104 Try to Smile
Horror
10 Jan 2026 10 Jan 2026

104 Try to Smile

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-10T235930.745.jfif

download - 2026-01-10T235930.745.jfif

10 Jan 2026, 16:59

download - 2026-01-10T235743.826.jfif

download - 2026-01-10T235743.826.jfif

10 Jan 2026, 16:59

Ini adalah sesuatu yang menimpaku. Aku masih bingung bagaimana menceritakannya dengan mudah.

Aku tinggal di Jepang selama dua tahun. Aku tinggal di Pulau Kyushu, benar-benar sebuah pinggiran kota. Aku mengajar Bahasa Inggris di sana. Tempat tinggalku berada di sebuah komplek apartemen dengan sembilan guru Bahasa Inggris lain. Ada juga beberapa keluarga Jepang.

Apartemen kami memiliki dua bagian dengan bentuknya yang seperti rumah-rumah perkotaan. Apartemenku merupakan bangunan yang paling baru. Sebelum ada aku, ada guru Bahasa Inggris lain yang tinggal di sana selama dua tahun. Tetapi sebelum ada dia, seperti yang diberitahukan padaku, apartemen itu kosong.

Aku pindah ke sana pada awal Agustus saat musim panas dan lembab di Jepang. Saking lembabnya, kertas dinding di apartemenmu akan basah dan mulai melengkung. Satu-satunya pendingin udara di apartemen ada di lantai bawah dan kamar tidur di lantai atas. Saat itu benar-benar tak menyenangkan, sehingga aku harus tidur di bawah untuk menghindari panas dan berkeringat di dalam kamarku. Itulah bagaimana semuanya berawal.


Suatu hari, aku pulang dari sekolah ketika menemukan pintu belakang terbuka lebar. Pintu itu merupakan pintu kaca yang bisa digeser. Aku yakin sebelum pergi ke sekolah, aku meninggalkannya terkunci. Aku juga mengunci pintu depan dengan rapat. Awalnya, kupikir mungkin seseorang telah masuk, tapi tidak ada sesuatu yang dicuri. Semuanya berada di tempatnya semula.

Salah satu tetanggaku datang dan memeriksa seluruh ruangan bersamaku, tetapi kami tidak menemukan sesuatu yang aneh. Saat itu, aku berpikir hal tersebut bukan masalah besar. Mungkin hanya beberapa anak Jepang yang penasaran sehingga mereka masuk ke apartemen dan melihat-lihat rumah orang asing itu seperti apa.

Malam itu, aku turun ke lantai bawah untuk berbaring tidur. Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki menaiki tangga. Awalnya, suara itu terdengar seperti seseorang melangkah bolak-balik diantara dua ruangan. Kemudian, tiba-tiba berhenti.

Pada titik ini, aku yang sedang berbaring mulai gemetar dengan napas tertahan. Aku takut siapa pun yang telah memasuki kamarku dulu, saat ini bersembunyi di kolong di lantai atas. Setelah satu menit tanpa suara, aku mendengar sebuah bunyi keras yang tak masuk akal. Seperti sesuatu yang besar dan berat baru saja jatuh hingga membentur lantai di atasku.

Aku lari keluar dari apartemen dan pergi ke rumah tetanggaku. Aku meyakinkan tetanggaku untuk kembali bersamaku guna memeriksa lantai atas. Tapi kami tidak menemukan apa pun. Ini berlanjut setiap malam.

Suatu malam, aku sedang di bar dengan guru Bahasa Inggris yang lain. Ia telah tinggal di sini selama lima tahun. Aku mulai menceritakan padanya tentang hal-hal aneh yang terus terjadi setiap malam. Aku tidak bisa tidur karena hal itu.

Well , ada alasannya," katanya. "Sebelum kau, ada guru lain yang tinggal di apartemen itu. Tetapi sebelum dia, apartemen itu kosong. Tidak ada seorang pun yang mau tinggal di sana karena seorang wanita menggantung dirinya sendiri di lantai atas setelah suaminya meninggalkannya. Orang-orang Jepang tak menyewakan apartemen itu karena mereka berpikir tempat tersebut telah dikutuk. Sehingga apartemen itu kosong sampai pendidik luar negeri memutuskan untuk menyewakannya pada guru asing.

Pada saat itu, aku mengira ia hanya menceritakan hal-hal tersebut untuk mencoba menakutiku. Tetapi suatu hari, aku bertanya pada bosku tentang hal itu. Ia langsung berubah pucat dan berkata bahwa guru lain seharusnya tidak boleh menceritakan hal-hal seperti itu. Aku mencoba menekannya untuk memperoleh informasi lain, tetapi ia tidak mau membenarkan atau menyanggah.


Suatu hari, saat aku sedang membersihkan apartemenku, aku memperhatikan sesuatu di bawah ambang jendela. Seseorang telah mengukir kata-kata "Cobalah untuk tersenyum" dalam Bahasa Jepang sekitar sepuluh kali. Saat aku melihatnya, aku berpikir darahku mengalir deras.

Aku masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi di apartemen itu, tetapi setiap malam selama musim panas sampai aku mulai tidur di lantai atas lagi, suara itu kembali terdengar.

Kembali ke Beranda