HOROR JAM ANTIK
Horror
17 Dec 2025

HOROR JAM ANTIK

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (81).jfif

download (81).jfif

17 Dec 2025, 09:13

download (80).jfif

download (80).jfif

17 Dec 2025, 09:13


Kiran baru saja memasukan buku ke tasnya, dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus, dan Dinda sudah menunggu dibawah.

"maaf ya Din, aku tadi kesiangan bangunnya" ucap Kiran merasa bersalah

"Ya ampun ran, kay ague gak tau aja lo tuh tukang ngaret dari dulu" jawab Dinda menyindir

"Hihihihi iya, maaf ya cantik" rayu Kiran kepada Dinda

Mereka pun menaiki mobil Dinda menuju kampusnya

"Lo kayanya mesti beli jam baru deh Ran" ucap Dinda sambil menyetir

"Maksud lo?" tanya Kiran bingung

"Iya lo tau gak, dari zaman SD kebiasaan lo ini gak hilang-hilang" ucap Dinda bercanda

"Dasar lo Din, masa sih dari SD gue udah terlambat" ucap Kiran

"Serius, masa lo lupa, inget kan pas kita malam pramuka, lo datang pas acara api unggun udah selesai, alesan lo ketiduran, terus pas SMP lo inget anak Ospek yang datang jam 10 dan suruh diri dilapangan, itu kan cuma lo aja Ran" ucap Dinda mengingatkan

"Hihihihi iya iya... abis gimana namanya juga kesiangan" ucap Kiran santai

"Iya tapi kadang alasan lo gak masuk akal tau gak, masa dari ratusan orang mereka semua bisa tepat waktu cuma lo aja yang kesiangan" ucap Dinda geregetan dengan sifat temannya yang satu ini

"Ya terus gue mesti gimana lagi" tanya Kiran tak bersalah

"Nanti pulang dari kampus kita beli jam weker buat lo, biar lo gak lupa dan gak kesiangan lagi" ucap Dinda

"Serius lo Din?" tanya Kiran tidak percaya

"Lihat saja nanti" ucap Dinda kesal dengan kelakuan sahabatnya itu

Setetlah mata kuliah sore ini, ternyata Dinda betul masih menunggu Kiran di lobi, dan Saat diperjalanan, Dinda melihat ada satu toko antik berada di pinggir jalan dan Dinda memarkirkan mobilnya disana

"Kok berhenti disini?" tanya Kiran

"Siapa tahu aja ada jam antik buat orang yang antik kaya lo" jawab Dinda sambil membuka mobilnya

Kiran mengikuti Dinda masuk kedalam toko tersebut

"Klenteng... klenteng..." suara didepan pintu saat Dinda dan Kiran masuk

"Permisi" ucap Dinda sambil melihat ke sekeliling ruangan

"Hai" ucap gadis berwajah oriental

"Iya mba, aku mau cari jam weker ada?" tanya Dinda sedangkan Kiran lebih tertarik melihat barang-barang unik lainnya yang dijual ditoko tersebut

"Jam ya? nanti saya coba cari dulu ya mbak" jawab gadis itu ramah

setelah menunggu lima belas menit, gadis toko tersebut datang dengan membawa jam yang terbuat dari kaca dengan bentuk kubus.

"Ini ada yang cocok mbak" ucap gadis itu

"Jam weker kan mbak? suaranya kenceng gak? soalnya temen aku ini paling susah bangun pagi butuh suara yang mirip Toa kencengnya" ledek Dinda

"Iya mbak boleh dicoba kok" dan benar saja ternyata suara jam tersebut cukup kencang dan ada pilihan bentuk sirene mobil polisi

"Oke mbak saya ambil yang ini ya" ucap Dinda dan membayar jam weker tersebut

"Nih aku kasih hadiah buat kamu" ucap Dinda menyerahkan jam itu kepada Kiran saat sudah berada di mobil

"Makasih ya Din, aku janji aku gak akan kesiangan lagi" ucap Kiran sambil tersenyum kepada Dinda

Malam ini Kiran menyetel jam dindingnya untuk bangun jam 6 besok pagi

Kiranpun tertidur lelap

"Nguing...nguing..." jam weker itupun membangunkan Kiran dengan suaranya yang kencang

"wah berhasil juga jam weker ini membangunkanku" fikir Kiran

Kiran segera pergi kebawah, betapa aneh ternyata yang Kiran lihat bukan seperti rumahnya, Dekorasi seperti rumah adat jawa yang khas, dengan aroma kayu yang melekat

"ini bukan rumahku" fikir Kiran

Lalu Kiran mencoba masuk ke kamarnya lagi, betapa kagetnya dia ternyata dia juga tak menemukan kamarnya sendiri, tapi lebih ke ruang kosong dengan jendela besar dan pemandangan pohon tua yang persis berada di rumah tersebut.

"Aku pasti mimpi" ucap Kiran dalam hati

Kiran berjalan lagi ke bawah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sepertinya semenit yang lalu dia masih berada dirumahnya, kenapa sekarang dia di tempat yang berbeda.

Tiba-tiba pintu terbuka, dan Kiran melihat Dinda masuk, Dinda menggunakan pakaian adat Jawa

"Dinda" teriak Kiran senang karena melihat sahabatnya

Tapi anehnya Dinda menatap padanya dengan aneh

"Raden Kiran kenapa? kok pakaian Raden sangat aneh?" ucap Dinda

"apa sih Dinda, gak lucu tau, aku lagi bingung kok rumahku berubah ya" ucap Kiran

"Raden sepertinya sedang kurang sehat, kenapa omongan Raden Kiran aneh" ucap DInda bingung

"ayu masuk ke ruang belajar, sebentar lagi Raden Wicaksono akan masuk dan mengajar Raden Kiran" ucap dinda

"Dinda kamu ngomong apa sih? aku gak ngerti, mobil kamu mana? kita jalan keluar yuk" ucap Kiran

"Mobil itu apa ya raden?" tanya DInda bingung

"Apa sih, perlakuan Dinda sangat aneh" fikir Kiran, dan Kiran segera membuka pintu betapa kagetnya dia ternyata tidak ada rumah sama sekali kecuali rumahnya semua hanya lapang kosong.

"Dinda ada apa sih ini? kok gak ada tetangga lain" ucap Kiran bingung

"Raden Kiran memang seluruh tanah ini kepunyaan Bapak raden Kiran yaitu tumenggung Adiputro, kenapa Raden Kiran sepertinya kaget ya?" tanya Dinda

"Terus kamu siapanya aku?" tanya Kiran

"Aku abdinya Raden Kiran" jawab Dinda

"Abdiku, kamu kenapa sih Din, kamu kan sahabat aku" ucap Kiran

"iya Raden Kiran saya juga selalu menemani Raden seperti teman, tapi tetap raden Kiran adalah tuan saya" ucap DInda sambil tersenyum

Dan tiba-tiba Kira mendengar suara kereta kuda yang masuk ke pekarangan rumahnya

"Tumenggung sudah datang Raden, sepertinya saya harus masuk untuk menyiapkan masakan untuk Tuan" ucap Dinda sopan

semakin aneh, Kiran tidak percaya dengan yang dia alami, bahkan Kiran mencoba mencubit dirinya sendiri untuk meyakinkan bahwa semuanya bukan mimpi.

Seorang lelaki berkumis tebal datang dengan pakaian adat Jawa yang sangat kental

"Putriku, pakaian apa yang kau kenakan itu, sangat aneh, ayo lekas ganti bajumu, Pangeran Waluyo sebentar lagi akan datang" ucap laki-laki itu

"Pangeran waluyo, maksudnya?" tanya Kiran

"Sudah, kamu tidak berhak menjawab aku bapakmu, cepat pergi ke kamar ganti baju" ucap Tumenggung

Baru saja Kiran ingin melangkah ke belakang, tiba-tiba ada seorang laki-laki muda masuk ke rumahnya

"Tumenggung, aku harus membunuhmu atas perbuatanmu kepada keluargaku" dan dia mengeluarkan pisau dan menikam perut tumenggung didepan Kiran

"Kenapa ini" tangan Kiran bercucuran darah dimana-mana

Tiba- tiba KIran merasa kepalanya berputar dia merasa ada tembakan yang mengenai dadanya, meilhat kondisi itu Dinda masuk dan teriak dan orang itu juga menembak Dinda.

Semua menjadi gelap dan aku sepertinya sudah berada di alam lain.

"Kiran... Kiran... bangun nak" suara ibu menyadarkanku

"Bu... aku sudah meninggal?" tanya Kiran

"kamu ngomong apa sih nak" ucap ibu

"aku tadi di tembak" kata Kiran

Ibu pun tertawa "Kiran.. Kiran.... kamu itu tadi mengigau... dan seperti biasa kamu tetap kesiangan jadi jam weker kamu tidak ada gunanya" ucap ibu tertawa geli


Kembali ke Beranda