Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

1144

Genre Romance

230

Genre Folklore

228

Genre Horror

228

Genre Fantasy

230

Genre Teen

228

Reset
Sahabat Jadi Cinta
Teen
25 Nov 2025

Sahabat Jadi Cinta

Ada dua anak kecil perempuan dan laki-laki yang berumur 4 tahun itu sedang bermain di taman dan didampingi oleh ibunya, mereka berdua bernama Ferro dan Hana bisa dipanggil Hana/Nana. Mereka berdua bersahabatan sejak kecil dan mereka berjanji kan terus bersahabat hingga tua, “Fello, kamu janji ya akan telus belsama nana?” Nana mengucapkan kata itu dengan pelat karena belum bisa bicara huruf R, “Iya Nana, Fero janji kok sama Nana” Fero pun mengelus rambut Nana.12 tahun kemudian, mereka sudah SMA dan bersekolah di SMA 1 HARAPAN dan juga mereka berdua jadi terkenal. “Woii Nana, sini mana aja kamu ilang mulu dah?” Ferro memanggil Hana dan Hana menuju ke Ferro “Kemana aja sih ilang mulu?” “Maaf fer, tadi disuruh Alisa ngerjain tugasnya” “Hah?! Mana dia sekarang?” “Ada di kelas fer, mau ngapain kamu cari dia?”, Ferro tak menanggapi perkataan sahabatnya itu dan pergi menuju kelas diikuti oleh Hana.Sesampai di kelas, FerRo mendapati Alisa sedang berbicara sama teman-temannyA dan mengngebrak meja “Woi, lo ngapain suruh Hana ngerjain tugas lo? Ga punya tangan lo?” Ferro emosi memuncak. “Kok Kamu belain dia sih, dia itu jelek ga kayak aku cantik”, Alisa menunjuk Hana dan memakinya. “Jaga mulut lo, dia ga tau apa-apa dan lo jadi kan dia pembantu? Sorry, dia cewe gue”, Ferro pun ke Hana dan mendekap Hana, “Jadi lo jangan gangguin Hana lagi”, Ferro menarik tangan Hanaa dengan lembut untuk pergi dari sini sedangkan Alisa kesal dan menyusun rencana untuk jadi pacarnya Ferro.Bel pulang sekolah pun berbunyi, siswa-siswi berhamburan keluar kelas “Nana mau jalan ga?” Ferro mengajak jalan dan Hana menganggukkan kepala, di perjalan Ferro sedang menyetir sepeda motor dan sekali-kali lihat spion “Nana, kok makin cantik aja sih kan jadi sayang” Ferro tersenyum. “Napa lo tersenyum ke gue?”, Hana heran “Lo itu manis seperti gula sekali lo senyum gue yang repot” “Kok lu yang repot sih?” “Iya gue yang repot cari obat biar lo makin manis”, Ferro tersenyum tipis dan pipi Hana memerah. “Bisa aja lo fer” “Bisa lah apa yang ga bisa untuk mendapatkan cintamu”, Ferro makin menggoda Nana yang sedang menahan malu, “Ga usah malu dan baper ya, aku gini supaya mood kamu naik”Sesampai di café The Galau, Ferro mempersilahkan Hana duduk Ferro pun duduk berhadapan dengan Hana serta memanggil pelayan di café ini, “Ada yang saya bantu?” “Aku pesan satu susu coklat dan kentang goreng” “Aku samakan aja mbak” Pelayan mengangguk dan pergi20 menit kemudian, mereka berdua pun memutuskan pulang takut orangtuanya khawatir. Sesampai di rumahnya Hana “Makasih Fer, udah ajak aku ke café” Ferro mengangguk dan pergi ke rumahnya.Keesokan harinya, Hana menuju ke kelasnya tapi dicegah oleh Alisa dan tiba-tiba Alisa menampar Hana, “Lo jangan dekat-dekat Ferro, lo bukan siapa-siapanya sok akrab ke pacar gue” “Gue sahabatnya wajarlah gue dekat dia”, Alisa geram dan menampar Hana tetapi dicegah oleh Ferro, “Lo jangan macam-macam ke cewek gue, singkirkan tangan najis lo” “Dan satu hal lagi jangan ganggu hidup gue lagi” Ferro pun mengajak Hana pergi dari Alisa.Alisa pun geram dan pergi, Ferro dan Hana kini sedang di kantin. Hana terus memikirkan perkataan Alisa tiba-tiba ada salah satu murid yang memanggil Hana “Hanaa, kamu dipanggil Pak Harto di gudang”, Ferro tak mau Hana pergi sendirian tapi Hana menolak dan ia pergi ke gudang.Sesampai di gudang, Hana terus mencari Pak Harto dan tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang dan pingsan.Setelah beberapa menit Hana bangun dari pingsannya “Hai pelakor” sapa seseorang. “Kamu siapa ya, jangan macam-macam sama aku” “Masa ga kenal sih” jawab seseorang, “Aku Alisa, kenapa kaget?” “Kamu mau apa hah?!” ucap Hana “Gue mau Ferro, dan gue mau lo mati” Alisa tertawa licik dan menamparDisisi lain, Ferro khawatir dengan keadaan Hanna begitupun hatinya seakaan-akan ada yang ganjal. Ferro tak tinggal diam saja, ia memutuskan ke gudang untuk memastikan keadaan Hana. Beberapa saat kemudian, Ferro sampai di gudang dan mendobrak pintu gudang.BRAKK “Ferro” Ferro langsung menghampiri Hana yang sedang memar akibat tamparan dari Alisa. “Lo lagi? Lo apain Hana sampai memar hah? Lo belum puas menyakiti Hana, dan singkirkan tangan lo, najis tau ga” ceramah Ferro dengan emosi, sedangkan Alisa diam di tempat.“Jawab hah? Lo apain Hana sampai memar”, emosi Ferro sudah memuncak. Alisa terus diam dan menggelengkan kepalanya dan berkata “Maaf” “Dengan kata maaf lo, bakalan nyelesaian masalah ini? Ga. Asal lo tau gue suka sama Hana, dan gue tau lo suka gue tapi cara lo yang salah. Sebelum bertindak pikirin dulu”, ucap Ferro sambil menarik tangan Hana ke luar gudang.Sesampai di rumah Hana, Ferro mengantarkan Hana ke rumahnya “Terima kasih Ferro” dan Hana meninggalkan Ferro begitu saja tapi dicegah oleh Ferro.“Aku mau ngomong sesuatu yang serius” “Apa itu, jangan bikin penasaran deh”, jawab Hana dengan penasaran dan Ferro mengambil sesuatu dari tas dan berkata “Will you mary me?”“Ekhemm, ciee ada yang suka nih”, ucap Bundanya Hana yang merusak suasana “Iya nih ga nyangka, ada juga ya sahabat bisa jadi cinta”, sewot Ayahnya Hana “Ih bunda ayah mah, iya udah aku terima” “Akhirnya, cinta gue diterima”, girang FerroMereka berdua bersahabat ujung-ujungnya menjadi saling suka sama lain, terkadang bisa jadi jodoh. Berawal dari saling melindungi, perhatian, saling pengertian bisa jadi saling suka lho.

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi
Teen
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi

Di era penjajahan Belanda, lahir seorang anak bernama Pitung yang merupakan anak dari pasangan Pak Piun dan Bu Pinah. Pasangan ini terkenal sangat baik dan ramah kepada semua orang.Ketika tumbuh dewasa, Pitung terkenal baik seperti orang tuanya. Pitung juga terkenal rajin dan ahli ibadah sebagaimana ibadah yang diajarkan orang tua yang memeluk agama Islam. Suatu hari ia pulang membantu ayahnya di kebun kemudian mendapati seorang keturunan China bernama Babah Liem sedang memarahi dan memukuli rakyat jelata yang bekerja kepadanya.Melihat kejadian tersebut, Pitung geram namun ia saat itu tak bisa berbuat apa – apa. Pitung pun berguru kepada Haji Naipin yang dikenal memiliki keahlian ilmu bela diri yang sangat super. Melihat niat Pitung yang ingin belajar bela diri untuk menumpas kejahatan, Haji Naipin pun bersedia mengajari Pitung sampai mahir.Berbagai jurus diajarkan kepada Pitung. Setiap hari, pitung berlatih ke rumah Haji Naipin setelah selesai kegiatannya membantu sang ayah. Setelah merasa ilmunya mumpuni, Pitung menantang kejahatan Babah Liem dan mengatakan kalau Babah Liem tidak boleh semena – mena kepada rakyat jelata.Merasa tersinggung, Babah Liem mengajak Pitung berkelahi. Babah Liem dibantu pengawalnya, namun kekuatan mereka kalah dengan Pitung. Kekalahan tersebut disampaikan kepada pihak Belanda.Belanda yang membela Babah Liem geram kepada Pitung. Sementara Pitung dibela oleh rakyat. Pitung pun berhasil membuat perguruan bela diri yang mengajarkan agama Islam juga di dalamnya. Di perguruan yang didirikannya. Pitung menyusun banyak rencana bersama rakyat.Salah satu rencananya adalah merampok tuan tanah yang jahat dan semena – mena. Hasil rampokan tersebut akan dibagikan kepada rakyat yang kelaparan. Pitung sendiri tak sepeserpun menikmati hasil rampokannya.Rencana tersebut berjalan lancar, hingga suatu hari Pitung tertangkap basah. Pemilik rumah pun melaporkan upaya perampokan Pitung kepada kompeni Belanda.Pejabat belanda Schout Heyne pun sangat marah kepada Pitung hingga mereka menangkap Pitung. Karena tak berhasil ditangkap, tentara Belanda menculik ayah dan guru si Pitung agar si Pitung menyerahkan diri.Kabar tersebut terdengar sampai di telinga Pitung namun ia tak serta merta langsung menyerahkan diri. Pitung mengirimkan surat kepada Belanda meminta agar ayah dan gurunya dilepaskan. Belanda pun tak kalah taktik.Mereka melepaskan ayahnya, namun tidak dengan gurunya. Gurunya yaitu Haji Naipan baru akan dilepaskan setelah Pitung menyerahkan diri. Akhirnya Pitung pun mengajukan syarat agar tidak dipenggal. Pitung berjanji mengembalikan harta yang telah dicurinya.Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiSyarat tersebut diiyakan oleh Belanda, namun nyatanya setelah Pitung menyerahkan diri Belanda mengingkari perjanjian yang sudah diiyakan sebelumnya. Belanda menembak tubuh Pitung dengan banyak peluru.Hingga saat ini kuburan Pitung masih terawat baik, begitu juga dengan rumahnya yang berarsitektur adat Betawi khas masih dirawat dengan baik sebagai bentuk menghargai Pitung yang telah berjuang untuk rakyat Betawi dalam menumpas penjajah yang menjajah rakyat kecil pada masanya.

Hantu Bergaya Bebas
Teen
25 Nov 2025

Hantu Bergaya Bebas

Suasana ramai aula di pagi hari, gerombolan siswa yang saling menyerobot satu sama lain. Mereka mengelilingi sebuah papan besar yaitu papan pengumuman yang lebih dikenal sebagai mading utama sekolah di SMA Garuda Unggulan, salah satu dari kumpulan ribut itu adalah seorang lelaki bernama Gemilang Alvaro yang nampak paling bersemangat dari pada anak anak yang lain.Alasan dari keributan itu adalah poster besar yang nampak masih baru berwarna biru gelap yang nampak menarik perhatian. Namun visual poster yang bagus tidak cukup menjadi alasan dari semangat seluruh siswa dan warga sekolah melainkan Isi dari poster tersebut yang bertuliskan festival olahraga persahabatan antara 2 SMA. 2 sekolah unggulan yang terkenal akan rivalitas yang tinggi, dan acara ini adalah acara yang paling ditunggu baik pihak murid karena kesenangannya maupun pihak guru dengan keinginannya untuk membuktikan kemampuan antar sekolah.Gemilang adalah seorang atlet olahraga di cabang renang, renang adalah hobinya, renang adalah mimpinya, renang adalah hidupnya. Dia sangat menanti nanti akan diadakannya lomba ini selama satu tahun terakhir, dan begitu pendaftaran dibuka dia segera meregistrasikan dirinya dengan sigap. Lomba itu akan dimulai 2 Minggu lagi, waktu yang cukup untuk Gemilang berlatih dan mempersiapkan diri.Hari harinya tiap sore demi sore ia habiskan untuk berlatih berenang di kolam umum disekitar sekolahnya. Ia memiliki bara api panas di dalam jiwanya untuk unjuk kemampuannya di perlombaan itu.Satu Minggu berlalu, hari ini adalah sore biasa seperti keseharian Gemilang. Berlatih berenang untuk perlombaan. Namun, hari ini adalah hari yang mengubah pandangan Gemilang. Gerombolan siswa sekolah lain memasuki kolam, dari seragam yang dikenakan Gemilang tau bahwa mereka adalah anak dari SMA Pelita yang merupakan calon lawan Gemilang di lomba minggu depan.Pandangan sinis dan merendahkan terlukis di wajah siswa siswa itu. Sepertinya mereka tau bahwa lelaki yang dihadapan mereka adalah calon lawan mereka di perlombaan.Mereka menantang Gemilang untuk bertanding dengan perenang unggulan mereka, Dion namanya. Lelaki berbadan kekar dan mata yang tajam bak mata elang. Gemilang dengan percaya diri menerima tantangan itu. Namun hasilnya benar benar diluar dari ekspektasi lelaki kurus itu.Iya tertinggal jauh dari Dion dan berakhir ditertawakan oleh kelompok siswa itu, pulang dengan rasa malu dan sedikit air mata. Ia memutuskan untuk duduk di kursi taman yang jaraknya cukup dekat dengan sekolah dan kolam umum itu.Merenung cukup lama, seorang menepuk punggungnya dengan tiba tiba: “Hei, merenung dan bersedih seperti itu tidak pernah mengubah keadaan”, seorang berkulit pucat bibir kering dan mata kantuk berambut lurus dan berpakaian serba putih menampakkan diri dari belakang.Gemilang terkaget dan sontan melompat dari bangku taman lalu terjatuh. “Si-siapa kau?!”, bingung Gemilang sembari menunjuk nunjuk si lelaki pucat dengan tangan Tremor sedikit bergemetar. “Owh iya, Aku belum memperkenalkan diri.”, lelaki berambut menyerupai mangkok itu menembus bangku dengan santai seakan itu adalah hal biasa baginya.Gemilang berteriak kaget bercampur takut, diusianya yang mengajak 16 tahun ini. Hari itu adalah kali pertamanya berjumpa dengan entitas lain di alam yang berbeda.“Hei hei, suaramu terlalu nyaring sebagai laki laki.”, ucap si hantu.Gilang berdiri, lelaki dengan rambut semi basah itu menenangkan dirinya dan kembali duduk di atas bangku. Diikuti oleh si hantu yang kemudian mulai melakukan obrolan ringan.Hantu itu bernama Sadam, seorang atlet renang tahun sebelumnya yang telah meninggal akibat kecelakaan di jalan sehari sebelum acara festival olahraga dibuka. Sadam menceritakan bahwa kecelakaan yang dialaminya adalah suatu kesengajaan dari pihak lawan mengetahui Sadam juga dikenal sebagai genius di air.Begitupun sebaliknya, Gemilang bercerita akan kekalahannya terhadap Dion sebagai calon lawannya di lomba. Empati keduanya terhubung, Sadan memutuskan untuk melatih Gemilang dalam perlombaan renang.Hari hari mereka lewati bersama, walaupun itu adalah hubungan yang tidak normal antara manusia dan makhluk alam lain. Namun pertemanan mereka begitu erat dengan rasa solidaritas yang tinggi. 1 hari menjelang lomba, Sadam menceritakan akan kerinduannya terhadap kolam dan air ketika ia hidup. Ia sama seperti Gemilang, seorang remaja idealis yang sangat bersemangat dalam apa yang ingin ditujunya. Terbawa suasana Gemilang berjanji kepada Sadan untuk memenangkan perlombaan besok.Hari itu, di pagi hari. Kedua kubu bersebelahan. Gemilang dan Dion melakukan beberapa gerakan pemanasan dan pelenturan pada otot dan sendi mereka. Panitia dan wasit memasuki daerah sekitar kolam, seorang membawa sebuah bendera dan peluit untuk memulai perlombaan. Lelaki berbadan besar berseragam lengkap hitam putih seperti zebra dilengkapi dengan topi hitam yang merupakan pemulai lomba.Peluit yang hendak ditiup, bendera yang dinaikan.“1, 2 MULAI”, ucapnya dengan keras.Dion dan Gemilang melesat seperti jet yang terbang diatas langit biru. Keduannya saling salip menyalip dengan sengit. Dan begitupun sampai mendekati garis akhir.Sore hari di pantai pasir putih yang membentang cukup luas, Gemilang duduk di sebuah bangku kayu sambil meminum sekaleng minuman energi. Sadam datang dari tiupan angin sore di pantai, tenang dan santai. Keduanya saling melihat dan kemudian tertawa dengan keras. Tawa itu berasal dari medali yang dipegang oleh Gemilang, mereka berdua berpelukan di bawah pohon kelapa yang rindang.“Dengan begini, kau bisa istirahat dengan tenang kan”, bisik Gemilang dengan mata yang berkaca. “Iya, terima kasih. Temanku”Setelah mengucapkan itu, Sadam mulai memudar dan perlahan kemudian menghilang. Tangis air mata tembus di mata Gemilang, kemudian ia melihat langit biru dan berteriak.“Lihatlah, Aku akan menjadi atlet renang nomer 1 di dunia. Lihat saja Sadam”Cerita berakhir

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka
Teen
25 Nov 2025

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka

Siang yang terik sekali kala itu, dengan awan yang selalu ikut menghiasi langit menjadi lebih indah berada diatas gedung sekolahku. Dan tepat pada pukul 12.00 terdengar suara bell berbunyi dari arah lorong-lorong kelas dengan keras.“KRINGGGGG..” saatnya murid-murid dan para guru untuk beristirahat. Aku, via dan lia langsung bergegas lari keluar dari kelasnya untuk segera membeli makanan seperti biasa saat jam istirahat dimulai. Kita adalah tiga sahabat yang selalu bersama-sama di sekolah maupun diluar sekolah. Aku dan teman-temanku masih kelas 11 SMA.Ketika kita sudah memesan makanan kita lalu duduk di bangku kantin dengan bersendau gurau agar sedikit menghiasi keadaan untuk bisa saling melepas letih. Setelah menunggu lama makanan yang dipesan, makananpun akhirnya sudah siap terbungkus dan kita segera kembali ke kelas.Namun saat jalan munuju kelas aku melihat ada anak baru di sekolah yang baru saja pindah dan dia sedang berjalan tepat disampingku. Anak baru itu masih menggunakan pakaian seragam sekolah lamanya, yang di lengan baju sebelah kirinya ada logo kota yang dulu anak itu tempati, namun aku tak mau berfikir panjang akhirnya aku melanjutkan perjalananku menuju kelas untuk segera memakan makananku dan siap melanjutkan kegiatan belajar sampai sore.Waktupun telah berlalu dengan sangat cepat, bell pulang akhirnya berbunyi itu artinya kita sudah boleh pulang ke rumah. Di jalan saat aku sedang pulang dan sudah dekat dengan daerah rumahku, aku melihat anak baru itu lagi dia sedang menyeberang dan akan berbelok ke arah komplek dekat rumahku. Aku sedikit penasaran kalau rumah dia benar ada di komplek itu. Dan sampai lah aku dirumah, mama yang tahu aku sudah pulang langsung menghampiri aku di kamar.“di sekolahmu ada anak baru ya?” “iya tadi ada anak baru, mama tau darimana?” “sebentar” Mama meninggalkan aku dan menuju kamarnya. Ternyata dia mengambil seragam batik sekolahku dan menyuruhku untuk menaruhnya lagi di lemari.“tadi ada teman ayah yang kerumah sama istri dan anaknya, mereka pinjam rokmu katanya mau cari bahan buat seragam celana anaknya biar sama kaya kaya yang lain.” “lohhh jadi anak baru itu anaknya temen ayah?” “iya, mereka baru aja pindah dari Sumatera kesini karna suatu hal katanya.” “oh gitu.” “kamu udah kenalan belum sama anak itu?” “ya belum lah ma masa cewe yang ajak kenalan cowo duluan” “oh iya mama lupa yaampun…” lalu dia sedikit tertawa dan meninggalkan aku. Aku lanjut membersihkan badan, makan dan langsung beristirahat.Hari esok telah tiba aku langsung bergegas berangkat ke sekolah dan segera menuju kelas karna aku sedikit telat. Tidak lama kemudian anak baru itu berjalan di depan kelasku dengan teman-temannya, lalu aku membicarakan dia kepada temanku bahwa anak baru itu adalah anak teman ayahku. Dia berasal dari Sumatera tapi aku belum tau dari kota mana jelasnya. Lalu karna kita bertiga ingin tau asal-usulnya, kita langsung ke perpustakaan untuk melihat data dia dikelasnya. Dan ternyata nama anak itu adalah putra.Sejak itu aku dan teman-temanku mulai memanggilnya putra. Saat aku dan lia sedang berjalan menuju masjid sekolah, dia tampak sedang memakai sepatu dengan temannya.“eh si putra tuh li” ucapku, “oh iya, dia kenapa ya diantara semua temennya itu dia yang paling sering diam terus cuma main handphone?” “mungkin karna emang pendiam li kalo engga masih malu buat liat sekitar”. Namun aku tidak menghiraukannya lagi. Semakin lama aku tau dia, aku dan teman-temanku semakin sering meledek dia dibelakangnya diam-diam tanpa dia tau. Karna sifatnya yang menurutku sedikit aneh tapi lucu dan pendiam, itu membuatku semakin penasaran.1 Tahun berlalu… Dan aku sudah naik ke kelas 12 SMA. Masih sama, aku dan kedua temanku masih sering meledek putra diam-diam ketika dia lewat di depan kelasku. Lalu sehari setelah aku meledeknya, aku tak menyangka putra memfollow salah satu media sosialku dan ternyata dia juga mengirim pesan.“kamu anak kelas sebelah?” “iya, emang kenapa?” “gapapa, kemarin kamu kan yang senyumin aku? Senyumnya manis banget” “hah? Senyum?” “iya kamu kan senyumin aku kemarin” “iya kali, ngga tau aku lupa.” Aku heran mengapa dia bisa bertanya seperti itu, padahal kemarin aku tidak memberinya sebuah senyuman ketika dia lewat. Dan aku juga tidak tahu kalau memang ternyata dia melihatku waktu itu. Atau memang dia yang kepedean.Dari situ aku dan putra mulai sering chattingan, dari pagi ketika akan berangkat sekolah hingga malam seperti itu setiap hari. Putra yang ingin sekali tahu tentang aku dia selalu berusaha mencari topik obrolan agar tidak membosankan.Seminggu sudah aku dan putra berkenalan dan kita semakin akrab. Selalu saling menyemangati satu sama lain ketika akan berangkat sekolah. Sehingga ada satu hari, saat aku sedang asik duduk di depan kelas bersama teman-temanku tiba-tiba dia menghampiriku untuk mengajakku pulang bersamanya nanti.“hai, maaf yah ganggu. Kamu mau ngga nanti pulang sama aku?” Aku kaget dan sedikit malu karena teman-temanku mendengar dia berbicara apa padaku, dan mereka langsung meledekku. “eh iya ngga ganggu kok put. Mmm iya boleh aku mau” (tapi aku ragu karena aku tidak pernah sebelumnya diantar pulang oleh teman cowo) “yaudah kalo gitu nanti aku tunggu di parkiran yah” “iya.” Ucapku Namun via dan lia yang sangat senang aku diajak pulang oleh putra, mereka langsung meyakiniku agar aku yakin bisa aman pulang dengan dia.Saat pulang sekolah telah tiba, kedua temanku mengantarku ke parkiran dengan memberiku semangat pulang dengan anak baru yang dulu sering aku ledek. “semangaaaaat. Ayo dong senyum jangan gelisah gitu, tenang aja nanti kita kawal kok pakai ojek kita hahaha” ucap via “iya iyaaaaa.”Lalu tidak lama putra langsung menghampiriku dengan mengendarai motornya. Dan kembali mengajaku agar aku segera memboncengnya. Kedua temanku menertawaiku dengan sangat puas dan mereka menyuruh putra untuk menjagaiku. “jagain luna ya putraaaaaaa.” Ucap lia dengan tertawa sangat keras “jangan ngebut-ngebut bawa lunanya nanti jatuh.” Saur via, agar putra dapat lebih berhati-hati saat mengantarku pulang.Aku hanya tertawa kecil karena aku malu banyak teman-teman lain yang melihat. Putra berusaha mengajakku bercerita di motor dan aku juga bertanya sedikit demi sedikit tentang dia. Tidak lama setelah bercerita kita sampai di rumahku, aku berterima kasih padanya dan dia langsung pamit untuk pulang.Dari situ aku menjadi suka bercerita tentang putra dengan teman-temanku. Dan kita menjadi lebih dekat dan saling memberi rasa nyaman. Saling memberi perhatian-perhatian kecil, yang aku rasa sangat menyenangkan. Aku menjadi berfikir bahwa orang yang selama ini aku bully justru itu adalah orang yang paling membuatku senang setiap saat dan yang paling selalu ada ketika teman-temanku mulai sibuk dengan dunianya masing-masing.

Persahabatan Kami
Teen
25 Nov 2025

Persahabatan Kami

Namaku Angel, aku mempunyai 2 sahabat yang sangat baik, namanya Nabila dan Vini. Kami bersahabat sejak kecil, Persahabatan kami terbentuk karena kami bertetangga. Usia kami sebenarnya berbeda. Aku paling muda di antara Nabila dan Vini. Usiaku 4 tahun lebih muda dari mereka. Kali ini aku akan menceritakan kisah persahabatan kami.Nabila adalah orang yang keinginannya selalu bisa terpenuhi, Semua barang yang ia inginkan bisa ia beli. Dia adalah anak seorang pengusaha beras, yang terkenal di desa kami. Namun, Nabila dan keluarganya sangat ramah dan tidak sombong. Sedangkan, aku dan Vini dari keluarga sederhana saja. Seringkali aku dan Vini bermain di rumah Nabila karena ia punya banyak mainan. Aku dan Vini sering diberi kue atau makanan yang tidak bisa kami beli, seperti Kentucky, burger dll. Tentu saja itu membuat aku dan Vini senang.Pada suatu hari kami berangkat ke sekolah bersama, Jika ada salah satu dari kami ada yang belum selesai bersiap, kami akan sabar menunggu. Setelah pulang sekolah, kami selalu selalu bermain bersama. Oh iya, Nabila dan Vini sudah kelas 6 SD dan aku masih kelas 3 SD.Waktu berlalu sangat cepat, hingga tak terasa Nabila dan Vini telah lulus SD dan masuk ke SMP kelas 1, sementar aku masih berada di bangku SD. Setelah mereka masuk bangku SMP, kami jadi jarang sekali ada waktu untuk bermain bersam. Hampir tidak pernah malah. Hal itulah yang justru memunculkan konflik di antara kami.Pada suatu hari ada tetanggaku yang bernama Anik. Anik adalah tetangga kami. Ia berusia 30-an tahun. Ia pengangguran dan hobinya ngerumpi. Dan kali ini Anik mulai mengecohku dengan perkataannya. “Angel tumben sendirian, di mana teman-temanmu?” tanyanya tiba-tiba. “Mereka sedang sibuk dengan sekolahnya” jawabku sekenanya. “Aku kemarin melihat Nabila dan Vini main bersama teman-teman SMP-nya kelihatan sekali gembira” katanya mulai memprovokasiku. Aku tahu bahwa Anik berniat memprovokasiku. Namum, perkataannya tak urung semakin membuat panas kupingku. Lalu aku bergegas meninggalkan Anik.Meski aku tahu sikap Anik memang suka sekali memprovokasi orang lain, Namun tetap saja hatiku sakit. Aku terpengaruh oleh kata-kata Anik bahwa Nabila dan Vini punya teman baru dan meraka mengabaikanku. Perasaan itu sungguh mengusik hati dan pikiranku.Tanpa kusadari karena hasutan Anik, membuatku menjauh dari Vini dan Nabila. Bukan satu atau dua kali saja. Setiap kami berpapasan berangkat sekolah, aku selalu selalu mencoba menghindar. Begitu pun pulang sekolah saat berpapasan di jalan Vini dan Nabila tampak sangat gembira bersepeda dengan teman SMP mereka. Ada yang terasa sakit di dada ini melihat kegembiraan mereka.Hari minggu pun datang, Tiba-tiba pintu rumahku ada yang mengetok sambil memanggil namaku. Lalu aku bergegas membuka pintu. “Loh kenapa kalian ke sini?” Tanyaku pada Vini dan Nabila sambil membuka pintu. “Memangnya tidak boleh kami berdua main ke rumahmu?” tanya Vini “Boleh saja silahan masuk!” ajakku.“Angel, aku mau bertanya sesuatu tentang pertemanan kita” kata Vini. “Ya, ada apa dengan pertemanan kita?” aku menjawab pura-pura tidak tahu, padahal dalam hatiku mulai terasa deg-degan. “Kenapa sekarang kamu sering sekali menghindar dari kami? Seolah-olah kamu tidak mau lagi berteman bersama kami?” tanya Vini “Hah, bukannya kalian ya yang sudah bahagia dengan teman kalian yang baru?” jawabku jadi sinis “Lah, bukanya kamu Angel? Aku setiap pulang dan berangkat sekolah selalu menyapa kamu loh! tetapi kamu malah mengabaikan kami!” jawab Vini sedikit marah. “Masa sih! bukanya kalian yang asik sendiri sampai tidak melihatku!” imbuhku. “Ya ampun Angel! Kami tidak pernah seperti itu! Siapa yang bilang kami mengabaikanmu?” ujar Nabila. “Tuh, Anik tuh yang bilang!” jawabku semakin marah. “Angel… Angel… Anik kok di percaya! Seperti tidak kenal dia saja! Dia kan tukang ngomporin orang!” Sahut Nabila sambil tertawaMandengar perkataan Nabila membuatku sadar bahwa aku termakan hasutan Anik. Aku jadi malu sendiri. Aku pun meminta maaf kepada Vini dan Nabila. “Kamu benar! Aku yang terhasut perkataan Anik. Aku minta maaf ya!” kataku tersipu malu. “Iya, aku juga minta maaf sampai membuat kamu tersinggung dengan sikap kami.” kata Nabila. “Aku juga!” sahut Vini“Jadi sekarang kita berteman lagi ya!” kata Nabila sambil memeluk pundakku. Aku pun mengangguk. Sejak saat itu persahabatan kami semakin erat. Aku percaya komunikasi yang baik adalah kunci eratnya persahabatan.

Kisah Cintaku dan Dia
Teen
25 Nov 2025

Kisah Cintaku dan Dia

Kisahku berawal dari dia yang ada di kelas sebelah yang dikenalkan oleh temanku yang sekelas dengan dia. Perkenalan ini tidaklah mudah, aku harus menahan salting pada saat dia tersenyum karena senyuman bisa membuat candu.Sebelum aku kenal dengan dia aku sudah menyukainya semenjak aku pertama kali melihatnya karena aku meyukai sikapnya yang sangat pas dengan kriteriaku. Pada saat ada pertandingan voli di depan rumahku dia ternyata juga suka pertandingan voli dan aku pun memberanikan diri untuk bicara dengan dia.“Hai Anum” Sapaku. “Hai Angga” Sapanya. “Kamu suka voli juga?” Tanyaku. “Iya aku suka voli dari dulu” Jawabnya. “Kamu kesini sama siapa?” Tanyaku. “Sama temen-temenku nih” Jawabnya. “Ya udah aku mau jadi panitia dulu ya” Bicaraku sambil tersenyum. “Iya semangat ya” Jawabnya. “Iyaa” Jawabku sambil tersenyum.Pada saat aku jadi panitia voly aku kepikiran dengan kata-katanya dan senyumnya yang sangat manis. Sehingga membuat aku ngelamun hingga bola datang dan hampir mengenaiku. Pada saat pertandingan berlangsung aku melihatinya sambil senyum. Dan pertandingan pun telah selesai aku pun menemuinya dan pamit untuk pulang karena hari sudah terlalu malam.Pada malam saat lapangan voli sudah sepi aku pun juga ikut pulang. Pada saat mau tidur aku mengangan angan senyumannya yang saat manis. Senyumannya itu sangat tak bisa dilupakan dan tidak sabar untuk menemuinya lagi. Sampai terbawa ke dalam mimpiku yang sangat indah sekali.Pada saat pagi hari di sekolah aku menemuinya di parkiran sepeda. Saat masuk sekolah aku menemuinya lagi di depan kelas. Dia tersenyum kepadaku pada saat bertemu dan senyumannya membuat aku salting karena senyumnya sangat manis untuk wanita. Ingin sekali mengobrol bareng bersama dia, sangat banyak halangan yang menghalangi kita untuk mengobrol bareng saat sekolah. Salah satu yang membuat kita tidak mengobrol bareng yaitu banyak teman yang berbicara “Ciee–Ciee” kata seperti itulah yang membuat kita malu dan tidak fokus untuk mengobrol bareng.Selain kata yang diomongkan teman kita itu ada kata yang membuat kita risih yaitu “Sudah punya pacar tapi kok sama yang lain” padahal kata yang dibicarakan sungguh tidak benar. Padahal kita belum punya pasangan tapi kok teman kita bicara seperti itu, kata itu yang bikin aku heran sekaligus membuat diriku penasaran dengan kata tersebut. Kata seperti diomongkan teman kita itu aku dengar pada saat kita jalan bareng dari parkiran ke sekolahan, itupun masih jalan bareng apa lagi kita bicara bareng pasti lebih parah dari pada sekarang.

Aku, Kamu dan Bola Voli
Teen
25 Nov 2025

Aku, Kamu dan Bola Voli

Haii!! Aku Feona Alexa kelas 3 SMP. Aku biasa dipanggil Alexa. Setiap sore aku mengikuti latihan bola voli di daerah Gondang. Disana ada 5 pelatih yang mengajar. Tetapi ada satu yang membuat aku semangat latihan voli setiap 1 minggu 3 kali. Namanya David Mahendra dia kelas 2 SMA. Dia pelatih yang paling muda dan sangat tampan. Dia selalu sabar saat megajarku passing bawah, passing atas, serven, smash/spike.Aku mencoba untuk chat pelatihku dengan basa basi. “Kak, besok latihan?” kataku. “Iya dek. Kenapa kamu ijin ta?” kata kak David. “Enggak mas, aku cuma tanya hehe,” kataku. “Owalah kamu jangan sampai ga masuk latihan lho yaa…,” kata kak David. “Enggak mas, sekarang aku semangat latihan karena ada kamu hehe bercanda,” kataku. “Hussst… ga boleh gitu,” kata kak David. “Eh tapi btw ya mas. Kamu itu udah punya pacar?” kataku. “Belum dek. Kenapa?” kata kak David. “Enggak, cuma Tanya hehe,” kataku. “Oke,” kata kak David (menjawab singkat).Setelah menghubungi lewat chat, kak David sering mengirim pesan kepada aku. Walaupun hanya sekedar tanya kabar ataupun tentang latihan voli. Hampir setiap hari kita chatingan pagi, siang, sore, malam. Kadang kalau malam kita sering teleponan sambil tidur istilahnya sleepcall kalau anak jaman sekarang.Hampir 3 bulan kita HTS atau hubungan tanpa status tapi aku memaklumi mungkin aku cuman buat bahan gabut. Waktu di lapangan dia tertawa bersama anak latian yang lain. Dia mengajak aku berbicara berdua saat semua lagi main.“Kamu gapapa, aku lihat dari awal tadi kamu cemberut aja?” kata kak David. “Enggak tuh biasa aja” kataku. “Kamu kenapa, semalem chat aku ga kamu bales?” kata kak David. “Gapapa, semalem aku udah tidur” kataku. “Kamu kenapa sii, kamu marah?” kata kak David. “Nanti aku anter pulang ya?” kata kak David. “Aku bawa sepeda sendiri ga usah rumah kita juga beda arah” kataku. “Aku ikutin dari belakang, aku ga mau kamu kenapa kenapa” kata kak David. “Aku bilang ga usah ya ga usah kamu tau gak sii” kataku. “Kamu kenapaaa dindaaa” kata kak David. “Gapapa, nanti aku bales chatnya” kataku. “Oke, nanti aku mau ngomong sesuatu” kata kak DavidSetelah selesai latihan aku pulang sendiri tanpa aku sadar ternyata kak David mengikuti aku di belakang sampai ke rumah. Aku Tanya katanya dia ga tega kalau aku pulang sendiri jadi aku ikuti kamu dari belakang. Dari situ aku ngerasa kalau dia sayang banget sama aku. Akhirnya aku meminta maaf kepada kak David.“Kak aku minta maaf ya kalau aku udah buat kamu kesel tadi,” kataku. “Emang kamu tadi kenapa kok marah-marah?” kata kak David. “Lagi badmood hehe,” kataku. “Lain kali jangan gitu ya, aku khawatir kalo kamu pulang sendiri” kata kak David. “Iya aku tau tadi aku berlebihan marah sama kamu, padahal kita kan bukan siapa-siapa cuma sekedar pelatih dan murid” kataku. “Maksudnya? kamu dulu kan udah pernah aku tembak tapi kamu masih ga mau takut ketahuan” kata kak David. “Oke jalanin sekarang karena aku ga mau kamu deket-deket dan aku cemburu tanpa ada status,” kataku. “Serius? Tapi aku minta private dulu ya soalnya aku mau izin ke senior dulu” kata kak David “Oke, besok aku ga latihan ga ada sepeda” kataku “Aku jemput ya” kata kak David “Tapi nanti kalau temen-temen aku curiga kalau aku bareng kamu gimana?” kataku “Nanti kamu bawa pedah vario punyaku, terus dari rumahku sampai tempat latihan kamu nyetir sendiri yaa?” kata kak David “Oke, nanti pulangnya aku minta jemput ayahku saja” kataku “Aku anter sekalian aku minta restu ke ayahmu kalau aku mau serius sama kamu” kata kak David.Setelah beberapa bulan jadian sekitar 6 bulan akhirnya kita public ke temen voli dan pelatih senior. Karena kak David udah izin ke pelatih senior untuk menjalani hubungan denganku dan diperbolehkan. Tetapi syarat pacaran waktu latihan selesai selebihnya seperti pelatih dan muridSetelah teman-temanku tau kalau aku jadian sama kak David. Mereka seperti ikut bahagia akhirnya aku ga jomblo katanya dan ga cemburu lagi kalau kak David deket sama anak lainnya karena ga ada status.Waktu istirahat setelah latihan aku pulang dianter kak David. Di perjalanan kita ngobrol “Kamu capek ga?” kata kak David “Enggak sii biasa aja, kan soalnya uda biasa latihan jadi ga kerasa kalau cape” kataku “Mau makan dulu ga?” kata kak David “Boleh, makan apa? Aku pengen yang kuah kuah nih bakso yuk” kataku “Oke boleh kamu mau bakso dimana” kata kak David “Bakso di GH situ enak disitu aja” katakuSetelah sampai di tempat bakso GH aku duduk dan kak David yang pesan baksonya. “Kamu duduk aja aku pesenin” kata kak David “Aku aja yang pesen nanti kamu gak tau aku maunya apa” kataku “Aku tau kamu minta bakso yang kecil sama sambelnya banyakkan” kata kak David sambil mengusap kepala ku “Oke sip” katakuAkhirnya 1 tahun berlalu aku jadian dengan kak David. Dan aku beruntung memilikinya yang sabar dalam menghadapiku. Kita saling menerima satu sama lain. Dan buat kalian yang masih HTS cepetan jadian dibanding nanti diambil orang hehe semangatt.END

Ke Yogyakarta
Teen
25 Nov 2025

Ke Yogyakarta

Pada pagi awal tahun saya bersiap untuk pergi sekolah. Sesaat saya sampai di sekolah aku dan teman temanku menceritakan tentang liburan sekolah.Bel masuk pun bunyi aku dan teman temanku pergi masuk kelas. Guru pun masuk dan mau menyampaikan sesuatu sebelum pembelajaran dimulai.“Assalamualaikum anak anak, Bagaimana kabarnya?” “Waalaikum salam bu, baik bu” jawab semua siswa “Anak anak sebelum pelajaran ibu mau menyampaikan sesuatu” kata bu guru “Mau menyampaikan apa bu?” Tanya temanku “Jadi hari jumat besok kita akan pergi rekreasi ke jogja” jawab guruku “hore hore hore” sontak suara temankuSetelah menyampaikan informasi itu pembelajaran pun dimulai. Setelah pembelajaran bel istirahat pun berbunyi dan semua temanku pun pergi keluar untuk menuju ke kantin.“Nanti pas kita pergi ke jogja kita duduk di belakang ya” kata temanku “Iya nanti kita duduk di belakang supaya kita bisa mabar bareng” jawab temanku “iya nanti pasti seru ya” kataku “iyaaaa” jawab temankuSetelah berbincang bincang aku pun membeli makanan dan minuman. Setelah membeli makanan dan minuman bel masuk pun berbunyi. Aku dan temanku pun pergi menuju kelas dan ternyata di kelas sudah ada guru. Aku pun pergi ke tempat dudukku dan melanjutkan pembelajaran. Setelah pembelajaran bel pulang pun berbunyi aku pun bergegas pulang untuk memberitahu ibuku tentang mau pergi ke jogja.Aku pun sampai… “assalamualaikum bu” kataku “waalaikum salam nak” jawab ibuku “Bu tadi aku di sekolah ada informasi dari bu guru” “informasi apa itu nak?” Tanya ibuku “besok jumat aku mau rekreasi ke jogja” jawabku “ooo seru pasti itu nak”Setelah aku memberitahu aku pun pergi ke kamar tidur dan menaruh peralatan sekolahku dan tidur. Aku pun bangun kesorean sampai tidak berangkat mengaji. Aku pun menyiapkan keperluanku untuk di jogja nanti dari baju dan camilan untuk di bus. Setelah menyiapkan keperluan aku mengambil untuk pergi mandi. Setelah mandi ternyata ayahku pulang dan membawa bakso aku pun memakan bakso itu dan menceritakan kalau aku mau rekreasi ke jogja.“Yah aku besok mau pergi ke jogja bersama teman temanku” kataku “Wah kok mendadak nak” kata ayahku “Ga tau yah kata bu guru emang gitu” kataku “pasti seru itu nak” kata ayahkuSetelah memberitau aku pun pergi ke pawon untuk menaruh mangkok dan mencucinya. Adzan magrib pun berkumandang aku bergegas mengambil air wudhu dan pergi sholat. Setelah sholat aku mengerjakan pr dan menonton tv. Setelah mengerjekan pr aku pergi tidur.Jumat pun tiba, aku pergi mandi dan bersiap siap umtuk pergi ke sekolah. Di Kelas ternyata teman teman sudah sampai semua. Aku menaruh tas dan menunggu guru datang ke kelas. Guru pun datang dan pembelajaran pun dimulai. setelah enam jam aku belajar bel pulang pun berbunyi dan aku bergegas untuk pulang. Setelah sampai di rumah aku pun mandi dan pergi sholat jumat. Setelah pulang jumatan aku pun langsung tidur. Aku bangun jam 6 malam dan langsung pergi mandi dan sholat. Setelah sholat aku mengecek keperluanku untuk di jogja. Setelah sholat isya aku pergi ke sekolah. Setelah sampai di sekolah aku berpamitan ke keluargaku“bu, aku pamit berangkat ya” kataku “iya nak hati hati di sana ya” kata ibuku “iya bu siap” kataku “sudah pamit ayah nak?” kata ibuku “belum bu ini mau pamitan nunggu uang saku dari ibu hehe” kataku “anak ini kalau masalah uang ga pernah lupa” kata ibukuAku pun pergi ke ayah untuk berpamitan “yah aku pamit ya” kataku “iya nak hati hati di sana dan ini uang sakumu untuk di sana”Aku pun pergi ke bus dan duduk di bus paling belakang bersama lima temanku dan satu guru. Bus pun jalan dan aku asik melihat jalan sampai aku tertidur. Setelah dua jam perjalanan bus pun berhenti di rest area. Aku dan temanku pergi ke kamar mandi untuk kencing sebentar. Setelah kencing aku pun naik bus lagi. Bus pun berjalan lagi dan aku sampai jogja jam tiga. Dan berhenti di mushola dekat pantai untuk istirahat dan sholat. Setelah sholat aku pergi ke pantai bersama temanku. Setelah dua jam aku di pantai aku naik bus lagi untuk pergi ke candi Borobudur. Bus pun sampai di Borobudur dan aku membangunkan temanku yang tertidur.“bangun bangun” kataku “sudah sampai kah?” Tanya temanku “sudah, ayo turun” katakuAku dan temanku pun turun dan di bawah ternyata banyak pedagang. Aku pun berjalan naik ke atas candi bersama teman dan guruku. Saat di bawah ternyata ada gajah“Il itu ada gajah” kata temanku “mana mana “kataku “itu di bawah candi” kata temanku “ooo iya ada satu gajah” katakuTemanku pun bertanya kepada perawat gajah itu “om, itu yang di sana gajah apa?” Tanya temanku “itu gajah Sumatra dek” jawab perawat gajah tersebut “ooo, terimaksih ya om” kata temanku “iya dek sama sama” jawab perawat tersebutAku pun melanjutkan perjalanan menuju bus setelah melihat gajah itu. Aku pun sampai di bus dan memakan cemilan yang aku bawa dari rumah. Setelah menunggu beberapa menit menunggu bus pun jalan menuju malioboro. Aku sampai di malioboro jam 15.00. Aku di sana membeli baju dan oleh oleh untuk keluarga di rumah. Setelah berbelanja aku dan rombonganku pergi menuju bus sambil membawa oleh. Saat naik bus ternyata semua sudah naik bus dan setelah bu guru mengecek rombongan bus pun jalan dan pulang.

Kenapa Aku Berbeda?
Teen
25 Nov 2025

Kenapa Aku Berbeda?

Masa SMA adalah masa yang selalu disebut masa yang paling indah oleh orang orang. Masa dimana para perempuan menganggap ini adalah waktu mereka untuk tampil cantik. Bertujuan untuk menarik perhatian orang sekitar, khususnya lawan jenis. Tetapi berbeda dengan jingga.Pada suatu pagi yang cerah dan hening, tiba tiba terdengar suara jeritan seorang ibu yang bangun kesiangan. “ADUH GAWAT!! MAMA TELAT BANGUN!!” Jeritnya sambil kelimpungan “Belum bikin sarapan, belum bangunin anak anak juga” lanjutnya sambil berjalan ke dapur. Saat sampai di dapur, ternyata anak anaknya sudah bangun dan rapi memakai baju sekolah. “Pagi, ma” sapa anak kedua nya. “Eh?! Semuanya sudah siap??” bingung mama. “Aku udah bikinin nasi goreng buat kita semua sarapan” “Ya ampun, kok kamu baik banget sih? Mama jadi tertolong banget!” ujar mama sambil memeluk kepala jingga. “Gapap lagian mama juga pasti capek habis kerja”Saat percakapan itu berakhir mama tiba tiba teringat sesuatu. “Oh iya, ngomong ngomong dimana kakakmu?” Tanya mama. “Kakak masih mandi tuh dari tadi. Karena kakak masih lama jadi aku berangkat duluan aja ya, jesa sekalian berangkat sama aku aja” “Kamu mau berangkat sekarang? Rambutmu masih berantakan gini, mau mama rapikan dulu?” Tawar mama sambil memegang rambut jingga. “Gak usah ma, mau dirapikan pun gak merubah aku jadi cantik” minder jingga. “Ya udah aku berangkat dulu” lanjut jingga. “Hm, anak itu nada bicaraya tegas tapi kok kata katanya tadi kayak orang minder ya?” Batin mama.Firasat seorang ibu memang tidak pernah meleset, dan memang benar di balik sifatnya yang tegas. Terdapat seorang gadis yang tidak percaya diri. Semua berawal dari kejadian di masa kecil yang tidak pernah diceritakan oleh siapapun.“Hei, jingga!” panggil seorang anak laki laki dengan kasar Jingga hanya menoleh dan memasang wajah bertanya. “Kemarin aku liat kamu di supermarket, loh! Bareng sama mamamu, kakakmu, dan adikmu!” “Mereka bertiga wajahnya sama, tapi kok cuman kamu yang beda sendiri sih?” “Aku liat mereka cantik dan kuliynya putih. Sedangkan kamu gak ada miripnya sama sekali” “Kamu tuh item, keriting, banyak bekas jerawatnya lagi!” “Hei, dengar yah!” balas jingga dengan marah. “Ini bintik bitnik, bukan jerawat, dan memang aku ini lebih mirip papaku” “Hah, masa sih? Buktinya mana?” Anak laki laki itu terus mengejek jingga dan mengeluarkan kata kata. “Papa kamu kan udah ga ada!? Jangan jangan kamu anak pungut ya?!”Waktu itu, jingga tidak diam saja dan memukul anak laki laki iti habis habisan. Tapi sejak saat itu ejekan teman temannya terus menembus di hati jingga, karena tidak mau dianggap lemah jingga menutupi rasa tidak percaya dirinya dengan bersikap galak tegas. Padahal sebenarnya jingga sangat insecure apalagi jika ada orang yang membandingkannya dengan keluarganya. Dan orang yang paling sering dibandingkan dengan dia yaitu kakak perempuannya sendiri yaitu jelita.Jelita adalah siswa popular di sekolahnya. Cantik, ceria, aktif dan temannya pun ada banyak. Tapi banyak teman dan eskul, membuat jelita hampir tidak pernah ikut mengurus pekerjaan rumah. Alhasil, jinggalah yang mengerjakan seluruh urusan rumahnya. Seperti, memasak, membersihkan rumah, dan mengantar sekolah jesa.Saat akan mengantarkan buku ke ruang guru, jingga tidak sengaja berpapasan dengan ketos, yaitu ezra yang juga keluar dari ruang guru. Yang ternyata jingga telah mengagumi ezra sejak MOS, alasan jingga mengagumi ezra karena saat MOS ada teman sekelompoknya tidak memakai atribut dan dihukum. Sebagai ketua jingga lantas menemui panitia MOS dan mengatakan bahwa ia juga melakukan kesalahan karena tidak mengingatkan teman sekelompoknya untuk memakai atribut lengkap, jingga dan seluruh teman sekelompoknya akhirnya dikenakan hukuman. Setelah melaksanakan hukuman jingga beristirahat di taman sekolah. Tiba tiba seseorang mendatanginya dan mengatakan. “Kerja bagus” ucap seseorang tersebut sambil melempar sebuah permen. Mulai saat itulah jingga mengagumi orang tersebut.Saat keluar dari ruang guru jingga bertemu dengan jelita yang ternyata memperhatikannya sedari ia masuk dan berpapasan dengan ezra. “Adikku sudah besar ya ternyata” goda jelita. “Apasih” jawab jingga. “Gausah malu malu gitu dong” goda jelita lagi. “Apasih ga jelas tau gak!” jawab jelita lagi sambil beranjak pergi dari sana. “Kamu tau aku sama ezra sekelas loh!!” kata jelita. “Gimana kalau kita taruhan buat dapetin ezra?” tawar jelita. Jingga yang mendengar itu sontak menghentikan langkahnya dan berkata. “Kamu gila ya?! Kamu kira itu cocok buat dijadiin bahan candaan?! Kata jingga sambil menoleh kepada jelita.Setelah mendengar perkataan jelita, jingga menjadi berpikir untuk mendekati ezra. Saat itu juga jingga mencari keberadaan ezra dan ternyata ezra berada di kantin. Jingga mengumpulkan keberaniannya untuk mendekatinya. Namun ternyata saat jingga berjalan mendekatinya jingga tiba tiba kehilangan keberaniannya. Hari hari berlalu, entah itu takdir atau buakan, hampir setiap hari jingga berpapasan dengan ezra. Namun saat berpapasan jingga selalu memilih untuk bersembunyi daripada menemuinya.Pada suatu hari kelas jingga sedang melakukan pelajaran olahraga di lapangan. Jingga yang saat itu sedang melamunkan perbuatannya saat bertemu dengan ezra, tiba tiba sebuah bola melayang dan mengenai kepalanya. Jingga yang saat itu sedang melamun lantas marah karena sebuah bola tersebut telah mengganggu lamunanya. “Auwsh” ringis jingga sambil menahan sakit di kepalanya. Bersamaan dengan seseorang mendatanginya dan berniat untuk mengambil bola yang mengenai kepala jingga.“Sori sori, aku kira gak ada orang disitu” ucap seseorang tersebut. Jingga yang mendengar kata kata itu sontak menoleh. “Ohh, ternyata dia” batin jingga. “Kenapa sih aku sekelas terus sama dia, mulai dari TK, SD, SMP, bahkan sampai SMA” batin jingga lagi. Ternyata orang yang melemparkan bola kepadanya adalah anak yang dulu sering mengejeknya dan membedakannya dengan keluarganya. Ya andre namanya.“Kemarin aku liat kakakmu, jelita sama ezra jalan bareng. Mereka pacaran ya?!” tanya andre. Para siswi yang mendengar itu pun langsung bisik bisik membicarakan mereka. “Emang iya ya?” “Kayaknya sih emang iya, kemarin salah satu teman kita juga liat mereka sih!!” “Kalau beneran iya sih gapapa, toh mereka juga cocok. Sama sama good looking” “Beneran ndre? Kamu gak bohong kan?!” tanya salah seorang dari mereka. “Beneranlah!! Ngapain juga aku bohong. Orang aku liat sendiri kok” jawab andre. “Apasih, jangan ngarang kamu?!” kaget jingga dengan nada yang sewot. “Kenapa, kok kamu jadi sewot sih?” tanya andre. “Jangan jangan kamu suka ya sama ezra?” tanya andre lagi. “Gak lah ngapain aku suka sama ezra” bohong jingga. “Iya sih, ngapain juga kamu suka sama ezra” jawab andre. “Lagian ezra juga lebih cocok sama jelita daripada sama kamu. Jelita cantik, pinter, tinggi. Sedangkan kamu, udah jelek, pendek, banyak jerawatnya lagi”Jingga yang mendengar perkataan yang andre lontarkan seketika membuat hatinya menjadi sakit dan ia kembali mengingat seluruh perkataan menyakitkan yang selalu andre lontarkan kepadanya. Jingga yang hatinya merasa sakit dan air matanya seketika turun. Jingga kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi meninggalkan mereka semua dengan berderai air mata.“Kamu sih ndre, kasian tau dia” kata salah satu teman mereka. “Ya mana aku tau, aku kan gak sengaja” kata andre tanpa rasa bersalah.Malam harinya jelita dan jesa, adik jingga dan jelita, mereka sedang menonton TV di ruang tengah. Tak lama kemudian mama mereka pulang. “Assalamualaikum” salam mama. “Waalaikumsalam” jawab jelita dan jesa. “Kalian udah makan?” tanya mama. “Udah ma” jawab mereka. Setelah mengatakan itu mama kemudian pergi meninggalkan mereka untuk pergi ke kamar. Tak lama kemudian mama kembali bergabung dengan mereka.Tiba tiba mama teringat sesuatu. “Oh iya, jingga dimana?” tanya mama. “Jingga di kamar ma, dari tadi dia gak keluar kamar. Aku tawarin makan juga dia gak mau” jawab jelita “Oh iya?! Kalu gitu biar mama aja yang tanya!” kata mama sambil beranjak menghampiri jingga ke kamarnya.Sesampainya di kamar jingga “Jingga” panggil mama. “Ayo makan, kamu belom makan loh dari tadi” ajak mama.Setelah memanggil jingga berkali kali, akhirnya jingga pun keluar dari kamarnya. Dengan mata yang sembab. “Kamu kenapa?!” tanya mama dengan perasaan khawatir. “Ma, kenapa aku berbeda?” tanya jingga sambil menangis. “Kenapa? Kenapa aku beda dari kalian, Kalian cantik sedangkan aku, aku jelek dan hitam??” tanya jingga. Mama yang mendengar itu langsung menarik jingga dalam rengkuhannya.“Jingga, kamu tau? Kamu itu mirip dengan papamu. Jadi jangan mengatakan bahwa kamu beda dengan kita” jawab mama. “Sejujurnya semua yang ada pada tubuh kita itu adalah pemberian tuhan. Jadi jingga jangan kamu merasa bahwa kamu itu berbeda dari kita. Kita semua sama” nasihat mama. “Tapi ma, anak di sekolahku selalu mengataiku berbeda dengan kalian” jawab jingga. “Itu kan penilaian mereka, bagi mama di keluarga ini kamu yang paling cantik” kata mama sambil mengusap air mata yang ada di pipi jingga.“Nak mulai sekarang, kamu jangan insecure, karena bagi mama kamu yang paling cantik” kata mama lagi.Mulai saat itu jingga tidak merasa insecure. Dan berkat perkataan, mama jingga menjadi kembali percaya diri lagi. Setiap ada seseorang yang mengatainya jelek dan hitam, ia tidak lagi memperdulikannya dan memilih untuk memperbaiki fisiknya.

Cinta Dalam Diam
Teen
25 Nov 2025

Cinta Dalam Diam

Menceritakan kisah percintaan yang susah mengungkapkan namanya “Cinta”. Masa SMP merupakan masa-masa yang terindah bagiku. Masa-masa dimana aku tertarik dengan lawan jenisku.Oh iya, Perkenalkan namaku Handika prima saputra biasanya dipanggil Prima dan wanita idolaku bersama Cantika putri salsabila. Cantika tipikal wanita yang baik, pintar dan cantik sesuai dengan namanya. Dia juga sedikit cuek, kulitnya yang putih bersih dan perawakannya tinggi sesuai dengan ukuran seorang wanita pada umumnya. Perkataan lembut dan kalem meskipun aku tidak pernah berbicara dengannya. Aku tau perkataannya lembut dan kalem karena aku sering memperhatikannya ketika dia berbicara dengan temannya. Aku lihat para lelaki yang ingin berkenalan dengannya. Wajar saja ada wanita cantik, Para lelaki lansung berbondong-bondong minta kenalan dengannya, tapi tidak dipedulikan dengan Cantika. Aku ingin sekali berkenalan dengannya dan mengajaknya berbicara. Tapi aku takut dianya malah cuek. Bisa-bisanya aku trauma untuk berkenalan dengan cewek lagi. Tapi aku akan mencoba berkenalan dengannya tidak dengan hari ini, mungkin esok atau lusa.Pada hari senin dengan suasana pagi hari, dimana hari itu upacara bendera berlangsung. Aku dan temanku bernama Rayan, sedang baris di barisan yang paling belakang. Dan alangkah terkejutnya ketika aku melihat Cantika yang baris di belakang juga. Dia terlihat begitu cantik hari ini. Aku pun terus memperhatikannya dari kejahuan dan kita berdua tidak sengaja bertatap mata. Dan aku langsung memutuskan tatap mata tersebut dan berpura-pura memperhatikan sekitar. Disitu aku salting brutal.Setelah upacara selesai dan barisan dibubarkan, ada kejadian yang sangat memalukan. Kejadian dimana aku tidak sengaja menabrak Cantika. Cantika pun terjatuh dan aku segera menolongnya. “Eh, kamu gapapa? Sini aku bantu berdiri”, kataku dengan khawatir. “Gapapa kok, makasih yaa”, katanya dengan lembut. Disitu aku melihat Cantika yang terluka karena tergores. Aku pun bergegas untuk membawa ke UKS. Disitu perasaanku campur aduk. Salting, khawatir dan sedih menjadi satu.Sesampainya di UKS, “kamu duduk dulu disini, biar aku aja yang ngobatin kaki kamu”, kataku dengan canggung. Aku segera mengambil kota P3K dan mengobati kaki Cantika. Pada saat mengobati kaki Cantika, aku langsung saja mengajaknya mengobrol dan berkenalan dengannya. Lalu aku menjelaskan namaku dan kami ngobrol banyak sekali hingga tak terasa jam udah siang dan aku pun mengantarnya ke kelas. Ngomong-ngomong kita beda kelas yaa. Sebenarnya kita berkenalan tadi aku sedikit takut jika dia akan cuek denganku akan tetapi tidak, dia sangat hangat. Dan kami pergi ke kelas masing-masing.Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 dan waktunya istirahat. Waktu istirahat ini aku gunakan untuk memaandang wajah Cantika yang sembunyi-sembunyi. Malu juga ketahuan memperhatikannya. Bagiku dia begitu sempurna. Aku membayangkan bisa memilikinya kelak. Widdihh, aku terlalu tinggi menghayal.Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Aku dan Cantika sudah mulai akrab. Pada saat berangkat sekolah, ke kantin, pulang sekolah, kita selalu bersama. Aku sudah tidak merasa canggung ketika di dekatnya bahkan bercanda dengannya. Sejak awal aku sudah memendam perasaanaku padanya akan tetapi hingga saat ini aku tidak berani mengungkapkannya. Aku takut pada saat aku mengunggkapkan perasaanku dia tolak. Hingga akhirnya aku pendam rasa ini tanpa sepengetahuannya. Tersiksa memang, tapi aku tidak mempunyai kekuatan super seperti superman. Wajahku tak setampan Al-Gazali. Beda laki-laki yang menyukai Cantika. Laki-laki itu mempunyai wajah seperti model. Aku tidak mau tersiksa dengan perasaanku sendiri dan aku memutuskan untuk menjauhinya.“PRIMA” panggil Cantika sambil berjalan ke arahku. “kamu kenapa sih?” tanyak Cantika semakin mendekat. “aku gapapa kok”. Jawabku “kamu kayaknya menjahui aku yaa?. Emang aku punya salah sama kamu, Prim?” tanya Cantika dengan heran. “Ah, enggak kok, itu mungkin cuman perasaanmu aja Can. Sudah ya aku mau pulang nih. Soalnya di rumah sibuk”. Tanpa basa basi lagi, aku pun bergegas meninggalkan Cantika disana. “tunggu Prima, kamu belum menjawab pertanyaanku… Prima… Prima”, teriak Cantika kepadaku.Keesokan harinya aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan melupakan Cantika dan aku juga berjanji tidak akan pernah menceritakan bagaimana perasaanku yang sebenarnya padanya. Sulit memang melupakan orang yang sebenarnya kita cintai, tapi mau tak mau aku harus move on. Memang salahku, aku mencintainya tapi tidak berani mengungkapnya. Aku memang orang pecundang.Waktu itu aku benci dengan diriku sendiri. Seiring berjalannya waktu hubungan Cantika dengan laki-laki itu semakin erat saja hingga kelulusan mendatang. Dan aku setelah lulus, aku tidak tau hubungan mereka aku serta tidak pernah berhubungan kontak dengan Cantika kini aku mulai belajar…BILA MENYUKAI LAWAN JENISMU, UNGKAPKAN AJA LANGSUNG JANGAN DIPENDAM-PENDAM KARENA SELAGI ADA WAKTU YANG LUANG MENYATAKAN CINTAMU KEPADANYA

Kado Ulang Tahun
Teen
25 Nov 2025

Kado Ulang Tahun

Di suatu hari pada bulan November aku ulang tahun yang ke 17 tahun. Disaat itu yang harusnya membuatku senang tetapi ternyata tidak sama sekali.Di pagi hari aku baru bangun pagi aku kira ada keluargaku yang mengucapkanku selamat ulang tahun ternyata tidak ada sama sekali yang mengucapkan. Saat itu aku merasa sangat sedih dan kecewa. Sebelum aku mau berangkat sekolah aku bersalaman dan berpamitan kepada kedua orangtuaku, kukira bakal ada yang mengucapkan di situ ternyata mereka benar benar lupa dengan hari itu. Aku berangkat sekolah dengan hati yang kesal, tetapi aku di jalan berharap ada yang ingat dengan hari ulang tahunku saat itu waktu di sekolah.Sesampainya di sekolah aku langsung menaruh tas di kursi dan langsung duduk. Tidak lama ada temanku yang menghampiriku, dia mengajakku untuk mengantarkan ke kamar mandi sebentar. Setelah dari kamar mandi aku dan temanku duduk dan bercerita cerita.Jam pelajaran dimulai… Diawal pelajaran aku sudah merasa yang tidak enak, Guru jam pertama pelajaran menghampiriku dan tiba tiba menyuruhku ulangan harian sendirian di luar kelas. Aku berbicara dalam hati: kenapa aku ulangan sendirian di sini kenapa teman temanku tidak ikut ulangan juga. Setelah menyelesaikan ulangan itu aku masuk ke dalam kelas untuk menyerahkan kertas itu ke guru, tetapi saat aku masuk kelas tatapan teman temanku tiba tiba sinis semua. Tetapi ada satu temanku yang biasa saja padaku, aku sampai jam pulang bersama dia terus.Saat jam pulang Aku bertanya kepada temanku “Kenapa tadi bu guru menyuruhku untuk ulangan sendirian di depan kelas, sedangkan teman teman yang lain tidak?,” “Sama kenapa tadi temen temen sinis semua kepadaku,” tanyaku kepada temanku. “Wah aku tidak tahu tentang itu, maaf ya,” jawab temanku. Aku dan temanku pun pulang di rumahnya masing masing. Aku pulang sekolah langsung tidur siang dan bangun agak sorean. Setelah bangun aku langsung mandi. Setelah mandi aku mengerjakan tugas yang sudah diberikan guru. Tiba tiba di rumahku lampu mati, di rumah sangat gelap sampai sampai aku tidak kelihatan apa pun, aku langsung mencari hp ku untuk menyalakan senter. Di saat itu aku pun di rumah sendirian. Setelah mendapatkan hp ku aku langsung menyalakan senter yang ada di hp ku. Aku pun mencari lilin untuk ditaruh di tempat tempat yang gelap, tetapi anehnya kenapa hanya rumahku yang lampunya mati sedangkan lampu rumah tetanggaku menyala semua.Aku sudah tidak mempedulikan itu, aku melanjutkan tugasku dan menunggu lampu di rumahku menyala kembali. Aku sudah melihat KWH Meter dan tidak ada yang aneh atau pun rusak. Aku menelepon keluargaku tetapi tidak ada yang jawab.Setelah aku mengerjakan tugas aku pergi ke kamar untuk bermain hp dan menaruh lilin di kamar. Tapi tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetok pintu rumahku. “Tokkkk tokkkk tokkkkk…,” “Assalamualaikum…,” “Apa ada orangg…,” “Permisiiiiii,” Kata orang yang mengetuk pintu dengan cara sangat keras, dia pun memanggilnya sangat keras sampai sampai tetanggaku keluar rumah semua.Aku yang di rumah sendirian merasa sangat takut untuk membukakan pintu rumah, tetapi dia masih mengetok-ngetok pintu rumahku secara keras. Aku pun membukakan pintunya“Iyaaa sebentarr,” “Siapaa yaaa,” jawab ku dari dalam rumah. Aku membuka kan pintu “Ehhh ternyata paket tohh tak kirain siapa mas,” kataku. “Lama sekali sih mbak, Cuma paket aja loh,”. “Nih paketnya mbak, sama tanda tangan disini buat bukti penerimanya,” Jawab kurir paket itu. “Yaa maaf mas saya kira tadi orang jahat soalnya saya di rumah sendirian sama lampu di rumah saya mati,” jawabku. “Oalah ya mbak, kalau gitu saya duluan ya,” Jawab kurir paket. “Yaa mas makasi ya mas, maaf juga tadi lama bukain pintunya,” jawabku.Aku kembali ke kamar dan membuka isi paket tadi, tetapi tiba tiba ada suara orang di rumahku, aku pun segera melihatnya tetapi tidak ada orang di rumahku. Aku berusaha berfikir yang positif, mungkin tadi kucing. Tetapi tidak lama dari itu ada suara balon meletus di depan rumahku.“Dorrrrrr selamat ulang tahun,” “Maaf ya udah buat kamu kesel dari pagi,” “Happy birthday temankuuu maaf tadi udah cuek di sekolahan,” “Selamat ulang tahun anakku semoga selalu bahagia ya, maaf tadi pagi gak ngucapin kamu,” Tiba tiba ada teman temanku dan kedua orang tua ku masuk kamar. Mereka membawa kado dan kue. Aku langsung menangis terharu karena aku kira tidak ada satu orang pun yang ingat sama hari yang sangat spesial itu.Aku sangat bahagia saat itu karena tidak hanya orangtuaku dan teman temanku saja yang datang tetapi keluarga nya kekasih ku juga ikut datang, ternyata ini semua sudah bagian acara dari kekasihku agar membuatku kesal dari pagi, Pantas saja hp dia mati dari hari sebelum aku ulang tahun.Aku sangat terkejut karena ayahku tiba tiba memberiku kunci mobil. Aku bertanya kepada ayah “Ini apa,” Tanyaku kepada ayah. “Ini kunci mobil buat kamu, di jaga baik baik ya,” jawab ayahku. “HAHHHH, ini serius ayah,” aku yang sangat terkejut. Aku disini sangat bahagia.Tidak hanya itu kekasihku juga tiba tiba mengasih cincin di jariku. “Ini buat kamu, apa mau lebih serius lagi sama aku,” kekasihku yang bertanya kepadaku. “Hah maksud nya apa ini, tunangan gitu,” aku yang masih bingung.Ternyata ini semua adalah bagian dari rencana dia, dia ingin melihatku kesal dari pagi tapi senang saat malam itu, ini adalah hari ulang tahun yang sangat membuatku bahagia. Aku yang malu karena disitu ada kedua orangtuaku dan orangtua dia, serta ada teman temanku.“CIEEEE CIEEEE TUNANGAN NIHHHH,” “Wahhhhh iriiii akuuuuu,” “Wahh congrats yaaa,” “Sekolahnya diselesaiin dulu nanti baru lebih ke jenjang yang serius,” “Semoga baik baik aja yaa nanti hubungannya,” Kata teman temanku dan orang tua ku.END

Broken Home
Teen
25 Nov 2025

Broken Home

Di sebuah rumah tinggallah seorang gadis yang bernama Hana, ia tinggal bersama ibunya, ayah tiri, serta adik tiri. Ia tertekan tinggal di rumah bersama ayah tiri dan adik tiri karena mereka berbuat jahat terhadap Hana, ayah kandung Hana meninggal karena terbunuh oleh ayah tirinya sehinngga Hana benci ayah tirinya. Adik tirinya perempuan sudah 7 tahun.Pagi hari pun tiba, dimana ini hari Minggu, Hana terbangun karena dia disiram oleh adik tirinya yang bernama Sandrinna dan Hana pun geram diperlakukan seperti ini.“Kenapa kamu siram kakak sih kan kakak tidak apa-apain kamu?” tanyaku. “Kakak sudah bikin adik dimarahin sama ibu, sekarang aku minta uang 100 ribu cepat,” jawab Sandrinna. “Dih, ogah minta ke ayah kamu lah ngapain ke kakak.” “Awas nanti aku aduin ke ayah,” timpal Sandrinna “Silahkan.”Beberapa menit kemudian, Hana pun bergegas mandi dan 5 menit dia keluar kamar mandi serta mengganti baju. Setelah itu, ayah tirinya memanggil dia dengan marah, “Hana, keluar kamarmu sekarang” aku pun mendengus kesal dan keluar kamar.“Anda kenapa menyuruh saya keluar kamar, ada urusan?” tanyaku. “Kamu tidak bisa sopan apa ke ayahmu hah?” “Ayahku? Maaf, ayahku sudah tenang di alam sana dan anda bukan ayahku melainkan ayah tiriku”, jelasku dengan panjang lebar. “Kamu kenapa tidak memberi adikmu uang, uang 100 ribu aja ribet”, timpal ayahku “Tuan Daniel, anda tidak bekerja atau gimana sih, nafkahi anaknya saja ga mau,” ucapku PLAKKK Satu tamparan mendarat ke pipiku, aku pun berlari turuni tangga dan keluar rumah sambil meringgis kesakitan. “Keluarlah dari rumah, aku sudah muak lihat muka kamu,” teriak Daniel.Sesampai di café, Hana memesan teh hangat saja sambal melamun. Tiba-tiba ada gadis menyapanya dan ia menoleh “Hai, Hana tumben ke café, ada masalah ya?” tanyanya dan Hana terus terdiam tak menjawab pertanyaan gadis tersebut.“Menurutmu, aku pantas bahagia atau tidak?” tanya Hana secara tiba-tiba “Kok lo ngomong gitu sih Han, kalo ada masalah cerita ke gue.” “Tadi gue habis ditampar sama ayah tiri gue, gue kesal sama dia dan dia sudah membunuh ayah gue dan juga gue mau buat rencana untuk mengungkap kebusukkannya,” jelasku. Gadis yang di hadapan Hana pun duduk dan ia berniat membantu Hana, “gue mau bantu lo kok.”Kini Hana kembali ke rumah tapi disambut oleh ibunya, “Dari mana saja kamu Han?” Hana tak menjawab pertanyaan ibunya, ya ibunya bernama Vani dan segera pergi ke kamar, sedangkan ibunya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sesampai di kamar, Hana pun menutup pintu dengan keras dan mulai menangis ia merindukan seorang ayah.Malam pun tiba, Hana tetap ada di kamarnya dan ia dipanggil ibunya “Nak, ayo turun kita makan bersama.” “Tidak bu, aku mau sendiri dulu,” jawabku “Ibu makan dulu saja, nanti aku menyusul ke ruang makan,” lanjut Hana dan ibunya pun pergi menuruni tanggaSesampai di ruang makan, ayah dan adik tiri berhenti melahap makanan, “Hana tidak makan malam kah?” tanya Daniel dan Vani menggelengkan kepalanya. “Kenapa kakak ga makan, bunda?” tanya Sandrinna tetapi Vani tetap menggelengkan kepalaBeberapa menit kemudian, mereka bertiga selesai makan dan menuju kamarnya masing-masing. Hana keluar kamar dan mengendap-enadap turun dari tangga untuk melihat kondisi sekitar. Merasa kondisi aman, Hana menuju ke ruang makan dan mengambil jajan, tiba-tiba ada orang perempuan yang menghalanginya.Hana pun kaget “Hayo lho, kakak ngapain mengambil jajan?” tanya seorang perempuan ternyata adek tirinya. “Kamu ngapain disini bikin kaget saja?” tanya balik Hana. “Lagi ambil minum, minta jajannya dong kak.” “Enak saja, tidak boleh.” “Awas aja ya aku bilang ke ayah,” ancam Sandrinna. “Silahkan.”Sandrinna pun pergi dan memanggil ayahnya, Daniel menuju ke Hana dan menampar 3 kali sedangkan Hana meringis kesakitan. “Kamu kenapa ga berikan jajan kamu ke adek kamu hah?” “Adek? Saya ga punya adek, saya anak tunggal dan Sandrinna bukan keluarga saya,” tegas Hana yang sedang memegang pipi yang ditampar oleh ayah tirinya dan menuju ke kamarnya sambil membawa jajan.Sampai di kamar Hana, ada yang mengechat Hana ‘halo’ yaitu nomor yang tidak dikenal. Hana: Ini siapa ya? Nomor yang tidak dikenal: Aku Dilla, aku yang tadi di café itu lho. Hana: Ouh, aku Hana. Dilla: Salken ya. Hana mengeread saja dan ia langsung bergegas tidur.Pagi pun tiba disambut dengan matahari yang cerah, Hari Senin yang menyebalkan bagi Hana. Hana pun bangun dari tidurnya dan bergegas untuk berangkat sekolah, Sandrinna minta Hana untuk berangkat sekolah bersama–sama tetapi Hana menolak.“Ayolah kak, sekali aja bareng sekolah sama aku,” ucap Sandrinna dengan memohon “Kalo kakak ga mau ya ga mau dek, udah deh kakak berangkat sekolah, ibu dan ayah aku berangkat dulu,” pamit Hana sambil meninggalkan SandrinnaSampai di sekolah, Hana disambut dengan Dilla “Hai Han, nanti kita ke kantin bareng yok.” “Ayo-ayo aja sih, yaudah aku ke kalas dulu ya,” jawab Hana dan dapat anggukan dari DillaIstirahat tiba, Dilla menjemput Hana dan berniat ke kantin bersama. Sampai ke kantin, Dilla dan Hana mengobrol tentang kebusukan ayah tirinya Hana. “Han, aku tadi dapat info tentang ayah tiri lo dari cctv lampu lalu lintas,” ucap Dilla memulai topiknya “Kirim video buktinya ke gue, cepat.” Dilla mengirim video bukti ke nomor Hana, dan berterima kasih ke Dilla. “Terus lo mau ngungkapin kebusukannya kapan Han?” “Nanti sore,” jawab Hana dengan santai “Buset, cepat banget deh.” “Iya lah, kalo lama-lama ga bisa tenang ayah gue di alam sana,” ucap Hana dan Dilla menganggukkan kepalanyaSore tiba, Hana mengumpulkan semua anggoto keluarganya termasuk ayah tirinya dan adek tirinya. “Kak, kita ngapain dikumpulkan di ruang keluarga ini?” tanya Sandrinna dengan penasaran. “Iya nih, ada apa nak kamu kumpulin kita di sini?” tanya lagi dari sang ibunya“Pertama-tama, aku kumpulin kalian semua di sini buat bahas kematian ayahku. Di balik semua kejadian itu adalah ayah tiriku, Daniel. Anda sudah membunuh ayahku yang tak bersalah, anda bersalah,” jelas Hana Vani pun tak percaya, ia pun menampar ayah tiriku. “Kamu sudah merusak keluarga saya, dan keluar dari rumah ini. Saya tidak sudi menerima kamu dan bawa anak kamu sekalian barang-barang kamu.”Daniel dan Sandrinna pergi dari rumah itu, Hana dan Vani pun lega dan Hana berharap ayahnya tenang di alam sana, semoga amal ibadahnya diterima.

Menampilkan 12 dari 228 cerita Halaman 10 dari 10
Menampilkan 12 cerita