Oiwa
Folklore
07 Jan 2026

Oiwa

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-07T231336.887.jfif

download - 2026-01-07T231336.887.jfif

07 Jan 2026, 16:13

download - 2026-01-07T231333.183.jfif

download - 2026-01-07T231333.183.jfif

07 Jan 2026, 16:13

Oiwa merupakan salah satu cerita hantu Jepang yang paling terkenal yang pernah ditulis. Di Jepang, ia juga dikenal sebagai "Yotsuya Kaidan". Ceritanya tentang seorang wanita yang diracuni oleh suaminya yang tidak setia dan hantunya kembali dari kematian untuk membalas dendam.

Oiwa - Yotsuya Kaidan

Oiwa adalah seorang wanita muda yang sangat cantik dan tinggal di sebuah kota kecil di Jepang. Nama pacarnya adala Hiemon. Meskipun ia tidak punya banyak uang, Oiwa sangat mencintai pacarnya tersebut.

Dia sangat gembira ketika kekasih masa kecilnya memintanya untuk menikah dengannya. Setelah pernikahan, mereka pindah bersama-sama dan pasangan bahagia ini sangat mengharapkan lahirnya seorang bayi.

Selang tak berapa lama perkawinan mereka, Hiemon menjadi membenci istrinya dan mulai berselingkuh dengan seorang wanita muda yang kaya bernama Oume. Dia sudah mnjalin hubungan dengan wanita itu selama berbulan-bulan dan akhirnya ia jatuh cinta dengan Oume. Meskipun faktanya dia sudah menikah.

Suatu hari, ayah Oume datang untuk melihat Hiemon. Hiemon mengatakan bahwa ia sudah menikah. Tapi karena anak perempuannya sangat mencintai lelaki itu, ayah Oume kemudian memberikan semua cara yang ia bisa dilakukan untuk menceraikan istrinya tersebut dan memastikan kesuksesan anaknya di masa depan. Hiemon pun mendengarkan dengan penuh perhatian.

Hiemon menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang kata-kata ayah Oume kepadanya. Sebuah rencana jahat mulai terbentuk dalam pikirannya. Dia memutuskan bahwa satu-satunya cara dia bisa menikahi Oume adalah entah bagaimana menyingkirkan Oiwa dan anaknya yang belum lahir. Dia berpikir bahwa cara termudah untuk melakukannya adalah diam-diam meracuni Oiwa dan membuatnya seperti meninggal tanpa sebab secara alamiah.

Oiwa yang tidak tahu tentang rencana pembunuhan suaminya, tidak menyadari nasib buruk yang akan menimpa dirinya. Dia terus bahagia mempersiapkan kelahiran bayi mereka.

Suatu malam, ketika Oiwa dan Hiemon sedang duduk di meja makan untuk makan malam, Oiwa melihat suaminya aneh dan gugup. Hiemon menyuruh Oiwa untuk makan malam, tapi Hiemon tidak menyentuh makanannya. Dia berteriak pada Oiwa dan menyuruhnya berhenti mengeluh dan segera makan makanan sendiri. Dia harus menjadi kuat untuk bayi, katanya.

Oiwa akhirnya berhenti untuk tidak memakasa Hiemon makan dan mulai memakan makan malamnya sendiri. Tidak lama kemudian, setelah makan malam itu ia merasa sangat sakit. Hiemon mengawasinya, melihat Oiwa yang sakit karena efek racun. Hiemon tidak menawarkan istrinya bantuan sama sekali.

Namun Oiwa tidak segera mati. Wajahnya yang cantik menjadi cacat dari racun yang pertama. Lalu ia menjadi tidak sadarkan diri. Tampaknya Hiemon telah menyelesaikan pekerjaannya, Oiwa sudah menjadi tubuh tak bernyawa di tempat tidur.

Tapi akhirnya Oiwa terbangun dari komanya, karena efek dari racun tersebut. Dia telah kehilangan bayinya dan wajahnya menjadi jelek dan mengerikan. Tapi hebatnya, Oiwa masih hidup. Hiemon putus asa. Ia mencari cara lain untuk melepaskan diri dari istrinya tersebut.

Suatu malam ia mengajak Oiwa untuk berjalan-jalan keluar. Hiemon mengajak istrinya tersebut jalan-jalan ke tebing, dan Hiemon melihat sekeliling untuk memastikan apakah ada orang di dekatnya. Tidak ada seorang pun yang terlihat. Hiemon dengan niat jahatnya kemudian mendorong Oiwa yang sedang melangkah di tepi tebing tersebut.

Singkat cerita, Hiemon sekarang merencanakan pernikahan dengan Oume. Malam sebelum pernikahan itu berlangsung, Hiemon melihat lampu di samping tempat tidurnya meredup. Dia melihat hal itu dan dengan penasaran. Wajah cacat dari Oiwa tiba-tiba menggantikan lampu, tumbuh lebih besar dan lebih besar di dalam ruangan.

"Pengkhianat!" begitulah katanya.

Hiemon meraih tongkat dan mengayunkan ke wajah hantu Oiwa, tapi Oiwa menghilang. Tongkat itu hanya mengenai lampu dan pecah, kemudian jatuh ke lantai. Hiemon merasa mendengar tawa samar seorang wanita dari luar. Dalam keadaan Terguncang, Hiemon meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya halusinasinya karena terlalu banyak minum alkohol di awal malam hari, lalu dia pergi tidur.

Keesokan harinya, Hiemon lupa semua tentang hantu Oiwa tadi malam. Dia dan Oume sudah menikah. Ketika ia mengangkat tangan istri barunya, tiba-tiba wajah muda cantik Oume diganti dengan wajah mengerikan Oiwa.

"Pengkhianat!" desisnya.

Hiemon mengambil pedangnya dan mengayunkannya pada penampakan hantu itu, memotong kepala hantu Oiwa. Kepalanya terputus, bergulir menyusuri lorong gereja. Tetapi ketika kepala itu berhenti menggelinding, dia melihat itu adalah wajah Oume dan bukan Oiwa seperti sebelumnya. Dia mendengar suara samar tawa lagi.

Hiemon lari ke rumah kecilnya, mencari tempat untuk bersembunyi. Ada suara bergetar di pintu dan itu adalah kakek Oume yang datang menuntut dan Hiemon untuk membukakan pintu. Ketika Hiemon membuka pintu ia melihat lagi Oiwa berdiri di sana.

"Pengkhianat!" desisnya.

Sekali lagi, Iemon mencoba memancung dia, tetapi ketika ia selesai mengayunkan pedangnya, itu adalah kakek Oume yang sudah terbaring mati. Hiemon berlari ke tebing, tawa Oiwa mengikutinya. Dia berhenti di tepi tebing dan melihat ke bawah. Ia pikir ia harus segera mengakhiri teror ini.

Kembali ke Beranda