Gambar dalam Cerita
Hari ini, ada sekitar 4 orang remaja yang sedang mendiskusikan sesuatu untuk sebuah masalah yang sedang mereka berempat hadapi.
Mereka berempat adalah Erlang, Rafa, Bintang, dan Bulan. Dilihat dari ekspresi keempatnya, sepertinya mereka sedang benar-benar mendiskusikan sebuah masalah yang lumayan rumit untuk dipecahkan.
Ada juga beberapa dari mereka yang sempat beradu argumen satu sama lain karena perbedaan pendapat, namun salah satu diantara mereka pun melerai keduanya yang sedang beradu argumen.
"Jika kita menggunakan susunan kalimat tersebut dalam presentasi nanti, itu tidak akan terlihat atau kelihatan 'Wow '," ujar Rafa berujar dengan serius.
Ck.
Terdengar sebuah decakan dari bibir Bulan, karena sudah jengah dengan semua alasan yang diberikan oleh cowok yang bernama Rafa itu. Kesabarannya sudah benar-benar habis.
"Rafa, kita sudah mendiskusikan untuk menggunakan beberapa kalimat yang pantas untuk presentasi besok, tapi pilihan beberapa kalimat yang kami ajukan seakan semuanya tidak pas di pemikiranmu." Bulan pun mengeluarkan semua unek-unek yang sedari tadi ia tahan.
"Benar apa yang dikatakan Bulan, Rafa! Sekarang gue mau nanya sama lo? Lo mau apa sekarang? Sekarang mau lo apa? Karena presentasinya tinggal besok," timpal Erlang.
"Hm, bukan begitu maksud gue teman-teman. Tapi gue ada keinginan di presentasi kita kali ini, kita menggunakan bahasa atau kalimat yang benar-benar berbeda dari yang lain," jawab Rafa.
Bintang, si gadis pendiam itu pun akhirnya angkat suara. "Kalau seperti ini terus, masalah ini tidak akan selesai-selesai," ujarnya.
"Oke! Gue ada solusinya." Erlang, Rafa, Bulan pun sontak mengalihkan pandangannya kepada Bintang sepenuhnya, si gadis pendiam.
"Apa?" tanya mereka serempak.
Bintang menghela napasnya sebelum benar-benar kembali membuka suaranya.
"Jadi, beberapa pilihan kalimat tadi kita gabung jadi satu, terus kita ambil kalimat yang penting-penting aja gimana? Setuju?" tanya Bintang.
Mereka bertiga diam sejenak. Mereka berpikir, kenapa sedari tadi mereka tidak berpikir sampai kesitu ya. Wah! Gadis pendiam seperti Bintang, sekali mengeluarkan pendapatnya selalu tepat sasaran dan memberikan solusi.
"Oke! Kita setujuuu!" jawab mereka bertiga kompak.
Setelah mendapatkan solusi dari Bintang, mereka ber-empat pun kembali akhirnya mereka pun menyusun beberapa gabungan kalimat tadi dan diambil yang penting-penting saja, kemudian kalimat yang penting-penting itu pun mereka susun agar menjadi kalimat yang baik dan bagus.
Setelah selesai dengan gaya kalimatnya, sekarang giliran mereka ber-empat untuk melakukan pembagian tugas dalam presentasi.
"Jadi sekarang, kita membutuhkan penanggung jawab, moderator, dan Narasumber 1 dan 2," kata Bintang.
"Siapa yang mau jadi moderator?" tanya Erlang.
"Gue aja." Bulan pun mengajukan diri.
"Narasumber 1?" tanya Erlang lagi.
"Gue." Bintang pun menimpali.
"Narasumber dua?" tanya Erlang lagi.
"Gue." Rafa pun menimpali.
"Oke, jadi gue yang jadi penanggung jawabnya,"
"Terus, bahan materi apa yang akan kita sampaikan dalam presentasi? Kan temanya kepenulisan, jadi kita harus ngambil bahan materi sesuai tema." Rafa pun berkata.
"Hm, gimana kalau kita membawakan bahan materi dengan judul 'Dialog Tag'?" usul Bulan.
"Oke," jawab mereka serempak.
Setelah menentukan semuanya, mereka pun menyusun sedikit demi sedikit bahan materi mereka. Semuanya nampak bekerja sama, tidak ada yang bersantai-santai diantara mereka. Semuanya terlibat dalam presentasi ini.
Setelah semuanya selesai, mereka pun akhirnya memutuskan untuk berbincang-bincang, karena hari ternyata masih siang.
"Guys, gue mau nanya dong!" seru Bulan.
"Apa?" tanya Rafa mewakili yang lain.
"Diantara kalian ada yang suka nulis sama baca nggak?" tanya Bulan.
"Gue suka," jawab Erlang dan Bintang bersamaan.
"Kalau lo, Raf?" tanya Bulan.
"Kalau gue lebih suka main basket, karena itu menjadi sebuah hobi tersendiri buat gue, kalau lo sendiri?"
"Kalau gue lebih suka nge-batik sih," jawab Bulan.
"Eh iya, lo sama Erlang kenapa bisa suka nulis dan baca?" tanya Rafa penasaran.
"Kalau gue pribadi sih, gue dari kecil udah suka nulis sama baca, kalau lagi ada waktu luang, gue suka nulis atau baca, kadang kalo gue lagi bingung mau ngapain, gue suka nulis puisi, quotes, cerpen, atau apapun itu, terus semua buku gue baca, termasuk buku pelajaran sih," jawab Bintang.
"Kalau gue sendiri sih, gue suka nulis itu karena gue kalau lagi marah atau kesel, gue selalu melampiaskan semuanya sama buku, gue nulis apa aja yang penting rasa marah atau kesel gue ilang. Kalo masalah gue suka baca itu, karena emang gue suka baca dari kecil, jadi gue suka baca buku apapun itu dari kecil," timpal Erlang.
"Kalau lo sendiri? Kenapa bisa suka banget sama basket?" tanya Bintang.
"Karena, dari kecil gue selalu dilatih untuk terus bisa menguasai yang namanya permainan basket. Gue disuruh orang tua gue, awalnya gue nolak, tapi semakin kesini, akhirnya gue jadi suka basket dan gue menjadikan basket sebagai hobi gue," kata Rafa.
"Kalau lo sendiri, Bul? Kenapa bisa suka ama nge-batik?" tanya Erlang.
"Dulu itu Mama gue suka banget nge-batik, sampai gue penasaran, kenapa mama gue bisa buat batik dengan mudah. Akhirnya gue minta mama gue buat ajarin gue nge-batik, awalnya sih susah banget, tapi gue terus nyoba hingga akhirnya bisa ngehasilin satu batik. Terus gue ingin buat batik terus, ya jadinya itu menjadi hobi gue sekarang," kata Bulan.
Wah! Ternyata itu alasan mereka menyukai hobi yang mereka suka.
Tak terasa mereka sudah berbincang-bincang banyak hal, dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan akan bertemu esok hari.
[ E N D ]