KANCIL DAN SIPUT
Folklore
29 Jan 2026

KANCIL DAN SIPUT

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-29T233520.551.jfif

download - 2026-01-29T233520.551.jfif

29 Jan 2026, 16:36

download - 2026-01-29T233515.738.jfif

download - 2026-01-29T233515.738.jfif

29 Jan 2026, 16:36

Pagi yang cerah, Puput siput dan kakaknya mendengarkan cerita kakek siput tentang kehebatan sang Kancil.

Kakek siput bercerita tentang kecerdikan Kancil saat terperosok ke lubang.

"Ha ha ha..."

Puput siput terkagum-kagum dengan kehebatan Kancil.

"Aku tahu, pasti si gajah terjebak. Kancil memang hebat, aku ingin seperti dia!"

Puput sering berkhayal ingin memiliki kecerdikan seperti Kancil, sehingga ia sering digoda teman-temannya. Pupung capung, Monki monyet, dan Dodo si kodok.

"Kenapa sih melamun aja?"

"Katanya kamu pingin seperti Kancil ya?"

"Ah, nggak...!"

Dodo si kodok heran.

"Haah? Kamu kan lelet, Put!"

Kawan-kawan Puput tersenyum mengiyakan.

"Mana mungkin menyamai kepintaran Kancil?"

Suatu hari, Puput hendak ke sungai. Dilihatnya Kancil, idolanya sedang minum.

"Haah?"

Kancil menoleh dan menyapa Puput dengan ramah.

"Hai, selamat pagi."

"Kancil kan, siapa yang tidak kenal kehebatanmu?"

Kancil dan Puput saling berkenalan.

"Aku Puput,"

Puput tik menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat berbicara dengan Kancil. Kancil pun menjawab semua pertanyaan Puput dengan ramah.

"Aku ingin sehebat kamu, bisa mengalahkan Harimau, Ular, bahkan Gajah..."

"Ha.. ha.. ha..!"

Puput terus terkagum-kagum terhadap Kancil. Sambil malu, Kancil menunjukkan caranya.

"Gimana kamu melakukannya, Cil?"

"Dengan ini!"

Puput heran dan tidak mengerti, karena Kancil menunjuk kepalanya.

"Kepala? Kepalamu lebih kecil dari kepala Gajah."

"Bukan kepala, tapi akal."

Puput minta kepada Kancil untuk mengajarkan kehebatannya.

"Ajari aku, biar sehebat kamu."

"Kita punya kehebatan masing-masing. Siapapun bisa."

Melihat Puput pantang menyerah, Kancil pun mengajaknya berlomba berlari.

"Mau tidak adu lari denganku?"

"Meski tidak mudah, kalau bersungguh- sungguh, kamu pasti bisa."

Puput agak kesal, karena Kancil mengajak lomba lari. Puput merasa tidak mungkin menang, karena jalannya yang pelan.

"Lari? Kamu mengejekku? Jangan menghina dong!"

Kancil berhasil meyakinkan Puput untuk menerima tawarannya.

"Kalau kamu menang, aku akan umumkan kamu sebagai jagoan."

"Aku beri waktu 3 hari untuk berlatih bagaimana?"

"Baik. 3 hari lagi?"

Kancil dan Puput setuju untuk bertanding 3 hari lagi.

"Sampai ketemu tiga hari lagi ya."

Kakek Siput sedang makan ditemani kakak siput.

"Apa betul, Puput akan adu cepat dengan Kancil?"

"Ah, mana mungkin, kek!"

Kakek siput masih tidak percaya kabar tentang adu cepatnya Puput dengan Kancil.

"Puput memang cerdas, tapi adu lari dengan Kancil?"

Kakak siput merasa putus asa menasehati Puput?

"Puput selalu saja bermimpi bisa sehebat Kancil. Huh..."

Sementara itu, Puput menyimak pembicaraan Kakek dan Kakaknya dari balik daun. Puput menyadari bahwa Kancil bukanlah tandingannya.

"Betul juga ya, mana mungkin aku menang melawan Kancil?"

Muncullah Pupung, Dodo dan Mangki. Puput heran, karena kawan-kawannya mengetahui bahwa tiga hari lagi Puput akan lomba lari dengan Kancil.

"Put, aku dengar kamu mau lomba lari dengan Kancil ya?"

"Aku, kalian dengar darimana?"

Kawan- kawan Puput pun mengejek. Puput merasa rendah dirinya muncul.

"Put, lomba lari dengan semut aja, biar seimbang."

"Jadi, aku harus bagaimana?"

Pupung memberi semangat kepada Puput.

"Kalah menang urusan nanti, yang penting usaha."

Pagi hari, Dodo memberikan semangat kepada Puput yang sedang melakukan senam. Sementara itu, Kancil tetap santai.

"Satu... Dua... Tiga..."

"Nah begitu, kalau mau jadi juara."

Pada hari pertandingan si Kancil masih bersantai, tidak pernah berlatih.

"Ayo, jangan loyo, Put!"

Puput berlatih dengan giat. Kawan-kawan Puput selalu setia memberikan semangat.

"Hah... huh..."

Hari yang ditentukan tiba. Mongki siap dengan bendera.

"Siaaaap... Yak!"

Puput melaju sekuat tenaga, sedang Kancil berlari biasa.

"Aku harus bisa!"

Para binatang bersorak- sorai memberikan semangat.

"Cihui... Ayo..."

Kancil merasa selalu menang, sehingga menganggap lawannya lemah. Ia selalu bersantai dan tanpa berusaha sedikitpun. Kancil tak percaya, ketika dilihatnya Puput melangkahkan kaki ke garis akhir.

Berkat usaha yang keras, Puput dapat meraih cita- citanya. Artinya, setiap usaha keras tentu akan mendatangkan keberhasilan. Kepintaran tanpa diikuti usaha yang gigih, belum tentu akan berhasil.

"Ehm... ehm.. Dialah yang terbaik!"

Kembali ke Beranda