Peri Buku Sonia
Fantasy
27 Jan 2026

Peri Buku Sonia

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-27T183753.194.jfif

download - 2026-01-27T183753.194.jfif

27 Jan 2026, 11:38

download - 2026-01-27T183749.770.jfif

download - 2026-01-27T183749.770.jfif

27 Jan 2026, 11:38

Sonia sedang terkantuk-kantuk ketika Ellen menghampirinya.

"Sonia, kok perpustakaannya sepi ya akhir-akhir ini?" tanya Ellen.

"Iya, nggak apa-apa. Daripada diramaikan anak-anak nakal!" jawab Sonia ketus.

"Terus buat apa itu bukunya?" tanya Ellen lagi. "Nggak ada yang baca kan? Lama-lama dimakan rayap lho."

"Pasti bakalan datang anak-anak yang baik. Yang tidak suka berteriak-teriak dan merusak buku! Sudah ah, sana pergi!" jawab Sonia penuh keyakinan.

Ellen hanya geleng-geleng kepala. Dia tahu betul kalau Sonia sangat tidak suka pada pembaca yang berisik apalagi sampai merusak buku. Dia akan menakut-nakuti anak tersebut hingga tak pernah kembali lagi.

Oleh karena itu, Ratu Peri sangat mempercayainya untuk menjaga perpustakaan. Ya memang betul perpustakaannya selalu bersih sejak ditungguin Sonia.

Ellen pergi meninggalkan Sonia untuk melanjutkan pekerjaannya. Sementara Sonia masih menunggu pengunjungnya yang baik.

Hari demi hari berlalu, tak ada satu pun yang mau datang ke perpustakaan FairyBooks yang dijaga Peri Sonia.

Hingga suatu hari, terdengar bunyi yang aneh dari dalam buku-bukunya. Soni langsung memasang telinganya tinggi-tinggi dan terbang berkeliling.

"Suara apa itu?" gumamnya. Dia mulai mencari-cari sumber suara. Tetapi, kok sepertinya darimana-mana asal suara itu.

"Hai suara siapa itu!" teriaknya. Suara berisik tadi tiba-tiba diam. Sonia menghela napas lalu balik ke tempatnya.

Tetapi, baru saja dia akan duduk kembali, suara itu terdengar lagi. Malah semakin ramai dari yang tadi. Sonia langsung terbang lagi, berputar ke sana kemari.

Dia memutuskan untuk mengambil satu buku. Lalu dibukanya,

"Siapa kamu?!" bentak Sonia dengan menjulurkan tongkatnya.

Sekumpulan rayap menyeringai ke arah Sonia.

"Kami rayap! Kami lapar dan kebetulan di sini buku-bukunya banyak dan masih bagus-bagus. Enak sekali rasanya," kata satu rayap yang langsung menggigiti bagian dalam buku.

"Stop! Kalian mencuri!" teriak Sonia sambil menggebrak buku.

"Siapa yang mencuri? Kami hanya makan disini. Buat apa buku banyak-banyak? Dibaca tidak, ya aku makan saja!" kata satu rayap yang paling besar.

"Itu buku-buku kami, hentikan!" Sonia berusaha mengusir rayap-rayap itu, namun mereka pandai berkelit hingga buku-buku bagus itu malah yang jadi korban pukulan Sonia.

Dalam waktu cepat buku-buku berhamburan di lantai. Sonia tampak marah besar.

"Sonia, ada apa?" tanya Ellen kaget sambil melihat buku berantakan.

"Ada rayap di dalam buku!" teriak Sonia.

Ellen kaget dan ikut membantu mengusir rayap itu. Namun dia juga tak berhasil mengusir rayap yang banyak itu.

"Apa yang harus aku lakukan, Ellen? Rayap itu akan menghancurkan bukuku," tanya Sonia kebingungan.

"Tak ada jalan lain, kamu butuh pengunjung, Sonia!" kata Ellen.

"Apa hubungannya pengunjung dengan mengusir kutu?" tanya Sonia mendelik.

"Ingat Sonia, rayap paling takut jika buku sering dibuka."

"Oh ya? Baiklah kalau begitu. Terus kita ngapain? Apa yang harus kita lakukan?"

"Kita mulai dari bagaimana cara menarik anak-anak untuk mau membaca lagi di sini," kata Ellen tersenyum.

"Tapi ..." Sonia tampak bingung.

"Aku bantu cara menarik anak-anak lagi jika kamu setuju. Pikirkan saja, maukah bukunya habis dimakan rayap?" Ellen mengedikkan kedua alisnya.

"Baiklah kalau begitu aku lebih suka anak-anak yang berisik daripada rayap yang banyak!"

Keduanya sepakat untuk membawa seluruh bukunya keluar dari perpustakaan. Mereka membuat taman bacaan di halaman perpustakaan. Dibantu para kurcaci akhirnya taman bacaan itu siap untik dikunjungi.

Mula-mula tak ada yang mau mampir, namun lama kelamaan banyak juga anaka-anak yang baca. Rayap yang kesal akhirnya harus rela pergi dari buku-buku itu.

"Huh dasar tuh Peri Ellen! Nggak bisa lihat kita bahagia!" seru salah satu rayap menjulurkan lidahnya pada Ellen.

Sonia merangkul Ellen sambil tersenyum, "Ellen terima kasih ya!"

Ellen tersenyum. "Aku suka melihat bukumu dibaca oleh anak-anak. Buku kan memang untuk dibaca."

"Hehe ... kau benar Ellen. Aku takkan menakuti anak-anak lagi setelah ini."

Kedua peri itu terbang berkejaran sambil tertawa.

====================%%%%%%

Hai hai selamat siang, 😊😊😊

Maaf baru updet. Lagi sibuk nyelesaikan buku anak juga nih, ada dua deadline dari penerbit mayor yang pasti hehe...

Tunggu ya buku saya di toko buku kesayangan kamu. 😊😊🙏

Kali ini Saya buat cerita peri buku. Bagaimana menurut kalian? Suka tidak? hehe...

Terimakasih yang sudah vote, baca dan komentar.

Salam sayang,

Yetti Nurma

Kembali ke Beranda