Rasa Terdalam
Romance
07 Feb 2026 08 Feb 2026

Rasa Terdalam

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-07T170124.502.jfif

download - 2026-02-07T170124.502.jfif

07 Feb 2026, 10:02

download - 2026-02-07T170106.101.jfif

download - 2026-02-07T170106.101.jfif

07 Feb 2026, 10:02

"Kamu beneran terima cinta aku, Sal?" Tanya Rony dengan binar mata yang penuh harap, seolah dunia berhenti berputar menunggu jawaban dari bibir gadis di depannya. Salma tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan debar jantungnya yang tak kalah hebat. "Kamu maunya gimana?" tanya Salma balik, sedikit menggoda. "Maunya diterima dong," balas Rony cepat. "Yaudah, aku terima," ucap Salma lembut. Seketika, senyum lebar terukir di wajah Rony. Ia merasa menjadi pria paling beruntung karena akhirnya Salma Mahyra, gadis yang ia kagumi sejak masa awal kuliah, resmi menjadi kekasihnya. Rony menggenggam tangan Salma dengan hangat, sebuah gestur sederhana yang menandai awal dari perjalanan panjang mereka.

Kebahagiaan mereka disaksikan oleh Raisha, sahabat masa kecil Rony yang tinggal tepat di sebelah rumahnya. Rony sudah menganggap Raisha seperti adiknya sendiri, terlebih karena keluarga Rony sangat peduli pada nasib Raisha yang tumbuh di tengah keluarga yang kurang harmonis. Namun, di balik ucapan selamat yang terlontar dari bibir Raisha, tersimpan rasa tidak rela yang perlahan tumbuh menjadi duri. Raisha yang terbiasa menjadi pusat perhatian Rony, merasa posisinya mulai tergeser oleh kehadiran Salma.

Seiring berjalannya waktu, kasih sayang Rony kepada Salma begitu nyata. Ia adalah sosok kekasih yang sangat perhatian; sering berkunjung ke apartemen Salma untuk sekadar membawakan sarapan atau membantu merapikan ruang tamu sambil berbagi cerita tentang perkuliahan. Namun, ujian mulai datang ketika Rony sering kali kesulitan membagi waktu antara kekasih dan sahabatnya. Suatu hari, saat Rony sedang menikmati waktu berkualitas bersama Salma, Raisha menelepon dengan suara panik mengabarkan bahwa ibunya jatuh sakit. Tanpa berpikir panjang dan tanpa memberikan penjelasan yang tenang kepada Salma, Rony langsung bergegas pergi. Kejadian serupa terulang berkali-kali, membuat Salma sering kali merasa ditinggalkan di tengah momen-momen penting mereka.

Puncaknya terjadi ketika mereka merayakan hari jadi yang kelima bulan. Di tengah kebersamaan mereka di sebuah mal, Rony kembali menghilang tiba-tiba setelah menerima panggilan dari Raisha. Salma menunggu berjam-jam hingga suasana mal mulai sepi dan lampu-lampu mulai meredup, namun Rony tak kunjung kembali. Kepercayaan yang susah payah dibangun Salma kembali runtuh. Baginya, cinta bukan hanya soal kata-kata manis, tapi tentang menghargai kehadiran satu sama lain. Dengan hati yang hancur, Salma memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Ia merasa bahwa Rony belum sepenuhnya mampu menentukan prioritas dalam hidupnya.

Perpisahan itu membuat Rony jatuh terpuruk. Ia jatuh sakit karena rasa penyesalan yang mendalam. Kabar sakitnya Rony sampai ke telinga Salma melalui ibunda Rony yang sangat menyayangi Salma. Dengan kebesaran hati dan rasa khawatir yang masih tersisa, Salma datang menjenguk. Di rumah itulah, semua tabir mulai terbuka. Raisha yang awalnya mencoba menghalangi kedatangan Salma, akhirnya mendapatkan ketegasan dari Rony. Untuk pertama kalinya, Rony bicara jujur bahwa meskipun ia menyayangi Raisha sebagai adik, ia tidak bisa membiarkan sikap posesif Raisha menghancurkan hubungannya dengan Salma. Rony memohon maaf kepada Salma dengan penuh ketulusan, mengakui kesalahannya yang terlalu abai terhadap perasaan Salma demi rasa kasihan yang salah tempat.

Suasana haru itu membawa perubahan besar. Raisha akhirnya menyadari bahwa tindakannya selama ini hanya menyakiti orang-orang yang ia sayangi. Ia datang menemui Salma dan Rony untuk meminta maaf secara tulus. Raisha mengabarkan bahwa ia dan ibunya akan pindah ke luar kota untuk memulai hidup baru. Ia ingin melepaskan ketergantungannya pada Rony dan belajar untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Salma yang pemaaf merangkul Raisha, menghapus segala kesalahpahaman yang sempat menciptakan jarak di antara mereka.

Setelah badai mereda, hubungan Rony dan Salma pun pulih dengan fondasi yang jauh lebih kuat. Rony menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia membuktikan bahwa Salma adalah muara dari segala kasih sayangnya. Tak butuh waktu lama bagi Rony untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Di hadapan kedua keluarga besar, Rony mempersembahkan sebuah cincin sebagai simbol janji suci. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadikan Salma sebagai teman hidup selamanya. Salma menerima pinangan itu dengan air mata bahagia, menyadari bahwa setiap ujian yang mereka lalui adalah cara semesta untuk mendewasakan cinta mereka, hingga akhirnya mereka bersiap melangkah menuju kehidupan baru yang penuh dengan rasa saling percaya dan kasih sayang yang tulus.

Kembali ke Beranda