Adik Ipar
Teen
30 Jan 2026

Adik Ipar

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-30T220148.321.jfif

download - 2026-01-30T220148.321.jfif

30 Jan 2026, 15:04

download - 2026-01-30T220145.273.jfif

download - 2026-01-30T220145.273.jfif

30 Jan 2026, 15:04

Adik Ipar

Rony dan Laras menikah sudah hampir dua tahun, namun diantara mereka masih Sama-sama tidak memiliki rasa. Mereka menikah karena perjodohan antara kedua orang tuanya, mereka sama-sama tidak bisa menolak karena penyakit yang di derita oleh ayah Laras.

Laras sendiri sebenarnya sudah memiliki kekasih yang sangat dia cintai, bahkan Rony pun tau jika sampai saat ini istrinya itu masih menjalin kasih dengan pria lain dan dia pun tak peduli. Hidup Rony hanya diisi dengan kerja, kerja dan kerja.

Sampai suatu hari, Salsa yang merupakan adik dari Laras harus tinggal bersama Laras dan Rony. Laras yang meminta adiknya untuk tinggal bersamanya selama orang tua mereka berobat ke luar negeri. Laras tidak ingin jika adiknya harus tinggal sendiri di rumahnya.

Salsa awalnya keberatan, ia tidak ingin tinggal bersama kakak dan kakak iparnya. Namun, Laras terus memaksa dan akhirnya Salsa pun pasrah karena keputusan Laras di dukung penuh oleh kedua orang tua mereka.

Salsa tau hubungan kakak dan kakak iparnya itu bagaimana. Karena selama ini Laras cerita semua masalahnya pada Salsa. Bahkan Laras sengaja ingin menjodohkan Salsa dengan suaminya sendiri karena ia benar-benar ingin menikah dengan kekasihnya. Maka dari itu Laras memaksa untuk Salsa tinggal bersamanya agar bisa menjalankan rencananya dengan mudah.

Laras dan Rony sendiri tinggal di kamar yang berbeda, mereka berdua sama sekali tak pernah bersentuhan. Mereka seperti layaknya orang asing yang tinggal di dalam satu rumah. Laras bahkan jarang sekali berada di rumah karena dia tidur di apartemen miliknya bersama sang kekasih.

Rony pun mengizinkan Salsa untuk tinggal bersama mereka. Dia juga tidak ingin jika adik iparnya tinggal sendiri di rumah sebesar itu, dia juga sudah di amanahkan oleh orang tua Salsa dan Laras untuk menjadi kedua putri mereka.

Singkat cerita, sudah hampir sebulan Salsa tinggal bersama Kakak dan Kakak iparnya. Salsa tau jika kakaknya jarang sekali pulang ke rumah. Dia juga sering memarahi kakaknya, namun tetap saja tak di gubris sama sekali oleh Laras.

Sedangkan Rony, dia melihat perbedaan yang sangat jauh antara Salsa dan Laras. Selama Salsa di rumah, justru dia yang melayani Rony layaknya seorang istri. Salsa memasak makanan untuknya, membersihkan rumahnya, bahkan salsa sempat izin untuk membersikan kamar Rony karena memang tidak ada pembantu disana.

Salsa melakukan itu semua demi menebus sedikit kesalahan kakaknya yang tak pernah ada di rumah mengurus suaminya. Salsa juga tidak enak jika ia hanya menumpang tanpa melakukan apapun di rumah itu.

"Loh Ca? Baru pulang?" Tanya Rony ketika berpapasan di pagar bersama Salsa

"Iya mas, tadi masih ada kumpul organisasi dulu di kampus. Mangkanya pulang larut"

"Maaf ya mas, karena Caca pulangnya malam jadinya belum sempat masak. Pasti mas Rony laper kan? Apa mau Caca beliin aja dulu sekalian mas? Mumpung masih di luar ini" Balas Salsa

"Eh gausah Ca, udah kamu masuk aja. Kamu pasti capek. Biar nanti kita pesen online aja ya. Gih masuk, udah malem juga" Ucap Rony lembut

"Yaudah mas, Caca masuk dulu ya" pamit Salsa

Cantik, manis, penurut lagi *batin Rony

Rony terus tersenyum menatap kepergian Salsa. Rony baru merasakan perasaan aneh ini pada adik iparnya sendiri. Dia bahkan tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.

Namun senyuman nya pudar kala melihat istrinya hendak pergi keluar rumah.

"Kemana lagi?" Tanya Rony

"Nginep di rumah temen" Balas Laras

"Harus tiap hari ya nginep di rumah temen? Gak pernah betah di rumah?" Ucap Rony sedikit tegas

"Udah lah, lu butuh temen kan? Udah ada Caca noh. Dia aja jadiin temen lu, kalo perlu jadiin istri lu. Byee" Balas Laras dan langsung pergi meninggalkan Rony

"Ck, beda banget emang sama adiknya" Gumam Rony

Salsa yang mendengar perdebatan kakak nya pun hanya bisa menghela nafas.

"Kakak tuh kenapa sih, gak bersyukur banget. Udah punya suami ganteng, kaya, sabar dan lemah lembut kek mas Rony masih aja di sia-siain"

"Tapi Mas Nando baik juga sih, ganteng juga, kaya juga, ahh udah lah pusing mikirin Kak Laras" Monolog Salsa

***

Tok tok tok

Rony mengetuk pintu kamar Salsa.

Salsa membuka pintu dengan wajah yang segar dan harum yang semerbak. Membuat Rony seketika mematung mencium wangi tubuh Salsa.

"Ada apa mas?" Tanya Salsa lembut

"Eh emm eehh itu, mas udah pesenin makanan buat kita. Makan dulu yuk" Ajak Rony gugup

"Oh iya, bentar ya mas. Mas ke bawah aja dulu, bentar lagi Caca nyusul" Ucap Salsa lembut

"Iya Ca, mas tunggu ya" Balas Rony

Anjing, kenapa gue jadi gugup banget sih depan Caca. Inget Ron, itu adik ipar lu sendiri. Arghh kenapa gak dia aja sih yang di jodohin sama gue! *Batin Rony

"Sini mas, biar Caca siapin" Ucap Salsa sembari mengambil piring Rony

"Makasih ya Ca" Balas Rony

Rony hanya memandang wajah cantik adik iparnya, sepertinya dia benar-benar jatuh cinta dengan adik iparnya itu

Setelah mereka makan malam bersama, Salsa memutuskan untuk menemani Rony menonton TV di ruang tengah.

"Mas" Panggil Salsa

"Kenapa Ca?" Tanya Rony

"Hmm maafin sikap Kak Laras ya mas. Caca tau selama ini gimana sikap Kak Laras sama mas. Kak Laras juga banyak cerita sama Caca kalo hubungan kalian selama ini gak baik"

"Maafin Kak Laras ya Mas. Caca sayang banget sama Kak Laras, tapi Caca juga gak membenarkan semua sikap Kak Laras sama Mas Rony. Gimana pun Mas Rony kan suami Kak Laras sekarang. Seharusnya Kak Laras gak bersikap seperti itu sama mas" Ucap Salsa berkaca-kaca

"Hey, kenapa? Kok sedih? Mas gapapa kok Ca. Mas bisa ngerti posisi kakak kamu. Kakak kamu udah cinta sama orang lain, begitu pun Mas. Walaupun Mas udah berusaha buat cinta sama Kakak kamu, tapi Mas gabisa Ca. Mas gabisa cinta sama kakak kamu" Ucap Rony lembut

"Kenapa Kak? Apa karena sikap Kak Laras yang buat Mas Rony susah buat buka hati Mas Rony?" Tanya Salsa

"Mas juga gatau Ca, Mas udah coba dari awal nikah tapi sampe sekarang pun gak ada kemajuan. Hubungan kita stuck gini gini aja" Balas Rony

"Maafin Kak Laras ya mas, Kak Laras belum bisa jadi istri yang baik buat mas" Ucap Salsa dengan air mata yang sudah jatuh

Rony refleks memeluk adik iparnya sembari mengusap punggung Salsa

"Hey, udah ya jangan nangis. Kan ini bukan salah Caca. Mungkin ini semua udah takdir mas dan Kak Laras Ca seperti ini. Udah ya, jangan nangis ya Ca. Mas sedih liat Caca sedih" Ucap Rony lembut

Salsa merasa nyaman dengan pelukan Rony, jujur saja sebulan dekat dengan Kakak iparnya juga membuat perasaan Salsa sedikit berubah pada Rony. Entah perasaan apa, Salsa juga masih tak bisa menafsirkan perasaan itu.

Rony melepaskan pelukannya, lalu mengusap pipi Salsa menghapus air mata di pipi bulat adik iparnya

"Udah ya, jangan nangis. Caca jelek tau kalo nangis" Goda Rony

"Ih, mas Rony mah" Balas Salsa cemberut

"Kenapa tuh bibirnya maju-maju gitu? Mau di cium ya? Hmm?" Goda Rony

"Dih apa sih mas" Balas Salsa

"Hahaha salah siapa bibirnya di majuin gitu, mas kan jadi gemes pengen cium" Goda Rony

"Coba aja kalo berani" Tantang Salma

"Oh nantangin? Hmm?" Tanya Rony

"Eh gak, bercanda mas. Tadi cuma asal Nye - "

Belum sempat Salsa menyelesaikan ucapannya, Rony langsung mencium bibir Salsa dan sedikit melumat nya. Niat Rony yang mencium singkat bibir Salsa ia urungkan kala merasa tak ada perlawanan dari Salsa.

Ini adalah ciuman pertama bagi Rony maupun Salsa. Selama ini Rony tak pernah sedikit pun dekat dengan wanita, dia terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri hingga terkadang tak sadar jika banyak wanita yang mendekati nya. Dia pun ta berminat untuk dekat dengan wanita, karena Rony pikir wanita-wanita itu hanya mau dengan harta yang ia miliki. Bukan karena memang tulus menyukainya.

Rony tersenyum tipis di tengah ciumannya. Salsa ternyata tak menolak ciumannya. Rony masih terus melanjutkan ciumannya, melumat bibir atas dan bawah Salsa secara bergantian. Bibir Salsa sungguh manis, rasanya Rony tak ingin menghentikan untuk terus melumat bibir manis adik iparnya.

Sedangkan Salsa sendiri bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang. Otaknya ingin sekali memberontak, namun tubuh dan hatinya justru menikmati ciuman dari Rony. Salsa juga tak ingin ciuman itu berhenti, entah apa yang sudah terjadi pada dirinya. Padahal Salsa tau jika ini salah, ia sudah berciuman dengan kakak iparnya sendiri.

Rony melepaskan tautan bibirnya kala merasa Salsa sudah hampir kehabisan nafas.

Rony terkekeh melihat wajah Salsa yang memerah karena hampir kehabisan nafas. Rony beralih mengusap bibir Salsa yang sedikit membengkak karena ulahnya.

"Manis, bibir Caca manis. Mas suka" Balas Rony lembut

Salsa masih diam dan sibuk mencerna ucapan Rony yang terdengar sedikit menggodanya

"Mas mau tanya boleh?" Tanya Rony

Salsa hanya menganggukkan kepalanya

"Yang barusan first kiss Caca?" Tanya Rony

"Iya mas" Balas Salsa menunduk

Rony tersenyum tipis

"Berarti mas yang pertama cium Caca?" Tanya Rony

"Iya" Balas Salsa

"Jangan nunduk dong, mas gabisa lihat kecantikan Caca" Balas Rony sembari menarik dagu Salsa dan hendak mencium bibir Salsa lagi

"Mas, Caca masuk dulu ya" Tolak Salsa dan langsung berdiri meninggalkan Rony

Namun tangan Rony malah menarik tangan Salsa hingga Salsa terjauh dalam pangkuan Rony

"Mas mau cium Caca sekali lagi, boleh?" Tanya Rony

"Mas, ini gak bener. Mas kakak ipar Caca. Ga seharusnya kita kaya gini" Tolak Salsa hendak berdiri dari pangkuan Rony namun dengan cepat Rony menahannya

"Kenapa gak boleh? Kakak kamu aja bisa selingkuh di belakang mas Ca. Kenapa mas gaboleh?"

"Sebulan tinggal sama kamu, berhasil bikin mas nyaman sama kamu Ca. Mas gak kesepian, mas berasa punya istri yang nemenin mas, yang layanin mas dan yang selalu nyambut mas di rumah tiap pulang kerja"

"Mas sayang sama kamu ca, mas udah gabisa nyembunyiin perasaan mas lagi. Mas juga tau, Caca juga suka kan sama mas? Hmm? Caca juga sayang kan sama mas?" Cecar Rony

Salsa yang berusaha bangun dari pangkuan Rony pun tak sengaja menyenggol milik Rony.

"Eughh Ca, jangan banyak gerak. Kamu nyenggol punya mas" Ucap Rony melenguh

Salsa diam, dia sangat bingung pada situasi saat ini.

Rony justru memeluk erat tubuh Salsa dan menyandarkan kepalanya pada punggung Salsa.

"Please jujur Ca, jujur sama mas tentang perasaan kamu. Mas tau kamu juga sayang sama mas"

"Mas gapernah ngerasain ini sebelumnya Ca. Mas baru ngerasain perasaan aneh ini sama kamu. Kadang mas mikir, kenapa bukan kamu yang di jodohkan sama mas waktu itu. Mungkin kalo kamu yang di jodohin sama mas, sekarang kita bisa hidup bahagia Ca. Kita bisa hidup berdua selamanya" Ucap Rony

"Mas, tapi ini salah mas. Kamu suami kakakku sendiri, bagaimana bisa aku mengkhianati kakak ku sendiri. Ini gabisa, ini salah mas" Balas Salsa

"Mas gak peduli Ca, dia aja gak peduli sama mas. Kenapa mas harus peduli sama dia"

"Dia udah bahagia sama pacarnya Ca, kita juga harus bahagia berdua. Please Ca, terima mas yaa. Mas mau kamu jadi milik mas Ca. Kita jalanin ini pelan-pelan, sampai nanti kita omongin sama kakak kamu dan kita berdua bisa cerai. Pleasee Ca" Mohon Rony

"Mas? Kamu yakin? Nanti orang tua aku gimana? Mereka sudah menaruh harapan tinggi sama hubungan pernikahan kalian berdua. Aku gamau ayah kenapa-napa karena kalian cerai" Balas Salsa yang sudah berkaca-kaca

"Sayang, dengerin mas. Kita pelan-pelan jalanin ini semua. Kita sembuyiin ini dulu dari semua orang, sampai nanti keadaan orang tua kamu membaik. Kita obrolin semuanya baik-baik dan mas akan nikahin kamu"

"Begitu pun kakak kamu, kakak kamu pasti bahagia kalo kita cerai. Dia bisa menikah dengan kekasihnya begitu pun kita. Katanya kamu sayang sama Laras? Emangnya kamu gamau Laras bahagia hidup dengan kekasihnya? Hmm? Pleasee mau ya sayang" Mohon Rony

Benar apa yang dikatakan Rony, Salsa memang sayang sekali dengan Laras. Salsa juga ingin Laras bahagia dengan kekasihnya tanpa harus sembuyi-sembunyi terus.

"Mau ya sayang" Ucap Rony lagi

Salma hanya menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dirinya menerima Rony sebagai kekasihnya.

"Makasih sayang, makasih udah mau terima mas" Ucap Rony

***

Seminggu setelah malam itu, Rony dan Salsa semakin dekat. Bahkan mereka pun sampai tak sadar jika Laras hampir seminggu ini sama sekali tidak pulang ke rumah.

Malam Minggu ini Rony mengajak Salsa berjalan-jalan ke mall membelanjakan semua kemauan wanita itu bahkan Rony menuruti semua kemauan Salsa.

"Seneng gak sayang?" Tanya Rony

"Seneng banget, makasih ya mas" Balas Salsa

"Sama-sama sayang, mas seneng kalo kamu juga seneng" Balas Rony sembari mencium tangan Salsa yang sedari tadi di genggaman nya

"Sebenernya gak perlu belanja banyak gini mas, jalan-jalan keliling Jakarta aja Caca udah seneng" Balas Salsa

"Gemesh banget sih pacar mas ini, mas kan kerja juga buat nyenengin kamu sayang. Jadi uang mas buat apa dong kalo bukan buat belanjain kamu? Hmm?" Tanya Rony

"Buat istri mas hehe" Balas Salsa

"Ck, dia udah ada jatahnya sendiri sayang. Walaupun dia gak pernah peduli sama mas, mas gak akan lupa tanggung jawab mas buat kasih dia nafkah"

"Tapi kalo untuk kamu beda, mas bakal bahagian kamu terus sama hasil kerja keras mas di kantor. Karena mas jadi semangat kerja juga karena kamu"

"Mas capek kerja, eh pas pulang di sambut bidadari cantiknya mas. Di siapin makan, di temenin makan. Capek mas langsung ilang tau sayang" Ucap Rony

"Idih gombal, dasar Om-om hahaha" Balas Salsa

"Om-om dari mana sih, beda umur kita cuma empat tahun ya sayang. Mas gak tua-tua banget" Balas Rony

"Hahaha iya iya" Balas Salsa

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di halaman Rumah Rony.

"Sudah sampai princes nya Rony" Ucap Rony lembut

"Apasih mas lebay ih" Balas Salsa

Salsa hendak turun dari mobil namun tangannya masih di tahan oleh Rony.

"Sayang, mas kan udah nyenengin kamu hari ini. Mas mau minta hadiah juga dong dari kamu" Ucap Rony

"Dih, jadi gak ikhlas nih ngajak jalan?" Tanya Salsa

"Ikhlas banget loh sayang. Beneran" Jawab Rony memelas

"Hahaha yaudah mas mau apa? Hmm? Mau di masakin apa?" Tanya Salsa

"Mau ini" Ucap Rony sembari menyentuh bibir Salsa

"Boleh ya sayang? Mas kangen bibir manis kamu, masa cuma waktu itu doang cium bibir Caca. Mas mau lagi sayang" Rengek Rony

Salsa yang gemas dengan rengekan Rony pun langsung mencium bibir Rony lebih dulu. Rony awalnya kaget namun ia pun membalas ciuman dari Salsa. Salsa mengalungkan tangannya pada leher Rony. Sedangkan Rony justru semakin mendekatkan dirinya pada Salsa.

Ciuman yang awalnya lembut kini semakin bergairah. Tangan Rony mulai beranjak meremas payudara Salsa.

"Eughh mashh" Lenguh Salsa saat merasakan remasan Rony pada payudara nya

Mendengar lenguhan Salsa, membuat Gairah Rony semakin memuncak. Ini baru pertama kalinya dia seberani ini menyentuh perempuan. Bahkan istrinya saja tak pernah ia sentuh sedikit pun.

Rony sudah tak tahan, rasanya Rony ingin menyentuh tubuh Salsa lebih dari ini. Tapi ia tidak mungkin melakukan itu di mobil dengan Salsa.

Akhirnya dia menggendong Salsa bak koala tanpa melepas pangutan bibir mereka. Salsa juga sudah merasa tak sadar dengan apa yang Rony lakukan padanya. Hingga ia pun pasrah dan hanya menerima semua sentuhan dari Rony.

Rony adalah laki-laki dewasa, dia juga sudah menikah walaupun tidak pernah mendapatkan haknya dari sang istri. Tapi hasrat nya sebagai laki-laki dewasa tidak pernah bisa ia tahan. Apalagi sekarang dia sudah memiliki kekasih yang cantik seperti Salsa. Rasanya bukan salah Rony jika ia menyentuh atau bahkan menikmati tubuh kekasihnya itu.

Rony menjatuhkan tubuh Salsa di ranjangnya, dengan perlahan. Dia juga langsung melepas kemeja yang ia pakai. Mata Salsa membulat saat sadar, Rony melepaskan kemeja nya dan kini sudah bertelanjang dada di depannya.

"Mas?"

"Apa sayang? Hmm?" Tanya Rony lembut

"Mas ngapain? Mas jangan ma - "

Belum sempat Salsa menolak, Rony sudah lebih dulu mencium bibir Salsa. Malam ini Rony tidak ingin mendengar penolakan, ia ingin malam ini Salsa menjadi miliknya seutuhnya. Hasratnya sudah sangat menggebu dan minta untuk di tuntaskan. Dan hanya Salsa yang Rony mau, bukan istrinya yang tak tau kabarnya diluaran sana.

Rony menindih tubuh Salsa, tangannya tergerak membuka hijab Salsa dengan lembut. Rony tersenyum kala melihat Salsa tanpa hijab.

"Kamu cantik sayang" Ucap Rony

"Mas"

Rony kembali menyambar bibir Salsa. Rony benar-benar tak membiarkan Salsa mengeluarkan pendapat. Ia takut jika Salsa akan menolaknya, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Ciuman Rony semakin menjalar ke leher hingga belakang telinga Salsa. Tubuh Salsa benar-benar merinding karena ulah kakak iparnya.

Tangan Rony bergerak membuka kancing baju Salsa. Hingga menampakkan bra warna merah yang sangat kontras dengan kulit putih Salsa. Rony meraba punggung Salsa mencari kaitan bra yang Salsa gunakan, dan entah mengapa Salsa justru mengangkat tubuhnya seolah mempermudah Rony untuk melepaskan bra miliknya.

Dengan sekali tarik, Rony berhasil membuka bra Salsa. Rony membuang kemeja dan bra Salsa sembarangan. Kini ia pun bisa melihat dua benda kembar milik Salsa.

Milik Salsa ternyata lumayan besar dan bulat.

"Sayang, nen kamu besar dan bulat. Mas suka sayang" Ucap Rony

Ucapan Rony justru membuat Salsa senang, wajahnya pun memerah karena ucapan Rony.

Rony memainkan kedua benda kembar itu dengan tangan, mulut serta lidahnya.

"Ahh masss gelihh" Desah Salsa

Desahan Salsa terdengar sangat seksi, dan menambah semangat Rony untuk semakin berbuat lebih pada tubuh adik iparnya.

Setelah puas memainkan kedua gundukan Salsa dan membuat banyak tanda merah di leher dan dada Salsa.

Rony turun menuju milik Salsa. Dengan cepat tangan Rony menarik dan membuang celana dan celana dalam Salsa. Hingga Salsa benar-benar naked dibuatnya.

Rony melebarkan kaki Salsa hingga kini nampak milik Salsa yang sangat indah bagi Rony. Ia baru pertama kali melihat milik perempuan dan ini adalah milik Salsa. Milik perempuan nya sangat indah

"Jangan di liatin, Caca malu" Ucap Salsa sembari berusaha menutup kedua kakinya

"Gausah malu sayang, mas mau lihat keindahan milik kamu dan mulai sekarang ini milik mas. Cuma mas yang bisa lihat ini sayang" Balas Rony menahan kedua kaki Salsa

Dengan perlahan ia cium milik Salsa dengan lembut, kemudian ia memainkan lidah dan jarinya di dalam milik Salsa. Tingkah Rony benar-benar membuat Salsa merasakan kenikmatan dan kegelian secara bersamaan. Salsa tak pernah merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya dan ini sangat nikmat

"Ahhh mas Ronyhh ahhh" Desah Salsa

Rony semakin menggila merasakan milik Salsa dengan lidahnya di tambah desahan Salsa yang menyebut namanya.

"Ahh masshh ada yang mau keluar ahhh" Desah Salsa

"Keluarin sayang, mas siap terima cairan cinta Caca" Balas Rony

"Ahhhh" lenguh Salsa ketika mendapatkan pelepasan

Salsa tidak terlalu polos mengenai hal tentang sex, dia tau bahwa baru saja dia mendapatkan pelepasan. Dia sadar dia sudah orgame karena ulah Rony yang mempermainkan intinya.

Salsa yang lemas setelah mendapatkan pelepasan hanya bisa diam kala merasakan Rony yang menyesap habis milik nya dengan mulutnya.

Merasa miliknya sudah ingin di lepaskan dari balik celana. Rony segera berdiri melepas celana yang ia gunakan. Salsa tercengang melihat milik Rony yang terlihat sangat besar dan panjang.

"Sayang pegang punya mas, elusin sayang" Ucap Rony

Salsa menuruti permintaan Rony, ia mencoba mengelus milik Rony yang memang sudah berdiri tegak

"Eughh enak sayang, ahhh" Desah Rony

"Ahh udah sayang, mas mau langsung ke inti nya ya" Lanjut Rony

"Mas, jangan" Ucap Salsa

"Jangan apa sayang? Kita udah sejauh ini, udah tanggung. Mas mau masukin kamu yaa. Mas mau kamu jadi milik mas seutuhnya" Balas Rony

"Mas aku takut" Rengek Salsa

"Mas janji, mas akan tanggung jawab sama kamu sayang. Mas akan nikahin kamu" Balas Rony

Rony sudah tak tahan, ia mulai mendekat kan miliknya dengan lubang Salsa. Di gesekkan nya milik dirinya dengan Salsa dan saat merasa milik Salsa semakin basah. Barulah Rony mendorong masuk miliknya.

"Ahhh masss ronyyy sakitttt" Teriak Salsa

"Sutss suttss tahan ya sayang, ini masih masuk sedikit sayang. Kamu sempit banget, susah masuknya" Balas Rony

"Mas udah mas sakitt" Ucap Salsa

"Kalo mas keluarin lagi nanti makin sakit sayang, tahan yaa. Dikit lagi yaa" Balas Rony

Melihat Salsa yang semakin kesakitan, membuat Rony akhinya menghentakkan miliknya dengan sedikit kuat hingga akhirnya berhasil membobol keperawanan Salsa.

Rony tersenyum melihat darah perawan Salsa berhasil ia dapatkan. Itu tanda nya Salsa memang hanya untuknya.

Rony kembali melumat bibir Salsa sembari menghapus air mata Salsa untuk mengalihkan rasa sakit yang Salsa rasakan.

Saat merasa Salsa jauh lebih tenang, Rony mulai menggerakkan pinggulnya.

"Arghh Cahh enakkh bangethh sayang" Desah Rony

Rony baru merasakan surga dunianya lewat lubang milik Salsa, padahal dia bisa saja meminta hak nya pada istrinya. Namun Rony bahkan enggan meminta nya, Rony tau jika istrinya sendiri pasti sudah tidak perawan oleh lelaki lain. Mengingat dia tidak pernah pulang, dan sekalinya pulang pasti dalam keadaan yang berantakan. Itu salah satu sebab Rony sama sekali tidak minat mendekati istrinya.

"Ahhh masshh Ronyy ahhh" Desah Salsa

"Enakkhh sayanghh eughh kamu nikhmat bangethh ahhh" Desah Rony

Setelah berjam-jam Rony terus menggempur Salsa. Akhirnya Rony sampai di pelepasan nya yang entah sudah keberapa.

"Ahhhh" Desah Rony

Rony ambruk di atas tubuh Salsa yang jauh lebih lemas di banding Rony. Rony ambruk tanpa melepaskan penyatuan mereka dan sengaja agar cairan cinta nya masuk ke dalam rahim Salsa.

Rony berpikir jika Salsa hamil anaknya, maka akan lebih mudah dia menceraikan Laras dan menikah dengan Salsa. Maka dari itu Rony sengaja mengeluarkan semua cairan cinta nya di dalam rahim Salsa.

"Mas udah, capek Mas" Ucap Salsa lemas

"Iya udah sayang, maaf ya. Mas terlalu bersemangat. Kamu terlalu candu buat mas"

"Makasih ya sayang, makasih banget. Mas janji mas bakalan tanggung jawab sayang, mas bakalan nikahin kamu" Balas Rony di akhiri dengan mengecup kening Salsa

***

Dua Minggu setelah kejadian itu, Rony jadi lebih sering meminta jatahnya pada Salsa. Dan setiap malam juga mereka sudah tidur di kamar yang sama layaknya suami istri.

Laras juga semakin berani, membawa kekasihnya ke rumah Rony. Namun Rony tak peduli, dia sudah menemukan kebahagiaan nya bersama Salsa. Mau Laras bertingkah apapun, Rony tak peduli. Rony hanya ingin Salsa dan Salsa setiap saat.

"Pagi sayang, lagi masak apa nih?" Tanya Rony sembari memeluk Salsa dari belakang

"Masak nasi goreng seafood mas, kamu mau kan?" Tanya Salsa

"Ya mau dong sayang, masakan kamu mah selalu the best" Balas Rony seraya meremas payudara Salsa dan menciumi leher Salsa

"Ck! Tanga sama mulutnya nakal banget sih! Aku lagi masak mas, nanti aja ih" Omel Salsa

"Mau main di dapur gak sayang? Hmm?" Goda Rony

"Jangan gila ya mas, nanti kalo ada yang liat gimana?" Omel Salsa

"Kunci aja pintunya biar gak ada yang masuk, lagian siapa sih yang mau masuk rumah ini hmm?"

"Orang tua kita lagi di luar negeri sayang, palingan Laras juga gak pulang ke rumah. Jadi aman, yuk" Bujuk Rony

"Gak ah, semalem udah ya mas. Subuh tadi aku juga baru keramas. Udah ah aku gamau" Tolak Salsa

"Ish, pelit banget sih sayang. Ayo lahh" Goda Rony sembari terus mencoba merangsang Salsa

"Eughh gamau Mash" Tolak Salsa sedikit mendesah

Rony menyerang titik lemah Salsa, ia justru memainkan lidahnya pada belakang telinga Salsa

"Gamau kok desah sih? Hmm?" Ucap Rony sensual dan tangannya mulai masuk ke dalam celana Salsa dan memainkan inti Salsa

"Ahh mashh janganh, aku capekk" Tolak Salsa sembari menyingkirkan tangan Rony

"Ekheemm"

"Mesra-mesraan nya bisa lanjut nanti gak? Mata gue ternodai ini lihat kalian mesra-mesraan" Ucap Laras

Sontak Saja Salsa mendorong tubuh Rony menjauh darinya. Rony hanya berdecak kesal sebab Laras menganggu aktifitasnya menggoda Salsa.

"Kak, ini gak seperti yang kakak liat kok. Kakak salah liat tadi" Ucap Salsa panik

"Hahaha ngapain sih lu panik? Udah lah gapapa Ca, gue juga udah tau lama kali hubungan kalian"

"Santai aja Ca, gue malah mau berterimakasih sama lu. Lu udah bikin nih manusia jatuh cinta sama lu, dengan begitu gue bisa cepet cerai sama dia dan nikah sama Nando"

"Eh tapi Ron, cepetan deh ceraiin gue. Gue takut Adek gue hamil anak lu. Gue lihat-lihat lu nafsu banget sama adek gue" Ucap Laras

"Iya, secepatnya gue bakal urus perceraian kita. Gue cuma nunggu kondisi ayah kalian baik-baik aja. Gue bakal ceraiin lu, dan gue bakal nikahin Caca" Balas Rony

"Bagus, lanjut deh lu berdua. Gue mau tidur" Balas Laras

"Kak? Gak makan dulu? Ini Caca masak nasi goreng" Ucap Salsa tak enak

Laras mendekati Salsa, karena Laras yakin saat ini Salsa merasa tak enak padanya.

Laras memeluk Salsa dengan erat

"Ca, maafin kakak ya. Sebenernya ini semua emang rencana kakak. Kakak mau kamu deket sama Rony. Kakak yang mau kalo Caca gantiin posisi kakak jadi istri Rony. Rony baik Ca, dia laki-laki yang pas buat Caca"

"Caca tau kan? Seberapa cinta nya kakak sama Nando? Kakak pengen nikah sama Nando Ca, Kakak pengen bahagia sama dia. Tapi kakak bisa apa? Saat Kakak liat kondisi Papa makin drop setelah kakak tolak perjodohan ini. Kakak gak ada pilihan lain selain menerima perjodohan ini"

"Tapi Kakak juga gabisa Nerima Rony di hidup kakak. Hidup kakak udah penuh sama Nando, jadi Kakak mutusin untuk tinggal di apartemen dan pulang sesekali ke sini karena kakak emang gamau Rony berharap banyak sama pernikahan ini"

"Kakak kepikiran untuk deketin kamu dan Rony setelah kakak lihat kalian itu cocok. Kalian sama-sama baik, dan Rony pasti bisa dengan mudah jatuh cinta sama kamu Ca. Kakak mau kamu di jaga sama laki-laki baik seperti Rony"

"Jadi jangan ngerasa gak enak ya Ca. Kakak sayang banget sama kamu dan Kakak juga dukung banget kalo kamu mau nikah sama Rony. Kakak juga mau bahagia dengan pilihan kakak Ca, begitu pun kamu. Kamu gak salah sama sekali, ini beneran rencana kakak" Ucap Laras menenangkan Salsa

Laras melepaskan pelukannya lalu menatap dalam mata Salsa

"Bahagia terus ya adik kecil Kakak. Kakak tau kamu bahagia sama Rony. Nanti kakak yang bantu bilang sama Papa dan Mama ya, karena ini memang bukan salah Caca. Tapi salah Kakak" Balas Laras

"Jagain Adek gue! Cepetan nikahin, jangan mau make Adek gue doang lu Ron! Sampe lu ninggalin Adek gue setelah lu nidurin dia berkali-kali. Habis lu sama gue! Beneran gue cari lu walaupun sampe ke lubang tanah sekalipun!" Ancam Laras

"Gue bukan cowo brengsek! Kalo gue udah berani nyentuh Caca, udah pasti Caca bakalan gue nikahin. Lu tenang aja" Balas Rony

"Oke, gue pegang janji lu" Balas Laras

***

"Euhh Ahhh masshh, mauhh keluarr mashh AAhhh" Desah Salsa

"Barengh sayanghh, mas jugahh hampir sampaiii ahhhh" Balas Rony

Rony ambruk dengan miliknya yang masih terbenam sempurna pada milik Salsa.

"Makasih sayang, kamu tuh selalu nikmat tau gak!"

"Udah berkali-kali mas masukin, tetep aja sempit. Mas jadi kelabakan sendiri sangking enaknya" Ucap Rony lemas

"Mas? Kamu keluarin di dalem?" Tanya Salsa kaget

"Iya, kan biasanya juga gitu. Mas gamau ngeluarin di luar. Udah terlalu nyaman dia di dalem" Balas Rony

"Mas, tapi kan aku baru selesai Haid. Ini masuk masa subur ku mas! Gimana kalo aku hamil" Ucap Salsa panik

"Hey tenang, mas bakalan tanggung jawab. Lagian sidang cerai mas kan tinggal dua hari lagi. Setelah itu mas bisa nikahin kamu sayang" Balas Rony santai

"Mas, orang tua aku mungkin bisa terima kamu ceraiin Kak Laras. Tapi aku gak yakin mereka bakal terima kamu lagi untuk nikah sama aku mas" Balas Salsa

"Yaudah kalo gak di terima tinggal bilang aja, kalo anak gadisnya ini eh udah bukan gadis ya? Kan udah mas ambil gadisnya waktu itu hehe" Ucap Rony

"Ish mas serius!" Omel Salsa

"Ya tinggal bilang, gimana caranya kita harus tetep nikah. Orang mas udah nidurin Caca berkali-kali, bahkan mungkin Caca bentar lagi hamil anak Mas. Pasti mereka setuju nikahin kita sayang" Balas Rony santai

"Mas jangan aneh-aneh ya, yang ada nanti papa makin drop" Balas Salsa

"Gak akan sayang, udah tenang ya. Kita pasti nikah, mas gak akan biarin laki-laki lain nikahin kamu. Kamu tuh cuma punya mas ngerti" Tegas Rony

"Iya mas" Balas Salsa pasrah

***

Hari ini adalah hari dimana Salsa dan Rony akan menikah. Enam bulan pasca Rony dan Laras bercerai, dan empat bulan setelah Laras dan Nando menikah.

Ya, Laras dan Nando sudah menikah lebih dulu karena Laras sudah mengandung anak Nando.

Sedangkan Salsa sendiri, hubungannya dengan Rony baru saja membaik setelah Rony sempat marah dan mendiami Salsa hampir sebulan. Rony marah ketika mengetahui bahwa Salsa meminum pil pencegah kehamilan tanpa seizinnya. Pantas saja Rony berpikir, mengapa Salsa tak kunjung hamil anaknya, padahal selama ini Rony masih rutin meminta jatahnya diam-diam pada Salsa.

Salsa yang berhasil menjelaskan alasannya mengonsumsi pil itu pun membuat Rony luluh dan akhirnya mereka bisa melangsungkan pernikahan nya hari ini. Rony sangat bahagia akhirnya dia bisa menikah dengan wanita pilihannya. Walaupun banyak orang yang berspekulasi jika Salsa merebut Rony dari Laras. Sebisa mungkin Rony membantu Salsa agar tak mempedulikan omongan sampah itu.

Kedua orang tua mereka pun sudah mengetahui hubungan mereka selama ini. Laras lah yang bertanggung jawab menjelaskan semuanya pada kedua keluarga. Walaupun awalnya orang tua Salsa menolak, namun melihat putrinya yang memang sangat mencintai Rony akhirnya mereka pun setuju menikahkan Salsa dengan Rony.

"Akhirnya, mas bisa tidur sambil peluk kamu lagi sayang. Mas kangen banget tidur sama Caca" Ucap Rony memeluk istrinya dengan erat

"Caca juga kangen sama mas, kangen tidur di peluk sama mas" Balas Salsa

"Kangen main sama mas gak?" Goda Rony

"Kalo itu sih gak! Orang mas aja masih sempet minta seminggu yang lalu ya di apartemen mas!" Omel Salsa

"Hehe ya kan itu beda sayang, sekarang kan statusnya kita udah Sah, udah halal. Mau begituan sampe kapan pun gak perlu sembunyi-sembunyi lagi" Ucap Rony yang kini sudah mulai menciumi leher Salsa

"Ih mas geliii, jangan sekarang dong. Capek tau mas, habis berdiri seharian" Tolak Salsa

"Sayang, dosa loh nolak suami. Lagian mas udah puasa seminggu ini, si Joni kangen sama sarangnya. Yuk kita bikin anak yuk" Goda Rony

"Ish bahasanya loh" Omel Salsa

"Sekarang kamu gak ada alasan lagi buat konsumsi obat itu ya. Mas mau kamu hamil anak mas! Sampe mas nemuin obat itu lagi, mas buang obat itu! Mas gempur kamu habis-habisan sampe kamu hamil anak mas! Liat aja" Ancam Rony

"Ck gausah mas ancem juga mas udah sering gempur aku habis-habisan! Itu udah bukan anceman. Tiap main emang mas susah buat berhenti!" Omel Salsa

"Hahahaha lucu banget sih istri mas ini, jadi beneran pengen hap deh hahaha" Balas Rony terkekeh

"Dih, mesum Mulu emang otaknya" Sindir Salsa

"Bodo amat, istri mas cantik begini emang pantes di mesumin" Balas Rony

"Udah lah, mas udah kangen berat sama lubang kamu sayang. Mas mau kamu malam ini, kita bergadang honey hahaha" lanjut Rony

Salsa hanya bisa pasrah menghadapi kemesuman suaminya. Namun ia juga bahagia karena Rony menepati janjinya untuk menikahinya.

Kini hidup Salsa dan Rony pun bahagia, begitu pun juga Laras dan Nando yang kini tengah menanti kelahiran buah hati mereka. Nando yang sudah dengan setia menunggu Laras menikah dengan orang lain pun kini bisa berbahagia, karena nyatanya Laras adalah jodohnya.

Berbeda dengan Rony, yang sedari awal juga terpaksa menikah dengan Laras. Justru karena pernikahan nya dengan Laras, kini dia bisa mendapatkan cinta sejatinya. Cinta sejati sekaligus jodoh Rony yaitu adik iparnya sendiri. Adik dari Laras yang kini sudah Sah menjadi mantan istrinya.








~END~


Kembali ke Beranda