Gambar dalam Cerita
Beberapa hari yang lalu Diego mengambil cuti dikantornya untuk pergi bersama keluarga keluar kota, dan hari ini Diego baru masuk kembali kekantor, seperti biasa suasana kantor sudah mulai sepi saat Diego datang, Diego langsung masuk ke ruang Call Centre dan melakukan aktivitas seperti biasa, abesen dan log in ke semua sistem, dan sepertinya ada sesuatu yang aneh suasana sangat sepi, bahkan beberapa menit ini Diego menunggu sahabatnya Pieter seperti biasa untuk menemaninya tapi Pieter seolah-olah lenyap tidak datang sampai saat ini.
Satu jam berlalu, Pieter belum datang juga, Diego jadi merasa gelisah seperti ada yang kurang dalam shift tiga kali ini, Diego mencari Pieter ke Pantry dan juga ruangan yang lainnya.
"Apakah Pieter marah padaku karena aku cuti beberapa hari ini??" fikir Diego
Dan jam - jam pun berlalu sampai waktu menunjukkan jam sepuluh malam, dan Diego semakin gelisah, beberapa telepon nrmal pun banyak yang masuk untuk menanyakan masalah teknis yang mereka hadapi.
Hari ini sangat aneh bagi Diego, semua terasa sangat NORMAL, dan hal ini sangat membuat Diego malah menjadi resah, mana hantu-hantu yang sering mengunjunginya, bersamanya saat menjalani shift tiga, apakah semua sudah menjadi biasa, apakah cuti kemarin berdampak pada kebiasaan yang dijalaninya dikantor ini.
Jam pun menunjukkan jam dua belas, Diego hampir saja tertidur karena dia sangat lelah menunggu Pieter yang tidak datang-datang, sampai dia merasakan ada orang yang berdiri didekat dirinya.
"Kamu siapa?"Tanya Diego
Laki-laki berwajah Indo berkulit putih dan sangat pucat itu hanya melihat Diego dan memandangnya tanpa bersuara sedikit pun.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Diego sekali lagi
Dan masih wajah yang sama hanya memandanginya saja tidak bersuara sama sekali
"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Diego "Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Diego
"Aku sudah melenyapkan Pieter" jawabnya datar
"Apa maksudmu?" tanya Diego kaget
"Aku suda melenyapkan semua hantu-hantu disini, sekarang akulah penguasa disini" ucapnya
"Apa maksudmu, kenapa kau melenyapkan Pieter, dia penjaga dikantor ini" ucap Diego tidak terima
Tiba-tiba hantu laki-laki itu menerbangkan semua berkas yang ada di meja Diego
"Kamu harus pergi dari sini" ucap hantu tersebut
"Aku tidak akan pergi aku bekerja di tempat ini, dan aku tidak takut kepadamu" ucap Diego
"Apakah kamu mau melawanku" tanya Hantu itu kepada Diego
"Aku tidak takut kepadamu" ucap Diego sekali lagi
Kali ini semua kursi bergerak ke sana kemari, membuat Diego menutup matanya, sepertinya kali ini hantu itu serius untuk mengusir Diego dari kantornya.
Diego membacakan semua hafalan surat yang diingatnya, dia menutup matanya berusaha tidak menatap mata hantu tersebut.
Dan Hantu tersebut mulai mendekati Diego, dan mulai mencekik leher Diego.
"Kamu akan menjadi tumbalku, pengikutku" ucap Hantu tersebut terus menekan Diego
"Diego hampir tidak kuat untuk menahannya, dia sangat sulit untuk melepaskan tangan Hnatu tersebut dari lehernya, sepertinya kali ini Hantu itu dapat menguasai tubuhnya, tiba-tiba angin kencang masuk ke dalam ruangan, berputar semakin kencang.
Sampai akhirnya Diego melihat Pieter melempar hantu itu menjauh darinya
"Jangan pernah kau sakiti dia Pietra" ucap Pieter
"Mengapa kau menolongnya, dia bukan golongan kita" Ucap Hantu Pietra sangat marah kepad Pieter
"Dia tidak bersalah, dan dia banyak membantu hantu gentayangan seperti kita" ucap Pieter
"Tapi kita harus mengajaknya ke dunia kita" Ucap Hantu Pietra dengan nada sangat kencang dan marah
"Belum waktunya dia didunia kita" ucap PIeter sekali lagi
Dan ternyata Pietra mulai mendekati Pieter dan ingin mencekiknya, dan Pieter melawannya, sekilas yang terjadi seperti kilatan-kilatan cahaya yang ada, mereka bergerak sangat cepat, dan hampir tidak terlihat, sampai akhirnya Diego melihat bahwa Cahaya besar itu terjadi, dan dia melihat Pieter dan Pietra terlampar saling menjauhi, dan akhirnya Pietra seperti menghilang.
Diego lega ternyata Pieter menghampirinya
"Siapa dia?" tanya Diego
"Dia adalah Pietra hantu belanda, penghuni Kantor perpusatakaan di belakang, dai berusaha untuk menguasai ruangan ini" ucap Pieter
"Mengapa kau menghilang tadi?" tanya Pieter
"Aku menyelamatkan hantu-hantu lainnya yang hampir disakiti oleh Pietra untuk menjadi pengikutnya" ucapnya
"Untung kau datang tepat waktunya menyelamatkan aku" ucap Diego
"Pietra adalah hantu yang jahat, dia adalah penjahat yang mati penasaran pada zamannya dikarenakan hukuman gantung yang diterimanya karena semua kejahatannya" ungkap Pieter
"Dan saat menjadi hantupun Pietra tetap menjadi hantu yang jahat" tanya Diego
"Iya, dia sangat benci jika ada hantu penasaran kembali menjadi tenang" ungkap Pieter
Disaat itu Diego tersenyum bahagia, bukan hanya Pieter menyelamatkan dari Hantu jahat seperti Pietra tetapi karena Diego tahu Pieter akan selalu menemani dan menjaganya di Shift Tiga ini.