Kagome Kagome (war experiments)
Horror
05 Feb 2026

Kagome Kagome (war experiments)

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-05T071746.791.jfif

download - 2026-02-05T071746.791.jfif

05 Feb 2026, 00:18

download - 2026-02-05T071748.568.jfif

download - 2026-02-05T071748.568.jfif

05 Feb 2026, 00:18

War Experiments

Rezim Nazi terkenal akan eksperimen ekpserimen rahasianya dan para peneliti occultisme mereka. Divisi khusus ekspedisi dari Reich seringkali dikirim keluar untuk mencari artefak atau lokasi lokasi yang berkaitan dengan okultisme atau yang berhubungan dengan keagamaan. Sementara itu, di Jerman, bunker bunker dibangun, dan rumah rumah besar seperti mansion atau banyak kastil dipenuhi dengan labirin labirin dan penjara bawah tanah yang gelap. Ditempat tempat inilah eksperimen ekpserimen mengerikan dan aneh tertuang dalam bertumpuk tumpuk catatan yang ditemukan didalamnya.

Ketika pihak sekutu menemukan tempat tempat ini, mereka akan merusaknya, membakar, ataupun meninggalkannya dalam keadaan kosong. Ketika sebuah laboratorium ditemukan dalam keadaan utuh, seringkali peneliti yang ditemukan bukan merupakan orang orang yang berkompeten langsung, atau dalam banyak kasus lain, para peneliti ini telah menghilang. Setelah pihak sekutu menemukan tempat ini, mereka memilih untuk menghancurkannya dengan tujuan agar pihak Nazi tidak dapat untuk mengambil kembali data data yang telah mereka peroleh sebelumnya. Kebanyakan, eksperimen Nazi ini berada dibawah tanah, tak terditeksi radar. Sampai pada akhirnya, beberapa veteran yang bertugas sebagai penjaga dari lab dan zona ritual memaparkan apa yang telah mereka saksikan. Atau banyak folder folder dan buku buku yang kemudian ditemukan bersama peti peti milik para peneliti. Banyak dari penemuan ini yang terkadang menyingkap tujuan dari ekpserimen ekpserimen yang mereka lakukan.

Memberi manusia kekuatan seperti dewa

Sebenarnya kekuatan sesungguhnya seperti apa masih seringkali diperdebatkan namun hal ini seringkali digambarkan dalam riset riset Nazi sebagai “keabadian”, tidak terlihat, atau faktor faktor lain yang berhubungan dengan menghilangkan kematian dalam sebuah cara atau yang lain.

Hal yang lebih luas dari riset ini sebenarnya lebih didasarkan secara khusus berdasar: dosis dari senyawa kimia yang digunakan untuk menyokong aliran darah pada orang orang yang telah menua. Konsep utama yang digunakan saat ini pada operasi tranplantasi, okulasi, salep untuk anti penuaan, antibodi untuk melawan penyakit, dan riset mengenai fitness / diet

Namun sebuah set peti yang ditemukan di Hamburg pada tahun 1999 sungguh melenceng dari konsep ini. Penelitian ini merupakan sebuah gabungan dari eksperimen okultisme dengan penelitian mengenai keabadian.

Pikiran merupakan penyakit

Bagian pembukaan dari folder dan bukti dari konsep penelitian ini dimulai dengan sebuah prinsip bahwa otak merupakan bagian yang mengontrol seluruh aktivitas tubuh, dan ketika tubuh perlahan mengalami degenerasi, otak ini tetap melakukan fungsinya. Sebuah pendapat mengatakan, bahwa alasan kenapa tubuh mengalami degenerasi ada;aj karena otak mempunyai “alarm biologis”, seperti mana halnya kenapa seekor kupu kupu hanya hidup selama satu hari saja, sedangkan serangga lain dapat hidup jauh lebih lama ; semua ini karena otak memunyai sebuah sistem yang mengatur kita untuk mati.

Semua dikemukakan melalui sebuah hipotesa bahwa ketika otak mulai tumbuh, otak ini akan mulai membuat koneksi, hal ini mengakibatkan makin matangnya tubuh dan kemajuan otak yang semakin pesat. Pada umur 35-50 tahun, koneksi ini perlahan lahan akan mulai mengendur dan terputus, sehingga mengakibatkan lupa, demensia dan penyakit penyakit mental lain yang umum dialami oleh para manula.

Para peneliti Nazi menyimpulkan bahwa otak merupakan oragan yang mempunyai sebuah “universal Killswitch”yang akan aktif segera begitu otak terbentuk secara sempurna. Pada semua manusia normal, killswitch ini akan memicu urutan pematian dalam fungsi fungis faal tubuh, yang dimana terjadi selama beberapa dekade. Saat tubuh benar benar dalam keadaan “dimatikan”, otak akan dipaksa mati karena kekurangan oksigen yang diangkut oleh darah dalam system transportasi.

Dikatakan juga bahwa Werner Syndrome (sebuah penyakit dimana seseorang menua secara sangat cepat) merupakan akibat dari aktifnya killswitch ini yang terlalu awal.

Nazi kemudian menyimpulkan bahwa jika mereka mampu untuk melepaskan atau membuang killswitch ini, maka mereka akan berhasil membuat pikiran manusia tidak pernah mati. Dan oleh karena itu, maka akan menghasilkan keabadian yang sesungguhnya pula. Tidak perlu dibantah lagi bahwa pembedahan atau melakukan operasi terhadap otak merupakan sebuah hal yang sangat sulit pada saat itu, namun bukan berarti tidak mungkin. Dalam tumpukan folder yang ditemukan, terdapat banyak diagram diagram dan riset riset dimasa lampau tentang otak, fisiologi, psikologis, pikiran manusia dan hal hal lain semacamnya.

Lokasi

eksperimen ini awalnya diusulkan oleh pihak Nazi di tahun 1940 dan ijin untuk melakukan eksperimen ini diberikan pada tahun 1942, dengan sebuah syarat :

“eksperimen harus dilakukan diluar Jerman. Penduduk Jerman tidak boleh melihat eksperimen ini dalam bentuk maupun wujud apapun”

Hal ini tidak mengejutkan bagi para peneliti. Para petinggi tentunya berusaha menghindari reaksi publik yang berlebihan akan hal ini, dan itu cukup bisa dimengerti. Kebanyakan eksperimen eksperimen tersebut dilakukan di bunker atau ruang bawah tanah. Para peneliti akhirnya bisa memenuhi syarat tersebut dan kemudian mulai melakukan pengorganisasian dengan sekutu mereka; Jepang. Pada awal 1942, riset dan penelitian ini mulai dijalankan.

Dan disaat inilah hal hal mengerikan mulai terjadi.

Tim peneliti mengambil alih sebuah panti asuhan di Jepang. Panti asuhan ini terletak disebuah bukit, diperkirakan berada disebuah tempat di Shimane, sebuah area didekat Hiroshima.

Eksperimen dimulai

Para peneliti menyimpulkan bahwa jika mereka melakukan test ini kepada subyek biasa ; orang tua atau berpenyakitan yang “tidak memiliki apa apa lagi” (mirip dengan model Gateway of The Mind) mereka akan menghadapi barbagai macam penyakit, atau, yang lebih penting, mereka akan melakukan eksperimen terhadap otak yang dimana killswitch-nya telah aktif, sehingga hal ini akan menjadi percuma saja dalam usaha untuk mendapatkan sebuah solusi atau informasi yang berguna.

Berangkat dari hal ini, para peneliti Nazi kemudian menginginkan subyek tes dalam bentuk anak anak yang tinggal dalam panti asuhan tersebut (yang dimana mereka menganggap bahwa mereka juga sudah tidak mempunyai apa apa lagi). Mereka menyimpulkan bahwa kondis otak otak muda dari anak anak ini bisa meminimalkan kemungkinan sudah aktifnya killswitch yang ada.

Untuk memulai eksperimen, anak anak ini diharuskan mendapatkan beragam imunisasi dan mengikuti test psikologis secara intens, untuk meyakinkan dikedepannya mereka tidak akan mengalami kesalahan sebagai subyek test, sehingga dapat dijadikan sebagai patokan terhadap subyek subyek yang lain.

Selanjutnya, mereka memulai prosedur eksperimen ini dengan menggunakan para staf dari panti asuhan ini yang lebih tua. Setelah mengalami pembiusan, dokter bedah yang ada akan membuka tengkoraknya untuk mencari dan mempelajari lobus otak terbaik dari otak manusia dewasa. Kemudian mereka mulai mencari kunci perbedaan antara otak manusia dewasa dengan otak anak anak.

Setelah mendapatkan model dari masing masing otak manusia dewasa dan anak anak, para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa “universal killswitch” ini tidak terletak didalam otak, namun pada bagian cerebellum, terletak pada bagian lebih kebelakang. Cerebellum ini mengatur semua aktifitas tak sadar didalam otak, dan hal ini bisa dimengerti sebab untuk mengaktifkan killswitch, yang diperlukan bukanlah sebuah aktifitas sadar, melainkan sebaliknya.

Secara sistematis, mereka mengambil anak tertinggi yang ada di panti asuhan, dan mulai membukanya. Mereka akan memulai melakukan “killswitch-ectomy” (operasi pengangkatan killswitch) pertama mereka. Mereka berhasil membuka cerebellum dan membuang bagian yang mereka anggap sebagai killswitch ini, namun setelah subjek penelitian mereka “ditutup”, mereka menyadari bahwa ternyata subjek tersebut gagal. Mereka menduga bahwa irisan yang mereka lakukan diotak telah terlalu kasar, dan membutuhkan persiapan yang lebih matang kembali. Mayat dari gadis cilik ini, yang gagal sebagai subjek eksperimen ini, dibuang begitu saja dihutan dibelakang panti asuhan.

Sukses,... sepertinya

Setelah mengimpor berbagai macam peralatan, dan berbagai macam tehnik yang dikembangkan, para peneliti akhirnya berhasil membuang killswitch tersebut dan secara sukses pula pasien yang menjadi subjek eksperimen mereka tidak tewas. Pada bulan mei tahun 1943, mereka menggunakan seorang gadis paling muda di panti asuhan tersebut sebagai subyek test untuk dibuang killswitch-nya, satu satunya fungsi tubuh dari gadis ini yang hilang adalah kemampuannya dalam berkeringat. Setelah menduga bahwa mereka telah sukses dalam eksperimen ini, para peneliti melakukan perayaan atas keberhasilan mereka. Keesokan paginya, gadis tersebut tidak kunjung bangun, dan akhirnya diketahui bahwa gadis ini jatuh dalam keadaan koma. Setelah beberapa saat, gadis ini bisa kembali bangun dengan sukses, dan usaha pengangkatan killswitch inipun terus berlanjut.

Kesuksesan mereka sebelumnya memberikan para dokter yang ada sebuah sudut pandang baru, sebagai sebuah penyegaran saja, mereka dapat terus melanjutkan eksperimen mereka dengan sebuah kegembiraan bahwa teori mereka telah terbukti. Setidaknya itu yang mereka pikirkan.

Sebelum para dokter melanjutkan riset pengangkatan killswitch, mereka mempersilahkan beberapa dokter lain untuk berkunjung, yang dimana mereka merupakan para dokter dari Moscow. Para dokter Moscow ini cukup terampil dalam praktik pembangkitan mayat (bukan merupakan sebuah hal yang klenik, secara tekhnik mereka menggunakan prinsip zombifisasi, dimana hal ini berdasarkan pada penggunaan teknik kejutan listrik dan jantung buatan yang diperuntukan untuk kembali memebrikan tenaga kepada tubuh agar kembali berfungsi). Alasan Mereka melakukan hal ini adalah karena subyek asli mereka selalu saja koma atau secara klinis mengalami mati, tiap kali dia tidur, dan kemudian hidup kembali secara otomatis dipagi harinya. Subyek ini tidak memiliki kelainan ini sebelum eksperimen dilakukan, dan berdasarkan fakta bahwa akhirnya dia bangkit kembali, para dokter tidak mau mengambil resiko dengan meletakan kesuksesan mereka yang bisa menjadi sebuah kegagalan jika mereka melakukan tes atau operasi lain terhadap subyek ini. Para peneliti dari Russia kemudian mendapatkan tugas untuk “menghidupkan” subyek ini kembali, kapanpun jika ternyata subyek ini tiba tiba saja kadaluwarsa (mati). Setelah selama beberapa hari, pihak Nazi menyimpulkan bahwa keadaan aman, dan eksperimen bisa dilanjutkan kembali.

Projekt Venom

Projekt Venom merupakan eksperimen yang dilakukan oleh pihak Russia untuk menciptakan tentara super berdasarkan theory dari Dr. Frankenstein. (hal ini mungkin juga merupakan dasar dari superhero Marvell juga) sebagai pembayaran atas jasa para peneliti dari Russia, pihak Russia meminta agar mereka dapat mengkombinasikan riset dari Projekt Venom dengan eksperimen Nazi yang sedang berjalan. Dan pihak Nazi ternyata menyetujui hal ini.

Namun jumlah anak yatim piatu menurun drastis, karena pihak Nazi membutuhkan sangat banyak anak anak ini, mereka hanya bisa memberikan satu orang gadis kecil saja untuk dijadikan subyek eksperimen. Pihak Russia sungguh merasa terhina akan hal ini, dan mereka mulai membuktikan konsep yang mereka anut.

Mereka secara terpisah membuat sebuah lengan di moscow, dimana mereka mengatakan bahwa lengan itu sedang dalam perjalanan menuju panti asuhan untuk segera dicangkokan. Hal ini mereka lakukan untuk membuktikan bahwa amputasi dan penggantian dengan yang baru merupakan sebuah terobosan yang dapat berhasil untuk dilakukan. Sementara itu, pihak Russia harus menyiapkan semua hal berkaitan dengan hal ini.

Maka kemudian lengan kanan gadis kecil tersebut diamputasi.

Namun tidak lama setelah itu, secara misterius para peneliti Russia segera bergegas mengepak peralatan mereka dan pergi. Lengan pengganti yang dijanjikan tidak pernah datang, dan gadis subyek tes tersebut dibiarkan begitu saja dengan perban yang dibebatkan melingkar dikimononya. Pihak Russia konon dikatakan bahwa mereka pergi dengan sangat tergesa gesa dan penuh dengan kekhawatiran. Seperti ada sesuatu yang mengancam jiwa mereka dan sesuatu yang tidak beres akan segera terjadi.

Pemberontakan.

Salah seorang anak yang berada dikomunitas panti asuhan ini, tidak menyetujui dengan kehadiran para peneliti. Dalam aksinya melakukan protes, dia mengambil salah satu catatan kerja penelitian dan menyobeknya menjadi kepingan kepingan kecil, menghancurkan banyak peralatan penelitian dari kaca, dan juga merusak ruang operasi. Gadis cilik ini, mengingat usianya yang baru saja 8 tahun sungguh mempunyai kemampuan dalam melakukan pengrusakan yang sangat luar biasa. Hal ini dicatat dalam sebuah jurnal, dan selain itu catatan lain ditambahkan mengenai gadis ini yang ternyata merupakan anak dengan heterochromic (memiliki mata yang berbeda warna dari kiri ke kanan; cokelat dan biru). Para ilmuwan senior sungguh sangat marah kepadanya, namun walaupun mereka menahannya, namun mereka tidak bisa mencegah rasa penasaran dan curiga mereka terhadap kelebihan yang ada dalam diri gadis cilik ini, namun bagaimanapun juga, mereka memerintahkan kepada tentara Nazi untuk mengurusnya.

Gadis cilik ini dengan brutalnya dipenggal menggunakan bayonet tumpul, dia tidak dikubur, namun dibiarkan begitu saja terbuang di hutan dibelakang panti asuhan. Para tentara mengatakan kepada pengurus panti bahwa gadis cilik ini telah mendapatkan keluarga baru.

Berbagai kegagalan

para ilmuwan Nazi berusaha untuk melakukan coba coba dengan hasil eksperimen mereka yang telah berhasil sebelumnya dengan mencoba menambahkan beberapa aspek yang berbeda didalamnya, sayangnya, tidak ada satupun aspek tersebut yang berhasil dan berjalan atau memberikan hasil. Berikut merupakan daftar dari aspek aspek tersebut :

Pembedahan dengan masuk melalui dahi. Dilakukan terhadap seorang anak laki laki berumur 10 tahun, tengkoraknya menjadi cacat, mengalami kelainan bentuk dan pada akhirnya anak ini dilobotomy. Namun hasilnya, dia sungguh sangat pasif, tidak mampu menunjukan reaksi atas impuls atau rangsangan yang masuk sama sekali, anak ini menjadi anak dengan retardasi mental parah yang diakibatkan oleh eksperimen ini.

Melalui rahang bawah. Dilakukan kepada gadis berumur 6 tahun, lidah dan nyaris keseluruhan daging yang ada dirahang bawah diangkat dan tidak bisa digantikan kembali. Sinus dari subyek ini juga hancur.

Melalui samping kepala, sebagai hasilnya subyek menjadi setengah mati. Dalam catatan disebutkan bahwa operasi ini tidak menggunakan anastesi dan suara jeritan sungguh sangat memilukan, seperti yang tertulis dikebanyakan jurnal yang lain.

Walaupun banyak sekali kegagalan dalam eksperimen ini, namun killswitch tetap saja diangkat, dan subyek bertingkah laku tidak jauh berbeda dengan gadis pertama, mengalami koma pada saat tidur.

.

Pada akhirnya penghuni panti asuhan tersebut berkurang pesat menjadi hanya sepuluh orang saja, karena anak anak yang lain yang dijadikan obyek eksperimen, ternyata berakhir pada kegagalan. Dan dari kesepuluh ini termasuk sang pengurus panti juga, dan mereka melakukan operasi terhadap semua anak anak yang ada.

Pembalikan Killswitch

Para dokter mulai menyusun teori bahwa pada anak anak, sebuah killswitch belum diaktifkan, tapi pada orang dewasa sebuah killswitch bisa dibalikan dengan menggunakan senyawa kimia untuk menghilangkan hormon yang diproduksi dan kemudian barulah killswitch tersebut diangkat.

Hal ini dilakukan kepada semua pengurus dan secara mengejutkan, hal ini benar benar berhasil dan mereka semua tetap hidup.

Kepribadian menjadi janggal

Sepanjang eksperimen, para ilmuwan telah mendapatkan perinyah untuk selalu menjaga dan mengamati anak anak yang sukses menjalani eksperimen ini, dan mereka diharuskan untuk selalu memonitor perilaku mereka. Dan pada bagian ini semuanya menjadi bertambah aneh dan ganjil.

“ Pada awalnya mereka nampak normal, seperti anak anak lain pada umumnya, bermain, bergembira, belajar normal, namun ketika terpisah satu dengan yang lain, mereka terlihat..... kosong. Mereka mondar mandir, dengan senyman kosong menghiasi wajah mereka, mata mereka menatap langsung tepat kearahmu. Jika didekati dari belakang, kepala mereka segera tersentak dan berputar dengan sangat cepatnya dan sekilas, kau hampir dapat melihat ekspresi yang sangat keji di wajah mereka yang membuatmu ingin membungkuk berlindung jika melihatnya. Namun kemudian kau akan menyadari bahwa mereka membentuk senyuman kosong itu kembali.

hal lainnya adalah bahwa mereka menguntit kami, namun hanya ketika kami sedang sendirian saja. Setelah selesai mengetik dan menuju kamarku, aku seringkali dibuat ketakutan oleh salah seorang anak yang berdiri hanya beberapa meter dariku dilorong gelap, dan dia menatapku. Ketika aku beranjak menuju kamarku, gadis ini mengikutiku, dan aku mengunci rapat rapat pintu, mengganjalnya menggunakan kursi, hanya dengan cara itulah aku bisa tidur dengan merasa tenang. Rasanya mereka seperti sosok hantu yang datang pada malam hari. Dan hal yang sungguh lucu adalah, aku selalu terbayang dan melihat salah satu anak dengan rambut kemerahan. Aku selalu bersikeras untuk menanyakan siapakah gadis cilik dengan rambut kemerahan ini keesokan paginya, namun pengurus panti mengatakan bahwa mereka tidak pernah menerima anak dengan rambut kemerahan kembali. (1)

Mereka juga terlihat seringkali memainkan sebuah permainan, jauh lebih sering daripada saat kami mulai. Aku tidak terlalu paham mengenai budaya jepang, namun nampaknya permainan ini bernama memutarimu, memutarimu (2), yang dijelaskan oleh salah satu translator. Satu grup anak anak mengelilingi seorang anak, yang duduk ditengah tengah lingkaran, sendirian, mereka saling bergandengan dan mulai bergerak dalam sebuah gerakan memutar mengelilingi anak yang ada ditengah tengah, membuat wajah wajah menakutkan untuk menakut nakuti dan kemudian menyanyikan sebuah dendang mengerikan, kau akan kalah jika tersentak kemudian.

pada saat berbicara dengan mereka, aku menyadari mereka lebih terlihat seperti dalam keadaan sedang bermimpi, acuh dan lupa, serta entah kenapa aku melihat mereka sungguh terlihat sangat kosong, seperti bahwa semua eksperimen yang mereka jalani telah menghapus semua memori mereka. Namun hal ini bukan merupakan sebuah bentuk polos dari keadaan tengah bermimpi, tapi lebih pada sesuatu yang menakutkan dan mengancam. Mereka menatapmu dengan mata yang membelalak, dan kemudian menanyakan pertanyaan padamu sebuah pertanyaan yang sangat tidak disangka sangka, aku tidak pernah menyangka bahwa mereka bisa mengetahui lingkup pertanyaan yang mereka ajukan padaku. Salah seorang dari mereka menanyakan padaku 'ketika nenekmu mati, apakah dia benar benar meninggalkan sebuah jam tangan bersepuh emas?' hal ini sungguh sangat terasa gila, tapi jawaban jujurku adalah.... ya”

Catatan :

1 anak yang memberontak dan mengamuk melawan para ilmuwan memiliki rambut kemerahan

2 Kagome Kagome berarti lingkaran, lingkaran. Permainan ini diterjemahkan menjadi memutarimu, memutarimu

Akhir

Pada awal 1945, hiroshima dibom, jerman kalah dan bangkrut, dan eksperimen yang ada berhenti seketika. Pihak Jerman mulai mengepak perlatan mereka, kebanyakan dari mereka telah kembali kerumah dikarenakan “gangguan mental”, dilihat dari tanda tanda yang muncul dari dalam diri mereka yang menjurus pada kegilaan. Hanya tersisa 4 ilmuwan saja yang masih tinggal.

Setelah mengirimkan peralatan terakhir, para peneliti kemudian hanya mengucapkan salam perpisahan singkat kepada pengurus panti bahwa mereka akan segera pergi.

hal yang sungguh mengerikan yang dialami oleh salah seorang ilmuwan dan mengejutkan ilmuwan yang lain adalah, tanpa dinyana sang pengurus panti berkata dalam bahasa Jerman yang fasih “maukah kalian memainkan permainan terakhir bersama kami?”

ketiga ilmuwan menyetujuinya, dan sebuah lingkaran dibentuk oleh anak anak dan pengurus panti, mereka kemudian mengelilingi para ilmuwan tersebut. “jika kalian sampai tersentak ketakutan, kalian kalah....”

Salah seorang ilmuwan yang sungguh merasa ngeri segera berlari menuju truk terakhir dan segera melompat menaikinya tanpa pernah menoleh kebelakang kembali.”

Kisah yang ada sekarang

Jika kalian pergi ke Hiroshima, pergilah menuju hutan yang lebat akan pepohonan dan kalian akan menemukan jalur setapak dari tanah disana. Jika kalian menyusurinya, kalian akan melihat rimba yang sungguh sangat indah, namun jika kalian menyusuri lebih dalam jalur dimana terdapat bekas jejak truk, kalian akan merasakan udara yang sangat dingin, dan kalian akan melihat disana banyak sekali bekas pepohonan yang ditebang. Tapi jangan pernah untuk menjelajahinya, jangan pernah keluar dari jalur setapak ini, atau kalian akan tersesat didalam rimba luas dan liar ini.

Jika kalian memperhatikan sekitar, kalian akan menyadari bahwa tunggul pohon tersebut terlihat seperti manusia yang sedang berlutut, namun kehilangan kepalanya.

Jika kalian terus melanjutkan berjalan, udara akan terasa semakin dingin, normal, karena kalian sedang mendaki sebuah bukit bukan? Tentu saja kemudian kalian akan mendapati sebuah tanah lapang, dengan sebuah bangunan tua terbuat dari batu ditengah tengahnya, tanaman merambat menutupi tempat ini.

Masuklah jika kalian ingin bermain.

Begitu kalian membuka pintu, bau busuk akan segera menyeruak, sama dengan bau busuk yang dihasilkan dari mayat. Jika kalian mengalihkan pandangan kalian menuju hall, keadaan disana akan sangat gelap walaupun siang hari, sebab tidak ada sinar yang masuk sedikitpun.

Lanjutlah menuju hall, ambil persimpangan pada sisi kiri, dan kemudian susuri hall sampai kalian melihat sebuah pintu yang nampaknya terbuat dari kayu yang berwarna merah (yang lainnya berwarna cokelat). Buka pintu tersebut, kalian akan menjumpai 10 anak anak dan penjaga panti, semuanya mengenakan kimono, sedang bermain disebuah ruang bermain yang normal. Salah satu dari mereka kehilangan lengannya, yang lainnya kehilangan dahinya, dan yang ketiga rahangnya lepas, namun mereka semua diperban dalam ketelitian yang sangat tepat. Tempat ini harusnya terlihat sangat bersih dan rapi

Kehadiran kalian akan menarik perhatian semua orang yang ada diruangan tersebut, termasuk mereka yang berada terlalu jauh untuk teralihkan perhatiannya. Mereka akan berbalik untuk menatap kalian, senyum riang akan muncul dari semua wajah ramah mereka.

ketua pengurus panti dengan semua kecantikannya kemudian akan bertanya pada kalian “maukah kau bergabung untuk bermain dengan kami?”

Pada saat ini, jika kalian belum membasahi celana kalian dengan kencing, maka lebih baik kalian kencing sekarang, daripada kalian melakukannya saat kalian berada ditengah tengah permainan.

Jika kalian menjawab “tidak”, pintu akan terbanting keras, dan jika kalian mencoba untuk menuju ke lorong menuju pintu keluar, kalian hanya akan menemukan lorong gelap lainnya. Buka pintu warna cokelat manapun dan kalian akan menjumpai meja operasi atau ranjang susun. Jika kalian melanjutkan untuk menyusuri lorong ketiga, kalian akan menyadari bahwa seorang gadis kecil berdiri hanya beberapa meter dibelakang kalian, wajahnya tertutup oleh bayangan. Hampiri dia, dan terkalah sendiri kematian kalian akan seperti apa. Lanjutlah menyusuri lorong, dan berusahalah agar tidak sampai dia menangkap kalian.

Jika kalian menjawab “iya” kalian akan disambut diruangan tersebut. Pintu dibelakangmu akan tertutup, dan semua orang yang ada diruangan ini akan membentuk lingkaran mengelilingi kalian.

“sekarang duduklah dan jangaaaaaann kaget!!” sebuah suara riang akan mengatakan hal ini

Ikutilah instruksi mereka, tepat seperti yang mereka instruksikan, dan kalian akan selamat.

Semua lampu dan cahaya akan menghilang dari ruangan, namun kalian akan bisa melihat lingkaran dari anak anak, masing masing dari mereka akan memasang mimik muka bengis dan menyeramkan untuk menakuti kalian, salah satu dari mereka mungkin akan sangat buruk dan menakutkan sehingga mungkin kalian akan tersentak kaget. Namun jika kalian bisa menahan perasaan ngeri itu, mereka akan mulai bergerak memutari kalian, berulang ulang secara perlahan. Kalian mungkin akan merasakan salah seorang dari mereka menghambur kearah kalian. Namun, Jika kalian melihat kembali, tidak ada apapun dsiana, selain anak anak yang sedang memutari kalian secara normal.

jika hal itu masih belum cukup, mereka akan mulai berdendang “Kagome, kagome...”

Aku tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lagi. Tidak ada seorangpun yang masih hidup untuk menceritakan kelanjutannya.

Jika kalian tersentak kaget sebelum mereka mulai berdendang, mereka hanya akan melanjutkan semua dengan normal.

Jika kalian memutuskan untuk menjawab “mungkin” atas pertanyaan dari pengasuh, atau hal lain selain iya atau tidak, konon dikisahkan kemudian bahwa ekspresi wajah dari anak anak ini akan berubah menjadi sangat mengerikan, dan mereka akan berteriak dengan suara yang takkan mampu dihasilkan dari seorang manusia “putuskan! PUTUSKAN!” jika kalian melakukan sesuatu yang lain selain iya atau tidak pada saat ini, maka dikatakan bahwa anak anak dan pengasuh tersebut akan membanting pintu dibelakang kalian. Dan jika kemudian kalian berbalik, kisahnya bervariasi. Namun yang jelas mimpi terburuk kalian menunggu diujung lorong, memisahkan kalian dengan pintu keluar.

Hal terakhir yang bisa kalian lakukan hanyalah menyapa mahluk yang menunggu kalian sebelum sosok ini mencabik cabik tubuh kalian. Jika kalian tengah beruntung, maka sosok ini akan membalas sapaan dari kalian dan kemudian kalian akan mati sebagai orang yang terhormat, setidaknya. Jangan menyapanya, dan kalian akan berakhir seperti salah satu yang dipenggal yang kalian temui sebelumnya dijalan setapak.

Jika kalian menjawab “tidak tahu”, dan kalian sungguh benar benar jujur dan asli dalam menjawabnya, ketua pengasuh kemudian akan berkata “pergilah kesekolahmu, dan lihatlah anak anakmu yang tengah bermain. Kau akan mengerti kemudian”. Tidak ada yang akan terjadi, dan tutuplah pintu saat kalian keluar, hal ini adalah sopan santun yang umum dilakukan.

*************

Kembali ke Beranda