Memory Indah
Teen
07 Feb 2026

Memory Indah

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-07T222131.118.jfif

download - 2026-02-07T222131.118.jfif

07 Feb 2026, 15:22

download - 2026-02-07T222129.601.jfif

download - 2026-02-07T222129.601.jfif

07 Feb 2026, 15:22

Salma kini tengah menangis pasrah di sebelah brankar suaminya yang sudah koma hampir tiga bulan setelah kecelakaan maut itu terjadi. Dokter mengatakan ada syaraf di otak suaminya yang rusak akibat benturan keras saat kecelakaan. Dokter juga mengatakan bahwa suaminya hingga kini hanya bertahan karena bantuan oleh alat, mereka tak bisa memastikan suaminya akan sadar atau tidak.

Walaupun nantinya sadar, suaminya bisa saja cacat, amnesia atau banyak hal buruk yang tidak pernah dokter prediksi kedepannya. Mengingat bagian kepala Rony yang terluka parah saat itu.

"Bangun yuk sayang, kamu gak kangen aku? Kasian anak kamu sayang, dia mau ketemu ayahnya hiks hiks hiks" Ucap Salma menangis

"Aku gamau ikhlasin kamu sayang, orang-orang jahat. Orang-orang maksa aku buat ikhlasin kamu dan lepas alat-alat ini. Aku gamau sayang, aku masih butuh kamu. Anak kita butuh ayahnya sayang hiks hiks. Aku ikhlas ngerawat kamu apapun keadaan kamu setelah kamu sadar nanti, asal aku gak kehilangan kamu sayang hiks hiks. Bangun yuk mas, aku rindu sama kamu" Lanjut Salma sembari menggenggam tangan suaminya

Saat Salma menangis dan mencium tangan suami nya, Salma merasakan tangan suaminya bergerak. Salma tersenyum, ia seperti melihat secercah harapan akan kesadaran suaminya pun tumbuh.

Salma memanggil dokter untuk memeriksa keadaan suaminya. Tidak lupa Salma juga menghubungi kedua orang tua suami nya agar segera ke rumah sakit.

Salma sangat bahagia, akhirnya hari ini datang juga. Hari dimana ia bisa kembali melihat suaminya membuka mata dan kembali bersamanya.

Suami Salma yang bernama Rony adalah seorang pengusaha sukses dan terkenal. Tidak jarang banyak yang iri atas kesuksesan CEO muda itu. Hingga tiba dimana Rony yang mendapatkan kabar jika Salma akan melahirkan, membuat nya panik dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.

Mobil yang di gunakan Rony ternyata sudah di sabotase seseorang yang membuat rem mobil tersebut rusak. Tepat saat berada di perempatan yang seharusnya Rony bisa berhenti, dia tidak bisa mengendalikan mobilnya hingga tertabrak sebuah truk yang juga tengah melintas di jalan yang sama.

Bagian belakang mobil Rony hancur, dan kepala Rony terluka parah. Salma yang saat itu baru saja selesai berjuang melahirkan sang buah hati dibuat histeris mendengar kabar tentang suaminya. Beruntung keluarga mereka bisa menguatkan wanita itu, hingga Salma bisa tabah dan sabar menunggu Rony yang koma selama tiga bulan ini.

"Gimana dok? Keadaan suami saya?" Tanya Salma

"Alhamdulillah Bu, ini sebuah keajaiban dari Allah untuk Pak Rony. Kondisi Pak Rony sudah membaik, bahkan setelah saya periksa Pak Rony sama sekali tak mengalami kecacatan fisik" Balas Dokter

"Alhamdulillah Ya Allah, makasih Ya Allah" Ucap Salma terharu

"Hmm namun Pak Rony sepertinya mengalami amnesia Bu. Pak Rony kehilangan sebagian memori ingatannya, setelah saya coba bicara dengan beliau. Beliau bersikap layaknya seperti anak kecil dan mengatakan bahwa dirinya berusia lima tahun" Jelas Dokter

"Berarti suami saya gak mengingat saya Dok?" Tanya Salma

"Sepertinya tidak Bu, tapi kasus amnesia seperti ini tidak terbilang buruk di bandingkan yang ingatan nya hilang total Bu. Pak Rony menyimpan sedikit memori di kepala nya dan itu jauh lebih baik. Penyembuhannya juga bisa lebih cepat asal ibu sabar dan tidak pernah memaksa untuk Pak Rony mengingat apapun itu. Pelan-pelan saja, asal Pak Rony nya nyaman"

"Jika Pak Rony mulai merasakan sakit di kepalanya lebih baik di hentikan dahulu takut nya jika di paksakan malah menanggung resiko untuk kesehatan Pak Rony Bu" Ucap Dokter

"Baik dok, terimakasih penjelasan nya" Balas Salma

Setelah dokter pergi, Salma mencoba masuk dan menemui Rony. Dia sangat merindukan sosok suaminya itu.

"Assalamualaikum" Ucap Salma

"Waalaikumsallam, kamu siapa? Ngapain masuk kamar aku? Mama aku kemana?" Ucap Rony ketakutan

"Hey, jangan takut. Aku baik kok, aku gak akan nyakitin kamu. Kamu lupa ya sama aku? Aku kan sahabat kamu" Ucap Salma dengan air mata yang mengalir

"Teman aku? Kenapa aku tidak ingat kamu? Aku juga tidak tau kamu siapa" Balas Rony

Saat Salma mencoba berbicara pada Rony, tiba-tiba Mama dan Papa Rony datang.

"Mama??? Papa??? Kalian dari mana? Ony kangen kalian" Teriak Rony

Mama dan Papanya memeluk Rony sangat erat.

"Maaf sayang, Mama Papa di rumah. Kan disini udah ada istri kamu" Ucap Mama Rony

"Istri? Apa itu istri Ma?" Tanya Rony

"Ma, Pa? Boleh Salma bicara lebih dulu sama kalian tentang kondisi mas Rony?" Tanya Salma

"Iya sayang, yuk" Balas Mama Rony

"Mamaaaa, mama mau kemana lagi? Kenapa tinggalin ony lagi sihhh" Rengek Rony

"Bentar Ron, Mama Papa diluar sebentar" Balas Papa Rony

Setelah keluar dari ruangan Rony, Salma menjelaskan kondisi Rony pada Mama dan Papa Rony. Mama Rony terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mama Rony juga memeluk Salma dengan erat. Dia tau menjadi Salma sangat lah berat. Namun dia juga bangga pada menantunya itu, dia tak pernah lelah dan selalu sabar menjaga dan merawat Rony selama ini.

"Sayang, sabar ya nak. Nanti Mama bantu kamu. Mama pasti bantu kamu" Ucap Mama Rony

"Ca, Papa juga bakalan bantu kamu sayang. Papa gak akan biarin kamu sendirian ngurus Rony. Ayah Bunda kamu menitipkan kamu pada kami sebelum mereka meninggal, dan Papa juga pastikan kamu gak akan pernah merasakan sendirian dalam keadaan apapun itu" Timpal Papa Rony

"Makasih Ma, Pa. Caca butuh banget support kalian" Balas Salma terharu

***

Kini Rony sudah sampai di rumah kediaman orang tuanya. Setelah di rawat hampir seminggu, kondisi Rony jauh lebih membaik sehingga dokter mengizinkan Rony untuk pulang.

Mama dan Papa Rony meminta Salma agar tinggal di kediaman nya lebih dulu supaya memudahkan mereka untuk membantu Salma menjaga bayi nya dan Rony sekaligus. Jika Salma tinggal di rumah baru mereka mungkin Rony juga akan kesusahan untuk beradaptasi dengan rumah itu, karena yang Rony ingat adalah rumah kediaman orang tuanya.

"Ony, sekarang Ony bobo nya sama Caca ya bukan sama Mama lagi" Ucap Mama Rony

"Kenapa Ma? Bukannya Ony biasanya bobo sama Mama ya?" Tanya Rony

"Iya, sekarang kan Ony udah gede. Caca kan sahabat sekaligus istri Ony, jadi Ony bobo nya sama Caca" Balas Mama Rony

Mereka sudah menjelaskan dengan perlahan mengenai siapa Salma pada Rony. Beruntung nya Rony bisa menerima kehadiran Salma dengan cepat, entah karena memang perasaan cinta Rony yang ada di hatinya pada Salma membuatnya sama sekali tak menolak kehadiran Caca di dekatnya. Justru seminggu ini dia sangat manja pada Salma, dia menganggap Salma sama seperti mama nya.

"Oh iya, Ony lupa. Ony kan punya Caca ya hehe" Balas Rony dengan cengirannya

"Yaudah masuk yuk Ony, kita bobo siang. Pasti ngantuk kan?" Tanya Salma

"Iya, ayo Caca juga masuk temenin Ony. Ony takut sendirian" Balas Rony

"Iya yuk" Balas Salma

"Nanti Mama anter aja Celline ke kamar kamu ya. Biar ketemu sama ayahnya" Bisik Mama Rony

"Iya ma, makasih ya ma" Balas Salma

"Ih ayo Caca, malah bisik-bisik sama Mama sih" Rengek Rony

"Iya iya, ayo masuk" Ucap Salma

Setelah masuk ke dalam kamar, Salma mengajak Rony bebersih.

"Caca tadi kan sudah mandi, kenapa mandi lagi?" Tanya Rony

"Iya Ony kan dari rumah sakit, tempatnya orang sakit. Jadi sebelum masuk ke kamar kita harus mandi lagi. Caca mandiin Ony dulu ya" Balas Salma

Rony hanya mengangguk mengikuti perintah Salma.

Dengan sabar dan telaten Salma memandikan Rony layaknya seorang bocah. Namun Salma tak sengaja malah menyusap milik Rony. Rony memang hilang ingatan dan berpikir dirinya masih kecil. Namun nafsu nya juga tidak bisa dia kendalikan ketika Salma menyentuh area sensitifnya. Rony refleks mendesah dan seketika miliknya itu berdiri dengan tegang.

"Eh? Caca lupa, tadi pagi kan Caca bilang bagian itu Ony sendiri yang harus bersihin tapi malah Caca pegang sekarang. Maaf ya, Caca lupa" Ucap Salma

"Caca itu kenapa? Rasanya aneh, badan Ony aneh Caca. Kenapa?" Ucap Rony panik

"Eh udah udah, Ony gausah panik. Sekarang Ony duduk di sini. Caca bantu bobo in punya Ony lagi yaa" Balas Salma

Salma mendudukan Rony di Closet duduk, lalu mulai membantu suaminya untuk mendapatkan pelepasan. Salma memainkan tangannya pada batang milik Rony.

"Ahh Caca gelihh Cacahh" Desah Rony

Salma tak menggubris desahan Rony. Dia semakin mempercepat gerakan tangannya lalu memasukkan milik Rony kedalam mulutnya. Menggerakan dengan cepat hingga tak terasa milik Rony pun mengeluarkan cairannya di dalam mulut Salma.

"Ahhhh" Lenguh Rony

"Udah kan? Ayo mandi lagi" Ucap Salma

"Tadi itu apa Caca? Kenapa Caca makan burung Ony?" Tanya Rony

"Itu tadi Caca bantuin Ony biar burung Ony bobo lagi. Jadi caranya harus gitu deh. Tapi enak gak?" Tanya Salma

"Enak Caca, kalo Ony mau lagi boleh?" Tanya Rony polos

"Boleh, tapi janji jangan bilang Mama Papa ya. Ini rahasia kita berdua" Ucap Salma

"Yeay, makasih Caca. Iya Ony janji, Ony gak akan bilang Mama Papa" Balas Rony

"Good boy, yuk lanjut mandi" Ucap Salma

Setelah Rony mandi, dia meminta Rony berendam lebih dulu di bathup sembari menunggu dirinya mandi. Rony hanya memandangi tubuh polos Salma saat mandi di depannya. Lalu memilih memejamkan mata sembari menikmati rendaman air hangat di dalam bathtub.

Selesai urusan mandi bersama, Salma lebih dulu memakai pakaiannya. Lalu beralih memakaikan pakaian pada Rony dan menyisir rapi rambut suaminya.

"Nah, udah cakep, udah harum. Sekarang waktunya bobo" Ucap Salma

"Ayo, Caca bobo juga" Balas Rony

"Iyaa, udah sana Ony rebahan dulu" Ucap Salma

"Tap - "

Tok tok tok

"Bentar ya, Caca buka pintu" Ucap Salma

Salma membuka pintu dan menampilkan Mama Rony yang tengah menggendong Celline.

"Ini Ca Celline, kasih ASI gih. Tadi kata sus nya, Celline terakhir minum ASI empat jam yang lalu terus bobo pules banget" Ucap Mama Rony

"Tau kali Ma, ayah nya mau dateng. Makanya dia bobo dulu, sekarang malah melek. Pengen liat ayahnya" Balas Salma sedih

"Sabar ya sayang, Mama yakin Rony pasti bakalan cepet sembuh. Kamu sabar aja ya nak" Balas Mama Rony

"Iya Ma, yaudah Caca masuk ya Ma. Makasih udah bawain Celline kesini Ma" Balas Salma

"Iya sayang, masuk gih. Ntar bayi gede kamu tantrum itu di dalem" Ucap Mama Rony

"Haha iya Ma" Balas Salma

Salma menutup kembali pintu kamarnya lalu berjalan ke arah ranjang. Rony sudah menatap nya intens sedari tadi.

"Caca itu adik bayi siapa?" Tanya Rony

"Ini adik bayi nya Caca sama Ony dong. Cantik gak?" Tanya Salma ketika sudah mendudukan dirinya di sebelah Rony

Salma menyandar pada dipan ranjang dengan Rony di sebelahnya yang ikut menyandar.

"Adik bayi nya Ony? Ony punya adik?" Tanya Rony

"Iya, ini adik Ony. Lucu gak?" Tanya Salma

Salma berpikir tidak mungkin jika mengenalkan Celline sebagai anak Rony sedangkan Rony saja berpikir dirinya masih lah anak-anak.

"Lucu Caca, cantik sekali kaya Caca" Balas Rony

"Caca cantik?" Tanya Salma

"Iya, kata Mama semua perempuan cantik. Kalo laki-laki tampan" Balas Rony

"Ony pinter" Balas Salma

"Nama adiknya siapa?" Tanya Rony

"Celline, coba cium. Pasti adiknya seneng Ony" Balas Salma

"Halo adik Celline, ini Ony. Kamu cantik sekali" Ucap Rony di akhiri mengecupi wajah Celline

"Ony, manggilnya bukan Ony dong. Tapi Ayah" Ucap Salma

"Ayah? Ayah Ony?" Tanya Rony

"Iya, Ayah Ony. Ini Ibu Caca" Balas Salma sembari menunjuk dirinya sendiri

"Hihi lucu Caca. Ini Ayah Ony, Ini Ibu Caca, Ini Adik Celline" Balas Rony terkekeh

Alhamdulillah mas, kamu bisa menerima Celline walaupun kamu hanya bisa menganggapnya adik *batin Salma

Saat Rony sibuk menciumi wajah Celline, tiba-tiba Celline menangis

"Caca adik nangis, Caca kenapa? Ony salah ya? Adik nangis gara-gara Ony ya? Hiks hiks maafin Ony Caca" Ucap Rony ikut menangis

"Hey hey, udah gaboleh nangis dong sayang. Ini Adik nangis karena haus bukan karena Ony. Udah ya, Ony gaboleh nangis. Sini di hapus air matanya. Gaboleh nangis sayang" Balas Salma sembari menghapus air mata Rony

"Adik mau minum? Ony ambilkan air ya?" Tanya Rony

"Eh, gausah sayang. Adik minum dari Caca" Balas Salma sembari membuka kancing piyama nya

Salma perlahan mengeluarkan payudara nya dan mengarahkan nipple nya pada Celline

"Caca itu adik minum apa?" Tanya Rony

"Minum ASI biar Adek sehat" Balas Salma

"Kenapa minumnya dari Caca?" Tanya Rony

"Ya karena ASI nya cuma ada di Caca" Balas Salma bingung

"Ony boleh minta ASI Caca?" Tanya Rony

"Kenapa? Ony mau?" Tanya Salma

"Kata Caca adik minum itu biar sehat. Ony juga mau sehat, biar Ony gak di suntik kaya kemarin di rumah sakit" Balas Rony

"Hahahaha iya iya boleh, tapi nanti ya gantian sama adik" Balas Salma

"Iyaa Caca" Balas Rony

Rony yang penasaran pun mencoba menoel payudara Salma menggunakan satu jarinya

"Eh kenapa?" Tanya Salma

"Ony dari tadi waktu Caca mandi penasaran sama ini. Sekarang adik juga minum ASI nya dari ini. Ini apa sih Caca?" Tanya Rony

"Ini namanya Nenen. Cuma perempuan yang punya. Dulu waktu bayi Ony juga minum ini dari Mama" Balas Salma

"Jadi sekarang Ony boleh minta ASI sama Mama?" Tanya Rony

"Eh gaboleh dong, kan sekarang udah ada Caca. Ony minta ke Caca aja yaa" Balas Salma

"Iya Caca. Tapi adik lama, Ony udah kepengen coba itu" Ucap Rony

"Ony bobo.an dulu deh, nanti kalo adek udah selesai, Caca bangunin. Ony udah ngantuk banget itu" Balas Salma

"Iya, Ony ngantuk Caca mau bobo" Balas Rony

"Yaudah bobo yaa. Sini Caca usapin kepalanya biar cepet bobo" Balas Salma

Salma mengusap kepala Rony dengan lembut. Sedang tangan satunya menopang tubuh anaknya yang sedang menyusu. Salma sangat sabar dan menikmati perannya saat ini yang tengah mengasuh kedua bayi nya secara bersamaan.

***

Saat ini Salma tengah menjemur anaknya di halaman belakang rumah.

"Ca, suami kamu gak nyariin kamu? Kalo kamu tinggal jemur Adek?" Tanya Mama Rony

"Masih tidur kok ma tadi waktu Caca tinggal ke bawah" Balas Salma

"Udah seminggu di rumah, dia ada rewel gak pas Adek tidur sama kalian?" Tanya Mama Rony

"Alhamdulillah nya gak ma, dari awal Caca ngenalin Adek ke Mas Rony. Dia malah seneng ya walaupun Mas Rony tau nya kalo Celline itu adiknya sih. Tapi gak masalah, yang penting dia sayang aja dulu sama anaknya Ma" Balas Salma

"Iya Ca, bener. Yang penting Rony Deket aja dulu sama Adek. Kasian Adek, sejak lahir belum pernah ngerasain dekat bahkan di gendong ayahnya" Ucap Mama Rony

"Iya Ma, tapi pelan-pelan nanti Caca ajarin gendong Adek ma" Balas Salma

"Hmm maaf kalo Mama tanya ini ya Ca, Mama cuma penasaran. Tiap mandi kan kamu yang mandiin Rony. Rony masih ada nafsu gak? Soalnya Mama pikir dia kan hanya gak ingat usianya dan kamu sebagai istrinya, tapi hormon dan lainnya kan gak menutupi kalo dia laki-laki dewasa" Ucap Mama Rony

"Iya Ma, tiap Caca mandiin dia. Dia masih ada nafsu kok. Kesentuh dikit aja langsung tegang. Ya akhirnya Caca bantu tiap mandi sekalian bantuin dia nuntasin itu Ma pake tangan. Dia kan masih gak ngerti masalah hubungan suami istri"

"Karena dia sendiri aja bingung sama tubuhnya sendiri dia gatau harus apa" Balas Salma

"Kamu kuat nahan sendirian Ca?" Tanya Mama Rony

"Insyaallah Caca kuat Ma, Caca cuma mau berbakti sama suami Caca tanpa berharap apa-apa sama kondisi Mas Rony yang sekarang. Mama gausah khawatir ya, Caca gapapa kok" Balas Salma

"Sabar ya nak, semoga perjuangan kamu di ganti pahala yang berlipat sama Allah" Ucap Mama Rony

"Aamiin, makasih Mama" Balas Salma

"Cacaaaaaaaaa" Teriak Rony sembari berlari ke arah Salma dan memeluknya

"Hey kenapa? Kenapa lari-lari? Nanti jatuh gimana?" Tanya Salma

"Hiks hiks Caca kenapa ninggalin Ony? Ony takut sendirian di kamar" Balas Rony terisak

"Maaf Ony, Caca kan mau jemur badan adik. Lagian ini udah pagi, Ony kenapa takut?" Tanya Salma lembut

"Iya sayang, kan ini udah pagi nak. Kenapa takut? Kan gak ada apa-apa" Timpal Mama Rony

"Ony takut ada hantu di kamar, tapi Caca malah ninggal Ony hiks hiks" Balas Rony

"Maaf ya Ony, soalnya tadi Ony masih bobo. Caca gak tega mau bangunin Ony" Balas Salma

"Anak cowo gak boleh takutan dong sayang. Masa kalah sama Caca? Caca cewek tapi dia gak penakut kaya Ony" Ledek Mama Rony

"Ishh Mamaaaa!!! Kan Ony takut, makanya Ony mau bobo sama Caca. Ony gamau Caca jauh-jauh dari Ony" Rengek Rony

"Iya iya, maafin Mama ya. Kan Caca lagi jemur Adek Celline. Tuh liat Adek Celline lagi telanjang sambil di jemur. Lucu kan hahaha" Bujuk Mama Rony

"Ih Caca, kenapa adek gak di pakein Baju Caca! Itu Adek kepanasan Caca kasian" Ucap Rony sembari menutupi punggung anaknya dengan kedua tangannya

"Hey, jangan di tutupin dong punggungnya Ony. Ini kan Adek emang di jemur, minggirin ih tangannya" Balas Salma sembari menyingkirkan tangan Rony

"Ihh Caca! Kasian Adek kepanasan! Emangnya adek baju! Pake di jemur segala" Omel Rony

"Bukan gitu konsepnya sayang. Itu Adek di jemur justru biar Adek bisa kuat. Sinar matahari pagi itu bagus untuk jemur adik bayi nak" Balas Mama Rony

"Tapi Adek gak kepanasan?" Tanya Rony

"Gak dong, kan ini belum terlalu panas juga Ony" Balas Salma

"Ony sayang sama Adek Celline?" Tanya Mama Rony

"Sayang Mama, Ony sayang sekali sama Adek Celline" Balas Rony

"Alhamdulillah kalo Ony sayang sama Adek. Mama seneng dengernya" Ucap Mama Rony terharu

Sama halnya dengan Mama Rony. Salma juga terharu mendengar jawaban Rony. Walaupun Rony tak mengenali anaknya, setidaknya Rony bisa menyayangi putri kecilnya itu.

"Adek lucu sekali sih bobo tengkurap gini hahaha. Ayah Ony mau cium, tapi Adek pasti bau matahari hahaha" Ucap Rony sembari mendudukan dirinya di depan wajah anaknya

"Ayah Ony gaboleh gitu dong, masa Adek di ledekin bau matahari. Nanti kalo adek nangis gimana?" Ucap Mama Rony

"Hehe maafin Ayah Ony ya Adek. Ayah Ony cuma bercanda kok. Adek selalu harum, ayah Ony aja suka bau nya adek" Balas Rony lalu mencium pipi gembul anaknya

Mama Rony meneteskan air matanya melihat interaksi Rony pada anaknya. Sedangkan Salma, dia sudah terbiasa melihat Rony berinteraksi dengan Celline namun ia juga tetap senang melihat Rony sangat menyayangi Celline.

***

Selesai menidurkan Celline, Salma menemui Rony yang sedari menatapnya dengan muka yang cemberut

"Kenapa? Kok cemberut gitu?" Tanya Salma

"Dari tadi Caca sibuk sama Adek. Ony gak di ajak main" Balas Rony

"Utututu ngambek ceritanya nih? Maaf ya Ony sayang, kan tadi Adeknya rewel. Jadi Caca harus nidurin Adek dulu" Ucap Salma

"Tau ah, Caca nakal" Balas Rony

"Maaf, Caca minta maaf yaa sayang. Ony gamau maafin Caca?" Tanya Salma memelas

"Mau, tapi ada syaratnya" Balas Rony

"Kok pake syarat segala sih? Diajarin siapa pake syarat-syarat gini?" Tanya Salma

"Diajarin Caca kan? Caca tiap Ony minta ini itu pasti ada syarat nya. Jadi kali ini Ony juga mau maafin Caca tapi ada syaratnya" Balas Rony

Nah di tiru kan Ama bocah gede lu Ca *batin Salma

"Yaudah deh, apa syaratnya?" Tanya Salma

"Beliin robot Transformer yang baru Ca. Punya Ony udah rusak robotnya. Beliin yayayaya" Rengek Rony

"Ony baru Minggu lalu beli, masak mau beli lagi" Balas Salma

"Mau warna dan bentuk lain Cacaa" Rengek Rony

"Ck Yaudah Caca beliin, tapi cium Caca dulu" Balas Salma

"Yeayyy, makasih Caca. Ony sayang Caca" Balas Rony lalu mengecup pipi Salma berkali-kali

"Hahaha seneng banget sih? Pengen banget ya beli robot baru?" Tanya Salma

"Iya, tadi pas liat di TV ada yang terbaru Caca. Ony mau itu" Balas Rony

"Yaudah, nanti kita jalan-jalan ke mall yuk sekalian ajak Adek juga. Mau kan?" Tanya Salma

"Yeayyy mau mau. Jalan-jalan sama Adek jugaa yeayyy" Ucap Rony

"Sutss jangan berisik, Adek baru bobo. Ayo Ony bobo juga, udah siang ini" Balas Salma

"Iya tapi janji nanti sore jalan-jalan ya Ca" Ucap Rony

"Iya iya, udah ayo bobo" Balas Salma

"Nen nya mana Ca" Ucap Rony

"Oh iya lupa, sini baring" Balas Salma lalu mengeluarkan payudara nya

Rony mulai mendekat dan menyesap Nipple Salma.

"Udah bobo, ngapain mainin nen nya" Omel Salma merasa tangan Rony menepuk-nepuk payudaranya

"Belum ngantuk Caca" Balas Rony melepas nipple Salma

"Ck Yaudah kalo gak bobo, gak ada jalan-jalan" Ancam Salma

"Ihh Caca jangan gitu. Iya Ony bobo, usapin kepalanya biar ngantuk" Balas Rony lalu kembali menyesap Nipple nya

Salma tersenyum gemas dengan suaminya yang mulai menutup matanya itu. Salma juga masih terus mengusap lembut kepala Rony lalu mengecup keningnya. Salma sangat mencintai Rony, dia ikhlas jika harus merawat Rony walau entah kapan suaminya ini akan sembuh dan mengingat semuanya.

***

Sesuai janjinya, kini Salma, Rony dan Celline yang berada di stroller pergi ke salah satu Mall di Jakarta. Awalnya Mama Rony ragu untuk mengizinkan Salma pergi seorang diri bersama Celline dan Rony yang kondisinya masih belum stabil. Namun Salma meyakinkan mertuanya bahwa dirinya pasti bisa melakukannya.

Rony mendorong Stoller anaknya dengan perlahan sesuai arahan Salma, sedang Salma berjalan tepat di samping Rony. Semua orang yang melihat nya pasti tak akan menyangka jika Rony tengah mengalami amnesia yang membuatnya berkelakuan seperti anak kecil.

"Caca itu toko nya, ayo cepet Caca" Ucap Rony

"Hey, pelan-pelan aja sayang. Toko nya gak akan tutup. Kalo Ony cepet-cepet kasian Adek, Adek pusing di stroller" Balas Salma

"Hah? Adek pusing? Yaampun, Adek maafin Ayah Ony ya. Ayah Ony bikin Adek pusing ya? Maaf ya" Ucap Rony yang kini sudah berjongkok di depan stroller

"Eh eh, gak sayang. Kan dari tadi Ony pinter, dorong nya pelan-pelan. Kalo pelan-pelan Adek gak akan pusing, tapi kalo Ony nya bawa strollernya cepet baru Adek pusing" Balas Salma

"Oh gitu, yaudah Ony gak bawa cepet-cepet lagi. Ony gamau Adek pusing" Ucap Rony

"Pinternya suami Caca" Balas Salma lalu mencium pipi Rony

"Ish Caca, kenapa cium-cium? Ony malu Caca" Balas Rony dengan muka memerah

"Hahahahaha lucu banget muka nya merah. Kenapa emangnya kok malu?" Tanya Salma terkekeh

"Kan disini banyak orang Caca, Ony malu" Balas Rony

"Hahahaha gapapa, orang gak akan liat. Yaudah yuk, masuk ke toko nya" Ucap Salma

Mata Rony berbinar kala melihat robot Transformer berjejer rapi di depannya. Rony langsung memilih beberapa mainan yang ia sukai. Setelahnya dia baru mencari mainan untuk anak perempuan.

"Ngapain kok ngambil boneka? Ony mau main boneka?" Tanya Salma

"Ih bukan Caca, ini buat adek. Beliin yaa, kasian Adek gak punya mainan. Ony mau beliin ini buat adek" Balas Rony

Mas, walaupun kamu gak inget aku dan Celline. Tapi feeling mu sebagai seorang ayah emang gak pernah ilang mas. Kamu selalu memikirkan Celline apapun keadaannya *batin Salma

Salma terharu karena Rony selalu mengingat Celline tentang apapun itu. Rony bahkan selalu mendahulukan Celline dibandingkan keinginan dia. Dia selalu mengalah walau kadang timbul rasa cemburu pada Celline karena lebih sering dekat dengan Salma dibanding dirinya.

"Iya boleh, mau cari apa lagi? Udah itu aja?" Tanya Salma

"Udah Caca, ini aja. Yuk bayar terus mam ya, Ony laper" Balas Rony

"Iya yuk" Ajak Salma

Salma dan Rony pun masuk ke dalam resto yang berada di dalam Mall.

"Ony jagain Adek dulu ya, biar Caca yang antri pesen makanan. Ony mau mam apa?" Tanya Salma

"Mau nasi goreng aja Caca, minum nya Es jeruk ya" Balas Ony

"Oke, Caca antri tapi inget Adeknya di jagain. Kalo Adek nangis itu susunya di tas Adek ya" Balas Salma

"Iya Caca" Balas Rony

Salma berlalu dan mulai mengantri di kasir untuk memesan makanan. Sedangkan Rony menjaga Celline dan sesekali mencium dan memainkan pipi gembul Celline.

Namun perhatian Rony justru beralih menatap Salma yang terlihat tengah berbincang dengan seorang pria di antrian itu. Entah mengapa perasaan Rony sangat kesal melihat Salma berbincang dengan pria lain. Rasanya ingin sekali dia menangis disana karena kesal dan marah pada Salma.

Rony bergegas membawa belanjaan dan stroller Celline pergi dari restoran itu tanpa memberitahu Salma. Beruntungnya Salma sempat melihat kepergian Rony dan segera mengejarnya.

"Ony, Ony mau kemana sayang?" Teriak Salma

Rony tak menggubris, dia sudah meneteskan air mata namun langsung ia hapus sebelum orang lain melihatnya. Rony berjalan sangat cepat sembari mendorong stroller Celline.

Hingga Salma pun berhasil menyusul langkah Rony.

"Ony jangan cepet-cepet kasian Adek, nanti adek pusing" Ucap Salma

Rony baru teringat dan akhirnya memelankan langkahnya

"Kenapa pergi? Katanya laper pen mam? Gak suka ya sama restoran nya?" Tanya Salma lembut

Rony masih saja tak menjawab dan membuat Salma menghembuskan nafasnya kasar.

Singkat cerita mereka sudah sampai di halaman rumah Rony. Rony langsung saja keluar dari mobil dan membanting pintu mobil meninggalkan Salma.

"Sabar ya Mbak, mungkin Mas Rony lagi capek aja"

"Sini saya bantu mbak" Ucap Supir Rony

"Iya pak, makasih. Tolong di keluarin stroller Adek aja ya pak" Balas Salma

"Baik mbak" Balas supir

Salma pun masuk ke dalam rumah dan menyusul Rony ke kamarnya.

"Hey kenapa? Marah sama Caca ya?" Tanya Salma sembari mengusap lembut pundak Rony

Namun Rony menepis tangan Salma dan duduk membelakangi Salma.

"Caca minta maaf ya kalo Caca salah, Caca minta maaf udah bikin Ony kesel. Maafin Caca ya sayang" Ucap Salma lembut

Rony masih tetap diam tanpa menoleh ke arah Salma.

"Yaudah, Caca keluar dulu ya. Ony gak nyaman ya Caca disini. Caca tunggu di luar aja ya" Ucap Salma lembut

Namun baru saja Salma berdiri dari duduknya. Tangis Rony langsung pecah.

"Caca nakal hiks hiks, Ony marah sama Caca! Caca nakal hiks hiks" Ucap Rony terisak

"Caca nakal kenapa? Hmm? Mainannya ada yang kurang? Atau apa?" Tanya Salma bingung

"Caca nakal hiks hiks, Caca tinggalin Ony dan punya temen baru hiks hiks. Ony gak suka liat Caca sama temen baru Caca! Caca kan temen Ony hiks hiks" Balas Rony

Salma semakin bingung dengan ucapan Rony. Salma mencoba memeluk Rony yang beberapa kali memberontak namun akhirnya luluh dan memeluk balik tubuh Salma.

"Caca kan emang temen Ony, Caca gak punya temen baru kok" Balas Salma

"Bohong! Caca bohong! Hiks hiks. Ony liat tadi di restoran Caca bicara sama temen Caca laki-laki hiks hiks. Ony gak suka liat Caca punya temen lain hiks hiks. Temen Caca itu cuma Ony. Caca nakal tinggalin Ony hiks hiks" Balas Rony terisak

Oh cemburu ini ceritanya? Hahaha gemes banget sih mas. Amnesia aja masih bisa cemburu. Dasar posesif *batin Salma

"Yaampun Ony, tadi mas itu cuma tanya-tanya doang sama Caca. Bukan temen baru Caca itu, temen Caca kan cuma Ony seorang" Balas Salma

"Gak! Bohong!! Caca bohong hiks hiks. Caca cari teman lain selain Ony. Caca gak suka kan temenan sama Ony hiks hiks hiks" Ucap Rony terisak di pelukan Salma

"Astaghfirullah, gak Ony sayang. Caca kan sayang nya sama Ony, mau nya cuma sama Ony gamau sama yang lain. Tadi beneran cuma orang nanya doang, Caca gak kenal sama orang itu" Balas Salma

"Hiks hiks beneran? Caca gak bohongin Ony?" Tanya Rony menatap ke arah Salma

Salma melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Rony.

"Beneran sayang, Caca cuma sayang dan cinta sama Ony. Caca cuma mau sama Ony dan Adek Celline aja" Balas Salma

"Ony juga sayang sama Caca. Ony gamau Caca punya temen lain. Kalo sama Adek Celline gapapa, tapi kalo sama yang lain No No Caca. Ony gak suka" Ucap Rony

"Hahaha gemes banget sih hmm" Balas Salma lalu mengecupi seluruh wajah Rony

Sampai di bibirnya, Salma melumat bibir Rony lumayan lama. Rony hanya diam karena ia tidak tau harus berbuat apa. Namun tak bisa di bohongi, jantungnya berdegup kencang saat Salma melumat bibirnya.

"Ony gamau bales ciuman Caca?" Tanya Salma

"Memang nya gimana balesnya?" Tanya Rony

"Ony ikutin yang Caca lakuin tadi, Ony buka mulut Ony terus tiru apa yang Caca lakuin sama Ony" Balas Salma

"Iya Caca" Balas Rony

Salma mulai mencium kembali bibir Rony, tak disangka kali ini Rony justru lebih dulu melumat bibir Salma. Salma yang mendapatkan akses masuk ke dalam mulut Rony pun langsung menerobos dan bermain bersama lidah Rony. Benar hanya memori nya yang hilang sebagai laki-laki dewasa, namun nalurinya pun masih tetap sama. Kini Rony yang semakin bersemangat bersilat lidah bersama istrinya.

Salma tersenyum di tengah ciumannya bersama Rony. Salma benar-benar merindukan sosok suaminya yang romantis dan selalu memberikan ciuman serta sentuhan hangat untuknya. Salma menarik tangan Rony untuk meremas payudaranya, entah mengapa malam ini rasanya Salma sangat ingin di sentuh oleh Rony.

Salma terus membimbing tangan Rony agar tetap meremas payudara nya dengan bibir yang masih bertaut. Hingga Rony tiba-tiba meremas payudara Salma dengan kencang membuat Salma sedikit tersentak dan melepaskan ciumannya.

"Awss sakit Ony" Ucap Salma

"Huh huh huh, Cacaaaa ihhh Onyy gabisa napasssss Cacaaaa" Rengek Rony

"Hahaha maaf ya sayang, abisnya Caca kangen sama bibir Ony. Maaf ya" Balas Salma

"Kenapa kangen bibir Ony?" Tanya Rony

"Ya bibir Ony lucu, gemesin, manis lagi" Balas Salma

"Bibir Caca juga manis rasa strawberry. Caca habis makan strawberry ya? Kok Ony gak di kasih?" Tanya Rony

"Gak dong sayang, Caca gak makan strawberry sama sekali. Ya emang rasanya strawberry aja bibir Caca. Ony suka?" Tanya Salma

"Suka, tapi gak suka ciumannya. Ony gak bisa napas terus bikin burung Ony bangun lagi tuh liat" Ucap Rony melirik ke arah miliknya

"Hahahaha Ony lucu banget sih. Itu tadi wajar sayang, kan Ony temen sekaligus suami Caca. Masa gak suka cium istrinya sendiri? Hmm?" Goda Salma

"Ony suka cium Caca, tapi Ony gak bisa napas Cacaaa" Rengek Rony

"Itu karena kelamaan aja tadi, kalo gak kelamaan ya tetep bisa napas kok sayang" Balas Salma

"Oh gitu ya? Ony gatau Caca" Balas Rony

"Tapi Ony jago tadi bales ciuman Caca, Ony pinter" Ucap Salma

"Iya Ca? Ony pinter? Ony jago?" Tanya Rony semangat

"Jago, jago banget hahaha" Balas Salma

"Yeayy, Ony jago. Ayo lagi Caca, Ony kan jagoo" Ucap Rony

"Nanti lagi ya, sekarang bersih-bersih dulu terus bobo. Kan udah malem, yukk" Ajak Salma

"Mau ciuman lagi Caca, kan kata Caca Ony jagoo" Balas Rony

"Iya nanti yaa, bersih-bersih dulu ayo" Ajak Salma

"Huft, yaudah" Balas Rony cemberut

"Jangan cemberut, kan sekalian Caca bantuin bobo in itu yang di bawah. Katanya tadi bangun" Goda Salma

"Oh iya, ayo Caca bantuin Ony ya" Balas Rony semangat

"Hahaha dasar, meskipun lupa ingatan. Mesumnya masih sama" Lirih Salma

***

Tidur Rony terusik kala mendengar tangisan dari Celline yang tidak berhenti dari tadi. Rony membuka mata dan menghampiri Salma.

"Adek kenapa sih Ca? Ony ngantuk, Adek nangis teruss" Rengek Rony

"Maaf ya, Adek kaya nya sakit. Badannya anget, Ony bobo kamar lain aja ya biar gak keganggu bobonya" Balas Salma

"Adek sakit Ca? Kasian Adek" Balas Rony lalu mengusap kening Celline dan mencium pipi nya

"Adek jangan sakit, kasian Caca. Adek cepet sembuh ya" Ucap Rony

"Makasih ayah Ony, sekarang ayah Ony bobo kamar lain aja ya. Biar gak keganggu bobo nya" Balas Salma

"Gamau Caca, mau bobo sama Caca" Rengek Rony

"Caca gabisa bobo dulu, Adek kan masih mau di gendong Ony" Balas Salma

"Kasih Nen aja, biasanya Adek bobo kalo kasih Nen" Balas Rony

"Dari tadi udah Caca kasih Nen, tapi gamau si Adek" Balas Salma

"Adek bobo dong, Ayah Ony ngantuk. Jangan nangis terus adekkk" Rengek Rony

Sejujurnya Salma benar-benar pusing dan lelah. Celline dan Rony sama-sama rewel, Salma rasanya ingin sekali menangis.

"Ony, bobo di kamar luar ya kalo ngantuk. Adek masih rewel, Ony gak akan bisa bobo kalo disini" Ucap Salma lembut

"Adek aja yang keluar! Caca sama Ony disini! Ony ngantuk Cacaaa, Ony mau boboooo. Adek bobo di kamar lain ajaaa" Rengek Rony

"Ya gabisa gitu dong Ony, Adek kan masih bayi masa di tinggal sendirian. Adek juga lagi sakit, ayo dong ngerti yaa. Bobo di luar dulu ya kalo emang keganggu" Balas Salma mulai kesal

"Gamau! Ony takut bobo sendiri! Ony mau bobo sama Caca! Adek aja yang bobo sendiri!" Ucap Rony kesal

"Ony, Ony kan laki-laki. Ony harus berani dong, sampe kapan Ony jadi penakut? Adek gabisa bobo sendiri sayang, Adek masih bayi. Nanti kalo adek jatuh gimana? Ony gak kasian sama Adek? Adek lagi sakit gini?" Tanya Salma

"Ony kasian, tapi Ony kesel Adek nangis terus! Ony ngantuk! Ony mau bobo sama Caca tapi Adek berisik! Ony kesel sama Adek!!" Teriak Rony

"Ron! Tolong ngerti dong! Ini anak kamu lagi sakit! Please aku juga capek! Aku capek! Adek rewel, kamu rewel! Aku capek Rony!! Aku capekkk" Bentak Salma lalu menangis

Rony seketika menjadi takut melihat Salma membentaknya. Rony juga sedih kala melihat Salma menangis. Rony berlari keluar kamar dan membanting pintu kamar. Dia masuk ke dalam kamar orang tuanya dan mengadu pada orang tuanya.

Mama dan Papa Rony masuk ke dalam kamar Rony dan melihat Salma tengah duduk di lantai memeluk kedua kakinya sembari menunduk dan menangis. Sedangkan Celline berada di tengah kasur dengan kondisi yang masih menangis.

"Ya Allah Caca" Ucap Mama Rony menghampiri Salma

Papa Rony mengambil lalu menggendong Celline.

"Kenapa sayang? Hmm? Kenapa nak?" Tanya Mama Rony sembari memeluk Salma

"Hiks hiks Caca capek Ma. Caca capek"

"Celline sakit dia rewel, Mas Rony juga rewel karena ngantuk. Dia bilang kesel sama anaknya karena dari tadi Celline nangis dan ganggu tidurnya. Caca pusing, Caca capek. Caca gak sengaja bentak Mas Rony ma hiks hiks" Balas Salma

"Ya Allah, maafin anak Mama ya nak. Mama paham, kamu pasti capek banget ya sayang. Maafin Rony ya nak" Ucap Mama Rony

"Ca, udah ya. Biar Papa nanti yang coba ngomong sama Rony. Kamu capek ya nak, biar Rony sama Celline Mama Papa ya yang ngurus. Kamu istirahat aja nak, Papa tau kamu pasti capek banget" Timpal Papa Rony

"Iya nak, Papa bener. Biar Celline dan Rony jadi urusan Mama ya. Kamu istirahat aja sayang" Ucap Mama Rony

"Hiks hiks, gausah Ma, Pa. Caca juga gak bakalan bisa istirahat kalo anak Caca lagi sakit gini"

"Caca titip Mas Rony aja ya Ma, Pa. Biar Celline sama Caca gapapa kok" Balas Salma berusaha tegar

"Beneran sayang? Biar Mama temenin disini ya jagain Celline. Biar Papa yang sama Rony" Ucap Mama Rony

"Gausah Ma, Caca bisa kok sendiri jagain Celline" Balas Salma

"Yaudah, Mama Papa balik ke kamar ya. Rony kaya nya tidur disana. Dia tadi nangis-nangis masuk kamar dan bilang di marahin kamu. Mama Papa bingung, tumben banget kamu marah mangkanya langsung kesini. Ternyata bener, keadaan kamu lagi gak baik-baik aja"

"Kalo capek atau apapun itu jangan di Pendem sayang. Ada Mama Papa yang siap bantu dan dengerin semua keluh kesah kamu sebagai pengganti Rony sementara. Jangan di Pendem sendiri ya nak" Ucap Mama Rony

"Iya Ma, makasih. Pa makasih ya. Caca titip Rony dulu" Balas Salma

"Iya sayang, ayo Mama bantu ngobatin Celline dulu. Baru Mama bisa tenang balik ke kamar" Balas Mama Rony

Salma mencoba mengobati Celline dengan penurun demam dibantu oleh Mama Rony. Baru setelahnya Mama dan Papa Rony keluar dan meninggalkan Salma dengan Celline. Tak berapa lama, Celline pun tertidur setelah Salma menyusui nya.

"Cepet sembuh ya Adek, maaf kalo tadi ayah bilang kesel sama Adek. Ayah sayang kok sama Adek, tapi ayah lagi sakit dan gak inget siapa Adek sebenernya. Maafin ayah ya sayang" Ucap Salma mengusap lembut kepala Celline

***

Sudah dua hari, Rony tak ingin berbicara pada Salma. Rony juga tak ingin bertemu dengan Salma. Mama Papa Rony sudah berusaha membujuk Rony tapi Rony tetap marah pada Salma.

"Ony, sampe kapan mau marah sama Caca? Caca minta maaf ya, Caca malam itu udah bentak Ony. Maafin Caca ya sayang" Bujuk Salma

Saat ini Salma tengah berada di kamar Mama dan Papa Rony menemui suaminya. Sudah dua hari ini, Rony memilih tidur bersama Mama nya dan Papa nya yang terpaksa mengungsi di kamar tamu karena Rony marah pada Salma.

Hari ini Mama nya berencana membawa Celline ke kantor Papanya agar Salma bisa memanfaatkan waktu untuk berbaikan dengan suaminya. Selama Rony sakit, memang Papa nya lah yang menggantikan Rony di perusahaan. Jadi Mama Rony memiliki alasan untuk meninggalkan Rony bersama Salma di rumah untuk mengantarkan makan siang pada Papanya.

"Gamau! Caca jahat! Caca gak sayang Ony! Caca marahin Ony" Ucap Rony kesal

"Caca gak sengaja, malam itu Caca panik karena Adek sakit. Maafin Caca ya Ony, Caca janji Caca gak akan bentak-bentak Ony lagi" Balas Salma

"Gamau! Ony gamau temenan lagi sama Caca! Caca Nakal! Caca jahat sama Ony!" Balas Rony

"Hiks hiks maafin Caca Ony, Caca kesepian dua hari ini Ony tinggalin Caca dan gamau ngomong sama Caca hiks hiks. Adek juga kangen sama Ony, tapi Ony gamau nemuin Adek juga hiks hiks. Caca kangen bobo meluk Ony, tapi Ony malah bobo sama Mama hiks hiks" Ucap Salma terisak

Rony menoleh dan melihat Salma yang tengah menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hati Rony ikut sedih melihat Salma menangis. Dia tidak tega jika Salma menangis seperti itu.

Rony mendekat dan mencoba membuka kedua tangan Salma.

"Caca jangan nangis, Ony gak suka liat Caca nangis. Ony ikut sedih Caca" Ucap Rony dengan mata yang sudah berkaca-kaca

"Hiks hiks Ony kan gamau maafin Caca, Ony gamau temenan lagi sama Caca. Gimana Caca gak sedih" Balas Salma terisak

"Hiks hiks gak Caca, Ony bohong. Ony masih mau temenan sama Caca hiks hiks. Jangan nangis Caca, Ony ikutan nangis hiks hiks" Balas Rony menangis

"Loh, Ony jangan ikut nangis. Maafin Caca ya, Caca udah bikin Ony nangis. Ini Caca udah gak nangis lagi kan. Udah ya Ony jangan nangis yaa" Ucap Salma menghapus air matanya lalu menghapus air mata Rony

"Caca jangan nangis lagi, nanti Ony ikutan nangis" Balas Rony

"Ya Ony gamau temenan sama Caca. Gimana Caca gak nangis coba" Balas Salma

"Gak Caca, Ony mau temenan sama Caca kok. Ony juga mau bobo sama Caca lagi, Ony udah gak marah sama Caca. Jadi Caca jangan nangis lagi ya" Balas Rony

"Beneran?" Tanya Salma

"Beneran Caca, Ony gak bohong" Balas Rony

"Yaudah ayo bobo siang di kamar Ony, jangan di kamar Mama" Balas Salma

"Iya ayo, sambil nen ya" Balas Ony

"Kangen ya, gak nen dua hari?" Tanya Salma

"Iya, mau nen sama Mama tapi kata Caca gaboleh" Balas Rony

"Iya lah gaboleh, kalo mau Nen ya sama Caca gaboleh sama Mama" Balas Salma

"Iya Caca, Ony inget kok makanya Ony gak minta nen ke Mama. Sekarang kan kita udah baikkan, jadi Ony mau nen ya" Ucap Rony

"Iya, sambil bobo siang ya" Balas Salma

"Iya Caca"

"Oh iya, Adek kemana Caca?" Tanya Rony

"Adek ikut Mama ke kantor Papa. Kenapa?" Tanya Salma

"Ony mau baikkan juga sama Adek, Ony kangen gak ketemu Adek dua hari" Balas Rony

"Nanti yaa, setelah Adek pulang. Adek juga kangen banget sama Ayah Ony nya. Dia sedih dua hari gak di temuin sama Ayah Ony" Ucap Salma

"Iya kah? Adek kangen sama Ony?" Tanya Rony

"Iya sayang, Adek kangen sama Ony" Balas Salma

"Adek udah sembuh? Gak nangis lagi?" Tanya Rony

"Udah kok, adek udah sembuh. Gak rewel lagi" Balas Salma

"Yeay, bisa bobo bertiga lagi" Balas Rony

"Iya, akhirnya ya bobo bertiga lagi" Ucap Salma

"Udah yuk ke kamar" Ajak Salma

"Ayo Ca" Balas Rony

***

Hari berganti hari, hingga bulan berganti bulan. Kondisi Rony masih belum ada peningkatan. Selama hampir empat bulan Salma tak pernah menyerah mencoba mengembalikan memori ingatan Rony namun jika kepala Rony terasa sakit dia pun menghentikannya.

"Caca, Caca lagi ngapain?" Tanya Rony

"Eh sayangku udah bangun. Sini, Caca lagi liat album foto" Balas Salma

Rony beranjak dari kasur dan menemui Salma di balkon kamarnya

"Caca lagi liat foto ya?" Tanya Rony

"Iya, foto pernikahan kita Ony" Balas Salma

"Pernikahan?" Tanya Rony bingung

"Iya, ini liat. Ini pas Ony nikahin Caca. Ony ganteng banget ya pake baju putih gini" Balas Salma menunjukkan foto akad nikah mereka

"Nikah itu apa Caca?" Tanya Rony

"Nikah itu ketika laki-laki dan perempuan yang saling mencintai menjadi satu di hubungan yang halal karena Allah. Seperti Ony yang sayang sama Caca dan Caca yang sayang sama Ony terus kita sekarang jadi satu. Kita bisa bobo bareng, ngapa-ngapain bareng" Balas Salma

"Jadi ini waktu Ony nikah sama Caca?" Tanya Rony

"Iya, ini Ayah Bunda Caca. Mereka sudah meninggal setahun setelah kita menikah Ony" Balas Salma sembari menunjukkan foto pernikahan mereka

"Jadi Ayah Bunda Caca sudah di surga?" Tanya Rony

"Iya, tapi sekarang kan Caca punya Mama, Papa, Ony dan Adek. Jadi Caca gak kesepian" Balas Salma

"Adek kok gak ada di foto ini?" Tanya Rony

"Ony, Adek itu ada setelah kita menikah. Bahkan kita sempat menunggu lama untuk Adek hadir di keluarga kecil kita. Setelah hampir dua tahun kita menikah, Caca baru hamil adek. Dan naas nya pas adek lahir kamu malah kecelakaan dan koma berbulan-bulan Ony" Ucap Salma dengan deraian air mata

Rony menatap foto pernikahan mereka sembari mendengar cerita dari Salma. Tiba-tiba kepalanya terasa sakit namun tak seberapa. Rony masih mencoba mendengarkan cerita dari Salma.

"Dulu Ony selalu manjain Caca waktu Caca hamil. Ony bahkan rela harus libur kerja karena Caca ngidam makan ayam betutu langsung di Bali. Caca juga pernah minta Ony beli bakso jam tiga pagi karena Caca ngidam. Semua Ony turutin kemauan Caca, karena Ony takut anak Ony ileran. Sekarang anak Ony udah lahir, dia cantik dan gak ileran Ony. Dia cantik banget, Ony bahkan sayang sama Adek kan" Ujar Salma terisak

"Caca berharap Ony bisa segera ingat ya semua memori-memori indah kita berdua. Memori dimana kita bener-bener bahagia jadi pasangan suami istri, karena sekarang keluarga kita makin lengkap setelah ada Celline Ony. Celline yang selalu kamu harapkan selama ini sayang" Lanjut Salma

Kepala Rony semakin sakit mendengar semua ucapan Salma. Rasanya kepalanya ingin sekali pecah dan meledak saat ini.

"Arghhhh Cacaaa, kepala Ony sakittt ahhhhhhh" Teriak Rony

"Mas? Mas kenapa? Kita ke rumah sakit ya mas. Maafin Caca mas, pasti kamu tersiksa ya Caca paksa kamu inget semuanya. Maaf mas" Ucap Salma panik

Singkat cerita, kini Salma dan kedua orang tua Rony tengah berada di Rumah sakit. Pasalnya setelah mengeluh sakit kepala hebat, tiba-tiba Rony tak sadarkan diri.

Selesai di periksa dokter, Rony di pindahkan ke ruang rawat inap karena Dokter masih harus mengobservasi keadaan Rony yang masih belum sadarkan diri.

Mama, Papa, Salma dan Celline sudah berada di dalam ruangan Rony. Berkali-kali orang tua Rony meminta Salma pulang karena merasa kasian dengan Celline. Namun Salma bersih keras menolak dan ingin menemani suaminya di rumah sakit.

Beruntung Mama dan Papa nya memesan ruangan yang terdapat satu kamar di dalamnya. Agar menantu dan cucu nya bisa beristirahat dengan nyaman disana.

Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya Rony mulai menampakkan kesadaran nya. Perlahan Rony membuka mata dan melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa dekat brankar.

"Ma, Pa" Sapa Rony

"Alhamdulillah sayang, akhirnya kamu bangun juga. Gimana nak? Apanya yang sakit? Hmm?" Tanya Mama Rony

"Kepala Rony sakit Ma" Balas Rony

"Rony? Kamu udah inget Ron?" Tanya Papa Rony

"Inget Pa, ini Papa Mama kan? Kenapa Rony harus lupa" Balas Rony

"Alhamdulillah nak, Ya Allah Alhamdulillah, akhirnya kamu inget sayang. Caca pasti seneng kamu udah kembali inget semuanya" Balas Mama Rony

"Caca? Dimana istri Rony ma? Istri Rony baik-baik aja kan?"

"Awsss kepala Rony sakit banget Ma" Rintih Rony

"Papa Panggilin dokter sebentar" Ucap Papa Rony lalu menekan tombol di ruangannya

"Sayang, Caca ada di kamar. Dia lagi istirahat sama anak kamu. Biarin dia istirahat dulu ya. Dari tadi dia nangis dan nungguin kamu disini, kasian Caca dan anak kamu" ucap Mama Rony

"Ma, anak Rony sehat kan ma? Awss" Rintih Rony

"Udah jangan banyak ngomong dulu Ron, tunggu dokter ya" Ucap Papa Rony

Setelah dokter memeriksa Rony dan memberikan obat padanya. Perlahan kondisi Rony mulai membaik dan nyeri di kepala nya pun mulai menghilang.

Rony yang mendesak sang Mama untuk memberitahu kabar tentang anaknya. Membuat Mama Rony pun akhirnya menceritakan semuanya, mengenai kondisinya selama beberapa bulan ini. Bagaimana sabarnya Salma mengurus dirinya dan juga anaknya. Bagaimana usaha Salma mengembalikan ingatannya dan bagaimana perjuangan Salma mengasuh putrinya sendiri tanpa bantuan dari Rony sedikit pun.

Rony merasa sedih dan bersalah mendengar semua cerita Mama nya. Perjuangan istrinya selama ini begitu besar untuknya. Tak terasa air mata Rony menetes mendengar perjuangan Salma merawatnya dan juga putrinya beberapa bulan ini. Hingga mungkin efek obat yang diberikan oleh dokter, membuat Rony kembali menutup matanya karena ia tertidur.

"Ma, Pa. Gantian gih, Mama Papa yang istirahat di kamar ya nemenin Celline. Biar Caca yang disini jagain Mas Rony" Ucap Salma

"Gausah sayang, kamu aja ya istirahat" Balas Mama Rony

"Ma, Pa. Tolong lah yaa, Mama Papa juga capek. Caca gamau liat Mama Papa ikutan sakit karena kecapekan. Caca udah puas tidur dari tadi. Sekarang gantian kalian yaa, ayoo kasian Celline di dalem sendirian" Ucap Salma

"Yaudah, Papa Mama istirahat dulu ya Ca" Balas Papa Rony

"Iya Pa, selamat istirahat Mama Papa" Ucap Salma

Salma memilih duduk di kursi dekat brankar Rony. Lalu menggenggam erat tangan laki-laki yang sangat ia cintai itu.

"Bangun yuk sayang, maafin aku ya kalo aku maksa kamu inget semuanya. Aku janji, aku gak akan maksa-maksa kamu lagi sayang. Aku takut banget pas kamu kesakitan kaya kemarin"

"Kamu capek ya karena aku paksa inget semuanya, maaf ya. Gapapa deh kalo mau bobo, tapi jangan lama-lama ya sayang. Aku kangen hiks hiks, Celline juga kangen sama ayah Ony nya. Mas, aku janji aku gak akan Bentak kamu lagi kalo kamu lagi rewel mas. Maafin aku mas hiks hiks"

"Aku cinta banget sama kamu mas, aku gamau kehilangan kamu. Cepet bangun ya mas, kita main robot lagi ya kita beli robot Transformer yang terbaru. Jalan-jalan ke mall bertiga lagi, Bobo bertiga lagi, nanti Ayah Ony gantian nen nya sama Celline lagi ya hiks hiks. Ayo mas, pulang ya hiks hiks cepet bangun. Aku kangen sama kamu mas hiks hiks" Ucap Salma menangis sembari mencium tangan Rony

"Ony juga kangen sama Caca" Balas Rony

Salma mendongak dan menatap Rony yang tengah menatap dirinya. Salma tersenyum lalu bangkit dari kursinya mengecup kening Rony dan mengusap pipi suaminya.

"Mas eh maksud Caca Ony. Ony udah bangun sayang? Mana yang sakit? Kepalanya ya? Maafin Caca ya, maafin Caca udah paksa Ony inget sesuatu dengan buka album foto itu. Maafin Caca yaa" Ucap Salma sembari terisak dan mengusap lembut pipi Rony

"Caca gak salah, Ony yang salah udah ngrepotin Caca selama ini. Maafin Ony ya sayang, maaf udah bikin Caca capek karena harus ngurusin Ony dan Anak Ony" Balas Rony seraya menghapus air mata Salma

"Mas?" Ucap Salma tak percaya

"Jangan nangis sayang, mas udah inget semuanya. Ini bukan salah kamu, justru ini berkat kamu. Mas bisa kembali ingat semuanya" Balas Rony

"Mas? Beneran mas?" Tanya Salma terharu

"Iya sayang, mas beneran" Jawab Rony

Salma memeluk erat suaminya, ia bahagia akhirnya Rony kembali mengingat semuanya.

"Mas hiks hiks aku seneng akhirnya kamu ingat semuanya mas hiks hiks" Balas Salma

"Makasih ya sayang, makasih udah ngerawat mas dengan tulus. Maafin sikap mas selama amnesia kemarin yang bikin kamu kesel sama mas. Maafin mas udah ngrepotin kamu sayang, maaf - "

"Mas, udah ya mas. Aku ini istri mas, udah kewajiban aku ngerawat dan jagain mas. Jangan pernah bilang mas ngrepotin aku, sama sekali gak mas. Aku ikhlas ngerawat mas, aku ikhlas asal mas selalu di samping aku mas. Udah ya mas, jangan ngomong gitu lagi. Aku lagi bahagia banget akhirnya suami aku udah inget istrinya" Balas Salma seraya melepas pelukannya dan mengusap lembut pipi Rony

"Makasih ya sayang, kamu istri mas paling hebat. Mas cinta banget sama kamu sayang" Ucap Rony

"Aku lebih cinta sama kamu mas. Jangan gini lagi ya mas, aku gamau kehilangan kamu mas" Balas Salma

"Iya sayang, maafin mas ya. Mas gabisa nemenin kamu lahiran. Mas malah koma berbulan-bulan, setelah sadar mas bahkan gabisa bantuin kamu ngurus anak kita. Maafin mas sayang" Ucap Rony

"Mas, kan aku baru bilang tadi. Aku gak suka mas bilang begitu. Ini semua udah takdir, ini semua bukan salah mas. Udah yaa, mas gak usah ngerasa bersalah lagi"

"Oh iya, anak kita perempuan mas. Cantik banget. Mukanya mirip sama kamu, nama nya juga sesuai yang kita sepakati waktu itu. Celline Anastasia Parulian. Nanti kita ketemu yaa, Adek masih bobo sama Mama Papa" Ucap Salma

"Iya sayang, mas gak sabar ketemu putri kecil mas. Putri kecil yang kita tunggu dari lama ya sayang" Balas Rony

"Iya mas, Malaikat kecil pelengkap keluarga kita"

"Sebenernya beberapa bulan kemarin kita udah bobo bertiga, kemana-mana bertiga. Tapi kamu tau nya Celline itu Adek kamu mas, bahkan kamu pernah ada di posisi bilang sebel dan kesel sama anak kamu sendiri gara-gara Celline sakit dan rewel. Dia nangis terus dan tidur kamu keganggu. Eh kamu ikutan rewel terus bilang sebel sama Celline" Ucap Salma

"Mama tadi juga udah cerita sama mas masalah itu sayang. Mas bener-bener minta maaf, itu semua di luar kendali mas sayang. Kalo pun mas inget itu anak mas, gak mungkin tega mas bilang gitu sama anak mas sendiri sayang. Apalagi keadaannya anak mas lagi sakit. Mas gak akan Setega itu sayang. Maafin sikap mas kemarin-kemarin yang kaya bocah dan nyusahin kamu ya sayang" Ucap Rony

"Mas bilang gitu lagi, aku pun tau mas itu semua diluar kendali mas. Aku cuma mau cerita doang kok beneran. Mas gausah minta maaf terus. Aku beneran sama sekali gak marah sama mas. Udah yaa, jangan minta maaf terus ahh. Bosen dengernya loh mas" Ucap Salma

"Tapi mas ngerasa gak enak sama kamu. Mas berasa jadi suami yang gak becus buat kamu" Balas Rony

"Sutss apa sih kok ngomongnya gitu. Udah ah bobo lagi aja mending, ngomongnya udah makin ngelantur kemana-mana. Udah yaa gausah di bahas lagi, yang penting sekarang mas udah sadar dan ingat semuanya itu udah lebih dari cukup buat aku mas" Balas Salma

"Makasih ya sayang" Ucap Rony

"Sama-sama suami" Balas Salma

***

Setelah tiga hari menginap di rumah sakit, saat ini Rony sudah kembali menginjakkan kakinya di rumah milik orang tuanya. Rony pulang dengan menggendong Celline di tangannya. Semenjak bertemu dengan Celline, Rony sama sekali tak ingin jauh sedikit pun dari putri kecilnya itu.

Rony melangkah masuk ke dalam kamar dan meletakkan Celline di ranjang. Celline yang kini sudah berusia tujuh bulan mulai aktif dan banyak mengoceh membuat kedua orang tuanya dan kakek nenek nya gemas padanya.

"Celline, bentar ya. Ayah Ony bersih-bersih dulu, Celline anteng disini ya sama Ibu. Jangan bikin Ibu kecapekan sayang. Mainnya sama ayah aja nanti yaa. Oke cantik" Ucap Rony

Celline tersenyum menatap Rony

"Dih, senyum-senyum. Emang ngerti ayahnya ngomong apa? Hmm?" Ucap Salma

"Hahaha ngerti dong Ibu. Kan anak ayah selain cantik juga pinter" Timpal Rony

"Iya deh si paling anak ayah" Balas Salma

Setelah Rony selesai bebersih, kini giliran Salma yang meninggalkan Celline dan Rony ke kamar mandi.

Rony mengajak Celline bercanda di ranjang. Tawa Celline terdengar sangat nyaring saat Salma baru saja membuka pintu kamar mandi.

Melihat pemandangan di ranjangnya saat ini membuat hati Salma menghangat. Akhirnya Salma kini bisa melihat Rony kembali mengingat segala memori indah bersamanya. Rony juga terlihat sangat menyayangi putri kecilnya.

"Adududuh, seneng banget sih main sama ayah. Seneng ya sayang, hmm"

"Kalo ini beneran Ayah Ony, kalo kemarin Kakak Ony kali yaa eh atau Abang? Hahaha soalnya tiap main bareng mesti berebut mainan dan Celline nya selalu di bikin nangis sama abangnya mah" Goda Salma

"Hah? Emang iya ya yang? Yaampun maapin Ayah ya cantik. Ayah nakal ya kemarin-kemarin" Ucap Rony

"Gapapa ayah, Celline kan tau ayah kemarin lagi sakit. Sekarang kan udah sembuh, udah bisa main bareng sama Celline" Balas Salma menirukan suara anak kecil

"Anak ayah pinter, mirip Ibu ya sayang. Sama-sama cantik, pinter, lembut, penuh kasih sayang dan yang pasti Sholehah" Ucap Rony

"Aamiin" Balas Salma tersenyum

***

Seminggu berlalu, kondisi Rony sudah jauh lebih membaik. Bahkan Minggu depan Rony akan kembali bekerja menggantikan ayahnya. Rony juga sudah memutuskan untuk menjual rumah mereka sendiri yang tak di tempati lumayan lama, karena Rony khawatir jika Salma merawat Celline sendirian. Jika di rumah orang tuanya, Salma akan dibantu oleh Mamanya. Salma pun tak keberatan karena memang selama ini mertuanya selalu membantunya merawat Celline, mertuanya juga sangat baik padanya sehingga Salma tak ada masalah sama sekali Jika harus tinggal bersama mertuanya.

"Sayang, Celline kan udah hampir delapan bulan ya. Gimana kalo kita bikin Adek buat Celline, yuk" Ajak Rony

"Hah? Mas? Yang bener aja sih, Celline masih kecil. Ntaran aja mikirin Adek buat Celline, kalo Celline udah umur 4/5 tahun lah" Balas Salma

"Ck, kelamaan yang. Kan kalo jarak setahunan lucu tau. Ntar mereka bisa jadi bestie udah gede nya" Ucap Rony

"Tapi kasian, nanti Celline malah kekurangan kasih sayang mas. Tunggu Celline tiga tahun aja yaa, udah pas itu gausah di tawar" Balas Salma

"Iya deh, mas nurut sama kamu"

"Hmm tapi kalo mas minta jatah sekarang boleh? Mumpung Adek udah bobo tuh" Ucap Rony

"Ish beneran udah sembuh ternyata ini mah hahaha"

"Jadi arahnya dari tadi tuh mau minta jatah toh, hmm" Goda Salma

"Iya, kamu mah gak peka. Emang kamu gak kangen begituan sama mas hmm?" Goda Rony

"Gak sih, biasa aja" Balas Salma

"Hahaha bohong banget. Mama udah ceritain kok sama mas masalah kamu yang sering bantuin mas di kamar mandi. Hmm"

"Sekarang gamau bantuin mas lagi? Ayo sayang, mas kangen" Bujuk Rony

"Yaudah iya, aku juga kangen kok mas haha" Balas Salma

"Dasar! Gengsi aja di gedein. Kalo pengen itu ngomong sayang, jangan gengsi. Mas kan suami kamu, kamu berhak dapat nafkah batin dari mas. Begitu pula sebaliknya, mas gak pernah gengsi atau malu kan minta sama kamu karena itu juga hak mas" Ucap Rony

"Iya mas, tapi kan aku takutnya mas masih lemes atau masih sakit gitu" Balas Salma

"Ih enak aja, mas gak pernah lemes ya yang. Mas selalu berstamina. Apalagi kalo udah ketemu sama lubang surgawi kamu, mau berhenti aja tuh rasanya susah tau" Ucap Rony

"Ish kok kesana sih arahnya! Maksudnya lemes tuh kamu kan baru keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu. Takutnya kamu masih ada yang sakit atau apa gitu kepalanya mas" Balas Salma

"Ohh hahahaha, aman kok sayang. Mas udah sembuh, apalagi kalo di tambah servisan dari kamu. Makin sembuh mas mah" Goda Rony

"Astaghfirullah, mesum nya udah beneran balik ini. Caca jadi takutt" Balas Salma

"Sini sayang, jangan takut. Ony gak akan gigit kok sini sini" Goda Rony

"Mas ih geli ihh" Balas Salma

"Kamu desah nya jangan kenceng-kenceng sayang. Mas belum pasang peredam suara di kamar, nanti Mama Papa denger lagi suara merdu kamu"

"Oh iya, kan disini sekarang ada Adek juga. Jadi desahnya pelanin aja ya sayang" Goda Rony

"Mamaaaa tolonggggg, Suami Caca mesum bangettttt" Rengek Salma

"Hahahaha udah ah ayo, gausah sok kek perawan deh yang hahaha" Ledek Rony

Rony pun mulai menyerang Salma, Rony benar-benar merindukan tubuh istrinya yang sangat indah. Salma yang juga sudah lama tak merasakan sentuhan dari Rony, akhirnya malam ini dia bisa kembali merasakannya.

Malam ini menjadi malam yang indah bagi Salma dan Rony. Malam dimana mereka kembali menjalin kasih dalam bercinta di ranjang milik Rony. Saling menuntaskan kerinduan yang mendalam antara keduanya.

Salma sangat bahagia, malam ini dia bisa melihat kembali sosok laki-laki tampan yang selalu bisa membuatnya bahagia. Laki-laki tampan yang beberapa bulan kemarin berubah menjadi bocah yang sangat manja padanya, kini dia sudah kembali menjadi sosok pelindung baginya.

Memori-memori Indah akan dirinya dan keluarga kecilnya sudah kembali tersimpan rapi dalam ingatan Rony. Kini Rony kembali menjadi sosok suami dan ayah yang baik bagi Salma dan Celline. Menjadi pelindung bagi dua wanita kesayangannya, dan Rony pun berjanji akan selalu membahagiakan kedua wanita yang sangat ia cintai dalam hidupnya itu.




~END~


Kembali ke Beranda