Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

1144

Genre Romance

230

Genre Folklore

228

Genre Horror

228

Genre Fantasy

230

Genre Teen

228

Reset
Square
Folklore
24 Dec 2025

Square

Alkisah, lima orang pendaki gunung tersesat di tengah pegunungan bersalju (versi lain cerita mengatakan mereka merupakan korban selamat dari suatu kecelakaan pesawat).Karena tidak kuat, salah satu dari kelima pendaki itu akhirnya meninggal. Namun keempat temannya yang lain menolak meninggalkan jenazah teman mereka di tengah gunung dan memutuskan membawanya.Hingga suatu saat di tengah badai salju, mereka menemukan sebuah pondok kayu. Mereka bersyukur dan segera berlindung di dalam pondok kayu itu. Pondok itu berbentuk segiempat. Pondok itu tampak sudah tua, namun masih kokoh.Celakanya, sama sekali tak ada penerangan di dalam pondok itu, sehingga mereka terpaksa menghabiskan malam dalam kondisi gelap gulita.Mereka meletakkan jenazah teman mereka di tengah ruangan yang berbentuk segi empat itu.Mereka mulai bercakap-cakap.“Malam ini kita tidak boleh tidur. Bila kita tidur, bisa-bisa kita tidak bangun lagi.”“Ya, aku tahu. Tapi bagaimana caranya? Bila kita tidak melakukan sesuatu, kita pasti akan tertidur.”“Aku tahu, kita lakukan saja suatu permainan.” Usul salah satu teman mereka, masih dalam kondisi gelap gulita.Mereka sama sekali tak bisa melihat satu sama lain, jadi mereka tak tahu dengan siapa mereka berbicara dan siapa yang mengusulkan permainan itu.“Permainan apa?”“Begini, ruangan ini kan berbentuk kotak. Bagaimana jika masing-masing dari kita berempat berdiri di tiap pojok ruangan. Nah, saat permainan dimulai, salah satu dari kita berlari ke pojok ruangan terdekat dan menepuk punggung temannya yang ada di situ. Lalu ia yang ditepuk punggungnya harus berlari lagi untuk menepuk punggung temannya yang ada di pojok terdekat dengannya. Begitu terus hingga kembali ke orang pertama dan diteruskan sampai fajar tiba.”“Itu ide bagus,” semua orang tampaknya setuju,“Dengan begitu kita akan bergerak semalaman dan tubuh kita akan terasa hangat.”Akhirnya mereka melakukan permainan itu. Masing-masing dari mereka, sebut saja A, B, C, dan D berdiri di pojok ruangan. A mulai berlari ke B dan menepuk pundak B. B kemudian langsung berlari dan menepuk pundak C. C lalu berlari menepuk pundak D. Dan begitu seterusnya, mereka melakukan permainan itu hingga pagi.Saat pagi tiba, mereka mulai merasa lega. Cahaya mulai menerangi seluruh ruangan sehingga mereka bisa melihat seisi ruangan. Salah satu teman mereka rupanya mengenali tempat ini dan tahu jalan keluar dari tempat itu.Namun saat mereka menyadari bentuk ruangan yang mereka tempati sejak semalam, mereka mulai sadar ada yang tidak benar. Lalu mereka mulai ketakutan.Permainan itu ternyata tak sesimpel yang mereka duga.Permainan dimulai ketika A berlari dan menepuk pundak B. B kemudian berlari menepuk pundak C. Lalu C berlari menepuk pundak D. Sampai di sini tak ada masalah. Namun ketika D berlari ke A, semestinya tak ada orang di sana, sebab A sudah berada di B. Benar bukan? Sehingga D harus berlari 2 kali agar dapat menepuk pundak A.Namun saat mereka bermain, tak ada seorang pesertapun yang harus berlari dua kali. Saat tiba di A, D menepuk pundak seseorang yang kemudian berlari menepuk pundak A yang sedang berada di B.Merekapun sadar, permainan ini walaupun dilakukan di ruangan berbentuk segi empat, tak bisa dilakukan oleh empat orang.Permainan ini harus dilakukan oleh lima orang.Namun mereka hanya ada berempat saat mereka melakukan permainan itu. Lalu mereka menatap jenazah teman mereka yang terbujur kaku di tengah ruangan.Ya, mereka tak hanya berempat di dalam ruangan. Mereka berlima.

Brigadoon
Folklore
24 Dec 2025

Brigadoon

Skotlandia selain terkenal dengan legenda Nessie, monster di Danau Lochness, juga memiliki sakibul hikayat yang penuh misteri, yakni kota Brigadoon. Kabarnya, kota ini hanya muncul selama 1 hari saja dalam 100 tahun.Kota kecil ini terletak di dataran tinggi bonny Scotland. Dikisahkan, Brigadoon tiba-tiba hilang di tahun 1754. Anehnya, penduduk di kota ini seolah menjadi panjang umur, karena setiap muncul satu kali dalam seabad, usia mereka hanya bertambah satu hari.Mereka tidur selama 100 tahun - dalam hitungan penduduk Brigadon, waktu tersebut seperti malam hari saja. Bisa diterka, bila seseorang yang tinggal di Brigadoon meninggal pada usia 70 tahun artinya ia hidup selama 25 ribu abad lebih!Siapa pun yang beruntung bisa memasuki Brigadoon pada hari kemunculannya akan merasa begitu gembira, seolah masuk ke taman surga. Sayangnya, hanya bisa tinggal sehari saja karena desa ini kembali tertutup kabut dan menghilang.Ada sebuah cerita yang berkembang dan diyakini menjadi bukti keberadaan Brigadoon. Suatu saat ada dua penggembala sedang mencari ternak mereka di dataran tinggi Skotlandia. Tiba-tiba mereka merasakan hari menjadi cerah, matahari bersinar dengan indahnya. Padahal dataran ini selalu berkabut setiap hari.Saat menikmati cahaya matahari, kambing gembalaan mereka muncul begitu saja. Dua gembala ini pun jadi semakin takjub. Di salah satu sisi lembah, mereka melihat sebuah kota kecil dengan jalan-jalan yang indah laksana dalam lukisan.Mereka pun berbalik arah menuju desa mereka sendiri ingin memberitahu orang-orang. Ketika warga desa berlari mengikuti dua gembala ini, kabut kembali datang dan menelan Brigadoon kembali.Pada tahun 1954, kisah dari Mitos Brigadoon pun diadaptasi dalam sebuah film musikal dengan judul yang sama yaitu Brigadoon. Kini setiap 100 tahun sekali menjadi hari peringatan Brigadoon dengan parade dan tarian.

Between History and Mythic
Folklore
23 Dec 2025

Between History and Mythic

Apa itu legenda urban?Soal definisi legenda urban, banyak versinya. Menurut Wikipedia, legenda urban adalah sebuah mitos atau legenda kontemporer yang kerap dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Legenda ini kebanyakan terkait dengan kisah misteri, horor, mengerikan, humor hingga kisah moral. Dan legenda urban tidak selalu kisah bohong, tetapi seperti kisah yang disebarkan dari mulut ke mulut dan kadang disampaikan secara hiperbola sehingga menjadi sensasional.Berdasarkan sebuah penelitian antropologi, legenda urban adalah kisah-kisah fantastis yang menyebar luas di seluruh dunia dan diulang-ulang. Kisah ini diceritakan oleh saksi atau berdasarkan fakta di masa lalu.Kendati legenda urban dipandang sebagai manifestasi modern, dalam hal struktur dan peran, mereka tidak selalu berupa legenda perkotaan. Mereka adalah cerita rakyat yang populer dan menyebar dari individu ke individu lainnya. Hal ini membuat dunia pendidikan tertarik dengan legenda urban mulai paruh pertama abad ke-20, di mana muncul studi perbandingan antara pengetahuan dan budaya rakyat atau disebut folklorists.Diduga ada dua orang yang menyebarkan istilah legenda urban. Pertama adalah Richard Mercer Dorson, yang menyebutkan istilah tersebut dalam bukunya American Folklore yang diterbitkan tahun 1959. Dia menulis tentang legenda di kota besar dan legenda mahasiswa.Sementara satu orang lainnya adalah murid Dorson, Jan Harold Brunvand, yang mempopulerkan penelitian kontemporer tentang legenda urban dengan serangkaian publikasi dari legenda urban Amerika, dimulai pada tahun 1981 dengan The Vanishing Hitchhiker: American Urban Legends and their Meanings.Tidak seperti legenda tradisional, legenda urban dilaporkan sebagai peristiwa kontemporer, di mana saksi menceritakan sebuah cerita yang benar-benar terjadi. Meskipun legenda urban menyebar ke seluruh wilayah, namun cerita yang mendasarinya tetap tidak berubah. Dan kendati legenda urban mungkin memiliki sedikit kebenaran, namun ada juga yang jauh dari kisah lokal dan ditambah-tambahkan karena untuk melokalisasi legenda itu.Salah satu ciri sebuah legenda urban terletak pada akhir cerita yang aneh tapi tampak masuk akal, sehingga diambil sebagai kebenaran. Legenda ini sering mencampur humor dan horor, membangkitkan rasa moralitas atau kecemasan tersembunyi untuk menyentuh empati.Antropolog Yopie Septiadi mengatakan, bahwa legenda urban adalah cerita mistis yang dipercaya ada (termasuk dengan risikonya jika melanggar pantangan), yang ada di masyarakat kota. Menurutnya, legenda urban terdiri atas cerita yang dipengaruhi oleh budaya asal (asli) masyarakatnya meski mereka tinggal di lokasi berbeda. Jadi, cerita tersebut dibawa dalam pikiran atau pengetahuan mereka.Kedua, cerita yang muncul dari kehidupan di kota itu sendiri. Biasanya dikaitkan dengan peristiwa tragis atau diketahui banyak orang. Misalnya, ada peristiwa ditemukannya mayat perempuan korban pemerkosaan yang dibuang di suatu jalan raya dan hal ini menjadi potensi munculnya legenda urban. Arwah mayat tersebut tidak tenang, sehingga mengganggu pengendara motor atau mobil yang melintas pada waktu tertentu dan supaya tidak diganggu, mereka membunyikan klakson."Dengan demikian, ada kalanya urban legend mengikuti konsep takhayul dalam ilmu folklore, yaitu pantangan (jika) dilanggar akan berakibat dan convertion, yakni cara atau siasat supaya terhindar dari akibat,"legenda urban juga bisa muncul dari biografi kehidupan di suatu tempat di kota pada masa lalu yang dikaitkan dengan masyarakat kota pada masa kini. Untuk mengaitkan hal itu, biasanya didukung oleh konteks atau tempat yang dianggap sakral atau angker, seperti makam dan sebagainya. Contoh, pastur tanpa kepala di TPU Jeruk Purut.Sementara sosiolog Sigit Rochadi menuturkan, bahwa legenda urban atau mitos itu sama, yakni cerita yang dipercaya masyarakat dan menjadi bagian dari identitias masyarakat itu. Mitos itu sebagian adalah cerita mistis."Jadi mistis itu memposisikan masyarakat masih di alam metafisika. Kalau masyarakat modern sepenuhnya rasional, tapi masyarakat modern tidak sepenuhnya bersandar pada positivisme. Sebagian masyarakat di dunia masih percaya pada metafisika, cerita heroik, epos kepahlawanan yang masih mengandung mitos, baik di Prancis, Amerika, khususnya di Asia,"legenda urban memang sulit dijelaskan secara rasional tapi cerita itu bagian dari identitas masyarakat setempat. Dan biasanya, cerita legenda urban dari generasi ke generasi mengalami penambahan hingga menjadi banyak versi. Dan seiring berkembangnya masyarakat, menurutnya legenda urban bukannya hilang, namun makin berkembang.

Hantu Boneka Uci
Folklore
23 Dec 2025

Hantu Boneka Uci

Bagi kalian warga Bandung pasti sudah tidak asing lagi mendengar kisah hantu boneka Uci, yap.. tepatnya di jalan Siliwangi terdapat pohon yang terkenal akan kisah hantu boneka tersebut. Dan juga tidak di pungkiri lagi bahwa di jalan Siliwangi sendiri memang sering terjadi kecelakaan.Di balik ramainya jalan Siliwangi yang sering dilewati oleh kendaraan, siapa sangka terdapat kisah mistis yang menyelimutinya. Konon, menurut masyarakat sekitar bermula dari tragedi kecelakaan seorang gadis kecil bernama Uci, yang hingga kini arwahnya masih sering muncul dan bergentayangan sambil membawa boneka di sekitaran jalan Siliwangi.Uci meninggal karena kecelakaan lalulintas, pada tahun 1980 oleh seorang pengendara yang sembrono. Pada saat itu keluarga Uci hendak makan malah, selepas memarkirkan mobil dan hendak menyebrak sebuh mobil melaju kencang dari arah Cimbuluit hingga terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan seorang gadis bernama Uci terpental cukup jauh hingga ke pohon pinggir jalan SiliwangiGadis kecil itu mengucapkan kalimat terakhir, “Boneka Uci mana?”Menurut kabar, gadis kecil tersebut memang tak lantas meninggal di tempat kejadian. Uci kecil sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun naas, gadis kecil tersebut tidak dapat tertolong, namun sebelum gadis kecil itu meninggal ia sempat mengucapkan sebuah kata. “Boneka Uci mana?”Seketika pertanyaan tersebut, banyak warga yang ikut mencari boneka Uci, menurut cerita boneka tersebut menyerupai boneka panda, namun hingga ajal menjemputnya boneka tersebut tidak juga ditemukan seolah hilang di telan kabut. Jalan siliwangi dan lokasi kejadian kecelakaan tersebut sudah di sisir dengan teliti, tetapi tetap saja keberadaan boneka tersebut tidak ditemukan, Hingga hembusan nafas terakhirnya keberadaan boneka tersebut tidak ditemukan hingga kini menjadi sebuah misteri.Sejak saat kejadian itulah hantu si kecil Uci sering muncul. Tak lama selang meninggalnya gadi kecil itu, tidak sedikit para pengendara yang melaporkan telah melihat hantu si kecil Uci bergentayangan di sekitar jalan Siliwangi sambil membawa boneka panda kesayangannya, ia juga kerap terlihat sedang duduk di atas pohon di sekitaran jalan Siliwangi dengan gerak – gerik layaknya gadis kecil biasa yang sedang bermain dengan bonea pandanya. Yang konon katanya hantu gadis kecil itu suka meyapan para pengendara yang melintas di jalan Siliwangi pada waktu malam hari. Dan menurut orang – orang sekitar keberadaan hantu Uci ini memang tidak mengganggu namun tetap saja menyeramkan bukan? Walaupun hanya gadis kecil namun tetap saja dia hantu.

Nenek Gayung
Folklore
22 Dec 2025

Nenek Gayung

Konon nenek gayung merupakan manusia yang menguasai ilmu hitam, dan dia membutuhkan sejumlah tumbal untuk dapat menyempurnakan ilmunya.Nenek misterius ini kemudian diceritakan muncul di suatu sore, di salah satu kota besar di Indonesia.Mitosnya, siapapun yang berbicara kepada nenek misterius ini, dalam kurun waktu beberapa hari dia akan mati sebagai tumbal ilmu hitam.Suatu hari, dua orang pria tengah melintas di jalanan dengan mengendarai sepeda motor. Mereka kemudian menyadari kehadiran seorang nenek di tepi jalan.Nenek ini terlihat linglung dan sepertinya butuh bantuan. Kedua pria ini kemudian mendekati nenek tersebut dan menanyakan kemana arah yang ingin ditujunya.Entah bagaimana, mereka akhirnya mengantar nenek ini dengan membonceng tiga.Setelah beberapa jauh berjalan, mungkin karena posisi memboncengnya atau bagaimana. Motor yang dikendarai mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah mobil di tengah jalan.Mereka berdua pun terjatuh. Anehnya, salah satu dari mereka tewas seketika tanpa penyebab yang jelas.Temannya yang menyadari temannya telah meninggal, kemudian mencari nenek yang tadi mereka bawa. Namun dia tidak menemukan nenek misterius tersebut.Ketika menanyakannya kepada orang-orang yang mengerumuni mereka, tak ada satupun yang melihat sosok nenek itu.Bagi mereka, yang ada cuma kedua orang itu yang berada di atas motor. Sejak itu, rumor keberadaan hantu nenek gayung mencari tumbal semakin kencang berhembus.Bahkan cerita-cerita penampakan sosok hantu nenek gayung muncul di beberapa tempat di Indonesia, membuat panik sebagian masyarakat.Kian maraknya orang-orang membicarakan nenek misterius ini membuat sosoknya menjadi legenda seketika.Bermacam-macam cerita pun mengiringinya. Ada yang mengatakan bahwa nenek gayung itu mengumpulkan tumbal buat pembangunan “busway” yang ketika itu sedang berlangsung.Bahkan sampai cerita-cerita kematian misterius yang diduga karena nenek gayung pun sering dihubung-hubungkan.Nenek gayung yang biasa diceritakan orang-orang yang mengaku pernah melihatnya adalah seorang nenek renta yang mengenakan kebaya.Identitas lainnya ia selalu menggenggam sebuah gayung dan tikar di tangannya.Namun, ada juga yang mengatakan bahwa nenek ini mengenakan pakaian serba hitam.Bermacam-macam penampakan sosok nenek gayung bermunculan, yang jelas dia selalu terlihat membawa sebuah gayung dan tikar.Menurut ceritanya, gayung dan tikar itu akan digunakan oleh nenek tersebut dalam melakukan ritual pengambilan nyawa korbannya.Kabarnya, siapa pun yang pernah berbicara dengannya, maka dalam kurun beberapa hari dia akan didatangi sosok nenek menyeramkan tersebut.Nenek itu akan hadir ketika kamu sedang tertidur pulas di malam hari. Lalu dia akan memandikanmu dengan gayung beralaskan tikar yang dibawanya. Layaknya orang yang sudah mati.Sebagian masyarakat yakin dengan mitos yang mengatakan bahwa siapapun yang dimandikan oleh nenek gayung. Maka dia tak akan pernah bangun lagi dari tidurnya.

Kolor ijo
Folklore
22 Dec 2025

Kolor ijo

Pada awal tahun 2000-an, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan kemunculan sesosok makhuk halus yang disebut Kolor Ijo. Kolor Ijo digambarkan sebagai sosok siluman botak berwarna hijau yang berkeliaran hanya mengenakan celana dalam atau kolor saja.Konon asal-usul Kolor Ijo merupakan salah satu bentuk pesugihan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan kekayaan secara instan. Syaratnya, sang Kolor Ijo harus memerkosa wanita baik yang remaja dan yang sudah berkeluarga.Bahkan kabarnya beberapa wanita yang pernah di tiduri oleh makhluk ini, konon katanya makhluk ini pun juga mengincar nenek – nenek, tidak hanya wanita muda saja. Dan katanya cerita misteri kolor ijo ini masih berkembang hingga saat ini di daerah – daerah tertentu.Kemunculan hantu kolor ijo pertama kali di kampung Cijengkol, Bekasi. Seorang wanita yang mengaku telah di perkosa oleh sosok misterius berwarna hijau di sepan putranya yang berumur dua tahun, serta mertua perempuannya. Dan sejak kasus tersebut sontak banyak kasus yang serupa terjadi, di daerah Jabodetabek bahkan meluas sampai ke bagian Jawa Tengah dan Jawa Timur.Menurut cerita hantu tersebut memiliki ciri – ciri berkepala botak, berwujud lelaki dengan badan yang besar, berbulu lebat dan memiliki telinga yang lebar. Serta celana kolornya yang berwarna hijau tidak ketinggalan dari sosok hantu ini, menurut cerita bila seseorang telah di tangkap oleh hantu kolor ijo ini tidak akan bisa melepaskan diri.Karna kisah menyeramkan hantu kolor ijo ini meresahkan bayak warga dan tidak ingin menjadi korban dari hantu ini, oleh karna ini banyak warga yang memagari rumahnya menggunakan bambu kuning dan daun kelor yang di percaya warga memiliki kekuatan magis yang tidak bisa membuat makhluk ini masuk ke dalam rumah.Konon katanya hantu kolor ijo ini memiliki kelemahan terhadap bawang putih, dan bagi para wanita yang bepergian disarankan selalu membawa bawang putih, agar makhluk kolor ijo ini tidak dapat mengganggu.Teror mengerikan akan hantu kolor ijo ini, ada kasus seorang wanita yang di paksa untuk memenuhi hasrat kolor ijo ini, sampai tertusuk alat vitalnya hingga tewas tetapi belum ada penjelasan lebih mendalam akan kasus ini.

Rumah Gurita
Folklore
21 Dec 2025

Rumah Gurita

Bagi beberapa orang, Rumah Gurit memang menjadi hal yang tidak asing.Karena sejatinya memang ada lokasi di Bandung yang bernama Rumah Gurita dan di kenal sebagai salah satu lokasi paling misterius dan angker di Bandung.Rumah Gurita memiliki berbagai mitos yang belum tentu benar atau salah.Sama seperti berbagai kota lain di Indonesia, Bandung juga memiliki beberapa lokasi yang memang di percaya angker dan mengerikan.Salah satu yang begitu tersohor adalah Rumah Gurita.Jika kamu berkunjung ke Bandung, kamu bisa menemukan Rumah Gurita di belakang hotel Grand Aquila.Tak cukup sulit untuk menemukan Rumah Gurita.Karena bangunan ini cukup jelas dari jalan Pasteur di sebelah hotel Grand Aquila.Bahkan jika kamu menyebrang, sosok rumah tersohor itu begitu mudah terlihat.Untuk masuk ke sana, kamu bisa melewati jalan Sukadamai tak jauh sebelum hotel Aquila.Nanti kamu akan menemukan bangunan besar dengan kaca-kaca gelap yang besar, gambar wajah-wajah orang jaman dulu, kartu domino/remi yang di panjang dalam ukuran raksasa.Jika banyak orang yang penasaran dengan misteri Rumah Gurita, sepertinya warga yang tinggal di sekitar rumah itu justru sebalikanya.Memang sih di atap rumah itu ada sebuah patung gurita raksasa berwarna hitam yang akhirnya membuat rumah itu di juluki Rumah Gurita.Namun ketua RT di kawasan tersebut justru bercerita jika patung gurita yang ada di atas rumah itu sejatinya hanyalah dekorasi karena patung itu di pakai untuk tandom air.Di mana di dalam kepala gurita itu ada wadah untuk menampung air.Bentuk patung yang besar dengan tentakel yang menjulur kemana-mana dan menutupi bagian atap rumah membuat berkesan mengerikan.Karena begitu misterius, Rumah Gurita sempat di tuding sebagai gereja iblis.Hal ini di ketahui bahwa nomor Rumah Gurita adalah enam di mana sang pemilik memasang tiga angka enam dalam pola berbeda.Jika kamu tahu, tiga angka enam yakni 666 sudah sejak lama di anggap sebagai simbol iblis.Akhirnya berkembang mengenai rumah ini sebagai tempat pemujaan.Beberapa rumor yang sempat berkembang adalah jika kamu ingin bergabung dengan sekte sesat ini maka jari mu akan di tusuk untuk persembahan darah kepada setan.Lalu lagu yang di gunakan adalah lagu-lagu heavy mental dan menggunakan kitab Anton Lavey Satanic Bible.Seakan kurang, mereka yang melakukan pemujaan harus makan tubuh bayi dari klinik aborsi dan dan meminum darahnya.Dengan isu yang berhembus luas dari Rumah Gurita adalah sebagai tempat ritual sesat, sang ketua RT setempat justru tak tahu menahu karena dia hanya tahu bahwa bangunan itu merupakan tempat tinggal.Di mana ada orang yang memang menempati Rumah Gurita meskipun bukannya sang pemilik.Di kabarkan orang yang tinggal di sana adalah orang tua san malas membuka pintu kepada tamu sehingga seolah-olah tampak tak berpenghuni.Namun sang ketua RT justru punya cerita unik di mana sempat ada seseorang yang ingin mendaftar di gereja yang di akui di Rumah Gurita itu.Hal itu membuat ketua RT binggung karena baru kali ini tahu ada orang yang ingin beribadah harus mendaftar dulu.Karena banyaknya rumor dan pertanyaan, Rumah Gurita menjadi benar-benar misterius.Belum lagi bentuk bangunan yang seolah selalu tertutup dan warna tembok yang mengelupas membuat Rumah Gurita tampak angker.Karena banyaknya rumor tidak jelas tersebar di Rumah Gurita yakni sebagai lokasi ritual sesat dan sekte bebas, kepolisian sampai melakukan pemeriksaan.Yap, banyak rumor menyebutkan jika anggota pengikut ritual sesat di sana di wajibkan melakukan seks langsung di depan jemaat lain.Namun dari pemeriksaan kepolisian, mereka sama sekali tak menemukan fakta jika bangunan itu di gunakan untuk sesat dan seks bebas.Tudingan itu kabarnya sempat di bantah oleh rekan pemilik rumah yang menyebutkan tak ada aktivitas gereja sesat dan sekte seks bebas di rumah itu seperti tudingan banyak orang.Dia menjelaskan bahwa Rumah Gurita hanya di huni tiga orang yang menjaga.Senada dengan ungkapan rekan pemilik rumah, beberapa tetangga yang sudah lama tinggal di dekat Rumah Gurita juga tak pernah menemukan kegiatan kecurigaan di sana.

Hantu Jamu Gendong
Folklore
21 Dec 2025

Hantu Jamu Gendong

Cerita nyata misteri hantu ini terjadi ketika Tono sedang bertugas jaga malam di kantor tempatnya berkerja.Sebagai seorang Satpam pasti sudah menjadi hal yang lumrah bekerja di shift malam.Sosok Hantu Jamu Gendong menghampiri Tono yang tengah asyik minum kopi di pos satpam.Ketika itu jam baru menunjukkan pukul 09:00 malam.Setelah patroli mengelilingi gedung kantor Tono beranjak keluar dari pintu gerbang tempatnya berkerja untuk melihat situasi dan kondisi sekitarnya.Satpam tersebut merasa sedikit aneh dengan keadaan sekalilingnya, di mana pertokoan sudah pada tutup sejak pukul 08:00 malam dan hanya terlihat seorang penjual nasi goreng tenda yang sepi pelanggan.Karena tidak ada teman ngobrol lantas Tono kembali ke pos jaga membuat kopi sebagai penghangat perut di malam itu.Belum juga kopi yang ia buat habis tiba-tiba ada suara seorang perempuan setengah baya yang bersumber dari balik gerbang menawarkan jamu pegel linu dan lain sebagainya.Tono yang tak curiga jika wanit tersebut merupakan Hantu Jamu Gendong lantas membuka gerbang dan meminta untuk di buatkan secangkir jamu pegel linu.Singkat cerita, Satpam di sebuah bank swasta itu lantas menghabiskan jamu tersebut.Ketik hendak membayar rupanya dompet Tono tertinggal di jaket yang ia centelkan di ruang samping kantor yang menjadi tempatnya parkir sepeda.Sebelumnya ia telah memiliki feeling yang tidak mengenakkan, terlebih ketika si penjual jamu gendong hanya diam saja ketika ia ajak bicara.Singkatnya Tono mengambil dompet di jaket untuk membayar jamu tersebut.Namun betapa terkejutnya ketika ia kembali di halaman kantor wanita setengah baya tersebut telah lenyap dan tak ada lagi di sana.Kisah misteri nyata ini rupanya baru di sadari oleh Tono.Ia berusaha mencari sekeliling dan menuju ke jalan untuk melihat apakah ada tukang jamu gendong yang terlihat berjalan.Ia berfikir pasti tukang jamu gendong tadi belum jauh dari tempatnya berkerja mengingat ia hanya mengambil uang dalam hitungan menit saja.Cerita misteri rupanya tak sampai di situ saja, ketika Tono hendak kembali ke pos jaga tanpa sengaja ia melihat tumpahan jamu yang tadi ia minum.Dan tiba-tiba tumpahan jamu yang ia minum berubah menjadi darah dan berbau anyir, sontak Tono lari ke toilet yang berada di belakang dan memuntahkan jamu yang telah ia minum.Perasaan merinding, takut sekaligus gemetar langsung menyelimuti Tono.Ia semakin yakin bahwa wanita yang barusan ia temui merupakan sosok Hantu Jamu Gendong yang menjadi pembicaraan masyarakat di sekitar tempatnya berkerja beberapa waktu yang lalu.Demikian cerita misteri nyata yang di alami Tono ketika di ganggu Hantu Jamu Gendong.

Hantu Jeruk Purut
Folklore
20 Dec 2025

Hantu Jeruk Purut

Di kisahkan pada tahun 1986, seorang penjaga tempat makam TPU Jeruk Purut yang saat itu sedang jaga malam, ia melihat sesoaok pastur tak berkepala sedang berjalan melintas melalui di antara makam perkuburan.Pastur itu sedang menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, di ikuti se'ekor anjing.Konon, pastur ini " salah pulang ".Ia mencari-cari tempat makam kuburannya yang sebenarnya bukan berada di situ, melainkan di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di sini TPU Jeruk Purut hanya ada pemakaman unit Islam.Sapri Saputra, adalah salah satu penjaga makam yang melihat hantu pastur kepala buntung itu, hingga kini dia masih tetap menjaga makam TPU Jeruk Purut tersebut dan di anggap menjadi juru kunci atau kuncen serta orang yang di tuakan di TPU Jeruk Purut.Kesaksian dari bapak Sapri ini kemudian membuat ceritanya menyebar luas se-Jakarta dan hingga kini sosok hantu " Sang Pastur Kepala Buntung " telah menjadi legenda horor di tempat pemakaman Jeruk Purut tersebut.Konon kata warga di situ, jika anda keinginan untuk menemui pastur legendaris ini, anda harus tepat pada waktu tengah malam Jum'at dengan jumlah ganjil (sendirian atau bertiga).Testimonial : Sejak kecil, Asmari (36), anaknya dari Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di kawasan areal pemakaman Jeruk Purut.Ayahnya adalah seorang pegawai Pemda dan dulunya pernah berkerja di sana.Semenjak ia ku lulus sari SD (1986), Asmari telah menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut ia mengikuti jejak ayahnya yang dulu juga pernah berkerja di situ.Menurut pengakuan Asmari, pengalamannya dalam bertemu dengan sosok makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang sudah biasa baginya, mulai dari melihat sosok penampakan kuntilanak, tuyul, pocong, genderuwo dan lain-lain sebagainya.Pada suatu hari menjelang petang (magrib) di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama di temani dengan ayahnya.Mereka berdua tiba-tiba di kejutkan sesuatu, karena melihat seorang anak kecil telanjang bulat tengah asyik sendirian bermain berlarian di antara tanah makam kuburan sambil tertawa-tawa cekikikan.Anak itu lalu berteriak dan meminta uang kepada Asmari.Asmari heran karena anak itu masih terlihat asing baginya atau tak di kenalinya, sementara ia sangat mengenal dengan semua penduduk yang ada di kampung belakang Jeruk Purut.Dulu di situ memang hanya ada satu kampung yang di mana penduduknya tidak terlalu banyak jumlah penghuninya.Ketika di tanya tentang latar belakangnya, anak kecil itu malah pergi berlari ke dalam salah satu makam keramat, sebuah tempat makam tradisional khas Betawi.Asmari lalu pergi mengikuti kemana arah perginya anak itu, hingga ke dalam makam keramat itu, dan tentu bisa di tebak anak itu menghilang entah kemana.

Rumah Pondok Indah
Folklore
20 Dec 2025

Rumah Pondok Indah

Setelah kosong selama puluhan tahun.Rumah Hantu Pondok Indah konon menjadi tempat makhluk halus berkumpul.Menurut mitosnyang beredar, kalau ada yang memasuki rumah itu maka orang itu kadang tidak dapat kembali lagi.Pada akhir September 2002, kisah tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini sempat ramai di bicarakan.Kejadian ini sempat menghebohkan karena di depan rumah tersebut tertinggal gerobak nasi goreng tanpa pemiliknya.Konon, malam sebelum hilangnya tukang nasi goreng tersebut, dia hendak mengantar nasi goreng yang di pesen oleh seorang perempuan dari dalam rumah tersebut.Namun setelah masuk ke dalam, ia tak pernah keluar lagi.Sebenarnya dahulu rumah itu pernah di tinggali sebuah keluarga.Namun mereka berserta pembantunya di bantai oleh sekawan perampok.Semuanya meninggal dengan mengenaskan dalam rumah tersebut.Namun ada yang bilang sebenarnya motifnya persaingan bisnis.Perampok itu hanya kedok untuk menutupi identitas persaingan bisnis yang merencanakan pembunuhan tersebut.Setelah beberapa hari kemudian, mulai banyak kejadian aneh-aneh dan horor di rumah itu.Semakin lama di kosongkan, Rumah Pondok Indah tersebut semakin angker.Menurut cerita lain yang beredar, supir taksi yang lewat rumah menyeramkan tersebut sering di ganggu.Cerita lain menyebutkan menjelang subuh atau habis magrib sering terlihat anak kecil bermain basket di lapangan parkir.Rumah itu kini di tumbuhi semak belukar hingga terlihat tak terawat di siang hari.Jika malam hari, terkadang ada yang melihat rumah itu seperti bagus kelihatannya.Setelah di renovasi, rumah itu sempat di sewakan, namun tidak ada yang betah menempati rumah tersebut karena mengaku di hantui oleh penunggu rumah tersebut.Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah , mengaku pernah melihat penampakan hantu yang menyerupai bapak-bapak mondar-mandir di halaman depan rumah ini.Namun, akhir-akhir kehororan rumah ini kian memudar.Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat di jadikan tempat bermalam para tunawisma dan tidak ada kejadian aneh yang terjadi lagi.

Si Manis Jembatan Ancol
Folklore
19 Dec 2025

Si Manis Jembatan Ancol

Sebut Saja Jembatan Ancol, yang dahulu merupakan jembatan goyang, yang terletak di Jakarta Utara.Jembatan ini lebih populer di banding dengan jembatan lain yang lebih besar dan lebih bagus di Jakarta.Bukan karena keunikan bentuk bangunan atau ukuran jembatan ini, melainkan cerita di balik jembatan ini.Pada tahun 1995, seorang pelukis di Ancol di datangi seorang perempuan yang meminta di lukis.Ketika itu hari telah gelap dan gerimis mulai turun.Sesuai permintaan perempuan tersebut, sang pelukis mulai menyapu kuasnya pada permukaan kanvas.Namun, saat sang pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang.Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.Mitos ini sudah di mulai puluhan tahun sebelumnya.Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang (tambak), seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis.Perempuan itu naik perahu malam-malam san membayar pendayung tersebut dengan daun.Keterangan ini di dapat dari Kostan Simatupan, seorang fotografer keliling di Ancol.Sebenarnya siapakah Si Manis Jembatan Ancol tersebut ?Berdasarkan tradisi lisan yang berkambang di masyarakat sekitar, Si Manis tersebut bernama Mariyam (ada juga yang mengatakan gadis itu bernama Siti Ariah), yaitu seorang gadis manis kembang desa yang meninggal di kawasan Jembatan Ancol dan jasadnya di buang setelah sebelumnya di perkosa.Karena kematian yang tidak wajar, akhirnya Mariyam menjadi penunggu Jembatan Ancol dan beberapa kali menampakkan diri pada orang-orang tertentu.Seperti yang pernah di alami oleh Anshori, penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol.Anshori mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat.Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada tahun 1990, tepatnya di samping jembatan goyang.Saat malam Jum'at, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis.Sekitar pukul 01:00 pagi, lewat seorang perempuan.Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum.Anshori menyapa perempuan yang di kiranya calon pembeli dagangannya itu.Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50cm.Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu.Setelah di tanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang.Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan AncolHotel Horison Ancol, yang juga terletak di kawasan Ancol, pun tak lepas dari cerita.Di hotel ini sering terlihat wanita cantik yang melintas di depan mata tapi saat di perjelas wanita tersebut hilang entah kemana.Konon wanita tersebut tak lain adalah sang tokoh legendaris " Si Manis Jembatan Ancol ".Kabarnya management hotel membuat kamar khusus untuk si hantu manis ini.Tak percaya datang saja sendiri.Masih dari kawasan Ancol, Jakarta Utara.Selain Hotel Horison, putri duyung Ancol juga memiliki cerita.Di salah satu bangunan putri duyung Ancol pernah ada suatu kejadian di mana seorang wanita simpanan terbunuh secara mengenaskan.Selain dari putri duyung, kawasan area balap mobil Ancol juga menyimpan sebuah cerita.Tahukah anda, bahwa tempat ini merupakan tempat pertama kali di temukannya mayat terpotong (kasua mutilasi).Legenda mayat terpotong menjadi tiga belas (13) bagian ini adalah rekor tersendiri yang mengawali peristiwa mayat terpotong-potong lainnya di seputar Jakarta.Hingga saat ini pembunuhannya tidak pernah di temukan.Selain jembatan Ancol, kali sunter Ancol juga di anggap angker oleh masyarakat sekitar.Dahulu, di kali ini pernah ada kejadian yang menewaskan banyak orang, yaitu terperosoknya metro mini ke dalam kali sunter.Sehingga sebagian besar penumpangnya tenggelam.

CERITA SI KANCIL DAN BUAYA
Folklore
19 Dec 2025

CERITA SI KANCIL DAN BUAYA

Dikisahkan pada suatu siang yang terik, seekor kancil berjalan lunglai menahan haus dan lapar. Musim kemarau sudah tiba. daratan tempat tinggal Kancil sudah kering dan tak ada makanan."Aduh aku lelah dan lapar sekali. Musim kemarau sudah tiba," keluh Kancil.Kancil pun berjalan menuju sungai nun segar. Ia hanya bisa minum tanpa bisa makan.Tiba-tiba di seberang sungai, Kancil melihat kebun timun tumbuh subur dan lebat. Mentimun adalah makanan kesukaan Kancil. Ia berniat menyeberangi sungai yang dalam tersebut.Namun sungai tersebut penuh dengan buaya buas.sungai ini penuh dengan buaya yang rakus. Jika aku menyeberang, pasti aku akan dimakan," kata Kancil."Dari jauh, tampak tiga ekor buaya berenang mendekati Kancil."Kancil, kebetulan sekali kau datang ke sungai ini. Mendekat dan minumlah air sungai kami yang segar. Kau haus bukan? " bujuk seekor buaya paling besar.Kancil yang cerdik pun tidak mudah kena bujuk rayu buaya.Ia pun berfikir keras bagaimana caranya ia bisa menyeberang.Tak perlu waktu lama, Kancil si Cerdik pun menemukan ide cemerlang." Wahai buaya.... Sebenarnya aku ke sini diperintahkan oleh raja hutan untuk membagikan daging segar untuk kalian semua," tutur Kancil."Benarkah Kancil?" tanya Buaya.Kancilpun mendekat ke sungai sambil meminum air segar."Tetapi aku harus tahu jumlah kalian semua agar adil," kata Kancil."Lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Buaya."Panggil teman-temanmu kemari, aku akan menghitung jumlahnya," kata Kancil.Lalu salah satu buaya pun pergi untuk memanggil teman-temannya.Belasan buaya sudah berkumpul di hadapan kancil.Kancil sebenernya menyimpan rasa takutnya melihat banyak buaya beringas ada di hadapannya."Kalau kalian bergerombol begitu, mana bisa aku menghitungnya. Sekarang berbarislah yang rapi," pinta Kancil.Para buaya pun berbaris di sepanjang sungai agar bisa dihitung jumlahnya.Kancil pun lantas menginjak barisan buaya itu. Kancil melompat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya sambil menghitungnya.satu, dua, tiga,......... dua belas, tiga belas, empat belas," hitung Kancil.Kancil menghitung jumlah biaya nyaSetelah sampai pada buaya yang ada di barisan terakhir maka ia pun melompat dan sampai di seberang sungai.Sesampainya di seberang sungai, Kancil pun mengucapkan terimakasih." Terimakasih telah membantuku menyeberang,"kata Kancil segera berlari kencang.Para buaya pun saling berpandangan." Jadi kita hanya dijadikan jembatan? Kau telah menipu kami. Awas kau kanciiiil," teriak buaya paling besar.

Nyai Anteh sang penunggu bulan
Folklore
18 Dec 2025

Nyai Anteh sang penunggu bulan

Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni."Kau jangan memanggilku Gusti putri kalau sedang berdua denganku," kata putri. "Bagiku kau tetap adik tercintaku. Tidak perduli satatusmu yang hanya seorang dayang. Ingat sejak bayi kita dibesarkan bersama, maka sampai kapan pun kita akan tetap bersaudara. Awas ya! Kalau lupa lagi kamu akan aku hukum!""Baik Gust.....eh kakak!" jawab Nyai Anteh."Anteh, sebenarnya aku iri padamu," kata putri."Ah, iri kenapa kak. Saya tidak punya sesuatu yang bisa membuat orang lain iri," kata Anteh heran."Apa kau tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku. Jika kamu seorang putri, pasti sudah banyak pangeran yang meminangmu," ujar putri sambil tersenyum."Ha ha ha.. kakak bisa saja. Mana bisa wajah jelek seperti ini dibilang cantik. Yang cantik tuh kak Endah, kemarin saja waktu pangeran dari kerajaan sebrang datang, dia sampai terpesona melihat kakak. Iya kan kak???" jawab Anteh dengan semangat."Ah kamu bisa saja. Itu karena waktu itu kau memilihkan baju yang cocok untukku. O ya kau buat di penjahit mana baju itu?" tanya putri."Eeee...itu...itu...saya yang jahit sendiri kak." jawab Anteh."Benarkah? Wah aku tidak menyangka kau pandai menjahit. Kalau begitu lain kali kau harus membuatkan baju untukku lagi ya. Hmmmm...mungkin baju pengantinku?" seru putri."Aduh mana berani saya membuat baju untuk pernikahan kakak. Kalau jelek, saya pasti akan dimarahi rakyat," kata Anteh ketakutan."Tidak akan gagal! Kemarin baju pesta saja bisa...jadi baju pengantin pun pasti bisa," kata putri tegas.Suatu malam ratu memanggil putri Endahwarni dan Nyai Anteh ke kamarnya."Endah putriku, ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan," kata ratu."Ya ibu," jawab putri."Endah, kau adalah anakku satu-satunya. Kelak kau akan menjadi ratu menggantikan ayahmu memimpin rakyat Pakuan," ujar ratu. "Sesuai ketentuan keraton kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu.""Maksud ibu, Endah harus segera menikah?" tanya putri."ya nak, dan ibu juga ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma, anak adipati dari kadipaten wetan. Dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia gagah dan tampan. Kau pasti akan bahagia bersamanya," kata ratu. "Dan kau Anteh, tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa-apa padanya.""Baik gusti ratu," jawab Anteh.Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya."Aku takut sekali Anteh," kata putri dengan sedih. "Bagaimana aku bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?""Kakak jangan berpikiran buruk dulu," hibur Anteh. "Saya yakin gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat kakak. Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat kecantikan kakak. Ah sudahlah, kakak tenang dan berdoa saja. Semoga semuanya berjalan lancar."Suatu pagi yang cerah, Anteh sedang mengumpulkan bunga melati untuk menghias sanggul putri Endahwarni. Anteh senang menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu saling berebut bunga. Dia mulai bersenandung dengan gembira. Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin melewati tembok istana. Saat itu seorang pemuda tampan sedang melintas di balik tembok taman istana. Dia tepesona mendengar suara yang begitu merdu. Ternyata pemuda itu adalah Anantakusuma. Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi dengan mudah dilompatinya. Dia bersembunyi di balik gerumbulan bunga, dan tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik. Anantakusuma merasakan dadanya bergetar, "alangkah cantiknya dia, apakah dia putri Endahwarni calon istriku?" batinnya. Anantakusuma keluar dari persembunyiannya. Anteh terkejut ketika tiba-tiba di hadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya."Siapa tuan?" tanya Anteh."Aku Anantakusuma. Apakah kau....."Belum sempat Anantakusuma bertanya seseorang memanggil Anteh. "Anteh!!! Cepat!!! Putri memanggilmu!" kata seorang dayang."Ya. Saya segera datang. Maaf tuan saya harus pergi," kata Anteh yang langsung lari meninggalkan Anantakusuma. "Dia ternyata bukan Endahwarni," pikir Anantakusuma. "Dan aku jatuh cinta padanya. Aku ingin dialah yang jadi istriku."Beberapa hari kemudian, di istana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya. Hari ini Adipati wetan akan datang bersama anaknya, Anantakusuma, untuk melamar putri Endahwarni secara resmi. Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita. Putri Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan. Lain halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat. Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.Tibalah saat perjamuan. Anteh dan beberapa dayang istana lainnya masuk ke ruangan dengan membawa nampan-nampan berisi makanan."Silahkan mencicipi makanan istimewa istana ini," kata Anteh dengan hormat."Terima kasih Anteh, silahkan langsung dicicipi," kata Raja kepada para tamunya.Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada di hadapannya. Kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat itu sibuk mengatur hidangan. Kejadian itu tidak luput dari perhatian putri Endahwarni. Pahamlah ia bahwa calon suaminya telah menaruh hati pada gasis lain, dan gadis itu adalah Anteh. Putri Endahwarni merasa cemburu, kecewa dan sakit hati. Timbul dendam di hatinya pada Anteh. Dia merasa Antehlah yang bersalah sehinggga Anantakusuma tidak mencintainya.Setelah perjamuan selesai dan putri kembali ke kamarnya, Anteh menemui sang putri."Bagaimana kak? Kakak senang kan sudah melihat calon suami kakak? Wah ternyata dia sangat tampan ya?" kata Anteh.Hati putri Endahwarni terasa terbakar mendengar kata-kata Anteh. Dia teringat kembali bagaimana Anantakusuma memandang Anteh dengan penuh cinta."Anteh, mulai saat ini kau tidak usah melayaniku. Aku juga tidak mau kau ada di dekatku. Aku tidak mau melihat wajahmu," kata putri Endahwarni."A..apa kesalahanku kak? Kenapa kakak tiba-tiba marah begitu?" tanya Anteh kaget."Pokoknya aku sebal melihat mukamu!" bentak putri. "Aku tidak mau kau dekat-dekat denganku lagi...Tidak! Aku tidak mau kau ada di istana ini. Kau harus pergi dari sini hari ini juga!""Tapi kenapa kak? Setidaknya katakanlah apa kesalahanku?" tangis Anteh."Ah jangan banyak tanya. Kau sudah mengkianatiku. Karena kau Anantakusuma tidak mencintaiku. Dia mencintaimu. Aku tahu itu. Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku. Kau harus pergi dari sini Anteh, biar Anantakusuma bisa melupakanmu!" kata putri."Baiklah kak, aku akan pergi dari sini. Tapi kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati kakak. Tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih saya pada Gusti Raja dan Ratu."Anteh beranjak pergi dari kamar putri Endahwarni menuju kamarnya lalu mulai mengemasi barang-barangnya. Kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga putri Endahwarni dengan baik.Nyai Anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tahu apa yang harus dilakukannya di luar istana. Tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya. Anteh belum pernah pergi kesana, tapi waktu itu beberapa dayang senior pernah menceritakannya. Ketika hari sudah hampir malam, Anteh tiba di kampung tempat ibunya dilahirkan. Ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya."Maaf nak, apakah anak bukan orang sini?" tanyanya."Iya paman, saya baru datang!" kata Anteh ketakutan."Oh maaf bukan maksudku menakutimu, tapi wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Wajahmu mirip sekali dengan kakakku Dadap,""Dadap? Nama ibuku juga Dadap. Apakah kakak paman bekerja di istana sebagai dayang?" tanya Anteh."Ya....! Apakah....kau anaknya Dadap?" tanya paman itu."Betul paman!" jawab Anteh."Oh, kalau begitu kau adalah keponakanku. Aku adalah pamanmu Waru, adik ibumu," kata paman Waru dengan mata berkaca-kaca."Benarkah? Oh paman akhirnya aku menemukan keluarga ibuku!" kata Anteh dengan gembira."Sedang apakah kau disini? Bukankah kau juga seorang dayang?" tanya paman Waru."Ceritanya panjang paman. Tapi bolehkah saya minta ijin untuk tinggal di rumah paman. Saya tidak tahu harus kemana," pinta Anteh."Tentu saja nak, kau adalah anakku juga. Tentu kau boleh tinggal di rumahku. Ayo kita pergi!" kata paman Waru.Sejak saat itu Anteh tinggal di rumah pamannya di desa. Untuk membantu pamannya, Anteh menerima pesanan menjahit baju. Mula-mula Anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya yang bagus, orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahitkan baju mereka kepada Anteh. Sehingga ia dan keluarga pamannya bisa hidup cukup dari hasilnya menjahit.Bertahun-tahun telah berlalu. Anteh kini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Suatu hari di depan rumahnya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda. Begitu pemilik kereta kencana itu melongokkan kepalanya, Anteh menjerit. Ternyata itu adalah putri Endahwarni. Putri Endahwarni turun dari kereta dan langsung menangis memeluk Anteh."Oh Anteh, sudah lama aku mecarimu! Kemana saja kau selama ni? Kenapa tidak sekalipun kau menghubungiku? Apakah aku benar-benar menyakiti hatimu? Maafkan aku Anteh. Waktu itu aku kalap, sehingga aku mengusirmu padahal kau tidak bersalah. Maafkan aku..." tangis putri."Gusti...jangan begitu. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu gusar," kata Anteh."Tidak. Akulah yang bersalah. Untuk itu Anteh, kau harus ikut denganku kembali ke istana!" pinta putri."Tapi putri aku sekarang punya suami dan anak. Saya juga bekerja sebagai penjahit. Jika saya pergi, mereka akan kehilangan," jawab Anteh."Suami dan anak-anakmu tentu saja harus kau bawa juga ke istana," kata putri sambil tertawa. "Mengenai pekerjaanmu, kau akan kuangkat sebagai penjahit istana. Bagaimana? Kau tidak boleh menolak, ini perintah!"Akhirnya Anteh dan keluarganya pindah ke istana. Putri Endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir taman untuk mereka tinggal. Namun Anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran Anantakusuma, suami putri Endahwarni. Pangeran Anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya. Kembalinya Anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali. Mulanya pangeran Anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran Anteh. Namun semakin lama cintanya semakin menggelora.Hingga suatu malam pangeran Anantakusuma nekat pergi ke taman istana, siapa tahu dia bisa bertemu dengan Anteh. Benar saja. Dilihatnya Anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan Candramawat, kucing kesayangannya sambil menikmati indahnya sinar bulan purnama. Meski kini sudah berumur, namun bagi pangeran Anantakusuma, Anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu. Perlahan-lahan didekatinya Anteh."Anteh!" tegurnya.Anteh terkejut. Dilihatnya pangeran Antakusuma berdiri di hadapannya."Pa..pangeran? kenapa pangeran kemari? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?" tanya Anteh ketakutan."Aku tidak perduli. Yang penting aku bisa bersamamu. Anteh tahukah kau? Bahwa aku sangat mencintaimu. Sejak kita bertemu di taman hingga hari ini, aku tetap mencintaimu," kata pangeran."Pangeran, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau adalah suami putri Endahwarni. Dia adalah kakak yang sangat kucintai. Jika kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku," kata Anteh sambil memeluk Candramawat."Aku tidak bisa... Aku tidak bisa melupakanmu! Kau harus menjadi milikku Anteh! Kemarilah biarkan aku memelukmu!" kata pangeran sambil berusaha memegang tangan Anteh.Anteh mundur dengan ketakutan. "Sadarlah pangeran! Kau tidak boleh mengkhianati Gusti putri."Namun pangeran Ananta kusuma tetap mendekati Anteh.Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun pangeran Anantakusuma tetap mengejarnya."Oh Tuhan, tolonglah hambaMu ini!" doa Anteh, "Berilah hamba kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran Anantakusuma. Hamba tahu dia sangat sakti. Karena itu tolonglah Hamba. Jangan biarkan dia menyakiti hamba dan kakak hamba!"Tiba-tiba Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya. Pangeran Anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian Anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.Sejak saat itu Nyai Anteh tinggal di bulan, sendirian dan hanya ditemani kucing kesayangannya. Dia tidak bisa kembali ke bumi karena takut pangeran Anantakusuma akan mengejarnya. Jika rindunya pada keluarganya sudah tak dapat ditahan, dia akan menenun kain untuk dijadikan tangga. Tapi sayang tenunannya tidak pernah selesai karena si kucing selalu merusaknya. Kini jika bulan purnama kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh duduk menenun ditemani Candramawat.

Asal Mula Cianjur
Folklore
18 Dec 2025

Asal Mula Cianjur

Akisah, dahulu kala di daerah Jawa Barat, hiduplah seorang lelaki kaya raya. Ia adalah pemilik seluruh sawah dan ladang di desanya. Seluruh penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan ladang si lelaki tuan tanah. Ia dikenal sebagai orang kikir. Penduduk desa memanggilnya dengan julukan Pak Kikir. Bahkan terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia tetap bersikap pelit. Untunglah sifat kikirnya tidak menular pada anak lelakinya. Anak Pak Kikir memiliki watak baik hati. Sering dia membantu tetangganya yang kesusahan. Tentu saja tanpa sepengetahuan ayahnya.Konon, menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat di desa, jika kita menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah, maka kita harus mengadakan pesta syukuran. Karena merasa takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran. Semua warga desa diundang oleh Pak Kikir untuk menghadiri syukuran. Penduduk desa merasa gembira dengan undangan Pak Kikir. Mereka mengira akan mendapatkan makanan enak dalam acara selamatan itu. Ternyata perkiraan mereka meleset. Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh tamu undangan. Banyak diantara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir."Memang keterlaluan Pak Kikir. Mengundang orang tapi menyediakan makanan tidak cukup dan tidak layak, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu?" kata seorang warga."Tuhan tidak akan memberikan berkah pada hartanya yang banyak itu." sambung warga lainnya.Demikianlah pergunjingan dari warga yang hadir pada acara selamatan yang diadakan Pak Kikir.Pada saat pesta selamatan sedang berlangsung, tiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta meminta sedekah pada Pak Kikir."Tuan... berilah saya sedekah, walau hanya dengan sesuap nasi." seorang nenek tua mengiba."Apa sedekah? Enak sekali kamu tinggal minta sedekah. Untuk mengumpulkan semua hartaku, aku harus berkerja keras, kamu mengerti tidak?" bentak Pak Kikir."Berilah saya sedikit saja dari harta tuan. Harta milik tuan kan berlimpah ruah." kata si nenek tua."Enak saja. Tidak mau! Cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan suruh tukung pukul untuk meghajarmu!" kata Pak Kikir.Nenek itu pun menagis mengeluarkan air mata karena tidak mendapat sedekah tetapi malah diusir secara kasar oleh Pak Kikir. Dia segera meninggalkan rumah Pak Kikir. Melihat kejadian itu putera Pak Kikir merasa sedih. Diam-diam dia mengambil jatah makan siangnya sendiri, lalu dikejarnya nenek itu. Kemudian jatah makan siangnya ia berikan kepada si nenek miskin."Terima kasih nak, semoga hidupmu kelak akan menjadi mulia." kata si nenek tua.Kutukan Nenek TuaSetelah si anak muda itu pergi, si nenek melanjutkan perjalanannya. Sampailah dia di sebuah bukit dekat desa, dia berhenti sejenak. Dari atas bukit, dilihatnya rumah milik Pak Kikir ternyata yang paling besar dan megah di desa. Sementara rumah-rumah penduduk di sekelilingnya terlihat kumuh. Si nenek marah dan berkata, "Ingat-ingatlah Pak Kikir, keserakahan dan kekikiranmu akan menenggelamkan dirimu sendiri. Tuhan akan menimpakan hukuman kepadamu." Nenek tua lalu menancapkan tongkatnya di tanah, lalu dicabutnya lagi. Dari lubang tancapan tongkatnya memancar air sangat deras. Makin lama banjir air itu makin meluas hingga menuju desa.Banjir Besar"Banjir! Banjir!" teriak orang-orang di desa. Mereka panik melihat datangnya air banjir dari atas bukit. Anak Pak Kikir segera menganjurkan orang-orang agar segera meninggalkan desa dengan berlari ke atas bukit. "Cepatlah tinggalkan desa. Larilah ke atas bukit karena lebih aman.""Lalu bagaimana dengan sawah dan binatang ternak milik kita?" tanya seorang penduduk desa."Kalian pilih harta atau jiwa? Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi." kata putra Pak Kikir. Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa agar pergi ke atas bukit. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah."Ayah cepat tinggalkan rumah ini, kita harus segera keluar menyelamatkan diri." kata anak Pak Kikir."Apa? Lari begitu saja meninggalkan hartaku? Kamu dasar anak bodoh! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanah." kata Pak Kikir.Karena sudah tidak ada waktu lagi, anak Pak Kikir segera berlari menyelamatkan diri ke atas bukit. Sementara Pak Kikir masih sibuk mengumpulkan harta bendanya. Akhirnya Pak Kikir tenggelam oleh air banjir karena terlambat menyelamatkan diri.Sebagian besar penduduk desa termasuk putera Pak Kikir selamat. Mereka sedih melihat desanya tenggelam. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari daerah baru. Mereka mengangkat anak Pak Kikir sebagai pemimpin desa mereka yang baru.Asal Mula CianjurPutera Pak Kikir lalu membagi tanah di desa baru kepada para penduduk secara adil. Ia juga menganjurkan warganya untuk mengolah tanah dengan baik. Pimpinan desa baru itu mengajari penduduk menanam padi dan bagaimana mengairi sawah secara baik. Desa itu kemudian disebut desa Anjuran, karena penduduk desa selalu mematuhi anjuran pemimpinnya. Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil bernama Cianjur. Ci berarti air. Cianjur berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah. Itulah sebabnya mengapa hingga kini beras Cianjur dikenal sangat enak dan gurih.

Kabayan
Folklore
17 Dec 2025

Kabayan

Tersebutlah seorang lelaki di tanah Pasundan pada masa lampau. Si Kabayan namanya. Ia lelaki yang pemalas namun memiliki banyak akal. Banyak akal pula dirinya meski akalnya itu kerap digunakannya untuk mendukung kemalasannya. Si Kabayan telah beristri. Nyi Iteung nama istrinya.Pada suatu hari Si Kabayan disuruh mertuanya untuk mengambil siput-siput sawah. Si Kabayan melakukannya dengan malas-malasan. Setibanya di sawah, ia tidak segera mengambil siput-siput sawah yang banyak terdapat di sawah itu, melainkan hanya duduk-duduk di pematang sawah.Lama ditunggu tidak kembali, mertua Si Kabayan pun menyusul ke sawah. Terperanjatlah ia mendapati Si Kabayan hanya duduk di pematang sawah. "Kabayan! Apa yang engkau lakukan? Mengapa engkau tidak segera turun ke sawah dan mengambil tutut-tutut (Siput) itu?""Abah-abah (Bapak), aku takut turun ke sawah karena sawah ini sangat dalam. Lihatlah, Bah, begitu dalamnya sawah ini hingga langit pun terlihat di dalamnya," jawab Si Kabayan.Mertua Si Kabayan menjadi geram. Didorongnya tubuh Si Kabayan hingga menantunya itu terjatuh ke sawah.Si Kabayan hanya tersenyum-senyum sendiri seolah tidak bersalah. "Ternyata sawah ini dangkal ya, Bah?" katanya dengan senyum menyebalkannya. Ia pun lantas mengambil siput-siput sawah yang banyak terdapat di sawah itu.Pada hari yang lain mertua Si Kabayan menyuruh Si Kabayan untuk memetik buah nangka yang telah matang. Pohon nangka itu tumbuh di pinggir sungai dan batangnya menjorok di atas sungai. Si Kabayan sesungguhnya malas untuk melakukannya. Hanya setelah mertuanya terlihat marah, Si Kabayan akhirnya menurut. Ia memanjat batang pohon. Dipetiknya satu buah nangka yang telah masak. Sayang, buah nangka itu terjatuh ke sungai. Si Kabayan tidak buru-buru turun ke sungai untuk mengambil buah nangka yang terjatuh. Dibiarkannya buah nangka itu hanyut.Mertua Si Kabayan terheran-heran melihat Si Kabayan pulang tanpa membawa buah nangka. "Apa yang terjadi?" tanyanya dengan raut wajah jengkel. "Mana buah nangka yang kuperintahkan untuk dipetik?"Dengan wajah polos seolah tanpa berdosa, Si Kabayan menukas, "Lho? Bukankah buah nangka itu tadi telah kuminta untuk berjalan duluan? Apakah buah nangka itu belum juga tiba?""Bagaimana maksudmu, Kabayan?""Waktu kupetik, buah nangka itu jatuh ke sungai. Rupanya ia ingin berjalan sendirian. Maka, kubiarkan ia berjalan dan kusebutkan agar ia lekas pulang ke rumah. Kuperingatkan pula agar ia segera membelok ke rumah ini. Dasar nangka tua tak tahu diri, tidak menuruti perintahku pula!""Ah, itu hanya alasanmu yang mengada-ada saja, Kabayan!" mertua Si Kabayan bersungut-sungut. "Bilang saja kalau kamu itu malas membawa nangka itu ke rumah!"Si Kabayan hanya tertawa-tawa meski dimarahi mertuanya.Pada waktu yang lain mertua Si Kabayan mengajak menantunya yang malas lagi bodoh itu untuk memetik kacang koro di kebun. Mereka membawa karung untuk tempat kacang koro yang mereka petik. Baru beberapa buah kacang koro yang dipetiknya, Si Kabayan telah malas untuk melanjutkannya. Si Kabayan mengantuk. Ia pun lantas tidur di dalam karung.Ketika azan Dhuhur terdengar, mertua Si Kabayan menyelesaikan pekerjaannya. Ia sangat keheranan karena tidak mendapati Si Kabayan bersamanya. "Dasar pemalas!" gerutunya. "Ia tentu telah pulang duluan karena malas membawa karung berisi kacang koro yang berat!"Mertua Si Kabayan terpaksa menggotong karung berisi Si Kabayan itu kembali ke rumah. Betapa terperanjatnya ia saat mengetahui isi karung yang dipanggulnya itu bukan kacang koro, melainkan Si Kabayan!"Karung ini bukan untuk manusia tapi untuk kacang koro!" omel mertua Si Kabayan setelah mengetahui Si Kabayan lah yang dipanggulnya hingga tiba di rumah.Keesokan harinya mertua Si Kabayan kembali mengajak menantunya itu untuk ke kebun lagi guna memetik kacang-kacang koro. Mertua Si Kabayan masih jengkel dengan kejadian kemarin. Ia ingin membalas dendam pada Si Kabayan. Ketika Si Kabayan sedang memetik kacang koro, dengan diam-diam mertua Si Kabayan masuk ke dalam karung dan tidur. Ia ingin Si Kabayan memanggulnya pulang seperti yang diperbuatnya kemarin.Dongeng Si Kabayan Cerita Rakyat Sunda Jawa BaratAdzan Dhuhur terdengar dari surau di kejauhan. Si Kabayan menghentikan pekerjaannya. Dilihatnya mertuanya tidak bersamanya. Ketika ia melihat ke dalam karung, ia melihat mertuanya itu tengah tertidur. Tanpa banyak bicara, Si Kabayan lantas mengikat karung itu dan menyeretnya.Terperanjatlah mertua Si Kabayan mendapati dirinya diseret Si Kabayan. Ia pun berteriak-teriak dari dalam karung, "Kabayan! Ini Abah! Jangan engkau seret Abah seperti ini!"Namun, Si Kabayan tetap saja menyeret karung berisi mertuanya itu hingga tiba di rumah. Katanya seraya menyeret, "Karung ini untuk tempat kacang koro, bukan untuk manusia."Karena kejadian itu mertua Si Kabayan sangat marah kepada Si Kabayan. Ia mendiamkan Si Kabayan. Tidak mau mengajaknya berbicara dan bahkan melengoskan wajah jika Si Kabayan menyapa atau mengajaknya bicara. Ia terlihat sangat benci dengan menantunya yang malas lagi banyak alasan itu.Si Kabayan menyadari kebencian mertuanya itu kepadanya. Bagaimanapun juga ia merasa tidak enak diperlakukan seperti itu. Ia lantas mencari cara agar mertuanya tidak lagi membenci dirinya. Ditemukannya cara itu. Ia pun bertanya pada istrinya perihal nama asli mertuanya."Mengetahui nama asli mertua itu pantangan, Akang!" kata Nyi Iteung memperingatkan. "Bukankah Akang sudah tahu masalah ini?"Si Kabayan berusaha membujuk. Disebutkannya jika ia hendak mendoakan mertuanya itu agar panjang umur, selalu sehat, murah rejeki, dan jauh dari segala mara bahaya. "Jika aku tidak mengetahui nama Abah, bagaimana nanti jika doaku tidak tertuju kepada Abah dan malah tertuju kepada orang lain?"Nyi Iteung akhirnya bersedia memberitahu jika suaminya itu berjanji untuk tidak menyebarkan rahasia itu. katanya, "Nama Abah yang asli itu Ki Nolednad. Ingat, jangan sekali-kali engkau sebutkan nama Abah itu kepada siapa pun!"Setelah mengetahui nama ash mertuanya, Si Kabayan lantas mencari air enau yang masih mengental. Diambilnya pula kapuk dalam jumlah yang banyak. Si Kabayan menuju lubuk, tempat mertuanya itu biasa mandi. Ia lantas membasahi seluruh tubuhnya dengan air enau yang kental dan menempelkan kapuk di sekujur tubuhnya. Si Kabayan kemudian memanjat pohon dan duduk di dahan pohon seraya menunggu kedatangan mertuanya yang akan mandi.Ketika mertuanya sedang asyik mandi, Si Kabayan lantas berseru dengan suara yang dibuatnya terdengar lebih berat, "Nolednad! Nolednad!"Mertua Si Kabayan sangat terperanjat mendengar namanya dipanggil. Seketika ia menatap arah sumber suara pemanggilnya, kian terperanjatlah ia ketika melihat ada makhluk putih yang sangat menyeramkan pada pandangannya. "Si siapa engk ... engkau itu?" tanyanya terbata-bata."Nolednad, aku ini Kakek penunggu lubuk ini." kata Si Kabayan. "Aku peringatkan kepadamu Nolednad, hendaklah engkau menyayangi Kabayan karena ia cucu kesayanganku. Jangan berani-berani engkau menyia-nyiakannya. Urus dia baik-baik. Urus sandang dan pangannya. Jika engkau tidak melakukan pesanku ini, niscaya engkau tidak akan selamat!"Mertua Si Kabayan sangat takut mendengar ucapan 'Kakek penunggu lubuk' itu.Ia pun berjanji untuk melaksanakan pesan 'Kakek penunggu lubuk' itu.Sejak saat itu mertua Si Kabayan tidak lagi membenci Si Kabayan. Disayanginya menantunya itu. Dicukupinya kebutuhan sandang dan pangan Si Kabayan. Bahkan, dibuatkannya pula rumah, meski kecil, untuk tempat tinggal menantunya tersebut.Setelah mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari mertuanya, Si Kabayan juga sadar akan sikap buruknya selama itu. Ia pun mengubah sikap dan perilakunya. Ia tidak lagi malas-malasan untuk bekerja. Ia pun bekerja sebagai buruh. Kehidupannya bersama istrinya membaik yang membuat istrinya itu bertambah sayang kepadanya. Si Kabayan juga bertambah sayang kepada Nyi Iteung seperti sayangnya kepada mertuanya yang tetap baik perlakuan terhadapnya. Mertuanya tetap menyangka Si Kabayan sebagai cucu 'Kakek penunggu lubuk'. Ki Nolednad sangat takut untuk memusuhi atau menyia-nyiakan Si Kabayan karena takut tidak akan selamat dalam hidupnya seperti yang telah dipesankan 'Kakek penunggu lubuk'!

Takuban Perahu
Folklore
17 Dec 2025

Takuban Perahu

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

Abu
Folklore
17 Dec 2025

Abu

"Tak ada yang tergantikan di dunia ini! Semuanya berarti!"Teriakkan Helen menyebar dengan liar ke seluruh penjuru gereja yang hampir runtuh. Entah apa yang akan terjadi jika ia mengeluarkan seluruh kekuatannya di sini saat ini, karena dampaknya akan sangat buruk untuk dirinya, juga Milo yang berdiri di belakangnya.Atau entahlah, Helen tidak yakin.Gereja ini terlalu luas dan malah hampir menyerupai labirin. Akan tetapi dia harus bertahan. Tinggal beberapa menit lagi hingga matahari terbit, Helen harus menahan boneka sialan itu, atau nyawa kekasihnya menjadi taruhannya."Kau dan aku tahu, manusia seringkali melakukan tindakan yang sia-sia, hanya karena mereka ingin melakukannya. Dan situasi ini adalah buktinya. Mereka memainkan permainan pemanggilan arwah, karena rasa penasaran yang tak jelas." Ujar boneka wanita yang hidup itu sambil menyeringai seram. "Lebih baik kau serahkan dia padaku. Tak ada gunanya melawan. Meski kau bisa menahanku hingga matahari terbit, aku tetap tidak akan mati. Matahari hanya mengusirku ke dunia asalku, dan saat kembali ke sana, aku bisa bersantai seperti biasa lagi.""Heh! Dia ini pacarku idiot! Tidak mungkin aku membiarkannya mati saat aku masih bisa melindunginya!""Tapi... kau itu cewek loh... " Ujar boneka itu. Dari sepertinya tidak setuju dengan argumen Helen. "Harusnya cowokmu yang melindungimu. Bukan malah sebaliknya.""Dan kau itu setan jahat!""Dan kau benar-benar manusia yang sangat bodoh." Balasnya. "Menggunakan kekuatan dari sang Api, padahal kau itu hanya manusia biasa.""Kan, yang punya kekuatan itu aku, bukan dia, jadi nggak masalah kan?" Kata Helen sambil kembali mengangkat tangan kanannya ke depan dada, dan garis-garis di sekujur tubuhnya juga ikut berpendar memancarkan warna jingga layaknya nyala api. "Ugh!" Tiba-tiba Helen merasakan seluruh tubuhnya seperti terkena sengatan listrik, tapi dia terus menahannya, dan tetap tersenyum."Hmm? Apa... yang ingin kau lakukan?" Tanya si boneka sambil menatap tajam Helen. "Jangan bilang... ""Yah, kau pasti tahu kok." Kobaran api tiba-tiba muncul di atas telapak tangan Helen dan membentuk sebuah bola. Dan lama kelamaan, api itu terus membesar sampai-sampai hawa panasnya membuat keringat mengucur deras membanjiri tubuh Helen dan Milo. "Aku sadar, aku nggak akan bertahan sampai pagi... jadi, menciptakan matahari adalah pilihan terbaikku saat ini.""Hnggghhh!"Helen langsung menoleh ke belakang setelah mendengar suara itu.Kekasihnya, Milo, mencoba untuk mengatakan sesuatu. Tampak dari wajahnya, kalau lelaki itu jelas sudah dilahap rasa putus asa dan ketakutan. Tapi, suaranya tidak mau keluar. Ia bahkan mencekik lehernya sendiri karena kesal dengan situasi yang dialaminya."Berarti ini saatnya ya?" Helen bertanya sambil menyunggingkan senyuman penuh arti. Pakaian gadis itu juga ikut terbakar. Tapi tekad Helen sudah bulat. Ia harus mengakhiri ini sekarang. "Kau ingat kan? Kalau kontrak itu akan membuatmu tak dapat berkata-kata, jika aku akan menghadapi kematian."Wajah Milo menjadi pucat pasi saat mendengar perkataan Helen."Hngh! Hngh!""Maaf ya, Milo, karena selama ini aku sudah menjadikanmu umpan untuk memancing si keparat ini. Tapi, aku cinta kok sama kamu. Dan saat setelah ini selesai, jangan lupa ambil bayarannya oke? Kalau nggak salah, harga dari dosa setan yang satu ini bisa sampai tiga miliar loh. Jadi, kau bisa menggunakan uangnya untuk membayar sekolahmu juga."Milo langsung jatuh berlutut, dan dia mulai menangis."Baiklah. Tolong rawat ibuku ya, Milo." Helen kembali mengarahkan pandangannya ke arah si boneka yang telah membunuh semua teman sekelas Milo, dan bersiap mengakhiri semuanya. "Jati diriku datang darimu, wahai Api. Dan kini, aku telah memenangkan pertarungan melawan kenyataan, masa depan yang kau tunjukkan, dan juga masa lalu yang kutinggalkan."Bola api yang tadinya hanya sebesar bola voli, perlahan-lahan mulai berubah menjadi semakin besar hingga menyamai ukuran sebuah mobil, dan bersamaan dengan itu, garis-garis bak urat yang terukir di permukaan kulit Helen juga berpenjar makin terang."Tunggu!" si boneka melesat dengan cepat menuju Helen.Namun semuanya sudah terlambat."Jadi, aku memohon maaf padamu, karena aku akan mengembalikan semuanya kepadamu dua kali lipat, bersama dengan jiwa dan ragaku!" Helen kembali berbalik menatap sang kekasih. "Maafkan aku juga, Milo, dan selamat tinggal."Cahaya menyilaukan yang terpancar dari bola api memaksa semua orang menutup mata, tanda bahwa api raksasa itu telah meledak dan menghamburkan ombak api ke segala arah, serta membakar segalanya."Jangan... kumohon... jangan ambil dia dariku... "Saat api padam, satu-satunya makhluk yang masih berdiri di sana hanyalah Milo seorang. Tak ada satupun luka bakar maupun goresan yang tertoreh di tubuhnya. Tapi, pandangan matanya yang penuh nestapa terpaku pada seonggok abu di lantai yang tadinya telah mempertaruhkan nyawa demi melindunginya.Abu itu adalah apa yang tersisa dari kekasihnya, Helen.

Bagaikan Angin Yang Datang Dan Pergi
Folklore
17 Dec 2025

Bagaikan Angin Yang Datang Dan Pergi

Nikmatilah hidup selagi bisa.Ya, begitulah cara hidup Rakyat Dunia Lain yang menetap di dunia ini.Saat kau sedang berteduh dari hujan atau panas terik matahari, nikmatilah. Saat kau sedang belajar di sekolah atau bekerja, nikmatilah. Saat kau sedang makan, mandi, duduk ataupun tidur, nikmatilah. Saat kau sedang berjalan-jalan, berlari, atau juga bersepeda, nikmatilah. Nikmatilah semua kegiatan itu, walaupun semuanya itu hanyalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Nikmatilah.Di bawah pohon besar tua dan berdaun lebar itu, Lei duduk sendiri menikmati tiupan angin lembut sambil mengamati pemandangan lapangan bola yang terbentang luas di depannya. Lapangan itu kosong, jelas, mengingat sekarang masih pukul dua siang.Yah, pada dasarnya, memang tidak ada hal yang istimewa, tapi Lei sangat bersyukur karena bisa berada di sana sekarang.Gadis elok berpakaian serba hitam, minim, ketat, dan memiliki sayap kelelawar di punggungnya itu benar-benar merasa sangat bersyukur.Di saat ia menengadah menatap sinar mentari yang menerobos melalui celah dedaunan di atas, Lei teringat kembali dengan masa lalunya.Padahal, dulu dia bahkan tidak pernah melihat warna dari cahaya matahari sama sekali, karena dia selalu terkurung dalam penjara dari pagi, dan hanya akan dikirim keluar untuk berperang pada waktu malam.Entah itu bisa disebut hidup atau tidak, tapi begitulah kenyataannya.Namun, kini semuanya sudah berubah. Setahun yang lalu, kerajaan Lei kalah melawan Kekaisaran Aura, kemudian entah bagaimana Lei terpilih oleh Dewan Dua Dunia, dan dikirim ke dunia manusia untuk bertugas sebagai Agen Arch, yaitu pelindung dunia manusia.Waktu berjalan begitu saja, hingga disinilah dia sekarang, menjalani kehidupan yang sedikit normal dan lumayan damai. Tak ada pertarungan yang mengerikan, jeritan, tangisan, warna merah darah, dan tak ada peperangan. Hanya kenormalan."Ya... Terima kasih, Tuhan " Ia bergumam sambil memasang senyuman kecil di bibir. "Tapi... manusia itu sungguh aneh... " Lei lalu memutar kepala dan menoleh ke belakang. Jauh di sana, dia melihat ada seorang pemuda bertubuh agak gemuk, dan seorang anak yang masih berusia sepuluh tahunan, yang tengah duduk di teras sebuah gedung besar, dan tampak sedang seru bercerita.Pemuda itu itu adalah alasan utama mengapa Lei berada di lapangan ini. Dia dikirim ke kota Kendari untuk menjadi penjaga, pengurus, dan pengawas pemuda itu.Sedangkan anak itu, entahlah, Lei tidak terlalu menyukainya.Alis Lei berkerut. Dia tampak kesal."Ya, manusia memang aneh." Ujar seorang pria besar yang tiba-tiba muncul di belakang Lei. Pria itu mengenakan jas serba hitam rapi, tinggi, agak buncit, dan berwajah tampan."Oh... Om Jon, ya. Kukira siapa." Ucap Lei sambil menyunggingkan senyum ramah. "Ngomong-ngomong, nggak biasanya Om nggak bilang dulu kalau mau datang.""Ah... kau tahu sendiri, kalau aku akan mengikuti apapun yang dikatakan instingku. Jadi, begitulah." Ujarnya sambil ikut memandang dua anak yang duduk di teras itu. "Tumben kau mengeluarkan isi pikiranmu, Lei. Ada angin apa sampai kau berkata seperti itu?""Yah... lihat anak itu... Padahal wajahnya lugu begitu, dan senyumnya juga manis, tapi aku nggak menyangka kalau dia benar-benar bisa memanfaatkan kebaikan Tuan tanpa pandang bulu." Jelas Lei. "Dan aku juga sama sekali nggak mengerti dengan pikiran Tuan. Padahal dia tahu kalau anak itu hanya memanfaatkannya, tapi kenapa dia malah tetap menganggap anak itu sebagai adiknya? Kan, kasihan Tuan. Masa hidupnya terbuang sia-sia karena memberikan kebaikan pada orang yang salah. Sedangkan anak-anak itu, mereka nggak bisa memberikan apa-apa pada Tuan."Om Jon menghela nafas dalam setelah mendengar penjelasan Lei."Hmm... aku juga sebenarnya sudah bosan menasehatinya, tapi dia terus saja mengangkat anak-anak yang ditemuinya menjadi adiknya. Bahkan anak pertamaku juga." Om Jon tersenyum masam. "Dan yang paling buruk, dia juga selalu memberikan barang-barang yang diinginkan anak-anak itu.""Kan, benar!" Pekik Lei. "Kalau begini sih lebih baik kita laporkan saja, Om.""Hmm... Kau pasti belum membaca berkas-berkas itu kan, Lei?""Eh... ketahuan deh... Tapi, kan intinya aku dikirim ke sini untuk mengurus, mengawasi, dan melindungi Tuan. Nggak kurang, nggak lebih.""Ya, kamu benar kok." Ujar Om Jon. Dia membusungkan dada dan tampak berwibawa sekarang. "Kita memang ditugaskan di sini untuk mengawasi, melindungi, dan mengurusnya. Tapi, sebenarnya, Dewan mengirim kita ke sini, karena mereka tahu kalau hanya kita saja yang bisa memahaminya."Lei terkejut. Matanya yang terbuka lebar tertuju pada Om Jon."Memahami? Maksudnya?""Yah... Dia berbeda dengan kita, karena Tuhan masih memberikan pengampunan pada kita. Di masa lalu, masa kini, maupun di masa depan. Sementara dia... Dia sudah kehilangan terlalu banyak hal hingga tak ada satupun yang tersisa untuknya. Keluarganya, sahabat-sahabatnya, teman-temannya, jati dirinya, bahkan masa lalunya. Semua yang dia miliki selalu lenyap tepat di depan matanya."Lei terdiam seribu bahasa. Dulu, dia memang sempat mendengar tentang itu entah di mana. Kenyataan bahwa Tuannya pernah mengalami penderitaan yang luar biasa mengerikan. Bahkan lebih mengerikan dibandingkan masa lalu Lei sendiri."Dan masalahnya, dia itu abadi, jadi... dia akan hidup dengan rasa sakit itu sampai selamanya." Om Jon menjelaskan. "Dan kini, yang bisa dilakukannya, hanyalah mencari alasan agar bisa terus hidup.""Eh... Berarti... ""Ya, anak-anak itu, adalah alasan kenapa dia bertahan sampai sekarang... "Lei kembali mengarahkan pandangan ke arah teras itu.Sekarang, kedua anak itu sudah bangkit berdiri, dan selang beberapa waktu, si bocah akhirnya mulai berjalan pergi sambil melambaikan tangan pada Tuan. Tapi, Tuan tidak balas melambai, dia hanya berdiri di sana sambil memasang senyuman yang penuh akan berbagai arti di bibirnya."Jadi... dia juga berusaha untuk menikmati ya?""Benar.""Entah kenapa... ini terasa sedikit... menyakitkan. Bahkan bagi orang-orang yang tahu tentang kenyataan dunia seperti kita... ini tetap saja terasa menyakitkan."Tiba-tiba saja, muncul cahaya keemasan di belakang Tuan. Cahaya itu perlahan-lahan mulai berkumpul dan membentuk bulu-bulu burung emas, lalu dengan cepat menyatu menjadi sepasang sayap di punggungnya.Sebuah sayap yang indah, mengkilap, dan amat mengagumkan, yang kemudian digunakannya untuk terbang tinggi ke angkasa bagai kilat hingga tak terlihat oleh mata."Sudah berapa peperangan yang dia lalui... ?" Tanya Lei hampa."Empat belas. Dia telah menyelesaikan empat belas peperangan... ""Sialan... "Bulu-bulu emas dari sayap Tuan tiba-tiba berjatuhan dari angkasa, berhamburan di mana-mana, dan menghiasi dunia di sekitar Lei dengan kemegahan. Sungguh pemandangan yang sangat ajaib. Bulu-bulu itu jatuh ke tanah, lalu lenyap begitu saja tanpa sisa"Dia... mencurahkan berkatnya loh, Om." Lei bergumam tak percaya ketika ia menyadari bahwa Tuan sebenarnya baru saja melakukan sesuatu di balik awan-awan itu."Tak apa. Yang penting dia menikmatinya." Ungkap Om Jon.

Laut
Folklore
17 Dec 2025

Laut

"Tenggelamlah. Jika kau yakin itu akan membuatmu hidup, maka ikutlah denganku, dan tenggelam."Waktu itu sebenarnya masih subuh, tapi Ranti malah merasa seperti terbakar.Yah, ini jelas saja sangat menjengkelkan. Padahal, sudah setengah jam Ranti mondar-mandir di bibir pantai dan bersusah payah mengumpulkan batu-batu besar itu untuk mengisi ranselnya, dan dua kantong kain yang sengaja diikatnya di kedua pergelangan kakinya. Tapi, karena anak itu tiba-tiba muncul di atas laut dan mengatakan sesuatu yang aneh, akhirnya rencana Ranti untuk menenggelamkan dirinya sendiri pun jadi kandas.Anak berambut biru dan bertampang agak ganjil itu benar-benar berdiri di atas air. Dia berdiri agak jauh di hadapan Ranti, dan mengatakan hal yang entah bagaimana bisa membuat Ranti naik darah."A-apa maksudmu!? Aku ini ingin tenggelam agar bisa mati! Bukannya malah hidup! Dasar bodoh!" Sahut Ranti jengkel. "A-aku sudah lelah! Aku sudah capek banget! Sumpah!""Loh, kalau kamu lelah ya istirahat dong." Jawab anak berambut biru itu. "Jangan malah membuat sang Laut jadi kerepotan.""Ta-tapi dimana aku harus istirahat!? Bagaimana!?" Ranti kembali menjerit. Tangisannya meleleh. "Ibuku sekarat di rumah sakit! Sahabatku juga sudah mati dan jadi abu! Dan aku juga baru dipecat! Aku kehabisan uang dan nggak bisa membayar sewa kontrakkan! Aku sudah nggak punya apa-apa lagi, tahu!""Wah... sepertinya dunia ini sudah terlalu jahat padamu ya? Malang sekali nasibmu." Ujar anak itu sambil memasang senyum yang menyebalkan.Ranti yang jelas-jelas bisa melihat dan mendengar anak itu, hanya bisa menundukkan kepala sambil mengatupkan rahangnya dan mengeraskan tinjunya. Amarahnya berkobar. Tapi toh, dia tetap tak bisa melakukan apa-apa."Menurutmu, siapa yang patut disalahkan atas semua kesialan yang menimpamu?""Eh?" Setelah mendengar pertanyaan singkat itu, Ranti seakan habis tersambar guntur. Dia kembali mengangkat kepala, dan menaruh semua perhatiannya kepada anak itu. "Ma-maksudmu... ?""Sudah pasti, bukan? Semua yang kau alami itu tak terjadi begitu saja. Pasti ada penyebabnya." Jelasnya. "Mungkin penyebabnya adalah orang-orang, atau dunia ini, atau mungkin juga... sang Pencipta? Yah... harusnya kamu yang lebih tahu. Aku nggak tau apa-apa loh. Aku kesini hanya untuk menawarkan bantuan padamu.""Bantuan... Kau mau membantuku... ?" Tanya Ranti tak percaya. Satu-satunya yang terlihat di matanya kala itu, hanyalah rasa putus asa yang amat dalam."Tapi, kau harus memberitahuku terlebih dahulu. Siapa sebenarnya penjahat dalam ceritamu?"Lalu, semua memori itu mulai berputar dalam benak Ranti.Ranti teringat kembali dengan ibunya yang terbaring lemah di rumah sakit karena leukimia yang sangat parah. Dia juga teringat dengan abu dari sahabatnya yang tergeletak begitu saja di gereja yang terbakar itu, tanpa satu orang pun yang menyadarinya.Ya, memori itu memang sangat menyakitkan untuk dikenang. Meski hanya sesaat, tapi rasa sakitnya benar-benar sangat mengerikan.Akan tetapi, Ranti sadar dengan satu hal.Dia juga memiliki kenangan yang indah dalam hidupnya, dan itu sangat banyak. Dia masih ingat dengan senyuman tulus yang biasa terbentuk di bibir ibunya, juga suara dari tawa bahagia sahabatnya saat mereka berdua tengah bercanda bersama.Jika dipikir-pikir lagi, rasanya semua itu terlalu indah untuk ditinggalkan.Yah, hadiah dari kehidupan jelaslah lebih megah dibanding hadiah dari kematian."Mungkin... aku ada disini saat ini, karena Tuhan belum memanggilmu. Mungkin, inilah kehendak-Nya." Kata anak itu. "Jadi... siapa sebenarnya yang bersalah, Ranti?"Dunia terasa hening untuk sesaat. Suara deru ombak, burung camar, dan sepoy angin memenuhi telinganya. Namun, di tengah-tengah kesenyapan itu, ada satu kata yang terlintas dalam hati dan pikiran Ranti."Dunia... Dunia inilah yang bersalah atas semuanya... " Kata Ranti dengan suara yang tertahan karena berusaha menahan amarah."Nah... kalau begitu, ikutlah denganku. Aku adalah sang Suara Laut, dan kau... adalah sang Ombak Laut. Dan dengan itu, kau bisa menyembuhkan ibumu, dan membuat hidupnya menjadi lebih baik."Ranti membentuk senyuman jahat di bibirnya. "Baiklah... aku akan ikut denganmu.""Tapi, kau harus ingat... Lautan adalah perampok, Ranti. Dan apa yang diberikan oleh Laut adalah mutlak, begitu juga dengan apa yang direnggutnya.""Masa bodo dengan jati diriku. Jika Laut ingin mengambilnya, maka biarlah.""Heh... Aku nggak menyangka kalau perubahan kenyataan sesederhana ini ternyata bisa merubahmu sampai seperti itu."Bersamaan dengan perkataan si bocah yang lenyap terbawa angin, Ranti pun melepaskan jaketnya yang penuh batu, dan ranselnya, serta dua tas kecil di pergelangan kakinya. Kemudian dengan tekad dan amarah membara, Ranti pun melangkah maju menuju lautan.Kaki telanjangnya menapak di atas permukaan air. Rasanya memang agak dingin, tapi dia tetap maju, dan terus maju, hingga dia tiba di sisi bocah itu."Yah... masa penghakiman telah tiba. Mengamuklah sesukamu, Ranti. Berikan hukuman bagi mereka yang layak, dan tamparlah dunia ini."

Hadiah Sederhana Yang Tak Ternilai
Folklore
17 Dec 2025

Hadiah Sederhana Yang Tak Ternilai

Pria berjas hitam, bertubuh tinggi dan agak gemuk itu berdiri di angkasa, di antara awan-awan yang menggulung bak ombak, sambil mengamati seorang pemuda yang baru saja memarkir motornya di lahan parkiran pasar jauh dibawah sana.Meskipun Jon mengambang di atas langit, dengan petir yang menyelimuti sekujur tubuhnya, tapi sayangnya tak ada satu orangpun yang mampu melihatnya. Yah, beginilah cara dunia ini bekerja. Dunia ini selalu saja menyembunyikan keajaibannya dari mata manusia, dan Jon menganggap itu layaknya sebuah hadiah.Bagi manusia, keajaiban itu sama seperti sebuah cahaya yang amat terang dan indah, namun, mereka sama sekali tidak sadar bahwa cahaya itu sebenarnya bisa membakar mata mereka.Jon merupakan suatu kepingan kecil dari keajaiban yang menaungi dunia ini. Dia hidup bersama keajaiban. Tapi, bukan berarti itu adalah hal yang baik. Karena keajaiban yang ada di tangannya—kekuatan yang ada dalam dirinya—memaksa Jon melalui berbagai macam kenyataan yang mengerikan, seperti peperangan, dan bahkan malapetaka.Jika diingat-ingat lagi, Jon sendiri telah melewati enam peperangan dalam hidupnya.Sudah begitu banyak kematian yang Jon lihat dengan mata kepalanya selama ia hidup. Orang-orang yang dia kasihi, teman-temannya, sahabat-sahabatnya, bahkan keluarganya. Semua itu terjadi karena kekuatan yang ada dalam genggamannya. Dan faktanya, semua orang yang sama seperti Jon—Rakyat Dunia Lain—juga mengalami kengerian semacam itu selama mereka hidup.Sedangkan manusia? Ya, mereka sama sekali tidak tahu apa-apa tentang kenyataan lain yang menyelimuti dunia ini. Hanya Jon, dan orang-orang yang memiliki keajaiban saja, yang tahu akan betapa kejamnya kenyataan itu."Yah... mungkin lebih baik jika mereka tidak tahu apa-apa." Gumam Jon dengan suara yang berat dan terkesan lembut. Senyuman terbentuk di bibirnya. "Ketidaktahuan itu memang hadiah yang sangat luar biasa, bukan?"Setelah memastikan pemuda itu tiba di pasar tanpa kekurangan apapun, Jon akhirnya memutuskan untuk turun ke daratan. Bagaikan kilat yang menyambar bumi, dia jatuh ke bawah dan mendarat dengan mulus di samping pemuda itu. Seluruh cahaya kilat yang terpancar dari tubuhnya telah padam, dan Jon pun kini tampak seperti manusia biasa pada umumnya."Loh! kenapa Om malah ikut juga!?" Tanya emuda bertubuh gemuk itu dengan wajah terkejut sekaligus jengkel."Yah, saya ikut kemanapun kau pergi. Itu sudah tugasku sebagai seorang pengawas.""Tapi, Om kan tahu kalau aku nggak suka ditemani disaat-saat seperti ini.""Sudahlah, kau tahu nggak ada gunanya berargumen denganku." Jawab Jon acuh tak acuh sambil memandang sekeliling.Di pasar ada begitu banyak orang yang berjalan hilir mudik dan memenuhi hampir seluruh tempat dalam kesesakan sejauh mata memandang. Terdengar pula suara asing para pedagang yang tengah menawarkan dagangan mereka dengan penuh semangat, dan tak lupa juga dengan para pembeli yang sedang berusaha menawar barang-barang para pedagang dengan cara yang terkesan sadis. Semua ini tentu saja wajar, mengingat saat yang paling tepat untuk pergi ke pasar adalah di waktu pagi, seperti sekarang ini.Sungguh hadiah yang amat megah. Jon yang jelas-jelas bukan manusia, ternyata masih diberikan kesempatan untuk menikmati kenormalan seperti ini."Hah... Yaudah deh.""Eh, tunggu sebentar."Jon menggenggam pergelangan tangan kiri si pemuda dengan erat, kemudian mengucap, "Ferrum, Lucendi, Omnia." Tiba-tiba, tercipta semacam rantai bercahaya yang mengikat tangan Jon dan pemuda itu. "Rantai Pengikat Mutlak.""Apa-apaan..." Pemuda itu menatap tak percaya tangan kirinya yang kini terikat dengan tangan kanan Jon. "Om serius?""Seratus persen." Jawab Jon sambil menyeringai. "Ngomong-ngomong, berhentilah bicara dan melihat ke arahku. Bisa-bisa, kau dikira gila sama orang-orang.""Ya Tuhan... ini memalukan. " Pemuda itu menghela nafas pasrah.Tanpa menunda-nunda lebih lama lagi, Jon pun mulai berjalan menyusuri jalanan yang penuh sesak, sementara si pemuda mau tak mau harus ikut melangkah di sampingnya. Jon yakin, orang-orang yang dia senggol pasti terkejut, karena mereka tak bisa melihatnya yang berada dalam wujud Astral."Jadi, kau mau beli apa?""Aku mau beli kaki ayam doang kok. Aku lagi ingin makan ceker pedas soalnya." Jelas pemuda itu.Akan tetapi, saat Jon melirik ke arah si pemuda, Jon pun sadar kalau ternyata pemuda itu sedari tadi terus menatap tangan mereka yang saling bertaut. Namun, anehnya anak itu tampak terlihat sedih, dan senang di saat yang sama."Kau nggak punya kelainan kan... ?" Tanya Jon sambil memandang ngeri pemuda itu."Hah!? Om nggak usah mikir yang aneh-aneh. Gila banget. Aku cuma merasa aneh aja kok. Soalnya, ini adalah pertama kalinya aku berjalan dengan orang yang lebih tua dariku, sambil bergandengan tangan. Jadi... ya, ini memang aneh. Apalagi... untuk orang sepertiku." Jelas si pemuda. Wajahnya sedikit merona."Hmm... kalau dipikir-pikir, perkataanmu ada benarnya juga.""Hah? Apanya yang benar?" Tanya si Pemuda tak percaya."Maksudku, ini memang aneh, bahkan untuk orang-orang seperti kita." Jelas Jon dengan wajah yang terlihat sedikit sedih. "Kita yang setiap malam harus terjun ke medan pertempuran, ternyata masih bisa mendapatkan pengalaman seperti ini. Berjalan-jalan seperti manusia biasa, pergi ke pasar, dan belanja. Bukankah menurutmu ini hadiah yang hebat?""Eh... " si pemuda menggaruk tengkuk lehernya dengan ragu. "Mungkin...?""Jawaban macam apa itu? Kupikir kau harusnya lebih sadar tentang kenyataan dibanding siapapun. Mengingat kau sendiri telah melewati empat belas peperangan dalam hidupmu. Suatu pengalaman yang tak mungkin bisa dirasakan oleh orang lain yang hidup di dunia manapun. Pengalamanmu itu... benar-benar mengerikan loh.""Yah... bukannya gimana." Pemuda itu menundukkan kepala. "Tapi... Kalau seandainya Om bisa merasakan masa laluku, mungkin Om juga bakal bingung harus menjawab apa." Ungkap Pemuda itu. "Aku tahu... Aku selalu tahu. Tapi, kadang aku berpikir, pasti akan lebih menyenangkan jika aku tidak mengetahui semua itu."Jon tiba-tiba berhenti melangkah, namun matanya memandang ke arah seorang pedagang yang menjual berbagai macam aksesoris seperti cincin, kalung, dan kaos kaki. Lalu, setelah berpikir sejenak, Jon memutuskan untuk menghampiri pedagang itu tanpa sepengetahuan si pemuda."Apa yang kuketahui, bukanlah hadiah. Ini... adalah kutukan.""Apapun yang ada di dunia ini, adalah hadiah. Bahkan kutukan sekalipun." Ujar Jon."Apa-apaan... Loh, kok? Kenapa malah ke sini?" Tanya si pemuda keheranan ketika ia sadar kalau mereka sekarang berada di toko aksesoris. "Om mau beli apa?""Saya beli topi yang ini ya, Bu Ningsih." Jon langsung bergerak meraih sebuah topi berwarna abu-abu yang tergantung dipojokkan, lalu menyelipkan topi itu di ketiaknya, kemudian dengan tangan kirinya, ia memberikan sekeping koin perak kepada si Ibu penjual itu, yang juga kebetulan bisa melihat sosok Jon, mengingat dia juga adalah Rakyat Dunia Lain, sama seperti mereka berdua."Terima kasih, Tuan Jon." Kata si Ibu penjual dengan ramah."Eh... itu topi untuk siapa Om?" Tanya si Pemuda. "Untuk anak Om ya?""Bukan. Dan tolong jangan menyinggung apapun tentang kehidupanku sebagai manusia. Kau tahu aturannya." Kata Jon seraya memakaikan topi itu di kepala si pemuda. "Ini untukmu. Ngomong-ngomong, selamat ulang tahun."Pemuda itu tak mampu berkata-kata. Dia tampak sangat kebingungan. Namun dia mencabut topi itu dari kepalanya dan memandangnya sekilas dengan mata yang berbinar, lalu tak lama kemudian, ia kembali mengenakan topi itu."Ternyata Om ingat ya? Hebat, hebat." Ujar si Pemuda yang berusaha untuk terlihat tak acuh. Tapi, warna merah di kedua pipinya menggagalkan usahanya itu tanpa ia sadari. "Te-terima kasih deh.""Terserah kamu sajalah." Balas Jon sambil tersenyum kecil. "Ya sudah. Jadi, sekarang tinggal ceker ayam saja kan? Ayo."

Kenyataan
Folklore
17 Dec 2025

Kenyataan

Nabila cukup terkejut saat mendengar kalimat bijak yang keluar dari mulut Jo beberapa saat lalu. Yah, bukan apanya, hanya saja, setelah dua tahun belajar di kelas yang sama, mungkin tidak apa bila dikatakan kalau Jo adalah murid paling bodoh di kelas ini."Jangan pikir kau akan merasa hebat hanya karena kau tahu banyak hal. Mungkin kamu belum sadar, tapi kenyataan-kenyataan yang kau simpan sendirian itu, kelak akan menjadi kutukan buat kamu."Itulah yang dikatakan Jo.Seumur hidupnya, Nabila tidak pernah melihat Jo bicara dengan nada serius seperti itu. Bahkan, itu adalah kali pertama Nabila melihat Jo tidak tersenyum.aneh sekaligus menyeramkan bisa dibilang."Itu mengejutkan, bukan?" Tanya seekor anjing berbulu putih dan bermata tiga yang sejak tadi berbaring santai di meja Nabila. "Entah kenapa aku merasa kalau dia bisa melihatku.""Jangan berpikir yang aneh-aneh deh... " jawab Nabila sambil tersenyum kecut. "Maksudku, dia itu hanya Jo." Nabila mengingatkan sambil mengarahkan pandangannya ke arah Jo yang sedang bercerita seru dengan teman-teman sekelas yang lain."Ya, dan gadis kecil yang kita temui di Jepang itu hanya seorang gelandangan biasa juga kan?""Hah? kenapa singgung itu lagi sih?""Aku hanya ingin bilang, lebih baik kamu berhenti menilai segala sesuatu hanya dari sampulnya saja." Jelas anjing itu. "Kalau saja kamu saat itu nggak iseng buat melihat kenyataan gadis malang itu, semuanya pasti masih berjalan mulus sampai sekarang. Kau tahu, aku membutuhkan banyak kenyataan agar bisa kembali ke dunia asalku.""Hah... iya, iya, Fenris yang serba tahu." Kata Nabila dengan malas sambil mencubit kedua pipi anjing mungil itu. "Tapi, kalau diingat-ingat, sepertinya sudah setahun ya, sejak kau datang ke rumahku dan meminta bantuanku.""Yap, hari ini tepat satu tahun sejak kita pertama bertemu." Jawab Fenris tak acuh. "Ini adalah hari yang sama saat dimana aku menggunakan Mata Kebenaran-ku untuk memperlihatkan padamu masa lalu dan masa depan yang nggak pernah menjadi milikmu.""Yah, nggak usah kamu bilang begitu juga aku ingat kok."Ada suara dengungan yang tiba-tiba tertangkap oleh telinga Nabila dan Fenris. Keduanya lalu melirik ke jendela yang berada tepat di samping meja mereka, dan memandang sesuatu yang tengah melayang tinggi di angkasa.Jauh di atas sana, Nabila melihat beberapa alat transportasi yang mengambang dengan kekuatan ajaib dan misterius. Itu jelas-jelas bukan pesawat, melainkan sebuah kapal. Namun, sampai sekarang, Nabila masih tidak tahu mengapa bisa kapal-kapal yang seharusnya berlayar di udara, kini mengambang di angkasa."Apa sih yang sebenarnya kau lihat waktu itu?" Tanya Fenris. "Kita sudah sepakat kan? Apapun yang kau lihat menggunakan mataku, kau juga harus memberitahukannya padaku. Tapi, kenapa kau masih nggak mau memberitahuku apa yang kamu lihat dari gadis malang itu?"Sepoy angin yang masuk melalui celah jendela awalnya membawa rasa damai ke dalam diri Nabila, namun, setelah ia mendengar pertanyaan yang dilantunkan oleh Fenris, kengerian yang dilihatnya beberapa bulan lalu kembali merasuk ke dalam jiwanya, dan membuat hatinya merasa sangat sakit."Sepertinya apa yang dikatakan Jo tadi, itu ada benarnya." Gumam Nabila yang mengamati keindahan yang ada di angkasa, sambil menikmati segelas teh dingin. Entah kenapa sampai sekarang, Nabila tetap tidak mampu untuk menceritakan pada Fenris apa yang dilihatnya dari gadis kecil itu. Rasanya terlalu menyakitkan."Yah... Sesuatu yang benar memang belum tentu baik." Kata Fenris."Waktu itu... aku mendengar banyak teriakkan... tangisan... amarah... dan keputusasaan. Lalu... gadis malang itu terbang tinggi ke angkasa untuk menyelamatkan semuanya, tapi dia akhirnya jatuh dan sejak saat itu, hidupnya menjadi kematian. Sedangkan anak berambut emas itu... dia hanya bisa menangis meratapi kepergian semua yang berarti baginya. Seorang yang dianggapnya sebagai adik, kakak, om, tante, semuanya mati... Langitnya berwarna merah... Dan sosok bersayap putih yang ada di langit itu memasang senyuman di bibirnya."Fenris yang juga masih mengamati angkasa dan menikmati hembusan angin lembut, hanya mampu diam membisu mendengar setiap bisikkan yang keluar dari mulut Nabila.Yah, tak bisa dipungkiri, kalau kenyataan memang selalu mengerikan.

Tangisan Yang Lahir Dari Perang
Folklore
17 Dec 2025

Tangisan Yang Lahir Dari Perang

Mungkin banyak yang tak tahu, tapi, kesedihan itu, merupakan suatu bahasa yang cukup rumit untuk dimengerti.Orang pertama yang dilihat Aril di kejauhan adalah seorang gadis yang juga mengenakan seragam yang sama persis dengannya. Dia langsung melesat ke arahnya secepat mungkin, tapi gadis itu juga tengah didesak oleh tiga pasukan musuh, dan sepersekian detik kemudian, diiringi teriakan yang terdengar menyedihkan, gadis itu akhirnya meregang nyawa setelah ditikam dengan tiga pedang sekaligus tepat di bagian perutnya."Astaga! Ti-tidak! Elisa!"Pemandangan itu awalnya sempat membuat Aril merasa kosong, seolah-olah seluruh kekuatan dalam dirinya habis tanpa sisa, namun itu tidak menghentikannya. Ketika dia melihat temannya yang lain yang juga sedang dalam kesulitan, Aril kembali berlari dan mencoba menolongnya.Kerajaan Cekatora diambang kekalahan, dan nyawa Aril berada diujung tanduk.Langit malam memancarkan warna merah gelap yang membuat siapapun merinding melihatnya, ditambah suara teriakkan, dan kematian, tentu saja akan memberikan rasa takut yang teramat sangat bagi semua orang yang mendengarnya.Satu perang, lima medan pertempuran. Di dunia ini takdir seperti itu bisa dibilang wajar-wajar saja, bahkan untuk seorang anak yang masih berumur enam tahun. Ditambah lagi, Aril juga merupakan seorang tawanan perang, jadi mau tak mau dia harus terjun ke medan pertempuran untuk bertempur demi kesatuan yang tak pernah tahu kalau dia ada.Namun, beginilah situasinya sekarang.Mereka dijebak. Kerajaan benar-benar akan hancur hanya karena satu kesalahan kecil.Aril sangat kelelahan, tenaganya terkuras habis setelah bertempur lima jam lamanya. Namun sekarang dia harus menyelamatkan dirinya. Dia mencoba untuk melarikan diri dari sana, tapi tampaknya itu terlalu mustahil jika dilihat dari situasinya saat ini. Sama sekali tak ada celah. Pasukan musuh berada dimana-mana. Pedang menari dengan liar, peluru berjatuhan dari langit bagaikan hujan, dan sihir bisa dengan mudahnya merubah medan pertempuran dalam sekejap mata.Kehancuran, kematian, dan akhir; itulah tiga kata yang tepat untuk menggambarkan situasi Aril saat ini. Dia dilanda kepanikan dan ketakutan, dan yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah berlari kesana kemari untuk menyelamatkan teman-temannya yang bisa diselamatkan, dan berharap bisa keluar dari sana bersama-sama dalam keadaan hidup.Akan tetapi, lambat laun Aril pun akhirnya sadar bahwa semua usahanya sia-sia. Orang-orang yang coba dia gapai selalu saja berubah menjadi debu-debu cahaya sebelum ia berhasil menyelamatkan mereka. Mereka semua pulang.Satu per satu teman-teman Aril mati tepat sebelum dia sempat menatap mata mereka. Aril mulai menangis, tapi dia terus berlari, berlari, dan berlari untuk menolong orang-orang yang dikenalnya, siapapun itu. Hingga akhirnya, rasa putus asa perlahan-lahan mulai menelan Aril. Dia tak mampu menyelamatkan siapapun.Aril sudah tak tahan lagi mendengar suara teriakan mereka, dan suara pertempuran.Dia benar-benar tidak menyangka, kalau melihat seorang yang dikenalnya mati di depan mata, ternyata rasanya akan sesakit ini."Hah... Hah... Hah... " Nafasnya terengah-engah saat dia memandang berkeliling sambil berusaha mencari wajah-wajah yang akrab dalam ingatannya. Namun, sudah tak ada satupun yang tersisa.Aril jatuh berlutut. Dia menengadah menatap langit, seraya menghembuskan nafasnya. Rasanya sangat menyakitkan, tapi dia sadar betul kalau sekarang adalah saat yang tepat untuk pasrah."Tuhan... jika ini adalah saatnya, maka jadilah kehendak-Mu. Tapi... aku masih ingin melanjutkan hidupku, Tuhan. Jadi... Aku percaya, kalau malapetaka ini bukanlah kehendak-Mu." Aril berbisik dengan wajah kosong yang dibanjiri air mata. "Kau... Engkau tidak pernah membuat rancangan kecelakaan untukku, kan? Kumohon... kumohon berikan aku satu kesempatan lagi." Aril menundukkan kepalanya dalam-dalam, wajahnya berlinang air mata.Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.Tiba-tiba saja ada pilar cahaya yang turun dari langit. Cahaya yang amat terang itu menelan Aril, mengambil alih pandangannya, dan membuat semuanya menjadi putih."Eh... ? Ini... Jembatan Pelangi?"Beberapa saat kemudian, pandangan Aril akhirnya telah kembali padanya setelah dia mengedipkan mata beberapa kali, dan pada saat itu pula dia sadar kalau segalanya sudah berubah—Dunia telah berubah.Tak ada teriakkan, guncangan, kehancuran, dan kematian. Tak ada sihir-sihir yang bisa menyebabkan gempa bumi, serta hujan peluru yang menembus daging, serta suara bilah pedang yang saling beradu, dan hal-hal mengerikan lainnya. Semuanya itu telah lenyap begitu saja digantikan oleh kesenyapan.Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah kegelapan malam, serta rumah-rumah yang tertata rapi yang memancarkan cahaya temaram dari balik gorden jendelanya, juga pepohonan yang tampak normal, jalanan beraspal, dan tiang-tiang lampu yang berjejer di sepanjang jalan.Semuanya benar-benar biasa.Aril masih berdiri diam di tengah jalan yang sepi itu. Dia sungguh tidak tahu ini nyata atau tidak. Dari wajahnya, terlihat jelas kalau dia seolah tidak mempercayai dengan apa yang dilihatnya, seakan-akan dia berada di dunia lain.Akan tetapi, entah kenapa Aril merasa sangat nyaman sekarang. Semua perasaan mengerikan yang merasuk ke dalam tubuh dan jiwanya karena peperangan tadi, kini semuanya telah sirna."Ya Tuhan... "Tanpa diduga, hujan tiba-tiba turun, dan lambat laun semakin deras hingga membuat Aril basah kuyup. Suara hujan memenuhi pendengarannya. Dia lalu menengadah ke angkasa yang juga tampak biasa saja, sembari menatap tiap titik-titik air yang berjatuhan dari langit."Ini... Dunia Manusia?" Aril bergumam. Rahangnya terkatup rapat dan rasanya sedikit nyeri. "Ini... benar-benar Dunia Manusia. Aku berada di Dunia Manusia... Tapi... bagaimana mungkin?" Air matanya bercampur dengan tetesan hujan di wajah. Matanya memerah karena menangis selama pertempuran tadi.Setelah sekian lama, dan setelah semua perjuangannya, akhirnya Tuhan memberi Aril kesempatan. Namun, anehnya, Aril tiba-tiba merasa sangat kosong. Kehampaan memenuhi hatinya, dan lama kelamaan, semua ketiadaan itu mulai membuat Aril merasa kesakitan tanpa alasan yang jelas.Air matanya berhenti mengalir, digantikan oleh air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia mengangkat kepala dan menoleh memandang ke ujung jalanan yang tak dapat dijangkau matanya.Jika ini memang kesempatan kedua, maka Aril akan mengambilnya tanpa ragu. Tapi, dia bertanya-tanya dalam hati, apa yang mungkin akan didapatkannya di ujung jalan itu? Di hari esok, di dunia yang tidak ia kenali.Lalu, terdengar satu suara yang bergema dalam benaknya."Aku akan meminjamkan namaku kepadamu. Mulai sekarang, hingga ke dalam kekekalan. Inilah namaku, Heimdal."Ya, itu merupakan kabar yang sangat tak terduga.Dewa yang menjaga jembatan antar dunia kini meminjamkan namanya kepada Aril. Yang artinya, Aril bisa menggunakan kekuatan itu sesukanya mulai sekarang."Jadi... bagaimana sekarang?" Aril menatap kedua telapak tangannya lekat-lekat, kemudian kembali menoleh memandang ke ujung jalan.Akhirnya, dengan kehampaan yang membanjiri dirinya, Aril pun mulai berjalan menembus hujan menyusuri jalanan yang kosong itu, dan meninggalkan jati dirinya jauh di belakang.Seperti semua anak bayi yang baru terlahir ke dunia, Aril pun mengawali hidup barunya dengan tangisan."Sampai jumpa... kenyataan masa laluku." Bisiknya seraya melangkah pergi. Aril terus berjalan, berjalan, dan berjalan, dan tak lama kemudian, sosoknya pun akhirnya lenyap di kejauhan, ditelan gelap malam.

Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah
Folklore
17 Dec 2025

Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah

Seorang wanita duduk di pelataran rumahnya, sepi. Itulah yang ada. Sebab kedua orang tuanya telah pindah."Sepi sekali disini, dulu enak ramai semua berkumpul"Ditelinga kirinya berbisik "Sudah kamu mati saja, pasti tenang"Iya, ya apa aku mati saja . Ucapnya dalam hati lalu menggeleng usai tersadar.Nickyta, begitu mereka menyebutnya. Sosok gadis cantik yang ramah juga baik hati. Siapa saja yang mengenalnya, pasti akan nyaman berteman dengannya. Tapi dibalik itu, ada suatu kisah yang sampai saat ini membekas diingatannya layaknya sebuah rekaman yang terus dia simpan.Mira dan Ardi, mereka adalah sepasang kekasih yang telah menjalin kasih sejak duduk di bangku SMP. Jarak rumah mereka berdekatan, dengan kata lain mereka tinggal di desa yang sama. Meski hubungan mereka tidak direstui, nyatanya hingga kini mereka masih menjalin kasih.Ardi berasal dari keluarga yang kaya di desa itu sementara Mira dari keluarga sederhana. Mungkin, dengan dalih seperti itu mereka tidak direstui. Sebagai ibu Mira, Tira tidak ingin Mira mengalami kesulitan jika ia tetap memaksakan bersama Ardi tanpa restu di keluarga Ardi.Pernah suatu hari Mira dikirim ibundanya mengungsi ke suatu tempat yang cukup jauh dari desanya guna memisahkan ia dengan Ardi.Mereka sempat beberapa kali berjauhan, di tempat yang jauh mereka akan memiliki pasangan masing-masing juga memiliki kehidupan masing-masing namun jika mereka kembali, maka mereka juga akan kembali menjalani kisah mereka kembali. Begitu seterusnya.Dulu saat Mira kembali di desa pernah memiliki kekasih lain, karena ia berpikir mungkin ia tidak bisa bersama dengan Ardi tapi nyatanya Ardi tidak bisa menerimanya, ia mengancam setiap lelaki yang menemui Mira. Semenjak saat itu pula tak ada satupun pria yang mau menemui Mira. Dan Mira akan selalu bersama Ardi.Kini mereka sudah menikah, tahun pertama di pernikahannya cukup sulit untuk Mira karena Mira ikut tinggal bersama mertuanya, ibu dari Ardi, Tika sebab Tika tinggal sendirian. Sementara ayah Mira meninggal 2 hari kemudian setelah Mira dan Ardi menikah.Setelah menikah mereka tetap menjadi pasangan yang harmonis, perekonomian lancar bahkan bisa dikatakan berlebih.Tapi dibalik itu semua, ada sesuatu yang disimpannya.Pada mertuanya, Mira tidak boleh makan sebelum menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Meski menahan peluh akibat lelah ia tetap melakukannya.Bahkan ia pernah menyapu rumah tapi disapu kembali oleh ibunya.Yang lebih menyakitkan ketika ada seorang perempuan yang bertandang kerumahnya, yakni suka pada Ardi dengan profesi bidan.Tika dengan ramahnya menyapa "Eh ayo masuk.. Sudah makan belum?" Sementara Mira belum makan dari pagi.Dwi, adik dari Ardi. Mira dan Dwi merupakan sahahat baik semasa sekolah. Dwi juga merupakan adik Ardi. Tapi semenjak Mira dan Ardi menikah, Dwi menjadi tidak menyukai Mira, sifatnya yang terlihat memusuhi membuat Mira enggan bercerita keluh kesahnya.Kabarnya, Dwi tidak menyukai keharmonisan yang terjadi pada sahabatnya. Ia merasa tidak adil karena memiliki suami yang pemarah, pemabuk juga suka main perempuan dan tidak ingin bekerja. Selain itu, salah satu tetangga mereka juga ada yang iri pada keharmonisan rumah tangga Mira dan Ardi.Beberapa tahun telah terlewati, Mira dan Ardi dikarunia 2 putri cantik. Anak pertamanya bernama Nickyta dan adiknya bernama Zahra. Saat itu Nickyta telah berumur 8 tahun dan Zahra 2 tahun. Semenjak saat itu, ujian rumah tangga mereka mulai diuji.Ardi yang semula bersikap sangat baik berubah menjadi pemarah dan arogan, masalah kecil selalu diperbesar hingga terjadi pertengkaran hebat antara keduanya. Jika Mira atau Nickyta melakukan sedikit kesalahan saja, Ardi marah besar dan bisa memukuli mereka, mata dan hatinya tertutup untuk mengiba kasih pada keluarganya.Tidak sampai disitu, pernah Mira dan anak-anaknya tidur di dapur tanpa alas. Juga sering diusir oleh Ardi. Tapi keesokan harinya maka semua akan kembali seperti semua tanpa pernah terjadi apa-apa begitu seterusnya.Saat itu hanyalah pancaran amarah benci yang dilakukan Nickyta pada ayahnya karena selalu bersikap kasar pada mereka terlebih pada ibunya.Anak mana yang tidak sakit hati. Bukankah cinta pertama seorang wanita adalah ayahnya? Namun pria itu pula yang menorehkan luka dalam padanya juga ibunya.Hingga Nickyta telah tumbuh menjadi wanita yang cantik. Selama itu pula ia selalu meyakini bahwa ayahnya adalah orang yang baik. Saat Nickyta memasuki bangku SMA perlahan amarah ayahnya mulai mereda hingga akhirnya ia lulus SMA. Kemudian berlanjut kuliah, namun tiba-tiba ayahnya mengatakan akan pergi merantau ke Jambi tanpa tahu alasannya namun tekadnya sudah bulat ingin pindah kesana.POV NickytaSekitar satu tahun ayahku pergi merantau ke Jambi, ibukupun ikut ke jambi. Kemudian setelah dua tahun adikku juga ikut ke Jambi. Kini menyisakan aku seorang diri dirumah.Namun dari sinilah kisahku dimulai, kejadian-kejadian aneh mulai kurasakan. Mulai dari sakit perut, sakit kepala hingga kurang darah padahal semula aku selalu sehat. Juga ibuku mengatakan aku sedari kecil tidak pernah sakit-sakitan.Tapi aku selalu meyakinkan diriku bahwa ini semua baik-baik saja, mungkin memang kondisiku yang kurang sehat.Singkat cerita, aku sudah duduk di semester delapan perkuliahan menyusun skripsi sembari bekerja di salah satu kantor pemerintahan. Disini banyak persaingan untuk saling menjatuhkan satu dengan lainnya.Di sini juga aku bertemu dengan seorang perempuan bernama Sekar. Sekar adalah teman sekantorku yang berperilaku semena-mena, sombong hingga angkuh, suka marah-marah hingga apapun pekerjaan serba salah dimatanya, jika kita membela diri ia akan mengata-ngatain kita secara fisik dan materi. Belum lagi dia suka melabrak orang jika ia tidak suka.Iuhh... Sungguh menyebalkan!Tapi anehnya, semua atasan terlihat tunduk seolah itu bukanlah masalah sehingga ia merajalela.Ia pernah mengatakan "Silahkan adukan ke bapak, memangnya apa yang bisa dia lakukan padaku?"Iuhh... Sudah aku katakan dia memang semenyebalkan itu.Hingga suatu hari kami, aku dengan dua orang temanku, Dila Dan Dara bertengkar dengannya diluar kantor. Karena memang sudah tidak sepaham, tidak suka melihatnya berprilaku buruk.Bibirnya yang di poles lipstik merah bak biduan itu memaki-maki kami, cacian kata pedas dilontarkan padaku sambil menunjuk-nunjuk mukaku. Sejatinya aku juga manusia biasa yang memiliki batas kesabaran.Namun lagi dan lagi atasan kami semua seolah takut dan tunduk pada Sekar. Hanya kami -Aku, Dara dan Dila- yang berani. Muncul ide gila di kepala kami untuk pergi ke dukun untuk menjawab rasa penasaranku. Kebetulan aku punya saudara yang memiliki kemampuan khusus. Sekali lagi, dari sini menghantarkanku pada suatu rahasia.Nando, selaku kekasihku yang kebetulan di kotaku ada janji temu denganku. Maklum jarak rumah kami cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan. Ikut bersama kami.Sampai disana, ternyata dia sudah meninggal. Jujur aku tidak tahu perihal ini.Tiba-tiba Nando berkata "Bagaimana jika kita kerumah bibiku saja?" Tawarnya pada kami.Kami sempat berpikir sejenak namun mengiyakan. Tiba disana kami sedikit berbincang hingga menyampaikan masalah yang sedang kami hadapi. Bi Tari, berprofesi dokter bedah yang memiliki kemampuan khusus."Anehnya, Bi. Semua atasan tidak ada yang berani padanya." Ucap Dila dengan menggebu, aku mengangguk mengiyakanBibi itu tersenyum singkat lalu berkata "Iya, selama ini dia menggunakan susuk semar mesem sehingga tidak ada yang berani membantahnya"Kami semua terkejut, "Astaghfirullah..." Ucap kami berbarengan saling pandang"Setiap malam ia selalu mandi bunga juga memandikan krisnya sembari menyebut nama mangsanya" tambahnya yang membuat bulu kuduk kami meremang seketika.Lalu tatapan bibi itu beralih padaku, tatapannya cukup dalam hingga ia mengatakan "Aku kasihan melihatmu, orang tuamu sering bertengkar, bukan?""Hanya hal kecil tapi dibesar-besarkan, orang tuamu pernah ingin berceraikan?" TambahnyaDengan spontan aku langsung menjawab "Iya. Kok bibi tahu?"Lalu ia tersenyum, "Mau aku beritahu rahasia?"Aku menaikkan alisku tanda tidak mengerti maksudnya. Kenapa ia bisa tahu namun aku hanya mengangguk."Banyak yang iri pada keluargamu."Dalam hati aku bingung, ada apa dengan kami.Kemudian bibi itu kembali berucap "Di rumahmu, sudah di guna-guna orang. 3 orang yang membuatnya dan sudah 3 tempat yang sudah di tanam. Pelakunya orang terdekatmu, saudaramu. Mereka ingin menghancurkan keluargamu. Mempermalukan keluargamu, menghabisi keluargamu. Dan mereka juga ingin membuatmu gila, menutup auramu agar tidak menikah sampai tua sekalipun. Bahkan pikiranmu mudah berubah-ubah, satu menit begini dua menit begini. Tanpa sebab bisa menangis, merasa hidup tidak berguna. Berujung kamu lampiaskan pada Nando, kamu marah-marahin dia, segala amarah yang ada di dirimu kamu lampiaskan padanya." Jedanya sambil ia meneguk teh di sampingnya"Kamu meminta putus sama Nando, padahal kamu sayang sekali padanya. Tapi hatimu selalu berkata, udalah tidak usah menikah sampai tua. Benar tidak?" TanyanyaSungguh aku terperangah mendengar penuturannya. Aku bahkan belum mengucapkan satu katapun.Aku mengangguk "Iya benar, Bi. Semuanya benar" Jawabku"Baiklah, nanti kamu bibi syaratin. Mulai sekarang jangan seperti itu lagi. Jika bibi lihat dari bintang kalian cocok, kemanapun kalian pergi bahkan ke lubang semut sekalipun, tetap Nando yang pas untukmu begitupun sebaliknya" jelasnya kemudianMendengar ucapan di kalimat terakhirnya aku tertawa kecil, tak ayal aku saling curi pandang pada Nando."Jadi mereka hingga kini masih mengganggu kami ya, bi?" TanyakuBibi itu mengangguk "Syukurlah orang tuamu sudah pindah, jika masih disini mungkin akan pecah perang. Bahkan salah satu dari mereka akan sakit parah."Lagi, aku belum mengatakan apapun mengenai keluargaku tapi ia sudah tahu orang tuaku pindah."Tapi apa salahku dan keluargaku, bi?""Tidak ada. Hanya mereka iri pada keluargamu."Kami sedikit berbincang-bincang, kamipun bergegas kembali karena jarak yang lumayan jauh untuk ditempuh."Sebaiknya kalian pulang saja. Besok kembali lagi, bibi tunggu jam 2 ya" pesannya sebelum kami pulang.Keesokan harinya kami berempat kembali, sedikit berbincang."Tadi malam bibi sholat tahajud, saat bibi berdzikir bibi di datangi makhluk itu. Wujudnya tinggi, besar, hitam dan berbulu. Dia marah pada bibi karena ingin membantu keluargamu. Dia mengatakan bahwa jangan ikut campur, itu bukan urusanmu tapi bibi tetap melanjutkan dzikir itu."Kemudian aku diberikan tangkal berupa 2 buah bambu kuning yang di tanam di belakang dan depan rumah. Mencari aman agar tidak terlihat orang kami menanamnya pada tengah malam.Ajaibnya usai kami tanam, selang 5 menit terdengar bunyi letusan yang kuat baik dari depan maupun belakang. Akupun lega, mungkin setelah ini akan tenang tanpa gangguan.Namun aku salah, setelah 3 atau 4 bulan kemudian gangguan itu kembali. Bedanya, saat ini lebih peka. Di telingaku seperti ada bisikan seperti jangan tidur, jika ku lanjutkan maka aku akan ketindihan.Hari itu aku yang lelah sepulang kerja sekitar pukul satu siang bermain ponsel hingga ketiduran. Aku sering ketindihan tapi kali ini berbeda.Aku ingat posisi tidurku miring ke kanan menghadap arah jendela. Ketika aku ketindihan mukaku berasa ditutup ingin membuka mata tapi tidak bisa.Suara nafas menggeram terdengar di telinga "khkhhkhh"Doa dan segala upaya ku lakukan tapi sia-sia. Beberapa saat aku bisa bergerak membuka mata, ternyata sudah pukul 3 sore. Seluruh tubuhku meremang menghantar sensasi mengerihkan ditubuh.Ku tatap tangan dan kakiku menghitam bagai terkena arang. Aneh.Ponselku berdering menampilkan panggilan video dari Nando yang segera ku angkat.Aku menceritakannya diapun menasehati untuk sholat ashar yang saat itu sudah memasuki waktu sholat.Saat aku ingin memulai sholatku, terlihat dari ekor mataku sosok itu. Sosok hitam, tinggi dan besar berada di depan pintu kamarku berlari ingin menerkamku tapi seoalah tak bisa, tak sampai padaku.Desau angin membuat buluku naik ditambah keringat dingin membanjiri tubuhku, namun tetapku lanjutkan sholatku meski rasa takutku kian mencekam. Lantunan ayatpun sudah tak fokus kala ku rapalkan, namun tetap ku selesaikan sholatku.Usai sholat aku bergegas pergi kerumah nenek dari ibuku, jaraknya tak jauh sekitar 300 m saja dari rumahku. Disana aku langsung menelpon kedua orang tuaku menceritakan yang terjadi.Di jambi ada kakek yang kebetulan bisa hal seperti itu. Tak lama ibuku menelponku sambil menangis menceritakan bahwa benar ada yang jahat menggangu dengan niatan membunuhku, ia sudah 3 hari di rumahku menunggu waktu yang tepat, saat aku tertidur tadi."Jadi aku harus bagaimana?" Tanyaku penuh kekhawatiran, namun kakek dengan lantang menjawab"Maaf, kakek tidak bisa mengobati hanya bisa melihat" ucapnya diseberang sana."Kalau kakek boleh saran, sebaiknya pergi berobat ke orang karo juga sebab yang melakukan orang karo juga." TambahnyaKemudian aku bercerita ke Nando, kamipun kembali pada Bibi.Menceritakan padanya, dengan lugas ia menjawab "Sebenarnya dia sudah keterlaluan padamu. Saat ini dia membeli beguganjang untuk membunuhmu. Yang ketindihan, tanganmu hitam itu ulahnya, bekas bulunya semua." Jedanya"Jika leluhurmu tidak ada yang menjagamu, sudah pasti kamu akan tiada. Taringnya sudah menancap di nadimu, dia hanya perlu menghisap darahmu. Apabila masih selamat, kamu akan sakit terus menerus sampai menghabiskan uang tanpa sisa. Sebenarnya bukan kamu target mereka tapi orang tuamu, karena orang tuamu jauh maka kena padamu yang dekat disini." JelasnyaDan mereka ini pintar, ingat pada awal kami sudah menanam bambu?Yap. Bibi berkata awalnya melalui tanah, kemudian melalui angin."Sering mendengar bunyi berjalan atau lainnya di atap rumah?"Aku refleks mengangguk "Aku berpikir itu kucing, bi.""Saat ini mereka ada di atas bubungan rumahmu, oleh sebab itu kamu sering mendengar seperti orang berjalan di atap dan sebagainya." Bibi itu tersenyum sebelum melanjutkan "Ya sudah tidak apa, nanti kita syaratin lagi ya."Dan syukurlah setelah disaratin bibi rumahku kembali damai dan aman.Tidak berhenti disini, selang beberapa bulan ternyata aku seperti diikutin saat kerumah nenekku, dari mulai ketindihan, aktivitas mandi seperti di awasi hingga nenekku sakit.Di telinga kiriku sering berbisik,"Coba lihat ke dalam sumur" tapi di telinga kanan "Jangan lihat, ayo cepat selesaikan dan keluar"Pernah juga, mandi dilihatin hanya kepalanya saja yang kelihatan bak manusia mengintip padahal aku hanya sendiri di rumah nenek yang kebetulan ia sedang ada urusan.Bayangan hitam berlalu lalang di sampingku.Karena masih terus mengalami kejanggalam aku kembali pada bibi bersama Nando, bibi itu mengatakan"Sungguh luar biasa, mereka tidak bisa dirumahmu lagi makanya mengikutimu kerumah nenek yang akhir-akhir ini kamu lebih sering disana. Kasihan nenekmu, dia sudah tua tetapi malah jadi kena akibatnya.""Sebenarnya siapa yang tega melakukan seperti ini, bi?" Tapi bibi hanya diam, enggan menjawabnya, sudah entah berapa kali ia tidak ingin menjawabnya"Ayolah, bi. Ku mohon beritahu aku" pintaku bersikeras."Bibi tidak bisa menjawabnya karena tidak memiliki bukti nyata. Tapi baiklah, bibi beritahu cirinya saja padamu." Akunya pada akhirnyaAkupun mendengarkan dengan seksama."Ia memiliki hubungan sedarah dengan ayahmu (senina dalam bahasa karo), rumahnya di seberang rumahmu, kemudian dua orang lagi laki-laki dan perempuan usianya sekitar kurang lebih 70 tahun tetapi laki-laki inilah yang menjadi tangan kanannya karena dia yang menanam." JelasnyaMendengar itu aku jadi paham siapa mereka. Sudahlah cukup aku saja yang mengetahui ini.Bibi juga syaratin rumah nenekku seperti rumahku.Pantas saja selama ini, mereka seperti membenciku sementara aku tak pernah melakukan apapun pada mereka. Mereka bertiga juga selalu menghindar jika kami sedang bersitatap.Belum lagi aku yang selalu berbarengan dengan Nando, mereka yang melihatnya seperti kami telah melanggar norma.Padahal kami juga tahu batasan, bahkan kami selalu pulang tak lebih dari jam 10 malam.Ah hampir terlewatkan, sebelum aku kerumah bibi ataupun rumah nenek di syaratin. Saat aku tidur dirumah nenekku, ada satu kejadian aneh.Saat malam ada suara aneh seperti orang berjalan dan memukul atap beberapa kali, kala itu nenekku sedang di dapur sedangkan aku sudah lebih dulu di dalam kamar.Kebetulan kami tidur mengenakan kelambu, aku mendengar suaranya cukup jelas. Tak lama nenekku masuk, aku langsung bertanya"Nenek dengar suaranya kan?" TanyakuNenekku mengangguk, "Sudahlah tidur saja" ucapnyaTak lama ada burung hantu terbang di atas kelambu kami, berputar mengelilingi kelambu kami.Kami saling melempar pandang merasa aneh bagaimana bisa masuk, nenekku bergegas keluar mengambil spatula memukul burung tersebut. Burung dan darahnya berserakan di lantai, karena sudah tengah malam nenekku meminggirkannya untuk dibuang besok pagi.Ketika aku bangun tidur ku lihat di lantai sudah bersih, mungkin nenekku sudah membersihkannya subuh tadi.Akan tetapi saat aku keluar kamar nenekku malah bertanya, "Tadi pagi niki yang bersihkan burung tadi malam?"Tentu saja aku bingung, "Tidak, nek. Aku malah baru aja bangun"Kamipun kembali memeriksa, dan benar saja di lantai bersih tanpa sisa. Hanya di spatula tersisa sedikit bercak darah bekas pukulan. Aneh.Dan saat ini jika ditanya bagaimana kondisi keluargaku, syukurlah semua aman dan terkendali. Disana, Orang tuaku semakin harmonis, perekonomian juga semakin naik. Sakitku perlahan mulai berkurang. Tetapi aku jadi sedikit lebih peka, baik dari bisikan maupun penglihatan.------------------------------------Sengaja gak bikin end, karena emang hidupnya masih berlanjut heheKisah yang ini berbeda, bestie..Gimana? Mungkin kita bisa gak percaya tapi jika sudah mengalami pasti akan percaya. Dan ini hanya sedikit yang tercerita, belum lagi ranjangnya digoyang tengah malam saat ia tidur, dll.

Cerita Rakyat Laos
Folklore
17 Dec 2025

Cerita Rakyat Laos

Dahulu, ada dua orang sahabat. Mereka bernama Suta dan Kao Fong. Mereka berdua sama-sama cacat. Mata Kao Fong buta sedangkan kaki Suta lumpuh.Suatu hari, mereka ingin berpetualang. Kao Fong menggendong Suta yang lumpuh. Lalu, Suta yang bisa melihat menjadi penunjuk jalan.Di tengah perjalanan, mereka merasa lapar. Tiba-tiba, Suta melihat ada lubang di batang pohon. Suta mengira lubang itu sarang burung."Kao Fong, di pohon itu ada sarang burung. Kau naiklah ke sana," kata Suta.Kao Fong segera menurunkan Suta dari gendongannya. Lalu, dia naik ke atas pohon seperti yang dikatakan Suta.Setelah sampai atas, Kao Fong merogoh lubang itu. Ternyata yang dipegang Kao Fong bukan burung, melainkan seekor ular ajaib."Apakah yang aku pegang ini, Suta?" tanya Kao Fong.Suta pun terkejut melihat Kao Fong memegang ular. Tanpa diduga, ular itu menyemburkan bisanya ke mata Kao Fong.Tiba-tiba, mata Kao Fong bisa melihat. Kao Fong sangat kaget ketika melihat ular di tangannya.Kao Fong marah pada Suta. Dia mengira Suta ingin mencelakainya. Kao Fong lalu melemparkan ular itu ke arah Suta.Suta pun ketakutan dan segera berlari sangat cepat. Karena panik, tanpa disadari kini kakinya sudah tidak lumpuh lagi.Akhirnya, kedua sahabat itu berbaikan kembali. Kao Fong menyadari kalau Suta tidak pernah bermaksud mencelakainya.Mereka pun pulang dengan gembira.

Menampilkan 24 dari 228 cerita Halaman 6 dari 10
Menampilkan 24 cerita