Memilihmu
Romance
07 Feb 2026 08 Feb 2026

Memilihmu

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-07T170326.934.jfif

download - 2026-02-07T170326.934.jfif

07 Feb 2026, 10:09

download - 2026-02-07T170325.205.jfif

download - 2026-02-07T170325.205.jfif

07 Feb 2026, 10:09

Salma Alliyah datang ke kafe milik Rony Parulian sebagai kandidat terakhir wawancara hari itu. Sejak pertama kali bertemu, Rony merasakan sesuatu yang berbeda. Bukan karena kecantikan berlebihan, melainkan ketulusan dan kesederhanaan yang terpancar dari cara Salma berbicara.

Tanpa banyak pertimbangan, Rony menerimanya bekerja. Keputusan yang kelak mengubah hidupnya.

Hari-hari berlalu, Salma bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia ramah, cekatan, dan jarang mengeluh. Rony semakin sering memperhatikannya dari kejauhan, bahkan sengaja meminta Salma mengantarkan kopi setiap pagi, hanya untuk sekadar berbincang singkat dan melihat senyumnya.

Tanpa Rony sadari, Salma mulai mengisi ruang kosong dalam hatinya.

Pada hari libur, Rony bertemu seorang anak kecil yang terjatuh di taman. Anak itu bernama Anaya. Saat ibunya datang dengan wajah panik, Rony terkejut—ibu Anaya adalah Salma.

Hari itu membuka mata Rony tentang kehidupan Salma. Ia seorang ibu tunggal yang membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang, meski hidup dalam keterbatasan. Salma bahkan sering membawa pulang makanan sisa dari kafe demi Anaya, bukan karena serakah, melainkan karena tak ingin menyia-nyiakan rezeki.

Rony semakin kagum.

Ia mulai sering berkunjung ke rumah Salma. Dari ibunya, Rony mengetahui masa lalu Salma—pernikahan yang terpaksa, kekerasan yang dialami, penolakan terhadap anak yang ia kandung, hingga perceraian yang menyakitkan. Semua itu dijalani Salma dengan diam dan keteguhan hati.

Rony tersentuh.

Ia jatuh cinta—bukan hanya pada Salma, tapi juga pada Anaya.

Hubungan mereka semakin dekat. Rony menjadi sosok ayah bagi Anaya, dan kehadirannya membawa rasa aman bagi Salma. Hingga akhirnya, Rony mengajak mereka berlibur ke Puncak.

Di sana, kebahagiaan kecil tercipta. Tawa Anaya, kebersamaan sederhana, dan kehangatan yang terasa seperti keluarga utuh. Di balkon vila, Rony akhirnya menyampaikan perasaannya dengan jujur.

Ia ingin menjaga Salma dan Anaya.

Ia ingin menikah.

Salma ragu—bukan karena tak cinta, melainkan karena masa lalu yang meninggalkan luka dan rasa tidak pantas. Namun ketulusan Rony perlahan meluruhkan semua ketakutannya.

Salma menerima.

Pernikahan mereka berlangsung sederhana, penuh doa dan kehangatan. Tidak ada kemewahan, hanya janji setia dan harapan baru.

Tak lama setelah menikah, masa lalu Salma kembali menghampiri. Mantan suami dan mantan mertuanya datang menuntut, mengancam, dan merendahkan. Namun kali ini, Salma tidak sendirian.

Rony berdiri di depannya.

Tegas. Melindungi.

Dengan bukti-bukti yang telah lama ia kumpulkan, Rony menyerahkan semuanya pada hukum. Kejahatan masa lalu akhirnya terbongkar, dan Salma terbebas dari bayang-bayang ketakutan yang selama ini menghantuinya.

Waktu berlalu.

Salma dan Rony dikaruniai seorang bayi laki-laki. Kehidupan mereka semakin lengkap. Rony mencintai Anaya seperti darah dagingnya sendiri, tanpa perbedaan. Rumah mereka dipenuhi tawa, kehangatan, dan cinta yang saling menguatkan.

Salma sering merenung—tentang hidupnya yang dulu penuh luka, dan kini dipenuhi syukur. Rony bukan datang untuk menyelamatkannya, melainkan untuk berjalan bersamanya.

Dan di sanalah Salma akhirnya mengerti:

tidak semua luka menghancurkan,

sebagian justru menuntun pada kebahagiaan yang lebih besar.

Kembali ke Beranda