CEO TAMPAN TERNYATA SUAMIKU
Romance
03 Jan 2026 04 Jan 2026

CEO TAMPAN TERNYATA SUAMIKU

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-04T000615.371.jfif

download - 2026-01-04T000615.371.jfif

03 Jan 2026, 17:06

download - 2026-01-04T000612.569.jfif

download - 2026-01-04T000612.569.jfif

03 Jan 2026, 17:06

Pagi itu, Parulian Group membuka lowongan sebagai sekretaris pribadi CEO. Banyak pelamar datang silih berganti, namun tak satu pun benar-benar sesuai dengan kriteria sang CEO. Hingga di hari yang sama, seorang gadis bernama Salbil Arunia Salsabila tanpa sengaja melewati gedung Parulian Group. Ia berhenti sejenak ketika melihat sebuah banner besar bertuliskan “Membuka Lowongan Sekretaris Pribadi”.

Dengan langkah ragu, Salbil masuk ke dalam gedung dan menghampiri resepsionis.

“Selamat pagi, Kak. Ada yang bisa kami bantu?” sapa Nita ramah.

“Selamat pagi. Maaf, saya mau bertanya, apakah benar perusahaan ini sedang membutuhkan sekretaris?” tanya Salbil.

“Iya, benar. Apakah Kakak berminat melamar?” jawab Nita.

Salbil mengangguk. Ia menerima daftar persyaratan dan berjanji akan kembali setelah semuanya lengkap.

Tak butuh waktu lama, Salbil melengkapi seluruh berkas yang diminta. Dengan map rapi di tangannya, ia kembali ke Parulian Group. Nita pun langsung mengantarnya ke ruangan CEO.

Di dalam ruangan itu duduk seorang pria berwibawa bernama Roly Adi Lian, CEO Parulian Group yang membangun perusahaannya dari nol. Wawancara berlangsung singkat namun mendalam. Roly membaca setiap berkas dengan teliti sebelum akhirnya menatap Salbil.

“Mulai hari ini kamu bekerja. Ruanganmu di sebelah ruangan saya,” ucapnya tegas.

Salbil terkejut, namun rasa syukur lebih besar daripada keterkejutannya.

Hari-hari kerja berjalan padat. Salbil membuktikan dirinya sebagai sekretaris yang cekatan, teliti, dan bertanggung jawab. Jadwal rapat, perjalanan bisnis, hingga pertemuan klien besar ia tangani dengan sangat baik. Roly mulai melihat Salbil bukan hanya sebagai karyawan, melainkan sebagai seseorang yang membawa ketenangan dalam kesibukannya.

Namun di kantor, mereka tetap profesional. Tidak ada yang tahu perasaan apa yang perlahan tumbuh.

Suatu hari, setelah rapat panjang, Roly mengetahui Salbil belum memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta.

“Kalau mau, ada apartemen kosong dekat tempatku. Fasilitas kantor juga,” tawar Roly dengan nada hati-hati.

Salbil ragu, tetapi akhirnya menerima. Keputusan itu membuat mereka semakin dekat. Makan bersama, berdiskusi ringan, dan saling mengenal lebih dalam. Rasa nyaman berubah menjadi perhatian, lalu perlahan menjadi cinta.

Beberapa bulan kemudian, setelah hari kerja yang melelahkan, Roly mengajak Salbil ke sebuah tempat. Dengan mata tertutup, Salbil berdiri gugup. Saat penutup matanya dilepas, ia terdiam melihat tulisan besar di depannya.

Will You Marry Me, Salbil Arunia Salsabila?

Air mata bahagia jatuh tanpa bisa ditahan.

“Iya… aku mau,” jawab Salbil lirih.

Roly tersenyum lega dan memakaikan cincin di jari manis Salbil.

Tak lama kemudian, Roly datang bersama keluarganya menemui orang tua Salbil. Dengan penuh hormat, ia menyampaikan niat baiknya. Keputusan diserahkan kepada Salbil.

“Iya, Pah, Mah. Salbil siap,” jawabnya mantap.

Restu diberikan dengan doa dan haru.

Hari pernikahan pun tiba. Dengan suara lantang dan satu tarikan napas, Roly mengucapkan ijab kabul.

“Sah.”

Satu kata itu mengubah segalanya. Salbil kini bukan lagi sekretaris CEO, melainkan istri Roly Adi Lian.

Malam pertama mereka lalui dengan penuh kehangatan, saling menjaga, dan rasa syukur. Bukan tentang nafsu, melainkan tentang cinta, komitmen, dan awal perjalanan baru sebagai suami istri. Subuh pertama mereka jalani bersama, berdiri sejajar dalam doa, memohon rumah tangga yang sakinah.

Hari-hari berikutnya diisi tawa, kerja keras, dan kebersamaan. Di kantor, mereka tetap profesional. Di luar kantor, mereka adalah pasangan yang saling menguatkan.

Salbil menemukan rumah dalam diri Roly. Roly menemukan ketenangan dalam diri Salbil. Bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena mereka selalu memilih untuk pulang satu sama lain.

Tamat.

Kembali ke Beranda