Gadis PMR
Teen
07 Jan 2026

Gadis PMR

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-07T232612.679.jfif

download - 2026-01-07T232612.679.jfif

07 Jan 2026, 16:26

download - 2026-01-07T232609.837.jfif

download - 2026-01-07T232609.837.jfif

07 Jan 2026, 16:26

"Bahkan jika pedang tajam sekalipun merobek kulitku, rasa sakitnya tidak akan terasa jika bersama orang yang kucintai,"

Suasana sekolah SMA Cendrawana hari ini sangatlah ramai, karena saat ini adalah jam istirahat dimana semua murid akan mengisi perut kosong mereka dengan makanan tetapi berbeda dengan Rangga Suryantara selaku ketua tim basket disekolah SMA Cendrawana, dirinya memanfaatkan jam istirahat dengan bermain basket bersama dengan teman-temannya.

Rangga sendiri tengah asik mendribbling bola lalu mulai mengoper bola tersebut kepada teman-temannya, hingga bola sekarang beralih kepada Juna

Kini bola beralih pada Juna dia mendribbling bola dengan segenap kemampuannya setelah puas memantulkan bola ketanah Juna bermaksud ingin mencetak poin, tetapi lemparan bolanya meleset dan mengenai pelipis Rangga, hal itu sontak membuat teman-teman Rangga kahwatir lalu menghampiri-nya yang tengah terduduk sambil memegangi pelipisnya

"lo nggak kenapa kan Rang?" tanya Juna terlihat kahwatir dengan keadaan Rangga terlihat jelas bagian pelipis Rangga robek dan mengeluarkan darah akibat ulahnya yang teledor.

"maaf rang gue bener-bener gak sengaja," sesal Juna pada Rangga

"udah gak papa lagian ini cuman luka kecil," Rangga beranjak dari duduknya. "gue mau ke UKS ngobatin luka gue,"

"sekalian lo ngebucin kan?" tanya Devan disertai ledekan.

"tau aja lo udah lah kalian lanjut aja main nya gue cabut dulu," ucap Rangga lalu pergi meinggalkan lapangan basket dan pergi menuju UKS

"DASAR BUCIN!!" ucapan Devan membuat teman-temannya tertawa geli

" Bilang aja lo iri kann makanya cari pacar sono, ngejomblo mulu lo!"

"sialan lo Rangga!" Rangga tidak menghiraukan teriakan Devan dirinya memilih untuk melanjutkan jalannya menuju UKS

*****

Sesampainya diUKS, Rangga melihat seorang perempuan berambut panjang sepinggang lengkap dengan bando merah muda menjadi pelengkap penampilannya sehingga menambah kesan manis pada dirinya, tanpa Rangga amati lebih lanjut pun dia sudah bisa mengenali bahwa gadis itu adalah pacarnya yaitu Nori Hanaswari

Rangga maju melangkah lalu mengahampiri gadis yang menjadi pacarnya itu

"ekhemm!" panggil Rangga tersenyum manis , Nori terperanjat kaget, lalu menoleh kebelakang dan melihat Rangga pacarnya tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya

"Rangga ishh! kamu ini kebiasaan banget ngagetin orang!" Nori memukul lengan Rangga dengan keras, tapi bukannya sakit Rangga malah tersenyum lalu tertawa kecil melihat pacaranya yang bertingkah menggemaskan

"ngapain kamu disini?" tanya Nori yang tidak peka dengan keadaan Rangga karena dirinya sibuk merapikan obat-obatan yang berada dilemari, sifat Nori yang tidak peka membuat Rangga menjadi kesal

"pacar sendiri luka gak diobat in gitu?

"Hah!? Kamu luka kok bisa?" tanya Nori lalu melihat keadaan Rangga, dan benar saja Nori melihat keadaan pelipis Rangga yang terluka memperlihatkan darah kering disana

"hmm, aku abis latihan basket," kata Rangga jujur

"kok latihan basket sampek luka gitu sih! duduk dulu sana, bentar aku obat in mau ambil Ethanol sama Kapas dulu,"

Rangga duduk dipinggir ranjang UKS menuruti apa yang dikatakan sang pacar, Nori pun mengambil kotak PK3 yang berada diatas meja mengambil Ethanol dan kapas seperlunya nya lalu dia menghampiri Rangga dan duduk tepat disebelahnya, Nori mulai mengobati sang pacar dengan hati-hati

"makanya main basket itu hati-hati, gini kan jadinya," nada bicara Nori terdengar kahwatir terlihat juga dari sorot matanya memancarkan rasa kahwatir

Rangga yang melihat Nori perhatian padanya tertawa kecil sambil menatap wajah pacarnya dengan intens

"ngapain kamu ketawa?" Nori sudah selesai mengobati luka Rangga tapi tangannya masih berada dipelipis Rangga

"suka aja liat kamu kahwatir kayak gitu," jawab Rangga sambil menahan senyum

"aku itu khawatir kamu malah ketawa ketawa gak jelas!" Nori memencet luka Rangga dan membuat sang empu mengaduh kesakitan

"ehh Nor! sakit tauk aduhh!" omel Rangga menahan sakit

"biarin aja kamu ngeselin sih!"

"ngeselin gini tapi ngangenin kan?" Nori melotot menatap Rangga tajam setelah mendengar apa yang dikatakan Rangga.

" GEER KAMU IHH!" ucap Nori pada Rangga lalu beranjak dari pinggir ranjang UKS

"aku laper kantin yok, kamu pasti belum makan," ajak Rangga menarik tangan Nori.

" ehh Rangga aku kan belum laper ihh!" Nori menolak ajakan Rangga untuk makan padahal perut nya sudah meronta untuk di isi makanan cuman karena gengsi Nori menolak ajakan Rangga

"mulut kamu bilang gak laper tapi perut kamu itu gak bisa bohong, udahh aku gak terima penolakan!" tegas Rangga dengan ucapannya

Dengan wajah merah menahan malu Nori pun setuju dengan ajakan Rangga lalu pergi menuju kantin

*****

Rangga dan Nori telah sampai dikantin, suasana kantin sangat lah ramai, semua murid tengah santai memakan makanan yang berada didepan mereka hingga Rangga mengajak Nori untuk duduk dibangku paling belakang

"kamu mau pesen apa? biar aku pesenin," tanya Rangga menanyakan apa yang di inginkan sang pacar

"aku pesen batagor sama es jeruk aja," jawab Nori memberitahu pesanannya, Rangga lalu beranjak untuk pergi ke stan makanan untuk memesan

15 Menit kemudian Rangga datang sambil membawa nampan pesanan dirinya dan Nori

"nih buat tuan putri," ucap Rangga tersenyum, Nori merasa malu dibuat oleh perlakuan manis Rangga pada dirinya

Nori bermaksud untuk makan tapi sesuatu menganjal pikirannya.

" kamu kok gak makan?" tanya Nori pada Rangga.

"aku pengen disuapin hihi," ucap Rangga lalu tersenyum

"manja banget kamu, kan kamu punya tangan manfaatkan tangannya," jelas Nori menolak permintaan Rangga.

"yaudah kalok gitu aku gak mau makan",

"ehh! kok gitu gak baik makanannya dibuang Rangga!" tagas Nori.

" pokoknya suapin baru aku mau makan!" Rangga menunjukan puppy eyes nya dan itu membuat Nori tidak tega mau tidak mau dirinya harus menyuapi Rangga.

"yaudah iya sini piringnya," Rangga meyerahkan piring yang berisi mekanan pada Nori

Kini Nori mulai menyuapi Rangga walaupun pacarnya terkesan menyebalkan tapi itu mebuat dirinya menjadi makin menyayanginya

"aku beruntung banget punya kamu pokoknya aku gak bakal bikin kamu kecewa!" ucap Rangga disela-sela makannya.

"aku kalok luka

sebanyak apapun kalok obatnya kamu pasti aku cepet sembuh"

Nori mendengar kata demi kata yang diucapkan Rangga, kata itu membuat dirinya merasa beruntung memiliki sosok Rangga yang selalu perhatian dan begitu menyayanginya

"aku juga beruntung punya kamu," ucap Nori tulus lalu menyuapi Rangga lagi, Rangga yang mendengar kalimat itu dari Nori mampu membuatnya yakin dan bertekad tidak akan mengecewakan gadis yang berada didepannya. Gadis PMR yang akan selalu menjadi obatnya untuk sekarang, besok atau pun selamanya.

[ E N D ]


Kembali ke Beranda