Gambar dalam Cerita
Flashback on
6 tahun yang lalu.......
"Gwen..." ucap seorang pria remaja kepada seorang wanita di hadapannya
"Iyaa,ada apa vier kenapa kamu menjadi tegang seperti ini?"ucap seorang wanita yang duduk di depan Xavier,ya benar dia adalah Gwen crystallyn Alexis
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu Gwen"
"Ada apa ? Katakan lah Xavier"ucap Gwen sambil tersenyum manis.
Xavier yang melihat senyum Gwen pun sempat terhipnotis tapi dia cepat kembali sadar karena ingat tujuannya untik mengungkapkan isi hatinya
Xavier pun menarik nafas sebelum mengucapkan kata yang akan dia sampaikan
" huuhh ,,,Gwen sebenarnya aku mencintaimu sudah lama dan aku berniat untuk mengungkapkan perasaanku padamu.aku mencinta mu Gwen ,maukah kamu menjadi pacarku"ucap Xavier dengan mantap sambil menatap Gwen dengan serius
Gwen menutup mulutnya tak percaya tapi walau bagaimana pun Gwen juga mencintai Xavier walaupun dia memiliki sifat yang Childish tapi Gwen tetap menyukainya menurutnya Xavier jika seperti itu maka berkesan imut
"Iyaa aku mau menjadi pacarmu vier "ucap Gwen sambil tersenyum:)
Flashback off
__________________________________ ____
Xavier tersenyum melihat jarinya yang terpasang cincin tunangannya sambil mengingat bagaimana dulu dia meminta Gwen menjadi pacarnya
"Kamu milikku Gwen ,you're mine always mine"batin Xavier sambil tersenyum miring.
Ceklek ....
Pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik dengan setelan kerjanya sambil membawa map.
"Gwennn..."ucap Xavier dengan mata berbinarnya.
"Iyaa, ada apa baby"ucap Gwen lembut sambil mengelus kepala Xavier dengan lembut setelah menaruh map yang di bawanya di atas meja kerja Xavier
"Kenapa kamu lama sekali datangnya Gwen,padahal aku sudah memanggilmu sejak tadi"ucap Xavier dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Hei baby liat Gwen"
Xavier pun melihat Gwen sambil menahan air matanya agar tidak jatuh "aku tadi sedang menyelesaikan pekerjaan ku yang belum selesai,jadi tolong jangan menangis ya baby"
Gwen pun menghapus air mata Xavier dengan tangannya lalu membawa nya kedalam dekapa nya "Baby kok masih menangis kan Gwen sudah ada di sini "
"Baby pusing Gwen " lirih Xavier sambil menatap kearah Gwen dengan sendu
"Mau aku pijit hmm?"
"Mau tapi nanti di rumah sekarang aku mau pulang Gwen" rengek Xavier sambil mempout bibirnya dan itu sangat menggemaskan bagi Gwen .
"Tapi sekarang belum waktunya pulang"ucap Gwen menasehati Xavier.
"Lalu apa masalahnya Gwen ini kan kantorku jadi bebas aku mau pulang kapan pun sesukaku,lagipula tidak akan ada yang berani menegurku. Ayolah Gwen,,,pliss"
Gwen Pun menghela nafas. Sungguh berdebat dengan Xavier tidak ada gunanya dia sangat keras kepala mau bagaimana pun keinginannya harus fi turuti kalau tidak ia akan menangis dan itu akan membuat kepala Gwen pusing.
"Baiklah ayo kita pulang baby"ucap Gwen sambil tersenyum manis kepada Xavier.
Xavier yang mendengar nya pun menjadi sangat senang "uya ayo kita pulang Gwen "
Skipp (Dalam mobil)...
Saat ini mereka berdua sedang duduk di kursi belakang karna memang saat ini Xavier enggan membawa mobil dia lebih suka bermanja manja dengan Gwen di kursi penumpang.
"Gwen"panggil Xavier
"Ada apa baby"tanya Gwen sambil menundukan kepalanya sebab saat ini Xavier sedang bersandar dibahunya.
"Baby mengantuk Gwen ingin tidur nanti kalau sampai rumah Gwen bangunin baby yaa"ucap Gwen dengan matanya yang sayu.
"Baiklah,sekarang tidurlah baby"ucap Gwen sambil mengelus kepala dan juga punggung Xavier agar ia cepat tidur.
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus yang berasal dari Xavier dan Gwen pun hanya tersenyum gemas melihat wajah Xavier ketika tidur.
"I love you baby"ucap Gwen sambil mengecup dahi pria itu.Kringg,,,,kringg,,,,kringg
Dering ponselpun terdengar membuat sang pemilik nya terpaksa bangun dari tidur lelapnya,sebelum dia mengangkat telpon nya ia melihat jam yang berada di atas nakasnya 'jam 05.30' gumam nya.Dering ponselpun tak henti hentinya berdering membuat ia melihat siapa yang menelpon
Rupanya yang menelponnya saat ini adalah Angeline Pratama yaa dia adalah mommy tunangannya .Tumben sekali mommy menelponnya sepagi ini tanpa berlama lama pun ia kembali mengangkat telpon nya itu
"Assalamualaikum ,mom. Ada apa ? Tumben sekali mommy menelponnya sepagi ini?"tanya Gwen dengan suara lembut khasnya.
ia memang memanggil mommy nya Xavier mommy begitu pun dengan deddy nya karena itu adalah permintaan dari orang tau Xavier sendiri,Xavier pun memanggil orang tau juga sama Seperi ia memanggilnya juga yaitu ayah dan bunda.
"Waalaikumussalam sayang,maaf mommy menelponmu sepagi ini karena Xavier sedang sakit sejak semalam dan terus memanggil nama kamu nak" jawab mommy dengan nada yang terdengar khawatir
Gwen pun yang mendengarnya membulatkan matanya terkejut
"Apa mom Xavier sakit?baiklah aku akan segera kesana mom"
"Iya tolong cepat ya sayang karna mommy tidak tega melihatnya,sekali lagi mom minta maaf ya karna mengganggu mu sayang " ucap mommy merasa bersalah
"Tidak apa apa mom aku mengerti,yasudah aku siap-siap mom"
"Iya terima kasih ya sayang "
"Sama sama mom,wasalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
Dan setelah telon terputus ia segera bersiap siap untuk pergi ke rumah kediaman Pratama itu .
Skipp (rumah Xavier)
" Assalamualaikum " ucap Gwen sambil menekan bell
"Waalaikumussalam,,,eh Gwen kamu sudah sampai sayang?"
"Sudah mom"Gwen berkata sambil menyalami tangan angeline a.k.a mommy Xavier
"Yasudah sayang ayo kita masuk ke dalam ,Xavier sudah menunggumu "Gwen pun hanya menganggukkan kepalanya dan berkata "baik mom"
Setelah mereka masuk Gwen pun bertanya kepada mommy Xavier "mom apakah vier sudah makan?"
"Belum sayang dia belum mau makan padahal sudah mommy paksa tetap saja tidak mau sungguh keras kepala sama seperti ayahnya"dan mereka berdua pun sama sama tertawa
"Mom bolehkah aku membuat bubur untuk vier?" Gwen bertanya karna dirasa tidak sopan jika langsung memasak di rumah itu
"Tentu saja boleh sayang ,nanti kalau kamu mau memberi makan anak itu langsung saja masuk ke kamarnya,kamarnya tidak di kunci kok" ucap mommy memberi tahu
"Iyaa mom"
"Gwen sepertinya mommy harus pergi karna ada arisan mungkin nanti setelah mommy selesai arisan mommy akan langsung pergi ke kantor Deddy"
"Apakah kamu tidak keberatan menjaga Xavier sendirian ?" lanjut mommy
"Tidak apa apa kok mom aku justru senang bisa merawat bayi besar ku "ucap Gwen di sertai dengan kekehan
"Baiklah kalau seperti mommy pergi dulu ya ,assalamualaikum"Mommy berujar sambil mencium pipi gwen
"Waalaikumussalam"
Setelah mommy pergi Gwen pun melanjutkan langkahnya untuk ke dapur membuatkan Xavier bubur.
"Eh ada non Gwen " ucap bi siti "ada apa non ke dapur"
"Ini aku mau membuat bubur untuk Xavier bii"
"apakah ingin bibi bantu non?"bi siti pun menawarkan bantuan
"Tidak apa apa bii,aku bisa melakukannya sendiri kok"ucap Gwen sambil tersenyum manis kepada bi siti
"Yasudah kalau begitu bibi izin kebelakang ya non mau melanjutkan menyiram tanaman yang belum selesai"
"Iya silahkan bii"
Setelah bi siti pergi Gwen pun segera berkutat dengan alat memasaknya untuk membuat bubur.
30 menit kemudian...
"Yey selesai juga membuat bubur nya"
ujar Gwen dengan senyum yang mengembang di wajahnya .
Ceklek
Gwen pun langsung membuka pintu kamar Xavier dan ia melihat Xavier sedang berbaring membelakanginya dengan selimut sebatas lehernya
"Mom aku sudah bilang aku tidak mau makan atau pun meminum obat kalau Gwen tidak ada disini hiks"ucap Xavier dengan punggung yang bergetar sudah di pastikan oleh Gwen bahwa laki laki itu sedang menahan tangisnya
Gwen pun meletakan nampan yang berisi bubur di atas nakas dan ia mulai Duduk di kasur Xavier dengan laki laki itu yang masih membelakangi Gwen.Gwen pun mengelus punggung Xavier
"Baby hei ini aku sayang" ucap Gwen dengan lembutnya.
Xavier yang mendengar suara Gwen pun langsung membalikkan badannya
"Gwen" Lirih Xavier dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Hei kenapa tidak mau makan dan minum obat hmm"Gwen bertanya kepada Xavier
"Karna aku ingin kamu yang kesini Gwen " ujar Xavier sambil memeluk Gwen dengan erat dan menenggelamkan wajahnya ke perut rata Gwen
"Yasudah sekarang aku kan sudah di sini jadi kamu sekarang makan dulu setelah itu minum obatnya yaa"
"Gamau Gwen mau peluk Gwen aja hiks"
"Baby kalau ga makan nanti lama sembuhnya emang kamu ga mau cepet sembuh hm?atau gamau makan makanan yang aku buat ya padahal aku buatnya dengan susah payah loh buat kamu"ucap Gwen yang di akhir katanya di sedih sedih kan agar Xavier mau makan .dan yap berhasil!
"Gwen jangan sedih baby mau kok makan buatan Gwen .Maaf ya baby nyusahin Gwen"ucap Xavier yang sudah duduk dengan menundukan kepalanya
"Iya gapapa ,sekarang kamu makan ya.mau makan sendiri atau aku suapi?"
"Suapin "rengek Xavier
Gwen pun menyuapi Xavier dengan telaten walaupun sesekali Xavier menolak dengan alasan mulutnya pahit walaupun begitu Gwen tetap memaksa Xavier menghabiskan makanannya
"Ayoo cepat baby 1 suap lagi"Xavier pun dengan terpaksa membuka mulutnya
"Yey sudah habis sekarang kamu minum obat nya yaa"
Xavier yang mendengarkan ucapan Gwen pun sontak menggeleng karena Xavier tidak suka obat,menurutnya Obat itu pahit sekali dan Xavier tidak menyukai yang pahit sebab Gwen itu manis
"Baby kok gitu sih kan nanti kalau baby udah sembuh bisa jalan jalan sama Gwen,baby ga mau jalan jalan nih sama Gwen " ujar Gwen dengan nada yang menyedihkan
"Baby mau kok jalan jalan sama Gwen kemana pun Gwen mau "ucap Xavier dengan cepat karena tidak mau melihat Gwen nya itu bersedih
"Kalau begitu baby mau kan minum obatnya"ucap Gwen dengan puppy eyes nya
Xavier yang melihat Gwen seperti itu pun tidak tega dengan terpaksa ia menganggukkan kepalanya.setelah minum obat Gwen pun menyuruh Xavier untuk tidur
"Tapi nanti kalau baby tidur Gwen akan pergi hiks" ucap Xavier dengan isakannya
"Aku ga akan pergi baby ,sudah sekarang kamu tidur yaa"ucap Gwen dengan senyum yang menenangkan
"Janji"ucap Xavier dengan menjulurkan jari kelingking nya
"Janji"ucap Gwen sambil mengusap punggung Xavier agar lelaki itu cepat tidur
Setelah lelaki itu tidur tak lama kemudian Gwen pun ikut menyusulnya ke alam mimpi
.
Seorang gadis mengerejapkan matanya sambil mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal di alam mimpi.setelah semua nyawanya kumpul ia menolehkan kepalanya ke samping dan melihat seorang pria yang sangat dia cintai .iya dia adalah Xavier
Puas sudah memandangi wajah kekasihnya itu ia pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajah nya .setelah selesai ia keluar dan masih melihat Xavier tidur dengan sangat nyenyak .
Gwen tidak tega membangunkan Xavier ia pun hendak pergi,namun sebelum itu Gwen mengecek suhu tubuh Xavier yang ternyata sudah normal
"Morning mom"sapa Gwen ketika sudah berada di dapur dan melihat mommy sedang memasak untuk sarapan
"Morning too sayang"
"Mom,mommy sedang memasak apa?"
"Ini mom sedang memasak ayam goreng setelah itu baru memasak nasi goreng untuk kita sarapan nanti "
"Mom aku juga ingin membantu"ucap Gwen yang tampak sangat antusias
"Boleh kamu potong potong sayuran sama sosis dan baso nya aja yaa "
"Okee baik mom"
Gwen pun langsung mencuci sayuran nya setelah bersih ia memotong sayuran itu dengan sosis juga baso seperti yang di perintahkan oleh mommy
"Sayang apakah Xavier sudah lebih baik kondisinya?"tanya mommy setelah sadar kalau putra satu satunya itu sakit
"Tadi pagi aku sudah mengecek suhu tubuhnya mom dan ternyata sudah turun ". ucap Gwen menenangkan mommy
"Oh syukurlah kalau seperti itu,terima kasih ya Gwen kamu sudah mau mengurusi Xavier yang sangat manja itu"
"Sama sama mom.lagi pula aku juga menyayangi Xavier jadi aku tidak masalah jika harus merawatnya" ucap Gwen dengan senyum tulus di wajahnya
Gwen dan juga mommy hampir selesai menyiapkan makanan untuk sarapan tetapi tak lam terdengar teriakan juga barang pecah dari lantai atas
"HUAAAA GWENNN KAMU DI MANA HIKS HIKS"terdengar suara teriakan Xavier dari lantai atas
Prang... ..
"Gwen sebaiknya kamu ke lantai atas Xavier sepertinya sedang marah besar " ucap mommy memberitahu
""Baiklah mom aku ke atas dulu ya"pamit Gwen dan di balas anggukkan Oleh mommy
Gwenpun berlari cepat ke lantai atas agar Xavier tidak semakin marah ,setibanya Gwen di depan kamar Xavier ia langsung masuk dan melihat bagitu banyak pecahan kaca pada lantai
Gwen berjalan hati hati agar pecahan tersebut tidak melukai kakinya dan saat sudah sampai ia di belakang Xavier dengan Xavier yang sedang duduk dan menghadap tembok Gwen pun segera jongkok dan memeluk Xavier dari belakang
"Gwen hiks hiks"ucap Xavier karna tau yang memeluknya adalah Gwen
"Iyaa baby ini aku kenapa bisa Seperti ini sayang "ucap Gwen sambil kembalikan badan Xavier agar menghadapnya
"Aku hiks pikir Gwen pergi hiks hiks " ucapnya di sertai dengan air mata yang masih mengalir
"Hei lain kali jangan seperti ini ya ,kamu kan bisa mencari ku dulu atau bertanya jangan langsung membuat kekacauan seperti ini"Ucap Gwen menasehati
"Iyaa Gwen maafin baby ya "ucap Xavier
"Iya gapapa sekarang ayo kita turun dulu kamu harus sarapan sayang" dan di balas anggukkan imut oleh Xavier
"Hati hati banyak pecahan kaca "Gwen memperingati Xavier agar pria itu tidak terluka oleh serpihan kaca
Setibanya mereka di ruang makan Gwen tak melihat kehadiran daddy .setelah Gwen dan Xavier duduk pun Gwen baru bertanya kepada mommy
"Mom daddy kemana ?"
"oh kemarin daddy mengatakan jika ia harus segera pergi ke Canada karena di sana ia akan membangun sebuah proyek" jelas mommy kepada Gwen
'Oh begitu' ucap Gwen dalam hati
"Ayo sekarang kita sarapan " ucap mommy
Dan segelas itu pun tidak ada yang membuka suaranya karena memang jika di keluarga Xavier ataupun gwen tidak di perbolehkan makan sambil mengobrol ataupun bersuara hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring
Mereka telah menyelesaikan sarapannya dan sekarang Gwen dan Xavier sedang menonton kartun di ruang keluarga
Sebenarnya bukan mereka tapi hanya Gwen saja sedangkan Xavier sedang menikmati usapan lembut di kepalanya yang terbaring di atas paha Gwen .mommy juga tadi keluar untuk pergi ke butiknya
"Gwen "panggil Xavier yang hanya fi balas deheman oleh Gwen karna asyik menonton kartun 2 bocah botak itu
"Gwen nanti kalau kita nikah Gwen mau punya anak berapa? Mau tinggal di mana? Konsep pernikahannya kayak gimana?" sederet pertanyaan pun keluar dengan mulus dari bibir Xavier dan di balas dengan dengusan oleh Gwen
"Baby aku sudah mengatakannya berkali kali kepadamu jika aku belum sanggup untuk menikah saat ini jadi aku minta sama kamu untuk mengerti situasi aku saat ini ya"
Gwen berucap karna ia memang benar benar belum siap untuk menikah menurutnya masih banyak yang harus di perbaiki oleh dirinya
Xavier yang mendengar jawaban Gwen pun hanya bisa mengumpat dalam hati karna sebal dengan Gwen
"Gwen kenapa ga mau menikah dengan baby ?apakah baby terlalu manja? " ucap Xavier dengan suara lirihnya
"Hei kok baby ngomongnya gitu sih ,Gwen ga mau nikah bukan karna itu kok tapi karna Gwen benar benar belum siap. jadi baby tolong yah ngertiin Gwen ,baby juga mau kan menunggu Gwen?" ucap Gwen sambil mengelus rahang Xavier dengan lembut
"Iya baby mau kok Gwen asalkan Gwen mau nikah sama baby ya"
"Iya Gwen mau kok .makasih ya baby sudah mau menunggu Gwen untuk siap. Gwen sayang baby"
"Baby juga sayang Gwen" ucap Xavier dengan memeluk Gwen dengan erat seakan akan kalau ia melonggarkan pelukannya sedikit saja Gwen nya akan pergi
Ting..
Suara pesan masuk pun terdengar dari posel milik Gwen. Gwen pun segera melihat siapa kah yang mengiriminya pesan itu
'Andra?' batin Gwen
Andra
Hai Gwen,gw mau balik nih ke Indonesia buat pesta yang meriah ye buat gw😂
Gwen
S
erius loe ndra?
"Itu siapa Gwen?" tanya Xavier sambil melirik ponsel milik Gwen itu
"Oh ini Andra sahabatku sewaktu smp aku tapi dia harus pindah ke london karena pekerjaan ayahnya" jelas Gwen kepada Xavier agar pria itu mengerti.
"Terus kenapa dia menghubungimu lagi Gwen? Apakah kamu ada main sama dia" ucap Xavier sambil memincingkan matanya curiga
"Hei baby tenanglah ia hanya sahabatku, kamu ga usah cemas seperti itu"
"Tapi kan tetap saja ia bisa mengambil mu dari ku Gwen " ucap Xavier dengan tegas
"Aku akan slalu ada di samping mu jadi kamu, kamu harus percaya sama aku kalau aku ga akan pernah ninggalin kamu baby karna aku sangat menyayangi mu" ucap Gwen meyakinkan Xavier yang saat ini tengah cemburu
"Baiklah aku percaya padamu tapi kamu harus menepati janjimu untuk slalu bersamaku dan tidak akan pernah pergi dariku Gwen" ucap Xavier dengan ekspresi wajah yang sangat lucu di mata Gwen
"Tentu saja baby" ucap Gwen dengan kembali mendekap tubuh kekasih cengengnya itu
'Aku tidak akan pernah melepaskan mu ataupun membiarkanmu pergi dari ku Gwen karna kamu adalah milikku sekarang ataupun selamanya, jika ada yang berani mengambil mu dariku maka ia siap untuk mati' batin Xavier sambil tersenyum devilTak terasa hari pun semakin sore bahkan hampir menjelang malam dan mommy masih belum juga pulang dari butiknya sekarang ia dan juga Xavier sedang berada di taman belakang
"Xavier aku pulang sekarang ya kan besok kita harus ke kantor aku j7ga belum melihat jadwal kamu" ucap Gwen
"Hiks kok kamu gitu sih hiks Gwen aku kan ga mau di tinggal hiks mommy juga belum pulang"
"Yaudah aku ngga pulang sekarang tapi nanti saat mommy datang dan kamu ga boleh ngelarang aku lagi" ucap Gwen memperingati Xavier
Xavier yang mendengarkan ucapan Gwen pun hanya mengerucutkan bibirnya dengan terpaksa menganggukan kepalanya.Dari pada Gwen pergi sekarang? Begitu fikir nya
"Xavier kita ke ruang tengah aja yu aku ingin menonton film"
"Yaudah ayo Gwen" ucap Xavier yang langsung menarik tangan Gwen. Gwen yang melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kekasihnya itu
Sesampainya di ruang tengah Gwen langsung menyalakan televisinya dan menonton film yang dia inginkan dengan khusu sedangkan Xavier saat ini sedang memakan kripik di sampingnya
Saat sedang asik asiknya nonton tiba tiba terdengar suara bel dan tak lama. kemudian mommy pun datang dengan membawa beberapa bahan makanan
"Eh, mommy sudah pulang?" tanya Gwen sambil menyalami tangan mommy atau ibunya Xavier itu, berbeda dengan Gwen yang menyambut kepulangan mommy dengan ramah Xavier justru acuh tak acuh karena jika mommy sudah pulang maka Gwen akan segera pergi meninggalkannya
'Sungguh menyebalkan' batin Xavier dengan terus mendumal
"Iya sayang ga tau kenapa hari ini butik lumayan ramai jadinya mommy pulang sampai malam seperti ini. Apakah kamu tidak pulang nak? Atau mau menginap lagi biar mommy yang meminta izin kepada bunda kamu itu" ucap mommy karna ia sangat senang jika Gwen ada di rumahnya
"Gausah kok mom lagi pula aku juga akan segera pulang banyak pekerjaan aku yang terbengkalai. Aku juga sengaja belum pulang karna menunggu mommy, Xavier ga mau di tinggal kalau mommy belum datang"
"Halah itu palingan juga cuman modusnya anak itu aja sayang jangan di percaya"
Mereka berdua pun tertawa bersama sama
Xavier yang mendengar tawa mereka pun geram akhirnya ia mengeluarkan suaranya
"Jika mom sudah tau kenapa mom harus segala pulang sih kan kalau mommy tidak pulang aku bisa terus sama Gwen" Xavier berucap sambil berdecak
" Heh kamu ngomong sama orang tua ga ada sopan sopan nya ya, mommy kutuk baru tau rasa kamu"
Xavier yang malas berdebat dengan mommy nya pun langsing pergi ke kamarnya namun harus melewati kekasihnya dan juga bundanya
Setelah sampai di tengah tengah Gwen dan juga mommy nya Xavier langsung dengan secepat kilat mengecup pipi Gwen dan berlari ke kamarnya
"EH KAMU XAVIER DASAR ANAK KURANG NGAJAR YA KAMU" ucap mommy sambil teriak
"Hahaha, udahlah mom gapapa aku pamit pulang ya mom"pamit Gwen
"Iya sayang hati hati ya"
"Siap mom"
Skippp (sampai rumah)...
"ASSALAMUALAIKUM GWEN CANTIK PULANG TANPA ADA LUKA SEDIKITPUN" teriak Gwen ketika memasuki mansion nya itu
"Waalaikumussalam sayang kamu kalau dateng jangan teriak teriak nanti tenggorokan kamu bisa sakit loh" ucap Sella Putri Alexis Atau bunda Gwen
"Hehehe maaf ya bun janji ga lagi" ucap Gwen dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya tanda damai
Bunda Gwen yang melihat itu pun hanya tersenyum melihat tingkah laku putrinya itu
"Eh iya bun ayah kemana ya kok ga keliatan?" tanya Gwen karna menyadari tidak melihat sosok pahlawan dalam hidupnya
"Ayah ada kok lagi di ruang kerjanya paling nanti makan malam ia akan turun"
"Ohhh yaudah deh Gwen langsing ke kamar aja ya bun"
"Ia sayang jangan lupa mandi nanti jika waktunya makan malam mommy akan segera panggilkan kamu dan juga ayah" ucap bunda
"Siapp bun" ucap Gwen yang saat ini sudah berada di pertengahan tangga
Setibanya di kamar nya Gwen segera memasuki kamar mandi dan melaksanakan ritual nya
Ceklek ....
Terlihat di depan pintu kamar mandi Gwen sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk karna menurut Gwen jika memakai hairdair hanya aka merusak rambutnya
Gwen berjalan melangkah ke depan meja rias nya lalu mulai menyisir rambutnya sendiri setelah selesai ia pun membaringkan badannya di kasur
"Gwen sayang ayo kita makan malam bersama ayah sudah menunggu di sana" ucap bunda yang sudah berdiri di depan pintu kamar Gwen
"Iya baik bun" jawab Gwen
..............
"Ayahh" Gwen berujar sambil memeluk Atmaja Alexis yaitu ayah Gwen dari belakang
"hei hallo sayang kenapa kamu dan bunda lama sekali ayah sudah kelaparan nih"
"Hehehe maaf ya yah yaudah ayo kita makan"
"Sudah lengkap semua"ucap bunda memerhatikan apa saja yang ada di atas meja makan
Skipp (ruang keluarga)
" Gwen gimana hubungan kamu dengan Xavier apakah baik baik saja?" tanya ayah kepada Gwen
"Iya hubunganku dengan Xavier baim baik saja cuma Xavier sempat salah paham yah"
"Salah paham apa sayang" ucap bunda
"Kemarin Andra mengabariku kalau dia akan kembali pulang kesini dan Xavier melihat pesan yang andra kirimkan untukku bun, jadi ia sempat salah paham padahal andra itu sudah seperti abang bagiku" ucap Gwen desertai kekehan juga
"Yah kamu maklumi aja kan memang ia sifatnya seperti itu" ucap ayah
"Ia seperti itu Karena ia tak mau kehilangan kamu sayang ia sangat menyayangimu"
"Iya bunda aku mengerti"
Karena Gwen sudah mengantuk lantas ia pun pamit kepada ayah dan bundanya untuk memasuki kamarnya. Saat telah sampai di kamar ia melihat ponselnya yang tak berhenti bergetar di atas kasur
Gwen pun mengambil ponselnya itu dan melihat ada notifikasi apa. Dan setelah tau kenapa ponselnya bisa terus bergetar pun Gwen hanya mengukir senyum tipis
Baby vier 🐼❤
Gwen
Gwen kenapa kamu tidak mengangkat telpon ku
Ish balas dong Gwen hiks
Atau kamu sedang sama lelaki yang menarin menghubungi mu itu?
Aku akan sangat marah jika kamu benar benar sedang sibuk dengan dia dan melupakan aku!
Gwen yang membaca pesan pesan dari Xavier hanya terkekeh sebab membayangkan bagaimana lucunya ekspresi mukanya ketika mengirimi pesan itu
Gwen
Hei baby aku tadi sedang makan malam dengan ayah dan juga bunda
Baby vier 🐼❤
Oh baiklah Gwen.
Gwen aku kangenn :(
Gwen
Astaga sayang kita baru aja ketemu dan kamu bilang kangen?
Baby vier 🐼❤
Ish tapikan aku kangen kamu Gwen😭
Gwen
Hahaha baiklah besokan kita ketemu
Baby vier 🐼❤
Mmm tapi besok aku yang menjemputmu tidak ada penolakan!
Gwen
Iya baby sekarang kamu tidur ya
Have a nice dream :*
Baby vier 🐼❤
Have a nice dream too
Gwennya Xavier :")
Gwen tidak membalas pesan dari Xavier ia segera meletakan handphone nya di balas dan memejamkan matanya menyambut hari esok yang cerahMalam pun telah berlalu kini terganti oleh pagi yang cerah. Terlihat di dalam sebuah kamar yang bernuansa biru laut itu masih terbaring sosok gadis yang masih berada di alam mimpinya tanpa terusik dengan sinar matahari yang masih malu malu menampakkan dirinya
Tapi ternyata dewi Fortuna tidak berpihak kepada
"Gwen astaga kamu masih tidur hah?! Itu Xavier sudah menunggumu Gwen!! Aneh sekali bos menunggu karyawan" ucap bunda dengan suaranya yang menggelegar
Mendengar ucapan sang ratu pun mau tak mau ia terpaksa bangun dari mimpi indahnya
"Apaan sih bun, aku masih ngantuk tau" ucap Gwen sambil menarik selimutnya menutupi sebagian wajahnya
"Astaga ni anak, Gwen itu Xavier sudah menunggumu sejak 1 jam yang lalu dan kamu masih tidur? Memangnya kamu mau di pecat oleh Xavier"
Mendengar kata pecat Gwen pun segera bangkit dari kasur nya dan menuju kamar mandi untuk bersiap pergi ke kantor bersama Xavier
Ceklek ...
Gwen sudah keluar dari kamar mandi dengan setelan kantornya namun masih ada handuk yang melilit di kepalanya.iapun segera menuju meja riasnya dan mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah
Setelah rambutnya di tata dengan rapi ia memoleskan make up tipis di wajahnya karna jika terlalu mencolok maka ia tidak akan di izinkan pergi bekerja oleh Xavier
Setelah Gwen selesai dengan make up nya ia pun menatap pantulan dirinya sendiri di kaca full body
' Perfect ' ucapnya dalam hati
Ia pun segera turun untuk menemui Xavier
"Morning all" ucap Gwen saat sampai di meja makan yang hanya terisi dengan bundanya dan juga Xavier
"Morning too sayang" ucap bunda dan juga Xavier
"Kalau kamu pertanyaan di mana ayah dia sudah pergi karna ada meeting pagi ini" ucap bunda seolah tau apa yang akan putrinya tanyakan
Gwen yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya singkat sambil mulutnya membentuk huruf 'O'
Sarapan pagi pun berjalan dengan mulus tanpa ada lagi yang bersuara. Gwen dan juga Xavier yang melihat jam tangannya pun berpamitan agar tidak terlambat pergi ke kantor
"Bun aku dan Gwen pergi dulu ya" pamit Xavier mewakili Gwen lalu mereka pun menyalami tangan bunda dan langsung pergi menuju kantor
Setibanya mereka di kantor Gwen dan juga Xavier menuju ruangannya masing masing yang hanya terpisah oleh satu tembok
"Sayang aku masuk dulu ya" ucap Gwen kepada Xavier yang menganggukkan kepalanya
namun sebelum Gwen benar benar pergi Xavier membalikkan tubuh Gwen dan mengecup singkat dahi Gwen yang membuat pipi Gwen langsung merona
"Semangat kerjanya nyonya pratama" Xavier berucap dengan di sertai kekehan
"Ih apaan sih udah sana kamu pergi ke ruanganmu" perintah Gwen
Xavier pun pergi menuju ke ruangannya dengan masih tawa kacil menyertainya
11.00
Ceklek
Gwen yang mendengar suara itu pun menoleh ke arah pintu dan di lihatnya Xavier berjalan dari arah sana menuju meja kerja Gwen
"Ada apa tumben sekali kau yang kesini biasanya kan kamu yang memintaku untuk ke ruangan mu"
"Tak apa namun kayaknya aku ada meeting mendadak kali ini dan mungkin kita tidak akan bisa lunch bersama, apakah kau tak apa?" tanya Xavier sebab takut Gwen merasa kesepian
"Aku tak apa vier kamu pergilah meeting kalau begitu" ucap Gwen meyakinkan Xavier
"Baiklah kalu begitu aku pergi dulu ya sayang" ucap Xavier dengan mengecup puncak kepala Gwen sebelum ia pergi
Gwen yang melihat Xavier keluar dari ruangannya pun hanya bisa menghela nafas dan kembali melanjutkan pekerjaannya yanv tertunda itu
Gwen masih fokus mengerjakan pekerjaannya yang belum juga selesai namun sebelum Gwen benar benar menyelesaikan pekerjaannya harus terganggu karna ponselnya berdering
Dan saat melihat siapa penelfon nya pun Gwen segera mengangkatnya
" Hallo Gwen,kamu apa kabar? Aku sudah kembali" ucap seorang penelfon di sebrang sana
" Hallo juga ndra,aku baik baik saja kok.hah? Seriusan kamu udh pulang?" tanya Gwen tidak yakin
Jadi kalian sudah tau kan siapa yang menelpon Gwen yang tak lain dan tak bukan adalah Andra
" Aku serius Gwen dan rencananya aku ingin mengajakmu makan siang hari ini apakah kamu sedang tidak sibuk?" tanya Andra
Gwen pun sedang berfikir sejenak sebelum ia menjawab pertanyaan dari Andra
"Ia aku sedang tidak sibuk kok"
" Baguslah, aku akan mengirimkan alamat kafenya kepadamu dan jangan telat"
"Ya ya ya okee" jawab Gwen malas
Setelah itu ia pun melihat alamat yang di kirimkan oleh Andra dan langsung pergi menuju kafe tersebut
Tingg ...
Bunyi bell terdengar artinya ada orang yang memasuki kafe dan orang itu adalah Gwen yang melangkahkan kakinya menuju ke tempat Andra yang sudah melambaikan tangannya ketika ia masuk tadi
"Kau mau pesen apa pesan lah aku yang akan mentraktir mu" ucap Andra ketika Gwen sudah duduk di hadapannya
Setelah memesan makanan dan makanannya pun sudah hadir di meja itu Andra segera membuka suaranya
"Gwen kamu apa kabar"
"Ya yang seperti kamu lihatlah aku baik baik saja, dan bagaimana dirimu sendiri disana?" tanya Gwen
"Aku juga baik kok Gwen"
"Bagaiman dengan kekasihmu"
Gwen juga menanyakan utu karena ia juga tau kalau Andra itu sudah memiliki kekasih yang ternyata adik tingkat Andra sendiri sewaktu kuliah di saba
"Hahaha dia baik baik saja tapi mungkin sekarang dia masih sedang sibuk sibuk nya menyiapkan skripsi untuk kuliahnya" ucap Andra sambil tersenyum karna ia juga merindukan gadis kecilnya itu
"Lalu kenapa kau kembali bukannya membantunya untuk menyelesaikan tugasnya"
"Aku juga maunya seperti itu Gwen namun ia menolak justru ia menyuruhku pulang karna ia tau kalau aku belum pulang ke indonesia selama ini"
"Waw ternya gadisku itu sangat baik ya" ucap Gwen merasa kagum kepada kekasih nya Andra itu
"Ya bagitulah ia sebelas dua belas lah denganmu Gwen yang berhati malaikat" ucap Andra yang langsung mengundang tawa mereka berdua
Saat sedang fokus mengobrol sambil sesekali tertawa mereka tidak tau kalau di pojok kafe tersebut ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan tajam miliknya
'Sial berani beraninya kau tertawa bersama gwenku, milikku, kesasihku' ucap Xavier dalam hati
"Oke mungkin segitunsaja tuan pratama mungkin untuk lebih jelas lagi ya bisa kita bicarakan pada meeting selanjutnya" ucap klien nya Xavier itu
Dan setelah itu mereka bersalaman dan klien nya pun meninggalkan kafe tersebut sedangkan Xavier pergi menuju ke meja yang terdapat kekasih-nya itu
"ahmmm" Xavier berdehem seraya mengeraskan suaranya agar Gwen mau membalikkan tubuhnya
Dan benar saja Gwen membalikkan tubuhnya dengan mata yang melotot karna melihat Xavier di sini
Sedangkan Xavier yang melihat itu hanya tersenyum miring
'Ya tuhan apalagi ini? kenapa Xavier bisa ada di sini? Habislah aku' batin Gwen berujar
'Kau berani sekali pergi bersama pria lain tanpa bertanya kepadaku dulu Gwen' batin Xavier
'Siapa orang ini? Dan kenapa Gwen menatapnya Seperi itu? Dan dari mana aura menyeramkan ini datang' batin Andra terus bertanya
.
Saat ini aku sedang meeting bersama dengan klien ku di sebuah kafe yang letaknya tidk terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh dari kantorku
Saat sedang meeting aku tak sengaja melihat kekasihku duduk bersama seorang pria, wait PRIA?!
Aku terus saja memperhatikan kekasihku dari tempatku berada sampai sebuah suara dari klien ku menyadarkan ku dan mengatakan bahwa meeting telah selesai
Setelah itu aku berjabat tangan dengannya dan ia pun keluar dari kafe tempat meeting kita ini sedangkan aku pergi menuju meja kekasihku berada yang terlihat ia masih saja tertawa dengan pria itu
Aku sengaja berdeham dengan suara yang di besarkan agar ia berbalik dan benar saja ia berbalik dengan wajah terkejut nya
Bugh ,,, bughh
" Kenapa loe deketin cewek gua anjing?!!! Loe mau ngambil Gwen dari gua hah?! Dan gua peringatin loe jangan deket deket sama cewek gua lagi!!!!
Bugh
Aku sungguh tak tahan dan segera menghajar pria yabg bersama dengan kekasihku membabi buta sampai pada saat aku merasakan tubuhku di peluk oleh seseorang dari arah belakang dan aku pun mematung di tempat
"Baby sudah jangan Seperi ini, ia bukan siapa siapa aku ia hanya temanku Andra. Tolong jangan memukulinya lagi" ucap Gwen menghentikan aksiku
Tapi tunggu dulu ada yang janggal Andra? Ohh rupanya ia yang mengirimi kekasihku itu pesan
Aku yang mendengar pembelaan dari kekasihku untuk pria yang katanya HANYA temannya itu pun langsung menarik tangan Gwen tanpa memperdulikan lelaki yang saat ini sedang mengusap sudut bibirnya yang terdapat bercak darah sampai aku merasa Gwen menghentikan langkahnya dan aku pun berbalik
"mmm vier apa Leih baik kita menghantar Andra ke rumah sakit terlebih dahulu kasihan pasti dia sangat lah kesakitan" ucap Gwen
Aku tak memperdulikan ucapan Gwen aku langsung saja menariknya namun sebelum ia itu aku melihat Gwen menatap lelaki itu dengan tatapan bersalahnya dan ddi balas senyuman kecil lelaki itu
Author POV
"Gila pacarnya si Gwen posessive amat dah ampe bonyok ni muka ganteng gua buset dah"
Lalu ia beranjak untuk pergi dari kafe tersebut
Di lain sisi ada seorang pria yang tengah menarik tangan kekasihnya menuju ke parkiran
Saat sampai di depan mobil ku. Aku segera mendorong Gwen masuk je dalam dan menutup pintu mobil dengan keras
Brak
'Ya tuhan tamatlah aku kali ini' batin Gwen berujar
Aku segera masuk dan mengemudikan mobilku dengan kecepatan di atas rata rata
Author POV
Setibanya mereka di apartemen milik Xavier, Xavier segera menarik tangan Gwen menuju apartemen miliknya lalu menghempaskan tubuh Gwen ke atas kasur agar perempuan itu tidak terluka
Aku yang terlanjur panas pun melepaskan jas, dasi dan kemejaku menyisakan kaos berwana putih yang sangat ketat di tubuh perposional ku
"Kenapa Gwen?! Kenapa?! Jawab Gwen!!" ucap Xavier murka
"A-akku..."
Baru saja Gwen ingin berbicara namun Xavier langsung membanting vas bunga juga barang barang yang terbuat dari kaca di dalam kamar itu
Prank .... prank ....
Hal itu membuat Gwen tidak berani membuka mulutnya lagi
"Kenapa kau pergi bersama pria lain ke kafe itu Gwen?! Apakah kau ingin berselingkuh dengannya saat status kita ini sudah bertunangan?! apa benar??!!"
Gwen tidak berani menjawab pertanyaan Xavier ia hanya menutup mulutnya sambil menggeleng kuat menandakan semua yang di ucapkan Xavier itu tidak benar
"A-aakku tidd-dak ber sel-lingkuh vi vier" Gwen mencoba membuka suaranya walaupun sangat sulit karena ia benar benar sudah sangat ketakutan melihat Xavier jika sudah seperti ini
"Lantas jika tidak KENAPA KAU PERGI KE KAFE BERSAMANYA DAN TIDAK MAMBERI TAHUKU? kau tau kan AKU SANGAT TIDAK SUKA!!!!" ungkap Xavier sambil menatap Gwen dengan pandangan yang tersirat marah, sedih, dan juga yang paling besar adalah kecewa
Gwen hanya menunjukan kepalanya semakin dalan
Xavier yang melihat potongan potongan kaca itu langsung berjongkok dan mengukir nama 'Gwen' di tangannya
Gwen yang tidak mendengar suara Xavier lagi sontak mendongakkan kepalanya melihat apa yang di lakukan pria itu
Saat melihatnya Gwen langsung memeluk Xavier sambil menangis kencang
"Hiks hiks vier jangan hiks sepeti ini,,
Jangan lukain hiks dirimu sendiri hik hiks maaf kan aku hiks yang membuatmu marah hiks" ucap gwen
Xavier yang mendengar Gwen menangis membalikkan badannya dan memeluk Gwen erat dan juga tak lama air mata pun mengalir dari mata indahnya itu
"Hiks Gwen kenapa bersama pria itu hiks hiks Gwen? Apa karena baby terlalu manja jadi Gwen ga suka dan sayang lagi hiks sama baby dan lebih memilih pria itu hiks"
"Engga baby dengerin Gwen yah Gwen itu sayang banget sama baby dan ga mungkin Gwen memilih pria lain selain baby" sambil menghapus air mata di matanya juga di mata Xavier
"Maafin Gwen yah,,, baby mau kan maafin Gwen?" lanjut Gwen
"Iyah baby maafin Gwen tapi Gwen ga boleh pergi bersama pria lain selain baby juga keluarga Gwen"
"Iya kamu tenang aja aku ga lagi kayak gitu"
"Yaudah aku bersihin luka kamu dulu " ucap Gwen langsung pergi mengambil kotak p3k untuk mengobati Xavier yang saat ini sedang duduk di atas kasur
Tak lama Gwen pun kembali lagi dengan membawa kotak p3k juga baskom beserta air dan juga handuk kecil untuk Xavier sebelum memberikannya obat
Selesai dengan membersihkan luka Xavier dengan air hangat Gwen langsing mengambil kapas dan juga obat merah untuk mengobati Xavier
"Aww shhh" ucap Xavier sesekali merintis merasakan tangannya linu
"Tahan baby sebentar lagi selesai kok" ucap Gwen sambil tersenyum manis kepada Xavier
Xavier menganggukkan kepalanya sambil menatap lukanya yang sedang di perbam oleh Gwen
Sehabis itu mereka berbaring dengan posisi berpelukkan
(Abaikan saja wajahnya ya😂)
" Baby lebih baik kita tidur saja sekarang aku tau kamu pasti sangat lelah" ucap Gwen kepada Xavier
"Mm baiklah aku juga sudah mengantuk, dan aku juga sudah izin kepada ayah kalau kamu tidak pulang dan menginap di apartemen ku"
Gwen yang mendengarnya mengangguk di dalam dekapan Xavier itu
Memang keluarga dari Gwen sudah sangat percaya bahwa Gwen dan Xavier tidak akan macam macam karena Xavier juga ingin menjaga Gwen dan bukan merusak nya
"Gwen aku mencintaimu jadi tolong jangan pernah pergi dari bidpku karna aku tau kalau aku ga akan sanggup untuk itu" ucap Xavier sebelum memejamkan matanya itu
Gwen yang mendengar ucapan Xavier hanya tersenyum tipis sebelum berkata
"Aku juga sangat menyayangi mu vier, i love you baby" ucap Gwen sebelum menyusul Xavier ke alam mimpi.
Malam sudah berlalu dan pagi ini pun terlihat sepasang kekasih yang masih terlihat nyenyak tanpa peduli kalau sinar matahari telah semakin bersinar
Sampai ada salah satu dari mereka yang membuka matanya dan kemudian bangkit perlahan bersandar di kepala king bad itu
Dia adalah Gwen, Gwen yang sudah sadar pun menengok ke arah sebelahnya yang terdapat kekasihnya itu masih tertidur dengan nyenyak nya
Sebelum ia membangunkan Xavier ia pergi ke kamar mandi terlebih dahulu agar setelah ia selesai Xavier bisa langsung bersiap siap
Ceklek....
Gwen membuka pintu kamar mandi yang langsung terhubung dengan walk in closed itu, fan Gwen tampak cantik dengan make up naturalnya itu
Gwen yang melihat Xavier masih tertidur lantas membangunkan Xavier
"Hei baby bangun lah kalau tidak kita akan terlambat pergi ke kantor hari ini" ucap Gwen sambil menepuk pipi Xavier pelan
Xavier yang pipinya di tepuk pelan pun merasa terganggu dan membuka matanya dengan perlahan
"Gwen aku masih sangat mengantuk, kita bolos kerja saja hari ini" ucap Xavier dengan suara serak khas bangun tidurnya itu
"Ih kok gitu sih, masa kamu malas malasan aku ga suka ya punya tunangan yang malas" ucap Gwen pura pura agar Xavier mau bangun
Dan benar saja tak lama Xavier bangun dan langsung duduk melihat ke arah Gwen
"Ngga kok Gwen aku mau kok pergi ke kantor tadi aku hanya bercanda saja tolong jangan katakan seperti itu. Aku masih tunangan mu kan?" ucap Xavier dengan nada takut juga khawatir
"Yaudah kalau begitu sekarang pergi ke kamar mandi dan segera bersiap a ku akan menyiapkan sarapan untuk kita dulu nanti kamu langsung ke bawah aja yaa"
Mendengar ucapan Gwen Xavier hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera pergi ke kamar mandi untuk segera bersih bersih
Gwen yang tengah menyiapkan makanan untuk sarapan mereka nanti pun harus terhenti karena ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya
Tanpa harus melihat pun ia sudah tau kalau itu adalah Xavier
"Hai aku sedang menyiapkan makanan untuk kita jadi kamu lebih baik tunggu saja di meja sana"
Xavier yang mendengarkan Gwen berujar seperti itu hanya berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Gwen dengan menghentak hentakan kakinya
Gwen hanya acuh dengan dengan tingkah Xavier lalu menaruh nasi goreng buatannya ke piring Xavier juga piring nya dan membawa piring itu kemeja lalu kembali lagi ke dapur untuk mengambil air minum
"Sudah mukanya jangan di tekuk seperti itu baby"
"Hmmmm" hanya itu saja jawaban dari Xavier
Xavier hanya mengaduk ngaduk makanannya tanpa minat untuk memakannya walaupun sebenarnya ia juga lapar karena kemarin tidak sempat makan
Gwen sudah menyelesaikan sarapannya dan kini menatap Xavier heran tumben sekali ia tidak memakan masakannya biasanya jika ia yang masak Xavier akan langsung melahapnya
Jadi Gwen memutuskan untuk bertanya saja ada apa dengan Xavier ini
"Hei baby kok ga di makan sih makanannya? Apa kurang enak? Atau kau ingin makan makanan yang lain? kayaknya kalau pun aku memasak lagi tidak akan membuat kita terlambat"
Xavier yang mendengarkan sederet pertanyaan Gwen pun masih enggan untuk membuka mulutnya itu hadi ia hanya menggelengkan kepalanya saja
'Ish Gwen ini kenapa ia tidak peka peka kan aku ingin ia yang menyuapiku' batin Xavier mencebik kesal
"Lalu kenapa makanannya hanya di aduk aduk saja baby?" tanya Gwen masih heran dengan sikap Xavier itu
"Ih Gwen mh ga peka kan aku ingin kamu yang menyuapiku Gwennn" ucap Xavier sambil merengek kepada Gwen
Gwen yang mendengar itu hanya mampu menahan tawanya yang akan meledak
"Hei kenapa kamu tidak mengatakannya saja jika kamu ingin aku menyuapimu, aku kan tidak bisa membaca fikiranmu" ucap Gwen
"Emang pada dasarnya saja Gwen memang tidak peka" ucap Xavier kesal
"Yasudah aku yang salah dan aku minta maaf, sini aku suapi kamu" ucap Gwen
Gwen menyuapi Xavier dengan sabar sampai sarapannya benar benar habis lalu Gwen memberikan minum kepada Xavier
Gwen beranjak dari meja makan menuju wastafel untuk membersihkan piring bekas mereka makan agar cucian piring kotor tidak menumpuk
Sehabis mencuci piring Gwen segera beranjak dan ia menghentikan langkahnya di saat ia melihat Xavier masih berada di meja makan sambil melihat grafik saham dari ipad nya itu
Gwen menepuk bahu Xavier pelan agar menyadarkan lelaku itu akan kehadirannya
" hey ayo kita berangkat kau bisa melanjutkannya nanti saat kita sudah sampai perusahaan" ucap Gwen
"Baiklah" Xavier menurut apa yang di katakan Gwen
Gwen dan Xavier pun memasuki mobil milik Xavier dan mereka berdua duduk di kursi penumpang
Karena Xavier sedang malas untuk menyetir jadi ia memutuskan untuk memanggil sopir yang ada di mansion nya untuk datang ke apartemennya dan mengantarkan mereka ke kantor
Di sepanjang jalan menuju kantor keadaan di dalam mobil itu hening karena sopir sedang menatap fokus ke arah jalan, Xavier sedang asik memeluk Gwen, Dan Gwen sendiri sedang asik menatap pemandangan dari kaca mobil itu
Setibanya mereka di loby kantor mereka (Xavier dan Gwen) segera menuju ke ruangan mereka. Di sepanjang jalan menuju ruangan banyak sekali para karyawan yang meyapa atau pun melirik Xavier tapi di acuhkan olehnya
Saat mereka memasuki lift keadaan lift itu hening sampai ada yang memecahkan keadaan lift itu yaitu suara notifikasi pesan dari handphone milik Gwen dan itu juga mengalihkan atensi Xavier
Andra
Gwen bisakah kita bertemu saat kau pulang bekerja? Aku mohon:(
Gwen sempat berfikir tidak ada salahnya juga kan toh ia juga ingin meminta maaf secara langsung kepada Andra tentang kejadian yang kemarin saat Xavier memukulnya. Dan Gwen pun membalas pesan dari Andra
Gwen
Baiklah. Di mana kita akan bertemu?
Andra
Bagaimana jika di taman komplek mu saja aku rumah baruku juga hanya berbeda blok denganmu
Gwen
Baiklah
Setelah itu tak ada lagi balasan dari Andra dan Gwen segera memasukan handphone nya je saku bajunya
"Siapa?" tanya Xavier dengan nada dinginnya
Gwen yang mendengar ucapan dari Xavier hanya membungkam mulutnya
"Aku bilang siapa Gwen Crystallyn Alexis" ucap Xavier menyebutkan nama lengkap Gwen
'matilah aku ia menyebutkan nama panjang ku artinya ia benar benar marah. Apakah aku harus memberi tahu ia apa yang terjadi sebenarnya? Ah tidak tidak aku tak ingin Andra mendapatkan pukulan lagi darinya" batin Gwen
Tingg
Suara itu lift pun menyadarkan keduanya dan Gwen langsung beranjak dari sana
Namun baru beberapa langkah Xavier langsung menarik Gwen dam menyandarkannya di dinding samping lift
Gwen mencoba mengangkat wajahnya untuk menatap mata tajam bak elang milik Xavier itu
'kau harus tenang Gwen agar ia tak curiga' ucap batin Gwen
Lalu Gwen melihat ke arah mata Xavier sambil mengelus rahang pemuda itu yang mengeras dengan lembut
"Benar benar Tidak ada apa baby, percaya denganku. Sudah ya aku masih harus mengerjakan tugas tugasku yang sudah menumpuk"
Ucap Gwen melenggang pergi saat tubuh Xavier sedikit menjauh
"Huhh selamat aku" ucap Gwen pelan sambil mengelus dadanya
'Sebenarnya apa yang kau sembunyikan Gwen?' batin Xavier bertanya
Lalu Xavier merogoh saku celananya dan segera menelpon seseorang
"Tolong kau awasi kekasihku apapun yang di lakukan nya kau harus melapor kepadaku" Xavier segera mematikan sambungan telponnya saat ada balasan dari orang suruhannya ituGwen POV
Hari ini jam kantor telah selesai dan pekerjaanku pun hampir selesai semua. Namun saat aku membereskan barang barang ku Xavier telah sampai ke ruangan ku dan mengajak aku pulang bersama
"Gwen ayo kita pulang" ucap Xavier dengan senyuman manisnya
Awalnya aku ingin mengiyakan ajakannya tetapi aku ingat saat ini aku harus bertemu dengan Andra jikalau nanti aku melewati taman komplek dan Andra ada di sana pasti Xavier berpikiran yang tidak tidak
"Mmm vier mungkin hari ini aku akan pulang sendiri" ucap Gwen
"Tapi kenapa bukan kah biasanya kau slalu pulang bersamaku?" tanya Xavier heran dengan tingkah Gwen
"Aku aku ingin menemui teman la aku dulu vier"
"Siapakah temanmu? Apakah ia seorang pria?" tanya Xavier memastikan kalau kekasihnya tidak akan pergi dengan pria lain
"Tidak ia seorang wanita namanya bella teman kita dulu"
"Oh bela baiklah, apakah kamu ingin aku mengantarmu menemuinya? Sepertinya aku juga ingin menemuinya karena suaminya kan rekan Bisnisku juga"
"Oh tidak usah kar-karna hari ini itu khusus wanita saja, jadi kau tidak boleh ikut"
"Lalu kau akan pergi dengan siapa aku khawatir kalau kau kenapa napa di jalan Gwen" ucap Xavier mengelus pipi Gwen dengan lembut juga sorot matanya berubah sendu
"Aku akan pergi naik taksi, kau tidak usah khawatir lagi pula aku sudah besar baby" ucap Gwen dengan menyentuh telapak tangan Xavier yang berada di pipinya
Xavier menghembuskan nafasnya kasar "baiklah jika itu mau mu, hati hati ya sayang" ucap Xavier dan meninggalkan Gwen karena ia harus segera menemui kliennya yang baru datang dari amerika
'Syukurlah jika ia percaya' ucap batin Gwen menghela napas lega
Andra
Gwen kamu di mana kenapa lama sekali,,,cepatlah darurat ini🙀
Gwen
Bersabarlah aku segera membereskan barang barang ku
Andra
Baiklah.
Gwen langsung mengemas barang barangnya dengan cepat karna takut andra memarahinya tanpa henti.sungguh menyebalkan
Gwen keluar dari perusahaan beruntung saat keluar ia langsung menemukan taksi jadi tidak perlu menunggu terlalu lama lagi
.......
"Hei kenapa kau sangat lama sekali Gwen aku menunggu mu bahkan seperti hampir lumutan" Ucap Andra ketika melihat Gwen turun dari taksi dan menghampiri nya
Gwen yang mendengar ocehan Andra hanya memutar bola matanya malas. Andra memang terkadang ia akan menjadi sangat cerewet di keadaan keadaan tertentu
"Yang penting saat ini kan aku sudah ada di sini. Cepat katakan apa sebenarnya tujuanmu mengajakku untuk bertemu" ucap Gwen to the poin karna ia merasa akan terjadi sesuatu
Bahkan Gwen lupa untuk meminta maaf karna perlakuan Xavier kemarin