Catatan Terakhir
Teen
16 Jan 2026

Catatan Terakhir

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (95).jfif

download (95).jfif

16 Jan 2026, 16:27

download (94).jfif

download (94).jfif

16 Jan 2026, 16:27

"Kamu bukan mama ku." Jerit seorang anak perempuan sambil menutup telinga nya, dia menangis tepat di depan seorang wanita yang berdiri dengan raut wajah kebingungan. "Kesalahan apa yang mama lakukan pada mu Keyla?" Tanya wanita itu dengan lembut pada seorang anak kecil yang masih menjerit dan menangis.

"Kamu bukan mamaku, aku takut." Jerit anak itu. Wanita itu hanya menghembuskan nafas berat berusaha tetap sabar, walau wajahnya tampak bingung harus melakukan apa lagi. Dia Sarah mama tiri Keyla, Keyla tak menyukai keberadaan Sarah dalam hidupnya. Dan Sarah menyadari itu.

***

Waktu perlahan berputar cepat, Keyla kini telah menginjak umur 17. Namun Keyla masih sama tak menyukai keberadaan mama tiri dalam hidupnya, ia selalu membantah apapun yang di katakan mama tirinya walau Keyla tau itu untuk kebaikan dirinya sendiri.

Suatu malam ketika Keyla tengah menatap bintang di langit terdengar suara nyaring yang membuyarkan lamunannya "Keyla makan sayang." Suara Sarah di ruang makan, tanpa banyak bicara atau berpikir seketika Keyla turun dan duduk untuk makan.

"Kenapa wajahmu pucat?" Tanya papa Keyla yang menyadari ada yang aneh, Keyla hanya diam tak bergeming fokus pada makanan yang dia santap. Sarah yang melihat sikap Keyla langsung angkat bicara "Keyla kalau ada yang nanya jawab yaa."

Emosi yang Keyla tahan seketika meluap ia berdiri dan menggebrak meja makan "Kenapa sih? kenapa Keyla selalu salah di mata kalian?apakah tak pernah Keyla terlihat benar kenapa dinia selalu tak berpihak pada Keyla?" Ucap Keyla dengan air mata berlinang.

"Keyla rindu bunda, Keyla gak mau hidup, Keyla cape hidup Keyla itu selalu di kekang, Keyla mau mati." Ucap Keyla lalu segera berlari ke luar rumah, mama dan papa nya langsung berlari mengejar Keyla namun Keyla telah lari cepat, keluar gerbang tanpa menghiraukan panggilan papa dan mamanya. Mama dan papa Keyla khawatir lalu mereka mencari Keyla ke luar, dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan

***

Keyla sesenggukan di sebuah cafe, dia menangis tak peduli dengan tatapan aneh dari pengunjung cafe. Seketika matanya tak sengaja bertatapan dengan seorang pemuda, dia menatap Keyla dengan tatapan tak bisa di artikan.

Keyla merasa risih dan mengira pemuda itu menertawakan nya atau mungkin menganggapnya gila seketika berfikir untuk beranjak dari tempat itu. Saat Keyla baru saja berdiri ada sebuah tangan yang menggengam tangan Keyla, Keyla berbalik dan melihat ternyata dia adalah pemuda tadi.

Keyla berjalan dan melepaskan genggaman pemuda tadi, dia benar benar lancang.

"Keyla?" Ucap pemuda itu.

Keyla berbalik,dahi nya berkerut.

"Siapa kamu?" Tanya Keyla.

Pemuda tadi tersenyum dan mengulurkan tangan "Aku Kelvin." Keyla membalas uluran tangan masih dengan wajah tanpa eksepsi "Keyla." Mereka saling berjabat tangan, walau masih terlihat wajah tak nyaman yang Keyla tunjukkan.

"Kenapa kamu tahu namaku?" Tanya Keyla. Kelvin terlihat tenang "Ibuku sering bercerita tentang kamu padaku, makannya aku tahu hehe." Jawab Kelvin masih dengan wajah tenang.

***

"Keyla mama mohon, tolong kamu bersikap sopan pada tamu, bersikaplah layakanya gadis seusia mu, kamu sudah dewasa janganlah bersikap kekanak kanakan ya sayang." Ucap Sarah pada Keyla. Hari ini Keyla melakukan hal yang tidak sopan, Keyla tak menjawab atau pun tersenyum saat teman papa nya bertamu ke rumah nya.

Sarah berusaha tetap sabar, namun menurutnya kali ini kelakuan Keyla benar benar sudah melewati batas.

Brag g

Suara pukulan dimeja membuat perdebatan antara Keyla dan Sarah terhenti,papa Keyla tiba tiba datang. "Kamu ini,tak punya sopan santun"

Plak k

Tangan papa Keyla mendarat di pipi kiri Keyla, Keyla memegang pipinya yang merah, mata nya memanas, memperlihatkan butiran air yang siap menetes. "Pa, jangan main kasar" Bela Mama Keyla, papa Keyla diam tak menyadari apa yang telah di lakukan pada Keyla, matanya memerah menahan emosi.

"Tak usah membelaku, tak usah bertingkah baik di depan ku." Jerit Keyla, Keyla berjalan menuju ke luar berlari sambil air mata bercucuran membasahi wajah manis nya.

***

Keyla berlari di tengah padatnya kota, jam telah menunjukan pukul 20.00 Keyla tak ingin pulang, Ia berjalan dan melihat orang orang ramai di depan sebuah gedung. Mereka memakai baju sexy, Keyla melangkah menuju tempat itu, semakin dekat dan akhirnya Keyla memasuki ruangan itu, diskotik.

Di dalam diskotik Keyla bingung tak ada seorang pun yang Ia kenal. Ia tak tahu mengapa dia ingin memasuki ruangan ini. Tiba tiba seorang pemuda menghampiri Keyla memberikan segelas minuman dan mengatakan Untuk meminum nya, Keyla hanya diam menolak tawaran pemuda yang tampak setengah sadar itu.

Akhirnya pemuda itu memaksa Keyla untuk meminumnya, Keyla tetap menolak hingga gelas itu jatuh dan pecah di lantai. Pemuda itu marah dan mendekat ke arah Keyla. Keyla takut Ia pun berlari keluar tetapi pemuda itu tetap mengejar Keyla. Kelvin tak sengaja melihat Keyla yang di kejar seseoang, Kelvin kaget dan mengikutinya.

Keyla berlari secepatnya Ia takut, takut pemuda itu melakukan hal yang menyeramkan. Keyla berlarian di trotoar dan menyeberang jalan, tanpa dia sadari ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang melaju ke arahnya.

"Aghhhhhhhhh"

Jeritan itu menembus malam yang pekat.

***

"Keyla bangun sayang maafin mama."suara tangis terdengar pilu itu suara Sarah. Semalam Keyla kecelakaan tertabrak mobil, kini Keyla kritis, sudah 2 hari Keyla tak sadarkan diri.

Kelvin hanya diam membeku, rasanya tak percaya bahwa Keyla benar benar kecelakaan. Ia masih sangat ingat saat mobil itu menabrak dan membuat tubuh mungil Keyla terbanting.

Kelvin menyesal, menurutnya ini adalah salahnya, harusnya Ia berlari cepat, lebin cepat agar Keyla dapat di kejar, namun semuanya sudah terjadi kecelakaan itu telah terjadi. Sekarang hanya bisa berdoa agar Keyla dapat segera sadarkan diri.

***

Pov Keyla

"Bunda?" ucapku dengan suara parau, aku lupa bahwa Bunda telah tiada. Ku coba membuka mataku namun setelah ku buka semuanya gelap, aku takut di mana aku sekarang?mengapa gelap?di mana mama?papa?atau Kelvin?

Dapat ku rasakan seseorang membelai kepalaku, aku kenal tangan ini, ini tangan Mama. Mama seperti sedang terisak "Mama?kenapa gelap?" Tanya ku pada mama, tapi mama malah memeluku.

Aku tak mengerti dan tak ingat apa yang terakhir terjadi yang aku ingat adalah pertengkaran ku dengan mama. Dan aku ingat saat aku memasuki diskotik dan di kejar oleh pemuda aneh, dan saat itu...

Aku menangis aku ingat bahwa aku mungkin kecelakaan, tapi mengapa sekarang semuanya gelap? apa aku buta? aku takut.

"Sayang, kamu yang sabar." Aku kenal suara itu, itu suara papa.

"Papa mata ku kenapa? kenapa gelap?" jeritku pada papa dan ku rasakan pekukan mama semakin kencang.

"Aku tak mengerti" keluh ku hampir tak terdengar.

"Dokter mengatakan kamu tidak akan bisa melihat Kayla, kecelakaan itu penyebabnya, matamu terbentur keras." Ucap mamaku "Kecuali bila ada yang bersedia mendonorkan mata untuk mu,tapi itu sulit Keyla." Ucap mamaku.

Aku menjerit sekencang nya, Tuhan bantu aku.

***

"Keyla?" Panggil seseorang aku yang sedang duduk segera berdiri dan berjalan ke sumber suara. "Tak usah berjalan duduk saja." Ucap seseorang itu, aku tahu dia Kelvin.

"Mau ikut ke kebun teh?" Tawar Kelvin, aku memang tak bisa melihat raut wajahnya namun dari suaranya aku dapat merasakan bahwa Kelvin sangat ingin aku ikut.

Aku menangguk ,dan mengambil tongkat Kelvin berjalan di sampingku. Aku dapat mersakan sejuknya angin menyentuh kulit wajahku. "Kamu tahu Keyla?" Tanya Kelvin saat kita sedang duduk di sebuah batu besar.

Aku menggeleng "Tidak."

Kelvin tertawa,"Aku sangat senang saat ku tahu kamu sudah dapat kembali menerima mamamu dalam hidupmu," ucap nya. Aku tersenyum."Iyaa emang kenapa?" Tanya ku, "Berati kau telah siap dan bahagia ya?" Tanya Kelvin sambil tangannya merangkulku.

Aku terdiam tak mengerti ucapan nya "Siap apa?" Tanyaku lagi. Kelvin tiba tiba batuk, sangat keras aku kaget dan memberinya air minum dari tas ku, tapi dia malah menolak. "Aku minta tisu." Ucap Kelvin, tanpa pikir panjang aku segera mengeluarkan tisu untuk nya sambil meraba tasku mencari tisu.

"Kamu kenapa?" Tanya ku aku cemas "Hanya pilek." Ucap Kelvin. Aku terdiam, benarkah?.

"Aku dengar ada seseorang yang bersedia mendonorkan matanya untuk mu." Ucap Kelvin sambil mengacak rambutku.

Aku tersenyum bahagia dan tak percaya, ternyata setelah sekian lamanya akhirnya Tuhan mengirimkan ku manusia yang bersedia mendonorkan matanya, siapapun dia terimakasih.

***

"Siap Keyla?" Tanya dokter, aku diam aku marah pada Kelvin mengapa saat seperti ini dia tak datang, padahal yang aku ingin saat perban pembungkus mataku ini di buka,aku ingin melihat mama, papa dan Kelvin, tapi entah kenapa Kelvin tidak datang. "Kelvin mana?" Tanyaku pada mama dan papa yang sedari tadi membujukku untuk segera membuka perban ini.

"Kelvin menunggumu Key, di luar."ucap mama dengan nada tak bisa aku jelaskan, aku tersenyum. Di pikiranku mungkin Kelvin akan menyiapkan kejutan untuk ku aku pun bersedia untuk di buka perban mataku.

***

Aku merengek kepada mama dan papa agar aku segera bertemu Kelvin, tapi mama dan papa membisu aku jadi kesal bagaimana tidak, sudah dari kemarin aku ingin bertemu Kelvin, tapi selalu saja mama menolak.

Akhirnya hari ini mama dan papa bersedia mengantarku bertemu Kelvin, aku sangat bahagia. Aneh ada yang aneh mengapa mama dan papa menuju jalan yang tidak aku ketahui,aku mulai merasa tak tenang.

Ku lemparkan pandanganku ke seluruh penjuru, mataku tak salah, ini tempat pemakaman, untuk apa mama dan papa mengajakku ke sini? bukankah kita ingin bertemu dengan Kelvin? namun aku tetap berusaha tenang.

"Ma?kita mau ke mana?" Tanya ku hati mulai tak tenang pikiran buruk menyerbu. Namun mama dan papa tetap diam, aku gusar sendiri ada rasa takut dalam hati ku. Langkah mama dan papa akhirnya berhenti di samping sebuah makam, aku diam mematung tak berani membaca batu nisan yang tertulis nama seseorang itu.

"Sayang Kelvin ada di sini." Ucap mama. Aku membeku dan membaca nama yang tertulis di nisan itu.

Kelvin Andika

Deggg

Aku menangis memeluk batu nisan itu, Kelvin bagaimana ini semua bisa terjadi?

Ku lihat ternyata Kelvin meninggal tetap saat aku sedang melakukan operasi mata, pantas saja dia tak datang, Kelvin maafkan aku yang marah padamu karena kau tak datang.

"Ma?Kelvin kenapa ma? pa? kenapa?" Tanya ku di sela isakan.

"Kelvin sudah di vonis memiliki penyakit jantung Key, dan tidak memiliki uang untuk membeli obat, papa sudah mengajak nya untuk melakukan operasi dan membeli obat, tapi penyakit nya itu tak bisa di obati lagi, dia meminta kepada papa untuk mendonorkan matanya untuk mu, dan semua nya telah terjadi."

Aku ingat terakhir bertemu Kelvin, saat dikebun teh aku ingat saat dia menanyakan apakah aku siap? siap apa? Apa ini maksud mu Kelvin?jika benar sampai kapan pun aku takan siap, kenapa?karena aku mencintaimu.

Ku raba mata ini, ini mata yang biasa Kelvin gunakan untuk melihat dunia? dan kini sekarang dia telah tiada, aku kembali terisak, Kelvin.

Mama menyodorkan sebuah surat.

Ku buka

Dear: Keyla

Keyla kamu tahu? saat kau sedang dirawat karena kecelakaan, aku sangat takut kehilanganmu aku takut tak bisa kembali melihatmu tapi takdir sangat baik kepada kita, kau sembuh. Kau tahu?aku selalu melihatmu menangis sendiri, aku tahu kau ingin kembali seperti semula.

Dan maafkan aku yang jarang menemanimu, aku memiliki banyak urusan, seperti berobat, kerja dan menyakinkan ibuku agar ibu iklas akan kepergianku . Dan hal yang paling aku ingat adalah saat di kebun teh, aku sangat menikmati saat terakhir bersamamu, sebenarnya aku takut karena aku tak akan bisa lagi melihat mu lagi. Tapi selalu ku yakinkan bahwa semuanya adalah yang terbaik.

Ku titipkan mata ku padamu, agar kau bisa kembali melihat indah dunia,dan aku tahu kau sangat menyukai senja, haha aku selalu benar kan?tentang mu aku akan selalu mengingat dan mengetahui. Aku pamit Keyla, terimakasih atas kehadiran mu di sisa hidupku. Keinginan terakhirku,aku mohon jadilah gadis cantik dan tetap baik.

Kelvin Andika:)


Kembali ke Beranda