Because, I Love You
Horror
03 Jan 2026

Because, I Love You

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-03T222130.762.jfif

download - 2026-01-03T222130.762.jfif

03 Jan 2026, 15:22

download - 2026-01-03T222124.933.jfif

download - 2026-01-03T222124.933.jfif

03 Jan 2026, 15:22

Aku punya teman bernama Karin, Ia tinggal di apartemen sebelahku. Sudah lama aku menyukainya karena Ia adalah gadis yang baik dan juga ramah terhadap semua orang termasuk aku. Dia bekerja disebuah perusahaan percetakan koran. Ia bertugas untuk mencari berbagai macam berita untuk dimuat dalam koran. Namun ia sering mengeluh padaku tentang pekerjaanya, dikarenakan Ia sering dimarahi atasannya karena berita yang dimuat itu-itu saja. Sungguh aku ingin sekali membantunya.

*****

Aku terbangun di pagi hari, ketika matahari menyeruak masuk melalui celah-celah gorden berwarna Biru. Aku langsung memeriksa Handphoneku siapa tahu ada pesan. Mataku terbelalak ketika melihat nama Karin terpampang di layar Handphoneku langsung saja ku buka pesan darinya.

"Dave, kita bertemu di kafe sebelah taman pagi ini jam 7.30, ada kabar menggembirakan." itu pesan singkat dari Karin untukku. Yah, tentu saja aku akan datang dengan senang hati. Aku penasaran... kira-kira kabar menggembirakan apa... kulirik jam yang berada di meja. "Ah... sudah jam 7. aku harus bergegas!"... langsung saja kuambil handuk yang tergantung manis di belakang pintu dan dengan sigap langsung berlari menuju kamar mandi.

"Hmm... kira-kira parfum apa yang cocok ya?" pikirku sambil mengangkat beberapa botol parfum, dan akhirnya pilihanku tertuju pada parfum beraroma aigner, ku semprotkan parfum itu keseluruh tubuh

"Kurasa tidak terlalu menyengat... " pikirku dalam hati. setelah itu aku langsung mengambil sepatu dari rak, saking sigapnya tumpukan sepatuku berantakan semua hingga membuatku kesal.

"Siapa peduli dengan tumpukan sepatu usang!" keluhku sambil memasang sepatu di kaki. semoga saja tidak telat.

segera saja kuhentikan taksi yang sedang melaju tanpa penumpang itu. lalu membuka pintu belakang dan segera duduk disana sambil menyebutkan tujuanku. Dengan sigap taksi melaju... ku lirik jam tangan yang ternyata sudah menunjukan jam 7.20... aku tidak mau membuat Karin kecewa dengan datang terlambat... dan akhirnya aku sampai di kafe

Kulihat seorang gadis melambaikan tangan kearahku dengan memasang senyuman di wajahnya.Ya, itu Karin, dengan 2 cangkir kopi hangat di mejanya.

"Berita bagus apa?" tanyaku padanya sambil mengaduk kopi hangat yang tertera diatas mejaku.

"Belakangan ini banyak terjadi kasus pembunuhan, itu membuat koranku semakin laris terjual!! aku gembira sekali karena berkat kasus-kasus itu, atasanku memujiku... " kata Karin dengan ekspresi ceria.

"Benarkah?? baguslah... aku turut gembira mendengarnya. Apa kau berharap agar kasus-kasus seperti itu terus terjadi?" tanyaku padanya.

"Sebenarnya aku turut prihatin terhadap korban. Tapi, kalau itu membuatku untung kenapa tidak?" jawab Karin seperti tanpa beban.

"Mau jalan-jalan?" tanyaku

"tentu... " jawab Karin sambil menghabiskan secangkir kopi di tangannya, begitu pula denganku. Lalu setelah itu, kami pergi.

***

Aku berjalan keluar dengan menggunakan jaket tebal untuk menghangatkanku dari dinginnya udara malam ini. Aku tahu, Seharusnya aku tak Keluar rumah di jam segini, mengingat ini sudah lewat tengah malam. Tapi, apa peduliku...

Aku langsung menghentikan langkah kakiku di depan sebuah rumah tua yang tak terpakai lagi, mungkin karena keadaannya yang sudah buruk sehingga orang-orang tak mau membelinya. Aku langsung memasukinya.

kubuka perlahan-lahan pintunya diiringi suara decit pintu yang memecah keheningan malam.

"Tolong..!!! jangan bunuh aku..!!!" teriakan dari dalam rumah membuat langkah kakiku semakin cepat memasuki ruangan lebih dalam. hingga akhirnya aku menemukan sebuah pintu usang menuju kamar, kubuka pintu kamar itu, dan kulihat seorang pria dengan keadaan luka parah terikat di dinding kamar.

"JANGAN MENDEKATT..!!! TOLONGGG..!!! KUMOHONNNN.." teriaknya padaku.

Aliran darahku mulai Tak beraturan seiring teriakannya, membuat aku tak tahan untuk mengambil pisau yang terletak diatas meja. Ku dekati pria itu dengan menggenggam pisau di tangan kananku... tangan kiriku mulai menarik kepalanya keatas dengan keras. Dan dengan sigap ku gorok lehernya dengan pisau. Darah merembes keluar melalui celah-celah tenggorokannya. Ku tusuk perutnya berkali-kali dan ku robek perutnya hingga memuntahkan isi perutnya. tidak cukup itu saja, aku langsung memotong pergelangan tangannya yang terikat rantai. sekarang Ia sudah mati... Aku langsung memasukkannya dalam karung dan membawanya ke jalanan. Kuletakan mayatnya di atas tumpukan karung bekas dan langsung pergi meninggalkannya.

***

"KRIINGGGG...!!" dering Handphoneku membangunkanku di pagi hari... lagi-lagi, nama Karin terpampang di dalamnya... aku segera mengangkatnya.

"Halo...?" kata Karin.

"Iya, ada apa?" jawabku.

"Ada kabar bahagia lagi nih... aku dapat berita mengenai pembunuhan... "

"Pembunuhan apa?"

"Pembunuhan seorang pria, mayatnya ditemukan di atas tumpukan karung dekat rumah kosong... terlebih lagi, mayat itu tewas secara tragis... ini pasti berita yang sangat bagus... ya kan, Dave?"

"Ohh... Tentu saja... selamat ya!!! kamu harus lebih giat lagi bekerja OK?... "

"OK, Dave, dah dulu ya... aku mau lanjut kerja... sampai jumpa... "

Karin-pun mematikan teleponnya... Entah kapan ku sampaikan perasaanku ini padanya, yang pasti aku akan terus membuatnya bahagia... pasti.

-The End-

Kembali ke Beranda