Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

1144

Genre Romance

230

Genre Folklore

228

Genre Horror

228

Genre Fantasy

230

Genre Teen

228

Reset
Puteri Junjung Buih
Folklore Noveltoon
30 Nov 2025

Puteri Junjung Buih

Alkisah di Kalimantan Selatan, berdirilah Kerajaan Amuntai. Rakyatnya hidup damai sejahtera di bawah pemerintahan dua pemimpin, Raja Patmaraga dan adiknya, Raja Sukmaraga. Kedua raja itu memerintah dengan adil, saling menghargai, serta hidup rukun. Namun ada satu hal yang mengurangi kebahagiaan mereka, yaitu mereka belum dikaruniai anak.Sang adik, Raja Sukmaraga dan istrinya, sangat mendambakan putra kembar. Dan mereka terus-menerus memintanya dalam doa. Akhirnya, Tuhan mengabulkan doa mereka. Raja Sukmaraga sangat bahagia, setiap malam ia mengelus perut istrinya sambil berkata, “Semoga anak di kandunganmu ini putra kembar yang cakap.” Istrinya hanya tersenyum tapi dalam hati mengiyakan harapan itu. Setelah mengandung sembilan bulan, lahirlah putra kembar yang tampan. Raja Sukmaraga mengumumkan berita bahagia itu pada kakaknya dan seluruh rakyat.Raja Patmaraga juga turut berbahagia atas kelahiran kemenakannya itu. Namun dalam hati, ia sangat sedih. Ia juga ingin dikaruniai anak. Tak harus sepasang anak laki-laki, anak perempuan pun akan ia terima dengan suka cita. Raja Patmaraga berdoa, memohon petunjuk Tuhan. Ia mendapat jawaban lewat mimpi. Dalam mimpinya, Raja Patmaraga diminta untuk bertapa di Candi Agung yang berlokasi di luar Kerajaan Amuntai. Esok harinya, tanpa menunda-nunda lagi, Raja Patmaraga berangkat bersama beberapa pengawal dan tetua istana, Datuk Pujung.Di sana, Raja Patmaraga segera bertapa selama beberapa hari. Meski pun belum mendapat petunjuk, ia yakin Tuhan akan mengabulkan doanya. Benar saja! Dalam perjalanan pulang, Raja Patmaraga melewati sungai. Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang bayi perempuan yang sangat cantik terapung-apung di sungai itu.“Apa itu? Apakah aku tak salah lihat? Bagaimana bisa ada bayi di sini?” tanyanya dalam hati.Dengan sangat hati-hati, ia mengangkat bayi itu. “Datuk Pujung, bantulah aku menggendong bayi ini.” Dengan sigap Datuk Pujung mengambil bayi itu dari pelukan Raja Patmaraga. Betapa herannya mereka, bayi itu tidak menangis melainkan berbicara!Mereka ternganga mendengar kata-kata yang tercucap dari mulut bayi itu, “Jangan bawa aku seperti ini. Mintalah 40 wanita cantik untuk menjemputku. Satu lagi, aku tak bisa ikut dalam keadaan telanjang seperti ini. Kalian harus menyediakan selimut; selimut yang ditenun dalam waktu setengah hari saja.”Raja Patmaraga segera memerintahkan Datuk Pujung untuk kembali ke istana dan mengadakan sayembara untuk mendapatkan selimut yang diminta bayi itu. Selain itu, ia juga harus mengumpulkan 40 wanita cantik.“Pengumuman, Raja Patmaraga sedang menunggu kita. Barang siapa mampu menenun selembar selimut untuk bayi dalam waktu setengah hari, akan diangkat menjadi pengasuh bayi,” kata Datuk Pujung.Mendengar pengumuman itu, rakyat gaduh dengan bisikan-bisikan yang menanyakan siapa kira-kira yang mampu menenun selembar selimut dalam waktu setengah hari. Para wanita mulai bekerja. Mereka menggunakan benang terbaik. Namun sampai waktu yang ditentukan, tak seorang pun yang selesai. Datuk Pujung nyaris putus asa, ketika tiba-tiba seorang wanita menghampirinya.“Tuanku, ini selimut hasil tenunanku. Periksalah dengan cermat apakah selimut ini cukup untuk menyelimuti bayi Raja Patmaraga,” katanya sambil menyerahkan selimut yang dilipat rapi.Datuk Pujung membuka lipatan selimut tersebut dan “Waaahhh… indah sekali selimut itu,” gumam para wanita yang berkerumun di sekitar Datuk Pujung. “Siapakah namamu? Aku rasa kau pantas menjadi pengasuh bayi Raja Patmaraga,” kata Datuk Pujung.“Nama saya Ratu Kuripan. Saya akan sangat senang jika Raja Patmaraga berkenan menjadikan saya pengasuh untuk putrinya,” jawab wanita itu.Datuk Pujung, Ratu Kuripan, dan 40 wanita cantik berangkat menjemput Raja Patmaraga. Bayi itu dibungkus dengan selimut buatan Ratu Kuripan. “Cantik sekali. Karena kau kutemukan terapung di atas buih-buih, maka kau kunamakan Putri Junjung Buih,” kata Raja Patmaraga.Bayi itu tersenyum, seolah setuju dengan Raja Patmaraga. Kebahagiaan rakyat Amuntai telah lengkap bersama dua raja dan putra-putri mereka. Negeri itu hidup damai dan bahagia.Pesan moral dari cerita ini adalah: merawat milik kita dengan baik adalah salah satu cara bersyukur. Jika menginginkan sesuatu, berusahalah hingga itu terwujud.

KESETIAAN SEEKOR HARIMAU
Folklore Wattpad
30 Nov 2025

KESETIAAN SEEKOR HARIMAU

Pada jaman dahulu, ada sepasang suami istri di Tasikmalaya. Kehidupan mereka cukup tentram dan bahagia. Pada suatu hari mereka menemukan seekor harimau kecil yang ditinggal mati oleh induknya. Harimau itu dipelihara oleh oleh mereka, dididik dan diperlakukan seperti anggota keluarga sendiri. Ternyata hewan itu tahu diri, ia menjadi penurut kepada sepasang suami istri itu. Harimau pun tumbuh menjadi besar, ia cerdas dan tangkas.Kemudian sepasang suami istri itu menamainya Si Loreng.Demikian erat hubungan Si Loreng dengan suami istri itu sehingga ia dapat mengerti kata-kata yang diucapkan suami istri itu. Kalau ia disuruh pasti menurut dan mengerjakan perintah suami istri itu dengan baik.Suami istri yang bekerja sebagai petani itu semakin berbahagia ketika lahir anak mereka seorang bayi laki-laki yang sehat dan menyenangkan. Inilah saat bahagia yang mereka tunggu-tunggu sejak lama. Apabila mereka pergi bekerja ke sawah, bayinya ditinggal di rumah. Si Loreng ditugaskan untuk menjaga keselamatan bayi itu. Hal ini berlangung selama beberapa bulan.Sepasang suami istri itu semakin sayang kepada Si Loreng kerna hewan itu ternyata dapat dipercaya menjaga keselamatan anak mereka.Pada suatu siang yang terik, istri petani pergi ke sawah untuk mengirim makanan kepada suaminya. Melihat kedatangan istrinya si suami segera menghentikan pekerjaannya. Disana si suami melahap makanan yang dihidangkan istrinya.Baru saja setelah makan dan minum, tiba-tiba mereka mendengar suara gerengan si Loreng. Si Loreng nampak lari pontang-pantin melewati pematang sawah terus menuju dangau. Si Loreng mengibaskan ekorna berkali-kali dengan lembut sembari menggosok-gosokkan badannya kepada suami istri itu."Kakang, mengapa tingkah Si Loreng tidak seperti biasanya?", tanya si istri."Iya Istriku... Aneh sekali. Ada apa gerangan?" sahut sang suami."Kakang lihat!!! Mulut Si Loreng penuh dengan darah!!!!", teriak sang istriSang suami tersentak kaget, mulut Si Loreng memang berlumuran darah."Loreng...? Jangan-jangan kau telah menerkam anakku. Kau telah membunuh anakku!!" kata sang suami.Si Loreng menggeleng-gelengkan kepalanya, sehingga darah dibagian mulutnya berhamburan. Si suami seketika meluap amarahnya. Ia segera mencabut goloknya dan memenggal kepala Si Loreng. Si Loreng tak menduga disreang secara tiba-tiba sehinnga ia pun tak sempat mengelak. Harimau itu mengeram kesakitan, ia tidak melawan, hanya sepasang matanya memandang kearah sepasang suami istri itu dengan penuh rasa penasaran. Karena hewan itu belum mati, si suami segera mengayunkan goloknyadengan penuh kemarahan hingga tiga kali. Putuslah leher Si Loreng dari badannya. Hewan itu tewas dengan cara mengenaskan."Kakang! Cepat kita Pulang!"Mereka segera berlari ke rumahnya.Sampai di rumah, mereka mendapati anaknya masih berada dalam ayunannya. Bayi itu nampak tertidur nyenyak. Dirabanya tubuh anak itu, diguncang-guncang tubuhnya. Si bayi pun terbangun dan tersenyum melihat kedatangan orang tuanya.Kedua suami istri itu bersyukur karena bayinya selamat dan masih hidup. Setelah puas memandangi anaknya, mereka merasa lega atas keselamatan anaknya. Kini mereka celingukan, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Perhatian mereka terpusat pada tempat sekitar ayunan anaknya bagian bawah. Mereka mendapatkan bangkai seekor ular yang sangat besar berlumuran darah tergeletak di bawah ayunan. Sadarlah kedua suami istri itu bahwa Si Loreng telah berjasa menyelamatkan jiwa anaknya dari bahaya, yaitu dari serangan ular besar.Mereka sangat menyesal, terlebih sang suami karena telah tergesa-gesa membunuh harimau kesayangannya.

Ande-Ande Lumut
Folklore Noveltoon
29 Nov 2025

Ande-Ande Lumut

Pada zaman dahulu, ada sebuah Kerajaan besar yang bernama Kerajaan Kahuripan. Namun, untuk mencegah perang persaudaraan, Kerajaan Kahuripan dibagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Suatu hari sebelum Raja Erlangga meninggal, ia berpesan untuk menyatukan kembali kedua kerajaan tersebut.Akhirnya, kedua kerajaan tersebut bersepakat untuk menyatukan kedua kerajaan dengan cara menikahkan Pangeran dari Kerajaan Jenggala, yaitu Raden Panji Asmara Bangun, dengan putri cantik Dewi Sekartaji dari Kerajaan Kediri.Namun, keputusan untuk menikahkan Pangeran Raden Panji Asmara Bangun dengan Putri Sekartaji ditentang oleh ibu tiri Putri Sekartaji. Karena istri kedua dari Kerajaan Kediri iri hati pada Putri Sekartaji, ia berniat menyingkirkannya. Putri Sekartaji pun melarikan diri dan menyamar sebagai gadis desa biasa.Suatu hari, ketika Putri Sekar tiba di rumah seorang janda yang mempunyai tiga anak gadis cantik. Nama ketiga anak janda tersebut adalah Klenting Merah, Klenting Biru, dan Klenting Ijo. Akhirnya, Putri Sekar pun mengganti namanya menjadi Klenting Kuning.Mendengar berita yang bersumber dari desa Dadapan, kabar itu menyebutkan bahwa Mbok Randa mempunyai anak angkat seorang pemuda tampan. Anak angkat itu bernama Ande-Ande Lumut. Ketampanan Ande-Ande Lumut sangat terkenal sehingga banyak gadis yang datang ke desa Dadapan untuk melamarnya.Kabar tentang Ande-Ande Lumut sedang mencari istri terdengar oleh keempat gadis cantik tersebut. Akhirnya, sang janda menyuruh anak-anaknya pergi menemui Ande-Ande Lumut.Suatu hari, mereka segera berangkat. Namun mereka hanya bertiga karena Klenting Kuning mempunyai pekerjaan rumah yang belum selesai. Dalam perjalanan, ketiga kakak Klenting Kuning kebingungan karena harus menyeberang sungai. Tiba-tiba muncul pemuda bernama Yuyu Kangkang. Ia menawarkan bantuan menyeberangkan mereka, tetapi dengan syarat ia boleh mencium mereka. Awalnya mereka menolak, namun karena tidak ada jalan lain, mereka terpaksa menyetujuinya.Sesampainya di rumah Mbok Randa, gadis-gadis itu langsung memperkenalkan diri. Namun, Ande-Ande Lumut menolak semuanya.Sementara itu, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Klenting Kuning pergi menyusul ketiga kakaknya. Saat di sungai, ia juga ditawari bantuan oleh Yuyu Kangkang. Namun Klenting Kuning menolak dengan tegas. Ia bahkan mengolesi pipinya dengan kotoran ayam sehingga Yuyu Kangkang jijik dan pergi.Setelah berhasil menyeberang, Klenting Kuning tiba di rumah Mbok Randa. Melihat tingkah dan penampilannya yang sangat sederhana dan kumal, Ande-Ande Lumut justru menyambutnya dengan senyum bahagia. Mbok Randa pun kaget melihat anak angkatnya itu bersikap berbeda.Akhirnya, Ande-Ande Lumut mengakui identitasnya. Ia sebenarnya adalah Pangeran Raden Panji Asmara Bangun. Klenting Kuning juga mengungkapkan bahwa dirinya adalah Putri Sekartaji.Ketiga kakaknya sangat terkejut mengetahui bahwa gadis yang selama ini mereka perlakukan dengan tidak baik rupanya adalah putri raja yang sangat cantik.Tak lama kemudian, mereka semua dikejutkan oleh Ande-Ande Lumut yang membuka kedok aslinya sebagai pangeran. Klenting Kuning dan Raden Panji kembali dipersatukan. Akhirnya Raden Panji membawa Putri Sekartaji dan ibu angkatnya, Mbok Randa, kembali ke Kerajaan Jenggala. Mereka pun segera melangsungkan pernikahan.Akhirnya, Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala dapat bersatu kembali.

Majalengka
Folklore Wattpad
29 Nov 2025

Majalengka

Alkisah pada zaman dahulu kala, terdapat suatu negeri yang aman dan makmur, yang dikenal dengan nama Negeri Panyidagan. Ratu yang memerintah negeri itu sangat cantik, ia bernama Ratu Ayu Panyidagan, ada juga yang menyebut Ratu Ayu Rambut Kasih, dan ada juga yang menyebut Nyi Rambut Kasih saja.Kecantikan Ratu Ayu Panyidagan ini tiada tandingannya, sehingga jika dilukiskan dengan kata-kata oleh penyair seperti, Badannya ramping bagai pohon pinang, rambutnya hitam dan panjang bagai mayang terurai, wajahnya berseri bagai bulan empat belas hari, alisnya bagai bentuk taji,hidungnya mancung bagai bunga melur, matanya bagai bintang timur, telinganya bagai kerang,bibirnya bagai delima merekah, giginya bagai dua barisan mutiara, dagunya bagai lebah bergantung, jarinya bagai duri landak, pepat kukunya bagai paha belalang, betisnya bagai perut padi, tumitnya bagai telur burung.Menurut cerita dari mulut ke mulut Ratu mendapat pujian Ratu Ramping Kasih karena semua orang (rakyat negeri ini) tidak berani menatap wajah Ratu yang cantik dan berwibawa itu, mereka hanya berani menatap bila Ratu telah pergi membelakangi mereka. Mereka hanya dapat melihat badannya yang ramping dan rambutnya yang hitam bergelombang menutupi badannya.Rambut Ratu yang indah itu menimbulkan rasa kasih setiap orang yang melihatnya sehingga semua orang memuji kecantikannya yang sesuai dengan tingkah lakunya yang ramah tamah dan baik budi bahasanya. Oleh sebab itu memberi julukan Ratu Ayu Rambut Kasih.Selain itu, beliau mempunyai ilmu lahir dan ilmu batin, lagi pula beliau dapat meramalkan kejadian yang akan dialaminya.Dalam pemerintahan Ratu Ayu Panyidagan yang adil dan bijaksana itu,kesejahteraan rakyat terjamin, baik petani maupun pedagang merasa aman dan tenteram menggarap pekerjaannya karena tak pernah ada pencuri dan perampok yang mengganggu kekayaannya. Pemerintahan Ratu Ayu Panyidagan dibantu oleh para Patih yang terkenal dalam bidang kesejahteraan dan keamanan negara, yaitu Ki Gedeng Cigobang, Ki Gedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur.Pada suatu hari, Ratu Ayu Panyidagan mengadakan pertemuan di pendopo yang dihadiri oleh para menteri dan para punggawa negara, bahkan rakyat pun boleh mendengarkan asal tidak mengganggu suasana perundingan itu. Setelah semua undangan hadir, barulah Ratu Ayu Panyidagan keluar dari Kaputren menuju ruang pendopo kemudian duduk di hadapan para menteri dan punggawa negara. Semua yang hadir tak ada yang berbicara, semuanya diam, semuanya menundukkan kepalanya tanda hormat dan takut menghadapi Ratu Ayu Panyidagan yang berwibawa itu.Setelah suasana di pendopo itu tertib, kemudian sang ratu bersabda;"Para menteri dan para punggawa Negara Panyidagan yang hadir, sekarang sudah waktunya atas kehendak Sang Hyang, negara kita akan menghadapi cobaan. Menurut wangsit yang kami terima, kelak kerajaan ini akan berubah. Oleh sebab itu, hadirin harus waspada dan siap-siaga menghadapi malapetaka yang akan datang. Bila ada huru-hara di luar kerajaan, kalian harus cepat memusnahkannya, jangan sampai musuh dapat masuk dan mengganggu ketertiban negara. Lindungilah rakyat dari segala bencana yang mengancam negara kita. Tentramkanlah hati rakyat supaya mereka tenteram mengerjakan tugas masing-masing dengan baik. Para petani tentram bertani supaya hasilnya akan lebih baik, dan para pedagang tentram berdagang, jangan sampai dikejar-kejar hutang dan diganggu oleh pencuri atau perampok. Tapi, kalau ada utusan dari negara lain yang akan bersahabat dan berbuat demi kesejahteraan kita semua, terimalah dengan baik dan ramah tamah, Mengerti?""Yakseni, yakseni ..., hadirin serempak menjawab.Sang Ratu bersabda lagi;"Sebentar lagi kami akan menerima tamu. Menurut ramalanku, orang yang datang tegap dan cakap, tetapi orang itu akan menimbulkan bencana bagi diri kami, hanya saja kami belum tahu bencana apa yang akan terjadi. Akan tetapi, semua rakyat Panyidangan tidak akan mendapat bencana, hanya berubah keyakinan dan kepercayaan, sesudah kerajaan ini lepas dari tangan kami. Nah sekian nasehat kami. Sekarang kalian boleh pergi meninggalkan pertemuan ini dan silakan melanjutkan lagi pekerjaan masing-masing dengan aman dan tentram."Terhadap semua nasehat Ratu, tak ada yang berani menentangnya, sebab mereka yakin bahwa semua ucapan Ratu pasti terjadi. Demikian juga, Ki Gedeng Cigobang, Ki Dedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur menerima tugas menjaga negara. Setelah siap dan mengumpulkan segara perkakas mereka pergi ke sebelah utara untuk menjaga perbatasan negara. Setibanya di sana, ketiga Senapati itu segera membuat pondok penjaga. Dari tempat ini mereka dapat melihat ke seluruh penjuru dengan jelas. Baik siang maupun malam mereka dapat melihat siapa yang lewat melalui jalan masuk ke negeri Panyidangan. Setiap orang yang akan masuk ke negeri ini, harus menyeberangi sungai terlebih dahulu, karena tempat itulah satu-satunya jalan masuk ke Negeri Panyidagan. Tempat penjagaan Ki Gedeng Cigobang itu, sekarang terkenal dengan nama Pajagan (berasal dari kata penjagaan).Pada suatu waktu, ketika Ki Gedeng Cigobang, Ki Gedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur sedang asyik berbincang-bincang, tidak diketahui dari mana datangnya, tahu-tahu kelihatan seorang pemuda sedang menyeberangi suangai, akan masuk ke Negeri Panyidagan. Alangkah terkejutnya mereka melihat kejadian itu. Mereka sudah meramalkan akan terjadi apa-apa kalau pemuda itu tidak segera ditangkap.Ketiga Senapati itu memanggil orang yang sedang menyeberangi sungai,"Hai orang yang sedang menyeberangi sungai, siapa namamu dan mengapa kamu berani menyeberangi sungai tanpa ijin kami?"Orang yang sedang menyeberang itu tidak menghiraukan teriakan ketiga senapati itu, ia terus menyeberangi sampai ke tepi sungai itu dan pergi menjauhi ketiga Senapai itu. Ketiga Senapati itu sangat marah melihat kelakuan pemuda tersebut, kemudian mereka lari mengejar orang itu dengan maksud akan mengeroyok, karena orang itu sudah berani memasuki daerah penjagaan tanpa ijin mereka.Orang yang menyeberangi sungai itu ialah utusan dari negeri Sinuhun Jati Cirebon, dengan maksud akan minta minta pertolongan Ratu Ayu Panyidangan. Ia akan minta buah maja yang ditanam oleh Ratu Ayu Panyidangan untuk mengobati rakyat Sinuhun Jati Cirebon, karena waktu itu di daerah Cirebon sedang terjangkit wabah penyakit yang harus diobati oleh Godongan buah maja yang banyak terdapat di daerah Panyidagan. Utusan itu bernama Pangeran Muhamad. Selain mendapat tugas mencari buah maja, dia juga mendapat tugas meng-Islamkan orang-orang yang masih menyembah berhala.Kita kembali menceritakan Pangeran Muhammad yang sedang dikejar oleh ketiga Senapati itu. Ia lari tunggang-langgang menuju ke arah barat. Ketiga Senapati itu berusaha menangkapnya dan akan menyerahkan kepada Ratunya. Tetapi Senapati itu kalah cepat, buronannya makin jauh. Akhirnya mereka menggunakan siasat baru dengan jalan mengepung Pangeran Muhamad dari beberapa penjuru. Seorang mengepung dari sebelah utara, yang seorang lagi dari sebelah barat, dan seorang lagi dari sebelah selatan. Akhirnya Pangeran Muhamad terkepung juga. Melihat keadaan dirinya sudah terkepung, akhirnya Pangeran Muhamad bersembunyi dalam suatu rumpun yang tidak jauh dari tempat itu. Di sana ia terpekur minta perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan mengucapkan syahadat tiga kali dan merentakkan kakinya. Tanah yang diinjak itu pun terbelah dan membentuk suatu lubang, kemudian Pangeran Muhamad masuk ke dalam lubang itu. Setelah Pangeran Muhamad. Setelah Pangeran Muhamad berada di dalam itu, tanah yang retak itu tertutup kembali seperti sedia kala.Ketiga Senapati itu sudah sampai ke rumpun tempat persembunyian Pangeran Muhamad, mereka bolak-balik kian-kemari mencarinya, setiap rumpun ditebas, setiap pohon ditebang tak ada satu rumput pun yang disisakannya, tetapi orang itu belum dijumpai, menghilang tanpa bekas. Ketiga Senapati sudah putus asa, semua daya upaya sudah dilaksanakan, tetapi masih juga belum berhasil. Akhirnya mereka duduk bertekuk lutut memikirkan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana melaporkannya kepada Sang Ratu. Setelah berunding, mereka pergi bersama-sama menuju ke dalam Panyidangan.Setelah itu, Pangeran Muhamad yang ada di dalam tanah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. mohon diberi kekuatan agar dapat keluar dari dalam tanah. Ia mencoba keluar dari dalam tanah dengan jalan mengorek dan melubanginya, lama-kelamaan ia dapat keluar melalui lubang di dalam tanah itu dan muncul kembali di suatu tempat, yang sekarang terkenal dengan nama Kampung Munjul (muncul).Penglihatan Pangeran Muhamad masih tetap gelap, segelap di dalam tanah walaupun ia sudah berada di atas tanah. Pangeran Muhamad melanjutkan perjalanan menuju ketempat datangnya cahaya, makin lama makin mendekati cahaya yang menyinari jalan itu dan akhirnya cahaya itu menghilang. Setelah diselidiki, ternyata cahaya yang memancar itu keluar dari "supa lumat" yang ada pada pohon-pohon jati yang berjejer di sepanjang jalan itu. Kemudian Pangeran Muhamad memberi nama tempat ini jadi pamor yaitu kebun jati yang berpamor atau bercahaya.Sementara itu, ketiga Senapati yang sedang mencari Pangeran Muhamad. Mereka sudah ada di kadaleman dan akan melaporkan kejadian yang baru saja mereka alami kepada Ratu Ayu Panyidagan. Mereka duduk pada bangku sambil membicarakan buronan yang hilang.Ketika sedang asyik bercakap-cakap, Ratu Ayu Panyidagan datang ke pendopo menuju ke arah ketiga Senapati yang menundukkan kepala karena malu dan bingung mencari kata-kata yang tepat untuk melaporkan.Kemudian Ratu Ayu Panyidagan bersabda," Hai para Senapati! Mengapa kalian tidak melaksanakan tugas menjaga negara, kalau-kalau ada orang yang masuk ke kerajaan tanpa ijin.""Ya Tuanku, hamba datang dari perbatasan negara akan melaporkan bahwa kemarin ketika hamba bertiga sedang menjaga perbatasan, tiba-tiba ada orang yang sedang menyeberangi sungai di dekat perbatasan. Hamba bertiga menegurnya, tetapi orang itu tidak mau menjawab, bahkan ia lari tunggang-langgang. Hamba bertiga mengepungnya, kemudian ia lari ke balik rumpun dan menghilang tanpa bekas. Semua rumpun telah hamba tebas sampai tak ada satupun rumpun pun yang tertinggal.""Aku tak percaya terhadap berita itu. Sekarang kalian harus mencari orang itu sampai dapat, dan bawa kemari. Sebelum tertangkap, kalian tidak boleh kembali. Pergilah sekarang juga dan tangkap hidup-hidup."Ketiga orang itu pergi meninggalkan pendopo untuk mencari buronan yang belum tertangkap itu. Mereka pergi lagi ketempat Pangeran Muhamad menghilang dan mengobrak-abrik tempat itu, tetapi mereka masih belum juga menjumpainya. Sebenarnya Pangeran Muhamad sudah tidak ada di tempat itu, ia sudah sampai ke daerah Panyidagan.Sementara, ketiga senapati tersebut terus mencari, hutan dijelajahi, gua-gua dimasuki, akhirnya sampailah ia ketempat Pangeran Muhamad sedang sedang beristirahat: yaitu di kebun jati yang penuh dengan jamur yang menempel pada kayu jati dan mengeluarkan sinar di waktu malam. Mereka gembira karena dari jauh terlihat seseorang sedang berjalan menuju kearah Panyidagan. Ketiga senapati itu sudah siap siaga akan menangkapnya. Mereka berjalan sambil membungkukkan badannya supaya buronan itu tidak melarikan diri atau menghilang lagi. Setelah dekat, mereka serentak menangkapnya dan dibawa kebawa ke kaputren.Baru saja sampai di halaman kaputren, Ratu Ayu Panyidagan sudah keluar dan bersabda," Lepaskan dan biarkan orang itu beristirahat dulu. Perlakukan orang itu seperti menerima tamu."Ketiga Senapati itu tidak bisa membantah, mereka melepaskan Pangeran Muhammad dan disuruhnya ia beristirahat dan mandi dulu sebelum menghadap ratu. Ki Gedeng Mardapa dan Ki Gedeng Kulur menyediakan makanan dan minuman. Setelah itu Pangeran Muhammad disuruh menghadap ke kaputren. Ketika Pangeran Muhammad sedang berjalan menuju kaputren, Ratu Ayu Panyidagan memperhatikan dari jendela. Beliau terpesona melihat pemuda yang gagah dan cakap itu sehingga timbul rasa ingin dipersunting oleh pemuda itu.Setelah Pangeran Muhammad berada di hadapannya, kemudian Ratu Ayu Panyidagan bertanya, "Hai pemuda, kamu berasal dari daerah mana? Mengapa kamu berani masuk ke negara ini, dan apa maksudmu datang kemari?""Hamba ini berasal dari Cirebon. Hamba datang kesini diutus oleh Sunuhun Jati, mencari buah maja yang ada di daerah kerajaan Panyidagan untuk mengobati rakyat kerajaan Cirebon yang terkena wabah penyakit demam. Oleh sebab itu, mudah-mudahan Tuan hamba bersedia menolong rakyat kerajaan yang sedang menderita sakit demam itu, dan mengijinkan hamba membawa buah maja yang ada di daerah tuan hamba.""Hanya itu permintaanmu?""Ya Tuanku, hanya itulah permohonan hamba ini!""Baiklah akan kami penuhi permintaanmu ini, bahkan semua kebun maja dan seluruh daerah Panyidagan akan menjadi milikmu, asal kamu memenuhi syarat ini.""Ya Tuanku, apa yang menjadi syaratnya?""Syaratnya sangat mudah, coba dengarkan! Saya adalah seorang Ratu yang termasyur dan dihormati oleh semua rakyat Panyidagan, para Menteri, Patih, serta para penggawa kami semuanya sangat setia. Hanya ada satu yang belum terpenuhi oleh diri saya. Saya ingin mempunyai keturunan untuk melanjutkan kerajaan Panyidagan ini. Pilihan yang paling sesuai untuk menjadi suamiku, hanyalah engkau seorang diri. Nah, itulah sebabnya syaratnya! Bagaimana, apakah dapat kamu laksanakan?""Ampun Tuan hamba, syarat ini terlalu berat. Bukan tidak mengagumi kecantikan Tuan Putri dan menurut perasaan hamba tidak ada yang tidak tertarik oleh kecantikan Tuanku. Bukan hamba menolak anugerah Tuan Putri ini, hanya ada rintangan yang sangat berat yaitu hamba ini sudah mempunyai istri. Dan lagi menurut agama hamba tidak baik mencintai orang yang sudah punya istri."Sesudah Ratu Ayu Panyidagan mendengar jawaban Pangeran Muhammad, beliau sangat murka ditolak oleh pemuda itu. Beliau berteriak memanggil Patih. "Patih, tangkap orang ini, masukkan ke dalam penjara, jangan sampai dapat kembali ke Cirebon. Obat yang berupa buah maja tidak dapat dimilikinya dan dibawanya ke Cirebon, bahkan kebunnya pun kuhancurkan sampai akar-akarnya.Kemudian pergilah Ratu Panyidagan ke dalam kaputren. Tidak berapa lama langit mendung, makin lama makin gelap, dan turunlah hujan yang sangat derasnya, sehingga orang-orang masuk ke rumah masing-masing karena merasa sangat takut oleh hujan yang sangat deras itu. Keesokan harinya langit cerah dan matahari bersinar menyinari alam semesta. Rakyat Panyidagan akan pergi mencari nafkah untuk keperluan sehari-hari. Semua orang terpaku melihat keadaan daerah Panyidagan yang berubah, kaputren menghilang beserta Ratu Panyidagan. Kebun Maja yang lebat itu hilang tanpa bekas. Semua rakyat ribut sambil berteriak, "Gusti Ratu menghilang, maja................... langka, maja .................. langka, majalangka ......!" sejak itu timbul sebutan majalangka, yang sekarang terkenal dengan nama Majalengka.Kemudian Pangeran Muhammad yang diutus Sinuhun Jati mencari buah maja lagi, akan tetapi tidak berhasil karena buah maja sudah tidak ada, kemudian ia bertapa di gunung Haur sampai meninggal. Jenazahnya dikebumikan di sana. Sejak itu Gunung Haur terkenal dengan nama Margatapa. Demikianlah asal muasal daerah Majalengka di Propinsi Jawa Barat.

Batu Menangis
Folklore Noveltoon
28 Nov 2025

Batu Menangis

Dahulu kala, di sebuah bukit yang jauh dari pedesaan, hiduplah seorang janda miskin bersama anak perempuannya. Anaknya dari janda tersebut sangat cantik jelita, ia selalu membanggakan kecantikan yang ia miliki. Namun, kecantikannya tidak sama dengan sifat yang ia miliki. Ia sangat pemalas dan tidak pernah membantu ibunya.Selain pemalas, ia juga sangat manja. Segala sesuatu yang ia inginkan harus dituruti. Tanpa berpikir keadaan mereka yang miskin, dan ibu yang harus banting tulang meskipun sering sakit-sakitan. Setiap ibunya mengajaknya ke sawah, ia selalu menolak.Suatu hari, ibunya mengajak anaknya berbelanja ke pasar. Jarak pasar dari rumah mereka sangat jauh, untuk sampai ke pasar mereka harus berjalan kaki dan membuat putrinya kelelahan. Namun, anaknya berjalan di depan ibunya dan memakai baju yang sangat bagus. Semua orang yang melihatnya langsung terpesona dan mengagumi kecantikannya, sedangkan ibunya berjalan di belakang membawa keranjang belanjaan, berpakaian sangat dekil layaknya pembantu.Karena letak rumah mereka yang jauh dari masyarakat, kehidupan mereka tidak ada satu orang pun yang tahu.Akhirnya, mereka memasuki ke dalam desa, semua mata tertuju kepada kecantikan putri dari janda tersebut. Banyak pemuda yang menghampirinya dan memandang wajahnya. Namun, penduduk desa pun sangat penasaran, siapa perempuan tua di belakangnya tersebut.“Hai, gadis cantik! Siapakah perempuan tua yang berada di belakangmu? Apakah dia ibumu?” tanya seorang pemuda.“Tentu saja bukan, ia hanya seorang pembantu!” jawabnya dengan sinis.Sepanjang perjalanan setiap bertemu dengan penduduk desa, mereka selalu bertanya hal yang sama. Namun, ia terus menjawab bahwa ibunya adalah pembantunya. Ibunya sendiri diperlakukan sebagai seorang pembantu.Pada awalnya, sang ibu masih bisa menahan diri setiap kali mendengar jawaban dari putri kandungnya sendiri. Namun, mendengar berulang kali dan jawabannya itu sangat menyakitkan hatinya, tiba-tiba sang ibu berhenti dan duduk pinggir jalan sambil meneteskan air mata.“Bu, kenapa berhenti di tengah jalan? Ayo lanjutkan perjalanan,” tanya putrinya heran.Beberapa kali ia bertanya. Namun, ibunya sama sekali tidak menjawab. Sang ibu malah menengadahkan kedua tangannya ke atas dan berdoa. Melihat hal aneh yang dilakukan ibunya, sang anak merasa kebingungan.“Ibu sedang apa sekarang!” bentak putrinya.Sang ibu tetap tidak menjawab dan meneruskan doanya untuk menghukum putrinya sendiri.“Ya Tuhan, ampunilah hamba yang lemah ini, maafkan hamba yang tidak bisa mendidik putri hamba sendiri sehingga ia menjadi anak yang durhaka. Hukumlah anak durhaka ini.” Doa sang ibu.Tiba-tiba, langit menjadi mendung dan gelap, petir mulai menyambar dan hujan pun turun. Perlahan-lahan, tubuhnya berubah menjadi batu. Kakinya mulai berubah menjadi batu dan sudah mencapai setengah badan. Gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya. Ia merasa ketakutan.“Ibu, tolong aku. Apa yang terjadi dengan kakiku? Ibu maafkan aku. Aku janji akan menjadi anak yang baik, Bu!” teriak putrinya ketakutan.Gadis tersebut terus menangis dan memohon. Namun, semuanya sudah terlambat. Hukuman itu tidak dapat dihindari. Seluruh tubuhnya perlahan berubah menjadi batu. Gadis durhaka itu hanya menangis dan menangis menyesali perbuatannya. Sebelum kepalanya menjadi batu, sang ibu masih melihat air matanya yang keluar. Semua orang yang berada di sana menyaksikan peristiwa tersebut. Seluruh tubuh gadis itu berubah menjadi batu.Sekalipun sudah menjadi batu, namun melihat kedua matanya masih menitikkan air mata seperti sedang menangis. Oleh karena itu, masyarakat tersebut menyebutnya dengan Batu Menangis. Batu Menangis tersebut masih ada sampai sekarang.“Pesan moral dari Cerita Rakyat Batu Menangis adalah selalu hormati dan sayangi kedua orang tuamu, karena kesuksesan dan kebahagiaanmu akan sangat tergantung dari doa kedua orang tuamu.”

Dewi Padi
Folklore Wattpad
28 Nov 2025

Dewi Padi

Di tengah kehidupan masyarakat Purwagaluh yang hanya menggantungkan sumber makanan dari hasil buruan, kehidupan berubah menjadi neraka ketika hutan tak lagi menyediakan binatang untuk diburu.Tanah kering kerontang dan sungai tidak lagi menyisakan air yang memberi kehidupan pada hewan dan tumbuhan. Purwagaluh adalah satu wilayah yang tengah mengalami bencana kekeringan terparah.Sadana, Adikara, dan Dewi Sri, tiga orang yang ditugaskan mencari jalan keluar untuk membebaskan warga dari kesulitan dan memperbaiki kehidupan Purwagaluh secara keseluruhan. Namun dalam perjalanan tugas yang pertama pun mereka sudah menemukan kesulitan yang datang dari musuh bebuyutan mereka sejak kecil.Demi mendapatkan Adikara yang dicintainya sejak kecil, Nuridami tak pernah berhenti mengejar dan menghalalkan segala cara dengan memanfaatkan kesaktian sang nenek, Nyi Ulo juga kakaknya Sapigumarang dan Singasatru.Dalam satu pertarungan, Dewi Sri yang menyamar menjadi Camar Seta berhasil membunuh Singasatru yang saat itu memimpin kelompok Bajak Lautnya menyerang Pelabuhan Atasangin, pulau yang paling maju dan makmur kala itu dan menjadi tempat Dewi Sri, Sadana dan Adikara mempelajari sebab kemajuan Atasangin untuk diterapkan di Purwagaluh.Sapigumarang sangat murka mengetahui kabar kematian adiknya, Singasatru di Atasangin oleh Camar Seta. Segera ia mendatangi Sadana untuk membalas dendam pada Camar Seta. Namun Nyi Ulo menahannya dengan alasan Singasatru yang jauh lebih saktipun berhasil dikalahkan Camar Seta.Akhirnya Sapigumarang mau berlatih secara khusus bersama Nyi Ulo untuk menyempurnakan ilmu Lebursaketinya. Dari situlah Sapigumarang kemudian menyadari sumber kekuatannya yang besar, yaitu amarah yang bisa melipat gandakan kekuatannya hingga mampu menguasai Lebursaketi dengan sempurna.Segera setelah itu Sapigumarang mendatangi Sadana untuk membunuh Camar Seta, Sadana beralih tidak mengenal Camar Seta. Sapigumarang tak mau percaya dan menyangka Camar Seta adalah Adikara yang memakai nama palsu.Sadana yang berniat membantu dihajarnya hingga pingsan dan Adikara dibawa pergi setelah tidak berdaya karena Nuridami merayu Sapigumarang untuk tidak membunuhnya.Dewi Sri sangat sedih mengetahui kekasihnya, Adikara ditawan oleh Sapigumarang. Namun berkat kesaktian Malihwarni yang diajarkan oleh kakeknya, Aki Tirem, Dewi Sri bisa merubah dirinya menjadi seekor harimau jadi sangat frustasi dan akhirnya bunuh diri.Sapigumarang jadi murka dan gelap mata setelah Budugbasu dan Kalabuat menghasutnya dan menuduh Dewi Sri yang telah membunuh Nuridami karena cemburu. Sapigumarang langsung menyusun kekuatan untuk membunuh Dewi Sri sekaligus menguasai Purwagaluh yang saat itu sudah berubah menjadi wilayah yang sangat makmur berkat Dewi Sri, Sadana dan Adikara yang berhasil menciptakan sawah padi di sana.Dan ketika Dewi Sri dan Adikara merayakan panen padi pertama bersama warga di Desa Cidamar, pasukan Sapigumarang yang dipimpin Budugbasu datang untuk merebut semua hasil panen dan menangkap Dewi Sri. Namun Dewi Sri yang sudah sangat sakti berhasil mengalahkan Budugbasu dan semua pasukannya.Sapigumarang tidak menyerah, ia menunjuk Kalabuat untuk menggantikan Budugbasu dan memimpin pasukan yang lebih banyak. Kalabuat yang licik bersiasat untuk menyerang malam hari dengan kekuatan penuh. Saat itu Dewi Sri dan Adikara hanya berjaga - jaga dengan pemuda dan warga yang jumlahnya sangat sedikit karena banyak diantara warga Cidamar yang terbunuh pada peperangan melawan Budugbasu.Kalabuat dan pasukannya yang besar datang dengan penuh percaya diri. Ketika mengepung sawah, tempat Dewi Sri memfokuskan penjagaan. Dewi Sri dan Adikara tak mau menyerah begitu saja, mereka melawan semua pasukan Kalabuat dengan sepenuh tenaga. Saat itu Budugbasu yang sangat dendam keluar dengan pasukannya karena ingin Dewi Sri dan Adikara hanya mati di tangannya.Kalabuat sempat marah karena Bubugbasu hanya memimpin pasukan bantuan dan seharusnya belum boleh keluar. Tapi Budugbasu tak peduli dan segera menyerang Dewi Sri untuk membunuhnya.Dewi Sri dan Adikara sangat terdesak menghadapi jumlah pasukan yang semakin banyak. Saat itulah Dewi Sri mengeluarkan ajian Malihwarninya dan merubah dirinya menjadi ratusan kelelawar besar yang sangat buas.Pasukan Kalabuat dan Budugbasu kalang kabut menghadapi serangan ratusan kelelawar, mereka semua terbunuh dan hanya sedikit yang berhasil melarikan diri. Sementara Kalabuat dan Budugbasu pun tak luput dari serangan kelelawar. Mereka pun kemudian melarikan diri dengan wajah dan bukan yang penuh luka gigitan.Sapigumarang sangat murka mengetahui Kalabuat dan Budugbasu kembali kalah oleh Dewi Sri, terlebih lagi semua pasukannya yang habis terbunuh. Ia dengan murka menghajar Kalabuat dan Budugbasu. Kalabuat membela diri dan menyalahkan Budugbasu yang membawa keluar pasukan bantuannya hingga akhirnya semua pasukan habis terbunuh.Budugbasu tak mau kalah, ia menyalahkan Kalabuat yang bersiasat menyerang malam hari hingga mereka diserang kelelawar ganas ciptaan sihir Dewi Sri.Mengetahui Dewi Sri yang menguasai sihir Sapigumarang segera meminta bantuan Nyi Ulo untuk menghadapi Dewi Sri. Namun Dewi Sri dengan cerdik mengalahkan semua sihir dari Nyi Ulo yang menyerangnya, bahkan Nyio Ulo pun tewas oleh serangan balik dari Dewi Sri.Sapigumarang murka dan menantang Dewi Sri untuk adu tanding dengannya. Dewi Sri melayani tantangan Sapigumarang dan bertarung dengan tangan kosong. Sapigumarang yakin mampu membunuh Dewi Sri dengan kekuatan penuh Lebursaketinya. Namun Dewi Sri yang sudah bersiap dengan ajian Sungsangbuana berhasil mengembalikan pukulan dahsyat Lebursaketi.Sapigumarang pun tewas oleh ajian Lebursaketinya sendiri. Mengetahui kenyataan itu Kalabuat dan Budugbasu tak bisa berbuat apa-apa. Merekapun menyerah ketika pasukan Sadana tiba-tiba datang meringkusnya.Semua warga dan pasukan bergembira menyambut kemenangan Dewi Sri. Mereka semua mengelu-elukan nama Dewi Sri dan menjulukinya sebagai Dewi Padi karena jasa terbesarnya yang telah menciptakan tanaman padi diseluruh wilayah Purwagaluh.

Nyai Anteh sang penunggu bulan
Folklore Wattpad
27 Nov 2025

Nyai Anteh sang penunggu bulan

Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni."Kau jangan memanggilku Gusti putri kalau sedang berdua denganku," kata putri. "Bagiku kau tetap adik tercintaku. Tidak perduli satatusmu yang hanya seorang dayang. Ingat sejak bayi kita dibesarkan bersama, maka sampai kapan pun kita akan tetap bersaudara. Awas ya! Kalau lupa lagi kamu akan aku hukum!""Baik Gust.....eh kakak!" jawab Nyai Anteh."Anteh, sebenarnya aku iri padamu," kata putri."Ah, iri kenapa kak. Saya tidak punya sesuatu yang bisa membuat orang lain iri," kata Anteh heran."Apa kau tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku. Jika kamu seorang putri, pasti sudah banyak pangeran yang meminangmu," ujar putri sambil tersenyum."Ha ha ha.. kakak bisa saja. Mana bisa wajah jelek seperti ini dibilang cantik. Yang cantik tuh kak Endah, kemarin saja waktu pangeran dari kerajaan sebrang datang, dia sampai terpesona melihat kakak. Iya kan kak???" jawab Anteh dengan semangat."Ah kamu bisa saja. Itu karena waktu itu kau memilihkan baju yang cocok untukku. O ya kau buat di penjahit mana baju itu?" tanya putri."Eeee...itu...itu...saya yang jahit sendiri kak." jawab Anteh."Benarkah? Wah aku tidak menyangka kau pandai menjahit. Kalau begitu lain kali kau harus membuatkan baju untukku lagi ya. Hmmmm...mungkin baju pengantinku?" seru putri."Aduh mana berani saya membuat baju untuk pernikahan kakak. Kalau jelek, saya pasti akan dimarahi rakyat," kata Anteh ketakutan."Tidak akan gagal! Kemarin baju pesta saja bisa...jadi baju pengantin pun pasti bisa," kata putri tegas.Suatu malam ratu memanggil putri Endahwarni dan Nyai Anteh ke kamarnya."Endah putriku, ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan," kata ratu."Ya ibu," jawab putri."Endah, kau adalah anakku satu-satunya. Kelak kau akan menjadi ratu menggantikan ayahmu memimpin rakyat Pakuan," ujar ratu. "Sesuai ketentuan keraton kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu.""Maksud ibu, Endah harus segera menikah?" tanya putri."ya nak, dan ibu juga ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma, anak adipati dari kadipaten wetan. Dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia gagah dan tampan. Kau pasti akan bahagia bersamanya," kata ratu. "Dan kau Anteh, tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa-apa padanya.""Baik gusti ratu," jawab Anteh.Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya."Aku takut sekali Anteh," kata putri dengan sedih. "Bagaimana aku bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?""Kakak jangan berpikiran buruk dulu," hibur Anteh. "Saya yakin gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat kakak. Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat kecantikan kakak. Ah sudahlah, kakak tenang dan berdoa saja. Semoga semuanya berjalan lancar."Suatu pagi yang cerah, Anteh sedang mengumpulkan bunga melati untuk menghias sanggul putri Endahwarni. Anteh senang menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu saling berebut bunga. Dia mulai bersenandung dengan gembira. Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin melewati tembok istana. Saat itu seorang pemuda tampan sedang melintas di balik tembok taman istana. Dia tepesona mendengar suara yang begitu merdu. Ternyata pemuda itu adalah Anantakusuma. Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi dengan mudah dilompatinya. Dia bersembunyi di balik gerumbulan bunga, dan tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik. Anantakusuma merasakan dadanya bergetar, "alangkah cantiknya dia, apakah dia putri Endahwarni calon istriku?" batinnya. Anantakusuma keluar dari persembunyiannya. Anteh terkejut ketika tiba-tiba di hadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya."Siapa tuan?" tanya Anteh."Aku Anantakusuma. Apakah kau....."Belum sempat Anantakusuma bertanya seseorang memanggil Anteh. "Anteh!!! Cepat!!! Putri memanggilmu!" kata seorang dayang."Ya. Saya segera datang. Maaf tuan saya harus pergi," kata Anteh yang langsung lari meninggalkan Anantakusuma. "Dia ternyata bukan Endahwarni," pikir Anantakusuma. "Dan aku jatuh cinta padanya. Aku ingin dialah yang jadi istriku."Beberapa hari kemudian, di istana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya. Hari ini Adipati wetan akan datang bersama anaknya, Anantakusuma, untuk melamar putri Endahwarni secara resmi. Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita. Putri Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan. Lain halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat. Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.Tibalah saat perjamuan. Anteh dan beberapa dayang istana lainnya masuk ke ruangan dengan membawa nampan-nampan berisi makanan."Silahkan mencicipi makanan istimewa istana ini," kata Anteh dengan hormat."Terima kasih Anteh, silahkan langsung dicicipi," kata Raja kepada para tamunya.Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada di hadapannya. Kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat itu sibuk mengatur hidangan. Kejadian itu tidak luput dari perhatian putri Endahwarni. Pahamlah ia bahwa calon suaminya telah menaruh hati pada gasis lain, dan gadis itu adalah Anteh. Putri Endahwarni merasa cemburu, kecewa dan sakit hati. Timbul dendam di hatinya pada Anteh. Dia merasa Antehlah yang bersalah sehinggga Anantakusuma tidak mencintainya.Setelah perjamuan selesai dan putri kembali ke kamarnya, Anteh menemui sang putri."Bagaimana kak? Kakak senang kan sudah melihat calon suami kakak? Wah ternyata dia sangat tampan ya?" kata Anteh.Hati putri Endahwarni terasa terbakar mendengar kata-kata Anteh. Dia teringat kembali bagaimana Anantakusuma memandang Anteh dengan penuh cinta."Anteh, mulai saat ini kau tidak usah melayaniku. Aku juga tidak mau kau ada di dekatku. Aku tidak mau melihat wajahmu," kata putri Endahwarni."A..apa kesalahanku kak? Kenapa kakak tiba-tiba marah begitu?" tanya Anteh kaget."Pokoknya aku sebal melihat mukamu!" bentak putri. "Aku tidak mau kau dekat-dekat denganku lagi...Tidak! Aku tidak mau kau ada di istana ini. Kau harus pergi dari sini hari ini juga!""Tapi kenapa kak? Setidaknya katakanlah apa kesalahanku?" tangis Anteh."Ah jangan banyak tanya. Kau sudah mengkianatiku. Karena kau Anantakusuma tidak mencintaiku. Dia mencintaimu. Aku tahu itu. Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku. Kau harus pergi dari sini Anteh, biar Anantakusuma bisa melupakanmu!" kata putri."Baiklah kak, aku akan pergi dari sini. Tapi kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati kakak. Tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih saya pada Gusti Raja dan Ratu."Anteh beranjak pergi dari kamar putri Endahwarni menuju kamarnya lalu mulai mengemasi barang-barangnya. Kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga putri Endahwarni dengan baik.Nyai Anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tahu apa yang harus dilakukannya di luar istana. Tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya. Anteh belum pernah pergi kesana, tapi waktu itu beberapa dayang senior pernah menceritakannya. Ketika hari sudah hampir malam, Anteh tiba di kampung tempat ibunya dilahirkan. Ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya."Maaf nak, apakah anak bukan orang sini?" tanyanya."Iya paman, saya baru datang!" kata Anteh ketakutan."Oh maaf bukan maksudku menakutimu, tapi wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Wajahmu mirip sekali dengan kakakku Dadap,""Dadap? Nama ibuku juga Dadap. Apakah kakak paman bekerja di istana sebagai dayang?" tanya Anteh."Ya....! Apakah....kau anaknya Dadap?" tanya paman itu."Betul paman!" jawab Anteh."Oh, kalau begitu kau adalah keponakanku. Aku adalah pamanmu Waru, adik ibumu," kata paman Waru dengan mata berkaca-kaca."Benarkah? Oh paman akhirnya aku menemukan keluarga ibuku!" kata Anteh dengan gembira."Sedang apakah kau disini? Bukankah kau juga seorang dayang?" tanya paman Waru."Ceritanya panjang paman. Tapi bolehkah saya minta ijin untuk tinggal di rumah paman. Saya tidak tahu harus kemana," pinta Anteh."Tentu saja nak, kau adalah anakku juga. Tentu kau boleh tinggal di rumahku. Ayo kita pergi!" kata paman Waru.Sejak saat itu Anteh tinggal di rumah pamannya di desa. Untuk membantu pamannya, Anteh menerima pesanan menjahit baju. Mula-mula Anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya yang bagus, orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahitkan baju mereka kepada Anteh. Sehingga ia dan keluarga pamannya bisa hidup cukup dari hasilnya menjahit.Bertahun-tahun telah berlalu. Anteh kini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Suatu hari di depan rumahnya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda. Begitu pemilik kereta kencana itu melongokkan kepalanya, Anteh menjerit. Ternyata itu adalah putri Endahwarni. Putri Endahwarni turun dari kereta dan langsung menangis memeluk Anteh."Oh Anteh, sudah lama aku mecarimu! Kemana saja kau selama ni? Kenapa tidak sekalipun kau menghubungiku? Apakah aku benar-benar menyakiti hatimu? Maafkan aku Anteh. Waktu itu aku kalap, sehingga aku mengusirmu padahal kau tidak bersalah. Maafkan aku..." tangis putri."Gusti...jangan begitu. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu gusar," kata Anteh."Tidak. Akulah yang bersalah. Untuk itu Anteh, kau harus ikut denganku kembali ke istana!" pinta putri."Tapi putri aku sekarang punya suami dan anak. Saya juga bekerja sebagai penjahit. Jika saya pergi, mereka akan kehilangan," jawab Anteh."Suami dan anak-anakmu tentu saja harus kau bawa juga ke istana," kata putri sambil tertawa. "Mengenai pekerjaanmu, kau akan kuangkat sebagai penjahit istana. Bagaimana? Kau tidak boleh menolak, ini perintah!"Akhirnya Anteh dan keluarganya pindah ke istana. Putri Endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir taman untuk mereka tinggal. Namun Anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran Anantakusuma, suami putri Endahwarni. Pangeran Anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya. Kembalinya Anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali. Mulanya pangeran Anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran Anteh. Namun semakin lama cintanya semakin menggelora.Hingga suatu malam pangeran Anantakusuma nekat pergi ke taman istana, siapa tahu dia bisa bertemu dengan Anteh. Benar saja. Dilihatnya Anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan Candramawat, kucing kesayangannya sambil menikmati indahnya sinar bulan purnama. Meski kini sudah berumur, namun bagi pangeran Anantakusuma, Anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu. Perlahan-lahan didekatinya Anteh."Anteh!" tegurnya.Anteh terkejut. Dilihatnya pangeran Antakusuma berdiri di hadapannya."Pa..pangeran? kenapa pangeran kemari? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?" tanya Anteh ketakutan."Aku tidak perduli. Yang penting aku bisa bersamamu. Anteh tahukah kau? Bahwa aku sangat mencintaimu. Sejak kita bertemu di taman hingga hari ini, aku tetap mencintaimu," kata pangeran."Pangeran, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau adalah suami putri Endahwarni. Dia adalah kakak yang sangat kucintai. Jika kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku," kata Anteh sambil memeluk Candramawat."Aku tidak bisa... Aku tidak bisa melupakanmu! Kau harus menjadi milikku Anteh! Kemarilah biarkan aku memelukmu!" kata pangeran sambil berusaha memegang tangan Anteh.Anteh mundur dengan ketakutan. "Sadarlah pangeran! Kau tidak boleh mengkhianati Gusti putri."Namun pangeran Ananta kusuma tetap mendekati Anteh.Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun pangeran Anantakusuma tetap mengejarnya."Oh Tuhan, tolonglah hambaMu ini!" doa Anteh, "Berilah hamba kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran Anantakusuma. Hamba tahu dia sangat sakti. Karena itu tolonglah Hamba. Jangan biarkan dia menyakiti hamba dan kakak hamba!"Tiba-tiba Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya. Pangeran Anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian Anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.Sejak saat itu Nyai Anteh tinggal di bulan, sendirian dan hanya ditemani kucing kesayangannya. Dia tidak bisa kembali ke bumi karena takut pangeran Anantakusuma akan mengejarnya. Jika rindunya pada keluarganya sudah tak dapat ditahan, dia akan menenun kain untuk dijadikan tangga. Tapi sayang tenunannya tidak pernah selesai karena si kucing selalu merusaknya. Kini jika bulan purnama kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh duduk menenun ditemani Candramawat.

Telaga Bidadari
Folklore Noveltoon
27 Nov 2025

Telaga Bidadari

Dahulu kala, ada seorang pemuda tampan bernama Awang Sukma. Ia mengembara ke tengah-tengah hutan dan kagum melihat beragam kehidupan di dalamnya. Ia membangun rumah pohon di dahan pohon yang sangat besar. Dia tinggal di hutan dalam keharmonisan dan kedamaian.Setelah lama tinggal di hutan, Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah itu dan mendapat gelar “Datu”. Sebulan sekali, ia berkeliling wilayahnya, dan suatu hari ia tiba di sebuah danau yang jernih. Danau itu berada di bawah pohon rindang dengan banyak buah. Burung dan serangga hidup bahagia di sana.“Hmm, betapa indahnya danau ini! Hutan ini memiliki keindahan luar biasa,” ucapnya.Keesokan harinya, saat ia meniup serulingnya, ia mendengar suara ramai di danau. Dari sela-sela tumpukan batu yang pecah, Awang Sukma mengintip. Ia sangat terkejut melihat tujuh gadis cantik sedang bermain air.“Mungkinkah mereka bidadari?” pikirnya.Tujuh gadis cantik itu tidak sadar bahwa mereka sedang diawasi. Selendang mereka—yang digunakan sebagai alat untuk terbang—berserakan di sekitar danau. Salah satu selendang terletak paling dekat dengan Awang Sukma.“Wah, ini kesempatan bagus!” gumamnya.Ia mengambil selendang itu lalu berlari untuk bersembunyi. Namun tanpa sengaja ia menginjak ranting kering.Krak!Para gadis terkejut, segera mengambil selendang masing-masing, lalu terbang meninggalkan danau. Namun ada satu gadis yang tidak dapat menemukan selendangnya. Ia ditinggalkan oleh semua saudara perempuannya. Ia sangat ketakutan dan sedih.Saat itulah Awang Sukma keluar dari persembunyian. Ia berpura-pura tidak sengaja lewat dan bertanya apa yang terjadi. Putri bungsu bidadari tersebut akhirnya bercerita dan mengakui bahwa ia kehilangan selendang terbang miliknya.“Jangan khawatir, tuan putri. Aku akan membantumu, asal tuan putri tidak menolak untuk tinggal bersamaku,” pinta Awang Sukma.Putri bungsu semula ragu, tapi karena tidak ada orang lain dan ia sangat ketakutan, ia menerima bantuan Awang Sukma. Datu Awang Sukma pun mengagumi kecantikan putri bungsu. Begitu pula putri bungsu yang mulai senang berada di dekat pemuda tampan itu.Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dan menjadi suami istri. Setahun kemudian, lahirlah seorang bayi perempuan cantik bernama Kumalasari. Kehidupan mereka sangat bahagia.Namun pada suatu hari, seekor ayam hitam naik ke gudang lalu menggaruk lumbung padi. Saat putri bungsu mengusir ayam itu, matanya tertuju pada tabung bambu di dalam lumbung. Ketika tabung itu dibuka, putri bungsu terkejut.“Ini selendang saya!” serunya sambil menangis.Selendang ajaib itu memeluknya seolah merindukannya. Putri bungsu merasa kecewa karena suaminya menyembunyikan selendang itu selama ini. Namun di sisi lain ia mencintai suami dan anaknya.Setelah lama berpikir, putri bungsu memutuskan kembali ke Kahyangan.“Sekarang saatnya aku harus kembali,” katanya lirih sambil menatap bayinya.Ia mengenakan selendangnya sambil menggendong bayi kecilnya. Datu Awang Sukma terkejut melihat apa yang terjadi dan segera meminta maaf atas perbuatannya.Namun putri bungsu tahu, perpisahan tidak bisa dihindari.“Kanda, tolong jaga dinda Kumalasari dengan baik,” katanya pada suaminya.“Jika anak kita merindukanku, ambil tujuh biji kemiri dan masukkan ke keranjang yang digoyang-goyang. Aku pasti akan datang menemuinya,” lanjutnya.Setelah itu putri bungsu terbang kembali ke Kahyangan.Datu Awang Sukma sedih, dan ia bersumpah bahwa keturunannya tidak boleh memelihara ayam hitam, karena dianggap membawa bencana.Tempat mandi putri bungsu dan keenam saudara bidadarinya kemudian dikenal sebagai Telaga Bidadari.

Lutung Kasarung
Folklore Wattpad
26 Nov 2025

Lutung Kasarung

Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung.Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. "Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta," kata Prabu Tapa.Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. "Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya," gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang.Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". "Terima kasih paman", ujar Purbasari.Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga -bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. "Apa manfaatnya bagiku ?", pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !", kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang."Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku", kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, "Jadi monyet itu tunanganmu ?".Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

Asal Mula Selat Bali
Folklore Noveltoon
26 Nov 2025

Asal Mula Selat Bali

Suatu hari di Bali, hiduplah seorang brahmana yang kuat bernama Sidi Mantra. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahkan brahmana tersebut harta dan seorang istri yang cantik. Setelah beberapa tahun menikah, brahmana dan istrinya memiliki anak laki-laki bernama Manik Angkeran.Manik Angkeran tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan pandai. Namun, ia memiliki kebiasaan buruk: suka berjudi. Ia sering kalah dan memaksa orang tuanya menggadaikan barang-barang berharga sebagai taruhan. Ia bahkan tidak malu mengambil pinjaman. Karena tidak mampu membayar hutang akibat kebiasaan berjudi, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya.Sidi Mantra berpuasa dan berdoa memohon bantuan para dewa. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang berkata, “Sidi Mantra, ada harta yang dijaga oleh naga bernama Naga Besukih di kawah Gunung Agung. Pergilah ke sana dan mintalah sebagian hartanya.”Sidi Mantra pun pergi ke Gunung Agung. Ia mengatasi segala rintangan selama perjalanan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, ia duduk bersila. Saat membunyikan bel, ia membaca mantra dan memanggil Naga Besukih. Tidak lama kemudian naga itu muncul. Setelah mendengar tujuan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat, dan dari sisik-sisiknya keluarlah emas dan berlian. Sidi Mantra berterima kasih dan pamit pulang.Sesampainya di rumah, Sidi Mantra memberikan semua harta itu kepada Manik Angkeran, berharap ia berhenti berjudi. Namun, Manik Angkeran menghabiskan semua harta itu. Tidak lama setelahnya, ia kembali meminta bantuan. Kali ini Sidi Mantra menolak. Ia kecewa dengan putranya.Manik Angkeran tak tinggal diam. Ia mencari tahu dari mana ayahnya memperoleh harta tersebut. Ia akhirnya tahu bahwa harta itu berasal dari Gunung Agung. Ia juga tahu bahwa untuk mendapatkan harta itu, ayahnya menggunakan bel dan mantra tertentu. Karena ia tidak pernah belajar mantra, ia mencuri bel ayahnya ketika Sidi Mantra sedang tidur.Manik Angkeran pergi ke kawah Gunung Agung dan membunyikan bel. Ia ketakutan saat Naga Besukih muncul. Namun, setelah mendengar keinginannya, naga itu berkata, “Aku bisa memberimu harta seperti ayahmu, tetapi kamu harus berjanji berhenti berjudi. Ingatlah hukum karma.”Manik Angkeran terpesona melihat emas dan berlian. Keserakahannya muncul. Ketika Naga Besukih berbalik untuk kembali ke sarang, Manik Angkeran menebas ekor naga itu. Ia segera melarikan diri. Namun Manik Angkeran tidak tahu bahwa Naga Besukih adalah makhluk yang sangat kuat. Ketika sang naga mengibaskan ekornya ke tanah, api besar muncul dan membakar Manik Angkeran hingga menjadi abu.Melihat putranya mati, Sidi Mantra sangat sedih. Ia mencari Naga Besukih dan memohon agar putranya dihidupkan kembali. Naga Besukih mengabulkan permintaan itu, tetapi meminta Sidi Mantra menyembuhkan ekornya. Dengan kekuatan spiritualnya, Sidi Mantra mengembalikan ekor naga ke bentuk semula.Setelah dihidupkan kembali, Manik Angkeran meminta maaf dan berjanji tidak mengulang kesalahannya lagi. Sidi Mantra mengetahui putranya sudah bertobat, tetapi ia juga sadar bahwa mereka tidak bisa hidup bersama lagi.“Kamu harus memulai hidup baru,” kata Sidi Mantra. Dalam sekejap, ia menghilang. Di tempat ia berdiri, muncul sumber air besar yang terus membesar hingga membentuk lautan. Dengan kekuatan gaib, Sidi Mantra membuat garis air yang memisahkan dirinya dari putranya.Garis air itu kemudian menjadi Selat Bali, yang memisahkan Pulau Bali dari Pulau Jawa.

Marauders Era
Folklore
25 Nov 2025

Marauders Era

Dulu aku bukan orang yang seperti ini. Yang mengatakan iya semudah air mengalirkan daun kering.1"Bisakah kau membantu membawakan koperku ke dalam?" tanya Emma Vanity. Ia menyodorkan koper kayu yang kutebak berisi perlengkapan quidditchnya. Koper itu nampak berat. Aku enggan membawa itu.Seolah digerakkan, aku menjawab, "Bisa."Shit!Seharusnya aku menolak, namun nasi telah menjadi bubur.Aku mengangkat koper Emma Vanity yang, demi uban Salazar, amat berat! Aku mengekor pada Emma ke dalam kereta dan membantunya meletakkan koper di atas kursi."Terimakasih," tuturnya padaku.Setidaknya ia berterimakasih.Aku memberikan senyum setengah hati pada Emma. "Sama-sama."Aku keluar dari kompartemen yang ditempati Emma Vanity menuju gerbong paling belakang yang tak mempunyai kompartemen. Hanya jejeran bangku dan meja yang berhadap-hadapan. Aku duduk di salah satu bangku dan menatap ke luar jendela. Murid Hogwarts berlalu-lalang dengan kopernya, bersiap kembali ke Hogwarts, musim panas telah usai.Teman-teman satu asramaku terlihat di luar. Banyak dari mereka menyendiri entah hanya berdiri dengan tas tersampir atau membaca di satu bangku. Yang lain berdiskusi seperti Black satu itu.Sirius Black?Aku menyipitkan mataku. Berusaha melihat dengan jelas apakah itu benar Sirius atau.... oh itu adiknya, Regulus Black. Karena tak mungkin Sirius berkerumun dengan Slytherin. Bodohnya aku!Aku bernapas lega. Menyenderkan tubuh di kursi. Sebenarnya aku tidak begitu lapang. Kepalaku selalu dihantui oleh Sirius Orion Black semenjak tahun lalu. Bukan karena Sirius tampan, namun karena tabiatnya sekarang.Kupejamkan mata. Mengingat hari-hari yang kuhabiskan dengan Sirius. Sebelum ia disortir ke dalam Gryffindor, sebelum ia membenci keseluruhan Slytherin, dan sebelum ia menjauh seperti ia adalah bintang yang berpindah setiap malamnya, dan aku bulan yang duduk menunggu.Aku tak bisa mengingat pertemuan pertamaku dengan Sirius. Orang tua kami berkata, kami sudah dipertemukan meski sejak dalam kandungan. Dan rupanya kami juga bertemu meski kedua kaki kecil kami belum dapat menopang tubuh kami sendiri.Pertemuan pertama yang kuingat kala itu, rambut Sirius masih rapi. Persis seperti Regulus saat ini. Ia juga memakai baju bewarna hijau atau hitam yang dipilihkan Peri Rumahnya.Orang tua kami dekat dan mereka gemar menggoda. Sirius dan aku tidak mengindahkan mereka. Dia dan diriku masih terlampau dini untuk memahami arti dari senyuman mereka kala kami bersentuhan ataupun bertengkar karena hal kecil.Kami teman dekat, mungkin lebih dari itu. Aku tahu semua keluarga Sirius, dan ia tahu semua keluargaku, termasuk boneka yang kupunya.Selayaknya teman pada umumnya, kami berbeda pendapat. Sirius entah mengapa selalu tidak setuju dengan apa yang diucapkan para orang tua. Bahkan apa yang dikatakannya terkadang membuatku versi cilik tidak paham."Jangan memanggil mereka darah lumpur! Itu tidak baik," omel Sirius. Ia masih delapan tahun kala itu.Aku menatapnya bingung. "Harus kupanggil apa?""Muggleborn," jawabnya.Aku hanya mengangguk-angguk, aku sendiri tidak tahu dari mana ia mempelajari kata itu. Aku tidak peduli dan mulai memerkenalkan boneka baruku pada Sirius. Sedangkan lelaki itu hanya mendengarkan. Setelah itu, ia akan mengejek bonekaku jika suasana hatinya baik. Kalau suasana hatinya lebih baik lagi, ia akan merebut boneka itu dan aku harus bermain kejar-kejaran dengannya.Hari-hari lalu yang indah.Sampai semua pertemanan kami menjadi canggung ketika orang tua kami memutuskan untuk menjodohkanku dan Sirius. Saat itu kami hendak menginjak sepuluh tahun, dan surat dari Hogwarts sudah ada di tangan masing-masing."Apa kau masih mau berteman denganku?" tanyaku pada Sirius setelah terlalu lama diam dan saling lirik.Kami duduk di lantai kamar Sirius setelah ikut mendengarkan para orang tua yang berencana menjodohkan kami."Mengapa tidak?" Sirius balas bertanya.2"Kau seperti menjauhiku," kataku dengan intonasi semakin menurun.Aku bersumpah dapat mendengar angin dari jendela yang mengelus rambutku dengan lembut. Begitupula dengan degup jantungku yang teratur."Kuharap kita selalu berteman, Sirius. Kau dan aku akan menjadi keluarga," lanjutku.Sirius tidak membalas perkataanku, bahkan sampai aku mengucapkan pamit untuk kembali pulang.Aku terkejut saat pertamakali memasuki Hogwarts. Sirius tidak menyapa maupun tersenyum padaku. Sepertinya ia terlalu sibuk dengan temam barunya yang ia temui di kereta.Keadaan semakin memburuk terlebih saat Sirius diseleksi di Gryffindor. Terlebih ia sangat cepat berbaur dengan teman-temannya, James Potter, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Pemikiran dan sifat Sirius cocok dengan mereka, dengan kebanyakan Gryffindor. Bagaimana ia tidak menyetujui supremasi darah murni, sangat berkebalikan dengan apa yang kupelajari di rumah sejak kecil. Dengan apa yang seharusnya Sirius pelajari saat kecil.Yang membuat hatiku hancur, Sirius membenciku karena dasi hijau yang kukenakan.Apa Sirius mau berteman denganku jika ia disortir ke Slytherin?Setidaknya Sirius selalu bertemu denganku kala libur. Entah aku yang datang ke rumah mewahnya, atau ia yang dipaksa berkunjung ke rumahku yang tak kalah megah. Ini semua ide orang tua Sirius.Hari libur adalah masa-masa di mana aku dan Sirius lupa bahwa merah dan hijau bermusuhan. Ia seperti orang yang benar-benar berbeda ketika menghabiskan musim panasnya denganku. Ia tetap usil dan cerdik, namun ia lebih perhatian, manis, dan sedikit protektif. Seperti udara canggung yang dulu memeluk kami telah hilang entah kemana.Suatu saat ia pernah tak sengaja tidur di sampingku. Entah malam apa yang ia lalui di Grimmauld Place sampai ia kelelahan di siang harinya. Pada saat itu aku sadar bahwa Sirius Black amat tampan."Apa aku ketiduran?" tanya Sirius.Aku yang hendak mengelus kepalanya langsung tersadar bahwa tindakanku akan merugikan."Ya, kau Putri Tidur," balasku dengan ejekkan.Sirius terkekeh lalu mendudukkan badannya. Aku masih bersandar nyaman dengan bantal sebagai pengganjal. Aku terkagum-kagum dengan setiap gerak-gerik Sirius yang elegan khas Keluarga Black."Apa kau sudah makan dan minum obat?" tanya Sirius cepat ketika ia tersadar jika tugasnya adalah menemaniku yang tengah sakit ketika orang tuaku sengaja meninggalkan kami.1"Sudah," jawabku. "Kau bisa tidur di kamar tamu. Sepertinya orang tuaku akan pulang besok.""Aku di sini saja. Lagipula aku tidak akan bisa tidur lagi setelah tidur panjangku tadi."Sirius berpindah ke sofa di kamarku. Ia membuka-buka buku musik di meja kecil sebelahnya. Kami mengobrol singkat dan ia malah tertidur di sofa dengan posisi terduduk.1Aku terkekeh. Tidak bisa tidur lagi, katanya. Kuambil selimut di dalam lemari meski kakiku terasa sakit setiap melangkah. Kusampirkan selimut itu pada tubuh Sirius. Kasihan. Ia pasti kelelahan entah dengan apa itu. Mungkin ia terlalu sibuk menunjukkan diri pada semua orang bahwa ia masih pantas disebut Black.Berbeda kala Sirius mengunjungiku, aku tak senang mengunjunginya. Pemandangan yang kudapatkan tak pernah membahagiakan. Sirius selalu adu mulut dengan orang tuanya, terutama dengan Nyonya Walburga. Kedua orang itu sama-sama keras kepala, tak ayal mereka ibu dan anak.Semua pertengkaran mereka akan berakhir dengan Sirius yang mengunci diri di kamar dan Tuan Black akan mengantarkanku pulang. Entah apa yang terjadi di rumah mereka ketika aku sampai rumah. Apa Tuan Black akan memarahi Sirius lebih parah? Apa Nyonya Black akan main tangan?Di setiap akhir liburan, aku mengira Sirius dan aku akan berteman kembali di sekolah, barangkali menyapa, namun Sirius masih berlaku dingin terhadapku di Hogwarts. Tentu ia tak ingin merusak citranya sebagai Gryffindor.Mungkin yang salah ada padaku. Aku juga tak berusaha menyapanya. Karena aku juga tak ingin merusak citraku sebagai Slytherin.1Tahun keempat, Sirius dan kawan-kawannya semakin menggila.Ia terkena banyak detensi. Kurasa ia malah bangga dengan itu. Sirius dan kawan-kawannya terbahak di koridor, berlari saat pergantian jam samai dimarahi oleh Tuan Filch, dan hal-hal menyenangkan lain yang dilakukan sekelompok teman.Jika Sirius dan aku dekat, apakah aku akan menjadi bagian petualangannya?Liburan kenaikan dari tahun empat ke lima, aku dan Sirius kembali berteman. Ia lebih sering mengunjungi rumahku.Aku masih mengagumi usaha Tuan dan Nyonya Black untuk mempertahankan hubungan kami meskipun kedua orang tuaku mulai tidak menyetujui perjodohan ini setelah Sirius masuk ke Gryffindor, apalagi dengan banyaknya protes staf Hogwarts pada pasangan Black perihal ulah putra sulungnya di tahun ini.Ibu berkata aku cocok mendapatkan yang lebih baik. Ibu hanya belum melihat bagaimana sikap Sirius jika tak ada orang lain. Bagaimana sikap Sirius yang hanya ia tujukan untukku.2Jarang bagi Sirius pulang saat libur natal, tapi di tahun kelima ia pulang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumahnya. Seperti di rumahku atau Potter.Di rumahku, ia bercerita tentang rumah para Potter. Mata abu-abunya berbinar ketika ia bercerita tentang makanan buatan Nyonya Potter, atau kegiatan memancing bersama Tuan Potter dan James.1Sirius selalu menyempatkan mampir ke rumahku dari kediaman Potter di Godric Hollows. Entah mengapa ia tak langsung pulang. Padahal kegiatannya di rumahku tak banyak. Paling-paling menemaniku yang tidak melakukan apa-apa sendirian. Aku tak bisa memberikan Sirius petualangan seperti James.Sirius selalu mengiyakan semua yang ingin kulakukan bahkan sampai yang paling membosankan seperti membaca. Saat aku membaca, ia memintaku mengucapkan tiap katanya keras-keras. Ia akan memposisikan tubuhnya begitu nyaman. Duduk di sofa, berdiri di belakang kursiku dan meletakkan dagunya di kepalaku, atau serta merta merehatkan kepalanya di pangkuanku seolah itu hal biasa. Ia seharusnya tahu bahwa hal itu membuat jantungku berdebar. Ia seharusnya tidak melakukan ini jika ia tidak menyukaiku.2Terkadang aku berpikir betapa beruntung aku sampai Sirius berperilaku seperti ini. Gadis-gadis di Hogwarts rela mati demi mendapat lirikkan Sirius.Aku ingat suatu hari, giliranku berkunjung ke rumah Keluarga Black. Seperti biasa, semuanya berakhir dengan Sirius adu mulut dengan kedua orang tuanya. Namun yang satu ini berbeda....."Lihatlah, Regulus! Kau seharusnya seperti dia!" Paman Orion membentak."Aku lebih baik dari Regulus karena tidak masuk ke dalam sirkus tengkorak itu!" Sirius balas berteriak."Jaga ucapanmu!" sekarang Bibi Walburga yang membentak."Fuck Death Eater! Fuck yo-"Seruan Sirius terpotong oleh suara pukulan yang lebih keras dari teriakan Sirius. Mataku membelalak. Kupingku seolah berdenging di tengah keheningan.Pipi Sirius memerah. Ia menundukkan kepalanya dalam. Rambutnya yang panjang menggantung, menutupi sebagian besar matanya.Nyonya Walburga Black berdiri dengan napas berat. Matanya yang melotot berair entah karena amarah atau penyesalan.Kali ini aku menyaksikannya langsung pertamakali bagaimana Sirius dipukul. Aku tak percaya bahwa Tuan Orion dan Nyonya Walburga benar-benar bermain tangan. Seharusnya aku sadar. Seharusnya aku mengerti.Sirius mulai menatap ibunya berang. Ia tidak berkata apapun. Saat berbalik badan, mata abu-abunya beradu denganku. Terlihat jelas perbedaan warna antara pipi kiri dan kanannya. Aku sudah ingin menangis karena syok, terlebih melihat genangan air di mata Sirius.Sirius lantas berlari menuju kamarnya. Aku mengikutinya. Tak sengaja melewati Regulus yang berdiri rapat di tembok dekat ruangan yang kami tempati tadi.Tuan Black memanggilku. Aku tak mendengarkan. Seumur hidupku, aku tak pernah dipukul oleh orang tuaku sendiri."Sirius!"Aku mengetuk pintu kamarnya yang terkunci. Ia tak membuka pintu maupun menjawabku. Hanya isakkan yang kudengar. Aku merasa ingin ikut menangis dengannya.Pada akhirnya Paman Orion membujukku untuk pulang. Ketika aku keluar Grimmauld Place, kulihat Bibi Walburga terduduk dengan kepala menggantung. Kuharap beliau menyesal.Memori paling indahku dengan Sirius adalah kala aku tengah duduk di tepian air mancur belakang rumahku. Sirius datang dengan apparition seperti biasa."Sehabis dari rumah James?" tanyaku .Sirius tersenyun lebar. Napasnya begitu berat sembari berjalan mendekat. Mungkin lelah karena bermain entah apa itu dengan James."Ya! Tadi sangat hebat!" Sirius duduk di sebelahku dan bercerita mengenai petualangan ajaibnya dengan James.Aku tersenyum mendengarkan Sirius. Sampai akhirnya ia bertanya apakah aku memiliki cerita untuknya.Aku tidak terlalu sering ke luar rumah dan sedang tak membawa buku, namun aku tahu beberapa hal tentang mitologi Yunani. Melihat air dan pantulan wajah Sirius di kolam air mancur, aku mengingat Narcissus. Aku yakin Sirius sudah mengetahui tentang kisah ini. Ia bukanlah lelaki bodoh. Namun ia tetap mendengarkan ocehanku dengan saksama sampai kisahku selesai. Sebenarnya aku lebih seperti bergosip tentang orang-orang di zaman Yunani Kuno daripada bercerita."Apa menurutmu Narcissa seperti Narcissus?" tanya Sirius. Ia memilih untuk berjongkok di atas rumput, melipat tangannya di atas pinggiran air mancur, dan menonton pantulan kami di air.Aku tertawa menunduk ke Sirius. "Memang ia narsis?""Well, her name is Narcissa." Sirius mendongak dengan seringaian.Aku terkekeh sampai Sirius mencelupkan tangannya ke dalam air, menyentuh pantulan wajahku."Jika Narcissus memiliki wajah sepertimu, aku tahu mengapa ia terjun ke dalam air," tutur Sirius.Aku bersumpah dapat merasakan kupu-kupu terbang dari perut sampai paru-paruku.Sirius pasti mengatakan itu tanpa berpikir, karena pemuda itu menceburkan diri ke dalam air mancur. Airnya terciprat kepadaku. Aku sedikit khawatir apakah Sirius terbentur marmer karena air mancurku tidak dalam, namun saat wajahnya muncul di permukaan, ia terbahak. Aku pun turut tertawa.Wajah Sirius yang basah, pipinya yang merah, sinar mentari siang hari yang mengguyurnya, membuat parasnya semakin rupawan."Kau tak ingin ikut? Jarang-jarang Inggris panas, dan kau sudah terciprat air," tuturnya mengulurkan tangan padaku."Tidak," balasku singkat.Sirius terlihat seperti anak-anak. Ia bermain-main dengan air sambil terus membujukku untuk bergabung dengannya.Tak bisa membujukku ia datang mendekat. Ia meletakkan dagunya di atas pinggiran air mancur dan mendongak padaku, menunjukkan tatapan seperti anak anjing. Tetesan air jatuh dari bulu matanya, helaian rambut gondrongnya yang tidak turut disisir ke belakang sedikit menutupi wajah."Apa kau marah padaku?" tanya Sirius.Apa aku terlihat marah? Aku menolak ajakan Sirius karena tak ingin basah kuyup dan demam. Aku mudah sakit.Tangan Sirius terulur untuk menangkup pipi kiriku. "Maafkan aku," katanya."Mengapa kau meminta maaf?""Karena perlakuanku padamu di Hogwarts itu tidak adil. Aku tahu selama ini kau pasti marah karena itu."1Aku terdiam sangat lama. Aku tak pernah mempermasalahkan itu. Lagipula aku juga bersikap dingin padanya di Hogwarts. Namun setelah dipikir lagi, apa yang Sirius lakukan jauh dari kata tak adil, ia benar-benar jahat, tetapi aku terlalu menyukai Sirius untuk membencinya."Aku menyukaimu," tuturnya. Dengan cepat ia menambahi, "Rumahmu. Maksudku rumahmu. Suasana rumahmu lebih nyaman daripada rumahku. Aku tidak tahu jika itu masih pantas disebut rumah."Kali ini aku yang menangkup pipi basah Sirius, mengelus-elusnya pelan. Tangan Sirius berpindah menggenggam tanganku yang menangkup pipinya."Kita akan menjadi keluarga, rumah ini akan menjadi rumahmu," kataku."Rumah ini akan menjadi rumah kakakmu," koreksi Sirius sembari terkekeh."Aku yakin pintunya terbuka lebar untuk kita."Sirius tersenyum lebar. Dengan cepat ia menarik wajahku mendekatinya dan mengecup bibirku cepat.4Aku menegang. Otakku memproses tindakan Sirius. Pemuda ini benar-benar digerakkan oleh impuls.Wajah Sirius masih berada satu senti di depanku. Ia membisikkan maaf di depan bibirku lalu menciumku lagi. Lebih pelan dan lebih lembut. Pada saat itu aku memutuskan untuk ikut memceburkan diri ke dalam air dengan Sirius.Seperti Narcissus meraih cintanya.Tapi seperti kisah Narcissus, kisahku dan Sirius juga berakhir.4Sirius kabur ke kediaman Potter. Potter yang dianggap pengkhianat karena membela muggle.Keluargaku tak mau Sirius menginjakkan kaki di rumahku, jika mereka tahu Sirius ber-apparate di sini, mereka bahkan tak segan menyeretnya keluar. Pada akhirnya Keluarga Black mengabulkan permintaan orang tuaku dan membatalkan perjodohan kami."Berapa harga dirimu jika kau menikah dengan Sirius?" gerutu Ibu setelah Bibi Walburga pulang ke rumahnya. Ibu nampak puas Sirius bukanlah jodohku.1Mengapa aku sakit hati dengan ucapan Ibu? Aku mungkin telah mencintai Sirius semenjak ciuman itu. Aku berharap jika Sirius tak kembali pulang, ia akan tetap menemuiku seperti kisah cinta yang orang ceritakan, namun tidak. Ia tidak pernah datang menemuiku.Sekarang di sini lah aku. Duduk di kursi kereta. Kini aku benar-benar melihat Sirius. Ia bersenda gurau, merangkul Remus dan Peter. James berada di depannya berjalan mundur menceritakan sesuatu dengan gerak tubuh yang dilebih-lebihkan.Kukira aku dan dirinya akan menjadi keluarga, namun mereka bertiga lah keluarga pilihan Sirius.Aku bersumpah telah melupakan perasaanku pada Sirius. Tak ada alasan bagiku untuk berbalik bahkan sekedar menoleh pada Sirius Black. Hanya saja aku membayangkan bagaimana jika......Sirius tidak terlalu pemberani sampai disortir di Grydfindor......Sirius masih menjaga hubungan pertemanannya dengaku......Sirius tidak kabur......dan Sirius menjelaskan hubungan yang kami miliki setelah ciuman itu, karena teman tak asal bertindak.Aku penasaran jika satu hal yang kusebutkan tadi nyata, apakah semuanya akan berakhir seperti ini?Aku tersenyum menatap Sirius yang tertawa melihat James menabrak sekumpulan Slytherin.Kupikir akan sangat menyenangkan jika Sirius Black ada di sini, di sampingku, menganggapku sebagai keluarga atau calonnya, atau jika Sirius menjadi orang itu yang selama ini selalu kubayangkan."Permisi, bisakah kau berpindah tempat? Aku ingin di dekat jendela," tutur Betty. Adik kelas Ravenclaw yang cantik. Tidak ada yang tidak mengenal gadis ini.Tubuhku sangat berat untuk digerakkan dan Sirius masih tertawa dengan manis di ujung mataku. Aku tak ingin pindah dari tempat ini."Oh, ya! Tidak masalah."Shit!"Terimakasih," tutur Betty pada kakak kelas Slytherin yang berkenan untuk bertukar tempat duduk dengannya. Kakak kelas itu gadis yang amat cantik. Ia seperti bayangan Betty pada Helen dari Sparta.Betty menanggalkan kardigan yang ia kenakan dan duduk melihat ke luar jendela. Bisa saja bagi Betty untuk masuk ke salah satu kompartemen dengan mata terpejam dan menemukan teman-temannya, namun Betty tidak yakin jika mereka benar-benar teman. Betty hanya dapat berbagi suka pada mereka. Betty tak dapat menyuarakan uneg-unegnya tentang James pada siapapun.Tidak. Bukan James Potter kakak kelas yang keren itu. Yang berada di seberang jendela saat ini, menertawakan segerombolan Slytherin lalu berlari pergi. James yang itu begitu setia pada Lily Evans. Betty sempat berpikir bahwa Jamesnya juga seperti itu.Betty bertemu James di pesta yang diadakan Gryffindor. Saat itu Halloween dan Betty mengenakan kostum Wendy Darling, sedangkan James menjadi Peter Pan. Tidak lama bagi mereka untuk menyadari kostum satu sama lain, dan tidak lama pula bagi mereka untuk saling mengenal dengan baik.2"Kau cukup sering berada di pesta," tutur James."Cukup banyak yang mengundangku. Aku tidak enak untuk menolak. Lagipula aku masih muda. Carpe diem, they said," timpal Betty.2James terkekeh. "Apa kau tidak bosan?"Betty menatap James yang tersenyum padanya dan Betty balas tersenyum. "Sedikit.""Then..." James meletakkan minumannya serta milik Betty lalu menggenggam tangan pemudi itu. "c'mon!"Betty tergelak, sedikit kebingungan, namun tetap mengikuti kemana James membawanya. "Where do we going?""The Neverland!" seru James setelah ia membawa Betty ke luar ruangan. Para lukisan mengomel pada James karena suaranya yang keras.Betty dan James tidak pergi jauh. Mereka pergi ke menara astronomi. Melihat second star to the right. Melihat Neverland."Menurutmu, mana Neverland?" tanya James mendekatkan dirinya pada Betty. Gadis itu dapat merasakan suara James begitu jelas di telinganya."Tidak ada, James. Peter Pan lelaki yang suka bicara seenaknya." Ucapan Betty membuat James menautkan alisnya dan itu menggelikan bagi Betty. "Mungkin itu." Betty menunjuk bintang paling terang di langit. "Kurasa itu Saturnus. Dan yang sebelah kiri adalah Jupiter. Mereka yang paling terang dan paling dekat dengan cakrawala di bulan ini, jadi mungkin itu adalah Neverland. Tapi itu tidak penting. Seperti yang kukatakan, Peter Pan suka bicara apa saja, mungkin bintang kedua dari kanan bukan Neverland yang sebenarnya.""Perempuan memang banyak bicara," tutur James diikuti kekehan.Betty langsung menutup mulutnya rapat. Menyesali celotehannya."Namun aku suka kau bicara. Aku suka mendengar cerita," kata James.Dan itu cukup untuk membuat Betty tersenyum kembali.'Second star to the right and straight on 'til morning.'Cahaya lembayung mulai muncul di cakrawala sebelum Betty menyadari bahwa dirinya mengantuk. Betty dan James berbagi cerita begitu banyak. Keduanya tak ingin cerita itu usai di situ saja. Dengan kecupan lembut di bibir, James berjanji pada Betty untuk menemuinya usai kelas.+"Nanti, ceritakan padaku tentang Kapten Hook," bisik James di depan bibir Betty sebelum ia menjauhkan diri dan mengantar Betty sampai depan pintu asrama Ravenclaw.Menggelikan bagaimana pertemuan Betty dan James begitu sederhana namun amat bermakna. Seolah mereka memang ditakdirkan bertemu."Dia terdengar seperti lelaki baik padamu," tutur Inez saat sarapan."Dia baik sekali! Dia bahkan mengantarku sampai depan pintu asrama," ujar Betty. Matanya sedikit menyipit karena senyumannya begitu lebar."Aku ikut senang kau membuka dirimu pada laki-laki," kata Inez.Betty terdiam cukup lama. Sekelebatan ingatan yang tak terlupakan muncul dalam angannya. "Aku juga," ucap Betty dengan senyum.Betty dan James tidak terpisahkan. Mereka pergi ke The Three Broomstick bersama, pergi ke pesta bersama, duduk di satu kompartemen yang sama, dan memghabiskan waktu musim panas bersama-sama.Pertengahan bulan Juni di musim panas, James berkunjung ke rumah Betty atas undangan ibunya untuk makan malam. James memutuskan untuk menginap seperti biasa. Betty dan James berbaring di atas ranjang. Kepala Betty beristirahat dengan nyaman di atas dada James. Starman dari David Bowie terdengar dari pemutar musik milik Betty.4"Kau hanya tinggal bersama ibumu?" tanya James.Betty mengangguk. Ia menggambar bintang dan astronot di dada James dengan jari telunjuknya. "Orang tuaku sudah bercerai."James bergumam, tidak bertanya lebih lanjut. Lelaki itu menggenggam tangan Betty dan mengecup pergelangannya. Ia meletakkan tangan Betty di dadanya dan menggenggamnya terus sampai mereka terlelap, terbang di pulau kapuk. Untuk kali pertama, Betty mendapatkan mimpi indah.Betty tahu jika pemuda dan pemudi seumurannya kerap meremehkan hal kecil yang dapat menyeret mereka dalam masalah. Seperti halnya James yang berpikir bahwa Betty tidak terlalu pintar untuk menyadari perubahan di sikapnya. Bahkan Betty tahu penyebab dari hal itu."Aku ingin mengisi ulang minumanku," tutur James di pesta ulang tahun Mary Macdonald. Pesta terakhir yang didatangi Betty dan James bersama-sama.Sesaat James pergi, Sirius dan Mary mendatangi Betty untuk menyapa. Mereka berdua mabuk. Jika bukan karena Peter Pettigrew, mungkin mereka sudah ambruk di depan Betty saat ini."Oh... Si cantik Betty dari Ravenclaw!" seru Mary. "Apa kau menikmati pestaku?"Betty terkekeh san berkata, "Tidak ada yang lebih hebat dalam pesta selain Gryffindor.""Kau memiliki jiwa Gryffindor." Sirius menepuk-nepuk pundak Betty. "Apa kau sendiri?""Aku bersama James," jawab Betty."James?" tanya Sirius."James adik kelas kita, Pads," ucap Peter.Sirius menautkan alis, mencoba mengingat James selain James Potter sahabat karibnya."James pacar Betty, dungu!" seru Mary sambil memukul kepala Sirius cukup keras."Ah! James pacar Betty! Aku tahu dia. Dia yang sering membawa benda muggle itu... Benda... Itu... membawa stik besar beroda," ucap Sirius."Skateboard," ucap Peter dan Betty hampir bersamaan."Ya! Itu-""Astaga! Marlene minum firewhisky! Ayo, Siri-sampai nanti Betty cantik!" Mary Macdonald berbicara. Kalimatnya bercampur menjadi satu. Ia menarik Sirius untuk mendekat dan berseru pada Marlene yang meminum satu botol firewhisky."Maafkan mereka," celetuk Peter."Pasti sedikit menyusahkan," kata Betty bersimpati.Peter menatap teman-temannya yang bergerombol di satu meja. "Yah... Begitulah." Peter memandang Betty kembali sembari tersenyum. "Aku akan menjaga mereka lagi," pamit Peter.Setelah Peter Pettigrew pergi, Betty tersadar bahwa James tidak segera kembali. Matanya mencari ke sana dan ke mari. Dan Betty melihat James dengan gelas yang setengah kosong berdiri dekat dengan seorang gadis Gryffindor lain. Betty tahu gadis itu. Augustine.2Betty tidak menghabiskan waktunya untuk mendekati James. Gadis itu berdiri mengamati sembari meneguk minumannya sedikit demi sedikit. Betty tahu James akan kembali.Dan James kembali meski Betty harus menunggu dua puluh menit lebih lama. Betty tidak mengatakan apapun mengenai gadis itu saat James datang dengan gelas yang penuh dan kecupan di ujung kepalanya.Semenjak malam itu, semua berubah. Betty tersadar, namun ia diam. Menunggu apakah James cukup pintar untuk menyadari bahwa yang menciptakan asap ini adalah Betty, bukan dirinya. Karena Betty dapat melihat semua, tidak seperti James.Musim panas kemarin, James tidak mengangkat telepon rumahnya, selalu memberikan alasan ketika diundang makan malam, dan tidak memberikan kabar bahkan sekali. Maka ketika James berdiri di selasar rumah Betty di hari Sabtu, kecemasan di hati gadis itu berkurang sedikit.Mereka menghabiskan waktu berjalan-jalan di sekitar taman kompleks rumah Betty. Melihat anjing berlarian dengan anak kecil, lansia duduk di bangku, dan tak sedikit orang duduk di atas rumput, fokus pada kegiatan masing-masing."Kau ke mana saja selama ini?" tanya Betty."Aku sedikit sibuk membantu orang tuaku," jawan James tanpa berpikir panjang.Betty tahu itu bohong. Alasan itu tidak masuk akal di otak Betty, namun ia memilih tidak bertanya lebih lanjut.Makan malam berlanjut seperti biasa, namun James tidak menginap. Betty duduk di sofa menatap James yang berdiri dan membungkuk untuk memberikannya kecupan di bibir dan dahi."Aku mencintaimu," katanya.Tubuh James hilang di balik pintu. Ia tidak menunggu balasan dari Betty. Tidak berbalik tersenyum. Peris seperti ingatan Betty tentang Ayahnya di hari itu. Setidaknya Ayah Betty tidak menyiksanya dengan melakukan hal itu berulang kali.Semester baru di Hogwarts datang. James tidak menjemput dan berangkat bersamanya ke King's Cross. Betty berangkat bersama Inez."Tumben sekali kau tidak bersama James," celetuk Inez di dalam taksi."Dia sepertinya sibuk. Aku tidak tahu." Betty mengangkat bahu dan bersender pada kursi taksi.Inez menatap Betty lamat. Dan Betty tidak tahu harus bersyukur atau bersedih atas apa yang Inez ucapkan tentang James. Tentang bagaimana lelaki itu menghancurkan harapan Betty pada lelaki."Kau yakin, Inez?" tanya Betty. Tangan kirinya menggenggam erat tangan kanannya sendiri. Keduanya bergetar."Hanya Gryffindor yang berani melakukan hal seperti itu," tutur Inez.Betty bukanlah orang yang mudah percaya dengan gosip atau bahkan menilai seseorang dari asramanya. Ia lebih pintar dan lebih baik dari itu. Namun kali ini Betty tak dapat membela James. Karena seperti Betty, Inez pun tidak percaya dengan gosip.Betty dapat melihat James di King's Cross. Lelaki itu berlari kecil ke arahnya. Ia memeluk Betty sejenak, tidak sadar akan postur Betty yang kaku.Tahu akan tatapan yang Betty tujukan, Inez pergi meninggalkan keduanya tanpa berbasa-basi pada James."Aku merindukanmu," ucap James setelah melempar senyum yang tak dibalas oleh Inez.Like hell, you do, batin Betty. Ia tidak menatap James atau bahkan mendengarkan celotehannya. Betty terlalu sibuk meladeni suara di kepalanya."Babe, kau sakit?" tanya James membuyarkan pikiran Betty."Apa itu benar?" tanya Betty tak menjawab pertanyaan James."Apanya?""Kau dan Augustine."James membuka mulutnya, namun tak ada aksara yang diproduksinya. Betty menunggu sedikit lama. Memberikan James waktu dan ruang untuk membela diri. Namun James malah menutup mulutnya kembali."Jadi itu benar?" tanya Betty dengan kekehan kecut. "Sekarang sebutkan kesalahanku sampai kau melakukan hal seperti itu?"James terdiam seperti orang bodoh di mata Betty."Tidak? Kau tak bisa menyebutkannya?""Aku mencintaimu," James mencicit."Simpan itu! Kau pasti mengatakan pada gadis itu hal yang sama! Kau tak bisa mengejar dua gadis, James!" Betty berbisik penuh penekanan. Ia tidak ingin orang-orang di sekitarnya mendengar. Itu akan memalukan.James menggantungkan kepalanya, namun Betty tak ingin melihat bahkan sehelai rambut James. Betty meninggalkan James berdiri mematung. Bahkan ia tidak berusaha untuk mengejar Betty kembali.Pertengkaran Betty dan James tak pernah berlangsung lama. Dua remaja itu mungkin akan berbaikan dengan satu ciuman di dalam mobil Betty atau The Three Broomstick. Tetapi Betty sudah muak bagaimana diamnya dianggap ketidaktahuan bagi James. Betty sudah muak kebaikannya dimanfaatkan.Musim panas ini terlampau kejam pada Betty.Dan tindakan James jauh dari kata kejam.1Betty meremas kardigan di tangannya ketika mengingat James. Ia bahkan selalu melirik ke luar jendela, seolah melihat James berdiri di sana dengan wajah seperti anak anjing yang dibuang, menunggu Betty untuk memaafkannya. Itu hanya angan Betty saja.Namun Betty tahu James.1Betty tahu jikalau James tengah berpikir keras untuk memperbaiki keadaan.Betty tahu James akan selalu terbang seperti Peter Pan di pikirannya. Menggodanya untuk tinggal bersamanya di Neverland.1Betty tahu jika James merindukannya di suatu titik ketika petualangannya mulai membosankan.Betty masih enam belas tahun dan ia tahu semuanya.1Dan Betty tahu James akan kembali."Sapu tangan?" kakak kelas secantik Helen dari Sparta itu menyodorkan sapu tangan hitam bersih untuk Betty.Betty tidak sadar bahwa ia tengah menitikkan air mata. Sedari pertengakarannya dengan James berlangsung, ia menahan semua emosinya. Fuck you, James. I hope you have miserable life, batin Betty.1Betty menerima sapu tangan itu dengan terima kasih dan menenggelamkan wajahnya sejenak lalu mengusap air matanya. Ketika ia melipat sapu tangan itu kembali, ia melihat bordiran bertuliskan Black dengan benang perak.

 Kisah Hikayat Siti Maryam
Folklore
25 Nov 2025

Kisah Hikayat Siti Maryam

Alhamdulillah segala puji bagi robb pencipta alam dunia dan akhirat, yang berkuasa atas segala sesuatu yang IA SWT kehendaki seperti kisah teladan Siti Maryam Ibunda Nabi Isa A.s yang lahir atas kehendak allah SWT tanpa ayah. Inilah kisah wanita soleha Siti Maryam (Mary) Ibunda Nabi Isa AS yang wajib kita teladani.Ali Imran merupakan nama seorang laki-laki yang keluarganya telah terpilih menjadi keluarga yang diberkati oleh Allah. Allah memilih keluarga Ali Imran adalah karena dari pasangan suami istri ini lahir salah seorang wanita yang mulia dalam sejarah yaitu Maryam.Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (3:33)Semasa Maryam masih di dalam kandungan, istri Imran yang bernama Hannah bernazar akan "menyerahkan" anaknya itu kepada Allah sebagai Pemelihara agar kelak menjadi hamba yang soleh yang selalu berkhidmat di Baitul Maqdis (Yerussalem). Hal ini tertulis di dalam ayat ke-35 yang terjemahannya berbunyi:(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (3:35)Hari-hari terus berjalan. Takdir Allah tak dapat dielakkan. Ketika masa kelahiran anaknya sudah dekat, 'Imran, suami Hannah, wafat. Hannah kehilangan suami yang mencintainya. Tidak ada yang meringankannya kecuali saudara perempuannya, yaitu Isya', dan suami Isya', Nabi Zakariya, keturunan Nabi Sulaiman bin Daud as. Untuk mencari nafkah, Nabi Zakariya berprofesi sebagai tukang kayu.Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk." (3:36)Hannah kemudian mengambil Maryam, membungkusnya dengan kain, dan pergilah ia bersama anaknya dari Nazariat ke Baitul Maqdis untuk melaksanakan nadzarnya. Dia menemui para pendeta yang ada di sana, yaitu putra-putra Harun, yang jumlahnya tiga puluh orang. Adapun Nabi Zakariya adalah kepala Baitul Maqdis.Hannah berkata kepada mereka, "Ambilah anak yang kunadzarkan ini!"Maka, dengan berebutan, pada pendeta itu menawarkan dirinya untuk memungut anak itu, termasuk Nabi Zakariya. Masing-masing dari mereka ingin mengambil dan memelihara Maryam, sebab bayi itu adalah anak 'Imran, seorang yang terkenal shaleh.Akhirnya semua pendeta itu setuju untuk mengundi siapa di antara mereka yang paling berhak atas anak itu. Pergilah mereka ke Sungai Urdun. Masing-masing mereka melemparkan pena-pena yang biasa mereka gunakan untuk menuliskan ayat-ayat Taurat ke dalam air sungai.Allah SWT berfirman:Ali 'Imran: 4444. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan pena-pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.Ternyata, air sungai menenggelamkan semua pena pendeta itu, kecuali pena Zakariya yang tetap terapung-apung di permukaan air. Dengan demikan, berarti Zakariyalah yang berhak memelihara Maryam.Allah SWT berfirman:Ali 'Imran: 3737. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya.Maryam tumbuh menjadi wanita yang kerjanya setiap hari hanya beribadah dengan berkhidmat kepada Allah di Rumah-Nya di Baitul Maqdis. Zakaria adalah "kuncen" Rumah Allah tersebut. Di sinilah Allah menurunkan Rahmat-Nya kepada Maryam. Setiap kali Zakaria menemui Maryam di mihrab, dia mendapati berbagai makanan yang lezat berada di samping Maryam. Dari manakah datangnya makanan itu? Setahu dia Maryam tidak pernah membawa makanan ke Rumah-Nya, Zakarilah yang selalu mengantarkan makanan kepada Maryam. Maryam menjawab bahwa makanan itu berasal langsung dari Allah, mungkin diturunkan dari langit atau melalui perantara malaikat-Nya.Lanjutan ayat 37 di atas:Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)Allah telah memilih Maryam sebagai wanita solehah yang dilebihkan dari wanita lain di dunia. Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (3:42)Sebagai bentuk ketaatan, Allah memerintahkan Maryam agar selalu menyembah Allah, selalu sujud dan rukuk kepada Allah bersama orang-orang lainnya lainnya yang menyembah Allah.Hai Maryam, ta'atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'. (3:43)Sampai suatu hari Allah akan memberikan suatu keajaiban yang tidak disangka-sangka bagi Maryam. Allah mengabarkan bahwa Maryam akan mengandung seorang anak lelaki yang namanya sudah ditentukan oleh Allah yaitu Isa Al Masih (atau Al Masih isa putera Maryam).(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)Ketika masih bayi Isa kelak memiliki mukjizat yaitu sudah bisa berbicara dengan manusia:dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh." (3:46)Maryam tentu saja merasa kaget, bagaiman mungkin dia akan mengandung, padahal dia belum menikah, dan dia belum pernah disentuh atau berhubungan dengan lelaki manapun. Tentu saja, karena Maryam kerjanya setiap hari hanyalah berkhidmat kepada Allah di Baitul Maqdis. Dia jarang keluar dari Rumah-Nya, apalagi bergaul dengan lelaki. Allah menjawab seperti kasus Nabi Zakaria di atas, bahwa hal itu mudah saja bagi-nya, kun fayakun, maka apapunyang Dia kehendaki pasti akan terjadi. Dialah Allah SWT yang Maha Pencipta.Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (3:47)Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (3:48)Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Kepada Bani Israil Nabi Isa menjelaskan tanda-tanda kenabiannya yaitu mukjizat menghidupkan burung dari tanah liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kusta.Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu'jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (3:49)Nabi Isa berkata kepada kaumnya bahwa dia membenarkan kitab-itab terdahulu yang telah diturunkan kepada Nabi Musa (Taurat) dan Nabi Daud (Zabur), lalu menghalalkan apa yang dahulu diharamkan.Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu'jizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta'atlah kepadaku. (3:50)Lalu Nabi Isa meminta kaumnya agar menyembah Allah SWT sebagai jalan yang benar.Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (3:51)

Pengantin Padi
Folklore
25 Nov 2025

Pengantin Padi

= Beberapa tahun sebelumnya=Aura marah dan kecewa terasa menguar dari Sang Hyang Prabu Bawanapraba, Penguasa Bawanapraba. Betapa tidak! Saat ini ia terpaksa mengadili putri kesayangannya sendiri di Balairung Istana Cahaya.Nyi Pohaci Sanghyang Sri, bidadari paling cantik di seantero Bawanapraba, telah menyalahi aturan takdir dengan jatuh cinta kepada seorang makhluk fana: manusia biasa. Sanghyang Sri telah jatuh cinta pada Raden Bagus Sadhana, pangeran dari Kerajaan Purwacarita.Cinta mereka tidak boleh berlanjut! Tidak boleh ada yang menentang kehendak takdir yang telah digariskan semenjak semesta diciptakan bahwa dua entitas yang berbeda dunia, tidak akan bisa disatukan.Maka di sinilah Sang Penguasa Bawanapraba menghadapi dilema. Ia harus menegakkan keadilan, sekalipun bagi putri yang paling disayanginya."Kenapa kau berani melanggar perintah Romo dengan jatuh hati pada seorang manusia, N duk ?!" Ia bertanya dengan gusar, sementara putri kesayangannya tidak tampak merasa bersalah sedikit pun!Dewi Sri duduk bersimpuh di lantai seperti seorang pesakitan. Tapi raut mukanya tidak menunjukkan demikian. Alih-alih menunduk, ia malah sedikit mendongakkan wajahnya dan menatap langsung ke arah ayahandanya, seolah menantang!Melihat putrinya tak kunjung menjawab, Penguasa Bawanapraba semakin geram."Kau kan sudah tahu bahwa sejak dunia ini diciptakan, telah digariskan bahwa makhluk abadi semacam kita, tidak akan mungkin bersatu dengan makhluk fana seperti manusia!""Jadi, apa maksud dan tujuanmu telah jatuh cinta dan mengikat janji setia dengan seorang manusia, hah?! Jawab!""Ampun Romo Prabu, memangnya yang namanya jatuh cinta itu bisa pilih-pilih dan direncanakan?""Ananda akui, ananda memang telah melanggar aturan dengan jatuh hati pada seorang manusia. Tapi yah, mau bagaimana lagi? Yang namanya perasaan, memangnya bisa dikendalikan?""Sudah lah, tidak perlu berpanjang kata. Nanda akan terima apa saja hukuman Romo Prabu, asal jangan panjenengan bunuh dia."" Romo Prabu boleh saja mencoba memisahkan kami, namun ikrar setia yang telah terucapkan sungguh tidak akan terbatalkan. Biar Sang Penjaga Waktu menjadi saksi!"Deg! Merasa namanya disebut, Sang Penjaga Waktu yang semula hanya diam menunduk mengikuti perdebatan antara ayah dan anak di sidang istana kali ini, sontak memandang Dewi Sri dengan wajah berkerut.Aduuuh, Dewi... tolong jangan libatkan aku dalam masalahmu!Mentang-mentang kau tahu aku naksir padamu--yah siapa sih, yang tidak? Semua penghuni istana ini yang masih single ya pasti naksir lah ke kamu, secara dirimu kan yang paling cantik di sini--sekarang kau berusaha menarik sekutu untuk menjamin kelangsungan hidup kekasihmu, agar Sang Pencabut Nyawa tidak bisa mendekatinya!Kebayang gak sih, sama kamu gimana perasaanku? Sakitnya tuh, di sini! !Sang Penjaga Waktu mengeja sesaknya tanpa suara.Sedangkan Sang Bawanapraba terpaksa mendesah gundah, inilah akibatnya kalau punya anak terlalu dimanja! Anak perempuan yang seharusnya lemah-lembut pun bisa berani terang-terangan menentang ayahnya!"Baiklah kalau memang itu maumu! Romo tidak akan membunuh pemuda itu, namun Romo tetap tidak akan membiarkan kalian bersatu!""Kau dihukum untuk turun dari Bawanapraba ini ke bumi, tidak... tidak, jangan gembira dahulu!"Sang Penguasa Bawanapraba sontak memotong kata-katanya sendiri saat melihat putrinya yang sedang dijatuhi hukuman justru tersenyum bahagia!"Jangan kau pikir dengan diturunkan ke bumi, kau jadi punya lebih banyak kesempatan untuk bertemu pemuda itu. Tidak akan!"" Romo akan mengubah wujud cantikmu menjadi seekor ular sawah, sehingga bila pun kau tak sengaja bertemu pemuda itu, ia tak kan lagi mengenalimu! Biar kau rasa bagaimana sakitnya diabaikan nanti!""Kau juga Romo bebani tugas untuk mengendalikan panen serta menjadi dewi penjaga kesuburan dan kemakmuran di muka bumi, dengan nyawa kasihmu, sebagai taruhannya!""Bila kau gagal, kasihmu akan langsung menemui ajalnya!"" Sendhiko dawuh, Romo. Siaaap!"Senyum kemenangan tetap terukir di bibir Dewi Sri.Menyebalkan! Putriku ini pasti sedang merencanakan sesuatu!Batin Penguasa Bawanapraba, kesal pada kelakuan putrinya.Bukankah perkataan Romo bermakna ganda? Jika aku berhasil menjalankan tugas dengan baik, itu artinya kekasihku akan berumur panjang, bukan?Dan selama nyawa masih di kandung badan, kesempatan untuk bertemu dengannya tentu saja tetap terbuka lebar. Bukankah kami kini akan menatap langit dan memijak bumi yang sama ?Perkara kata Romo, dia tak kan lagi mengenaliku sih gampang. Aku yakin hal itu tidak akan terjadi! Cinta kami yang kuat, pasti akan sanggup membuat kami tetap sanggup saling mengenali satu sama lain meskipun rupa telah berganti .Dewi Sri menggemakan sorak-sorai kegembiraan atas keputusan hukuman dari Sang Romo dalam hatinya. Dipikir dari segi manapun, menurutnya, ia tidak rugi sama sekali!+++=Beberapa tahun kemudian=Sang Penguasa Bawanapraba kembali menghadirkan putrinya, Sanghyang Sri di balairung istana.Karena posisinya masih sebagai pesakitan yang sedang menjalani masa hukuman, Dewi Sri kembali duduk bersimpuh di lantai.Tapi tetap saja, tidak ada rasa bersalah sedikit pun yang terukir di raut wajah Dewi Sri yang kini kembali ke wujudnya semula sebagai bidadari paling cantik di seantero Bawanapraba. Sihir dan magi tidak berlaku di istana ini. Penampakan ularnya hanya mewujud di bumi.Mana bisa jatuh cinta dianggap sebagai suatu kesalahan?Perinsip itu, ia pegang kuat-kuat dalam hati! Ia tidak salah, maka tidak perlu merasa bersalah.Oleh karena itu, bahkan sebelum Sang Penguasa Bawanapraba mengatakan apa-apa, Dewi Sri justru berani lebih dulu bertanya!"Kali ini ada apa lagi tho, Romo? Ananda telah berusaha menjalankan tugas eh, hukuman dink, dengan baik, tanpa melakukan kesalahan apapun!" ujarnya.Aduuuuh, putrinya ini kok ya semakin menjadi-jadi kelakuannya! Di mana sopan-santunnya?! Belum ditanya orang tua, malah sudah mendahului bertanya!Tapi mau tidak mau, ia harus menjawab pertanyaan putrinya. Ia memang ada perlu memanggil putrinya kembali ke Istana Cahaya."Begini N duk, kau kan tahu, dalam pertempuran terakhir melawan Raja Iblis, tongkat mustika Romo ini pecah kristalnya...," kata Penguasa Bawanapraba sambil menunjukkan ujung tongkatnya yang menganga kepada sang putri."Oh yaaa? Romo Prabu habis bertempur ya? Menang apa kalah? Wah, ananda tidak tahu tuh karena sedang sibuk bekerja, eh dihukum dink, di bumi!"Dewi Sri menunjukkan wajah antusiasnya yang palsu. Tentu saja, ia sedang menyindir ayahnya!"Ya menang, lah! Kalau tidak mana mungkin Romo masih berdiri menemuimu di sini!" sahut Penguasa Bawanapraba kesal. Ia tahu anaknya itu sedang mengolok-oloknya!"Oh, syukur deh kalau gitu. Tapi apa hubungannya denganku? Apa ananda dipanggil pulang hanya untuk dipameri kristal Romo yang pecah?"Nyi Pohaci Sanghyang Sri yang sebelumnya merupakan bidadari tercantik di seantero Bawanapraba telah dinyatakan bersalah, karena jatuh cinta pada seorang manusia.Ia pun dihukum turun ke bumi dalam wujud ular sawah, yang diberi tugas untuk mengendalikan panen dan kemakmuran.Tetapi hari ini, Penguasa Bawanapraba memanggilnya kembali ke Istana Cahaya. Kira-kira ada urusan apa ya?Cuss... silakan dibaca.+++"Oh, syukur deh kalau gitu. Tapi apa hubungannya denganku? Apa ananda dipanggil pulang hanya untuk dipameri kristal Romo yang pecah?"Aduh, anak ini! Lagi-lagi omongannya selalu bikin orang tua naik darah!"Dengarkan dulu, kalau orang tua bicara! Jangan dipotong terus!" Penguasa Bawanapraba mau tidak mau jadi nyinyir, menghadapi kelakuan putrinya."Ya maap, tapi masalahnya Romo Prabu kan suka lama kalau cerita, sementara 'nanda kan sibuk bekerja, eh dihukum dink, untuk mengendalikan panen....Kalau ananda kelamaan di sini dan mengakibatkan masalah perpanenan di bumi tidak ada yang mengurusi, takutnya penduduk bumi tar banyak yang gagal panen trus nanda lagi yang disalahin!Sudah deh, Rom, to the point saja. Maunya Romo, ananda itu harus gimana?"Haaaaah....Penguasa Bawanapraba menghembuskan nafas dengan sebal!Sabar, sabar, kalau punya anak terlalu pintar bikin orang tua kesal!Terkadang hampir-hampir, ia tidak mampu membalas lidah tajam anaknya!"Ya sudah!" Penguasa Bawanapraba terpaksa mengalah dan meringkas ceritanya."Intinya begini, kau kuberi tugas tambahan. Romo mau kau carikan pecahan kristal tongkat mustika yang jatuh di wilayah yang ada dalam penguasaanmu!"Sebagaimana permintaan putri kesayangannya, Sang Hyang Prabu Bawanapraba berusaha menjelaskan sesingkat mungkin. 'Berusaha' sih, tapi...."Dan bukan kau saja! Sebelumnya Romo juga telah memerintahkan delapan penjaga mata angin, enam penunggu alam, tiga pengendali elemen, dan pengendali musim yang lain untuk mulai mencari pecahan kristal tersebut di...."Tuh kaaan, to the point apaan! Alamat bakalan lama ini mah! Batin Dewi Sri.Karena itu, sebelum Penguasa Bawanapraba menyelesaikan penjelasannya, lagi-lagi Dewi Sri telah memotong perkataannya dengan tidak sabar. Ia mencoba merajuk untuk mengelak dari tugas barunya." Whaaaat?! Please, dunk Rom, tugas hukuman ananda tuh sudah banyak dan bikin sibuk. Kok malah ditambah-tambahin lagi, sih? Romo tega amaaat...."" Romo sudah tahu kau akan bilang begitu! Makanya dengarkan dulu cerita Romo !" Jawab Penguasa Bawanapraba sambil memberungut."Jadi pecahan kristal tongkat mustika itu masih punya cukup kekuatan untuk membuat siapa pun penemunya menjadi sakti." lanjutnya."Bayangkan, kalau kristal itu jatuh ke tangan makhluk yang salah, Banaspati misalnya, tentu kekuatannya akan meningkat berkali-kali lipat sehingga mampu membumihanguskan seluruh persawahan yang ada dalam pengawasanmu!Apa kau sanggup bertanggung jawab kalau hal itu sampai terjadi?!" Penguasa Bawanapraba mencoba menggertak putrinya."Ya enggak gitu juga kali, Roooooom ," Dewi Sri berusaha berdiplomasi."Tapi memangnya ananda bisa apa, kalau sampai seperti itu? Segala kesaktian, kekuasaan, dan pesona kecantikan yang semula nanda miliki 'kan sudah Romo lucuti!Yang tersisa cuma tinggal kemampuan untuk main perintah ke pengendali hujan dan pengendali (hewan) hama doank, demi mensukseskan masalah perpanenan. Memangnya bisa tuh, kemampuan gak penting macam itu dipakai untuk menemukan kristal mustika?""Makanya kau dipanggil pulang! Dengarkan dulu tah, kalau orang tua mau menjelaskan. Jangan dipotong melulu!"" Okay, Rom, okay. Cuss, silakan dilanjut ceritanya. Tapi pakai kilat khusus saja, ya.... Ga pake lama!"A mpuuun, ampuuun! Lama tinggal di bumi ternyata juga membuat kemampuan berbahasa anaknya jadi amburadul! Ke mana sisa budi bahasa luhur yang dulu diajarkan para orang tua?Lagi-lagi Sang Hyang Prabu Bawanapraba hanya bisa membatin kesalnya."Jadi begini Nduk, sebenarnya, segala kesaktianmu itu tidak dihilangkan, melainkan disegel dalam Kristal Nagini, yang Romo simpan baik-baik.""Oh, ya? Kalau ada kristal itu, ananda bisa balik sakti lagi, ya Rom?Kalau g itu, sini balikin kristalnya, Rom ! Biar hidup ananda, ga sengsara-sengsara banget!Repot tau jadi ular sawah.... Kalau perutnya mules harus BAB. Kalau lapar, terpaksa harus makan kodok atau tikus--yang gak enak banget rasanya, sumpah! Nha kalau makannya kebanyakan, tar perutnya jadi gendut pulak!"Ssssshht!Penguasa Bawanapraba menggeram pelan, memperingatkan anaknya agar kembali diam, mendengarkan.Dewi Sri pun memberikan isyarat angkat tangan, tanda menyerah dan paham."Nah karena Kristal Nagini itu sejenis tetapi berbeda jenis dengan Kristal Tongkat Mustika....""Bentar, bentar, Rom," lagi-lagi Dewi Sri memotong perkataan ayahandanya."Sejenis tetapi berbeda jenis itu maksudnya gimana, ya? Ananda gagal paham!""Ihh..., baru saja diomongin, jangan motong omongan Romo melulu, eh... terus saja dilanggar! Ini juga baru mau dijelaskan, makanya dengarkan dulu!"Dewi Sri tidak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepala dan memberi isyarat 'hormat grak' dengan tangannya, tanda siap melaksanakan perintah ayahandanya untuk tidak memotong pembiaraan lagi."Kristalmu dan Kristal Tongkat Mustika Romo itu laksana dua magnet yang berbeda. Mereka akan saling tarik-menarik.Dan berhubung Kristal Naginimu itu sekarang ukurannya lebih besar, dia akan menarik keberadaan pecahan kristal tongkat mustika mendekat sehingga memudahkanmu untuk menemukannya.Kalau pemegang pecahan kristal tongkat mustika sudah dekat denganmu, kau akan merasakan auranya. Kristal Naginimu akan bercahaya."Nanti kau tinggal arahkan Kristal Nagini padanya, dia akan menarik pecahan kristal tongkat mustika keluar dari tubuh pembawanya, kemudian menyerap pecahan kristal tersebut.Mudah sekali kan, tugasmu kali ini? Kau tinggal ongkang-ongkang kaki, e... tau-tau sudah beres sendiri!"E h busyet, enak banget Romo ngomongnya!Bukannya tadi Romo sendiri yang bilang, kalau pecahan kristal mustika itu bikin siapapun pemegangnya jadi sakti?Emangnya ada makhluk yang sudah terlanjur sakti rela kesaktiannya dilucuti begitu saja?Ya kali, makhluk itu bakal tinggal diam kalau pecahan kristal mustika yang dikuasainya ditarik paksa sama ular sawah bertampang degil macam wujudku di bumi !Pasti aku bakalan dihajar, diburu, dan diserang mati-matian sama makhluk itu, lah!Lha aku bisa apa, coba?! Mo melawan bagaimana, kalau kaki sama tangan saja gak punya!Dewi sibuk berpikir dan berdebat sendiri dalam pikirannya.Lain halnya dengan Sang Penguasa Bawanapraba. Ia yang semula diserobot terus omongannya lalu sekarang justru diabaikan oleh putrinya, kini jadi kesal. Ia pun bertanya dengan nada memerintah pada putrinya."Jadi bagaimana?! Kau setuju saja kan, dengan tugas tambahan dari Romo ?Kalau setuju, nih Romo kembalikan Kristal Naginimu!"Hari ini aku, Raden Bagus Sadhana, Pangeran Pati Kerajaan Purwacarita, sangat gembira!Akhirnya, setelah selametan hari lahirku yang ke-17, Kanjeng Romo Prabu dan Bunda Ratu Prameswari memberiku izin untuk melangkahkan kedua kakiku keluar gerbang istana.Kebayang gak sih, ada ABG tampan sebesar ini tidak punya pengalaman apa-apa untuk menghadapi dunia luar karena seumur hidupnya terkungkung di istana?Ada tho, anak laki-laki yang dipingit gak boleh keluar rumah?Ada! Itulah diriku, sebelumnya!Yah, sebetulnya aku lumayan paham sih alasannya.Jadi, berhubung Kanjeng Prabu Mahapunggung dan Prameswari Dewi Gemi, ayah-bundaku hanya memiliki anak tunggal, yaitu diriku. Maka mau tidak mau, segala tumpuan harapan penerus takhta satu-satunya pun dibebankan ke pundakku.Sebetulnya, katanya, dulu Bunda Ratu dan Eyang Ibu Suri sempat mengusulkan kepada Kanjeng Romo Prabu untuk mengambil garwo selir -- soalnya kan wajar saja tuh para raja di zaman ini punya beberapa istri-- agar dapat memiliki beberapa putra lagi sebagai cadangan kalau sampai ada apa-apa yang terjadi padaku.Idih, amit-amit! Jangan sampai ada apa-apa juga kali!Tapi ya begitu, katanya karena Kanjeng Romo terlalu cinta sama Bunda Ratu, maka ia bersetia dan tidak sudi untuk melirik perempuan lainnya.Duh so sweet banget ya, kisah cinta ayah-bundaku yang membara? Bisa gak, kira-kira aku nanti ketemu sama belahan jiwaku sendiri yang akan aku cintai sampai nanti, seperti mereka, kalau selama ini aku terus terkurung di istana?!Yup, literally dari bayi sampai sebesar ini aku memang gak dibolehin ke luar istana sama sekali! Ya itu tadi, gara-gara diriku calon penerus takhta tunggal, ayah-bundaku takut kalau aku bakal diculik, disakiti, atau bahkan dibunuh oleh musuh-musuh kerajaan.So begitulah, selama ini aku terpaksa belajar tata negara, strategi perang, ekonomi dan hubungan bilateral antar negara, serta sejarah silsilah leluhur, cukup dari dalam tembok istana.Romo Prabu dan Bunda Ratu telah mengundang guru-guru terbaik dari segenap penjuru negeri untuk memberi pelajaran khusus kepadaku.Mungkin sistem pembelajaran macam inilah yang kelak menjadi cikal-bakal home schooling yang di masa depan nanti akan banyak dipilih oleh para orang tua kaya dari generasi penerusku.Katanya, demi mencegah agar anaknya tidak diculik or salah gaul sehinggga bisa jatuh cinta sama orang kere yang tidak keren.Well , pada salah kaprah tuh! Bukannya yang namanya cinta itu tak memandang kasta?Kanjeng Romo aja waktu mudanya jatuh cinta sama Bunda Ratu yang cuma anak rakyat jelata dan menikahinya!--Ini juga kali ya, yang bakal jadi inspirasi mayoritas cerita romance wattpad di masa depan: kisah cinta CEO dan gadis biasa. CEO, apaan? Katanya dia itu sebangsa raja kerajaan bisnis, saat nanti raja kerajaan beneran udah langka...--Kembali ke soal pelajaran, begitu pun dengan berkuda, memanah, dan berenang--nih tiga pelajaran katanya penting banget loh--juga bermain pedang dan olah kanuragan lainnya, cukup kupelajari di lingkungan dalam istana tanpa praktik luar alias PPL sama sekali.Kebayang dunk, betapa kuper dan gak punya temannya diriku?Untung diriku anaknya manis dan sabar, jadi gak pernah mengeluh *lah yang barusan namanya apa coba(?)* or melakukan pemberontakan semacam berusaha kabur dari istana. Gak pernah sama sekali!Udah gitu diriku juga pintar, jadi semua pelajaran yang disampaikan oleh guru-guruku, dapat aku kusai dengan sangat baik. Minimal secara teori, sih.Oleh karenanya, ketika kemarin aku berulang tahun ke tujuh belas dan Romo Prabu memberiku perkenan untuk meminta apa saja sebagai hadiahnya, aku langsung sontak minta diizinkan jalan-jalan ke luar istana.Aku mau mengamati keadaan rakyatku dari dekat a.k.a blusukan , juga mau mempraktikkan pelajaran berkuda dan memanahku untuk berburu rusa di hutan larangan yang katanya telah over-poppulated sehingga sering menyerang huma dan sawah penduduk.Lalu ya siapa tahu, siapa tahu aja loh ya, bisa jadi aku akan bertemu gadis idamanku sebagaimana Kanjeng Romo yang bertemu Bunda Ratu, saat Kanjeng Romo berburu dan menyelamatkan Bunda Ratu dari harimau yang hendak menerkamnya. Langsung deh mereka jatuh cinta pada pandangan pertama....Mauku sih bisa me- remake kisah cinta mereka, biar ga pusing bikin skenario kisah cinta sendiri. Tapi mau bagaimana lagi..., harimau sekarang sudah langka dan dilarang untuk diburu.Makanya alih-alih berburu harimau, kini aku tepaksa berburu rusa!Dan kenapa harus di hutan larangan? Well, selain karena populasi rusa di sama katanya telah meraja lela, tentu saja ada alasan lainnya!Hutan Larangan itu meskipun kabarnya wingit sarang demit, tapi kemungkinan masih ada harimaunya sebab jarang dijamah manusia.Jadi kalau nanti ada gadis cantik yang mau diterkam harimau aku akan tetap bisa menyelamatkannya!Bukan, bukan dengan cara membunuh si harimau, kan udah dilarang. Lagian aku mana tega, secara harimau kan unyu bingitz macam kucing raksasa.Karena itu aku berburu rusa! Rencanaku nanti kalau ada harimau hendak menerkam gadisku, aku umpan saja harimaunya dengan rusa hasil buruanku!Setelah harimau itu teralihkan perhatiannya, aku tinggal menyelamatkan gadisku, deh. Pasti nanti dia akan berterima kasih, trus jatuh cinta kepadaku, dan mencium lembut pipiku... kyaaa...! Aduh jadi malu aku membayangkannya!Kanjeng Romo dan Bunda Ratu, dulu gitu gak ya? Maksudku, sampai bagian cium-cium pipi juga gak sih? Duh, gak lengkap tuh ceritanya! Kapan-kapan aku korek-korek lagi ah, cerita masa muda mereka....Strategi berlapis ciptaanku oke banget, kan? Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui!Sambil jalan-jalan, aku dapat mempelajari kehidupan rakyat. Sambil mempraktikkan pelajaran berkuda dan memanah, aku bisa berburu gadis idaman!+++Persiapan program blusukan pertamaku yang proposalnya sudah di- acc Kanjeng Romo tampaknya berlangsung terlalu heboh!Ya kali, cuma untuk jalan-jalan dan berburu doank, Kanjeng Romo memerintahkan sekompi pasukan yang dipimpin langsung sama Panglima Jendral Kerajaan?!Apa kata dunia? Tidakkah aku nanti jadi dirasani oleh seluruh penduduk bumi bahwa Pangeran Kerajaan Purwacarita manja kali ya, mo jalan-jalan aja baby sitter- nya segudang!Namun Romo Prabu, Bunda Ratu, maupun Panglima Jayanata bergeming pada pendiriannya bahwa kalau sampai terjadi apa-apa padaku, seluruh kerajaan tak kan sanggup menahan dukanya!Ya sudahlah, daripada berdebat panjang lebar malah gak jadi-jadi berangkat, terpaksa lah aku mengalah.Padahal dalam hati aku menyesalkan keputusan ini, karena tidak mendukung agendaku!Kanjeng Romo dulu bisa berkesempatan jumpa Bunda Ratu karena saat berburu hanya ditemani lima orang pengawal terdekatnya!Lha kalau aku berburunya dikawal ratusan orang begini, bagaimana aku bisa bertemu gadis harimauku?Maksudku, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan gadis impian yang akan kuselamatkan dari harimau? Yang ada harimaunya bakal kabur duluan dan gadisku langsung ngumpet!Tipis sudah kemungkinanku untuk bisa mengulang kembali legenda cinta orang tuaku! Ataukah nanti akan ada jalan lain?Malam itu, untuk pertama kalinya, Sadhana tidak dapat tidur nyenyak.Bukan karena biasanya ia tidur di atas kasur kapuk empuk sedangkan malam ini ia terpaksa tidur dalam tenda berlapis tikar tipis di tanah keras. Sama sekali bukan. Ia bukan pangeran manja.Sadhana sulit tidur karena jantungnya belum netral juga selepas bertemu Sang Dewi. Otak, juga matanya jadi agak konslet. Ia merasa melihat Sang Dewi di mana-mana, sedang tersenyum kepadanya.Ih, halu banget gak sih, Si Sadhana? Perasaan tadi Sang Dewi itu bukan tersenyum, melainkan menertawakannya!+++"Duh, siapa ya nama Dewi itu?" Sadhana berguman dalam lamunan."Cantiiiiiiiik, sekali!" Sadhana tersenyum sendiri membayangkan Sang Dewi."Belum pernah aku bertemu gadis secantik dia! Aku ingin ... bertemu lagi dengannya," lanjutnya setengah tak sadar."Aku merasa ... apa ya, namanya? Rindu ataukah jatuh cinta?"Sebersit perasaan asing mulai menyusup di hati Sadhana. Ia sibuk berharap dan menerka-nerka, gadis itukah yang akan menjadi takdirnya?Saat dihantam perasaan asing ini, logika dan segala kepintaran Sadhana yang di atas rata-rata seolah terkunci. Ia sama sekali tidak merasa ada yang aneh dengan gadis yang ditemuinya tadi.Memangnya ada, gadis beneran yang bakal diizinkan keluyuran sore-sore ke tengah hutan sendirian untuk mandi?Otak Sadhana menyangkal. D ulu juga Bunda Ratu berkeliaran sendiri cari kayu bakar di tengah hutan sehingga bertemu Kajeng Romo . Tapi kan ya, gak mo maghrib gitu!?Terus apa tidak Sadhana perhatikan, bahwa gadis tadi sebetulnya terlalu cantik? Kecantikan dan segala tindak-tanduk gadis itu nyaris tidak manusiawi!Lah, memangnya kecantikan yang manusiawi itu yang bagaimana? Mana kutahu, soalnya kan baru pertama kali ini aku bertemu secara pribadi dengan seorang perempuan selain Bunda Ratu dan Eyang Ibu Suri .Dayang-dayang gak masuk hitungan loh! Mereka selalu datang bergerombol dengan wajah yang tampak nyaris sama(?).Otak Sadhana lagi-lagi berusaha mengeluarkan sanggahan yang menurutnya masuk akal.+++Demikianlah, sepanjang malam Raden Sadhana sibuk berpikir sambil menghayal. Tahu-tahu pagi telah hampir menjelang...."Aduh gawat!" ucapnya sambil menepok jidat, "aku belum tidur! Tar kalau mataku kayak panda dan tampangku jadi jelek pas ketemu Dewi, gimana?" lanjutnya gusar."Aduh gawat kuadrat!!" Sadhana menepok jidatnya lagi dua kali."Semalam aku ngapain aja sih, kok malah belum mikir, kalau nanti ketemu Dewi lagi, aku harus ngomong apa?Masa' aku langsung nembak: maukah dikau jadi anu-ku, gitu?""Aduuuh, kan malu!" Pipi Sadhana bersemu merah. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang bebas ketombe dan tidak gatal untuk mengurangi resahnya."Ya sudahlah, dipikir karo mlaku!"" Mending aku berangkat ke telaga sekarang saja daripada telat bertemu Sang Dewi. Biarin deh, aku yang nunggu tanpa batas waktu...."Sadhana pun bergegas pergi menuju telaga. Tak lupa, agar tidak dicari ataupun diikuti prajuritnya, ia berpamitan langsung pada Panglima Jayanata."Panglima, saya mau ke telaga. Panggilan alam, sekaligus mau mandi dan berenang. 2-3 jam-an lah. Jangan diintipin loh ya!Tar aja kalau lewat 3 jam saya belum kembali, tolong dicari, barangkali saya ketiduran di sana. Oke?"+++Sadhana menunggu Sang Dewi sambil terkantuk-kantuk di tepi telaga. Jelas saja, semalam ia belum sempat tidur. Ia akhirnya benar-benar tertidur dan masuk ke alam mimpi.Dalam mimpinya Sadhana merasa Sang Dewi menggenggam tangannya, kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Sadhana dan berbisik mesra... " Aku padamu...."Ceesss... Byuuurrr!Tiba-tiba Sadhana merasakan ada yang 'dingin dan basah' mengenainya.Ahh!Rupanya Dewi itu sudah datang dan dengan sengaja melompat ke dalam telaga tepat di depan wajah Sadhana sehingga cipratan air mengenainya."Dewi, kau datang!" serunya kencang."Terima kasih karena tidak mengingkari janji untuk bertemu denganku lagi," ujarnya riang.Dewi itu tidak merespon ucapan Sadhana, malah asyik berenang sendiri. Sama seperti kemarin, ia masih tetap berenang dengan baju lengkapnya! Sadhana mati kutu. Ia bingung hendak bicara apalagi.Lalu tiba-tiba Dewi itu menyelam dan meluncur cepat ke tepi telaga. Ia memunculkan kepalanya dari dalam air persis di hadapan muka Sadhana, dan berkata, "kapan aku berjanji padamu, Bocah?!"Sadhana terkejut dan terjengkang dari posisi duduknya di atas batu. Ia reflek menggenggam lengan Dewi itu sebagai pegangan untuk menghentikan jatuhnya.Halus dan dingin.Sadhana tergoda untuk merengkuh lengan itu di dadanya, untuk menghangatkannya."Eh, anu, maaf," ucap Sadhana dengan wajah memerah. Setelah posisinya seimbang kembali, ia baru sadar telah menggenggam lengan Dewi itu terlalu lama. Ia pun berdiri dan melepas genggaman tangannya.Sadhana merasa menyesal harus melepas lengan Sang Dewi demi tata krama, tapi tak urung dalam hati ia bersorak: tadi Sang Dewi tidak berusaha menepis tangannya meskipun ia menggenggamnya cukup lama! Itu kan artinya...."Dewi, beritahukanlah kepadaku nama indahmu...," Sadhana bertanya malu-malu.Dewi itu keluar dari telaga dan duduk ke batu besar yang tadi diduduki Sadhana, dengan posisi membelakanginya. Ia memeras air dari rambut panjangnya yang tergerai basah, seolah tak peduli akan kehadiran Sadhana yang berdiri di belakangnya dengan resah.Sadhana meneguk ludah, ia ingin sekali turut membantu Sang Dewi meremas rambut basahnya!"Kenapa aku harus?!" Ucap Dewi itu, tiba-tiba.Sadhana yang sedang membayangkan membelai rambut basah Sang Dewi pun tersentak kaget dan berseru, "eh, apa?""Cih! Bocah, ternyata otakmu mesum juga! Hwakakakakakak!" Ia tetawa keras dan melirik Sadhana dengan pandangan mencibir, seolah tahu apa yang baru saja terlintas dalam benak Sadhana."Aku tidak...." Sadhana menangkupkan dua tangan di wajahnya karena malu. Kenapa Dewi itu seolah tahu apa yang dipikirkannya, ya?Setelah tawa Sang Dewi mereda dan harga dirinya kembali, Sadhana mencoba mengulang kembali pertanyaannya yang terbaikan."Anu Dewi, nama....""Kenapa aku harus memberitahumu?!" Dewi itu menoleh cepat sehingga berhadapan langsung dengan wajah Sadhana.Wajah Sadhana langsung memerah lagi, tapi ia menguatkan diri agar tidak berpaling. Tatapan mata Dewi itu pun membiusnya, Sadhana terperangkap dalam manik indahnya."Agar aku dapat senantiasa menyebut namamu dalam do'a," Sadhana menjawab dengan suara parau. Setengah tak sadar, tangan Sadhana terulur hendak menyentuh lentik bulu mata Sang Dewi.Sebelum berhasil niatnya, Dewi itu sigap menangkap tangan Sadhana. Sadhana merasakan sensasi aneh di perutnya. Seperti ... ada ratusan kupu-kupu beraneka warna yang terbang di dalamnya?"Dengar ya Bocah, aku ini bukan jenis makhluk yang perlu kau do'akan! Hwahahahaha." Ia tertawa dan melepaskan tangan Sadhana.Jari-jari Sadhana langsung merasakan kerinduan."Tapi aku mencintaimu dan butuh selalu menyebut namamu dalam do'aku," sembur Sadhana cepat, takut kehilangan momentum."Hwakakakakak!" Dewi itu lagi-lagi terbahak dengan keras hingga bahunya terguncang. Sadhana teringin meredam guncangan bahu itu di dada bidangnya.Lalu tiba-tiba Dewi itu berdiri di atas batu sehingga tampak menjulang tinggi bagi Sadhana. Ia menunjuk Sadhana tepat di muka."Cinta kau bilang? Hahaha, itu lucu sekali!"Kemudian ia menunjuk dirinya sendiri dan berkata, "lihat baik-baik diriku! Dibandingkan dengan diriku, kau ini tidak ada apa-apanya, Bocah!"Sadhana mengangguk patuh. Dewi itu benar, pasti dalam benaknya ia tak lebih dari seorang bocah yang jatuh cinta pada wanita dewasa. Berapa ya usia Dewi itu? 24, mungkin?"Benar Dewi, mungkin bagimu aku memang masih bocah. Tapi perasaanku ini nyata, dan aku bersumpah akan bersetia kepadamu!" Sadhana menangkap jemari tangan kanan Sang Dewi dengan tangannya. Kemudian mengecupnya lembut.Ia lalu menatap langsung ke manik mata Sang Dewi untuk menegaskan sumpahnya.Sebentuk ekspresi takjub di wajah Sang Dewi sempat terekam di mata Sadhana, sebelum ia kembali tertawa."Hahaha, jangan mengumbar janji yang tak kan mampu kau tepati, Bocah!""Mari kita lihat, 2-3 tahun lagi, masihkah perasaanmu sama?!""Baik, tunggu aku 2-3 tahun lagi! Aku pasti akan langsung membawa Romo dan Bundaku ke sini untuk melamarmu!""Sekarang berilah aku nama, agar dapat mengikrarkan sumpah setia dan menyebutkan selalu namamu dalam do'a." Sadhana sungguh mengharapkan jawaban Sang Dewi."Sri." Dewi itu hanya mengucapkan satu kata, lalu memalingkan wajahnya dari Sadhana.Sadhana segara menangkap kelingking Dewi Sri dan mengaitkannya ke kelingkingnya sendiri. Ia kemudian mengikrarkan sumpahnya."Aku Bagus Sadhana bersumpah untuk bersetia kepada Dewi Sri. Aku akan datang dua atau tiga tahun lagi untuk melamarnya di tempat ini, di hari yang sama."Tepat seusai ikrar sumpah Sadhana terucap, langit yang semula cerah tiba-tiba tertutup awan hitam! Guntur dan petir pun bersahutan!Dewi Sri menatap langit dan wajah Sadhana bergantian dengan ekspresi tak terbaca. Tapi ia belum melepas kaitan kelingking mereka."Kita lihat saja nanti," ucapnya pelan."Sekarang pulanglah ke istanamu! Sebentar lagi badai akan memporak-porandakan tempat ini.Rusa dan harimau telah merasakan firasat buruknya sedari kemarin dan bersembunyi. Kau tidak akan mungkin berjumpa dengan mereka sekarang."Dewi Sri kemudian melepaskan kaitan kelingking mereka dan melangkah ke arah yang berlawanan dari perkemahan Sadhana.Sejenak Sadhana termangu. Bagaimana Dewi Sri bisa tahu, kalau dirinya berasal dari istana? Ia kan tidak memberitahunya? Tapi suara Dewi Sri yang beranjak pergi kemudian menyadarkannya."Pulang sekarang Sadhana! Atau kau akan habis dihajar badai!"Eh, apa? Ia tidak salah dengar, kan? Barusan Dewi Sri menyebut namanya dan bukan 'Bocah' lagi, kan? Mungkinkah Dewi Sri mulai menganggapnya sebagai seorang kekasih?Hati Sadhana sontak berseru gembira."Iya Dewi, aku akan selalu mematuhimu," ucap Sadhana dengan senyum secerah mentari.Sadhana segera kembali ke pekemahannya dan disambut dengan wajah-wajah cemas. Ia telah pergi terlalu lama, sementara firasat akan datangnya badai rupanya telah tercium oleh Panglima Jayanata.Panglima Jayanata sudah memerintahkan pasukan membongkar tenda agar dapat segera berangkat begitu pangeran mereka tiba untuk menghindari badai ini, ke pemukiman terdekat.

Cerita Candi Prambanan
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Candi Prambanan

Menurut legenda, sejarah Candi Prambanan dibangun atas permintaan Roro Jonggrang yang menginginkan 1.000 candi dalam waktu semalam. Raden Bandung Bondowoso yang saat itu lagi bucin-bucinnya, menuruti permintaan sang ‘calon’ kekasih.Konon, ia menggerakkan pasukan jin untuk membangun candi tersebut semalaman. Namun, pada akhirnya tetap gak berhasil, karena hanya jadi 999 candi setelah ayam berkokok. Nah, itu cerita legendanya, bagaimana dengan sejarah sebenarnya?Berdiri kokoh di sisi timur Yogyakarta, kamu akan dengan mudah menemukan candi ini di pinggir jalan arah ke Klaten. Kompleks candi yang jadi situs warisan dunia UNESCO pada 1991 ini, memiliki taman luas dengan pagar hijau. Bangunan utamanya sedikit terlihat dari jalan raya.Membicarakan sejarah Candi Prambanan, mengajakmu kembali ke abad ke-8 Masehi, awal mula bangunan megah ini digunakan. Candi Prambanan sendiri diketahui, diresmikan pada pemerintahan Kerajaan Medang Mataram atau Mataram Kuno.Menurut candrasengkala, rumusan penanggalan pada prasasti Siwagrha menunjukkan tahun peresmian candi, tepatnya pada 778 Saka atau 856 Masehi. Dilansir Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta milik Kemdikbud, peresmian dilakukan oleh seorang raja bernama Jatiningrat. Sayangnya, gak ada informasi lebih lanjut terkait siapa sosok ini.Sementara, situs Perpustakaan Nasional Indonesia, menuliskan pembuatan atau peresmian Candi Prambanan diduga berlangsung pada pertengahan abad ke-9. Pada tahun tersebut, kerajaan Medang Mataram dipimpin oleh raja dari Wangsa Sanjaya, Raja Balitung Waya Sambu. Sumber ini merujuk pada prasasti serupa yang saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Cerita rakyat Danau Toba, Sumatera Utara
Folklore
25 Nov 2025

Cerita rakyat Danau Toba, Sumatera Utara

Cerita rakyat Danau Toba merupakan salah satu cerita rakyat terpopuler untuk bahan dongeng dengan cerita pesan moral baik yang sangat cocok diceritakan turun temurun kepada keluarga, sanak saudara dan pastinya anak.Cerita ini mengisahkan tentang seorang petani bernama Toba yang memancing di sungai dan kemudian menemukan ikan mas besar sebesar paha manusia yang menggelepar – gelepar. Ikan mas tersebut dibawa pulang oleh Toba dan ketika hendak di masak, ikan mas tersebut meminta tolong agar dilepaskan.“Tolong aku, jangan kau bunuh aku. Aku masih ingin hidup. Jika kau mau melepaskan aku, aku bersedia untuk memenuhi semua keinginanmu”.Toba kaget melihat ikan tersebut bisa bicara dan ikan tersebut membuktikan keseriusannya. Setelah toba tak lagi memeganginya, ikan tersebut menjelma menjadi manusia cantik yang kemudian menghidangkan banyak makanan di rumah Toba.Sejak saat itu, keduanya berkenalan dan lama kelamaan Toba jatuh cinta hingga memberanikan diri melamar sang putri. Kehidupan mereka bahagia hingga dikaruniai seorang anak laki – laki yang diberi nama Samosir.Ketika anak itu lahir, putri ikan mas yang dinikahi Toba meminta Toba untuk berjanji, “Berjanjilah kamu jika suatu hari nanti anak kita membuat kesalahan dan kamu marah kepadanya, jangan sekali – kali kamu menyebutkan bahwa dia adalah anak ikan mas”.Toba berjanji akan menepati janjinya. Namun suatu hari ketika Samosir membuat kesalahan, Toba ynag tersulut amarah luar biasa mengabaikan janjinya. Ia mengatakan kepada Samosir, “Dasar anak ikan mas!”Seketika langit menjadi gelap dan kampung itu pun diterpa banjir bandang. Banjir bandang yang besar membentuk sebuah danau yang kita kenal sebagai Danau Toba dengan pulai di tengahnya yang bernama Samosir.PESAN MORALPesan moral dari cerita rakyat terpopuler untuk bahan dongeng dengan pesan moral di atas adalah :Berusahalah untuk menahan amarah dan mengatasinya karena amarah yang tidak terkendali dapat mengakibatkan akhir yang buruk. Demikian dengan janji.Jangan sekali – kali berbuat janji dan mengingkarinya karena janji yang tidak ditepati bukan hanya mengecewakan manusia, melainkan juga dapat menimbulkan sebab yang buruk. Jadi berjanjilah dan tepatilah janji tersebut.Selain Danau Toba, masih banyak cerita rakyat lain dari Sumatera Utara.

Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi

Si Pitung adalah sosok pemuda teladan dari Rawa Belong. Shalat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan. Belajar mengaji kepada ulama setempat, Haji Naipin, tidak putus-putusnya dijalankan. Pemuda Betawi dahulu biasanya memang taat dalam agama dan pintar bersilat. Hal itu juga yang dilakukan Si Pitung. Selesai belajar mengaji, ia berlatih silat. Tidak terasa waktu berjalan, Si Pitung menjelma menjadi sosok yang lengkap dalam ilmu agama dan ilmu beladiri, yaitu pencak silat. Ia adalah gambaran pemuda Betawi pada waktu itu.Pada saat yang sama, penjajah Belanda sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan alam Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka) yang berpusat di Batavia. Tenaga rakyat diperas dalam kekejaman kerja paksa. Tak terhitung lagi korban yang jatuh. Sebagian lagi hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Menyaksikan kenyataan itu, timbul rasa iba di hati Si Pitung. Keberpihakan pada rakyatnya sendiri yang mengubah takdir Si Pitung.Bersama Rais dan Ji’i, ia merampok rumah tauke dan tuan tanah kaya. Hasil rampokannya kemudian dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Rupanya, kegiatan si Pitung telah meresahkan kumpeni.Kumpeni melakukan berbagai cara untuk menangkap si Pitung. Mula-mula, dibujuknya orang-orang agar memberi informasi keberadaan si Pitung dengan iming-iming hadiah yang cukup besar. Kalau usahanya gagal, tidak segan-segan kumpeni memaksanya dengan kekerasan.Akhirnya, kumpeni berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Kelebihannya, merupakan kelemahannya juga. Keluarga sebagai sumber motivasi Si Pitung justru menjadi titik lemahnya. Kumpeni segera menyandera kedua orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat, akhirnya terungkaplah keberadaan Si Pitung dan rahasia kekebalan tubuhnya.Kemampuan silat dan tubuhnya yang kebal terhadap peluru, mempermudah setiap aksi perampokannya. Sudah banyak rumah tauke dan tuan tanah yang dirampoknya, tetapi ia tidak juga berhasil ditangkap. Lagipula, orang-orang tidak menceritakan keberadaan Si Pitung. Ia banyak berjasa kepada rakyat kecil.Si Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belandaSi Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belandaPada suatu hari, Si Pitung dan teman-temannya berhasil ditemukan. Si Pitung berusaha melakukan perlawanan. Namun, hari itu memang hari naas baginya. Rahasia kekebalan tubuhnya yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kumpeni. Si Pitung, pahlawan rakyat kecil itu dilempari telur-telur busuk dan ditembak berkali-kali. Akhirnya, ia pun menemui ajalnya dan Tuhan sudah menentukan takdirnya.Pesan moral dari Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi adalah setiap perjuangan dibutuhkan pengorbanan. Terkadang, kita terpaksa melakukan kesalahan demi menolong orang banyak yang membutuhkan. Segala usaha dengan niat baik. pasti akan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa.

Legenda Cerita si Pitung – Pendekar dari Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Cerita si Pitung – Pendekar dari Betawi

Dahulu di Betawi, ada seorang pendekar bernama Pitung. Ia adalah anak dari Bang Piun dan Mpok Pinah.Ia sering dipanggil dengan sebutan Bang Pitung.Bang Pitung adalah pendekar yang baik hati, patuh kepada agama, dan selalu menolong sesama.cerita si pitungcerita si pitungBang Pitung pun memiliki kesaktian yang luar biasa. Ia tak mempan ditembus senjata.Tetangga-tetangga Bang Pitung hidup serba kekurangan. Bang Pitung pun merasa iba.Apalagi orang-orang yang kaya justru semakin kaya, tanpa memedulikan rakyat yang miskin.“Aku harus melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat,” ucap Bang Pitung.Bang Pitung pun mengumpulkan pemuda-pemuda di kampungnya. Mereka merampok harta milik orang-orang kaya. Harta itu kemudian dibagikan kepada rakyat miskin.Meskipun Bang Pitung suka merampok, tapi ia tidak suka dengan perampok yang merampok untuk kepentingan pribadi. Ia justru selalu memberi pelajaran kepada mereka.Aksi Bang Pitung pun akhirnya terdengar oleh kompeni Belanda yang menguasai daerah itu.“Kita harus menghentikan Pitung, agar kompeni Belanda tidak resah dengan keberadaannya,” ucap kepala polisi kompeni Belanda.Berbagai upaya dilakukan. Namun, Bang Pitung selalu bisa lolos dari pasukan kompeni Belanda. Berkali-kali kompeni Belanda mencoba menembaknya, tapi Pitung tak terluka sama sekali. Kepala kompeni Belanda hampir putus asa.“Bagaimana cara menangkap Pitung? Apakah ia tidak memiliki kelemahan?” tanya kepala kompeni Belanda, merasa kesal.Akhirnya, ia menemui guru si Pitung, yaitu Haji Naipin. Karena merasa nyawanya terancam, Haji Naipin pun membocorkan kelemahan Si Pitung.“Akhirnya aku tahu kelemahanmu Pitung!” ucap kepala kompeni Belanda dengan geram.Setelah beberapa lama, kompeni Belanda mengetahui persembunyian si Pitung. Tanpa membuang waktu, mereka Iangsung menyergap si Pitung. Kompeni Belanda yang sudah mengetahui kelemahan Pitung pun dengan mudah melumpuhkan Pitung, yaitu dengan cara mengambil jimatnya saat dia mandi di sungai.Akhirnya Pitung meninggal karena luka tembak peluru emas. Sesudah Si Pitung meninggal, makamnya dijaga oleh tentara karena percaya bahwa Si Pitung akan bangkit dari kubur.

Cerita Legenda Situ Bagendit
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Legenda Situ Bagendit

Pada zaman dahulu kala, di sebelah utara kota Garut, terdapat sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan. Hal tersebut disebabkan oleh ulah seorang tengkulak bernama Nyai Bagendit.Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada Nyai Bagendit.Nyai Bagendit adalah orang terkaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya sangat luas karena harus cukup menampung padi yang dibelinya dari seluruh petani di desa itu. Ya! Seluruh petani. Dan bukan dengan sukarela para petani itu menjual hasil panennya kepada Nyai Bagendit. Mereka terpaksa menjual semua hasil panennya dengan harga murah kalau tidak ingin cari perkara dengan centeng-centeng suruhan wanita itu. Lalu jika pasokan padi mereka habis, mereka harus membeli dari Nyai Bagendit dengan harga yang melambung tinggi.“Wah kapan ya nasib kita berubah?” ujar seorang petani kepada teman nya.”Tidak tahan saya hidup seperti ini. Kenapa yah, Tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?”“Sssst, jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!” sahut temannya. “Kita mah harus sabar! Nanti juga akan datang pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya pada orang lain. Tuhan tidak pernah tidur!”Sementara itu Nyai Bagendit sedang memeriksa lumbung padinya.“Barja.” kata Nyai Bagendit pada centengnya.”Bagaimana? Apakah semua padi sudah dibeli?”“Beres Nyi.” jawab Barja. “Lumbung sudah penuh diisi padi, bahkan beberapa masih kita simpan di luar karena sudah tak muat.”“Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli padiku. Aku akan semakin kaya!” Nyai Bagendit tertawa senang. “Awasi terus Para petani itu, jangan sampai mereka menjual hasil panennya ke tempat lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yang membangkang!”Cerita Legenda Situ Bagendit Dongeng Sunda Jawa BaratCerita Legenda Situ Bagendit Dongeng Sunda Jawa BaratBenar saja, beberapa minggu kemudian para penduduk desa mulai kehabisan bahan makanan bahkan banyak yang sudah mulai menderita kelaparan. Sementara Nyai Bagendit selalu berpesta pora dengan makanan-makanan mewah di rumahnya.“Aduh Pak, persediaan beras kita sudah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa harus membeli beras ke Nyai Bagendit.” keluh seorang penduduk desa pada suaminya. “Kata tetangga harganya sekarang lima kali lipat dibanding saat kita jual dulu. Bagaimana ini, Pak?”Pada suatu siang yang panas, dari ujung desa nampak seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk. Dia melewati pemukiman penduduk dengan tatapan penuh iba.“Hmm, kasihan para penduduk ini. Mereka menderita hanya karena kelakuan seorang saja. Sepertinya hal ini harus segera diakhiri.” pikir si nenek. Dia berjalan niendekati seorang penduduk yang sedang menumbuk padi.“Permisi! Saya numpang tanya,” kata si nenek.“Ya, Nek ada apa ya?” jawab wanita yang sedang menumbuk padi tersebut“Dimanakah saya bisa menemukan orang yang paling kaya di desa ini?” Tanya si nenek.“Oh, maksud nenek rumah Nyai Bagendit?” kata wanita itu. “Sudah dekat, Nek. Nenek tinggal lurus saja sampai ketemu pertigaan, lalu belok kiri. Nanti akan terlihat rumah yang sangat besar. Itulah rumahnya. Memang nenek ada periu apa sama Nyai Bagendit?”“Saya mau minta sedekah,” kata si nenek.“Ah percuma saja nenek minta sama dia, tidak akan dia memberinya. Kalau nenek lapar, makanlah di rumah saya, tapi hanya seadanya.” kata wanita itu.“Tidak usah, terima kasih” jawab si nenek. “Saya hanya mau tahu reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah. Oya, tolong beritahu penduduk desa lainnya agar siap-siap menqungsi. Karena sebentar lagi akan ada banjir besar.”“Nenek bercanda, ya?” kata wanita itu kaget.”Mana mungkin ada banjir di musim kemarau?”“Aku tidak bercanda,” kata si nenek.”Aku adalah orang yang akan memberi pelajaran pada Nyai Bagendit. Maka dari itu segera mengungsilah, bawalah barang berharga milik kalian,” kata si nenek. Setelah itu si nenek pergi meninggalkan wanita tadi yang masih berdiri mematung.Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati hidangan yang berlimpah, demikian pula para centengnya. Si pengemis tiba di depan rumah Nyai Endit dan langsung dihadang oleh para centeng.“Hei pengemis tua! Cepat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak kakimu!” bentak centeng.“Saya mau minta sedekah. Mungkin ada sisa makanan yang bisa saya makan. Sudah tiga hari saya tidak makan,” kata si nenek.“Apa peduliku,” bentak centeng. “Kalau mau makan ya beli, jangan minta! Sana, cepat pergi sebelum saya seret.”Tapi si nenek tidak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah. Nyai Bagendiiit …!” teriak si nenek.Centeng-centeng itu berusaha menyeret si nenek yang terus berteriak-teriak, tapi tidak berhasil.“Siapa sih yang berteriak-teriak di luar,” ujar Nyai Endit. “Mengganggu orang makan saja!”“Nei, siapa kamu nenek tua? Kenapa berteriak-teriak di depan rumah orang?” bentak Nyai Bagendit.“Saya hanya mau minta sedikit makanan karena sudah tiga hari saya tidak makan,”kata nenek.“Tidak ada makanan di sini! Cepat pergi, nanti rumahku kotor.”Namun, sang nenek bukannya pergi tapi justru menancapkan tongkatnya ke tanah lalu memandang Nyai Endit dengan penuh kemarahan.“Bagendit! Selama ini Tuhan memberimu rezeki berlimpah tapi kau tidak bersyukur. Kau kikir! Sementara penduduk desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sebagai jawaban atas doa para penduduk yang sengsara karena ulahmu! Kini bersiaplah menerima hukumanmu.”“Ha ha ha .. Kau mau menghukumku? Tidak salah nih? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak! Sekali pukul saja, kau pasti mati,” kata Nyai Endit.“Tidak perlu repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku akan pergi dari sini jika kau bisa mencabut tongkatku dari tanah.”“Dasar nenek gila. Apa susahnya mencabut tongkat. Tanpa tenaga pun aku bisa!” kata Nyai Endit sombong. Lalu hup! Nyai Endit mencoba mencabut tongkat itu dengan satu tangan. Ternyata tongkat itu tidak bergeming. Dia coba dengan dua tangan. Hup hup! Masih tidak bergeming juga.“Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidak tercabut. Gaji kalian aku potong!”Centeng-centeng itu mencoba mencabut tongkat si nenek, namun meski sudah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu tetap tak bergeming.“Ha ha ha. kalian tidak berhasil?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tidak seberapa. Lihat aku akan mencabut tongkat ini.”Brut! Dengan sekali hentakan, tongkat itu sudah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dan bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras.“Bagendit! Inilah hukuman untukmu! Air ini adalah air mata Para penduduk yang sengsara karenamu. Kau dan seluruh hartamu akan tenggelam oleh air ini.”Setelah berkata demikian si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yang panik melihat air yang meluap dengan deras. Dia berusaha berlari menyelamatkan hartanya, namun air bah lebih cepat menenggelamkannya beserta hartanya.Kini, di desa itu terbentuk sebuah danau kecil yang dinamakan ‘Situ Bagendit’ Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari nama Bagendit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air bah.Pesan moral dari Cerita Legenda Situ Bagendit adalah kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, kikir, serta angkuh terhadap orang lain. Bila diberi nikmat harta yang banyak berbagilah dengan sesama.

Cerita Rakyat Jawa Barat (Sunda) : Dongeng Ciung Wanara
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Jawa Barat (Sunda) : Dongeng Ciung Wanara

Pada zaman dahulu kala. Di sebuh daerah Jawa barat terdapat Kerajaan,yang bernama Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh di pimpin oleh seorang Raja yang bijaksana. Raja tersebut bernama Raden Barma Wijaya Kusuma. Sang Raja memiliki dua Permaisuri. Permaisuri pertama bernama Nyimas Dewi Naganingrum dan yang kedua Nyimas Dewi Pangrenyep. Dalam waktu bersamaan kedua Permaisuri tersebut dalam kedaan mengandung.Suatu hari, Permaisuri Nyimas Dewi Pangrenyep melahirkan terlebih dahulu. Ia melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Pangeran tersebut di beri nama Hariangbanga. Tidak lama kemudian Permaisuri Dewi Naganingrum pun akan segera melahirkan. Dewi Pangrenyep bergegas untuk membantunya. Akhirnya, Dewi Naganingrum melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang tidak kalah lucu dan tampan dari kakaknya Hariangbanga.Di balik kesediaannya menolong persalinan Dewi Naganingrum. Ternyata Dewi Pangrenyep tidak menyukain Dewi Naganingrum menjadi pesaingnya. Karena ia ingin menguasai Kerajaan dan menjadikan Putranya sebagai Raja kelak. Ia pun merencanakan niat jahatnya yang sudah ia susun agar sesuai dengan harapannya.Tanpa sepengetahuan siapapun. Bayi Laki-laki yang baru saja di lahirkan Dewi Naganingrum di tukar dengan seekor anak Anjing. Bayi yang sebenarnya di masukkan ke dalam sebuah keranjang. Dewi Pangrenyep pun meletakkan sebutir telur ayam. Ia pun segera menghayutkan bayi tersebut ke sebuah sungai.Di Kerajaan terjadi sebuah kehebohan. Kabar yang sangat mengejutkan menggemparkan seluruh isi Istana dan rakyat. Mengetahui kenyataan ini menghancurkan harga dirinya sebagai Raja. Bagaimana tidak, Permaisuri yang selama ini ia cintai sudah melahirkan seekor anak Anjing.Dalam keadaan marah. Akhirnya, Raja segera memanggil Penasehat Raja yang bernama Ki Lengser. Namun, memanggil Ki Lengser bukan untuk meminta sebuah nasihat. Tapi, memerintahkan Ki Lengser untuk segera membunuh Dewi Naganingrum dan mayatnya di buang jauh-jauh. Raja memerintahkan Ki Lengser segera melakukan tugasnya.Dalam perjalanan, Ki Lengser berpikir untuk menyelamatkan Dewi Naganingrum tanpa sepengetahuan siapapun. Ki Lengser yakin kejadian yang menimpa Dewi Naganingrum adalah suatu kebohongan. Namun, ia tidak mempunyai bukti untuk membantu Dewi Naganingrum. Ki Lengser membawa Dewi Naganingrung masuk kedalam hutan belantara.Ki Lengser membuatkan sebuah gubug untuk tempat tinggal Dewi Naganingrum. Setelah gubug itu selesai di buatnya, dengan terpaksa Ki Lengser meninggalkan Naganingrum seorang diri. Sebelum ia pergi, ia pun berjanji akan mengunjunginya.Sementara, Naganingrum sangat berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu dengan Putra kandungnya. Ia pun berharap dapat kembali ke Istana dan hidup bahagia bersama keluarganya. Ki Lengser pun segera kembali ke istana. Ia langsung mengahadap Raja dan melaporkan bahwa tugasnya untuk membunuh Dewi Naganingrum sudah di laksanakan dengan baik. Untuk membuktikan bahwa ia sudah melaksanakan tugasnya, ia membasahi senjatanya dengan darah binatang buruan yang ia temui di dalam hutan.Sementara di suatu tempat. Hiduplah sepasang suami istri yang sudah sangat tua. Namun, mereka tidak memiliki anak. Suatu hari, mereka berdua pergi ke sebuah sungai untuk menangkap Ikan. Namun, mereka di kejutkan dengan sebuah keranjang besar berisi seorang bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Mereka sangat bahagia dan mereka berpikir bahwa inilah sebuah jawaban dari doanya.Sepasang suami istri sangat bersyukur. Satu butir Telur Ayam yang berada di samping Bayi Laki-laki tersebut. Di simpannya telur Ayam tersebut kepada seekor Naga yang bernama Nagawiru yang berada di Gunung Padang. Naga tersebut bukanlah Naga sembarangan. Namun, jelmaan seorang Dewa dan sudah menjadi tugasnya untuk mengerami satu butir Telur Ayam tersebut. Suatu saat nanti. Telur tersebut akan menetaskan seekor Ayam Jantan dan menjadi binatang kesayangan dari anak bayi yang di temukan sepasang suami istri tersebut.Waktu tanpa terasa terus berjalan. Bayi Laki-laki, sekarang tumbuh menjadi remaja yang sangat tampan, cerdas, gagah dan pemberani. Anak tersebut di beri nama Ciung Wanara. Aki dan Nini memberikan nama Ciung Wanara karena mereka melihat seekor Monyet yang aneh, Monyet tersebut bernama Wanara. Kemudian mereka pun melihat seekor Burung yang bernama Ciung. Akhirnya, keduanya sepakat. Nama dari ke dua binatang tersebut. Akhirnya, di jadikan sebagai nama anaknya.Ciung Wanara tumbuh menjadi seorang Pemuda yang sangat tampan. Suatu hari, ia ingin sekali pergi ke Galuh untuk mengembara. Awalnya, Aki dan Nini tidak menginjinkannya. Namun, karena anaknya terus memaksa. Sebelum ia berangkat ke Kerajaan Galuh, ia bertanya siapa Ayah dan Ibu kandungnya. Awalnya, Aki dan nini tidak mau menceritakan kebenarannya. Namun, Ciung Wanara terus bertanya. Aki menjelaskan bahwa Ayah kandungnya adalah seorang Raja dari Kerajaan Galuh. Dan Ibunya di asingkan di dalam hutan belantara. Mendengar penjelsan tersebut. Akhirnya, Ciung Wanara berangkat ke Kerajaan Galuh dengan membawa Ayam Jantan kesayangannya.Setibanya di kerajaan Galuh. Ia bertemu dengan dua orang Patih yang bernama Purawesi dan Puragading. Kedua Patih tersebut tertarik dengan Ciung Wanara, karena ia membawa seekor Ayam Jantan. Kedua Patih tersebut menghampiri dan mengajaknya untuk adu Ayam. Ciung Wanara menerima tantangan dari kedua Patih tersebut. Pertandingan sambung Ayam di lakukan di tengah alun-alun Kota Galuh. Akhirnya, nasib baik selalu berpihak kepada Ciung Wanara. Ayam Jantang kesayangannya menang dalam pertandingan.Kemenangan Ciung Wanara tersebut langsung tersebar ke Kerajaan. Kemenangan itu terdengar oleh Sag Raja, bahwa ada seorang Pemuda Tampan memiliki seekor Ayam Jantan yang sangat tangguh. Akhirnya, takdir mempertemukan Ayah dan anak yang sudah di pisahkan oleh perbuatan Dewi Pangrenyep.Ciung Wanara datang ke Istana untuk bertemu dengan Raja. Ia pun membuat kekacauan di depan Istana. Akhirnya, Baginda segera memerintahkan para pengawal agar Ciung Wanara menghadap. Setelah berhadapan dengan Sang Raja, Ciung Wanara pun menyembah.“Hai Anak Muda! Siapa namamu dan dari mana asalmu?”“Nama hamba Ciung Wanara, putra dari Aki dan Nini Balangantrang dari desa Geger Sunten,” jawab Ciung Wanara dengan lantang.“Apa maksud kedatanganmu kemari?”“Begini, Tuanku. Hamba mempunyai seekor Ayams yang aneh. Induknya mengandung selama setahun. Sarangnya sebuah kandaga. Lebih aneh lagi, sebelum menetas, telur ini pernah hanyut di sungai,” kata Ciung Wanara.Raja teringat pada Naganingrum yang mengandung selama setahun. Sedangkan Dewi Pangrenyep sudah mengira, bahwa yang sekarang berada di hadapannya adalah putra dari Naganingrum. Kedatangannya hendak membalas dendam.“Kau berniat untuk menyambung Ayam dengan milikku? Apa taruhannya?” tanya Raja Galuh.“Jika ayam hamba yang kalah, hamba bersedia menyerahkan nyawa hamba. Tapi sebaliknya, jika ayam baginda yang kalah, maka hamba mohon diberi separuh kerajaan Galih Pakuan,” kata Ciung Wanara.Karena raja Galih Pakuan merasa yakin, bahwa ayam jagonya akan menang, taruhan Ciung Wanara disetujui. Baginda segera membawa ayamnya ke halaman dan diikuti oleh Ciung Wanara.Pertandingan sabung Ayam pun berlangsung dengan seru. Awalnya, Ayam jantan milik Ciung Wanaralah yang menunjukkan kekalahan. Namun, tiba-tiba Ayam tersebut kembali segar dan kuat kembali. Akhirnya, dengan mudah Ayam milik sang Raja kalah terdesak. Ciung Wanara kembali memenangkan pertandingan sabung Ayam.Sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui, Ciung Wanara mendapat negara sebelah Barat. Sedangkan sebelah Timur oleh baginda diserahkan kepada Hariangbanga. Masing-masing bergelar Prabu.Akhirnya, semua rahasia tentang Ciung Wanara terungkap dan segala kejahatan yang dilakukan Dewi Pangrenyep terbongkar dengan sendirinya. Ki Lengser pun menceritakan bahwa Ibu kandungnya masih hidup dan di asingkan di sebuah hutan. Ciung Wanara sangat bahagia dan segera menjemput ibunya, ia pun menjemput kedua angkatnya.Sementara itu Dewi Pangrenyep mulai hatinya ketar ketir setelah tahu kalau Ciung Wanara adalah anak bayi yang dibuangnya dulu. Hingga akhirnya kegelisahan dan ke khawatirannya itu pun segera terjawab dan terwujud. Prabu Ciung Wanara setelah tahu apa yang telah dilakukan oleh Dewi Pangrenyep terhadap ibunda dan dirinya sendiri, maka segera membentuk pasukan khusus untuk menangkap Dewi Pangrenyep. Tanpa menemui kesulitan yang berarti Dewi pangrenyep segera tertangkap dan di jebloskan kedalam penjara istana untuk membayar segala kejahatan dan kekejiannya.Sementara Raden Hariangbanga sangat kaget ketika mengetahui kalau ibundanya tercinta telah ditangkap oleh tentara prabu Ciung Wanara dan dijebloskan ke dalam penjara. Pertarungan antara dua orang adik kakak beda ibu itupun tak dapat terelakan lagi. Pertarungan sengit terus terjadi dan raden Hariangbanga harus berlaku satria dia kalah terdesak oleh adiknya Ciung Wanara.Setelah pertarungan itu kerajaan Galuh benar benar terbagi menjadi dua. Kerajaan Galuh terbagi dua karena dalam pertarungan tubuh Hariangbanga di lempar oleh Ciung Wanara hingga menyebrangi sungai Cipamali. Dari sejak itulah Kerajaan Galuh terbagi dua.Akhirnya, Ciung Wanara, Ibunya, dan orang tua angkatnya hidup berbahagia di dalam istananya yang kemudian bernama Pakuan Pajajaran.Pesan moral dari Cerita Rakyat Sunda : Dongeng Ciung Wanara adalah perbuatan buruk akan mendapatkan balasan dari keburukannya dimasa yang akan datang. Selalu berlaku baik akan membuatmu sukses dan bahagia.

Cerita Rakyat Tanah Sunda, Lutung Kasarung Dan Purbasari
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Tanah Sunda, Lutung Kasarung Dan Purbasari

Cerita rakyat yang paling terkenal di tanah Sunda adalah Lutung Kasarung dan Purbasari. Dongeng yang satu ini sangat melegenda, dan berkisahkan tentang perjalanan sanghyang Guruminda yang datang dari kayangan.irinya diturunkan ke bumi dan bertemu dengan sosok putri Purbasari yang cantik dan baik hati. Daripada penasaran, yuk simak kisahnya di sini!Purbasari Hendak Diangkat Sebagai RatuDahulu kala, hidupkah seroang puteri yang cantik dan baik hatu, bernama Purbasari. Dirinya adalah anak terakhir dari Prabu Tapa Agung yang merupakan penguasa di Kerajaan Pasir batang. Purbasari memiliki sifat yang lemah lembut dan suka menolong. Alasan itulah yang membuat sang putri sangat dicintai oleh rakyatnya.Suatu hari, Putri Purbasari hendak diangkat sebagai ratu. Akan tetapi, kakaknya yaitu purbararang marah berusaha mencelakai adiknya. Purbararang menghubungi tunangannya, yaitu Indrajaya untuk memberikan kutikan pada Purbasari. Si nenek sihir akhirnya membuat ramuan berupa zat berwarna hitam dan berpesan pada purbararang untuk menyiramkan ramuan itu di wajah purbasari.Purbasari Diasingkan dan Bertemu Lutung KasarungRencana jahat pun akhirnya dilaksanakan, ramuan tersebut membuat tubuh Purbasari dipenuhi dengan bercak hitam. Purbararang memerintahkan Uwak Batara yang merupakan penasehat kerajaan, untuk membawa Purbasari ke hutan. Saat purbasari diusir dari istananya, terjadi masalah pula di kayangan. Seorang pangeran bernama Guruminda menolak untuk menikah dengan bidadari.Pangeran tidak ingin menikah, jika kecantikan calon istrinya tidak setara dengan kecantikan sang ibu. Sunan Ambu pun mengatakan bahwa perempuan yang lebih cantik darinya hanyalah manusia. Oleh karena itu, Pangeran Guruminda bersedia untuk diturunkan ke bumi, dalam wujud kera. Suatu hari, lutung kasarung mendengar kejahatan Purbararang dan menyerang istana Pasir Batang.Purbararang dan pasukannya kuwalahan menghalau Lutung Kasarung. Hingga pada akhirnya, Purbararang meminta Uwak Batara untuk membuang lutung kasarung ke hutan, tempat purbasari diasingkan. Purbararang sengaja mengatakan hal tersebut, agar lutung kasarung menyerang Purbasari. Tidak disangka, keduanya malah berteman baik.Uwak Batara sebenarnya sudah merasa jika Lutung Kasarung bukanlah lutung biasa. Uwak Batara menitipkan pesan pada Lutung Kasarung untuk menjaga Purbasari. Suatu hari, Lutung kasarung meminta ibunya, yaitu Sunan Ambu Untuk membuat kolam penyembuhan untuk Purbasari. Tidak disangka, kulit purbasari pun bersih dan kecantikannya kembali seperti semua.Guruminda dan Purbasari Mengambil Tahta KerajaanKembalinya kecantikan purbasari menjadi gosip di tengah masyarakat. Purbararang pun mendengar cerita tersebut dan menjadi marah. Purbararang yang kesal menantang purbasari untuk menunjukkan tunangannya. Ternyata purbasari meminta Lutung Kasarung untuk menjadi calon suaminya. Purbararang pun tertawa karena Purbasari memiliki seekor lutung hitam.Tidak disangka, pangeran Guruminda kembali ke wujud semualany, semua orang terkesima, karena ketampanan dan kegagahan sang pangeran. Purbararang yang jahat pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Purbasari. Akhirnya, tahta kerajaan kembali ke tangan Purbasari dan seluruh rakyat hidup dengan bahagia.Pesan MoralDi dalam cerita tadi, dapat ditarik nasehat bahwa kita semua tidak boleh merasa iri dan berusaha mencelakai orang lain. Sifat tersebut hanya akan membawa pelakunya ke dalam kesengsaraan. Kita semua harus bisa mencontoh Purbasari yang sabar, pemaaf, dan penyayang. Sifat itulah yang dapat membuat kita disukai oleh semua orang.Demikianlah cerita singkat dengan judul Lutung Kasarung dan Purbasari. Cerita rakyat terkait dengan kisah hidup seorang puteri bisa menjadi pilihan dongen yang cocok untuk anak. Contoh dongeng lain yang tidak kalah menarik untuk ditelisik adalah Putri Rose dan Burung Emas. Kisahnya sangat ringan dan layak sebagai pengantar tidur.

Dongeng Rakyat Aceh Ahmad Rhang Manyang
Folklore
25 Nov 2025

Dongeng Rakyat Aceh Ahmad Rhang Manyang

Tersebutlah sebuah desa yang berada di sekitar Krueng (Sungai) Peusangan, desa yang menyimpan ribuan misteri dan cerita yang menjadi tauladan dalam hidup. Cerita yang akan terus dikenang oleh masyarakat disana dan diceritakan kepada masyarakat lainnya juga. Desa yang berjejer rumah – rumah gubuk di sepanjang jalan dalam desa ini terkenal dengan seorang pemuda yang tampan, bijak, pandai, rajin dan berbakti kepada orang tua.Amat (Ahmad) Rhang Manyang, itulah nama pemuda yang mulai menginjak usia remaja ini. Remaja yang biasa disapa Amad ini menyibukkan diri dalam kesehariannya sebagai buruh tani di desa. Hanya menamatkan pendidikan dasar di dayah desa seberang, dia menggali ilmu – ilmu yang terpendam di Iingkungannya, belajar pada alam dan bertanya pada Tuhan. Tak ada keputusasaan dalam menjalani hidup meski terkadang harus makan nasi 2 kali sehari, baginya itulah rezeki yang sudah ditentukan setelah berusaha dan berdoa.Waktu yang terus berputar telah membawa Amat sebagai pemuda yang di sanjung di desa. Pergaulan yang telah luas mengajari Amat untuk hidup Iebih mandiri lagi. Apalagi sekarang dia hanya tinggal di sebuah gubuk bambu dengan ibunya yang telah renta. Penghasilan dari buruh tani mulai terasa kurang dan ini harus diatasi oleh Amat.“Mak, bukan Amad tidak lagi bisa bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah, tetapi alangkah baiknya jika Amad mencari kerja ke luar desa”, Kata Amad pada suatu sore pada Mamaknya sambil menikmati ubi rebus dengan duduk beralaskan tikar tua.“Tapi kita masih bisa mencari rezeki disini Nyak”, Jawab Mamak“Betul Mak, bukan pula aku bosan bekerja seperti ini di desa, tetapi bukankah berusaha itu wajib? Bukankah bekerja itu juga ibadah? Jadi apa salahnya jika Amad pergi merantau?”, Ahmad berbicara datar sambil menyandarkan kepalanya ke lutut Mamaknya yang melukiskan dekatnya dua insan ini dalam kemanjaan Ibu dan Anak.Sambil membelai lembut rambut ikal di kepala Amad dan memandang dalam – dalam ke anaknya, Mak Minah berujar “Haruskah Ananda merantau meninggalkan Emakmu disini sendiri, dalam kesepian dan dalam kepapaan?”.Amad tersentak dengan kata – kata yang keluar dari bibir perempuan yang sedang mengusap lengan legamnya itu.“Mak, bukan begitu maksud Amad, anak mana yang tega meninggalkan ibunya jika kepergiannya itu tidak mendesak dan untuk kepentingan Emaknya juga? Mak, Amad merantau untuk membahagiakan Emak, untuk hidup seperti hidup orang lain. Bahagia dunia akhirat”. seakan hendak bersimpuh dengan meneteskan airmata ketulusan Amad berujar dengan terbata-bata takut hati Emaknya sedih.Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Mak Minah tak bisa menahan lagi keinginannya anak satu – satunya dan penyangga hidupnya selama ini. Tempat dia bercerita dan menyunggingkan senyum.Hari terus berlalu hingga tibalah saatnya Amad berangkat dengan perlengkapan seadanya. Dia hendak merantau ke negeri seberang dan perjalanan akan dilalui dengan Kapal air dari Krueng Peusangan.“Nyak, rajinlah beribadah disana, rajinlah berdoa dan tegarlah dalam berusaha. Hidup di negeri orang harus membawa bekal ilmu dan akhlak asalmu. Janganlah mereka mengubahmu tapi tularkan kebaikan pada mereka”. ujar Mak Mina.“Mak, akan Amad ingat pesan Mak sebagai pendamping dalam bekerja. Amad hanya akan pergi beberapa tahun dan akan kembali untuk bersama Emak. Jaga diri Emak baik-baik”.Mereka saling melemparkan kata-kata perpisahan hingga suara sirine kapal mulai terdengar. Memegang tangan Mak Minah, memeluk dan mencium kening penuh rona tua dan akhirnya berlutut mencium kaki Emaknya, Ahmad pamitan dan berangkat merantau. Mak Minah masih berdiri di dermaga menatap hilangnya kapal yang ditelan berlikunya Krueng Peusangan. Airmata bercucuran karena inilah pertama mereka berpisah setelah hidup belasan tahun bersama-lama. Ketika hari beranjak senja, Mak Minah pun melangkahkan kaki-kaki gontainya menuju gubuk tua.Kapal terus berlayar menyusuri sungai yang jernih dengan lompatan ikan-ikan didalamnya. Amad terpesona dengan keindahan panorama sungai dan hutan disekelilingnya yang rimbun, hijau dan anggun. Kini kapal telah membelah laut menuju negeri seberang, negeri idaman Amad, negeri yang akan mewujudkan cita-citanya.Singkat cerita akhirnya Amad tiba dinegeri seberang dan bekerja pada seorang saudagar kaya. Dia diterima sebagai tukang pikul barang-barang di dermaga. Amad bekerja dengan tekun, berdoa dengan ikhlas dan mendoakan kedua orang tuanya.Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tak terasa Iebih sepuluh almanak Ahmad telah hidup di rantau orang. Negeri yang kini telah ditaklukan dengan ilmu dan nasehat yang pernah diajarkan Mak Minah. Ahmad telah menjadi orang terpandang disana, dan kini juga telah menjadi bangsawan setelah mempersunting anak saudagar tempatnya bekerja. Tuan Amad kini harus mengurus usaha mertuanya dan itu sangat menyita waktu. Tak ada lagi waktu beribadah dan tak dibutuhkan lagi berdoa. Semua terkikis tergores batu kemewahan dan kenikmatan dunia.“Kanda, Dinda rindu akan kampung halaman Kanda!” istri Amad berkata dengan kejujuran ketika mereka berjalan di taman yang mewah.“Tapi Kanda sibuk sayang, tak ada waktu untuk bisa meninggalkan ini semua” Amad berkilah“Bukankah Kanda pernah berjanji akan membawa Dinda berkunjung ke Negri Kanda dan bertemu lbunda disana? Bukankah janji harus ditepati?” Istri Amad mulai merayu dengan kata – kata manis sehingga Iuluhlah hati Amad.Dalam kesendirian Amad juga merindukan kampung halamannya, Krueng Peusangan, Emaknya, dan sahabat-sahabatnya.Setelah semua dipersiapkan, berangkatlah sebuah kapal mewah untuk mengarungi lautan menuju ke Tanah Rencong, tanah kelahiran Tuanku Ahmad Rahmanyang. Perlengkapan yang berkecukupan dan pengawal yang gagah berani turut menyertai pelayaran ini.“Kanda, inikah tanah yang pernah Kanda ceritakan? Inikah hutan dan sungai yang indah itu?” ujar Istri Amad dengan takjubnya.“Iya Dinda. Dan sebentar lagi kita akan sampai di Istana Kakanda.” Amad menceritakn kisah bahwa dia adalah anak saudagar dari bandar Peusangan.Setibanya di dermaga Krueng Peusangan semua kru dan pengawal turun dan melihat keindahan alam Peusangan.Mak Minah yang mendengar kepulangan Amad bergegas menuju dermaga, tak lupa juga dia membungkuskan makanan kesukaaan anaknya. Hatinya berbunga — bunga dan rasa sakit yang selama ini di deritanya seakan sembuh total.“Alhamdulilah Ya Allah, Engkau telah kabulkan doa hamba ini…!” bisik lirih hati Mak Minah sambil melangkah lamban ke dermaga.Amad sedang bercanda dengan sahabat — sahabat lamanya, dengan penduduk yang masih mengenalnya dan suara wibawanya ketika Mak Minah juga tiba disana.“Amad„ Amad„ Amad anakkur,” panggil Mak Minah sambil menyeruak dalam kerumanan manusia yang sedang meneriman bingkisan dari Amad.“Amad, lihatlah Emakmu ini Nyak. Amad…!!” Mak Minah terus berteriak tapi Amad seakan tak mendengar sehingga istrinya berbisik.“Kanda, ada ibu tua yang memanggil Kanda. Dia memanggil “anak” kepada Kanda, siapakah dia?” Bisik Istrinya“Kanda tak kenal Dinda, mungkin penduduk baru disini..!”, kata Amad dengan suara yang terdengar oleh Emaknya.“Amad, ini Emakmu Nyak!” kata Mak Minah lagi ketika mereka sudah berhadap hadapan.“Emak, aku tak punya Emak seperti kamu, Orang tuaku adalah saudagar bukan fakir sepertimu”, Amad berontak dalam dirinya dan demi menjaga wibawa dihadapan lstri dan pengawalnya dia rela tak mengakui Emaknya.“Amad, ini Emakmu, lupakah kamu kepada Emak?”, tanya Mak Minah sambil menangis.“Aku tak lupa, tapi karena kau bukan Emakku maka aku tak kenal. Pengawal, tangkap perempuan ini dan seret dia jauh dari hadapanku,” perintah Amad kepada pengawal.Lalu beberapa pengawal menyeret Mak Minah, dengan muka basah airmata Mak Minah berdiri, melemparkan tongkat dan berujar“Ya Allah, jika benar saudagar yang berdiri di depanku ini adalah Amad maka kutuklah dia bersama pengawal dan harta bendanya menjadi bukit …!”, doa Mak Minah terhenti ketika petir mulai menyambar. Ahmad tersentak tapi semua sudah terlambat, doa ibu renta begitu cepat dikabulkan terhadap anaknya yang durhaka tak mengakui Emaknya. Dalam sekajap Ahmad, Istrinya, Pengawalnya dan seluruh harta bendanya termasuk Kapalnya berubah dan menyatu menjadi sebuah Bukit.Sampai sekarang di desa tersebut masih terlihat sebuah Bukit berbentuk kapal yang dinamai “Glee Kapai” atau Bukit Kapal.Pesan Moral dari adalah Jangan pernah durhaka pada orangtuamu. Sebaiknya selalu cintaidan kasihi mereka hingga akhir hayatmu.

Legenda Rawa Pening Asal Semarang
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Rawa Pening Asal Semarang

Legenda Rawa Pening bermula dari kisah seorang manusia naga yang bernama Baru Klinting. Baru Klinting ini merupakan putera dari Nyai Selakanta.Nyai Selakanta merupakan putri kepala desa Ngasem yang kemudian menikah dengan seorang petapa sakti mandraguna bernama KI Hajar. Baik Nyai Selakanta dan Ki Hajar merupakan orang yang ramah karena itu mereka disukai tetangganya.cerita rakyat Rawa PeningHidup mereka juga cukup makmur. Hanya saja ada sesuatu yang kurang dari kehidupan Nyai Selakanta dan Ki Hajar yaitu mereka masih belum dikaruniai anak.Karena itu, untuk mewujudkan keinginan sang istri agar segera mendapat momongan, Ki Hajar bertapa. Ia bertapa di Gunung Telemoyo. Selama Ki Hajar bertapa, Nyai Selakanta menunggu kabar dari sang suami dengan sabar.Hanya saja beberapa bulan sudah berlalu namun sang suami tak kunjung pulang. Hingga suatu hari, Nyai Selakanta merasa mual dan muntah. Ia pun berpikir bahwa dirinya hamil dan ternyata benar. Nyai Selakanta memang hamil.Semakin hari, perutnya pun semakin membesar dan hingga suatu hari Nyai Selakanta pun melahirkan. Hanya saja, bayi yang dilahirkan bukan bayi sebagaimana mestinya karena Nyai Selakanta melahirkan seekor naga.Lama kelamaan, Baru Klinting yang semakin besar selalu mempertanyakan siapa ayahnya. Hingga kemudian Nyai Selakanta pun mengutus Baru Klinting menjemput ayahnya yang bertapa di Gunung Telemoyo. Ia pun memberikan pedang sakti milik ayahnya.“Anakku, mungkin ayahmu tidak mengenali siapa kamu. Jika kamu bertemu dengannya, berikan pedang ini kepadanya karena ini adalah pedang miliknya dan katakana bahwa aku mengutusmu menghadapnya”.Dengan bekal pedang tersebut, Baru Klinting pun berangkat ke Gunung Telemoyo menjemput sang ayah.cerita rakyat Rawa PeningDi sana ia bertemu ayahnya dan menjelaskan pesan yang disampaikan Nyai Selakanta, ibunya. Baru Klinting juga mengatakan maksud dan tujuannya menemui sang ayah. Ia ingin berubah menjadi manusia.Ki Hajar pun meminta Baru Klinting untuk bertapa di Bukit Tugur. Namun untuk pergi ke Bukit Tugur, Baru Klinting harus melewati sebuah desa yang bernama desa Pathok. Desa Pathok terkenal sebagai desa yang makmur, hanya saja penduduk desanya sangat egois dan angkuh.Suatu hari, penduduk desa Pathok berniat mengadakan pesat sedekah bumi. Pesta tersebut sangat ramai dan menampilkan berbagai pertunjukan seni serta tari. Aneka ragam jamuan lezat juga akan dihidangkan.Salah satu menu yang akan dihidangkan juga berkaitan dengan masakan dari hewan. Karena itu penduduk desa mulai berburu. Mereka pergi ke Bukit Tugur, tempat dimana Baru Klinting melakukan semedi.Hanya saja, di sana mereka tak kunjung menemukan binatang yang bisa diburu. Namun mereka melihat naga yang melilit – lilit di pohon Bukit Tugur. Warga pun memotongnya untuk dijadikan santapan.Ketika hari pesta tiba, ada seorang anak laki – laki penuh darah yang meminta bagian makanan ke warga namun diusir begitu saja. Ia pun meninggalkan desa. Anak laki – laki yang berdarah tersebut ternyata adalah jelmaan naga Baru Klinting yang telah berubah menjadi manusia.Di perjalanan, Baru Klinting yang sudah berubah menjadi manusia bertemu janda tua bernama Nyi Latung. Ia pun meminta tolong kepada Nyi Latung untuk memberi warga pelajaran. Nyi Latung setuju untuk membantu.Nyi Latung membekali Baru Klinting dengan sebatang lidi. Baru Klinting kembali ke pesta membawa sebatang lidi tersebut. Ia menancapkan lidi tersebut ke tanah dan membuat sayembara.Warga pun beramai – ramai mencabut lidi namun satu pun tak ada yang berhasil. Sementara Baru Klinting dengan kesaktiannya, bisa mencabut lidi yang ditancapkan tersebut dengan mudah. Begitu lidi berhasil dicabut, suara gemuruh pun terdengar.Cerita rakyat Rawa PeningDari bekas tercabutnya lidi, air keluar menjadi semakin besar, memporak porandakan desa dan menjadi sebuah rawa. Rawa itulah yang dikenal sebagai Rawa Pening.

Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi

Hati si Pitung geram sekali. Sore ini ia kembali melihat kesewenang-wenangan para centeng Babah Liem. Babah Liem atau Liem Tjeng adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal si Pitung. Babah Liem menjadi tuan tanah dengan memberikan sejumlah uang pada pemerintah Belanda, Selain itu, ia juga bersedia membayar pajak yang tinggi pada pemerintah Belanda. Itulah sebabnya, Babah Liem mempekerjakan centeng-centengnya untuk merampas harta rakyat dan menarik pajak yang jumlahnya mencekik Ieher.Si Pitung bertekad, ia harus melawan para centeng Babah Liem. Untuk itu ia berguru pada Haji Naipin, seorang ulama terhormat dan terkenal berilmu tinggi. Haji Naipin berkenan untuk mendidik si Pitung karena beliau tahu wataknya. Ya, si Pitung memang terkenal rajin dan taat beragama. Tutur katanya sopan dan ia selalu patuh pada kedua orangtuanya, Pak Piun dan Bu Pinah.Beberapa bulan kemudian, si Pitung telah menguasai segala ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin. Haji Naipin berpesan, “Pitung, aku yakin kau bukan orang yang sombong. Gunakan ilmumu untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau menggunakannya untuk menindas orang lain.” Si Pitung mencium tangan Haji Naipin lalu pamit. Ia akan berjuang melawan Babah Liem dan centeng-centengnya.“Lepaskan mereka!” teriak si Pitung ketika melihat centeng Babah Liem sedang memukuli seorang pria yang melawan mereka.Cerita Rakyat Si PitungCerita Rakyat Si Pitung“Hai Anak Muda, siapa kau berani menghentikan kami?” tanya salah satu centeng itu.“Kalian tak perlu tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa kalian. Kalian adalah para pengecut yang bisanya hanya menindas orang yang lemah!” jawab si Pitung.Pemimpin centeng itu tersinggung mendengar perkataan si Pitung. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang si Pitung. Namun semua centeng itu roboh terkena jurus-jurus si Pitung. Mereka bukanlah lawan yang seimbang baginya. Mereka Ian terbirit-birit, termasuk pemimpinnya.Sejak saat itu, si Pitung menjadi terkenal. Meskipun demikian ia tetaplah si Pitung yang rendah hati dan tidak sombong.Sejak kejadian dengan para centeng Babah Liem, si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya bagi rakyat jelata. Ia tak tahan menyaksikan kemiskinan mereka, dan ia muak melihat kekayaan para tuan tanah yang berpihak pada Belanda.Suatu saat ia mengajak beberapa orang untuk bergabung dengannya. Mereka merampok rumah orang-orang kaya dan membagikan hasil rampokan tersebut pada rakyat jelata. Sedikit pun ia tak pernah menikmati hasil rampokan itu secara pribadi.Rakyat jelata memuji-muji kebaikan hati si Pitung. Sebaliknya, pemerintah Belanda dan para tuan tanah mulai geram.Legenda Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiLegenda Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiApalagi banyak perampok lain yang bertindak atas nama si Pitung, padahal mereka bukanlah anggota si Pitung. Pemerintah Belanda kemudian mengeluarkan perintah untuk menangkap si Pitung. Meskipun menjadi buronan, si Pitung tak gentar. Ia tetap merampok orang-orang kaya, dengan cara berpindah tempat agar tak mudah tertangkap.Kesal karena tak bisa menangkap si Pitung, pemerintah Belanda menggunakan cara yang licik. Mereka menangkap Pak Piun dan Haji Naipin. Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa kedua orang tersebut akan dihukum mati jika si Pitung tak menyerah. Berita itu sampai juga ke telinga si Pitung. Ia tak ingin ayah dan gurunya mati sia-sia. Ia lalu mengirim pesan pada Schout Heyne. Si Pitung bersedia menyerahkan diri jika ayah dan gurunya dibebaskan. Schout Heyne menyetujui permintaan si Pitung. Pak Piun dibebaskan, tapi Haji Naipin tetap disandera sampai si Pitung menyerahkan diri. Akhirnya si Pitung muncul. “Lepaskan Haji Naipin, dan kau bebas menangkapku,” kata si Pitung. Schout Heyne menuruti permintaan tersebut. Haji Naipin pun dilepaskan.“Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum mati,” kata Schout Heyne.“Kau tidak keliru? Bukannya kau dan para tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu,” jawab si Pitung.“Huh, sudah mau mati masih sombong juga. Pasukan, tembak dia!” perintah Schout Heyne pada pasukannya.Pak Piun dan Haji Naipin berteriak memprotes keputusan Schout Heyne. “Bukankah anakku sudah menyerahkan diri? Mengapa harus dihukum mati?” ratap Pak Piun. Namun Schout Heyne tak perduli, baginya si Pitung telah mengancam jabatannya.Suara rentetan peluru pun memecahkan kesunyian, tubuh si Pitung roboh bersimbah darah terkena peluru para prajurit Belanda. Pak Piun dan Haji Naipin sangat berduka. Mereka membawa pulang jenazah si Pitung kemudian menguburkannya. Berkat jasa-jasanga, bangak sekali orang yang mengiringi pemakamannga dan mendoakannga. Meskipun ia telah tiada, si Pitung tetap dikenang sebagai pahlawan bagi rakyat jelata.Pesan moral dari Cerita Rakyat Si Pitung Dari Betawi untukmu adalah Jadilah orang yang rendah hati dan berani membela kebenaran

Dongeng Pendek Terbaik : Asal Usul Negeri Jambi
Folklore
25 Nov 2025

Dongeng Pendek Terbaik : Asal Usul Negeri Jambi

Pada zaman dahulu, Negeri Jambi terdiri atas lima desa dan belum memiliki raja. Suatu hari, para sesepuh desa berkumpul di Desa Batin Duo Belas, terletak di kaki Bukit Siguntang, untuk bermusyawarah. Mereka akan menunjuk raja yang disegani dan memiliki kelebihan. Untuk itu, calon raja harus melewati empat ujian, yaitu dibakar, direndam air mendidih, dijadikan peluru meriam, serta digiling menggunakan kilang besi.Setelah dilakukan serangkaian ujian, tidak ada calon yang bisa melewati tantangan terakhir, yaitu digiling. Akhirnya, para sesepuh mencari calon raja dari negeri lain. Berangkatlah para sesepuh ke India. Mereka menemui seseorang yang terkenal memiliki kesaktian tinggi. Setelah bertemu, para sesepuh mengutarakan niatnya. Orang sakti itu pun sanggup mengikuti ujian.Keesokan harinya, orang sakti tersebut diuji. Ia dibakar, direndam, dan dijadikan peluru, namun tetap tidak apa-apa. Terakhir, orang itu menjalani ujian digiling. Dan yang terjadi, justru kilang besinya hancur. Para penduduk gembira. Akhirnya, mereka menemukan raja yang sesuai persyaratan.

Menampilkan 24 dari 228 cerita Halaman 8 dari 10
Menampilkan 24 cerita