Badut yang Sedih
Folklore
16 Jan 2026

Badut yang Sedih

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-17T000728.789.jfif

download - 2026-01-17T000728.789.jfif

16 Jan 2026, 17:07

download - 2026-01-17T000726.390.jfif

download - 2026-01-17T000726.390.jfif

16 Jan 2026, 17:07

Beberapa hari yang lalu, aku bermimpi sesuatu yang sangat aneh. Aku sedang berdiri di jalan sempit yang panjang menuju sekolahku. Hari itu ada kesunyian yang aneh. Tidak ada angin yang bertiup, tidak ada burung ynag menyanyi, dan tidak ada serangga yang mengerik. Jalan tampak sangat lengang karena tidak ada siapa pun di sana. Aku mulai berjalan.

Setelah itu, aku merasakan perasaan aneh bahwa seseorang sedang mengawasiku. Aku menoleh ke balik bahuku dan melihat bayangan kecil di kejauhan. Bayangan itu seprtinya berlari dengan kecepatan kencang. Aku tetap berjalan, tetapi setiap kali aku melihat ke belakang, bayangan itu semakin dekat. Segalanya membuatku sangat tidak nyaman. Bayangan itu semakin mendekat padaku.

Pada suatu tempat, aku menghentikan langkahku untuk menoleh kr belakang. Bayangan itu ikut berhenti. Ia hanya berdiri di tengah jalan sana sambil menatapku. Saat aku mulai berjalan kembali, bayangan itu mulai berlari di belakangku. Akhirnya, bayangan itu cukuk dekat denganku sehingga aku bisa melihat wajahnya.

Ia adalah seorang badut. Riasan sedih bisa kau lihat pada wajah badutnya. Ia memakai mantel tipis dan topi yang lusuh, seperti seorang gelandangan. Caranya memandangku membuatku sangat ketakutan. Untuk beberapa saat aku berpikir, "Jika ia menangkapku, ia akan membunuhku."

Aku ingin lari, tapi karena beberapa alasan, aku tidak bisa melakukannya. Kakiku terasa berat sehingga aku tidak bisa mengangkat kakiku. Hal yang bisa kulakukan hanya jalan di tempat. Badut itu semakin mendekat ke arahku. Saat aku melihatnya lagi, aku bisa melihat mata badut tersebut. Ia sedang menangis.

Aku melihat sekolahku di kejauhan. Sebuah harapan muncul. Sesuatu berbisik padaku jika aku bisa ke sana sebelum ia menangkapku, maka aku akan selamat.

Baru saja aku sampai di gerbang utama sekolah, aku menoleh untuk terakhir kalinya. Badut itu berada tepat di belakangku. Tangannya menyambar bahuku dan memutar tubuhku.

Hal yang sangat menakutkan adalah wajahnya. Ia tidak marah sama sekali. Malahan, ia terlihat putus asa dengan tampang mengerikan. Air mata jatuh membasahi riasan di pipinya.

"Tertangkap kau!" katanya.

Kemudian yang mengejutkanku adalah ia hanya melepaskanku dan berjalan pergi.

Aku berdiri tercengang di sana. Bagaimana aku bisa menjadi bodoh? Aku ketakutan tanpa alasan. Aku mulai menertawakan diriku sendiri. Badut itu berhenti dan berbalik. Ia mengambil pisau berkarat dari sakunya dan memamerkannya di depan wajah.

"Kali kedua aku menangkapmu, akj harus memotongmu," katanya. "Ketiga kalinya, aku harus membunuhmu... Sampai jumpa lagi."

Dengan pisau karatan itu, si badut mengusap air mata dari wajahnya dan melangkah pergi.

Aku terbangun dengan keringat dingin

Sejak aku bermimpi tentang si badut, aku terlalu takut untuk pergi tidur. Selama berhari-hari, aku minum kopi dan coca cola karena putus asa untuk selalu terjaga. Aku tidak berani menutup mataku walaupun hanya sejenak. Aku takut aku jatuh tertidur... dan jika aku bermimpi, aku tahu badut itu akan berada di sana untuk menungguku.

Kembali ke Beranda