Gambar dalam Cerita
Malam telah datang. Sinar bulan menerangi ladang sayur-mayur dan buah-buahan yang tumbuh dengan subur.
Ladang tersebut kelihatan aman & tentram. Para petani rajin merawat tanamannya.
Suatu hari ketentraman ladang terusik oleh segerombolan Grok- grok sang babi hutan.
"Grok... grok... grok..."
Pagi harinya, ibu peladang kaget melihat ladangnya hancur.
"Oh, ladangku hancur... pasti gara- gara gerombolah babi hutan itu lagi !!!"
Kemudian para peladang tersebut...
"Babi hutan itu harus kita buru sampai tuntas."
Ngungung si lebah bersembunyi di balik bunga sambil mendengarkan pembicaraan para peladang.
Saat itu para penghuni kebun sedang bergembira seperti Bu Capung dan anaknya.
"Ayo nak belajar terbang!"
"Baik, Bu."
Para tanaman asyik berbincang, ketika Ngungung muncul. Ngungung langsung mendarat di atas daun jagung.
Ngungung menceritakan rancana para peladang untuk memburu Grok- Grok. Para tanaman nampak senang.
"Wah, rencana yang hebat... kita bakal aman dari gangguan Grok- grok."
Atas usulan Ngungung para tanaman sepakat untuk membantu peladang.
"Mari kita bantu bapak-bapak peladang itu."
"Setuju-setuju"
Pemburu dan para peladang bersiap menangkap gerombolan Grok-grok.
"Kita harus selalu waspada!"
Ngungung melatih pasukan lebah membentuk barisan.
Pupu si kupu-kupu tidak mau ketinggalan memimpin sayuran berlatih bersemedi dan mengatur nafas.
"Ayo tarik napas..."
Berkat kerja keras dan serius, latihan mereka sukses.
"Kita pasti bisa!"
"Tentu saja kan kita sudah berlatih."
Hari berangsur senja, dan para tanaman mengamankan lingkungan.
Para peladang berkumpul untuk menangkap gerombolan Grok-grok.
"Pada saat gelap nanti, kita akan langsung berangkat."
Namun malam itu pemburu dan para peladang gagal menangkap gerombolan Grok-grok sehingga sang pemburu merasa sangat kecewa.
"Baru kali ini aku gagal menangkap buruanku."
Pagi hari di dekat ladang....
Terdengar gemerisik dedaunan sang Rusa asyik makan.
"Akhirnya kutemukan juga, setelah semalaman gagal."
Menyadari adanya bahaya Rusa langsung berlari panik. Karena lelah, Rusa berbaring lemas, dan tertidur.
Pada saat Rusa bangun, para tanaman menyapa dengan ramah.
"Wah, kasihan sekali kamu."
Malam pun berganti siang. Matahari sangat terik.
Rusa menyadari bahwa dia lapar dan dia ingin memakan tanaman-tanaman itu.
"Aku lapar sekali"
"Wah gawat..."
Ngungung marah.
"Hei Rusa... kamu tidak tahu balas budi."
Ibu kacang panjang yang baik hati dengan lembut menawarkan daunnya kepada sang Rusa, agar tenaga sang Rusa pulih.
"Aku mohon jangan makan tanaman lain... makanlah daunku."
Rusa mendengarkan saran ibu kacang panjang.
"Kacang panjang, kau sungguh sangat baik hati, maafkan aku ya."
"Tapi berjanjilah untuk tidak memakan tanaman yang lain!"
Tiba-tiba muncul Pupu membawa kabar gembira.
"Kita besok akan panen lho..."
"Horeeee..."
Malam pun tiba. Penghuni ladang tertidur lelap.
Gerombolan Grok-grok mendekat.
Sang Rusa berhadapan dengan gerombolan Grok-grok.
"Ladang ini berserta seluruh isinya berada di bawah perlingungan kami..."
Berkat bantuan Rusa. Grok-grok pun kalah. Ladang dapat diselamatkan.
Semua bergermbira karena Grok-grok berhasil dihalau oleh kelompok Rusa.
Keesokan harinya mereka berhasil panen.