My Digisexual CEO
Romance
03 Jan 2026

My Digisexual CEO

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-03T225416.384.jfif

download - 2026-01-03T225416.384.jfif

03 Jan 2026, 15:54

download - 2026-01-03T225413.408.jfif

download - 2026-01-03T225413.408.jfif

03 Jan 2026, 15:54

"Blackpink!!Ah yeah...Ay yeah...Blackpink!!chakan eolgure geureochi mothan taedo..."nada dering favoritnya lagu Kpop girl membuat Jolie terperanjat.Tangannya berusaha menggapai telepon genggam OPPO F9 di meja dekat tempat tidurnya.Dia mendekatkan telepon genggam ke telinganya dalam keadaan setengah sadar.Kepalanya berat dan pusing karena baru malam ini dia bisa tidur agak nyenyak setelah beberapa hari kumat penyakit insomnianya.

"Halo..."suara Jolie pelan sekali

"Lie...Lie..tolong..tolong..Akhh...Hentikan !!!"terdengar suara parau si penelepon

"Halo..Halo.."(hening..tidak ada jawaban..namun terdengar barang pecah dibanting dan samar-samar terdengar tangisan bocah lelaki).Lalu tutt...tuttt...telepon terputus.

Jolie memicingkan matanya untuk memeriksa nomor dan waktu si penelepon.

"Haissshh...nomor tak dikenal..jam 1 dini hari" gerutunya

Dia meletakkan kembali telepon genggamnya,menarik selimutnya karena kedinginan dan kembali tidur.

Sudah sepekan ini hujan terus mengguyur kota Bandung saat menjelang magrib hingga pagi hari,membuat udara jadi adem dan banjir di beberapa daerah.Orang-orang jadi ogah untuk keluar rumah jika tak ada urusan penting ataupun mendadak.

Nada dering berjudul Ddu..Ddu..Ddu..Du milik grupband Blackpink kembali melantun memecah keheningan malam.Terus berulang dan cukup lama hingga Jolie tidak tahan lagi,dia bangun dan segera meraih telepon genggamnya.

"Sapa ni..saya akan lapor polisi."Jolie menjawab ketus.

"Kak Jolie...tolong ibu,kak..."suara parau bocah lelaki si penelepon.

"Plakkkk......!!!"terdengar suara tamparan keras

"Bruk...."terdengar suara ponsel jatuh

"Brakkkk....mati kau...perempuan tua tak tau diri"terdengar samar-samar bunyi seperti sesuatu dibenturkan ke bidang yang keras.

"Tidak...tidak.....hentikan...jangan pukul ibuku....." terdengar suara tangis bocah lelaki yang meraung-raung.

"Halo...halo...Rudy.....kamu kah itu,dek?" sahut Jolie yang semakin penasaran.Dia mengernyitkan dahi lalu matanya membelalak,dadanya sesak,berkeringat dingin,tangan dan tubuhnya gemetar,otaknya kacau seketika karena teringat kelakuan bejat ayah tirinya kalau sedang mabuk ataupun kalah judi.

"Ha..ha..ha..."tawa keras lelaki bersuara bas.

"Kirimkan 20 juta besok kalau kamu masih ingin melihat ibu dan adikmu"ancam lelaki itu

Tut..tut...jaringan terputus

Jolie menggertakkan gerahamnya,menggepalkan tangan kanannya.Kini mata dipenuhi api kemarahan.

"Saya akan membunuhmu hari ini juga..dasar pria jahanam."umpat Jolie dalam hati.Dia sudah geram dan tidak tahan lagi melihat ibu dan adiknya berulang kali disiksa lelaki itu.

Jolie bergegas meraih kunci motor,jaket dan jas hujan turun ke lantai pertama kosan nya.Diselipkannya sebilah pisau kecil dibalut koran ke dalam jaketnya,pisau yang biasa dipakainya untuk memotong buah-buahan.

Saat itu,hujan masih cukup deras dan petir bersahutan,namun tak dihiraukannya.Diterjangnya hujan itu,dipacu sekencang-kencangnya sepeda motor matic Vario merah menuju ke rumah ayah tirinya.Jalanan sepi,gelap,sedikit banjir dan licin namun dia tak peduli karena saat itu yang terbesit benaknya hanyalah keinginan untuk segera menyelamatkan nyawa ibu dan adiknya.

Jarak tempat kos Jolie lumayan jauh dari rumah ayah tirinya.Biasanya perlu sekitar 1 jam bagi Jolie untuk sampai kalau jalanan tidak begitu macet,terkadang hampir 2 jam kalau jalanan macet sekali.Dan itu juga yang menjadi alasan utama dirinya sering berdebat dengan ibunya dan memilih untuk tinggal di kos dekat kantornya.Awalnya ibunya menolak mentah-mentah,tapi seiring dengan seringnya terjadi perdebatan dan bujuk rayu Jolie akhirnya dirinya diizinkan pindah.Alasan paling mendasar ibunya mengizinkan karena tidak tega melihat putri semata wayangnya yang selalu terburu-buru berangkat kerja dan pulang kerja larut malam.Namun malam ini,dalam waktu 30 menit saja Jolie sudah tiba di tujuan.

Bergegas dia turun dari motornya,dibuang jas hujannya,membuka pagar rumah ayah tirinya yang selalu tak pernah dikunci dan berlari ke teras.Digedornya sekuat tenaga pintu rumah ayah tirinya sambil berteriak histeris,"Ibu....Rudy....cepat buka pintu...Ibu..."

Tidak ada jawaban.Sayup-sayup Jolie mendengar suara barang-barang pecah dari balik pintu dan tangis pilu wanita tua.Itu semakin membuat darahnya mendidih,dia berusaha mendobrak pintu tapi malahan tubuhnya yang mungil itu terpelanting ke belakang.Jolie tak habis akal,dia berjalan menjauhi pintu dan berlari kencang menabrak pintu dengan bahu kanannya.Dia terus mengulanginya sampai....

Brakkkk....

Brakkkk....

Akhirnyapintu ruang tamu terbuka,Jolie tersungkur jatuh meluncur masuk kedalamnya.Jolie semakin panik melihat adiknya yang terkulai lemas pingsan didekat lemari kaca di sudut ruangan.Pipinya semakin basah akibat air mata yangtak berhenti turun dan semakin deras saat melihat dahi ibunya yang bercucurandarah,leher dicekik,wajah bengkak,memar dan pucat,mulutnya menganga,nafas tersenggal-senggal berusaha bersuara untuk meminta tolong.Jolie segera bangun dan sekuat tenaga menarik tangan ayah tirinya agar ibunya bisa terlepas dari cekikannya.Emosi ayah tirinya semakin tinggi,dikibaskan tangan kanannya dan tubuh mungil Jolie terhempas jatuh terpelanting membentur meja.Ayah tirinya dulunya seorang tentara pasukan khusus,berbadan tinggi,besar,kekar dan kuat.Setelah pensiun,dengan dana pensiunan,ayah tirinya membuka toko menjual seragam dan berbagai aksesoris tentara bersama beberapa teman sejawatnya.Tapi usaha itu tidak berjalan mulus dan tutup.Sejak saat itu lah ayah tirinya sering bermabuk-mabukkan dan menganiaya mereka bila kehabisan uang.Ibunya membuka warung kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Jolie selalu membantu ibunya sepulang sekolah.

Belum lagi sempat Jolie bangkit.Lelaki itu menghampirinya.Mata Jolie membulat,jantungnya berdegup kencang tak karuan.Perasaan takut kini membalut hatinya.Seseorang yang sangat ditakuti dan dibencinya berdiri di hadapannya.

Jolie mundur saat pria paruh baya itu mendekatinya.Wajah Jolie tampak pucat

Ayah tirinya menatap Jolie dengan tatapan beringas.

Tiba-tiba.....

Plakkk!!!

Plakkk!!!

Tamparan keras beruntun itu mendarat di pipi kanan dan kiri Jolie hingga menimbulkan bekas merah dan membuat tepi bibir Jolie berdarah.Jolie memegang pipinya yang terasa panas.

"Mana uangnya??.."tanya lelaki itu dengan nada suara tinggi.

"Kamu pikir bisa menyelamatkan ibu dan adikmu??jangan mimpi !!!"lanjutnya

Jolie hanya diam membisu menahan rasa sakit dengan kepala tertunduk dalam.Dan pastinya hal itu membuat Jolie semakin kesal dan marah

Tanpa terduga pria itu menjambak rambut Jolie dan membuat dirinya memandang ke wajahnya secara paksa.

"ARRGGGG!!!"

Jolie mengerang kesakitan akibat jambakan ayah tirinya yang begitu kuat menarik rambutnya

"Ampun yah,sa—kittt."Ucap Jolie lirih

Jolie berusaha melepaskan tangan ayah tirinya yang menjambak rambutnya begitu kuat,namun sia-sia.Dia tidak bisa menandingi kekuatan fisik ayah tirinya

"Mana uangnya???"lelaki itu mengulangi kalimat itu dengan bentakan keras.Jolie menggeleng pelan.

Karena tidak puas dengan jawaban Jolie,emosi ayah tirinya semakin melonjak.Pria itu menggepalkan tangannya dengan kuat.Lalu tanpa berfikir,dia menghempaskan tubuh Jolie terbentur sudut lemari TV dengan keras

"Arrggghh !!!"

Jolie kembali mengerang kesakitan.Rasa nyeri merambat cepat ke seluruh tulang punggung dan membuat nafasnya menjadi sesak

Belum lagi rasa nyeri di punggung Jolie.Pria itu kembali menendang tubuh Jolie hingga posisi tubuh Jolie yang duduk menjadi tersungkur di lantai.

Tapi ayah tirinya belum puas.Pria paruh baya itu mengambil pemukul bola kasti yang tergeletak di samping lemari TV yang berada di belakang Jolie,lalu memukuli tubuh Jolie dengan membabi buta.

"Ampun,Yah..."pekik Jolie sembari meringis menahan sakit

"Sakitttt,Yah...jangan pukul lagi."mohon Jolie tak berdaya,tapi ayah tirinya seperti tuli dan tak mendengar ucapan Jolie.Dia masih memukuli Jolie tanpa ampun.

Tubuh Jolie meringkuk sempurna.Dapat ditebak bahwa kini tubuh yang ada di balik jaket itu sudah sudah tercetak banyak memar biru akibat pukulan ayah tirinya.

Jolie tak mampu melawan.Dia sudah tak berdaya.Rasa sakit yang menyerang kepalanya dan sekujur tubuhnya sudah cukup untuk melumpuhkan gerakan Jolie.Tapi Jolie masih tak menyerah,dia kembali melancarkan serangan.

Bug!

Pria itu mengayunkan lagi pemukul bola kasti ke tubuh Jolie

Pukulan pertama

Pukulan kedua

Bercak darah bercucuran mengalir tercetak di jaket Jolie.Jolie memejamkan mata dengan kerutan di kening.Menahan rasa sakit luar biasa yang terus menyerang.Air mata mengalir deras di pipinya.Tak ada yang bisa dia lakukan saat seperti ini,hanya pasrah dan menerima semua hingga ayah tirinya puas memukulnya.

Ini bukan pertama kalinya dia dipukuli oleh ayah tirinya,dulu sewaktu Jolie masih SMA sangat sering disiksa oleh ayah tirinya.Jadi Jolie tahu benar,bahwa melawan bukanlah hal yang terbaik.Karena itu hanya akan membuat ayah tirinya semakin kalap dan menyiksanya semakin brutal

......

Sementara di samping rumah,Pak Darwin yang sedang terlelap di kamar terbangun akibat suara gaduh di dini hari.Dahinyaberkerut dan berusaha menajamkan pendengarannya untuk mencari asal usul suara gaduh.

Namun tiga detik kemudian matanya membelalak saat tiba-tiba terlintas di kepalanya "Pak Jacky"

Firasat buruk muncul di hatinya.Spontan,pria itu berlari ke luar rumah.Meyakinkan hatinya hal buruk di benaknya tidak benar-benar terjadi.Tapi kenyataan memang tragis.Di depannya,Pak Darwin melihat Jolie disiksa ayahnya menggunakan pemukul bola kasti.Ibu Jolie yang tergeletak bersimbah darah di lantai,adik Jolie yang pingsan di dekat lemari kaca di sudut ruangan.

Melihat pemandangan itu,Pak Darwin dengan tangan gemetaran merogoh ponsel saku piyama dan menekan tombol ponsel untuk menghubungi polisi setempat.

"CUKUP,PAK JACKY!!!"teriak Pak Darwin dengan suara lantang

"Kamu bisa membunuhnya."pinta Pak Darwin dengan suara bergetar

Namun,ntah setan apa yang merasuki Jolie saat itu.Jolie mencabut pisau kecil dari jaketnya dan menyerang ayah tirinya yang sedang lengah.Serangan itu mengenai tangan ayah tirinya

"AUCHHH"ayah tirinya merintih kesakitan

"Plang..."pemukul bola kasti terjatuh

Jolie melanjutkan serangan tapi berhasil di tahan oleh ayah tirinya.Kedua tangan Jolie ditangkap,ditahan dan digenggam erat oleh ayahnya.Mereka saling mengadu kekuatan.Tangan mereka mengayun ke kanan ke kiri terus bergantian berulang kali.Jolie berusaha menarik tangan ayah tirinya sekuat tenaga dan mengarahkan pisau itu ke dada ayah tirinya.Tapi usahanya sia-sia

Tiba-tiba..pisau itu berbalik arah

"Jleb....."pisau itu tertancap tepat di perut kiri Jolie.Darah mengucur deras dari perut kirinya

Ayah tirinya melepas genggaman tangannya.Mundur beberapa langkah.Matanya membelalak.Mulutnya ternganga.Kedua tangannya berlumuran darah.Muka terkejut serasa tak percaya kalau Jolie secara sengaja menarik dan menancapkan pisau itu ke arah perutnya sendiri.

Jolie terhuyung-huyung jatuh ke belakang sambil memegang pisau yang masih tertancap di perut kirinya.Kedua tangannya berlumuran darah menetes ke lantai.Pandanganya kabur,tubuhnya terkulai lemas di lantai

Seulas senyum di sudut bibir Jolie.Senyum puas.Jauh di relung hati Jolie bersyukur kepada Tuhan,karena rencananya berhasil.Tuhan telah memberinya jalan dan penyelamat terbaik walaupun rencana itu hampir merenggut nyawanya.Mungkin terkesan gila karena Jolie sengaja menancapkan pisau ke perutnya,tapi Jolie berpikiran lain.Dia sengaja membuat dirinya terkesan sebagai korban pembunuhan ayah tirinya.Dengan demikian ayah tirinya akan ditangkap dan dipenjara.Jolie,ibu dan adiknya dapat bebas dari siksaan dan amukan ayah tirinya.

Perlahan pandangan Jolie mulai gelap,menutup mata,samar-samar dia masih mendengar bunyi sirine mobil polisi sebelum dirinya sepenuhnya kehilangan kesadaran.Pak Darwin memegang tubuhnya,mengguncangnya dan berteriak histeris,"Nak Jolie...bangun,Nak.....panggilkan ambulans...cepatttt."

Malam itu menjadi malam panjang tak terlupakan bagi Jolie.Betapa tidak,Jolie gadis bertubuh mungil langsing dan lemah lembut nekat bertarung dengan ayah tirinya yang bertubuh kekar,kuat,mantan tentara itu dan yang paling penting dan membuatnya tersenyum puas dan lega adalah jebakannya berhasil.Kini mereka bertiga dapat hidup dengan aman dan damai


"Ughhh...."suara pelan Jolie kesakitan pun terdengar.Gadis itu telah sadar.Namun tubuhnya masih sangat lemah dan tak berdaya.Membuatnya tak bisa menggerakkan tubuhnya.Bahkan untuk membuka kelopak mata saja terasa begitu berat.

Orang yang tengah mengendap melangkah perlahan ke arah pintu keluar ruangan berhenti dan mematung.Dia mendengar suara Jolie mengerang kesakitan.Lalu dia berbalik dan berjalan cepat menghampirinya.

Aroma obat-obatan yang menyengat dan mengusik indra penciuman Jolie.Membuat tidurnya terganggu dan dengan sangat perlahan sekali kelopak matanya bergerak terbuka.Biasan cahaya matahari yang menembus tirai tipis jendela yang bermotif bunga-bunga terasa begitu menyilaukan,membuat Jolie mengerjapkan matanya perlahan,menyesuaikan dengan pencahayaan di dalam ruangan ber AC dan tertata apik itu.

"Jol,kau sudah sadar?"Amanda bertanya,menatap Jolie penuh semangat.Jolie hanya menatap Amanda dengan tatapan datar.

"Apa ada yang terasa sakit" tanya Amanda penuh kekhawatiran

Jolie menggeleng pelan membuat Amanda lega.

"Apa kau tau betapa kaget dan paniknya diriku ketika mendengar kabar kau masuk rumah sakit?Astaga,Jolie!!"kata Amanda sambil memegang lembut bahu sahabatnya itu.

"Siapa?"ucap Jolie pelan.Gadis itu baru berhasil menyadari kalau bukanlah sahabatnya itu yang membawanya ke rumah sakit.

"Hah..."Amanda melongo sambil mengerlingkan mata nya.

"Ah...maksudmu,siapa yang membawamu ke rumah sakit?"lanjutnya

Jolie mengangguk pelan.Dia masih lemah dan sepertinya gadis itu harus beristirahat total di rumah sakit selama beberapa hari lagi

Perlahan pintu ruang VIP terbuka,menampilkan sosok pria paruh baya seusia ayah tirinya yang berjalan cepat menghampiri saat menyadari Jolie sudah sadar dari pingsannya

"Bagaimana keadaanmu,Nak Jolie?"Masih merasakan sakit?Di mana?"todong pak Darwin dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan keprihatinannya sembari memeriksa tubuh Jolie perlahan.

Pria itu adalah Pak Darwin,pria paruh baya yang tinggal di sebelah rumah ayah tirinya.Pak Darwin sangat menyayanginya dan menganggapnya sebagai putri kandungnya.Dia sering bercerita kalau saja putri semata wayangnya tidak meninggal saat itu karena penyakit leukimia yang merenggut nyawanya,maka sekarang putrinya sudah sebaya dengan Jolie.Pak Darwin tinggal sendirian.Istrinya sudah lama meninggal saat putrinya masih balita karena penyakit TBC yang diidapnya,sedangkan putranya bekerja sebagai TKI di Malaysia.Dua tahun sekali,putranya pulang mengunjungi ayahnya.Itupun hanya selama seminggu saja,setelah itu dia harus kembali bekerja.Putranya sebulan sekali videocall dengan ayahnya untuk melepas rindu dan mengabari keadaan terbarunya

Saat masih sekolah dulu,Jolie dan Amanda sering bermain ke rumah pak Darwin.Pak Darwin jago main catur.Jolie dan Amanda belajar banyak trik main catur darinya.Terbukti dari koleksi piala dan medali di lemari kaca rumah ayah tirinya.Jolie berhasil menyabet medali emas dalam pertandingan catur se-Indonesia.Dan pria ini jugalah yang melapor polisi dan membawa Jolie,ibunya,dan adiknya ke rumah sakit."Dia penyelamat hidup mereka yang diutus Tuhan."pikirnya

Sedangkan Amanda adalah sahabat karibnya sejak SMP hingga sekarang.Gadis berparas blasteran Indo-Belanda,cantik beralis tebal dan berbulu mata lentik,hidung mancung,bertubuh tinggi langsing padat pujaan para pria.Jolie masih ingat kalau dulunya sering menjadi dokter cintanya saat mereka masih di bangku sekolah.Banyak pria yang berusaha berkencan dengan sahabatnya,namun tak satupun yang berhasil menaklukkan hatinya. Amanda dari keluarga berada.Ayahnya seorang pengusaha salah satu travel yang lumayan terkenal di kota Bandung.Walaupun begitu,sahabatnya ini sama sekali tidak pernah menyombongkan diri.Saat ini,dia bekerja membantu usaha ayahnya itu baik menjadi penjual tiket online ataupun menjadi tur leader sekalipun memang diperlukan.Memang sudah sejak di bangku sekolah,Amanda hobi berpetualang baik itu menjelejah wisata lokal ataupun mancanegara.Mereka berdua sering bertukar cerita,saling berbagi suka dan duka.Keduanya sudah seperti saudara kandung.Jolie merasa sangat bersyukur,bahagia dan beruntung disayangi dan dicintai sahabatnya dan Pak Darwin

"Apa Nak Jolie masih merasa pusing?"suara Pak Darwin membuyarkan lamunan Jolie.

"Sedikit,Pak...,"balas Jolie pelan.Dia seakan tersadar,spontan langsung menyentuh perut bagian kirinya pelan.Meraba perutnya dan memeriksa luka tusukannya.

"Sudah dioperasi dan dijahit lukamu sama dokter,Nak."kata Pak Darwin

Jolie hanya diam,tak menanggapi perkataan Pak Darwin

Jolie berusaha bangkit,tapi usahanya sia-sia.Tubuhnya masih terlalu lemah,nyeri di punggungnya masih terasa,sakit di jahitan akibat luka tusukkan juga masih sangat terasa.

"Dengar,Nak...Bapak tak ingin luka jahitanmu terbuka kembali.Jadi kau harus beristirahat penuh selama tiga hari ke depan."

"Tidak.Aku tidak mau"bantah Jolie

"Astaga,Jol.Berhentilah bersikap keras kepala.Itu bukan keinginan Pak Darwin semata.Itu memang perintah dari dokter yang merawatmu.Jika kau terus memaksakan dirimu,kau hanya akan memperlambat proses penyembuhan lukamu itu.Apa kau ingin ibumu bersedih lagi melihatmu?"Amanda membantu Pak Darwin meyakinkan Jolie

"Tidak..Tidak.."balas Jolie

"Aku tak ingin dirawat di rumah sakit.Aku benci rumah sakit.Aku ingin pulang.Aku ingin bertemu ibu dan Rudy."Jolie mulai terisak

"Di mana ibuku?Di mana Rudy?Apakah mereka baik-baik saja?"tanya Jolie kebingungan

"Mereka sudah pulang dua hari yang lalu.Sementara ini mereka tinggal bersamaku.Rumah ayahmu masih dibatasi garis pita kuning polisi."jawab Pak Darwin

"Sudah berapa lama saya dirawat?"Jolie kembali bertanya

"Sekitar empat hari,Jol."balas Amanda

"Uda...uda...yang paling penting sekarang kamu fokus pulihkan dirimu,jangan buat ibumu semakin khawatir.Kasihan ibumu,Nak."Pak Darwin berusaha menenangkan Jolie

"Kamu tenang saja,Nak....hal-hal lain biar bapak dan Nak manda yang mengurusnya."imbuhnya

Jolie menghela nafas lega saat mengetahui kalau ibu dan adiknya dalam keadaan aman.Penuturan Pak Darwin benar-benar menenangkan hati,jiwa dan pikirannya.

"Sekarang misinya utamanya adalah harus bisa cepat pulih,keluar dari rumah sakit,dan kembali bekerja"pikir Jolie dalam hati

"Mulai saat ini,saya akan melindungi,berusaha membahagiakan dan tidak pernah akan membiarkan siapapun mencelakai ibu dan adikku lagi."sumpah Jolie dalam hati

"Maaf Pak...Jol...saya pamit pulang dulu."Amanda kembali membuka pembicaraan

"Koq cepat..."Jolie menoleh ke arah Amanda yang sedang duduk di sofa

"Iya,nih..kerjaanku masih banyak dan numpuk.Besok saat rehat makan siang saya akan mampir lagi,Jol."tambahnya

"Hati-hati yah,Nak Manda...semoga harimu lancar dan diberikan rejeki melimpah."kata Pak Darwin

Amanda memeluk,mencium pelan pipi kanan dan kiri Jolie.Berjalan ke arah Pak Darwin dan minta pamit,sungkem,kemudian berlalu dan keluar ruangan

Pak Darwin kembali menoleh ke arahku dan dengan mata yang teduh dia berkata,"Mungkin dalam 2 hari ini polisi akan datang mengunjungimu.Mereka akan mengintrogasimu bila keadaanmu sudah membaik."

"Bapak akan pulang dulu dan membiarkanmu beristirahat....Ada urusan yang masih harus bapak selesaikan.Nanti malam bapak akan mampir lagi bersama ibu dan adikmu setelah selesai makan malam."sambungnya

Pak Darwin meninggalkan Jolie sendirian.

Jolie menatapi langit-langit ruangan.Pikirannya melayang.Hatinya kembali berkecamuk mengingat biaya rumah sakit dan pengobatan yang harus dibayarnya dengan tabungannya yang sudah pasti jauh dari kata cukup,bagaimana rencana hidup selanjutnya,mampukah dia membiayai sekolah adiknya,sanggupkah dia menjadi tulang punggung bagi keluarganya dengan gajinya yang masih tak begitu tinggi,akankah ayah tirinya kembali membalas dendam,beragam pertanyaan muncul di benaknya membuat pikirannya kembali kacau.

"Ahhh..persetan dengan semua itu."umpat Jolie dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya

"Yang pasti saya harus cepat keluar dari rumah sakit ini sebelum tagihan rumah sakitnya semakin bengkak."tekad Jolie

Jolie menarik selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya,menggerutu tak jelas dibalik selimut dan kembali tidur

.........

Srek....srek...kening Jolie berkerut,mata masih terpejam erat saat mendengar suara jelas krasak krusuk di dekatnya.

"Eisshhh....apaan sih???mengganggu jah..." gerutu Jolie

Karena masih pusing sehabis bangun tidur,Jolie melirik malas jam dinding di ruangan dan baru menyadari kalau sudah waktunya makan malam dan ternyata adiknya Rudy yang tiba-tiba duduk di atas ranjang tempatnya berbaring penyebab suara krasak krusuk itu.

"Dasar bocah pengganggu...awas lu..." bereng si Jolie

Rudy tertunduk memainkan jari-jarinya dan meminta maaf

"Buuuu....Kak Jolie sudah bangun." lapornya.

Rudy turun dari ranjang dan berhambur ke arah ibunya

Tampak Ibunya yang tengah berbincang serius dengan Pak Darwin.Laporan Rudy tak ditanggapi keduanya.Rudy yang merasa dicuekin,mengulangi laporannya sambil memeluk ibunya.

"Nak,gimana perasaanmu?sudah baikkan?" ibu menghampiri Jolie

"Ibu ada bawain bubur,telur dan ikan.Ayuk..dimakan...perutmu perlu diisi biar cepat sehat,Nak." bujuk ibu

Jolie menatap lekat-lekat wajah ibunya.Di sekitar matanya yang masih lebam,keningnya yang masih dioles obat,pipinya yang masih sedikit bengkak dan bekas luka di sudut bibir kanannya yang masih jelas.Jolie iba melihat ibunya yang malang.

Paras ibunya yang molek menurun ke Jolie,begitu juga dengan sifat ayunya.Tapi sepertinya ibu selalu kurang beruntung dalam pernikahan.Dengan ayah tirinya,ini sudah merupakan pernikahannya yang ketiga.Pernikahan pertama terjadi karena desakan perjodohan yang diatur nenek pupus di tengah jalan,suami pertama menceraikannya karena ketahuan selingkuh dengan rekan kerjanya.Pernikahan pertamanya tidak bertahan sampai 1 tahun,hanya 8 bulan saja.Dari pernikahan pertama,ibu belum sempat dikarunia anak.Pernikahan kedua adalah pernikahan dengan ayah Jolie.Dari pernikahan ini,ibu melahirkan Jolie dan Rudy.Namun nasib berkata lain,ayah Jolie menghadap yang Kuasa karena kecelakaan saat bekerja.Sejak saat itu,ibunya bekerja keras membesarkan mereka hingga bertemu dengan ayah tirinya.Awalnya pernikahan dengan ayah tirinya baik-baik saja hingga saat dana pensiun ludes dan ayah tirinya mulai pulang larut dalam keadaan mabuk dan berkelakuan kasar.Sungguh tragis kisah cinta ibunya itu.Itulah yang dirasakan Jolie saat ini

"Betul kata ibumu,Nak Jolie,makan sesuap dua suap juga tak apa,jangan biarkan perutmu kosong."sahut Pak Darwin dari seberang ranjang Jolie

Tiba-tiba Jolie teringat dengan kata-kata Pak Darwin tadi siang

"Apakah benar lusa polisi akan datang mengintrogasiku?" ada nada khawatir di pertanyaan itu

"Ya..polisi butuh keteranganmu selaku korban." jelas Pak Darwin

"Dia masih syok dan lemah,pak..mungkin beberapa hari nanti dia baru bisa dimintai keterangan." ibu membela Jolie

"Sudah tenanglah...,bapak akan mendampingimu melewati proses yang mungkin akan melelahkan sampai putusan untuk ayahmu ditetapkan sepadan dengan apa yang telah diperbuatnya terhadap kalian." ucap Pak Darwin

"Bapak akan datang lagi kapan pun bila tiba-tiba polisi datang ke sini meminta keteranganku sebagai korban." Jolie berusaha memastikan

"Ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi,Nak." jawab Pak Darwin santai

"Aku tulus meminta maaf dan berterima kasih karena sudah merepotkan Bapak.Bapak jadi ikut terseret ke dalam masalah keluarga kami." ucap Jolie tertunduk,matanya berkaca-kaca

"Makanlah..."ucap Pak Darwin.Jolie mendongakkan kepala menatap Pak Darwin.Pak Darwin menghapus air mata Jolie

"Tolong beritahu polisi besok jam makan siang,saya siap diintrogasi." ucap Jolie dengan senyum

..........

Tok..tok..tok...suara pintu ruangan VIP tempat Jolie dirawat diketuk

Serentak seluruh penghuni ruangan itu menoleh ke arah datangnya bunyi ketukan

Tok..tok...tok..."Assalamualaikum.."terdengar suara ketukan lagi namun kali ini disertai salam

"Kami polisi dari divisi tindak kriminal ingin mengintrogasi Nona Jolie Marthawati."terdengar suara lantang tegas dari balik pintu

Jolie dan Pak Darwin saling menatap dalam kebingungan

"Koq jadi sekarang,Pak?" Jolie berbisik panik

"Benahi dan tenangkan dirimu,Nak."perintah Pak Darwin sambil menggenggam kedua tangan Jolie

"Wa'alaikumsalam..." sahut Pak Darwin sambil bergegas berjalan ke arah pintu

"Silahkan masuk,bapak-bapak." Pak Darwin mempersilahkan mereka masuk

"Selamat malam,ibu dan Nona Jolie.Perkenalkan kami dari divisi tindak kriminal ditugaskan untuk mewawancarai Nona Jolie Marthawati selaku korban penikaman dan kekerasan rumah tangga." kata salah satu polisi tinggi besar berkumis lebat dengan seragam dinas yang lengkap

"iy..iya,Pak...saya Jolie Marthawati." ucap Jolie terbata-bata.

Jolie merasa sangat gugup sekali sebab baru ini pertama kalinya dalam sejarah hidupnya didatangi dan diintrogasai polisi.Tapi untung ada ibu dan Pak Darwin yang menemaninya.Terutama Pak Darwin yang terlihat selalu siaga membantu dan mengarahkannya.

Introgasi berlangsung cukup lama.Hampir dua jam.

"Baiklah...hanya ini saja keterangan yang kami perlukan.Segala ucapan dan pengakuanmu dalam rekaman ini akan dijadikan bukti dalam pengadilan nantinya." kata polisi berkumis lebat sambil menunjuk alat perekam yang dipegang rekannya itu.

"Terima kasih atas kerjasamanya.Selamat malam dan selamat beristirahat." sambungnya

Pak Darwin dan ibu mengantar kedua polisi itu.Jolie hanya menyaksikan mereka berlalu dari ruangan dari tempat tidurnya.Lega rasanya

"Kak Jolie keren," puji Rudy

"Keren apaan...diem lu.." celetuk Jolie

Padahal dalam hatinya senang tak kepalang dipuji keren oleh adiknya.Pura-pura jutek biar disegani disegani adiknya dan terkesan berwibawa.Hari sudah semakin sore.Matahari sudah mulai beranjak dari peraduan hingga langit di sebelah Barat terlihat mulai gelap.Ratusan lampu mulai dinyalakan.Jolie mempercepat langkah di antara keramaian orang lalu lalang.Hari ini akhir pekan di awal bulan,jalanan ramai kenderaan lalu lalang,kemacetan parah,kafe,restoran,toko ramai dikunjungi orang untuk melepas kepenatan setelah seminggu penuh beraktivitas rutin.Swalayan ramai dikerumunin orang.Para pengunjung sudah tidak sabar lagi memborong barang berdiskon besar.Wajah-wajah asing yang berseri membuat Jolie ikut merasakan kebahagiaan mereka.Maklum pada baru gajian.

Jolie tiba-tiba teringat ibu,adiknya dan Pak Darwin.Sudah dua minggu sejak kejadian itu,Jolie belum sempat mengunjungi ibu,adik dan Pak Darwin.Kerjaan di kantornya tertunda dan menumpuk,juga banyak hal yang harus diurus dan diselesaikannya.Salah satunya adalah asuransi kesehatannya.Jolie merasa sangat terselamatkan finansialnya saat dirinya dirawat di rumah sakit saat itu.Proteksi dan jaminan yang diberikan asuransi Manulifenya itu benar-benar perlu diacungkan dua jempol dan tidak perlu diragukan lagi manfaat yang diterimanya.Hal itu terbukti dari seluruh tagihan rumah sakitnya dibayar penuh oleh asuransi ini.Jolie merasa bangga telah membuat keputusan yang tepat dua tahun yang lalu untuk menitipkan 20% dari gajinya di lembaga keuangan yang bukan bank ini.Kini dia tinggal memetik hasil dan merasakan faedahnya.Jolie tak berani membayangkan apa jadinya jika saat itu tidak ada asuransi yang mencover dirinya itu.

Jolie berencana mengunjungi ibu,adik dan Pak Darwin malam ini.Jolie menyebrang dan berjalan cepat menuju ke swalayan yang tak begitu jauh dari kantornya.Dia akan mampir ke swalayan tersebut terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah pak Darwin

"Astagaaa !!!" Jolie memekik kaget.

Jolie memegang dadanya yang berdegup kencang.Sedari tadi dia sibuk memilih dan memilah sayuran dan buah-buahan yang akan dibawanya untuk ibu,adiknya dan Pak Darwin,hingga seseorang menepuk bahunya cukup keras

Jolie menoleh ke belakang dan dilihatnya sosok pria kurus jangkung berkacamata berseragam kantor sedang tersenyum manis padanya.

"Eh...hai,Ted.." sapa Jolie singkat

"Aku sedang ada urusan di sekitar sini.Aku melihatmu masuk ke sini.Jadi aku ikut masuk." terang Teddy

Teddy adalah mantan Jolie saat SMA dulu.Mereka pernah dekat dan menjalin hubungan cinta yang singkat.Hanya sekitar 1 bulan.Saat itu Jolie yang memutuskan hubungan sepihak karena dirinya benar-benar sedang ingin fokus dengan sekolahnya.Mereka kehilangan kontek saat lulus SMA dan Teddy diharuskan melanjutkan studinya di Singapura.

Langkah Teddy tak henti mengikuti Jolie yang sekarang menuju ke kasir.

"Sini...aku yang bawain.." ucap Teddy

"Gak usah...kecil-kecil gini aku dulu sabuk hitam di taekwando loh." pamer Jolie

"ihhh...si mungil sombong." balas Teddy tak mau kalah dan ikut antri dibelakang Jolie

Setelah menyelesaikan semua transaksi di kasir.Mereka berjalan keluar swalayan

"Parkir di mana motormu,Jol ?" tanya Teddy

"Tadi pagi saya naek gojek pergi kerja,terus dari kantorku jalan kaki ke sini." bala Jolie sambil menunjuk ke gedung kantornya yang ada di seberang swalayan.

"Yuk...saya anterin...Sini belanjaanmu." Teddy meraih kantung belanjaan dan berjalan ke arah parkiran.Jolie mengikuti langkah Teddy dari belakang.Dia sama sekali tidak menolak tawaran Teddy kali ini karena dia juga ingin cepat-cepat bertemu

Setelah menggantung barang belanjaan Jolie,Teddy memastikan Jolie sudah memakai helm dan posisi duduk gadis di belakangnya sudah aman.Teddy melajukan motor Honda CBR250RR hitamnya cepat membelah jalan raya.Pohon-pohon seperti berlarian lalu tertinggal.Teddy melihat ke arah spion dan melihat Jolie berpegangan pada jok besi belakang.

"Pegangan yang bener.Nanti kalo jatuh,saya juga yang repot." terdengar samar-samar suara teddy yang bersaing dengan hiruk pikuk lalu lintas jalan raya dan deru angin

"Uda pegangan koq" Jolie berteriak dari belakang

"Pegangan saya aja,biar lebih aman." balas Teddy

"Okei..." kedua lengan Jolie mencengkram kuat pundak Teddy

Teddy tergelak ,"Hello....saya berasa jadi tukang ojek."

Jolie hanya diam,tidak bereaksi sama sekali.Lalu Teddy menarik tangan kiri Jolie dan ditaruh di perutnya

"Saya akan ngebut biar cepat sampai.Pegangan kuat di sini." teriak Teddy dari balik helm hitamnya itu

Seolah terhipnotis,Jolie lalu memeluk Teddy erat .Pipi kanannya disandarkan di punggung Teddy.Terhirup aroma parfum Teddy yang maskulin.Punggungnya hangat.Tanpa sadar Jolie tersenyum.Teddy mencuri pandang dari spion dan dilihatnya Jolie tersenyum manis.Dia pun menambah laju motor dan kembali memfokuskan pandangan ke jalan raya dan tersenyum.

Begitu motor mereka hampir tiba di tujuan.Jolie menarik tubuhnya dan mengarahkan Teddy agar tidak salah arah ataupun kelewatan.Teddy pun mengurangi kecepatan motornya.

"Kamu kenapa? Malu kepergok tetangga kalo lagi peluk saya?" tanya Teddy sambil memarkirkan motornya.

Jolie melepaskan helm yang ia kenakan dan mengembalikannya ke Teddy. Teddy menyerahkan semua barang belajaan Jolie.

"Ya...iyalah...lu aja yang gak tau kalo warga sini tukang gosip semua." balas Jolie

"Emang kenapa kalo kita keliatan mesra? Apa urusannya sama mereka?...Toh dulunya kita pernah dekat dan berpacaran walaupun tak bertahan lama.Wajar-wajar saja,bukan ???" goda Teddy

Pertanyaan polos Teddy membuat Jolie terperanjat.

"Ya..ngakk gitu juga.Kita kan juga uda lama putus dan tidak ada apa-apa lagi.Ngakk enak dong kalo orang mikir kita balekkan.Padahal kan kenyataannya enggakk !!!" Jolie berusaha memberi penjelasan

"Lho?Jadi kamu maksudmu maunya kita balekkan gitu?" Teddy kembali menggoda

Wajah Jolie berubah frustasi.

"Ya..bukan itu...aduh kamu tuh...eh..maksudku..lo itu....!Lo jangan mikir yang aneh-aneh yaaa.." terang Jolie sambil mengusap malu wajahnya yang mulai terasa panas

"Hahaha...kamu gemesin deh kalo lagi salah tingkah." Teddy tertawa cekikikkan

Jolie berbalik dan berlari masuk ke rumah Pak Darwin.Dia meninggalkan Teddy yang masih tertawa terkekeh-kekeh melihat kelakuannya tanpa mengucapkan terima kasih.

Teddy menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam," dia tidak berubah sama sekali....tetap imut dan lucu"

Lalu dia pun menstarter motornya dan pulang dengan perasaan yang sangat bahagia.

............

Kunjungan Jolie disambut hangat.Begitu dirinya menggeser pagar rumah Pak Darwin,terdengar suara teriakan

"Ibu...kak Jolie datang." teriak Rudy dari dalam dan berlari berhamburan ke arah Jolie,memeluknya erat-erat

"Rindu kakak yah..." Jolie mengelus pelan kepala adiknya dan mengacak-acak rambutnya

"Iya,kak.." Rudy mengangguk-anggukkan kepalanya

Ibu muncul dari balik dapur dan memeluk Jolie.

"Bagaimana kabarmu,Nak?" tanya ibu sembari mencium pipi kiri dan kanan Jolie

"Baik,Bu." Jawab Jolie sambil membalas pelukan dan ciuman ibunya

"Pak....Jolie datang." ibu menarik diri dari pelukan Jolie dan mengalihkan pandangan ke arah Pak Darwin

Pak Darwin mengangkat kepalanya dan meletakkan koran.Tersenyum tanpa berkata apa-apa lalu kembali menundukkan kepala ke atas koran

Ibu kembali ke dapur.Rudy mengikutinya dari belakang.Jolie menghampiri Pak Darwin dan sungkem

Pak Darwin mengelus lembut kepala Jolie

"Bagaimana kabarmu,Nak Jolie?"

"Pekerjaanmu lancar?"

"Gimana motormu?masih di bengkel?"

"Naek apa ke sini?" Pak Darwin angkat bicara

Belum juga Jolie sempat menjawab

"Ayahmu akan dipenjara selama dua tahun." lanjutnya

"Oh....." Jolie manggut- manggut

"Hakim sudah memutuskan hukumannya.Kasus ini sudah selesai." Pak Darwin melepaskan kacamata rabun tua nya dan meletakkan di pangkuannya

"Kapan,Pak...maksudku kasusnya selesai?" tanya Jolie penasaran

"Minggu lalu.Berita juga sudah diturunkan sesaat setelah putusan ditetapkan."

"Semoga di penjara ayahmu dapat merenungkan,menyadari dan memperbaiki perbuatannya."

"Semoga Allah menunjukkan jalan terbaik buat ayahmu." kata Pak Darwin

"Iya..bener,Pak...Semoga ayah bisa insaf." Jolie mengiyakan perkataan Pak Darwin

"Pak....Kak Jolie..." teriak Rudy membuat pembicaraan mereka terhenti dan menoreh ke arah pemilik suara nyaring itu

"Ada apa,dek...?" tanya Jolie

"Disuruh ibu tuh makan malam." jawab Rudy dan kembali berjalan masuk ke ruang dapur

Pak Darwin dan Jolie mengikutinya.Jolie menenteng barang belanjaan dan menatanya di kulkas

Di meja makan tersaji tiga macam lauk,4 piring nasi dan sepiring besar kuah bakso ikan

Pak Darwin meminpin doa sabelum makan.Jolie duduk disampingnya.Ibu dan Rudy duduk di seberang mereka

"Mari makan." Pak Darwin menyilahkan

"Ini rendang jengkol kesukaanmu,Nak." Ibu meletakkan beberapa biji jengkol di atas nasi Jolie dan berkata lagi," Makanlah yang banyak."

Ibu paling tahu makanan favorit mutlak Jolie.Jolie bisa menghabiskan tiga piring nasi hanya dengan hidangan jengkol saja.Jolie juga heran dengan tubuhnya yang tetap mungil langsing walaupun nafsu makannya besar.Di sisi lain dia juga bersyukur tidak usah repot dan menderita ikut program diet yang seperti digandrungi para gadis seusianya.

"Tapi..kemana yah lari gizinya pergi? ke otak? atau apa mungkin dirinya cacingan?" Jolie tersenyum sendiri,geli dengan pikirannya sendiri

Mereka berbicara panjang lebar,dari timur ke barat sesekali diselingi seloroh-seloroh intim.Memang demikian lah setiap kali acara makan malam di rumah Pak Darwin.Pak Darwin gemar makan sambil bercakap-cakap.Mereka bisa duduk sampai dua atau tiga jam di meja makan.Setelah selesai makan utama,tibalah giliran menikmati buah-buahan segar,ataupun penutup apa saja yang kebetulan dibuat ibu.Ini pun biasa diselingi dengan percakapan-percakapan,candaan.gelak tawa yang memenuhi seluruh ruangan makan

Hari semakin larut.Semua penghuni rumah itu sudah masuk ke kamar tidur masing-masing.Hanya Jolie yang terlihat masih sibuk mencuci piring,gelas,menyusunnya di rak.Lalu mengelap dan merapikan meja makan

"Akhirnya selesai juga.." Jolie memandangi bak cucian,meja dan berdecak kagum.Puas dengan hasil kerjaannya.Bahagia dengan hari-harinya

Diliriknya arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.Hampir pukul sepuluh malam.Jolie menutup lampu ruang dapur,berjalan melewati ruang tamu dan masuk ke kamar tidurnya.

Jolie merebahkan tubuh di atas kasur empuknya.Melupakan kewajiban untuk membersihkan diri,matanya mulai terpejam.Bunyi dan getaran ponsel di saku celanya memaksa Jolie membuka mata kembali,merutuk kesal si penelepon yang berani-beraninya mengganggu waktu istirahatnya.

"Teddy...!!!Apa mulai sekarang kau punya aktivitas rutin menghubungiku larut malam?" sembur Jolie yang sudah melihat nama dan foto penelepon terlebih dahulu.Orang yang diseberang whatsapp tertawa terkekeh-kekeh

"Mandi dulu,baru tidur." kata Teddy

Jolie menghela nafas panjang.Dia juga sudah menduga apa yang akan dikatakan mantan pacarnya ini.

"Kau paling kenal aku yah !!! "

"Ya sudah,bentar lagi deh..."

"Aku tutup yah."

Tanpa mendengar balasan Teddy lagi,Jolie langsung mengakhiri hubungan telepon dan membawa tubuh mungilnya menuju ke kamar mandi

Tubuh Jolie jadi segar sehabis mandi dan dia kembali masuk ke kamar tidurnya.

Kamar tidurnya ini dulunya merupakan kamar tidur anak perempuan Pak Darwin.Kamarnya tidak begitu luas,namun nyaman untuk ditempati.

Tata ruangan dan perabotannya tertata apik dan masih sama persis seperti saat putrinya masih hidup.Pak Darwin sengaja tidak merenovasi ataupun merubah tata letak perabotannya.Wallpaper bermotif mini teddy bear berwarna lembut menambah kenyamanan kamar tidurnya.Meja belajar di samping tempat tidur,AC Panasonic putih yang masih terpasang di atas pintu kamar.Tirai jendela biru polos menutupi jendela.Jam dinding petak yang bergantung tepat di atas meja belajar.Foto wisuda Tk putrinya dalam bingkai emas,foto keluarga Pak Darwin yang dimuat dalam bingkai kecil unik,foto Pak Darwin yang memeluk putrinya saat mereka berwisata ditempel di bagian atas lemari meja belajarnya,foto putrinya bersama teman-temannya ditempel di bagian bawah lemari meja belajarnya.Koleksi boneka kecil teddy bearnya yang berjejer tersusun rapi dan bersih di lemari kaca meja belajarnya.

Sedangkan kamar tidur yang ditempati Ibu dan Rudy dulunya merupakan kamar tidur putranya.Lebih luas sedikit daripada kamar tidur putranya itu.kamar itu juga sudah lama tak ditempati karena jika putranya berkunjung,dia menemani ayahnya tidur di kamar tidur utama.Kamar yang paling luas di antara ketiganya.Desain nya juga beda

Sudah hampir satu jam Jolie berbaring di atas kasur.Golek kanan.Golek kiri.Matanya terpejam,namun dia benar-benar tidak bisa tidur.Bahkan suara detik-detik jarum jam yang berdetak terdengar sangat jelas.

Jolie bangun.Dia menghidupkan lampu kamar.Mengambil remote AC dan menurunkan suhu ruangannya.Dia berjalan mondar-mandir mengelilingi kamar.Gadis itu kelihatan gelisah.Otaknya mencari-cari ide agar dirinya bisa lebih cepat terlelap.Berulang kali dia melirik ponsel yang ada di atas kasur,tapi tak ada satupun chattingan masuk yang tampak di ponsel itu

Jolie kembali ke atas kasur.Mengambil ponsel dan menarik selimut menyelimuti separuh tubuhnya.Jolie mulai melihat aplikasi game yang sudah pernah di download nya.Matanya tertuju pada "Candy Crush".Game yang paling digandrunginya.Tak heran jika level game Candy Crushnya sudah mencapai level 500.Saat insomnia nya kumat dan melanda dirinya,game inilah penghibur dan teman bermainnya

"Beep....." ponsel Jolie berbunyi dan bergetar.

Tanda ada chattingan Whatsapp yang masuk.Jolie membiarkannya,dia terus bermain

"Paling-paling si Teddy lagi kurang kerjaan..." umpat Jolie dalam hati

"Beep...Beepppp...Beepp..." ponsel Jolie berbunyi dan bergetar lebih lama.Apalikasi game Candy Crush terhenti.Terpaksa dia keluar dari aplikasi itu

"Ihh....sapa sih???" geramnya

Jolie memeriksa chattingan Whatsapp yang masuk.Rupanya broadcast dari salah satu temannya di grup Whatsapp.Mereka menamai grup itu "Avengers".Isinya personil personil alumni teman sekolah Jolie pecinta film dan karakter tokoh Avengers saat masih SMABroadcast Whatsapp grup Avengers dari Sabrina tentang lowongan pekerjaan sebagai sekretaris direksi di Jakarta Pusat.

Berikut isi broadcastnya

Lowongan Kerja Sekretaris Direksi

Kualifikasi :

-Wanita single,berpenampilan menarik,usia max 30 tahun

-Bersedia ditempatkan di Jakarta,bekerja lembur dan dinas luar kota/luar negeri

-Pendidikan minimal D3 jurusan Sekretaris

-Jujur,disiplin dan teliti

-Mampu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim

-Dapat mengoperasikan Microsoft Office (Word,Excel dan Power Point)

-Dapat membuat materi presentasi

-Berpengalaman di bidangnya min 1 tahun

Kirim lamaran kerja dan CV ke gmail hrd_SBRteam

Jolie menelusuri satu persatu kualifikasinya.Dia merasa dirinya memenuhi semua kriteria yang diminta dan tertarik untuk mencoba mengirim lamaran.Tapi,dia ragu untuk langsung japri ke Sabrina karena sudah larut malam

"Tidak ada salahnya saya coba,Toh..kalaupun uda tidur...dia bisa balas keesokkan harinya chattinganku." pikirnya

Telepon saya.Chattingan Jolie dibalas singkat dalam sekejap.

Jolie menyentuh logo bergambar telepon di sudut kanan aplikasi Whatsapp dan...

"Halo,Jol...apa kabar? lama tak jumpa?" suara Sabrina diseberang telepon

"Halo,Rin...baik dan sehat...Maaf yah,telepon larut malam.Ganguin jam istirahatmu." balas Jolie

"oh...gak pa pa.Saya masih belum tidur koq.." jawab Sabrina

"Saya mau tanya......."

"Kamu langsung kirim lamaran dan CV mu via email saja.Nanti saya akan bantu proses." potong Sabrina

"Tapi bagaimana dengan tempat tinggal? Apakah perusahaan menyediakannya." Jolie kembali bertanya

"Mengenai gaji,bonus,transpor,jamsostek dan fasilitas lain dapat kamu tanyakan saat interview online nantinya setelah ada panggilan resmi melalui email perusahaan." terang Sabrina

"Setauku perusahaan tidak menyediakan tempat tinggal bagi karyawan baru.Tapi kamu bisa tinggal di apartemen lamaku untuk sementara." lanjutnya

"Oh gitu...,bagusan saya sewa saja apartemenmu itu." tukas Jolie

"tenang...itu bisa diatur." jawab Sabrina dengan nada santai

"Baik,Rin...terima kasih.Selamat malam dan selamat tidur." balas Jolie

"OK..." lalu telepon pun ditutup

"ceklek..." lampu kamar Jolie di padamkannya

.......

Jam menunjukkan pukul setengah lima sore,namun pekerjaan Jolie di kantor sudah rampung semua.Masih ada setengah jam lagi waktu pulang kerja.Beberapa rekan kerja Jolie berkumpul di satu meja,saling bercerita,bergosip dan tertawa sambil makan rujak.Jolie tidak ikut nimbrung.Dia menyalakan kembali laptop di meja kerjanya.Setengah jam itu digunakannya untuk membuat surat lamaran dan CV untuk perusahaan barunya dan juga membuat surat pengunduran diri untuk perusahaan tempatnya bekerja sekarang ini

Jolie memutuskan untuk mencoba mengirim lamaran dengan harapan dapat diterima sehingga dia dapat mengembangkan karier dan menjadi sukses seperti Sabrina.Dia ingin ibunya bangga dan hidup mereka lebih sejahtera.Namun di sisi lain ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkannya mulai dari tempat tinggalnya di Jakarta nantinya,transpor,mencemaskan ibu dan adiknya yang bakalan jauh darinya hingga hal-hal sekecil apapun dipikirkannnya matang-matang.

"Semoga diterima." gumam Sabrina setelah selesai membuat surat lamaran dan surat pengunduran diri.Dia menutup laptop nya,menyimpannya,meraih tas kerjanya dan beranjak dari tempat duduknya

"Fighting,Jolie.." dia mengepalkan semua jemarinya,menariknya kedua tangannya ke arah rusuk dan mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat,berjalan keluar dari kantornya, terus mngulangi kalimat itu berkali-kali dan pulang.

Dalam perjalanan pulang,otaknya terus berputar,mencari dan memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan keinginannya pindah kerja ke kota Jakarta kepada ibunya,Pak Darwin dan direktur tempatnya bekerja bila nantinya dia telah diterima bekerja di perusahaan baru itu.

Jolie memutuskan untuk mengunjungi dan memberitahukan keinginannya saat makan malam nantinya kepada ibunya dan Pak Darwin terlebih dahulu dan berdiskusi dengan mereka.Dia ingin tahu pendapat ibu dan Pak Darwin.Jolie tahu pasti kalau pak Darwin orang yang bijaksana dan selalu memberikan pendapat dan solusi terbaik baginya.

Jolie berubah pikiran,lalu dipacu motornya pulang ke kosan nya.

"Saya akan memberitahukan kabar gembira setelah positif diterima di perusahaan itu." pikirnya dalam hati

.......

"Wooohoooo......." Jolie berteriak keras,mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sambil berlari kecil mengelilingi kamar kosan nya.Jolie kegirangan tak karuan

Dia senang sekali akhirnya ada balasan email perusahan itu setelah dirinya menunggu tiga hari.

Isi emailnya tentang waktu dan sesi wawancara online yang harus dijalani pelamar.Ada tiga sesi yaitu sesi pertama berupa ujian online,sesi kedua berupa tes psikologi online dan sesi ketiga berupa interview online dengan kepala Hrd perusahaan itu.

Jolie mengikuti ketiga sesi tersebut dan melalui nya dengan sempurna,tinggal menunggu email selanjutnya tentang informasi diterima tidaknya menjadi karyawan perusahaan tersebut,informasi peraturan perusahaan dan lampiran surat kontrak yang akan ditandatangani nantinya.Kepastian diterima tidaknya menjadi karyawan akan dikirim sore nanti.Dia sangat yakin dan percaya diri kalau dirinya pasti diterima.

Jolie tidak sabar lagi menunggu email tersebut.Dia terus berdoa dalam hati agar keinginannya dapat terkabul.Gadis ini kelihatan gelisah.Sepanjang hari sibuk memeriksa ponselnya kalau-kalau ada email baru yang masuk.Pikiran tidak fokus pada kerjaan dan hatinya tidak tenang.

"Beep.." ponsel Jolie berdering diikuti getaran halus dirasakan di saku jas hitamnya saat dia baru akan keluar kantor dan pulang.

Jolie merogoh saku dan memeriksa ponselnya

"Yassss.....yasss....saya diterima." jerit Jolie.Dia berlari kecil ke parkiran motor dan bergegas ke rumah pak Darwin untuk memberitahukan kabar baik ini saat makan malam nanti

Saat sampai di rumah pak Darwin,terlihat ibu yang sedang berdiri mengawasi Rudy bermain bersama anak-anak tetangga lain.

Jolie memarkirkan motornya,berlari ke arah ibu dan memeluknya erat-erat

"Ada apa ini?" kata ibu berusaha melepaskan pelukan Jolie

Rudy dan anak lain tertawa melihat kelakuan Jolie dan mengejeknya.Jolie tidak menghiraukannya

"Saya diterima,bu.." kata Jolie

"Apaan...apa maksudmu,Nak??" tanya ibu kebingungan

"Kerjaan baru...mana..mana Pak Darwin?" tanyanya tanpa menunggu jawaban ibu,Jolie langsung berlari masuk ke ruang tamu.

Di ruang tamu tampak pak Darwin yang sedang fokus menonton dan mendengarkan berita TransTV.Perhatian Pak Darwin teralih dengan suara gaduh lari nya Jolie.Dia berpaling dan berkata," Ada apa,Nak Jolie?"

"Saya...saya diterima,Pak." jawabnya dengan nafas terengah-engah

"Diterima apa maksudmu,Nak?" balasnya sambil mengernyitkan keningnya

"Saya diterima di perusahaan manufaktur ternama di Jakarta Pusat,Pak." jelas Jolie

"Wahhh...bagus sekali,Nak"

"Tapi bagaimana dengan kerjaanmu yang sekarang? Atasanmu uda tau?Sudah mengundurkan diri?uda bicarakan dengan ibumu?Kapan mulai kerja?Apa saja fasilitas yang ditawarkan perusahaan" todong Pak Darwin dengan segudang pertanyaan

"Iya,Pak...Saya akan segera mengurus semua itu segera." jawab Jolie

"Selamat,Nak Jolie.Doa bapak menyertaimu.Semoga kerjaan barumu dapat mengantarmu ke gerbang kesuksesan." kata Pak Darwin

"Selamat,Nak." kata ibu sambil menggandeng Rudy berjalan menghampiri Jolie dan Pak Darwin

"Apapun keputusanmu ibu akan dukung.Tapi ingat jaga diri.Kesehatanmu yang paling utama." imbuh ibu

"Makan yuk,bu....Rudy lapar" Rudy menarik tangan ibu dan merengek

"Yuk...sekalian makan,Pak,Jolie." ajak ibu

.........

"Tok...Tok....Tok...." Jolie mengetuk pelan pintu ruangan Direktur

"Masuk." terdengar suara dari dalam ruangan

Jolie membuka pintu dan masuk ke ruangan dengan membawa surat pengunduran diri yang telah dipersiapkannya dan jadwal rapat direktur

"Silakan letakkan di atas meja jadwal rapatnya." kata direktur

Direktur terlihat sibuk menandatangani dokumen-dokumen di meja kerjanya,sama sekali tidak mengangkat kepalanya

"Ini..Pak...Ada yang perlu saya sampaikan." Kata Jolie sambil meletakkan surat pengunduran dirinya di hadapan dokumen yang sedang ditandatangani direkturnya itu

Direkturnya menghentikan gerakan tangannya dan mengangkat kepala,mengambil surat tersebut dan membacanya.Lalu berkata," apa alasanmu? kenapa tiba-tiba?"

"Saya mendapat pekerjaan yang lebih berprospek.Saya ingin mencoba mengembangkan karier." jawab Jolie

"Sudah kamu pertimbangkan baik-baik." tanya direktur

"Kapan kerjaan barumu dimulai?" imbuhnya

"Iya,Pak.Saya sudah yakin.Sekitar dua minggu lagi." balas Jolie

"Baiklah,Saya tidak akan menentang keputusanmu."

"Segera cari penggantimu"

"Buat serah terima jabatan dan pekerjaanmu secara jelas dan rinci." perintah direktur

"Beres,Pak...Saya akan segera urus semuanya." jawab Jolie

Kembali ke Beranda