My Handsome Manager
Fantasy
30 Jan 2026

My Handsome Manager

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-30T230223.957.jfif

download - 2026-01-30T230223.957.jfif

30 Jan 2026, 16:02

download - 2026-01-30T230218.477.jfif

download - 2026-01-30T230218.477.jfif

30 Jan 2026, 16:02

My Handsome Manager

"Sa, hari ini ada tiga pemotretan ya. Jadi mending lo makan dulu, siapin tenaga" Ucap Lian

"Lemes nihhh, butuh ciuman mas dulu baru semangat" Goda Salsa

"Gausah mulai gatelnya bisa!" Omel Lian

"Ish, jahat banget di katain gatel!" Balas Salsa sembari meninggalkan Lian

"Hadeuhh bocil, bocil!" Monolog Lian

Salsadila Prameswari, seorang model cantik terkenal berusia dua puluh satu tahun. Salsa tinggal seorang diri di Indonesia, karena kedua orang tuanya memilih menetap di Belanda.

Salsa sendiri merupakan gadis yang sangat cantik dan tengah naik daun. Karirnya melambung tinggi hingga menjadi model paling mahal di management yang menaunginya. Banyak laki-laki yang mencoba mendekati Salsa, namun gadis itu justru menyukai manager nya sendiri yang bernama Lian.

Lian Pramudya Raksa, seorang pria tampan berusia dua puluh enam tahun. Lian sendiri merupakan anak dari pemilik management tempat Salsa bernaung. Sudah banyak model yang sukses di bawah naungan Management keluarga Lian.

Walaupun hidupnya di kelilingi banyak wanita cantik, tidak membuat Lian menjadi pria yang suka berganti pacar. Lian justru sangat pendiam dan hampir tidak pernah berpacaran dengan model-model di bawah naungannya.

Di goda oleh banyak perempuan seperti Salsa pun Lian sudah biasa, dan itu tak membuatnya baper sama sekali ataupun memanfaatkan perempuan-perempuan itu.

Itulah salah satu hal yang membuat Salsa makin tergila-gila dengan Lian. Selain tampan, Lian juga tidak gila perempuan. Namun sepertinya rasa suka Salsa bertepuk sebelah tangan. Banyak kabar beredar, jika Lian justru menyukai gadis cantik bernama Clara.

Clara anandita, sesama model cantik namun tak begitu terkenal. Clara sendiri sudah menjadi saingan Salsa sejak dulu. Clara selalu iri pada Salsa karena Salsa selalu lebih unggul darinya. Maka dari itu, Salsa dan Clara sama sekali tak pernah akur sejak awal mereka menitih karir di dunia modeling hingga kini mereka harus bernaung di management yang sama dan manager yang sama.

"Sa, profesional dong. Gausah ngambek gitu" Ucap Lian

"Mas jahat sih, ngatain aku gatel" Balas Salsa

"Yaudah iya maaf, maaf ya Sasa. Gue gak bermaksud ngatain lo gitu kok" Ucap Lian

"Beliin coklat dulu! Baru gue maafin" Balas Salsa

"Iyaa, sekalian jalan nanti gue beliin coklat ya. Sekarang siap-siap dulu yuk" Bujuk Lian

"Yeayy, makasih Gantengnya Sasaaaa" Ucap Salsa

"Iya, yaudah yukk" Ajak Lian

"Gandenggg" Rengek Salsa

Lian menghembuskan nafasnya, lalu menggandeng Salsa. Lian tak ingin merusak mood Salsa, karena hari ini Salsa akan melakukan photoshoot dengan brand besar. Kalo Salsa bad mood dan enggan melakukan photoshoot, Lian lah yang akan riweuh sendiri nantinya.

***

"Hay Cantik, Apa kabar?" Tanya seorang model pria

"Hay Mark, gue baik. Lo apa sendiri apa kabar?" Tanya Salsa

"Seperti yang lo lihat, gue baik-baik aja" Balas Mark

Salsa tersenyum manis menanggapi jawaban Mark

"Makin cantik aja sih, tiap hari lo makan apa emang?" Tanya Mark

"Makasih ya Mark, gue emang cantik sih. Gue makan ya seperti manusia pada umumnya kok, gue - "

"Eh, sorry Cla. Pertanyaan gue tadi buat Sasa, bukan buat Lo" Ucap Mark menanggapi Clara

Pasalnya Clara tiba-tiba masuk dan menjawab pertanyaan Mark untuk Salsa.

"Ppffttt, malu sih kalo gue" Timpal Salsa menahan tawanya

"Ck, kurang ajar lo!" Balas Clara lalu pergi dari hadapan Salsa dan Mark

Lian yang melihat itu justru menatap sinis ke arah Salsa lalu menyusul Clara.

Clara memang sangat menyukai Mark. Pria tampan yang menjadi salah satu model di management mereka. Mereka bak cinta segiempat, dimana Salsa menyukai Lian, Lian menyukai Clara dan Clara sangat menyukai Mark.

Namun Clara tau jika Salsa menyukai Lian, dia sering kali memanasi Salsa dengan menarik perhatian Lian. Dan Salsa pun tak ingin kalah, ia selalu mendekati Mark saat Clara mencoba memanasinya dengan Lian.

Saat Salsa tengah asyik berbincang dengan Mark. Tiba-tiba Lian menarik lengan Salsa sedikit kencang

"Apaan sih! Sakit tau!" Ucap Salsa

"Clara marah! Minta maaf sekarang ke dia! Dia nangis Salsa!" Tegas Lian

"Apa urusannya sama gue! Dia nya aja yang lebay!" Balas Salsa

"Jelas-jelas lo yang salah! Lo yang bikin dia nangis!" Balas Lian

"Mas! Gue emang suka ya sama lo! Tapi lo jangan seenaknya gini dong!"

"Buka mata lo lebar-lebar! Clara itu suka sama Mark! Dan Mark gak suka sama dia! Mark yang bikin Clara nangis bukan gue!" Bentak Salsa

Lian sedikit terkejut saat Salsa membentaknya

"Yang Sasa omongin tuh bener Mas! Bukan salah dia, tapi gue"

"Biar gue nanti yang minta maaf sama Clara" Ucap Mark

"Gausah Mark, dia emang ratu drama. Gak tenang kalo sehari aja gak caper! Pantes gak laku, jelek begitu attitudenya!"

"Mending kita ke mall yuk, makan, main game, belanja. Lebih seru tuh" Balas Salsa

"Boleh deh, yuk. Kapan lagi bisa hangout sama cewek secantik Sasa hahaha" Balas Mark lalu menggandeng Salsa

"Lo urus aja sono drama queen lo itu!" Ucap Salsa sinis saat melewati Lian

Lian membeku menatap kepergian Salsa. Lian bukan kesal karena Salsa menghina Clara, namun entah mengapa Lian tidak suka saat Mark menggandeng mesra tangan Salsa. Bukannya selama ini hanya dia yang bisa menggandeng Salsa, namun kini Mark dengan beraninya menggandeng tangan mungil itu di depannya.

Lian juga merasa bersalah telah menyalahkan Salsa atas kesedihan Clara. Namun Lian juga tak bisa melihat Clara bersedih, dan dia hanya ingin menuruti permintaan Clara yang meminta Salsa untuk mengucapkan maaf padanya.

***

Lian yang hendak menggandeng Salsa, segera gadis itu tepis lalu jalan lebih dulu di depan Lian

"Gue bisa jalan sendiri" Ucap Salsa

Lian menghela nafasnya lalu mengikuti Salsa masuk ke dalam mobil

"Sa, jangan marah lagi ya. Please, gue minta maaf. Udah tiga hari loh, lo diemin gue. Gak kangen emang sama gue?" Tanya Lian

Salsa masih saja diam tak menanggapi Lian. Salsa justru sibuk bermain dengan ponselnya. Lian yang geram pun merebut ponsel Salsa

"Ishh! Balikin hp gue!" Ucap Salsa

"Gamau! Karena lo nakal! Lo gak dengerin gue ngomong dari tadi!" Balas Lian

"Gue dengerin! Mana sini hp gue!" Balas Salsa

Lian menatap layar ponsel Salsa

"Ohh, ternyata lagi sibuk chatan sama Mark" Ucap Lian

"Iya, mana sini. Kasian itu nanti kalo gak di bales" Balas Salsa

"Sa, gue yang di depan lo gak lo dengerin. Tapi chat Mark gaboleh telat sedetik pun untuk lo bales? Lo semarah itu sama gue?" Tanya Lian kesal

Salsa menghembuskan nafasnya lalu menatap Lian

"Gue emang marah, gue kesel sama lo! Tapi gue sadar, gue bukan siapa-siapa Lo Mas. Semua orang juga tau lo suka sama Clara, yang lo lakuin kemarin emang wajar kok. Jadi ngapain gue harus marah?" Tanya Salsa

Lian merasa heran dengan jawaban Salsa, dia benar-benar terkejut dengan jawaban yang tenang dari Salsa.

"Sa, maafin gue. Please jangan gini dong. Gue lebih suka lo yang manja sama gue dari pada lo diem gini. Gue minta maaf yaa, gue janji kedepannya gue gak akan belain Clara berlebihan lagi" Balas Lian

"Mas - "

"Please Sa, maafin gue. Jangan diemin gue lagi yaa. Anggap gue abang lo, lo bisa manja sama gue seperti dulu. Pleaseee" Ucap Lian sembari menggenggam tangan Salsa

Salsa tersenyum, rencana nya berhasil membuat Lian merasa bersalah.

"Yaudah, gue maafin. Tapi beliin - "

"Coklat, ice cream, sushi? Apalagi? Gue siap beliin semuanya buat lo" Balas Lian

"Hahaha yaudah ayo ke mall, beli coklat, ice cream, dan sushi" Balas Salsa terkekeh

"Sa? Beneran?" Tanya Lian

"Iya gantengnya Sasa, yukk" Balas Salsa

Lian memeluk Salsa erat

"Makasih ya cantik, udah di maafin" Ucap Lian

"Eitss belum lah, kan belum ada coklat, ice cream dan sushinya. Nanti kalo udah ada baru di maafin" Balas Salsa

"Hahaha iya iya, legooo ke Mall. Sekalian reward buat si cantik yang sukses photoshoot hari ini" Ucap Lian

"Sasa gitu lohhh, brand mana yang gak puas sama kecantikan Sasa hahahaha" Balas Salsa

"Hahaha dasar jumawa" Ledek Lian

***

"Hay, Gantengnya Sasaa" Ucap Salsa

"Akhirnya dateng juga! Udah di tungguin dari tadi juga"

"Udah ayo, buruan. Keburu Klien marah nungguin lo kelamaan Sa" Omel Lian

"Ish, apasih! Udah kali. Kliennya malah udah pergi" Balas Salsa

"Maksud lo?" Tanya Lian

"Gue udah tanda tangan kontrak sama mereka dan sekarang mereka udah pergi dari kantor" Balas Salsa

"Hah? Sama siapa? Kok lo gak nungguin gue sih!" Omel Lian

"Sama Bapak Raksaaaaaa, ayah kandung andaaa tuan Lian" Balas Salsa

"Sama Papa?" Tanya Lian

"Iyaaaa, dan sekarang Pak Raksa pergi sama kliennya makan siang" Balas Salsa

"Huft, syukur lah!"

"Bandel banget sih, di bilang jangan telat juga" Omel Lian

"Macet sayang! Kaya gatau Jakarta aja. Lagian gak di jemput sih" Balas Salsa

"Ya maaf, kan mobil gue masih di bengkel. Gue aja nebeng Papa ke kantor" Balas Lian

"Yaudah gapapa" Balas Salsa

"Makan siang dulu yuk" Ajak Lian

"Gamau, lagi gak laper" Balas Salsa

"Terus maunya apa?" Tanya Lian

Tanpa aba-aba Salsa duduk di pangkuan Lian yang tengah fokus dengan laptopnya

"Mau kamu" Ucap Salsa mesra

"Astaga Saaa"

"Sa, gue ini laki-laki dewasa yang normal! Lo duduk di pangkuan gue, dengan rok mini dan pakaian sabrina lo ini lama-lama bisa mancing nafsu gue tau gak! Berdiri sekarang!" Tegas Lian

"Gamau, masih mau begini" Balas Salsa yang sudah menyenderkan kepalanya pada bahu Lian

"Sa, ini di kantor! Nanti kalo ada yang tiba-tiba masuk gimana!" Omel Lian

"Udah gue kunci pintunya" Balas Salsa

"Hah? Astagaaaa nih bocah bener-bener ya!" Omel Lian

Cup

Salsa mengecup bibir Lian sekilas

"Jangan ngomel terus sayang, nanti gantengnya ilang" Balas Salsa

Salsa memang tak pernah malu menunjukkan rasa cintanya pada Lian. Apa itu mencintai dalam diam? Salsa bukan tipe perempuan seperti itu, Salsa akan ugal-ugalan untuk menaklukan dan mendapatkan cinta Lian.

"Heh! Nakal banget sih, tiba-tiba nyium bibir or - "

Belum sempat Lian menyelesaikan ucapannya. Salsa lebih dulu membungkam bibir Lian. Salsa melumat bibir laki-laki itu dengan lembut hingga Lian berhasil terpancing dan mulai membalas ciuman Salsa. Ciuman mereka yang awalnya lembut, kini mulai terasa panas. Lian bahkan mulai beralih menciumi leher mulus Salsa dan perlahan menarik baju Salsa dan membuka bra gadis itu.

"Eughh Mashh Liannhh" Lenguh Salsa saat Lian sibuk menyesap nipple Salsa

Lian dan Salsa sama-sama terbawa suasana hingga kini Lian sudah menyesap kedua Dada Salsa dan memainkannya secara bergantian.

Tangan Lian yang semula mengusap paha mulus Salsa mulai naik dan menyentuh milik Salsa. Salsa semakin gelisah berada di atas pangkuan Lian hingga membuat milik Lian dan miliknya bersentuhan.

"Ahh Sahh, jangan banyak gerakkk" Desah Lian

Saat Lian hendak bermain lebih dalam dengan milik Salsa. Salsa tiba-tiba bangkit dari pangkuan Lian

"Kenapa?" Tanya Lian heran

"Punya kamu ganjel banget. Gaenak di dudukin" Balas Salsa yang langsung jongkok di hadapan Lian

Lian paham apa yang akan gadis itu lakukan, ia tersenyum sembari menikmati permainan tangan dan mulut Salsa memanjakan miliknya.

Lian benar-benar terhanyut dalam permainan Salsa. Ini baru pertama kalinya mereka bermain sejauh ini. Biasanya, Salsa dan Lian hanya saling mencium pipi dan bibir walaupun status mereka hanya manager dan model.

"Ahh enakk sahh, terushh ahhh"

"Shitt!!! Enakhh Saaa, lebihh cepathhh" Desah Lian

Namun saat Lian akan mencapai puncak, Salsa tiba-tiba menghentikkan permainannya

"Shitt!! Kenapa berhentiii!!!" Omel Lian

"Hahahaha bilang dulu, cantikkan gue atau Clara?" Tanya Salsa

"Cantikkan lo Sa, lo paling cantik!! Ayo selesaiin permainan lo! Gue mau sampai Sasaaaa" Omel Lian

"Hahaha okee sayang" Balas Salsa terkekeh

Lian mengusap bibir Salsa yang terdapat sisa cairan pelepasannya. Ya, gadis itu berhasil membuat Lian merasakan pelepasan pertama kali dibantu oleh seorang wanita.

"Nakal banget sih" Ucap Lian

"Hahaha kan sekalian kenalan sama punya kamu" Balas Salsa

Muka Lian tiba-tiba cemberut

"Udah sering ya begini sama cowok lain?" Tanya Lian

"Ish, enak aja! Baru punya kamu ya, aku gapernah begituan sama siapapun termasuk mantan-mantan aku!" Balas Salsa

"Berarti gue yang pertama?" Tanya Lian

"Iya lah, kamu yang pertama nen ke aku, kamu yang pertama aku servis dengan baik dan apa kamu juga mau jadi yang pertama untuk buka segelan yang bawah? Hhmm?" Goda Salsa

Lian tersenyum lalu menggendong Salsa ke dan mendudukkan gadis itu di atas meja kerjanya

"Kamu dari tadi nakal banget sih! Mancing-mancing terus! Jangan salahin aku ya kalo aku beneran buka segelan kamu" Balas Lian

"Gak akan aku salahin sayang" Ucap Salsa tersenyum

Lian mulai kembali melumat bibir Salsa, sembari tangannya mencoba membuka celana dalam Salsa. Dan saat celana dalam Salsa terlepas, Lian mulai memainkan jarinya diatas milik Salsa

"Ahhh" Desah Salsa

Lian melakukan hal yang sama seperti yang Salsa lakukan padanya. Hingga gadis itu pun berhasil mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya. Lian menghisap habis cairan milik Salsa dan membuat perempuan itu kembali menggelinjang kegelian karena ulah Lian

Lian terkekeh melihat wajah Salsa yang lemas lalu ia kecup kening Salsa

"Udah capeknya? Aku mau langsung ke inti" Ucap Lian sembari mengusap peluh Salsa

"Boleh, lanjut aja" Balas Salsa

Lian tersenyum lalu mulai menggesekkan miliknya pada milik Salsa. Namun, saat Lian hendak mendorong masuk miliknya. Suara ketukan pintu membuyarkan mereka berdua

"Ah shittt!!!" Umpat Lian

"Udah cepetan rapihin baju kamu. Aku pake baju di kamar mandi aja" Balas Salsa lalu kabur masuk ke dalam kamar mandi

Lian membuka pintu ruangannya dan melihat ternyata Clara di depan ruangannya

"Eh, hay Cla? Kenapa?" Tanya Lian

"Gapapa, cuma tadi kaya denger suara Salsa di dalam. Kalian gak ngapa-ngapain kan?" Tanya Clara

"Mana ada? Sasa ikut Papa meeting sama klien. Aku sendirian dari tadi di ruangan" Balas Lian gugup

"Oh okee. Berarti Sasa gak di kantor kan?" Tanya Clara

"Gak, aman. Kenapa?" Tanya Lian

"Gapapa. Gue mau ngajak Mark ke Mall. Gue takut aja Salsa ganggu gue" Balas Clara

Lian menghembuskan nafasnya

"Sama aku aja yuk" Ajak Lian

"Gak deh, orang maunya sama Mark. Bye" Balas Clara

Setelah kepergian Clara, Lian menutup pintunya dengan sedikit kesal.

"Siapa?" Tanya Salsa lalu keluar dari kamar mandi

"Clara" Balas Lian

"Ohh, kenapa emang?" Tanya Salsa

"Dia mau ngajak Mark keluar ke Mall" Balas Lian kesal

"Ohh, cemburu? Yaudah ikut sana" Balas Salsa kesal

Lian tersenyum lalu mendekat ke arah Salsa

"Sa, makasih ya tadi udah nyenengin gue. Lo mau bikin gue seneng lagi gak?" Tanya Lian

"Ngapain? Lanjutin yang tadi? Hhmm?" Goda Salsa

"Gak, bukan. Gue udah gak mood!"

"Bantuin gue, lo ajak Mark kemana kek. Biar Clara gak jadi keluar sama Mark dan minta gue yang temenin dia ke Mall. Jadi gue bisa keluar sama Clara dan punya waktu berdua sama dia" Ucap Lian

Hati Salsa rasanya remuk setelah mendengar ucapan Lian. Salsa sudah berkorban memberikan tubuhnya pada Lian, namun ternyata laki-laki itu masih saja mengharapkan Clara.

Tanpa menjawab ucapan Lian, Salsa mengambil tasnya lalu meninggalkan Lian.

"Sa? Lo mau kemana? Sasa???" Ucap Lian menahan Salsa

"Gue gak habis pikir sama lo! Setelah gue kasih tubuh gue sama lo cuma-cuma tapi dengan gampangnya lo nyuruh gue pergi sama laki-laki lain demi Clara!"

"Otak lo dimana Lian! Setidaknya lo hargai perasaan gue sedikit aja brengsek!"

"Emang harusnya dari awal gue gapernah ngejar-ngejar lo! Karena sampai kapan pun cuma Clara yang ada di mata dan hati lo! Gue gak akan pernah menang dari Clara buat dapet ruang di hati lo!" Tegas Salsa lalu pergi meninggalkan Lian begitu saja

Lian mematung mendengar ucapan Salsa. Apa dia sudah ketelaluan pada Salsa, hingga gadis itu benar-benar kecewa padanya sekarang.

***

Kini Lian sudah berada di dalam apartemen Salsa. Sudah seminggu semenjak kejadian di kantor, Salsa benar-benar mendiami Lian. Dan hari ini, Salsa terpaksa harus mengizinkan Lian datang ke apartemennya karena ia juga butuh bantuan untuk take video Endorse dari beberapa brand.

Lian yang melihat Salsa tengah bersiap di kamarnya pun segera masuk sembari membawa bucket yang berisi bunga dan coklat.

"Maafin gue Sa, gue tau gue salah. Jangan diemin gue lagi" Bujuk Lian sembari menyodorkan bucket coklat

"Gue gak butuh coklat lo" Balas Salsa sembari merias wajahnya

Lian yang sudah tak tahan pun duduk tepar di sebelah Salsa lalu memeluk Salsa dengan erat.

"Please maafin gue Sa, jangan bersikap seperti ini Sa. Gue gamau" Ucap Lian

Salsa menghembuskan nafas lalu mendorong tubuh Lian

"Maksud lo apa sih Mas! Jangan plin-plan dong jadi laki! Lo suka kan sama Clara? Terus ngapain lo masih bersikap begini sama gue? Emang gabisa ya kalo kita bersikap profesional aja?"

"Jangan bikin gue bimbang dan makin berharap sama lo! Ucapan lo itu seakan-akan nahan gue untuk pergi, tapi sikap lo justru minta gue buat pergi! Gue bingung lama-lama sama sikap lo mas!"

"Jangan egois jadi cowok! Kalo lo suka Clara, yaudah kejar! Gausah sok peduli lagi sama gue!" Tegas Salsa lalu bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan Lian

Namun Salsa baru beberapa melangkah, Lian memeluknya erat dari belakang

"Maafin gue Sa, gue juga bingung sama perasaan gue. Selama ini gue udah anggap lo adik gue, dan gue gamau kalo lo jauh sama gue. Tapi semenjak kejadian di kantor, gue sadar perasaan gue salah sama lo. Gue bukan lagi anggap lo adik gue Sa, gue sayang sama lo. Gue nyaman tiap ada di deket lo dan gue gabisa kalo lo diemin gue gini, gue sedih Sa" Ucap Lian

Salsa tersenyum tipis saat Lian mengatakan itu. Memang jiwa cegilnya masih tak bisa ia hilangkan, baru mengatakan hal itu saja Salsa langsung lupa dengan sakit hatinya pada Lian

"Clara?" Tanya Salsa

"Gue akan berusaha lupain dia" Balas Lian

"Beneran?" Tanya Salsa

"Iya Sa, gue serius. Gue mau buka hati gue buat cegil gue satu ini" Balas Lian

Salsa memutar tubuhnya menghadap Lian

"Jangan marah lagi ya cantik" Ucap Lian mengusap wajah Salsa

"Mangkanya jangan nyebelin" Balas Salsa

Lian tersenyum lalu mencium bibir Salsa dan melumatnya.

"Udah, take video dulu yuk" Ajak Salsa sembari menyudahi ciuman Lian

"Yaudah yuk" Balas Lian

Setelah beberapa video endorse sudah berhasil di ambil. Lian sibuk mengambil alih mengedit video endorse Salsa, sedangkan Salsa di dalam kamar sengaja menyiapkan ide gila untuk menjahili Lian.

"Mas, lo lupa ya kalo ada satu video endorse lagi hari ini?" Tanya Salsa

"Hah? Gak ada kok, udah semua ini. Gak ada lagi" Balas Lian tanpa menatap Salsa

Salsa tersenyum lalu berdiri di hadapan Lian

"Ada kok, nih endorse lingerie seksi ini? Lo lupa ya?" Tanya Salsa

Lian melotot melihat Salsa memakai lingerie seksi di hadapannya. Lian bahkan bisa melihat jika Salsa sudah tak mengenakan bra di balik lingerie tipis itu

"Sa! Gausah mancing ya. Cepet ganti" Omel Lian

"Dih, orang mau kerja kok. Udah cepet take videonya" Balas Salsa

"Video apaan! Gila aja gue nerima endorse beginian! Gak akan lah!"

"Tubuh seksi lo ini cuma buat gue! Yakali gue terima endorse beginian! Gak rela gue aset gue di liat banyak orang!" Ucap Lian lalu menghampiri Salsa

"Hahaha apaan sih, tiba-tiba ngeklaim tubuh gue!" Balas Salsa

Lian mendekat lalu memeluk erat tubuh Salsa sembari meremas payudara Salsa

"Emang tubuh lo cuma punya gue cantik" Bisik Lian mesra

Salsa benar-benar merinding karena Lian, Salsa berbalik lalu mengalungkan tangannya pada Lian. Dan mereka mengulangi kegiatan mereka persis seperti di kantor saat itu.

Dan setelah Lian mendapatkan pelepasan karena bantuan Salsa. Lian segera membawa Salsa masuk ke dalam kamar dan menarik lingerie tipis itu hingga Salsa naked di hadapannya.

"Ahhh Mashh Liannn oughh" Desah Salsa saat Lian mulai memanjakan miliknya

Lian tersenyum mendengar suara desahan Salsa yang menyebutkan namanya. Lian kembali bersemangat memuaskan model cantiknya itu, namun saat Salsa hendak mendapatkan pelepasan. Telpon Lian berdering dan mengganggu mereka

"Jangan berhenti pleasee, lanjutin Mashh" Racau Salsa

Lian melirik ponselnya dan ternyata Clara yang tengah menelponnya. Lian benar-benar bimbang, apa yang harus ia lakukan. Namun Lian memilih membantu Salsa hingga tuntas lalu mengangkat telpon Clara.

Lian mengecup kening Salsa setelah membantu gadis itu mendapatkan pelepasannya.

"Mau kemana?" Tanya Salsa

"Angkat telpon dulu sayang" Balas Lian

Salsa mengangguk sembari mengatur nafasnya.

"Sa, gue pergi ya. Terimakasih malam ini cantik" Ucap Lian

"Mas? Lo mau kemana? Kenapa buru-buru gitu? Ada masalah?" Tanya Salsa heran

"Hhmm, gapapa kok Sa. Gue duluan ya" Balas Lian lalu pergi meninggalkan Salsa begitu saja

"Aneh, kenapa sih? Baru di puasin di tinggal pergi gitu aja! Udah kek jalang gue" Monolog Salsa

Salsa yang enggan memikirkan lagi soal Lian memilih memainkan ponselnya dan membuka seluruh sosmednya. Namun saat sedang asyik memainkan ponselnya. Tiba-tiba Salsa menerima pesan dari Clara yang membuat hati Salsa kembali hancur.

Clara mengirimkan sebuah foto dimana Lian tengah berada di rumahnya sembari membawa beberapa makanan. Clara sengaja mengirimkan foto itu untuk memanasi Salsa. Dan Clara berhasil, saat ini Salsa sudah sangat kecewa pada Lian.

Lian tega meninggalkan Salsa begitu saja hanya untuk pergi ke rumah Clara. Lian bahkan berbohong padanya saat hendak pergi dari apartemennya tadi. Salsa sudah benar-benar muak dengan segala tingkah Lian.

***

Pagi ini, Salsa datang ke kantor bersama Mark sembari bergandengan tangan. Mereka datang bersama karena ada project yang akan mereka lakukan bersama. Sekaligus untuk membalas tingkah Clara dan Lian yang dua hari lalu membuatnya sakit hati.

"Oh, pantes gamau di jemput. Ternyata dateng bareng Mark? Iya!" Tegas Lian saat Mark pergi ke toilet

"Apa urusannya sama lo? Emang lo siapa gue?" Tanya Salsa ketus

"Sa! Lo kenapa lagi sih? Perasaan kita udah baikan kan? Kenapa lo marah lagi sampe blokir nomer gue? Ayo lahh, jangan dikit-dikit ngambek! Jangan kek anak kecil bisa gak sih?" Ucap Lian kesal

Plakkk

Salsa yang sudah menahan amarahnya sejak dua hari yang lalu pun refleks menampar Lian

"Lo bilang gue anak kecil? Lo bener! Emang gue masih kecil, gue masih childish! Makanya lo bisa seenaknya bodohin gue!" Balas Salsa kesal

"Sorry Sa, bukan maksud gue - "

"Udah lah Mas! Gue bosen denger ucapan maaf lo!" Ucap Salsa ketus

Tak lama Clara datang dan duduk di sebelah Lian sembari mencoba memanasi Salsa.

"Makasih ya Mas, udah rawat aku dua hari kemarin pas aku sakit" Ucap Clara mesra

Lian membulatkan matanya mendengar Clara bicara seperti itu di depan Salsa.

"Ii-iya Cla" Balas Lian gugup sembari menatap Salsa

"Sorry ya Sa, padahal waktu itu lo lagi butuh Mas Lian ya buat take endorse? Eh tapi Mas Lian nya malah lebih milih nyamperin gue" Ucap Clara

"Gak masalah, videonya juga udah kelar kok"

"Gue kan cantik, public speaking gue bagus, dan gue jago acting. Jadi take video sebentar juga kelar. Gak kek lo, yang harus ribuan video baru selesai" Balas Salsa santai

"Ck, nyebelin banget sih lo!" Ucap Clara

Anjing, pasti Salsa marah sama gue karena ini. Clara pasti sengaja ngirim foto gue ke Sasa saat gue di rumahnya kemarin *batin Lian

"Udah udah, bisa gak sih kalian gausah ribut kalo ketemu?" Ucap Lian melerai

"Dia dulu tuh mas" Rengek Clara

Salsa memutar bola matanya malas

"Maaf ya lama, lagi mules banget soalnya" Ucap Mark tiba-tiba kembali bergabung

Melihat Mark datang, Clara langsung merapikan rambut dan penampilannya. Hal itu pun tak luput dari pandangan Lian, dan membuat laki-laki itu lama-lama jengah dengan Clara

"Hay Mark" Sapa Clara

"Oh, hai Cla" Balas Mark cuek

"Kasian banget sih sampe keringetan gini? Panas ya?" Ucap Salsa sembari mengusap keringat Mark

Salsa bisa melihat mata Lian dan Clara sama-sama membulat kala melihat Salsa mengusap keringat Mark

"Hey, gaperlu babe. Udah gapapa" Balas Mark

"Babe? Kalian pacaran?" Tanya Clara

"Iya, kenapa?" Balas Salsa jumawa

Lian mengepalkan tangannya mendengar jawaban Salsa

"Ck! Kok lo mau sih sama Sasa Mark? Lebih cantikkan juga gue!" Ucap Clara kesal

Mark tersenyum lalu menatap Salsa

"Sorry Cla, tapi Salsa jauh lebih cantik buat gue" Balas Mark tersenyum

Salsa membalas senyuman Mark dan mereka saling menatap. Hal itu berhasil membuat tubuh Lian menjadi panas seketika, rasanya ia tak percaya jika Salsa benar-benar berpacaran dengan Mark.

"Kalian inget ya! Di management ini, kalian boleh-boleh aja pacaran asal bisa profesional! Ngerti!" Tegas Lian

"Sellow aja Mas, gue dan Sasa ngerti kok" Balas Mark

"Ohh atau jangan-jangan lo pacaran sama Mark karena sakit hati ya, karena Mas Lian lebih milih gue daripada lo?" Tanya Clara

Dan ucapan Clara benar-benar tepat sasaran. Salsa memang menerima Mark karena ia sudah terlanjur sakit hati dengan Lian. Salsa sudah muak dan tak ingin mengejar Lian lagi.

"Dih, gue bersaing sama lo cuma demi dia?" Ucap Salsa sembari menunjuk Lian

"Ogah! Gue cantik, seksi dan model terkenal, harus ngemis-ngemis sama laki modelan dia yang gabisa di pegang omongannya?"

"Big No! Yang suka sama gue banyak kali, mending gue sama Mark yang bisa hargain gue. Apalagi gue gapernah tuh kalah dari Lo! Dan gak akan pernah Cla"

"Jangan-jangan lo kan yang hampir gila setelah tau fakta gue dan Mark resmi pacaran? Sakit hati ya? Kalah lagi ya dari gue? Hahaha"

"Udah lah, mending kita ke studio sekarang sayang. Gak jelas ngadepin dua sejoli yang lagi kepanasan ini, yuk" Ucap Salsa lalu menggandeng Mark

Mark tersenyum lalu mengusap kepala Salsa lembut

"That's My Girl"

"Permisi ya semua" Ucap Mark

Lian hanya diam mematung mendengar semua ucapan Salsa. Lian sadar, dia sudah keterlaluan pada Salsa. Lian tak bisa menyalahkan gadis itu jika kini Salsa sangat membencinya. Namun Lian juga merasa tak rela, ada laki-laki lain yang memiliki Salsa. Lian benar-benar tak bisa tegas dengan perasaannya sendiri.

***

"Ngapain lagi lo minta gue ke ruangan lo?" Tanya Salsa sembari masuk ke dalam ruangan Lian

Sudah hampir tiga bulan, Salsa benar-benar menjauh dari Lian. Salsa hanya bertemu Lian saat dirinya tengah bekerja, selain itu Salsa tak pernah bercengkrama seperti biasanya.

Salsa bahkan menolak saat Lian memaksa untuk mengantar jemput dirinya seperti dulu. Salsa mengancam akan keluar dari management jika Lian masih saja memaksa dirinya.

Saat Salsa sudah masuk, Lian segera mengunci pintu ruangannya saat Salsa masuk ke dalam ruangannya

"Anjir! Mau ngapain lagi sih lo Mas!" Tegas Salsa

"Sa, gue mau - "

"Bosen! Gue udah bosen denger perkataan maaf lo!"

"Sekarang minggir! Gue mau balik sama pacar gue!" Tegas Salsa

Saat Salsa berbalik, Lian kembali memeluk Salsa dengan erat dari belakang

"Sa, please maafin aku. Aku beneran nyesel, aku mau jelasin semuanya sama kamu Sa. Please dengerin dulu ya" Mohon Lian

"Lepas gak! Lepasin!!!!" Teriak Salsa

"Gue udah bosen! Gue beneran muak sama semua omong kosong lo! Lo itu cuma butuh tubuh gue! Makanya lo sibuk nyari gue di saat lo butuh kepuasan! Dan setelah lo dapetin itu semua, lo kembali sama wanita pujaan hati lo itu!"

"Lo beneran brengsek tau gak! Gue benci sama Lo Lian! Gue benciiii!" Teriak Salsa

"Sa, gak gitu Sa. Aku - "

"Stop ngomong aku kamu! Gue jijik dengernyaa!"

"Dan sekarang, biarin gue pergi atau gue bakalan teriak dan bilang lo udah lecehin gue!" Ancam Salsa

"Sa, please dengerin aku dulu Sa" Mohon Lian

"Oh, oke. Gue bakalan teriak, Toll - "

"Okee, okee. Aku bakal lepasin kamu, tapi aku gak bakal nyerah untuk dapetin maaf dari kamu sayang" Ucap Lian

Salsa memutar bola matanya malas lalu pergi dari ruangan Lian

Namun saat Salsa keluar ternyata Mark sudah ada di depan ruangan Lian

"Eh sayang? Ngapain?" Tanya Salsa berusaha menetralkan jantungnya

"Aku nyariin kamu, terus kata orang-orang kamu di panggil Mas Lian. Makanya aku disini sayang" Balas Mark

Lian ikut berdiri di samping Salsa

"Eh sorry bro, gue pinjem pacar lo bentar tadi bahas kerjaan" Ucap Lian

Namun Salsa menahan sekuat tenaga untuk tak menampar Lian di depan Mark, sebab tangan Lian sudah meraba masuk ke dalam rok mini yang Salsa gunakan. Lian dan Salsa sama-sama berdiri di ambang pintu ruangan Lian, hingga tak tersisa space untuk mereka berjauhan. Itu membuat Lian memudahkan aksinya untuk menyentuh tubuh Salsa. Lian tau jika sangat mudah menaikkan hasrat Salsa, tubuh Salsa sangat sensitif dengan sentuhan darinya.

"Iiyah Sayang, ada project baru soalnya" Balas Salsa gugup

"Ohh, yaudah lanjutin aja sayang. Aku juga belum kelar nih photoshootnya. Brand nya ribet, jadi harus take berkali-kali"

"Daripada kamu bosen, mending di ruangan Mas Lian aja ngobrol" Ucap Mark

Lian tersenyum mendengar ucapan Mark lalu menatap Salsa dengan tangannya yang kini mulai masuk ke dalam celana dalam Salsa.

"Gak! Gak! Aku nemenin kamu aja sayang di studio" Tolak Salsa

"Gapapa disini aja Sa, ntar gue orderin makanan deh. Mau coklat, ice cream apapun itu" Ucap Lian

"Nah, udah sama mas Lian aja. Aku lebih percaya kamu sama Mas Lian daripada si fotografer playboy di studio itu sayang"

"Mas titip cewek gue ya, jagain! Manjain, pesenin makanan" Balas Mark

"Tapi yang - "

"Udah lo gausah rewel, ayo. Kasian pacar lo mau kerja itu" Ucap Lian

Setelah berdebat panjang, kini Mark sudah kembali ke studio dan menyisahkan Salsa dan Lian.

Plakkkk

"Lo gila ya! Hah!" Bentak Salsa

Tanpa basa-basi Lian menarik Salsa kembali masuk ke ruangannya dan menguncinya

"Iya aku gila! Aku gila karena kamu!"

"Tiga bulan Sa! Tiga bulan kamu jadian sama Mark, kamu jauhin aku dan gapernah mau dengerin penjelasan aku! Aku kangen sama kamu Sa! Aku gamau hubungan kita kaya gini!"

"Aku gak suka kamu diemin gini! Aku tau aku salah! Tapi please harusnya kamu dengerin penjelasan aku dulu!!" Tegas Lian

"Apa lagi yang mau gue dengerin dari lo! Penjelasan bulshit lo yang ninggalin gue setelah puas demi jagain tuan putri lo itu? Iya? Hah!!" Bentak Salsa

"Sa! Aku lakuin itu bukan karena aku masih suka sama Clara!"

"Malam itu Clara tiba-tiba telfon aku dan bilang kalo dia sendirian di rumah! Kepala dia sakit dan dia minta tolong aku beliin obat! Just it!"

"Setelah aku beliin obat untuk Clara, aku pulang ke rumah karena aku ngerasa bersalah sama kamu!"

"Aku udah janji untuk jauhin Clara dan buka hati buat kamu! Tapi malam itu aku justru pergi menemui Clara di belakang kamu!"

"Besok paginya, Sara ngirim foto kalo Clara masuk rumah sakit. Aku pergi ke rumah sakit hanya karena rasa kemanusiaan dan tanggung jawabku sebagai seorang manager Sa. Tapi saat aku mau pulang, Sara ternyata ada pemotretan dan terpaksa harus pergi ninggalin Clara. Jadi aku yang nemenin dia di rumah sakit"

"Please maafin aku Sa, aku tau aku salah. Aku bohongin kamu, aku ninggalin kamu gitu aja. Tapi jujur aku gabisa di giniin sama kamu, aku pun bingung sama perasaanku sendiri. Aku udah gak suka sama Clara Sa, aku berani sumpah" Ucap Lian

"Udah lah, gausah di paksa. Dari semua penjelasan lo yang panjang lebar ini juga masih bisa ngejelasin rasa sayang lo sama Clara lebih besar daripada sayang lo yang hanya bualan semata buat gue"

"Lo cuma kehilangan gue karena lo butuh tubuh gue kan? Kemarin-kemarin gapernah tuh ngerasa kehilangan gue, gue aja yang gila-gilaan deketin lo dan berusaha untuk ada di hati lo tapi kenyataannya nihil. Gue gak akan pernah bisa menggeser tahta tuan putri lo itu"

"Please stop ganggu gue Mas! Gue mau bahagia sama Mark. Gue udah gapeduli sama lo! Gue beneran mau hapus semua tentang lo di kehidupan gue! Karena lo itu cuma sumber luka di hidup gue! Paham!" Tegas Salsa lalu pergi dari ruangan Lian

Lian masih diam mematung mendengar jawaban Salsa. Ternyata penjelasannya sama sekali tak bisa masuk ke dalam logika Salsa. Padahal Lian sudah mengatakan hal yang sejujur-jujurnya pada Salsa, apa yang terjadi hari itu. Namun Salsa justru seakan menolak segala penjelasan Lian.

***

Hari ini, Salsa dan Lian tengah berada di studio kantornya untuk melakukan pemotretan. Sudah dua minggu sejak kejadian di dalam ruangan Lian terjadi, namun Lian masih saja berusaha mendapatkan maaf dari Salsa.

"Good, lanjut besok yaa. Udah tengah malam ini, jangan gila kerja lo berdua" Ucap sang Photografer

"Besok masih berapa pemotretan bang?" Tanya Salsa

"Lah, lu dari tadi sama manager lu diem-dieman apa gimana? Ngapain tanya gue Sa? Kan ada si Lian noh nganggur" Balas Rafi si Photografer

"Sasa ngambek sama gue bang, makanya gue di diemin" Balas Lian melirik ke arah Salsa

"Ohh pantes hahaha. Biasanya udah nempel bangettt"

"Mending kita seneng-seneng dulu yuk. Nih, gue bawain sesuatu buat kalian" Balas Rafi sembari mengeluarkan dua botol alkohol

"Wihh, tau aja lo bang gue udah lama gak minum" Balas Salsa

"Sa, gausah banyak-banyak" Tegur Lian

"Gue juga tau kali! Gak mungkin gue habisin semuanya" Balas Salsa

"Hahaha udah udah, nih pada minum" Balas Rafi

Mereka bertiga pun mulai meminum minuman yang sudah biasa mereka nikmati. Hingga dua botol alkohol itu habis tak tersisa, Rafi dan Salsa lah yang lebih banyak meminum minuman itu. Lian tak ingin banyak minum karena ia ingat harus mengantar Salsa ke apartemennya.

Ya, walaupun hubungan mereka sudah tak baik-baik saja. Namun baik Salsa dan Lian tetap profesional tentang masalah pekerjaan. Lian akan menjemput dan mengantar Salsa kemanapun gadis itu akan melakukan pekerjaannya.

"Bang, gue bawa Salsa pulang deh ya. Nih bocah udah gak sadar begini" Ucap Lian

"Okee"

"Gue nginep studio deh, udah gak kuat gue mau balik" Balas Rafi

"Yaudah, terserah lo deh bang" Balas Lian

"Ayo Sa, balik" Ucap Lian sembari membantu membopong tubuh Salsa

Salsa yang sudah tak sadar dan meracau tak karuan membuat Lian tersenyum. Ternyata dalam racauan Salsa, Salsa mengatakan jika ia masih mencintai Lian.

"Sa, aku juga cinta sama kamu Sa. Aku baru sadar perasaan ku setelah kamu pergi dari aku. Aku cinta sama kamu Sa" Ucap Lian

Kini Lian sudah berada di basement apartemen Salsa. Lian tak kuasa mengungkapkan perasaannya pada Salsa. Sungguh Lian kini sudah sadar sepenuhnya tentang perasaannya pada Salsa.

Lian tak lagi tertarik pada Clara karena Lian sadar selama ini Clara hanya memanfaatkannya untuk memanasi Salsa. Lian sadar jika Salsa lah yang selama ini dengan tulus mencintai dirinya. Dan karena kesalahannya yang tak jujur hari itu, Lian harus kehilangan Salsa

"Hahaha Lo itu jahat Lian, lo itu gak cinta sama gue! Lo cuma cinta sama Clara. Apalah gue? Cuma lo anggap perempuan murahan yang bisa lo pake setiap lo butuh kan?"

"Ya meskipun gue masih perawan, tapi setiap tubuh gue udah ada bekas Lo Lian. Lo gak inget ya? Padahal cantikan dan seksian juga gue dari pada Clara. Kenapa lo gapernah liat ketulusan cinta gue sih Lian?" Racau Salsa

Lian menggelengkan kepalanya lalu menangkup wajah Salsa

"Maaf sayang, selama ini aku terlalu denial tentang perasaan aku ke kamu. Dan disaat aku mulai kehilangan sosok kamu di hidupku, aku baru sadar kalo aku bener-bener cinta sama kamu sayang" Ucap Lian

"Lian jahat, Lian gak cinta sama Sasa" Racau Salsa

Lian kembali menggelengkan kepalanya lalu mencium bibir Salsa. Ciuman yang awalnya hanya Lian lakukan untuk melepas rasa rindunya justru semakin panas saat Salsa tiba-tiba membalasnya dengan agresif. Salsa bahkan sudah berpindah pada pangkuan Lian.

Beruntung Lian memarkirkan mobilnya di paling ujung basement, dan kaca mobilnya pun sangat gelap hingga tak akan ada orang yang menyadari jika saat ini Salsa tengah duduk di atas pangkuannya.

"Ashh Masss Liannhhh, hisap yang kencenggghh mashh" Desah Salsa saat Lian menghisap nipple nya

Ya, Lian pun sama. Dia memang sadar, namun dia terbawa suasana hingga menuruti permainan panas Salsa yang Lian tau Salsa lakukan karena pengaruh alkohol yang membuatnya tak sadar sepenuhnya.

"Malam ini, aku gak akan lepasin kamu Sa. Aku gak peduli mau kamu makin marah sama aku setelah ini. Terpenting aku mau kamu jadi milik aku!! Aku akan buat kamu putus sama Mark Sa! Sorry kalo aku jahat dan egois, tapi aku beneran gabisa liat kamu lama-lama sama Mark Sa" Ucap Lian yang kini sudah menggotong Salsa masuk ke dalam apartemen Salsa

Pagi harinya, Salsa bangun karena merasa tubuhnya terasa berat dan sangat pegal. Betapa terkejutnya Salsa melihat Lian yang tertidur di sebelahnya sembari memeluknya erat. Salsa membulatkan matanya melihat Lian yang tengah bertelanjang dada, dan membuatnya refleks melihat tubuhnya yang ternyata juga tak mengenakan sehelai pakaian.

"Mas! Bangun! Jelasin semuanya! Mas!!!" Teriak Salsa sembari mengubah posisinya menjadi duduk dan menahan selimut untuk menutupi tubuhnya

"Ck, apasih sayang? Mas masih ngantuk" Balas Lian

"Mas! Bangun atau gue makin marah sama lo ya Mas!" Ancam Salsa

Dengan terpaksa Lian membuka matanya

"Kenapa? Hhmm?" Tanya Lian lembut seraya mengusap punggung mulus Salsa

"Lo ngapain tidur disini? Kita ngapain semalam sampe kita telanjang gini?" Tanya Salsa serius

"Sayang? Serius kamu tanya begitu sama mas? Kondisi mas dan kamu yang berantakan gini masih kurang jelas kita ngapain semalam?" Tanya Lian heran lalu merubah posisinya ikut duduk di sebelah Salsa

"Lo beneran udah - "

"Iya udah, dan kita lakuin itu atas dasar suka sama suka sayang" Balas Lian

Salsa mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Salsa mulai mengingat beberapa hal tentang semalam, ia juga mengingat bagaimana Salsa yang lebih dulu mencium Lian dengan sangat ganas.

Salsa mencoba menutupi rasa malunya pada Lian karena tingkahnya semalam di bawah kendali alkohol.

"Ck, lo harusnya gausah ambil kesempatan! Lo tau semalam gue mabuk dan gak sadar! Kenapa masih lo - "

"Karena mas mau kamu jadi milik mas seutuhnya! Mas gak peduli kamu pacar Mark atau siapapun itu! Kamu cuma punya mas! Kita saling mencintai, dan - "

"Mencintai? Haha? Masih gak sadar lo efek alkohol? Lo itu - "

"Mas cinta sama kamu! Mas cinta sama Salsa! Model genit yang selalu godain Mas! Model yang selalu manja sama Mas! Yang ternyata cintanya tulus sama Mas!" Ucap Lian

Lian mengulangi semua ucapannya semalam pada Salsa. Lian ingin Salsa tau jika dirinya kini benar-benar mencintai Salsa.

"Lo cinta setelah berhasil ambil virgin gue kan? Haha dasar laki! Itu bukan cinta tapi nafsu!" Tegas Salsa

Lian yang sudah terlanjur kesal mencium bibir Salsa dengan sedikit brutal

"Mas cinta sama kamu bukan karena mas udah ambil keperawanan kamu semalam! Mas cinta kamu jauh sebelum ini Sa! Mas baru sadar setelah kepergian kamu yang berhasil buka pikiran mas! Mas udah cinta jauh sebelum kamu nyerahin diri kamu untuk mas!!!" Tegas Lian

Salsa terdiam menatap mata Lian yang terlihat penuh ketulusan.

Lian menggenggam tangan Salsa serasa mengusapnya dengan penuh kelembutan

"Maafin mas kalo kemarin-kemarin mas gak ngehargain perasaan kamu. Mas fikir kamu sama seperti perempuan lain yang hanya ingin harta mas dan karirnya naik di management karena deket sama mas"

"Tapi jujur semakin lama mas deket sama kamu, mas jadi tau kalo penilaian mas salah sama kamu. Mas tau kamu tulus sama mas, tapi mas masih aja denial dan menutupi itu semua dengan rasa suka mas sama Clara"

"Lama kelamaan mas makin gabisa nahan perasaan mas, terlebih setelah kejadian malam itu yang membuat kamu berubah sama mas. Mas sadar mas salah, mas sadar kalo mas cinta sama kamu, mas gabisa jauh sama kamu"

"Sayang? Will you marry me?" Ucap Lian menatap Salsa dengan penuh keseriusan

Salsa membulatkan matanya, ia masih mencerna kata demi kata yang Lian ucapkan padanya

"Mas udah nidurin kamu, mas udah ambil kehormatan kamu. Dan mas mau hanya mas yang pertama dan terakhir lakuin itu sama kamu, begitu pula mas. Mas mau kamu yang pertama dan terakhir untuk mas sayang"

"Pleasee, kita mulai semuanya dari awal ya. Tolong beri kesempatan buat mas, kita rajut cerita kita dengan versi yang jauh lebih baik. Kamu milik mas, dan mas milik kamu" Lanjut Lian

Air mata Salsa mengalir tanpa di komandoi. Salsa benar-benar terharu, ia tak menyangka jika laki-laki yang selama ini ia cintai kini bisa membalas cintanya.

"Jangan nangis sayang, please. Terima mas jadi suami kamu ya" Ucap Lian sembari menghapus air mata Salsa

Salsa menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis pada Lian

"Makasih sayang, makasihhhh"

"Mas cinta sama kamu, mas sayanggg banget sama kamu sayang" Ucap Lian memeluk Salsa dengan erat

"Aku juga cinta sama mas" Balas Salsa

"Mas tau sayang, Mas sangat-sangat tau itu. Cinta kamu gak akan pernah hilang buat mas" Balas Lian

Lama mereka berpelukan, Lian melepaskan pelukannya lalu menatap Salsa

"Beneran ya, mau nikah sama mas?" Tanya Lian

"Iya mau"

"Lagian kalo bukan mas yang nikahin aku siapa? Mana ada cowok yang mau nikah sama gadis rasa janda begini" Balas Salsa

Lian terkekeh lalu mengacak-acak rambut Salsa

"Ada aja jawaban nyelenehnya" Balas Lian

"Emang bener kan"

"Udah tau orang mabuk, malah modus banget, kesempatan merawanin anak orang" Balas Salsa

"Hey, orang kamu duluan yang nyerang mas"

"Nih liat karya kamu, di leher dan dada mas? Masih kurang jelas apa ya? Yang ganas semalam siapa?"

"Nih, tangan mas juga bekas cakaran kamu banyak" Balas Lian menunjukkan beberapa bagian tubuhnya

"Emang yakin itu aku yang lakuin?" Tanya Salsa

"Wahhh nih bocah yaa, apa harus mas tanya Bang Rafi? Semalam leher mas masih bersih apa udah merah-merah begini? Hhmm?" Tanya Lian

"Heh! Ya gaperlu lah massss" Balas Salsa

"Makanya, jangan asal kalo ngomong!"

"Orang ini perbuatan kamu kok, gamau ngaku banget"

"Tau gitu, semalam mas rekam biar mas punya bukti kalo semalam kamu tuh ganas banget" Ucap Lian

"Yaudah sih, orang menikmati juga meskipun aku ganas? Iyakan?" Tanya Salsa

"Hahaha pasti lah, menikmati banget malah" Balas Lian terkekeh

"Dihhhh, dasar mesum" Umpat Salsa

"Oh iya sayang, mas boleh minta sesuatu gak sama kamu?" Tanya Lian

"Apa mas?" Tanya Salsa

"Kalo kita nikah, kamu berhenti aja ya jadi model. Mas aja yang kerja, kam - "

"Gak! Gamau! Kalo Mas masih nerapin sistem patriarki, mending mas cari perempuan lain deh buat jadi istri mas! Karena aku gak akan mau!"

"Model ini cita-cita ku mas! Aku akan berhenti atas kemauan ku sendiri, saat aku rasa semuanya udah cukup buat aku!"

"Walaupun nanti aku akan jadi istri dan ibu, aku gak akan pernah lupa sama kewajibanku! Aku tau kodratku dan aku tau apa yang menjadi tanggung jawabku!" Balas Salsa

"Sayang, maafin mas. Mas gamau maksa kamu, mas cuma takut kamu nantinya kecapekan aja. Harus kerja dan ngurus rumah tangga kita nantinya"

"Kalo kamu emang masih mau kerja, mas gak akan larang kamu sayang. Bukan maksud mas nerapin patriarki ke kamu, gak! Mas beneran gak bermaksud kesana"

"Mas cuma gamau kamu kecapekan aja nantinya" Balas Lian

"Mas, aku gak akan kecapekan. Aku tau kapasitas tubuh ku! Aku janji aku gak akan maksain kalo aku udah ngerasa capek!"

"Aku juga gak akan nunda punya anak, seperti model-model lain yang takut badannya rusak karena hamil! Aku gak akan seperti itu mas, kamu tenang aja"

"Aku mau punya anak dan keluarga kecil yang bahagia sama kamu. Jadi please jangan larang aku kerja ya" Ucap Salsa

Lian tersenyum mendengar penjelasan Salsa. Lian benar-benar tak salah memilih Salsa untuk menjadi pendamping hidupnya. Karena jujur Lian enggan menikah dengan seorang model karena kebanyakan dari mereka memilih menunda memiliki anak sebab lebih mementingkan karir mereka di dunia modeling.

Namun Salsa sangat berbeda, gadis itu sangat mengerti jika Lian ingin segera memiliki anak setelah mereka menikah nantinya.

"Mas emang gak salah pilih kamu jadi istri mas"

"Makasih ya sayang" Ucap Lian memeluk Salsa erat

"Hhmm sekarang, boleh gak kalo aku yang minta sesuatu sama mas?" Tanya Salsa

"Apa sayang?" Tanya Lian seraya melepas pelukannya

"Berhenti jadi manager artis dan model lain. Fokus aja di posisi lain"

"Management itu kan punya keluarga kamu, kamu bisa minta di tempatin di posisi lain tanpa harus berurusan dengan talent-talent lagi" Ucap Salsa

Lian tersenyum lalu mengusap wajah Salsa

"Kenapa sih? Hhmm? Kok tiba-tiba minta mas pindah posisi?" Tanya Lian

"Ya kamu tau kalo aku cemburuan! Nanti kalo ada talent yang genit sama kamu, terus kamu kegoda gimana!"

"Nanti kamu malah nyaman sama dia, terus selingkuh di belakangku!" Balas Salsa

"Sayang, sebelum mas berniat menikahi kamu. Bahkan udah puluhan talent genit sama mas, termasuk kamu ini!"

"Tapi mas gak tergoda kan? Mas justru kegodanya sama model yang nakal, gabisa di kasih tau, gabisa ontime tapi manja banget sama mas" Balas Lian sembari mencolek hidung Salsa

"Ya aku takut aja mas" Balas Salsa

"Yaudah, nanti mas obrolin sama Papa ya. Biar mas jadi manager pribadi kamu aja. Mas juga bisa isi posisi lain di kantor yang gak akan berhubungan sama talent-talent lain kecuali sama kamu doang! Sama istri mas yang kemana-mana tetep wajib sama mas" Ucap Lian

"Calon ya! Belum jadi istri!" Balas Salsa

"Soon!"

"Mas gamau istri mas di deketin sama cowok lain kalo di tinggal sendirian. Jadi wajib sama mas kemana-mana" Balas Lian

"Yeayy, seru ya kalo gitu. Kita bakalan kerja bareng terus mas" Ucap Salsa

"Hahaha benerrrr" Balas Lian

***

"Sayang, semuanya udah beres. Mas udah urus pernikahan kita ke KUA"

"Papa juga udah setuju kalo mas hanya akan jadi manager kamu sayang" Ucap Lian

"Alhamdulillah mas, aku gak nyangka Papa bakalan setuju sama pernikahan kita hehe" Balas Salsa

"Dih, malah Papa tau yang bahagia banget sama pernikahan kita"

"Berkali-kali Papa nuduh mas pake dukun buat dapetin kamu. Padahal mah, mas gak ngapa-ngapain juga kamu udah tergila-gila sama mas" Balas Lian

"Dihh, sombong banget. Mau marah, tapi bener sih. Kan aku yang kegilaan sama mas" Balas Salsa

"Hahahaa tapi sekarang, mas juga gila-gilaan sama kamu sayang" Balas Lian

"Emang iya?" Tanya Salsa

"Gausah mulai ya yang" Balas Lian

"Hahahaa iya iya, becanda" Balas Salsa

"Oh iya, besok setelah catwalk kita lanjut meeting sama WO ya sayang. Setelah meeting, baru balik ke studio karena kita harus take video endorse" Ucap Lian

"Wow, padet banget ya" Balas Salsa

"Maaf ya sayang, jadwal kamu makin padet karena harus sembari ngurus pernikahan kita"

"Tapi kalo kamu besok capek, biar mas aja yang meeting sama tim WO. Kamu tinggal bilang ke mas, mau konsep nikahan yang gimana" Balas Lian

"Mas? It's okay. Aku kuat kok"

"Lagian ini tuh bukan cuma pernikahan kamu, tapi pernikahan kita sayang. Masa kamu sendiri yang urus semuanya. Aku juga mau terlibat sayang, kita urus semua sama-sama ya mas" Ucap Salsa sembari mengusap wajah Lian

Lian tersenyum lalu mencium tangan Salsa yang tengah mengusap lembut wajahnya

"Iya sayang" Balas Lian

Brakkk

Pintu ruangan Lian terbuka, dan menampilkan Clara yang tengah berdiri dan menatap tajam ke arah Lian dan Salsa

"Nikah? Maksud kalian apa? Hah!" Bentak Clara

Salsa dan Lian saling menatap

"Iya! Gue mau nikah sama mas Lian! Kenapa? Masalah buat lo?" Tanya Salsa sinis

"Gak! Kalian gabisa nikah!"

"Mas, lo itu sukanya sama gue! Cintanya sama gue! Kenapa yang lo nikahin Salsa? Hah! Gabisa gitu dong mas!" Ucap Clara

"Iya, kaya nya gue emang salah deh" Balas Lian

Salsa menatap Lian tak percaya dengan ucapan lelaki itu pada Clara. Sedangkan Clara sudah tersenyum licik ke arah Salsa

"Maksud kamu apa mas?" Tanya Salsa

"Iya, kaya nya gue salah. Dulu pernah suka sama cewek segila Clara" Lanjut Lian

Salsa tersenyum lalu menatap Clara dengan tatapan mengejeknya

"Mas? Apa maksud lo?" Tanya Clara tak terima

"Ya gue nyesel aja, gue dulu pernah suka sama cewek gila kaya lo! Yang egois dan pengen selalu di ngertiin! Padahal ada Sasa yang selama ini tulus sama gue! Gue bahkan berkali-kali nyakitin dia demi lo!" Balas Lian

"Ohh gue tau, lo jadiin Salsa pelampiasan aja kan? Karena gue gapernah respon lo mas?"

"Hahaha kasian banget, yang katanya model nomer satu tapi cuma di jadiin pelampiasan sama laki yang cinta mati sama gue" Ucap Clara meremehkan

Salsa terdiam dan mencerna ucapan Clara. Apa iya, jika Lian hanya menjadikan dirinya pelampiasan karena Clara menolaknya.

"Anjing! Jaga mulut lo Cla! Gue bukan laki-laki sebrengsek itu anjing!"

"Gue cinta sama Sasa! Gue sayang sama dia! Makanya gue pilih dia sebagai pendamping hidup gue!"

"Dan gue? Gak mungkin jadiin pelampiasan Sasa hanya karena lo yang gak ada apa-apanya sama calon istri gue!" Bentak Lian

"Mas lo beneran keterlaluan ya!"

"Kalian berdua keterlaluan! Gue bakal bilang Mark kalo lo udah khianatin dia!!" Ancam Clara

Salsa tersenyum sinis lalu menatap Clara tajam

"Sayangnya lo kalah start Cla"

"Gue udah jujur sama Mark semuanya, dan Mark bisa ngertiin gue. Kita putus baik-baik dan dia bisa maafin gue"

"Sekarang lo pun kalah start karena Mark udah gue kenalin sama temen gue yang jauh lebih baik dan cantik dari lo!"

"Lo, gak akan bisa dapetin Mark dan Mas Lian! Paham lo!" Tegas Salsa

Ya, Salsa memang sudah menemui Mark dan menyelesaikan hubungannya dengan Mark. Awalnya Mark memang marah dan kecewa pada Salsa. Namun Mark sadar, selama mereka berhubungan pun Salsa masih sangat mencintai Lian. Mark juga ingin melihat Salsa bahagia bisa bersanding dengan lelaki yang sangat Salsa cintai.

"Anjing! Lo bener-bener keterlaluan Salsa!!!!" Bentak Clara

Clara hendak menampar Salsa, namun Lian segera menepis tangan Clara

"Jangan pernah berani lo nyentuh calon istri gue!" Bentak Lian lalu menghempaskan tangan Clara

"Hiks hiks, lo beneran jahat Mas! Jahat banget!!!" Balas Clara lalu pergi dari ruangan Lian

Lian menatap Salsa yang masih saja diam, Lian takut jika Salsa memikirkan ucapan Clara

"Sayang, mas anter pulang yuk. Udah sore" Ucap Lian

"Gausah mas. Aku pulang sendiri yaa. Aku lagi pengen sendiri dulu" Balas Salsa dengan senyumannya

Nah kan, bener. Emang anjing si Clara! Gue yakin Sasa kepikiran omongan si Clara ini pasti *batin Lian

"Sayang, selama ada mas. Kenapa harus sendiri? Pulang sama mas ya cantik" Ucap Lian

"Mas, please. Aku lagi pengen metime" Balas Salsa

"Gak! Mas tau kamu pasti kepikiran omongan Clara kan?"

"Sayang, please percaya sama Mas. Mas gapernah sedikit pun punya niat jadiin kamu pelampiasan!"

"Mas sayang, mas cinta sama kamu! Mas bahkan gapernah sayang sama Clara! Mas hanya sekedar suka sama dia!"

"Buat apa mas jadiin kamu pelampiasan hanya karena Clara! Mas bahkan gapeduli mau dia tolak mas dan hina mas, karena mas udah sadar. Rasa sayang mas sama kamu jauh lebih besar daripada rasa suka mas sama Clara Sa! Please percaya sama mas" Ucap Lian

"Ucapan Clara emang buat aku jadi mikir mas. Selama ini kamu suka sama Clara, gak mungkin kan tiba-tiba kamu sayang sama aku gitu aja"

"Mungkin Clara bener, kamu cuma jadiin aku pelampiasan karena kamu mau bales Clara yang udah nolak kamu kan?" Balas Salsa

"Sa! Kenapa sih, kamu bisa mikir sejahat itu sama mas?"

"Selama ini mas udah berusaha buktiin sama kamu, kalo mas itu sayang dan cinta sama kamu! Mas pilih kamu jadi istri mas karena perasaan mas dan mas yakin sama kamu!"

"Apa belum cukup semua usaha mas buat yakinin perasaan kamu? Buat bikin kamu percaya kalo mas tulus sama kamu? Iya?"

"Kalo emang kamu lebih percaya omongan Clara dan gak pernah bisa percaya sama mas. Buat apa kita nikah? Yang ada pernikahan kita gak akan bahagia karena kamu yang gapernah percaya sama mas!"

"Sekarang terserah kamu deh, mau lanjutin pernikahan ini apa gak! Mas capek, mas capek di tuduh ini itu sama kamu, mas capek gapernah dapet kepercayaan itu dari calon istri mas sendiri!" Balas Lian lalu pergi meninggalkan Salsa

Air mata Salsa sudah mengalir deras membasahi wajahnya. Salsa menyesal sudah mengucapkan kata-kata yang membuat Lian marah padanya. Padahal Lian selama ini selalu mengusahakan apapun untuknya, namun semudah itu Salsa termakan ucapan Clara dan membuat Lian kecewa padanya.

***

"Lo kenapa lagi Li? Lagi berantem sama Sasa?" Tanya Rafi

"Gak Bang, emang kenapa?" Tanya Lian

"Gausah bohong deh. Lo berdua tuh sama aja tau gak"

"Si Sasa dari tadi keliatan banget galaunya, dia emang senyum di kamera tapi gue tau dia lagi sedih"

"Lo juga, dari tadi diem mulu kek orang gak di kasih makan setahun, lemes banget"

"Kenapa sih?" Tanya Rafi

Lian menghembuskan nafasnya lalu mulai menceritakan semuanya pada Rafi. Rafi adalah photografer andalan di kantor Lian. Rafi juga sudah Lian anggap seperti kakaknya karena Rafi yang selama ini menjadi tempat curhat bagi Lian.

"Tapi lo beneran udah gak suka sama si Clara?" Tanya Rafi

"Gue berani sumpah bang, kalo gue udah gak suka sama si Clara. Gue malah benci sama dia, karena mulut sampahnya bikin Sasa makin susah percaya sama gue" Balas Lian

"Menurut gue wajar sih Sasa bersikap begifu sama lo. Secara lo dulu nyakitin dia demi Clara gak sekali dua kali Li. Sering banget kalo lo inget itu"

"Mungkin sekarang Sasa lagi trust issue sama lo. Gak mudah buat dia bisa percaya sama lo lagi" Balas Rafi

"Iya gue paham bang, gue dulu emang keterlaluan, gue brengsek, gue sama sekali gak peka sama Sasa"

"Tapi setelah gue sadar gue cinta sama dia, gue selalu mengusahakan apapun untuk kita sama-sama. Gue selalu berusaha buat numbuhin rasa percaya Sasa sama gue"

"Tapi sampe sekarang, bukannya numbuh malah makin ancur! Capek gue lama-lama bang" Balas Lian

"Anjirr, jangan nyerah bego! Itu ujian buat lo sama Sasa sebelum pernikahan! Hal begini wajar di alami orang-orang yang mau nikah!"

"Tinggal lo sama Sasanya aja yang harus sabar ngadepin semuanya. Kalo lo sama Sasa sama-sama egois, yang ada pernikahan lo batal Lian!" Ucap Rafi

"Tapi masa iya harus gue mulu yang sabar bang. Gue udah ngertiin Sasa, gue udah berusaha mati-matian demi dia. Tapi dia gak ada usahanya gue liat-liat bang" Balas Lian

"Hadeuhhh, lo sama Sasa sama-sama egois. Mending batalin aja sekalian nikahan lo" Ucap Rafi

"Anjing lo bang! Ya jangan lah!"

"Gue cinta mati sama Sasa, gue mau dia jadi pendamping hidup gue selamanya!" Balas Lian

"Ya makanya selesaiin masalah lo Lian! Usaha lagi buat yakinin Sasa"

"Lo cinta sama dia, tapi giliran di suruh ngalah dikit aja gamau" Balas Rafi

"Ya kan gue gak salah bang" Balas Lian

"Lo lupa kalo cewek gapernah salah?"

"Udah lah, ngalah dikit. Demi pernikahan lo sama Sasa" Balas Rafi

"Yaudah deh, next time aja. Gue mau tenangin diri dulu" Balas Lian

"Semangat bro, menjelang pernikahan emang ada aja ujiannya" Balas Rafi

"Makasih bang" Balas Lian

Salsa semakin merasa bersalah mendengar semua ucapan Lian dan Rafi. Salsa yang hendak masuk ke dalam studio pemotretan, memutuskan untuk mendengar lebih dulu semua obrolan Lian dan Rafi setelah mendengar namanya di sebut.

Salsa tersenyum mendengar ucapan Lian yang dengan lantang mengatakan bahwa dia mencintai Salsa. Di sisi lain Salsa juga bersedih, setelah mendengar Lian yang merasa lelah karena menganggap dirinya tak pernah percaya pada Lian. Padahal kepercayaan itu penting dalam sebuah hubungan.

***

"Sayang? Kamu dimana? Sa? Sayang?" Panggil Lian panik

Sasa menghubungi Lian dan memintanya untuk segera datang ke apartemennya. Lian berpikir jika sedang terjadi sesuatu pada Salsa, karena Salsa tak pernah meminta Lian tiba-tiba datang jika tidak ada masalah dengannya. Apalagi di tengah malam seperti saat ini, Lian sudah panik tak karuan memikirkan keadaan Salsa.


Lian segera membuka kamar Salsa dan menampilkan gadis cantik yang tengah memegang kue tart di dalam kamar

"Surpriseeeee"

"Selamat ulang tahun calon suami Sasa yang tampan" Ucap Salsa sembari berjalan mendekati Lian

Lian menghela nafasnya lalu mencium kening Salsa

"Sayang, mas udah panik banget. Mas kira kamu kenapa-kenapa" Ucap Lian

Salsa tersenyum, Lian tidak bohong. Salsa bisa melihat wajah panik Lian saat membuka pintu kamarnya tadi

"Hehe maaf ya mas. Namanya juga mau kasih surprise"

"Selamat ulang tahun ya calon suami, semoga mas Lian panjang umur, sehat selalu, rejekinya lancar, selalu setia sama aku doang, diberikan kesabaran seluas samudra menghadapi tingkah aku seumur hidup, dan yang pasti cinta nya harus selalu nambah untuk aku ya mas" Ucap Salsa

Lian tersenyum lalu mengusap wajah Salsa dengan lembut

"Aamiin, makasih ya sayang" Balas Lian


"Make a wish dulu, terus tiup lilinnya" Ucap Salsa

Lian melalukan apa yang Salsa minta padanya lalu meniup lilin di kue ulang tahunnya.

"Makasih ya sayang"

"Maaf sudah bersikap buruk beberapa hari ini sama kamu. Mas - "

"Sutss udah yaa"

"Bukan kamu doang yang salah, tapi aku juga mas"

"Aku minta maaf ya, karena aku lebih percaya orang lain di banding calon suamiku sendiri"

"Salah satu kunci dalam sebuah hubungan kan kepercayaan. Wajar kalo kamu marah dan kecewa sama aku karena aku yang gapernah percaya sama kamu. Padahal kamu sudah berjuang mati-matian demi aku"

"Mas, maafin aku ya. Aku yang terlalu egois dan memikirkan perasaanku sendiri. Aku sama sekali gak mikirin perasaan kamu, perasaan kamu pasti sakit karena gapernah dapat kepercayaan dari aku"


"Aku udah belajar mas dari kesalahanku kemarin. Aku akan lebih percaya sama pasanganku sendiri di banding orang lain. Maafin aku ya mas. Kita jadi nikah kan mas?" Tanya Salsa

Lian terkekeh mendengar pertanyaan terakhir Salsa, lalu memeluk erat tubuh Salsa


"Jadi dong sayang. Kenapa masih tanya sih kita jadi nikah atau gak?" Tanya Lian

"Takutnya kamu udah terlanjur kecewa dan gamau nikahin aku" Balas Salsa

"Ya gak mungkin dong. Mas emang sempet kecewa sama kamu. Tapi rasa cinta mas jauh lebih besar dari rasa kecewa mas"

"Mas bisa gila kalo kita gak jadi nikah dan mas kehilangan kamu sayang. Mas justru mau kita nikah secepetnya, supaya gak ada salah paham lagi diantara kita yang bikin kamu ragu sama mas dan gamau nikah sama mas" Ucap Lian


"Gamau! Aku juga tetep mau nikah sama mas. Aku mau bobo sama mas tiap hari sambil pelukan, ciuman, apapun deh sama mas" Balas Salsa manja

"Hahahaha sayang ish. Makin gak sabar deh mau nikah"

"Nikah besok aja yuk" Ajak Lian

"Yeuhhh, ya gak besok juga kali mas" Balas Salsa

"Udah gak sabarrrr pengen nikah sama kamu sayang" Rengek Lian

"Nikahnya sesuai tanggal yang udah di tentuin dong mas. Gimana kalo malam ini kita kawin aja dulu? Hhmm? Gimana? Mau gak? Pasti kangen kan sama nen nya? Kangen sama yang bawah juga kan? Hhmm?" Goda Salsa sembari memainkan alisnya

"Hahaha nakal banget sih kamu yang! Udah jelas kangen lah. Seminggu diem-dieman, gak peluk, gak cium, gak dapet jatah juga"

"Gass lah, kita begadang sampe pagi yaa" Balas Lian sembari menggandeng tangan Salsa menuju ranjang

"Malam ini, karena kamu lagi ulang tahun. Biar aku yang manjain kamu mas. Kamu diem aja, biar aku yang mimpin" Balas Salsa

Lian menggelengkan kepalanya sembari tersenyum saat mendengar ucapan Salsa. Malam ini kekasihnya terlihat sangat agresif dan membuat Lian cukup shock dengan itu.

Lian membulatkan matanya, saat melihat Salsa yang keluar dari kamar mandi menggunakan baju dinas yang sangat seksi. Baru pertama kalinya, Lian melihat Salsa bertingkah seperti ini di depannya. Padahal selama mereka berhubungan, Salsa sangat pasif dan cenderung Lian yang selalu memimpin permainan.

"Oughh shittt sayang! Kamu kenapahh? Ahhhh" Desah Lian

"Sebagai tanda permintaan maaf, dan ucapan ulang tahun dari aku. Malam ini aku yang bakalan manjain Lian junior ini sayang. Kamu nikmatin aja ya" Ucap Salsa sembari memainkan milik Lian


Salsa benar-benar membuktikan ucapannya. Selama permainan panas mereka, Salsa benar-benar menggila di atas tubuh Lian. Lian pun merasa sangat puas dengan permainan Salsa yang benar-benar memanjakan miliknya malam ini.

"Makasih ya sayang, mas beneran cinta mati sama kamu. Jangan tinggalin mas ya" Ucap Lian lemas

"Sama-sama sayang"

"Siapa juga yang mau ninggalin mas. Masa udah di tidurin tiap malem tapi gak di nikahin sih. Aku potong tytyd kamu kalo gituu" Balas Salsa

Lian yang masih lemas pun terkekeh mendengar ucapan Salsa

"Jangan dong. Kalo tytyd mas di potong, nanti kamu mainin apa?" Tanya Lian

"Oh iyaaa, jangan deh. Kan ini kesayangan aku" Balas Salsa sembari memegang milik Lian

"Ahhhh udahh sayanghh, mashh nafas dulu" Lenguh Lian

"Hahaha cupu ihh, masa baru di servis begitu udah lemes sih" Balas Salsa terkekeh

"Kamu lagi gila soalnya malam ini. Mas beneran shock sayang" Balas Lian

Salsa terkekeh lalu menciumi seluruh wajah Lian. Salsa benar-benar bahagia, manager tampan yang sangat dingin padanya. Kini sudah menjadi kekasih dan calon suaminya.

Manager yang sangat susah ia gapai dan dekati, kini bahkan tak mau jauh darinya sedikit pun. Entah mengapa Salsa bisa sejatuh cinta itu pada Lian, namun yang Salsa tau jika Lian merupakan sosok yang sempurna untuk menjadi pemdamping hidupnya selamanya.

Salsa sangat jatuh cinta pada Lian, dan kini perasaannya tak bertepuk sebelah tangan. Salsa justru merasa jika Lian jauh lebih mencintainya, setelah melihat usaha Lian yang selalu mengusahakan dirinya dan memperjuangkan Salsa mati-matian. Wanita itu sangat bahagia, laki-laki impiannya akan segera menjadi suaminya dalam waktu dekat. Lian dan Salsa akan membina keluarga kecil mereka yang bahagia dan penuh cinta.



~END~


Kembali ke Beranda