Mungkin
Teen
11 Jan 2026

Mungkin

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-11T231025.505.jfif

download - 2026-01-11T231025.505.jfif

11 Jan 2026, 16:10

download - 2026-01-11T231015.533.jfif

download - 2026-01-11T231015.533.jfif

11 Jan 2026, 16:10

Di suatu pagi di sekolah, datanglah seorang pelajar bernama Rangga. Dia datang dengan senyumnya yang manis sembari bersalaman dengan para staff dan guru yang ia lewati.


Rangga adalah seorang Ketua Osis baru di sekolahnya. Ia sangat di sukai oleh semua orang, dari para murid, guru, hingga staff-staff karena tutur katanya yang lembut tetapi tegas, ramah kepada semua orang, dan ia tidak mengenal _'Senioritas'_ . Semua orang mengenal Rangga karena sifat-sifat baiknya itu, orang-orang pun seakan-akan tidak mengetahui apa kelemahan atau kekurangan dari sosok Rangga ini.


Tetapi, Rangga sebenarnya memiliki sebuah kelemahan, yaitu senyuman wanita idamannya. Wanita itu bernama Bella. Ia merupakan adik kelas Rangga, ia terkenal sangat cantik di angkatannya dan langsung menjadi primadona di sekolahnya, Rangga pun sudah memperhatikan Bella semenjak Bella mengikuti MOS di sekolahnya. Meskipun Rangga terkenal akan keramahannya terhadap semua orang ia tetap tidak sanggup untuk berbicara kepada Bella.


Dan di suatu ketika, Bella digoda di Lorong ujung sekolah dekat gudang oleh seorang lelaki yang dimana lorong itu sangat sepi dan sunyi dan yang menggoda Bella adalah teman seangkatan dari Rangga yang bernama Jonathan, Jonathan terkenal playboy dan terkenal sangat bandel di sekolahnya. Dan sekarang Laki – laki itu sedang mencoba menggoda pujaan hati Rangga.


“Ih apaansih kak! Jangan ganggu Bella deh,” ucap Bella dengan nada kesal.


“Emangnya gue ngapain elu sih? Gue kan Cuma mau minta nomor WA lo doang! Gosah lebay deh lo!” balas Jonathan dengan berteriak.


“Yakan aku gamau ngasih kak. Orang tua Bella bilang gaboleh ngasih nomor WA ke sembarang orang!Jadi lo bilang kakak kelas lo ini orang asing iya? Gitu maksud lo? HAH?!” teriak Jonathan sambil mendorong tubuh Bella dengan kasar kearah tembok.


“Kak sakit kak ... emang bener ya kata temen Bella kalo kak Jonathan itu orangnya berandalan," sahut Bella dengan menahan sakit serta menahan tangisnya.


“Lo kalo jadi adek kelas bisa sopan dikit gak sama kakak kelas? Hah?! Bangs*t lo!” Ia berteriak kearah Bella sembari mengarahkan tangannya kearah Bella, Dan Rangga pun dengan sigap menangkap tangan Jonathan.


“Udah Jo udah, jangan main kasar gitu ke Bella," ucap Rangga sambil menekan tangan Jonathan dengan keras.


“Ra ... Rangga? Lo ... lo ngapain kesini? Bukannya lo ada urusan di ruang Osis?” ucap Jonathan dengan gugup.


“Iya emang gua ada urusan di ruang osis. Tapi ada yang mau gua ambil di gudang, nih kuncinya," ucap Rangga sambil menujukkan kunci ruang gudang kepada Jonathan.


"Nah sekarang kamu udah gaada urusan disini kan Bel? Mending kamu pergi dulu ya," ucap Rangga lagi kepada Bella.


“Eh tunggu! Urusan gue sama Bella belum selesai Rang," timpal Jonathan yang sembari melepaskan cengkraman tangan Rangga.


“Oh ya?” Lalu rangga menoleh kearah Bella. “Emang Bella masih punya urusan sama dia?” Sambil menujuk Jonathan.


“Eng ... engga kak," jawab Bella dengan takut.


"LO BENER BENER BANGS--" Belum sempat Jonathan mengumpat Rangga langsung memasukkan kunci ruang gudang ke mulut Jonathan.


“Mulut lo busuk banget Jo baunya, dikunyah dulu itu kuncinya. Oiya Bel, udah sana kamu pergi. Si Jonathan biar disini dulu sama aku ya hahaha," ucap Rangga sambil memegang kedua tangan Jonathan yang berusaha melarang Bella pergi.


Bella pun pergi meninggalkan mereka berdua. Di perjalanan Bella berbicara dalam hati _"Sweet banget kak Rangga oh my god. Mungkin gak orang sesweet itu jadi pacar gue? aaaahh."


Jonathan pun melepaskan diri dari Rangga. “Apaansih lo rang! Gajelas, hueekk." Sambil membuang kunci dari mulutnya.


"Lagian lo ngapain gangguin cewe kayak gitu? Gua kan udah bilang, kalo gua gaakan negur soal pakaian lo, asalkan lo gak gangguin cewek-cewek," ucap Rangga dengan santai sambil mengambil kunci yang Jonathan jatuhkan itu.


“Yaudah lo pergi sana Jo, gua ada urusan di gudang, awas aja sampe keulang lagi. Gua laporin ke kepsek biar langsung di tegur lo."


“Iya-iya gue cabut, tapi jangan di laporin yang barusan ke kepsek!” ucap Jonathan sembari melangkahkan kaki pergi.


Lalu rangga pun sudah mengambil barang yang ia butuhkan dari gudang, di perjalanan ke ruang osis ia berbicara sendiri. "Ini obrolan pertama gua sama Bella, sayang banget obrolan pertama kita kayak gitu. Mungkin gak ya obrolan kita di lain hari bakalan beda? Hahaha”


Keesokan harinya ketika jam istirahat berbunyi, tiba-tiba Bella datang kedepan kelas Rangga sambil membawa sebuah bingkisan di tangannya.


“RANGGA, ada yang nyariin lo nih!” ucap salah satu temannya.


“Ohh iyakah? Siapa?” ucap rangga sambil membereskan buku pelajaran yang ada di mejanya.


“BELLA KAK," ucap Bella dengan berteriak.


Rangga yang mendengar itu pun kaget bukan main. “Be ... Bella? IYA Sebentar!” ucap Rangga grogi.


Lalu Rangga pun menemui Bella di depan kelasnya.


“Iya Bel, ada apa nyari aku?”


“Kak Rangga kita ngobrol di taman sekolah aja yuk ... mau gak? Aku sambil mau ngasih ini," ucap Bella malu-malu sembari menunjukkan bingkisan yang ia bawa itu.


“Oh oke ayo," jawab tegas tetapi dalam hati ia sungguh grogi bukan main.


Sesampainya di taman, rangga dan Bella pun duduk di kursi taman tersebut dan Rangga pun membuka obrolan.


“Jadi ap...,”


“Jadi gin...,"


Mereka berdua pun berbicara secara bersamaan.


“Ehm, kakak dulu deh.”


“Oh ngga ngga, kamu aja dulu Bel."


“Ngga mau, kakak duluan.”


“lho kan kamu yang ngajak ketemuan disini," ucap Rangga pelan.


“Yaudah kak Bella duluan, jadi gini. Bella mau berterima kasih banget sama bantuan kakak kemarin yang udah belain Bella waktu Bella diganggu sama kak Jonathan, jadi...,"


“Jadi apa Bel?” tanya Rangga.


"Jadi Bella mau kasih hadiah ini buat kak Rangga," ucap Bella sambil memberikan bingkisan yang dia pegang sedari tadi.


“Oh? Terima kasih Bella, aku buka ya?” Bella hanya mengangguk tanda setuju.


Ketika dibuka, Rangga pun dibuat kaget dengan apa yang ada di dalem bingkisan itu, di dalam bingkisan itu ada sepotong kue berbentuk hati dan terdapat surat di samping kue tersebut yang bertuliskan


_*Kak Rangga, maafin bella karena baru bilang suka ke kak Rangga sekarang. Bella sudah lama suka sama kak Rangga bahkan sebelum Kak Rangga jadi Ketua osis sekolah kita. Bella selalu memperhatikan Kak Rangga, dari sampai sekolah hingga pulang sekolah. Lalu, apakah mungkin Bella bisa menjadi seseorang yang spesial untuk Kak Rangga?*_


Lalu dengan tegas Rangga menjawab “Itu sungguh mungkin Bella. Karena aku juga punya perasaan yang sama”


[ E N D ]

Kembali ke Beranda