Gambar dalam Cerita
Di suatu pagi yang masih diseliputi kabut tampak serombongan hewan yang baru turun dari perahu Nabi Nuh. Semua bersuka cita, karena telah terhindar dari malapetaka banjir yang melanda negeri mereka.
"Untung ya kita ikut perahu Nabi Nuh, coba kalau kita menolak, pasti kita sudah tenggelam!" ucap si anjing.
"Iya, padahal aku kan paling tidak suka kena air!" ucap si kambing.
Pada saat itu anjing memiliki tanduk di kepalanya.
Sedangkan kambing tidak memiliki tanduk dan ekornya masih panjang seperti ekor monyet.
Mereka berdua sangat akrab. Kemana anjing pergi, si kambing selalu ada didekatnya. Begitu sebaliknya. Mereka pun saling berbagi suka dan duka.
"Kita bagi dua ya pisangnya!"
"Apelku dibelah dua juga sebelah untuk kamu sebelah untukku."
Mereka masing- masing memiliki tempat tinggal sebuah pondok mungil yang mereka bangun bersama. Dan letaknya berdekatan.
"HOAAAHH... Ngantuk, aku pulang dulu ya! Oya, tolong besok pagi aku dibangunkan, supaya bisa ikut lari pagi denganmu!"
"BERES!!"
Pagi itu si kambing tampak gembira sekali
"CIHUUUI...!"
"AHH... segarnya udara pagi ini, terima kasih ya kamu mau mengajakku lari pagi. Tadinya aku pikir kamu tidak akan membangunkan aku!"
"Kalau sudah janji harus kita tepati!"
Suatu hari...
"Ada apa sih, kok ramai sekali? Coba aku lihat dari dekat!"
Wah, rupanya sahabatku si anjing dikagumi oleh hewan-hewan di hutan ini. Aku ingi juga seperti dia...
"Tandukmu bagus sekali!!"
"Iya betul-betul bagus, tidak ada duanya!"
"..HUH!"
Siang itu, tanpak pak monyet mampir ke pondok si kambing.
"Datang ya ke acara pesta nanti malam!"
"Tentu, aku pasti datang!"
"Hmm... aku harus tampil gagah malam ini. Tapi bagaimana ya caranya? Oya, kebetulan si anjing sedang tidak enak badan, jadi aku bisa pinjam tanduknya!"
Si kambing pun menemui anjing yan sedang asyik membaca buku.
"Sahabatku, bolehkah aku meminjam tandukmu? Untuk aku kenakan di acara pesta pak monyet. Aku ingin tampil gagah di pesta itu!"
"Boleh ambillah!"
"Oooh... tampan sekali aku!"
"Tapi jangan lama-lama, ya? Sehari ini saja!"
"Oke! Aku pergi dulu, ya!"
Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya si kambing mengagumi tanduk pinjamannya.
"OOH.. TANDUKKU BAGUS SEKALI... LA..LA..LA.."
Keesokan harinya...
KUKURUYUK! KUKURUYUK! KUKURUYUK!
"HOAAAHH..."
"Lho, kok si kambing belum muncul, ya? Ah, coba aku tunggu sampai besok!"
Hari berikutnya pun si kambing belum juga kelihatan...
Akhirnya habis juga kesabaran si anjing
GRHHH...
"Wah, si kambing rupanya ingkar janji. Sudah seminggu ini belum juga dia kembalikan tandukku!"
"Aku temui saja si kambing di pondoknya!.."
"LHO, KOSONG?!.."
Sampai pada suatu ketika, saat anjing sudah mulai lelah mencari si kambing...
Itu kan si kambing, sedang apa dia? Coba aku intip!
"Nih kalian lihat, tandukku adalah tanduk paling bagus sedunia!"
"Iya, kami percaya!"
Tiba-tiba...
SREK!!
"Hei! Kemana saja kau kambing? Sudah seminggu aku mencarimu. Ayo kembalikan tandukku!"
"Enak saja kamu meminta. Tanduk ini kan kepunyaanku!"
Si anjing sangat gusar mendengar ucapan kambing
GRRH!
"Ayo kembalikan! Aku Cuma mau meminta tandukku!"
Karena merasa malu, si kambing melarikan diri...
"HEI JANGAN LARI!"
Anjing pun mengejar si kambing yang lari terbirit- birit...
GUK..GUK..GUK..
Sampai akhirnya....
"KENA KAU!!..."
"ADUUUH..!!"
Si kambing terus berusaha mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga!
Akhirnya karena ekornya terlalu tegang, maka putuslah ekor si kambing..
TUS!
Sehingga tinggal sedikit ekornya yang tersisa.
Si kambing bisa lolos dari terkaman.
"Rasakan kamu kambing ekormu jadi pendek sekarang!"
Anjing pun kembali ke pondoknya dengan perasaan kesal dan pasrah.
Akhirnya sejak saat itu kambing memiliki tanduk tapi ekornya pendek.
Dan anjing tak lagi bertanduk!
Si anjing merenungkan nasibnya.
"Aha, tanpa tanduk pun aku masih cakep."
SELESAI