KEONG KECIL & RUMAHNYA
Folklore
29 Jan 2026

KEONG KECIL & RUMAHNYA

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-29T233056.663.jfif

download - 2026-01-29T233056.663.jfif

29 Jan 2026, 16:31

download - 2026-01-29T233036.424.jfif

download - 2026-01-29T233036.424.jfif

29 Jan 2026, 16:31

Di tepi sungai yang jernih, tinggal seekor Keong Kecil dengan rumahnya yang mungil, berwarna hitam. Tapi akhir- akhir ini dia tampaknya kurang bahagia. Dia merasa bahwa rumahnya terlalu kecil.

"Keong, kok kamu murung aja, sih?" Tanya Kupu- kupu.

Padahal rumah itulah yang melindunginya dari panasnya sinar matahari.

"Huh... panas..." keluh keong.

Atau dari gangguan musuh- musuhnya!

"Hiii... tikus" sambil masuk kedalam rumahnya.

Rumah besar yang diidam-idamkannya adalah rumah Pak Bekicot! Dia begitu terpesona bila berjumpa Pak Bekicot.

"Wah alangkah enaknya punya rumah besar seperti Pak Bekicot, tinggi dan berbentuk kerucut!" Pikir keong kecil

"Hallo, Keong bagaimana kabarmu?" Tanya Pak Bekicot.

"Bab...baik - baik saja, Om!" Jawab Keong Kecil.

"Aku pasti cantik dengan rumah seperti milik Pak Bekicot." Khayal keong kecil.

"Tidak seperti rumahku yang sempit dan kusam" Keluh keong kecil melihat rumahnya.

Tak sabar dengan rencananya Keong kecil segera menjumpai teman - temannya.

"Hai, teman- teman aku mau ganti rumah, nih!" Umum keong kecil pada teman- temannya.

"Wah hebat, kamu keong!" puji kupu-kupu.

"Ganti rumah model apa keong?" Tanya tupai.

"Aku ingin rumah seperti milik Pak Bekicot!" Jawab keong kecil.

Diluar dugaannya, tak satupun teman- temannya setuju dengan keinginannya.

"Oaalah, kayak anak bayi pakai baju bapaknya dong!"

"Wah, nggak serasi sama tubuhmu"

"Rumah Pak Bekicot nggak cocok untuk kamu yang kecil mungil!"

Keong kecil bingung.

Tapi keinginannya yang keras untuk mengganti rumah, membuat keong kecil mengabaikan nasehat dari teman- temannya.

Pokoknya aku tetap pada keinginan ku semula!

Keesokan harinya keong kecil memulai perjalanannya mencari rumah model Pak Bekicot.

"Kemana ya mencarinya, dari tadi belum juga dapat?"

Pada suatu hari, keong menemukan rumah bekicot yang sudah ditinggalkan. Kesempatan ini segera digunakannya.

"Nah, ini dia rumah bekicot yang ku idam- idamkan"

"Selamat tinggal rumah lamaku"

Setelah melepas rumahnya, ia mencoba memakai rumah bekicot

Tapi ternyata cukup berat dan...

"ugh..."

Kadang- kadang malah copot karena longgar.

"Lho?"

Atau jatuh bangun karena berat!

Sroot...!

Namun demikian, keong kecil dengan bangga memamerkan rumah barunya kepada setiap temannya.

"Hai, teman- teman lihatlah rumah baruku, bagus kan?"

"OH..."

"Wow!"

"Huh!"

"Kok, malah aneh ya... ya...?"

"Kok, teman-teman sikapnya begitu ya?"

Selagi asik melamun, tiba- tiba keong kecil dikejutkan oleh munculnya si kura-kura yang lewat dihadapannya.

"Wow, ini dia rumah yang lebih besar! Dan kuat lagi!"

Esok harinya...

Aku akan cari tahu, bagaimana bisa mendapatkan rumah si kura-kura itu.

"Tapi dimana ya? Aku sudah capek mencarinya..."

Akhirnya dengan susah payah ia menemukan juga rumah kura-kura yang sudah di tinggal pemiliknya.

"Nah, itu dia! Wah, besar sekali, tapi sayang sudah usang!"

Dilepaskannya rumah bekicot...

"Selamat tinggal rumahku!"

...dan buru- buru pindah ke rumah kura- kura.

"Ugh... susah masuknya, berat banget, sih."

Lalu dicobanya berjalan

"Aku mau tunjukkan pada teman- temanku"

"Wuih, berat sekali! Coba lagi, ugh!"

Tapi apa yang terjadi? Rumah kura-kuranya tidak bergerak!

Dicoba lagi, tapi tetap tak bergerak

"Ugh... akh... hik.."

"Ugh, berat! Tapi aku nggak boleh menyerah"

Tiba-tiba, muncul si tikus tanpa di duga-duga.

Grrr...!

"Hah! SI TIKUS!"

Grrr...!

"Wah..."

Terjadi kejar- mengerjar!

?!

"Hah! Kamu pasti ku dapat!"

Segala upaya dilakukan si tikus untuk memangsa si keong...

?!

Grrr... cit... cit...

Tapi belum membuahkan hasil!

"Tolooong..."

Akhirnya si tikus putus asa dan pergi

Sadar akan kekeliruannya selama ini.

Rumah besar ternyata tidak bisa melindungiku dari bahaya. Hu... hu... hu...

Si keong mulai mecari rumah yang di tinggalkannya

"Aduuh... panasnya. Dimana ya rumahku?"

Hingga suatu saat...

"Nah, itu dia rumahku!"

Maka si keong kecil pun kembali ke rumah lamanya dan berkumpul dengan teman- temannya lagi.

"Heii, teman- teman aku mau cerita tentang penalamanku"

"Nah, kamu kan lebih cantik, dengan rumahmu yang sekarang!"

"Iya kamu lebih pas, deh!"

"Oh, ya... ya... cerita, deh!"



Kembali ke Beranda