama saya Derajat, saya disuruh Bapak Haji buat temenin kalian disini" ucapnya"Pak Haji?" tanya Rio bingung"Iya, yang punya warung dikampung bawah" ucapnya"Oh iya, silahkan masuk" jawab RioPemuda itu cukup tampan, dengan pakaian sederhana baju kok dan sarung dia duduk ditengah-tengah kakak Rio, Shinta dan Dela."Jadi maksud pak haji mengirim kamu kesini apa ya?" tanya Shinta"Kata pak Haji untuk menjaga kalian saja, khawatir kalau ada apa-apa" ucapnya"Alhamdulillah" ucap Dela"Tadi Nama kamu siapa?" tanya Shinta"Nama saya Derajat teh" jawabnyaDan kini mereka semua berada di ruang tamuDan benar saja ternyata semakin banyak kejadian aneh, mulai dari barang-barang yang melayang dan terjatuh, bayangan wanita setengah baya di balik jendela, dan juga suara anak-anak berlarian di lantai atas, bahkan saat ini mereka semua tidak ada yang berani beranjak ke kamar masing-masingmulut Derajat komat kamit, dan matanya terpejam seolah dia sedang membacakan sesuatu, dan setelah Derajat membacakan memang hantu-hantu tadi akan berhenti, tetapi tidak berapa lama akan muncul lagi, dan bayang-bayang itu semakin banyak terdengar dari luar pintu."Kak... ada yang mau buka pintu, bagaimana ini?" tanya Dela"tenang saja kak, sebentar lagi subuh, mereka akan pergi dengan sendirinya" ucap DerajatDengan perasaan sangat ketakutan, suara-suara yang berada di luar, akhirnya kumandang azan subuh terdengar senyap senyap, dan matahari mulai terbit memancarkan cahayanya"Alhamdulillah, kak hari ini kita pulang ya" ucap Dela merengek kepada kakak-kakaknya"iya Del, aku juga tidak akan mau datang ke rumah ini lagi" jawab Rio"Pantas saja orang tua kita tidak mau cerita tentang rumah ini kepada kita, mungkin mereka sudah tahu dan tidak ingin kita kenapa-kenapa" jawab Ka ShintaAkhirnya mereka berpamitan kepada Derajat, setelah membereskan semua pakaiannya dan siap-siap menuju ke mobil"Terimakasih ya Derajat atas bantuannya" ucap mereka semua"Iya sama-sama kalian jangan khawatir saya akan menjaga rumah ini seperti rumah saya sendiri" ucapnya"Tidak usah, rumah ini angker, kamu jangan sering-sering kesini" ucap DelaDerajat hanya tersenyum dan itu menjadi perpisahan terakhirnyaSetelah sampai di toko klontong Pak Haji, mereka semua turun untuk berpamitan dan menyampaikan terima kasih karena sudah mengirimkan Derajat ke rumah kemarin"Assalamualaikum" ucap Rio, Dela dan Shinta"waalaikumsalam, Alhamdulillah kalian baik-baik saja" jawab Pak Haji melihat kedatangan mereka "Bagaimana kalian menemui hal aneh-aneh disana?" tanya Pak Haji"Iya pak, tenyata rumah itu memang sangat angker, kami bahkan tidak bisa tidur, untung saja ada Derajat, makanya kami ucapkan terima kasih atas bantuannya mengirimkan Derajat" jawab Rio"Derajat?" jawab Pak Haji kaget "Bagaimana kalian bisa kenal dengan Derajat?" tanya Pak Haji"Iya pak kemarin malam dia datang, membantu kami dari teror hantu-hantu tersebut" ucap Shinta"Silahkan duduk dulu" jawab Pak Haji "Derajat itu anak saya, dan dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu" jawb pak Haji dengan raut sedih"Meninggal" kami semua bertatapan keheranan"Iya, jadi Derajat itu anak saya, suka membantu saya di kebun orang tua teteh, dan pada hari naas itu, ada sekumpulan perampok sedang berada disana, Derajat melihat perampok itu dan berusaha untuk mencegahnya, tetapi naasnya perampok itu membunuh Derajat dengan kejam bahkan dia di gantung dipohon besar samping rumah tersebut" ceita Pak Haji sambil menangis sedih mengingat kejadian itu"Kami semua hampir tidak ada yang berani ke rumah tersebut sejak kejadian itu, karena beberapa kali terjadi pembunuhan yang serupa disana, bahkan ada wanita yang diperkosa sampai meninggal, itulah yang menyebabkan rumah dan kebun kosong teteh sangat angker sampai saat ini" cerita pak Haji"Astagfirullah" kamis emua kaget mendengar cerita itu, bahkan Dela sampai tidak bisa berkata-kata, orang sebaik Derajat adalah hantu penghuni rumah tersebut"Saya rasa baiknya rumah dan kebun orangtua kami, kami hibahkan untuk dibangun rumahh ibadah pak haji, dan bisa digunakan masyarakat sini untuk keperluan warga, agar semua kejadian tersebut tidak terjadi lagi dan bisa menjadi ladang pahala untuk orang tua kami" ucap Rio bijaksana "bagaimana menurut kalian?" tanya Rio"Iya kak, aku setuju, karena memang itu yang terbaik" jawab Shinta dan Dela"Terimakasih teh, Aa Insyaallah amanat akan kami laksanakan, terimakasih atas kebaikan kalian" ucap Pak HajiSetelah beberapa jam bertemu, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali, saat Rio melihat kaca spion, bayangan Derajat sedang tersenyum kepada mereka.
BIOSKOP HOROR
Karmila hari ini sudah mulai libur sekolah, tidak terasa ujian di kelas 3 SMA ini sangat berat dan sulit seakan menguras semua energinya saat baik dirumah ataupun disekolah, sekarang dia bisa beristirahat sambil menunggu hasilnya, dan fokus untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dia pilih.Karmila memiliki hobi yang unik untuk melepaskan penat dan stressnya dia hobi membaca cerita horor dan menonton film horor, baginya adrenalin ketegangan itu akan melepas semua stress yang ada padanya.Tapi sayang begitu melihat koleksi buku ceritanya ternyata semua sudah Karmila baca, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Mall membeli buku horor lagi dan melihat ke bioskop siapa tahu ada film horor yang lagi main saat ini.Setelah asyik berkeliling toko buku akhirnya dia membeli 3 buku horor yang dia suka, ada 1 cerita misteri juga, dan Karmila membayar dikasir.Dan Karmilapun berjln menuju ke bioskop, Saat masuk ke dalam bioskop suasana sangat ramai sekali, harap maklum ini liburan sekolah semua anak anak sekolah pasti menghabiskan waktu dengan jalan jalan salah satunya nonton bioskop ini.Sambil berjalan melihat papan sinopsis film, ada dua film yang memiliki genre horor, yang satu judulnya "Dendam Nyi Rangkuni" satu lagi film horor barat dengan judul "One Night at Freddys house" sepertinya Karmila ingin nonton kedua duanya, tapi sayang uang dia tidak cukup karena pasti dia akan membeli makanan juga jadi dia harus memilih salah satu film dan akhirnya dia ke tempat pembelian tiket dan memesan kursi di tengah untuk film horor Indonesia dulu, karena masa tayangnya sudah mau berakhir.Sambil menunggu jam main yang akan mulai 30 menit lagi, Karmila menuju toilet, supaya saat didalam bioskop dia tidak akan keluar untuk buang air kecil, dan saat keluar Kamar mandi Karmila ke food stall membeli pop corn dan minuman dingin, sepertinya nonton tidak akan asyik kalau tidak ada cemilannya.Karena pengunjung yang sesak Karmila terus berjalan mencari tempat yang lebih sepi agar dia bisa duduk, dan ternyata semua penuh sesak, tapi diujung lorong ada tirai yang terbuka sedikit, disana ada kursi tunggu juga, Karmila segera menuju kesana dan tiba tiba ruangan menjadi sedikit lebih gelap, ada kursi kosong Karmila langsung duduk disana.Ternyata lorong bioskop ini sangat panjang, karena dibalik tirai itu ada lorong lagi dimana Karmila melihat ada beberapa pengunjung yang menunggu studio terbuka juga tapi tidak sebanyak di lorong sebelumnya. Suasana lorong ini juga lebih sepi, karena semua orang hanya duduk diam tidak bicara sama sekali, berbeda dengan lorong sebelumnya mereka saling bicara membuat bising siapapun orang yang mendengarnya.Dan panggilan masuk pun terdengar, "pintu studio 4 segera dibuka bagi para pengunjung yang sudah memiliki tiketnya kami persilahkan"Karmila melihat ke tiketnya dan benar saja studio dia adalah studio 4, Karmila bergegas masuk dan anehnya studio 4 persis di depan kursi menunggu yang dia duduki.Suasana bioskop saat Karmila masuk sudah penuh dengan pengunjung, dan dia mencari kursi yang dia duduki, dan akhirnya Karmila menemukannya, disampingnya ada gadis seumurannya berambut panjang tergerai dengan pakaian warna putih hanya diam tapi wajahnya sangat pucat. Di depannya ada banyak anak kecil berkepala botak tetapi bertelanjang dada."bioskop hari ini pengunjungnya aneh-aneh" fikir Karmilatiba-tiba ada lelaki berbadan besar berjalan didepannya, dan menubruk kaki Karmila dan laki-laki itu sama sekali tidak minta maaf, hampir saja Karmila membentaknya, tapi melihat badannya yang besar Karmila mengurungkan diri, dia tidak ingin mencari masalah dia hanya ingin menonton film saja.Akhirnya film pun dimulai, anehnya cerita film dari awal sampai akhir Karmila fikir akan menonton film yang menyeramkan, tetapi yang dia tonton saat ini lebih seperti sinetron religi, banyak cerita keagamaan yang ada pada cerita itu, dan anehnya setiap ada adegab orang yang mengaji semua penonton bioskop itu langsung berteriak dan ada juga yang kejang kejang, dan itu berjalan selama film diputar, Karmila hanya bisa melihat situasi seperti itu sampai film selesai.Karmila benar-benar kecewa dengan cerita film horor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya, tidak menyeramkan sama sekali, Karmila pun terus berjalan keluar tirai yang tadi dia masuki, dan keadaan menjadi lebih terang kembali dengan pengunjung yang berjubel, tiba-tiba Karmila mendengar suara panggilan"pintu studio 4 segera dibuka bagi para pengunjung yang sudah memiliki tiketnya kami persilahkan"Dan anehnya dia melihat studio 4 ada diposisi samping kamar mandi, dan dia mendekati mbak mbak penjaga tiket"maaf mbak tadi saya juga baru selesai menonton di studio 4 tapi posisinya di belakang tirai itu" sambil Karmila menunjuk tirai tadi."Maaf mbak studio 4 hanya ada disini saja dan dibelakang tirai itu tidak ada ruangan itu hanya tembok saja" ucap mbak tadiKarmila tidak percaya dan pergi ke tirai itu lagi, dan benar saja tidak ada apa apa hanya tembok besar pembatas bioskop disana.Seperti tak percaya, Karmila melihat tiket yang ada ditangannyaDitiket judulnya"RUKIYAH"dan itu sama sekali tidak ada dipapan keterangan film yang sedang dimainkan saat ini.
HOROR SUNGAI CIBENING
Pagi ini Reva sangat bersemangat menunggu kedatangan Mas Slamet kerumahnya, karena kantor mereka akan mengadakan outing ke Desa Bening di ujung selatan daerah Bogor, dan Reva sudah siap dengan pakaian santainya kaus merah muda dan celana jeans dengan topi renda di kepalanya."Tin....tin..." suara Klakson dari motor klasik Mas Slamet"Iya mas sebentar, aku pamitan dulu sama mamah" teriak RevaDan mamah pun mengantar Reva keluar menghampiri Mas Slamet"Tolong titip Reva ya mas" ucap Mamah"Iya bu, pasti saya akan menjaga anak perempuan ibu yang paling susah diatur" ucap Mas Slamet sambil bercanda"Apaan sih mamah, ga usah dengerin Mas Slamet, ini saja aku udah berat hati dianterin Mas Slamet, bikin pasaran aku nanti turun" balas canda Reva"Kalian berdua hati-hati ya, dan selamat bersenang-senang" ucap Mama melepas mereka berduaSaat sampai dikantor beberapa Bus sudah nampak di area parkir"Reva... Mas Slamet" panggil Suci dari area parkir"Hai jeng.... kamu nginep ya dikantor" canda Reva"Bantuin aku ya Rev, koordinir temen-temen buat nomer busnya, sama bagiin konsumsinya" jawab Suci tanpa menghiraukan candaan RevaDan setelah semua selesai, semua karyawan masuk ke dalam bus akhirnya tiba mereka semua berangkat ke Bogor.Perjalanan cukup lancar, tidak mengalami kendala kemacetan atau lain-lain, Reva sangat menikmati pemandangan di sepanjang jalan melihat semakin banyaknya pepohonan, dan melihat gunung yang sangat asri membuat perjalanan outing kali ini akan menyegarkan dan menyenangkan.Suci sudah tertidur pulas di samping Reva, sepertinya dia sangat kelelahan karena dia menjadi ketua panitia oouting kali ini.Mas Slamet dibelakang sedang main gitar dengan teman lainnya, Mas Slamet sudah berusia empat puluh tahun lebih, dan semua karyawan dikantor sangat menyukainya, karena dia selalu mau menolong siapa saja yang kesusahan.Dan akhirnya Bus pun berhenti di tempat tujuan, semua orang perlahan turun dari Bus ke arah tempat peristirahatan di motel terdekat.Dan jadual hari ini cukup padat, setelah kita sampai dihotel waktu berisitirahat hanya satu jam, sore ini jam 3 kita akan mulai menuju Sungai Cibening untuk wahana outbound dan arum jeram di sungai Cibening, terakhir adalah acara api unggun untuk seluruh karyawan, dan esok hari jadwalnya hanya tea walk dan acara bebas baru pulang kembali ke Jakarta.Semua karyawan antusias dengan aneka permainan outbound yang diberikan, terutama banyak permainan yang mengharuskan kerjasama tim yang baik.Mas Slamet dan timnya banyak memenangkan permainan kali ini, dan terakhir kami semua bersiap bergantian naik arung jeram.Karena keterbatasan orang yang bisa naik ke wahana hanya sedikit, jadi memang membutuhkan waktu yang lama Reva bisa mencoba Arung Jeramnya, dan kebetulan Reva mendapatkan posisi antrian yang paling akhir bersama Suci, karena mereka berdua harus membereskan asset saat permainan tim tadi.Tidak terasa waktu sudah hampir senja, langit sudah berubah, Mas Penjaga sudah menyetop peserta yang akan naik ke arum Jeram saat Reva sudah memasuki antrian menaikinya."Maaf mba, sudah mau maghrib, kita tutup dulu" ucap mas penjaga"Tapi mas, aku sudah antri dari tadi, dan kita panitia lho mas" ucap Reva kesal"Tapi, bahaya mbak arusnya lebih kencang kalau mau malam" ucap Mas Penjaga"Tolong dibantu mas, kita cuma berdua kok" ucap Suci mendesak"Maaf mbak tidak bisa" ucap Mas Penjaga tadi tegasTiba-tiba Mas Slamet datang menghampiri Reva, Suci dan Penjaga tadi"Ada apa ini kumpul-kumpul?" tanya Mas Slamet"Mas kita belum cobain arum jeramnya, masa udah nunggu dari tadi kita ga jadi main""Bisa gak mas, mereka boleh main tapi saya ikut jagain mereka" ucap Mas Slamet"Terserah mas saja, tapi resikonya saya tidak tanggung jawab ya mas" ucap mas penjaga"Hore... makasih Mas Slamet" ucap Suci dan Reva berbarenganDan akhirnya mereka pun menaiki arung jeram itu ditemani mas slamet sebagai pengganti dari penjaga arung jeram itu, Suci dan Reva sangat menikmati permainan adrenalin ini, tiba - tiba ditengah sungai mereka melihat ada gadis memakai baju putih sedang mengapung di sungai, sepertinya dia mau tenggelam, spontan mas slamet berusaha membantu gadis itu untuk naik ke perahu arung jeramnya, dan akhirnya mas slamet pun berhasil."nama kamu siapa?" tanya mas Slamet begitu gadis iu sudah naik di kapal arung jeramTapi anehnya gadis itu hanya diam saja"kamu tidak apa-apa?" tanya SuciDan sekali lagi gadis berwajah pucat iti tidak menjawab"rumah kamu dimana?" tanya RevaDan gadis itu masih diamAkhirnya mas Slamet menjalankan kembali arung jeramnya dan siap siap mendekati ke tempat pemberhentian tidak jauh didepan sanaSaat berhenti suasana sangat sepi, mad penjaga sudah tidak ada disana, mereka bertiga turun, dengan membawa gadis yg hampir tenggelam tadi.Mas slamet agak anaeh melihat gadis itu hanya diam dengan tatapan kosong, dan tidak mau menjawab sepatah katapun.Suci dan Reva saling berpandangan, tidak tahu harus berbuat apa pada gadis itu"Mungkin kita harus bawa ke tempat menginap, mungkin kalau sudah istirahat dia akan lebih tenang" ucap mas slametDiikuti anggukan suci dan revaDan mereka pun berjalan ke tempat menginap, saat ditengah jalan mas slamet yang berjalan bersama gadis itu ingin pipis, dia berhenyi dan menyuruh gadis itu untuk menunggu dibawah pohon kelapa.Suci dan Reva tetap berjalan pelan menuju tempat penginapanTidak berapa lama tiba-tiba mas Slamet berlari ke arah suci dan reva"Suci..Reva kalian ga lihat gadis tadi?" tanya mas Slamet terengah - engah"lho kan tadi bareng mas slamet" ucap Reva"iya mas, tadi aku lihat dia duduk dipohon kelapa" ucap Suci menimpali"tidak ada, aku sudah mecarinya makanya ak mengejar kalian siapa tahu kalian bersamanya" ucap Mas Slamet bingungTiba-tiba mereka melihat ada cahaya cahaya kecil mendekati ke arah mereka"apa itu?" tanya SuciCahaya itu semakin dekat dan semakin dekat"Mas Slamet... Mbak suci dan mba Reva , Alhamdulillah sudah ketemu" ucap mas penjaga tadi"ketemu? Kan tadi kami main arung jeram mas kan tahu" jawab mas slamet"iya mas, tapi mas Slanet, mba Suci dan mba Reva sudah hilang 24 jam, bahkan kami menyusuri sungai pagi ini tidak ketemu dgn kapal arung jeramnya" ucap mas penjaga tadi ditemani beberapa teman kantor , dan petugas penginapan"iya mas Slamet sudah kami semua cari dr pagi tadi""tidak mungkin kami bertiga hanya sebentar bermain arung jeram, kami hanya menyelamatkan wanita yg mau tenggelam td ditengah sungai" ucap Mas Slamet"berbaju putih?" tanya mas penjaga"iya kok mas tahu?" tanya Suci"oh kalian dibawa penunggu sungai, sudah banyak kejadian seperti ini makanya kita tidak boleh main arung jeram saat sudah maghrib dan malam hari" ucap mas penjaga tadi"penjaga sungai?" ucap Reva dan Suci berbarengan"Jadi kami sudah menghilang 24 jam" tambah bingung isi kepala mas Slamet dan saat dia melihat keatas sambil berfikirGadis berbaju putih sedang melihat ke arah mereka sambil tersenyum
HOROR RAHASIA MASA LALU
Indra hari ini pergi bekerja seperti biasa menuju stasiun untuk menaiki kereta ke arah kantornya yang berada dipusat kota, Saat menunggu di stasiun tiba-tiba ada wanita cantik berbaju kuning dengan rok span duduk disebelahnya, Indra melihat sambil tersenyum."Maaf kereta ke arah manggarainya sudah tiba blm ya mas?" tanya gadis itu"Belum kok mbak, sama saya juga menunggu kereta itu" jawab Indra"Oh begitu, baiklah. Maaf ya saya baru pertama naik kereta nanti tolong saya diinformasikan ya mas?" tanyanya ramah."Baik mbak, oh iya nama saya Indra, nama kamu siapa?" tanya nya"Saya Ranti" jawab gadis cantik ituSetelah hari itu, Indra semakin sering bertemu dengan Ranti, tidak menyangka hubungan mereka semakin erat bahkan dalam hitungan bulan mereka akhirnya berkomitmen untuk berpacaran, dan Indra tidak menyangka bahwa Ranti menerima cintanya.Hari ini Indra datang berkunjung ke rumah Ranti, untuk apel pertama kali, dan ada seorang wanita paruh baya menyambutnya, dan mempersilahkan duduk.Indra pun duduk di teras, dan sambil menyeruput teh yang disediakan.Tiba-tiba ada sosok laki-laki diujung pintu gerbang yang sedang memperhatikan Indra tanpa berkata apa-apa.Tiba- tiba Ranti keluar dengan pakaian dasternya, dan masih terlihat cantik, dan saat Indra melihat ke arah pintu tadi sosok laki-laki itu telah hilang"Hai dra, aku seneng kamu datang kesini" ucap Ranti"Iya Ran, aku juga seneng kok" jawab Indra"Oh iya, papah kamu dirumah?" tanya Indra"Papahku lagi pergi keluar sama mamah, kenapa memangnya?" tanya Ranti"Tidak apa-apa hanya saja tadi aku melihat ada laki-laki didepan pintu kamu disana" jawab Indra"Laki-laki? tidak ada siapa-siapa kok, cuma ada Bi Susi saja" jawab Ranti"Baiklah, mungkin tadi hanya orang lewat saja" ucap Indradan akhirnya Indrapun pamit pulang karena waktu sudah sangat malam, bahkan Papah dan Mamah Ranti juga belum kembali dan Indra tidak sempat bertremu dengan mereka.Minggu depan Indra bermain lagi kerumah Ranti saat Indra mau memasuki gerbang Indra melihat lagi sosok laki-laki kemarin, Tapi kali ini Indra memberanikan diri mendekatinya, untuk menanyakan siapa dia dan mengapa dia melihat ke arah Indra terus.Tapi saat Indra mendekat tiba-tiba laki-laki tadi menghilang, sama sekali tidak terlihat kapan dia meninggalkan tempat tersebut."Hai dra" sapa Ranti yang melihat Indra kebingungan didepan pintu"Hai Ran" sapa Indra bingung"Kamu ngapain berdiri disitu?" tanya RantiIndra melihat ke sekeliling sepertinya dia tidak perlu mengatakan apapun kepada Ranti atau dia akan dianggap aneh"Tidak apa-apa kok Ran" jawab IndraBerbeda dengan minggu kemarin, Papah dan Mamah Ranti ada dan berkenalan dengannya, sepertinya semuanya sangat ramah dan menerima Indra, bahkan kali ini Indra tidak duduk di teras tapi berbincang di ruang tamu.Tiba-tiba ada satu foto yang membuat Indra kaget, wajah itu yang ada dalam foto di bingkai kecil ruang tamu, mirip dengan wajah laki-laki yang dilihatnya."Maaf Ran, itu foto siapa ya?" tanya Indra"Oh itu foto papahku Dra, tapi Papah meninggalkan aku dan mamah saat aku masih kecil, dan Papah Bram adalah papah tiriku yang menikahi mama dan menjagaku sejak aku masih kecil" jawab Ranti"Kenapa Dra, kok wajah kamu bingung seperti itu" ucap Om Bram"Oh tidak apa-apa kok Om, hanya tanya saja" jawab Indra dengan senyum kecilPulang hari itu Indra sama sekali tidak bisa melupakan wajah yang melihatnya dari minggu kemarin di rumah Ranti, kenapa papah Ranti muncul saat Indra berkunjung ke rumahnya terus, fikir Indra.Hari ini Indra datang kerumah Ranti untk memberikan kado spesial hari jadian mereka, Indra sengaja tidak memberitahu ke Ranti bahwa dia akan datang, tetapi ternyata Ranti tidak ada dirumah"Halo Ran, kamu ada dimana?" tanya Indra"Aku sedang jalan sama mamah papah ke rumah bibi aku di Tangerang Dra, kenapa?" tanya Ranti"Oh, aku ke rumah kamu, mau rayain hari jadi kita" ucap Indra"Ya ampun aku lupa, maafkan aku ya sayang" ucap Ranti"Aku bawa kado juga" ucap Indra"Kamu masuk saja kerumah ada Bi Susi, kamu titip saja kadonya sayang" ucap Ranti"Oh, oke" jawab Indra dan memutus teleponnyaSaat Indra ingin berjalan masuk, berdiri dihadapan dia laki-laki itu"Kamu... kamu mau apa?? kamu papahnya Ranti kan??" tanya IndraLaki-laki itu hanya diam, dia memegang tangan Indra, dan saat itu juga iNdra seperti itidak sadarkan diriRuangan ini sangat gelap, "aku berada dimana?" fikir IndraLalu masuklah dua orang kedalam ruangan itu, wajahnya Indra sangat kenal, Om Bram dan Tante Selpi (mamanya Ranti)"Mas, aku tidak bisa meninggalkan Ranti, kalau sampai Mas Johan tau hubungan aku dan kamu, pasti dia akan membawa Ranti jauh dariku" ucap Tante Selpi"Tapi aku sangat mencintaimu Selpi, aku sudah tidak tahan dengan kita selalu berhubungan diam-diam seperti ini" ucap Om Bram"Tapi kamu tahu kan, kalau aku tidak menikahi Johan, aku tidak bisa hidup dengan nyaman seperti ini" ucap Tante Selpi"Tapi sekarang kamu sudah mendapatkannya kan Sayang, dan itu lebih dari cukup untuk kita berdua" ucap Om BramTiba-tiba pintu terbuka"Apa yang kalian berdua lakukan" ucap Om JOhan"Mas Johan" ucap Tante Selpi kaget"Aku sudah mendengar semuanya, ternyata prasangka aku benar, kamu Bram teman baikku menghianatiku seperti ini dengan istri aku sendiri, apakah kalian sudah tidak punya perasaan?" teriak Om Johan"Aku mencintai Selpi Johan" ucap Bram"silahkan kalian lanjutkan hubungan kalian, tapi jangan harap kalian akan bisa mendapatkan hartaku, dan kamu Selpi jangan fikir kamu akan bisa melihat Ranti lagi" ucap Om Johan sambil berteriak dan bersiap meninggalkan merekaTapi tiba-tiba tante Selpi mengambil palu yang ada di gudang dan tante selpi memukul kepala Om Johan dengan palu tersebut dari arah belakang.Om Bram mendekati badan Om JOhan dan memukul kembali bertubi-tubi badan Om Johan dengan palu.Tante Selpi menangis sangat keras, tidak percaya dia telah membunuh suaminya sendiri"Aku tidak mau kehilangan Ranti Bram" ucap Tante Selpi mengulang ulang perkataan tersebut"Ini mungkin jalan terbaik untuk kita sayang, saat ini kita tidak akan kehilangan Ranti maupun harta mu sayangDan tante selpi tetap menangissementara om Bram menyiapkan kayu bakar dan membuat api dan membawa jasad Om Johan ke dalam api tersebut.Setelah jenazah Om Bram menjadi abu, bagian tengkorak Om Johan dikubur dipojok GudangIndra hanya terpaku melihat kejadian itu tiba-tiba kepalanya sangat pening"Indra... Indra..." suara Ranti terdengar sayup ditelinga INdra"Aku dimana?" Tanya Indra"Kamu pingsan didepan rumahku tadi" ucap RantiDan Indra langsung duduk ketakutan ketika melihat wajah Om Bram dan Tante Selpi"Ran... Ran... aku.. aku...." ucap Indra"Kamu kenapa?" tanya Ranti"Om Johan... papah kamu...." ucap Indra terbata-bata"Tante Selpi dan Om Bram saling melihat satu sama lain"Ibu mu dan Om Bram telah membunuh papah kamu" ucap Indra"Apa yang kamu bilang Indra" ucap Om Bram marah"Apa yang kamu katakan" bantah tante Selpi"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" ucap Ranti bingung dan marah"Om dan Tante harus bicara jujur ke Ranti, itulah yang diinginkan Om Johan supaya dia bisa tenang" ucap Indra"Apa buktimu" ucap Om Bram "darimana kamu mengarang cerita itu?""Ranti kamu harus percaya padaku, Om Johan sendiri yang mendatangiku" ucap Indra"Apakah itu benar mah? pah?" tanya RantiTante Selpi melihat ke dalam mata Ranti"Maafkan mamah, Ranti, mamah tidak sengaja" ucap Tante Selpi histeris"Apa yang kamu katakan Selpi, anak muda itu tidak memiliki bukti" ucap Om Bram mencegah tante Selpi untuk berkata jujur"Aku tidak bisa Bram, membohongi putriku seumur hidupnya" ucap Tante SelpiAkhirnya diceritakanlah semuanya kepada Ranti, dan Ranti sangat shick dan tidak menerima kenyataan ini"Sekarang mamah terserah kamu nak, mama siap menanggung resikonya walaupun mamah harus masuk ke penjara""Om Johan hanya ingin Ranti mengetahui kenyataan yang terjadi Ranti, tapi aku rasa jika kamu bisa memaafkan mamah dan Om Bram itu akan jauh lebih baik" ucap Indra"Aku sunggu sakit mah, pah aku tidak tahu apakah aku akan bisa memaafkan kejadian itu, tapi aku tahu kalian berdua menyayangiku dan memperlakukan ku dengan kasih sayang, aku juga tidak akan bisa melihat kalian berada didalam penjara, yang aku inginkan hanya satu""Apa nak" jawab Tante Selpi dan Om Bram bersamaan"Aku ingin menguburkan ayah secara layak" ucap SelpiDan keesokan harinya kerangka Om Johan diambil dari gudang dan dikuburkan di taman samping rumah, dengan mendoakan semoga dia juga bisa hidup tenang dialam lain."Terimakasih nak Indra sudah membuka jalan agar kami tenang dengan masa lalu kami" ucap tante Selpi"Iya Tante, kadang kejujuran itu sangat menyakitkan tapi itulah yang harus kita hadapi" ucap Indra sambil melihat ke belakang di kuburan Om Johan tersenyum kepadanya dan menghilang.
HOROR PESUGIHAN
Bambang hari ini pulang kerumah penuh keringat, dan saat duduk di bangku teras depan, badannya serasa lunglai dan hampir mau pingsan."Pak kok sudah pulang masih siang begini" tanya Bu Minah istri pak Bambang"Iya bu, saya lagi kurang sehat, sudah bebrapa kali saya hampir jatuh dan mau pingsan" jawab Pak Bambang"Kenapa pak? sakit ya?" tanya Bu Minah"Iya bu, mungkin saya harus istirahat saja" jawab Pak BambangSudah hampir 10 tahun Pak Bambang berjualan siomay keliling, pak Bambang dan Bu Minah hanya memiliki satu anak yang masih berusia sepuluh tahun bernama Didin.Dan sepertinya beberapa bulan terakhir kondisi kesehatan Pak Bambang sedang kurang baik sering kecapean dan sering sakit kepala, Bu Minah hanya bisa membantu menjadi kuli cuci gosok saja.Didin sudah sekolah kelas 4 SD, dia termasuk anak yang cerdas di sekolah tetapi dia belum dapat membantu orang tuanya untuk mencari nafkah, karena Bu Minah hanya ingin Didin fokus belajar.Kondisi ekonomi mereka makin memprihatinkan, apalagi dua minggu ini Pak Bambang sama sekali tidak menjual siomay berkeliling. Akhirnya Bu Minah terpaksa berhutang ke beberapa warung dekat rumahnya, dan juga SPP Didin belum terbayarkan.Suatu hari Bu Minah menangis di kamarnya, sepertinya dia tidak kuat dengan kondisi yang dialaminya, apalagi melihat Didin menangis karena malu karena tidak boleh ikut ujian karena belum bayar uang sekolah.Malam itu Bu Minah bermimpi, didatangi seorang putri kerajaan cantik dengan baju kerajaan"Kamu bisa keluar dari masalah mu Mina" ucap putri itu"Bagaimana caranya?" jawab Bu Minah"Kamu harus pergi ke Goa Sembur yang terletak di Laut Jawa, disana kamu harus bersemedi dan berpuasa, dan jika kamu berhasil maka nasib baik akan berpihak padamu" ucap Putri kerajaan tadi"Baik putri. aku akan melakukan perintahmu" jawab Bu MinahTiba-tiba mata bu Minah terbuka, dan dia melihat cahaya yang cukup terang"Oh... aku bermimpi, mimpi yang sangat aneh" fikir Bu MinahPagi itu Bu Minah menceritakan mimpinya kepada suaminya, Pak Bambang mendengarkan dengan sekasama"Bagaimana kalau kita mencobanya" jawab Pak Bambang"Maksudmu? kita?" ucap Bu Minah"Iya aku akan mengantarmu kesana" jawab Pak Bambang"Tapi bagaimana dengan Didin, kalau kita berdua kesana?" tanyanya"Kita titip Bu Astuti dulu, bilang saja kita ada keperluan keluarga akan kembali dalam tiga hari" jawab Pak Bambang bersemangat"Kamu yakin?" tanya Bu Minah sekali lagi"Yakin, aku capek dengan nasib kita yang begini - begini saja" jawab Pak BambangAkhirnya Lusa mereka berangkat ke Laut Jawa, setelah sampai disana, anehnya pemandangan Laut sama persis seperti mimpi Bu Minah, bahkan sepertinya tempat ini tidak asing baginya.Dan melihat ke kejauahan Bu MInah mendapatkan Gua yang dicarinya.Dan dia telah sampai disana."Ini tempatnya Pak" ucap Bu Minah"Kamu yakin?" ucap Pak Bambang"Ya sudah pak, kamu jaga didepan ya, aku ke dalam dulu untuk bersemedi" ucap Bu MinahSelama tiga hari dua malam, tidak ada yang aneh terjadi, dan Bu Minah pun masih bertahan dengan semedinya.Tapi dimalam ini ada yang aneh, Bu Minah melihat seekor Singa Putih yang besar berkeliling tempat semedinya, dan mengaum dengan kencang, tapi Bu Minah tidak mau sia-sia, dia tetap bertahan di tempatnya, lalu Singa Putih meninggalkan Bu Minah, dan berganti dengan genderuwo yang mengganggu nya, dan memperlihatkan wajah seramnya, Bu MInah merasakan ketakutan yang luar biasa, tapi dia harus menjalaninya gar berhasil dengan semedinya, dan akhirnya Genderuwo tadi menghilang, dan kembali dengan penampakan putri kerajaan yang dilihat dari mimpinya."Kamu berhasil Mina" ucap putri kerajaan ituBu Minah melihatnya sambil tersenyumLalu tiba- tiba didepannya ada tiga telurTelur besar, sedang dan telur kecil"Kamu harus memakan salah satu dari telur itu dengan mentah" ucap Putri kerajaan tersebutBu Mina melihat ketiga telur tadi, dia merasa telur mentah tidak enak, akhirnya dia memilih yang kecil dan langsung menelannya."Bagus Minah" ucapPutri kerajaan itu"Baik putri" jawab Bu Minah"Kamu boleh pulang dan lanjutkan berjualan, maka kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa, syaratnya setiap jumat malam kamu harus bersemdi dan berpuasa seperti ini, dan memberikan aku sesajen, dan tidak boleh lupa" jawab Putri kerajaan tersebut"Baik putri, tapi bagaimana kalau aku lupa putri?" tanya bu Mina"maka aku akan mengambil salah satu harta mu paling berharga sesuai dengan pilihan telurmu tadi" ucap Putri kerajaanDan akhirnya Bu Minah dan Pak Bambang pulang kerumah. Anehnya Pak Bambang merasa kesehatannya fit kembali dan dia siap untuk berjualan kembali.Dan betul saja dagangan siomaynya hari itu sangat laku keras, dan besoknya juga, besoknya juga, tanpa terasa perekonomian Pak Bambang dan Bu Mina menjadi semakin baik, sekarang dia memiliki gerobak siomay yang banyak dan tinggal menunggu setoran dari pedagang-pedagang.Bu MIna selalu melakukan rutinitas yang diperintahkan oleh Putri Kerajaan dia tidak pernah melewatkan semedinya.Harta, Kaya dan memiliki semuanya kini sudah menjadi nyata, Didin pun bisa bersekolah dengan tenang, bahkan di SMP nanti Didin ditawarkan untuk beasiswa ke Jepang karena hasil nilainya yang memuaskan, baginya sekarang hidup nya lebih indah.Jum'at ini Bu Minah dan Pak Bambang mengantar Didin ke Bandara, karena Pesawatnya akan berangkat hari ini jam 3 sore ini. Bu Mina banyak memberikan nasihat selama Didin berada di Jepang, sering menghubungi dia dan jangan sampai dia pergi terlalu jauh.Setelah Didin menaiki pesawat, Bu Minah dan Pak Bambang pulang kerumah, tapi kondisi hari itu jalanan sangat macet, kabar beritanya ada truk besar yang menabrak marka jalan dan membuat mobil lain tidak dapat lewat jalan tersebut, sampai ada derek yang datang/Bu Minah sudah mulai gelisah, dia baru teringat, kalau hari ini dia belum melakukan ritual semedinya"Pak bagaimana ini, aku tidak mau putri raja marah kalau aku tidak semedi" ucap Bu Minah"Sudahlah jangan dikhawatirkan, sekarang kita kan sudah kaya raya, kita tidak harus melakukan ritual itu lagi" ucap Pak Bambang santai"Tapi pak" ucap Bu MInah. dan dia melihat wajah Pak Bambang yang cuek - cuek saja menyetir mobilnya.Sesampainya dirumah sudah sangat malam, Bu Mina mask ke dalam kamarnya, dan betapa kagetnya ternyat aPutri kerajaan sudah berada di kasurnya"Putri" ucap Bu Minah"Kamu telah melanggar janjimu Minah, maka aku tidak akan membiarkan kamu begitu saja" jawab Putri kerajaan dengan ekspresi yang sangat marah"Maafkan putri saya tadi mengantar anak saya untuk keluar negeri" jawab Bu Minah"Tidak bisa, harus sesuai dengan janji kita pada waktuitu maka saya akan mengambil harta berhargamu yang ada disini, dan akan membawanya bersama aku."tidak bisa, jangan" ucap Bu Minah menaydari kesalahannnya.tiba-tiba putri kerajaan itu menghilangdan tidba-tiba bunyi suara telepon "kring...kring...kring""Halo" angkat Minah"dengan Ibu Minah" jawab suara di seberang"iya" Kami dari Masakapai Cilen Air mau menginformasikan bahwa ada kecelakaan yang terjadi pada penerbangan anak ibu hari ini" suara laki-laki ituSeketika badan Bu Mina lunglai menyadari bahwa sang putri telah merenggut anaknya semata wayang, dialah harta paling berharga yang dimiliki oleh Mina."Didiiiiiiiiiiinnn" ucap Mina menagis sekejar-kejarnya____________________________________
HOROR ANGKOT HANTU
Hari ini Sandra sedang mengikuti pelatihan Paskibraka disekolahnya, banyak sekali latihan yang harus dipelajari sebelum tampil dalam upacara di Istana negara untuk minggu depan di acara HUT Kemerdekaan.Sandra memang memiliki postur tegap dan tinggi yang membuat dia cocok untuk masuk di tim paskibra, Dina sahabatnya biasanya menunggu Sandra selesai latihan, tapi hari ini Dina tidak bisa, dia harus mengantar ibunya berobat ke dokter.Hari semakin sore, latihan terus dilakukan agar semua gerakan dapat terlaksana dengan sempurna, dan minim kesalahan.Dito datang menghampiri Sandra"San, nanti pulang sama siapa?" tanya Dito"Gak tahu To, kayanya sendiri soalnya si Dina sudah pulang" jawab Sandra"Nanti bareng aku aja San" ucap Dito"Boleh to" Ucap Sandra spontanDan tidak terasa hari sudah mulai malam, suasana sudah mulai gelap dan sepisatu persatu anggota paskibra yang lain sudah mulai pulang, dan sekarang hanya tinggal Sandra yang masih menunggu Dito pulang, Dito masih meeting dengan pembina paskibra yang lain.Dan tidak lama Dito keluar"San, maaf ya kayanya meeting nya masih lama kamu gapapa nunggu aku lebih lama" Ucap Dito"Oh gitu ya To, kayanya aku gak bisa lama lagi To, mamaku sudah teleponin aku dari tadi, ya udah gapapa aku pulang naik angkot saja deh to" ucap Sandra"maaf ya Dra, jadi bikin kamu kemaleman" ucap Dito merasa bersalah kali ini"Iya gapapa To, kan bukan salah kamu" jawab SandraLalu sandrapun meninggalkan sekolah dan menuju ke halteSuasana malam yang gelap dan sepi dan belum ada angkot yang datang sampai saat ini.Tiba-tiba saat Sandra mulai putus asa untuk kembali ke sekolah menemui Dito, ada sinar lampu menyorot ke arah halte.Akhirnya Sandrapun menaiki angkot tersebut, suasana angkot cukup ramai ada sekitar empat orang duduk dibelakang, dua laki-laki dan dua perempuan.dan satu orang duduk dekat supir seorang wanita dengan kerudung, saat Sandra menaiki angkot tersebut suasana sangat hening, mereka melihat Sandra tanpa suara, wajah mereka pucat dan bawah mata mereka memiliki lingkaran hitam, sepertinya ini efek lampu angkot yang membuat kulit menjadi pucat, fikir Sandra.Mobil berjalan perlahan-lahan, supirnya sepertinya menyetir dengan hati-hati dan berjalan terus disepanjang jalan, tapi tiba-tiba Sandra merasa supir salah berbelok, dia malah menuju ke arah kebun yang sepi, apakah supir memotong jalan? fikir Sandra."Maaf pak, rumah saya bukan kearah sini" ucap Sandra kepada pak supirSupir hanya melihat sekilas, dan tidak berkata apapunSandra menjadi gregetan "Pak rumah saya tidak lewat arah sini" ucap Sandra sekali lagiDan kali ini semua penumpang melihat ke arah Sandra dengan tatapan yang anehBulu Kuduk Sandra berdiri, dia merinding entah mengapa situasi ini menjadi sangat aneh"Pak.. pak saya turun disini saja" ucap Sandradan Mobil angkot itupun berhenti dan Sandrapun turun.Angkot yang aneh dan supir yang aneh, fikir Sandra, lalu Sandra pun berjalan ke arah jalan raya, tapi Sandra baru sadar setelah dia menengok ke belakang angkot itu tidak ada, bahkan tidak ada jalan raya disini, hanya ada kebun kosong yang luas dan...Kuburan, banyak kuburan disini Sandra merinding sekali lagi dan berlari menuju jalan yang terdekat.Tiba-tiba ada sinar lampu yang meneranginya"Sandra" ada suara yang memanggilnyaSandra memejamkan matanya, melihat sorot lampu yang sangat meneranginyasaat kondisi mulai jelas, Sandra melihat Dito dan motor vespa hitamnya."Dito" ucap Sandra senang"Aduh San, aku dari tadi berusaha kejar kamu, tapi kok kamu jalannya cepat banget sih" ucap Dito"Maksudmu?" tanya SandraIya aku itu lihat kamu nunggu di Halte, aku sudah panggil kamu tapi kamu gak denger, kamu malah jalan terus, sampai aku kehilangan kamu, kamu aneh banget sih, nagapain coba jalan malam-malam, kenapa gak nungguin aku saja tadi" ucap Dito panjang lebarSandra shock mendengar cerita Dito"Jalan??" tanya Sandra sekali lagi"Iya kamu jalan kaki cepet banget" jawab Dito"Tapi tadi aku naik angkot Dit, dan aku berhenti disini karena dia salah belok, tapi...." Sandra berhenti bicara"Naik angkot? aku gak lihat ada angkot lewat dari tadi San, tapi kenapa?" tanya Dito bingung"Tapi aneh dit, supir dan penumpangnya wajah mereka pucat semua dan mereka berhenti disini, padahal inikan kuburan" ucap Sandra panik"Ya sudah, ayu aku antar pulang, cepat" ucap DitoLalu Sandrapun naik motornya Dito, dan tiba-tiba ditengah jaln ban motor Dito kempes"San, maaf ban motor ku kempes" ucap Dito lirih"Ya Dito, aku gimana pulangnya" ucap Sandra bingung"Itu ada angkot San, sebentar aku berhentiin dulu" ucap Dito sigapdan angkot itu pun berhenti tepat didepan Sandra dan Dito, Sandra melihat supir dan penumpang yang sama."Ditoooooo..........."