Gambar dalam Cerita
My Office Girl
Salma yang tengah bekerja di sebuah toko Roti sudah bersiap untuk pulang. Namun, pemilik toko meminta Salma untuk mengantar pesanan terakhir sebelum dia pulang. Dengan berat hati akhirnya Salma harus mengantarkan pesanan tersebut.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari tempat kerjanya, akhirnya Salma tiba di rumah yang cukup besar namun terlihat sangat sepi.
Baru sampai di luar gerbang, tiba-tiba hujan turun sangat deras hingga Salma memutuskan untuk masuk ke dalam pelataran rumah besar tersebut. Salma mencoba menggedor pintu rumah, namun masih tak ada jawaban. Terpaksa Salma duduk di depan pintu sembari menunggu hujan reda agar bisa pulang.
Di tengah derasnya hujan, tiba-tiba Salma merasa silau kala sebuah mobil tiba di halaman rumah tersebut. Salma merasa lega sang pemilik rumah datang dan dia bisa memberikan pesanan roti padanya.
"Selamat malam, apa benar ini rumah kediaman Bapak Rony Alexander?" Sapa Salma pada pemilik Rumah
Pemilik rumah yang baru saja tiba adalah Rony, seorang pengusaha kaya dan terkenal. Dia hidup seorang diri di Jakarta karena kedua orang tua nya memilih tinggal di luar negeri. Walaupun kaya, hidup Rony tak sebahagia yang orang kira. Dia selalu kesepian, orang tua nya bahkan jarang sekali mempedulikan nya.
Rony selalu melampiaskan kesepiannya dengan pergi ke club' setiap malam hanya untuk minum dan menenangkan pikirannya. Namun, Rony tak pernah minum hingga mabuk berat. Karena dia tak mau, jalang-jalang di club' akan memanfaatkan nya jika dia mabuk. Seperti malam ini, dia datang dengan keadaan yang setengah sadar.
Saat melihat wajah Cantik seorang gadis yang menunggunya di depan rumah. Membuat Rony sedikit terheran, siapa malam-malam yang ingin menemuinya. Rony tak merasa memiliki janji pada siapapun.
Namun tiba-tiba hasrat Rony seperti di permainkan ketika melihat pakaian Salma yang sedikit menerawang karena sedikit basah akibat Salma yang kehujanan saat di depan gerbang rumah Rony tadi. Rony bahkan bisa melihat dengan jelas bra yang Salma kenakan karena sangat kontras dengan pakaian putih Salma.
Merasa pandangan Rony mengarah pada dadanya, Salma lalu menutup dada nya dengan hijab yang sebelumnya ia Selempang kan pada bahu nya.
"Siapa?" Tanya Rony
"Saya Salma dari Nia Bakery pak. Saya ingin mengantarkan pesanan kue ulang tahun untuk Bapak Rony Alexander" Balas Salma dengan senyum ramahnya
"Siapa yang pesan?" Tanya Rony
"Nyonya Ratih Alexander pak" Balas Salma ramah
Rony tersenyum getir, ternyata orang tuanya masih mengingat bahwa besok hari ulang tahunnya.
Tiba-tiba tubuh Rony terhuyung ke arah belakang, mungkin efek Alkohol yang membuat Rony benar-benar tak kuat menopang tubuhnya sendiri.
Dengan cepat Salma membantu menahan tubuh Rony. Salma bisa mencium aroma alkohol yang menyengat dari laki-laki di depannya.
"Pak, biar saya bantu bapak masuk ke dalam. Sepertinya bapak sedang mabuk ya" Tanya Salma
Tak mendapat jawaban, akhirnya Salma merebut kunci rumah yang sudah di genggam Rony. Lalu masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Rony malah memeluk tubuh Salma dan menghirup aroma gadis itu pada ceruk lehernya yang tertutup hijab.
"Pak, kamar bapak dimana? Saya antar sampai kamar" Ucap Salma
Rony hanya bisa menunjuk ke arah atas saat Salma bertanya padanya. Salma pun membawa Rony ke atas sesuai dengan apa yang Rony tunjuk tadi. Setelah sampai di depan pintu kamar, Salma masuk dan merebahkan tubuh Rony di ranjang.
Salma yang hendak pergi tiba-tiba tangannya di tarik hingga Salma terjatuh di atas ranjang. Rony pun dengan cepat mengukung tubuh Salma, dia sudah menahan hasratnya sejak tadi bertemu gadis itu. Namun kali ini, ia sudah tak bisa menahan nya lagi.
Salma berusaha memberontak dan menyingkirkan tubuh Rony. Namun usahanya sia-sia, tenaga Rony sangat lah kuat. Apalagi saat ini Rony seperti kerasukan setan yang tak mempedulikan sekitarnya. Rasanya dia hanya ingin menerkam Salma saat ini juga.
"Pak jangan pak, tolong pak. Biarkan saya pulang hiks hiks" Ucap Salma terisak saat merasa dirinya dalam bahaya
"Kita senang-senang disini dulu ya Salma. Kamu harus temani saya malam ini cantik" Racau Rony
Rony pun tak mempedulikan tangisan Salma. Rony justru langsung menyesap bibir Salma dengan sedikit kasar. Salma hanya bisa menangis saat Rony mulai mencium dan menyentuh tubuhnya.
Dengan sekali tarikan Rony bahkan sudah berhasil merobek baju milik Salma. Hingga tersisa bra Salma yang sedari tadi mengundang hasrat Rony.
"Kamu mulus banget sayang, aku suka tubuh kamu" Racau Rony
"Hiks hiks jangan pak, tolong" Tangis Salma
Salma yang sudah lemas hanya bisa menangis meminta Rony agar melepaskan nya. Namun sepertinya itu hanya sia-sia, Rony tak akan melepaskan nya begitu saja.
Puas membuat kissmark pada leher dan dada Salma, kini ciuman Rony semakin menurun ke arah milik Salma. Dengan cepat Rony menarik celana dan celana dalam Salma lalu membuangnya ke segala arah.
"Ahhhh Pakkk Ronyy ahhh" Desah Salma saat Rony memainkan lidah dan jarinya di dalam inti Salma
"Yess Beby, desahan kamu yang aku tunggu dari tadi hmm" Balas Rony
Pasalnya Salma hanya bisa menangis, sebisa mungkin dia menahan agar tak mengeluarkan suara menjijikan itu untuk seseorang yang tengah memperkosanya. Salma hanya bisa menahan dengan menggigit bibirnya hingga berdarah.
Tubuhnya benar-benar menikmati sentuhan demi sentuhan yang Rony berikan padanya. Namun Salma tak ingin menikmati permainan Rony, dia hanya bisa menangis meratapi masa depannya yang hancur karena customer toko roti nya ini.
Rony semakin gencar memainkan inti Salma, dia baru pertama kali melihat milik seorang wanita. Walaupun sedikit tidak sadar namun Rony tau milik Salma sangatlah memukau, wangi dan juga bersih.
"Ahh Pakkk, sayaaa mau pipishh pak ahh" Desahan Salma akhirnya lolos saat merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya
"Keluarkan untukku sayang" Balas Rony
Rony menyesap cairan milik Salma tanpa rasa jijik sedikit pun.
"Cairan kamu manis sayang, rasanya saya ingin menikmati nya setiap hari" Racau Rony
Dirasa milik Salma sudah sangat basah, Rony pun membuka seluruh pakaiannya di depan Salma, hingga Salma bisa melihat milik Rony yang sudah berdiri tegak di hadapannya.
"Kenapa tutup mata, lihat ini. Punya saya akan memuaskan kamu sayang" Ucap Rony
Lagi-lagi Salma hanya bisa menangis, saat Rony sudah mengarahkan batangnya pada milik Salma.
"Ahh Pakkk, jangannn Pakkk sakitt" Teriak Salma saat Rony mulai menghentakkan miliknya
"Sutss diem sayang, tahan yaa. Sakitnya sebentar doang kok" Ucap Rony
Rony yang sudah tak sabar pun menghentakkan miliknya dengan cukup kencang hingga berhasil menembus milik Salma.
"Ahhh pakkkkkkk. Hiks hiks sakit Pakkk hiks hiks" Tangisan Salma pecah
Salma merasa bagian inti nya sudah terbagi menjadi dua, rasanya sangat amat sakit.
"Maaf ya sayang, janji bentar lagi gak akan sakit tapi enak sayang beneran" Racau Rony
Rony pun mulai menggerakkan miliknya keluar masuk milik Salma.
"Ahhh shitt!! Enak banget sayang! Ahhh milik kamu jepit banget sayang!! Ahhh" Desah Rony
Salma hanya bisa menggigit bibir nya, dia sebenarnya merasakan kenikmatan yang sama dengan Rony. Namun dia juga tak ingin menikmati ini bersama dengan laki-laki brengsek yang sedang menikmati tubuhnya saat ini.
Rony terus menghujam tubuh Salma, entah sudah mendapatkan pelepasan yang keberapa. Rony seakan tak ada lelahnya untuk terus menikmati tubuh Salma. Sedangkan Salma sendiri sudah pingsan karena sudah tak sanggup menghadapi keganasan Rony.
"Ahhhhhh" Desah Rony kala mendapatkan pelepasan nya yang terakhir
Rony ambruk diatas tubuh Salma tanpa melepas penyatuan mereka.
"Terimakasih cantik, saya janji saya akan tanggung jawab sama kamu sayang. Kamu cuma punya saya cantik, saya tidak rela membagi tubuh kamu yang sangat nikmat ini dengan laki-laki lain" Racau Rony sebelum dia akhirnya tertidur
***
Tidur Rony terusik kala merasakan sinar matahari masuk ke dalam kamarnya. Rony mengerjapkan matanya, betapa kagetnya dia saat membuka matanya.
Dia tidur diatas tubuh seorang wanita tanpa busana. Dia bahkan merasakan miliknya masih bersarang pada tubuh wanita itu.
"Anjing! Gue ngapain semalem sih bangsat!" Monolog Rony
"Eughhh anjing punya gue susah banget keluarnya, dia bangun malah bangun lagi" Gumam Rony
Mau tak mau, Rony akhirnya kembali menggerakkan miliknya di dalam milik Salma.
"Sorry ini terakhir ya" Ucap Rony sembari menatap wajah wanita di depannya yang masih memejamkan mata
Entah mungkin Salma yang masih pingsan atau sudah tak bisa melawan Rony. Dia hanya diam saat Rony kembali melakukan itu padanya bahkan disaat kesadaran Rony sudah kembali seutuhnya.
"Ahhh" Desah Rony kala mendapatkan pelepasan lagi
Rony segera mencabut miliknya dari dalam milik Salma.
Dia menatap sendu gadis yang telah ia perkosa semalaman. Rony bisa melihat mata yang sembab dan bekas air mata di ujung mata nya.
Rony bahkan bisa melihat ulahnya semalam mungkin sudah sangat keterlaluan pada wanita itu. Banyak bekas cakaran di tubuh Salma dan tentu saja banyak bekas kecupannya di leher dan Dada Salma.
"Siapa gadis ini, kenapa gue bisa Setega ini sama dia! Apa yang gue pikirin semalem anjing! Kenapa gue bisa ngerusak gadis ini, kenapa gue bisa Setega ini sama dia!" Monolog Rony
Rony mencoba mengingat kejadian semalam, dan dia ingat siapa wanita ini. Dia hanya pegawai toko roti yang tengah mengantar pesanan roti dari mamanya.
"Maafin saya Salma, saya janji saya akan tanggung jawab atas semuanya" Ucap Rony sembari mengusap lembut pipi Salma
Salma akhirnya sadar saat merasa seseorang tengah mengusap wajahnya.
Salma yang membuka mata dan melihat Rony tepat di depannya seketika kembali menangis mengingat kejadian semalam. Dia bahkan bergerak menjauhi Rony sembari menahan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Jauh jauh dari saya! Bapak belum puas sudah menghancurkan masa depan saya pak! Hiks hiks cukup pak, jangan sentuh saya lagi hiks hiks saya kotor pak, saya kotor dan itu semua karena bapak!!!" Bentak Salma
"Sal, maafin saya. Maaf karena saya sudah melakukan hal yang keji sama kamu. Tolong maafkan saya, semalam saya gak sadar Sal. Maafkan saya" Ucap Rony menyesal
"Permintaan maaf bapak tidak akan bisa mengembalikan apa yang sudah bapak rusak!! Masa depan saya rusak karena bapak! Hiks hiks" Balas Salma
Setelah mengatakan itu, Salma menarik selimut hendak pergi ke dalam kamar mandi. Namun saat hendak berdiri, rasa sakit dari inti nya membuat Salma kembali terjatuh ke ranjang.
"Sal sal? Kamu gapapa? Sakit ya? Saya bantu ya Sal?" Ucap Rony panik berusaha membantu Salma
"Jangan sentuh sayaaa!!! Jauh-jauh dari saya pak!! Belum puas bapak menyentuh dan menikmati tubuh saya semalaman? Iyaaa!!!" Bentak Salma sembari terisak
"Sal, saya minta maaf karena kelakuan bejad saya semalam. Tapi tolong biarin saya tanggung jawab sama kamu, saya bantu kamu ya ke kamar mandi" Ucap Rony lembut
"Gaperlu!! Saya bisa sendiri! Bapak jauh jauh dari sayaaa!!!" Ucap Salma lalu mencoba berdiri dengan hati-hati
Salma pun berjalan perlahan sembari menahan rasa sakit yang luar biasa dari dalam inti nya. Dia menggenggam selimut dengan kuat untuk menutupi tubuh polosnya.
Saat Salma masuk ke dalam kamar mandi, pandangan Rony tertuju pada sprei miliknya. Rony bisa melihat bercak darah disana, Rony mengusap wajahnya gusar.
"Gue bajingan! Gue udah ngerusak anak gadis orang!! Anjing!!" Monolog Rony
Rony segera membantu memunguti pakaian Salma. Namun saat melihat kemeja Salma, Rony teringat dia lah yang merobek pakaian Salma hingga sudah tak layak untuk Salma pakai kembali.
Rony mengambil kemejanya di lemari untuk menggantikan baju Salma. Rony bisa mendengar bahwa Salma masih menangis di dalam kamar mandi.
"Sal, baju kamu saya letakkan di kursi depan pintu kamar mandi ya. Saya keluar dulu, kamu berendam saja dulu biar badan kamu bisa jauh lebih enakan. Sekali lagi maafkan saya Sal" Ucap Rony menyesal
***
Sudah hampir dua bulan, Rony mencari keberadaan Salma namun hasilnya nihil. Rony benar-benar kehilangan jejak Salma yang bak hilang di telan bumi.
Setelah kejadian di rumahnya, Salma menghilang tanpa jejak. Rony takut jika Salma mengalami depresi atau semacamnya karena ulahnya. Bahkan Rony juga khawatir saat ini Salma tengah mengandung anaknya. Rony tidak bisa tenang, ia terus mencari Salma tanpa henti.
Setelah kejadian malam itu, Salma bahkan tak pernah datang ke toko Roti nya hingga sang pemilik pun geram dan memutuskan untuk memecat Salma. Rony juga sudah mencari informasi tentang Salma di toko Roti tersebut namun masih saja tak membuahkan hasil.
Salma sendiri hanya mengurung diri di kamar kosnya hampir sebulan setelah kejadian, dia benar-benar tidak berani menghadapi dunia luar. Namun ada hal yang harus membuat Salma bangkit dan mencari pekerjaan lagi. Ibu Salma mengabarkan bahwa penyakit ayahnya di kampung kambuh. Ibu Salma membutuhkan biaya untuk pengobatan ayahnya. Mau tidak mau, Salma harus bangkit. Kehidupan keluarga nya saat ini ada di tangan nya.
Salma mulai mencari pekerjaan kesana kemari namun tak ada yang bisa menerima lulusan SMA sepertinya. Hingga sampailah Salma di sebuah perusahaan lumayan besar. Disana akhirnya dia bisa di terima bekerja sebagai Office Girl di perusahaan cukup besar. Gajinya pun sangat lumayan bagi Salma. Mungkin ini salah satu berkah dari kejadian kemarin pikir Salma.
Gaji yang sangat lumayan walaupun hanya menjadi Office Girl membuat Salma tersenyum seharian. Salma bisa membayangkan nanti uang itu bisa ia kirimkan pada orang tuanya dan sebagian ia tabung. Karena selama ini bekerja di toko roti hanya cukup untuk makan dan dikirim ke kampung. Salma sama sekali tak bisa menabung karena penghasilan nya yang sedikit.
Hari ini sudah terhitung sebulan Salma bekerja disana. Salma bahagia, karena hari ini ia bisa menerima gaji pertamanya. Dia juga senang karena teman-teman di tempat kerjanya baik baik dan lingkungan kerjanya juga nyaman.
"Sal, tolong bikinin kopi buat pak CEO dong. Gue lagi kebelet banget nih. Tolong yaa, gue udah gak tahan" Ucap Kevin
"Vin, ruangannya dimana? Gue gatau" Balas Salma
"Di lantai paling atas. Lantai 20. Cepetan, bikinin. Aduhh gue tinggal ya udah kebelet banget" Ucap Kevin lalu meninggalkan Salma
Kini Salma sudah berada di depan ruangan CEO. Jantung nya berasa ingin copot saat akan menemui pemilik perusahaan ini pertama kali. Salma takut jika kopinya tidak sesuai dengan keinginan Bapak CEO, dia akan di pecat.
Salma memutuskan untuk mengetok pintu ruangannya, lalu terdengar suara yang menyuruhnya untuk masuk ke dalam.
"Pak permisi, ini kopi bapak" Ucap Salma ramah
Salma meletakkan kopi di meja kerja milik CEO. Mata Salma membulat sempurna kala kursi kerja itu berputar mengarah nya. Dia bisa melihat dengan jelas pemilik perusahaan tempat ia bekerja saat ini.
"Salma?"
"Saya permisi dulu pak, saya mau lanjut kerja" ucap Salma dengan mata berkaca-kaca
"Sal, sal. Akhirnya saya ketemu sama kamu. Saya udah hampir dua bulan ini cari kamu, kamu kemana aja sal" Ucap Rony sembari menahan tangan Salma
Ya CEO muda di perusahaan tempat Salma bekerja adalah Rony Alexander. Pria yang menghancurkan hidupnya dua bulan lalu. Pria yang dengan tega memperkosa nya di rumahnya. Pria yang tidak ingin Salma temui dan melihat wajahnya lagi.
"Pak maaf, saya harus lanjut bekerja. Kopinya silahkan di minum" Ucap Salma menepis tangan Rony lalu keluar dari ruangan Rony
Salma? Akhirnya saya ketemu kamu lagi Sal. Saya gak akan lepasin kamu kali ini. Saya mau tanggung jawab sama kamu. Cukup dua bulan ini saya uring-uringan karena perasaan bersalah ini sal. Sekarang kamu kerja di perusahaan saya, ini bisa lebih mudah buat saya ngawasin kamu sal *batin Rony
Saat jam istirahat tiba, Rony sengaja ingin mengawasi Salma dari jauh. Dia tau saat ini Salma masih takut jika bertemu dengannya. Maka dari itu Rony hanya bisa menjaga Salma dari kejauhan.
Rony merasa tertarik dengan Salma, karena menurut nya dia berbeda dengan wanita lain. Mungkin Jika Rony tak sengaja melakukan hal itu pada wanita lain, bisa saja dia memanfaatkan Rony untuk menguras hartanya. Namun Salma berbeda, dia justru menghilang setelah kejadian itu. Membuat Rony semakin penasaran dan rasa bersalahnya juga semakin besar. Wanita itu bahkan tampak acuh setelah mengetahui perusahaan tempat nya bekerja adalah milik Rony.
Rony yang memang sedari tadi berdiri agak jauh dari pantry, tak sengaja melihat Salma yang tengah membersihkan pantry sendirian sedikit oleng. Rony juga bisa melihat Salma memegang kepalanya. Dengan segera Rony menghampiri Salma dan benar saja saat Rony tiba, Salma langsung pingsan
***
"Gimana kondisi Salma dok?" Tanya Rony
"Kondisi Bu Salma baik-baik saja pak, mungkin hanya kelelahan karena kondisi Ibu Salma yang tengah hamil muda jadi sedikit riskan jika terlalu lelah" Balas Dokter
"Hah? Salma hamil dok?" Tanya Rony kaget
"Iya pak, bapak suami Bu Salma kan? Atau memang kalian berdua belum mengetahui kehamilan Bu Salma?" Tanya Dokter
"I Iyah dok, saya suaminya. Saya dan Salma memang belum mengetahui kehamilan istri saya Dok" Balas Rony ragu
"Kalau begitu, saya rujuk Bu Salma ke dokter kandungan ya pak. Supaya bisa di periksa lebih jelas" Ucap Dokter
Salma masih belum sadar juga dari pingsannya, ia juga tak merasakan jika saat ini perutnya tengah di periksa oleh Dokter kandungan.
"Bisa di lihat di monitor pak, itu janin bapak dan Bu Salma. Janin nya lumayan kuat pak dan usia kandungan Bu Salma sudah masuk tujuh Minggu pak" Ucap Dokter menjelaskan
Ini beneran anak gue? Gue punya anak? Tujuh Minggu? Gue sama Salma lakuin itu dua bulan yang lalu dan posisi Salma masih perawan, berarti beneran ini anak gue? Gue punya anak *batin Rony
Rony tersenyum, rasanya dia sangat bahagia bisa memiliki anak secepat ini
"Anak saya sehat kan dok? Tolong pastiin anak saya sehat dok saya gak mau anak saya kenapa-napa. Saya akan bayar berapa pun untuk anak saya" Ucap Rony
"Tenang bapak, anak bapak sehat anak bapak juga kuat. Mungkin Bu Salma hanya kelelahan saja, tidak ada yang mesti di khawatir kan"
"Nanti saya resepkan vitamin untuk Bu Salma ya pak" Ucap Dokter
Berakhirnya dokter memeriksa kandungannya, bertepatan itu pula Salma sadar dari pingsannya. Matanya kembali menatap pria yang sangat ia benci itu.
Salma langsung bangun dari brankar dan keluar ruangan pemeriksaan. Dengan cepat Rony menahan Salma.
"Lepasin pak! Atau saya teriak sekarang!" Ancam Salma
"Kamu mau kemana?" Tanya Rony
"Bukan urusan bapak!" Bentak Salma
"Sekarang dan seterusnya akan jadi urusan saya! Kamu sedang mengandung anak saya Salma! Bisa nurut gak!" Bentak Rony
"Apa? Saya hamil? Gak mungkin pak! Gak mungkin saya hamil! Kejadian itu sudah dua bulan yang lalu! Dan saya gak merasa saya hamil! Bapak gausah ngarang!" Tegas Salma
"Ngapain saya ngarang? Kamu gak sadar kamu barusan keluar dari ruangan apa? Baca Sal! Kamu baru aja keluar dari ruangan dokter kandungan! Saya juga sudah lihat anak saya yang ada di dalam perut kamu! Dan dia beneran hadir disini Salma, buat apa saya ngarang!" Ucap Rony sembari mengusap perut Salma
Salma terduduk lemas di lantai, rasanya hari ini ia benar-benar hancur. Dia kembali di hancurkan oleh lelaki brengsek di depannya. Saat ia mulai kembali menata kehidupan nya, mengapa rasanya ia kembali di hujani masalah yang lebih besar! Bagaimana dia bisa hamil, bukannya dia hanya melakukan itu sekali dengan Rony? Kenapa dia harus mengandung anak laki-laki brengsek ini.
Salma baru mengingat, sebelum kejadian itu terjadi. Salma memang baru saja mengalami haid dan itu haid terakhirnya setelah dua bulan ini ia tidak haid.
"Bapak mau tanggung jawab kan sama saya? Antar saya gugurkan bayi ini pak! Gatau gimana caranya! Saya gamau hamil anak bapak! Bapak bisa bayar orang berapa pun bapak mau untuk membantu saya menggugurkan bayi ini!"
"Setelah itu saya janji saya akan maafkan bapak dan saya akan pergi selamanya dari kehidupan bapak! Tolong pak hiks hiks" Ucap Salma menangis
"Kamu gila ya!! Saya memang brengsek Salma, saya yang sudah buat kehidupan kamu jadi hancur! Tapi saya gak mungkin bunuh anak saya sendiri! Dia gak berdosa, dia gak salah! Yang salah disini saya! Jangan hukum anak saya atas kesalahan saya Salma!!" Bentak Rony
"Oke kalo bapak memang gamau bantu saya! Saya akan gugurkan bayi ini sendiri! Saya gak perlu bantuan bapak!!!" Bentak Salma
"Jangan berani macem-macem sama saya Salma! Jangan berani kamu coba membunuh anak saya! Atau kamu yang akan saya bunuh nanti" Ancam Rony
"Bunuh aja saya pak! Bunuh! Percuma juga saya hidup! Saya sudah hancur, saya gapunya tujuan hidup lagi!! Saya nyerah pak saya nyerah sama hidup saya hiks hiks hiks" Tangis Salma pecah
Rony menarik Salma kedalam pelukannya. Dia dekap Salma yang masih terisak di pelukannya.
"Maafkan saya Sal, maaf. Saya janji saya akan bertanggung jawab atas kamu dan anak saya. Tolong jangan bunuh anak saya Sal, dia gak berdosa. Dia malaikat kecil yang di kirim Tuhan untuk kita. Jangan kamu sakitin dia, saya mohon Sal" Ucap Rony sedikit terisak
Salma mendengar ucapan Rony yang sangat tulus di telinganya. Dia juga mendengar Rony menangis. Salma sebenarnya juga tidak tega melenyapkan bayi nya sendiri. Tapi bagaimana jika orang tuanya tau Salma hamil? Ayahnya sedang sakit, dia tidak ingin jika penyakit ayahnya makin parah saat tau kondisi Salma saat ini.
"Maaf pak, saya gabisa hiks hiks. Saya juga gak tega melenyapkan anak saya sendiri. Tapi saya jauh lebih gak tega saat nanti orang tua saya kecewa dan marah pada saya hiks hiks. Ayah saya sedang sakit pak, saya gamau kondisi ayah makin drop jika tau anaknya hamil di luar nikah hiks hiks hiks" Balas Salma yang mulai melembut dalam pelukan Rony
Rony mengeratkan pelukannya, dia semakin merasa bersalah pada wanita yang tengah mengandung anaknya. Dia benar-benar menghancurkan hidup wanita yang tengah berjuang menghidupi keluarga nya.
"Maafkan saya Sal, sekali lagi maafkan saya. Kita cari solusinya sama-sama ya, saya janji saya akan bantu biaya pengobatan ayah kamu hingga sembuh. Setelah ayah kamu sembuh, dan anak kita lahir. Saya akan nikahin kamu Sal, saya akan datang ke rumah orang tua kamu. Tolong biarkan saya bertanggung jawab atas semua kesalahan saya sama kamu. Saya juga gak mau kalo kamu harus hilangin anak saya yang gak bersalah ini Sal, dia anak kita. Walaupun kehadiran nya gak pernah kamu harapkan, nyatanya dia hadir karena takdir Allah sal"
"Tolong sal, saya minta tolong sama kamu. Pertahankan anak saya ya, jaga dia di dalam perut kamu. Saya janji saya akan bertanggung jawab Sal" Ucap Rony lembut dengan air mata yang masih menetes
***
"Ini kopinya pak, saya permisi" Ucap Salma setelah mengantarkan kopi pada Rony
Seminggu setelah kejadian di rumah sakit itu, Salma sudah mulai mau menerima kehamilan nya. Dia juga mulai percaya pada Rony karena dia membuktikan untuk membantu biaya pengobatan ayah Salma. Rony membawa ayah Salma berobat di rumah sakit terbaik di Jogja dan memberikan pelayanan terbaik bagi calon mertuanya.
Salma juga meminta untuk tetap bekerja di kantor Rony sebagai Office Girl. Awalnya Rony melarang, namun Salma memaksa dengan sedikit ancaman. Salma mau mempertahankan bayinya tapi ia mau tetap bekerja di kantor Rony. Dia juga meminta agar Rony tak terlalu dekat padanya.
Sebagai balasannya Rony menyetujui permintaan Salma. Namun Rony memaksa agar Salma mau tinggal bersamanya di rumah miliknya. Jika Salma tidak mau, Rony akan memecat Salma dan Rony akan nekat memberi tau orang tua Salma tentang mereka. Akhirnya Salma setuju, setelah hari itu Salma pun tinggal di rumah Rony.
"Sebentar Sal, gimana keadaan anak saya? Baik-baik saja kan? Perut kamu gak sakit kan?" Tanya Rony
"Bapak sudah tanya itu hampir sepuluh kali sejak tadi pagi! Saya aman pak, anak bapak juga gak rewel. Jadi tenang aja" Balas Salma datar
"Kamu jangan capek-capek Sal. Kalo perlu kamu istirahat saja di kamar pribadi milik saya. Saya janji saya gak akan macem-macem kok" Balas Rony
"Tidak perlu pak, saya permisi" Pamit Salma
***
Dua bulan berlalu, kini usia kandungan Salma sudah masuk empat bulan. Hubungan Salma dan Rony pun semakin dekat. Tak jarang Salma meminta Rony untuk menuruti permintaan anaknya.
Rony juga sangat bersyukur, karena merasa anaknya sangat berpihak padanya. Salma semakin manja padanya, Salma bahkan selalu meminta Rony untuk mengusap perutnya yang semakin membuncit sebelum tidur.
Kini Rony juga semakin jatuh cinta pada wanita yang tengah mengandung anaknya itu. Entah sejak kapan rasa itu tumbuh, yang pasti kini Rony tak ingin kehilangan Salma dan buah hati nya.
Seperti saat ini setelah mengantar kopi, tiba-tiba Salma malah duduk di pangkuan Rony. Rony benar-benar kaget karena Salma berani melakukan ini di kantor. Padahal dulu dia yang sering mengingatkan Rony agar tak terlalu dekat padanya saat di kantor.
"Hey kenapa? Kok tiba-tiba duduk sini? Hmm?" Tanya Rony lembut sembari mengusap punggung Salma lembut
"Gatau, Adek bayi nya mau manja sama ayahnya" Balas Salma manja
"Hahaha adek bayi nya atau bunda nya ini?" Tanya Rony menggoda
"Adek bayi" Balas Salma singkat
"Usapin perutnya pak" Pinta Salma
"Iya, ini saya usapin" Balas Rony gemas
Makasih ya Adek, berkat kamu. Ayah bisa jadi lebih dekat sama bunda kamu. Walaupun ayah tau bunda kamu masih benci sama ayah, tapi ayah yakin seiring berjalan nya waktu. Bunda kamu pasti bisa cinta sama ayah *batin Rony sembari mengusap perut Salma
Salma juga sudah mengenalkan Rony pada kedua orang tuanya. Kondisi ayah yang sudah jauh membaik membuat Salma memberanikan diri mengajak Rony ke Jogja dan mengenalkan Rony pada kedua orang tuanya. Saat itu perut Salma memang tidak terlihat buncit, orang tua nya pun tak menaruh curiga sedikitpun pada Salma karena yang mereka Lihat Rony adalah laki-laki yang baik untuk anaknya.
Salma menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Rony sembari menikmati usapan pada perutnya.
"Kamu capek ya sayang?" Tanya Rony
"Gak kok" Balas Salma singkat
"Kalo capek istirahat yaa, aku tau anak kita kuat. Tapi kalo kamu bawa dia kerja terus kasian sayang. Masa anak seorang CEO malah harus kerja bersihin kantor ayahnya sendiri sejak dalam kandungan. Kasian banget anak aku" Goda Rony
"Gapapa biar Adek bisa mandiri sejak dini" Balas Salma singkat
Balasan Salma membuat Rony terkekeh gemas. Rony dengan sengaja menarik dagu Salma dan mencium bibir Salma. Dia sudah kelewat gemas dengan bumilnya itu.
Setelah kejadian itu, ini kali pertama Rony kembali mencium bibir Salma. Tak ada perlawanan dari Salma. Kini Salma malah ikut membalas ciuman dari Rony. Tangan Salma pun sudah bertengger di leher Rony. Rony tersenyum tipis merasakan balasan ciuman Salma yang sedikit agresif. Rony tau hormon Salma untuk bercinta tengah naik karena kemarin saat menemani Salma periksa kehamilan nya dokter menjelaskan semua pada Rony termasuk hasrat ibu hamil yang bisa meningkat saat kehamilan.
Tangan Rony yang awalnya mengusap perut Salma, justru naik meremas payudara Salma. Salma sangat menikmati sentuhan Rony. Berbeda dengan malam itu, kini Salma justru sangat nyaman dan menikmati tubuhnya di sentuh oleh Rony.
Ciuman Rony kini turun ke leher Salma di balik hijabnya. Rony membuat banyak tanda cinta pada leher Salma. Tangan Rony perlahan membuka kemeja Salma sembari mengeluarkan payudara Salma dari dalam bra Salma.
"Eughh Pakkk" Lenguh Salma
Lidah Rony bekerja memainkan nipple Salma. Salma merasakan kenikmatan saat mulut Rony bekerja pada payudara nya. Salma justru semakin menahan kepala Rony agar memperdalam hisapannya.
Saat Rony sibuk menyesap payudara Salma, tiba-tiba saja pintu ruangan nya terbuka. Dengan cepat Rony menutup payudara Salma menggunakan kerudungnya.
"M maaf pak, saya gatau pak" Ucap Sekertaris Rony gugup
Salma bangkit dari pangkuan Rony lalu kembali merapikan pakaiannya.
"Kamu bisa gak! Ketok pintu dulu! Sejak kapan kamu bisa masuk ruangan saya seenaknya! Gak sopan banget! Kamu ganggu privasi saya! Tau gak!" Bentak Rony
"Udah jangan di bentak" Lirih Salma
"Saya permisi dulu pak" Pamit Salma malu dan segera pergi
***
Sejak kejadian di ruangan Rony, banyak tatapan sinis yang Salma terima. Rumor bahwa Salma adalah simpanan Rony pun mencuat dengan cepat. Siapa lagi kalau bukan Reva yang menyebarkan gosip itu.
Sekretaris Rony yang memang menaruh hati pada lelaki itu sejak pertama kali dia bekerja disini. Dia heran, mengapa Rony justru tertarik pada office girl yang berpenampilan biasa saja dengan hijabnya. Sedangkan setiap hari dia berusaha berpenampilan seksi untuk menarik perhatian lelaki itu namun tetap saja Rony tak pernah tertarik padanya.
Reva bisa melihat jelas saat Rony tengah menyesap payudara Salma yang duduk di pangkuan nya saat itu. Itu membuat Reva panas bukan kepalang, dia merasa Salma adalah saingan beratnya yang bisa berhasil menggoda Rony. Sejak saat itu dia selalu membuat berita yang menyudutkan nama Salma. Namun sialnya, Salma justru seolah tak peduli pada gosip-gosip miring tentang dirinya
Hal itu membuat Reva semakin geram dan ingin sekali melihat Salma di pecat dari kantor ini. Salma bahkan lebih sering berani masuk ke dalam ruangan Rony dan berada di dalam cukup lama. Membuat Reva semakin benci pada wanita itu. Reva juga sering kali melabrak Salma, namun nyatanya wanita itu juga bisa melawan Reva dengan menyatakan bahwa Rony mencintainya bukan Reva.
Melihat Salma baru saja keluar dari ruangan Rony, Reva menariknya dan membawanya ke gudang dekat tangga darurat. Reva benar-benar jengah melihat kedekatan Rony dan office girl itu.
"Lu tuh emang gatau malu ya jalang! Udah berapa kali sih gue ingetin lu! Jauhin Pak Rony! Kenapa lu bebal banget anjing!" Bentak Reva
"Urusannya sama mba apa? Mba istrinya? Pacarnya? Bukan kan? Udah berapa kali juga saya bilang, mba itu cuma sekertaris nya Pak Rony. Saya calon istrinya! Saya mau nikah sama Pak Rony! Dan Pak Rony cinta sama saya! Jadi harusnya disini mba ya yang sadar diri dan berhenti ganggu saya dan calon suami saya!" Tegas Salma
"Kurang ajar kamu ya! Dasar Jalang!!" Ucap Reva sembari mendorong tubuh Salma
Salma saat itu oleng dan tak bisa menahan tubuhnya hingga dirinya jatuh ke bawah dari tangga darurat. Reva yang melihat itu pun panik saat tubuh Salma terus berguling di tangga.
"SALMAAAAAAAA" Teriak Rony saat melihat Reva mendorong Salma hingga Salma terjatuh
Rony segera berlari menghampiri Salma dan membawa Salma ke rumah sakit.
***
Setelah mengalami koma selama dua Minggu. Akhirnya Salma bisa kembali membuka matanya.
"Mas" Panggil Salma
Semenjak Salma dan Rony semakin dekat, Rony meminta Salma memanggilnya Mas. Bukan lagi bapak seperti sebelumnya, dan Salma pun menyetujui nya.
"Alhamdulilah sayang, akhirnya kamu bangun. Lama banget kamu bobo sayang, aku sedih kamu gak bangun-bangun" Ucap Rony
"Anak kita gimana mas?" Tanya Salma
Rony hanya diam, dia bingung menjawab pertanyaan Salma.
"Mas jawab mas! Kenapa perut ku rasanya kosong? Anak kita baik-baik aja kan mas? Mas??" Ucap Salma takut
"Sayang, kamu harus kuat yaa. Anak kita udah di surga sayang. Dia memilih untuk menjaga kita dari surga sayang" Balas Rony terisak
"Mas kamu bohong kan mas? Anak kita kuat mas! Dokter selalu bilang anak kita kuat! Gak mungkin dia pergi mas!!"
"Hiks hiks aku nyesel dulu pernah kepikiran buat gugurin dia mas. Tapi sekarang aku udah sayang banget sama anak aku mas. Aku gamau dia pergi mas, hiks hiks. Kenapa sekarang dia malah pergi mas? Adek gak sayang sama aku ya mas? Aku ibu yang buruk ya mas? Hiks hiks aku gak bisa jagain Adek mas, aku bukan ibu yang baikkk" Teriak Salma sembari menangis
"Sayang, tenang sayang. Jangan kaya gini sayang, ikhlas ya sayang. Adek udah bahagia di surga. Kamu jangan kaya gini sayang, nanti adek sedih"
"Kamu ibu terbaik, kamu ibu yang hebat. Jangan pernah merasa kamu ibu yang buruk sayang. Kamu ibu paling baik untuk Adek. Tapi ini semua kembali sama takdir Tuhan, Adek memilih untuk menjaga kita dari surga sayang. Tolong ikhlas ya sayang" Ucap Rony memeluk Salma sembari menenangkan Salma
***
Setelah sebulan Salma merenungkan diri, kini Salma mulai mencoba mengikhlaskan semuanya termasuk kepergian anaknya.
Salma juga sudah mengetahui bahwa Reva sudah Rony penjarakan karena dengan sengaja mencelakai Salma. Sebenarnya Salma sudah memaafkan Reva, namun Rony tidak. Rony kekeuh untuk memenjarakan wanita itu karena Rony juga sangat marah pada Reva. Karena ulahnya dia hampir kehilangan Salma, dia juga harus kehilangan anaknya.
"Mas, aku mau jawab pertanyaan kamu semalem" Ucap Salma yang baru saja masuk ke dalam ruangan Rony
Salma memutuskan untuk tetap bekerja sebagai Office Girl di kantor Rony. Apalagi saat ini dia sudah tak mengandung buah hati Rony, jadi dia memutuskan untuk kembali ngekos dan membiayai dirinya sendiri. Walaupun Rony sudah menolak keputusan Salma, namun Salma tetap keluar dari rumah Rony.
"Iya sayang, kalo kamu belum siap gapapa kok. Aku akan nunggu sampai kamu siap nikah sama aku" Balas Rony
"Aku siap kok nikah sama kamu sekarang, aku juga gatau perasaan nyaman ini mulai kapan ada di hati aku. Tapi yang pasti aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu dulu, aku juga mau menerima lamaran kamu mas" Ucap Salma
Rony terharu lalu ia pun memeluk Salma dengan erat.
"Makasih sayang, makasih banget. Adek pasti seneng di surga karena orang tua nya bisa bersatu. Aku janji aku bakalan bahagiain kamu sayang, kita akan hidup sama-sama ya sayang. Aku janji" Balas Rony
"Iya mas" Balas Salma
"I love you my office girl" Bisik Rony
"Terimakasih mas" Balas Salma
"Kok terimakasih? Dibales dong sayang" Rengek Rony
"Itu udah dibales kan terimakasih?" Tanya Salma
"Sayangggg, yang bener ihhh"
"I love you my office girl" Ulang Rony
"Hahahaha love you to my CEO jelek" Balas Salma
"Oh nakal ya ngatain aku jelek yaa" Ucap Rony menggelitiki perut Salma
"Hahaha jangan mas, ampun hahaha geli ih" Balas Salma
"Berani banget ngatain saya jelek yaa, mau di pecat? Hmm?" Goda Rony
"Gapapa di pecat, kan bentar lagi jadi nyonya Rony Alexander hahaha" Balas Salma
"Bisa aja nih hahaha" Ucap Rony terkekeh
Tiga bulan setelahnya, Rony resmi menikahi Salma di Jogjakarta. Orang tua Rony juga datang dan memberi restu untuk pernikahan anaknya. Orang tua Rony justru berterima kasih pada Salma, karena berkat Salma. Rony banyak berubah, Rony lebih hangat dan bisa lebih menghormati kedua orang tuanya.
Salma yang di terima baik oleh keluarga Rony pun merasa bahagia. Kini pria yang dulu sangat ia benci, Pria yang menghancurkan hidupnya sekarang sudah SAH menjadi suaminya. Kini benci itu pun sudah menghilang dan berganti menjadi cinta untuk seorang Rony Alexander.
~END~
Terimakasih semua atas komen positif di setiap Part One Shoot ini ❤️
Kalo kalian mungkin ada ide cerita, Monggo berbagi di komen juga gapapa. Nanti kalo sesuai biar minthor pikirin alurnya gimana ya hehe ✌️
Thankyou semuanya ❤️