Gambar dalam Cerita
Salma dan Rony hampir satu tahun ini menjalani hubungan diam-diam. Semua berawal karena Papa Salma yang melarang Salma berpacaran dengan Rony yang notabenenya hanya seorang penjual mie ayam.
Salma adalah anak dari perusahaan terkenal di Jakarta, dia juga anak tunggal. Hidup terjamin, fasilitas mewah dan apapun yang dia minta pasti akan selalu terwujud. Kecuali, permintaan dia untuk di restui oleh Rony.
Salma dan Rony sendiri sudah menjalin kasih sejak dua tahun lalu, setelah setahun pacaran Salma ingin mengenalkan Rony pada keluarganya. Rony awalnya pun ragu, mengingat perbedaan status sosial mereka yang jauh. Namun Salma tetap meyakinkan Rony, hingga akhirnya mereka menemui orang tua Salma.
Tapi kejadian satu tahun lalu, saat Salma mengenalkan Rony di depan Papa Mama nya. Membuat Salma justru kini susah untuk bertemu dengan sang kekasih. Hal itu pula yang membuat mereka akhirnya menjalani hubungan diam-diam saat ini.
Semua mereka lakukan demi kebaikan bersama, karena hampir beberapa kali orang tua Salma bahkan membayar preman untuk menghancurkan warung mie ayam milik Rony. Akhirnya Salma juga tak tega, karena kenekatan dirinya pasti akan membuat hidup Rony semakin sengsara.
Salma yang lebih sering menurut dengan ucapan Papa nya, lebih sering berdiam diri di rumah, bahkan tidak pernah menemui Rony membuat Papa Salma semakin percaya jika anaknya telah putus dari Rony. Hingga menghentikan penjagaan nya pada Salma seperti sebelumnya.
Papa Salma memang membayar orang untuk mengawasi dan menjaga Salma. Sebenarnya Salma tau jika Papa nya mengawasinya dari jauh, justru itu yang membuat Salma pandai mengambil keputusan hingga Papa nya pun percaya dan menghentikan pengawasan padanya.
Hari ini Papa dan Mama Salma akan berangkat ke Jepang untuk keperluan bisnisnya selama dua Minggu. Papa dan Mama Salma yang sudah lupa dan percaya pada anaknya pun mulai memberikan Salma kebebasan nya lagi tanpa ada pengawasan atau pun penjagaan yang ketat.
"Ma, Pa hati-hati ya. Semoga selamat sampai di Jepang. Jangan lupa kabarin Caca kalo udah sampe disana" Ucap Salma
"Iya sayang, nanti mama papa kabarin pokoknya. Kamu hati-hati ya di rumah, jangan suka keluyuran malem-malem bahaya. Kalo pergi malem harus sama supir gabole nyetir sendiri. Oke" Ucap Papa Salma
"Oke Ma, Pa"
"Tapi kaya nya Caca bakalan sering nginep di rumah Nabila deh Pa. Yakali Caca sendirian di rumah dua minggu, pasti bosen!!! Boleh kan Pa? Atau kalo Papa gak percaya sama Caca, ini Caca kasih nomor Abi nya Nabila deh. Biar papa bisa mantau Caca disana. Gimana?" Izin Salma
"Gausah sayang, papa percaya kok sama Caca. Tapi kenapa kok Caca yang kesana? Gak ajak Nabila nya aja yang kesini?" Tanya Papa Salma
"Ya sama aja dong kalo Nabila nya yang Caca ajak kesini, sama-sama sepi. Kalo disana kan enak rame, Nabila aja 7 bersaudara. Adek-adek nya lucu lucu semua, rame plus seru banget lagi. Jadi Caca seneng kalo disana Pa. Boleh yaa" Balas Salma
"Wah, banyak juga ya Adek Nabila? Yaudah yaudah boleh deh. Tapi jangan ngrepotin Ca. Kalo bisa kamu kesana tuh bawain apa gitu buat adek-adek Nabila, buat Abi Umi nya Nabila atau apa gitu sayang" Timpal Mama Salma
"Iya pasti lah Ma, masa iya Caca numpang makan doang disana. Ntar malu-malu in kalian lagi hahaha" Balas Salma
"Nanti Papa transfer ya, beliin apapun yang terbaik buat Nabila sekeluarga. Jangan bikin Papa Mama malu, udah numpang gak ngasih apa-apa" Balas Papa Salma
"Dih, jelek banget bahasanya numpang. Iye iye Pa, udah buruan berangkat ntar ketinggalan pesawat lagi" Balas Salma
"Iya, berangkat dulu ya Ca" Balas Papa Salma
Maaf ya Ma, Pa. Caca bohongin kalian *batin Salma
***
Saat ini Salma sudah berada di kawasan Apartemen elit di Jakarta pusat. Salma sengaja membeli sebuah apartemen mewah dan elit karena fasilitas nya yang bisa menjaga data pemilik masing-masing unit pasti terjamin. Ini semua dia lakukan demi menghindari pengawasan dari Papa nya jika sewaktu-waktu Papa nya akan kembali mengawasi dirinya.
Salma juga membeli apartemen itu dari uang hasil menabungnya yang berbeda dengan rekening yang dibuat oleh Papanya. Agar Papa Salma juga tak bisa memeriksa mutasi uang yang keluar dari rekening Salma. Apartemen ini sengaja dia beli diam-diam khusus untuk tempat menenangkan diri sekaligus tempat paling aman untuk bertemu dengan kekasihnya.
Tok tok tok
Salma segera membuka pintu ketika melihat siapa yang datang.
"Surpriseeeee" Sapa Salma
"Loh, kok kamu disini sayang?" Ucap Rony kaget
Rony memang belum mengetahui bahwa Salma adalah pemilik unit apartemen yang ia datangi. Pasalnya adik Rony tadi hanya mengucapkan jika ada yang memesan mie ayam mereka dan minta di antar ke unit apartemen tersebut.
"Ayo ih masuk dulu, aku jelasin di dalem. Gak sopan banget ngobrol depan pintu gini" Ucap Salma sembari menarik tangan Rony untuk masuk
Salma menarik tangan Rony masuk ke dalam unit apartemen nya dan mengajak Rony duduk di sofa ruang tengah.
"Kamu kok bisa disini sayang? Ini apartemen siapa?" Tanya Rony lembut
"Apartemen aku, baru tadi pagi aku lunasin hehe tapi ngincernya udah dari bulan lalu cuma nunggu Mama Papa pergi aja baru aku lunasin unit ini" Balas Salma
"Ngapain beli apartemen? Terus Mama Papa kemana emangnya?" Tanya Rony
"Buat nenangin diri kalo lagi bosen di rumah, kalo lagi sendirian juga di rumah. Mending disini bisa liat city light Jakarta dari balkon kamar"
"Mama Papa lagi keluar negeri dua Minggu, mangkanya aku mending tinggal disini deh. Ada satu lagi sih alasan aku beli apartemen ini" Balas Salma
"Apa Ca?" Tanya Rony
"Buat ketemuan sama kamu hehe" Balas Salma
"Ketemuan sama aku? Kenapa harus disini? Kan di taman kampus juga bisa" Balas Rony
Yaps, walaupun hanya penjual mie ayam. Rony adalah laki-laki yang sangat cerdas, dia bisa mendapatkan beasiswa dari SD hingga kuliah.
Awal Salma dan Rony bertemu adalah saat ospek di kampus mereka. Rony yang kebetulan satu kelompok dengan Salma, menjadi ketua kelompok tersebut. Salma dibuat kagum oleh sikap dan jiwa kepemimpinan dari Rony. Rony bahkan berhasil membawa kelompoknya meraih nilai tertinggi diantara kelompok yang lain.
Dari sana lah, Salma merasa jatuh hati dengan Rony. Dia mencoba mendekati Rony namun Rony selalu menolak Salma. Rony sadar diri jika dirinya tidak pantas untuk Salma, namun Salma tak peduli dia terus meyakinkan Rony jika dia pantas untuk Salma. Hingga akhirnya Rony pun tertarik dan mulai jatuh hati dengan gadis yang pantang menyerah untuk mendekati nya. Salma juga tulus dan tak pernah menghina keadaan ekonomi Rony yang berbeda di antara mahasiswa lainnya.
"Bahaya, di kampus juga Papa masih bisa ngintai kita. Kalo disini aman sayang, aku beli ini dari rekening yang berbeda. Jadi Papa gak akan bisa cek mutasi rekening ku"
"Nah, ini access card pintu unit apartemen ini kalo kode nya sih tanggal jadian kita sayang" Ucap Salma sembari menyodorkan kartu akses apartemen nya
"Ngapain aku pegang ini sayang? Kan kalo aku kesini pasti ada kamu yang bukain pintu nya" Balas Rony
"Udah gapapa, pegang aja. Mungkin sewaktu-waktu kamu butuh tempat istirahat atau apa. Bisa kesini, ini aku beli buat kita berdua. Jadi ini punya aku dan kamu sayang" Balas Salma
"Ca, beneran gausah Ca. Sayang uang kamu" Ucap Rony
"Apasih Ron, orang udah di bayar juga. Gapapa, udah pegang ini access card nya. Kalo kamu gamau terima, kita gausah ketemu lagi!" Ancam Salma
"Ish, ngancemnya kok gitu sih sayang. Mana bisa aku gak ketemu sama kamu?"
"Di kampus aja, aku harus cari cara supaya bisa liat kamu dari jauh tanpa ketahuan orang suruhan papa kamu. Ini kamu malah ngancem gamau ketemu aku lagi, mana bisa aku" Balas Rony memelas
"Mangkanya terima sayang, gaboleh nolak yaa" Ucap Salma
"Yaudah iya, aku terima ini"
"Sekarang nih makan mie ayamnya, takutnya mie nya makin lebar" Balas Rony
"Suapin" Rengek Salma
"Ishh manja banget sih, jadi makin gemes tau gak!" Ucap Rony sembari mencubit pipi Salma
"Ihh sakit sayangggggg" Rengek Salma sembari mengusap pipinya
"Hahaha maaf ya, abisnya gemes banget sih aku sama kamu"
"Yaudah sini aku suapin. Selesai makan aku pulang ya, kasian Adek jaga warung sendirian" Balas Rony
"Ihh, kan masih kangen sayanggg" Rengek Salma
"Kasian Adek sayang, bentar lagi jam makan siang pasti warung rame"
"Nanti pulang jualan, aku janji deh kesini lagi yaa. Kita ketemu lagi setelah aku jualan, iya sayang. Boleh kan?" Tanya Rony lembut
"Yaudah deh, boleh. Tapi janji nanti kesini lagi ya" Balas Salma manja
"Iya janji sayang" Balas Rony
***
Dagangan Rony sudah terjual habis setelah adzan magrib. Rony dan adiknya pun bergegas pulang dan bebersih. Rony sudah janji jika ia akan menemui Salma lagi di apartemen nya.
Setelah membuka unit apartemen nya, Rony tak mendapati Salma di ruang tengah dan saat membuka pintu kamar. Rony mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Rony tau jika Salma tengah mandi, lalu ia pun memutuskan untuk melihat beberapa foto kecil Salma yang terpajang di dekat Walk in Closet sebelah kamar mandi.
Salma yang baru saja selesai mandi, dengan hanya menggunakan handuk pendek di atas lutut yang ia lilitkan di badan, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah meja riasnya. Salma belum menyadari keberadaan Rony di dalam kamar. Namun saat Salma hendak melangkah, langkahnya terhenti saat Rony tiba-tiba memanggilnya.
"Ca?" Ucap Rony shock
Tubuh Salma menegang, dia tidak tau jika Rony ada di dalam kamarnya. Saat ini bahkan kondisi Salma hanya memakai handuk pendek, dan rambut yang di balut handuk kecil karena ia baru saja selesai keramas.
Rony mulai mendekati Salma, entah mengapa tiba-tiba dirinya ingin sekali mendekat pada tubuh gadis cantik yang sangat ia cintai. Leher dan bahu Salma yang terekspos membuat badan Rony merinding dibuatnya. Salma nya sangat mulus dan benar-benar menggoda iman nya.
Entah keberanian dari mana, Rony mulai memeluk Salma dari belakang lalu mencium aroma tubuh Salma dari lehernya. Rony terus mengecupi leher dan bahu Salma yang memang menggodanya dari tadi.
"Kamu wangi banget sayang" Ucap Rony dengan suara yang sudah memberat
"Eugh Ron, geli" Balas Salma
Rony tak mempedulikan jawaban Salma, ia terus saja mencium leher Salma. Ia bahkan sudah membuat banyak tanda cinta nya disana. Tangan yang semula memeluk perut Rata Salma, beralih meremas payudara Salma dari belakang.
"Eughhhh Ronhhh" Lenguh Salma
Tubuh Salma semakin tak terkontrol kala bibir dan tangan Rony bekerja dengan baik menyentuh tubuhnya. Bibir dan lidah Rony bermain di leher hingga belakang telinga Salma, dimana itu adalah titik lemah Salma. Sedangkan tangan Rony masih terus meremas payudara Salma.
Ini baru pertama kali, Rony mencium bahkan berani menyentuh tubuh Salma. Walaupun dua tahun sudah menjalin kasih dengan Salma, Rony sama sekali tak pernah sedikit pun menyentuh gadisnya. Hanya sekedar mencium kening Salma saja bisa di hitung dengan jari.
Namun malam ini, entah mengapa Rony sama sekali tak bisa mengontrol tubuhnya. Rasanya Rony ingin sekali menjadikan Salma menjadi miliknya seutuhnya. Rony sangat mencintai wanita itu, Rony juga takut jika Salma akan meninggalkan nya demi laki-laki lain pilihan orang tuanya.
Rony semakin menjadi menyentuh dan mencium Salma. Sedangkan Salma yang awalnya memegang ujung handuknya dengan kuat, semakin lemas karena sentuhan Rony.
Rony melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Salma menghadap dirinya. Dengan perlahan Rony mencium bibir Salma untuk pertama kalinya, dia melumat bibir wanita yang ia cintai dengan sangat lembut. Selain itu, Rony juga mendorong tubuh Salma perlahan hingga kini ia sudah mengukung tubuh Salma yang tertidur di atas ranjang.
Ciuman Rony sangat memabukkan bagi Salma, ia bahkan tak mau kalah dari Rony. Dia ikut membalas ciuman dari lelakinya, saling berperang lidah dan bertukar Saliva. Rony tersenyum tipis merasakan Salma yang mulai membalas ciumannya.
Perlahan, ciuman Rony turun menuju leher Salma. Memberikan beberapa tanda cinta yang membuktikan bahwa Salma hanya lah miliknya. Hanya dirinya yang bisa melakukan ini pada Salma, hanya dia yang boleh menyentuh tubuh mulus Salma dan hanya dia yang harus memiliki Salma seutuhnya.
"Buka ya sayang, aku mau lihat. Boleh?" Tanya Rony lembut dengan mata yang sangat sayu
"Aku malu Ron" Balas Salma sembari memegang ujung handuknya
"Gapapa sayang, ngapain malu? Aku milik kamu, dan kamu milik aku. Kamu berhak atas aku dan begitu pun sebaliknya. Boleh yaa, pleasee" Ucap Rony memohon sembari mencoba mengalihkan tangan Salma dari ujung handuk
"Kamu janji gak akan ninggalin aku setelah ini?" Tanya Salma
"Janji, ada niat ninggalin kamu pun aku gak ada sayang. Beneran" Balas Rony
"Jadi, boleh yaa" lanjut Rony
Salma hanya mengangguk, Rony pun tersenyum lalu mengecup kening Salma. Tangan Rony langsung sigap membuka handuk Salma. Dan saat handuk terbuka, seluruh tubuh Salma sudah terpampang jelas di depan matanya tanpa terhalang sehelai benang pun.
Salma menutup matanya karena merasa sangat malu, kini seluruh tubuhnya bisa di lihat dengan jelas oleh Rony. Sedangkan Rony tersenyum bangga, Salma nya sangat indah dan itu semua adalah miliknya. Tubuh Salma adalah milik Rony, dan hanya Rony yang bisa memiliki tubuh indah itu.
"Kamu indah sayang, indah sekali" Puji Rony
Rony langsung meremas payudara Salma dan memainkan nipple Salma menggunakan jarinya, sedangkan mulutnya juga bermain pada payudara Salma yang menganggur. Lidah Rony yang memainkan nipple Salma berhasil membuat tubuh Salma menggelinjang kegelian.
"Ashhh Ronhhh" Desah Salma
Desahan Salma membuat Rony semakin bersemangat melanjutkan aksinya. Desahan Salma terdengar sangat seksi di telinganya dan membuat hasratnya semakin naik.
Hingga tak terasa kini wajah Rony sudah berada tepat di depan milik Salma. Rony semakin melebarkan kaki Salma agar bisa melihat milik Salma lebih jelas. Tak ingin berlama-lama, Rony memainkan inti Salma menggunakan jari dan juga mulutnya.
Malam ini Rony benar-benar bahagia karena bisa menikmati tubuh indah milik Salma nya. Banyak lelaki di kampusnya yang lebih tampan dan pastinya lebih kaya yang menginginkan gadis cantiknya itu. Namun siapa sangka, justru dirinya lah yang beruntung. Laki-laki miskin yang membuat Salma tergila-gila hingga rela menurunkan gengsinya untuk menyatakan perasaannya lebih dulu pada Rony.
"Ahhh Ronn, mauu pipishhh ahhh" Desah Salma
"Keluarin sayang, jangan di tahan" Balas Rony
"Aahhhh" Desah Salma ketika berhasil mendapatkan pelepasan pertamanya karena ulah lidah dan tangan Rony di intinya
Salma sedikit lemas setelah mendapatkan pelepasan pertamanya. Rony juga menyesap habis cairan cinta milik Salma, lalu ia bangkit dan langsung membuka seluruh pakaiannya di depan Salma. Salma terbelalak ketika melihat milik Rony yang sudah berdiri tegak dan terlihat sangat besar.
Rony terkekeh melihat wajah Salma yang sepertinya kaget melihat miliknya.
"Kenapa? Kok mukanya gitu?" Tanya Rony
"Punya kamu gede banget sayang, emang muat?" Tanya Salma
"Hahaha muat kok sayang, kamu tenang ya. Gausah takut, aku bakalan lakuin ini pelan-pelan. Kamu percaya sama aku kan?" Tanya Rony
"Iya" Balas Salma
"Rileks ya sayang, jangan tegang. Kalo pertama emang sakit, tapi gak akan lama kok" Balas Rony
"Beneran?" Tanya Salma
"Iya beneran, kita coba yaa" Balas Rony
Rony mulai mengarahkan miliknya pada milik Salma. Rony menggesekkan ujung miliknya pada Salma sebelum memasuki lubang surga dunianya.
"Ahhhh" Desah Rony
Perlahan Rony mendorong masuk miliknya pada lubang Salma.
"Ahhhhhh Rony sakittt" Rengek Salma
"Tahan ya sayang, sabar yaaa" Balas Rony
Rony masih berusaha menerobos lubang sempit milik Salma, berkali-kali mencoba masuk dengan perlahan namun bukannya semakin masuk malah jeritan Salma yang semakin keras terdengar. Rony yang tak tega merasa Salma semakin kesakitan pun langsung menghentakkan miliknya masuk dalam milik Salma.
Akhirnya berhasil, Rony sudah membobol mahkota milik Salma. Rony bisa melihat darah yang keluar dari dalam inti Salma. Rony tersenyum senang, mengetahui bahwa ialah yang pertama bagi Salma. Dan sekarang ia juga berhasil memiliki Salma seutuhnya.
"Ahhhhh Ronyyyyyyy" Teriak Salma saat Rony berhasil merobek miliknya
Air mata Salma mengalir deras, namun dengan sigap Rony menghapus air mata Salma lalu mengecup kening Salma.
"Maaf sayang, sakit ya? Maafin aku, kamu tenang ya. Ini udah masuk semua kok punya aku. Tahan yaa, kalo udah gak sakit baru aku gerak" Balas Rony lembut
"Aku gerakkin ya yang" Tanya Rony saat melihat Salma mulai tenang
Salma hanya menganggukkan kepalanya, entah Salma merasa menyesal atau tidak melakukan ini dengan Rony. Tapi ia juga ingin memiliki Rony seutuhnya, dia sangat mencintai Rony. Jangankan kehormatan nya, hartanya saja rela ia berikan pada laki-laki baik yang selama ini mengisi hatinya.
Gerakan Rony yang awalnya pelan lama kelamaan menjadi lebih cepat. Salma maupun Rony Sama-sama merasakan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan.
"AAhhh Cahhh, kamuhh nikmathh Cahh ahh" Desah Rony
"Ashhh Ronnn ahhh" Desah Salma
Desahan Salma dan Rony memenuhi kamar apartemen yang baru pagi tadi ia beli. Dan mungkin akan menjadi tempat mereka untuk terus beradu kasih kedepannya.
Gerakan Rony semakin cepat kala merasakan milik Salma semakin menjepit nya, dan ia juga merasakan miliknya semakin membesar di dalam pertanda ia akan segera mendapatkan pelepasan nya.
"Ahhhh" Desah Rony kala merasakan pelepasan nya
Rony yang lemas langsung menjatuhkan diri di atas Salma dan membiarkan cairan cinta nya masuk ke dalam rahim Salma. Salma juga merasakan sesuatu yang hangat masuk ke dalam rahimnya.
"Makasih sayang, makasih udah ngasih ini buat aku. Makasih kamu udah percaya sama aku untuk ambil hal paling berharga milik kamu. Aku sayang sama kamu Ca, aku cinta kamu dan kamu cuma milik aku sampai kapanpun. Aku gak akan pernah biarin seseorang nyentuh kamu atau bahkan milikin kamu selain aku. I Love You Caca ku" Ucap Rony lemas
"Love you more Ron. Aku juga cinta dan sayang sama kamu. Semoga kamu gak akan pernah ninggalin aku, setelah aku kasih semuanya buat kamu" Balas Salma
"Gak akan sayang, aku terlalu cinta sama kamu dan gak akan pernah ninggalin kamu" Balas Rony
"Yaudah, bangun gih. Kamu berat tau, sama sekalian lepasin itunya. Aku mau bobo tapi punyakku rasanya penuh banget" Ucap Salma
"Eh, no no sayang. Kita lanjut ronde kedua ketiga, keempat mungkin. Aku masih pengen, jangan bobo dulu. Kalo bisa malam ini kita begadang ya, kan besok juga free gak kuliah, okeee" Balas Rony
"Hah!! Gila ya kam - "
Belum sempat Salma membalas ucapan Rony, dengan segera Rony kembali membungkam bibir Salma dengan bibir nya. Dan mereka pun melakukannya kembali.
***
Sudah hampir dua Minggu tinggal di Apartemen. Besok rencananya Salma akan kembali ke rumah, mengingat kedua orang tuanya akan pulang lusa.
Selama dua Minggu di apartemen, selama itu pula hampir setiap hari Rony dan Salma melakukannya. Sepulang berjualan, Rony selalu kembali ke Apartemen dan tidur bersama Salma.
Sebenarnya Salma ingin hamil anak Rony agar hubungan mereka bisa di restui, namun Rony yang tidak ingin jika harus mendapat restu dengan cara seperti itu. Rony meyakinkan Salma, jika dengan cara seperti itu Rony akan semakin di pandang buruk oleh orang tua Salma. Atau parah nya mungkin mereka akan menjodohkan Salma dengan laki-laki lain yang mau bertanggung jawab atas kehamilannya kelak dan Rony tidak ingin itu.
Salma berpikir apa yang di takutkan Rony bisa saja terjadi, karena Salma pun tau orang tua nya seperti apa. Jadilah Salma memilih mengonsumsi obat pencegah kehamilan setiap selesai melakukan hubungan dengan Rony, mengingat Rony yang selalu mengeluarkan cairan cinta nya di dalam rahim Salma.
Di kampus, baik Salma dan Rony tak pernah menunjukkan kemesraan nya, karena mereka takut jika masih ada yang akan memata-matai hubungan mereka. Baik Salma maupun Rony Sama-sama saling takut kehilangan, jadi mereka berupaya sebisa mungkin melakukan apapun agar mereka tak terpisah satu sama lain.
Salma juga sudah meminta maaf pada Deril, adik Rony karena selama ini Rony harus meninggalkan dirinya di rumah seorang diri. Rony hanya tinggal berdua dengan adik laki-lakinya. Orang tua Rony sudah meninggal, dan tersisa adik Rony yang masih duduk di bangku SMA. Rony berjualan mie ayam untuk bertahan hidup sekaligus membayar uang sekolah adiknya. Dia meneruskan usaha dari kedua orang tuanya yang memang berjualan mie ayam sejak dulu.
Selesai Kelas, Rony menghampiri Salma yang duduk di bangku nya.
"Ca" Panggil Rony
"Kenapa Ron?" Tanya Salma
"Kaya nya nanti malem, aku gabisa ke apartemen deh" Balas Rony
"Kenapa? Aku sendirian dong?" Ucap Salma memelas
"Deril bilangnya ada kerja kelompok, jadi gabisa jualan. Aku harus jaga warung sendirian Ca, takutnya ntar kemaleman selesai dagangnya. Gapapa yaa, malem ini doang kok" Balas Rony pelan
"Yaudah, gausah jualan sayang. Aku ganti deh uang jualan nya. Yayaya, temenin aku tapi di apart ya sayang" Rengek Salma
"Ca, kan kamu tau aku paling gak suka kamu kaya gini. Aku gamau manfaatin uang kamu"
"Hari ini aja ya sayang, aku mau jualan sampe malem mumpung Deril gak bantuin. Kalo ada dia, aku gak tega mau jualan sampe malem soalnya besok dia sekolah. Boleh yaa" Balas Rony memelas
"Aku bantuin deh, yaa. Aku ikut kamu jualan, boleh kan?" Tanya Salma
"Jangan sayang, kamu itu anak orang kaya. Yakali mau jualan mie ayam, jangan ya sayang. Udah, kamu diem bobo di apart aja, nanti kalo kamu kesepian kita video call okee. Nurut ya sayang" Ucap Rony lembut
"Gamau! Aku mau ikut kamu jualan! Aku bisa nyamar kok pake Hoodie, atau apapun itu untuk nutupin identitas ku. Pleasee aku mau bantuin kamu, boleh yaa" Rengek Salma
Lama Salma menunggu keputusan Rony, yang terlihat bimbang. Salma bangkit dari bangkunya lalu berdiri persis sebelah Rony, tangan Salma mengusap milik Rony dari balik celananya.
"Nanti kalo capek jualan, kan bisa langsung ke apart. Aku servis dengan baik adik kamu ini. Mau gak?" Bisik Salma menggoda sembari tangannya mengusap milik Rony
"Eughh Caahh, tangan kamu nakal banget sih. Jangan gini sayang, nanti dia bangun" Balas Rony sembari menjauhkan tangan Salma dari miliknya
"Hahaha yaudah langsung sekarang aja ke Apart, kalo adik kamu bangun" Balas Salma sembari mengusap lagi milik Rony
"Yang ih, tangan kamuuu. Nakal banget sih!" Omel Rony sembari memukul tangan Salma
"Kenapa sih, kek baru pertama kali di pegang aja. Orang udah sering aku mainin, aku juga tau rasanya punya kamu gimana, pas banget tau di mulut aku hahaha" Goda Salma
"Yang sumpah ya, kamu nakal banget sekarang. Ini bibirnya emang minta di cium! Bisa-bisanya ngomong gitu di kelas" Ucap Rony sembari memukul pelan bibir Salma
"Hahaha gapapa udah sepi ini, cuma tinggal kita berdua tuh liat. Apa sekalian mau coba disini yang? Hhmm" Goda Salma
"Astaghfirullah, salah keknya aku ngajarin kamu soal beginian ya yang. Ternyata kamu lebih nakal dari aku sekarang" Ucap Rony
"Kamu sih, bikin aku ketagihan terus tiap gituan. Jadi pengen terus kan hahaha" Balas Salma
"Yang, awas ya kamu nanti malem! Habis kamu sama aku, liat aja! Gak akan bisa jalan lagi kamu besok!"
"Dari tadi nantangin aku Mulu. Aku mau hukum kamu, karena kamu hari ini nakal banget! Liat aja nanti ya!" Ancam Rony
"Yeayy, berarti nginep apart kan?" Tanya Salma
"Iya!! Mau hukum anak nakal kaya kamu!" Balas Rony
"Takut bangettt, om om ngamukkkk" Ucap Salma sembari meremas milik Rony lalu pergi meninggalkan kelas
"Ahh Cacaaaaa!!! Awas kamu ya!! Beneran gak aku kasih ampun!!!!" Teriak Rony
Sedangkan Salma sudah terkekeh sembari berlari menuju parkiran.
***
Tak terasa hubungan Salma dan Rony sudah berjalan hampir empat tahun. Salma dan Rony juga bisa lulus kuliah kurang dari empat tahun dan kemarin adalah hari wisuda mereka.
Selama ini, Salma selalu saja punya alasan agar orang tuanya tak curiga jika Salma menginap di apartemen nya. Selama hampir empat tahun pula, baik Salma maupun Rony tak pernah absen untuk meminta hal itu di apartemen mereka.
"Ahhh Cahhh kamuhh selalu nikmattthhhh sayangghhh, masihhh sempithhh ajjah, aku sukkaaahh ahhh" Desah Rony
"Punyaahh kamuh juggahh Gedehh sayangg ashhhh" Balas Salma
"Akuh mau keluar Ron, ahhh" Ucap Salma
"Barenghh sayangghhh ahhhhh" Balas Rony
"Ahhhhhhh" Desah Rony ketika mendapatkan pelepasannya yang ketiga
Sedangkan Salma sudah sangat lemas, karena melayani Rony hingga Rony mendapatkan pelepasan ketiganya
"Makasih sayang, kamu selalu nikmat dan selalu jadi candu buat aku. Love you sayang" Ucap Rony sembari mencium kening Salma
"Everything for you babe" Balas Salma lemas
Rony melepaskan penyatuan mereka, lalu mendudukan dirinya di samping Salma.
"Sayang" Panggil Rony
"Kenapa?" Tanya Salma lalu ikut duduk di hadapan Rony
"Sebenarnya aku mau ketemu kamu malam ini, buat ngucapin salam perpisahan" Ucap Rony sembari menunduk
Deg
Ucapan Rony berhasil membuat Salma terdiam dengan jantungnya yang berdegup dengan kencang.
"Maksud kamu?" Tanya Salma dengan mata yang berkaca-kaca
Rony menggenggam tangan Salma lalu menatap lekat wanita nya.
"Maaf sayang, maafin aku. Aku terpaksa harus ninggalin kamu kali ini, demi masa depan kita sayang"
"Kita gak mungkin begini terus, aku mau nikah sama kamu, aku mau punya anak sama kamu dan kita mulai kehidupan rumah tangga kita yang baik. Bukan seperti ini sayang, bukan hubungan seperti ini yang aku mau"
"Hampir dua tahun aku selalu nidurin kamu layaknya kamu istri aku. Kamu itu wanita baik-baik, gak seharusnya aku lakuin ini sama kamu. Tapi karena kebodohan kita berdua, hubungan kita bisa sejauh ini sekarang sayang. Gak mungkin kalo aku gak nikahin kamu, aku harus nikahin kamu sayang"
"Aku mau berjuang dapet restu dari orang tua kamu. Tapi kalo aku tetap mengandalkan dagangan aku, itu sama aja mengulang kesalahan yang sama. Aku akan tetap di usir oleh orang tua kamu"
"Aku dapet kerjaan di luar negeri sayang, tepatnya di London. Dan aku memutuskan untuk ambil kerjaan itu demi masa depan kita. Aku juga harus biayain kuliah Deril, dan aku mau punya tabungan untuk nikahin kamu"
"Tolong izinin aku pergi ya, aku janji aku akan cepat pulang dan langsung nikahin kamu sayang. Aku janji, kamu cuma harus jaga hati kamu buat aku. Jangan pernah berpaling dari aku. Kamu harus inget kalo kamu cuma punya aku. Iya sayang" Ucap Rony lembut
Salma hanya bisa menangis setelah Rony menjelaskan tentang kepergian nya. Terpaksa Salma juga harus mengikhlaskan kepergian Rony ke luar negeri. Karena apa yang Rony bilang tidak ada yang salah.
***
Lima tahun berlalu, kehidupan Salma hanya sekedar pulang ke rumah dan bekerja di cafe nya. Salma menolak meneruskan perusahaan papanya, dan lebih memilih untuk membuka cafe.
Hidup Salma juga berubah drastis sejak kehilangan Rony. Tepat empat tahun lalu, Salma mulai kehilangan kontak Rony. Setahun setelah memutuskan pergi ke luar negeri, tiba-tiba Ponsel Rony sama sekali tak bisa di hubungi hingga Salma berspekulasi jika Rony sengaja meninggalkan dirinya.
Salma menjadi sosok yang dingin, tak bersemangat dan hanya menyibukkan diri di cafe nya hingga larut malam. Itu semua Salma lakukan demi bisa melupakan Rony. Laki-laki yang sangat dia cintai, lebih dari hidupnya sendiri.
Banyak laki-laki yang ingin mendekati Salma namun selalu Salma tolak. Salma tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, karena hatinya masih sangat sakit mengingat bahwa dirinya di tinggalkan begitu saja oleh Rony. Padahal laki-laki itu sudah berjanji akan menikahi nya setelah pulang dari London.
Namun hingga lima tahun berlalu, Rony tak pernah ada kabar. Rony juga menghilang bak di telan bumi. Deril pun ikut menghilang dari kehidupan Salma, membuatnya semakin yakin jika Rony memang sudah meninggalkan dirinya. Atau bahkan mungkin Rony sudah menikah dengan gadis lain yang ia temui di London. Semua pikiran buruk itu selalu terlintas di pikiran Salma hingga dia mungkin sekarang membenci laki-laki itu.
Hari demi hari berganti, Salma yang sudah pasrah dengan kehidupan nya yang sudah hancur. Akhirnya menerima perjodohan dari orang tuanya. Salma bahkan sudah tak mengharapkan apapun dari laki-laki yang sudah menidurinya berkali-kali dulu.
Hari ini hari yang tak pernah Salma sangka sebelum nya, hari dimana seharusnya dia bisa berbahagia dengan lelaki yang paling ia cintai. Nyatanya harapannya kandas, ia harus menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya.
Air mata Salma seketika luruh kala mendengar kata SAH di ucapkan dengan lantang. Salma yang berada di kamar pun sudah menangis ketika menyadari kini dirinya sudah menjadi istri dari laki-laki yang tak pernah ia temui sekali pun.
Salma memang tak pernah mau menemui calon suaminya. Salma sudah sangat pasrah dengan jalan hidupnya, kemana takdir akan membawa kehidupan nya. Salma hanya bisa berserah karena memang Salma sudah tak memiliki semangat untuk melanjutkan hidup tanpa Rony di sampingnya.
Lo jahat Ron, sumpah Lo jahat. Lo buang gue gitu aja setelah semua nya gue beri buat lo . Sekarang gue udah jadi istri orang yang bahkan gue gatau dia siapa Ron *batin Salma
Salma menghapus air matanya kala mendengar suara Mama nya masuk ke dalam kamar. Salma di gandeng keluar kamar untuk menemui suaminya di meja akad
Salma jalan menunduk menyembunyikan wajahnya, Salma enggan melihat semua tamu undangan bahkan melihat acara pernikahan ini. Hingga sampai di tempat duduk, Salma masih saja menunduk. Ia belum siap melihat pria yang kini sudah SAH menjadi suaminya. Hingga suara yang sangat ia rindukan membuat Salma mendongak pada laki-laki di depannya
"Jangan nunduk dong sayang, kamu gak seneng ya nikah sama aku?" Ucap Rony
Salma dibuat terkejut kala melihat Rony yang kini berada di sebelahnya. Rony yang ternyata sudah sah menjadi suami nya dan mengucapkan akad dengan lantang di depan orang tuanya.
"Ron?" Ucap Salma tak percaya
"Hay istri, makin cantik aja sih" Goda Rony
"Lo jahat Ron, sumpah!" Ucap Salma yang sudah meneteskan air matanya
Rony menghapus air mata Salma dengan jarinya
"Sama suami gabole manggil Lo gue sayang. Harus sopan, manggilnya aku kamu"
"Jangan nangis ya, nanti aku jelasin semuanya. Sekarang harus senyum, malu sama tamu undangan. Oke" Ucap Rony
***
Kini Salma dan Rony sudah berada di dalam kamar Salma. Setelah seharian melaksanakan pesta pernikahan mereka, akhirnya mereka berdua bisa rebahan di ranjang mereka
"Cepet jelasin!" Ucap Salma
"Gamau malam pertama dulu nih? Emang ga kangen sama adik aku? Hmm" Goda Rony sembari memainkan alisnya
"Apaan sih Ron! Cepet jelasinnnnn" Tegas Salma
"Hahaha iya iya, galak banget sih istri aku ini"
"Sebelumnya aku minta maaf banget ya kalo aku sempet hilang kabar selama empat tahun ini. Maaf kalo kesannya aku ninggalin kamu, tapi ini semua demi berlangsung nya acara hari ini sayang" Ucap Rony
"Maksudnya?" Tanya Salma
"Hmm jadi setahun setelah aku kerja di London, aku di percaya jadi sekertaris pribadi CEO disana sayang. Gaji ku naik drastis dan semua keperluan ku di fasilitasi perusahaan"
"Hari itu, aku nemenin bos aku meeting sama perusahaan asal Indo dan aku gatau kalo ternyata itu perusahaan papa kamu. Papa kamu kaget saat tau aku jadi sekpri Tuan Mark yang ternyata kolega bisnis papa kamu"
"Tuan Mark bangga-bangga kan aku di depan Papa kamu sayang. Katanya dia suka sama kinerja ku lah. Nah, karena Tuan Mark tau aku asal Indonesia, dia lah yang mengutus aku untuk mengambil projects kerja sama dengan perusahaan Papa sayang"
"Selama di London, Papa selalu meeting sama aku saat Tuan Mark sibuk. Kita jadi lumayan dekat, bahkan Papa kamu meminta maaf karena dulu sempat merendahkan aku sayang. Papa juga cerita, kamu gak pernah mau di jodohkan sama Papa karena kamu cuma mau sama aku"
"Papa juga tau kalo aku masih sangat cinta sama kamu. Papa beneran ngira kalo kita putus waktu itu sayang. Akhirnya aku jujur dan aku minta maaf kalo selama ini kita gak pernah putus bahkan sampai hari itu saat aku jujur sama Papa"
"Papa sempet kecewa karena ngerasa di bohongin kita. Tapi aku jelasin kalo itu bukan salah kamu, itu salah aku. Aku pun minta maaf sama beliau dan berusaha minta restu sama Papa"
"Akhirnya Papa mau restuin kita dengan syarat aku harus putusin hubungan komunikasi aku sama kamu. Papa berharap kalo aku jauhin kamu, kamu bisa jadi lebih fokus sama hidup kamu fokus menata kehidupan kamu. Karena Papa bilang setahun setelah aku pergi, kamu kerjanya cuma main-main sama temen-temen kamu. Kamu jarang pulang ke rumah, Kamu bantah Papa Mama, kamu gamau di atur dan kamu sibuk main hp terus. Kamu lakuin itu semua karena kamu merasa kepergian aku karena Papa yang gak restuin hubungan kita. Iya kan?" Tanya Rony
Salma hanya menganggukkan kepalanya sembari menyesal mengingat perbuatan nya dulu
"Kenapa sayang? Kan semuanya bukan salah Papa tapi emang kemauan aku yang pengen buktiin kalo aku layak buat kamu. Bukan karena Papa sayang" Ucap Rony
"Maaf, dulu pikiranku belum dewasa dan aku pikir itu semua gara-gara Papa gak restuin kita dan buat kamu pergi dari aku" Balas Salma
"Udah gapapa, mungkin kamu waktu itu masih kalut atas keputusan aku yang harus pergi ninggalin kamu ke luar negeri. Akhirnya bikin kamu berubah dan lakuin hal itu ke Papa Mama" Ucap Rony
"Iya maaf ya, aku emang childish banget waktu itu" Balas Salma
"Udah gapapa, aku lanjutin ceritaku ya sayang" Ucap Rony sembari mengusap pipi Salma
"Iya" Balas Salma
"Setelah aku mutusin untuk blokir semua akun kamu dan mutusin komunikasi kita. Papa selalu ngabarin tentang kamu ke aku. Papa bilang rencana kita berhasil, kamu mulai mau usaha buka cafe, kamu sibuk sama kerjaan kamu dan kamu jadi lebih tertata hidupnya. Walaupun kata Papa kamu berubah jadi dingin, jarang ngomong dan suka ngurung diri di kamar. Sebenernya aku gak tega pas papa cerita itu sama aku, aku tau kamu lakuin itu pasti sengaja karena mau lupain aku kan. Aku takut, sumpah aku takut kalo kamu sampe berhasil lupain aku yang"
"Aku gamau, tapi aku juga gabisa apa-apa. Semua aku lakuin juga demi dapet restu papa. Empat tahun tanpa komunikasi sama kamu tuh rasanya berat banget, aku kangen banget sama kamu yang. Aku cuma bisa minta Papa buat video in kamu sembunyi-sembunyi agar kangen aku terobati"
"Aku juga minta bantuan Deril untuk selalu kirim bunga mawar ke cafe kamu. Bunga yang aku harap bisa selalu ngingetin aku ke kamu. Karena jujur aku takut kamu beneran lupa sama aku yang" Ucap Rony
"Jadi? Selama ini yang kirim bunga mawar dan bikin aku sudah untuk move on dari kamu itu Deril? Dan di suruh kamu?" Tanya Salma
"Iya, dan itu emang tujuan aku. Aku tau kamu udah di tahap bosen ngarepin aku dan kamu pasti mikir kalo aku udah ninggalin kamu kan. Kamu pasti mikir kalo kamu harus move on dan lupain aku. Aku gamau itu terjadi, aku disana berjuang buat dapetin restu Papa. Eh disini kamu mau lupain aku gitu aja, ya aku gamau lah sayang. Gimana caranya aku akan selalu buat kamu inget tentang aku, ya salah satu caranya ngirim bunga mawar itu setiap hari" Balas Rony
"Jahat banget sih, narik ulur hati orang seenaknya" Sindir Salma
"Maaf ya sayang, itu semua aku lakuin demi hubungan kita. Demi kita bisa begini, ada di hubungan yang Sah secara agama dan negara"
"Sebenernya di tahun keempat, Papa udah bolehin aku komunikasi sama kamu. Papa juga udah kasih restu sama kita, bahkan Papa meminta aku untuk resign dari perusahaan tuan Mark dan meneruskan perusahaan papa karena kamu gamau ngurusin perusahaan Papa. Papa bilang udah capek kerja, Papa pengen pensiun tapi Papa bingung gak ada yang mau lanjutin perusahaan Papa"
"Ratusan karyawan bergantung sama Papa, Papa gabisa ninggalin perusahaan nya gitu aja tanpa tau siapa yang akan nerusin itu nanti. Sampe akhirnya Papa maksa aku untuk segera nikahin kamu dan nerusin perusahaan Papa. Papa bilang, Papa mau pulang ke Surabaya sama Mama. Mau hidup berdua disana tanpa pusing ngurusin kerjaan lagi"
"Akhirnya aku setuju, setahun yang lalu aku pulang ke Indonesia. Aku bantu ngurusin perusahaan Papa. Aku juga ngurusin semua acara pernikahan kita diam-diam di bantu Mama dan Papa. Dari berkas-berkas KUA, hotel, catering, dan lain-lain itu aku urus semua dari lama"
"Aku juga bilang sama Mama Papa untuk rahasiakan ini semua dari kamu. Niatnya aku mau kasih surprise sama kamu saat makan malam pas Papa bilang kamu harus ketemu calon suami kamu. Tapi kamu malah gak Dateng. Aku tau, kamu pasti berat dan ngiranya orang lain yang nikahin kamu kan. Gapapa kok, aku mewajari hal itu"
"Aku juga sering dateng ke cafe kamu diem-diem. Aku seneng banget bisa liat kamu lagi setelah hampir lima tahun pisah. Tapi aku sedih, karena aku liat kamu makin kurus, kamu juga jarang senyum, kamu jadi dingin dan pendiem. Bukan seperti Caca ku dulu, ceria, lucu, berisik" Ucap Rony
"Itu juga gara-gara kamu! Aku jadi gak ada semangat buat lanjutin hidup karena mikir kamu udah ninggalin aku!"
"Aku bahkan udah di tahap pasrah, kemana takdir mau bawa aku. Dan aku mau terima perjodohan ini karena aku udah capek berharap sama kamu Ron" Balas Salma
Rony memeluk erat tubuh Salma
"Maaf ya sayang, maaf kalo akhirnya harus bikin kamu nunggu selama lima tahun tanpa harapan yang pasti. Tapi sekarang kita udah bahagia kan. Kita udah gak perlu backstreet lagi, kita gaperlu sembuyi sembunyi lagi, gaperlu takut ketahuan orang tua kamu lagi. Kita bahkan bebas mau lakuin apapun sekarang sayang. Kita udah Sah, ini yang aku mau dari dulu sayang. Kita menikah dan punya kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya" Balas Rony
"Iya, makasih ya Ron. Makasih karena kamu gapernah ingkar janji. Makasih karena kamu udah nepatin janji kamu kalo kamu akan nikahin aku" Ucap Salma
"Pasti dong sayang, kamu itu wanita baik. Wanita paling tulus yang mau mencintai pedagang mie ayam ini, dan rela nunggu selama lima tahun demi kita bisa bersama. Yakali aku ninggalin kamu, rugi dong" Balas Rony terkekeh
"Mie ayam tapi kerjanya di luar negeri gaya banget hahaha" Balas Salma
"Yoi dong, mie ayam internasional namanya hahahaha"
"Udah kan, jelas semua nya. Sekarang kita malam pertama yuk yang. Kangen nih sama kamu" Goda Rony
"Malam pertama apaan, orang udah tau masing-masing juga bentukannya kek gimana" Balas Salma
"Astaghfirullah, istri aku emang mulutnya gak pernah berubah yaa. Asal banget kalo ngomong"
"Udah ah ayoo, ini Adik aku udah kangen banget sama sarangnya. Lima tahun nih nganggur, gak bisa masuk ke sarangnya"
"Emang kamu gak kangen sama adik aku? Hmm?" Goda Rony
"Kangen, kangen banget" Balas Salma
"Hahahaha yaudah yukk, legooo kita bikin anak yang banyak sayanggggg" Ucap Rony terkekeh
Malam ini pun kembali menjadi malam milik mereka, setelah berjuang demi bisa bersama selama lima tahun. Akhirnya hari ini semuanya di bayar lunas. Kebahagiaan yang sudah lama mereka nantikan akhirnya bisa terwujud hari ini. Sungguh perjuangan cinta yang luar biasa.
~END~