HOROR RAHASIA MASA LALU
Horror
19 Dec 2025

HOROR RAHASIA MASA LALU

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-19T212714.879.jfif

download - 2025-12-19T212714.879.jfif

19 Dec 2025, 14:28

download - 2025-12-19T212728.966.jfif

download - 2025-12-19T212728.966.jfif

19 Dec 2025, 14:28

Indra hari ini pergi bekerja seperti biasa menuju stasiun untuk menaiki kereta ke arah kantornya yang berada dipusat kota, Saat menunggu di stasiun tiba-tiba ada wanita cantik berbaju kuning dengan rok span duduk disebelahnya, Indra melihat sambil tersenyum.

"Maaf kereta ke arah manggarainya sudah tiba blm ya mas?" tanya gadis itu

"Belum kok mbak, sama saya juga menunggu kereta itu" jawab Indra

"Oh begitu, baiklah. Maaf ya saya baru pertama naik kereta nanti tolong saya diinformasikan ya mas?" tanyanya ramah.

"Baik mbak, oh iya nama saya Indra, nama kamu siapa?" tanya nya

"Saya Ranti" jawab gadis cantik itu

Setelah hari itu, Indra semakin sering bertemu dengan Ranti, tidak menyangka hubungan mereka semakin erat bahkan dalam hitungan bulan mereka akhirnya berkomitmen untuk berpacaran, dan Indra tidak menyangka bahwa Ranti menerima cintanya.

Hari ini Indra datang berkunjung ke rumah Ranti, untuk apel pertama kali, dan ada seorang wanita paruh baya menyambutnya, dan mempersilahkan duduk.

Indra pun duduk di teras, dan sambil menyeruput teh yang disediakan.

Tiba-tiba ada sosok laki-laki diujung pintu gerbang yang sedang memperhatikan Indra tanpa berkata apa-apa.

Tiba- tiba Ranti keluar dengan pakaian dasternya, dan masih terlihat cantik, dan saat Indra melihat ke arah pintu tadi sosok laki-laki itu telah hilang

"Hai dra, aku seneng kamu datang kesini" ucap Ranti

"Iya Ran, aku juga seneng kok" jawab Indra

"Oh iya, papah kamu dirumah?" tanya Indra

"Papahku lagi pergi keluar sama mamah, kenapa memangnya?" tanya Ranti

"Tidak apa-apa hanya saja tadi aku melihat ada laki-laki didepan pintu kamu disana" jawab Indra

"Laki-laki? tidak ada siapa-siapa kok, cuma ada Bi Susi saja" jawab Ranti

"Baiklah, mungkin tadi hanya orang lewat saja" ucap Indra

dan akhirnya Indrapun pamit pulang karena waktu sudah sangat malam, bahkan Papah dan Mamah Ranti juga belum kembali dan Indra tidak sempat bertremu dengan mereka.

Minggu depan Indra bermain lagi kerumah Ranti saat Indra mau memasuki gerbang Indra melihat lagi sosok laki-laki kemarin, Tapi kali ini Indra memberanikan diri mendekatinya, untuk menanyakan siapa dia dan mengapa dia melihat ke arah Indra terus.

Tapi saat Indra mendekat tiba-tiba laki-laki tadi menghilang, sama sekali tidak terlihat kapan dia meninggalkan tempat tersebut.

"Hai dra" sapa Ranti yang melihat Indra kebingungan didepan pintu

"Hai Ran" sapa Indra bingung

"Kamu ngapain berdiri disitu?" tanya Ranti

Indra melihat ke sekeliling sepertinya dia tidak perlu mengatakan apapun kepada Ranti atau dia akan dianggap aneh

"Tidak apa-apa kok Ran" jawab Indra

Berbeda dengan minggu kemarin, Papah dan Mamah Ranti ada dan berkenalan dengannya, sepertinya semuanya sangat ramah dan menerima Indra, bahkan kali ini Indra tidak duduk di teras tapi berbincang di ruang tamu.

Tiba-tiba ada satu foto yang membuat Indra kaget, wajah itu yang ada dalam foto di bingkai kecil ruang tamu, mirip dengan wajah laki-laki yang dilihatnya.

"Maaf Ran, itu foto siapa ya?" tanya Indra

"Oh itu foto papahku Dra, tapi Papah meninggalkan aku dan mamah saat aku masih kecil, dan Papah Bram adalah papah tiriku yang menikahi mama dan menjagaku sejak aku masih kecil" jawab Ranti

"Kenapa Dra, kok wajah kamu bingung seperti itu" ucap Om Bram

"Oh tidak apa-apa kok Om, hanya tanya saja" jawab Indra dengan senyum kecil

Pulang hari itu Indra sama sekali tidak bisa melupakan wajah yang melihatnya dari minggu kemarin di rumah Ranti, kenapa papah Ranti muncul saat Indra berkunjung ke rumahnya terus, fikir Indra.

Hari ini Indra datang kerumah Ranti untk memberikan kado spesial hari jadian mereka, Indra sengaja tidak memberitahu ke Ranti bahwa dia akan datang, tetapi ternyata Ranti tidak ada dirumah

"Halo Ran, kamu ada dimana?" tanya Indra

"Aku sedang jalan sama mamah papah ke rumah bibi aku di Tangerang Dra, kenapa?" tanya Ranti

"Oh, aku ke rumah kamu, mau rayain hari jadi kita" ucap Indra

"Ya ampun aku lupa, maafkan aku ya sayang" ucap Ranti

"Aku bawa kado juga" ucap Indra

"Kamu masuk saja kerumah ada Bi Susi, kamu titip saja kadonya sayang" ucap Ranti

"Oh, oke" jawab Indra dan memutus teleponnya

Saat Indra ingin berjalan masuk, berdiri dihadapan dia laki-laki itu

"Kamu... kamu mau apa?? kamu papahnya Ranti kan??" tanya Indra

Laki-laki itu hanya diam, dia memegang tangan Indra, dan saat itu juga iNdra seperti itidak sadarkan diri

Ruangan ini sangat gelap, "aku berada dimana?" fikir Indra

Lalu masuklah dua orang kedalam ruangan itu, wajahnya Indra sangat kenal, Om Bram dan Tante Selpi (mamanya Ranti)

"Mas, aku tidak bisa meninggalkan Ranti, kalau sampai Mas Johan tau hubungan aku dan kamu, pasti dia akan membawa Ranti jauh dariku" ucap Tante Selpi

"Tapi aku sangat mencintaimu Selpi, aku sudah tidak tahan dengan kita selalu berhubungan diam-diam seperti ini" ucap Om Bram

"Tapi kamu tahu kan, kalau aku tidak menikahi Johan, aku tidak bisa hidup dengan nyaman seperti ini" ucap Tante Selpi

"Tapi sekarang kamu sudah mendapatkannya kan Sayang, dan itu lebih dari cukup untuk kita berdua" ucap Om Bram

Tiba-tiba pintu terbuka

"Apa yang kalian berdua lakukan" ucap Om JOhan

"Mas Johan" ucap Tante Selpi kaget

"Aku sudah mendengar semuanya, ternyata prasangka aku benar, kamu Bram teman baikku menghianatiku seperti ini dengan istri aku sendiri, apakah kalian sudah tidak punya perasaan?" teriak Om Johan

"Aku mencintai Selpi Johan" ucap Bram

"silahkan kalian lanjutkan hubungan kalian, tapi jangan harap kalian akan bisa mendapatkan hartaku, dan kamu Selpi jangan fikir kamu akan bisa melihat Ranti lagi" ucap Om Johan sambil berteriak dan bersiap meninggalkan mereka

Tapi tiba-tiba tante Selpi mengambil palu yang ada di gudang dan tante selpi memukul kepala Om Johan dengan palu tersebut dari arah belakang.

Om Bram mendekati badan Om JOhan dan memukul kembali bertubi-tubi badan Om Johan dengan palu.

Tante Selpi menangis sangat keras, tidak percaya dia telah membunuh suaminya sendiri

"Aku tidak mau kehilangan Ranti Bram" ucap Tante Selpi mengulang ulang perkataan tersebut

"Ini mungkin jalan terbaik untuk kita sayang, saat ini kita tidak akan kehilangan Ranti maupun harta mu sayang

Dan tante selpi tetap menangis

sementara om Bram menyiapkan kayu bakar dan membuat api dan membawa jasad Om Johan ke dalam api tersebut.

Setelah jenazah Om Bram menjadi abu, bagian tengkorak Om Johan dikubur dipojok Gudang

Indra hanya terpaku melihat kejadian itu tiba-tiba kepalanya sangat pening

"Indra... Indra..." suara Ranti terdengar sayup ditelinga INdra

"Aku dimana?" Tanya Indra

"Kamu pingsan didepan rumahku tadi" ucap Ranti

Dan Indra langsung duduk ketakutan ketika melihat wajah Om Bram dan Tante Selpi

"Ran... Ran... aku.. aku...." ucap Indra

"Kamu kenapa?" tanya Ranti

"Om Johan... papah kamu...." ucap Indra terbata-bata

"Tante Selpi dan Om Bram saling melihat satu sama lain

"Ibu mu dan Om Bram telah membunuh papah kamu" ucap Indra

"Apa yang kamu bilang Indra" ucap Om Bram marah

"Apa yang kamu katakan" bantah tante Selpi

"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" ucap Ranti bingung dan marah

"Om dan Tante harus bicara jujur ke Ranti, itulah yang diinginkan Om Johan supaya dia bisa tenang" ucap Indra

"Apa buktimu" ucap Om Bram "darimana kamu mengarang cerita itu?"

"Ranti kamu harus percaya padaku, Om Johan sendiri yang mendatangiku" ucap Indra

"Apakah itu benar mah? pah?" tanya Ranti

Tante Selpi melihat ke dalam mata Ranti

"Maafkan mamah, Ranti, mamah tidak sengaja" ucap Tante Selpi histeris

"Apa yang kamu katakan Selpi, anak muda itu tidak memiliki bukti" ucap Om Bram mencegah tante Selpi untuk berkata jujur

"Aku tidak bisa Bram, membohongi putriku seumur hidupnya" ucap Tante Selpi

Akhirnya diceritakanlah semuanya kepada Ranti, dan Ranti sangat shick dan tidak menerima kenyataan ini

"Sekarang mamah terserah kamu nak, mama siap menanggung resikonya walaupun mamah harus masuk ke penjara"

"Om Johan hanya ingin Ranti mengetahui kenyataan yang terjadi Ranti, tapi aku rasa jika kamu bisa memaafkan mamah dan Om Bram itu akan jauh lebih baik" ucap Indra

"Aku sunggu sakit mah, pah aku tidak tahu apakah aku akan bisa memaafkan kejadian itu, tapi aku tahu kalian berdua menyayangiku dan memperlakukan ku dengan kasih sayang, aku juga tidak akan bisa melihat kalian berada didalam penjara, yang aku inginkan hanya satu"

"Apa nak" jawab Tante Selpi dan Om Bram bersamaan

"Aku ingin menguburkan ayah secara layak" ucap Selpi

Dan keesokan harinya kerangka Om Johan diambil dari gudang dan dikuburkan di taman samping rumah, dengan mendoakan semoga dia juga bisa hidup tenang dialam lain.

"Terimakasih nak Indra sudah membuka jalan agar kami tenang dengan masa lalu kami" ucap tante Selpi

"Iya Tante, kadang kejujuran itu sangat menyakitkan tapi itulah yang harus kita hadapi" ucap Indra sambil melihat ke belakang di kuburan Om Johan tersenyum kepadanya dan menghilang.


Kembali ke Beranda