Gambar dalam Cerita
Mystery boss
Sebelum lanjut membaca, Minthor hanya mengingatkan, cerita kali ini lebih banyak mengandung unsur 18+. Jika kalian merasa risih, lebih baik di skip yaa, makasih ✌️
"Sasa! Ini masih salah! Udah berapa kali saya bilang sama kamu, revisi berkas ini hati-hati! Kamu mau bikin saya rugi? Hah!" Bentak Lian
"Maaf pak, tapi bukan saya yang revisi berkas itu. Kan kemarin bapak minta Pak Paul yang revisi berkas itu dan saya handle acara anniversary bapak sama istri bapak di resto Valleta" Balas Salsa
"Ya harusnya kamu bantu handle dong revisi berkas ini! Kan kamu tau hari ini kita meeting sama klien tentang masalah ini!"
"Kamu tuh bisa kerja gak sih sebenernyaa!" Bentak Lian
"Astaga pak! Bapak yang adil dong, jangan mentang-mentang pak Paul saudara bapak. Kalo beliau salah, bapak melimpahkan sama saya!"
"Bapak kira handle acara anniv bapak gak ribet? Bapak itu banyak requestnya! Mau ini lah, mau itu lah! Gimana saya bisa handle dua tugas sekaligus?!"
"Bapak tanya saya bisa kerja apa gak? Selama ini kalo bukan saya, siapa lagi yang betah jadi sekertaris bapak? Semuanya resign dan gak betah kerja sama bapak!"
"Dan hari ini rasanya sudah gak kuat lagi kerja sama bapak! Saya juga mau resign! Saya capek di salah-salahin terus! Di marah-marahin terus! Padahal disini juga bapak gak becus kerja!" Bentak Salsa
"Wah! Berani sekali kamu ya!" Ucap Lian
"Berani! Ngapain gak berani! Bapak bukan Tuhan yang harus saya takuti!" Balas Salsa
Lian tersenyum miring lalu bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Salsa.
"Sekali lagi saya tanya, berani kamu sama saya? Hhmm" Ucap Lian yang terus mendekat pada Salsa
Salsa tetap mencoba memberanikan diri namun langkahnya terus mundur saat Lian perlahan maju mendekat padanya
"Berani! Saya berani sama bapak!" Tegas Salsa
Hingga Salsa merasa tubuhnya sudah menabrak dinding, namun Lian masih saja terus mendekat. Dan saat Salsa hendak menghindar, dengan cepat Lian mengukung tubuhnya dengan kedua tangan Lian yang sudah bertumpu pada dinding
"Ngomong sekali lagi dan tatap mata saya! Bilang kalo kamu berani sama saya!" Tegas Lian
"Saya berani sama bapak! Saya bukan pengecut yang takut sama atasan toxic seperti bapak! Saya - "
Ucapan Salsa terhenti saat Lian tiba-tiba mencium bibirnya. Bukan hanya mencium namun Lian bahkan melumat bibir sekertaris cantiknya itu.
Hingga kesadaran Salsa kembali penuh, ia segera mendorong tubuh Lian dan mengusap bibirnya
"Bapak kurang ajar ya! Ngapain bapak cium-cium saya! Bapak itu udah punya istri! Keliatannya aja kek kecintaan banget sama istrinya, tapi ternyata sama aja brengsek!"
"Ohh jangan-jangan sekertaris bapak yang dulu juga bapak giniin? Iya? Hah! Pantes mereka gak betah! Selain toxic bapak juga mesum! Ini pelecehan tau gak pak! Saya bakal laporin bapak!" Tegas Salsa
"Laporin ke siapa? Hhmm? Emang bisa?" Tanya Lian kembali mendekat pada Salsa
"Laporin ke - "
"Awhhhh pakkkk!! Turunin!! Pak Liannn!!!" Teriak Salsa ketika Lian tiba-tiba menggendongnya
Salsa semakin panik saat Lian membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya. Pikiran Salsa semakin kalut ia takut jika Lian akan berbuat nekat padanya.
Lian membawa Salsa ke ranjangnya, dan setelah mengunci pintu kamarnya. Lian menatap wajah Salsa yang mulai ketakutan.
"Pak! Bapak jangan macem-macem ya sama saya! Saya punya nomer istri bapak! Saya telpon istri bapak dan bilang kalo suaminya brengsek!" Ancam Salsa sembari mencoba menelpon istri Lian
Namun tangan Lian lebih cepat, ia mengambil ponsel Salsa lalu membuangnya. Lian bahkan berhasil menindih tubuh Salsa dan membuat Salsa semakin ketakutan.
"Kenapa? Takut? Hhmm? Bukannya tadi bilang kamu berani sama saya? Hhmm" Ucap Lian
"Gila! Bapak udah gila! Lepasin pak! Jangan macem-macem sama saya!" Balas Salsa
"Saya gak akan macem-macem, untuk pemula seperti kamu, sepertinya cukup satu macam saja" Balas Lian dengan muka menggoda
"Pak Liannnnnnn!!! Jangan macem-macemmmmm!!!" Teriak Salsa
"Tadi kamu bilang apa? Saya brengsek? Iya? Hhmm?"
"Saya gak brengsek Sasa, saya ini setia sama istri saya! Saya cinta sama dia, dan saya gak pernah mengkhianati dia"
"Saya juga gak pernah kurang ajar sama sekertaris-sekertaris saya sebelumnya karena mereka juga gak kurang ajar sama saya! Berbeda sama kamu"
"Kamu berani menantang saya! Kamu berani melawan saya, dan kamu berani menghina saya!"
"Saya cuma mau kasih kamu pelajaran, supaya kamu tau siapa saya! Kamu gak akan berani ngelawan saya lagi" Ucap Lian
"Saya gak akan tak - "
Ucapan Salsa terhenti saat Lian tiba-tiba kembali menciumnya. Lidah Lian bahkan langsung masuk ke dalam mulut Salsa saat Salsa membuka mulutnya.
Salsa sempat memberontak dan mendorong tubuh Lian, namun tubuh Lian terlalu kuat dan membuatnya tak mampu menyingkirkan tubuh Lian. Dan anehnya, ciuman Lian justru berhasil membuat Salsa kini menerimanya. Salsa bahkan mencoba membalas ciuman atasannya itu
Tangan Lian sudah sibuk meremas kedua payudara Salsa yang masih tertutup bra setelah Lian membuka kemeja Salsa.
"Ahh Jangannhh Pak Liahhh" Desah Salsa
Lian tersenyum miring saat Salsa mendesah menyebut namanya. Dada Salsa pun penuh dengan bekas karya Lian. Dan saat Lian hendak membuka bra Salsa, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuat Lian kesal.
"Kita harus meeting, rapikan pakaianmu! Dan inget, kalo kamu berani sama saya lagi! Beneran habis kamu sama saya!" Ucap Lian
Salsa menggeram kesal, mengapa ia terlalu bodoh dan malah menikmati cumbuan dari Lian. Salsa tau Lian itu sudah beristri, dan Salsa sangat membenci atasannya itu. Namun hari ini, ia justru membiarkan bosnya menyentuh tubuhnya.
Saat berangkat meeting pun, Lian bersikap acuh pada Salsa seolah tak pernah terjadi apapun diantara mereka. Tindakan Lian benar-benar membuat Salsa semakin membenci lelaki itu.
"Pastikan baju kamu terkancing dengan benar! Di dada kamu penuh bekas saya! Saya gamau orang lain curiga sama kamu!" Tegas Lian setelah sampai di tempat meeting
"Biar aja! Biar orang tau kalo bosnya itu mesum dan berusaha memperkosa saya!" Balas Salsa
"Tidak ada orang yang diperkosa tapi menikmati dan malah mendesah Sasa! Kamu itu menikmati cumbuan saya! Memang awalnya saja dipaksa, tapi lama kelamaan kamu menikmati" Ucap Lian
"Memberontak pun percuma! Tenaga bapak jauh lebih besar dari saya! Dan mulai besok saya pastikan saya akan berhenti jadi sekertaris bapak! Saya gak peduli mau bapak ngancem saya atau apa! Lebih baik saya berhenti daripada kehormatan saya di renggut sama orang seperti bapak!" Balas Salsa lalu keluar dari mobil meninggalkan Lian
Lian menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis
"Saya suka dengan perempuan pemberani seperti dia. Dan saya pastikan, ucapan kamu hanya akan menjadi mimpi Sasa. Saya gak akan melepaskan apa yang sudah jadi milik saya!"
"Bekas di tubuh kamu sudah menandakan kalo sejak hari ini kamu itu milik saya! Mau kamu lari ke ujung dunia pun, kamu akan tetap kembali pada saya" monolog Lian
***
Lian dengan santai masuk ke dalam kamarnya, dan melihat bagaimana istrinya berkhianat dengan sahabatnya sendiri.
Lian bertepuk tangan dengan senyuman yang tak bisa di artikan, hingga membuat keduanya terkejut saat Lian memergoki mereka tengah bercinta di kamar Lian.
"Saya gak nyangka kalian bisa ada di tahap seberani ini bercinta di kamar saya!"
"Belum cukup selama ini kalian berkhianat di belakang saya di berbagai hotel? Hhmm" Tegas Lian
Lian memang sangat mencintai istrinya, wanita yang Lian nikahi sejak dua tahun lalu merupakan satu-satunya wanita yang sangat Lian cintai. Selama ini banyak yang menggoda Lian, termasuk sekertaris-sekertaris sebelum Salsa. Namun Lian tak pernah tergoda karena kesetiaannya pada istrinya.
Hingga beberapa kali akhirnya Lian mengetahui jika istrinya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Lian masih menahan semuanya dan mencoba menganggap istrinya tak pernah berselingkuh. Hingga Lian selalu mendapatkan penolakan dari istrinya saat meminta haknya, disitu Lian mulai merasa jika istrinya memang sudah tak pantas untuk di pertahankan.
Bagaimana tidak, istrinya hampir setiap hari bertemu sahabatnya di hotel dan Lian tau apa yang mereka lakukan pasti lebih dari sekedar bertemu. Namun saat berada dirumah, istrinya selalu menolaknya. Memuaskan pria lain dia bisa, sedangkan suaminya tak pernah ia layani selayaknya istri pada umumnya
"Sayang? Kamu salah paham sayang, ini gak seperti yang kamu liat, ak - "
"Salah paham kata kamu? Salah paham dari mana Syifa? Jelas-jelas saya melihat kamu sangat menikmati permainan Regan!" Bentak Lian
"Sayang, kamu salah paham. Aku di jebak sama Regan, aku gak pernah selingkuh Lian" ucap Syifa
"Hahahaha liat Re, bahkan pasangan ranjang lo ini udah ngefitnah lo loh" Ucap Lian
"Sorry Li, gue - "
"Udah lah, kalian cocok kok. Pengkhianat dengan pengkhianat memang cocok"
"Dan untuk kamu Syif, saya sudah tau pengkhianatan kamu sejak lima bulan lalu! Tapi saya menahan semuanya karena saya masih cinta sama kamu, saya sengaja menunggu sampai saya benar-benar lelah dan bisa melepaskan kamu!"
"Dan malam ini, saya sudah yakin 100% cinta saya sudah benar-benar hilang untuk kamu. Saya sama sekali gak sakit hati setelah melihat secara langsung pengkhianatan kamu"
"Syifa Cantika Raharjo, saya Varelian Wiratama dengan sadar ingin menceraikan kamu!" Ucap Lian
Lian mengulangi perkataan hingga tiga kali, dan saat itu pula pernikahan Lian dan Syifa berakhir.
"Lian gak! Hiks hiks, aku gamau Lian. Aku gamau cerai sama kamu, tolong maafin aku Lian, aku khilaf hiks hiks" Mohon Syifa
"Khilaf itu sekali Syif, sedangkan kamu? Kamu sudah berbulan-bulan mengkhianati saya! Saya bahkan tau kamu pernah hamil anak Regan, tapi kamu gugurin!"
"Kamu sadar? Semenjak kamu berhubungan dengan Regan, kamu bahkan gapernah ngasih hakku sebagai suami! Kamu tidur dengan dia sepuasnya, tapi suami kamu? Kamu biarkan menuntaskan hasratnya sendirian!"
"Tapi semua gak ada masalah Syif, berkat itu semua saya jadi terbiasa hidup tanpa kamu! Dan berkat itu pula, saya berhasil menghilangkan rasa cinta itu dengan cepat!"
"Talak saya gak akan saya cabut, saya sudah menalak kamu tiga kali! Dan pernikahan kita berakhir, saya juga sudah mendaftarkan perceraian kita minggu lalu. Kamu tinggal datang di persidangan minggu depan!" Tegas Lian
Syifa bersimpuh di depan Lian, ia benar-benar takut jika Lian menceraikan dan mengusirnya.
"Maafin aku Lian hiks hiks, tolong jangan ceraikan aku. Aku gapunya siapa-siapa Lian, aku cuma punya kamu hiks hiks" Ucap Syifa
"Rumah ini akan saya jual, saya gak sudi tinggal di rumah yang sudah menjadi bekas kamu dan selingkuhan kamu!"
"Jadi cepat bereskan pakaian kamu dan pergi dari sini!" Bentak Lian
"Dan untuk lo Regan, gue gamau liat muka lo lagi di kantor gue! Besok, gue akan minta hrd untuk kirim surat pemutusan kerja sama lo!" Lanjut Lian
"Li, gabisa gitu dong. Ini gak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan! Oke gue salah karena gue udah selingkuh sama Syifa, tapi pekerjaan gue gak ada masalah selama ini! Lo gak boleh mecat gue seenaknya!" Ucap Regan
"Itu kantor gue, dan semua terserah gue! Paham lo!" Tegas Lian lalu pergi meninggalkan kedua orang itu
***
Keesokan paginya, Salsa yang sudah membawa berkas pengunduran diri masuk ke dalam ruangan Lian.
"Pak, ini surat pengunduran diri saya. Tolong segera tanda tangani surat saya pak" Ucap Salsa
Lian tak menjawab, ia tetap diam dalam posisinya saat ini. Duduk di sofa ruangannya dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya
"Pak Lian" Ucap Salsa
"Letak di meja, nanti saya tanda tangani" Lirih Lian
Salsa yang sedikit khawatir dengan Lian pun duduk di sebelah Lian dan mencoba menyentuh Lian
"Pak? Pak Lian gapapa?" Tanya Salsa
Lian hanya menggelengkan kepalanya
"Pak? Bapak sakit ya? Saya anter ke rumah sakit yuk" Ajak Salsa mulai khawatir
"Saya gapapa Sa, kamu bisa pergi dari ruangan saya" Balas Lian
"Saya gak mungkin pergi sebelum memastikan kondisi bapak baik-baik saja"
"Bapak kenapa? Ada masalah? Bapak mau cerita sama saya? Saya siap dengerin cerita bapak pak" Balas Salsa
Dan saat itu pula, Lian langsung memeluk erat tubuh Salsa
"Syifa jahat Sa, dia selingkuh sama Regan. Dia bahkan hamil anak Regan Sa hiks hiks. Saya salah apa Sa? Selama ini saya sangat mencintai dia, tapi balasan dia seperti ini Sa"
"Bahkan semalam, saya melihat mereka bercinta di kamar saya Sa hiks hiks" Ucap Lian
Salsa membulatkan wajahnya mendengar cerita pilu Lian. Salsa tau bagaimana cintanya Lian pada Syifa, namun ia tak menyangka jika Syifa bisa mengkhianati Lian dengan sahabatnya sendiri
"Pak, bapak sabar yaa. Ini mungkin cara Tuhan menyadarkan bapak jika Bu Syifa memang bukan istri yang baik untuk bapak" Balas Salsa
"Saya sudah tau beberapa bulan lalu Sa, tapi saya tahan karena saya masih mencintai dia. Bahkan di hari ulang tahun pernikahan kita, semua yang kamu siapkan itu sia-sia. Dia gak datang Sa, karena dia kelelahan setelah melayani Regan"
"Sampai puncaknya semalam, hati saya benar-benar mati untuk dia. Saya gak merasa sakit hati lagi, tapi hanya rasa kecewa melihat kedua orang yang dekat dengan saya bisa tega berkhianat di belakang saya" Ucap Lian
"Bapak udah tau? Tapi bapak hanya diam?" Tanya Salsa
"Iya Sa, karena saya ingin tau seberapa kuat saya menahan semuanya. Dan ya, hati saya lelah dan mati dengan sendirinya setelah berkali-kali melihat pengkhianatan mereka"
"Saya bahkan berbulan-bulan gak pernah mendapatkan hak saya sebagai suami. Tapi Syifa justru memberikan kepuasan pada laki-laki lain, pada sahabat saya sendiri Sa"
"Tapi sekarang saya sudah lega Sa, saya sudah menalak Syifa semalam. Dan minggu depan sidang perceraian pertama saya dan Syifa Sa" Ucap Lian
"Bapak menceraikan Bu Syifa?" Tanya Salsa
"Iya Sa, saya gak akan pernah memaafkan pekhianatan. Lagi pula, cinta saya sudah mati untuk dia. Pernikahan saya sudah hancur, dan saya sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan Syifa" Balas Lian
"Bapak, sabar yaa. Mungkin ini sudah cobaan untuk bapak supaya bisa lebih baik kedepannya"
"Bapak harus ikhlas, Allah pasti sudah siapkan hal yang baik dan membahagiakan setelah ini. Bapak harus sabar dan ikhlas ya pak" Ucap Salsa
"Makasih ya Sa"
"Tapi apa boleh saya minta satu permintaan sama kamu?" Tanya Lian yang sudah melepaskan pelukannya
"Apa pak?" Tanya Salsa
"Jangan resign ya, jangan tinggalin saya. Saya butuh kamu Sa, saya nyaman kerja sama kamu. Saya bahkan sangat percaya sama kamu sampai saya bisa mencurahkan semua permasalahan rumah tangga saya sama kamu"
" At least kalo kamu emang tetep mau resign, jangan sekarang yaa. Tunggu kondisi saya sudah sembuh kembali dan siap menghadapi apapun lagi. Boleh?" Tanya Lian
Salsa sempat berpikir, ia juga kasian melihat kondisi Lian yang memprihatinkan. Walaupun Salsa membenci Lian, namun ia juga tak tega jika melihat Lian semenyedihkan ini.
"Yaudah, iya pak. Saya gak jadi resign" Balas Salsa
"Beneran Sa?" Tanya Lian
"Bener pak, walaupun saya benci sama bapak tapi saya juga masih punya rasa kemanusiaan. Saya gak tega ninggalin bapak dengan keadaan yang masih kalut kek gini" Balas Salsa
Lian tersenyum lalu kembali mempererat pelukannya dan memposisikan wajahnya pada leher Salsa senyaman mungkin
"Terimakasih ya Sa. Bulan ini gaji kamu naik, dan saya akan kasih bonus kamu tiap bulan" Balas Lian
"Hhmm makasih Pak"
"Yaudah, lepas dulu pelukannya pak. Saya mau balik kerja dulu" Ucap Salsa
"Ini juga termasuk kerjaan kamu sekarang Sa, manjain saya. Saya masih butuh pelukan kamu, jangan pergi dulu" Balas Lian
"Hah? Manjain bapak? Yang bener aja sih pak, bap - "
"Sutss, diem. Saya gamau denger kamu protes" Ucap Lian
Saat Lian sibuk memeluk Salsa, ponsel Lian bergetar dan Lian segera melihat ponselnya dan melepaskan pelukannya pada Salsa
"Liat Sa? Semua bukti sudah ada di tangan saya, gampang untuk saya cerai dari Syifa. Atau mungkin sekalian memenjarakan mereka berdua karena berselingkuh dibelakang saya" Ucap Lian sembari memberikan ponselnya
Salsa terperangah melihat video yang Lian berikan, disana jelas terlihat istri Lian dan sahabat Lian tengah bercinta selayaknya pasangan suami istri
"Ihh, udah pak. Gamau liat" Ucap Salsa
"Kenapa? Biar kamu percaya kalo saya gak bohong" Balas Lian
"Iya, saya percaya sama bapak kok. Gausah di liatin video gituan juga" Ucap Salsa
"Hahaha kenapa? Emang kamu gapernah nonton video porno?" Tanya Lian
"Ya gapernah lah pak, buat apa juga" Balas Salsa
"Buat belajar dong" Balas Lian
"Belajar apaan? Video begituan kok buat belajar" Balas Salsa
"Ya buat belajar, biar pinter waktu praktekkin sama saya" Bisik Lian
"Ihh pak Lian! Jangan mulai nyebelin ya" Balas Salsa sembari mendorong Lian
"Hahaha becanda Sasa cantik"
"Udah sana balik kerja, makasih udah nemenin saya ya" Ucap Lian
Salsa tersenyum malu saat Lian memujinya cantik
"Saya balik kerja dulu pak" Balas Salsa lalu pergi dari ruangan Lian
Setelah Salsa pergi, Lian tersenyum puas. Rencananya untuk membatalkan niat Salsa akhirnya berhasil
"Akhirnya, kucing kecil gue masuk perangkap juga. Pinter juga akting gue supaya Sasa kasihan dan batalin niat dia buat resign"
"Syifa, thanks yaa. Gara-gara video murahan lo ini, gue bisa bikin Sasa percaya semenyedihkan apa hidup gue setelah lo selingkuh"
"Padahal gue cuma pengen tarik simpati Sasa aja, gue sama sekali gak sedih dengan apa yang lo lakuin. Karena cinta gue beneran udah mati sama lo" Monolog Lian
***
Hari ini Salsa terpaksa harus mengikuti jadwal Lian untuk meeting di Surabaya. Paul tak bisa menemani Lian karena Paul tengah mempersiapkan pertunangannya. Akhirnya Salsa terpaksa menemani bosnya yang baru saja resmi berstatus duda setelah perceraiannya di kabulkan oleh pengadilan agama.
Tumben banget ini orang gak rese? Biasanya gangguin gue mulu *batin Salsa
Pasalnya sejak berangkat dari kantor tadi, Lian hanya diam dan tak sedikit pun menggoda Salsa.
"Pak? Bapak kenapa?" Tanya Salsa
"Kepala saya pusing banget Sa" Balas Lian yang tanpa aba-aba menyenderkan kepalanya pada bahu Salsa
"Loh? Badan bapak panas, bapak demam ya. Kita ke rumah sakit aja ya pak" Ucap Salsa
"Gak perlu Sa, saya memang begini kalo udah kecapekan. Saya cuma butuh istirahat" Balas Lian
"Beneran pak?" Tanya Salsa
"Iya Sasa"
"Tolong anterin ke kamar aja bentar lagi ya" Balas Lian
"Iya pak" Balas Salsa
Setelah mobil mereka sampai di hotel, Salsa segera membantu Lian menuju kamarnya. Tubuh Lian sangat lemas sehingga Salsa harus membantu memapah tubuh atasannya yang lumayan berat untuknya.
Dan saat membantu Lian berbaring di ranjang, karena tubuh Lian yang berat membuat Salsa ikut terjatuh di ranjang. Dan dengan cepat Lian memeluk tubuh Salsa
"Pak lepasin, jangan gini ih. Saya mau ke kamar saya" Ucap Salsa
"Kita sekamar aja, saya gak akan apa-apain kamu. Kamu tau kan saya lagi sakit, kalo kamu tinggalin saya terus saya tiba-tiba mati gimana" Balas Lian
"Astaga pak! Bapak cuma demam! Gausah lebay deh" Ucap Salsa
"Saya beneran butuh kamu Sasa, saya mau tidur sambil peluk kamu" Balas Lian
"Haduhh pak, setelah bapak cerai. Bapak jadi manja banget sama saya! Saya kan sekertaris bapak, bukan istri bapak" Ucap Salsa
"Kalo mau saya bisa nikahin kamu sekarang kok" Balas Lian
"Astagaa! Kalo ngomong emang seenak jidat ya! Ngajak nikah kek ngajak beli cilok!"
"Lagian saya gamau sama duda, apalagi dudanya kek bapak! Nyebelin" Ucap Salsa
"Jangan asal ngomong, nanti kemakan omongan sendiri" Balas Lian
"Gak akan, saya gak - "
"Sutss Sasa, jangan berisik. Kepala saya pusing. Usapin kepala saya" Ucap Lian
Salsa pun hanya bisa pasrah dengan perintah Lian, akhirnya ia mengusap kepala Lian dengan lembut. Dan tak disangka, beberapa menit kemudian ternyata ia ikut tertidur dipelukan Lian.
Lian tersenyum melihat Salsa ternyata sudah pulas di dalam pelukannya. Lian mencium bibir Salsa dan melumatnya sebentar.
"Jangan asal ngomong cantik, kamu lupa siapa saya? Kalo saya maunya kamu, ya kamu harus jadi milik saya!" Monolog Lian
Lian bangkit dari ranjang lalu membereskan koper mereka berdua. Tak lupa Lian mengunci pintu kamar mereka sebelum akhirnya kembali ke ranjang dan memeluk gadis incarannya itu.
Salsa terbangun saat merasa tubuh panas Lian sangat terasa di tubuhnya. Salsa bahkan kembali terkejut saat melihat kemejanya sudah terbuka dan tangan Lian yang sudah masuk ke dalam bra dan menyentuh buah dadanya.
Salsa ingin sekali marah tapi melihat kondisi Lian, ia urungkan niatnya. Lian pun terbangun saat merasa Salsa bergerak menyingkirkan tangannya
"Ahh Sasa, sini aja. Mau main nennnn" Rengek Lian
Salsa terkejut dengan tingkah atasannya yang tiba-tiba berubah seperti anak TK.
"Pak, kita ke rumah sakit aja yaa. Bapak makin demam ini" Ucap Salsa
"Gamauuu, mau nen Sasaaaaa" Rengek Lian
"Pak, tap - "
"Huaaaaaaaaa hiks hiksss mau nennnnnnn. Sasa jahatttttt hiks hiks hikss" Ucap Lian sembari menangis
Salsa benar-benar bingung dengan perubahan sikap Lian. Mengapa bos garang nya ini tiba-tiba berubah menjadi anak kecil saat sedang demam
"Pak, jangan nangis. Ini di hotel pak, nanti orang denger gimanaa" Ucap Salsa Panik
"Huaaaaaa Sasa jahattttt!!! Aku gamau temenan sama Sasa lagiii, Sasa jahatttt hiks hiks hiks" Balas Lian semakin terisak
Salsa yang panik pun akhirnya membuka kembali kemejanya
"Yaudah iya, main nen yaa. Jangan nangis lagi pak" Ucap Salsa panik
Namun tingkah Lian benar-benar diluar prediksi Salsa, bukan tangan Lian yang memainkan dada Salsa namun mulutnya juga ikut melahap dan memainkan nipple Salsa
"Shhh pakkhhh, pelan-pelann" Lenguh Salsa
Lian tak mempedulikan ucapan Salsa, matanya justru kembali terpejam saat ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.
Salsa menghela nafas dan menghapus air mata Lian, ia juga mengusap wajah Lian yang memang sangat tampan.
"Kenapa gue bisa sepasrah dan semurahan ini sih sama Pak Lian. Padahal gue benci sama dia, tapi gue gapernah bisa tega sama dia"
"Dia udah cium gue, udah grepe-grepe gue, dan sekarang dia malah nete sama gue. Dan gue diem aja? Gue kenapa sih? Aneh banget, kenapa coba gue gak bisa marah sama ini orang? Dia kan udah kurang ajar banget sama gue, tapi gue malah gak bisa marah sama sekali sama dia" Monolog Salsa
Salsa kembali tertidur dengan Lian yang masih menyesap dadanya. Panas Lian pun semakin mereda dan membuat Salsa jauh lebih tenang hingga ia tertidur di sebelah Lian.
Dua jam kemudian, Lian bangun lebih dulu dan betapa terkejutnya ia saat ia bangun dengan pemandangan dada Salsa yang berada di hadapannya. Perlahan Lian bangkit dan melihat Salsa yang tertidur pulas dengan dada yang terbuka lebar. Lian dengan sadar bisa melihat kedua buah dada Salsa yang indah.
"Anjing, mulus banget! Pantes gue nyenyak, ternyata gue tidur sambil nete sama Sasa" Ucap Lian sembari mengusap-usap dada Salsa
Melihat Salsa bergerak, Lian segera berpura-pura tidur dan kembali menyesap dada Salsa
"Astaga, jadi gue ikut ketiduran"
"Mana Pak Lian belum bangun juga, dada gue udah sakit banget"
"Tapi alhamdulillah deh, udah gak demam lagi" Monolog Salsa sembari mengusap kening Lian
Ohh, jadi tadi gue demam? Pasti gue manja banget tadi kek ke Mama atau Syifa. Pantes gue bisa nete sama Sasa, pasti gue nangis deh tadi minta nete. Gue malu banget asli, tapi gapapa lah berkat itu gue bisa mainan dada Sasa *batin Lian
"Pak Lian, bangun pak. Ini udah malem, bangun yuk" Ucap Salsa
Perlahan Sasa menarik dadanya dari Lian, namun Lian justru menghisap dada Salsa lebih kencang hingga membuat Salsa sedikit kesakitan
"Awshh pakk, udahhh pak. Bangun pak" Ucap Salsa sembari menepuk pipi Lian sedikit kencang
"Ahhhsshh sakitt" Lirih Lian
Salsa segera merapikan pakaiannya saat Lian sudah membuka matanya
"Kenapa di tampar sih Sa? Sakit" Ucap Lian
"Habisnya bapak gak bangun-bangun! Dada saya sakit bapak hisap terus" Balas Salsa
"Hisap? Saya hisap dada kamu? Ngapain?" Tanya Lian pura-pura
"Bapak tadi demam, bapak rewel banget sampe nangis-nangis kek anak kecil minta nen saya! Masa gak inget sih" Balas Salsa
"Hah? Emang iya?" Tanya Lian
"Ish, tau deh! Saya mau ke kamar dulu!" Balas Salsa kesal
Saat Salsa hendak bangkit dari ranjang, Lian segera memeluk Salsa dari belakang
"Saya gak inget Sa, tapi kata Mama dan mantan istri saya. Kalo saya demam, saya memang manja seperti anak kecil"
"Maaf ya kalo saya tadi mainan dada kamu, saya beneran gak sadar. Makasih juga karena kamu mau nurutin kemauan saya tadi" Ucap Lian lembut
Jantung Salsa berdebar sangat kencang saat Lian tiba-tiba bicara sangat lembut sembari memeluknya dari belakang.
"Ss-saya cuma gak tega liat bapak demam sambil nangis-nangis" Balas Salsa gugup
"Iya, makasih ya sayang" Ucap Lian
Salsa semakin shock dan mencoba menatap Lian, namun gerakan Lian benar-benar cepat. Saat Salsa menatapnya, Lian langsung mencium bibir Salsa dan melumatnya.
Malam ini, tak akan Lian biarkan Salsa lolos darinya. Lian terus melumat bibir manis Salsa, tangannya bahkan sudah meremas kedua dada Salsa dan perlahan membuka kemeja sekertarisnya itu. Salsa kini mulai ikut membalas ciuman Lian, gadis itu benar-benar terbuai dengan apa yang Lian lakukan padanya.
"Ashhh Pak Lianhh" Desah Salsa saat Lian tengah memainkan milik Salsa dengan tangan dan lidahnya
Salsa menggelinjang saat ia berhasil mendapatkan pelepasan pertamanya karena Lian. Lian tersenyum puas saat melihat Salsa tak berdaya karena ulahnya. Ia segera membuka seluruh pakaiannya dan segera mengarahkan miliknya pada Salsa
"Pegang sayang, ini sekarang milik kamu" Ucap Lian
Salsa meneguk salivanya saat melihat milik Lian yang berukuran cukup besar. Lian pun menarik tangan Salsa agar mengusap miliknya, dan baru tangan Salsa saja membuat Lian memejamkan matanya
"Saya sudah gak tahan sayang, saya mau kamu malam ini" Ucap Lian
Lian mengarahkan pusakanya pada milik Salsa, tanpa menunggu lagi ia mencoba menerobos masuk dan membobol milik Salsa. Sesekali Lian berhenti dan memastikan keadaan Salsa, mengalihkan rasa sakit gadis itu dengan ciuman
"Ahhhhh Pak Liannhhhh. Sakittt hiks hiks" Ucap Salsa terisak
"Eh eh cup cup cup sayang, jangan nangis cantik. Ini udah masuk sayang, jangan nangis yaa. Maaf udah bikin sakit, sakitnya sebentar doang kok. Tahan ya sayang" Bujuk Lian sembari menghapus air mata Salsa
Setelah memastikan kondisi Salsa, Lian segera menggerakkan miliknya keluar masuk dalam lubang kenikmatan milik sekertarisnya.
Lian benar-benar dibuat gila dengan sekertarisnya ini, padahal dulu mantan-mantan sekertarisnya jauh lebih seksi dan menggoda. Namun Lian sama sekali tak tertarik sekalipun mereka menawarkan diri pada Lian, berbeda dengan Salsa
Sejak awal Salsa bekerja dengannya, Lian memang sudah jatuh hati dengan Salsa namun mencoba menepis semuanya karena Lian masih memiliki Syifa dalam hidupnya. Dan saat mengetahui pengkhianatan Syifa, akhirnya Lian berani memulai membuka kembali hatinya pada Salsa.
Dan malam ini adalah malam yang sangat indah bagi Lian, setelah lama tak mendapatkan haknya dari Syifa. Malam ini Lian berbuka puasa dengan menu yang sangat spesial, Lian berhasil mendapatkan kehormatan Salsa. Lian adalah orang pertama di hidup Salsa, dan itu membuat Lian sangat bahagia
"Makasih sayang, makasih untuk malam ini" Ucap Lian diakhiri mengecup kening Salsa
Salsa yang sudah sangat lemas hanya bisa diam. Bagaimana tidak, Lian sungguh menggila pada tubuhnya. Lian terus menggempur Salsa hingga adzan subuh terdengar. Tubuh Salsa pun penuh dengan bekas Lian, rasanya tubuhnya sudah benar-benar hancur karena ulah Lian.
***
Salsa terbangun kala Lian terus saja menciumi wajahnya
"Eughh pakk, masih ngantuk! Jangan ganggu" Ucap Salsa
"Hey? Ini udah sore loh, saya bahkan udah kelar meeting tapi kamu masih belum bangun. Ayo bangun sayang, makan dulu" Balas Lian
"Hah? Meeting? Kenapa bapak gak bangunin saya? Terus meetingnya gimana?" Tanya Salsa panik
"Hey hey, tenang. Saya bisa handle semuanya sendirian kok, lagian saya gak tega minta sekertaris cantik saya ini kerja lagi. Setelah semalaman kamu lembur sama saya" Goda Lian
Salsa baru teringat lalu kembali menutupi wajahnya dengan selimut. Salsa benar-benar malu, apalagi sebelum tidur Lian sempat memandikannya karena ia yang sangat lemas membuatnya pasrah berada di tangan Lian.
"Hahaha kenapa kok di tutupin sih? Hhmm?" Goda Lian
"Saya laper mau makan" Ucap Salsa dibalik selimut
"Lucu banget kalo lagi malu gini, gemes" Balas Lian
Salsa kembali membuka selimutnya lalu menatap Lian
"Bapak kenapa sih! Kenapa berubah gini? Dulu bapak jahat banget sama saya! Tapi semenjak bapak cerai, bapak jadi baik banget sama saya!"
"Bapak sengaja ya? Bapak mau jebak saya, bapak mau tubuh saya aja kan? Bap - "
Lian mencium bibir Salsa dan menggigitnya
"Awss!! Sakit pakkk" Ucap Salsa sembari mendorong Lian
"Makanya, jangan asal ngomong!"
"Kamu lupa saya banyak uang? Kalo saya cuma butuh kepuasan, saya bisa sewa perempuan yang jauh lebih seksi dari kamu"
"Yang bodynya bagus, dadanya besar, bokongnya besar dan sudah pasti bisa muasin saya tanpa saya pandu seperti kamu semalam"
"Tapi saya gak pernah tertarik sama perempuan seperti itu, saya lebih tertarik sama sekertaris galak saya yang ternyata desahannya lebih merdu dari omelannya tiap hari" Ucap Lian
"Ya terus kenapaa harus saya pak! Sekarang, masa depan saya sudah hancur di tangan bapak! Bapak harus tanggung jawab!" Balas Salsa
"Iya sayang, saya pasti tanggung jawab"
"Besok pagi kita berangkat ke Probolinggo ya, saya mau ketemu kedua orang tua kamu. Dan saya akan nikahin kamu disana juga" Ucap Lian
Salsa membulatkan matanya mendengar jawaban Lian
"Hah? Bapak serius?" Tanya Salsa
"Serius, saya gamau Lian junior ada disini sebelum kita menikah sayang" Balas Lian sembari mengusap perut Salsa
"Ck, aneh! Dimana-mana nikah dulu baru unboxing, ini malah unboxing dulu baru kepikiran nikah!" Balas Salsa
"Kalo kamu gak di unboxing dulu, kamu gak akan mau nikah sama saya. Kan katanya kamu benci sama saya" Balas Lian
Iya juga ya, tapi yang bikin gue bertanya-tanya sampai saat ini, kenapa gue gak marah sama dia tentang kejadian semalam? Kenapa gue terima dia apa-apain gue? Kenapa gue bisa sepasrah itu memberikan mahkota gue buat dia yang jelas-jelas bukan siapa-siapa gue *batin Salsa
"Ya itu semua karena kamu suka sama saya, kamu gak benar-benar benci sama saya. Makanya kamu sangat menikmati semalam sama saya" Ucap Lian
"Anjir? Bapak cenayang?" Tanya Salsa shock
"Hahaha nebak aja sih, soalnya ngeliat kamu ngelamun pasti mikirin kejadian semalam" Balas Lian
"Ck. Udahlah pak, gausah nikahin saya. Saya juga tau bapak lakuin hal semalam hanya karena pelampiasan bapak yang gak pernah dapet jatah dari mantan istri bapak kan?"
"Bapak itu masih cinta sama istri bapak, jadi gausah sok-sokan mau nikahin saya! Saya gamau nikah sama laki-laki yang belum selesai sama masa lalunya!"
"Bapak cukup tanggung jawab dengan memberikan uang sama saya 5M! Saya akan pergi dari kehidupan bapak dan melupakan semua yang terjadi semalam! Saya gak akan ganggu bapak lagi!" Ucap Salsa
Lian mengepalkan tangannya mendengar ucapan Salsa
"Coba kamu ngomong begitu sekali lagi!" Tegas Lian
Nyali Salsa seketika menciut saat melihat Lian tampak sangat emosi dengan tangan yang sudah mengepal
"Ngomong sekali lagi Sasa!" Bentak Lian
"Mm-maaf" Balas Salsa ketakutan
"Kenapa minta maaf! Saya gak mau denger maaf kamu! Saya mau kamu ulangi ucapan kamu sebelumnya! Cepet!" Tegas Lian
Salsa hanya diam dan menunduk, selama ini ia biasa melihat Lian marah padanya. Namun entah mengapa Salsa bisa melihat kemarahan Lian kali ini berbeda dari biasanya dan itu berhasil membuat Salsa ketakutan.
"Cepet Sasa!" Bentak Lian
Salsa memeluk Lian lalu menangis dalam pelukannya
"Maaf pak, jangan marah-marah hiks hiks, saya takut" Ucap Salsa
Lian menarik nafasnya panjang, lalu memeluk Salsa. Lian sadar jika ia sudah keterlaluan membentak Salsa
"Maaf, saya cuma gak suka dengan ucapan kamu tadi. Maaf kalo bikin kamu takut, saya gak berniat seperti itu sayang" Ucap Lian lembut
"Jangan marah lagi hiks hiks" Balas Salsa
"Makanya nurut, kamu tau saya paling gak suka penolakan. Dan ucapan kamu tadi benar-benar nyakitin saya!"
"Saya bukan laki-laki brengsek! Saya melakukan itu sama kamu pakai hati dan perasaan, bukan sekedar nafsu"
"Jangan posisikan kamu seperti jalang, yang meminta bayaran setelah kamu memberikan tubuh kamu sama saya! Kamu bukan perempuan seperti itu Sasa!"
"Kalo kamu butuh uang, jadi istri saya! Jangankan 5M, semua harta saya akan jadi milik kamu! Asal kamu selalu ada di samping saya, menemani hidup saya selamanya!" Tegas Lian
Salsa terdiam mendengar ucapan Lian, ia tak menyangka jika Lian adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Lian bahkan sangat menghargai Salsa yang sudah rela memberikan kehormatannya pada Lian
"Maaf pak" Balas Salsa
"Saya maafkan, asal kamu janji gak akan ngomong macam-macam lagi! Ngerti!" Tegas Lian
"Iya pak, saya janji" Balas Salsa
***
Salsa yang terbangun lebih dulu, menatap Lian yang masih tidur di sebelahnya.
"Hidup gue random banget ya, udah lama kerja sama Pak Lian dan gue bahkan benci sama dia, tapi tiba-tiba dia cerai, tiba-tiba gue tidur sama dia, dan sekarang? Tiba-tiba gue jadi istrinya?"
"Gue jadi bingung sama perasaan gue sendiri, gue benci apa gak sih sama dia? Kenapa gue bisa sepasrah ini sama hidup gue yang seolah di atur sama dia? Dan anehnya gue gak merasa marah sama sekali dengan semua ini" Monolog Salsa sembari mengusap lembut kepala Lian
"Itu karena kamu sayang sama saya" Lirih Lian
Salsa segera sadar lalu menepis tangannya
"Ish, kok gak ngomong sih kalo udah bangun" Gerutu Salsa
Lian tersenyum lalu meletakkan wajahnya pada Dada Salsa dan memeluk istrinya
"Kalo saya buka mata, kamu pasti gak akan usap-usap kepala saya lagi"
"Usapin lagi sayang, saya suka" Ucap Lian menarik tangan Salsa kembali pada kepalanya
Salsa mulai mengusap lembut kepala Lian
"Maaf ya kalo selama ini sikap saya jahat sama kamu, saya cuma profesional menjalankan tugas saya sebagai pemimpin perusahaan"
"Maaf kalo akhirnya sikap saya bikin kamu kesel sama saya. Atau bahkan benci seperti yang kamu bilang itu"
"Tapi Sayang, asal kamu tau. Benci sama cinta itu beda tipis. Mungkin kamu terlalu benci sama saya sampai akhirnya rasa benci itu berubah jadi cinta semenjak ciuman pertama kita" Ucap Lian
"Gak mungkin! Emang bisa tiba-tiba cinta karena ciuman? Aneh banget!" Balas Salsa
"Cinta bisa datang kapan aja dan dimana aja. Mungkin cinta kamu sama saya datang karena ciuman kita" Balas Lian
"Ish, aneh banget sih" Balas Salsa
"Kamu gak perlu bingung sayang, intinya sekarang saya menikahi kamu karena saya cinta sama kamu. Dan cepat atau lambat kamu juga pasti menyadari perasaan cinta kamu untuk saya" Ucap Lian
"Iyain aja deh biar cepet" Balas Salsa
"Saya boleh minta sesuatu?" Tanya Lian
"Apa?" Tanya Salsa
"Jangan panggil bapak lagi, saya sekarang suami kamu bukan atasan kamu lagi" Balas Lian
"Loh? Saya di pecat? Saya masih mau kerja pak! Saya gamau dirumah aja!" Tegas Salsa
"Padahal kamu tinggal terima uang dari saya Sa, kamu gak perlu capek kerja" Balas Lian
"Gamau! Kalo bapak pecat saya, yaudah saya cari kerja di kantor lain!" Ucap Salsa
"Coba aja kalo bisa, saya akan hubungi semua kantor di Jakarta agar black list kamu" Balas Lian
"Ck, egois banget sih jadi orang!" Ucap Salsa sembari mendorong tubuh Lian
Salsa membelakangi Lian setelah tubuh Lian menjauh dari tubuhnya. Lian mendekat lalu memeluk Salsa dari belakang
"Maaf sayang, saya becanda. Saya gak pecat kamu kok sekarang, tapi nanti kalo kamu hamil anak saya. Tolong nurut ya, berhenti kerja, cukup jadi istri dan ibu untuk saya dan anak saya. Ya sayang" Ucap Lian lembut
"Iya" Balas Salsa
"Sayangg, jangan marah" Bujuk Lian
"Iya, gak marah" Balas Salsa
"Bohong, kamu marah" Balas Lian
"Gak marah pakkkk" Balas Salsa
"Kok pak sih, kan saya udah minta jangan panggil bapak lagi sayang" Ucap Lian
"Ya terus apa?" Tanya Salsa
"Sayang, ay, babe?" Balas Lian
"No, mas aja deh. Yang itu terlalu lebay" Balas Salsa
"Oke, not bad. Saya suka dipanggil mas" Balas Lian
"Ya kamu juga jangan saya-sayaan dong! Formal banget" Balas Salsa
"Kamu juga saya-sayaan tuh" Balas Lian
"Yaudah, aku!" Balas Salsa
"Hahahaha maaf sayang, mas coba yaa" Balas Lian lembut
Hati Salsa berdebar cukup kencang saat Lian menyebut dirinya dengan sebutan Mas.
"Hhmm" Balas Salsa
"Cuacanya mendung sayang, dingin lagi" Ucap Lian
"Jelas dingin, orang lagi di Bromo" Balas Salsa
Lian dan Salsa memang tengah berada di daerah bromo. Mereka memilih bulan madu disana setelah melangsungkan pernikahannya di Probolinggo.
"Hahaha pas kan sayang" Balas Lian
"Pas apa mas?" Tanya Salsa
"Pas kalo kita produksi Lian junior" Lirih Lian
"Astaga mas! Semalem kan udahhhh" Rengek Salsa
"Ya lagi dong, masa sekali doang. Mana jadi nanti anak kita" Balas Lian
"Ih, bisa aja jawabnya" Balas Salsa
"Hahaha yuk yukkk" Ucap Lian semangat
Akhirnya mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri di Villa yang cukup indah dengan pemandangan gunung bromo.
***
"Mas, ayo makan siang dulu" Ucap Salsa sembari membawa bekal di tangannya
"Yahhh, mas masih belum selesai sayang" Balas Lian
"Ck, makan dulu. Aku udah masak buat kamu, tapi kamu gamau makan? Yaudah, mulai besok aku gak akan masakin kamu lagi" Ancam Salsa
"Eh eh? Apasih? Siapa yang gamau makan? Kan mas bilang mas belum selesai kerjanya"
"Sini, duduk disini suapin mas" Ucap Lian sembari menepuk pahanya
"Apaan sih, ini soal makan! Kenapa malah pangku-pangkuan" Balas Salsa
"Loh, emang ini soal makan kok? Emang soal apalagi? Pikiran kamu tuh jorok" Balas Lian
"Ck, terus kenapa harus duduk di paha kamu?!" Balas Salsa
"Suapin mas sayang, biar mas bisa sambil kerja" Balas Lian
"Ck, tinggal bentar kenapa sih mas? Emang gabisa?" Tanya Salsa
"Gabisa sayang, ini urgent"
"Suapin yaaa" Mohon Lian
"Yaudah deh" Balas Salsa
Salsa pun menuruti permintaan Lian dengan duduk di pangkuan Lian sembari menyuapi suaminya
"Enak banget sayang, makasih ya" Ucap Lian
Salsa tersenyum mendengar pujian Lian. Sudah dua bulan menikah dengan Lian, rasanya Salsa kini benar-benar mencintai bos galaknya itu. Bagaimana tidak, Lian benar-benar memperlakukannya selayaknya ratu. Lian bahkan tak pernah lupa memuji masakan dan penampilan Salsa, hingga membuat Salsa selalu bahagia dengan antusias Lian padanya.
"Sama-sama mas" Balas Salsa
"Mas katanya kerja, tapi tangannya kemana-mana!" Omel Salsa saat tangan Lian mulai masuk ke dalam paha nya
"Ya kan kangen sayang, tiga hari udah gak ketemu dia" Ucap Lian
"Suruh siapa lembur terus? Pulang malem terus? Salah sendiri kan" Balas Salsa
"Ih, ya kan mas kerja buat kamu sayang" Tanya Lian
"Ya tapi jangan di forsir juga" Balas Salsa
Lian hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Salsa
"Yaudah, nanti malem ya" Ucap Salsa
"sekarang aja? Yaaaa" Ucap Lian semangat
"Ck, gausah aneh-aneh deh! Katanya sibuk kerja" Balas Salsa
"Ish, mau sekarangggg" Rengek Lian
"Mas! Aku beneran ngambek ya kalo kamu maksa sekarang!" Omel Salsa
"Ck, yaudah iya nanti malem! Tapi gamau sekali! Harus berkali-kali!" Ucap Lian
"Atur aja deh" Balas Salsa
"Hihi makasih sayangnya mas" Ucap Lian sembari menarik dagu Salsa
Lian mencium dan melumat bibir istrinya, tangannya pun tak tinggal diam. Meremas kedua buah dada istrinya yang memang cukup besar bagi Lian.
"Lian!!" Tegas seseorang
Lian dan Salsa sontak terkejut mendengar teriakan seseorang itu
"Syifa?" Ucap Lian
"Ohh, jadi karena dia kamu ceraikan aku? Hah? Sok-sokan nuduh aku selingkuh, padahal kamu yang selingkuh!" Ucap Syifa
Salsa menunduk tak berani menatap Syifa yang tengah menatapnya tajam. Meskipun ia menikah dengan Lian setelah Lian bercerai, namun tetap saja Salsa merasa tak enak pada Syifa. Salsa teringat, ia dan Lian hampir khilaf saat Lian masih menjadi suami Syifa.
"Syifa, Syifa. Kedatangan kamu sudah saya duga sebelumnya"
"Selingkuhan kamu sudah gak ada uang kan? Makanya kamu kembali mencari saya? Hhmm?" Tebak Lian
"Jangan mengalihkan pembicaraan Lian! Aku sedang - "
"Apa? Hah? Mencampuri hidup saya? Kamu fikir kamu berhak? Hah?!"
"Kamu itu hanya mantan istri saya yang gatau malu Syifa! Sudah selingkuh, dan sekarang datang seolah-olah tersakiti? Mau playing victim? Iya!"
"Saya dan istri saya tidak pernah selingkuh! Saya menikah setelah saya bercerai dengan kamu!!" Bentak Lian
Syifa tersenyum licik menatap Salsa
"Ohh, jadi kamu menikahi Salsa hanya untuk pelarian ya Li? Hhmm?"
"Aku tau, kamu itu sangat mencintai aku. Gak mungkin kamu bisa lupain aku secepat itu. Apalagi langsung menikah dengan pegawai kamu sendiri"
"Ohh, aku tau. Kamu pasti menikahi dia selain untuk pelarian, hanya karena nafsu kan? Secara tubuh dia sangat seksi, kamu pasti butuh dia untuk muasin kamu setelah aku gabisa muasin kamu"
"Iya kan Lian? Aku bener kan? Kamu itu masih sangat mencintai aku, bukan dia" Ucap Syifa
Salsa menatap Syifa dan Lian bergantian, harapan Salsa agar Lian membantah semuanya seakan luruh saat suaminya hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.
Air matanya luruh saat melihat Syifa dengan senyuman liciknya menatap ke arahnya. Salsa masih berharap Lian menjawab, namun laki-laki itu masih saja diam seolah menyetujui semua ucapan Syifa
Lo berharap apa sih Sa? Udah pasti yang Bu Syifa ucapin itu bener! Lo yang bodoh! Terlalu cepat menerima Pak Lian dalam hidup lo! Pak Lian gak tulus sama lo! Dia cuma butuh tubuh Lo! Dia gak cinta sama lo, dia cuma cinta sama Bu Syifa *batin Salsa
Tanpa pamit pada Lian, Salsa pergi dari ruangan Lian dan membuat Lian tersadar lalu menatap tajam ke arah Syifa
"Jangan terlalu percaya diri Syifa! Cinta saya sudah hilang untuk kamu! Melihat pengkhianatan kamu dengan mata kepala saya sendiri membuat cinta saya lenyap begitu saja!"
"Jadi gak perlu menghayal untuk bisa kembali sama saya! Karena saya tidak suka memungut kembali barang bekas!"
"Dan terakhir! Jangan pernah ganggu kehidupan saya dan istri saya lagi! Kalo kamu masih saja mengganggu saya dan istri saya! Habis kamu!" Ancam Lian lalu pergi menyusul Salsa
Baru saja Lian keluar dari ruangannya, tiba-tiba Paul menghampiri Lian
"Li Li, istri lo pingsan di lobby" Ucap Paul
"Hah? Kok bisa?" Tanya Lian
"Gatau! Dia mau pergi kali, eh keburu pingsan di lobby" Balas Paul
Lian segera menuju lobby kantornya, perasaannya mulai tak tenang memikirkan kondisi Salsa.
***
Salsa yang kini masih berada di dalam ruang perawatan mulai membuka matanya. Salsa melihat Lian yang tengah tersenyum manis padanya. Dan setelah melihat Salsa bangun, Lian menciumi kening Salsa berkali-kali
"Alhamdulillah kamu udah bangun sayang" Ucap Lian
"Aku dimana?" Tanya Salsa
"Di rumah sakit deket kantor sayang" Balas Lian
"Kenapa aku disini?" Tanya Salsa
"Kamu tadi pingsan, makanya mas bawa kesini" Balas Lian
"Aku mau pulang aja" Ucap Salsa
"Iya, tunggu cairan infusnya habis baru kita boleh pulang sayang" Balas Lian
"Ck, aku maunya sekarang!" Balas Salsa
"Gabisa sayang, tolong nurut ya sama dokter. Karena ini bukan cuma untuk kesehatan kamu, tapi untuk anak kita" Ucap Lian sembari mengusap perut Salsa
"Apa? Apa kamu bilang?" Tanya Salsa
"Disini ada anak kita sayang, buah cinta kita" Balas Lian
Salsa justru menangis mendengar ucapan Lian
"Loh? Sayang? Kenapa kamu nangis? Kamu gak bahagia dengan kehadiran adik?" Tanya Lian
"Aku mau gugurin anak ini" Balas Salsa
"Apa! Ngomong apa kamu!" Tegas Lian
"Aku mau gugurin anak ini! Terserah kamu mau marah, mau bunuh aku sekalipun, aku gak peduli! Yang penting anak ini gak lahir ke dunia!" Balas Salsa
Lian mengepalkan tangannya mendengar ucapan Salsa
"Kamu apa-apaan sih Sa! Kamu sadar kamu ngomong apa barusan? Kamu mau bunuh anak kamu sendiri? Hah! Kamu tega?!" Tegas Lian
"Iya! Aku memang tega! Lebih baik dia gak hadir di dunia, daripada dia harus hadir tanpa cinta dari ayahnya!" Ucap Salsa
"Maksud kamu?" Tanya Lian
"Dia hadir bukan karena cinta, tapi karena nafsu kamu doang! Dan aku tau kamu masih sangat mencintai Bu Syifa! Jadi anak ini gak perlu lahir di dunia, supaya kamu gak terikat sama aku lagi!"
"Setelah anak ini pergi, kamu bisa ceraikan aku dan kembali sama cinta kamu! Aku baru sadar kalo selama ini aku hanya jadi pelarian dan pelampiasan kamu karena pengkhianatannya bu Syifa!"
"Aku yang terlalu bodoh karena menikmati semua perlakuan kamu sampai akhirnya aku hanya cinta sendirian! Dan sekarang, aku gamau lagi terjebak dengan hubungan ini mas, aku mau kita cerai!" Ucap Salsa
Lian baru sadar jika Salsa pasti terpengaruh dengan ucapan Syifa. Karena rasa bahagianya, Lian sampai lupa kejadian sebelum Salsa dilarikan ke rumah sakit.
Lian menghela nafasnya, mencoba mengendalikan emosinya lalu menggenggam kedua tangan Salsa
"Sayang? Kamu lebih percaya sama Syifa? Mulut perempuan jahat itu? Hhmm? Kamu gak percaya sama mas? Sama suami kamu sendiri?" Tanya Lian lembut
"Awalnya aku percaya sama kamu, kamu akan bantah semua omongan Bu Syifa. Tapi justru yang aku lihat hanya keraguan di diri kamu! Kamu hanya diam, seolah menyetujui semua ucapan Bu Syifa!"
"Di detik itu juga aku tau kalo kamu memang gak cinta sama aku! Kamu memang menikahi aku hanya karena nafsu! Kamu gak tulus sama aku!" Balas Salsa dengan air mata yang mengalir deras
"Say - "
Saat Lian hendak menjelaskan perasaannya, tiba-tiba dokter dan perawat datang melihat kondisi Salsa. Ternyata kondisi Salsa sudah jauh lebih baik dan di persilahkan pulang.
"Istirahat ya sayang, nanti kalo kondisi kamu sudah jauh lebih baik. Kita obrolin semuanya, yang penting kamu harus inget kalo mas cinta sama kamu"
"Jangan pernah berfikiran untuk menggugurkan anak kita. Dia sama sekali gak bersalah sayang, disini yang salah mas. Jangan hukum anak kita, dia gak berdosa" Ucap Lian
Salsa hanya diam tanpa menjawab Lian, sedangkan Lian hanya bisa menghela nafas saat ucapannya di abaikan oleh Salsa.
***
"Sayang, makan dulu yuk. Baru minum vitamin, supaya malaikat kecil kita juga sehat di dalam perut" Ucap Lian sembari membawa nampan
Setelah meletakkan nampan yang berisi makanan, minuman dan vitamin dari dokter. Lian duduk di samping Salsa yang masih merebahkan tubuhnya
"Kenapa kekeuh mempertahankan bayi ini? Apa karena dia satu-satunya anak yang akan kamu miliki?" Tanya Salsa
"Maksud kamu apa sih sayang? Hhmm" Balas Lian lembut
"Bu Syifa gamau hamil karena menjaga postur tubuhnya, makanya kamu hamilin aku? Setelah aku hamil dan melahirkan, kamu akan bawa bayi ini dan hidup sama cinta kamu? Sama Bu Syifa kan?" Ucap Salsa
"Astaga Sasa! Kamu di diemin makin jadi ya! Bisa-bisanya kamu mikir seburuk itu sama saya!!"
"Saya tau saya salah karena kemarin hanya diam di depan Syifa! Tapi asal kamu tau, saya diam bukan karena menyetujui semua ucapan Syifa atau ragu sama perasaan saya sendiri! Saya diam karena saya mencoba menahan emosi saya di depan kamu! Saya gamau sampai kelepasan dan melukai Syifa di depan kamu!"
"Kamu tau saya paling gabisa menahan emosi! Tapi setelah menikah sama kamu, saya mencoba berubah Sa! Saya mencoba menahan emosi saya karena saya gamau nyakitin kamu dengan kata-kata saya lagi seperti sebelum kita menikah!"
"Dan hari itu! Kesabaran saya benar-benar di uji! Saya diam mencoba menahan semuanya! Kalo saya menjawab, mungkin bukan hanya kata-kata jahat saya yang keluar untuk Syifa! Mungkin wanita itu sudah masuk rumah sakit karena tamparan saya! Dan saya gamau semua itu terjadi!"
"Kamu salah paham Sa! Saya sudah tidak mencintai Syifa! Saya cinta sama kamu! Saya sayang sama kamu! Anak yang ada dalam kandungan kamu itu buah cinta kita berdua! Dia ada bukan hanya karena nafsu Sa! Tapi karena cinta! Tolong percaya sama saya!" Tegas Lian
Salsa menatap Lian dengan penuh keyakinan, ia ingin melihat apakah ada kebohongan di mata Lian. Namun nihil, Salsa tak menemukan itu sama sekali. Salsa melihat Lian begitu tulus padanya
"Saya benar-benar mencintai kamu Sa, tolong percaya sama saya!"
"Kamu pasti bertanya-tanya kan, kenapa saya bisa menikahi kamu dalam kurun waktu yang sebentar setelah saya bercerai?"
"Itu karena saya sudah tertarik sama kamu sebelum saya bercerai. Saya menyukai kamu sejak hari pertama kamu bekerja sebagai sekertaris saya"
"Tapi saya coba menghilangkan perasaan saya karena saya masih memiliki Syifa. Namun, setelah saya tau pengkhianatan Syifa. Rasa cinta saya pada Syifa benar-benar hilang, dan saya coba kembali membuka hati saya untuk kamu"
"Setiap hari saya mencoba mencari perhatian kamu dengan marah-marah atau sekedar meminta kamu melakukan hal yang tidak jelas. Tapi kamu tetap saja cuek dan gak pernah peka sama saya"
"Kamu berbeda dari sekertaris-sekertaris saya sebelumnya yang selalu menggoda dan mencari perhatian saya. Sedangkan kamu? Bahkan saya yang harus mencari perhatian sama kamu Sa"
"Sampai dimana saya pertama kali berhasil mencium bibir kamu. Saya sudah bertekad akan menceraikan Syifa dan memiliki kamu Sa. Karena saya tau, kamu gak akan mau sama saya kalo saya masih jadi suami Syifa"
"Saya sengaja menjebak Syifa dengan mengatakan akan pergi ke luar kota lima hari. Karena saya tau, Syifa pasti memanfaatkan hal itu untuk bertemu Regan. Dan rencana saya berhasil Sa, saya bisa memergoki mereka bercinta di kamar saya sendiri!"
"Setelah perceraian saya selesai, saya gamau nunggu lagi untuk menikahi kamu karena saya takut. Saya takut kamu diambil orang, apalagi saya sempat mendengar jika kamu dekat dengan anak sekantor"
"Saya berpikir bagaimana caranya supaya kamu bisa menikah sama saya. Dan ya, pikiran saya hanya itu. Kamu pasti mau menikah sama saya jika saya bisa tidur sama kamu dan merenggut kehormatan kamu"
"Lagi-lagi Tuhan berpihak sama saya Sa. Semuanya benar-benar berjalan sesuai rencana saya sampai akhirnya kita menikah dan kamu bisa menerima saya! Tapi sekarang? Kamu masih meragukan saya karena ucapan Syifa?"
"Apa semua perbuatan saya masih kurang mencerminkan rasa cinta saya sama kamu Sa? Apa masih kurang sampai kamu lebih percaya Syifa, dibandingkan suami mu sendiri? Iya?" Tanya Lian
Salsa merasa bersalah saat melihat mata Lian berkaca-kaca. Ia tak menyangka, suaminya yang garang itu hendak menangis saat menjelaskan semuanya pada Salsa.
Salsa segera memeluk Lian, ia ikut menangis saat merasakan ketulusan Lian
"Hiks hiks maafin aku mas. Aku terlalu percaya dengan asumsiku sendiri. Aku gamau dengerin kamu dulu, aku udah nyakitin kamu. Maafin aku hiks hiks" Ucap Salsa
Air mata Lian lolos, ia memeluk erat istrinya dengan air mata yang membasahi wajahnya
"Mas cinta banget sama kamu sayang, tolong jangan ragukan perasaan mas lagi. Ini memang bukan pernikahan pertama mas, tapi mas mau ini pernikahan terakhir mas. Mas mau sehidup semati sama kamu" Ucap Lian
Gapernah saya nangis karena wanita, sekalipun hidup 5 tahun sama Syifa gapernah buat saya nangis seperti ini. Tapi sama kamu Sa, rasanya berbeda. Saya benar-benar takut kehilangan kamu *batin Lian
"Hiks hiks iya mas, iya. Aku juga cinta sama mas Lian, aku gamau pisah sama Lian. Maafin ucapan aku tadi mas, maaf" Balas Salsa
"Mas udah maafin kamu sayang, tapi tolong jangan bicara seperti tadi lagi. Mas benar-benar mencintai kamu, mas gak pernah jadiin kamu pelarian. Mas menikahi kamu karena perasaan mas, bukan karena nafsu sayang" Ucap Lian
"Iya mas, hiks hiks. Aku yang salah karena aku udah ragu sama mas. Aku terlalu percaya sama asumsiku sendiri. Maafin aku mas" Balas Salsa
"Mas maafin kamu sayang, asal kamu mau makan dan minum vitamin yaa. Demi kamu, demi anak kita" Ucap Lian sembari melepas pelukannya
Salsa tersenyum lalu menghapus air mata Lian, begitupun Lian ikut menghapus air mata Salsa
"Iya, aku makan" Balas Salsa
"Kita jaga sama-sama anak kita ya sayang, malaikat kecil kita, pelengkap keluarga kecil kita. Jangan pernah berpikiran lagi untuk menghilangkan dia dari perut kamu" Ucap Lian sembari mengusap perut Salsa
"Maaf mas, aku khilaf. Aku juga gamau kehilangan dia, tapi kemarahanku tadi jadi buat aku gila sampai bicara hal buruk itu" Balas Salsa
"Gapapa sayang, yang penting sekarang kamu sudah sadar akan kesalahan kamu tadi" Balas Lian
"Iya mas"
"Adek, maafin Ibu ya. Ibu sayang sama adek, ibu gamau gugurin adek kok. Adek sehat-sehat ya sampai nanti kita ketemu. Kita kumpul bertiga sama Ibu dan Ayah" Ucap Salsa sembari mengusap perutnya
Lian tersenyum lalu mencium perut rata Salsa
"Sayangnya ayah, sehat-sehat di dalam ya nak. Nanti kalo udah lahir, ayah ajarin ngurus perusahaan" Ucap Lian
"Ish, Mas Lian! Anak baru lahir itu di ajak main, bukan malah di ajarin ngurus perusahaan!" Omel Salsa
"Hahaha becanda sayang, masa anak kesayangan mas. Mas suruh kerja sejak bayi, ya gak lah! Justru kalo bisa, mas bakalan bangun tempat main yang besar di rumah untuk adik nanti" Ucap Lian
"Gausah aneh-aneh deh mas ish" Balas Salsa
"Ih, kenapa? Apanya yang aneh? Mas kan mau nyenengin anak mas" Ucap Lian
"Ya gausah berlebihan kali mas. Bisa beliin mainan sewajarnya aja" Balas Salsa
"Gamau! Kamu lupa siapaa yang ada di dalam perut kamu?"
"Dia itu pewaris tahta kekayaan Mas! Jelas semuanya harus istimewa!" Ucap Lian
"Ck, lebay! Aku gamau ya nantinya anak aku jadi sombong kek kamu! Aku mau anak aku tetap jadi pribadi yang rendah hati meskipun ayahnya bisa kasih seluruh dunia buat dia!" Balas Salsa
"Anak aku! Anak aku! Anak kita!"
"Lagian mas sombong apa sih sayang? Mas kan emang kaya, itu bukan sombong tapi fakta" Balas Lian
"Itu sombong namanya! Dan aku gamau anak aku nanti sombong!" Balas Salsa
"Anak kita sayang! Sekali lagi kamu ngomong anak aku anak aku! Mas gigit bibir kamu sampe berdarah ya" Ucap Lian
"Bodo amat! Pokoknya aku gamau nanti adek jadi anak sombong! Mending aku bawa kabur aja nanti adek, supaya kamu gak ngajarin aneh-aneh" Balas Salsa
"Coba aja! Kamu lupa orang-orang mas dimana-mana? Mau kamu sembunyi di lubang buaya sekalipun, mas bakalan bisa temuin kamu dan anak kita sayang!" Ucap Lian
"Ish! Kamu nyebelin banget sih mas!!!!" Rengek Salsa
"Hahahaha mas becanda sayang, iya iya mas nurut apa yang kamu inginkan untuk anak kita"
"Mas juga gamau anak kita jadi anak manja yang hanya bisa mengandalkan kekayaan ayahnya. Mas juga mau anak kita tumbuh jadi anak yang baik, pintar, dan bermanfaat bagi banyak orang nantinya" Ucap Lian
"Beneran mas?" Tanya Salsa
"Iya sayang, mas akan nurut sama kamu demi kebaikan anak kita" Balas Lian
"Makasih mas, aku sayang banget sama mas Lian" Ucap Salsa
"Beneran? Bukannya dulu ada yang benci banget ya sama bosnya ini? Hhmm" Ucap Lian
"Itu dulu, sekarang tetep benci tapi beda arti" Balas Salsa
"Maksudnya?" Tanya Lian
"Sekarang benci, benar-benar cinta hehe" Balas Salsa memeluk Lian
"Hahahahaha sayang ish, lucu banget. Mas jadi gemes"
"Jangan tinggalin mas ya sayang, atau bahkan mengkhianati pernikahan kita. Mas sayang dan cinta banget sama kamu, mas mau kita sama-sama sampai tua nanti" Ucap Lian
"Harusnya aku gak sih yang ngomong itu sama kamu?"
"Sekarang aku udah gak kerja lagi sama kamu, kamu bakalan cari sekertaris yang lebih cantik dari aku"
"Apalagi sebentar lagi aku pasti jadi gendut karena hamil, kamu pasti cari sekertaris yang seksi. Aku malah takut kamu yang selingkuh dari aku sama sekertaris kamu nanti" Ucap Salsa
"Awss! Mas! Sakit ish!" Ucap Salsa sembari mendorong Lian
Lian tiba-tiba menggigit bibir Salsa setelah istrinya itu berhenti bicara
"Dari tadi bibirnya nakal sih! Jadi harus di gigit!"
"Dengerin mas ya! Sesuai perjanjian kita dulu, kamu harus berhenti kerja kalo kamu hamil. Dan sekarang kamu hamil, otomatis kamu bukan lagi sekertaris mas!"
"Kalau pun kamu gendut, mas sama sekali gak masalah, mas justru seneng. Artinya anak mas di dalam perut kamu itu sehat dan gizinya terpenuhi. Mas juga gak masalah kamu gendut, karena kamu itu cantik, mau gendut pun pasti tetep cantik!"
"Dan yang terakhir, mas gak akan cari sekertaris lagi sayang! Ada Paul dan Dani, mereka yang nanti akan bantu mas. Entah Paul atau Dani yang nantinya mas pilih jadi sekertaris mas"
"Mas janji, mas gak akan cari sekertaris perempuan. Mas akan selalu jaga kepercayaan kamu sama mas sayang" Ucap Lian
"Beneran ya? Awas aja bohong!" Balas Salsa
"Bener sayang. Lagian mas udah pernah tau rasanya di selingkuhi itu seperti apa, mas gamau kamu merasakan apa yang mas rasakan! Mas juga gamau kehilangan kamu nantinya" Ucap Lian
Salsa tersenyum menatap suaminya
"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Lian
"Gapapa, aku seneng aja mas. Aku masih gak percaya sekarang ada di tahap kecintaan banget sama laki-laki yang dulunya pengen aku gampar tiap hari" Balas Salsa
"Hahahaha sini, gampar aja sayang untuk balas rasa sakit hati kamu sama mas" Ucap Lian
"Gamau! Maunya cium aja" Balas Salsa
"Woww, itu mah mas juga seneng sayang hahaha" Balas Lian
Salsa pun tersenyum lalu menciumi pipi Lian berkali-kali
"I love you my mystery bos" Ucap Salsa
"Love you more babe" Balas Lian lalu memeluk erat istrinya
~END~