Gambar dalam Cerita
My sweet Lecturer
Hari ini adalah hari paling Sial untuk Salma. Hari ini ia harus menjadi istri dari seseorang yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Salma akan menikah dengan seorang pria yang berusia tiga puluh tahun, sedangkan usia Salma sendiri baru dua puluh empat tahun.
Salma terpaksa menerima perjodohan ini karena permintaan Papa nya yang kini bahkan tengah terbaring lemah di brankar rumah sakit. Salma tidak ada pilihan lain, selain menuruti permintaan Papa nya. Salma berharap jika ia bisa menikah dengan pilihannya, Papa nya akan cepat pulih.
Hari ini, tepat di samping brankar Papa nya. Salma akan menikah dengan seorang pria matang yang baru ia temui dua kali. Salma hanya pasrah, ia melakukan ini demi papanya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Salma Syaquilla Ahmad binti Zanuar Ahmad dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Ucap calon suami Salma
"Bagaimana saksi?" Tanya Penghulu
"SAH!!!" Ucap para saksi
Akhirnya Salma sudah Sah menjadi istri dari seorang pria bernama Zafrony Aditya Bagaskara. Pria yang baru ia temui dua kali, karena permintaan ayahnya. Dan di dua pertemuan itu pun Salma bisa menilai jika laki-laki itu sebenarnya baik, namun hanya irit bicara dan kaku.
Salma juga sudah mengetahui alasan Rony menerima perjodohan itu. Lelaki itu mengatakan bahwa ia mau menerima perjodohan itu karena hatinya merasa yakin setelah melakukan sholat istikharah. Sebelumnya bahkan dia menolak saat di jodohkan, namun setelah berkali-kali meminta petunjuk pada Allah. Ternyata hati nya semakin mantap untuk menerima perjodohan itu.
Sebab itu lah salah satu hal yang membuat Salma, bisa menilai laki-laki itu baik dan agama nya kuat. Namun tetap saja, menurut Salma laki-laki itu sangat membosankan. Bagaimana bisa dia menghabiskan waktu dengan pria yang irit bicara seperti Rony, sedangkan dirinya termasuk perempuan yang friendly dan suka sekali bercerita hal random.
Setelah Akad selesai, Salma di arahkan untuk mencium tangan Rony sedangkan Rony mendoakan ubun-ubun istrinya dan di akhiri dengan mencium kening Salma.
Tak terasa air matanya mengalir deras, dia bingung bagaimana dia bisa mengatakan hal ini pada kekasihnya nanti.
Salma memang memiliki kekasih bernama Lian, namun hubungannya tak di restui karena perbedaan keyakinan yang dianut Lian. Mereka sudah berpacaran sejak awal masuk ke kampus, hingga kini mereka semester empat.
Walaupun sudah sering kali papa nya menyuruh Salma putus, namun ia tetap berat memutuskan lelaki itu karena Salma sangat mencintai Lian.
"Terimakasih sayang, sudah mau menuruti permintaan terakhir Papa. Kamu bahagia ya nak, jangan pernah coba untuk mengakhiri hubungan pernikahan ini. Papa akan selalu mendoakanmu"
"Untuk Rony, Papa titipkan putri kecil papa sama kamu ya nak. Jaga dia, bimbing dia dan kasihi dia. Jangan pernah bentak atau bermain tangan dengan dia, karena Papa sama sekali tidak pernah melakukan itu padanya. Jika kamu memilih menyerah pada hubungan ini, kembalikan dia pada mama nya dengan baik-baik ya nak. Papa takut jika umur Papa tidak akan lama lagi" Ucap Papa Salma
"Pa! Jangan bilang gitu hiks hiks. Caca kan udah turutin kemauan Papa, jadi Papa harus sembuh Pa hiks hiks" Balas Salma
Papa Salma hanya tersenyum, tak lama setelah itu Papa Salma dinyatakan meninggal dunia.
***
"Mas baju nya udah aku siapin di ranjang ya, aku turun dulu mau bantuin Mama" Teriak Salma dari luar kamar mandi
"Iya, terima kasih ca" Balas Rony
Sudah hampir dua bulan, Papa Salma pergi meninggalkan mereka. Salma meminta Rony untuk ikut tinggal bersama Mama nya, karena mengingat Mama nya sekarang sendirian tanpa Papa.
Selama dua bulan juga Salma sudah mulai beradaptasi menjadi istri dari Rony. Dia melakukan semua kewajiban nya sebagai seorang istri, kecuali memberikan Hak pada Rony. Salma sudah beberapa kali mengatakan bahwa dia tidak ingin di sentuh oleh Rony dan Rony memahami itu.
Salma juga masih menjalin kasih dengan Lian, dia masih belum rela jika harus memutuskan hubungannya begitu saja dengan Lian demi pernikahan terpaksa itu.
Walaupun sudah dua bulan menikah, Salma tak pernah mengetahui apa pekerjaan suaminya. Salma selalu mengira mungkin saja suaminya ini adalah karyawan kantoran biasa karena penampilannya yang rapi bak seorang karyawan kantoran.
"Gilaaa gue udah telat!! Bangkeee emang. Kelamaan berendam ini mah" Ujar Salma dan langsung berlari menuju kelasnya
Saat Salma membuka pintu, semua pandangan mata yang berada di dalam kelas tertuju padanya. Tak terkecuali, pria yang tengah mengajar di kelasnya dan mampu membuat Jantung Salma berhenti berdetak.
"Ini sudah jam berapa? Kenapa kamu telat?" Tanya Dosen
"Mm ma - af mas eh pak. Tadi saya bangun kesiangan" Ucap Salma sembari menunduk
"Duduk! Tapi nanti saya akan kasih kamu hukuman karena telat pada matkul saya! Selesai jam kuliah, saya tunggu kamu diruangan saya!" Tegas Dosen
"Bbb baik pak" Balas Salma gugup
Bajingan, ternyata dia dosen gue. Arghhh sempit banget dunia *batin Salma
Selesai kelas, Salma bergegas menuju ruangan dosen yang hendak menghukum nya. Dia juga berniat untuk meminta maaf padanya.
Tok tok tok
"Masuk" Ucap seseorang dari dalam
Salma pun masuk ke dalam ruangan dosen baru nya itu dengan perasaan tak karuan.
"Duduk, ngapain berdiri di situ" Ucap dosen dingin
Setelah Salma duduk di sofa, ternyata dosen nya juga menyusul untuk duduk di sebelahnya.
"Pak, maaf tadi saya telat. Saya kelamaan berendam di bathtub sampe lupa sama waktu. Maaf ya pak" Ujar Salma
"Ini udah di luar jam kuliah Ca, jangan panggil Pak" Balas Rony
Dosen baru yang di maksud Salma adalah Rony, suami nya sendiri.
"Kenapa mas gak bilang kalo mas sebenernya dosen?" Tanya Salma
"Memangnya kamu pernah tanya sama saya? Gak kan?" Ucap Rony
"Ya seenggaknya kasih tau kek, kalo hari ini mulai ngajar gantiin Pak Heru yang udah pensiun. Jangan tiba-tiba nongol terus ngajar di kelas. Kan jadinya kaget" Balas Salma
"Oh, jadi selama jam nya Pak Heru kemarin-kemarin kamu juga sering telat Ca?" Tanya Rony dingin
"Eh gak gitu mas, duh tau deh bodo amat"
"Cepetan, saya mau di hukum apa ini?" Tanya Salma
"Kamu ada kelas lagi gak?" Tanya Rony
"Gak ada" Balas Salma
"Yaudah, nih kamu bantuin saya ngerapihin berkas dari Pak Heru. Ini penting buat pedoman saya ngajar disini, jadi jangan sampe ada yang keselip atau hilang" Tegas Rony
"Banyak banget Masssss" Rengek Salma
"Ya kalo dikit, enak di kamu nanti. Malah kebiasaan telat di jam kuliah yang lain"
"Kamu juga masih mending ya, cuma saya suruh ngerapihin berkas. Kalo dosen lain mungkin udah main ke nilai kamu" Ancam Rony
"Ck, iya iya bawel" Umpat Salma
"Yaudah, saya ngajar dulu. Setelah saya balik ngajar semua berkas juga sudah rapi. Ngerti ca?" Tanya Rony dingin
"Eh bentar pak, saya cuma mau minta tolong sama kamu mas. Kalo di kampus tolong jangan panggil saya Ca, jangan nyebarin juga kalo kita udah nikah ya" Mohon Salma
"Kenapa?" Tanya Rony
Rony sebenarnya sudah tau, Jika Salma memiliki kekasih di kampusnya bernama Lian. Rony juga sudah menyelidiki semuanya tentang Lian termasuk alasan mereka tak di restui karena apa.
"Ck, ya masa kamu gak malu nanti dapet omongan. Seorang dosen menikahi mahasiswa nya sendiri" Ucap Salma
"Ngapain malu, kan itu hal baik yang gak perlu untuk di tutup tutupi" Balas Rony
"Ahhh Masssss, pleaseee jangan sampe ada yang tau ya kalo kamu suami ku yayayaya" Mohon Salma
Gemes banget, gini ya rasanya nikah sama bocil. Tiap hari bikin gemes doang kerjaan nya *batin Rony
"Ya" Balas Rony dingin dan langsung meninggalkan Salma
***
Salma dan Nabila baru saja keluar dari kelasnya. Mereka pun berniat mencari makan di kantin saat merasa cacing cacing di perutnya sudah berdemo.
"Ca? Lian bukan sih?" Tanya Nabila
"Eh iyaa, yuk samperin" Ajak Salma
Hanya tinggal beberapa langkah saja, Salma menghampiri Lian. Namun langkahnya terhenti kala seorang wanita lebih dulu duduk di samping Lian sembari merangkul mesra sang pacar.
"Lama banget yang? Pesen apa sih?" Tanya Lian
"Pesen batagor sayang, antri banget. Cape tau berdiri di sana" Balas Flora manja
"Aduh, kasiannya cantikku. Yaudah sabar ya, duduk aja disini. Nanti kalo mau apa-apa lagi biar aku yang mesenin ya sayang" Ucap Lian
Deg
Percakapan mereka berdua cukup membuat Salma menegang. Dia tak menyangka bahwa Lian tega mengkhianati dirinya.
"Lian" Ucap Salma lirih
Lian menoleh pada Salma, seketika dia panik dan sedikit kebingungan
"Eh Sal" Balas Lian kikuk
"Selamat ya, semoga hubungannya langgeng" Ucap Salma
"Sorry Sal, gue nyerah. Gue gamau terus maksain hubungan kita"
"Oh iya Kenalin, dia Flora pacar gue. Dia seiman sama gue dan gue udah niat serius sama dia Sal" Ucap Lian
"Gapapa santai aja. Semoga hubungan kalian lancar-lancar ya. Gue permisi" Pamit Salma
"Bangsat! Cowok brengsek! Sok ganteng padahal muka lu kek pantat wajan ngerti gak! Gue doain putus lu berdua anjing" Bentak Nabila lalu meninggalkan Lian dan Flora
Sedangkan Salma sudah lari lebih dulu dari Nabila, ia mencoba menahan air matanya hingga ada seseorang yang menariknya masuk ke dalam ruangan.
"Mas Rony?"
"Kamu kenapa jalan sambil nangis? Hmm" Tanya Rony lembut
Bukannya menjawab, Salma justru memeluk suaminya dengan erat dan menangis pada dada bidang Rony.
"Hiks hiks hiks, mas maafin aku. Maafin aku kalo selama ini aku khianatin mas. Selama kita menikah, aku gak pernah mutusin pacar ku mas. Aku cinta sama dia, dan aku gabisa kalo harus mutusin dia"
"Aku tau aku salah, gak seharusnya aku giniin kamu. Walaupun pernikahan kita terpaksa, seharusnya aku bisa tetap menghargai kamu sebagai suami ku dan menjaga Marwah ku sebagai istri kamu hiks hiks tapi aku bodoh, aku justru berusaha mempertahankan hubungan ku dengan laki-laki lain yang dia sendiri udah gak menginginkan aku mas hiks hiks"
"Lian jahat, Lian khianatin aku mas. Dia selingkuh sama wanita lain hiks hiks. Mungkin ini karma buat aku karena selama ini aku mempermainkan pernikahan ini mas hiks hiks" Ucap Salma panjang lebar
"Sstt sstt udah ya, jangan kenceng-kenceng nangisnya. Nanti dikira saya apa-apain kamu lagi"
"Ini bukan karma Ca, ini namanya Tuhan sayang sama kamu. Tuhan tunjukkin bahwa laki-laki itu memang bukan jodoh kamu. Jangan pernah suudzon sama takdir Allah Ca, karena sesungguhnya apapun yang terjadi sama kita itu udah jadi kehendak Allah"
"Udah ya, jangan nangis" Ucap Rony
***
Semenjak kejadian dua Minggu lalu, kini hubungan Salma dan Rony semakin dekat. Bahkan tak jarang, Salma kini mau untuk berangkat bersama ke kampus dengan Rony.
"Ciyee yang udah mau bareng sama paksu, romantis banget" Ledek Nabila
"Heh! Jangan berisik. Ntar banyak yang tau gimana Nabilaaaaa" Omel Salma
"Lagian kenapa sih? Malu banget lu ngakuin Pak Zaf jadi suami lu. Padahal dia tuh paket lengkap tau Ca. Udah ganteng, pinter, kaya, sholatnya beuh gapernah ketinggalan. Apalagi bacaan sholatnya Masyaallah banget tau Ca"
"Elu udah di kasih Ahli Surga kek Pak Zaf malah milihnya Ahli neraka macem Lian. Sadar!! Yuk bisa yuk, move on yuk" Ucap Nabila
"Kurang ajar lu! Ya gak segampang itu juga move on. Semua butuh waktu oon"
"Lagian lu tau banget keknya sama suami gue? Naksir lu sama dia?" Tanya Salma
"Mangkanya, kalo sholat itu jangan di tunda-tunda. Jadi gak pernah jamaah kan lu di masjid fakultas"
"Padahal suami lu tuh selalu jadi imam tau di masjid fakultas. Banyak yang ngefans sama laki lu bego! Ati-ati aja lu ketikung sama dosen-dosen muda yang lain atau bahkan cewek cewek kampus yang lebih alim dari lu. Yang tiap hari jadi jamaah nya laki lu pas sholat, gak kek bini nya. Sholat kalo inget doang" Sindir Nabila
"Astaghfirullah, bacod an lu Nab. Gue sholat lima waktu gak pernah bolong anjirr. Tapi ya emang seringnya di akhir waktu aja sih hehe" Balas Salma
"Suami nya ngumpulin pahala, bini nya nyumbang dosa Mulu sama suaminya. Kasian banget si Pak Zaf" Sindir Nabila
"Bangkee, udah jangan banyak bacod lu. Ayo masuk kelas" Balas Salma
***
"Massss capek ihh. Hobi banget si kamu nyuruh-nyuruh aku ngoreksi tugas begini! Capek tau" Omel Salma
"Bantuin suami sendiri gak ikhlas banget" Sindir Rony
"Ya kamu gak ngotak sih! Ini mah bukan bantuin tapi aku yang ngerjain semuanya! Mana banyak banget lagi" Omel Salma
"Yaudah yaudah, minta tolong bawa sini biar aku yang lanjutin" Ucap Rony
Salma yang awalnya duduk di sofa ruangan Rony akhirnya berdiri dan menghampiri Rony yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Nih tugas tugas menyebalkan"
"Awss" Rengek Salma
"Kenapa?" Tanya Rony
"Meja kamu berapa lama sih gak di bersihin. Berdebu banget! Mata ku kelilipan ini perih. Ck" Balas Salma
"Eh jangan di kucek mata nya nanti makin perih, sini sini biar aku tiupin aja ya" Ujar Rony lembut
Rony berdiri dari kursi kerjanya lalu berdiri tepat di hadapan Salma. Rony pun mulai meniup mata Salma dengan lembut.
"Gimana masih perih?" Tanya Rony sembari mengelus lembut pipi Salma
"Udah mendingan kok mas, makasih ya" Balas Salma
Rony hanya membalas dengan senyuman. Dengan jarak yang sangat dekat, tatapan Rony berhasil mengunci pandangan Salma. Mereka berdua saling menatap cukup lama hingga Rony semakin mengikis jarak diantar keduanya.
Salma refleks menutup mata saat merasakan bibir Rony sudah menempel pada bibirnya. Rasanya jantung Salma ingin meledak saat ini juga.
Rony mulai melumat perlahan bibir Salma, menikmati ciuman pertama mereka setelah hampir tiga bulan menikah. Bibir Salma terasa sangat manis bagi Rony, rasanya Rony ingin mengeksplor bibir Salma lebih dalam.
Salma yang tak kunjung membuka mulutnya, membuat Rony akhirnya menggigit bibir bawah Salma. Dan ketika Salma membuka bibirnya, Rony tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Lidahnya langsung masuk dan mengeksplor mulut Salma. Mengabsen satu persatu gigi Salma.
Hingga tak sabar, Rony perlahan kembali duduk di kursi kerjanya dan menarik Salma untuk duduk di pangkuannya. Perlahan Salma juga mulai membalas lumatan suaminya. Tangannya pun sudah bertengger pada leher Rony.
Merasa ciumannya kini mendapatkan balasan, Rony tersenyum tipis. Tangannya yang semula berada di pinggang Salma pun perlahan naik menyentuh buah dada Salma. Dengan perlahan ia remas payudara istrinya.
"Eughh" Lenguh Salma ketika merasa kan remasan pada payudara nya
Ciuman Rony semakin tak terkontrol setelah mendengar lenguhan Salma yang terdengar sangat seksi di telinga nya. Dengan lincah tangannya membuka kancing kemeja Salma. Hingga menyisahkan bra yang terpampang di depannya.
Rony semakin bergairah, ciumannya juga semakin kasar. Sedangkan Salma hanya menikmati sentuhan dari Rony. Dia bahkan tak sadar jika Rony sudah membuka semua kancing kemeja nya.
Bagian bawah Rony sudah semakin sesak, rasanya ingin sekali di keluarkan dari dalam celana nya.
Rony melepas tautan bibirnya lalu mengangkat Salma dan mendudukan di meja kerjanya. Salma yang masih terengah-engah karena ciuman panas mereka akhirnya sadar jika kemaja nya sudah terbuka dan bra sudah terlihat jelas di mata Rony.
Dengan segera Salma mencoba mengancingkan kembali kemejanya. Namun Rony dengan cepat menahannya
"Jangan, tolong jangan di tutup lagi Ca. Aku mau lihat hak ku boleh?" Mohon Rony
"Mas ini masih di kampus, jangan sekarang" Balas Salma
Rony berjalan meninggalkan Salma lalu mengunci pintu ruangannya.
"Udah aku kunci pintu nya. Boleh aku lihat?" Tanya Rony lembut
"Mas?"
"Boleh ya Ca, aku buka?" Tanya Rony lembut
Akhirnya Salma hanya menganggukkan kepalanya.
Perlahan Rony membuka hijab yang Salma kenakan. Dan Rony terperangah melihat rambut Salma yang nampak indah.
"Kamu cantik Ca" Puji Rony
Pipi Salma sudah memerah akibat ulah Rony. Ia bahkan hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah merahnya.
"Jangan nunduk, nanti aku gabisa lihat kecantikan kamu" Ucap Rony
Rony mengangkat dagu Salma dan kembali mencium bibir Salma. Perlahan tangannya malah melepaskan kemeja Salma dan membuangnya secara sembarangan. Tangan Rony mengusap lembut punggung mulus Salma lalu beralih mencari kaitan bra istrinya.
Posisi Salma yang duduk di meja kerjanya dan Rony yang berdiri di tengah-tengah kedua kaki Salma membuat posisi Rony semakin mudah untuk mencumbui Salma. Setelah kaitan bra nya terbuka, Rony pun membuang asal bra milik Salma.
Kini Rony bisa merasakan buah dada Salma tanpa penghalang apapun. Ciuman Rony perlahan berpindah pada leher Salma, dengan tangan yang sudah meremas dan memainkan nipple Salma.
"Eughhh mass Rony" Desah Salma
"Sutss desahnya jangan keras-keras ya Ca" Pinta Rony lembut
Rony pun melanjutkan aksinya, ciumannya semakin turun hingga sampai lah di depan payudara Salma. Rony langsung melahap habis dua gundukan Salma dengan rakus. Memainkan lidahnya pada nipple pink yang sudah tegak berdiri. Rasanya Rony ingin sekali menghabiskan waktunya hanya untuk memakan dua benda kenyal yang kini menjadi miliknya itu. Rony sangat gemas dengan milik Salma, menurut Rony sangat pas dan besar untuknya.
"Ashhh masshh" Desah Salma
Salma merasa geli dengan apa yang tengah Rony lakukan sekarang padanya. Namun ia juga tak menyangkal bahwa ia merasakan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Puas dengan meremas dan memainkan payudara Salma, tangan Rony perlahan mulai turun menuju milik Salma. Namun belum sempat menyentuh milik Salma. Alarm ponselnya berbunyi.
"Arghh apasih ganggu banget" Teriak Rony
"Jangan teriak, aku kaget" Ucap Salma
"Maaf, maaf. Aku kesel aja Ca, kita lagi enak enak gini malah di ganggu" Balas Rony frontal
"Ck, frontal banget ngomong nya" Omel Salma
"Kan emang enak, emang kamu gak ngerasain enak barusan? Orang sampe desah gitu?" Goda Rony
"Berisik! Udah di liat dulu itu ponselnya" Balas Salma hendak turun dari meja Rony
"Eh kamu mau kemana?" Tahan Rony
"Mau pake baju lah, dingin tau" Balas Salma
"Jangan dulu, kita belum selesai" Balas Rony
"Yaudah cepetan, liat ponsel kamu terus selesaiin" Balas Salma
Setelah melihat ponsel nya ternyata itu alarm yang tertera bahwa sekarang adalah waktu untuk mengajar pada kelas Salma.
Rony melihat Salma dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa?" Tanya Salma
"Harus ngajar" Balas Rony lesuh
"Yaudah ngajar sana" Balas Salma
"Masih mau lanjut loh ca, punya aku udah keras banget ini di bawah" Ucap Rony
Refleks Salma menatap milik Rony yang memang tercetak sangat besar pada celananya
"Ihh apasih, yaudah beresin aja dulu ke kamar mandi baru ngajar" Balas Salma
"Ck, yaudah lah. Sana pake baju, buruan ke kelas. Aku mau beresin ini dulu di kamar mandi baru nyusul kamu ke kelas" Ucap Rony kesal
"Lah ngapain nyusulin aku? Ngajar aja sana" Balas Salma
Rony refleks menoyor Salma pelan
"Ya saya mau ngajar di kelas anda Syaquilla"
"Kamu lupa ya kalo sekarang jam ku ngajar di kelas kamu?" Tanya Rony
"Hehe iya lupa, padahal udah kepikiran buat pulang bentar lagi" Balas Salma
"Pulang Mulu pikirannya, belajar yang rajin biar bisa banggain Alm. Papa, Mama, sama aku nanti" Ucap Rony
"Ya aku capek! Kamu tiba-tiba nyerang aku gini! Aku mau lanjut tidur di rumah" Balas Salma kesal
"Yaudah sih maaf, namanya juga sama istri sendiri. Bawaannya pengen deket-deket terus"
"Kalo emang capek, gapapa istirahat aja disini. Biar aku ijinin gak ikut kelas aku sekarang, tidur aja di ruangan aku" Balas Rony
"Gamau, aku kelas aja deh. Nanti yang ada Nabila pasti ngira mentang-mentang kamu suami aku, aku bisa seenaknya ijin"
"Ambilin baju sama bra aku, kamu yang buang-buang sembarangan" Pinta Salma
"Aku ini dosen kamu loh, suami kamu juga. Sopan kamu nyuruh-nyuruh gitu?" Ucap Rony
"Yaudah gajadi" Balas Salma kesal
Salma memunguti Pakaian dan bra nya di bawah lalu ia pakai kembali. Rony yang sadar Salma kesal pun langsung memeluk Salma dari belakang.
"Maaf ya, jangan ngambek. Tadi aku cuma mau kamu yang sopan kalo minta tolong. Bukan kaya tadi caranya Ca, kan bisa ngomong yang lebih lembut dan ucapin kata tolong. Bukan nyuruh-nyuruh gitu Ca
Gak sopan namanya" Ucap Rony lembut
Salma menghela nafas, apa yang diucapkan suaminya ini benar juga. Dia yang salah, bukan Rony
"Iya, maaf ya. Tadi aku gak sopan sama kamu. Udah lepas dulu pelukannya, kamu cepetan ke kamar mandi. Aku mau balik ke kelas duluan" Balas Salma
"Yaudah, rapihin hijabnya itu jangan sampe keliatan lehernya. Banyak bekas aku soalnya" Goda Rony
"Ck! Bawel" Balas Salma
***
"Dari mana aja lu? Habis enak-enak lu ya sama suami lu?" Tanya Nabila ketika Salma baru tiba di kelas
"Apaan sih lu, sok tau banget" Balas Salma
"Bukan sok tau, tapi gue emang tau anjirr. Tadi gue di suruh anak-anak nyusulin Pak Zaf ke ruangannya. Eh pas nyampe depan pintu, gue denger suara lu lagi desah anjir. Untung gue yang denger bukan anak-anak"
"Diapain lu sama Pak Zaf? Kalo lagi pengen tuh di rumah aja kali, jangan di kampus. Udah tau di kampus, tapi desahan lu kemana-mana anjir. Di tahan kek, atau di pelanin" Omel Nabila
"Anjirr lu denger?" Tanya Salma shock
"Iya gue denger dan lu selamat karena cuma gue yang denger! Lain kali pelanin desahan lu babi" Omel Nabila
"Ck iya iya, sama suami ini. Di grebek juga gue bisa tunjukkin buku nikah gue sama Mas Rony" Balas Salma
"Ciyee udah diakuin suami nih, mana ada panggilan special lagi. Mas Rony. Aww hahahaha" Ledek Nabila
***
"Kamu kenapa sih? Cemberut terus perasaan dari tadi" Tanya Rony
"Gapapa" Balas Salma
"Yaudah, aku gamau jalanin mobilnya kalo kamu gamau ngomong. Kenapa kok bete" Balas Rony
"Oke aku pulang naik ojek"
"Ishh mas! Buka gak pintunya!" Omel Salma
"Gamau, berangkat sama aku pulang ya sama aku" Balas Rony
"Yaudah ayo pulang!" Ajak Salma
"Ngomong dulu, kamu kenapa!" Ucap Rony
"Aku kesel mas! Nabila tadi ngeledekin aku terus!" Balas Salma
"Ngledekin gimana emangnya?" Tanya Rony lembut
"Ternyata dia tadi mau manggil kamu ke ruangan kamu, pas nyampe pintu dia denger suara aku akhirnya dia mutusin balik ke kelas dan nyampe kelas dia ngecengin aku Mulu. Aku malu plus kesel sama dia. Sama kamu juga terutama!" Omel Salma
"Kok aku?" Tanya Rony
"Ya yang ngajakin aku aneh-aneh di ruangan kamu tadi siapa? Kalo bukan kamu!" Omel Salma
Rony tersenyum mendengar ucapan Salma, ia jadi kembali teringat kejadian di ruangannya tadi. Rony sangat senang, karena kejadian tadi membuat Rony tau bahwa Salma sudah mulai menerima nya dan sudah mengizinkan dirinya untuk menyentuh Salma.
"Yaudah maaf ya, gara-gara aku tadi kamu dicengin Nabila. Besok aku tegur deh Nabila nya yaa" Balas Rony lembut
"Gausah! Nanti yang ada makin di cengin aku sama dia" Balas Salma
"Terus mau nya gimana? Biar gak bete lagi? Hmm? Aku turutin semua mau kamu deh, biar gak bete lagi" Balas Rony
"Beneran?" Tanya Salma
"Iyaa, beneran. Mau apa hmm?" Tanya Rony lembut
"Mau mam ramen, boleh?" Tanya Salma manja
"Boleh sayang, yuk ke Mall" Balas Rony
"Apaa??? Coba ulang, kamu manggil aku apa" Ucap Salma
"Sayang? Emang salah ya manggil istri sendiri sayang?" Tanya Rony
"Hmm aneh aja sih" Balas Salma
"Dih, salting ya? Hahaha" Goda Rony
"Gak ada yaa, udah ayo buru jalan" Ajak Salma
"Hahahaha gemes banget istri aku" Balas Rony
***
Rony menggandeng tangan Salma menuju resto ramen kesukaan Salma. Sembari mereka bercanda tawa, sungguh terlihat pasangan yang sangat serasi.
"Salma" Panggil seseorang
Salma dan Rony refleks menoleh ke sumber suara
"Oh Lian, Hay" balas Salma
Ya, laki-laki yang menyapa Salma adalah Lian, mantan Salma. Dan kini tengah jalan bersama Flora.
"Hmm mau kemana?" Tanya Lian sembari melirik ke arah genggaman tangan Salma dan Rony
Salma yang merasa bahwa Lian melirik ke arah tangannya dan Rony, sengaja ingin menggunakan kesempatan itu untuk membalas Lian.
"Oh, mau ke tempat ramen sama suami aku"
"Kenalin Lian, ini Zaf. Suami aku"
"Sayang, kenalin. Ini Lian temen sekampus" Ucap Salma
Suami? Kapan nikahnya? Dan gue? Cuma di anggep temen? Bangsat *batin Lian
"Zaf" Ucap Rony dingin mengenalkan dirinya
"Oh iya, Lian. Ini pacar gue Flora" Balas Lian
Rony hanya menganggukkan kepala tanpa menjabat tangan flora yang mengarah padanya.
Gila, suami Salma ganteng banget. Berkharismatik lagi. Ck, sialan banget nih si Salma. Selalu dapet yang lebih dari gue *batin Flora
"Hay Zaf, gue Flora" Ucap Flora centil
"Eh sorry, yang sopan dong sama suami gue. Dia dosen di tempat kita, dosen baru pengganti Pak Heru. Tapi keknya kelas kalian gak di ajar sama suami gue ya? Mangkanya gatau?" Ucap Salma jumawa
"Oh, pantesan kek pernah liat. Ternyata pengganti Pak Heru toh" Timpal Lian
"Lu gak lagi halu kan Sal? Kapan lu nikah? Perasaan juga baru putus sama Lian. Kok udah nikah aja, apa jangan-jangan lu?" Ucap Flora menggantung sembari melirik perut Salma
"Jangan sembarangan bicara tentang istri saya! Untuk pernikahan saya dan Salma sudah lama di laksanakan. Memang acara nya tertutup dan khusus keluarga! Kita juga gak pernah menutupi pernikahan ini, jadi kalo kalian baru tau. Mungkin kalian yang memang gak update!" Ucap Rony tegas
"Mangkanya punya mulut jangan asal bacod! Sembarangan nuduh orang!" Timpal Salma
"Wait! Udah lama? Berarti sebelum kita putus?" Tanya Lian
"Iya, kenapa?" Tanya Salma
"Kamu selingkuhin aku? Dan nikah sama orang lain?" Tanya Lian
"Hahaha iya, gimana? Satu sama kan? Lu nyelingkuhin gue sama nih cewe gatel, gue juga sama bahkan gue udah nemuin jodoh gue yang jauh lebih baik dari lu Li. So , gak ada yang di rugiin kan disini? Kita permisi ya, bye " Balas Salma dan melenggang pergi meninggalkan Lian dan Flora
"Arrghhh anjing!! Selama ini gue di selingkuhin sama Salma! Bangsat" Umpat Lian
"Kenapa harus marah? Bukannya kamu juga ngelakuin hal yang sama, sama aku kan" Ucap Flora
"Ck! Diem, aku gamau minta pendapat kamu! Ngerti!" Bentak Lian
Setelah sampai di resto ramen dan memesan ramen favoritnya. Salma tak henti-hentinya tersenyum.
"Kenapa sih senyum-senyum terus?" Tanya Rony
"Ya seneng lah mas, akhirnya mam ramen lagi setelah hampir sebulan gak mam rameeennnn" Ucap Salma manja
"Hahaha lucu amat sih, perkara mam ramen doang seneng"
"Kirain seneng karena ketemu mantan tadi" Sindir Rony
"Dih, gak ada ya gitu-gitu"
"Tapi agak puas sih bisa bales tuh cowok brengsek. Dia kira, dia doang apa yang bisa selingkuh. Aku kan juga bisa, mana langsung nikah lagi sama kamu. Keren kan" Ucap Salma
"Berarti dulu aku selingkuhan kamu?" Tanya Rony
"Dih, gausah sok pura-pura gatau ya mas. Udah ah gausah dibahas, ngerusak momen aja bahas masa lalu"
"Penting kan sekarang kita udah coba saling Nerima satu sama lain, masalah Lian mah gausah di pikirin lagi. Aku udah beneran move on kok dari dia. Dan coba buka hati buat dosen ku yang nyebelin itu" Balas Salma
"Emang siapa dosennya hmm?" Goda Rony
"Ada lah, nyebelin pokoknya. Mesum juga, masa tadi aku di grepe-grepe. Parah banget, mahasiswa nya sendiri di grepe-grepe" Sindir Salma
"Hahaha orang yang di grepe-grepe juga kesenengan tuh, malahan menikmati. Hayoo" goda Rony
"Ishhh aku juga gatau, kenapa badan aku malah gak bisa berontak ya. Harusnya kan tadi aku tampar tuh dosen, udah berbuat tak senonoh" Balas Salma
"Hahahaha ya gabisa nolak lah, orang badan kamu tau kalo yang grepe-grepe tuh suami kamu sendiri bukan orang lain. Jadinya dia ikhlas mau di pegang-pegang apapun juga. Udah hak suaminya juga tuh, dari ujung rambut sampe ujung kaki kamu" Ucap Rony terkekeh
"Iya iya, gausah nyindir gitu deh" Balas Salma
"Jadi boleh gak nanti malem aku minta hak aku sebagai suami kamu? Hmm? Sekalian kita lanjutin yang tadi sayang" Goda Rony
"Boleh" Balas Salma
"Beneran?" Tanya Rony berbinar
"Yaudah kalo gamau" Balas Salma
"Mau lah, mau mau. Yakali gamau, rugi dong" Balas Rony
"Dih, bisa juga ngikutin tren nih om-om hahaha" Ledek Salma
***
Kini pernikahan Rony dan Salma sudah berjalan sekitar lima bulan, dan selama dua bulan kebelakang hubungan Salma dan Rony semakin banyak kemajuan. Rony juga sudah berhasil menjadikan Salma istri seutuhnya. Rony sangat bahagia, karena ia bisa melakukan pernikahan ini tanpa ada rasa terpaksa lagi pada hati istrinya itu.
Berbeda dengan Salma, hampir setiap hari badannya remuk karena ulah Rony. Memang benar kata temannya, jika menikah dengan pria matang harus siap fisik yang kuat karena pikiran mereka tidak pernah jauh-jauh dari hubungan seksual. Gairah seksual mereka tinggi dan Salma merasakan hal itu.
Semenjak malam itu, dimana Rony pertama kali membobol milik Salma. Rony malah terus menerus meminta nya untuk melayaninya. Jika mengingat lelahnya pasti Salma ingin menolak, tapi jika sudah di ranjang ia malah sangat menikmati permainan dari suaminya. Rony benar-benar jago membuat Salma terbuai dengan setiap sentuhannya.
"Salma, tolong ini bawakan ke ruangan saya sekarang" Ucap Rony setelah mengakhiri kelas
"Baik Pak" Balas Salma
Ck , mau ngapain lagi nih si Om-om. Awas aja ngajakin mesum lagi ya. Gue potong beneran tuh tytyd *batin Salma
Pasalnya bukan hanya dirumah, Rony juga sering kali mengajak Salma berhubungan di ruangan miliknya. Rony bahkan sengaja memasang alat kedap suara di ruangannya demi melancarkan aksi mesumnya pada Salma.
Saat Salma membuka pintu, dia justru tak melihat Rony di dalam, dengan santainya Salma masuk dan berjalan ke arah meja Rony namun seketika pintu nya tertutup dengan kencang dan ternyata Rony yang menguncinya dari dalam.
"Lama banget sih sayang, aku udah nungguin dari tadi jugaaa" Rengek Rony yang langsung memeluk Salma
"Perasaan gak ada lima menit deh, setelah kamu keluar kelas. Ngapain sih? Manja banget tumben" Balas Salma
Bukannya menjawab, tangan Rony justru meremas payudara Salma.
"Main yuk yang, bentaran doang. Sebelum aku rapat nih di ruang dekan. Yuk" Ajak Rony
"Heh! Sempet-sempetnya. Kalo mau rapat, ya rapat aja mas" Tegur Salma
"Gamau, mau main dulu. Ayo bentar yaa" Ucap Rony dan langsung membuka kancing kemeja Salma
"Hmm, percuma kan nolak. Aku gak akan ada kesempatan buat nolak, mulut aku udah kalah cepet sama tangan kamu buat nelanjangin aku" Balas Salma
Rony terkekeh
"Hahahaha tuh tau, jadi nurut aja ya" Balas Rony
"Dasar Om-om" Omel Salma
"Biarin" Balas Rony
Setelah hampir satu jam bermain, Rony dan Salma masih belum ingin mengusai kan permainan mereka.
"Ahh Ahh sayangg, kamu nikmath banget ahhh terus sayang gerakkkhh ashhh" Desah Rony
Saat ini mereka tengah main di kursi kerja Rony, dengan Salma yang bergerak di atas pangkuan Rony. Tangan Rony berada di pinggang Salma membantu istrinya agar bisa bergerak lebih cepat, mulutnya sesekali bermain pada payudara Salma yang bergerak bebas di depan wajahnya.
"Eughh mass ahhh, aku mau keluarrrhh" Desah Salma
"Tunggu sayang, lebih cepaathh lagi ahhhh"
"Barenghhh sayanggggg"
"Ahhhhhh" Desah Rony kala mendapatkan pelepasan yang kedua kalinya
Salma langsung menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Rony tanpa melepas penyatuan mereka
"Capek sayang?" Tanya Rony
"Ya mikir mas, masih tanya segala" Balas Salma ketus
"Hahaha ketus banget sih jawabnya. Yaudah istirahat dulu deh, bobo disini aja ya biar mas peluk" Balas Rony
"Kamu katanya mau rapat? Udah rapat aja sana, biar aku disini tidur dulu sambil nungguin kamu" Balas Salma
"Udah telat, percuma. Mending disini sama kamu" Balas Rony
Akhirnya mereka berdua tertidur dengan posisi saling berpelukan dan Salma yang masih berada dalam pangkuan Rony. Mereka berdua juga masih sama-sama naked tanpa selimut atau apapun yang menutupi tubuh polos mereka. Penyatuan mereka pun belum terlepas, tetapi kedua insan itu justru tertidur sangat pulas di kursi kerja Rony.
***
Kini genap satu tahun Rony dan Salma membina rumah tangga mereka. Dan saat ini Salma juga tengah mengandung buah cinta mereka berdua dengan usia kandungan nya yang baru menginjak lima bulan.
Setelah menikah dengan Salma banyak perubahan yang terjadi pada dosen muda yang dingin, ketus dan terkenal killer di kalangan mahasiswa nya. Kini berubah menjadi dosen yang ramah, murah senyum, hangat, dan selalu mencoba membaur dengan mahasiswa nya saat di kelas.
Itu semua terjadi karena Salma yang meminta Rony untuk tidak menjadi dosen yang di takuti mahasiswa namun dosen yang justru bisa menjadi sahabat sekaligus mengayomi mahasiswa nya. Dengan begitu, Mahasiswa biasanya akan lebih mudah memahami serta menyampaikan pendapat mereka saat kelas berlangsung. Dan ternyata benar, semua ucapan Salma tak ada yang meleset sedikit pun.
Semenjak Rony mencoba merubah gaya mengajarnya di kelas, Mahasiswa nya justru lebih aktif dalam mempelajari materi yang ia ajarkan. Mahasiswa nya juga lebih mudah untuk di ajak berdiskusi mengenai pembahasan mata kuliah mereka.
Semua mahasiswa dan dosen-dosen di kampus mereka juga sudah banyak yang mengetahui hubungan Salma dan Rony. Banyak dari mereka yang sangat mensupport hubungan mereka, terlebih teman sekelas Salma. Mereka adalah saksi bagaimana dosen nya itu memperlakukan istrinya dengan sangat manis.
Walaupun begitu, Rony selalu menegaskan pada semua mahasiswa nya jika dia akan bersikap adil. Bukan berarti Salma adalah istrinya, dia bisa memberikan nilai yang baik untuk Salma. Rony hanya menuliskan sesuai dengan apa yang ia dapat, dan Rony buktikan di hasil nilai semester kemarin.
"Baik, saya akhiri pertemuan kali ini. Jangan lupa Minggu depan, tugas kalian sudah harus masuk ke email saya dan batas pengiriman jam dua belas malam. Terimakasih"
"Oh iya, satu lagi. Saya titip istri saya ya, kalo dia nakal laporin sama saya. Apalagi kalo centil sama cowo lain, tolong ingetin kalo di perutnya itu lagi hamil anak saya. Terimakasih semuanya" Ucap Rony setelah mengakhiri kelas nya
"Siap pak, kami selaku pasukan pengawal istri pak Rony siap menjaga Salma dari apapun pak" Teriak salah satu mahasiswa
"Siap pak, asal nilai aman. Salma pun aman hahahaha" Saut salah satu mahasiswa
Rony berjalan ke arah Salma lalu mengusap lembut kepala Salma
"Jangan capek-capek, kasian Adek. Kalo mau apa-apa, bilang saya aja. Biar saya yang beli, kamu duduk disini aja. Ngerti?" Ucap Rony
"Siap ngerti Pak" Balas Salma kikuk
Semua mahasiswa kelasnya pun tertawa lalu menyoraki pasangan bucin yang tak tau tempat itu.
Setelah kepergian Rony, Salma hanya bisa menahan malu karena semua teman sekelasnya masih sibuk menertawakan nya dan Rony.
"Asli sih, suami lu bucin banget anjirr sama lu. Setiap akhir kelas selalu aja nitipin lu sama anak sekelas hahahaha kocak banget tuh dosen ya" Ucap Nabila
"Tau, bikin gue malu aja. Mana anak-anak pro banget lagi sama dia" Balas Salma
"Gimana gak pro? Semenjak nikah sama lu, doi berubah asyik begitu. Mana tiap ngajar jadi seru dan gak ngebosenin. Nyambung lagi sama jokes jokesnya anak-anak" Balas Nabila
"Hahaha iya karena gue yang mau. Gue bilang kalo gue mau nya punya My sweet Lecturer not My Killer Lecturer" Balas Salma
"Fix Pak Zaf bulol abis hahahaha" Ledek Nabila
"Hahahaha gimana gak bucin, tiap minta jatah gue turutin Mulu. Mau di ruangannya pun tetep gas hahahaha" Ucap Salma
"Bajingan, kenapa jadi ke arah sana sih anjirr. Bangke" Umpat Nabila
"Hahahahahahaha santai aje dong Brodie" Ledek Salma
~ END ~