Gambar dalam Cerita
Bertahun-tahun yang lalu, sebuah permainan berupa tebak-tebakan keberuntungan sangat populer diantara gadis-gadis remaja di Jepang. Mereka menyebutnya sebagai "Suami Masa Depan". Menurut legenda, jika kau memainkan permainan ini maka kau akan mengetahui siapa yang akan kau nikahi.
Mereka mengatakan bahwa permainan ini harus dimainkan dengan lampu dimatikan, di samping jendela di bawah sinar bulan. Jika kau menaruh mata pisau cukur di mulutmu pada tengah malam, lalu melihat ke dalam baskom yang berisi air, maka kau akan melihat wajah istri atau suamimu di masa depan. Wajahnya akan terpantul di air.
(Peringatan: Jangan mainkan permainan ini. Berbahaya. Kau bisa mengiris mulutmu sendiri dan berakhir seperti Kuchisake Onna.)
Salah satu siswi sekolah mendengar tentang permainan tebakan keberuntugan ini. Ia memutuskan untuk segera mencobanya. Gadis itu belum pernah memiliki pacar, ia khawatir dirinya tidak pernah bisa jatuh cinta. Mimpi terburuknya adalah ia tidak akan pernah bisa menikah. Rasa penasarannya membuat dirinya putus asa untuk mengetahui seperti apa suami masa depannya.
Ia mengambil salah satu mata pisau cukur milik ayahnya dari kamar mandi orang tuanya. Kemudian, ia mengambil baskom dari lemari dapur dan mengisinya dengan air. Akhirnya, ia mematikan lampu, membuka korden, dan menunggu sampai jam menunjukkan tengah malam. Ia menaruh mata pisau cukur dengan hati-hati di mulutnya. Ia lalu mengintip ke dalam baskom dengan rasa penasaran.
Di dalam air, ia melihat wajah seorang laki-laki berbalik menatapnya.
Gadis itu terkejut hingga ia menjerit tanpa sengaja. Pada saat yang sama, mata pisau cukur terlepas dari mulutnya lalu jatuh ke dalam baskom. Air berubah menjadi merah pekat seperti darah. Gadis itu melompat mundur dengan ketakutan sambil gemetar menatap baskomnya.
Beberapa saat kemudian, saat ia melihat ke dalam baskom lagi, air telah kembali sebening kristal. Mata pisau cukur tergeletak di bawah baskom. Gadis itu bingung. Apakah tadi hanya sebuah ilusi? Apakah matanya sedang mengelabui dirinya? Apakah ia benar-benar melihat sebuah wajah atau itu hanya pantulan cahaya bulan di dalam air? Gadis itu memutuskan untuk melupakannya, lalu pergi tidur.
Tahun berlalu dengan cepat. Gadis itu telah tumbuh dewasa. Ia lulus dari sekolah, pergi kuliah, dan akhirnya mendapatkan pekerjaan. Ia juga mulai berkencan dengan laki-laki yang baik. Laki-laki itu merupakan pacar pertamanya. Kekasihnya sangat lembut dan menuruti apa pun yang ia inginkan. Laki-laki tersebut memiliki sikap yang ramah, selalu humoris, dan lucu.
Namun demikian, ada satu hal yang aneh tentang kekasihnya tersebut. Ia selalu menutupi wajahnya dengan masker operasi putih yang besar. Di Jepang, mereka biasa memakai masker seperti itu untuk mencegah flu. Pada saat pertama mereka bertemu, laki-laki itu menjelaskan bahwa ia sedang menderita flu dan tidak ingin si gadis tertular. Pada saat itu, si gadis menerima penjelasan tersebut. Tapi, bulan terus berlalu dan si lelaki tetap memakai masker tanpa pernah melepaskannya sama sekali.
Setiap kali mereka bertemu atau pergi kencan, laki-laki itu akan memakai masker. Jika si gadis memintanya untuk melepaskan masker, maka ia akan menolak dengan marah. Kecuali keadaan aneh tentang masker ini, si gadis semakin jatuh cinta pada laki-laki tersebut. Akhirnya, hari dimana si lelaki meminta si gadis untuk menikah telah datang.
Si gadis mulai berpikir. Bagaimana kau bisa menikahi seseorang yang tidak pernah kau lihat wajahnya? Seharusnya tidak ada rahasia apa pun diantara suami dan istri. Apa yang laki-laki itu sembunyikan dari dirinya? Gadis itu percaya bahwa perasaannya tidak akan berubah, bagaimana pun rupa laki-laki itu yang sebenarnya.
Pada suatu malam, si gadis duduk di sebelah kekasihnya. Ia memberitahu kekasihnya bahwa ia mau menikah hanya jika lelaki tersebut percaya padanya untuk membuka masker. Awalnya, si lelaki menolak. Tapi setelah didesak oleh si gadis, laki-laki itu akhirnya bersedia membuka maskernya.
Laki-laki itu memunggungi si gadis. Ia melepas tali masker dari telinganya dengan perlahan-lahan. Kemudian, ia tiba-tiba berputar menghadap si gadis. Gadis itu menatap kekasihnya dengan ketakutan.
Wajah lelaki itu rusak mengerikan karena luka panjang dari mata, turun ke pipi, dan melewati mulut sampai ke dagunya. Luka itu sangat dalan hingga tampak seperti dicukil dengan pisau yang tajam. Sangat menyakitkan ketika melihatnya.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanya gadis itu dengan ketakutan. "Apa yang terjadi padamu?"
Mata laki-laki itu menciut karena marah. Wajahnya penuh dengan ekspresi benci.
"Kau seharusnya tahu," geramnya. "Kau yang menjatuhkan mata pisau cukur itu!"
***