Gambar dalam Cerita
Bilqis hari ini sangat sebal dengan kelakuan Bodi rekan kerjanya dan sepertinya batas kesabaran dia sudah hilang, padahal mereka satu tim sudah hampir 1 tahun tapi kelakuan Bodi tidak pernah berubah selalu suka menjilat atasan dan berusaha untuk menjatukan Bilqis disetiap kesempatan.
Berawal dari Pak Handoyo yang mengundurkan diri, dan digantikan dengan Pak Rendra, membuat kelakuan Bodi semakin menjadi-jadi, bagi Bodi saat bersama Pak Handoyo dia tidak bisa mengeluarkan jurus menjilatnya, karena Pak Handoyo orang yang cerdas dan dapat membaca karakter masing-masing anak buahnya, Pak Handoyo sangat mempercayai Bilqis dan membuat Bodi tidak bisa berkutik.
Tapi dengan adanya bos baru Pak Rendra, Bodi langsung melancarkan gerak-geriknya, seolah-olah semua proyek yang berhasil, semua dilakukan olehnya, mendekati Pak Rendra saat dikantor, mengajaknya makan siang dan bahkan mentraktirnya. Pak Rendra sepertinya juga dekat dan mempercayainya.
Bahkan semua tugas yang Pak Rendra suruh ke Bodi diserahkan kembali ke Bilqis untuk dikerjakan dengan kata sakti "disuruh Pak Rendra".
Bahkan kali ini ada project yang ternyata Bodi lupa untuk menyelesaikannya dan dia dimarahi oleh Pak Rendra, alih-alih dia mengaku bersalah dia malah menyalahkan Bilqis, bilang ke Pak Rendra dia belum menyelesaikan project ini karena Bilqis belum menyelesaikan datanya, padahal menginformasikan ke Bilqis pun tidak.
"Kamu kenapa mukamu ditekuk gitu?" Tanya Hani saat makan siang
"Kelakuan Bodi tuh udah kebangetan Han, Cari muka dan jilat ke Pak Rendranya itu lo bikin gue enek banget" jawab Bilqis
"Iya emang, heran gue orang ga bisa kerja kaya gitu dipercaya" jawab Hani menimpali Bilqis
"Ya itu dia ga bisa kerja, bisanya jilat doang" ungkap bilqis dengan wajah sewot
"Kenapa ya Pak Rendra ga bisa kaya Pak Handoyo bisa baca karakter orang" tanya Hani
"Entahlah, tapi yang pasti dia yang rugi, kerjaan dia pasti ga ada yang beres" ucal Bilqis
"Iya sih, tapi kan nanti kamu yang di salahin ama Bodi terus" ucap Hani
"Terserahlah Han, kalau gue ga bisa tolerir lagi, paling gue cari kerjaan baru" ucap Bilqis sambil menghela nafas
Sore itu Bilqis baru mau pulang, tetapi Bodi menghampirinya
"Ini Qis lo disuruh kerjaan proyek ini, besok harus selesai" ucap Bodi
"Lo gila ya, ini kan udah jam pulang, lagian setau gue Pak Rendra suruhnya lo deh" ucap Bilqis
"Siapa bilang? tugas gue udah selesai kok, ini Pak Rendra yang suruh kasih lo" jawab Bodi membela diri.
Dengan perasaan kesal, akhirnya Bilqis lembur dikantor, dengan sumpah serapah dalam hatinya ke Bodi dia merasa sangat kesal.
Tidak terasa waktu menunjukkan jam 9 malam, Bilqis sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat bayangan mendekatinya, bulu kuduknya merinding, perasaan tidak ada orang lagi dikantor ini, dan setelah bayangan itu persis didepan matanya ternyata
"Bodi?" ucap Bilqis kaget
Bodi melihat ke arah Bilqis dan hanya diam, tapi ada yang aneh, lidah Bodi menjulur ke depan dan cukup panjang, matanya seperti menangis mengeluarkan air mata tapi yang keluar berwarna merah seperti darah
"Apa-apaan sih lo Bodi, lo mau nakutin gue ya" ucap Bilqis dengan kesal
Akhirnya Bilqis merapihkan mejanya dan siap-siap untuk pulang
Saat Bilqis mau Pulang, dia melihat sekali lagi ke arah Bodi, dia tetap menatap Bilqis dengan lidah yang menjulur dan air mata berwarna merah.
Baginya Bodi selain penjilat memang orang yang menyebalkan, akhirnya setelah sampai rumah Bilqis berusaha untuk tidur tapi bayangan Bodi tadi selalu teringat difikirannya.
Besok pagi dikantor, Bilqis melihat semua orang berkerumun
"Bilqis lo dah denger belum?" tanya Hani
"Denger apa?" tanya Bilqis bingung
"Bodi kecelakaan kemarin sore di depan gang rumahnya, dia ditabrak mobil" ucap Hani sambil memperlihatkan foto Bodi saat kecelakaan
Lidah Bodi menjulur dan wajahnya dipenuhi dengan darah, sama persis dengan Bodi yang mendatanginya ke kantor.
Tba-tiba Bilqis merasa seluruh tubuhnya bergetar, karena hantu Bodi lah yang mendatanginya kemarin, dia pun menceritakan kepada Hani kejadian itu.
"Itu mungkin karena Bodi suka menjilat bos, akhirnya dia berakhir seperti itu" ucap Hani dengan wajah takut
"Kita doakan saja Han semoga dosa dia diampuni, aku sudah ikhlas juga kok memaafkannya, pelajarannya semoga kita jangan menjadi penjilat dan suka cari muka sama atasan ya Han" ucap Bilqis kepada Hani.